Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Ka

 0  1  16  2018-09-14 11:26:53 Report infringing document

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation I. Tujuan

  Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memahami prinsip-prinsip dasar yang melatarbelakangi prosedur pemisahan kation serta mengidentifikasi jenis kation yang ada didalam sampel.

II. Tinjauan Pustaka

  Untuk tujuan analisis kualitatif sistematik kation-kation diklasifikasikan dalam lima golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap beberapa reagensia. Dengan memakai apa yang disebut reagensia golongan secara spesifik, dapat kita tetapkan ada tidaknya golongan-golongan kation, dan dapat juga memisahkan golongan-golongan ini dengan pemeriksaan lebih lanjut. Selain merupakan cara yang tradisional untuk menyajikan bahan, urut-urutan ini juga memudahkan dalam mempelajari reaksi-reaksi. Reagensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Jadi boleh kita katakan bahwa klasifikasi kation yang paling umum, didasarkan atas perbedaan kelarutan klorida, sulfida, dan karbonat dari kation tersebut(Vogel,1985:203).

  Dalam analisa kualitatif cara memisahkan ion logam tertentu harus mengikuti prosedur kerja yang khas. Zat yang diselidiki harus disiapkan atau diubah dalam bentuk suatu larutan. Untuk zat padat kita harus memilih pelarut yang cocok. Ion- ion pada golongan-golongan diendapkan satu per satu, endapan dipisahkan dari larutan dengan cara disaring atau diputar dengan centrifuga. Endapan dicuci untuk membebaskan dari larutan pokok atau filtrat dan tiap-tiap logam yang mungkin akan dipisahkan(Cokrosarjiwanto,1977:14).

  Kation-kation golongan I adalah kation-kation yang akan mengendap bila

  ditambahkan dengan asam klorida(HCl). Yaitu Ag , Pb² , dan Hg² yang akan mengendap sebagai campuran AgCl, HgCl

  2 , dan PbCl 2 . Pengendapan ion-ion

  golongan I harus pada temperatur kamar atau lebih rendah karena P

  terlalu

  mudah larut dalam air panas. Juga harus dijaga agar asam klorida tidak terlalu banyak ditambahkan. Dalam larutan HCl pekat, AgCl dan PbCl melarut, karena

  2

  • Ag dan Pb² membentuk kompleksi dapat larut (Keenan,1984:20).

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation Kation golongan II tidak bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion golongan ini adalah Merkurium (II), Tembaga, Bismut, Kadnium, Arsenik (II), Arsenik (V), Stibium (III), Stibium (V), Timah (II), Timah (III), dan Timah (IV). Keempat ion yang pertama merupakan sub golongan 2A dan keenam yang terakhir sub golongan 2B. Sementara sulfida dari kation dalam golongan 2A tak dapat larut dalam amonium polisulfida. Sulfida dari kation dalam golongan 2B justru dapat larut. Kation golongan III tidak bereaksi dengan asam klorida encer ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun, kation ini membentuk endapan dengan amonium sulfida dalam suasana netral atau amoniak. Kation-kation golongan ini adalah Cobalt (II), Nikel (II), Besi (II), Besi (III), Aluminium, Zink, dan Mangan (II). Kation golongan IV tidak bereaksi dengan reagensia golongan I, II, dan III. Kation-kation ini membentuk endapan dengan amonium karbonat dengan adanya amonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Kation-kation golongan ini adalah Kalsium, Strontium, dan Barium. Kation-kation golongan V merupakan kation-kation yang umum tidak bereaksi dengan reagensia golongan sebulumnya. Yang termasuk anggota golongan ini adalah ion-ion Magnesium, Natrium, Kalium, Amonium, Litium, dan Hidrogen(Vogel,1985:203-204).

  Banyak reaksi-reaksi yang menghasilkan endapan berperan penting dalam analisa kualitatif. Endapan tersebut dapat berbentuk Kristal atau koloid dan dengan warna yang berbeda-beda. Pemisahan endapan dapat dilakukan dengan penyaringan ataupun sentrifugasi. Endapan tersebut terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan suatu endapan adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi seperti tekanan, suhu, konsentrasi bahan lain dan jenis pelarut. Perubahan larutan dengan perubahan tekanan tidak mempunyai arti penting dalam analisa kualitatif, karena semua pekarjaan dilakukan dalam wadah terbuka pada tekanan atmosfer. kenaikan suhu umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan kecuali pada beberapa endapan, seperti kalsium sulfat, berlaku sebaliknya. Perbedaan kelarutan karena suhu ini dapat digunakan sebagai dasar pemisahan kation. Misalnya, pemisahan kation Ag, Hg(l), dan Pb dapat dilakukan dengan mengendapkan ketiganya sebagai garam klorida, kemudian memisahkan Pb dari Ag dan Hg(l) dengan memberikan air panas. Kenaikan suhu akan memperbesar kelarutan Pb sehingga endapan tersebut larut sedangkan kedua kation lainnya tidak (Masterton, 1991).

