PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI SELOMULYO MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL

Gratis

1
1
373
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI SELOMULYO MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh : Viviana Desiani NIM: 101134069 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini peneliti persembahkan untuk:  Tuhan Yesus Kristus  Bapak Sukamto Lexy Wibowo Yohanes Berchman dan Ibu Srini Maria Margaretha  Mas Antonius Dony Cahyadi, Mbak Eva Laura Tungga Devi, Mbak Irene Widiastuti.  Teman-teman Paradhe iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “Everything will be okay in the end, if it’s not okay, it’s not the end” -Patrick Star- “It’s nice to be important, but it’s more important to be nice.’ - John Cassis - "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." - Filipi 4:6- v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI SELOMULYO MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Oleh: Viviana Desiani (101134069) Universitas Sanata Dharma 2014 Minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Selomulyo masih rendah. Peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas pada siswa kelas V SDN Selomulyo dengan tujuan untuk mengetahui: 1) penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan minat belajar IPA siswa kelas V SDN Selomulyo; 2) penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Selomulyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Selomulyo yang berjumlah 29 siswa. Objek penelitian adalah peningkatan minat dan prestasi belajar IPA menggunakan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase siswa yang berminat dari kondisi awal 30,17% menjadi 69,06% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 80,75% pada siklus II. Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat juga meningkat dari kondisi awal 44,82% menjadi 66,67% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 87,93% pada siklus II. Peningkatan prestasi belajar siswa belum mengalami peningkatan pada siklus I. Jumlah siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal 55% dengan nilai rata-rata kelas 73,00. Pada siklus I jumlah siswa yang mencapai KKM tidak mencapai target dan nilai rata-rata kelas turun menjadi 68,00. Prestasi belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus II dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 83% dan nilai rata-rata kelas 79. Jadi, penggunaan pendekatan kontekstual pada penelitian ini meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Selomulyo. Kata Kunci: minat, prestasi belajar, pendekatan kontekstual viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE IMPROVEMENT OF INTEREST AND LEARNING SCIENCE ACHIEVEMENT OF STUDENTS GRADE V IN SDN SELOMULYO USING CONTEXTUAL APPROACH By Viviana Desiani (101134069) Sanata Dharma University 2014 Interest and learning science achievement of fifth grade students in SDN Selomulyo was low. This Clasroom Action Research was aimed to know: 1) the use of contextual approach to increase the interest in learning science of grade V students in SDN Selomulyo; 2) the use of contextual approach to improve students’ achievement on learning science of grade V students in SDN Selomulyo. Data collection techniques of this research were observation, interviews, questionnaires and documentation. This research was conducted in two cycles which each cycles consisted of 3 classroom meetings, in which one meeting took 2x35 minutes. The subject of this research was the fifth grade student in SDN Selomulyo which consisted of 29 students. The object of this research was the improvement of interest and achievement on learning science using contextual approach. The result showed that there was increasing percentage of interested students from former condition which was 30,17% became 69,06% in the first cycle and increased to 80.75% in the second cycle. The number of students who were categorized as low interest also increased from baseline 44,82% to 66.67% in the first cycle and increased to 87.93 % in the second cycle . Improved student achievement has not experienced an increase in first cycle. The number of students who achieved KKM on the initial conditions was 55 % with class average score 73.00. In the first cycle, the number of students who achieved KKM did not reach the target and the class average score decreased to 68.00. Students’ achievement had increased in the second cycle. It was shown by the number of students who achieved KKM increased to 83% and the class average score was 79. Therefore, the use of contextual approach in this study increased students’ interest and achievement on learning science of fifth grade students in SDN Selomulyo . Keywords: interest, learning achivement, Contextual approach. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala berkat-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI SELOMULYO MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL” ini dengan baik. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini, sehingga peneliti dapat menyelesaikannya dengan baik. Peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Romo G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., MA., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan petunjuk selama proses penelitian dan penulisan skripsi hingga selesai. 3. Ibu Supriyati Basuki Rahayu, S.Pd selaku Kepala SDN Selomulyo, yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian bagi peneliti. 4. Ibu Sri Sumiyati, S.Pd selaku guru kelas V SDN Selomulyo, yang telah memberikan waktu, bantuan, dan masukan bermanfaat bagi peneliti. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Bapak Sukamto Lexy Wibowo Yohanes Berchmans dan Ibu Srini Maria Margaretha selaku orang tua peneliti yang selalu memberikan dorongan semangat, motivasi, dan doa tiada henti bagi peneliti. 6. Kedua kakak peneliti Mas Antonius Dony Cahyadi dan Mbak Irene Widiastuti atas dorongan semangat yang diberikan. 7. Andreas Widiyanto, terima kasih atas segala bantuan, dukungan, nasehat, semangat, dan perhatian yang diberikan kepada peneliti. 8. Teman kelompok payung SCL, Feti, Tika, Nia, Ipuk, Ida, Bertha, Vita, Lukita, Siska, Apri, Nova, Zulfan, Muchlis, Zega, yang bersama-sama berjuang dan saling mendukung dalam menyusun skripsi. 9. Teman-teman “Paradhe”. 10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu, mendukung, dan mendoakan peneliti dalam menyusun skripsi. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan oleh sebab itu peneliti menerima dengan senang hati kritik dan saran yang membangun. Semoga skripsi ini berguna bagi pembaca sekaligus menjadi sumber dalam belajar melakukan pemahaman serta meningkatkan pengetahuan yang digunakan sebagai acuan dan pegangan bagi pembaca. Yogyakarta, 26 Mei 2014 Peneliti Viviana Desiani xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ......................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... HALAMAN MOTTO ........................................................................................... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... LEMBAR PERNYATAAN PERSUTUJUAN PUBLIKASI ............................... ABSTRAK ............................................................................................................ ABSTRACT ............................................................................................................ KATA PENGANTAR .......................................................................................... DAFTAR ISI ........................................................................................................ DAFTAR TABEL ................................................................................................. DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... i ii iii iv v vi vii viii ix x xii xiv xvi xvii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... A. Latar Belakang Masalah ............................................................................. B. Rumusan Masalah ........................................................................................ C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... D. Manfaat Penelitian ....................................................................................... E. Batasan Masalah .......................................................................................... F. Batasan Istilah .............................................................................................. 1 1 8 9 9 10 11 BAB II LANDASAN TEORI .............................................................................. A. Kajian Pustaka ............................................................................................. 1. Teori Belajar Piaget ............................................................................ 2. Minat .................................................................................................. 3. Prestasi Belajar ................................................................................... 4. Student Centered Learning (SCL) ...................................................... 5. Contextual Teaching and Learning (CTL) ......................................... 6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ........................................................... 7. Siswa Sekolah Dasar .......................................................................... B. Hasil Penelitian yang Relevan ..................................................................... C. Kerangka Berpikir ....................................................................................... D. Hipotesis Tindakan ...................................................................................... 13 13 13 15 19 21 25 29 31 32 37 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................. A. Jenis Penelitian ............................................................................................ B. Setting Penelitian ........................................................................................ 40 40 43 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. D. E. F. G. H. I. J. Rencana Tindakan ....................................................................................... Indikator dan Pengukurannya ...................................................................... Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... Instrumen Pengumpulan Data...................................................................... Validitas dan Reliabilitas Instrumen ............................................................ Indeks Kesukaran......................................................................................... Teknik Analisis Data .................................................................................. Jadwal Penelitian ......................................................................................... 43 48 50 53 64 85 91 94 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................................... A. Hasil Penelitian ............................................................................................ 1. Gambaran Umum Penelitian Tindakan Kelas ................................... a. Siklus I ..................................................................................... b. Siklus II .................................................................................... 2. Hasil Minat Siswa .............................................................................. a. Hasil Minat Siswa Berdasarkan Observasi .............................. b. Hasil Minat Siswa Berdasarkan Kuesioner .............................. 3. Hasil Prestasi Belajar IPA ................................................................. B. Pembahasan ................................................................................................. 95 95 95 95 102 107 107 112 120 127 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN ............................. A. Kesimpulan ................................................................................................. B. Keterbatasan ................................................................................................ C. Saran ............................................................................................................ 144 144 145 146 DAFTAR REFERENSI ........................................................................................ LAMPIRAN .......................................................................................................... 147 151 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL 3.1 Indikator dan Pengukuran .............................................................................. 49 3.2 Instrumen Pengumpulan Data ........................................................................ 53 3.3 Lembar Pedoman Observasi .......................................................................... 54 3.4 Pedoman Wawancara .................................................................................... 56 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Sebelum Validasi .......................................................... 57 3.6 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I ..................................................................... 59 3.7 Kisi- Kisi Soal Evaluasi Siklus II ................................................................. 60 3.8 Rubrik Penilaian Psikomotorik Siklus I ......................................................... 61 3.9 Rubrik Penilaian Psikomotorik Siklus II........................................................ 62 3.10 Rubrik Penilaian Afektif Siklus I .................................................................. 63 3.11 Rubrik Penilaian Afektif Siklus II................................................................. 64 3.12 Hasil Validitas Konstrak Kuesioner Minat .................................................. 66 3.13 Kisi-Kisi Kuesioner Minat setelah Validasi .................................................. 67 3.14 Hasil Validitas Isi Silabus Siklus I ................................................................ 69 3.15 Hasil Validitas Isi Silabus Siklus II .............................................................. 70 3.16 Hasil Validitas Isi RPP Siklus I .................................................................... 72 3.17 Hasil Validitas Isi RPP Siklus II ................................................................... 73 3.18 Hasil Validitas Isi Soal Evaluasi Siklus I...................................................... 75 3.19 Hasil Validitas Isi Soal Evaluasi Siklus II .................................................... 76 3.20 Hasil Validitas Konstruk Soal Evaluasi Siklus I ........................................... 79 3.21 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Setelah Uji Validitas ................................. 80 3.22 Hasil Validitas Konstruk Soal Evaluasi Siklus II ......................................... 81 3.23 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Setelah Uji Validitas ................................ 82 3.24 Koefisien Reliabilitas .................................................................................... 83 3.25 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Minat ......................................................... 84 3.26 Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I ................................................. 84 3.27 Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II ............................................... 85 3.28 Kriteria Indeks Kesukaran............................................................................. 85 3.29 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus I ........................ 87 3.30 Kisi-Kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus I ..................................... xiv 88

