Pengembangan perangkat pembelajaran subtema aku istimewa mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.

Gratis

0
0
109
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Prosedur pengembangan yang digunakandalam penelitian ini meliputi lima langkah yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi ahli, 5) revisi desain, hinggamenghasilkan desain produk final berupa perangkat pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. Key words: 2013 Elementary School Curriculum, learning instruments KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Subtema Aku Istimewa Mengacu Kurikulum SD 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar dapat peneliti selesaikan dengan baik.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan

  Guru juga sudahmemahami poin-poin inti yang digunakan dalam Kurikulum SD 2013, seperti pendekatan tematik integratif dalam pembelajaran, pendekatan saintifik, penilaianotentik, pendidikan karakter dan penyusunan perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum SD 2013. Bagi siswaBagi siswa dapat memperoleh pembelajaran yang lebih baik dan bermakna sehingga dapat memperoleh prestasi belajar yang memuaskan khususnyadengan penggunaan pendekatan saintifik dalam upaya untukMengembangkan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum SD 2013 Pada Subtema Aku Istimewa Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar.

E. Batasan Istilah

  Kurikulum SD 2013 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedomanpenyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah dasar dengan menerapkan pembelajaran tematik integratif,pendekatan saintifik, dan penguatan pendidikan karakter serta mengunakan penilaian otentik. Perangkat pembelajaran adalah Rencana Pembelajaran Tematik Harian(RPPTH) beserta lampirannya yang terdiri dari bahan ajar/LKS, media pembelajaran, instrumen penilaian yang berupa soal dan kunci jawabanserta tugas dan rubrik penilaian.

F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan

  Pendekatan tematik integratif adalah pembelajaran tematik terpadu yang memadukan beberapamata pelajaran menggunakan tema sebagai pemersatu dengan mengintegrasikan konteks hasil belajar, pengalaman belajar, dan kontenbelajar, sehingga dapat memberikan pembelajaran bermakna kepada peserta didik. Penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif mulai dari input,proses, sampai output dari kegiatan pembelajaran yang bermakna secara penilaian diri, penilaian “teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Kurikulum SD 2013 Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003; PP Nomor 19 tahun

  Berdasarkan pada fungsi dan tujuanpendidikan tersebut maka perubahan atau pengembangan kurikulum haruslah berakar pada budaya bangsa, kehidupan bangsa masa kini, dan masa yang akandatang (Daryanto, 2014: 11). Tujuan kurikulum2013 ini adalah untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan sebagai pribadi yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif sertamampu berkontribusi pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

a. Rasional dan elemen perubahan Kurikulum SD 2013

  Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. 3) Penyempurnaan Pola Pikir Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut: Pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik.

e) Pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim)

  g) Pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik. h) Pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines).

i) Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis

  Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut:a) Tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif; b) Penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan c) Penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran. Materi yang digunakan tidak hanya diperoleh daribuku sumber, melainkan guru dapat mengembangkan sendiri materi ajar dari berbagai sumber atau referensi yang tersedia melalui media cetak maupun internetsesuai kreatifitas guru.

b. Penguatan Pendidikan Karakter

  Pendidikan karaktermenurut Maksudin (2013: 56) adalah, “penanaman dan pengembangan nilai-nilai dalam diri peserta didik yang tidak harus merupakan satu program atau pelajaran khusus, dan mengarahkan pada terciptanya perilaku lahir dan batin sehingga menjadi manusia utuh”. Kementerian Pendidikan Nasional (dalam Salahudin, 2013: 105-110) memaparkan bahwa fungsi pendidikan karakter adalah pengembangan potensidasar agar berhati baik, berpikiran baik dan berperilaku baik, perbaikan perilaku yang kurang baik dan penguatan perilaku yang sudah baik, dan penyaring budayayang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

c. Pendekatan Tematik Integratif

  Daryanto (2014: 45-46) juga menjelaskan bahwa tematik integratif adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema sentral untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran ke dalam topik-topik tertentu, sehingga topiktersebut dapat dikembangkan ke dalam konsep-konsep yang sesuai dengan tema sentralnya. Kegiatan pembelajaran pada pendekatan ini selalu melalui pengalaman langsung pesertadidik, karena peserta didik dapat memahami konsep dengan mudah melalui hal yang kontekstual dan menghubungkannya dengan konsep-konsep yang sudahdikuasainya (Modul Guru Kelas SD, 2013: 192-193).