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation Kelarutan bergantung juga pada sifat dan konsentrasi bahan lain yang ada dalam campuran larutan itu. Bahan lain tersebut dikenal dengan ion sekutu dan ion asing. Umumnya kelarutan endapan berkurang dengan adanya ion sekutu yang berlebih dan dalam prakteknya ini dilakukan dengan memberikan konsentrasi pereaksi yang berlebih. Tetapi penambahan pereaksi berlebih ini pada beberapa senyawa memberikan efek yang sebaliknya yaitu melarutkan endapan. Hal ini terjadi karena adanya pembentukan kompleks yang dapat larut dengan ion sekutu tersebut (Masterton,1990).

  Reagnesia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini berdasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagen- reagen ini dengan membentuk endapan atau tidak. Jadi boleh dikatakan bahwa klasifikasi kation yang paling umum didasarkan pada perbedaan kelarutan dari klorida, sulfida, dan karbonat dari kation tersebut.

  Secara prinsip zat yang akan diidentifikasi dilarutkan kemudian ditambahkan pereaksi tertentu yang sesuai, yang akan mengendapkan segolongan kation garam yang sukar larut atau hidroksidanya. Pereaksi harus sedemikian rupa sehingga pengendapan kation, golongan kation selanjutnya tidak terganggu atau sebelumnya dapat dengan mudah dihilangkan dari larutan yang hendak dianalisis.

  Untuk identifikasi kation senyawa organik, pada umumnya didasarkan atas kelarutannya dalam air. Jika senyawa tidak larut dalam air, maka harus dilakukan destruksi. Cara destruksi tergantung dari senyawa yang hendak dianalisis dan ditentukan dengan bantuan percobaan pendahuluan. Prinsip destruksi ini terdiri dari pelelehan campuran senyawa yang sukar larut dalam pereaksi yang sesuai dalam jumlah yang berlebih. Akibatnya reaksi akan digeser sempurna kearah reaksi (underwood, 1993).

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation III.

   Cara Kerja

  3.1. Identifikasi Golongan I

  3.2. Identifikasi Golongan II

  3.3. Identifikasi Golongan III

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

IV. Hasil Percobaan dan Pembahasan

4.1. Data Pengamatan - Identifikasi kation sampel + reagen sama-sama 5 tetes. Kation Sampel + Reagent Hasil Reaksi Kimia Keterangan Sampel A

  Sampel AgNO

  3 + NaOH AgNO 3 + NaOH → Terdapat endapan

  AgOH (s) ↓ + NaNO 3(aq) hitam AgOH(s), warna larutannya abu-abu. Sampel AgNO

  3 + K

2 CrO

  4

  2AgNO

  3 + K

  2 CrO 4 → Terdapat endapan

  Ag CrO cokelat Ag CrO ,

  2 4(s) ↓ + 2KNO 3(aq) 2 4(s) warna larutan kuning.

  Sampel AgNO + KI AgNO + KI Terdapat endapan

  3 3 → AgI (s) ↓ +

  KNO 3(aq) putih susu AgI (s) , warna larutan putih susu. Sampel AgNO + HCl AgNO + HCl Terdapat endapan

  3 3 → AgCl (s) ↓ +

  HNO putih AgCl warna

  3(aq) (s),

  larutannya bening Sampel AgNO + NH OH AgNO + NH OH Terdapat sedikit

  3

  4

  3 4 →

  Ag

  2 O (s) ↓ + H +

  2 O (l) endapan putih

  2NH NO Ag O warna

  4 3(aq) 2 (s), larutannya bening.

  Sampel B

  Sampel + CuSO

  4 .5H

  2 O CuSO 4 .5H

  2 O + 2NaOH → Terdapat endapan

  NaOH Cu(OH) SO biru Cu(OH) warna

  2(s) ↓ + Na 2 4(aq) 2, larutannya biru muda.

