Pengembangan dan penggunaan video pembelajaran untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA SMA BP Yogyakarta tentang Hukum Archimedes - USD Repository

Gratis

0
0
246
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN DAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI DAN MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI IPA SMA BP YOGYAKARTA TENTANG HUKUM ARCHIMEDES Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Disusun oleh: ALBERT REFORMAN GULO 141424038 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” Matius 11: 28 “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6: 34 Karya kecil ini dengan tulus saya persembahkan untuk: Tuhan Yesus sumber berkat dan kasih karunia, Keluarga besarku dan terkhusus buat kedua orangtuaku tercinta Liami Gulo dan Raradodo Gulo, Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Keluarga besar pendidikan fisika Universitas Sanata Dharma dan sahabat-sahabatku yang baik hati, Terimakasih untuk doa, dukungan, motivasi yang telah kalian berikan dan terimakasih telah menjadi bagian dari kisah perjuangan saya dalam mengejar salah satu impian besar di Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Albert Reforman Gulo. 2019. Pengembangan dan Penggunaan Video Pembelajaran untuk Mengurangi Miskonsepsi dan Meningkatkan Pemahaman siswa Kelas XI IPA SMA BP Yogyakarta tentang Hukum Archimedes. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini merupakan Desain Riset yang bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran tentang Hukum Archimedes. Video pembelajaran yang dihasilkan digunakan untuk mengetahui apakah video pembelajaran dapat mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa tentang Hukum Archimedes. Penelitian dimulai pada bulan Oktober 2017 s/d Oktober 2018 untuk pengembangan video pembelajaran tentang Hukum Archimedes dan 30 Oktober s/d 22 November 2018 di SMA BP Yogyakarta untuk pengumpulan data. Subyek penelitian berjumlah 8 siswa SMA BP Yogyakarta. Treatment yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penggunaan video pembelajaran tentang Hukum Archimedes dan instrument pengumpul data berupa soal pretest, posttest, wawancara diagnosis serta kuesioner kelayakan pemanfaatan video pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran tentang Hukum Archimedes yang dihasilkan layak digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa Kelas XI IPA SMA BP Yogyakarta tentang Hukum Archimedes. Presentase kelayakan pemanfaatan video pembelajaran berdasarkan hasil kuesioner penilaian oleh siswa yaitu 95 % Kata Kunci: Video Pembelajaran, Hukum Archimedes, Peningkatan Pemahaman, Miskonsepsi vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Albert Reforman Gulo. 2019. The Development and the Use of Learning Videos to Reduce Misconceptions and Improve Students’ Understanding Grade XI of Science of SMA BP Yogyakarta about Archimedes Law. Thesis. Yogyakarta: Physics Education Study Program, Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University Yogyakarta. This study is Research Design which aims to develop learning videos about Archimedes law. The outcome aims to find out whether learning videos can reduce misconceptions and improve students' understanding about Archimedes law. The study was started in October 2017 until October 2018 for development of learning video about Archimedes Law and in October 30 until November 22, 2018 at SMA BP Yogyakarta for data collection. The subjects of this study were eight students from SMA BP Yogyakarta. The treatment used in this study was the use of learning videos about Archimedes law and instruments of data collection were in the form of pretest, posttest, diagnostic interview and questionnaire of eligibility for the use of learning videos. The result of the study shows that the learning videos about Archimedes law are appropriate to be used to reduce misconceptions and improve students’ understanding grade XI of science of SMA BP Yogyakarta about Archimedes law. The Percentage of eligibility for the use of learning videos based on the students’ assessment through questionnaire is 95%. Keywords: Learning Videos, Archimedes Law, Increased Understanding, Misconception. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat kasih dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGEMBANGAN DAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI DAN MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI IPA SMA BP YOGYAKARTA TENTANG HUKUM ARCHIMEDES”. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan di Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa keberhasilan atas selesainya penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan kasih karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 2. Bapak Drs. Tarsisius Sarkim M.Ed., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing yang telah berkenan membimbing dan mengarahkan penulis dengan penuh kesabaran, sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. 3. Bapak Dr. Ign Edi Santosa, M.S., selaku Kaprodi Pendidikan Fisika dan segenap dosen Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma yang telah memberi banyak pengalaman belajar selama berkuliah di Universitas Sanata Dharma. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Ibu Dwi Nugraheni Rositawati M.Si., selaku Wakaprodi Pendidikan Fisika dan selaku Dosen Pendamping Mahasiswa Kerjasama Pendidikan Fisika yang telah mendampingi dan memotivasi penulis untuk tetap giat menyelesaikan studi di Universitas Sanata Dharma. 5. Ibu Sri Agustini Sulandari, M.Si., selaku Kepala Laboratorium Fisika USD dan Bapak Ngadiono selaku Laboran di Laboratorium Fisika USD yang sudah berkenan mengijinkan menggunakan alat laboratorium dan menyediakan peralatan laboratorium yang diperlukan saat penelitian. 6. Bapak Drs. Domi Severinus, M.Si., selaku Kepala Laboratorium Microteaching dan Bapak Agus yang telah berkenan mengijinkan penulis untuk menggunakkan handycam untuk keperluan penelitian. 7. Seluruh staf sekretariat JPMIPA yang telah membantu segala hal terkait administrasi penulis selama belajar di USD Yogyakarta. 8. Bapak Drs. Joko Wigati selaku kepala sekolah SMA BOPKRI Banguntapan Yogyakarta yang telah memperbolehkan penulis untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut dan Bapak Yala yang telah membantu mengatur waktu pelaksanaan penelitian sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar. 9. Adik-adik yang baik hati yaitu Novia Azaria, Yoga Bekti, Yohana Ayu dan Siti Nurjanah yang telah bersedia menjadi subjek uji coba dan kepada adikadik Kelas XI IPA SMA BOPKRI Banguntapan yaitu Henry, Claudia, Rachelia, Eunike, Isabella, Danita, Mikhail dan Pramudito yang telah bersedia x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI meluangkan waktu, pikiran dan tenaga untuk menjadi subjek pada penelitian ini. 10. Ayahku Raradodo Gulo dan Ibuku Liami Gulo serta saudara-saudarariku Kak Ina Faozan, Kak Ina Agatha, Abang Marthin, Abang Berkat, Adek Calfary, Adek Cipta, dan Adek Priska yang selalu mendoakan, memberi semangat maupun motivasi, sehingga penulis mendapatkan kekuatan super dalam menyelesaikan studi di Universitas Sanata Dharma. 11. Teman-teman pendidikan fisika angkatan 2014, teman-teman mahasiswa kerjasama Nias Barat angkatan 2014, Kak Mariati Daeli dan Abang Otami Hia yang selalu memberi semangat dan mengingatkan penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 12. Untuk semua pihak yang telah membantu saya dalam bentuk apapun yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu dalam skripsi ini, saya mengucapkan terimakasih. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang bersifat membangun agar skripsi ini menjadi lebih baik dan dapat memberi manfaat maksimal sebagaimana mestinya. Yogyakarta, 22 Januari 2019 Penulis xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii HALAMAN PENGESEHAN ..................................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......................................... iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI...................... vi ABSTRAK .................................................................................................. vii ABSTRACT .................................................................................................. viii KATA PENGANTAR ................................................................................ ix DAFTAR ISI ............................................................................................... xii DAFTAR TABEL ....................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xviii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah................................................................. 1 B. Rumusan Masalah .......................................................................... 3 C. Tujuan Penelitian ........................................................................... 4 D. Batasan Masalah ............................................................................ 4 E. Manfaat Penelitian ......................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI A. Media Pembelajaran ........................................................................ 6 B. Video Pembelajaran ........................................................................ 8 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Konsep ............................................................................................ 13 D. Pemahaman Konsep ........................................................................ 14 E. Peningkatan Pemahaman ................................................................ 15 F. Miskonsepsi .................................................................................... 15 G. Hukum Archimedes ........................................................................ 25 H. Penelitian Miskonsepsi pada Materi Hukum Archimedes .............. 29 I. Kaitan Teori dengan Penelitian ....................................................... 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................ 32 B. Waktu dan Tempat Penelitian ......................................................... 32 C. Subyek Penelitian ............................................................................ 32 D. Desain Penelitian ............................................................................. 33 E. Instrumen Penelitian........................................................................ 41 F. Validitas Instrumen ......................................................................... 45 G. Teknik Analisis Data ....................................................................... 46 BAB IV DATA, ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian .................................................................... 52 1. Penelusuran Masalah dan Potensi ............................................. 52 2. Pengumpulan Informasi ............................................................ 53 3. Desain Produk ........................................................................... 54 4. Validasi dan Perbaikan Desain .................................................. 50 5. Uji Coba Produk dan Pemakaiannya ......................................... 63 6. Pengambilan Data .................................................................... 65 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Data Penelitian ................................................................................ 68 1. Pretest........................................................................................ 68 2. Posttest ...................................................................................... 69 C. Analisis Data dan Pembahasan ....................................................... 71 1. Hasil pretest dan posttest........................................................... 71 2. Wawancara hasil pretest............................................................ 161 3. Wawancara hasil posttest .......................................................... 178 4. Penurunan Miskonsepsi Siswa .................................................. 189 5. Peningkatan Pemahaman Siswa ................................................ 191 6. Video Pembelajaran tentang Hukum Archimedes berdasarkan Kuesioner Penilaian Siswa ........................................................ 192 D. Keterbatasan Penelitian ................................................................... 194 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ..................................................................................... 195 B. Saran ................................................................................................ 196 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 197 LAMPIRAN-LAMPIRAN xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Miskonsepsi pada materi Hukum archimedes dan beberapa hasil penelitian ....................................................................... 34 Tabel 3.2 Prosedur pemberian treatment (video pembelajaran) ............ 40 Tabel 3.3 Kisi-kisi kuesioner kelayakan video pembelajaran 1 ............ 42 Tabel 3.4 Kisi-kisi kuesioner kelayakan video pembelajaran 2 ............ 43 Tabel 3.5 Kisi-kisi soal pretest dan posttest .......................................... 44 Tabel 3.6 Kisi-kisi angket validitas produk ........................................... 45 Tabel 3.7 Interprestasi hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat .. 46 Tabel 3.8 Tabel analisis hasil tes siswa per item pertanyaan ................. 46 Tabel 3.9 Tabel analisis hasil presentase konsepsi pada materi hukum Archimedes setiap item pertanyaan ....................................... Tabel 3.10 47 Tabel analisis hasil presentase konsepsi pada materi hukum Archimedes setiap siswa ........................................................ 48 Tabel 3.11 Tabel hasil analisis nilai masing-masing siswa ..................... 49 Tabel 3.12 Tabel klasifikasi pemahaman berdasarkan nilai yang Diperoleh ............................................................................... 50 Tabel 3.13 Tabel peningkatan pemahaman siswa.................................... 50 Tabel 3.14 Rubrik skor kuesioner ............................................................ 51 Tabel 3.15 Interprestasi kelayakan pemanfaatan video pembelajaran..... 51 Tabel 4.1 Sumber informasi pengembangan media pembelajaran ........ 54 Tabel 4.2 Rencana alur video pembelajaran .......................................... 55 Tabel 4.3 Pokok bahasan pada setiap klip video ................................... 56 Tabel 4.4 Gambaran skenario pembuatan video .................................... 57 Tabel 4.5 Validasi ahli media ................................................................ 61 Tabel 4.6 Hasil kuesioner untuk ahli materi .......................................... 61 Tabel 4.7 Validasi ahli materi ................................................................ 62 Tabel 4.8 Hasil pretest dan posttest siswa pada uji coba ....................... 63 Tabel 4.9 Presentase penurunan miskonsepsi siswa pada uji coba ........ 64 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.10 Interprestasi kelayakan pemanfaatan video pembelajaran berdasarkan kegiatan uji coba ................................................ 65 Tabel 4.11 Jadwal pelaksanaan pengambilan data .................................. 67 Tabel 4.12 Hasil pretest siswa ................................................................. 68 Tabel 4.13 Hasil posttet siswa ................................................................. 69 Tabel 4.14 Analisis hasil pretest soal nomor 1 masing-masing siswa ..... 72 Tabel 4.15 Analisis hasil posttest soal nomor 1 masing-masing siswa ... 74 Tabel 4.16 Analisis hasil pretest soal nomor 2 masing-masing siswa ..... 78 Tabel 4.17 Analisis hasil posttest soal nomor 2 masing-masing siswa ... 80 Tabel 4.18 Analisis hasil pretest soal nomor 3 masing-masing siswa ..... 83 Tabel 4.19 Analisis hasil posttest soal nomor 3 masing-masing siswa ... 85 Tabel 4.20 Analisis hasil pretest soal nomor 4 masing-masing siswa ..... 88 Tabel 4.21 Analisis hasil posttest soal nomor 4 masing-masing siswa ... 90 Tabel 4.22 Analisis hasil pretest soal nomor 5 masing-masing siswa ..... 92 Tabel 4.23 Analisis hasil posttest soal nomor 5 masing-masing siswa ... 95 Tabel 4.24 Analisis hasil pretest soal nomor 6 masing-masing siswa ..... 98 Tabel 4.25 Analisis hasil posttest soal nomor 6 masing-masing siswa ... 100 Tabel 4.26 Analisis hasil pretest soal nomor 7 masing-masing siswa ..... 102 Tabel 4.27 Analisis hasil posttest soal nomor 7 masing-masing siswa ... 105 Tabel 4.28 Analisis hasil pretest soal nomor 8 masing-masing siswa ..... 108 Tabel 4.29 Analisis hasil posttest soal nomor 8 masing-masing siswa ... 110 Tabel 4.30 Analisis hasil pretest soal nomor 9 masing-masing siswa ..... 112 Tabel 4.31 Analisis hasil posttest soal nomor 9 masing-masing siswa ... 115 Tabel 4.32 Analisis hasil pretest soal nomor 10 masing-masing siswa ... 117 Tabel 4.33 Analisis hasil posttest soal nomor 10 masing-masing siswa . 119 Tabel 4.34 Analisis hasil pretest soal nomor 11 masing-masing siswa ... 122 Tabel 4.35 Analisis hasil posttest soal nomor 11 masing-masing siswa . 124 Tabel 4.36 Analisis hasil pretest soal nomor 12 masing-masing siswa ... 127 Tabel 4.37 Analisis hasil posttest soal nomor 12 masing-masing siswa . 129 Tabel 4.38 Analisis hasil pretest soal nomor 13 masing-masing siswa ... 131 Tabel 4.39 Analisis hasil posttest soal nomor 13 masing-masing siswa . 133 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.40 Analisis hasil pretest soal nomor 14 masing-masing siswa ... 135 Tabel 4.41 Analisis hasil posttest soal nomor 14 masing-masing siswa . 137 Tabel 4.42 Analisis hasil pretest soal nomor 15 masing-masing siswa ... 141 Tabel 4.43 Analisis hasil posttest soal nomor 15 masing-masing siswa . 143 Tabel 4.44 Perubahan konsepsi siswa sesudah diberikan treatment........ 145 Tabel 4.45 Miskonsepsi dan penyebabnya berdasarkan analisis hasil pretest dan posttest................................................................. 152 Tabel 4.46 Rangkuman hasil pengerjaan LKS Siswa .............................. 157 Tabel 4.47 Presentase konsepsi masing-masing siswa ............................ 158 Tabel 4.48 Partisipan wawancara hasil pretest dan posttest .................... 159 Tabel 4.49 Presentase konsepsi siswa untuk tiap butir pertanyaan pretest dan posttest................................................................. Tabel 4.50 Presentase hasil penurunan miskonsepsi siswa dari pretest ke posttest .............................................................................. Tabel 4.51 160 189 Presentase konsepsi siswa sebelum dan sesudah treatment untuk setiap pertanyaan ......................................................... 190 Tabel 4.52 Presentase kenaikan nilai siswa dari pretest ke posttest ........ 191 Tabel 4.53 Hasil kuesioner kelayakan pemanfaatan video pembelajaran 193 Tabel 4.54 Frekuensi pengulangan video (kuesioner pernyataan no.15). 193 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Menentukan rumus gaya apung ............................................. 26 Gambar 2.2 Peristiwa (a) mengapung, (b) melayang dan (c) tenggelam (Sumber: Fisika Zone) ........................................................... 27 Gambar 3.1 Diagram Desain Pengembangan Video Pembelajaran .......... 37 Gambar 3.2 Diagram desain pengumpulan data penelitian ...................... 40 Gambar 4.1 Contoh hasil ‘take’ video (a) dan hasil pengeditan (b) .......... 60 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat permohonan ijin penelitian ........................................... 200 Lampiran 2 Surat keterangan telah melaksanakan penelitian ................... 201 Lampiran 3 Perencanaan video pembelajaran ........................................... 202 Lampiran 4 Skenario video pembelajaran ................................................. 208 Lampiran 5 Lembar validasi produk oleh ahli media................................ 217 Lampiran 6 Lembar validasi produk oleh ahli materi ............................... 218 Lampiran 7 Validasi kuesioner penilaian kelayakan video pembelajaran Untuk siswa............................................................................ 220 Lampiran 8 Daftar Hadir siswa uji coba ................................................... 222 Lampiran 9 Daftar Hadir siswa pada kegiatan pengambilan data............. 223 Lampiran 10 Soal pretest beserta sampel pengerjaannya oleh siswa H...... 224 Lampiran 11 Soal posttest beserta sampel pengerjaannya oleh siswa C .... 230 Lampiran 12 LKS beserta sampel pengerjaannya oleh siswa B ................. 236 Lampiran 13 Kuesioner penilaian kelayakan pemanfaatan video dalam pembelajaran oleh siswa beserta sampel penilaian yang diisi oleh siswa F dan G ................................................................. 239 Lampiran 14 Dokumentasi sumber informasi mengenai miskonsepsi pada Materi Hukum Archimedes ................................................... 241 Lampiran 15 Dokumentasi Kegiatan Penelitian ......................................... 244 Lampran 16 Link Video Pembelajaran tentang Hukum Archimedes ........ 247 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Miskonsepsi atau salah konsep dalam pembelajaran fisika merupakan problema yang cukup sulit untuk dihindari. Diera digital, miskonsepsi dalam pembelajaran fisika kerap terjadi karena referensi-referensi mengenai konsep fisika yang berseberangan dengan konsep yang sesungguhnya dapat diakses mudah melalui internet oleh siswa. Akses internet menyediakan banyak referensi yang mengandung informasi yang saling mendukung (pro), namun tidak sedikit yang berlawanan (kontra). Siswa cenderung tidak memilah dengan baik informasi-informasi tersebut. Baik informasi yang pro maupun kontra dengan konsep fisika yang sesungguhnya kadangkala dianggap benar, sehingga menimbulkan miskonsepsi. Tidak hanya pada satu subbidang, miskonsepsi dalam bidang fisika terjadi pada berbagai bidang seperti mekanika, termodinamika, optika, bunyi dan gelombang, listrik dan magnet, serta fisika modern. Miskonsepsi yang terbesar terjadi pada bidang mekanika, salah satunya adalah mengenai fluida statis (Suparno, 2005). Beberapa penelitian membuktikan bahwa miskonsepsi pada bidang mekanika fluida terjadi pada dalam memahami Hukum Archimedes. Kristian Purwo (2006) dalam penelitiannya yang berjudul “Pemahaman dan Miskonsepsi Siswa SMA Tarakanita Magelang tentang Hukum Archimedes”, menunjukan sebuah hasil dimana terjadi miskonsepsi pada materi tersebut. Miskonsepsi siswa terhadap Hukum Archimedes terjadi 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 dalam memahami konsep gaya, faktor-faktor yang mempengaruhi gaya apung, serta penerapan gaya apung dalam kehidupan sehari-hari. Sri Puji Astuti (2010) juga menemukan terjadinya miskonsepsi terhadap Hukum Archimedes dalam penelitiannya yang berjudul “Pemahaman, Miskonsepsi dan Cara Mengatasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI Teknik Jaringan Komputer SMK Negeri 2 Klaten tentang Hukum Archimedes dengan Metode Demonstrasi”. Miskonsepsi terjadi dalam memahami gaya ke atas yang mempengaruhi berat benda saat berada di dalam fluida, kedalaman fluida mempengaruhi gaya ke atas dan syarat-syarat serta gaya yang bekerja pada benda yang mengapung, melayang dan tenggelam. Untuk mengatasi miskonsepsi tersebut, metode demonstrasi yang dia (Sri Puji Astuti) gunakan untuk membantu siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi Hukum Archimedes hanya cukup memberi peningkatan pemahaman, sehingga peneliti menyarankan untuk melakukan penelitian sejenis dengan metode yang berbeda. Metode lain untuk mengatasi miskonsepsi siswa terhadap suatu konsep tertentu pernah dilakukan oleh Sean dan Krause (2014) dalam sebuah penelitian yang berjudul The Effect of Incorporating Youtube Videos into an Intervention Addressing Students’ Misconceptions Related to Solutions, Solublity and Saturation. Dalam penelitian tersebut, mereka mencoba mengatasi miskonsepsi siswa pada suatu konsep yang berhubungan dengan pelajaran kimia menggunakkan media pembelajaran. Media pembelajaran tersebut berupa beberapa video demonstrasi yang telah

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 tersedia di channel Youtube “m3lls34”. Penelitian tersebut menunjukkan hasil yang memuaskan yaitu keterlibatan siswa dengan penggunaan video pembelajaran bisa menjadi sarana yang efektif untuk memperbaiki miskonsepsi yang dialami siswa. Intervensi jenis ini berpotensi terjadi diterapkan pada miskonsepsi lain juga. Berangkat dari masalah dan beberapa hasil penelitian tersebut, penulis tertarik melakukan sebuah penelitian dengan mengembangkan terlebih dahulu sebuah video pembelajaran tentang Hukum Archimedes karena video yang sesuai kebutuhan penelitian belum tersedia. Setelah video tersedia, maka penulis akan meneliti efektivitas penggunaaan video pembelajaran dalam mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi Hukum Archimedes. Sesuai kurikulum fisika SMA 2013 edisi revisi, materi tersebut terintegrasi dalam bab fluida statis dan akan diajarkan pada siswa SMA kelas XI. Maka dari itu, penelitian ini akan melibatkan siswa SMA kelas XI. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana cara mengembangkan video pembelajaran yang efektif dan efesien, agar dapat digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa tentang Hukum Archimedes? 2. Sejauh mana penggunaan video pembelajaran dapat mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI SMA dalam memahami Hukum Archimedes?

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 3. Sejauh mana video pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI SMA dalam memahami Hukum Archimedes berdasarkan kuesioner penilaian oleh siswa? C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengembangkan video pembelajaran yang efektif dan efesien, agar dapat digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI SMA tentang Hukum Archimedes. 2. Mengetahui sejauh mana penggunaan video pembelajaran dapat mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI SMA tentang Hukum Archimedes. 3. Mengetahui sejauh mana video pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI SMA tentang Hukum Archimedes berdasarkan kuesioner penilaian oleh siswa. D. Batasan Masalah Adapun batasan dalam penelitian ini yaitu: 1. Menitikberatkan pada pengembangan dan penggunaan video pembelajaran untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 2. Pokok bahasan hanya membahas konsep volume benda yang tercelup dalam fluida, gaya apung, dan syarat benda mengapung, melayang, dan tenggelam berdasarkan konsep massa jenis. 3. Subyek penelitian adalah siswa SMA kelas XI IPA. E. Manfaat Penelitian Adapun Manfaat Penelitian ini yaitu 1. Bagi Guru dan Calon Guru Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa tentang Hukum Archimedes. 2. Bagi Siswa Video pembelajaran yang telah dibuat dapat dijadikan sebagai referensi untuk mempelajari Hukum Archimedes secara mandiri.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Media Pembelajaran 1. Pengertian Media Media bentuk jamak dari perantara (medium) merupakan sarana komunikasi. Berasal dari bahasa Latin medius (antara), istilah ini merujuk pada apa saja yang membawa informasi antara sebuah sumber dan sebuah penerima (Smaldino et al., 2011 : 7). Media oleh karenanya dapat diartikan sebagai perantara antara pengirim informasi yang berfungsi sebagai sumber atau resources dan penerima informasi atau receiver (Pribadi, 2017: 15). 2. Pengertian Pembelajaran Berdasarkan UU RI No. 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional mendefenisikan pembelajaran sebagai suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran dalam Saifuddin (2014: 3) merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran dapat juga didefenisikan sebagai usaha untuk mempengaruhi peserta didik untuk melakukan perbuatan belajar (Rusman, 2017: 2). Dari ketiga defenisi tersebut, dapat didefenisikan secara ringkas bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi yang 6

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 menyediakan pengalaman belajar kepada individu yang mau belajar untuk mendapatkan perubahan perilaku. 3. Pengertian Media Pembelajaran Media pembelajaran dapat didefenisikan sebagai sarana penyedia informasi dan pengalaman belajar kepada individu untuk berproses mendapatkan perubahan perilaku. Perubahan perilaku tersebut dalam Prayitno (2009: 413) mengarah pada lima dimensi belajar yaitu dimensi tahu (dari yang tidak tahu menjadi tahu), dimensi bisa (dari yang tidak bisa menjadi bisa), dimensi biasa (dari yang tidak biasa menjadi biasa), dimensi mau (dari yang tidak mau menjadi mau) dan dimensi ikhlas (dari yang tidak ikhlas menjadi ikhlas). 4. Fungsi, Tujuan dan Manfaat Media Pembelajaran Media pembelajaran dalam Yudhi Munadi (2010: 36-41) dapat berfungsi sebagai sumber belajar dan berfungsi untuk melakukan manipulatif, misalnya menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit dihadirkan dalam bentuk aslinya. Adanya media pembelajaran ini bertujuan untuk mengefektifkan proses komunikasi pembelajaran sehingga tercapai tujuan yang diinginkan (adanya perubahan tingkah laku). Sedangkan dalam Susilana dan Cepi Riyana (2009: 9) manfaat dari adanya media pembelajaran yaitu: a. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitis; b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indera;

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 c. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar; d. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestiknya; e. Memberi ransangan yang sama, mempersama pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. 5. Jenis Media Pembelajaran Ada beragam jenis media yang digunakan dalam pembelajaran mulai dari media yang paling sederhana hingga media yang paling modern dan canggih. Beberapa jenis media tersebut diantaranya yaitu media cetak seperti buku teks, booklet, brosur, koran, dan majalah. Media elektronik seperti radio, televisi, dan komputer. Media audio yang memanfaatkan unsur suara untuk menyampaikan informasi. Media visual seperti animasi bergerak dan alat peraga. Serta perpaduan antara media audio dan visual seperti film dan video. B. Video Pembelajaran 1. Pengertian Video Pembelajaran Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik meliputi gambar gerak dan suara (Yudhi Munadi, 2010: 132). Video tergolong sebagai media audio visual yang mampu menayangkan unsur pesan dan informasi melalui gambar dan suara yang disampaikan secara simultan. Media ini dapat menjadi medium yang efektif jika digunakan untuk

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 mengkomunikasikan informasi atau pengetahuan yang mencakup kombinasi unsur gerak dan unsur suara didalamnya. Berdasarkan pengertian dan penjelasan tersebut, maka video pembelajaran dapat didefenisikan sebagai media yang menyediakan informasi dan pengetahuan sebagai sumber belajar melalui unsur gambar gerak dan suara. 2. Pengembangan Video Pembelajaran Untuk pembelajaran fisika, pengembangan video pembelajaran harus direncanakan dengan baik agar dapat memberi manfaat yang besar bagi penggunanya. Lincoln (2017: 308-309) merekomendasikan lima hal yang perlu diperhatikan agar media video yang akan dibuat dapat memberi manfaat maksimal, yakni sebagai berikut: a. A Live Personality (Tokoh Hidup) A live personality ini dapat berupa seorang host, robot, kartun dan sebagainya. Disini, seorang host diharapkan dapat berpakaian rapi dan berada dalam suasana hati yang baik saat berada di depan kamera. b. Demonstration (Demonstrasi) Bila video menunjukkan sebuah demonstrasi, maka sangat baik bila demonstrasi dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Misalnya air mendidih pada sebuah cangkir plastik, magnet yang kuat menarik uang kertas dan sebagainya. Demonstrasi yang dibuat harus dapat

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 membuat penonton merasa seperti orang yang benar-benar melakukan demonstrasi tersebut. c. Words or Symbols (Kata atau Simbol) Kata-kata maupun simbol digunakan pada saat yang penting untuk memberi tahu penonton apa yang harus mereka pikirkan, sekaligus menginformasikan apa harus mereka ingat. Kata-kata maupun simbol ini diusahakan agar muncul dilayar tepat saat host selaku narator mengucapkannya. d. Voice-Over/ Narration (Pengisi suara/cerita) Ini digunakan untuk memberi penjelasan lisan dari kamera. Narasi dan jalur lisan di luar kamera harus diperhatikan dengan membacanya menggunakkan emosi yang tepat. Dan pada saat berada pada ujung rekaman, kamera beralih pada host yang sedang membaca baris terakhir narasi di ruang yang sama. e. Music and Sound Effect (Musik dan Efek Suara) Musik dan efek suara digunakan untuk mengendalikan apa yang didengar penonton. Misalnya, ketika host bergerak, maka efek suara bisa digunakan untuk menekankan peristiwa tersebut. Sementara itu, musik baiknya hanya digunakan untuk mencairkan suasana agar tidak kaku dan tidak diputar sepanjang durasi video. Selain memperhatikan hal tersebut, dalam Cepi Riyana (2007: 8-11) untuk mengembangkan video pembelajaran yang baik dan efektif, maka adapun karakteristik video pembelajaran yang harus dipenuhi

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 yaitu (1) Menyampaikan informasi secara utuh dan memudahkan siswa memahami informasi yang disampaikan; (2) Berdiri sendiri atau tidak bergantung pada bahan ajar lain; (3) Menggunakkan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti; (4) Materi pembelajaran yang disampaikan benar-benar representatif, misalnya materi simulasi dan demonstrasi; (5) Materi pembelajaran dikemas secara multimedia, didalamnya terdapat teks, animasi, sound dan video; (6) Menggunakkan resolusi yang tinggi; dan (7) Dapat digunakan secara klasikal maupun individu dalam pembelajaran bersama maupun mandiri. 3. Tujuan dan Keuntungan Penggunaan Video Pembelajaran Dalam Pribadi (2017: 145-148), penggunaan video dalam pembelajaran bertujuan untuk digunakan sebagai keperluan belajar baik untuk keperluan belajar individual maupun kelompok. Keuntungannya sebagai keperluan belajar yaitu: a. Menambah wawasan dan informasi bagi penonton; b. Menggambarkan suatu proses secara tepat dan disaksikan secara berulang; c. Merangsang timbulnya minat dan motivasi belajar; d. Membimbing respons penonton dalam proses belajar; e. Mengatasi keterbatasan fisik; f. Mendorong upaya pemecahan masalah; g. Mengungkapkan kesalahan dalam proses belajar dan upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 4. Langkah-langkah Penggunaan Video Pembelajaran Penggunaan video dalam proses pembelajaran menurut Yudhi Munadi (2010: 127-128) baiknya mengikuti langkah-langkah seperti: a. Video harus dipilih agar sesuai dengan tujuan pembelajaran; b. Sebelum menunjukkan video, terlebih dahulu mengetahui manfaatnya dalam pembelajaran; c. Sesudah video pembelajaran dipertunjukkan, perlu diadakan diskusi, yang juga perlu dipersiapkan sebelumnya; d. Adakalanya program video tertentu diputar dua kali atau lebih untuk memperhatikan aspek-aspek tertentu; e. Agar video pembelajaran tidak dianggap sebagai media hiburan belaka, sebelumnya perlu adanya penugasan bagi penonton untuk memperhatikan bagian-bagian tertentu; f. Sesudah itu dapat ditest seberapa banyakkah informasi yang penonton terima dari video pembelajaran yang telah disaksikan. 5. Keterbatasan Video Pembelajaran dan Solusinya Menurut Heinich dkk (1990) dalam Pribadi (2017: 147-148) penggunaan video dalam pembelajaran memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan tersebut diantaranya adalah: a. Kecepatan penayangan informasi dan pengetahuan secara konstan; b. Kadang-kadang menimbulkan persepsi yang berbeda terhadap informasi dan pengetahuan yang ditayangkan;

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 c. Pengeluaran untuk biaya produksi video pembelajaran tergolong mahal. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, maka ada beberapa solusi yang bisa dijadikan sebagai jalan keluar yaitu: (1) Melakukan pemutaran kembali video pada bagian informasi dan pengetahuan yang perlu dilihat; (2) Mendesain terlebih dahulu informasi dan pengetahuan yang akan dikomunukasikan kepada penonton; dan (3) Tidak menggunakkan banyak pemeran video, dan menggunakkan peralatan dengan harga terjangkau. C. Konsep Konsep dalam Sudarminta (2002: 87), dapat didefinisikan sebagai suatu representasi abstrak dan umum tentang sesuatu yang bersifat mental. Disebut sebagai suatu representasi abstrak karena menyatakan proses penggambaran pada berbagai pengalaman aktual, hingga terbentuk penggambaran mental atas pengalaman yang teramati. Dalam pembelajaran fisika, konsep merupakan gagasan atau ide mengenai suatu materi, pengalaman, peristiwa suatu objek. Konsep tersebut terbentuk sebagai hasil abstraksi dan generalisasi dari suatu fakta-fakta yang ditemukan berdasarkan pengamatan. Konsep yang terbentuk dari hasil tersebut dapat dianggap kurang tepat bila ditemukan fakta-fakta baru mengenai konsep tersebut.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 D. Pemahaman Konsep Pemahaman dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses, cara perbuatan memahami dan memahamkan. Pemahaman juga dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengerti, mengetahui atau memahami sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi (Sudijon, 2009: 50). Dari pengertian tersebut, pemahaman konsep dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan untuk memahami dan melihat konsep dari berbagai segi. Pemahaman konsep dalam kegiatan pembelajaran sangat diperlukan oleh peserta didik dalam menyelesaikan suatu kasus atau masalah. Misalnya, saat diberi sebuah persoalan mengenai bagaimana cara untuk menentukan besarnya gaya apung yang bekerja pada suatu benda, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu menjawab persoalan tersebut. Namun, juga harus memahami sungguh-sungguh konsep yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sehingga ketika terdapat persoalan tentang konsep lain yang masih berhubungan dengan konsep tersebut, peserta didik dapat menggunakkan pemahamannya dalam menyelesaikan persoalan. Pemahaman konsep dapat dikatakan merupakan bagain terpenting dalam kegiatan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik. van den Berg, E. (1991: 11) merumuskan beberapa Indikator yang menunjukkan bahwa pemahaman akan sebuah konsep telah dicapai oleh peserta didik yaitu: a. Peserta didik dapat mendefenisikan konsep yang bersangkutan; b. Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara konsep yang bersangkutan dengan konsep-konsep yang lain;

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 c. Peserta didik dapat menjelaskan hubunngan dengan konsep-konsep yang lain; d. Peserta didik dapat menjelaskan arti konsep dalam kehidupan sehari-hari dan menerapkannya pada pemecahan masalah dalam kehidupan seharihari. E. Peningkatan Pemahaman Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, peningkatan berarti proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan dan sebagainya). Peningkatan pemahaman dapat didefenisikan sebagai upaya atau proses yang dilakukan untuk membuat seseorang semakin memahami atau mengerti sesuatu. Meningkatnya pemahaman ditandai dengan adanya penjelasan dari seseorang yang awalnya masih abstrak dalam menjelaskan sesuatu, setelahnya dapat memberi penjelasan secara terperinci menggunakkan kata-katanya sendiri. F. Miskonsepsi 1. Pengertian Miskonsepsi Miskonsepsi atau salah konsep dapat didefenisikan sebagai suatu konsep yang tidak sesuai dengan konsep yang diakui oleh para ahli. Miskonsepsi atau salah konsep menunjuk pada suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para pakar dalam bidang itu (Suparno, 2005: 4). Biasanya miskonsepsi

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 menyangkut kesalahan siswa dalam pemahaman hubungan antar konsep. Misalnya kesalahan dalam hubungan antara gaya dan momentum, atau antara arus dan tegangan, atau antara massa jenis dan massa (van den Berg, E., 1991 : 10). 2. Mendeteksi Terjadinya Miskonsepsi Untuk mendeteksi terjadinya miskonsepsi, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Beberapa alat yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi diantaranya adalah peta konsep (concept maps), tes multiple choice dengan reasoning terbuka, tes esai tertulis, wawancara diagnosis, diskusi dalam kelas, dan praktikum dengan tanya jawab (Suparno, 2005: 129). Beberapa peneliti menggunakan beberapa alat tersebut bersama-sama untuk melengkapi, seperti misalnya esai dengan wawancara. Dalam penelitian ini, alat yang akan digunakan yaitu: a. Tes Multiple Choice dengan Reasoning Terbuka Tes pilihan ganda dengan alasan terbuka dapat digunakan untuk mendeteksi terjadinya miskonsepsi pada siswa. Dalam tes ini, siswa tidak hanya akan memilih jawaban yang mereka anggap benar, tapi harus dapat menyertakan alasan mengapa mereka memilih jawaban tersebut. Alasan yang diberikan oleh siswa dapat dikategorikan sebagai miskonsepsi apabila penalaran siswa tidak lengkap atau salah. Tidak lengkapnya alasan biasanya terjadi karena informasi yang diperoleh atau data yang didapatkan tidak lengkap. Akibatnya,

