BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KABUPATEN PURBALINGGA - INFORMASI TEMPAT WISATA KABUPATEN PURBALINGGA BERBASIS ANDROID - repository perpustakaan

Gratis

0
2
18
4 months ago
Preview
Full text

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KABUPATEN PURBALINGGA Kabupaten Purbalingga termasuk wilayah Propinsi Jawa Tengah

  1

  1

  bagian barat daya, tepatnya pada posisi : 109

  11

  35 BujurTimur,

  • –109

  1

  1

  dan 7

  10

  29 Lintang Selatan. Kabupaten Purbalingga memiliki

  • –7 ketinggian 35 meter sampai dengan 1.124 meter di atas permukaan air laut (DPAL), sedangkan keadaan iklimnya tidak terlalu berbeda dengan rata - rata keadaan iklim di Jawa Tengah. Rata-rata curah hujannya 4,837 mm per bulanatau 3,569 mm per tahun. Batas - batas administratif Kabupaten Purbalingga adalah sebagai berikut : -Sebelah Utara : Kabupaten Pemalang.
    • Sebelah Timur : Kabupaten Banjarnegara.
    • Sebelah Selatan : Kabupaten Banjarnegara dan Banyumas.
    • Sebelah Barat : Kabupaten Banyumas. Jarak dari Purbalingga ke beberapa kota sekitarnya sebagai berikut: -Semarang : 191 km.
    • Purwokerto : 20 km.
    • Cilacap : 60 km.
    • Banjarnegara : 45 km.
    • Wonosobo : 75 km.

  B.

   INFORMASI

  Informasi adalah suatu data yang telah diproses sehingga dapat mengurangi ketidakjelasan tentang keadaan atau suatu kejadian.

  Sedangkan kata data itu sendiri adalah fakta atau kenyataan yang sebenarnya. Informasi juga dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian -kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan (Swastikayana, 2011).

C. PARIWISATA

  1. Pengertian Wisata Berbicara tentang pengertian pariwisata maka akan dijumpai beberapa istilah yang berhubungan dengan kata “pariwisata” tersebut, antara lain : pari, wisata, wisatawan, tourisme, kepariwisataan, objek wisata dan sebagainya. Kata wisata berasal dari bahasa Jawa kuno yang kini telah memperkaya khasanah perbendaharaan bahasa Indonesia. Menrut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “wisata” merupakan kata kerja yang berarti: (a) berpergian bersama-sama, (b) piknik. Pari berarti segala, semua, maka Pariwisata dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan “berpergian bersama- sama”. Wisatawan berarti orang yang melakukan wisata, atau orang yang berpergian. Tourisme berasal dari kata Inggris “tourisme” yang digunakan sebagai padanan kata “pariwisata”. Objek wisata menyangkut tempat, lokasi, atau segala sesuatu yang menjadi daya tarik untuk dikunjungi, dipelajari atau dilihat oleh wisatawan (Suwithi dan Boham, 2008).

  2. Unsur

  • – Unsur Wisata Unsur-unsur wisata yang terlibat didalam industri pariwisata adalah meliputi hal -hal sebagai berikut :

  a. Akomondasi, adalah tempat bagi seseorang untuk tinggal sementara, dapat berupa hotel, losmen, guest house, pondok,

  

cottage inn, perkemahan, caravan, bag packer dan sebagainya.

  b. Jasa boga dan restoran, adalah industri yang bergerak dalam bidang penyediaan makanan dan minuman, yang dikelola secara komersial.

  Jenis usaha ini dapat di bedakan dalam manajemenya, yaitu cara pengelolaanya, apakah dikelola secara mandiri maupin terkait dengan usaha lain.

  c. Transportasi dan jasa angkutan, adalah bidang angkutan.

