Pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X Akuntansi SMK - USD Repository

Gratis

0
1
259
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Oleh : Fransiscus Rinto Abriantoro NIM: 141334060 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skrispsi ini penulis persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas semua kasih, penyertaan, berkat yang tak pernah habis dan selalu mengalir dihidupku, serta selalu membimbing dan menguatkanku. 2. Kedua Orang Tuaku (Agustinus Budi Purwanto dan Florentina Endang Murwani), kakakku (Yohanes Candra A.P), terima kasih atas segala doa, dukungan dan perhatiannya. 3. Keluarga besar di Kulon Progo, Yogyakarta dan Gunung Kidul. 4. Elisabhet Retno Iryani, terimakasih atas perhatian, bimbingan, cinta, dukungan dan doanya. 5. Teman-teman angkatan 2014 Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma yang telah mendukung serta memberikan semangat selama kuliah. 6. Teman-teman KOS TUTUL 23A terima kasih atas kebersamaan, pengalaman dan dukungannya. 7. Almamater kebanggaanku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Segala Perkara dapat ku tanggung dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 3:14) “Lebih baik kamu dibenci karena menjadi dirimu sendiri, daripada kamu disukai karena menjadi orang lain” (Kurt Cobain 1967-1994) “Jangan Pernah Merasa Tersusah Di Dunia, Karena Masih Ada Yang Lebih Susah, Bersyukurlah Dan Tetap Berikan Usaha Yang Maksimal Walau Dunia Tak Berpihak Kepadamu” ( Bayu Bambang Saptaji) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 30 Januari 2019 Penulis Fransiscus Rinto Abriantoro vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Fransiscus Rinto Abriantoro NIM : 141334060 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah berjudul: PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, Pada tanggal : 30 Januari 2019 Yang menyatakan, Fransiscus Rinto Abriantoro vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK Fransiscus Rinto Abriantoro Universitas Sanata Dharma 141334060 Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK; (2) mengetahui kualitas pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK. Jenis penelitian ini adalah Research & Development. Langkah-langkah yang digunakan dalam Research & Development menggunakan pengembangan instrumen penilaian dari Suryabrata yaitu: (1) pengembangan spesifikasi tes, (2) penulisan soal, (3) penelaahan soal, (4) perakitan soal, (5) uji coba tes, (6) analisis butir soal, (7) seleksi dan perakitan soal, (8) pencetakan tes. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Mei 2018. Data dikumpulkan dari hasil uji coba soal sebanyak 277 peserta didik dan dianalisis menggunakan analisis Quest. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa rata-rata skor validasi uji coba soal dari ahli bahasa sebesar 54 dengan kategori “Sangat Baik”, sedangkan total rata-rata skor dari ahli materi sebesar 67,225 dengan kategori “Sangat Baik”. Hasil analisis dari program Quest diperoleh mean INFIT MNSQ 0,99 dan SD 0,8. Soal yang paling sukar yaitu item nomor 8, 9, 12, 15, 18, 20, 26 dan 33 sedangkan, yang paling mudah item nomor 35 dan 37. Berdasarkan analisis, 40 item tersebut dinyatakan fit atau cocok dengan model Rasch dengan batas penerimaan ≥0,77 sampai ≤1,33. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa soal pada kompetensi dasar Menerapkan Buku Jurnal layak menjadi instrumen penilaian bagi guru dalam pembelajaran. Kata kunci: HOTS, instrumen penilaian, penelitian dan pengembangan,. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF HOTS-BASED ASSESSMENT ON BASIC COMPETENCIES IN APPLYING THE JOURNAL BOOK FOR THE TENTH GRADE STUNDENTS OF THE ACCOUNTING DEPARTEMENT VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Fransiscus Rinto Abriantoro Universitas Sanata Dharma 141334060 This research aims to (1) develop HOTS-based assessment instruments on basic competencies in applying accounting journal books for the tenth grade students of Vocational High Schools; (2) find out the quality of HOTS-based assessment development instruments on basic competencies in applying the accounting journal book for the tenth grade students of Vocational High School. This type research is a Research & Development, that used development assessment on basic from Suryabrata which steps are : (1) developing test specifications, (2) writing test items, (3) analiyzing test items, (4) assembling test items, (5) Trying out test items, (6) analyzing test items, (7) selecting and assembling test items, (8) printing out test items. The research was conducted from April - May 2018. The data were collected from the trial result of 277 students and analyzed by using Quest analysis. The results of the research and development show that the average validation score of the questions test from linguists is 54, it is in the "very good category”, while the total average score of the material experts is 67,225 with the "very good category”. The analysis result from Quest program obtained the mean INFIT MNSQ 0.99 and SD 0.8. The most difficult questions are 8, 9, 12, 15, 18, 20, 26 and 33 while the easiest items are 35 and 37. Based on the analysis, 40 items are fit or match with Rasch model which acceptance limits > 0,77 to < 1,33. Therefore, it can be concluded that the basic competencies question of applying a journal book is worthy of being an instrument of assessment for teachers in learning. Keywords: HOTS, assessment, research and development instruments ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menerapkan Buku Jurnal Kelas X Akuntansi SMK”. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Tuhan Yesus Kristus sumber pengharapan dan cinta kasih sejati. 2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Bapak Dr. Sebastianus Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan, koreksi, dan saran dalam penulisan skripsi ini. 5. Seluruh dosen dan staf karyawan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan pelayanan prima selama perkuliahan. 6. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. yang telah berkenan menjadi ahli bahasa. 7. Cicilia Ika Puspitasari, S.Pd. yang telah berkenan menjadi ahli materi. 8. Kepala sekolah, guru, dan peserta didik-peserta didik SMK Negeri 1 Yogyakarta, SMK Negeri 7 Yogyakarta, dan SMK Negeri 1 Bantul yang telah membantu peneliti melakukan penelitian di sekolah. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Kedua orang tuaku tercinta, Bapak Agustinus Budi Purwanto dan Ibu Florentina Endang Murwani, yang tidak pernah lelah memberikan kasih sayang, doa, dan dukungan moril maupun material, serta semangat kepada penulis. Berkat Allah Bapa Tuhan Yesus Kristus Menyertai Bapak dan Ibu tercinta, serta kakakku Yohanes Candra Ari Purwanto terima kasih atas dukungan, doanya. Yesus Kristus memberkati langkahmu. 10. Sahabatku Kos tutul 23A dan semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu terima kasih atas kebersamaanya, cerita, canda dan dukungannya selama ini. Sangat bangga bisa mengenal kalian semua. 11. Elisabhet Retno Iryani, S.Pd. terima kasih atas perhatian, kasih, pengertian, doa, dan dukunganya selama ini. 12. Seluruh teman-teman khususnya semua angkatan 2014 yang telah banyak memberikan pengalaman, kasih, dan perhatiannya. 13. Seluruh teman-teman Agenda Pendhoza, Adri, Adeng, Agata, Daniel, Gadang, Ucup, Retno, Ricky dan Vani, terima kasih atas dukungan dan semangatnya. Bangga berkumpul dengan kalian. Penulis berharap semoga segala kebaikan, dan dukungan semua pihak tersebut di atas mendapatkan berkat yang melimpah dari Tuhan Yesus Kristus. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi. Yogyakarta, 30 Januari 2019 Penulis Fransiscus Rinto Abriantoro xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................. iv HALAMAN MOTTO ................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUANPUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK ................................................................... vii ABSTRAK .................................................................................................................. viii ABSTRACT.................................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ................................................................................................ x DAFTAR ISI............................................................................................................... xii DAFTAR TABEL....................................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. xvi DAFTAR GRAFIK ..................................................................................................... xvii LAMPIRAN-LAMPIRAN ......................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................. 1 B. Batasan Masalah ......................................................................................... 4 C. Rumusan Masalah....................................................................................... 5 D. Tujuan Penelitian ........................................................................................ 5 E. Manfaat Penelitian ...................................................................................... 5 F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan .................................................... 7 BAB II KAJIAN TEORITIK ...................................................................................... 8 A. Kurikulum................................................................................................... 8 1. Pengertian Kurikulum .......................................................................... 8 2. Struktur Kurikulum .............................................................................. 9 3. Isi Kurikulum ....................................................................................... 10 4. Perubahan Kurikulum .......................................................................... 11 B. Penilaian ..................................................................................................... 13 1. Pengertian Penilaian ............................................................................. 13 2. HOTS & LOTS ..................................................................................... 17 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar .............................................. 18 C. Taksonomi Bloom ...................................................................................... 21 1. Pengertian............................................................................................. 21 2. Taksonomi Bloom Sebelum Revisi ...................................................... 21 3. Taksonomi Bloom Sesudah Revisi ...................................................... 26 D. Validitas dan Reliabilitas ............................................................................ 30 E. CTT (Classical Test Theory) ....................................................................... 36 F. IRT (Item Respons Theory) ........................................................................ 40 G. Program Quest ............................................................................................ 47 H. Pencatatan Transaksi .................................................................................. 48 I. Prosedur Penelitian Pengembangan ............................................................ 61 1. Pengembangan Spesifikasi Tes ............................................................ 61 2. Penulisan Soal ...................................................................................... 61 3. Penelaahan Soal ................................................................................... 62 4. Perakitan Soal ...................................................................................... 63 5. Uji Coba Tes ........................................................................................ 63 6. Analisis Butir Soal ............................................................................... 64 7. Seleksi dan Perakitan Soal ................................................................... 66 8. Pencetakan Tes ..................................................................................... 67 9. Administrasi Tes Bentuk Akhir ........................................................... 68 10. Penyusunan Skala dan Norma .............................................................. 68 J. Penelitian yang Relevan ............................................................................. 70 K. Kerangka Berfikir ....................................................................................... 72 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................................. 75 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 75 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................... 75 C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel ................................... 75 D. Prosedur Penelitian dan Pengembangan .................................................... 77 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN .............................................................. 84 A. Hasil Penelitian dan Pengembangan ........................................................... 84 1. Pengembangan Spesifikasi Tes ............................................................ 84 2. Penulisan Soal ...................................................................................... 88 3. Penelaahan Soal ................................................................................... 88 4. Perakitan Soal ...................................................................................... 95 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Uji Coba Soal ....................................................................................... 96 6. Analisis Quest ...................................................................................... 97 7. Seleksi dan Perakitan Soal ................................................................... 106 8. Pencetakan Tes ..................................................................................... 109 B. Pembahasan ................................................................................................ 110 BAB V PENUTUP ..................................................................................................... 114 A. Kesimpulan ................................................................................................. 114 B. Keterbatasan Pengembangan ...................................................................... 115 C. Saran .......................................................................................................... 115 Daftar Pustaka ............................................................................................................. 117 LAMPIRAN................................................................................................................ 120 CURRUCULUM VITAE xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL 2.1 Kompetensi Dasar ………………………………………... 20 2.2 Taksonomi Bloom Ranah Kognitif ………………………. 23 2.3 Saldo Normal Kelompok Akun ………………………….. 50 2.4 Saldo Normal Akun Aset ………………………………… 51 2.5 Saldo Normal Akun Liabilitas …………………………… 51 2.6 Saldo Normal Akun Ekuitas ……………………………... 52 2.7 Saldo Normal Akun Pendapatan …………………………. 52 2.8 Saldo Normal Akun Beban ………………………………. 53 2.9 Kode Akun Huruf ………………………………………... 54 2.10 Kode Akun Huruf dan Angka ……………………………. 54 2.11 Kode Angka Berurutan …………………………………... 55 2.12 Kode Blok ………………………………………………... 56 2.13 Kode Kelompok ………………………………………….. 56 2.14 Jurnal Umum …………………………………………….. 59 2.15 Jurnal Penerimaan Kas ………………………………....... 59 2.16 Jurnal Pengeluaran Kas ………………………………….. 60 3.1 Pengambilan Sampel ………………………….…………. 77 3.2 Sampel Uji Coba ………………………………….……… 79 3.3 Kriteria Kecocokan Butir dengan Pendekatan IRT ……… 82 3.4 Kriteria Indek Kesukaran Item ........................................... 82 4.1 Kisi-Kisi Soal Jenis Pilihan Ganda KD 3.8 ……………… 87 4.2 Rata-Rata Skor Dari Penilaian Ahli Bahasa ……………... 91 4.3 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian Ahli Bahasa ……… 91 4.4 Rata-Rata Skor Dari Penilaian Ahli Materi ……………… 94 4.5 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian Ahli Materi ….…... 94 4.6 Perbaikan Soal Hasil Validasi Oleh Ahli Bahasa .….….… 95 4.7 Perbaikan Soal Hasil Validasi Oleh Ahli Materi ………… 4.8 4.9 4.10 Tabel Peserta Didik ………………………………………. Taraf Kesukaran Dari 40 Butir Soal ……………………... Rata-Rata Skor Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda Oleh Peserta Didik Kelas X ………………………………. Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian Oleh Peserta Didik ... 96 97 105 4.11 xv 108 108

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR 2.1 2.2 Taksonomi Bloom …………………………...…………… Mekanisme Debet Kredit ………………………………… xvi 29 50

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK 4.1 4.2 4.3 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda Oleh Ahli Bahasa ………………………………………… Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda Oleh Ahli Materi ………………………………………… Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda Oleh Peserta Didik Kelas X ……………………………… xvii 90 93 107

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Validasi Penilaian Oleh Dosen Ahli Pengajaran Bahasa Lampiran 2 Validasi Penilaian Oleh Guru Mata Pelajaran Akuntansi Dasar Lampiran 3 Silabus Akuntansi Dasar Kelas X Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Lampiran 5 Soal berbasis HOTS Lampiran 6 Surat permohonan ijin penelitian SMK N 7 Yogyakarta Lampiran 7 Surat permohonan ijin penelitian SMK N 1 Yogyakarta Lampiran 8 Surat permohonan ijin penelitian SMK N 1 Bantul Lampiran 9 Surat permohonan ijin penelitian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Lampiran 10 Surat rekomendasi penelitian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Lampiran 11 Surat rekomendasi penelitian DISDIKPORA Lampiran 12 Surat permohonan menjadi validator ahli bahasa Lampiran 13 Surat permohonan menjadi validator ahli materi Lampiran 14 Angket respon peserta didik pengembangan instrumen tes kemampuan berfikir tingkat tinggi Lampiran 15 Foto kegiatan penelitian Lampiran 16 Produk Soal Berbasis HOTS xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan komponen yang sangat penting untuk kebutuhan manusia. Pendidikan selalu mengalami perubahan dan perkembangan serta perbaikan sesuai dengan perkembangan di segala bidang kehidupan. Perubahan dan perbaikan dalam bidang pendidikan meliputi berbagai komponen yaitu tentang kompetensi pendidik atau kualitas pendidik, mutu pendidikan dan perubahan dalam metode atau strategi pembelajaran yang inovatif. Dalam melakukan perubahan dan perkembangan tersebut perlu adanya pedoman dan panduan yang disebut dengan kurikulum. Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional memaparkan: “Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. Sedangkan Nurgiyantoro, (1988:5) menyatakan bahwa kurikulum adalah sesuatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang dilakukan, termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas. Di Indonesia pada saat ini menggunakan kurikulum yang dikembangkan yaitu kurikulum 2013 revisi yang merupakan lanjutan dari 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006. Dalam kurikulum 2013 aspek penilaian tidak hanya penilaian yang berbasis pengetahuan dan ketrampilan saja, namun mempertimbangkan penilaian sikap termasuk nilai-nilai spriritual dan sosial dalam diri peserta didik. Untuk dapat mencapai penilaian tersebut, peserta didik dituntut untuk dapat meningkatkan kompetensinya dengan menggunakan pendekatan Saintifik. Dalam pendekatan Saintifik tersebut terdapat beberapa aspek yaitu (1) mengamati, (2) menanya, (3) menalar, (4) mencoba, (5) mengolah, (6) menyajikan, (7) menyimpulkan, dan (8) mengkomunikasikan. Dalam Permendikbud No 66 Tahun 2013 memaparkan bahwa penilaian adalah suatu proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Untuk mewujudkan keberhasilan dalam mencapai penilaian yang baik perlu adanya standar yang sesuai dengan standar penilaian kurikulum 2013 yang baru diterapkan dalam pendidikan di Indonesia. Dalam penilaian hasil belajar meliputi beberapa aspek yaitu sikap, pengetahuan dan ketrampilan, penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Pendekatan penilaian yang digunakan adalah Penilaian Acuan Kriteria (PAK), yaitu penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik kompetensi inti dan kompetensi dasar yang akan di capai peserta didik.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Maka seorang pendidik harus memberikan penilaian kepada peserta didik secara menyeluruh, sehingga dapat menghasilkan evaluasi yang baik yaitu evaluasi yang dilaksanakan secara utuh dan tidak terpisah. Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran akuntansi dalam hal ini mengembangkan instrumen penilaian ketrampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking Skill) HOTS untuk mengukur prestasi belajar peserta didik dengan bentuk soal tes pilihan ganda dengan materi menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal). Pembuatan instrumen yang berbasis HOTS memang masih tergolong baru dan belum semua pendidik menerapkan atau mengembangkan instrumen yang berbasis HOTS tersebut. Pendidik terkadang masih menggunakan soal yang berbasis LOTS (Lower Order Thingking Skill) dan belum mengembangkan pemikiran yang kritis pada suatu masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran. Dari hasil pengamatan di SMK Negeri 7 Yogyakarta dengan guru akuntansi yang bernama Ibu Lembah Srigati S.Pd, peneliti menemukan bahwa pendidik belum mengembangkan instrumen penilaian yang berbasis HOTS dan belum mengukur kemampuan peserta didiknya untuk berpikir tingkat tinggi, hal tersebut terlihat pada Kompetensi Dasar 3.8 yaitu menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) yang masih dalam tingkat C2 dan C3 yaitu pada taraf memahami dan menerapkan. Masih banyak peserta didik yang hanya mendengarkan dan mencatat materi

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 yang di sampaikan, dan pendidik kurang mampu memberikan instrumen berbasis HOTS yang mengukur pemahaman atau dapat memecahkan masalah peserta didik pada materi. Pendidik juga masih sulit untuk mengembangkan instrumen penilaian yang dapat mengukur kemampuan berpikir peserta didik secara tingkat tinggi dan kritis. Oleh karena itu, seorang pendidik harus dituntut untuk dapat mengembangkan instrumen penilaian yang mencakup kisi-kisi soal, kumpulan butir soal, kunci jawaban, pedoman penilaian dan rubik penilaian. Sehingga dapat mengukur tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dan mampu berpikir kritis dalam memecahkan suatu masalah dalam proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis terdorong untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS Pada Kompetensi Dasar Menerapkan Buku Jurnal Kelas X Akuntansi SMK”. Dengan pengembangan instrumen ini diharapkan bermanfaat bagi pendidik dan sekolah untuk mengembangkan penilaian yang berbasis HOTS. B. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas peneliti membatasi masalah untuk penelitian tersebut sehingga dapat lebih fokus dan terperinci, maka penulis perlu membatasi hanya berkaitan dengan pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK dengan bentuk tes pilihan ganda berbasis HOTS menggunakan taksonomi Anderson (perbaikan taksonomi Bloom) pada

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 bagian C4, C5, dan C6 yang terdiri dari menganalisis, menilai, dan menciptakan. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1. Bagaimana mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK? 2. Bagaimana kualitas intrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas maka, tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK. 2. Mengetahui kualitas instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat secara teoritis dan praktis. Manfaat teoritis dan praktis akan dijelaskan dengan rincian di bawah ini. 1. Secara Teoritis a. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan khususnya dalam materi

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal), serta mengembangkan produk instrumen penilaian berbasis HOTS. b. Dapat menjadi sumber referensi dan informasi bagi penelitian selanjutnya agar lebih baik. 2. Secara Praktis a. Bagi pendidik Penelitian ini dapat menambah wawasan dan memperluas kajian tentang pengembangan instrumen penilaian yang valid dan reliabel untuk diterapkan dalam pembelajaran akuntansi dasar, khususnya untuk penilaian kompetensi dasar menerapkan buku jurnal. b. Bagi peserta didik Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi sejauh mana siswa dapat menyerap ilmu yang diberikan pendidik selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, penilaian yang dilakukan oleh pendidik dapat dijadikan umpan balik dalam setiap kegiatan pembelajaran. c. Bagi peneliti lain Penelitian ini sebagai bentuk sumbangan terhadap penelitiannya agar dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan masalah pengembangan instrumen penilaian kompetensi dasar menerapkan buku jurnal.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 F. Spesifikasi Produk Yang Dikembangkan 1. Instrumen penilaian ini dibuat berdasarkan soal-soal yang dapat memacu kemampuan peserta didik dalam berpikir tingkat tinggi. 2. Instrumen penilaian dibuat berdasarkan Kompentensi Dasar (KD) 3.8 Menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal). 3. Instrumen penilaian dibuat berdasarkan kurikulum 2013 dengan menggunakan Taksonomi Anderson (perbaikan taksonomi Bloom) pada bagian C4, C5, dan C6 yang terdiri dari menganalisis, menilai, dan menciptakan. 4. Instrumen penilaian ini disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda yang berjumlah 40 butir dengan 5 jawaban alternatif. 5. Instrumen penilaian ini dapat digunakan sebagai alat evaluasi soal yang berbasis HOTS. 6. Instrumen penilaian ini memiliki durasi waktu dalam mengerjakan soal serta terdapat petunjuk pengerjaan soal yang dapat membantu peserta didik dalam mengerjakan soal tersebut.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORETIK A. Kurikulum 1. Pengertian Kurikulum Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menjelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Arifin (2011:4) kurikulum adalah semua kegiatan pengalaman potensial (isi/materi) yang telah disusun secara ilmiah, baik yang terjadi di dalam kelas, di halaman sekolah, maupun di luar sekolah atas tanggung jawab sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. S. Nasution (2006:8) menjelaskan bahwa kurikulum merupakan sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. Sanjaya (dalam buku Fadlillah, 2014:14) menyatakan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman tentang pendidikan yang diberikan sekolah untuk seluruh peserta didik, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Berdasarkan pendapat-pendapat tentang kurikulum di atas, kurikulum disimpukan sebagai seperangkat alat, isi, bahan pelajaran yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu sehingga dapat 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 mencapai tujuan dari pendidikan. Kurikulum tidak bisa terlepas dari pendidikan karena kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang saling berkaitan. 2. Struktur Kurikulum Dalam Permendikbud No. 69 Tahun 2013 Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dibedakan dalam beberapa kelompok yaitu : a. Kelompok mata pelajaran wajib yaitu kelompok A dan kelompok B. b. Kelompok mata pelajaran C yaitu pilihan kelompok peminatan terdri atas Matematika dan Ilmu Alam, Ilmu-ilmu Sosial, dan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya. c. Khusus untuk MA, selain pilihan ketiga kelompok peminatan tersebut, dapat ditambah dengan peminatan lainnya yang diatur lebih lanjut oleh Kementerian Agama. Untuk kelompok mata pelajaran SMK maka merujuk pada Permendiknas No. 22 Tahun 2006 yang dibedakan tiga kelompok mata pelajaran yaitu : a. Kelompok normatif adalah kelompok mata pelajaran yang dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni Budaya. Pendidikan

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 b. Kelompok adaptif adalah kelompok mata pelajaran yang terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi, dan Kewirausahaan. c. Kelompok produktif adalah kelompok mata pelajaran terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi. Sekolah Menengah Kejuruan mempunyai kekhususan terletak pada mata pelajaran produktif. Seperti halnya mata pelajaran lain, Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran produktif juga perlu dikaji. Dari penjelasan diatas, struktur kurikulum disimpulkan sebagai pengorganisasian dari kompetensi inti, kompetensi dasar, muatan pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan. Untuk mata pelajaran khususnya akuntansi termasuk dalam muatan peminatan kejuruan dalam kompetensi keahlian akuntansi dan keuangan serta termasuk dalam kelompok produktif. 3. Isi Kurikulum Nurgiyantoro (1998:10) menjelaskan bahwa isi kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 program masing-masing bidang studi tersebut, jenis-jenis bidang studi ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. Arifin (2011:88) isi kurikulum adalah semua kegiatan yang dikembangkan dan disusun dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Isi kurikulum dapat dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu : a. Logika yaitu pengetahuan tentang benar-salah, berdasarkan prosedur keilmuan. b. Etika yaitu pengetahuan tentang baik-buruk, nilai, dan moral. c. Estetika yaitu pengetahuan tentang indah-jelek, yang ada nilai seni. Berdasarkan pengelompokan isi kurikulum tersebut maka disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: (a) mengandung bahan kajian atau topik yang dapat dipelajari peserta didik dalam proses pembelajaraan dan (b) berorientasi pada standar kompetensi lulusan, standar kompetensi mata pelajaran, dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Berdasarkan dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa, isi kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dengan berorientasi pada standar kompetensi lulusan, kompetensi mata pelajaran, dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. 4. Perubahan Kurikulum Dalam suatu sistem pendidikan, kurikulum bersifat dinamis sehingga perlu selalu dilakukan perubahan atau pengembangan, agar

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman. Maka dari itu, perubahan dan pengembangan harus dilakukan secara sistematis dan terarah. Kurikulum harus memiliki visi dan arah yang jelas sehingga sistem pendidikan nasional jelas arahnya dengan adanya kurikulum tersebut. Soetopo dan Soemanto (1991: 38), mengatakan bahwa suatu kurikulum disebut mengalami perubahan bila terdapat adanya perbedaan dalam satu atau lebih komponen kurikulum antara dua periode tertentu, yang disebabkan oleh adanya usaha yang disengaja. Menurut Nasution (2009:252), menjelaskan bahwa perubahan kurikulum ini mengenai tujuan maupun alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mengubah kurikulum berarti mengubah manusia yaitu, guru, pembina pendidikan, dan mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu, perubahan kurikulum juga dianggap sebagai perubahan sosial juga. Lebih lanjut, Nasution menyebutkan bahwa perubahan kurikulum mencakup diantaranya : a. Perubahan Standar Kompetensi Lulusan Penyempurnaan standar kompetensi lulusan memperhatikan pengembangan nilai, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu dengan fokus pada pencapaian kompetensi. Pada setiap jenjang pendidikan, rumusan empat kompetensi inti (penghayatan dan pengamalan agama, sikap, keterampilan, dan pengetahuan) menjadi landasan pengembangan kompetensi dasar pada setiap kelas.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 b. Perubahan Standar Isi Perubahan standar isi dari kurikulum sebelumnya yang mengembangkan kompetensi dari mata pelajaran menjadi fokus pada kompetensi yang dikembangkan menjadi mata pelajaran melalui pendekatan tematik-integratif. c. Perubahan Standar Proses Perubahan pada standar proses berarti perubahan strategi pembelajaran. Guru wajib merancang dan mengelola proses pembelajaran aktif yang menyenangkan. Peserta didik difasilitasi untuk mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. d. Perubahan Standar Evaluasi Penilaian mengukur penilaian otentik yang mengukur kompetensi sikap, keterampilan, serta pengetahuan berdasarkan hasil dan proses. Sebelumnya ini penilaian hanya mengukur hasil kompetensi. B. Penilaian 1. Pengertian Penilaian Penilaian merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dapat ditempuh dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem penilaiannya. Dari kedua kualitas tersebut saling berkait, karena sistem pembelajaran

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 yang baik akan menghasilkan kualitas yang baik dilihat dari hasil penilaiannya. Berikut ini beberapa pengertian tentang penilaian menurut para ahli: (1) penilaian merupakan proses yang dilakukan seorang guru untuk mendapatkan informasi tentang kinerja siswa. Hasil penilaian ini digunakan sebagai bahan pertimbangan tingkat keberhasilan dari proses belajar mengajar. (Ida Farida, 2017:2), (2) penilaian adalah penerapan berbagai cara dan pengguanan beragam alat. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau informasi tentang kecapaian kompetensi peserta didik. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik (Haryati, 2006:16), (3) penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. (Sunarti, Rahmawati, 2014: 7). Dari beberapa pendapat para ahli di atas, penilaian disimpulkan sebagai proses sistematis dalam pengumpulan, analisis, dan penafsiran informasi untuk menentukan proses dan hasil belajar peserta didik, dengan penilaian juga bertujuan untuk bahan pertimbangan bagi guru untuk pengambilan keputusan terhadap kinerja peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Sunarti & Rahmawati, (2014:15), menjelaskan ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai berikut: a. Penilaian Ranah Pengetahuan Penilaian ranah sikap dalam pembelajaran di kelas meliputi (1) tingkat menghafal bentuk paragraf dalam mata pelajaran bahasa Indonesia seperti paragraf deskripsi, paragraf induktif dan paragraf campuran, (2) memahami bentuk-bentuk paragraf dengan menentukan karakteristik dan memberi kesimpulan dari suatu paragraf, (3) peserta didik dibimbing untuk mampu mendeskripsikan suatu paragraf, (4) peserta didik dianggap mampu menggolongkan bentuk-bentuk paragraf dari suatu teks, (5) peserta didik dinilai dapat mensitensis seperti dengan keahlian yang dimiliki, peserta didik mampu mengklasifikasikan dan menggolongkan suatu paragraf, (6) dengan kemampuan peserta didik untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk paragraf, maka dapat melihat hasil akhir atau ulangan sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Penilaian ranah pengetahuan dapat dilakukan melalui teknik tes tertulis, tes lisan, penugasan dan portofolio. b. Penilaian Ranah Sikap Penilaian ranah sikap peserta didik dalam kegiatan pembelajaran mempunyai peran yang penting dalam menentukan keberhasilan suatu proses belajar. Sikap menunjukan reaksi seseorang dalam menghadapi suatu objek. Dalam ranah sikap, dua

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 hal yang dinilai, yaitu (1) kompetensi afektif, (2) sikap dan minat siswa terhadap materi pelajaran serta proses belajar. Kemampuan peserta didik yang dinilai antara lain: (a) peserta didik memberi respon terhadap situasi yang dialami, (b) peserta didik menerima nilai dan norma yang mempunyai etika dan estetika, (c) menilai dari segi baik-buruk dan adil tidak adil dari suatu fenomena, (d) peserta didik mempraktikkan nilai, norma, etika dan estetika dalam hidup sehari-hari, dan (e) menilai peserta didik dari segi daya tarik, motivasi, minat, ketekunan dalam belajar, dan sikap terhadap mata pelajaran dan proses pembelajaran. Untuk menilai ranah sikap dilakukan melalui observasi, yang diperkuat dengan penilaian diri dan penilaian antarteman yang dicatat dalam bentuk jurnal. c. Penilaian Ranah Keterampilan Penilaian ranah keterampilan berarti kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengalaman belajar dalam dunia nyata. Kemampuan keterampilan misalnya dalam pembelajaran akuntansi, seperti (1) seorang peserta didik bisa membedakan akunakun bernominal debet dan akun-akun bernominal kredit, (2) kemampuan untuk menjelaskan posisi normal akun-akun, seperti akun kas posisi normal berada di sebelah debet, secara mandiri, mencontohkan seperti penjelasan pendidik maupun bisa melakukan setelah proses belajar yang berulang, (3) peserta didik dengan keahliannya mempunyai sikap moralnya, membantu teman