  Sampel CuSO .5H O + CuSO .5H O + K CrO Terdapat endapan

  4

  2

  

4

  2

  2 4 →

  K

  2 CrO

  4 CuCrO 4(s) ↓ K +

  2 SO 4(aq) cokelat CuCrO 4(s),

  warna larutannya kuning. Sampel CuSO .5H O + KI CuSO .5H O + KI Terdapat endapan

  4

  2

  

4

2 → CuI (s)

  SO putih CuI warna ↓ + K

  2 4(aq) (s), larutannya kuning.

  Sampel CuSO .5H O + HCl CuSO .5H O + HCl Tidak terdapat

  4

  2

  

4

2 → {2-} {+}

  CuCl +

  4 (aq) + 4 H (aq) endapan, warna

{2-}

  SO larutannya biru

  

4 (aq)

bening.

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

  • Sampel CuSO .5H O CuSO .5H O + NH OH Terdapat endapan

  4

  2

  4

  2 4 →

  NH OH Cu(NH ) SO biru Cu(NH ) SO

  4

  

3

4 4(s) ↓

  3 4 4(s),

  warna larutannya biru. Sampel CuSO

  4 .5H

  2 O + KCN CuSO

4 .5H

  2 O + 2KCN → Tidak terdapat

  Cu(CN) + K SO endapan, warna

  

2(aq)

2 4(aq)

  larutannya merah coklat

  Sampel C

  Sampel FeCl + NaOH FeCl + 3NaOH Terdapat endapan

  3 3 →

  Fe(OH) + 3NaCl merah kecoklatan

  3(s) ↓ (aq)

  Fe(OH) 3(s), warna larutannya cokelat teh. Sampel FeCl + K CrO

  2FeCl + 3K CrO Terdapat endapan

  3

  2

  4

  3

  2 4 →

  Fe

  2 (CrO 2 ) 3(s) ↓ + 6KCl (aq) cokelat Fe 2 (CrO 2 ) 3(s),

  warna larutannya jingga. FeCl

  3 + KI FeCl 3 + KI → FeCl 2(aq) Tidak terdapat

  • Sampel KCl + I endapan, warna

  

(aq) 2(aq)

  larutannya cokelat teh. Sampel FeCl

  3 + HCl FeCl 3 + HCl → FeCl + 3(aq) Tidak terdapat

  HCl (aq) endapan, warna larutannya kuning. Sampel FeCl + NH OH FeCl + 3NH4OH Terdapat endapan

  3

4 3(aq) (aq) →

  Fe(OH) + 3NH Cl merah kecokelatan

  3(s) ↓ 4 (aq)

  Fe(OH) 3(s), warna larutannya bening. Sampel FeCl

  3 + KCN

  2FeCl

  3 + 6KCN → Tidak terdapat

  Fe3[Fe(CN)6] + 6KCl endapan, warna

  (aq) (aq)

  larutannya merah kecoklatan.

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

  • Berlebih AgOH
  • NaOH (aq) hitam AgOH(s), warna larutannya bening.
  • K
  • K

2 CrO

  2 CrO 4(s) ↓ + 2KNO 3(aq) +

  → AgCl (s) ↓

  3

  3

  Sampel AgNO

  KNO 3(aq) + KI (aq) Terdapat endapan putih susu AgI (s) , warna larutan putih susu.

  3 + KI → AgI (s) ↓ +

  3 + KI

  Sampel AgNO

  2 CrO 4(s) , warna larutan kuning.

  Terdapat endapan cokelat Ag

  2 CrO 4(aq)

  K

  2 CrO 4 →

  Ag

  Sampel AgNO

  

3

  2AgNO

  4

  3

  Sampel AgNO

  (s) ↓ + NaNO 3(aq)

  Kation Sampel + Reagent Hasil Reaksi Kimia Keterangan Sampel A

  • Berlebih

  • Berlebih AgNO

  • HCl
  • Berlebih AgNO
  • HCl

  • HNO 3(aq) + HCl (aq)

  3 + NH

  Terdapat endapan putih AgCl (s), warna larutannya bening

4 OH

  • Berlebih
  • 2NH
  • H
  • NH
  • Berlebih CuSO
  • NaOH (aq)

  • Berlebih CuSO
  • K
  • K
  • Berlebih CuSO
  • Berlebih CuSO
  • 4 H
  • SO
  • Berlebih CuSO

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation - Identifikasi kation berlebih.

  CuI (s) ↓ + K

  2 O + HCl

  4 .5H

  Sampel CuSO

  KI (aq) Terdapat endapan putih CuI (s), warna larutannya coklat.

