BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Laporan Keuangan a. Pengertian Laporan Keuangan - 222014117 BAB II SAMPAI BAB TERAKHIR

Gratis

0
1
64
1 month ago
Preview
Full text

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Laporan Keuangan a. Pengertian Laporan Keuangan

  Menurut Suwardjono (2014: 1) menyatakan, bahwa laporan keuangan adalah struktur dan proses yang menggambarkan bagaimanainformasi keuangan disediakan dan dilaporkan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang pada gilirannya akan membantu pencapaiantujuan ekonomik dan sosial negara. Irham (2014: 31) menyatakan, bahwa laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan,dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut.

b. Tujuan Laporan Keuangan

  Adapun tujuan darilaporan keuangan itu menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melaluiPSAK No.1 (Sofyan, 2011: 125) adalah:1) Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaatbagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.2) Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. 3)Untuk menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya Sofyan (2011: 70) menyatakan, tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja,serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

c. Pemakai Laporan Keuangan

  Setelah data transaksi dicatat ke dalam jurnal dan diposting ke dalam buku besar (ledger), laporan akuntansi disiapkan untuk memberikaninformasi yang berguna bagi para pemakai laporan (users), terutama sebagai dasar pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan kelak. 3) PemerintahLaporan keuangan perusahaan (wajib pajak) dalam hal perhitungan dan penetapan besarnya pajak penghasilan yang harus disetor ke kas negara.

d. Jenis-jenis Laporan Keuangan

  4)Laporan Arus Kas Laporan arus kas merupakan perputaran kas yang dibagi kedalam tiga kategori yaitu arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kaspendanaan. Laporan arus kas memberikan dasar pengguna laporan keuangan untuk menilai bagaimana kemampuan perusahaan dalammenghasilkan kas.5) Catatan atas Laporan KeuanganCatatan atas laporan keuangan menyajikan penjelasan dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan aruskas perusahaan serta informasi yang berubungan dengan kegiatan operasional perusahaan.

e. PenyajianLaporan Keuangan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 (2018) menyatakan, 1) Laporan Posisi KeuanganInformasi yang disajikan dalam laporan posisi keuangan mencakup penyajian jumlah pos-pos, sebagai berikut:(a) Aset tetap(b) Properti investasi(c) Aset tak berwujud(d) Aset keuangan(e) Investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas(f) Persediaan(g) Piutang dagang dan piutang lain(h) Kas dan setara kas(i) Total aset(j) Utang dagang dan utang lain(k) Provisi(l) Liabilitas keuangan(m) Liabilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalamPSAK 46: Pajak Penghasilan (n) Liabilitas dan aset pajak tangguhan(o) Liabilitas yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifisikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58(p) Kepentingan non pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas 2) Laporan laba rugi dan Penghasilan Komprehensif LainLaporan laba rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain menyajikan, sebagai tambahan atas bagian laba rugi dan penghasilan komprehensiflain:(a) Laba rugi(b) Total penghasilan komprehensif lain(c) Penghasilan komprehensif untuk periode berjalan, yaitu total labarugi dan penghasilan komprehensif lain. 3) Laporan perubahan ekuitasInformasi yang disajikan dalam laporan perubahan ekuitas, sebagai berikut:(a) Total penghasilan komprehensif selama periode berjalan, yang menunjukkan secara tersendiri jumlah total yang dapat diatribusikankepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non pengendali (b)Untuk setiap komponen ekuitas, dampak penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektifsesuai dengan PSAK 25 (c)Untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode. 4) Laporan arus kas 5) Catatan atas Laporan Keuangan(a) Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi spesifik(b) Mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan(c) Menyediakan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untukmemahami laporan keuangan.

