Hubungan Pengetahuan dsn Sikap dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan Jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kaamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering UIU Tahun 2013 A. Gani

Gratis

1
2
14
6 months ago
Preview
Full text
ABSTRAK Hubungan Pengetahuan dsn Sikap dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan Jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kaamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering UIU Tahun 2013 A. Gani, SPd SKM. S. Kep. M. Kes Makanan yang bermutu afiinya makanan yang memenuhi syarat gizi, keamanan dan kesehatan. makanan jajanan yanag dihasilkan selain memilki cita rasa yang dapat diterima murid, juga harus memenuhi syarat gizi, keamanan dan kesehatan, sehingga rnakanan ja.fanan yang diproduksi benar-benar aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh sekolah dasar sebagai konsurnen. Hygiene Penjual makanan adalah suatu upaya kesehatan per{ual dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu, rnisalnya mencuci tangan untuk kebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan. Penelitian ini hrtujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan hygiene penjual rnakanan jajanan di lingkungan sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pengambilan sampel secara kelompok atau gugus (Cluster sampling).Besar sampel penelitian ini adalah 51 penjual makanan jajanan di 6 Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur. Penelitian ini di lakukan pada bulan Mei-Juli 2013. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013 dengan p.value 0,00: dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecarnatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013 dengan p.value 0,13. Disarankan Petugas Kesehatan bekerja sama dengan pihak sekolah agar secara bertahap dan aktif dalam memberikan informasi tentang hygiene makanan dengan penjual makanan jajanan di lingkungan sekolah dasar. Kota Kovrci :Pengetaltam, sikap hyrytene penjual maksnan 1. Latar Belakang Masalah Pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agff terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan optimal. sumber daya manusia. Salah satu factor yang mempengaruhi kualitas manusia adalah tingkat kesehatan seseorang yang dipengaruhi oleh keadaan gizi @epkes RI, 1999).Anak sekolah merupakan generasi penerus dan modal pembangunan. Oleh karena itu, tingkat kesehatannya perlu dibina dan ditingkatkan. Salah satu upaya kesehatan tersebut adalah perbaikan gizi terutama diusia sekolah dasar 7 12 tahun. Gizi yang baik akan menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas yaitu sehat, cerdas dan memiliki fisik yang tangguh serta produktif. Jadi, perbaikan gizi anak sekolah dasar khususnya merupakan langkah strategis karena dampaknya secara langsung berkaitan dengan pencapaian Sumber Daya Manusia berkualitas (Depkes R[,20Aq. Menurut Rachmawati (2006) ternyata makanan jajanan masih beresiko terhadap kesehatan karena penangannannya seiring tidak hygenis yang memungkinkan qak3nan jajanan terkontaminasi oleh mikroba beracun. Banyak jajanan yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan sehingga membahayakan kesehatan jutaan anak Sekolah Dasar. Namun demikian kehadiran pedagang makanan jajanan anak sekolah hendaknya tidak dilarang, karena hal ini juga berperan dalam menompang perekonomian terutama d i sektor informal Dari Penelitian Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI tahun 2004, dinyatakan sebagian besar (93%)anak sekolah dasar tidak sempat makan pagi, baik dikota maupun di desa. