Efek hepatoprotektif ekstrak metanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida: kajian terhadap praperlakuan jangka waktu 30 menit.

Gratis

0
3
114
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Jika Anda cukup berani untuk mencintai maka kadang menang dan kadang kalah; jika Anda mau mencoba, maka kadang berhasil dan kadang tidak; jikaAnda cukup berani untuk bermimpi dan menemukan Anda bersama dengan impian-impian yang tidak terwujud, maka Anda bisa melihat kembali daripuncak gunung tempat Anda berdiri ke dalam mimpi-mimpi itu. Dan sadarilah bahwa betapa penuhnya hidup Anda dan betapa banyaknyakenangan indah yang terkadang tertutup oleh impian yang hancur tersebut.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  tanarius dosis 3840, 1280, dan 426 mg/kgBBpada tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/kgBB dengan pengaruh praperlakuan jangka waktu 30 menit ..... Purata ± SE nilai aktivitas serum ALT dan AST darah tikus akibat pemberian ekstrak metanol-air daun M.

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Hati merupakan organ yang mempunyai fungsi utama dalam tubuh, yaitu untuk sintesis, ekskresi, dan metabolisme (Chandrasoma dan Taylor, 1995). Sebagai organ metabolisme, hati berperan dalam pembentukan dan ekskresi

  Phommart, Sutthivaiyakit, Chimnoi, Ruchirawat, dan Sutthivaiyakit (2005), melaporkan bahwa senyawa yang terkandung dalam Macaranga tanarius L., yaitutanariflavanon C, tanariflavanon D, nymphaeol A, nymphaeol B, dan nymphaeol C memiliki aktivitas antioksidan dan dapat berfungsi sebagai agen antiinflamasi. tanarius yang dapat memberikan efek hepatoprotektif pada tikus terinduksi karbon tetraklorida dengan pengaruhpraperlakuan jangka waktu 30 menit sehingga dapat digunakan untuk membandingkan dengan dosis paling efektif pada praperlakuan jangka panjang.

1. Perumusan masalah

  tanarius pada tikus terinduksi karbon tetraklorida telah dilaporkan oleh Windrawati (2013) dengan hasil dosis 3840 mg/kgBB merupakan dosis paling efektif. Tiala (2013) juga telah melaporkan bahwa praperlakuan jangka waktu 30menit merupakan waktu paling efektif penggunaan secara jangka pendek ekstrak 5 metanol-air daun M.

3. Manfaat penelitian

  Manfaat praktisPenelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan masyarakat dalam penggunaan tanaman M. tanarius khususnya sebagaialternatif pencegahan penyakit hati.

B. Tujuan

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Anatomi Fisiologi Hati Hati adalah kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak di bagian teratas

  tanarius sebagai hepatoprotektor pada tikus yangterinduksi karbon tetraklorida dengan pengaruh praperlakuan jangka waktu 30 menit. Sel- sel ini terletak di antara sinusoid yang terisi darah dan saluran empedu (lihat Selain cabang-cabang vena porta dan arteria hepatika yang melingkari bagian perifer lobulus hati, juga terdapat saluran empedu. Saluran empeduinterlobular membentuk kapiler empedu yang sangat kecil dinamakan kanalikuli, yang berjalan di tengah-tengah lempengan sel hati (Price and Wilson, 1984).

B. Kerusakan Hati

  Kerusakan sel hati akut umumnya diakibatkan nekrosis sel hati yang luas dan akut yang dapat disebabkan oleh virus hepatitis, obat dan bahan kimia yang Kerusakan sel hati kronis biasanya diakibatkan oleh sirosis, yang berkaitan dengan nekrosis sel hati, fibrosis, dan regenerasi nodular. Steatonecrosis, kerusakan sel hati akut yang ditandai dengan penumpukan lemak pada sel-sel hati dan terjadi karena adanya senyawa yangmempengaruhi proses oksidasi asam lemak di dalam mitokondria.