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 berkesulitan, (4) memiliki sikap cepat melakukan penyesuaian terhadap hal baru, (5) peserta didik berperilaku sesuai sikap yang dimiliki diri sendiri. Teknik penilaian ranah sikap bisa dilakukan dengan kinerja, produk, proyek dan portofolio. Berdasarkan penjelasan di atas suatu penilaian harus memiliki beberapa keahlian dan mencakup aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. 2. Higher Order Thinking Skill (HOTS) & Lower Order Thinking Skill (LOTS) Higher Order Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi, proses kognitif dibedakan menjadi dua, yaitu HOTS dan kemampuan berpikir tingkat rendah atau disebut dengan LOTS (Lower Order Thingking Skill). Dalam LOTS ini melibatkan kemampuan mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), sedangkan untuk HOTS mencakup analisis (C4), mengevaluasi (C5), mengkreasikan (C6), (Krathworl and Anderson, 2001). Untuk menguji ketarampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik maka, soal-soal yang diberikan untuk menilai hasil belajar harus dirancang dan dibuat sedemekian rupa sesuai dengan kata kerja operasional dalam taksonomi Bloom baik dari soal pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Di dalam proses pembelajaran peserta didik tidak

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan saja yang berupa faktafakta, konsep, dan prinsip saja melainkan peserta didik juga di tuntut untuk dapat melakukan suatu proses menemukan dan menganalisis dari konsep-konsep dan prinsip-prinsip tersebut. Di dalam kenyataan di lapangan atau di sekolah, soal-soal yang diberikan kepada peserta didik masih cenderung menguji aspek ingatan dan sering kali diakhiri soal evaluasi yang kurang melatih kemampuan peserta didik dalam berpikir tingkat tinggi. Untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dapat dilakukan oleh pendidik atau guru mata pelajaran dengan memberikan soal-soal yang dapat membuat peserta didik berpikir tinggi, biasanya dalam level analisis (C4), evaluasi (C5), dan mengkreasikan (C6). 3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kompetensi Inti adalah suatu tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan ( SKL) yang harus dimiliki oleh peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program. Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas. Permendikbud No. 330 Tahun 2017, menetapkan kompetensi inti sebagai berikut : KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 KI2: Menghayati dan mengamalkan perilaku perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong-royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja perbankan dan keuangan mikro pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4: Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang perbankan dan keuangan mikro. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Kompetensi dasar merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti. Tabel 2. 1 Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar 3.1 Memahami pengertian, 4.1 Mengelompokkan pihaktujuan, peran akuntansi dan pihak yangmembutuhkan pihak-pihak yang informasi akuntansi sesuai membutuhkan informasi perannya akuntansi 3.2 Memahami jenis-jenis 4.2 Mengelompokkan profesi profesi akuntansi (bidangakuntansi (bidang-bidang bidang spesialisasi spesialisasi akuntansi, akuntansi, pentingnya etika pentingnya etika profesi) profesi) 3.3 Memahami jenis dan bentuk 4.3 Mengelompokkan jenis dan badan usaha bentuk badan usaha 3.4 Memahami asumsi, prinsip- 4.4 prinsip dan konsep dasar akutansi. 3.5 Memahami tahapan siklus 4.5 akuntansi 3.6 Menerapkan persamaan dasar akuntansi 4.6 Mengelompokkan asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akutansi. Mengelompokkan tahapan siklus akuntansi Membuat persamaan dasar akuntansi

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Kompetensi Dasar 3.7 Memahami transaksi bisnis perusahaan baik perusahaan jasa, dagang dan manufacture 4.7 3.8 Menerapkan pencatatan 4.8 transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) 3.9 Menerapkan posting 4.9 3.10 Menganalisistransaksi 4.10 jurnal penyesuaian 3.11 Menganalisis perkiraan 4.11 untuk menyusun laporan keuangan Kompetensi Dasar Mengelompokkan transaksi bisnis perusahaan baik perusahaan jasa, dagang dan manufacture Melakukan pencatatan buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal Melakukan posting Membuat jurnal penyesuaian Menyusun laporan keuangan C. Taksonomi Bloom 1. Pengertian Taksonomi Bloom ini merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan dari pendidikan. Taksonomi ini pertama kali diciptakan atau di buat oleh Benyamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam taksonomi tersebut memuat tujuan pendidikan yaitu pada ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), psikomotor (keterampilan). 2. Taksonomi Bloom Sebelum Revisi Dalam Taksonomi Bloom yang dikemukan oleh B. S Bloom membagi ke dalam 3 ranah pengetahuan yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik a. Taksonomi Bloom Ranah Kognitif Taksonomi Bloom mengklasifikasikan perilaku menjadi enam kategori, dari yang sederhana (mengetahui) sampai dengan yang

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 lebih kompleks (mengevaluasi). Ranah kognitif terdiri atas (berturutturut dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks), yaitu: 1) Pengetahuan (Knowledge ) / C – 1 Pengetahuan adalah suatu proses mengingat kembali hal-hal yang spesifik dan universal, dan mengingat kembali metode dan proses, atau mengingat kembali apa yang didapatkan atau yang diperoleh sebelumnya. 2) Pemahaman (Comprehension) / C – 2 Pemahaman merupakan tingkatan yang paling rendah dalam aspek kognisi yang berhubungan dengan penguasaan atau mengerti tentang sesuatu. 3) Penerapan (Application) / C – 3 Kemampuan yang mendemonstrasikan mengharapkan pemahaman peserta yang didik mampu didapatkan. Untuk menunjukan kemampuan tersebut, seorang peserta didik harus dapat memilih dan menggunakan apa yang telah mereka miliki secara tepat sesuai dengan situasi yang ada dihadapannya. 4) Analisis (Analysis) / C – 4 Kemampuan untuk memilih sebuah struktur informasi ke dalam komponen-komponen sehingga hirarki dan keterkaitan antar ide dalam informasi tersebut menjadi tampak dan jelas. Kategori analisis dibedakan menjadi tiga, yakni: (1) analisis elemen yaitu

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 analisis elemen-elemen dari suatu komunikasi; (2) analisis hubungan dan (3) analisis prinsip pengorganisasian. Analisis berkaitan dengan pemilahan materi ke dalam bagianbagian, menemukan hubungan antar bagian, dan mengamati pengorganisasian bagian-bagian. 5) Sintesis (Synthesis) / C – 5 Kemampuan untuk membentuk sebuah struktur yang unik dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan. 6) Evaluasi (Evaluation) / C – 6 Kegiatan membuat penilaian berkenaan dengan nilai sebuah ide, kreasi, cara, atau metode. Evaluasi adalah tipe yang tertinggi di antara ranah-ranah kognitif yang lain, mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, hingga sintesis. Taksonomi Bloom ranah kognitif berturut-turut dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks diilustrasikan seperti berikut ini : Tabel 2.2 Taksonomi Bloom Ranah Kognitif EVALUASI SINTESIS ANALISIS PENERAPAN PEMAHAMAN PENGETAHUAN Mengingat Menghafal Menyebut Menerangkan Menjelaskan Merangkum Menghitung Membuktikan Melengkapi Memilah Membedakan Membagi Merangkai Merancang Mengatur Mengkritik Menilai Menafsirkan

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 b. Taksonomi Bloom Ranah Afektif Ranah Afektif ini adalah yang berhubungan dengan sikap dan nilai peserta didik. Dalam ranah Afektif ini ada beberapa kategori sebagai hasil belajar : 1) Receiviring/ attending/ menerima Semacam kepekaan dalam menerima rangsangan dari luar yang datang kepada siswa dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain. Receiving juga diartikan sebagai kemauan untuk memperhatikan suatu kegiatan atau suatu objek. Pada jenjang ini peserta didik dibina agar mereka bersedia menerima nilai-nilai yang diajarkan kepada mereka dan mereka mempunyai kemauan menggabungkan diri ke dalam nilai itu atau mengidentifikasi diri dengan nilai itu. 2) Responding/ menanggapi Suatu sikap yang menunjukkan adanya partisipasi aktif atau kemampuan menanggapi, kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengikutsertakan dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Hal ini mencakup ketepatan reaksi, perasaan, kepuasan dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada dirinya. 3) Valuing/ penilaian Memberikan nilai atau memberikan penghargaan terhadap suatu kegiatan atau objek, sehingga apabila kegiatan itu tidak

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 dikerjakan dan memberikan suatu penyesalan. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran peserta didik tidak hanya mau menerima nilai yang diajarkan mereka telah berkemampuan untuk menilai konsep atau fenomena baik atau buruk. 4) Organization/ organisasi Pengembangan dari nilai ke dalam suatu sistem organisasi, termasuk hubungan suatu nilai dengan nilai yang lain, pemantapan dan prioritas nilai yang telah dimilikinya. Yang termasuk kedalam organisasi ialah konsep tentang nilai, organisasi sistem nilai dan lain-lain. 5) Characterization by a value or value complex/ karakteristik nilai atau internalisasi nilai. Karakteristik nilai atau internalisasi nilai adalah keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Proses internalisasi nilai telah menempati tempat tertinggi dalam hierarki nilai. c. Taksonomi Bloom Ranah Psikomotorik Ranah Psikomotorik adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau keterampilan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar. Dalam ranah psikomotorik ini terdapat beberapa kategori: Peniruan, Manipulasi, Pengalamiahan, dan Artikulasi.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 3. Taksonomi Bloom Sesudah Revisi Taksonomi Bloom setelah dilakukan revisi oleh Anderson dan Kratwohl, (2001 : 66-88), terdapat perbedaan yang tidak banyak pada dimensi Kognitif. Pada Revisi Taksonomi Bloom ini, dibagi atas dua dimensi yaitu: a. Struktur dari dimensi proses kognitif 1) Mengingat Peserta didik dapat mengingat kembali pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang lama. 2) Memahami Membangun makna dari pesan-pesan instruksional, termasuk lisan, tulisan, dan grafik komunikasi, termasuk di dalamnya: a) Interpreting (Menerjemahkan) b) Exemplifying (Mencontohkan) c) Classifying (Mengklasifikasikan) d) Summarizing (Meringkas) e) Inferring (Menyimpulkan) f) Comparing Membandingkan) g) Explaining (Menjelaskan) h) Mengaplikasikan i) Melaksanakan atau menggunakan prosedur dalam suatu situasi tertentu

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 3) Mengaplikasikan Kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb. 4) Menganalisis Kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan diantara bagian-bagian yang satu dengan yang lainnya. 5) Mengevaluasi Kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap situasi, nilai atau ide atau mampu melakukan penilaian berdasarkan kriteria dan standar 6) Mengkreasi Meletakkan beberapa elemen dalam satu kesatuan yang menyeluruh sehingga terbentuklah dalam satu bentuk yang koheren atau fungsional. Siswa dikatakan mampu berkreasi jika dapat membuat produk baru dengan merombak beberapa elemen atau bagian ke dalam bentuk atau stuktur yang belum pernah diterangkan oleh guru sebelumnya. Proses kreasi umumnya berhubungan sebelumnya. dengan pengalaman belajar siswa yang

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 b. Struktur dari dimensi isi/ jenis/ pengetahuan Jika isi adalah subjek-materi yang spesifik maka akan memerlukan banyak taksonomi karena ada materi (misalnya, satu untuk ilmu pengetahuan, satu untuk sejarah, dll). Kemudian, jika isi dianggap ada di luar siswa, maka timbul permasalahan bagaimana untuk mendapatkan isi dalam siswa. Ketika isi di dalam siswa, itu menjadi pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Transformasi ini pengetahuan diperoleh melalui proses-proses kognitif yang digunakan oleh siswa. Sehingga dibedakan atas 4 jenis pengetahuan 1) Pengetahuan Faktual (Factual Knowledge) Yaitu elemen dasar dimana siswa harus tahu akan berkenalan dengan disiplin atau memecahkan masalah di dalamnya. Termasuk di dalamnya pengetahuan terminologi dan pengetahuan tentang rincian spesifik dan unsur. 2) Pengetahuan Konseptual (Conceptual Knowledge) Yaitu hubungan antara unsur-unsur dasar dalam struktur yang lebih besar yang memungkinkan mereka untuk berfungsi bersama-sama. Di antaranya: Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori, pengetahuan tentang prinsip-prinsip dan generalisasi, Pengetahuan tentang teori, model, dan struktur. 3) Pengetahuan Prosedural (Procedural Knowledge) Yaitu bagaimana melakukan sesuatu atau penyelidikan, dan kriteria untuk menggunakan keterampilan, teknik, dan metode.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Di antaranya: Pengetahuan tentang subjek-keterampilan khusus, pengetahuan subjek-teknik khusus dan metode, pengetahuan kriteria untuk menentukan ketika untuk menggunakan prosedur yang tepat. 4) Pengetahuan Metakognitif (Metacognitive Knowledge) Yaitu pengetahuan kognisi secara umum serta kesadaran dan pengetahuan tentang kognisi sendiri. Diantaranya: pengetahuan strategis, pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif, termasuk sesuai kontekstual dan kondisi pengetahuan diri. Gambar 2.1 Taksonomi Bloom Revisi Oleh Anderson danKratwohl (2001)

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 D. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas a. Pengertian Validitas Surapranata, (2009:50) Validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauhmana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas juga sebagai suatu tingkatan yang menyatakan bahwa suatu alat ukur sesuai dengan apa yang diukur. Linn dan Gronlund dalam (Surapranata 2009:50) menjelaskan validitas berkaitan dengan hasil suatu alat ukur, menunjukan tingkatan, dan bersifat khusus sesuai dengan tujuan pengukuran yang akan dilakukan. Azwar (2011:5) menjelaskan bahwa validitas mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tes tersebut. Sisi lain yang sangat penting dalam konsep validitas adalah kecermatan pengukuran, yakni kemampuan untuk mendeteksi perbedaan-perbedaan kecil sekalipun yang ada pada atribut yang diukurnya.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 b. Macam-MacamValiditas 1) Validitas Isi (Content Validity) Sugiyono (2004:113) menyatakan bahwa instrumen yang mempunyai validitas isi adalah instrumen yang berbentuk tes yang sering digunakan untuk mengukur prestasi belajar dan mengukur efektivitas pelaksanaan program dan tujuan. Instrumen yang mempunyai validitas isi harus disusun berdasarkan materi pembelajaran yang telah diajarkan. Surapranata (2009:51) menjelaskan validitas isi mengandung arti bahwa suatu alat ukur di pandang valid apabila sesuai dengan isi kurikulum yang hendak di ukur. Widoyoko (2015:143) menjelaskan bahwa instrumen yang mempunyai validitas isi adalah instrumen yang berbentuk tes untuk mengukur hasil belajar. Sebuah tes dikatakan mempunyai validitas isi apabila dapat mengukur kompetensi yang dikembangkan beserta indikator dan materi pembelajaran. Jadi menguji validitas isi instrumen dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah dipelajari. 2) Validitas Konstruk (Construct Validity) Surapranata (2009:53) menjelaskan bahwa validitas konstruk mengandung arti bahwa suatu alat ukur dikatakan valid apabila telah cocok dengan kontruksi teoritik di mana tes itu

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 dibuat. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila soal-soal mengukur setiap aspek berpikir seperti yang diuraikan dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator yang terdapat dalam kurikulum. Widoyoko 2015:146 menjelaskan bahwa untuk menguji validitas konstruk dapat menggunakan pendapat dari para ahli (expert judgment). Dalam hal ini setelah instrumen di kontruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori maka, instrumen tersebut dikonsultasikan dengan para ahli. Para ahli akan memberikan keputusan apakah instrumen tersebut dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan dan mungkin dirombak total. 3) Validitas Berdasarkan Kriteria a) Validitas Prediktif(Predictive Validity) Azwar, (2011:50) validitas prediktif sangat penting artinya bila tes dimaksudkan untuk fungsi sebagai prediktor bagi performasi di waktu yang akan datang. Prosedur validitas prediktif pada umumnya memerlukan waktu yang lama dan mungkin biaya yang tidak sedikit karena presedur ini bukan hanya melakukan prosedur analisis, melainkan lebih merupakan kontinuitas dalam proses pengembangan tes. Surapranata (2009:54) menyatakan bahwa sebuah tes memiliki validitas prediksi apabila mempunyai kemampuan

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 untuk memprediksikan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. b) Validitas Kesejajaran atau Konkuren(Concurrent Validity) Azwar, (2011:52) validitas konkuren merupakan indikasi validitas yang layak ditegakkan apabila tes tidak digunakan sebagai suatu prediktor dan validitas sangat penting dalam situasi diagnotik. Surapranata (2009:55) validitas konkuren menunjukan pada hubungan antara tes skor dengan yang dicapai dengan keadaan sekarang. Widoyoko (2015:150) menjelaskan bahwa sebuah instrumen dikatakan validitas kesejajaran apabila hasilnya sesuai dengan kriteria yang sudah ada, artinya memiliki kesejajaran dengan kriteria yang sudah ada. Kriteria yang sudah ada dapat berupa instrumen lain yang mengukur hal sama tetapi sudah diakui validitasnya. Validitas ini dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen baik bentuk tes maupun non tes. Untuk tes hasil belajar, yang utama adalah validitas isi, yakni butir-butir soal yang ditanyakan kepada peserta didik sesuai dan mewakili kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari sejauh mana butir-butir soal itu sesuai dengan indikator yang merupakan penjabaran dari kompetensi dasar.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 2. Reliabilitas a. Pengertian Reliabilitas Sudaryono (2016:170) reliabilitas berasal dari kata reliability berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu hasil pengukuran hanya dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama. Ida Farida (2017:162) menyatakan bahwa reliabilitas merupakan suatu alat penilaian tingkat ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya dan reliabilitas memberikan hasil yang konsisten pada hasil yang diukur. Widoyoko (2015:157) menjelaskan bahwa kata reliabilitas dalam bahasa Indonesia diambil dari kata reliability dalam bahasa Inggris, berasal dari kata asal reliable yang artinya dapat dipercaya. Instrumen tes dikatakan dapat dipercaya jika memberikan hasil yang tetap atau ajeg (konsisten) apabila diteskan berkali - kali. b. Macam-Macam Pengujian Reliabilitas Sugiyono (2004:120) menyatakan bahwa pengujian reliabilitas dibedakan menjadi tiga yaitu: 1) Reliabilitas dengan tes-retes Reliabilitas dengan tes-retes ini dilakukan dengan cara mencobakan instrumen beberapa kali pada responden. Reliabilitas di ukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan yang berikutnya, bila koefisien korelasi positif

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 dan signifikan maka instrumen tersebut sudah dinyatakan reliabel. 2) Reliabilitas dengan ekuivalen Reliabilitas dengan ekuivalen ini adalah pengujian instrumen dengan pertanyaan yang secara bahasa berbeda, tetapi mempunyai maksud yang sama. Reliabilitas instrumen dihitung dengan cara mengkorelasikan antara data instrumen yang satu dengan data instrumen yang dijadikan ekuivalen, bila korelasi positif dan signifikan, maka instrumen dapat dinyatakan reliabel. 3) Reliabilitas dengan internal Reliabilitas internal ini dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian yang data diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil analisis dapat digunakan untuk memproduksi reliabilitas instrumen. Berdasarkan uraian di atas, pembuatan alat ukur dalam dunia pendidikan harus dilakukan secermat mungkin dan disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan oleh ahli-ahli pengukuran di bidang pendidikan. Untuk melihat reliabilitas suatu alat ukur, yang berupa suatu indeks reliabilitas, dapat dilakukan penelaahan secara statistik. Nilai ini biasa dinamakan dengan koefisien reliabilitas.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 E. CTT (Classical Test Theory) Pendekatan CTT adalah metode pertama yang dikembangkan untuk pengukuran. Teori-teori CTT mendominasi pengembangan rumus reliabilitas dan validitas yang dikenal dewasa ini (Suryabrata 2005). Model dari pendekatan teori tes klasik ini disebut juga sebagai model skor murni (true score model). Pendekatan ini telah berhasil meletakkan dasar-dasar konsep dalam analisis karakteristik psikometri perangkat ukur psikologi (Crocker&Algina,2005). Pendekatan CTT ini juga telah berkontribusi dalam pengembangan pengukuran psikometri dan pendekatan ini dianggap sebagai model yang sederhana dan kuat. Fokus utama dari pendekatan ini adalah informasi pada level tes dan juga menyediakan informasi mengenai item-item yang digunakan (Coaley, 2010). Selain itu, teori tes klasik ini juga praktis dan tidak memerlukan perhitungan yang rumit (Kaplan & Saccuzo,2005). Beberapa aspek yang diperhatikan dalam teori uji klasik yaitu tingkat kesukaran butir, daya pembeda butir, penyebaran pilihan jawaban, dan reliabilitas skor tes (Safari, 2000). 1. Tingkat Kesukaran Butir (p) Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 0,00 – 1,00. Perhitungan indeks tingkat kesukaran ini dilakukan untuk setiap nomor soal. Rumus di bawah ini dipergunakan untuk soal pilihan ganda (Nitko, 1996). 𝑝= 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑡𝑒𝑠 Semakin besar nilai p yaitu semakin besar proporsi peserta tes dalam menjawab benar, maka soal tersebut dianggap mudah. Semakin kecil nilai p maka soal tersebut dianggap sukar. Pada teori uji klasik, tingkat kesukaran butir soal bergantung kepada kemampuan peserta ujian. Bagi peserta ujian yang berkemampuan tinggi, butir soal menjadi mudah. Bagi peserta ujian yang berkemampuan rendah, butir soal menjadi sukar. Pada butir soal yang mudah, tampak kemampuan peserta ujian menjadi tinggi. Sedangkan pada butir soal yang sukar, maka kemampuan peserta ujian menjadi rendah. Oleh karena itu, tingkat kesukaran butir soal tidak sepenuhnya menggambarkan ukuran karakteristik butir soal sesungguhnya, akan tetapi lebih merupakan kemampuan rata-rata kelompok peserta ujian. Klasifikasi tingkat kesukaran soal dalam Nitko (1996), yaitu sebagai berikut. Jika nilai p di antara 0,00 – 0,30 soal tergolong sukar. Jika nilai p di antara 0,31 – 0,70 soal tergolong sedang. Jika nilai p di antara nilai 0,71 – 1,00 soal tergolong mudah.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 2. Daya Pembeda (DP) Daya pembeda soal adalah nilai indeks yang menunjukkan kemampuan butir soal untuk membedakan kelompok peserta ujian yang berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah. Daya pembeda suatu butir soal ini didasarkan pada hasil tes suatu kelompok sehingga daya pembeda tersebut belum tentu berlaku pada kelompok yang lain. Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi nilai daya pembeda soal, maka semakin baik soal tersebut. Daya pembeda soal untuk bentuk pilihan ganda dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. DP = daya pembeda soal 𝐷𝑃 = 2 (𝐵𝐴 − 𝐵𝐵) 𝑁 BA = jumlah jawaban benar pada kelompok atas BB = jumlah jawaban benar pada kelompok bawah N = jumlah siswa yang mengerjakan tes Crocker & Algina (2005), daya pembeda soal diklasifikasikan sebagai berikut. Jika DP ≥ 0,4 maka butir soal baik/diterima. Jika 0,3 ≤ DP < 0,4 maka butir soal cukup baik. Jika 0,2 ≤ DP < 0,3 maka butir soalperlu diperbaiki. Jika DP < 0,2 maka soal ditolak. Pembagian kelompok diambil 25% dari urutan nilai terbaik sebagai kelompok atas dan 25% dari nilai terendah sebagai kelompok

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 bawah. Selain rumus di atas, untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda, dapat menggunakan rumus korelasi biserial yaitu sebagai berikut. rbis = 𝑋𝑏−𝑋𝑠 Keterangan: 𝑋𝑏 x √pq rbis = koefisien biserial 𝑋𝑏= rata-rataskor kriteria peserta yang memilih jawaban benar 𝑋𝑠 = rata-rata skor kriteria peserta yang memilih jawaban salah 𝑝 q = proporsi peserta yang menjawab benar terhadap semua peserta = proporsi jawaban salah terhadap semua jawaban peserta Semakin tinggi nilai korelasi biserial maka semakin baik soal tersebut. 3. Penyebaran Pilihan Jawaban Penyebaran pilihan jawaban dijadikan dasar dalam penelaahan soal. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berfungsi tidaknya jawaban yang tersedia. Safari (2000) menyatakan bahwa suatu pilihan jawaban (pengecoh) dapat dikatakan berfungsi apabila paling tidak dipilih oleh 5% pesertaujian, dan lebih banyak dipilih oleh kelompok siswa yang belum paham materi. 4. Reliabilitas Skor Tes Tujuan utama menghitung reliabilitas skor tes adalah untuk mengetahui tingkat ketepatan (precision) dan kekonsistenan skor tes.

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Indeks reliabilitas berkisar antara 0-1. Semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes (mendekati 1), makin tinggi pula ketepatannya. F. IRT (Item Respons Theory) Teori tes modern sering juga disebut Latent Trait Theory yaitu performance subjek dalam suatu tes yang dapat diprediksi dari kemampuannya yang bersifat laten. Atau lebih dikenal dengan Item Response Theory (IRT) yaitu respon subjek terhadap item yang menunjukkan kognitifnya. Kelebihan dengan Item Characteristic Curve kinerja (ICC). subjek Artinya dapat semakin dilihat baik performance subjek akan semakin banyak respon (jawaban pada item tes) yang benar. 1. Asumsi Teori Respon Butir Hambleton (dalam Suryabrata, 2005: 28) menyatakan bahwa teori respon butir memiliki beberapa asumsi-asumsi, yaitu unidimensionalitas, independensi lokal, dan fungsi karakteristik butir menyatakan hubungan yang sebenarnya antara variabel yang tak terobservasi (yaitu kemampuan) dengan variabel terobservasi (yaitu respon butir). a. Asumsi unidemensionalitas menyatakan bahwa hanya satu kemampuan yang dapat diukur oleh sekumpulan butir-butir soal dalam suatu tes. Asumsi ini pada praktik sukar dipenuhi, sebab terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil suatu tes. Faktor-faktor tersebut antara lain tingkat motivasi, kecemasan,

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 kemampuan untuk bekerja cepat, dan keterampilan kognitif lain diluar kemampuan yang diukur oleh sekumpulan butir soal dalam suatu tes. Hal yang dimaksud dengan unidemensionalitas dalam hal ini adalah adanya faktor-faktor dominan yang mempengaruhi hasil suatu tes. Faktor-faktor dominan itulah yang disebut kemampuan yang diukur oleh suatu tes. b. Asumsi independensi lokal menyatakan bahwa sikap kemampuan yang mempengaruhi suatu tes adalah konstan, maka respon peserta tes pada setiap pasang butir soal adalah independen secara statistik. Dengan kata lain, asumsi independensi lokal menyatakan bahwa tidak ada korelasi antara respon peserta tes pada butir soal yang berbeda. Hal ini juga berarti, bahwa kemampuan yang dinyatakan dalam model adalah satu-satunya faktor yang mempengaruhi respon peserta tes pada butir-butir soal. 2. Model Teori Respon Butir Model teori respon butir dapat dikategorikan berdasarkan jumlah respon yang diskor, yaitu dikotomi dan politomi. Pada model dikotomi, respon item diskor ke dalam dua kelompok yang menunjukkan sukses (1) atau gagal (2). Item pilihan berganda juga termasuk ke dalam model dikotomi karena walaupun memiliki banyak pilihan jawaban, namun jawaban tetap di skor sebagai benar atau salah (Embretson, 2000). Pada model politomi, sebuah item memiliki lebih dari dua pilihan respon jawaban. Masing-masing respon tersebut memiliki nilai

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 skor yang berbeda-beda pula. Contohnya seperti item model Likert yang mana setiap pilihan jawaban di skor dari rentang 1 sampai 5 (Embretson, 2000). Teori respon butir memiliki 4 model fungsi distribusi logistik, yaitu model logistik 1 parameter, model logistik 2 parameter, model logistik 3 parameter, dan model logistik 4 parameter (Naga, 1992). Perbedaan empat model ini terletak pada jumlah parameter yang digunakan. a. Model Logistik 1 Parameter Model paling sederhana dalam teori respon butir adalah model logistik 1 parameter yang juga dikenal sebagai model Rasch. model Rasch hanya menggunakan parameter b atau kesulitan item untuk membedakan antar item. Variabel independen dalam model ini adalah trait score (Өs) dan tingkat kesulitan item (βi). Sedangkan variabel dependennya adalah adalah respon dikotomi (sukses atau gagal, benar atau salah) dari orang tertentu tentang suatu item. Terdapat dua versi variabel dependen, yaitu log odds dan probability (Embretson, 2000). Pada log odds dalam model Rasch, odds menunjukkan rasio jumlah benar dengan jumlah berhasil (Embretson, 2000). Rasio ini terlihat dari perbedaan antara trait score (Өs) dengan tingkat kesulitan item (βi). Sehingga rasio kemungkinan berhasil untuk

