Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
221
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUBTEMA 4 AKU ISTIMEWA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: M. Ermelinda Galih Widiatmaja NIM: 151134058 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus Bapa yang selalu memberikan kekuatan dan jalan kepadaku dalam menyelesaikan penelitian ini. Bunda Maria Bunda yang selalu memberikan kekuatan dan selalu menyertaiku dalam menyelesaikan penelitian ini. Kedua orang tua tercinta Bapak Emanuel Yosep Advianto dan Ibu Ana Maria Esti Triyuliningsih yang selalu membimbing dan memotivasi setiap langkah hidupku serta telah menjadikanku orang yang tangguh dan kuat dalam menjalani hidup. Adikku Yolenta Intan Puspa Revika yang telah menolong dan memberikan pelajaran hidup bagiku sehingga diriku dapat berkembang menjadi lebih baik. Keluarga besar dan saudara-saudaraku yang selalu membantu, memotivasi, dan membimbingku setiap saat. Sahabat-sahabat yang telah membantu dan memotivasi dalam menyelesaikan penelitian ini. Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12: 12) Lebih baik melangkah sedikit demi sedikit dari pada diam menunggu, karena dengan bergerak ada sesuatu yang dihasilkan meskipun hanya sedikit. Manfaatkanlah waktu yang kamu miliki dengan sebaik-baiknya, karena waktu yang kamu sia-siakan hari ini adalah waktu yang kamu pinjam di kemudian hari. Ora et Labora Berdoa dan Berusaha Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (1 Korintus 15: 58) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 8 Februari 2019 Peneliti M. Ermelinda Galih Widiatmaja vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : M. Ermelinda Galih Widiatmaja Nomor Mahasiswa : 151134058 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUBTEMA 4 AKU ISTIMEWA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan memublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti. Dengan demikian penyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 8 Februari 2019 Yang menyatakan M. Ermelinda Galih Widiatmaja vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUBTEMA 4 AKU ISTIMEWA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR M. Ermelinda Galih Widiatmaja Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa guru SD Kelas I memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif dalam subtema 4 Aku Istimewa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang berupa perangkat pembelajaran inovatif yang mencakup Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus, dan 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu Generatif dan Problem Based Learning (PBL) mengacu Kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall. Borg and Gall memaparkan 10 langkah pengembangan, tetapi peneliti membatasi sampai 7 langkah yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, dan 7) revisi produk sampai menghasilkan produk akhir yang berupa perangkat pembelajaran inovatif berbasis Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh dua validator mengenai perangkat pembelajaran inovatif dalam subtema 4 Aku Istimewa mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Kelas I SD dengan menggunakan model Generatif dan model Problem Based Learning (PBL) diperoleh hasil sebagai berikut: validasi dari validator A dan validasi dari validator B memberi skor rata-rata 4,32 dengan kategori “sangat baik”. Hasil uji coba terbatas Guru SD Kelas I dan calon guru memberi skor rata-rata 4,28 dengan kategori “sangat baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan peneliti memiliki kualitas “sangat baik” dan layak untuk digunakan. Kata Kunci: Pembelajaran inovatif, perangkat pembelajaran, Kurikulum 2013 viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING DEVICES IN SUBTHEME 4 “AKU ISTIMEWA” REFERRING TO CURRICULUM 2013 FOR FIRST GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS M. Ermelinda Galih Widiatmaja Sanata Dharma University 2019 This research was conducted based on a needs analysis which showed that elementary school teachers of grade I needed examples of innovative learning devices in subtheme 4 “Aku Istimewa”. This reaserch aims to produce a product of innovative learning devices that include the Annual Program (Prota), Semester Program (Prosem), syllabus, and 6 Learning Implementation Plans (RPP) that use two innovative learning models namely Generative and Problem Based Learning (PBL) refers to Curriculum 2013. The research method used Research and Development (R & D) using development steps from Borg and Gall. Borg and Gall explained 10 steps of development, but researchers limited to 7 steps, namely: 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, 5) design revisions, 6) product trials, and 7) product revisions to produce final products in the form of innovative learning devices based on Curriculum 2013. Based on the results of validation carried out by two validators on innovative learning devices in the subtheme 4“Aku Istimewa” refer to Curriculum2013 for Class I elementary school students using Generative model and Problem Based Learning model (PBL) obtained the following results: validation from validator A and validation from validator B gave an average score of 4.32 with the category "very good". Limited trial result elementary teachers of grade I and prospective teacher gave an average score of 4.28 in the "very good" category. These results indicate that the innovative learning devices developed by researchers have a "very good" quality and are feasible to use. Keywords :Innovative learning, learning devices, Curriculum2013 ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang atas segala berkat dan kasih karunia yang telah diberikan-Nya sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar” untuk memenuhi salah satu syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan yang diberikan oleh banyak pihak. Oleh sebab itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria di Surga, atas berkat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 4. Ibu Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 5. Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing, memberikan arahan, dan dukungan kepada peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. 6. Ibu Th. Yunia Setyawan, S.Pd., M.Hum. dan Bapak Drs. Paulus Wahana, M.Hum., selaku Dosen Penguji yang sudah memberikan kritik dan saran yang membangun untuk peneliti. 7. Bapak Drs. Y. B Adimassana, M.A., selaku Dosen Pembimbing Akademik, atas bimbingan dan dukungan selama peneliti menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Seluruh Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, atas ilmu yang diberikan kepada peneliti. 9. Ibu Novidha Ratna L., S.Pd., selaku pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman dan telah memvalidasi dan memberikan saran dalam pengembangan produk yang dibuat oleh peneliti. 10. Ibu Paulina Rukun Triandari, S.Pd., selaku Kepala SD Kanisius Condongcatur atas ijin yang diberikan sehingga peneliti dapat melakukan pengambilan data dan penelitian. 11. Ibu Ch. Elsa Dwi Apriani, S.Pd., selaku Guru Kelas I SD Kanisius Condongcatur atas validasi produk dan bantuan yang diberikan sehingga peneliti dapat melakukan uji coba penelitian. 12. Bapak Advianto, Ibu Esti, dan Adik Vika tercinta, atas doa, dukungan, dan bantuan kepada peneliti sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi ini. 13. Seluruh keluarga besar tercinta, atas doa, bantuan, dan dukungan sehingga peneliti berhasil menyelesaikan skripsi ini. 14. Sahabat-sahabat dan teman-teman terkasih: Najla, Helmi, Nuvi, Olivia, Mei, Ester, Mega, Diah, Hilaria, Julius, Bela, Carissa, Lestari, Tika, Lucia, Resa, Rani, Irma, Clara, Febty, Erwin, dan Lintang atas bantuan, dukungan, dan informasi yang diberikan selama peneliti menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma hingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi ini. 15. Teman-teman magang dari Semester II hingga VII yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas bantuan dan dukungan selama peneliti menempuh pendidikan di Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 16. Teman-teman payung Kelas I Tema 1: Nindya, Mei, dan Lucia atas bantuan, dukungan, dan informasi yang diberikan dari awal penelitian sampai akhir penyusunan skripsi ini. 17. Teman-teman payung skripsi Perangkat Pembelajaran Inovatif atas informasi yang diberikan dari awal hingga akhir penyusunan skripsi. xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. Teman-teman Kelas E Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2015 atas pengalaman dan kerja sama yang diberikan selama menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma. 19. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu peneliti selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih terdapat banyak keterbatasan dan kekurangan, sehingga peneliti membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Akhir kata peneliti berharap skripsi ini dapat berguna bagi semua pihak khususnya pembaca. Yogyakarta, 8 Februari 2019 Peneliti M. Ermelinda Galih Widiatmaja xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................. vii PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 5 E. Definisi Operasional..................................................................................... 6 F. Spesifikasi Produk........................................................................................ 7 1. Fisik Produk ............................................................................................. 7 2. Isi Produk ................................................................................................. 7 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 11 A. Kajian Pustaka............................................................................................ 11 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 ......................................................... 11 2. Keterampilan Belajar Dasar Abad 21 ..................................................... 18 3. Perangkat Pembelajaran ......................................................................... 20 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Pembelajaran Inovatif ............................................................................. 30 5. Model Pembelajaran Inovatif ................................................................. 33 6. Teori Perkembangan Anak ..................................................................... 37 B. Penelitian yang Relevan ............................................................................. 38 C. Kerangka Berpikir ...................................................................................... 41 D. Pertanyaan Penelitian ................................................................................. 44 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 45 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 45 B. Setting Penelitian ....................................................................................... 48 C. Prosedur Pengembangan ............................................................................ 48 D. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 51 1. Wawancara ............................................................................................. 51 2. Observasi ................................................................................................ 51 3. Kuesioner................................................................................................ 52 E. Instrumen Penelitian................................................................................... 52 1. Pedoman Wawancara ............................................................................. 53 2. Pedoman Observasi ................................................................................ 53 3. Kuesioner................................................................................................ 54 F. Teknik Analisis Data .................................................................................. 54 1. Data Kualitatif ........................................................................................ 54 2. Data Kuantitatif ...................................................................................... 54 G. Jadwal Penelitian........................................................................................ 58 BAB IV HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN 59 A. Hasil Penelitian Pengembangan ................................................................. 59 1. Analisis Kebutuhan ................................................................................ 59 2. Deskripsi Produk Awal .......................................................................... 68 3. Validasi Ahli dan Revisi Produk ............................................................ 72 4. Uji Coba Terbatas ................................................................................... 84 5. Kajian Produk Akhir .............................................................................. 93 B. Pembahasan ................................................................................................ 96 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN ............................................................................................................... 105 A. Kesimpulan .............................................................................................. 105 B. Keterbatasan Pengembangan ................................................................... 106 C. Saran ......................................................................................................... 106 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 107 LAMPIRAN ....................................................................................................... 111 BIOGRAFI PENULIS ...................................................................................... 203 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Konversi Skor ke Nilai Skala Lima ................................................. 55 Tabel 3.2 Konversi skala lima.......................................................................... 57 Tabel 3.3 Jadwal Penelitian.............................................................................. 58 Tabel 4.1 Komentar validator dan revisi produk Model Generatif .................. 76 Tabel 4.2 Komentar validator dan revisi produk Model Problem Based Learning (PBL)................................................................................ 80 Tabel 4.3 Komentar Guru SD Kelas I dan calon guru serta revisi model Generatif ............................................................................... 86 Tabel 4.4 Komentar Guru SD Kelas I dan calon guru serta revisi model Problem Based Learning (PBL) ........................................... 88 Tabel 4.5 Hasil Belajar Siswa Tiap Muatan Pelajaran ..................................... 91 Tabel 4.6 Rekapitulasi Validasi Pelaksana Kurikulum 2103, Guru SD Kelas I, dan Calon guru Terhadap Pelaksanaan Uji Coba Produk ............ 94 Tabel 4.7 Rekapitulasi Skor Rata-rata Siswa Tiap Muatan Pelajaran ............. 96 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Literature Map ............................................................................. 40 Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ........................................................................ 43 Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Borg and Gall ....................................................................................... 45 Gambar 3.2 Langkah-langkah kegiatan penelitian yang akan dilakukan berdasarkan langkah Borg and Gall ............................................ 49 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Kisi-kisi Pedoman Wawancara .................................................... 112 Lampiran 2. Pedoman Wawancara .................................................................. 114 Lampiran 3. Rangkuman Hasil Wawancara..................................................... 116 Lampiran 4. Kisi-kisi Pedoman Observasi....................................................... 127 Lampiran 5. Pedoman Observasi ..................................................................... 130 Lampiran 6. Rangkuman Hasil Observasi ....................................................... 133 Lampiran 7. Pernyataan Validasi Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif ............................................................................................................. 141 Lampiran 8. Kisi-kisi Pernyataan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif ...................................................................................... 145 Lampiran 9. Pernyataan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif ............................................................................................................. 147 Lampiran 10. Hasil Validasi Produk Validator 1 ............................................. 149 Lampiran 11. Hasil Validasi Produk Validator 2 ............................................. 163 Lampiran 12. Hasil Validasi Uji Coba Produk Guru SD ................................. 177 Lampiran 13. Hasil Validasi Uji Coba Produk Calon guru ............................. 185 Lampiran 14. Daftar Nilai Siswa Hasil Uji Coba Produk ................................ 193 Lampiran 15. Contoh Hasil Pekerjaan Soal Evaluasi Siswa ............................ 195 Lampiran 16. Contoh Hasil Refleksi Siswa ..................................................... 199 Lampiran 17. Surat Ijin Penelitian ................................................................... 200 Lampiran 18. Surat Pernyataan Kepala Sekolah .............................................. 201 Lampiran 19. Dokumentasi Uji Coba Produk .................................................. 202 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan satu wadah yang berfungsi untuk membentuk insan yang berkualitas. Suatu insan dapat dikatakan berkualitas apabila memiliki kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan yang seimbang. Pembentukan insan yang berkualitas diperlukan adanya beberapa faktor yang mendukung di dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah kurikulum. Di Indonesia sudah mengalami beberapa pergantian kurikulum. Kurikulum yang saat ini sedang digunakan di Indonesia adalah Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menggunakan tema untuk mempelajari pokok bahasan dengan mengaitkan pokok bahasan yang relevan dalam mata pelajaran dan atau memadukan beberapa mata pelajaran (Yani, 2014: 144). Pemetaan tema-tema tersebut diharapkan mampu memudahkan guru dalam merancang kegiatan pembelajaran dan dapat mengembangkannya. Kegiatan pembelajaran di Kurikulum 2013 memiliki karakteristik sebagai berikut: menggunakan penilaian otentik (menilai semua aspek hasil belajar yang mencakup tiga ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan), pembelajaran yang berpusat pada siswa, menekankan pendidikan karakter, menggunakan pendekatan saintific, dan menitikberatkan pada pencapaian berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill/ HOTS) (Hosnan, 2014: 35-87). Terlibatnya siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi siswa dalam memperoleh sejumlah pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman pembelajaran yang ia lakukan (Kosasih, 2014: 119). Selain itu, sesuai dengan perkembangan zaman Kurikulum 2013 memiliki peran dalam membentuk siswa untuk memiliki keterampilan dasar abad 21 (critical thinking, creativity, colaboration, communication) (Fadillah, 2014: 26). Karakteristik yang dimiliki Kurikulum 2013 diharapkan mampu menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, efektif 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi (Mulyasa, 2013: 167). Pembentukan insan Indonesia yang produktif, kreatif, dan inovatif dapat dilakukan dengan menciptakan pembaruan atau inovasi dalam pembelajaran atau pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif saat ini bukanlah menjadi kalimat yang asing di kalangan guru. Banyak guru yang mengupayakan proses pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran inovatif. Menurut Suyatno (2009: 6) pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh guru sebagai wujud gagasan atau teknik yang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan, program semester, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Kunandar, 2014: 3). Perangkat pembelajaran pada dasarnya memiliki peran yang penting dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kemudian dalam menggunakan pembelajaran inovatif, guru dapat memilih jenis-jenis model pembelajaran inovatif. Model pembelajaran inovatif merupakan konsep yang mampu membantu guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan kondisi lingkungan sekitar siswa (Trianto, 2009: 12). Di dalam buku Shoimin (2014: 24) terdapat 68 model pembelajaran inovatif. Model-model tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing sehingga model-model tersebut dapat dipilih sesuai dengan pokok bahasan yang akan dipelajari. Selain itu, melalui model pembelajaran inovatif siswa mampu terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bersifat lebih menyenangkan serta memberikan pengalaman belajar secara langsung sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Oleh karena itu pembelajaran inovatif sangat efektif untuk diterapkan di sekolah dasar khususnya kelas bawah. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa guru masih belum memahami sepenuhnya mengenai perangkat pembelajaran inovatif. Berdasarkan hasil 2

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan 2 (dua) guru kelas I di Kabupaten Sleman dan 1 (satu) guru di wilayah Kota Yogyakarta pada 2 April 2018, didapatkan beberapa masalah guru terkait dengan penyusunan perangkat pembelajaran inovatif berbasis Kurikulum 2013. Beberapa permasalahan tersebut yaitu, (1) guru belum membuat perangkat pembelajaran sendiri melainkan menggunakan perangkat pembelajaran yang dibuat dari yayasan atau dinas, (2) guru kurang memperhatikan perkembangan terbaru dalam penyusunan perangkat pembelajaran, (3) guru menyusun perangkat pembelajaran khususnya RPP hanya menyalin dari buku guru tanpa memperhatikan beberapa aspek yang harus termuat di dalamnya, (4) guru belum menggunakan tingkatan taksonomi bloom pada tingkat berpikir yang paling tinggi, (5) guru mengalami kendala dalam mengembangkan pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran, (6) guru mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian secara otentik, dan (7) guru belum menguasai dan menggunakan berbagai model pembelajaran inovatif. Peneliti juga melakukan observasi kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan diperoleh beberapa informasi yaitu (1) guru cenderung menjalankan kegiatan pembelajaran sesuai dengan buku pegangan guru dan siswa, (2) sebagian besar penyampaian materi disampaikan dengan metode ceramah dan para siswa cenderung lebih terlihat pasif, (3) guru memberikan soal-soal latihan sesuai dengan buku pegangan guru, dan (4) meskipun penyampaian materi sudah dilakukan oleh guru secara terintegrasi, tetapi pada kegiatan penutup guru tidak memberikan refleksi dan evaluasi kepada siswa. Oleh karena itu, guru yang diwawancarai dan diobservasi kegiatan mengajarnya menginginkan contoh pengembangan dari perangkat pembelajaran inovatif yang terbaru. Melalui hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa guru mengajar hanya berfokus dari buku pegangan guru dan siswa saja sedangkan guru seharusnya mampu membuat perangkat pembelajaran sendiri sehingga guru membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Selain itu, guru belum mengikuti 3

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perkembangan terbaru dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan aspekaspek apa saja yang harus dimuat di dalamnya dalam rangka membantu siswa mencapai proses dan hasil pembelajaran yang lebih baik. Melihat keadaan tersebut, maka diperlukan suatu pembaruan atau inovasi dan contoh untuk guru dalam pembuatan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan prosedur pembuatan dan aspek-aspek yang dimuat di dalamnya mulai dari guru sekolah dasar kelas bawah khususnya kelas I. Peneliti memilih kelas I karena anak usia pada tingkat pendidikan tersebut memerlukan adanya suatu contoh kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan lebih melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga mereka lebih mudah memahami materi yang dipelajari. Peneliti juga memilih Tema 1 Diriku Subtema 4 Aku Istimewa dikarenakan siswa perlu mengenal diri mereka sendiri mulai sejak dini dan melalui subtema tersebut siswa diajarkan untuk lebih mengenal kemampuan, kelebihan, dan kekurangan diri sendiri sehingga mereka dapat menyayangi dan menghargai diri sendiri dan orang lain. Kemudian peneliti memilih SD Kanisius Condongcatur sebagai tempat penelitian dikarenakan setelah peneliti melakukan observasi dan wawancara, SD tersebut khususnya Kelas I belum menggunakan pembelajaran inovatif dan guru cenderung sering melakukan kegiatan ceramah ketika sedang menyampaikan materi serta mengalami beberapa kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif. Berdasarkan uraian di atas, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif pada Subtema 4 Aku Istimewa Berbasis Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu Generatif dan Problem Based Learning (PBL). Peneliti memilih model pembelajaran Generatif dan Problem Based Learning (PBL) dengan berbagai alasan sesuai dengan pendapat Shoimin (2014: 77 – 129). Alasan peneliti menggunakan model Generatif karena peneliti ingin menghubungkan konsep awal yang sudah dimiliki siswa dengan konsep yang akan didapatkan melalui kegiatan pembelajaran agar siswa dapat dengan 4

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mudah memahami materi suatu pelajaran. Sedangkan alasan peneliti menggunakan model Problem Based Learning (PBL) adalah untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah dalam memecahkan masalah yang sesuai dengan pokok bahasan yang akan dipelajari. Selain itu, peneliti memilih model Generatif dan Problem Based Learning (PBL) karena peneliti merasa model tersebut sesuai dengan karakteristik siswa yang aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi karena melalui model-model pembelajaran tersebut siswa diajak untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mengasah kemampuan berpikir mereka. Penelitian ini dapat membantu guru untuk memberikan contoh dalam menciptakan pembelajaran inovatif dengan menggunakan model-model pembelajaran inovatif. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kualitas produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada subtema aku istimewa berbasis kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar? C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kualitas produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada subtema aku istimewa berbasis kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi guru a. Membantu guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran tematik harian yang sesuai dengan panduan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran. b. Memberi contoh kepada guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang terbaru. 5

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Bagi siswa a. Membatu siswa dalam mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi. b. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. 3. Bagi sekolah a. Meningkatkan kualitas peserta didik melalui pencapaian kemampuan berpikir tingkat tinggi para siswa. 4. Bagi peneliti a. Mendapatkan wawasan bahwa dengan menggunakan pengembangan perangkat pembelajaran yang inovatif mampu membantu siswa dalam mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. E. Definisi Operasional 1. Pembelajaran inovatif adalah kegiatan belajar mengajar yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang baru dan dapat memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri sesuai dengan kemampuannya sendiri. 2. Perangkat pembelajaran inovatif adalah sekumpulan rencana kegiatan pembelajaran yang dibuat dengan adanya pembaruan di dalamnya dengan harapan dapat mencapai kegiatan pembelajaran yang dapat membatu proses belajar dan hasil belajar anak menuju ke arah yang lebih baik. 3. Kurikulum SD 2013 adalah kurikulum yang menerapkan keseimbangan nilai spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan dalam satu kegiatan pembelajaran dan mengajarkan kemandirian pada siswa. 4. Model pembelajaran inovatif Generatif adalah model pembelajaran dengan menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan pengetahuan siswa yang baru. 5. Model pembelajaran inovatif Problem Based Leaarning (PBL) adalah model pembelajaran dengan menggunakan permasalahan dalam kehidupan nyata sesuai dengan pokok bahasan yang dipelajari untuk ditemukan hasil dari pemecahan masalah tersebut. 6

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Spesifikasi Produk 1. Fisik Produk a. Cover produk Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu Perangkat Pembelajaran Inovatif pada Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar; gambar yang mencerminkan pembelajaran inovatif; nama penulis; logo Universitas Sanata Dharma, keterangan yang berisi Program Studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan yaitu Ilmu Pendidikan, Fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat peneliti. b. Ukuran kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. c. Format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “Times New Rowman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam perangkat pembelajaran terlihat jelas. 2. Isi Produk a. Kata Pengantar Kata Pengantar berisi tentang ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah membantu dalam pembuatan produk yang dikembangkan; orang-orang yang sudah membantu dalam penyusunan pengembangan produk; kesediaan peneliti dalam menerima kritik dan saran dari pembaca terkait produk yang dikembangkan. b. Daftar Isi Daftar Isi terdiri dari garis besar isi yang terdapat di dalam buku beserta nomor halaman. 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Program Tahunan (Prota) untuk Kelas I SD Program Tahunan merupakan rencana umum pelaksanaan pembelajaran yang berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan dari tahun 2018/2019. Komponenkomponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain satuan pendidikan, kelas, semester) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Program tahunan terdapat 2 sampai 3 halaman berbentuk potrait. d. Program Semester (Prosem) untuk Kelas I SD semester gasal Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun 2018/2019. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester berbentuk landscape. e. Silabus untuk Kelas I SD semester gasal tahun 2018/2019 Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. f. Komponen perangkat pembelajaran RPP Perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap yang terdiri dari: 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; 4) pendekatan, tipe, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi 9) lampiran yang berisi LKS, media 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan rubrik penskoran. Dalam satu subtema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan 6 (enam) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. g. Model Pembelajaran RPP menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu 1) Generatif yang menekankan pada proses pembelajaran yang menekankan pada proses pembelajaran agar siswa mampu membangun pengetahuan yang ada di pikirannya dan 2) Problem Based Learning (PBL) atau yang dikenal juga dengan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) yang menekankan pembelajaran berdasarkan pada masalah mengenai materi yang akan dipelajari. h. Pendekatan scientific Pendekatan scientific merupakan proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip yang ditemukan. i. Menggunakan keterampilan belajar abad 21 Mengembangkan empat keterampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). j. Pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel (guru dapat mengaitkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI k. Penguatan pendidikan karakter Pendidikan karakter diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Pendidikan karakter yang dikembangkan memuat aspek spiritual dan aspek sosial. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilainilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. l. Menerapkan High Order Thinking Skill (HOTS) High Order Thinking Skill (HOTS) meliputi tingkat taksonomi bloom pada C4 sampai C6. C4 merupakan kegiatan menganalisis yang menggunakan membandingkan, kata menguraikan, kerja operasional mengaitkan, dan memilih, lain-lain. Sedangkan C5 yaitu kegiatan mengevaluasi yang menggunakan kata kerja operasional mengkritik, memeriksa, menilai, membuktikan, dan lain-lain. Dan C6 yaitu kegiatan mencipta yang menggunakan kata kerja operasional merumuskan, merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, menciptakan, dan lain-lain. m. Menerapkan penilaian otentik Penilaian otentik mengandung aspek sikap spiritual dan sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan instrumen penilaian yang memuat kunci jawaban dari soal tertulis, daftar cek atau pedoman observasi bagi penilaian dengan teknik observasi, dan cara skoring. n. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar Penyusunan perangkat pembelajaran memperhatikan ketentuan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, ejaan baku, kalimat baku, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. 10

