makalah k3 fk unlam pspd 2015

 2  5  36  2018-11-29 15:29:38 Laporkan dokumen yang dilanggar

KATA PENGANTAR

  Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas akhir pada blok kesehatan dan keselamatan kerja di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung MangkuratBanjarmasin. Widya Nusantari, kemudian temanteman satu kelompok yang telah ikut serta membantu pengerjaan laporan ini, dan seluruh pihak yang telah membantu selama kunjungan hingga selesainya laporanini.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan diIndonesia secara umum diperkirakan termasuk rendah, padahal tenaga kerja adalah faktor penting bagi kegiatan perusahaan, karena perusahaan tidak mungkinbisa lepas dari yang namanya tenaga kerja. 1 Bandara (bandara) merupakan tempat bertemunya banyak orang dari segala penjuru dunia yang datang dan pergi dengan pesawat udara, dan juga tempatberkumpulnya banyak orang yang melakukan kegiatannya masing-masing untuk menunjang operasi penerbangan yang lancar, aman dan nyaman.

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

1.2.2 Tujuan Khusus

  Untuk mengetahui penyakit akibat kerja yang pernah terjadi di bandara c. Untuk mengetahui kecelakaan kerja yang pernah terjadi di bandara d.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Alat Pelindung Diri

  2.1.2 Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian APD Dalam penggunaan APD ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemakainya yaitu:1) Pengujian mutuAlat pelindung diri harus memenuhi standar yang telah ditentukan untuk menjamin bahwa alat pelindung diri akan memberikan perlindungan sesuai yangdiharapkan. Bukalah masker anda setiap 2 jam sekali untuk memberikan relaksasi pada otot bagian muka atauapabila memungkinkan keluar dari ruangan tempat bekerja selama kurang lebih 5 menit untuk melepas masker tersebut.3) Pemilihan masker yang tepat Alat pelindung diri yang akan digunakan harus benar-benar sesuai dengan kondisi tempat kerja, bahaya kerja dan pekerja sendiri agar benar-benar dapatmemberikan perlindungan semaksimal mungkin pada tenaga kerja.

2.1.4 Pemeliharaan dan penyimpanan APD

  Secara prinsip pemeliharaan APD dapat dilakukan dengan cara:1) Penjemuran di panas matahari untuk menghilangkan bau dan mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri. 2) Pencucian dengan air sabun untuk plindung diri seperti helm, kacamata, earplug yang terbuat dari karet, sarung tangan kain/kulit/karet dan lain-lain.3) Penggantian cartirgde atau canister pada respirator setelah dipakai beberapa kali.

2.2 Penyakit Akibat Kerja

  Tentukan pajanan yang dialami oleh tenaga kerja selama iniPengetahuan mengenai pajanan yang dialami oleh seorang tenaga kerja adalah esensial untuk dapat menghubungkan suatu penyakit dengan pekerjaannya. Tentukan apakah jumlah pajanan yang dialami cukup besar untuk dapat mengakibatkan penyakit tersebut Jika penyakit yang diderita hanya dapat terjadi pada keadaan pajanan tertentu, maka pajanan yang dialami pasien di tempat kerja menjadi penting untuk ditelitilebih lanjut dan membandingkannya dengan kepustakaan yang ada untuk dapat 4 menentukan diagnosis penyakit akibat kerja .

2.3 Kecelakaan Kerja

  Berdasarkan definisi kecelakaan kerja maka lahirlah keselamatan dan kesehatan kerja yang mengatakan bahwa cara menanggulangi kecelakaan kerjaadalah dengan meniadakan unsur penyebab kecelakaan dan atau mengadakan pengawasan yang ketat. Biaya langsung Kompensasi berupa biaya yang langsung dikeluarkan pada saat terjadikecelakaan, meliputi biaya pengobatan dan rumah sakit bagi pekerja yang cidera, santunan yang harus dibayar ke pekerja yang mengalami cacat atau meninggal,biaya perbaikan untuk kerusakan alat dan bangunan akibat adanya kecelakaan kerja.

b. Biaya tidak langsung

  Selain berdampak pada biaya, kecelakaan kerja di proyek konstruksi juga menimbulkan dampak terhadap kinerja proyek serta reputasi dari perusahaantersebut yang diakibatkan keterlambatan proyek serta menurunnya produksi akibat jam kerja hilang 3. Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa dampak kecelakaan kerja memberikan efek negative yang sangat signifikan di berbagailevel dari skala nasional (makro), skala industri (meso) sampai dengan skala proyek (mikro).

