PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS III SD NEGERI SELOMULYO SKRIPSI

Gratis

0
0
248
10 months ago
Preview
Full text

PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS III SD NEGERI SELOMULYO SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Adesta Tri Nur Pratiwi NIM : 101134043

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS III SD NEGERI SELOMULYO SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Adesta Tri Nur Pratiwi NIM : 101134043

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  

PERSEMBAHAN

  Skripsi ini saya persembahkan kepada : 1.

  Kedua orang tuaku tercinta Bapak Suyarto dan Ibu Rusminah yang membimbing dan memberikan kasih sayang yang tulus

2. Kedua kakakku dan adikku yang selalu memberikan motivasi 3.

  Sahabat-sahabatku satu angkatan 2010 kelas E 4. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  

v

MOTTO

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

  

(QS. Alam Nasyrah: 6)

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka

mengubah keadaan yang ada pada diri m ereka sendiri”

  (QS.Ar-

  Ra’du:11)

  “Insya Allah orang yang bersabar akan dicukupkan nikmatnya dengan tiada henti-hentinya ”

  “Jangan pernah takut mencoba karena selalu ada kesempatan untuk berhasil, dan dengan tidak mencoba bararti sudah pasti gagal”

  

ABSTRAK

PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DALAM

PEMBELAJARAN IPA DI KELAS III SD NEGERI SELOMULYO Adesta Tri Nur Pratiwi Universitas Sanata Dharma 2014

  Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D), yang bertujuan untuk mengetahui: (1) kualitas pengembangan media video dalam pembelajaran

  IPA di kelas III SD Negeri Selomulyo, (2) dampak pemanfaatan media video dalam pembelajaran IPA di kelas III SD Negeri Selomulyo.

  Pengembangan media ini melalui langkah-langkah yaitu sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan produk, (2) mengidentifikasi kompetensi dan materi, (3) memproduksi media pembelajaran, dan (4) uji coba dan revisi produk sampai menghasilkan video untuk mata pelajaran IPA kelas III.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk video yang dikembangkan peneliti layak sebagai media pembelajaran IPA di kelas III SD. Hal ini ditunjukkan oleh: (1) penilaian dari pakar media dalam kriteria baik dengan perolehan rata-rata skor 3,9. (2) Penilaian dari pakar materi termasuk dalam kriteria sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 4,5. (3) Uji coba perorangan termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor 4,7. (4) Uji coba kelompok kecil termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor 4,7, dan (5) hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa media yang dikembangkan termasuk dalam kriteria

  sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 4,3.

  Dampak pemanfaatan video pada pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi. Hal ini dapat dibuktikkan dari hasil nilai pre-

  

test dan post-test dari nilai 45 menjadi 72. Selain itu, pada saat pembelajaran

  dengan menggunakan media video dapat menumbuhkan sikap ketertarikan serta perasaan senang ketika melihat video.

  Kata Kunci: pengembangan, pemanfaatan, media pembelajaran, video, pembelajaran IPA

  

ABSTRACT

DEVELOPMENT AND UTILIZATION OF VIDEO IN LEARNING

SCIENCE OF THIRD GRADE STUDENTS IN SELOMULYO ELEMENTARY SCHOOL

Adesta Tri Nur Pratiwi

Sanata Dharma University

  

2014

  The type of this research is Research and Development (R&D), the purposes of this research were to identify: 1) the quality of video development

  rd

  in science learning of 3 grade students in Selomulyo Elementary School.(2)

  rd

  the impact of video utilization in science learning of 3 grade students in Selomulyo Elementary School.

  The development of this media works through stages such as: (1) product need analysis, (2) identification of competence and that of material, (3) production of learning media and, (4) trial and revision of product to produce

  rd the video in science learning for 3 grade students.

  The results showed that the production of learning video which had been developed by researcher was adequate to be implemented in the learning

  rd

  science for 3 grade students. The results were identified by: (1) the judgment from media expert on the criteria of good with the average score of 3,9. (2) The assessment from the material expert included in the category of very good with an average score of 4,5. (3) The results of individual trial included in the criteria of very good with an average score of 4,7. (4) The results of small group trial included in the criteria of very good with an average score of 4,7 and (5) the results of field trial showed that the developed media was included in the criteria of very good with an average score of 4,3.

  The impact of utilizing video in learning can enhance the comprehension of students on matter. It can be showed from the results of pre-test and post- test scores that was from 45 to 72. Besides, video aided learning can increase the interest of students and raise a feeling of delight when they see it.

  Keywords: development, utilization, instructional media, video, learning science

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tujan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan skripsi yang berjudul “Pengembangan dan Pemanfaatan Media Video dalam Pembelajaran IPA di Kelas

  III SD Negeri Selomulyo ” ini dengan baik.

  Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis mendapat bimbingan dan bantuan yang sangat berarti dari berbagai pihak dalam menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Bapak Drs. Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. Romo G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M. A. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

  3. Bapak Drs. T. Sarkim, M. Ed., Ph. D. dan Ibu Wahyu Wido Sari, S. Si., M.

  Biotech. selaku dosen pembimbing I dan II yang telah memberikan saran, kritik, dorongan, semangat, tenaga, dan pikiran untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi.

  4. Ibu Elisabeth Desiana Mayasari, S. Psi., M. A. selaku dosen penguji skripsi.

  Terima kasih atas kritik dan saran yang telah diberikan.

  5. Segenap staff sekretariat PGSD USD yang telah bersedia memberikan pelayanan kepada penulis serta selalu tetap tersenyum apabila penulis merepotkan mereka.

  6. Ibu Supriyati Basuki Rahayu, S. Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri Selomulyo yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian hingga akhir.

  DAFTAR ISI Halaman

  HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA .............. vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii

  

ABSTRACT ......................................................................................................... ix

  KATA PENGANTAR ....................................................................................... x DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xv DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xxii

  BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1

  1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1

  1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 5

  1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................. 5

  1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................ 6

  1.5 Spesifikasi Produk ................................................................................ 6

  1.6 Definisi Operasional ............................................................................. 7

  BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................ 8

  2.1.1 Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development .. 8

  2.1.2 Hakikat Belajar dan Pembelajaran ................................................ 10

  2.1.3 Pembelajaran IPA ......................................................................... 12

  2.1.4 Media Pembelajaran ..................................................................... 15

  2.1.5 Video .............................................................................................. 21

  2.1.6 Kenampakan Permukaan Bumi di Lingkungan Sekitar ................ 24

  2.2 Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan ............................................ 26

  2.3 Kerangka Berpikir .................................................................................. 29

  BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................... 30

  3.1 Jenis Penelitian ....................................................................................... 30

  3.2 Setting Penelitian .................................................................................... 30

  3.3 Prosedur Pengembangan ........................................................................ 32

  3.4 Uji Coba Produk ..................................................................................... 37

  3.5 Instrumen Penelitian ............................................................................... 39

  3.6 Teknik Analisis Data .............................................................................. 42

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 45

  4.1 Data Analisis Kebutuhan......................................................................... 45

  4.1.1 Data Analisis Kebutuhan Siswa ..................................................... 46

  4.1.2 Data Analisis Kebutuhan Guru ...................................................... 47

  4.2 Deskripsi Produk Awal .......................................................................... 47

  4.2.1 Konsep Produk ................................................................................ 48

  4.2.2 Sketsa Produk ................................................................................... 48

  4.2.3 Pengumpulan Bahan ........................................................................ 49

  4.2.4 Pembuatan atau Pemrograman ........................................................ 49

  4.3.1 Data Validasi Pakar Media Pembelajaran ....................................... 51

  4.3.2 Data Validasi Pakar Materi ............................................................. 62

  4.3.3 Data Uji Coba Perorangan .............................................................. 73

  4.3.4 Data Uji Coba Kelompok Kecil ...................................................... 76

  4.3.5 Data Uji Coba Lapangan ................................................................. 80

  4.4 Analisis Data .......................................................................................... 103

  4.4.1 Analisis Data Penilaian Pakar Media Pembelajaran ....................... 103

  4.4.2 Analisis Data Penilaian Pakar Materi ............................................ 104

  4.4.3 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan ................................ 108

  4.4.4 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil ........................ 119

  4.4.5 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan ................................... 131

  4.5 Kajian Produk Akhir .............................................................................. 144

  BAB V PENUTUP ............................................................................................. 146

  5.1 Kesimpulan ............................................................................................ 146

  5.2 Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 147

  5.3 Saran ....................................................................................................... 148 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 149

  

CURRICULUM VITAE ....................................................................................... 224

  

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian .......................................................................... 31Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Siswa .................. 40Tabel 3.3 Kisi-kisi Penilaian untuk Pakar Media Pembelajaran ................... 40Tabel 3.4 Kisi-kisi Penilaian untuk Pakar Materi ......................................... 40Tabel 3.5 Kisi-kisi Penilaian untuk Siswa .................................................... 41Tabel 3.6 Kisi-kisi Pertanyaan Wawancara untuk Guru Kelas ..................... 41Tabel 3.7 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima ............ 43Tabel 4.1 Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran .................................... 52Tabel 4.2 Pedoman Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif .............. 53Tabel 4.3 Konversi Nilai Skala Lima ........................................................... 55Tabel 4.4 Saran Perbaikan Pakar Media Pembelajaran ................................ 55Tabel 4.5 Hasil Validasi Pakar Materi I ........................................................ 63Tabel 4.6 Hasil Validasi Pakar Materi II ....................................................... 64Tabel 4.7 Saran Perbaikan Pakar Materi I ..................................................... 66Tabel 4.8 Saran Perbaikan Pakar Materi II ................................................... 71Tabel 4.9 Contoh Penilaian Uji Coba Perorangan ........................................ 74Tabel 4.10 Hasil Penilaian Uji Coba Perorangan ........................................... 74Tabel 4.11 Contoh Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil ................................ 77Tabel 4.12 Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil ................................... 78Tabel 4.13 Saran Perbaikan Uji Coba Kelompok Kecil ................................. 79Tabel 4.14 Rekapitulasi Nilai Pre-test dan Post-test Siswa ............................ 96Tabel 4.15 Contoh Penilaian Uji Coba Lapangan ........................................... 99Tabel 4.16 Hasil Penilaian Uji Coba Lapangan tentang Kualitas Video ........ 99Tabel 4.17 Analisis Data Penilaian Pakar Media Pembelajaran ..................... 103Tabel 4.18 Analisis Data Penilaian Pakar Materi I .......................................... 105Tabel 4.19 Analisis Data Penilaian Pakar Materi II ....................................... 106Tabel 4.20 Rekapitulasi Penilaian Pakar Materi ............................................. 107Tabel 4.21 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 1 ................... 108Tabel 4.22 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 2 ................... 109Tabel 4.23 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 3 ................... 110Tabel 4.24 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 4 ................... 111Tabel 4.25 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 5 ................... 112Tabel 4.26 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 6 ................... 113Tabel 4.27 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 7 ................... 114Tabel 4.28 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 8 ................... 115Tabel 4.29 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 9 ................... 116Tabel 4.30 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 10 ................. 117Tabel 4.31 Rekapitulasi Penilaian Uji Coba Perorangan ................................ 118Tabel 4.32 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 1 .......... 120Tabel 4.33 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 2 .......... 121Tabel 4.34 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 3 .......... 122Tabel 4.35 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 4 ........... 123Tabel 4.36 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 5 .......... 124Tabel 4.37 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 6 .......... 125Tabel 4.38 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 7 .......... 126Tabel 4.39 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 8 .......... 127Tabel 4.40 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 9 .......... 128Tabel 4.41 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 10 ........ 129Tabel 4.42 Rekapitulasi Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil ....................... 130Tabel 4.43 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 1 ...................... 131Tabel 4.44 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 2 ...................... 132Tabel 4.45 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 3 ...................... 133Tabel 4.46 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 4 ...................... 134Tabel 4.47 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 5 ...................... 135Tabel 4.48 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 6 ...................... 136Tabel 4.49 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 7 ...................... 137Tabel 4.50 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 8 ...................... 138Tabel 4.51 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 9 ...................... 139Tabel 4.52 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 10 .................... 140Tabel 4.53 Rekapitulasi Penilaian Uji Coba Lapangan .................................. 141Tabel 4.54 Rekapitulasi Uji Coba Secara Keseluruhan .................................. 143

  

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 4.13 Tampilan Gambar Dataran Tinggi Setelah Revisi ..................... 60Gambar 4.24 Tampilan Kegiatan Belajar 1 Sebelum Revisi ......................... 70Gambar 4.23 Tampilan Petunjuk Pengerjaan Sesudah Revisi ....................... 69Gambar 4.22 Tampilan Petunjuk Pengerjaan Sebelum Revisi ...................... 69Gambar 4.21 Tampilan Refleksi Setelah Revisi ............................................. 68Gambar 4.20 Tampilan Refleksi Sebelum Revisi ........................................... 68Gambar 4.19 Tampilan Kesimpulan Setelah Revisi ....................................... 68Gambar 4.18 Tampilan Kesimpulan Sebelum Revisi .................................... 67Gambar 4.17 Tampilan Gambar Ucapan Terima Kasih Setelah Revisi ........ 62Gambar 4.16 Tampilan Gambar Ucapan Terima Kasih Sebelum Revisi ...... 62Gambar 4.15 Tampilan Gambar Pasar Terapung Setelah Revisi ................... 61Gambar 4.14 Tampilan Gambar Pasar Terapung Sebelum Revisi ................ 61Gambar 4.12 Tampilan Gambar Dataran Rendah ....................... ................... 60Gambar 2.1 Bagan Literatur Map Penelitian-Penelitian yang Relevan ....... 28Gambar 4.11 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Setelah Revisi .......... 59Gambar 4.10 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Sebelum Revisi ........ 59Gambar 4.9 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Setelah Revisi .......... 58Gambar 4.8 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Sebelum Revisi ....... 58Gambar 4.7 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Setelah Revisi .......... 58Gambar 4.6 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Sebelum Revisi ....... 57Gambar 4.5 Tampilan Gambar Running Text Setelah Revisi ...................... 57Gambar 4.4 Tampilan Gambar Running Text Sebelum Revisi ..................... 56Gambar 4.3 Tampilan Judul Video Pembelajaran ....................................... 50Gambar 4.2 Tampilan Sasaran Produk ......................................................... 50Gambar 4.1 Sketsa Produk Pembelajaran .................................................... 48Gambar 3.1 Prosedur Pengembangan Video ............................................... 36Gambar 4.25 Tampilan Kegiatan Belajar 1 Setelah Revisi ........................... 70Gambar 4.26 Tampilan Kegiatan Belajar 2 Sebelum Revisi ......................... 72Gambar 4.41 Tampilan Puzzle ........................................................................ 89Gambar 4.53 Refleksi ..................................................................................... 94Gambar 4.52 Refleksi ..................................................................................... 94Gambar 4.51 Refleksi ..................................................................................... 93Gambar 4.50 Kesimpulan Pembelajaran ......................................................... 93Gambar 4.49 Kesimpulan Pembelajaran ......................................................... 92Gambar 4.48 Kesimpulan Pembelajaran ......................................................... 92Gambar 4.47 Tampilan Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 3 ................... 91Gambar 4.46 Tampilan Hasil pekerjaan siswa LKS Kegiatan 3 .................... 91Gambar 4.45 Tampilan Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 3 ................... 91Gambar 4.44 Tampilan Puzzle ........................................................................ 90Gambar 4.43 Tampilan Puzzle ........................................................................ 90Gambar 4.42 Tampilan Puzzle ........................................................................ 90Gambar 4.40 Tampilan Puzzle ........................................................................ 89Gambar 4.27 Tampilan Kegiatan Belajar 2 Setelah Revisi ........................... 72Gambar 4.39 Tampilan Puzzle ........................................................................ 89Gambar 4.38 Siswa Menyusun Puzzle ........................................................... 88Gambar 4.37 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 2 .................................... 87Gambar 4.36 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 2 .................................... 86Gambar 4.35 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 2 .................................... 85Gambar 4.34 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 1 .................................... 83Gambar 4.33 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 1 .................................... 83Gambar 4.32 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 1 .................................... 83Gambar 4.31 Tampilan Sungai Setelah Revisi .............................................. 80Gambar 4.30 Tampilan Sungai Sebelum Revisi ............................................ 79Gambar 4.29 Tampilan Transition Laut Setelah Revisi ................................ 76Gambar 4.28 Tampilan Transition Laut Sebelum Revisi .............................. 76Gambar 4.54 Diagram Batang Rekapitulasi Nilai Pre-Test dan Post-TestGambar 4.55 Siswa Menceritakan Tempat yang Pernah Mereka Kunjungi .. 98Gambar 4.68 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 6 ...................... 114Gambar 4.80 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 7 ............. 126Gambar 4.79 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 6 ............. 125Gambar 4.78 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 5 ............. 124Gambar 4.77 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 4 ............. 123Gambar 4.76 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 3 ............. 122Gambar 4.75 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 2 ............. 121Gambar 4.74 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 1 ............. 120Gambar 4.73 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan ................................. 119Gambar 4.72 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 10 .................... 118Gambar 4.71 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 9 ...................... 117Gambar 4.70 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 8 ...................... 116Gambar 4.69 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 7 ...................... 115Gambar 4.67 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 5 ...................... 113Gambar 4.56 Hasil Komentar Siswa Uji Coba Lapangan ............................. 100Gambar 4.66 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 4 ...................... 112Gambar 4.65 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 3 ...................... 111Gambar 4.64 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 2 ...................... 110Gambar 4.63 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 1 ...................... 109Gambar 4.62 Diagram Penilaian oleh Pakar Materi ....................................... 107

  II ............................................................................................... 106

Gambar 4.61 Diagram Penilaian Perangkat Pembelajaran oleh Pakar Materi

  Pakar Materi I ........................................................................... 105

Gambar 4.60 Diagram Penilaian Kualitas Perangkat Pembelajaran olehGambar 4.59 Diagram Penilaian oleh Pakar Media Pembelajaran ................ 104Gambar 4.58 Hasil Komentar Siswa Uji Coba Lapangan ............................. 101Gambar 4.57 Hasil Komentar Siswa Uji Coba Lapangan ............................. 100Gambar 4.81 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 8 ............. 127Gambar 4.83 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 10 ........... 129Gambar 4.84 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil ......................... 131Gambar 4.85 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 1 ........................ 132Gambar 4.86 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 2 ......................... 133Gambar 4.87 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 3 ......................... 134Gambar 4.88 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 4 ......................... 135Gambar 4.89 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 5 ......................... 136Gambar 4.90 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 6 ......................... 137Gambar 4.91 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 7 ......................... 138Gambar 4.92 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 8 ......................... 139Gambar 4.93 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 9 ......................... 140Gambar 4.94 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 10 ....................... 141Gambar 4.95 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan ................................... 142Gambar 4.96 Diagram Hasil Uji Coba Keseluruhan ...................................... 143

  

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

  Lampiran 1. Instrumen Analisis Kebutuhan Guru ............................................. 152 Lampiran 2. Instrumen Analisis Kebutuhan Siswa ............................................ 153 Lampiran 3. Flowchart ....................................................................................... 154 Lampiran 4. Gambar Story board ....................................................................... 155 Lampiran 5. Lembar Penilaian Untuk Pakar Materi I ........................................ 161 Lampiran 6. Lembar Penilaian Untuk Pakar Materi II ...................................... 164 Lampiran 7. Lembar Penilaian Untuk Siswa ..................................................... 167 Lampiran 8. Instrumen Kualitas Media Video untuk Pakar Media .................... 169 Lampiran 9. Silabus Pembelajaran Tematik ...................................................... 170 Lampiran 10. Jaringan Indikator Pencapaian Kompetensi ................................ 176 Lampiran 11. RPP .............................................................................................. 177 Lampiran 12. Kisi-Kisi Soal .............................................................................. 185 Lampiran 13. Lembar Kerja Siswa .................................................................... 186 Lampiran 14. Gambar Puzzle ............................................................................. 191 Lampiran 15. Hasil Penilaian Pakar Media Pembelajaran ................................. 196 Lampiran 16. Hasil Penilaian Pakar Materi I ..................................................... 197 Lampiran 17. Hasil Penilaian Pakar Materi II ................................................... 199 Lampiran 18. Contoh Penilaian Siswa Uji Coba Perorangan ............................. 201 Lampiran 19. Contoh Penilaian Siswa Uji Coba Kelompok Kecil .................... 203 Lampiran 20. Contoh Penilaian Siswa Uji Coba Lapangan ............................... 205 Lampiran 21. Hasil Wawancara Pendidik ........................................................... 207 Lampiran 22. Hasil Kuesioner Siswa ................................................................. 208 Lampiran 23. Hasil Uji Coba Perorangan ........................................................... 209

  Lampiran 24. Hasil Uji Coba Kelompok Kecil .................................................. 210 Lampiran 25. Hasil Uji Coba Lapangan ............................................................ 211 Lampiran 26. Hasil Lembar Kerja Siswa (LKS) ................................................ 213 Lampiran 27. Pre-test ......................................................................................... 217 Lampiran 28. Post-test ....................................................................................... 218 Lampiran 29. Pekerjaan Rumah ......................................................................... 219 Lampiran 30. Surat Izin Melakukan Penelitian .................................................. 220 Lampiran 31. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ........................... 221 Lampiran 32. Dokumentasi Penelitian ............................................................... 222

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3)

  tujuan penelitian, (4) manfaat penelitian, (5) spesifikasi produk, serta (6) definisi operasional.

1.1 Latar Belakang Masalah

  Pendidikan memiliki peranan penting guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bagi manusia, pendidikan berfungsi sebagai sarana dan fasilitas yang memudahkan, mampu mengarahkan, mengembangkan dan membimbing ke arah kehidupan yang lebih baik, tidak hanya bagi diri sendiri melainkan juga bagi manusia lainnya (Ayuningrum:2012). Dunia pendidikan saat ini semakin berkembang, berbagai macam pembaharuan dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan berbagai terobosan baik dalam pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, dan pemenuhan sarana serta prasarana pendidikan.

  Hadirnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai panduan penyelenggaraan pendidikan secara otomatis telah membawa perubahan dalam pembelajaran di sekolah. Hal ini terjadi karena kurikulum ini memberi peluang dan kewenangan kepada sekolah khususnya guru untuk lebih mandiri dan kreatif dalam menyelenggarakan pembelajaran di kelas (Kurniawan:2011). Akan tetapi, penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tidak selamanya menuai hal yang positif.

  Berdasarkan Kompas tanggal 26 November 2012 (Suwignyo:2012), sejumlah survei menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdampak pada menguatnya sikap intoleran dikalangan murid-murid sekolah. Oleh karena itu, penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan digantikan dengan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. Penerapan kurikulum 2013 menekankan guru wajib mengetahui teknologi sebagai media pembelajaran. Dengan pengembangan media yang diberikan, guru dapat lebih kreatif lagi dalam memberikan pembelajaran dan pemahaman dari apa yang diajarkan kepada peserta didik.

  Munadi (2010:1) berpendapat bahwa guru yang berkualitas adalah guru yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yakni memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional (UU RI No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).

  Contohnya dalam melaksanakan kompetensi pedagogik, guru dituntut memiliki kemampuan secara metodologis dalam hal perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Termasuk di dalamnya penguasaan dalam penggunaan media pembelajaran.

  Dalam proses pembelajaran tersebut guru bukan satu-satunya sebagai sumber belajar. Akan tetapi dengan posisinya sebagai motivator, ia pun harus mampu merencana dan mencipta sumber-sumber belajar lainnya sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif. Sumber-sumber belajar selain guru itulah yang disebut sebagai penyalur atau penghubung pesan ajar yang diadakan dan atau diciptakan secara terencana oleh para guru atau pendidik, biasanya dikenal sebagai “media pembelajaran”. Dengan demikian komponen-komponen komunikasi pembelajaran menjadi komunikator, komunikan, pesan, dan media.

  Proses kreatif guru dapat diwujudkan dalam pembuatan media belajar, salah satunya adalah media audio visual. Menurut Rohani (1997: 97-98) media audio visual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi), meliputi media yang dapat dilihat dan didengar. Media audio visual ini dapat dibagi menjadi dua jenis. Pertama, dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audio visual murni, seperti video, film gerak (movie) bersuara, televisi dan radio. Kedua, media audio visual tidak murni yakni slide, OHP, dan peralatan visual lainnya (Munadi, 2010:113).

  Dilihat dari indera yang terlibat, video adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran yang efektif. Apa yang terpandang oleh mata dan hanya dapat dibaca saja atau hanya didengar saja. Manfaat dan karakteristik lainnya dari video dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.

  Berdasarkan hasil wawancara peneliti kepada guru kelas III pada tanggal

  18 Oktober 2013, pukul 07.00 WIB di SDN Selomulyo diperoleh informasi bahwa dalam mengajarkan IPA, guru masih banyak menjelaskan materi yang diselingi dengan tanya jawab. Memang belum banyak media yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran IPA, terlebih media video. Guru dalam menjelaskan materi hanya bersumber dari buku paket yang diterbitkan oleh Erlangga sedangkan siswanya menggunakan LKS sebagai lembar kerja ataupun tugas. Selain itu, di SD Negeri Selomulyo juga tersedia perlengkapan yang memadai seperti laptop, viewer, dan LCD.

  Keberhasilan belajar yang dicapai oleh siswa merupakan suatu yang didambakan, diharapkan baik oleh siswa itu sendiri maupun oleh orang tua, guru dan masyarakat. Pada hakikatnya, pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono, 2000:24-25). Hal ini mengandung pengertian bahwa pembelajaran yang dilakukan guru menghadirkan proses belajar pada siswa yang berwujud perubahan tingkah laku, perubahan keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman, dan apresiasi.

  Berdasarkan data hasil analisis kebutuhan siswa yang dilaksanakan oleh peneliti terkait dengan pembelajaran kelas III SD Negeri Selomulyo yang dilakukan oleh guru menunjukkan bahwa sebanyak 52,8% media pembelajaran yang dipakai oleh guru belum seperti yang siswa inginkan. Sebanyak 72,2% mereka menginginkan media pembelajaran yang dapat dilihat dan dapat didengar seperti video pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar, terlihat bahwa guru belum pernah menggunakan media pembelajaran elektronik yang berupa laptop untuk mata pelajaran IPA. Mereka juga mengatakan bahwa perlunya media pembelajaran yang berupa video untuk mata pelajaran IPA yaitu sebanyak 83,3%.

  Melihat masalah tersebut, peneliti mencoba memberikan alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan media pembelajaran yang berupa video. Materi yang akan dikembangkan peneliti adalah kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar untuk siswa SD kelas III semester genap tahun ajaran 2013/2014. Materi tersebut dipilih karena disesuaikan dengan waktu penelitian dan juga merupakan materi yang masih minim medianya. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti terdorong untuk mengambil penelitian yang berjudul: “Pengembangan dan Pemanfaatan Media Video dalam Pembelajaran IPA di Kelas

  III SD Negeri Selomulyo ”.

