Hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau

Gratis

2
9
136
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TERHADAP IBU DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PERANTAU

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu SyaratMemperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh :Disusun oleh: Zelda Annisa Pricianee Hary129114154 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

HALAMAN MOTTOTAKUT AKAN TUHAN ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN, TETAPI ORANG BODOH MENGHINA HIKMAT DAN DIDIKAN

DALAM TINGKAH LAKUMU, DALAM KASIHMU, DALAM KESETIAANMU DAN DALAM KESUCIANMU

AMSAL 1 : 7 JANGAN SEORANGPUN MENGGANGAP ENGKAU RENDAHKARENA ENGKAU MUDA. JADILAH TELADAN BAGI ORANG-ORANG PERCAYA, DALAM PERKATAANMU, 1 TIMOTIUS 4 : 12 DREAM ,

BELIEVE, AND MAKE IT HAPPEN

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Dalam penelitian ini, tingkat stres diukur dengan tiga skala yang telah diadaptasi, yakni skala Symptomsof Stress (SOS) dengan koefisien reliabilitas hasil uji coba (  = 0.83); skala The Inventory ofStudents’ Recent Life Experiences (ICSRLE) dengan koefisien reliabilitas hasil uji coba (  = 0.93); dan skala Perceived Stress Scale (PSS) dengan koefisien reliabilitas hasil uji coba ( = 0.81). Hasil uji korelasi product moment secara berturut-turut antara kelekatan terhadap ibu dengan SOS, ICSRLE, dan PSS adalah r = -0.192 (p= 0.01), r = -0.356 (p = 0.00), dan r = -0.140 (p = 0.12)., sehingga hipotesis diterima.

CORRELATION BETWEEN ATTACHMENT TO MOTHERS AND STRESS LEVEL ON SOJOURNER COLLEGE STUDENTS

  In this research, stress level measured using three adapted scale which were The Symptoms of Stress(SOS) with a reliability coefficient of ( = 0.83) through try-outs; The Inventory of College Students = 0.93) through ’ Recent Life Experiences (ICSRLE) with a reliability coefficient of (try-outs; and The Perceived Stress Scale (PSS) with a reliability coefficient of ( = 0.81) through try-outs. The results of a product moment correlation method that were tested on the mother-child attachment wit SOS, ICSRLE, and PSS, were r = -.192 (p = 0.01), r = -0.356 (p = 0.00), and r = -0.140 (p =0.12) so the hypothesis in this research was accepted.

KATA PENGANTAR

  Saya selalu mengingat nasehat bapak “Lakukanlah apapun yang kamu mau, selamalangkah yang kamu pilih tidak menyesatkan (penelitian) dirimu”Terima kasih kepada para dosen penguji saya, Ibu Ratri Sunar Astuti, M. Terima kasih untuk makanan- makanan yang enak dan bunga-bunga yang indah-indah.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Stres tidak dapat dipisahkan dari setiap aspek kehidupan. Stres dapat

  Teori kelekatan pada masa remaja ini dikembangkan oleh Armsden dan Greenberg (1987) dengan tidakmembedakan jenis kelekatan secure attachment dan insecure attachment, Beberapa penelitian menujukkan hubungan yang signifikan antara kelekatan dengan stres pada mahasiswa (Li, 2008; Davis, 2012; Petroff,2008). Penelitian yang dilakukan oleh Ghozali dan Aisyah (2014) menyatakan bahwa adanya perbedaantingkat stres antara mahasiwa yang tinggal sendiri (perantau) dengan mahasiswa yang tinggal dengan orang tua.

1. Manfaat Teoretis

2. Manfaat Praktis

  Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam bidang psikologi perkembangan dan sosial bahwa kelekatan anak denganibu memiliki kaitan yang penting dengan tingkat stres pada masa perkembangan selanjutnya. Maka dari itu saat remajadipersiapakan sebagai mahasiswa dan merantau, kelekatan yang terhadap ibu akan membentuk karakter anak yang kuat atau rentanterhadap stres.