d. Pendekatan Saintifik

  Abidin (2014: 127) juga menjelaskan “pendekatan saintifik pada dasarnya adalah model pembelajaran yang dilandasi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran yang diorientasikan guna membina kemampuan siswa memecahkan masalahmelalui serangkaian aktivitas inkuiri yang menuntut kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berkomunikasi dalam upaya meningkatkan pemahamansiswa. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan kesimbangan antara kemampuan untuk memnjadi manusia yang baik (soft skill) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skill) dari peserta didik yang meliputi kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan (Kemendikbud, 2013).

e. Penilaian Otentik

  Hal senada juga dikemukakan oleh Abidin (2014: 83) bahwapenilaian otentik menekankan pada pemberian tugas yang akan membentuk unsur-unsur metakognisi dalam diri peserta didik seperti kemauan mengambilresiko, kreatif, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan tanggung jawab terhadap karya dan tugas yang dilakukan secara komprehensif. Berdasarkan pemaparan para ahli di atas terkait penilaian otentik maka dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukansecara komprehensif mulai dari input, proses, sampai output dari kegiatan pembelajaran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didikuntuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

6) Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru

  Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaiandiri.3) Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. 4) Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.

2) Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan

  c) Penilaian Kompetensi Keterampilan Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensitertentu dengan menggunakan performance/kinerja/unjuk kerja, produk, proyek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skalapenilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.1) Performance/kinerja/unjuk kerja adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.

2. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran

  Penyusunan Instrumen Evaluasi (Evaluation Instrument) Penyusunan hasil belajar merupakan alat penilaian yang digunakan untuk mengukur ketuntasan indikator dan penugasan peserta didik setelah Pemilihan Media atau Sumber Pembelajaran (Instructional Resourche) Pemilihan media dan sumber pembelajaran dilakukan berdasarkan hasil analisis tujuan, analisis karakteristik siswa, dan analisis tugas. Pentingnya mengembangkan perangkat pembelajaran dikarenakan pelaksanaannya yang harus disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa,keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah, dengan demikian penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan keadaan, potensi, kebutuhan daerah,serta karakteristik peserta didik di daerah tersebut (Daryanto, 2014).

3) Lembar Kerja Siswa (LKS)

  Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta didik.4) Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Karya tersebut dapat Instrumen penilaian yang adalah instrumen yang sudah memenuhi kriteria sebagai berikut:a) substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai; b) konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan; dan c) penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

B. Penelitian yang Relevan

  Penelitian ini menghasilkan produk suatu bahan ajar dengan prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah hasil modifikasi dari model pengembangan Borg and Gall dan Kemp. Pada pengembangan perangkat pembelajaran ini, peneliti mengintegrasikan penguatan pendidikankarakter dalam setiap kegiatan pembelajaran sesuai dengan jenis-jenis karakter yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasionaluntuk siswa kelas I SD.

C. Kerangka Pikir

  Seiring dengan dicanangkannya inovasi pendidikan dalam bidang kurikulum yang mengacu padaKurikulum 2013, diharapkan dapat memberikan perubahan positif pada proses pembelajaran dan cara belajar yang lebih ideal. Dalam perangkat pembelajaran ini terdiri dari silabus, RPPTH, LKS yang mengacu pada proses pembelajaran tematik integratif, pendekatan saintifik, dan mengintegrasikanpendidikan karakter, serta menggunakan penilaian otentik untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek, sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

D. Pertanyaan Penelitian

  Bagaimana kualitas produk perangkat pembelajaran subtema Aku Istimewa mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar menurutPakar Kurikulum SD 2013? Bagaimana kualitas produk perangkat pembelajaran subtema Aku Istimewa mengacu Kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar menurutguru kelas I SD yang sudah melaksanakan Kurikulum SD 2013?

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan

  Validasi DesainLangkah ini bertujuan untuk menilai rancangan produk yang telah dibuat dan mengetahui kelemahan serta kelebihan pada produk yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan terbatasnya waktu yang dibutuhkan dalam penelitian dan perangkat pembelajaranini disusun untuk menjadi pegangan guru sehingga cukup divalidasi oleh dua pakar Kurikulum 2013 dan dua guru kelas I SD yang telah melaksanakanKurikulum 2013.

B. Prosedur Pengembangan

  Wawancara ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapanganmenyangkut ketersediaan perangkat pembelajaran yang digunakan guru untuk mencapai tujuan implementasi Kurikulum 2013, sehingga diharapkan perangkatpembelajaran yang akan dikembangkan disusun sesuai dengan Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. Validasi Ahli Kurikulum SD 2013 Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam penelitian ini, maka peneliti membutuhkan validator ahli yang kompeten yaitu dua pakar Kurikulum 2013 dandua guru kelas I Sekolah Dasar.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Langkah awal dalam melakukan penelitian pengembangan perangkat

  Wawancara ini bertujuan untukmengetahui dan mengidentifikasi adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan terkait pemahaman guru mengenai Kurikulum SD 2013 danketersediaan perangkat pembelajaran yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran pada Kurikulum 2013. Dari hasil wawancara tersebut dapatdijadikan sebagai acuan dalam pengembangan perangkat pembelajaran yang disusun sesuai dengan upaya pencapaian tujuan seperti yang diharapkan dalamKurikulum 2013.

