Penerapan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto - USD Repository

Gratis

0
0
421
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENERAPAN PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA KELAS VB SD NEGERI NOGOTIRTO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Novita Astutiningrum 101134021 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Dengan tulus karya ini saya persembahkan kepada :  Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmad dan karuniaNya  Bapak dan Ibuku yang selalu memberikan kasih sayang dan nasehat yang sangat berarti bagiku  Kakakku yang selalu memberikan dukungan dan semangat bagi aku  Semua teman-teman PGSD angkatan 2010 yang telah memberikan banyak cerita selama kuliah  Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Kesuksesan tidak bisa didapatkan dengan cara yang praktis, tetapi membutuhkan pengorbanan yang sangat besar yaitu usaha dan doa” “Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun sebuah kekurangan itu bukan sebagai alasan untuk pantang menyerah dan berhenti bermimpi” “Bermimpilah setinggi mungkin, karena kesuksesan itu mimpi” v berawal dari sebuah

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya yang saya tulis tidak memuat karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan pada daftar pustaka, sebagimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis, Novita Astutiningrum vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Novita Astutiningrum NIM : 101134021 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul : PENERAPAN PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA KELAS VB SD NEGERI NOGOTIRTO kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustkaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Yang Menyatakan, vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENERAPAN PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA KELAS VB SD NEGERI NOGOTIRTO Oleh : Novita Astutiningrum NIM : 101134021 Universitas Sanata Dharma Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penggunaan penerapan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing dalam upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun pelajaran 2013/2014 dalam mata pelajaran IPA (2) mengetahui penggunaan penerapan Student Centered Learing dengan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus 1 dilakukan selama 4 kali pertemuan dan siklus II dilakukan selama 3 kali pertemuan. Data minat siswa diperoleh dari lembar kuesioner minat yang diisi oleh siswa pada setiap akhir pertemuan. Data prestasi belajar siswa diperoleh dari lembar kerja siswa selama penelitian berlangsung dan dari hasil soal evaluasi yang diberikan pada akhir siklus. Peningkatan minat belajar siswa dilakukan melalui upaya perasaan senang siswa saat mengikuti pembelajaran, perhatian siswa saat proses pembelajaran, keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dan inisiatif mencari informasi baru tentang materi. Hasil kuesioner pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang cukup berminat dalam pembelajaran IPA sebanyak 5 siswa yaitu dari yang semula 23 siswa meningkat menjadi 28 siswa. Pada siklus II jumlah siswa yang cukup berminat meningkat sebanyak 2 siswa yaitu dari semula 28 siswa menjadi 30 siswa. Peningkatan prestasi belajar siswa dilakukan melalui pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam proses kegiatan pembelajaran. Pada siklus I prestasi belajar siswa masih sama dengan data awal siswa yang mencapai KKM yaitu hanya 7 siswa. Pada siklus II meningkat sebanyak 29 siswa yang mencapai KKM. Kata kunci : minat belajar, Student Centered Learning, Metode Inkuiri Terbimbing, Prestasi belajar. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE APPLICATION OF STUDENT CENTERED APPROACH WITH THE GUIDED INQUIRY METHOD TO INCREASE THE INTEREST AND ACHIEVEMENT OF STUDYING SCIENCE IN THE FIFTH B GRADE OF NOGOTIRTO PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL By : Astutiningrum Novita Student Number : 101134021 Sanata Dharma University This research is aimed to (1) know the usage of the Student Centered Learning application with the guided inkuiri method in order to increase the interets of study for the fifth B grade of Nogotirto public elementary school academic year 2013/2014 in the subject of science (2) know the usage of the Student Centered Learning application with the guided inquiry method in order to increase the achievement of science study for the fifth B grade of Nogotirto public elementary school academic year 2013/2014. This research is the following up class research which was held in 2 cycles. The first cycle was done for 4 meetings and the second cycle of interest questionnaire which was filled in by the student in the end of the meeting. The data of the students study achievement was gained from the student working sheets during the research was hekd and from the result of evaluating questions which were given in the end of cycle. The incerease of students study interest was done through some efforts of exciting feeling / fun of the student in joning the study, the attentation of student at the learning process, the students involment in the study, and the initiative in searching new information about the subject matter. The result of questionnaire on the first cycle showed that there was an increase of the students, quantity who were interesd enough in sciencelearning, there were 5 students, from 23 students change into 28 students. On the second cycle, the number of students who were interested enough increased 2 students, from 28 students changed into 30 student. The increase of the students study achivement was done through the development of cognitive aspect, affective and psicomotor in the learning process. On the first cycle, the students study achievement was still the same as the early data of students who achieved the minimum completeness criteria (KKM) were only 7 students. On the second cycle, increased into 29 students who achieved the minimum completeness criteria (KKM). Key words : the study interest, Student Centered Learning, the Guide Inkuiri Method, the study achievement. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENERAPAN PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING DENGAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA KELAS VB SD NEGERI NOGOTIRTO” ini dengan baik. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., SS., BST., MA., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu Dra. Ignatia Esti Sumarah, M.Hum. selaku dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, dorongan, serta semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Ibu Wahyu Wido Sari, S.Si., M.Biotech selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan saran, kritikan, ide, semangat, dan bimbingan yang sangat bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Ibu Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed. D selaku dosen pembimbing yang telah memberikan saran dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Ibu Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A. selaku dosen validator yang telah memberikan waktu, saran dan manfaat bagi penulis. 6. Bapak Suprayana, S.Pd selaku kepala sekolah SD Negeri Nogotirto Gamping Yogyakarta yang telah mengizinkan peneliti untuk melakukan penelitian. 7. Ibu Siti Rokhayati, S.Pd.Si selaku guru bidang studi IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto, yang telah memberikan waktu, bantuan, dan masukan-masukan yang bermanfaat bagi penulis. 8. Bapak, Ibu, dan Kakak yang telah memberikan doa, dukungan dan semangat. 9. Yogi Risang Widhi yang telah memberikan doa, nasehat, dan semangat dalam penyusunan skripsi. 10. Tim Dolan Ndeso Boro yang memberikan dukungan, pengalaman, dan doanya. 11. Teman-teman payung SCL yaitu Siska, Zega, Apri, Muchlis, Ida, Bertha, Zulfan, Nova, Lukita, Ipuk, Nia, Tika, Veti, dan Vivi yang telah memberikan dukungan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 12. Teman-teman PGSD kelas D angkatan 2010 yang setia dan selalu memberikan dukungan serta doanya dalam menyelesaikan skripsi ini. 13. Sabahat dan teman-teman 626 yang selalu mendukung, memberikan saran dan mendoakan aku dalam menyelesaikan skripsi. 14. Semua pihak yang telah memberikan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan skripsi ini. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun akan penulis terima dengan senang hati. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis Novita Astutiningrum xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO .................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ............................................. vii ABSTRAK ...................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .......................................................................................... xviii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xxi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xxii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................................. 1 B. Pembatasan Masalah ................................................................................... 6 C. Rumusan Masalah ....................................................................................... 6 D. Batasan Masalah .......................................................................................... 6 E. Pemecahan Masalah .................................................................................... 7 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 7 G. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka ............................................................................................. 9 1. Teori-teori yang Mendukung....................................................................... 9 2. Pendekatan Student Centered Learning (SCL) ........................................... 10 3. Metode Inkuiri ............................................................................................. 12 a. Pengertian Metode Inkuiri ........................................................................... 12 b. Macam-macam Metode Inkuiri ................................................................... 13 c. Langkah-langkah Penerapan Metode Inkuiri .............................................. 14 d. Kelebihan dan Kekurangan Metode Inkuiri ................................................ 16 4. Minat ............................................................................................................ 17 a. Pengertian Minat .......................................................................................... 17 b. Faktor Pendorong Minat .............................................................................. 18 c. Ciri-ciri Minat Belajar .................................................................................. 18 d. Indikator Pengukur Minat ............................................................................ 29 e. Cara Mengukur Minat .................................................................................. 20 5. Prestasi Belajar ............................................................................................. 21 6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ..................................................................... 22 a. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ....................................................... 22 b. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD .................................... 23 c. Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)................................... 23 7. Hasil Penelitian yang Relevan ..................................................................... 24 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Kerangka Berpikir ....................................................................................... 27 C. Hipotesis Tindakan ...................................................................................... 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ............................................................................................ 30 B. Setting Penelitian ......................................................................................... 32 1. Subjek Penelitian ......................................................................................... 32 2. Objek Penelitian .......................................................................................... 32 3. Waktu Penelitian ......................................................................................... 32 4. Tempat Penelitian ........................................................................................ 32 C. Rencana Tindakan ....................................................................................... 33 1. Persiapan ..................................................................................................... 33 2. Rencana Tindakan Siklus I .......................................................................... 34 D. Indikator Keberhasilan dan Pengukuran ..................................................... 37 E. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 38 1. Kuesioner..................................................................................................... 38 2. Wawancara .................................................................................................. 38 3. Dokumentasi ................................................................................................ 40 4. Observasi ..................................................................................................... 40 F. Instrumen Pengumpulan Data ..................................................................... 40 1. Lembar Kuesioner ....................................................................................... 41 2. Tes Objektif ................................................................................................. 43 3. Rubrik Penilaian Psikomotorik ................................................................... 47 G. Indeks Kesukaran, Validitas, dan Reliabilitas Instrumen Penelitian........... 48 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Indeks Kesukaran ........................................................................................ 48 2. Validitas Instrumen ..................................................................................... 54 3. Reliabilitas ................................................................................................... 72 H. Teknik Analisis Data ................................................................................... 73 1. Analisis Minat Belajar ................................................................................. 73 2. Analisis Prestasi Belajar .............................................................................. 75 I. Jadwal Penelitian ......................................................................................... 77 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian............................................................................................ 78 1. Gambaran Umum Penelitian ....................................................................... 78 2. Siklus I ......................................................................................................... 78 a. Perencanaan ................................................................................................. 78 b. Pelaksanaan ................................................................................................. 79 c. Observasi ..................................................................................................... 81 d. Refleksi ........................................................................................................ 83 3. Siklus II ....................................................................................................... 86 a. Perencanaan ................................................................................................. 86 b. Pelaksanaan ................................................................................................. 88 c. Observasi ..................................................................................................... 89 d. Refleksi ........................................................................................................ 91 4. Kualitas Proses ............................................................................................ 92 5. Kualitas Hasil .............................................................................................. 116 B. Pembahasan ................................................................................................. 12 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ................................................................................................. 139 B. Keterbatasan ................................................................................................ 140 C. Saran ........................................................................................................... 141 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 142 LAMPIRAN ..................................................................................................... 145 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Indikator Keberhasilan ..................................................................... 37 Tabel 3.2 Pedoman Wawancara ....................................................................... 39 Tabel 3.3 Peubah dan Instrumen Pengumpulan Data ...................................... 40 Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Minat ................................................................ 42 Tabel 3.5 Rincian Pemberian Skor Soal Evaluasi ............................................ 43 Tabel 3.6 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I........................................................ 43 Tabel 3.7 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II ...................................................... 45 Tabel 3.8 Rubrik Penilaian Psikomotor Hari Pertama ..................................... 47 Tabel 3.9 Rubrik Penilaian Psikomotor Hari Kedua........................................ 48 Tabel 3.10 Rubrik Penilaian Psikomotor Hari Ketiga ..................................... 48 Tabel 3.11 Kategori Indeks Kesukaran ............................................................ 49 Tabel 3.12 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus I ......... 49 Tabel 3.13 Kisi-kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus I ........................ 50 Tabel 3.14 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus II........ 51 Tabel 3.15 Kisi-kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus II ...................... 53 Tabel 3.16 Hasil Uji Validitas Empiris Kuesioner Minat ................................ 55 Tabel 3.17 Kisi-kisi Kuesioner Minat Setelah Validasi ................................... 56 Tabel 3.18 Instrumen Penilaian Silabus ........................................................... 58 Tabel 3.19 Hasil Validasi Silabus Siklus I oleh Ahli ....................................... 59 Tabel 3.20 Hasil Validasi Silabus Siklus II oleh Ahli ..................................... 60 Tabel 3.21 Instrumen Penilaian RPP ............................................................... 61 Tabel 3.22 Hasil Validasi RPP Siklus I oleh Ahli ........................................... 62 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.23 Hasil Validasi RPP Siklus II oleh Ahli .......................................... 63 Tabel 3.24 Instrumen Penilaian Soal Evaluasi ................................................. 64 Tabel 3.25 Hasil Validasi Soal Evaluasi Siklus 1 oleh Ahli ............................ 65 Tabel 3.26 Hasil Validasi Soal Evaluasi Siklus 1I oleh Ahli........................... 66 Tabel 3.27 Hasil Uji Validitas Soal Evaluasi Siklus I ..................................... 67 Tabel 3.28 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I Setelah Validasi........................... 68 Tabel 3.29 Hasil Uji Validitas Soal Evaluasi Siklus II .................................... 69 Tabel 3.30 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II Setelah Validasi ......................... 71 Tabel 3.31 Koefisien Reliabilitas ..................................................................... 72 Tabel 3.32 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Minat .......................................... 72 Tabel 3.33 Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I.................................. 73 Tabel 3.34 Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II ................................ 73 Tabel 3.35 Pengukuran Skala Tingkat ............................................................. 73 Tabel 3.36 Tingkat Penguasaan Kompetensi PAP I ........................................ 74 Tabel 3.37 Rentang Nilai Tiap Kategori .......................................................... 75 Tabel 4.1 Ketercapaian Siklus I ....................................................................... 85 Tabel 4.2 Target Capaian Indikator Siklus II ................................................... 87 Tabel 4.3 Data Awal Minat Siswa ................................................................... 93 Tabel 4.4 Data Minat Siswa Pertemuan Pertama Siklus I ............................... 96 Tabel 4.5 Data Minat Siswa Pertemuan Kedua Siklus I .................................. 99 Tabel 4.6 Data Minat Siswa Pertemuan Ketiga Siklus I .................................. 102 Tabel 4.7 Rata-rata Minat Siswa Pada Siklus I ................................................ 105 Tabel 4.8 Data Minat Siswa Pertemuan Pertama Siklus II .............................. 107 xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.9 Data Minat Siswa Pertemuan Kedua Siklus II ................................. 111 Tabel 4.10 Rata-rata Minat Siswa Pada Siklus II ............................................ 113 Tabel 4.11 Rangkuman Data Minat ................................................................. 115 Tabel 4.12 Hasil Penilaian Psikomotor ........................................................... 116 Tabel 4.13 Hasil Nilai Akhir Siklus I .............................................................. 118 Tabel 4.14 Nilai Akhir Psikomotor Siklus II ................................................... 119 Tabel 4.15 Hasil Nilai Akhir Siklus II ............................................................. 121 Tabel 4.16 Hasil Rangkuman Nilai Akhir Siklus I dan Siklus II ..................... 122 Tabel 4.17 Pencapaian Indikator Penelitian ..................................................... 125 xx

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Literatur Map ............................................................................... 29 Gambar 3.1 Siklus PTK Menurut Kemmis dan MC Taggart .......................... 31 Gambar 4.1 Siswa Menunjukkan Sikap Ceria Saat Benyanyi ......................... 127 Gambar 4.2 Siswa dan Guru Melakukan Tanya Jawab ................................... 128 Gambar 4.3 Siswa Memperhatikan Penjelasan Guru ....................................... 128 Gambar 4.4 Siswa Melakukan Percobaan ........................................................ 129 Gambar 4.5 Siswa Terlibat Aktif Dalam Kegiatan Pembelajaran ................... 130 Gambar 4.6 Menuliskan Hasil Pengamatan dan Percobaan di LAS ................ 131 Gambar 4.7 Siswa Mempresentasikan Hasil Kerja Kelompok ........................ 131 Gambar 4.8 Siswa dan Guru Menyimpulkan Kegiatan Pembelajaran ............ 132 Gambar 4.9 LAS Siklus II................................................................................ 133 Gambar 4.10 Hasil Kuesioner Minat Siswa ..................................................... 134 Gambar 4.11 Grafik Pencapaian Indikator Minat Belajar ............................... 136 Gambar 4.12 Grafik Pencapaian Indikator Siswa Lulus KKM........................ 137 Gambar 4.13 Grafik Pencapaian Indikator Rata-rata Nilai Kelas .................... 138 xxi

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Ijin penelitian ..................................................................... 145 Lampiran 2. Data Awal .................................................................................... 147 Lampiran 3. Perangkat pembelajaran Sebelum Validasi ................................. 152 Lampiran 4. Perangkat Pembelajaran Sesudah Vlidasi.................................... 241 Lampiran 5. Instrumen Penelitian .................................................................... 301 Lampiran 6. Validitas dan Indeks Kesukaran .................................................. 342 Lampiran 7. Hasil Penelitian ............................................................................ 362 Lampiran 8. Foto Kegiatan .............................................................................. 390 xxii

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, batasan masalah, pemecahan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Masalah Pada hakikatnya IPA merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang alam semesta dan segala isinya yang bersifat rasional dan objektif (Usman, 2011). IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dan penting untuk dipelajari di Sekolah Dasar. Pendidikan IPA sangat bermanfaat bagi siswa karena siswa dapat mengenal diri sendiri serta alam sekitarnya dan juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPA, siswa diarahkan untuk mencoba dan mengamati hasil percobaan, sehingga dapat membantu pemahamannya. Selain itu guru dan siswa merupakan komponen yang paling penting dalam pendidikan, khususnya dalam proses kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam melakukan percobaan akan membuat siswa aktif untuk belajar. Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan sebaiknya memperhatikan dalam proses pembelajarannya. UNESCO mencetuskan empat pilar pendidikan yaitu learning to know (belajar mengetahui), learning to do (belajar berbuat), learning to live together (belajar hidup bersama) dan learning to be (belajar menjadi seseorang). Belajar mengetahui (learning to know) merupakan pilar yang memadukan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan umum yang luas serta lebih mendalam. Pengembangan sikap dan belajar (learning 1

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 to do) merupakan pilar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga memperoleh kompetensi untuk menghadapi berbagai situasi serta kemampuan dalam bekerja di dalam tim. Belajar hidup bersama (learning to live together) yaitu mengembangkan diri orang lain dengan cara mengenali dirinya sendiri serta menghargai sebagai makhluk sosial dan belajar untuk mengatasi masalah dengan semangat menghargai nilai pluralitas, pengertian, dan perdamaian. Belajar menjadi seseorang (learning to be) ialah mengembangkan kepribadian dan kemampuan untuk bertindak secara mandiri, kritis, penuh pertimbangan serta bertanggung jawab. Sebagai seorang guru harus berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan kualitas pembelajarannya. Wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru bidang studi IPA kelas VB pada hari Jumat tanggal 27 September 2013 pukul 08.45 – 09. 45 WIB di SD Negeri Nogotirto ditemukan beberapa kesulitan pada mata pelajaran IPA kelas VB yaitu ; banyaknya materi yang sulit disampaikan ke siswa dan guru belum bisa memanfaatkan media pembelajaran. Metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran adalah komunikasi satu arah, yang diselingi dengan metode tanya jawab, pemberian tugas, dan diskusi. Kegiatan itu pun dilakukan oleh sebagian kecil siswa yang duduk di bagian depan. Siswa yang kurang tertarik dengan penjelasan yang diberikan oleh guru siswa memilih untuk berbicara dengan teman sebangkunya atau bermain alat tulis. Guru menyadari bahwa metode yang digunakan itu belum membuat siswa aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Peneliti juga melakukan observasi pada saat kegiatan pembelajaran IPA berlangsung. Observasi dilakukan pada hari Jumat, tanggal 11 Oktober 2013 pukul 07.00 – 08.10 WIB dengan materi morfologi. Observasi ini menggunakan lembar observasi yang didalamnya memuat indikator-indikator minat, yaitu : 1) perasaan senang mengikuti pembelajaran, 2) perhatian saat proses pembelajaran, 3) keterlibatan dalam pembelajaran, dan 4) insiatif mencari informasi baru tentang materi. Observasi ini digunakan oleh peneliti sebagai pelengkap untuk menguatkan hasil dari kuesioner. Kegiatan awal pembelajaran, peneliti melihat bahwa guru sudah berusaha membuka kegiatan pembelajaran dengan baik. Guru membuka kegiatan awal dengan salam dan doa, namun pada saat guru memberikan salam ada 4 siswa (12,9%) yang tidak menjawab salam dan 3 siswa (9,68%) yang menjawab salam dengan tidak serius. Kegiatan awal guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang akan dipelajari, namun 5 siswa (16,13%) yang menanggapi pertanyaan guru tersebut. Kegiatan belajaran ini terlihat bahwa siswa kurang berminat dan tingkat perhatian mereka relatif rendah, terbukti ketika peneliti melakukan pengamatan terdapat 6 siswa (19,35%) saja yang berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh gurunya. Selain itu, keterlibatan siswa pun belum terlihat maksimal karena siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Hal ini terbukti ketika guru menjelaskan tugas yang akan dilakukan, ada 16 siswa (51,6%) sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, seperti 1 siswa (3,23%) siswa bermain gelang karet, 2 siswa (6,25%) siswa bermain TTS, 5 siswa (16,13%) siswa tiduran di atas meja, dan 8 siswa (25,8%) siswa asyik berbicara dengan teman

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 sebangkunya. Dalam kondisi ini, guru sempat menegur beberapa siswa, namun siswa tersebut tetap asyik dengan aktivitasnya dan akhirnya guru mulai bosan untuk menegurnya. Kegiatan pembelajaran berlangsung, guru tidak meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok melainkan diminta untuk mengerjakan tugas secara individu. Namun saat guru meminta kepada siswa untuk segera mengerjakan tugas tersebut (48,4%) yang kelihatan serius dalam mengerjakan tugas. Ada 10 siswa (32,3%) yang berbicara dengan teman sebangkunya sebelum mengerjakan tugas, 2 siswa (6,5%) bermain gelang karet, 3 siswa (9,7%) merauti pensil dan 1 siswa (3,23%) bermain penggaris. Hasil wawancara diperkuat juga oleh pengisian kuesioner yang diisikan oleh siswa kelas VB pada tanggal 12 Oktober 2013. Pada indikator memiliki rasa senang ditunjukkan (57%) siswa yang mencapai indikator, dan (57%) siswa yang memperhatikan selama proses pembelajaran. Kedua indikator sudah tercapai dengan baik, namun belum maksimal, karena 19 siswa yang belum berkonsentrasi dan 16 siswa yang belum menyimak penjelasan guru. Sedangkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran berlangsung masih rendah dengan presentase (58%) terbukti 7 siswa yang menjawab pertanyaan guru dan 8 siswa yang menanggapi penjelasan guru. Selain itu inisiatif siswa untuk mencari informasi baru masih rendah dengan presentase (57%). Ada 9 siswa dan 7 siswa yang mau membaca atau mencari materi dari sumber lain serta membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto mengalami kesulitan pada materi mata pelajaran IPA. Hal ini terbukti dengan hasil belajar siswa pada ujian tengah semester yang belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Di Sekolah Dasar Negeri Nogotirto nilai KKM pada mata pelajaran IPA adalah 70. Nilai KKM ini ditentukan dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang terdapat di SD Negeri Nogotirto. Hasil ujian tengah semester siswa yang memenuhi KKM hanya 7 siswa (22,58%) dan 24 siswa (77,4%) masih di bawah KKM. Berdasarkan masalah di atas, peran guru dalam proses pembelajaran sangatlah berpengaruh pada perkembangan kemampuan berpikir siswa. Sebagai guru sebaiknya berusaha semaksimal mungkin dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Berdasarkan uraian di atas, peneliti akan melakukan penelitian tindakan kelas yang menggunakan pendekatan Student Centered Learning dengan penerapan metode inkuiri terbimbing, karena dengan metode ini dapat membantu siswa untuk terlibat aktif serta menumbuhkan minat serta prestasi belajar siswa. Maka dari itu peneliti terinspirasi untuk melakukan penelitian dengan judul Penerapan Pendekatan Student Centered Learning (SCL) dengan model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar IPA Kelas VB SD Negeri Nogotirto Tahuan Ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Nogotirto kelas VB dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK).