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal anatara lain terbatasnya waktu yang tersedia di pagi hari, orang tua yang tidak sempat menyediakan makanan ataupun anak yang tidak berselera untuk makan pagi. Makanan jajanan menjadi populer karena keberadaannya yang sangat membantu masyarakat. Harga makanan jajanan yang relative murah, mudah di dapat dan banyak ragamnya juga dirasa sangat membantu bagi orang tua murid. BPOM kota Palembang mengadakan inspeksi mendadak ke sekolah tempat banyak pedagang menjajakan makanan yang membahayakan. Menurut Indriati Tubagus Kepala BPOM Kota Palembang dari hasil sidak yang telah di lakukan sejak beberapa bulan lalu kebanyakan jajanan sekolah mengandung zat pewarna rodamin yang biasa digunakan untuk pakaian dan mengandung formalin. dari Hasil Pengawasan yang di lakukan oleh BPOM makanan yang di anggap mengandung racun berbahaya diantarunya makanan arum manis, pempek isi tahu, cup ice krim berwarna pink, serta nugget yang telah di tumbuhi oleh jamur. Pihak sekolah (99%)terlibat secara aktif melalui unit kesehatan sekolah dengan menginventarisasi para pedagang jajanan yang berjualan disekitar sekolah serta turut rnengawasi dan membina para pedagang makanan jajanan tersebut supaya menjaga mutu, keamanan dan kebersihan dagangannya. Bentuk kewa'spadaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu, terhadap kandungan zat berbahaya yang terdapat pada makanan dan minuman olahan yang dijual bebas di Bumi Sebimbing Sekundang, Badan Ketahanan Pangan (BKP) setempat, melakukan pengambilan sampel makanan dan minuman yang beredar di sekitar sekolahsekolah untuk diuji kandungannya. Tujuan suatu penyelenggaruan makanan jajanan adalah untuk mewujudkan tersedianya makanan yang bermutu dengan pelayanan yang layak. Kepala BKP OKU, Joni Amran melalui Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, Desilawati Dewi Kencana mengatakan, Sampel yang kita t- ambil terhadap makanan yang warnanya mencolok dan diindikasi menggunakan bahan bukan untuk makanan. Berdasarkan Laporan yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering UIu, Dari kegiatan survey bahan makanan berbahaya pada jajanan anak Sekolah Dasar di Kabupaten OKU menjelaskan bahwa terdapat makanan yang menggunakan pemanis yang berlebihan. Sehingga kami memberikan Penyuluhan kepada Penjual di sekolah Dasar pada 12 November 2012. Makanan yang bermutu artinya makanan yang memenuhi syarat gtzi, keamanan dan kesehatan. makanan jajanan yanag dihasilkan selain memilki cita rasa yang dapat diterima murid, juga harus memenuhi syarat gizi, keamanan dan kesehatan, sehingga makanan jajanan yang diproduksi benar-benar irman dan sehat untuk dikonsumsi oleh sekolah dasar sebagai konsumen. Terdapat Pengamatan Penulis, Makanan jajanan di Sekolah dasar Kecamatan Baturaja Timur Ogan Komering Ulu Pada Sekolah SD N 2, SD N 3, SD N I (Kelurahan kemalarEa SD N 17 (Kelurahan Sukaraya )SD N Kelurahan Sukajadi )terdapat 5l penjual makanan dan harga makanan jajanan relative murah dari harga Rp.500,00 sampai Rp.2000,00. 18, SD N 19 Jenis makanannya seperti-sosis, bakso, somay, telavan, martabak telor, pisang coklat, kemplang, onde-onde, sate, nasi kucing otak-otalS batagor dan pempek panggang. Selain makanan lajanan Pengamatan Penulis di lingkungan penjual makanan jajanan tersebut terdapat sampah dan genangan air. Berdasarkan uraian diatas Penulis berminat untuk melakukan Penelitian "Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan .fajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2A13" 2. Rumusan Masalah Belum diketahuinya Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2A1,3. 3. Pertanyaan Penelitian Bagaimana Hubungan Pengetahuan dan sikap dengan Tindakan hygiene penjual rnakanan jaiamn di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2A13. 