2. Laporan Arus Kas

a. Pengertian Kas dan Setara Kas

  Menurut Sofyan (2011: 259) maksud kas dalam laporan ini adalah kas yang bersifat jangka pendek, dan surat-surat berharga yang sangat lancaryang memenuhi syarat:1) Setiap saat dapat ditukar menjadi kas2) Tanggal jatuh temponya sangat dekat, kecil risiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan terhadap bunga (investasi yang jatuh tempo maksimaltiga bulan. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam PSAK No.2, kas terdiridari saldo kas, rekening giro, aset setara kas, investasi yang sangat Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa kas merupakan pos aktiva dalam neraca yang paling likuid, maksunya dapatdengan digunakan sebagai alat pertukaran dan menunjukkan daya beli secara umum, dimana dalam berbagai bentuk dinyatakan dengan nilaisekarang yang jelas dan dapat ditetapkan.

b. Pengertian Laporan Arus Kas

  Menurut Hery (2017: 215)menyatakan, bahwa laporan arus kas dalam laporan yang melaporkan arus kas masuk maupun arus kas keluar perusahaan selama periode yangmemberikan inormasi yang berguna mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas operasi, melakukan investasi,melunasi kewajiban dan membayar deviden. Sofyan (2011:258) menyatakan, bahwa laporan arus kas adalah laporan yang menyatakan fakta dalam indikator akuntansi keuangan tanpaharus ada taksiran atau pertimbangan subjektif dari akuntansi pada suatu Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang disajikan perusahaan.

c. Tujuan Laporan Arus Kas

  Laporan arus kas dalam suatu perusahaan disajikan dengan tujuan untuk menyediakan informasi keuangan bagi pihak yang berkepentinganseperti manajemen, kreditur, dan investor khususnya informasi mengenai kas perusahaan pada periode tertentu. Informasi kas tersebut berupa arus kasmasuk dan arus kas keluar serta kas bersih atau selisih antara arus kas masuk dan arus kas keluar dalam beberapa aktivitas perusahaan, sepertiaktivitas operasi perusahaan, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

d. Pengelompokan dalam Laporan Arus Kas

Menurut Sofyan (2011: 260) laporan ini penerimaan dan pengeluaran kas dikelompokkan dari sumber sebagai berikut:

1) Arus Kas dari Kegiatan Operasi

  Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukanmerupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan, seluruh transaksi dan peristiwa-peristiwa lain yang tidak dapat dianggap sebagai kegiataninvestasi atau pembiayaan. c) Semua penerimaan yang bukan berasal dari sebagian yang sudah dimasukkan dalam kelompok investasi pembiayaan, seperti jumlahuang yang diterima dari tuntutan di pengadilan, klaim asuransi, kecuali yang berhubungan dengan kegiatan investasi dan pembiayaanseperti kerusakan gedung, pengembalian dana dari supplier (refund).

2) Arus Kas dari Kegitan Pembiayaan/Pendanaan

  Kegiatan yang termasuk kegiatan pembiayaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal danpinjaman jangka panjang perusahaan, berupa kegiatan mendapatkan sumber-sumber dana dari pemilik dengan memberikan prospekpenghasilan dari sumber dana tersebut, meminjam dan membayar utang kembali atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayarutang tertentu. Contoh arus kas masuk dari kegiatan pembiayaan adalah sebagai berikut:a) Penerimaan dan pengeluaran surat berharga dalam bentuk ekuitas.

3) Arus Kas dari Kegiatan Investasi

  Kegiatan yang termasuk dalam arus kas kegiatan investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang baik yang berwujudmaupun yang tidak berwujud serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas, antara lain menerima dan menagih pinjaman, utang, suratberharga, atau modal, aktiva tetap dan aktiva produktif lainnya yang digunakan dalam proses produksi. Contoh arus kas masuk dari kegiatan investasi adalah sebagai berikut:a) Penerimaan pinjaman luar baik yang baru maupun yang sudah lama.

e. Isi dan Bentuk Laporan Arus Kas

  Sofyan (2011: 261) menyatakan, bahwa bentuk laporan arus kas terbagi menjadi 2, yaitu:1) Direct Method (Metode Langsung)Dalam metode ini pelaporan arus kas dilakukan dengan cara melaporkan kelompok-kelompok penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatanoperasi secara lengkap (gross), dan baru dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan. Dalam metode ini net incomedisesuaikan dengan menghitung, sebagai berikut:a) Pengaruh transaksi yang masih belum direalisasi dari arus kas masuk dan arus kas keluar dari transaksi yamg lalu.

3. Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan melihat pada laporan keuangan yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan dan itu tercermin dari informasi yang diperolehdari laporan posisi keuangan, laba komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

a. Pengertian Kinerja Keuangan

b. Pengukuran dan Analisis Kinerja Keuangan

  Analisis RasioArus Kas Operasi Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perbankan Laporan arus kas dapat mempertinggi kemampuan untuk mengevaluasi prestasi dan kesehatan keuangan perusahaan karena laporan inimenjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kualitas laba, sumber-sumber kas dari operasi, bagaimana pembayaran kembali hutang dilakukan danketergantungan pada pembiayaan dari luar. Sumber dari operasi dibagi atas penyesuaian transional seperti penyusutan, pajak, amortisasi goodwill dan transaksi nonkaslainnya, serta sumber lain dari operasi yang mencakup penjualan dan perlengkapan atau pengurangan dalam persediaan, piutang, dan pos-pos yangdibayar dimuka.

a. Rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar

  Rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar = Perusahaan yang memiliki rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar di bawah 1 berarti bahwa perusahaan tersebut tidak mampu melunasikewajiban lancarnya dengan menggunakan arus kas operasi saja. Rasio arus kas operasi terhadap pengeluaran modal Rasio ini digunakan untuk mengukur arus kas operasi yang tersedia Rasio arus kas operasi terhadap pengeluaran modal =Rasio yang tinggi menunjukkan kemampuan yang tinggi pula dari arus kas operasi perusahaan dalam membiayai pengeluaran modal (pembelian tambahan aset tetap, melakukan investasi, ataupun akuisisi).

d. Rasio arus kas operasi terhadap total utang

  Rasio yang menunjukkan kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam melunasi seluruh kewajibannya, baik kewajiban lancar maupunkewajiban jangka panjang. Rasio ini dihitung sebagai hasil bagi antara arus kas operasi dengan total utang.

e. Rasio arus kas operasi terhadap laba bersih

  Rasio arus kas operasi terhadap laba bersih menunjukkan seberapa jauh penyesuaian dan asumsi akuntansi akrual mempengaruhi perhitunganlaba bersih. Rasio aru kas operasi terhadap laba bersih = Umumnya, rasio arus kas operasi terhadap laba bersih memiliki nilai di atas 1 karena adanya non cash expenses (beban-beban yang tidakmemerlukan pengeluaran kas), seperti beban penyusutan, beban amortisasi, dan beban piutang tak tertagih yang sifatnya mengurangi laba bersih namuntidak berdampak terhadap arus kas operasi.

B. Penelitian Sebelumnya

  Hanjaya Mandala Sampoerna yang mempunyai kinerja keuanganyang baik untuk tahun 2012 hingga tahun 2014 dilihat dari hasil ke lima rasio yang ada adalah rasio arus kas operasi, rasio cakupan kas terhadap bunga, rasiopengeluaran modal, rasio total utang dan rasio arus kas terhadap laba bersih mempunyai nilai rasio yang lebih tinggi dibandingkan dengan ke tiga perusahaansesama industri. PLN (Persero) wilayahSuluttenggo selama tahun 2014-2016, maka diperoleh hasil adalah rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar dapat dikatakan perusahaan tidak mampumelunasi kewajiban lancarnya hanya dengan menggunakan arus kas operasi.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Menurut Sugiyono (2016: 53-55) menyatakan, bahwa jenis-jenis penelitian

  Operasionalisasi Variabel Operasionalisasi Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel III.1 Operasionalisasi VariabelVariabel Penelitian Sub Variabel Definisi Indikator Rasio ArusKasOperasiUnt ukMengukurKinerjaKeuangan Rasio Arus KasOperasi terhadapKewajibanLancar Rasio ini menunjukkan kemampuan arus kasoperasi perusahaan dalam melunasi kewajibanlancarnya. LancarRasio Arus KasOperasiTerhadap Bunga Bunga harus dilakukan dengan menggunakan kas,maka diperlukan suatu rasio yang menunjukkankemampuan perusahaan dalam membayar bungapinjaman kepada kreditor, yang di mana dananyabersumber dari arus kas operasi perusahaan.