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.31 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus II....................... 89 3.32 Kisi-Kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus II ..................................... 90 3.33 Skor Jawaban Kuesioner ............................................................................... 91 3.34 Rentang Nilai Tiap Kategori Minat .............................................................. 92 3.35 Jadwal Penelitian........................................................................................... 94 4.1 Kondisi Awal Hasil Observasi Minat Belajar Siswa ..................................... 108 4.2 Hasil Observasi Minat Belajar Siswa Siklus I ............................................... 109 4.3 Ketercapaian Minat Siswa Siklus I Berdasarkan Observasi .......................... 109 4.4 Target Minat Siswa Siklus II berdasarkan Observasi .................................... 110 4.5 Hasil Observasi Minat Belajar Siswa Siklus II .............................................. 110 4.6 Ketercapaian Minat Siswa Siklus II Berdasarkan Observasi ......................... 111 4.7 Kondisi Awal Minat Siswa Berdasarkan Kuesioner ...................................... 113 4.8 Hasil Kuesioner Minat Siswa pada Siklus I ................................................... 115 4.9 Ketercapaian Minat Siswa Siklus I Berdasarkan Kuesioner .......................... 117 4.10 Target Minat Siswa Siklus II berdasarkan Kuesioner ................................... 117 4.11 Hasil Kuesioner Minat Belajar Siswa Siklus II ............................................ 118 4.12 Ketercapaian Minat Siswa Siklus II Berdasarkan Observasi ........................ 119 4.13 Prestasi Belajar Siswa pada Siklus I ............................................................. 121 4.14 Ketercapaian Prestasi Belajar Siswa Siklus I ................................................ 122 4.15 Prestasi Belajar Siswa pada Siklus II ............................................................ 123 4.16 Ketercapaian Prestasi Belajar Siswa Siklus I ............................................... 124 4.17 Pencapaian Indikator Penelitian ................................................................... 126 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR 2.1. Indikator Minat ........................................................................................... 18 2.2. Literature Map ............................................................................................ 37 3.1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis dan Taggart ............... 41 4.1. Grafik Peningkatan Minat Siswa berdasarkan Observasi ........................... 112 4.2. Grafik Peningkatan Minat Siswa berdasarkan Kuesioner ........................... 120 4.3. Grafik Siswa yang Mencapai KKM ............................................................ 125 4.4. Grafik Nilai Rata-Rata Kelas ...................................................................... 125 4.5. Hasil Kuesioner Siswa untuk Indikator 1 .................................................... 131 4.6. Siswa menunjukkan sikap ceria saat pembelajaran .................................... 132 4.7. Hasil Kuesioner Siswa untuk Indikator 2 .................................................... 133 4.8. Siswa memperhatikan penjelasan guru ....................................................... 134 4.9. Hasil Kuesioner Siswa untuk Indikator 3 .................................................... 134 4.10. Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran ..................................................... 135 4.11. Hasil Kuesioner Siswa untuk Indikator 4 .................................................... 136 4.12. Siswa mempresentasikan kartupedia ........................................................... 137 4.13. Contoh Hasil Kartupedia Siswa ................................................................... 137 4.14. LAS Siklus I ................................................................................................ 138 4.15. LAS Siklus II .............................................................................................. 139 4.16. Hasil Evaluasi Siswa Siklus I ...................................................................... 140 4.17. Hasil Evaluasi Siswa Siklus II .................................................................... 141 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN 1. Surat Ijin Melakukan Penelitian dan Selesai Penelitian ............................. 151 2. Instrumen Pembelajaran Sebelum Validasi ................................................ 155 3. Instrumen Pembelajaran Setelah Validasi .................................................. 201 4. Contoh-contoh Hasil Pekerjaan Siswa ........................................................ 279 5. Hasil Penghitungan Indeks Kesukaran ....................................................... 305 6. Output SPSS untuk Uji Validitas & Reliabilitas ....................................... 308 7. Hasil Validitas Isi (Content Validity) ......................................................... 315 8. Hasil Observasi Minat Belajar pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II 322 9. Data Kuesioner Minat Belajar pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II . 329 10. Daftar Nilai Kognitif Siswa pada Kondisi Awal ........................................ 336 11. Daftar Nilai Kognitif Siswa pada Siklus 1 & 2 .......................................... 341 12. Data Analisis Hasil Observasi ................................................................... 344 13. Daftar Nilai 3 Aspek Siswa pada Siklus 1 & 2 ........................................... 351 14. Foto-foto Kegiatan ...................................................................................... 354 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I ini membahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, pemecahan masalah dan batasan pengertian. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan modal utama dalam memajukan bangsa dan negara. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea 4 tertulis “ .... untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia ....”. Pernyataan tersebut berarti bahwa pemerintah Indonesia memiliki kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsanya melalui pendidikan. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satu program pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia adalah mencanangkan program wajib belajar 9 tahun. Pendidikan 9 tahun dimulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) yang ditempuh selama 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditempuh selama 3 tahun. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan terbawah dari Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah dasar merupakan tempat bagi peserta didik untuk mulai mengenal dunia pendidikan. Siswa mulai diperkenalkan dengan dasar-dasar ilmu pengetahuan. Mata pelajaran yang diberikan kepada siswa di Sekolah Dasar berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Nasional Pendidikan Pasal 6 ayat (1) antara lain agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi; pelajaran estetika; serta pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan (BSNP, 2006:7). Ilmu Pengetahuan Alam atau yang biasa disebut IPA merupakan pelajaran yang diberikan kepada siswa sejak di Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Cakupan mata pelajaran IPA di SD dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri (BSNP, 2006:8). Pendidikan sains secara tegas diharapkan sebagai sarana siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari (Depdiknas, 2006). Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa mempelajari IPA bukan hanya sekedar menghafalkan, melainkan harus dicoba atau dilakukan oleh siswa. Ilmu Pengetahuan Alam dapat diapresiasikan melalui percobaan. Pemahaman siswa pada pelajaran IPA juga akan terbentuk dengan sendirinya melalui percobaan yang dilakukan oleh siswa. Undang-Undang Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 mendukung pernyataan tersebut, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Suasana belajar dan proses pembelajaran untuk mengaktifkan siswa didahului dengan membangkitkan minat siswa terhadap mata pelajaran tersebut (Rusman, 2010:13). Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan (Slameto,2003:57). Slameto juga mengungkapkan bahwa suatu kegiatan yang diminati oleh siswa akan mendapatkan perhatian lebih dari siswa yang disertai rasa senang. Pernyataan tersebut berlaku pula dalam pembelajaran, apabila siswa memiliki minat pada suatu pelajaran, maka ia dapat memfokuskan segala perhatiannya sehingga prestasi belajarnya juga akan meningkat. Proses pembelajaran yang mengaktifkan siswa dan diminati oleh siswa belum nampak pada kelas V SDN Selomulyo. Siswa dikatakan berminat apabila menunjukkan 4 indikator minat, yaitu: (1) siswa menunjukkan rasa senang; (2) siswa memperhatikan proses pembelajaran; (3) siswa terlibat selama pembelajaran IPA; dan (4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Minat siswa yang belum nampak tersebut ditunjukkan dengan hasil observasi. Peneliti melakukan observasi pada tanggal 23 September 2013 di kelas V SDN Selomulyo yang berjumlah 29 siswa. Observasi yang dilakukan oleh peneliti berlangsung selama 2 JP dan metode yang digunakan guru adalah ceramah, penugasan, dan tanya jawab. Guru membahas materi pelajaran dengan acuan LKS. Tugas yang diberikan kepada siswa juga mengerjakan LKS. Hasil observasi menunjukkan bahwa terlihat ada 10 dari 29 siswa (34,48%) yang menunjukkan rasa senang, 8 siswa (27,59%) menunjukkan perhatian saat pelajaran IPA, 12 siswa (41,38%) terlibat selama pembelajaran IPA, dan 2 siswa (6,90%) berinisiatif mencari informasi

