Pengering kaos kaki dengan menggunakan mesin siklus kompresi uap.

Gratis

2
7
82
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  8 Gambar 2.4 Proses - proses yang terjadi dalam psychrometric 7 Gambar 2.3 Hygrometer, termometer bola basah dan termometer bola kering...................................................................... 32 Gambar 3.18 Skematik peng 51 Gambar A.1 ambilan data…………………………… 35 Gambar 3.19 P Gambar 4.1 Suhu kerja kondensor (T kond ) dan suhu kerja evaporator (T evap )……………………………………… 46 Gambar 4.2 Psychrometric chart pe rasan tangan, 15 menit………..

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Proses pembuatan obat yang diracik, membutuhkan tenaga kerja yang teliti Dunia industri dan dunia pengobatan sering berkaitan, karena saling membutuhkan untuk melayani masyarakat dan untuk melengkapi fasilitas danteknologi. Untuk industri obat-obatan, mesinpengering kaos kaki sangatlah diperlukan, karena kaos kaki dipergunakan karyawan setiap hari, sehingga setiap hari kaos kaki yang disediakan dalamkeadaan bersih harus ada dalam jumlah yang banyak, diperlukan suatu inovasi mesin pengering untuk mengeringkan kaos kaki dalam jumlah banyak.

1.5 Manfaat

  Hasil penelitian dapat dipergunakan sebagai acuan bagi para peneliti yang penelitiannya terkait dengan mesin pengering. Dihasilkannya alat pengering kaos kaki yang dapat difungsikan sebagai mana mestinya.

BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

2.1.1 Metode –Metode Pengeringan Kaos Kaki

  Keuntungan pengeringan menggunakan cahaya matahari adalah murah dan tersedia berlimpah, tidak memerlukan peralatan yang mahal, tidak perlu tenagakerja yang mempunyai keahlian tertentu, kecepatan pengeringan yang sama untuk berapapun jumlah pakaian, kapasitas pengeringan yang tidak terbatas. Panas dari heater atau gas LPG disirkulasikan ke dalam lemari pengering menggunakanbantuan kipas, sehingga menghasilkan udara yang bersuhu tinggi yang dapat menguapkan air yang terkandung di dalam pakaian yang basah.

2.1.2 Dehumidifier

  Dehumidifier merupakan suatu alat pengering udara yang berguna untuk menurunkan kelembaban udara dengan cara menyerap udara yang lembab dan memprosesnya menjadi air yang akan ditampung dalam suatu wadah. Kemudian uapair pada udara akan diserap oleh disc yang terbuat dari bahan pengering dan menghasilkan udara yang hangat dan kering.

2.1.3 Parameter Dehumidifier

  Kelembaban relatif merupakan persentase perbandingan jumlah air yang terkandung dalam 1 kg udara dengan jumlah airmaksimal yang terkandung dalam 1 kg udara dengan jumlah air maksimal yang dapat terkandung dalam 1 kg udara tersebut. Massa air yang berhasil diuapkan ( Δw) dapat dihitung dengan Persamaan (2.1) :H F ) (2.1) Δw = (w – w Pada Persamaan (2.1) :: Massa air yang berhasil diuapkan persatuan massa udara, kg/kg ΔwHw : Kelembaban spesifik setelah keluar dari mesin pengering, kg/kg w F : Kelembaban spesifik dalam mesin pengering, kg/kg c.

3 Q udara : Debit aliran udara , m /s

  udara , kg udara /s (2.3)ṁ ρ Pada Persamaan (2.3) : udaraudara : Laju aliran massa udara pada saluran masuk ruang pengering, kg /s ṁ 3udara Q : Debit aliran udara, m /s 3udara : Densitas udara, kg/m ρ Menentukan kemampuan mengeringkan massa air dapat dihitung denganPersamaan (2.4) M 2 = udara . 3600 , kg Pada Persamaan (2.4) : 2 M : Kemampuan mengeringkan massa air, kg/jam udaraudara ṁ : Laju aliran massa udara pada saluran masuk ruang pengering, kg /s : Massa air yang berhasil diuapkan, kg air /kg udara Δw e.