  Transportasi dapat dilakukan melalui darat, laut dan udara. Pengelolaan dapat dilakukan oleh swasta dan BUMN. Jasa angkutan dan transportasi ini juga sangat mempengaruhi industri pariwisata, terjadinya kemudahan jasa transportasi terutama udara, yang memberikan bagi seluruh kalangan membuat meningkatnya kegiatan berwisata dari satu tempat ke tempat atau daerah lainya (Suwithi dan Boham, 2008).

  3. Manfaat Wisata Banyak sekali manfaat yang dapat diberikan oleh pengembangan sektor industri pariwisata. Menurut buku Pegangan Penatar dan

  Penyuluh Kepariwisataan Indonesia yang diterbitkan oleh Depatemen Kebudayaan Pariwisata, sedikitnya manfaat dan dampak negative yang ditimbulkan tersebut dapat ditinjau dari empat aspek social-budaya, aspek berbangsa dan bernegara, dan aspek lingkungan (Suwithi dan Boham, 2008).

  4. Wisata di Kabupaten Purbalingga Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinporapar Kabupaten

  Purbalingga sampai saat ini sudah memiliki 15 desa wisata, tempat wisata tersebut terdiri dari : a. Wisata Alam

  Goa Lawa, Jalur Pendakian Gunung Slamet, Agrowisata Kebun Strawberry, Jembatan Pelangi, Curug Nagasari, Curug Gogor, Curug Kali Karang, Curug Lempeng, Curug Buret, Curug Silawe, Curug Kembar, Curug Banyu Banger, Curug Aul / Curug Tanalum, Curug Silintang, Curug Sikasur, Curug Sumba, Curug Nini, Curug Singongoh, Situ Tirta Marta, Taman Puncak Srimbar Jaya, Warna Tirta Curug Pesanteren, Bukit Sendaren, Susur Sungai Klawing, Rest Area Lembah Asri, Kampung Kurcaci, Puncak Gajah, Puncak Njelir, Curug Pengantin, Curug Duwur. b. Wisata Sejarah Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, Perpustakaan

  & Museum Budaya Soegarda Poerbakawatja, Muesum Usman Janatin.

  c. Wisata Religi Petilasan Ardi Lawet, Masjid Agung Darussalam, Masjid

  Jami PITI Muhammad Cheng Hoo, Makam Wali Perkasa,

  d. Taman Wisata Usman Janatin City Park, Reptil Sanggaluri Park, Bumi

  Perkemahan Munjuluhur, Alun – Alun Kabupaten Purbalingga.

  e. Wisata Air Owabong, Pemandian Situ Tirta Marta, Kolam Renang Tirta Asri Walik, Pancuran Ciblon Bobotsari.

  f. Desa Wisata Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, Kabupaten Purbalingga ingin memperkenalkan kehidupan masyarakatnya sehari-hari. Hal ini kemudian diwujudkan dengan tumbuh suburnya beberapa desa wisata. Berikut desa wisata yang ada di Kabupaten Purbalingga :

  1. Desa Wisata Bokol Desa Bokol, Kecamatan Kemangkon menyuguhkan paket wisata belajar seni dan dan kuliner ala kampung. Lokasi utama kunjungan di Sanggar ‘Darimu’. Pengelola Sanggar Darimu menempatkan pengunjung seperti layaknya saudara. Sembari menunggu pesanan kuliner angkri ngan ‘Mamake’ pengelola mengajak bernyanyi dengan diiringi gitar atau membaca puisi, serta bermain egrang. Untuk menuju Sanggar ‘Darimu’ pengunjung yang datang harus menyusuri areal persawahan, bisa berjalan kaki atau naik sepeda onthel yang disiapkan. Begitu masuk ke area sanggar, disambut dengan musik dari tabuhan kaleng cat dan ember bekas.

  2. Desa Wisata Tlahab Lor dan Tlahab Kidul Desa wisata Tlahab Lor dan Tlahab Kidul, Kecamatan

  Karangreja lokasinya bersebelahan. Di Desa Tlahab Lor setidaknya ada tiga curug yakni Curug Silintang, Curug Silawang, dan Curug Sikasur, harus melewati areal persawahan sekitar 600 meter. Sedang untuk menuju Curug Silintang, dan Curug Silawang, perjalanan sekitar 40 menit dari balai desa Tlahab Lor. Di Desa Tlahab Kidul ada Curug Sumba. Lokasinya hanya sekitar 300 meter dari jalan raya Karangreja - Bobotsari.