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 subjek s pada item i, yaitu Pis, terhadap kemungkinan gagal, yaitu 1Pis, ditunjukkan seperti di bawah ini. In [Pis / (1 - Pis)] = Өs - βi (1) Ketika tingkat kesulitan item meningkat, maka log odds akan menurun. Ketika tingkat kesulitan item sama dengan trait level, log odds akan bernilai 0. Jika trait level lebih besar daripada tingkat kesulitan item, maka orang tersebut akan lebih mungkin untuk berhasil. Sebaliknya, jika tingkat kesulitan item lebih besar daripada trait level, maka orang tersebut lebih berkemungkinan untuk gagal (Embretson, 2000). Terdapat beberapa ciri dari Rasch model seperti di bawah ini (Embretson, 2000). 1) Estimasi trait level dapat dilakukan pada item manapun yang telah diketahui tingkat kesulitan itemnya. 2) Kedua properti item dan trait level berkaitan dengan perilaku karena pada subjek dan item terdapat parameter-parameter yang terpisah. 3) Trait level dan properti item merupakan variabel independen yang dapat diestimasi secara terpisah. 4) Probabilitas respon akan meningkat dengan menjumlahkan nilai konstan ada trait level atau dengan membagi kesulitan item dengan nilai konstan tersebut.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 b. Model Logistik 2 Parameter Model logistik 2 parameter memiliki dua elemen dalam bentuk matematikanya, yaitu parameter kesulitan item dan parameter daya beda. c. Model Logistik 3 Parameter Model logistik 3 parameter ditujukan pada item pilihan berganda karena adanya tambahan parameter peluang tebakan d. Model Logistik 4 Parameter Model logistik 4 parameter untuk menganalisis data yang menitik beratkan pada parameter kesukaran item, parameter daya beda item, parameter peluang tebakan, dan penyebab lain. Pada penelitian ini, model yang dipilih adalah model logistik 1 parameter untuk melihat parameter kesulitan item pada subtes RA dengan alasan lebih praktis dan lebih mudah untuk dilakukan oleh peneliti. Metode estimasi yang akan digunakan adalah metode kemungkinan maksimum marginal. Metode ini disarankan karena membantu mengurangi pengaruh panjang tes maupun sampel dengan asumsi bahwa distribusi kemampuan adalah normal. 3. Parameter Teori Respon Butir Pada teori respon butir terdapat tiga unsur parameter, yaitu paramater item, parameter peserta dan parameter respon (Naga, 1992). Ketiga unsur ini berhubungan sehingga menghasilkan fungsi atau Kurva Karakteristik Item. Hal ini tampak dari respon peserta

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 terhadap item yang berhubungan dengan atau dapat ditentukan oleh ciri item atau ciri peserta yang bersangkutan. Dalam hubungan ini, ciri peserta dinyatakan melalui parameter peserta (Ө), ciri item dinyatakan melalui tiga parameter item a, b, dan c, serta ciri respon dinyatakan dalam bentuk probabilitas jawaban benar (P(Ө)). Parameter peserta (Ө) hanya bisa diukur melalui respon subjek terhadap suatu item yang membentuk suatu kontinum. Secara teoritis, nilai baku untuk parameter peserta membentang dari minus tak terhingga sampai positif tidak terhingga. Namun secara praktis, nilai baku yang dianggap berguna hanya terletak antara -4 sampai +4. Parameter item a adalah parameter item yang berkaitan dengan daya beda yaitu kemampuan item untuk mempertegas perbedaan subjek yang mampu menjawab dengan benar dan yang tidak. Nilai parameter item a bergerak daru 0 sampai dengan +2. Kemudian, parameter item b adalah parameter item yang berkaitan dengan kesulitan item yaitu sulit atau mudahnya item tersebut untuk dijawab oleh subjek. Nilai parameter item b bergerak dari -2 sampai +2. Lalu, parameter item c adalah parameter yang berkaitan dengan peluang tebakan semu subjek yakni peluang yang dapat menyebabkan subjek secara kebetulan menjawab item tersebut dengan benar. Nilai responsi atau jawaban benar dari subjek terhadap item tersebut terletak di antara 0 dan 1.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 4. Fungsi Informasi Item dan Tes Konsep informasi psikometri merupakan ciri penting dalam teori respon butir. Melalui hal ini sebuah item-response curve (IRC) pada model dikotomi atau category-response curve pada model politomi dapat diubah menjadi item information curve (IIC). IIC mengindikasikan jumlah informasi psikometris yang dimiliki sebuah item di sepanjang continuum latent-trait (Embretson, 2000). Formula informasi item pada 1PL ditunjukkan seperti di bawah ini. I(Ө) = Pi(Ө)(1- Pi(Ө)) (3) Terdapat beberapa aturan dalam formula ini, yaitu sebagai berikut. a. Jumlah informasi dari sebuah item dimaksimalkan pada parameter kesulitan item, sehingga item yang memiliki kesulitan yang sama dengan kemampuan subjek akan sangat informatif. b. Jumlah informasi yang disediakan sebuah item ditentukan dari parameter diskriminasinya. Semakin tinggi diskriminasi itemnya, maka semakin banyak informasi item yang akan diberikan menyangkut parameter kesulitan item (Embretson, 2000). Informasi tes juga merupakan hal yang penting dalam menentukan seberapa baik sebuah tes karena berhubungan dengan standard error of measurement subject. Dengan mengetahui fungsi informasi tes, peneliti dapat menentukan seberapa baik sebuah tes dalam rentang latent trait. Perlu diketahui pula bahwa informasi tes

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 merupakan suatu hal yang independen pada subjek tertentu yang mengikuti tes (Embretson, 2000). Terdapat banyak pengunaan informasi item dan informasi tes dalam teori respon butir. Pertama, informasi tes digunakan untuk menentukan item mana yang akan diberikan pada subjek tertentu ketika melakukan computerized adaptive test. Kedua, informasi tes dapat digunakan untuk membandingkan dua pengukuran konstrak yang sama. Terakhir, informasi item dapat dimanfaatkan untuk desain tes dasar, seperti memilih item yang akan dimasukkan ke dalam sebuah pengukuran (Embretson, 2000). G. Program Quest Analisis item menggunakan program Quest memberikan informasi hasil analisis item menurut teori tes klasik (Classical Test Theory atau CTT) dan menurut teori tes modern atau teori respons item (Item Response Theory atau IRT). IRT hasil program Quest mengacu kepada model logistic satu parameter (1-parameter logistic) atau disingkat model 1-PL. Dalam hal ini parameter yang dimaksud adalah tingkat kesulitan item. Model ini dikenal dengan model Rasch untuk data dengan skala dikotomus (kategori-1 bila memiliki skor 0 dan kategori-2 bila memiliki skor 1). Untuk data dengan skala politomus (lebih dari dua kategori (misalnya kategori-1bila memiliki skor 0, kategori-2 bila memiliki skor 1, kategori-3 bila memiliki skor 2, dan dapat ditambah kategori selanjutnya sesuai dengan penambahan skor yang dimiliki).

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Program Quest dapat menganalisis data skala politomus sampai 10 kategori (kategori terendah yakni kategori-1 yakni berskor 0 karena salah atau melewatinya, dan kategori tertinggi adalah kategori-10 yakni kategori berskor 9 karena tidak mengerjakan akibat kehabisan waktu. Analisis item menggunakan IRT ada yang melakukan kalibrasi berdasarkan satu parameter yakni hanya didasarkan pada tingkat kesulitan (diberi simbol β atau b) sehingga disebut model satu parameter logistik atau model 1-PL atau disebut model Rasch (Rasch Model). Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan pada analisis butir soal kognitif dengan program Quest menggunakan model Rasch, data yang dimasukan berupa data dikotomi pada soal pilihan ganda. Untuk instrumen yang jawabannya dikotomi dapat dinyatakan dengan huruf mulai dari A sampai dengan I atau dengan angka dari 0 sampai dengan 9. H. Pencatatan Transaksi 1. Peralatan yang Diperlukan Dalam Pengelolaan Buku Jurnal Dalam pengertian akuntansi jurnal adalah catatan transaksi keuangan yang pertama dibuat bersumber dari bukti transaksi. Pencatatan transaksi dalam buku jurnal merupakan kegiatan pertama dalam rangkaian kegiatan akuntansi. Pada perusahaan yang menyelenggarakan akuntansi secara manual, peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal antara lain terdiri atas: a. Bukti transaksi yang telah dinyatakan sah b. Buku jurnal baik buku jurnal umum maupun buku jurnal khusus

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 c. Alat tulis kantor seperti kertas, pensil, bolpoin, penghapusan dan penggaris d. Alat hitung baik manual atau elektronik e. Formulir laporan f. Identifikasi data transaksi Mencatat bukti transaksi dalam buku jurnal ialah mencatat data transaksi yang tercantum dalam bukti transaksi. Mengidentifikasi (penentuan) data transaksi lebih kepada penentuan jenis transaksi dan kelengkapan data yang terkait sehubungan dengan kepentingan akuntansi, sehingga dapat dicatat dalam buku jurnal yang tepat dan buku yang terkait lainnya. Sebagai contoh, faktur yang dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan sendiri. Transaksi yang terjadi ialah transaksi penjualan yang harus dicatat dalam buku jurnal penjualan dan buku pembantu piutang. Sementara data yang harus ada untuk kepentingan akuntansi terdiri atas: a. Nama debitor kepada siapa barang dijual b. Jenis, tipe barang yang dijual c. Kuantum (banyaknya) satuan barang yang dijual d. Harga satuan barang yang dijual e. Jumlah rupiah harga barang, PPN dan jumlah rupiah terhutang. 2. Mekanisme Debit Kredit dan Saldo Normal Akun Mekanisme debet kredit merupakan salah satu konsep penting dalam mempelajari akuntansi. Mekanisme debet kredit adalah pedoman

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 bagi akuntan dalam melakukan kegiatan pencatatan dan pengolahan data-data keuangan perusahaan yang telah disepakati secara umum dan aturan ini berlaku secara universal. Mekanisme debet kredit dapat digambarkan sebagai berikut. Gambar 2.2 Mekanisme Debet Kredit Dari gambar di atas, dapat disimpulkan saldo normal akun sebagai berikut: Tabel 2.3 Saldo Normal Kelompok Akun Kelompok Akun Aset Liabilitas Ekuitas Pendapatan Beban Bertambah Debet Kredit Kredit Kredit Debet Berkurang Kredit Debet Debet - Saldo Normal Debet Kredit Kredit Kredit Debet a. Saldo Normal Asset Saldo normal aset pada umumnya adalah di sisi debet, artinya nilai sisa atau saldo akun aset ada di sisi debet. Hal ini berarti pula jika akun aset bertambah akan dicatat di sisi debet. Meskipun begitu, ada beberapa akun aset yang memiliki saldo normal di kredit,

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 seperti akumulasi penyusutan aset tetap dan amortisasi aset tetap tidak berwujud. Akun yang demikian disebut akun lawan (contra account). Tabel 2.4 Saldo Normal Akun Aset Nama Akun Kas Piutang usaha Perlengkapan Sewa dibayar di muka Investasi Peralatan Akumulasi penyusutan peralatan Gedung Akumulasi penyusutan gedung Goodwill Amortisasi goodwill Bertambah Debet Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Debet Debet Debet Debet Kredit Kredit Kredit Debet Debet Debet Kredit Debet Debet Kredit Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit b. Saldo Normal Liabilitas Saldo normal liabilitas adalah di sisi kredit, artinya saldo akhir setiap akun liabilitas adalah di sisi kredit. Hal ini berarti pula jika akun liabilitas bertambah akan dicatat di sisi kredit. Tabel 2.5 Saldo Normal Akun Liabilitas Nama Akun Utang usaha Utang wesel Utang dagang Sewa diterima di muka Gaji yang masih harus dibayar Utang bank Utang hipotek Bertambah Kredit Kredit Kredit Berkurang Debet Debet Debet Saldo Normal Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Debet Debet Kredit Kredit Kredit

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 c. Saldo Normal Ekuitas Saldo normal kelompok akun ekuitas adalah di sisi kredit, berarti nilai sisa atau saldo akun-akun ekuitas ada di sisi kredit. Namun terdapat akun lawan dari ekuitas, yaitu pengambilan pribadi pemilik (prive) dan laba yang dibagikan (dividen) yang bersaldo normal kredit. Tabel 2.6 Saldo Normal Akun Ekuitas Nama Akun Modal Luthfi Modal Djuandi Modal Sahan Laba Ditahan PengambilanPribadi/Prive Dividen Bertambah Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Debet Berkurang Debet Debet Debet Debet Kredit Kredit Saldo Normal Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Debet d. Saldo Normal Pendapatan Pendapatan termasuk kelompok akun nominal yang sifatnya menambah ekuitas. Saldo normal pendapatan sama dengan saldo normal ekuitas, yaitu di sisi kredit. Pada saat tertentu jika ditentukan saldonya, maka saldo pendapatan yang benar adalah di sisi kredit. Hal ini berarti jika pendapatan bertambah akan dicatat di sisi kredit. Tabel 2.7 Saldo Normal Akun Pendapatan Nama Akun Pendapatan salon Pendapatan bengkel Pendapatan bunga Pendapatan komisi Penjualan Pendapatan lain-lain Bertambah Berkurang Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit - Saldo Normal Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 e. Saldo Normal Beban Beban termasuk kelompok akun nominal yang bersifat mengurangi ekuitas. Dengan demikian, saldo normal beban berlawanan dengan saldo normal pendapatan, yaitu di sisi debet. Jika beban bertambah akan dicatat di sisi debet. Dalam keadaan normal beban tidak pernah berkurang dalam setiap periodenya. Tabel 2.8 Saldo Normal Akun Beban Nama Akun Beban gaji Beban bunga Beban listrik, air, dan telepon Beban perlengkapan Beban sewa Beban lain-lain Bertambah Berkembang Saldo Normal Debet Debet Debet Debet Debet Debet Debet Debet - Debet Debet Debet Debet 3. Kode Akun a. Pengertian Kode Akun Kode akun adalah tanda yang menggunakan angka atau huruf untuk mempermudah identifikasi atau membedakan akun dengan klasifikasi tertentu. Kode akun berfungsi untuk: 1) Memudahkan dalam mengelompokkan akun di buku besar 2) Memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan 3) Menghindari kekeliruan dalam pencatatan ke dalam buku besar (posting ke buku besar) 4) Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Agar kode akun dapat memenuhi fungsi tersebut, maka harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1) Mudah diingat 2) Sederhana dan singkat 3) Konsisten 4) Memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada b. Sistem Pemberian Kode Akun Terdapat beberapa sistem pemberian kode akun, yaitu menggunakan huruf, angka, atau kombinasi huruf dan angka. Contoh kode akun dengan menggunakan huruf sebagai berikut. Tabel 2.9 Kode Akun Huruf Kode Nama Akun HLK Kas HLP Piutang HTP KLU KPU EkM Peralatan Utang usaha Utang bank Modal Ali Tabel 2.10 Kode Akun Huruf dan Angka Kode Nama Akun HL01 Kas HL02 Piutang HT01 Peralatan KL01 Utang usaha KP01 Ek01 Utang bank Modal Ali

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Kode akun yang banyak digunakan adalah kode angka. Berikut ini macam-macam kode akun yang menggunakan angka : 1) Kode Angka Berurutan (Sequence Number Code) Kode angka berurutan adalah pengkodean dengan cara mengurutkan akun yang akan digunakan dalam sistem akuntansi, dari kode terkecil sampai dengan kode terbesar, sebanyak jumlah akun yang digunakan. Contoh kode akun angka berurutan adalah sebagai berikut: Tabel 2.11 Kode Angka Berurutan Kode Nama Akun 1 Kas 2 Piutang 3 Peralatan 4 Utang usaha 5 Utang bank 6 Modal Ali 2) Kode Blok (Block Code) Pemberian kode akun dengan kode blok dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan blok akun baru kemudian ditetapkan kode akunnya. Contoh blok kode:

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 2.12 Kode Blok Blok Kode Kelompok Akun 100-199 Aset Lancar 200-229 Aset Tetap 230-249 Investasi 250-279 Liabilitas 280-289 Ekuitas 290-299 Pendapatan 300-… Beban Contoh kode akun dengan kode blok adalah sebagai berikut: Kode Nama Akun 100 Kas 101 Piutang 200 Peralatan 250 Utang usaha 251 Utang bank 280 Modal Adi 3) Kode Kelompok (Group Code) Kode akun dengan sistem kode kelompok merupakan kode akun yang paling banyak digunakan, di mana kode akun disusun berdasarkan kelompok akun seperti contoh sebagai berikut : Tabel 2.13 Kode Kelompok Kode Kelompok 1 2 3 4 5 Kelompok akun Aset Liabilitas Ekuitas Pendapatan Beban

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Setiap kelompok di bagi lagi menjadi beberapa golongan dan kode kelompok selalu diletakkan pada awal diikuti kode golongan kemudian diikuti dengan nomor urut akun. Untuk beberapa kelompok akun, ada juga yang memisahkan antara golongan dengan subgolongan. Kode Kelompok Kode Golongan Kode Sub Golongan Urutan Akun Kode Akun 1 1 0 1 1101 Nama Akun Aset Aset Lancar Kas dan Bank Kas Kas Atau Kode Kelompok Kode Golongan Urutan Akun Kode Akun 1 1 1 1101 Nama Akun Aset Aset Lancar Kas dan Bank Kas Kas 4. Jurnal a. Pengertian dan Fungsi Jurnal Jurnal dalam akuntansi adalah suatu catatan transaksi keuangan dalam bentuk debit suatu akun dan kredit akun yang kain. Kegiatan pertama pada tahap pencatatan akuntansi adalah menjurnal, yaitu mencatat transaksi perusahaan setelah terlebih

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 dahulu dianalisis. Jadi, sebelum menjurnal terlebih dahulu harus mampu menganalisis transaksi dan memahami mekanisme debit dan kredit. Jurnal disebut sebagai buku catatan asli (the book of original entry). Jurnal merupakan catatan pendahuluan dari transaksitransaksi perusahaan setelah terlebih dahulu dianalisis. Sebagai bagian dari kegiatan akuntansi jurnal memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut : 1) Fungsi mencatat (recording) Jurnal merupakan tempat mencatat transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi dalam satu periode tertantu. 2) Fungsi Historis (history) Jurnal mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi. 3) Fungsi informasi (information) Jurnal memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan. Dengan membaca ayat-ayat jurnal pembaca akan mengetahui dengan jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan. Untuk itulah dalam menyusun jurnal, setiap ayat jurnal harus diberi keterangan. 4) Fungsi analisis (analisys) Jurnal berfungsi sebagai sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat disisi debit dan sisi kredit.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 5) Fungsi intruksi (instruction) Jurnal menginstruksikan agar ayat-ayat jurnal dipindahbukukan ke dalam akun-akun yang bersesuaian. Kode akun akun yang bersesuaian disimpan pada kolom referensi (Ref/PR). Bila pada kolom referensi telah ditulis kode akun, artinya ayat-ayat juranl tersebut telah di posting ke buku besar. b. Bentuk Jurnal Secara umum dalam buku jurnal disediakan kolom tanggal terjadinya transaksi, nomor bukti transaksi, nama akun, sisi debit, dan sisi kredit. Buku Jurnal dapat dibedakan menjadi jurnal umum (general journal) dan jurnal khusus (special journal). Jurnal khusus terdiri dari jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran kas, jurnal penerimaan kas. Berikut ini contoh salah satu bentuk jurnal umum, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas. Tabel 2.14 Jurnal Umum Tgl No.Bukti Akun Ref Debit Kredit Tabel 2.15 Jurnal Penerimaan Kas Tgl No. Bukti Debit Keterangan Ref Kas Penjualan Jasa Kredit Akun lain-lain Piutang Usaha Akun Ref Jumlah

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 2.16 Jurnal Pengeluaran Kas Debit Tgl No. Bukti Keterangan Ref Perlengkapan Jasa Utang dagang Kredit Akun lain-lain R e Jum Akun f lah c. Menyusun jurnal Menyusun jurnal atau menjurnal (journalizing) adalah melakukan kegiatan pencatatan transaksi perusahaan setelah dianalisis terlebih dahulu. Dua kompetensi yang harus kira miliki dalam menjurnal adalah memahami mekanisme debit kredit dan analisis transaksi. Analaisis transaksi yang kita lakukan adalah : 1) Akun apa yang dipengaruhi oleh sebuah transaksi. 2) Pengaruh transaksi apakah menyebabkan penambahan atau pengurangan. Misalnya pada tanggal 2 Januari 2014, Hedi Mendirikan Perusahaan yang bergerak pada bidang jasa perbengkelan. Sebagai modal, hedi menyetor uang ke bank sebesar Rp50.000.000,00 untuk rekening perusahannya. Pengaruh transaksi tersebut dicatat oleh perusahaan dengan mendebit akun kas dan kredit akun modal Hedi, masing-masing Rp50.000.000,00. Dalam buku jurnal, transaksi tersebut dicatat sebagai berikut. Kas

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Tgl No.Bukti Jan.2 Akun Kas Modal Hedi Ref Debit Rp50.000.000,00 Kredit - - Rp50.000.000,00 I. Prosedur Penelitian dan Pengembangan Suryabrata (2005:68) memaparkan beberapa langkah-langkah pengembangan tes hasil belajar. Pengembangan instrumen penilaian pada kemampuan dasar menerapkan buku jurnal, dilakukan dalam beberapa langkah yaitu : 1. Pengembangan Spesifikasi Tes Spesifikasi tes yang akan dibuat harus menyeluruh, lengkap dan spesifik terhadap karakteristik tes. Tes hasil belajar, minimal harus spesifik mengenai hal-hal berikut (a) wilayah yang akan dikenai pengukuran, (b) subjek yang akan dites, (c) tujuan testing, (d) materi tes, (e) tipe soal yang akan digunakan, (f) jumlah soal untuk keseluruhan tes dan untuk masing-masing bagian, (g) taraf kesukaran soal dan distribusinya, (h) kisi-kisi tes, (i) cara perakitan, dan (j) rancangan penugasan pada peneliti soal. 2. Penulisan Soal Penulisan soal merupakan hal yang lazim dilakukan pada tes psikologis, sehingga terdiri dari soal yang disusun menurut sistem tertentu. Setiap soal dalam tes akan menghasilkan informasi tertentu mengenai orang yang mengenakan tes tersebut. Tes yang baik haruslah terdiri dari soal-soal yang ditulis dengan baik. Menulis soal

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 membutuhkan kemampuan-kemampuan khusus yang harus dikembangkan sampai pada taraf yang memadai. Kemampuankemampuan khusus tersebut yaitu: a. Penugasan akan mata pengetahuan yang dites. b. Kesadaran akan tata nilai yang individu yang dites. c. Kemampuan membahas gagasan. d. Penugasan akan teknik penulisan soal. e. Kesadaran akan kekuatan dan kelemahan dalam menulis soal. Kemampuan menulis soal yang baik akan berkembang melalui pengalaman dan praktek latihan menulis soal. 3. Penelahaan Soal Setelah penulisan soal selesai maka langkah selanjutnya adalah menguji kualitas soal tersebut. Pengujian secara teoritis ini disebut juga penelaahan soal. Untuk menelaah soal, penelaah perlu memiliki beberapa keahlian, diantaranya: a. Keahlian dalam bidang studi yang diuji. b. Keahlian dalam bidang pengukuran. c. Keahlian dalam pembahasan gagasan. Penelaahan soal merupakan evaluasi terhadap soal-soal yang telah ditelaah berdasarkan pendapat para ahli. Evalusi tersebut dilihat dari tiga bidang, yaitu: a. Dari segi bidang studi yang diuji. b. Dari segi format dan pertimbangan teknis penulisan soal.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 c. Dari segi penerjemahan gagasan ke dalam bahasa. Penelaahan ini menuntut kematangan dan kemendalaman penguasaan materi bidang studi dan kejelian melihat kesesuaian cakupan antara kumpulan soal dengan spesifikasi tes, kejelasan akan konsep dasar, proses fundamental, dan hubungan antara fakta dan kejadian sangat diperlukan. 4. Perakitan Soal (Untuk Tujuan Uji Coba) Setelah soal-soal ditelaah selanjutnya soal-soal digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu (a) soal-soal yang dianggap baik, maka soal diterima. (b) soal-soal yang dianggap tidak baik, maka soal ditolak, dan (c) soal-soal yang kurang baik, setelah direvisi lalu dapat diterima soalsoal yang diterima lamgsung maupun dengan revisi merupakan kumpulan soal yang perlu ditata dengan cara tertentu. Hasil perakitan soal ini adalah tes yang secara teori baik dan siap diujicobakan untuk mengetahui apakah tes yang secara teori baik itu secara empiris juga baik. 5. Uji Coba Tes Tahap selanjutnya setelah penelaahan soal ialah pengumpulan data empiris melalui pengujian soal untuk memperbaiki soal dan memilih soal-soal yang terbaik sesuai dengan tujuan pengembangan soal yang telah disusun.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 6. Analisis Butir Soal Untuk mengetahui karakteristik setiap soal maka soal-soal tersebut di kualifikasi ke dalam indek-indek statistik. Ada dua indeks statistik yang paling banyak digunakan yaitu taraf kesukaran soal dan daya pembeda soal (indeks diskriminasi) dan teknik analisis konfensional, yaitu: a. Taraf Kesukaran Soal Taraf kesukaran soal yaitu banyaknya soal untuk masingmasing taraf kesukaran. Taraf kesukaran pada tes disusun berdasarkan tujuan tes, misalnya tes yang diujikan bertujuan untuk membedakan taraf kemampuan siswa dari yang rendah sampai yang tinggi. Oleh karena itu, sebaran taraf kesukaran soal yang disusun lebih luas agar siswa yang pandai tertantang (karena ada soal yang sukar) dan siswa yang bodoh masih ada kesempatan untuk mengerjakan (karena ada soal yang mudah). Indeks kesukaran menggunakan taraf kesukaran p, yaitu proporsi banyaknya jawaban benar terhadap semua jawaban (biasanya dalam persen). Rumus indeks kesukaran soal adalah : P=B/T Dengan keterangan: P = Indeks kesukaran soal B = banyaknya subjek yang menjawab benar T = banyaknya subjek yang mengerjakan soal

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Indeks kesukaran soal P ini terdapat banyak kelemahan, yaitu a) P sebenarnya ukuran kemudahan soal, semakin tinggi P maka soal semakin mudah begitu sebaliknya semakin rendah P maka soal semakin sukar, dan b) P tidak berhubungan secara linear dengan skala kesukaran soal, namun P sangat berguna untuk memperkirakan rata – rata skor tes, maka P harus dihitung. b. Daya Pembeda Soal Daya pembeda soal diukur dari kesesuaian soal untuk mengetahui peserta didik yang tinggi kemampuannya dan siswa yang rendah kemampuannya yang diukur dalam tes yang bersangkutan. Teknik yang digunakan untuk mengukur daya pembeda adalah korelasi antara skor pada soal tertentu yang merupakan data kontinu yang diasumsikan menjadi benar dan salah, atau 1 dan 0 dengan skor soal (data kontinu). Rumus korelasi biserial ialah: rbis = x 𝑝(1 − 𝑝) atau Keterangan: 𝑦 rbis = 𝑋𝑏−𝑋𝑡 rbis = 𝑋𝑏−𝑋𝑠 𝑆𝑡 atau 𝑋𝑏 x 𝑝) 𝑦 x √pq 𝑋𝑏= rata – rataskor kriteria subjek yang memilih jawaban benar 𝑋𝑠 = rata – rata skor kriteria subjek yang memilih jawaban salah 𝑆𝑡 = simpangan baku skor kriteria semua subjek

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 𝑝 = proporsi subjek yang menjawab benar terhadap semua subjek 𝑦 = ordinat dalam kurva normal yang membagi menjadi p dan– p q=1–p. Bagian yang ensensial pada rumus diatas adalah perbedaan antara kedua rata–rata dalam perbandingan dengan simpangan baku. Jadi semakin besar perbedaan kedua rata-rata maka semakin tinggi korelasi biserial, itu berarti semakin tinggi daya pembeda soal yang dipersoalkan. 7. Seleksi dan Perakitan Soal Soal yang di buat mencakup ranah kognitif pada level C4 (menganalisis) dan C6 (mencipta) berdasarkan taksonomi Anderson. Untuk ranah kognitif C6 (mencipta) tidak mungkin di buat soal karena yang dipaparkan disini soal berupa pilihan ganda. Setelah statistik soal selesai dihitung maka tahap selanjutnya adalah seleksi soal, yaitu memilih soal-soal mana saja yang akan digunakan dalam perangkat tes bentuk akhir, dan soal mana yang terpaksa disisihkan. Menurut model klasik pemilihan soal ini bisa menggunakan dua parameter, yaitu taraf kesukaran (p) dan indeks diskriminatif (rbis). Selain dua parameter tersebut bisa juga menggunakan prosedur yang lain, yaitu: a. Penggunaan kelompok 27% teratas dan 27% terbawah Banyaknya pengembangan tes yang menggunakan metode analisis soal yang didasarkan hanya pada sebagian dari subjek uji coba, misalnya kelompok atas (27% tertinggi) dan kelompok bawah (27% terendah) dan kelompok tengah / sedang (46%) tidak

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 dianalisis. Dalam metode 27% teratas dan 27% terbawah dibuat perbandingan antara kelompok atas dan kelompok bawah dalam pemilihan berbagai kemungkinan jawaban. b. Galat baku indeks diskriminasi Indeks diskriminasi soal dipengaruhi oleh variasi sampel. Oleh karena itu, sangat penting penembangan tes mengetahi besarnya fluktuasi agar dapat menentukan besarnya sampel yang diperlukan agar diperoleh stabilitas sampel dalam kaitan dengan indeks diskriminasi itu. Rumus untuk galat baku koefisien biserial yaitu; Keterangan: SErbis= √ 𝑝 (1− 𝑝) − 𝑟 2𝑏𝑖𝑠 𝑦 √𝑁 SErbis = galat baku (standard error of measurement) rbis 𝑝 = proporsi jawaban benar terhadap semua jawaban 𝑦 = ordinat yang memisahkan distribusi normal menjadi p dan 1 p rbis = koefisien korelasi biserial N = besarnya sampel Interpretasi galat baku pengukuran koefisien korelasi biserial ini sama dengan interpretasi galat baku pada pengukuran yang lain. Jadi, jika digunakan taraf alpha = 0,05, maka rbis adalah 95 dari setiap 100 kejadian. 8. Pencetakan Tes Setelah soal diseleksi berdasarkan hasil analisis butir soal kemudian disusun berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu,

