PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL PADA KOMPETENSI DASAR JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG KELAS XI SMKN 7 YOGYAKARTA

Gratis

0
0
163
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL PADA KOMPETENSI DASAR JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG KELAS XI SMKN 7 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Oleh : AXEL CROSLIE NIM 141334043 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Dengan rasa tulus, karya ini saya persembahkan sebagai ungkapan rasa terimakasih saya kepada: 1. Almamater tercinta, Universitas Sanata Dharma. 2. Kedua orang tua saya, Bapak Anuar dan Ibu Cornelia Aneta atas segala doa, dukungan, materi, dan semangat. 3. Ketiga saudara kandung saya Garah Baskara Rinyuan’k, Aprian Dayu, dan Mia Azalia yang selalu memberikan dukungan, doa, dan semangat yang tiada henti. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya” – Albert Einstein – “Tekanan memang selalu ada, tetapi kita tidak harus merasa tertekan” – Andrea Pirlo – “Diperlukan ambisi yang kuat untuk memotivasimu dalam mencapai sebuah tujuan” – Axel Croslie - v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL PADA KOMPETENSI DASAR JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG KELAS XI SMKN 7 YOGYAKARTA Axel Croslie Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan instrumen tes berbasis higher order thinking skill pada kompetensi dasar jurnal khusus perusahaan dagang kelas XI SMK; (2) mendeskripsikan terpenuhinya karakteristik higher order thinking skill pada instrumen tes; dan (3) mendeskripsikan kelayakan penyusunan instrumen tes berbasis higher order thinking skill. Jenis penelitian ini adalah Research and Development menurut Borg and Gall dengan langkah yaitu: (1) mengumpulkan data awal; (2) spesifikasi produk; (3) pengembangan produk awal; (4) uji coba lapangan; (5) analisis butir soal; (6) implementasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes dan tes. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses penyusunan instrumen tes di awali dengan melakukan penyusunan RPP, pembuatan kisi-kisi soal, penulisan soal, penelaahan soal, revisi soal, dan perakitan soal; (2) instrumen tes telah memenuhi karakteristik Higher Order Thinking Skill; (3) instrumen tes layak untuk digunakan, baik secara teoritis maupun empiris. Layak secara teoritis yaitu melalui uji validitas yang memenuhi aspek kontruksi, evaluasi pembelajaran, dan bahasa. Layak secara empiris yaitu melalui uji reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Kata kunci: instrumen tes, higher order thinking skill, jurnal khusus. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACK DEVELOPMENT OF TEST INSTRUMENTS BASED ON HIGHER ORDER THINKING SKILLS ON THE BASIC COMPETENCE OF SPECIAL JOURNAL TRADE COMPANIES OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL Axel Croslie Sanata Dharma University 2019 This research aims to (1) develop higher order based skills thinking test instruments on the basic competencies special journals of trading companies of the eleventh grade students of SMK; (2) describe the fulfillment of the higher order thinking skills characteristic of the test instrument; and (3) describe the feasibility of preparing test instruments based on higher order thinking skills. This type of research is a Research and Development according to Borg and Gall with the steps: (1) collecting initial data; (2) planning; (3) developing initial product; (4) trying out initial field; (5) revising the results of the trial; (6) testing main product field; (7) revising product; (8) testing feasibility; (9) revising final product; (10) implement. This research was conducted from April-June 2018. Data collection techniques were non-test and test techniques using questionnaires and test questions. Data analysis techniques were quantitative analysis. The results of data analysis show that the test instruments developed were modified by the Borg and Gall model with eight steps: (1) collecting initial data; (2) planning; (3) developing initial product; (4) training out initial field; (5) revising the results of the trial; (6) testing main product field; (7) revising product (8) implementing. Based on the results of expert validation and item analysis, it was concluded that the test instrument was feasible to be used as an assessment instrument in learning. Key words: test instruments, higher order thinking skills, special journals. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala kelimpahan rahmatnya, kasih, dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL PADA KOMPETENSI DASAR JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG KELAS XI SMKN 7 YOGYAKARTA”. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih atas segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, kepada yang terhormat : 1. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi. 3. Bapak Agustinus Heri Nugroho, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan sampai skripsi ini selesai. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv MOTTO ........................................................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ................................................................................................................... vii ABSTRAK ................................................................................................ viii ABSTRACK .................................................................................................. ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI .............................................................................................. xii DAFTAR TABEL ....................................................................................... xv DAFTAR BAGAN ................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xviii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Latar Belakang .................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah.............................................................................. 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian ............................................................................. 6 BAB II LANDASAN TEORI........................................................................ 8 A. Instrumen Tes .................................................................................... 8 1. Pengertian Instrumen Tes ............................................................. 8 2. Fungsi Tes ................................................................................... 8 3. Syarat Tes yang Baik ................................................................... 9 4. Teknik Penilaian Tes .................................................................. 10 5. Peran Penilaian Tes dalam Pembelajaran.................................... 14 B. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi............................................... 15 1. Pengertian HOTS ...................................................................... 15 2. Indikator HOTS ........................................................................ 17 3. Karakteristik Soal Berbasis HOTS............................................. 17 4. Pengembangan Soal Berbasis HOTS ........................................ 19 C. Penelitian Pengembangan ................................................................ 23 1. Pengertian Penelitian dan Pengembangan................................... 23 2. Model-Model Pengembangan .................................................... 24 D. Classical Test Theory (CTT) ............................................................ 26 1. Indeks Kesukaran....................................................................... 27 2. Daya Pembeda ........................................................................... 29 E. Jurnal Khusus Perusahaan Dagang ................................................... 30 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Pengertian Jurnal Khusus ........................................................... 30 2. Manfaat Jurnal Khusus ............................................................... 30 3. Daftar akun yang dipergunakan pada perusahaan dagang ........... 30 4. Macam dan bentuk jurnal khusus ............................................... 31 F. Kajian Penelitian yang Relevan ....................................................... 33 G. Kerangka Berpikir ........................................................................... 34 BAB III METODE PENGEMBANGAN .................................................... 37 A. Model Penelitian .............................................................................. 37 B. Langkah-Langkah Penelitian............................................................ 37 C. Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 42 D. Teknik Analisis Data ....................................................................... 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................. 45 A. Hasil Penelitian dan Pengembangan ................................................. 45 B. Pembahasan ..................................................................................... 72 BAB V PENUTUP ..................................................................................... 76 A. Kesimpulan ..................................................................................... 76 B. Keterbatasan Pengembangan............................................................ 77 C. Saran ............................................................................................... 78 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 80 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Skala Tingkat Kesukaran Butir Soal ........................................ 28 Tabel 2.2 Interval Daya Pembeda Butir Soal ........................................... 29 Tabel 2.3 Jurnal Pembelian ..................................................................... 32 Tabel 2.4 Jurnal Penjualan ...................................................................... 32 Tabel 2.5 Jurnal Penerimaan Kas ............................................................ 33 Tabel 2.6 Jurnal Pengeluaran Kas ............................................................ 33 Tabel 3.1 Skala Tingkat Kesukaran Butir Soal ........................................ 41 Tabel 3.2 Interval Daya Pembeda Butir Soal ........................................... 41 Tabel 4.1 Konversi Skala Lima Berbasarkan PAP ................................... 49 Tabel 4.2 Hasil Konversi Data Kuantitatif ke Data Skala Lima ............... 50 Tabel 4.3 Penilaian Validator Pertama Tahap I Aspek Materi .................. 51 Tabel 4.4 Penilaian Validator Pertama Tahap I Aspek Evaluasi Pembelajaran ............................................................................................................... 51 Tabel 4.5 Penilaian Validator Pertama Tahap II Aspek Materi ................ 53 Tabel 4.6 Penilaian Validator Pertama Tahap II Aspek Evaluasi Pembelajaran ............................................................................................................... 53 Tabel 4.7 Penilaian Validator Kedua Tahap I Aspek Bahasa ................... 55 Tabel 4.8 Penilaian Validator Kedua Tahap II Aspek Bahasa .................. 55 Tabel 4.9 Penilaian Validator Ketiga Tahap I Aspek Materi .................... 57 Tabel 4.10 Penilaian Validator Ketiga Tahap I Evaluasi Pembelajaran .... 57 Tabel 4.11 Penilaian Validator Ketiga Tahap I Aspek Bahasa ................. 58 Tabel 4.12 Penilaian Validator Ketiga Tahap II Aspek Materi ................. 59 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.13 Penilaian Validator Ketiga Tahap II Aspek Evaluasi Pembelajaran ............................................................................................................... 59 Tabel 4.14 Penilaian Validator Ketiga Tahap II Aspek Bahasa ................ 60 Tabel 4.15 Penilaian one to one Aspek Materi ......................................... 61 Tabel 4.16 Penilaian one to one Aspek Evaluasi Pembelajaran ................ 62 Tabel 4.17 Penilaian one to one Aspek Bahasa ........................................ 63 Tabel 4.18 Penilaian Kelompok Kecil Aspek Materi ............................... 63 Tabel 4.19 Penilaian Kelompok Kecil Aspek Evaluasi Pembelajaran ...... 64 Tabel 4.20 Penilaian Kelompok Kecil Aspek Bahasa .............................. 65 Tabel 4.21 Penilaian Kelompok Besar Aspek Materi ............................... 66 Tabel 4.22 Penilaian Kelompok Besar Aspek Evaluasi Pembelajaran ...... 66 Tabel 4.23 Penilaian Kelompok Besar Aspek Bahasa .............................. 67 Tabel 4.24 Hasil Perhitungan Reliabilitas ................................................ 68 Tabel 4.25 Hasil Analisis di Tinjau dari Tingkat Kesukaran .................... 69 Tabel 4.26 Hasil Analisis di Tinjau dari Daya Pembeda .......................... 70 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR BAGAN Bagan 2.1 Alur Kerangka Berpikir ..............................................................36 Gambar 3.1 Alur Pengembangan Instrumen Tes ..........................................38 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian .............................................................. 82 Lampiran 2 Validasi Ahli ........................................................................ 86 Lampiran 3 Silabus ............................................................................... 107 Lampiran 4 RPP .................................................................................... 118 Lampiran 5 Kisi-kisi Soal...................................................................... 134 Lampiran 6 Instrumen Tes .................................................................... 135 Lampiran 7 Uji Coba Awal ................................................................... 152 Lampiran 8 Uji Lapangan Produk Utama .............................................. 155 Lampiran 9 Hasil Analisis ..................................................................... 156 Lampiran 10 Dokumentasi .................................................................... 159 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peningkatan mutu bidang pendidikan tentu bukan suatu hal yang mudah. Diperlukan kerja keras dan peran aktif dari berbagai pihak mulai dari praktisi pendidikan, para pemangku pendidikan, serta pemerintah itu sendiri. Persoalan seperti masih banyaknya guru yang menerapkan paradigma pembelajaran tradisional, rendahnya kualitas pembelajaran dan standar penilaian yang digunakan, serta kurangnya pemerataan sarana pendidikan menyebabkan mutu pendidikan yang ada tertinggal jauh dari perkembangan pendidikan ditingkat internasional. Meski demikian, kita tentu juga menyadari bahwa persoalan tersebut tidak mungkin bisa diselesaikan secara sekaligus. Karena itu, perlu dilakukan pembenahan secara bertahap mulai dari sistem pembelajaran dan standar penilaian yang ada. Meningkatkan mutu belajar berarti menciptakan generasi terdidik yang mampu bersaing di tengah masyarakat global dan tuntutan perubahan yang ada dimasa ini. Dengan kata lain, jika praktikan pembelajaran yang ada di sekolah masih terjebak pada persoalan-persoalan yang menghambat perkembangan potensi, bakat, minat, dan kesempatan para peserta didik untuk mengembangkan dirinya, maka sulit untuk berharap pada lulusan pendidikan tersebut untuk bisa menghadapi persaingan di tengah masyarakat global. Sementara itu, pembelajaran yang bermutu itu sangat 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 diperlukan terutama untuk memberikan kecakapan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh para peserta didik, seperti literasi dasar (membaca, matematika, dan sains), kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah, dan lain sebagainya. Padahal komponen-komponen tersebut menjadi modal dasar untuk menghadapi tantangan dan tuntutan global di masa ini. Maka daripada itu, untuk menghadapi perkembangan pendidikan ditingkat internasional, pemerintah menetapkan kebijakan implementasi kurikulum yang terbaru, yaitu kurikulum 2013. Di dalam kurikulum 2013 terdapat standar penilaian yang mengadaptasikan model-model penilaian berstandar internasional. Dengan adanya standar penilaian ini, diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif atau biasa kita kenal dengan berpikir tingkat tinggi. Dalam kurikulum 2013 menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Hal ini sejalan dengan tujuan dari pembelajaran berbasis HOTS yaitu peningkatan kemampuan pemahaman dan penguasaan peserta didik pada level yang lebih tinggi atas materi pembelajaran agar dapat berpikir secara kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, dan dapat membuat suatu keputusan yang tepat dalam situasi sulit. Untuk mengetahui perkembangan yang

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dimiliki peserta didik berkaitan dengan HOTS seorang guru memerlukan suatu instrumen penilaian yang selaras dengan tujuan pembelajaran itu sendiri. Penilaian merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Penilaian digunakan oleh para guru untuk mengetahui sampai dimana tingkat kemampuan para peserta didik dalam pembelajaran, apakah sudah sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) atau belum. Penilaian juga digunakan oleh guru untuk mengetahui apakah proses belajar mengajar sudah cukup efektif memberikan hasil yang baik dan memuaskan atau malah sebaliknya. Sedangkan bagi peserta didik, penilaian digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuannya dalam mengikuti pembelajaran yang ada. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan klasifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai pedoman untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Dalam fungsinya sebagai penilai hasil belajar siswa, guru hendaknya secara terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik dari waktu ke waktu. Informasi yang didapat melalui penilaian ini merupakan umpan balik terhadap proses belajar mengajar. Oleh karena itu, untuk melaksanakan penilaian dan evaluasi maka seorang guru perlu untuk menyusun dan mengembangkan instrumen penilaian. Dalam penyusunan dan pengembangan instrumen penilaian tentunya harus mengacu pada kurikulum yang berlaku.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Akan tetapi, kenyataan yang terjadi dilapangan, soal-soal yang dibuat cenderung lebih mengarah pada indikator Lower Order Thinking Skills (LOTS). Kurangnya soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills menjadi penyebab sulitnya guru dalam membuat instrumen penilaian berbasis HOTS sehingga para peserta didik kurang dilatih dalam mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam pembuatan soal-soal tes yang ada, hanya terpaku pada ranah kognitif level C-1 yaitu mengetahui, ranah kognitif level C-2 yaitu memahami, dan ranah kognitif level C-3 yaitu menerapkan, padahal masih ada ranah kognitif level C-4 yaitu analisis, ranah kognitif level C-5 yaitu evaluasi, dan ranah kognitif level C-6 yaitu menciptakan. Ranah kognitif Level C-1, C-2, C-3, C-4, C-5, dan C-6 mengarah pada kata kerja Cognitive (C) dengan level-level yang sudah di tentukan. Bukan berarti bahwa pembuatan soal-soal yang ada harus sulit, berbelit-belit, atau panjang-panjang, tetapi soal-soal tersebut disusun secara proporsional dan sistematis untuk mengukur indikator ketercapaian kompetensi (IKK) secara efektif serta memiliki kedalaman sehingga siswa mampu terangsang untuk menjawab bukan hanya menjawab secara hafalan sesuai dengan apa yang ada dibuku, tetapi harus mampu untuk membentuk suatu jawaban dengan kalimat sendiri hasil dari pemikiran yang ada. Selain itu, biasanya buku yang digunakan oleh guru untuk di ambil soal-soalnya cenderung kurang melatih kemampuan berpikir berpikir tingkat tinggi. Di dalam pembelajaran dinyatakan bahwa kemampuan peserta didik bukan hanya untuk mengetahui sekumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga harus bisa berproses untuk menemukan, artinya peserta didik harus selalu diajak untuk belajar dengan menggunakan proses berpikir untuk menemukan konsep-konsep tersebut. Instrumen penilaian berbasis Higher Order Thinking Skills sangat diperlukan dalam penerapan kurikulum 2013. Permendikbud No. 81 Tahun 2013 tentang implementasi kurikulum menyebutkan bahwa kebutuhan kompetisi masa depan diperlukan Higher Order Thinking Skills secara kritis, keterampilan komunikasi, dan kreatif (Budiman & Jailani, 2014: 141). Hal ini sejalan dengan pendapat Rofiah, et.al. (2013: 18) mengenai karakteristik skills masyarakat abad ke-21 yang dipublikasikan oleh Partnership of 21st Century Skill mengidentifikasikan bahwa pembelajar pada abad ke-21 harus mampu mengembangkan keterampilan kompetitif yang diperlukan pada abad ke-21 yang berfokus pada pengembangan Higher Order Thinking Skills. Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti melakukan penelitian dan pengembangan dengan judul ‘Pengembangan Instrumen Tes Berbasis Higher Order Thinking Skills pada Kompetensi Dasar Jurnal Khusus Kelas XI SMK”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini adalah:

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 1. Bagaimana mengembangkan instrumen penilaian berbasis higher order thinking skill pada kompetensi dasar jurnal khusus perusahaan dagang kelas XI SMK dalam bentuk pilihan ganda ? 2. Apakah instrumen penilaian berbasis higher order thinking skill hasil pengembangan sudah sesuai dengan karakteristik HOTS ? 3. Apakah instrumen penilaian berbasis higher order thinking skill hasil pengembangan layak untuk digunakan ? C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengembangkan instrumen tes berbasis higher order thinking skill pada kompetensi dasar jurnal khusus perusahaan dagang kelas XI SMK. 2. Mendeskripsikan terpenuhinya karakteristik higher order thinking skill pada instrumen tes. 3. Mendeskripsikan kelayakan penyusunan instrumen tes berbasis higher order thinking skill. D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pembaca, baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun manfaatnya sebagai berikut:

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan memperluas wawasan bagi peneliti khususnya dan bagi para pendidik umumnya mengenai instrumen penilaian menerapkan buku jurnal. 2. Manfaat Praktis Secara praktis, penelitian ini dapat bermanfaat bagi: a. Bagi Guru Penelitian ini dapat menambah wawasan dan memperluas kajian tentang pembuatan instrumen penilaian yang baik dan benar, khususnya untuk diterapkan dalam penilaian yang berbasis HOTS. b. Bagi Peneliti lain Penelitian ini sebagai bentuk sumbangan terhadap penelitiannya agar dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan masalah pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS. c. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah koleksi pustaka, sehingga dapat dijadikan referensi bagi penelitian sejenis.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Instrumen Tes 1. Pengertian Instrumen Tes Menurut Anas Sudijono (2011: 67) instrumen tes merupakan cara atau prosedur dalam rangka pengukuran dan penilaian dibidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas (baik berupa pertanyaan yang harus dijawab) atau perintah-perintah oleh testee, sehingga dapat dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi testee. Berdasarkan pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes adalah serangkaian pertanyaan yang harus dijawab, harus ditanggapi, atau tugas yang harus dilaksanakan oleh responden. 2. Fungsi Tes Menurut Anas Sudijono (2011: 67) secara umum ada 2 macam fungsi dari tes, yaitu: a. Sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes berfungsi untuk mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 b. Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes tersebut dapat diketahui seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan dan telah dapat dicapai. 3. Syarat Tes Yang Baik Menurut Suharsimi Arikunto suatu instrumen tes dapat dikatakan baik, apabila memenuhi beberapa kriteria berikut ini. a. Valid Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila benar-benar mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Dengan kata lain validitas berkaitan dengan ketepatan dalam melakukan pengukuran. b. Reliable Suatu instrumen dapat dikatakan reliable jika instrumen itu pada saat digunakan, mempunyai hasil yang relatif stabil, ajeg atau konsisten. Dengan kata lain, apabila testee diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan maka akan menghasilkan hasil yang relatif sama. c. Objektivitas Objektivitas berarti tidak ada unsur pribadi yang mempengaruhi. Sebuah soal tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes tidak ada faktor subjektif yang mempengaruhi, terutama pada saat melakukan penilaian. d. Praktis