4. Tujuan penelitan a. Tujuan Umum Diketahuinya Hubungan Pengetahuan dan sikap dengan Tindakan hygiene penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013. b. Tujuan Khusus 1. Diketahuinya distribusi frekuensi pengetahuan, sikap dan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013. 2. Diketahuinya hubungan pengetahuan dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanap di lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Sgun Komering Ulu Tahun 2013. 3. Diketahuinya hubungan sikap dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013. 5. Manfaat Penelitian a. Bagi instansi Sekolah Dasar Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk Pihak Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Ogan Komering Ulu agar dapat mempertimbangkan untuk memperbaiki pengelolahan penjual makanan jajanan. b. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan rnemberikan informasi kepada mahasiswa dalarn pemberian materi kepemwatan khususnya mata kuliah mikrobiologi dan parasitologi Dasar. 6. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian dilakukan pada Bulan hdei-Juli 2013 di Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Ogan Komering Ulu, variabel yang diteliti adalah pengetahuan dan sikap dengan tindakan hyglene penjual makanan jajan di Lingkungan Sekolatr Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013. 7. Konsep llygrene b. Menutup luka (Pada luka terbuka/ bisul atau luka lainnya).c. Dalam Pemilihan bahan makanan, Penyimpanan bahan makanan, Pengelolatran makanan, Penyimpanan makanan, Pengangkutan makanan, dan Penyajian makanan dengan baik. d. Memakai celeqgk dan tutup kepala. e. Mencuci tangan setiap kali hendak menangani makanan f. Menjamah makanan hams memakai alat/ perlengkaparn atau dengan alas tangan, makanan disajikan dalam piring atau wadah dengan keadaan tertutup. g. Mencuci peralatran malranan dengan menggunakan air bersih dan detergen. h. Membuang sampah pada tempatnya. i. Tidak sambil merokolg menggaruk Hidung,Mulut atau sebagainya) j. anggota badan (Telinga Tidak batuk atau bersin di hadapkan makanan jajanan yang disajikan. b. Prinsip dalam hygiene makanan. l.Pemilihan Bahan makanan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu a) Pemilihan Jenis Makanan yang akan dikonsumsi, Pemilihan biasanya masih berhubungan dengan selera, h-gq dan factor psikososial, spiritual atau keluarga ini kondisi pasar, b) Pemilihan kualitas makanan, Secara umum dan tunm m€nurun maryrratm tehh mengstahui cara mmilih bahan makanm- L kryimmmbehnnmakmmt bivuiat 15 Hssil Penelitian" Tabel 5"1 Distribusi Frekuensi dan Persentase Peqgstahuan Penjual Makanan IajanartDi Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering UIu Tahun 2013 tsaik Kurang Baik 5.1 dapat diketahui batrwa respnden yang yang berpengetahuan baik sebanyak 30 responden (58,8%)dan tserdasarkan Tabel hrpengstahuan kurang b&ik rebanyak r. r"'t f( rl' 2l rosponden (41,2%)t t8 u t 1 Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Sikap Penjual Makanan Jajanan Di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturqia Tirnur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tatrun 2013 No Sikap Frekuensi Perrentase (t Baik 2E 54,9 2 Buruk 23 45,1 51 100 JUMLAH Berdasarkan Tabel 5.2 dapat diketahui batrwa responden yang bersikap baik sebanyak 28 responden (54,9/o) dan yang bersikap buruk sebanyak 23 responden 45,1W. Tabel 5.3 Dis{ribusi Frekuensi dan Persentase Tindakan Penjual Makanan Jajanan Di Lingkungan Sekoldr Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering UIU Tahun 2013 No Tiadakan Freknensi Persenfase (1 Baik, 28 54,9 2 Buruk 23 45,1 51 100 rUMLAt{ Berdasarkan Tabel 5.3 dapat diketahui bahwa responden yang Tindakannya