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 siswa menarik kesimpulan secara salah dan menimbulkan terjadinya miskonsepsi. b. Wawancara Diagnosis Wawancara dapat juga dilakukan untuk mendeteksi miskonsepsi pada siswa. Dalam wawancara ini, guru memilih konsep fisika yang diperkirakan sulit dimengerti, kemudian siswa diajak untuk mengekspresikan gagasan mereka mengenai konsep-konsep tersebut. Dengan cara tersebut, dapat diketahui miskonsepsi yang ada dan darimana mereka memperoleh miskonsepsi tersebut. Selain menggunakkan kedua alat tersebut, instrumen lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada siswa adalah CRI (Certainty of Response Index). Instrumen ini dikembangkan oleh Hassan (1999) dan merupakan tingkat keyakinan siswa dalam menjawab soal. Skala tingkat keyakinan yang akan digunakan adalah skala 2 dengan kriteria yakin dan tidak yakin. Instrumen ini akan digabungkan dengan tes multiple choice dengan reasoning terbuka, sehingga disebut sebagai tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat. Tingkat pertama berisi pilihan jawaban, tingkat kedua berisi alasan dan tingkat ketiga berisi keyakinan. 3. Penyebab Miskonsepsi dan Cara Mengatasinya Dalam Suparno (2005: 29), penyebab miskonsepsi secara garis besar diringkas dalam lima kelompok, yaitu: siswa, guru, buku teks, konteks dan metode mengajar.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 a. Siswa Beberapa penyebab miskonsepsi yang berasal dari siswa yaitu: • Prakonsepsi atau Konsep Awal Siswa Biasanya, banyak siswa yang telah memiliki konsep awal tentang suatu bahan sebelum siswa mengikuti kegiatan pembelajaran. Salah konsep awal ini jelas akan menyebabkan miskonsepsi saat mengikuti kegiatan pembelajaran hingga kesalahan tersebut diperbaiki dengan cara siswa dihadapkan pada kenyataan yang sesungguhnya bahwa konsep tersebut tidak benar. • Pemikiran Asosiatif Asosiasi siswa terhadap istilah-istilah sehari-hari kadangkadang juga membuat miskonsepsi. Banyak siswa mengasosiasikan kerja dan energi. Menurut siswa, bila seseorang sudah mengeluarkan energi yang besar untuk mendorong mobil maka pasti terjadi kerja meskipun mobil itu tetap diam. Bila ini terjadi, maka untuk mengatasinya adalah dengan memberi penjelasan konsep secara pelan-pelan dan memperlihatkan kejadiannya agar siswa dapat mengubah pikiran asosiatifnya. • Pemikiran Humanistik Dalam model pemikiran ini, siswa menganggap benda itu berperilaku seperti manusia. Misalnya, siswa beranggapan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 bahwa bila benda diam di atas meja, maka benda itu tidak melakukan gaya pada meja, seperti manusia diam tidak melakukan apa-apa. Untuk memperbaikinya, siswa perlu dibantu berpikir dan diberikan contoh nyata serta dituntun untuk mengamati contoh tersebut. • Alasan yang Tidak Lengkap atau Salah Generalisasi Seringkali alasan yang tidak lengkap dipengaruhi karena informasi dan data yang dikumpulkan tidak lengkap. Hal ini sering membuat siswa dengan cepat menarik kesimpulan akan sebuah konsep sehingga terjadilah miskonsepsi. Bilaini terjadi, maka yang perlu dilakukan adalah membantu siswa untuk melengkapi alasan tersebut. • Pemikiran Intuitif Siswa sering mengandalan intuisi yang dimilikiya dalam menarik kesimpulan. Akibatnya, tak jarang siswa mendapatkan miskonsepsi karena tindaknnya. Kebanyakan pemikiran intuitif yang tidak benar lebih mudah diluruskan dengan menghadapkan siswa pada peristiwa atau kejadian yang berlawanan dengan intuisi mereka. • Tahap Perkembangan Kognitif Perkembangan kognitif siswa yang tidak sesuai dengan bahan yang digeluti dapat menjadi penyebab adanya miskonsepsi siswa. Untuk mengatasi penyebab ini, maka seorang guru perlu

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 menjelaskan konsep yang ada sesaui dengan perkembangan kognitif siswa. Misalnya dengan memberi contoh nyata kemudian pelan-pelan ke abstrak. • Kemampuan Siswa Kebanyakan siswa yang kemampuannya dalam bidang fisika lemah, akan banyak mengalami miskonspsi dalam belajar fisika. Mereka tidak dapat menangkap konsep fisika yang diajarkan guru secara lengkap dan tepat. Untuk mengatasi penyebab demikian, maka yang perlu dilakukan adalah memberi bantuan secara pelan-pelan hingga siswa dapat memahami dengan baik. • Minat Belajar Siswa yang tidak berminat belajar fisika, cenderung mengalami miskonsepsi. Maka dari itu siswa perlu diberi motivasi misalnya dengan membuat pembelajaran lebih menarik menggunakkan metode pembelajaran yang tidak monoton. b. Guru Kesalahan guru biasanya terjadi dalam dua hal yaitu: (1) Karena guru tidak menguasai konsep yang benar dari bahan fisika, dan (2) guru menjelaskan secara keliru meskipun konsep yang diajarkan dikuasainya. Selain itu tidak memberi waktu siswa untuk mengungkapkan gagasan dan buruknya relasi dengan siswa juga merupakan tindakan guru yang dapat menyebabkan terjadinya

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 miskonsepsi. Maka dari itu, guru perlu memperbaiki hal tersebut dan belajar mendalami lagi konsep yang akan diajarkan. c. Buku Teks Beberapa miskonsepsi juga berasal dari buku teks yang digunakan siswa. Kesalahan yang tertulis dalam buku teks akan mudah dicerna oleh siswa dan dengan demikian mereka memperoleh miskonsepsi. Dalam mengatasi hal tersebut, guru perlu memperhatikan buku teks yang digunakan oleh siswa dan memeriksa secara teliti isi dari buku tersebut untuk melihat ada tidaknya miskonsepsi yang mungkin dapat ditimbulkan. d. Konteks Kesalahan siswa dapat berasal dari kekacauan bahasa yang digunakan, karena bahasa sehari-hari lain dengan bahasa ilmiah. McClelland (1985) dalam Suparno (2005: 72) menganjurkan guru mendefiniskan istilah dan konsep dengan jelas dan tidak menggunakkan bahasa yang ambigu, serta melatih siswa dengan cara yang sama. e. Metode Mengajar Beberapa siswa mengalami miskonsepsi dari metode mengajar yang digunakan guru. Maka sangat penting, suatu metode mengajar yang dapat menimbulkan miskonsepsi, terlebih bila sering, perlu dikritisi dan dilihat kembali. Seperti misalnya, beberapa guru menjelaskan konsep fisika secara langsung dengan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 bentuk matematika, dengan rumus matematis. Kadang-kadang siswa hanya menghafal rumus itu, tetapi tidak dapat mengerti konsep apa yang ada dibaliknya sehingga terjadi miskonsepsi. Persoalan seperti ini harus dibenahi dan dilihat kembali agar peluang terjadinya miskonsepsi pada siswa semakin kecil. 4. Metode Pembelajaran untuk Mengatasi Miskonsepsi Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, cara yang dapat digunakan untuk mengatasi miskonsepsi pada siswa yaitu: a. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu (Darmadi, 2017: 184). Metode ini pernah digunakan untuk mengatasi miskonsepsi siswa dalam memahami Hukum Archimedes oleh Sri Puji Astuti pada tahun 2010 dalam penelitiannya yang berjudul Pemahaman, Miskonsepsi dan Cara Mengatasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI Teknik Jaringan Komputer SMK Negeri 2 Klaten tentang Hukum Archimedes dengan Metode Demonstrasi. Dalam penelitian tersebut, setelah mendeteksi terjadinya miskonsepsi pada siswa dengan melakukan pretest menggunakan instrument berupa Tes multiple Choice dengan Reasoning Terbuka, metode demonstrasi digunakan untuk mengatasi miskonsepsi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode demonstrasi dapat digunakan untuk mengatasi miskonsepsi siswa terhadap

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 Hukum Archimedes. Hal ini dapat dilihat dengan terjadinya peningkatan pemahaman mereka sesuai dengan konsep yang sesungguhnya melalui hasil posttest yang peneliti lakukan sesudah demonstrasi berakhir. Meskipun berhasil mengatasi miskonsepsi, metode demonstrasi ini masih memiliki beberapa keterbatasan. Menurut Smaldino, etc (2011: 32), keterbatasan metode demonstrasi yaitu: o Pandangan yang terbatas. Setiap siswa mungkin tidak memiliki pandangan yang setara dalam memahami konsep yang tertuang dalam metode demonstrasi yang dilakukan, sehingga beberapa siswa mungkin melewatkan beberapa aspek pengalaman tersebut. o Masalah Mengikuti. Tentu saja tidak semua siswa bisa mengikuti demonstrasi ketika hanya satu tahapan tunggal yang digunakan. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi dan media pembelajaran. Guru dapat menyiapkan video pembelajaran yang menunjukkan sebuah demonstrasi kepada siswa dan membahasnya bersama. Tentu saja cara tersebut sangat bermanfaat, karena guru tidak harus melaksanakan demonstrasi dan memandu pengamatan siswa pada saat yang bersamaan (Smaldino etc, 2011: 33).

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 b. Menggunakan Video Pembelajaran Sean dan Krause (2014) dalam penelitian yang berjudul The effect of Incorporating Youtube Videos into an Interventon Anddressing Students’ Misconceptions Related to Solution, Solubility dan Saturation menunjukkan bahwa video pembelajaran yang berisi demonstrasi dapat dijadikan sebagai sebuah sarana baru untuk mengatasi miskonsepsi pada siswa. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2013 dan melibatkan 39 orang siswa dari berbagai jurusan yang telah terdaftar di kelas teknik dan ilmu pengantar material. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi penggunaan video di youtube yang membahas miskonsepsi tentang konsep solusi dan kelarutan (Solution and Solubility Concept). Instrument penilaian yang digunakan dalam penelitian ini berupa pretest dan posttest. Pretest dilakukan sebelum video ditayangkan, sedangkan posstest dilakukan setelahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video yang berisi demonstrasi tentang konsep solusi dan kelarutan, sangat efektif untuk memperbaiki miskonsepsi siswa. Dari hasil tersebut, peneliti menyatakan bahwa jenis intervensi demikian, berpotensi diterapkan pada miskonsepsi siswa terhadap konsep-konsep lainnya.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 G. Hukum Archimedes Berikut adalah Uraian materi Hukum Archimedes berdasarkan kurikulum 2013 edisi revisi 2016 dalam Kanginan, Marthen. 2017. Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. 1. Hukum Archimedes Suatu benda yang dicelupkan dalam zat cair mendapat gaya ke atas sehingga benda kehilangan sebagian beratnya. Gaya ke atas ini disebut gaya apung yaitu suatu gaya ke atas yang dikerjakan oleh zat cair pada benda. Besarnya gaya apung ini sama dengan berat benda di udara dikurangi berat benda dalam zat cair. Gaya apung ini dapat dipahami dengan mengikuti bagaimana Archimedes mula-mula menemukan hukumnya, sebagai berikut: • Bila kita celupkan batu ke dalam sebuah bejana berisi air, permukaan air akan naik. Hal tersebut disebabkan volume batu menggantikan volume air. Volume air tumpah ditampung tepat sama dengan volume batu yang menggantikan air. Jadi, suatu benda yang dicelupkan seluruhnya dalam zat cair selalu menggantikan volume zat cair yang sama dengan volume benda itu sendiri. • Dengan mengaitkan, gaya apung yang dirasakannya dengan volume zait cair yang dipindahkan benda, Archimedes menemukan sebuah hukum yang berbunyi “Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu fluida

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut”. Hukum tersebut kemudian dikenal sebagai Hukum Archimedes. Gaya apung ini muncul karena selisih antara gaya hidrostatis yang dikerjakan fluida terhadap permukaan bawah dengan permukaan atas benda. Dengan kata lain, gaya apung terjadi karena semakin dalam zat cair, semakin besar tekanan hidrostatisnya. Hal tersebut menyebabkan tekanan pada bagian bawah benda lebih besar daripada tekanan pada bagian atasnya. Perhatikan sebuah silinder dengan tinggi h dan luas A yang tercelup seluruhnya di dalam zat cair dengan massa jenis ρf (gambar 2.1). Gambar 2.1. Menentukan rumus gaya apung Gambar 2.1 menunjukan bahwa fluida melakukan tekanan hidrostatis P1 = ρfgh1 pada bagian atas silinder. Gaya yang berhubungan dengan tekanan ini adalah F1 = P1A = ρfgh1A dengan arah ke bawah. Dengan cara yang sama, fluida melakukan tekanan hidrostatis F2 = P2A = ρfgh2A dengan arah ke atas. Resultan kedua gaya ini adalah gaya apung Fa. Fa = F2 – F1 = ρfgh2A - ρfgh1A = ρfgA (h2 - h1) karena F2 – F1

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 = ρfgAh karena h2 – h1 = h = ρfgVbf karena Ah = Vbf adalah volume silinder yang tercelup dalam fluida. Perhatikan, ρfVbf = Mf adalah massa fluida yang dipindahkan oleh benda; ρfgVbf = Mfg adalah berat fluida yang dipindahkan oleh benda. Jadi, gaya apung Fa yang dikerjakan fluida pada benda (silinder) sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda (silinder). Pernyataan tersebut berlaku untuk sembarang bentuk benda dan telah dinyatakan sebelumnya sebagai hukum Archimedes. Jadi, gaya apung dapat dirumuskan sebagai berikut. Fa = Mfg (1) Fa = ρfgVbf (2) Dengan ρf = massa jenis fluida (g/cm3 atau kg/m3) dan Vbf = volume benda yang tercelup dalam fluida (m3). Bila benda tercelup seluruhnya, Vbf = volume benda. Namun, jika volume benda hanya tercelup sebagian, Vbf = volume benda yang tercelup dalam fluida saja. Tentu saja untuk kasus ini, Vbf < volume benda. 2. Mengapung, Tenggelam dan Melayang (a) (b) (c) Gambar 2.2. Perisitiwa (a) mengapung, (b) melayang dan (c) tenggelam (Sumber: Fisika zone)

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Ada tiga peristiwa yang dapat terjadi apabila suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair atau fluida, yaitu mengapung seperti pada gambar 2.2a, melayang seperti pada gambar 2.2b dan tenggelam seperti pada gambar 2.2c. Benda mengapung jika sebagian benda tercelup di dalam zat cair dan sebagian lainnya masih berada di udara. Jika volume benda adalah Vb dan volume benda tercelup adalah Vbf maka pada keadaan mengapung, Vb > Vbf. Sementara itu, benda dikatakan melayang apabila benda tercelup seluruhnya namun tidak menyentuh dasar permukaan zat cair. Dalam keadaan melayang Vb = Vbf. Pada saat tercelup sebagian atau seluruhnya dalam zat cair, bekerja gaya apung (Fa). Dengan demikian, pada benda yang tercelup dalam zat cair bekerja dua buah gaya yaitu gaya berat (w) dan gaya apung (Fa). Pada benda yang mengapung dan melayang terjadi kesetimbangan antara berat benda w dan gaya apung Fa, sehingga berlaku: ∑F = 0 + Fa – w = 0 atau w = Fa mb.g = Mf.g ρbgVb = ρfgVbf ρbVb = ρfVbf ρb = (ρfVbf)/Vbf Saat mengapung : Vbf < Vb, sehingga Syarat Mengapung : ρb < ρf (3)

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Saat melayang : Vbf = Vb, sehingga Syarat Melayang : ρb = ρf (4) Sedangkan pada saat tenggelam, benda tercelup sepenuhnya dan menyentuh dasar permukaan zat cair. Pada benda tenggelam, besarnya gaya apung yang bekerja kurang dari berat bendanya. Saat menyentuh dasar permukaan fluida, selain gaya apung terdapat gaya lain yang searah dengan gaya apung yaitu gaya normal. Gaya normal adalah gaya yang tegak lurus bidang yang ada ketika benda menyentuh zat padat. Pada keadaan setimbang berlaku w = Fa + N, sehingga: w > Fa mb.g > Mf.g ρbgVb > ρfgVbf Saat tenggelam : Vb = Vbf, Sehingga Syarat tenggelam : ρb > ρf (5) 3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari Beberapa penerapan hukum Archimedes dapat dilihat pada Hidrometer, Kapal laut, Kapal selam dan Balon udara. H. Penelitian Miskonsepsi pada Materi Hukum Archimedes Diki Rukmana (2017: 36-43) dalam penelitiannya yang berjudul Identifikasi Miskonsepsi pada Materi Prinsip Archimedes di SMK dengan Menggunakkan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Tiga Tingkat menemukan terjadinya miskonsepsi terhadap siswa. Baik siswa yang sebelumnya telah mempelajari prinsip tersebut maupun siswa yang sama sekali belum

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 mendapatkan pembelajaran tersebut. Miskonsepsi siswa terletak pada faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan benda di dalam fluida (mengapung, melayang dan tenggelam). Faktor tersebut meliputi pengaruh massa, volume, bentuk benda, goncangan pada benda, volume air, volume benda yang tercelup, penggabungan dua jenis benda dan pengaruh adanya rongga udara pada benda. Berdasarkan penelitian ini beberapa miskonsepsi yang terjadi pada siswa dan akan dibahas dalam video pembelajaran yaitu: ▪ Massa/berat benda berkurang ketika dimasukkan ke dalam air; ▪ Bila massa benda lebih ringan daripada massa fluida, maka benda akan mengapung; ▪ Bentuk dan ketebalan benda mempengaruhi posisi benda dalam fluida; ▪ Benda berujung tajam lebih mudah tenggelam daripada benda tumpul; ▪ Benda mengapung bila digabungkan dengan benda tenggelam yang memiliki volume yang sama, akan melayang dalam fluida. Penelitian Kristian Purwo (2006) yang berjudul Pemahaman dan Miskonsepsi Siswa SMA Tarakanita Magelang Tentang Hukum Archimedes dan penelitian Sri Puji Astuti (2010) yang berjudul Pemahaman, Miskonsepsi, dan Cara Mengatasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 2 Klaten Tentang Hukum Archimedes dengan Metode Demonstrasi, juga menunjukkan terjadinya miskonsepsi siswa dalam memahami Hukum Archimedes. Beberapa miskonsepsi yang sering dialami siswa adalah:

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 ▪ Menganggap bahwa sebuah kubus yang tercelup dalam air tidak memiliki volume yang sama dengan volume zat cair yang didesak. ▪ Menyatakan volume fluida bertambah, saat benda tercelup ke dalamnya. ▪ Menyatakan berat benda akan lebih besar bila berada dalam zat cair. ▪ Menyatakan berat benda berkurang di dalam fluida. ▪ Gaya apung yang dialami benda dipengaruhi oleh kedalamannya dalam zat cair. Semakin dalam, maka gaya apung yang dialami oleh suatu benda akan semakin besar. Ada juga yang berpikir sebaliknya. ▪ Menyatakan bahwa benda tenggelam tidak mengalami gaya apung, Rahmawati, et al (2017: 206-212), dalam penelitiannya yang berjudul Students Misconception about Archimedes Law juga menemukan miskonsepsi serupa yang ditemukan pada penelitian diatas yaitu ▪ Siswa menyatakan bahwa kedalaman zat cair mempengaruhi gaya apung; ▪ Menganggap bahwa volume benda yang tercelup tidak sama dengan volume fluida yang didesak oleh benda. I. Kaitan Teori Dengan Penelitian Berikut ini adalah kaitan teori dengan penelitian: (1) Teori dan miskonsepsi siswa terhadap hukum Archimedes pada penelitian sebelumnya akan digunakan untuk membuat instrumen pengumpul data (2) Video tentang hukum Archimedes akan dikembangkan dan digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa SMA kelas XI. (3) Data penelitian akan dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan tentang keefektifan video yang dikembangkan berdasarkan tujuan penelitian.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA, ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini merupakan Desain Riset yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk. Produk yang dikembangkan berupa video pembelajaran tentang Hukum Archimedes. Produk ini dikembangkan dengan mengikuti sebagian langkah-langkah penelitian pengembangan. Produk yang telah selesai dibuat dan dinyatakan layak berdasarkan hasil uji coba, digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi Hukum Archimedes. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan pada penelitian ini sebagai berikut: 1. Penelusuran Masalah dan Potensi Tahap ini dilakukan pada bulan Oktober – November 2017. Pada kegiatan ini, peneliti bersama dengan dosen pembimbing mendiskusikan masalah serta potensi yang bisa dijadikan sebagai topik penelitian. Masalah dan potensi tersebut ditelusuri dengan memilih materi/topik fisika terlebih dahulu, dengan tujuan memudahkan peneliti untuk melihat masalah dan potensi disekitar materi yang dipilih. Dari beberapa bidang fisika yang tersedia, peneliti memilih materi pada bidang mekanika fluida statis yaitu tentang Hukum Archimedes. Materi ini dipilih karena berdasarkan beberapa penelitian, siswa pada sekolah menengah atas sering mengalami miskonsepsi atau salah konsep terhadap materi tersebut. 52

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Masalah ini berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan untuk mengembangkan sebuah produk berupa video pembelajaran, karena video pembelajaran dapat memperbaiki miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap sebuah konsep (Sean dan Krause, 2014). Secara ringkas, masalah dan potensi yang akan dijadikan sebagai topik dalam penelitian ini yaitu: Masalah : Miskonsepsi Siswa terhadap Hukum Archimedes Potensi : Pengembangan dan penggunaan video pembelajaran untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi Hukum Archimedes 2. Pengumpulan Informasi Tahap ini dilakukan pada bulan November 2017 – Maret 2018. Informasi yang dikumpulkan berupa cara mengembangkan media pembelajaran (video pembelajaran) yang baik dan informasi mengenai fungsi, tujuan, manfaat dan cara penggunaannya dalam pembelajaran. Selain itu, dari segi materi fisika yang diteliti, informasi yang dikumpulkan berupa miskonsepsi tentang Hukum Archimedes berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Adapun rincian sumber informasi yang digunakan untuk mengembangkan produk baik dari segi media maupun materi, dapat dilihat pada tabel berikut:

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Tabel 4.1. Sumber informasi pengembangan media Pembelajaran Bentuk Judul Sumber Pengembangan untuk Aspek Media Buku Media dan teknologi dalam pembelajaran Buku Media Pembelajaran Artikel Making Good Physics Video Buku Pedoman Pengembangan Media Video Buku Instructional Technology & Media For Learning: Teknologi pembelajaran dan media untuk belajar Buku Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian Buku Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru Pengembangan untuk Aspek Materi Artikel Identifikasi Miskonsepsi pada Penelitian Materi Prinsip Archimedes di SMK dengan Menggunakkan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Tiga Tingkat Artikel Students Misconception About Penelitian Archimedes Law Buku Fisika untuk SMA/MA Kelas XI Penelitian Skripsi Penelitian Skripsi Pemahaman dan Miskonsepsi Siswa SMA Karatanita Magelang tentang Hukum Archimedes Pemahaman, Miskonsepsi, dan Cara Mengatasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 2 Klaten Tentang Hukum Archimedes dengan Metode Demonstrasi Penulis Tahun Benny A. Pribadi Cepi Riyana Lincoln Riyana 2017 Smaldino, dkk 2011 2012 2017 2007 Susilana dan 2009 Cepy Riyana Yudhi 2010 Munadhi Diki Rukmana 2017 Indah Dwi Rahmawati Marthen Kanginan Kristian Purwo 2017 Sri Puji Astuti 2010 2017 2006 3. Desain Produk Tahap ini dilakukan pada bulan April 2018 – Oktober 2018. Tahap ini meliputi beberapa kegiatan yaitu perencanaan, penulisan skenario, dan pembuatan video (perekaman dan pengeditan).

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 a. Perencanaan pembuatan video Pada tahap ini, peneliti merencanakan desain video yang akan dikembangkan. Desain video yang ingin dikembangkan awalnya yaitu video dalam bentuk animasi 2D. Namun, desain video ini memiliki kelemahan untuk pembelajaran fisika yaitu terlalu manipulatif. Kelemahan ini membuat peneliti memilih alternatif lain dan alternatif tersebut yaitu “take” video di laboratorium. Tujuannya adalah agar dapat memberi kesan dan pengalaman belajar nyata kepada siswa. Setelah itu, peneliti memilih beberapa miskonsepsi tentang hukum Archimedes. Miskonsepsi terpilih dibahas dengan merencanakan isi tentang video pembelajaran beserta aktivitas (adegan-adegan) yang akan dilakukan di dalamnya (rencana terlampir pada lampiran 3). Rencana tersebut kemudian diintegrasikan dengan rencana alur video seperti pada tabel berikut: Tabel 4.2. Rencana alur video pembelajaran Rencana Alur Video Pembelajaran 1. Pemaparan judul video 2. Pemaparan tujuan pembelajaran pembelajaran 3. Stimulus atau Pengantar 4. Demonstrasi/penjelasan materi

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 5. Kesimpulan Video pembelajaran ini dibagi menjadi 4 klip video agar durasi video tidak terasa lama dan untuk memudahkan siswa memilih video dengan pokok bahasan tertentu yang ingin dipelajari. Satu klip video membahas suatu pokok bahasan, seperti pada tabel berikut: Tabel 4.3. Pokok bahasan pada setiap klip video Video Nomor Pokok Bahasan pembelajaran bagian Klip pertama 1 Konsep volume benda yang tercelup sebagian/seluruhnya di dalam zat cair. 2 Konsep gaya apung dan Hukum Archimedes Klip Kedua 3 Faktor yang tidak mempengaruhi gaya apung. 4 Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya apung dan gaya apung pada benda tenggelam. Klip Ketiga 5 Faktor-faktor yang tidak mempengaruhi gaya apung dan posisi benda (mengapung, melayang dan tenggelam) dalam fluida. Klip Keempat 6 Syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. b. Penulisan Skenario Skenario ditulis untuk memudahkan proses ‘take’ video. Hal ini karena skenario merupakan sebuah naskah yang berisi tentang setting pengambilan scene demi scene, alur cerita dan narasi yang harus diucapkan oleh narrator. Adanya skenario membuat penjelasan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 menjadi lebih terkonsep sehinggga isi video dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa. Gambaran skenario pembuatan video ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.4. Gambaran skenario pembuatan video Video pembelajaran Klip Pertama Nomor bagian Durasi (detik) 21 71 1 75 16 9 6 7 64 2 14 16 Klip Kedua 16 12 3 79 9 Keterangan isi video Pengantar, judul dan tujuan pembelajaran. Stimulus pembelajaran: benda yang tercelup dalam fluida Demonstrasi dan penjelasan mengenai konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Kesimpulan mengenai konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Pengantar untuk pembahasan selanjutnya: konsep gaya apung Pemaparan tujuan pembelajaran Pengenalan alat dan bahan beserta kegiatan yang akan dilakukan. Demonstrasi dan penjelasan mengenai konsep gaya apung Kesimpulan tentang Hukum Archimedes Pengantar untuk pembahasan selanjutnya: pengaruh kedalaman terhadap posisi benda. Pemaparan judul dan tujuan pembelajaran. Pengenalan alat dan bahas serta penjelasan mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Demonstrasi dan penjelasan mengenai pengaruh posisi kedalaman benda dalam fluida terhadap gaya apung. Kesimpulan mengenai ada tidaknya pengaruh kedalaman terhadap posisi benda dalam

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Video pembelajaran Nomor bagian Durasi (detik) 5 9 16 75 14 4 18 22 63 23 Klip Ketiga 15 55 177 5 14 113 Keterangan isi video fluida. Pengantar untuk pembahasan selanjutnya: hubungan massa jenis dengan gaya apung. Pemaparan tujuan pembelajaran Penjelasan alat dan bahan demonstrasi serta kegiatan yang akan dilakukan. Demonstrasi dan penjelasan mengenai hubungan massa jenis fluida dengan gaya apung. Kesimpulan mengenai hubungan massa jenis fluida dengan gaya apung. Penjelasan tambahan mengenai hubungan volume benda yang tercelup dengan gaya apung. Kesimpulan mengenai hubungan antara volume benda yang tercelup dengan gaya apung. Analisa mengenai ada tidaknya gaya apung pada benda tenggelam. Pengantar untuk pembahasan selanjutnya: faktor-faktor yang mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Pemaparan judul dan tujuan pembelajaran. Penjelasan alat dan bahan serta kegiatan yang akan dilakukan. Demonstrasi dan penjelasan mengenai faktor-faktor yang tidak mempengaruhi gaya apung. Kesimpulan mengenai faktorfaktor yang tidak mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Demonstrasi dan penjelasan tambahan mengenai pengaruh bentuk benda terhadap gaya apung.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Video pembelajaran Nomor bagian Durasi (detik) Keterangan isi video Kesimpulan mengenai pengaruh bentuk benda terhadap gaya apung. Pengantar untuk pembahasan selanjutnya: syarat-syarat benda 7 mengapung, melayang dan tenggelam. Klip Keempat Pemaparan judul dan tujuan 13 pembelajaran Penjelasan alat dan bahan serta 47 kegiatan yang akan dilakukan. Demonstrasi dan penjelasan mengenai syarat-syarat benda 74 mengapung, melayang dan 6 tenggelam. Kesimpulan mengenai syarat6 syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam Contoh sebuah persoalan dan 84 pembahasan. 10 Penutup *Skenario lengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4. 7 c. Pembuatan Video Tahap ini dimulai dengan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan seperti perlengkapan rekaman (handycam dan tripod) serta beberapa alat dan bahan laboratorium yang diperlukan untuk kegiatan demonstrasi. Untuk mendapatkan semua alat dan bahan tersebut, peneliti mengajukan surat peminjaman alat dan bahan yang ditujukan kepada kepala laboratorium micro teaching dan kepala laboratorium pendidikan fisika, USD, Yogyakarta. Setelah mendapatkan ijin peminjaman alat, peneliti melakukan uji coba perekaman video pada tanggal 09 Oktober 2018 di laboratorium 2, pendidikan fisika. Perekaman ini dimulai pada pukul 09.00 s/d 15.00 WIB. Setelah

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 berhasil melakukan uji coba, peneliti melanjutkan perekaman pada tanggal 11, 12 dan 15 oktober di tempat yang sama dan pada jam yang sama. Video yang telah selesai direkam, kemudian diedit dengan menggunakkan aplikasi editing video untuk PC yaitu Adobe Premier Pro CC 2015. Pada proses pengeditan ini, tulisan-tulisan, pemaparan judul dan tujuan pembelajaran dibuat dengan menggunakkan Microsoft power point 2016. Hasilnya kemudian digabungkan dengan video yang telah direkam dan editing finalnya di dubbing dengan merekam ulang suara menggunakkan aplikasi Asus recording agar hasilnya lebih maksimal. Berikut contoh gambar perekaman dan pengeditan video. (a) (b) Gambar 4.1. Contoh hasil ‘take’ video (a) dan hasil pengeditan (b) 4. Validasi dan Perbaikan Desain Validasi dilakukan untuk mengetahui apakah video pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan atau tidak. Validasi ini meliputi dua aspek yaitu validasi berdasarkan aspek media dan aspek materi. Validasi berdasarkan aspek media dilakukan oleh ahli media atau dalam hal ini yaitu dosen pembimbing. Hasil validasi ini diperoleh dari konsultasikonsultasi selama perencanaan, pembuatan/pengerjaan video pembelajaran. Sedangkan validasi berdasarkan aspek materi dilakukan oleh ahli materi atau dalam hal ini yaitu 3 orang guru fisika kelas XI dengan

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 mengisi kuesioner yang berisi 7 butir penyataan. Video dan lembar validasi dikirim oleh peneliti kepada ahli materi pada tanggal 2 November 2018 via whatsapp. Adapun hasil validasi dari ahli media dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 4.5. Validasi ahli media No Komentar / saran 1. Video pembelajaran sebaiknya berisi demonstrasi yang direkam secara langsung di laboratorium 2. Alur video pembelajaran sudah baik karena diawali dengan tujuan pembelajaran, penjelasan dan diakhiri dengan adanya kesimpulan. 3. Sisipkan tulisan pada bagian penjelasan yang dianggap penting. 4. Media di ujicobakan kepada siswa sebelum digunakan pada penelitian. Tindak lanjut / Perbaikan Mendesain video berisi demonstrasi-demonstrasi yang bisa direkam di laboratorium. Klip video pertama s/d keempat dibuat dengan mengikuti alur tersebut. Tulisan disisipkan pada bagian penjelasan penting. Ujicoba dilakukan dengan melibatkan 4 orang siswa. Sedangkan, hasil validasi dari ahli materi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.6. Hasil kuesioner untuk ahli materi Kode guru GF1 GF2 GF3 Skor tiap butir pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 Total Total skor maks 27 28 28 28 25 28 Rata-rata Presentase Kelayakan 96, 4 % 100 % 89,3 % 95, 2 % Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata nilai presentase kelayakan video pembelajaran ditinjau dari aspek materi yaitu sebesar 95,2 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa materi yang terdapat pada video layak untuk digunakan sebagai bahan ajar.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Meskipun demikian, hasil ini juga harus mempertimbangkan catatan/saran yang diberikan oleh ahli materi agar video pembelajaran yang dikembangkan lebih baik. Adapun catatan/saran yang diberikan oleh ahli materi beserta tindaklanjut maupun perbaikan yang dilakukan oleh peneliti, seperti pada tabel berikut: Tabel 4.7. Validasi ahli materi No Komentar / saran 1. Tujuan pembelajaran pada klip video kedua bagian keempat yaitu tentang “pengaruh volume fluida yang dipindahkan oleh benda terhadap gaya apung” sebaiknya diubah menjadi “pengaruh volume benda yang tercelup dalam fluida dengan gaya apung”. 2. Pada persamaan gaya apung dalam klip video kedua, Vbf seharusnya merupakan volume benda yang tercelup dalam fluida bukan volume fluida yang dipindahkan oleh benda. 3. Pada akhir video klip kedua bagian keempat dikatakan untuk mengetahui syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam akan dibahas pada bagian berikutnya (bagian 5), tapi justru ada pada video bagian 6, artinya tidak terurut. 4. Video layak digunakan dengan melakukan revisi Tindak lanjut / perbaikan Tujuan pembelajaran diubah sesuai saran. Narasi dan tulisan diubah sesuai komentar yang diberikan. Menambahkan narasi pada akhir video yaitu “Namun sebelumnya, mari kita melihat faktor-faktor yang tidak mempengaruhi posisi benda dalam fluida, terlebih dahulu ”.. Revisi dilakukan sesuai komentar/saran. Setelah video telah selesai direvisi, video kemudian diuji cobakan kepada beberapa siswa untuk mengetahui apakah dapat mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman mereka dalam memahami materi Hukum Archimedes.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 5. Uji coba Produk dan Pemakaiannya Uji coba ini dilakukan pada tanggal 6 s/d 11 November 2018 bertempat di SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta. Uji coba ini melibatkan 4 orang siswa kelas XI dengan jurusan IPA. Keterlibatan siswa dalam uji coba ini tidak dilakukan dengan mempertimbangkan prestasi akademik mereka disekolah, tapi berdasarkan partisipasi siswa untuk mau terlibat dalam kegiatan uji coba. Sebelum produk di uji cobakan, siswa terlebih dahulu mengerjakan tes awal (pretest) untuk mengetahui bagaimana pemahaman awal siswa. Setelah itu siswa diberikan treatment yaitu menonton video pembelajaran tentang Hukum Archimedes. Kemudian, siswa mengerjakan tes akhir (posttest) untuk mengetahui bagaimana pemahaman akhir siswa setelah diberikan treatment. Selain itu, siswa juga mengisi kuesioner tentang pemanfatan video pembelajaran sendiri untuk mengetahui bagaimana tanggapan mereka tentang video yang telah dikembangkan, apakah layak atau tidak diberikan sebagai bahan ajar. Adapun hasil tes siswa sebelum dan sesudah diberikan treatment pada kegiatan uji coba ini, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.8. Hasil pretest dan posttest siswa pada uji coba Kode Siswa A B C D Skor diperoleh 7 9 15 11 Pretest Skor Nilai maksimal (%) 30 23,3 30 30,0 30 50,0 30 36,7 Rata-rata 35,0 Skor diperoleh 24 25 27 29 Posttest Skor maksimal 30 30 30 30 Nilai (%) 80,0 83,3 90,0 96,7 87,5

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Berdasarkan hasil rata-rata yang ditunjukkan pada tabel 4.8, dapat diketahui bahwa sebelum diberikan treatment, pemahaman siswa tentang konsep diklasifikasikan masih kurang. Sedangkan setelah diberikan treatment, pemahaman siswa diklasifikasikan sangat baik karena berada berada pada rentang nilai 81-100, kecuali siswa kode A yang hanya diklasifikasikan memiliki pemahaman yang baik tentang konsep. Hasil ini menunjukkan bahwa video pembelajaran tentang Archimedes dapat digunakan pada penelitian selanjutnya untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep tersebut. Sedangkan untuk mengetahui apakah video pembelajaran dapat mengurangi miskonsepsi siswa, maka dapat dilihat dari presentase penurunan miskonsepsi siswa berdasarkan hasil pretest dan posttest seperti pada tabel berikut: Tabel 4.9. Presentase penurunan miskonsepsi siswa pada uji coba No soal Sebelum treatment Js P (%) Sesudah treatment Js P (%) 1 1 25,0 0 00,0 2 3 75,0 0 00,0 3 3 75,0 2 50,0 4 4 100,0 0 00,0 5 3 75,0 0 00,0 6 2 50,0 0 00,0 7 2 50,0 0 00,0 8 4 100,0 0 00,0 9 3 75,0 0 00,0 10 1 25,0 0 00,0 11 1 25,0 0 00,0 12 2 50,0 0 00,0 13 2 50,0 0 00,0 14 3 75,0 1 25,0 15 0 00,0 0 00,0 2 Rata 2,3 56,6 0,2 05,0 *Keterangan: Js = jumlah siswa dan P = presentase Penurunan Miskonsepsi (%) 100,0 100,0 33,3 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 66,7 100,0 93,3