  2 SO 4(aq) +

  

4 .5H

  2 O + KI →

  2 O + KI

  .5H

  4

  warna larutannya jingga. Sampel CuSO

  2 O 4(s),

  

4 .5H

  CuCl

  2 O + HCl →

  

4 .5H

  Terdapat endapan biru muda

  4 SO 4(s) ↓ +

  

3 )

  Cu(NH

  4 OH →

  2 O + NH

  4 OH

  2 CrO

4(aq)

  2 O+NH

  4 .5H

  Tidak terdapat endapan, warna larutannya biru bening. Sampel CuSO

  4 {2-}

(aq)

  {+} (aq)

  4

{2-}

(aq)

  Terdapat endapan cokelat CuCr

  2 SO 4(aq)

  2AgNO

  2 O + NaOH

  3 + 2NH

  4 OH →

  Ag

  2 O

(aq)

  4 NO 3(aq)

  2 O (l)

  4 OH (aq)

  Tidak terdapat endapan

  ,

  warna larutannya bening.

  Sampel B

  Sampel CuSO

  4

  .5H

  4

  4(s) ↓

  2 O+K

  CuCrO

  2 CrO 4 →

  2 O + K

  

4 .5H

  4

  2 CrO

  4 .5H

  .5H

  warna larutannya bening. Sampel CuSO

  2,

  Terdapat endapan hijau lumut Cu(OH)

  2 SO 4(aq)

  2(s) ↓ + Na

  → Cu(OH)

  2 O + 2NaOH

  NH OH Cu(NH ) SO

  

4 (aq)

  3 4 4(s),

  warna larutannya biru muda. Sampel CuSO .5H O + KCN CuSO .5H O + 2KCN Tidak terdapat

  2 SO 4(aq) endapan, warna

  • Berlebih Cu(CN) 2(aq) + K KCN larutannya hijau

  (aq) bening.

  Sampel C

  Sampel FeCl

  3 + NaOH FeCl 3 + 3NaOH → Terdapat endapan

  • Berlebih Fe(OH) + 3NaCl merah kecoklatan

  3(s) ↓ (aq)

  NaOH Fe(OH) warna

  (aq) 3(s),

  larutannya merah kecoklatan. Sampel FeCl

  3 + K

2 CrO

  4

  2FeCl

  3 + 3K

  2 CrO 4 → Terdapat endapan

  • Berlebih Fe (CrO ) + 6KCl cokelat Fe (CrO )

  2 2 3(s) ↓ (aq)

  2 2 3(s),

  • K

  2 CrO 4(aq) warna larutannya jingga.

  Sampel FeCl

  3 + KI FeCl 3 + KI → FeCl + 2(aq) Tidak terdapat

  • Berlebih KCl (aq) + I 2(aq) + KI (aq) endapan, warna larutannya cokelat teh.
  • Sampel FeCl + HCl FeCl + HCl Tidak terdapat

  3 3 → FeCl 3(aq)

  • Berlebih HCl (aq) endapan, warna larutannya hijau.

  Sampel FeCl

  3 + NH

4 OH FeCl 3(aq) + 3NH4OH (aq) → Terdapat endapan

  • Berlebih Fe(OH) + 3NH Cl cokelat teh +

  3(s) ↓ 4 (aq)

  NH OH Fe(OH) warna

  4 (aq) 3(s), larutannya bening.

  Sampel FeCl + KCN

  2FeCl + 6KCN Tidak terdapat

  3 3 →

  • Berlebih Fe3[Fe(CN)6] (aq) endapan, warna

  6KCl + KCN larutannya merah

  (aq) (aq) kecoklatan.

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

  • NaOH
  • Berlebih dipanaskan

2 CrO

  AgNO

  2 CrO 4(s) ↓ + 2KNO 3(aq)

  Terdapat endapan cokelat Ag

  2 CrO 4(s) , warna larutan kuning.

  Sampel AgNO

  3 + KI

  KNO

  3 + KI → AgI (aq) +

  2 CrO 4 →

  3(aq)

  Tidak terdapat endapan, warna larutan putih susu. Sampel AgNO

  3

  AgNO

  3

  Ag

  

3 + K

  Terdapat endapan putih AgCl (s), warna larutannya bening

  2AgNO

  4

  3 + K

  Sampel AgNO

  AgOH (s) ↓ + NaNO 3(aq) Terdapat endapan hitam AgOH(s), warna larutannya bening.