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 baru yang ditunjukkan dengan bertanya kepada guru. Rata-rata siswa yang menunjukkan minat belajar IPA pada observasi pertama adalah 27,59%. Observasi yang kedua dilakukan oleh peneliti pada tanggal 27 September 2013 untuk lebih mengetahui keadaan siswa. Proses pembelajaran IPA pada saat observasi kedua tidak jauh berbeda seperti pada observasi pertama. Guru menjelaskan materi kepada siswa dan kemudian siswa diminta untuk mengerjakan soal di LKS. Hasil observasi kedua menunjukkan bahwa terlihat ada 13 dari 29 siswa (44,83%) yang menunjukkan rasa senang, 9 siswa (31,03%) menunjukkan perhatian saat pelajaran IPA, 11 siswa (37,93%) terlibat selama pembelajaran IPA, dan 5 siswa (17,24%) berinisiatif mencari informasi baru yang ditunjukkan dengan bertanya kepada guru. Rata-rata siswa yang menunjukkan minat belajar IPA pada observasi kedua adalah 32,76%. Jadi, rata-rata dari kedua hasil observasi menunjukkan bahwa sebanyak 30,17% dari jumlah siswa menunjukkan minat belajar IPA. Peneliti juga melakukan wawancara pada tanggal 30 September 2013 dengan guru kelas V untuk mengetahui penyebab kurangnya minat siswa pada pelajaran IPA. Hasil wawancara dengan guru kelas V SD Selomulyo memberikan informasi bahwa minat siswa dalam memperhatikan pembelajaran tidak berlangsung lama. Guru kelas menjelaskan bahwa minat siswa dalam mengikuti pelajaran IPA masih kurang. “Siswa itu kalau memperhatikan ya memperhatikan, tapi itu hanya bertahan 10 – 15 menit saja. Setelah itu mereka sudah tidak bisa memperhatikan lagi. Pasti ramai dan sibuk sendiri”(komunikasi pribadi, 30 September 2013). Hasil wawancara juga memberikan informasi bahwa siswa

