PERBEDAAN EFEKTIVITAS INTERVENSI MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN INTERVENSI ACTIVE ISOLATED STRETCHING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN SEPAK BOLA SMAN 1 SEMARAPURA.

 15  113  43  2017-08-13 15:30:57 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Denpasar, Mei 2016Penulis PERBEDAAN EFEKTIFITAS INTERVENSI MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN INTERVENSI ACTIVE ISOLATED STRETCHING DALAM MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN SEPAK BOLA SMAN 1 SEMARAPURA ABSTRAK Penggunaan otot hamstring yang berlebihan pada pemain sepak bola merupakan penyebab utama dari ketegangan pada otot tersebut. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Intervensi muscle energy technique lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring dari pada Intervensi active isolated stretching pada pemain sepak bola.muscle energy technique, active isolated stretching, sit and reach Kata Kunci : test, fleksibilitas otot hamstring.

DAFTAR ISTILAH

MET : muscle energy techniqueAIS : active isolated stretchingGAGs : GlycosaminoglycansSMP : Sekolah Menengah PertamaSMA : Sekolah Menengah AtasSSB : Sekolah Sepak BolaPORSENIJAR : Pekan Olahraga dan Seni PelajarLGS : Luas Gerak SendiGTO : Golgi Tendon OrganPIR : Post Isometrik RelaxtionRI : Repicoral InhibitionROM : Range Of Motion IMT : Indeks Massa Tubuh cm : sentimeterkg : kilogram m : meter

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Robekan otot inidapat menyebabkan terjadinya nyeri dan peradangan sehingga nyeri dan peradangan yang (Rosella, 2013) ditemukan lima dari tujuh siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) sering mengalami strain otot hamstring dan mengalami gangguan fleksibilitas pada otot hamstringdengan adnya tight pada otot hamstring. Misalnya pada gerakan menendang bola secara terhentak, otot hamstring yang memendek secara tiba-tiba akan menyebabkan kontraksikurang maksimal sehingga serabut-serabut otot yang posisinya menyilang akan dipaksa lurus Fleksibilitas otot yang baik dapat mendukung kualitas pemain, karena dapat mencegah strain, salah satu cara untuk mencegah strain adalah dengan melakukan stretching.

3. Untuk membuktikan adanya perbedaan efektifitas intervensi Muscle Energy

Stretching dan Active Isolated Stretching terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada pemain Sepak bola SMAN 1 Semarapura.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis 1

Diharapkan penelitian ini menambah pengetahuan bagi para pembaca(mahasiswa) tentang pengaruh Intervensi Muscle Energy Technique danIntervensi Active Isolated Stretching terhadap peningkatan Fleksibilitas otot Hamstring pada pemai sepak bola.

2. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi para pembaca (mahasiswa) dalam mengembangkan penelitian selanjutnya

1.4.2 Manfaat Praktis 1

Dapat dijadikan sebagai salah satu masukan pada fisioterapi dalam meningkatkan

2. Dapat dijadikan saran untuk melatih otot hamstring bagi atlit untuk meningkatkan fleksibilitasnya agar terhindar dari cedera

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Fleksibilitas

2.1.1 Definisi Fleksibilitas

  Fleksibilitas dinamis merupakan mobilitas aktif ROM, dimana otot yang berkontraksi secara aktif untuk dapat menggerakkan satu sendi, segmen dan keseluruhan dari tubuh, sedangkanfleksibilitas pasif merupakan mobilitas pasif ROM yang dimana otot serta jaringan ikat sendi dapat diulur secara pasif sehingga dapat berfungsi sebagai penunjang dari fleksibilitasdinamis (Kinser & Colby, 2007). Maka dariitu untuk mencapai hasil otot yang maksimal diperlukannya suatu latihan yang dapat meningkatkan fleksibilitas, yang dimana fleksibilitas seseorang dapat menurun jika tidakdilatih.