  3 + NaOH →

  AgNO

  3

  Sampel AgNO

  Kation Sampel + Reagent Hasil Reaksi Kimia Keterangan Sampel A

  • Berlebih dipanaskan
  • Berlebih dipanaskan

  • HCl
  • Berlebih dipanaskan
  • HCl

  Sampel AgNO

  3 + NH

  → AgCl (s) ↓ + HNO 3(aq)

4 OH

  • Berlebih dipanaskan
  • 2NH
  • Berlebih dipanaskan

  • K

  → CuI (s) ↓ + K

  4 .5H

  CuSO

  2 O + HCl

  4 .5H

  Terdapat endapan putih CuI (s), warna larutannya coklat. Sampel CuSO

  

2 SO 4(aq)

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation - Identifikasi kation setelah dilakukan pemanasan.

  2 O + KI

  2 O + HCl →

  4

  CuSO

  2 O + KI

  .5H

  4

  warna larutannya jingga. Sampel CuSO

  .5H

  4 {2-}

(aq)

  CuCl

  4 .5H

  Terdapat endapan hitam

  4 SO 4(s) ↓

  3 )

  Cu(NH

  4 OH →

  2 O + NH

  CuSO

  {+} (aq)

  4 OH

  NH

  2 O +

  4 .5H

  Tidak terdapat endapan, warna larutannya biru bening. Sampel CuSO

  4 {2-} (aq)

  4(s),

  2 SO 4(aq)

  Terdapat endapan cokelat CuCrO

  Sampel B

  CuSO

  NaOH

  2 O +

  .5H

  4

  Sampel CuSO

  Tidak terdapat endapan, warna larutannya bening.

  .5H

  4 NO 3(aq)

  2 O

(l)

  ↓ + H

  2 O (s)

  4 OH → Ag

  

3 + NH

  AgNO

  4

  2 O + 2NaOH

  

4(s) ↓

  2 CrO

  CuCrO

  2 CrO 4 →

  2 O + K

  4 .5H

  CuSO

  4

  K

  2 O +

  4 .5H

  warna larutannya bening. Sampel CuSO

  2,

  Terdapat endapan hitam Cu(OH)

  2 SO 4(aq)

  2(s) ↓ + Na

  → Cu(OH)

  • Berlebih dipanaskan
  • Berlebih dipanaskan
  • Berlebih dipanaskan
  • 4 H
  • SO
  • Berlebih dipanaskan

  • Berlebih dipanaskan
  • Berlebih dipanaskan
  • 3NaCl

2 CrO

  • Berlebih dipanaskan
  • KI
  • Berlebih dipanaskan
  • KI
  • KCl (aq) + I 2(aq)
  • HCl
  • Berlebih dipanaskan
  • HCl
  • HCl
  • NH
  • 3NH

  3

  → FeCl 2(aq)

  Tidak terdapat endapan, warna larutannya cokelat teh. Sampel FeCl

  3

  FeCl

  Fe(OH) 3(s) ↓ + 3NH

  → FeCl 3(aq)

  (aq)

  Tidak terdapat endapan, warna larutannya kuning. Sampel FeCl

  3

  FeCl

  

3(aq)

  4 OH (aq) →

  3

  Terdapat endapan merah kecokelatan Fe(OH)

  4 Cl (aq)

  3(s),

  warna larutannya bening. Sampel FeCl

  3

  2FeCl

  

3

  → Fe3[Fe(CN)6]

  (aq)

  (aq)

  Tidak terdapat endapan, warna larutannya merah hati.

  Pada praktikum analisis kation ini, sampel yang akan di uji kation golongan berapanya adalah, AgNO 3, CuSO

  4 .5H

  2 O, dan FeCl 3 . Pengujian

  dilakukan dengan cara meneliti atau mengamati sampel yang telah ditambahkan reagen akan mengalami pengendapan atau tidak. Selanjutnya kita akan akan mengamati perbedaan penambahan reagen yang berlebih dan

  FeCl

  3

  warna larutannya kuning. Sampel FeCl

  2 (CrO 2 ) 3(s),

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

  Cu(NH

  3

  )

  4 SO 4(s),

  warna larutannya bening. Sampel CuSO .5H O +

  KCN

  CuSO .5H O + 2KCN Cu(CN) 2(s) ↓ + K

  2 SO 4(aq)

  Terdapat endapan putih Cu(CN) 2(s) ↓, warna larutannya kuning.