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Sebelum membahas mengenai karakteristik kurikulum SD 2013, ada baiknya terlebih dahulu mengenal pengertian dari kurikulum itu sendiri. Kurniasih dan Berlin (2014: 6) menjelaskan kurikulum adalah seperangkat yang dijadikan acuan untuk proses pembelajaran peserta didik dengan harapan tercapainya suatu tujuan pembelajaran dalam dunia pendidikan secara umum. Majid (2014: 1) menjelaskan kurikulum merupakan program yang disediakan oleh lembaga pendidikan khususnya sekolah untuk peserta didik. Yani (2014: 5) juga menjelaskan bahwa kurikulum merupakan perancangan kegiatan interaksi yang dilakukan oleh peserta didik selama kegiatan pembelajaran dengan lingkungan belajar, sumber belajar, dan dengan lingkungan sosialnya. Kurikulum pada dasarnya merupakan program yang sudah disediakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Edward A. Kurg (dalam Kurniasih dan Berlin, 2014: 5) menjelaskan bahwa dengan adanya kurikulum, maka suatu tujuan yang dibuat sekolah dapat tercapai melalui berbagai cara yang sudah disusun di dalamnya. Berdasarkan ketiga pengertian kurikulum di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah suatu program yang memuat rancangan-rancangan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang digunakan di Indonesia saat ini adalah Kurikulum 2013. Dalam perkembangan sejarah kurikulum di Indonesia mengalami beberapa pergantian kurikulum (Kurniasih dan Berlin, 2014: 6). Kurikulum yang pernah digunakan di Indonesia sebelum Kurikulum 2013 beberapa di antaranya adalah KBK atau Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006 atau KTSP. Adanya suatu perubahan kurikulum dari 11

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kurikulum 2006 ke Kurikulum 2013 diharapkan mampu memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia (Idi, 2016: 25). Adanya pergantian Kurikulum 2006 menjadi Kurikulum 2013 memiliki tujuan untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, hingga pada peradaban dunia (Kunandar, 2014: 16). Pergantian kurikulum ini juga didasarkan karena masih ada kelemahan-kelemahan pada kurikulum sebelumnya (Mulyasa, 2013: 60). Untuk mencapai tujuan tersebut, Kurikulum 2013 mengimplementasikan kegiatan yang menekankan kegiatan 5 M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan) sehingga dapat meningkatkan kreativitas siswa (Mulyasa, dkk, 2016: 19). Selain itu, untuk mencapai tujuan tersebut Kurikulum 2013 perlu melakukan penguatan pada tiga aspek yang harus dimiliki oleh peserta didik yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang merupakan tindak lanjut dari Kurikulum 2004 untuk mengembangkan ketiga ranah tersebut dalam proses pembelajaran secara terintegrasi (Mulyasa, 2013: 65 & 68). Berdasarkan pembahasan kurikulum dan kurikulum 2013, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 adalah kurikulum hasil dari penyempurnaan kurikulum sebelumnya dengan menerapkan tiga ranah belajar dalam kegiatan pembelajaran yaitu keterampilan, sikap, dan pengetahuan. Kurikulum 2013 memiliki karakteristik sendiri. Berikut karakteristik Kurikulum SD 2013. a. Menggunakan pembelajaran tematik terpadu Pembelajaran terpadu merupakan pembelajaran yang mengaitkan beberapa disiplin ilmu atau mata pelajaran dalam suatu fokus tertentu dalam penyampaian materi (Kurniawan, 2014: 59). Sedangkan pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang bertolak dari suatu tema dengan memperhatikan keterkaitannya dengan materi yang disampaikan 12

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sehingga memungkinkan siswa untuk dapat menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik, bermakna, dan otentik (Rusman, 2014: 254). Fogarty (2009: 65) menjelaskan bahwa pembelajaran terpadu dengan model tematik atau tematik terpadu merupakan pembelajaran yang membahas suatu tema yang dipelajari dari beberapa disiplin ilmu. Pemetaan tema dalam pembelajaran tematik sangat diperlukan karena merupakan salah satu langkah yang perlu dilakukan sebelum guru membuat perangkat pembelajaran seperti silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Kadir dan Hanun, 2014: 63). Tema dapat diambil dari konsep atau pokok bahasan yang terdapat di lingkungan sekitar siswa, oleh sebab itu tema dapat dikembangkan berdasarkan minat dan kebutuhan siswa yang bergerak dari lingkungan terdekat siswa kemudian beranjak ke lingkungan yang terjauh dari siswa (Alwasilah, dkk dalam Majid, 2014: 100). Tema dapat ditetapkan atas kesepakatan guru dengan siswa atau guru dengan guru kemudian tema yang sudah disepakati, dikembangkan sub-sub temanya dengan memperhatikan kaitannya dengan beberapa disiplin ilmu (Daryanto, 2014: 15). Menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Daryanto, sebagai contoh Majid (2014: 103) menyebutkan daftar Tema untuk pembelajaran di Kelas I yaitu: 1) Diriku, 2) Kegemaranku, 3) Kegiatanku, 4) Keluargaku, 5) Pengalamanku, 6) Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri, 7) Benda, Hewan, dan Tanaman di Sekitarku, 8) Peristiwa Alam yang pada setiap temanya dipelajari dalam jangka waktu 4 minggu. Seperti yang dijelaskan oleh Daryanto setelah tema disepakati, maka hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengembangkan menjadi subtema. Dalam beberapa Tema proses pembelajaran di Kelas I yang sudah disebutkan oleh Majid, Kemendikbud 2017 mengatakan bahwa salah satu subtema yang terdapat di dalam Tema 1 Diriku terdapat 13

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Subtema 4 Aku Istimewa. Pada Subtema 4 Aku Istimewa siswa diajarkan untuk lebih mengenal dirinya sendiri sehingga dapat menghargai dan menyayangi diri sendiri dan orang lain serta menumbuhkan sikap untuk bersyukur atas kemampuan yang dimilikinya dan dapat mengembangkan kemampuan tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, pembelajaran tematik terpadu merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan mengaitkan beberapa disiplin ilmu atau mata pelajaran sesuai dengan materi yang akan dibahas dan dikaji ke dalam suatu tema tertentu. b. Menggunakan pendekatan scientific Pembelajaran dengan pendekatan scientific adalah proses pembelajaran yang dirancang agar siswa aktif dalam membangun dan menemukan konsep, hukum atau prinsip dengan menggunakan keterampilan proses 5M (Daryanto, 2014: 51). Keterampilan proses 5M tersebut di antaranya: 1) mengamati, 2) menanya, 3) mengumpulkan informasi/ mencoba, 4) mengasosiasi/ menalar, dan 5) mengomunikasikan (Yani dan Mamat, 2018: 99). Kelima langkah tersebut menuntun berdasarkan siswa pengalaman untuk mempelajari langsung yang suatu berupa materi observasi, eksperimen, atau cara lainnya sehingga siswa lebih memahami materi yang dipelajari (Kosasih, 2014: 72). Senada dengan pernyataan tersebut Hosnan (2014: 34) menjelaskan bahwa dengan pendekatan scientific siswa diharapkan mampu mengenal dan memahami berbagai materi melalui berbagai sumber belajar dan tidak bergantung pada informasi yang diberikan oleh guru. Berdasarkan penjelasan tersebut, pendekatan scientific dalam Kurikulum 2013 merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan (5M) untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung sehingga siswa dapat memahami materi yang dipelajari melalui berbagai sumber belajar. 14

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi Yani (2014: 74) menjelaskan bahwa Kurikulum 2013 mengembangkan keterampilan menalar, mengomunikasikan, dan mencipta dan akan dianggap berhasil apabila lulusannya memiliki kemampuan-kemampuan tersebut. Dalam penyusunan indikator pembelajaran di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus menggunakan kata kerja operasional sebagai penanda pencapaian Kompetensi Dasar (KD) yang memperhatikan tingkatan kognitif siswa (Prastowo, 2014: 165). Kata kerja operasional terdapat dalam Taksonomi Bloom (revisi) dengan 6 tingkatan berpikir dari yang terendah (mengingat, memahami, dan menerapkan) sampai yang tertinggi (menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) (Anderson dan Krathwohl, 2014: 6). Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan memperhatikan tingkatan berpikir dari Taksonomi Bloom (revisi) yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dalam perumusan indikator dan tujuan. d. Mengembangkan pendidikan karakter Pendidikan karakter dalam lingkungan sekolah merupakan pembelajaran yang mengarah pada pengembangan dan penguatan perilaku anak secara utuh yang didasarkan pada suatu nilai tertentu (Kesuma, 2011: 5). Pendidikan karakter perlu dikembangkan sedini mungkin khususnya pada anak usia Sekolah Dasar yang memasuki tahap pendidikan karakter yaitu tanggung jawab diri agar anak dapat memenuhi kebutuhan dan kewajiban yang harus dilakukannya (Hidayatullah, 2010: 33). Yani (2014: 65 & 69) menjelaskan bahwa adanya Kurikulum 2013 memberikan mindset besarnya pendidikan karakter yang termuat di dalam Kompetensi Inti (KI) terutama dalam KI 1 tentang sikap spiritual dan KI 2 tentang sikap sosial yang 15

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI disampaikan secara terintegrasi dengan KI 3 dan KI 4 yang memuat aspek pengetahuan dan keterampilan. Selaras dengan pendapat Yani, Akbar (2013: 127) mengungkapkan bahwa pendidikan karakter dapat dilakukan melalui berbagai mata pelajaran oleh karena itu guru dituntut untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berorientasi pada pendidikan karakter dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran sehari-hari. Berdasarkan uraian di atas, pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 dapat diartikan sebagai pendidikan yang menanamkan nilai-nilai dalam diri siswa yang dalam pencapaiannya dilakukan secara terintegrasi dengan aspek kognitif dan keterampilan dalam pembelajaran sehari-hari. e. Penilaian otentik Penilaian otentik memiliki hubungan yang kuat dengan pendekatan scientific (scientific aproach) dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 karena dengan menggunakan penilaian ini dapat menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa baik dalam mencoba, menalar, dan lain-lain (Daryanto, 2014: 112). Permendikbud No. 23 Tahun 2016 menjelaskan bahwa “penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik”. Rusman (2017: 36) berpendapat bahwa penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh siswa melainkan juga mengukur apa yang dapat mereka lakukan. Senada dengan pernyataan tersebut Kunandar (2014: 35 – 36) juga menjelaskan bahwa penilaian otentik adalah kegiatan menilai siswa baik dari proses maupun hasil dari kegiatan pembelajaran menggunakan instrumen penilaian yang sudah disesuaikan dengan tuntunan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. Oleh karena itu, penilaian otentik berusaha untuk menilai kemampuan siswa secara menyeluruh 16

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang mencakup penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Kosasih, 2014: 131). Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan dengan menilai proses maupun hasil dari kegiatan pembelajaran yang mencakup penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. f. Pembelajaran berpusat pada siswa Pembelajaran yang berpusat pada siswa merupakan proses pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai subjek utamanya (Akbar, dkk, 2016: 19). Sedangkan peran guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai fasilitator dengan memberikan sesuatu yang dapat mempermudah dan memperlancar siswa dalam kegiatan belajar (Daryanto, 2014: 5). Pada proses pembelajaran yang berpusat pada siswa, guru harus mempertimbangkan beberapa karakteristik peserta didik yaitu karakteristik umum, kemampuan awal atau prasyarat, dan gaya belajar (Mudlofir dan Evi, 2016:34 – 35). Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang berpusat pada siswa merupakan proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dan guru lebih bersifat sebagai pemberi fasilitas belajar pada siswa dengan memperhatikan karakteristik yang dimiliki siswa. g. Berbasis kompetensi Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan hasil yang berdasarkan pada kurikulum oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang sudah dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) (Kunandar, 2014: 27). Permendikbud No. 20 Tahun 2016 menjelaskan bahwa Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah kriteria mengenai keahlian kemampuan lulusan peserta didik yang mencakup tiga 17

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Senada dengan pernyataan dari menyebutkan Permendikbud, bahwa Mulyasa, Kurikulum 2013 dkk yang (2013: berbasis 68) pada kompetensi merupakan konsep kurikulum yang memberikan penekanan untuk mengembangkan kemampuan dalam pengetahuan, pemahaman, nilai, sikap, dan minat peserta didik sehingga mereka dapat merasakan hasilnya yang berupa penguasaan terhadap kemampuan tertentu. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kurikulum berbasis kompetensi merupakan kurikulum yang menekankan untuk pengembangan kompetensi-kompetensi yang harus dicapai siswa dalam menyelesaikan masa belajarnya pada jenjang pendidikan yang sedang ditempuh. Berdasarkan penjelasan karakteristik Kurikulum 2013 di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik Kurikulum 2013 yaitu: 1) pembelajaran tematik terpadu, 2) pendekatan scientific, 3) mengembangkan HOTS, 4) menerapkan pendidikan karakter, 5) menggunakan penilaian otentik, 6) berpusat pada siswa, dan 7) berbasis kompetensi. 2. Keterampilan Belajar Dasar Abad 21 Memasuki abad ke-21, sistem pendidikan nasional menghadapi tantangan yang sangat kompleks dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era global terutama pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk menyiapkan membangun SDM yang bermutu tinggi (Trianto, 2009: 4). Dalam pendidikan abad ke21 guru dan siswa sama-sama memiliki peran yang penting dalam kegiatan pembelajaran di mana guru berperan sebagai mediator dan fasilitator untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam diri siswa (Rusman, 2017: 135). Lahirnya Kurikulum 2013 diharapkan mampu menjawab tantangan dan menangani pergeseran pembelajaran pada abad 18

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ke-21 yaitu: 1) pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber bukan diberitahu (informasi tersedia di mana saja dan kapan saja), 2) pembelajaran diarahkan untuk dapat merumuskan masalah (menanya) bukan menyelesaikan masalah (menjawab), 3) pembelajaran diarahkan untuk melatih berpikir analitis (pengambilan keputusan) bukan mekanitis (rutin), 4) pembelajaran menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah (komunikasi dari mana saja dan kapan saja) (Kunandar, 2014: 21). Gambaran ideal manusia Indonesia yang diciptakan oleh Kurikulum 2013 yaitu: 1) memiliki kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical-thinking and problem-solving skills), 2) memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama (communication and collaboration skills), 3) memiliki kemampuan menciptakan dan membaharui (creativity and innovation skills), 4) memiliki literasi teknologi informasi dan komunikasi (information and communications technology literacy), 5) memiliki kemampuan belajar kontekstual (contextual learning skills) dan 6) memiliki kemampuan informasi dan literasi media (information and media literacy skills) (Yani, 2014: 74). Senada dengan Yani, Hosnan (2014: 87) menjelaskan bahwa tuntutan pada abad ke-21 menuntut anak untuk memiliki kecakapan 4C yaitu: 1) communication skill (kecakapan berkomunikasi), 2) collaboration skill (kolaborasi), 3) critical thinking and problem solving skill (kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah), dan 4) creativity and inovation skill (kecakapan kreativitas). Berdasarkan uraian keterampilan dasar di abad 21 di atas dapat diartikan bahwa keterampilan abad 21 meliputi 4C (communication, collaboration, critical thinking and problem solving, creativity and innovation) yang perlu dikuasai anak untuk menghadapi kemajuan zaman sehingga anak perlu memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi agar mampu menghadapi berbagai tantangan global yang akan dihadapinya. 19

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Perangkat Pembelajaran KBBI (2008: 1052 & 23) menjelaskan bahwa perangkat memiliki pengertian alat atau perlengkapan sedangkan pembelajaran merupakan proses atau cara menjadikan orang belajar. Sehingga apabila digabungkan perangkat pembelajaran yaitu alat atau perlengkapan untuk proses atau cara menjadikan orang belajar. Pada pelaksanaan pembelajaran perangkat pembelajaran sangat dibutuhkan di sekolah agar pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan kompetensi yang diharapkan (Akbar, dkk, 2016: 24). Oleh karena itu, guru perlu membuat perangkat pembelajaran yang lengkap, sistematis, dan mudah diaplikasikan sebelum melakukan kegiatan pembelajaran agar perangkat pembelajaran yang dibuat dapat menjadi panduan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran (Abidin, 2014: 287). Kunandar (2014: 3) menyebutkan program yang harus disusun oleh guru di antaranya: 1) program tahunan, 2) program semester, 3) silabus, dan 4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan RPP yang mengacu pada Standar Isi (Abidin, 2014: 289). Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran dengan membuat program tahunan, program semester, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam satu subtema di kelas I. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No. 22 Tahun 2016. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat peneliti disesuaikan dengan perkembangan abad ke-21 dimana siswa dituntut untuk memiliki 4 keterampilan dasar dan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Sehingga dalam penyusunan RPP peneliti menggunakan tingkatan taksonomi bloom yang sudah direvisi dan menggunakan 4 keterampilan dasar abad ke-21 20

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (communication, collaboration, critical thinking and problem solving, creativity and innovation). Peneliti mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Tema 1 Diriku khususnya pada Subtema 4 Aku Istimewa Kelas I. Peneliti membuat 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan 2 model pembelajaran inovatif yaitu Generatif dan Problem Based Learning (PBL). a. Program Tahunan dan Semester Kemendikbud (2016 : 34 – 36) menjelaskan bahwa program tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran dari seluruh muatan pelajaran yang berisi penetapan alokasi waktu dalam satu tahun pembelajaran. Sedangkan program semester adalah penjabaran dari program tahunan sehingga program semester belum bisa disusun apabila program tahunan belum disusun. Senada dengan Kemendikbud, Kunandar (2014: 3) menjelaskan bahwa program tahunan adalah program umum yang berisikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran seperti jumlah minggu efektif dan tidak efektif dalam satu tahun dari setiap kelas yang dikembangkan oleh guru sebagai pedoman pengembangan programprogram selanjutnya seperti program semester, program mingguan, program harian, atau program pembelajaran setiap pokok bahasan. Sedangkan program semester adalah program yang berisikan garis besar kegiatan yang akan dilakukan dalam satu semester (6 bulan). Kemendikbud (2016: 36 – 38) menyebutkan komponenkomponen dalam penyusunan program tahunan dan program semester. Komponen dalam penyusunan program tahunan yaitu, 1) identitas (meliputi muatan pelajaran, kelas, dan tahun pelajaran) dan 2) format isian (meliputi tema, subtema, dan alokasi waktu). Sedangkan komponen dalam penyusunan program semester yaitu, 1) identitas (meliputi satuan pendidikan, muatan pelajaran, kelas/ semester, dan tahun pelajaran) dan 2) format isian (meliputi tema, 21

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI subtema, pembelajaran ke, alokasi waktu, bulan yang dirinci per minggu, dan keterangan yang diisi waktu pelaksanaan berlangsung). Berdasarkan uraian di atas dapat diartikan bahwa program tahunan dan semester merupakan serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu semester dan satu tahun agar dapat tercapai segala tujuan yang diharapkan dan mempermudah guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. b. Silabus Permendikbud No. 22 Tahun 2016 menjelaskan bahwa silabus merupakan pedoman penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap topik yang ditentukan dalam mata pelajaran. Senada dengan pendapat tersebut, Abidin (2014: 289) memaparkan bahwa silabus adalah kerangka kegiatan pembelajaran untuk setiap kajian bidang studi. Akbar, dkk (2016: 24) menyebutkan komponen yang harus terdapat di dalam silabus di antaranya: 1) identitas mata pelajaran, 2) identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas, 3) kompetensi inti, 4) kompetensi dasar, 5) tema, 6) materi pokok, 7) kegiatan pembelajaran, 8) penilaian, 9) alokasi waktu, dan 10) sumber belajar. Berdasarkan komponen yang terdapat di dalam silabus dapat disimpulkan silabus merupakan garis besar dari program pembelajaran (Akbar, 2013: 7). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa silabus adalah serangkaian rencana pembelajaran yang memuat keseluruhan yang akan dibuat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Trianto (2009: 214) menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yaitu panduan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran yang disusun dalam skenario kegiatan. Permendikbud No. 22 tahun 2016 juga menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran dalam setiap pertemuan. 22

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kosasih (2014: 144) menjelaskan bahwa setiap pendidik memiliki tanggung jawab untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk dijadikan pedoman agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran lebih terarah dan dapat mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditetapkan. Permendikbud No. 22 tahun 2016 menyebutkan beberapa komponen yang harus terdapat di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu: 1) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; 2) identitas mata pelajaran atau tema/ subtema; 3) kelas/ semester; 4) materi pokok; 5) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk mencapai KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang terdapat di dalam silabus dan KD yang harus dicapai; 6) tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 7) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; 8) materi pembelajaran yang memuat fakta, konsep, dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; 9) metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; 10) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi; 11) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan; 23

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan 13) penilaian hasil pembelajaran. Setiap pendidik pada satuan pendidikan memiliki kewajiban untuk menyusun RPP berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu pertemuan atau lebih agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif (Al-Tabany, 2014: 256). Permendikbud No. 24 tahun 2016 menjelaskan bahwa kompetensi dasar merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik pada suatu mata pelajaran tertentu. Pada RPP kompetensi dasar kemudian dirumuskan ke dalam indikator. Perumusan Indikator didasarkan pada analisis pembelajaran dan identifikasi tingkah laku awal siswa, tentang pernyataan yang akan dicapai setelah selesai mengikuti pelajaran (Trianto, 2010: 85). Noorsyam (dalam Akbar, 2013: 12) menjelaskan bahwa perumusan indikator didasarkan pada Kompetensi Dasar (KD) dan setiap KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua). Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan dibuat ke dalam instrumen penilaian (Prastowo, 2014: 164). Oleh karena itu penggunaan kata kerja operasional penting digunakan sebagai penanda keberhasilan dalam pencapaian KD yang ditandai dengan kata kerja yang menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kata kerja operasional dapat dilihat melalui tingkatan berpikir dalam Taksonomi Bloom yang sudah direvisi oleh Anderson dan Krathwol. Tingkat Taksonomi Bloom (revisi) memiliki 6 tingkat berpikir dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi yaitu mengingat, memahami, 24 mengaplikasikan/ menerapkan,

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta (Anderson dan Krathwol, 2014: 6). Setelah indikator dirumuskan langkah selanjutnya adalah menurunkan indikator menjadi tujuan. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur dengan mencakup ranah afektif, kognitif, dan psikomotor (Kunandar, 2013: 5). Kemendikbud (2016: 21 – 22) menjelaskan pada ranah afektif mencakup sikap spiritual dan sikap sosial. Dalam perumusan tujuan pembelajaran dilakukan dengan menarik dari rumusan indikator akan tetapi diberikan tambahan kalimat pengantar untuk menunjukkan tentang pengalaman belajar yang akan diberikan kepada peserta didik untuk menguasai suatu kompetensi pembelajaran (Prastowo, 2014: 190). Suatu rumusan tujuan harus dirumuskan secara lengkap, jelas, dan spesifik yaitu memuat unsur-unsur ABCD (Kosasih, 2014: 27). Menanggapi Kosasih, Abidin (2014: 300) menjelaskan dari setiap unsur ABCD yaitu sebagai berikut: 1) A merupakan singkatan dari audience. Audience dalam hal ini adalah siswa, sehingga dalam tujuan harus tertulis siapakah yang menjadi audience-nya. 2) B merupakan singkatan dari behaviour. Behaviour merupakan tingkah laku yang dilakukan siswa selama dan setelah kegiatan pembelajaran. Untuk merumuskan behaviour harus menggunakan kata operasional. 3) C merupakan singkatan dari condition. Dalam unsur ini, digambarkan secara jelas bagaimana siswa belajar melalui kondisi yang dapat mengantarkan siswa dalam mencapai perilaku yang diharapkan. 4) D merupakan singkatan dari degree. Degree merupakan tingkatan yang harus dicapai siswa dalam mempelajari teori tertentu. Dalam hal ini degree hendaknya menggunakan skala 25

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tingkat kuantitatif sehingga jelas dan mudah dalam pengukurannya. Selain memuat unsur ABCD perumusan tujuan juga berisikan satu kata benda yang mendeskripsikan pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) (Anderson dan Krathwohl, 2014: 19). Berikut penjelasan mengenai pengetahuan-pengetahuan tersebut: 1) Pengetahuan faktual merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui siswa ketika mereka mempelajari atau menyelesaikan masalah dalam suatu disiplin ilmu. 2) Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan yang meliputi skema, model, mental, dan teori yang mempresentasikan pengetahuan manusia tentang bagaimana suatu materi kajian ditata dan distrukturkan, bagaimana bagian-bagian informasi saling berkaitan secara sistematis, dan bagaimana suatu bagianbagian dapat berfungsi secara bersamaan. 3) Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu. 4) Pengetahuan metakognitif merupakan pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari berbagai ilmu. Langkah berikutnya setelah merumuskan indikator dan tujuan, hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menentukan materi. Materi pembelajaran merupakan materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran (Prastowo, 2014: 194). Dalam menentukan materi dapat memuat pengetahuan fakta, konsep, dan prosedur (Permendikbud 2016). Setelah menentukan materi, langkah selanjutnya adalah menentukan pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran untuk kemudian dapat dijadikan acuan dalam penentuan langkah- 26

