Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.

Gratis

0
1
239
2 years ago
Preview
Full text

PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS V SDN KLEDOKAN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II HALAMAN JUDUL SKRIPSI

  Tanggal: 12 Juni 2013 SKRIPSI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS V SDN KLEDOKAN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II HALAMAN PENGESAHAN Dipersiapkan dan ditulis oleh: Aji Hernawan NIM: 091134139 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Skripsi pada tanggal 18 Juli 2013dan dinyatakan mematuhi syarat Susunan Panitia PengujiNama Lengkap Tanda Tangan Ketua : G. PERSEMBAHAN HALAMAN PERSEMBAHANSebagai ungkapkan kasihku kepada: Allah SWT yang senantiasa memberikan berkah, rahmat serta taufik MOTTOTak usah hiraukan perkataan orang yang hanya akan membuatmu ragu.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

  Tanggal: 12 Juni 2013 SKRIPSI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS V SDN KLEDOKAN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II HALAMAN PENGESAHAN Dipersiapkan dan ditulis oleh: Aji Hernawan NIM: 091134139 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Skripsi pada tanggal 18 Juli 2013dan dinyatakan mematuhi syarat Susunan Panitia PengujiNama Lengkap Tanda Tangan Ketua : G. PERSEMBAHAN HALAMAN PERSEMBAHANSebagai ungkapkan kasihku kepada: Allah SWT yang senantiasa memberikan berkah, rahmat serta taufik MOTTOTak usah hiraukan perkataan orang yang hanya akan membuatmu ragu.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalamkutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 18 Juli 2013Penulis Aji Hernawan

LEMBAR PENYATAAN KEASLIAN KARYA

  LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:Nama : Aji HernawanNIM : 091134139Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada PerpustakaanUniversitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul: PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS V SDN KLEDOKAN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan UniversitasSanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk penggalan data, mendistribusikan secara terbatas, danmempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada sayaselama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

  (2) Apakah penerapan metodepembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013?(3) Apakah penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semestergenap Tahun Pelajaran 2012/2013? Data menunjukan pada kondisi awal rata-rata prestasi siswa 60 dan siswa yang mencapai KKM 25,9%, pada siklus I meningkat menjadi 74 dan siswa yangmencapai KKM 46,8%.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi denganjudul “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWAKELAS V SDN KLEDOKAN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II ”. Adapun maksud penulisan skripsi ini adalah merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

BAB I PENDAHULUAN Di dalam bab ini, akan diuraikan pendahuluan yang berisi tentang latar

belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan batasan penelitian.

1.1. Latar Belakang

  Sesuai yang tertera dalam KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006:105) yang menyatakan bahwa, “Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegarayang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, danberkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945”. Setelah setiap siswa dalam kelompok memperoleh tugas masing-masing dan berusaha menyelesaikannya, kemudian nantinyasetiap anggota kelompok mempresentasikan tugas yang diperolehnya Jigsaw II siswa memperoleh kesempatan belajar secara keseluruhan konsep sebelum belajar spesialisasinya untuk menjadi ahli.

1.2. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: 1.2.1 Bagaimana upaya peningkatan minat dan prestasi belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II? 1.2.2 Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokansemester genap Tahun Pelajaran 2012/2013?

1.3. Pemecahan Masalah

  Upaya pemecahan masalah peningkatan minat dan prestasi belajarPKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semester genap Tahun Pelajaran2012/2013 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dilakukan dengan langkah-langkah: 1) Pengambilan data awal menggunakan nilai KD sebelumnya.2) Siswa dijelaskan garis besar materi.3) Pembagian kelompok asal dan kelompok ahli serta pembagian sub bab materi ahli. 4) Dilanjutkan dengan diskusi kelompok ahli.5) Dilanjutkan dengan sharing di kelompok asal untuk mendapatkan keutuhan materi.

8.1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, dapat dikemukakan tujuan penelitian sebagai berikut: 1.3.1 Untuk melakukan perbaikan dan mengetahui bagaimana upaya peningkatan minat dan prestasi belajar PKn pada siswa kelas V SDNKledokan semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan 1.3.2 Untuk melakukan perbaikan dan mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajarPKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013. 1.3.3 Untuk melakukan perbaikan dan mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajarPKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013.

8.2. Manfaat Penelitian

  1.4.1 Bagi Peneliti LainBagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi refrensi dalam melakukan model penelitian tindakan kelas dengan menerapkan modelpembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II pada mata pelajaran PKn. 1.4.3 Bagi SekolahBagi Sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi bacaan sebagai contoh pendekatan yang nantinya dapat memberi insipirasidan memacu guru melakukan penelitian sama maupun penelitian yang lain.

8.3. Batasan Operasional

  Beberapa pengertian istilah yang dipakai dalam konteks ini, sebagai berikut : 1.5.1 Belajar adalah proses usaha untuk menghasilkan perubahan tingkah laku berupa keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman, danapresiasi yang berasal dari pengalaman dan bersifat menetap. 1.5.4 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadiwarga negara yang memiliki komitmen yang kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bagian kajian pustaka ini dibahas beberapa teori penelitian terkait

  Kajian pustaka dibagi menjadi empat bagian yaitu kajian kajian teoti, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan hipotesis tindakan. Berikutini adalah uraian dari kajian pustaka.