  Sampel C

  Sampel FeCl

  3 + NaOH

  FeCl

  3 + 3NaOH →

  Fe(OH)

  Terdapat endapan cokelat Fe

  2 (CrO 2 ) 3(s) ↓ + 6KCl (aq)

  Fe

  2 CrO 4 →

  3 + 3K

  2FeCl

  4

  3 + K

  warna larutannya bening. Sampel FeCl

  3(s),

  Terdapat endapan merah kecoklatan Fe(OH)

  (aq)

  3(s) ↓

4 OH

  • Berlebih dipanaskan
  • KCN
  • Berlebih dipanaskan
  • 6KCN
  • 6KCl

4.3. Pembahasan

  dilakukan pemanasan pada pengujian reagen yang berlebih. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kecocokan secara teoritis dan pada saat pengujian atau praktikum. Adapun reagen yang kami gunakan pada saat praktikum kemarin adalah NaOH, K CrO , KI, HCl, NH OH, dan

  2

  4

  4 KCN.

  Pada percobaan pertama yaitu sampel pertama AgNO ditambahkan

  3

  dengan NaOH, AgNO yang

  3 + NaOH → AgOH (s) ↓ + NaNO 3(aq)

  menghasilkan endapan hitam AgOH dan warna larutannya cokelat teh, tapi pada saat berlebih warna larutannya berubah menjadi bening, setelah keadaan berlebih kemudian di panaskan dan hasilnya sama seperti keadaan berlebih, Hal tersebut dikarenakan NaOH yang bersifat basa kuat sehingga sulit bereaksi dengan AgNO 3 dan mengakibatkan endapan tidak larut. Kelarutan bergantung juga pada sifat dan konsentrasi bahan lain yang ada dalam campuran larutan itu.

  Pada percobaan kedua masih menggunakan sample yang sama tetapi reagennya berbeda, yaitu AgNO ditambahkan dengan K CrO reaksinya

  3

  2 4.

  yaitu 2AgNO + K CrO CrO yang menghasilkan

  3

  2 4 → Ag 2 4(s) ↓ + 2KNO 3(aq)

  endapan warna cokelat dan larutannya berwarna kuning, pada saat keadaan berlebih tidak ada perubahan, dan pada saat dipanaskan pun keadaannya masih tetap sama. Hal ini tidak sesuai dengan teori, harusnya endapan Ag CrO itu endapannya berwarna merah, hal ini terjadi mungkin karena

  2

  4

  pengaruh NO 3, atau karena terkontaminasi zat lain, ntah itu di pipetnya atau tabung reaksinya.

  Pada percobaan ketiga yaitu AgNO ditambahkan dengan KI reaksinya

  3

  yaitu AgNO

  3 + KI → AgI (s) ↓ + KNO 3(aq) yang menghasilkan endapan putih

  susu AgI dan warna larutannya juga berwarna putih susu, pada saat keadaan berlebih masih seperti itu, tapi pada saat pemanasan endapannya larut, hal ini terjadi karena adanya pengaruh ion sekutu dan ion asing Umumnya kelarutan endapan berkurang dengan adanya ion sekutu yang berlebih dan dalam praktiknya ini dilakukan dengan memberikan konsentrasi pereaksi yang berlebih. Tetapi penambahan pereaksi berlebih ini pada beberapa senyawa memberikan efek yang sebaliknya yaitu melarutkan endapan. Hal ini terjadi karena adanya pembentukkan kompleks yang dapat larut dengan ion sekutu tersebut. Sedangkan adanya ion asing menyebabkan kelarutan endapan menjadi sedikit bertambah, kecuali jika terjadi reaksi kimia antara endapan dengan ion asing. Penambahan ion asing seperti penambahan asam atau basa kuat dan ligan dapat menyebabkan endapan menjadi larut kembali.

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation Pada Percobaan keempat yaitu AgNO

  3 ditambahkan dengan HCl adapun

  reaksinya yaitu AgNO 3 + HCl → AgCl (s) ↓ + HNO 3(aq) + HCl (aq). Yang menghasilkan endapan putih dan larutannya tidak berwarna atau bening, pada saat berlebih tidak terjadi perubahan, begitupun pada saat pemanasan endapan dan warna larutannya tetap sama, hal ini sesuai dengan

  • teori, yaitu ion Ag jika di reaksikan dengan HCl akan mengendap dan endapannya berwarna putih, dan ini termasuk kation golongan I.

