Faktor faktor yang berhubungan dengan manfaatan Posyandu lansia oleh kelompok usia lanjut didesa Kemalara dalam wilayah kerja Puskesmas Kemalaraja OKU Tahun 2013. Saprianto, M.Kes

Gratis

3
3
21
6 months ago
Preview
Full text
Faktor-faktor yang berhubungan dengan manfaatan Posyandu lansia oleh kelompok usia lanjut di desa l(emalara.ia dalam wilayah keria Puskesmas Kemalaraja I(abupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2013 Saprianto. SKM. M.Kes. Poltekkes Palembang Prodi keperawatan Batura.ia ABSTRAK Pendahuluan :Berdasarkan laporan pembinaan ltesehatan Lrsia lan-iLrt dinas kesehatan OKU diperoleh data bahwa.iumlah larrsia di kabupaten OKU ber"iLrrnlah 23.205 orang yang terdiri dari 10.822Iaki-laki dan 12.239 rvanita. Puskesrras kernalara-ja mempunya urLrtan ketiga terbanyal<.dari puskesmas yang ada di kabupaten OKLJ yaitu beriumlah 2.328 lansia dan hanya 88 orang lansia yang hadir pada kegiatan kelornpok. Belttm diketahLrinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pernanfaatan posyandu lansia di desa kemalara-ia Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Korrerirrg ulu TahLrn 2013. Metode penelitian ini rnerLrpal0.05 Dari tabel 3,9 Hubungan Jenis Kelamin Dengan Pemanfaatan Posyandu Oleh Lansia dapat dilihat bahwa dari 86 orang lansia laki-laki, sejumlah 52.32Ys tidak memanfaatkan posyandu, sedangkan dari 89 orang lansia perempuan sejumlah 55.05% tidak memanfaatkan posyandu.Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara jenis kelamin dengan pemanfaatan posyandu lansia, nilai p =0.83 (p >0,0S).Tabel 3 :10 Hubungan Pendidikan Dengan Pemanfaatan Posyandu Oleh Lansia Di Desa Kemalaraja Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Kemalaraja Pendidikan Tinggi Tahun 2013 Pemanfataan Posvandu Lansia Keterangan Memanfaatkan Tidak Total Memanfaatkan 50 52 142 (49.01) 50.98) 100%)Rendah 31 u2.46\ Jumlah 81 u6.281 Keterangan :p. value Dari 42 (57.53) 73 (100%)94 (53.71) 100%)p, value 0.48 175 0.05 tabel 3.10 Hubungan Pendidikan Dengan Pemanfaatan Posyandu Oleh Lansia didapatkan hasil bahwa, dari 102 orang lansia Bendidikan tinggi, sejumlah 50.98% tidak memanfaatkan posyandu, sedangkan dari 73 orang lansia pendidikan rendah sejumlah 57,53% lansia juga tidak memanfaatkan posyandu. Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara variabel pendidikan dengan pemanfaatan posyandu, nilai p 6.43 =p >0.05).Tabel 3: 11 Hubungan Pekerjaan Dengan Pemanfaatan Posyandu Oleh Lansia Di Desa Kemalaraja Wilayah Kerja Puskesmas Kemalaraja Pekerjaan Bekerla Tidak bekerja Tahun 2013 Pemanfataan Posvandu Lansia Keterangan Memanfaatkan Tidak Total Memanfaatkan 63 71 134 (47.01) 52.98) 1000/o) 18 43.90) Jumlah 81 46.28) 23 {56.09) 100%)94 (53.71) 10070) p. value 0.86 41 175 Keterangan :p. value >0.05 Dari tabel 3,11 Hubungan Pekerjaan Dengan Pemanfaatan Posyandu Oleh Lansia dapat dilihat bahwa dari 134 orang lansia bekerja, sejumlah 52.98% tidak memanfuatkan posyandu, sedangkan dari 41 orang lansia yang tidak berkerja dan tidak memanfaatkan posyandu sejumlah 56.09%.Hasil'ujistatistik didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara variabel pkerjaan dengan pemanfaatan posyandu, nilai p =0.86 (p >0.05).t Tabel Hubungan[:H.t1}itffijj',ffi 3: f]'X,.1T]1]iaDiDesa !ffi Tahun 2013 f,iilruff Pemanfataan Posyandu Lansia Tidak Memanfaatkan Pengetahuan 12 Keterangan Total p. value tufemanfaalkan 21 f53.12) 26 44/68) 55.31) Tidak baik 81 Jumlah 46.28) Keteratrgan 128 68 60 (46.87) Baik 0.93 1000/0) 47 (100%)94 175 53.71) 100%)value >0'05 d-ff;}Dengan Pemantuatl'.1*lill,9Jtn^f1XtJ,:srtvstqrrvsrr