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Dari hasil presentase tersebut, maka dapat diketahui bahwa pada uji coba ini, video pembelajaran dapat mengurangi miskonsepsi siswa dalam memahami materi Hukum Archimedes dengan rata-rata presentase penurunan miskonsepsi yaitu sebesar 93,3 %, sehingga dapat digunakan untuk kepentingan penelitian. Hasil ini juga didukung dengan tingginya presentase penilaian kelayakan pemanfaatan video dalam pembelajaran, seperti pada tabel berikut: Tabel 4.10. Interprestasi kelayakan pemanfaatan video pembelajaran berdasarkan kegiatan uji coba Kode Siswa A B C D Total skor penilaian 50 56 47 49 Total skor maksimal 60 60 60 60 Rata-rata Presentase Kelayakan (%) 83,33 93,33 78,33 81,67 84,17 Interprestasi Layak Layak Layak Layak Layak Berdasarkan hasil pada tabel 4.10, maka dapat diketahui bahwa video pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan sebagai media untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa SMA kelas XI dalam memahami materi Hukum Archimedes tanpa dilakukan revisi lagi. 6. Pengambilan Data Tahapan pengambilan data ini berlangsung pada tanggal 30 Oktober 2018 s/d 22 November 2018 di SMA BP Yogyakarta. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yaitu semua siswa SMA kelas XI IPA yang berjumlah sebanyak 8 orang. Siswa SMA Kelas XI IPA dipilih sebagai subjek penelitian karena materi fisika yang berkaitan dengan penelitian

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 berdasarkan kurikulum 2013 edisi revisi 2016, sedang diajarkan di kelas XI untuk tahun ajaran 2018/2019. Sebelum melakukan pengambilan data, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi di sekolah untuk mendapatkan perijinan dan mendiskusikan jadwal pelaksanaan penelitian dengan guru bimbingan dan konseling. Diskusi jadwal tidak dilakukan bersama guru fisika, karena jam pelajaran fisika tidak bisa diganggu untuk pelaksanaan penelitian. Waktu yang dapat digunakan yaitu hanya saat terdapat jam pelajaran kosong, jam istrahat atau setelah semua kegiatan sekolah telah berakhir. Setelah mendapatkan ketetapan mengenai jadwal pengambilan data, peneliti menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan selama pengambilan data. Pengambilan data ini meliputi beberapa kegiatan yaitu pelaksanaan pretest untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai konsep- konsep yang terkait dengan Hukum Archimedes, pemberian treatment berupa video pembelajaran tentang Hukum Archimedes, dan pelaksanaan posttest untuk mengetahui pemahaman akhir siswa setelah menonton video pembelajaran. Penggunaan treatment dalam pembelajaran dibagi dalam dua tahapan. Tahapan pertama yaitu siswa menonton semua video dengan frukuensi pengulangan hanya sekali dan diminta untuk mencatat hal-hal penting yang dipaparkan pada video selama 25 menit. Setelah tahapan pertama selesai, siswa diberikan LKS yang dikerjakan secara individu. Sedangkan Tahapan kedua yaitu siswa bersama teman sebangku membahas hasil LKS yang telah selesai dikerjakan dan diperbolehkan

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 menonton video secara berulang-ulang bila masih kesulitan dalam memahami konsep. Pembagian tahapan ini dilakukan untuk membuat siswa dapat memperhatikan secara cermat dan memahami dengan baik setiap konsep yang dipaparkan melalui video pembelajaran. Pada akhir kegiatan pengambilan data, peneliti juga menyebarkan kuesioner tentang pemanfaatan video pembelajaran untuk mengetahui apakah video layak digunakan atau tidak sebagai sumber ajar kepada siswa. Berikut rincian jadwal pelaksanaan kegiatan pengambilan data: Tabel 4.11. Jadwal pelaksanaan pengambilan data No 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan Pretest Treatment Wawancara hasil Pretest Posttest Pengisian Kuesioner Wawancara hasil Posttest Tanggal Pelaksanaan 13 November 2018 13 November 2018 15 November 2018 14.10-14.40 14.41-16.25 12.15-12.45 19 November 2018 19 November 2018 22 November 2018 09.10-90.40 09.41-10.00 12.15-12.45 Jam

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Data Penelitian 1. Pretest Pretest diikuti oleh 8 orang siswa dengan kode A s/d H. Berikut tabel hasil pretest masing-masing siswa. Tabel 4.12. Hasil pretest siswa Skor tiap butir pertanyaan Kode Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 A 2 2 1 0 0 0 2 0 0 2 0 1 2 B 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 2 1 0 C 2 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 2 0 D 2 2 2 0 0 0 2 0 0 0 1 2 0 E 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 0 F 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 0 2 0 G 0 0 0 2 1 0 2 0 0 2 2 1 0 H 2 2 2 1 0 0 0 1 0 0 0 1 2 Rata-rata nilai siswa Rangkuman hasil pretest siswa: 14 1 2 0 0 1 0 0 0 15 0 0 0 0 0 1 2 0 Total skor diperoleh 13 11 6 11 7 6 12 11 Total Skor maks 30 30 30 30 30 30 30 30 Nilai siswa 43,3 36,7 20,0 36,7 23,3 20,0 40,0 36,7 32,1 a. Total skor yang mampu diperoleh oleh siswa berada pada angka 6 – 13, sedangkan skor maksimal jika siswa menjawab soal dengan benar yaitu 30. b. Siswa yang memperoleh nilai paling tinggi yaitu siswa kode A dengan nilai sebesar 43,3. Sedangkan siswa yang memperoleh nilai terendah yaitu siswa Kode C dan F dengan nilai sebesar 20,0. 68

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Soal yang paling banyak benar dijawab siswa yaitu soal nomor 7 yaitu tentang pengaruh bentuk benda terhadap posisi benda (mengapung, melayang dan tenggelam) dalam fluida. Dari 8 orang siswa, 6 orang dapat menjawab benar dan memberi alasan yang tepat. Sedangkan soal yang paling tidak bisa dijawab oleh siswa yaitu soal nomor 9 yaitu tentang pengaruh ketebalan terhadap posisi benda dalam fluida . Dari 8 orang siswa, tidak ada yang dapat menjawab benar dan memberi alasan yang tepat. d. Nilai rata-rata pretest siswa yaitu sebesar 32,1 2. Posttest Posttest juga diikuti oleh delapan 8 orang siswa dengan kode A s/d H. Berikut tabel hasil posttest masing-masing siswa. Tabel 4.13. Hasil posttestt siswa Kode Siswa A B C D E F G H 1 2 1 2 2 0 2 2 2 2 2 0 2 2 0 2 1 2 3 1 1 0 2 2 0 2 2 4 1 0 2 2 2 2 1 2 Skor tiap butir pertanyaan 5 6 7 8 9 10 11 12 13 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 1 0 0 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 1 0 2 2 0 2 2 0 0 2 Rata-rata nilai posttest 14 2 2 1 0 1 2 2 0 15 2 2 0 2 2 2 2 0 Total skor diperoleh 26 19 22 26 25 27 23 18 Total Skor maks 30 30 30 30 30 30 30 30 Nilai siswa 86,7 63,3 73,3 86,7 83,3 90,0 76,7 60,0 77,5 69

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Rangkuman hasil posttest siswa: a. Total skor yang mampu diperoleh oleh siswa berada pada angka 18 – 27, sedangkan jika siswa menjawab semua soal dengan benar dan memberi alasan yang tepat, skor maksimum yang dapat diperoleh yaitu 30. b. Siswa yang memperoleh nilai tertinggi yaitu siswa kode F dengan nilai sebesar 90. Sedangkan siswa yang memperoleh nilai terendah yaitu siswa kode H dengan nilai sebesar 60. c. Soal yang paling banyak dijawab benar oleh siswa yaitu soal nomor 6, 7 dan 10 yaitu tentang faktor-faktor yang tidak mempengaruhi posisi benda (mengapung, melayang dan tenggelam) dalam fluida. Dari 8 orang siswa, semuanya mampu menjawab benar dan memberi alasan yang tepat. d. Soal yang paling sedikit dijawab benar oleh siswa yaitu soal nomor 8 tentang pengaruh volume benda terhadap posisi benda dalam fluida dan soal nomor 14 tentang hubungan volume benda yang tercelup dengan massa jenis fluida. Dari 8 orang siswa, 2 orang menjawab benar tapi tidak bisa memberi alasan yang tepat dan 2 orang tidak bisa menjawab benar dan memberi alasan yang sesuai. e. Nilai rata-rata posttest yang diperoleh oleh siswa yaitu 77,5.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Analisis Data dan Pembahasan 1. Hasil Pretest dan Posttest a. Soal Nomor 1 Soal Pretest Soal Posttest 2 liter 2 liter Volume bola = 0,5 liter Gambar di atas memperlihatkan sebuah wadah berisi air dengan volume sebesar 2 liter. Bila sebuah benda berbentuk bola dengan volume 0,5 liter dicelupkan seluruhnya ke dalam wadah berisi air tersebut, berapakah volume air yang akan didesak/dipindahkan oleh bola yang tercelup? 0,5 liter b. 1 liter c. 2 liter d. 2,5 liter Volume Kubus = 0,5 liter Gambar di atas memperlihatkan sebuah wadah berisi air dengan volume sebesar 2 liter. Bila sebuah benda berbentuk kubus dengan volume 0,5 liter dicelupkan seluruhnya ke dalam wadah berisi air tersebut, berapakah volume air yang akan didesak/dipindahkan oleh kubus yang tercelup? a. 0,5 liter b. 1 liter c. 2 liter d. 2,5 liter Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah 0,5 liter. Karena bila benda tercelup sebagian/seluruhnya ke dalam fluida maka akan menggantikan volume fluida yang sama dengan volume benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya tersebut. Volume bola yang tercelup dalam fluida adalah 0,5 liter, maka volume fluida yang didesak/dipindahkan sama dengan 0,5 liter. 71

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.14. Analisis hasil pretest soal nomor 1 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A B Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan 0,5 liter Karena bola yang tercelup Yakin memiliki volume sebesar 0,5 liter, sehingga hanya 0,5 liter volume air yang didesak/berpindah. 2,5 liter Karena jika bola dimasukan, Tidak volume air akan bertambah Yakin C 0,5 liter D 0,5 liter E 2,5 liter Karena ketika bola dicelupkan ke dalam air, maka volume air yang semula 2 liter, akan berpindah sebesar 0,5 liter sesuai dengan volume bola yang tercelup. Karena volume bola tercelup adalah 0,5 liter sehingga volume fluida yang didesak sama dengan volume bola yang tercelup. Karena jika bola tercelup maka volume yang di dalam wadah akan dipindahkan ke bola Yakin Yakin Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban, semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab salah karena menganggap bahwa bila benda tercelup dalam fluida, maka volume fluida akan bertambah. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab salah dan menganggap bahwa volume fluida yang berpindah, dipindahkan pada benda yang tercelup dalam fluida tersebut. Karena yakin dengan jawaban, maka ini menunjukkan 72

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan F 2,5 liter Karena air didesak oleh benda Yakin G 2,5 liter Yakin H 0,5 liter Karena pilihan yang lainnya setara dengan volume air mula-mula, atau lebih kecil. Jadi nggak mungkin udah ditambahin bola tetap sama. Sama seperti menambahkan benda lain ke dalam wadah berisi fluida. Saat benda dengan volume 0,5 liter tercelup seluruhnya, maka volume fluida akan didesak sebesar volume benda tercelup. Yakin Keterangan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa F menjawab salah karena hanya mengerti bahwa volume fluida akan didesak oleh benda saat tercelup dalam fluida. Karena yakin dengan jawaban, maka ini menunjukkan siswa mengalami miskonsepsi. Siswa G menjawab salah karena menganggap bahwa volume benda tercelup tidak mungkin sama dengan volume fluida yang didesak. Karena yakin dengan jawaban, maka ini menunjukkan siswa mengalami miskonsepsi. Siswa H menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban, semakin menunjukkan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebelum diberikan treatment terdapat 4 orang siswa yang paham dengan konsep, 1 orang siswa kurang paham dan 3 orang siswa mengalami miskonsepsi terhadap konsep yang ditanyakan. Miskonsepsi pada pertanyaan ini yakni menjawab volume benda yang tercelup seluruhnya ke dalam fluida tidak sama dengan volume yang didesak oleh benda tercelup seluruhnya tersebut. Dari alasan 73

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang diberikan siswa, maka penyebab miskonsepsi pada pertanyaan ini yaitu karena tidak memahami pertanyaan dengan baik, konsepsi awal siswa salah (tidak sesuai dengan konsep seharusnya), pemahaman konsep kurang lengkap sehingga siswa salah dalam memberi jawaban. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 1 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Pertama Menit Ke 01.28 – 02.57 : Demonstrasi yang menjelaskan tentang konsep volume benda yang tercelup dalam fluida “Benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya dalam fluida akan menggantikan volume fluida yang sama dengan volume benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida tersebut”. Tabel 4.15. Analisis hasil posttest soal nomor 1 untuk masing-masing siswa. Kode Siswa A B Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan 0,5 liter Karena setiap benda yang tercelup Yakin sebagian atau seluruhnya dalam fluida, maka akan menggantikan volume fluida yang sama dengan volume benda. Volume benda tercelup = 0,5 liter, maka volume yang berpindah sama dengan 0,5 liter. 0,5 liter Karena volume air yang didesak naik Yakin sama seperti volume kubus yang tercelup seluruhnya. Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami dengan baik konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban, semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B konsep dalam jawaban menjawab benar dan memahami volume benda yang tercelup fluida. Keyakinan terhadap semakin menunjukkan bahwa 74

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan C 0,5 liter Karena volume air yang didesak sama dengan volume kubus Yakin D 0,5 liter Karena volume benda yang tercelup selalu menggantikan/memindahkan volume fluida yang besarnya sama dengan volume benda yang tercelup Yakin E 0,5 liter Karena volume air meningkat Yakin F 0,5 liter Sesuai volume kubus yang tercelup maka volume air yang didesak sama dengan volume kubus yang tercelup tersebut. Yakin G 0,5 liter Sesuai volume Tdk Yakin Keterangan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa menjawab benar tapi salah memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa F menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa menjawab benar tapi tidak dapat 75

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan 0,5 liter Karena vol air yang terdorong (didesak) oleh balok sebanyak 0,5 liter. Volume benda tercelup = volume air yang didesak. Yakin Keterangan menjelaskan konsep secara lengkap. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa setelah diberikan treatment, terdapat 6 orang siswa yang paham dengan konsep volume benda yang tercelup dalam fluida, 1 orang siswa kurang paham dan 1 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap bahwa volume fluida meningkat saat benda tercelup pada fluida tersebut. Dari alasan yang diberikan siswa, maka penyebab miskonsepsi pada pertanyaan ini yaitu karena reasoning yang diberikan oleh siswa tidak sesuai dengan konsep seharusnya. 76

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Soal Nomor 2 Soal Pretest Soal Posttest b a a Dua buah benda dengan massa jenis yang berbeda tercelup seluruhnya ke dalam air. Benda a tenggelam di dasar air sementara benda b melayang di dalam air. Bila kedua benda memiliki volume yang sama, maka perbandingan antara volume fluida yang didesak/dipindahkan oleh benda a (Vdipindahkan(a)) dan benda b (Vdipindahkan(b)) yang tercelup adalah: a. Vdipindahkan(a) >Vdipindahkan(b) b. Vdipindahkan(a) < Vdipindahkan(b) c. Vdipindahkan(a) =Vdipindahkan(b) d. Vdipindahkan(b) =2Vdipindahkan(a) b Dua buah benda dengan massa jenis yang berbeda tercelup seluruhnya ke dalam air. Benda a tmelayang di dalam air sementara benda b tengelam di dasar air. Bila kedua benda memiliki volume yang sama, maka perbandingan antara volume fluida yang didesak/dipindahkan oleh benda a (Vdipindahkan(a)) dan benda b (Vdipindahkan(b)) yang tercelup adalah: a. Vdipindahkan(a) >Vdipindahkan(b) b. Vdipindahkan(a) < Vdipindahkan(b) c. Vdipindahkan(a) =Vdipindahkan(b) d. Vdipindahkan(b) =2Vdipindahkan(a) Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah Vdipindahkan(a) =Vdipindahkan(b) (c). Benda (a) dan (b) memiliki volume yang sama dan tercelup seluruhnya ke dalam fluida. Sesuai konsep volume benda yang tercelup sebagian/seluruhnya dalam fluida, maka volume air yang didesak/dipindahkan oleh benda (a) dan (b) juga sama besar. 77

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.16. Analisis hasil pretest soal nomor 2 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Vdipindahkan(a) = Karena hanya massa jenis Yakin Vdipindahkan(b) bendanya saja yang berbeda, volumenya sama sehingga volume fluida yang dipindahkan juga sama besar. B Vdipindahkan(a) > Tidak ada alas an Tidak Vdipindahkan(b) Yakin C Vdipindahkan(a) > Vdipindahkan(b) Karena volume fluida benda a lebih besar daripada b Yakin D Vdipindahkan(a) = Vdipindahkan(b) Yakin E Vdipindahkan(a) > Vdipindahkan(b) Massa jenis mempengaruhi posisi benda bila didalam air tapi volume yang didesak sama karena kedua benda tercelup memiliki volume yang sama Karena jika benda a tenggelam di dasar air akan lebih besar volumenya dibandingkan volume benda b yang melayang Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami dengan baik konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan siswa semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab salah dan tidak dapat menjelaskan jawaban. Ketidakyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep. Siswa C menjawab salah karena menganggap volume fluida masing-masing wadah tempat benda dicelupkan memiliki perbedaan. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa D menjawab benar dan memahami dengan baik konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab salah karena menganggap bahwa benda yang tenggelam memiliki volume yang lebih besar daripada benda melayang. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. 78

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F Vdipindahkan(a) > Vdipindahkan(b) Karena fluida didesak Tdk Yakin G Vdipindahkan(a) > Vdipindahkan(b) Karena dia (benda a) tenggelam mungkin dia lebih besar Tdk Yakin H Vdipindahkan(a) = Vdipindahkan(b) Karena benda a dan b memiliki volume yang sama Yakin Siswa F menjawab salah dan hanya mengetahui bahwa fluida didesak. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanya. Siswa G menjawab salah karena menganggap kemungkinan adanya pengaruh posisi benda terhadap volume fluida yang didesak benda dalam fluida. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan hasil analisis pretest pada tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa ada 3 orang siswa yang paham dengan konsep volume benda yang tercelup dalam fluida, 3 orang siswa kurang paham konsep dan 2 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi pada pertanyaan ini yaitu siswa menganggap bahwa volume fluida yang didesak oleh benda yang tercelup seluruhnya dalam fluida tidak sama dengan volume fluida yang didesak oleh benda yang tercelup seluruhnya tersebut. Hal ini karena dipengaruhi oleh besarnya volume fluida tempat benda dicelupkan dan posisi benda dalam fluida, bila tenggelam maka volume fluida yang didesak akan lebih besar dibanding saat melayang dalam 79

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI fluida. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini disebabkan karena konsepsi awal siswa yang tidak sesuai dengan konsep sebenarnya. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 2 yaitu: Video Pembelajaran Klip Pertama Menit Ke 01.28 – 02.57 : Demonstrasi yang menjelaskan tentang konsep volume benda yang tercelup dalam fluida “Benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya dalam fluida akan menggantikan volume fluida yang sama dengan volume benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida tersebut”. Tabel 4.17. Analisis hasil posttest soal nomor 2 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Vdipindahkan(a) = Karena Volume kedua benda Yakin Vdipindahkan(b) (a) dan (b) tercelup sama, sehingga volume fluida yang didesak oleh masing-masing benda juga sama B Vdipindahkan(a) > Volume benda mempengaruhi Tdk Yakin Vdipindahkan(b) C Vdipindahkan(a) = Vdipindahkan(b) D Vdipindahkan(a) = Karena volume (benda a dan b) sama dan massa jenis yang berbeda tidak akan mempengaruhi besarnya volume fluida yang didesak. Kedua benda yang tercelup Yakin Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab salah dan tidak memberi alasan sesuai dengan konsep. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab benar dan memahami 80

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa E Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Vdipindahkan(b) seluruhnya memiliki volume yang sama, sehingga keduanya juga menggantikan / memindahkan volume fluida yang sama besar. Vdipindahkan(a) > Tidak ada alasan Yakin Vdipindahkan(b) F Vdipindahkan(a) = Vdipindahkan(b) G Vdipindahkan(a) = Vdipindahkan(b) H Vdipindahkan(a) = Vdipindahkan(b) Benda (a) dan (b) tercelup seluruhnya ke dalam fluida, maka volume fluida yang digantikan oleh benda tercelup juga sama besar karena kedua benda memiliki volume sama. Volume mempengaruhi Karena volume benda tetap sama. Kedua benda tercelup maka perbandingan volume air yang didesak juga sama. Yakin Tdk Yakin Yakin Keterangan konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab salah dan tidak dapat memberi reasoning tentang konsep. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa F menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar, namun kurang memahami konsep. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab benar dan memahami konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. 81

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa setelah diberikan treatment, terdapat 5 orang siswa yang paham konsep, 2 orang siswa kurang paham konsep dan 1 orang siswa masih mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap bahwa volume fluida yang didesak oleh benda tenggelam lebih besar daripada volume fluida yang didesak oleh benda melayang (untuk kasus dengan kedua benda memiliki volume yang sama). Dari alasan yang tidak diberikan siswa, dapat diketahui penyebab miskonsepsi yaitu karena praduga siswa yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya. c. Soal Nomor 3 Soal Pretest Sebuah bola baja memiliki berat di udara sebesar 10 N, bila bola baja diukur menggunakkan neraca pegas dalam air, maka pengukuran akan menunjukkan hasilnya: a. > 10 Newton b. < 10 Newton c. =10 Newton d ≥ 10 Newton Soal Posttest Sebuah bola baja memiliki berat di udara sebesar 15 N, bila bola baja diukur menggunakkan neraca pegas dalam air, maka pengukuran akan menunjukkan hasilnya: a. > 15 Newton b. < 15 Newton c. = 15 Newton d ≥ 15 Newton Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah = 10 Newton (pretest) dan = 15 Newton (posttest). Karena saat berada dalam fluida, benda mengalami gaya apung, yaitu suatu gaya ke atas yang dikerjakan oleh zat cair pada benda, sehingga berat benda seolaholah berkurang. 82

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.18. Analisis hasil pretest soal nomor 3 untuk masing-masing siswa A Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan < 10 Newton Karena berat di Yakin udara belum tentu sama di air. B = 10 Newton Karena berat bola baja di udara & di dalam air sama. Yakin C = 10 Newton Yakin D < 10 Newton Karena berat di udara dan di air sama (tempat tidak mempengaruhi berat benda). Karena ada gaya ke atas/ gaya apung E > 10 Newton Karena berat di Yakin Kode Siswa Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar, namun ragu-ragu menjelaskan konsep sebenarnya. Siswa juga tidak memahami bahwa berat benda seolah-olah berkurang karena gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa B menjawab salah karena menganggap hasil pengukuran berat benda tetap sama. Siswa juga tidak memahami bahwa hasil pengukuran berat benda akan lebih kecil karena adanya gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa C menjawab salah karena menganggap hasil pengukuran berat benda tetap sama. Siswa juga tidak memahami bahwa hasil pengukuran berat benda akan lebih kecil karena adanya gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa D menjawab dengan benar dan memahami adanya konsep gaya apung yang membuat hasil pengukuran berat di dalam air lebih kecil dibanding saat berada di udara. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab salah karena tidak mengerti adanya 83

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI air lebih besar daripada berat di udara. Karena pengukuran didalam air. konsep gaya apung. Keyakinan siswa terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. F > 10 Newton Yakin G = 10 Newton Massa benda tidak berubah Tdk Yakin H < 10 Newton Karena ada gaya ke atas yang membuat benda lebih ringan. Yakin Siswa F menjawab salah karena tidak mengerti adanya konsep gaya apung yang bekerja pada benda yang diukur beratnya dalam air. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi terhadap konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab salah karena tidak memahami pertanyaan dengan baik. Ketidakyakinan siswa terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab benar dan memahami adanya konsep gaya ke atas yang bekerja pada benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil pretest diatas, maka dapat diketahui bahwa sebelum diberikan treatment, terdapat 2 orang siswa yang paham konsep gaya apung, 1 orang kurang paham dan 5 orang mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap berat benda lebih besar saat berada di air dibanding saat berada di udara dan ada juga yang menganggap berat benda saat diukur didalam air tetap sama saat dibandingkan hasilnya dengan pengukuran di udara. Penyebab miskonsepsi ini jika melihat dari alasan yang diberikan oleh siswa yaitu karena adanya konsepsi awal 84

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa yang tidak sesuai dengan konsep sebenarnya dan karena siswa tidak memahami pertanyaan dengan baik. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 3 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Pertama Menit Ke 03.20 – 04.30 : Demonstrasi pengukuran berat bandul di udara dan di dalam air untuk menunjukkan adanya konsep gaya apung yang bekerja pada benda tercelup dalam fluida. Tabel 4.19. Analisis hasil posttest soal nomor 3 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A = 15 Newton Karena sama Yakin Siswa A menjawab salah dan masih belum memahami adanya konsep gaya apung yang bekerja pada benda. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. B > 15 Newton Terpengaruh gaya apung Tdk Yakin Siswa B menjawab salah meskipun memahami adanya konsep gaya apung yang mempengaruhi benda. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. C = 15 Newton Karena perbedaan tempat Yakin Siswa C menjawab salah dan belum memahami tidak akan adanya konsep gaya apung yang bekerja pada benda mempengaruhi. yang tercelup dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi terhadap konsep yang ditanyakan. D < 15 Newton Ada gaya apung, Yakin Siswa D menjawab benar karena memahami konsep sehingga berat benda gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, semakin seolah-olah berkurang menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. 85

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa E F Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan < 15 Newton Karena ada gaya apung Yakin yang bekerja pada bola di dalam air. Berat benda seolah-olah berkurang. > 15 Newton Terpengaruh gaya apung, Yakin sehingga berat bola menjadi lebih besar. G < 15 Newton H < 15 Newton Karena saat diukur di dalam air, bola yang tercelup mendapat gaya apung. Karena di dalam air bola menerima gaya apung. Yakin Yakin Keterangan Siswa E menjawab benar karena memahami konsep gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab salah karena menganggap gaya apung membuat berat benda menjadi lebih besar. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa G menjawab benar karena memahami dengan baik konsep gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab benar karena memahami dengan baik konsep gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa setelah diberikan treatment terdapat 4 orang siswa yang paham konsep gaya apung, 1 orang kurang paham dan 3 orang mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap hasil pengukuran berat benda lebih besar saat berada dalam fluida dibanding saat berada di udara, ada juga yang mengganggap berat benda tetap sama. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa tidak 86

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memahami dengan baik konsep gaya apung yang disampaikan melalui treatment, sehingga siswa tetap menjawab pertanyaan sesuai dengan konsepsi awal yang telah ia miliki sebelumnya. d. Soal Nomor 4 Soal Pretest Soal Posttest d b a d a b c Gambar diatas memperlihatkan 4 buah benda yang tercelup kedalam air. Benda (b) dan (c) tercelup seluruhnya kedalam air, sedangkan benda (a) dan (d) hanya tercelup sebagian di dalam air. Untuk 4 benda tercelup, benda manakah yang tidak mengalami gaya keatas atau gaya apung? a. Benda (a) saja b. Benda (a), (b) dan (c) b. Benda (a) dan (c) d. Semua jawaban salah c Gambar diatas memperlihatkan 4 buah benda yang tercelup kedalam air. Benda (b) dan (c) tercelup seluruhnya kedalam air, sedangkan benda (a) dan (d) hanya tercelup sebagian di dalam air. Untuk 4 benda tercelup, benda manakah yang tidak mengalami gaya keatas atau gaya apung? a. Benda (a) dan (d) b. Benda (c) b. Benda(b) d. Semua jawaban salah Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah semua jawaban salah (d). Karena setiap benda yang tercelup sebagian/seluruhnya dalam fluida selalu mengalami gaya apung yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda yang tercelup 87

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sebagian/seluruhnya tersebut. Jadi, meskipun benda ada yang mengapung, melayang bahkan tenggelam, semuanya tetap mengalami gaya apung. Tabel 4.20. Analisis hasil pretest soal nomor 4 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Benda (a) dan Karena (a) dan (c) sampai ke Tdk Yakin Siswa A menjawab salah karena menganggap (c) dasar (tenggelam). benda tenggelam tidak mengalami gaya apung. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. B Benda (a) dan Karena benda (a) dan (c) Tdk Yakin Siswa B menjawab salah karena menganggap (c) berada di bawah permukaan. benda tenggelam tidak mengalami gaya apung. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. C Benda (a), (b) Karena yang mengalami gaya Yakin Siswa C menjawab salah karena menganggap dan (c) apung hanya benda (d) gaya apung hanya dialami oleh benda mengapung. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. D Benda (a) dan Karena benda (a) dan (c) meTdk Yakin Siswa D menjawab salah karena menganggap (c) miliki berat sehingga benda tenggelam tidak mengalami gaya apung. tenggelam. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. 88

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan E Benda (a), (b) Karena benda (a), (b) dan (c) Yakin Siswa E menjawab salah karena menganggap dan (c) sudah tenggelam di dasar air. benda tenggelam tidak mengalami gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. F Benda (a) dan Karena (a) dan (c) tidak Yakin Siswa F menjawab salah karena menganggap (c) mengalami gaya apung benda tenggelam tidak mengalami gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. G Semua Jelas karena gaya apung itu Yakin Siswa G menjawab benar dan memahami jawaban merupakan gaya ke atas yang bahwa semua benda yang tercelup dalam fluida salah bekerja pada benda. Jadi, mengalami gaya apung. Keyakinan terhadap semua benda ada (gaya jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham apung), namun ada faktor lain dengan konsep yang ditanyakan. yang membuatnya tenggelam H Semua Gaya apung memungkinkan Yakin Siswa H menjawab benar, namun reasoning jawaban benda berada di permukaan zat yang diberikan tidak tepat. Keyakinan terhadap salah cair dan benda (d) lah yang jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengaberada di permukaan. lami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebelum diberikan treatment, terdapat 1 orang siswa paham dengan konsep, 3 orang siswa kurang paham konsep dan 4 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini sama dengan miskonsepsi pada penelitian sebelumnya, dimana siswa menganggap benda tenggelam tidak mengalami gaya apung. Dari alasan yang diberikan oleh siswa, diketahui penyebab miskonsepsi ini 89

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yaitu karena siswa memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 4 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Kedua Menit Ke 05.00 – 05.57 : Demonstrasi dan analisa gaya apung yang bekerja pada benda tenggelam. Tabel 4.21. Analisis hasil posttest soal nomor 4 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Semua Karena ada benda yang Tdk Yakin Siswa A menjawab benar, namun belum memahami jawaban mengapung konsep gaya apung dengan tepat. Ketidakyakinan salah terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. B Benda (c) Karena benda (c) berada di Tdk Yakin Siswa B menjawab salah karena menganggap benda dasar permukaan tenggelam tidak mengalami gaya apung. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. C Semua Semua benda mengalami Yakin Siswa C menjawab benar dan memahami bahwa jawaban gaya apung saat setiap benda yang berada dalam fluida mengalami salah masuk/tercelup dalam fluida. gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. D Semua Setiap benda yang tercelup Yakin Siswa D menjawab benar dan memahami bahwa jawaban sebagian/seluruhnya dalam setiap benda yang berada dalam fluida mengalami salah fluida, selalu mengalami gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban semakin gaya apung. menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. E Semua Karena, benda (c) di dasar Yakin Siswa E menjawab benar dan memahami bahwa jawaban permukaan tetap mengalami setiap benda yang berada dalam fluida mengalami 90

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa F G H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan salah gaya apung, begitu pun benda lain yang melayang dan mengapung. Semua Karena setiap benda yang Yakin jawaban masuk dalam fluida, tetap salah mengalami gaya ke atas/ gaya apung. Semua Karena setiap benda yang Yakin jawaban tercelup dalam fluida tetap salah mengalami gaya apung, meskipun tenggelam ataupun melayang. Semua Karena saat benda telah Yakin jawaban masuk ke dalam air, benda salah tetap mengalami gaya apung. Keterangan gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab benar dan memahami bahwa setiap benda yang berada dalam fluida mengalami gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. Siswa G menjawab benar dan memahami bahwa setiap benda yang berada dalam fluida mengalami gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. SiswaH menjawab benar dan memahami bahwa setiap benda yang berada dalam fluida mengalami gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa setelah diberikan treatment terdapat 6 orang siswa yang paham bahwa setiap benda yang tercelup sebagian/seluruhnya dalam fluida tetap mengalami gaya apung dan terdapat 2 orang siswa yang masih kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. 91

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. Soal Nomor 5 Soal Pretest Soal Posttest Bila benda (d) pada gambar soal No.4 perlahan-lahan ditekan sehingga tercelup seluruhnya ke dalam fluida, maka pernyataan di bawah ini yang benar mengenai gayaapung yang dialami benda sebelum ditekan (Fa1) dan sesudah tercelup seluruhnya (Fa2) yaitu: a. Fa1 > Fa2 b. Fa1 = Fa2 c. Fa1 < Fa2 d. Fa2 = 2Fa1 Bila benda (d) pada gambar soal No.4 perlahan-lahan ditekan sehingga tercelup seluruhnya ke dalam fluida, maka pernyataan di bawah ini yang benar mengenai gayaapung yang dialami benda sebelum ditekan (Fa1) dan sesudah tercelup seluruhnya (Fa2) yaitu: a. Fa1 = Fa2 b. Fa1 < Fa2 c. Fa1 > Fa2 d. Fa2 = 2Fa1 Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah Fa1 < Fa2. Karena berdasarkan persamaan gaya apung yakni Fa = ρf. g. Vbf, gaya apung yang bekerja pada benda pada fluida sebanding dengan volume benda yang tercelup ke dalam fluida tersebut. Semakin besar volume benda yang tercelup dalam fluida, maka gaya apung yang bekerja pada benda akan semakin besar, demikian sebaliknya. Tabel 4.22. Analisis hasil pretest soal nomor 5 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Fa1 > Fa2 Karena diberi gaya ke bawah Yakin Siswa A menjawab salah karena tidak memahami bahwa volume benda yang tercelup mempengaruhi besarnya gaya apung yang bekerja pada benda. Siswa menganggap sesudah tercelup seluruhnya benda mendapat gaya ke bawah, sehingga gaya 92

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan B Fa1 = Fa2 Karena gaya akan berubah Tdk Yakin C Fa1 = Fa2 Karena tekanan tidak mempengaru-hi gaya apung Yakin D Fa1 = Fa2 Posisinya sama Yakin E Fa1 > Fa2 Yakin F Fa1 < Fa2 Karena Fa1 (sebelum ditekan) itu gayanya lebih besar daripada setelah tercelup seluruhnya Karena Fa1 gaya mula-mula sebelum ditekan sehingga setelah ditekan Fa2 sama saja. G Fa1 < Fa2 Karena gaya apung lebih kecil dari gaya tekan. Tdk Yakin Yakin Keterangan apungnya kecil. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa B menjawab salah dan kurang memahami konsep yang ditanyakan. Ketidakyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa kurang paham konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab salah karena tidak memahami dengan baik hubungan antara volume benda yang tercelup dengan gaya apung yang bekerja pada benda. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa D menjawab salah karena melihat konsep berhubungan dengan posisi sebelum dan seudah benda tercelup. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa E menjawab salah karena menganggap tekanan mempengaruhi gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa F menjawab benar namun tidak menjelaskan sesuai konsep seharusnya. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar namun menganggap bahwa gaya tekan mempengaruhi gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa 93

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Fa1 > Fa2 Karena saat ditekan gaya apung akan berkurang/gaya apung yang di alami benda akan berkurang Yakin Keterangan siswa mengalami miskonsepsi. Siswa H menjawab salah karena tekanan mempengaruhi gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebelum diberikan treatment terdapat 2 orang siswa yang kurang paham dengan konsep yang ditanyakan dan 6 siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa berdasarkan alasan yang diberikan yaitu menganggap bahwa tidak adanya perbedaan posisi benda dan pengaruh tekanan yang bekerja pada benda yang tercelup dalam fluida, membuat nilai gaya apung yang bekerja pada benda tersebut tetap sama meskipun benda tercelup sebagian atau seluruhnya. Ada juga siswa yang menganggap bahwa semakin besar volume benda yang tercelup, maka gaya apung yang bekerja pada benda akan semakin kecil karena dipengaruhi oleh tekanan. Dari alasan-alasan yang diberikan oleh siswa, maka penyebab miskonsepsi ini yaitu karena siswa telah memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya dan karena tidak memahami pertanyaan dengan baik, sehingga tidak melihat adanya hubungan antara volume benda yang tercelup dalam fluida dengan gaya apung yang bekerja pada benda 94

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tercelup tersebut. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 5 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Kedua Menit Ke 04.13 – 04.36 : Penjelasan mengenai hubungan besarnya volume benda yang tercelup dengan gaya apung berdasarkan demonstrasi pengukuran berat benda di dalam air yang telah dilakukan. Tabel 4.23. Analisis hasil posttest soal nomor 5 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Fa1 < Fa2 Karena gaya apung yang bekerja Yakin pada benda dipengaruhi oleh volume benda yang tercelup. Semakin besar volume benda yang tercelup, maka gaya apung semakin besar. B Fa1 < Fa2 Saat dicelupkan seluruhnya benda Yakin mengalami gaya apung yang lebih besar karena volume benda yang tercelup sebanding dengan nilai gaya apung. C Fa1 = Fa2 Tekanan tidak mempengaruhi gaya apung. Yakin D Fa1 < Fa2 Semakin besar volume benda Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami pengaruh besarnya volume benda yang tercelup dengan besarnya gaya apung yang bekerja pada benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar dan memahami pengaruh besarnya volume benda yang tercelup dengan besarnya gaya apung yang bekerja pada benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab salah meskipun memahami bahwa tekanan tidak berpengaruh terhadap gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa D menjawab benar dan memahami 95