2.3.3 Kecelakaan kerja pada prinsipnya dapat dicegah dan pencegahaan ini

  Sulaksmono (1997) dan yang tertulis dalam UU No.1 tahun 1970 pasal 10, bahwa tanggung jawab pencegahan kecelakaan kerja selain pihak perusahaan jugakaryawan (tenaga kerja) dan pemerintah. Bahaya (hal-hal yang membahayakan) Untuk mencegah gangguan kesehatan dan daya kerja, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan agar para buruh tetap produktif dan mendapatkan jaminanperlindungan keselamatan kerja, yaitu: 1.

2.3.4 Faktor Kecelakaan di bandara

  Karena banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja maupunorang lain yang berada atau di sekitar bandara. Bising yang terdapat di bandara terutama berasal dari mesin pesawat yang mempunyai frekuensi tinggi dan intensitas besar, yaitu 90-110 dBA atau lebih.

2.4 Manajemen K3

  Sistem manajemen adalah rangkaian kegiatan yang teratur dan saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaandengan menggunakan manusia dan sumber daya yang ada (Sucofindo, 1999). Innovative Management dengan melakukan inovasi manajemen melalui“Unsafe Condition Minimalizers” yang artinya adalah bagaimana kita dituntut untuk memperkecil atau mengurangi insiden yang diakibatkan oleh kondisitempat kerja seperti, organisasi, peralatan kerja (mesin-mesin), lingkungan kerja dan sistem kerja.

2.4.2 Manfaat

  Manfaat penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja bagi perusahaan menurut Tarwaka (2008) adalah: b. Dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran tentang K3, khususnya bagi karyawan yang terlibat dalam pelaksanaan audit.

2.4.3 Penerapan SMK3 di perusahaan

  Pada pasal 3 (1 dan 2) dinyatakan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan Tenaga kerja sebanyak100 orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengekibatkan kecelakaankerja seperti peledekan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan Penyakit AkibatKerja WAJIB menerapkan Sistem Manajemen K3. Adanya komitmen dari pucuk pimpinan (top management) terhadap K3 dengan menyediakan sumber daya yang memadai yang diwujudkan dalambentuk (a) penempatan organisasi K3 pada posisi strategis; (b) penyediaan anggaran biaya, tenaga kerja dan sarana pendukung lainnya dalam bidang K3;(c) menempatkan personil dengan tanggung jawab, wewenang dan kewajiban secara jelas dalam menangani K3; (d) perencanaan K3 yang terkoordinasi ;dan (e) penilaian kinerja dan tindak lanjut K3.

3.1 APD yang Digunakan Pekerja yang Bekerja di PT Angkasa Pura I

  Lapangan udara Syamsudin Noor Banjarmasin yang terletak di LandasanUlin Banjarbaru yang dikelola oleh PT Angkasa Pura 1 selalu mengutamakan keselamatan bagi para pekerjanya karena melihat dari berbagai aspek yang dapatmenimbulkan kecelakaan kerja oleh karena itu aspek kesehatan di bandara perlu mendapat perhatian lebih karena adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhikesehatan bagi para tenaga kerja maupun orang lain yang berada atau disekitar bandara. Para tenaga kerja atau karyawan yang ada di darat biasanya juga dihadapkan pada beberapa faktor penyebab kecelakaan kerja seperti bahan kimia yangdigunakan sebagai bahan bakar seperti (bensin, bensol dan avtur), dan ada pula minyak hidrolik dan larutan desinfektan, bahan-bahan tersebut dapat tertelan atauterhirup para pekerja yang dapat menyebabkan intoksikasi yang membahayakan yang dapat mengakibatkan kematian bagi para pekerja tersebut.

