Peningkatan prestasi belajar IPA melalui penerapan metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta.

Gratis

1
3
134
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta. 2) upaya peningkatan prestasi belajarsiswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta menggunakan metode inkuiri telah berhasil dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) orientasi, b) merumuskanmasalah, c) mengajukan hipotesis, d) mengumpulkan data, e) membuat kesimpulan, f) mempresentasikan hasil dan g) evaluasi.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Anonymous Jika keajaiban itu tidak berpihak kepada kita,maka kita sendiri yang akan membuat keajaiban itu. Roronoa Zoro (One Piece) Mereka yang melakukan dengan baik, akanmendapatkan yang terbaik juga.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya yang saya tulis tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalamkutipan pada daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 31 Agustus 2016PenulisAris Suatmaji LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:Nama: Aris Suatmaji NIM: 091134081Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR

IPA MELALUI

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV A SD NegeriGedongtengen Yogyakarta. 2) upaya peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta menggunakanmetode inkuiri telah berhasil dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) orientasi, b) merumuskan masalah, c) mengajukan hipotesis, d) mengumpulkan data, e) membuat kesimpulan, f) mempresentasikan hasil dan g) evaluasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS IV A SD NEGERI GEDONGTENGEN YOGYAKARTA” ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

3. Apri Damai Sagita Krissandi S.S., M.Pd., Wakil Program Studi

  Antonius Samijo, guru kelas IV A SD Negeri Gedongtengen yang telah bekerja sama serta memberikan waktu dan tenaganya sebagai guru mitradalam penelitian. Djatmiko, Wahyu dan Dwi Wibisono serta semua pihak yang telah mendukung dalam menyelesaikan skripsi iniPenulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan karya ilmiah ini.

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan

A. Latar Belakang

  Banyak guru mengajarkan IPA dengan cara yang kurang menarik atau membosankan,kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dan mengembangkan keterampilan dan sikap ilmuan, serta kurang mewujudkaninteraksi antara siswa dan fenomena sains yang ada di lingkungan sekitar. Ketika guru memberikan soal sambil tidur pekerjaannya dikumpulkan dan dikoreksi bersama secara silang antar siswa sekelas dengan bimbingan guru, ternyata banyak siswa yang kesulitan dalam mengerjakan soal Akar penyebab kejenuhan atau kurang semangat belajar pada siswa mungkin karena guru kurang tepat dalam pemilihan strategi pembelajaran, guru selalumenggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan.

B. Rumusan Masalah

  Apakah penerapan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta? Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV A SD Negeri GedongtengenYogyakarta melalui penerapan metode inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA.

2. Bagi Guru

  Menambah wawasan guru dalam penyampaian pembelajaran menggunakan metode inkuiri. Bagi PenelitiDapat menambah wawasan serta pengalaman melalui penerapkan metode yang didapatkan selama perkuliahan.

E. Batasan Pengertian 1

  Metode inkuiri terbimbing adalah suatu cara menyampaikan pelajaran yang meletakkan dan mengembangkan cara berfikir ilmiah di mana siswa mencari jawaban melalui serangkaian eksperimen dan menarik kesimpulansebagai jawaban yang di bimbing oleh guru. Prestasi belajar adalah hasil usaha yang dicapai seseorang setelah melakukan kegiatan belajar melalui serangkaian tes dan non tesditunjukkan dengan bentuk nilai.

3. IPA adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang semua benda yang ada di alam, peristiwa, dan gejala-gejala yang muncul di alam sekitar

  4. Siswa SD adalah peserta didik yang berumur 9-10 tahun.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas landasan teori yang akan digunakan untuk

A. Kajian Pustaka

  memecahkan masalah dalam penelitian. Pembahasan ini dibagi menjadi empat bagian: yaitu kajian pustaka, hasil penelitian sebelumnya, kerangka berpikir, danhipotesis.