BAB II LANDASAN TEORI A. STRES

1. Definisi Stres

  Menurut Lazarus & Folkman (1984) stres adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh atau kondisilingkungan dan sosial yang dinilai potensial membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Stres juga diterangkan sebagai suatuistilah yang digunakan dalam ilmu perilaku dan ilmu alam untuk mengindikasikan situasi atau kondisi fisik, biologis dan psikologisorganisme yang memberikan tekanan kepada organisme itu sehingga ia berada di atas ambang batas kekuatan adaptifnya (Arend, & Gerard,1997).

2. Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Stres

Faktor-faktor psikologis yang dapat mempengaruhi stres adalah(Nevid, Rathus, & Greene, 1999/2005):

a. Cara koping stres

  Ketahanan psikologisKetahan psikologis merupakan kumpulan trait yang berfungsi sebagai sumber daya untuk menghadapi persitiwa-peristiwa hidupyang menimbulkan stres, dan merupakan hal yang sangat penting dalam perlawanan terhadap stres tersebut. Individudengan ketahanan psikologis yang tinggi menunjukkan gejala fisik yang lebih sedikit dan tingkat depresi yang lebih rendah dalammenghadapi stres.

B. STRES SEBAGAI RESPONS

  Arti dari ‘fight-or-flight response’ ini adalah saat berhadapan dengan suatu ancaman, tubuh mempersiapkan dirinya untuk; Selanjutnya pada tahun 1974, Hans Selye yang berasal dari Austria melakukan penelitian tentang stres. Pada saat menghadapi stres, tingkat resistensi ini mengalami perubahan dengan tujuan agar mampu beradaptasi dengan stres yang dialami.

C. STRES SEBAGAI STIMULUS

  Cataclysmic events Stresor ini mengacu pada perubahan besar atau kejadian yang berdampak pada beberapa orang atau seluruh komunitas dalam waktuyang sama, serta di luar kendali siapapun. Stresor yang berdampak pada banyak orang ini, tidak terlalu signifikan karenaadanya perasaan senasib dan sepenanggungan.

3. Background Stresor

  Stresor ini memiliki pengaruh yang kecil namunberlangsung terus-menerus sehingga dapat menganggu dan menyebabkan stres negatif pada individu. Contoh stresor dalam kategori ini misalnyamempunyai banyak tanggung jawab, merasa kesepian, berdebat dengan teman, dan sebagainya.

D. STRES TERKAIT COGNITIVE APPRAISAL

  Menurut Lazarus dan Folkman (1984) teori appraisal terdiri dari penilaian primer (primary appraisal), penilian sekunder (secondary appraisal ), dan penilaian kembali (reappraisal). Ketiga hal ini tidak dapat dipandang sebagi proses yang terpisah karena mereka saling berinteraksi satu sama lain untuk membentuk derajat stres.

1. Primary appraisal (penilaian primer)

  Penilaian primer merupakan suatu proses mental yang berhubungan Benign positive appraisal (penilaian positif), situasi yang terjadi dirasakan dan dihayati sebagai hal yang positif dan dianggap dapat meningkatkan kesejahteraan hidup. Stress appraisal (penilaian yang menimbulkan stres), situasi yang terjadi menimbulkan makna gangguan, kehilangan, ancaman, dan tantangan bagi individu.

2. Secondary appraisal (penilaian sekunder)

3. Reappraisal (penilaian kembali)

  Proses ini mencakup: evaluasimengenai coping stress yang digunakan dengan mempertimbangkan konsekuensi yang muncul sehubungan dengan coping tersebut. Proses ini berusaha mempertimbangkan Penilaian kembali merupakan perubahan yang terjadi karena adanya infromasi yang baru, baik yang bersumber dari lingkungan yang dapatmenahan atau memperkuat tekanan bagi individu, maupun informasi dari rekasi individu itu sendiri.