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 kelas V belum terlibat aktif selama pembelajaran. Siswa yang berinisiatif untuk maju ke depan kelas saat diminta oleh guru masih jarang. Siswa harus ditunjuk oleh guru untuk maju mengerjakan soal sesuai yang diminta oleh guru. Peneliti selanjutnya bertanya tentang inisiatif siswa dalam mencari informasi baru yang berasal dari sumber lain. Guru menjelaskan bahwa siswa harus disuruh terlebih dahulu oleh guru untuk mencari. Siswa kurang berinisiatif untuk mencari informasi-informasi baru yang berasal dari sumber lain. Wawancara juga dilakukan oleh peneliti dengan siswa kelas V SDN Selomulyo pada tanggal 4 Oktober 2013. Siswa memberikan jawaban “Ngantuk mbak kalau pelajaran tu, ndengerin guru nerangke terus,”(komunikasi pribadi, 4 Oktober 2013) ketika peneliti memberikan pertanyaan tentang IPA serta minat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran. Jawaban siswa tersebut secara jelas memberikan informasi bahwa siswa mengantuk jika diminta mendengarkan penjelasan guru. Siswa menginginkan proses pembelajaran yang tidak hanya menggunakan metode ceramah. Ada pula siswa yang memberikan tanggapannya, “bosen mbak, habis diterangke mesti disuruh nggarap soal” (komunikasi pribadi, 4 Oktober 2013). Jawaban siswa tersebut dapat diartikan bahwa siswa merasa bosan karena setelah guru menjelaskan materi, kemudian siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal. Hasil wawancara dengan siswa tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang berminat pada pelajaran IPA dan cara mengajar guru yang menggunakan metode ceramah. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti tidak hanya dengan observasi dan wawancara, melainkan juga kuesioner dan dokumentasi nilai siswa.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Kuesioner diberikan kepada siswa untuk memperoleh data minat belajar IPA. Hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa siswa yang termasuk pada kategori minimal cukup berminat adalah sebesar 44,82%. Data yang diperoleh dari dokumentasi nilai siswa kelas V SDN Selomulyo menunjukkan bahwa Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pelajaran IPA 2011/2012 dan 2012/2013 adalah 75. Siswa yang dinyatakan tuntas adalah siswa yang memiliki nilai lebih dari 75 atau sama dengan 75. Berdasarkan dokumentasi data nilai IPA tahun ajaran 2011/2012 dan 2012/2013 siswa kelas V SDN Selomulyo memiliki prestasi yang rendah. Siswa yang mencapai KKM pada semester 1 tahun ajaran 2011/2012 adalah 42% dengan nilai rata-rata kelas 72 dan pada semester 2 sebanyak 80% dengan nilai rata-rata kelas 78. Pada semester 1 tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 68% siswa mencapai KKM dengan nilai ratarata kelas 80 dan pada semester 2 sebanyak 32% siswa memenuhi KKM dengan nilai rata-rata kelas 67. Jadi, dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai prestasi belajar siswa selama 4 semester pada tahun ajaran 2011/2012 sampai dengan 2012/2013 pada mata pelajaran IPA adalah 73 dengan persentase 55% siswa yang mencapai KKM. Hasil observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi nilai menunjukkan bahwa terdapat masalah pada metode yang digunakan oleh guru sehingga menyebabkan siswa kurang berminat dan susah untuk menyerap pengetahuan tentang IPA. Selama proses pembelajaran guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Guru masih belum menggunakan media pembelajaran atau contoh-contoh benda yang konkret. Siswa membutuhkan media

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 atau hal-hal yang nyata dalam pembelajaran seperti yang diungkapkan pada teori Piaget bahwa siswa usia 11 tahun atau kelas V SD memasuki tahap operasional konkret yang ditandai dengan adanya sistem operasi berdasarkan benda yang nyata (Suparno, 2012:70). Konsep pembelajaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat dan prestasi siswa salah satunya adalah konsep Student Centered Learning (SCL). Konsep pembelajaran ini dipilih karena SCL memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam beraktivitas, memecahkan masalah dan menerapkan apa yang dipelajarinya di kelas (Widharyanto, 2002:63). Konsep pembelajaran SCL terdiri dari beberapa jenis pembelajaran yang dapat digunakan yaitu Problem Based Learning (PBL), Inkuiri, dan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Priyatmojo (2010:54) menjelaskan bahwa melalui Problem Based Learning (PBL) dapat mendorong siswa untuk belajar mencari informasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi siswa. Inkuiri juga merupakan bagian dari konsep SCL. Hanafiah (2012:71) menjelaskan bahwa inkuiri merupakan pembelajaran yang prosesnya mengikuti metodologi sains dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pembelajaran bermakna. Pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu konsep SCL selain PBL dan inkuiri. Pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan pendekatan belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang dipelajari siswa dengan keadaan sebenarnya yang dialami oleh siswa serta mendorong antara pengetahuan yang

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 dimiliki oleh siswa dengan penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Riyanto, 2009:161) Peneliti memilih menggunakan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam memecahkan masalah peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Selomulyo. Pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dipilih oleh peneliti karena pendekatan ini terbukti meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa seperti penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yesiana (2012), Damayanti (2010), dan Azizah (2012). Penelitian tentang IPA juga telah dilakukan oleh Marlina (2009). Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian melalui penelitian tindakan kelas (PTK) tentang penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Hasil penelitian diharapkan dapat berpengaruh pada peningkatan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sehingga kompetensi dan hasil belajar siswa dapat meningkat. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan minat belajar mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Selomulyo tahun pelajaran 2013/2014?

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2. Bagaimana penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Selomulyo tahun pelajaran 2013/2014? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui proses pelaksanaan penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan minat belajar mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Selomulyo tahun pelajaran 2013/2014. 2. Mengetahui proses pelaksanaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Selomulyo tahun pelajaran 2013/2014. D. Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan yang telah disampaikan, maka manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Siswa Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Selomulyo pada mata pelajaran IPA serta membantu siswa memperoleh pengalaman belajar IPA pada materi bahan penyusun benda dan sifatnya dengan menggunakan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL).

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2. Bagi Guru Hasil penelitian ini dapat membantu guru untuk menambah inspirasi dalam melakukan penelitian tindakan kelas khususnya penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Selomulyo pada mata pelajaran IPA. 3. Bagi Sekolah Hasil penelitian dapat menambah dokumen hasil penelitian yang digunakan sebagai referensi bagi perpustakaan sehingga dapat dijadikan bahan bacaan yang menginspirasi pihak sekolah dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN Selomulyo. 4. Bagi Peneliti Penelitian ini dapat memberikan pengalaman baru tentang penelitian tindakan kelas khususnya penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA Kompetensi Dasar 4.1 siswa kelas V SDN Selomulyo semester 1 tahun ajaran 2013/2014. E. Batasan Masalah Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada peningkatan minat dan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Materi pembelajaran dibatasi pada Standar Kompetensi 4) memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 dasar 4.1) mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas; dan 4.2) menyimpulkan hasil penyelidikkan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. F. Batasan Istilah Peneliti mencantumkan batasan pada pengertian untuk menghindari kesalahan persepsi terhadap judul penelitian. Batasan istilah dalam penelitian adalah: 1. Minat adalah perasaan senang dan tertarik yang menetap pada siswa terhadap suatu obyek atau bidang studi maupun pokok bahasan tertentu yang dapat diukur menggunakan empat indikator. 2. Prestasi belajar adalah hasil pencapaian siswa yang diperoleh dari proses belajar dan diukur berdasarkan hasil tes. 3. Student Centered Learning (SCL) adalah konsep pembelajaran yang mengajak siswa untuk aktif di dalam kelas, belajar berdasarkan pengalamannya sendiri dan aktivitas yang dilakukan siswa dilaksanakan secara berkelompok. 4. Pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah cara belajar menggunakan tujuh komponen/pilar yang digunakan oleh guru untuk membantu mengaitkan materi pembelajaran dengan dunia nyata sehingga siswa terdorong untuk menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuh komponen/pilar dalam pendekatan kontekstual yaitu konstruktivisme,