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 maka pengembangan tes secara substantif telah selesai. Langkah berikutnya adalah mencetak tes dengan cara yang baik dan menjamin mutunya. 9. Administrasi Tes Bentuk Akhir Setelah dua hasil tes masuk, pengolahan data serta interpretasi hasil pengolahan itu juga perlu dibakukan. Kesulitan yang sering terjadi adalah menginterpretasi skor hasil tes adalah beragamnya skala yang digunakan untuk menyatakan hasil tes tersebut. Persyaratan pertama untuk menerjemahkan skor adalah mendefinisikannya ke dalam skala tertentu, proses ini disebut penskalaan. Persyaratan kedua adalah penyediaan norma untuk acuan interpretasi. Proses ini disebut penormaan tes. 10. Penyusunan Skala dan Norma a. Penyusunan Skala Dalam penyusunan skala terdapat beberapa metode yaitu : 1) Skala skor mentah Skala skor mentah adala skala yang tidak menpunyai makna intern dan tidak dapat diinterpretasikan tanpa bantuan data pendukung. 2) Skala presentase penguasaan Skor yang dilaporkan dalam skala presentase penguasaan ini merupakan pendapatan absolut (tidak relatif) bahwa subjek menguasai sekian persen dari bahan ajar yang dipersoalkan.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Misalnya peserta didik mendapatkan skor penguasaan 90, maka ini berarti peserta didik tersebut sudah menguasai 90% dari bahan yang diujikan. 3) Skala jenjang persentil Skala jenjang persentil menunjukan berapa persen individu dari kelompok individu yang mempunyai skor dibawah titik tengah dari setiap skor atau interval skor. 4) Dalam menghitung simpangan baku dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Sb = Sbz + Xb Keterangan: Sb = skor baku Sbz = simpangan baku ayng diinginkan Xb = rata – rata yang diinginkan b. Penyusunan Norma Pedoman umum dalam penyusunan norma adalah: 1) Karakteristik yang diukur oleh tes, memungkinkan penentuan urutan pengambilan tes dari rendah ke tinggi. 2) Tes yang digunakan harus mencerminkan definisi operasional karakteristik yang dipersoalkan. 3) Sebaran skor yang dihasilkan oleh tes, dari yang terendah sampai yang tertinggi, hendaknya mengevaluasi karakteristik psikologis yang sama.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 4) Kelompok yang digunakan sebagai dasar penyusunan statistik deskriptif harus sesuai dengan tes nya dan tujuan tes. 5) Data hendaknya tersedia untuk kelompok-kelompok yang relevan. Dari deskripsi di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan instrumen penilaian kemampuan dasar menerapkan buku jurnal dapat dilakukan 10 langkah yaitu pengembangan spesifikasi tes, penulisan soal, penelahaan soal, perakitan soal, uji coba tes, analisis butir soal, seleksi dan perakitan soal, pencetakan tes, administrasi tes bentuk akhir dan yang terakhir penyusutan skala dan norma. J. Penelitian yang Relevan Penelitian tentang pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS yang peneliti kembangkan sama halnya dengan penelitian terdahulu yang dapat menunjukkan bahwa penelitian ini masih relevan untuk dilaksanakan. 1. Penelitian yang pertama oleh Edi Istiyono (2013) dengan judul “Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Mata Pelajaran Fisika di SMA”. Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan perbaikan pembelajaran berkaitan dengan model tes dan sistem penskorannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap uji coba dan tahap pengukuran berdasarkan kriteria mean INFIT MNSQ 1,0 dan simpangan baku 0,0 terbukti tes fit dengan PCM. Berdasarkan kriteria batas terendah dan tertinggi INFIT MNSQ

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 0,77 dan 1,30, semua item sebanyak 44 dari dua set tes semuanya fit dengan model. Tingkat kesulitan item antara -0,86 sampai 1,06. Reliabilitas tes terhadap uji coba adalah 0,95. Dengan demikian instrumen PhysTHOT memenuhi syarat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi Fisika peserta didik SMA Kelas XI. 2. Penelitian yang kedua oleh Kusuma Wardany (2015) dengan judul “Penyusunan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill pada Materi Ekosistem SMA Kelas X”. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen tes higher order thinking skill pada materi ekosistem yang akan diujikan pada peserta didik SMA Kelas X. Berdasarkan hasil penelitian dari penyusunan hasil instrumen tes higher order thinking skill pada peserta didik kelas X SMA menunjukkan bahwa 45% item dengan 9 butir soal diterima, 40% item dengan 8 butir soal direvisi, dan 15% item dengan 3 butir soal ditolak. Indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang digunakan telah memenuhi syarat sebagai indikator yang baik untuk dikembangkan lagi dalam bentuk item tes guna menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. 3. Mufida Nofiana, Sajidan dkk (2014), dengan judul penelitian “Pengembangan Instrumen Evaluasi Two-Tier Multiple Choice Question untuk Mengukur Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi”. Hasil penelitianmenunjukkan (1) karakteristik instrumen evaluasi two-tier multiple choicequestion yang dikembangkan antara lain mengacu pada indikatorketerampilan berpikir tingkat tinggi Anderson dan Krathwohl (2001) meliputi menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; memiliki

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 validitas dengan interpretasi minimal “cukup” ; dan reabilitas “tinggi” (2) kelayakan produk instrumen evaluasi dijamin melalui validitas isi dengan kategori “baik”; validitas konstruk dengan kategori “baik”; validitas butir soal dengan interpretasi minimal “cukup”, tingkat kesukaran soal dengan proporsi 15% mudah : 80% sedang: 5% sulit ; daya pembeda soal dengan interpretasi minimal “cukup”, dan kepraktisan penggunaan dengan kategori “baik”. Berdasarkan ketiga penelitian terdahulu, peneliti menyimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengenai pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS masih relevan untuk diteliti. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu terdapat pada materi dan subjek yang digunakan oleh peneliti. Keunikan yang dimiliki penelitian ini adalah menggunakan materi menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) pada kelas X Akuntansi SMK. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) pada kelas X Akuntansi SMK. K. Kerangka Berpikir Pada bagian ini, peneliti akan menjelaskan kerangka berpikir yang digunakan dalam mengembangkan produk berupa instrumen penilaian berbasis HOTS. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melalui wawancara dengan guru akuntansi kelas X SMK 7 Yogyakarta.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Berdasarkan wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa belum semua guru membuat atau menggunakan soal yang berbasis HOTS. Salah satu materi yang terdapat pada mata pelajaran akuntansi kelas X SMK adalah menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal). Menurut beliau, kemampuan berpikir peserta didik saat mengerjakan soal tentang menerapkan pencatatan transaksi bisnis masih tergolong rendah (LOTS), yaitu berada pada tingkat memahami (C2) dan menerapkan (C3). Berdasarkan wawancara, seorang guru membutuhkan soal yang berbasis HOTS, dan memberikannya kepada peserta didik saat pembelajaran. Guru ingin peserta didik mengerjakan soal berbasis HOTS, sehingga peserta didik dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Hal tersebut mendorong peneliti untuk menyusun soal yang berbasis HOTS. Langkah-langkah yang digunakan peneliti dalam menyusun soal HOTS, yaitu (1) menyusun spesifikasi tes, dengan cara menentukan mata pelajaran dengan jenjang peserta didik, menentukan peserta didik yang akan dites, dan menentukan jumlah soal yang akan diberikan, (2) membuat kisi-kisi soal berdasarkan kompetensi dasar yang telah dipilih, dan (3) penelitian soal, penelitian soal dilakukan berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun. Setelah soal selesai disusun, maka langkah selanjutnya adalah soal divalidasi oleh ahli bahasa dan ahli materi. Validasi dari ahli bahasa bertujuan agar soal yang dibuat dapat mudah dipahami oleh peserta didik, dan mengunakan bahasa yang baik atau benar sedangkan, validasi ahli

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 materi bertujan agar soal yang telah disusun sesuai dengan materi yang telah dipilih serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sebelum soal akan diujicobakan kepada peserta didik, peneliti merevisi soal tersebut sesuai dengan saran dan komentar dari ahli bahasa dan ahli materi. Selanjutnya, peneliti dapat melakukan analisis soal yang telah diujicobakan kepada peserta didik dengan menggunakan program Quest model 1PL (model Rasch). Kemudian, peneliti dapat mengetahui tingkat kesukaran soal yang mudah, sedang, dan sukar. Pada kondisi ini, penting bagi guru untuk dapat mengembangkan soal berbasis HOTS. Dengan hal ini, dimaksudkan agar peserta didik dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Selain itu, dengan mengembangkan soal berbasis HOTS, guru juga dapat mengetahui kesulitan yang dialami peserta didik melalui uji tingkat kesukaran soal.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan yang berusaha untuk mengembangkan instrumen penilaian HOTS untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu Research & Development (R&D). B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di 3 SMK Negeri yaitu : a. SMK Negeri 1 Yogyakarta yang beralamatkan di Jl. Kemetiran Kidul No.35, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Yogyakarta. b. SMK Negeri 1 Bantul yang beralamatkan di Jl. Parangtritis Km 11, Sabdodadi, Bantul, Yogyakarta. c. SMK 7 Yogyakarta yang beralmatkan di Jl. Gowongan Kidul, Blok JT III, Gowongan, Jetis, Yogyakarta. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan April s/d Mei. C. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi Dalam penelitian ini yang menjadi populasinya adalah peserta didik kelas X Akuntansi SMK Negeri tahun ajaran 2017/2018. 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 2. Sampel Sampel dalam penelitian ini berjumlah 277 peserta didik dari 3 SMK Negeri Akuntansi kelas X. 3. Teknik Pengambilan Sampel Dalam menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2014:54). Oleh karena itu, peneliti memilih teknik Purposive Sampling yang menetapkan pertimbangan-pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu sehingga dipenuhi oleh sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini. Adapun kriteria-kriteria yang dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu : a. Peserta didik kelas X yang sudah mendapatkan materi KD 3.8 menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal). b. Peserta didik kelas X Akuntansi SMK Negeri tahun ajaran 2017/2018. c. Peserta didik kelas X Akuntansi SMK Negeri di SMK 1 Yogyakarta, SMK 1 Bantul, SMK 7 Yogyakarta sebagai berikut:

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Tabel 3.1 Pengambilan Sampel No. Nama Sekolah 1 SMK Negeri 1 Yogyakarta 2 SMK Negeri 1 Bantul 3 SMK Negeri 7 Yogyakarta Jumlah peserta didik Peserta didik 63 118 96 277 Berdasarkan pada kriteria-kriteria pengambilan sampel di atas, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 277 peserta didik. D. Prosedur Penelitian dan Pengembangan 1. Pengembangan Spesifikasi Tes Spesifikasi tes itu menyeluruh, lengkap, dan spesifik menunjuk kepada karakteristik tes yang akan disusun. Spesifikasi tes hasil belajar mencakup 1) Wilayah yang akan dikenai pengukuran, 2) Subjek yang akan dites, 3) Tujuan testing, 4) Materi tes, 5) Tipe soal yang digunakan, 6) Jumlah soal untuk keseluruhan tes dan untuk masing-masing bagianya, 7) Taraf kesukaran soal dan distribusinya, 8) Kisi-kisi tes. 2. Penulisan Soal Penulisan soal pada dasarnya adalah semacam penciptaan / kreasi. Dalam menulis soal-soal yang baik adalah penguasaan akan mata pengetahuan yang akan dites, kesadaran akan tata nilai yang mendasari pendidikan, pemahaman akan karakteristik individu-individu yang dites, kemampuan membahasakan gagasan, dan penguasaan akan teknik penulisan soal, serta kesadaran akan kekuatan dan kelemahan dalam menulis soal. Penulisan soal dilakukan oleh dua orang yaitu Rinto dan

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Lia. Penulisan soal dilakukan di Universitas Sanata Dharma. Jumlah soal sebanyak 40 butir, pada setiap butir soal terdapat 5 pilihan jawaban. Soal ini ditujukkan untuk mata pelajaran akuntansi dasar SMK kelas X Akuntansi dengan waktu pengerjaan soal 120 menit. 3. Penelaahan Soal Penelaahan soal adalah evaluasi terhadap soal-soal yang telah ditulis berdasarkan pendapat profesional. Evaluasi dapat dilihat dari tiga arah, yaitu dari segi bidang studi yang diuji, dari segi format dan pertimbangan teknis penulisan soal, dari segi penerjemahan gagasan ke dalam bahasa. Penelaahan dari segi bidang studi pertama-tama akan mengkaji kesesuaian kumpulan soal yang diuji itu dengan spesifikasi tes. Penelaahan ini menuntut penguasaan materi bidang studi serta melihat kesesuaian cakupan antara kumpulan soal dengan spesifikasi tes. Penelaahan dari segi pengukuran mengkaji soal-soal itu dari segi format dan pertimbangan-pertimbangan teknis dalam penulisan yang lain. Penelaahan soal ini akan menentukan validasi isi sesuatu tes, dan akan menentukan kualitas soal dan kualitas tes. Kejelasan rumusan gagasan dalam bahasa adalah kriteria yang digunakan untuk menelaah soal dari segi pembahasan gagasan. 4. Perakitan Soal Dalam penelaahan soal, setelah di telaah soal-soal digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu (1) soal-soal yang dianggap baik, karena

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 itu diterima, (2) soal-soal yang jelas-jelas tidak baik, karena itu ditolak, (3) soal-soal yang kurang baik, setelah direvisi lalu dapat diterima. Soalsoal yang diterima langsung maupun diterima dengan revisi itu merupakan kumpulan soal-soal yang untuk dapat digunakan perlu ditata dengan cara tertentu. 5. Uji Coba Soal Uji coba soal dilaksanakan di tiga sekolah yaitu : SMK N 1 Yogyakarta, SMK N 1 Bantul dan SMK N 7 Yogyakarta. Tabel 3.2 Sampel Uji Coba No. Nama Sekolah 1 SMK Negeri 1 Yogyakarta 2 SMK Negeri 1 Bantul 3 SMK Negeri 7 Yogyakarta Jumlah siswa Peserta didik 63 118 96 277 6. Analisis Butir Soal a. Penyiapan File Perintah dan File Data Pada penelitian ini teknik analisis data menggunakan program Quest dengan model 1-PL atau model Rasch. Parameter yang diuji ialah indeks Kesukaran butir (𝑏). Tiga kunci utama dalam mengalisis butir dengan program Quest, yaitu: (1) File perintah ditulis dalam program Notepad; (2) File data dari hasil jawaban ditulis dalam Notepad; (3) Software program Quest. Ketiga file tersebut harus disimpan dalam satu folder. Untuk tes pilihan ganda dengan data ditulis menggunakan huruf dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 File Perintah title PRESTASI (50 ITEM PG dengan 4 alternatif) data_file prest.dat codes 0ABCD9 format id 1-4 items 5-54 key CCBABCCBBACCBBABACBAAACDBBCDCBDABD DBBADBAACDCCCBCD set width=107 ! page estimate show >> prestsh.out show items >> prestit.out show cases >> prestca.out itanal >> presttn.out quit Keterangan : 1) Title PRESTASI (50 ITEM PG dengan 4 alternatif), menunjukkan nama identitas file 2) data_file prest.txt, menunjukkan nama file data. Dalam hal ini dapat pula diberi nama dengan ekstensi .dat bila komputer tidak berisi program macromedia 3) codes 0ABCD9, kode bahwa data ditulis dalam bentuk huruf A, B, C, D dengan 0 bila dilewati dan 9 bila tidak dikerjakan (omit) 4) format id 1-4 items 5-54, spasi 1 sampai 4 untuk identitas testi (dalam hal ini hanya menggunakan nomor), dan spasi 5 sampai 54 adalah untuk data sebanyak 50 item 5) key CCBABCCBBACCBBABACBAAACDBBCDCBDABDDBBA DBAACDCCCBCD, kunci jawaban 6) set width=107 ! page, lebar halaman kertas 7) estimate, diestimasi secara otomatis menurut program QUEST 8) show ! scale=all >> prestsh.out, hasil analisis secara simultan 9) show items >> prestit.out, hasil analisis menyajikan informasi tentang item secara singkat (estimasi tingkat kesukaran, nilai INFIT MNSQ, nilai INFIT t) 10) show cases >> prestca.out, hasil analisis menyajikan informasi testi (skor mentah, estimasi skor kalibrasi, nilai INFIT MNSQ, nilai INFIT t) 11) itanal ! scale=all >> presttn.out, hasil analisis menyajikan informasi tentang item secara lengkap hasil analisis menurut CTT dan IRT 12) quit, kode perintah diakhiri

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Catatan: Dengan menuliskan angka 0 dan 9 pada code di file perintah maka testi yang tidak mengerjakan dengan cara melompati soal yang bersangkutan diberi skor 0, sedangkan yang tidak mengerjakan atau omit diberi skor 9. Setelah selesai simpan dengan extensi.CTL, beri nama prest.ctl (jangan lupa gunakanmenu all file saat menyimpan supaya tidak ganda ekstensinya). Catatan: Beri nama dengan nama depan yang konsisten agar tidak bermasalah ketika diesekusi. Misalnya, dengan nama file perintah prest.ctl maka file data diberi nama prest.txt dan hasil diawali pula dengan prest sehingga menjadi prestsh.out kemudian prestit.out dan seterusnya seperti contoh di atas File data 1 CCBABCCBBACCBBABACBAAACDBBCDCBDABDDBBADBAACDCCCBCD 2 CCBABCCBBACCBBABACBAAACDBBCDCBDABDDBBADBAACDCCCBCD 3 CCBABCCBBACCBBABACBAAACDBBCDCBDABDDBBADBAACDCCCBCD 4 CCBABCCBBACCBBABACBAAACDBBCDCBDABDDBBADBAACDCCCBCD… DST b. Perintah Analisis Langkah untuk analisis sebagai berikut: 1) Klik QUEST 2) Ketik submit spasi kemudian NAMA FILE PERINTAH LENGKAP kode exstensinya. Jika nama File perintah prest.ctl maka perintahnya sebagai berikut: SUBMIT PREST.CTL Atau Submit prest.ctl 3) Kemudian tekan tombol ENTER c. Analisis Data Dikotomus Hasil data program Quest dianalisis menurut Item Respons Theory (IRT). Estimasi butir dan responden dilakukan dengan prosedur PROX (normal approximation estimation). Kecocokan antara kemampuan responden (𝜃) dan indeks kesukaran butir (𝑏)

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 akan menghasilkan akurasi dalam pengukuran, akurasi maksimal terjadi saat P(𝜃) = 0,5. Kualitas butir ditentukan dari kecocokan butir model Rasch dan indeks kesukaran butir. Butir yang baik harus memenuhi syarat dari IRT, dan dianalisis kecocokannya dengan nilai INFIT Mean Square. Tabel 3.3 Kriteria Kecocokan Butir dengan Pendekatan IRT Kecocokan dengan Model Rasch Kriteria Infit Mean Square Outfit t 0,77 ≤ infit meansquare ≤ 1,33 t ≤ 2,0 Baik 0,77 ≤ infit meansquare ≤ 1,33 t ≤ 2,0 Cukup Baik infit meansquare< 0,77 atau infit meansquare>1,33 t > 2,0 Tidak Baik Tabel 3.4 Kriteria Indeks Kesukaran Item Indeks Kesukaran (b) b>2 -2 ≤ b ≤ 2 Kriteria Sukar Sedang b < -2 Mudah 7. Seleksi dan Perkaitan Soal Setelah statistik-statistik soal selesai dihitung maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemilihan atau seleksi soal, yaitu memilih mana soal-soal yang akan dimasukkan ke dalam perangkat tes bentuk akhir, dan mana yang terpaksa disisihkan. Dalam tahap seleksi soal ini berdasarkan hasil analisis Quest. Tahap perakitan soal ini adalah tahap merakit soal yang baik berdasarkan komentar dan saran dari peserta didik kelas X.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 8. Pencetakan Tes Setelah soal di seleksi akan diketahui soal mana yang baik dan tidak baik. Untuk soal yang tidak baik, maka tidak akan memakai soal tersebut. Sedangkan untuk soal yang baik akan dijadikan satu untuk diterbitkan menjadi soal akuntansi berbasis HOTS mata pelajaran akuntansi.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pengembangan 1. Pengembangan Spesifikasi Tes Spesifikasi tes itu menyeluruh, lengkap, dan spesifik menunjuk kepada karakteristik tes yang akan disusun. Spesifikasi tes hasil belajar mencakup sebagai berikut : a. Wilayah yang akan dikenai pengukuran Spesifikasi mengenai hal ini akan ditentukan berdasarkan macam mata pelajaran, jenjang peserta didik, masa dalam pembelajaran. Akuntansi kelas X SMK Semester Genap tahun ajaran 2017/2018. b. Subjek yang akan dites Peserta didik SMK Kelas X Akuntansi c. Tujuan testing Tujuan testing yaitu mengembangkan soal tes berbasis HOTS yang dikemukanan oleh Anderson (perbaikan dari Taksonomi Bloom) terdiri dari C4 (menganalisis), C5 (mengevaluai), C6 (mencipta). Serta sebagai evaluasi penilaian hasil belajar peserta didik. Materi yang terangkum dalam silabus dan RPP masingmasing terdiri dari sekolah: 1) SMK Negeri 7 Yogyakarta Kegiatan pembelajaran di SMK 7 Yogyakarta pada KD 3.8 yaitu menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) dilaksanakan enam kali pertemuan dengan alokasi waktu lima jam pelajaran x 45 menit. Indikator pencapaian kompetensi terdiri dari (1) Menjelaskan pengertian jurnal, (2) Menjelaskan fungsi jurnal, (3) Menjelaskan konsep debet dan kredit, (4) Menjelaskan sistematika pencatatan, (5) Menjelaskan bentuk jurnal, (6) Menerapkan prosedur penjurnalan. Tujuan pembelajaran yang di capai yaitu peserta didik mampu : (1) Menjelaskan pengertian jurnal, (2) Menjelaskan fungsi jurnal, (3) Menjelaskan konsep debet dan kredit, (4) Menjelaskan sistematika pencatatan, (5) Menjelaskan bentuk jurnal, (6) Menerapkan prosedur penjurnalan, (7) Melakukan identifikasi transaksi sebelum penjurnalan, (8) Melakukan pencatatan jurnal. 2) SMK Negeri 1 Yogyakarta Rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru di SMK Negeri 1 Yogyakarta pada KD 3.8 adalah menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) dilaksanakan dalam satu pertemuan saja dengan alokasi waktu tiga jam pelajaran x 45 menit dari dua puluh jam pelajaran yang tersedia. Indikator pencapaian kompetensi terdiri

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 dari (1) Menjelaskan pengertian dan jenis bukti transasksi, (2) Menjelaskan pengertian dan bentuk jurnal, (3) Menentukan angka yang ada di debet dan di kredit, (4) Menerapkan sistem pencatatan jurnal. Tujuan pembelajaran yang dicapai yaitu peserta didik mampu: (1) Menjelaskan pengertian dan jenis bukti transaksi, (2) Menjelaskan pengertian dan bentuk jurnal, (3) Menentukan angka yang di debet dan di kredit, (4) Menerapkan sistem pencatatan jurnal. Berdasarkan RPP dari kedua sekolah tersebut terdapat banyak perbedaan, salah satunya adalah pada alokasi waktu di SMK N 7 Yogyakarta 6 x pertemuan sedangkan pada SMK N 1 Yogyakarta 1 x pertemuan. Dengan adanya perbedaan RPP antara SMK N 7 dan SMK N 1 Yogyakarta, maka kami membuat RPP sendiri yang terdapat dalam Lampiran 4. d. Materi tes Pencatatan transaksi. e. Tipe soal yang digunakan Tipe soal yang digunakan adalah soal pilihan ganda/Multiple Choice. f. Jumlah soal untuk keseluruhan tes dan untuk masing-masing bagianya. Jumlah soal yang diberikan adalah 40 butir soal beserta jawaban A-E.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 g. Taraf kesukaran soal dan distribusinya Rentang dan distribusi kesukaran soal akan dipengaruhi oleh tujuan Testing. Tes yang dimaksudkan sebagai tes diagnostik perlu mempunyai rentang taraf kesukaran p adalah 0,5. h. Kisi-kisi Soal Tes Tabel 4.1 Kisi-Kisi Soal Jenis Pilihan Ganda KD. 3.8 Kompetensi Dasar 3.8 Menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) Materi 1. Persiapan Pengelolaan Buku Jurnal 2. Pencatatan Transaksi 3. Kode Akun 4. Jurnal Indikator Soal 1. Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal 1. Menganalisis mekanisme debet dan kredit saldo normal akun 2. Menentukan saldo normal aset 3. Menentukan saldo normal liabilitas 4. Menentukan saldo normal ekuitas 5. Menentukan saldo normal pendapatan 6. Menentukan saldo normal beban 1. Mengidentifikasi fungsi kode akun 2. Mengidentifikasi sifat kode akun 3. Menentukan kode angka berurutan 4. Menentukan kode blok 5. Mengelompokkan kode kelompok 1. Mengidentifikasi pengertian jurnal 2. Mengidentifikasi fungsi-fungsi jurnal 3. Menganalisis bentuk jurnal Bentuk Soal PG Nomor Soal 1 PG 2,3,4,5 PG 6,7, 8 PG 9, 10, 11 PG 13, 14 PG 12, 15, 16 PG 17, 20 PG 18, 19 PG 21 PG 24 PG 22, 23,25 PG 28 PG 26 PG 27, 29, 30, 31 32 PG

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 4. Mengidentifikasi pengertian menyusun jurnal 5. Menganalisis transaksi jurnal PG 33 PG 34,35,36, 37,38,39, 40 2. Penulisan Soal Penulisan soal pada dasarnya adalah semacam penciptaan / kreasi. Dalam menulis soal-soal yang baik adalah penguasaan akan mata pengetahuan yang akan dites, kesadaran akan tata nilai yang mendasari pendidikan, pemahaman akan karakteristik individu-individu yang dites, kemampuan membahasakan gagasan, dan penguasaan akan teknik penulisan soal, serta kesadaran akan kekuatan dan kelemahan dalam menulis soal. Penulisan soal dilakukan oleh dua orang yaitu Rinto dan Lia. Penulisan soal dilakukan di Universitas Sanata Dharma. Jumlah soal sebanyak 40 butir, pada setiap butir soal terdapat 5 pilihan jawaban. Soal ini ditujukkan untuk mata pelajaran akuntansi dasar SMK kelas X Akuntansi dengan waktu pengerjaan soal 120 menit. 3. Penelaahan Soal Penelaahan soal adalah evaluasi terhadap soal-soal yang telah ditulis berdasarkan pendapat profesional. Evaluasi dapat dilihat dari tiga arah, yaitu dari segi bidang studi yang diuji (ahli materi), dari segi format dan pertimbangan teknis penulisan soal, dari segi penerjemahan gagasan ke dalam bahasa (ahli bahasa).