E. KELEKATAN TERHADAP IBU

1. Definisi Kelekatan

  Hubungan ini akan bertahan cukup lama dalamrentang kehidupan manusia yang diawali dengan kelekatan anak pada ibu atau figur lain pengganti ibu (Bowlby, 1969, 1979). Kelekatan akan menjadi kepenuhan diri karena tindakan yang didasari kelekatan tersebut akan menghasilkankonsekuensi yang menguatkan tindakan tersebut (Bowlby, 1980).

2. Mekanisme Terjadinya Kelekatan Terhadap Ibu

  Tingkah laku lekatmerupakan bentuk perilaku yang dihasilkan dari usaha seseorang untuk mempertahankan kedekatan dengan seseorang yang dianggap mampu Anak yang memiliki ibu yang mencintai, dapat memenuhi kebutuhan, dan memberikan perlindungam akan mengembangkan model hubungan positifyang didasarkan pada rasa percaya (trust). Tetapi, anak yang memiliki ibu tidak tanggap, dan kurang perhatian akan mengembangkan modelhubungan yang negatif dan penuh kecurigaan (mistrust) sehingga membuat anak menjadi pencemas serta kurang mampu menjalinhubungan sosial.

3. Aspek Kelekatan Terhadap Ibu

Aspek kelekatan anak terhadap ibu terbagi menjadi tiga yaitu kepercayaan, komunikasi, dan keterasingan (Greenberg, 2009).

a. Kepercayaan (trust)

  Rasa percaya ini terbentuk ketika ibu sensitif, bertanggung jawab Pada perkembangannya, seseorang yang memiliki rasa percaya ini akan lebih menghormati orang lain, mudah untuk berkomunikasidalam berinteraksi dengan orang lain, sehingga dapat menggunakan strategi yang efektif dalam menyelesaikan masalahnya (Hazan &Shaver, 1994; Vivona, 2000). Komunikasi kaitannya dengan kelekatan ini merupakan interaksi antara anak dengan orang tua yang melibatkan sentuhan kasih sayangdan perhatian serta mendengarkan cerita anak secara penuh (Zolten &Long, 2006).

4. Dampak dari Kelekatan Terhadap Ibu

  Setiap aspek dari kelekatan terhadap ibu memiliki dampak bagi kehidupun anak, antara lain :a. Dampak dari rasa percaya yang dibentuk akan membuat anak lebih berani dalam menghadapi dunia, dapat meregulasi emosi secara lebihbaik, dan memiliki kemampuan untuk berempati (Malekpour, 2007).

b. Dampak dari komunikasi antar anak dengan ibu yang dibangun

  Dampak dari alienasi atau keterasingan akan mudah mengalami stres depresi karena merasa sendiri, kehilangan rasa kepercayaan karenatidak mempunyai pedoman yang stabil serta kurang dapat melihat intensi baik orang lain, memiliki harga diri yang rendah dan sulituntuk mempertahankan suatu hubungan (Baker, 2005). Ketidakmampuan mempertahankan hubungan yang dimiliki timbul karena adanya rasa percaya yang rendah sehingga mudah menyerahdan kurang mampu menyelesaikan masalah dengan baik.

5. Jenis Kelekatan Terhadap Ibu

  Kelekatan aman yang tinggiKelekatan aman tinggi terhadap ibu terbentuk bila tingkat alineasi dari ibu rendah, sedangkan tingkat kepercayaan dankomunikasi terhadap ibu tinggi atau sedang (Armsden & Greenberg, 1987). Kelekatan aman yang rendahKelekatan aman yang rendah terhadap ibu terbentuk bila tingkat keterasingan dari ibu tinggi, sedangkan tingkat kepercayaan dankomunikasi terhadap ibu tinggi atau sedang.

