ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PADA RUMAH MAKAN PALUPI.

 24  48  94  2017-08-12 13:14:36 Laporkan dokumen yang dilanggar

ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PADA RUMAH MAKAN PALUPI SKRIPSI

Diajukan Oleh : RIZKI KURNIAWAN 1013010062/FEB/EA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL”VETERAN” JAWA TIMUR 2014Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PADA RUMAH MAKAN PALUPI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Dan Bisnis Program Studi Akuntansi Diajukan Oleh : RIZKI KURNIAWAN 1013010062/FEB/EA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL”VETERAN” JAWA TIMUR 2014Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. SKRIPSI ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PADA

RUMAH MAKAN PALUPI

  Disusun oleh : Rizki Kurniawan 1013010062/FEB/EA Telah dipertahankan Dan diterima oleh Tim Penguji SkripsiProgdi Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Pada tanggal 17 april 2014Pembimbing : Tim Penguji :Pembimbing Utama KetuaDr. 19630924 198903 1001 Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.

KATA PENGANTAR

  Assalamualaikum, Wr, WbPuji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat, karunia dan kasih sayangnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Penulismenyusun skripsi ini untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar sarjana (S-1) Pada Jurusan Akuntansi FakultasEkonomi dan Bisnis Universitas Pembangu nan Nasional “Veteran” Surabaya.

2. Bapak Dr. H. Dhani Ichsanudin Nur, SE, MM selaku Dekan Fakultas

  Seluruh teman - teman Jurusan Akuntansi 2010 khususnya teman - teman bimbingan Ibu Indrawati yaitu Nadia, Nova, Okta, Septian, Sari dan teman- iiHak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Laporan penyetoran Pajak Restoran 64 Rumah Makan Palupi tahun 2013 ………………………………vii Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.

ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PADA RUMAH MAKAN PALUPI

  Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai kepatuhan wajib pajak padaRumah Makan Palupi dapat ditarik kesimpulan bahwa Pemilik Rumah Makan Palupi sudah memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak dalam hal pembayaran PajakRestoran sebesar 10% (Perda No. 4 tahun 2011). Akan tetapi, Pemilik Rumah MakanPalupi tidak memenuhi kewajiban pajaknya dari segi Pajak Penghasilan (PPh 21) danPajak Penghasilan UMKM (PP No.46 tahun 2013 sebesar 1%) dikarenakan kurangnya sosialisasi dari Dirjen Pajak mengenai pajak penghasilan (PPh 21) danpajak penghasilan UMKM (PP No.46 tahun 2013 sebesar 1%).

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Usaha Kecil Menengah (UKM) di Negara berkembang, seperti di Indonesia, sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan sosial dalam Negeri seperti tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran

  Official assessment system adalah suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada Pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak sedangkan self assessment system adalahsuatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada wajib pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang (Mardiasmo, 2009:7). AdaPajak Pusat dan ada Pajak Daerah, diantara nya Pajak Pusat adalah PajakPenghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu (PP Nomor 46 tahun 2013) itu lebih dikenal PPh atasUsaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) besarnya pajak 1% dan PajakPenghasilan (PPh pasal 21).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

  Menyatakan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak badan, pemeriksaan pajak, dan pajak penghasilan terutang secara simultan berpengaruhsignifikan terhadap peningkatan penerimaan pajak penghasilan badan. Namun Tidak terdapat pengaruh antara pemeriksaan pajak terhadap peningkatan penerimaan pajak penghasilan badan pada kantor pelayananpajak dikarenakan masih rendahnya pemeriksaan pajak yang dilakukan aparat perpajakan.

4. Asnawi, Meinarni, Zaki Baridwan, Supriyadi, Ertambang, (2009) berjudul

  Partisipan dalam riset ini berasal dari mahasiswa S2 dan S3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM meliputi Program Doktor, M. Menyatakan bahwa pemahaman etika pajak memiliki pengaruh yangdominan dalam peningkatan keputusan kepatuhan pajak dibandingkan faktor ekonomi (strategi audit random dan perceived probability of audit).