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Praktis artinya instrumen tes tersebut mudah digunakan baik secara administratif maupun teknis. Praktis secara administratif artinya penggunaan instrumen tidak rumit (mudah diadministrasikan). Praktis secara teknis artinya dapat digunakan siapapun meskipun bukan yang menyusun instrumen. e. Ekonomis Yang dimaksud dengan ekonomis disini adalah pelaksanaan tes tersebut tidak memerlukan biaya yang mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang lama. 4. Teknik Penilaian Tes Teknik tes digunakan apabila sifat suatu objek yang mau diukur lebih berupa perubahan tingkah laku yang berhubungan dengan apa yang diketahui, apa yang dipahami, atau proses psikis lainnya yang tidak dapat diamati dengan indera-indera, yang bersifat abstrak. Tes digunakan untuk mengukur sejauh mana seorang siswa telah menguasai pelajaran yang disampaikan terutama meliputi aspek pengetahuan (kognitif). Menurut Harjanto (2006: 280-281) bentuk tes tertulis yang sering dipakai dalam proses pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu: a. Tes Subjektif

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Pada umumnya berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Ciri-ciri pertanyaannya didahului dengan kata-kata seperti; uraikan, jelaskan, mengapa, bagaimana, bandingkan, simpulkan, dan lain sebagainya. Soal-soal dalam bentuk esai biasanya berjumlah tidak banyak, hanya sekitar 5 sampai dengan 10 buah soal dengan waktu pengerjaan kira-kira 90 sampai dengan 120 menit. Soal-soal dalam bentuk esai ini menuntut kemampuan siswa untuk dapat mengorganisir, menginterpretasi, menghubungkan pengertianpengertian yang telah dimiliki. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa tes esai menuntut siswa untuk dapat mengingat-ingat dan mengenal kembali, serta harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Secara umum ada dua tipe tes uraian yaitu tes uraian bebas (terbuka) dan tes uraian tertutup (terbatas). Tes subjektif memiliki beberapa kelebihan, yaitu: 1) Mudah disiapkan dan disusun, tidak memberikan banyak kesempatan untuk berspekulasi. 2) Mendorong para peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat yang baik dan benar. Memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk mengutarakan maksudnya dengan gaya bahasa dan caranya sendiri.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 3) Dapat diketahui sejauh mana tingkat kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah yang ada di dalam soal. Sedangkan kekurangan-kekurangan yang dimiliki tes subjektif, yaitu: 1) Kadar validitas dan reliabilitas yang dimiliki rendah karena sukar diketahui segi-segi mana dari pengetahuan siswa yang benar-benar telah dikuasai. 2) Kurang representatif dalam hal mewakili seluruh bahan pelajaran yang akan dites, karena jumlah soalnya sedikit (terbatas). 3) Cara memeriksanya banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur subjektif. 4) Pemeriksaannya lebih sulit karena membutuhkan pertimbangan individual lebih banyak dari penilai. 5) Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan koreksi cukup lama dan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. b. Tes Objektif Tes objektif merupakan tes yang itemnya dapat dijawab dengan memilih jawaban yang sudah tersedia, dan dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes berbentuk esai. Dalam penggunaan tes objektif ini jumlah soal yang diajukan jauh lebih banyak dibandingkan dengan soal

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 berbentuk esai. Untuk tes yang berlangsung selama 60 menit dapat diberikan 30-40 buah soal. Secara umum ada empat tipe tes objektif yaitu tipe benar salah, menjodohkan, melengkapi, dan pilihan ganda. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh tes objektif, yaitu: 1) Mengandung lebih banyak segi-segi positif, misalnya lebih representatif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi para siswa maupun segi guru yang memeriksa. 2) Lebih mudah dan lebih cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi. 3) Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain. 4) Dalam pemeriksaan, tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi. Sedangkan kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh tes objektif, yaitu 1) Persiapan untuk melakukan penyusunannya jauh lebih sulit daripada tes esai. Hal ini dikarenakan jumlah soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kesalahan dalam penulisan. 2) Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan proses mental yang tinggi.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 3) Kerjasama antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes menjadi lebih terbuka. 5. Peran Penilaian dalam Pembelajaran Penilaian dalam pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Penilaian harus dilakukan oleh seorang guru sepanjang rentang waktu berlangsungnya pembelajaran. Menurut Indrastoeti (2012) bahwa secara sederhana penilaian sering digunakan oleh guru dalam proses pengukuran dan non pengukuran untuk memperoleh data karakteristik siswa. Secara luas, menurut Uno dan Koni (2014) bahwa penilaian memiliki peranan sebagai proses mendapatkan informasi dalam berbagai bentuk yang dijadikan dasar pengambilan keputusan tentang siswa, mengenai kurikulum, program pembelajaran, iklim sekolah, dan kebijakan sekolah. Penilaian dalam pembelajaran juga berperan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan guru untuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa (Popham, 1995). Sementara itu, bagi siswa penilaian mampu berperan membantu proses belajar, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan cara belajar, menilai efektivitas dari strategi pembelajaran yang telah digunakan, serta menyediakan data untuk membantu siswa dalam membuat keputusan untuk memperbaiki perilaku dan lingkungan belajar (Kusairi, 2012). Lebih lanjut menurut Sunarti dan Rahmawati (2014) bahwa penilaian berperan dalam memberikan:

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 a. Informasi kemajuan belajar siswa secara individual dalam mencapai tujuan belajar sesuai dengan kegiatan belajar yang telah dilakukan. b. Informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut, baik terhadap masing-masing siswa maupun seluruh siswa didalam kelas. c. Informasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, tingkat kesulitan, dan kemudahan untuk melaksanakan kegiatan remidial, pendalaman atau pengayaan. d. Motivasi belajar siswa dengan cara memberikan informasi mengenai kemajuan dan menstimulus guna melakukan usaha pemantapan dan perbaikan. e. Bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah, dan jurusan yang sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuan siswa. B. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) 1. Pengertian HOTS (Higher Order Thinking Skill) Menurut De Vries & Kohlberg: 1987, Mc Devitt: 1993, Son & Van Sickle: 1993 dalam King, dkk (2012: 8) kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) adalah memberikan peserta didik dengan keterampilan hidup yang relevan dan menawarkan mereka sebuat manfaat tambahan

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 untuk membantu mereka meningkatkan pengetahuan yang dimiliki dan keterampilan berpikir yang masih pada level tingkat rendah. Definisi kemampuan berpikir tingkat tinggi oleh Haladyna (1997) dan Bloom (1956) dalam King (2012: 34) adalah memahami fakta, konsepkonsep, prinsip-prinsip, dan prosedur atau langkah-langkah serta melakukan analisis, sintesis, dan evaluasi. Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan suatu kemampuan berpikir pada level kognitif yang lebih tinggi, dimana peserta didik bukan hanya menguasai kemampuan untuk mengingat saja, akan tetapi memiliki kemampuan berpikir dalam menganalisis, berargumentasi, dan membuat keputusan yang tepat. Tujuan utama dari HOTS adalah bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir anak didik pada level yang lebih tinggi, terutama berkaitan dengan kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam menerima berbagai jenis informasi yang datang kepadanya, berpikir kreatif dalam memecahkan masalah dengan pengetahuan yang dimilikinya serta membuat keputusan dalam situasi-situasi yang komplek. Yang diinginkan dari HOTS adalah peningkatan kemampuan pemahaman dan penguasaan anak didik atas materi pembelajaran agar ia dapat berpikir secara kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, dan mampu membuat keputusan dalam situasi-situasi yang sulit.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 2. Indikator Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skill) Menurut Uno (2012), soal HOTS memiliki empat indikator, yaitu: a. Problem solving atau proses dalam menemukan masalah serta cara memecahkan masalah berdasarkan informasi yang nyata, sehingga dapat ditarik kesimpulan. b. Keterampilan pengambilan keputusan, yaitu keterampilan seseorang dalam memecahkan masalah melalui pengumpulan informasi untuk kemudian memilih keputusan terbaik dalam memecahkan masalah. c. Keterampilan berpikir kritis, yaitu usaha untuk mencari informasi yang akurat yang digunakan sebagaimana mestinya pada suatu masalah. d. Keterampilan berpikir kreatif, yaitu menghasilkan banyak ide sehingga menghasilkan inovasi baru untuk memecahkan masalah. 3. Karakteristik Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) a. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi Kemampuan berpikir tingkat tinggi termasuk kemampuan untuk memecahkan masalah, keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, berargumen, dan kemampuan dalam mengambil keputusan. Soalsoal higher order thinking skill bukan berarti soal tersebut harus memiliki tingkat kesukaran yang tinggi. b. Berbasis masalah konstekstual

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Soal-soal HOTS merupakan assesment yang berbasis situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, dimana peserta didik diharapkan dapat menerapkan konsep-konsep pembelajaran di kelas untuk menyelesaikan masalah. Berikut ini diuraikan lima karakteristik assesment kontekstual, yang disingkat REACT. 1) Relating, penilaian yang berkaitan langsung dengan konteks pengalaman kehidupan nyata. 2) Experiencing, penilaian yang ditekankan kepada penggalian, penemuan, dan penciptaan. 3) Applying, penilaian yang menuntut kemampuan peserta didik untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah nyata. 4) Transfering, penilaian yang menuntut kemampuan peserta didik untuk mentransformasi konsep-konsep pengetahuan dalam kelas ke situasi atau konteks baru. c. Menggunakan bentuk soal beragam Bentuk-bentuk soal yang beragam dalam sebuah perangkat tes (soal-soal HOTS), bertujuan agar dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan menyeluruh tentang kemampuan peserta didik. 4. Pengembangan Soal berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para guru dalam membuat butir-butir soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang ditanyakan di ukur dengan perilaku

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, evaluasi, dan mengaplikasi. Ranah kognitif C-1 mengarah pada kata kerja cognitive level pertama yaitu mengingat, C-2 mengarah pada kata kerja cognitive level kedua yaitu memahami, dan C-3 mengarah pada kata kerja cognitive level ketiga. Dalam Taxonomi Bloom revised, ketiga ranah ini merupakan indikator LOTS (Narayanan & Adithan, 2015; Forehand, 2010; Yahya, dkk., 2012; Clark, 2010). Sedangkan indikator untuk HOTS adalah ranah kognitif C-4 mengarah pada kata kerja cognitive level keempat yaitu menganalisis, ranah kognitif C-5 mengarah pada kata kerja cognitive level ke lima yaitu mengevaluasi, dan ranah kognitig C-6 mengarah pada kata kerja cognitive level ke enam yaitu mengaplikasi (Narayanan & Adithan, 2015; Pappas, dkk., 2012; Yahya, dkk., 2012; Clark, 2010; Brookhart, 2010). Model pengembangan instrumen berbasis HOTS yang digunakan berdasarkan Bloom, menurut Djaali,(2004) dalam buku Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan, maka terlebih dahulu para guru harus memperhatikan tahapan-tahapan berikut ini: a. Menetapkan tujuan tes. Tes prestasi belajar dapat dibuat bermacam-macam tujuan, seperti: tes yang bertujuan untuk mengadakan ujian nasional atau ujian lainnya yang sejenis, tes yang bertujuan untuk mengadakan seleksi, misalnya SNMPTN, dan tes yang bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa yang dikenal dengan tes diagnosis.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 b. Analisis kurikulum. Tahapan ini bertujuan untuk menentukan bobot setiap pokok bahasan yang akan dijadikan dasar dalam menentukan jumlah item atau butir soal untuk setiap pokok bahasan soal objektif atau bobot soal untuk bentuk uraian, dalam membuat kisi-kisi tes. c. Analisis buku pelajaran dan sumber materi belajar lainnya. Analisis ini mempunyai tujuan yang sama dengan analisis kurikulum, yaitu menentukan bobot setiap pokok bahasan. Namun dalam analisis buku pelajaran menentukan bobot setiap pokok bahasan berdasarkan jumlah halaman materi yang termuat dalam buku pelajaran atau sumber materi belajar lainnya. d. Membuat kisi-kisi. Manfaat kisi-kisi adalah untuk menjamin sampel soal yang baik, dalam arti mencakup semua pokok bahasan secara proporsional. Agar item-item atau butir-butir tes mencakup keseluruhan materi (pokok bahasan atau sub pokok bahasan) secara proporsional, maka sebelum menulis butir-butir tes terlebih dahulu, kita harus membuat kisi-kisi sebagai pedoman. e. Menulis soal tes. Setelah kisi-kisi dalam bentuk tabel spesifikasi telah tersedia, maka kita akan membuat butir-butir soal. Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan dalam membuat butir-butir soal: 1) Soal yang dibuat harus valid (validitas konstruk) dalam arti mampu mengukur tercapai tidaknya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 2) Soal yang dibuat harus dapat dikerjakan dengan menggunakan satu kemampuan spesifik, tanpa dipengaruhi kemampuan lain yang tidak relevan. 3) Soal yang dibuat harus terlebih dahulu dikerjakan atau diselesaikan dengan langkah-langkah lengkap sebelum digunakan pada tes yang sesungguhnya. 4) Menetapkan sejak awal aspek kemampuan yang hendak diukur untuk setiap soal matematika yang dibuat. 5) Dalam membuat soal, hindari sejauh mungkin kesalahankesalahan ketik betapapun kecilnya, karena hal itu akan mempengaruhi validitas soal 6) Memberi petunjuk mengerjakan soal secara lengkap dan jelas untuk setiap bentuk soal matematika dalam suatu tes. f. Menelaah butir-butir soal. Soal-soal yang dibuat masih mungkin terjadi kekurangan atau kekeliruan yang menyangkut aspek kemampuan spesifik yang diukur, bahasa yang digunakan, kesalahan ketik, dan sebagainya. Untuk itu, sebelum diperbanyak maka soal terlebih dahulu harus ditelaah oleh teman sejawat yang memahami materi tes maupun teknik penulisan soal untuk meneliti validitas permukaan dari soal yang di buat. g. Reproduksi tes terbatas. Tes yang sudah jadi diperbanyak dalam jumlah yang cukup menurut jumlah sampel uji coba atau jumlah

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 peserta yang akan mengerjakan tes tersebut dalam suatu kegiatan uji coba tes. h. Menguji coba tes. Tes yang sudah diperbanyak itu akan di uji cobakan pada sejumlah sampel yang telah ditentukan. Sampel uji coba harus mempunyai karakteristik yang kurang lebih sama dengan karakteristik peserta tes yang sesungguhnya. i. Menganalisis empiris kualitas instrumen. Berdasarkan data hasil uji coba, dilakukan analisis, terutama analisis butir soal yang meliputi validitas butir, tingkat kesukaran, dan fungsi pengecoh. Berdasarkan validitas butir soal tersebut di adakan seleksi soal dengan menggunakan kriteria validitas tertentu. j. Merevisi tes. Soal-soal yang valid berdasarkan kriteria validitas empiris di konfirmasikan dengan kisi-kisi. Apabila soal-soal tersebut sudah memenuhi syarat dan telah mewakili semua materi yang akan diujikan, soal-soal tersebut selanjutnya dirakit menjadi sebuah tes, tetapi apabila soal-soal yang valid belum memenuhi syarat berdasarkan hasil konfirmasi dengan kisi-kisi, dapat dilakukan perbaikan terhadap soal yang diperlukan. k. Merakit soal menjadi tes. Urutan soal dalam suatu tes dilakukan menurut tingkat kesukaran soal, yaitu dari soal yang mudah sampai soal yang sulit. C. Penelitian Pengembangan

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 1. Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Gay (1990: 105), penelitian pengembangan adalah suatu usaha untuk mengembangkan suatu produk yang efektif untuk digunakan disekolah, dan bukan untuk menguji teori. Borg and Gall (1983: 772) mendefinisikan penelitian pendidikan dan pengembangan (research and development) adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Langkah-langkah dari proses ini biasanya disebut dengan siklus R & D, yang terdiri dari pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan validitas komponenkomponen pada produk yang akan dikembangkan, mengembangkannya menjadi suatu produk, pengujian terhadap produk yang di rancang, dan peninjauan ulang serta mengoreksi produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. Hal ini sebagai indikasi bahwa produk temuan dari kegiatan pengembangan yang dilakukan mempunyai obyektivitas. Menurut Sujadi (2003: 164), penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Yang dimaksud dengan produk dalam konteks ini tidak selalu berbentuk perangkat keras (hardware) seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran dikelas dan laboratorium, tetapi bisa juga berupa perangkat lunak (software) seperti program atau aplikasi untuk

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 mengolah data, model, metode, ataupun teknik yang di gunakan dalam dunia pendidikan, dan lain sebagainya. 2. Model-model Pengembangan a. Model Borg and gall Model penelitian pengembangan menurut Borg and Gall memiliki tahapan sebagai berikut. 1) Pengumpulan data awal Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah dan untuk melihat apakah produk yang akan dikembangkan layak atau tidak. Tahapan ini meliputi analisis kebutuhan, studi pustaka, dan studi literatur. 2) Perencanaan pengembangan produk Pada tahapan ini dilakukan spesifikasi produk yang akan dikembangkan meliputi penentuan tujuan penelitian yang hendak dicapai dan penentuan desain penelitian. 3) Pengembangan produk awal Pada tahapan ini dilakukan pembuatan produk awal berdasarkan rancangan yang telah dibuat. 4) Uji coba lapangan awal Langkah ini merupakan uji produk secara terbatas, yaitu melakukan uji lapangan awal terhadap desain produk, yang bersifat terbatas. Uji lapangan awal dilakukan secara berulangulang sehingga diperoleh desain yang layak. Pengumpulan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 data dengan menggunakan kuesioner atau observasi yang selanjutnya dilakukan analisis. 5) Revisi hasil uji coba Langkah ini merupakan perbaikan desain berdasarkan uji coba lapangan awal. 6) Uji lapangan produk utama Langkah ini merupakan tahapan uji lapangan produk utama dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Pengumpulan data dengan menggunakan tes yang selanjutnya dilakukan analisis. 7) Revisi produk Langkah ini merupakan perbaikan produk berdasarkan uji lapangan produk utama. 8) Uji kelayakan Langkah ini merupakan tahapan uji lapangan yang dilakukan secara skala besar. 9) Revisi produk final Langkah ini merupakan perbaikan akhir produk berdasarkan uji kelayakan. 10) Implementasi

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 Pada tahapan ini, dilakukan publikasi hasil pengembangan dalam forum ilmiah. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dapat digunakan oleh pengguna. D. Classical Test Theory (CTT) Analisis butir secara empirik dibagi menjadi dua, yaitu dengan pendekatan teori klasik (Classical Test Theory, CTT) dan teori respon butir (Item Response Theory, IRT). Menurut Allen & Yen dalam (Retnawati, 2016, p. 113) teori tes klasik disebut juga teori skor murni klasik didasarkan pada suatu model aditif, yakni skor amatan adalah jumlah dari skor yang sebenarnya dan skor kesalahan pengukuran. Jika ditulis secara matematis : Dengan keterangan : 𝑋 =𝑇+𝐸 X = Skor amatan T = Skor yang sebenarnya E = Skor kesalahan pengukuran (error score) Kesalahan pengukuran yang dimaksud adalah kesalahan secara acak yang didapat dari penyimpangan secara teoritis antara skor amatan yang diperoleh dengan skor amatan yang diharapkan. Beberapa asumsi dalam teori klasik: (1) skor kesalahan pengukuran tidak berinteraksi dengan skor yang sebenarnya, (2) tidak ada korelasi antara skor kesalahan pengukuran dengan skor yang sebenarnya dan skor kesalahan pada tes yang lain untuk peserta tes yang sama, (3) rata-rata kesalahan pengukuran sama dengan nol.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Ketiga asumsi tersebut dijadikan dasar untuk mengembangkan formulaformula dalam menentukan reliabilitas dan untuk menentukan kualitas tes khususnya indeks kesukaran dan daya pembeda. 1. Indeks Kesukaran Indeks kesukaran disebut juga tingkat kesulitan atau kesukaran butir. Indeks kesularan dan daya pembeda pada konteks ini tidak hanya berlaku untuk tes saja, tetapi juga untuk instrumen nontes. Yang perlu diperhatikan hanya penyekorannya saja. Model penyekoran ada dua yaitu secara dikotomi dan politomi. Penyekoran secara dikotomi, misalnya benar-salah, ya-tidak, melakukan-tidak melakukan, dll. Penyekoran dikotomi biasanya yang benar akan diberi skor 1 dan yang salah akan diberi skor 0. Sedangkan penyekoran secara politomi, objek hasil pemikiran dinilai bukan hanya 1-0 saja, namun bervariasi. Penyekorannya bisa menggunakan skala Likert yang berupa skor 4 untuk jawaban sangat setuju, 3 untuk jawaban setuju, 2 untuk jawaban tidak setuju, dan 1 untuk jawaban sangat tidak setuju. Karena ada dua penskoran maka tingkat kesulitan butir dan daya pembeda juga dibagi menjadi dua yaitu tingkat kesulitan butir pada data dikotomi dan pada data politomi. Persamaan untuk menentukan indeks kesulitan butir pada data dikotomi, yaitu: Keterangan: 𝑝𝑖 = ∑𝐵 𝑁