  1.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dirumuskan masalah sebagai berikut.

  1.2.1 Bagaimana kualitas pengembangan media video dalam pembelajaran IPA di kelas III SD Negeri Selomulyo?

  1.2.2 Bagaimana dampak pemanfaatan media video dalam pembelajaran IPA di kelas III SD Negeri Selomulyo?

  1.3 Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pengembangan ini adalah sebagai berikut.

  1.3.1 Mengetahui kualitas pengembangan media video dalam pembelajaran IPA di kelas III SD Negeri Selomulyo.

  1.3.2 Mengetahui dampak pemanfaatan media video dalam pembelajaran IPA di kelas III SD Negeri Selomulyo.

1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut.

  1.4.1 Bagi penulis Penelitian pengembangan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat menjadi bekal ketika kelak menjadi guru.

  1.4.2 Bagi guru Penelitian pengembangan ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

  1.4.3 Bagi sekolah Memberi masukan pada pihak sekolah dalam penggunaan media video untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

  1.4.4 Bagi siswa Penggunaan video yang dikembangkan peneliti mampu menambah ketertarikan dan menumbuhkan semangat siswa untuk belajar IPA.

1.5 Spesifikasi Produk

  Spesifikasi produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran yang berupa video. Dalam pembuatan video, peneliti mengambil tema tentang kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar. Bentuk permukaan bumi terdiri dari wilayah daratan dan lautan. Wilayah daratan bumi terdiri atas pegunungan, daratan, lembah, dan perbukitan.

  Sedangkan wilayah lautan bumi terdiri atas lautan, sungai, rawa, dan bumi baik di daratan maupun di lautan. Pengoperasian video yang dikembangkan ini membutuhkan perangkat peralatan sebagai berikut: (1) Laptop, (2) Viewer, (3)

  

LCD, (4) Speaker. Video ini akan dikembangkan menjadi media pembelajaran

  IPA untuk siswa kelas III SD Negeri Selomulyo Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014.

1.6 Definisi Operasional

  Berikut ini definisi operasional yang digunakan agar terdapat kesatuan pemahaman yang mempermudah memahami penelitian ini.

  1.6.1 Siswa SD adalah siswa kelas III semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang sedang menempuh pendidikan di SD Negeri Selomulyo Yogyakarta.

  1.6.2 Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

  1.6.3 Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efektif dan efisien.

  1.6.4 Video merupakan media audio visual yang menampilkan gerak.

BAB II LANDASAN TEORI Di dalam bab ini, diuraikan landasan teori yang akan digunakan untuk

  memecahkan masalah dalam penelitian. Pembahasan tentang teori terdiri dari tiga bagian, yaitu (1) kajian pustaka, (2) penelitian-penelitian terdahulu, dan (3) kerangka berpikir.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D)

2.1.1.1 Pengertian Penelitian dan Pengembangan

  Menurut Sukmadinata (2011) penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan, mengembangkan, dan menguji teori.

  Penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran (Borg dan Gall, 1988 dalam Sugiyono:2010). Penelitian dan perkembangan atau Research and Development (R&D) adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan (Sukmadinata:2011). Sedangkan menurut Sugiyono digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk yang dibuat. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras

  

(hardware) , seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas atau di

  laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan, atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen, dll.

  Langkah-langkah proses penelitian dan pengembangan menunjukkan suatu siklus, yang diawali dengan adanya kebutuhan, permasalahan yang membutuhkan pemecahan dengan menggunakan suatu produk tertentu (Sukmadinata, 2011:165).

2.1.1.2 Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan (R&D)

  Menurut Borg dan Gall (1989) menyebutkan langkah-langkah pelaksanaan penelitian dan pengembangan yaitu sebagai berikut: (1) Penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, dan (10) diseminasi dan implementasi. Selain itu, Sugiyono (2010) juga menyebutkan langkah-langkah penelitian dan pengembangan yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produksi, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) pembuatan produk massal.

2.1.2 Hakikat Belajar dan Pembelajaran

  Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan (Slavin, 2000).

  Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006) belajar merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas belajar dapat dipandang dari dua subjek, yaitu dari siswa dan dari guru. Dari segi siswa, belajar dialami sebagai suatu proses. Siswa mengalami proses mental dalam menghadapi bahan belajar. Bahan belajar tersebut berupa keadaan alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan bahan yang telah terhimpun dalam buku-buku pelajaran. Sedangkan dari segi guru, proses belajar tersebut tampak sebagai perilaku belajar tentang sesuatu hal.

  Selain itu, belajar juga didefinisikan sebagai proses internal yang kompleks artinya bahwa yang terlibat dalam proses internal adalah seluruh mental yang meliputi ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Proses belajar yang mengaktualisasikan ketiga ranah tersebut tertuju pada bahan belajar tertentu.

  Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.

  Dalam hal ini, yang menjadi kunci adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon (Slavin, 2000).

  Menurut Slavin (2000) stimulus adalah apa yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa aksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur.

  Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

  Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun.

  Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.

2.1.3 Pembelajaran IPA

2.1.3.1 Pengertian IPA Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering disebut dengan singkat sebagai sains.

  Sains berasal dari kata latin

  “scientia” yang berarti pengetahuan tentang, atau

  tahu tentang; pengetahuan, pengertian, faham yang benar dan mendalam (Wonorahardjo:2010). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan kumpulan pengetahuan yang terstruktur dan sistematik, yang terbentuk karena adanya objek, ada subjek, dan ada sarana membangun struktur kumpulan pengetahuan tersebut, misalnya bahasa dan logika. Ilmu pengetahuan berada dalam lingkaran metode- aktivitas-pengetahuan yang merupakan siklus yang tak akan berhenti dieksplorasi manusia.

  Menurut Darmodjo dkk (1992) IPA merupakan pengetahuan yang berisi tentang alam semesta dan segala isinya. Sedangkan menurut Nash (Darmodjo:1992) IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Cara atau metode tersebut harus bersifat analitis, lengkap, cermat, serta menghubungkan antara fenomena dengan fenomena yang lain. Metode tersebut dapat membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya itu. Metode tersebut adalah metode berpikir ilmiah.

  Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa IPA (sains) merupakan salah satu kumpulan ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semesta, baik ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semesta yang bernyawa ataupun yang tak bernyawa dengan jalan mengamati berbagai jenis dan perangkat lingkungan alam serta lingkungan alam buatan.

2.1.3.2 Pembelajaran IPA SD

  Menurut Marten dkk (dalam Iskandar:1997) IPA untuk anak-anak didefinisikan mengamati apa yang terjadi, mencoba memahami apa yang diamati, menggunakan pengetahuan baru untuk meramalkan apa yang akan terjadi, dan menguji ramalan-ramalan di bawah kondisi-kondisi untuk melihat apakah ramalan tersebut benar. IPA berguna untuk menuntun anak berpikir secara ilmiah dari kejadian-kejadian alam yang terjadi di sekitarnya.

  IPA adalah pelajaran yang penting karena ilmunya dapat diterapkan secara langsung dalam masyarakat. Menurut Iskandar (1997) IPA perlu diajarkan bagi anak-anak sesuai dengan struktur kognitif anak. Pembelajaran IPA di SD diharapkan dapat melatih keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa, maka hendaknya dimodifikasi sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak SD.

  Selama siswa melakukan kegiatan ilmiah, dalam pembelajaran IPA diharapkan dapat menemukan suatu pengetahuan baru yang disebut dengan produk ilmiah. Melalui proses ilmiah, siswa diharapkan dapat mempelajari pengetahuan-pengetahuan tentang IPA. Produk ilmiah yang berupa konsep, hukum, dan teori untuk anak usia SD sudah disusun dalam kurikulum. Di dalam kurikulum sudah dijelaskan mengenai Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator yang harus dicapai oleh siswa. Jadi, pembelajaran yang menerapkan proses ilmiah akan membentuk suatu sikap yang disebut sikap ilmiah. Agar pengetahuan IPA yang didapat adalah pengetahuan yang benar, maka siswa harus menerapkan sikap ilmiah. Sikap ilmiah tersebut meliputi rasa ingin tahu, hati- hati, obyektif, dan jujur.

2.1.3.3 Karakteristik IPA

  IPA tersusun atas beberapa karakteristik menurut Djojosoediro (2010:5) yaitu: (1) IPA mempunyai nilai ilmiah, artinya kebenaran dalam IPA dapat dibuktikan lagi oleh semua orang dengan menggunakan metode ilmiah dan prosedur seperti yang dilakukan terdahulu oleh penemunya; (2) IPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam; (3) IPA merupakan pengetahuan teoritis. Teori IPA diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain; (4) IPA merupakan suatu rangkaian konsep yang saling berkaitan. Bagan-bagan konsep yang telah berkembang sebagai suatu hasil eksperimen dan observasi, yang bermanfaat untuk eksperimentasi dan observasi lebih lanjut; (5) IPA meliputi empat unsur, yaitu produk, proses, aplikasi dan sikap.

  Unsur IPA yaitu produk dapat berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum. Proses merupakan prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi pengamatan, penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen, percobaan atau penyelidikan, pengujian hipotesis melalui eksperimentasi; evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan. Aplikasi merupakan penerapan metode atau kerja ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan sikap merupakan rasa ingin tahu tentang obyek, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar.

2.1.4 Media Pembelajaran

  Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely (dalam Arsyad:2007) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

  Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

  Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association of Education

  

and Communication Technology/AECT dalam Arsyad:2007) membatasi media

  sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Di samping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (dalam Arsyad, 2007:3) adalah alat yang turut ikut campur tangan dalam dua pihak dan dapat mendamaikannya. Sementara itu, Gagne dan Briggs (dalam Arsyad, 2007:4) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran. Asosiasi Pendidikan Nasional (National

  

Education Association/ NEA) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah

bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya.

  Dari berbagai pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa. Media juga merupakan segala sesuatu yang dapat menyalurkan dan menyampaikan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efektif dan efisien.

  Gerlach dan Ely (dalam Arsyad, 2007:12) mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu melakukannya. Ciri-ciri dari media pembelajaran yaitu.

  1. Ciri Fiksatif Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu objek yang telah diambil gambarnya dengan video atau video kamera dengan mudah kapan saja diperlukan. Misalnya yaitu disket komputer, video tape, audio tape, dan film.

  2. Ciri Manipulatif Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan gambar. Misalnya bagaimana proses larva menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografi tersebut. Selain proses dipercepat, suatu kejadian juga dapat diperlambat. Misalnya yaitu proses tsunami atau reaksi kimia dapat diamati melalui kemampuan manipulatif dari media.

3. Ciri Distributif

  Media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Sekali informasi direkam dalam format media apa saja, maka ia dapat direproduksi seberapa kali pun dan siap digunakan secara berulang-ulang di suatu tempat. Konsistensi informasi yang telah direkam akan menjamin sama atau hampir sama dengan aslinya.

  Sadiman dkk (2008:9) mengemukakan bahwa pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audiovisual, sehingga selain sebagai alat bantu media juga berfungsi sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Alat audio bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan. Sebagai pembawa pesan, media tidak hanya digunakan oleh guru tetapi dapat pula digunakan oleh siswa. Oleh karena itu, sebagai penyalur pesan dalam hal-hal tertentu media dapat mewakili guru menyampaikan informasi secara lebih teliti, jelas dan menarik.

  Secara umum media pendidikan mempunyai fungsi-fungai sebagai berikut.

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis.

  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera. Misalnya: (a) objek yang terlalu besar dapat digantikan dengan realita gambar, film bingkai, atau model; (b) objek yang kecil dapat dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, atau gambar; (c) gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography; (d) kejadian yang terjadi di masa lampau bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, dilm bingkai; (e) objek yang terlalu kompleks dapat disajikan dengan model atau diagram, dan (f) konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim) dapat dibantu dengan film, gambar, film bingkai.

  3. Mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan dapat berfungsi untuk: (a) menimbulkan kegairahan belajar; (b) menciptakan interaksi yang langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan; (c) memungkinkan anak didik untuk belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

  4. Mengatasi kemampuan siswa yang berbeda-beda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam: (a) memberikan perangsang yang sama; (b) mempersamakan pengalaman; dan (c) menimbulkan persepsi yang sama.

  Sedangkan manfaat media dalam proses pembelajaran menurut Sudjana dan Rivai (dalam Arsyad, 2007:24-25) yaitu: (1) pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, (2) bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinnya menguasai serta mencapai tujuan pembelajaran, (3) metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. Hal ini menjadikan siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga apalagi guru yang setiap jam harus mengajar, (4) siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.

  Sedangkan menurut Encyclopedia of Educational Research dalam Hamalik (dikutip dari Arsyad, 2007:25) merincikan manfaat media pembelajaran, sebagai berikut : (1) meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir sehingga mengurangi verbalisme, (2) memperbesar perhatian siswa, (3) meletakkan dasar- dasar yang penting untuk perkembangan belajar sehingga membuat pelajaran lebih mantap, (4) memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa, (5) menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup, dan (6) membantu tumbuhnya pengertian yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi serta keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

  Adanya media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.

2.1.4.1 Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

  Menurut Sadiman dkk (1993:84), dalam memilih media pembelajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut.

  1. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran Media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, sintesis, lebih menggunakan media pembelajaran.

  2. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran Bahan pembelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep, dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.

  3. Kemudahan memperoleh media Media yang diperlukan mudah diperoleh, setidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar.

  4. Keterampilan guru dalam menggunakannya Apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaan oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya.

  5. Tersedianya waktu untuk menggunakannya Tersedianya waktu yang cukup dalam menggunakan media dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung.

  6. Sesuai dengan taraf berpikir siswa Memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh siswa.

2.1.5 Video

  Video merupakan media audio visual yang menampilkan gerak. Dilihat dari indera yang terlibat, video adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran yang efektif. Apa yang dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau didengar saja.

  Manfaat dan karakteristik media audio visual menurut Munadi (2010:116) dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut: (a) mengatasi keterbatasan jarak dan waktu; (b) mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat; (c) mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa; (c) mengembangkan imajinasi peserta didik; (d) memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik; (e) sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang; (f) menumbuhkan minat dan motivasi belajar.

  Video semakin lama semakin populer di dalam masyarakat. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta (kejadian/ peristiwa penting, berita) maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif, maupun instruksional. Menurut Sadiman dkk (2008) menyebutkan bahwa video mempunyai kelebihan dan keterbatasan. Kelebihan video antara lain: (1) menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dari rangsangan luar lainnya; (2) melalui alat perekam pita video dapat memperoleh informasi dari ahli-ahli atau spesialis; (3) dapat mempersiapkan dan merekam demonstrasi yang sulit; (4) menghemat waktu dan rekaman dapat diputar berulang-ulang; (5) mengamati lebih dekat dengan objek yang sedang bergerak atau objek yang berbahaya seperti harimau; (6) keras lemah suara dapat diatur dan disesuaikan apabila akan disisipi komentar yang akan didengar; (7) mengatur gambar yang akan dihentikan untuk diamati dengan seksama; (8) ruangan tidak perlu digelapkan pada waktu menyajikannya.

  Sedangkan keterbatasan dari media video adalah sebagai berikut: (1) perhatian penonton sulit untuk dikuasai sedangkan partisipasi dari penonton jarang untuk dipraktekkan; (2) komunikasi satu arah dan dapat diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain; (3) kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan dengan sempurna, dan (4) memerlukan peralatan yang mahal dan kompleks.

  Dalam praktiknya, rangkaian kegiatan untuk mewujudkan gagasan menjadi sebuah program video ini secara bertahap. Menurut Sadiman, dkk (2008:156) menguraikan langkah-langkah yang harus ditempuh, diantaranya adalah melakukan pembuatan sinopsis, treatment, storyboard atau perangkat gambar cerita, skrip atau naskah program, dan skenario atau naskah produksi.

1. Sinopsis

  Sinopsis berguna untuk memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang tema atau pokok materi yang akan dikerjakan. Tujuan utama pembuatan sinopsis adalah mempermudah proses perumusan konsep, mempertimbangkan kesesuaian gagasan dengan tujuan yang ingin dicapai.

  2. Treatment Treatment memberikan uraian ringkas secara deskriptif tentang bagaimana

  suatu episode cerita atau rangkaian peristiwa yang nantinya akan dikerjakan sebagai ilustrasi pembanding.

  3. Storyboard (perangkat gambar cerita)

  Storyboard adalah rangkaian kejadian yang akan divisualisasikan dalam

  bentuk gambar atau sketsa sederhana pada kartu berukuran lebih kurang 8 x 12 cm. Tujuan pembuatan storyboard adalah untuk melihat apakah tata urutan peristiwa yang akan divisualisasikan telah sesuai dengan garis cerita. Selain itu juga untuk melihat kesinambungan alur ceritanya sudah lancar.

  Storyboard juga dapat dipergunakan sebagai moment-moment pengambilan gambar (shots) menggantikan apa yang biasa disebut shooting breakdown.

  4. Skrip atau naskah program Naskah program adalah keterangan-keterangan yang diperoleh dari eksperimen dengan storyboard yang kemudian yang dituangkan dalam bentk skrip atau naskah program yang sudah benar urutannya. Dalam pembuatan program film maupun video, skrip atau naskah program merupakan daftar rangkaian peristiwa yang akan dipaparkan. Format penulisan skrip yaitu dalam bentuk skontro atau halaman berkolom dua; sebelah kiri untuk menampilkan bentuk visualisasinya dan sebelah kanan untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan suara termasuk dialog, narasi, musik maupun efek suara. Tujuan utama dari skrip adalah sebagai peta atau bahan pedoman bagi sutradara dalam mengendalikan penggarapan substansi materi ke dalam suatu program.

5. Skenario

  Skenario adalah petunjuk operasional dalam pelaksanaan produksi atau pembuatan program. Perbedaan antara skrip dengan skenario adalah bahwa skrip terutama ditujukan untuk bahan pegangan sutradara, sementara skenario sangat bermanfaat bagi teknisi dan tim produksi yang akan melaksanakan dengan tanggung jawab teknis operasional.

2.1.6 Kenampakan Permukaan Bumi di Lingkungan Sekitar

  Menurut Suyitno, dkk (2010) hamparan permukaan bumi merupakan suatu bentang alam yang terdiri dari daratan, dan perairan. Daratan terdiri dari dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, bukit, dan lembah. Perairan terdiri dari laut, sungai, danau, dan rawa. Jadi, permukaan bumi memiliki bentuk yang tidak rata.

1. Daratan merupakan permukaan bumi yang tidak tergenang air. Daratan terdiri atas dataran rendah, dataran tinggi, bukit lembah, gunung dan pegunungan.

  a.

  Dataran Rendah Dataran rendah merupakan daerah yang relatif rata. Ketinggiannya antara 0 sampai 200 meter di atas permukaan air laut. Biasanya di wilayah ini penduduk tinggal dan melakukan kegiatannya. Contoh dataran rendah adalah pantai utara Pulau Jawa.

  b.

  Dataran Tinggi Dataran tinggi memiliki ketinggian 200 sampai 1.500 meter di atas c.

  Gunung Gunung merupakan daerah permukaan yang menjulang ke atas dan memiliki ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut. Contoh gunung adalah gunung Merapi, gunung Rinjani.

  d.

  Pegunungan Pegunungan merupakan kelompok gunung yang saling berhubungan atau bersambungan. Salah satu pegunungan yang terkenal di dunia adalah pegunungan Alpen.

  e.

  Bukit Bukit merupakan daerah permukaan yang menjulang, tetapi ketinggiannya lebih rendah dari gunung. Beberapa bukit yang letaknya berderet-deret disebut perbukitan.

  f.

  Lembah Tanah rendah yang terletak di kaki gunung atau sepanjang sungai disebut lembah. Ada lembah yang landai dan ada lembah yang dalam.

  Contoh lembah yaitu lembah Si Anok.

2. Perairan

  Selain terdiri dari daratan, muka bumi juga terdiri atas perairan. Perairan adalah permukaan bumi yang tergenang air. perairan terdiri atas laut, sungai, danau, dan rawa. a.

  Laut Lautan di Indonesia memiliki luas 2 ½ kali luas daratannya. Laut yang sangat luas dan dalam disebut samudra.

  b.

  Sungai Sungai merupakan aliran air yang besar yang terletak di wilayah daratan. Sungai dapat digunakan sebagai sarana irigasi (pengairan), pemeliharaan ikan, dan sarana transportasi. Contoh sungai adalah sungai Musi, sungai Brantas, dan sungai Mahakam.

  c.

  Danau Danau merupakan suatu cekungan yang tergenang air dan dikelilingi oleh daratan. Ada danau yang alami dan ada danau buatan. Danau buatan dibuat oleh manusia disebut juga waduk. Contoh waduk adalah waduk Jatiluhur. Sedangkan contoh danau adalah danau Sentani.

  d.

  Rawa Rawa merupakan tanah rendah dan digenangi oleh air, di rawa-rawa banyak terdapat tumbuhan air.

2.2 Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan Terdapat tiga penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini.

  Pertama, penelitian dengan judul Pengembangan Video Pembelajaran: Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran IPA yang disusun oleh I Gusti Ngurah Agung Putra, I Made Tegeh, dan I Komang Sudarma (2011). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa video pembelajaran untuk proses mencangkok ajaran 2011/2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa. Kualitas video pembelajaran yang dikembangkan sangat baik. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaian video pembelajaran ini adalah: (1) ahli isi mata pelajaran dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik (92%), (2) ahli desain pembelajaran dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik (90%), (3) uji coba perorangan dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik (89%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan video pembelajaran dapat digunakan di SD Negeri 2 Blahbatuh kelas VI semester genap.

  Kedua, penelitian dengan judul Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran Terhadap Pemahaman Konsep IPA pada Siswa Kelas IV SD Negeri

  2 Tamansari dan SD Negeri 2 Karanggude, Karanglewas, Banyumas oleh Evi Nur Eka Purnamasari (2012). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh media video pembelajaran terhadap pemahaman konsep IPA pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Tamansari dan SD Negeri 2 Karanggude, Karanglewas, Banyumas. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil rata-rata post-test yang berbeda dari 2 KD yaitu 65 dan 60,27 untuk kelompok kontrol, dan 80,34 dan 67,27 untuk kelompok eksperimen. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan media video pembelajaran berpengaruh terhadap pemahaman konsep pada kelas IV SD N 2 Tamansari dan SD N 2 Karanggude.

  Ketiga, penelitian dengan judul Penggunaan Media Video dalam Meningkatkan Konsep Peristiwa Alam oleh Saddam Styawan (2013). Hasil penelitian menujukan bahwa nilai rata-rata kelas yaitu pratindakan sebesar 62,31 menjadi 75,69 pada siklus I dan naik menjadi 84,48 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan pemahaman konsep peristiwa alam pada siswa kelas V SD Negeri 03 Bolon tahun ajaran 2012/2013.

  Berdasarkan tinjauan penelitian yang terdahulu, ternyata pengembangan media video sebagai pembelajaran IPA untuk siswa kelas III SD Negeri Selomulyo, Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 masih relevan untuk diteliti. Peneliti berharap media yang dihasilkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran IPA.

  Pembelajaran IPA Pengembangan menggunakan media video video

  Evi Nur Eka Purnamasari (2012)

  I Gusti Ngurah Agung Penggunaan Media Video

  Putra, I Made Tegeh, dan Terhadap Pemahaman

  I Komang Sudarma Konsep IPA

  (2011) Pengembangan Video

  Pembelajaran Saddam Styawan (2013)

  Penggunaan Media Video Yang perlu dikembangkan

  Pengembangan media video untuk pembelajaran

  IPA

Gambar 2.1 Bagan Literature Map Penelitian-Penelitian yang Relevan

2.3 Kerangka Berpikir

  Guru sebagai seorang pengajar bukan hanya bertugas untuk mengajar siswa-siswanya, namun juga harus menyiapkan perangkat pembelajaran yang menarik. Perangkat pembelajaran ini diantaranya adalah silabus, RPP, dan media pembelajaran. Kreativitas guru dalam merancang perangkat pembelajaran tentulah berpengaruh pada tercapai tidaknya tujuan pembelajaran.

  Penelitian ini memilih siswa kelas III sebagai subjek penelitian. Permasalahan yang diangkat mengenai pembelajaran yang dilakukan guru yaitu masih banyak menjelaskan materi yang diselingi dengan tanya jawab. Selain itu, belum banyak media yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran IPA, terlebih media video. Guru dalam menjelaskan materi bersumber dari buku paket yang diterbitkan oleh Erlangga sedangkan siswanya menggunakan LKS sebagai lembar kerja ataupun tugas.

  Bermula dari alasan tersebut, perlu adanya pengembangan video yang dikemas secara menarik. Keberadaan media pembelajaran IPA masih kurang maka perlu adanya pengembangan media video untuk kelas III SD. Video yang dikembangkan diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami berbagai kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan (1) jenis penelitian, (2) setting penelitian, (3)

  prosedur pengembangan, (4) uji coba produk, (5) instrumen penelitian, (6) teknik pengumpulan data, serta (7) teknik analisis data.

  3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian R&D (Research and Development).

  

Research and Development bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah

  metode penelitian dan pengembangan. Sugiyono (2011:297) mengatakan bahwa metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian ini mengembangkan sebuah produk yaitu media video untuk mata pelajaran IPA kelas III semester genap SD Negeri Selomulyo.

  3.2 Setting Penelitian

3.2.1 Lokasi

  Dalam penelitian ini, peneliti memilih SD Negeri Selomulyo Yogyakarta yang beralamat di Jalan Besi Jangkang Sembung, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta sebagai tempat penelitian.

  3.2.2 Subjek Penelitian

  1. Pengumpulan data awal √ √

  7. Ujian skripsi √

  6. Perbaikan skripsi √ √

  5. Penyusunan skripsi √ √ √ √

  4. Pengumpulan data dan validasi √ √

  3. Pembuatan video √ √ √

  2. Pembuatan proposal √ √

  Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul

  Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri Selomulyo tahun ajaran 2013/2014 semester genap kelas III yang berjumlah 36 siswa.

  No. Kegiatan Bulan

  Penelitian ini dilakukan selama 9 bulan, terhitung mulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan Juli 2014. Proses penelitian ini tergambar dalam jadwal penelitian pada tabel di bawah ini.

  3.2.4 Waktu Penelitian

  IPA materi kenampakan permukaan bumi untuk siswa kelas III semester genap SD Negeri Selomulyo Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 36 siswa.