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Usaha Kecil Menengah (UKM)

  Usaha Kecil Menengah (UKM) juga memanfatkan berbagai Sumber DayaAlam (SDA) yang berpotensial di suatu daerah yang belum diolah secara komersial. 11 Juga agar kita dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh apabila kita membuka sebuah usaha kecil dan menengah, dan kita dapatmengetahui cara mengelolah usaha kecil dan menengah dengan baik, sehingga memperoleh laba yang cukup besar untuk membangun sebuah usaha awal.

2.2.2 Pengertian Pajak

  Menurut Rochmat Sumitro (1988:12) ”Pajak adalah iuran rakyat pada kas Negara berdasarkan Undang - Undang (yang dapat di paksakan) dengan tidakmendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat di tunjukkan dan yangdi gunakan untuk membayar pengeluaran umum”. “Dapat di paksakan”mempunyai arti, apabila utang pajak tidak di bayar utang tersebut di tagih dengan kekerasan seperti surat paksa sita, lelang dan sandera.

1. Pajak di pungut berdasarkan Undang - Undang 2

  Dapat di paksakan (bersifat yuridis) Menurut Brotodiharjo,R (1982:2) “Pajak adalah iuran rakyat kepada Negara (yang dapat di paksakan) yang terutang oleh wajib pajak membayarnya berdasarkan peraturan - peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali yanglangsung dapat di tunjuk dan yang dapat di gunakan untuk membiayai 12pengeluaran umum berhubungan dengan tugas Negara untuk menyelenggarakan P emerintah”. Jenis pajak di tinjau dari segi Lembaga Pemungut Pajak dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu: Sering disebut juga Pajak Pusat yaitu pajak yang dipungut oleh PemerintahPusat yang terdiri dari: a.

2.2.2.1 Pengertian Pajak Pusat

Pajak Pusat di tinjau dari segi Lembaga Pemungut Pajak dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu : Pajak Negara dan Pajak Daerah. Pajak Negara sering disebut juga Pajak pusat yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Pusat yang terdiri dari:

1. Pajak Penghasilan (PPh)

2. Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah

  7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang diubah terakhir kali dengan UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang diubah terakhir kalidengan UU No.

2.2.2.1.1 Pajak UMKM (Peraturan Pemerintah (PP) No. 46 tahun 2013)

  Dalam hal peredaran bruto Wajib Pajak telah melebihi jumlahRp4.800.000.000 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) pada suatu tahun pajak, atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pada tahun pajakberikutnya dikenai tarif PPh berdasarkan ketentuan Undang-Undang PPh Dasar pengenaan pajak yang digunakan untuk menghitung PPh yang bersifat final adalah jumlah peredaran bruto setiap bulan. Didasarkan pada jumlah peredaran bruto dari bulan saat Wajib Pajak terdaftar sampai dengan bulan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah(PP) ini yang disetahunkan, dalam hal Wajib Pajak terdaftar pada tahun pajak yang sama dengan tahun pajak saat berlakunya Peraturan Pemerintah(PP) ini di bulan sebelum Peraturan Permerintah (PP) ini berlaku.

2.2.2.1.2 Pajak Penghasilan (PPh 21)

  Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain yang diterima ataudiperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan. Pajak Penghasilan adalah pajak yang dibebankan pada penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya.

1. Sejarah Pajak Penghasilan (PPh)

  Pengenaan pajak langsung sebagai cikal bakal dari Pajak Penghasilan sudah terdapat pada zaman Romawi Kuno, antara lain dengan adanya pungutanyang bernama tributum yang berlaku sampai dengan tahun 167 sebelum Masehi. Pengenaan Pajak Penghasilan secara eksplisit yang diatur dalam suatuUndang - Undang sebagai Income Tax baru dapat ditemukan di Inggris pada tahun1799.

2. Pajak Penghasilan di Indonesia

  Pada periode sampai dengan tahun 1908 terdapat perbedaanperlakuan perpajakan antara penduduk pribumi dengan orang Asia dan Eropa, dengan kata lain dapat dikatakan bahwa terdapat banyak perbedaan dan tidak adauniformitas dalam perlakuan perpajakan tercatat beberapa jenis pajak yang hanya diperlakukan kepada orang Eropa seperti "patent duty". 8 tahun1967 tentang Psnibahan dan Penyempurnaan Tatacara Pemungutan PajakPendapatan 1944, Pajak Kekayaan 1932 dan Pajak Perseroan tahun 1925 yang dalam praktek lebih dikenal dengan UU MPO dan MPS.