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 B. Pembatasan Masalah Materi pembelajaran IPA dibatasi pada kompetensi dasar 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya, misalnya benang, kain, dan kertas dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Subjek penelitian ini dibatasi pada siswa SD Negeri Nogotirto kelas VB tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 31 anak. C. Rumusan Masalah 1. Bagaimana penerapan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014. 2. Bagaimana penerapan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing dalam upaya untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014. D. Batasan Masalah 1. Metode inkuiri terbimbing adalah suatu metode yang melibatkan siswa aktif untuk menemukan sendiri pengetahuannya melalui pengamatan atau melakukan percobaan untuk dapat menemukan informasi atau jawaban. 2. Minat adalah keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan tujuannya yang didasari dengan rasa senang. 3. Prestasi Belajar merupakan suatu bukti penguasaan pengetahuan atau pengalaman seseorang dalam mata pelajaran yang ditunjukkan dengan hasil tes dari guru.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 E. Pemecahan Masalah Masalah rendahnya minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014 akan diatasi dengan penerapan pendekatan Student Centered Learning dengan model inkuiri terbimbing. F. Tujuan Penelitian 1. Peneliti dapat mengetahui penggunaan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan minat belajar pada pembelajaran IPA kelas VB SD Negeri Nogotiro tahun ajaran 2013/2014. 2. Peneliti dapat mengetahui penggunaan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014. G. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Memperoleh pengalaman peneliti dalam melakukan PTK khususnya menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun pelajaran 2013/2014. 2. Bagi Guru Memberikan inspirasi bagi guru-guru SD untuk melakukan PTK khususnya menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 3. Bagi Siswa Memberikan pengalaman mempelajari IPA dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014. 4. Bagi Sekolah Menambah bahan bacaan terkait dengan PTK khususnya menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA pada siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II ini membahas tentang kajian pustaka, kerangka berpikir, hasil penelitian yang relevan, dan hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka 1. Teori-teori yang Mendukung Piaget (dalam Slameto, 2010) menyatakan bahwa proses perkembangan belajar pada anak ialah struktur mental yang dimiliki seorang anak berbeda dengan orang dewasa. Setiap anak memiliki hasil interaksi yang berbeda dengan dunia sekitarnya. Saat anak mengembangkan pengetahuannya maka akan terjadi proses sederhana, yang meliputi; melihat, menyentuh, menyebutkan nama benda, dan beradaptasi. Anak yang melakukan proses tersebut akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang bermakna. Piaget (dalam Dahar, 2011) menyatakan setiap individu mengalami tahaptahap perkembangan intelektual. Tahap-tahap perkembangan tersebut meliputi: 1) Tahap sensori-motor (0-2 tahun), selama periode ini anak mengatur alamnya dengan indra (sensori) dan tindakannya (motor); 2) Tahap pra-operasional (2-7 tahun), pada tahap ini dimulai dengan penguasaan bahasa yang sistematis, permaian simbolis, imitasi (tidak langsung), serta bayangan dalam mental; 3) Tahap operasional konkret (7-11 tahun), tahap ini merupakan permulaan berfikir rasional, hal ini berarti anak mempunyai operasi logis yang dapat diterapkan pada masalah yang konkret; 4) Tahap operasional formal (11 tahun ke atas), pada 9

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 periode ini anak dapat menggunakan operasi-operasi konkretnya untuk membentuk operasi yang lebih kompleks. Tahap-tahap perkembangan di atas merupakan tahap dalam belajar, sehingga belajar dan perkembangannya merupakan hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Untuk memperoleh pengetahuan dapat melalui pengalamanpengalaman baru yang mereka alami dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan, sikap, dan mengembangkan kepribadiannya. Teori Piaget memberikan banyak konsep utama dalam perkembangan berpikir anak dan berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak. Teori belajar yang dikemukan oleh beberapa ahli di atas, siswa yang melakukan proses tersebut akan lebih efektif dalam mendapat pengetahuan serta pengalaman yang baru. Selain itu apabila suatu pembelajaran yang diciptakan berlandaskan dengan teori belajar akan lebih efektif dan efisien. Maka peneliti memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan intelektual anak yaitu metode inkuiri terbimbing. Dalam pembelajaran inkuiri terbimbing siswa dituntut untuk memikirkan masalah secara teoritis dan menyelesaikan masalah tersebut secara mandiri melalui percobaan. 2. Pendekatan Student Centered Learning (SCL) Lavoco (dalam Wang, 2011) menjelaskan bahwa: “ Student Centered Learning methods, such us small group work, discovery methods, and projectbased inquiries”. Pernyataan Lacovo tersebut Student Centered Learning berarti sebuah pendekatan pembelajaran dengan cara membuat kelompok-kelompok kecil untuk membentuk pengetahuannya sendiri serta menghasilkan produk. Menurut

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Silberman (dalam Widharyanto, 2002 ) menjelaskan Student Centered Learning merupakan sebuah pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif dengan banyak melakukan kegiatan yang menggunakan otak dengan cara menggali ideide, memecahkan masalah dan menerapkan materi yang telah mereka pelajarinya. Overby (2011) mengatakan bahwa Student Centered Learning adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru berperan sebagai pembimbing siswa yang memenuhi tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Student Centered Learning tidak hanya siswa duduk di kelas mendengarkan guru dan mengerjakan tugas yang diberikan melainkan siswa harus mendiskusikan apa yang dipelajari serta menghubungkannya dengan pengalaman yang dimilikinya. Sehingga siswa mendapatkan kesempatan untuk mengintegrasikan informasi, konsep atau keterampilan baru dalam struktur kognitif yang dimilikinya. Student Centered Learning dari para tokoh di atas dijelaskan bahwa mereka menginginkan siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan berasal dari pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di dalam diskusi kelompok. Sehingga dari pandangan tokohtokoh di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Student Centered Learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswanya untuk aktif menggali informasi yang digunakan untuk memecahkan berbagai masalah yang dapat diterapkan dalam kehidupannya sebagai pengalaman.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 3. Metode Inkuiri Pada bagian ini akan membahas mengenai pengertian metode inkuiri, macam-macam metode inkuiri, langkah-langkah penerapan metode inkuiri, kelebihan dan kekurangan metode inkuiri. a. Pengertian Metode Inkuiri Hanafiah, dkk (2009) berpendapat bahwa metode inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan seluruh peserta didik untuk mencari informasi sehingga peserta didik dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku secara sistematis, kritis, dan logis. Sedangkan menurut Piaget (dalam Mulyasa, 2006 ) menyatakan bahwa metode inkuiri ialah metode yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri yang bertujuan untuk melakukan sesuatu yang dilihat dengan rasa keingintahuannya dengan cara mengajukan pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri, serta menghubungkan penemuan satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang telah ditemukannya dengan yang ditemukan oleh siswa lain. Ungkapan tersebut didukung oleh Sanjaya (2011) yang mengatakan bahwa metode inkuiri adalah suatu kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menekankan pada proses kegiatan berpikir kritis untuk menganalisis serta menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan. Pendapat dari para tokoh di atas maka metode inkuiri dapat membantu siswa untuk meningkatkan minat dan prestasi belajarnya. Hal itu dikarenakan dengan penggunaan metode inkuiri siswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 serta menggali informasi yang didapat, menemukan jawabannya sendiri secara kritis, logis, dan analitis dari suatu permasalahan. Siswa tidak tergantung oleh guru dan pengetahuan yang didapatkan oleh siswa dapat bertahan lebih lama. b. Macam-macam Metode Inkuiri Menurut Trowbridge ( dalam Mulyasa, 2006 ) ada tiga macam metode inkuiri, yaitu : 1) Inkuiri Terbimbing (Guide Inquiry) Guide Inquiry atau inkuiri terbimbing merupakan metode inkuiri yang dalam kegiatan pembelajarannya dilakukan berdasarkan petunjuk guru. Selanjutnya guru memberikan sebuah pertanyaan dengan tujuan untuk mengarahkan peserta didik membuat kesimpulan. Proses kegiatan ini dilakukan secara bertahap sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri. Peran guru di sini adalah sebagai pengarah dan sarana bagi peserta didik untuk menemukan halhal yang ingin diketahui dalam kegiatan pembelajaran. 2) Inkuiri Bebas (Free Inquiry) Free Inquiry atau inkuiri bebas merupakan metode inkuiri yang peserta didiknya dapat melakukan penyelidikan bebas seperti para ilmuwan. Peserta didik harus dapat mengidentifikasi dan merumuskan berbagai permasalahan yang ingin diselidikinya. Metode ini digunakan bagi siswa yang telah berpengalaman belajar dengan menggunakan metode inkuiri, karena siswa harus merumuskan masalahnya, menemukan, dan membuat kesimpulan sendiri.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 3) Inkuiri bebas dalam dimodifikasi (Modefied Free Inquiry) Modified Free Inquiry merupakan metode inkuiri yang melibatkan peserta didik untuk dapat memecahkan masalah yang diberikan oleh gurunya dengan cara melakukan pengamatan eksplorasi sesuai dengan prosedur penelitiannya. Guru berperan sebagai fasilitator yang bertugas memberikan bantuan jika ada siswa yang mengalami kesulitan yang bertujuan untuk menghindari kegagalan dalam menyelesaikan masalahnya. Tipe-tipe metode inkuiri di atas, peneliti akan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Hal ini disebabkan karena siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto masih memerlukan bimbingan dari guru dalam memecahkan masalah dan menemukan informasi. Penerapan metode inkuiri ini diharapkan siswa lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta dapat berpikir secara kritis, logis dan analitis. c. Langkah-langkah Penerapan Metode Inkuiri Menurut Sanjaya (2009) langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri sebagai berikut : 1) orientasi, 2) merumuskan masalah, 3) merumuskan hipotesis, 4) eksperimen, 5) mengumpulkan data, 6) menguji hipotesis, 7) merumuskan masalah. Langkah pertama adalah langkah orientasi, yaitu langkah untuk membina suasana pembelajaran yang responsif. Guru harus mengkondisikan siswanya agar siap untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pada langkah ini guru merangsang dan mengajak siswa berpikir untuk memecahkan masalah. Tingkat keberhasilan dalam langkah ni tergantung pada kemauan siswanya.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Langkah kedua merumuskan masalah, merumuskan masalah merupakan langkah kegiatan membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung tekateki. Pada proses ini siswa akan mendapatkan pengalaman yang baru dalam mengembangkan mental melalui kegiatan berpikirnya. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa sehingga siswa terdorong untuk mecari jawaban yang tepat. Masalah dalam persoalan ini harus mengandung konsep yang jelas untuk dicari atau ditemukannya. Langkah ketiga adalah langkah hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban yang sementara, maka perlu diuji untuk kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengembangkan kemampuan anak (berhipotesis) adalah dengan mengajukan sebuah pertanyaan yang mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara dari suatu permasalahan. Pimikiran tersebut harus memiliki landasan yang kokoh, sehingga hipotesis yang dimunculkan bersifat kritis dan logis. Langkah keempat adalah melakukan eksperimen yang merupakan kegiatan siswa melakukan percobaan untuk mendapat hasil dari dugaan sementara. Pada tahap ini siswa akan mendapatkan data melalui percobaan yang dilakukan. Peran guru adalah membimbing siswa dalam melakukan percobaan sehingga siswa mendapatkan data yang dibutuhkan. Langkah kelima adalah mengumpulkan data yang merupakan aktivitas untuk mencari informasi yang dibutuhkan dalam menguji hipotesis yang diajukan. Mengumpulkan data juga merupakan sebuah proses mental yang sangat penting

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 untuk mengembangkan intelektual. Tugas dan peran guru dalam langkah ini adalah mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Langkah keenam yaitu menguji hipotesis yang merupakan proses menetukan jawaban dari informasi yang didapatkan berdasarkan dari hasil pengumpulan data. Dalam menguji hipotesis, hal yang terpenting ialah mencari keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Menguji hipotesis merupakan mengembangkan cara berpikir secara rasional, artinya jawaban tersebut bukan sebuah argumentasi, tetapi dapat dibuktikan dari data yang dikumpulkan dan juga dapat dipertanggung jawabkan. Langkah ketujuh adalah merumuskan kesimpulan yang merupakan proses untuk mendeskripsikan atau menggambarkan temuan yang diperoleh berdasarkan dari hasil pengujian hipotesis. Langkah ini ialah langkah yang paling penting dalam proses pembelajaran. Dalam merumuskan kesimpulan peran guru adalah untuk menunjukkan kepada siswa tentang data yang relevan. d. Kelebihan dan Kekurangan Metode Inkuiri Metode inkuiri terbimbing merupakan salah satu metode pembelajaran yang inovatif dan dapat melibatkan siswa untuk aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajarannya. Hal itu dikarenakan metode ini memiliki beberapa kelebihan, Hanafiah dan Suhana (2009) menuliskan kelebihan metode inkuiri terbimbing, antara lain: a) membantu peserta didik untuk mengembangkan, kesiapan dan penguasaan keterampilan dalam proses kognitif, b) peserta didik memperoleh pengetahuannya secara individual sehingga pengetahuan yang didapatkannya

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 dapat bertahan lebih lama, c) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk lebih rajin dalam belajar, d) dapat berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan serta minatnya, e) menambah rasa percaya diri dengan cara menemukan sendiri jawabannya. Selain mempunyai kelebihan di atas, Hanafiah dan Suhana (2009: 79) mengemukakan kekurangan metode inkuiri terbimbing, diantaranya adalah sebagai berikut : a) peserta didik harus memiliki sikap mental yang kuat, berani dan rasa keinginan untuk mengetahui keadaan di sekitarnya, b) Keadaan kelas yang terlalu banyak siswa membuat metode ini sulit untuk dilaksanakan, c) Guru dan siswa sudah terbiasa dengan kegiatan pembelajaran yang lama sehingga metode inkuiri ini dapat mengecewakan. 4. Minat Pada minat belajar ini akan membahas mengenai pengertian minat, faktor pendorong minat, ciri-ciri minat belajar, indikator minat, dan cara mengukur minat. a. Pengertian Minat Menurut Slameto (2010) minat adalah “suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin dekat hubungan tersebut, semakin besar minat”. Menurut Surya (2003) minat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu obyek. Prinsip dasarnya ialah bahwa motivasi seseorang

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya. Minat sangat berhubungan dengan perasaan siswa yang dapat berpengaruh terhadap semangat, motivasi dan prestasi belajar. Guru sebaiknya dapat menciptakan situasi belajar yang membuat siswanya merasa senang dalam mengikuti proses pembelajaran berlangsung. Dari pendapat yang sudah dikemukakan oleh para ahli, penulis dapat menyimpulkan bahwa minat adalah ketertarikan seseorang terhadap hal-hal yang disukai, sehingga timbul perasaan senang terhadap apa yang ingin dilakukannya. b. Faktor Pendorong Minat Perasaan senang merupakan salah satu faktor pendorong munculnya minat pada diri siswa. Banyak cara untuk menciptakan minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Sardiman (2001) menjelaskan beberapa cara untuk menciptakan minat, antara lain sebagai berikut: a) membangkitkan belajar sebagai kebutuhan, b) memberian pujian berbentuk reinforcement yang positif dan sekaligus motivasi yang baik, c) memberi kesempatan kepada siswa untuk berlomba mendapatkan hasil yang baik, d) menggunakan berbagai macam metode mengajar yang bervariasi supaya siswa tidak merasa bosan ketika mengikuti pelajaran. c. Ciri-ciri Minat Belajar Rosyidah (dalam Susanto, 2013) menyatakan bahwa minat berasal pada diri setiap orang. Minat dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu minat yang berasal dari pembawaan dan minat karena pengaruh dari luar. Minat yang berasal dari

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 pembawaan timbul dengan sendirinya dari setiap orang yang biasanya dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sedangkan minat karena pengaruh dari luar biasanya dipengaruhi oleh orang tua, lingkungan atau kebiasaan. Menurut Slameto (2003) siswa yang berminat dalam belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a) mempunyai keinginan untuk mempelajari materi yang sudah dipelajarinya secara terus- menerus, b) ada rasa suka dan senang terhadap obyek yang diminati, c) mendapatkan kepuasan pada obyek yang diminati, d) ada ketertarikan pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk diminati, d) memprioritaskan minat. d. Indikator Pengukur Minat Mardapi (2008) menyebutkan bahwa indikator minat antara lain : usaha dalam memahami, mambaca buku yang berkaitan dengan bidang studi, bertanya di kelas, dan bertanya kepada teman atau orang yang lebih mengetahui serta mengerjakan soal dengan baik. Slameto (2010) mengungkapkan bahwa minat merupakan sebuah ekspresi dalam memperhatikan secara terus menerus yang disertai rasa senang dan dimunculkan melalui aktivitas yang dilakukannya. Berdasarkan uraian diatas peneliti peneliti menentukan indikator pertama ekspresi perasaan senang yang meliputi: siswa menyiapkan alat tulis sebelum pembelajaran dimulai, siswa menunjukkan sikap ceria pada saat pembelajaran, siswa sudah siap di dalam kelas sebelum pembelajaran dimulai, siswa tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran, siswa bersemangat saat mengikuti pembelajaran, siswa ingin mendapatkan nilai yang baik, siswa menyukai pembelajaran.Indikator kedua perhatian dalam belajar yang meliputi: siswa

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 memperhatikan seluruh proses pembelajaran, siswa menyimak penjelasan guru, siswa tidak melamun pada saat kegiatan pembelajaran, siswa berkonsentrasi pada saat pembelajaran, siswa mencatat penjelasan guru saat kegiatan pembelajaran. Indikator ketiga keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi: siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru, siswa ikut melakukan percobaan dalam kelompok, siswa bekerjasama dengan anggota kelompok lainnya, siswa mengerjakan tugas saat pembelajaran, dan siswa menanggapi penjelasan guru. Indikator ke empat inisiatif mencari informasi lain yang berhubungan dengan materi yang meliputi: siswa belajar tanpa ada paksaan dari orang lain, siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain, siswa mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan, siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi, siswa tertarik melakukan percobaan pada saat kegiatan pembelajaran, dan siswa membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari. e. Cara Mengukur Minat Supratiknya (2012) menyatakan bahwa kegiatan siswa dituntut untuk mendemonstrasikan aneka tingkah laku sebagai hasil belajarnya yang diamati secara langsung. Menurut Mustaqim (2008) observasi langsung ialah pengamatan yang dilakukan dalam situasi yang sebenarnya serta dapat langsung diamati oleh peneliti. Dalam penelitian ini, minat belajar siswa diukur menggunakan pengamatan (observasi). Selain pengamatan (observasi), peneliti juga menggunakan kegiatan wawancara. Supratiknya (2012) menyatakan bahwa dalam kegiatan wawancara

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru atau pewawancara secara lisan. Wawancara mempunyai kelebihan tersendiri yaitu pemberian kesempatan sebebas-bebasnya kepada siswa untuk memberikan jawaban yang dapat berupa pendapat, sikap, atau perasaan, masing-masing dapat disertai dengan penjelasan maupun alasan-alasan tertentu. Kegiatan wawancara ini dilakukan kepada guru dan sebagian siswa. Peneliti juga memberikan kuesioner yang diisi oleh siswa. Supratiknya (2012) menyatakan bahwa kuisioner merupakan daftar pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab oleh siswa. Kuisioner dilihat dari segi isi informasi yang dikumpulkan dibagi menjadi dua, yaitu kuisioner yang bertujuan mengungkapkan fakta dan kuisioner yang bertujuan mengungkapkan pendapat. 5. Prestasi Belajar Prestasi yaitu kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu kegiatan atau sering hasil usaha (Arifin, 2009). Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia (2008) prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dsb). Sehingga prestasi belajar merupakan salah satu bukti keberhasilan seseorang. Dengan demikian prestasi belajar merupakan hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang yang menjadi bukti keberhasilannya dalam melakukan usahanya. Prestasi belajar menurut Darsono (2000) merupakan perubahan yang berhubungan dnegan 3 aspek (kognitif, afektif, dan psikomotor) sebagi akibat dari interaksi dengan lingkungannya. Dalam prestasi belajar dapat dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yaitu : aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 psikomotor. Dan sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan apabila seseorang belum mampu memenuhi target dari ketiga aspek kriteria tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa prestasi belajar adalah sesuatu yang dapat di ukur berdasarkan hasil yang telah dicapai dengan 3 aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. 6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Bagian ini membahas mengenai hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD, dan materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). a. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Consise Dictionari of Science (dalam Iskandar, 1997) tertulis “science the broad field of human knowledge, acquired by systematic obersevation and experiment, and explained by means of rules, laws, principles, theories, and hypotheses”, artinya IPA ialah ilmu pengetahuan manusia yang diperoleh dengan cara observasi dan eksperimen, serta dijelaskan dengan aturan-aturan, hukumhukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan hipotesis. Iskandar (2001) menyatakan bahwa hakikat IPA meliputi pengetahuan tentang alam yang diperoleh lewat proses ilmiah yang dilandasi oleh sikap ilmiah sehingga dihasilkan produk ilmiah. Produk tersebut antara lain: fakta-fakta, prinsip-prinsip, konsep-konsep, atau teori-teori yang dipergunakan oleh para ilmuwan dalam mempelajari IPA dengan cara empirik. Cara empirik yaitu dengan cara mengumpulkan informasi, mengolah informasi yang kemudian dianalisa.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Cara analisa ini dengan menginterprestasikan penemuan dengan menggunakan prosedur proses, seperti hipotesa, eksperimen kontrol, dan menarik kesimpulan. b. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD Pembelajaran IPA di SD sangat penting karena IPA mempelajari tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu pendidikan IPA bertujuan untuk mengenalkan siswa kepada lingkungan serta membantu memecahkan suatu permasalahan yang dihadapinya. Untuk itu dalam pembelajaran IPA harus sesuai dengan perkembangan siswa. Samatowa (2010) menyatakan alasan IPA diajarkan di SD, antara lain: a) IPA berfaedah bagi suatu bangsa dan IPA merupakan dasar teknologi yang sering disebut sebagai tulang punggung pembangunan, b) IPA merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan berpikir kritis, c) IPA bukan merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan apabila diberikan melalui percobaan yang dilakukan oleh siswa sendiri, d) IPA mempunyai nilai-nilai pendidikan yaitu mempunyai potensi yang dapat membentuk kepribadian siswa secara keseluruhan. c. Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Pada penelitian ini, peneliti mengambil materi IPA kelas VB mengenai perubahan sifat benda, khususnya pada kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya, misalnya benang, kain, dan kertas serta menyimpulkan perubahan sifat benda yang terjadi, baik sementara atau tetap. Sedangkan sifat suatu benda tergantung dari bahan penyusunnya. Sifat bahan diantaranya ialah sebagai berikut : kekuatan, kelenturan, ketahanan terhadap air atau api, halus, dan kasar. Benda dapat mengalami perubahan karena

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 beberapa faktor, yaitu pemanasan, pendinginan, pembakaran, pembusukan, dan pengkaratan. Perubahan dapat terjadi pada bentuk, warna, bau, kelenturan, dan kekuatan. Azmiyawati, dkk (2008: 73) menyatakan ada dua perubahan sifat benda yaitu, perubahan sifat benda sementara dan perubahan sifat benda tetap. 7. Hasil Penelitian yang Relevan Purnomo (2012), dalam penelitiannya yang berjudul Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan Metode Eksperimen Pada Materi Sifat-sifat Cahaya Siswa Kelas V SD Negeri 1 Bakung, Klaten Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah penelitian tindakan kelas. Subyek dari penelitian ini ialah siswa kelas V SD Negeri 1 Bakung dengan jumlah 33 siswa. Bahan dalam penelitian ialah peningkatan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang materi sifat-sifat cahaya. Data awal minat siswa sebelum diberikan tindakan yaitu 8,03. Data awal penelitian mengenai nilai rata-rata siswa kelas V tahun pelajaran 2010/2011 adalah 61,21 dengan persentase yang mencapai KKM yaitu 36,36 %. Hasil penelitian siklus I menunjukkan rata-rata minat siswa menjadi 11,20 yang menunjukkan kriteria minat siswa cukup. Kemudian siklus II meningkat menjadi 14,08 yang menunjukkan kriteria minat siswa adalah tinggi. Sedangkan hasil penelitian mengenai prestasi belajar siswa pada siklus I setelah dilakukan tindakan, ada peningkatan nilai rata-rata siswa menjadi 73,95 dengan persentase siswa yang mencapai KKM adalah 72,73 %. Kemudian siklus II rata-rata nilai siswa meningkat secara signifikan menjadi 8,02 dengan persentase yang mencapai