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 a. Ahli bahasa Penilaian instrumen diberikan kepada Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.Pd., M.Pd selaku dosen (ahli pengajaran bahasa). Produk divalidasi sebanyak satu kali pada tanggal 4 April 2018. Penilaian instrumen tersebut berdasarkan aspek kontruksi dengan 14 kriteria penilaian sebagai berikut: (1) Setiap soal menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia, (2) Menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana, dan mudah dimengerti oleh peserta didik, (3) Setiap soal dan pilihan jawaban tidak mengandung kalimat bermakna ganda, (4) Setiap soal dan pilihan jawaban menggunakan kosakata baku, (5) Bahasa yang digunakan dalam petunjuk soal dirumuskan dengan bahasa yang jelas dan mudah di mengerti oleh peserta didik, (6) Rumusan setiap indikator soal menggunakan kata kerja operasional, (7) Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat atau tabu, (8) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban benar atau paling benar, (9) Pokok soal harus dirumuskan secara tegas dan jelas, (10) Pokok soal jangan memberi petunjuk kearah jawaban benar, (11) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama, (12) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”, (13) Pilihan jawaban berbentuk waktu harus disusun berdasarkan kronologis waktunya, (14) Waktu yang digunakan untuk mengerjakan sesuai

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 dengan jumlah soal yang diberikan. Perolehan hasil penilaian instrumen tes pilihan ganda yang diperoleh dari dosen ahli bahasa dideskripsikan ke dalam grafik-grafik di bawah ini: Grafik 4.1 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda Oleh Ahli Bahasa Grafik 4.1 merupakan hasil skor yang diperoleh dari ahli bahasa untuk soal pilihan ganda yang terdiri dari 40 butir. Berdasarkan penilaian di atas dapat ditarik kesimpulan jumlah ratarata skor yang diperoleh dari penilaian dosen ahli bahasa. Jumlah skor tertera pada tabel di bawah ini:

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Tabel 4.2 Rata-Rata Skor Dari Penilaian Ahli Bahasa No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Skor 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 Kriteria No. Soal (Sangat Baik) 21 (Sangat Baik) 22 (Sangat Baik) 23 (Sangat Baik) 24 (Sangat Baik) 25 (Sangat Baik) 26 (Sangat Baik) 27 (Sangat Baik) 28 (Sangat Baik) 29 (Sangat Baik) 30 (Sangat Baik) 31 (Sangat Baik) 32 (Sangat Baik) 33 (Sangat Baik) 34 (Sangat Baik) 35 (Sangat Baik) 36 (Sangat Baik) 37 (Sangat Baik) 38 (Sangat Baik) 39 (Sangat Baik) 40 ∑ / 40 = 2160/ 40= 54 Jumlah Skor 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 54 Kriteria (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) Tabel 4.3 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian Oleh Ahli Bahasa Interval Kualitas Instrumen 14 – 24,5 24,5 - 35 35 – 45,5 45,5 - 56 Kriteria Kurang Cukup Baik Sangat Baik Perolehan skor instrumen tes pilihan ganda yang diberikan oleh dosen ahli pengajaran bahasa dengan rata-rata skor pada angka 54 yang menunjukkan bahwa soal yang dihasilkan tergolong sangat baik. Namun ada beberapa poin soal yang perlu diperhatikan yaitu di – kata depan, di – imbuhan, format penulisan tanda baca (…), option jawaban tidak menggunakan huruf kapital dan panjang/pendeknya

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 option jawaban. Instrumen penilaian yang dikembangkan tersebut dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. b. Ahli Materi Penilaian instrumen diberikan kepada Ibu Cicilia Ika Puspitasari, S.Pd selaku guru mata pelajaran akuntansi (ahli materi). Produk divalidasi sebanyak satu kali pada tanggal 13 April 2018. Penilaian instrumen tersebut berdasarkan tiga aspek yaitu aspek materi, aspek konstruk, dan aspek bahasa. Aspek materi dengan enam kriteria penilaian terdiri dari (1) soal sesuai dengan kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum, (2) isi materi benar mengenai transaksi bisnis perusahaan jasa, dagang dan manufaktur, (3) soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong siswa untuk membaca), (4) soal menggunakan stimulus yang kontekstual (gambar, teks, visualisasi, dll, sesuai dengan dunia nyata), (5) soal mengukur kognitif penalaran (menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi), (6) jawaban tersirat pada stimulus, sedangkan untuk aspek konstruk terdiri dari (7) rumusan setiap indikator soal sudah menggunakan kata kerja operasional, (8) butirbutir soal sesuai dengan indikator, (9) butir-butir pengecoh berfungsi dengan baik, (10) soal dirumuskan dengan jelas, (11) pokok soal tidak mengarah ke jawaban benar, (12) pilihan jawaban dirumuskan dengan jelas, (13) antar butir soal tidak bergantung sama lain, (14)

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 pilihan jawaban berbentuk waktu harus disusun berdasarkan kronologis waktunya, (15) waktu yang digunakan untuk mengerjakan sesuai dengan jumlah soal yang diberikan, (16) pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”, dan untuk aspek bahasa terdiri dari (17) menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami, (18) kalimat tidak bermakna ganda, (19) menggunakan kosakata baku. Perolehan hasil penilaian instrumen tes pilihan ganda yang diperoleh dari guru (ahli materi) dideskripsikan ke dalam grafik-grafik di bawah ini: Grafik 4.2 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda Oleh Ahli Materi 5 4 3 2 1 0 soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Aspek 1 Aspek 8 Aspek 15 Aspek 2 Aspek 9 Aspek 16 Aspek 3 Aspek 10 Aspek 17 Aspek 4 Aspek 11 Aspek 18 Aspek 5 Aspek 12 Aspek 19 Aspek 6 Aspek 13 Aspek 7 Aspek 14 5 4 3 2 1 0 soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Aspek 1 Aspek 2 Aspek 3 Aspek 4 Aspek 5 Aspek 6 Aspek 7 Aspek 8 Aspek 9 Aspek 10 Aspek 11 Aspek 12 Aspek 13 Aspek 14 Aspek 15 Aspek 16 Aspek 17 Aspek 18 Aspek 19

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Grafik 4.2 merupakan hasil skor yang diperoleh dari ahli materi untuk soal pilihan ganda yang terdiri dari 40 butir. Berdasarkan penilaian di atas dapat ditarik kesimpulan jumlah ratarata skor yang diperoleh dari penilaian dosen ahli materi. Jumlah skor tertera pada tabel di bawah ini: Tabel 4.4 Rata-Rata Skor Dari Penilaian Ahli Materi No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Skor 65 70 70 70 70 69 69 69 69 69 69 69 69 69 69 69 69 67 69 69 Kriteria No. Jumlah Soal Skor (Sangat Baik) 21 68 (Sangat Baik) 22 68 (Sangat Baik) 23 68 (Sangat Baik) 24 68 (Sangat Baik) 25 66 (Sangat Baik) 26 64 (Sangat Baik) 27 65 (Sangat Baik) 28 64 (Sangat Baik) 29 68 (Sangat Baik) 30 64 (Sangat Baik) 31 68 (Sangat Baik) 32 66 (Sangat Baik) 33 64 (Sangat Baik) 34 68 (Sangat Baik) 35 64 (Sangat Baik) 36 68 (Sangat Baik) 37 62 (Sangat Baik) 38 60 (Sangat Baik) 39 60 (Sangat Baik) 40 68 ∑ / 40 = 2689 / 40 = 67,225 Kriteria (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) (Sangat Baik) Tabel 4.5 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian Oleh Ahli Materi Interval Kualitas Instrumen 19 – 33,25 33,25 – 47,5 47,5– 61,75 61,75 - 76 Kriteria Kurang Cukup Baik Sangat Baik

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Perolehan skor instrumen tes pilihan ganda yang diberikan oleh dosen ahli materi rata-rata skor pada angka 67,225 yang menunjukkan bahwa soal yang dihasilkan tergolong sangat baik. Namun ada beberapa soal yang perlu diperhatikan yaituada beberapa nomor soal yang harus diganti atau di revisi, mengurutkan angka misal dari terbesar-terkecil atau sebaliknya, soal satu tidak tergantung dengan soal lainnya. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. 4. Perakitan Soal Dalam penelaahan soal, setelah di telaah soal-soal digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu (1) soal-soal yang dianggap baik, karena itu diterima, (2) soal-soal yang jelas-jelas tidak baik, karena itu ditolak, (3) soal-soal yang kurang baik, setelah direvisi lalu dapat diterima. Soalsoal yang diterima langsung maupun diterima dengan revisi itu merupakan kumpulan soal-soal yang untuk dapat digunakan perlu ditata dengan cara tertentu. Tabel 4.6 Perbaikan Soal Hasil Validasi Oleh Ahli Bahasa Sebelum diperbaiki Sesudah diperbaiki 1 Karyawan menjurnal bukti 1 Karyawan menjurnal bukti transaksi transaksi dan memposting ke dan memposting ke buku besar buku besar berdasarkan kode berdasarkan kode akun secara berurutan akun secaraberurutan untuk untuk menghindari kekeliruan. Dalam hal ini kode akun memiliki sifat menghindari kekeliruan. Dalam hal ini kode akun kode akun yaitu .... memiliki sifat kode akun a.mudah diingat untuk memudahkan yaitu .... dalam mengelompokkan akun dibuku A.mudah diingat besar

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 B.konsisten C.sederhana dan singkat D.memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada E.memungkinkan adanya akun baru yang saling berkaitan dengan akun yang sudah ada b.konsisten dalam pencatatan ke dalam buku besar untuk menghindari kekeliruan c.sederhana dan singkat untuk memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan d.memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada e.memungkinkan adanya akun baru yang saling berkaitan dengan akun yang sudah ada Tabel 4.7 Perbaikan Soal Hasil Validasi Oleh Ahli Materi Sebelum diperbaiki Sesudah diperbaiki 1 Berdasarkan transaksi tanggal 24 April 1 Laundry Tya menyelesaikan jasa laundry 2017, maka jurnal umum yang tepat sprei, boneka dan sepatu milik Ny. Tini, adalah …. dengan total biayanya sebesar Rp250.000, a.Kas Rp100.000 maka jurnal umum yang tepat adalah …. Pendapatan Rp100.000 a. Kas Rp250.000 b.Kas Rp 100.000 Pendapatan Rp250.000 Piutang Rp 100,000 b. Kas Rp250.000 c.Pendapatan Rp 100.000 Piutang Rp250.000 Kas Rp 100.000 c. Pendapatan Rp250.000 d.Piutang Rp 100.000 Kas Rp250.000 Pendapatan Rp 100.000 d. Piutang Rp250.000 e.Kas Rp 100.000 Pendapatan Rp250.000 Pendapatan terima di muka e. Kas Rp250.000 Rp100.000 Pendapatan terima dimuka Rp250.000 5. Uji Coba Soal Uji coba soal dilaksanakan di tiga sekolah yaitu : SMK N 1 Yogyakarta, SMK N 1 Bantul dan SMK N 7 Yogyakarta.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Tabel 4.8 Peserta Didik No. Nama Sekolah Peserta didik 1 SMK Negeri 1 Yogyakarta 63 2 SMK Negeri 1 Bantul 118 3 SMK Negeri 7 Yogyakarta 96 277 Jumlah peserta didik 6. Analisis Quest Uji coba produk pengembangan intrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) SMK kelas X Akuntansi memperoleh hasil yang beragam. Hasil uji coba diperoleh dari hasil analisis lembar kerja siswa. Untuk memudahkan mengingat penamaan file output, file jawabansh.out (sh dari singkatan show) untuk menampilkan hasil dalam bentuk informasi secara keseluruhan beserta grafiknya. File jawabanit.out (it singkatan dari item) untuk menampilkan file item secara global. File jawabantn.out (tn singkatan dari item analisis), file jawabanca.out (ca singkatan case) untuk menampilkan informasi case/testi/person. Berikut ini disajikan hasil analisis data menggunakan program Quest :

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Terdapat data sebanyak 277 testi yang dianalisis dengan item sebanyak 40 dengan peluang 0,5 sesuai dengan prinsip likehood maximum. Jumlah data yang diolah sebanyak 277 dan tidak ada item maupun anchor yang di hapus dalam analisis. Anchor atau common item adalah item yang ada pada dua set yang hasilnya dianalisis secara bersamaan dengan analisis agar memperoleh hasil estimasi kemampuan testi dan tingkat kesulitan item (kedua pengukuran tersebut menjadi satu

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 skala), sehingga hasil kedua tes dapat diperbandingkan, baik dalam hal tingkat kesulitan item, maupun kemampuan testi. Nilai reliabilitas tes (untuk Norm-Reference) berdasarkan estimasi item Wrigh & Master (1982) disebut dengan reliabilitas sampel. Semakin tinggi nilainya semakin menyakinkan bahwa sampel uji coba sesuai dengan item yang diujikan sedangkan, semakin rendah maka semakin banyak sampel uji coba yang tidak memberikan informasi yang diharapkan misalnya, tidak mengerjakan, mengerjakan secara asal-asalan atau justru mengerjakan tetapi sebagian besar testi benar semua atau salah semua, karena dengan kurve logistik yang identik dengan kurve normal maka, testi yang memiliki skor sempurna dan yang memiliki skor nol tidak dimasukkan dalam analisis.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Dengan mean INFIT MNSQ 0,99 dan SD 0,8 artinya secara keseluruhan item sesuai dengan model Rasch, karena ini hasil tes pilihan ganda, jadi berupa data dengan skala dikotomus. Nilai reliabilitas berdasarkan estimasi case atau testi oleh Wright & Master (1982) disebut dengan reliabilitas tes. Semakin tinggi nilainya semakin menyakinkan bahwa pengukuran memberikan hasil yang konsisten sedangkan, semakin rendah maka semakin banyak sampel uji coba yang tidak memberikan informasi yang diharapkan misalnya, tidak mengerjakan,mengerjakan secara alasan-alasan atau malah mengerjakan tetapi sebagian besar testi benar semua atau salah semua. Karena dengan kurve logistik yang identik dengan kurve normal maka, testi yang

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 memiliki skor sempurna dan yang memiliki skor nol tidak dimasukkan dalam analisis. Dengan mean INFIT MNSQ 0,98 dan SD 0,29 artinya secara keseluruhan testi sesuai dengan model Rasch, karena ini hasil tes pilihan ganda, jadi berupa data dengan skala dikotomus. Grafik di atas menunjukkan nilai Threshold. Khusus skala dikotomus sama besarnya dengan tingkat kesulitan item dalam pengertian sebagai Difficulties Index. Dari grafik di atas dapat diperoleh informasi bahwa yang paling sukar adalah item nomor 9, 15, 18, 20, 26,

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 33 dan yang paling mudah item nomor 35 dan 37, setiap tanda X mewakili 2 testi/person.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Artinya 40 item fit atau cocok dengan model Rasch atau model 1-PL dengan batas penerimaan ≥0,77 sampai ≤1,33. Berikut ini hasil analisis data dengan nama jawabanit.out.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 SCORE dan MAXSCR (maximum score) tergabung menjadi satu karena banyaknya testi, tetapi harus di ingat bahwa data yang di analisis berasal dari 277 testi, sehingga angka 228277 adalah 228 dan 277. Artinya, skor untuk item 1 sebanyak 228 dari skor maksimum 277, jadi ada 228 testi yang mengerjakan dengan benar dari 277 siswa yang mengerjakan. Tabel 4.9 Taraf Kesukaran Dari 40 Butir Soal No. Keterangan No. 1 Taraf kesukaran -0,40 Keterangan 21 Taraf kesukaran -0,30 Sedang 2 -1,92 Sedang 22 -,1,21 Sedang 3 -1,84 Sedang 23 -0,54 Sedang 4 -1,51 Sedang 24 -0,75 Sedang 5 0,28 Sedang 25 -0,38 Sedang 6 -0,11 Sedang 26 2,96 Sukar 7 -0,51 Sedang 27 -0,96 Sedang 8 1,77 Sedang 28 -1,45 Sedang 9 3,16 Sukar 29 0,24 Sedang Sedang

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 10 -0,11 Sedang 30 -0,60 Sedang 11 -0,72 Sedang 31 -0,05 Sedang 12 1,87 Sedang 32 -1,92 Sedang 13 -0,69 Sedang 33 4,09 Sukar 14 -1,92 Sedang 34 -0,43 Sedang 15 2,71 Sukar 35 -2,19 Mudah 16 -0,18 Sedang 36 -1,84 Sedang 17 -0,72 Sedang 37 -2,09 Mudah 18 2,11 Sukar 38 -0,35 Sedang 19 1,24 Sedang 39 0,96 Sedang 20 4,88 Sukar 40 -0,62 Sedang 7. Seleksi dan Perakitan Soal Penilaian instrumen diberikan kepada peserta didik kelas X. Produk divalidasi sebanyak 40 lembar. Penilaian instrumen tersebut berdasarkan aspek kontruksi dengan 8 kriteria penilaian sebagai berikut: (1) instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi menyajikan soal sesuai dengan materi yang telah dipelajari, (2) setiap soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku, komunikatif / tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mudah dipahami, (3) setiap soal menyajikan gambar yang menarik, (4) petunjuk pelaksanaan dalam mengerjakan mudah dipahami, (5) setiap soal yang disajikan mudah dipahami dengan membaca kalimat pernyataan dan pertanyaanya, (6) setiap butir soal dengan mudah dikerjakan, (7) waktu yang disediakan sesuai dengan jumlah butir soal yang ada, (8) instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi membuat tertantang dalam mengerjakannya. Perolehan

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 hasil penilaian instrumen tes pilihan ganda yang diperoleh dari peserta didik kelas X dideskripsikan ke dalam grafik-grafik di bawah ini: Grafik 4.3 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda Oleh Peserta Didik Kelas X Grafik 4.3 merupakan hasil skor yang diperoleh dari peserta didik untuk soal pilihan ganda yang terdiri dari 40 butir. Berdasarkan penilaian di atas dapat ditarik kesimpulan jumlah rata-rata skor yang

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 diperoleh dari penilaian peserta didik. Jumlah skor tertera pada tabel di bawah ini: Tabel 4.10 Rata – Rata Skor Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda Oleh Peserta Didik Kelas X No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Skor 26 24 25 22 25 25 28 24 18 20 24 23 28 26 24 22 25 28 26 25 Kriteria No (Sangat Baik) 21 (Baik) 22 (Baik) 23 (Baik) 24 (Baik) 25 (Baik) 26 (Sangat Baik) 27 (Baik) 28 (Cukup) 29 (Cukup) 30 (Baik) 31 (Baik) 32 (Sangat Baik) 33 (Sangat Baik) 34 (Baik) 35 (Baik) 36 (Baik) 37 (Sangat Baik) 38 (Sangat Baik) 39 (Baik) 40 ∑ / 40 = 971/ 40= 24,275 Jumlah Skor 24 24 24 23 25 26 25 26 24 23 25 26 23 22 24 24 23 25 22 25 Kriteria (Baik) (Baik) (Baik) (Baik) (Baik) (Sangat Baik) (Baik) (Sangat Baik) (Baik) (Baik) (Baik) (Sangat Baik) (Baik) (Baik) (Baik) (Baik) (Baik) (Baik) (Baik) (Baik) Tabel 4.11 Kriteria Kualitas Instrumen Penilaian Oleh Peserta Didik Interval Kualitas Instrumen 8 - 14 14 – 20 20 – 26 26 - 32 Kriteria Kurang Cukup Baik Sangat Baik Perolehan skor instrumen tes pilihan ganda yang diberikan oleh peserta didik kelas X dengan rata-rata skor pada angka 24,275 yang

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 menunjukkan bahwa soal yang dihasilkan tergolong baik. Namun ada beberapa poin soal yang perlu diperhatikan yaitu gambar yang tidak jelas, soal tidak menggunakan kalimat yang terlalu panjang sehingga membuat bingung, diperhatikan dalam melampirkan bukti transaksi karena masih ada tulisan dalam gambar yang tidak bisa terbaca. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan untuk pencetakan tes dengan revisi sesuai saran. 8. Pencetakan Tes Setelah soal-soal diseleksi berdasarkan atas hasil analisis butir soal dan kemudian disusun atau dirakit berdasarkan atas pertimbanganpertimbangan tertentu, maka pengembangan tes itu secara substantif telah selesai. Dari segi substantifnya maka yang penting adalah tampilan tes itu harus sebaik mungkin. Oleh karena itu, dilakukan pencetakan tes terdiri dari kata pengantar, daftar isi, silabus dan RPP, kisi-kisi, petunjuk pengerjaan, soal, kunci jawaban, dan petunjuk penskoran. Pencetakan tes berdasarkan cover depan menggunakan kertas A3 ivory, isi halaman menggunakan kertas Hvs 80 gr, dengan huruf Times New Rowan 12 pt. Dari segi manajerial, pencetakan ini harus menjamin kerahasiaan tes serta ketepatan waktu sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Segala upaya mesti dilakukan dengan cermat agar tidak ada orang yang punya akses terhadap tes itu, kecuali orang-orang yang menurut rencana memang boleh mengetahui tes tersebut.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 B. Pembahasan Penelitian pengembangan dilakukan dengan menggunakan langkahlangkah pengembangan tes hasil belajar dari Suryabrata (2005:68). Langkah-langkah tersebut dimodifikasi sehingga menghasilkan delapan langkah penelitian untuk mengembangkan produk. Penulis memulai penelitian pengembangan ini dengan melakukan observasi terhadap kondisi sekolah dan wawancara langsung kepada Ibu Lembah Srigati S.Pd selaku guru mata pelajaran akuntansi dasar kelas X SMK 7 Yogyakarta. Penulis juga melakukan kajian pustaka sebagai landasan dalam melakukan pengembangan produk. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa guru dan siswa membutuhkan tes hasil belajar berupa tes pilihan ganda yang berbasis HOTS untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dan mempermudah pemahaman terhadap materi tersebut. Selain itu, guru menyetujui instrumen penilaian yang berbasis HOTS memuat materi pencatatan transaksi. Hal tersebut dikarenakan guru belum membuat instrumen penilaian yang berbasis HOTS dikarenakan untuk kompetensi dasar materi tersebut adalah memahami (C2) dan menerapkan (C3) masih pada tingkat LOTS. Instrumen penilaian dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013. penulis mengambil salah satu Kompetensi Dasar (KD) dari kurikulum 2013 yang digunakan di kelas X SMK. Kompetensi Dasar tersebut yaitu KD 3.8 Menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal). Berdasarkan KD tersebut, penulis membuat soal yang berisi tentang menerapkan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit serta sistematika pencatatan jurnal). Hal tersebut dapat menjadikan instrumen penilaian cocok untuk digunakan sebagai bahan evaluasi hasil belajar untuk peserta didik kelas X SMK. Instrumen penilaian diberikan kepada ahli bahasa dan guru mata pelajaran akuntansi dasar untuk di validasi. Penilaian instrumen pertama diberikan kepada Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.Pd., M.Pd selaku dosen (ahli bahasa). Produk di validasi oleh ahli bahasa satu kali pada tanggal 4 April 2018. Hasil validasi oleh ahli bahasa secara keseluruhan menunjukkan bahwa soal tersebut termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan rata-rata skor 54. Namun, ada komentar dan saran perbaikan yang diberikan oleh ahli bahasa yaitu ada beberapa poin soal yang perlu diperhatikan yaitu di – kata depan, di – imbuhan, format penulisan tanda baca (…), option jawaban tidak menggunakan huruf kapital dan panjang/pendeknya option jawaban. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Penilaian instrumen kedua diberikan kepada Ibu Cicilia Ika Puspitasari, S.Pd. selaku guru mata pelajaran akuntansi (ahli materi). Produk divalidasi sebanyak satu kali pada tanggal 13 April 2018. Hasil validasi oleh ahli materi secara keseluruhan menunjukkan bahwa soal

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 tersebut termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan rata-rata skor 67,225. Namun ada beberapa soal yang perlu diperhatikan yaitu ada beberapa nomor soal yang harus diganti atau di revisi, mengurutkan angka misal dari terbesar-terkecil atau sebaliknya, soal satu tidak tergantung dengan soal lainnya. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Setelah divalidasi dan direvisi oleh ahli materi dan ahli bahasa, kemudian dilakukan pencetakan soal sebanyak seratus lembar soal dan 277 lembar jawaban. Kemudian peneliti melakukan uji coba soal di tiga sekolah yaitu SMK N 1 Yogyakarta, SMK N 1 Bantul, dan SMK N 7 Yogyakarta. Uji coba soal di SMK N 1 Yogyakarta dibantu oleh Dra. A. W. Widowati dan peserta didik sejumlah 64 yang terdiri dari dua kelas, sedangkan SMK N 1 Bantul dibantu oleh Bapak Susanto, S.Pd dan peserta didik sejumlah 118 yang terdiri dari empat kelas, dan SMK N 7 Yogyakarta dibantu oleh Ibu Lembah Srigati, S.Pd dan peserta didik sejumlah 96 yang terdiri dari tiga kelas. Jawaban yang di tulis oleh peserta didik dimasukan ke Notepad dengan item nomor 001 sampai dengan 277. Setelah dimasukkan dalam Notepad jawaban tersebut dianalisis dengan program Quest. Hasil analisisnya adalah dengan mean INFIT MNSQ 0,99 dan SD 0,8 artinya secara keseluruhan item sesuai dengan model Rasch, karena ini hasil tes pilihan ganda, jadi berupa data dengan skala dikotomus. Dari analisis tersebut diperoleh informasi bahwa nomor yang paling sukar adalah 9, 15,

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 18, 20, 26, 33 dan yang paling mudah item nomor 35 dan 37. Dari 40 item Fit atau cocok dengan model Rasch atau model 1-PL dengan batas penerimaan ≥ 0,77 sampai ≤1,33.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Instrumen penilaian berbasis HOTS ini dikembangkan dengan hasil modifikasi model pengembangan dan penelitian menurut Suryabrata. Hasil modifikasi tersebut berupa delapan langkah pengembangan yaitu: 1) pengembangan spesifikasi tes dilakukan dengan membuat kisi-kisi soal, 2) penulisan soal dilakukan dengan pembuatan soal sebanyak 40 butir soal, 3) penelahaan soal dilakukan dengan validasi ahli materi dan ahli bahasa, 4) perakitan soal dilakukan dengan perbaikan dari hasil validasi, 5) uji coba tes dilakukan terhadap 277 peserta didik, 6) analisis butir soal menggunakan analisis Quest, 7) perakitan dan seleksi soal, 8) pencetakan tes dilakukan dengan mencetak hasil produk yang telah dikembangkan. 2. Kualitas instrumen penilaian yang berupa uji coba soal ditentukan berdasarkan validasi penilaian dari ahli materi dan bahasa. Uji coba soal memiliki total rata-rata skor dari ahli bahasa sebesar 54 dengan kategori “Sangat Baik” dan total rata-rata skor dari ahli materi sebesar 67,225 dengan kategori “Sangat Baik”. Uji coba soal tentang materi menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan dan bentuk jurnal) kelas X 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 SMK ini sudah layak menjadi instrumen penilaian bagi seorang guru dalam pembelajaran. B. Keterbatasan Pengembangan Produk yang dikembangkan ini mempunyai beberapa keterbatasan di antaranya dipaparkan sebagai berikut: 1. Prosedur penelitian dan pengembangan hanya berhenti pada langkah ke delapan yaitu pencetakan tes. Hal ini dikarenakan kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian sampai langkah kesepuluh. 2. Analisis menggunakan Quest hanya dengan 1 parameter yaitu taraf kesukaran butir. Karena keterbatasan waktu untuk melakukan uji coba maka penelitian ini tidak bisa menganalisis menggunakan model 2 PL dan 3 PL. 3. Pihak sekolah ataupun guru susah menentukan dan membagi waktu penelitian dikarenakan siswa harus mengerjakan soal. 4. Lamanya waktu dalam mengurus surat ijin penelitian yang diberikan oleh instansi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. C. Saran Saran untuk penulis selanjutnya yang akan mengembangkan uji coba soal materi menerapkan pencatatan transaksi jurnal (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan dan bentuk jurnal) sebagai berikut :

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 1. Prosedur penelitian dan pengembangan menurut Suryabrata sebaiknya dilakukan sampai pada langkah kesepuluh agar dapat mengembangkan produk yang lebih baik. 2. Mengembangkan instrumen penilaian dengan program Quest sampai pada 3 PL, tidak hanya 1 PL saja. 3. Pelaksanaan uji coba terbatas sebaiknya dilakukan dengan alokasi waktu yang lebih lama agar produk yang dikembangkan menjadi lebih baik. 4. Sebaiknya instansi yang terkait dapat memberikan surat ijin lebih cepat, supaya penelitian dapat berjalan dengan tepat waktu.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Anderson, L.W. dan Krathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching,and Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educatioanl Objectives. New York: Addison Wesley Longman, Inc. Azwar, Saifudin. (2011). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR. Bloom, Benjamin S, etc. (1956). Taxonomy of Educational Objective: The Classification of Educational Goals, Handbook I Cognitive Domain. New York: Longmans, Green and Co. Coaley, Keith. (2010). An Introduction to Psychological Assessment and Psychometrics. London: SAGE Publications Inc. Crocker, L. & Algina, J. (2005). Introduction to Classical and Modern Test Theory. Florida: Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. Edi, Ismoyo., Mardapi & Suparno. (2013). Pengembangan Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika (PsyTHOTS) Peserta didik SMA. Diakses pada tanggal 6 Maret 2018 Pukul 09.40 WIB, dari https://journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/view/2120 Embretson, S. E. & Reise, S. P. (2000). Item Response Theory for Psychologist. NJ: Lawrence Erlbaum Associates Inc. Fadlillah, M. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaraan SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA Farida, Ida. (2017). Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Nasional. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA. Hambleton dan Swaminathan (1991): Fundamentals of Item Response Theory. California: SAGE Publications, Inc. Haryati, Mimim. (2006). Sistem Penilaian Pembelajaraan (Berbasis Kompetensi). Jakarta: Gaung Persada Press Jakarta. Kaplan, R.M. dan Saccuzzo, D.P. (2005). Psychological Testing Principles, Application and Issue. Sixth Edition. USA: Wadsworth.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Linn, R. L. dan Gronloud N. E. (1995). Measurement and Assessment in Teaching. Prentice Hall. New Jersey. Linn, R. L. dan Gronloud N. E. (1985). Measurement and Evaluation in Teaching. New York, MacMillan, Collier MacMillan. Naga, Dali S. (1992). Pengantar Teori Sekor pada Pengukuran Pendidikan. Jakarta: Penerbit Gunadarma. Nasution, S. (2006). Asas-asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara Nasution. S. (2009). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara. Nitko, A.J. (1996). Educational Assessment of Students, Second Edition. Merill an Imprint of Prentice Hall Englewood Cliffs: Ohio Nofiana, M., Sajidan, & Puguh. (2014). Pengembangan Instrumen Evaluasi TwoTier Multiple Choice Question untuk Mengukur Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Materi Kingdom Plantae Jurnal Inkuiri,3(2), 60-74. Diakses pada tanggal 18 Maret 2018, darihttp://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains Nurgiyantoro, Burham. (1988). Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Permendikbud No. 69 Tahun 2013 Permendikbud No. 66 Tahun 2013 Permendikbud No. 330 Tahun 2017 Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Sanjaya, Wina. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Mesin Group. Soetopo dan Soemanto. (1991). Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Surabaya: Bina Aksara. Somantri, Drs. Hendi. (2007). Memahami Akuntansi untuk SMK Seri A Bisnis dan Manajemen. Bandung: CV. ARMICO. Subali, Bambang dan Suyata, Pujiyati. (2010). Panduan Analisis Data Pengukuran Pendidikan Untuk Memperoleh Bukti Empirik Kesahihan Menggunakan Program Quest: LPPM UNY Sudaryono, Dr. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Sugiyono, (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta Sugiyono,( 2014). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. Sunarti, Rahmawati. (2014). Penilaian dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: CV Andi Offset Surapranata, Sumarna. (2009). Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interprestasi Hasil Tes. Bandung: PT. Remaja Rosdakarta Suryabrata, Sumadi. (2005). Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta: ANDI Toto, Sucipto. (2013). Pengantar Akuntansi dan Keuangan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bab 1 pasal 19 Wardany, Kusuma. (2015). Penyusunan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill pada Materi Ekosistem SMA Kelas X. Diakses pada tanggal 6 Maret 2018 pukul 10.00 WIB, dari https:www.ejurnal.com/2016/06/penyusunan-instrumen-tes-higher-order.html?m=1. Widoyoko, S.E.P. (2015). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 LAMPIRAN