  3. Desa Wisata Serang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, mengandalkan potensi wisata agro. Wisatawan diajak memetik buah strawberry langsung dari kebun. Desa berhawa sejuk di kaki Gunung Slamet (3.428 mdpl) ini juga menyuguhkan daya tarik lain seperti rest area Lembah Asri, Kampung Kurcaci, Taman Buga, Campingground, pendakian G.Slamet via Gunung Malang. Bisa juga melakukan outbond atau berglantungan ala tarsan diantara rimbunya hutan damar. Wisatawan juga bisa menginap di homestay dengan harga yang sangat terjangkau.

  4. Desa Wisata Penusupan Desa Wisata Penusupan, Kecamatan Reambang, memiliki banyak daya tarik yang disuguhkan. Ada Jembatan Cinta, Taman

  Puncak Srimbar Jaya, Wana Tirta Curug Pesantren, Outbound, Taman Kedung Pingit, Rumah Pohon, Kampung Hijau, Petilasan Ardi Lawet, Bukit Sendaren, dan Susur Sungai Watu Mujur. Ada juga seni Dayakan, Lengger Lanan, Rodat, Kothekan Lesung dan musik Thek-thek.

  5. Desa Wisata Limbasari Desa wisata Limbasari, Kecamatan Bobotsari, wisatawan bisa menikmati river tubing di aliran sungai Tuntung Gunung yang masih alami. Pengunjung bisa juga menikmati curug sembari menjelajahi alam yang masih asri dan bisa juga belajar membatik.

  Limbasari yang berada di sekitar pegunungan Plana dikenal sebagai salah satu sentra produsen batik tulis di Purbalingga.

  6. Desa Wisata Kedungbenda Desa Wisata Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, menyuguhkan wisata susur sungai Klawing menggunakan prahu.

  Usai menyusuri sungai wisatawan diajak berkunjung ke kebun pepaya. Jika berminat bisa memetik pepaya langsung dan harganya terbilang murah. Tidak jauh dari lahan agro pepaya, juga terdapat kampung nelayan. Wisatawan diajak mengunjungi kampung nelayan dan merajut jaring ikan. Wisatawan bisa juga menikamati kuliner ikan Senggaringan. Cara menikamtinyapun bisa ditepi sungai di gasebo-gasebo yang telah disiapkan ikan Senggarigan yang digoreng dimakan dengan kupat Landan.

  7. Desa Wisata Tanalum (Desa Wisata Seribu Curug/Air Terjun).

  Desa wisata Tanalum, Kecamatan Rembang, dikenal dengan sebutan desa ‘Seribu Curug’. Berkunjung ke desa ini memang lebih banyak menikmati eksotisme keindahan curug (air terjun), bisa juga melakukan canyoning dan repling. Curug yang ada dan sudah dikelola Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis Argo Lestari antara lain Curug Nagasari, Curug Gogor, Curug Kali Karang, Curug Lempeng, Curug Buret, Curug Silawe, Curug Kembar, Curug Banyu Banger, dan Curug Aul / Curug Tanalum.

  8. Desa Wisata Siwarak Desa Wisata Siwarak, Kecamatan Karangreja memiliki beberapa keunggulan karena memiliki potensi wisata alam yang menarik. Anda dapat menikmati keindahan Obyek Wisata Goa Lawa, Caving ke Leng Asyik (Goa Lorong Kreta), Hiking (Bukit Kelir, Puncak Njelir, Persil, Curug Pengantin, Curug Silintang), Kuliner Kebun Nanas, Seni Budaya (Kuda

  Kepang/Ebeg, Tek-tek, Ruwat Bumi), Sirkuit Downhill, Sunrise Camping Ground dan Home Stay.