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 KKM menjadi 84,85 %. Dengan demikian, metode eksperimen dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam materi sifat-sifat cahaya. Rohandi (2010), dalam penelitiannya yang berjudul “Minat Siswa terhadap Sains dan Implikasinya dalam Upaya Peningkatan Pembelajaran Sains di Sekolah”. Subyek penelitian adalah 79 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VIII. Sikap dan minat siswa terhadap sains ditelusuri dengan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan Trumper (2006). Kuesioner ini disusun dengan menggunakan skala Likert dalam memberikan respons terhadap setiap pertanyaan dalam kuesioner. Pembelajaran sains dilakukan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah. Hasil analisis data menunjukkan bahwa untuk keseluruhan sampel, nilai rerata aspek minat terhadap sains adalah 3,2 (SD=0,42); sikap siswa terhadap sains dan teknologi 3,1 (SD=0,41); sikap siswa terhadap pelajaran sains 3,0 (SD=0,45) dan minat siswa terhadap kegiatan sains di luar sekolah 3,2 (SD=0,42). Hasil ini secara umum menunjukkan sikap dan minat siswa adalah cukup tinggi atau positif. Hal ini dapat diindikasi bahwa para siswa cukup tertarik untuk mempelajari bidang sains yang mereka yakini sangat bermanfaat dalam kehidupan mereka. Nupita (2013), dalam penelitiannya yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Pemecahan Masalah IPA pada Siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan guru dan siswa serta hasil belajar dan keterampilan pemecahan masalah serta model pembelajaran penemuan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 terbimbing. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 2 Sidomoro dengan jumlah siswa 37 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terbukti pada siklus 1 keterampilan dalam memecahkan masalah adalah 67,56% dan siklus II 94,45%. Sedangkan pada nilai hasil belajar siswa siklus I nilai hasil belajar adalah 64,48% dan pada siklus ke II ialah 91,89%. Dewi (2012) meneliti tentang “Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Melalui Pendekatan Cooperative Learning tipe STAD pada siswa kelas V di SD Kanisius Totogan tahun pelajaran 2011/2012”. Peningkatan minat dalam penelitian ini ditandai dengan persentase jumlah siswa yang berminat pada siklus I persentase siswa yang mencapai KKM adalah 63,64% dan pada siklus II persentase yang mencapai KKM adalah 77,27%. Selain itu penerapan pendekatan Cooperative Learning tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS materi persiapan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V semester 2 di SD Kanisius Totogan tahun pelajaran 2011/2012. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendekatan Cooperative tipe STAD dapat meningkatan minat dan hasil belajar IPS melalui pendekatan Cooperative Learning tipe STAD pada siswa kelas V di SD Kanisius Totogan tahun pelajaran 2011/2012. Hartanto (2012) dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Discovery Inquiry Terbimbing Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IVB SDN Ungaran II Tahun Pelajaran 2011/2012”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode discovery-inkuiri terbimbing pada materi perpindahan energi panas. Minat siswa sebelum mengalami tindakan diperoleh rata-rata 8 dan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 setelah diberikan tindakan siklus 1 ialah 12. Selanjutnya minat siswa pada tindakan siklus kedua meningkat lagi menjadi 16. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum diberikan tindakan ialah 61,93 dengan presentase yang mencapai KKM rendah yaitu 40, 65%. Dan setelah pemberian tindakan siklus I diperoleh rata-rata 70,18 dengan presentase siswa yang mencapai KKM adalah 65,62%. Sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata 81,46% dengan presentase siswa yang mencapai KKM adalah 87,5%. Penelitian relevan yang dijelaskan diatas merupakan salah satu alasan peneliti melakukan penelitian dengan Penerapan pendekatan SCL dengan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA. Penelitian ini diharapkan dapat berhasil untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa seperti yang pernah dilakukan oleh penelitipeneliti sebelumnya. B. Kerangka Berpikir Proses pembelajaran IPA di SD Negeri Nogotirto yang didominasi guru diduga oleh peneliti mengakibatkan minat dan prsetasi belajar siswa menjadi rendah. Rendahnya minat siswa dalam proses pembelajaran ditandai dari kurangnya perhatian, keterlibatan, kemauan mengembangkan diri dan perasaan senang siswa dalam proses pembelajaran. Hal tersebut menjadikan materi yang disampaikan oleh guru tidak diterima secara utuh oleh siswa. Sehingga menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami materi. Metode inkuiri terbimbing merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat, keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam proses

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 pembelajaran. Metode ini dapat membantu siswa dalam memahami materi IPA melalui percobaan. Dengan melakukan percobaan maka siswa dapat membangun pengetahuannya. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di SD Negeri Nogotirto, peneliti akan menerapkan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. C. Hipotesis Tindakan 1. Penerapan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan minat belajar dalam pembelajaran IPA siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun pelajaran 2013/2014. 2. Penerapan pendekatan Student Centered Learning dengan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPA siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto tahun pelajaran 2013/2014.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Minat dan Prestasi Inkuiri Terbimbing Purnomo (2012) R. Rohandi (2010)Minat Siswa terhadap Sains dan Implikasinya dalam Upaya Peningkatan Pembelajaran Sains di Sekolah. Hasil penelitian menunjukkan sikap dan minat siswa adalah cukup tinggi/positif Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Menggunakan Metode Eksperimen Pada Materi Sifat-sifat Cahaya Siswa Kelas V SD Negeri 1 Bakung, Klaten Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012. Metode eksperimen dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam materi sifat-sifat cahaya. Nupita (2013) Hartanto (2012) dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Discovery Inquiry Terbimbing Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IVB SDN Ungaran II Tahun Pelajaran 2011/2012 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode discovery-inkuiri terbimbing Penerapan ModelPembelajaran Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Pemecahan Masalah IPA pada Siswa kelas V Sekolah Dasar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penemuan terbimbing dalam prestasi belajar Dewi (2012) meneliti tentang Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Melalui Pendekatan Cooperative Learning tipe STAD pada siswa kelas V di SD Kanisius Totogan tahun pelajaran 2011/2012 Penelitian ini adalah pendekatan Cooperative tipe STAD dapat meningkatan minat dan hasil belajar IPS melalui pendekatan Cooperative Learning tipe STAD Gambar 2.1 Literature MapLearning Penelitian penelitian Relevan Penerapan Pendekatan Student Centered dengan–Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto Gambar 2.1 Literature Map Penelitian – penelitian Relevan 29 29

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini peneliti akan membahas tentang jenis penelitian siklus I yang meliputi jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas menurut Daryanto (2011) ialah jenis penelitian yang dilakukan oleh guru untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Menurut McNiff dalam Arikunto (2008) Tujuan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan profesional seorang guru dalam proses kegiatan pembelajaran. Kusuma dan Dwitagama (2011) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh seorang guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki kinerjanya serta meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun model tersebut dapat dilihat pada gambar 3.1. 30

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Gambar 3.1 : Siklus PTK Menurut Kemmis dan MC Taggart Pada gambar 3.1 dapat dilihat bahwa model penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Taggart berupa rangkaian yang terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi (Kusuma dan Dwitagama, 2011). Keempat komponen tersebut merupakana untaian yang dipandang sebagai satu siklus. Arikunto, dkk (2008) mengatakan bahwa keempat komponen dalam penelitian tindakan kelas ialah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tahap satu dalam menyusun rencana tindakan (planning) peneliti harus menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Perencanaan ini disusun berdasarkan hasil pengamatan yang ditulis untuk memperbaiki dan mengetahui gambaran kegiatan pembelajaran. Tahap yang kedua dari penelitian tindakan kelas ini adalah pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan. Tahap ini guru

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 sebaiknya ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam rancangannya. Selanjutnya pada tahap ketiga ialah kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh seorang pengamat atau observer. Dan tahap keempat adalah refleksi. Kegiatan refleksi ini dilakukan ketika guru sudah melakukan tindakan kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rencana tindakannya. B. Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta Semester Ganjil Tahun ajaran 2013/2014, yang berjumlah 31 anak terdiri dari siswa 16 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. 2. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar mata pelajaran IPA, khususnya Komptensi Dasar 4.1 yaitu mendiskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya, misalnya benang, kain, dan kertas. 3. Waktu Penelitian Waktu penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 13 - 27 November 2013. 4. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Nogotirto, yang beralamat di Karang Tengah, Gamping, Kabupaten Sleman.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 C. Rencana Tindakan Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, siklus I empat kali pertemuan dan siklus II tiga kali pertemuan. Setiap pertemuan memerlukan waktu 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) dan diakhiri dengan evaluasi dan refleksi. 1. Persiapan Kegiatan perencanaan setiap siklus dilaksanakan maka perlu diadakan observasi yang terjadi di lapangan. Pada penelitian ini dilakukan observasi pada siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto Gamping Sleman. Langkah pertama yang dilakukan peneliti sebelum melakukan penelitian adalah meminta ijin observasi dari kampus di sekretariat prodi PGSD dan Kepala sekolah SD Negeri Nogotirto. Kemudian peneliti juga meminta ijin untuk melakukan wawancara dengan guru bidang studi IPA kelas VB. Lalu peneliti juga meminta ijin untuk melakukan pengamatan di kelas VB saat pembelajaran IPA berlangsung. Tujuan observasi ini adalah untuk mengetahui kondisi awal minat siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA. Setelah melakukan wawancara dan pengamatan, peneliti kemudian memberikan kuesioner minat untuk siswa. Hasil observasi akan digunakan oleh peneliti untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis, dan mencari solusi. Dalam menyusun rencana tindakan siklus peneliti menyusun instrumen pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal, instrumen penelitian dan instumen penilaian.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 2. Rencana Tindakan Siklus I Siklus I dilakukan 4 kali pertemuan, setiap pertemuan memerlukan waktu 2 jam pelajaran (2 x35 menit). Pada pertemuan satu sampai tiga digunakan untuk menyampaikan materi dan pada pertemuan yang keempat digunakan untuk evaluasi. 1) Rencana Tindakan Peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi ajar, Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan soal evaluasi pada KD 4.1 mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya, misalnya benang, kain, dan kertas. Peneliti juga menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam proses kegiatan pembelajaran. Setelah itu peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian yang meliputi lembar kueisoner minat belajar yang sudah divalidasi oleh para ahli. 2) Pelaksanaan Tindakan dalam siklus I terdiri dari 4 kali pertemuan dan setiap pertemuan membutuhkan waktu 2JP atau 2x35 menit. Dalam pertemuan pertama siswa melakukan pengamatan terhadap benda untuk mencari bahan penyusunnya. Pertemuan kedua siswa melakukan percobaan untuk mencari jenis-jenis kertas, kain, dan benang. Pertemuan yang ketiga siswa melakukan percobaan untuk mencari kekuatan bahan penyusun benda dan kegunaan dari bahan tersebut. Dan pada pertemuan yang keempat siswa mengerjakan soal evaluasi.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 3) Pengamatan Pelaksanaan pengamatan ini dilakukan dengan bantuan 3 teman. Satu orang bertugas untuk mendokumentasikan kegiatan siswa dan 2 orang sebagai pengamat. Tujuan pengamatan ini ialah untuk melihat kondisi kegiatan pembelajaran dan minat belajar siswa. 4) Refleksi Pada tahap ini peneliti akan mengidentifikasi hambatan yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Peneliti juga mengolah data hasil evaluasi dengan observasi dan hasil kuesioner minat belajar siswa kemudian membandingkannya dengan data sebelumnya atau data awal. Dari hasil ini akan menjadikan acuan peneliti untuk menghentikan siklus I atau melanjutkan penelitian tindakan pada siklus II. 3. Rencana Tindakan Siklus II Siklsus II dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 JP per pertemuan (2 x 35 menit). Pada pertemuan satu dan dua digunakan untuk menyampaikan materi dan pertemuan ketiga digunakan untuk evaluasi. 1) Rencana Tindakan Peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi ajar, Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan soal evaluasi pada KD 4.2 menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. Peneliti juga menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam proses kegiatan pembelajaran. Setelah itu

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian yang meliputi lembar kueisoner minat belajar yang sudah divalidasi oleh para ahli. 2) Pelaksanaan Tindakan dalam siklus II terdiri dari 3 kali pertemuan dan setiap pertemuan membutuhkan waktu 2 JP atau 2 x 35 menit. Dalam pertemuan pertama siswa melakukan percobaan mengenai perubahan sifat suatu benda pada proses pembakaran, pencampuran dengan air dan pemanasan. Pertemuan kedua siswa mengamati apa yang terjadi proses pembusukan dan pengkaratan. Selanjutnya pada pertemuan yang ketiga siswa mengerjakan soal evaluasi. 3) Pengamatan Pelaksanaan pengamatan ini dilakukan dengan bantuan 3 teman. Satu orang bertugas untuk mendokumentasikan kegiatan siswa dan 2 orang sebagai pengamat. Tujuan pengamatan ini ialah untuk melihat kondisi kegiatan pembelajaran dan minat belajar siswa. 4) Refleksi Pada tahap ini peneliti akan mengidentifikasi hambatan yang terjadi selama kegiatan pembalajaran berlangsung. Peneliti juga mengolah data hasil evaluasi dengan observasi dan hasil kuesioner minat belajar siswa kemudian membandingkannya dengan data sebelumnya atau data awal. Dari hasil ini akan menjadikan acuan peneliti untuk memutuskan apakah siklus dilanjutkan atau tidak dilanjutkan.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 D. Indikator Keberhasilan dan Pengukuran Indikator keberhasilan siklus I ditentukan sebelum penelitian dengan mempertimbangkan data kondisi awal dan informasi dari guru bidang studi IPA kelas VB SD Negeri Nogotirto yang memahami karakter siswanya. Indikator keberhasilan dapat dilihat pada tabel 3.1. Tabel 3.1 : Indikator Keberhasilan PEUBAH Minat Prestasi INDIKATOR Memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Perhatian saat proses pembelajaran IPA Keterlibatan dalam proses pembelajaran IPA Inisiatif dalam mencari informasi baru Rata-rata nil ai ulangan Presentase siswa yang mencapai KKM KONDISI AWAL 74% TARGET CAPAIAN SIKLUS I 86% 55, 7 75 22,6% 55% DESKRIPTOR Rata-rata turus siswa yang diperoleh dari jumlah turus setiap item dalam indikator memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA dikali 100 kemudian dibagi jumlah seluruh siswa. INSTRUMEN Kuesioner Jumlah nilai akhir siswa dibagi jumlah seluruh siswa. Jumlah siswa yang nilainya Dokumentasi mencapai KKM dibagi jumlah seluruh siswa dan dikali 100.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Target pencapaian yang ada pada indikator keberhasilan ditentukan berdasarkan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran IPA SD Negeri Nogotirto. Diskusi dilakukan bersama dengan guru dengan maksud agar tujuan dapat tercapai sesuai dengan sasaran. Target yang sudah ditentukan, nantinya menjadi tolok ukur bagi peneliti untuk mengukur keberhasilan pada siklus I. Ketercapaian siklus I pada semua indikator terbukti bahwa penelitian cukup dilaksanakan dalam satu siklus. Namun, apabila ada indikator yang belum tercapai maka penelitian akan dilanjutkan pada siklus 2. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti ialah menyebarkan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. 1. Kuesioner Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur minat siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA. Selain itu kuesioner juga digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi langsung dari siswa. Kuesioner yang digunakan oleh peneliti terdiri dari 4 indikator yang meliputi 1) memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; 2) perhatian saat proses pembelajaran IPA; 3) keterlibatan siswa proses pembelajaran IPA; dan 4) inisiatif dalam mencari informasi baru. 2. Wawancara Wawancara disusun oleh peneliti untuk mendukung pengamatan minat siswa terhadap pembelajaran siklus I dan siklus II. Wawancara dilakukan kepada guru bidang studi mata pelajaran IPA dan siswa kelas VB. Jenis wawancara yang

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 digunakan adalah wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara terstruktur digunakan dengan guru bidang studi IPA kelas VB dan wawancara tidak terstruktur digunakan untuk siswa kelas VB. Peneliti memilih wawancara tidak terstruktur untuk siswa supaya tidak takut dan suasana lebih santai. Informasi yang dibutuhkan oleh peneliti yaitu mengenai minat siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA dan cara guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas. Kegiatan wawancara dilakukan di setiap akhir siklus. Adapun panduan wawancara yaitu sebagai dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2 : Pedoman Wawancara NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. PERTANYAAN Apakah siswa merasa senang saat pembelajaran IPA? Bagaimana siswa menunjukan perasaan senangnya? Apakah siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran? Apakah siswa menyimak penjelasan Bapak? Apakah siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bapak? Bagaimana sikap siswa saat Bapak menerangkan? Bagaimana tanggapan siswa pada Bapak memberikan pertanyaan? Apakah siswa mau maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas? Apakah semua siswa terlibat dalam kerja kelompok? Apakah siswa mau membaca dan mencari materi dari sumber lain? Apakah siswa berinisiatif untuk kembali memperlajari materi? Apakah siswa bertanya hal-hal yang berkaitan dengan materi? Apakah siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran? JAWABAN

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 3. Dokumentasi Peneliti menggunakan teknik dokumentasi untuk mendapatkan informasi tentang prestasi belajar siswa. Data awal siswa diperoleh dari dokumentasi nilai tengah semester tahun ajaran 2012/2013. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik dokumentasi yang berupa hasil soal valuasi, rubrik penilaian minat, dan rubrik penilaian psikomotorik. 4. Observasi Peneliti menggunakan teknik observasi untuk mendapatkan informasi tentang minat siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA. Observasi ini dilakukan oleh 3 orang. Dalam observasi ini peneliti akan melakukan penilaian dengan menggunakan rubrik penilaian afektif dan psikomotor. F. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur minat siswa adalah kuesioner. Sedangkan untuk mengukur prestasi belajar peneliti menggunakan soal evaluasi pada akhir setiap siklus. Instumen pengumpulan data dapat dilihat pada tabel 3.3 Tabel 3.3 : Peubah dan Instrumen Pengumpulan Data PEUBAH INDIKATOR Minat 1. Memiliki rasa senang saat pembelajara n IPA 2. Perhatian saat proses pembelajara n IPA 3. Keterlibatan SUMBER PENGUMPULAN INSTRUMEN DATA 31 siswa Observasi dan Rubrik (16 siswa kuesioner pengamatan laki-laki minat dan dan 15 lembar siswa kuesioner perempuan) minat

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 PEUBAH Prestasi INDIKATOR dalam proses pembelajara n IPA 4. Inisiatif dalam mencari informasi baru Rata-rata nilai kelas Presentase siswa yang mencapai KKM SUMBER DATA Nilai tes dan non tes siswa PENGUMPULAN INSTRUMEN Dokumentasi dan pengamatan Tes objektif, rubrik penilaian psikomotor 1. Lembar Kuesioner Margono (2007: 167) menyatakan bahwa kuesioner ialah alat untuk mengumpulkan informasi dengan menyampaikan beberapa pertanyaan dalam bentuk tulisan serta dijawab secara tertulis. Sedangkan Trianto (2010:265) kuesioner tertutup yaitu di mana responden hanya tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan dan bentuknya sama seperti dengan kuesioner pilihan ganda. Kuesioner tertutup ini digunakan untuk menjaring informasi yang berupa faktafakta. Namun, yang menjadi jawaban dari responden bukanlah jawaban yang sesuai dengan fakta. Hal tersebut menjadi kelemahan dari kuesioner tertutup, karena penggunaannya sulit untuk menentukan kejujuran dari responden. Kisi-kisi kuesioner minat dapat dilihat pada Tabel 3.4.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 3.4: Kisi-kisi Kuesioner Minat No. 1. 2. 3. 4. INDIKATOR Memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Perhatian saat proses pembelajaran IPA Keterlibatan dalam proses pembelajaran IPA Inisiatif dalam mencari informasi baru PERNYATAAN 1. Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai 2. Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria 3. Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai 4. Saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA 5. Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA 6. Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA 7. Saya menyukai pelajaran IPA 8. Saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran 9. Saya menyimak penjelasan guru 10. Saya tidak melamun saat pelajaran IPA 11. Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA 12. Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA 13. Saya melihat guru ketika guru sedang menjelaskan 14. Saya menjawab pertanyaan guru 15. Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok 16. Saya memberikan pendapat saat diskusi kelompok 17. Saya bekerja sama dengan kelompok 18. Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA 19. Saya menanggapi penjelasan guru 20. Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain 21. Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain 22. Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan 23. Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi 24. Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 No. INDIKATOR PERNYATAAN 25. Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari 2. Tes Objektif Menurut Margono (2007) tes objektif merupakan tes yang disusun dengan menggunakan pertanyaan yang telah disediakan alternatif jawaban yang dapat dipilih. Penelitian ini peneliti menggunakan tes objektif untuk mengukur prestasi belajar siswa. Soal tes objektif terdiri dari 20 soal yang diberikan pada setiap akhir siklus. Adapun rincian pemberian skor soal evaluasi pada tabel 3.5. Tabel 3.5 : Rincian Pemberian Skor Soal Evaluasi NO. JENIS SOAL JUMLAH SOAL Pilihan ganda 20 SKOR MAKSIMAL TIAP NOMOR JUMLAH SKOR MAKSIMAL 1 = 100 Adapun kisi-kisi soal yang valid dan akan dipakai sebagai evaluasi akhir pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Tabel 3.6 dan Tabel 3.7. Tabel 3.6 : Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 1 STANDAR KOMPETENSI 4.Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil KOMPETENSI DASAR 4.1Mendeskripsi kan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya, misalnya benang, kain, MATERI POKOK Bahan penyusun benda Jenis dan NO. SOAL - Menyebutkan 3 14,27,3 bahan 0 penyusun suatu benda - Membedakan 4,13,28 bahan penyusun suatu benda sesuai INDIKATOR

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 STANDAR KOMPETENSI suatu proses KOMPETENSI MATERI DASAR POKOK dan kertas sifat penyusun benda INDIKATOR - - - Kekuatan dan kegunaan bahan penyusun benda - - - - dengan strukturnya Menyebutkan jenis-jenis kertas Menyebutkan jenis-jenis kain Menyebutkan jenis-jenis benang Mengidentifika si sifat jenisjenis kertas Mengidentifika si sifat jenisjenis kain Mengidentifika si sifat jenisjenis benang Membandingka n kekuatan 3 bahan penyusun suatu benda Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda NO. SOAL 5,12,15 6,25,29 7,24,26 8,16,23 9,17,19 2,18,20 3,10,21 1,11,22 Berdasarkan Tabel 3.6 dapat dilihat bahwa terdapat 30 butir soal yang dikembangkan dengan indikator pembelajaran pada setiap materi pokok. Pada kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya, misalnya benang, kain, dan kertas, dibagi menjadi tiga materi pokok. Materi pokok yang pertama ialah bahan penyusun benda dengan indikator menyebutkan 3 bahan penyusun suatu benda dikembangkan pada soal evaluasi

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 nomor 14, 27, 30, dan pada indikator membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai denagn strukturnya dikembangkan pada soal evaluasi nomor 4, 13, 28. Materi pokok yang kedua adalah jenis dan sifat penyusun benda. Pada materi ini terdapat enam indikator, yaitu menyebutkan jenis-jenis kertas yang dikembangkan pada soal evaluasi nonor 5, 12, 15, menyebutkan jenis-jenis kain yang dikembangkan pada soal evaluasi nomor 6, 25, 29, menyebutkan jenis-jenis benang dikembangkan pada soal evaluasi nomor 7, 24, 26, mengidentifikasi sifatsifat jenis kertas yang dikembangkan pada soal evaluasi nomor 8, 16, 23, mengidentifikasi sifat-sifat jenis kain yang dikembangkan pada soal evaluasi nomor 9, 17, 19 mengidentifikasi sifat-sifat jenis benang yang dikembangkan pada soal evaluasi nomor 2, 18, 20. Materi pokok yang terakhir adalah kekuatan dan kegunaan bahan penyusun benda, indikator pertama membandingkan kekuatan 3 bahan penyusun benda yang dikembangkan pada soal evaluasi nomor 3, 10, 21 dan indikator menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda dikembangkan pada soal evaluasi nomor 1, 11, dan 22. Tabel 3.7 : Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II STANDAR KOMPETENSI MATERI INDIKATOR KOMPETENSI DASAR POKOK 4. Memahami 4.2Menyimpul Perubahan - Menyebutkan hubungan kan hasil sifat perubahan antara sifat penyelidikan benda sifat benda bahan dengan tentang melalui penyusunnya perubahan pemanasan dan sifat benda, - Menyebutkan perubahan baik perubahan sifat benda sementara sifat benda sebagai hasil maupun tetap. melalui suatu proses. pembakaran - Menyebutkan perubahan NO. SOAL 7,14, 20, 25 1,11,17,28,30 6,13,19,23 3,9,15,26