1. Faktor internal fleksibilitas; a

  Sendi: sendi dalam tubuh manusia dikelilingi oleh membran sinovial dan tulang rawan artikular yang berfungsi melindungi dan memelihara sendi dan permukaan sendi. Meningkatkan elastisitas otot dan luas gerak sendi dengan mobilitas tertentu dapat meningkatkan fleksibilitas.

h. Reseptor peregangan: reseptor peregangan memiliki dua bagian: sel spindle dan tendon

  Sel spindle, terletak di pusat otot, mengirim untuk otot untuk berkontraksi. Golgi reseptor yang terletak dekat ujung dari serat otot dan mengirim pesan untuk otot untuk rileksasi.

2. Faktor eksternal fleksibilitas; a

  Hal ini terjadi karena jaringan lunak dan sendi menyusut sehingga kehilangan daya regang otot, dimana jika seseorang tidak aktif maka otot-otot dipertahankan pada posisimemendek dalam waktu yang lama. Pengalaman: seseorang yang memiliki pengalaman dengan olahraga yang membutuhkan gerakan dinamis yang besar, seperti senam, tari, atau seni bela diri, akan memilikijangkauan yang lebih baik gerak dari seseorang dengan gaya hidup biasa saja.

2.1.2 Fleksibilitas otot hamstring pada pemain Sepak bola

  Penurunan fleksibilitas hamstring dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pemendekan otot hamstring, cedera akut ataupun kronis pada otot hamstring, menurunnya Pada pemain sepak bola Penggunaan otot hamstring yang berlebihan merupakan penyebab utama dari ketegangan pada otot hamstring. Misalnya pada gerakan menendang bola secara terhentak, otot hamstring yang memendek secara tiba-tiba akan menyebabkan kontraksi kurang maksimal sehingga serabut-serabut ototyang posisinya menyilang akan dipaksa lurus padahal otot dalam keadaan tidak rileks sehingga hal tersebut berpotensi untuk mengakibatkan kerobekan pada otot hamstring.

2.1.3 Pengukuran Fleksibilitas Otot Hamstring

  Sit and Reach Test merupakan metode pengukuran fleksibilitas otot hamstring yang menggunakan media berupa box terbuat dari papan yang tingginya 30 cm. Gambar 2.1 Sit and Reach box Sumber: Panteleimon et al, 2010Prosedurnya pada saat pengukuran dilakukan duduk di lantai dengan lutut ekstensi penuh dan pergelangan kaki posisi normal terhadap box.

2.2 Anatomi dan Fisiologi

2.2.1 Anatomi Hamstring

  Origo : berada pada tuberositas ischiaInsersio : berada pada bagian posterior condyles medialis tibiaFungsi : otot semimembranosus ini berfungsi sebagai penggerak ekstensi hip, fleksi knee, dan internal rotasi. Kelompok otot hamstring tersusun dari tiga otot yakni semitendinosus, semimembranosus dan biceps femoris dimana kelompok otot ini berfungsi sebagai ekstensi hip dan fleksi pada knee.

2.2.2 Fisiologi Otot Rangka

  Exstensibility (distensibility) yaitu kemampuan otot untuk memanjang bila otot ditarik atau ada gaya yang bekerja pada otot tersebut bila otot rangka diberi beban. Dengan latihan yang teratur, akan memberikan beberapa efek positif terhadap otot, bahkan perubahan adaptif jangka panjangdapat terjadi pada serat otot, yang memungkinkan untuk respon lebih efisien terhadap berbagai jenis kebutuhan pada otot (Wiarto, 2013).

2.3 Mekanisme Pemanjangan Otot

  Terjadinya kontraksi otot yang dimulai dengan adanya beda potensial pada motor end plate akibat suatu stimulus sehingga tercetusnya suatu potensial aksi pada serat otot. Penyebaran depolarisasi terjadi ke dalam tubulus T dan mengakibatkan pelepasan Ca2+ dari sisterna terminal retikulum sarkoplasmik serta difusi Ca2+ ke filamen tebal dan filamenttipis.