2.1. Kajian Teori 1. Minat

  Syah (2002:136) menjelaskan bahwa “minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besarterhadap sesuatu”. Sependapat dengan Winkel,Slameto (2010:180) menjelaskan bahwa minat adalah, “Suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh.

2.1.1.1. Ciri-ciri Siswa Berminat Dalam Belajar

  Slameto (2010:180), berpendapat bahwa,“Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hallainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Melengkapi pendapat Slameto, Mardapi (2008:112), menjelaskan beberapa indikator siswa yang berminat antara lain: ada usaha untukmemahami, membaca buku yang berkaitan bidang studi, bertanya di kelas, bertanya kepada teman, bertanya kepada orang lain, dan mengerjakan soaldengan sungguh-sungguh.

2.1.1.2. Peningkatkan Minat Siswa

  Melengkapi pendapat Slameto, Tanner &Tanner (1975) dalam Slameto (2010:181), menyarankan agar guru berusaha membentuk minat-minat yang baru dalam diri siswa, yaitudengan menghubungkan suatu materi dengan materi yang lalu, dan memberikan gambaran mengenai kegunaan untuk masa depan. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa usaha untuk meningkatkan minat siswa dapat dilakukan dengan cara mempergunakanminat yang telah ada dalam diri siswa, kemudian dengan minat yang telah ada tersebut guru dapat menghubungkan dengan suatu hal yang baru.

2.1.1.3. Cara Mengukur Minat Siswa

  Guru tidak dapat melihat apakah siswa tersebut berminat atau tidak berminat dalam belajar, hal ini dikarenakan guru tidak dapat mengetahuiapa yang dirasakan siswa atau apa yang sedang dipikirkan siswa, namun guru dapat mengukurnya menggunakan beberapa indikator yangmenunjukkan siswa tersebut berminat. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan usaha yang dilakukan untuk memperoleh perubahan tingkahlaku yang baru yang akan didapatkan sebagai hasil dari adanya interaksi stimulus atau rangsangan yang diberikan.

2.1.2.1. Ciri-ciri Belajar

  Syah (2002:116) merangkum ciri-ciri perubahan khas yang menjadi karakteristik prilaku belajar yang terpenting sebagai berikut ini:1) Perubahan intensionalPerubahan yang terjadi adalah berkat pengalaman dan Namun Anderson dalam Syah (2002:117) menjelaskan bahwa kesengajaan belajar itu tidak penting. Sependapat dengan Syah, Slameto (2010:3) menjelaskan bahwa ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan bahwa terjadinya perubahan tingkahlaku yang berasal dari hasil belajar.

1) Perubahan terjadi secara sadar

  Seseorang yang belajar akan menyadari perubahan yang terjadi pada dirinya sebagai hasil dari belajar. Perubahan yang terjadi dari hasil belajar akan bersifat berkesinambungan, jadi perubahan yang terjadi akan menyebabkanperubahan berikutnya yang akan berguna saat belajar berikutnya dan kehidupan.

2.1.2.2. Jenis-jenis Belajar

  Kohler dalam Slameto (2010:5) menjelaskan bahwa wawasan berorientasi pada data yang bersifat tingkah laku (perkembangan yang lembut dalam menyelesaikan suatu persoalan dan kemudian secara tiba-tiba terjadi reorganisasi tingkah laku). Berdasarkan jenis-jenis belajar di atas, model kooperatif tipe Jigsaw II termasuk ke dalam jenis belajar bagian (part learning) hal ini terlihat jelas pada saat pembagian sub bab materi ahli kepada siswa.

2.1.2.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

  Menurut Syah (2002:123) menjelaskan bahwa faktor-faktor yang 1)Faktor Internal Siswa Meliputi dua aspek yaitu aspek fisiologis yang lebih bersifat jasmani dan aspek psikologis yang bersifat rohaniah. 3)Faktor Pendekatan Belajar Pendekatan belajar merupakan segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektivitas dan efisiensi prosespembelajaran materi tertentu.

2.1.3.1. Prestasi Belajar

  KBBI (2008:1101) prestasi belajar adalah “penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui matapelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang telah diberikan oleh guru”. Selanjutnya Tim Pengembang Ilmu pendidikan(2007:38) menjelaskan bahwa dalam penilaian hasil belajar seharusnya guru mengukur kemampuan siswa dalam semua ranah (kognitif, afektif,dan psikomotorik) dengan demikian akan diperoleh gambaran siswa yang sebenarnya.