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 STANDAR KOMPETENSI MATERI KOMPETENSI DASAR POKOK INDIKATOR - - - - NO. SOAL sifat benda melalui pendinginan Menyebutkan 5,10,16,22 perubahan sifat benda melalui pencampuran 2,12,21,24 dengan air Menyebutkan perubahan sifat benda 4,8,18,27,29 melalui pembusukan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara Berdasarkan Tabel 3.7 dapat dilihat bahwa terdapat 30 butir soal yang dikembangkan dengan indikator pembelajaran pada setiap materi pokok. Pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap, dengan materi pokok perubahan sifat benda. Materi pokok ini terdapat 8 indikator, indikator pertama adalah menyebutkan perubahan sifat benda melalui pemanasan dikembangkan pada soal evaluasi nomor 7, 14, 20, 25. Indikator menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembakaran dikembangkan pada soal evaluasi nomor 1, 11, 17, 28, 30. Pada indikator menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan dikembangkan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 pada soal evaluasi nomor 6, 13, 19, 23. Indikator menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan air dikembangkan pada soal evaluasi nomor 3, 9, 15, 26. Pada indikator menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan dikembangkan pada soal evaluasi nomor 5, 10, 16, 22. Indikator menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan dikembangkan pada soal evaluasi nomor 2, 12, 21, 24. Sedangkan pada indikator membedakan sifat perubahan tetap dan sementara dikembangkan pada soal evaluasi nomor 4, 8, 18, 27, dan 29. 3. Rubrik Penilaian Psikomotorik Rubrik penilaian psikomotor dilakukan ketika siswa membacakan hasil pekerjaannya dan saat melakukan percobaan. Ada tiga indikator yang digunakan oleh peneliti untuk menilai hasil presentasi siswa yaitu penguasaan materi, suara, dan sikap. Adapun rubrik penilaian psikomotor yang dapat dilihat pada tabel 3.8, tabel 3.9, dan tabel 3.10. Tabel 3.8: Rubrik Penilaian Psikomotor Hari Pertama NO. 1. 2. ASPEK YANG DINILAI Keruntutan SKOR 1 jika tidak mengikuti 4 langkah kerja dan tidak urut Kelengkapan jika menyediakan < 5 bahan 2 3 jika mengikuti 4 langkah kerja tidak urut jika mengikuti 4 langkah kerja secara urut jika menyediakan 5-10 bahan jika menyediakan 11 bahan

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Tabel 3.9: Rubrik Penilaian Psikomotor Hari Kedua No. 1. 2. ASPEK YANG DINILAI Keruntutan Skor 1 jika tidak mengikuti < 7 langkah kerja dan tidak urut Kelengkapan jika menyediakan < 7 bahan 2 3 jika mengikuti 712 langkah kerja tidak urut jika mengikuti 13 langkah kerja secara urut jika menyediakan 7-13 bahan jika menyediakan 14 bahan Tabel 3.10: Rubrik Penilaian Psikomotor Hari Ketiga 1. ASPEK YANG DINILAI Keruntutan 2. Kelengkapan NO. SKOR 1 jika tidak mengikuti 6 langkah kerja dan tidak urut jika menyediakan kurang dari 3 alat dan 2 bahan atau kurang dari 2 alat dan 3 bahan 2 3 jika mengikuti 6 jika mengikuti 6 langkah kerja tetapi langkah kerja tidak urut secara urut jika menyediakan 3 alat dan 2 bahan atau 2 alat dan 3 bahan menyediakan 3 alat dan 3 bahan secara lengkap G. Indeks Kesukaran, Validitas, dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Indeks Kesukaran Indeks Kesukaran menurut Roslina (2009) ialah perhitungan taraf kesukaran pada soal adalah pengukuran sebesar derajat kesukaran suatu soal. Sudjana (2009) mengatakan bahwa kriteria yang digunakan ialah makin kecil indeks yang diperoleh, semakin sulit sulit soal tersebut dan sebaliknya semakin besar indeks yang diperoleh semakin mudah soal tersebut. Menurut Masidjo (2010) kriteria indeks kesukaran soal dapat dilihat pada tabel 3. 11.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel 3.11 : Kategori Indeks Kesukaran Indeks Kesukaran 0,00 – 0,30 0,31 – 0,70 0,71 – 1,00 Kategori Sulit Sedang Mudah Tingkat kesukaran soal dapat dihitung menggunakan rumus : IK= Keterangan : IK : Indeks kesukaran B : Jumlah jawaban benar yang diperoleh siswa dari suatu soal N : Jumlah peserta siswa Skor maksimal : Skor maksimal Indeks kesukaran digunakan oleh peneliti untuk melihat tingkat kesukaran soal evaluasi pada siklus I dan siklus II. Hasil perhitungan indeks kesukaran soal evaluasi siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 3.12 dan 3.13. Tabel 3.12 : Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus I NO. SOAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 IK KETERANGAN 0,90 Mudah 0,93 Mudah 0,90 Mudah 0,40 Sedang 0,96 Mudah 0,93 Mudah 0,90 Mudah 0,93 Mudah 0,70 Sedang 0,67 Sedang 0,93 Mudah

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 NO. SOAL 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 IK KETERANGAN 0,90 Mudah 0,90 Mudah 0,77 Mudah 0,80 Mudah 0,90 Mudah 0,93 Mudah 0,70 Sedang 0,67 Sedang 0,63 Sedang 0,90 Mudah 0,90 Mudah 0,90 Mudah 0,90 Mudah 0,93 Mudah 0,60 Sedang 0,93 Mudah 0,90 Mudah 0,90 Mudah 0,90 Mudah Indeks kesukaran soal evaluasi pada siklus I diujikan kepada 30 siswa. Hasil uji indeks kesukaran soal tersebut menunjukkan bahwa 24 soal termasuk dalam kualifikasi mudah, 7 soal termasuk dalam kualifikasi sedang dan tidak ada yang masuk dalam kualifikasi sulit. Setelah melakukan uji indeks kesukaran soal, peneliti kemudian membuat kisi-kisi indeks kesukaran soal. Kisi-kisi indeks kesukaran soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada Tabel 3.13 Tabel 3.13: Kisi-kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus I Standar Kompetensi 4.Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses Kompetens Materi i Dasar Pokok 4.1Mendes Bahan kripsikan penyusun hubungan benda antara sifat bahan dengan bahan penyusun nya, Indikator - Menyebutkan 3 bahan penyusun suatu benda - Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan No. Soal 14 27 30 Tingkat Kesukaran Mudah Mudah Mudah 4 13 28 Sedang Mudah Mudah

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Standar Kompetensi Kompetens Materi i Dasar Pokok misalnya benang, kain, dan kertas Jenis dan sifat penyusun benda Kekuatan dan kegunaan bahan penyusun benda Indikator No. Soal Tingkat Kesukaran 5 12 15 6 25 29 7 24 26 8 16 23 9 17 19 2 18 20 3 10 21 Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah strukturnya - Menyebutkan jenis-jenis kertas - Menyebutkan jenis-jenis kain - Menyebutkan jenis-jenis benang - Mengidentifik asi sifat jenisjenis kertas - Mengidentifik asi sifat jenisjenis kain - Mengidentifik asi sifat jenisjenis benang - Membandingk an kekuatan 3 bahan penyusun suatu benda - Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda 1 11 22 Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Mudah Sedang Sedang Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Tabel 3.14: Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus II NO. SOAL 1 2 3 4 5 6 IK KETERANGAN 0,97 0,87 0,78 0,87 0,73 0,83 Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 NO. SOAL 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 IK KETERANGAN 0,70 0,50 0,83 0,70 0,77 0,73 0,50 0,90 0,87 0,73 0,97 0,50 0,70 0,50 0,87 0,97 0,97 0,90 0,77 0,87 0,50 0,97 0,50 0,73 Mudah Sedang Mudah Sedang Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Indeks kesukaran soal evaluasi pada siklus II diujikan kepada 30 siswa. Hasil uji indeks kesukaran soal tersebut menunjukkan bahwa 24 soal termasuk dalam kualifikasi mudah, 7 soal termasuk dalam kualifikasi sedang dan tidak ada yang masuk dalam kualifikasi sulit. Setelah melakukan uji indeks kesukaran soal, peneliti kemudian membuat kisi-kisi indeks kesukaran soal. Kisi-kisi indeks kesukaran soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada Tabel 3.15.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 3.15 : Kisi-kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus II Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 4. 4.2Menyimpulk Memahami an hasil hubungan penyelidikan antara sifat tentang bahan perubahan dengan sifat benda, penyusunny baik a dan sementara perubahan maupun sifat benda tetap. sebagai hasil suatu proses. Materi Pokok Perubah an sifat benda Indikator - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pemanasan - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembakaran - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan air - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan - Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara No. Soal 7 14 20 25 Tingkat Kesukaran Mudah Mudah Sedang Mudah 1 11 17 28 30 6 13 19 23 Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah 3 9 15 26 Mudah Mudah Mudah Mudah 5 10 16 22 Mudah Sedang Mudah Mudah 2 12 21 24 Mudah Mudah Mudah Mudah 4 8 18 27 29 Mudah Sedang Mudah Sedang Mudah

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 2. Validitas Instrumen Sudjana (2009) validitas merupakan ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai dengan betul sesuai dengan apa yang akan dinilainya. Validitas yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ialah construct validity, content validity, dan empirical validity. Construct validity merupakan alat yang digunakan dalam satu definisi operasional yang tepat dari suatu konsep teoritis (Margono, 2007). Instrumen tersebut digunakan untuk menjelaskan hubungan perilaku seseorang dan berhubungan dengan aspek yang akan diukur. Sedangkan Contect Validity ialah suatu instrumen yang memiliki kesesuaian isi untuk mengukur apa yang akan diukur. Validitas ini sangat tergantung pada tes dan proses dalam merespon tes. Face validity artinya pengukuran yang konkret serta penilaian dari para ahli maupun konsumen alat ukur tersebut. Empiral validity mencari keterikatan antara skor tes dengan suatu kriteria tertentu yang merupakan suatu tolok untuk dibandingkan dengan hasil pengukurannya. Hasil validitas dilakukan pada kelas VI SD Negeri Nogotirto dengan jumlah siswa 30. Kuesioner yang diujikan terdiri dari 4 indikator yang dibuat menjadi 25 pernyataan. Hasil validitas yang sudah didapatkan akan dihitung dengan menggunakan SPSS 16. Rumus korelasi Product-Moment dari Pearson. Berikut rumus korelasi Product-Moment: ∑ √ ∑ ∑

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Keterangan: = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y, dua variabel yang dikorelasikan ∑ x2 = kuadrat dari x y2 = kuadrat dari y. = jumlah perkalian x dan y Setelah melakukan perhitungan SPSS kemudian menentukan pernyataan yang valid dengan membandingkan nilai hitung, yaitu Person Corellation dan r tabel. Soal dikatakan valid jika r hitung > r tabel dan dikatakan tidak valid jika r hitung < ra tabel. Nilai r tabel Product Moment dari person dengan taraf signifikan 5% untuk n=30 adalah 0,361. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel 3.16. Tabel 3.16 : Hasil Uji Validitas Empiris Kuesioner Minat No Item r hitung rPb tabel Keterangan 1 0,361 Valid 0,485 2 0,361 Valid 0,651 3 0,361 Valid 0,406 4 0,361 Valid 0,515 5 0,361 Valid 0,378 6 0,361 Valid 0,522 7 0,361 Valid 0,430 8 0,361 Valid 0,523 9 0,361 Valid 0,527 10 0,361 Valid 0,545 11 0,361 Valid 0,746 12 0,361 Valid 0,637 13 0,361 Tidak Valid 0,323 14 0,361 Valid 0,686 15 0,361 Valid 0,514 16 0,361 Tidak Valid 0, 277 17 0,361 Valid 0,536 18 0,361 Valid 0,368 19 0,361 Valid 0,421 20 0,361 Valid 0, 496

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 No Item r hitung rPb tabel Keterangan 21 0,361 Valid 0,508 22 0,361 Valid 0,619 23 0,361 Valid 0,559 24 0,361 Valid 0,383 25 0,361 Valid 0,585 Tabel 3.16 menunjukkan bahwa dari 25 item kuesioner minat, 23 item valid dan 2 item tidak valid. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 23 item yang valid tersebut untuk mengukur minat siswa dalam pembelajaran IPA. Kisikisi kuesioner minat setelah divalidasi dapat dilihat pada tabel 3.17. Tabel 3.17 : Kisi-kisi Kuesioner Minat Setelah Validasi NO. INDIKATOR ITEM VALID ITEM TIDAK VALID 1. 1. 2. Memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Perhatian saat proses pembelajaran IPA Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai 2. Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria 3. Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai 4. Saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA 5. Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA 6. Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA 7. Saya menyukai pelajaran IPA 8. Saya memperhatikan seluruh 13. proses pembelajaran 9. Saya menyimak penjelasan guru 10. Saya tidak melamun saat pelajaran IPA 11. Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA 12. Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA Saya melihat guru ketika guru sedang menjelaskan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 NO. 3. 4. INDIKATOR Keterlibatan dalam proses pembelajaran IPA Inisiatif dalam mencari informasi baru Jumlah ITEM VALID ITEM TIDAK VALID 14. Saya menjawab pertanyaan 16. Saya guru memberikan 15. Saya ikut melakukan pendapat saat percobaan dalam kelompok diskusi 17. Saya bekerja sama dengan kelompok kelompok 18. Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA 19. Saya menanggapi penjelasan guru 20. Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain 21. Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain 22. Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan 23. Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi 24. Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran 25. Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari 23 pernyataan 2 pernyataan Pada instrumen perangkat pembelajaran, peneliti menggunakan construct validity dan content validity dalam menguji kevalidan kepada 3 expert judgement yang terdiri dari dosen, kepala sekolah, dan guru kelas. Uji validasi yang dilakukan oleh expert judgement pada instrumen pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP (LKS, bahan ajar, rubrik penilaian) dan soal evaluasi. Dalam menguji instrumen pembelajaran tersebut peneliti menyediakan tabel penilaian dengan menggunakan skala Likert 1,2,4 dan 5. Skor 1 berarti sangat buruk, skor 2

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 berarti buruk, skor 3 berarti baik, dan skor 4 berarti sangat baik. peneliti tidak menggunakan skor 3 karena skor 3 merupakan skor tengah antara skor 1 sampai skor 5 sehingga sulit untuk dikategorikan ke dalam nilai rendah atau nilai tinggi. Peneliti akan menghitung rata-rata hasil nilai dari ketiga validator, jika ada nilai yang kurang atau sama dengan 3 maka peneliti akan melakukan revisi atau perbaikan. Dalam penilaian silabus terdapat 7 komponen, yaitu: 1) kelengkapan komponen silabus, 2) kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator, 3) kesistematisan langkah-langkah pembelajaran, 4)kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran, 5) kelengkapan sumber belajar yang digunakan, 6) penyesuaian teknik penilaian dengan indikator, dan 7) penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Adapun instrumen penilaian silabus dapat dilihat pada Tabel 3.18. Tabel 3.18 : Instrumen Penilaian Silabus No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPONEN PENILAIAN Kelengkapan komponen silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator Kesistematisan langkahlangkah pembelajaran Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran Kelengkapan sumber belajar yang digunakan Kesesuaian teknik penilaian dengan indikator Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku SKOR 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 KOMENTAR

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Berdasarkan hasil validasi silabus yang dilakukan oleh para ahli rata-rata nilai item 1 adalah 4,6, item 2 adalah 5, item 3 adalah 4,3, item 4 adalah 4,3, item 5 adalah 4,3, item 6 adalah 4,3, dan item 7 adalah 5. Rata-rata nilai untuk keseluruhan item validator yang pertama ialah 4,3, validator kedua ialah 4,4, dan validator ketiga ialah 5. Rata-rata keseluruhan item dari ketiga validator yaitu 4,6 yang berarti baik dan cenderung sangat baik. hasil validasi dari ketiga validator tersebut, maka peneliti memutuskan untuk tidak menganti atau mengubah silabus. Tabel hasil validasi silabus siklus I oleh ahli dapat dilihat pada tabel 3.19. Tabel 3.19 : Hasil Validasi Silabus Siklus I oleh Ahli VALIDATOR Validator 1 Validator 2 Validator 3 Rerata 1 4 5 5 4,6 ITEM 2 3 4 5 6 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4,3 4,3 4,3 4,3 7 5 5 5 5 RERATA 4,3 4,4 5 4,6 Pada siklus II, validator pertama ialah dosen yang dalam pengujian ketepatan silabus validator memberikan nilai 5 pada semua item. Validator kedua ini memberikan komentar umum bahwa instrumen. Validator kedua ialah kepala sekolah SD Negeri Nogotirto. Dalam menguji ketepatan silabus validator memberikan nilai paling rendah adalah 4 diberikan pada item nomor 5. Sedangkan nilai tertinggi yaitu 5 diberikan pada 6 item yaitu item nomor 1, 2, 3,4, 6, dan 7. Validator ketiga ialah guru kelas 5 SD Negeri Nogotirto. Dalam pengujian ketepatan silabus validator memberikan nilai paling rendah 4 diberikan pada 4 item yaitu item nomor 1, 3, 4, dan 7. Sedangkan nilai tertinggi yaitu 5 diberikan pada 3 item yaitu item nomor 2, 5, dan 6.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Berdasarkan validasi silabus menurut para ahli rata-rata nilai item 1 adalah 4,3, item 2 adalah 5, item 3 adalah 4,3, item 4 adalah 4,3, item 5 adalah 4,3, item 6 adalah 5, dan item 7 adalah 4,3. Rata-rata nilai untuk keseluruhan item validator pertama adalah 5, validator kedua adalah 4,8, dan validator ketiga adalah 4,4. Rata-rata keseluruhan item dari ketiga validator adalah 4,7 yang berarti baik dan cenderung sangat baik. Dengan hasil validasi dari ketiga validator tersebut, maka peneliti memutuskan untuk tidak mengganti atau mengubah silabus. Tabel hasil validasi silabus siklus II oleh ahli dapat dilihat pada Tabel 3.20 Tabel 3.20 : Hasil Validasi Silabus Siklus II oleh Ahli VALIDATOR Validator 1 Validator 2 Validator 3 Rerata 1 5 5 4 4,3 2 5 5 5 5 ITEM 3 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4,3 4,3 4,3 6 5 5 5 5 7 5 5 4 4,3 RERATA 5 4,8 4,4 4,7 Pada penilaian RPP mencakup 12 komponen, yang meliputi: 1) kelengkapan komponen RPP, 2) kesesuaian indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD, 3) kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator, 4) Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD, 5) ketepatan pemilihan model atau metode pembelajaran, 6) tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model atau metode, 7) kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai, 8) kelengkapan sumber belajar yang digunakan, 9) kesesuaian media pembelajaran dengan materi ajar, 10) kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran, 11) kelengkapan instrument penilaian, dan

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 12) penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku.Instrumen penilaian RPP dapat dilihat pada Tabel 3.21. Tabel 3.21 : Instrumen Penilaian RPP NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. KOMPONEN PENILAIAN Kelengkapan komponen RPP Kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD Ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran Tingkat kesesuaianlangkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai Kelengkapan sumber belajar yang digunakan Kesesuian media pembelajaran dengan materi ajar Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran Kelengkapan instrument penilaian Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku SKOR 1 2 45 1 2 45 KOMENTAR 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 Pada siklus I, validator pertama ialah dosen yang dalam pengujian ketepatan RPP validator memberikan nilai paling rendah 4, yaitu pada item nomor 1, 5, 6, 9, 10, dan 11. Sedangkan nilai tertinggi 5, yaitu pada item 2, 3, 4, 7, 8, dan 12. Komentar umum validator pertama ialah RPP sudah di susun secara sistematis, indikator dalam RPP sudah mengukur ketercapaian KD. Validator kedua adalah kepala sekolah SD Negeri Nogotirto. Dalam menguji ketepatan RPP validator memberikan nilai paling rendah 4 diberikan

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 pada 7 item yaitu item nomor 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan 11. Nilai tertinggi 5 diberikan validator ketiga adalah guru kelas V SD Negeri Nogotirto, beliau memberikan nilai 5 pada 12 item yaitu item nomer 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 10, 11, dan 12. Komentar umum yang diberikan oleh validator ketiga ialah RPP sudah cukup baik. Berdasarkan validasi silabus oleh para ahli rata-rata nilai item 1 adalah 4,6, item 2 adalah 5, item 3 adalah 5, item 4 adalah 5, item 5 adalah 4,3, item 6 adalah 4,3, item 7 adalah 4,6, item 8 adalah 4,6, item 9 adalah 4,3, item 10 adalah 4,3, item 11 adalah 4,3, dan item 12 adalah 5. Rata-rata nilai untuk keseluruhan item validator pertama adalah 4,5, validator kedua adalah 4,4, dan validaor ketiga adalah 5. Rata-rata keseluruhan item dari ketiga validator adalah 4,6 yang berarti baik dan cenderung sangat baik. Dengan hasil validasi dari ketiga validator tersebut, maka peneliti memutuskan untuk tidak menganti atau mengubah RPP. Tabel hasil validasi silabus RPP I oleh ahli dapat dilihat pada Tabel 3.22 Tabel 3.22 : Hasil Validasi RPP Siklus I oleh Ahli VALIDATOR Validator 1 Validator 2 Validator 3 Rerata 1 4 5 5 4,6 2 5 5 5 5 3 5 5 5 5 4 5 5 5 5 ITEM RERATA 5 6 7 8 9 10 11 12 4 4 5 5 4 4 4 5 4,5 4 4 4 4 4 4 4 5 4,4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4,3 4,3 4,6 4,6 4,3 4,3 4,3 5 4,6 Pada siklus II, validator pertama adalah dosen yang dalam pengujian ketepatan RPP validator memberikan nilai 5 pada semua item. Pada RPP ini validator memberikan komentar umum RPP sudah cukup baik dan lengkap. Validator kedua adalah kepala sekolah. Dalam menguji ketepatan RPP validator

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 memberikan nilai paling rendah 4 yaitu pada item nomor 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11. dan kelima item bernilai 5 yaitu item nomor 1, 2, 3, 4, dan 12. Komentar umum yang diberikan oleh validator kedua ialah RPP sudan sesuai dan lengkap. Validator ketiga adalah guru kelas, beliau memberikan nilai paling rendah 4 diberikan pada 7 item yaitu pada nomor item 1, 2, 3, 5, 7, 8, dan 10. Sedangkan nilai tertinggi 5 diberikan pada 5 item pada nomer item 4, 6, 9, 11, dan 12. Berdasarkan validasi silabus oleh para ahli rata-rata nilai item 1 adalah 4,6, item 2 adalah 5, item 3 adalah 5, item 4 adalah 5, item 5 adalah 4,3, item 6 adalah 4,3, item 7 adalah 4,6, item 8 adalah 4,6, item 9 adalah 4,3, item 10 adalah 4,3, item 11 adalah 4,3, dan item 12 adalah 5. Rata-rata nilai untuk keseluruhan item validator pertama adalah 4,5, validator kedua adalah 4,4, dan validaor ketiga adalah 5. Rata-rata keseluruhan item dari ketiga validator adalah 4,6. yang berarti baik dan cenderung sangat baik. Dengan hasil validasi dari ketiga validator tersebut, maka peneliti memutuskan untuk tidak menganti atau mengubah RPP. Tabel hasil validasi silabus RPP I oleh ahli dapat dilihat pada Tabel 3.23 Tabel 3.23 :Hasil Validasi RPP Siklus II oleh Ahli VALIDATOR Validator 1 Validator 2 Validator 3 Rerata 1 2 3 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4,6 4,6 4,6 4 5 5 5 5 ITEM 5 6 7 8 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4,6 4,6 4,6 4,6 9 10 11 12 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4,6 5 5 RERATA 5 4,9 4,4 4,8 Penilaian pada soal evaluasi mencakup 6 komponen yaitu: 1) kesesuaian soal evaluasi dengan indikator, 2) kejelasan instruksi dalam soal evaluasi, 3) kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa, 4)