1. Pengertian Inkuiri

  Menurut Sanjaya (2006:196) metode inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitisuntuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang kognitif, afektif, dan psikomotor untuk belajar disesuaikan dengan gaya belajar siswa. Metode ini merupakan suatu bentuk instruksional kognitif, yang memberikan kesempatansiswa untuk berpartisipasi secara aktif menggunakan konsep-konsep dan prinsip dan melakukan demonstrasi Melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri berarti membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi yang dihadapi ketikaberhubungan dengan dunia fisik, yaitu dengan menggunakan metode yang digunakan oleh para ahli penelitian.

b) Merumuskan masalah

  Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri merupakan suatu proses kegiatan belajar yang melibatkan seluruhkemampuan siswa untuk menemukan jawaban sendiri dari suatu masalah dengan bimbingan guru. Penelitian ini menggunakan inkuiri terbimbing karena siswa SD belum terbiasa menggunakan metode inkuiri bebas dan perlu bimbingan agarpembelajaran bisa terlaksana serta siswa tidak bingung.

2. Jenis-jenis Inkuiri

  Ketiga jenis pendekatan inkuiri tersebut adalah: a) Inkuiri Terbimbing Pendekatan inkuiri terbimbing yaitu pendekatan inkuiri dimana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awaldan mengarahkan pada suatu diskusi atau permasalahan. Bimbingan yang diberikan dapat berupa pertanyaan-pertanyaan danarahan yang dapat menggiring siswa untuk dapat memahami konsep pelajaran.

c) Inkuiri Bebas yang Dimodifikasikan

  Pendekatan ini merupakan kolaborasi atau modifikasi dari dua pendekatan inkuiri sebelumnya, yaitu: pendekatan inkuiri terbimbing danpendekatan inkuiri bebas. Artinya, dalam pendekatan ini siswa tidak bisa memilih masalah untukdiselidiki sendiri, namun ada bimbingan yang diberikan tetapi lebih sedikit.

3. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Inkuiri

  b) Merumuskan masalah Pada langkah ini, siswa dibimbing guru untuk mencari masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. d) Mengumpulkan DataPada langkah ini, siswa dibimbing guru untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dengan melakukan percobaan, menganalisis data yangdiperoleh, dan membahas hasil percobaan yang telah dilakukan.

B. Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi

  Prestasi belajar suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan arti prestasi adalah kemampuan seorang siswa terhadap menyelesaikan tugas dan memberikanumpan balik untuk keperluan bimbingan, diagnosis, dan penyuluhan bagi guru.

2. Pengertian Belajar

  Menurut Slameto (2010:2) “belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang punya banyak sifat dan jenisnya namun apa yang dilakukan tidak semua perubahan punya arti belajar. Menurut Hamalik (2003:27) “Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.” Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan.

3. Pengertian Prestasi Belajar

  Sehingga prestasi belajar yang diperoleh siswa dapat menjadi informasi tentang apa saja yang sudah di pahami siswa maupun yang belum. Dapat diartikan prestasi belajarmerupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar karena kegiatan belajar merupakan proses sedangkan prestasi merupakan hasil dariproses belajar.

4. Faktor yang Mempengaruhi Belajar

  Prestasi yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri (faktor internal)maupun dari luar (faktor eksternal) individu. Berikut pegenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinyadalam rangka membantu murid dalam mencapai prestasi belajar yang sebaik- baiknya.

2. Faktor budaya

  3. Faktor lingkungan spiritual atau keamanan.

5. Indikator Prestasi Belajar

Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut:

a) Kognitif

  Menurut Taksonomi Bloom Revisi (1994) oleh Anderson dan Krathwohl, mempunyai tujuan pendidikan yang penting yaitu merentensi dan mentransferatau adanya indikasi pembelajaran yang bermakna. Singkatnya retensi menuntutsiswa untuk mengingat apa yang sudah dipelajari, sedangkan mentransfer menuntut siswa bukan hanya untuk mengingat, melainkan juga untukmemahami dan menggunakan apa yang sudah dipelajari.

b) Afektif

  Penilaian sikap yang berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan yangkhusus tentang kejadian-kejadian yang berkaitan dengan siswa selama di sekolah.

c) Psikomotorik

  Menurut Singer (dalam Mimin Haryati 2007) bahwa mata ajar yang termasuk kelompok mata ajar psikomotor adalah mata ajar yang lebihberorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi-reaksi fisik. Kedua, setelah proses belajar yaitu dengan cara memberikan teskepada siswa untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap.

C. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

  Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah pelaksanaan proses pendidikan yang dilaksanakan guru di sekolah itu lemah. Sedangkan Iskandar (2001:1) menjelaskan hakikat IPA adalah ilmu pengetahuan yang meliputi pengetahuan tentang alam yang diperoleh lewatproses ilmiah yang dilandasi oleh sikap ilmiah sehingga dihasilkan produk ilmiah.

5. Bersifat hati-hati

  6. Ingin menyelidikiBerdasarkan tujuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan IPA di SD bertujuan agar siswa mampu menguasai konsep IPAdan keterkaitannya serta mampu mengembangkan sikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehingga lebih menyadarikebesaran dan kekuasaan Pencipta-Nya.

D. Penelitian yang Relevan

  Dari penelitian Wahyu (2013) dengan judul “Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 melalui metode Inkuiri terbimbing” ada peningkatan prestasi belajar siswa dibuktikan dengan peningkatan persentase siswa yang tuntas KKM dari 50% pada kondisi awal menjadi 80% pada kondisi akhir. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan mengenai persamaanya adalah inkuiri terbimbing, prestasi belajar dan mata pelajaran IPA serta adasatu yang kelas yang sama yaitu kelas IV yang menjadi subjeknya.

E. Kerangka Berpikir

  Metode inkuiri terbimbing merupakan proses dalam pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran untuk melakukanpenemuan yang bermakna melalui pengalaman-pengalaman belajar mereka dan dengan melalui interaksi bersama orang-orang dan lingkungan belajar mereka. Dengan melibatkan siswa sebagai pemeran utama, maka siswa akan lebih tertarik dalam menjalani proses pembelajaran dan bukan hanya duduk danmendengarkan ceramah dari guru, khususnya pelajaran IPA.

F. Hipotesis Tindakan

  Penerapan pembelajaran dengan metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa siswa kelas IV A SD NegeriGedongtengen Yogyakarta. Mendeskripsikan upaya peningkatan prestasi belajar IPA melalui penerapan metode inkuiri pada siswa kelas IV A SD Negeri GedongtengenYogyakarta dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.

A. Jenis Penelitian

  Penelitian diartikan sebagai kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan atau metodologi tertentuuntuk menemukan data akurat tentang hal-hal yang dapat meningkatkan mutu objek yang diamati. Dari ketiga unsur di atas, dapat disimpulkan yang dimaksud dengan terhadap kegiatan belajar yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan.

B. Setting Penelitian

  Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 SD Negeri Gedongtengen sebanyak 26 siswa, yangterdiri dari 9 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Objek Penelitian Objek penelitiannya adalah prestasi belajar siswa kelas IV A SD NegeriGedongtengen dengan menggunakan metode Inkuiri pada mata pelajaran IPA, khususnya pada kompetensi dasar “Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair → padat → cair; cair → gas → cair; padat → gas” semester gasal tahun ajaran 2015/2016.

C. Rencana Tindakan

  Persiapan yang dilakukan peneliti sebelum penelitian yaitu 1) Peneliti meminta surat ijin dari kampus yang diminta dari sekretariat prodi PGSDdilanjutkan ijin ke Dinas Perijinan kota Yogyakarta untuk melakukan penelitian di SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta. 5) Menyusun silabus, RPP, dan LKS.6) Menyusun kisi-kisi soal dan soal untuk siklus I.7) Menyiapkan instrumen penelitian, alat dan bahan yang akan digunakan pada siklus I.

3. Rencana Siklus II

  Refleksi Peneliti merefleksikan permasalahan yang ditemukan selama proses pembelajaran berlangsung, menganalisis hasil pembelajaran, melihatketercapaian indikator dengan hasil pembelajaran dan membandingkan data siklus I dengan siklus II. Tes standar adalah tes yang sudah memiliki derajat validitas dan reliabilitas yang tinggiberdasarkan percobaan-percobaan terhadapa sampel yang cukup besar dan representatif.