2.1.4. Pembelajaran Kooperatif

  (pembelajaran kooperatif merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh suatu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkanpada perubahan informasi secara sosial di antara kelompok-kelompok pembelajar yang di dalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab ataspembelajaranya sendiri dan didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota-anggota yang lain). Sependapat dengan Rusman, Sugiyanto (2010:37) menyatakan pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokuspada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

2.1.4.1. Unsur-unsur Pembelajaran Kooperatif

  Johnson & Johnson (1994), Sutton (1990) dalam Trianto (2010:60-61), terdapat lima unsur penting dalam pembelajaran kooperatif, yaitu: saling ketergantungan yang positif antar siswa, interaksi antar siswa salingmengikat, tanggung jawab individual, keterampilan interpersonal dan kelompok kecil serta proses kelompok. Berdasarkan uraian di atas maka dapat dijelaskan bahwa unsur- unsur pembelajaran kooperatif antara lain:1) Saling ketergantungan yang positif antar siswa.2) Interaksi antar siswa saling mengikat.3) Tanggung jawab individual.4) Keterampilan interpersonal dan kelompok kecil.5) Proses kelompok.

2.1.4.2. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

  Johnson & Johnson (1994) dalam Trianto (2010:57) menyatakan bahwa tujuan pokok pembelajaran kooperatif adalah memaksimalkanbelajar siswa untuk meningkatkan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun kelompok”. Dari ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan keterampilan kepadasiswa meliputi keterampilan akademik maupun keterampilan sosial (bekerjasama) menggunakan pembelajaran dalam kelompok.

2.1.5. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II

  Lie dalam Rusman (2011:218) pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang dengan kelompok yang heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan “merupakan strategi pembelajaran di mana siswa individu menjadi pakar tentang sub bagian satu topik danmengajarkan sub- bagian itu kepada orang lain”. Skor kemajuan Skor Kuis Poin Kemajuan Lebih dari 10 poin dibawah skor awal 510-1 poin dibawah skor awal 10 Sampai 10 poin di atas skor awal 20 Lebih dari 10 poin di atas skor awal 30 Kertas jawaban sempurna (terlepas dari skor awal) 30 Skor kemajuan setiap siswa dalam kelompok dijumlah dan dicari rata-ratanya.

2.1.5.1. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Jigsaw II

  Langkah ketiga dan keempat adalah pembentukan dan pembinaan kelompok ahli, siswa dari seluruh kelompok yang memperoleh materiyang sama dikumpulkan dan dibuat kelompok baru yang bernama kelompok ahli. Langkah kelima adalah diskusi kelompok ahli di dalam kelompok asal, kegiatan ini dilakukan agar seluruh siswa dalam kelompok asalmemperoleh satu kesatuan materi secara utuh yang akan mereka dapatkan dari para ahli dalam kelompok tersebut.

2.1.5.2. Langkah-langkah Membuat Materi Jigsaw II

  Lembar ini sebagai petunjuk kepada siswa pada bagian mana siswa tersebut harus berkonsentrasidalam membaca.3) Buatlah kuis, tes berupa esai atau yang lainya untuk setiap unit. Dalampembagian kelompok ahli kita dapat menentukan secara acak dalam tiap kelompok atau dengan menentukan siswa mana yang akan masukkelompok ahli mana.

2.1.5.3. Perbedaan Pembelajaran tipe Jigsaw II dengan pembelajaran tipe

  Hal yang membedakan antara Jigsaw II dan Jigsaw I adalah pada Jigsaw II diawali dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari konsep secara keseluruhan sehingga siswa sudah mengetahui keseluruhan materi yang akan dipelajari. Hal ini juga yang membedakan Jigsaw II dan Jigsaw I karena pada Jigsaw I siswa hanya berkompetisi untuk memperoleh nilai individu.

2.1.6. Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)

  Dalam KTSP (2007:64) diterangkan bahwa mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan,“merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dankewajibannya untuk menjadi warganegara indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh pancasila dan UUD1945 ”. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Di dalam KTSP (2007:64) juga dipaparkan tujuan dari pendidian kewarganegaraan yaitu: menciptakan siswa yang berpikir kritis danrasional, berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, berkembang secara positif dan demokratis dan mampu berinteraksi dengannegara-negara lain.

2.1.7. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

  Salah satu hasil belajar mata pelajaran PendidikanKewarganegaraan yang tercantum dalam KTSP (2007:14) adalah“penguasaan konsep dan nilai-nilai”. Menurut Slavin (2005:237), Jigsaw II sangat sesuai untuk mata pelajaran ilmu sosial, literatur dan sebagian ilmu pengetahuan alam dan bidang-bidang lain yang tujuan pembelajaran lebih kepada penguasaankonsep.

2.2. Penelitian-penelitian yang Relevan

  Siswa akan bosan dalam mengikuti pembelajaran sehingga akan berdampak padakesulitan siswa dalam memahami materi tersebut, hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang tidak dapat mencapai KKM yaitu sebanyak74% dari 27 siswa yang tidak tuntas (20 siswa tidak tuntas). Oleh karena itu Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II akan menyajikan proses pembelajaran yang menyenangkan dan dapat menumbuhkan minat siswadalam proses belajar mengajar, karena materi yang banyak tersebut nantinya akan dibagikan kepada seluruh siswa dalam satu kelompok kecil (part learning).