F. MAHASISWA PERANTAU

  Faktor-Faktor Perubahan pada Mahasiswa Perantau Mahasiswa yang berasal dari daerah lain atau mahasiswa perantau, harus lebih berupaya untuk menghadapi tantangan yang cukup besaruntuk menanggulangi stres yang akan mereka alami. Merantau bagi mahasiswa dapat dikatakan sebagai perpisahan dengan lingkungan utama Perubahan biologis yang dihadapi oleh mahasiswa perantau adalah perubahan gizi, menu makanan harus menyesuaikan dengan keadaankeuangan yang dimiliki, perubahan waktu makan yang pada saat tinggal bersama orang tua lebih teratur.

G. HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TERHADAP IBU DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PERANTAU Interaksi awal antara anak dan pengasuh adalah inti dari teori kelekatan

  Ibu yang rensponsif, akan selalu ada untuk melindungi dan Kebutuhan anak yang terpenuhi secara intensif dan konsisten, membentuk kelekatan aman dengan ibu dan juga akan menjadi dasar untukanak mengembangkan internal working model yang postif di mana anak merasa bahwa dirinya berharga dan diterima (Bowlby, 1969, 1973, 1980;Sroufe, 1990). Menurut Bowlby (1973), seorang anak yang tumbuh dengan kelekatan aman memiliki internal working model yang positif sehingga anak memilikikonsep diri, keyakinan, dan kepercayaan dalam dirinya bahwa dia adalah pribadi yang dicintai dan dapat mencintai.

I. HIPOTESIS PENELITIAN

  Berdasarkan dinamika penelitian yang telah dijelaskan, maka dapat dikemukakan hipotesis dari penelitian sebagai berikut: ada hubungan negatifantara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau. Hipotesis ini mengartikan, semakin tinggi kelekatan aman terhadap ibu dalam diri mahasiswa perantau, semakin rendah tingkat stres yang dimiliki.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, yaitu

B. Identifikasi Varibel Penelitian

  Sedangkan jenis penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah korelasional, yaitu penelitian yang memiliki karakteristik berupa hubungan antara dua variabel atau lebih(Supratiknya, 2014). Berdasarkan karakteristik tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan negatif antaradua variabel, yaitu kelekatan terhadap ibu dan tingkat stres pada mahasiswa perantau.

C. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan definisi yang digunakan untuk memberikan gambaran bagaimana suatu variabel akan diukur (Mustafa,2009). Definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Stres

  Stres Sebagai Respons Stres yang dimaksud adalah respon-respon yang muncul akibat suatu keadaan yang penuh tekanan. Skor total yang tinggi menunjukkan kecenderungantingkat stres sebagai respons yang tinggi.

c. Stres Terkait Cognitive Appraisal

  Skor total yang tinggi menunjukkankecenderungan tingkat stres terkait cognitive appraisal yang tinggi. Sedangkan, skor yang rendah menunjukkan kecenderungan tingkat stres terkait cognitive appraisal yang rendah.

2. Kelakatan Terhadap Ibu

  Kelakatan terhadap ibu merupakan ikatan emosional yang terbentuk ketika bayi antara anak dan ibu. IPPA-M adalah alat ukur yang dikembangkan untuk melihat persepsi remaja baik positif dan negatif terhadapdimensi afektif dan kognitif dari hubungan mereka dengan orang Penilaian kelekatan dilihat dari total skor perolehan pada skala tersebut.

D. Subjek Penelitian

  Sampel dapat diartikan sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti, yang dianggap mewakili terhadap seluruh populasi dandiambil dengan menggunakan teknik tertentu (Mustafidah, 2011). Uji Coba Alat Pengumpulan Data Uji coba untuk ketiga skala yang mengukur stres dan satu skala yang mengukur kelekatan terhadap ibu dilakukan pada mahasiswa perantauyang mengikuti karakteristik subjek penelitian.