  Objek penelitian ini adalah pengembangan media video pada pembelajaran

  3.2.3 Objek Penelitian

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

3.3 Prosedur Pengembangan

  Dalam melakukan penelitian dan pengembangan terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan oleh peneliti, diantaranya yaitu.

  1. Melakukan analisis untuk menentukan produk yang akan dikembangkan Peneliti melakukan analisis kebutuhan yang bertujuan untuk mengetahui produk yang seperti apa yang dibutuhkan oleh siswa supaya dalam kegiatan pembelajaran mereka memahami mengenai materi yang dijelaskan.

  2. Melakukan pengembangan program pembelajaran, yaitu.

  a.

  Menganalisis standar kompetensi dan karakteristik mata pelajaran Langkah pertama yang dilakukan dalam pengembangan program pembelajaran yaitu dengan menganalisis standar kompetensi yang ada di semester genap. Selain itu, peneliti juga menganalisis karakteristik mata pelajaran supaya dapat menghasilkan suatu produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

  b.

  Menetapkan kompetensi dasar dan materi pembelajaran Langkah kedua yang harus dilakukan adalah menetapkan kompetensi dasar yang akan dicapai dan memilih materi pembelajaran yang akan dikembangkan untuk menciptakan suatu produk pembelajaran. Pemilihan materi ini penting dilakukan supaya pengelolaan isi bahan pembelajaran yang dibuat dapat selengkap mungkin.

  c.

  Menganalisis sumber-sumber belajar Langkah ketiga yaitu menganalisis sumber-sumber belajar yang bertujuan supaya produk yang dihasilkan dapat lebih bervariasi dan dapat saling melengkapi antara sumber yang satu dengan sumber yang lain.

  Sumber belajar dapat berasal dari berbagai buku pelajaran, pengalaman sehari-hari, dan internet.

  d.

  Menganalisis karakteristik siswa Langkah selanjutnya adalah menganalisis karakteristik siswa.

  Langkah ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik belajar setiap individu yang berbeda satu sama lain. Di dalam teori kognitif Piaget, siswa kelas III berada dalam tahap operasional konkret. Dengan demikian, guru diharapkan dapat menggunakan media konkret yang memadukan unsur

  audio dan visual supaya menarik bagi siswa.

  e.

  Menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran Langkah yang kelima yaitu mengorganisasi isi pembelajaran. Hal ini bertujuan supaya isi pembelajaran dapat dijabarkan dengan runtut dan tidak tumpang tindih antara materi belajar yang satu dengan yang lainnya.

  f.

  Menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran Strategi penyampaian isi pembelajaran bertujuan untuk menghindari hambatan-hambatan yang dialami selama kegiatan penyampaian pembelajaran sehingga materi yang diberikan oleh guru dapat diterima oleh siswa. g.

  Menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran Strategi pengelolaan pembelajaran diharapkan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan runtut dan tidak membuat bingung siswa.

  h.

  Pengembangan prosedur pengukuran hasil belajar (evaluasi) Langkah terakhir dalam pengembangan program pembelajaran adalah dengan menentukan evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Pengukuran hasil belajar/evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah materi pembelajaran sudah dipahami oleh siswa atau belum.

3. Memproduksi video untuk pembelajaran IPA

  Peneliti melakukan langkah-langkah, yaitu: (1) menyusun konsep, (2) menyusun story board, (3) pengumpulan bahan, dan (4) pembuatan atau pemrograman. Secara garis besar, produk yang akan dikembangkan ini berisi komponen-komponen sebagai berikut.

  a.

  Sasaran produk yang dikembangkan yaitu ditujukan untuk siswa kelas III SD atau MI.

  b.

  Deskripsi materi mata pelajaran yang disajikan dalam produk yang dikembangkan.

  c.

  Standar kompetensi, kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang d. diharapkan setelah siswa mempelajari materi pembelajaran tersebut.

  Materi pembelajaran yang berisi uraian-uraian penjelasan secara lebih rinci supaya siswa memahami dan dapat mencerna materi yang disampaikan dengan baik.

4. Uji coba dan revisi

  Uji coba dilakukan untuk memperoleh data sebagai masukan dalam rangka merevisi produk yang telah dibuat. Tahap ini dilakukan setelah produk divalidasi oleh: a.

  Pakar media, yaitu orang yang ahli dalam bidang TIK sehingga peneliti dapat mengetahui kelayakan produk yang sedang dikembangkan yaitu media video.

  b.

  Pakar materi yang dilakukan kepada dosen dan guru kelas III.

  Kegiatan uji coba yang dilakukan pada saat pengembangan terdiri atas: a. Uji coba perorangan yang terdiri dari 4 siswa.

  b.

  Uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 8 siswa.

  c.

  Uji coba lapangan dilakukan secara menyeluruh pada seluruh siswa yang akan dilakukan penelitian.

  Langkah-langkah penelitian dan pengembangan di atas dapat digambarkan sebagai berikut.

  

Analisis Kebutuhan untuk Menentukan Produk yang Akan Dikembangkan

Mengidentifikasi Kompetensi dan Materi

Pengembangan Program Pembelajaran

Analisis Sumber

  Strategi Belajar Pengorganisasian Analisis Standar

  Pengukuran Strategi Penetapan Kompetensi dan

  Penyampaian Kompetensi Hasil Karakteristik Dasar dan Materi Bidang Studi

  Belajar Analisis Strategi Karakteristik Pengelolaan

  Siswa

Memproduksi Media Video untuk Pembelajaran IPA

Pengumpulan Pembuatan/ Konsep Story Board

  Bahan Pemrograman

Uji Coba dan Revisi Produk

EVALUASI TAHAP I EVALUASI TAHAP II EVALUASI TAHAP III

Uji Coba Perorangan

  Pakar Media Uji Coba Lapangan

Analisis

  Analisis Pakar Materi I Revisi IV Pakar Materi II Revisi II

  

Uji Coba Kelompok Kecil

Analisis Revisi I

Analisis

  

Revisi III

Prototype Pengembangan Media Video Pembelajaran IPA untuk kelas III SD semester genap

Gambar 3.1 Prosedur Pengembangan Video Mata Pelajaran IPA

3.4 Uji Coba Produk

  Dalam penelitian ini, uji coba produk dilakukan untuk mengumpulkan data dalam menentukan kualitas media video. Data yang diperoleh merupakan hasil dari validasi produk pakar media pembelajaran, pakar materi, dan siswa digunakan untuk memperbaiki dan penyempurnaan produk media yang dikembangkan. Setelah divalidasi, produk diujicobakan kepada siswa kelas III SD Negeri Selomulyo semester genap yang berjumlah 36 siswa. Uji coba produk tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan kualitas produk media yang dikembangkan oleh peneliti.

3.4.1 Desain Uji Coba

  Uji coba produk bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk pengembangan media video untuk pembelajaran IPA. Media yang dihasilkan merupakan hasil validasi oleh pakar materi, pakar media pembelajaran, dan siswa supaya media yang dibuat layak digunakan sebagai salah satu media pembelajaran

  IPA.

  Dalam desain uji coba produk dilakukan dalam beberapa tahapan, diantaranya yaitu:

  1. Validasi I kepada pakar media pembelajaran dan pakar materi dilanjutkan dengan analisis data.

  2. Revisi produk I sesuai dengan masukan dari pakar media pembelajaran dan pakar materi.

  3. Uji coba perorangan yang terdiri dari 4 siswa dilanjutkan dengan analisis data dan revisi produk II.

  4. Uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 8 siswa dilanjutkan dengan analisis data.

  5. Revisi produk III sesuai dengan masukan dari uji coba kelompok kecil.

  6. Uji coba lapangan untuk mengetahui kelayakan produk dilanjutkan dengan analisis data.

  7. Revisi produk akhir berdasarkan masukan dari uji coba lapangan.

3.4.2 Subjek Uji Coba

  Subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini adalah siswa kelas

  III SD Negeri Selomulyo. Siswa-siswa yang terlibat sebagai subjek uji coba terdiri atas tiga bagian yaitu: uji coba perorangan oleh 4 siswa, uji coba kelompok kecil oleh 8 siswa, dan uji lapangan berjumlah 36 siswa dalam 1 kelas.

  Pada setiap subjek uji coba akan ditentukan sedemikian rupa sehingga mencakup berbagai karakteristik, antara lain.

  1. Siswa memiliki kemampuan prestasi belajar kurang baik, sedang, dan baik.

  2. Terdiri atas siswa berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan jumlah yang proporsional sehingga dalam pengelolaan uji coba dapat berlangsung dengan baik.

3.5 Instrumen Penelitian

  3.5.1 Jenis Data

  Jenis data dalam peneliti pengembangan ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara analisis kebutuhan kepada guru kelas III, komentar dan saran oleh pakar materi, pakar media pembelajaran, dan siswa. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil kuesioner analisis kebutuhan siswa, penilaian pakar materi, pakar media pembelajaran, dan siswa.

  3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data

  Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data yang disesuaikan dengan karakteristik data yang akan dikumpulkan dari responden peneliti. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:

3.5.2.1 Kuesioner

  Penelitian dan pengembangan ini menggunakan kuesioner untuk analisis kebutuhan siswa dan kuesioner untuk penilaian produk. Kuesioner analisis kebutuhan siswa disusun untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Cara penyusunan kuesioner penilaian untuk pakar materi berdasarkan pedoman dari perangkat pembelajaran yang berupa silabus, RPP, dan jaring-jaring pencapaian kompetensi dasar yang telah dibuat sedangkan kuesioner penilaian untuk pakar media dan siswa disusun ini selanjutnya akan digunakan sebagai bahan untuk menyempurnakan media video yang akan dikembangkan.

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Siswa

  7

  1

  2. Tata bahasa

  1. Komponen RPP 9 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10

  14 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Penilaian untuk Pakar Materi No. Butir-Butir Pernyataan Jumlah Nomor Pertanyaan

  1

  8. Pengembangan media pembelajaran

  7. Keefisienan media pembelajaran 2 13, 15

  12

  1

  6. Ketepatan backsound

  5. Gambar, foto dan potongan video 3 9, 10, 11

  1

  No. Aspek Jumlah Pertanyaan

  4. Tata bahasa

  3. Kejelasan ragam bahasa lisan 3 4, 5, 6

  3

  1

  2. Kesesuaian warna background

  1. Kesesuaian pemilihan ragam bahasa tulis 3 1, 2, 8

  No. Butir-Butir Pernyataan Jumlah Nomor Pernyataan

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Penilaian untuk Pakar Media Pembelajaran

  2. Media pembelajaran audio visual 5 4, 5, 6, 7, 8

  1. Kegiatan pembelajaran 3 1, 2, 3

  Nomor Pertanyaan

  8

Tabel 3.5 Kisi-Kisi Penilaian untuk Siswa

  No. Butir-Butir Pernyataan Jumlah Nomor Pertanyaan

  1. Tampilan video 5 1, 2, 3, 6, 9

  2. Bahasa lisan 2 4, 5,

  3. Kepuasan terhadap video 3 7, 8, 10

  3.5.2.2 Wawancara

  Penelitian dan pengembangan ini menggunakan wawancara untuk analisis kebutuhan kepada guru. Wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi dari guru mengenai pembelajaran di kelas dan untuk mengetahui pentingnya dikembangkan video sebagai media pembelajaran IPA.

  Tabel 3. 6 Kisi-Kisi Pertanyaan Wawancara untuk Guru Kelas

  No. Aspek Jumlah Nomor Pertanyaan

  1. Media yang digunakan 2 1, 2

  2. Kepemilikan alat multimedia

  1

  3

  3. Media audio visual 7 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

  3.5.2.3 Tes

  Menurut Arikunto (2010:53), tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Dalam penelitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan dua tes yaitu pre-test dan post-test.

  Tes awal (pre-test) merupakan tes yang dilaksanakan sebelum bahan materi atau bahan pelajaran yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh siswa. Sedangkan tes akhir (post-test) merupakan tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran yang tergolong penting sudah dikuasai oleh siswa. Materi dan soal yang ada pada pre-test dan post-test adalah sama.

3.6 Teknik Analisis Data

  Data yang diperoleh dari penelitian ini terdiri dari dua data yaitu berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa hasil wawancara analisis kebutuhan kepada guru kelas III. Selain itu, data kualitatif juga diperoleh dari tanggapan dan saran yang dikemukakan oleh pakar materi, pakar media pembelajaran, dan siswa. Data dianalisis sebagai dasar untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan.

  Sedangkan data kuantitatif berupa skor dari analisis kebutuhan siswa, yang diperoleh dari penilaian pakar materi, pakar media pembelajaran, dan siswa. Data dari kuesioner dianalisis menjadi data interval, yang dianalisis secara statistik melalui beberapa tahap yaitu sebagai berikut.

  1. Pengumpulan data kasar

  2. Pemberian skor untuk analisis kuantitatif

  3. Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi nilai dengan menggunakan acuan konversi pada pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Skala penilaian terhadap media video yang dikembangkan yaitu

  cukup baik , skor 4 untuk baik, dan skor 5 untuk skor sangat baik. Skor

  yang sudah didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif menggunakan Skala Likert (Widoyoko, 2009) sebagai berikut.

Tabel 3.7 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima menurut Widoyoko (2009)

  No. Rentang skor Kategori

  ̅

  1. i + 1,8 SB i ) < Sangat baik (M

  ̅

  2. + 0,6 SB ) < + 1,8 SB ) Baik

  i i ≤ (M i i

  (M

  ̅

  3. i - 0,6 SB i ) < i + 0,6 SB i ) Cukup (M ≤ (M

  ̅

  4. i - 1,8 SB i ) < i - 0,6 SB i ) Kurang ≤ (M

  (M

  ̅

  5. - 1,8 SB ) Sangat kurang baik

  i i

  ≤ (M Keterangan : M i = mean ideal

  M = (skor maksimal ideal + skor minimum ideal)

  i

  SB i = Simpangan Baku Ideal Skor maksimal ideal = butir kriteria x skor tertinggi

  SB = (skor maksimal ideal - skor minimal ideal)

  i

  Skor minimal ideal = butir kriteria x skor terendah Sedangkan penilaian pre-test dan post-test, peneliti menganalisis dengan beberapa langkah sebagai berikut, yaitu: memeriksa hasil jawaban siswa, memberikan skor dan nilai pada setiap jawaban siswa dengan cara mengalikan dengan bobot skor yang telah ditentukan, memasukkan nilai yang diperoleh siswa ke dalam tabel penilaian pre-test dan post-test, kemudian membandingkan hasil nilai pre-test dan post-test.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan diuraikan (1) data analisis kebutuhan, (2) deskripsi

  produk awal, (3) data uji coba dan revisi produk, (4) analisis data, dan (5) kajian produk akhir.

4.1 Data Analisis Kebutuhan

  Analisis kebutuhan dilakukan untuk memperoleh informasi tentang segala kebutuhan siswa kelas III SD Negeri Selomulyo terhadap pembelajaran IPA, khususnya materi Kenampakan Permukaan Bumi. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang relevan mengenai perlunya dikembangkan media pembelajaran berupa video pada mata pelajaran IPA kelas III SD. Selain itu, analisis data diperlukan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang segala hal yang berhubungan dengan pembelajaran IPA kelas III SD Negeri Selomulyo.

  Pemerolehan data tersebut didapat dari hasil wawancara kepada guru IPA kelas III SD Negeri Selomulyo yaitu Ibu Tiknawati Lestyaningsih, S. Pd., SD dan dari hasil kuesioner kelas III yang berjumlah 36 siswa. Wawancara kepada guru IPA dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2013, sedangkan pengisian kuesioner siswa kelas III dilaksanakan pada tanggal 1 November 2013.

  Dari hasil wawancara diketahui bahwa guru dalam melakukan pembelajaran pada mata pelajaran IPA masih menggunakan media konvensional. pada buku paket dan lembar kerja siswa (LKS). Selain itu, sekolah juga belum menyediakan media yang lengkap untuk pembelajaran IPA khususnya untuk kelas

  III. Sedangkan hasil kuesioner kepada kelas III sebanyak 36 siswa diperoleh hasil bahwa guru belum pernah menggunakan media pembelajaran saat mengajar mata pelajaran IPA. Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti lebih lanjut digunakan untuk membuat suatu produk yang berupa video pembelajaran.

4.1.1 Data Analisis Kebutuhan Siswa

  Peneliti melakukan analisis kebutuhan siswa dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner analisis siswa terdiri dari delapan pertanyaan dengan dua jawaban ditiap pertanyaan. Dari kuesioner yang telah diisi, 72,22% siswa menjawab bahwa guru tidak memakai media pembelajaran saat mengajar mata pelajaran IPA. Sebanyak 52,78% media yang digunakan oleh guru belum seperti media pembelajaran yang siswa inginkan. Kemudian 83,33% siswa merasa perlu media pembelajaran yang berupa video untuk mata pelajaran IPA. Selanjunya, sebanyak 72,22% siswa menginginkan media pembelajaran IPA dengan alat yang dapat dilihat dan didengar.

  Berdasarkan kuesioner analisis kebutuhan yang sudah diisi siswa, diperoleh kesimpulan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran baru yang menarik dengan didalamnya terdapat perpaduan audio dan visual dalam pembelajaran IPA khususnya materi kenampakan permukaan bumi. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil kuesioner analisis kebutuhan dari 36 siswa kelas III SD Negeri Selomulyo.

4.1.2 Data Analisis Kebutuhan Guru

  Wawancara analisis kebutuhan guru terdiri dari 10 pertanyaan dengan dua pilihan jawaban di tiap pertanyaan. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru kelas III SD Negeri Selomulyo dapat diketahui bahwa guru sudah memiliki media pembelajaran IPA namun media hanya seadanya dan jumlahnya masih terbatas.

  Media yang dimiliki guru hanya media yang sederhana seperti batu dan bola. Menurut beliau, media pembelajaran yang berupa video dapat menarik perhatian siswa, dengan alasan (1) pembelajaran akan lebih menarik dan tidak membosankan; (2) menggabungkan beberapa aspek seperti gambar, cerita, dan suara, (3) memadukan dua indera yaitu indera penglihatan dan indera pendengaran; dan (4) siswa lebih cepat ingat terhadap materi pembelajaran.

  Dari penjelasan analisis kebutuhan di atas, dapat disimpulkan bahwa guru berpendapat untuk segera menciptakan suatu media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi siswa dengan menggabungkan beberapa aspek seperti gambar, cerita, dan suara. Oleh karena itu, peneliti akan mengembangkan media video yang memadukan dua indera yaitu indera penglihatan dan indera pendengaran.

4.2 Deskripsi Produk Awal

  Penelitian pengembangan ini diawali dengan melakukan analisis kebutuhan terhadap produk yang akan dikembangkan. Peneliti kemudian menentukan mata pelajaran dan kompetensi dasar yang akan dikembangkan, yaitu permukaan bumi. Selanjutnya, dilakukan proses desain silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mengkaji tujuan dan materi mata pelajaran tersebut. Setelah desain silabus dan RPP selesai, dilanjutkan dengan menyusun storyboard dan mengumpulkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan video pembelajaran, kemudian langkah selanjutnya adalah pembuatan video pembelajaran. Tahapan pembuatan produk video pembelajaran materi Kenampakan Permukaan Bumi dapat dijelaskan sebagai berikut.

  4.2.1 Konsep Produk

  Pengembangan produk berupa video yang dibuat dengan menggunakan program Windows Movie Maker sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan karena video tersebut memadukan teks, gambar, suara, dan potongan-potongan video.

  4.2.2 Sketsa Produk

  Sketsa produk yang dibuat oleh peneliti adalah sebagai berikut:

  

Sasaran video pembelajaran

Judul video Pembukaan

Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Tujuan

  Materi yang dibahas Penutup

  4.2.3 Pengumpulan Bahan

  Pembuatan video pembelajaran diawali dengan mencari dan mengumpulkan bahan yang sesuai khususnya materi pembelajaran yang akan dibahas, yaitu pada mata pelajaran IPA kelas III semester genap dengan materi kenampakan permukaan bumi.

  Dalam tahap ini, peneliti menggunakan kamera Canon Power Shot A2500

  16 MP, Nikon Coolpix 16 MP, Fujifilm Finepix HS25 EXR 16 MP, serta Hp Samsung Galaxy ACE 5 MP untuk mengambil rekaman video. Bahan yang dikumpulkan antara lain: gambar tempat seperti Pasar Terapung di Kalimantan Selatan, potongan-potongan video yang terdiri dari rekaman video dataran rendah, dataran tinggi, bukit, laut, pantai, dan sungai, serta musik instrumental. Bahan- bahan yang sudah didapat kemudian diedit untuk kesempurnaan produk media yang akan dikembangkan oleh peneliti.

  4.2.4 Pembuatan atau Pemrograman

  Tahap yang dilakukan peneliti selanjutnya adalah pembuatan atau pemrograman produk media pembelajaran yang berupa video dengan menggunakan program Windows Movie Maker.

4.2.4.1 Pembuatan Judul Pembelajaran pada Video

  Tahap awal pembuatan produk yaitu peneliti membuat sasaran produk yang dikembangkan yaitu “Video Pembelajaran untuk Kelas III SD”. Setelah selesai membuat sasaran produk yang dikembangkan, peneliti membuat judul pembelajaran yang terletak pada awal video. Hal ini bertujuan supaya siswa mengetahui judul dan materi pembelajaran yang akan dibahas. Pembuatan judul dengan menggunakan warna background yang menarik. Berikut ini merupakan sasaran produk dan judul produk yang dikembangkan adalah sebagai berikut.

Gambar 4.2 Tampilan Sasaran ProdukGambar 4.3 Tampilan Judul Video Pembelajaran

4.2.4.2 Pembuatan Video Materi Pembelajaran

  Peneliti membuat video pembelajaran dengan menggunakan program

  

Windows Movie Maker. Dengan program ini, bahan-bahan yang sudah

  dikumpulkan selanjutnya digabungkan menjadi sebuah video yang utuh dengan menambahkan berbagai atribut untuk mempercantik video seperti animasi tulisan, musik instrumental, dan suara (dubbing) yang telah dibuat dan dipersiapkan oleh peneliti dengan menggunakan program Audacity.

4.2.4.3 Penyajian Musik Instrumental

  Penyajian musik instrumental bertujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti pembelajaran. Musik instrumental diberikan selama video pembelajaran diputar.

4.3 Data Uji Coba Dan Revisi Produk

  Data validasi produk bertujuan untuk mengetahui penilaian terhadap produk yang sedang dikembangkan untuk diujicobakan kepada siswa. Data validasi produk diperoleh dari pakar materi (dosen dan guru kelas III) dan pakar media pembelajaran. Dalam validasi, produk yang dikembangkan diberi penilaian, saran, dan komentar agar diperbaiki sebagaimana mestinya sehingga memenuhi kriteria untuk diujicobakan kepada siswa. Setelah mengetahui hasil validasi dari pakar materi dan pakar media pembelajaran serta melakukan uji coba kepada siswa mengenai produk pembelajaran yang berupa video, maka dapat dianalisis sebagai berikut:

4.3.1 Data Validasi Pakar Media Pembelajaran

4.3.1.1 Deskripsi Data Validasi Pakar Media Pembelajaran Validasi oleh pakar media dilakukan pada tanggal 11 Februari 2014.

  Validasi dilakukan kepada orang yang ahli dalam bidang TIK dan dosen mata kuliah ICT PGSD Universitas Sanata Dharma yaitu Ibu Agnes Herlina Dwi

  Hadiyanti, M. T., M. Sc. Berikut adalah data hasil validasi yang diperoleh dari pakar media pembelajaran.

Tabel 4.1 Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran Skor

  

No. Pernyataan Kriteria

  1

  2

  4

  5

  1. Pemilihan huruf dalam media yang Baik √ dikembangkan sangat sesuai.

  2. Ketepatan jenis dan ukuran huruf Baik √

  3. Pemilihan warna teks dalam media Baik √ yang dikembangan sangat sesuai

  4. Kejelasan artikulasi dan lafal dalam Baik √ media pembelajaran sangat sesuai.

  5. Kecepatan narasi sesuai dengan Baik √ gambar yang ditampilkan

  6. Volume suara dapat didengar Sangat √ dengan baik baik

  7. Penggunaan bahasa yang digunakan Sangat √ baku dan mudah dipahami baik

  8. Teks dalam media pembelajaran Baik √ mudah dibaca.

  9. Pemilihan gambar/foto dan video Baik yang dipergunakan dalam media √ pembelajaran sesuai dengan materi yang dipilih

  10. Kualitas gambar dapat dilihat Kurang √ dengan jelas baik

  11. Gambar yang disajikan menarik Kurang √ bagi siswa baik

  12. Musik dalam media tidak Baik √ mengganggu suara narrator

  13. Media pembelajaran yang Baik dikembangkan efisien dalam √ pembelajaran

  14. Media yang dikembangkan Baik menggunakan lebih dari satu media, √ seperti kata-kata dengan gambar atau narasi dengan animasi.

  15. Kejelasan isi video mudah dipahami Baik √ oleh siswa i

  ≤ (M

  2

  Sangat kurang baik Berdasarkan rumus konversi di atas perhitungan data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut.

  Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut.

  Diketahui: Skor maksimal ideal : 5 Skor minimal ideal : 1 M i = mean ideal = (skor maksimal ideal + skor minimum ideal)

  = ( 5+1 ) = 3

  No. Pernyataan Skor Kriteria

  1

  4

  ) Kurang 5. ̅

  5 Jumlah

  4

  44

  10 Baik Total Skor

  58 Rata-rata Skor (x) 3,9

i - 0,6 SB i ) <

  • 1,8 SB
  • 0,6 SB

  ≤ (M i

Tabel 4.2 Pedoman Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif dengan Skala 5

  

i + 1,8 SB i )

  No. Rentang skor Kategori 1.

  (M

  i + 1,8 SB i ) &lt; ̅

  Sangat baik 2. (M

  i + 0,6 SB i ) &lt; ̅

  ≤ (M

  Baik 3. (M

  ̅

  ̅

  ≤ (M

  i + 0,6 SB i ) Cukup 4.

  (M

  i

  i

  ) &lt;

i - 1,8 SB i )

  SB i = simpangan baku ideal = (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) = ( 5-1 ) = 0,67

  Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik.

  Jawaban: 1.

  Kategori sangat baik

  ̅

  = (M + 1,8 SB ) &lt;

  i i

  = (3 + 1,8. 0,67) &lt; ̅

  = 4,21 &lt; ̅ 2.

  Kategori baik

  ̅

  = (M + 0,6 SB ) &lt; + 1,8 SB )

  i i i i

  ≤ (M

  ̅

  = (3 + 0,6. 0,67) &lt; ≤ (3 + 1,8. 0,67)

  ̅

  = 3,40 &lt; ≤ 4,21 3.