2.4. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka pikir itulah peneliti merumuskan hipotesis 1)Upaya peningkatan minat dan prestasi belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dilakukandengan langkah-langkah: (1) Pengambilan data awal menggunakan nilai KD sebelumnya; (2) Siswa dijelaskan garis besar materi; (3)Pembagian kelompok asal dan kelompok ahli serta pembagian sub bab materi ahli; (4) Dilanjutkan dengan diskusi kelompok ahli; (5)Dilanjutkan dengan sharing di kelompok asal untuk mendapatkan keutuhan materi; (6) Presentasikan hasil diskusi di depan kelas(kelompok pleno); (7) Evaluasi di akhir pembelajaran; (8) Diberikan penghargaan kepada kelompok dengan berdasarkan peningkatan poinkemajuan kelompok.2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokansemester genap Tahun Pelajaran 2012/2013.3) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokansemester genap Tahun Pelajaran 2012/2013.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bagian ini peneliti memaparkan tentang Jenis Penelitian, Setting Penelitian, Rencana Penelitian, Instrumen Penelitian, Validitas dan Reliabilitas Instrumen, Tipe Pengumpulan Data, Tipe Analisis Data, Indikator Keberhasilan, dan Jadwal Penelitian

3.1. Jenis Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan di dalam kelas dengan memberikan tindakan yang bertujuan untuk memperolehjawaban dari permasalahan yang diangkat dan diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Menurut Kemmis dan dan MC Taggart dalam Kusumah danDwitagama (2009:21) menjelaskan bahwa penelitian pada hakekatnya berupa perangkat-perangkat dan untaian-untaian dengan satu perangkatterdiri dari empat komponen, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

3.2.2. Subjek penelitian

3.2.3. Objek penelitian

  Garuni III, Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman, DaerahIstimewa Yogyakarta pada tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 33 yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Objek penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar PKn siswa di kelas V SD Negeri Kledokan dengan menggunakan pembelajarankooperatif tipe Jigsaw II.

3.3. Rancangan Penelitian

  Dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus sesuai pendapat Suyitno(2005:3) yang menyatakan bahwa dalam penelitian tindakan kelas perlu ada siklus kegiatan sekurang-kurangnya dua siklus, dimana pada setiapsiklus kegiatan pembelajaran dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan atau pengamatan, dan refleksi. Data penelitian yang diperoleh berupa hasil tes ulangan siswa tahun lalu yang menunjukkan hasilnya kurang dari Kriteria KetuntasanMinimal (KKM) yakni 75, dari 27 siswa terdapat 74 % (20 siswa) yang mendapatkan nilai dibawah KKM 75, dan terdapat 26 % (7 siswa) yangdinyatakan tuntas dalam materi tersebut, sehingga akan dilakukan tindakan agar prestasi siswa dapat meningkat.

3.3.1. Persiapan

  Selain pengamatan terhadap siswa peneliti juga melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran PendidikanKewarganegaraan dan sebagian siswa kelas V SD Negeri Kledokan. Setelah dilakukan pengamatan serta wawancara dengan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan sebagian siswa kelas V SDNKledokan diperoleh permasalahan rendahnya minat siswa saat mengikuti mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi keputusan bersamaserta banyaknya siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM.

3.3.2. Pelaksanaa Tindakan Tiap Siklus 1. Siklus I

  Setelah seluruh anggota kelompok selesai mendalami materi yang diberikan tersebut, kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusikelompok di dalam kelompok asal seluruh siswa membagikan apa yang telah dipelajarinya kepada siswa yang lain sehingga seluruhanggota kelompok memahami semua materi tersebut sehingga membentuk satu kesatuan materi yang utuh. Setelah seluruh anggota kelompok selesai mendalami materi yang diberikan tersebut, kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusikelompok di dalam kelompok yang sama seluruh siswa membagikan apa yang telah dipelajarinya kepada siswa yang lain sehingga seluruhanggota kelompok memahami semua materi tersebut sehingga membentuk satu kesatuan materi yang utuh.

3.4. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 1. Peubah (Variabel) Penelitian

  Variabel minat belajar siswa dilakukan sebelum melakukan penelitian, akhir siklus Tabel 4. MinatBelajar Rerata minat siswa Skor rerata dari kuesionerminat dan pengamatanminat Pengamatan dan kuesionerLembar pengamatan minat dankuesioner 2.

3.4.2. Teknik Pengumpulan Data

  Instrumen pengumpulan data minat belajar siswa terdiridari lembar pengamatan minat dan kuesioner minat.1) Pengamatan MinatPengamatan minat dilakukan untuk mengukur tingkah laku siswa, interaksi siswa dalam proses belajar mengajar serta interaksisiswa dalam kelompok. 1)Tes Instrumen tes merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan seseorang dengan memebrikansejumlah pertanyaan yang harus dijawab atau diberikan tanggapan.

3.4.3. Instrumen Penelitian

Instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu untuk mengukur minat belajar dan prestasi belajar.