1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

  Guru juga menambahkan bahwa belum memiliki format yang jelas terkait penilaian, sehingga guru sangat membutuhkan format penilaian yang baik untuksemua ranah yang ada dalam Kurikulum 2013. Butir pertanyaan kedelapan yaitu tentang pemahaman guru terkait jenis- jenis karakter yang akan dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Butir pertanyaan kesembilan yaitu kesulitan-kesulitan apa yang guru alami dalam mengembangkan perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013.

2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

  Berdasarkan hasil wawancara yang telah dipaparkan di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pemahaman yang dimiliki guru mengenai Kurikulum2013 sudah cukup baik untuk melaksanakan pembelajaran sesuai denganKurikulum 2013. Kaitannya dengan penyusunan perangkat pembelajaran, guru belum memiliki contoh perangkat pembelajaran yang baik danlengkap, sehingga komponen-komponen yang terdapat dalam perangkat pembelajaran yang sudah ada saat ini masih banyak kekurangan dan tidak sesuaidengan yang diharapkan oleh guru.

B. Deskripsi Produk awal

  Pendekatan yangdikembangkan dalam kegiatan pembelajaran ini adalah pendekatan tematik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) merupakan rencana atau rancangan kegiatan yang menggambarkan prosedur danpengorganisasian pembelajaran secara detail untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang telah dijabarkan dalam silabus. Pada bagian refleksisiswa dapat menyimpulkan materi yang telah dipahami dan hal apa saja yang diperoleh pada pembelajaran tersebut, siswa juga dapat mengungkapkan perasaandan sikap yang telah dilakukan pada pembelajaran tersebut.

C. Data Hasil Validasi Pakar Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk

  Produk awal yang telah disusun dalam bentuk pengembangan perangkat pembelajaran kemudian diberikan kepada dua pakar Kurikulum 2013 dan duaguru Kelas I Sekolah Dasar untuk divalidasi. S, dan guru kelas I SD Guru yang menjadi validator dalam produk penelitian ini adalah guru kelas Memperbaiki penggunaan tanda baca pada kalimat yang tidaksesuai.

D. Data Hasil Validasi Guru SD Kelas I Pelaksana Kurikulum SD 2013 dan Revisi Produk

  Aspek yang dinilai dari perangkat pembelajaran ini adalah (1) identitasRPP, (2) perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media belajar, (7) metodepembelajaran, (8) skenario pembelajaran, (9) penilaian, (10) lembar kerja siswa (LKS), dan (11) bahasa. Ibu As memberikan komentar umum dan saran perbaikan bahwa RPP sudah cukup bagus, sesuaidengan Kurikulum 2013, LKS sangat menarik dengan gambar berwarna dan font besar sehingga memudahkan anak belajar dan menambah semangat serta rasaingin tahu.

E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan

  Produk akhir yang diperoleh berdasarkan masukan, saran dan komentar dari dua pakar Kurikulum SD 2013, dan dua guru kelas I SD. Produk akhir yang dihasilkandikemas dalam bentuk perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 pada subtema aku istimewa untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.

1. Kajian Produk Akhir

  Berikut ini peneliti akan memaparkan kajian produk akhir berupa perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013 sebagai berikut: Silabus produk akhir disesuaikan dengan RPPTH yang telah divalidasi oleh pakar dan guru SD kelas I. Isi komponen silabus tersebut yaitu: (1) identitas sekolah, (2) tema dan subtema, (3)muatan pelajaran, (4) kompetensi dasar, (5) indikator pencapaian, (6) kegiatan RPPTH setelah dilakukan revisi terdapat beberapa perubahan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari pakar kurikulum dan guru SD kelas 1.

2. Pembahasan

  Berdasarkan pembuatan perangkat pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti dan validasi oleh pakar Kurikulum 2013, dan dua guru kelas I SD,diperoleh hasil bahwa perangkat pembelajaran tersebut masuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rerata akhir 4,42. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dapat dikatakan memiliki kualitas sangat baik dan layak untuk digunakan sebagai perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013.