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 pembobotan item soal dan penyebarannya, 5) penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku, 6) ketepatan penggunaan opsi jawaban. Instrumen penilaian soal evaluasi dapat dilihat pada Tabel 3.24. Tabel 3.24 : Instrumen Penilaian Soal Evaluasi No. 1 2 3 4 5 6 KOMPONEN PENILAIAN Kesesuaian soal evaluasi dengan indikator Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi Kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa Pembobotan item soal dan penyebarannya Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Ketepatan penggunaan opsi jawaban SKOR KOMENTAR 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 1 2 45 Pada siklus I, validator pertama adalah dosen yang dalam pengujian ketepatan soal evaluasi validator memberikan nilai paling rendah 4, yaitu pada item nomor 2, 3, dan 4. Sedangkan nilai tertinggi yaitu 5 diberikan pada 3 item yaitu item nomor 1, 5, dan 6. Validator kedua adalah kepala sekolah SD Negeri Nogotirto. Dalam menguji ketepatan silabus validator memberikan nilai paling rendah 4 pada item nomor 1, 2, 3, 4, dan 6 sedangkan nilai tertinggi 5 yaitu pada item nomor 5. Komentar umum yang diberikan oleh validator kedua adalah soal evaluasi sudah tepat mewakiuli indikator dan tujuan yang akan dicapai. Validator ketiga adalah guru kelas, beliau memberikan nilai terrendah 4 yaitu pada item nomer 1 dan 3. Sedangkan nilai tertinggi 5 yaitu pada item 2, 4, 5, dan 6.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Berdasarkan validasi soal evaluasi oleh para ahli rata-rata nilai item 1 adalah 4,3, item 2 adalah 4,3, item 3 adalah 4, item 4 adalah 4,3, item 5 adalah 5, dan item 6 adalah 4,7. Rata-rata nilai untuk keseluruhan item validator pertama adalah 4,5, validator kedua adalah 4,2, dan validaor ketiga adalah 4,7. Rata-rata keseluruhan item dari ketiga validator adalah 4,5 yang berarti baik. Dengan hasil validasi dari ketiga validator tersebut, maka peneliti memutuskan untuk tidak menganti atau mengubah Soal evaluasi namun melakukan revisi pada bagian format penulisan. Tabel hasil validasi soal evaluasi siklus II oleh ahli dapat dilihat pada Tabel 3.25. Tabel 3.25: Hasil Validasi Soal Evaluasi Siklus I oleh Ahli VALIDATOR Validator 1 Validator 2 Validator 3 Rerata 1 2 5 4 4 4 4 5 4,3 4,3 ITEM 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4,3 5 6 5 5 5 4 5 5 5 4,7 RERATA 4,5 4,2 4,7 4,5 Pada siklus II, validator pertama adala dosen yang dalam pengujian ketepatan soal evaluasi validator memberikan nilai paling rendah 4, yaitu pada item nomor 4. Sedangkan nilai tertinggi yaitu 5 diberikan pada 5 item yaitu item nomor 1, 2, 3, 5, dan 6. Validator kedua adalah kepala sekolah. Dalam menguji ketepatan silabus validator memberikan nilai paling rendah 4 pada item nomor 3 dan kelima item bernilai 5. Validator ketiga adalah guru kelas, beliau memberikan nilai 4 pada item nomor 1, 3, 4, 5, dan 6. Sedangkan nilai tertinggi 5 pada nomor item 2.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Berdasarkan validasi soal evaluasi oleh para ahli rata-rata nilai item 1 adalah 4,7, item 2 adalah 5, item 3 adalah 4,3, item 4 adalah 4,3, item 5 adalah 4,7, dan item 6 adalah 4,7. Rata-rata nilai untuk keseluruhan item validator pertama adalah 4,8, validator kedua adalah 4,8, dan validaor ketiga adalah 5. Ratarata keseluruhan item dari ketiga validator adalah 4,6 yang berarti baik. Dengan hasil validasi dari ketiga validator tersebut, maka peneliti memutuskan untuk tidak menganti atau mengubah soal evaluasi namun melakukan revisi pada bagian format penulisan. Tabel hasil validasi soal evaluasi siklus II oleh ahli dapat dilihat pada Tabel 3.26. Tabel 3.26: Hasil Validasi Soal Evaluasi Siklus II oleh Ahli VALIDATOR Validator 1 Validator 2 Validator 3 Rerata 1 5 5 4 4,7 ITEM RERATA 2 3 4 5 6 5 5 4 5 5 4,8 5 4 5 5 5 4,8 5 4 4 4 4 4,2 5 4,3 4,3 4,7 4,7 4,6 Validasi soal evaluasi juga diuji dengan menggunakan empirical validitydengan uji per item soal. Validasi soal secara empiris ini dilakukan pada siswa yang sudah pernah atau sedang mendapatkan materi sifat bahan dan penyusun suatu benda. Dalam uji validasi soal evaluasi ini, peneliti mengujikan pada siswa kelas VI di SD Negeri Nogotirto. Bentuk item tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah item objektif atau pilihan ganda. Sehingga hasil validitas yang sudah didapatkan akan dihitung dengan menggunakan korelasi poin biserial. Rumus yang akan digunakan dalam pengujian tersebut adalah sebagai berikut :

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 rpbi = √ (Brown, 2001) Keterangan : rpbi = Koefisien korelasi biserial Mp = Rata-rata skor pada tes dari peserta tes yang memiliki jawaban benar Mq = Rata-rata skor total St = Standar deviasi skor total p = proporsi peserta tes yang jawabnnya benar pada soal (tingkat kesukaran) q = 1- p Hasil validasi soal evaluasi pada siklus 1 dapat dilihat pada Tabel 3.27 Tabel 3.27 : Hasil Uji Validasi Soal Evaluasi Siklus I No Item rPb hitung rPb tabel Keterangan 1 0,881 0,361 Valid 2 0,700 0,361 Valid 3 0,881 0,361 Valid 4 0,068 0,361 Tidak valid 5 0,543 0,361 Valid 6 0,398 0,361 Valid 7 0,478 0,361 Valid 8 0,632 0,361 Valid 9 0,120 0,361 Tidak valid 10 -0,435 0,361 Tidak valid 11 0,632 0,361 Valid 12 0,881 0,361 Valid 13 0,881 0,361 Valid 14 0,011 0,361 Tidak valid 15 -0,039 0,361 Tidak valid 16 -0,214 0,361 Tidak valid 17 0,700 0,361 Valid

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 No Item rPb hitung rPb tabel Keterangan 18 0,120 0,361 Tidak valid 19 0,287 0,361 Valid 20 0,226 0,361 Tidak valid 21 0,478 0,361 Valid 22 0,071 0,361 Tidak valid 23 0,478 0,361 Valid 24 0,881 0,361 Valid 25 0,398 0,361 Valid 26 -0,089 0,361 Tidak valid 27 0,632 0,361 Valid 28 0,881 0,361 Valid 29 0,881 0,361 Valid 30 0,478 0,361 Valid Dari hasil uji validitas soal evaluasi pada Tabel 3.27 menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diujikan kepada 30 siswa terdapat 20 soal yang valid dan soal tersebut telah mewakili indikator-indikator yang dibuat oleh peneliti, untuk itu peneliti menggunakan 20 soal tersebut untuk mengukur prestasi belajar siswa. Kisi-kisi soal evaluasi siklus 1 setelah di validasi dapat dilihat pada 3.28. Tabel 3.28: Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Setelah Validasi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok 4.Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses 4.1Mendeskri psikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya, misalnya benang, kain, dan kertas Bahan penyusun benda Jenis dan sifat penyusun benda Indikator - Menyebutkan 3 bahan penyusun suatu benda - Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan strukturnya - Menyebutkan jenis-jenis kertas - Menyebutkan jenis-jenis 27,30 Item Tidak Valid 14 13,28 4 Item Valid 5,12 15 6,25,29 7,24 26 8, 23 16

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator - Kekuatan dan kegunaan bahan penyusun benda - - - - kain Menyebutkan jenis-jenis benang Mengidentifi kasi sifat jenis-jenis kertas Mengidentifi kasi sifat jenis-jenis kain Mengidentifi kasi sifat jenis-jenis benang Membanding kan kekuatan 3 bahan penyusun suatu benda Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda Jumlah Item Valid Item Tidak Valid 17,19 9 2 18, 20 3, 21 10 1,11 22 20 item 10 item Validasi soal tes evaluasi siklus II juga dilakukan secara empiris di SD Negeri Nogotirto dengan jumlah soal 30 dan jumlah siswa adalah 31. Hasil uji validitas soal evaluasi pada siklus II dapat dilihat pada Tabel 3.29. Tabel 3.29 : Hasil Uji Validasi Soal Evaluasi Siklus II No Item rPb hitung rPb tabel Keterangan 1 0,343 0,361 Valid 2 0,570 0,361 Valid 3 0,361 0,361 Valid 4 0,377 0,361 Valid 5 0,524 0,361 Valid

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 No Item rPb hitung rPb tabel Keterangan 6 0,227 0,361 Tidak Valid 7 0,534 0,361 Valid 8 -0,266 0,361 Tidak Valid 9 -0,068 0,361 Tidak Valid 10 0,534 0,361 Valid 11 0,361 0,361 Valid 12 0,524 0,361 Valid 13 0,729 0,361 Valid 14 -0,244 0,361 Tidak Valid 15 0,377 0,361 Valid 16 0,524 0,361 Valid 17 0,085 0,361 Tidak Valid 18 0,729 0,361 Valid 19 0,534 0,361 Valid 20 0,729 0,361 Valid 21 0,570 0,361 Valid 22 -0,209 0,361 Tidak Valid 23 0,343 0,361 Valid 24 -0,293 0,361 Tidak Valid 25 0,361 0,361 Valid 26 0,570 0,361 Valid 27 -0,252 0,361 Tidak Valid 28 -0,209 0,361 Tidak Valid 29 0,729 0,361 Valid 30 -0,221 0,361 Tidak Valid Dari hasil uji validitas soal evaluasi siklus II pada Tabel 3.29 menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diujikan kepada 30 siswa terdapat 20 soal yang valid dan soal tersebut telah mewakili indikator-indikator yang dibuat oleh peneliti, untuk itu peneliti menggunakan 20 soal tersebut untuk mengukur prestasi belajar siswa. Kisi-kisi soal evaluasi siklus 1 setelah di validasi dapat dilihat pada Tabel 3.30.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Tabel 3.30: Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Setelah Validasi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator 4. Memahami 4.2Menyimpul Perubahan - Menyebutkan hubungan kan hasil sifat benda perubahan antara sifat penyelidikan sifat benda bahan dengan tentang melalui penyusunnya perubahan pemanasan dan sifat benda, - Menyebutkan perubahan perubahan baik sifat benda sifat benda sementara melalui sebagai hasil maupun pembakaran suatu proses. tetap. - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan air - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan - Menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan - Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara Jumlah Item Valid 7,20, 25 1,11 13,19, 23 Item Tidak Valid 14 17,28, 30 6 9 3,15,2 6 22 5,10,1 6 2,12,2 1 24 8, 27 4,18,2 9 20 item 10 item

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 3. Reliabilitas Reliabilitas ialah ketepatan atau keajegan alat dalam menilai apa yang dinilai. Menurut Masidjo (1995) mengatakan bahwa taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas. Koefisien reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai 1,00. Dalam memberi arti terhadap koefisiensi reliabilitas yang diperoleh dipakai besar koefisien dalam tabel statistik atas dasar taraf signifikan 1% dan 5% serta ancarancar besar koefisien. Koefisien reliabilitas menurut Masidjo (1995) dapat dilihat pada Tabel 3.31. Tabel 3.31: Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Hasil uji reliabilitas kuesioner adalah 0,879. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner minat mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi. Hasil uji reliabilitas kuesioner minat dapat dilihat pada Tabel 3.32. Tabel 3.32 : Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Minat Cronbach's Alpha N of Items .879 23 Hasil uji reliabilitas soal evaluasi siklus I adalah adalah 0,949. Hal ini bearti soal evaluasi pada siklus I yang dibuat oleh peneliti mempunyai tingkat

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 reliabilitas yang tinggi. Hasil reliabilitas soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada Tabel 3.33. Tabel 3.33 : Hail Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I Cronbach's Alpha N of Items .949 20 Hasil uji reliabilitas soal evaluasi siklus II adalah 0,903 . Hal ini berati soal evaluasi pada siklus II mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi. Hasil uji reliabilitas soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada Tabel 3.34. Tabel 3.34 : Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II Cronbach's Alpha N of Items .903 20 H. Teknik Analisis Data 1. Analisis Minat belajar Pada kuesioner minat terdapat 23 pernyataan yang memiliki 5 pilihan jawaban yaitu, sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, setuju, dan sangat setuju. Skor tiap jawaban kuesioner menggunakan skala tingkat, skala tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.35. Tabel 3.35: Pengukuran Skala Tingkat Jawaban Sangat tidak setuju Tidak setuju Ragu-ragu Setuju Sangat setuju Skor 1 2 3 4 5

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Perhitungan kuesioner minat adalah sebagai berikut : Skor maksimal = Jumlah pernyataan x skor maksimal tiap item = 23 x 5 = 115 Skor minimal = Jumlah pernyataan x skor minimal tiap item = 23 x 1 = 23 Range = Skor maksimal – skor minimal = 115 – 23 = 92 Pada penelitian ini menggunakan model Patokan Acuan Penilain (PAP) tipe I dalam menentukan KKM minat. Dalam mengalisis minat, peneliti menggunakan nilai dari ke 4 indikator. Tingkat penguasaan kompetensi PAP I dapat dilihat pada Tabel 3.36. Tabel 3.36 : Tingkat Penguasaan Kompetensi PAP I Tingkat Penguasaan Kompetensi 90% - 100% 80% - 89 % 65% - 79% 55% - 64% Di bawah 55% Nilai Huruf A B C D E Kategori Sangat berminat Berminat Cukup berminat Kurang berminat Tidak berminat Menentukan rentang nilai tiap kategori yaitu dengan mengalikan batas bawah tingkat penguasaan kompetensi tiap kategori dengan range skor. Rentang nilai tiap kategori dapat dilihat pada Tabel 3.37.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Tabel 3.37: Rentang Nilai Tiap Kategori Tingkat Penguasaan Kompetensi 90% x 92 = 82 – 115 80% x 92 =74 – 81 65% x 92 =60 – 73 55% x 92 =51 – 59 Di bawah 55% =dibawah 51 atau 23 – 50 Nilai Huruf A B C D E Kategori Sangat berminat Berminat Cukup berminat Kurang berminat Tidak berminat Menentukan siswa yang mempunyai minat dapat dihitung dengan cara : x 100% 2. Analisis Prestasi Belajar Peneliti menentukan prestasi belajar siswa dengan melihat tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Pada aspek kognitif diukur dengan menentukan rata-rata nilai dari soal evaluasi yang berbentuk tes obyektif dan pada aspek psikomotor menggunakan rubrik penilaian psikomotor setiap pertemuan. Rumus penyekoran aspek psikomotorik adalah sebagai berikut. Skor = Peneliti menggunakan lembar kuesioner minat belajar untuk penilaian afektif. Cara penghitungannya ialah dengan melihat kriteria yang dicapai oleh siswa. Rumus penyekoran aspek afektif adalah sebagai berikut. Skor =

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Prosedur pada soal evaluasi (tes obyektif) adalah jika jawaban benar bernilai 1, dan jika jawaban salah bernilai 0. Soal evaluasi ini terdiri dari 20 soal, maka skor totalnya ialah 20. Rumus penyekoran soal evaluasi adalah sebagai berikut: Skor tes = Pada menentukan presentase jumlah siswa yang mencapai KKM adalah dengan cara menjumlahkan siswa yang mencapai KKM dikalikan 100 % kemudian dibagi jumlah siswa. KKM pelajaran IPA kelas V SD Negeri Nogotirto adalah 70 dan jumlah siswa kelas VB adalah 31 siswa. Sehingga didapatkan rumus sebagai berikut: Sedangkan cara menghitung nilai rata-rata kelas dengan cara menjumlahkan nilai yang didapatkan oleh seluruh siswa dan dibagi jumlah siswa. Sehingga didapatkan rumus :

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 I. Jadwal Penelitian BULAN NO. KEGIATAN Okt 1. Pengumpulan data awal 2. Penyusunan proposal 3. Pelaksanaan 4. Pengolahan data 5. Penyusunan laporan 6. Ujian skripsi Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil penelitian tentang penelitian tindakan kelas siklus I maupun penelitian tindakan kelas siklus II, kualitas proses dan hasil penelitian serta pembahasannya. A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Penelitian Proses penelitian tindakan kelas ini akan menjelaskan proses penelitian tindakan kelas siklus I dan penelitian tindakan kelas siklus II yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. 2. Pelaksanaan Siklus Penelitian Siklus I a. Perencanaan Dalam tahap perencanaan peneliti meminta ijin kepada kepala sekolah dan guru mata pelajaran IPA SD Negeri Nogotirto. Peneliti mengumpulkan informasi dan data-data yang akan digunakan sebagai data awal. Informasi dan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Data awal yang sudah didapatkan digunakan oleh peneliti untuk menentukan target pencapaian yang diperoleh dari hasil diskusi peneliti dengan guru mata pelajaran IPA SD Negeri Nogotirto. Peneliti kemudian menyusun instrumen pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, LAS, bahan ajar, soal evaluasi, dan instrumen penilaian. Selain itu peneliti juga mempersiapkan media dan sumber belajar sebagai penunjang bagi 78

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 siswa dalam kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran tersebut kemudian divalidasikan kepada dosen ahli, kepala sekolah, dan guru kelas. Peneliti juga menyusun kuesioner untuk mengukur minat siswa yang divalidasi oleh dosen dan siswa. b. Pelaksanaan Penelitian dilakukan selama 4 kali yaitu pada tanggal 13, 15, 18, dan 20 November 2013. Setiap pertemuan terdiri dari dua jam pelajaran atau 70 menit. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama dilakukan pada hari Rabu tanggal 13 November 2013. Pada kegiatan awal ini meliputi salam, absensi, motivasi yang berupa “bernyanyi kring-kring ada sepeda” yang dimaksudkan untuk menarik perhatian siswa, kemudian melakukan apersepsi dengan membahas bahan penyusun suatu benda dan mengidentifikasi sifat benda tersebut dengan melakukan percobaan di dalam kelompok. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan membagi siswa menjadi 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Pada kegiatan inti siswa diminta mengumpulkan dan mengamati benda yang mereka bawa (misalnya: bolpoin, sendok, garpu, pensil, buku, baju, kursi, plastik, dan lain-lain). Setelah itu siswa diminta untuk menyebutkan bahan penyusun dari salah satu benda yang diperlihatkan. Siswa dibimbing guru untuk membuat pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan bahan penyusun bendabenda lainnya. Siswa menuliskan dugaan jawaban sementara pada lembar yang telah disediakan. Siswa diberikan Lembar Aktivitas Siswa. Siswa melakukan

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 pengamatan bersama kelompoknya sesuai dengan petunjuk dalam Lembar Aktivitas Siswa. Siswa menuliskan hasil pengamatan pada lembar pengamatan. Siswa mencocokkan hasil pengamatannya dengan dugaan jawaban yang telah dirumuskan sebelum melakukan pengamatan. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan. Guru memberikan nilai kepada setiap kelompok dan setiap anggota dalam kelompok. Penilaian juga dilakukan pada saat setiap kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Dalam kegiatan penutup guru membagikan kuesioner, menyampaikan tindak lanjut, dan salam penutup. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 15 November 2013. Pertemuan kedua ini dimulai dengan salam, absensi, dan motivasi yang berupa “ bernyanyi lagu layang-layang”. Guru menyampaikan apersepsi dengan melakukan tanya jawab dengan siswa berkaitan dengan lagu yang telah dinyanyikan. Setelah itu guru menyampaikan tujuan dalam kegiatan pembelajaran. Kelompok dalam kegiatan pembelajaran ini masih sama dengan kegiatan pembelajaran sebelumnya. Pada kegiatan inti siswa diperlihatkan sebuah kain, tali, dan kertas. Setelah itu, Siswa diberi pertanyaan oleh guru mengenai macammacam kain, benang, dan kertas. Guru membagikan LAS pada setiap kelompok. Siswa melakukan percobaan serta mengerjakan LAS berdasarkan petunjuknya. Selanjutnya siswa mempresentasikan hasil LASnya di depan kelas. Dalam

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 kegiatan penutup ini guru membagikan kuesioner, tindak lanjut, dan salam penutup. Pertemuan yang ketiga di lakukan pada hari Senin tanggal 18 November 2013. Dalam pertemuan ketiga ini diawali dengan salam, absensi, motivasi “tepuk semangat”. Setelah itu Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Lalu, guru juga menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari ini. Kegiatan pada membandingkan kekuatan pertemuan ketiga ini kegiatan siswa adalah jenis benang melalui percobaan dalam kelompok. Setelah itu setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Kegiatan akhir dalam kegiatan pembelajaran ini ialah guru membagikan kuesioner, tindak lanjut, dan salam penutup. Pertemuan ke empat dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 November 2013. Pada kegiatan awal dimulai dengan salam, doa, dan absensi. Kegiatan inti dalam kegiatan ini ialah siswa mengerjakan soal evaluasi yang dikerjakan secara individu. Setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi guru melakukan tanya jawab dengan siswa manfaat yang didapatkan setelah mempelajari bahan penyususn suatu benda. Dalam kegiatan akhir guru meminta kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya. c. Observasi Observasi dilaksanakan dengan mengisi lembar observasi yang telah disusun sebelumnya. Observasi dilakukan kepada setiap kelompok dan setiap

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 siswa. Observasi dilakukan oleh peneliti dan teman sejawat untuk mengetahui minat siswa dalam mata pelajaran IPA. Pedoman observasi memuat indikator minat, yaitu 1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaranIPA; 2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; 3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; 4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Pada pertemuan pertama, siswa menunjukkan sikap ceria pada saat pembelajaran IPA dimulai. Saat guru masuk ke dalam kelas, 27 siswa sudah mempersiapkan buku dan alat tulis. Ketika guru mengajak siswa untuk bernyanyi 25 siswa senang dan antusias mengikutinya, namun ada 4 siswa yang asyik berbicara dengan teman sebangkunya dan 2 siswa hanya berdiam diri. Ketika guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan ada 2 siswa bermain gelang karet, 4 siswa bermain lidi, 6 anak tidak memperhatikan penjelasan guru, dan 19 anak menjelaskan perhatian dari guru. Pada pertemuan kedua, siswa diminta untuk menyebutkan dan mengidentifikasi sifat jenis kertas, kain, dan benang. Pada saat kegiatan awal guru memberikan pertanyaan ada 15 siswa yang berlomba-lomba untuk menjawab, 8 siswa berbicara dengan teman sebangkunya, 8 siswa berdiam diri. Dalam melakukan percobaan belum semua siswa terlibat aktif, hanya 23 siswa yang mau melakukan percobaan, 4 siswa berbicara dengan temannya, 4 siswa hanya melihat saja. Pada pertemuan ketiga, siswa diminta untuk membandingkan kekuatan jenis benang. Dalam melakukan percobaan dalam kelompok ada 2 siswa yang ijin

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 ke kamar mandi, 2 siswa melihat dan tidak mau terlibat dalam melakukan percobaan. Dan pada pertemuan yang keempat siswa secara individu mengerjakan soal evaluasi dengan tenang. d. Refleksi Pembelajaran pada pertemuan pertama sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rancangan. Ada sedikit hambatan yang terjadi selama penelitian yaitu keterbatasan waktu dikarenakan kondisi kelas yang kurang kondusif. Saat guru mengajak siswa untuk bernyanyi ada 2 siswa yang diam, ada 4 siswa yang berbicara dengan teman sebangkunya. Dalam mengerjakan LAS ada 5 siswa yang tidak ikut berpartisipasi. Sebelum mengakhiri kegiatan pembelajaran tersebut guru membagikan lembar refleksi harian dan kuesioner. Lembar refleksi dan kuesioner ni akan digunakan oleh peneliti untuk mengukur minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA. Pada pertemuan kedua siswa melakukan percobaan di dalam kelompok untuk mengidentifikasi sifat dari suatu benda yaitu kain, benang, dan kertas. Siswa mengerjakan LAS sesuai dengan petunjuk yang ada di LAS dan dikerjakan secara berkelompok. Namun ada 3 siswa yang bertanya cara mengerjakan dan tidak mau membaca petunjuknya. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti membantu untuk menjelaskan cara megerjakan LAS. Sama seperti pertemuan sebelumnya, guru membagikan lembar refleksi dan kuesioner yang diisi oleh siswa.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Pada pertemuan ketiga, siswa melakukan percobaan untuk menguji kekuatan benang. Dalam melakukan percobaan masih ada 2 siswa yang hanya melihat dan diam saja tidak mau ikut terlibat dalam melakukan percobaan pengujian benang. Pada saat siswa mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas guru melakukan penilaian. Sama seperti pertemuan sebelumnya, guru membagikan lembar refleksi dan kuesioner yang diisi oleh siswa. Pada pertemuan keempat siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu guru membagikan soal evaluasi yang dikerjakan siswa secara individu. Soal evaluasi ini akan digunakan oleh peneliti untuk mengukur seberapa tinggi tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajarinya. Kuesioner yang diisi oleh siswa akan digunakan sebagai dasar perhitungan untuk menentukan ketercapaian minat. Setelah itu hasil kuesioner pada pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga dirata-rata kemudian dibandingkan dengan target pencapaian yang sudah ditentukan. Dan untuk soal evaluasi yang dikerjakan siswa secara individu akan digunakan oleh peneliti untuk menentukan ketercapaian prestasi belajar siswa. Dari hasil perhitungan kuesioner dan soal evaluasi, target pencapaian yang ditentukan belum tercapai maka peneliti akan melanjutkan siklus II. Hasil perhitungan kuesioner dan soal evaluasi dapat dilihat pada tabel 4.1