  Tracking,

  9. Desa Wisata Karangcegak Desa wisata Karangcegak, Kecamatan Kutasari menyuguhkan wisata foto underwater di Situ Tirta Marta. Selain foto underwater juga menyiapkan snorkling (selam permukaan). Mata air ini sangat jernih airnya dan tidak terpengaruh musim kemarau. Properti untuk foto underwater berupa sepeda motor, laptop, meja, kursi, tenda dan properti lain sesuai permintaan. Di Karangcegak juga terdapat wisata kuliner ‘Ninine’ yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Situ Tirta Marta.

  10. Desa Wisata Onje (Masjid Sayid Kuning, Wisata Kedung).

  Desa Onje, Kecamatan Mrebet yang memiliki sejarah lahirnya Purbalingga, menyuguhkan daya tarik religi Masjid Sayid Kuning, rafting dan tubing. Berbagai peninggalan sejarah juga banyak dijumpai di desa ini. Masyarakat Desa Onje stiap tahun menggelar tradisi Nyadran dengan melakukan kirab nasi Penggel, dan mandi di Kedung Pertelu (Pertemuan tiga anak sungai) yang melintas di desa itu.

  11. Desa Wisata Kaliori (Kedung Cecruk, Wisata Kuliner).

  Desa Kaliori Kecamatan Karanganyar, menyuguhkan wisata Kedungcungkruk dan Jimbaran mini. Ada sebuah tempat mirip pulau kecil yang terletak ditengah sungai dan sangat asyik untuk dikunjungi. Untuk mengunjungi lokasi wisata itu, wisatawan bisa naik perahu gethek bambu atau perahu dari drum yang telah disiapkan. Sembari beristirahat di gasebo tepi sungai, wisatawan bisa menikmati masakan khas desa dengan sambal jlantrah dan abon jantung pisang.

  12. Desa Wisata Karangreja Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja menjual daya tarik wisata puncak Gadjah yang memiliki ketinggian 1.440.

  Pengunjung bisa menikmati pemandangan Gunung Slamet yang menjulang.

  13. Desa Wisata Bantarbarang Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang dikenal dengan

  Jembatan Pelangi. Lokasinya, hanya sekitar 1,5 kilometer dari Monumen Tempat Lahir Jendral Soedirman. Jembatan pelangi memanfaatkan jembatan gantung yang sudah tidak dipakai.

  Jembatan yang dibangun tahun 1977 ini masih tetap aman. Wisatawan bisa berfoto-foto diatas jembatan yang berwarna warni pelangi.

  14. Desa Wisata Bumisari Curug Duwur ini terletak di Desa Bumisari, Kecamatan

  Bojongsari. Tempatnya elok dan asri dengan air yang berwarna kehijauan, curug ini mulai banyak didatangi wisatawan khususnya pada hari Minggu. Di Desa Bumisari juga ada dua curug lain yang tak kalah eksotisnya.

  15. Desa Wisata Cipaku

  a. Curug nini Kini air terjun nan sejuk disebut dengan sebutan yang keliru Curug Nini, menurut penduduk Cipaku, yang benar adalah ‘Curug Nini’. Air terjun pada sebuah kolam yang cukup luas, ada mata air besar di dasar tebing, sehingga kolam ini belum pernah kering. Tinggi air terjun hanya sekitar 10 meter, bagian dari hulu Sungai Pingen. Air dibendung untuk irigasi. Berada di perbatasan Desa Pagerandong dan Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet.

  b. Curug Singongoh Curug Singongoh ini dikelilingi tebing dengan tanaman liar yang seperti ditata rapi. Ada tiga air terjun, di tengah sungai, kiri, dan kanan. Anak desa cenderung bermain dari tebing sebelah kiri air terjun ke kolam yang luas.

  c.

