PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP KEMAMPUAN KONSEP BANGUN RUANG.

Gratis

0
1
4
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)

TERHADAP KEMAMPUAN KONSEP BANGUN RUANG

1) 2) 3)

Hesti Wulandari , St. Y. Slamet , Peduk Rintayati

  

PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Slamet Riyadi No. 449, Surakarta 57126

e-mail: hestywulandari91@yahoo.com

Abstract: The purpose of this research was to test the differences of student’s mathematical ability in application

of concept geometrical between students taught with cooperative learning model type Teams Games Tournament

(TGT) and students taught with conventional model at fifth grade of elementary school. This research is use of

quasi-experimental studies (Quasi-

Experimental Research) using the “Randomized Control Group Pretest

Posttest Posttest Design”. The research population is all fifth grade students in the second semester of

Elementary School in Jatiyoso Sub-

  District 2012/2013 year academic. Sampling technique is “Cluster Random

Sampling”. Data collection techniques of ability in application of geometrical concept is using the test. And

techniques of data analysis using t- test. The conclusion of this study is student’s ability in application of

geometrical concept taught with cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) is better

> t = 5,0667 > 2,0110). than student’s taught with cooperative learning model. (t count table

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menguji ada tidaknya pengaruh perbedaan kemampuan penerapan konsep

bangun ruang antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran koopertaif tipe Teams Games Tournament

(TGT) dan siswa yang diajar dengan model konvensional terhadap siswa kelas V SD. Penelitian ini

menggunakan metode eksperimental semu (Quasi-Experimental Research) menggunakan rancangan

“Randomized Control Groub Pretest Posttest Design”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V

semester genap SDN se-Kecamatan Jatiyoso tahun ajaran 2012/2013. Teknik pengambilan sampel dengan

Cluster Random Sampling”. Teknik pengumpulan data kemampuan penerapan konsep bangun ruang

menggunakan tes. Dan teknik analisis data menggunakan uji-t. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan

penerapan konsep bangun ruang siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

Teams Games Tournament (TGT) lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran

konvensional (t > t = 5,0667 > 2,0110). hitung tabel

Kata kunci: kemampuan penerapan konsep bangun ruang, model kooperatif, model kooperatif tipe TGT

  Pendidikan memiliki peranan yang sangat dak pasti dan kompetitif. Namun pada ke- penting dalam perkembangan sebuah Negara nyataannya pembelajaran matematika masih untuk itu pendidikan harus kita tingkatkan. kurang. Faktor yang menyebabkan siswa ke- Perkembangan pendidikan yang dilakukan sulitan dalam matematika sebenarnya bukan misalnya proses pembelajaran di SD, salah saja karena materinya yang sulit, tetapi juga satunya yaitu matematika yang merupakan karena model pembelajaran yang diberikan ilmu dasar yang berkembang secara pesat, kurang menarik dan monoton, guru masih baik materi maupun kegunaannya. Matema- menggunakan model pembelajaran konven- tika juga merupakan media komunikasi bi- sional. Abimanyu (2009) menyatakan bahwa langan dan angka untuk pemecahan persoal- pembelajaran yang berpusat pada guru me- an sehari-hari. Selain itu menurut Nyimas liputi ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Aisyah (2007) matematika juga merupakan Menurut Hamdani (2011) model pembel- ilmu universal yang mendasari perkembang- ajaran kooperatif adalah rangkaian belajar an teknologi modern, mempunyai peran da- siswa dalam kelompok tertentu untuk men- lam berbagai disiplin ilmu dan memajukan capai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. daya pikir logis, analitis, sistematis, kritis, Dengan pembelajaran kooperatif, siswa dapat dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. saling ketergantungan positif dalam belajar Siswa harus memiliki kompetensi tersebut dan terlibat aktif dalam pembelajaran, me- untuk dapat memiliki kemampuan mem- ningkatkan persahabatan antar siswa, me- peroleh, mengelola, dan memanfaatkan infor- ngurangi sifat egois dan mementingkan diri masi yang diperoleh untuk dapat bertahan hi- sendiri, untuk mengajarkan kepada siswa ten- dup dalam keadaan yang selalu berubah, ti- tang keterampilan sosial.

Penerapan model pembelajaran kooperatif rimen semu ( Quasi-Experimental Research ).