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Tabel 4.1 : Ketercapaian siklus I Variabel Minat Indikator Deskriptor Kondisi awal Memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Jumlah 74,2% siswa yang mencapai kriteria minimal Perhatian saat cukup proses berminat : pembelajaran jumlah IPA seluruh siswa x Keterlibatan 100% dalam proses pembelajaran IPA Siklus I Target capaian Capaian 86% 90,3% Inisiatif dalam mencari informasi baru Prestasi belajar Rata-rata nilai ulangan Jumlah nilai 55,7 seluruh siswa : jumlah siswa 75 67 Presentase siswa yang mencapai KKM (Jumlah 22,6% siswa yang lulus KKM : jumlah seluruh siswa) x 100% 55% 22,6%

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 3. Pelaksanaan Siklus Penelitian Siklus II a. Perencanaan Pada tahap perencanaan siklus II peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, LAS, bahan ajar, dan instrumen penilaian yang berupa rubrik dan soal evaluasi. Perangkat pembelajaran tersebut kemudian divalidasikan kepada dosen, kepala sekolah, guru, dan siswa. Peneliti juga menggunakan kuesioner yang dibuat pada siklus I untuk mengukur minat siswa. Pada silkus II ini dibuat sedikit berbeda dengan tindakan siklus I. Pada siklus I, ada empat kali pertemuan dan pada siklus ke II ada tiga kali pertemuan. Selain itu pada siklus II untuk pertemuan pertama dan kedua siswa melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk LAS dan pertemuan ketiga siswa mengerjakan soal evaluasi. Materi yang digunakan pada siklus II ini adalah perubah sifat benda. Pada tahap perencanaan ini peneliti membuat target pencapaian untuk siklus II. Capaian variabel minat dalam siklus I adalah 86% dan telah mencapai target capaian sehingga dalam siklus II peneliti tidak membuat target baru untuk variabel minat. Variabel prestasi belajar pada siklus I belum mencapai target pencapaian. Hasil dari soal evaluasi yang diberikan pada akhir siklus I hasilnya sama dengan data awal yaitu hanya 7 siswa yang mencapai KKM. Maka peneliti tidak meningkatkan target capaian pada siklus II. Target capaian indikator siklus II dapat dilihat pada Tabel 4.2

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Tabel 4.2 : Target Capaian Indikator Siklus II Variabel Minat Indikator Memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Perhatian saat proses pembelajaran IPA Keterlibatan dalam proses pembelajaran IPA Deskriptor Jumlah siswa yang mencapai kriteria minimal cukup berminat : jumlah seluruh siswa x 100% Kondisi Awal Siklus II Target capaian Capaian 86% 97% 74,2% Inisiatif dalam mencari informasi baru Prestasi Rata-rata nilai ulangan Jumlah nilai 55,7 seluruh siswa : jumlah siswa 75 78,5 Presentase siswa yang mencapai KKM (Jumlah 22,6% siswa yang lulus KKM : jumlah seluruh siswa) x 100% 55% 94%

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 b. Pelaksanaan Penelitian dilakukan selama tiga kali pertemuan yaitu pada tanggal 22, 25, dan 27 November 2013. Setiap pertemuan terdiri dari dua jam pelajaran atau 70 menit. Pertemuan pertama dilakukan pada tanggal 22 November 2013. Kegiatan awal pada pertemuan pertama meliputi salam, doa, dan absensi, dan motivasi. Guru menyampaikan apersepsi dengan melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai materi yang akan diajarkan. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu perubahan sifat benda. Dalam kegiatan inti siswa diminta untuk menyebutkan perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pemanasan, pembakaran, pendinginan, dan pencampuran dengan air dengan melakukan percobaan di dalam kelompok. Kelompok yang dibuat dalam siklus II sama dengan kelompok yang dibuat pada siklus I. Pada saat percobaan, guru tidak lagi memberikan instruksi dan contoh melainkan siswa yang bekerjasama dengan anggota kelompoknya. Setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas tentang hasil diskusi mereka. Setelah itu siswa mengisi lembar refleksi dan kuesioner. Dalam kegiatan penutup guru menyampaikan tindak lanjut dan salam penutup. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 25 November 2013. Pertemuan kedua ini diawali dengan salam, doa, absensi, dan motivasi yang berupa tepuk “semangat”. Setelah melakukan motivasi guru menyampaikan apersepsi dan tujuan pembelajaran. Pada pertemuan kedua ini siswa diminta untuk menyebutkan sifat benda yang terjadi pada proses pembusukan dan pengkaratan.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Siswa diberikan LAS dan menuliskan hasil percobaannya pada lembar yang sudah disediakan. Setelah itu siswa mencocokkan hasil percobaannya dengan dugaan jawaban yang telah dirumuskan sebelum melakukan percobaan. Setiap kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil percobaannya. Guru membagikan refleksi dan kuesioner yang dikerjakan siswa secara individu. Dalam kegiatan penutup guru menyampaikan tindak lanjut dan salam penutup. Pada pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 27 November 2013. Pada kegiatan awal dimulai dengan salam, doa, absensi, dan motivasi. Kegiatan inti dalam pertemuan ketiga ini adalah siswa mengerjakan soal evaluasi yang dikerjakan secara individu. Siswa yang sudah selesai mengerjakan soal evaluasi, siswa mengisi lembar refleksi dan kuesioner. Dalam kegiatan penutup guru menyampaikan tindak lanjut dan salam penutup. c. Observasi Observasi dilakukan dengan mengisi lembar observasi yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya. Observasi dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh teman sejawat untuk mengetahui minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA. Observasi dilakukan pada setiap kelompok dan setiap siswa. Pedoman observasi memuat indikator minat, yaitu 1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; 2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; 3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; 4) siswa berinisiatif mencari informasi baru.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Pada pertemuan pertama siswa sudah menunjukkan sikap ceria pada saat pelajaran akan dimulai. Saat guru melakukan tanya jawab dengan siswa, 21 siswa berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan dari guru dan 10 siswa asyik berbicara dengan teman sebangkunya. Saat siswa melakukan percobaan dalam kelompok seluruh siswa terlibat aktif, mereka ada yang membagi tugasnya sesuai dengan kesepakatan kelompok. Tugas mereka dalam kelompok ada yang melakukan percobaan, ada yang membacakan langkah-langkah percobaan, dan menuliskan hasil percobaan pada LAS. Hal ini membuat siswa terlibat aktif dan semua dapat bekerjasama sesuai dengan tugasnya. Namun setelah selesai melakukan percobaan ada 10 siswa yang secara bergantian ijin ke kamar mandi untuk cuci tangan. Saat membacakan hasil diskusi kelompok siswa secara bergantian maju ke depan sesuai dengan urutan nomor kelompoknya. Pada pertemuan kedua siswa diminta untuk menyebutkan sifat benda yang terjadi karena proses pengkaratan dan pembusukan serta membedakan perubahan tetap dan perubahan sementara. Saat guru melakukan tanya jawab dengan siswa, 23 siswa sangat antusias untuk menjawab pertanyaan dari guru. Selain itu ada 12 siswa yang bertanya dengan guru sesuai dengan materi yang sedang dipelajarinya. Pertemuan ketiga dilaksanakan hanya untuk mengerjakan soal evaluasi, lembar refleksi, dan kuesioner. Saat mengerjakan soal evaluasi suasana kelas sangat tenang dan siswa mengerjakan soal evaluasi dengan baik.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 d. Refleksi Pada pertemuan pertama, pembelajaran kurang sesuai dengan rencana kegiatan pembelajaran. Banyak kendala yang terjadi saat pertemuan pertama, yaitu banyak siswa yang bermain dengan lilin yang menyala dan obat nyamuk yang digunakan saat percobaan menimbulkan bau yang kurang sedap sehingga membuat siswa batuk dan suasana kelas menjadi gaduh. Namun hal itu dapat diatasi dengan baik oleh guru, guru meminta kepada siswa apabila sudah selesai melakukan percobaan menggunakan lilin, lilin harus dimatikan dan dikumpulkan ke meja guru. Sedangkan pada saat percobaan menggunakan obat nyamuk guru memberikan nasehat, setelah obat nyamuk dibakar dan percobaan selesai obat nyamuk dimatikan dan pembakarannya langsung dibuang. Saat membakar guru meminta kepada siswa untuk menutup hidungnya menggunakan jilbab atau pakaian. Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada siswa secara bergantian untuk cuci tangan. Pada pertemuan ini guru memberikan waktu tambahan kurang lebih 10 menit, sehingga penelitian dalam kegiatan ini dapat terselesaikan. Pada pertemuan kedua, proses kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya. Dalam kegiatan ini siswa terlibat aktif dalam melakukan percobaan dan siswa membagi tugas dalam kelompoknya sesuai dengan kesepakatannya. Siswa dapat bekerjasama dengan baik tanpa ada siswa yang terlihat tidak bekerja. Pada kegiatan akhir ada 12 siswa yang bertanya dengan guru seputar materi yang sedang dipelajarinya.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 4. Kualitas Proses Kualitas proses dalam penelitian ini ialah peningkatan minat siswa dalam pembelajaran IPA. Minat siswa dijabarkan ke dalam 4 indikator yaitu, 1) perasaan senang; 2) perhatian dalam belajar; 3) sikap terhadap kegiatan, 4) keinginan untuk mengetahui sesuatu. Minat siswa diklasifikasikan ke dalam 5 kategori yaitu sangat berminat, berminat, cukup berminat, lurang berminat, dan tidak berminat. Siswa mempunyai minat apabila mecapai kategori minimal cukup berminat. Peneliti menggunakan kuesioner untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran IPA. Kuesioner pertama dibagikan sebelum melakukan penelitian, kuesioner ini digunakan oleh peneliti untuk mengetahui awal minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA. Kuesioner kedua dibagikan pada pertemuan pertama siklus I, kuesioner ketiga diberikan pada pertemuan kedua siklus I, dan kuesioner keempat diberikan pada pertemuan ketiga siklus I. Kuesioner kelima diberikan pada siklus II pertemuan pertama dan kuesioner keenam diberikan pada siklus II pertemuan kedua. Berdasarkan hasil kuesioner sebelum penelitian diperoleh informasi mengenai awal minat siswa. Dokumentasi data awal, siswa yang termasuk dalam kategori berminat ada 6 dari 31 siswa (19,4%), cukup berminat ada 17 dari 31 siswa (54,8%), kurang berminat ada 7 dari 31 siswa (22,6%), dan yang termasuk dalam kategori tidak berminat ada 1 dari 31 siswa (3,2%). Data awal minat dapat dilihat pada tabel 4.3.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Tabel 4.3 Data Awal Minat Siswa No 1 Nama Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 Jumlah Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 KB Z 1 2 3 2 2 3 3 1 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 53 2 D 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 59 KB 3 V 2 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 68 CB 4 F.N 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 2 3 2 4 2 3 3 3 4 3 2 1 64 CB 5 H 3 2 2 2 2 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 60 CB 6 M.Z 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 1 57 KB 7 R 4 2 3 2 3 3 2 3 3 1 2 2 3 1 2 2 2 3 3 2 2 3 2 55 KB 8 D. K 4 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 1 58 KB 9 G 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 1 2 3 2 1 55 KB 10 H 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 1 57 KB 11 I 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 4 4 3 4 4 74 B 12 J. R 1 2 3 3 2 3 3 2 4 3 3 2 3 2 2 4 3 3 2 3 2 3 5 63 CB 13 L.P 4 3 4 4 2 3 4 3 2 2 3 3 3 3 2 4 4 3 4 3 2 2 3 70 CB 14 R.Y 4 4 4 4 2 3 4 4 3 2 3 4 3 4 3 4 4 3 4 2 4 2 4 78 B 93

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 15 R.J 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 2 4 3 3 73 B 16 S.N 3 3 2 3 3 5 2 2 3 3 3 4 2 2 3 3 3 4 4 3 5 2 2 69 CB 17 S 4 3 1 4 4 5 2 4 3 5 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 70 CB 18 A.H 2 2 2 2 2 5 2 3 3 3 4 3 5 3 2 3 4 3 4 4 3 3 2 69 CB 19 A.C 20 A.A 1 2 3 1 2 4 3 3 4 4 2 2 3 1 1 2 4 3 4 4 4 3 2 62 CB 1 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 1 2 3 4 3 4 3 4 4 3 67 CB 21 B.P 22 D.R 2 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 2 4 2 3 3 4 2 2 4 5 3 4 69 CB 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 64 CB 23 F.D 24 Q.L 2 3 3 2 3 5 3 3 2 3 3 2 3 3 3 4 3 2 3 4 3 4 3 69 CB 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 4 3 2 3 3 2 4 4 66 CB 25 M.A 26 S.K 4 4 4 3 3 3 4 4 4 2 4 4 2 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 78 B 3 4 4 4 4 4 3 3 3 5 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 3 81 B 27 S.A 28 T.A.P 2 2 3 3 3 4 2 2 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 2 4 4 3 72 CB 3 3 3 3 2 4 2 2 3 3 2 2 4 4 4 3 3 2 3 4 3 4 2 68 CB 29 M.B.A 30 A.R 3 3 3 3 3 5 3 2 4 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 2 69 CB 3 1 3 2 2 3 2 2 2 3 1 1 2 1 2 3 2 1 1 3 3 3 2 48 TB 31 D.A 4 3 2 4 4 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 2 4 3 4 3 3 3 4 76 B 94

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Keterangan : SB : Sangat Berminat B : Berminat C : Cukup Berminat KB : Kurang Berminat TB : Tidak Berminat Hasil dari kedua kuesioner yang diberikan setelah diberi tindakan siklus I pertemuan pertama, kedua, dan ketiga menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat. Hasil kuesioner kedua ini kumlah siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat menjadi 2 dari 31 siswa (6,5%), berminat ada 5 dari 31 siswa (16%), cukup berminat ada 20 dari 31 siswa (64,5%), kurang berminat ada 3 dari 31 siswa (9,7%), dan tidak berminat ada 1 dari 31 siswa (3,2%). Data minat siswa siklus I hari pertama dapat dilihat pada tabel 4.4

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Tabel 4.4 : Data Minat Siswa Pada Siklus I Hari Pertama No Nama Indikator 1 Indikator 2 Indikaotr 3 Indikator 4 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 3 2 4 5 3 3 4 4 5 4 4 3 4 5 3 4 3 2 Z D V F.N H M.Z R D. K G H I J. R L.P R.Y R.J S.N S A.H 2 3 3 2 1 2 3 4 5 2 3 2 3 4 3 2 3 3 3 4 3 4 3 2 2 4 3 2 4 3 4 4 4 3 3 2 2 2 2 3 4 2 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 2 4 4 3 2 4 4 3 4 3 3 5 2 2 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 2 3 4 1 2 3 4 3 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 1 3 4 3 3 3 2 4 4 4 4 3 2 3 3 3 4 3 2 2 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 2 4 1 3 2 3 2 2 1 3 3 4 3 4 2 4 3 4 3 2 4 3 4 3 5 1 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 2 1 3 3 3 4 4 4 1 2 1 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 2 4 3 4 1 3 2 1 3 2 4 3 4 4 4 3 4 2 4 2 4 4 2 3 4 3 3 4 4 2 4 2 3 3 2 4 4 1 2 1 1 2 3 2 3 4 4 2 2 1 1 3 4 4 3 4 4 4 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 4 4 1 2 1 2 2 3 2 3 2 3 1 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 1 3 2 4 4 3 3 2 1 3 3 3 2 3 3 2 2 1 1 2 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 1 1 4 3 3 2 4 2 3 3 2 4 3 3 3 3 2 2 2 1 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 2 1 2 1 1 1 2 2 3 4 3 4 4 Jumlah Kriteria 51 66 65 76 65 65 68 76 73 62 61 61 73 82 79 73 77 64 CB CB CB B CB CB CB B CB CB CB CB CB SB B CB B CB 96

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 No Nama Indikator 1 Indikator 2 Indikaotr 3 Indikator 4 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 3 3 2 5 3 4 2 2 2 4 A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A T.A.P M.B.A A.R D.A 2 1 2 2 3 3 4 2 2 4 4 1 3 3 2 3 3 4 3 4 3 2 2 2 2 4 2 1 2 2 1 2 4 3 2 2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 3 2 1 2 1 1 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 2 1 1 1 1 2 4 3 2 3 2 1 4 1 1 2 1 2 1 4 3 2 2 1 1 4 2 1 1 3 4 3 5 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 2 2 4 1 4 3 2 3 3 1 2 1 3 3 3 5 5 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 2 1 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 1 2 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 2 3 1 2 1 4 2 4 4 2 4 2 3 3 4 3 1 3 4 3 4 4 2 2 4 1 2 3 2 3 3 2 1 2 1 1 1 1 2 3 4 3 2 1 1 1 2 3 1 1 4 3 2 3 2 2 3 2 1 1 2 3 4 1 3 2 4 2 3 4 3 1 3 4 3 3 4 1 2 1 4 3 2 4 1 4 3 3 3 4 3 3 5 3 3 4 2 1 5 3 2 1 4 2 3 5 1 4 3 3 1 5 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 1 1 5 Jumlah Kriteria 61 51 56 65 62 55 84 65 60 66 61 42 80 CB KB KB CB CB KB SB CB CB CB CB TB B 97

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Kuesioner yang ketiga pada pertemuan kedua siklus I juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat. Hasil kuesioner ketiga pada pertemuan kedua siklus I jumlah siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat menjadi 1 dari 31 siswa (3,2%), berminat ada 10 dari 31 siswa (32,3%), cukup berminat ada 19 dari 31 siswa (61,3%), dan kurang berminat ada 1 dari 31 siswa (3,2%). Data minat siswa siklus I hari kedua dapat dilihat pada tabel 4.5

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Tabel 4.5 : Data Minat Siswa Siklus I Pertemuan Kedua No Nama Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Z D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A. H 3 4 5 5 4 5 1 3 4 3 4 4 3 4 3 3 5 5 4 5 3 5 4 5 2 3 3 2 3 3 3 4 2 3 5 4 2 4 4 5 4 5 3 4 3 4 4 2 4 4 3 3 4 4 1 5 3 4 5 5 3 4 2 4 3 4 3 4 3 4 5 4 2 4 3 5 5 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 1 3 5 5 3 4 3 1 3 2 4 3 5 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 4 2 2 3 4 2 2 4 4 3 4 4 2 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 2 2 4 2 3 3 1 2 2 4 2 2 2 1 4 4 3 2 3 4 4 2 4 4 2 3 4 4 3 2 3 2 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 1 4 3 3 2 4 2 2 4 3 4 2 4 3 3 2 3 3 2 2 4 3 3 4 1 2 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 1 4 2 4 4 2 3 3 3 3 1 4 3 2 4 3 4 3 4 4 2 1 2 1 3 4 3 3 4 3 4 3 1 3 4 2 3 3 3 2 1 2 3 2 4 2 2 3 4 2 3 3 4 2 3 3 2 3 1 3 4 3 3 1 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 2 4 3 4 4 3 3 2 3 2 2 4 4 4 3 3 3 4 2 4 4 1 4 2 3 4 3 2 2 2 4 3 3 4 3 3 3 4 3 2 2 2 2 3 3 5 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 1 2 2 1 3 3 2 2 3 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 2 3 2 4 3 2 3 2 2 3 4 4 3 4 2 3 1 2 1 2 3 2 3 3 1 3 3 3 4 3 4 4 Jumlah Kriteria 58 67 71 76 74 70 66 69 69 66 70 73 74 79 73 78 79 79 KB CB CB B B CB CB CB CB CB CB CB B B CB B B B 99

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 No Nama Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A T.A M.B.A A.R D.A 2 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 2 3 5 3 2 2 4 3 4 4 3 4 4 3 2 5 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 5 3 3 3 3 2 5 4 4 3 4 4 3 5 2 2 4 3 3 4 3 2 2 4 3 4 3 3 4 4 3 4 5 2 3 1 4 2 3 2 3 3 4 4 4 4 3 2 4 4 1 3 4 4 2 4 2 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 2 2 3 2 2 3 3 4 4 3 3 4 1 3 3 4 4 3 2 4 4 4 2 4 3 2 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 4 4 3 3 4 3 2 3 3 2 4 1 2 3 4 3 2 3 4 1 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 4 3 2 2 2 3 3 4 1 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 4 3 4 3 2 4 2 3 3 3 2 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 4 4 3 2 4 4 3 2 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 1 4 3 2 2 2 2 3 Jumlah Kriteria 75 67 68 75 70 66 84 71 70 71 68 65 81 B CB CB B CB CB SB CB CB CB CB CB B 100

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Kuesioner keempat yang diberikan pada siklus I pertemuan ketiga juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat. Hasil kuesioner keempat pada pertemuan ketiga siklus I jumlah siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat menjadi 2 dari 31 siswa (6,5%), berminat ada 20 dari 31 siswa (64,5%), dan cukup berminat ada 9 dari 31 siswa (9,7%). Data minat siswa siklus I hari ketiga dapat dilihat pada tabel 4.6 dan hasil rata-rata minat siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.6

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Tabel 4.6 : Data Minat Siswa Siklus I Pertemuan Ketiga No Nama Indikator 1 Indikator 2 Indikaotr 3 Indikator 4 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Z D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A. H 4 4 5 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 4 3 4 5 4 3 4 3 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 3 2 2 4 4 3 4 4 4 2 3 3 2 4 3 4 2 3 4 4 3 4 5 3 3 3 4 2 4 4 3 2 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 2 3 3 2 3 3 4 2 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 2 4 3 4 4 2 4 2 4 3 3 2 4 2 3 4 2 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 2 3 4 4 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3 4 1 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 2 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 3 1 2 4 4 4 4 3 2 4 4 4 4 4 4 2 2 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 4 2 3 4 2 2 4 2 2 4 3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 2 4 3 2 3 2 2 3 2 2 4 4 2 4 3 4 4 3 4 2 4 2 3 2 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 2 3 4 3 2 3 4 4 3 3 2 3 4 3 2 4 4 3 3 2 4 3 4 3 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 5 4 3 3 3 3 4 3 1 4 4 3 3 2 3 3 3 4 2 3 Jumlah Kriteria 60 73 78 72 77 77 72 76 75 73 73 75 80 80 80 80 80 83 CB CB B CB B B CB B B CB CB B B B B B B SB 102

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 No Nama Indikator 1 Indikator 2 Indikaotr 3 Indikator 4 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A T.A M.B.A A.R D.A 4 4 4 5 4 4 4 5 5 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 2 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 2 4 4 4 2 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 2 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 2 2 4 2 3 4 4 4 2 2 4 3 3 4 4 2 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 2 4 3 4 4 4 2 3 3 3 4 3 2 3 4 2 3 4 3 3 4 4 3 4 2 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 2 2 2 3 3 4 3 4 2 4 2 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 4 2 2 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 2 5 2 4 3 4 2 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 4 2 4 4 2 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 4 3 3 2 2 4 4 5 2 3 2 2 3 3 4 2 3 2 3 2 4 Jumlah Kriteria 75 76 73 79 76 73 84 75 75 78 75 70 81 B B CB B B CB SB B B B B CB B 103

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Hasil dari kuesioner pertama, kedua, dan ketiga yang diberikan setelah dikenai tindakan siklus I menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat. Jumlah siswa yang mencapai kategori berminat ada 3 dari 31 siswa (9,7%), kategori cukup berminat ada 25 dari 31 siswa (81%), dan kategori kurang berminat ada 3 dari 31 siswa (9,7%). Data rata-rata minat siswa siklus I dapat dilihat pada tabel 4.7

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Tabel 4.7 Rata-rata Minat Siswa Pada Siklus I No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Z D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A.H A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A T.A M.B.A A.R D.A Pertemuan Pertemuan Pertemuan I II III 51 58 60 66 67 73 65 71 78 76 76 72 65 74 77 65 70 77 68 66 72 76 69 76 73 69 75 62 66 73 61 70 73 61 73 75 73 74 80 82 79 80 79 73 80 73 78 80 77 79 80 64 79 83 61 75 75 51 67 76 56 68 73 65 75 79 62 70 76 55 66 73 84 84 84 65 71 75 60 70 75 66 71 78 61 68 75 42 65 70 80 81 81 Jumlah 169 206 214 224 216 212 206 221 217 201 204 209 227 241 232 231 236 226 211 194 197 219 208 194 252 211 205 215 204 177 242 Ratarata 56,3 68,7 71,3 74,7 72 70,7 68,7 73,7 72,3 67 68 69,7 75,7 80,3 77,3 77,0 78,7 75,3 70,3 64,7 65,7 73,0 69,3 64,7 84,0 70,3 68,3 71,7 68,0 59,0 80,7 Kategori KB CB CB CB CB CB CB CB CB CB CB CB CB B CB CB CB CB CB KB CB CB CB CB B CB CB CB CB KB B