3. Subyek Pajak Penghasilan

  Bentuk usaha tetap yaitu bentuk usaha yang digunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangkawaktu dua belas bulan, atau badan yang tidak didirikan dan berkedudukan di Indonesia, yang melakukan kegiatan diIndonesia. Obyek Pajak PenghasilanYang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yangberasal dari Indonesia maupun dari Luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan,dengan nama dan dalam bentuk apapun.

2. Bendahara Pemerintah baik Pusat maupun Daerah 3

  Orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas serta badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain kepada jasatenaga ahli, orang pribadi dengan status subjek pajak Luar Negeri, peserta pendidikan, pelatihan dan magang. Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat lain dari negara asing, dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama mereka, dengan syarat :a.

2. Pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh

  Imbalan kepada bukan pegawai, antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan imbalan sejenis dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagaiimbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan 6. Penerimaan dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan dalam bentuk apapun yang diberikan oleh wajib pajak atau Pemerintah, kecualidiberikan oleh bukan wajib pajak, wajib pajak yang dikenakan PajakPenghasilan yang bersifat final dan yang dikenakan Pajak Penghasilan berdasarkan norma penghitungan khusus (deemed profit).

4. Zakat yang diterima oleh orang pribadi yang berhak dari badan atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah

  Pegawai, penerima pensiun berkala, serta bukan pegawai yang menerima penghasilan dari pemotong PPh Pasal 21 secara berkesinambungan dalam1 tahun kalender wajib membuat surat pernyataan yang berisi jumlah tanggungan keluarga pada awal tahun kalender atau pada saat mulaimenjadi subjek pajak dalam negeri sebagai dasar penentuan PTKP dan wajib menyerahkannya kepada pemotong pajak saat mulai bekerja ataumulai pensiun 3. Dalam hal terjadi perubahan tanggungan keluarga, pegawai, penerima pensiun berkala dan bukan pegawai yang menerima penghasilan dari pemotong PPh Pasal 21 secara berkesinambungan dalam 1 tahun kalenderwajib membuat surat pernyataan baru dan menyerahkannya kepada pemotong PPh Pasal 21 paling lama sebelum mulai tahun kalenderberikutnya 4.

2.2.2.2 Pengertian Pajak Daerah

  Dapat di paksakan (bersifat yuridis)Menurut Brotodiharjo, R (1982:2): “Pajak adalah iuran rakyat kepada Negara (yang dapat di paksakan) yang terutang oleh Wajib Pajak membayarnya berdasarkan peraturan - peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali yanglangsung dapat di tunjuk dan yang dapat di gunakan untuk membiayai pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakanP emerintah”. Menurut Mardiasmo, (2002:5) : “Pajak adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang yang dapat di paksakan berdasarkan peraturan perundang-undanganyang berlaku di gunakan untuk membiayai penyelenggarakan pemerintah daerah dan pembangunan daerah ”.

2.2.2.2.1 Peraturan Daerah (Perda) No. 4 tahun 2011

  Pajak Daerah yang selanjutnya dapat disebut Pajak adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifatmemaksa berdasarkan Undang - Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran. Pasal 15 (1) Wajib Pajak Restoran wajib mencantumkan Pajak Restoran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dalam bukti transaksi yang diberikan kepada subjekPajak Restoran.(2) Dalam hal Wajib Pajak Restoran tidak mencantumkan Pajak Restoran dalam bukti transaksi yang diberikan kepada Subjek Pajak Restoran, maka jumlahpembayaran telah termasuk Pajak Restoran.

2.2.4 Teori kepatuhan perpajakan

  Wajib Pajak patuh adalah Wajib Pajak yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajibpajak yang memenuhi criteria tertentu yang dapat diberikan pengembalian pendahuluan atas kelebihan pembayaran pajak. Pajak yang dapat diangsur pembayarannya adalah: pajak yang masih harus diabayar dalam Surat Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar,Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat KeputusanPembetulan, Surat Keputusan Keberatan, dan Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar tambah.