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa E F G H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Keterangan Jawaban Alasan Keyakinan yang tercelup, maka gaya apung pengaruh besarnya volume benda yang tercelup yang bekerja pada benda tersebut dengan besarnya gaya apung yang bekerja pada semakin besar. benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Fa1 < Fa2 Karena semakin besar volume Yakin Siswa E menjawab benar dan memahami benda yang tercelup maka gaya pengaruh besarnya volume benda yang tercelup apung yang bekerja pada benda dengan besarnya gaya apung yang bekerja pada juga semakin besar. benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan siswa paham konsep. Fa1 < Fa2 Saat tercelup seluruhnya benda Yakin Siswa F menjawab benar dan memahami mengalami gaya apung yang lebih pengaruh besarnya volume benda yang tercelup besar karena volume benda yang dengan besarnya gaya apung yang bekerja pada tercelup lebih besar. benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Fa1 < Fa2 Saat dicelupkan benda mengalami Tdk Yakin Siswa G menjawab benar namun kurang tepat gaya apung sedikit memahami konsep. Ketidakyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa masih kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Fa1 = Fa2 Karena gaya ke atas selalu tetap Yakin Siswa H menjawab salah karena menganggap bila volume benda sama dan gaya apung akan tetap selama benda memiliki massa jenis sama (fluida) volume yang sama, sehingga meskipun tercelup sebagian atau seluruhnya, gaya apung tidak berubah. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. 96

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa setelah diberikan treatment terdapat 5 orang siswa yang paham hubungan antara volume benda yang tercelup dengan gaya apung yang bekerja pada benda, 1 orang siswa kurang paham dan 2 orang masih mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa bila melihat dari alasan yang diberikan yaitu menganggap gaya apung yang bekerja pada benda tetap sama meskipun tercelup sebagian atau seluruhnya dalam fluida karena volume benda tetap dan tekanan tidak berpengaruh. Penyebab miskonsepsi ini yaitu karena siswa tetap mempertahankan konsepsi awal yang sebelumnya ia miliki dan tidak memahami dengan baik hubungan antara volume benda yang tercelup dengan gaya apung yang bekerja pada benda. f. Soal Nomor 6 Soal Pretest Bila benda (d) pada gambar soal no.4 berda pada kedalaman 5 cm dan mengalami gaya apung Fa5. Kemudian, berada pada kedalaman 10 cm dan mengalami gaya apung Fa10. Manakah pernyataan yang benar mengenai gaya apung yang bekerja pada benda? Soal Posttest Bila benda (d) pada gambar soal no.4 berda pada kedalaman 5 cm dan mengalami gaya apung Fa5. Kemudian, berada pada kedalaman 10 cm dan mengalami gaya apung Fa10. Manakah pernyataan yang benar mengenai gaya apung yang bekerja pada benda? a. Fa5 > Fa10 b. Fa5 < Fa10 c. Fa5 = Fa10 a. Fa5 < Fa10 b. Fa5 > Fa10 c. Fa5 = Fa10 d. Fa10 = 2Fa5 d. Fa10 = 2Fa5 97

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah Fa5 = Fa10 (c). Volume benda (d) yang tercelup pada kedalaman 5 cm dan pada kedalaman 10 cm tidak mengalami perubahan, sehingga besarnya gaya apung yang bekerja pada benda tercelup tersebut tetap sama. Ini berarti kedalaman tidak mempengaruhi gaya apung yang bekerja pada benda. Tabel 4.24. Analisis hasil pretest soal nomor 6 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Fa5 < Fa10 Karena pada saat d kedalaman 10 Yakin Siswa A menjawab salah karena menganggap cm otomatis diberi gaya tekan kedalaman mempengaruhi besarnya gaya apung lebih besar. yang bekerja pada benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. B Fa5 = Fa10 Kedalaman tidak mempengaruhi Yakin Siswa B menjawab benar dan memahami bahwa gaya apung. kedalaman tidak mempengaruhi gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. C Fa5 > Fa10 Karena kedalaman dapat Yakin Siswa C menjawab salah karena menganggap mempengaruhi gaya apung kedalaman mempengaruhi besarnya gaya apung sehingga semakin dalam, semakin yang bekerja pada benda dalam fluida. kecil gaya apungnya. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. D Fa5 < Fa10 Kedalaman mempengaruhi Yakin Siswa D menjawab salah karena menganggap kedalaman mempengaruhi besarnya gaya apung 98

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan E Fa5 > Fa10 Karena benda (d) pada kedalaman 5 cm mengapung dan benda (d) pada kedalaman 10 cm keadaan tenggelam Yakin F Fa10=2Fa5 Karena Fa10 mengalami penambahan kedalaman. G Fa5 > Fa10 Kedalaman mempengaruhi gaya apung, semakin dalam maka gaya apung makin kecil. Yakin H Fa5 > Fa10 Makin besar gaya apung, maka benda makin dekat dengan permukaan air. Yakin Tdk Yakin Keterangan yang bekerja pada benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa E menjawab salah karena tidak memahami bahwa benda tetap melayang dalam fluida (tidak mengapung/tenggelam). Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa G menjawab salah karena menganggap kedalaman mempengaruhi besarnya gaya apung yang bekerja pada benda dalam fluida. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab salah karena menganggap kedalaman mempengaruhi besarnya gaya apung yang bekerja pada benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa H menjawab salah karena menganggap kedalaman mempengaruhi besarnya gaya apung yang bekerja pada benda dalam fluida. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. 99

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebelum diberikan treatment terdapat 1 orang siswa yang paham konsep, 1 orang siswa kurang paham konsep dan 6 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap bahwa kedalaman posisi benda dalam fluida mempengaruhi besarnya gaya apung yang bekerja pada benda tersebut. Semakin dalam posisi benda dalam fluida maka gaya apung yang bekerja pada benda akan semakin besar, ada juga yang menganggap sebaliknya. Miskonsepsi ini disebabkan karena konsepsi awal siswa yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya dan karena siswa tidak menganalisis persoalan dengan baik. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 6 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Kedua Menit Ke 00.17 – 02.07 : Demonstrasi pengukuran berat benda pada berbagai variasi kedalaman pada fluida untuk mengetahui apakah gaya apung berubah atau tidak. Tabel 4.25. Analisis hasil posttest soal nomor 6 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Fa5 = Fa10 Tidak ada pengaruh Yakin kedalaman terhadap gaya apung. B Fa5 = Fa10 Kedalaman tidak Yakin mempengaruhi gaya apung. Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar dan memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan 100

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan C Fa5 = Fa10 Kedalaman tidak akan mempengaruhi gaya apung bila benda telah tercelup seluruhnya dalam fluida. Fa = ρf. g. Vbf. Kedalaman tidak berpengaruh terhadap gaya apung. Karena kedalaman tidak mempengaruhi gaya apung. Yakin D Fa5 = Fa10 E Fa5 = Fa10 F Fa5 = Fa10 Kedalaman tidak mempengaruhi Yakin G Fa5 = Fa10 Kedalaman tidak mempengaruhi Yakin H Fa5 = Fa10 Karena gaya apung tetap, kedalaman tidak berpengaruh. Yakin Yakin Yakin Keterangan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab benar dan memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab benar dan memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab benar dan memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar dan memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab benar dan memahami konsep. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil posttest diatas, maka dapat diketahui bahwa setelah diberikan treatment semua siswa menjadi paham bahwa posisi kedalaman benda dalam fluida tidak mempengaruhi besarnya gaya apung yang bekerja pada benda tersebut. Ini berarti treatment yang diberikan berhasil mengatasi miskonsepsi siswa yang terjadi sebelumnya. 101

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI g. Soal Nomor 7 Soal Pretest dan Postest Dua buah benda seperti pada gambar dibawah, terbuat dari bahan yang sama dan memiliki volume yang sama. Bila kedua benda dimasukkan ke dalam air, maka perbandingan gaya apung yang bekerja pada benda A (FaA) dan benda B (FaB) adalah: a. FaA > FaB b. FaA= FaB c. FaA< FaB d. FaB = 2FaA A B B Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah FaA= FaB . Benda memiliki volume yang sama dan terbuat dari bahan yang sama. Ketika dicelupkan dalam fluida yang sama, besar volume kedua benda yang tercelup sama besar, sehingga gaya apungnya juga sama besar. Tabel 4.26. Analisis hasil pretest soal nomor 7 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A FaA= FaB Karena volumenya sama Yakin B FaA= FaB Karena volume kedua benda itu sama. Tdk Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Namun, ketidakyakinan terhadap jawaban 102

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan C FaA= FaB Karena volumenya yang sama tidak mempengaruhi gaya apung. Yakin D FaA= FaB Karena terbuat dari bahan yang sama dan volume yang sama. Tdk Yakin E FaA= FaB Karena benda A dan B memiliki bahan dan volume yang sama. Yakin F FaA> FaB Karena memiliki berat yang berbeda tentunya beratnya berbeda. Tdk Yakin G FaA= FaB H FaA< FaB Karena memiliki volume yang sama dan terbuat dari bahan yang sama, sehingga tidak mempengaruhi nilai gaya apung yang bekerja pada benda. Karena luas permukaan Yakin Yakin Keterangan menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Namun, ketidakyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa menjawab salah karena menganggap bentuk benda mempengaruhi gaya apung. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa menjawab salah karena menganggap luas 103

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan benda B lebih lebar dari benda A. jadi, benda B akan menerima yang besar dari zat cair dibanding benda A. Keterangan permukaan mempengaruhi gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa sebelum diberikan treatment terdapat 4 orang siswa yang paham bahwa gaya apung yang bekerja pada benda akan tetap sama selama benda memiliki volume yang sama (massa jenis benda tetap) dan dicelupkan dalam fluida yang sama. Selain itu, terdapat 3 orang yang kurang paham konsep dan 1 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap bahwa luas permukaan mempengaruhi besarnya gaya apung yang bekerja pada benda (untuk kasus massa jenis dan volume benda tetap). Semakin besar luas permukaan benda maka gaya apung yang akan diterima oleh benda juga semakin besar. Miskonsepsi ini disebabkan karena konsepsi awal siswa yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya, sehingga salah menjawab pertanyaan. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 7 yaitu sebagai berikut: 104

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Video Pembelajaran Klip Ketiga Menit Ke 04.28 – 06.23 : Demonstrasi yang menunjukkan bahwa bentuk benda tidak mempengaruhi gaya apung (volume benda dan massa jenis benda yang digunakan dalam demonstrasi sama besar). Tabel 4.27. Analisis hasil posttest soal nomor 7 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A FaA= FaB Karena bentuk benda tidak Yakin berpengaruh selama volume benda sama dan benda terbuat dari bahan yang sama. B FaA= FaB Bentuk tidak mempengaruhi gaya Yakin apung. Sesuai persamaan gaya apung hanya dipengaruhi oleh ρf. g. Vbf.. C FaA= FaB Bentuk benda tidak mempengaruhi Yakin gaya apung sesuai persamaan Fa = ρf. g. Vbf. D FaA= FaB E FaA= FaB Benda terbuat dari bahan yang sama dan memiliki volume yang sama. Luas permukaan/bentuk benda tidak berpengaruh pada gaya apung. Bentuk tidak mempengaruhi gaya apung. Yakin Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. Siswa E menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. 105

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan F FaA= FaB Karena volume kedua benda sama. Yakin Siswa F menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda berbeda bentuk. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. G FaA= FaB Volume benda sama. Massa jenis Yakin Siswa G menjawab benar dan memahami benda yang tetap akan membuat mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua benda mengalami posisi yang sama benda berbeda bentuk. Keyakinan terhadap saat tercelup dalam air. Hal ini jawaban menunjukkan bahwa siswa paham membuat volume kedua benda yang dengan konsep. tercelup sama besar sehingga gaya apungnya juga sama besar. H FaA= FaB Karena gaya apung tetap. Bentuk Yakin Siswa H menjawab benar dan memahami benda tidak berpengaruh karena mengapa gaya apung tetap sama untuk kedua massa jenis benda dan volume benda berbeda bentuk. Keyakinan terhadap benda sama besar. jawaban menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment semua siswa menjadi paham bahwa bentuk benda tidak mempengaruhi gaya apung selama benda memiliki volume yang sama dan terbuat dari bahan yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa treatment yang diberikan berhasil mengatasi miskonsepsi siswa yang terjadi sebelumnya. 106

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI h. Soal Nomor 8 Soal Pretest Sebuah benda dengan volume 1 m3 tenggelam di dalam minyak seperti pada gambar disamping. Bila benda dengan bahan yang sama, namun memiliki volume sebesar 0,2 m3 dicelupkan ke dalam minyak tersebut, maka benda: a. Mengapung c. Tenggelam b. Melayang d. Semua salah Soal Posttest 1 m3 Sebuah benda dengan volume 2 m3 tenggelam di dalam minyak seperti pada gambar disamping. Bila benda dengan bahan yang sama, namun memiliki volume sebesar 0,2 m3 dicelupkan ke dalam minyak tersebut, maka benda: a. Tenggelam c. Melayang b. Mengapung d. Semua salah 2 m3 Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah tenggelam (c untuk pretest dan a untuk posttest). Karena benda terbuat dari bahan yang sama memiliki massa jenis yang sama. Massa jenis benda dengan volume 1 m3 (pretest) dan 2 m3 (posttest) lebih besar daripada massa jenis minyak, sehingga benda tenggelam di dasar minyak. Massa jenis benda dengan volume 0,2 m3 sama dengan massa jenis benda yang tenggelam, maka ini berarti massa jenisnya lebih besar daripada massa jenis minyak, sehingga benda juga ikut tenggelam. 107

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.28. Analisis hasil pretest soal nomor 8 untuk masing-masing siswa. Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Mengapung Karena benda lebih ringan Yakin Siswa A menjawab salah karena tidak memahami syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. B Melayang Karena volume semakin kecil Yakin Siswa B menjawab salah karena tidak memahami maka benda akan melayang di syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tengah-tengah. tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. C Mengapung Karena kecilnya volume Siswa C menjawab salah karena tidak memahami mempenga-ruhi keadaan benda. syarat-syarat benda mengapung, melayang dan Benda tidak akan tenggelam tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban menuntapi melayang/ mengapung. jukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. D Melayang Volumenya berbeda Yakin Siswa D menjawab salah karena tidak memahami syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. E Tenggelam Jika volumenya kecil akan tetap Yakin Siswa E menjawab benar dan memahami syarat dalam keadaan tenggelam benda tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban karena massa jenisnya sama. semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. F Mengapung Karena volumenya kecil. Tdk Yakin Siswa F menjawab salah karena tidak memahami syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. Ketidakyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. 108

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan G Mengapung Karena semakin kecil volume Tdk Yakin Siswa G menjawab salah karena tidak memahami benda maka memiliki peluang syarat-syarat benda mengapung, melayang dan besar untuk mengapung tenggelam. Ketidakyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa kurang paham konsep. H Tenggelam Karena volume yang berbeda Yakin Siswa H menjawab benar namun tidak tepat maka waktu untuk tenggelam memberi alasan syarat benda tenggelam. Karena lebih lama, tetapi benda tetap yakin dengan jawaban, maka siswa dinyatakan tenggelam. mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, sebelum diberikan treatment terdapat 1 orang siswa yang paham syarat benda tenggelam, 2 orang siswa kurang paham konsep dan 5 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa berdasarkan jawaban dan alasan yang diberikan yaitu menganggap bahwa semakin kecil volume suatu benda maka ketika dicelupkan ke dalam fluida akan membuat benda mudah melayang dan mengapung. Penyebab miskonsepsi siswa yaitu karena konsepsi awal yang dimiliki tidak sesuai dengan konsep seharusnya, sehingga salah menjawab pertanyaan. Selain itu, juga disebabkan karena reasoning yang diberikan siswa tidak tepat. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 8 yaitu sebagai berikut: 109

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Video Pembelajaran Klip Keempat Menit Ke 00.15 – 02.20 : Demonstrasi yang menunjukkan syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam (3 buah telur dimasukkan masing-masing ke dalam fluida dengan massa jenis yang berbeda-beda). Tabel 4.29. Analisis hasil posttest soal nomor 8 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A B Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Tenggelam Volume tidak berpengaruh, Yakin bila massa jenis benda sama seperti benda yang telah tenggelam. Melayang Karena volume kecil dapat Tdk Yakin mengakibatkan benda melayang C Tenggelam Volume benda tidak mempengaruhi posisi benda dalam fluida, bila terbuat dari bahan yang sama. Yakin D Tenggelam Bila ρbenda lebih besar dari fluida, maka benda tenggelam. Benda dengan volume 0,2 m3 memiliki ρ yang sama dengan benda bervolume 2 m3, maka benda juga tenggelam. Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa benda tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab salah karena tidak memahami syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. Ketidakyakinan terhadap jawaban menunjukkan siswa kurang paham konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa benda tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa benda tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. 110

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa E F Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Tenggelam Karena massa jenis benda Yakin lebih besar daripada fluida, seperti benda dengan volume 2 m3. Tenggelam Gaya apung tidak Yakin mempengaruhi G Tenggelam Gaya apung tidak mempengaruhi H Mengapung Karena gaya apung benda 0,2 m3 lebih kecil. Tdk yakin Yakin Keterangan Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa benda tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab benar, namun tidak tepat dalam memberi alasan mengapa benda tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa F menjawab benar, namun tidak tepat dalam memberi alasan mengapa benda tenggelam. Ketidakyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa H menjawab salah karena tidak memahami syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment terdapat 4 orang siswa yang paham dengan konsep yang ditanyakan, 2 orang siswa kurang paham dan 2 orang siswa masih mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada hasil analisa ini yaitu masih menganggap bahwa semakin kecil volume benda yang tercelup dalam fluida maka benda akan mudah mengapung. Miskonsepsi siswa disebabkan karena tidak memahami syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam sehingga salah menjawab pertanyaan. 111

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i. Soal Nomor 9 Soal Pretest dan Soal Posttest 3 buah keping aluminium dengan masing-masing tebal yakni b. Keping dengan tebal 2 mm mengapung, sedangkan 20 mm, 8 mm dan 2 mm dicelupkan satu persatu ke dalam keping dengan tebal 8 mm melayang di dalam air. air. Bila keping dengan tebal 20 mm tenggelam di dasar air, c. Keping dengan tebal 2 mm mengapung, sedangkan bagaimana dengan keping dengan tebal 8 mm dan 2 mm? keping dengan tebal 8 mm tenggelam di dalam air. a. Keduanya mengapung di atas permukaan air. d. Keduanya tenggelam di dasar air. Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah keduanya tenggelam di dasar air. Karena ketiga benda terbuat dari aluminium sehingga massa jenisnya sama. Benda yang terbuat dari aluminium memiliki massa jenis yang lebih besar daripada air, sehingga sesuai syarat maka benda akan tenggelam. Ini berarti selama benda memiliki massa jenis yang sama maka ketebalan tidak akan mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Tabel 4.30. Analisis hasil pretest soal nomor 9 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Keping dengan tebal 2 Karena ketebalan Yakin mm mengapung, me-mpengaruhi sedangkan keping dengan berat. tebal 8 mm tenggelam di dalam air. Keterangan Siswa A menjawab salah karena menganggap ketebalan mempengaruhi posisi benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. 112

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan B Keping dengan tebal 2 Karena semakin Yakin mm mengapung, kecil ketebalan maka sedangkan keping dengan ben-da itu akan tebal 8 mm melayang di melayang dan dalam air mengapung. C Keping dengan tebal 2 Karena ketebalan Yakin mm mengapung, alu-minium sedangkan keping dengan mempengaru- hi tebal 8 mm melayang di keadaan benda. dalam air D Keping dengan tebal 2 Beratnya berbeda Yakin mm mengapung, sedangkan keping dengan tebal 8 mm melayang di dalam air E Keping dengan tebal 2 Karena jika tebal Yakin mm mengapung, log-am semakin sedangkan keping dengan kecil ak-an tebal 8 mm melayang di mengapung dalam air F Keping dengan tebal 2 Karena lebih berat Yakin mm mengapung, yang 8 mm. sedangkan keping dengan tebal 8 mm tenggelam di dalam air. Keterangan Siswa B menjawab salah karena menganggap ketebalan mempengaruhi posisi benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa C menjawab salah karena menganggap ketebalan mempengaruhi posisi benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa D menjawab salah karena berat benda yang berbeda mempengaruhi posisi benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa E menjawab salah karena menganggap ketebalan mempengaruhi posisi benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa F menjawab salah karena menganggap berat benda yang berbeda mempengaruhi posisi benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. 113

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan G Keping dengan tebal 2 Semakin tebal maka Yakin mm mengapung, akan semakin sedangkan keping dengan menuju ke dasar air tebal 8 mm melayang di dalam air H Keping dengan tebal 2 2 mm mengapung, 8 Yakin mm mengapung, mm mungkin akan sedangkan keping dengan tenggelam dalam tebal 8 mm tenggelam di wa-ktu yang sangat dalam air. lama. Keterangan Siswa G menjawab salah karena menganggap ketebalan mempengaruhi posisi benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa H menjawab salah karena menganggap ketebalan mempengaruhi posisi benda. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, sebelum diberikan treatment semua siswa mengalami miskonsepsi dalam memahami syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. Siswa berpikir bahwa benda yang massa jenisnya sama akan mengalami perbedaan posisi (mengapung/melayang/tenggelam) bila benda memiliki ketebalan yang berbeda karena ketebalan akan membuat benda semakin berat. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep yang seharusnya, sehingga salah dalam menjawab pertanyaan. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 9 yaitu sebagai berikut: 114

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Video Pembelajaran Klip Ketiga Menit Ke 02.10 - 03.00 : Demonstrasi yang menunjukkan bahwa ketebalan benda tidak mempengaruhi posisi benda dalam fluida (3 buah benda dengan ketebalan berbeda dicelupkan dalam air) Tabel 4.31. Analisis hasil posttest soal nomor 9 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A B C D E Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Keduanya Karena massa jenis benda tetap Yakin tenggelam sehingga ketebalan tidak berpengaruh. di dasar air. Keduanya Ketebalan tidak mempengaruhi posisi Yakin tenggelam benda bila massa jenis benda tetap di dasar sama. air. Keduanya Karena keping aluminium berat jadi Yakin tenggelam tenggelam. di dasar air. Keduanya Semua benda terbuat dari bahan yang Yakin tenggelam sama, berarti massa jenisnya sama. di dasar Karena massa jenis semua benda sama air. atau lebih besar dari fluida, maka semua benda tenggelam Keduanya Ketebalan tidak mempengaruhi posisi Yakin tenggelam karena semua keping memiliki massa di dasar jenis yang sama air. Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa syarat benda bisa tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa syarat benda bisa tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar, namun menganggap benda tenggelam karena berat. Karena yakin, maka siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa syarat benda bisa tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab benar dan memahami mengapa syarat benda bisa tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. 115

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa F G H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Keduanya Semua benda terbuat dari aluminum Yakin tenggelam dan memiliki massa jenis yang sama, di dasar sehingga semua tenggelam karena air. massa jenisnya lebih besar dari air. Keduanya Tidak mengalami gaya apung Yakin tenggelam di dasar air. Keduanya Semua benda terbuat dari bahan yang Yakin tenggelam sama, ketebalan tidak berpengaruh. di dasar air. Keterangan Siswa F menjawab benar dan memahami mengapa syarat benda bisa tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar namun mengangap benda tenggelam karena tidak ada gaya apung. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa H menjawab benar dan memahami mengapa syarat benda bisa tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment terdapat 6 siswa yang menjadi paham dengan konsep yang ditanyakan dan 2 orang siswa masih mengalami miskonsepsi. Penyebab miskonsepsi siswa adalah karena memiliki konsepsi yang salah tentang benda tenggelam, sehingga siswa memberi reasoning yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya. 116

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI j. Soal Nomor 10 b a a. Tenggelam c. Mengapung Soal Pretest Dua buah benda identik terbuat dari bahan yang sama seperti pada b gambar di samping dicelupkan satu a persatu kedalam zat cair. Bila benda (a) mengapung di atas permukaan zat cair, maka benda(b) akan: b. Melayang a. Tenggelam d.. Semua salah c. Mengapung Soal Posttest Dua buah benda identik terbuat dari bahan yang sama seperti pada gambar di samping dicelupkan satu persatu kedalam zat cair. Bila benda (a) tenggelam di dasar zat cair, maka benda (b) akan: b. Melayang d.. Semua salah Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah mengapung (pretest) dan tenggelam (posttest). Kedua benda identik berarti massa jenis dan volume benda sama besar. Bila benda a mengapung maka benda juga mengapung, bila benda a melayang maka benda b juga melayang dan bila benda a tenggelam maka benda b juga tenggelam. Ini berarti, bentuk benda tidak berpegaruh pada posisinya (mengapung, melayang dan tenggelam) dalam fluida selama benda memiliki massa jenis yang sama. Tabel 4.32. Analisis hasil pretest soal nomor 10 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Mengapung Karena identik (bahan Yakin sama berarti massa jenisnya sama) Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. 117

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa B C D Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Mengapung Karena bahannya sama, Yakin walaupun posisi mencelupkan benda berlawanan maka benda b juga mengapung Tenggelam Karena cara Yakin mencelupkan benda akan mempengaruhi keadaan benda. Melayang Posisinya berbeda Yakin E Melayang F Mengapung G Mengapung H Melayang Karena hanya bahannya yang sama. Yakin Karena benda identik memiliki massa jenis yang sama Karena bahannya sama, , sehingga posisinya dalam fluida juga sama. Saat dicelupkan luas permukaan benda kecil dan gaya apung saat itu kecil. Yakin Yakin Yakin Keterangan Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab salah karena mengangap cara mencelupkan mempengaruhi posisi benda. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi terhadap konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab salah karena mengangap cara mencelupkan mempengaruhi posisi benda. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi Siswa E menjawab salah karena menganggap massa jenis yang sama tidak cukup untuk membuat benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa F menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab salah karena mengangap cara mencelupkan mempengaruhi posisi benda. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi 118

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, sebelum diberikan treatment terdapat 4 orang siswa yang paham dengan konsep yang dinyatakan dan 4 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap bahwa cara mencelupkan benda akan mempengaruhi posisi benda (mengapung, melayang dan tenggelam) dalam fluida. Penyebab miskonsepsi ini yaitu karena siswa memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep sebenarnya sehingga salah dalam menjawab pertanyaan. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 10 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Ketiga Menit Ke 01.30 – 02.08 : Sebuah demonstrasi dimana 1 buah paku dan 2 buah stik eskrim berujung tumpul dan tajam dicelupkan dalam fluida untuk menunjukkan posisi benda tetap sama selama bahannya sama. Tabel 4.33. Analisis hasil posttest soal nomor 10 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Tenggelam Karena identik (bahan sama Yakin berarti massa jenisnya sama) B Tenggelam Karena terbuat dari bahan Yakin yang sama dan bentuk benda tidak berpengaruh pada posisi. C Tenggelam Cara mencelupkan tidak Yakin akan berpengaruh selama Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap tenggelam. Karena yakin, siswa 119

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa D E Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan benda terbuat dari bahan yang sama Tenggelam Memiliki massa jenis yang Yakin sama, sehingga keduanya juga tenggelam. Tenggelam Karena bahan (a) dan (b) Yakin sama. F Tenggelam Terbuat dari bahan yang sama (massa jenis tetap) Yakin G Tenggelam Yakin H Tenggelam Terbuat dai bahan yang sama berarti massa jenisnya sama. Karena identik bentuk benda tidak berpengaruh. Yakin Keterangan dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap tenggelam. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment semua siswa menjadi paham dengan konsep yang ditanyakan. Ini menunjukkan bahwa treatment yang diberikan sangat berhasil membuat semua siswa memahami konsep yang ditunjukkan dengan baik. 120

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI k. Soal Nomor 11 Soal Pretest Soal Posttest Dua buah bola terbuat dari bahan yang sama dan memiliki luas selimut atau volume luar yang sama besar seperti ditunjukkan pd gaB. pejal B. berongga mbar di samping Satu persatu bola dimasukkan ke dalam air. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua bola tenggelam di dasar air tersebut. Perbandingan antara gaya apung yang bekerja pada bola pejal (Fapejal) dan bola berongga (Faberongga) tenggelam yaitu: a. Fapejal > Faberongga c. Fapejal = Faberongga b. Fapejal < Faberongga d. Fapejal = 2Faberongga Dua buah bola terbuat dari bahan yang sama dan memiliki luas selimut atau volume luar yang sama besar seperti ditunjukkan B. pejal B. berongga pd gambar di samping. Saat persatu bola di masukkan k edallam air. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua bola tenggelam di dasar air tersebut. Perbandingan antara gaya apung yang bekerja pada bola pejal (Fapejal) dan bola berongga (Faberongga) tenggelam yaitu: a. Fapejal = Faberongga c. Fapejal > Faberongga b. Fapejal < Faberongga d. Fapejal = 2Faberongga Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah Fapejal = Faberongga. Kedua benda tenggelam memiliki luas selimut dan volume yang sama. Karena kedua benda tercelup seluruhnya saat tenggelam dan dicelupkan dalam fluida yang sama, maka gaya apung yang bekerja pada benda sama besar. 121

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.34. Analisis hasil pretest soal nomor 11 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A B C Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Fapejal < Karena untuk bola berongga Tdk Yakin Faberongga mesti ada celah untuk gaya apung Fapejal = Karena kedua benda tersebut Yakin Faberongga memiliki luas dan volume tercelup yang sama walaupun yang satu berongga Fapejal = Karena rongga pada benda Yakin 2Faberongga akan mempengaruhi besarnya gaya apung D Fapejal = Faberongga Walaupun bentuknya berbeda bila massanya sama akan mempengaruhi Yakin E Fapejal = Faberongga Karena memiliki bahan, volume dan luas selimut yang sama Yakin F Fapejal < Faberongga Karena Faberongga bolanya berongga. Yakin Keterangan Siswa A menjawab salah karena tidak memahami konsep secara tepat. Ketidakyakinan menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep. Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung kedua benda sama besar. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab salah karena tidak memahami faktor yang mempengaruhi gaya apung dengan tepat. Keyakinan menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa D menjawab benar namun salah memahami faktor yang seharusnya mempengaruhi gaya apung. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa E menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung kedua benda sama besar. Karena yakin, siswa dinyatakan paham konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab salah karena menganggap benda berongga menerima gaya apung yang paling besar. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalamu miskonsepsi. 122

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa G H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Fapejal = Karena luas selimut & volume Yakin Faberongga benda sama & keduanya tercelup seluruhnya dalam fluida yang sama. Fapejal < Faberongga Bola pejal mendapat gaya apung yang lebih kecil daripada bola berongga karena masih punya ruang kosong Yakin Keterangan Siswa G menjawab benar dan memahami secara tepat mengapa kedua benda mengalami gaya apung yang sama besar. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab salah karena menganggap benda berongga menerima gaya apung yang paling besar. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, sebelum diberikan treatment terdapat 3 orang siswa yang sudah paham konsep, 1 orang siswa kurang paham dan 4 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap bahwa benda berongga menerima gaya apung yang lebih besar daripada benda padat meskipun volume kedua benda tercelup sama besar dan massa jenis fluida tempat benda dicelupkan tetap sama. Miskonsepsi ini disebabkan karena konsepsi awal siswa tentang benda berongga yang tercelup dalam fluida tidak sesuai dengan konsep seseungguhnya, sehingga siswa salah menjawab pertanyaan. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 11 yaitu sebagai berikut: 123

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Video Pembelajaran Klip Ketiga Menit Ke 03.51 – 04.06 : Sebuah demonstrasi dimana 3 buah benda berbeda bentuk (massa jenis dan volume benda sama besar) diukur beratnya di udara dan di dalam air untuk mengetahui apakah gaya apung ketiga benda sama atau berbeda. Tabel 4.35. Analisis hasil posttest soal nomor 11 untuk masing-masing siswa Hasil tes 124iagnostic pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Fapejal = Karena volume benda tercelup Yakin Faberongga sama besar dan fluida yang digunakan tidak berubah (ρf tetap) B Fapejal = Terbuat dari bahan dan volume Yakin Faberongga yang sama sehingga mengalami gaya apung yang sama. C Fapejal = Berongga/tidak itu sama saja Yakin Faberongga gaya apungnya bila volume benda tercelup dalam air sama. D Fapejal < Untuk kasus ini, bola berongga Tdk Yakin Faberongga bisa memiliki gaya apung yang > meski tenggelam, karena beberapa benda berongga bisa mengapung di atas permukaan. E Fapejal = Karena memiliki volume benda Yakin Faberongga yang tercelup yang sama dalam air. F Fapejal = Terbuat dari bahan yang sama Yakin Faberongga dan memiliki volume tercelup dalam air yang sama besar. Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung kedua benda tetap. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung kedua benda tetap. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung kedua benda tetap. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab salah karena menganggap benda berongga pada beberapa kasus akan mendapat gaya apung yang lebih besar. Ketidakyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa kurang paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung kedua benda tetap. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung kedua benda tetap. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep. 124

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes 124iagnostic pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan G Fapejal = Karena volume benda tercelup Yakin Faberongga sama besar dan fluida tempat benda dicelupkan sama. H Fapejal > Karena lebih berat bola pejal, Yakin Faberongga sehingga gaya apungnya lebih besar Keterangan Siswa G menjawab benar dan memahami mengapa gaya apung kedua benda tetap. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab salah karena tidak memahami faktor yang mempengaruhi gaya apung secara tepat. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment terdapat 6 siswa yang paham dengan konsep, 1 orang siswa kurang paham dan 1 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap gaya apung yang diterima oleh benda pejal lebih besar daripada benda berongga, karena benda padat lebih berat daripada bola berongga. Penyebab miskonsepsi siswa pada kasus ini yaitu karena siswa memiliki konsepsi yang tidak sesuai dengan konsep sebenarnya, sehingga salah menjawab pertanyaan. 125

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI l. Soal Nomor 12 Soal Pretest Soal Posttest b a Dua benda berada dalam air, seperti terlihat pada gambar. Kedua benda memiliki volume yang sama, namun memiliki massa jenis yang berbeda. Perbandingan antara massa jenis (ρ) benda a dengan b yaitu: a. ρa > ρb b. ρa< ρb c. ρa = ρb d. Semuanya benar. a b Dua benda berada dalam air, seperti terlihat pada gambar. Kedua benda memiliki volume yang sama, namun memiliki massa jenis yang berbeda. Perbandingan antara massa jenis (ρ) benda a dengan b yaitu: a. ρa > ρb b. ρa < ρb c. ρa = ρb d. Semuanya benar. Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah ρa > ρb (pretest) dan ρa < ρb (posttest). Kedua benda tercelup seluruhnya dalam fluida yang sama, berarti massa jenis fluida tidak berubah. Untuk melayang maka massa jenis benda harus sama dengan massa jenis fluida, sedangkan untuk tenggelam massa jenis benda harus lebih besar dari massa jenis fluida. Karena benda melayang memiliki massa jenis yang sama dengan fluida, maka dapat diketahui bahwa massa jenis benda tenggelam lebih besar daripada massa jenis benda yang melayang. 126

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.36. Analisis hasil pretest soal nomor 12 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A ρa > ρb Karena benda A tenggelam Tdk Yakin Siswa A menjawab dengan benar, namun kurang sampai dasar air. memahami mengapa ρa > ρb. Karena tidak yakin, siswa dinyatakan kurang paham dengan konsep. B ρa > ρb ρa lebih besar dari ρb Yakin Siswa B menjawab benar, namun tidak memberi alasan yang tepat mengapa ρa > ρb . Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi C ρa > ρb Karena ρ akan mempengaruhi Yakin Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa posisi benda, ρbenda lebih besar ρa > ρb. Karena yakin, siswa dinyatakan paham maka benda tenggelam, kalo dengan konsep yang ditanyakan. sama maka melayang. D ρa > ρb Massa jenis mempengaruhi Yakin Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa posisi benda, bila massa jenis ρa > ρb. Karena yakin, siswa dinyatakan paham benda lebih besar daripada dengan konsep yang ditanyakan. fluida maka benda tenggelam, kalo sama maka melayang E ρa < ρb Karena hanya volume yang Yakin Siswa E menjawab salah karena menganggap benda sama, jika massa jenis tenggelam massa jenisnya lebih kecil daripada benda berbeda maka a lebih kecil melayang. Keyakinan terhadap jawaban, daripada benda b menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. F ρa > ρb ρa tenggelam dan memiliki Tdk Yakin Siswa F menjawab benar dan kurang memahami massa yang lebih besar mengapa ρa > ρb. Karena tidak yakin, siswa dinyatakan kurang paham dengan konsep. G ρa > ρb Karena massa benda a lebih Yakin Siswa G menjawab benar, namun tidak memahami besar daripada massa benda b dengan tepat mengapa ρa > ρb. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. 127

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan H ρa < ρb Karena untuk tenggelam ρa > Yakin Siswa H menjawab salah, namun memahami secara ρf dan untuk melayang maka tepat mengapa ρa > ρb. Karena yakin, siswa ρb = ρf . Dari gambar dapat dinyatakan keliru (Error) dalam memilih jawaban. diketahui bahwa massa jenis benda a lebih besar daripada b. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, sebelum diberikan treatment terdapat 2 orang siswa yang paham dengan konsep yang ditanyakan, 2 orang siswa kurang paham konsep, 1 orang siswa error (keliru) dalam memilih jawaban dan 3 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap massa jenis benda yang tenggelam lebih kecil daripada massa jenis benda yang melayang dan menganggap bahwa massa jenis benda tenggelam lebih besar daripada benda melayang karena massa bendanya lebih besar. Penyebab miskonsepsi siswa pada persoalan ini yaitu karena memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya dan karena tidak memberi reasoning yang tepat dan lengkap. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 12 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Keempat Menit Ke 00.15 – 02.20 : Demonstrasi yang menjelaskan syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam berdasarkan konsep massa jenis. 128

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.37. Analisis hasil posttest soal nomor 12 masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A ρa < ρb Karena fluida tempat benda Yakin dicelupkan sama besar. Pada kasus ini ρa = ρf, dan ρb > ρf. Karena ρa = ρf maka ρa < ρb. B ρa < ρb Massa jenis benda (a) lebih besar Yakin C ρa < ρb D ρa < ρb E ρa < ρb F ρa < ρb G ρa < ρb Karena yang tenggelam lebih besar massa jenisnya daripada yang melayang bila dicelupkan dalam fluida yang sama Karena ρa = ρair, sedangkan ρb > ρair. Sehingga bila dibandingkan ρb > ρa atau ρa < ρa. Karena ρbenda a sama dengan fluida sedangkan ρbenda b lebih besar daripada fluida. Karena ρfluida tetap, maka ρbenda a lebih kecil daripada b. ρbenda (a) = ρair dan ρbenda (b) lebih besar dari massa jenis air. Sehingga ρa< ρb. ρ (a) lebih besar. Yakin Yakin Yakin Yakin Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa ρa > ρb. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar, namun alasan yang diberikan sebaliknya. Karena yakin siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa ρa > ρb. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa ρa > ρb. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab benar dan memahami mengapa ρa > ρb. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab benar dan memahami mengapa ρa > ρb. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar, namun alasan yang diberikan sebaliknya. Karena yakin siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. 129