2.1.4 Psychrometric Chart

  Proses-proses yang terjadi pada udara dalam psychrometric chart, seperti pada Gambar 2.4 adalah sebagai berikut (a) Proses pendinginan dan penurunankelembaban (cooling dan dehumidifikasi), (b) Proses pemanasan (heating), (c) Proses pendinginan evaporatif. Sebagai contoh dari proses pemanasan, dapat dilihat pada Gambar 2.6 (yaitu proses dari A c. Proses pendinginan evaporatif (evaporative cooling)Proses pendinginan evaporatif adalah proses pengurangan kalor sensibel ke udara sehingga suhu bola kering udara tersebut menurun.

2.1.5 Mesin Siklus Kompresi Uap

  Pada proses ini terjadi pelepasan kalor, sehingga temperatur refrigeran yang keluar dari kondensor menjadi lebih rendah dan berada pada fase cair lanjut. Proses ini yang terjadi karena penyerapan kalor terus menerus pada proses(4-1a), maka refrigeran yang masuk ke kompresor berubah fase dari gas jenuh ke gas panas lanjut.

2.2 Tinjauan Pustaka

  Chao Jung Liang (1991) menggambarkan pengeringan pakaian kabinet yang memiliki ruang pengering, kipas sirkulasi, pompa panas dan heater yang berfungsibaik sebagai dehumidifier dan pemanas heater dan sensor yang digunakan untuk meningkatkan dan mempertahankan suhu udara dalam ruang pengeringsetidaknya sekitar 90 ᵒF. Robert E Maruka (2004) menggambarkan pengeringan pakaian cabinet yang memiliki ruang pengering, kipas sirkulasi, dan pompa panas meliputi kompresor,kondensor yang bertindak sebagai pemanas, dan evaporator yang bertindak sebagai dehumidifier.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  3.1 Obyek Penelitian Obyek penelitian adalah mesin pengering kaos kaki hasil buatan sendiri. Alat yang dipergunakan di dalam penelitian disajikan pada Gambar 3.1 Gambar 3.1 Skematik mesin pengering kaos kaki Keterangan pada Gambar 3.1 : a.

3.3 Alat dan Bahan pembuatan mesin pengering kaos kaki

Dalam pembuatan mesin pengering kaos kaki ini diperlukan beberapa alat dan bahan sebagai berikut: (a) Alat bantu pembuatan, (b) Bahan dan Komponenutama, (c) Alat bantu penelitian.

3.3.1 Alat bantu pembuatan

  Dengan menggunakan proses pengelasan dalam proses penyambungan rangkanya,diharapkan rangka yang dibuat akan memiliki konstruksi yang kuat dan tahan lama. Gergaji besi dan gergaji kayuGergaji besi digunakan untuk memotong besi, besi yang dipotong adalah besi kotak berlubang (hollow) yang digunakan untuk rangka mesin pengering danlemari pengering.

3.3.2 Bahan dan Komponen utama

  Bahan atau komponen yang digunakan dalam proses pembuatan lemari mesin pengering kaos kaki, antara lain : (a) Besi tube, (b) Styrofoam, (c) Busa, (d)Roda, (e) Kondensor, (f) Pipa kapiler, (g) Kompresor, (h) Evaporator, (i) Filter, (j) Refrigeran, (k) Pressure gauge, (l) Kipas. Kipas Kipas digunakan untuk mensirkulasikan udara kering hasil proses dehumidifikasi dan membuang udara jenuh dari lemari pengering.

3.3.3 Alat bantu penelitian

  Penampil suhu digital dan termokopel Termokopel berfungsi untuk mengukur perubahan suhu atau temperatur pada saat pengujian. Cara kerja dari alat ini dengan menempelkan ataumenggantungkan ujung termokopel pada bagian yang akan diukur, maka suhu akan ditampilkan di layar penampil suhu digital.