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI langkah pembelajaran. Berikut akan dijelaskan pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran (Amri: 2013:5): 1) Pendekatan pembelajaran merupakan arah yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan melihat cara materi tersebut disajikan. Menurut Permendikbud No. 65 Tahun 2013 (dalam Prastowo, 2014: 243) pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013 adalah pendekatan scientific dan pendekatan tematik terpadu. 2) Model pembelajaran merupakan suatu desain pembelajaran yang menggambarkan proses pembelajaran. Misalnya problem based learning/ pembelajaran berbasis masalah, generatif, cooperatif learning, dan lain-lain. 3) Metode pembelajaran merupakan cara mengajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Misalnya ceramah, diskusi, tanya jawab, dan lain-lain. 4) Teknik pembelajaran merupakan penerapan secara khusus dari metode yang digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan kemampuan guru dan siswa serta media yang digunakan. Misalnya teknik mengajarkan perkalian dengan penjumlahan berulang. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menentukan media dan sumber belajar yang digunakan. Penggunaan sumber belajar tidak hanya dari buku melainkan dari berbagai sumber belajar yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran misalnya: lingkungan sekitar, media cetak dan elektronik, dan lain-lain (Fadillah, 2014: 157). Sedangkan tujuan penggunaan media pembelajaran adalah untuk mempermudah pembelajaran dan pemahaman siswa tentang suatu materi yang disampaikan (Sanaky dalam Suryani, dkk, 2018: 9). Langkah-langkah pembelajaran dalam Kurikulum 2013 mencakup 3 tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup di 27

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mana masing-masing disertai alokasi waktu (Majid, 2014 :263). Alokasi waktu yang terdapat di setiap kegiatan, harus disesuaikan dengan perkiraan waktu yang sudah tercantum pada silabus untuk menguasai KD yang kemudian dapat disesuaikan lagi sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan (Fadillah, 2014: 157). Berikut akan dijelaskan hal-hal yang dilakukan pada setiap kegiatan yaitu: 1) Kegiatan pendahuluan, guru perlu menyiapkan siswa, memberikan motivasi agar siswa semangat dalam mengikuti pelajaran, kemudian mengajukan pertanyaan tentang materi yang akan disampaikan, dan guru menyampaikan skenario pembelajaran yang akan dilakukan. 2) Kegiatan inti, pada bagian ini guru menggunakan tahapan 5M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan). Berikut penjelasan dari Yani dan Mamat (2018: 99 – 135)setiap tahapan 5 M yaitu: a) mengamati merupakan kegiatan yang mengoptimalkan kelima indera yang dimiliki oleh peserta didik untuk menangkap dan memahami masalah. b) menanya merupakan kegiatan yang merangsang peserta didik untuk menanyakan tentang objek yang sudah mereka amati. c) mencoba merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik untuk mencari suatu informasi dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan siswa mengenai masalah yang sudah mereka amati. d) menalar merupakan kegiatan memproses informasi yang sudah mereka dapatkan melalui kegiatan mencoba untuk menemukan keterkaitan antara informasi yang satu dengan informasi yang lain dan kemudian menarik kesimpulan dari pola yang sudah ditentukan. 28

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e) mengomunikasikan merupakan kegiatan untuk menyampaikan hasil dari kegaitan menalar yang sudah dilakukan oleh peserta didik. Selain menggunakan pendekatan scientific, pada kegiatan inti juga harus mengembangkan keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa pada abad ke-21 yaitu 4C (communication, collaboration, critical thinking, and creativity). Hosnan (2014: 87) menjelaskan setiap keterampilan yaitu sebagai berikut: a) critical thinking merupakan keterampilan untuk berpikir atau memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit. b) creativity merupakan keterampilan untuk menciptakan suatu hal dalam kegiatan pembelajaran atau dalam kehidupan sehari-hari. c) collaboration skill merupakan keterampilan dalam bertanggung jawab dalam lingkungan sosialnya misalnya dalam kerja sama, menghargai pendapat orang lain, memiliki jiwa kepemimpinan, dan lain-lain. d) communication skill merupakan keterampilan dalam menyampaikan atau mengutarakan ide yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik secara lisan, tulisan, dan multimedia. 3) Kegiatan penutup, guru bersama dengan siswa membuat kesimpulan, melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan, memberikan umpan balik terhadap hasil belajar siswa, dan guru memberikan tindak lanjut kepada siswa dalam bentuk remedial serta menutup pembelajaran dengan berdoa bersama. Tahapan berikutnya adalah menyusun penilaian. Penilaian dilakukan berdasarkan perumusan indikator dari Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai dalam pembelajaran (Arifin, 2011: 218). 29

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Permendikbud No. 104 Tahun 2014 (dalam Yani dan Mamat, 2018: 171) menjelaskan bahwa pada Kurikulum 2013 penilaian yang digunakan adalah penilaian otentik. Melalui penilaian otentik, peserta didik dinilai kemampuannya melalui berbagai cara (proyek atau penugasan, hasil tes tertulis, portofolio, pekerjaan rumah, karya peserta didik, presentasi, demonstrasi, karya tulis, jurnal, diskusi kelompok, dan lain-lain) tidak hanya dari hasil tes tertulis saja. Teknik penilaian yang digunakan mencakup 3 aspek, yaitu: 1) penilaian proses atau keterampilan, yang dilakukan melalui observasi saat siswa bekerja, 2) penilaian produk, dilakukan melalui tes tertulis mengenai pemahaman suatu konsep, dan 3) penilaian sikap, dilakukan dengan observasi mengenai tingkah laku siswa selama pembelajaran (Hosnan, 2014: 396). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah seperangkat rencana pembelajaran yang memuat beberapa komponen untuk menunjang proses pembelajaran dan diuraikan atau dijabarkan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan selama satu hari dari awal sampai akhir kegiatan pembelajaran. 4. Pembelajaran Inovatif a. Hakikat Pembelajaran Inovatif Pembelajaran dalam KBBI (2008: 23 & 538) memiliki pengertian proses atau cara menjadikan seseorang belajar sedangkan inovatif adalah bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru. Sehingga pembelajaran inovatif memiliki pengertian cara menjadikan seseorang belajar dengan sesuatu yang baru. Shoimin (2014: 20) menjelaskan bahwa pembelajaran inovatif adalah adanya penemuan atau pembaruan dalam sistem pembelajaran untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik agar lebih efektif 30

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan efisien. Sedangkan menurut Uno dan Nurdin (2011: 11) menjelaskan bahwa pembelajaran inovatif adalah adanya sesuatu yang baru dalam kegiatan pembelajaran, bukan hanya oleh guru sebagai fasilitator melainkan juga oleh siswa yang sedang belajar. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hakikat pembelajaran inovatif adalah adanya suatu pembaruan dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar anak. b. Karakteristik Pembelajaran Inovatif Uno dan Nurdin (2011: 106) menyebutkan bahwa karakteristik dari pembelajaran inovatif yaitu: 1) berpusat pada siswa (proses pembelajaran dirancang agar siswa belajar), 2) siswa terlibat secara aktif (siswa aktif bertanya, mengemukakan pendapat, dan lain-lain dalam pembelajaran), 3) guru berperan sebagai fasilitator (guru memfasilitasi siswa untuk belajar bukan sebagai sumber satusatunya dalam belajar), dan 4) membuat pembelajaran yang bermakna (siswa mampu memahami bukan hanya menghafal). Senada dengan pendapat Uno dan Nurdin, Suyatno (2009: 8 - 15) menyebutkan beberapa karakteristik dari pembelajaran inovatif yaitu: 1) berpusat pada siswa (siswa secara aktif membangun pengetahuannya, 2) berbasis masalah (siswa dapat belajar suatu konsep dari suatu permasalahan sekaligus belajar untuk menyelesaikannya), 3) terintegrasi (mengaitkan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain), 4) pembelajaran yang bermakna (siswa dapat mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di kelas ke dalam lingkungan masyarakat), dan 5) guru sebagai fasilitator (memberikan jalan kepada siswa untuk belajar). Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inovatif memiliki karakteristik yaitu: 1) berpusat pada siswa, 2) guru berperan sebagai fasilitator, 3) pembelajaran berbasis pada masalah, 4) pembelajaran dilakukan dengan 31

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengaitkan materi yang sesuai dalam beberapa disiplin ilmu, dan 5) menciptakan pembelajaran yang bermakna. c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Mulyasa, dkk (2016: 102 – 103) menjelaskan beberapa keunggulan dari pembelajaran inovatif yaitu dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar, meningkatkan kreativitas siswa, meningkatkan hasil belajar siswa, dan terwujudnya proses pembelajaran yang efektif yang lebih menekankan pada belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be), dan belajar hidup bersama secara harmonis (learning to live together). Uno dan Nurdin (2011: 11) juga memaparkan beberapa keuntungan dari pembelajaran inovatif yaitu guru dapat menggunakan beberapa sumber belajar yang relevan, siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri sehingga tercipta pembelajaran yang bermakna, siswa tidak akan buta akan teknologi karena melalui pembelajaran inovatif siswa diajak untuk belajar dan menggunakan media pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman, dan terciptanya interaksi belajar dan saling membangun antara guru dan siswa. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keunggulan dari pembelajaran inovatif yaitu: 1) menumbuhkan minat siswa untuk belajar, 2) guru dapat menggunakan beberapa sumber yang relevan, 3) terwujudnya proses pembelajaran yang efektif, 4) terciptanya pembelajaran yang bermakna bagi siswa, 5) siswa dapat mengikuti perkembangan teknologi, 6) terciptanya pembelajaran yang efektif, dan 7) guru dan siswa saling belajar. 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Model Pembelajaran Inovatif Model pembelajaran merupakan pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum, merancang bahan-bahan pembelajaran dan membimbing pembelajaran di dalam kelas (Joyce & Weil dalam Darmawan dan Dinn, 2018: 1 – 2). KBBI (2008: 538) menjelaskan pengertian dari inovatif adalah bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inovatif adalah pola yang digunakan untuk merancang bahan-bahan dan membimbing proses pembelajaran dengan sesuatu yang baru. Shoimin (2014: 18) menjelaskan bahwa siswa dilibatkan secara aktif atau dijadikan subyek dalam kegiatan pembelajaran melalui model pembelajaran inovatif. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan model atau strategi untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa (Sugiyanto, 2010: 3). Berbagai model pembelajaran dapat dipilih dengan menyesuaikan materi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai (Amri, 2013: 3). Berikut beberapa model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan dalam melaksanakan pembelajaran: a. Generatif Suyono dan Haryanto (2012: 141) menjelaskan bahwa Model Generatif merupakan cara seseorang untuk menyusun kembali konsep yang sudah dimiliki dengan konsep baru yang dilakukan selama proses pembelajaran. Tujuannya untuk melihat atau menguji apakah konsep yang baru sudah sesuai dengan konsep yang lama atau sudah menjadi bagian dari konsep yang lama. Shoimin (2014: 77) juga menjelaskan bahwa model pembelajaran Generatif merupakan model pembelajaran yang dilakukan dengan membangun pengetahuan dalam pikiran siswa, seperti ide tentang suatu fenomena, arti dalam suatu istilah, dan strategi untuk sampai pada suatu penjelasan tentang pertanyaan mengapa dan bagaimana. 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model pembelajaran Generatif memiliki langkah-langkah kegiatan yang dapat digunakan guru untuk membimbing kegiatan pembelajaran. Langkah-langkah tersebut yaitu (Shoimin, 2014: 78): 1. Tahap orientasi, yaitu tahap memberikan kesempatan pada siswa agar mampu membangun kesan terhadap konsep yang sedang dipelajari mengaitkan konsep yang sedang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari siswa. Tujuannya untuk memotivasi siswa dalam mempelajari konsep tersebut. 2. Tahap pengungkapan ide, yaitu siswa diberikan kesempatan untuk mengemukakan ide mengenai konsep yang dipelajari. Tujuannya agar siswa mengetahui bahwa ada perbedaan pendapat mengenai konsep tersebut. 3. Tahap tantangan dan restrukturisasi/penyusunan kembali, siswa diminta untuk membandingkan pendapat mereka dengan pendapat siswa lain. Kemudian guru melakukan demonstrasi untuk menguji kebenaran pendapat siswa. Pada tahap ini diharapkan siswa sudah mulai dapat mengubah struktur pemikiran mereka. 4. Tahap penerapan, yaitu guru meminta siswa untuk menyelesaikan persoalan baik sederhana atau kompleks dari konsep awal yang dimiliki siswa dan mengujinya melalui kegiatan tersebut. 5. Tahap melihat kembali, yaitu siswa diberikan kesempatan untuk mengevaluasi kelemahan dari konsepnya yang lama. Siswa juga diharapkan mampu mengingat kembali apa saja yang sudah dipelajari selama pembelajaran. Shoimin (2014: 79 – 80) juga menyebutkan kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran Generatif. Kelebihan dan kekurangan tersebut di antaranya: 34

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelebihan: 1. Memberikan kesempatan untuk siswa dalam mengungkapkan pikiran, pendapat, dan pemahamannya tentang satu konsep. 2. Melatih siswa untuk mengomunikasikan konsep. 3. Melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain. 4. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menyusun kembali pengetahuannya sendiri. 5. Dapat menciptakan suasana kelas yang aktif. 6. Guru mengajar menjadi kreatif dalam mengarahkan siswa untuk menyusun kembali konsep yang akan dipelajari. 7. Guru menjadi terampil dalam memahami pandangan siswa dan mengorganisasi pembelajaran. Kekurangan: 1. Siswa yang pasif merasa tertekan dalam menyusun kembali konsep. 2. Membutuhkan waktu yang lama. 3. Bagi guru yang tidak berpengalaman akan mengalami kesulitan dalam mengorganisasi pembelajaran. Berdasarkan uraian penjelasan tersebut, model pembelajaran generatif adalah model pembelajaran yang dilakukan untuk membangun konsep awal di dalam pikiran peserta didik yang kemudian dibandingkan dengan konsep yang baru. b. Problem Based Learning (PBL) Pendidikan pada abad ke-21 berhubungan dengan permasalahan yang ada dalam dunia nyata (Rusman, 2014: 230). Daryanto (2014: 29) menjelaskan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) atau yang dikenal dengan Pebelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) adalah model pembelajaran yang menyajikan masalah yang sesuai pokok pembahasan sehingga merangsang siswa untuk belajar. Masalah yang diangkat biasanya menyangkut kehidupan nyata yang terdapat 35

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI di lingkungan sekitar siswa yang dipilih dan direkayasa agar dapat memenuhi tujuan pendidikan (Yani dan Mamat, 2018: 71). Model pembelajaran Problem Based Learning memiliki langkah-langkah kegiatan yang dapat digunakan guru untuk membimbing kegiatan pembelajaran. Langkah-langkah tersebut yaitu (Hosnan, 2014: 302): 1) Orientasi pada masalah, yaitu guru menjelaskan tujuan dan motivasi serta menyiapkan sarana yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran dan mengenalkan siswa pada suatu masalah nyata. 2) Mengorganisasi siswa untuk belajar, yaitu guru memberikan tugas terkait dengan cara memecahkan masalah yang sudah disampaikan sebelumnya. 3) Membimbing penyelidikan, yaitu guru mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan atau pengumpulan informasi mengenai cara-cara memecahkan masalah tersebut 4) Mengembangkan dan menyajikan hasil, yaitu guru membantu siswa untuk menyajikan hasil/ karya hasil pemecahan masalah dalam bentuk laporan. 5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, yaitu guru membantu siswa untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap proses pemecahan masalah. Shoimin (2014: 132) menyebutkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Kelebihan dan kekurangan tersebut di antaranya: Kelebihan: 1. Siswa didorong untuk memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah yang ada dalam kehidupan nyata. 2. Siswa memiliki kemampuan pengetahuannya sendiri. 36 untuk membangun

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Pembelajaran hanya berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu dipelajari oleh siswa. 4. Terjadi aktivitas ilmiah ketika siswa bekerja bersama di dalam kelompok. 5. Siswa terbiasa menggunakan berbagai sumber pengetahuan. 6. Siswa memiliki kemampuan untuk menilai kemajuan belajarnya sendiri. 7. Siswa memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah ketika sedang berdiskusi atau mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. 8. Kesulitan belajar siswa secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok. Kekurangan: 1. Tidak dapat digunakan untuk setiap materi pembelajaran. 2. Dalam satu kelas yang memiliki tingkat keragaman yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inovatif Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan permasalahan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang sedang dipelajari. 6. Teori Perkembangan Anak Anak pada usia pendidikan Sekolah Dasar (7 – 11 tahun) berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret (Piaget dalam Rusman, 2014: 251). Pada tahap perkembangannya, kecenderungan belajar anak memiliki tiga karakteristik yang menonjol yaitu: konkret (anak belajar melalui hal-hal yang nyata dalam hal ini anak belajar melalui lingkungan sekitar mereka), integratif (sesuatu yang dipelajari disajikan secara terpadu) dan hierarkis (berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju ke yang lebih kompleks) (Prastowo, 2014: 35 – 36). Anak juga mulai membentuk dan mempergunakan keterhubungan 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan menggunakan hubungan sebab akibat (Daryanto, 2014: 2). Edgar Dale (dalam Suryani, dkk, 2018: 23) menjelaskan bahwa tingkatan pengalaman pemerolehan hasil belajar digambarkan sebagai satu proses komunikasi. Berdasarkan uraian mengenai teori perkembangan anak dapat disimpulkan bahwa anak pada usia 7 – 11 tahun atau anak usia Sekolah Dasar berada pada tahapan operasional konkret ketika anak memerlukan benda nyata dan belajar berdasarkan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar mereka untuk membantu mereka mempelajari beberapa hal. B. Penelitian yang Relevan Alwi (2013) melakukan penelitian tentang Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan prosedur pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi: buku model, komponen buku guru, buku siswa, RPP, dan LKS yang sudah divalidasi oleh validator dan tim ahli dan memiliki kategori baik. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan oleh peneliti diperoleh hasil 93,83% siswa senang terhadap pembelajaran berbasis kontekstual, 97,53% siswa mengerti dan memahami pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, 100% menyatakan berminat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran inovatif ini, dan 96,29% menyatakan pembelajaran ini baru bagi siswa. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual ini dapat dikatakan efektif terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar. Pratiwi (2016) melakukan penelitian tentang Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPS dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Perkembangan Teknologi Kelas IV SD. Penelitian ini termasuk jenis 38

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan prosedur pengembangan Borg and Gall. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan berupa silabus, RPP, LKS, THB, dan bahan ajar. Skor akhir hasil validasi yang diperoleh > 3,25 atau termasuk dalam kategori valid. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan sebesar 0,68 (sedang) dan peningkatan aktivitas siswa sebesar 0,71 (tinggi). Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan oleh penulis diperoleh hasil 87,50% guru merespon kepraktisan perangkat pembelajaran yang dibuat oleh penulis dan 87,75% respon siswa terhadap pembelajaran sangat positif. Berdasarkan hasil penelitian ini, hasil pengembangan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Ningsih (2016) melakukan penelitian tentang Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kinerja dalam Menyusun Laporan Siswa SMA. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan prosedur pengembangan Borg and Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan persentase sebesar 98,91%, praktis dengan persentase sebesar 83,02%, dan efektif dengan hasil sebesar 3,51 ( pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kinerja siswa dalam menyusun laporan. Ketiga penelitian tersebut relevan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti Pembaharuan yang yaitu akan pengembangan dilakukan oleh perangkat peneliti pembelajaran. adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu generatif dan Problem Based Learning serta dengan membuat perangkat pembelajaran yang menggunakan HOTS atau membantu siswa untuk berpikir tingkat tinggi dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti menggunakan ketiga penelitian tersebut sebagai acuan dalam melakukan penelitian “Pengembangan Perangkat Pembelajaran 39

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Literature Map dari ketiga penelitian tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini: Alwi (2013) Pratiwi (2016) Ningsih (2016) “Pengembangan “Pengembangan “Pengembangan Perangkat Perangkat Perangkat Pembelajaran Inovatif Pembelajaran IPS Pembelajaran Berbasis Kontekstual dengan Pendekatan Berbasis Problem pada Mata Pelajaran Kontekstual pada Based Learning untuk IPA Kelas V Sekolah Materi Perkembangan Meningkatkan Dasar” Teknologi Kelas IV Kinerja dalam SD” Menyusun Laporan Siswa SMA” Widiatmaja (2018) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar” Gambar 2.1 Literature Map 40

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kerangka Berpikir Tahap perkembangan anak Sekolah Dasar (usia 7 – 12 tahun) berada pada tahap operasional konkret. Adanya suatu kegiatan pembelajaran inovatif menjadi salah satu hal yang sesuai dengan karakteristik tahap perkembangan anak tersebut. Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan merancang perangkat pembelajaran sebelum melakukan kegiatan pembelajaran. Suatu pembelajaran kegiatan yang pembelajaran berfungsi untuk diperlukan menunjang adanya perangkat kelancaran dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam suatu kegiatan pembelajaran diperlukan adanya suatu inovasi atau pembaruan. Salah satu cara dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran inovatif. Model pembelajaran inovatif dapat disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. Materi-materi dalam Kurikulum 2013 sudah disusun dalam satu tema dan kemudian dibagi lagi ke dalam beberapa subtema. Pada kurikulum 2013 terdapat Subtema yang sudah disusun untuk pertemuan setiap minggunya. Pada Subtema Kelas I terdapat Subtema Aku Istimewa. Pada Subtema tersebut perlu diberikan suatu inovasi dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan pada Subtema Aku Istimewa mempelajari mengenai keistimewaan atau perbedaan antar setiap manusia. Adanya suatu inovasi dalam pada Subtema Aku Istimewa, guru diharapkan mampu membantu siswa untuk mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi dan mampu membuat suatu kegiatan pembelajaran yang bermakna dengan lebih mengenal dirinya sendiri. Beberapa guru Sekolah Dasar yang diwawancara oleh peneliti diperoleh hasil bahwa ternyata masih terdapat beberapa guru yang hanya menyalin dari buku guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan guru cenderung hanya menggunakan model pembelajaran yang sama untuk seluruh rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat. Guru kurang memperhatikan model yang digunakan sesuai atau tidak dengan materi yang disampaikan. Selain masih rendahnya pengetahuan guru dalam membuat rencana kegiatan 41

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran yang tepat atau sesuai dengan pedoman pembuatan perangkat pembelajaran, guru juga masih cenderung monoton dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran atau kurang memperhatikan perkembangan zaman. Dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran guru masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti mengenai kegiatan pembelajaran di dalam kelas terkait pembelajaran tematik atau kurikulum 2013 peneliti mendapatkan hasil bahwa ternyata guru menyampaikan suatu materi berdasarkan buku pegangan guru dan siswa. Guru belum menyampaikan materi sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari. Guru juga tidak menerapkan langkah kegiatan pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan dan tidak menerapkan beberapa langkah kegiatan pembelajaran di kegiatan penutup dengan evaluasi dan refleksi. Berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa guru Sekolah Dasar dan hasil observasi Kelas I di beberapa Sekolah Dasar dapat disimpulkan bahwa guru masih memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif. Menyikapi masalah-masalah tersebut peneliti terdorong untuk melakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada Subtema 4 Aku Istimewa di Kelas I Sekolah Dasar mengacu Kurikulum 2013. Peneliti menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu Generatif dan Problem Based Learning dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Langkah penelitian yang dilakukan adalah dengan analisis kebutuhan, pengembangan produk untuk menjawab kebutuhan berupa pengembangan perangkat pembelajaran inovatif, validasi produk sebelum diujicobakan, uji coba produk, dan evaluasi produk. 42

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahap perkembangan anak Pentingnya perangkat SD berada pada tahap pembelajaran bagi kegiatan operasional konkret pembelajaran di SD Pembelajaran inovatif meliputi: model Pembelajaran inovatif pembelajaran inovatif dan dalam kegiatan kemampuan berpikir pembelajaran tingkat tinggi. Subtema 4 Aku Istimewa mempelajari tentang Model pembelajaran kekhasan diri sendiri inovatif disesuaikan dengan sehingga memerlukan materi yang disampaikan contoh yang konkret khususnya pada Subtema 4 Aku Istimewa Guru belum menguasai cara Guru memerlukan contoh penyusunan perangkat pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pembelajaran inovatif dalam khususnya dalam Subtema Subtema 4 Aku Istimewa 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar Gambar 2.2 Kerangka Berpikir 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori di atas maka peneliti merumuskan pertanyaan penelitian yaitu bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar menurut pelaksana Kurikulum 2013 yang berpengalaman dan menurut guru SD berdasar hasil uji coba terbatas? 44 sudah

