PERAN PEACE KEEPING OPERATION NEGARA ANGGOTA ASEAN DALAM MENDUKUNG MISI PERDAMAIAN PBB THE ROLE OF PEACE KEEPING OPERATION OF ASEAN MEMBER STATES TO SUPPORT UN MISSION

Gratis

0
0
28
9 months ago
Preview
Full text

PERAN PEACE KEEPING OPERATION NEGARA ANGGOTA ASEAN DALAM MENDUKUNG MISI PERDAMAIAN PBB THE ROLE OF PEACE KEEPING OPERATION OF ASEAN MEMBER STATES TO SUPPORT UN MISSION

  PERAN PEACE KEEPING OPERATION NEGARA ANGGOTA ASEAN DALAM MENDUKUNG MISI PERDAMAIAN PBB THE ROLE OF PEACE KEEPING OPERATION OF ASEAN MEMBER STATES TO SUPPORT UN MISSION 1 Mohammad Abel Rahman Mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia(rahmanabel@gmail.com) Abstrak - ASEAN Defense Ministerial Meeting (ADMM) merupakan pertemuan tertinggi pada levelmenteri pertahanan di ASEAN dalam bidang pertahanan. Peranpeacekeeping operations dalam kerangka ADMM yaitu mengembangkan kapabilitas personelsesuai standar PBB untuk melaksanakan misi perdamaian, mengurangi konflik dan ketegangan, dan meningkatkan confidence building measures di kawasan.

1 Mohammad Abel Rahman, S.IP adalah mahasiswa program studi magister Diplomasi Pertahanan, Fakultas Strategi Pertahanan, Universitas Pertahanan Indonesia

  Pendahuluan Asia Tenggara telah lama menjadi salah satu kawasan yang sangat strategis khususnya secara geopolitik, karena banyaknya kepentingan-kepentingan asing yang tidak jarangberbenturan dengan kepentingan negara-negara di kawasan tersebut. Selain itu, sejarah panjang telah mencatat bahwa pasca terbentuknya Association of South East Asian Nations (ASEAN) pada tahun 1967, organisasi ini belum mampu mengurangi konflik yang terjadi di regional Asia Tenggara.

4 Malaysia, Thailand dan Kamboja

  Berikut merupakan beberapapermasalahan-permasalahan yang terjadi antar negara ASEAN seperti sengketa Indonesia dan Malaysia mengenai garis perbatasan di perairan Laut Sulawesi menyusul perubahan2 status kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan, dan garis perbatasan di pulau Kalimantan Wawancara dengan David Capie, Associate Professor di School of History, Philosophy, Political Science,3 and International Relations, University of Wellington, New Zealand pada 13 Februari 2016. Pada pertemuan ADMM kedua di Singapura tahun 2007 telah disepakati untuk menetapkan ADMM-Plus sebagai landasan kerjasama antara negara-negara ASEANdengan negara-negara mitra wicara ASEAN yang terdiri dari delapan negara yaituAustralia, Tiongkok, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia, dan AmerikaSerikat.

16 Param eswaran, ‘‘Malaysia Wants an ASEAN Peacekeeping Force’’, 2015

  Negara-negara mitra wicara ASEAN melaksanakan kerjasama peacekeeping operations dalam kerangka ADMM didalam Experts Working Groups in Peacekeeping Operations. Meskipun ASEAN telah memiliki kerangka kerjasama peacekeeping operations di dalam ADMM, tetapi negara-negara ASEAN tetap melaksanakan misi-misi perdamaian di bawah kerangka PBB.

18 Simatupang, ‘‘Diplomasi Pertahanan ASEAN dalam Rangka Stabilitas Kawasan’’, Center for Defence and

  Peran tersebut merupakan implementasi atau pelaksaaan dari naskah konsep APCN yang terdapat di dalam program kerja jangka pendek, jangka menengah,dan jangka panjang yang mencakup seluruh aktivitas dalam kerjasama peacekeeping operations didalam APCN. Perkembangan Kerjasama Peacekeeping Operations dalam Kerangka ADMM Studi ini difokuskan pada kerangka kerjasama di bawah ADMM karena ADMM merupakan pertemuan tertinggi pada level menteri pertahanan di ASEAN dalam bidang pertahanan.