C. Hepatotoksin

  Hepatotoksin merupakan zat yang mempunyai efek toksik pada hati dengan dosis berlebih atau diberikan dalam jangka waktu lama sehingga dapatmenimbulkan kerusakan hati akut, subkronik, maupun kronik (Zimmerman, 1978). Hepatotoksin tak teramalkan (idiosinkratik)Senyawa yang termasuk golongan ini, yaitu senyawa yang mempunyai sifat tidak toksik pada hati, akan tetapi dapat menyebabkanpenyakit hati pada individu yang hipersensitif terhadap senyawa tersebut yang diperantarai oleh mekanisme alergi (misalnya sulfonamid, halotan) ataukarena keabnormalan metabolik menuju penumpukan metabolit toksik (misalnya iproniazid, isoniazid) (Zimmerman, 1978; Donatus, 1992).

D. Karbon tetraklorida

  Karbon tetraklorida memiliki BM 153,82 dan sangat sukar larut dalam air, dapat bercampur dengan etanol mutlak dan dengan eter (Dirjen POM, 1995). Menurut Zimmerman (1999), peningkatan aktivitas AST dan ALT ketika terjadi steatosis akibat pemberian hepatotoksin karbon tetraklorida masing-masingadalah empat dan tiga kali lipat dibanding nilai normal (Tabel I).

E. Metode Hepatotoksisitas

  Uji enzim serumKerusakan sel-sel hati dapat dilihat dari peningkatan serum aminotransferase secara signifikan yang mendahului terjadinya kenaikanjumlah bilirubin total dan alkaline phospatase. Pemeriksaan asam amino dan proteinPemeriksaan asam amino dan protein penting dilakukan karena metabolisme asam amino di hati membentuk ammonia dan ureum terjadisecara lebih lambat dan meningkatkan kadar globulin (Zimmerman, 1978).

F. Macaranga tanarius L

  Kandungan kimia Matsunami, et al., (2006, 2009) juga melaporkan bahwa daun M.tanarius mengandung macarangiosida A, macarangiosida B, macarangiosida C, macarangiosida D, dan malofenol B, lauroside E, methyl brevifolin carboxylate , hyperin dan isoquercitrin, lignan glukosida, pinoresinol, dan 2 megastigman glukosida yang kemudian dinamakan macarangiosida E dan F. Struktur senyawa yang terkandung dalam M.

4. Khasiat dan kegunaan

  tanarius selain kaya akan tanin, dapat digunakan sebagai obat diare, luka dan antiseptik (Lin, Nonaka, and Nishioka, 1990). tanarius digunakan sebagai antipiretik dan antitusif, akar keringnya digunakan sebagai agen emetik dan daunsegarnya digunakan untuk penutup luka serta mencegah terjadi inflamasi.

G. Metode Penyarian

  Ekstrak merupakan sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif yang berasal dari simplisia nabati atau hewani denganmenggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian rupahingga memenuhi baku yang telah ditetapkan (Dirjen POM, 1995). Cairan penyari akan menembusdinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif didalam dan di luar sel, maka larutan yang terpekat didesak keluar.

H. Keterangan Empiris

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan penelitian acak lengkap pola searah. B. Variabel dan Definisi Operasional

  Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui dosis paling efektif pemberian ekstrak metanol-air daun M. tanariussebagai hepatoprotektor pada tikus yang terinduksi karbon tetraklorida dengan pengaruh praperlakuan waktu paling efektif secara jangka pendek yaitu 30 menit.

1. Variabel penelitian

  Variabel tergantungVariabel tergantung dari penelitian ini adalah efek hepatoprotektif ekstrak metanol-air daun M. tanarius pada tikus terinduksi karbontetraklorida dengan pengaruh praperlakuan jangka waktu 30 menit yang ditandai dengan tolok ukur berupa penurunan aktivitas Alanine Aminotransferase (ALT) dan Aspartate Transaminase (AST).

2. Definisi operasional

  tanarius adalah ekstrak kental yang diperoleh dengan mengekstraksi 10,0 g serbuk kering daun M. tanarius dalam 100 mlpelarut metanol 50% secara maserasi selama 3 x 24 jam dengan kecepatan putar 140 rpm, kemudian disaring menggunakan kertas saring, dan diuapkanmenggunakan rotary vacuum evaporator serta menggunakan oven selama 24 o jam pada suhu 50 C hingga bobot pengeringan tetap dengan susut pengeringan sebesar 0%.