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D). Sugiyono (2017: 407) menyatakan bahwa metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan dan menguji keefektifan produk tertentu. Penelitian ini dapat mengembangkan berbagai produk dari berbagai bidang salah satunya pendidikan. Produk yang dikembangkan dalam dunia pendidikan dapat berupa metode mengajar, media, buku ajar, modul, dan lain-lain. Borg and Gall mengemukakan 10 (sepuluh) langkah penelitian. Langkah-langkah tersebut di antaranya: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi massal. Berikut gambaran dan penjelasan mengenai 10 (sepuluh) langkah pengembangan. Potensi dan Masalah Pengumpulan Data Desain Produk Uji Coba Pemakaian Revisi Produk Uji Coba Produk Revisi Produk Produksi Massal Validasi Desain Revisi Desain Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Borg and Gall 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Potensi Masalah Potensi merupakan segala sesuatu yang apabila didayaguna akan memberikan nilai tambah. Sedangkan masalah adalah adanya ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Akan tetapi suatu masalah dapat menjadi sebuah potensi apabila didayaguna dengan baik. Suatu masalah dapat diselesaikan dengan menemukan model atau pola yang efektif dalam penelitian R&D. Data mengenai potensi dan masalah dapat juga ditemukan dengan membaca suatu penelitian orang yang masih baru (up to date). 2. Pengumpulan Data Setelah menemukan potensi dan masalah di lapangan, maka perlu dilakukan pengumpulan informasi yang dapat digunakan untuk merencanakan suatu produk dengan harapan mampu mengatasi masalah yang sudah ditemukan. 3. Desain Produk Setelah dilakukan kegiatan mengumpulkan informasi kemudian peneliti dapat merancang produk yang akan dikembangkan. Produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya merupakan hasil akhir dalam kegiatan penelitian dan pengembangan. 4. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses untuk menilai apakah rancangan produk lebih efektif dari yang lama atau tidak. Penilaian produk pada tahap ini masih dinilai berdasarkan pemikiran rasional, belum berdasarkan fakta lapangan. 5. Revisi Desain Revisi desain dilakukan untuk memperbaiki produk yang sudah dibuat setelah mengetahui kekurangan atau kelemahan dari produk tersebut. Peneliti memperbaiki produk berdasarkan kritik dan saran yang diberikan oleh pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman. Revisi desain ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi. 46

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Uji Coba Produk Kegiatan uji coba produk dapat dilakukan dengan kegiatan eksperimen. Kegiatan eksperimen dilakukan dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan produk yang sudah dibuat oleh peneliti. Tujuan dari uji coba produk ini adalah untuk mengetahui keefektifan produk yang telah dibuat. 7. Revisi Produk Setelah melakukan uji coba produk, peneliti mendapatkan hasil apakah produk yang dibuat masih perlu untuk direvisi atau tidak. Apabila masih perlu direvisi, maka peneliti akan merevisi produk yang dibuat kemudian diujicobakan kembali. 8. Uji Coba Pemakaian Setelah uji coba produk berhasil dilakukan, selanjutnya produk diterapkan dalam lingkup yang lebih luas lagi. Dalam praktik uji coba produk tersebut tetap dinilai kekurangan dan hambatan apa saja yang muncul dengan menggunakan produk tersebut untuk perbaikan lebih lanjut. 9. Revisi Produk Revisi produk dilakukan apabila dalam lingkup yang lebih luas produk masih terdapat kekurangan atau kelemahan. Peneliti memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi hasil pembuatan produknya. Hal ini dilakukan agar dapat digunakan untuk pembuatan produk baru lagi. 10. Produksi Massal Apabila produk baru yang dibuat sudah cukup efektif dalam beberapa kali pengujian, maka produk tersebut layak untuk diproduksi massal (produksi dalam jumlah yang besar/banyak). 47

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Setting Penelitian Setting penelitian yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitian ini meliputi subjek, objek, tempat, dan waktu penelitian. 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas 1 SD Kanisius Condongcatur tahun ajaran 2018/2019. 2. Objek Penelitian Objek peneltian ini adalah perangkat pembelajaran inovatif pada subtema aku istimewa berbasis kurikulum 2013 untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar. 3. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Condongcatur yang beralamatkan di Jalan Tambakboyo RT/ RW 020/ 14, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283. 4. Waktu Penelitian Waktu penelitian ini terhitung mulai 2 April 2018 hingga Januari 2019. Penelitian ini dimulai dari wawancara dan observasi analisis kebutuhan hingga penyelesaian laporan skripsi. Keseluruhan penelitian pengembangan ini membutuhkan waktu selama kurang lebih 10 bulan. C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Pada penelitian ini, peneliti membatasi langkah penelitian hanya sampai pada langkah ke-7. Hal ini dikarenakan peneliti bertujuan hanya membuat prototipe lain halnya apabila peneliti membuat produk yang sangat berkualitas sehingga peneliti perlu melakukan penelitian sampai pada langkah ke-10, selain itu apabila melakukan langkah penelitian sampai pada langkah ke-10 diperlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang cukup banyak. Berikut langkah-langkah pengembangan Borg and Gall yang akan digunakan oleh peneliti pada penelitian ini. 48

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Langkah 2: Pengumpulan Data Langkah 1: Potensi dan Masalah Dilakukan dengan Dilakukan analisis dengan mencari informasi dari berbagai sumber. kebutuhan melalui wawancara dan observasi. Langkah 4: Validasi Desain Validasi oleh dua Langkah 3: Desain Produk validator Mengembangkan produk awal. perangkat pembelajaran inovatif. Langkah 5: Revisi Desain Memperbaiki produk awal berdasarkan komentar dari Langkah 6: Uji Coba Produk Mengujicobakan produk yang sudah dibuat. validator. Langkah 7: Revisi Produk Memperbaiki produk berdasarkan kelemahan produk setelah diujicobakan. Gambar 3.2 Langkah-langkah kegiatan penelitian yang akan dilakukan berdasarkan langkah Borg and Gall 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Potensi dan Masalah Potensi dan masalah dilakukan oleh peneliti dengan analisis kebutuhan guru pada saat ini melalui kegiatan wawancara dan observasi. Analisis kebutuhan dilakukan dengan mewawancarai dan mengobservasi kegiatan pembelajaran 2 (dua) guru kelas 1 Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman dan 1 (satu) guru kelas 1 Sekolah Dasar di wilayah Kota Yogyakarta. 2. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan membaca beberapa sumber mengenai tuntutan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap manusia sesuai dengan perkembangan zaman khususnya pada abad ke-21, Permendikbud tentang Standar Proses, dan penelitian-penelitian tentang pengembangan perangkat pembelajaran serta contoh bentuk perangkat pembelajaran yang terbaru. 3. Desain Produk Setelah mengumpulkan data dari permasalahan yang ada di lapangan, peneliti melakukan desain produk dengan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Kelas I Sekolah Dasar. Produk yang dibuat peneliti meliputi: Program tahunan (Prota), Program semester (Prosem), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta lampiranlampiran yang terdapat di dalamnya. 4. Validasi Desain Setelah produk sudah dibuat oleh peneliti, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan validasi desain. Kegiatan ini dilakukan oleh 2 (dua) validator yaitu 1 mahasiswa PPG dan 1 guru Kelas I Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman. 5. Revisi Desain Kegiatan revisi desain pada penelitian ini dilakukan dengan cara memperbaiki produk yang sudah dibuat berdasarkan kritik dan saran dari validator yang dituliskan pada lembar validasi produk. 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Uji Coba Produk Uji coba produk yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan oleh peneliti di Kelas I Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman dengan jumlah siswa 25 pada bulan Agustus selama 2 (dua) hari. 7. Revisi Produk Kegiatan revisi produk dilakukan setelah melakukan kegiatan uji coba produk berdasarkan kekurangan atau kelemahan produk setelah diujicobakan. D. Teknik Pengumpulan Data Suatu penelitian sangat membutuhkan teknik pengumpulan data untuk mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalam suatu penelitian karena melalui teknik tersebut peneliti akan memperoleh data yang diperlukan untuk melakukan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 3 (tiga) teknik: 1. Wawancara Widoyoko (2012: 40) menjelaskan bahwa wawancara adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan kegiatan tanya jawab untuk mendapatkan informasi. Peneliti melakukan wawancara dengan 2 (dua) guru kelas I SD Kabupaten Sleman dan 1 (satu) guru kelas I SD Kota Yogyakarta yang menggunakan Kurikulum 2013. Peneliti menggunakan pedoman wawancara untuk melakukan kegiatan wawancara dengan tujuan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan analisis kebutuhan guru SD tentang pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada Subtema 4 Aku Istimewa dengan menggunakan 2 (dua) model pembelajaran inovatif. 2. Observasi Sudaryono (2013: 38) menjelaskan bahwa observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati lebih dekat suatu objek yang akan diteliti secara langsung. 51

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dalam kegiatan observasi, kegiatan pengamatan dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh indra yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa (Trianto, 2010: 244 – 245). Peneliti melakukan observasi di 2 (dua) Kelas I SD Kabupaten Sleman dan 1 (satu) Kelas I SD Kota Yogyakarta yang menggunakan Kurikulum 2013. Peneliti menggunakan pedoman observasi untuk melakukan kegiatan pengamatan dengan tujuan mengumpulkan data yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peran siswa selama kegiatan pembelajaran. Kegiatan observasi dilakukan untuk analisis kebutuhan tentang perlunya pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada Subtema 4 Aku Istimewa dengan menggunakan 2 (dua) model pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajaran. 3. Kuesioner Sugiyono (2015: 216) menjelaskan bahwa kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dengan memberikan seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk memberikan tanggapan atau jawaban. Kuesioner digunakan oleh peneliti untuk menilai kualitas produk yang akan dikembangkan. Peneliti memberikan kuesioner kepada 2 pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman yang terdiri dari 1 (satu) Mahasiswi Program Profesi Guru (PPG) dan 1 (satu) guru kelas I SD di Kabupaten Sleman. E. Instrumen Penelitian Suharsimi (dalam Sudaryono, 2013: 30) menjelaskan bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan atau dipilih oleh peneliti untuk memperoleh data untuk mempermudah kegiatan penelitiannya. Peneliti pada penelitian ini menggunakan 3(tiga) instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi yang berbentuk cek list/daftar cek, dan lembar validasi produk yang berbentuk cek list/daftar cek. 52

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara ini digunakan untuk melakukan kegiatan wawancara kepada guru kelas 1 SD sehingga peneliti memperoleh informasi mengenai permasalahan dan kebutuhan guru tentang perangkat pembelajaran inovatif pada Kurikulum 2013. Sebelum peneliti melakukan wawancara, peneliti terlebih dahulu membuat kisi-kisi pedoman wawancara yang terbagi ke dalam 3 (tiga) indikator yaitu pemahaman, penerapan, dan efektivitas perangkat pembelajaran inovatif. 2. Pedoman Observasi Pedoman observasi ini digunakan untuk melakukan kegiatan observasi kegiatan pembelajaran kelas 1 SD sehingga peneliti memperoleh informasi mengenai permasalahan dan kebutuhan guru tentang pelaksanaan perangkat pembelajaran. Pedoman wawancara berupa pernyataan dalam kegiatan pembelajaran dan menggunakan cek list “ya” dan “tidak” untuk menyatakan apakah pernyataan tersebut dilakukan oleh guru dan siswa. Pernyataan yang terdapat di dalam pedoman observasi meliputi kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan awal, inti, dan penutup, serta peran siswa selama kegiatan pembelajaran (kegiatan awal, inti, dan penutup). Pedoman observasi juga digunakan untuk menilai peneliti dalam kegiatan praktik mengajar dari perangkat pembelajaran inovatif yang sudah dibuat. Pedoman observasi berisi pernyataan yang mencakup kesesuaian kegiatan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran inovatif yang sudah dibuat dan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran. Lembar observasi menggunakan skala Likert 1 – 5, di mana semakin besar nilainya, semakin efektif. Sebelum peneliti melakukan uji coba produk, peneliti terlebih dahulu membuat kisi-kisi pedoman observasi kegiatan uji coba produk yang terbagi ke dalam 4 (empat) indikator untuk guru yaitu karakteristik Kurikulum 2013, karakteristik pembelajaran inovatif, keterampilan dasar abad 21, dan penguasaan materi. Kemudian untuk observasi siswa terbagi ke dalam 4 (empat) indikator yaitu karakteristik 53

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kurikulum 2013, karakteristik pembelajaran inovatif, keterampilan dasar abad 21, dan pencapaian hasil belajar. 3. Kuesioner Kuesioner yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini berupa lembar validasi yang memuat pernyataan untuk memvalidasi produk yang dibuat oleh peneliti. Lembar validasi produk menggunakan skala Likert 1 – 5, di mana semakin besar nilainya, semakin valid pernyataan mengenai produk yang peneliti buat. Komponen-komponen yang dimuat dalam lembar validasi produk meliputi 7 komponen pokok yaitu: kelengkapan dan kesesuaian (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Prosem), (3) silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) media, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan (7) bahasa yang digunakan. F. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. 1. Data Kualitatif Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dengan para guru kelas 1 SD dan observasi kegiatan pembelajaran di kelas 1 SD untuk analisis kebutuhan. Data wawancara guru dan observasi kegiatan pembelajaran kemudian diolah dan digunakan untuk analisis kebutuhan. Data kualitatif juga diperoleh melalui kritik dan saran yang dikemukakan oleh pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman dan 1 (satu) guru Kelas I SD yang telah memvalidasi produk yang penelitian. Data dari kritik dan saran kemudian dianalisis sebagai dasar untuk memperbaiki produk dan mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. 2. Data Kuantitatif Data kuantitatif diperoleh dari pemberian skor oleh pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman dan 1 (satu) guru kelas 1 SD yang telah memvalidasi produk penelitian. Data kuantitatif juga diperoleh 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dari hasil penilaian uji coba produk. Hasil penilaian kuesioner yang diperoleh peneliti kemudian diubah menjadi data interval untuk proses analisis data. Skala penilaian terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan dan uji coba produk yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), dan tidak baik (1). Berdasarkan skor yang diperoleh, maka dianalisis rata-rata skor perangkat pembelajaran inovatif dan hasil uji coba produk. Berikut ketentuan dalam menghitung rata-rata skor: Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif dengan acuan rumus konversi nilai skala lima menurut Sukardjo (dalam Mawarni, dkk, 2015: 176) yaitu sebagai berikut: Tabel 3.1 Konversi Skor ke Nilai Skala Lima Interval Skor Kategori X > Xi + 1,80 SBi Sangat Baik Xi + 0,60 SBi < X  Xi + 1,80 SBi Baik Xi - 0,60 SBi < X  Xi + 0,60 SBi Cukup Xi - 1,80 SBi < X  Xi - 0,60 SBi Kurang X  Xi - 1,80 SBi Sangat Kurang Keterangan: 1. Rerata skor ideal (Xi) = (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) 2. Simpangan baku ideal (SBi) = (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) 3. X = Skor aktual Berdasarkan rumus konversi skala lima di atas penghitungan data kuantitatif perlu dilakukan untuk mendapatkan data kualitatif dengan menerapkan 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI rumus konversi tersebut. Berikut penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut: Diketahui: Skor maksimal ideal :5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal (Xi) : (5 + 1) = 3 Simpangan baku ideal (SBi) : (5 - 1) = 0,67 Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Jawab: Kategori sangat baik = X > Xi + 1,80 SBi = X > 3 + (1,80 x 0,67) = X > 3 + (1,21) = X > 4,21 Kategori baik =Xi + 0,60 SBi < X  Xi + 1,80 SBi = 3 + (0,60 x 0,67) < X  3 + (1,80 x 0,67) = 3 + (0,40) < X  3 + (1,21) = 3,40 < X 4,21 Kategori cukup = Xi - 0,60 SBi < X  Xi + 0,60 SBi = 3 – (0,60 x 0,67) < X  3 + (0,60 x 0,67) = 3 – (0,40) < X  3 + (0,40) = 2,60 < X  3,40 Kategori kurang = Xi - 1,80 SBi < X  Xi - 0,60 SBi = 3 – (1,80 x 0,67) < X  3 – (0,60 x 0,67) = 3 – (1,21) < X  3 – (0,40) = 1,79 < X  2,60 Kategori sangat kurang = X  3 – (1,80 x 0,67) = X  3 – (1,21) = X  1,79 56 dalam

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil penghitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut: Tabel 3.2 Konversi Skala Lima Interval Skor Kategori X > 4,21 Sangat Baik 3,40 < X 4,21 Baik 2,60 < X  3,40 Cukup 1,79 < X  2,60 Kurang X  1,79 Sangat Kurang 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI G. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut: Tabel 3.3 Jadwal Penelitian       Februari 2019  Januari 2019 November 2018  Desember 2018 Oktober 2018 Agustus 2018 Juli 2018 Juni 2018 Kegiatan September 2018 1. Nama Mei 2018 No April 2018 Waktu (Bulan)  Analisis kebutuhan 2. Menyusun   proposal 3. Pengembang an   awal produk 4.  Validasi produk 5.  Revisi  produk 6. Uji  coba produk 7. Revisi produk 8. Penyusunan skripsi 9. Ujian skripsi  10. Revisi akhir  58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pengembangan 1. Analisis Kebutuhan Langkah pertama yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan oleh peneliti dengan melakukan wawancara dan observasi di 3 (tiga) Sekolah Dasar di Yogyakarta. Peneliti melakukan wawancara dan observasi cara mengajar terhadap 3 guru kelas 1 Sekolah Dasar yaitu Ibu E guru kelas 1 SD Kanisius Condongcatur, Ibu S guru kelas 1 SDN Ngabean, dan Ibu S guru SDN Deresan pada bulan April 2018 sesuai dengan jadwal penelitian. Kegiatan wawancara dilakukan dengan menjawab 22 pertanyaan dan kegiatan observasi dilakukan dengan mengamati 30 pernyataan tentang cara guru mengajar dan 8 pernyataan tentang reaksi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. a. Hasil wawancara analisis kebutuhan Wawancara dilakukan sesuai dengan pedoman wawancara yang sudah disusun yaitu dengan menggunakan 22 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan. Berikut data hasil wawancara dengan 3 (tiga) guru SD kelas 1 yang melaksanakan Kurikulum 2013 terkait dengan pembelajaran inovatif yang dijelaskan pada setiap butir pertanyaan. Butir pertanyaan pertama yaitu mengenai kapan guru mulai menggunakan Kurikulum 2013. Dua guru mulai menggunakan Kurikulum 2013 pada tahun 2014/2015 kemudian dilanjutkan lagi pada tahun 2017/2018 hingga saat ini. Satu guru lainnya mulai menggunakan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014. Butir pertanyaan kedua yaitu mengenai apakah guru pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013. Satu guru pernah mengikuti pelatihan pada tahun 2014 dan 2017. Satu guru lainnya mengikuti 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pelatihan sebelum dan sesudah Kurikulum 2013 dikeluarkan. Sedangkan satu guru lainnya hanya menjawab pernah mengikuti pelatihan. Butir pertanyaan ketiga yaitu mengenai pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013. Satu guru menjawab Kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang menekankan 3 aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, berbasis karakter dan kompetensi. Satu guru lainnya mengatakan Kurikulum 2013 yaitu menyajikan mata pelajaran secara tematik dan penilaiannya lebih banyak. Dan satu guru yang diwawancarai lainnya menjawab belum memahami Kurikulum 2013 sepenuhnya. Butir pertanyaan keempat yaitu mengenai pengetahuan guru tentang karakteristik Kurikulum 2013. Satu guru menjawab karakteristik dari Kurikulum 2013 yaitu mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di rumah, sekolah, dan masyarakat. Satu guru lainnya menjawab karakteristik dari Kurikulum 2013 adalah kurikulum bersifat tematik, mata pelajaran tidak terpisah-pisah, penilaian lebih rinci sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan satu guru lainnya menjawab karakteristik dari Kurikulum 2013 adalah menggunakan pendekatan scientific dalam kegiatan pembelajaran. Butir pertanyaan kelima yaitu mengenai pemahaman guru tentang pendekatan scientific pada pembelajaran. Satu guru menjawab pendekatan scientific yaitu pendekatan pembelajaran menggunakan 5 M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengounikasikan). Satu guru lainnya menjawab pendekatan scientific adalah penggunaan beragam model, metode misalnya tanya jawab, ceramah, dan diskusi. Sedangkan satu guru lainnya lupa yang dimaksud dengan pendekatan scientific. Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai cara guru merumuskan indikator dan tujuan yang disesuaikan dengan 60

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemampuan siswa. Satu guru menjawab caranya yaitu dengan menganalisis SK-KD melalui kata kerja operasional dan menganalisis karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah. Satu guru lainnya menjelaskan caranya yaitu dengan melihat buku dan dikembangkan sesuai kreativitas guru. Sedangkan satu guru lainnya menjawab tidak merumuskan indikator dan tujuan melainkan hanya mengikuti buku pegangan guru saja. Butir pertanyaan ketujuh yaitu mengenai cara guru menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Satu guru menjawab caranya yaitu dengan adanya pembiasaan di kelas, sekolah, rumah, masyarakat. Satu guru lainnya menjelaskan caranya yaitu dengan menyisipkan pada setiap pembelajaran. Sedangkan satu guru lainnya menjawab cara menumbuh kembangkan pendidikan karakter yaitu dengan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari. Butir pertanyaan kedelapan yaitu mengenai model pembelajaran dalam RPP yang digunakan pada setiap pembelajaran. Dua guru menjawab tidak pernah. Sedangkan satu guru lainnya menjawab pernah yaitu menggunakan model Problem Based Leaning (PBL) dan Problem Solving. Butir pertanyaan kesembilan yaitu mengenai tujuan pembelajaran yang dikembangkan guru sudah mengupayakan pencapaian pendidikan karakter. Tiga guru mengatakan sudah mengupayakan. Sedangkan satu guru lainnya memberikan alasan bahwa siswa kurang mendukung upaya untuk mencapai pendidikan karakter. Butir pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai pengetahuan guru tentang keterampilan yang harus dikuasai pada abad 21. Satu guru menjawab mengetahui dengan menyebutkan salah satu keterampilan yang harus dikuasai yaitu berpikir kritis. 61 Satu guru lainnya

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menjawab tidak mengetahui. Sedangkan satu guru lainnya menjawab mengetahui tetapi hanya mengenai keterampilan komunikasi saja. Butir pertanyaan kesebelas yaitu mengenai penggunaan keterampilan Abad 21 dalam RPP yang dibuat oleh guru. Tiga guru menjawab tidak atau belum menggunakan keterampilan tersebut. Butir pertanyaan kedua belas yaitu mengenai penggunaan metode ceramah yang masih mendominasi di kelas. Tiga guru menjawab bahwa metode ceramah masih mendominasi karena melihat karakteristik siswa Kelas I, guru perlu menjelaskan terutama masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Butir pertanyaan ketiga belas yaitu mengenai penggunaan model pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Dua guru menjawab model pembelajaran inovatif yang digunakan yaitu cooperative learning dengan beberapa tipe-tipenya yaitu picture and picture, STAD, danexample non example. Sedangkan satu guru lainnya menjawab pernah yaitu Problem Based Learning (PBL) dan Problem Solving saja, itu pun masih belum sesuai dengan sintaks yang ada. Butir pertanyaan keempat belas yaitu mengenai pengetahuan guru tentang pembelajaran pembelajaran inovatif inovatif. adalah proses Satu guru menjawab pembelajaran yang menumbuhkan keaktifan siswa dan berpusat pada siswa. Satu guru lainnya menjawab sedikit mengetahui pembelajaran inovatif yaitu pembelajaran yang mengajarkan pada siswa dari yang tidak bisa menjadi bisa. Sedangkan satu guru lainnya menjawab mengetahui pembelajaran inovatif yaitu mengacu dan memfasilitasi siswa supaya dapat mengasah kreativitas siswa dan siswa dapat belajar dengan lebih mandiri. Butir pertanyaan kelima belas yaitu mengenai kesulitan guru dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. Satu guru menjawab 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kesulitannya yaitu waktu, tenaga, dan pikiran serta pekerjaan diluar jam mengajar yang menjadi hambatan untuk membuat pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang berbeda. Satu guru lainnya menjawab kesulitanya yaitu ketika siswa belum menguasai dasar dari materi yang seharusnya sudah dipahami dari jenjang pendidikan sebelumnya. Sedangkan satu guru lainnya menjawab kesulitannya adalah anak-anak masih sulit mengemukakan masalah-masalah dan pemahaman siswa juga masih terbatas karena masih belum bisa membaca. Butir pertanyaan keenam belas yaitu mengenai cara mengatasi kesulitan guru dalam pembuatan model pembelajaran inovatif. Satu guru menjawab caranya yaitu dengan memanajemen waktu dengan sebaik-baiknya. Satu guru lainnya menjawab caranya yaitu dengan membuat variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya: siswa diminta untuk presentasi dengan menyebutkan satu per satu huruf vokal yang terdapat di dalam namanya, mengajak siswa untuk bernyanyi lagu yang dimodifikasi liriknya, dan melakukan kegiatan mencongak. Sedangkan satu guru lainnya menjawab caranya adalah dengan membiasakan dan perlu jam belajar tambahan agar siswa dapat membaca. Butir pertanyaan ketujuh belas yaitu mengenai ketersediaan contoh perangkat pembelajaran sesuai Kurikulum 2013 di sekolah. Dua guru menjawab sudah terdapat contohnya akan tetapi masih minim dalam penyusunannya. Satu guru lainnya menjawab sudah terdapat contohnya akan tetapi hanya dengan menggunakan satu model yaitu cooperative learning. Butir pertanyaan kedelapan belas yaitu mengenai apakah guru memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Tiga guru menjawab memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 khususnya untuk kelas bawah. 63