31 Myanmar, Laos, dan Brunei

  Pertemuan kedua APCN dilaksanakan di Sentul, Indonesia tahun 2013, mempromosikan dan meningkatkan kerjasama antara militer di dalam negara-negara anggota ASEAN melalui sharingpengalaman, keahlian dan isu-isu terkait lainnya pada peacekeeping operations. Ruang Lingkup Kerjasama Peacekeeping Operations dalam Kerangka ADMM Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa32 untuk meningkatkan kerjasama antar negara ASEAN, peacekeeping operations memiliki ASEAN Secretariat, Concept Paper ADMM-Plus Modalities and Procedures, 2010.

a. Jangka Pendek

b. Jangka Menengah

1) Berbagi informasi didalam kurikulum, materi pelatihan, dan metodologi pelatihan peacekeeping.2) Membangun hubungan antar peacekeeping Centers negara-negara anggota ASEAN.3) Mengidentifikasi kesenjangan dan prioritas dalam pengembangan kapasitas dan kemampuan peacekeeping ASEAN.4) Membantu negara-negara anggota ASEAN yang berencana untuk mengembangkan pusat-pusat penjaga perdamaian mereka sendiri dalammembangun kapasitas dan kemampuan dalam pemeliharaan perdamaian 1) Membuat dan mengembangkan Standard Operating Procedures untuk membimbing pelaksanaaan jaringan.2) Pertukaran para ahli, kunjungan antar instruktur, pelatih dan peserta pelatihan dari pusat-pusat pemeliharaan perdamaian dan badan-badan terkait lainnya diwilayah ASEAN.3) Mengembangkan common peacekeeping training, operasional dari peacekeeping centers, panduan best practices sebagai referensi untuk APCN.4) Memulai pelatihan gabungan

c. Jangka Panjang

  Peran Peacekeeping Operations dalam Kerangka ADMM ADMM merupakan forum kerjasama di bidang pertahanan yang bertujuan untuk mempromosikan rasa saling percaya dan keyakinan melalui pemahaman yang lebih besardari tantangan pertahanan dan keamanan serta peningkatan transparansi dan keterbukaan. Terdapat empat golongan yang terkait didalam peran yaitu para personel yang mengambil bagian dalam misi perdamaian, perilaku para personel dalam melaksanakan tugas-tugas dalam operasiglobal, kedudukan para personel di daerah misi dalam melaksanakan tugasnya, kaitan 35 atau berperan secara maksimal dalam operasi perdamaian global.

a. Peran itu bersifat impersonal: posisi peran itu sendiri akan menentukan harapannya, bukan individuny

  Peran peacekeeping operations dalam kerangka ADMM merupakan implementasi atau pelaksaaan dari naskah konsep APCN yang terdiri dari program kerja jangka pendek,jangka menengah, dan jangka panjang yang mencakup seluruh aktivitas dalam kerjasama peacekeeping operations di dalam APCN. Membantu negara-negara anggota ASEAN yang berencana untuk mengembangkan pusat-pusatpenjaga perdamaian mereka sendiri dalam membangun kapasitas dan kemampuan dalampemeliharaan perdamaian Sampai saat ini ASEAN sudah memiliki 6 peacekeeping centerSumber: Diolah oleh peneliti Peran peacekeeping operations yang terdapat didalam program kerjasama jangka pendek, memiliki poin yang sangat penting antara lain untuk menjalin komunikasi yangbaik antar negara-negara ADMM dan ADMM-Plus.

37 Kerjasama peacekeeping operations tersebut yang ada di dalam

  Misi-misi perdamaian yang dilaksanakan oleh Negara-negara anggota ASEANper Agustus 2016 Misi PBB Indonesia Malaysia Cambodia Filipina Brunei Thailand Vietnam MyanmarMINURSO 5 kerangka ADMM diimplementasikan ke dalam misi-misi perdamaian di bawah kerangka PBB. Misi-misi yang dilaksanakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

5 MINUSCA 213 222

4 3 UNOCI 1 UNMOGIP

16 UNAMID 981

25 2 11 UNIFIL 1296 818 185 29 UNISFA 4 1 3 MINUSMA 147 301 MINUSTAH 7 137 1 MONUSCO 190

3 UNMIL

  Peran peacekeeping operations dalam kerangka ADMM di kawasan Asia Tenggara yaitu untuk pengembangan kapabilitas personel yang sesuai dengan standar PBB darinegara-negara ASEAN untuk menjalankan misi-misi perdamaian global, mengurangi konflik dan ketegangan, dan meningkatkan confidence building measures di kawasan AsiaTenggara. Peacekeping operations dalam kerangka ADMM tidak akan melakukan misi perdamaian di kawasan ASEAN karena negara-negara ASEAN memiliki prinsip non-interfensi antar negara-negara anggota ASEAN sesuai dengan salah satu isi dari Piagam ASEAN.