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 𝑝𝑖 : proporsi menjawab benar pada butir soal tertentu (tingkat kesulitan) ∑ 𝑏 : banyaknya peserta tes yang menjawab benar 𝑁 : jumlah peserta tes yang menjawab Persamaan untuk indeks kesulitan butir pada data politomi, yaitu: 𝑝𝑖 = ∑ 𝑋𝑖 𝑚. 𝑁 Keterangan: 𝑝𝑖 : proporsi menjawab benar pada butir soal tertentu (tingkat kesulitan) ∑ 𝑋𝑖 : banyaknya peserta tes yang menjawab benar 𝑁 : jumlah peserta tes yang menjawab 𝑚 : skor maksimum tiap butir. Nilai batas tingkat kesukaran soal terletak antara 0 dan 1, karena merupakan perbandingan antara jumlah jawaban benar dengan jumlah soal, dapat dituliskan dalam bentuk matematika 0 < p < 1. Berikut ini disajikan tabel skala tingkat kesukaran butir soal. Tabel 2.1 Skala Tingkat Kesukaran Butir Soal Indek Kesukaran (p) Kategori Soal p > 0,70 Mudah 0,30 < p < 0,70 Sedang p < 0,30 Sukar 2. Daya Pembeda Untuk mementukan daya pembeda pada setiap butir soal, dapat digunakan indeks diskriminasi, indeks korelasi biserial, indeks korelasi point biserial, dan indeks keselarasan. Koefisien korelasi point biserial untuk setiap butir ditentukan dengan rumus:

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 𝑟𝑝𝑏𝑖𝑠 = ⌈ 𝑝1 𝑋1 − 𝑋 ⌉√ 𝑠𝑋 1 − 𝑝1 Keterangan: 𝑟𝑝𝑏𝑖𝑠 : koefisien korelasi point biserial 𝑋1 : variable kontinu 𝑋1 : rata-rata skor X untuk peserta yang menjawab benar pada butir tersebut 𝑋 : rata-rata skor X 𝑠𝑋 : standar deviasi dari skor X 𝑝1 : proporsi peserta tes yang menjawab benar pada butir tersebut Rentang korelasi skor butir dengan skor peserta, yang baik adalah antara 0,40-0,70, sedangkan yang memiliki < 0,20 termasuk kategori jelek sehingga harus dibuang, dan yang memiliki daya pembeda > 0,70 termasuk kategori sangat baik (Sudijono, 2001). Berikut ini disajikan secara lengkap tabel daya pembeda butir soal. Interval a Tabel 2.2 Interval Daya Pembeda Butir Soal Klasifikasi a < 0,20 Daya pembeda tidak baik 0,20 < a < 0,40 Daya pembeda cukup 0,41 < a < 0,70 Daya pembeda baik 0,71 < a < 1,00 Daya pembeda sangat baik E. Jurnal Khusus Perusahaan Dagang 1. Pengertian Jurnal Khusus Jurnal khusus merupakan buku jurnal yang dipergunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi keuangan tertentu yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 2. Manfaat Jurnal Khusus a. Memungkinkan pembagian pekerjaan. Setiap jurnal khusus ditangani oleh satu orang sehingga terjadi spesifikasi pekerjaan. Salah satu manfaat dari spesifikasi ini adalah berupa efisiensi dalam administrasu pekerjaan, dengan kata lain pekerjaan ini dapat dilakukan lebih cepat. b. Memudahkan pemindahbukuan ke buku besar. Pemindah-bukuan (posting) adalah pencatatan angka-angka dalam jurnal ke masingmasing buku besar. Pada jurnal khusus, pemindah-bukuan tidak ada, melainkan hanya terjadi satu proses pemindah-bukuan untuk setiap buku jurnal khusus dalam setiap akhir periode. c. Memungkinkan pengendalian intern menjadi lebih baik. Setiap jurnal khusus menjadi tanggung jawab satu orang petugas, sehingga lebih memudahkan pelaksanaan pengendalian. 3. Daftar akun yang dipergunakan pada perusahaan dagang a. Akun pembelian: digunakan untuk menampung saldo transaksi pembelian barang dagangan baik tunai atau kredit. b. Retur pembelian dan pengurangan harga: sebagai tempat pencatatan transaksi pengembalian barang yang sudah di beli kepada pihak penjual / pengurangan harga yang disepakati penjual. Misalnya : barang yang di beli sebagian rusak.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 c. Potongan pembelian: sebagai tempat pencatatan potongan harga yang di terima dari penjual. Biasanya sehubungan dengan penerapan syarat pembayaran. d. Beban angkut pembelian: digunakan untuk mencatat biaya pengangkut pembelian barang. Berlaku apabila penyerahan barang dari pihak penjual kepada pembeli dilakukan ditempat penjual, sehingga biaya pengangkutan menjadi tanggungan pihak pembeli. e. Penjualan: mencatat transaksi penjualan barang dagangan baik tunai atau kredit. f. Retur penjualan dan pengurangan harga: digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual / pengurangan harga yang diberikan kepada pihak pembeli. Misalnya : barang yang dibeli g. Potongan penjualan: mencatat transaksi-transaksi potongan penjualan. 4. Macam dan bentuk jurnal khusus Ada beberapa macam jurnal khusus yang senantiasa dipergunakan dalam perusahaan perdagangan. Jurnal khusus tersebut adalah: a. Jurnal khusus pembelian Jurnal khusus pembelian merupakan jurnal yang dipergunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan secara kredit. Bentuk jurnal khusus pembelian dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Tabel 2.3 Jurnal Pembelian Tgl Keterangan Ref Utang Pembelian Serba-serbi (D) dagang (D) Ref Akun Jumlah (K) b. Jurnal khusus penjualan Jurnal khusus penjualan adalah jurnal yang dipergunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit. Bentuk jurnal khusus penjualan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2.4 Jurnal Penjualan Tgl c. Keterangan Ref Syarat Piutang dagang (D) pembayaran Penjualan (K) Jurnal khusus penerimaan kas Jurnal khusus penerimaan kas adalah jurnal yang dipergunakan untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan penerimaan kas. Bentuk jurnal khusus penjualan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2.5 Jurnal Penerimaan Kas Tgl Keterangan Ref Potongan Penjualan (D) Kas (D) Piutang dagang (K) Penjualan (K) Serba-serbi (K) Ref Akun Total

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 d. Jurnal khusus pengeluaran kas Jurnal khusus pengeluaran kas adalah jurnal yang dipergunakan untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran kas. Bentuk jurnal khusus penjualan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2.6 Jurnal Pengeluaran Kas Tgl Keterangan Ref Utang Pembelian usaha (D) (D) Serba-serbi (D) Ref Akun Potongan Kas pembelian (K) (K) Total F. Penelitian yang Relevan Dalam menyelesaikan suatu permasalahan dengan baik maka harus dilakukan telaah terhadap berbagai kajian teori yang relevan, sehingga dapat mendukung penelitian yang dilakukan peneliti. Selain itu, peneliti juga memperoleh wawasan yang lebih luas untuk merancang penelitian serta menghindari terjadinya kesalahan. Adapun penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah: 1. Rahmania Syukur (2017), dengan judul penelitian “Pengembangan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pokok Bahasan Himpunan dan Aritmatika Sosial Kelas VII MTs Madani Alauddin”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa instrumen tes yang dibuat

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 terdapat 14 soal layak untuk digunakan dan 1 soal tidak layak untuk digunakan. Hal ini berdasarkan penilaian ahli, dan analisis tingkat kesukaran serta daya pembeda. 2. Ahmad Wahid, dkk (2015), dengan judul penelitian “Penyusunan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill Pada Siswa SMA Kelas XI Materi Sistem Reproduksi”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa karakteristik instrumen tes Higher Order Thinking Skill mencakup dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif yang di rujuk dari taksonomi Bloom. Dimensi pengetahuan terdiri atas pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognisi. Dimensi proses kognitif terdiri atas kemampuan siswa menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. G. Kerangka Berpikir Meningkatkan kualitas pendidikan, berarti menciptakan suatu generasi yang mampu untuk bersaing di tengah masyarakat global dan mengikuti tuntutan perubahan zaman. Salah satu aspek yang mencerminkan kualitas pendidikan suatu negara dapat dilihat dari kemampuan berpikir para peserta didik. Berdasarkan taksonomi bloom, kemampuan berpikir peserta didik dibedakan menjadi dua, yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan berpikir tingkat rendah. Peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi cenderung mampu untuk memecahkan suatu masalah, dapat berpikir secara kritis, kreatif, dan mampu menerapkan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 pengetahuan serta keterampilan dalam konteks baru. Sedangkan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir tingkat rendah hanya mampu dalam menghafalkan dan memahami pengetahuan. Sudah banyak sekolah-sekolah menengah kejuruan yang menerapkan pembelajaran yang berbasis HOTS. Namun ketika melakukan penilaian, masih banyak guru yang menggunakan instrumen penilaian yang mengarah pada Lower Order Thinking Skill (LOTS) dan juga kurangnya soal-soal tes yang didesain khusus untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga wajar saja kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik rendah. Seharusnya ketika sudah menerapkan pembelajaran yang berbasis HOTS, maka pada saat melakukan penilaian juga harus berbasis HOTS. Untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik, maka diperlukan suatu instrumen penilaian yang dapat mengukurnya. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan instrumen tes yang layak digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Dengan demikian, hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk yang berupa instrumen tes yang layak digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Gambar bagan kerangka berpikir alur penelitian pengembangan dapat dilihat sebagai berikut ini:

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Masalah: - Instrumen penilaian yang digunakan masih mengarah pada LOTS - Kurang tersedianya soal-soal yang didesain khusus untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik Upaya yang dilakukan: Melakukan pengembangan instrumen penilaian berbasis higher order thinking skill untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik Hasil yang diharapkan: Instrumen penilaian berbasis higher order thinking skill yang layak untuk digunakan Bagan 2.1 alur kerangka berpikir

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Model Penelitian Penelitian pengembangan produk berupa instrumen tes berbasis HOTS untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi para peserta didik. Menurut Borg & Gall (1983) penelitian pengembangan dibidang kependidikan adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk kependidikan. Produk yang dimaksud dalam penelitian pengembangan menurut Borg & Gall bisa berupa instrumen penilaian, buku ajar, modul pembelajaran, film pembelajaran, media pembelajaran, kurikulum, silabus, RPP, dan prosedur pemberian asesmen yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Produk yang dihasilkan bisa berupa produk yang sama sekali baru, gabungan produk yang ada untuk dijadikan produk baru, atau penyempurnaan produk yang sudah ada. B. Langkah-Langkah Penelitian Langkah-langkah pengembangan tes ini berdasarkan pendapat Borg & Gall (1983): 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Pengumpulan data awal Uji lapangan produk utama Revisi Perencanaan Revisi Implementasi Pengembangan produk awal Uji coba lapangan awal Bagan 3.1 Alur pengembangan Instrumen tes 1. Pengumpulan data awal Peneliti melakukan pengumpulan data awal dengan melakukan kajian pustaka dan wawancara kepada guru mata pelajaran Akuntansi kelas XI untuk mengetahui apakah produk yang dikembangkan merupakan hal yang penting untuk dikembangkan. 2. Perencanaan Pengembangan Produk Perencanaan pengembangan produk dalam penelitian ini meliputi spesifikasi tes yang mencakup : a. Menentukan wilayah penelitian Wilayah yang akan digunakan untuk penelitian adalah sekolah menengah kejuruan (SMK) kelas XI jurusan Akuntansi SMK 7 Yogyakarta. b. Subjek yang akan di tes Peserta didik kelas XI Akuntansi SMK 7 Yogyakarta.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 c. Materi tes Materi tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal khusus perusahaan dagang. d. Tipe soal yang digunakan Tipe soal yang akan digunakan dalam pengembangan tes adalah tes objektif tipe pilihan ganda e. Jumlah Soal untuk keseluruhan tes Jumlah soal yang digunakan dalam keseluruhan tes yaitu 40 butir soal, dengan 5 pilihan jawaban. 3. Pengembangan Produk Awal a. Pembuatan RPP Langkah awal dalam pengembangan produk yaitu dengan melakukan penyusunan RPP berdasarkan silabus. b. Pembuatan kisi-kisi soal Setelah melakukan pembuatan RPP, maka selanjutnya melakukan pembuatan kisi-kisi soal. c. Penulisan Soal Setelah melakukan pembuatan kisi-kisi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan penulisan soal. d. Penelaahan Soal Setelah penulisan soal selesai maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian kualitas produk yang dikembangkan. Untuk tahapan ini peneliti menggunakan tiga ahli yaitu: (a) ahli dalam

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 bidang materi, (b) ahli dalam bidang bahasa, (c) guru mata pelajaran yang mengampu mata pelajaran. e. Revisi Produk Setelah produk yang dikembangkan ditelaah maka selanjutnya akan dilakukan perbaikan produk sesuai dengan komentar dan saran dari para ahli yang melakukan penilaian pada tahap sebelumnya. f. Perakitan soal Setelah dilakukan perbaikan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan soal. 4. Uji coba lapangan Setelah kumpulan soal disusun dengan baik, maka tahap selanjutnya adalah melakukan uji kelayakan soal di lapangan. 5. Analisis butir soal Untuk mendapatkan instrumen berkualitas tinggi, selain dilakukan analisis secara teori, perlu juga dilakukan analisis butir secara empirik. Dalam penelitian ini, peneliti dalam melakukan analisis butir secara empirik menggunakan teori tes klasik. Beberapa aspek yang digunakan sebagai penentu kualitas instrumen yaitu: a. Reliabilitas Suatu instrumen tes dikatakan reliable apabila selalu memberikan hasil yang sama jika diteskan pada kelompok yang sama pada waktu atau kesempatan yang berbeda. b. Taraf kesukaran soal

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Analisis terhadap tingkat kesukaran butir soal dalam penelitian ini digunakan untuk menentukan apakah butir soal yang dibuat tergolong soal yang baik atau tidak. Butir soal yang baik dan dapat diterima adalah butir soal yang memiliki tingkat kesukaran dengan kategori sedang. Untuk butir soal yang dianggap tidak baik dan perlu direvisi adalah butir soal yang memiliki tingkat kesukaran dengan kategori mudah dan sulit. Berikut ini disajikan tabel skala tingkat kesukaran butir soal. Tabel 3.1 Skala Tingkat Kesukaran Butir Soal Indek Kesukaran (p) p > 0,70 0,30 < p < 0,70 p < 0,30 Kategori Soal Mudah Sedang Sukar c. Daya pembeda Daya pembeda butir soal merupakan kemampuan suatu soal untuk membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa berkemampuan rendah berdasarkan kriteria tertentu. Berikut ini disajikan secara lengkap tabel daya pembeda butir soal. Interval a 6. Tabel 3.2 Interval Daya Pembeda Butir Soal Klasifikasi a < 0,20 Daya pembeda tidak baik 0,20 < a < 0,40 Daya pembeda cukup 0,41 < a < 0,70 Daya pembeda baik 0,71 < a < 1,00 Daya pembeda sangat baik Implementasi

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Setelah analisis soal dilakukan, maka tahapan berikutnya adalah melakukan publikasi hasil pengembangan dalam forum ilmiah atau melalui publikasi ilmiah dijurnal ilmiah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dapat digunakan dalam keadaan yang sesungguhnya. C. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu nontes dan tes. 1. Teknik Nontes Teknik nontes digunakan untuk memperoleh data kuanlitatif dengan menelaah instrumen penilaian oleh ahli dalam bentuk angket. Angket dalam penelitian ini berupa angket lembar validasi ahli. Data yang akan diolah adalah data berupa komentar, saran, dan perbaikan produk dari validasi ahli. Selain angket, teknik nontes dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan data yang sifatnya tidak dapat diukur oleh instrumen penelitian, tetapi sebenarnya bisa ditafsirkan dengan adanya bukti fisik di lapangan. 2. Teknik Tes Tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan (Arikunto, 2012: 53). Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah tes untuk mendapatkan data yang digunakan

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 untuk mengolah data kuantitatif. Tes yang digunakan adalah tes objektif tipe pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban. D. Teknik Analisis Data 1. Validitas Instrumen Tes HOTS Menurut Arikunto (1998: 160) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. 2. Uji Reliabilitas Tes HOTS Reliabilitas adalah tingkat atau derajat konsistensi dari suatu instrumen. Suatu instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi, apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur. 3. Tingkat Kesukaran Instrumen Tes HOTS Tingkat kesukaran butir soal merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan kualitas butir soal tersebut apakah sukar, sedang atau mudah. Butir-butir soal tes dapat dikatakan baik apabila butir soal tersebut tergolong dalam kategori sedang. 4. Daya Pembeda Instrumen Tes HOTS

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Daya beda butir soal adalah kemampuan suatu soal untuk dapat membedakan kemampuan individu peserta didik. Daya pembeda digunakan untuk mengetahui kesanggupan soal dalam membedakan peserta didik berkemampuan tinggi (pandai) dengan peserta didik berkemampuan rendah (kurang pandai).