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan kesembilan belas yaitu mengenai apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru sedang menerapkan pembelajaran inovatif. Satu guru menjawab tidak pernah karena siswa sangat antusias ketika menerapkan pembelajaran inovatif. Satu guru lainnya menjawab siswa terkadang merasa bosan khususnya ketika sudah siang karena kebanyakan siswa merasa ngantuk. Sedangkan satu guru lainnya menjawab siswa pernah merasa bosan karena siswa belum paham apa yang sebenarnya guru inginkan dan siswa terkadang juga kurang mendukung RPP yang sudah dibuat oleh guru. Butir pertanyaan kedua puluh yaitu mengenai adakah rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Ketiga guru menjawab memiliki rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif tetapi dalam menerapkannya belum mampu sehingga membutuhkan contoh yang lebih banyak dalam mengembangkan pembelajaran inovatif. Butir pertanyaan kedua puluh satu yaitu mengenai pendapat guru tentang pentingnya penerapan perangkat pembelajaran inovatif dewasa ini. Ketiga guru menjawab bahwa pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran karena materi pembelajaran di kurikulum 2013 sangat banyak terutama di Kelas I masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca dan menulis, untuk mempersingkat waktu dan hasil makasimal, serta karena siswa dapat mendukung adanya pembelajaran inovatif. Butir pertanyaan kedua puluh dua yaitu mengenai pengetahuan guru tentang taksonomi bloom yang sudah direvisi. Satu guru menjawab sudah mengetahui taksonomi bloom yang sudah direvisi. Satu guru lainnya menjawab belum mengetahui taksonomi bloom yang direvisi. Sedangkan satu guru lainnya menjawab pernah mengetahui, tetapi lupa karena tidak diterapkan. 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Hasil observasi analisis kebutuhan Observasi dilakukan dengan pedoman observasi yang mencakup dua objek pengamatan yaitu cara guru mengajar dan reaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pada bagian cara guru mengajar, terdapat tiga aspek yang diamati yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Berikut hasil observasi yang dilakukan peneliti terkait cara mengajar guru dan reaksi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan awal, kegiatan yang diamati yaitu, (1) membuka dengan berdoa, (2) presensi, (3) apersepsi, (4) menjelaskan tujuan pembelajaran, dan (5) memberikan motivasi. Salah satu guru tidak melakukan salah satu kegiatan pada kegiatan awal yaitu dalam pemberian motivasi. Dua guru lainnya tidak melakukan kegiatan presensi melainkan melakukan absensi. Sedangkan satu guru melakukan apersepsi hanya pada satu mata pelajaran saja bukan untuk satu pembelajaran dan tidak menjelaskan tujuan secara detail dari keseluruhan pembelajaran. Pada kegiatan inti, kegiatan yang diamati yaitu, (1) penyampaian cakupan materi dan uraian kegiatan, (2) melibatkan siswa dalam mencari informasi, (3) menggunakan media dan sumber belajar yang tepat, (4) menggunakan metode yang sesuai karakteristik siswa, (5) menggunakan model yang sesuai karakteristik siswa, (6) menerapkan 5M, (7) penggunaan bahasa baku, (8) artikulasi dan volume jelas, (9) pakaian rapi dan berwibawa, (10) pemusatan perhatian secara verbal dan non verbal, (11) guru tidak berpaku pada satu tempat, (12) pemberian contoh dalam kehidupan sehari-hari, (13) pemberian apresiasi kepada siswa, (14) penggunaan sumber belajar berbasis teknologi, (15) guru dapat mengondisikan kelas, (16) menekankan pendidikan karakter, (17) menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan, dan (18) guru berperan sebagai fasilitator. Salah satu guru tidak melakukan 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI beberapa kegiatan yaitu melibatkan siswa dalam mencari informasi, penggunaan media pembelajaran, penggunaan sumber belajar berbasis teknologi, dan menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan. Satu guru lainnya melakukan semua kegiatan dalam kegiatan inti. Sedangkan satu guru lainnya tidak menggunakan media dan sumber belajar yang tepat melainkan hanya menggunakan buku pegangan guru dan siswa saja. Selain itu, guru tersebut juga tidak menggunakan metode yang sesuai melainkan menggunakan metode ceramah saja dan tidak menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi, meskipun fasilitas tersebut tersedia. Pada kegiatan penutup, kegiatan yang diamati yaitu, (1) membuat ringkasan secara lisan, (2) membuat ringkasan secara tertulis, (3) menunjukkan sumber lain, (4) melakukan refleksi, (5) pemberian motivasi pada siswa yang belum berpartisipasi, (6) pemberian evaluasi, dan (7) tindak lanjut. Satu guru tidak melakukan beberapa kegiatan yaitu membuat ringkasan secara lisan dan tertulis serta tidak melakukan refleksi. Satu guru lainnya tidak melakukan kegiatan menunjukkan sumber lain, melakukan kegiatan refleksi, dan pemberian motivasi kepada siswa yang belum aktif, serta pemberian tindak lanjut kepada siswa. Sedangkan satu guru lainnya tidak melakukan beberapa kegiatan yaitu membuat ringkasan secara lisan dan tertulis serta menunjukkan sumber lain. Berdasarkan cara guru mengajar, kemudian dapat dilihat reaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Aspek yang diamati yaitu sebagai berikut: (1) partisipasi siswa, (2) memberikan umpan balik, (3) memperhatikan guru saat menjelaskan, (4) mampu mengajukan pertanyaan yang sesuai topik, (5) mampu bekerja sama, (6) mampu mengomunikasikan hasil diskusi, (7) antusias dalam mengikuti pelajaran, (8) memahami penjelasan dari guru, (9) mampu membuat rangkuman pembelajaran secara lisan, dan (10) mampu membuat ringkasan secara tertulis. 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil observasi dapat dilihat reaksi siswa kelas 1 dalam satu kelas di salah satu SD yang diamati oleh peneliti tidak melakukan kegiatan kerja sama dan mengomunikasikan hasil diskusi karena tidak dilakukan kerja kelompok serta tidak membuat rangkuman secara lisan maupun tertulis. Sedangkan reaksi siswa kelas 1 di dua sekolah lainnya siswa tidak mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan topik pembahasan, tidak melakukan kerja sama dan mengomunikasikan hasil diskusi karena tidak dilakukan kerja kelompok di dalam kegiatan pembelajaran. c. Pembahasan hasil wawancara dan observasi serta analisis kebutuhan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru belum memahami sepenuhnya mengenai pembelajaran inovatif. Guru hanya mengetahui pembelajaran inovatif saja dan bukan memahaminya. Ketika guru mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif guru masih mengalami kesulitan dalam penyusunan dan penerapannya. Selain itu, guru sudah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 akan tetapi dalam penerapannya guru masih mengalami kesulitan khususnya dalam menyusun perangkat pembelajaran khususnya dengan model pembelajaran inovatif, merumuskan indikator dan tujuan, dan penilaian. Sesuai hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dengan 3 (tiga) guru kelas 1, guru masih belum memperhatikan dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran yang menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Guru sangat memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif dalam hal ini peneliti menawarkan dengan menggunakan model pembelajaran inovatif yaitu Generatif dan Problem Based Learning (PBL) khususnya untuk kelas bawah yaitu kelas 1 pada bagian Tema 1 Diriku Subtema 4 Aku Istimewa. Melalui contoh perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model pembelajaran inovatif yaitu generatif dan 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Problem Based Learning (PBL) pada Subtema 4 Aku Istimewa dapat memberikan inspirasi kepada guru cara mendesain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan mampu mengasah kemampuan berpikir siswa serta dapat memahami dengan mudah materi yang disampaikan khususnya pada Subtema 4 Aku Istimewa yang mempelajari kemampuan yang dimiliki diri sendiri untuk lebih mengenal dirinya dan dapat menghargai sesama. 2. Deskripsi Produk Awal Peneliti melakukan beberapa langkah dalam dalam pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah memilih kelas, tema, dan subtema. Atas beberapa pertimbangan, maka peneliti memilih kelas 1 Tema 1 Diriku Subtema 4 Aku Istimewa. Langkah berikutnya yang dilakukan peneliti adalah dengan membuat program tahunan dan program semester. Program tahunan dilakukan dengan memetakan tema dan subtema kelas 1 serta alokasi waktu dalam minggu belajar efektif dalam satu tahun. Setelah membuat program tahunan, peneliti membuat program semester dengan memetakan tema, subtema, dan alokasi waktu, serta menghitung jumlah waktu belajar efektif selama satu semester (6 bulan). Pada program semester, peneliti menandai beberapa waktu belajar tidak efektif (libur, masa orientasi siswa, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester) dan memberikan keterangan tanggal pelaksanaan setiap pembelajaran dalam satu subtema. Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah membuat silabus. Pembuatan silabus dilakukan dengan tahapan awal memetakan kompetensi dasar sesuai dengan muatan pelajaran masing-masing dalam satu tema yaitu Tema 1 Diriku. Selanjutnya peneliti merancang garis besar kegiatan pembelajaran dan alokasi waktu dalam setiap subtema. 68

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peneliti juga mencantumkan teknik penilaian dan sumber belajar yang diperlukan dalam melakukan kegiatan pembelajaran dalam satu tema. Setelah peneliti membuat silabus, peneliti kemudian membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama satu hari penuh dan peneliti membuat RPP sebanyak 6 buah sesuai dengan jumlah pembelajaran dalam satu subtema khususnya Subtema 4 Aku Istimewa. RPP yang dibuat lengkap dengan lampiran materi, media, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal evaluasi, rubrik penilaian, soal pengayaan, lembar remedial, lembar refleksi, dan ringkasan penjelasan mengenai model pembelajaran yang digunakan. Desain pembelajaran yang dibuat menggunakan pendekatan scientific sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 dan menggunakan pendekatan tematik integratif. RPP adalah perangkat pembelajaran yang memuat rencana kegiatan pembelajaran satu hari yang dibuat secara rinci dan dijadikan pedoman oleh guru untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD). Komponenkomponen yang terdapat di dalam RPP yaitu, (1) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan, (2) identitas mata pelajaran atau tema/ subtema, (3) kelas/ semester, materi pokok, alokasi waktu yang ditentukan sesuai dengan keperluan untuk mencapai KD dan beban belajar, (4) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran, (5) materi pembelajaran, (6) metode pembelajaran, (7) media pembelajaran/bahan dan sumber belajar, (8) langkah-langkah pembelajaran, (9) penilaian, (10) lampiran (materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal evaluasi, rubrik penilaian, soal pengayaan, lembar remedial, lembar refleksi, dan ringkasan penjelasan mengenai model pembelajaran yang digunakan). RPP dibuat untuk satu hari mengajar dengan alokasi waktu 5 JP (5 x 35 menit). Sesuai dengan buku pegangan guru, peneliti membuat RPP sesuai dengan muatan pelajaran yang terdapat di dalamnya setiap pertemuan. Peneliti merumuskan KD dari setiap muatan pelajaran menjadi beberapa indikator menggunakan kata kerja operasional dari 69

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tingkatan Taksonomi Bloom (revisi) sesuai dengan pendapat Anderson dan Krathwol (2014: 6) yang menjelaskan 6 tingkatan taksonomi bloom dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan/menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Setelah merumuskan indikator, penulis kemudian merumuskan menjadi tujuan pembelajaran dengan menggunakan unsur ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree). Selain menggunakan unsur ABCD, peneliti juga memperhatikan penggunaan kata benda yang mendeskripsikan pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) pada tujuan pembelajaran. Peneliti kemudian memilih pendekatan, model pembelajaran inovatif, metode, dan teknik yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan sesuai dengan pendapat Amri (2013: 5). Pendekatan yang digunakan adalah tematik integratif dan scientific. Peneliti memilih model pembelajaran inovatif Generatif untuk pembelajaran 1, 3, dan 6 dan Problem Based Learning (PBL) untuk pembelajaran 2, 4, dan 5. Metode yang dipilih penulis di antaranya: tanya jawab, penugasan, demonstrasi, diskusi, dan ceramah sedangkan teknik pembelajaran peneliti hanya mencantumkan teknik pembelajaran pada beberapa RPP. Tahapan berikutnya, peneliti membuat langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan sintaks dari setiap model pembelajaran yang digunakan dan RPP dibuat dengan 2 (dua) penggalan sesuai dengan jam belajar satuan pendidikan. Kegiatan dalam langkah-langkah pembelajaran dibagi menjadi 3 yaitu, pendahuluan, inti, dan penutup. Dalam kegiatan pendahuluan peneliti memberikan motivasi kepada siswa dengan menyanyikan lagu nasional dengan tujuan agar siswa lebih mengenal lagu-lagu nasional. Dalam penjabaran kegiatan pembelajaran, peneliti menggunakan tahapan 5 M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan) dan keterampilan dasar abad 21 yaitu 4 C (communication, collaboration, critical thinking, and creaivity). Pada kegiatan penutup, peneliti memberikan kesimpulan dan refleksi yang 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berupa pertanyaan yang disampaikan dan setiap siswa memilih salah satu emoticon untuk menggambarkan perasaan mereka selama mengikuti pembelajaran. Selesai membuat langkah-langkah pembelajaran, peneliti memilih media, alat, dan bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan fasilitas yang terdapat di sekolah, peneliti menggunakan LCD sebagai salah satu media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, selebihnya peneliti menentukan beberapa media sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Sama halnya dalam menentukan media, peneliti juga menyesuaikan pemilihan alat dan bahan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Peneliti menggunakan beberapa sumber belajar dalam menyampaikan materi. Peneliti menggunakan sumber belajar bukan hanya melalui buku pegangan guru dan siswa saja, melainkan juga dari sumber belajar yang lain seperti internet dan lingkungan sekitar. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran inovatif yaitu segala sumber informasi mengenai materi yang dipelajari bisa ditemukan dari mana saja (dari berbagai sumber belajar). Tahapan selanjutnya adalah membuat penilaian yang di dalamnya memuat muatan pelajaran, aspek yang dinilai (sikap, pengetahuan, dan keterampilan), indikator yang telah dirumuskan, teknik penilaian, dan instrumen penilaian. Pada muatan pelajaran PPKn aspek sikap spiritual dan sosial harus dinilai karena pada Kurikulum 2013 revisi terakhir mengatakan penilaian sikap harus dilakukan pada muatan pelajaran PPKn dan Agama. Sedangkan pada muatan pembelajaran yang lain aspek sikap peserta didik ditekankan pada pendidikan karakter yang dilakukan secara tersirat. Selain aspek sikap yang dinilai ada aspek pengetahuan dan keterampilan yang harus dinilai. Pada aspek pengetahuan, teknik penilaian dilakukan dengan cara penugasan dan instrumen yang berupa kisi-kisi soal, soal evaluasi, dan kunci jawabannya. Sedangkan aspek keterampilan teknik penilaian dan 71

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI instrumen penilaian dilakukan sama seperti aspek sikap yaitu menggunakan teknik observasi dan instrumen penilaian yang berupa lembar observasi. Peneliti juga mencantumkan lampiran-lampiran secara lengkap di dalam RPP. Lampiran pertama peneliti mencantumkan materi pembelajaran sesuai dengan materi setiap muatan pelajaran dalam RPP. Lampiran kedua peneliti mencantumkan media pembelajaran yang digunakan. Media yang digunakan yaitu video (yang dilampirkan gambar videonya), gambar-gambar yang akan digunakan, dan lain-lain. Lampiran ketiga berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan oleh peneliti sesuai dengan indikator yang dirumuskan. Hal yang sama dilakukan juga oleh peneliti pada pengembangan soal evaluasi. Lampiran berikutnya berupa penilaian dari aspek sikap yang berupa pernyataan-pernyataan yang akan dinilai (hanya pada muatan pelajaran PPKn), pengetahuan yang berupa kisi-kisi soal, dan keterampilan yang berupa pernyataan-pernyataan yang akan dinilai. Selain menyiapkan LKPD dan soal evaluasi, peneliti juga membuat soal pengayaan untuk siswa serta lembar remedial apabila masih terdapat siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Peneliti juga mencantumkan lembar refleksi yang dijadikan panduan sebagai kegiatan refleksi serta ringkasan penjelasan model pembelajaran yang digunakan pada RPP tersebut. 3. Validasi Ahli dan Revisi Produk a. Data Validasi Produk awal yang sudah dibuat oleh peneliti yang berupa Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (sebanyak 6) kemudian divalidasi oleh dua orang yang sudah berpengalaman dalam melaksanakan Kurikulum 2013. Kegiatan validasi dilakukan untuk mengetahui kualitas produk yang dibuat oleh peneliti. Melalui 72

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI validitas ini, peneliti mendapatkan masukan untuk memperbaiki produk perangkat pembelajaran yang dibuat oleh peneliti sehingga layak untuk diujicobakan. Dua orang yang sudah berpengalaman dalam melaksanakan Kurikulum 2013 yang menjadi validator adalah mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang sudah mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) yaitu Ibu N. Sedangkan satu validator lainnya merupakan guru Kelas I SD Kanisius Condongcatur yaitu Ibu E sebagai pelaksana Kurikulum 2013 di SD yang dijadikan tempat penelitian oleh peneliti. Validasi oleh mahasiswa PPG dan guru kelas dilakukan sebanyak satu kali. Terdapat beberapa aspek penilaian pada setiap komponen perangkat pembelajaran (prota, prosem, silabus, dan RPP). Pada komponen Prota dalam instrumen validasi aspek-aspek yang dinilai yaitu, (1) kelengkapan identitas, (2) kelengkapan tema, subtema, dan alokasi waktu, (3) kesesuaian jumlah jam efektif dan jumlah alokasi waktu, dan (4) Kesesuaian pembagian waktu setiap tema dan subtema. Pada komponen Prosem, aspek-aspek yang dinilai yaitu, (1) kelengkapan identitas, (2) kelengkapan tema, subtema, pembelajaran, bulan, dan alokasi waktu, dan (3) kesesuaian materi pokok dan alokasi waktu yang digunakan sesuai. Kemudian pada komponen silabus, aspek-aspek yang dinilai yaitu, (1) memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema, (2) memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar, dan (3) keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. Pada komponen RPP dibagi menjadi tiga yaitu RPP, media, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Aspek-aspek yang dinilai pada komponen RPP yaitu, (1) kejelasan dan kelengkapan identitas RPP, (2) kesesuaian rumusan indikator, (3) kesesuaian tujuan pembelajaran, (4) materi sesuai sistematis, dan lengkap, (5) rumusan 73

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tujuan, (6) kesesuaian strategi pembelajaran, (7) kesesuaian pemilihan media pembelajaran, (8) pemilihan sumber belajar, (9) evaluasi, (10) mengembangkan HOTS, (11) rancangan kegiatan sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan, (12) rancangan kegiatan sesuai karakteristik model pembelajaran, (13) kegiatan sesuai dengan sintaks kegiatan pembelajaran, (14) mengembangkan 5M, (15) mengembangkan 4C, dan (16) kelengkapan instrumen evaluasi. Pada media pembelajaran aspek-aspek yang dinilai yaitu, (1) kesesuaian media yang digunakan, (2) media mudah digunakan, dan (3) media yang digunakan menarik. Pada komponen LKPD, aspek-aspek yang dinilai yaitu, (1) kesesuaian LKPD, (2) kelayakan isi, (3) kelayakan bahasa, (4) kelayakan kegiatan, (5) kelayakan tampilan, dan 6) kelayakan penyajian. Sedangkan pada komponen bahasa aspek-aspek yang dinilai yaitu, (1) sesuai PUEBI, (2) sesuai tingkat perkembangan siswa, (3) komunikatif, (4) jelas dan mudah dimengerti, dan (5) kejelasan petunjuk/ arahan. Berdasarkan hasil validasi dari mahasiswa PPG yaitu Ibu N, validator memberi rata-rata dari 6 lembar validasi (sesuai dengan jumlah RPP yang dibuat) 4,725 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran yang diberikan oleh Ibu N. Ibu N memberikan komentar untuk beberapa komponen yaitu: (1) komponen Prosem pada aspek materi pokok, (2) komponen RPP pada aspek materi pembelajaran, (3) rumusan tujuan, (4) strategi pembelajaran, (5) pemilihan media pembelajaran, 6) sumber belajar, (7) kemampuan HOTS, (8) komponen media pada aspek kesesuaian jenis media, (9) komponen LKPD pada aspek kelayakan tampilan, (10) komponen bahasa pada aspek penggunaan bahasa sesuai PUEBI. Komentar yang diberikan yaitu, (1) Prosem belum mencantumkan materi pokok, (2) materi pembelajaran masih kurang 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lengkap dan perumusan indikator masih kurang jelas, (3) penyusunan kata dalam perumusan indikator dan masih terdapat tujuan yang mengamati lebih dari 1 tingkah laku, (4) alokasi waktu kurang, (5) media kurang konkret, (6) sumber belajar masih kurang, (7) masih terdapat muatan pelajaran yang belum mencapai indikator HOTS, (8) perbaikan penggunaan huruf, dan (9) memperbaiki kesalahan penulisan. Berdasarkan hasil validasi dari guru kelas 1 dengan Ibu E ratarata skor yang diberikan dari 6 lembar validasi (sesuai dengan jumlah RPP yang dibuat) 3,916 dengan kategori “baik”. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk diujicobakan dengan revisi sesuai saran yang diberikan oleh Ibu E. Ibu E memberikan komentar untuk beberapa komponen yaitu: (1) komponen RPP pada aspek kelengkapan identitas, (2) komponen RPP pada aspek kelengkapan instrumen evaluasi, (3) komponen bahasa pada aspek penggunaan bahasa sesuai PUEBI, dan (4) kejelasan kalimat. Komentar yang diberikan yaitu, (1) hari dan tanggal pelaksanaan RPP dilengkapi, (2) penskoran dibuat setiap muatan pelajaran, per KD, dan dilengkapi dengan tabel konversi, (3) memperbaiki kesalahan penulisan, dan (4) bahasa yang digunakan terlalu tinggi. Perangkat pembelajaran yang sudah divalidasi oleh dua validator direvisi sesuai dengan masukan yang diberikan. Berikut tabel yang menjabarkan hasil komentar dan revisi dari kedua validator: 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.1 Komentar validator dan revisi produk Model Generatif No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi Program Semester (Prosem) 3. Materi pokok Tidak ada sesuai dengan pokok di materi Peneliti dalam menambahkan materi Kompetensi Inti Prosem. pokok pada program (KI) dan semester. Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. Kejelasan dan Hari kelengkapan Identitas dan tanggal Melengkapi hari dan dilengkapi. RPP tanggal setelah peneliti mengetahui (satuan kapan kegiatan pendidikan, kelas, penelitian semester, dilaksanakan. mulai tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 4. Materi Pada indikator lebih Indikator Pembelajaran baik ditulis membuat ditulis membuat karya (kesesuaian materi karya pembelajaran boneka. boneka. (Pembelajaran 1) 76 langsung

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan KD dan Tambahkan urutan Menambahkan urutan indikator, susunan cara menentukan isi cara menentukan isi materi yang puisi. (Pembelajaran puisi. sistematis, 6) kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan Pencapaian hanya mengandung langsung satu (1) jenis membuat tujuan Tujuan langsung ditulis ditulis membuat boneka. boneka. tingkah laku yang (Pembelajaran 1) dapat diamati dan Terdapat diukur. pencapaian dua Membuat tujuan tujuan. agar tidak terdapat 2 (Pembelajaran 3) Mata 2 pencapaian tujuan. pelajaran Membuat 2 tujuan PPKn 1 tujuan masih agar tidak terdapat 2 mencapai 2 tingkah tingkah laku yang laku. (Pembelajaran diamati. 6) 6. Strategi Pada penggalan satu Menambah Pembelajaran alokasi waktu masih pada (pendekatan, kurang. agar sesuai dengan metode; (Pembelajaran 1) jumlah alokasi waktu model, kegiatan langkah-langkah yang pembelajaran; dan ditentukan. tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran scientific) sesuai. 77 waktu inti, sudah