  Prasasti Cipaku “Batu Lingga dan Yoni” Di Dukuh Bataputih ini terdapat dua buah Batu

  Lingga dan Yoni. Batunya bulat lonjong bagai telur. Situs ini berada di atas sebuah kolam penampungan air, masyarakat setempat menyebutnya Telaga Bataputih. Mata- airnya cukup besar. Pohon yang satu karena usianya sampai berlubang, mirip pintu, dan dapat dimasuki orang dewasa.

  d.

  Prasasti Cipaku “Watutulis” Sebuah peninggalan sejarah, prasasti batu tulis, batunya sebesar gajah gemuk. Sudah bertahun-tahun tulisan di Watutulis ini belum terterjemahkan. Namun tahun 1983, Drs. Kusen dari Fakultas Sastra UGM Jurusan Arkeologi, berhasil membaca tulisan di Watutulis, bunyinya “Indra Wardana Wikrama Deva”.

  D. ANDROID

  1. Sejarah Android

  Android merupakan sebuah sistem operasi telepon seluler dan

  komputer tablet layar sentuh (Touch Screen) yang berbasis Linux. Namun seiring perkembanganya, android berubah menjadi platform yang begitu cepat dalam melkukan inovasi. Hal ini tidak lepas dari pengembang utama dibelakangnya, yaitu Google. Google-lah yang mengakuisi android kemudian membuatkan sebuah platform. Platform android terdiri dari Sistem Operasi berbasis Linux, sebuah GUI (Graphical User Interface), sebuah Web Browser dan aplikasi end-user yang dapat diunduh dan juga para pengembang bisa leluasa berkarya serta menciptakan aplikasi yang terbaik dan terbuka untuk digunakan oleh berbagai macam perangkat. Saat ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi android di dunia. Pertama mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Service (GMS), dan yang kedua adalah yang benar-benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung dari Google atau dikenal dengan Open Handset (OHD). Sistem Operasi ini membuka pintu untuk para developer untuk mengembangkan software dengan Android SDK (Software Development

  ), yang menyediakan tool dan API yang dibutuhkan untuk memulai

  Kit

  mengembangkan aplikasi pada platform android menggunakan pemrograman java (Hermawan, 2016).

  2. Perkembangan Versi OS Android Keunikan dari nama sistem operasi (OS) Android adalah dengan menggunakan nama makanan hidangan penutup (Dessert). Selain itu juga nama-nama (OS) Android memiliki huruf awal berurutan sesuai abjad.

  

Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, HoneyComb, Ice Cream,

  Juru bicara Google, Randal Saraffa enggan memberi tahu Jelly Bean. alasanya. Sarafa hanya menyatakan bahwa pemberian nama-nama itu merupakan hasil keputusan internal dan Google memilih tampil sedikit ajaib dalam hal ini.

  3. Arsitektur Aplikasi Berbasis Android mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan Software.

  Google

  Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. Berikut ini adalah susunan dari lapisan- lapisan tersebut jika dilihat dari lapisan dasar hingga lapisan teratas. a. Linux Kernel Tumpukan paling bawah pada arsitektur android ini adalah kernel. menggunakan kernel Linux versi 2.6 untuk membangun sistem

  Google

  operasi android, yang mencakup memory management, security dan beberapa driver hardware. Kernel

  setting, power management,

  berperan sebagai abstraction layer antara hardware dan keseluruhan . Sebagai contoh, HTC GI dilengkapi dengan kamera yang

  software memungkinkan pengguna mengirimkan perintah hardware kamera.

  b. Android Runtime Lapisan setelah kernel linux adalah Android Runtime. Android

  

Runtime ini berisi Core Libraries dan Dalvix Virtual Machine. Core

Libraries mencakup serangkaian inti Library java, artinya Android

  menyertakan satu set library-library dasar yang menyediakan sebagian besar fungsi-fungsi yang ada pada library-library dasar bahasa pemrograman java. Dalvik adalah java virtual machine yang memberi kekuatan pada sistem Android, menggunakan kernel linux untuk mejalankan fungsi-fungsi seperti threading dan low-level memory ini dioptimalkan untuk telepon selular.

  management. Dalvik VM

  c. Libraries Bertempat di level yang sama dengan Android Runtime Libraries.