vv"Y'e Fluuurrucrrr fPensetahuan lz Hubunsan 3.12 tabel c' Dari laoel uan baik,sejumlah 53.12o/o tidak oirinat bahwa dari \za orr-ng lansia berpengetahuan +i Lirig lansia pengetahuan tidak baik sejumlah nremanfaatkan posyandu, sedangkan oari hubungan setelah diiakukan uli statistit< didapatkan 55,31% tidak memanfaatkan posyandu. nilaip =Oenfan pemanfaath posyandu oleh lansia' yang tidak bermakna 0,93 (p >0.05).tuit pt.gltunrrn Tabel 3: 13 Oleh Lansia DiDesa Hubungan Sikap Dengan Pemanfaatan Posyandu i{r*rtanja Daiam Witayah Kerja Puskesmas Kemalaraja Tahun 2013 p. value Keterangan 1q$lgPemanfataan Posyandu Total Tidak Memanfaatkan Memanfaatkan 0.36 134 EO 75 Sikap Positif u4.02\ 55.97) 100%)Negatif 22 (53,65) 1g 46.35) 41 (1000/o) Jumlah 81 94 175 46.28) 53.71) 10070) Keterangal :P. value >0.05 3 Hubung.n lix.p Densan Pemanfaatal :t"tJ:l9y 9lt^:111':t Dari tabel posvand u' ffiir,a;ir-rrh u g,ni*'tidak memanraatkan Tin' H;ilU;#Setelah +O,gi'/juga tidak memanfaatkan posyandu' dan dari 41 tansia ri1rp n.grti ffi 3. 1 6 ffith yang'tifiak bermakna antara sikap lansia dengan dilakukan uji statistik didapatkan hubungan p"rrnt rt# psoyandu, nilaip =0'36 (p >0'05)'Tabel 3: 14 Hubungan Jarak Tempat Tinggal Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Desa Kemalaraja Puskesmas Kemalaraja Tahun 2013 Jarak Tempat Tinggal Pemanfataan Posvandu Lansia Memanfaatkan Tidak Memanfaatkan Mudah 61 2.36\ 83 (57.63) 20 (64.51) 11 31 35,48) 100%)Tidak mudah p, value Total 144 0.041 100%)81 94 175 46.28) 3.711 100%)Jumlah Keterangan :p. value Keteranoan 0.05 Dari tabel 3.14 Hubungan Jarak Tempat Tinggal Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia dapat dilihat bahwa dari 144 lansia mempunyai jarak tempat tinggal mudah dijangkau sejumlah 57,630/0 tidak memanfaatkan posyandu, dan dari 31 orang lansia yang jangkauan ke posyandu tidak mudah d'tjangkau sejumlah 35.48% tidak memanfaatkan posyandu. Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara variabeljangkauan dengan pemanfaatn Posyandu, nila P =0.041 (P <0.05).Tabel 3: 15 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pemanfaatan Posyandu Oleh Lansia Di Desa Kemalaraja Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Kemalaraja Tahun 2013 Dukungan Keluarga Pemanfataan Posyandu Lansia Memanfaatkan Tidak Keteranoan p. value Total Memanfaatkan Mendukung 47.66) 56 (52.33) Tidak 30 36 mendukuno 45.45) Jumlah 81 54.54) 94 (53.71) 51 46.28) 107 0.76 100%)66 (100%)175 (100%)Keterangan :p. value >0.05 Dari tabel 3.15 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pemanfaatan Posyandu Oleh Lansia dapat dilihat bahwa dari 107 orang lansia yang mendapat dukungan keluarga sejumlah 52.33Y0 tidak memanfaatkan'posyandu, dan dari 66 orang lansia yang tidak mendapatkan dukungan keluarga sejumlah 54.540/o tidak memanfaatkan posyandu. Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara variabel dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu, nilaip =0.76 (p >0.05).III. PEiTBAHASAN A. Posyandu Fnti.'Hubungan Jenis Kelamin dan Pemanfaatan seiumlah 52'32o/o lidak penelitian menunjukkan bahwa oari ao orang lansia.laki-laki, Hasil lansia pgremPu:n-Ymlah 55'050/o memanfaatk4 p6yrr'JrlrcJr.gfr. dari 89 ora-ng didapatkan hubungan yang -tidak tidak memant rtxin poryanou."trasit uii statistili posyandu lansia' nilai p =0'83 (p >bermakna ,nt r.l.ri, lenmin dengan femantaatan gender se.sgoralg, gender dimaksud adalah 0.05).jenis reraiiiin- merupakan ptt nipuan. Dalam f,enelitian ini untuk gender atau jenia kelamin gbnder laki-laki ,t pemanfaatan