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Pemilihan media Tambahkan pembelajaran (sesuai media Gambar es krim yang yang dapat langsung dicetak satuan agar dengan digunakan siswa siswa tujuan, materi, dan menghitung. 11. mudah menghitungnya. kondisi kelas). (Pembelajaran 6) Mengembangkan Indikator kemampuan belum berpikir lebih PPKn Membuat indikator HOTS. PPKn menjadi HOTS. tingkat (Pembelajaran 1) tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS). 16. Kelengkapan Lengkapi dengan Melengkapi pedoman instrument evaluasi pedoman penskoran penskoran (soal, kunci, rubrik tiap dengan muatan membuat tiap muatan pedoman pelajaran dan KD pelajaran dan penskoran). serta tabel konversi. dilengkapi serta dengan KD tabel konversi. Media 1. Kesesuaian media kompetensi jenis Tambahkan dengan lebih nyata/ konkret. sekitar yang (Pada pembelajaran tulis harus dicapai, 6) materi yang dibahas, seperti yang alat dapat dijadikan media untuk menghitung strategi siswa pada mata pelajaran pembelajaran yang Matematika. dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar media Menambahkan benda dengan 78

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI jelas (gambar, video, audio, animasi). LKPD 5. Kelayakan tampilan Huruf kapital belum Mengganti (daya digunakan huruf di kapital menjadi huruf tarik sampul/ cover semester 1. kecil. LKPD, kesesuaian Ukuran huruf kurang Ukuran huruf digunakan yang besar. diperbesar dalam huruf dengan ukuran font 18. LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD) Bahasa 1. Penggunaan Masih terdapat Peneliti memperbaiki bahasa sesuai kesalahan pada beberapa kata atau dengan PUEBI penulisan. kalimat yang belum (Panduan Umum tepat. Ejaan Bahasa Indonesia). 4. Kalimat yang Penggunaan bahasa Menyederhanakan digunakan jelas pada dan dimengerti. mudah terlalu soal masih kalimat tinggi. digunakan agar lebih (Pembelajaran 6) mudah siswa. 79 yang dipahami

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.2 Komentar validator dan revisi produk Model Problem Based Learning (PBL) No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi Program Semester (Prosem) 3. Materi pokok Tidak ada sesuai dengan pokok di materi Peneliti dalam menambahkan materi Kompetensi Inti Prosem. pokok pada program (KI) dan semester. Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. Kejelasan dan Hari kelengkapan Identitas dan dilengkapi. RPP tanggal Melengkapi hari dan tanggal setelah peneliti mengetahui (satuan kapan pendidikan, kelas, penelitian semester, dilaksanakan. tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 80 kegiatan mulai

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Materi Ditambahkan cara Menambahkan cara Pembelajaran menentukan isi lagu. menentukan isi lagu. (kesesuaian materi (Pada pembelajaran pembelajaran dengan 5) KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 7. Pemilihan media Tambahkan pembelajaran (sesuai 8. benda Menambahkan media nyata untuk operasi seperti: dengan penjumlahan. (Pada penghapus dan yang tujuan, materi, dan pembelajaran 5) dimiliki kondisi kelas). siswa untuk dihitung. beberapa Pemilihan sumber Tambahkan sumber Peneliti belajar (bahan belajar lain di sekitar menambahkan cetak, lingkungan siswa. sekitar (Pada lingkungan dan pembelajaran 5) internet). 16. pensil Kelengkapan sekitar sebagai sumber belajar siswa. Lengkapi dengan Melengkapi pedoman instrument evaluasi pedoman penskoran penskoran (soal, kunci, rubrik tiap dengan muatan membuat tiap muatan pedoman pelajaran dan KD pelajaran dan penskoran). serta tabel konversi. dilengkapi serta dengan KD tabel konversi. LKPD 5. Kelayakan Huruf kapital belum Mengganti 81 huruf

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tampilan (daya digunakan tarik sampul/ cover semester 1. di kapital menjadi huruf kecil. LKPD, kesesuaian Ukuran huruf kurang Ukuran huruf yang besar. digunakan dalam huruf diperbesar dengan ukuran font 18. LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD) Bahasa 1. Penggunaan Masih terdapat Peneliti memperbaiki bahasa sesuai kesalahan pada beberapa kata atau dengan PUEBI penulisan. kalimat yang belum (Panduan Umum tepat. Ejaan Bahasa Indonesia). b. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan oleh validator. Validator memberikan masukan pada beberapa komponen yaitu: (1) tidak ada materi pokok di dalam Prosem. Pada bagian ini peneliti melakukan perbaikan produk dengan menambahkan materi pokok di dalam Prosem kemudian peneliti melakukan perbaikan pada bagian lainnya yaitu pada identitas RPP dengan, (2) melengkapi hari dan tanggal setelah peneliti mengetahui waktu memulai kegiatan penelitian. Peneliti juga (3) menyusun indikator secara jelas dan menambahkan materi yang kurang. Setelah penyusunan indikator, peneliti (4) merumuskan indikator menjadi beberapa tujuan agar dalam satu indikator tidak memuat dua aspek yang diamati dan membuat kata-kata yang langsung menunjukkan komponen ABCD sesuai dengan pendapat dari Kosasih (2014: 21) 82

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang menjelaskan bahwa pada tujuan harus memuat unsur-unsur ABCD. Validator juga memberikan komentar mengenai (5) pada bagian langkah-langkah pembelajaran, pada penggalan satu alokasi waktu masih kurang. Sehingga peneliti memberikan tambahan waktu 5 menit pada kegiatan inti, agar sesuai dengan jumlah alokasi waktu yang sudah ditentukan. (6) Penggunaan media menurut validator juga masih kurang konkret karena sesuai dengan pendapat Piaget (dalam Rusman, 2014: 251) menjelaskan bahwa anak pada usia 7 – 11 tahun berada pada tahapan kognitif operasional konkret agar siswa lebih mudah memahami materi yang dipelajarinya sehingga peneliti menambahkan beberapa benda konkret yang ada di sekitar siswa untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Bukan hanya media yang digunakan dari lingkungan sekitar siswa, tetapi (7) lingkungan sekitar juga dijadikan sebagai sumber belajar siswa. (8) Indikator pada salah satu muatan pelajaran menurut validator masih belum memenuhi indikator HOTS. Peneliti akhirnya mengubah indikator agar mencapai HOTS. Salah satu validator memberikan masukan untuk (9) melengkapi pedoman penskoran dengan pedoman penskoran tiap muatan pelajaran dan KD serta tabel konversi agar penilaian dapat dilakukan dengan mudah dan langsung mendapatkan nilai pada setiap muatan pelajaran. Penilaian yang dilakukan diambil dari LKPD dan soal Evaluasi. Dalam pembuatan LKPD, peneliti perlu memperhatikan 10 penggunaan huruf kapital belum digunakan di kelas 1 sehingga peneliti memperbaiki penggunaan huruf pada LKPD dan soal evaluasi. Ukuran huruf juga perlu diperhatikan sehingga peneliti perlu menggunakan ukuran huruf yang cukup besar yaitu 18 agar siswa dapat dengan mudah membaca soal yang diberikan. Selain itu, peneliti juga perlu memperhatikan (10) penggunaan bahasa agar tidak terlalu tinggi untuk diperbaiki agar bahasa lebih mudah dipahami siswa, serta (11) memperbaiki kesalahan penulisan pada perangkat pembelajaran. 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Uji Coba Terbatas a. Data Uji Coba Terbatas Peneliti melakukan uji coba terbatas selama dua hari dengan menerapkan dua model pembelajaran inovatif yang berbeda pada setiap hari. Pada hari pertama yaitu tanggal 21 Agustus 2018 peneliti menggunakan model Generatif dan pada tanggal 23 Agustus 2018 peneliti menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Pada uji coba terbatas ini, guru yaitu Ibu E dan salah satu calon guru yaitu B memvalidasi produk melalui kegiatan observasi guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Melalui hasil penilaian observasi dan hasil pekerjaan siswa, peneliti dapat melakukan revisi produk khususnya RPP dengan memperhatikan beberapa unsur dari observasi guru yaitu, (1) pelaksanaan sesuai karakteristik pembelajaran inovatif, (2) kesesuaian sintaks model pembelajaran, (3) penerapan 5M, 4) mengembangkan keterampilan 4C, (5) penguasaan materi, (6) peran guru sebagai fasilitator, (7) pembelajaran berpusat pada siswa, (8) penggunaan media yang beragam, 9) mengembangkan kemampuan HOTS, (10) usaha dalam memvariasi pembelajaran, (11) mengembangan pendidikan karakter, (12) perpindahan muatan pelajaran tidak terlihat, (13) terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan (14) melakukan penilaian otentik. Sedangkan pada bagian observasi siswa beberapa aspek yang diperhatikan yaitu, (1) pencapaian indikator, (2) keaktifan siswa, (3) melaksanakan 5M, (4) perasaan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) keterlibatan dalam penggunaan media, (6) memperoleh pengalaman langsung, dan (7) berkembangnya kemampuan 4C dalam diri siswa. Berdasarkan hasil uji coba pada hari pertama dengan menerapkan model pembelajaran inovatif Generatif, diperoleh skor rata-rata 4,22. (Ibu E dan B) dengan kategori “sangat baik”. Ibu E 84

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan B memberikan komentar pada bagian observasi guru berikut: (1) penerapan 5M, (2) peran guru sebagai fasilitator, (3) pembelajaran berpusat pada siswa, (4) mengembangkan kemampuan HOTS, (5) usaha dalam memvariasi pembelajaran, dan (6) terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan. Sedangkan pada bagian observasi siswa, komentar yang diberikan yaitu pada aspek-aspek berikut: (1) perasaan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran dan (2) memperoleh pengalaman langsung. Komentar yang diberikan yaitu, (1) pendekatan scientific muncul karena adanya variasi pembelajaran yang lebih menarik lagi, (2) peran guru sesekali masih mendominasi, (3) siswa sudah melaksanakan perintah guru yang berperan sebagai fasilitator, (4) pembelajaran sudah berpusat pada siswa, (5) penerapan HOTS masih kurang, (6) perbanyak kegiatan yang menyenangkan, (7) suasana pelajaran sudah menyenangkan dan membuat siswa memahami materi dengan mudah, (8) siswa merasakan pembelajaran yang menyenangkan karena terlibat secara langsung dan (9) media pembelajaran sangat menyenangkan. Berdasarkan hasil uji coba pada hari kedua dengan menerapkan model pembelajaran inovatif Problem Based Learning (PBL), diperoleh skor rata-rata 4,35. (Ibu E dan B) dengan kategori “sangat baik”. Ibu E dan B memberikan komentar pada bagian observasi guru berikut: (1) kesesuaian sintaks model pembelajaran, (2) mengembangkan keterampilan abad 21, (3) penguasaan materi, (4) peran guru sebagai fasilitator, (5) penggunaan media yang beragam, (6) mengembangkan HOTS, (7) mengembangkan pendidikan karakter, dan (8) terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan. Sedangkan pada bagian observasi siswa, komentar yang diberikan yaitu pada aspek-aspek berikut: (1) keaktifan siswa, (2) memperoleh pengalaman langsung, dan (3) berkembangnya kemampuan 4C dalam diri siswa. 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Komentar yang diberikan yaitu, (1) meningkatkan kemampuan mengajar menggunakan model-model pembelajaran yang lain, (2) sudah percaya diri lagi dan sudah menguasai materi, (3) penggunaan media sudah cukup efektif, (4) siswa belum terlalu kreatif, (5) guru beberapa kali masih mendominasi, (6) nilai karakter sudah tampak dalam kegiatan pembelajaran, (7) penguasaan kelas sudah baik dan siswa sudah terlibat secara aktif, (8) pembelajaran yang menyenangkan dapat dilihat dari keaktifan siswa, (9) siswa aktif dalam penggunaan media, (10) pengalaman belajar sudah tampak dan sangat membantu siswa, dan (11) siswa masih kurang mengembangkan bagian berpikir kreatif. Perangkat pembelajaran yang telah diujicobakan dan dinilai melalui kegiatan observasi oleh guru dan calon guru kemudian direvisi sesuai dengan masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 4.3 Komentar Guru SD Kelas I dan calon guru serta revisi model Generatif No Aspek yang dinilai Komentar Revisi Observasi Guru 3. Guru menerapkan Pendekatan pendekatan scientific scientific Menambahkan muncul karena adanya variasi 5M variasi (mengamati, yang pembelajaran pembelajaran yang lebih menarik dapat menanya, menalar, lagi. memunculkan mencoba, pendekatan mengomunikasikan) scientific. kepada siswa. 6. Guru lebih berperan Siswa sudah Lebih sebagai motivator & melaksanakan perintah memunculkan fasilitator pada saat guru 86 yang berperan peran guru sebagai

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. sebagai fasilitator. Peran guru fasilitator. sesekali masih mendominasi. 7. Pembelajaran Pembelajaran berpusat sudah Meningkatkan pada berpusat pada siswa. siswa. kemampuan untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. 9. Guru Penerapan HOTS Lebih menerapkan mengembangkan masih kurang. kemampuan kemampuan berpikir berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan tingkat tinggi (HOTS). pembelajaran. 10. Guru Perbanyak mengusahakan kegiatan Menambahkan yang menyenangkan. kegiatan kegiatan pembelajaran yang pembelajaran yang menyenangkan. bervariasi. 13. Guru menciptakan Suasana suasana sudah pembelajaran yang dan menyenangkan. pelajaran Meningkatkan menyenangkan dalam menciptakan membuat memahami siswa suasana materi pebelajaran dengan mudah. yang menyenangkan. Observasi Siswa 4. Siswa senang terkesan Siswa merasakan Meningkatkan agar dalam pembelajaran 87 yang siswa senang

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengikuti kegiatan menyenangkan karena mengikuti kegiatan pembelajaran. terlibat secara pembelajaran dan langsung. terlibat secara langsung. 6. Siswa terlibat dalam Media pembelajaran Meningkatkan penggunaan media sangat menyenangkan. dalam memilih pembelajaran. media agar siswa terlibat dalam penggunaan media Tabel 4.4 Komentar Guru SD Kelas I dan calon guru serta revisi model Problem Based Learning (PBL) No Aspek yang dinilai Komentar Revisi Observasi Guru 2. Guru melaksanakan Meningkatkan Lebih meningkatkan pembelajaran sesuai kemampuan mengajar kemampuan dengan sintaks menggunakan model- mengajar model pembelajaran model inovatif pembelajaran dengan yang yang lain. digunakan. 4. Guru sesuai model pembelajaran yang digunakan. telah Siswa belum terlalu Memperbaiki mengembangkan kreatif dan masih kegiatan agar siswa keterampilan cenderung mengikuti lebih kreatif lagi. belajar dasar abad guru. 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif) 5. Guru materi menguasai Sudah percaya diri Meningkatkan dalam dan sudah menguasai percaya mengajar dan tidak materi. 88 diri rasa dan penguasaan materi.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terjadi miskonsepsi. 6. Guru lebih berperan Peran guru sesekali Lebih memunculkan sebagai motivator & masih mendominasi. peran guru sebagai fasilitator pada saat fasilitator. pembelajaran. 8. Guru menggunakan Penggunaan beragam media Memilih media yang media sudah cukup efektif. dalam sesuai dengan pokok bahasan. pembelajaran. 9. Guru Penerapan mengembangkan masih kurang. HOTS Lebih kemampuan berpikir kemampuan berpikir menerapkan tingkat tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan tinggi (HOTS). pembelajaran. 11. Guru Nilai karakter sudah Meningkatkan mengembangkan tampak dalam penanaman nilai pendidikan kegiatan pendidikan karakter karakter. pembelajaran. agar selalu ada dalam pembelajaran. 13. Guru menciptakan Penguasaan suasana kelas Meningkatkan sudah baik dan siswa kemampuan dalam pembelajaran yang sudah terlibat secara menciptakan menyenangkan. aktif. suasana pebelajaran yang menyenangkan. Observasi Siswa 2. Siswa terlibat aktif Pembelajaran dalam yang Lebih membuat kegiatan menyenangkan dapat siswa terlibat secara 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. dilihat dari keaktifan aktif. siswa. 6. Siswa terlibat dalam Siswa aktif dalam Meningkatkan penggunaan media penggunaan media. kemampuan untuk pembelajaran. memilih media agar siswa terlibat dalam penggunaan media 7. Siswa memperoleh Pengalaman pengalaman langsung pembelajaran. sudah belajar Lebih meningkatkan tampak dalam sangat dan untuk memberikan membantu pengalaman belajar siswa. secara langsung pada siswa. 8. Siswa berkembang Siswa masih kurang Memperbaiki kemampuan 4C-nya berkembang kegiatan agar kemampuan berpikir kemampuan berpikir kreatifnya kreatif siswa dapat meningkat. Pada hasil uji coba produk hari pertama menggunakan model pembelajaran inovatif Generatif, peneliti menghitung skor yang diperoleh siswa dari soal evaluasi yang diberikan dengan jumlah siswa yang hadir yaitu 24. Skor rata-rata yang diperoleh dari setiap muatan pelajaran khususnya pada aspek kognitif adalah sebagai berikut: (1) PPKn: 87, (2) Bahasa Indonesia: 95, dan (3) SBdP: 96. Pada hasil uji coba hari kedua menggunakan model pembelajaran inovatif Problem Based Learning (PBL), peneliti menghitung skor yang diperoleh siswa dari soal evaluasi yang diberikan dengan jumlah siswa yang hadir yaitu 24. Skor rata-rata yang diperoleh dari setiap muatan pelajaran adalah sebagai berikut: (1) Bahasa Indonesia: 96 dan (2) PJOK: 89. 90

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil kerja siswa melalui soal evaluasi, dapat dianalisis kesulitan-kesulitan yang masih dialami siswa dalam pembelajaran yaitu, (1) beberapa siswa masih mengalami kesulitan membaca dan menulis, (2) beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan huruf konsonan, dan (3) beberapa siswa masih mengalami kesulitan memahami soal. Kesulitan-kesulitan tersebut dapat dijadikan pedoman bagi peneliti untuk melakukan revisi produk khususnya dalam perumusan indikator dan tujuan aspek kognitif dan revisi lembar LKPD serta soal evaluasi. Tabel 4.5 Hasil Belajar Siswa Tiap Muatan Pelajaran No Muatan Pelajaran 1. PPKn Kesulitan-kesulitan Revisi Siswa Beberapa siswa Memberikan mengalami kesulitan contoh ketika menuliskan ciri papan khusus yang di depan tulis dimiliki menambah mereka, tetapi mereka waktu dapat satu dan alokasi untuk mengucapkan mengerjakan soal. secara lisan ciri khusus yang dimiliki mereka (siswa masih mengalami kesulitan dalam menulis ketika diminta untuk menjawab soal uraian). Beberapa siswa masih Mengubah kalimat mengalami mudah kesulitan agar dalam memahami soal. 2. Bahasa Indonesia dipahami siswa. Beberapa siswa masih Melibatkan belum bisa membedakan secara huruf konsonan. 91 siswa langsung dalam penyampaian

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI materi. 3. SBdP Beberapa siswa masih Mendampingi siswa mengalami dalam kesulitan yang menulis masih ketika mengalami kesulitan diminta untuk menjawab dalam menulis dan soal uraian. 4. PJOK menambah Beberapa siswa masih waktu mengalami dalam kesulitan mengerjakan menulis alokasi untuk soal ketika evaluasi. diminta untuk menjawab soal uraian. b. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan komentar yang diberikan guru kelas 1 dan salah calon guru setelah uji coba produk dan hasil evaluasi belajar siswa. Guru kelas 1 dan calon guru memberikan masukan pada bagian: (1) kemampuan HOTS masih kurang terlihat. Pada kegiatan pembelajaran peneliti lebih memunculkan lagi kemampuan HOTS, (2) lebih memvariasi kegiatan pembelajaran agar kegiatan 5 M lebih nampak. Variasi kegiatan pembelajaran ditambah untuk lebih memunculkan pendekatan scientific, (3) guru masih mendominasi. Peneliti membuat kegiatan pembelajaran yang lebih bersifat guru sebagai fasilitator dan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, (4) memperbanyak kegiatan yang menyenangkan. Peneliti menambahkan kegiatan yang menyenangkan agar siswa tidak mudah jenuh dalam kegiatan pembelajaran, dan (5) siswa masih kurang kreatif. Peneliti memperbaiki kegiatan agar siswa lebih kreatif lagi agar mampu mencapai salah satu keterampilan dasar abad 21 yaitu creativity sesuai dengan pendapat Hosnan (2014: 87). Sedangkan berdasarkan hasil belajar siswa peneliti melakukan revisi berdasarkan kesulitan 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang dialami siswa yaitu, (1) beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami beberapa soal. Peneliti mengubah penulisan kalimat agar lebih mudah dipahami oleh siswa, (2) siswa masih mengalami kesulitan dalam menjawab salah satu soal. Peneliti memberikan satu contoh kepada siswa dalam menjawab soal, (3) beberapa siswa masih mengalami kesulitan membaca dan menulis. Peneliti menambahkan alokasi waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal evaluasi, dan (4) kemampuan berpikir kreatif siswa masih kurang berkembang. Oleh karena itu peneliti memperbaiki kegiatan agar kemampuan berpikir kreatif siswa dapat berkembang. 5. Kajian Produk Akhir Produk akhir diperoleh dari saran dan perbaikan yang diberikan oleh kedua validator yaitu satu validator ahli dan satu validator guru kelas 1 SD sebagai pelaksana Kurikulum 2013 dan hasil observasi pelaksanaan uji coba perangkat pembelajaran selama dua hari. Peneliti melakukan revisi sebanyak 2 kali. Revisi pertama dilakukan berdasarkan masukan dan saran yang diberikan oleh dua validator. Kemudian revisi yang terakhir dilakukan berdasarkan hasil validasi produk pada saat pelaksanaan uji coba dua perangkat pembelajaran. Revisi produk akhir dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan oleh guru Kelas I SD Kanisius Condongcatur dan calon guru. Produk akhir dikemas menjadi satu jilid yaitu Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus, dan 6 (enam) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta lampiran-lapirannya pada Tema 1 Diriku Subtema 4 Aku Istimewa untuk kelas 1 SD. Produk akhir (perangkat pembelajaran) telah direvisi sesuai dengan masukan untuk perbaikan yang diberikan oleh kedua validator dan penilaian hasil uji coba produk dari guru dan calon guru. Peneliti melakukan perbaikan produk sesuai dengan masukan dan saran dari 93

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kedua validator dan hasil observasi pelaksanaan uji coba oleh guru dan calon guru. Komponen yang terdapat pada perangkat pembelajaran inovatif yaitu (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Prosem), (3) silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) media, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan (7) bahasa. Berdasarkan hasil validasi produk yang dilakukan oleh orang yang dianggap sudah berpengalaman dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif (Ibu N) dan guru kelas 1 (Ibu E) kemudian berdasarkan hasil uji coba terbatas yang dilakukan oleh guru kelas 1 (Ibu E) dan calon guru (B) terhadap pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu Generatif dan Problem Based Learning (PBL) diperoleh bahwa perangkat pembelajaran tersebut masuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,32. Hasil tersebut dijabarkan pada tabel di bawah ini: Tabel 4.6 Rekapitulasi Validasi Pelaksana Kurikulum 2013, Guru SD Kelas I, dan Calon Guru Terhadap Pelaksanaan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran No Validator 1 Validasi Pelaksana Kuriulum 2013 yang Sudah Berpengalaman Model Skor Kategori 4,7 Sangat Baik 4,75 Sangat Baik 3,92 Baik 3,92 Baik Generatif (A) 2 Validasi Pelaksana Kurikulum 2013 yang Sudah Berpengalaman Model PBL (A) 3 Validasi Pelaksana Kurikulum 2013 yang Sudah Berpengalaman Model Generatif (B) 4 Validasi Pelaksana Kurikulum 2013 yang Sudah Berpengalaman Model 94

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PBL (B) 5 Guru Kelas I Model Generatif 3,93 Baik 6 Guru Kelas I Model PBL 3,86 Baik 7 Calon guru Model Generatif 4,5 Sangat Baik 8 Calon guru Model PBL 4,83 Sangat Baik Jumlah 34,41 Rata-rata 4,3 Kategori Sangat Baik Berdasarkan hasil pekerjaan siswa dari uji coba produk menggunakan model pembelajaran inovatif Generatif dan Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor rata-rata dari keseluruhan muatan pelajaran (Bahasa Indonesia KD 3.3, PPKn KD 3.3, SBdP KD 3.4, dan PJOK KD 3.4 yaitu 92. Sedangkan sebelum melakukan uji coba produk hasil belajar pada muatan pelajaran yang sama dan KD yang sama diperoleh skor rata-rata keseluruhan 82,33 dengan nilai PJOK kosong karena tidak ada penilaian harian pada aspek kognitif. Hasil belajar siswa juga sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal dari SD yaitu sesuai muatan pelajaran yaitu 70 dan 75. Perbandingan nilai tersebut menunjukkan bahwa ternyata dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu Generatif dan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berikut KKM dan perbandingan hasil belajar siswa dari uji coba produk dan sebelum uji coba produk akan dijabarkan pada tabel di bawah ini. 95