1. Uji Validitas Instrumen

  Apabila hasilnya menunjukkankesesuaian dengan hal yang akan diukur, maka dapat dikatakan bahwa tes tersebut memiliki taraf validitas tertentu dan harus dicari sejauh mana tarafkorelasinya atau taraf validitasnya. Item r hitung r tabel Keputusan 1 0.687**0.388 Valid 2 0.574**0.388 Valid 3 0.450*0.388 Valid 4 0.602**0.388 Valid 5 0.513**0.388 Valid 6 0.468*0.388 Valid Valid 21 0.363 0.388 Tidak Valid22 0.414* Beberapa faktor tersebut secara garis besar dapat dibedakan menurut sumbernya, yaitu faktor internal dari tes, faktor eksternal tes, dan faktor yangberasal dari siswa yang bersangkutan.

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Validitas Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil tes evaluasi tidak valid

  3) Faktor yang berasal dari jawaban siswaSeringkali terjadi bahwa interpretasi terhadap item-item tes evaluasi tidak valid, karena dipengaruhi oleh jawaban siswa dari pada interpretasiitem-item pada tes evaluasi (Sukardi, 2008). Penentuan ReliabilitasMenurut Masidjo (1995: 233) “suatu tes yang reliabel atau andal adalah suatu tes yang hasil pengukurannya dalam satu atau berbagai pengukuran menunjukkan hasil yang konsisten atau hasil yang yang tepat dan teliti”.

G. Analisis Data

  Berikut pengujian yang dilakukan untuk menganalisis datanya: Tes Tertulis 1. Membandingkan tingkat prestasi pada kondisi awal dengan akhir siklus I dan membandingkan akhir siklus I dengan akhir siklus II.

5. Menghitung kenaikan prestasi belajar siswa pada siklus I ke siklus II apakah terjadi peningkatan secara signifikan atau tidak

H. Kriteria Keberhasilan

  Kriteria keberhasilan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA mengenai pembuatan suatu karya model yang menunjukkan perubahan wujudbenda pada kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta tahun pelajaran2015/2016. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk hasil prestasi belajar siswa yaitu 70.

I. Jadwal Penelitian

  Susunan kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3.8 Jadwal penelitian Bulan (Tahun) No Kegiatan Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept 2015 2015 2015 2016 2016 2016 2016 2016 2016 2016 2016 2016 1. Permohonan ijin penelitian 3 Penelitian 4.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dikemukakan hasil penelitian dan pembahasan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap prestasi belajar. Berikut diskripsi data dan analisis data yang dilakukan. A. Hasil Penelitian

1. Pra Siklus

  Siswa Nilai Tidak Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 1 50 1 36  2 35 2 70  3 70 3 60  4 35 4 82  5 60 5 80  6 75 6 70  7 80 7 74  60 70  23 80  23 91  22 50  22  21 70 60  21 70  20 70  20 72  19  24  24  19 27 Pada tahun ajaran 2014/2015 ada 21,4% atau 6 dari 28 siswa yang tidak tuntas dan 78.6% atau 22 dari 28 siswa yang dinyatakan tuntas. Dari tabel data prestasi di atas dapat disimpulkan bahwa siswa yang nilaiKriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk tahun ajaran 2013/2014 ada53,8% atau 14 dari 26 siswa dan 46,2% atau 12 dari 26 siswa dinyatakan tidak tuntas.

2. Siklus I

  Perencanaan peneliti berupa mempersiapkan diri dan menyiapkan perangkat pembelajaran untuk 2 jam pelajaran berupa Silabus, RPP, materipembelajaran, soal evaluasi berupa pilihan ganda dan alat serta bahan untuk percobaan, lembar observasi beserta rubrik penilaiannya. Peneliti jugamempersiapkan alat kamera digital untuk memotret proses kegiatan belajar mengajar selama penelitian.

b) Pelaksanaan Tindakan Pada tahap siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 November 2015

  Materi yang dipelajari pada siklus pertama berupa macam-macam perubahan wujud benda serta mengamatinya melalui percobaan yang ada dalam pelajaran IPA. Bila semua kelompok sudah melakukan percobaan yang sama, beberapa kelompok akan dipilih untuk mempresentasikan hasilnya di depan kelassementara siswa lain memperhatikan dan bertanya jika ada yang kurang paham.