  

Android menyertakan satu set library-library dalam bahasa C/C++

  yang digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem Kemampuan ini dapat diakses oleh programer melewati Android.

  

Android application framework, sebagi contoh android mendukung

  pemutaran audio, video, dan gambar. Core library tersebut adalah

  

System C Library, Media Libraries, Surface Manager, LibWebCore,

SGL, 3D Libraries, FreeType, SQLite.

  d. Application Framework Lapisan selanjutnya adalah Application Framework yang mencakup program untuk mengatur fungsi-funsi dasar smartphone. adalah serangkaian tool dasar seperti alokasi

  Application framework

resource smartphone , aplikasi telepon, pergantian antar proses atau

  program, dan pelacakan lokasi fisik telepon. Para pengembang aplikasi memiliki aplikasi penuh kepada tool-tool dasar tersebut, dan memanfaatkanya untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks. Di dalam semua aplikasi terdapat service dan sistem yang meliputi :

  

Views, Content Providers, Resource Manager, Notification Manager,

. Activity Manager

  e. Application Dilapisan teratas bercokol aplikasi itu sendiri. Di lapisan inilah anda menemui fungsi-fungsi dasar smartphone seperti menelpon dan mengirim pesan singkat, menjalankan web browser, mengakses daftar kontak, dan lain-lain. Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah yang paling sering mereka akses. Mereka mengakses funsi-fungsi dasar tersebut melalui user interface.

  E.

GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)

  Sistem Pemosisi Global atau dalam bahasa Inggris disebut Global (GPS) adalah sistem untuk menentukan letak di

  PositioningSystem

  permukaan bumi dengan bantuanpenyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yangmengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima dipermukaan, dan digunakan untuk menentukan letak, kecepatan, arah, dan waktu. Sistemyang serupa dengan GPS antara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengannama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan olehJohn Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS). Kumpulan satelit inidiurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem inisekitar US$750 juta per tahun, termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL(Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisikendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital (Talukaki, 2015).

F. MYSQL

  merupakan salah satu DBMS (Database Management

  MySql

  ) yang sangat populer di dalam pengembangan sistem. Situs

  System ternama seperti Facebook, Google, dan adobe juga menggunakan MySql.

  memiliki dua lisensi, open source dibawah GPL (GNU General

  MySql Public License ) dan komersial dibawah MySQLAB. MysSql umumnya

  menjadi satu paket dalam pembelian hosting server. Ketika kita akan menggunakan MySql di server hosting, maka tool yang digunakan adalah

  phpMyAdmin (Hermawan, 2016).

G. HASIL PENELITIAN SEJENIS

  Berikut ini adalah bebrapa hasil penelitian sejenis tentang Sistem Informasi Pariwisata berbasis android:

  1. Arifudin (2014) melakukan penelitian tentang aplikasi pemandu wisata Kabupaten Banyumas berbasis android. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah program yang berjalan di smartphone bersistem operasi android untuk memudahkan masyarakat dalam mengetahui informasi dan lokasi wisata yang ada di Kabupaten Banyumas. Namun dalam penelitian yang dilakukan belum menggunakan teknologi

  webservice , dengan kata lain aplikasi ini hanya stand alone/berdiri sendiri

  di smartphone. Jadi data wisata yang dimasukan tidak bisa ditambah, dirubah, dan dihapus.

  2. Swastikayana (2011) melakukan penelitian tentang Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Untuk Pemetaan Pariwisata

  Kabupaten Gianyar (Studi Kasus Pada Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar). Aplikasi yang dibangun berupa aplikasi web. Data yang ditampilkan pada aplikasi ini wisata, fasilitas, buku tamu.

  3. AchaliyaParag, dkk (2012) melakukan penelitian tentang Rancang Bangun arsitektur pemandu wisata berbasis android. Aplikasi yang dibangun berupa aplikasi web dan aplikasi mobile. Data yang ditampilkan pada aplikasi ini wisata, Map, dan perkiraan cuaca.