baik sebanyak 28 responden (54,9%)dan yang Tindakannya bqfok setanyak 23 responden (45,17o).20 Tabel 5.5 Hubungan Sikap dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2Al3 Tindakan Hygiene p.value Pada Penjual Makanau Jajanan Sikap Buruk Baik Jumlah n a/a n Yo n Ya Baik l8 64,3 l0 35,7 28 I00 Buruk 9 39,1 t4 60,9 23 100 Total 27 52,9 24 47,1 51 100 0,13 Berdasarkan Tabel 5.5 dapat diketahui hubungan sikap dengan tindakan hygiene penjual makananjajanan di peroleh 18 dai28 responden 64,3W yang bersikap baik dengan tindakan hygiene pada penjual makanan jajanan. sedangkan sikap buruk dengan tindakan hygiene penjual dari 23 responden Qg,l%)Berdasarkan Hasi Uji Stotistik didapat p.value 0,13 artinya tidak makanan jajanan di peroleh 9 ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Konilering Ulu Tahun 2013. 19 Tabel 5.4 Hubungan Peagetahr:an dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekslah Dasar Kecamatan BaturajaTimur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013 Tindakan Hygiene p.value Pada Penjual Makaran Jajanan Pengetahuan Baik Buruk Jumlah n a/a n a/a n 2t 0,0 9 30,0 30 100 Kurang Baik 5 28,6 t5 71,4 2l 100 Total z7 52,9 24 47,1 5I 100 Baik 0,00 Berdasarkan Tabel 5.4 dapat diketahui hubungan pengetahuan dengan tindakan hygiene per$ual makanan jajanan di proleh 21 dari 30 responden (70,0yo) yang berpengetahuan baik dengan tindalan hygiene pada pepjual makanan jajanan, sedangkan pengetahuan kurang baft deagan tindakan hygiene penjual makanan j{anan di peroleh 6 dari 2l responden (28,{7o}.Berdasarkan Hasil hubungan yang Uii Statistik didapat p.value 0,00 artinya kna peqiual makanan jajanan ada antara pengetahuan dengan tindakan hygene di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Bafirmja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013" E I 2t a- a a a I 16. Pembahasan. A. Hubungan Pengstahuan dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan jafarmn di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering UIU Tahun 2gl3 Berdasarkan analisa univariat dapat dilihat bahwa responden berpengetahuan baik sebanyak kurang baik sebanyak 30 2l {41,2W 58,8 7")responden dan berpengetatruan responden. Hasil analisa bivariat dengan uii statistik diperoleh p-valrc 0,00 arttnya ada hubungan yang berrnakna antata pengetahuan dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecarnatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 24fi. Hasil Penelitian ini sesuai dengan pnelitian Rogers 1974) dikatakan bahwa sernakin rendah tingkat pengetahuan s€seorang maka sfinakin rendah prrla Tindakan sessoftmg terhadap kesehatan dan sebalikr,tya. Apabila penerimaan tindakan banr atau adopsi perilaku rnelalui proses seperti dimana didaizri oleh pef,getahuan, kesadaran dan sikap yang positif maka tindakan tersebut akan bersifat langgeng Qory lasting).sebaliknya apabila tindakan tersebut tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran maka tidak akan berlangsung lama. Berdasarkan arutistr peneliti bah:ra hubungan antara pengetahuan dan tindakan itu sangat emt" Pengetahuan merupakan Hasil tahu" dan Kesadaran seseorang terhadap apa yang akan dilakukan. Terdapat pada penelitian ini penjual yang berpengetahuan baik dengan tindakannya baik sebanyak 2l responden {0,0Yo),sedangkan penjual berpengetahuan kumng baik dengan tindakan buruk sebanyak 15 responden Ql,4Yo).dengan p"value 0,00 artinya ada hubungan y&ng krmakna antara pengetdluan dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupafen Ogan Komering UIu Tahun 2013" Sehingga hasil pnelitian ini sesuai dengan penelitian Rogers (1974) dikatakan bahwa semakin rendatr t 22 ta a I tingkat pengetahuail seseorang maka semakin rendah pula Tindakan