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pengembangan Secara konseptual di dalam metode Research & Development menurut Borg & Gall (1983) meliputi sepuluh tahapan, yaitu: (1) tahap pengumpulan data awal, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengembangan produk awal, (4) tahap uji coba lapangan awal, (5) tahap melakukan revisi produk, (6) tahap melakukan uji lapangan produk utama, (7) tahap melakukan revisi produk, (8) tahapan uji kelayakan, (9) penyempurnaan produk akhir, (10) implementasi. Terkait dengan kebutuhan dalam penelitian dan kondisi lapangan, maka dilakukan adaptasi menjadi 8 tahapan, yaitu: (1) pengumpulan data awal, (2) tahapan perencanaan, (3) tahapan pengembangan produk awal, (4) tahapan uji coba lapangan awal, (5) tahapan revisi, (6) tahapan uji lapangan produk utama, (7) tahapan revisi, (8) implementasi. 1. Pengumpulan Data Awal Langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data awal menggunakan teknik wawancara kepada Ibu Dra. Rr. Sulistyani Arimurti selaku guru mata pelajaran akuntansi kelas XI SMK N 7 Yogyakarta. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa guru masih memiliki beberapa kendala dalam pengembangan soal tes berbasis HOTS, kurangnya ketersediaan contoh soal tes berbasis HOTS 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 dalam mata pelajaran Akuntansi sebagai referensi guru dalam pembuatan soal tes menjadi salah satu hambatan yang ada. Selain itu, peneliti juga melakukan kajian pustaka guna mendapatkan informasi awal untuk melakukan pengembangan. Hasil studi internasional Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan prestasi literasi membaca, literasi matematika, dan literasi saint yang dicapai peserta didik Indonesia masih sangat rendah. Peserta didik Indonesia kebanyakan jatuh pada saat mengerjakan soal yang bersifat HOTS, hal ini dikarenakan para peserta didik di Indonesia hanya terbiasa mengerjakan soal-soal yang memerlukan kemampuan menghafal saja. Selain itu, peneliti juga menemukan fakta dilapangan, soal-soal yang di buat masih mengarah pada indikator Lower Order Thinking Skill (LOTS), padahal pembelajaran yang diterapkan di kelas sudah mengarah pada HOTS. Berdasarkan analisis pada pengumpulan data awal ini, peneliti sampai kepada kesimpulan bahwa perlu dilakukan penelitian pengembangan. 2. Tahapan Perencanaan Setelah dilakukan pengumpulan data awal, maka selanjutnya dilakukan perencanaan pengembangan produk. Perencanaan dilakukan untuk melakukan spesifikasi produk. Spesifikasi produk meliputi: a. Menentukan wilayah yang digunakan untuk penelitian. Wilayah yang di pilih peneliti yaitu SMKN 7 Yogyakarta.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 b. Menentukan subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK 7 Yogyakarta. c. Menentukan materi tes. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal khusus perusahaan dagang. d. Menentukan tipe soal yang digunakan. Tipe soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif tipe pilihan ganda e. Menentukan jumlah soal tes Soal yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 40 butir dengan 5 pilihan jawaban. 3. Tahapan Pengembangan Produk Awal Setelah dilakukan perencanaan, maka selanjutnya dilakukan pengembangan produk awal. Pengembangan produk awal meliputi pembuatan RPP, kisi-kisi soal, penulisan soal, penelaahan soal, dan perakitan soal. Untuk validasi soal, peneliti menggunakan tiga orang ahli. a. Pembuatan RPP Langkah awal dalam pengembangan produk yaitu dengan melakukan penyusunan RPP berdasarkan silabus. b. Pembuatan kisi-kisi soal Setelah melakukan pembuatan RPP, maka selanjutnya melakukan pembuatan kisi-kisi soal.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 c. Penulisan soal Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun di atas, langkah selanjutnya adalah melakukan penulisan soal. d. Penelaahan soal Setelah penulisan soal selesai maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian kualitas produk yang dikembangkan. Untuk tahapan ini peneliti menggunakan tiga ahli dalam melakukan penilaian produk yang dikembangkan. Ketiga ahli tersebut yaitu Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc, Dr. Y. Karmin, M.Pd, dan Arif Firdaus, S.Pd. Setelah produk yang dikembangkan ditelaah maka selanjutnya akan dilakukan perbaikan produk sesuai dengan komentar dan saran dari para ahli yang melakukan penilaian pada tahap sebelumnya. 1) Validasi Instrumen Tes HOTS Dalam menilai validitas isi produk instrumen tes objektif yang dibuat, peneliti menggunakan tiga expert judgment untuk melihat apakah produk yang dibuat telah memenuhi kelayakan sebagai instrumen tes yang baik. Tiga orang ahli yang menilai produk pengembangan adalah dosen ahli materi, dosen ahli bahasa, dan guru pengampu mata pelajaran akuntansi. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek yang telah ditentukan. Kriteria penilaian produk diperoleh dari hasil

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 konversi data kuantitatif dengan skala lima seperti yang ada berikut ini. Tabel 4.1 Konversi Nilai Skala Lima Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Kategori Interval Skor Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik X > Xi + 1,80Sdi Xi+0,60Sdi< X ≤ Xi + 1,80Sdi Xi – 0,60Sdi < X ≤ Xi + 0,60Sdi Xi – 0,60Sdi < X ≤ Xi - 0,60Sdi X ≤ Xi – 1,80SDi Keterangan: Xi ideal) Sdi : Rerata ideal = 1⁄2 (skor maksimal ideal + skor minimal : Simpangan baku ideal = 1⁄6 (skor maksimal ideal – skor minimal ideal) Berdasarkan rumus konversi data di atas, maka setelah didapatkan data-data kuantitatif, untuk mengubahnya ke dalam data kualitatif pada pengembangan ini diterapkan konversi sebagai berikut: Skor maksimal =5 Skor minimal =1 Xi ½ (5+1) =3 Sdi (1⁄6 (5-1)) = 0,67 Sangat Baik = X > 3 + (1,8 x 0,67) Kriteria = X > 3 + 1,21 = X > 4,21

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Baik = 3 + (0,6 x 0,67) < X ≤ 4,21 Cukup Baik = 3 – 0,40 < X ≤ 3 = 2,60 < X ≤ 3,40 Kurang Baik = 3 – (1,8 x 0,67) < X ≤ 2,60 = 3 – 1,23 < X ≤ 2,60 = 1,79 < X ≤ 2,60 Sangat Kurang Baik = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan di atas, maka konversi data kuantitatif ke data skala lima tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut ini. Tabel 4.2 Hasil Konversi Data Kuantitatif ke Data Skala Lima Interval Skor Kriteria X > 4,21 Sangat Baik 3,40 < X ≤ 4,21 Baik 2,60 < X ≤ 3,40 Cukup Baik 1,79 < X ≤ 2,60 Kurang Baik X ≤ 1,79 Sangat Kurang Baik Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Tabel 4.2 di atas selanjutnya akan digunakan sebagai pedoman dalam konversi skor pada semua aspek ke dalam penilaian dengan skala lima. 2) Hasil Penilaian Pertama Produk Pengembangan Ahli pertama yang menjadi validator dalam produk penelitian pengembangan instrumen penilaian ini adalah Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc. Beliau merupakan dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Ekonomi. Dengan alasan itulah,

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 peneliti memilih beliau sebagai validator, mengingat kompetensi dan pengalaman beliau dalam bidang akuntansi. Data dari hasil validasi tahap I diperoleh dengan cara memberikan kuesioner yang berisikan aspek materi dan aspek evaluasi pembelajaran. Selanjutnya validator melakukan penilaian dengan mengisi kuesioner. Selain itu, validator memberikan beberapa komentar dan saran untuk memperbaiki produk yang dikembangkan. Data hasil validasi diperoleh pada tanggal 8 Maret 2018. Hasil penilaian produk instrumen tes yang dikembangkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4.3 Aspek Materi Penilaian Validator Pertama Tahap I No. 1 Indikator Kesesuaian materi soal tes dengan Kompetensi Dasar (KD) HOTS 2 Kesesuaian materi soal tes dengan indikator pencapaian KD HOTS 3 Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran 4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan Jumlah Total Penilaian Aspek Materi Rerata Skor Penilaian 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 Kriteria     1 1 2 13 3,25 Tabel 4.4 Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Validator Pertama Tahap I Baik

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 No. Indikator 1 Kesesuaian soal tes dengan KD HOTS 2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI 3 Soal tes mengukur dimensi pengetahuan faktual dan konseptual 4 Indikator instrumen tes berbasis HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan 5 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda 6 Soal yang disajikan sesuai dengan dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6) Jumlah Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran Rerata Skor Penilaian 1 Skala Penilaian 2 3 4 5  Kriteria      3 1 2 17 2,83 Cukup baik Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Berdasarkan penilaian tahap I, perolehan skor yang didapatkan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong cukup baik dengan perolehan rerata skor keseluruhan aspek sebesar 3,04. Namun produk tersebut masih memerlukan beberapa perbaikan pada aspek evaluasi pembelajaran, dimana beberapa soal tes masih pada tingkat LOTS, pada bagian aspek bahasa, redaksi soal perlu diperbaiki agar sesuai dengan analisis yang dimaksud. Pada bagian kisi-kisi, sebaiknya

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 ditambahkan kolom informasi yang menunjukkan level keterampilan berpikir HOTS. Berikut ini data hasil penilaian tahap II setelah dilakukan beberapa perbaikan. Tabel 4.5 Aspek Materi Penilaian Tahap II Produk Pengembangan No. 1 Indikator Kesesuaian materi soal tes dengan Kompetensi Dasar (KD) HOTS 2 Kesesuaian materi soal tes dengan indikator pencapaian KD HOTS 3 Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran 4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan Jumlah Total Penilaian Aspek Materi Rerata Skor Penilaian 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 Kriteria     1 3 15 3,75 Tabel 4.6 Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Tahap II Produk Pengembangan Skala Penilaian No. Indikator 1 2 3 4 5 1 Kesesuaian soal tes dengan KD  HOTS 2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan  konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI 3 Soal tes mengukur dimensi  pengetahuan faktual dan konseptual 4 Indikator instrumen tes berbasis  HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan Baik Kriteria

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 No. Indikator 5 1 Soal tes tidak mengandung penafsiran ganda 6 Soal yang disajikan sesuai dengan dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6) Jumlah Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran Rerata Skor Penilaian Skala Penilaian 2 3 4 5  Kriteria  1 5 23 3,83 Baik Sumber: Data Primer, Diolah 2018 3) Hasil Penilaian Kedua Produk Pengembangan Ahli kedua yang menjadi validator dalam produk penelitian pengembangan instrumen penilaian ini adalah Dr. Y. Karmin, M.Pd. Beliau merupakan dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Bahasa, Universitas Sanata Dharma. Dengan alasan itulah, peneliti memilih beliau sebagai validator, mengingat kompetensi dan pengalaman beliau dalam bidang bahasa. Data dari ahli kedua diperoleh dengan cara memberikan kuesioner yang berisikan aspek bahasa. Selanjutnya validator melakukan penilaian dengan mengisi kuesioner. Selain itu, validator memberikan beberapa komentar dan saran untuk memperbaiki produk yang dikembangkan. Data hasil validasi diperoleh pada tanggal 18 Maret 2018. Hasil penilaian produk instrumen tes yang dikembangkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Tabel 4.7 Aspek Bahasa Penilaian Validator Kedua Tahap I No. Indikator 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 Kriteria  1 2 3 4 5 Soal tes sesuai dengan EYD Soal tes tidak berbelit-belit Soal tes menggunakan kosakata baku Soal tes menggunakan bahasa umum Soal tes memiliki batasan pertanyaan dan jawaban yang jelas 6 Soal tes menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami Jumlah Total Penilaian Aspek Bahasa Rerata Skor Penilaian      2 3 1 17 2,83 Cukup baik Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Berdasarkan penilaian tahap I, perolehan skor yang didapatkan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong cukup baik dengan perolehan rerata skor 2,83. Namun instrumen tes yang dikembangkan tersebut masih memerlukan beberapa perbaikan pada indikator kesesuaian dengan EYD, dimana masih terdapat kesalahan dalam penggunaan kata berimbuhan dan penggunaan kalimat masih belum baku. Berikut ini data hasil penilaian setelah dilakukan perbaikan. Tabel 4.8 Aspek Bahasa Penilaian Validator Kedua Tahap II No. Indikator 1 2 3 4 5 Soal tes sesuai dengan EYD Soal tes tidak berbelit-belit Soal tes menggunakan kosakata baku Soal tes menggunakan bahasa umum Soal tes memiliki batasan pertanyaan dan jawaban yang jelas 1 Skala Penilaian 2 3 4 5      Kriteria

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 No. Indikator 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 Kriteria  6 Soal tes menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami Jumlah Total Penilaian Aspek Bahasa Rerata Skor Penilaian 1 5 23 3,83 Baik Sumber: Data Primer, Diolah 2018 4) Hasil Penilaian Ketiga Produk Pengembangan Ahli ketiga yang menjadi validator dalam produk penelitian pengembangan instrumen penilaian ini adalah Arif Firdaus, S.Pd. Beliau merupakan guru mata pelajaran akuntansi SMK Emanuel Pontianak. Dengan alasan itulah, peneliti memilih beliau sebagai validator, mengingat kompetensi dan pengalaman beliau dalam mengajar mata pelajaran akuntansi khusus di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Data dari ahli ketiga diperoleh dengan cara memberikan kuesioner yang berisikan aspek materi, aspek evaluasi pembelajaran, dan aspek bahasa. Selanjutnya validator melakukan penilaian dengan mengisi kuesioner. Selain itu, validator memberikan beberapa komentar dan saran untuk memperbaiki produk yang dikembangkan. Data hasil validasi diperoleh pada tanggal 29 April 2018. Hasil penilaian produk instrumen tes yang dikembangkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4.9 Skor Aspek Materi

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Penilaian Validator Ketiga Tahap I No. Indikator Kesesuaian materi soal tes dengan Kompetensi Dasar (KD) HOTS 2 Kesesuaian materi soal tes dengan indikator pencapaian KD HOTS 3 Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran 4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan Jumlah Total Penilaian Aspek Materi Rerata Skor Penilaian Skala Penilaian 1 2 3 4 5 Kriteria  1    2 1 1 11 2,75 Tabel 4.10 Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Validator Ketiga Tahap I Skala Penilaian No. Indikator 1 2 3 4 5 1 Kesesuaian soal tes dengan KD  HOTS 2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan  konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI 3 Soal tes mengukur dimensi  pengetahuan faktual dan konseptual 4 Indikator instrumen tes berbasis  HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan 5 Soal tes tidak mengandung  penafsiran ganda 6 Soal yang disajikan sesuai dengan  dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6) Jumlah 1 4 1 Cukup baik Kriteria

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 No. Indikator Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran Rerata Skor Penilaian 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 18 3 Kriteria Cukup baik Tabel 4.11 Skor Aspek Bahasa Penilaian Validator Ketiga Tahap I No. Indikator 1 Soal tes sesuai dengan EYD 2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes memiliki batasan pertanyaan dan jawaban yang jelas Soal tes menggunakan bahasa umum 4 Jumlah Total Penilaian Aspek Bahasa Rerata Skor Penilaian Skala Penilaian 1 2 3 4 5 Kriteria     1 2 12 3 1 Cukup baik Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Berdasarkan penilaian tahap I, perolehan skor yang didapatkan menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong cukup baik dengan perolehan rerata skor keseluruhan aspek sebesar 2,92, namun produk tersebut memerlukan beberapa perbaikan pada aspek materi, beberapa soal masih kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran, stimulus yang digunakan masih kurang menarik. Pada aspek bahasa banyak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata depan dan kata berimbuhan. Berikut ini data hasil penilaian tahap II setelah dilakukan perbaikan. Tabel 4.12 Skor Aspek Materi Penilaian Validator Ketiga Tahap II

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 No. Indikator Kesesuaian materi soal tes dengan Kompetensi Dasar (KD) HOTS 2 Kesesuaian materi soal tes dengan indikator pencapaian KD HOTS 3 Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran 4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan Jumlah Total Penilaian Aspek Materi Rerata Skor Penilaian 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 Kriteria  1    4 16 4 Tabel 4.13 Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Validator Ketiga Tahap II Skala Penilaian No. Indikator 1 2 3 4 5 1 Kesesuaian soal tes dengan KD  HOTS 2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan  konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI 3 Soal tes mengukur dimensi  pengetahuan faktual dan konseptual 4 Indikator instrumen tes berbasis  HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan 5 Soal tes tidak mengandung  penafsiran ganda 6 Soal yang disajikan sesuai dengan  dimensi proses kognisi untuk Baik Kriteria

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 No. Indikator berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6) Jumlah Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran Rerata Skor Penilaian Skala Penilaian 1 2 3 4 5 Kriteria 1 5 23 3,83 Baik Tabel 4.14 Skor Aspek Bahasa Penilaian Validator Ketiga Tahap II No. Indikator 1 Soal tes sesuai dengan EYD 2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes memiliki batasan pertanyaan dan jawaban yang jelas Soal tes menggunakan bahasa umum 4 Jumlah Total Penilaian Aspek Bahasa Rerata Skor Penilaian Skala Penilaian 1 2 3 4 5 Kriteria     4 16 4 Baik Sumber: Data Primer, Diolah 2018 e. Perakitan soal Setelah dilakukan perbaikan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan soal. 4. Tahapan Uji Coba Awal Produk pengembangan yang sudah melalui tiga tahapan validasi ahli, selanjutnya akan dilakukan uji coba untuk mendapatkan informasi tentang kualitas produk yang dikembangkan. Uji coba dilakukan pada

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 peserta didik kelas XI Akuntansi SMK Negeri 7 Yogyakarta. Kegiatan uji coba produk sepenuhnya dilaksanakan dengan pendampingan dari guru mata pelajaran akuntansi. Uji coba lapangan awal dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu tahapan one to one, kelompok kecil, dan kelompok besar. Tahapan uji coba awal digunakan untuk penyempurnaan produk dengan memberikan angket penilaian. Setelah melakukan perbaikan, selanjutnya dilaksanakan tahapan uji lapangan produk utama yang digunakan untuk analisis butir secara empirik. Pada saat pelaksanaan, peneliti memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada para peserta didik tujuan dari kedatangan peneliti dan tata cara pengerjaan. Uji lapangan produk utama dilaksanakan pada tanggal 7 s/d 9 agustus 2018. a. Penilaian One to one Pada tahapan ini, peneliti menggunakan 3 orang peserta didik untuk memberikan penilaian terhadap soal tes yang dikembangkan. Ketiga orang ini terdiri dari peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan oleh peserta didik. Tabel 4.15 Skor Aspek Materi Penilaian Tahap one to one No. 1 2 Indikator Kesesuaian materi soal tes dengan Kompetensi Dasar (KD) HOTS Kesesuaian materi soal tes dengan indikator pencapaian KD HOTS Skala Penilaian 1 2 3 4 5     Kriteria

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 No. 3 Indikator Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran 4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan Jumlah Total Penilaian Aspek Materi Rerata Skor Penilaian 1 Skala Penilaian 2 3 4 5  Kriteria   12 32 44 3,67 Tabel 4.16 Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Tahap one to one Skala Penilaian No. Indikator 1 2 3 4 5 1 Kesesuaian soal tes dengan KD   HOTS 2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan   konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI 3 Soal tes mengukur dimensi  pengetahuan faktual dan konseptual 4 Indikator instrumen tes berbasis   HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan 5 Soal tes tidak mengandung  penafsiran ganda 6 Soal yang disajikan sesuai dengan   dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6) Jumlah 12 56 Total Penilaian Aspek Evaluasi 68 Pembelajaran Rerata Skor Penilaian 3,78 Kriteria Cukup baik

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Tabel 4.17 Skor Aspek Bahasa Penilaian Tahapan one to one No. Indikator 1 Soal tes sesuai dengan EYD 2 Soal tes tidak berbelit-belit 3 Soal tes memiliki batasan pertanyaan dan jawaban yang jelas Soal tes menggunakan bahasa umum 4 Skala Penilaian 1 2 3 4 5  Kriteria     Jumlah Total Penilaian Aspek Bahasa Rerata Skor Penilaian 12 32 44 3,67 Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Hasil penilaian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong baik dengan rerata skor penilaian dari keseluruhan aspek sebesar 3,706. b. Penilaian Kelompok Kecil Setelah melakukan uji coba one to one, selanjutnya peneliti melakukan uji coba kelompok kecil, yang terdiri atas 12 orang peserta didik. Peserta didik diminta untuk memberikan penilaian terhadap soal tes yang sedang dikembangkan dengan mengisi lembar kuesioner. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan oleh peserta didik. Tabel 4.18 Skor Aspek Materi Penilaian Kelompok Kecil No. 1 2 Indikator Kesesuaian materi soal tes dengan Kompetensi Dasar (KD) HOTS Kesesuaian materi soal tes dengan indikator pencapaian KD HOTS 1 Skala Penilaian 2 3 4 5    Kriteria

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 No. Indikator 1 Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran 4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan Jumlah Total Penilaian Aspek Materi Rerata Skor Penilaian Skala Penilaian 2 3 4 5  3   14 34 178 3,71 Tabel 4.19 Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Kelompok Kecil Skala Penilaian No. Indikator 1 2 3 4 5 1 Kesesuaian soal tes dengan KD   HOTS 2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan   konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI 3 Soal tes mengukur dimensi  pengetahuan faktual dan konseptual 4 Indikator instrumen tes berbasis   HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan 5 Soal tes tidak mengandung   penafsiran ganda 6 Soal yang disajikan sesuai dengan  dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6) Jumlah 27 45 Total Penilaian Aspek Evaluasi 261 Pembelajaran Rerata Skor Penilaian 3,62 Tabel 4.20 Kriteria Kriteria Cukup baik

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Skor Aspek Bahasa Penilaian Kelompok Kecil Skala Penilaian No. Kriteria Indikator 1 2 3 4 1 Soal tes sesuai dengan EYD   2 Soal tes tidak berbelit-belit   3 Soal tes memiliki batasan pertanyaan dan jawaban yang jelas   4 Soal tes menggunakan bahasa umum   Jumlah 30 18 Total Penilaian Aspek Bahasa 162 Rerata Skor Penilaian 3,37 5 Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Berdasarkan hasil penilaian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong baik dengan rerata skor penilaian dari keseluruhan aspek sebesar 3,567. c. Kelompok Besar Setelah melakukan uji coba kelompok kecil, selanjutnya peneliti melakukan uji coba kelompok besar yang terdiri atas 32 orang siswa. Peserta didik diminta untuk memberikan penilaian terhadap soal tes yang sedang dikembangkan dengan mengisi lembar kuesioner. Berikut ini hasil penilaian yang diberikan oleh peserta didik. Tabel 4.21 Skor Aspek Materi Penilaian Kelompok Besar