C. Bahan Penelitian

  Hewan uji yang digunakan, yaitu tikus jantan galur Wistar, umur 2-3 bulan dengan berat badan 150-250 g, diperoleh dari Laboratorium ImonoFakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. CMC-Na 1% sebagai bahan untuk membuat suspensi ekstrak metanol-air daun M.

D. Alat Penelitian

  tanarius Alat untuk pembuatan serbuk kering daun M. Alat pembuatan ekstrak metanol-air daun M.

E. Tata Cara Penelitian 1

  tanarius adalah sebagai berikut: D x BB = C x V D x 0,250 kg = 384 mg/ml x 2,5 mlD = 3840 mg/kgBB Peringkat dosis II ditetapkan dengan menurunkan sepertiga dari dosis tertinggi (⅓ x 3840 mg/kgBB = 1280 mg/kgBB) dan peringkat dosis IIIditetapkan dengan menurunkan sepertiga dari peringkat dosis II (⅓ x 1280 mg/kgBB = 426 mg/kgBB). Pembuatan larutan hepatotoksin karbon tetraklorida 50% Hepatotoksin karbon tetraklorida dibuat dengan cara mencampurkan 50 ml karbon tetraklorida dengan 50 ml olive oil sehingga diperoleh konsentrasi50%.

10. Uji pendahuluan

  Penentuan dosis karbon tetrakloridaPenetapan dosis karbon tetraklorida bertujuan untuk mengetahui dosis karbon tetraklorida yang mampu menyebabkan kerusakan pada hatitikus yang ditandai dengan peningkatan aktivitas serum ALT dan AST paling tinggi. Penentuan waktu pemejanan hapatotoksin karbon tetraklorida praperlakuan jangka waktu 30 menit Tiala (2013) melaporkan bahwa merupakan waktu paling efektif ekstrak metanol-air daun M.

13. Penetapan aktivitas serum kontrol dan serum ALT-AST

  Analisis dilakukan dengan caramencampurkan 800 dengan 200 μL reagen I μL reagen II, didiamkan selama 1 menit, kemudian dicampurkan dengan 100μL serum kontrol, dihomogenkan dengan vortex, lalu dibaca absorbansi setelah 2 menit. Analisis fotometri serum ALT dan AST, masing-masing dilakukan dengan cara sebagai berikut: 800μL reagen I dicampur dengan 200 μL reagen II, didiamkan selama 1 menit, kemudian dicampurkan dengan 100 μL serum darah tikus, dihomogenkan dengan vortex, lalu dibaca absorbansi setelah 2 menit.

F. Tata Cara Analisis Hasil

  Data aktivitas serum ALT-AST dianalisis dengan metode Kolmogorov- Smirnov untuk mengetahui distribusi data setiap kelompok dan analisis varian untuk melihat homogenitas varian antar kelompoknya sebagai syarat analisis parametrik. Efek hepatoprotektif ekstrak metanol-air daun M.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan menentukan dosis paling efektif pemberian

A. Determinasi Tanaman

  tanarius sebagai hepatoprotektor pada tikus yang terinduksi karbon tetraklorida dengan pengaruh praperlakuan jangka waktu 30menit. Efekhepatoprotektif ditunjukkan dengan adanya penurunan aktivitas serum ALT-AST akibat pemberian ekstrak metanol-air daun M.

B. Penetapan Kadar Air Serbuk Daun M. tanarius

  tanarius dilakukan selama 3 x 24 jam agar semua senyawa aktif yang terkandung dalam daun M. Prinsip kerja rotary vacuum evaporator adalah destilasi, yaitu memisahkan cairan penyari dan zat tersari dengan cara penurunan tekanan pada labu alas bulat dan pemutaran labu alas bulat sehingga pelarut dapat menguap lebih cepat di bawah titik didih.