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 125

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 130 SILABUS NAMA SEKOLAH : SMK Negeri 1 Yogyakarta KOMPETENSI KEAHLIAN : AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA MATA PELAJARAN : AKUNTANSI DASAR KELAS/SEMESTER : X/1,2 ALOKASI WAKTU : 180 JP @ 45 menit KOMPETENSI INTI : KI 3 Memahami, menerapkan. menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkjup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunkan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan diri yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya din sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Kompetensi Dasar 3.1. Memahami pengertian, tujuan, peran akuntansi dan pihak-pihak yang membutuhkan informasi Akuntansi 4.1. Mengelomp okkan pihakpihak yang membutuhka n informasi akuntansi sesuai dengan perannya Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1.1. Peserta didik dapat menjelaskan tentang pengertian dan tujuan akuntansi 3.1.2. Peserta didik dapat menjelaskan tentang peran akuntansi 3.1.3. Peserta didik dapat menjelaskan tentang pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi 4.1.1. Mengelompokkan pihakpihak yang membutuhkan informasi akuntansi sesuai perannya 4.1.2. Mengidentifikasikan pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi Materi Pokok Hakekat Akuntansi  Pengertian akuntansi  Tujuan akuntansi  Peran akuntansi  Pihakpihak yang membutuh kan informasi akuntansi Pembelajaran Penilaian Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang pengertian, tujuan, peran akuntansi dan pihak-pihak yang membutuhkan infomasi akuntansi Tugas  Individu/kelompok • membuat rangkuman Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah pengertian, tujuan, peran akuntansi dan pihak-pihak yang membutuhkan infomasi akuntansi dalam perusahaan Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang pengertian, tujuan, peran pihak-pihak yang membutuhkan infomasi akuntansi dalam perusahaan Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang pengertian, tujuan, peran akuntansi dan pihak- pihak yang membutuhkan infomasiakuntansi dalam perusahaan  menyimpulkan dari keseluruhan Materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang pengertian, tujuan, peran akuntansi dan pihak-pihak yang membutuhkan infomasi akuntansi dalam perusahaan dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Portofolio Laporan tertulis individu/kelo mpok Alokasi Waktu 5 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Kompetensi Dasar 3.2. Memahami jenis-jenis profesi akuntansi (bidang-bidang spesialisasi akuntansi, pentingnya etika profesi) 4.2. Mengelomp okkan profesi akuntansi (bidangbidang spesialisasi akuntansi, pentingnya etika profesi) Indikator Pencapaian Materi Pokok Kompetensi 3.2.1. Peserta didik diharapkan Profesi akuntansi: mampu menjelaskan jenis- Pengertian jenis profesi akuntansi profesi 3.2.2. Peserta didik diharapkan akuntansi mampu menjelaskan Jenis-jenis bidang-bidang spesialisasi profesi akuntansi akuntansi 3.2.3. Peserta didik diharapkan Etika profesi mampu menjelaskan pentingnya etika profesi 4.2.1. Mengelompokkan profesi akuntansi(bidang-bidang spesialisasi akuntansi, pentingnya etika profesi) 4.2.2. Mengidentifikasikan bidang-bidang akuntansi Pembelajaran Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang pengertian profesi akuntansi, jenis- jenis profesi akuntansi dan etika profesi dalam akuntansi Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah pengertian profesi akuntansi, jenisjenis profesi akuntansi dan etika profesi dalam akuntansi Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang pengertian profesi akuntansi, jenis-jenis profesi akuntansi dan etika profesi dalam akuntansi Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang pengertian profesi akuntansi, jenisjenis profesi akuntansi dan etika profesi dalam akuntansi  menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang pengertian profesi akuntansi, jenis- jenis profesi akuntansi dan etika profesi dalam akuntansi dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penilaian Tugas Individu/ kelompok  Membuat rangkuma n  Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu 5 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Kompetensi Dasar 3.3 Memahami jenis dan bentuk badan usaha Indikator Pencapaian Kompetensi 3.3.1 Peserta didik diharapkan mampu menjelaskanpengertian badan usaha 3.3.2 Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan fungsi badan usaha 3.3.3 Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan bentuk badan usaha 4.3. Mengelomp okkan jenis dan bentuk badan usaha 4.3.1. Peserta didik mempu mengidentifikasikan jenis badan usaha berdasarkan bentuk badan usaha 4.3.2. Memberikan solusi dalam pemilihan bentuk badan usaha Materi Pokok Jenis dan bentuk badan usaha Pembelajaran Mengamati Mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang Jenis dan bentuk badan usaha Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah Jenis dan bentuk badan usaha Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang Jenis dan bentuk badan usaha Asosiasi Menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang Jenis dan bentuk badan usaha menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang Jenis dan bentuk badan usaha dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penilaian Tugas Individu/kelompok Membuat rangkuman Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu 5 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Kompetensi Indikator Pencapaian Dasar Kompetensi 3.3. Memahami 3.3.1. Menjelaskan prinsipasumsi, prinsip dan konsep dasar prinsipakuntansi prinsip dan 3.3.2. Menggunakan prinsipkonsep dasar prinsip dan konsep dasar akuntansi akuntansi 3.3.3. Menjelaskan persamaan dasar akuntansi 4.4 Mengelomp okkan asumsi, prinsipprinsip dan konsep dasar akuntansi 4.4.1. Mengelompokkan asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi 4.4.2. Menyusun dasar akuntansi Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Asumsi, prinsipprinsip dan konsep dasar akuntansi Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi Tugas  Individu/kelompok  Membuat rangkuman Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi  menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang asumsi, prinsipprinsip dan konsep dasar akuntansi dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu 10 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Kompetensi Indikator Pencapaian Dasar Kompetensi 3.4. Memahami 3.4.1. Menjelaskan pengertian tahapan siklus siklus akuntansi akutansi 3.4.2. Menjelaskan tahap pencatatan transaksi keuangan 3.4.3. Menjelaskan tahap penggolongan transaksi 3.4.4. Mejelaskan tahap pengikhtisaran transaksi 3.4.5. Menjelaskan tahap laporan keuangan 4.5. Mengelomp okkan tahapan siklus akuntansi 4.5.1. Menentukan pencatatan 4.5.2. Menentukan penggolongan 4.5.3. Menentukan pengikhtisaran 4.5.4. Menentukan pelaporan tahap tahap tahap tahap Materi Pokok Tahap-tahap proses pencatatan transaksi (siklus akuntansi):  Pencatatan transaksi dalam dokumen  Dokumen transaksi dicatat dalam jurnal  Posting dari jurnal ke buku besar  Menyusun neraca saldo  Menyusun laporan keuangan Pembelajaran Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang tahapan siklus akuntansi Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah tahapan siklus akuntansi Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang tahapan siklus akuntansi Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang tahapan siklus akuntansi  menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang tahapan siklus akuntansi dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penilaian Tugas  Individu/kelompok  Membuat rangkuman Observasi Ceklist lembar Pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu 20 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Kompetensi Dasar 3.5. Menerapkan persamaan dasar akuntansi 4.6. Membuat persamaan dasar akuntansi Indikator Pencapaian Kompetensi 3.5.1. Menjelaskan pengertian persamaan dasar akuntansi 3.5.2. Menjelaskan unsur-unsur persamaan dasar akuntansi 3.5.3. Menentukan bentuk persamaan dasar akuntansi 4.6.1. Membuat persamaan dasar akuntansi 4.6.2. Menerapkan persamaan dasar akuntansi Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Persamaan dasar akuntansi  Pengertian persamaan dasar akuntansi  Unsur-unsur persamaandas ar akuntansi  Bentuk persamaan dasar akuntansi  Fungsi persamaan 3.dasar akuntansi  Analisis pengaruh transaksi ke persamaan dasar akuntansi  Mencatat transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang persamaan dasar akuntansi Tugas  Individu/kelompok  Membuat rangkuman Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah persamaan dasar akuntansi Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang persamaan dasar akuntansi Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang persamaan dasar akuntansi  menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang persamaan dasar akuntansi dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Observasi Ceklist lembar Pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/kelo mpok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu 35 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Kompetensi Dasar 3.6. Memahami transaksi bisnis perusahaan baik perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur Indikator Pencapaian Kompetensi 3.6.1. Menganalisis tentang pengertian transaksi bisnis 3.6.2. Menganalisis jenis-jenis transaksi bisnis 3.6.3. Menganalisis pengaruh transaksi bisnis pada proses pencatatan akuntansi 3.6.4. Menganalisis macammacam transaksi bisnis 4.7. Mengelomp okkan transaksi bisnis perusahaan baik perusahaan jasa, dagang dan manufaktur 4.7.1. Memilah atau mengelompokkan transasksi apa saja yang terjadi dalam perusahaan jasa, dagang, dan maufaktur 4.7.2. Mengidentifikasi karakteristik dari perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur. Menerapkan dasar pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit saldo 3.7.1. Menjelaskan buku jurnal 3.7.2. Menjelaskan konsep debet dan kredit 3.7.3. Menjelaskan sistematika pencatatan 3.7.4. Menjelaskan bentuk dan macam jurnal 3.7. Materi Pokok Transaksi bisnis  Pengertian transaksi bisnis  Jenis transaksi bisnis  Pengaruh transaksi bisnis pada proses pencatatan akuntansi  Macammacam transaksi bisnis Pembelajaran Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang transaksi bisnis Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah transaksi bisnis Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang transaksi bisnis Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang transaksi bisnis  menyimpulkan dari keseluruhanmateri Komunikasi Menyampaikan laporan tentangmtransaksi bisnis dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Dasar pencatatan transaksi bisnis:  Buku jurnal  Konsep deber dan kredit Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang dasar pencatatan transaksi (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk-bentuk jurnal) Penilaian Tugas  Individu/kelompok  Membuat rangkuman Alokasi Waktu 20 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico Observasi Ceklist lembar Pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/kelo mpok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Tugas  Individu/kelompok  Membuat rangkuman 25 Jp 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Kompetensi Dasar normal, sistematika pencatatan, bentuk jurnal) 4.8. Membuat pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk jurnal) Indikator Pencapaian Kompetensi 4.8.1. Melakukan pencatatan buku jurnal, konsep debet kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal 4.8.2. Memilih bentuk jurnal yang tepat dari transaksi yang ada Materi Pokok Pembelajaran Penilaian  Saldo normal  Sistematika pencatatan  Bentukbentuk jurnal Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah dasar pencatatan transaksi (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk-bentuk jurnal) Observasi Ceklist lembar Pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/kelo mpok Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang dasar pencatatan transaksi (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk-bentuk jurnal) Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang dasar pencatatan transaksi (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentukbentuk jurnal)  menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang mekanisme debet dan kredit dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu Sumber Belajar 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Kompetensi Dasar 3.8. Menerapkan posting 4.9. Melakukan posting Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8.1. Menjelaskan pengertian posting 3.8.2. Menjelaskan bentuk buku besar 3.8.3. Menejlaskan prosedur posting jurnal ke buku besar 4.9.1. 4.9.2. Melakukan posting Menerapkan posting sesuai dengan prosedurnya Materi Pokok Posting ke akun buku besar:  Pengertian posting  Prosedur posting  Bentuk buku besar  Cara pencatatan transaksi ke dalam akun buku besar Pembelajaran Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain prosedur posting Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah prosedur posting Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang prosedur posting Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang prosedur posting, serta melakukan prosedur posting  menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang prosedur posting dan mempresentasikan-nya dalam bentuk tulisan dan lisan Penilaian Tugas  Individu/kelompok  Membuat rangkuman Observasi Ceklist lembar Pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/kelo mpok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu 10 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 Kompetensi Dasar 3.10.Menganalisis transaksi jurnal Penyesuaian 4.10. Membuat Jurnal penyesuaian Indikator Pencapaian Kompetensi 3.10.1. Menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian 3.10.2. Menjelaskan fungsi jurnal penyesuaian 3.10.3. Menjelaskan bentuk jurnal penyesuaian 3.10.4. Menejlaskan transaksitransaksi yang masuk ke dalam jurnal penyesuaia 3.10.5. Menjelaskan Prosedur dalam Melakukan pembuatan jurnal penyesuaian 4.10.1. Melakukan penyusunan jurnal penyesuaian Materi Pokok Jurnal penyesuaian  Pengertian jurnal penyesuaia  Fungsi jurnal penyesuaia  Bentuk jurnal penyesuaia  Transaksitransaksi yang masuk ke dalam jurnal penyesuaia  Prosedur dalam Melakukan pembuatan jurnal penyesuaian Pembelajaran Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang jurnal penyesuaian Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah jurnal penyesuaian Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang jurnal penyesuaian Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang jurnal penyesuaian serta membuat jurnal penyesuaian  menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang Laporan Keuangan dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penilaian Tugas  Individu/kelompok  Membuat rangkuman Observasi Ceklist lembar Pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/kelo mpok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu 20 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Kompetensi Dasar 3.11. Menganalisis perkiraan untuk meyusun laporan keuangan 4.11. Menyusun laporan keuangan Indikator Pencapaian Kompetensi 3.11.1. Menjelaskan pengertian laporan keuangan 3.11.2. Menjelaskan Fungsi laporan keuangan 3.11.3. Menejalaskan Jenis laporan keuangan Bentuk laporan keuangan 3.11.4. Menjelskan Cara menyusun laporan keuangan 3.11.5. Melakukan penyusunan laporan keuangan didasarkan pada akun buku besar 4.11.1. Melakukan pengelompokkan yang termasuk unsur-unsur laporan keuangan 4.11.2. Menyusun laporan keuangan Materi Pokok Perkiraanperkiraan yang terkait dalam menyusun laporan keuangan  Pengertian laporan keuangan  Fungsi laporan keuangan  Jenis laporan keuangan Bentuk laporan keuangan  Cara menyusun laporan keuangan  Menyusun laporan keuangan didasarkan pada akun buku besar Pembelajaran Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang Laporan Keuangan dan penyusunan laporan Keuangan Menanya Megajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah Laporan Keuangan dan penyusunan laporan Keuangan Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang Laporan Keuangan dan penyusunan laporan keuangan Asosiasi  Menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang laporan keuangan serta menyusun laporan keuangan  Menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang laporan keuangan dan penyusunan laporan keuangan serta mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penilaian Tugas  Individu/kelompok  Membuat rangkuman Observasi Ceklist lembar Pengamatan sikap kegiatan mandiri/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/kelo mpok Alokasi Waktu 25 Jp Sumber Belajar 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira 2. Buku Memahami Akuntansi SMK seri A, Armico Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda Yogyakarta, 29 Juni 2018

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMK NEGERI YOGYAKARTA Mata Pelajaran : Akuntansi Dasar Kompetensi Keahlian : Akuntansi keuangan dan lembaga Kelas / Semester :X/1 Tahun Pelajaran : 2017/2018 Alokasi Waktu : 25 x 45 menit (10 pertemuan) A. Kompetensi Inti KI 3 Memahami, menerapkan. menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkjup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunkan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan diri yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya din sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. B. Kompetensi dasar 3.8 Menerapkan jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal 4.8 Membuat pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk jurnal) C. Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8.1 Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal 3.8.2 Menganalisis mekanisme debet dan kredit saldo normal akun 3.8.3 Mengelompokan kode akun 3.8.4 Menganalisis transaksi jurnal D. Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi dan menggali informasi, siswa diharapkan dapat : 1. Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal 2. Menentukan saldo normal asset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban 3. Mengidentifikasi fungsi kode akun 4. Mengidentifikasi sifat kode akun 5. Menentukan kode angka berurutan 6. Menentukan kode blok 7. Mengelompokan kode kelompok 8. Mengidentifikasi pengertian jurnal 9. Mengidentifikasi fungsi-fungsi jurnal

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 10. Menganalisis bentuk jurnal 11. Mengidentifikasi pengertian menyusun jurnal E. Materi Pembelajaran 1. Persiapan pengelolaan buku jurnal 2. Pencatatan transaksi 3. Kode akun 4. Jurnal F. Pendekatan, Model dan Metode 1. Pendekatan dan model pembelajaran : Saintifik, Problem Based Learning 2. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Diskusi, Penugasan G. Kegiatan pembelajaran Pertemuan pertama (2JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya 10 menit siswa menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati 70 menit  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang pengelolaan buku jurnal persiapan dalam

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun siswa lainnya tentang materi yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru membagi peserta didik menjadi 8 kelompok (1 kelompok terdiri dari 4 siswa)  Peserta didik berdiskusi dengan kelompok tentang bagaimana menentukan peralatan dalam mempersiapakan pengelolaan buku jurnal  Permainan Scramble (TTS) :  Setiap kelompok mendapatkan 1 paket soal TTS yang terdiri dari (10 soal mendatar + 10 soal menurun)  Peserta didik dalam kelompok masingmasing mengerjakan soal yang telah diberikan.  Peserta didik diharuskan dapat mengisi pertanyaan dalam lembar TTS dengan waktu yang telah ditentukan.  Setelah selesai mengerjakan soal, perwakilan kelompok berdiri dan membacakan soal + jawaban yang dikerjakannya  Jika jawaban benar maka kelompok mendapat poin 1, Jika jawaban salah maka mendapat poin – 1. Kelompok yang mendapat poin paling banyak akan mendapat hadiah.

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal Mengkomunikasikan  Setelah selesai perwakilan membacakan mengerjakan kelompok soal + soal, berdiri dan jawaban yang dikerjakannya Penutup - Guru bersama dengan peserta didik 10 menit menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan judul materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya dan memberikan tugas kepada peserta didik. - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan kedua (3JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 - Apersepsi Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang mekanisme debet dan kredit saldo normal akun, saldo normal asset, saldo normal liabilitas Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun siswa lainnya tentang materi yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru membagi peserta didik menjadi 7 kelompok (1 kelompok terdiri dari 3 peserta didik)  Peserta didik berdiskusi dengan kelompok tentang mekanisme debet dan kredit saldo normal akun, saldo normal asset, saldo normal liabilitas  Menyajikan beberapa kata beberapa kolom yang belum terisi sesuai materi yang disajikan  Setiap kelompok disuruh membuat mengisi kolom kosong yang tersedia sesuai dengan materi Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang mekanisme saldo normal akun, saldo normal asset, saldo normal liabilitas Mengkomunikasikan  Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas yang dipandu oleh guru 115 menit

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 Penutup - Guru bersama dengan peserta didik menyimpulkan 10 menit materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan judul materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya dan memberikan tugas kepada peserta didik. - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan ketiga (2JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya 10 menit peserta didik menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang mekanisme saldo normal ekuitas, saldo normal pendapatan, saldo normal beban Menanya  Siswa menanyakan kepada guru maupun peserta didik lainnya tentang materi yang belum jelas Mengeksplorasi 70 menit

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok (1 kelompok terdiri dari 3-4 siswa)  Peserta didik berdiskusi dengan kelompok tentang mekanisme saldo normal ekutas, pendapatan dan beban Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang mekanisme saldo normal ekuitas, pendapatan, dan beban Mengkomunikasikan  Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas Penutup - Guru bersama dengan peserta didik 10 menit menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan judul materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya dan memberikan tugas kepada peserta didik berupa karton, ATK. - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan keempat (3JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan pembelajaran kesiapan dalam mengikuti

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati 115 menit  Guru mengajak peserta didik untuk mengulas kembali materi minggu lalu Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun siswa lainnya tentang materi minggu lalu yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok (1 kelompok terdiri dari 5-6 siswa)  Peserta didik berdiskusi dengan kelompok untuk membuat peta konsep tentang materi mekanisme debet kredit saldo normal akun Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang mekanisme debet kredit saldo normal akun Mengkomunikasikan  Per kelompok dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan membuat peta konsep di depan kelas Penutup - Guru bersama dengan peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah 10 menit

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 dilaksanakan. - Guru memberikan tugas untuk membaca materi berikutnya di rumah - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan ke lima (2JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi - Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang sifat dan fungsi kode akun Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun siswa lainnya tentang materi yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru membagi peserta didik menjadi 6 70 menit

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 kelompok (1 kelompok terdiri dari 3-4 siswa)  Siswa berdiskusi dengan kelompok tentang contoh kasus yang berhubungan terhadap sifat dan fungsi kode akun Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang contoh kasus yang berhubungan terhadap sifat dan fungsi kode akun Mengkomunikasikan  Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas Penutup - Guru bersama dengan peserta didik 10 menit menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan judul materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya dan memberikan tugas kepada peserta didik. - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan ke enam (3JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati 115 menit  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang kode angka berurutan, kode blok dan kode kelompok. Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun siswa lainnya tentang materi yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru membagi peserta didik menjadi 8 kelompok (1 kelompok terdiri dari 4 siswa)  peserta didik diberikan soal berupa tabel yang berkaitan dengan kode akun  Peserta didik berdiskusi dengan kelompok tentang kode angka berurutan, kode blok, dan kode kelompok Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang macam-macam transaksi bisnis Mengkomunikasikan  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas Penutup - Guru bersama dengan peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan judul materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya dan 10 menit

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 memberikan tugas kepada peserta didik. - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan ke tujuh (2JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran siswa dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang pengertian jurnal, fungsi dan bentuk jurnal Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun peserta didik lainnya tentang materi yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru membagi peserta didik menjadi 7 kelompok (1 kelompok terdiri dari 3 siswa)  Siswa berdiskusi dengan kelompok tentang pengertian, fungsi dan bentuk jurnal 70 menit

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang pengertian, fungsi dan bentuk jurnal Mengkomunikasikan  Peserta didik menyampaikan hasil diskusi dengan kelompok di depan kelas Penutup - Guru bersama dengan peserta didik 10 menit menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan judul materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya dan memberikan tugas kepada peserta didik. - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan ke delapan (3JP) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi - Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati 115 menit

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang transaksi jurnal Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun siswa lainnya tentang materi minggu lalu yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru membagi peserta didik menjadi 8 kelompok (1 kelompok terdiri dari 4 peserta didik)  Guru memberikan contoh kasus transaksi jurnal  Guru memberikan latihan soal terhadap peserta didik tentang menganalisis transaksi jurnal  Peserta didik berdiskusi dengan kelompok tentang macam-macam transaksi bisnis Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang materi transaksi jurnal Mengkomunikasikan  Peserta didik menuliskan hasil diskusi di papan tulis dan jelaskan jawaban tersebut di depan kelas Penutup - Guru bersama dengan peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan judul materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya dan memberikan tugas kepada peserta didik. 10 menit

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan ke sembilan (2JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang materi yang telah dibahas yaitu kode akun dan jurnal Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun siswa lainnya tentang materi minggu lalu yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru memberikan kuis tentang materi kode akun dan jurnal  Peserta didik mengerjakan soal kuis Mengasosiasi 70 menit

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang materi kode akun dan transaksi jurnal Mengkomunikasikan  Peserta didik menyampaikan materi yang sudah dibahas dan menyampaikan soal kuis yang sukar maupun yang mudah Penutup - Guru bersama dengan peserta didik 10 menit menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan rencana Ulangan Harian KD 3.8 - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan ke sepuluh (3JP) Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru dan peserta didik mempersiapkan soal ulangan dan lembar jawab beserta alat tulis yang dibutuhkan Kegiatan Inti  Guru memberikan Ulangan Harian KD 3.8 115 menit - Guru bersama dengan peserta didik merefleksi Penutup proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya dengan memberikan tugas membaca 10 menit

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 materi KD 3.9 - Guru menutup pelajaran dengan salam H. Alat, Bahan dan Media pembelajaran 1. Alat Pembelajaran : LCD Proyektor, Komputer 2. Media pembelajaran : PPT, Paket Soal dan Jawaban I. Sumber Belajar` 1. Internet 2. Toto Sucipto. 2013. Pengantar Akuntansi dan Keuangan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira. J. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan 1. Teknik Penilaian a. Teknik : Non Test dan Test b. Bentuk Penilaian Pengetahuan : Test Tertulis Pilihan Ganda 2. Instrumen Penilaian

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 160 PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 LEMBAR SOAL Mata Pelajaran : Akuntansi Dasar Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian : Akuntansi Kelas : X (Sepuluh) Waktu : 120 menit PETUNJUK UMUM 1. Berdoalah sebelum mulai mengerjakan paket soal. 2. Isikan identitas Anda ke dalam lembar jawab yang tersedia. 3. Periksalah dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum anda menjawab. 4. Jumlah soal sebanyak 40 butir, pada setiap butir soal terdapat 5 (lima) pilihan jawaban. 5. Dahulukan menjawab dengan soal-soal yang anda anggap mudah. 6. Kerjakan pada lembar jawaban yang tersedia dengan menyilang huruf (X) pada jawaban yang anda anggap paling benar. 7. Laporkan kepada pengawas apabila terdapat lembar soal yang rusak, tidak lengkap, kurang jelas 8. Setelah selesai dan masih ada waktu, periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas.

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X) pada lembar jawab yang telah disediakan! 1. Berikut ini yang termasuk dalam peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal adalah …. a. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung manual atau elektronik, dan alat tulis kantor seperti kertas, pensil dan penggaris b. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung baik manual atau elektronik, formulir laporan dan neraca rugi laba c. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat tulis kantor seperti kertas, pensil, bolpoin, penggaris, dan jurnal pembantu d. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi, buku jurnal penyesuaian, dan neraca lajur e. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi bukti, jurnal khusus, dan neraca akhir saldo 2. Tuan Alex pada tanggal 8 Juni 2017 membeli sebidang tanah untuk lokasi usahanya, dengan membayar tunai Rp100.000.000, dan sisanya Rp50.000.000, akan dilunasi dalam waktu 3 bulan. Pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah .... a. kas (Debet) Rp100.000.000, tanah (Debet) Rp150.000.000, utang (Kredit) Rp50.000.000 b. tanah (Debet) Rp150.000.000, utang (Debet) Rp50.000.000, kas (Kredit) Rp200.000.000 c. tanah (Debet) Rp150.000.000, Utang (Kredit) Rp50.000.000, kas (Kredit) Rp100.000.000 d. kas (Debet) Rp100.000.000, tanah (Kredit) Rp100.000.000, utang (Kredit) Rp50.000.000 e. kas (Kredit) Rp100.000.000, tanah (Debet) Rp100.000.000, utang (Debet) Rp50.000.000

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 3. Perhatikan transaksi-transaksi berikut ini: 1) menerima pembayaran utang dari para pelanggan menyebabkan kas bertambah di debet, piutang berkurang di kredit 2) menerima pinjaman dari bank menyebabkan kas bertambah di debet utang bertambah di kredit dengan jumlah yang sama 3) membeli peralatan sebagian dibayar tunai dan sebagian secara angsuran menyebabkan kas berkurang di kredit, peralatan bertambah di debet dan utang bertambah di kredit 4) menerima pendapatan jasa bengkel menyebabkan kas bertambah di debet dan pendapatan jasa berkurang di debet dengan jumlah yang sama 5) membayar gaji pegawai menyebabkan kas berkurang di debet dan beban gaji berkurang di kredit dengan jumlah yang sama Dari transaksi-transaksi di atas, mekanisme debet dan kredit yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 2), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 5) e. 3), 4), dan 5) 4. Perhatikan transaksi-transaksi berikut ini: 1) Dibeli perlengkapan seharga Rp1.500.000, baru dibayar Rp700.000, sisanya akan dibayar kemudian, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp700.000, Perlengkapan (+) (D) Rp1.500.000, dan Utang (+) (K) Rp800.000 2) Diterima pendapatan jasa sebesar Rp2.000.000,00, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp2.000.000, dan Pendapatan (+) (K) Rp2.000.000 3) Diselesaikan pekerjaan senilai Rp2.200.000, diterima tunai Rp1.800.000, sisanya diterima kemudian, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp1.800.000, dan Pendapatan (+) (K) Rp1.800.000

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 4) Diambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp200.000, mengakibatkan; Prive (+) (D) Rp200.000, dan Kas (-) (K) Rp200.000 5) Diterima pelunasan piutang sebesar Rp500.000,00 mengakibatkan Kas (+) (D) Rp500.000, dan Piutang (-) (K) Rp500.000 Mekanisme pencatatan debet dan kredit yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 3), dan 5) e. 2), 4), dan 5) 5. Pada tanggal 21 Desember 2017 Tn. Budi membeli peralatan olahraga sebesar Rp 250.000 kepada toko Maju Jaya Sport dan sebesar Rp 100.000, secara kredit. Pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah …. a. perlengkapan (Debet) Rp250.000, kas (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 b. kas (Debet) Rp350.000, perlengkapan (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 c. kas (Kredit) Rp250.000, perlengkapan (Debet) Rp350.000, utang (Kredit) Rp100.000 d. perlengkapan (Debet) Rp350.000, kas (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 e. utang (Debet) Rp110.000, kas (Kredit) Rp250.000, perlengkapan (Kredit) Rp350.000

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 6. Perusahaan bengkel ”MUDA KARYA” hendak membuat kuitansi kepada pelanggannya untuk, data-data yang dimiliki adalah sebagai berikut : 1. Jumlah uang : Rp1.800.000 2. Untuk Pembayaran : Perbaikan sebuah kendaraan No. Pol AB.6643.SAD Berdasarkan data kuitansi di atas, maka perusahaan akan mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah …. a. akun modal (Debet) dan akun pendapatan jasa sebesar (Kredit) Rp1.800.000 b. akun kas (Debet) Rp1.800.000 dan akun pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp1.800.000 c. akun pendapatan jasa (Debet) dan modal (Kredit) sebesar Rp1.800.000 d. akun pendapatan jasa (Debet) dan kas (Kredit) sebesar Rp1.800.000 e. akun kas (Debet) dan akun modal (Kredit) Rp1.800.000 7. Perhatikan tabel saldo normal akun aset sebagai berikut: Nama Akun Kas Akumulasi Penyusutan peralatan Peralatan Rp Rp Rp Debet 5.000.000 Rp 10.000.000 Rp 2.000.000 Rp Kredit 3.000.000 29.850.000 1.350.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun aset yang tepat adalah .... a. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 b. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp650.000 c. kas (Kredit) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp650.000 d. kas (Kredit) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Debet) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 e. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.800.000, Peralatan (Debet) Rp600.000

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 8. Perhatikan tabel di bawah ini ! 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Akun Kas Piutang Usaha Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Kredit Nama Akun Kas Peralatan Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Peralatan Perlengkapan Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Kas Piutang Usaha Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Kas Perlengkapan Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Kredit Nama Akun Piutang Usaha Investasi Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Debet Dari tabel di atas, saldo normal akun aset yang benar adalah …. a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 2 dan 4 d. 3 dan 5 e. 4 dan 5 9. Saldo akhir pada sisi liabilitas sebuah neraca adalah sebagai berikut : - Gaji yang belum dibayar (Rp3.000.000) Utang gaji Rp10.000.000 Utang dagang Rp10.000.000 Sewa diterima dimuka (Rp5.000.000) Sewa dibayar dimuka Rp5.000.000 Bank (Rp10.000.000)

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Jumlah keseluruhan dari saldo liabilitas di atas adalah .... a. Rp12.000.000 b. Rp15.000.000 c. Rp17.000.000 d. Rp18.000.000 e. Rp25.000.000 10. Perhatikan tabel-tabel dibawah ini ! 1) Nama Akun Utang pajak Sewa diterima dimuka 2) Nama Akun Utang dagang Utang wesel 3) Nama Akun Utang hipotik Utang usaha 4) Nama Akun Utang gaji Utang deviden 5) Nama Akun Wesel bayar Sewa dibayar dimuka 6) Nama Akun Utang dagang Utang wesel S e Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Debet Kredit Debet Debet Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Dari tabel-tabel di atas, saldo normal akun Liabilitas yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 6) e. 4), 5), dan 6)

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 11. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini : - - Utang wesel yaitu kontrak yang menyatakan bahwa 1 pihak akan melakukan pembayaran sejumlah tertentu kepada pihak lain di masa mendatang. Utang Dagang yaitu utang yang timbul ketika entitas melakukan pembelian secara tunai. Beban yang masih harus dibayar yaitu beban yang telah terjadi namun sampai tanggal pelaporan belum dibayarkan. Dari pernyataan-pernyataan di atas, maka saldo normal akun utang wesel, utang dagang dan beban yang masih harus dibayar adalah .... a. b. c. Nama akun Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Debet Kredit Kredit Utang Dagang Kredit Debet Debet Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Kredit Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Kredit Utang Dagang Kredit Debet Debet Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Kredit Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Debet Utang Dagang Kredit Debet Kredit Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Debet Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Kredit Utang Dagang Kredit Debet Kredit Beban yang masih harus dibayar Kredit Debet Kredit Nama akun Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Debet Kredit Debet Utang Dagang Debet Kredit Kredit Beban yang masih harus dibayar Kredit Debet Debet Nama akun Nama akun d. Nama akun e.