3. Program pemantauan kepatuhan dan verifikasi yang efektif 4

  Time out adalah waktu yang terpakai oleh Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, mulai dari waktu yang terpakai untuk membaca formulir SPT dan buku petunjuknya, waktu untuk berkonsultasi dengan akuntandan konsultan pajak untuk mengisi SPT, serta waktu yang terpakai untuk pergi dan pulang ke Kantor Pajak. Distortion cost adalah biaya yang timbul sebagai akibat perubahan- perubahan dalam proses produksi dan faktor produksi karena adanaya pajak tersebut, yang pada gilirannya akan merubah pola perilaku ekonomi.

2.3 Kerangka pemikiran

  Bagaimana kepatuhan pemilikRumah Makan Palupi dalam memenuhi kewajibanperpajakannya? Pengetahuan perpajakan yang dimiliki oleh wajib pajak merupakan hal yangpaling mendasar yang harus dimiliki oleh wajib pajak karena tanpa adanyapengetahuan tentang pajak, maka sulit bagi wajib pajak dalam menjalankankewajiban perpajakannya.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

  Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan pendekatan yang menekankan pada deskripsi yang terjadi secara alamiah, apa adanya dalamsituasi normal yang tidak di manupulasi keadaan dan kondisinya. Jadi yang dimaksud dengan pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan penelitian data deskriptif berupa kata - kata tertulisatau lisan tentang orang - orang, perilaku yang dapat diamati sehingga menemukan kebenaran yang dapat diterima oleh akal sehat manusia.

3. Metode ini lebih pada menyesuaikan diri dengan penajaman bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi

  Studi KepustakaanBerupa kegiatan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian dengan mengumpulkan dan mempelajari literature dan buku yangberhubungan dengan masalah yang akan diteliti, selain itu studi pustaka dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh landasan teori yang relevandengan permasalahan guna memecahkan masalah. Wawancara dengan pihak-pihak yang terkait secara langsung dengan informan, seperti bagian personalia, bagian keuangan dan akuntansi untuk memperoleh data dan informasi yang diharapkan dapat bergunadalam mengetahui kepatuhan wajib pajak pada rumah makan palupi.

3.4 Teknik Analisis Data

  Bogdan menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahamidan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Berdasarkan hal tersebut di atas dapat dikemukakan disini bahwa, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperolehdari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit,melakukan sintesa dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

1. Analisis Sebelum di Lapangan

  Analisis dilakukan terhadap data hasil studipendahuluan atau data skunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifatsementara, dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama dilapangan.

2. Analisis Selama di Lapangan Model Miles dan Huberman

  Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan berubah bila tidakditemukan bukti - bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila data kesimpulan data yangdikemukakan pada tahap awal, didukung oleh kembali bukti - bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data,maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.1.1 Sejarah Singkat Rumah Makan Palupi

  Usaha bebek goreng ini dimulai hampir dua puluh tahun yang lalu yaitu 57 Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. Perkembangan Rumah Makan Palupi sekitar 5 tahun terakhir terlihat jelas yang awalnya hanya berbentuk warung kaki lima (didepan emperan PerpustakaanDaerah Rungkut) sekarang sudah berkembang menjadi rumah makan yang memiliki tempat yang tetap dan lebih nyaman.

4.1.2 Motto

  Hanya satu prinsip Pak Sam yaitu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan dan menjaga cita rasamakanan agar tetap enak. Berikut ini produk andalan Rumah Makan Palupi : Gambar 3: Produk Rumah Makan Palupi Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.