6 Bma

7 Dml

  80  25 Arn  21 Say 70  22 Tuh 75  23 Oktv 70  24 Arb 70 75  20 San  26 Saf 50  Jumlah 1820 17 9 Rata-rata 70 Persentase Ketuntasan 65,4% 34,6% Berdasarkan pada tabel diatas, nilai kognitif siswa yang tuntas mencapai nilai KKM ada 17 siswa atau 65,4% dan rata-ratanya 70. Jika dibandingkan dengan prestasi pada kondisiawal, rata-rata siswa pada siklus I mengalami peningkatan dari 68 menjadi 70 dan mencapai target yang diinginkan oleh peneliti yaitu 70 namun persentaseketuntasan dibawah kondisi awal.

13 Ptra

  Kemudian peneliti melakukan perhitungan dengan menggabungkan nilai yang diperoleh siswa di siklus I yang berasaldari penilaian kognitif dengan nilai pada kondisi awal. Hasil prestasi belajar yang diperoleh siswa dalam siklus I menunjukkan bahwa 65,4% ((17:26) x100) siswa belum tuntas mencapai target yang diinginkan peneliti yaitu 70%.

3. Siklus II

  Berikut hasil penelitian pada siklus II: a) Perencanaan Persiapan yang dilakukan peneliti pada siklus II dengan menyiapkan materi pelajaran, menyiapkan Silabus, RPP, materi pembelajaran,menyiapkan alat-alat dan bahan untuk kegiatan percobaan, serta instrumen dalam bentuk tes pilihan ganda. Dari 26 siswa yang lulusKKM ada 22 orang dengan nilai rata-rata 76,2 atau 84,6% dan yang tidak tuntas KKM ada 4 orang.

1 Lutf

 14 Rdt  11 Has 100  12 Lov 70  13 Ptra 85  15 Nbl 75  10 Ges 75  16 Naz 85  17 Okt 75 95 Tabel 4.12 Prestasi belajar siklus II 85 No. Siswa Nama Siswa Nilai Ketuntasan (KKM=70) Tuntas Tidak Tuntas 60  2 Anw 75  3 Adb 100  4 Aml  5 Arg  9 Feb 90  6 Bma 75  7 Dml 85  8 Muh 65

18 Rez

  Pelaksanaan pembelajaran yangdilakukan pada siklus I Kekurangan dalam siklus ini berupa penggunaan alat yang tidak hati-hati dalam menggunakan alat percobaan, yang menyebabkan satu gelas bekerretak. Ketika selesai melakukan percobaan dan mengerjakan soal evaluasi, siswa langsung jalan-jalan yang menyebabkan siswa lain ikut gaduh.

B. Pembahasan

1. Peningkatan Prestasi Belajar Dengan Metode Inkuiri

  Menurut Sanjaya (2006:194) metode inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitisuntuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Maka dari hasil pengamatan, peneliti mencoba merevisi kegiatan pembelajaran seperti memberikan caramelakukan percobaan yang tepat yaitu dengan langkah-langkah yang telah dibuat sebelumnya, memberikan peraturan tegas agar tidak bermain denganalat dan bahan percobaan, dan memberikan bahan percobaan seperlunya.

2. Prestasi Belajar Siswa

  Tabel 4.14 Capaian dari komdisi awal, siklus I dan siklus II Target Kondisi Target Capaian Capaian Variabel Indikator Siklus awal siklus I Siklus I Siklus II II Prestasi Nilai rata-rata 68 70 70 75 77,1 belajar kelassiswa Persentase jumlah siswa 72,2% 70% 65,4% 80% 80,8% yang mencapaiKKM Berikut merupakan penjabaran peningkatan nilai dari siklus I ke siklus II pada masing-masing siswa. Pada kolom keterangan jumlah siswa yang prestasibelajar meningkat dan tuntas ada 16 siswa, tetap dan tuntas ada 4 siswa, meningkat dan tidak tuntas ada 2 siswa, tetap dan tidak tuntas ada 2 siswa,meningkat dan tidak tuntas ada 1 siswa, menurun dan tuntas ada 1 siswa.