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 bertanya, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian sebenarnya. 5. Ilmu Pengetahuan Alam adalah mata pelajaran di sekolah yang mempelajari tentang alam semesta melalui pengamatan, menggunakan prosedur, dan dijelaskan dengan penalaran untuk mendapat kesimpulan. 6. Siswa sekolah dasar adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II pada penelitian ini akan membahas tentang empat sub bab utama yaitu kajian pustaka, hasil penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka Sub bab ini membahas tentang teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yaitu teori belajar Piaget, minat, prestasi belajar, Student Centered Learning (SCL), pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan siswa sekolah dasar. 1. Teori Belajar Piaget Teori perkembangan kognitif atau teori perkembangan intelektual banyak dikenal sebagai teori belajar Piaget. Teori ini berkaitan dengan kesiapan anak dalam belajar yang dikemas berdasarkan tahap-tahap perkembangan sejak lahir hingga dewasa. Ada 4 periode utama dalam teori perkembangan kognitif Piaget (Suyono, 2011:82). Tahap pertama adalah tahap sensori motor. Tahap ini berlangsung dari mulai lahir sampai usia 2 tahun. Bayi mengorganisasikan skema tindakan fisik mereka seperti menghisap, menggenggam, dan memukul untuk menghadapi dunia yang muncul di hadapannya. Kemampuan yang diandalkan pada tahap ini adalah sensori dan motoriknya. Tahap kedua yang dialami oleh anak usia 2-7 tahun disebut tahap pra-operasional. Anak-anak belajar berpikir menggunakan simbol-simbol dan pencitraan batiniah namun pikiran mereka masih tidak sistematis dan tidak logis. Pikiran di titik ini sangat berbeda dengan 13

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 pikiran orang dewasa. Mereka lebih menonjolkan sikap egosentrisnya, yaitu kesulitan dalam melihat sudut pandang orang lain. Tahap ketiga berlangsung pada anak usia 7-11 tahun yang disebut tahap operasional konkret. Anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, namun hanya ketika mereka dapat mengacu kepada objek-objek dan aktivitasaktivitas konkret. Mereka sudah dapat mengikuti logika atau penalaran, tetapi masih belum mengetahui jika berbuat kesalahan. Pada tahap ini anak telah dapat melakukan klasifikasi, pengelompokkan, dan pengaturan masalah tetapi masih sebatas tahu saja dan belum sepenuhnya mengetahui adanya prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. Tahap yang terakhir adalah tahap operasional formal yang berlangsung mulai 11 tahun sampai dewasa. Orang muda mengembangkan kemampuan untuk berpikir sistematis menurut rancangan yang murni abstrak dan hipotesis. Pada tahap ini anak sudah dapat menarik generalisasi secara mendasar serta bekerja secara efektif, sistematis, dan proporsional. Siswa kelas V SD rata-rata berusia 11 tahun. Usia ini merupakan transisi perpindahan dari operasional konkret menuju operasional formal. Anak sudah mulai mampu untuk menerima pembelajaran yang abstrak tetapi masih perlu bantuan dari benda konkret untuk pemahaman yang mendalam. Tahapan yang dilalui oleh setiap anak berbeda-beda penangkapannya. Ada anak yang cepat dalam melewati tahapan tersebut namun juga ada yang lambat. Suparno (2012:111) mengungkapkan bahwa kecepatan yang dialami oleh setiap anak dalam melewati tahapan tersebut disebabkan oleh kematangan organis, sistem

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 saraf, fisik, pengalaman anak dengan lingkungan, interaksi sosial dan cara anak mengembangkan self- regulasi untuk pencapaian keseimbangan dalam pemikiran. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SD yang kurang lebih berusia 11 tahun dan masuk pada tahap operasional konkret. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pada tahap ini anak sudah dapat berpikir logis namun masih terbatas pada benda-benda konkret. Penelitian ini dilakukan untuk siswa kelas V SDN Selomulyo menggunakan benda-benda konkret agar lebih mudah untuk dipahami oleh siswa. 2. Minat a. Pengertian Minat Minat merupakan perasaan lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal ataupun aktivitas, tanpa ada suruhan dari orang lain. Aktivitas yang dilakukan berdasarkan kemauan sendiri dan tanpa suruhan orang lain akan lebih menunjukkan minat seseorang pada suatu hal. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin dekat dan kuat hubungan itu, maka minat akan semakin kuat (Slameto, 2010: 180). Sependapat dengan Slameto, Tim Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (2008:52) juga menjelaskan pengertian minat yaitu kecenderungan, gairah tinggi, atau keinginan kuat terhadap sesuatu. Minat bersifat dinamis dan sering mengalami pasang surut. Secara sederhana juga dijelaskan oleh Herijulianti (2002: 20) bahwa minat adalah suatu kecenderungan bersifat menetap dalam memperhatikan dan melakukan suatu kegiatan. Surya (2003:67) mengungkapkan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 bahwa minat merupakan rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu obyek. Peneliti merumuskan pengertian minat berdasarkan beberapa pendapat tersebut. Pengertian minat adalah perasaan senang seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tanpa ada suruhan. Aktivitas yang dilakukan merupakan keinginan dalam diri karena adanya perasaan senang untuk melakukannya. Minat dalam belajar ditumbuhkan melalui perasaan senang pada mata pelajaran yang dipelajari tersebut. b. Faktor Pendorong Minat Esti (2002:365) mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk menarik minat dalam pembelajaran adalah menghubungkan pengalaman belajar dengan minat siswa. Belajar yang dilakukan oleh siswa dihubungkan dengan minat siswa. Pengalaman belajar yang sering dilakukan siswa menunjukkan minat siswa pada hal tersebut. Guru mengusahakan pembelajaran melibatkan pengalaman belajar yang diminati siswa. Guru sebaiknya mengetahui minat masing-masing siswanya agar dapat melaksanakan proses pembelajaran yang diminati oleh siswa. Sardiman (2011:93) menjelaskan bahwa cara-cara untuk menciptakan minat antara lain: (1) membangkitkan adanya kebutuhan belajar; (2) menghubungkan pengalaman dengan masalah pada masa lampau; (3) memberi kesempatan pada siswa untuk berlomba mendapatkan hasil yang lebih baik, (4) menggunakan berbagai macam cara mengajar agar siswa tidak bosan. Minat siswa tercipta melalui perasaan membutuhkan belajar dari pengalaman yang telah dilalui. Siswa juga dapat menumbuhkan minatnya dengan berbagai cara mengajar yang tidak