3.4.3.1. Minat Belajar

  Instrumen untuk mengukur tingkat minat siswa dalam penelitian ini diukur menggunakan lembar pengamatan minat dan kuesioner minat. (Instrumen pengamatan minat dan kuesioner minat siswa dibuat bersama-sama dengan teman payung Jigsaw II yang memperoleh matapelajaran PKn).

3.4.3.2. Instrumen Prestasi Belajar

  Instrumen untuk mengukur prestasi belajar siswa dalam penelitian ini diukur menggunakan tes dan non tes. Tes dilakukan pada akhir siklus I dan akhir siklus II.

3.4.3.3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian

  Berikut ini adalah rumus untuk menghitung tingkat kesukaran soal:Keterangan: IK = indeks kesukaranB = jumlah jawaban benar yang diperoleh siswa dari suatu itemN = jumlah seluruh siswaSkor maksimal = besar skor yang dituntut oleh suatu jawaban benar dari suatu item Dari penghitungan indeks kesukaran kemudian soal dapat dikategorikan ke dalam soal sukar, sedang dan mudah. Validitas internal terdiri dari validitas isi dan validitas Validitas konstruksi adalah validitas yang menunjukkan sampai di mana isi suatu tes sesuai dengan konsep yang seharusnya menjadi isi tesyang disusun dengan berkonsultasi dengan ahli atau expert judgment.

3.4.4.2. Uji Reliabilitas Instrumen

  Masidjo (1995:209) mengatakan reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasilpengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian Dalam penelitian ini, peneliti mempergunakan teknik AlphaCronbach. Berikutini adalah rumus yang digunakan dalam penghitungan reliabilitas instrumen dengan tipe Alpha Cronbach: ∑{ } Keterangan:∑Berikut ini tabel kriteria koefisien reliabilitas untuk melihat hasil perhitungan reliabilitas instrumen ( Masidjo, 1995:209).

3.5. Teknik Analisis Data

Teknik analisa data dibedakan menjadi dua yaitu teknik analisa minat belajar dan teknik analisa prestasi belajar.

3.5.1. Analisis Minat Siswa

  Berikut ini langkah-langkah analisis data kuesioner minat: b)Menghitung nilai kuesioner minat setiap siswa dengan rumus 3)Skor Akhir Minat Menghitung skor akhir minat siswa dilakukan dengan menjumlahkan skor kuesioner minat dengan skor lembar pengamatanminat kemudian dibagi dua, atau dengan rumus sebagai berikut: Kemudian dilanjutkan dengan menentukan kategori minat berdasarkan skor yang diperoleh. Kategori tingkat minat siswa Rentang Rentang Skor Kategori Presentase Skor 81% - 100% 81 - 100 Minat Sangat Tinggi66% - 80% 66 - 80 Minat Tinggi56% - 65% 56 - 65 Minat Sedang46% - 55% 46 - 55 Minat Rendah dibawah 46% dibawah 46 Minat Sangat Rendah Kemudian dilanjutkan dengan membandingkan tingkat minat pada kondisi awal dengan akhir siklus I tindakan 2 danmembandingkan akhir siklus I tindakan 2 dengan akhir siklus II tindakan 2.

3.5.2. Analisis Prestasi Belajar Siswa

  Hal tersebut dilakukan untuk menyimpulkan apakah terjadi peningkatan prestasi atau tidak. 9)Menghitung kenaikan prestasi belajar siswa antar siklus apakah terjadi peningkatan secara signifikan atau tidak.

3.6. Kriteria Keberhasilan

Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn KD 4.1 mengenalbentuk-bentuk keputusan bersama di SD N Kledokan kelas V semester 2, tahun pelajaran 2012/2013 setelah diterapkan model pembelajarankooperatif tipe Jigsaw II akan dikatakan meningkat jika : Tabel 22. Indikator keberhasilan tiap siklus Peubah Indikator Kondisi awal Siklus I Siklus II Minat siswaNilai rerata minat belajar siswa 60 75 80 Prestasi belajarsiswa Nilai rerata kelas 63 70 75 Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM (75)26% 50% 65%

3.7. Jadwal Penelitian Penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 yakni pada bulan Januari, Maret, April, Mei, Juni

  Jadwal rencana penelitian Waktu ( Minggu ke- ) No Uraian Kegiatan Jan Februari Maret April Mei Juni Juli 1 2 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 Proses ijin ke 1. Ujian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV akan dipaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

4.1. Hasil Penelitian

  Keterlibatan siswa di dalam proses pembelajaran juga tidak nampak saat guru mengajukan pertanyaan (tugas untuk dikerjakan siswa), siswa hanyadiam dan takut untuk menjawab. Dari hasil pengamatan dengan guru kelas V didapat informasi antara lain sebagai berikut:a) Minat siswa dalam belajar PKn dinilai rendah dibuktikan dengan terdapat dua indikator yang memperlihatkan bahwa siswa kurangberminat dalam belajar yaitu; hanya terdapat 11 siswa yang tenang dalam mengikuti pelajaran: kedua hanya terdapat 6 siswa yang maumengerjakan soal dari guru secara sukarela.