seseorang terhadap kesehatan dan sebaliknya. B. Hubungan Sikap dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013 Analisa Univariat dapat dilihat bahwa responden sikap baik sebesar 28 54,9 W dan responden sikap buruk sebesar 23 (45,1W. Hasil Analisa Bivariat dengan uji statistik diperoleh p.value 0,13 artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013. Hasil penelitian ini Tidak sejalan dengan teori Allport (1954) dalam Notoatmodjo Q0AT yang menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokolq yaitu kepercayaan (keyakinan),ide dan konsep terhadap suatu objek, kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek dan kecendrungan untuk bertindak (end to behave).Sedangkan Dalam Notoadmodjo (2005) sikap dalam akan dicerminkan dalam bentuk tindakan, namun tidak dapat dikatakan bahwa suatu sikap dan tindakan yang memiliki hubungan yang sistematis, atau dengan kata lain bahwa suatu sikap belum tentu terwujud dalam suatu tindakan Berdasarkan fr*irir peneliti bahwa hubungan antara sikap dan tindakan tidak selalu dapat terwujud menjadi sebuah bentuk tindakan, karena sikap merupakan kesiapan manusia untuk bertindak dengan p.value 0,1i artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan tindakan hygiene penjual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2A13. Jika seseoftmg mempunyai sikap yang pengetahuan yang baik biasanya diawali dengan terbentuknya baik. Ada pun seseorang yang bersikap kurang baik mempunyai faktor yang menghambat seperti waktu, kesiapan, fasilitast pengetahuan, dan kesadaran individu. maka akan terjadi perbedaan antara sikap dengan tindakan terutama pada kesadaran induvidu yang masih kurang. I 23 'f a lG a' a 17. Kcsiupulan Bedasarkan hasil penelitian hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan hygiene peqiual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Tirnur Kabupten Ogan Komering UIU Tahun 2013 Pada bulan Mei Jrili 2013 dapat disimpulkan sebagpi hrikut :1. Ada Hubungan yang bemalura antara Pengetahuan dengan Tindakan Hygiene Per$ual makanan jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering UIU Tahun 2013. 2. Tidak Ada Hubungan yang bermakna antam Sikap dengau Tindatmn Hygiene Per{ual urakanan ja.ianan di Linglamgan Sekolah Dasar Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013. 18. Samn l. Hendalarya Dinas Kese,hatan melalui puskesmas terdekat hkerja sama den$n Pihak Sekolah agar secara bertahap dan aktlif serta giat dalam menrberikan informasi ,tentang hygre,ne makanan terhadap penjual makanan,Jajanan di Sekolah hsar" a 24 DAFTARPUSTAKA Depkes RI. 2004' Hygiene Sonitasi Makanon Dor Mfunnon Buku Pedoman Alademi Pemilik l{eselstan.@iakses :www.DeokesRl.com. 3 I IUaret 2013) Entjang Indan 1981. Ilmu kesehatan Masyara*at. Alumni. Bandung. HidayalA. Azh AJimul.2007 .Metode Perclition ilon TeloikAnalisa Dara Salemba Medika. Jal€rt& Idanto. K 2007. GU dan a Notoatmodj q polo hi&tp sehat. CY yrama Widya Bandung. Soekidjo. 2002. Iulenfulogi Perclitian lksehdot Rineka Cipta- Jakarho, Soekidjo.2007. Promosi Kesehotor dan ilmu Perilaht Rineka Cipta ,Jakarta" Rel,2013. Kenyamanan t{osyorakat Hous Notor Satu, Biro Humas Dan Protokol Sumsel: Palembang iakses Www.Hu{rgsorotokol.Sumselomv.Go.Id. 3 April 2013).Restnna, llefr,2M, Pola nolan dot keseimbotgan Gizi. PT.Puri Pustika, Batrdung. Retto,2012. Jajorwt di Selrolch Dijdikan Sanpel Pensujian, Tribunsumsel @iakses www.srlmselltribunnews.com. 6 April 2013).Baturaja Rosdianan Ann4 2fi)9. Balrcla zal pngav'e4 Wwarna, Frosd poda nakanan dm mimtman Mughni Sejaltera, Bandung. Salfun, Agus, 2007 Menjaga Kebersihan dsn kesehotan Jembar. Bandung.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (14 Halaman)
Gratis