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 membuat siswa merasa bosan. Jadi, kesimpulan yang didapat dari beberapa cara peningkatan minat di atas adalah minat tumbuh dari perasaan senang yang dialami oleh siswa sendiri. Minat siswa juga dapat tumbuh melalui peran dari guru. Guru sebaiknya dapat membuat siswa selalu merasa senang dalam belajar. Cara yang dapat digunakan oleh guru salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlomba bersama siswa lain untuk mendapatkan hasil yang baik c. Indikator Minat Mardapi (2008:112) mengungkapkan bahwa ada beberapa indikator siswa yang memiliki minat dalam pembelajaran yaitu siswa memiliki usaha untuk memahami, membaca buku yang berkaitan dengan materi yang dipelajari, ada kemauan untuk bertanya saat berlangsungnya pembelajaran di kelas, baik bertanya pada teman atau orang lain, terlibat aktif dalam proses belajar serta bersungguh-sungguh saat mengerjakan soal di kelas. Indikator minat yang lain disampaikan pula oleh Slameto (2010:180) yang mengungkapkan bahwa suatu minat dapat diekspresikan melalui kestabilan dalam memperhatikan secara terus menerus yang disertai dengan rasa senang serta dapat dimunculkan melalui partisipasi dalam melakukan suatu aktivitas. Djamarah (2002:132) juga memberikan pendapatnya tentang indikator minat yang dapat ditunjukkan melalui pernyataan lebih suka pada suatu hal daripada lainnya, partisipasi siswa dalam melakukan suatu aktivitas, dan perhatian yang lebih besar pada suatu hal yang menjadi kesenangannya. Berdasarkan uraian

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 para ahli tentang indikator minat tersebut, peneliti menurunkannya ke dalam gambar 2.1. Gambar 2.1. Indikator Minat Peneliti dapat merumuskan berdasarkan uraian mengenai indikator minat tersebut bahwa siswa yang memiliki minat adalah siswa yang memiliki indikator sebagai berikut: 1) Rasa senang yang berasal dari dalam diri siswa. Rasa senang ini diketahui melalui ekspresi yang nampak pada siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Rasa senang juga ditampilkan oleh siswa dengan sikap ceria, siswa mempersiapkan alat tulis tanpa adanya suruhan, siswa sudah mempersiapkan diri mengikuti pelajaran sebelum pelajaran dimulai, siswa tidak mengeluh saat mengikuti pembelajaran, siswa bersemangat saat

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 mengikuti pelajaran, dan adanya pengakuan dari siswa bahwa ia menyukai materi atau mata pelajaran tersebut. 2) Perhatian yang ditujukan pada proses belajar mengajar. Perhatian yang ditunjukkan siswa meliputi perhatian pada seluruh proses pembelajaran, menyimak penjelasan guru, siswa tidak melamun saat guru menjelaskan, dan siswa berkonsentrasi penuh pada saat pelajaran berlangsung. 3) Keterlibatan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Keterlibatan ini meliputi, siswa aktif mencatat penjelasan guru pada saat pelajaran berlangsung, siswa aktif menjawab pertanyaan dari guru, siswa ikut melakukan percobaan dalam kelompok, siswa dapat bekerjasama dengan kelompok, siswa mengerjakan tugas yang diberikan, dan siswa menanggapi penjelasan guru. 4) Inisiatif yang dilakukan oleh siswa, meliputi: siswa belajar tanpa adanya paksaan dari orang lain, siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain selain di buku cetak, siswa mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan, siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi, siswa tertarik untuk melakukan percobaan pada saat pembelajaran berlangsung, dan siswa membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari. 3. Prestasi Belajar a. Pengertian Belajar Ernes ER. Hilgard dalam Riyanto (2009) mendefinisikan “learning is the process by which an activity originates or is charged throught training

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 procedures (whether in the laboratory or in the natural environments) as distinguished from changes by factor not attributable to training” (hal.4). Hal ini berarti bahwa belajar adalah proses dari suatu ativitas berasal atau dikenakan melalui prosedur pelatihan (baik di laboratorium atau dalam lingkungan alam) yang dibedakan dari perubahan oleh faktor yang tidak timbul dari pelatihan. Muhibbin (2008:63) menjelaskan belajar merupakan suatu kegiatan berproses dan termasuk unsur sangat mendasar dalam pelaksanaan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Sejalan dengan pendapat tersebut, Suyono dan Hariyanto (2011:9) mengemukakan belajar adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengkokohkan kepribadian. Belajar mulai dari tidak tahu menjadi tahu atau proses memperoleh pengetahuan. Kesimpulan yang diperoleh dari pengertian-pengertian di atas yaitu bahwa belajar merupakan proses memperoleh pengetahuan dengan cara melakukan aktivitas mental dan psikis. Aktivitas belajar dilakukan melalui interaksi aktif dengan lingkungan sekitar. Proses memperoleh pengetahuan tidak hanya mulai dari yang tidak tahu menjadi tahu, melainkan juga memperbaiki sikap dan meningkatkan keterampilan. b. Pengertian Prestasi Belajar Abu Ahmadi dalam Hapsari (2005:75) berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan hasil pencapaian suatu usaha (belajar) untuk mengadakan perubahan atau mencapai tujuan. Djamarah (dalam Purnomo, 2008:369) mendukung pendapat tersebut dengan mengungkapkan bahwa prestasi belajar sebagai hasil

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 yang diperoleh berupa kesan-kesan yang dapat mengakibatkan perubahan dalam diri seseorang hasil dari aktivitas dalam belajar. Hasil dari proses belajar yang dilakukan oleh siswa merupakan prestasi yang diperoleh siswa karena telah mencapai tujuan belajar. Kusumah dan Dwitagama (2009:153) mengemukakan pendapatnya bahwa prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan/keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, biasanya ditunjukkan melalui angka atau nilai yang diberikan oleh guru. Kesimpulan yang diperoleh dari pengertian prestasi belajar di atas yaitu prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh dari aktivitas belajar yang diukur dari hasil tes. Prestasi belajar juga merupakan salah satu hal yang diperlukan untuk melihat keberhasilan siswa dalam memahami materi yang telah diberikan oleh guru. 4. Student Centered Learning (SCL) Overby (2011:109) mendefinisikan Student Centered Learning (SCL) sebagai berikut: “the concept of student-centered learning is to bring the classroom and student to life. The teacher is considered a „guide on the side‟, assisting and guiding student to meet the goal that have been made by students and the teachers.” Pernyataan tersebut berarti bahwa SCL merupakan suatu konsep yang membawa kelas dan siswa dalam kehidupan nyata. Guru adalah sebagai seorang pendamping yang mendampingi dan membimbing siswa. Siswa menemukan sendiri tujuan pembelajaran melalui bimbingan guru.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Silberman dalam Widharyanto (2002:63) mengungkapkan bahwa SCL adalah pembelajaran yang menekankan kepada siswa untuk aktif dalam melakukan aktivitas yang menggali ide-ide, pemecahan masalah dan penerapan apa yang telah dipelajari. Suyatno (2009:8) juga menjelaskan bahwa SCL merupakan pembelajaran yang mengorientasikan siswa pada situasi bermakna, kontekstual, nyata, dan menyediakan sumber belajar, bimbingan, petunjuk bagi siswa dalam mengembangkan materi pelajaran sekaligus keterampilan dalam memecahkan masalah. Dello Lacovo (dalam Wang, 2011:157) menjelaskan bahwa “Student Centered Learning methods, such us small group work, discovery methods, and project-based inquiries.” Penjelasan Dello Lacovo tersebut memiliki arti bahwa SCL adalah suatu pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok kecil dalam menemukan pengetahuan siswa dan dalam menghasilkan suatu produk tertentu. Peneliti dapat menyimpulkan pengertian SCL berdasarkan pendapatpendapat para ahli di atas. Pengertian SCL adalah suatu konsep pembelajaran yang mengajak siswa untuk aktif di dalam kelas. Aktivitas yang dilakukan oleh siswa dilaksanakan secara berkelompok dan siswa belajar berdasarkan dari pengalamannya sendiri. SCL juga dapat membantu siswa untuk berpikir kritis terhadap suatu permasalahan. a. Karakterisitik Konsep Student Centered Learning (SCL) Priyatmojo (2010:7) menjelaskan bahwa SCL memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa,