  Kategori cukup

  ̅

  = (M - 0,6 SB ) &lt; + 0,6 SB )

  i i ≤ (M i i ̅

  = (3 ≤ (3 + 0,6. 0,67)

  • – 0,6. 0,67) ) &lt;

  ̅

  = 2,60 &lt; ≤ 3,40 4.

  Kategori kurang baik

  ̅

  = (M i - 1,8 SB i ) &lt; i - 0,6 SB i ) ≤ (M

  ̅

  = (3 ≤ (3 – 0,6. 0,67)

  • – 1,8. 0,67) &lt;

  ̅

  = 1,79 &lt; ≤ 2,60

5. Kategori sangat kurang baik

  ̅

  = i - 1,8 SB i ) ≤ (M

  ̅

  = ≤ (3 – 1,8. 0,67)

  ̅

  = ≤ 1,79

  Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut.

Tabel 4.3 Konversi Nilai Skala Lima

  Interval skor Kategori

  4,21 Sangat baik

  &lt; ̅

  ̅

  3,40 &lt; Baik ≤ 4,21

  ̅ Cukup

  2,60 &lt; ≤ 3,40

  ̅

  1,79 &lt; Kurang ≤ 2,60

  ̅ Sangat kurang baik

  ≤ 1,79 Berdasarkan tabel pedoman di atas dapat disimpulkan bahwa produk yang peneliti kembangkan termasuk dalam kategori baik. Hal ini diketahui dari data hasil validasi oleh pakar media pembelajaran mengenai video yang dikembangkan yaitu memiliki rata-rata skor (x) sebesar 3,9.

  Selain mendapatkan penilaian, pakar media pembelajaran juga memberikan saran dan komentar dalam rangka pengembangan video yang telah dibuat. Berikut adalah saran perbaikan yang diberikan oleh pakar media pembelajaran.

Tabel 4.4 Saran Perbaikan Pakar Media Pembelajaran

  No. Bagian yang Salah Jenis Kesalahan Saran Perbaikan

  1. Pernyataan no. 8 Running text terlalu Pengurangan kecepatan cepat Running text yang terlalu cepat

  No. Bagian yang Salah Jenis Kesalahan Saran Perbaikan

  2. Pernyataan no. 9 Perbedaan gambaran tentang dataran tinggi dan rendah

  Penambahan video tentang dataran tinggi

  3. Pernyataan no. 10 Rekaman video banyak yang goyang Mengganti/shoot kembali

  bagian video yang goyang

  4. Pernyataan no. 11 Animasi

  Pemberian animasi supaya lebih menarik

  5. Pernyataan no. 14

4.3.1.2 Revisi Produk

  Produk yang telah divalidasi oleh pakar media pembelajaran kemudian direvisi sesuai dengan saran dan komentar dari beliau. Kesalahan tersebut terletak pada running text di video yang terlalu cepat. Kemudian peneliti melakukan revisi terhadap kesalahan tersebut. Peneliti kemudian mengurangi kecepatan pada running text dengan tujuan siswa dapat membaca tulisan di video dengan jelas. Berikut tampilan video saat terdapat running text sebelum dan sesudah revisi.

Gambar 4.4 Tampilan Gambar Running Text Sebelum Revisi

  Running text

  terlalu cepat

  Pengurangan kecepatan pada

  running text

Gambar 4.5 Tampilan Gambar Running Text Setelah Revisi

  Pakar media pembelajaran juga memberikan komentar bahwa gambar dalam rekaman video banyak yang goyang, sehingga peneliti melakukan revisi yaitu dengan shoot kembali bagian rekaman yang goyang atau mencari rekaman video yang lainnya. Berikut ini merupakan tampilan rekaman video sebelum dan sesudah revisi.

  Rekaman video goyang

Gambar 4.6 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Sebelum RevisiGambar 4.7 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Setelah RevisiGambar 4.8 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Sebelum RevisiGambar 4.9 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Setelah Revisi

  Rekaman video yang goyang diganti dengan rekaman video yang lain

  Rekaman video goyang Rekaman video yang goyang diganti dengan rekaman video yang lain

  Rekaman video yang goyang

Gambar 4.10 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Sebelum Revisi

  Rekaman video yang goyang diganti dengan rekaman video yang lain

Gambar 4.11 Tampilan Rekaman Video yang Goyang Setelah Revisi

  Selain itu, pakar media pembelajaran juga memberikan komentar supaya di dalam video terdapat perbedaan antara dataran rendah dan dataran tinggi.

  Peneliti menyadari bahwa di dalam video memang belum terdapat rekaman video yang menjelaskan tentang dataran tinggi. Oleh karena itu, peneliti melakukan

  

shooting atau pengambilan rekaman video kembali supaya memperoleh rekaman

tentang dataran tinggi.

  Peneliti melakukan revisi sesuai dengan saran dari pakar media pembelajaran. Saran dari pakar media pembelajaran sangat membantu peneliti dalam melengkapi video yang dikembangkan agar menjadi media yang layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas III semester genap. Berikut ini adalah gambar rekaman video sebelum dan sesudah revisi tentang penambahan rekaman video tentang dataran tinggi.

Gambar 4.12 Tampilan Gambar Dataran Rendah

  Penambahan rekaman video tentang dataran tinggi

Gambar 4.13 Tampilan Gambar Dataran Tinggi Setelah Revisi

  Saran dan komentar yang terakhir dari pakar media pembelajaran yaitu perlu adanya animasi dalam video yang dikembangkan. Hal ini bertujuan supaya video yang dikembangkan menarik untuk dilihat siswa. Berikut ini merupakan gambar rekaman video sebelum dan sesudah revisi sesuai dengan pakar media pembelajaran.

Gambar 4.14 Tampilan Gambar Pasar Terapung Sebelum Revisi

  Penambahan efek

  transition “Shatter, Up Right

Gambar 4.15 Tampilan Gambar Pasar Terapung Setelah RevisiGambar 4.16 Tampilan Gambar Ucapan Terima Kasih Sebelum Revisi

  Penambahan efek

  transition “Wheel, 4 Spokes ”

Gambar 4.17 Tampilan Gambar Ucapan Terima Kasih Setelah Revisi

4.3.2 Data Validasi Pakar Materi

4.3.2.1 Deskripsi Data Validasi Pakar Materi

  Validasi pakar materi dilakukan oleh dua orang yang ahli dalam bidang pembelajaran yaitu Ibu Wahyu Wido Sari, S.Si., M. Biotech. (dosen mata kuliah

  IPA Biologi PGSD Universitas Sanata Dharma) dan Ibu Tiknawati Lestyaningsih, S. Pd.,SD (guru dilakukan oleh pakar materi yaitu berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, dan jaring-jaring pencapaian kompetensi.

4.3.2.1.1 Data Validasi Pakar Materi I

  Validasi oleh pakar materi I dilakukan oleh Ibu Wahyu Wido Sari, S.Si., M. Biotech. Beliau merupakan ahli dalam bidang pembelajaran IPA dan selaku dosen mata kuliah IPA Biologi prodi PGSD Universitas Sanata Dharma. Berikut adalah data hasil validasi yang diperoleh dari pakar materi I.

Tabel 4.5 Hasil Validasi Pakar Materi I Skala Penilaian

  

No. Pernyataan Kriteria

  1

  2

  4

  5

  

1. Standar kompetensi, Kompetensi dasar, Sangat baik

√ Indikator, dan Tujuan pembelajaran dalam RPP yang dikembangkan sesuai dengan sasaran pembelajaran yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

  

2. Materi yang dikemas dalam media sesuai √ Sangat baik

dengan indikator dan taraf perkembangan peserta didik.

  

3. Pemilihan materi dalam media Sangat baik

√ pembelajaran menarik dan sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.

  

4. Tema yang dikembangkan dalam materi √ Sangat baik

menarik perhatian siswa.

  

5. Media pembelajaran yang dikembangkan √ Sangat baik

mempermudah pemahaman materi pembelajaran.

  

6. Sumber belajar yang terdapat dalam RPP Sangat baik

√ yang dikembangkan sesuai.

  

7. Kegiatan belajar yang terdapat dalam RPP √ Sangat baik

menarik perhatian siswa dan meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.

  

8. Penggunaan bahasa sesuai dengan Kurang

√ perkembangan kognitif siswa. baik

  

9. Kebenaran isi dan konsep materi sesuai Sangat baik

√ dengan RPP yang disajikan.

  

10. Kesesuaian soal dengan materi √ Sangat baik

pembelajaran.

  2

  45 Sangat baik Jumlah

  Skala Penilaian No. Pernyataan Kriteria

  1

  2

  4

  5

  47 Total Penilaian Sangat baik 4,7 Rata-rata Skor (x)

  Berdasarkan data hasil validasi dari pakar materi I yang telah dilakukan dan dengan melihat tabel perhitungan skala lima mengenai pedoman konversi data kuantitatif ke data kualitatif maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata (x) kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti tergolong dalam kriteria

  

sangat baik . Total skor seluruh aspek penilaian berjumlah 47 sehingga diperoleh

  rata-rata skor (x) yaitu 4,7. Secara keseluruhan pakar materi I menyampaikan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan/uji coba lapangan tanpa revisi.

4.3.2.1.2 Data Validasi Pakar Materi II Validasi pakar materi II dilakukan oleh Ibu Tiknawati Lestyaningsih, S.Pd.

  SD yang merupakan guru kelas III SD Negeri Selomulyo. Hasil validasi perangkat pembelajaran oleh pakar materi II adalah sebagai berikut.

Tabel 4.6 Hasil Validasi Pakar Materi II

  Skala Penilaian

No. Pernyataan Kriteria

  1

  2

  4

  5

  1. Standar kompetensi, Kompetensi dasar, Indikator, dan Tujuan pembelajaran dalam RPP yang dikembangkan sesuai dengan sasaran

  Skala Penilaian

No. Pernyataan Kriteria

  1

  2

  4

  5 pembelajaran yang terdapat dalam √ Sangat baik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

  

2. Materi yang dikemas dalam media √ Sangat baik

sesuai dengan indikator dan taraf perkembangan peserta didik.

  3. Pemilihan materi dalam media √ Baik pembelajaran menarik dan sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.

  4. Tema yang dikembangkan dalam √ Baik materi menarik perhatian siswa.

  

5. Media pembelajaran yang Sangat baik

√ dikembangkan mempermudah pemahaman materi pembelajaran.

  6. Sumber belajar yang terdapat dalam √ Baik RPP yang dikembangkan sesuai.

  7. Kegiatan belajar yang terdapat dalam √ Baik RPP menarik perhatian siswa dan meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.

  8. Penggunaan bahasa sesuai dengan √ Baik perkembangan kognitif siswa.

  9. Kebenaran isi dan konsep materi √ Baik sesuai dengan RPP yang disajikan.

  10. Kesesuaian soal dengan materi Baik √ pembelajaran.

  28 15 Jumlah

  43 Sangat baik Total Penilaian 4,3 Rata-rata Skor (x)

  Berdasarkan data hasil validasi dari pakar materi II yang telah dilakukan dan dengan melihat tabel perhitungan dengan skala lima mengenai pedoman konversi data kuantitatif ke data kualitatif dapat disimpulkan bahwa rata-rata (x) kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti tergolong dalam kriteria sangat baik. Total skor seluruh aspek penilaian berjumlah 43 sehingga diperoleh rata-rata skor (x) yaitu 4,3. Secara keseluruhan, pakar materi II menyampaikan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan/uji coba lapangan tanpa revisi.

4.3.2.2 Revisi Produk

4.3.2.2.1 Revisi Produk Pakar Materi I

  Selain mendapatkan penilaian, pakar materi I juga memberikan saran dan komentar dalam rangka pengembangkan produk yang telah dibuat. Saran dan komentar dari pakar materi I adalah sebagai berikut.

  “Cek ulang kata-kata yang digunakan!”

  Sedangkan jenis kesalahan dan saran perbaikan akan dijelaskan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.7 Saran Perbaikan Pakar Materi I

  Bagian Jenis Kesalahan Saran Perbaikan yang Salah Kata Cek ulang kata-kata yang digunakan

  Aspek tata bahasa Penggunaan warna Warna huruf selain warna merah huruf

  Berikut adalah revisi yang dilakukan berdasarkan masukan dari pakar materi I adalah sebagai berikut.

1. Aspek Tata Bahasa

  Dalam aspek tata bahasa, pakar materi I menemukan jenis kesalahan yaitu mengenai kata yang kurang tepat sehingga perlu adanya revisi. Kesalahan terjadi pada kesimpulan dan refleksi pada LKS. Di dalam kesimpulan, peneliti menggunakan kata “yaitu”, kata tersebut kurang tepat sehingga perlu adanya revisi dengan menggunakan kata

  “bahwa”. Selain pada kesimpulan, terdapat kesalahan kata yang lain. Diantaranya yaitu pada refleksi. Di dalam refleksi, peneliti bertanya kepada siswa tentang kesulitan yang masih dialami oleh siswa. Pertanyaan tersebut dirasa terlalu luas dan kurang mendapatkan data kualitatif tentang video yang telah ditayangkan. Berikut ini akan diuraikan beberapa kesalahan sebelum dan sesudah revisi.

  Kata “yaitu” kurang tepat

Gambar 4.18 Tampilan Kesimpulan Sebelum Revisi

  Kata “yaitu” diganti kata

  “bahwa”

Gambar 4.19 Tampilan Kesimpulan Setelah RevisiGambar 4.20 Tampilan Refleksi Sebelum RevisiGambar 4.21 Tampilan Refleksi Setelah Revisi

  Selain kesalahan yang sudah dijelaskan di atas, terdapat kesalahan yang lain diantaranya yaitu warna huruf pada LKS. Peneliti menggunakan warna huruf Peneliti melakukan revisi dengan mengganti warna pada huruf selain warna merah. Berikut ini adalah tampilan petunjuk pengerjaan pada LKS sebelum dan sesudah revisi.

Gambar 4.22 Tampilan Petunjuk Pengerjaan Sebelum RevisiGambar 4.23 Tampilan Petunjuk Pengerjaan Sesudah RevisiGambar 4.24 Tampilan Kegiatan Belajar 1 Sebelum RevisiGambar 4.25 Tampilan Kegiatan Belajar 1 Setelah Revisi

4.3.2.2.2 Revisi Produk Pakar Materi II

  Pakar materi II selain memberikan penilaian juga memberikan komentar dan saran mengenai perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Berikut ini adalah komentar dan saran dari pakar materi II.

  “RPP gambar gunung dan pegunungan di perjelas gunakan gambar, alat peraga yang bisa diterima siswa dengan cepat dan terkonsep di otak anak-anak. Lembah dan bukit juga

  dengan gambar yang jelas. Perbedaan dataran tinggi dan dataran rendah juga diperjelas.”

  Sedangkan jenis kesalahan dan saran perbaikan akan dijelaskan dalam tabel berikut.

Tabel 4.8 Saran Perbaikan Pakar Materi II

  Bagian yang Jenis Kesalahan Saran Perbaikan

  Salah Kegiatan Gambar yang Gunakan gambar, alat peraga yang Belajar 2 dalam digunakan terlalu bisa diterima siswa dengan cepat dan LKS sulit untuk anak. terkonsep di otak anak.

  Berikut adalah revisi yang dilakukan berdasarkan masukan dari pakar materi II adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan Belajar 2 dalam LKS

  Di dalam kegiatan belajar 2, peneliti menggunakan gambar berbagai kenampakan permukaan bumi. Siswa diminta untuk menyebutkan satu persatu nama kenampakan permukaan bumi yang dimaksud. Berdasarkan komentar dari guru bahwa kegiatan belajar 2 seharusnya diperbaiki lagi karena dirasa sangat sulit bagi siswa. Peneliti melakukan perbaikan atau revisi dengan mengganti gambar menjadi lebih sederhana lagi. Berikut ini akan dipaparkan kesalahan pada Kegiatan Belajar 2 di LKS beserta perbaikannya.

Gambar 4.26 Tampilan Kegiatan Belajar 2 Sebelum RevisiGambar 4.27 Tampilan Kegiatan Belajar 2 Setelah Revisi

4.3.3 Data Uji Coba Perorangan

4.3.3.1 Deskripsi Data Uji Coba Perorangan

  Sebelum melakukan uji coba lapangan, peneliti melakukan uji coba perorangan terlebih dahulu. Uji coba perorangan dilakukan pada tanggal 6 Maret 2014 dengan bantuan 4 orang siswa yang terdiri dari 2 orang siswa dan 2 orang siswi. Uji coba perorangan dilakukan dengan memperhatikan jumlah siswa yang proporsional sehingga dalam melakukan pengelolaan uji coba perorangan dapat berlangsung dengan baik dan terkendali. Selain memperhatikan jumlah yang proporsional dalam melakukan uji coba perorangan, peneliti juga memperhatikan kompetensi siswa di kelasnya. Dalam uji coba perorangan siswa diminta untuk melihat atau menonton produk pembelajaran yang dikembangkan yaitu berupa video kemudian siswa memberikan penilaian di lembar penilaian siswa yang telah disediakan.

  Sebelum dan sesudah melakukan uji coba produk pembelajaran yang berupa video, siswa diberikan petunjuk-petunjuk supaya tidak mengalami kebingungan. Setelah selesai melihat video yang dikembangkan, siswa diminta untuk melakukan penilaian seberapa layak video yang dikembangkan oleh peneliti untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas dengan cara mengisi lembar penilaian yang telah disediakan oleh peneliti. Berikut ini merupakan contoh penilaian uji coba perorangan dari salah satu siswa.

Tabel 4.9 Contoh Penilaian Uji Coba Perorangan

  Skala Penilaian Kriteria No. Aspek yang dinilai

  1

  2

  4

  5

  1. Video yang digunakan dalam Sangat √ pembelajaran menarik perhatian baik

  2. Warna pada huruf cerah dan √

  Baik menarik

  3. Materi mudah dipahami Sangat √ baik

  4. Bahasa yang digunakan mudah √

  Baik dipahami

  5. Suara dapat didengar dengan jelas Sangat √ baik

  6. Huruf mudah untuk dibaca Sangat √ baik

  7. Video yang digunakan dapat Sangat √ menambah pengetahuan baik

  8. Saya merasa senang melihat video Sangat √ yang ditayangkan baik

  9. Latar tulisan (background) Sangat √ menarik baik

  10. Saya paham dengan materi yang √

  Baik ditayangkan dalam video Jumlah Skor

  12

  35 Sangat Total Skor

  47 baik Rata-rata Skor 4,7

  Selain contoh hasil uji coba perorangan dari salah satu siswa, berikut juga akan dijelaskan mengenai data uji coba perorangan yang berjumlah 4 orang siswa yaitu sebagai berikut.

Tabel 4.10 Hasil Penilaian Uji Coba Perorangan

  Rerata No. Aspek yang dinilai Kriteria

  Skor

  1. Video yang digunakan dalam Sangat baik

  5 pembelajaran menarik perhatian Rerata No. Aspek yang dinilai Kriteria

  Skor

  2. Warna pada huruf cerah dan Sangat baik 4,5 menarik

  3. Materi mudah dipahami 4,5 Sangat baik

  4. Bahasa yang digunakan mudah Sangat baik 4,5 dipahami

  5. Suara dapat didengar dengan jelas 4,5 Sangat baik

  6. Huruf mudah untuk dibaca

  5 Sangat baik

  7. Video yang digunakan dapat Sangat baik

  5 menambah pengetahuan

  8. Saya merasa senang melihat video Sangat baik

  5 yang ditayangkan

  9. Latar tulisan (background) Sangat baik 4,8 menarik

  10. Saya paham dengan materi yang Sangat baik 4,5 ditayangkan dalam video

  Total Skor Seluruhnya 47,3 Sangat baik Rata-rata (x) 4,7

  Tabel di atas merupakan hasil uji coba perorangan yang menunjukkan bahwa keempat siswa yang diminta untuk melihat video yang dikembangkan menyatakan bahwa produk yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat . Hal ini terlihat dari rata-rata skor (x) sebesar 4,7.

  baik

4.3.3.2 Revisi Produk Uji Coba Perorangan

  Dalam tahap uji coba perorangan ditemukan kesalahan dalam produk yang sedang dikembangkan sehingga perlu diperbaiki kembali agar dapat digunakan dalam tahap uji coba selanjutnya. Berikut ini merupakan hasil perbaikan yang dilakukan berdasarkan hasil uji coba perorangan.

  1. Transitions page curl, up left pada bagian video laut dirasa kurang tepat sehingga peneliti merevisi transitions page curl, up left menjadi

  transitions diamonds. Berikut akan dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.28 Tampilan Transition Laut Sebelum RevisiGambar 4.29 Tampilan Transition Laut Setelah Revisi

4.3.4 Data Uji Coba Kelompok Kecil

4.3.4.1 Deskripsi Data Uji Coba Kelompok Kecil

  Tahap uji coba selanjutnya yaitu uji coba kelompok kecil yang dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2014. Dalam uji coba kelompok kecil, terdapat

  8 orang siswa yang terdiri dari 4 siswa dan 4 siswi yang diminta untuk melihat video pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti. Uji coba kelompok kecil dilakukan dengan jumlah yang proporsional dengan tujuan uji coba kelompok kecil dapat berlangsung dengan baik.

  Sebelum melakukan uji coba, peneliti memberikan petunjuk-petunjuk ketika melihat video yang dikembangkan. Setelah selesai melihat video yang dikembangkan, siswa diminta untuk menilai produk yang telah dikembangkan oleh peneliti dengan cara mengisi lembar penilaian yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Selain memberikan penilaian, siswa juga diminta untuk memberikan saran dan komentar terhadap produk yang telah diujicobakan oleh siswa. Berikut ini adalah contoh penilaian dari salah satu siswa untuk melakukan uji coba kelompok kecil.

Tabel 4.11 Contoh Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil

  Skala Penilaian Kriteria No. Aspek yang dinilai

  1

  2

  4

  5

  1. Video yang digunakan dalam √

  Baik pembelajaran menarik perhatian

  2. Warna pada huruf cerah dan √

  Sangat baik menarik

  3. Materi mudah dipahami Sangat baik √

  4. Bahasa yang digunakan mudah √

  Sangat baik dipahami

  5. Suara dapat didengar dengan √

  Baik jelas

  6. Huruf mudah untuk dibaca Sangat baik √

  7. Video yang digunakan dapat √

  Sangat baik menambah pengetahuan

  8. Saya merasa senang melihat √

  Sangat baik video yang ditayangkan

  9. Latar tulisan (background) √

  Sangat baik Data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil dengan jumlah 8 orang siswa setelah melihat video pembelajaran adalah sebagai berikut.

Tabel 4.12 Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil

  2. Warna pada huruf cerah dan menarik 4,8 Sangat baik

  5 Sangat baik Total Skor Seluruhnya 47,2 Sangat baik

  10. Saya paham dengan materi yang ditayangkan dalam video

  9. Latar tulisan (background) menarik 4,4 Sangat baik

  5 Sangat baik

  8. Saya merasa senang melihat video yang ditayangkan

  5 Sangat baik

  7. Video yang digunakan dapat menambah pengetahuan

  6. Huruf mudah untuk dibaca 4,9 Sangat baik

  4 Baik

  5. Suara dapat didengar dengan jelas

  4. Bahasa yang digunakan mudah dipahami 4,8 Sangat baik

  3. Materi mudah dipahami 4,8 Sangat baik

  Sangat baik

  Berdasarkan tabel hasil penilaian uji coba kelompok kecil yaitu menyatakan bahwa produk yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat

  1. Video yang digunakan dalam pembelajaran menarik perhatian 4,8

  Skor Kriteria

  No. Aspek yang dinilai Rerata

  40 Sangat baik Rata-rata 4,8

  8

  Sangat baik Jumlah Skor

  10. Saya paham dengan materi yang ditayangkan dalam video √

  5

  4

  2

  1

  No. Aspek yang dinilai Skala Penilaian Kriteria

  baik dengan rata-rata skor (x) sebesar 4,7.

  Rata-rata (x) 4,7

4.3.4.2 Revisi Produk Uji Coba Kelompok Kecil

  Setelah produk pembelajaran diujicobakan dalam kelompok kecil maka langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan terhadap produk tersebut. Pada bagian rekaman video sungai, suara narrator terdengar kurang jelas. Peneliti kemudian melakukan revisi yaitu dengan cara mengurangi volume musik instrumental dengan menggunakan program Audacity. Untuk lebih jelasnya, kesalahan dan perbaikan yang dilakukan oleh peneliti dapat melihat tabel di bawah ini.

Tabel 4.13 Saran Perbaikan Uji Coba Kelompok Kecil

  Bagian Jenis Kesalahan Saran Perbaikan yang Salah Volume Ada bagian video yang Volume musik suara volume suaranya kurang jelas instrumental dikurangi untuk didengar

  Berikut ini merupakan hasil revisi yang dilakukan berdasarkan saran dari uji kelompok kecil adalah sebagai berikut.

  Volume musik instrumental dikurangi

Gambar 4.31 Tampilan Sungai Setelah Revisi

4.3.5 Data Uji Coba Lapangan

4.3.5.1 Deskripsi Data Uji Coba Lapangan

  Setelah produk divalidasi oleh pakar media, pakar materi pembelajaran, uji coba perorangan, dan uji coba kelompok kecil selanjutnya dilakukan uji coba lapangan dengan jumlah siswa 36 yang terdiri dari 16 siswa dan 20 siswi. Kegiatan uji coba lapangan ini dilakukan dalam satu kali pertemuan yaitu pada hari Kamis tanggal 13 Maret 2014. Uji coba lapangan dilaksanakan pada pukul 09.00-12.00 WIB selama tiga jam pelajaran (3 jp). Pada saat uji coba lapangan, peneliti bertindak sebagai guru.

  Sarana yang perlu dipersiapkan dalam uji coba lapangan ini diantaranya adalah laptop, LCD projector, screen, dan speaker. Dalam pembelajaran di kelas, respon yang diberikan siswa sangat baik. Hal ini terlihat dari sikap siswa yang senang dan antusias ketika mengikuti pembelajaran. Siswa juga senang untuk melihat media pembelajaran yang dipakai oleh guru yang berupa video.

  Secara umum, proses pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun oleh peneliti. Sebelum masuk ke dalam pembelajaran, guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu yang berjudul

  “Dari Sabang Sampai Merauke” secara bersama-sama sambil tepuk tangan. Untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswa, maka guru melakukan pre-test terlebih dahulu. Setelah itu, siswa diminta untuk melihat atau menonton video yang dikembangkan oleh peneliti dan meminta siswa untuk memberikan penilaian ataupun komentar terhadap video yang dikembangkan. Siswa memberikan penilaian dan komentar di lembar penilaian yang telah dipersiapkan sebelumnya.

  Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa memperhatikan video yang ditayangkan dan ada beberapa siswa yang ingin melihat videonya lagi. Mereka meminta guru untuk memutar kembali video yang telah ditayangkan. Oleh karena banyak siswa yang meminta video untuk diputar kembali maka guru memutar kembali video tersebut sampai 3x pemutaran. Setelah melihat video, ada beberapa pertanyaan yang dikemukakan oleh siswa diantaranya yaitu siswa bertanya tentang suara yang ada di dalam video, tempat yang ada di video, dan mereka juga menebak-nebak kenampakan permukaan bumi yang ada di video tersebut.

  Berdasarkan pendapat Munadi (2010:120) mengatakan bahwa sesudah menonton video dan melakukan beberapa rangkaian kegiatan maka siswa dapat di tes berapa banyakkah yang dapat mereka tangkap dari video tersebut. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk mengerjakan soal post-test selama 15 menit. Siswa yang sudah selesai mengerjakan soal post-test, maka mereka

  Guru menjelaskan materi dengan tema Keindahan Alam yang mencakup 3 mata pelajaran yang terkait yaitu IPA, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan (Tematik). Setelah selesai melihat video, siswa juga dibuat dalam kelompok- kelompok untuk mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang diberikan oleh guru. Lembar Kerja Siswa (LKS) terdiri dari 3 kegiatan yaitu kegiatan yang pertama menyebutkan berbagai macam kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan SD Negeri Selomulyo, kegiatan yang kedua memasangkan gambar berbagai kenampakan permukaan bumi, dan kegiatan yang terakhir yaitu menyusun potongan-potongan puzzle supaya menjadi sebuah gambar yang utuh.

  Dalam kegiatan pembelajaran, guru menampilkan berbagai kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran tersebut terangkum dalam beberapa lembar kertas yang disebut dengan Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar Kerja Siswa (LKS) tersebut terdiri dari tiga macam aktivitas atau kegiatan.

  Kegiatan belajar yang pertama yaitu siswa diminta untuk mengamati kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekitar SD Negeri Selomulyo. Siswa diajak untuk keluar kelas dan mengamati kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekitar SD Negeri Selomulyo secara berkelompok. Dari kegiatan tersebut, siswa mengamati lingkungan sekolah kemudian mencatat berbagai kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekolah. Berikut ini adalah hasil pekerjaan siswa tentang kegiatan belajar yang pertama yaitu sebagai berikut.

Gambar 4.32 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 1Gambar 4.33 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 1

  Gambar 4. 34 Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 1 Kegiatan belajar yang pertama yaitu mengamati kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekolah. Dari hasil pekerjaan siswa, terlihat bahwa tiga kelompok yang ditampilkan peneliti sudah ada yang benar dalam menjawab pertanyaan pada kegiatan pertama. Mereka menyebutkan bahwa kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekolah terdapat sawah, sungai, dan gunung. Akan tetapi, ada kelompok siswa yang belum tepat dalam menyebutkan kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekolah. Mereka menjawab pohon, tiang bendera, dan toilet. Memang benar pohon, tiang bendera, dan toilet ada di lingkungan sekolah, akan tetapi pohon, tiang bendera, dan toilet bukan termasuk dalam kenampakan permukaan bumi yang dimaksud.

  Perwakilan salah satu kelompok siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas. Guru dan teman-teman yang lain ikut menyimak dan mengoreksi hasil jawaban yang dibacakan oleh perwakilan kelompok tersebut. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa, diketahui bahwa siswa berbeda-beda dalam menjawab pertanyaan dalam kegiatan pertama, oleh karena itu siswa dan guru menyimpulkan bersama jawaban pada kegiatan pertama.

  Kegiatan belajar yang kedua yaitu memasangkan gambar berbagai kenampakan permukaan bumi dengan kotak yang tepat di sebelah kanannya.

  Gambar kenampakan permukaan terdiri dari gambar gunung, sungai, bukit, lembah, dan laut. Siswa diminta untuk memasangkan berbagai gambar dengan nama yang tepat sesuai dengan gambar tersebut. Siswa dapat menarik garis untuk menghubungkan antara gambar dengan kotak nama. Dalam menghubungkan garis antara gambar kenampakan permukaan bumi dengan kotak nama ada yang menggunakan penggaris dan ada yang tidak. Kelompok siswa yang menggunakan penggaris pada saat menghubungkan gambar dengan kotak nama akan terlihat rapi apabila dibandingkan dengan kelompok siswa yang tidak menggunakan penggaris pada saat menghubungkan gambar dengan kotak nama pada kegiatan yang kedua.

  Berdasarkan hasil koreksi guru, semua kelompok siswa menjawab dengan benar dalam memasangkan gambar dengan kotak nama. Hal ini terbukti dengan hasil pekerjaan tiga dari enam kelompok siswa yang akan peneliti paparkan. Berikut adalah hasil pekerjaan siswa tentang kegiatan belajar yang kedua.

  Gambar 4. 35 Hasil pekerjaan siswa LKS Kegiatan 2

  Gambar 4. 36 Hasil pekerjaan siswa LKS Kegiatan 2

  Gambar 4. 37 Hasil pekerjaan siswa LKS Kegiatan 2 Kegiatan belajar yang terakhir yaitu kegiatan belajar 3. Kegiatan belajar yang ketiga yaitu menyusun potongan-potongan puzzle supaya menjadi sebuah gambar yang utuh. Selain itu, siswa juga menjawab pertanyaan yang terdapat dalam Lembar Kegiatan Belajar 3 bersama kelompoknya.

  Dalam pembuatan puzzle, peneliti menggunakan alat dan bahan yang diantaranya yaitu kertas karton, doble tape, lem kertas, gambar puzzle, cutter, gunting, kertas Origami, dan penggaris. Peneliti memilih kertas karton dengan ukuran paling tebal supaya puzzle yang dihasilkan tidak melengkung-lengkung. Untuk memperindah puzzle, peneliti melapisi kertas karton puzzle tersebut dengan kertas Origami yang beraneka warna, seperti warna merah, oranye, kuning, merah muda, hijau, dan kuning kecoklatan. Setiap puzzle memakai warna yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

  Kegiatan merangkai puzzle ini membutuhkan kerjasama antara masing- masing anggota kelompok, dimana siswa saling membantu satu sama lain untuk menghasilkan sebuah gambar puzzle yang utuh. Selain itu ada juga kelompok siswa yang merasa kebingungan pada saat menyusun sebuah puzzle. Kelompok siswa yang kebingungan pada saat menyusun puzzle mengakibatkan suasana kelas menjadi gaduh. Alhasil, waktu yang digunakan untuk menyusun puzzle menjadi terlalu lama dan ada juga yang kehabisan waktu untuk menceritakan gambar puzzle yang utuh.

Gambar 4.38 Siswa Menyusun Puzzle

  Setelah mereka selesai menyusun puzzle, mereka menjawab pertanyaan yang ada di lembar kegiatan 3 yaitu menceritakan isi dari gambar puzzle tersebut.

  Gambar puzzle tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

Gambar 4.39 Tampilan PuzzleGambar 4.40 Tampilan PuzzleGambar 4.41 Tampilan PuzzleGambar 4.42 Tampilan PuzzleGambar 4.43 Tampilan PuzzleGambar 4.44 Tampilan Puzzle Berikut ini adalah hasil pekerjaan siswa tentang kegiatan belajar yang ke- tiga yaitu sebagai berikut.

  Gambar 4. 45 Tampilan Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 3 Gambar 4. 46 Tampilan Hasil Pekerjaan Siswa LKS Kegiatan 3 Berdasarkan hasil kegiatan 3, siswa sudah dapat menceritakan sebuah gambar. Hal ini terbukti dengan hasil pekerjaan ke-tiga kelompok siswa yang sudah dapat menceritakan gambar yang ada di puzzle tersebut. Untuk tiga kelompok siswa yang lainnya, mereka belum selesai dalam menceritakan gambar

  . Hal ini dikarenakan waktu dalam menyusun puzzle terbatas.

  puzzle

  Setelah mereka mengerjakan berbagai lembar kegiatan siswa di atas, siswa juga menyimpulkan pembelajaran pada hari ini. Berikut adalah hasil kesimpulan pembelajaran dari ketiga kelompok siswa adalah sebagai berikut.

  Gambar 4. 48 Kesimpulan Pembelajaran Gambar 4. 49 Kesimpulan Pembelajaran

  Gambar 4. 50 Kesimpulan Pembelajaran Selain menuliskan kesimpulan di LKS, siswa bersama guru juga menyimpulkan pembelajaran pada hari ini di akhir pertemuan. Semua siswa saling melengkapi dalam menyebutkan kesimpulan pembelajaran pada hari ini. Kegiatan yang lainnya yaitu siswa juga menyampaikan refleksi pembelajaran pada hari ini.

  Contoh hasil refleksi kelompok seperti gambar di bawah ini menunjukkan bahwa siswa merasa senang. Siswa senang belajar menggunakan video pembelajaran.

  Berikut ini adalah refleksi dari ketiga kelompok siswa yaitu sebagai berikut.

  Gambar 4. 51 Refleksi

  Gambar 4. 52 Refleksi Gambar 4. 53 Refleksi

  Mereka senang karena biasanya guru tidak pernah melakukan pembelajaran dengan menggunakan media video, sehingga ketika siswa diajak untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan media video menjadi lebih antusias karena merasakan hal yang berbeda dalam pembelajaran. Selain merasa senang dan antusias, siswa juga memahami materi kenampakan permukaan bumi dengan menggunakan media video yang ditayangkan oleh guru.

  Dari keseluruhan aktivitas belajar yang dilakukan, siswa terlihat aktif dalam kelompok terlihat dengan mereka bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai kegiatan belajar seperti yang telah dijelaskan di atas. Dalam kegiatan belajar 3, siswa antusias untuk menjadi yang tercepat dalam menyusun puzzle.

  Setelah selesai mengerjakan beberapa rangkaian kegiatan pembelajaran, siswa mengisi refleksi bersama kelompok tentang kesulitan-kesulitan yang masih mereka alami. Dilanjutkan dengan melakukan post-test yang bertujuan untuk melihat keefektifan penggunaan media video.

  Manfaat media dalam proses pembelajaran menurut Sudjana dan Rivai (dalam Arsyad, 2007:24-25) diantaranya yaitu bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinnya menguasai serta mencapai tujuan pembelajaran. Dari hasil rekapitulasi nilai pre-

  

test dan post-test yang telah dilakukan oleh siswa, dapat diketahui bahwa nilai

post-test siswa setelah menonton video menjadi lebih baik bila dibandingkan

  dengan nilai pre-test sebelum melihat video. Hal ini terbukti bahwa dengan menggunakan video sebagai media pembelajaran maka siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dengan adanya pre-test dan post- test, peneliti dapat melihat nilai siswa sebelum dan sesudah melihat video.

  Untuk lebih jelasnya, peneliti akan memaparkan hasil keseluruhan nilai

  

pre-test dan post-test dari 36 siswa. Berikut ini adalah hasil rekapitulasi nilai pre-

test dan post-test dari 36 siswa.

  Tabel 4. 14 Rekapitulasi Nilai Pre-test dan Post-test Siswa Nomor Urut Siswa Pre-test Post-test Keterangan

  25 45 87,5 Meningkat 26 42,5 62,5 Meningkat

  29

  65 Meningkat

  30

  28

  60 Meningkat

  15

  27

  75 Meningkat

  85 Meningkat

  55

  24

  23 50 72,5 Meningkat

  22 40 82,5 Meningkat

  70 Meningkat

  35

  21

  20 85 92,5 Meningkat

  60

  30

  75

  40

  45

  

Jumlah nilai 1620 2592,5 Meningkat

Rata-rata

  60 Meningkat

  25

  36

  35 10 62,5 Meningkat

  65 Meningkat

  34

  50

  70 Meningkat

  55

  33

  70 Meningkat

  40

  32

  31 55 62,5 Meningkat

  70 Meningkat

  80 Meningkat

  19

  1 35 72,5 Meningkat

  70 Meningkat

  10

  9

  8 85 97,5 Meningkat

  7 45 67,5 Meningkat

  75 Meningkat

  55

  6

  40

  10

  5

  70 Meningkat

  25

  4

  3 35 67,5 Meningkat

  70 Meningkat

  30

  2

  60 Meningkat

  15

  70 Meningkat

  40

  55

  18

  80 Meningkat

  70

  17

  16 50 87,5 Meningkat

  70 Meningkat

  15

  75 Meningkat

  85 Meningkat

  70

  14

  80 Meningkat

  12 65 87,5 Meningkat 13 42,5

  75 Meningkat

  70

  11

  72 Meningkat Dengan melihat tabel di atas, dapat kita ketahui bahwa antara nilai pre-test dan post-test siswa mengalami peningkatan, yaitu dari nilai 45 menjadi nilai 72.

  Berikut ini akan dipaparkan rekapitulasi diagram batang mengenai nilai pre-test dan post-test dari ke-36 siswa.

  Rekapitulasi Pre-test dan Post-test

  80

  70

  60 kor

  50 S

  40 ta

  30 era

  20 R

  10 Pre-test Post-test

  Tes

Gambar 4.54 Diagram Batang Rekapitulasi Nilai Pre-test dan Post-test

  Setelah siswa melakukan post-test, langkah selanjutnya yaitu pemberian PR. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Munadi (2010:116) tentang manfaat dan karakteristik media video menurut Munadi dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran diantaranya adalah mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa serta mengembangkan imajinasi peserta didik. Di akhir pembelajaran, siswa diberikan sebuah PR yaitu menceritakan berbagai kenampakan permukaan bumi yang pernah mereka kunjungi. Dengan adanya PR tersebut, siswa memiliki daya imajinasi untuk menceritakan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi. Siswa bebas untuk menceritakan berbagai kenampakan permukaan bumi yang pernah mereka kunjungi atau sebagai daerah tempat tinggal siswa. Berikut ini merupakan contoh hasil pekerjaan rumah (PR) yang telah siswa kerjakan adalah sebagai berikut.

  Gambar 4. 55 Siswa Menceritakan Tempat yang Pernah Mereka Kunjungi

  Setelah membaca hasil cerita, maka dapat disimpulkan bahwa siswa sudah dapat menceritakan kenampakan permukaan bumi yang pernah mereka kunjungi dengan kalimat yang masih sederhana. Akan tetapi, ada juga siswa yang belum sesuai dalam menceritakan kenampakan permukaan bumi yang dimaksud. Siswa tidak menceritakan kenampakan permukaan bumi, melainkan hanya menyebutkan berbagai kenampakan permukaan bumi yang pernah mereka kunjungi.

  Berikut ini akan dijelaskan contoh hasil uji coba lapangan kepada salah

Tabel 4.15 Contoh Penilaian Uji Coba Lapangan

  Skala Penilaian Komentar No. Aspek yang dinilai

  1

  2

  4

  5

  1. Video yang digunakan dalam √

  Sangat baik pembelajaran menarik perhatian

  2. Warna pada huruf cerah dan √

  Sangat baik menarik

  3. Materi mudah dipahami Sangat baik √

  4. Bahasa yang digunakan mudah √

  Sangat baik dipahami

  5. Suara dapat didengar dengan jelas Sangat baik √

  6. Huruf mudah untuk dibaca Sangat baik √

  7. Video yang digunakan dapat √

  Sangat baik menambah pengetahuan

  8. Saya merasa senang melihat video √

  Sangat baik yang ditayangkan

  9. Latar tulisan (background) √

  Sangat baik menarik

  10. Saya paham dengan materi yang √

  Sangat baik ditayangkan dalam video Jumlah Skor

  50 Total Skor

  50 Sangat baik Rata-rata Skor

  5 Data yang diperoleh dari uji coba lapangan dengan jumlah 36 siswa setelah melihat video pembelajaran yaitu sebagai berikut.

Tabel 4.16 Hasil Penilaian Uji Coba Lapangan tentang Kualitas Video

  Rerata No. Aspek yang dinilai Kriteria

  Skor

  1. Video yang digunakan dalam Sangat baik 4,3 pembelajaran menarik perhatian

  2. Warna pada huruf cerah dan Baik 3,9 menarik

  3. Materi mudah dipahami 4,4 Sangat baik

  4. Bahasa yang digunakan mudah Sangat baik 4,3 dipahami

  Rerata No. Aspek yang dinilai Kriteria

  Skor

  5. Suara dapat didengar dengan jelas Sangat baik 4,3

  6. Huruf mudah untuk dibaca 4,5 Sangat baik

  7. Video yang digunakan dapat Sangat baik 4,5 menambah pengetahuan

  8. Saya merasa senang melihat video Sangat baik 4,3 yang ditayangkan

  9. Latar tulisan (background) menarik 4,0 Baik

  10. Saya paham dengan materi yang Sangat baik 4,5 ditayangkan dalam video

  Total Skor Seluruhnya 42,7 Sangat baik Rata-rata (x) 4,3

  Berdasarkan tabel hasil penilaian uji coba lapangan menyatakan bahwa kualitas media video yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik dengan perolehan rata-rata skor (x) sebesar 4,3. Peneliti juga akan memaparkan hasil komentar dari beberapa siswa tentang video yang dikembangkan adalah sebagai berikut.

  Gambar 4. 56 Hasil Komentar Siswa Uji Coba Lapangan

  Gambar 4. 58 Hasil Komentar Siswa Uji Coba Lapangan Komentar siswa terhadap video pembelajaran yang dikembangkan adalah bagus dan merasa senang melihat video yang dapat menambah ilmu pengetahuan seperti video sawah, perairan dan daratan. Ada juga siswa yang memberikan komentar hanya dengan menggunakan kalimat yang singkat misalnya yaitu videonya bagus.

  Seperti halnya pendapat Sudjana dan Rivai (dalam Arsyad, 2007:24-25) bahwa pembelajaran dengan menggunakan video dirasa lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Hal ini dapat dibuktikan dengan skor perolehan 4,3 dengan kriteria sangat baik menunjukkan bahwa video yang dikembangkan oleh peneliti dapat menarik perhatian siswa. Menurut ahli tersebut dengan menggunakan media video, metode mengajar yang dilakukan oleh guru akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. Hal ini menjadikan siswa tidak bosan dan guru juga tidak kehabisan tenaga untuk memberikan materi kepada siswa.

  Selain itu siswa juga dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain. Siswa mengamati berbagai kenampakan permukaan bumi yang ada di dalam video pembelajaran. Selain itu, siswa bersama kelompok mengerjakan berbagai kegiatan dalam LKS. Hal ini menujukkan bahwa dengan adanya media video dapat menimbulkan aktivitas-aktivitas yang lainnya untuk menciptakan suatu pembelajaran yang menarik bagi siswa.

  Sedangkan menurut Arsyad (2007) menyatakan bahwa adanya media pembelajaran yang berupa video dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Materi yang ada di video mudah dipahami yaitu dibuktikkan dengan mendapat perolehan skor sebesar 4,4 dan termasuk ke dalam kriteria sangat baik.

  Dengan menggunakan media video, menurut Munadi (2010:116) mengatakan bahwa video dapat memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik. Di dalam video, peneliti menampilkan berbagai kenampakan permukaan bumi seperti laut, dataran rendah, bukit, dataran tinggi, sawah terasiring, dan sungai. Dengan menggunakan media video, konsep yang terlalu luas seperti lautan, bukit dan sungai dapat peneliti tampilkan.

  Di dalam video yang kembangkan, peneliti menampilkan gambar Pasar Terapung yang ada di Kalimantan Selatan. Pasar Terapung ini berbeda dengan pasar-pasar yang siswa temui dalam sehari-hari karena pasar tersebut terletak di sungai dan dalam melakukan kegiatan jual beli orang menggunakan perahu. Dengan adanya Pasar Terapung dan yang lainnya di dalam video maka dapat menambah pengetahuan siswa.

  Ketika pembelajaran dengan menggunakan video, siswa tertarik untuk melihat video yang ditayangkan oleh peneliti. Ketertarikan siswa akan video yang ditayangkan maka akan menyebabkan perasaan senang oleh siswa. Hal ini mengakibatkan siswa menjadi paham akan materi yang disampaikan oleh guru sebagaimana berdasarkan pendapat Sudjana dan Rivai (dalam Arsyad, 2007:24) yaitu bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan untuk menguasai serta mencapai tujuan pembelajaran.

4.4 Analisis Data

  Setelah mengetahui hasil validasi dari pakar media pembelajaran dan pakar materi serta dengan melakukan uji coba kepada siswa mengenai produk pembelajaran yang berupa video, maka dapat dianalisis sebagai berikut.

4.4.1 Analisis Data Penilaian Pakar Media Pembelajaran

  Hasil penilaian dari pakar media pembelajaan yang telah diperoleh selanjutnya akan dianalisis. Berikut adalah analisis data penilaian dari pakar media.

Tabel 4.17 Analisis Data Penilaian Pakar Media Pembelajaran

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 2 13,3% Baik

  4 11 73,3% Perlu perbaikan

  2 2 13,3% Sangat perlu perbaikan 1 0%

  Total 15 100% Berdasarkan tabel di atas dapat dianalisis bahwa pakar media pembelajaran memberikan nilai dengan kriteria sangat baik sebanyak 2 item dengan persentase sebesar 13,3% dan kriteria baik sebanyak 11 item dengan persentase sebesar 73,3%, serta kriteria perlu perbaikan sebanyak 2 item dengan persentase sebesar 13,3%.

  Sedangkan untuk penilaian kriteria sangat perlu perbaikan tidak ada (0%). Berikut adalah diagram penilaian oleh pakar media pembelajaran.

Gambar 4.59 Diagram Penilaian oleh Pakar Media Pembelajaran

  Hasil penilaian dari pakar materi yang telah diperoleh selanjutnya akan dianalisis. Berikut adalah analisis data penilaian dari pakar materi.

  Berdasarkan hasil penilaian oleh pakar materi I mengenai kualitas perangkat pembelajaran yang dihasilkan, akan dijelaskan sebagai berikut.

  20

  40

  60

  80 Sangat baik Baik Perlu perbaikan Sangat perlu perbaikan Diagram Batang Penilaian Pakar Media Pembelajaran Kriteria P er se n tase

4.4.2 Analisis Data Penilaian Pakar Materi

4.4.2.1 Analisis Data Penilaian Pakar Materi I

Tabel 4.18 Analisis Data Penilaian Pakar Materi I

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 9 90% Baik 4 0%

  Kurang baik

  2 1 10% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 10 100% Dengan melihat tabel di atas maka dapat diketahui bahwa hasil penilaian kualitas perangkat pembelajaran oleh pakar materi I menunjukkan bahwa item yang dinilai dengan kriteria sangat baik berjumlah 9 item (90%), kriteria baik berjumlah 0 item (0%), dan kriteria kurang baik berjumlah 1 item (10%). Tidak ada item yang dinilai dengan kriteria sangat kurang baik (0%).

  Berikut ini merupakan diagram batang penilaian kualitas perangkat pembelajaran oleh pakar materi I.

Gambar 4.60 Diagram Penilaian Kualitas Perangkat Pembelajaran oleh Pakar Materi I

  20

  40

  60

  80 100 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  Kriteria P er se n tase

Diagram Batang Penilaian Pakar Materi I

4.4.2.2 Analisis Data Penilaian Pakar Materi II

  Pakar materi II dalam memberikan penilaian pada kualitas perangkat pembelajaran akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.19 Analisis Data Penilaian Pakar Materi II

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 3 30% Baik

  4 7 70% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 10 100%

  Dengan melihat tabel di atas maka dapat diketahui bahwa hasil penilaian kualitas perangkat pembelajaran oleh pakar materi II menunjukkan bahwa item yang dinilai dengan kriteria sangat baik berjumlah 3 item (30%) dan kriteria baik berjumlah 7 item (70%). Tidak ada item yang dinilai dengan kriteria kurang baik (0%) dan sangat kurang baik (0%). Berikut adalah diagram batang penilaian kualitas perangkat pembelajaran oleh pakar materi II.

  10

  20

  30

  40

  50

  60

  70

  80 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria P er se n tase Diagram Batang Penilaian Pakar Materi II Berikut juga akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian dari pakar materi I dan pakar materi II mengenai kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah sebagai berikut.

Tabel 4.20 Rekapitulasi Penilaian Pakar Materi

  2

  5 Pakar Materi I Pakar Materi II Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  4.5

  4

  3.5

  3

  2.5

  1.5

  Aspek Penilaian Rerata Skor

  1

  0.5

Gambar 4.62 Diagram Penilaian oleh Pakar Materi

  Sangat baik Berdasarkan hasil penilaian pakar materi mengenai kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran tersebut termasuk dalam kriteria sangat baik. Hal ini dibuktikan dari tabel di atas yang menunjukkan bahwa rerata yang diperoleh sebesar 4,5.

  Kualitas perangkat pembelajaran 4,7 4,3 4,5

  I Pakar Materi II

  Rerata Kriteria Pakar Materi

  Re rat a S k or Validator Diagram Batang Penilaian oleh Pakar Materi

4.4.3 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan

  Uji coba perorangan dilakukan dengan mengajak 4 orang siswa untuk melihat produk yang telah dikembangkan yaitu berupa video. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian uji coba perorangan tiap item yaitu sebagai berikut.

4.4.3.1 Analisis Data Item 1

  Analisis data penilaian item 1 ya itu mengenai “video yang digunakan menarik” akan dijelaskan sebagai berikut.

Tabel 4.21 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 1

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 4 100% Baik 4 0%

  Kurang baik 2 0% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 4 100% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa semua siswa menilai item 1 dengan kriteria sangat baik sebanyak 4 orang siswa dengan persentase 100%.

  Tidak ada yang menilai dengan kriteria baik (0%), kurang baik (0%), dan sangat kurang baik (0%). Berikut adalah diagram penilaian uji coba perorangan item 1.

Gambar 4.63 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 1

  Siswa dalam menilai produk yang dikembangkan yaitu berupa video pada item 2 mengenai “warna cerah dan menarik” akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.22 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 2

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 2 50% Baik

  4 2 50% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 4 100%

  Dari analisis data di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menilai item 2 dengan kriteria sangat baik sebanyak 2 orang siswa (50%), kriteria baik sebanyak 2 orang siswa (50%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria kurang baik dan sangat kurang baik. Berikut adalah diagram batang penilaian uji coba perorangan item 2.

  20

  40

  60

  80 100 120 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 1

4.4.3.2 Analisis Data Item 2

Gambar 4.64 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 2

  Item 3 mengenai aspek “materi mudah dipahami” akan dijelaskan mengenai analisis data yang diperoleh dari penilaian siswa, yaitu.