b) Materi pelajaran mengenai keputusan bersama cukup banyak

  Dalam perencanaan di siklus I ini peneliti mempersiapkan materi mengenai keputusan bersama, membuat silabusdan RPP, menyiapkan lembar pengamatan minat siswa, lembar kuesioner minat dan tes prestasi belajar yang sudah diuji validitas, serta menentukanjadwal pelaksanaan. Berdasarkan data diatas dapat ditarik kesipulan, dari 27 siswa terdapat 74% (20 siswa) yang mendapatkan nilai dibawah KKM 75, danhanya terdapat 26 % (7 siswa) yang dinyatakan tuntas dalam materi tersebut.

4.1.2. Siklus I

4.1.2.1. Perencanaan Tindakan

4.1.2.2. Pelaksanaan Tindakan

  Anggota kelompok yang mendapatkan nomor 1 memperoleh materi mengenai “pengertiankeputusan bersama”, nomor 2 “bentuk-bentuk keputusan bersama”, nomor Setelah diskusi dalam kelompok ahli selesai siswa kembali ke kelompok asal dan dilanjutkan dengan sharing kepada teman satukelompok secara bergantian sesuai dengan materi masing-masing sehingga diperoleh satu kesatuan materi yang utuh. Peningkatan minat siswa yang belum memenuhi target mungkin disebabkan karena siswa terlihat masih malu-malu saatberdiskusi dengan kelompok mereka, selain itu juga terdapat 2)Prestasi Belajar Pada akhir siklus pertama ini peneliti juga memberikan soal evaluasi di akhir siklus yang akan digunakan untuk mengukurpeningkatan prestasi siswa dalam belajar PKn materi “keputusanbersama”.

55 Tidak masuk 24

  LKS yang digunakan pada siklus II ini soal yang digunakan untuk Kegiatan awal yang dilakukan mengulang materi yang sudah dipelajari sebelumnya kemudian mengaitkanya dengan materi yang akandipelajari. Sebelum masuk kegiatan inti guru memberikan pengarahan kepada siswa untuk lebih mau bekerjasama dalam kelompok masing-masing agar siswa dapat belajar dengan maksimal serta memperoleh nilai yang maksimal baik bagi siswa yang belum mencapai nilai KKM padasiklus I maupun yang sudah tuntas mencapai KKM pada siklus I.

4.2. Pembahasan

  Pembelajaran di kelas dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran Jigsaw II berdasar teoriSlavin dalam Trianto (2010:75) yang memaparkan langkah-langkah pembelajaran Jigsaw II yang meliputi enam langkah antara lain: orientasi,pengelompokan, pembentukan dan pembinaan kelompok ahli, diskusi kelompok ahli dalam kelompok asal, tes dan pengakuan kelompok. Berdasarkan dari uraian di atas dapat diketahui bagaimana upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dengan penerapan V SDN Kledokan meliputi langkah-langkah sebagai berikut:1) Pengambilan data awal dengan menggunakan nilai siswa KD sebelumnya.

7) Diakukan evaluasi di akhir pembelajaran

  Upaya peningkatan minat belajar PKn siswa kelas V SDNKledokan melalui penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II seperti langkah-langkah di atas berhasil meningkatkan minat belajar dan prestasibelajar. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh Lie dalam Rusmawan(2010:218) berpendapat bahwa penerapan model kooperatif teknik Jigsaw II menunjukkan siswa memperoleh prestasi yang lebih baik selain itu siswa juga memiliki sikap yang lebih baik saat mengikuti proses pembelajaran.

4.2.1. Minat Belajar Siswa

  Pada akhir siklus Itidak terdapat satupun siswa yang dikategorikan minat rendah, terdapat satu siswa yang dikategorikan minat belajar sedang yaitu siswa nomor 27. Di akhir siklus II terdapat 14 siswa yang dikategorikan ke dalam minat belajar yang tinggi hal ini dikarenakan siswa sudah menyadari Berdasarkan hasil analisis data peningkatan minat belajar siswa menunjukkan ada peningkatan minat belajar siswa disetiap siklus.

90 Kondisi awal Akhir siklus I Akhir siklus II

  Hasil evaluasi prestasi belajar siswa siklus I menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 86 dan nilai terendah 51,sedangkan untuk siklus II nilai tertinggi mencapai 89 dan nilai terendah Dalam pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II ada siswa yang tidak mengalami peningkatan prestasi namun juga tidak mengalamipenurunan prestasi. Selain terdapat siswa yang mendapatkan skor prestasi yang tetap dan bahkan ada siswa yang mengalami penurunan prestasi belajar di akhirsiklus II, hal yang membanggakan adalah terdapat 22 siswa yang mengalami peningkatan prestasi belajar dari siklus I ke siklus II.