G. Metode dan Alat Pengumpulan Data

  Peneliti menggunakan adaptasi skala stres dan skala kelekatan yang sudah digunakan dalam penelitian sebelumnya (Marthadewi,2010; Purwanto, 2015) dan telah diuji secara empiris terbukti dapat digunakan pada remaja di Indonesia. Proses pertama yang dilakukanadalah menghubungi kedua peneliti sebelumnya dan meminta izin untuk memakai skala yang telah diadaptasi pada penelitian masing- Setelah mendapatkan izin dari kedua peneliti tersebut, berikut ini penjelasan secara garis besar proses adaptasi skala pada penelitianterdahulu; penerjemahan dilakukan melalui tiga proses, oleh peneliti dan dua orang yang berkompetensi dalam bahasa inggris.

a. Symptoms of Stress Scale (SOS)

  Skala yang dikembangkan oleh McCarthy dan Matheny(2000) terdiri dari 10 item, mengukur frekuensi seseorang mengalami permasalahan baik fisik maupun psikologis yangmerupakan simtom-simtom stres yang biasa terjadi. Simtom-simtom tersebut akan diukur dengan frekuensi sebagai berikut, tidak pernah (skor = 0), sekali sebulan (skor = 1),sekali seminggu (skor = 2), dua sampai tiga kali seminggu (skor = Berikut beberapa contoh item dari Symptoms of Stress Scale yang telah diterjemahkan : Symptoms of Stress Scale Pada bagian ini ada beberapa hal yang mungkin anda alami dalam kehidupan.

b. The Inventory of College Students’ Recent Life Experiences

  Berikut beberapacontoh item dari skala ICSLRE yang telah diterjemahkan : The Inventory of College Students’ Recent Life Experiences Berikut ini adalah daftar beberapa pengalaman yang anda telah alami satu kali atau lebih. Akan tetapi itemnomer 4, 5, 7, dna 8 di skor secara terbalik (0 = 4, 1 = 3, 2 = 2, 3 =1, dan 4 = 0) Perceived Stress Scale Pertanyaan dalam skala ini menanyakan bagaimana perasaan dan pikiran anda selama satu bulan terakhir ini.

d. Inventory of Parent and Peer Attachment – Mother Version (IPPA-

M)Skala yang dikembangkan oleh Armsden dan Greenberg (2009) terdiri dari 25 item, dengan 15 item favorable dan 10 item

H. Validitas dan Reliabilitas Skala Penelitian

  Validitas dan reliabilitas merupakan hal yang penting dalam alat ukur karena dengan adanya validitas dan reliabilitas yang baik menunjukkanbahwa alat ukur tersebut menunjukkan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan. Selain melakukan uji coba skala untukmengetahui reliabilitas, peneliti juga mengumpulkan beberapa informasi mengenai validitas dan reliabilitas skala dalam penelitian-penelitian yangpernah dilakukan.

1. Validitas dan Realibilitas Skala Symptom of Stress Scale (SOS)

  Stres sebagai respons dapat dilihat sebagai reaksi fisiologis dan psikologis terhadap suatu kejadian atau situasi yang penuh tekanan(Lazarus & Folkman, 1986). Item-item pada skala ini berisi beberapa respon fisiologis dan psikologis yang muncul ketika seseorangmengalami kejadian atau situasi tertentu.

2. Validitas dan Reliabilitas Skala Inventory of College Students’

  Validasi konkuren adalah metode validasi dengan caramenghitung koefisien korelasi antara hasil ukur satu skala dengan hasil Perceived Stress Scale (Kohn, Lafrine & Guerevich, 1990). Skala ICSRLE juga berkorelasi secara signifikan dengan alat pengukuran stres yang lain (Osman, Barrios, Longnecker & Osman, 1994).