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan H ρa > ρb Karena a mengapung, ρ nya Yakin Siswa H menjawab salah karena menganggap lebih besar dari a. benda a mengapung dan massa jenisnya lebih besar daripada b. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment terdapat 5 orang siswa yang tetap dan menjadi paham konsep, sementara 3 orang siswa lainnya masih mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi yang masih terjadi pada siswa yaitu menganggap massa jenis benda yang melayang lebih besar dari pada massa jenis benda yang tenggelam saat dicelupkan dalam fluida yang sama. Miskonsespi pada persoalan ini masih terjadi disebabkan karena konsepsi awal siswa sebelumnya masih dipertahankan. Penyebab lainnya juga karena siswa memberi reasoning yang salah. m. Soal Nomor 13 Soal Pretest dan Soal Posttest Andi memiliki tongkat kayu dengan panjang 20 cm. Tongkat tersebut kemudian dibagi menjadi 4 bagian dengan masingmasing panjang 8, 6, 4 dan 2 cm. Tongkat dengan panjang 2 cm dicelupkan kedalam air dan terlihat bahwa tongkat tersebut mengapung di atas permukaan air. Apa yang terjadi bila tongkat dengan panjang 8 cm dicelupkan ke dalam air? a. Mengapung di atas permukaaan air. b. Tercelup tepat di bawah permukaan air c. Melayang di dalam air d. Tenggelam di dasar air 130

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban: Jawaban yang tepat adalah mengapung di atas permukaan air. Keempat tongkat terbuat dari bahan yang sama ini berarti massa jenis tongkat sama besar. Bila melihat syarat mengapung, maka tongkat dengan panjang 2 cm memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada massa jenis air. Hal ini berlaku untuk semua tongkat, sehingga saat dicelupkan ke dalam air maka tongkat dengan panjang berapapun termasuk tongkat dengan panjang 8 cm akan mengapung di atas permukaan air atau dengan kata lain panjang tongkat tidak berpengaruh pada keadaan ini. Tabel 4.38. Analisis hasil pretest soal nomor 13 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A B Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Mengapung di Karena memiliki massa Yakin atas permuka- jenis yang sama. an air Tenggelam di Karena memiliki panjang Yakin dasar air dan berat yg tidak sama. C Tenggelam di dasar air D Tenggelam di dasar air Karena semakin panjang sebuah benda, benda lama-lama akan tenggelam. Panjang mempengaruhi berat Yakin Yakin Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab salah karena menganggap panjang mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa C menjawab salah karena menganggap panjang mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa D menjawab salah karena menganggap panjang mempengaruhi posisi benda dalam fluida. 131

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan E Melayang di dalam air F Tenggelam di dasar air Karena jika benda dengan panjang yang semakin luas/besar, maka benda akan ke bawah. Karena lebih besar massanya Yakin G Tenggelam di dasar air Panjang mempengaruhi posisi Yakin H Mengapung di Karena dari bahan yang atas permuka- sama sehingga massa an air jenisnya sama Yakin Tdk Yakin Keterangan Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa E menjawab salah karena menganggap panjang mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa E menjawab salah karena menganggap massa mempengaruhi posisi benda. Karena tidak yakin, siswa dinyatakan kurang paham konsep. Siswa G menjawab salah karena menganggap panjang mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa H menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, sebelum diberikan treatment terdapat 2 orang siswa paham dengan konsep yang ditanyakan, 1 orang siswa kurang paham konsep dan 5 orang mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini yaitu menganggap bahwa panjang mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Penyebab miskonsepsi ini yaitu karena siswa telah memiliki konsepsi awal tentang konsep yang tidak 132

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sesuai dengan konsep sebenarnya. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 13 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Ketiga Menit Ke 03.23 – 03.49 : Sebuah demonstrasi dimana 4 buah tongkat yang terbuat dari bahan yang sama, namun memiliki panjang yang berbeda-beda dicelupkan dalam air, untuk menunjukkan bahwa panjang tidak mempengaruhi posisi benda selama benda memiliki massa jenis yang sama. Tabel 4.39. Analisis hasil posttest soal nomor 13 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A B C D E Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Keterangan Jawaban Alasan Keyakinan Tenggelam di Karena lebih panjang Tdk Yakin Siswa A menjawab salah karena menganggap dasar air panjang mempengaruhi posisi benda. Karena tidak yakin, siswa dinyatakan kurang paham konsep. Tenggelam di Karena tidak mengalami Tdk Yakin Siswa B menjawab salah karena menganggap benda dasar air gaya apung tidak menngalami gaya apung. Karena tidak yakin, siswa dinyatakan kurang paham konsep. Mengapung di Panjang benda tidak berYakin Siswa C menjawab benar dan memahami mengapa atas permuka- pengaruh, selama bahan benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa an air / massa jenisnya sama dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Mengapung di Semua benda memiliki Yakin Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa atas permuka- massa jenis yang sama, benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa an air bila ρbenda < ρair, maka dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. benda mengapung Mengapung di Karena massa jenis Siswa E menjawab benar dan memahami mengapa atas permuka- semua tongkat sama dan benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa an air < dari massa jenis air dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. 133

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa F G H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Mengapung di Karena massa jenis Yakin atas permuka- tongkat lebih kecil an air daripada massa jenis air. Mengapung di Volume benda sama Yakin atas permukaan air Mengapung di Karena dari bahan yang Yakin atas permuka- sama, panjang tidak an air berpengaruh. Keterangan Siswa F menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar, namun menganggap benda memiliki volume yang sama. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Siswa H menjawab benar dan memahami mengapa benda tetap mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan paham dengan konsep yang ditanyakan. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment terdapat 5 orang siswa yang paham konsep, 2 orang kurang paham konsep dan 1 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi pada pertanyaan ini yaitu siswa menganggap meskipun berbeda panjang, posisi benda (mengapung,tenggelam, melayang) dalam fluida tidak berubah karena volume benda tetap sama. Penyebab miskonsepsi ini yaitu karena siswa memberi reasoning yang salah. 134

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI n. Soal Nomor 14 Soal Pretest 2 buah benda identik masingmasing tercelup pada fluida yang berbeda, seperti pada gambar di samping. Perbandia b ngan antara massa jenis fluida a (ρfa) dan massa jenis fluida b (ρfb) adalah: a. ρfa > ρfb b. ρfa < ρfb c. ρfa = ρfb d. Semuanya benar. Soal Posttest 2 buah benda identik masingmasing tercelup pada fluida yang berbeda, seperti pada gambar di samping. Perbandia b ngan antara massa jenis fluida a (ρfa) dan massa jenis fluida b (ρfb) adalah: a. ρfa > ρfb b. ρfa < ρfb c. ρfa = ρfb d. Semuanya benar. Kunci jawaban: Jawaban yang tepat adalah ρfa > ρfb (pretest) dan ρfa < ρfb (posttest). Volume benda yang tercelup berhubungan terbalik dengan massa jenis fluida tempat benda dicelupkan. Fluida yang memiliki massa jenis yang besar, akan membuat volume benda tercelup sedikit, sehingga sebagian besar volume benda mengapung di atas permukaan air (Catatan: massa jenis benda tetap dan lebih kecil daripada massa jenis fluida). Tabel 4.40. Analisis hasil pretest soal nomor 14 untuk massing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A ρfa > ρfb Karena benda b mengapung Yakin Siswa A menjawab benar, namun menganggap ρfa > ρfb karena benda pada fluida b mengapung, padahal kedua benda sama-sama mengapung. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. 135

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan B ρfa > ρfb Karena volume benda tercelup Yakin Siswa B menjawab benar dan memahami penyebab berbanding terbalik dengan ρfa > ρfb. Keyakinan terhadap jawaban, semakin masssa jenis fluida menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. C ρfa < ρfb Karena massa jenis fluida akan Yakin Siswa C menjawab salah karena tidak melihat mempengaruhi posisi benda pertanyaan berdasarkan hubungan antara massa jenis (perbedaan bisa dilihat dari fluida dan volume benda yang tercelup. Karena posisi benda) yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. D ρfa < ρfb Hanya saja massa bendanya Yakin Siswa D menjawab salah karena tidak memahami konsep secara tepat. Karena yakin, siswa dinyatakan mengalami miskonsespi. E ρfa > ρfb Karena massa jenis ρfa itu Yakin Siswa E menjawab benar, namun memberi reasoning minyak dan ρfb itu air, yang tidak tepat dan menduga-duga. Karena yakin, makanya ρminyak > dari ρair. maka siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. F ρfa = ρfb Karena benda identic Tdk Yakin Siswa F menjawab salah karena menganggap bahwa tidak ada perbedaan massa jenis fluida, karena benda identik. Karena tidak yakin, maka dapat diketahui bahwa siswa kurang paham konsep yang ditanyakan. G ρfa < ρfb Karena benda yang tercelup Yakin Siswa G menjawab salah, karena memahami bahwa pada fluida a lebih sedikit volume benda yang tercelup lebih banyak berada dibanding benda pada fluida b pada fluida yang massa jenisnya lebih besar. Karena yakin, maka siswa dinyatakan miskonsepsi H ρfa < ρfb Saat massa jenis fluida lebih Yakin Siswa H menjawab salah karena tidak memahami besar maka akan berada di konsep secara tepat. Karena yakin dengan jawaban, bawah benda yang memiliki maka dapat diketahui bahwa siswa mengalami massa jenis yang lebih kecil miskonsepsi terhadap konsep yang ditanyakan. 136

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa, sebelum diberikan treatment hanya terdapat 1 orang siswa yang paham dengan konsep yang ditanyakan, 1 orang siswa kurang paham dan 6 orang siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi pada pertanyaan ini yaitu siswa menganggap bahwa pada 2 jenis fluida yang berbeda, benda yang memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada fluida, akan tercelup lebih sedikit pada fluida yang massa jenisnya lebih kecil dibanding pada fluida yang massa jenisnya lebih besar. Penyebab miskonsepsi ini yaitu karena konsepsi awal siswa yang salah dan karena siswa memberi reasoning yang salah atau tidak tepat. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 14 yaitu sebagai berikut: Video Pembelajaran Klip Kedua Menit Ke 04.00 – 04.53 : Penjelasan hubungan antara gaya apung dengan massa jenis fluida dan volume benda yang tercelup, sehingga dapat dirumuskan persamaan matematis untuk menghitung besarnya gaya apung yang bekerja pada benda. Darisana, siswa dapat menganalisis hubungan antara massa jenis fluida dan volume benda yang tercelup dalam fluida Tabel 4.41. Analisis hasil posttest soal nomor 14 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A B Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Keterangan Jawaban Alasan Keyakinan ρfa < ρfb Sesuai persamaan Fa = ρf. g. Vbf. Yakin Siswa A menjawab benar dan memahami Maka dapat diketahui Vbf penyebab ρfa > ρfb. Keyakinan terhadap berbanding terbalik dengan ρf. jawaban, semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. ρfa < ρfb Karena volume benda tercelup Yakin Siswa B menjawab benar dan memahami 137

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa C D E F G Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Keterangan Jawaban Alasan Keyakinan berbanding terbalik dengan penyebab ρfa > ρfb. Keyakinan terhadap masssa jenis fluida jawaban, semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. ρfa < ρfb Benda yang mengapung, massa Yakin Siswa C menjawab benar, namun reasoning jenis fluidanya lebih besar. yang diberikan salah generalisasi. Karena yakin, maka siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. ρfa > ρfb Gaya apung yang bekerja pada Yakin Siswa D menjawab salah karena tidak benda a lebih besar daripada memahami konsep secara tepat. Siswa berfikir benda b. Gaya apung sebanding konsep yang digunakan pada pertanyaan dengan volume benda yang berhubungan dengan besarnya gaya apung yang tercelup dan massa jenis fluida, bekerja pada benda. Karena yakin, maka siswa sehingga dapat diketahui ρfa > ρfb dinyatakan mengalami miskonsepsi. ρfa < ρfb Karena volume benda tercelup Yakin Siswa E menjawab benar, namun tidak lebih besar pada fluida a memahami secara tepat mengapa ρfa < ρfb. Karena yakin, maka siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. ρfa < ρfb Karena Vbf berbanding terbalik Yakin Siswa F menjawab benar dan memahami dengan ρf. penyebab ρfa > ρfb. Keyakinan terhadap jawaban, semakin menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. ρfa < ρfb Karena pada fluida a lebih besar Yakin Siswa G menjawab benar dan memahami volume benda yang tercelup penyebab ρfa > ρfb. Keyakinan terhadap dibanding fluida b. Ini menunjawaban, semakin menunjukkan bahwa siswa jukkan bahwa massa jenis fluida paham dengan konsep yang ditanyakan. dan volume benda tercelup tidak sebanding (hubungannya terbalik) 138

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Keterangan Jawaban Alasan Keyakinan ρfa > ρfb Karena b berada di atas, massa Yakin Siswa H menjawab salah karena tidak jenis fluidanya lebih kecil. memahami secara tepat mengapa ρfa < ρfb. Karena yakin, maka siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment terdapat 4 orang siswa yang paham konsep dan 4 orang siswa masih mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi yang masih dialami siswa yaitu menganggap pada dua jenis fluida yang berbeda, benda yang massa jenisnya lebih kecil daripada fluida akan tercelup lebih besar pada fluida yang massa jenisnya lebih besar dibanding fluida yang lebih kecil. Penyebab miskonsepsi ini yaitu karena memberi reasoning yang salah generalisasi dan karena tidak memahami pertanyaan secara tepat sehingga salah memberi jawaban. 139

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI o. Soal Nomor 15 Soal Pretest Soal Posttest a b b b a Gambar 1 Gambar 2 Gambar 1 menunjukkan keadaan dua buah benda yang tercelup sebagian dan seluruhnya di dalam air (massa jenis air atau ρair = 1000 kg/m3). Benda (b) memiliki massa jenis (ρb) sebesar = 1800 kg/m3, sehingga benda tenggelam di dasar air. Dan benda (a) memiliki massa jenis (ρa) sebesar 700 kg/m3, sehingga benda sebagian mengapung di atas permukaan air. Bila kedua benda diikat sehingga terlihat seperti pada gambar 2. Maka gabungan kedua benda saat dicelupkan ke dalam air akan: a. Bergerak naik turun dari dasar air menuju ke atas permukaan air. b. Melayang di dalam air c. Mengapung di atas permukaan air. d. Tenggelam di dasar air. b a a Gambar 1 Gambar 2 Gambar 1 menunjukkan keadaan dua buah benda yang tercelup sebagian dan seluruhnya di dalam air (massa jenis air atau ρair = 1000 kg/m3). Benda (a) memiliki massa jenis (ρb) sebesar = 1800 kg/m3, sehingga benda tenggelam di dasar air. Dan benda (b) memiliki massa jenis (ρa) sebesar 700 kg/m3, sehingga benda sebagian mengapung di atas permukaan air. Bila kedua benda diikat sehingga terlihat seperti pada gambar 2. Maka gabungan kedua benda saat dicelupkan ke dalam air akan: a. Bergerak naik turun dari dasar air menuju ke atas permukaan air. b. Melayang di dalam air c. Mengapung di atas permukaan air. d. Tenggelam di dasar air. Kunci jawaban: Jawaban yang tepat adalah tenggelam di dasar air. Karena massa jenis gabungan kedua benda [(1800 kg/m3 +700 kg/m3 ) / 2] lebih besar daripada massa jenis air (ρair = 1000 kg/m3). Sesuai syarat maka benda tenggelam. 140

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.42. Analisis hasil pretest soal nomor 15 untuk masing-masing siswa Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Keterangan Siswa Jawaban Alasan Keyakinan A Melayang di Karena benda a memberi Yakin Siswa A menjawab salah karena tidak memahami dalam air gaya apung kepada benda syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam b. secara lengkap. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. B Melayang di Karena benda b tenggelam Yakin Siswa B menjawab salah karena tidak memahami dalam air dan benda a mengapung syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam secara lengkap. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. C Bergerak Karena kedua massa jenis Yakin Siswa C menjawab salah karena tidak memahami naik turun benda tersebut berbeda, syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam dari dasar air sehingga gaya apung kedua secara lengkap. Keyakinan terhadap jawaban, - permukaan benda tidak seimbang. menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. air D Melayang di Benda b berat dan benda a Yakin Siswa D menjawab salah karena tidak memahami dalam air ringan syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam secara lengkap. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. E Melayang di Karena benda b tenggelam Yakin Siswa E menjawab salah karena tidak memahami dalam air dan benda a mengapung syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam secara lengkap. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. F Tenggelam Karena massa jenis benda Yakin Siswa F menjawab benar namun reasoning yang di dasar air b lebih besar diberikan tidak tepat dan kurang lengkap. Karena yakin dengan jawaban, maka siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi. 141

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Kode Siswa Jawaban Alasan Keyakinan G Tenggelam Karena massa jenis Yakin di dasar air gabungan kedua benda lebih besar daripada massa jenis air. H Melayang di Karena benda a punya Yakin dalam air massa jenis yang kecil dan massa jenis b besar, maka akan melayang jika benda a punya gaya apung yang mumpuni. Keterangan Siswa G menjawab benar dan memahami mengapa gabungan kedua benda tenggelam secara tepat. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab salah karena tidak memahami syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam secara lengkap. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Berdasarkan analisis hasil pretest pada tabel di atas dapat diketahui bahwa, sebelum diberikan treatment hanya 1 orang siswa yang paham bahwa benda tenggelam bila digabung dengan benda mengapung yang memiliki volume yang sama belum tentu melayang di dalam fluida karena bergantung dengan massa jenis rata-rata kedua benda. Sementara itu, 7 orang siswa lainnya mengalami miskonsepsi, dimana mereka menganggap gabungan benda mengapung dan tenggelam yang memiliki volume yang sama akan melayang dalam fluida. Ada juga yang menganggap akan bergerak naik turun karena memiliki gaya apung yang tidak seimbang. Penyebab miskonsepsi ini yaitu karena konsepsi awal siswa tidak sesuai dengan konsep seharusnya, sehingga salah dalam menjawab pertanyaan. Adapun treatment yang diberikan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada pertanyaan nomor 15 yaitu sebagai berikut: 142

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Video Pembelajaran Klip Keempat Menit Ke 02.25 – 03.52 : Contoh soal dan sebuah demonstrasi dimana dua buah benda yang memiliki volume yang sama digabung kemudian dicelupkan dalam air garam. Benda memiliki massa jenis yang berbeda, satunya memiliki massa jenis lebih besar daripada air garam, sehingga tenggelam didasar air, sedangkan benda yang satunya memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada air garam, sehingga mengapung di atas permukaan air garam tersebut. Tabel 4.43. Analisis hasil posttest soal nomor 15 untuk masing-masing siswa Kode Siswa A B C D E Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan Tenggelam di Massa jenis rata-rata Yakin dasar air gabungan kedua benda lebih besar daripada massa jenis air. Tenggelam di Karena massa jenis rataYakin dasar air rata gabungan kedua benda lebih besar daripada zat cair. Bergerak naik Karena tidak seimbang. Yakin turun dari dasar airpermukaan air Tenggelam di ρrata-rata gabungan kedua Yakin dasar air benda lebih besar daripada ρair, sehingga gabungan tenggelam. Tenggelam di Massa jenis rata-rata Yakin dasar air gabungan kedua benda = Keterangan Siswa A menjawab benar dan memahami mengapa gabungan kedua benda tenggelam secara tepat. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa B menjawab benar dan memahami mengapa gabungan kedua benda tenggelam secara tepat. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa C menjawab salah karena menganggap kedua benda tidak seimbang. Keyakinan terhadap jawaban menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi. Siswa D menjawab benar dan memahami mengapa gabungan kedua benda tenggelam secara tepat. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa E menjawab benar dan memahami mengapa gabungan kedua benda tenggelam secara tepat. 143

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kode Siswa F G H Hasil tes diagnostik pilihan ganda tiga tingkat Jawaban Alasan Keyakinan 3 1250 kg/m lebih besar daripada massa jenis air. Tenggelam di Massa jenis rata-rata Yakin dasar air gabungan kedua benda lebih besar daripada massa jenis air. Tenggelam di Massa jenis rata-rata Yakin dasar air gabungan kedua benda lebih besar daripada massa jenis air. Melayang di Karena berbanding sama Yakin dalam air (massa jenis fluida = massa jenis gabungan benda) Keterangan Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa F menjawab benar dan memahami mengapa gabungan kedua benda tenggelam secara tepat. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa G menjawab benar dan memahami mengapa gabungan kedua benda tenggelam secara tepat. Keyakinan terhadap jawaban, menunjukkan bahwa siswa paham dengan konsep yang ditanyakan. Siswa H menjawab salah karena menganggap massa jenis gabungan kedua benda sama dengan massa jenis fluida. Karena yakin dengan jawaban, maka siswa dinyatakan mengalami miskonsepsi Berdasarkan analisis hasil posttest pada tabel di atas dapat diketahui bahwa, setelah diberikan treatment terdapat 6 orang siswa yang paham dengan konsep dan 2 orang siswa masih mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi siswa disebabkan karena mempertahankan konsepsi awal yang dimilikinya, meskipun telah diberikan treatment. 144

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut rangkuman perubahan konsepsi siswa berdasarkan analisis hasil pretest dan posttest yang telah dilakukan: Tabel 4.44. Perubahan konsepsi siswa sesudah diberikan treatment No soal 1 2 3 Miskonsepsi penelitian sebelumnya Volume benda yang tercelup sebagian / seluruhnya dalam fluida tidak sama dengan volume fluida yang didesak oleh benda yang tercelup sebagian/ seluruhnya dalam fluida tersebut. Volume benda yang tercelup sebagian / seluruhnya dalam fluida tidak sama dengan volume fluida yang didesak oleh benda yang tercelup sebagian/ seluruhnya dalam fluida tersebut. Konsep Seharusnya Volume benda yang tercelup sebagian / seluruhnya dalam fluida sama dengan volume fluida yang didesak oleh benda yang tercelup sebagian / seluruhnya dalam fluida tersebut. Volume benda yang tercelup sebagian / seluruhnya dalam fluida sama dengan volume fluida yang didesak oleh benda yang tercelup sebagian / seluruhnya dalam fluida tersebut. Berat / massa benda Berat/massa fluida berkurang saat tidak berkurang Sebelum treatment • • • • • • • Sesudah treatment Treatment 4 siswa paham konsep 1 siswa kurang paham konsep 3 siswa mengalami miskonsepsi. Video klip pertama menit ke 01.28 – 02.57 • 3 siswa paham konsep 3 siswa kurang paham konsep 2 siswa mengalami miskonsepsi. Video klip pertama menit ke 01.28 – 02.57 • 2 siswa paham Video klip pertama • • • • • Perubahan konsepsi 6 siswa paham konsep 1 siswa kurang paham konsep 1 siswa masih mengalami miskonsepsi. • 5 siswa paham konsep 2 siswa kurang paham konsep 1 siswa masih mengalami miskonsepsi. • • 1 Siswa KP menjadi PK 1 siswa M menjadi PK 4 siswa paham • 1 siswa KP • • 1 siswa KP menjadi PK 1 siswa M menjadi KP 1 siswa M menjadi PK 145

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal 4 5 Miskonsepsi penelitian sebelumnya dimasukkan ke dalam fluida. Berat benda lebih besar saat masuk ke dalam fluida. Benda yang tenggelam tidak mengalami gaya apung Semakin besar volume benda yang Konsep Seharusnya saat dimasukan ke dalam fluida. Namun, saat berada dalam fluida benda mengalami berat semu (seolah-olah kehilangan sebagian beratnya) karena mendapatkan gaya ke atas / gaya apung yaitu suatu gaya ke atas yang bekerja pada benda. Setiap benda yang tercelup sebagian / seluruhnya dalam fluida mendapatkan gaya apung yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tercelup tersebut. Gaya apung secara mate-matis dapat Sebelum treatment • • • • • • Sesudah treatment Treatment konsep 1 siswa kurang paham konsep 5 siswa mengalami miskonsepsi. menit ke 03.20 – 04.30 1 siswa paham konsep 3 siswa kurang paham konsep 4 siswa mengalami miskonsepsi. Video klip kedua menit ke 05.00 – 05.57 • 2 siswa kurang paham konsep Video klip kedua • • • • konsep 1 siswa kurang paham konsep 3 siswa masih mengalami miskonsepsi. Perubahan konsepsi • • menjadi PK 1 siswa M menjadi PK 1 siswa M menjadi KP 6 siswa paham • konsep 2 siswa kurang • paham konsep. 1 siswa KP menjadi PK 4 siswa M menjadi PK 5 siswa paham • konsep 2 siswa KP menjadi PK 146

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal 6 7 Miskonsepsi penelitian sebelumnya tercelup dalam fluida, maka gaya apung yang bekerja pada benda tersebut semakin kecil. Konsep Seharusnya • Gaya apung yang bekerja pada suatu benda dipengaruhi oleh posisi kedalamannya dalam fluida. ditentukan dengan persamaan yaitu Fa = ρf. g. Vbf. Pada per-samaan ini, Fa berbandi-ng lurus dengan Vbf. Dengan kata lain, semakin besar volume benda yang tercelup dlm fluida, maka gaya apung yg bekerja pada benda tersebut juga semakin besar, begitu sebaliknya. Kedalaman tidak mempengaruhi gaya apung sela-ma volume benda tercelup dan massa jenis tetap. Bentuk benda mempengaruhi gaya apung pada benda yang tercelup Gaya apung dipengaruhi oleh massa jenis fluida, gravitasi dan besarnya • • • • • Sebelum treatment Treatment 6 siswa mengalami miskonsepsi. menit ke 04.13 – 04.46 • Video klip kedua menit ke 00.17 – 02.07 • Video klip ketiga menit ke 04.28 – • 1 siswa paham konsep 1 siswa kurang paham konsep 6 siswa mengalami miskonsepsi. 4 siswa paham konsep 3 siswa kurang paham konsep Sesudah treatment • Perubahan konsepsi 1 siswa kurang paham konsep. 2 siswa masih mengalami miskonsepsi • Semua (8 orang) siswa paham konsep. • Semua (8 orang) siswa paham konsep. • • • • 3 siswa M menjadi PK 1 siswa M menjadi KP 1 siswa KP menjadi PK 6 siswa M menjadi KP 3 siswa KP menjadi PK 1 siswa M menjadi PK 147

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal 8 9 Miskonsepsi penelitian sebelumnya dalam fluida. Benda berbeda bentuk tidak menerima gaya apung yang sama besar. Semakin kecil volume suatu benda, maka akan membuat benda mudah mengapung di atas permukaan fluida. Ketebalan mempengaruhi posisi benda (mengapung, melayang, tenggelam) dlm fluida. Benda yg tipis mudah mengapung di atas Konsep Seharusnya volume benda yang tercelup. Selain itu, faktor lain tidak berpengaruh (mis, bentuk benda / luas permukaan). Syarat mengapung yaitu massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis fluida. Bila volume benda semakin besar tapi massa jenisnya tetap kecil daripada massa jenis fluida, maka benda juga tetap mengapung. Gaya apung dipengaruhi oleh massa jenis fluida, gravitasi & besarnya volume benda yg tercelup. Faktor lain tidak berpengaruh Sebelum treatment Sesudah treatment Treatment • 1 orang siswa mengalami miskonsepsi. 06.23 • 1 siswa paham konsep 2 siswa kurang paham konsep 5 siswa mengalami miskonsepsi. Video klip keempat menit ke 00.15 – 02.20 • Semua (8 orang) siswa mengalami miskonsepsi Video klip ketiga menit ke 02.10 – 03.00 • • • • • • • Perubahan konsepsi 4 siswa paham konsep 2 siswa kurang paham konsep 2 siswa masih mengalami miskonsepsi • 6 siswa paham konsep 2 siswa masih mengalami miskonsepsi • • • 3 siswa M menjadi PK 1 siswa M menjadi KP 1 siswa KP menjadi M 6 siswa M menjadi PK 148

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal 10 11 12 Miskonsepsi penelitian sebelumnya permukaan fluida. Bentuk benda berpengaruh pada posisinya dalam fluida (mengapung/melayang/tengg elam). Benda berujung tajam lebih mudah tenggelam dibandingkan dengan benda berujung tumpul Benda berongga menerima gaya apung yang lebih besar daripada benda pejal. Benda tenggelam memiliki massa Konsep Seharusnya (mis, ketebalan). Syarat benda mengapung yaitu massa jenis benda lebih kecil daripada ma-ssa jenis fluida. Bila sebaliknya, maka benda akan tenggelam. Sdngkn, bila massa jenis fluida dan benda sama, maka benda akan melayang dalam fluida. Bila 2 buah benda memiliki volume yang sama & tercelup seluruhnya dalam fluida yg sama, maka gaya apung yang diterima masing-masing benda sama besar. Saat tercelup seluruhnya dalam Sebelum treatment • • • • • • Sesudah treatment Treatment Perubahan konsepsi 4 siswa paham konsep 4 orang mengalami miskonsepsi. Video klip ketiga menit ke 01.30 – 02.08 • Semua (8 orang) siswa paham konsep. • 4 siswa M menjadi PK 3 siswa paham konsep 1 siswa kurang paham konsep 4 siswa mengalami miskonsepsi. Video klip ketiga menit ke 03.51 – 04.06 • 6 siswa paham konsep 1 siswa kurang paham konsep 1 orang siswa masih mengalami miskonsepsi. • 1 siswa KP menjadi PK 2 siswa M menjadi PK 1 siswa M menjadi KP 2 siswa paham konsep Video klip keempat • • • • • 5 siswa paham • konsep 2 siswa KP menjadi PK 149

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal 13 14 Miskonsepsi penelitian sebelumnya jenis yang lebih kecil daripada benda yang mengapung atau melayang saat tercelup dalam fluida yang sama. Konsep Seharusnya fluida yang sama. Maka, benda tenggelam selalu memiliki massa jenis yang > dari pada benda yang melayang & mengapung. Panjang benda Syarat benda mengmempengaruhi apung yaitu ρb < ρf. posisi benda benda Bila sebaliknya be(mengapung / mela- nda tenggelam. yang & tenggelam) Sedangkan untuk dalam fluida melayang ρb = ρf. meskipun massa jenis benda tetap. 2 buah kapal Bila terdapat identik yang terbuat sebuah benda yang dr bahan yg sama & memiliki massa memiliki volume jenis < dari massa yg sama akan terli- jenis fluida, maka hat lebih besar saat benda tersebut akan berada di laut dari- mengap-ung. Dan pada di danau kare- bila massa jenis na massa jenis flufluida tersebut Sebelum treatment • • • • • • • • • Sesudah treatment Treatment 2 siswa kurang paham konsep 1 siswa keliru (Error) 3 orang siswa mengalami miskonsepsi. menit ke 00.15 – 02.20 • 2 siswa paham konsep 1 siswa kurang paham konsep 5 siswa mengalami miskonsepsi. Video klip ketiga menit ke 03.23 – 03.49 • 1 siswa paham konsep 1 siswa kurang paham konsep 6 orang siswa mengalami miskonsepsi. Video klip kedua menit ke 04.00 – 04.53 • • • • Perubahan konsepsi 3 siswa masih mengalami miskonsepsi • 5 siswa paham konsep 2 siswa kurang paham konsep 1 siswa masih mengalami miskonsepsi • 4 orang siswa paham konsep 4 orang siswa masih mengalami miskonsepsi. • • • • • 1 siswa M menjadi PK 1 siswa keliru (Error) menjadi M 1 siswa KP menjadi PK 2 siswa M menjadi PK 2 siswa M menjadi KP 1 siswa KP menjadi PK 2 siswa M menjadi PK 150

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal 15 Miskonsepsi penelitian sebelumnya idanya lebih kecil. Benda mengapung bila digabungkan dengan benda tenggelam yang memiliki volume yang sama, maka gabungan kedua benda akan melayang dalam fluida. Konsep Seharusnya semakin besar, maka benda akan semakin mengapung di atas permukaan fluida. Dalam kasus ini, ρf berbanding terbalik dengan vbf. Benda akan mela• yang dalam fluida bila ρb atau ρbratarata • = ρf. Bila lebih kecil (massa jenis benda), maka benda akan mengapung & bila lebih besar, benda tenggelam. Sebelum treatment 1 siswa paham konsep 7 siswa mengalami miskonsepsi. Sesudah treatment Treatment Video klip keempat menit ke 02.25 – 03.52 • • 6 siswa paham konsep 2 siswa masih mengalami miskonsepsi. Perubahan konsepsi • 5 siswa M menjadi PK Berdasarkan tabel 4.44, dapat diketahui bahwa treatment yang diberikan mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi Hukum Archimedes. Efek pemberian treatment paling berhasil dapat dilihat pada tabel nomor soal 6, 7 dan 10, dimana setelah mendapatkan treatment semua siswa paham dengan konsep yang ditanyakan atau dengan kata lain tidak ada siswa yang mengalami miskonsepsi. Sedangkan untuk soal yang lainnya, treatment yang diberikan 151

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI masih belum sepenuhnya memberi efek merata bagi siswa. Beberapa siswa masih mengalami miskonsepsi dan juga masih terdapat siswa yang masih kurang memahami konsep. Adapun miskonsepsi siswa beserta penyebabnya baik sebelum dan sesudah diberikan treatment dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 4.45. Miskonsepsi dan penyebabnya berdasarkan analisis hasil pretest dan posttest No soal 1 2 3 Sebelum Treatment Miskonsepsi Penyebab Volume benda yang tercelup seluruhnya ke dalam fluida tidak sama dengan volume yang didesak oleh benda tercelup seluruhnya tersebut. Saat benda tercelup ke dalam fluida, maka volume air akan bertambah. Volume fluida yang didesak tidak sama dengan volume benda yang tercelup karena dipengaruhi oleh volume fluida tempat benda dicelupkan dan posisi benda dalam fluida. Berat benda lebih besar saat berada di air dibanding saat Konsepsi awal tidak sesuai dengan konsep seharusnya; tidak memahami pertanyaan dengan baik; pemahaman konsep kurang lengkap. Konsepsi awal tidak sesuai dengan konsep seharusnya. Konsepsi awal yang tidak sesuai Sesudah Treatment Jlh siswa 3 orang Miskonsepsi Penyebab Volume fluida meningkat Reasoning saat benda tercelup pada kurang lengkap fluida tersebut. Jlh siswa 1 orang 2 orang Volume fluida yang didesak oleh benda tenggelam lebih besar daripada volume fluida yang didesak oleh benda melayang. Praduga siswa tidak sesuai dengan konsep seharusnya. 1 orang 5 orang Hasil pengukuran berat benda lebih besar saat Konsepsi awal yang salah 3 orang 152

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal Sebelum Treatment Miskonsepsi berada di udara. 4 5 6 Berat benda saat diukur di dalam air tetap sama saat dibandingkan hasilnya dengan pengukuran di udara. Benda tenggelam tidak mengalami gaya apung. Penyebab Sesudah Treatment Jlh siswa dengan konsep seharusnya dan tidak memahami pertanyaan dengan baik Konsepsi awal tdk sesuai konsep seharusnya. Konsepsi awal tidak sesuai dengan konsep seharusnya; tidak memahami pertanyaan dengan baik Tidak adanya perbedaan posisi benda dan pengaruh tekanan yang bekerja pada benda yang tercelup dalam fluida, membuat nilai gaya apung yang bekerja pada benda tersebut tetap sama. Semakin besar volume benda yang tercelup, maka Fa yang bekerja pada benda akan semakin kecil karena dipengaruhi oleh tekanan. Semakin dalam posisi benda Konsepsi awal dalam fluida maka gaya siswa tidak sesuai Miskonsepsi Penyebab Jlh siswa berada dalam fluida dibanding saat berada di udara. Berat benda saat diukur di dalam air tetap sama saat dibandingkan hasilnya dengan pengukuran di udara. - tetap di pertahankan. - - 6 orang Gaya apung yang bekerja pada benda tetap sama meskipun tercelup sebagian atau seluruhnya dalam fluida karena volume benda tetap dan tekanan tidak berpengaruh. Konsepsi awal yang salah tetap di pertahankan; Konsep yang disampaikan melalui treatment dilupakan siswa. 2 orang 6 orang - - - 4 orang 153

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal Sebelum Treatment Miskonsepsi apung yang bekerja pada benda akan semakin besar, ada juga yang menganggap sebaliknya. 7 8 9 10 Luas permukaan mempengaruhi besarnya gaya apung yang bekerja pada benda (untuk kasus massa jenis dan volume benda tetap). Semakin kecil volume suatu benda maka ketika dicelupkan ke dalam fluida akan membuat benda mudah melayang dan mengapung. Benda yang ρ sama mengalami perbedaan posisi benda dalam fluida bila memiliki ketebalan yang berbeda karena ketebalan membuat benda semakin berat. Cara mencelupkan benda mempengaruhi posisi benda Sesudah Treatment Jlh siswa Miskonsepsi Penyebab Jlh siswa 1 orang - - - Konsepsi awal tidak sesuai dengan konsep seharusnya; Reasoning yang diberikan salah. Konsepsi awal siswa tidak sesuai dengan konsep seharusnya 5 orang Semakin kecil volume benda yang tercelup dalam fluida maka benda akan mudah mengapung. 2 orang 8 orang Benda tenggelam tidak mengalami gaya apung dan benda yang berat pasti tenggelam. Konsepsi awal tdk sesuai konsep 4 orang Konsep yang disampaikan melalui treatment dilupakan siswa. Salah konsepsi tentang benda tenggelam. Konsep pada treatment dilupakan. - Penyebab dengan konsep seharusnya; tidak menganalisis persoalan secara tepat. Konsepsi awal tidak sesuai dengan konsep seharusnya. - 2 orang - 154