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Kuesioner kelima yang diberikan pada siklus II pertemuan pertama juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat. Hasil kuesioner kelima pada pertemuan pertama siklus II jumlah siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat ada 15 dari 31 siswa (48,4%), kategori berminat ada 15 dari 31 siswa (28,4%), dan kategori cukup berminat ada 1 dari 31 siswa (3,2%). Data minat siswa siklus II pertemuan pertama dapat dilihat pada tabel 4.8

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Tabel 4.8 Data Minat Siswa Pertemuan Pertama Siklus II Indikator 1 No Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 Jum lah Nama Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 Z 3 4 3 2 3 3 3 2 3 4 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 60 CB 2 D 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 2 4 4 3 4 3 2 4 2 78 B 3 V 5 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 82 SB 4 F. N. 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 2 4 4 2 5 2 4 3 80 B 5 H 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 2 4 3 5 4 3 3 82 SB 6 M. 4 3 3 3 3 2 2 4 3 5 3 3 2 2 5 3 5 5 5 5 5 5 5 85 SB 7 R 4 3 3 3 3 4 2 2 4 3 4 4 2 3 3 3 3 5 5 5 5 4 3 80 B 8 D. K 4 4 5 4 3 2 3 2 5 4 2 2 3 3 3 4 5 5 4 5 5 4 3 84 SB 9 G 4 2 4 2 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 5 4 4 3 82 SB 10 H 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 5 5 5 3 1 2 5 2 5 5 79 B 11 I 4 3 4 4 4 3 4 3 4 2 3 2 3 3 4 4 3 3 4 5 5 3 3 80 B 12 J.Z 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 3 4 2 4 3 4 3 80 B 13 L. P 5 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 2 4 3 4 4 3 84 SB 14 R. Y 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 2 82 SB 107

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Indikator 1 No Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 Jum lah Nama Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 15 R.J 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 4 86 SB 16 S. N 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 5 4 4 88 SB 17 S 3 4 4 2 2 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 2 3 3 4 5 5 4 3 81 B 18 A. H 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 3 2 4 4 3 2 5 4 3 83 SB 19 A.C 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 2 4 4 3 3 3 80 B 20 A.A 3 3 3 3 3 2 5 3 5 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 79 B 21 B.P 4 4 4 5 5 2 4 3 4 2 3 4 4 4 3 2 2 4 3 4 3 3 3 79 B 22 D.R 4 4 5 4 4 4 4 3 3 4 2 4 4 4 5 3 5 3 3 3 3 3 2 83 SB 23 F.D 5 5 3 3 4 4 5 3 3 2 5 5 3 2 3 2 1 3 5 5 5 5 3 84 SB 24 Q.L 5 3 2 4 4 3 4 4 5 4 3 3 2 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 78 B 25 M.A 5 5 5 5 4 3 4 3 5 2 5 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 84 SB 26 S.K 5 4 4 3 3 3 4 2 4 3 3 2 3 4 2 5 5 5 4 4 3 3 3 81 B 27 S.A 5 5 4 3 3 3 5 2 2 4 4 3 2 4 4 4 4 3 4 3 3 4 2 80 B 28 T.A 5 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 2 4 2 3 4 4 4 4 3 84 SB 29 M.B.A 5 5 4 3 3 3 5 2 2 4 3 3 4 4 2 3 3 3 4 4 3 3 2 77 B 108

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Indikator 1 No Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 Jum lah Nama Kriteria 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 30 A.R 3 3 2 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 2 5 3 3 3 2 3 5 4 1 75 B 31 D.A 5 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 5 5 5 3 4 5 3 3 4 4 3 85 SB 109

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Kuesioner keenam yang diberikan pada siklus II pertemuan kedua juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat. Hasil kuesioner keenam pada pertemuan kedua siklus II jumlah siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat ada 26 dari 31 siswa (84%), kategori berminat ada 4 dari 31 siswa (13%), dan kategori kurang berminat ada 1 dari 31 siswa (3,2%). Data minat siswa siklus II hari kedua dapat dilihat pada tabel 4.9.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Tabel 4.9 Data Minat Siswa Pertemuan Kedua Siklus II No. Nama Indikator 1 Indikator 2 Indikaotr 3 Indikator 4 Jum lah 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 Z 2 D 3 3 4 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 4 5 4 3 4 3 3 4 4 2 4 4 4 2 3 3 5 3 4 3 4 5 4 3 V 4 F. N. 5 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 5 5 2 4 4 3 5 3 4 4 5 H 6 M. 5 4 5 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 5 3 4 3 4 4 5 4 5 4 4 4 3 3 5 4 4 2 5 3 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 7 R 8 D. K 5 5 3 3 5 4 4 2 3 4 4 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 4 4 5 5 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 2 2 4 4 5 4 4 4 9 G 10 H 5 4 5 4 5 5 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 5 5 5 5 5 5 4 3 4 4 5 3 3 4 5 5 3 4 2 4 2 3 3 11 I 12 J.Z 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 2 2 4 4 4 4 3 5 3 3 4 4 5 5 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 2 4 3 4 5 4 3 5 5 4 5 4 13 L. P 14 R. Y 5 5 5 4 4 5 3 4 3 4 4 3 3 4 2 4 2 2 4 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 4 4 4 4 4 3 3 15 R.J 16 S. N 5 4 5 5 4 4 5 4 4 4 4 2 3 4 3 5 3 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 Kriteria 58 KB 84 SB 89 SB 90 SB 90 SB 82 SB 83 SB 87 SB 90 SB 91 SB 82 SB 87 SB 89 SB 92 SB 94 SB 95 SB 111

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 17 S 18 A. H 19 A.C 5 4 3 3 3 4 2 2 4 4 5 4 4 2 4 3 3 3 4 4 3 4 3 80 B 85 SB 5 5 5 4 4 3 5 5 5 3 4 3 4 2 3 2 3 4 4 4 3 2 3 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 20 A.A 21 B.P 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 5 4 5 5 4 4 4 3 3 3 2 5 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 2 22 D.R 23 F.D 5 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 3 3 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 5 5 5 5 5 5 4 3 3 2 5 4 3 5 2 4 4 2 3 4 3 3 2 24 Q.L 25 M.A 5 5 4 5 4 5 4 4 3 2 4 2 4 5 4 3 3 4 3 2 2 5 3 5 5 5 5 5 5 4 3 5 4 5 5 5 3 4 4 2 3 4 3 2 4 3 26 S.K 27 S.A 4 3 2 4 5 3 5 4 4 4 3 5 3 5 5 5 3 3 3 3 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 4 3 4 4 4 3 4 4 5 3 3 2 4 3 3 3 28 T.A 29 M.B.A 5 4 3 4 4 2 4 3 5 3 4 4 3 4 3 4 3 5 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 2 3 4 5 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 2 30 A.R 31 D.A 5 3 3 3 4 2 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 5 3 2 2 3 2 75 B 75 B 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 3 3 5 3 3 4 4 3 5 4 5 4 93 SB 87 SB 83 SB 79 B 87 SB 86 SB 85 SB 93 SB 88 SB 91 SB 85 SB 112

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Hasil dari kuesioner pertama dan kedua yang diberikan setelah dikenai tindakan siklus II menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat. Jumlah siswa yang mencapai kategori sangat berminat ada 2 dari 31 siswa (6,5%), kategori berminat ada 25 dari 31 siswa (81%), kategori cukup berminat ada 3 dari 31 siswa (9,7%), kategori kurang berminat ada 1 dari 31 siswa (3,2%), dan tidak ada siswa yang ada dalam kategori tidak meningkat. Data rata-rata minat siswa siklus I dapat dilihat pada tabel 4.10 Tabel 4.10 : Rata-rata Minat Siswa Pada Siklus II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Z D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A. H A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan II 60 58 78 84 82 89 80 90 82 90 85 82 80 83 84 87 82 90 79 91 80 82 80 87 84 89 82 92 86 94 88 95 81 80 83 85 80 87 79 83 79 79 83 87 84 86 78 85 84 93 81 88 Jumlah 118 162 171 170 172 167 163 171 172 170 162 167 173 174 180 183 161 168 167 162 158 170 170 163 177 169 Ratarata 59 81 85,5 85 86 83,5 81,5 85,5 86 85 81 83,5 86,5 87 90 91,5 80,5 84 83,5 81 79 85 85 81,5 88,5 84,5 Kriteria KB B B B B B B B B B B B B B SB SB B B B B CB B B B B B

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 No. 27 28 29 30 31 Nama S.A T.A M.B.A A.R D.A Siklus II Pertemuan 1 Pertemuan II 80 91 84 85 77 75 75 75 85 93 Jumlah 171 169 152 150 178 Ratarata 85,5 84,5 76 75 89 Kriteria B B CB CB B Dari tabel 4.8, tabel 4.9, dan tabel 4.10 diperoleh informasi adanya peningkatan minat siswa. Pada kondisi awal jumlah siswa yang mencapai kriteria cukup berminat ada 74,2% setelah dikenai tindakan pada siklus I jumlah siswa yang mencapai kriteria minimal cukup berminat menjadi 90,3% dan setelah dikenai tindakan siklus II meningkat menjadi 96,8%. Rangkuman data minat yang dilakukan dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.11

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Tabel 4.11 Rangkuman Data Minat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nama D.I D V F. N. A. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A. H A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A T.A M.B.A A.R D.A Jumlah Presentase Data Awal Skor Kriteria 53 KB 59 KB 68 CB 64 CB 60 CB 57 KB 55 KB 58 KB 55 KB 57 KB 74 B 63 CB 70 CB 78 B 73 B 69 CB 70 CB 69 CB 62 CB 67 CB 69 CB 64 CB 69 CB 66 CB 78 B 81 B 72 CB 68 CB 69 CB 48 TB 76 B 23 siswa mencapai kriteria minimal cukup berminat 74,2% Siklus I Skor Kriteria 56,3 KB 68,7 CB 71,3 CB 74,7 CB 72 CB 70,7 CB 68,7 CB 73,7 CB 72,3 CB 67 CB 68 CB 69,7 CB 75,7 CB 80,3 B 77,3 CB 77,0 CB 78,7 CB 75,3 CB 70,3 CB 64,7 KB 65,7 CB 73,0 CB 69,3 CB 64,7 CB 84,0 B 70,3 CB 68,3 CB 71,7 CB 68,0 CB 59,0 KB 80,7 B 28 siswa mencapai kriteria minimal cukup berminat 90,3% Siklus II Skor Kriteria 59 KB 81 B 85,5 B 85 B 86 B 83,5 B 81,5 B 85,5 B 86 B 85 B 81 B 83,5 B 86,5 B 87 B 90 SB 91,5 SB 80,5 B 84 B 83,5 B 81 B 79 CB 85 B 85 B 81,5 B 88,5 B 84,5 B 85,5 B 84,5 B 76 CB 75 CB 89 B 30 siswa mencapai kriteria minimal cukup berminat 96,8%

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 1.Kualitas Hasil Prestasi belajar siswa pada setiap siklus dihitung dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif diambil dari nilai evaluasi yang berupa pilihan ganda, yang diberikan pada akhir setiap siklus. Aspek afektif diambil dari kuesioner yang diisi oleh siswa pada setiap akhir pembelajaran, dan aspek psikomotor yang diambil pada nilai percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh siswa selama kegiatan pembelajaran IPA. Dalam siklus I peneliti menggunakan soal evaluasi tes pilihan ganda dengan jumlah soal 20. Tes evaluasi ini diberikan pada pertemuan keempat. Penilaian afektif dilakukan oleh siswa dengan mengisi lembar kuesioner minat. Penilaian afektif diberikan pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga. Penilaian psikomotor juga dilakukan pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga. Penilaian ini dilakukan pada saat siswa melakukan pengamatan dan percobaan. 4.12 Tabel Hasil Penilaian Psikomotor No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama Z D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P Pertemuan I 83 100 100 83 100 83 83 83 83 83 83 83 100 Pertemuan II 67 67 67 67 83 100 67 100 83 83 83 83 67 Pertemuan III 83 83 67 83 100 83 83 100 100 83 83 67 100 Jumlah 233 250 234 233 283 266 233 283 266 249 249 233 267 Ratarata 77,7 83,3 78,0 77,7 94,3 88,7 77,7 94,3 88,7 83,0 83,0 77,7 89,0

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 R. Y R.J S. N S A. H A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A T.A M.B.A A.R D.A 83 100 100 100 100 67 83 83 83 83 100 83 83 100 83 83 83 100 67 67 67 100 83 67 67 100 83 100 83 100 100 83 83 67 67 100 83 83 83 67 83 67 100 83 100 83 83 100 83 100 83 67 67 100 233 250 250 267 266 201 250 266 266 266 266 283 266 283 249 217 217 300 77,7 83,3 83,3 89,0 88,7 67,0 83,3 88,7 88,7 88,7 88,7 94,3 88,7 94,3 83,0 72,3 72,3 100,0 Nilai akhir siklus I ditentukan dengan menjumlahkan nilai kognitif, afektif, dan psikomotor, kemudian menghitung rata-ratanya. Setelah diperoleh hasil akhir, peneliti menentukan siswa yang telah mencapai KKM. Siswa yang lulus KKM ialah siswa yang nilainya melebihi atau sama dengan nilai KKM. Nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah ialah 70. Rata-rata nilai kelas diperoleh dengan menghitung rata-rata nilai akhir. Siswa yang lulus KKM pada siklus I ialah 7 dari 31 siswa (54.8%). Ratarata nilai yang diperoleh untuk aspek kognitif ialah 54,03. Rata-rata nilai afektif yang diperoleh ialah 62. Rata-rata nilai psikomotor yang diperoleh ialah 84,6. Sedangkan rata-rata nilai kelas yang dicapai pada siklus I ialah 67. Hasil nilai akhir siklus I dapat dilihat pada tabel 4.13.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Tabel 4.13 : Hasil akhir Nilai Siklus I No Nama Soal Evaluasi (Kognitif) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 D.I D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A. H A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A T.A M.B.A A.R D.A Ratarata 50 55 55 60 40 55 65 70 40 45 65 55 60 60 65 45 55 40 65 60 60 40 30 55 85 60 55 45 55 30 55 54,03 Nilai Afektif 49 60 62 65 63 61 60 64 63 58 59 61 66 70 67 67 68 65 61 56 57 63 60 56 73 61 59 62 59 51 70 62 Nilai Percobaan (Psikomotor) 77,7 83,3 78 77,7 94,3 88,7 77,7 94,3 88,7 83 83 77 89 77,7 83,3 83,3 89 88,7 67 83 88 88 88 88 94,3 88,7 94,3 83 72,3 72,3 100 84,6 Nilai Akhir 59 66 65 68 66 68 68 76 64 62 69 64 72 69 72 65 71 65 64 66 68 64 59 66 84 70 69 63 62 51 75 67 Kriteria TL TL TL TL TL TL TL L TL TL TL TL L TL L TL L TL TL TL TL TL TL TL L L TL TL TL TL L

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Peneliti masih menggunakan soal evaluasi tes pilihan ganda dengan jumlah soal 20 pada siklus II. Peneliti menggunakan soal evaluasi ini untuk menilai aspek kognitif. Kuesioner yang diisi oleh siswa untuk penilaian aspek afektif dan aspek psikomotor pada saat siswa melakukan pengamatan atau percobaan di dalam kelompok. Dapat dilihat pada tabel 4.14. Tabel 4.14 : Tabel Hasil Penilaian Psikomotor No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Nama Z D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A. H A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A Pertemuan I 67 83 83 83 100 67 67 83 100 100 100 83 83 67 100 83 83 83 83 100 67 100 67 67 100 67 83 Pertemuan II 83 83 67 83 83 100 100 100 83 83 67 67 83 100 100 83 100 83 100 100 100 100 67 83 100 83 83 Jumlah 150 166 150 166 183 167 167 183 183 183 167 150 166 167 200 166 183 166 183 200 167 200 134 150 200 150 166 Rata-rata 75 83 75 83 91,5 83,5 83,5 91,5 91,5 91,5 83,5 75 83 83,5 100 83 91,5 83 91,5 100 83,5 100 67 75 100 75 83

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 No 28 29 30 31 Nama T.A M.B.A A.R D.A Pertemuan I 83 100 67 100 Pertemuan II 100 83 83 100 Jumlah 183 183 150 200 Rata-rata 91,5 91,5 75 100 Peneliti masih menggunakan cara yang sama sesuai dengan siklus I yaitu dengan cara menjumlahkan nilai kognitif, nilai afektif, dan nilai psikomotor untuk penghitungan akhir menentukan nilai akhir siklus II. Setelah nilai kognitif, nilai afektif, dan nilai psikomotor dijumlahkan, kemudian menghitung rata-ratanya. Setelah hasil akhir siklus II diperoleh peneliti kemudian menentukan siswa yang lulus KKM. Siswa yang lulus KKM apabila nilai akhir yang diperoleh melebihi atau sama dengan KKM yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu 70. Rata-rata nilai kelas diperoleh dengan cara menghitung rata-rata nilai akhir. Dari hasil penilaian siklus II jumlah siswa yang lulus KKM ialah 29 dari 31 siswa (94%). Rata-rata nilai yang diperoleh dalam siklus II pada aspek kognitif ialah 77,26. Rata-rata nilai yang diperoleh pada aspek afektif ialah 72. Rata-rata nilai yang diperoleh pada aspek psikomotor ialah 86. Dan rata-rata nilai kelas yang dicapai dalam siklus II ini ialah 79. Dapat dilihat pada tabel 4.15 hasil akhir nilai siklus II.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Tabel 4.15 : Hasil akhir Nilai Siklus II No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Z D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A. H A.C A.A B.P D.R F.D Q.L M.A S.K S.A T.A M.B.A A.R D.A Ratarata Soal Evaluasi (Kognitif) 65 75 75 70 65 85 65 95 85 80 90 60 75 80 70 75 80 95 55 70 65 80 80 75 100 85 85 90 75 75 75 77,26 Nilai Afektif 51 70 74 74 75 73 71 74 75 74 70 73 75 76 78 80 70 73 73 70 69 74 74 71 77 73 74 73 66 65 77 72 Nilai Percobaan (Psikomotor) 75 83 75 83 91,5 83,5 83,5 91,5 91,5 91,5 83,5 75 83 83,5 100 83 91,5 83 91,5 100 83,5 100 67 75 100 75 83 91,5 91,5 75 100 86 Nilai Akhir 63,7 76,0 74,7 75,7 77,2 80,5 73,2 86,8 83,8 81,8 81,2 69,3 77,7 79,8 82,7 79,3 80,5 83,7 73,2 80,0 72,5 84,7 73,7 73,7 92,3 77,7 80,7 84,8 77,5 71,7 84,0 79 Kriteria TL L L L L L L L L L L TL L L L L L L L L L L L L L L L L L L L

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Kondisi awal prestasi belajar siswa yang mencapai KKM hanya 7 dari 31 siswa (22.6%) dan setelah diberikan tindakan pada siklus I hasil prestasi belajar siswa yang mencapai KKM masih sama dengan kondisi awal. Setelah diberikan tindakan siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM ada peningkatan. Siswa yang mencapai nilai KKM pada siklus II menjadi 29 dari 31 siswa (93,5%). Ratarata nilai kelaspun juga ikut meningkat sesuai dengan meningkatnya siswa yang lulus KKM. Tabel 4.16 : Hasil Rangkuman Nilai Akhir Siklus I dan Siklus II No Nama Siklus I Nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Z D V F. N. H M. R D. K G H I J.Z L. P R. Y R.J S. N S A. H A.C A.A B.P D.R F.D 59 66 65 68 66 68 68 76 64 62 69 64 72 69 72 65 71 65 64 66 68 64 59 Kriteria TL TL TL TL TL TL TL L TL TL TL TL L TL L TL L TL TL TL TL TL TL Siklus II Nilai Kriteria 63,7 TL 76,0 L 74,7 L 75,7 L 77,2 L 80,5 L 73,2 L 86,8 L 83,8 L 81,8 L 81,2 L 69,3 TL 77,7 L 79,8 L 82,7 L 79,3 L 80,5 L 83,7 L 73,2 L 80,0 L 72,5 L 84,7 L 73,7 L

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 No Nama Siklus I Nilai 24 25 26 27 28 29 30 31 Q.L M.A S.K S.A T.A M.B.A A.R D.A 66 84 70 69 63 62 51 75 Kriteria TL L L TL TL TL TL L Siklus II Nilai Kriteria 73,7 L 92,3 L 77,7 L 80,7 L 84,8 L 77,5 L 71,7 L 84 L B. Pembahasan Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto yang berjumlah 31 siswa menjadi subjek dalam penelitian ini. Objek dalam penelitian ini ialah minat dan prestasi belajar IPA dengan menerapkan pendekatan SCL dengan Metode Inkuiri Terbimbing. Peneliti menggunakan 4 indikator untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran IPA. Keempat indikator tersebut yaitu siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA, siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA, siswa terlibat selama pembelajaran berlangsung, dan siswa mencari informasi baru. Ketercapaian indikator dapat diketahui oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner. Peneliti melakukan penilaian tentang prestasi belajar siswa dengan melihat 3 aspek yang meliputi aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Aspek kognitif dinilai dari evaluasi pada setiap akhir siklus dengan jumlah soal 20.