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 mengeksplorasi bidang ilmu yang diminati oleh siswa secara bertanggungjawab, dan membangun pengetahuan siswa melalui proses pembelajaran aktif, interaktif, kolaboratif, kooperatif, kontekstual dan mandiri. Selain itu, Priyatmojo (2010:7) juga menjelaskan karakteristik SCL menjadi 4 yang meliputi: (1) pembelajar dewasa yang aktif (mentally not physically), interaktif, mandiri, bertanggung jawab atas pembelajarannya, mampu belajar beyond the classroom, dan memiliki jiwa pembelajar sepanjang hayat; (2) adanya keleluasaan bagi siswa untuk mengembangkan segenap potensinya, mengeksplorasi dan mentransformasi ilmu pengetahuan; (3) pembelajaran yang bersifat kolaboratif, kooperatif dan kontekstual; (4) alih fungsi guru dari sumber utama ilmu pengetahuan menjadi fasilitator. Jadi, karakteristik SCL membiasakan siswa untuk terbiasa belajar secara aktif, mandiri, mampu bekerjasama dengan orang lain serta tidak selalu bergantung kepada guru. Karakteristik konsep SCL juga dijabarkan oleh Jacobsen (2009:228) menjadi 3 yaitu (1) siswa berada dalam pusat proses pembelajaran karena semua kegiatan dilakukan dan dialami oleh siswa sendiri; (2) guru memandu siswa dengan tujuan untuk menumbuhkan sikap tanggungjawab siswa terhadap pembelajaran yang mereka lakukan sendiri; serta (3) guru mengajar untuk pemahaman yang mendalam dengan cara pemberian penekanan pada konten dan proses yang menjadi bagian dalam pembelajaran. Pemahaman siswa juga melibatkan proses-proses yang banyak menuntut pemikiran, seperti menjelaskan, menemukan bukti, penilaian, memberikan contoh, generalisasi, dan menghubungkan bagian-bagian dengan keseluruhannya. Jadi, konsep SCL

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran yang bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan dari guru. b. Jenis Pembelajaran Berdasarkan Konsep Student Centered Learning (SCL) Konsep SCL merupakan salah satu pembelajaran inovatif. Konsep ini terdiri dari beberapa jenis pembelajaran inovatif. Pendekatan tersebut diantaranya adalah Problem Based Learning (PBL), Inkuiri, dan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Problem Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berguna untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu seperti meningkatkan keterampilan intelektual dan investigatif, memahami peran orang dewasa, dan membantu siswa untuk menjadi pelajar yang mandiri dalam menginvestigasi masalah yang dialami dalam kehidupan nyata (Sugiyanto, 2010:156). PBL dapat mendorong siswa untuk belajar mencari informasi ilmiah yang diperlukan dalam memecahkan masalah yang dihadapi, belajar mandiri, dan mengembangkan interaksi siswa di dalam kelas secara optimal (Priyatmojo, dkk, 2010:54). Hanafiah (2012:71) menjelaskan bahwa inkuiri merupakan pembelajaran yang prosesnya mengikuti metodologi sains yang meliputi mengamati, mengukur, mengklasifikasi, mengendalikan variabel, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menganalisis data, dan membuat laporan penelitian serta memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Riyanto (2009:161) menjelaskan bahwa pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 materi yang dipelajari siswa dengan keadaan sebenarnya yang dialami oleh siswa serta mendorong antara pengetahuan yang dimiliki oleh siswa dengan penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pemilihan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam penelitian ini dikarenakan ada beberapa kelebihan yang dimiliki pendekatan CTL. Kelebihan yang dimiliki pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) salah satunya adalah memiliki tujuh komponen utama yaitu, konstruktivisme, bertanya, inkuiri, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Inkuiri merupakan salah satu dari tujuh komponen utama pendekatan kontekstual. Konstruktivisme juga merupakan komponen pendekatan kontekstual yang menjelaskan bahwa adanya usaha untuk menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dengan pelajaran yang akan dipelajari. Pengetahuan yang telah dimiliki merupakan masalah nyata yang telah dihadapi oleh siswa dan hal tersebut merupakan salah satu bagian dalam PBL. Jadi, lingkup pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih luas karena mencakup inkuiri dan PBL. 5. Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) a. Pengertian Pendekatan Kontekstual Riyanto (2009:161) mengungkapkan bahwa CTL adalah pendekatan belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong antara pengetahuan yang dimiliki oleh siswa dengan penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 dan mengalami. Hasil pembelajaran yang diharapkan dengan konsep tersebut adalah kebermaknaan bagi siswa. Komalasari (2011:7) menjelaskan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan yang mengaitkan materi yang dipelajari dengan kehidupan siswa sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun warga negara. Tujuan dari pembelajaran tersebut adalah untuk menemukan makna dari materi pelajaran yang dipelajari siswa dengan kehidupan yang dialami siswa. Rusman (2011:187) menguatkan pendapat Komalasari bahwa CTL merupakan usaha yang digunakan oleh guru untuk mengaktifkan siswa dalam memompa kemampuan diri tanpa merugi dari segi manfaat, sebab siswa berusaha mempelajari konsep sekaligus menerapkan dan mengkaitkannya dengan dunia nyata. Peneliti dapat menyimpulkan pengertian CTL berdasarkan pendapat para ahli. Jadi, pengertian CTL adalah cara belajar yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan siswa dengan cara pengaitan materi ajar dengan dunia nyata agar pembelajaran lebih bermakna. b. Komponen Pendekatan CTL Riyanto (2009:171) mengemukakan pendapatnya tentang tujuh komponen utama pembelajaran efektif pada CTL, yaitu: konstruktivisme (Contructivisme), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat belajar (Learning Comunity), pemodelan (Modelling), refleksi (Reflection), dan penilaian otentik (Authentic Assessment).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 1) Konstruktivisme (Constructivism) Komponen yang pertama adalah konstruktivisme. Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan CTL bahwa pengetahuan dibangun manusia sedikit demi sedikit dan hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. Siswa harus dibiasakan untuk mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. 2) Menemukan (Inquiry) Komponen yang kedua adalah menemukan. Menemukan (Inquiry) merupakan proses menemukan yang termasuk kegiatan inti dari kegiatan pembelajaran berbasis CTL. Siklus inkuiri meliputi: (1) Observation (pengamatan); (2) Questioning (bertanya); (3) Hipotesis; (4) Data gathering (mengumpulkan data); dan (5) Conclusion (menyimpulkan). Pada tahap ini siswa diajak untuk melaksanakan sejauh mungkin dapat menemukan semua materi yang diajarkan. Langkah-langkah kegiatan inkuiri adalah: (1) merumuskan masalah, (2) mengamati atau melakukan observasi, (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar laporan, bagan, tabel, atau karya lainnya, dan (4) mengomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau orang lain. Asas menemukan dan berpikir sistematis dapat menumbuhkan sikap ilmiah dan rasional siswa. 3) Bertanya (Questioning) Komponen yang ketiga adalah bertanya. Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari bertanya. Bertanya dalam pembelajaran dipandang