3. Validitas dan Reliabilitas Skala Perceived Stress Scale (PSS)

  Selain itu, skor PSS yang tinggi juga berhubungan dengan kegagalan untuk behenti merokok, dan kegagalan pada penderita diabetes dalam mengontrol tingkat gula dalam darah(Cohen & Williamson, 1988). Skala PSS juga memiliki korelasi yang tinggi dengan variabel depresi yang diukur dengan Beck Depression Skala asli PSS memiliki nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar0.80 (Cohen, Kamarck, & Mermelstein, 1983).

4. Validitas dan Reliabilitas Skala Inventory of Parent and Peer

  Selain itu, ditemukan juga bahwa kelekatan (menggunakan IPPA-Mother Version) berkorelasi dengan rendahnya keputusasaan, locus kontrol eksternal dan managemen diri yang baik (Armsden &Greenberg, 1987; Lewis, 1987). Skala ini juga memiliki keterkaitan dengan variabel depresi yang diukur dengan Parent Rating of the Adolescent’s Depressive Symptoms dan Patient’s Self-reported Level of Depression (Armsden, McCauley, Greenberg, Burke, & Mitchell, Skala IPPA-M yang asli memiliki reliabilitas yang baik.

I. Metode Analisis Data

  Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah data penelitian berasal daripopulasi yang sebarannya normal. Sedangkan, uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah hubungan antar variabel yang akan dianalisismengikuti garis lurus.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PERSIAPAN PENELITIAN Persiapan pertama yang dilakukan adalah meminta izin kepada peneliti

B. PELAKSANAAN PENELITIAN

  Setelah mendapatkan izin, maka persiapan berikutnya adalahmelakukan uji coba terhadap keempat skala untuk mengetahui reliabilitas dan validitas skala sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Survey online ini dilakukan penelitiagar dapat menjangkau subjek yang lebih luas namun tetap sesuai dengan tujuan penelitian ini.

C. DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN

  Perbandingan antara mean empiris dan teoretis dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan stres sesuaikonstruk masing-masing Berikut adalah tabel rincian yang berisi data empiris dan data teoretis : Tabel 5. Hal ini menunjukkan bahwa subjek dalam penelitian ini memiliki taraf kelekatan dengan ibu yang tinggi.

E. HASIL PENELITIAN

Semua data yang terkumpul akan diuji dengan program SPSS for 63

1. Uji Normalitas

  (2-tailed) .192 .110 .063 .112 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa variabel kelekatan terhadap ibu, dengan ketiga konstruk stres (stres sebagai respons, stressebagai stimulus, dan stres terkait cognitive appraisal) memiliki data yang normal. Hal ini dapat diketahui melalui nilai signifikansi yang diperolehmasing-masing variabel dan konstruk, yaitu 0.112 (variabel kelekatan 64 penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data dalampenelitian adalah normal.

2. Uji Linearitas

  Uji Linearitas kelekatan terhadap ibu dengan stres sebagai respons (SOS)Sum of Mean Squares df Square F Sig. PSS * Between (Combined) 771.470 61 12.647 1.108 .297 IPPAM Groups Linearity 59.3491 59.349 5.199 .024 Deviation from 712.121 60 11.869 1.040 .412 LinearityWithin Groups 2237.526 196 11.416Total 3008.996 257 Berdasarkan tabel 7, tabel 8, dan tabel 9, uji linearitas dalam penelitian ini menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.002 untuk variabelkelekatan terhadap ibu dengan stres sebagai respons.

3. Uji Hipotesis

  Data ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara variabel kelekatan terhadap ibu dengan stres sebagai respons. Hasil korelasi kelekatan terhadap ibu dengan stres sebagaai stimulus (ICSRLE) Berdasarkan perhitungan ditas, hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = -0.356 dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05).

IPPAM PSS

  Dataini menunjukkan adanya hubungan negatif antara variabel kelekatan terhadap ibu dengan stres terkait cognitive appraisal. Berdasarkan tabel 10, tabel 11, dan tabel 12 dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kelekatan terhadap ibu yang dimiliki mahasiswaperantau, maka semakin rendah tingkat stres sebagai respons, stres sebagai stimulus, ataupun terkait cognitive appraisal yang dialami.