4.3. Keterbatasan Penelitian

Penelitian yang dilakukan di SD Negeri Kledokan kelas V memiliki keterbatasan antara lain:a) Ruang kelas yang tidak terlalu luas dan jumlah siswa yang banyak berjumlah 33 siswa menyulitkan peneliti untuk menata meja untukdiskusi kelompok, sehingga saat berpindah kelompok siswa kesulitan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab-bab sebelumnya telah dibahas mengenai pendahuluan, kajian

  teori, model penelitian, hasil penelitian dan pembahasan. Bab V merupakan bagian terakhir skripsi, pada bab ini akan dipaparkan kesimpulan dari penelitiandan saran.

5.1. Kesimpulan

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas V SDNegeri Kledokan pada mata pelajaran PKn dengan menerapkan model kooperatif tipe Jigsaw II dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1)Upaya peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan melalui penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. 2)Penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V SDN Kledokan hal ini dibuktikan dengan hasilpengolahan data yang didapat dari kondisi awal, siklus I dan siklus II yang menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa.

5.2. Saran

  4)Bagi Peneliti Lain Dalam melaksanakan penelitian dengan menerapkan model kooperatif tipe Jigsaw II di dalam kelas peneliti sebaiknyamemperhatikan penataan meja dan kursi siswa dengan jarak yang cukup jauh antar kelompoknya. Hal ini akan memudahkan siswa dalamberpindah kelompok (kelompok asal dan kelompok ahli) selain itu dengan jarak yang cukup berjauhan akan membuat diskusi kelompokberjalan dengan lebih efektif karena tidak akan mengganggu dan terganggu kelompok lain.

DAFTAR REFERENSI

  Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Materi Sistem Pemerintahan pada Siswa Kelas IV SD Kanisius Totongan Semester 2 Tahun Pelajaran2011/2012. Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw Materi Perjuangan dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas VB SDKaritas Ngangklik Yogyakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.

Pelajaran 20 11/2012, Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers. Rusmawan. 2010. Model-model Pembelajaran. Bandung: PT Raja Grafindo Persada

  Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Menghargai keputusan bersama Kognitif:  Tanya jawab mengenai materi yang dipelajari sebelumnya. Memberikan motivasi dan apersepsi. Siswa mengerjakan soal (pretest) Guru memberikan penjelasan secara keseluruhan kepada siswa  Siswa bersama guru mengawali pembelajaran dengan berdoa.

4.1.5 Menjelaskan a

  Dalam siklus pertama ini akan mempelajari materi sebagai berikut:o Menjelaskan definisi keputusan bersama.o Menjelaskan pengertian musyawarah oMenyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam musyawaraho Menyebutkan manfaat musyawarah oMenjelaskan tata cara musyawarah 4)Seluruh siswa yang mendapatkan materi yang sama berkumpul dalam satu kelompok yang disebutkelompok ahli. A1 B1 A2 B2 A3 B3 A4 B4 C1 D1 C2 D2 C3 D3 C4 D45) Seluruh siswa yang mendapatkan materi yang sama berdiskusi dalam kelompok tersebut untukmendalami materi yang didapatkan.

3) Seluruh siswa dipersilahkan untuk bertanya

  Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuanselanjutnya  LKS Media : LCD ( multimedia ) video, powerpoint Kewargganegaraan untuk SD dan MI kelas IV . 4)Kelompok ahli memperoleh materi yang sesuai dengan yang ditanyakan dipersilahkan untukmenjawab dan menjelaskan kepada seluruh siswa.

X. Penilaian

  Dalam siklus pertama ini akan mempelajari materi sebagai berikut:o Menjelaskan sikap yang harus dikembangkan saat bermusyawaraho Memahami prinsip-prinsip musyawarah dan mufakato Menjelaskan pengertian voting oMenyebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam votingo Memahami cara mengambil keputusan bersama melalui suara terbanyak (voting)5) Seluruh siswa yang mendapatkan materi yang sama berkumpul dalam satu kelompok yang disebutkelompok ahli. 2)Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuanselanjutnya 1)Siswa bersama guru menyimpulkan mengenai materi pembelajaran yang telah dipelajari Kegiatan Penutup 11)Guru nenberikan pembetulan jika masih terjadi kesalah pemahaman sekaligus digunakan sebagaipenguatan dengan yang ditanyakan dipersilahkan untuk menjawab dan menjelaskan kepada seluruh siswa.

A. Pengertian Keputusan Bersama

  Jadi,keputusan adalah segala putusan yang sudah ditetapkan berdasarkan pertimbangan, pemikiran, dan penelitian yang matang. Hasil keputusan bersama biasanya diambil berdasarkan hasil musyawarah mufakat yang telahdipertimbangkan dengan baik dan benar.

B. Bentuk-Bentuk Keputusan Barsama

  Suatu persoalan yang menyangkut kepentingan banyak orang harus diputuskan bersama demi kepentingan bersama. Salah satu wujud prinsip kekeluargaanadalah adanya musyawarah dalam pengambilan keputusan, termasuk pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.