Tabel 4.23 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 3

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 2 50% Baik

  4 2 50% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 4 100%

  Dengan melihat tabel analisis data uji coba perorangan di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang memberikan penilaian pada item 3 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 2 orang siswa (50%), kriteria baik sebanyak 2 orang siswa (50%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria kurang baik dan sangat kurang baik.

  10

  20

  30

  40

  50

  60 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Series 1 P er sen tas e Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 2

4.4.3.3 Analisis Data Item 3

Gambar 4.65 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 3

  Berikut ini akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian pada item 4 oleh siswa yaitu.

Tabel 4.24 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 4

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 2 50% Baik

  4 2 50% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 4 100%

  Melalui analisis pada tabel di atas maka dapat diketahui siswa yang menilai produk pembelajaran yang berupa video pada item 4 dengan aspek “bahasa mudah dipahami” yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 2 orang siswa (50%), kriteria baik sebanyak 2 orang siswa (50%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria kurang baik dan sangat kurang baik.

  10

  20

  30

  40

  50

  60 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 3

4.4.3.4 Analisis Data Item 4

Gambar 4.66 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 4

  Setelah mendapatkan penilaian dari siswa, maka akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian pada item 5 mengenai “suara didengar dengan jelas” yaitu.

Tabel 4.25 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 5

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 2 50% Baik

  4 2 50% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 4 100%

  Dengan melihat tabel analisis data uji coba perorangan di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang memberikan penilaian pada item 5 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 2 orang siswa (50%), kriteria baik sebanyak 2 orang siswa (50%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria kurang baik dan sangat kurang baik.

  10

  20

  30

  40

  50

  60 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 4

4.4.3.5 Analisis Data Item 5

Gambar 4.67 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 5

  Item 6 mengenai “huruf mudah dibaca” akan dijelaskan mengenai analisis data yang diperoleh dari penilaian siswa, yaitu.

Tabel 4.26 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 6

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 4 100% Baik 4 0%

  Kurang baik 2 0% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 4 100% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa semua siswa menilai item 6 dengan kriteria sangat baik yaitu sebanyak 4 orang siswa dengan persentase

  100% dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria baik, kurang baik, dan sangat kurang baik. Berikut adalah diagram penilaian uji coba perorangan item 6.

  10

  20

  30

  40

  50

  60 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 5

4.4.3.6 Analisis Data Item 6

Gambar 4.68 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 6

  Siswa menilai produk yang dikembangkan yaitu berupa video pada item 7 mengenai “video dapat menambah pengetahuan” akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.27 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 7

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 4 100% Baik 4 0%

  Kurang baik 2 0% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 4 100% Melalui analisis pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa siswa yang menilai produk pembelajaran berupa video pada item 7 mengenai

  “video dapat menambah pengetahuan” yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 4 orang siswa (100%). Siswa tidak ada yang menilai dengan kriteria baik (0%), kurang baik (0%), dan sangat kurang baik (0%).

  20

  40

  60

  80 100 120 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 6

4.4.3.7 Analisis Data Item 7

  Berikut ini akan dipaparkan diagram batang mengenai penilaian uji coba perorangan item 7.

Gambar 4.69 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 7

  Item 8 mengenai “perasaan senang melihat video” akan dijelaskan mengenai analisis data yang diperoleh dari penilaian siswa, yaitu.

Tabel 4.28 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 8

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 4 100% Baik 4 0%

  Kurang baik 2 0% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 4 100% Dari analisis data di atas dapat diketahui bahwa semua siswa dalam menilai item 8 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 4 orang siswa (100%), dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria baik, kriteria kurang baik

  20

  40

  60

  80 100 120 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 7

4.4.3.8 Analisis Data Item 8

  Chart Title Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 8 120 100

  80 tase

  60 n se

  40

  20 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.70 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 8

4.4.3.9 Analisis Data Item 9

  Analisis data penilaian item 9 mengenai “latar tulisan (background) menarik”, dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.29 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 9

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 3 75% Baik

  4 1 25% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 4 100%

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa menilai item 9 dengan kriteria sangat baik sebanyak 3 orang siswa dengan persentase 75%, kriteria baik sebanyak 1 orang siswa dengan persentase 25%, dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria kurang baik dan sangat kurang baik. Data mengenai penilaian uji coba perorangan item 9 dapat dilihat pada diagram batang

  Chart Title Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 9

  80

  60 tase n

  40 se

  20 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.71 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 9

4.4.3.10 Analisis Data Item 10

  Siswa dalam menilai produk yang dikembangkan berupa video pada item 10 mengenai “pemahaman materi yang ada di video” akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.30 Analisis Data Penilaian Uji Coba Perorangan Item 10

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 2 50% Baik

  4 2 50% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 4 100%

  Dengan melihat tabel analisis data uji coba perorangan item 10 di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang memberikan penilaian pada item 10 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 2 orang siswa (50%), kriteria baik sebanyak 2 orang siswa (50%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria

  kurang baik dan sangat kurang baik.

Gambar 4.72 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan Item 10

  5 Sangat baik 9 4,8 Sangat baik 10 4,5 Sangat baik

  50

  40

  30

  20

  10

  Rata-rata (x) 4,7 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa semua siswa menilai video dengan kriteria sangat baik dan tidak ada siswa yang menilai dengan

  Total seluruhnya 47,3 Sangat baik

  8

  Setelah mengetahui penilaian siswa tiap item pada uji coba perorangan, maka selanjutnya akan dianalisis mengenai penilaian siswa secara keseluruhan, yaitu.

  5 Sangat baik

  7

  5 Sangat baik

  6

  5 Sangat baik 2 4,5 Sangat baik 3 4,5 Sangat baik 4 4,5 Sangat baik 5 4,5 Sangat baik

  1

  Item Penilaian Rerata Skor Kriteria

Tabel 4.31 Rekapitulasi Penilaian Uji Coba Perorangan

  60 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan Item 10 bahwa penilaian uji coba perorangan secara keseluruhan memiliki rata-rata (x) sebesar 4,7 yang termasuk pada kriteria sangat baik. Berikut adalah diagram batang penilaian uji coba perorangan.

  Diagram Batang Penilaian Uji Coba Perorangan

  6 Sangat baik

  5 or k

  4 Baik S

  3 Kurang baik a

  2 Sangat kurang baik rat

  1 Re Item Item Item Item Item Item Item Item Item Item

  1

  2

  3

  4

  5

  

6

  7

  8

  9

  10 Item Penilaian

Gambar 4.73 Diagram Penilaian Uji Coba Perorangan

4.4.4 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil

  Uji coba kelompok kecil dilakukan dengan mengajak 8 orang siswa untuk melihat produk yang telah dikembangkan yaitu berupa video. Berikut ini akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian uji coba kelompok kecil tiap item penilaian yaitu.

4.4.4.1 Analisis Data Item 1

  Berikut adalah a nalisis data penilaian item 1 yaitu mengenai “video yang digunakan menarik” akan dijelaskan sebagai berikut.

Tabel 4.32 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 1

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 6 75% Baik

  4 2 25% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 8 100%

  Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang menilai item 1 dengan kriteria sangat baik sebanyak 6 orang siswa dengan persentase 75%, siswa yang menilai dengan kriteria baik sebanyak 2 orang siswa dengan persentase 25%, dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria kurang

  

baik dan sangat kurang baik. Berikut adalah diagram penilaian uji coba kelompok

kecil item 1.

  

Chart Title

Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil

Item 1

  80

  60 tase

  40 n se

  20 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

Kriteria

Gambar 4.74 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 1

4.4.4.2 Analisis Data Item 2

  Komponen yang dinilai pada item 2 mengenai “warna cerah dan menarik”

Tabel 4.33 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 2

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 6 75% Baik

  4 2 25% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 8 100%

  Dari analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa siswa yang menilai item 2 dengan kriteria sangat baik sebanyak 6 orang siswa (75%), kriteria baik sebanyak 2 orang siswa (25%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria

  

kurang baik dan sangat kurang baik. Berikut ini adalah hasil penilaian item 2

pada uji coba kelompok kecil.

Gambar 4.75 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 2

  Item 3 mengenai “materi mudah dipahami” akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian yang telah dilakukan oleh siswa, yaitu.

  20

  40

  60

  80 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er sen tas e Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 2

4.4.4.3 Analisis Data Item 3

Tabel 4.34 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 3

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 6 75% Baik

  4 2 25% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 8 100%

  Melalui tabel analisis data uji coba kelompok kecil item 3 di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang memberikan penilaian pada item 3 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 6 orang siswa (75%), kriteria baik sebanyak 2 orang siswa (25%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria kurang baik dan sangat kurang baik.

Gambar 4.76 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 3

  Analisis data penilaian item 4 mengenai “bahasa mudah dipahami” terhadap video yang dikembangkan. Berikut adalah rekapitulasi data analisis penilaian pada item 4, yaitu.

  20

  40

  60

  80 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 3

4.4.4.4 Analisis Data Item 4

Tabel 4.35 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 4

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 6 75% Baik

  4 2 25% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 8 100%

  Melalui analisis pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa yang menilai produk pembelajaran berupa video pada item 4 mengenai “bahasa mudah dipahami” yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 6 siswa (75%), kriteria baik sebanyak 2 siswa (25%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria kurang

  

baik dan sangat kurang baik. Berikut ini adalah diagram batang penilaian uji coba

kelompok kecil item 4.

  Chart Title Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 4

  80

  60 tase

  40 n se

  20 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.77 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 4

4.4.4.5 Analisis Data Item 5

  Setelah mendapatkan penilaian dari siswa, maka akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian pada item 5 mengenai “suara didengar dengan jelas” yaitu.

Tabel 4.36 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 5

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 2 25% Baik

  4 5 62,5% Kurang baik

  2 1 12,5% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 8 100% Dengan melihat tabel analisis data uji coba kelompok kecil item 5 di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang memberikan penilaian pada item 5 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 2 orang siswa (25%), kriteria baik sebanyak 5 orang siswa (62,5%), kriteria kurang baik sebanyak 1 orang siswa (12,5%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai dengan kriteria sangat kurang baik. Berikut ini akan dijelaskan mengenai hasil penilaian siswa dengan menggunakan diagram batang uji coba kelompok kecil item 5.

Gambar 4.78 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 5

  20

  40

  60

  80 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 5

4.4.4.6 Analisis Data Item 6

  Item 6 mengenai “huruf mudah dibaca” akan dijelaskan mengenai analisis data yang diperoleh dari penilaian siswa, yaitu.

Tabel 4.37 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 6

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 7 87,5% Baik

  4 1 12,5% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 8 100%

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menilai item 6 dengan kriteria sangat baik sebanyak 7 orang siswa dengan persentase 87,5%, kriteria baik sebanyak 1 orang siswa dengan persentase 12,5%, dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria kurang baik, dan sangat kurang baik. Berikut adalah diagram batang penilaian uji coba kelompok kecil item 6.

Gambar 4.79 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 6

  20

  40

  60

  80 100 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 6

4.4.4.7 Analisis Data Item 7

  Siswa dalam menilai produk yang dikembangkan berupa video pada item 7 mengenai “video dapat menambah pengetahuan” akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.38 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 7

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 8 100% Baik 4 0%

  Kurang baik 2 0% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 8 100% Melalui analisis pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa siswa yang menilai produk pembelajaran berupa video pada item 7 mengenai

  “video dapat menambah pengetahuan” yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 8 orang siswa (100%), dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria baik, kurang

  

baik dan sangat kurang baik. Berikut ini mengenai penilaian uji coba kelompok

kecil item 7 akan dipaparkan di bawah ini.

  Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Chart Title Item 7 150 100 tase n

  50 se er

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang P baik

  Kriteria

Gambar 4.80 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 7

4.4.4.8 Analisis Data Item 8

  Item 8 mengenai “perasaan senang melihat video” akan dijelaskan mengenai analisis data yang diperoleh dari penilaian siswa, yaitu.

Tabel 4.39 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 8

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 8 100% Baik 4 0%

  Kurang baik 2 0% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 8 100% Dari analisis data di atas dapat diketahui bahwa semua siswa dalam menilai item 8 dengan kriteria sangat baik yaitu sebanyak 8 orang siswa (100%) dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria baik, kriteria kurang baik dan sangat kurang baik. Berikut adalah diagram batang hasil penilaian item 8 dari uji coba kelompok kecil.

Gambar 4.81 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 8

  20

  40

  60

  80 100 120 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 8

4.4.4.9 Analisis Data Item 9

  Analisis data penilaian item 9 mengenai “latar tulisan (background) menarik”, dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.40 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 9

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 3 37,5% Baik

  4 5 62,5% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 8 100%

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa dalam menilai item 9 dengan kriteria sangat baik sebanyak 3 orang siswa dengan persentase 37,5%, kriteria baik sebanyak 5 orang siswa dengan persentase 62,5%, dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria kurang baik dan sangat kurang baik. Berikut adalah diagram penilaian uji coba kelompok kecil item 9.

Gambar 4.82 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 9

  20

  40

  60

  80 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 9

4.4.4.10 Analisis Data Item 10

  Siswa dalam menilai produk yang dikembangkan yaitu berupa video pada item 10 mengenai “pemahaman materi yang ada di video” akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.41 Analisis Data Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 10

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 8 100% Baik 4 0%

  Kurang baik 2 0% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 8 100% Dengan melihat tabel analisis data uji coba kelompok kecil item 10 di atas dapat diketahui bahwa semua siswa memberikan penilaian pada item 10 dengan kriteria sangat baik sebanyak 8 orang siswa (100%) dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria baik, kurang baik, dan sangat kurang baik.

Gambar 4.83 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 10

  50 100 150 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Item 10 Setelah mengetahui penilaian siswa tiap item pada uji coba kelompok kecil, maka selanjutnya akan dianalisis mengenai penilaian siswa secara keseluruhan, yaitu.

Tabel 4.42 Rekapitulasi Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil

  Item Penilaian Rerata Skor Kriteria 1 4,7 Sangat baik 2 4,7 Sangat baik 3 4,7 Sangat baik 4 4,7 Sangat baik

  5

  4 Baik 6 4,9 Sangat baik

  7

  5 Sangat baik

  8

  5 Sangat baik 9 4,4 Sangat baik

  10

  5 Sangat baik Total seluruhnya 47,2

  Sangat baik Rata-rata (x) 4,7

  Berdasarkan rekapitulasi penilaian uji coba kelompok kecil di atas maka dapat disimpulkan bahwa siswa memberikan penilaian terhadap video dengan kriteria sangat baik sebanyak 9 item yaitu item 1, item 2, item 3, item 4, item 6, item 7, item 8, item 9, dan item 10 serta kriteria baik sebanyak 1 item yaitu item

  5. Selain iu juga dapat disimpulkan bahwa penilaian uji coba kelompok kecil secara keseluruhan memiliki rata-rata (x) sebesar 4,7 yang termasuk pada kriteria

  

sangat baik . Berikut adalah diagram batang penilaian uji coba kelompok kecil dari

ke-10 item.

Gambar 4.84 Diagram Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil

  1 Item

  Re rat a S k or Item Penilaian Diagram Batang Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil

  10 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  9 Item

  8 Item

  7 Item

  6 Item

  5 Item

  4 Item

  3 Item

  2 Item

  6 Item

  Tahap terakhir dari uji coba produk pembelajaran berupa video adalah uji coba lapangan. Uji coba lapangan ini mengajak 36 siswa kelas III SD Negeri Selomulyo untuk mengikuti pembelajaran menggunakan media video yang telah dikembangkan oleh peneliti. Berikut ini akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian uji coba lapangan.

  5

  4

  3

  2

  1

4.4.5 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan

4.4.5.1 Analisis Data Item 1

  2 1 2,8% Sangat kurang baik 1 0%

  4 24 66,7% Kurang baik

  5 11 30,5% Baik

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

Tabel 4.43 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 1

  Analisis data penilaian item 1 yaitu mengenai “video yang digunakan menarik” akan dijelaskan sebagai berikut.

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menilai item 1 dengan kriteria sangat baik sebanyak 11 orang siswa dengan persentase 30,5%, kriteria baik sebanyak 24 orang siswa dengan persentase 66,7%, dan kriteria

  

kurang baik sebanyak 1 orang siswa dengan persentase 2,8%. Sedangkan tidak

  ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria sangat kurang baik. Berikut adalah diagram penilaian uji coba lapangan item 1.

  Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Chart Title Item 1

  80

  60 tase n

  40 se

  20 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.85 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 1

4.4.5.2 Analisis Data Item 2

  Siswa dalam menilai produk yang dikembangkan berupa video pada item 2 mengenai “warna cerah dan menarik” akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.44 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 2

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 10 27,8% Baik

  4 19 52,8% Kurang baik

  2 6 16,7% Sangat kurang baik

  1 1 2,8% Total 36 100% Dengan melihat tabel analisis data uji coba lapangan item 2 di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang memberikan penilaian pada item 2 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 10 orang siswa (27,8%), kriteria baik sebanyak 19 orang siswa (52,8%), kriteria kurang baik sebanyak 6 orang siswa (16,7%), sedangkan untuk kriteria sangat kurang baik sebanyak 1 orang siswa (2,8%).

  Chart Title Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Item 2

  60 tase

  40 n se

  20 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.86 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 2

4.4.5.3 Analisis Data Item 3

  Item 3 mengenai “materi mudah dipahami” akan dijelaskan mengenai analisis data yang diperoleh dari penilaian siswa, yaitu.

Tabel 4.45 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 3

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 15 41,7% Baik

  4 21 58,3% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 36 100% Dengan melihat tabel analisis data uji coba lapangan item 3 di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang memberikan penilaian pada item 3 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 15 orang siswa (41,7%), kriteria baik sebanyak 21 orang siswa (58,3%), dan tidak ada (0%) siswa yang menilai kriteria

  

kurang baik dan sangat kurang baik. Berikut adalah diagram batang hasil

penilaian uji coba lapangan item 3.

  10

  70 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Item 3

  60

  50

  40

  30

  20

Gambar 4.87 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 3

4.4.5.4 Analisis Data Item 4

  2 2 5,6% Sangat kurang baik 1 0%

  4 21 58,3% Kurang baik

  5 13 36,1% Baik

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

Tabel 4.46 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 4

  Berikut akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian pada item 4, yaitu.

  Total 36 100% Melalui analisis pada tabel di atas maka dapat diketahui siswa yang menilai produk pembelajaran yang berupa video pada item 4 “bahasa mudah dipahami” yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 13 orang siswa (36,1%), kriteria baik sebanyak 21 orang siswa (58,3%), kriteria kurang baik sebanyak 2 orang siswa (5,6%), dan tidak ada (0%) siswa yang menilai kriteria sangat

  

kurang baik . Berikut ini merupakan diagram batang hasil penilaian uji coba

lapangan item 4, yaitu.

  Chart Title Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Item 4

  80 tase n

  60 se

  40 er P

  20 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.88 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 4

4.4.5.5 Analisis Data Item 5

  Setelah mendapatkan penilaian dari siswa, maka akan dijelaskan mengenai analisis data penilaian pada item 5 mengenai “suara didengar dengan jelas” yaitu.

Tabel 4.47 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 5

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 9 25% Baik

  4 27 75% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 36 100% Dengan melihat tabel analisis data uji coba lapangan item 5 di atas dapat diketahui bahwa siswa yang memberikan penilaian pada item 5 yaitu dengan kriteria sangat baik sebanyak 9 orang siswa (25%), kriteria baik sebanyak 27 orang siswa (75%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai kriteria kurang baik dan sangat kurang baik. Berikut adalah diagram batang hasil penilaian uji coba lapangan item 5.

  Chart Title Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Item 5

  80

  60 tase

  40 n se

  20 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.89 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 5

4.4.5.6 Analisis Data Item 6

  Item 6 mengenai “huruf mudah dibaca” akan dijelaskan mengenai analisis data yang diperoleh dari penilaian siswa, yaitu.

Tabel 4.48 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 6

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 19 52,8% Baik

  4 17 47,2% Kurang baik 2 0%

  Sangat kurang baik 1 0% Total 36 100% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menilai item 6 dengan kriteria sangat baik sebanyak 19 orang siswa dengan persentase 52,8%, kriteria baik sebanyak 17 orang siswa dengan persentase 47,2%, dan tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria kurang baik dan sangat kurang baik.

  Berikut adalah diagram penilaian uji coba lapangan item 6.

Gambar 4.90 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 6

  Siswa dalam menilai produk yang dikembangkan yaitu berupa video pada item 7 mengenai “video dapat menambah pengetahuan” akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.49 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 7

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 20 55,5% Baik

  4 15 41,7% Kurang baik

  2 1 2,8% Sangat kurang baik 1 0% Melalui analisis pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa siswa yang menilai produk pembelajaran berupa video pada item 7 yaitu dengan kriteria

  Total 36 100%

  10

  20

  30

  40

  50

  60 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Item 6

4.4.3.7 Analisis Data Item 7

  

sangat baik sebanyak 20 orang siswa (55,5%), kriteria baik sebanyak 15 orang

  siswa (41,7%), kriteria kurang baik sebanyak 1 orang siswa (2,8%), dan tidak ada siswa yang menilai dengan kriteria sangat kurang baik. Berikut adalah diagram batang hasil penilaian uji coba lapangan item 7.

  Chart Title Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Item 7

  60 tase

  40 n se

  20 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.91 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 7

4.4.5.8 Analisis Data Item 8

  Item 8 mengenai “perasaan senang melihat video” akan dijelaskan mengenai analisis data yang diperoleh dari penilaian siswa, yaitu.

Tabel 4.50 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 8

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 15 41,7% Baik

  4 18 50% Kurang baik

  2 3 8,3% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 36 100% Dari analisis data di atas dapat diketahui bahwa siswa menilai item 8 dengan kriteria sangat baik yaitu sebanyak 15 orang siswa (41,7%), kriteria baik sebanyak 18 orang siswa (50%), kriteria kurang baik sebanyak 3 orang siswa (8,3%), dan tidak ada siswa (0%) yang menilai dengan kriteria sangat kurang

  baik . Berikut adalah diagram batang hasil penilaian uji coba lapangan item 8.

Gambar 4.92 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 8

  Analisis data penilaian item 9 mengenai “latar tulisan (background) menarik” akan dianalisis dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4.51 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 9

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 13 36,1% Baik

  4 17 47,2% Kurang baik

  2 6 16,7% Sangat kurang baik 1 0%

  Total 36 100%

  20

  40

  60

  80 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Item 8

4.4.3.9 Analisis Data Item 9

  Dari analisis data di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menilai item 9 dengan kriteria sangat baik sebanyak 13 orang siswa (36,1%), kriteria baik sebanyak 17 orang siswa (47,2%), dan kriteria kurang baik sebanyak 6 orang siswa (16,7%), serta tidak ada (0%) siswa yang menilai dengan kriteria sangat

  

kurang baik. Berikut adalah diagram batang hasil penilaian uji coba lapangan item

9.

  Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Chart Title Item 9

  50

  40

  30 tase n

  20 se

  10 er P

  Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Kriteria

Gambar 4.93 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 9

4.4.3.10 Analisis Data Item 10

  Siswa dalam menilai produk yang dikembangkan yaitu berupa video pada item 10 mengenai “pemahaman materi yang ada di video” akan dianalisis sebagai berikut.

Tabel 4.52 Analisis Data Penilaian Uji Coba Lapangan Item 10

  Kriteria Skor Frekuensi Persentase (%) Sangat baik

  5 21 58,3% Baik

  4 13 36,1% Kurang baik

  2 2 5,6% Sangat kurang baik 1 0% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa menilai item 10 dengan kriteria sangat baik sebanyak 21 orang siswa dengan persentase 58,3%, kriteria baik sebanyak 13 orang siswa dengan persentase 36,1%, kriteria kurang

  

baik sebanyak 2 orang siswa dengan persentase 5,6%, dan tidak ada siswa (0%)

  yang menilai dengan kriteria sangat kurang baik. Berikut adalah diagram penilaian uji coba lapangan item 10.

Gambar 4.94 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan Item 10

  Setelah mengetahui penilaian siswa tiap item pada uji coba lapangan, maka selanjutnya akan dianalisis mengenai penilaian siswa secara keseluruhan, yaitu.

Tabel 4.53 Rekapitulasi Penilaian Uji Coba Lapangan Item Penilaian Rerata Skor Kriteria

  1 4,3 Sangat baik 2 3,9 Baik 3 4,4 Sangat baik 4 4,5 Sangat baik 5 4,5 Sangat baik 6 4,5 Sangat baik 7 4,5 Sangat baik 8 4,3 Sangat baik

  20

  40

  60

  80 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik Chart Title P er se n tase Kriteria Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Item 10

  Item Penilaian Rerata Skor Kriteria

  4.5

  10 Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  9 Item

  8 Item

  7 Item

  

6

Item

  5 Item

  4 Item

  3 Item

  2 Item

  1 Item

  5 Item

  4

  10 4,5 Sangat baik Total seluruhnya 42,8

  3.5

  3

  2.5

  2

  1.5

  1

  0.5

Gambar 4.95 Diagram Penilaian Uji Coba Lapangan

  penilaian uji coba lapangan secara keseluruhan memiliki rata-rata (x) sebesar 4,3 yang termasuk pada kriteria sangat baik. Berikut adalah diagram batang penilaian uji coba lapangan.

  

kurang baik dan sangat kurang baik. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa

  Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa yang menilai video dengan kriteria sangat baik sebanyak 8 item (item 1, item 3, item 4, item 5, item 6, item 7, item 8, dan item 10) sedangkan penilaian untuk kriteria baik sebanyak 2 item (item 2 dan item 9), serta tidak ada siswa yang menilai dengan kriteria

  Sangat baik Rata-rata (x) 4,3

  Re rat a S k or Item Penilaian Diagram Batang Penilaian Uji Coba Lapangan Setelah mengetahui hasil dari penilaian siswa pada uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan maka berikut akan dijelaskan mengenai rekapitulasi penilaian secara keseluruhan.

Tabel 4.54 Rekapitulasi Uji Coba Secara Keseluruhan Uji Coba Rerata Skor Kriteria

  3

  Re rat a S k or

Uji Coba

  Uji coba lapangan Sangat baik Baik Kurang baik Sangat kurang baik

  5 Uji coba perorangan

Uji coba

kelompok kecil

  4.5

  4

  3.5

  2.5

  Uji coba perorangan 4,7 Sangat baik Uji coba kelompok kecil 4,7 Sangat baik

  2

  1.5

  1

  0.5

Gambar 4.96 Diagram Hasil Uji Coba Keseluruhan

  Rata-rata Skor (x) 4,6 Sangat baik Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan yaitu berupa video termasuk dalam kategori sangat baik. Hal itu terlihat dari rata-rata skor (x) yang diperoleh sebesar 4,6. Berikut ini adalah diagram batang hasil uji coba secara keseluruhan.