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 12. Pada tanggal 1 Januari 2017 Bengkel Ceng Ceng Po memiliki pendapatan di neraca saldo sebesar Rp.10.985.000. Berikut ini transaksi yang terjadi : - 5/1/17 telah diselesaikan pekerjaan service motor Tuan Mali sebesar Rp5.015.000 secara kredit - 8/1/17 dibayar gaji karyawan sebesar Rp2.000.000 - 10/1/17 dijual suku cadang motor sebesar Rp3.000.000 - 15/1/17 dibayar sewa gedung selama 1 tahun sebesar Rp1.000.000 - 17/1/17 telah diterima komisi dari Tuan Sabar sebesar Rp500.000 a Dari transaksi di atas, saldo akhir neraca saldo pendapatan sebesar .... a. Rp16.500.000 b. Rp17.500.000 c. Rp18.500.000 d. Rp19.500.000 e. Rp20.500.000 13. Perhatikan tabel saldo normal akun ekuitas: Nama Akun Modal Prive Laba ditahan Debet Kredit Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 Rp 1.000.000 Rp 20.000.000 Rp 5.000.000 Rp 2.000.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun ekuitas yang tepat adalah .... a. Modal (Kredit) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba ditahan (Debet) Rp1.000.000 b. Modal (Kredit) Rp. 10.000.000, Prive (Debet) Rp5.000.000, Laba ditahan (Kredit) Rp1.000.000 c. Modal (Debet) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba ditahan (Kredit) Rp1.000.000 d. Modal (Debet) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba ditahan (Debet) Rp1.000.000 e. Modal (Kredit) Rp10.000.000, Prive (Debet) Rp5.000.000, Laba ditahan (Debet) Rp1.000.000

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 14. Perhatikan tabel saldo normal akun ekuitas sebagai berikut: Nama Akun Modal Saham Laba ditahan Prive Deviden Rp Rp Rp Rp Debet 5.760.000 10.240.000 5.000.000 3.000.000 Rp Rp Rp Rp Kredit 12.000.000 19.000.000 1.258.000 2.870.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun ekuitas yang tepat adalah .... a. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.670.000, prive (Debet) Rp3.042.000, deviden (Kredit) Rp30.000 b. modal saham (Kredit) Rp6.240.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Debet) Rp3.742.000, deviden (Debet) Rp130.000 c. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.670.000, prive (Kredit) Rp3.472.000, deviden (Kredit) Rp230.000 d. modal saham (Kredit) Rp6.240.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Kredit) Rp3.042.000, deviden (Debet) Rp310.000 e. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Kredit) Rp3.742.000, deviden (Kredit) Rp330.000 15. PT Makmur menjual barang dagangan kepada Toko Lintang seharga Rp5.000.000 serta PT Makmur mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Dari transaksi tersebut, maka PT Makmur mencatat transaksi pendapatan yang tepat adalah .... a. PT Makmur mendebet kas sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit pendapatan sebesar Rp5.000.000 b. PT Makmur mendebet Piutang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit pendapatan sebesar Rp5.000.000 c. PT Makmur mendebet kas sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 d. PT Makmur mendebet utang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 e. PT Makmur mendebet piutang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 16. Salon Kusuma telah menyelesaikan pekerjaan sebesar Rp5.000.000, tetapi uangnya baru diterima sebesar Rp2.465.000, sisanya akan dibayar bulan depan. Pencatatan transaksi yang tepat yang dibuat oleh Salon Kusuma adalah …. a. kas bertambah di debet Rp2.465.000, piutang usaha bertambah di debet Rp2.353.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp5.000.000 b. piutang bertambah di debet Rp2.535.000, pendapatan salon bertambah di debet Rp.5.000.000, dan modal Ny. Kusuma bertambah di kredit Rp7.535.000 c. pendapatan salon bertambah di debet Rp5.000.000, kas bertambah di debet Rp2.465.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp7.456.000 d. piutang bertambah di debet Rp2.535.000, pendapatan salon bertambah di debet Rp5.000.000, dan kas berkurang di kredit Rp7.535.000 e. kas bertambah di debet Rp2.465.000, piutang usaha bertambah di debet Rp2.535.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp5.000.000 17. Perusahaan Abadi Jaya mempunyai saldo awal beban perlengkapan sebesar Rp7.350.000. Pada bulan Juli Perusahaan Abadi Jaya memiliki transaksi sebagai berikut: Juli 4 Tuan Rido menyetor uang untuk modal awal sebesar Rp10.000.000 Juli 8 dibayar beban perlengkapan sebesar Rp2.350.000 Juli 15 dibayar sewa gedung selama 2 tahun sebesar Rp1.500.000 Juli 25 Perusahaan meminjam uang kepada bank sebesar Rp2.000.000 Juli 30 dibayar beban perlengkapan sebesar Rp1.874.000 Juli 30 dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp550.000 Dari transaksi di atas, maka saldo akhir pada beban perlengkapan adalah …. a. Debet sebesar Rp10.574.000 b. Debet sebesar Rp11.574.000 c. Debet sebesar Rp11.547.000 d. Kredit sebesar Rp11.574.000 e. Kredit sebesar Rp12.700.000

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 18. Pada tanggal 03 Februari 2017, seorang karyawan mencatat akun peralatan kantor sebesar Rp550.000. Ternyata setelah dikoreksi terjadi salah pencatatan sebesar Rp55.000. Dari contoh kasus di atas, yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang karyawan terhadap kesalahan pencatatan tersebut adalah .... a. mengubah nama akun yang salah terhadap kesalahan pencatatan b. membuat jurnal yang benar sesuai dengan transaksi yang terjadi c. membuat jurnal penyesuaian terhadap kesalahan pencatatan d. membuat jurnal koreksi terhadap kesalahan pencatatan e. membuat jurnal untuk menghapus jurnal yang salah 19. Perhatikan macam-macam fungsi kode akun berikut ini : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Memudahkan dalam mengelompokkan akun di buku besar Memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan Memudahkan dalam mencari bukti transaksi dalam jurnal umum Memudahkan indentifikasi dengan klasifikasi tertentu Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan Memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada 7) Menghindari kekeliruan dalam pencatatan ke dalam buku besar (posting ke buku besar) Dari macam-macam fungsi kode akun di atas yang tidak tepat adalah …. a. 1), 2), dan 5) b. 2), 5), dan 7) c. 3), 4), dan 6) d. 4), 5), dan 6) e. 5), 6), dan 7)

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 20. Transaksi PT Ceria selama bulan Januari sebagai berikut: - 6/1/17 perlengkapan yang tersisa sebesar Rp5.000.000 - 9/1/17 di bayar gaji karyawan sebesar Rp2.000.000 - 13/1/17 di jual suku cadang motor sebesar Rp3.000.000 - 17/1/17 di bayar biaya listrik, telepon dan air Rp1.000.000 - 19/1/17 di bayar sewa ruangan selama 1 tahun sebesar Rp6.000.000 Dari transaksi di atas, saldo normal akun beban yang tidak tepat adalah .... a. biaya perlengkapan debet Rp5.000.000, dan kas kredit Rp5.000.000 b. biaya gaji debet Rp2.000.000, dan kas kredit Rp2.000.000 c. biaya listrik, telepon dan air debet Rp1.000.000 Rp1.000.000, dan kas kredit d. sewa dibayar dimuka debet Rp6.000.000, dan biaya sewa kredit Rp6.000.000 e. biaya perlengkapan debet Rp5.000.000, dan perlengkapan kredit Rp5.000.000 21. Karyawan menjurnal bukti transaksi dan memposting ke buku besar berdasarkan kode akun secara berurutan untuk menghindari kekeliruan. Dalam hal ini kode akun memiliki sifat kode akun yaitu .... a. mudah diingat untuk memudahkan dalam mengelompokkan akun dibuku besar b. konsisten dalam pencatatan ke dalam buku besar untuk menghindari kekeliruan c. sederhana dan singkat untuk memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan d. memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada e. memungkinkan adanya akun baru yang saling berkaitan dengan akun yang sudah ada

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 22. Perhatikan tabel di bawah ini! Blok Kode 100 121 122 .... 500 Nama Akun Aset Peralatan Akumulasi penyusutan peralatan Prive Beban Dari tabel di atas, tentukan kode blok prive adalah .... a. 121 b. 200 c. 301 d. 400 e. 500 23. Bengkel “Maju Jaya” membeli perlengkapan bengkel sebesar Rp 3.500.000 secara kredit. Pencatatan transaksi yang sesuai dengan kode blok adalah .... a. Nama akun Ref Debet Kredit Perlengkapan 101 Utang usaha 200 Rp 3.500.000 Rp 3.500.000 b. Nama akun Ref Perlengkapan 200 Utang usaha 300 Debet Kredit Rp 3.500.000 Rp 3.500.000 c. Nama akun Ref Utang usaha 200 Perlengkapan 300 Debet Kredit p 3.500.000 Rp 3.500.000 d. Nama akun Perlengkapan Kas Ref 101 Debet Kredit p 3.500.000 100 Rp 3.500.000 e. Nama akun Ref Kas 100 Perlengkapan 101 Debet Kredit Rp 3.500.000 Rp 3.500.000

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 24. Dalam sebuah pencatatan terdapat akun utang usaha, piutang, modal, kas, utang bank, peralatan. Dari akun-akun tersebut, urutan kode angka berurutan yang benar adalah .... a. Kode Nama Akun 1 Utang usaha 2 Utang bank 3 Modal 4 Kas 5 Peralatan 6 Piutang b. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Utang bank 3 Peralatan 4 Utang usaha 5 Modal 6 Piutang c. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Piutang 3 Peralatan 4 Utang usaha 5 Utang bank 6 Modal d. Kode Nama Akun 1 Modal 2 Piutang 3 Utang bank 4 Utang usaha 5 Peralatan 6 Kas e. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Piutang 3 Utang bank 4 Utang usaha 5 Modal 6 Peralatan

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 25. Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! 1. Kode 200 301 500 Nama Akun Good will Prive Pendapatan Kode 101 301 400 Nama Akun Piutang Prive Pendapatan Kode 101 300 500 Nama Akun Piutang Ekuitas Beban Kode 200 300 400 Nama Akun Utang wesel Ekuitas Beban Kode 121 200 500 Nama Akun Peralatan Utang usaha Beban 2. 3. 4. 5. Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode blok adalah .... a. 1, 3, dan 4 b. 1, 3, dan 5 c. 1, 2, dan 4 d. 2, 3, dan 5 e. 2, 4, dan 5

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 26. Toko Simpang Tiga Nomor: B.0078 Jl. Lingkar No. 3 Bandung NOTA KONTAN No 1. Nama Barang Banyaknya Pengering rambut 3 Harga Satuan Rp 900.000 Jumlah Rp 2.700.000 Jumlah Rp Bagian Akuntansi 2.700.000 Bagian Penjual JURNAL UMUM Nama Akun Ref Debet Peralatan Salon Kredit Rp 2.700.000 Kas Rp 2.700.000 Berdasarkan gambar di atas, jurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. catatan transaksi perusahaan yang telah dianalisis sebelumnya b. catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi dari bank c. catatan yang mengandung data serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan d. rancangan transaksi sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat e. buku harian perusahaan yang berisi rancangan transaksi yang terjadi dalam periode tertentu 27. Perhatikan tabel di bawah ini! Tanggal .... .... .... Debet Kredit (1) (2) (3) (4) (5) (6) Dari tabel di atas, keterangan pada kolom (2) yang tepat adalah .... a. b. c. d. e. keterangan ref nomor bukti pembelian potongan penjual

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 28. Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! 1. Kode 1 Kas 2 Piutang usaha 3 Liabilitas Kode 2. Aset 3 Ekuitas 5 Beban Aset 3 Ekuitas 4 Pendapatan Nama Akun 3 Ekuitas 4 Pendapatan 5 Beban Kode 5. Nama Akun 1 Kode 4. Nama Akun 2 Kode 3. Nama Akun Nama Akun 2 Liabilitas 4 Pendapatan 5 Beban Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode kelompok adalah.... a. 1, 2, dan 5 b. 1, 3, dan 5 c. 1, 4, dan 5 d. 2, 4, dan 5 e. 3, 4, dan 5

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 29. Perhatikan beberapa kasus berikut ini : 1. Karyawan melakukan pencatatan transaksi-transaksi perusahaannya yang terjadi dalam satu periode saja 2. Seorang karyawan memberikan arahan agar jurnal-jurnal yang dipindah bukukan sesuai dan tidak terjadi kesalahan 3. Seorang karyawan melakukan pencatatan transaksi berdasarkan terjadinya transaksi 4. Seorang karyawan memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan agar jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 5. Seorang karyawan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencatatan karayawan menganalisis terlebih dahulu kedalam mekanisme debit dan kredit Fungsi historis dari beberapa kasus di atas terdapat pada nomor .... a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 30. Perhatikan macam-macam fungsi jurnal berikut ini : 1) Jurnal merupakan tempat mencatat transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi dalam satu periode tertentu 2) Jurnal mencatat transaksi perusahaan secara kronologis 3) Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan 4) Memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan 5) Memudahkan identifikasi dengan klasifikasi tertentu 6) Sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat disisi debit dan sisi kredit Dari macam-macam fungsi jurnal di atas yang merupakan fungsi mencatat dan fungsi menganalisis terdapat pada …. a. 1) dan 2) b. 1) dan 6) c. 2) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 6)

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 31. Fungsi informasi merupakan catatan dalam jurnal umum yang memberikan penjelasan mengenai bukti pencatatan transaksi yang terjadi. Berdasarkan pengertian fungsi informasi, contoh kasus yang sesuai di bawah ini yaitu .... a. seorang akuntan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi b. seorang akuntan mencatat transaksi-transaksi perusahaan sesuai yang terjadi dalam satu periode tertentu c. seorang akuntan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencantatan seorang akuntan menganalisis transaksi tersebut berdasarkan mekanisme debit dan kredit d. karyawan mengintruksikan kepada seorang akuntan agar ayat-ayat jurnal dipindah bukukan ke dalam akun-akun yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan e. seorang akuntan memberikan informasi kepada perusahaan peristiwa yang terjadi untuk mengetahui dengan jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 32. Pada tanggal 1 Januari 2017, Tuan Sena menyetorkan uang ke dalam perusahaan sebagai modal awal Rp 10.000.000. Pencatatan jurnal umum yang tepat adalah .... a. Tanggal Keterangan 1 Jan Kas Ref Debet Kredit Rp 10.000.000 Modal Rp 10.000.000 b. Tanggal Keterangan 1 Jan Kas Ref Debet Kredit Rp 10.000.000 Pendapatan Rp 10.000.000 c. Tanggal Keterangan 1 Jan Pendapatan Ref Debet Kredit Rp 10.000.000 Kas Rp 10.000.000 d. Tanggal Keterangan 1 Jan Modal Ref Debet Kredit Rp 10.000.000 Kas Rp 10.000.000 e. Tanggal Keterangan 1 Jan Pendapatan Modal Ref Debet Kredit Rp 10.000.000 Rp 10.000.000

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 33. Dari gambar di atas, menyusun jurnal atau menjurnal dapat didefinisikan sebagai… a. pencatatan semua dampak yang diakibatkan oleh transaksi keuangan yang di kerjakan perusahaan b. informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan c. sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat di sisi debit dan sisi kredit d. kegiatan pencatatan transaksi keuangan perusahaan setelah menganalisis bukti transaksi terlebih dahulu e. kegiatan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi 34. Berikut ini transaksi Perusahaan CIPTA JAYA selama bulan Juli 2015 : 1. Juli 3, menerima peralatan yang dipesan dari UD. MUKTI seharga Rp7.500.000, pembayaran n/30. 2. Juli 7, menerima faktur dari PT. ASIA JAYA untuk perlengkapan jasa yang dipesan seharga Rp6.500.000, pembayaran dalam 10 hari. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi pada tanggal 7 di atas adalah …. a. Kas b. c. d. e. Perlengkapan jasa Utang usaha Kas Perlengkapan jasa Utang usaha Utang Perlengkapan jasa Perlengkapan jasa Piutang Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp.6.500.000 Rp6.500.000

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 35. PT. Citra Lestari membeli peralatan kantor seharga Rp 25.000.000, dibayar tunai sebesar Rp 8.500.000, dan sisanya akan dibayarkan bulan depan. Jurnal untuk mencacat transaksi tersebut adalah …. a. Peralatan kantor Kas Utang usaha b. Kas Peralatan Kantor Utang usaha c. Peralatan kantor Kas Utang usaha d. Kas Utang usaha Peralatan kantor e. Utang usaha Kas Peralatan kantor Rp25.000.000 Rp8.500.000 Rp16.500.000 Rp8.500.000 Rp25.000.000 Rp33.500.000 Rp25.000.000 Rp8.500.000 Rp33.500.000 Rp8.500.000 Rp16.500.000 Rp25.000.000 Rp 16.500.000 Rp 8.500.000 Rp 25.000.000 36. Berikut ini transaksi usaha bengkel “MOMO MIMI” selama bulan November 2016. November 2 Nona Mimi menyetor uang untuk modal usaha sebesar Rp35.000.000 5 Di beli perlengkapan untuk kantor sebesar Rp2.750.000 secara kredit 9 Diterima pendapatan jasa servis dan reparasi motor sebesar Rp500.000 Jurnal umum untuk mencatat transaksi tanggal 5 November 2016 adalah … a. Utang usaha Perlengkapan b. Perlengkapan Utang usaha c. Kas Perlengkapan d. Perlengkapan Kas e. Utang usaha Kas Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.00

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 Berikut ini transaksi yang terjadi selama bulan April 2017 sebagai berikut : - 10 April 2017 Diselesaikan jasa cuci senilai Rp150.000, tetapi belum dibayar oleh konsumen. - 13 April 2017 Dibayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp600.000 - 25 April 2017 Dibeli bahan habis pakai senilai Rp400.000, pembayaran bulan depan 37. Jurnal untuk mencatat transaksi pada tanggal 10 April 2017 adalah …. a. kas (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 b. piutang usaha (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 c. kas (Debet) sebesar Rp150.000, utang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 d. piutang usaha (Debet) sebesar Rp.150.000, utang usaha ( Kredit) sebesar Rp150.000 e. kas (Debet) sebesar Rp150.000, piutang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 38. Laundry Tya menyelesaikan jasa laundry sprei, boneka dan sepatu milik Ny. Tini, dengan total biayanya sebesar Rp250.000, maka jurnal umum yang tepat adalah …. a. Kas Rp250.000 Pendapatan Rp250.000 b. Kas Rp 250.000 Piutang Rp 250,000 c. Pendapatan Rp 250.000 Kas Rp 250.000 d. Piutang Rp 250.000 Pendapatan Rp 250.000 e. Kas Rp 250.000 Pendapatan di terima di muka Rp250.000

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 39. Tanggal 23 April 2017 Tn. Prabowo membayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp1.450.000. Maka jurnal dari transaksi tersebut adalah …. a. Biaya sewa Sewa dibayar dimuka b. Sewa dibayar dimuka Biaya Sewa c. Kas Sewa dibayar dimuka d. Biaya Sewa Kas e. Sewa dibayar dimuka Kas Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 40. Perhatikan bukti transaksi di bawah ini : Berdasarkan bukti transaksi di atas, jurnal yang tepat adalah …. a. Kas b. c. d. e. Pendapatan Utang Piutang Utang Kas Kas Utang Kas Piutang Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 KUNCI JAWABAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. A C A E D B B C A B 11. D 12. D 13. B 14. B 15. C 16. E 17. B 18. C 19. C 20. D 21. B 22. C 23. A 24. C 25. D 26. B 27. C 28. E 29. C 30. B 31. E 32. A 33. D 34. C 35. A 36. B 37. B 38. A 39. E 40. C KETERANGAN BOBOT SKOR 1. Jika dijawab benar skor 1 2. Jika dijawab salah/ tidak menjawab skor 0 3. Jumlah skor total adalah 40 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑥𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100 4. Batas KKM nilai Akuntansi Dasar peserta didik kelas X adalah 65.

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 185

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 186

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 187

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 188

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 189

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11 190

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 191

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 192

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 193

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 199

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 200

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kami bisa menyelesaikan instrumen penilaian berbasis HOTS untuk peserta didik kelas X SMK dengan baik dan tepat waktu. Instrumen penilaian berbasis HOTS ini terdiri dari 40 butir soal yang termasuk dalam ranah kognitif. Instrumen penilaian berbasis HOTS ini berisi tentang silabus, rpp, kisi-kisi soal, petunjuk pengerjaan soal, soal, kunci jawaban dan petunjuk penskoran. Dengan dibuatnya instrumen penilaian berbasis HOTS ini kami berharap agar dapat bermanfaat dan mampu melatih peserta didik dalam berpikir tingkat tinggi dalam materi menerapkan dasar pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan dan bentuk jurnal). Kami sangat menyadari bahwa instrumen penilaian berbasis HOTS ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan instrumen penilaian berbasis HOTS ini kedepannya. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menerbitkan instrumen penilaian berbasis HOTS ini. Yogyakarta, 21 Januari 2019 Penulis

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................ i DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii SILABUS............................................................................................................... iii RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ............................................v KISI-KISI SOAL................................................................................................xxv PETUNJUK UMUM ..............................................................................................1 SOAL .......................................................................................................................2 KUNCI JAWABAN .............................................................................................25 PETUNJUK PENSKORAN ................................................................................25

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 U SILABUS Kompetensi Dasar 3.8 Menerapkan Dasar Pencatatan Transaksi Bisnis (Buku Jurnal, Konsep Debet Dan Kredit, Saldo Normal, Sistematika Pencatatan, Dan Bentuk Jurnal) Kompetensi Dasar Materi Pokok 3.8. Menerapkan dasar pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk jurnal) Dasar pencatatan transaksi bisnis:  Buku jurnal  Konsep debet dan kredit  Saldo normal  Sistematika pencatatan  Bentukbentuk jurnal 4.8. Membuat pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk jurnal) Pembelajaran Penilaian Mengamati Tugas Mempelajari buku  Individu/ kelompok teks, bahan tayang  Membuat maupun sumber Rangkuma lain tentang dasar n pencatatan transaksi bisnis Observasi (buku jurnal, Ceklist konsep debet dan lembar kredit, saldo Pengamatan normal, sistematika sikap pencatatan, bentuk- kegiatan bentuk jurnal) mandiri/ Menanya Kelompok Megajukan pertanyaan untuk Portofolio mengidentifikasi Laporan masalah dasar tertulis pencatatan individu/kel transaksi (buku ompok jurnal,konsep debet dan kredit, saldo Tes normal, sistematika Tes tertulis pencatatan, bentuk- bentuk bentuk jurnal) uraian Mengeskplorasi dan/atau Mengumpulkan pilihan data dan informasi ganda tentang dasar pencatatan transaksi (buku Alokasi Waktu Sumber Belajar 25 Jp 1. Buku Pengantar Akuntansi dan Keuangan, Yudistira

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentukbentuk jurnal) Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang dasar pencatatan transaksi (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk-bentuk jurnal)  menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang mekanisme debet dan kredit dan mempresentasikann ya dalam bentuk tulisan dan lisan

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMK NEGERI YOGYAKARTA Mata Pelajaran : Akuntansi Dasar Kompetensi Keahlian : Akuntansi keuangan dan lembaga Kelas / Semester :X/1 Tahun Pelajaran : 2017/2018 Alokasi Waktu : 5 x 45 menit (2 x pertemuan) dari 25 Jp A. Kompetensi Inti KI 3 Memahami, menerapkan. menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI 4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunkan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan diri yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. B. Kompetensi dasar 3.8 Menerapkan dasar pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal) 4.8 Membuat pencatatan transaksi bisnis (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, bentuk jurnal) C. Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8.1 Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal 3.8.2 Menganalisis mekanisme debet dan kredit saldo normal akun 3.8.3 Mengelompokan kode akun 3.8.4 Menganalisis transaksi jurnal D. Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi dan menggali informasi, siswa diharapkan dapat : 1. Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal 2. Menentukan saldo normal asset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban 3. Mengidentifikasi fungsi kode akun 4. Mengidentifikasi sifat kode akun

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 5. Menentukan kode angka berurutan 6. Menentukan kode blok 7. Mengelompokan kode kelompok 8. Mengidentifikasi pengertian jurnal 9. Mengidentifikasi fungsi-fungsi jurnal 10.Menganalisis bentuk jurnal 11. Mengidentifikasi pengertian penyusunan jurnal E. Materi Pembelajaran 1. Persiapan pengelolaan buku jurnal 2. Pencatatan transaksi 3. Kode akun 4. Jurnal F. Pendekatan, Model dan Metode 3. Pendekatan dan model pembelajaran : Saintifik, Problem Based Learning 4. Metode Pembelajaran : Tanya jawab, Diskusi, Penugasan Pertemuan pertama (2JP) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran - Guru menyampaikan model pembelajaran yang digunakan hari ini - Apersepsi

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya Kegiatan Inti Mengamati 70 menit  Peserta didik membaca buku paket yang telah dibawa tentang materi yang telah dibahas yaitu kode akun dan jurnal Menanya  Peserta didik menanyakan kepada guru maupun siswa lainnya tentang materi minggu lalu yang belum jelas Mengeksplorasi  Guru menjelaskan tentang model pembelajaran yang digunakan hari ini:  Guru memberikan kuis tentang materi kode akun dan jurnal  Peserta didik mengerjakan soal kuis Mengasosiasi  Peserta didik menguraikan kembali informasi yang diperoleh tentang materi kode akun dan transaksi jurnal Mengkomunikasikan  Peserta didik menyampaikan materi yang sudah dibahas dan menyampaikan soal kuis yang sukar maupun yang mudah Penutup - Guru bersama dengan peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan merefleksi proses pembelajaran yang telah 10 menit

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209 dilaksanakan. - Guru menyampaikan rencana Ulangan Harian KD 3.8 - Guru menutup pelajaran dengan salam Pertemuan ke dua (3JP) Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan - Guru menyampaikan salam dan selanjutnya siswa 10 menit menjawab - Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum pelajaran di mulai - Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kesiapan dalam mengikuti pembelajaran - Guru dan peserta didik mempersiapkan soal ulangan dan lembar jawab beserta alat tulis yang dibutuhkan Kegiatan Inti  Guru memberikan Ulangan Harian KD 3.8 115 Menerapkan pencatatan transaksi bisnis (buku menit jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan buku jurnal). Penutup - Guru bersama dengan peserta didik merefleksi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. - Guru menyampaikan rencana pembelajaran 10 menit berikutnya dengan memberikan tugas membaca materi KD 3.9 - Guru menutup pelajaran dengan salam G. Alat, Bahan dan Media pembelajaran 3. Alat Pembelajaran : LCD Proyektor, Komputer 4. Media pembelajaran : PPT, Paket Soal dan Jawaban

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210 H. Sumber Belajar` 3. Internet 4. Toto Sucipto. 2013. Pengantar Akuntansi dan Keuangan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira. I. Penilaian Pembelajaran, Remidial, dan Pengayaan 3. Teknik Penilaian c. Teknik : Non Test dan Test d. Bentuk Penilaian Pengetahuan : Test Tertulis Pilihan Ganda 4. Instrumen Penilaian

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 KISI-KISI SOAL JENIS SOAL PILIHAN GANDA KD. 3.8 Kompetensi Dasar 3.8 Menerapkan dasar pencatatan transaksi (buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal Materi Indikator Soal Bentuk Soal PG Nomor Soal 1 1. Persiapan Pengelolaan Buku Jurnal 2. Pencatatan Transaksi 1. Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal 2. Menganalisis mekanisme debet dan PG 2,3,4,5 PG PG 6,7, 8 9, 10, 11 PG 13, 14 PG 12, 15, 16 7. Menentukan saldo normal beban PG 17, 20 1. Mengidentifikasi fungsi kode akun PG 18, 19 2. Mengidentifikasi sifat kode akun PG 21 3. Menentukan kode angka berurutan PG 24 PG 22, 23, 25 PG PG 28 26 PG 27, 29, 30, 31 kredit saldo normal akun 3. Menentukan saldo normal aset 4. Menentukan saldo normal liabilitas 5. Menentukan saldo normal ekuitas 6. Menentukan saldo normal pendapatan 3. Kode Akun 4. Menentukan kode blok 5. Mengelompokkan kode kelompok 4. Jurnal 1. Mengidentifikasi pengertian jurnal 2. Mengidentifikasi fungsi-fungsi jurnal 3. Menganalisis bentuk jurnal 4. Mengidentifikasi pengertian PG 32 PG 33 PG 34, 35, 36, 37,38,39, 40 menyusun jurnal 5. Menganalisis transaksi jurnal

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 PETUNJUK U PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 LEMBAR SOAL Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Program Keahlian Kelas Waktu : Akuntansi Dasar : Sekolah Menengah Kejuruan : Akuntansi : X (Sepuluh) : 120 menit PETUNJUK UMUM 1. Berdoalah sebelum mulai mengerjakan paket soal. 2. Isikan identitas Anda ke dalam lembar jawab yang tersedia. 3. Periksalah dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum anda menjawab. 4. Jumlah soal sebanyak 40 butir, pada setiap butir soal terdapat 5 (lima) pilihan jawaban. 5. Dahulukan menjawab dengan soal-soal yang anda anggap mudah. 6. Kerjakan pada lembar jawaban yang tersedia dengan menyilang huruf (X) pada jawaban yang anda anggap paling benar. 7. Laporkan kepada pengawas apabila terdapat lembar soal yang rusak, tidak lengkap, kurang jelas 8. Setelah selesai dan masih ada waktu, periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas.