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal 11 12 Sebelum Treatment Miskonsepsi Penyebab dalam fluida. Benda berongga menerima gaya apung yang lebih besar daripada benda padat meskipun volume kedua benda tercelup sama besar dan massa jenis fluida tempat benda dicelupkan tetap sama. Massa jenis benda yang tenggelam lebih kecil daripada massa jenis benda yang melayang. seharusnya. Konsepsi awal siswa tidak sesuai dengan konsep seharusnya. 13 Panjang mempengaruhi posisi benda dalam fluida 14 Pada 2 jenis fluida yang berbeda, benda yang mengapung, akan tercelup lebih sedikit pada fluida yang massa jenisnya lebih kecil dibanding pada fluida yang Sesudah Treatment Jlh siswa Jlh siswa Miskonsepsi Penyebab 4 orang Gaya apung yang diterima oleh benda pejal lebih besar daripada benda berongga, karena benda padat lebih berat daripada bola berongga. Konsepsi awal yang salah tetap dipertahankan. 1 orang Konsepsi awal tdk sesuai konsep seharusnya; Reasoning kurang tepat dan lengkap. Konsepsi awal siswa tidak sesuai dengan konsep seharusnya. 3 orang Konsepsi awal yang salah di pertahankan; Reasoning salah. Salah dalam memberi Reasoning. 3 orang Konsepsi awal siswa tidak sesuai dengan konsep seharusnya; Reasoning salah dan tidak tepat. 6 orang Massa jenis benda yang melayang > dari massa jenis benda yang tenggelam saat dicelupkan dalam fluida yang sama. Meskipun berbeda panjang, posisi benda dalam fluida tidak berubah karena volume benda tetap sama Pada 2 jenis fluida yang berbeda, benda yang mengapung akan tercelup lebih besar pada fluida yang massa jenisnya lebih besar dibanding Reasoning yang diberikan salah generalisasi; Tidak tepat menganalisa 4 orang 5 orang 1 orang 155

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No soal 15 Sebelum Treatment Miskonsepsi massa jenisnya lebih besar Gabungan benda mengapung dan tenggelam yang memiliki volume yang sama akan melayang dalam fluida. Gabungan benda mengapung dan tenggelam yang memiliki volume yang sama akan bergerak naik turun karena memiliki gaya apung yang tidak seimbang. Penyebab Konsepsi awal tidak sesuai dengan konsep seharusnya. Sesudah Treatment Jlh siswa 7 orang Miskonsepsi Penyebab fluida yang ρ lebih kecil Gabungan benda mengapung dan tenggelam yang memiliki volume yang sama akan melayang dalam fluida. Gabungan benda mengapung dan tenggelam yang memiliki volume yang sama akan bergerak naik turun karena memiliki Fa yang tidak seimbang. persoalan. Konsepsi awal yang salah tetap di pertahankan. Jlh siswa 2 orang Berdasarkan tabel 4.45, dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa mengalami miskonsepsi sebelum diberikan treatment karena telah memiliki konsepsi awal yang salah atau tidak sesuai dengan konsep seharusnya, reasoning yang diberikan kurang lengkap, kurang tepat dan salah serta karena tidak memahami dan menganalisis persoalan secara tepat. Setelah diberikan treatment, beberapa siswa juga tetap mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa tetap mempertahankan konsepsi awal yang salah, reasoning yang diberikan salah dan kurang tepat, beberapa juga disebabkan karena siswa tidak menganalis pertanyaan berdasarkan pengalaman belajar yang diperoleh melalui treatment. Sebelumnya treatment yang 156

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diberikan dipahami secara baik oleh siswa. Hal ini dapat diketahui dari hasil pengerjaaan LKS, dimana semua siswa dapat menjawab pertanyaan dengan tepat, meskipun terdapat beberapa bagian yang tidak dikerjakan siswa. Berikut tabel rangkuman hasil pengerjaan LKS oleh siswa. Tabel 4.46. Rangkuman hasil pengerjaan LKS siswa No Konsep 1. Volume benda yang tercelup dalam fluida 2. Gaya apung dan Hukum Archimedes Treatment Video pembelajaran Klip pertama bagian pertama Video pembelajaran klip pertama bagian kedua dan klip kedua bagian ketiga dan keempat No soal Rangkuman 1 Semua siswa memahami bahwa volume benda yang tercelup sebagian / seluruhnya dalam fluida sama dengan volume fluida yang digantikan oleh benda tercelup sebagian / seluruhnya tersebut. 3. Video pembelajaran klip ketiga bagian kelima dan kilp keempat bagian keenam. 7 dan 8 Syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam 2, 3, 4, 5 dan 6 Sebagian besar siswa memahami bahwa gaya apung membuat benda seolah-olah kehilangan sebagian beratnya saat tercelup dalam fluida dan memahami bahwa gaya apung hanya dipengaruhi oleh ρfluida, g dan vbf. Beberapa siswa lainnya ada yang memahami konsep dengan baik tapi tidak menjawab secara lengkap. Selain itu, siswa dapat menyebutkan bunyi Hukum Archimedes secara lengkap dan mengetahui persamaan matematis untuk menentukan besarnya gaya apung, meskipun tidak memberi keterangan lengkap mengenai persamaan tersebut. Semua siswa memahami bahwa posisi benda dalam fluida tidak dipengaruhi oleh ketebalan benda, massa benda, panjang benda dan bentuk benda selama benda terbuat dari bahan yang sama. Hanya saja, beberapa siswa tidak menuliskan kesimpulan sesuai yang ditanyakan pada soal LKS. Meskipun demikian, siswa memahami secara lengkap syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. 157

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Presentase siswa paham konsep, kurang paham konsep, tidak paham konsep dan miskonsepsi baik sebelum dan sesudah diberikan treatment berdasarkan analisis hasil pretest dan posttest, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.47. Presentase Konsepsi masing-masing siswa Kode siswa Paham konsep Js P (%) Sebelum treatment Kurang Error paham Js P (%) Js P (%) A 5 33,3 3 20,0 0 00,0 B 4 26,7 5 33,3 0 00,0 C 3 20,0 0 00,0 0 00,0 D 4 26,7 2 13,3 0 00,0 E 3 20,0 0 00,0 0 00,0 F 1 6,7 8 53,3 0 00,0 G 5 33,3 3 20,0 0 00,0 H 4 26,7 0 00,0 1 6,7 2 Rata 3,6 24,2 2,6 17,5 0,1 0,8 *Keterangan : Js = jumlah soal dan P = presentase Miskonsepsi Paham konsep Sesudah treatment Kurang Error paham Miskonsepsi Js P (%) Js P (%) Js P (%) Js P (%) Js P (%) 7 6 12 9 12 6 7 10 8,6 46,7 40,0 80,0 60,0 80,0 40,0 46,7 66,7 57,5 12 8 10 13 12 13 8 9 10,6 80,0 53,3 66,7 86,7 80,0 86,7 53,3 60,0 70,8 2 6 0 1 0 0 3 0 1,5 13,3 40,0 00,0 6,7 00,0 00,0 20,0 00,0 10,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 1 1 5 1 3 2 4 6 2,9 6,7 6,7 33,3 6,7 20,0 13,3 26,7 40,0 19,2 Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa: a. Siswa A dan G memiliki pemahaman awal paling tinggi yaitu sebesar 33,3 %. Sedangkan Siswa F memiliki pemahaman awal paling rendah yaitu sebesar 6,7 %. Setelah diberikan treatment, siswa F memiliki pemahaman akhir paling tinggi yakni sebesar 86,7 % Sedangkan paling rendah dimiliki oleh siswa dengan Kode B dan G yaitu sebesar 53,3 %. 158

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Sebelum diberikan treatment, siswa C dan E mengalami miskonsepsi paling tinggi yaitu sebesar 80,0 % dan paling rendah yaitu Siswa B dan F dengan presentase sebesar 40,0 %. Sedangkan setelah treatment, siswa H mengalami miskonsepsi paling tinggi yaitu sebesar 40 % dan paling rendah yaitu Siswa A, B dan D dengan presentase sebesar 6,7 %. c. Rata-rata jumlah soal yang dapat dipahami secara baik oleh masing-masing siswa sebelum treatment yaitu 3,6 (dibulatkan jadi 4) dan setelah diberikan treatment yaitu 10,6 (dibulatkan jadi 11). Sedangkan rata-rata jumlah soal miskonsepsi masing-masing siswa sebelum treatment yaitu 8,6 (dibulatkan jadi 9) dan setelah diberikan treatment yaitu 2,9 (dibulatkan jadi 3) Dengan mengacu pada tabel 4.47, 2 siswa dengan miskonsepsi tertinggi dan 1 siswa dengan miskonsepsi terendah masingmasing tes diwancarai untuk mengetahui bagaimana siswa dapat mengalami miskonsepsi. Berikut tabel mengenai siswa yang terpilih untuk mengikuti kegiatan wawancara: Tabel 4.48. Partisipan wawancara hasil pretest dan posttest Partisipan wawancara hasil pretest Partisipan wawancara hasil posttest Kode siswa Nsm Jsm P (%) Kode siswa Nsm Jsm B 3, 8, 9, 12, 13, 15 6 40,0 C 3, 5, 9, 14, 15 5 C 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15 12 80,0 D 14 1 E 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 12, 13, 14, 15 12 80,0 F 5, 8, 11, 12, 14, 15 6 *Keterangan: Nsm = nomor soal miskonsepsi, Jsm = jumlah soal miskonsepsi dan P = presentase P (%) 33,3 06,7 40,0 159

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Selain dapat mengetahui presentase konsepsi masing-masing siswa, berdasarkan hasil analisis pretest dan posttest dapat diketahui juga presentase konsepsi siswa untuk tiap butir pertanyaan, seperti pada tabel berikut: Tabel 4.49. Presentase konsepsi siswa untuk tiap butir pertanyaan pretest dan posttest No soal Paham konsep Js P (%) Hasil pretest Kurang Error paham Js P (%) Js Miskonsepsi Paham konsep Hasil posttest Kurang Error paham Miskonsepsi P (%) Js P (%) Js P (%) Js P (%) Js P (%) Js P (%) 1 4 50,0 1 12,5 0 00,0 2 3 37,5 3 37,5 0 00,0 3 2 25,0 1 12,5 0 00,0 4 1 12,5 3 37,5 0 00,0 5 0 00,0 2 25,0 0 00,0 6 1 12,5 1 12,5 0 00,0 7 4 50,0 3 37,5 0 00,0 8 1 12,5 2 25,0 0 00,0 9 0 00,0 0 00,0 0 00,0 10 4 50,0 0 00,0 0 00,0 11 3 37,5 1 12,5 0 00,0 12 2 25,0 2 25,0 1 12,5 13 2 25,0 1 12,5 0 00,0 14 1 12,5 1 12,5 0 00,0 15 1 12,5 0 00,0 0 00,0 2 1,9 24,2 1,4 17,5 0,1 0,8 Rata *Keterangan: Js = jumlah siswa dan P = presentase 3 2 5 4 6 6 1 5 8 4 4 3 5 6 7 37,5 25,0 62,5 50,0 75,0 75,0 12,5 62,5 100 50,0 50,0 37,5 62,5 75,0 87,5 6 5 4 5 5 8 8 4 6 8 6 5 5 4 6 75,0 62,5 50,0 62,5 62,5 100 100 50,0 75,0 100 75,0 62,5 62,5 50,0 75,0 1 2 1 2 1 0 0 2 0 0 1 0 2 0 0 12,5 25,0 12,5 25,0 12,5 00,0 00,0 25,0 00,0 00,0 12,5 00,0 25,0 00,0 00,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 00,0 1 1 3 1 2 0 0 2 2 0 1 3 1 4 2 12,5 12,5 37,5 12,5 25,0 00,0 00,0 25,0 25,0 00,0 12,5 37,5 12,5 50,0 25,0 4,6 57,5 5,7 70,8 0,8 10,0 0 00,0 1,5 19,2 160

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa soal dengan presentase paham konsep tertinggi setelah pemberian treatment, yaitu soal nomor 6, 7 dan 10 yaitu tentang faktor-faktor yang tidak mempengaruhi posisi benda (mengapung, melayang dan tenggelam) dalam fluida dengan presentase sebesar 100 % (tidak ada siswa miskonsepsi) dan paling rendah yaitu soal nomor 3, 4 tentang konsep gaya apung dan soal nomor 8 tentang pengaruh volume benda yang tercelup dalam fluida terhadap posisi benda dalam fluida dengan presentase sebesar 50 %. Sedangkan soal dengan presentase miskonsepsi tertinggi setelah pemberian treatment, yaitu soal nomor 14 tentang hubungan volume benda yang tercelup sebagian dalam fluida dengan massa jenis fluida dengan presentase miskonsepsi sebesar 50 % . 2. Wawancara Hasil Pretest a. Soal Nomor 1 dan 2. Soal ini berhubungan dengan konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Soal Nomor 1 berisi pertanyaan tentang volume fluida yang didesak oleh benda yang tercelup seluruhnya dalam fluida, sedangkan soal nomor 2 berisi pertanyaan tentang perbandingan volume fluida yang didesak oleh dua buah benda yang tercelup seluruhnya dalam fluida, bila kedua benda memiliki volume yang sama. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan nomor 1 dan 2: ➢ Siswa E A. B. A. B. Pada soal nomor 1, kamu menjawab volume yang akan di desak oleh bola tercelup adalah 2,5 liter. Kenapa bisa demikian? Volume bola tercelup kan 0,5 liter? Karena, semua volume air dipindahkan ke bolanya, mas…. Dipindahkan bagaimana? Bolanya menerima semua volume air….

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Yakin? Tentu saja yakin, mas. Bolanya kan tercelup, jadi otomatis bersentuhan dengan volume air… saat bersentuhan, disitulah volume air yang di dalam wadah akan dipindahkan ke bola. Bolanya terbuat dari apa? Kenapa bisa menerima volume air yang berpindah? Disoalnya nggak dijelasin e, mas… Coba lihat gambar, menurut kamu bolanya terbuat dari sesuatu yang padat atau sesuatu yang cair? Padat mas… Artinya apa? (menatap gambar pada soal nomor 1), mmmm… tidak ada ruang bukan mas? (siswa menebak jawaban) Nah, itu tau.. Jadi, mungkin nggak di dalam bola ditambahkan zat lain yang berbentuk cairan seperti air? Tidak mungkin mas.. Karena? Tidak ada ruang (siswa tersenyum).. Lalu, apa yang terjadi dengan air, bila benda seperti bola tercelup ke dalam air tersebut? (Siswa tidak menjawab)… Kamu pernah memasukan es batu nggak ke dalam gelas berisi air? Pernah mas… Saat kamu memasukkan es batu tersebut, kira-kira permukaan air naik atau bagaimana? Naik mas… Karena Es batunya masuk ke dalam air… Artinya apa? Apa yang dilakukan es batu kepada air? Berarti es batu membuat permukaan air menjadi naik…. Kenapa bisa? Apa karena es batu mendesak volume air? Oh, ia mas… es batunya mendesak air, makanya jadi naik… Berapa volume air yang akan didesak naik oleh es batu? Mungkin sesuai volume es batu yang masuk, mas (siswa menjawab ragu-ragu)… Yakin? Bentar, mas …. Yakin mas… Kembali kejawaban yang kamu berikan, jadi saat bola tercelup seluruhnya, apakah volume air akan berpindah ke bola? Tidak mas (siswa tersenyum)… Lalu apa yang terjadi dengan air? Airnya didesak naik sama bola… Berapa banyak volume air yang didesak? mmm.. sesuai volume bola yang tercelup.. Jadi jawabanmu bagaimana? Salah mas (Siswa tersenyum lagi)… Sekarang mari kita bahas soal nomor 2. Kenapa kamu sebenarnya pilih a (Vdipindahkan(a) > Vdipindahkan(b))? Karena dia (benda a) tenggelam, mas. Jadi volumenya lebih besar daripada benda b. Posisi mempengaruhi volume yang di desak? Kemungkinan besar, mempengaruhi, mas.. Kemungkinan lainnya? Kurang tau e, mas (siswa kebingungan)…

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Tadi, yang soal nomor 1 volume yang didesak oleh bola seharusnya berapa? Sesuai volume bola yang tercelup… Lihat gambar soal nomor 2, benda a dan b tercelup seluruhnya nggak? Ia, mas.. Volume benda a berapa? Volume benda b berapa? Tidak dikasitau, mas… disini, cuman dikasitau kalo kedua volume benda sama besar… Sama besar itu artinya apa? Berarti kalo benda a memiliki volume sebesar 0,5 liter maka benda b juga memiliki volume sebesar 0,5 liter… Nah, bila kedua benda tercelup seluruhnya, volume yang dipindahkan benda a dan b pada masing-masing wadah gimana? Sama besar, mas.. Karena? Keduanya tercelup seluruhnya dan memiliki volume yang sama.. Jadi, jawabanmu? Salah lagi, mas (siswa ketawa kecil)… ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Pada soal nomor 2, kamu memilih a karena volume fluida benda a lebih besar daripada benda b… tau darimana volume fluida benda a lebih besar? Dari soal mas… Coba baca lagi soalnya, yang sama apa dan yang beda apa? (melihat pertanyaan nomor 2)… disini yang sama jenis fluidanya mas yaitu air… Selain itu, apa lagi? Volumenya juga sama mas… Bedanya apa? Benda a tenggelam dan benda b melayang.. Volume fluida tempat benda a dan benda b, sama atau berbeda? Tidak disebutkan mas.. tapi kalo lihat gambar volume fluidanya sama saja…. Jadi jawabanmu betul atau salah? Sepertinya salah mas…. Yakin Kurang yakin mas, tapi yakin aja (tersenyum)…. Berdasarkan hasil wawancara, siswa A jelas mengalami miskonsepsi mengenai konsep volume benda yang tercelup dalam fluida. Siswa menganggap bahwa bila benda tercelup dalam fluida, maka volume fluida akan dipindahkan kepada benda. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa memiliki konsepsi awal tentang volume benda yang tercelup dalam fluida yang kurang sesuai dengan konsep seharusnya. Siswa juga terlihat tidak memahami secara benar konsep

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 volume benda yang tercelup dalam fluida. Siswa menganggap bahwa volume fluida yang digantikan (didesak/dipindahkan) oleh benda tercelup dipengaruhi oleh posisi benda (mengapung, melayang dan tenggelam). Sebenarnya posisi benda dapat mempengaruhi banyaknya volume fluida yang akan didesak oleh benda, namun pada kasus yang ditanyakan, benda melayang dan tenggelam tercelup seluruhnya serta memiliki volume yang sama. Siswa tidak menganalasi persoalan tersebut dengan baik, sehingga tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Selain siswa A, siswa B juga mengalami miskonsepsi. Siswa menganggap bahwa banyaknya volume fluida mempengaruhi volume fluida yang akan didesak oleh benda yang tercelup. Bila volume fluida semakin besar, maka volume yang didesak oleh benda tercelup juga akan besar. Miskonsepsi ini disebabkan karena analisa persoalan siswa yang salah sehingga menimbulkan penafsiran yang tidak selaras dengan konsep seharusnya. b. Soal Nomor 3 dan 4 Soal ini berhubungan dengan konsep gaya apung yang bekerja pada benda yang tercelup dalam fluida. Soal nomor 3 berisi pertanyaan tentang pengaruh gaya apung terhadap benda yang tercelup dalam fluida, sedangkan soal nomor 4 berisi pertanyaan tentang ada tidaknya gaya apung pada benda tenggelam. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan nomor 3 dan 4:

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 ➢ Siswa Kode C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Apakah kamu yakin hasil pengukuran berat benda di udara dan di dalam air tetap sama? Ia mas, karena baik di udara maupun di dalam air berat benda tidak akan berubah.. Kamu suka berenang nggak? Atau pernah berenang? Pernah mas, tapi udah lama …. Saat masuk ke dalam air, kamu merasakan ada sesuatu yang mendorongmu naik ke atas nggak? Ada mas, biasanya pas masuk ke dalam air seolah-olah ada tekanan dari bawah… selain itu, pas masuk ke dalam air juga kayag terasa ringan.. Nah, sebenarnya kenapa kamu bisa merasa ringan? Setau aku, itu karena ada gaya yang bekerja mas.. Namanya gaya apa? Gaya apung bukan mas? (menjawab ragu-ragu) Ayo, gaya apa? Gaya apung aja mas… Apa itu gaya apung? Gaya yang membuat benda mengapung… Berarti, kalau misalnya benda tenggelam berarti tidak ada gaya apung.. Tidak ada, mas. Karena benda tenggelam.. Syarat agar benda mengapung apa? Bendanya tidak boleh berat.. Kenapa? Karena kalo bendanya berat sulit mengapung mas… ➢ Siswa Kode E A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Kamu pernah ngukur berat benda di udara dan di dalam air nggak? Pernah, pas SMP.. Kamu ukurnya pake apa? Apa ya namanya? (lama menjawab).... lupa e, mas… Lalu apakah hasilnya sama atau berbeda? Seharusnya berbeda… Mana hasil pengukuran yang lebih besar? Sepertinya di dalam air.. Kok bisa? Karena kalo di dalam air, berat benda dipengaruhi oleh berat air juga… Bagaimana pengaruhnya? Bila volume airnya semakin banyak, maka berat benda akan lebih besar… Yakin? Ga tau mas, tapi sepertinya begitu (siswa tersenyum)…. Sekarang lihat nomor 4… semua benda mengalami gaya apung nggak? Yang mengalami gaya apung hanya benda (d) saja.. Benda lainnya gimana? Tidak memiliki gaya apung… Kenapa tidak? Karena tenggelam di dasar air.. Tapi benda (c) kan tidak tenggelam, apakah tetap tidak mengalami gaya apung.. Tidak mas, karena setau aku gaya apung itu hanya bekerja pada benda mengapung saja.. Kenapa begitu? Karena gaya apung merupakan gaya yang dikhususkan bekerja pada benda-benda mengapung…

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 ➢ Siswa Kode B A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. Kenapa kamu pilih b (= 10 Newton) ? Karena beratnya tetap sama, kak. Tidak mengalami perubahan.. Kamu pernah berenang nggak? Sering kak.. Saat berada di dalam air, kamu merasa tubuhmu lebih berat, ringan atau tetap merasa sama aja seperti ketika keluar dari air? Lebih ringan sih, kak.. Kenapa bisa demikian? Gimana ya, kak. Biasanya kan memang begitu pas udah masuk ke dalam air (tersenyum)… Tapi kamu merasa ada perbedaan berat kan, saat masuk dan keluar air? Ia, kak.. Nah, menurut kamu, bola baja yang beratnya 10 newton juga mengalami hal serupa nggak? Tidak mungkin, kak.. Karena bola baja berat dan padat, jadi beratnya sama aja… Berdasarkan hasil wawancara di atas, siswa B, C dan E jelas mengalami miskonsepsi. Siswa B mengalami miskonsepsi karena menganggap bahwa hasil pengukuran berat benda di udara dan di dalam air tetap sama. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa tidak memahami adanya gaya apung yang bekerja pada benda saat tercelup dalam fluida, sehingga berat benda seolah-olah berkurang. Siswa hanya memahami bahwa berat benda baik di dalam air maupun di udara tetap sama / tidak berkurang. Siswa C juga mengalami miskonsepsi serupa, namun selain itu siswa mengalami miskonsepsi lain karena menganggap bahwa gaya apung tidak bekerja pada benda tenggelam. Hal tersebut, menurut siswa E karena gaya apung merupakan gaya yang dikhususkan bekerja pada benda-benda tenggelam. Pemahaman ini menunjukkan bahwa siswa C dan E mengalami miskonsepsi sama mengenai gaya apung yang bekerja pada benda tenggelam. Perbedaan miskonsepsi keduanya terdapat dalam

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 memahami perbandingan antara berat benda di udara dan di dalam air. Bila siswa C menganggap tetap, siswa E malah menganggap hasil pengukuran berat benda di dalam air lebih besar daripada di udara karena dipengaruhi oleh berat fluida. Miskonsepsi siswa ini disebabkan karena mereka memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya, sehingga salah dalam menjawab pertanyaan. c. Soal Nomor 5 dan 6 Soal ini berhubungan dengan konsep gaya apung yang bekerja pada benda tercelup dalam fluida. Soal nomor 5 berisi pertanyaan tentang hubungan antara gaya apung dengan volume benda yang tercelup dalam fluida dan soal nomor 6 berisi pertanyaan tentang hubungan antara gaya apung dengan posisi kedalamannya dalam fluida. Berikut hasil wawancara untuk pertanyaan nomor 5 dan 6. ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Mengapa gaya apung yang bekerja pada benda yang tercelup sebagian sama dengan gaya apung yang bekerja pada benda yang tercelup seluruhnya? Karena pada soal, benda dapat tercelup seluruhnya itu karena ditekan, mas. Menurut saya, tekanan tidak akan mempengaruhi gaya apung yang bekerja pada benda. Anggap saja tidak ada tekanan. Bila terdapat dua buah benda dengan volume sama yang tercelup dalam air. Benda pertama hanya tercelup sebagian sedangkan benda kedua tercelup seluruhnya tanpa ditekan. Mana benda yang gaya apungnya lebih besar? Benda pertama, mas.. Kenapa? Itu kan bendanya hanya tercelup sebagian, berarti sebagian bendanya mengapung… Apa hubungannya dengan gaya apung? Gaya apung kan gaya yang membuat benda dapat mengapung.. Jadi, benda pertama pasti gaya apungnya lebih besar. Sekarang lihat soal nomor 6! Kira-kira kedalaman posisi benda dalam zat cair mempengaruhi gaya apung nggak? Tentu, mas.. Bila semakin dalam posisi benda dalam zat cair, maka benda akan mengalami gaya apung yang kecil. Mengapa bisa begitu ? Karena saat menuju dasar zat cair, gaya apung yang bekerja pada benda

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 A. B. akan semakin kecil, mas. Hingga benda tenggelam maka tidak ada lagi gaya apung yang bekerja pada benda. Kamu yakin, bakalan begitu? Yakin dong, mas (menjawab dengan percaya diri) ➢ Siswa E A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Kenapa gaya apung saat benda tercelup sebagian lebih besar dibanding saat tercelup seluruhnya? Jelas lebih besar, mas.. gaya apung itu kan gaya yang memudahkan benda mengapung… Cara mengetahui gaya apung pake persamaan apa? Ha? Ndak tau mas.. lupa, udh lama belum belajar tentang gaya apung. Oke, sekarang lihat soal nomor 6.. Kedalaman mempengaruhi nggak? Menurut saya, mempengaruhi mas.. Bagaimana pengaruhnya? Semakin dalam posisi benda, maka gaya apungnya akan semakin kecil.. Mengapa bisa begitu? Karena saat semakin menuju dasar permukaan air, maka gaya apungnya akan semakin kecil, dan pas tenggelam, gaya apungnya sudah tidak ada lagi. Berdasarkan hasil wawancara di atas, baik siswa B dan E terindikasi mengalami miskonsepsi mengenai gaya apung yang bekerja pada benda dalam fluida. Siswa B menganggap bahwa gaya apung yang bekerja pada benda yang tercelup sebagian dan seluruhnya (volume kedua benda sama besar) tetap sama. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa tidak mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi gaya apung secara tepat, sehingga salah dalam memberi jawaban. Berbeda dengan siswa B, siswa E malah menganggap bahwa gaya apung yang bekerja pada benda yang tercelup sebagian pada kasus persoalan lebih besar daripada gaya apung yang bekerja pada benda yang tercelup seluruhnya. Miskonsepsi ini disebabkan karena konsepsi awal siswa tentang gaya apung tidak sesuai dengan konsep seharusnya. Siswa menganggap bahwa gaya apung ada untuk memudahkan benda mengapung. Ketika ditanyai,

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 siswa B juga memberi pendapat yang sama bahwa benda mengapung pasti mengalami gaya apung yang lebih besar karena mengapung di atas permukaan zat cair. Kedua siswa, juga mengalami miskonsepsi dalam memahami hubungan antara posisi kedalaman benda dalam fluida dengan konsep gaya apung. Mereka menganggap bahwa kedalaman mempengaruhi gaya apung yang bekerja pada benda yang tercelup dalam fluida. Siswa berpendapat bahwa semakin dalam posisi benda dalam fluida, maka gaya apung yang bekerja pada benda tersebut akan semakin kecil. Hingga benda tenggelam maka gaya apung sudah tidak ada lagi karena gaya apung tidak bekerja pada benda tenggelam. Dari tanggapan siswa, dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi karena telah kian memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya, sehingga tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. d. Soal Nomor 8, 9, 10 dan 13 Soal ini berhubungan dengan pengaruh berbagai variasi benda yang memiliki massa jenis yang sama dengan posisinya (mengapung, melayang dan tenggelam) dalam fluida. Soal nomor 8 berisi pertanyaan tentang hubungan antara perbedaan volume benda dengan posisinya dalam fluida. Soal nomor 9 berisi pertanyaan hubungan antara variasi ketebalan benda dengan posisinya dalam fluida. Soal nomor 10 berisi pertanyaan tentang hubungan antara perbedaan bentuk benda dengan posisinya dalam fluida dan soal nomor 13 berisi pertanyaan tentang hubungan antara variasi panjang benda dengan

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 posisinya dalam fluida. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa B A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. A. A. B. Perhatikan soal nomor 8! Mengapa benda dengan volume 2 m3, bisa melayang? Karena volumenya lebih kecil, kak. Lebih kecil dari apa? Benda yang 1 m3… Benda melayang dalam fluida, artinya apa? Berada ditengah-tengah fluida… Semisalnya, bendanya bukan berada ditengah-tengah bagaimana? Tetap melayang, kak.. selama benda tidak menyentuh dasar fluida… Itu saja? Bendanya juga tidak muncul di permukaan.. Syarat benda melayang, apa? Volume bendanya tidak boleh lebih besar dan lebih kecil dari volume fluida… Kenapa? Karena volume dapat mempengaruhi berat. Bagaimana pengaruhnya? Semakin besar volume maka berat benda akan semakin besar.. Oke, lanjut ke soal nomor 9.. Jadi, tebal juga mempengaruhi posisi benda? Ia, kak. Karena semakin kecil ketebalan maka benda mula-mula akan melayang dan bila semakin kecil maka dapat mengapung. Kenapa bisa demikian? Tebal kan juga punya pengaruh kak terhadap volume. .. Pengaruhnya bagaimana? Semakin tebal benda, maka volume bendanya juga semakin besar.. Hubungannya sama posisi benda dalam fluida, apa? Ya.. bila volume semakin kecil kan maka benda punya kemungkinan untuk melayang bahkan mengapung.. Apa panjang benda juga punya pengaruh yang sama? Tentu, kak… panjang kan punya pengaruh dengan volume dan volume juga mempengaruhi berat.. Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi benda dalam fluida? Jika benda semakin panjang, maka benda akan lebih leluasa untuk tenggelam… ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. Mengapa pada soal nomor 8, benda dapat mengapung? Karena volume bendanya lebih kecil daripada yang tenggelam, mas… Kalo volumenya agak besaran dikit, gimana? Kemungkinan benda dapat melayang di dalam zat cair… Kenapa bisa? Benda kan terbuat dari bahan yang sama dengan benda yang tenggelam… Bisa saja, mas… benda kan volumenya sangat kecil. Lihat nomor 9, apakah ketebalan aluminium dapat mempengaruhi posisi benda dalam fluida? Bisa lah, mas.. Yakin? Cukup yakin sih, mas… Bagaimana pengaruhnya?

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Bila ketebalan benda semakin kecil, maka benda akan mudah melayang bahkan mengapung.. Lanjut ke nomor 10.. mengapa benda a tenggelam? Benda b kan mengapung.. Karena cara mencelupkannya berbeda, mas.. Jadi, cara mencelupkan mempengaruhi keadaan benda dalam fluida? Ia, mas… Kamu juga yakin, panjang benda mempengaruhi posisi benda dalam fluida? Yakin, mas.. Bagaimana pengaruhnya? Semakin panjang suatu benda, benda lama-lama akan tenggelam.. Kamu pernah melempar kayu ke sungai atau kolam ikan? Lupa mas.. tapi pernah lihat sebelumnya.. Menurut kamu, kayu yang panjangnya 1 meter mengapung nggak? Terus, kayu yang panjangnya 0,5 meter mengapung nggak? Dua-duanya mengapung, mas.. Perhatikan soal nomor 13!, apakah hal yang sama juga berpengaruh pada benda? Ia, mas… Jadi jawabanmu bagaimana? Salah e, mas.. (tersenyum kecil) ➢ Siswa E A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Bagaimana pengaruh ketebalan benda pada soal nomor 9? Semakin kecil tebal benda, maka benda akan mudah mengapung.. Syarat benda mengapung, apa? Sebagian benda ada yang muncul di atas permukaan air, mas.. Yakin (Siswa diam sejenak).. yakin mas! Bentuk benda juga mempengaruhi posisi benda dalam fluida? Kurang tau, e mas… tapi kalo menurut ku, memang mempengaruhi.. Bagaimana pengaruhnya? Bila luas permukaan bendanya semakin besar, maka benda akan lebih mudah melayang atau mengapung.. Lanjut ke soal nomor 13.. mengapa tongkat kayu yang panjangnya 8 cm melayang di dasar air?.. Karena lebih panjang… panjang mempengaruhi berat, sehingga membuat benda mengapung dapat melayang.. Bagaimana bila benda lebih panjang lagi? Bendanya kemungkinan akan tenggelam, mas.. Yakin? Yakin, mas. Berdasarkan hasil wawancara, siswa B, C dan E jelas mengalami miskonsepsi pada konsep yang ditanyakan. Siswa B mengalami miskonsepsi karena menganggap bahwa besarnya volume, ketebalan dan panjang benda (untuk benda dengan massa jenis tetap) mempengaruhi posisi benda (mengapung, melayang dan tenggelam)

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 dalam fluida. Siswa mengalami miskonsepsi karena tidak memahami secara tepat syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. Siswa B menganggap bahwa untuk melayang maka volume benda harus harus sama dengan volume fluida, karena volume fluida mempengaruhi berat benda tercelup. Siswa juga menganggap bahwa bila benda semakin panjang dan tebal, maka benda akan mudah tenggelam, bila sebaliknya maka benda akan mudah mengapung. Pemahaman ini juga menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi karena memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya. Miskonsepsi ini juga terjadi pada siswa C. Siswa C menganggap bahwa selain besarnya volume, ketebalan dan panjang benda, cara mencelupkan benda juga dapat mempengaruhi posisi benda yang tercelup dalam fluida. Seperti misalnya, sebuah benda berbentuk segitiga sama kaki. Bila dicelupkan dengan ujung puncaknya menyentuh permukaan fluida terlebih dahulu, maka benda akan tenggelam sedangkan bila dicelupkan dengan membiarkan salah satu sisi menyentuh permukaan fluida, maka benda akan mengapung. Gejala miskonsepsi yang sama juga dialami oleh siswa E. Siswa menganggap bahwa ketebalan benda, bentuk benda dan panjang benda mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Untuk bentuk benda yang berbeda, siswa menyatakan bahwa faktor tersebut berpengaruh karena bila memiliki luas permukaan yang besar maka benda dapat mengapung. Dari hasil analisa ini, maka dapat disimpulkan bahwa

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 penyebab miskonsepsi siswa yaitu karena tidak memahami dengan benar syarat-syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam serta karena memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya, sehingga siswa tidak memberi jawaban yang tepat. e. Soal Nomor 11 Soal ini berisi pertanyaan tentang hubungan antara perbedaan bentuk benda (berongga dan pejal) dengan gaya apung yang bekerja pada benda tersebut. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Volume benda pejal dan bola berongga pada soal nomor 11, sama tidak? Sama mas.. Keduanya tercelup sebagian atau seluruhnya? Tercelup seluruhnya…. Gaya apung yang seharusnya bekerja pada benda gimana, kalo volumenya sama dan juga tercelup seluruhnya dalam fluida? Berbeda, mas.. Mana yang lebih besar? Sepertinya yang berongga, mas.. Yakin? Ia, yakin mas. Kenapa yakin? Karena rongga pada benda akan mempengaruhi besarnya gaya apung… Bagaimana pengaruhnya? Membuat gaya apung jadi lebih besar, mas… Cara mengetahui gaya apungnya besar, bagaimana? Apa persamaan yang digunakan? Gaya apung sama dengan berat fluida dikali dengan volume benda… Yakin? Kurang tau, mas (siswa tersenyum) Berdasarkan hasil wawancara ini, siswa C terlihat jelas mengalami miskonsepsi dalam memahami hubungan antara bentuk benda dengan gaya apung. Siswa menganggap bahwa adanya rongga udara pada benda, dapat membuat gaya apung yang bekerja pada benda menjadi lebih besar. Siswa menambahkan bahwa untuk mengetahui besarnya gaya apung, maka dapat menggunakkan persamaan gaya apung sama

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 dengan berat fluida dikali dengan volume benda. Miskonsepsi siswa pada pertanyaan ini, disebabkan karena siswa tidak mengetahui secara tepat faktor yang mempengaruhi gaya apung dan karena siswa juga memilii konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya, sehingga salah dalam memberi jawaban. f. Soal Nomor 12 Soal ini berisi pertanyaan mengenai perbandingan antara massa jenis 2 benda yang memiliki volume yang sama, namun memiliki posisi berbeda dalam zat cair. Benda a tenggelam di dasar air, sedangkan benda b melayang dalam air. Berikut hasil wawancara untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa B A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Mengapa massa jenis benda a lebih besar dari pada benda b? Karena posisinya berbeda, kak.. Berbeda bagaimana? Benda a tenggelam sedangkan benda b melayang di dalam air. Karena itu saja? Ia, kak.. Kedua benda dicelupkan pada zat cair yang sama nggak? Ia, zat cairnya sama yaitu air… Syarat benda melayang dan tenggelam menurut kamu, apa? Untuk melayang kan volume benda harus sama dengan volume fluida sedangkan untuk tenggelam, maka volume benda lebih besar dari volume fluida… Ada syarat lain? Ada kak tapi tidak mengerti … ➢ Siswa E A. B. A. B, A. B. A. B. Mengapa kamu memilih a (massa jenis a lebih kecil daripada massa jenis b)? Karena meskipun volumenya sama, massa jenis bendanya berbeda, mas. Mengapa berbeda? Karena keduanya berbeda posisi, mas.. Mana seharusnya benda yang massa jenis bendanya besar? Benda b Kenapa bukan benda a? Benda a nya tenggelam, jadi tidak ada gaya apung yang bekerja pada benda..