  Uji coba lapangan 4,3 Sangat baik Total Skor Seluruhnya 13,7 Sangat baik

  Diagram Batang Penilaian Uji Coba Keseluruhan

4.5 Kajian Produk Akhir

  Produk yang telah dikembangkan oleh peneliti yaitu telah melalui tahap validasi yang terdiri dari pakar media pembelajaran, pakar materi (pakar materi I dan pakar materi II), kemudian dilanjutkan dengan uji coba produk kepada siswa (uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan).

  Pengembangan produk yaitu berupa video yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran IPA untuk siswa kelas III SD.

  Perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti terdiri dari silabus, RPP, dan jaring-jaring pencapaian kompetensi. Pada perangkat pembelajaran, ada beberapa bagian dari kegiatan dalam RPP yang direvisi oleh peneliti untuk menghasilkan produk akhir yang lebih baik dari produk awal, dan layak untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Sedangkan produk akhir dari produk yang dikembangkan yaitu berupa video pembelajaran juga telah melalui beberapa revisi sesuai saran dari pakar media, pakar materi, dan siswa. Produk akhir dari video yang dikembangkan dikemas dalam bentuk CD.

4.5.1 Kelebihan Produk

  4.5.1.1 Produk yang dikembangkan yaitu berupa video yang menggabungkan gambar, teks, suara (dubbing) dan musik instrumental sehingga siswa tidak mudah bosan.

  4.5.1.2 Produk dang dikembangkan dapat memberikan gambaran kepada siswa tentang berbagai macam kenampakan permukaan bumi secara nyata.

  4.5.1.3 Produk yang berupa video pembelajaran dapat digunakan untuk semua sekolah dengan syarat harus memiliki fasilitas yang mendukung seperti komputer/laptop, viewer, LCD projector, dan speaker.

  4.5.1.4 Produk dapat digunakan baik untuk kepentingan individu maupun secara kelompok.

4.5.2 Kekurangan Produk

  4.5.2.1 Animasi yang ditampilkan dalam produk kurang bervariasi, hanya bagian-bagian tertentu yang diberi animasi.

  4.5.2.2 Suara di dalam video ada yang mengganggu (bising).

BAB V PENUTUP Dalam bab ini akan diuraikan (1) kesimpulan, (2) keterbatasan penelitian, serta (3) saran.

5.1 Kesimpulan

  Dari hasil penelitian dan pengembangan ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

  5.1.1 Kualitas video yang dikembangkan oleh peneliti termasuk dalam kategori

  sangat baik dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran IPA

  kelas III semester genap. Kualitas video pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan penilaian dari beberapa pakar, diantaranya yaitu.

  5.1.1.1 Penilaian produk video oleh pakar media pembelajaran termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata skor sebesar 3,9.

  5.1.1.2 Hasil penilaian perangkat pembelajaran yang berupa silabus, RPP, dan jaring-jaring pencapaian kompetensi oleh pakar materi termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 4,5.

  5.1.1.3 Hasil uji coba perorangan yang diikuti oleh 4 siswa dapat diketahui bahwa produk yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik dengan perolehan rata-rata skor sebesar 4,7.

  5.1.1.4Hasil penilaian uji coba kelompok kecil terhadap video yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 4,7.

  5.1.1.5 Hasil uji coba lapangan yang diikuti oleh 36 siswa dapat diketahui bahwa produk pembelajaran yang berupa video termasuk dalam kategori sangat

  baik dengan perolehan rata-rata skor sebesar 4,3.

  5.1.2 Dampak pemanfaatan video pada pembelajaran yaitu dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi karena menjadikan siswa memperoleh pengetahuan yang akan lebih mudah untuk diingat bila dibandingkan hanya dengan membayangkannya saja. Pemahaman siswa dapat dibuktikkan dari hasil nilai pre-test dan post-test yang mengalami peningkatan dari nilai 45 menjadi nilai 72. Selain itu, pada saat pembelajaran dengan menggunakan media video juga dapat menumbuhkan sikap ketertarikan serta perasaan senang melihat video yang dikembangkan oleh peneliti.

5.2 Keterbatasan Penelitian

  Produk yang dikembangkan ini mempunyai beberapa keterbatasan, diantaranya adalah sebagai berikut.

  5.2.1 Produk yang dikembangkan diharapkan dapat menggunakan program yang lebih bagus supaya produk yang dihasilkan lebih canggih dan menarik.

  5.2.2 Validasi produk yang dilakukan oleh pakar media pembelajaran memerlukan waktu yang lama sehingga proses untuk melakukan revisi dan uji coba menjadi terhambat.

  5.2.3 Peneliti menggunakan soal (pre-test dan post-test) yang sama dan tidak divalidasi terlebih dahulu sehingga kurang efektif.

5.3 Saran

  Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan produk video dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.

  5.3.1 Produk yang dikembangkan diharapkan menggunakan program aplikasi yang lebih bagus supaya produk yang dihasilkan pun lebih canggih dan menarik.

  5.3.2 Peneliti diharapkan dapat mengatasi kemungkinan-kemungkinan dari setiap masalah yang timbul supaya waktu untuk melakukan uji coba ke tahap selanjutnya dalam penelitian tidak terhambat.

  5.3.3 Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan soal (pre-test dan

  post-test ) yang berbeda dan sudah divalidasi sebelumnya supaya efektif

  serta lebih terlihat dampak peningkatannya antara sebelum dan sesudah melihat video.

DAFTAR PUSTAKA

  Arikunto, S. 2010. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

  Tersedia di http://shahibul1628.files.wordpress.com/2012/03/tes-dalam- dunia-pendidikan.pdf. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2013.

  Arsyad, A. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Ayuningrum, F. 2012. Pengembangan Media Video Pembelajaran untuk Siswa Kelas X pada Kompetensi Mengolah Soup Kontinental di SMK N 2 Godean .

  Tidak diterbitkan: Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta. Borg, W. R. &amp; Gall, M. D. 1989. Educational Research. New York: Longman. Darmodjo, H. dan Jenny R. E.. 1992. Pendidikan IPA. Jakarta: GSD Dirjen Dikti. Darsono, M. &amp; dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.

  Dimyati &amp; Mujiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djojosoediro, W. 2010. Hakikat IPA dan Pembelajaran IPA SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

  Iskandar, M. S. 1997. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: DIKTI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2014. Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan.

  Tersedia di id.m.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran. Diakses tanggal 7 Oktober 2013.

  Kurniawan, A. 2011. Pengembangan Media Audiovisual Sebagai Media

  Pembelajaran Menyimak untuk Siswa Kelas III SDN Soka 1 Srumbung, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011. Tidak diterbitkan: Yogyakarta, Munadi, Y. 2010. Media Pembelajaran; Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press.

  Purnamasari, E. 2012. Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran

  Terhadap Pemahaman Konsep IPA pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Tamansari dan SD Negeri 2 Karanggude, Karanglewas, Banyumas . Tidak

  diterbitkan: Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta. Putra, I Gusti Ngurah Agung, dkk. 2011. Pengembangan Video Pembelajaran:

Integrasi . Tidak diterbitkan: Singaraja, Universitas Pendidikan Ganesha.

  Rohani, A. 1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta. Sadiman, A. S. 1993. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sadiman, A. S., dkk. 2008. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya . Jakarta: Rajawali Pers.

  Slavin, R. E. 2000. Educational Psychology Theory and Practice. Boston: Allyn and Bacon.Tersedia di id.m.wikipedia.org/wiki/Teori_Belajar_Behavioristik Diakses tanggal 7 Oktober 2013. Styawan, S. 2013. Penggunaan Media Video Dalam Meningkatkan Pemahaman

  Konsep Peristiwa Alam . Tidak diterbitkan: Surakarta, Universitas Sebelas Maret.

  Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

  Kualitatif, dan R&amp;D . Bandung: Alfabeta.

  Sugiyono. 2011. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, N. S. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Suwignyo,

  A. 2012. Prospek Kurikulum Baru . Tersedia di http://budisansblog.blogspot.com/2012/11/prospek-kurukulum- Suyitno, A., dkk. 2010. IPA Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta Timur: Yudhistira. Widoyoko, E. P. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  Wonorahardjo, S. 2010. Dasar-Dasar Sains Menciptakan Masyarakat Sadar Sains . Jakarta Barat: Permata Puri Media.

  Lampiran 1

  

Instrumen Analisis Kebutuhan Guru

  Nama Guru : ______________________ Tanggal : ______________________ Waktu : ______________________

  

Berikan tanda centang ( √ ) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan

pertanyaan yang ada ! Penilaian

  

No Pertanyaan Komentar

Ya Tidak

  1 Apakah media pembelajaran IPA untuk kelas III SD semester genap sudah Anda miliki?

  2 Apakah Anda menggunakan media saat pembelajaran?

  3 Apakah di sekolah Anda memiliki alat multimedia seperti viewer, laptop, layar

  screen dan lain-lain?

  4 Pernahkah Anda mempergunakan media pembelajaran audio visual yang berbasis video untuk kelas III semester genap?

  5 Apakah sekolah Anda menyediakan media pembelajaran audio visual yang berbasis video untuk mata pelajaran IPA kelas III semester genap?

  6 Menurut Anda, perlukah media pembelajaran audio visual berbasis video dikembangkan untuk mata pelajaran IPA kelas III semester genap?

  7 Menurut Anda, apakah media pembelajaran audio visual yang berbasis video untuk mata pelajaran IPA kelas III SD semester genap sangat mendesak untuk dikembangkan?

  8 Apakah sudah ada media pembelajaran berbasis video untuk mata pelajaran IPA kelas III SD semester genap?

  9 Apakah sudah ada video untuk mata

  pelajaran IPA kelas III SD semester genap tentang “Kenampakan Permukaan Bumi”?

  10 Menurut anda, apakah media pembelajaran berbasis video dapat menarik perhatian

  Lampiran 2

  

Instrumen Analisis Kebutuhan Siswa

  Nama Lengkap : ______________________ Kelas : ______________________

  

Berikan tanda centang ( √ ) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan

pertanyaan yang ada! Penilaian No. Pertanyaan Ya Tidak

  1. Apakah guru dalam menyajikan materi pembelajaran menarik dan mudah dipahami?

  2. Apakah guru memakai alat pembelajaran saat mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam?

  3. Apakah alat yang digunakan oleh guru sudah seperti alat pembelajaran yang kamu inginkan?

  4. Pernahkah guru mempergunakan alat pembelajaran elektronik yang berupa laptop dalam satu kali pertemuan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam?

  5. Menurut kamu, perlu atau tidak alat pembelajaran elektronik yang berupa laptop untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam?

  6. Apakah kamu ingin media pembelajaran IPA dengan alat yang dapat dilihat dan didengat?

  7. Perlukah alat pembelajaran yang berupa video untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam?

  8. Apakah kamu pernah melihat video tentang “Kenampakan Permukaan Bumi”?

  Lampiran 3

  

FLOWCHART

  Sasaran video pembelajaran Judul video Pembukaan

  Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Tujuan

  Materi yang dibahas Penutup Lampiran 4

  

Gambar

“Story board”

  Gambar Keterangan Musik: Video pembelajaran untuk kelas III SD Musik: Kenampakan Permukaan Bumi Musik: Standar Kompetensi :

  6. Memahami kenampakan permukaan bumi, cuaca, dan pengaruhnya bagi manusia Musik: Kompetensi Dasar :

  6.1 Mendeskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar

  Musik: Selamat Menyaksikan Gambar Keterangan Musik dan suara narator: Tujuan pembelajaran Musik dan suara narator: Dalam pembelajaran kali ini kita akan mempelajari tentang kenampakan permukaan bumi Musik dan suara narator: Setelah mendapatkan pembelajaran ini kalian diharapkan dapat mengetahui berbagai macam kenampakan permukaan bumi Musik dan suara narator:

  Hamparan permukaan bumi merupakan suatu bentang alam yang terdiri dari daratan dan perairan. Jadi, permukaan bumi memiliki bentuk yang tidak rata.

  Musik dan suara narator: Berikut merupakan contoh- contoh kenampakan permukaan bumi: Musik dan suara narator: Dataran Rendah Gambar Keterangan Musik dan suara narator: Dataran rendah merupakan daerah yang relatif rata. Ketinggiannya antara 0 sampai 200 meter di atas permukaan air laut. Biasanya di wilayah ini penduduk tinggal dan melakukan kegiatannya.

  Musik dan suara narator: Di dataran rendah penduduk bermata pencaharian sebagai petani.

  Musik dan suara narator: Kegiatan bertani diantaranya yaitu menyiapkan tanaman padi untuk ditanam Musik dan suara narator: membajak sawah Musik dan suara narator: dan menanam padi.

  Keterangan Gambar

  Musik dan suara narator: Apakah kalian tahu, apa itu dataran tinggi? Musik dan suara narator: Dataran tinggi merupakan daerah yang memiliki ketinggian antara 200-1500 m di atas permukaan air laut. Di daerah ini tanaman tumbuh dengan subur sehingga udara di sini lebih sejuk bila dibandingkan dengan dataran rendah.

  Musik dan suara narator: Di daerah ini jalan dibuat berkelok-kelok supaya memudahkan kita untuk melewatinya Musik dan suara narator: Selain itu, sawah di daerah ini dibuat terasiring supaya tanahnya tidak longsor.

  Musik dan suara narator: Bukit Pernahkah kalian mendaki sebuah bukit? Musik dan suara narator: Bukit merupakan tempat yang tinggi tetapi lebih rendah dari gunung. Deretan dari beberapa bukit membentuk perbukitan. Gambar Keterangan

  Musik dan suara narator: Daerah perbukitan dapat dijadikan sebagai lahan pertanian seperti tanaman sayuran dan berbagai bunga.

  Musik dan suara narator: Laut Laut merupakan bagian permukaan bumi yang berupa cekungan yang dalam dan terisi oleh air. Di daerah ini penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan.

  Musik dan suara narator: Bagian yang berbatasan dengan daratan disebut pantai.

  Musik dan suara narator: Sungai Sungai dapat digunakan sebagai sarana transportasi.

  Musik dan suara narator: Sungai merupakan aliran air yang besar yang terletak di wilayah daratan.

  Musik dan suara narator: Di Kalimantan, rumah penduduk ada yang terletak di tepian sungai. Gambar Keterangan Musik dan suara narator: Selain itu, sungai di Indonesia juga dapat digunakan untuk tempat jual beli contohnya yaitu pasar Terapung di Kalimantan Selatan. Musik dan suara narator: Sekian dulu ya belajar kita.

  Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

  Musik Musik Musik Musik Musik

  Lampiran 5 LEMBAR PENILAIAN UNTUK PAKAR MATERI I

  Mata Pelajaran : IPA Sasaran Program : Siswa SD kelas III pada semester genap Judul Penelitian : Pengembangan Media Audio Visual Berbasis Video untuk Mata Pelajaran IPA Materi Kenampakan Permukaan

  Bumi Kelas III SD Negeri Selomulyo Tahun Ajaran 2013/2014

  Peneliti : Adesta Tri Nur Pratiwi Pakar Materi : Wahyu Wido Sari, S. Si., M. Biotech.

  Tanggal : 24 Februari 2014

  Petunjuk : 1.

  Mohon Ibu berkenan untuk menilai kualitas perangkat pembelajaran yang sedang dikembangkan dengan cara memberikan tanda “” pada kolom di bawah bilangan 1, 2, 4, dan 5 sesuai dengan pendapat Ibu. Keterangan : 1 = sangat kurang baik/ sangat kurang tepat/ sangat kurang jelas 2 = kurang baik/ kurang tepat/ kurang jelas 4 = baik/ tepat/ jelas 5 = sangat baik/ sangat tepat/ sangat jelas 2. Komentar, kritik, dan saran mohon dituliskan pada kolom yang telah disediakan.

3. Atas kesediaan Ibu untuk mengisi kuesioner ini, saya mengucapkan terima kasih.

A. KUALITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN Skala Penilaian No. Pernyataan Komentar

  1

  2

  4

  5

  1. Standar kompetensi, Kompetensi dasar, Indikator, dan Tujuan pembelajaran dalam RPP yang dikembangkan sesuai dengan sasaran pembelajaran yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

  2. Materi yang dikemas dalam media sesuai dengan indikator dan taraf perkembangan peserta didik.

  3. Pemilihan materi dalam media pembelajaran menarik dan sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.

  4. Tema yang dikembangkan dalam materi menarik perhatian siswa.

  5. Media pembelajaran yang dikembangkan mempermudah pemahaman materi pembelajaran.

  6. Sumber belajar yang terdapat dalam RPP yang dikembangkan sesuai.

  7. Kegiatan belajar yang terdapat dalam RPP menarik perhatian siswa dan meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.

  8. Penggunaan bahasa sesuai dengan perkembangan kognitif siswa.

  9. Kebenaran isi dan konsep materi sesuai dengan RPP yang disajikan.

  10. Kesesuaian soal dengan materi pembelajaran.

  Jumlah Total Penilaian

  B. KOMENTAR DAN SARAN PERBAIKAN

  ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ C.

   KESIMPULAN

  Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan: 1.

  Layak untuk digunakan/uji coba lapangan tanpa revisi.

  2. Layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.

  3. Tidak layak untuk digunakan/uji coba lapangan. (Mohon diberi tanda silang pada nomor sesuai dengan kesimpulan Ibu)

  Yogyakarta, 24 Februari 2014 Pakar Materi Wahyu Wido Sari, S. Si., M. Biotech.

  Lampiran 6

LEMBAR PENILAIAN UNTUK PAKAR MATERI II

  Mata Pelajaran : IPA Sasaran Program : Siswa SD kelas III pada semester genap Judul Penelitian : Pengembangan Media Audio Visual Berbasis Video untuk Mata Pelajaran IPA Materi Kenampakan Permukaan

  Bumi Kelas III SD Negeri Selomulyo Tahun Ajaran 2013/2014

  Peneliti : Adesta Tri Nur Pratiwi Pakar Materi : Tiknawati L., S. Pd. SD Tanggal : 24 Februari 2014

  Petunjuk : 1.

  Mohon Ibu berkenan untuk menilai kualitas perangkat pembelajaran yang sedang dikembangka n dengan cara memberikan tanda “√” pada kolom di bawah bilangan 1, 2, 4, dan 5 sesuai dengan pendapat Ibu.

  Keterangan : 1 = sangat kurang baik/ sangat kurang tepat/ sangat kurang jelas 2 = kurang baik/ kurang tepat/ kurang jelas 4 = baik/ tepat/ jelas 5 = sangat baik/ sangat tepat/ sangat jelas 2. Komentar, kritik, dan saran mohon dituliskan pada kolom yang telah disediakan.

3. Atas kesediaan Ibu untuk mengisi kuesioner ini, saya mengucapkan terima kasih.

A. KUALITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN Skala Penilaian No. Pernyataan Komentar

  1

  2

  4

  5

  1. Standar kompetensi, Kompetensi dasar, Indikator, dan Tujuan pembelajaran dalam RPP yang dikembangkan sesuai dengan sasaran pembelajaran yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

  2. Materi yang dikemas dalam media sesuai dengan indikator dan taraf perkembangan peserta didik.

  3. Pemilihan materi dalam media pembelajaran menarik dan sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.

  4. Tema yang dikembangkan dalam materi menarik perhatian siswa.

  5. Media pembelajaran yang dikembangkan mempermudah pemahaman materi pembelajaran.

  6. Sumber belajar yang terdapat dalam RPP yang dikembangkan sesuai.

  7. Kegiatan belajar yang terdapat dalam RPP menarik perhatian siswa dan meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.

  8. Penggunaan bahasa sesuai dengan perkembangan kognitif siswa.

  9. Kebenaran isi dan konsep materi sesuai dengan RPP yang disajikan.

  10. Kesesuaian soal dengan materi pembelajaran.

  Jumlah Total Penilaian

  B. KOMENTAR DAN SARAN PERBAIKAN

  ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ C.

   KESIMPULAN

  Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan: 1.

  Layak untuk digunakan/ uji coba lapangan tanpa revisi.

  2. Layak untuk digunakan/ uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.

  3. Tidak layak untuk digunakan/ uji coba lapangan. (Mohon diberi tanda silang pada nomor sesuai dengan kesimpulan Ibu)

  Yogyakarta, 24 Februari 2014 Pakar Materi

  Tiknawati L., S. Pd. SD

  Lampiran 7 LEMBAR PENILAIAN UNTUK SISWA Petunjuk :

  Berikanlah penilaian, komentar, dan saran terhadap video yang dikembangkan dengan cara memberi tanda “√” pada kolom di bawah bilangan 1, 2, 4, dan 5 sesuai dengan pendapat Kamu. Keterangan:

  1 = sangat kurang baik

  2 = kurang baik

  4 = baik

  5 = sangat baik

  Skala Penilaian Komentar No. Aspek yang dinilai

  1

  2

  4

  5

  1. Video yang digunakan dalam pembelajaran menarik perhatian

  2. Warna pada huruf cerah dan menarik

  3. Materi mudah dipahami

  4. Bahasa yang digunakan mudah dipahami

  5. Suara dapat didengar dengan jelas

  6. Huruf mudah untuk dibaca

  7. Video yang digunakan dapat menambah pengetahuan

  8. Saya merasa senang melihat video yang ditayangkan

  9. Latar tulisan (background) menarik

  10. Saya paham dengan materi yang ditayangkan dalam video Jumlah

  Komentar

  __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ____________________________________

  Kesimpulan

  Video yang dikembangkan:

  (Lingkari jawabanmu!) 1.

  Sangat bagus untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas III SD semester II.

  2. Cukup bagus untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas III SD semester II.

  3. Tidak bagus untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas III SD semester II.

  Yogyakarta, ................................

  Siswa __________________

  Lampiran 8 Instrumen Kualitas Media Video untuk Pakar Media

  Mohon Bapak/Ibu berkenan memberikan penilaian pada kelengkapan media pembelajaran audiovisual dengan melingkari angka yang tertera pada kolom serta memberikan komentar atas kelayakan media tersebut.

  Skor Komentar

  1 Sangat perlu perbaikan

  2 Perlu perbaikan

  4 Baik

  5 Sangat baik

  No. Pernyataan Skor Komentar

  1. Pemilihan huruf dalam media yang 1 2 4 5 dikembangkan sangat sesuai.

  2. Ketepatan jenis dan ukuran huruf 1 2 4 5

  3. Pemilihan warna teks dalam media yang 1 2 4 5 dikembangan sangat sesuai

  4. Kejelasan artikulasi dan lafal dalam media 1 2 4 5 pembelajaran sangat sesuai.

  5. Kecepatan narasi sesuai dengan gambar yang 1 2 4 5 ditampilkan

  6. Volume suara dapat didengar dengan baik 1 2 4 5

  7. Penggunaan bahasa yang digunakan baku dan 1 2 4 5 mudah dipahami

  8. Teks dalam media pembelajaran mudah dibaca. 1 2 4 5

  9. Pemilihan gambar/foto dan video yang dipergunakan dalam media pembelajaran sesuai 1 2 4 5 dengan materi yang dipilih

  10. Kualitas gambar dapat dilihat dengan jelas 1 2 4 5

  11. Gambar yang disajikan menarik bagi siswa 1 2 4 5

  12. Musik dalam media tidak mengganggu suara 1 2 4 5 narrator

  13. Media pembelajaran yang dikembangkan efisien 1 2 4 5 dalam pembelajaran

  14. Media yang dikembangkan menggunakan lebih dari satu media, seperti kata-kata dengan gambar 1 2 4 5 atau narasi dengan animasi.

  15. Kejelasan isi video mudah dipahami oleh siswa 1 2 4 5 Yogyakarta, 11 Februari 2014

  Pakar Media (__________________)

  Lampiran 9

SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK

  Satuan Pendidikan : SD Negeri Selomulyo, Yogyakarta Kelas/Semester : 3 (tiga)/II (dua) Mata Pelajaran Terkait : IPA, PKn, dan IPS Tema : Keindahan Alam Alokasi Waktu : 3 X 35 menit

  Indikator Standar Materi Pokok dan Alokasi Sumber/ Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Pencapaian Penilaian Kompetensi Uraian Materi

  Waktu Bahan/ Alat Kompetensi Alat dan bahan: 1.

   Teknik Tes 3 x 35

  I. PKN PKN  Menyebutkan  Kekayaan alam Kegiatan Awal minimal dua Indonesia  Guru mengucapkan menit

   Memiliki  Mengenal  Tes dan kekhasan salam

   Laptop kebanggaan kekhasan bangsa non tes yang dimiliki

   Viewer  Guru membuka sebagai bangsa seperti, bangsa pembelajaran dengan

   LCD Indonesia kebhinekaan, Bentuk Tes Indonesia salam, berdoa, kekayaan alam,

   Video  Jawaban dilanjutkan dengan  Menyusun kenampakan keramah singkat puzzle tentang presensi. permukaan tamahan kekhasan  Produk bumi di

  

 Guru memberikan

yang dimiliki motivasi kepada siswa. lingkungan bangsa sekitar

   Siswa diajak untuk Instrumen Indonesia bernyanyi “Dari Sabang  Potongan Tes puzzle

  II. IPS IPS Sampai Merauke”.

  

 Jenis-jenis  Menyebutkan

 LKS pentingnya pekerjaan  Guru menyampaikan  Amplop  Memahami

2. Memahami

   Lembar tujuan pembelajaran seseorang kegiatan jual  Kertas HVS jenis pekerjaan evaluasi beli di pada hari ini. bekerja dan siswa lingkungan  Siswa mengerjakan pre-

   Menyebutkan penggunaan

  Indikator Standar Materi Pokok dan Alokasi Sumber/ Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Pencapaian Penilaian Kompetensi Uraian Materi

  Waktu Bahan/ Alat Kompetensi

uang rumah dan test tentang kenampakan jenis-jenis Non Tes Sumber Belajar:

sekolah permukaan bumi. pekerjaan

   Pengama-  Buku IPA 2. Kegiatan Inti

   Mengelompo tan Ilmu Eksplorasi kkan berbagai Pengetahuan jenis a.

Guru melakukan tanya

  Alam kelas pekerjaan

jawab dengan siswa

  III karya yang

tentang bentuk

  Suyitno dan termasuk permukaan bumi.

  Rachmadi menghasilkan b. menambahkan Guru

  Achirul barang

penjelasan tentang

  Salam bentuk permukaan bumi.  Mengelom-  BSE IPS Elaborasi pokkan kelas III berbagai jenis a. karya

Siswa dibagi menjadi 6

pekerjaan kelompok.

  Sunarso dan yang b.

  Anis

Guru mengajak siswa

termasuk

untuk menonton sebuah

  Kusuma menghasilkan

video tentang

   BSE PKn jasa

kenampakan permukaan

kelas III bumi. karya

  c. menjelaskan Guru Prayoga

langkah-langkah dalam

Bestari dan

menonton sebuah video.