Teams Games Tournament

tipe (TGT) perlu Rancangan penelitian yang digunakan adalah

Randomized Control Groub Pretest Posttest

dilaksanakan dalam pembelajaran matema-

tika agar semua siswa dapat ikut aktif dalam

Design”. Populasi penelitian ini adalah selu-

pembelajaran yang menyenangkan, siswa da- ruh siswa kelas V semester genap SDN se- pat termotivasi untuk bisa ikut berperan aktif Kecamatan Jatiyoso tahun ajaran 2012/2013. dan memperoleh poin untuk kelompoknya Dalam penentuan sampel secara rambang se- sehingga mau tidak mau siswa dengan ke- mua anggota populasi, secara individual atau mampuan yang rendah akan berusaha untuk secara kolektif, diberi peluang yang sama un- mempelajari materi yang sedang diajarkan. tuk menjadi anggota sampel teknik yang di-

Teams Games Tournament (TGT) adalah sa- gunakan adalah sampel rumpun ( Cluster ran-

dom sampling

  lah satu pembelajaran kooperatif yang me- ) karena unit yang tersedia da- nempatkan siswa dalam kelompok-kelompok lam populasi adalah kelompok bukan meru- belajar yang terdiri dari 5 sampai 6 orang sis- pakan individu (Suwarto dan Slamet, 2007). wa yang heterogen baik dalam kemampuan Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas akademis, jenis kelamin, suku bangsa atau V SDN 01 Jatiyoso dengan jumlah 28 siswa, ras yang berbeda (Isjoni, 2012). kelas kontrol yaitu siswa kelas V SDN 02 Dalam penelitian ini yang menjadi sasaran Petung dengan jumlah 22 siswa, dan kelom- adalah kemampuan konsep bangun ruang, pok uji coba instrumen yaitu siswa kelas V yaitu mengidentifikasi sifat-sifat bangun ru- SDN 02 Tlobo dengan jumlah 18 siswa. ang. Yang biasanya oleh guru hanya disam- Pengujian hipotesis dalam penelitian ini paikan dengan menggunakan model konven- menggunakan analisis perbedaan dua perla- sional, siswa hanya mendengarkan penjela- kuan dengan langkah-langkah yaitu uji kese- san guru, mengerjakan LKS dan mengerja- imbangan yang dilakukan sebelum tindakan, kan soal evaluasi. Dalam pembelajaran koo- uji prasyarat yaitu uji normalitas untuk peratif tipe TGT siswa belajar dalam kelom- mengetahui bahwa sampel berdistribusi nor- pok, dan terdapat turnamen yang membuat mal dan uji homogenitas untuk mengetahui mereka tidak bosan dan lebih paham terha- sampel homogen sedangkan untuk menguji dap materi pembelajaran. hipotesis menggunakan uji-t.

HASIL METODE

  Dalam tahap pengumpulan data peneliti Dalam melaksanakan penelitian ada bebera-

pa perencanaan dari tahap-tahap yang akan di- menggunakan instrumen soal yang telah mela-

lui uji validitas, reliabilitas, indeks kesukaran laksanakan. Penetapan tahap-tahap ini dilaku- soal dan daya pembeda soal. Instrument soal kan agar penelitian yang akan dilaksanakan ini kemudian diujikan untuk mendapatkan hasil mencapai hasil yang sesuai dengan yang diha-

rapkan oleh peneliti. Tahapan tersebut antara pretest dan posttest yang akan diberikan pada

lain tahap penulisan proposal, tahap observasi, objek penelitian. pretest

tahap penyusunan instrumen, tahap pengum- Berdasarkan hasil kedua sampel

pulan data, tahap analisis data, dan tahap pe-

dinyatakan memiliki kemampuan awal sama

nyusunan laporan. hitung

karena t tidak berada dalam daerah kritik

Teknik yang digunakan untuk mengumpul- hitung tabel

atau dengan kata lain t ≤ t yaitu

kan data dalam penelitian ini difokuskan pada

diterima. De-

0,1210 ≤ 2,011 sehingga H instrumen tes tertulis dengan menggunakan

ngan demikian maka kedua sampel memiliki

bentuk tes objektif. Dalam tahap pengumpulan

kemampuan awal yang sama dan seimbang.

data sampel penelitian dibagi menjadi 2 kelom-

Kemudian uji prasyarat dilanjutkan deng-

pok yaitu kelompok eksperimen dengan model

an uji normalitas, rincian uji normalitas dapat

pembelajaran kooperatif teams games tourna-

dilihat pada rangkuman tabel berikut ini:

ment , sedangkan kelompok lain memakai mo- del pembelajaran konvensional untuk kemudi- Tabel 1. Uji Normalitas an dibandingkan hasilnya.