  Pada percobaan kelima yaitu AgNO

  3 ditambahkan dengan NH

  4 OH

  reaksinya yaitu AgNO

  3 + NH

4 OH → Ag

  2 O (s) ↓ + H

  2 O (l) + 2NH

  4 NO 3(aq)

  Terdapat endapan putih warna endapannya bening, pada saat berlebih tidak terdapat endapan dan warna larutannya bening, hal ini terjadi karena pengaruh ion sekutu dan ion asing yang telah di jelaskan di atas.

  Pada percobaan keenam yaitu CuSO .5H O ditambahkan dengan NaOH

  4

  2

  reaksinya yaitu: CuSO

  4 .5H

2 O + 2NaOH → Cu(OH) 2(s) ↓ + Na

  2 SO 4(aq)

  Yang akan menghasilkan endapan biru Cu(OH) dan warna larutannya

  2,

  berwarna biru muda, pada keadaan berlebih warna endapannya berwarna hijau lumut dan warna larutannya bening, sedangkan pada keadaan setelah dipanaskan warna endapannya berwarna hitam dan warna larutannya bening. Hal ini tidak esuai dengan teori, didalam teori searusnya jika Cu ditambahkan dengan NaOH akan menghasilkan endapan merah bata Cu(OH) 2, tetapi dalam percobaan ini tidak membentuk endapan yang demikian hal ini terjadi karena pengaruh adanya unsur S yang akan menghitamkan endapan setelah dilakukan pemanasan. Pada percobaan ketujuh yaitu CuSO

  4 ditambahkan dengan K

  2 CrO 4 yang

  akan menghasilkan endapan cokelat CuCrO adapun reaksinya yaitu

  4 CuSO .5H O + K CrO K SO Pada saat keadaan

  • 4

  2

  2 4 → CuCrO 4(s) ↓ 2 4(aq).

  berlebih endapannya tetap berwarna cokelat namun warna larutannya berubah dari yang tadinya kuning ke jingga. Pada percobaan ke tujuh yaitu dengan mereaksikan CuSO dengan KI

  4

  reaksinya yaitu CuSO .5H O + KI SO + KI

  4 2 → CuI (s) ↓ + K 2 4(aq) (aq). Yang

  menghasilkan endapan putih CuI, pada saat berlebih dan pemanasan pun endapannya tidak berubah. Hal ini sesuai dengan teori, yaitu endapan CuI itu berwarna putih.

  Pada percobaan ke delapan kami mereaksikan CuSO

  4 dengan HCl,

  reaksinya yaitu

  {2-} {+} {2-}

  CuSO .5H O + HCl + 4 H + SO

  4 2 → CuCl 4 (aq) (aq) 4 (aq).

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation Tidak terdapat endapan , pada saat keadaan berlebih dan pemanasan pun tidak terjadi endapan hal ini sesuai dengan teori dimana kation golongan II tidak bereaksi dengan asam klorida.

  Pada percobaan kedalan kami mereaksikan CuSO dengan NH OH,

  4

  4

  reaksinya yaitu CuSO

  4 .5H

2 O + NH

  4 OH → Cu(NH 3 )

  4 SO 4(s) ↓. Yang

  menghasilkan endapan biru, pada kedaan berlebih warna endapannya berubah menjadi biru bening, dan pada saat pemanasan warna endapannya menjadi hitam. Kal ini karena pengaruh belerang dalam endapan Cu(NH

  3 )

4 SO 4 yang akan menghitamkan endapan jika suhu dinaikkan.

  Pada percobaan ke sembilan kami mereaksikan CuSO dengan KCN,

  4

  reaksinya yaitu CuSO .5H O + 2KCN → Cu(CN) + K SO Tidak

  4 2 2(aq) 2 4(aq).

  terdapat endapan warna larutannya yang berubah pada keadaan berlebih maupun saat pemanasan.

  Pada percobaan kesepuluh kami menguji golongan III yaitu dengan mereaksikan FeCl

  3 dengan NaOH, reaksinya yaitu:

  FeCl + 3NaOH + 3NaCl

  3 → Fe(OH) 3(s) ↓ (aq)

  yang menghasilkan endapan coklat kemerahan, dan pada saat keadaan berlebih maupun saat pemanasan hasil endapannya tetap sama. Hal ini sesuai dengan teori yaitu endapan Fe(OH)

  3 berwarna coklat kemerahan bisa dilihat di tabulasi kation golngan III.

  Pada percobaan kesebelas kami mereaksikan FeCl dengan K CrO

  3

  2

  4

  adapun reaksinya yaitu 2FeCl

  3 + 3K

  2 CrO 4 → Fe 2 (CrO 2 ) 3(s) ↓ + 6KCl (aq).

  Yang menghasilkan endapan cokelat Fe (CrO ) pada keadaan berlebih

  2 2 3,

  maupun pemanasan endapan yang dihasilkan tetap sama, tetapi warna larutannya berubah.