4.1.3 Pegawai Rumah Makan Palupi (Rungkut Asri Tengah)

Jumlah pegawai Rumah Makan Palupi adalah 10 orang dibagi sift siang dan sift malem yang terdiri dari :a. 3 orang bagian penggorengan b.4 orang bagian pelayanan c.3 orang bagian cuci piring

4.2 Kepatuhan Wajib Pajak

4.2.1 Kepatuhan Wajib Pajak Rumah Makan Palupi

  Dan apabila semua rumah makan dikenakan pajak 10% sayasetuju mas.” Dari hasil wawancara dengan Pemilik Rumah Makan Palupi yaitu BapakSam, bahwa kepatuhan wajib pajak yang ada di Rumah Makan Palupi sudah baik dalam memenuhi kewajiban Pajak Daerah yaitu Pajak Restoran (10%) meskipunPemilik Rumah Makan Palupi merasa terbebani dan tidak setuju dengan dikenakannya pajak 10%. Dari hasil wawancara akhir dengan Pemilik Rumah Makan Palupi dan Staf bagian Penetapan dan Pendataan di UPTD (Pelayanan Pajak Daerah Surabaya 8)bahwa kepatuhan wajib pajak yang ada di Rumah Makan Palupi yang berada diRungkut Asri Tengah memenuhi kepatuahn wajib pajak restorannya, Pemilik RumahMakan Palupi berusaha mematuhi kewajiban Pajak nya dengan sebaik mungkin agar pembangunan Kota Surabaya berjalan dengan baik.

4.2.2 Kriteria Kepatuhan Wajib Pajak

  Pajak yang dapat diangsur pembayarannya adalah: pajak yang masih harus diabayar dalam Surat Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar,Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat KeputusanPembetulan, Surat Keputusan Keberatan, dan Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar tambah. Sekarang sistem yang digunakannya pun sudah berubah dari yang awalnya itu memakai official assessment system (suatu sistem pemungutan pajak yang wewenangkepada Pemerintah untuk menentukan besarnya Pajak yang terhutang oleh WajibPajak) menjadi self assessment system (suatu sistem pemungutan Pajak yang memberi wewenang kepada Wajib Pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak terhubung).

4.3 Pembahasan

  Pajak yang dapat diangsur pembayarannya adalah: pajak yang masih harus diabayar dalam Surat Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar,Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat KeputusanPembetulan, Surat Keputusan Keberatan, dan Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar tambah. Sekarang sistem yang dipergunakantelah berubah dari yang awalnya menggunaka official assessment system (suatu Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. Kegunaan Pajak Daerah di Kota Surabaya sangat berguna dikarenakan diKota Surabaya ini tidak mempunyai Sumber Daya Alam (SDA), gas bumi, minyak bumi dan wisata.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan data - data yang diuraikan pada bab - bab sebelumnya, dapat dikatakan bahwa Rumah Makan Palupi merupakan jenis Usaha Kecil Menengah(UKM) yang mempunyai NPWPD (No Pokok Wajib Pajak Daerah) serta NOP (NoObjek Pajak) yang harus dikenakan Pajak Pusat yang berupa Pajak Penghasilan (PPh21) dan Pajak Penghasilan UMKM (1%) serta Pajak Daerah yang berupa Pajak Restoran (10%). Perhitungan yang dilakukan kepada wajib pajak menganut self assessment yang memberikan wewenang sepenuhnya terhadap wajib pajak untuk menentukansendiri besarnya pajak yang terhutang hal ini menggantikan official assessment yang memberikan wewenang sepenuhnya pada Pemerintah untuk menentukan besarnyapajak yg terhutang oleh wajib pajak.

5.2 Saran

  Bagi Pemilik Rumah Makan Palupi  Dalam upaya memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak sebaiknya syarat - syarat dan ketentuan yang berlaku seperti melaporkan Pajak Pengahasilan(PPh 21) dan Pajak UMKM (PP No. Bagi Dirjen Pajak dan UPTD (Pelayanan Pajak Daerah Surabaya 8)  Agar memberikan pemahaman lebih seperti apa yang harus dilakukan wajib pajak dan apa kewajiban yang harus dilaksanakan bagi wajib pajak.

5.3 Keterbatasan Penelitian

  Dalam penelitian ini keterbatasan yang dihadapi peneliti adalah: 1. Informan yang ada dalam penelitian terbatas jumlahnya, sehingga hasil kurang sempurna.

2. Terbatasnya data yang di ambil dari UPTD Pelayanan Pajak Daerah Surabaya 8

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.

DAFTAR PUSTAKA

  Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim : Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA KECIL ME..

Gratis

Feedback