2.4 Muscle Enegy Technique

2.4.1 Pengertian Muscle Energy Technique

  Muscle energy techniques (MET) merupakan teknik osteopatik yang memanipulasi jaringan lunak dengan gerakan langsung dan dengan kontrol gerak yang dilakukan oleh pasien sendiri pada saat kontraksi isotonik atau isometrik, ini bertujuan untuk meningkatkanfungsi muskuloskeletal dan mengurangi nyeri. Terdapat dua tipe Muscle Energy Technique yaitu Post Isometrik Relaxation (PIR) dan Reciprokal Inhibition (RI) yang dijelaskan sebagai berikut (Grubb, 2010): 1)Isometrik Muscle Energy Techniques Pengaruh utama yaitu mengurangi tonus pada otot yang mengalami hipertonus dan mengembalikan panjang normal istirahat otot.

2.4.2 Prosedur Muscle Energy Technique

  Adapun prosedur pemberian Muscle Energy Technique (MET) adalah sebagai berikut:Sampel melakukan pemanasan agar terhindar dari cedera saat melakukan latihan, memberikan penjelasan mengenai prosedur dan tujuan latihan yang diberikan, Subjek tidurterlentang pada matrass dengan satu lutut fleksi. Regangan ini akan memaksimalkan fleksibilitas otot danmenambah panjang istirahat otot yang baru (Chaitow, 2006).

2.4.3 Mekanisme Muscle Energy Technique terhadap fleksibilitas otot hamstring

  (Chaitow, 2001) menyatakan bahwa, pemberian Muscle Energy Technique pada otot hamstring, akan merenggankan reseptor pada hamstring yang disebut Implus aferen saraf dari golgi tendon organ akan menuju dorsal root di spinal cord yang kemudian bertemu dengan hambatan motor neuron. Muscle Energy Technique ini akan meregangkan, meningkatkan danmemperpanjang jaringan myofascial pada muscle hamstring yang berpotensi menghasilkan viscoelastic dan perubahan struktural, perubahan gerakan autonomic mediated dalam cairan ekstraselular otot dan mechanotransduction fibroblast (Chaintow, 2001).

2.5 Active Isolated Stretching

2.5.1 Pengertian Active Isolated Stretching

  Active Isolated Stretching merupakan suatu teknik atau metode stretching yang menggunakan adaptasi suatu kontraksi otot agonis secara aktif dan merelaksasikan otot antagonisnya melalui inhibisi timbal balik (reciprocal inhibition) yang menyebabkanterjadinya peregangan pada otot antagonis tanpa meningkatkan ketegangan otot (muscle tension) pada otot agonis (Longo, 2009). Menurut Kochno (2009), dimana Active Isolated Stretching merupakan stretching Stretching adalah untuk mencegah dan atau mengurangi kekakuan serta mengulur strktur jaringan lunak (soft tissue) yang berkaitan dengan spasme sehingga dapat meningkatkan lingkup gerak sendi dan menigkatkan fleksibilitas otot.

2.5.2 Prosedur Active Isolated Stretching

  Sampel melakukan pemanasan agar terhindar dari cedera saat melakukan latihan 2.memberikan penjelasan mengenai prosedur dan tujuan latihan yang diberikan 4. Sampel diminta mengangkat kakinya (dengan lutut dalam posisi full extensi atau Straight Leg Raises dan ankle dalam posisi dorsi flexion) sehingga membentuk Hip dalam posisi flexi, setelah itu Sampel menahan posisi tersebut selama 2 detik dan dilakukan pengulangan sebanyak 10 kali dan 2 set.

2.5.3 Mekanisme Active Isolated Stretching terhadap Fleksibilitas otot hamstring

  Dalam prosedur active isolated stretching pasienmenunjukkan suatu kontraksi isotonik pada otot agonis dan pada otot yang mengalami pemendekan (shortness), secara aktif akan memanjang. Alasan penerapan teknik ini adalahbahwa kontraksi isotonik yang dilakukan saat active isolated stretching secara fisiologis akan merespon otot antagonis untuk menghasilkan pemanjangan secara maksimal dan juga tanpa Muscle Spindel untuk segera mengulur panjang otot yang maksimal.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

PERBEDAAN EFEKTIVITAS INTERVENSI MUSCLE ENERG..

Gratis

Feedback