BAB V PENUTUP Pada bab sebelumnya sudah diulas tentang pendahuluan, kajian teori

A. Kesimpulan

  Penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta. Hal ini ditunjukkandengan: a) Peningkatan rata-rata nilai dari kondisi awal 68, pada siklus I naik menjadi 70 dan siklus II menjadi 77,1.

2. Mendiskripsikan upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV A

  Bagi guru, diharapkan agar aktif memberikan pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan media pembelajaran yang ada, serta tidak hanyasebatas pada penggunaan pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah. Bagi penelitian lain diharapkan dapat termotivasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan mengembangkan penelitian agar selanjutnyadapat terus memperbaiki kualitas pembelajaran yang ada, mengingat banyaknya permasalahan yang mungkin terjadi dalam kegiatanpembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR PUSTAKA

  Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Plaosan 1 Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing.

i Dasar Pokok Pembelajaran Pembelajaran

  Siswa contoh diberikan perubahan wujudtugas oleh benda padat → guru untuk cair melakukan Memberikan -percobaan contoh tentang perubahan wujudmacam- benda cair → macam padat Memberikan wujud benda contoh di dalam perubahan wujudkelompoknya benda padat → masing- gas masing Afektifdengan alat Memperhatikan disediakan guru maupun teman sebaya.sesuai Berpartisipasi - instruksi aktif di dalamyang kelompok.disampaikan. Siswa secara Melakukan - individu dan percobaanberkelompok tentangperubahan wujud mengisi LKSbenda.berdasarkan hasilpercobaan danpengamatan yang telahdilakukan di dalamkelompok, laludikumpulkan dankelompok yang dipilihmaju untuk mempresenta sikan hasilkerja kelompoknya.

2. Kegiatan Inti Eksplorasi c

  Siswa diberikan tugas oleh guru untuk melakukan percobaan tentangmacam-macam perubahan wujud benda di dalam kelompoknya masing-masing dengan alat danbahan yang telah disediakan sesuai instruksi yang 40 menit disampaikan. Siswa secara individu dan berkelompok mengisi LKS berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang telah dilakukan di dalam kelompok, laludikumpulkan dan kelompok yang dipilih salah maju untuk mempresentasikan hasil kerjakelompoknya.

3. Kegiatan Akhir a. Siswa mengerjakan soal evaluasi

  Siswa memberikan kesimpilan tentang materi pelajaran yang diperoleh hari ini. Doa dan salam penutup.

H. Sumber dan Alat Pembelajaran

  Yogyakarta, 27 November 2015Mengetahui,Wali Kelas, Guru Praktik,Antonius Samijo Aris Suatmaji Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN( RPP ) Siklus II Satuan Pendidikan : SD Negri Gedongtengen Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) Kelas / Semester : IV ( Empat ) / I ( Satu ) Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit ( 2 x pertemuan ) A. Memahami beragam sifat dan perubahan wujud benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya.

6.2. Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair → adat → cair ; cair → gas → cair ; padat → gas

C. Indikator Pembelajaran

a. Kognatif

  Membuat suatu karya benda yang memanfaatkan perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari. Merancang pembuatan suatu benda yang memanfaatkan perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran

  Siswa mampu membuat suatu benda yang memanfaatkan perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. Afektif memanfaatkan perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari- hari Siswa mampu merancang pembuatan suatu benda yang 1) Siswa mampu mengidentifikasi 1 perubahan wujud benda yang dapat berubah ke wujud semula dalam waktu singkat2) Siswa mampu merangkum 2 macam perubahan benda beserta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari3) 2.

3. Penutup a

  Siswa memberikan kesimpulan tentang materi pelajaran yang telah diperolehnya pada hari ini. Siswa mengerjakan soal evaluasi 20 menit pembelajaran.