D. Uji Pendahuluan

1. Penentuan dosis hepatotoksik karbon tetraklorida

  Penentuan dosis hepatotoksik karbon tetraklorida dilakukan untukmengetahui dosis karbon tetraklorida yang mampu menyebabkan kerusakan pada hati tikus (steatosis), ditandai dengan adanya peningkatan aktivitas serum ALT-AST. Penetapan dosis ini berdasarkan penelitian yang telah dilakukansebelumnya, dimana pada dosis tersebut dengan rute pemberian secara intraperitoneal terbukti mampu meningkatkan aktivitas serum ALT-AST (Janakatdan Al-Merie, 2002).

2. Penentuan waktu pencuplikan darah

  Diagram batang purata ± SE nilai aktivitas ALT serum darah tikus setelah pemberian karbon tetraklorida 2 ml/kgBB pada selang waktu 0, 24 dan 48jam Dari Gambar 6 dan Gambar 7, dapat diketahui bahwa sebelum pemberian karbon tetraklorida, purata nilai aktivitas serum ALT berada dalam batas rentangnormal sedangkan purata nilai aktivitas serum AST diatas batas rentang normal. Diagram batang purata ± SE nilai aktivitas AST serum darah tikussetelah pemberian karbon tetraklorida 2 ml/kgBB pada selang waktu 0, 24 dan 48 jam Setelah pemberian karbon tetraklorida dosis 2 ml/kgBB, nilai aktivitas serum ALT-AST darah tikus mencapai nilai aktivitas tertinggi pada selang waktu24 jam.

1. Kontrol olive oil 100% dosis 2 ml/kgBB

  Purata nilai aktivitas serum ALT pada kelompok kontrol olive oil dosis 2 ml/kgBB jam ke-24 adalah sebesar 82,2 ± 2,7 U/L dan menunjukkan perbedaanyang tidak bermakna terhadap nilai aktivitas serum ALT dalam keadaan normal(jam ke-0) (Tabel VIII). Dari Tabel IX juga dapat diketahui bahwa nilai aktivitas serum AST pada kelompok kontrol olive oil dosis 2 ml/kgBB jam ke-24 adalahsebesar 118,6 ± 5,1 U/L dan menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna terhadap nilai aktivitas serum ALT dalam keadaan normal (jam ke-0).

2. Kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida 50% dosis 2 ml/kgBB

  Adanya kenaikan aktivitas serum ALT-AST merupakan Purata nilai aktivitas serum ALT pada kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida 2 ml/kgBB adalah sebesar 246,4 ± 17,0 U/L (Tabel V) atau sekitar 3kali lipat dari purata nilai aktivitas serum ALT pada kelompok kontrol olive oil 2 ml/kgBB. Perbedaan yangbermakna tersebut berkaitan dengan tingginya aktivitas serum ALT-AST dari Aktivitas serum ALT-AST pada kelompok hepatotoksin karbon tetraklorida 2 ml/kgBB digunakan sebagai dasar dalam menentukan besarnya efekhepatoprotektif ekstrak metanol-air daun M.

3. Kontrol ekstrak metanol-air daun M. tanarius dosis 3840 mg/kgBB

  tanarius dosis 3840 mg/kgBB pada tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/kgBB dengan pengaruhpraperlakuan jangka waktu 30 menit Purata nilai aktivitas serum ALT pada kelompok perlakuan ekstrak metanol-air daun M. tanarius dosis 426 mg/kgBB pada tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/kgBB dengan pengaruhpraperlakuan jangka waktu 30 menit Purata nilai aktivitas serum ALT pada kelompok perlakuan ekstrak metanol-air daun M.

7. Perbandingan efek hepatoprotektif ekstrak metanol-air daun M. tanarius dosis 3840, 1280, dan 426 mg/kgBB pada tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/kgBB dengan pengaruh praperlakuan jangka waktu 30 menit Evaluasi terhadap efek hepatoprotektif ekstrak metanol-air daun M

  tanarius dosis3840 dan 1280 mg/kgBB mampu memberikan efek hepatoprotektif yang relatif sama pada tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/kgBB dengan pengaruhpraperlakuan jangka waktu 30 menit. Perlakuan dosis 3840 dan 1280 mg/kgBB memiliki perbedaan yang bermakna terhadap perlakuan dosis 426 mg/kgBB olive oil , maka dapat disimpulkan bahwa dosis paling efektif pemberian ekstrak metanol-air daun M.