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213 Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X) pada lembar jawab yang telah disediakan! 1. Berikut ini yang termasuk dalam peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal adalah …. a. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung manual atau elektronik, dan alat tulis kantor seperti kertas, pensil dan penggaris b. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung baik manual atau elektronik, formulir laporan dan neraca rugi laba c. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat tulis kantor seperti kertas, pensil, bolpoin, penggaris, dan jurnal pembantu d. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi, buku jurnal penyesuaian, dan neraca lajur e. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi bukti, jurnal khusus, dan neraca akhir saldo 2. Tuan Alex pada tanggal 8 Juni 2017 membeli sebidang tanah untuk lokasi usahanya, dengan membayar tunai Rp100.000.000, dan sisanya Rp50.000.000, akan dilunasi dalam waktu 3 bulan. Pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah .... a. kas (Debet) Rp100.000.000, tanah (Debet) Rp150.000.000, utang (Kredit) Rp50.000.000 b. tanah (Debet) Rp150.000.000, utang (Debet) Rp50.000.000, kas (Kredit) Rp200.000.000 c. tanah (Debet) Rp150.000.000, Utang (Kredit) Rp50.000.000, kas (Kredit) Rp100.000.000 d. kas (Debet) Rp100.000.000, tanah (Kredit) Rp100.000.000, utang (Kredit) Rp50.000.000 e. kas (Kredit) Rp100.000.000, tanah (Debet) Rp100.000.000, utang (Debet) Rp50.000.000

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214 3. Perhatikan transaksi-transaksi berikut ini: 1) menerima pembayaran utang dari para pelanggan menyebabkan kas bertambah di debet, piutang berkurang di kredit 2) menerima pinjaman dari bank menyebabkan kas bertambah di debet utang bertambah di kredit dengan jumlah yang sama 3) membeli peralatan sebagian dibayar tunai dan sebagian secara angsuran menyebabkan kas berkurang di kredit, peralatan bertambah di debet dan utang bertambah di kredit 4) menerima pendapatan jasa bengkel menyebabkan kas bertambah di debet dan pendapatan jasa berkurang di debet dengan jumlah yang sama 5) membayar gaji pegawai menyebabkan kas berkurang di debet dan beban gaji berkurang di kredit dengan jumlah yang sama Dari transaksi-transaksi di atas, mekanisme debet dan kredit yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 2), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 5) e. 3), 4), dan 5) 4. Perhatikan transaksi-transaksi berikut ini: 1) Dibeli perlengkapan seharga Rp1.500.000, baru dibayar Rp700.000, sisanya akan dibayar kemudian, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp700.000, Perlengkapan (+) (D) Rp1.500.000, dan Utang (+) (K) Rp800.000 2) Diterima pendapatan jasa sebesar Rp2.000.000,00, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp2.000.000, dan Pendapatan (+) (K) Rp2.000.000 3) Diselesaikan pekerjaan senilai Rp2.200.000, diterima tunai Rp1.800.000, sisanya diterima kemudian, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp1.800.000, dan Pendapatan (+) (K) Rp1.800.000

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215 4) Diambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp200.000, mengakibatkan; Prive (+) (D) Rp200.000, dan Kas (-) (K) Rp200.000 5) Diterima pelunasan piutang sebesar Rp500.000,00 mengakibatkan Kas (+) (D) Rp500.000, dan Piutang (-) (K) Rp500.000 Mekanisme pencatatan debet dan kredit yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 3), dan 5) e. 2), 4), dan 5) 5. Pada tanggal 21 Desember 2017 Tn. Budi membeli peralatan olahraga sebesar Rp 250.000 kepada toko Maju Jaya Sport dan sebesar Rp 100.000, secara kredit. Pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah …. a. perlengkapan (Debet) Rp250.000, kas (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 b. kas (Debet) Rp350.000, perlengkapan (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 c. kas (Kredit) Rp250.000, perlengkapan (Debet) Rp350.000, utang (Kredit) Rp100.000 d. perlengkapan (Debet) Rp350.000, kas (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 e. utang (Debet) Rp110.000, kas (Kredit) Rp250.000, perlengkapan (Kredit) Rp350.000

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216 6. Perusahaan bengkel ”MUDA KARYA” hendak membuat kuitansi kepada pelanggannya untuk, data-data yang dimiliki adalah sebagai berikut : 1. Jumlah uang : Rp1.800.000 2. Untuk Pembayaran : Perbaikan sebuah kendaraan No. Pol AB.6643.SAD Berdasarkan data kuitansi di atas, maka perusahaan akan mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah …. a. akun modal (Debet) dan akun pendapatan jasa sebesar (Kredit) Rp1.800.000 b. akun kas (Debet) Rp1.800.000 dan akun pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp1.800.000 c. akun pendapatan jasa (Debet) dan modal (Kredit) sebesar Rp1.800.000 d. akun pendapatan jasa (Debet) dan kas (Kredit) sebesar Rp1.800.000 e. akun kas (Debet) dan akun modal (Kredit) Rp1.800.000 7. Perhatikan tabel saldo normal akun aset sebagai berikut: Nama Akun Kas Akumulasi Penyusutan peralatan Peralatan Debet Rp 5.000.000 Rp Rp 10.000.000 Rp Rp 2.000.000 Rp Kredit 3.000.000 29.850.000 1.350.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun aset yang tepat adalah .... a. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 b. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp650.000 c. kas (Kredit) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp650.000 d. kas (Kredit) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Debet) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 e. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.800.000, Peralatan (Debet) Rp600.000

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217 8. Perhatikan tabel di bawah ini ! 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Akun Kas Piutang Usaha Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Kredit Nama Akun Kas Peralatan Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Peralatan Perlengkapan Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Kas Piutang Usaha Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Kas Perlengkapan Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Kredit Nama Akun Piutang Usaha Investasi Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Debet Dari tabel di atas, saldo normal akun aset yang benar adalah …. a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 2 dan 4 d. 3 dan 5 e. 4 dan 5 9. Saldo akhir pada sisi liabilitas sebuah neraca adalah sebagai berikut : - Gaji yang belum dibayar (Rp3.000.000) Utang gaji Rp10.000.000 Utang dagang Rp10.000.000 Sewa diterima dimuka (Rp5.000.000) Sewa dibayar dimuka Rp5.000.000 Bank (Rp10.000.000)

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218 Jumlah keseluruhan dari saldo liabilitas di atas adalah .... a. Rp12.000.000 b. Rp15.000.000 c. Rp17.000.000 d. Rp18.000.000 e. Rp25.000.000 10. Perhatikan tabel-tabel dibawah ini ! 1) Nama Akun Utang usaha Sewa diterima dimuka 2) Nama Akun Utang dagang Utang wesel 3) Nama Akun Utang hipotik Utang usaha 4) Nama Akun Utang gaji Utang deviden 5) Nama Akun Utang wesel Sewa dibayar dimuka 6) Nama Akun Utang dagang Utang wesel S e Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Debet Kredit Debet Debet Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Dari tabel-tabel di atas, saldo normal akun Liabilitas yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 6) e. 4), 5), dan 6)

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219 11. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini : - - Utang wesel yaitu kontrak yang menyatakan bahwa 1 pihak akan melakukan pembayaran sejumlah tertentu kepada pihak lain di masa mendatang. Utang Dagang yaitu utang yang timbul ketika entitas melakukan pembelian secara tunai. Beban yang masih harus dibayar yaitu beban yang telah terjadi namun sampai tanggal pelaporan belum dibayarkan. Dari pernyataan-pernyataan di atas, maka saldo normal akun utang wesel, utang dagang dan beban yang masih harus dibayar adalah .... a. b. c. Nama akun Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Debet Kredit Kredit Utang Dagang Kredit Debet Debet Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Kredit Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Kredit Utang Dagang Kredit Debet Debet Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Kredit Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Debet Utang Dagang Kredit Debet Kredit Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Debet Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Kredit Utang Dagang Kredit Debet Kredit Beban yang masih harus dibayar Kredit Debet Kredit Nama akun Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Debet Kredit Debet Utang Dagang Debet Kredit Kredit Beban yang masih harus dibayar Kredit Debet Debet Nama akun Nama akun d. Nama akun e.

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220 12. Pada tanggal 1 Januari 2017 Bengkel Ceng Ceng Po memiliki pendapatan di neraca saldo sebesar Rp.10.985.000. a Berikut ini transaksi yang terjadi : - 5/1/17 telah diselesaikan pekerjaan service motor Tuan Mali sebesar Rp5.015.000 secara kredit - 8/1/17 dibayar gaji karyawan sebesar Rp2.000.000 - 10/1/17 dijual suku cadang motor sebesar Rp3.000.000 - 15/1/17 dibayar sewa gedung selama 1 tahun sebesar Rp1.000.000 - 17/1/17 telah diterima komisi dari Tuan Sabar sebesar Rp500.000 Dari transaksi di atas, saldo akhir neraca saldo pendapatan sebesar .... a. Rp16.500.000 b. Rp17.500.000 c. Rp18.500.000 d. Rp19.500.000 e. Rp20.500.000 13. Perhatikan tabel saldo normal akun ekuitas: Nama Akun Modal Prive Laba ditahan Debet Kredit Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 Rp 1.000.000 Rp 20.000.000 Rp 5.000.000 Rp 2.000.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun ekuitas yang tepat adalah .... a. Modal (Kredit) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba (Debet) Rp1.000.000 b. Modal (Kredit) Rp. 10.000.000, Prive (Debet) Rp5.000.000, Laba (Kredit) Rp1.000.000 c. Modal (Debet) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba (Kredit) Rp1.000.000 d. Modal (Debet) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba (Debet) Rp1.000.000 e. Modal (Kredit) Rp10.000.000, Prive (Debet) Rp5.000.000, Laba (Debet) Rp1.000.000 ditahan ditahan ditahan ditahan ditahan

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221 14. Perhatikan tabel saldo normal akun ekuitas sebagai berikut: Nama Akun Modal Saham Laba ditahan Prive Deviden Rp Rp Rp Rp Debet 5.760.000 10.240.000 5.000.000 3.000.000 Rp Rp Rp Rp Kredit 12.000.000 19.000.000 1.258.000 2.870.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun ekuitas yang tepat adalah .... a. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.670.000, prive (Debet) Rp3.042.000, deviden (Kredit) Rp30.000 b. modal saham (Kredit) Rp6.240.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Debet) Rp3.742.000, deviden (Debet) Rp130.000 c. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.670.000, prive (Kredit) Rp3.472.000, deviden (Kredit) Rp230.000 d. modal saham (Kredit) Rp6.240.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Kredit) Rp3.042.000, deviden (Debet) Rp310.000 e. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Kredit) Rp3.742.000, deviden (Kredit) Rp330.000 15. PT Makmur menjual barang dagangan kepada Toko Lintang seharga Rp5.000.000 serta PT Makmur mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Dari transaksi tersebut, maka PT Makmur mencatat transaksi pendapatan yang tepat adalah .... a. PT Makmur mendebet kas sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit pendapatan sebesar Rp5.000.000 b. PT Makmur mendebet Piutang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit pendapatan sebesar Rp5.000.000 c. PT Makmur mendebet kas sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 d. PT Makmur mendebet utang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 e. PT Makmur mendebet piutang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222 16. Salon Kusuma telah menyelesaikan pekerjaan sebesar Rp5.000.000, tetapi uangnya baru diterima sebesar Rp2.465.000, sisanya akan dibayar bulan depan. Pencatatan transaksi yang tepat yang dibuat oleh Salon Kusuma adalah …. a. kas bertambah di debet Rp2.465.000, piutang usaha bertambah di debet Rp2.353.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp5.000.000 b. piutang bertambah di debet Rp2.535.000, pendapatan salon bertambah di debet Rp.5.000.000, dan modal Ny. Kusuma bertambah di kredit Rp7.535.000 c. pendapatan salon bertambah di debet Rp5.000.000, kas bertambah di debet Rp2.465.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp7.456.000 d. piutang bertambah di debet Rp2.535.000, pendapatan salon bertambah di debet Rp5.000.000, dan kas berkurang di kredit Rp7.535.000 e. kas bertambah di debet Rp2.465.000, piutang usaha bertambah di debet Rp2.535.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp5.000.000 17. Perusahaan Abadi Jaya mempunyai saldo awal beban perlengkapan sebesar Rp7.350.000. Pada bulan Juli Perusahaan Abadi Jaya memiliki transaksi sebagai berikut: Juli 4 Tuan Rido menyetor uang untuk modal awal sebesar Rp10.000.000 Juli 8 dibayar beban perlengkapan sebesar Rp2.350.000 Juli 15 dibayar sewa gedung selama 2 tahun sebesar Rp1.500.000 Juli 25 Perusahaan meminjam uang kepada bank sebesar Rp2.000.000 Juli 30 dibayar beban perlengkapan sebesar Rp1.874.000 Juli 30 dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp550.000 Dari transaksi di atas, maka saldo akhir pada beban perlengkapan adalah …. a. Debet sebesar Rp10.574.000 b. Debet sebesar Rp11.574.000 c. Debet sebesar Rp11.547.000 d. Kredit sebesar Rp11.574.000 e. Kredit sebesar Rp12.700.000

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223 18. Pada tanggal 03 Februari 2017, seorang karyawan mencatat akun peralatan kantor sebesar Rp550.000. Ternyata setelah dikoreksi terjadi salah pencatatan sebesar Rp55.000. Dari contoh kasus di atas, yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang karyawan terhadap kesalahan pencatatan tersebut adalah .... a. membuat jurnal untuk menghapus jurnal yang salah b. membuat jurnal koreksi terhadap kesalahan pencatatan c. membuat jurnal penyesuaian terhadap kesalahan pencatatan d. membuat jurnal yang benar sesuai dengan transaksi yang terjadi e. mengubah nama akun yang salah terhadap kesalahan pencatatan 19. Perhatikan macam-macam fungsi kode akun berikut ini : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Memudahkan dalam mengelompokkan akun di buku besar Memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan Memudahkan dalam mencari bukti transaksi dalam jurnal umum Memudahkan indentifikasi dengan klasifikasi tertentu Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan Memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada 7) Menghindari kekeliruan dalam pencatatan ke dalam buku besar (posting ke buku besar) Dari macam-macam fungsi kode akun di atas yang tidak tepat adalah …. a. 1), 2), dan 5) b. 2), 5), dan 7) c. 3), 4), dan 6) d. 4), 5), dan 6) e. 5), 6), dan 7)

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224 20. Transaksi PT Ceria selama bulan Januari sebagai berikut: - 6/1/17 perlengkapan yang tersisa sebesar Rp5.000.000 9/1/17 di bayar gaji karyawan sebesar Rp2.000.000 13/1/17 di jual suku cadang motor sebesar Rp3.000.000 17/1/17 di bayar biaya listrik, telepon dan air Rp1.000.000 19/1/17 di bayar sewa ruangan selama 1 tahun sebesar Rp6.000.000 Dari transaksi di atas, saldo normal akun beban yang tidak tepat adalah .... a. biaya sewa debet Rp5.000.000, dan kas kredit Rp5.000.000 b. biaya gaji debet Rp2.000.000, dan kas kredit Rp2.000.000 c. biaya listrik, telepon dan air debet Rp1.000.000 Rp1.000.000, dan kas kredit d. sewa dibayar dimuka debet Rp6.000.000, dan biaya sewa kredit Rp6.000.000 e. biaya perlengkapan debet Rp5.000.000, dan perlengkapan kredit Rp5.000.000 21. Karyawan menjurnal bukti transaksi dan memposting ke buku besar berdasarkan kode akun secara berurutan untuk menghindari kekeliruan. Dalam hal ini kode akun memiliki sifat kode akun yaitu .... a. mudah diingat untuk memudahkan dalam mengelompokkan akun dibuku besar b. konsisten dalam pencatatan ke dalam buku besar untuk menghindari kekeliruan c. sederhana dan singkat untuk memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan d. memungkinkan adanya akun baru yang saling berkaitan dengan akun yang sudah ada e. memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225 22. Perhatikan tabel di bawah ini! Blok Kode 100 121 122 .... 500 Nama Akun Aset Peralatan Akumulasi penyusutan peralatan Prive Beban Dari tabel di atas, tentukan kode blok prive adalah .... a. 121 b. 200 c. 301 d. 400 e. 500 23. Bengkel “Maju Jaya” membeli perlengkapan bengkel sebesar Rp 3.500.000 secara kredit. Pencatatan transaksi yang sesuai dengan kode blok adalah .... a. Nama akun Perlengkapan Utang usaha Ref 101 200 Debet Rp 3.500.000 Nama akun Perlengkapan Utang usaha Ref 200 300 Debet Rp 3.500.000 Nama akun Utang usaha Perlengkapan Ref 200 300 Debet Rp 3.500.000 Nama akun Perlengkapan Kas Ref 101 100 Debet Rp 3.500.000 Nama akun Kas Perlengkapan Ref 100 101 Debet Rp 3.500.000 Kredit Rp 3.500.000 b. Kredit Rp 3.500.000 c. Kredit Rp 3.500.000 d. Kredit Rp 3.500.000 e. Kredit Rp 3.500.000

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226 24. Dalam sebuah pencatatan terdapat akun utang usaha, piutang, modal, kas, utang bank, peralatan. Dari akun-akun tersebut, urutan kode angka berurutan yang benar adalah .... a. Kode 1 2 3 4 5 6 Nama Akun Utang usaha Utang bank Modal Kas Peralatan Piutang Kode 1 2 3 4 5 6 Nama Akun Kas Utang bank Peralatan Utang usaha Modal Piutang Kode 1 2 3 4 5 6 Nama Akun Kas Piutang Peralatan Utang usaha Utang bank Modal Kode 1 2 3 4 5 6 Nama Akun Modal Piutang Utang bank Utang usaha Peralatan Kas Kode 1 2 3 4 5 6 Nama Akun Kas Piutang Utang bank Utang usaha Modal Peralatan b. c. d. e.

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 25. Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! 1. 2. 3. 4. 5. Kode 200 301 500 Nama Akun Good will Prive Pendapatan Kode 101 301 400 Nama Akun Piutang Prive Pendapatan Kode 101 300 500 Nama Akun Piutang Ekuitas Beban Kode 200 300 400 Nama Akun Utang wesel Ekuitas Beban Kode 121 200 500 Nama Akun Peralatan Utang usaha Beban Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode blok adalah .... a. 1, 3, dan 4 b. 1, 3, dan 5 c. 1, 2, dan 4 d. 2, 3, dan 5 e. 2, 4, dan 5

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 26. Toko Simpang Tiga Nomor: B.0078 Jl. Lingkar No. 3 Bandung NOTA KONTAN No Nama Barang Banyaknya 1. Pengering rambut 3 Harga Satuan Rp 900.000 Jumlah Rp Bagian Akuntansi Jumlah Rp 2.700.000 2.700.000 Bagian Penjual JURNAL UMUM Nama Akun Ref Debet Peralatan Salon Kredit Rp 2.700.000 Kas Rp 2.700.000 Berdasarkan gambar di atas, jurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. catatan transaksi yang digunakan mencatat transaksi dari bank b. catatan transaksi perusahaan yang telah di analisis sebelumnya c. rancangan transaksi sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat d. buku harian perusahaan yang berisi rancangan transaksi yang terjadi dalam periode tertentu e. catatan yang mengandung data serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan 27. Perhatikan tabel di bawah ini! Tanggal .... .... .... Debet Kredit (1) (2) (3) (4) (5) (6) Dari tabel di atas, keterangan pada kolom (2) yang tepat adalah .... a. ref b. keterangan c. nomor bukti d. pembelian e. potongan penjual

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229 28. Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! 1. Kode 1 Kas 2 Piutang usaha 3 Liabilitas Kode 2. Aset 3 Ekuitas 5 Beban Aset 3 Ekuitas 4 Pendapatan Nama Akun 3 Ekuitas 4 Pendapatan 5 Beban Kode 5. Nama Akun 1 Kode 4. Nama Akun 2 Kode 3. Nama Akun Nama Akun 2 Liabilitas 4 Pendapatan 5 Beban Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode kelompok adalah .... a. 1, 2, dan 5 b. 1, 3, dan 5 c. 1, 4, dan 5 d. 2, 4, dan 5 e. 3, 4, dan 5

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230 29. Perhatikan beberapa kasus berikut ini : 1. Karyawan melakukan pencatatan transaksi-transaksi perusahaannya yang terjadi dalam satu periode saja 2. Seorang karyawan memberikan arahan agar jurnal-jurnal yang dipindah bukukan sesuai dan tidak terjadi kesalahan 3. Seorang karyawan melakukan pencatatan transaksi berdasarkan terjadinya transaksi 4. Seorang karyawan memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan agar jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 5. Seorang karyawan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencatatan karayawan menganalisis terlebih dahulu kedalam mekanisme debit dan kredit Fungsi historis dari beberapa kasus di atas terdapat pada nomor .... a. b. c. d. e. 1 2 3 4 5 30. Perhatikan macam-macam fungsi jurnal berikut ini : 1) Jurnal merupakan tempat mencatat transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi dalam satu periode tertentu 2) Jurnal mencatat transaksi perusahaan secara kronologis 3) Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan 4) Memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan 5) Memudahkan identifikasi dengan klasifikasi tertentu 6) Sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat disisi debit dan sisi kredit Dari macam-macam fungsi jurnal di atas yang merupakan fungsi mencatat dan fungsi menganalisis terdapat pada …. a. 1) dan 2) b. 1) dan 6) c. 2) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 6)

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231 31. Fungsi informasi merupakan catatan dalam jurnal umum yang memberikan penjelasan mengenai bukti pencatatan transaksi yang terjadi. Berdasarkan pengertian fungsi informasi, contoh kasus yang sesuai di bawah ini yaitu .... a. seorang akuntan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi b. seorang akuntan mencatat transaksi-transaksi perusahaan sesuai yang terjadi dalam satu periode tertentu c. seorang akuntan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencantatan seorang akuntan menganalisis transaksi tersebut berdasarkan mekanisme debit dan kredit d. karyawan mengintruksikan kepada seorang akuntan agar ayat-ayat jurnal dipindah bukukan ke dalam akun-akun yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan e. seorang akuntan memberikan informasi kepada perusahaan peristiwa yang terjadi untuk mengetahui dengan jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 32. Pada tanggal 1 Januari 2017, Tuan Sena menyetorkan uang ke dalam perusahaan sebagai modal awal Rp 10.000.000. Pencatatan jurnal umum yang tepat adalah .... a. Tanggal 1 Jan Keterangan Kas Modal Ref Keterangan Kas Pendapatan Ref Keterangan Pendapatan Kas Ref Keterangan Modal Kas Ref Keterangan Pendapatan Modal Ref Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000 b. Tanggal 1 Jan Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000 c. Tanggal 1 Jan Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000 d. Tanggal 1 Jan Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000 e. Tanggal 1 Jan Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232 33. Dari gambar di atas, menyusun jurnal atau menjurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan b. sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat di sisi debit dan sisi kredit c. kegiatan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi d. pencatatan semua dampak yang diakibatkan oleh transaksi keuangan yang di kerjakan perusahaan e. kegiatan pencatatan transaksi keuangan perusahaan setelah menganalisis bukti transaksi terlebih dahulu 34. Berikut ini transaksi Perusahaan CIPTA JAYA selama bulan Juli 2015 : 1. Juli 3, menerima peralatan yang dipesan dari UD. MUKTI seharga Rp7.500.000, pembayaran n/30. 2. Juli 7, menerima faktur dari PT. ASIA JAYA untuk perlengkapan jasa yang dipesan seharga Rp6.500.000, pembayaran dalam 10 hari. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi pada tanggal 7 di atas adalah …. a. Kas Perlengkapan jasa b. Utang usaha Kas c. Perlengkapan jasa Utang usaha d. Utang Perlengkapan jasa e. Perlengkapan jasa Piutang Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp6.500.000 Rp.6.500.000 Rp6.500.000

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233 35. PT. Citra Lestari membeli peralatan kantor seharga Rp 25.000.000, dibayar tunai sebesar Rp 8.500.000, dan sisanya akan dibayarkan bulan depan. Jurnal untuk mencacat transaksi tersebut adalah …. a. Peralatan kantor Kas Utang usaha b. Kas Peralatan Kantor Utang usaha c. Peralatan kantor Kas Utang usaha d. Kas Utang usaha Peralatan kantor e. Utang usaha Kas Peralatan kantor Rp25.000.000 Rp8.500.000 Rp16.500.000 Rp8.500.000 Rp25.000.000 Rp33.500.000 Rp25.000.000 Rp8.500.000 Rp33.500.000 Rp8.500.000 Rp16.500.000 Rp25.000.000 Rp 16.500.000 Rp 8.500.000 Rp 25.000.000 36. Berikut ini transaksi usaha bengkel “MOMO MIMI” selama bulan November 2016. November 2 Nona Mimi menyetor uang untuk modal usaha sebesar Rp35.000.000 5 Di beli perlengkapan untuk kantor sebesar Rp2.750.000 secara kredit 9 Diterima pendapatan jasa servis dan reparasi motor sebesar Rp500.000 Jurnal umum untuk mencatat transaksi tanggal 5 November 2016 adalah … a. Utang usaha Perlengkapan b. Perlengkapan Utang usaha c. Kas Perlengkapan d. Perlengkapan Kas e. Utang usaha Kas Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234 Berikut ini transaksi yang terjadi selama bulan April 2017 sebagai berikut : - 10 April 2017 Diselesaikan jasa cuci senilai Rp150.000, tetapi belum dibayar oleh konsumen. - 13 April 2017 Dibayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp600.000 - 25 April 2017 Dibeli bahan habis pakai senilai Rp400.000, pembayaran bulan depan 37. Jurnal untuk mencatat transaksi pada tanggal 10 April 2017 adalah …. a. kas (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 b. piutang usaha (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 c. kas (Debet) sebesar Rp150.000, utang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 d. piutang usaha (Debet) sebesar Rp.150.000, utang usaha ( Kredit) sebesar Rp150.000 e. kas (Debet) sebesar Rp150.000, piutang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 38. Laundry Tya menyelesaikan jasa laundry sprei, boneka dan sepatu milik Ny. Tini, dengan total biayanya sebesar Rp250.000, maka jurnal umum yang tepat adalah …. a. Kas Rp250.000 Pendapatan b. Kas Rp250.000 Rp250.000 Piutang c. Pendapatan Rp250.000 Rp250.000 Kas d. Piutang Rp250.000 Rp250.000 Pendapatan e. Kas Rp250.000 Rp250.000 Pendapatan di terima di muka Rp250.000

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235 39. Tanggal 23 Oktober 2018 Tn. Prabowo membayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp1.450.000. Maka jurnal dari transaksi tersebut adalah …. a. b. c. d. e. Biaya sewa Sewa dibayar dimuka Sewa dibayar dimuka Biaya Sewa Kas Sewa dibayar dimuka Biaya Sewa Kas Sewa dibayar dimuka Kas Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 40. Perhatikan bukti transaksi di bawah ini : Berdasarkan bukti transaksi di atas, jurnal yang tepat adalah …. a. Kas Rp250.000 Pendapatan b. Utang Rp250.000 Rp250.000 Piutang c. Utang Rp250.000 Rp250.000 Kas d. Kas Rp250.000 Rp250.000 Utang e. Kas Rp250.000 Rp250.000 Piutang Rp250.000

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236 KUNCI JAWABAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. A C A E D B B C A B 11. D 12. D 13. B 14. B 15. C 16. E 17. B 18. C 19. C 20. D 21. B 22. C 23. A 24. C 25. D 26. B 27. C 28. E 29. C 30. B PETUNJUK PENSKORAN 1. Jika dijawab benar skor 1 2. Jika dijawab salah/ tidak menjawab skor 0 3. Jumlah skor total adalah 40 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑥𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100 4. Batas KKM nilai Akuntansi Dasar peserta didik kelas X adalah 65. 31. E 32. A 33. E 34. C 35. A 36. B 37. B 38. A 39. E 40. C

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238 CURRICULUM VITAE Fransiscus Rinto Abriantoro adalah anak kedua dari pasangan Agustinus Budi Purwanto dan Florentina Endang Murwani. Lahir di Kulon Progo, 4 Oktober 1995. Pendidikan dimulai dari SD Kanisius Bonoharjo pada tahun 2002 sampai 2008, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP 2 Pengasih pada tahun 2008 sampai 2011. Penulis selanjutnya menempuh pendidikan di SMA 1 Pengasih pada tahun 2011 dan lulus pada tahun 2014. Penulis melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Universitas Sanata Dharma pada tahun 2014 hingga sekarang. Penulis pernah mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan di antaranya: No Nama Kegiatan Tahun Peran 1 Inisiasi Program Studi (Insipro) 2014 Peserta 2 Week-End Moral 2014 Peserta 4 PPKM I 2014 Peserta 5 PPKM II 2015 Peserta 6 Studium Generale 2014 Peserta 7 Motivation Traning 2014 Peserta 8 Seminar 2015 Peserta 9 Pelatihan Public Speaking I 2015 Peserta 10 Pelatihan Public Speaking II 2016 Peserta 11 Pelatihan Public Speaking III 2017 Peserta

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240

(260)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan sistem informasi penilaian kompetensi guru berbasis WEB pada sekolah Pelita Bangsa Pamulang
3
36
297
Pengembangan instrumen penilaian sikap ilmiah siswa berbasis kurikulum 2013
1
29
0
Pengembangan instrumen penilaian kompetensi dasar berbicara pada pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VII SMP N 15 Yogyakarta.
0
0
2
Pengembangan instrumen penilaian kompetensi dasar menyimak pada pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VII SMP N 15 Yogyakarta.
1
1
2
Pengembangan instrumen penilaian kompetensi dasar menulis pada pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 15 Yogyakarta.
0
6
243
Pengembangan komik sebagai media pembelajaran akuntansi pada kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi untuk siswa SMK kelas X.
0
3
315
Pengembangan komik sebagai media pembelajaran akuntansi pada kompetensi dasar persamaan dasar akuntansi untuk siswa SMK kelas X
0
1
313
ppm penilaian instrumen non tes pada pembelajaran berbasis kelas
0
0
5
pelatihan kemampuan guru menyusun instrumen penilaian berbasis kelas
0
0
1
Pengembangan dan instrumen penilaian (1)
0
1
20
Pengembangan instrumen penilaian PKn dalam model pembelajaran pedagogi reflektif untuk siswa kelas III semester 2 SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
246
Pengembangan instrumen penilaian PKn yang digunakan dalam model pembelajaran berbasis masalah untuk siswa kelas IV semester 2 SD N Ungaran II Yogyakarta - USD Repository
0
0
198
Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran menyimak integratif siswa kelas XI semester 2 SMA Stella Duce 1 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
1
357
Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran membaca secara integratif siswa kelas XI semester 2 SMA Regina Pacis Surakarta tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
319
Pengembangan instrumen penilaian tematik kelas IV SD berbasis multiple intelligence - USD Repository
0
0
293
Show more