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Aspek afektif dilihat dari hasil kuesioner siswa yang diisi pada setiap akhir pertemuan. Aspek psikomotor dilihat pada saat siswa melakukan pengamatan atau percobaan. Siklus I penelitian ini dilakukan dalam waktu 4 kali pertemuan yang masing-masing pertemuan memiliki alokasi waktu 2 x 35 menit atau 2 JP. Pertemuan pertama siswa belajar mengenai bahan penyusun suatu benda dan mengidentifikasi sifat bahan penyusun melalui percobaan di dalam kelompok. Pertemuan kedua siswa mengidentifikasi macam-macam jenis kain, tali, dan kertas melalui percobaan dalam kelompok. Pertemuan ketiga siswa membandingkan kekuatan jenis benang melalui percobaan dalam kelompok. Pertemuan ketiga siswa. Pada pertemuan terakhir siklus I, siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi. Data awal yang diperoleh peneliti sebelum melakukan penelitian menunjukkan bahwa minat siswa banyak yang tidak mencapai kriteria minimal cukup berminat. Dari 31 siswa hanya 23 siswa (74,2%) yang mencapai kriteria cukup berminat. Setelah dikenai tindakan yang dilakukan pada siklus I terjadi kenaikan jumlah siswa yang mencapai kriteria cukup berminat yaitu menjadi 28 siswa (90,3%). Jumlah siswa yang mencapai kriteria minimal cukup berminat semakin naik setelah dikenai tindakan pada siklus II. Dari 31 siswa, 30 siswa (96,8%) diantaranya sudah mencapai kriteria minimal cukup berminat. Data awal prestasi belajar siswa yang didapatkan oleh peneliti sebelum diberikan tindakan menunjukkan bahwa siswa yang mencapai KKM hanya 7 dari

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 31 siswa (22,6%). Setelah diberikan tindakan siklus I prestasi belajar masih sama dengan kondisi awal. Kenaikan jumlah siswa yang mencapai KKM serta kenaikan rata-rata nilai kelas pada siklus I ini belum mencapai target capaian maka peneliti memutuskan untuk melanjutkan pada siklus II. Setelah diberikan tindakan siklus II baru ada kenaikan prestasi belajar siswa. Kenaikan jumlah yang mencapai KKM ada 29 dari 31 siswa (94%). Capaian prestasi belajar siklus II sudah mencapai target capaian yang ditentukan oleh peneliti, maka peneliti akan menghentikan penelitian ini pada akhir siklus II. Pencapaian indikator penelitian dapat dilihat pada tabel 4.17 Tabel 4.17 : Pencapaian Indikator Penelitian Variabel Minat Prestasi Indikator Rasa senang Perhatian Keterlibatan Inisiatif Deskriptor Kondisi awal Jumlah siswa yang mencapai kriteria minimal cukup berminat : jumlah seluruh siswa x 100% Siswa yang (Jumlah lulus KKM siswa yang lulus KKM : jumlah seluruh siswa) x 100% Rata-rata Jumlah Siklus I Siklus II Target Capaian Target Capaian capaian capaian 74,2% 86% 90,3% 86% 96,8% 22,6% 55% 22,6% 55% 93,5%

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Variabel Indikator nilai kelas Deskriptor Kondisi awal nilai seluruh siswa jumlah siswa 55,7% Siklus I Siklus II Target Capaian Target Capaian capaian capaian 75 73,8 75 78,5 : Pada tabel 4.17 terlihat adanya peningkatan minat siswa pada setiap siklus, namun target prestasi belajar pada siklus I tidak mencapai target yang telah ditentukan oleh peneliti. Namun dalam siklus II prestasi belajar siswa dapat tercapai sesuai dengan target capaian. Minat dan prestasi belajar siswa dapat meningkat dan mencapai sesuai dengan target capaian siklus II. Peneliti menyatakan bahwa penelitian berhasil dan berhenti pada siklus II. Kegiatan pembelajaran siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa siswa merasa senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA. Hal ini dibuktikan ketika siswa diajak bernyanyi sikap siswa ceria yang terlihat dari raut muka dan tawa saat bernyanyi. Selain itu siswa juga terlihat senang dalam melakukan pengamatan dan percobaan dalam kelompok. Saat guru menjelaskan langkah-langkah melakukan percobaan siswa terlihat memperhatikan dan sambil membaca petunjuk yang ada dalam LAS. Semua siswa terlibat aktif dalam melakukan percobaan dalam kelompok. Hal ini ditunjukkan saat dalam kegiatan kelompok ada siswa yang membagi tugasnya sesuai dengan tugas masing-masing. Dengan cara seperti ini maka siswa dalam kelompok mempunyai tanggung jawab dan tidak hanya berdiam diri saja.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Siswa juga antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ini. Hal ini ditunjukkan ketika ada siswa yang melakukan tanya jawab kepada guru mengenai seputar materi yang dipelajarinya. Kegiatan siswa yang menunjukkan indikatorindikator minat dalam kegiatan pembelajaran IPA dapat dilihat pada gambar Gambar 4.1, Gambar 4.2, Gambar 4.3, Gambar 4.4, Gambar 4.5, Gambar 4.6, Gambar 4.7, dan Gambar 4.8. Gambar 4.1: Siswa menunjukkan sikap ceria saat bernyanyi Gambar 4.1 menunjukkan sikap ceria saat bernyanyi pada kegiatan awal pembelajaran IPA. Sebelum siswa di ajak bernyanyi, guru terlebih dahulu memberikan contoh cara menyanyikan lagunya. Guru menghitung 1-3, setelah itu siswa bersama baru bernyanyi bersama-sama. Saat bernyanyi siswa berdiri semua dan tepuk tangan, hal ini bertujuan agar siswa tidak mengantuk dan semangat. Gambar lain yang menunjukkan kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA ditunjukkan pada gambar 4.2.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Gambar 4. 2 : Siswa dan Guru melakukan tanya jawab Gambar 4.2 tersebut menunjukkan bahwa siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai seputar materi yang sedang dipelajarinya. Dalam kegiatan ini siswa tampak memperhatikan apa yang sedang dibahas oleh guru. Setelah itu guru juga menjelaskan tentang tujuan dan kegiatan pembelajaran. Gambar lain yang menunjukkan kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA ditunjukkan pada gambar 4.3. Gambar 4.3 : Siswa Memperhatikan Penjelasan Guru Gambar 4.3 tersebut guru sedang menjelaskan langkah-langkah melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan. Siswa terlihat memperhatikan dengan baik

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 saat guru menjelaskan langkah-langkah pengamatan dan percobaan. Dalam kegiatan percobaan ini dilakukan secara berkelompok. Siswa melakukan percobaan sesuai dengan LAS yang sudah disediakan. Gambar lain yang menunjukkan kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA ditunjukkan pada gambar 4.4 Gambar 4.4 : Siswa Melakukan Percobaan Gambar 4.4 siswa sedang melakukan percobaan secara berkelompok. Kegiatan percobaan yang dilakukan oleh siswa adalah mengamati perubahan yang terjadi pada obat nyamuk bakar dan lilin saat dipanaskan serta pada saat didinginkan. Setiap anggota kelompok melakukan percobaan tersebut. Setelah siswa mengamati siswa mencatat hasilnya pada kolom yang sudah disediakan. Penggunaan metode inkuiri yang didalamnya terdapat langkah eksperimen dapat menumbuhkan perasaan senang pada siswa saat melakukan kegiatan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Sardiman (2011: 93) bahwa minat dapat didorong dengan menggunakan berbagai macam metode

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 mengajar, yang salah satunya ialah metode inkuiri terbimbing. Gambar lain yang menunjukkan kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA ditunjukkan pada gambar 4.5. Gambar 4.5 : Siswa Terlibat Aktif Dalam Kegiatan Pembelajaran Gambar 4.5 menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Siswa secara berkelompok berdiskusi secara bersamasama dan membagi tugasnya masing-masing. Dengan cara seperti ini maka semua anggota dalam kelompok dapat bekerja semua tanpa ada yang hanya berdiam diri. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Silberman (dalamWidharyanto 2001: 63) bahwa Student Centered Learning merupakan sebuah pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif dengan banyak melakukan kegiatan yang menggunakan otak dengan cara menggali ide-ide, memecahkan msalah, dan menerapkan materi yang telah dipelajarinya. Gambar lain yang menunjukkan kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA ditunjukkan pada gambar 4.6.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Gambar 4.6 : Menuliskan Hasil Pengamatan dan Percobaan di LAS Gambar 4.6 menunjukkan setelah melakukan pengamatan dan percobaan menuliskan hasilnya di kolom yang sudah disediakan. Secara berkelompok siswa mendapatkan tugas masing-masing sesuai dengan tugasnya. Dalam kegiatan ini terlihat ada dua anak yang menulis dan ada satu anak yang memberikan hasil pengamatan dan percobaan dengan cara mendektekannya kepada teman sebelahnya. Gambar lain yang menunjukkan kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA ditunjukkan pada gambar 4.7. Gambar 4.7 : Siswa Mempresentasikan Hasil Kerja Kelompok

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Gambar 4.7 menunjukkan siswa sedang mempresentasikan hasil kerja dalam kelompoknya. Setiap anak membacakan hasil diskusinya secara bergantian. Secara bergantian setiap kelompok maju ke depan untuk membacakan hasil diskusinya. Gambar lain yang menunjukkan kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA ditunjukkan pada gambar 4.8. Gambar 4.8 : Siswa dan Guru Menyimpulkan Kegiatan Pembelajaran Gambar 4.8 menunjukkan bahwa siswa dan guru sedang menyimpulkan kegiatan dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir yang sudah dipelajarinya. Hal ini sesuai dengan Sanjaya (2011) yang mengatakan bahwa kegiatan akhir dalam langkah-langkah pembelajaran inkuiri ialah merumuskan masalah. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila dalam materi ini ada kesulitan atau ada yang belum jelas. Guru juga memberikan tindak lanjut pada kegiatan akhir. Hasil pekerjaan siswa adalah LAS dan soal evaluasi.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 LAS siklus I terdiri dari 3 kegiatan yang dikerjakan oleh siswa secara berkelompok sesuai dengan hasil pengamatan dan percobaan. Pada kegiatan pertama siswa bertugas untuk menguji kekuatan benang. Pada kegiatan kedua siswa menguji kekuatan kertas. Kegiatan ketiga ialah mengidentifikasi sifat-sifat kertas. Gambar 4.9 : LAS Siklus II Gambar 4.9 merupakan LAS yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan siklus II. LAS siklus II terdiri dari 2 kegiatan yang dikerjakan secara berkelompok. Pada kegiatan pertama siswa diminta untuk mengamati perubahan yang terjadi pada lilin dan obat nyamuk bakar

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 setelah dipanaskan dan setelah didinginkan. Pada kegiatan kedua siswa diminta untuk menyebutkan perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pengkaratan dan pembusukan. Data lain yang diperoleh peneliti yaitu penilaian prestasi belajar siswa dengan hasil soal evaluasi. Peneliti tidak hanya menggunakan penilaian kognitif saja, melainkan juga menggunakan penilaian afektif dan penilaian psikomotor. Selain prestasi belajar siswa, peneliti juga menggunakan kuesioner untuk mengukur minat belajar siswa. Hasil kuesioner siswa dapat dilihat pada Gambar 4.10. 4. 10 : Hasil Kuesioner Minat Siswa

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Gambar 4.10 merupakan contoh hasil kuesioner yang telah diisi oleh siswa. Kuesioner minat ini dibagikan kepada siswa pada setiap akhir pembelajaran. Namun untuk pertemuan terakhir pada setiap siklus tidak dibagikan kuesioner, karena siswa mempunyai tugas untuk mengerjakan soal evaluasi. Setelah mengisi kuesioner siswa mengisi lembar refleksi. Hasil dari refleksi siswa bahwa siswa merasa senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa juga mendapatkan manfaat dari kegiatan pembelajaran. Kesulitan atau kendala yang dihadapi oleh siswa dalam pembelajaran dapat dijadikan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan. Pembahasan tentang proses pembelajaran pada siklus II menunjukkan kualitas hasil dan kualitas proses dalam kegiatan pembelajaran. Kualitas hasil dan kualitas proses pada siklus II telah mencapai target capaian yang ditentukan oleh peneliti sehingga peneliti menghentikan penelitiannya pada siklus II. Berdasarkan hasil minat siklus I dan siklus II dalam kegiatan pembelajaran IPA menunjukkan adanya peningkatan. Selain itu prestasi belajar siswa pada siklus I dan siklus II juga menunjukkan adanya peningkatan. Kondisi awal, jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat ialah 74,2%. Target capaian pada siklus I ialah 86%. Setelah diberikan tindakan siklus I jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat ialah 90,3%. Target capaian yang ditentukan pada siklus II yaitu 86 %. Dan setelah diberikan tindakan siklus II, jumlah siswa yang mencapai kategori minimal cukup berminat adalah

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 96,8%. Grafik ketercapaian indikator minat belajar siswa dapat dilihat pada Gambar 4.11. 120 100 80 Data Awal 60 Target Capaian 40 Capaian 20 0 Data Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.11 : Grafik Pencapaian Indikator Minat Belajar Prestasi belajar terdiri dari 2 indikator yaitu jumlah siswa yang lulus KKM dan rata-rata nilai kelas. Indikator yang pertama siswa yang lulus KKM pada kondisi awal ialah 22,6%. Target capaian untuk siklus I yaitu 55%. Setelah diberikan tindakan siklus I siswa yang lulus KKM ialah 22,6%. Capaian dalam siklus I belum mencapai target capaian yang ditentukan oleh peneliti. Maka dari itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan siklus II. Target pada siklus II ialah 55%. Setelah diberikan tindakan siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 93,5%. Gambar 4.16 ialah Grafik pencapaian indikator siswa yang lulus KKM.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 100 90 80 70 60 Data awal 50 Siklus I 40 Siklus II 30 20 10 0 Data awal Siklus I Siklus II Gambar 4.12 : Grafik Pencapaian Indikator Siswa Lulus KKM Indikator yang kedua adalah rata-rata nilai kelas. Kondisi awal rata-rata nilai kelas ialah 55,7. Target capaian pada siklus I ialah 75. Setelah diberikan tindakan siklus I rata-rata nilai kelas ialah 73,8. Rata-rata nilai kelas pada siklus I belum mencapai target pencapaian yang sudah ditentukan oleh peneliti. Peneliti memutuskan untuk melanjutkan pada siklus II. Target capaian yang ditentukan oelh peneliti pada siklus II ini ialah 75. Setelah diberi tindakan pada sikus II ratarata nilai kelas ialah 78,5. Gambar 4.13 ialah grafik pencapaian indikator rata-rata nilai kelas.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 90 80 70 60 50 Data Awal 40 Siklus I Siklus II 30 20 10 0 Data Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.13 : Grafik Pencapaian Indikator Rata-rata Nilai Kelas.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Bab V ini membahas tentang kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, keterbatasan, dan saran. A. Kesimpulan Penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto yang berjumlah 31 siswa dengan menerapkan Student Centered Learning (SCL) dan metode Inkuiri Terbimbing. Hasil dari penelitian yang dilakukan dalam dua siklus dapat disimpulkan sebagai berikut : Penerapan Student Centered Learning (SCL) dan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan minat siswa pada kegiatan pembelajaran IPA siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto adalah dengan menerapkan 7 langkah metode inkuiri yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, eksperimen, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan. Media yang konkret membantu siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan yang didapatkan dengan mudah dan jelas sehingga mudah dipahami. Keterlibatan siswa dalam melakukan pengamatan dan percobaan membuat siswa terlibat aktif dalam bekerjasama dalam kelompok. Selain itu siswa juga berminat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran ini karena dirasakan oleh siswa kegiatan pembelajaran tidak membosankan dan siswa dapat menyalurkan pengetahuannya serta dapat mencoba dengan menggunakan media yang konkret. Siswa juga berinisiatif untuk melakukan tanya jawab dengan guru seputar materi yang 139

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 dipelajarinya. Seluruh kegiatan pembelajaran dengan menerapkan Student Centered Learning (SCL) dan metode inkuiri terbimbing menumbuhkan rasa senang, perhatian, keterlibatan, dan inisiatif siswa dalam belajar. Penerapan Student Centered Learning (SCL) dan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA siswa kelas VB SD Negeri Nogotirto melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan 3 aspek. Ketiga aspek tersebut adalah aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Aspek kognitif ditunjukkan melalui hasil soal evaluasi yang dikerajakan siswa secara individu. Aspek afektif ditunjukkan melalui hasil kuesioner minat yang diisi oleh siswa pada setiap akhir pembelajaran. Aspek psikomotor ditunjukkan melalui kegiatan pengamatan dan percobaan dalam kelompok. Kegiatan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. B. Keterbatasan Penelitian yang dilakukan ini mengalami banyak kekurangan yang dirasakan oleh peneliti. Keterbatasan dalam penelitian ini ialah : 1. Peneliti kurang mengetahui tingkat kejujuran responden dalam mengisikan kuesioner minat. 2. Keterbatasan waktu bagi peneliti dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan tidak sesuai dengan rencana yaitu pada saat siswa melakukan percobaan membakar obat nyamuk.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 3. Media yang digunakan ketika melakukan percobaan membakar obat nyamuk menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga suasana kelas menjadi tidak kondusif. 4. Data awal yang diberikan pihak sekolah hanya nilai ulangan tahun 2012, untuk tahun 2011 nilai hilang karena adanya pergantian guru yang mengajar pada bidang studi IPA. C. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang diberikan oleh peneliti adalah : 1. Peneliti atau guru sebaiknya mempunyai rencana lain dalam melakukan kegiatan pembelajaran supaya dapat mengantisipasi masalah yang tidak terduga yang muncul ketika pembelajaran berlangsung. 2. Guru dapat menerapkan Student Centered Learning (SCL) dan metode inkuiri terbimbing dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan siswa akan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa mempunyai minat yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran. Minat yang tinggi dapat menimbulkan prestasi belajar siswa.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zaenal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Ariunto, suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Sinar Grafika Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga. Darsono, M. 2000. Belajar dan pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press Daryanto. 2011. Penelitian Tindkaan Kelas dan penelitian Tindakan Sekolah Beserta contoh-contohnya. Yogyakarta : Gava Media. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi 4). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Dewi. 2012. Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Melalui Pendekatan Cooperative Learning tipe STAD pada siswa kelas V di SD Kanisius Totogan tahun pelajaran 2011/2012. (Skripsi tidak dipublikasikan). Univ. Sanata Dharma. Yogyakarta. Hanafiah & Suhana. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama. Hartanto, A.K.D. 2012. Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa menggunakan metode discovery-inquiry terbimbing pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Ungaran II tahun pelajaran 2011/2012. (skripsi tidak diterbitkan) Yogyakarta:USD. Iskandar, S. 1997. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung. CV. Maulana Iskandar, S.M. 2001. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung. CV. Maulana Kusumah, W dan Dwitagama, D. 2011. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Indeks M. A. Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Mardapi, Djemari. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes. Yogyakarta : Mintra Cendikian Pres. Margono, S. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Masijdo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Jakarta: Kanisius Masidjo. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta : Kanisius. Mulyasa. 2006. Menjadi Guru Profesional : Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Nupita, E. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing untuk Mengingkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Pemecahan Masalah IPA pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar,vol 01 (02), 1-9. Overby, K. (2011). Student Centered Learning. Essai, vol. 9, 109-112. Purnomo. 2012. Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar menggunakan Metode Eksperimen Pada Materi Sifat-sifat Cahaya Siswa Kelas V SD Negeri 1 Bakung, Klaten Semester Genap Tahun pelajaran 2011/2012. (skripsitidak dipublikasikan). Univ. Sanata Dharma. Yogyakarta. Rohandi, R. 2010. Minat Siswa Terhadap Sains dan Implikasinya dalam Upaya Peningkatan Pembelajaran Sains di Sekolah. Jurnal Pendidikan. Roslina, E. 2009. Evaluasi pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Samatowa, Usman. 2011. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta : PT Indeks Sanjaya, W. 2008. Srategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Predana Media Group. Sanjaya, W. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Sanjaya, W. 2011. Kurikulum dan pembelajaran teori dan praktik pengembangan Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta Supratiknya, A. 2012. Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Non Tes. Yogyakarta: USD Surya, Mohammad. 2003. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Predana Media Grup. Trianto. 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group UNESCO. 2013. Report to UNESCO ot the International commission on education. Diakses pada tanggal 20 Desember 2013 dari http://www.unesco.org/education/pdf/15 62.pdf Wang, Dan. 2011. The Dilemma of Time : Student-Centered Teaching in the Rural Clasroom in China. Hongkong : University of Hongkong. Widharyanto, B. 2002. Student Active Learning: Latar Belakang Kemunculan dan Prinsip-Prinsipnya. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 1.1 SURAT IJIN PENELITIAN

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 Data Awal

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 2. DATA AWAL 2.1 DOKUMENTASI NILAI

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 2.2 KUESIONER AWAL

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 Perangkat Pembelajaran Sebelum Validitas

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 3. PERANGKAT PEMBELAJARAN SEBELUM VALIDASI 3.1 SIKLUS I 3.1.1 SILABUS

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 3.1.2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Pertama

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 3.1.3 RINGKASAN MATERI

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 3.1.4 LEMBAR KERJA SISWA

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 3.1.5 RUBRIK PENILAIAN Rubrik Penilaian LAS

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 3.1.6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Kedua

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 3.1.7 LEMBAR KERJA SISWA

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 3.1.8 RUBRIK PENILAIAN Rubrik Penilaian LAS

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 3.1.9 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Ketiga dan Keempat

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 \

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 3.1.9 RINGKASAN MATERI

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 3.1.10 LEMBAR AKTIVITAS SISWA

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 3.1.11 RUBRIK PENILAIAN Rubrik Penilaian LAS

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 3.1.12 KISI – KISI SOAL EVALUASI

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 3.1.13 SOAL EVALUASI

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 3.2 SIKLUS II 3.2.1 SILABUS

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 3.2.2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Pertama

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 3.2.3 RINGKASAN MATERI

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 3.2.4 LEMBAR AKTIVITAS SISWA Pertemuan Pertama

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 3.2.5 RUBRIK PENILAIAN Rubrik Penilaian LAS

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 3.2.5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pertemuan Kedua dan Ketiga

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 3.2.6 RINGKASAN MATERI

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 3.2.7 LEMBAR AKTIVITAS SISWA Pertemuan Kedua

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 3.2.8 RUBRIK PENILAIAN

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 3.2.9 KISI-KISI SOAL EVALUASI

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 3.2.10 SOAL EVALUASI

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Perangkat Pembelajaran Sesudah Validitas

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 4. PERANGKAT PEMBELAJARAN SESUDAH VALIDASI 4.1 SIKLUS I 4.1.1 SILABUS

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 4.1.2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Pertama

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252 4.1.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Kedua

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 4.1.4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Ketiga dan Keempat

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 4.1.5 RINGKASAN MATERI

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 4.1.6 SOAL EVALUASI

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 4.2 SIKLUS II 4.2.1 SILABUS

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283 4.2.2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Pertama

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288 4.2.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pertemuan Kedua dan Ketiga

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 291

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 292

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 294 4.2.4 RINGKASAN MATERI

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 295

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 296

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 297 4.2.4 SOAL EVALUASI

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 298

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 299

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 300

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 Instrumen Penelitian

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 301 5. INSTRUMEN PENELITIAN 5.1 KUESIONER MINAT

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 302

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 303 5.2 LEMBAR AKTIVITAS SISWA SIKLUS I

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 304

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 305

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 306

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 307

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 308

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 309

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 310

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 311

(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 312

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 313

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 314

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 315

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 316

(345) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 317

(346) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 318

(347) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 319 5.3 SOAL EVALUASI

(348) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 320

(349) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321

(350) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 322

(351) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 323 5.4 LEMBAR AKTIVITAS SISWA SIKLUS II

(352) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 324

(353) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 325

(354) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 326

(355) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 327

(356) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 328

(357) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 329

(358) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 330

(359) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 331

(360) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 332

(361) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 333

(362) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 334

(363) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 335

(364) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 336

(365) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 337

(366) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 338 5.4 SOAL EVALUASI

(367) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 339

(368) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 340

(369) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 341

(370) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 Validitas dan Indeks Kesukaran

(371) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 342 6. VALIDITAS DAN INDEKS KESUKARAN 6.1 VALIDITAS VALIDASI DESAIN PEMBELAJARAN SIKLUS I Dosen

(372) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 343

(373) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 344

(374) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 345 Kepala Sekolah

(375) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 346

(376) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 347

(377) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 348 Guru

(378) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 349

(379) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 350

(380) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 351 6.2 VALIDITAS VALIDASI DESAIN PEMBELAJARAN SIKLUS II Dosen

(381) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 352

(382) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353

(383) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 354 Kepala Sekolah

(384) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 355

(385) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 356

(386) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 357 Guru

(387) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 358

(388) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 359

(389) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 360 6.3 INDEKS KESUKARAN

(390) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 361

(391) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7 Hasil Penelitian

(392) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 362 7. HASIL PENELITIAN 7.1 HASIL KUESIONER MINAT SIKLUS I

(393) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 363

(394) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 364 SIKLUS II

(395) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 365

(396) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 366 7.2 HASIL SOAL EVALUASI SIKLUS I

(397) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 367

(398) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 368

(399) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 369

(400) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 370 SIKLUS II

(401) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 371

(402) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 372

(403) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 373

(404) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 374 7.3 LEMBAR AKTIVITAS SISWA SIKLUS I

(405) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 375

(406) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 376

(407) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 377

(408) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 378

(409) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 379

(410) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 380

(411) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 381

(412) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 382

(413) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 383

(414) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 384 SIKLUS II

(415) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 385

(416) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 386

(417) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 387

(418) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 388

(419) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 389 7.4 HASIL REFLEKSI SISWA

(420) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 Foto Kegiatan

(421) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 390 8. FOTO KEGIATAN

(422)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Meningkatkan minat dan prestasi belajar operasi hitung dalam soal cerita dengan metode inkuiri kelas IV SD Negeri Banyudono 1 Dukun Magelang.
1
20
334
Peningkatan prestasi belajar IPA melalui penerapan metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta.
1
3
134
Penggunaan metode Jigsaw untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas VB SDK Ganjuran.
0
0
218
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing.
0
0
331
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 melalui metode inkuiri terbimbing.
0
1
187
Penggunaan metode Jigsaw untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas VB SDK Ganjuran
0
1
216
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing
0
1
329
Peningkatan prestasi belajar siswa dengan pendekatan kontekstual melalui metode inkuiri pada mata pelajaran IPA kelas V SD Budya Wacana semester genap tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
176
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA materi pembentukan tanah dengan metode penemuan terbimbing pada siswa kelas V semester 2 SDK Totogan tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
2
200
Peningkatan hasil belajar dengan pendekatan inkuiri pada mata pelajaran IPA tentang gaya untuk siswa kelas IV SD Negeri Soka semester genap - USD Repository
0
0
151
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Babarsari tahun pelajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
151
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS kelas III SD Kanisius Ganjuran dengan menerapkan metode Role Play - USD Repository
0
8
218
Penerapan pendekatan student centered learning dengan metode inkuiri terbimbing untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Nglinggi - USD Repository
0
0
440
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Kotabaru 1 menggunakan pendekatan kontekstual - USD Repository
0
0
406
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Gamping menggunakan pendekatan kontekstual - USD Repository
0
0
411
Show more