  Ati Sumiati d.

Siswa menyimak atau

   BSE PKn

menonton video tentang

kelas III

kenampakan permukaan

karya

bumi di lingkungan

Slamet, sekitar. Tijan, dkk

  e. memberikan Siswa

tanggapan terhadap video

tentang kenampakan

  Indikator Standar Materi Pokok dan Alokasi Sumber/ Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Pencapaian Penilaian Kompetensi Uraian Materi

  Waktu Bahan/ Alat Kompetensi permukaan bumi di lingkungan sekitar f.

  

Guru bertanya kepada

siswa tentang berbagai macam bentuk kenampakan permukaan bumi yang ada di video tersebut.

  

g. menyebutkan

Siswa berbagai macam bentuk kenampakan permukaan bumi.

  h.

  

Guru meminta siswa

untuk mengamati kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekitar.

i. memberikan

Guru petunjuk-petunjuk dalam mengamati lingkungan

SD Negeri Selomulyo.

j. secara

Siswa berkelompok mengamati lingkungan SD Negeri Selomulyo selama ±10 menit. k.

  

Setelah selesai, guru

bersama siswa masuk ke dalam kelas. l.

  

Guru melakukan tanya

jawab tentang berbagai

  Indikator Standar Materi Pokok dan Alokasi Sumber/ Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Pencapaian Penilaian Kompetensi Uraian Materi

  Waktu Bahan/ Alat Kompetensi macam bentuk kenampakan permukaan bumi di lingkungan SD Negeri Selomulyo.

m. secara

Siswa berkelompok mengerjakan tugas yang

diberikan oleh guru.

n. mengumpulkan

Siswa tugas kepada guru. o.

  

Guru membahas sekilas

tentang tugas yang diberikan.

p. menjelaskan

Guru kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia. q.

  

Guru memberikan contoh

jenis perkerjaan yang ada di dalam video tentang kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar.

r. menyebutkan

Siswa contoh kegiatan yang dilakukan seorang petani

yang ada di dalam video.

Konfirmasi a.

  

Siswa menyusun puzzle

secara berkelompok.

  b.

  Masing-masing perwakilan kelompok

  Indikator Standar Materi Pokok dan Alokasi Sumber/ Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Pencapaian Penilaian Kompetensi Uraian Materi

  Waktu Bahan/ Alat Kompetensi menyampaikan isi dari puzzle tersebut.

3. Kegiatan Akhir

  a. memberikan Guru kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal

yang belum jelas.

  b. mengerjakan Siswa lembar evaluasi post-test yang diberikan oleh guru.

  c. menyimpulkan Guru hasil pembelajaran pada hari ini.

  d.

  Guru memberikan PR yaitu membuat sebuah karya tulis tentang sebuah daerah yang pernah dikunjungi oleh siswa.

  e.

  Guru bertanya tentang perasaan siswa setelah mengikuti pembelajaran pada hari ini.

  f. menutup Guru pembelajaran pada hari ini.

   Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness)

  Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi Kegiatan Belajar Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

  Yogyakarta, ………………… Praktikan Adesta Tri Nur Pratiwi Mengetahui,

  Wali Kelas III Tiknawati L., S. Pd. SD

  Lampiran 10 JARINGAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI PKN  Menyebutkan kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia

  IPA  Mengidentifikasi berbagai bentuk permukaaan bumi (daratan dan sebaran air)

  IPS  Mengenal jenis-jenis pekerjaan

KEINDAHAN ALAM

  Lampiran 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

  2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan

  Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan c. Mengelompokkan berbagai jenis pekerjaan yang termasuk menghasilkan barang d.

  Menyebutkan pentingnya seseorang bekerja b.

  IPS a.

   INDIKATOR

  4.1 Mengenal kekhasan bangsa seperti, kebhinekaan, kekayaan alam, keramah tamahan C.

  6.1 Mendiskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan PKn

  IPA

  IPS

  Satuan Pendidikan : SD Negeri Selomulyo Kelas/Semester : 3 (tiga)/II (dua) Mata Pelajaran Terkait : IPA, PKn dan IPS Tema : Keindahan Alam Alokasi Waktu : 3 x 35 menit A.

   KOMPETENSI DASAR

  

6. Memahami kenampakan permukaan bumi, cuaca dan pengaruhnya bagi

manusia, serta hubungannya dengan cara manusia memelihara dan

melestarikan alam B.

  III. IPA

  4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia

  II. PKn

  2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang

  I. IPS

   STANDAR KOMPETENSI

  Mengelompokkan berbagai jenis pekerjaan yang termasuk menghasilkan jasa

  IPA a.

  Mengidentifikasi berbagai bentuk kenampakan permukaaan bumi b.

  

Menyebutkan berbagai kenampakan permukaan bumi yang ada di daratan

c. Menyebutkan berbagai kenampakan permukaan bumi yang ada di sebaran perairan

  PKn a.

  Menyebutkan minimal dua kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia b.

  Menyusun puzzle tentang kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia D.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  IPS a.

  Siswa mampu menyebutkan minimal dua alasan pentingnya seseorang bekerja dengan tepat b.

  Siswa mampu menyebutkan minimal tiga contoh jenis-jenis pekerjaan dengan tepat c.

  Siswa mampu mengelompokkan minimal tiga jenis pekerjaan yang menghasilkan barang dengan tepat d.

  Siswa mampu mengelompokkan minimal tiga jenis pekerjaan yang menghasilkan barang dengan tepat

  IPA a.

  Siswa mampu mengidentifikasi minimal tiga bentuk kenampakan permukaaan bumi dengan tepat b.

  Siswa mampu menyebutkan minimal dua bentuk kenampakan permukaan bumi yang ada di daratan dengan tepat c.

  Siswa mampu menyebutkan minimal dua bentuk kenampakan permukaan bumi yang ada di perairan dengan tepat PKn a.

  Siswa mampu menyebutkan minimal dua kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia dengan tepat b.

  Siswa dapat menyusun puzzle tentang kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia dengan teliti  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence )

  Tanggung jawab ( responsibility )

  Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery ) E.

   MATERI POKOK a.

  Jenis-jenis pekerjaan b.

  Kenampakan permukaan bumi c. Kekhasan bangsa Indonesia F.

METODE PEMBELAJARAN 1.

  Informasi 2.

   Cooperative Learning 3.

  Tanya Jawab 4. Pemberian Tugas G.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1.

  b.

  Guru menambahkan penjelasan tentang bentuk permukaan bumi. Elaborasi (50 menit) a.

  Kegiatan Awal (15 menit) a.

  

Guru menjelaskan langkah-langkah dalam menonton sebuah video.

  c.

  Guru mengajak siswa untuk menonton sebuah video tentang kenampakan permukaan bumi.

  b.

  Siswa dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 siswa.

  Guru bertanya kepada siswa tentang bentuk permukaan bumi: “Bagaimana bentuk permukaan bumi? Mengapa?” b.

  Guru memberikan motivasi kepada siswa.

  2. Kegiatan Inti (75 menit) Eksplorasi (3 menit) a.

  

Siswa mengerjakan pre-test tentang kenampakan permukaan bumi.

  e.

  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini.

  Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, dilanjutkan dengan presensi.

  Siswa diajak untuk bernyanyi “Dari Sabang Sampai Merauke”.

  c.

  d. d.

  Siswa menyimak atau menonton video tentang kenampakan permukaan bumi.

  e.

  Siswa memberikan tanggapan terhadap video tentang kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar.

  f.

  Guru bertanya kepada siswa tentang berbagai macam bentuk kenampakan permukaan bumi yang ada di video tersebut.

  g.

  Siswa menyebutkan berbagai macam bentuk kenampakan permukaan bumi.

  h.

  Guru mengajak siswa untuk keluar kelas. i.

  Guru meminta siswa untuk mengamati kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekitar: “Sekarang coba anak-anak amati, apa saja contoh kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekitar SD Negeri Selomulyo?” j.

  Guru memberikan petunjuk-petunjuk dalam mengamati lingkungan SD Negeri Selomulyo. k.

  Siswa secara berkelompok mengamati lingkungan SD Negeri Selomulyo selama ±10 menit. l.

  Setelah selesai, guru bersama siswa masuk ke dalam kelas. m.

  Guru melakukan tanya jawab tentang berbagai macam kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar SD Negeri Selomulyo. n.

  Siswa secara berkelompok mengerjakan tugas (Lembar Kerja Siswa) yang diberikan oleh guru. o.

  Siswa mengumpulkan tugas kepada guru. p.

  

Guru bersama siswa membahas sekilas tentang tugas yang diberikan.

q.

  Guru menjelaskan kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia. r.

  Guru memberikan contoh jenis perkerjaan yang ada di dalam video tentang kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar. s.

  Siswa menyebutkan contoh kegiatan yang dilakukan seorang petani yang ada di dalam video. Konfirmasi (22 menit) a.

  Siswa menyusun puzzle secara berkelompok.

  b.

  Masing-masing perwakilan kelompok menyampaikan isi puzzle.

3. Kegiatan Akhir (15 menit) a.

  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang b.

  Siswa mengerjakan lembar evaluasi post-test yang diberikan oleh guru.

  c.

  

Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini.

  d.

  Guru memberikan PR yaitu membuat karya tulis tentang sebuah daerah yang pernah dikunjungi oleh siswa.

  e.

  Guru bertanya kepada siswa tentang perasaannya setelah mengikuti pembelajaran pada hari ini.

  f.

  Guru menutup pembelajaran pada hari ini.

H. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 1.

  Alat a. f. Kertas HVS Laptop b. g. Amplop Viewer c.

  LCD d.

  Potongan Puzzle e.

   Video kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar 2.

  Sumber Belajar a.

  Buku IPA Ilmu Pengetahuan Alam kelas III karya Suyitno dan Rachmadi Achirul Salam.

  b.

  BSE IPS kelas III karya Sunarso dan Anis Kusuma.

  c.

  BSE PKn kelas III karya Prayoga Bestari dan Ati Sumiati.

  d.

  BSE PKn kelas III karya Slamet, Tijan, dkk.

I. PENILAIAN 1.

   Prosedur Penilaian a.

  Penilain Proses Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir.

  b.

  Penilaian Hasil Belajar

Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis.

2. Instrumen Penilaian a.

  Penilaian Proses 1) Penilaian Kinerja 1.

  Kinerja dalam Menyelesaikan Tugas Kelompok

  Aspek Jumlah No. Nama Nilai

Kerja sama Berpendapat

  1

  2

  3 dst.

  Keterangan skor: Berpendapat Kerja sama 2= tidak berpendapat, diam saja 2= tidak dapat bekerja sama, diam saja 3= berpendapat, kadang bermain dengan teman 3= kadang kerjasama, kadang 4= selalu berpendapat ngobrol/bermain Skor maksimal= 8

  4 = selalu menjalin kerja sama 2.

  Penilaian Produk Membuat sebuah karya tulis tentang tempat yang pernah dikunjungi A s p e k Jumlah

  Nama No Kesesuaian Nilai Peserta Didik

  Kerapian Kelengkapan Skor Cerita

  1.

  2. dst. Keterangan skor: Kerapian Kesesuaian cerita 4= tanpa coretan, kertas tidak kusut 3= sesuai dengan tema 3= sedikit coretan, kertas kusut 2= kadang sesuai dengan tema 2= banyak coretan, kertas kusut 1= tidak sesuai dengan tema Kelengkapan

3= terdapat nama daerah, bentuk kenampakan daerah, posisi, termasuk daerah apa,

keadaan daerah (lima aspek) 2= menyebutkan tiga aspek 1= menyebutkan dua aspek

  Skor maksimal = 10 Penilaian Hasil Belajar Kunci jawaban 1.

  Daratan dan perairan 2. Lembah 3. Nelayan 4. Daratan 5. Samudra 6. Tidak rata 7. Bali 8. Perairan 9. Berbeda-beda tetap satu jua 10.

  Tidak membeda-bedakan teman dalam satu kelas 11. Bekerja 12. Nelayan, petani, pedagang (pilih salah satu)

14. Suku bangsa 15.

  Padi 16. Terasering 17. Pantai dan persawahan 18. Dataran tinggi 19. Perbukitan 20. Pasar Terapung Nilai = Jumlah benar x 5

  Yogyakarta, ______________ 2014 Mengetahui,

Guru Kelas III Praktikan

Tiknawati L., S. Pd. SD Adesta Tri Nur Pratiwi

  Lampiran 12 Kisi-kisi Soal Jenis Penilaian Non tes Tes

  Indikator Bentuk soal Aspek dan no.soal Kinerja Produk

  Jawaban singkat Pengetahuan Pemahaman Penerapan

  IPA a.

  √ √ √ Mengidentifikasi berbagai bentuk kenampakan √ √ permukaaan bumi

  1, 6 2, 5, 18

  16 b. √ Menyebutkan berbagai kenampakan permukaan bumi

  √ √ yang ada di daratan 4, 17, 19 c. Menyebutkan berbagai kenampakan permukaan bumi √ √ √ yang ada di perairan

  8, 20

  IPS a.

  √ Menyebutkan pentingnya seseorang bekerja √ √

  11 b. √ √ Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan

  √

  3 c. Mengelompokkan berbagai jenis pekerjaan yang √ √

  √ termasuk menghasilkan barang 12 d.

  Mengelompokkan berbagai jenis pekerjaan yang √ √ √ termasuk menghasilkan jasa

  13 PKn a. Menyebutkan minimal dua kekhasan yang dimiliki

  √ √ √ √ bangsa Indonesia

  7, 9, 14, 15

  10 b. Menyusun puzzle tentang kekhasan yang dimiliki √ bangsa Indonesia

  Lampiran 13 LEMBAR KERJA SISWA Satuan Pendidikan : SD Negeri Selomulyo Mata Pelajaran : IPA, IPS dan PKn Kelas / Semester : III (tiga) / II (dua) Alokasi Waktu : 3 x 35 menit

  Nama Anggota Kelompok : 1. ...................................................... 2. ..................................................... 3. ...................................................... 4. ..................................................... 5. ...................................................... 6. ......................................................

  1. Tujuan Pembelajaran

  IPS a.

  Siswa mampu menyebutkan minimal dua alasan pentingnya seseorang bekerja dengan tepat b.

  Siswa mampu menyebutkan minimal tiga contoh jenis-jenis pekerjaan dengan tepat c.

  Siswa mampu mengelompokkan minimal tiga jenis pekerjaan yang menghasilkan barang dengan tepat d.

  Siswa mampu mengelompokkan minimal tiga jenis pekerjaan yang menghasilkan barang dengan tepat

  IPA a.

  Siswa mampu mengidentifikasi minimal tiga bentuk kenampakan permukaaan bumi dengan tepat b.

  Siswa mampu menyebutkan minimal dua bentuk kenampakan permukaan bumi yang ada di daratan dengan tepat c.

  Siswa mampu menyebutkan minimal dua bentuk kenampakan permukaan bumi yang ada di perairan dengan tepat PKn a.

  Siswa mampu menyebutkan minimal dua kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia dengan tepat b.

  Siswa dapat menyusun puzzle tentang kekhasan yang dimiliki bangsa Indonesia

2. Petunjuk :

   Tulislah nama anggota kelompokmu di pojok kanan atas!  Lakukan kegiatan-kegiatan belajar berikut!  Isilah setiap pertanyaan dengan tulisan yang rapi!  Untuk Kegiatan Belajar 3, susunlah potongan-potongan puzzle sehingga menjadi sebuah gambar yang utuh!  Kumpulkan LKS dalam keadaan bersih dan rapi!

3. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1

  Amati lingkungan sekitar sekolahmu! Coba sebutkan berbagai macam kenampakan permukaan bumi yang ada di lingkungan sekitar sekolahmu! Ayo kita sebutkan berbagai macam kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekolah!

  ................................................................................................. ................................................................................................. .................................................................................................

  Kegiatan belajar 2 Pasangkanlah gambar kenampakan permukaan bumi yang ada di sebelah kiri dengan nama yang ada di sebelah kanan!

  Laut Gunung Sungai

  Pegunungan

  \ Dataran tinggi

  Dataran rendah Lembah

  Kegiatan belajar 3 a.

  Berikan judul pada gambar tersebut! b.

  Coba ceritakan gambar tersebut (minimal 5 kalimat)! Refleksi: 1.

  Setelah melihat video, apakah kamu memahami materi “Kenampakan Permukaan Bumi”? Jelaskan pendapatmu! ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ..............

  2. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?  atau

   Kesimpulan: Dari beberapa kegiatan belajar di atas dapat disimpulkan, yaitu ___________________

  _______________________________________ ______________________________________________ ______________________________________________ ______________________________________________

  ____________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ ______________________________________________________ _________________________________________________

  Selamat Mengerjakan

  Lampiran 14

Gambar Puzzle

  Lampiran 15

Hasil Penilaian Pakar Media Pembelajaran

  Lampiran 16

Hasil Penilaian Pakar Materi I

  Lampiran 17

Hasil Penilaian Pakar Materi II

  Lampiran 18

Contoh Penilaian Siswa

Uji Coba Perorangan

  Lampiran 19

Contoh Penilaian Siswa

Uji Coba Kelompok Kecil

  Lampiran 20

Contoh Penilaian Siswa

Uji Coba Lapangan

  Lampiran 21

Hasil Wawancara Pendidik

  Lampiran 22

Hasil Kuesioner Siswa

  Lampiran 23 Hasil Uji Coba Perorangan Item yang Dinilai (1-5) Total Rata- No Responden

  1

  2

  3

  4

  

5

  6

  7

  8

  9

  10 Skor rata

  1. Siswa 1

  5

  5

  4

  5

  

4

  5

  5

  5

  4

  4 46 4,6

  2. Siswa 2

  5

  4

  4

  4

  

5

  5

  5

  5

  5

  5 47 4,7

  3. Siswa 3

  5

  5

  5

  5

  

4

  5

  5

  5

  5

  5 49 4,9

  4. Siswa 4

  5

  4

  5

  4

  

5

  5

  5

  5

  5

  4 47 4,7 Jumlah Per Item

  20

  18

  18

  18

  

18

  20

  20

  20

  19 18 189 18,9 Rerata Skala 5 4,5 4,5 4,5 4,5

  5

  5 5 4,8 4,5 47,3 4,7

Kriteria SB SB SB SB SB SB SB SB SB SB SB

Keterangan:

  1: Video yang digunakan menarik 2: Warna cerah dan menarik 3: Materi mudah dipahami 4: Bahasa mudah dipahami 5: Suara didengar dengan jelas 6: Huruf mudah dibaca 7: Video dapa menambah pengetahuan 8: Perasaan senang melihat video 9: Latar tulisan (background) menarik 10: Pemahaman materi yang ada di video

  Lampiran 24 Hasil Uji Coba Kelompok Kecil No Responden Item yang Dinilai (1-5) Total

  5

  5

  5

  5

  4

  7. Siswa 7

  5 47 4,7

  4

  5

  5

  5

  

4

  5

  5

  5

  4

  6. Siswa 6

  5 47 4,7

  4

  5

  5

  5

  

4

  5

  5

  

4

  5

  5

  5 47 4,7 Jumlah Per Item

  Keterangan:

  5 5 4,4 5 47,2 4,7

Kriteria SB SB SB SB B SB SB SB SB SB SB

  35 40 378 37,8 Rerata Skala 4,8 4,8 4,8 4,8 4 4,9

  40

  40

  39

  

32

  38

  38

  38

  38

  4

  5

  5

  5

  5

  

4

  4

  5

  5

  5

  8. Siswa 8

  5 48 4,8

  5

  4

  5. Siswa 5

  Skor Rata- rata

  4

  5

  5

  2. Siswa 2

  5 48 4,8

  5

  5

  5

  5

  

4

  5

  5

  5

  5

  1. Siswa 1

  10

  9

  8

  7

  6

  

5

  4

  3

  2

  1

  4

  

5

  5 48 4,8

  4

  4

  5

  5

  5

  

5

  4

  5

  5

  5

  4. Siswa 4

  5 45 4,5

  5

  4

  5

  5

  

2

  5

  4

  5

  5

  3. Siswa 3

  5 48 4,8

  5

  5

  5

  1: Video yang digunakan menarik 2: Warna cerah dan menarik 3: Materi mudah dipahami 4: Bahasa mudah dipahami 5: Suara didengar dengan jelas 6: Huruf mudah dibaca 7: Video dapa menambah pengetahuan 8: Perasaan senang melihat video 9: Latar tulisan (background) menarik 10: Pemahaman materi yang ada di video

  • rata

  24. Siswa 24

  2 38 3,8

  5

  2

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  2

  4 38 3,8

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  23. Siswa 23

  25. Siswa 25

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  27. Siswa 27

  4 38 3,8

  2

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  26. Siswa 26

  4 43 4,3

  4

  5

  5

  4

  5

  4

  5 43 4,3

  5

  4

  4

  5

  20. Siswa 20

  4

  40

  4

  2

  4

  5

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  19. Siswa 19

  5 44 4,4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  22. Siswa 22

  5 41 4,1

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  21. Siswa 21

  5 41 4,1

  4

  2

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  2

  5

  34. Siswa 34

  5 35 3,5

  2

  4

  2

  4

  5

  4

  4

  2

  4

  33. Siswa 33

  2 32 3,2

  2

  2

  4

  4

  5

  4

  4

  36. Siswa 36

  5 45 4,5 Jumlah Per Item 153 139 159 153 153 163 162 153 143 161 1539 153,9

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  5 46 4,6

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  4

  5

  35. Siswa 35

  5 43 4,3

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  29. Siswa 29

  4 36 3,6

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  28. Siswa 28

  4 41 4,1

  2

  4

  4

  5 43 4,3

  2

  4

  4

  32. Siswa 32

  5 45 4,5

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  30. Siswa 30

  31. Siswa 31

  4 41 4,1

  5

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  2

  4

  5

  5

  Lampiran 25 Hasil Uji Coba Lapangan

  5. Siswa 5

  5 44 4,4

  4

  5

  5

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  40

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  6. Siswa 6

  4

  4. Siswa 4

  5

  5

  4

  4

  8. Siswa 8

  5 49 4,9

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  4

  7. Siswa 7

  4 41 4,1

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  10

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  1. Siswa 1

  9

  50

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  Skor Rata

  No Responden Item yang Dinilai (1-5) Total

  5

  5

  50

  3. Siswa 3

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  2. Siswa 2

  40

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  18. Siswa 18

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  15. Siswa 15

  5 47 4,7

  5

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  14. Siswa 14

  4 42 4,2

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  17. Siswa 17

  5 48 4,8

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  5 48 4,8

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  4

  16. Siswa 16

  4 44 4,4

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  10. Siswa 10

  5 44 4,4

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  9. Siswa 9

  5 45 4,5

  4

  5

  4

  5 44 4,4

  4

  4

  4

  13. Siswa 13

  5 44 4,4

  4

  5

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  11. Siswa 11

  12. Siswa 12

  4 44 4,4

  5

  5

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  Rerata Skala 4,3 3,9 4,4 4,3 4,3 4,5 4,5 4,3 4,0 4,5 42,7 4,3

  Keterangan:

  1: Video yang digunakan menarik 2: Warna cerah dan menarik 3: Materi mudah dipahami 4: Bahasa mudah dipahami 5: Suara didengar dengan jelas 6: Huruf mudah dibaca 7: Video dapa menambah pengetahuan 8: Perasaan senang melihat video 9: Latar tulisan (background) menarik 10: Pemahaman materi yang ada di video

  Lampiran 26

Hasil Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

  Lampiran 27

Pre-test

  Lampiran 28

Post-test

  Lampiran 29

Pekerjaan Rumah

  Lampiran 30

Surat Izin Melakukan Penelitian

  Lampiran 31

Surat Keterangan Telah Melakukukan Penelitian

  Lampiran 32 Dokumentasi Penelitian

  Guru melakukan apersepsi Siswa menyanyikan lagu “Dari Sabang

  Sampai Merauke ”

  Guru menyampaikan materi pembelajaran Guru dan siswa melihat video pembelajaran Suasana kelas saat pemutaran video pembelajaran

  Siswa menilai video yang dikembangkan Siswa sedang mengerjakan LKS bersama Perwakilan kelompok membacakan kelompok hasil diskusinya Siswa menyusun puzzle bersama Guru dan siswa menyimpulkan kelompok pembelajaran pada hari ini

CURRICULUM VITAE

  Adesta Tri Nur Pratiwi lahir di Purworejo pada tanggal 7 Desember 1991. Pendidikan dasar diperoleh di SD Negeri Kedungkamal, tamat pada tahun 2004. Pendidikan menengah pertama diperoleh di SMP Negeri 7 Purworejo, tamat pada tahun 2007. Pendidikan menengah atas diperoleh di SMA Negeri 7 Purworejo, tamat pada tahun 2010. Setelah lulus SMA, penulis melanjutkan kuliah di Universitas Sanata

  Dharma dan tercatat sebagai mahasiswi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tahun 2010. Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menulis skripsi sebagai tugas akhir yang berjudul “Pengembangan dan Pemanfaatan Media Video dalam Pembelajaran IPA di Kelas III SD Negeri Selomulyo”.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI PEMANFAATAN ADOBE FLASH PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV SD
0
11
24
PENGEMBANGAN MEDIA CERITA BERGAMBAR MATA PELAJARAN IPA UNTUK ANAK AUTIS KELAS III DI SD NEGERI 3 PONCOWARNO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
1
15
134
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIII G SMP NEGERI 22 SEMARANG
0
8
100
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN RIAS FANTASIUNTUK SISWA KELAS XII SMK NEGERI 1 BERINGIN.
1
5
25
EFEK MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SAINTIFIK DAN PEMANFAATAN MEDIA KIT IPA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 050783 SALAHAJI.
0
3
30
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO PADA PEMBELAJARAN SUBTEMA PEMANFAATAN ENERGI BERBASIS KURIKULUM 2013.
0
2
44
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIII G SMP NEGERI 22 SEMARANG.
0
1
2
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIORAMA DAUR AIR PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI SEYEGAN.
1
28
186
PENGEMBANGAN VIDEO MEDIA PEMBELAJARAN MENGUBAH POLA BLUS DI SMK NEGERI 2 GODEAN.
0
0
285
PENGEMBANGAN MEDIA KARTUN IPA POKOK BAHASAN GAYA MAGNET KELAS V DI SD NEGERI 1 SEKARSULI.
0
0
141
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI KELAS III SD NEGERI TEGALPANGGUNG.
14
22
161
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES IPA DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI REJOWINANGUN 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015.
1
4
285
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TU
0
3
143
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UN
1
2
10
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARANFIQH DI MTs NEGERI SEMARANG SKRIPSI
0
4
93
Show more