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.7 Rekapitulasi Skor Rata-rata Siswa Tiap Muatan Pelajaran Kriteria Rata-rata Penelitian skor hasil Skor Rata-rata Ketuntasan No Skor Rata-rata saat sebelum Minimal Penelitian (KKM) Model Model Generatif PBL penelitian dari dua model Bahasa Indonesia KD 3.3 1. 70 84 95 96 96 87 - 87 96 - 96 - 89 89 PPKn KD 3.3 2. 75 84 SBdP KD 3.4 3. 75 79 PJOK KD 3.4 4. 75 - Jumlah 247 365 82,33 92 Rata-rata(Jumlah : Jumlah muatan pelajaran) B. Pembahasan Pengembangan produk perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan oleh peneliti menggunakan prosedur pengembangan Borg and Gall. Pengembangan produk dalam bidang pendidikan dapat mencakup metode dan model pembelajaran, rekayasa kurikulum, peralatan pembelajaran, dan pengembangan alat atau instrumen pembelajaran (Putra, 2015: 28). Sesuai dengan pendapat Sugiyono (2015: 38) pengembangan produk yang sudah dirancang, kemudian dilakukan validasi dan uji coba produk setelah itu dilakukan revisi produk sampai dihasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. 96

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil validasi terhadap pelaksanaan uji coba terbatas dan pekerjaan siswa dari soal evaluasi berpedoman pada beberapa aspek yang dinilai dari 7 komponen yaitu (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Prosem), (3) silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) media, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan (7) bahasa. Aspek-aspek yang terdapat pada komponen Prota, Prosem dan silabus yaitu, (1) kelengkapan identitas, (2) kelengkapan tema, subtema, dan alokasi waktu, (3) kesesuaian jumlah jam efektif dan jumlah alokasi waktu, (4) Kesesuaian pembagian waktu setiap tema dan subtema, (5) kelengkapan tema, subtema, pembelajaran, bulan, dan alokasi waktu, (6) kesesuaian materi pokok dan alokasi waktu yang digunakan sesuai, (7) memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema, (8) memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar, dan (9) keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. Sedangkan aspek-aspek yang terdapat pada komponen RPP, media, LKPD, dan Bahasa yaitu (1) kejelasan dan kelengkapan identitas RPP, (2) kesesuaian rumusan indikator, (3) kesesuaian tujuan pembelajaran, (4) materi sesuai sistematis, dan lengkap, (5) rumusan tujuan, (6) kesesuaian strategi pembelajaran, (7) kesesuaian pemilihan media pembelajaran, (8) pemilihan sumber belajar, (9) evaluasi, (10) mengembangkan HOTS, (11) rancangan kegiatan sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan, (12) rancangan kegiatan sesuai karakteristik model pembelajaran, (13) kegiatan sesuai dengan sintaks kegiatan pembelajaran, (14) mengembangkan 5M, (15) mengembangkan 4C, (16) kelengkapan instrumen evaluasi, (17) kesesuaian media yang digunakan, (18) media mudah digunakan, (19) media yang digunakan menarik, (20) kesesuaian LKPD, (21) kelayakan isi, (22) kelayakan bahasa, (23) kelayakan kegiatan, (24) kelayakan tampilan, (25) kelayakan penyajian, (26) kesesuaian dengan PUEBI, (27) sesuai tingkat perkembangan siswa, (28) komunikatif, (29) jelas dan mudah dimengerti, dan (30) kejelasan petunjuk/arahan. 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil validasi produk perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model pembelajaran inovatif Generatif dan Problem Based Learning (PBL) diperoleh dari dua validator pembelajaran inovatif (Ibu N dan Ibu E). Validasi dari validator A (Ibu N) pada model Generatif diperoleh skor rata-rata 4,7 dengan kategori “sangat baik” dan pada model Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor rata-rata 4,75 dengan kategori “sangat baik”. Validasi dari validator B (Ibu E) pada model Generatif diperoleh skor rata-rata 3,92 dengan kategori “baik” dan pada model Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor rata-rata 3,92 dengan kategori “baik”. Hasil uji coba produk diperoleh dari dua observer yaitu guru Kelas I dan satu calon guru yang menilai kegiatan pembelajaran menggunakan dua model pembelajaran inovatif Generatif dan Problem Based Learning (PBL). Pada uji coba produk menggunakan model Generatif Guru kelas 1 (Ibu E) memberi skor 3,98 dengan kategori “baik” dan pada uji coba produk menggunakan model Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor 3,86 dengan kategori “baik”. Sedangkan calon guru (B) pada uji coba produk menggunakan model Generatif memberi skor 4,5 dengan kategori “sangat baik” dan pada uji coba produk menggunakan model Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor 4,83 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model Generatif dan Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor rata-rata 4,3 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba produk diperoleh juga skor rata-rata dari seluruh siswa. Skor yang diperoleh dari tiap muatan pelajaran tiap KD dengan menggunakan model pembelajaran inovatif Generatif yaitu, (1) PPKn KD 3.3: 87, (2) Bahasa Indonesia KD 3.3: 95, dan (3) SBdP KD 3.4: 96. Sedangkan skor yang diperoleh dari tiap muatan pelajaran tiap KD dengan menggunakan model pembelajaran inovatif Problem Based Learning (PBL) yaitu (1) Bahasa Indonesia KD 3.3: 96 dan (2) PJOK KD 3.4: 89. Melalui rata-rata skor dari seluruh siswa tersebut, mencapai Kriteria Ketuntasan 98

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Minimal (KKM) dari setiap muatan pelajaran yaitu, (1) PPKn: 75, (2)Bahasa Indonesia: 70, (3) SBdP: 75, dan (4) PJOK: 75. Sebelum uji coba produk diperoleh skor rata-rata pada tiap muatan pelajaran dan tiap KD sesuai dengan muatan pelajaran yang digunakan uji coba produk yaitu, (1) PPKn KD 3.3: 84, (2) Bahasa Indonesia KD 3.3: 84, (3) SBdP KD 3.4: 79, dan (4) PJOK KD 3.4: tidak ada. Berdasarkan skor yang diperoleh sebelum dan sesudah uji coba produk dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mencapai KKM SD dan hasil belajar siswa meningkat dengan menggunakan perangkat pembelajaran inovatif. Selain dari segi aspek kognitif, peneliti juga melihat dari segi afektif yaitu siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri yang tinggi hal tersebut ditunjukkan ketika guru menanyakan siapa siswa yang bersedia untuk membacakan hasil pekerjaan (LKPD) mereka di depan kelas banyak siswa yang tunjuk jari bersedia membacakan di depan kelas. Siswa-siswi yang mempresentasikan hasil pekerjaan mereka, mereka dapat menyampaikannya di depan kelas dengan percaya diri hal ini ditunjukkan dengan suara yang lantang dan tatapan mereka yang berani menatap ke depan. Selain itu, dari segi psikomotor siswa sudah mampu menunjukkan kemampuan dalam bercerita dan kemampuan dalam membuat suatu keterampilan sesuai kreativitas mereka. Hal tersebut selaras dengan pendapat Uno dan Nurdin (2011: 106) yang menyebutkan karakteristik dari pembelajaran inovatif salah satunya yaitu siswa terlibat secara aktif (siswa aktif bertanya, mengemukakan pendapat, dan lain-lain dalam pembelajaran). Perangkat pembelajaran dinyatakan “sangat baik” karena memenuhi semua aspek pada setiap komponen perangkat pembelajaran yaitu (1) Program Tahunan (Prota), (2) Program Semester (Prosem), (3) silabus, (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (5) media, (6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan (7) bahasa. Hal ini selaras dengan pendapat Kunandar (2014:3) yang menyatakan bahwa suatu perangkat pembelajaran yang baik harus mencakup mencakup Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil ujicoba produk perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini selaras dengan pendapat Sugiyono (2017: 414-415) yang memaparkan produk yang dikembangkan di dunia pendidikan dapat di diujicobakan dengan membandingkan efektivitas keadaan sebelum dan sesudah menggunakan metode mengajar yang baru dengan indikator: pemahaman siswa lebih tinggi, siswa bertambah kreatif, dan hasil belajar meningkat. Semiawan (2007: 186) juga menjelaskan bahwa penelitian dan pengembangan produk di dalam dunia pendidikan diarahkan untuk membawa perbaikan kualitas bagi peserta didik. Penelitian pengembangan produk yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar” memiliki persamaan langkah-langkah pengembangan yang digunakan oleh peneliti dalam mengembangkan produk ini. Akan tetapi terdapat perbedaan dari penelitian sebelumnya dengan penelitian ini yaitu penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran inovatif pada 6 RPP dan tidak hanya berfokus pada satu muatan pelajaran saja melainkan semua muatan pelajaran yang terdapat di dalam Subtema 4 Aku Istimewa untuk siswa kelas I SD. Pelaksanaan uji coba produk juga menunjukkan bahwa produk yang dibuat oleh peneliti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik pembelajaran inovatif dan Kurikulum 2013. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki beberapa persamaan dengan penelitian sebelumnya, tetapi penelitian ini juga memiliki perbedaan yaitu pada penggunaan model pembelajaran inovatif dan muatan pelajaran yang digunakan pada penelitian. Produk yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi produk yang sudah dijelaskan di bab I. Spesifikasi produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang menggunakan 2 (dua) model pembelajaran inovatif ini mencakup 17 komponen. Berikut akan dipaparkan 17 komponen tersebut. 100

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pertama, Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu Perangkat Pembelajaran Inovatif pada Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar; gambar yang mencerminkan pembelajaran inovatif; nama penulis; logo Universitas Sanata Dharma, keterangan yang berisi Program Studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan yaitu Ilmu Pendidikan, Fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat peneliti. Kedua, ukuran kertas produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, format penulisan produk ditulis menggunakan theme font “Times New Rowman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam perangkat pembelajaran terlihat jelas. Keempat, Kata Pengantar berisi tentang ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah membantu dalam pembuatan produk yang dikembangakan; orang-orang yang sudah membantu dalam penyusunan pengembangan produk; kesediaan peneliti dalam menerima kritik dan saran dari pembaca terkait produk yang dikembangkan. Kata pengantar yang dibuat tertera pada halaman. Kelima, Daftar Isi terdiri dari garis besar isi yang terdapat di dalam buku beserta nomor halaman. Daftar isi tertera pada halaman. Keenam, perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas I SD semester gasal dan genap. Program Tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan sekolah yang digunakan untuk penelitian dari tahun 2018/2019. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain satuan pendidikan, kelas, semester) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Program tahunan terdapat 2 sampai 3 halaman berbentuk potrait. 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Ketujuh, perangkat pembelajaran program semester untuk kelas I SD semester gasal. Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan sekolah yang digunakan untuk penelitian dari semester gasal tahun 2018/2019. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester berbentuk landscape. Kedelapan, perangkat pembelajaran silabus untuk kelas I SD semester gasal tahun 2018/2019. Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu ataukelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Kesembilan, komponen perangkat pembelajaran RPP. Perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap yang terdiri dari: (1) identitas RPP, (2) kompetensi inti; (3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pebelajaran; (4) pendekatan, tipe, model dan metode, (5) alat dan bahan serta sumber belajar; (6) langkah pembelajaran, (7) penilaian, (8) rangkuman materi (9) lampiran yang berisi media, LKPD, rubrik penskoran setiap aspek (sikap, pengetahuan, dan keterampilan), soal evaluasi dan kunci jawaban, soal pengayaan, rubrik remedial, dan deskripsi model pembelajaran. Dalam satu subtema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan 6 (enam) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Kesepuluh, model pembelajaran yang digunakan. RPP menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu (1) Generatif yang menekankan pada proses pembelajaran yang menekankan pada proses pembelajaran agar siswa mampu membangun pengetahuan yang ada di pikirannya dan (2) Problem Based Learning (PBL) atau yang dikenal juga dengan Pembelajaran Berbasis 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Masalah (PBM) yang menekankan pembelajaran berdasarkan pada masalah mengenai materi yang akan dipelajari. Kesebelas, terdapat pendekatan scientific. Pendekatan scientific merupakan proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui tahap mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip yang ditemukan. Kedua belas, mengembangkan keterampilan 4C (critical thinking, creative thinking, collaborative, communicative). Ketigabelas, menggunakan pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisah mata pelajaran yang tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel (guru dapat mengaitkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. Keempat belas, mengembangkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Pendidikan karakter yang dikembangkan memuat aspek spiritual dan aspek sosial. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan kontekas kehidupan sehari-hari. Kelima belas, menerapkan High Order Thinking Skill (HOTS). High Order Thinking Skill (HOTS) meliputi tingkat taksonomi bloom pada C4 sampai C6 dalam perumusan indikator dan tujuan. C4 merupakan kegiatan menganalisis yang menggunakan kata kerja operasional memilih, membandingkan, menguraikan, mengaitkan, dan lain-lain. Sedangkan C5 yaitu kegiatan mengevaluasi yang menggunakan kata kerja operasional mengkritik, memeriksa, menilai, membuktikan, dan lain-lain. Dan C6 yaitu kegiatan mencipta yang menggunakan kata kerja operasional merumuskan, 103

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, menciptakan, dan lain-lain. Keenam belas, menerapkan penilaian otentik. Penilaian otentik mengandung aspek sikap spiritual dan sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan instrumen penilaian yang memuat kunci jawaban dari soal tertulis, daftar cek atau pedoman observasi bagi penilaian dengan teknik observasi, dan cara penskoran. Ketujuh belas, memperhatikan ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, ejaan baku, kalimat baku, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. Dengan demikian, produk yang dikembangkan oleh peneliti dapat dikatakan memiliki kualitas yang “sangat baik” dan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan dua model pembelajaran inovatif yaitu Generatif dan Problem Based Learning (PBL) dalam Subtema 4 Aku Istimewa untuk Kelas I Sekolah Dasar yang mengacu Kurikulum 2013. 104

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif dalam subtema 4 Aku Istimewa mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Kelas I SD yang dilakukan dengan menggunakan model Generatif dan Problem Based Leaarning (PBL) berdasarkan hasil validasi dari dua pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman (Ibu N dan Ibu E) diperoleh skor 4,32 dengan kualitas sangat baik. Kemudian, perangkat pembelajaran inovatif dalam subtema 4 Aku Istimewa mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Kelas I SD yang dilakukan dengan menggunakan model Generatif dan Problem Based Leaarning (PBL) berdasarkan penilaian guru (Ibu E) dan calon guru (B) diperoleh skor 4,28 dengan kualitas sangat baik. Jika hasil validasi dari dua pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman dan hasil uji coba terbatas dari guru dan calon guru digabungkan maka diperoleh skor rata-rata 4,3 dengan kualitas sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif dalam subtema 4 Aku Istimewa mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa Kelas I SDyang dilakukan dengan menggunakan model Generatif dan Problem Based Leaarning (PBL) siap untuk diujicobakan secara lebih luas. 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki beberapa kekurangan yaitu di antaranya: 1. Kegiatan analisis kebutuhan melalui wawancara dan observasi guru Kelas I hanya dilakukan di 3 (tiga) Sekolah Dasar. 2. Instrumen validasi produk dan lembar observasi untuk uji coba produk hanya divalidasi dosen pembimbing skripsi. 3. Kegiatan validasi hanya dilakukan oleh 2 (dua) pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman atau pakar Kurikulum 2013. 4. Pelaksanaan uji coba produk hanya dilakukan dua hari (setiap model satu kali) dan hanya mengujicobakan 2 (dua) RPP. C. Saran Berdasarkan keterbatasan pengembangan produk yang dilakukan oleh peneliti, maka diperlukan beberapa saran yang dapat membangun untuk kegiatan penelitian pengembangan berikutnya yang akan dipaparkan sebagai berikut: 1. Kegiatan analisis kebutuhan melalui wawancara dan observasi guru Kelas I sebaiknya dilakukan lebih dari 3 (tiga) Sekolah Dasar. 2. Instrumen validasi produk dan lembar observasi untuk uji coba produk sebaiknya divalidasi oleh lebih banyak pihak sehingga dapat diketahui instrumen yang akan digunakan valid atau tidak. 3. Kegiatan validasi produk sebaiknya dilakukan oleh lebih dari 2 (dua) pelaksana Kurikulum 2013 yang sudah berpengalaman atau pakar Kurikulum 2013. 4. Pelaksanaan uji coba produk sebaiknya dilakukan selama 6 (enam) hari (enam kali) dan mengujicobakan 6 (enam)/ seluruh RPP. 106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abidin, Yunus. (2014). Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama. Akbar, Sa’dun. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Akbar, dkk. (2016). Implementasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Al-Tabany, Trianto Ibnu. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenadamedia Group. Alwi, Majid. (2013). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. Educatio, Vol 8 (2): 69-80. Amri, Sofan. (2013). Pengembangan & Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka. Anderson, Lorin W & David R. Krathwol. (2014). Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. (2014). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Arifin, Zainal. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Darmawan, Deni & Dinn Wahyudin. (2018). Model Pembelajaran di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Daryanto. (2014). Pembelajaran Tematik, Terpadu, Terintegrasi (Kurikulum 2013). Yogyakarta: Gava Media. ________. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik. Yogyakarta: Gava Media. Fadillah, M. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTS, & SMA/MA. Yogyakarta: Ar-ruzz Media. Fogarty, Robin. (2009). How To Integrate The Curricula. California: Corwin. Hidayatullah, Furqon M. (2010). Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka. 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. Idi, Abdullah. (2016). Pengembangan Kurikulum Teori & Praktik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Kadir & Hanun Asrohah. (2014). Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Kesuma, Dharma. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Kosasih, E. (2014). Strategi Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Yrama Widya. Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Kurniasih, Imas & Berlin Sani. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya: Kata Pena. Kurniawan, Deni. (2014). Pembelajaran Terpadu Tematik (Teori, Paktik, dan Penilaian). Bandung: Alfabeta. Majid, Abdul. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Kajian Teoritis dan Praktis. Bandung: Interes Media. Majid, Abdul & Charul Rochman. (2014). Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mawarni, Anita Diah, dkk. (2015). Pengembangan Bahan Ajar Akuntansi Materi Jurnal Penyesuaian Menggunakan Software Exe Sebagai Sarana Siswa Belajar Mandiri Kelas XI IPS SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015. Tata Arta, V0l 1 (2):171 – 178. Mudlofir, Ali & Evi Fatimur Rusydiyah. (2016). Desain Pembelajaran Inovatif dari Teori ke Praktik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bangdung: Rosda. Mulyasa, dkk. (2016). Revolusi dan Inovasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Ningsih, Ratna, dkk. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kinerja dalam Menyusun 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Laporan Siswa SMA. Teori, Penelitian, dan Pengembangan. Vol 1(11): 2172-2177. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD) Tahun 2016. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 Permendikbud No. 22 Tahun 2016 Permendikbud No. 23 Tahun 2016 Permendikbud No. 24 Tahun 2016 Permendikbud No. 65 Tahun 2013 Pratiwi, Hayu Widya. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPS dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Perkembangan Teknologi Kelas IV SD [Tesis].Semarang: Universitas Negeri Semarang . Prastowo, Andi. (2014). Pengembangan Bahan Ajar Tematik Tinjauan Teoritis dan Praktik. Jakarta: Kencana. Putra, Nusa. (2015). Research & Development. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Rusman. (2014). Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers. _______. (2017). Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Semiawan, Conny R. (2007). Catatan Kecil tentang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Kencana. Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-ruzz Media. Sudaryono, dkk. (2013). Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sugiyanto. (2010). Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian & Pengembangan Research and Development. Bandung: Alfabeta. 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI _________. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suryani, Nunuk, dkk. (2018). Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka. Suyono & Hariyanto. (2012). Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana. ______. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara. Widoyoko, S. Eko Putro. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yani, Ahmad. (2014). Mindset Kurikulum 2013. Bandung: Alfabeta. Yani Ahmad & Mamat Ruhimat. (2018). Teori dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama. 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 111

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1. Kisi-kisi Pedoman Wawancara No. 1. No. Indikator Pertanyaan Pemahaman Apakah bapak/ibu pernah mengikuti pelatihan Item 2 Kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap 3 Kurikulum SD 2013? Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik 4 kurikulum SD 2013? Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan 5 pendekatan saintifik dalam pembelajaran? Apakah ibu mengetahui keterampilan yang harus 10 dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? Apakah bapak/ibu mengetahui pembelajaran 14 Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar 22 inovatif? taksonomi bloom yang sudah direvisi? 2. Penerapan Sejak kapan SD ini menerapkan Kurikulum 2013? 1 Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan 7 pendidikan karakter dalam pembelajaran? Apakah pembelajaran dengan ceramah masih 12 mendominasi di kelas ? Pernahkah bapak/ibu menggunakan model 13 pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru 19 menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 3. Efektivitas Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator 112 6

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perangkat dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan pembelajaran siswa? inovatif Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran 8 menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu 9 kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah 11 merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam 15 pembuatan model pembelajaran inovatif? Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 16 Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif 17 yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah ibu? Apakah bapak/ibu masih perlu bentuk contoh untuk 18 perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum, dsb)? Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk 20 mengembangkan pembelajaran inovatif agar ke depannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? Menurut bapak/ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini? 113 21

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2. Pedoman Wawancara PEDOMAN WAWANCARA No. Daftar Pertanyaan 1. Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? 2. Apakah ibu pernah mengikuti pelatihan Kurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman ibu terhadap kurikulum SD 2013? 4. Apakah ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? 5. Sejauh mana pemahaman ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 6. Bagaimana cara ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? 7. Bagaimana cara ibu menumbuh kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? 8. Apakah ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran yang ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah dalam pembuatan RPP ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? 13. Pernahkah ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu mengetahui pembelajaran inovatif? 15. Kesulitan apa saja yang ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 114

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah ibu? 18. Apakah ibu masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum, dsb)? 19. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 20. Apakah ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21. Menurut ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini? 22. Apakah ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi? 115

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3. Rangkuman Hasil Wawancara RANGKUMAN HASIL WAWANCARA SURVEI KEBUTUHAN 1. SD Kanisius Condongcatur Nama Guru: Ch. Elsa Dwi A., S.Pd. No. 1. Daftar Pertanyaan Sejak kapan SD ini Jawaban Pertanyaan menerapkan Juli 2014 Semester 1 (kelas 1 & kurikulum 2013? 4) Juli 2017 – 2018 semester 1 dan 2 ( kelas 1 & 4) Juli 2018 (kelas 1, 2, 4, & 5) 2. Apakah ibu pernah mengikuti pelatihan Pernah. Tahun 2014 dan 2017 Kurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman ibu terhadap Pembelajaran yang menekankan kurikulum SD 2013? 3 aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pembelajaran berbasis karakter dan kompetensi. 4. Apakah ibu sudah mengetahui Sedikit. Yaitu mengembangkan karakteristik kurikulum SD 2013? sikap, pengetahuan, keterampilan dan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di rumah, sekolah, dan masyarakat. 5. Sejauh mana pemahaman ibu terkait Pendekatan pembelajaran 5 M dengan pendekatan saintifik dalam (mengamati, pembelajaran? mengumpulkan menalar, mengomunikasikan) 116 menanya, informasi, dan

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Bagaimana indikator cara dan ibu merumuskan Menganalisis SK-KD melalui tujuan pembelajaran kata kerja operasional sesuai dengan kemampuan siswa? Menganalisis karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah. 7. Bagaimana cara ibu menumbuh Dalam pembiasaan di kelas, kembangkan pendidikan karakter dalam sekolah, rumah, masyarakat. pembelajaran? Misal: membatu teman, guru, dan orang tua. dll 8. Apakah ibu menggunakan setiap RPP pembelajaran Tidak. dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran yang ibu Ya. kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah ibu mengetahui keterampilan Ya. Berpikir kritis misal: yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 memproses informasi melalui seperti (berpikir kritis, kreatif, pengamatan, kolaborasi, komunikasi)? penalaran, dan komunikasi dan mencari tahu tentang apa yang belum diketahui. 11. Apakah dalam pembuatan RPP ibu Tidak. sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan ceramah Ya. masih mendominasi di kelas ? 13. Pernahkah ibu menggunakan model Pernah. Cooperatif Learning pembelajaran inovatif yang lain? 117

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu mengetahui pembelajaran Proses inovatif? pembelajaran menubuhkan keaktifan yang siswa dan berpusat pada siswa. 15. Kesulitan apa saja yang ibu alami dalam waktu, pembuatan model tenaga, dan pikiran. pembelajaran Pekerjaan di luar jam mengajar inovatif? yang menjadi hambatan untuk membuat pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang berbeda. 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan Memanajemen waktu. yang dialami? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran Ada, tetapi masih minim inovatif yang sesuai dengan tuntutan penyusunannya. kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah ibu? 18. Apakah ibu masih perlu bentuk contoh Perlu sebagai contoh khususnya untuk perangkat pembelajaran inovatif kelas bawah. yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, pembelajaran dan kooperatif, model model kuantum, dsb)? 19. Apakah siswa pernah merasa bosan Kadang-kadang. ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 20. Apakah ibu mempunyai rencana untuk Ya. mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21. Menurut ibu apakah perangkat Sangat penting karena materi 118