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 No. 1 Indikator Kesesuaian materi soal tes dengan Kompetensi Dasar (KD) HOTS 2 Kesesuaian materi soal tes dengan indikator pencapaian KD HOTS 3 Kesesuaian materi soal tes dengan tujuan pembelajaran 4 Kesesuaian materi soal tes dengan konsep materi ditinjau dari aspek keilmuan Jumlah Total Penilaian Aspek Materi Rerata Skor Penilaian 1 Skala Penilaian 2 3 4 5         Kriteria 58 70 454 3,54 Tabel 4.22 Skor Aspek Evaluasi Pembelajaran Penilaian Kelompok Besar Skala Penilaian No. Indikator 1 2 3 4 5 1 Kesesuaian soal tes dengan KD   HOTS 2 Tingkat kesulitan dan keabstrakan   konsep dengan perkembangan kognitif peserta didik SMK kelas XI 3 Soal tes mengukur dimensi  pengetahuan faktual dan konseptual 4 Indikator instrumen tes berbasis   HOTS yang dikembangkan berdasarkan indikator menurut Krathworl (2001) dengan menggunakan kata kerja operasional untuk mengukur dimensi pengetahuan 5 Soal tes tidak mengandung   penafsiran ganda 6 Soal yang disajikan sesuai dengan   dimensi proses kognisi untuk berpikir tingkat tinggi yaitu Analisis (C4), Penilaian (C5), dan Penciptaan (C6) Jumlah 11 76 6 Kriteria

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 No. Indikator Total Penilaian Aspek Evaluasi Pembelajaran Rerata Skor Penilaian 1 Skala Penilaian 2 3 4 5 652 3,39 Kriteria Cukup baik Tabel 4.23 Skor Aspek Bahasa Penilaian Kelompok Besar No. Indikator Skala Penilaian 1 2 3 4 5 1 2 3 Soal tes sesuai dengan EYD Soal tes tidak berbelit-belit Soal tes memiliki batasan pertanyaan dan jawaban yang jelas 4 Soal tes menggunakan bahasa umum Jumlah Total Penilaian Aspek Bahasa Rerata Skor Penilaian        Kriteria 41 87 471 3,67 Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Hasil penilaian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong baik dengan rerata skor penilaian dari keseluruhan aspek sebesar 3,53. 5. Tahapan Uji Lapangan Produk Utama Setelah peneliti melaksanakan uji coba awal, maka selanjutnya dilakukan uji lapangan produk utama. Uji lapangan produk utama menggunakan responden sebanyak 81 orang peserta didik. Peserta didik diminta untuk mengerjakan soal tes yang sedang dikembangkan. Jawaban hasil pengerjaan yang diberikan oleh peserta didik akan digunakan untuk melakukan analisis butir soal. a. Hasil Analisis Data

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 16. Beberapa aspek yang dianalisis menggunakan program SPSS berdasarkan teori tes klasik yaitu reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Hasil analisis instrumen tes secara keseluruhan pada uji lapangan produk utama dapat dilihat secara rinci dibawah ini. 1) Reliabilitas Uji reliabilitas berdasarkan pada data hasil uji coba lapangan di SMK Negeri 7 Yogyakarta. Analisis dilakukan menggunakan SPSS versi 16. Hasil pengukuran reliabilitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.24 Hasil Perhitungan Reliabilitas Case Processing Summary N Cases % Valid 81 54.4 Excludeda 68 45.6 149 100.0 Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .880 40 Sumber: Data Primer, Diolah 2018

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan tergolong reliabel dengan nilai cronbach’s alpha sebesar 0,880 lebih besar dari r tabel sebesar 0,218. 2) Tingkat Kesukaran Untuk menentukan tingkat kesukaran pada instrumen tes pilihan ganda, peneliti menggunakan program SPSS versi 16.00. Hasil uji coba produk menjadi patokan bagi peneliti untuk mengukur tingkat kesukaran pada instrumen tes. Berikut ini disajikan secara rinci hasil analisis ditinjau dari tingkat kesukaran. Tabel 4.25 Hasil Analisis di Tinjau dari Tingkat Kesukaran No Tingkat Kesukaran No Tingkat Kesukaran Butir Butir 1. Koefisiensi Keterangan 2. Koefisiensi 3. Keterangan Soal Soal 1 0,59 Sedang 21 0,59 Sedang 2 0,56 Sedang 22 0,59 Sedang 3 0,49 Sedang 23 0,58 Sedang 4 0,60 Sedang 24 0,58 Sedang 5 0,53 Sedang 25 0,56 Sedang 6 0,57 Sedang 26 0,58 Sedang 7 0,54 Sedang 27 0,62 Sedang 8 0,54 Sedang 28 0,51 Sedang 9 0,60 Sedang 29 0,60 Sedang 10 0,60 Sedang 30 0,56 Sedang 11 0,56 Sedang 31 0,62 Sedang 12 0,63 Sedang 32 0,54 Sedang 13 0,57 Sedang 33 0,59 Sedang

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 No Tingkat Kesukaran No Tingkat Kesukaran Butir Butir 1. Koefisiensi Keterangan 2. Koefisiensi 3. Keterangan Soal Soal 14 0,59 Sedang 34 0,62 Sedang 15 0,60 Sedang 35 0,54 Sedang 16 0,59 Sedang 36 0,58 Sedang 17 0,53 Sedang 37 0,51 Sedang 18 0,53 Sedang 38 0,59 Sedang 19 0,62 Sedang 39 0,58 Sedang 20 0,56 Sedang 40 0,57 Sedang Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Pada tabel di atas menunjukkan hasil perhitungan tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda. Hasil perhitungan membuktikan bahwa keseluruhan soal tergolong memiliki tingkat kesukaran sedang. 3) Daya Pembeda Untuk mengetahui kualitas butir soal tes pilihan ganda dapat dilihat dari sisi daya pembeda. Suatu butir soal mempunyai daya pembeda baik jika siswa dari kelompok atas (pandai) menjawab benar butir soal lebih banyak dibandingkan siswa dari kelompok bawah (rendah). Berikut ini disajikan secara rinci hasil analisis ditinjau dari daya pembeda. Tabel 4.26 Hasil Analisis di Tinjau dari Daya Pembeda

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 No Daya Pembeda Butir 4. Koefisiensi Keterangan Soal No Daya Pembeda Butir 5. Koefisiensi 6. Keterangan Soal 1 0,375 Cukup 21 0,45 Baik 2 0,4 Baik 22 0,325 Cukup 3 0,5 Baik 23 0,35 Cukup 4 0,4 Baik 24 0,35 Cukup 5 0,5 Baik 25 0,475 Baik 6 0,375 Cukup 26 0,375 Cukup 7 0,475 Baik 27 0,35 Cukup 8 0,35 Cukup 28 0,425 Baik 9 0,45 Baik 29 0,5 Baik 10 0,45 Baik 30 0,325 Cukup 11 0,425 Baik 31 0,425 Baik 12 0,425 Baik 32 0,35 Cukup 13 0,475 Baik 33 0,375 Cukup 14 0,375 Cukup 34 0,425 Baik 15 0,475 Baik 35 0,4 Baik 16 0,45 Baik 36 0,375 Cukup 17 0,45 Baik 37 0,4 Baik 18 0,4 Baik 38 0,425 Baik 19 0,425 Baik 39 0,35 Cukup 20 0,375 Cukup 40 0,325 Cukup Sumber: Data Primer, Diolah 2018 Pada tabel di atas menunjukkan hasil perhitungan daya beda butir soal pilihan ganda. Hasil perhitungan membuktikan bahwa sebanyak 16 butir item memiliki daya pembeda dengan kategori cukup, dan 24 butir item memiliki daya pembeda baik. 6. Implementasi

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Setelah analisis soal dilakukan, maka tahapan akhir yang dilakukan oleh peneliti adalah mempublikasikan hasil pengembangan dalam forum ilmiah. Hal ini dilakukan peneliti dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dapat digunakan dalam keadaan yang sesungguhnya. B. Pembahasan Penelitian pengembangan dilakukan dengnan menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall. Langkah-langkah tersebut dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti, sehingga menghasilkan enam langkah pengembangkan produk. Penelitian pengembangan ini dimulai dengan melakukan pengumpulan data awal menggunakan teknik wawancara kepada Ibu Dra. Rr. Sulistyani Arimurti selaku guru mata pelajaran akuntansi kelas XI SMK N 7 Yogyakarta. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa guru masih memiliki beberapa kendala dalam pengembangan soal tes berbasis HOTS, kurangnya ketersediaan contoh soal tes berbasis HOTS dalam mata pelajaran Akuntansi sebagai referensi guru dalam pembuatan soal tes menjadi salah satu hambatan yang ada. Selain itu, peneliti juga melakukan kajian pustaka guna mendapatkan informasi awal untuk melakukan pengembangan. Berdasarkan analisis pada penelitian awal ini, peneliti sampai kepada kesimpulan bahwa perlu dilakukan penelitian pengembangan.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Setelah dilakukan penelitian awal, maka selanjutnya dilakukan perencanaan pengembangan produk. Perencanaan dilakukan untuk menentukan wilayah penelitian, subjek penelitian, dan spesifikasi produk. Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan produk awal. Pengembangan produk awal meliputi pembuatan RPP, kisi-kisi soal, penulisan soal, penelaahan soal, dan perakitan soal. Untuk validasi soal, peneliti menggunakan tiga orang ahli. Penilaian pertama dilakukan oleh dosen Pendidikan Ekonomi Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc. Hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa soal tersebut termasuk dalam kategori “Baik”. Namun ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan sesuai dengan saran dan komentar yang diberikan oleh ahli materi. Penilaian kedua dilakukan oleh dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dr. Y. Karmin, M.Pd. Hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa soal tersebut termasuk dalam kategori “Baik”. Namun masih diperlukan beberapa perbaikan sesuai dengan saran dan komentar dari ahli bahasa. Penilaian ketiga dilakukan oleh guru mata pelajaran akuntansi Arif Firdaus, S.Pd. Hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa soal tersebut termasuk dalam kategori “Baik”. Namun masih diperlukan beberapa perbaikan sesuai dengan saran dan komentar dari guru mata pelajaran. Berdasarkan penilaian ketiga ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan secara teori sudah layak untuk digunakan. Meskipun instrumen tes yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan oleh ketiga ahli, akan tetapi peneliti masih memerlukan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 penilaian dari peserta didik. Penilaian dilakukan dengan melakukan uji coba lapangan awal dengan menggunakan angket penilaian. Peneliti melakukan tiga tahapan uji coba lapangan awal, yaitu tahapan one to one, kelompok kecil, dan kelompok besar. Tahapan one to one menggunakan 3 orang peserta didik, kelompok kecil menggunakan 12 orang peserta didik, dan kelompok besar menggunakan 32 orang peserta didik. Meskipun secara teori, instrumen tes yang dikembangkan sudah dapat dinyatakan layak untuk digunakan, akan tetapi masih perlu dilakukan analisis secara empiris untuk mengetahui kualitas dan kelayakan yang terdapat dalam instrumen tes tersebut. Analisis secara empiris dilakukan dengan melaksanakan tahapan uji lapangan produk utama. Peneliti melakukan tahapan uji lapangan produk utama sebanyak satu kali dengan menggunakan tes. Tahapan uji lapangan produk utama dilaksanakan di SMK Negeri 7 Yogyakarta kelas XI jurusan Akuntansi dengan peserta didik berjumlah 81 orang. Setelah dilakukan uji lapangan produk utama, selanjutnya peneliti melakukan analisis data menggunakan SPSS versi 16. Analisis butir instrumen tes ditinjau dari realibilitas secara umum dinyatakan reliabel karena memiliki nilai alpha cronbach sebesar 0,880. Tingkat kesukaran instrumen tes dilihat dari indeks masing-masing item, secara keseluruhan soal tergolong dalam kategori “sedang”, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tes yang dibuat memiliki kualitas baik. Analisis butir instrumen tes ditinjau dari daya pembeda terdapat 16 butir item tergolong dalam

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 kategori “cukup”, dan 24 soal sisanya tergolong dalam kategori “baik”. Berdasarkan hasil analisis ditinjau dari indeks kesukaran dan daya pembeda, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tes yang dikembangkan secara empiris layak untuk digunakan.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1. Proses mengembangkan instrumen tes berbasis higher order thinking skill tidak bisa langsung membuat butir-butir soal, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Prosedur pengembangan instrumen tes dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan menurut Borg & Gall (1983). Langkah-langkah pengembangan meliputi (1) tahap pengumpulan data awal, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengembangan produk awal, (4) tahap uji coba lapangan awal, (5) tahap melakukan revisi produk, (6) tahap melakukan uji lapangan produk utama, (7) tahap melakukan revisi produk, (8) tahapan uji kelayakan, (9) penyempurnaan produk akhir, (10) implementasi 2. Instrumen tes hasil pengembangan sudah memenuhi karakteristik Higher Order Thinking Skills (HOTS). Hal ini dilihat dari hasil penilaian yang diberikan oleh para ahli. 3. Instrumen tes yang dikembangkan layak untuk digunakan. Hal ini dibuktikan melalui analisis secara teori maupun secara empirik. Analisis secara teori dilakukan dengan menggunakan penilaian tiga orang ahli. Penilaian yang dilakukan meliputi kriteria aspek materi, kontruksi, dan bahasa. Hasil validasi yang diberikan oleh validator 76

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 pertama, kedua, dan ketiga secara keseluruhan menunjukkan bahwa soal termasuk dalam kategori baik, namun masih terdapat beberapa perbaikan yang harus dilakukan. Berdasarkan hasil dari penilaian ketiga ahli tersebut, maka instrumen tes yang dikembangkan secara teori layak untuk digunakan. Analisis secara empirik dilakukan dengan uji lapangan produk utama. Data hasil uji lapangan dikumpulkan dan di analisis. Hasil analisis butir instrumen tes ditinjau dari indeks kesukaran menunjukkan bahwa keseluruhan soal tergolong dalam kategori “sedang”, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tes yang dibuat memiliki kualitas baik. Sedangkan hasil analisis butir instrumen tes ditinjau dari daya pembeda menunjukkan bahwa 16 butir soal tergolong dalam kategori “cukup”, dan 24 butir soal tergolong dalam kategori “baik”. Berdasarkan hasil analisis ditinjau dari indeks kesukaran dan daya pembeda, maka instrumen tes yang dikembangkan secara empirik layak untuk digunakan. B. Keterbatasan Pengembangan 1. Referensi untuk pembuatan soal yang digunakan peneliti dalam pengembangan hanya berdasarkan modul. 2. Dalam pelaksanaan tahapan validasi ahli, hanya berdasarkan satu ahli untuk masing-masing bidang.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 3. Penelitian pengembangan hanya menggunakan instrumen tes objektif tipe pilihan ganda. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dalam pembuatan soal tes. 4. Penelitian pengembangan yang dilakukan tidak sampai pada tahapan pengujian keampuhan produk. Hal ini dikarenakan penelitian yang dilakukan hanya terbatas pada pengembangan produk saja. C. Saran Saran dalam penelitian pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS, diarahkan pada dua hal, yaitu: 1. Saran untuk keperluan pemanfaatan produk Peneliti berharap produk yang telah dikembangkan dapat digunakan oleh guru-guru akuntansi di sekolah sebagai model referensi dalam pembuatan soal-soal tes berbasis HOTS. Saran untuk guru dalam penyusunan soal HOTS meliputi, (1) para guru diharapkan dapat benarbenar memahami kriteria dan karakteristik soal HOTS, karena dalam menyusun soal HOTS dibutuhkan kemampuan penalaran yang sangat tinggi, (2) para guru diharapkan dapat mengenal dan memahami kata kerja operasional (KKO) ranah kognitif taksonomi Bloom sebelum melakukan penyusunan soal HOTS.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 2. Saran untuk keperluan pengembangan lebih lanjut Peneliti lain diharapkan mampu untuk mengembangkan produk berupa instrumen tes berbasis HOTS lebih baik lagi. Saran perbaikan pengembangan yang dapat peneliti lain lakukan yaitu dalam penelitian pengembangan produk berupa instrumen penilaian berbasis HOTS berikutnya, diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan model penilaian tes selain pilihan ganda.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta. Djaali dan Muljono Pudji. 2004. Pengukuran dalan Bidang Pendidikan. Jakarta. Hamzah B. Uno, Satria Koni. Assesment Pembelajaran. Bumi Aksara: Jakarta. Harjanto. 2006. Perencanaan Pengajaran. Rineka Cipta: Jakarta. Indrastoeti. 2012. Pengembangan Model Assesmen Otentik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Surakarta. Kusairi, Suprananto. 2012. Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Graha Ilmu: Yogyakarta. Khan, Yahya. 2010. Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri. Pelangi Publishing: Yogyakarta. Nunung Fitriani, Husen Windayana, dan Jenuri. 2015. Pengaruh HOTS melalui Model SPPKB pada Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Retnawati, Heri. 2016. Analisis Kuantitatif Instrumen Penelitian. Parama Publishing. Rofiah, Emi., Nonoh Siti Aminah dan Elvin Yusliana Ekawati. 2013. Penyususnan Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika Pada Siswa SMP. Saputra, Hatta. 2016. Pengembangan Mutu Pendidikan Menuju Era Global: Penguatan Mutu Pembelajaran dengan Penerapan HOTS. Siregar, Syofian. 2013. Statistika Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif: dilengkapi dengan perhitungan manual dan aplikasi SPSS versi 17. Bumu Aksara. Suardi. 2012. Pengantar Pendidikan: Teori dan Aplikasi. Jakarta. Sudaryono dkk. 2013. Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan. Graha Ilmu. Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Sujadi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta: Jakarta.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Sunarti, Rahmawati Selly. 2014. Penilaian dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta. Sundayana, Rostina. 2014. Statistika Penelitian Pendidikan: Pembahasan dilengkapi dengan bantuan MS. Excel dan SPSS. Alfabeta. Trianto. 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Prenada Media Group. Pratiwi Umi dan Farida Fasha Eka. 2015. Pengembangan Instrumen Penilaian HOTS Berbasis Kurikulum 2013 Terhadap Sikap Disiplin.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Lampiran 2. Validasi Ahli

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Lampiran 3. Silabus SILABUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG Satuan Pendidikan Bidang Keahlian Program Keahlian Paket Keahlian Kelas /Semester : : : : : SMK Bisnis dan Manajemen Keuangan Akuntansi XI /1-2 Kompetensi Inti: KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktifdan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidangkerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. KI 4: Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Kompetensi Dasar 1.1. 1.2. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola administrasi keuangan entitas. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan Materi Pokok Perusahaan dagang: 1. Pengertian perusahaan dagang 2. Ruang lingkup operasi dan karakteristik 3. Jenis transaksi keuangan 4. Klasifikasi transaksi keuangan Pembelajaran Penilaian Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang Perusahaan dagang Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Menanya Alokasi Waktu 6 Jp Sumber Belajar 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Kompetensi Dasar Materi Pokok informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Pembelajaran Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah Perusahaan dagang 2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi. 2.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi. 2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam. 3.1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup operasi serta karakteristik perusahaan dagang. 4.1 Mengidentifikasi karakteristik khusus perusahaan dagang 1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola administrasi keuangan entitas. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. 1.2. Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang Perusahaan dagang Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang Perusahaan dagang  menyimpulkan keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang Perusahaan dagang dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penggunaan daftar akun (buku besar), buku harian (jurnal khusus): 1. Daftar Akun (Rekening) 2. Jurnal Khusus dan Jurnal Umum 3. Macam dan Bentuk Jurnal Khusus Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar untuk SMK 8 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang Penggunaan daftar akun (rekening), jurnal khusus Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah Observasi Ceklist lembar pengamatan

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Kompetensi Dasar Materi Pokok 2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi. 2.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi. 2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam. 3.2. Penggunaan daftar akun (rekening), jurnal khusus untuk mencatat berbagai transaksi keuangan perusahaan dagang. 4.2 Menggunakan daftar akun (rekening), jurnal khusus untuk mencatat berbagai transaksi keuangan perusahaan dagang. 1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola administrasi keuangan entitas. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam 1.2. 2.1. Pembelajaran Penilaian Penggunaan daftar akun (rekening), jurnal khusus sikap kegiatan individu/ kelompok Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang Penggunaan daftar akun (rekening), jurnal khusus Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang Penggunaan daftar akun (rekening), jurnal khusus  menyimpulkan keseluruhan materi Alokasi Waktu Sumber Belajar 8 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK Tes Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda Komunikasi Menyampaikan laporan tentang Penggunaan daftar akun (rekening), jurnal khusus dan mempresentasikan-nya dalam bentuk tulisan dan lisan Ketentuan bisnis untuk perusahaan dagang: 1. Buku Pembantu: Persediaan, Piutang Dagang, Utang Dagang. 2. Penyerahan hak kepemilikan barang/syarat penyerahan:  Free On Board (FOB) Shipping Point  Free On Board (FOB) Destination 3. Insentif pelunasan/syarat pembayaran: Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang ketentuan bisnis untuk perusahaan dagang Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah ketentuan bisnis untuk perusahaan dagang Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Mengeskplorasi