H. Sumber Belajar

  Yogyakarta, 4 Desember 2015Mengetahui,Wali Kelas, Guru Praktik,Antonius Samijo Aris Suatmaji LAMPIRAN Bahan-bahan : Peralatan : Botol bekas selai, atau mayones Panci kecil Tusuk sate atau lidi -Kaki tiga - Kompor spritus - Ikat benang kasur di tengah tusuk sate - Simpan tusuk sate diatas gelas -Atur agar benang jatuh ke dasar dan tetap berada ditengah gelas 1. Masukan potongan paraffin ke dalam botol bekas 2.

3. Lalu panaskan dengan api kecil

  Lampiran 4 MATERI AJAR Perubahan Wujud Benda Banyak benda yang dapat dilihat dan dijumpai di kehidupan sehari-hari. Berdasarkan diagram tersebut, zat dari wujud yang satu ke wujud yang lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut.

2. Membeku

  Nyalakan sebatang lilin, kemudian amati perubahan yang terjadi pada lilin yang sudah terbakar! Tulislah kesimpulan yang kamu peroleh dari percobaan yang telah kamu lakukan di atas!

1. B

  Perubahan wujud benda yang tidak terjadi di alam adalah dari …. Berikut ini yang bukan merupakan perubahan wujud gas adalah ….

6. Perubahan wujud benda dari cair ke gas disebut …

  Contoh perubahan wujud benda yang tidak dapat kembali ke bentuk semula adalah… a. Berikut benda yang berubah wujud dari cair ke gas adal ah… a.

15. Perubahan wujud membeku dan mencair dapat terjadi pada benda…

  C Lampiran 7 Hasil Evaluasi Siklus I Lampiran 8 Hasil Evaluasi Siklus II Lampiran 9 Tabel Validasi Soal Siklus I Lampiran 10 Tabel Validasi Soal Siklus II Lampiran 11 Uji Reliabilitas Tabel Kriteria koefisien reliabilitas siklus I Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items .866 Tabel Kriteria koefisien reliabilitas siklus II Koefisien korelasi termasuk tinggi. Penulis menyelesaikan pendidikan formal Sekolah Dasar pada tahun 2003 di SD KanisiusMinggir, sekolah menengah pertama pada tahun 2006 di SMP Pangudi Luhur Moyudan dan sekolah menengah atas di SMA PangudiLuhur Sedayu pada tahun 2009.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan kemampuan menyimak melalui penerapan metode permainan bisik berantai pada siswa kelas III MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat Tahun pelajaran 2013/2014
0
10
172
Peningkatan keterampilan menyimak melalui penerapan metode bercerita pada siswa kelas II SDN Pamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014
20
184
100
Pengaruh metode pemebelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep getaran dan gelombang
0
17
140
Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation siswa kelas IV SD Negeri Sukamaju 3 Depok
0
5
189
Peningkatan hasil belajar PKN melalui pembelajaran Kooperatif metode point counter point pada siswa Kelas IV MI Mathla’ul Anwar Benda Baru Pamulang
0
13
136
Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas IV
0
13
196
Pengaruh model inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep listrik dinamis
1
11
68
Peningkatan minat dan hasil belajar IPS siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif metode numbered heads together di SMP Nusantara plus Ciputat
1
6
201
Peningkatan kemampuan penggunaan konjungsi dalam karangan argumentasi melalui penerapan metode latihan individual (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X SMA PGRI 56 Ciputat)
1
27
108
Peningkatan hasil belajar IPS (pada studi perkembangan teknologi transportasi) melalui penerapan pendekatan belajar pembelajaran kontekstual siswa kelas IV MI Miftahusshibyan Curug Tangerang
1
19
97
Peningkatan hasil belajar wudhu siswa kelas VI MI Nurul Falah melalui penerapan metode demonstrasi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2014
0
8
98
Peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball 0hrowing pada siswa kelas III MI Hidayatul Athfal Depok
0
8
0
Pengaruh metode mengajar terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi fiqih kelas IV di MIN Pegadungan Kalideres Jakarta Barat
0
3
79
Pengaruh metode penugasan melalui kelas virtual edmodo terhadap hasil belajar siswa pada konsep jaringan tumbuhan
3
17
264
Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa Pada materi litosfer
4
15
182
Show more