No Kelompok L L hitung tabel

Penelitian ini termasuk penelitian kuanti-

1. Eksperimen 0,0833 0,161

tatif dengan menggunakan metode ekspe-

2. Kontrol 0,1505 0,173 Berdasarkan uji normalitas kedua kelom- lai t hitung adalah 5,0667, dan t tabel sebesar pok (sampel) diketahui kelompok eksperi- 2,0110 ini berarti bahwa nilai t hitung tabel ya-

≥ t

men dan kelompok kontrol bahwa L hitung bu- ditolak, ma-

itu 5,0667 ≥ 2,0110 sehingga H

kan anggota daerah kritik karena pada ke- ka ada perbedaan yang signifikan antara ke- lompok eksperimen L hitung tabel yaitu lompok kontrol dan kelompok eksperimen.

≤ L hitung Pada saat awal sebelum perlakuan hasil t hitung

0,0833 ≤ 0,161, dan kelompok kontrol L tabel yaitu 0,1505 diteri- tidak berada dalam daerah kritik atau dengan

≤ L ≤ 0,161. Jadi H

ma, sehingga kedua kelompok sampel bera- kata lain t hitung tabel

≤ t yaitu 0,1210 ≤ 2,011 se-

sal dari populasi yang berdistribusi normal. hingga H diterima. Artinya tidak ada perbe- Setelah dilakukan uji normalitas dilanjut- daan nilai kemampuan penerapan konsep kan dengan uji homogenitas yaitu untuk bangun ruang antara kelompok kontrol mau- menguji kedua sampel apakah memiliki ting- pun kelompok eksperimen. Perbedaan ini di- kat kesamaan varian atau tidak, berikut ada- sebabkan oleh model pembelajaran yang ber- lah rangkuman tabel untuk uji homogenitas: beda yang diberikan kepada kelompok kon- trol dan kelompok eksperimen berbeda.

Pada kelompok kontrol (SD Negeri 02 Pe-

Tabel 2. Uji Homogenitas �2 �2

Kelompok hitung tabel

tung) dilakukan tindakan menggunakan mo-

Kelompok kontrol 1,296541 3,8410

del pembelajaran konvensional. Dan pada ke-

dan eksperimen

lompok eksperimen (SD Negeri 01 Jatiyoso) dilakukan tindakan menggunkan model pem- Uji homogenitas pada data kemampuan belajaran kooperatif tipe Teams Games Tour- penerapan konsep bangun ruang, diketahui

nament

(TGT). Setelah perlakuan dan diada-

�2

bahwa hitung bukan merupakan anggota dae-

posttest

kan nilai hasil penerapan kemampu-

�2 �2

rah kritik atau dengan kata lain hitung < tabel an matematika siswa yang diberi tindakan (1,296541 < 3,8410), maka H diterima, yang dengan yang menggunakan model pembela- berarti bahwa kedua kelompok sampel dinya- jaran konvensional terdapat perbedaan yang takan homogen atau memiliki kesamaan signifikan. Dari perhitungan rata-rata nilai karakter antara kelompok eksperimen dengan dari kelompok kontrol adalah 52,0455 dan kelompok kontrol. rata-rata nilai dari kelompok eksperimen ada-

Setelah uji prasyarat terpenuhi, selanjut- lah 72,6786. Hal ini dapat terjadi karena pada nya pengujian hipotesis. Data yang terkum- kelompok eksperimen dilakukan tindakan pul dalam penelitian ini adalah data kuan- menggunkan model pembelajaran kooperatif titatif. Analisis data yang digunakan adalah

Teams Games Tournament

tipe (TGT) se- uji t. hingga siswa lebih termotivasi untuk belajar agar saat turnamen mereka bisa memperoleh