F. ANALISIS TAMBAHAN

  (1 tailed)PSS .001 .005 .014 Trust .001 Communication .005 Alienation .014PSS 258 258 258 N Trust 258 Communication 258Alienation 258 Berdasarkan hasil dari tabel 13, tabel 14, dan tabel 15 dapat dilihat bahwa stres yang diwakili oleh tiga konstruk memiliki hubungan yang negatif(-) dengan dua aspek (trust dan communication) sedangkan hubungan yang postif (+) dengan satu aspek (alienation) pada kelekatan terhadap ibu. Hal ini menujukkan adanya sumbangan efektif dari variabel kelekatan terhadap ibu sebesar 13.6% pada konstruk stres sebagaistimulus pada mahasiswa perantau.

G. PEMBAHASAN

  Aspek alienation atau keterasingan, menghasilkan nilai korelasi sebagai berikut; sebesar sebesar 0.114 dengan stres sebagai respons, nilai korelasi0.296 dengan stres sebagai stimulus, dan 0.136 dengan stres terkait cognitive 77 dengan stres sebagai respons, stres sebagai stimulus, dan stres terkait cognitive appraisal . Hal ini sesuai pernyataan yang telahdijelaskan sebelumnya, karena kelekatan terhadap ibu yang dibentuk sejak kecil dan aspek-aspek kelekatan terhadap ibu pada masa remaja (trust, communication , alienation) membentuk karakteristik seseorang dalam pertahanan terhadap stres.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa :

  Tingkat stres pada penelitian ini juga dikorelasikan dengan tiga aspek yang ada dalam kelekatan terhadap ibu yaitu trust, communication, dan alienation . Sedangkan sumbangan efektif kelekatan terhadap ibuterhadap stres sebagai stimulus di atas 10% dan terbesar, berarti bahwa kelekatan terhadap ibu memiliki perlawanan terbesar terhadap tingkat 84 stres sebagai stimulus dibandingkan terhadap tingkat stres sebagai responsdan stres terkait cognitive appraisal.

1. Bagi Ibu (figur lekat)

  Kelekatan yang terbentuk dari kecil dengan pengasuh (biasanya ibu) memiliki peran yang sangat besar bagi anak ketika bertumbuh dewasa. Selain itu,melihat fakta dari hasil penelitian bahwa kelekatan terhadap ibu berhubungan dengan tingkat stres, maka figur ibu sangat diharapkan dapatmembentuk kelekatan yang aman yang tinggi dengan anak, karena kelekatan tersebut akan membentuk karakterisitik anak di masa 85 terhadap ibu akan membuat remaja memiliki kemampuan adaptasi dansosial yang baik.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

  Perbandingan tingkat depresi antara mahasiswa yang tinggal dengan orang tua dengan mahasiswa yang tinggal sendiri pada mahasiswa program studi ilmu keperawatan . Saya juga bersedia untuk mengerjakan dan mengisi setiappernyataan dalam skala ini dengan jujur dan sesuai dengan keadaan diri saya yang sesungguhnya.

Bagian II Berikut ini adalah daftar beberapa pengalaman yang anda telah alami beberapa kali

  Tandailah jawaban anda dengan tanda silang (X) berdasarkan petunjuk berikut ini Intensitas kejadian dalam satu bulan terakhir : 0 = sama sekali bukan bagian dari hidup saya 1 = hanya sedikit dari bagian hidup saya 2 = sebagian besar hidup saya 3 = benar-benar bagian besar hidup sayaPengalaman-pengalaman yang anda Intensitas alami No. Menganggap (beberapa) mata kuliah/pekerjaan yang anda lakukan tidak Pengalaman-pengalaman yang anda Intensitas alamiNo.