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Kompetensi Dasar menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi. 2.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi. 2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam. 3.3. Menjelaskan ketentuan bisnis yang berlaku terkait dengan penyerahan hak milik barang dan insentif pelunasan untuk perusahaan dagang. 4.3 Materi Pokok   p/10, n/20 p/10, EOM Pembelajaran Mengumpulkan data dan informasi tentang ketentuan bisnis untuk perusahaan dagang Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang ketentuan bisnis untuk perusahaan dagang  menyimpulkan keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang ketentuan bisnis untuk perusahaan dagang dan mempre-sentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 4 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda Menentukan hak milik barang dagangan dalam proses jual beli dan menghitung insentif pelunasan. 1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas keteraturan yang salah satunya melalui pengembangan berbagai keterampilan dalam akuntansi 1.2. Menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan pengetahuan yang salah satunya keteraturan melalui pengembangan berbagai keterampilan dalam akuntansi 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur , disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong) dalam melakukan pembelajaran sehingga menjadi Potongan pemasaran dan retur & pemotongan harga: 1. Potongan pemasaran:  Potongan kuantitas (quantity discount)  Potongan dagang (trade discount) 2. Retur dan keringanan harga:  Retur barang dagangan ke penjual  Keringanan harga untuk barang yang tidak sesuai pesanan Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang potongan pemasaran dan retur & pemotongan harga Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah potongan pemasaran dan retur & pemotongan harga Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Mengeskplorasi Portofolio

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Kompetensi Dasar Materi Pokok motivasi internal dalam pembelajaran akuntansi 2.2. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran seharihari sebagai wujud implementasi sikap proaktif dalam melakukan kegiatan akuntansi 3.4. Menjelaskan ketentuan bisnis yang berlaku terkait dengan potongan penjualan dan retur & keringan harga 4.4 1.1. 1.2. 2.1. 2.2. Mengumpulkan data dan informasi tentang potongan pemasaran dan retur & pemotongan harga Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang potongan pemasaran dan retur & pemotongan harga  menyimpulkan keseluruhan materi Menghitung potongan penjualan dan retur & keringan harga Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola administrasi keuangan entitas. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 12 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda Komunikasi Menyampaikan laporan tentang potongan pemasaran dan retur & pemotongan harga dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Informasi persediaan barang: 1. Informasi keuangan perusahaan dagang:  Informasi persediaan barang  Informasi laba bruto  Informasi transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan 2. Penyediaan informasi persediaan barang:  Metode periodik (metode fisik) baik secara FIFO, LIFO, Rata-rata sederhana, Rata-rata tertimbang, dan Pengenal /identifikasi *khusus  Metode perpetual (metode permanen) baik secara Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang Informasi persediaan barang Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah Informasi persediaan barang Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang Informasi persediaan barang Asosiasi Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Kompetensi Dasar sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi. 2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam. 3.5. Menjelaskan sistem periodik dan sistem perpetual dalam pencatatan persediaan barang dagangan dan menjelaskan perbedaan antara keduanya didasarkan pada transaksi-transaksi perusahaan dagang. 4.5 Mengidentifikasi perbedaan sistem periodik dan sistem perpetual didasarkan pada transaksi-transaksi khusus perusahaan dagang. 1.1. 1.2. 2.1. 2.2. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola administrasi keuangan entitas. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial Materi Pokok 3. FIFO, LIFO, Rata-rata Bergerak. Perbedaan metode periodik dan metode perpetual Pembelajaran  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang Informasi persediaan barang  menyimpulkan keseluruhan materi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 22 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK Tes Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda Komunikasi Menyampaikan laporan tentang Informasi persediaan barang dan mempre-sentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Pencatatan transaksi barang dagang dengan metode periodik: 1. Akun-akun terkait dengan transaksi barang dagangan. 2. Pembelian dan beban angkut pembelian 3. Potongan pembelian 4. Retur dan keringanan pembelian 5. Pelunasan utang 6. Penjualan dan beban pengiriman penjualan 7. Potongan penjualan 8. Retur dan keringanan penjualan 9. Pelunasan piutang 10. Pemindah-bukuan transaksi barang dagangan 11. Penyusunan laporan keuangan Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang pencatatan transaksi barang dagang dengan metode periodik Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah pencatatan transaksi barang dagang dengan metode periodik Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang pencatatan transaksi barang dagang dengan metode periodik Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Asosiasi Tes

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Kompetensi Dasar Materi Pokok sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi. 2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam. 3.6. Menjelaskan transaksi perusahaan dagang yang menggunakan pencatatan metode periodik. Mencatat transaksi perusahaan dagang yang menggunakan pencatatan metode periodik Semester 1 membutuhkan 76 jp (11 per KD) 1.2. 2.1. 2.2. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola administrasi keuangan entitas. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi. Penilaian  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang pencatatan transaksi barang dagang dengan metode periodik  menyimpulkan keseluruhan materi Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu Sumber Belajar 4 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK Komunikasi Menyampaikan laporan tentang pencatatan transaksi barang dagang dengan metode periodik dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan 4.6 1.1. Pembelajaran Pencatatan transaksi barang dagang dengan metode perpetual 1. Akun-akun terkait dengan transaksi barang dagangan. 2. Pembelian dan beban angkut pembelian 3. Potongan pembelian 4. Retur dan keringanan pembelian 5. Pelunasan utang 6. Penjualan dan beban pengiriman penjualan 7. Potongan penjualan 8. Retur dan keringanan penjualan 9. Pelunasan piutang 10. Pemindah-bukuan transaksi barang dagangan 11. Penyusunan laporan keuangan Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang pencatatan transaksi barang dagang dengan metode perpetual Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah pencatatan transaksi barang dagang dengan metode perpetual Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang pencatatan transaksi barang dagang dengan metode perpetual Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang pencatatan Tes

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Kompetensi Dasar Materi Pokok 2.3. Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam. 3.7. Menjelaskan transaksi perusahaan dagang yang menggunakan pencatatan metode perpetual. 4.7 Mencatat transaksi perusahaan dagang yang menggunakan pencatatan metode perpetual. 1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola administrasi keuangan entitas. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi. Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam. 1.2. 2.1. 2.2. 2.3. Pembelajaran Penilaian transaksi barang dagang dengan metode perpetual  menyimpulkan keseluruhan materi Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu Sumber Belajar 4 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK Komunikasi Menyampaikan laporan tentang pencatatan transaksi barang dagang dengan metode perpetual dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penentuan harga pokok penjualan: 1. Prinsip penandingan harga pokok dengan pendapatan 2. Harga pokok penjualan (cost of sales) 3. Metode penentuan harga pokok penjualan:  metode identifikasi khusus,  metode pertama masuk pertama keluar (FIFO),  metode masuk terakhir keluar pertama (LIFO),  metode rata-rata sederhana,  metode rata-rata tertimbang. 4. Penentuan harga pokok penjualan sesuai dengan peraturan pajak Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang penentuan harga pokok untuk barang yang terjual Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah penentuan harga pokok untuk barang yang terjual Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang penentuan harga pokok untuk barang yang terjual Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang penentuan harga pokok untuk barang yang terjual  menyimpulkan keseluruhan materi Komunikasi Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Kompetensi Dasar Materi Pokok 3.8. Menjelaskan metode-metode penentuan harga pokok penjualan (metode identifikasi khusus, pertama masuk pertama keluar (FIFO), masuk terakhir keluar pertama (LIFO), ratarata sederhana, rata-rata tertimbang. 4.8 Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 4 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK Menyampaikan laporan tentang penentuan harga pokok untuk barang yang terjual dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Mengidentifikasi metode-metode penentuan harga pokok penjualan (metode identifikasi khusus, pertama masuk pertama keluar (FIFO), masuk terakhir keluar pertama (LIFO), ratarata sederhana, rata-rata tertimbang. 1.1. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas keteraturan yang salah satunya melalui pengembangan berbagai keterampilan dalam akuntansi 1.2. Menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan pengetahuan yang salah satunya keteraturan melalui pengembangan berbagai keterampilan dalam akuntansi 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur , disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong) dalam melakukan pembelajaran sehingga menjadi motivasi internal dalam pembelajaran akuntansi 2.2. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran seharihari sebagai wujud implementasi sikap proaktif dalam melakukan kegiatan akuntansi Penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode periodik melalui contoh-contoh: 1. metode identifikasi khusus, 2. metode pertama masuk pertama keluar (FIFO), 3. metode masuk terakhir keluar pertama (LIFO), 4. metode rata-rata sederhana, 5. metode rata-rata tertimbang. Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode periodik Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode periodik Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode periodik Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes Tes tertulis bentuk studi

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Kompetensi Dasar Materi Pokok 3.9. Menjelaskan harga pokok barang yang dijual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode periodik. 4.9 Pembelajaran Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode periodik  menyimpulkan keseluruhan materi Menentukan harga pokok barang yang dijual dan menyajikannya dalam laporan keuangan dengan metode periodik. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 4 Jp 1. Buku Teks (Siswa) 2. Buku Akuntansi untuk SMK kasus dan/atau pilihan ganda Komunikasi Menyampaikan laporan tentang Potongan pemasaran dan retur & pemotongan harga dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan 1.1. 1.2. 2.1. 2.2. Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola administrasi keuangan entitas. Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi. Penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode perpetual melalui contoh-contoh: 1. metode pertama masuk pertama keluar (FIFO), 2. metode masuk terakhir keluar pertama (LIFO), 3. metode rata-rata bergerak Mengamati mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode perpetual Menanya Merumuskan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode perpetual Mengeskplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode perpetual Tugas  Individu/kelompok  Pemecahan masalah Observasi Ceklist lembar pengamatan sikap kegiatan individu/ kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/ kelompok Tes

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Kompetensi Dasar Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam. 3.10. Menjelaskan harga pokok barang yang dijual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode perpetual. Materi Pokok Pembelajaran 2.3. 4.10 Menentukan harga pokok barang yang dijual dan menyajikannya dalam laporan keuangan dengan metode perpetual. Asosiasi  menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode perpetual  menyimpulkan keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang penentuan harga pokok barang terjual dan penyajiannya dalam laporan keuangan dengan metode perpetual dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Penilaian Tes tertulis bentuk studi kasus dan/atau pilihan ganda Alokasi Waktu Sumber Belajar

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran 4. RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMK Negeri Kelas/Semester/Program : XI / I (Satu) Mata Pelajaran : Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Materi Pokok : Akuntansi Perusahan Dagang Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (4 pertemuan) A. Kompetensi Inti Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya dan menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif; sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 KI 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar 3.2 Menjelaskan daftar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.2.1 Mengidentifikasi daftar akun (rekening) akun (rekening), jurnal transaksi perusahaan dagang khusus untuk mencatat 3.2.2 Menganalisis pencatatan transaksi berbagai transaksi perusahaan dagang ke dalam buku harian keuangan perusahaan (jurnal khusus dan umum) dagang 3.2.3 Menguraikan macam dan bentuk jurnal khusus 4.2 Menggunakan daftar 4.2.1 Membuat pencatatan transaksi akun (rekening), perusahaan dagang kedalam buku harian jurnal khusus untuk (jurnal khusus dan umum) mencatat berbagai transaksi keuangan perusahaan dagang

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 C. Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat: 1. Mengidentifikasi transaksi perusahaan dagang kedalam daftar akun (rekening) 2. Menganalisis transaksi perusahaan dagang yang terdapat dalam buku harian (jurnal khusus dan umum) 3. Menguraikan macam dan bentuk jurnal khusus 4. Membuat pencatatan transaksi perusahaan dagang kedalam buku harian (jurnal khusus dan umum) D. Materi Pembelajaran 1. Daftar Akun (Rekening) 2. Jurnal Khusus dan Jurnal Umum 3. Macam dan Bentuk jurnal Khusus E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan pembelajaran : Pendekatan saintifik (scientific). 2. Model Pembelajaran : Discovey Learning 3. Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, presentasi, dan penugasan

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 F. Media dan Alat Belajar 1. Media : Power point 2. Alat : Laptop, LCD, dan papan tulis G. Sumber belajar 1. Buku Dasar-dasar Akuntansi Jilid 1 2. Buku Memahami Akuntansi SMK Seri A 3. Buku Penunjang lainnya H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa Kegiatan Awal  Guru mengucapkan salam dan meminta (10 menit) seorang siswa untuk memimpin doa.  Guru melakukan absensi kehadiran siswa  Guru mempersiapkan bahan ajar  Memeriksa kesiapan ruang kelas, alat dan media pembelajaran, serta kesiapan siswa.  Melakukan apersepsi yaitu menanyakan materi yang telah dipelajari sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari.  Memberikan motivasi belajar kepada siswa secara kontekstual dalam kehidupan seharihari

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa  Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan yang akan dicapai dan memberikan ilustrasi tentang model pembelajaran yang akan diterapkan Kegiatan Inti Mengamati:  (65 menit) Guru menyajikan permasalahan terkait daftar akun  Peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4 orang  Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi permasalahan terkait daftar akun (rekening) yang ada dalam transaksi perusahaan dagang.  Peserta didik diberikan kesempatan untuk memperdalam literatur untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang menjadi bahan diskusi. Menanya:  Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dari analisis permasalahan  Guru mendampingi peserta didik dalam mengatasi dan mengorganisasikan tugas yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa Mencoba/Mengumpulkan informasi:  Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti buku dan internet dengan pendampingan guru  Dalam kelompok yang telah dirancang/dibentuk guru sebelumnya, siswa saling berbagi informasi untuk menjawab permasalahan yang ada Mengasosiasi /mengolah informasi:  Melalui diskusi kelompok, siswa dapat bekerja sama dalam menjawab permasalahan yang disajikan Mengkomunikasikan:  Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.  Kelompok yang ditunjuk guru mempresentasikan hasil diskusinya  Siswa dibantu oleh guru, melakukan refleksi terhadap proses proses keterkaitan permasalahan yang disajikan dengan materi yang dibahas

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Penutup Kegiatan Siswa  (15 menit) Guru mendampingi siswa membuat rangkuman dari pembelajaran  Guru beserta siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan  Siswa memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran  Siswa memperhatikan penugasan dari guru  Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan salam Pertemuan kedua Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa Kegiatan Awal  Guru mengucapkan salam dan meminta (10 menit) seorang siswa untuk memimpin doa.  Guru melakukan absensi kehadiran siswa  Guru mempersiapkan bahan ajar  Memeriksa kesiapan ruang kelas, alat dan media pembelajaran, serta kesiapan siswa.  Melakukan apersepsi yaitu menanyakan materi yang telah dipelajari sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari.  Memberikan motivasi belajar kepada siswa secara kontekstual dalam kehidupan seharihari  Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan yang akan dicapai dan

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa memberikan ilustrasi tentang model pembelajaran yang akan diterapkan Kegiatan Inti Mengamati:  (65 menit) Peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4 orang  Guru menyajikan suatu permasalahan berkaitan dengan pencatatan transaksi perusahaan dagang kedalam jurnal khusus  Peserta didik dalam kelompok menganalisis permasalahan terkait pencatatan transaksi perusahaan dagang kedalam jurnal khusus  Peserta didik diberikan kesempatan untuk memperdalam literatur untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang menjadi bahan diskusi Menanya:  Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dari analisis permasalahan  Guru mendampingi peserta didik dalam mengatasi dan mengorganisasikan tugas yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa Mencoba/Mengumpulkan informasi:  Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti buku dan internet dengan pendampingan guru  Dalam kelompok yang telah dirancang/dibentuk guru sebelumnya, siswa saling berbagi informasi untuk menjawab permasalahan yang ada Mengasosiasi /mengolah informasi:  Melalui diskusi kelompok, siswa dapat bekerja sama dalam menjawab permasalahan yang disajikan Mengkomunikasikan:  Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.  Kelompok yang ditunjuk guru mempresentasikan hasil diskusinya  Siswa dibantu oleh guru, melakukan refleksi terhadap proses proses keterkaitan permasalahan yang disajikan dengan materi yang dibahas

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Penutup Kegiatan Siswa  (15 menit) Guru mendampingi siswa membuat rangkuman dari pembelajaran  Guru beserta siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan  Siswa memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran  Siswa memperhatikan penugasan dari guru  Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan salam Pertemuan ketiga Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa Kegiatan Awal  Guru mengucapkan salam dan meminta (10 menit) seorang siswa untuk memimpin doa.  Guru melakukan absensi kehadiran siswa  Guru mempersiapkan bahan ajar  Memeriksa kesiapan ruang kelas, alat dan media pembelajaran, serta kesiapan siswa.  Melakukan apersepsi yaitu menanyakan materi yang telah dipelajari sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari.  Memberikan motivasi belajar kepada siswa secara kontekstual dalam kehidupan seharihari

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa  Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan yang akan dicapai dan memberikan ilustrasi tentang model pembelajaran yang akan diterapkan Kegiatan Inti Mengamati:  (65 menit) Peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4 orang  Guru menyajikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan macam dan bentuk jurnal khusus  Peserta didik dalam kelompok menganalisis macam dan bentuk jurnal khusus  Peserta didik diberikan kesempatan untuk memperdalam literatur untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang menjadi bahan diskusi Menanya:  Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dari analisis permasalahan  Guru mendampingi peserta didik dalam mengatasi dan mengorganisasikan tugas yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Siswa Mencoba/Mengumpulkan informasi:  Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti buku dan internet dengan pendampingan guru  Dalam kelompok yang telah dirancang/dibentuk guru sebelumnya, siswa saling berbagi informasi untuk menjawab permasalahan yang ada Mengasosiasi /mengolah informasi:  Melalui diskusi kelompok, siswa dapat bekerja sama dalam menjawab permasalahan yang disajikan Mengkomunikasikan:  Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.  Kelompok yang ditunjuk guru mempresentasikan hasil diskusinya  Siswa dibantu oleh guru, melakukan refleksi terhadap proses proses keterkaitan permasalahan yang disajikan dengan materi yang dibahas

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Penutup Kegiatan Siswa  (15 menit) Guru mendampingi siswa membuat rangkuman dari pembelajaran  Guru beserta siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan  Siswa memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran  Siswa memperhatikan penugasan dari guru  Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan salam Pertemuan keempat Kegiatan Kegiatan Siswa Pembelajaran Kegiatan Awal (10 menit)  Guru mengucapkan salam dan meminta seorang siswa untuk memimpin doa.  Guru melakukan absensi kehadiran siswa  Guru mempersiapkan bahan ajar  Memeriksa kesiapan ruang kelas, alat dan media pembelajaran, serta kesiapan siswa.  Melakukan apersepsi yaitu menanyakan materi yang telah dipelajari sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Kegiatan Kegiatan Siswa Pembelajaran  Memberikan motivasi belajar kepada siswa secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari  Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, dan tujuan yang akan dicapai dan memberikan ilustrasi tentang model pembelajaran yang akan diterapkan Kegiatan Inti Mengamati:  (65 menit) Peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4 orang  Guru menyajikan permasalahan yang berkaitan dengan pencatatan transaksi perusahaan dagang kedalam jurnal khusus  Peserta didik dalam kelompok membuat pencatatan transaksi perusahaan dagang kedalam jurnal khusus  Peserta didik diberikan kesempatan untuk memperdalam literatur untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang menjadi bahan diskusi

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Kegiatan Kegiatan Siswa Pembelajaran Menanya:  Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dari analisis permasalahan  Guru mendampingi peserta didik dalam mengatasi dan mengorganisasikan tugas yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi Mencoba/Mengumpulkan informasi:  Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti buku dan internet dengan pendampingan guru  Dalam kelompok yang telah dirancang/dibentuk guru sebelumnya, siswa saling berbagi informasi untuk menjawab permasalahan yang ada Mengasosiasi /mengolah informasi:  Melalui diskusi kelompok, siswa dapat bekerja sama dalam menjawab permasalahan yang disajikan Mengkomunikasikan:  Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.  Kelompok yang ditunjuk guru mempresentasikan hasil diskusinya

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Kegiatan Kegiatan Siswa Pembelajaran  Siswa dibantu oleh guru, melakukan refleksi terhadap proses proses keterkaitan permasalahan yang disajikan dengan materi yang dibahas Kegiatan  Penutup (15 menit) Guru mendampingi siswa membuat rangkuman dari pembelajaran  Guru beserta siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan  Siswa memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran  Siswa memperhatikan penugasan dari guru  Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan salam