3.4 Tata Cara Penelitian

3.4.1 Alur pelaksanaan penelitian

  Alur pelaksanaan penelitian mengikuti alur penelitian seperti diagram alir yang tersedia pada Gambar 3.15 MulaiPerancangan mesin pengering kaos kaki Persiapan alat dan bahanPembuatan mesin pengering kaos kaki dan lemari pengering Pemvakuman dan pengisian refrigeranR134a pada mesin dehumidifier Uji cobaPengambilan data Pengolahan, analisis data/pembahasan, kesimpulan, dan saran. Mempersiapkan Pressure gauge serta selang berwarna biru (low pressure) yang dipasang pada pentil yang sudah dipasang pada dopnya dan selang berwarnamerah (high pressure), yang dipasang pada tabung refrigeran.

3.4.3.3 Proses Pengisian Refrigeran R134a

  Langkah-langkah pengisian refrigeran pada mesin pengering : a. Pasang salah satu selang pressure gauge berwarna biru pada katup pengisian(katup tengah) pressure gauge, kemudian ujung selang pressure gauge satunya pada katup refrigeran R134a.

3.4.4 Skematik Pengambilan Data

  Untuk mempermudah pemahaman tentang kerja mesin pengering kaos kaki dan sistem kerjanya ditampilkan dalam skematik mesin pengering kaos kaki yangditeliti tersaji pada Gambar 3.18 : Gambar 3.18 Skematik pengambilan data. Termokopel (T )Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering setelah melewati 4 ) Termokopel berfungsi sebagai pengukur suhu udara kering yang masuk ke dalam lemari pengering.

3.4.4.1 Cara Pengambilan Data

  Menutup semua pintu lemari pengering dan ditunggu sampai 30 menit guna Kemudian menimbang dan catat massa kaos kaki basah (MKB). Massa kaos Massa kaos PerbedaanKondisi MassaWaktu kaki basah kaki basah massa Udara Luar kaos kakit saat t = 0 saat kering(m ) + t (m t m t t + t ) db wb Δt) – (m Δ T T menit kg Kg kg kg ˚C ˚C Tabel 3.1 Lanjutan tabel yang dipergunakan untuk pengisian data.

3.5 Cara Menganalisis Hasil dan Menampilkan Hasil

  M 1 = MKBA (3.1) dengan M 1 adalah massa air yang menguap dari kaos kaki, MKBA adalah massa kaos kaki basah awal, dan MKK adalah massa kaos kaki kering. Kemampuan mesin pengering kaos kaki untuk menguapkan massa air (M 2 ) adalah laju aliran massa udara pada saluran masuk ruang pengering udara ( ) dikalikan massa air yang berhasil diuapkan ( ṁ ∆w) dikalikan 3600 menit.

3.6 Cara Mendapatkan Kesimpulan Dari analisis yang sudah dilakukan akan diperoleh suatu kesimpulan

Kesimpulan merupakan inti sari hasil analisis penelitian dan kesimpulan harus menjawab tujuan dari penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN, PERHITUNGAN, DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

  Untuk pengeringan kaos kaki dengan perasan tangan, hasil rata- rata akan disajikan pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Data hasil rata-rata untuk pengeringan kaos kaki dengan perasan tangan.

1 T

  Δm =m t Waktu tMassa kaos kakikering Massa kaos kakibasah saat t = 0 (m t )Massa kaos kakibasah saat (m t + Δt ) Perbedaan massa t +Δt) Untuk variasi pengeringan dengan bantuan mesin cuci, mesin cuci yang digunakan adalah mesin cuci Electrolux EW-F10741 dengan kapasitas 7 kg,kemudian kaos kaki dikeringkan dengan kecepatan 1000 rpm selama 5 menit. Kondisi UdaraLuar T db T wb menitkg kg kg kg ˚C ˚C 150,97 1,12 1,02 0,1 28 25 30 0,95 0,07 Tabel 4.2 Data hasil rata-rata untuk pengeringan kaos kaki dengan perasan mesin cuci 3617,82 33,2 48,72 42 36,217,32 32,75 47,95 42,3 40,718,15 32,82 48,52 42,3 40,5 Tabel 4.1 Lanjutan data hasil rata-rata untuk pengeringan kaos kaki dengan perasan tangan.