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 Berdasarkan hasil wawancara ini, dapat diketahui bahwa siswa B dan E mengalami miskonsepsi pada konsep yang dipertanyakan. Siswa B menganggap bahwa massa jenis benda tenggelam lebih besar daripada benda melayang karena posisinya yang berbeda dalam fluida. Sedangkan siswa E menganggap bahwa meskipun memiliki volume yang sama, massa jenis benda tenggelam lebih kecil daripada massa jenis benda melayang. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya dan karena siswa tidak memahami syarat benda melayang dan tenggelam secara tepat. g. Soal Nomor 14 Soal ini berisi pertanyaan tentang hubungan antara pengaruh perbedaan massa jenis fluida dengan volume benda mengapung yang tercelup sebagian dalam fluida. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Lihat gambar soal no.14! Benda yang tercelup lebih banyak pada fluida yang mana? Yang b, mas.. Kenapa benda b lebih banyak tercelup daripada benda a? Karena massa jenis fluidanya berbeda, mas.. Fluida mana yg massa jenisnya paling besar? Yang b.. Kenapa bisa demikian? Karena dia membuat volume benda tercelup paling banyak… Berarti hubungan antara volume benda yang tercelup dengan massa jenis fluida, bagaimana? Sebanding, mas. Artinya apa? Bila massa jenis fluida semakin besar, maka benda akan tercelup lebih banyak.. Kamu yakin nggak kebalik? Kurang tau, mas..

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 ➢ Siswa E A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Bagaimana kamu tahu kalo fluida a itu minyak dan fluida b itu air? Dari gambar e, mas.. Apa yang ditunjukkan gambarnya? Pada fluida a, bendanya tercelup sedikit dan pada fluida b, bendanya tercelup lebih banyak.. Hubungannya sama minyak dan air apa? Karena massa jenis minyak lebih besar dari air mas.. Massa jenis air berapa? mmmm…. 1000 mas 1000 apa? 1000 kg/m3.. Kalo minyak? Kurang tau, mas.. tapi sepertinya lebih besar dari massa jenis air. Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa siswa C dan E mengalami miskonsepsi pada konsep yang ditanyakan. Siswa C mengalami miskonsepsi karena menganggap bahwa untuk benda yang tetap mengapung, banyaknya volume benda yang tercelup sebagian menunjukkan besarnya massa jenis fluida tempat benda itu dicelupkan. Bila semakin banyak volume benda yang tercelup, maka massa jenis fluida tempat benda itu dicelupkan lebih besar dibanding fluida yang membuat benda itu hanya sedikit tercelup. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya, sehingga salah dalam menjawab pertanyaan. Sementara itu, terjadinya miskonsepsi siswa E disebabkan bukan karena tidak menjawab pertanyaan secara tepat tapi karena memberi reasoning yang salah atau tidak sesuai dengan konsep seharusnya. Siswa menduga bahwa massa jenis fluida a lebih besar daripada fluida b, karena fluida a itu berupa minyak sedangkan fluida b itu berupa air. Disini, siswa beranggapan bahwa massa jenis minyak lebih besar daripada air.

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 Seharusnya bila dugaan siswa benar, massa jenis minyaklah yang lebih kecil daripada air. h. Soal Nomor 15 Soal ini berisi pertanyaan tentang posisi gabungan kedua benda yaitu benda tenggelam dan mengapung yang memiliki volume yang sama besar saat dicelupkan kedalam fluida. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa B A. B. A. B. A. B. Mengapa gabungan kedua benda, dapat melayang? Karena setelah tergabung, maka keduanya menjadi seimbang, kak. Syarat benda melayang apa? Apakah massa jenis benda mempengaruhi? Massa jenisnya tidak berpengaruh, kak. Yang berpengaruh volume benda saja. Pengaruhnya bagaimana? Tadi kan udh ditanyai, kak.. ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. Apa yang membuat gabungan kedua benda bergerak naik turun? Perbedaan posisi gabungan bendanya, mas.. Kenapa bisa begitu? Yang benda b kan tenggelam, sementara yang a mengapung.. Saat tergabung, maka gaya apungnya menjadi tidak seimbang.. Berarti gabungan kedua benda bergerak naik turun karena pengaruh gaya apung yang tidak seimbang? Menurut saya, begitu mas.. tapi kurang tau juga.. ➢ Siswa E A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Benda b dan a, massa jenisnya sama nggak? Beda mas, lebih besar benda b.. Menurut kamu, benda b tenggelam karena massa jenisnya besar nggak? mmm.. kurang tau, mas.. Agar benda tenggelam, syaratnya apa? Berat benda lebih besar daripada berat fluida.. Itu saja.. Kalo yang sebelumnya kan, dipengaruhi sama ketebalan dan panjang benda juga, mas… Oke, disini kamu menganggap bahwa gabungan kedua benda akan melayang dalam air..Kenapa kamu bisa menganggap begitu? Karena benda b tenggelam dan benda a mengapung.. kalo digabung jadinya seimbang.. Apanya yang seimbang? Berat bendanya, mas… Seimbang dengan apa berat bendanya? Dengan berat fluidanya…

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 Berdasarkan hasil wawancara, siswa B dan E menganggap bahwa gabungan kedua benda yang mengapung dan tenggelam yang memiliki volume yang sama, akan melayang dalam fluida karena gaya apung dan berat benda menjadi seimbang. Sedangkan siswa C menganggap gaya apung tidak seimbang sehingga benda bergerak naik-turun dari dasar menuju permukaan air. Pemahaman ini disebabkan karena siswa tidak memahami syarat-syarat benda dapat mengapung, melayang dan tenggelam secara tepat sehingga tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Berdasarkan wawancara hasil pretest, maka dapat dikonfirmasi penyebab miskonsepsi siswa, yaitu sebagai berikut: ▪ Analisa persoalan yang salah sehingga menimbulkan penafsiran yang tidak selaras dengan konsep seharusnya. ▪ Konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya. ▪ Pemahaman konsep kurang tepat. ▪ Reasoning salah atau tidak sesuai dengan konsep seharusnya. 3. Wawancara Hasil Posttest a. Soal Nomor 3 Soal ini berhubungan dengan konsep gaya apung dan menanyakan tentang perbedaan berat benda di udara dan di dalam air. Berikut hasil wawancara siswa pada pertanyaan ini:

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Gaya apung itu apa? Gaya ke atas, mas… Yang dilakukan oleh siapa? (siswa tidak menjawab).. Pada video kemarin dijelaskan nggak apa itu gaya apung? Dijelaskan, mas.. Jadi, dilakukan oleh siapa? Zat cair atau benda? mm.. zat cair Kepada siapa? Benda.. Jadi, gaya apung itu gaya apa? Gaya keatas yang dilakukan zat cair pada benda.. Kalo benda menerima gaya apung, maka berat benda bagaimana? Terasa ringan… Apakah itu terjadi karena berat benda berkurang? Tidak berkurang, mas.. Tapi mengapa? Itu karena gaya apung.. gaya apungnya membuat berat benda seolaholah berkurang.. Kalo beratnya diukur pake neraca pegas, sama aja nggak hasilnya dengan pengukuran di udara? Sama, mas.. Kok sama? Karena berat benda tidak berkurang… Ada gaya apungnya nggak? Ada, mas.. Cara mengetahui gaya apung benda itu secara cepat bagaimana? Hasil pengukurannnya di udara tinggal dikurangi dengan hasil pengukuran di dalam air… Hasil pengukuran apanya? Berat bendanya, mas (siswa tersenyum).. Hasil pengukuran berat di udara berapa? 15 newton.. Hasil pengukuran di dalam air berdasarkan jawabanmu berapa? 15 netwon. Berarti gaya apungnya berapa? (siswa diam sejenak).. nol mas? (siswa bingung) Berarti gaya apungnya tidak ada? Seharusnya ada, mas.. Kenapa ada? Karena setiap benda yang tercelup dalam fluida, selalu mengalami gaya apung.. Berarti jawabanmu benar nggak? Kemarin kamu lihat video klip pertama yang bagian kedua nggak? Yang mana, mas? Yang pengukuran berat benda di udara dan di dalam air? Oh, ia mas… Hasil pengukurannya bagaimana? Sama atau berbeda? Beda mas, lebih kecil yang di air. Karena kenapa? Karena ada gaya apung yang membuat berat benda seolah-olah berkurang.. Jadi jawaban yang tepat apa? a mas < 15 newton..

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat diketahui bahwa siswa C mengalami miskonsepsi karena menganggap hasil pengukuran berat benda di udara dan di dalam air tetap sama. Hal ini terjadi karena siswa tidak dapat menghubungkan konsep gaya apung yang telah ia pahami dengan konsep yang ditanyakan. Siswa juga tidak menggunakkan pengalaman belajar yang diperoleh melalui treatment untuk menjawab pertanyaan. Ini menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi juga disebabkan karena siswa masih mempertahankan konsepsi awal tentang gaya apung yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya. b. Soal nomor 5 dan 11 Soal ini berhubungan dengan konsep gaya apung yang bekerja pada benda yang tercelup dalam fluida. Soal nomor 5 berisi pertanyaan tentang hubungan antara volume benda yang tercelup dalam fluida dengan gaya apung yang bekerja pada benda dan soal nomor 11 berisi pertanyaan tentang pengaruh bentuk benda (pejal dan berongga) dengan gaya apung yang bekerja pada benda. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Mengapa gaya apung yang bekerja pada benda tetap? Karena tekanan tidak mempengaruhi gaya apung.. Lalu yang mempengaruhi gaya apung apa? Massa jenis fluida… Itu saja? mmm.. gravitasi juga, mas… Volume benda yang tercelup berpengaruh nggak? (siswa tidak menjawab pertanyaan).. Persamaan gaya apung secara matematis apa? Fa = ρf.g.vbf

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Vbf itu apa? Oh..volume itu mas, volume benda yang tercelup dalam fluida.. Berarti mempengaruhi nggak? Apanya, mas? Volume benda yang tercelup terhadap gaya apung.. Ada pengaruhnya, mas.. dari persamaan keduanya sebanding.. Artinya apa? Semakin besar volume benda yang tercelup dalam fluida, maka gaya apungnya akan semakin besar.. Sekarang lihat soal, sebelum ditekan volume benda yang tercelup berapa banyak? Hanya sebagian mas.. Setelah ditekan.. Volume benda yang tercelup seluruhnya atau bertambah besar. Kalo berdasarkan persamaan, gaya apungnya gimana? Lebih besar Fa2.. Kenapa demikian? Karena massa jenis fluidanya dan nilai gravitasi tetap… Jadi, jawabanmu gimana? Ya, salah lagi, mas… Lihat yang nomor 11, kalo misalnya volume dan luas selimut bola pejal lebih besar daripada berongga, gaya apungnya masih tetap atau bagaimana? Beda mas, yang pejal lebih besar.. kan tadi, bila volume benda yang tercelup semakin besar maka gaya apungnya juga besar… Kalo lebih kecil, bagaimana? Gaya apung yang bola pejal juga lebih kecil, mask arena sebanding. ➢ Siswa H A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Mengapa gaya apungnya tetap? Karena gaya ke atas selalu tetap, mas.. Penjelasan di video kemarin bagaimana? Saat benda berada pada kedalaman berapapun, gaya apungnya tetap sama… Perhatikan soal, sebelum ditekan benda berada pada kedalaman berapa dan sesudah ditekan benda berada pada kedalaman berapa? (siswa membaca pertanyaan) .. ga dijelasin mas.. Cuma dikatakan awalnya benda tercelup sebagian, kemudian tercelup seluruhnya… Nah, saat itu gaya apungnya bagaimana? (Siswa diam).. Lihat kembali persamaan gaya apung secara matematis! Persamaannya apa? F = ρf….(siswa terhenti sejenak) F = ρf kali gra… Kali gravitasi dikali volume benda, mas.. Volume benda yang bagaimana? Tercelup dalam fluida.. Jadi, hubungan volume benda yang tercelup dalam fluida dengan gaya apung bagaimana? Terbalik, mas.. Kok terbalik? Tadi persamaannya apa? F = ρf.g.vbf. Hubungan gaya apung dan vbf bagaimana berarti? Sebanding.. makin besar volume benda yang tercelup maka gaya apung akan semakin besar..

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Nomor 5 yang betul yang mana? b (Fa1 < Fa2).. Sekarang lihat nomor 11, berat mempengaruhi gaya apung nggak..? Tidak, mas. Berarti gaya apung kedua benda bagaimana? Sama besar, mas. Kenapa? Karena luas selimut dan volume benda yang tercelup sama besar. Jadi jawabanmu betul atau salah.. Kurang tepat, mas (siswa tersenyum).. Berdasarkan hasil wawancara ini, dapat diketahui bahwa siswa B dan C mengalami miskonsepsi dalam memahami hubungan antara besarnya volume benda yang tercelup dalam fluida dengan gaya apung. Kedua siswa sependapat bahwa gaya apung yang bekerja pada benda yang awalnya tercelup sebagian, kemudian tercelup seluruhnya tetap sama besar. Siswa mengalami miskonsepsi karena siswa memiliki konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya dan tetap mempertahankan konsepsi tersebut meskipun telah diberikan treatment. Setelah diberikan umpan dalam bentuk pertanyaan, siswa H menjadi memahami bahwa selain massa jenis fluida, gravitasi dan volume benda yang tercelup, faktor lain seperti berat benda tidak mempengaruhi gaya apung, sehingga dapat menjawab pertanyaan nomor 11 dengan tepat yang awalnya sempat membuat siswa H mengalami miskonsepsi. c. Soal Nomor 8 dan 9 Soal ini berhubungan dengan syarat-syarat benda dapat mengapung, melayang dan tenggelam. Soal nomor 8 berisi pertanyaan tentang hubungan besarnya volume benda yang tercelup seluruhnya dalam

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 fluida dengan posisinya (mengapung, melayang dan tenggelam) dalam fluida. Sedangkan soal nomor 9 berisi pertanyaan tentang hubungan variasi ketebalan benda dengan posisinya dalam fluida. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Benda tenggelam syaratnya apa? Massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis fluida.. Mengapa benda bervolume 0,2 m3 pada soal nomor 8, tenggelam? Karena massa jenisnya lebih besar daripada massa jenis fluida, mas.. Tau darimana? Dari soal, bahannya sama dengan bahan benda 1 m3 yang tenggelam, berarti massa jenisnya lebih besar.. Kalo volume bendanya 10 kali lebih kecil, mungkin nggak akan mengapung? Tidak bisa, mas. Karena massa jenisnya tetap lebih besar daripada massa jenis fluida, jadi tenggelam. Oke, lihat nomor 9.. apakah benar keping aluminium tenggelam karena berat? Wah, salah mas…(siswa tersenyum).. ➢ Siswa H A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Mengapa benda 0,2 m3 mengapung? Karena gaya apungnya lebih kecil, mas. Bukannya tenggelam kalo gaya apungnya lebih kecil? (siswa tidak menjawab).. Syarat benda mengapung apa? Massa jenisnya harus lebih kecil daripada fluida.. Berarti volume mempengaruhi nggak? Hanya massa jenisnya saja berarti, mas. Massa jenis benda dengan volume 0,2 m3 sama nggak dengan massa jenis benda dengan volume 2 m3 yang tenggelam? Sama, mas.. karena terbuat dari bahan yang sama.. Artinya apa? Benda juga tenggelam.. Kenapa bisa tenggelam? Syaratnya apa? Tenggelam karena massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis fluida, mas. Jadi, jawabanmu bagaimana? Salah… Sekarang lihat nomor 9, kalo kepingnya sangat tipis kemungkinan mengapung nggak? Tidak mas.. karena tetap aja bahannya sama.. Kenapa kalau bahannya sama? Massa jenisnya sama, mas.. jadi, tetap tenggelam di dalam air karena lebih besar dari massa jenis fluida. Yang besar apanya? Massa jenis bendanya…

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 Berdasarkan hasil wawancara di atas, siswa C mengalami miskonsepsi pada soal nomor 9 karena tidak memberi reasoning yang tepat. Siswa menyatakan bahwa keping aluminium yang massa jenisnya lebih besar daripada fluida tetap tenggelam karena terbuat dari sesuatu yang berat. Sementara itu, siswa dengan kode H mengalami miskonsepsi pada persoalan nomor 8. Siswa menganggap bahwa volume benda mempengaruhi posisi benda dalam zat cair karena semakin kecil volume benda maka gaya apungnya semakin kecil sehingga membuat benda mengapung. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa H terjadi karena tidak memahami secara tepat syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. Hal inilah membuat siswa memilih jawaban yang tidak tepat. d. Soal Nomor 12 Soal ini berisi pertanyaan mengenai perbandingan antara massa jenis 2 benda yang memiliki volume yang sama, namun memiliki posisi berbeda dalam zat cair. Benda a tenggelam di dasar air, sedangkan benda b melayang dalam air. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa H A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Perhatikan gambar soal nomor 12! Benda a mengapung atau melayang? Mengapung, mas. Yakin? Mengapung itu artinya apa? Sebagian benda muncul di atas permukaan zat cair.. Benda a muncul di atas permukaan nggak? Tidak, mas. Berarti mengapung atau melayang? Melayang.. Benda dikatakan melayang itu saat apa? Tidak tenggelam dan tidak mengapung..

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Artinya apa? Benda tidak berada di dasar zat cair dan juga tidak muncul di atas permukaan zat cair.. Syaratnya apa? Massa jenis benda harus sama dengan massa jenis fluida, mas. Kalo tenggelam? Massa jenis fluida harus lebih kecil… eh harus lebih besar daripada massa jenis fluida.. Yakin? Ia, yakin mas. Benda a dan b tercelup dalam fluida yang sama atau berbeda? Sama, mas. Berarti perbandingan massa jenisnya gimana? (Siswa diam) Massa jenis benda a sama dengan massa jenis fluida nggak? Ia, mas. Kalo massa jenis benda b lebih besar daripada massa jenis fluida, maka pebandingannya dengan benda a gimana? Berarti massa jenis benda b lebih besar daripada benda a. Salah lagi, kan? Bukan salah mas, tapi kurang beruntung (siswa tersenyum).. Berdasarkan hasil wawancara ini, dapat diketahui bahwa siswa H mengalami miskonsepsi karena menganggap bahwa massa jenis benda melayang lebih besar daripada massa jenis benda tenggelam. Selain mengalami miskonsepsi, siswa juga tidak bisa membedakan secara tepat yang mana benda yang disebut mengapung dan melayang. Hal ini membuat juga salah dalam memberi reasoning. e. Soal Nomor 14 Soal ini berisi pertanyaan tentang hubungan antara pengaruh perbedaan massa jenis fluida dengan volume benda mengapung yang tercelup sebagian dalam fluida. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa H A. B. A. Tadi persamaan untuk menghitung gaya apung apa? F = ρf.g.vbf. Berarti hubungan antara volume benda yang tercelup dalam fluida dengan massa jenis fluida bagaimana?

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Terbalik, mas. Terbalik artinya apa untuk kasus soal nomor 14? Berarti kalo volume yang tercelup hanya sedikit, massa jenis fluidanya berarti besar. Benda pada fluida mana yang volumenya tercelup sedikit? Pada fluida b, mas. Berarti massa jenis fluida b bagaimana? Lebih kecil.. Kecil? mm..lebih besar deh, mas. Berarti jawaban yang benarnya yang mana? Yang tepat b, mas. Tapi kenapa kamu memilih a? Karena kalo massa jenis fluidanya lebih kecil, benda yang tercelup akan semakin terangkat ke atas.. Tidak terbalik? Terbalik mas, kan sekarang sudah tau (siswa tersenyum) ➢ Siswa D A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Mengapa memilih a? Karena gaya apung yang bekerja pada benda a lebih besar dari benda b. Tahu darimana? Dari volume benda yang tercelup.. Hubungannya dengan massa jenis fluida apa? Gaya apung sebanding dengan massa jenis fluida.. jadi, bila gaya apung yang bekerja pada benda lebih besar maka massa jenis fluida juga besar. Volume benda yang tercelup pada fluida a dan b sama besar atau berbeda? Beda mas, volume benda yang tercelup pada fluida a lebih besar. Mungkin nggak gaya apungnya tetap besar ketika massa jenis fluida yang digunakan semakin besar tapi volume benda yang tercelup semakin kecil? Kalo tetap nggak mungkin, mas. Jadi harus bagaimana? Volume benda yang tercelup atau massa jenis fluida, salah satunya harus dibuat dengan nilai tetap. Berarti konsep yang kamu bilang tadi, bisa dipake nggak untuk menjawab persoalan? Tidak, mas. Karena massa jenis fluida pada soal sudah pasti berbeda, sedangkan pada gambar volume benda yang tercelup juga berbeda.. Jadi jawabanmu benar nggak kira-kira? Tidak tepat, mas. ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. Perhatikan baik-baik gambar soal nomor 14! Kedua benda mengapung nggak? Ia, mas. Jadi, benda mengapung yang kamu maksud yang mana? (Siswa diam sejenak) maaf mas, salah lihat (siswa tersenyum).. Lalu mengapa massa jenis fluida a lebih kecil daripada benda b? Kurang tau, mas. Tapi kenapa kamu memilih b? Karena tak pikir hanya benda b yang mengapung mas..

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 Berdasarkan hasil wawancara di atas, maka dapat diketahui bahwa ketiga siswa mengalami miskonsepsi pada persoalan yang ditanyakan. Siswa C mengalami miskonsepsi karena meskipun menjawab benar, siswa tidak memberi reasoning yang tepat. Sedangkan siswa D dan H mengalami miskonsepsi karena menganggap bahwa untuk 2 buah benda mengapung yang identik, benda yang berada pada fluida yang massa jenisnya lebih besar akan tercelup lebih banyak daripada benda yang berada pada fluida yang massa jenisnya lebih kecil. Miskonsepsi ini terjadi karena siswa D dan H tidak dapat memahami secara tepat hubungan antara massa jenis fluida dengan volume benda yang dapat tercelup dalam fluida. f. Soal nomor 15 Soal ini berisi pertanyaan tentang posisi gabungan kedua benda yaitu benda tenggelam dan mengapung yang memiliki volume yang sama besar saat dicelupkan kedalam fluida. Berikut hasil wawancara siswa untuk pertanyaan ini: ➢ Siswa C A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. A. B. Apa yang membuat gabungan kedua benda bergerak naik turun? Perbedaan posisi gabungan bendanya, mas.. Kenapa bisa begitu? Yang benda b kan tenggelam, sementara yang a mengapung.. Saat tergabung, maka gaya apungnya menjadi tidak seimbang.. Berarti gabungan kedua benda bergerak naik turun karena pengaruh gaya apung yang tidak seimbang? Menurut saya, begitu mas.. tapi kurang tau juga.. Massa jenis rata-rata gabungan kedua benda bagaimana? (siswa menghitung ρrata-rata).. lebih besar daripada massa jenis air, mas. Kalau massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis fluida, maka apa yang terjadi pada benda? Tenggelam, mas. Persoalan ini dijelaskan dalam video nggak? Ada, mas. Tapi tak percepat.

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 ➢ Siswa H A. B. A. B. B. A. B. Benda melayang, syaratnya apa tadi? Massa jenisnya sama dengan massa jenis fluida.. Massa jenis gabungan kedua benda sama nggak dengan massa jenis fluida? Sebentar mas (membaca soal).. Massa jenis gabungannya dihitung rata-ratanya kan mas? Kemarin, pada video pembelajaran dijelaskan nggak? Ia, mas. Tapi kurang mudeng karena nontonnya sekali.. Berdasarkan hasil wawancara di atas, siswa C dan H jelas masih mengalami miskonsepsi pada konsep yang ditanyakan setelah diberikan treatment. Siswa C menganggap bahwa gabungan benda mengapung dan tenggelam yang volumenya sama akan bergerak naik turun, sedangkan siswa H menganggap gabungan kedua benda akan melayang. Miskonsepsi siswa disebabkan karena mempertahankan konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya dan karena tidak mengikuti penjelasan yang disampaikan melalui treatment dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara posttest ini dapat dikonfirmasi ulang penyebab miskonsepsi siswa setelah diberikan treatment yaitu: ▪ Konsepsi awal yang tidak sesuai dengan konsep seharusnya masih dipertahankan. ▪ Tidak menganalisa persoalan berdasarkan treatment yang diberikan. ▪ Reasoning kurang tetap dan kurang lengkap dan salah.

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Penurunan Miskonsepsi Siswa Penurunan Miskonsepsi = Jsm (𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡)−Jsm (𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡) Jsm (𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡) x 100 % , Ket: Jsm = jumlah soal miskonsepsi Tabel 4.50. presentase penurunan miskonsepsi siswa dari pretest ke posttest Kode siswa A B C D E F G H Rata2 Sebelum treatment Sesudah treatment (pretest) (posttest) Jsm Presentase (%) Jsm Presentase (%) 7 46,7 1 6,7 6 40,0 1 6,7 12 80,0 5 33,3 9 60,0 1 6,7 12 80,0 3 20,0 6 40,0 2 13,3 7 46,7 4 26,7 10 66,7 6 40,0 8,6 57,5 2,9 19,2 Penurunan (%) Keterangan 85,7 83,3 58,3 88,9 75,0 66,7 42,9 40,0 66,6 Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Siswa mengalami penurunan miskonsepsi Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa treatment yang diberikan berhasil membuat miskonsepsi siswa pada materi Hukum Archimedes menjadi berkurang dengan rata-rata presentase penurunan yaitu sebesar 66,6 %. Siswa yang mengalami penurunan miskonsepsi paling tinggi yaitu siswa D dengan presentase penurunan sebesar 88,9 %. Sedangkan siswa yang mengalami penurunan miskonsepsi paling rendah yaitu siswa H dengan presentase penurunan sebesar 40 %. Ratarata jumlah soal miskonsepsi masing-masing siswa sebelum treatment yaitu sebanyak 8,6 soal (dibulatkan jadi 9) dan sesudah 189

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI treatment yaitu 2,9 soal (dibulatkan jadi 3). Penurunan miskonsepsi ini juga dapat dilihat pada masing-masing butir pertanyaan seperti pada tabel berikut: Tabel 4.51. Presentase miskonsepsi siswa sebelum dan sesudah treatment untuk setiap pertanyaan. Sebelum treatment Sesudah treatment No (pretest) (posttest) soal Jsm Presentase (%) Jsm Presentase (%) 1 3 37,5 1 12,5 2 2 25,0 1 12,5 3 5 62,5 3 37,5 4 4 50,0 1 12,5 5 6 75,0 2 25,0 6 6 75,0 0 00,0 7 1 12,5 0 00,0 8 5 62,5 2 25,0 9 8 100 2 25,0 10 4 50,0 0 00,0 11 4 50,0 1 12,5 12 3 37,5 3 37,5 13 5 62,5 1 12,5 13 6 75,0 4 50,0 15 7 87,5 2 25,0 2 Rata 57,5 19,2 *Keterangan: Jsm = jumlah siswa miskonsepsi Penurunan (%) Keterangan 66,7 50,0 40,0 75,0 66,7 100 100 60,0 75,0 100 75,0 00,0 80,0 33,3 71,4 66,6 Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Tidak ada lagi siswa yang miskonsepsi Tidak ada lagi siswa yang miskonsepsi Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Tidak ada lagi siswa yang miskonsepsi Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Jumlah siswa miskonsepsi tetap. Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Jumlah siswa miskonsepsi berkurang Siswa mengalami penurunan miskonsepsi 190

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan tabel 4.51, dapat diketahui bahwa treatment yang diberikan sangat membantu siswa dalam memperbaiki miskonsepsi yang terjadi sebelumnya. Setelah mendapatkan treatment, jumlah siswa miskonsepsi pada setiap pertanyaan menjadi berkurang (kecuali pertanyaan nomor 12) bahkan ada pertanyaan yang tidak memiliki siswa miskonsepsi lagi yaitu pertanyaan nomor 6, 7 dan 10. 5. Peningkatan Pemahaman Siswa Peningkatan Pemahaman = Nilai 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡 −Nilai 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡 Nilai 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡 x 100 % Tabel 4.52. Presentase kenaikan nilai siswa dari pretest ke posttest Kode Siswa A B C D E F G H Rata2 Hasil pretest Nilai Tingkat pretest pemahaman 43,3 Cukup 36,7 Kurang 20,0 Sangat kurang 36,7 Cukup 23,3 Kurang 20,0 Sangat kurang 40,0 Kurang 36,7 Kurang 32,1 Kurang Hasil posttest Nilai Tingkat posttest pemahaman 86,7 Sangat Baik 63,3 Baik 73,3 Baik 86,7 Sangat Baik 83,3 Sangat Baik 90,0 Sangat Baik 76,7 Baik 60,0 Cukup 77,5 Baik Kenaikan (%) Perubahan Pemahaman Siswa 50,1 42,0 72,7 57,7 72,0 77,8 47,8 38,8 58,6 Dari cukup menjadi sangat baik Dari kurang menjadi baik Dari sangat kurang menjadi baik Dari cukup menjadi sangat baik Dari kurang menjadi sangat baik Dari sangat kurang menjadi sangat baik Dari kurang menjadi baik Dari kurang menjadi cukup Dari kurang menjadi baik 191

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 Berdasarkan tabel 4.52 di atas, dapat diketahui bahwa treatment yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami Hukum Archimedes. Kenaikan pemahaman paling tinggi diperoleh oleh siswa F dengan presentase kenaikan sebesar 77,8 %. Hasil ini menunjukkan terjadinya perubahan pemahaman siswa dari sangat kurang menjadi sangat baik. Sedangkan kenaikan pemahaman paling rendah diperoleh oleh siswa H dengan presentase kenaikan sebesar 38,8 %. Hasil ini menunjukkan terjadinya perubahan pemahaman siswa dari kurang menjadi cukup baik. Secara keseluruhan pemahaman siswa meningkat sebesar 58,6 % dengan rata-rata siswa mengalami perubahan pemahaman dari kurang menjadi baik. 6. Video Pembelajaran tentang Hukum Archimedes Berdasarkan Kuesioner penilaian siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa video pembelajaran yang telah dikembangkan dapat mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI SMA tentang Hukum Archimedes. Keberhasilan ini dapat terjadi karena video pembelajaran yang dikembangkan didesain secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan penelitian tersebut. Tahap-tahap desain tersebut meliputi pendalaman materi, perencanaan alur video dengan memilih miskonsepsi-miskonsepsi tentang Hukum Archimedes berdasarkan beberapa penelitian yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengembangkan materi video, penulisan skenario dan pembuatan video (perekaman dan pengeditan).

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 Beberapa rekomendasi yang disarankan oleh lincoln yang berkaitan dengan A live Personality, demonstrasi, kata atau simbil, pengisi suara/cerita dan musik/efek suara juga dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga menghasilkan video pembelajaran yang baik dan layak untuk digunakan. Kelayakan ini, dapat dilihat melalui tabel hasil kuesioner kelayakan pemanfaatan video pembelajaran sebagai berikut: Tabel 4.53. Hasil kuesioner kelayakan pemanfaatan video pembelajaran Presentase Kelayakan (%) 54 90,0 51 85,0 50 83,3 51 85,0 56 93,3 53 88,3 49 81,7 46 76,7 Rata-rata 85,4 Kode Siswa Skor A B C D E F G H Berdasarkan tabel 4.53, dapat Interprestasi Layak Layak Layak Layak Layak Layak Layak Layak Layak disimpulkan bahwa video pembelajaran layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA dalam memahami Hukum Archimedes. Adapun frekuensi pengulangan video pembelajaran selama penelitian (sebelum pelaksanaan posttest) masing-masing siswa yaitu sebagai berikut Tabel 4.54. frekuensi pengulangan video (kuesioner pernyataan no.15) Kode Siswa A B C D E F G H Frekuensi pengulangan video 4 3 3 4 5 5 4 2

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 Pada tabel 4.45, dapat diketahui bahwa frekuensi pengulangan video oleh siswa adalah sebanyak 2 – 5 kali. Siswa H merupakan siswa yang hanya melakukan pengulangan video sebanyak 2 kali. Hal ini menunjukkan bahwa siswa H memiliki minat yang rendah dalam kegiatan penelitian. Rendahnya minat siswa H mempengaruhi hasil pemahaman akhir yang diperoleh setelah diberikan treatment, dimana siswa H memperoleh nilai posttest paling rendah diantara siswa lain yaitu sebesar 60. D. Keterbatasan Penelitian Adapun keterbatasan dalam melakukan penelitian ini yaitu: 1. Peneliti tidak dapat menghilangkan noise pada video secara sempurna karena peralatan rekaman yang digunakan sangat sederhana. 2. Pada penelitian ini tidak dapat diketahui apakah pemahaman siswa akan tetap meningkat, menurun atau tetap sama dalam jangka waktu yang lama. Karena keterbatasan waktu penelitian tidak memungkinkan peneliti untuk melaksanakan posttest kedua.. 3. Wawancara tidak dilakukan kepada semua siswa, tapi hanya beberapa siswa saja yang dilibatkan. Wawancara ini juga hanya menggali informasi pada pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab siswa dengan benar (siswa miskonsepsi), sementara pertanyaan-pertanyaan yang lain yang sudah dipahami ataupun kurang dipahami siswa tidak dijadikan sebagai bahan wawancara.

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN 1. Video pembelajaran tentang Hukum Archimedes yang efektif dan efesien untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahanan siswa dapat dikembangkan dengan memperhatikan beberapa aspek seperti A live Personality, demonstrasi, kata atau simbol, pengisi suara/narator dan musik/efek suara. Selain itu, video pembelajaran juga harus direncanakan dengan memilih beberapa miskonsepsi-miskonsepsi pada materi yang bersangkutan agar dapat digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. 2. Video pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA SMA BP Yogyakarta dalam memahami Hukum Archimedes. Berkurangnya miskonsepsi ini tidak merata pada setiap konsep. Persoalan yang masih mengalami miskonsepsi tertinggi yaitu tentang hubungan antara volume benda yang tercelup sebagian dalam fluida dengan massa jenis fluida. Miskonsepsi ini disebabkan karena siswa salah generalisasi dalam memberi reasoning dan karena siswa tidak menganalisa secara tepat konsep pada persoalan. 3. Video pembelajaran berdasarkan kuesioner penilaian oleh siswa dinyatakan layak digunakan untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman siswa Kelas XI SMA tentang Hukum Archimedes. 195

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 B. SARAN Bagi peneliti yang tertarik dalam penelitian dengan topik yang sama, maka diberikan beberapa saran yaitu: 1. Mengembangkan video pembelajaran dengan membuat flowchart dan storyboard terlebih dahulu sebelum menyusun skenario video pembelajaran untuk menghemat waktu dan memudahkan penulisan skenario. 2. Melakukan tes akhir setelah pemberian treatment sebanyak 2 kali, untuk menguji apakah video pembelajaran mampu membuat pemahaman siswa tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama. 3. Mencoba memanfaatkan aplikasi media sosial seperti youtube, whatsapp, google form dan lain-lain untuk melakukan penelitian serupa dengan mengunakkan sistem pembelajaran jarak jauh untuk menghemat waktu penelitian.

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 DAFTAR PUSTAKA Cepi Riyana. 2012. Media Pembelajaran. Jakarta Pusat: Direktoral Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Diki Rukmana. Identifikasi Miskonsepsi pada Materi Prinsip Archimedes di SMK dengan Menggunakkan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Tiga Tingkat. Wahana Pendidikan Indonesia. Vol 2, No.2. Hal 36-43, September 2017. Indah Dwi Rahmawati. Students Misconception About Archimedes Law. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika III. Hal 206-2012. Juli 2017. Kaltacky. Identification of Pre-service Physics Teacers’ Misconception on Gravity Concept: A Study with a 3-tier Misconception test. Proceedings of the American Institute of Physics. Hal 499-500. April 2007 Kanginan, Marthen. 2017. Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. Kristian Purwo. 2006. Pemahaman dan Miskonsepsi Siswa SMA Karatanita Magelang tentang Hukum Archimedes. Skripsi: USD Lincoln. Making Good Physics Video. The Physics Teachers. Vol. 25, Hal 308309, Mei 2017. Prayitno. 2009. Dasar Teori dan Praktis Pendidikan. Padang: Grasindo. Pribadi. 2017. Media dan Teknologi dalam Pembelajaran. Jakarta: Kencana. Riyana. 2007. Pedoman Pengembangan Media Video. Jakarta: P3AI UPI. Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Beriorentasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 Saifuddin. 2014. Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis. Yogyakarta: deepublish. Sean dan Krause. 2014. The Effect of Incorporating Youtube Videos into an I ntervention Addressing Students’ Misconceptions Related to Solutions, Solublity and Saturation. 121st ASEE Annual Conferency & Exposition. Paper ID.10586, June 2014. Smaldino, et al. 2011. Instructional Technology & Media For Learning: Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar. Jakarta: Kencana. Sri Puji Astuti. 2010. Pemahaman, Miskonsepsi, dan Cara Mengatasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 2 Klaten Tentang Hukum Archimedes dengan Metode Demonstrasi. Skripsi: USD. Sudarminta. 2002. Epsistemologi Dasar Pengantar Filsafat Pengetahuan. Yogyakarta: Kanisius Sudijono. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Sugiyono. 2015. Metode Penelitian dan Pengembangan: Research and Development. Bandung: Alfabeta Suparno. 2005. Miskonsepsi dan Perubahan Konsep Dalam Pendidikan Fisika. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Suparno. 2011. Pengantar Statistika untuk Pendidikan dan Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 Susilana dan Cepi Riyana. 2009. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: CV. Wacana Prima. van den Berg, E. 1991. Miskonsepsi Fisika dan Remediasi. Salatiga: The University of Hull Yudhi Munadi. 2010. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada (GP) press.