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Lampiran 5. Kisi – Kisi Soal Satuan Pendidikan : SMK Teknik Penilaian : Tes Kelas / Semester : XI / I Mata Pelajaran Kompetensi Dasar : Akuntansi Bentuk Penilaian : Tes Tertulis Tipe Tes : Pilihan Ganda : 3.2 Penggunaan daftar akun (rekening), buku harian (jurnal khusus) untuk mencatat berbagai transaksi keuangan perusahaan dagang. No Uraian Materi Indikator Soal Jumlah Soal: 40 1 Penggunaan daftar akun (rekening), buku harian dan buku pembantu: Daftar Akun (Rekening) Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Macam dan Bentuk Jurnal Khusus. 1. Disajikan bukti transaksi, peserta didik dapat menganalisis dan menentukan salah satu jurnal khusus yang harus dibuat 2. Disajikan informasi berupa gambar berkaitan dengan bukti transaksi, peserta didik dapat menentukan kesimpulan yang tepat, beserta memberikan alasannya. 3. Disajikan ilustrasi permasalahan yang berkaitan dengan jurnal khusus, peserta didik dapat menganalisis dan mendeskripsikan permasalahan yang ada 4. Disajikan ilustrasi permasalahan yang berkaitan dengan jurnal khusus, peserta didik dapat memberikan solusi yang tepat 5. Disajikan sebuah pernyataan yang diasumsikan adalah benar dan pilihannya terdiri atas beberapa kesimpulan, peserta didik dapat membandingkan kesimpulan yang sesuai serta memberikan alasannya 6. Disajikan ilustrasi aktivitas transaksi sebuah perusahaan, peserta didik dapat menyimpulkan kapan tanggal berakhirnya masa potongan 7. Disajikan sebuah gambar proses pencatatan transaksi, peserta didik dapat memberikan kesimpulan yang relevan . 8. Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menganalisis dan menentukan penggunaan akun yang tepat 9. Disajikan beberapa pilihan argumentasi terkait jurnal khusus, peserta didik dapat menganalisis dan menentukan pilihan yang tepat 10. Disajikan data daftar akun, peserta didik dapat menganalisis dan menentukan dasar pembuatan jurnal khusus yang tepat 11. Disajikan ilustrasi aktivitas transaksi sebuah perusahaan beserta pencatatannya ke dalam jurnal khusus, peserta didik dapat menganalisis kesesuaian aktivitas transaksi dengan pencatatan, disertai alasan 12. Disajikan ilustrasi aktivitas transaksi sebuah perusahaan, peserta didik dapat menganalisis dan menentukan jurnal umum yang tepat 1,2,3,4,6,7,12,13,14,15,16, 17,18,19,20,21. 22,33. 23. 24,29. 28,34. 30. 40. 5,8,9,10,11,32,37. 38. 35,36. 31,39. 25,26,27.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Lampiran 6. Instrumen Tes PENDIDIKAN AKUNTANSI 2014 UNIVERSITAS SANATA DHARMA SOAL AKUNTANSI BERBASIS HOTS TAHUN PELAJARAN 2018/2019 LEMBAR SOAL Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Program Keahlian Kelas Waktu : Akuntansi Perusahaan Dagang : Sekolah Menengah Kejuruan : Akuntansi : XI (Sebelas) : 90 menit PETUNJUK UMUM 1. Isikan identitas Anda ke dalam lembar jawab yang tersedia. 2. Periksalah dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum anda menjawab. 3. Jumlah soal sebanyak 40 butir, pada setiap butir soal terdapat 5 (lima) pilihan jawaban. 4. Dahulukan menjawab dengan soal-soal yang anda anggap mudah. 5. Kerjakan pada lembar jawaban yang tersedia dengan menyilang huruf (X) pada jawaban yang anda anggap paling benar. 6. Laporkan kepada pengawas apabila terdapat lembar soal yang rusak, tidak lengkap, kurang jelas 7. Setelah selesai dan masih ada waktu, periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas.

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 PILIHAN GANDA Perhatikan faktur berikut ini untuk mengerjakan soal no.1-2 ! UD Karya Sejati Jl. Nagasakti No. 15 Yogyakarta FAKTUR Kepada : UD Niaga Jl. Colombo 10 Yogyakarta Nomor Tanggal Pesan Termin Tanggal Dikirim : PK01 : 3 Januari 2017 : 2/10, n/31 : 3 Januari 2017 Kode Keterangan Kuantitas Satuan Harga Per unit (Rp) Jumah (Rp) S01 S02 Beras C5 Gula pasir 80 100 kg kg 12.000 8.000 960.000 800.000 TOTAL 1.760.000 1. Pencatatan ke dalam jurnal khusus yang harus dibuat oleh UD Niaga .... a. Jurnal umum, kas debet dan penjualan kredit b. Jurnal pengeluaran kas, akun lain-lain debet dan kas kredit c. Jurnal penjualan, penjualan debet dan utang dagang kredit d. Jurnal pembelian, akun pembelian debet dan utang dagang kredit e. Jurnal penerimaan kas, akun pembelian debet dan utang dagang kredit 2. Yang akan dicatat dalam bukti transaksi berupa faktur adalah .... a. Penjualan barang dagangan kepada pelanggan secara kredit b. Dibayarkan sejumlah uang untuk pembelian barang dagangan c. Pembelian peralatan kantor dengan pembayaran secara tunai d. Diterima pembayaran piutang dagang atas penjualan kredit minggu lalu e. Diterima pengembalian barang dagangan dari pelanggan karena terjadi kerusakan

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Perhatikan bukti transaksi di bawah ini untuk mengerjakan soal no.3-4 ! UD Niaga Jl. Colombo 10 Yogyakata Ditujukan kepada Jumlah Didebit kerekening Keperluan Disetujui oleh Tanggal Tanda tangan Nomor Tanggal Perintah Pengeluaran Cek : UD Karya Sejati : Rp1.724.800 : 0123456789-10 : Pembelian beras C5 80 kg @ Rp12.000 dan Gula Pasir 100 kg @ Rp8.000 : Ny. Meta : 9 Januari 2017 CEK Atas Penyerahan Cek ini Bayarlah kepada : UD Karya Sejati Uang Sejumlah : (satu juta dua ratus tujuh puluh empat ribu) Rp1.724.800 : PC-01 : 9 januari 2017 No Tanggal : CQ-01 : 9 Januari 2017 Meta No.Rek.Giro 012 345 6789 10 PT Bank Lestari 3. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal khusus yang harus dibuat oleh UD Niaga adalah …. a. Jurnal penjualan, utang dagang debet dan kas kredit b. Jurnal pembelian, kas kredit dan utang dagang debet c. Jurnal penerimaan kas, kas debet dan utang dagang kredit d. Jurnal pengeluaran kas, utang dagang debet dan kas kredit e. Jurnal pengeluaran kas, kas debet dan utang dagang kredit 4. Apabila toko x melakukan pembayaran pembelian barang dangangan dari pemasok, maka bukti transaksi yang akan diterima oleh toko x berupa …. a. Cek b. Faktur c. Kwitansi d. Nota debet e. Nota kredit 5. UD Jaya Motor melakukan penjualan sepeda motor kepada Ny. Natalia sebanyak 4 unit pada tanggal 8 Januari 2018 dengan harga per unit Rp 16.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30. Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal khusus .... a. Penjualan, Kas di sisi debet dan Pendapatan di sisi kredit b. Umum, Kas di sisi debet dan Pendapatan di sisi kredit c. Penjualan, Piutang Dagang di sisi debet dan Penjualan di sisi kredit d. Umum, Piutang Dagang di sisi debet dan Penjualan di sisi kredit e. Pembelian, Persediaan Barang Dagang di sisi debet dan Utang Dagang di sisi kredit

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 Perhatikan Faktur di bawah ini untuk mengerjakan soal no.6-7 ! 6. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal khusus yang harus dibuat UD Niaga adalah …. a. Jurnal umum, kas di sisi debet dan piutang dagang di sisi kredit b. Jurnal pengeluaran kas, penjualan di sisi debet dan kas di sisi kredit c. Jurnal penerimaan kas, piutang dagang di sisi debet dan kas di sisi kredit d. Jurnal penjualan, piutang dagang di sisi debet dan penjualan di sisi kredit e. Jurnal pembelian, piutang dagang di sisi debet dan penjualan di sisi kredit 7. Perhatikan bukti transaksi di bawah ini ! Toko Herlambang Jalan Malioboro Yogyakarta Kepada : Toko Danes Jalan Pangsuma No. 5 Pontianak Nota Kredit No. 4/PJ/XI/2018 Kami telah mengkredit rekening saudara atas barang yang kembalikan karena rusak sbb : No Jenis Unit Harga Satuan Jumlah Barang 1 Payung 10 Rp30.000 Rp300.000 Jumlah Rp300.000 ) Pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal khusus yang harus dibuat …. a. Jurnal penjualan, piutang dagang di sisi kredit dan penjualan di sisi debet b. Jurnal penjualan, penjualan di sisi kredit dan piutang dagang di sisi debet c. Jurnal umum, retur penjualan di sisi debet dan piutang dagang di sisi kredit d. Jurnal umum, piutang dagang di sisi debet dan retur pembelian di sisi kredit e. Jurnal pembelian, utang dagang di sisi debet dan persediaan barang dagang di sisi kredit

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Perhatikan ilustrasi dibawah ini untuk mengerjakan soal no 8-11 ! Toko sanjaya bergerak dalam bidang perdagangan beras sebagai penyalur kepada para pengecer. Berikut ini adalah ringkasan transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2018: Tanggal Keterangan 1 Melakukan pembelian perlengkapan kantor seharga Rp2.500.000 2 Melakukan pembelian beras dari UD Makmur seharga Rp5.000.000 4 Melakukan pengembalian barang yang dibeli pada tanggal 2 januari dari UD Makmur seharga Rp1.000.000 karena mengalami kerusakan pada saat pengecekan 7 Melakukan penjualan beras kepada Ny. Karina seharga Rp6.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 9 Ny. Karina mengembalikan barang yang di beli pada tanggal 7 januari seharga Rp2.000.000 8. Transaksi yang terjadi pada tanggal 2 Januari 2018 dicatat menggunakan akun .... a. Pembelian Debet dan Kas Kredit b. Piutang dagang Debet dan Penjualan Kredit c. Piutang dagang Debet dan Pembelian Kredit d. Utang dagang Debet dan Retur pembelian Kredit e. Retur penjualan Debet dan Piutang dagang Kredit 9. Transaksi yang terjadi pada tanggal 4 Januari 2018 dicatat menggunakan akun .... a. Penjualan b. Retur penjualan c. Retur pembelian d. Potongan penjualan e. Beban angkut pembelian 10. Transaksi yang terjadi pada tanggal 7 Januari 2018 dicatat menggunakan akun .... a. Penjualan b. Pembelian c. Retur penjualan d. Potongan pembelian e. Beban angkut pembelian 11. Transaksi yang terjadi pada tanggal 9 Januari 2018 dicatat menggunakan akun .... a. Penjualan b. Pembelian c. Retur penjualan d. Retur pembelian e. Beban angkut pembelian

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 12. Perhatikan bukti transaksi dibawah ini: UD Niaga Jl Colombo 10 Yogyakarta Nomor Tanggal Terbilang KWITANSI : UD Laris : Rp 1.391.600 : (Satu juta tiga ratus sembilan puluh satu ribu enam ratus rupiah) Untuk Pembayaran : Pelusanan faktur nomor PJ01 tertanggal 10/01/ 2017 Sudah diterima dari Banyaknya uang : PL01 : 13/01/2017 Pencatatan transaksi ke dalam jurnal khusus yang harus dibuat oleh UD Niaga adalah …. a. Jurnal umum, piutang dagang di sisi debet dan kas di sisi kredit b. Jurnal pembelian, kas di sisi debet dan piutang usaha di sisi kredit c. Jurnal pengeluaran kas, kas + potongan penjualan di sisi debet dan lain-lain di sisi kredit d. Jurnal penerimaan kas, kas + potongan penjualan di sisi debet dan penjualan di sisi kredit e. Jurnal penerimaan kas, kas + potongan penjualan di sisi debet dan piutang usaha di sisi kredit 13. Perhatikan bukti dibawah ini: PLN Nomor : 44 Jl Kaliurang Tanggal : 25/01/2017 Yogyakarta KWITANSI Sudah diterima dari : UD Laris Banyaknya uang : Rp 500.000 Terbilang : (lima ratus ribu rupiah) Untuk Pembayaran : Pembayaran tagihan listrik bulan januari Pencatatan transaksi yang harus dibuat oleh UD Laris adalah …. a. Jurnal umum, beban listrik di sisi debet dan kas di sisi kredit b. Jurnal penerimaan kas, kas di sisi debet dan penjualan di sisi kredit c. Jurnal umum, beban listrik di sisi debet dan utang usaha di sisi kredit d. Jurnal pengeluaran kas, utang usaha di sisi debet dan kas di sisi kredit e. Jurnal pengeluaran kas, utang usaha di sisi debet dan kas + potongan pembelian di sisi kredit

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 14. Perhatikan bukti transaksi di bawah ini: Pencatatan transaksi yang harus dibuat dalam jurnal khusus oleh UD Niaga adalah …. a. Jurnal pengeluaran kas, lain-lain di sisi debet dan kas di sisi kredit b. Jurnal penerimaan kas, kas di sisi debet dan penjualan di sisi kredit c. Jurnal pengeluaran kas, utang usaha di sisi debet dan kas di sisi kredit d. Jurnal umum, beban angkut pembelian di sisi debet dan kas di sisi kredit e. Jurnal umum, piutang usaha di sisi debet dan beban angkut pembelian di sisi kredit Untuk mengerjakan soal nomor 15-21! CV. Aneka Motor adalah perusahaan dagang yang bergerak dalam usaha jual beli motor. Transaksi yang terjadi selama bulan Desember 2018 adalah sebagai berikut: (Angka disebelah kiri menunjukkan tanggal) 1 Melakukan pembelian 5 unit motor secara kredit dari PT.Honda seharga Rp80.000.000 dibayar secara tunai Rp40.000.000 dan sisanya akan dibayar minggu depan dengan syarat pembayaran 2/10, n/30 3 Membeli satu set peralatan kantor seharga Rp5.000.000. dibayar secara tunai 6 Dibeli 5 unit motor dari PT. Yamaha seharga Rp90.000.000 dengan syarat 2/10, n/30 7 Melakukan pengiriman kembali 1 unit motor kepada PT.Yamaha seharga Rp18.000.000 dikarenakan barang yang di kirim rusak 8 Melakukan pelunasan hutang dagang kepada PT.Honda atas transaksi tanggal 1 9 Menjual 1 unit motor kepada Tn.Tommy secara tunai dengan harga Rp17.000.000 (sudah termasuk biaya pengiriman sebesar Rp100.000) 10 Melakukan pelunasan hutang dagang kepada PT. Yamaha atas transaksi tanggal 6 13 Menjual 1 unit motor secara kredit kepada Ny. Meli dengan harga Rp17.000.000 dengan syarat pembayaran 2/15, n/30 17 Menerima pelunasan pembayaran piutang oleh Ny.Meli atas transaksi tanggal 13 desember 2018 24 Melakukan pembayaran gaji karyawan untuk bulan desember Rp8.000.000

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 15. Jurnal yang tepat untuk transaksi tanggal 3 Desember adalah .... a. Jurnal pengeluaran kas, lain-lain Rp5.000.000 (Debet), kas Rp5.000.000 (Kredit) b. Jurnal penerimaan kas, peralatan kantor Rp5.000.000 (Debet), kas Rp5.000.000 (Kredit) c. Jurnal umum, peralatan kantor Rp5.000.000 (Debet), utang dagang Rp5.000.000 (Kredit) d. Jurnal pembelian, peralatan kantor Rp5.000.000 (Debet), utang dagang Rp5.000.000 (Kredit) e. Jurnal penjualan, peralatan kantor Rp5.000.000 (Debet), utang dagang Rp5.000.000 (Kredit) 16. Jurnal yang tepat untuk transaksi tanggal 6 Desember adalah …. a. Jurnal umum, pembelian bertambah di debet, kas berkurang dikredit b. Jurnal pengeluaran kas, utang dagang di debet, kas berkurang dikredit c. Jurnal pembelian, pembelian bertambah di debet, utang dagang bertambah di kredit d. Jurnal penjualan, pembelian bertambah di debet, kas berkurang di kredit e. Jurnal penerimaan kas, utang bertambah di kredit, pembelian bertambah di debet 17. Jurnal yang tepat untuk transaksi pada tanggal 7 Desember adalah …. a. Jurnal umum, utang usaha Rp18.000.000 (Debet), retur pembelian Rp18.000.000 (Kredit) b. Jurnal pembelian, utang usaha Rp18.000.000 (Debet), retur penjualan Rp18.000.000 (Kredit) c. Jurnal penjualan, piutang usaha Rp8.000.000 (Debet), retur pembelian Rp8.000.000 (Kredit) d. Jurnal umum, utang usaha Rp18.000.000 (Debet), retur penjualan Rp18.000.000 (Kredit) e. Jurnal umum, retur penjualan Rp18.000.000 (Debet), piutang dagang Rp18.000.000 (Kredit) 18. Jurnal yang tepat untuk transaksi pada tanggal 9 Desember adalah …. a. Jurnal umum, piutang dagang di sisi debet, kas di sisi kredit b. Jurnal penerimaan kas, kas di sisi debet, penjualan di sisi kredit c. Jurnal penerimaan kas, piutang usaha di sisi debet, kas di sisi kredit d. Jurnal penerimaan kas, kas di sisi debet, piutang usaha di sisi kredit e. Jurnal penjualan, piutang dagang di sisi debet, penjualan kredit 19. Jurnal yang tepat untuk transaksi pada tanggal 10 Desember adalah …. a. Jurnal pengeluaran kas, lain-lain Rp90.000.000 (Debet), kas Rp90.000.000 (Kredit) b. Jurnal pengeluaran kas, utang dagang Rp90.000.000 (Debet), kas Rp90.000.000 (Kredit) c. Jurnal pengeluaran, piutang dagang Rp90.000.000 (Debet), potongan Rp1.400.000 (Kredit) kas Rp88.600.000 (Kredit) d. Jurnal pengeluaran kas, utang dagang Rp72.000.000 (Debet), kas Rp70.560.000 dan potongan Rp1.440.000 (Kredit) e. Jurnal pengeluaran kas, utang dagang Rp90.000.000 dan potongan Rp1.800.000 (Debet), kas Rp88.200.000 (Kredit)

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 20. 21. 22. Jurnal yang tepat untuk transaksi pada tanggal 17 Desember adalah …. a. Jurnal penerimaan kas, kas Rp17.000.000 (Debet), piutang dagang Rp17.000.000 (Kredit) b. Jurnal penerimaan kas, kas Rp17.000.000 (Debet), piutang dagang Rp16.660.000(K) potongan Rp340.000 (Kredit) c. Jurnal penerimaan kas, kas Rp16.650.00 dan potongan Rp350.000 (Debet), piutang dagang Rp17.000.000 (Kredit) d. Jurnal penerimaan kas, kasRp 17.000.000 dan potongan Rp340.000 (Debet), piutang usaha Rp16.660.000 (Kredit) e. Jurnal penerimaan kas, kas Rp16.660.000 dan potongan Rp340.000 (Debet), piutang dagang Rp17.000.000 (Kredit) Jurnal yang tepat untuk transaksi pada tanggal 24 Desember adalah …. a. Jurnal umum, kas (Debet), beban gaji (Kredit) b. Jurnal umum, beban gaji (Debet), kas (Kredit) c. Jurnal pengeluaran kas, utang dagang (Debet), kas (Kredit) d. Jurnal pembelian, beban gaji (Debet), utang dagang (Kredit) e. Jurnal pengeluaran kas, utang dagang (Debet), potongan dan kas (Kredit) Perhatikan gambar di bawah ini ! Dapat disimpulkan bahwa buku jurnal yang harus dibuat oleh UD Sejahtera adalah .... a. Penerimaan kas, karena UD Sejahtera melakukan penjualan barang dagangan kepada Mebel Gading gajah b. Penerimaan kas, karena Mebel Gading Gajah melakukan penjualan barang dagangan kepada UD Sejahtera secara tunai c. Penjualan, karena Mebel Gading Gajah melakukan penjualan barang dagangan kepada UD Sejahtera secara kredit d. Pengeluaran kas, karena UD Sejahtera melakukan pembelian barang dagangan dari Mebel Gading gajah secara tunai e. Pembelian, karena UD Sejahtera melakukan pembelian barang dagangan dari Mebel Gading gajah secara kredit