4.2 Perhitungan

  Sebagai contoh menentukan kelembaban spesifik udara masuk ruangan pengering (w F ) dan kelembaban spesifik udara setelah keluar dari lemaripengering (w H ) untuk proses pengeringan kaos kaki dengan perasan tangan pada menit ke-15 disajikan melalui Gambar 4.2 :d. Sebagai contoh perhitungan laju aliran massa udara pada saluran masuk ruang pengering udara ( ) untuk proses pengeringan kaos kaki dengan perasan tangan pada menit ṁ ke-60 adalah sebagai berikut : M 2 = udara .

4.3 Pembahasan

  Suhu kering yang dicapai lebih rendah dibandingkan dengan bekerja tanpa beban, dan suhu udara basah yang dicapai lebih tinggi dibandingkan tanpabeban, atau kelembaban udara yang dimiliki menjadi lebih tinggi. Penurunan suhu udara kering disebabkan adanya kalor yang terserap oleh udara yang digunakanuntuk memanaskan dan juga untuk menguapkan air yang ada di dalam kaos kaki, saat udara meningkatkan dan memanaskan kaos kaki.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Mesin pengering kaos kaki ini dapat bekerjapada saat ada beban atau ada kaos kaki basah yang dikeringkan dengan suhu udara kering sekitar 41,6 4˚C dan suhu udara basah sekitar 29˚C. Mesin pengering mampu mengeringkan 25 pasang kaos kaki berbahan katun ukuran dewasa dalam kondisi basah hasil perasan tangan dalam waktu 135menit dan mampu mengeringkan 25 pasang kaos kaki basah hasil perasan mesin cuci dalam waktu 30 menit.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Mesin penghasil air aki menggunakan siklus kompresi uap dengan pipa pencurah air berjarak 13 mm antar lubang.
2
6
121
Karakteristik mesin penyejuk udara dengan siklus kompresi uap menggunakan kompresor berdaya 1/8 PK dan ice pack.
0
2
114
Mesin penghasil air aki menggunakan mesin siklus kompresi uap dilengkapi dengan humidifier.
1
10
94
Mesin pengering handuk dengan siklus kompresi uap dibantu dua penukar kalor dan sepuluh lampu 25 watt.
0
1
132
Mesin pengering handuk dengan siklus kompresi uap dibantu dengan dua buah penukar kalor.
1
4
128
Pengering kaos kaki menggunakan mesin siklus kompresi uap dengan dua evaporator tersusun seri dan 10 lampu 60 watt.
0
0
81
Pengering kaos kaki menggunakan mesin siklus kompresi uap dengan dua evaporator tersusun seri.
0
1
98
Mesin pengering handuk dengan siklus kompresi uap dibantu dengan satu buah penukar kalor.
0
0
116
Mesin pendingin air dengan siklus kompresi uap.
0
1
82
Mesin pendingin dengan pemanasan lanjut dan pendinginan lanjut pada siklus kompresi uap.
0
1
89
Mesin penghasil air aki menggunakan mesin siklus kompresi uap dilengkapi dengan humidifier
0
0
92
MESIN PENDINGIN SIKLUS KOMPRESI UAP
0
0
10
MESIN PENDINGIN DENGAN PEMANASAN LANJUT DAN PENDINGINAN LANJUT PADA SIKLUS KOMPRESI UAP
0
0
88
KARAKTERISTIK MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN KOMPONEN UTAMA MESIN SIKLUS KOMPRESI UAP SISTEM UDARA TERBUKA DENGAN VARIASI JUMLAH KIPAS
0
0
120
Analisis mesin penghasil aquades menggunakan mesin siklus kompresi uap dengan pengaruh putaran kipas sebelum evaporator - USD Repository
0
1
92
Show more