  Pada percobaan kedua belas kami mereaksikan FeCl dengan KI

  3

  reaksinya yaitu FeCl + KI + KCl + I tidak terdapat

  3 → FeCl 2(aq) (aq) 2(aq),

  endapan , begitupun pada saat keadaan dan pemanasan tidak terdapat endapan. Hal ini terjadi karena golongan III mengendap pada ammoniakal. Sedangkan KI bukan termasuk amoniakal.

  Pada percobaan ke tiga belas kami mereaksikan FeCl dengan HCl,

  3 .

  reaksinya yaitu FeCl

  3 + HCl → FeCl 3(aq) + HCl (aq) Tidak terdapat endapan

  dan warna larutannya kuning. Pada saat keadaan berlebih dan pemanasan juga tidak terjadi endapan dan warna larutannya tetap kuning, hal ini sesuai dengan teori, dimana kation golingan III tidak bereaksi dengan HCl maupun H S.

2 Pada percobaan keempat belas kami mereaksikan FeCl dengan NH4OH,

  3

  reaksinya yaitu FeCl 3(aq) + 3NH4OH (aq) → Fe(OH) 3(s) ↓ + 3NH

  4 Cl (aq). yang Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation menghasilkan endapan cokelat teh Fe(OH)

  3. Pada saat keadaan berlebih

  warna endapannya tetap sama namun warna larutannya berbeda, pada saat pemanasan warna endapannya berubah menjadi merah kecoklatan. Hal ini sesuai dengan teori dimana kation golongan III akan mengendap pada NH4OH.

  Pada percobaan terakhir kami mereaksikan FeCl dengan KCN, adapun

  3

  reaksinya yaitu 2FeCl + 6KCN + 6KCl tidak 3 → Fe3[Fe(CN)6] (aq) (aq). terdapat endapan, pada keadaan berlebih maupun pemanasan pun sama tidak terdapat endapan. Hal ini membuktikan golongan III tidak bereaksi dengan KCN.

V. Kesimpulan

  Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan :

  • klorida encer.

  

Golongan I: Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam

  • membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer.

   Golongan II: Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi

  • Golongan III: Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun kation ini membentuk endapan dengan ammonium sulfida dalam suasana netral / amoniakal.
  • tidak terlalu signifikan pada kebanyakan reaksi.

   Pada saat pemanasan maupun keadaan berlebih perbedaan yang terbentuk

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

VI. Daftar Pustaka Cokrosarjiwanto. 1997. Kimia Analitik Kualitatif I. Yogyakarta : UNY Press.

  Keenan, dkk. 1984. Kimia Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga. Day dan Underwood, A. L. 1986. Analisis Kimia Kantitatif. Erlangga: Jakarta. Svehla, G. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian I . PT Kalman Media Pusaka: Jakarta.

  Masterlon, W.L. 1990. Analisa Kualitatif. http ://www.Chemistry.co.id.Pdf. Didownload pada tanggal 2 Januari 2015 Vogel. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro.

  Jakarta: PT. Kalman Pusaka. http://rifnotes.blogspot.com/2013/06/laporan-dasar-kimia-analitik.html diakses 27 Desember 2014 http://adrywoper.blogspot.com/p/laporan-praktikum-kation-anion.html diakses 27 Desember 2014 http://hendracharlyskunda4nt1sk1tht1wn1t4029.blogspot.com/2013/06/laporan- kimia-analisis-kualitatif.html diakses pada 27 Desember 2014

  Cirebon, 23 Desember 2014 Asisten Praktikan Praktikan Tania Avianda Gusman M,Sc. Nurazizah Fitriyani Nahri

  Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait
Tags

Laporan Praktikum Analisis Kualitatif An

Laporan Praktikum Kimia Uji Kualitatif

Laporan Praktikum Uji Kualitatif Protein

Laporan Praktikum Kimia Kualitatif Senya

Laporan Praktikum Uji Kualitatif Senyawa

Laporan Praktikum R Lab Kr01 Disipasi Ka

Laporan Praktikum Kimia Uji Kualitatif K

Analisis Laporan Laba Rugi Departemen Ka

Laporan Praktikum Analisis Kuantitatif D

Laporan Praktikum Ekologi Hewan Analisis

Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Ka

Gratis

Feedback