posyandu oleh lansia' tidak didapatkan berhubungan bermkana dengan ada faktor lain yang mempengaruhinya, selain ienis l**situasi ini menunlukkun ,rtinv, B. kelamin. dan Pemanfaatan PonyanOy!?fi':posyandu' tinggi, seiumlah 50'987o tidak memanfaatkan Dari 102 orang juga tidak prnoioikin rendah sejumlah 57.53Y0 lansia sedangkan drri didapatkan hubungan yang-tidak. bermakna memanfaatkan posyandui. nasit uli statistit p 0,48 (p. 0'05)'pendidikan dengan pemanfaatan posyandu, nitai =irnrngrn Pendidikan tJ# p.noioir* I ;g-irnri, antara variabel teraftnir yang pernah ditamatkan oleh Tingkat pendidikan adalah jenjing ptnOiOit.n lansia ai'arin ie*s pendidikan lang pemah diikuti. oleh tansia. Pendidikai y;g firi dan sempat OisetesaiXa.-n/lulus serta C. tndrprtiu.n ijazah. Dalam penelitian ini didapatkan hubunganyangtidakbermaknaantarapendidikandenganpemanfaatanposyandulansia, adanya.jaktor lain selain faktor pendidikan artinya situasi ini menuUuf0.05)'Dalam tetap yang ditekuni oleh lansia penelitian ini Vang Oi*Jftrd pekeriaan adahh, aktivitas pemerintah ilk D. dapat berupa pegawai 11236 gimaksud dalam feniOupaniya ttnrii-n.ti. Hal ini pedu diketahui untuk melihat seiauh atau non pemerintah lainya (wiras*;tt i. uniuk memanfaatkan posyandu lansia' mana aktvitas lansia mempengaruni ufayanya hubungan yang bermakna antara pekeriaan Namun Oafam Gnefitirn i*itidif Oitemukin ini menuniukkan kemungkinan adanya dengan p.rrtifrrt n fosyandu lansia' Situasi pemanfaatan posyandu lansia' faktor lain selain pekeriaan-yang mempengaruhi Hubungan Pengetahuan dan Posyandu Lansia' Dari 128 or.d-l;il memanfaatkan n.iprngLtrhuan baik, sejumlah 53.12Yo tidak pengetairuan tidak baik sejumlah 55'31Y0 tidak posyandu, sedangkan dari 47 orang taniia hubungan yang tidak didapatkan memanfaatkJpdffi. seteurr-oitaruran uilstatistik posyandu oleh lansia' nilai p =0'93 pemanfaatan oengan bermakna rnt I ping.t nu.n dari tahu, dan initerjadi setelah orang (p >0.05),Pengetahuan adalah,merupakan hasil ooyerr tertentu. Penginderaan terjadi melalui melakukan rr,;re;rr* ierrradap sriaiu pengfinitan,.pendengaran, penciuman, rasa dan panca inder. irnrria yakni indera yang sangat penting untuk raba. r*ng.ahuan ,td, kognitif meruiaran domain behaviofi' Dari pengalaman dan penelitian terbentuknya linOrfrn srs.oring tivirt' r--terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Dalam penelitian ini tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemanfaatan posyandu oleh lansia, artinya situasiini menunjukkan kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhinya selain faktor E. pengetahuan lansia. Hubungan Sikap dan Pemanfaatan Posyandu Lansia. Dari 134 orang lansia sikap psitil sejumlah 55.97% tidak memanfaatkan posyandu, dan dari 41 lansia sikap negatif sejumlah 46.35% juga tidak memanfaatkan posyandu. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara sikap lansia dengan pemanfaatan psoyandu, nilai p =0.36 (p >0.05).Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau obyek, manifestasi sikap itu tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukan konotasi adanya kesesuaian rekasi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional, terhadap stimulus sosial. New camb. Salah seorang ahli psikologi sosial, menyatakan bahwa sikap itu merupakan kesiipan atau kesediaan bertindak dan bukan merupakan pelaksana moflf tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi adalah merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap abyek di lingkungan tertentu sebagai suafu penghayatan terhadap obyek. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan pemanfaatan posyandu oleh lansia. Artinya situasi ini menunjukkan adanya faktor lain selain sikap lansia yang mempengaruhi pemanfaatan posyandu oleh F. lansia. Hubungan Jarak Tempat Tinggal dan Pemanfaatan Posyandu Lansia Dari 1tA lansia mempunyaijarak tempat tinggal mudah dijangkau sejumlah 57.63% tidak memanfaatkan posyandu, dan dari 31 orang lansia yang jangkauan ke posyandu tidak mudah dijangkau sejumlah 35.48% tidak memanfaatkan posyandu. Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara variabel jangkauan dengan pemanfaatn posyandu, nila p =9.641 (p <0.05).Jangkauan ke pusat layanan kesehatan adalah suatu situasi atau kondisi yang memberikan petunjuk bagaimana ibu merespon jarak tempat tinggal dengan pusat layanan kesehatan, apakah ibu akan mengatakan mudah dijangkau atau sulit dalam menjangkaunya. Menurut pendapat Pohan (2003),menyatakan bahwa pasien mau berobat ke Puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan jika jarak ketempat pelayanan kesehatan tersebut dapat dijangkau atau tidak terlalu jauh dari rumah, kemudahan dalam mendapatkan tranfortasi juga kemampuan membayar biaya pengobatan. Dalam penelitian inididapatkan hubungan yang bermakna antara variabel jangkauan dan pemanfaatan posyandu oleh lansia. Artinnya hasil penelitian penulis sejalan dengan pendapat ahli diatas, bahwa ada hubungan antara jarak atau jangkauan dengan pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh pasien atau klien. G. Hubungan Dukungan Keluarga dan Pernanfaatan Posyandu Lansia Dari 107 orang lansia yang mendapat dukungan keluarga sejumlah 52.33% tidak memanfaatkan posyandu, dan dari 66 orang lansia yang tidak mendapatkan dukungan keluarga sejumlah 54,54o/o tidak memanfaatkan posyandu. Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara variabel dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu, nilai p =0.76 (p >0.05).Menurut Depkes Rl, 1995),keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling 'ketergantungan. Pengertian lain keluarga adalah merupakan suatu gejala yang universal dan mempunyai empat karakteristik univercal dapat dilihat dari keluarga. Dalam penelitian ini didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia. Situasi menunjukkan kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhinya selain faktor dukungan keluarga. M. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. 2. 3, Didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara jenis kelamin dengan pemanfaatan posyandu lansia. Untuk variabel pendidikan juga didapatkan hubungan yang tidak bermakna dengan pemnafataan posyandu lansia. Pekerjaan juga didapatkan hubungan yang tidak bermakna dengan pemanfaatan posyandu oleh lanjut usia. 4. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara pengetahuan lansia dengan pemanfaatan posyandu oleh lansia. 5. Variabel sikap juga tidak berhubungan bermakna dengan pemanfaatan posyandu lansi. 6. Didapatkan hubungan bermakna antara jangkauan tempat tinggal lansia dengan pemanfaatan posyandu lansia. 7. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia, B. Saran-saran l. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk terus memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat khususnya lansia tentang pentingnya memanfaatkan 2. posyandu bagi lanjut usia, Kepada keluarga lansia penyuluhan kesehatan tentang manfaat posyandu lansia perlu diberikan, tanpa memandang tinggi rendahnya pendidikan lansia. 3. Terus mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan lansia tentang keuntungan bila dapat memanfaatkan posyandu lansia secara baik dan rutine sesuai dengan 4. jadwal yang ditentukan. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk terus menanamkan sikap yang positif kepada keluarga dan masyarakat khususnya lansia dalam terus memahami posyandu lansia. 5. Perlunya dukungan keluarga yang terus-menerus kepada lansia mengingat lansia pada umumnya sudah banyak mengalami penurunan-penurunan termasuk daya tahan fsk 6. dan emosional. Diharapkan kepada program dan keluarga untuk terus memberikan dukungan pada lansia agar rajin ke posyandu tanpa mempermasalahkan jarak rumah dengan posyandu, hal ini mengingat transfortasi di kota Baturaja sangat lancar' DAFTAR PUSTAKA Ariawan lwan,1992 Manajeman dan Analisi Data Penelitian, Jakarta BPS OKU, 2013. Srfuas Demografi Kab. Ogan Komeing UIu, Baturaia Bachtiar Adang, Dkk, 2000 Metodo@ Penelitian, PPS-IKM UI Jakarta Dinas Kesehatan Kab, OKU,2013 Laporan Tahunan Keadaan Lansia di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Baturaja Hamid. M. Zainal, 1992 Mengukur Srkap Sosial Pegangan untuk Penelitian dan Praktrsi, Bumi Aksara, Jakarta. t{otoatmdio, 2003 Pengantar Pendidikan Kexhatan dan llmu Peilaku Kesehatan, Andi Ofset, Yogyakarta Nqroho Wahyudi, 2000 Kepenwatan Gerontik, Edisi2, Buku Kedokteran, Jakarta Puskesmas Kemalaraja, 2013 Laporan Tahun Puskesmas, Baturaia Singarimbun, M, dan Effendi, S, 1987 MetodologiPenelitian Suruai, LP3S, PT Midas Surya Gravindo, Jakarta rprajitno,2004 Asuhan Keperawatan Keluarga,Aplikasi Dalam Praktik, Buku Kedokteran, Jakarta

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (21 Halaman)
Gratis

Tags

Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Posyandu Pada Balita Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ibm Kelompok Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ke Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ge

Dokumen yang terkait

Pertemuan 6 Pengenalan Struktur & Penyajian Data dalam Komputer new
0
1
37
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Sukarela
0
0
15
Jenis Kompresi Data Berdasarkan Mode Penerimaan Data oleh Manusia
0
1
13
Object Oriented Programming dengan Delphi (
0
1
75
Yang Terlibat Dalam IMK Yang terlibat dalam IMK adalah : 9 Psikologi dan ilmu kognitif : persepsi user, kognitif, kemampuan memecahkan masalah
0
0
13
Dalil-2 Permutasi: Banyaknya permutasi r benda dari n benda yang berbeda adalah :
0
0
11
b. Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan menggunakan perintah : select, - SISTEM BASIS DATA 1.rar (7,386Kb)
1
2
15
1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya - KBM Kelas 4 Sm 1 TP 2018 2019 websiteedukasi.com
0
2
20
Hal-Hal yang perlu di perhatikan dalam membuat rencana
0
5
35
Jenis Kompresi Data Berdasarkan Mode Penerimaan Data oleh Manusia
0
1
13
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Kesiapan Psikologis Anak dengan Kebersihan Toilet Traning pada Anak Usia Prasekolah di Paud Ab-Arisalah Kota Lubuklinggau
0
1
8
III pada pasien post operasi laparatomi yang mendapatkan latihan relaksasi dan
0
1
19
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pilihan Pertolongan Persalinan Di Desa Tanjung Baru Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komer
0
0
21
Hubungan Pengetahuan dsn Sikap dengan Tindakan Hygiene Penjual makanan Jajanan di Lingkungan Sekolah Dasar Kaamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering UIU Tahun 2013 A. Gani
1
2
14
Hubungan Komponen Konsep Diri Dengan Penerimaan Perubahan Fisik Remaja Putri (Kelas Vll) Pada Masa Pubertas DiSMP Negeri 8 Ogan Komering Ulu Tahun 2013
0
0
32
Show more