Tabel 3. Uji Hipotesis

skor yang akan disumbangkan kepada ke-

Kelompok t t hitung tabel

lompok. Slavin, (2005) mengemukakan bah-

Kelompok kontrol 5,09801 2,0110

wa TGT menambahkan dimensi kegembiraan

dan eksperimen

yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman satu tim akan saling membantu dalam

Pada hasil uji t hitung di atas, nilai t hitung ada- mempersiapkan diri untuk permainan dengan

tabel

lah 5,0667, dan t sebesar 2,0110, sehingga mempelajari lembar kegiatan dan menje-

hitung

t merupakan anggota dari daerah kritik. laskan masalah-masalah satu sama lain, te-

Maka, H ditolak, artinya ada perbedaan ke- tapi sewaktu siswa sedang bermain dalam ga- mampuan penerapan konsep bangun ruang me temannya tidak boleh mengganggu, me- kelompok eksperimen yang menerapkan mo- mastikan telah terjadi tanggung jawab indi- del pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan vidual. kelompok kontrol yang menerapkan model

Pada kelompok kontrol siswa diajar de- pembelajaran konvensional. ngan model pembelajaran konvensional se- hingga siswa hanya duduk, diam dan mende-

PEMBAHASAN

ngarkan apa yang telah disampaikan oleh Setelah dilakukan tindakan dan diujikan guru, dan menjawab soal latihan. Mereka ti- dengan statistik uji hasilnya menunjukkan ni- dak mempunyai kesempatan untuk ikut aktif bangun ruang siswa antara yang diajar deng- dalam pembelajaran. Pembelajaran konven- an menggunakan model pembelajaran koope-

Teams Games Tourna-ment

sional adalah pembelajaran yang biasa dila- ratif tipe (TGT) kukan oleh guru dalam mengajar. Model lebih baik daripada yang diajar dengan model pembelajaran konvensinal sama artinya de- pembelajaran konvensional pada materi ngan pembelajaran yang lebih berpusat pada mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang pa- guru. Abimanyu (2009) menyatakan bahwa da siswa kelas V SD Negeri se-Kecamatan pembelajaran yang berpusat pada guru meli- Jatiyoso kabupaten Karanganyar tahun ajaran puti ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. 2012/2013. Hal ini dapat dilihat dari hipote- sis uji yaitu menunjukkan bahwa nilai t hitung adalah 5,0667, dan t tabel sebesar 2,0110 ini

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disim- berarti bahwa nilai t hitung tabel yaitu 5,0667

≥ t

pulkan bahwa kemampuan penerapan konsep ditolak.

≥ 2,0110 sehingga H

DAFTAR PUSTAKA

Strategi Pembelajaran.

Abimanyu. S. et al. (2009). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Pengembangan Pembelajaran Matematika SD.

Aisyah. N. (2007).

Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: CV Pustaka Setia.

Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar

Isjoni. (2012).

Peserta Didik.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cooperative Learning teori, Riset dan Praktik.

Slavin, R.E. (2005).

Terj.Yusron N. Bandung: Nusa Media. Suwarto &amp; Slamet. St.Y. (2007). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif. Surakarta:

UNS Press.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
23
195
21
KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
98
1
EFEKTIFITAS BERBAGAI KONSENTRASI DEKOK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum capsici SECARA IN-VITRO
4
155
1
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
139
2
PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME
57
254
37
FENOMENA INDUSTRI JASA (JASA SEKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ( Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya)
63
368
2
PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)
127
498
26
PENGARUH DIMENSI KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI CAFE MADAM WANG SECRET GARDEN MALANG
18
115
26
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA
11
131
124
PENGARUH PERMAINAN KONSTRUKTIF DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK TUNARUNGU
9
128
29
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP INOVASI PRODUK DENGAN LOYALITAS MEREK
2
79
2
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN PASIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN SEMEN PCC
5
68
1
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN BEBAS TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA KESUSILAAN DENGAN KORBAN ANAK (Putusan Nomor 24/Pid.Sus/A/2012/PN.Pso)
7
77
16
DAMPAK INVESTASI ASET TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP INOVASI DENGAN LINGKUNGAN INDUSTRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2012)
11
129
22
EFEK XYLITOL TERHADAP pH SALIVA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIPAPAR Candida albicans
1
58
18
Show more