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran inovatif diterapakan penting dalam jika pembelajaran di kurikulum 2013 proses sangat banyak terutama di kelas pembelajaaran dewasa ini? I masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. 22. Apakah ibu sudah mengetahui jenis Sudah. belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi? 2. SD Negeri Ngabean Nama Guru: Suwansih, S.Pd. No. 1. Daftar Pertanyaan Sejak kapan SD ini Jawaban Pertanyaan menerapkan Sejak pertama kali kurikulum kurikulum 2013? 2. 2013 dikeluarkan. Apakah ibu pernah mengikuti pelatihan Pernah, sebelum dan sesudah Kurikulum SD 2013? 3. kurikulum diterapkan. Sejauh mana pemahaman ibu terhadap Mata pelajaran disajikan secara kurikulum SD 2013? tematik sehingga perpindahan tidak diketahui Penilaiannya karena siswa. lebih banyak penilaian dibuat perkompetensi dasar. Serta menekankan pada pendidikan karakter misalnya: jujur, mandiri, percaya diri, disiplin, dan peduli. 4. Apakah ibu sudah mengetahui Kurikulum karakteristik kurikulum SD 2013? 2013 bersifat tematik, mata pelajaran tidak terpisah-pisah, penilaian lebih rinci 119 sehingga membutuhkan

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI waktu yang lebih lama. 5. Sejauh mana pemahaman ibu terkait Menggunakan beragam model, dengan pendekatan saintifik dalam metode misalnya tanya jawab, pembelajaran? 6. Bagaimana indikator ceramah, dan diskusi. cara dan ibu merumuskan Dari buku sesuai kreativitas tujuan pembelajaran guru. sesuai dengan kemampuan siswa? 7. Bagaimana cara ibu menumbuh Dengan diselipkan di setiap kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. misalnya: jujur, pembelajaran? mandiri, percaya diri, disiplin, dan peduli. 8. Apakah ibu menggunakan setiap RPP pembelajaran Hanya mengambil kompetensi dengan model dasar (KD) dan tujuan. pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran yang ibu Ya. kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah ibu mengetahui keterampilan Tidak. yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah dalam pembuatan RPP ibu Belum. sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan ceramah Ya. Masih karena saya perlu masih mendominasi di kelas ? mengarahkan dan menekankan sikap disiplin kepada anak. Mereka belum bisa untuk dibuat 120

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kerja dalam kelompok. 13. Pernahkah ibu menggunakan model Picture and picture, cooperative pembelajaran inovatif yang lain? learning, STAD, example non Apakah modelnya itu? 14. example. Apakah ibu mengetahui pembelajaran Sedikit. Sulit untuk memahami inovatif? karena masih bingung. Yang saya tahu pembelajaran inovatif mengajarkan pada siswa dari yang tidak bisa menjadi bias. 15. Kesulitan apa saja yang ibu alami dalam Dalam pembuatan model penyusunan pembelajaran membutuhkan waktu yang lebih inovatif? lama karena harus mengaitkan antara langkah dengan kegitatan dalam buku. 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan Melihat yang dialami? contoh RPP menggunakan yang model pembelajaran yang sama. 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran Ada tetapi belum lengkap. inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah ibu? 18. Apakah ibu masih perlu bentuk contoh Ya. untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model pembelajaran inquiri, dan kooperatif, model model kuantum, dsb)? 19. Apakah siswa pernah merasa bosan Ya, terutama ketika sudah siang, ketika guru menerapkan pembelajaran mereka mengantuk. inovatif di kelas? 121

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. Apakah ibu mempunyai rencana untuk Ya. mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21. Menurut ibu pembelajaran apakah inovatif perangkat Ya untuk mempersingkat waktu penting jika dan hasil makasimal. diterapkan dalam proses pembelajaran dewasa ini? 22. Apakah ibu sudah mengetahui jenis Belum. belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi? 3. SD Negeri Deresan Nama Guru: Suyatmi, S.Pd. No. 1. Daftar Pertanyaan Sejak kapan SD ini Jawaban Pertanyaan menerapkan SDN kurikulum 2013? K13 Deresan pada menggunakan tahun ajaran 2014/2015, hanya berjalan 1 semester dan kembali ke KTSP selama 1 ½ semester, kemudian kembali lagi ke K13 hingga sekarang. 2. Apakah ibu pernah mengikuti pelatihan Pernah. Kurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman ibu terhadap Sebagian cukup memahami saat kurikulum SD 2013? mengikuti pelatihan namun masih mengalami kebingungan pada bagian penilain. 4. Apakah ibu sudah mengetahui Karakteristik karakteristik kurikulum SD 2013? 122 yang diketahui dari K13 yaitu menggunakan

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI saintifik dalam pembelajarannya. 5. Sejauh mana pemahaman ibu terkait Ketika dengan pendekatan saintifik mengikuti pelatihan dalam beliau mengingat apa saja yang pembelajaran? termuat dalam saintifik yang harus dilakukan pembelajaran. dalam Tetapi ketika saya wawancarai beliau lupa karena tidak terdapat dalam semua yang saintifik itu diterapkan saat mengajar. 6. Bagaimana indikator cara dan ibu tujuan merumuskan Guru hanya menyesuaikan pembelajaran dalam artian beliau sesuai dengan kemampuan siswa? membuat tidak indikator tetapi melaksanakan sesuai indikator yang tertera di buku paket K13 yang digunakan. 7. Bagaimana cara ibu menumbuh Dengan mengaitkan kembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran pembelajaran? dengan pengalaman sehari-hari, misal ada sebuah teks bacaan lalu membahas teks mengaitkan bacaan dengan dan keadaan sehari-hari. 8. Apakah ibu menggunakan setiap RPP pembelajaran Iya seperti PBL (Problem Based dengan model Leaning) dan Problem Solving. pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran yang ibu Belum sempurna, kembangkan guru sudah mengupayakan beliau tercapainya pendidikan karakter? 123 menurut mengusahakan untuk tercapainya pendidikan

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI karakter tetapi dari pihak siswa (SDA) yang kurang mendukung dengan melihat tingkat pemahaman yang ada di tiap siswa, “mungkin dapat terwujud untuk mencapai pendidikan karakter sesuai dengan teori tetapi dengan siswa-siswa yang berprestasi tinggi”. 10. Apakah ibu mengetahui keterampilan Hanya komunikasi saja. yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah dalam pembuatan RPP ibu Belum. sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan ceramah Masih, dan sering digunakan masih mendominasi di kelas ? karena untuk siswa kelas 1 tentu perlu guru yang banyak berbicara, karena sampai saat ini juga masih ada sebagian siswa yang belum lancar membaca dan mengenal huruf. 13. Pernahkah ibu menggunakan model PBL dan problem solving saja, pembelajaran inovatif yang lain? itu pun masih belum sesuai Apakah modelnya itu? 14. dengan sintaks yang ada. Apakah ibu mengetahui pembelajaran Memacu inovatif? dan memfasilitasi siswa supaya dapat mengasah 124

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kreativitas dapat siswa belajar dan siswa dengan lebih mandiri. 15. Kesulitan apa saja yang ibu alami dalam Kesulitannya anak-anak masih pembuatan model pembelajaran susah mengemukakan masalah- inovatif? masalah, pemahaman siswa juga masih terbatas karena masih belum bisa membaca. 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan Dengan yang dialami? membiasakan sebetulnya perlu dan jam-jam belajar tambahan untuk siswa dapat membaca dahulu. 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran Beliau menjawab inovatif yang sesuai dengan tuntutan tersedianya dengan fasilitas yang kurikulum 2013 sudah tersedia di diberikan oleh sekolah. sekolah ibu? 18. Apakah ibu masih perlu bentuk contoh Masih perlu, karena untuk perangkat pembelajaran inovatif contoh supaya beliau untuk lebih yang mengacu Kurikulum 2013 (model terbantu. PBL, model pembelajaran inquiri, dan kooperatif, model model kuantum, dsb)? 19. Apakah siswa pernah merasa bosan Iya karena anak-anak masih ketika guru menerapkan pembelajaran belum inovatif di kelas? paham apa yang sebenarnya guru inginkan. Kadang guru sudah mempersiapkan untuk pembelajaran besok tetapi dari siswa sendiri mendukung. 125 yang kurang

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. Apakah ibu mempunyai rencana untuk Rencana itu ada, tetapi mengembangkan pembelajaran inovatif menerapkannya yang belum agar kedepannya mampu meningkatkan mampu. prestasi belajar siswa ? 21. Menurut pembelajaran diterapakan ibu apakah inovatif perangkat Sangat penting harusnya apalagi penting dalam jika SDA-nya juga dapat proses mendukung. pembelajaaran dewasa ini? 22. Apakah ibu sudah mengetahui jenis Dulu pernah tahu, tetapi lupa belajar taksonomi bloom yang sudah di karena tidak diterapkan. revisi? 126

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4. Kisi-kisi Pedoman Observasi No. Indikator No. Pernyataan Item Guru 1. Kegiatan Awal Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. (Pendahuluan) 1 Guru melakukan presensi kepada siswa. 2 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju 3 materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 2. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 4 Guru memberikan motivasi. 5 Guru menyampaikan cakupan materi dan 6 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi 7 menjelaskan uraian kegiatan. tentang materi yang akan dipelajari. Guru menggunakan media pembelajaran dan 8 sumber pembelajaran dengan tepat. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan 9 materi dan karakteristik siswa. Guru menggunakan model yang sesuai dengan 10 materi dan karakteristik siswa. Guru menerapkan 5M pada siswa. 11 Guru menggunakan bahasa baku yang baik. 12 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang 13 jelas. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan 14 berwibawa. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non verbal. 127 15

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Guru tidak berpaku pada satu tempat. 16 Guru memberikan contoh pada siswa pada 17 kehidupan sehari-hari. Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 18 Guru 19 menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran. Guru dapat mengomunikasikan kelas dengan 20 baik. Guru menekankan pendidikan karakter pada 21 siswa. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi 22 menyenangkan dan menarik. Guru sebagai fasilitator pada proses 23 pembelajaran. 3. Kegiatan Guru membuat ringkasan secara lisan. 24 Penutup Guru membuat ringkasan secara tertulis. 25 Guru menunjukkan sumber lain. 26 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh 27 pengalaman belajar yang telah dilakukan. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang 28 belum berpartisipasi aktif. Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 29 Guru mengenai 30 Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari 2 memberikan tindak lanjut pembelajaran yang disampaikan. Siswa 1. Kegiatan Awal guru. 2. Kegiatan Inti Siswa berpartisipasi aktif dalam proses 1 Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan 3 pembelajaran. 128

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI materi. Siswa mengajukan pertanyaan. 4 Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan 5 berkelompok. Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 6 Siswa proses 7 telah 8 membuat rangkuman 9 membuat rangkuman 10 antusias dalam mengikuti pembelajaran. 3. Kegiatan Siswa Penutup disampaikan guru. Siswa memahami dibantu penjelasan guru yang pembelajaran secara lisan. Siswa dibantu guru pembelajaran secara tertulis. 129

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5. Pedoman Observasi PEDOMAN OBSERVASI LEMBAR OBSERVASI GURU (Kaitkan dengan karakteristik pembelajaran inovatif terkait dengan guru) No 1. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2. Guru melakukan presensi kepada siswa. 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5. Guru memberikan motivasi. 6. Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. 7. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. 9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 11. Guru menerapkan 5M pada siswa. 12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik. 13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas. 14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa. 15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non verbal. 130 Ya Tidak

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Guru tidak berpaku pada satu tempat. 17. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari. 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 19. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran. 20. Guru dapat mengondisikan kelas dengan baik. 21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa. 22. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. 23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. 23. Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan. 24. Guru membuat ringkasan secara tertulis. 25. Guru menunjukkan sumber lain. 26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. 27. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan. 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR OBSERVASI SISWA (Kaitkan dengan karakteristik pembelajaran inovatif terkait dengan siswa) No. Pernyataan 1. Siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru. 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. 4. Siswa mengajukan pertanyaan. 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok. 6. Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. 132 Ya Tidak

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6. Rangkuman Hasil Observasi RANGKUMAN HASIL OBSERVASI SURVEI KEBUTUHAN 1. SD Kanisius Condongcatur Nama Guru: Ch. Elsa Dwi A., S.Pd. LEMBAR OBSERVASI GURU (Kaitkan dengan karakteristik pembelajaran inovatif terkait dengan guru) No 1. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. Ya  2. Guru melakukan presensi kepada siswa.  3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang  Tidak akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5. Guru memberikan motivasi. 6. Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan    uraian kegiatan. 7.  Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber  pembelajaran dengan tepat. 9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi  dan karakteristik siswa. 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi  dan karakteristik siswa. 11. Guru menerapkan 5M pada siswa.  12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik .  13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas.  14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa.  133

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15.  Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non verbal. 16. Guru tidak berpaku pada satu tempat.  17. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan  sehari-hari. 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 19. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis   teknologi pada pembelajaran. 20. Guru dapat mengondisikan kelas dengan baik.  21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa.  22. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi  menyenangkan dan menarik.  23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. 23. Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan.  24. Guru membuat ringkasan secara tertulis.  25. Guru menunjukkan sumber lain. 26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh   pengalaman belajar yang telah dilakukan. 27.  Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa.  29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran  yang disampaikan. LEMBAR OBSERVASI SISWA (Kaitkan dengan karakteristik pembelajaran inovatif terkait dengan siswa) No. 1. Pernyataan Siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 134 Ya Tidak 

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari  guru. 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan  materi. 4. Siswa mengajukan pertanyaan. 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan   (tidak ada dalam kegiatan pembelajaran)  (tidak ada dalam kegiatan pembelajaran) berkelompok. 6. Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses  pembelajaran. 8. Siswa memahami penjelasan yang telah  disampaikan guru. 9.  Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. 10.  Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. 2. SD Negeri Ngabean Nama Guru: Suwansih, S.Pd. LEMBAR OBSERVASI GURU (Kaitkan dengan karakteristik pembelajaran inovatif terkait dengan guru) No 1. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2. Guru melakukan presensi kepada siswa. 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 135 Ya Tidak   (absensi) 

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.  5. Guru memberikan motivasi.  6. Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan  uraian kegiatan. 7. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi  tentang materi yang akan dipelajari. 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber  pembelajaran dengan tepat. 9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi  dan karakteristik siswa. 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi  dan karakteristik siswa. 11. Guru menerapkan 5M pada siswa.  12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik.  13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas.  14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa.  15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses  pembelajaran dengan cara verbal dan non verbal. 16. Guru tidak berpaku pada satu tempat.  17. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan  sehari-hari. 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa.  19. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis  teknologi pada pembelajaran. 20. Guru dapat mengondisikan kelas dengan baik.  21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa.  22. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi  menyenangkan dan menarik. 23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. Kegiatan Penutup 136 

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. Guru membuat ringkasan secara lisan.  24. Guru membuat ringkasan secara tertulis.  25. Guru menunjukkan sumber lain.  26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh  pengalaman belajar yang telah dilakukan. 27.  Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai   pembelajaran yang disampaikan. LEMBAR OBSERVASI SISWA (Kaitkan dengan karakteristik pembelajaran inovatif terkait dengan siswa) No. Pernyataan Ya 1. Siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.  2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru.  3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan Tidak materi. 4. Siswa mengajukan pertanyaan.  5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan  berkelompok. 6. Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.  8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan  guru. 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman  pembelajaran secara lisan. 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. 137 

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. SD Negeri Deresan Nama Guru: Suyatmi, S.Pd. LEMBAR OBSERVASI GURU (Kaitkan dengan karakteristik pembelajaran inovatif terkait dengan guru) No 1. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2. Guru melakukan presensi kepada siswa. Ya Tidak   (presensi) 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi  yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.  5. Guru memberikan motivasi.  6. Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan  uraian kegiatan. 7. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi  tentang materi yang akan dipelajari. 8.  Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. 9.  Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi  dan karakteristik siswa. 11. Guru menerapkan 5M pada siswa.  12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik.  13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas.  14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa.  15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses  pembelajaran dengan cara verbal dan non verbal. 138

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Guru tidak berpaku pada satu tempat.  17. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan  sehari-hari. 18. Guru memberikan apresiasi kepada siswa. 19. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis   teknologi pada pembelajaran. 20. Guru dapat mengondisikan kelas dengan baik.  21. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa.  22. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi  menyenangkan dan menarik. 23. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran.  23. Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan.  24. Guru membuat ringkasan secara tertulis.  25. Guru menunjukkan sumber lain.  26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh  pengalaman belajar yang telah dilakukan. 27. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum  berpartisipasi aktif. 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa.  29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai  pembelajaran yang disampaikan. LEMBAR OBSERVASI SISWA (Kaitkan dengan karakteristik pembelajaran inovatif terkait dengan siswa) No. Pernyataan 1. Siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.  2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru.  3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan  materi. 139 Ya Tidak

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Siswa mengajukan pertanyaan.  5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan  berkelompok.  6. Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.  8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan  guru. 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman  pembelajaran secara lisan. 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. 140 

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7. Pernyataan Validasi Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif No Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PR0SEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), 141

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 6. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 7. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 8. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 9. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 10. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 11. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS). 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran ................. 14. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran ................. 14. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model pembelajaran ................. 18. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 19. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi(communicative). 20. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). 142

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 144

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8. Kisi-kisi Pernyataan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif No. Indikator No. Pernyataan Item Guru 1. Karakteristik Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M Kurikulum 2013 (mengamati, menanya, menalar, mencoba, 3 mengomunikasikan) kepada siswa. Guru lebih berperan sebagai motivator & 6 fasilitator pada saat pembelajaran. Pembelajaran berpusat pada siswa. 7 Guru mengembangkan kemampuan berpikir 9 tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. Guru mengembangkan pendidikan karakter. 11 Guru melaksanakan pembelajaran terpadu 12 dengan landai. Guru melaksanakan penilaian otentik. 2. Karakteristik Guru Pembelajaran dengan Inovatif melaksanakan makna dan 14 pembelajaran sesuai karakteristik model 1 pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai 2 dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. Guru menggunakan beragam media dalam 8 pembelajaran. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran 10 yang bervariasi. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang 145 13

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menyenangkan. 3. Kerampilan Abad Guru telah mengembangkan keterampilan 21 belajar dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, 4 kolaboratif dan komunikatif). 4. Penguasaan Materi Guru menguasai materi dalam mengajar dan 5 tidak terjadi miskonsepsi. Siswa 1. Karakteristik Kurikulum 2013 Siswa terlibat aktif dalam kegiatan 2 Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran 3 pembelajaran. (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). 2. Karakteristik Siswa terkesan senang dalam mengikuti Pembelajaran kegiatan pembelajaran. Inovatif Siswa asyik dalam mengikuti 4 kegiatan 5 Siswa terlibat dalam penggunaan media 6 pembelajaran. pembelajaran. Siswa memperoleh pengalaman langsung 7 dalam pembelajaran. 3. Keterampilan Abad Siswa berkembang kemampuan 4C-nya. 8 Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran 1 21 4. Pencapaian Hail Belajar yang ditetapkan. 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9. Pernyataan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif OBSERVASI GURU No Kegiatan Pembelajaran 1 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2 Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. 3 Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4 Guru telah mengembangkan keterampilan belajara dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) 5 Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6 Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7 Pembelajaran berpusat pada siswa. 8 Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9 Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. 10 Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. 11 Guru mengembangkan pendidikan karakter. 12 Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. 13 Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14 Guru melaksanakan penilaian otentik. OBSERVASI SISWA 1 Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2 Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. 3 Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan). 4 Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 6 Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran 7 Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran 8 Siswa berkembang kemampuan 4C-nya 148

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10. Hasil Validasi Produk Validator 1 Model Generatif 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model Problem Based Learning (PBL) 156

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11. Hasil Validasi Produk Validator 2 Model Generatif 163

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model Problem Based Learning (PBL) 170

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12. Hasil Validasi Uji Coba Produk Guru SD Model Generatif 177

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model Problem Based Learning (PBL) 181

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13. Hasil Validasi Uji Coba Produk Calon Guru Model Generatif 185

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model Problem Based Learning (PBL) 189

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14. Daftar Nilai Siswa Hasil Uji Coba Produk Model Generatif Nilai Nam No a Sisw Sikap Pengetahuan PPKn PPKn PPK Bahasa. a (spiritual) (sosial) n Indonesia 1. Ci 100 100 100 60 2. Cy 100 75 100 3. Se 100 100 4. Ca 75 5. Er 6. Keterampilan PPK Bahasa. n Indonesia 100 100 100 100 100 100 100 75 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 75 75 75 75 75 100 83 100 100 100 75 100 75 Ay 100 100 67 100 100 100 100 100 100 7. El 75 100 67 100 100 75 75 100 75 8. Ab 100 100 100 100 100 100 100 100 100 9. Fe 100 100 100 100 100 100 100 100 100 10. Ra 100 100 67 90 86 100 100 100 100 11. Je 100 100 100 100 71 100 100 100 100 12. Jo 100 100 100 80 86 75 75 100 75 13. Ti 100 100 100 100 86 100 100 100 75 14. Try 100 100 100 100 100 100 100 75 100 15. Na 100 75 83 100 100 100 100 100 100 16. Nas 75 100 67 50 86 75 75 75 75 17. Nat 100 100 83 100 100 100 100 100 100 18. Oik 100 100 83 100 100 75 75 100 75 19. Ery 100 100 100 100 100 100 100 75 100 20. Ma 100 100 83 100 100 100 100 100 75 21. Aa 100 100 83 100 100 100 100 100 100 22. Va 75 75 33 90 100 75 50 100 75 23. Has 100 100 100 100 100 100 100 100 100 24. Qu 100 100 83 100 86 100 100 100 100 193 SBdP SBdP

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model Problem Based Learning (PBL) Nilai No. Nama Siswa Pengetahuan Keterampilan Bahasa. Indonesia PJOK Bahasa Indonesia PJOK 1. Ci 100 70 100 100 2. Cy 100 90 100 100 3. Se 100 90 100 100 4. Ca 90 100 100 100 5. Er 80 100 100 100 6. Ay 100 100 100 100 7. El 100 80 75 100 8. Ab 100 90 100 75 9. Fe 100 100 100 100 10. Ra 100 100 100 100 11. Je 100 100 100 100 12. Jo 90 100 75 100 13. Ti 100 70 100 100 14. Try 100 100 100 100 15. Na 100 90 100 100 16. Nas 100 100 75 75 17. Nat 100 80 100 75 18. Oik 100 80 75 100 19. Ery 100 100 100 75 20. Ma 100 90 100 100 21. Aa 90 60 75 100 22. Va 50 60 75 100 23. Has 100 100 100 100 24. Qu 100 80 100 100 194

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15. Contoh Hasil Pekerjaan Soal Evaluasi Siswa Model Generatif 195

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model Problem Based Learning (PBL) 197

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16. Contoh Hasil Refleksi Siswa 199

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17. Surat Ijin Penelitian 200

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18. Surat Pernyataan Kepala Sekolah 201

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19. Dokumentasi Uji CobaProduk Gambar 1. Kegiatan Mengidentifikasi Gambar 2. Menentukan Huruf Vokal Perbedaan dengan Individu yang Lain dan Konsonan Gambar 3. Persiapan Membuat Hiasan Gambar 4. Mengerjakan Evaluasi Pensil Gambar 5. Siswa Meniti Balok Gambar 6. Siswa Memisahkan Huruf Vokal dan Konsonan Gambar 7. Siswa Mengerjakan LKPD Gambar 8. Siswa Mempresentasikan Hasil Pekerjaannya 202

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BIOGRAFI PENULIS Penulis memiliki nama lengkap Monica Ermelinda Galih Widiatmaja, yang merupakan putri pertama dari pasangan Emanuel Yosep Advianto dan Ana Maria Esti Triyuliningsih. Penulis lahir di Tangerang, 28 Agustus 1997. Jenjang pendidikan formal penulis dimulai dari Taman Kanak-kanak di TK Mardisiwi pada tahun 2001 – 2002 dan di TK Tunas Bangsa pada tahun 2002 – 2003. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan tingkat sekolah dasar di SD Tunas Bangsa pada tahun 2003 – 2009, tingkat menengah pertama di SMPN 3 Tempel pada tahun 2009 – 2012, dan tingkat menengah atas di SMAN 1 Kasihan Bantul pada tahun 2012 – 2015. Penulis melanjutkan pendidikan Strata 1 (S1) di perguruan tinggi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2015 – 2019. Penulis menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi dengan menyusun skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dilakukan karena beberapa guru memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif dengan menggunakan model-model pembelajaran inovatif dan untuk melihat pengaruh penerapan perangkat pembelajaran inovatif terhadap hasil belajar siswa. 203

(222)

Dokumen baru

Download (221 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
98
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kebersamaan dalam keberagaman mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
5
160
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum Sekolah Dasar 2013 pada subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
155
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada subtema gemar menggambar untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
131
Pengembangan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 untuk siswa kelas V pada tema 3 `Kerukunan dalam Bermasyarakat`.
0
2
356
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
159
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Hewan di Sekitarku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
178
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Aku Istimewa mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
1
2
224
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kegiatan pagi hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar.
0
2
372
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kegiatan malam hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
167
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema jenis-jenis pekerjaan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
314
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema bersatu dalam keberagaman untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
372
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema energi bermanfaat dalam kehidupan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
329
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Show more