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Perhatikan ilustrasi berikut ini ! Untuk mengerjakan soal no 23-24 Pak Samsul adalah pegawai yang berkerja pada suatu perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang perdagangan gula dan beras, ia bertugas melakukan pencatatan transaksi yang terjadi di perusahaan tersebut. Yang menjadi pembelinya adalah para pengecer dan pedagang perantara. Hubungan usaha yang sudah lama terjalin antara pihak perusahaan dengan para pembeli menimbulkan kepercayaan antara kedua pihak sehingga sering kali transaksi banyak yang dilakukan secara kredit dibandingkan secara tunai. Dalam hal melakukan pencatatan transaksi yang terjadi, pak samsul menggunakan sistem satu buku jurnal. Akan tetapi, Pak Samsul menemukan banyak kelemahan sehingga Pak Samsul kesulitan dalam melakukan pencatatan transaksi menggunakan sistem satu buku jurnal. 23. Berdasarkan permasalahan yang terjadi dalam kasus di atas, manakah yang merupakan kesulitan-kesulitan yang dialami Pak Samsul dalam penerapan sistem satu buku jurnal ? a. Perusahaan tempak Pak Samsul bekerja mengalami kerugian b. Pada saat Pak Samsul melakukan perhitungan terjadi ketidakseimbangan saldo c. Penggunaan sistem satu buku jurnal menyebabkan pak samsul menjadi malas bekerja d. Pak Samsul memiliki cukup informasi untuk diberikan kepada pelanggannya ketika pelanggan menanyakan saldo utangnya e. Pada saat Pak Samsul melakukan pencatatan terjadi pengulangan pencatatan sehingga tidak efisien, kekurangan informasi utang per pelanggan ketika pemasok ataupun menanyakan saldo utangnya sehingga tidak mutakhir 24. Berdasarkan ilustrasi diatas, manakah solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan yang dialami Pak Samsul ? a. Pak Samsul membuat faktur penjualan b. Pak Samsul membuat laporan laba rugi c. Pak Samsul membuat jurnal penyesuaian d. Pak Samsul berhenti bekerja dari perusahaan tersebut e. Pak Samsul menggunakan sistem 6 buku jurnal (jurnal khusus : pembelian, penjualan, penerimaan kas, pengeluaran kas, umum, buku besar pembantu)

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Perhatikan bukti transaksi kas keluar berikut: 25. Analisis bukti transaksi di atas yang tepat adalah .... a. Pada tanggal 08 Januari 2018, PLN membayar biaya pemakaian listrik kepada UD Karya Sejati sebesar Rp500.000 b. Pada tanggal 08 Januari 2018, UD Karya Sejati menerima pembayaran dari PLN atas tagihan listrik sebesar Rp500.000 c. Pada tanggal 08 Januari 2018, UD Karya Sejati menerima pembayaran dari PLN atas pembelian peralatan kantor sebesar Rp500.000 d. Pada tanggal 08 Januari 2018. UD Karya Sejati membayar biaya tagihan listrik kepada PLN sebesar Rp500.000 e. Pada tanggal 08 Januari 2018, PLN menerima pembayaran dari UD Karya Sejati atas penjualan peralatan kantor sebesar Rp500.000 26. Toko Dirgantara melakukan pembelian barang dagangan dari PT Mediatek pada tanggal 8 april 2018 berupa 10 unit televisi seharga per unit Rp4.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30. Kemudian pada tanggal 14 April 2018 Toko Dirgantara melakukan pengembalian barang sebanyak 2 unit karena mengalami kerusakan pada saat melakukan pengecekan. Berdasarkan ilustrasi tersebut, buatlah pencatatan transaksi tanggal 14 april yang diperlukan oleh toko dirgantara .... a. Pembelian Rp8.000.000 (D) Kas Rp8.000.000 (K) b. Kas Rp8.000.000 (D) Piutang dagang Rp8.000.000 (K) c. Utang dagang Rp4.000.000 (D) Retur penjualan Rp8.000.000 (K) d. Utang dagang Rp8.000.000 (D) Retur pembelian Rp8.000.000 (K) e. Retur pembelian Rp4.000.000 (D) Piutang dagang Rp4.000.000 (K)

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 27. Pada tanggal 4 Januari 2018 PT.Legian Warzawa melakukan penjualan barang dagangan kepada UD Galatasaray seharga Rp10.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30. Kemudian pada tanggal 6 Januari 2018 UD Galatasaray melakukan pengembalian barang dagangan seharga Rp2.000.000 karena mengalami kerusakan. Berdasarkan informasi diatas, buatlah pencatatan transaksi yang terjadi pada tanggal 6 Januari adalah .... a. Penjualan Rp2.000.000 (D) Retur penjualan Rp2.000.000 b. Pembelian Rp2.000.000 (D) Retur pembelian Rp2.000.000 c. Utang dagang Rp2.000.000 (D) Retur penjualan Rp2.000.000 d. Retur pembelian Rp2.000.000 (D) Piutang dagang Rp2.000.000 e. Retur penjualan Rp2.000.000 (D) Piutang dagang Rp2.000.000 28. Pernyataan: Pak Anton adalah karyawan yang bekerja disebuah perusahaan dagang yang bergerak dibidang penjualan properti. Beliau bertugas dibagian pencatatan transaksi perusahaan tersebut. Pada tanggal 2 januari 2018 perusahaan melakukan penjualan barang dagangan seharga Rp 14.000.000,00 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30. Kemudian setelah barang sampai kepada pembeli dan dilakukan pengecekan ternyata terdapat kerusakan, maka pada tanggal 4 januari 2018 pembeli melakukan pengembalian barang. Dalam melakukan pencatatan, jurnal apakah yang akan dibuat pak anton berdasarkan transaksi tanggal 4 januari ? jelaskan alasannya .... a. Jurnal penerimaan kas, karena laporan neraca, perubahan modal, dan laba rugi digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi keuangan sejenis yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya. b. Kesimpulan ke-2, karena buku jurnal digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi keuangan sejenis yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya. c. Kesimpulan ke-3, karena buku jurnal khusus digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi keuangan sejenis yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya. d. Kesimpulan ke-4, karena buku besar dan buku pembantu digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi keuangan sejenis yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya. e. Kesimpulan ke-5, karena dengan bertambahnya jumlah orang yang berkerja di bagian pembukuan dapat mempercepat pengerjaan dan menghemat waktu yang ada.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 29. Toko SANJAYA didirikan pada tanggal 8 Maret 1999, bergerak di bidang perdagangan bahan-bahan keperluan pembuatan bangunan. Toko ini mempunyai banyak pemasok dan pelanggan tetap, sehingga aktivitas transaksi yang terjadi di toko ini lebih banyak dilakukan secara kredit dari pada secara tunai. Toko ini sudah menyelenggarakan buku pencatatan utang piutang, tetapi sifatnya masih sederhana dan belum merupakan bagian dari pembukuannya. Toko ini hanya mempunyai satu akun utang usaha untuk mencatat semua transaksi dari berbagai pemasok dan satu akun piutang usaha untuk mencatat semua transaksi dengan berbagai pelanggan. Dalam hal ini, toko mengalami masalah ketika akan mencari informasi yang lebih terperinci dari rekening-rekening tertentu. Berdasarkan ilustrasi diatas, manakah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang terjadi .... a. Toko melakukan pembuatan laporan neraca konsolidasi b. Toko melakukan pembuatan buku besar pembantu c. Toko melakukan penyusunan daftar saldo d. Toko melakukan penyusunan kertas kerja e. Toko menambah jumlah orang yang berkerja di bagian pencatatan utang piutang 30. Pada tanggal 08 Maret 2018 UD Jhonson melakukan penjualan barang dagangan berupa 3 unit TV kepada Ny.Odette seharga Rp15.000.000 secara kredit. Jika UD Jhonson menetapkan syarat pembayaran 2/10, n/20, maka pada tanggal berapa batas terakhir potongan harga berlaku bagi Ny.Odette .... a. Tanggal 18 Maret 2018 b. Tanggal 23 Maret 2018 c. Tanggal 16 Maret 2018 d. Tanggal 27 Maret 2018 e. Tanggal 25 Maret 2018 31. Pada tanggal 10 Maret 2018, UD. Sanjaya melakukan pembelian lima buah lemari dari Toko Jaya Mebel dengan harga masing-masing Rp4.000.000, dengan syarat 2/10, n/30. Penyelesaian: Toko Jaya Mebel Jurnal Khusus Pembelian Jumlah Tanggal Keterangan Syarat Pembayaran 10 Maret 2018 UD. Sanjaya 2/10, n/30 Rp4.000.000 Berdasarkan tabel di atas, bagaimana tanggapanmu tentang pencatatan transaksi yang terjadi tanggal 10 Maret 2018 ? a. Pencatatan transaksi menggunakan jurnal khusus pembelian dan penulisan jumlah nominal sudah tepat, karena transaksi pembelian barang dagangan yang dilakukan oleh Toko Jaya Mebel terjadi secara kredit b. Pencatatan transaksi menggunakan jurnal khusus pembelian sudah tepat, akan tetapi penulisan jumlah nominal dan keterangannya tidak tepat, karena yang melakukan pembelian barang dagangan secara kredit adalah UD. Sanjaya c. Pencatatan transaksi menggunakan jurnal khusus pembelian tidak tepat, seharusnya menggunakan jurnal khusus pengeluaran kas, karena transaksi pembelian barang dagangan yang dilakukan UD. Sanjaya terjadi secara tunai

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 d. e. Pencatatan transaksi menggunakan jurnal khusus pembelian tidak tepat, seharusnya menggunakan jurnal khusus penjualan, karena UD. Sanjaya melakukan penjualan barang dagangan kepada Toko Jaya Mebel Pencatatan transaksi menggunakan jurnal khusus pembelian tidak tepat, seharusnya menggunakan jurnal khusus penerimaan kas, karena UD. Sanjaya melakukan penjualan barang dagangan secara tunai kepada Toko Jaya Mebel 32. Pada tanggal 08 Januari 2018 pada UD Saragih melakukan pengembalian barang yang di beli dari pemasok karena mengalami kerusakan seharga Rp450.000. Berdasarkan transaksi tersebut, maka pencatatan yang dilakukan oleh UD Saragih adalah …. a. Hutang dagang di sisi debit dan penjualan di sisi kredit b. Piutang dagang di sisi debit dan penjualan di sisi kredit c. Pembelian di sisi debit dan retur pembelian di sisi kredit d. Hutang dagang di sisi debit dan retur pembelian di sisi kredit e. Retur penjualan di sisi debit dan piutang dagang di sisi kredit 33. Perhatikan gambar dibawah ini ! Dari bukti transaksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa .... a. Nota debet merupakan bukti transaksi pengiriman kembali barang yang dibeli (retur pembelian) karena barang yang di beli mengalami kerusakan b. Nota debet merupakan bukti transaksi penerimaan kembali barang yang dijual (retur penjualan) karena barang yang dijual mengalami kerusakan c. Nota debet merupakan bukti transaksi pembelian barang dagangan secara kredit d. Nota debet merupakan bukti transaksi penjualan barang dagangan secara kredit e. Nota debet merupakan bukti pengeluaran kas akibat pembelian barang dagangan 34. Pada tanggal 8 Januari perusahaan X menerima pelunasan piutang dari penjualan barang dagangan. Sedangkan perusahaan Y pada tanggal yang sama melakukan pembelian barang dagangan secara tunai. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan .... a. Perusahaan X melakukan pencatatan transaksi menggunakan buku jurnal umum, sedangkan perusahaan Y melakukan pencatatan transaksi menggunakan buku jurnal penerimaan kas. b. Perusahaa X melakukan pencatatan transaksi menggunakan buku besar pembantu, sedangkan perusahaan Y menggunakan buku jurnal umum. c. Perusahaan X melakukan pencatatan transaksu menggunakan buku jurnal penerimaan kas, sedangkan perusahaan Y melakukan pencatatan menggunakan buku jurnal pengeluaran kas. d. Baik perusahaan X maupun perusahaan Y melakukan pencatatan menggunakan buku jurnal penerimaan kas

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 e. Baik perusahaan X maupun perusahaan Y melakukan pencatatan menggunakan buku jurnal pembelian. Untuk mengerjakan soal nomor 35-36 perhatikan akun dibawah ini ! 35. 1) Akun kas dan potongan dalam tabel terletak di sebelah debet 2) Akun pembelian terletak di sebelah debet 3) Akun piutang dagang didalam tabel terletak di sebelah kredit 4) Akun utang dagang terletak di sebelah debet 5) Akun kas dan potongan didalam tabel terletak disebelah kredit 6) Akun utang dagang terletak disebelah kredit Yang menjadi dasar pembuatan jurnal khusus pengeluaran kas terdapat pada nomor .... a. 1) dan 4) b. 2) dan 3) c. 3) dan 5) d. 5) dan 6) e. 4) dan 5) 36. Yang menjadi dasar pembuatan jurnal khusus penerimaan kas terdapat pada nomor .... a. 1) dan 2) b. 4) dan 5) c. 2) dan 4) d. 1) dan 3) e. 5) dan 6) 37. Perhatikan faktur berikut ini: Berdasarkan faktur di atas, maka “Toko Liga Biru” akan mencatat …. a. Utang dagang di sisi debit, kas di sisi kredit b. Pembelian di sisi debit, kas di sisi kredit c. Pembelian di sisi debit, utang dagang di sisi kredit d. Piutang dagang di sisi debit, penjualan di sisi kredit e. Penjualan di sisi debit, piutang dagang di sisi kredit

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 38. Perhatikan argumentasi berikut ini: 1) Buku jurnal khusus adalah buku yang dipergunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi keuangan tertentu yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya. 2) Buku besar pembantu adalah buku yang dipergunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas. 3) Buku jurnal umum adalah buku yang dipergunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi keuangan yang tidak dapat dibukukan kedalam 4 buku jurnal khusus lainnya. 4) Buku jurnal penerimaan kas adalah buku yang dipergunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi yang berhubungan dengan pembelian 5) Jurnal khusus adalah buku yang dipergunakan oleh perusahaan jasa untuk mencatat transaksi keuangan yang sering terjadi. 6) Jurnal pengeluaran kas adalah buku yang dipergunakan oleh perusahaan dagang untuk mencatat transaksi rutin kas keluar. Menurut pendapatmu, bagian mana yang dapat dipercaya dari pernyataan di atas .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 2), dan 6) c. 1), 3), dan 6) d. 2), 3), dan 5) e. 2), 4), dan 6) 39. CV PERMATA HIJAU bergerak dalam perdagangan barang-barang keperluan rumah tangga. Berikut ini adalah transaksi yang terjadi selama bulan Mei 2018: Tanggal 10 : di beli barang dagangan seharga Rp2.000.000 dari PT AOV dengan syarat pembayaran 2/10 n/30 Tanggal 12 : dibayar biaya angkut pembelian sebesar Rp100.000 Tanggal 15 : melakukan pembayaran hutang dagang kepada PT AOV karena transaksi tgl 10 Tanggal 16 : melakukan pembelian barang dagangan secara tunai seharga Rp1.000.000 dari PT Zilong Penyelesaian : CV Permata Hijau Jurnal Pengeluaran Kas Tgl Keterangan Ref Hutang Dagang 12 Biaya Mei angkut pembelian 15 PT AOV Mei 16 PT Zilong Mei Debet Pembelian Serbaserbi 100.000 2.000.000 Kredit Kas Potongan PB 100.000 1.960.000 40.000 1.000.000 1.000.000 Berdasarkan tabel di atas, bagaimana tanggapanmu terhadap pencatatan transaksi yang terjadi pada tanggal 15 Mei ? a. Salah, karena transaksi tersebut tidak mendapatkan potongan pembelian b. Salah, karena transaksi tersebut seharusnya masuk kedalam jurnal umum c. Salah, karena transaksi tersebut seharusnya masuk ke dalam jurnal pembelian d. Benar, karena transaksi tersebut menyangkut pelunasan utang kepada pemasok e. Benar, karena transaksi tersebut merupakan pembelian barang dagangan secara tunai

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 40. Perhatikan gambar di bawah ini: Bukti Transaksi Buku Jurnal Khusus (setiap akhir Periode tertentu) (setiap terjadi transaksi) Buku Besar Buku Besar Pembantu Berdasarkan gambar tersebut, dapat disimpulkan bahwa .... a. Bukti transaksi bersumber dari buku jurnal khusus b. Pencatatan transaksi dari buku jurnal khusus ke buku besar dilakukan secara rutin c. Pencatatan transaksi dari buku jurnal khusus ke buku besar pembantu dilakukan setiap akhir periode d. Bukti transaksi di catat terlebih dahuli pada buku besar, kemudian diposting ke buku besar pembantu e. Sumber pencatatan ke dalam buku buku besar pembantu berasal dari bukti-bukti transaksi, sedangkan buku besar berasal dari buku jurnal khusus

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 LAMPIRAN 7. UJI COBA AWAL

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 LAMPIRAN 8. UJI LAPANGAN PRODUK UTAMA

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Lampiran 9. Hasil Analisis a. Reliabilitas Case Processing Summary N Cases % Valid 81 54.4 Excludeda 68 45.6 149 100.0 Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .880 40 b. Indeks Kesukaran No. soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 N Valid 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 Mean Missing 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 0,59 0,56 0,49 0,60 0,53 0,57 0,54 0,54 0,60 0,60 0,56 0,63 0,57 0,59 0,60

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 No. soal 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 27 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 N Valid 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 81 Mean Missing 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 68 0,59 0,53 0,53 0,62 0,56 0,59 0,59 0,58 0,58 0,56 0,58 0,62 0,51 0,60 0,56 0,62 0,54 0,59 0,62 0,54 0,58 0,51 0,59 0,58 0,57

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 c. Daya Beda Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Klmpk. Atas 31 30 30 32 31 30 31 29 33 33 31 34 32 31 34 33 30 29 33 30 Klmpk. Bawah 16 14 10 16 11 15 12 15 15 15 14 17 13 16 15 15 12 13 16 15 Daya Pembeda Soal 0,375 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 0,4 0,5 0,4 0,5 0,375 0,475 0,35 0,45 0,45 0,425 0,425 0,475 0,375 0,475 0,45 0,45 0,4 0,425 0,375 Klmpk. Atas 33 30 30 30 32 31 32 29 34 29 33 29 31 33 30 31 28 32 30 29 Klmpk. Bawah 15 17 16 16 13 16 18 12 14 16 16 15 16 16 14 16 12 15 16 16 Daya Pembeda 0,45 0,325 0,35 0,35 0,475 0,375 0,35 0,425 0,5 0,325 0,425 0,35 0,375 0,425 0,4 0,375 0,4 0,425 0,35 0,325

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 Lampiran 10. Dokumentasi

(164)

Dokumen baru

Download (163 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN CROSSWORD PUZZLE GAME DENGAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS PADA PEMBELAJARAN SISTEM KOORDINASI MANUSIA DI SMA
5
32
17
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA FISIKA SMP KELAS VIII SEMESTER 2 BERORIENTASI KARAKTER DAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS
0
3
26
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN BOOKLET HIGHER ORDER THINKING SKILL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X
7
28
165
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS BERBASIS K-13 BERORIENTASI PADA HIGHER ORDER THINKING SKILLS DAN PENEKANAN PADA LOCAL WISDOM.
0
2
1
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER DENGAN ADOBE FLASH PADA KOMPETENSI DASAR PERSEDIAAN AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG UNTUK SISWA KELAS XI SMK YPE SAWUNGGALIH KUTOARJO.
1
7
200
PENGEMBANGAN PHYSICS COMPREHENSIVE CONTEXTUAL TEACHING MATERIAL (PhyCCTM) BERBASIS KKNI UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) PESERTA DIDIK SMA.
0
1
2
DEVELOPING MATHEMATICS INSTRUCTIONAL MATERIALS ORIENTED TO CHARACTER AND HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS).
0
0
8
HIGHER ORDER THINKING
0
0
36
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS)
1
4
13
PENCATATAN JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG
0
0
18
PENGEMBANGAN TES HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) PADA MATERI GETARAN HARMONIS UNTUK SMA
2
3
10
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR SERTA PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL KELAS VII MTs GUPPI SAMATA
1
1
114
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK
0
0
242
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS JURNAL PENYESUAIAN KELAS X SMK
0
0
231
HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS TRANSAKSI JURNAL PENYESUAIAN KELAS X AKUNTANSI SMK
0
0
252
Show more