1. Musyawarah

  Mufakat adalah hasil keputusan yang disepakati bersamayang dilakukan melalui musyawarah. Musyawarah dan mufakat harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh semua pihak, artinyadilaksanakan dengan kesadaran, keikhlasan, sungguh-sungguh, dan menggunakan pikiran yang sehat dengan mengedepankan persatuan dankesatuan bangsa demi kepentingan bersama.

a. Hal-hal yang harus diperhatikan

  Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bermusyawarah, sebagai berikut. Menerima dan melaksanakan keputusan musyawarah dengan iklas dan penuh tanggungjawab.

b. Manfaat musyawarah Manfaat musyawarah adalah sebagai berikut

  Menyatukan pendapat yang berbeda. Keputusan bersama yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama.

c. Budaya musyawarah

  Balai Agung dan Dewan Orang Tua di daerah Bali. Negeri dan Dewan Negari di daerah Minangkabau.

d. Tata cara musyawarah Tata cara musyawarah adalah sebagai berikut

  Pembagian Materi Masing-masing Siswa siklus I Siswa yang mendapatkan nomor 1 Pengertian Keputusan BersamaDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keputusan adalah apa yang diputuskan atau ketetapan yang diambil secara bersama-sama. Jadi,keputusan adalah segala putusan yang sudah ditetapkan berdasarkan pertimbangan, pemikiran, dan penelitian yang matang.

2. Keputusan berama

  Siswa yang mendapatkan nomor 3 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam musyawarahBeberapa hal yang harus diperhatikan dalam bermusyawarah, sebagai berikut. Pengambilan keputusan bersama dengancara pemungutan suara dapat kita jumpai dalam pemilihan umum yaitu Siswa yang mendapatkan nomor 3 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam VotingSebelum voting dilaksanakan, perlu diperhatikan beberapa hal berikut: 1.

6. Coba jelaskan perbedaan voting dan musyawarah!

  PKn membuat catatan pelajaran PKn dengan 4.rapi mengerjakan soal dengan teliti 5.aktif berdiskusi dalam kelompok 6.menjawab pertanyaan yang diajukan oleh 7.guru ketika mengikuti pelajaran PKn mengemukakan pendapat ketika diskusi 8.kelompok tekun mendalami materi yang diperoleh 9.10. menanggapi pendapat teman ketika diskusi kelompok Jumlah  Format Kriteria Penilaian Aspek Skoring Kognitif = Jumlah jawaban benar : jumlah seluruh soal x 100Afektif = Jumlah skor yang diperoleh: jumlah seluruh skor x 100Psikomotorik = Jumlah skor yang diperoleh: jumlah seluruh skor x 100Skor akhir Standar Kompetensi 4.

1. Kuorum dalam voting adalah… a

  Hasil uji reabilitas soal siklus I dan siklus II menggunakan SPSSReliabilitas Soal Siklus I Hasil perhitungan reliabilitas dengan SPSS 20 for windows menggunakan rumus Alpha Cronbach adalah sebagai berikut :Berdasarkan dari tabel diatas harga Cronbach Alpha sebesar 0,759 dan dinyatakan dalam kualifikasi tinggi. Kelengkapan langkah-langkah dalam setiap tahapan pembelajaran dan kesesuaian dengan alokasi waktu1 2 3 4 Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik1 2 3 4 4.

2. Kuesioner siklus I (siswa nomor 15)

3. Kuesioner siklus II (siswa nomor 15)

  (2) Apakah penerapan metodepembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan minat belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013?(3) Apakah penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar PKn pada siswa kelas V SDN Kledokan semestergenap Tahun Pelajaran 2012/2013? Data menunjukan pada kondisi awal rata-rata prestasi siswa 60 dan siswa yang mencapai KKM 25,9%, pada siklus I meningkat menjadi 74 dan siswa yangmencapai KKM 46,8%.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PKn untuk siswa kelas V SDN Kledokan.
0
0
253
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKN melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas 6 di SDN Gejayan Yogyakarta.
0
1
284
Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas VI pelajaran PKN melalui pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II di SDN Gejayan Yogyakarta.
0
0
303
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn melalui penerapan model kooperatif tipe JIGSAW II pada siswa kelas IVA SD Kanisius Ganjuran.
0
0
214
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Karangwuni I melalui model pembelajaran kooperatif Jigsaw II.
0
0
2
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas IV SDN Sengi 2.
0
0
153
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Sengi 2.
1
18
190
Peningkatan minat belajar dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Pangudi Luhur Sedayu melalui penerapan model kooperatif teknik Jigsaw II.
0
2
343
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
8
235
Peningkatan minat dan prestasi belajar melalui penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II dalam pembelajaran PKN pada siswa kelas IV SD Kanisius Minggir.
0
2
288
Pengaruh penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw II terhadap minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas IV SDN Sengi 2
0
2
151
Peningkatan minat belajar dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Pangudi Luhur Sedayu melalui penerapan model kooperatif teknik Jigsaw II
0
2
341
Peningkatan minat dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SDN Kledokan dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II
0
0
237
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3 DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II
0
1
233
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Adisucipto 1 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository
0
2
242
Show more