F. Rangkuman Pembahasan

  tanarius dosis 3840, 1280, dan 426mg/kgBB mampu menurunkan aktivitas serum ALT pada tikus terinduksi karbon tetraklorida 2 ml/kgBB berturut-turut sebesar 61,1, 64,4, dan 53,0 %. tanarius dapat ditinjau dari mekanisme kerusakan hati tikus yang disebabkan oleh adanyainduksi hepatotoksin karbon tetraklorida dan aktivitas antioksidan yang terkandung di dalam ekstrak tersebut.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh dan analisis statistik yang telah

B. Saran

  tanarius sebagai hepatoprotektor pada tikus yang terinduksi karbon tetraklorida dengan pengaruhpraperlakuan jangka waktu 30 menit adalah 1280 mg/kgBB. tanarius pada tikus yang terinduksi karbon tetraklorida dengan pengaruh praperlakuan jangka waktu30 menit dengan dosis di bawah 426 mg/kgBB untuk menentukan ED 50 .

DAFTAR PUSTAKA

  Foto larutan ekstrak metanol-air daun M. Analisis statistik nilai aktivitas serum ALT pada penentuan waktu pencuplikan darah hewan uji NPar Tests Descriptive StatisticsN Mean Std.

7.60 Total

15 a,b Test StatisticsAST Chi-Square 11.580df

2 Asymp. Sig. .003

  Grouping Variable: Waktu_PencuplikanMann-Whitney Test Ranks Waktu_Penc uplikan N Mean Rank Sum of RanksAST jam ke-0 5 3.00 15.00 jam ke-24 5 8.00 40.00 Total b 10 Test Statistics ASTMann-Whitney U .000 Wilcoxon W 15.000Z -2.611 Asymp. Grouping Variable: Waktu_Pencuplikan Mann-Whitney Test RanksWaktu_Penc uplikan N Mean Rank Sum of Ranks Waktu_Penc uplikan N Mean Rank Sum of RanksAST jam ke-24 15.00 Total 3.00 5 40.00 jam ke-48 8.00 5 b.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efek hepatoprotektif pemberian jangka pendek 6 jam fraksi heksan-etanol dari ekstrak metanol-air Macaranga tanarius (L.) Müll. Arg. terhadap kadar alt-ast pada tikus terinduksi karbon tetraklorida.
0
4
139
Efek hepatoprotektif jangka panjang fraksi heksan-etanol ekstrak metanol-air daun Macaranga tanarius L. terhadap aktivitas laktat dehidrogenase pada tikus betina galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
2
132
Efek hepatoprotektif jangka waktu enam jam ekstrak etanol daun macaranga tanarius L. terhadap ALT-AST pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida.
0
2
111
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
108
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka panjang.
0
1
109
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka pendek.
0
1
111
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol-air daun macaranga tanarius L. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida.
0
4
106
Efek hepatoprotektif ekstrak metanol:air (50:50) daun macaranga tanarius L. terhadap kadar ALT-AST serum pada tikus terinduksi karbon tetraklorida.
0
1
123
Efek hepatoprotektif jangka waktu enam jam ekstrak etanol daun macaranga tanarius L. terhadap ALT AST pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida
0
1
109
Efek hepatoprotektif ekstrak metanol:air (50:50) daun macaranga tanarius L. terhadap kadar ALT-AST serum pada tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
121
Efek hepatoprotektif ekstrak metanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida: kajian terhadap praperlakuan jangka waktu 30 menit - USD Repository
0
1
112
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol-air daun macaranga tanarius L. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
104
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka pendek - USD Repository
0
0
109
Efek hepatoprotektif ekstrak etanol-air daun Macaranga tanarius L. pada tikus terinduksi karbon tetraklorida : kajian terhadap praperlakuan jangka panjang - USD Repository
0
0
107
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
106
Show more