D. Populasi dan Sampel

  Wiratna (2014: 65) menyatakan, bahwa populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyaikarakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan ditarik kesimpulannya. Metode ini mengumpulkan data dari laporankeuangan perbankan swasta nasional tahun 2013-2017 melalui situs resmi BursaEfek Indonesia (www.idx.co.id) serta mempelajari literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian baik media cetak maupun elektronik.

G. Analisis Data dan Teknik Analisis

1. Analisis Data

  Menurut Sugiyono (2016: 206) menyatakan, bahwa analisis data dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:a) Analisis Kualitatif Analisis kualitatif yaitu suatu metode analisis dengan menggunakan data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar. b) Analisis KuantitatifAnalisis kuantitatif yaitu suatu metode analisis dengan menggunakan data Metode analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif.

2. Teknik Analisis

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus rasio arus kas operasi adalah sebagai berikut:a) Rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar = b) Rasio arus kas operasi terhadap bunga = c) Rasio arus kas operasi terhadap pengeluaran modal = d) Rasio arus kas operasi terhadap total utang = e) Rasio aru kas operasi terhadap laba bersih =

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Perusahaan Perbankan Swasta Nasional di Indonesia

a. PT. Bank Bukopin, Tbk

  Bank Bukopin, Tbk didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesiadisingkat (Bukopin) yang disahkan sebagai badan hukum berdasarkan SuratKeputusan Direktorat Jenderal Koperasi No. Perubahan ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Susunan Dewan Komisaris, Direksi Bank dan Komite Audit pada tanggal 31 Desember 2017 adalah, sebagai berikut: 1) Dewan Komisaris: Komisaris Utama : Karya BudianaKomisaris : Deddy SA.

b. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk

  90 yang dibuatdihadapan Raden Meester Soewandi, notaris di Jakarta pada tanggal 26September 1955 dan diubah dengan akta dari notaris yang sama No. H., mengenai perubahan Pasal 3 ayat 2, Pasal 14 ayat 2, Pasal 14 ayat 4, Pasal 17 ayat 3, dan Pasal 17 ayat 5,dimana perubahan tersebut diseujui oleh Menteri Hukum dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia tanggal 29 April 2014.

c. PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk

  Bank memperoleh izin usaha sebagai bank umum, bank devisa, dan bank yang melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah masing-masing berdasrakan surat keputusan Menteri Keuangan No. Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, dalam Anggaran Dasar Bank yang tidak diubah yang dicantumkan dalamAkta No.

d. PT. Bank Mega, Tbk

  Mega Bank d pada tahun 1992 dan pada tanggal 17 Januari 2000 berubah lagi menjadi PT. Susunan Dewan Komisaris, Direksi Bank dan Komite Audit pada tanggal 31 Desember 2017 adalah, sebagai berikut: 1) Dewan Komisaris: Komisaris Utama : Chairul TanjungKomisaris : Yungky SetiawanKomisaris : Darmadi SutantoKomisaris Independen : Achjadi RanuwisastraKomisaris Independen : Lambock V.

e. PT. Bank Sinarmas, Tbk

  Bank Sinarmas, Tbk didirikan pada tahun 1989 dengan namaPT. H., notaris di Jakarta dan telah diubah denganakta No.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan diukur dengan menggunakan rasio arus kas operasi padaPerbankan Swasta Nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun2013-2017. Analisis laporan arus kas ini menggunakan komponen laporan arus kas dan juga komponen neraca serta laporan laba rugi sebagai alatanalisis rasio.

1. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Kewajiban Lancar

  Hasil tersebut mengakibatkanMEGA belum memiliki kemampuan dalam melunasi kewajiban lancarnya dengan menggunakan arus kas operasi dikategorikan belum baik, karenamemiliki nilai yang berada di bawah standar 1 setiap tahunnya. Rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar pada BSIM Cara untuk meningkatkan rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar dapat dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah arus kas operasiseperti penerimaan dari nasabah, penerimaan bunga, penerimaan lain-lain dan penerimaan tersebut disertai dengan tidak meningkatnya pembayaran kepadakaryawan, dan pembayaran kas untuk aktivitas operasi.

2. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Bunga

  Rasio arus kas operasi terhadap bunga pada BBKP mengalami Rasio arus kas operasi terhadap bunga pada BNGA mengalami fluktuasi dari tahun 2013-2017. Hasil tersebut menunjukkan BNGA dinilaimampu untuk membayar pinjaman kepada kreditor, yang di mana dananya bersumber dari arus kas operasi perusahaan.

3. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Pengeluaran Modal

  Hasil tersebut Rasio arus kas operasi terhadap pengeluaran modal pada BNGA mengalami penurunan dari tahun 2013-2017. Rasio arus kas operasi terhadap pengeluaran modal pada BDMN mengalami fluktuasi dari tahun 2013-2017.

4. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Total Utang

  Hasil tersebut mengakibatkan BDMN tidakmampu dalam membayar semua kewajibannya dengan menggunakan arus kas yang berasal dari aktivitas normal operasi perusahaan. Cara untuk meningkatkan rasio arus kas operasi terhadap total utang pada perbankan swasta nasional tersebut dengan cara memastikan jangkawaktu dalam membayar semua kewajibannya dengan disertai meningkatnya arus kas operasi.

5. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Laba Bersih

  Berdasarkan rata-rata rasio BBKP dari tahun Rasio arus kas operasi terhadap laba bersih pada BNGA mengalami penurunan. Rasio arus kas operasi terhadap laba bersih pada MEGA mengalami peningakatan dari tahun 2013-2017.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan pada

  Selanjutnya,dari rasio arus kas operasi terhadap bunga bahwa dari ke lima perusahaan perbankan swasta nasional tersebut dikategorikanbaik. Kemudian, dari rasio arus kas operasi terhadap laba bersih bahwa dari ke lima perusahaan perbankan swasta nasional yang memiliki kinerja yangdikategorikan baik adalah PT.

B. Saran

  Bagi perusahaan perbankan swasta nasional, sebaiknya lebih ditingkatkan kinerja keuangannya dari sisi rasio seperti rasio arus kas operasi terhadapkewajiban lancar, rasio arus kas operasi terhadap pengeluaran modal, dan rasio arus kas operasi terhadap total utang. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan pada saat untuk menganalisis kinerja keuangan perbankan swasta nasional sehinggalebih memperdalam ilmu terkait analisis kinerja keuangan dengan menggunakan rasio arus kas operasi.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (64 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Media Pembelajaran - BAB II KAJIAN PUSTAKA
0
1
23
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) - Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara
0
0
30
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Analisis Laporan Keuangan 2.1.1.1 Pengertian Analisis Laporan keuangan - Pengaruh Pertumbuhan Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Perio
0
0
21
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Laporan Keuangan Pemerintah (LKP) - Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Satuan Kerja Mitra KPPN Medan II
0
0
31
BAB II LANDASAN TEORITIS A. Tinjauan Teoritis 1. Rasio Keuangan a. Pengertian Rasio Keuangan - Peranan Analisis Laporan Keuangan Dalam Mempertimbangkan Permohonan Kredit Pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Medan Iskandar Muda
0
0
17
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan
0
0
20
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Model Pembelajaran a. Pengertian Model Pembelajaran - BAB II RANI
0
0
21
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Manajemen Risiko 1. Pengertian Manajemen Risiko - 5. BAB II KAJIAN PUSTAKA
0
0
29
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Belajar - 11 BAB II NEW
0
0
17
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan - ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BMT ASSALAM DEMAK BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) TAHUN 2015-2016. - STAIN Kudus Repository
0
0
25
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Pustaka 1. Pengertian Kurikulum - FILE 5 BAB II
0
0
17
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Tradisi, Pernikahan, Mabang Handak, Suku, Kayu Agung, Ogan Komering Ilir. - 352014018 BAB I SAMPAI BAB TERAKHIR
0
0
51
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Tori 1. Sistem Pengendalian Intern a. Pengertian Sistem Pengendalian Intern - 222014096 BAB II SAMPAI BAB V
0
0
55
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS A. Landasan Teori - 212014121 BAB II SAMPAI BAB TERAKHIR
0
0
70
2. Pengertian Meningkatkan - 352014017 BAB II SAMPAI BAB TERAKHIR
0
0
114
Show more