Bagian II I Pertanyaan-pertanyaan dalam bagian ini menanyakan bagaimana perasaan-perasaan dan

  Dalam semua kasus, anda akan diminta untuk mengindikasikannya dengan memberi tanda silang (X) pada seberapa sering andamerasa dan memikirkannya. Dalam satu bulan terakhir, seberapa sering anda jengkelkarena sesuatu terjadi tidak sesuai dengan harapan anda?

Bagian IV Pernyataan-pernyataan di bawah ini menanyakan tentang perasaan anda terhadap ibu

  Jika anda memiliki lebih dari satu orang yang berperan sebagai ibu (misalnya, ibu kandung dan ibu tiri), maka jawablah pernyataan-pernyataan di bawah ini berdasar pada satu orang yang anda rasa paling mempengaruhi anda. Pilih dan berilah tanda silang (X) pada kolom yang mengungkapkan seberapa benar pernyataan di bawah ini terjadi pada anda.

SOS -13.112 257 .000 -8.008 -9.21 -6.81

  Uji One Sample T-test Skala Stres sebagai stimulus (ICSRLE) One-Sample StatisticsN Mean Std. Error Mean ICSRLE 258 52.13 17.419 1.084One-Sample Test Test Value = 73.5 95% Confidence Interval of theDifference t df Sig.

ICSRLE -19.704 257 .000 -21.368 -23.50 -19.23

  Uji One Sample T-test Skala Stres terkait cognitive appraisal (PSS) One-Sample StatisticsN Mean Std. Uji One Sample T-test Skala Kelekatan terhadap ibu (IPPA-M) One-Sample StatisticsN Mean Std.

a. Test distribution is Normal

  Uji Linearitas kelekatan terhadap ibu dengan stres terkait cognitive appraisal 18286.139 60 304.769 1.199 .179 Within Groups 49826.359 196 254.216Total 77979.519 257 28153.160 61 461.527 1.815 .001 Linearity 9867.021 1 9867.021 38.814 .000Deviation from Linearity IPPAM BetweenGroups (Combined) ICSRLE * Mean Square F Sig. Uji Linearitas kelekatan terhadap ibu dengan stres sebagai stimulus Total 24731.984 257 Lampiran 6 Uji Hipotesis a.

IPPAM SOS

  (1-tailed) .001N 258 258 Correlations IPPAM ICSRLE IPPAM Pearson Correlation 1 -.356 ** Sig. (1-tailed) .000N 258 258 Correlations* IPPAM PSS IPPAM Pearson Correlation 1 -.140 Sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN KELEKATAN ANAK PADA IBU DENGAN RESILIENSI
0
11
2
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA PERANTAU ASAL LAMPUNG Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantau Asal Lampung.
0
4
18
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA PERANTAU ASAL LAMPUNG Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Perantau Asal Lampung.
0
2
18
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA PERANTAU Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Perantau.
2
16
13
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA PERANTAU Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Perantau.
0
2
16
PENDAHULUAN Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Perantau.
0
3
10
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT RESILIENSI DALAM MENGHADAPI STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA UPI PERANTAU.
22
56
67
Hubungan antara kelekatan terhadap ibu dengan tingkat stres pada mahasiswa perantau.
2
10
138
Hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan pola kelekatan dewasa pada ibu bekerja.
1
9
198
Hubungan antara penyesuaian sosial dengan tingkat stres pada ibu berperan ganda.
0
0
157
Hubungan Antara Kelekatan dengan Figur Ibu dengan Tingkat Kecerdasan Emosional - Ubaya Repository
0
0
1
TAP.COM - JURNAL HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN AGRESI PADA ...
0
1
16
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN INSOMNIA DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA KEPERAWATAN
0
1
15
Kelekatan antara ibu dengan anak ditinjau dari tingkat stres yang dialami ibu bekerja - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
15
Hubungan antara tingkat dependensi dan tingkat stres pada mahasiswa - USD Repository
0
0
127
Show more