3) RPPTH disusun dengan pendekatan tematik integratif

  Hal tersebut dapat dibuktikan dalam lampiran RPPTH pembelajaran 1 yang disusun, misalnya dalam subtema aku istimewa terdapat beberapa muatanpelajaran yang diajarkan seperti Bahasa Indonesia, SBdP, dan PPKn. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran dapat mengembangkan dan mengasah dimensi keterampilan siswa dalam mengamati, menanya, menalar,mencoba, dan membentuk jejaring/mengkomunikasikan atau dapat menghubungkan keterkaitan pada semua mata pelajaran.

5) Penilaian dalam RPPTH menggunakan penilaian otentik

  Penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif mulai dari input, proses, sampai output dari kegiatan pembelajaran yang bermaknasecara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antar peserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertairubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.

1. Apa persamaan mu dan temanmu ?

  Siswa mampu menjelaskan 2 persamaan ciri dengan benar 2 Siswa mampu menjelaskan 1 persamaan ciri dengan benar 1 Siswa mampu menjelaskan 3 perbedaan ciri dengan benar 3 Siswa mampu menjelaskan 3 perbedaan ciri dengan benar 2 2. Siswa mampu menjelaskan 3 perbedaan ciri dengan benar 1 Penilaian dan Pedoman Penskoran NA = Perolehan skor x 100 Skor maksimal Keterangan:  Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada. Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi.

4.1.1 Membandingkan gambar diri berdasarkan ciri-ciri teman

  Teknik Penilaian Unjuk kerja Instrumen Tugas dan rubrik penilaian unjuk kerja 1. Sikap sosial/ individu Indikator Observasi Instrumen Lembar observasi sikap peduliBerilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa!

2.1.1 Menunjukkan rasa kepedulian di kelas dengan memanfaatkan bahasa Indonesia

4 Baik sekali (A)

  Observasi Instrumen Lembar observasi sikap peduliBerilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Siswa mampu menyebutkan4 atau lebih ciri-ciriteman.

4. Sikap Spiritual Indikator

1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui doa

Teknik Penilaian Observasi Instrumen Lembar observasi sikap bersyukurBerilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Baik sekali Baik Cukup Kurang Kriteria 4 3 2 1 Berdoa Selalu Sering Kadang-kadang Tidak berdoa sebelum melakukan doa melakukan doa melakukan doa sebelum dan dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudahsesudah sesudah sesudah sesudah melakukan melakukan melakukan melakukan melakukan kegiatan kegiatankegiatan kegiatan kegiatan

6) RPPTH disusun sesuai dengan ketentuan EYD

  Penyusunan perangkat pembelajaran ini mengacu pada kaidah bahasa yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). b) Penggunaan Huruf Miring Huruf miring dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan dan daftar pustaka.

BAB V PENUTUP Bab ini memaparkan kesimpulan, keterbatasan penelitian dan saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut

  Perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 dikembangkan dengan prosedur penelitian dan pengembangan dari hasil modifikasi antara modelpengembangan perangkat pembelajaran Kemp dan prosedur penelitian R&DBorg dan Gall. Namun dalam penelitian ini, peneliti hanya membatasi pada 5 langkah prosedur pengembangan saja, dikarenakan terbatasnya waktuyang dibutuhkan dalam penelitian dan perangkat pembelajaran ini disusun untuk menjadi pegangan guru sehingga cukup divalidasi oleh dua pakarKurikulum 2013 dan dua guru kelas I SD yang telah melaksanakan Kurikulum2013.

B. Keterbatasan Penelitian

  Wawancara untuk survei kebutuhan dilakukan hanya dengan seorang guru kelas I SD, sehingga data yang dihasilkan belum mewakili permasalahan yangdialami oleh semua guru kelas I SD. Tidak dilaksanakannya uji coba produk dikarenakan terbatasnya waktu yang dibutuhkan dalam penelitian dan perangkat pembelajaran ini disusun untukmenjadi pegangan guru sehingga cukup divalidasi oleh dua pakar Kurikulum 2013 dan dua guru kelas I SD yang telah melaksanakan Kurikulum 2013.

C. Saran

  Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan produk peangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum SD 2013 adalah sebagai berikut: 1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SD-MI.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 subtema aku dan cita-citaku untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
0
2
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema sikap kepahlawanan mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
0
192
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
98
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Lingkungan Sekitar Rumahku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1)Sekolah Dasar.
0
0
133
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
175
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema aku merawat tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu Sekolah Dasar.
1
5
163
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Keluarga Besarku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
175
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Gemar Membaca mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
1
410
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kegiatan sore hari mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
208
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
159
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Hewan di Sekitarku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
178
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Aku Istimewa mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
2
4
224
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada subtema kegiatan sore hari untuk siswa kelas satu I sekolah dasar.
0
1
166
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Tanaman Di Sekitarku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
166
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
3
221
Show more