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 : Surat Permohonan Ijin Penelitian 200

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2: Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian 201

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 : Perencanaan Video Pembelajaran Video Pertama No 1. Miskonsepsi Volume benda yang tercelup seluruhnya ke dalam fluida tidak sama dengan volume fluida yang dipindahkan. Pembelajaran Konsep Seharusnya Video Volume benda yang Demonstrasi yang menutercelup sebagian atau njukkan bahwa volume seluruhnya ke dalam benda yang tercelup fluida sama dengan sebagian atau seluruhnya volume fluida yang ke dalam fluida sama dipindahkan oleh benda dengan volume fluida yang dicelupkan. yang dipindahkan • • • • 2. Berat benda berkurang saat masuk ke dalam fluida . Berat benda tidak berkurang dalam fluida. Saat masuk ke dalam fluida, benda meng- Demonstrasi pengukuran berat benda di udara dan berat benda di dalam fluida 202 • • Aktivitas Memasukkan 1 buah benda berbentuk bola dengan Volume 50 ml ke dalam gelas ukur yang berisi air. Mengamati kenaikan permukaan air saat bola dimasukkan ke dalam air. Mencelupkan ½ volume bola (Volume bola = 100 ml) dan seluruh bola dengan volume 100 ml ke dalam air . Mengamati volume kenaikan permukaan air pada gelas ukur. Menarik kesimpulan. Mengukur berat sebuah bandul di udara, kemudian mengukurnnya di dalam

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 3. Miskonsepsi Berat benda lebih besar saat berada dalam fluida dibandingkan saat berada di udara. Pembelajaran Konsep Seharusnya Video alami berat semu (seolah-olah kehilangan beratnya) karena mengalami gaya apung yaitu suatu gaya ke atas yang dikerjakan oleh fluida pada benda. Berat benda dalam fluida dan di udara tetap sama. Tapi dalam fluida, benda mengala mi gaya apung sehingga benda terasa lebih ringan. • • Aktivitas fluida dengan menggunakkan neraca pegas. Membandingkan hasil pengukuran. Menjelaskan adanya gaya apung yang bekerja pada benda yang besarnya sama dengan Wbudara - Wbfluida. Memahami Hukum Archimedes. Video Kedua No 4. Miskonsepsi Gaya apung yang bekerja pada suatu benda dipengaruhi oleh kedalamannya dalam zat cair. Konsep Seharusnya Gaya apung tidak dipengaruhi oleh kedalamannya dalam zat cair. Gaya apung dipengaruhi oleh berat Pembelajaran Video Demonstrasi pengukuran gaya apung pada suatu benda dengan mengvariasikan posisi kedalaman benda 203 • Aktivitas Mengukur gaya apung yang bekerja pada suatu benda pada kedalaman 7 cm dari atas permukaan

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Miskonsepsi Pembelajaran Konsep Seharusnya Video dan volume fluida yang dipindahkan oleh benda yang tercelup tersebut • dalam fludia. Massa jenis fluida Demonstrasi pengukuran • mempengaruhi gaya gaya apung pada dua • apung jenis fluida yang berbeda 5. • • 6. Benda tenggelam tidak mengalami gaya apung Setiap benda yang masuk ke dalam fluida tetap mengalami gaya apung termasuk benda tenggelam Demonstrasi peristiwa dimana benda ditenggelamkan, kemudian diukur gaya apungnya 204 • • Aktivitas air, selanjutnya pada kedala-man 13 dan 17 cm. Menarik kesimpulan Mengukur berat bandul Memasukkan bandul ke dalam air, lalu beratnya diukur untuk mengetahui besar gaya apung. Melakukan hal yang sama, dengan menggunakkan fluida lain yaitu minyak. Membandingkan gaya apung yang dialami bandul pada dua jenis fluida yang berbeda. Memasukkan bandul dengan volume 50 ml ke dalam air. Menganalisis besarnya gaya apung melalui persamaan

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Video Ketiga No 7. 8. Miskonsepsi Bila massa benda lebih kecil dari massa air, maka benda akan terapung Konsep Seharusnya Massa, ketebalan & bentuk benda tidak mempengaruhi posisi benda dalam fluida. Pembelajaran Video Demonstrasi peristiwa dimana benda yang massanya lebih ringan, 3 buah lempeng aluminium berbeda ketebalan, 2 buah benda (1 berujung tajam dan 1 berujung tumpul) dimasukkan ke dalam air. • • • • Bentuk benda yang tipis akan membuat menjadi terapung • 9. • Benda berujung tajam lebih mudah tenggelam daripada benda tumpul 205 Aktivitas Mengukur massa air pada gelas ukur dan massa benda. Memasukkan benda yang massanya lebih besar daripada massa air pada gelas ukur, kemudian sebaliknya. Mengamati apa yang akan terjadi pada benda. Memasukkan lempeng aluminium dengan ketebalan 6 mm ke dalam air, selanjutnya dengan ketebalan 3 mm dan 1 mm. Mengamati apa yang akan terjadi. Memasukkan tusuk gigi dan paku berujung tajam ke dalam air, kemudian yang berujung tumpul.

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Miskonsepsi Pembelajaran Konsep Seharusnya Video • 10. Bentuk benda mempengaruhi gaya apung. Demonstrasi pengukuran gaya apung pada 3 buah benda sejenis. Volume mas-ing-masing benda = 50 ml tapi berbeda bentuk. • • Aktivitas Mengamati apa yang akan terjadi. Mengukur gaya apung pada benda pertama. Selanjutnya benda kedua dan terakhir benda ketiga. Menarik kesimpulan. Video Keempat No 11. Miskonsepsi Pembelajaran Konsep Seharusnya Syarat agar benda dapat • mengapung, melayang & tenggelam yaitu: Syarat mengapung : rataratabenda < fluida Syarat mengapung : rataratabenda > fluida Syarat benda melayang: rataratabenda = fluida 206 Video Demonstrasi untuk • menjelaskan syarat benda mengapung, melayang dan tenggelam. • • Aktivitas Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan: 3 buah gelas ukur, 3 buah telur dan Garam dapur Mencampurkan 4 sendok garam ke dalam gelas ukur kedua dan 10 sendok untuk gelas ukur ketiga. Mengukur massa jenis telur dan fluida. telur = mtelur / Vtelur , fluida = mfluida / Vfluida.

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Miskonsepsi Pembelajaran Konsep Seharusnya Video • • • 12. Benda yang mengapung bila digabungkan dengan benda yang tenggelam dengan volume yang sama maka gabungan kedua benda akan melayang Gabungan kedua benda • belum tentu melayang di dalam fluida. Untuk melayang massa jenis rata-rata benda harus sama dengan massa jenis fluida. • Demonstrasi dimana • sebuah bola yang mengapung digabung • dengan sebuah bandul tenggelam yang memiliki volume yang sama. • • 207 Aktivitas Memasukkan satu persatu telur pada masing-masing gelas ukur. Mengamati telur mengapung, melayang, & tenggelam Membandingkan ρ masingmasing telur pada fluida dengan massa jenis fluida tempat telur itu berada. Menarik kesimpulan. Mengukur massa jenis bola dan bandul Memasukan bola ke dalam air garam (massa jenisnya sudah diketahui). Memasukkan bandul dengan volume yang sama ke dalam air garam. Menggabungkan telur dan bola, lalu memasukkannya ke dalam air garam. Mengamati telur tercelup.

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4: Skenario Video tentang Hukum Archimedes Pembukaan • Diawali dengan kata pembukaan dari Host Host : Hallo teman-teman! Pada kesempatan ini kita bersama-sama akan belajar tentang Hukum Archimedes, Selamat Menyaksikan ! Scene : Host yang menyampaikan kata pembukaan Melakukan demonstrasi untuk mengatasi miskonsepsi siswa: Volume benda yang tercelup seluruhnya ke dalam air tidak memiliki volume yang sama dengan volume zat cair yang didesak • Pada demonstrasi ini, alat dan bahan yang dibutuhkan yakni: - Sebuah bandul dan seutas tali - 1 buah gelas ukur berisi zat cair (air) Host : Disini, kita memiliki sebuah bandul dengan massa…kg dan juga memiliki sebuah gelas ukur yang telah diisi air sebanyak….ml. Scene : Tampilan alat dan bahan dengan ukuran yang disebutkan Apa yang akan terjadi, bila bandul dicelupkan seluruhnya ke dalam air ? Coba teman-teman perhatikan ! Scene : Bandul dicelupkan seluruhnya ke dalam air Tentunya, ketika bandul perlahan-lahan tercelup seluruhnya ke dalam air, maka permukaan air akan menjadi naik. Seperti terlihat, permukaan air naik sebesar ……ml. Scene : Memperlihatkan bandul tercelup sehingga permukaan air naik. Pada saat ini terjadi, seolah-olah permukaan air naik karena volume air mengalami pertambahan. Apakah benar demikian? mari mengeluarkan bandul untuk membuktikan bahwa hal tersebut benar atau tidak. Scene : Bandul dikeluarkan dari dalam air Ternyata volume air sama dengan kondisi semula sebelum bandul tercelup seluruhnya ke dalam air. Dengan kata lain, tidak benar bahwa volume air mengalami pertambahan. Scene : Menunjukkan volume air seperti semula (tidak berubah) Lalu mengapa demikian? hal ini disebabkan karena bandul memiliki volume. Sehingga, ketika bandul tercelup seluruhnya ke dalam air, volume air menjadi terdesak oleh bandul dan membuat permukaan air perlahan-lahan mengalami kenaikan. Scene : Bandul tercelup ke dalam air dan permukaan air naik. Besarnya volume kenaikan air ini sama dengan besarnya volume bandul yang tercelup seluruhnya ke dalam air. Jadi, ketika bandul yang memiliki volume sebesar…. ml masuk ke dalam zat cair, maka air akan didesak naik ke atas permukaan sebesar …..ml. Scene : Bandul dengan volume…..ml dimasukkan ke dalam air sehingga menunjukkan permukaan air naik sebesar ….ml 208

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hal ini berlaku untuk setiap benda yang tercelup ke dalam zat cair, dimana bila suatu benda dicelupkan seluruhnya kedalam zat cair maka selalu menggantikan volume zat cair yang sama dengan volume benda itu sendiri. Bukan hanya itu saja, saat tercelup ke dalam zat cair benda juga akan mendapatkan gaya ke atas! Akibatnya, benda seolah-olah kehilangan sebagian beratnya. Mari kita lihat bersama.. Scene: Memperlihatkan sebuah benda yang tercelup ke dalam zat cair dan tepat dibawah benda terdapat tanda panah yang menunjukkan bahwa benda mendapatkan gaya ke atas. Melakukan demonstrasi untuk mengatasi miskonsepsi siswa: Saat dimasukkan ke dalam zat cair berat bandul akan berkurang; berat bandul lebih besar saat berada dalam zat cair. • Pada demonstrasi ini, alat dan bahan yang dibutuhkan yakni: - Sebuah bandul yang dikaitkan pada seutas tali - Neraca Pegas - 1 buah gelas ukur berisi zat cair (air) Catatan: Bandul diikat pada seutas tali dan dikaitkan pada neraca pegas Host : Seperti yang teman-teman lihat, pada pengukuran di udara, berat bandul yang diukur dengan neraca pegas adalah sebesar ….. Newton. Scene : Berat bandul diukur di udara menggunakkan neraca pegas Bagaimana di dalam zat cair ? Apakah berat bandul akan tetap sama ? Seperti yang terlihat, berat bandul di dalam zat cair bukan lagi sebesar………. Newton, tapi …. Newton. Berat bandul disini berkurang sebesar….. Newton. Scene : Berat bandul diukur di dalam zat cair menggunakkan neraca pegas Benarkah bandul kehilangan beratnya ? Ternyata setelah bandul masuk dan dikeluarkan lagi dari dalam air, berat bandul tetap seperti semula yaitu…….. Newton atau dengan kata lain berat bandul tidak berkurang sama sekali. Sebenarnya disini bandul seolah-olah kehilangan beratnya saat berada di dalam zat cair, itu karena bandul mendapat gaya ke atas! Gaya ke atas ini disebut gaya apung yaitu suatu gaya ke atas yang dikerjakan oleh zat cair pada benda. Besarnya gaya apung ini sama dengan berat benda di udara dikurangi berat benda dalam zat cair (Menjawab miskonsepsi siswa: Berat bandul berkurang saat berada dalam zat cair) Scene : Bandul yang diukur beratnya dalam zat cair dikeluarkan, kemudian ditunjukkan bahwa berat bandul tidak berkurang dan muncul tulisan persamaan Fapung = Wbudara Wbfluida Peristiwa ini pertama kali dikemukakan oleh Archimedes dan dituangkan dalam hukumnya yang berbunyi “Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut”. 209

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Scene : Tampilan gambar dan bunyi hukum Archimedes Apakah gaya apung ini dipengaruhi oleh kedalaman posisi benda dalam fluida ? Kita akan lihat bersama melalui pengukuran berikut.. Melakukan demonstrasi untuk mengatasi miskonsepsi siswa : Gaya apung yang dialami benda dipengaruhi oleh kedalamannya dalam zat cair. • Pada demonstrasi ini, alat dan bahan yang dibutuhkan adalah: - Sebuah bandul yang dikaitkan pada seutas tali - Neraca pegas - Gelas ukur yang berisi air - Penggaris Host : Di udara berat bandul adalah sebesar……Newton. Selanjutnya, kita akan mengukur besarnya gaya apung yang bekerja pada bandul dengan meletakkan bandul pada kedalaman 5 cm dari atas permukaan air… Scene : Menunjukkan berat bandul di udara, dan kemudian Meletakkan bandul pada kedalaman 7 cm dari atas permukaan air. Hasil pengukuran menunjukkan berat bandul pada kedalaman ini adalah sebesar…… Newton. Ini berarti gaya apung yang bekerja pada bandul adalah sebesar…….Newton. Scene: Menampilkan hasil pengukuran & tulisan analisa hasil gaya apung. Mari kita tambah posisi kedalaman benda sebesar 5 cm untuk melihat apakah besarnya gaya apung yang bekerja akan berubah atau tetap. Scene: Menambah kedalaman sebesar 5 cm Pada kedalaman ini, berat bandul tetap sama yaitu sebesar….. Newton. Ini berarti gaya apung yang bekerja pada bandul juga tetap yaitu sebesar….. Newton. Scene: Menunjukkan hasil pengukuran Sekarang kita tambah lagi kedalamannya sebesar 5 cm, mungkin gaya apungnya akan berubah… Scene : Menambah lagi kedalaman sebesar 5 cm Disini, meskipun kita meletakkan bandul pada kedalaman yang lebih jauh dari sebelumnya, beratnya pada zat cair tetap sama yaitu sebesar…. Newton. Dari sini teman-teman dapat menarik sendiri kesimpulan, apakah gaya apung yang bekerja pada benda dipengaruhi oleh kedalamannya dalam fluida atau tidak ! Scene : Menunjukkan hasil pengukuran bandul Lalu, bagaimana dengan cairan yang digunakan ? apakah mempengaruhi gaya apung? Menunjukkan pengaruh massa jenis benda terhadap gaya apung sekaligus pengaruh besarnya volume zat cair yang dipindahkan oleh benda 210

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI • Pada demonstrasi ini alat dan bahan yang dibutuhkan adalah: - Gelas ukur yang berisi minyak goreng - Gelas ukur yang berisi air - Sebuah bandul yang dikaitkan pada seutas tali - Neraca pegas Catatan:Volume air dan minyak goreng yang berada pada masing-masing gelas ukur memiliki volume yang sama dan berat bandul diudara telah diketahui. Host : Untuk mengetahui bagaimana pengaruh massa jenis zat cair pada gaya apung yang bekerja pada suatu benda, maka disini kita akan mengukur besarnya gaya apung yang bekerja pada bandul yang memiliki berat sebesar...N, didalam dua jenis cairan yang berbeda. Scene : Menampilkan dua jenis cairan yang dimaksud Gelas ukur pertama berisi air dengan volume sebanyak ……ml dan gelas ukur kedua berisi minya goreng dengan volume yang sama. Kita tau bahwa air memiliki massa jenis sebesar 1000 kg/m3 dan minyak goreng memiliki massa jenis kurang lebih…… kg/m3. Scene : Sambil menunjuk cairan yang dimaksud dan muncul angka –angka yang memperlihatkan massa jenis masing-masing zat cair. Mari kita ukur berapa besar gaya apung yang bekerja pada bandul di dalam air terlebih dahulu. Scene : Mengukur gaya apung yang bekerja pada bandul di dalam air. Pada pengukuran pertama diperoleh berat benda sebesar….N. Ini berarti gaya apung yang bekerja pada bandul di dalam air adalah sebesar….N Scene : Menampilkan hasil pengukuran dan analisa perhitungan gaya apung Sekarang kita akan melakukan pengukuran di dalam minyak. Scene : Mengukur gaya apung yang bekerja pada bandul di dalam minyak. Hasil pengukuran menunjukkan, berat bandul di dalam minyak adalah sebesar…. N. Ini berarti gaya apungnya adalah ……N Scene : Menampilkan hasil pengukuran dan analisa perhitungan gaya apung Bila dibandingkan pada hasil pengukuran pertama, hasil pengukuran kedua lebih kecil. Darisini, kita dapat mengetahui bahwa semakin kecil massa jenis fluida maka gaya apung yang bekerja pada benda akan semakin kecil, demikian sebaliknya. Scene : Menampilkan hasil ukur gaya apung pada masing-masing fluida. Dari demonstrasi ini, ada yang menarik. Bila teman-teman perhatikan, ketika perlahan-lahan volume benda didesak naik ke atas oleh bandul, hasil pengukuran berat bandul pada neraca pegas juga semakin lebih kecil. Ini menunjukkan bahwa besarnya volume fluida yang didesak oleh 211

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bandul mempengaruhi gaya apung. Semakin besar volume fluida yang didesak, maka gaya apung yang bekerja pada benda juga semakin besar. Scene:Menampilkan peristiwa dimana bandul perlahan-lahan dicelupkan ke dalam air hingga volume air juga iperlahanlahan didesak naik ke atas, dibarengi dengan tampilan perubahan hasil pengukuran pada neraca pegas. Apakah setiap benda mengalami gaya apung termasuk benda yang mudah tenggelam? Mari kita coba lihat, apakah gaya apung tetap bekerja meski benda tenggelam.. Melakukan demonstrasi untuk mengatasi miskonsepsi siswa : Gaya apung tidak bekerja pada benda tenggelam o Pada demonstrasi ini, alat dan bahan yang dibutuhkan adalah: - Sebuah bandul dengan volume 50 ml - Seutas tali dan Neraca pegas - Sebuah gelas ukur berisi air dengan volume tertentu Host : Mari masukkan bandul ke dalam air dan lihat apa yang akan terjadi! Scene : Memasukkan bandul ke dalam air Seperti terlihat, bandul tenggelam ke dasar zat cair. Apakah ini terjadi karena tidak ada gaya apung yang bekerja pada bandul ? Scene : Batu jatuh ke dasar zat cair Mari kita lakukan analisis untuk menggunakkan persamaan gaya apung, untuk mengetahui ada tidaknya gaya apung yang bekerja pada bandul. Scene : Hasil Analisis Berdasarkan Persamaan Hasil perhitungan menunjukkan bahwa berat bandul tenggelam sama dengan…… N. Ini menunjukkan bahwa bandul tetap mengalami gaya apung meskipun tenggelam. Scene : Menampilkan hasil pengukuran Lantas bila mengalami gaya apung mengapa suatu benda ada yang bisa mengapung, melayang dan tenggelam ? Apa ini dipengaruhi oleh massa benda, ketebalan benda dan bentuk benda ? Kita akan lihat satu-persatu apakah hal demikian benar merupakan syarat bahwa benda bisa mengapung, melayang dan tenggelam! Melakukan demonstrasi untuk mengatasi miskonsepsi siswa : (a) Bila massa benda lebih ringan daripada massa air, benda akan mengapung. (b) Semakin tipis suatu benda, maka akan lebih mudah terapung. (c) benda berujung tajam akan lebih mudah tenggelam daripada benda tumpul o Pada demonstrasi ini, alat dan bahan yang diperlukan adalah - 3 buah lempeng aluminium yang memiliki ketebalan berbeda-beda - 2 buah bola yang terbuat dari lilin mainan dengan massa berbeda - 2 buah tusuk gigi (1 nya tidak berujung tajam) dan 1 buah paku kecil. - Beker gelas berisi air dengan volume tertentu - Timbangan Host : Kita akan melihat bersama, apakah ketebalan benda mempengaruhi posisi benda dalam fluida ! Disini, saya memiliki 3 buah lempeng 212

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI aluminium dengan tebal yang berbeda-beda. Bila saya masukan satu persatu ke dalam air, akankah ada lempeng yang tenggelam, mengapung, melayang? Atau malah ketiganya mengalami nasib yang sama ? Perhatikan secara seksama. Scene : Mulai memasukkan lempeng aluminium ke dalam air. Ini adalah lempeng dengan ketebalan …..mm, ini adalah lempeng dengan ketebalan …. mm dan ini adalah lempeng yang paling tipis dengan tebal ….. mm. Scene : Memasukkan lempeng satu-persatu dimulai dari lempeng dengan tebal paling besar hingga kecil. Ketiganya ternyata mengalami nasib serupa yaitu tenggelam ke dasar fluida, tidak ada yang melayang apalagi mengapung. Scene : Menampilkan ketiga benda dalam posisi tenggelam Jelas bahwa ketebalan benda tidak mempengaruhi posisi benda dalam fluida selama massa jenis benda yang digunakan sama. Sekarang mari kita lihat apakah massa benda malah berpengaruh pada posisi benda dalam fluida. Saya telah menyediakan sebuah bola dengan massa ….kg dan sebuah bola dengan massa …. kg. Mari kita masukan satu persatu ke dalam air.. Scene : Menampilkan kedua bola yang dimaksud, kemudian Memasukkan bola satu persatu ke dalam air. Ternyata nasib kedua bola juga sama yaitu sama-sama tenggelam, meskipun massanya berbeda. Scene : Menampilkan kedua benda tenggelam ke dasar fluida. Jika massa benda juga tidak berpengaruh, mungkin bentuk benda sebaliknya. Maka dari itu, kita akan lihat apakah benda dengan ujung tajam lebih mudah tenggelam daripada benda dengan ujung tumpul. Disini kita telah tersedia 1 buah paku, dimana kedua ujungnya berbeda, ujung satunya tajam sedangkan ujung lainnya tumpul. Saya akan memasukan paku dengan ujung tajam menyentuh permukaan air terlebih dahulu. Scene : Memasukkan paku ke dalam air dengan ujung tajam menyentuh permukaan air terlebih dahulu. Seperti terlihat, paku tenggelam ke dalam air. Apakah sama ketika paku dimasukkan dengan ujung tumpul paku menyentuh permukaan air terlebih dahulu ? Scene : Memasukkan paku ke dalam air dengan ujung tumpul menyentuh permukaan air terlebih dahulu. Ini tetap tidak berpengaruh. Mari kita ganti benda ! Disini, tersedia juga 2 buah tusuk gigi, 1 tusuk gigi dengan kedua ujung tajam dan lainnya dengan kedua ujung tumpul. Akankah satu diantaranya tenggelam ? Kita lihat saja ! 213

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Scene : Menunjukkan 2 buah tusuk gigi yang dimaksud Mari mulai dengan tusuk gigi yang memiliki kedua ujung yang tumpul. Scene : Memasukkan tusuk gigi dengan kedua ujung tumpul dalam fluida. Tusuk gigi seperti terlihat, mengapung di atas permukaan air! Sekarang tusuk gigi yang kedua ujungnya tajam. Scene : Memperlihatkan tusuk gigi yang mengapung, kemudian memasukkan tususk gigi dengan kedua ujung tajam dalam fluida. Tusuk gigi ternyata juga tetap mengapung. Lalu apakah bentuk benda mempengaruhi gaya apung ? Kita akan lihat bersama.. Melakukan demonstrasi untuk mengatasi miskonsepsi siswa: Bentuk benda mempengaruhi gaya apung • Pada demonstrasi ini alat dan bahan yang digunakan adalah: - 2 buah benda yang sejenis dengan volume yang sama tapi berbeda bentuk (Terbuat dari lilin mainan). - Neraca pegas - Gelas ukur yang berisi air. Host : Untuk menjawab pertanyaan ini, kita memiliki 2 buah benda yang sejenis dengan volume yang sama tapi berbeda bentuk. Ini benda A dengan berat ….N dan ini benda B yang beratnya juga …..N (sambil menunjuk benda). Kita akan mengukur besarnya gaya apung yang bekerja pada masing-masing benda untuk mengetahui apakah bentuk benda mempengaruhi gaya apung atau tidak.. Scene : Menampilkan 2 buah benda yang berbeda bentuk Mari dimulai dengan benda A Scene : Memasukkan benda A ke dalam zat cair, lalu beratnya diukur untuk mengetahui besarnya gaya apung. Disini, berat benda A seperti terlihat adalah sebesar…..N. Dengan demikian gaya apungnya sama dengan…. N. Scene : Menunjukkan hasil pengukuran dan menampilkan hasil analisa perhitungan gaya apung Sekarang benda B Scene : Memasukkan benda B ke dalam zat cair, lalu beratnya diukur untuk mengetahui besarnya gaya apung Beratnya juga sama seperti berat benda A tadi yaitu …N. Berarti gaya apungnya juga sama yaitu…N. Saya rasa ini dapat menjawab bagaimana pengaruh bentuk benda terhadap gaya apung… Scene: Menunjukkan hasil pengukuran berat benda B Lalu apa sebenarnya yang mempengaruhi besarnya gaya apung ? Kita tahu bahwa gaya apung adalah gaya ke atas yang dikerjakan oleh fluida 214

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pada benda. Biasanya gaya = massa x percepatan. Ini berarti gaya apung = massa x percepatan. Dimana massa yang dimaksud adalah massa fluida yang didesak/dipindahkan oleh benda yang besarnya sama dengan massa jenis fluida dikali dengan volume fluida yang dipindahkan oleh benda dan percepatan yang dimaksud disini adalah percepatan gravitasi. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa besarnya gaya apung sama dengan massa jenis fluida dikali volume fluida yang dipindahkan oleh benda dikali dengan percepatan gravitasi. Scene: Tampilan tulisan untuk menemukan persamaan gaya apung. Menjelaskan syarat benda terapung, melayang dan tenggelam • Melakukan demonstrasi dengan menggunakkan 3 buah telur yang massa jenisnya telah diketahui dan 3 buah gelas ukur yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut a. Gelas pertama : Diisi dengan air kran. b. Gelas kedua : Diisi dengan air kran lalu dicampur dengan 4 sendok garam dapur c. Gelas ketiga : Diisi dengan air kran lalu dicampur dengan 10 sendok makan garam dapur. Catatan : Volume fluida pada ketiga gelas ukur yang berbeda cirri-ciri tersebut diusahakan sama. Host : Disini, saya memiliki 3 buah gelas berisi air.. ini adalah gelas pertama, gelas kedua dan gelas ketiga Scene : Menunjukkan gelas yang dimaksud Pada gelas kedua saya akan tambahkan 4 sendok makan garam dapur Scene : Memasukkan 5 sendok garam ke dalam gelas kedua, lalu mengaduknya Dan pada gelas ketiga saya akan tambahkan 10 sendok makan garam dapur Scene : Memasukkan 3 sendok garam ke dalam gelas kedua, lalu mengaduknya Setelah dicampur garam massa jenis zat cair pada gelas kedua berubah menjadi ………kg/m3 dan massa jenis zat cair pada gelas ketiga berubah menjadi ………kg/m3 sedangkan gelas pertama tetap 1000 kg/m3 karena tidak ditambahkan dengan garam. Scene : Menampilkan ukuran massa jenis pada masing-masing fluida Mari masukan satu persatu telur ke dalam fluida pada masing-masing gelas ukur dan kita amati bersama apa yang akan terjadi! Scene : Memasukkan satu persatu telur ke dalam zat cair Seperti terlihat, telur dalam zat cair pada gelas ukur pertama tenggelam ke dasar zat cair. Sedangkan pada gelas ukur kedua, telur tidak tenggelam atau mengapung, tapi telur melayang di dalam zat cair. Sedangkan gelas ketiga sebagian telur mengapung di atas permukaan air. Scene : Menampilkan kondisi masing-masing telur dalam fluida pada masing-masing gelas. 215

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada gelas pertama, fluida memiliki massa jenis 1000 kg/m3 dan telur memiliki massa jenis kurang lebih …… kg/m3. Ini berarti untuk tenggelam massa jenis benda harus lebih besar daripada massa jenis zat cair. Scene : Menampilkan tulisan analisa syarat benda tenggelam Untuk gelas kedua, zat cair yang digunakan memiliki massa jenis sebesar …….kg/m3 sedangkan telur memiliki massa jenis kurang lebih…….kg/m3. Ini menunjukkan bahwa untuk melayang massa jenis benda harus sama dengan massa jenis fluida. Scene : Menampilkan tulisan analisa syarat benda melayang Sedangkan pada gelas ketiga, zat cair yang digunakan memiliki massa jenis sebesar …….kg/m3 sedangkan telur memiliki massa jenis kurang lebih…….kg/m3. Ini menunjukkan bahwa untuk mengapung massa jenis benda harus lebih kecil daripada massa jenis fluida. Scene : Menampilkan tulisan analisa syarat benda mengapung. Sekarang sudah tahu kan syarat-syarat agar benda dapat mengapung, melayang dan tenggelam. Untuk mengakhiri pembelajaran, mari jawab pertanyaan dengan melakukan demosntrasi berikut. Melakukan demonstrasi untuk mengatasi miskonsepsi siswa : Benda yang mengapung bila digabungkan dengan benda yang tenggelam dengan volume yang sama maka gabungan kedua benda akan melayang! o Pada demonstrasi ini, alat dan bahan yang dibutuhkan adalah: - Beker gelas yang berisi air dicampur dengan 4 sendok makan garam. (Tujuannya agar ketika telur masuk, telur mengapung di atas permukaan fluida) - Satu buah bandul dan Sebuah bola dengan volume yang sama. Host : Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan memasukkan kedua benda secara langsung ke dalam fluida. Scene : Memasukkan kedua benda ke dalam fluida. Seperti terlihat, bola mengapung di atas permukaan air dan bandul tenggelam di dasar zat cair! Scene : Memperlihatkan kondisi kedua benda Sekarang, mari kita gabung kedua benda dan lihat apa yang akan terjadi! Scene : Kedua benda digabung, kemudian dimasukan lagi ke dalam zat cair. Ternyata gabungan kedua benda ………….. di dalam fluida. Kenapa ini bisa terjadi? Jika kita lihat syarat benda ………….. . Maka sudah cukup jelas untuk menjawab pertanyaan ini. Penutup • Diakhiri dengan kata penutup dari Host Host : Dengan demikian, berakhir sudah pembelajaran kita tentang Archimedes. Bila masih bingung, jangan lupa untuk menonton video ini berulang kali, terimakasih. Scene : Host yang menyampaikan kata penutup. 216

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5: Lembar Validasi Produk untuk Ahli Media LEMBAR VALIDASI UNTUK AHLI MEDIA Petunjuk: Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan penilaian dengan cara sebagai berikut: 1. Bapak/Ibu memberikan tanda check (√) pada kolom yang tersedia pada tabel di bawah, dengan kriteria skala penilaian yang telah ditentukan sebagai berikut: 4 = Sangat Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Setuju 1 = Sangat Tidak Setuju 2. Bapak/Ibu memberikan saran dengan langsung menuliskannya pada kolom saran yang telah disediakan. Persetujuan 1 2 3 4 No Pernyataan 1. Warna tulisan yang digunakan pada video kontras dengan layar belakang (background). Ukuran huruf sesuai (tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar), sehingga tulisan dapat terbaca dengan jelas. Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dimengerti. Suara video terdengar dengan jelas Durasi video sudah sesuai (tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek). 2. 3. 4. 5. Saran __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ Kesimpulan Secara umum, video pembelajaran ini dinyatakan: (mohon melingkari nomor sesuai dengan kesimpulan Bapak/Ibu) 1. Layak digunakan tanpa revisi 2. Layak digunakan dengan revisi sesuai saran 3. Tidak layak digunakan Validator, (Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D) 217

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6: Sampel Lembar Validasi Produk untuk Ahli Materi 218

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7: Validasi kuesioner penilaian kelayakan video pembelajaran untuk siswa. LEMBAR VALIDASI KUESIONER PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN Petunjuk: Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan penilaian dengan cara sebagai berikut: 3. Bapak/Ibu memberikan tanda check (√) pada kolom yang tersedia pada tabel di bawah, dengan kriteria skala penilaian yang telah ditentukan sebagai berikut: 4 = Sangat Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Setuju 1 = Sangat Tidak Setuju 4. Bapak/Ibu memberikan saran dengan langsung menuliskannya pada kolom saran yang telah disediakan. No. Aspek Penilaian A. 1. Aspek Isi Kesesuaian butir pernyataan dengan rumusan indikator Skala Penilaian yang digunakan tepat. Kesesuain butir pernyataan dengan rumusan indikator. Petunjuk jelas. Format instrument menarik untuk dibaca. Pernyataan dirumuskan dengan jelas. Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap. Aspek Bahasa Tidak mengandung kata-kata yang menimbulkan penafsiran ganda. Sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pemilihan kata-kata tepat dan mudah dipahami siswa. 2. 3. 4. 5. 6. 7. B. 8. 9. 10. Persetujuan 1 2 3 4 Saran __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ 220

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesimpulan Secara umum, kuesioner ini dinyatakan: (mohon melingkari nomor sesuai dengan kesimpulan Bapak/Ibu) 1. Layak digunakan tanpa revisi 2. Layak digunakan dengan revisi sesuai saran 3. Tidak layak digunakan Validator, (Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D) 221

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8: Daftar Hadir Siswa Uji Coba A B C D 222

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9: Daftar hadir siswa pada kegiatan pengambilan data A B C D E F G H 223

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10: Soal pretest beserta sampel pengerjaannya oleh siswa H 224

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11: Soal posttest beserta sampel pengerjaannya oleh siswa C 230

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12: LKS beserta sampel pengerjaannya oleh siswa B 236

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13: Kuesioner penilaian kelayakan pemanfaatan video dalam pembelajaran oleh siswa beserta sampel penilaian yang diisi oleh siswa F dan G 239

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14: Dokumentasi Sumber Informasi Mengenai Miskonsepsi pada Materi Hukum Archimedes (Indah Dwi Rahmawati, Halaman 212) (Diki Rukmana, Halaman 38) 241

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Diki Rukmana, Halaman 39) (Kristian Purwo N, Halaman 66-67) 242

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Sri Puji Astuti, Halaman 73-74) 243

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15: Dokumentasi Kegiatan Penelitian 1. Uji Coba di SMA Negeri 1 Depok Gambar 1. Empat orang siswa pada kegiatan uji coba sedang menonton video pembelajaran tentang Hukum Archimedes 2. Pengambilan Data di SMA BOKPRI Banguntapan Gambar 2. Suasana saat pengerjaan soal pretest 244

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 3. Siswa B sedang menonton video pembelajaran melalui smartphone dan mencatat hal-hal penting (a) (b) Gambar 4. Siswa bersama teman sebangku menonton video bersama untuk membahas hasil LKS yang telah dikerjakan 245

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 5. Foto bersama Siswa Kelas XI SMA BP Yogyakarta setelah kegiatan penelitian berakhir. 246

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16: Link Video Pembelajaran tentang Hukum Archimedes #1 Hukum Archimedes (Bagian 1 dan 2) https://youtu.be/CUDTqN3OASM #2 Hukum Archimedes (Bagian 3 dan 4) https://youtu.be/YPyEgz174HY #3 Hukum Archimedes (Bagian 5) https://youtu.be/bd30-qtZFsw #4 Hukum Archimedes (Bagian 6) https://youtu.be/-YKcYEOO6Po 247

(247)

Dokumen baru

Download (246 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pemahaman dan miskonsepsi siswa SMA Budya Wacana Yogyakarta kelas XI Mia tentang konsep suhu, kalor, dan perpindahan kalor.
0
6
125
Penggunaan metode poe dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kesenangan tentang hukum archimedes dalam fluida statis di kelas XI IPA SMA Tarakanita Magelang.
2
4
103
Pemahaman dan miskonsepsi tentang konsep gerak dan gaya pada siswa kelas XI IPA SMAK Frateran Maumere
0
1
293
Pemanfaatan geogebra sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPA SMA BOPKRI II Yogyakarta dalam pokok bahasan menyusun persamaan lingkaran.
0
0
209
Pengembangan pemahaman siswa tentang prinsip Archimedes (peristiwa mengapung, tenggelam dan melayang) melalui pembelajaran menggunakan simulasi PhETsebuah studi kasus
0
1
258
Pengembangan dan pemanfaatan media video instruksional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
0
0
7
Pembelajaran gaya pegas dan elastisitas bahan dengan dukungan media pembelajaran website : sebuah upaya untuk menumbuhkan motivasi belajar dan meningkatkan pemahaman siswa di kelas XI IPA SMA Santa Maria Yogyakarta - USD Repository
0
0
215
Pemahaman dan miskonsepsi siswa kelas XI IPA SMA Stella Duce Bantul tentang kalor - USD Repository
0
0
113
Deteksi miskonsepsi dalam film kartun Tom and Jerry episode ``Cruise Cat`` dan pada siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang menyaksikannya - USD Repository
0
0
106
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
0
300
Media pembelajaran komik untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta dalam pokok bahasan wujud zat - USD Repository
0
0
141
Penerapan model pembelajaran kooperatif pada materi jurnal umum sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa kelas X SMA : penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X3 SMA N 6 Yogyakarta - USD Repository
0
0
277
Implementasi pembelajaran sejarah berbasis pedagogi reflektif melalui pemanfaatan multimedia untuk meningkatkan competence, conscience dan compasion siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 11 Yogyakarta - USD Repository
0
0
250
Pengembangan keterampilan proses ilmiah dan pemahaman siswa tentang kalor melalui pembelajaran metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas X IPA 1 SMA N 1 Sewon tahun ajaran 2013/2014 - USD Repository
0
0
128
Pengaruh metode eksperimen berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta - USD Repository
0
1
86
Show more