3.2 Penyakit Akibat kerja di PT Angkasa Pura I

Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan di Bandara adalah:

3.2.1 Kebisingan

  Kebisingan paling tinggi terjadi di area apron yang ditimbulkan oleh mesin pesawat yang memiliki frekuensi tinggi dan intensitas besar, yaitu sekitar 90 –110dbA atau lebih. Walaupun demikian, berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan pihakK3 Angkasa Pura I didapatkan data penyakit akibat kerja yang terjadi di Angkasa Pura I berjumlah nihil.

3.3 Kecelakaan Akibat kerja di PT Angkasa Pura I

  Beberapa hal yang bisa terjadiketika melakukan latihan manajemen k3 yang dilakukan oleh ARFF (AirportRescue and Fire Fighting) cedera ringan berupa terkilir atau luka lecet namun tidak sampai terjadi accident. Jumlah Kejadian P3K (first aid) di BandaraHari dan No Tanggal Lokasi Kejadian Kronologis SingkatKecelakaan 1 10 Juli Bengkel Mechanical Korban bernama  2017 Section Heryanto berumur 38 tahun mengalami kecelakaan kerja di Bengkel Mechanical Section Pada saat  melakukan pekerjaan, tangan pak Heryanto terkena drill menembus sarung tangan yang digunakan oleh pak HeryantoTindak lanjut yang  dilakukan pada korban, langsung dibawa ke klinik PT.

3.4 Manajemen K3 di PT Angkasa Pura I

  Bagian dari Bandar udara dan segala fasilitas penunjangnya yang merupakan daerah bukan public tempat setiap orang, barang, dan kendaraan yang akanmemasukinya wajib melalui pemeriksaan keamanan dan atau memiliki izin khusus. Beberapa hal yang diperhatikan dalam manajemen K3 di bandar udara, rambu-rambu keselamatan, yang ditempatkan di1) pos air side 2) west apron3) pos VIP room/building4) East Apron5) gerbang kargo Rambu-rambu keselamatannya antara lain:1) Dilarang merokok2) Dilarang mengambil gambar tanpa persetujuan3) Dilarang membawa senjata tajam4) Safety vest wajib dikenakan5) Wajib memakan pelindung telinga6) Wajib memakai pas bandara 7) Jagalah kebersihan.

BAB IV PERMASALAHAN YANG ADA DI BANDARA SYAMSUDIN NOOR

  Perlu diadakan pelatihan pada petugas ARFF mengenai alat apa saja yang terdapat di ambulance dan cara penggunaannya sehingga dapatdigunakan dengan baik disaat yang di perlukan 2. Menskrining petugas yang akan bekerja di ARFF agar merokok di luar tempat kerja dan jam kerja, apabila masih terdapat petugas yangmelanggar agar diberikan sanksi.

BAB V PENUTUP

  Perlu dilakukan kunjungan lapangan kembali untuk mengontrol pelaksanaanK3 pada Bandara Syamsudin Noor apakah terjadi peningkatan kinerja atau justru terjadi kemunduran dalam penerapan K3, sebagai suatu bentukkontrol dan pengamatan berjalannya sistem K3 di tempat tersebut. Dalam kunjungan lapangan selanjutnya diharapkan setiap mahasiswa lebih aktif dalam bertanya, tidak hanya kepada para pekerja yang telah ditunjukuntuk membina saat kunjungan lapangan, namun juga kepada pekerja yang lain, agar mendapatkan informasi lain yang lebih obyektif berkaitan denganpenerapan K3 di tempat tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

  Direktorat Kesehatan kerja dan olah raga Kementerian Kesehatan RI dan PERDOKI. Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemeterian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

12. Saputra AW, Asih EW, Sodikin I. Analisis Kecelakaan dan Penyakit Akibat

  Kerja (PAK) pada Pekerja Ground Handling di Bandara Adisutjipto Yogyakarta (Studi Kasus PT. Jurnal Rekavasi.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-11-29

Dokumen yang terkait

makalah k3 fk unlam pspd 2015

Gratis

Feedback