  4. Chavhan, dkk (2016) melakukan penelitian tentang Rancang Bangun Sistem panduan wisata mobile untuk Android Mobile Phones. Aplikasi yang dibangun berupa aplikasi mobile. Data yang ditampilkan pada aplikasi ini wisata, hotel, dan restoran.

  Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah aplikasi yang dibangun nanti sudah menerapkan teknologi Web

  

Service, dengan format pertukaran data JavaScript Object Notation

  ). Perancangan peta yang ditampilkan pada aplikasi menggunakan

  (JSON

Google Maps API V2 dan Java sebagai bahasa pemrograman yang berisi

  informasi mengenai berita sepurtar pariwisata, wisata, informasi restoran, informasi hotel, daftar transportasi umum ke masing-masing wisata, dan daftar nomor telephone penting dinas pelayanan umum yang ada di Kabupaten Purbalingga.

Dokumen baru

Download (18 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

APLIKASI PEMETAAN LOKASI PONDOK PESANTREN DI KABUPATEN BANYUMAS BERBASIS ANDROID - repository perpustakaan
0
0
15
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN TEMPAT WISATA DAN REKREASI DI KABUPATEN PURBALINGGA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING BERBASIS WEB (A DECISION SUPPORT SYSTEM OF SELECTING TOURISM AND RECREATIONAL OBJECTS IN PURBALINGGA USING WEB-BASED SIMP
0
0
15
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KEBERLANGSUNGAN USAHA KERAJINAN BATOK KELAPA DI KELURAHAN PURBALINGGA WETAN, KECAMATAN PURBALINGGA, KABUPATEN PURBALINGGA - repository perpustakaan
0
0
14
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. ANDROID - PENGEMBANGAN APLIKASI PERMAINAN PETUALANGAN ( ADVENTURE GAME ) SEBAGAI MEDIA PENGENALAN SEJARAH BATURRADEN BERBASIS ANDROID - repository perpustakaan
0
0
12
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN LOKASI PONDOK PESANTREN BERBASIS ANDROID DI KABUPATEN PURBALINGGA
0
0
131
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN SPAREPART LAPTOP DI TOKO HAPS COMPUTER PURBALINGGA BERBASIS ANDROID - repository perpustakaan
0
0
15
BAB IV METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN SPAREPART LAPTOP DI TOKO HAPS COMPUTER PURBALINGGA BERBASIS ANDROID - repository perpustakaan
0
0
14
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Sistem - RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN SPAREPART LAPTOP DI TOKO HAPS COMPUTER PURBALINGGA BERBASIS ANDROID - repository perpustakaan
0
0
18
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Sistem Informasi Geografi - SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PEMETAAN PENYEBARAN PENYAKIT DI KECAMATAN AJIBARANG - repository perpustakaan
0
0
9
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KABUPATEN PURWOREJO - SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PERTANIAN KABUPATEN PURWOREJO BERBASIS ANDROID DENGAN GOOGLE MAPS - repository perpustakaan
0
0
16
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Lahan - PENENTUAN TINGKAT KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JATI MENGGUNAKAN SISTEM PENALARAN KOMPUTER BERBASIS KASUS - repository perpustakaan
1
0
21
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rantai Pasok - RANTAI NILAI BERAS IR64 DI KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP - repository perpustakaan
0
0
8
TUGAS AKHIR - HIPERTERMI PADA An. A DENGAN DENGUE HAEMORAGIC FEVER DIRUANG CEMPAKA RSUD dr. R GOETENG TAROENDADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA - repository perpustakaan
0
0
15
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. TINJAUAN TEORI 1. Konsep Karakteristik - HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA - repository perpustakaan
0
0
32
INFORMASI TEMPAT WISATA KABUPATEN PURBALINGGA BERBASIS ANDROID
0
0
16
Show more