Dokumen baru

Download (28 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

View of STRATEGI PROMOSI PERPUSTAKAAN KELILING BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROVINSI JAMBI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA
0
0
18
View of KARAKTER KERJA KERAS DALAM PEMBELAJARAN STATISTIK
0
0
10
3 MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG KONDUSIF DAN EFEKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS Muhammad Yusup Dosen Tetap Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Muara Bulian muhammadyusup57yahoo.co.id Abstract - View of MENCIPTAKAN SUASANA BELAJA
0
0
19
PERUBAHAN CORAK TERORISME DI INDONESIA TAHUN 2000 HINGGA TAHUN 2013 PATTERN CHANGES OF TERRORISM IN INDONESIA FROM 2000 To 2013
0
0
16
DAMPAK PEMBERLAKUAN AIR DEFENSE IDENTIFICATION ZONE (ADIZ) CINA TERHADAP KEAMANAN ASIA PASIFIK THE IMPACT OF CHINA’S ENFORCEMENT OF AIR DEFENSE IDENTIFICATION ZONE (ADIZ) TOWARDS THE ASIA PACIFIC SECURITY
0
0
22
PENANGANAN ISU TERORISME DALAM KEBIJAKAN PERTAHANAN INDONESIA PADA TAHUN 2002—2015 THE HANDLING OF TERRORISM ISSUE IN INDONESIAN DEFENSE POLICY IN 2002—2015
0
0
20
PENDIDIKAN PERDAMAIAN SEBAGAI BAGIAN DARI PROGRAM DERADIKALISASI: SEBUAH UPAYA PENCEGAHAN GERAKAN TERORISME PEACE EDUCATION AS A PART OF DERADICALIZATION PROGRAM: AN EFFORT TO PREVENT TERRORIST MOVEMENT
0
0
24
DEVELOPING SOCIAL CAPITAL TO COUNTER TERRORISM MEMBANGUN MODAL SOSIAL DALAM KONTRA TERORISME
0
0
20
OPTIMALISASI SINERGITAS TNI-POLRI-SIPIL DALAM MENGHADAPI ANCAMAN RADIKALISME DAN TERORISME DI INDONESIA OPTIMALIZING THE SYNERGY OF MILITARY-POLICE-CIVILLIAN IN FACING RADICALISM AND TERRORISM THREATS IN INDONESIA
0
0
24
MENGENAL DEWAN KEAMANAN NASIONAL DI EMPAT NEGARA SEBAGAI REFERENSI PEMBENTUKAN STRUKTUR KOORDINASI PENANGANAN TERORISME DI INDONESIA
0
0
30
THE FAILURE OF THE MEDIATION ON THE RELOCATION OF THE KAMPUNG PULO RESIDENTS, EAST JAKARTA: LESSON LEARNED FROM MEDIATION CASE BY CM NGO
0
0
20
OPERASI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN DALAM PENDEKATAN KEAMANAN ABERYSTWYTHWALES SCHOOL PEACEKEEPING OPERATIONS IN ABERYSTWYTHWALES SCHOOL SECURITY APPROACH
0
0
16
DIPLOMASI INDONESIA DALAM MISI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN PBB INDONESIAN DIPLOMACY IN THE UNITED NATIONS PEACEKEEPING MISSIONS
0
0
22
ANALISIS AKUISISI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA : STUDI KASUS PENGEMBANGAN PESAWAT TEMPUR KOREAN FIGHTER XPERIMENT INDONESIAN FIGHTER XPERIMENT (KFXIFX) ANALYSIS OF TECHNOLOGY ACQUISITIONS OF INDONESIAN DEFENSE INDUSTRY : A CASE STUDY OF JET FIG
0
0
24
KEBIJAKAN OFSET DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN PERTAHANAN NEGARA OFFSET POLICY IN BUILDING STATE DEFENSE INDEPENDENCE
0
0
22
Show more