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Kegiatan bertanya memiliki tujuh kegunaan untuk siswa diantaranya: (1) menggali informasi; (2) mengecek pemahaman siswa; (3) membangkitkan respon siswa; (4) mengetahui sejauhmana keingintahuan siswa; (5) memfokuskan perhatian siswa; (6) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa; (7) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. CTL mendorong siswa agar selalu memiliki sifat ingin tahu sehingga semakin banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari siswa. 4) Masyarakat Belajar (Learning Community) Komponen yang keempat adalah masyarakat belajar. Konsep masyarakat belajar menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari sharing antarteman, antarkelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Praktik masyarakat belajar dalam pembelajaran di kelas terwujud dalam: (1) pembentukan kelompok kecil; (2) pembentukan kelompok besar; (3) mendatangkan ahli ke kelas; (4) bekerja dengan kelas sederajat; (5) bekerja kelompok dengan kelas diatasnya; dan (6) bekerja dengan masyarakat. 5) Pemodelan (Modeling) Komponen yang kelima adalah pemodelan. Pemodelan merupakan proses belajar menggunakan suatu contoh yang dapat ditiru oleh siswa. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa. CTL membantu guru untuk berusaha membentuk pembelajaran dengan menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran yang membantu siswa dalam memahami suatu materi. Model yang

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 digunakan oleh guru dapat berupa ilustrasi, media, benda sebenarnya atau bahkan narasumber. 6) Refleksi (Reflection) Komponen yang keenam adalah refleksi. Refleksi merupakan cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengetahuan yang baru diterima. Biasanya refleksi dilakukan pada akhir pembelajaran dan realisasinya dapat berupa pernyataan langsung, catatan atau jurnal buku siswa, kesan dan saran siswa, diskusi maupun hasil karya. 7) Penilaian Otentik (Authentic Assessment) Komponen yang ketujuh adalah penilaian otentik (Authentic Assessment). Assessment merupakan proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Karakteristik authentic assessment meliputi: (1) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; dan (6) dapat digunakan sebagai feed back. CTL mengharapkan penilaian secara objektif, yaitu benar-benar menilai kemampuan yang dimiliki setiap siswa. 6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) a. Hakikat IPA Iskandar (2001:1) menjelaskan bahwa IPA merupakan penyelidikan terorganisir dalam pencarian pola atau keteraturan pada alam sekitar. IPA memberikan tawaran berupa cara-cara untuk dapat memahami dan mempelajari

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 kejadian-kejadian yang ada di alam dan agar dapat hidup di alam. Darmojo (dalam Samatowa, 2010:3) juga mengatakan bahwa IPA adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya. Webster (dalam Liem, 2007:15) mengungkapkan bahwa sains merupakan suatu cabang ilmu yang berkaitan dengan pengamatan dan pengelompokkan fakta-fakta yang mengutamakan pembentukan atau formulasi kuantitatif dari hukum-hukum umum yang dapat diverifikasi dengan menggunakan pendekatan induktif dan hipotesis. Trianto (2010:137) menjabarkan hakikat IPA menjadi 3 bagian yaitu (1) IPA sebagai produk yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori; (2) IPA sebagai keterampilan proses yang terdiri dari mengamati, mengukur, mengklasifikasi, mengendalikan variabel, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menganalisis data dan membuat laporan penelitian; dan (3) IPA sebagai dimensi sikap yaitu keyakinan, pendapat, nilai-nilai yang dipertahankan seseorang ketika mencari pengetahuan baru. b. Tujuan Pembelajaran IPA Kurikulum Sekolah Dasar tahun 2004 menjelaskan bahwa pembelajaran IPA memiliki tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan dalam memahami konsep pembelajaran IPA, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep secara akurat, efisien dan tepat, dalam memecahkan masalah, serta mampu menggunakan penalaran, melakukan manipulasi IPA dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan IPA.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Tujuan IPA juga diungkapkan oleh Iskandar (2007:17) yaitu: (1) IPA berguna bagi suatu bangsa karena kesejahteraan material suatu bangsa banyak tergantung pada kemampuan bangsa dalam bidang IPA dan IPA merupakan dasar teknologi; (2) IPA adalah mata pelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk berpikir kritis; dan (3) IPA adalah bagian dari kebudayaan bangsa karena kehidupan semakin lama akan semakin banyak dipengaruhi hasil-hasil IPA. Peneliti dapat menyimpulkan tujuan IPA berdasarkan pendapat di atas. Jadi, IPA berguna bagi siswa baik dalam konsep dan pengaplikasian kehidupan seharihari. IPA diperlukan oleh siswa Sekolah Dasar karena berperan dalam tercapainya tujuan pendidikan SD. IPA juga berguna bagi pengembangan bangsa terutama dalam bidang teknologi. Kesejahteraan bangsa secara tidak langsung dibantu dengan adanya IPA. Siswa juga dapat membiasakan berpikir kritis dengan bantuan IPA. 7. Siswa Sekolah Dasar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa “jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah jenis pendidikan formal untuk peserta didik usia 7 sampai 18 tahun dan merupakan persyaratan dasar bagi pendidikan yang lebih tinggi”. Jenjang pendidikan dasar yang pertama adalah sekolah dasar. Struktur kurikulum SD meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh selama enam tahun mulai dari kelas I sampai kelas VI (Standar Isi, 2006:11). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa “siswa

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu”. Susanto (2013:78) menjelaskan bahwa siswa usia sekolah dasar berada pada tahapan operasional konkret. Siswa pada tahapan ini mulai menunjukkan perilaku belajar berkembang. Perilaku berkembang tersebut ditandai 5 ciri yaitu: (1) anak mulai memandang dunia secara objektif; (2) anak mampu memahami peristiwaperistiwa konkret; (3) anak dapat menggunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda yang bervariasi beserta tingkatannya; (4) anak mampu membentuk dan menggunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan menggunakan hubungan sebab akibat; dan (5) anak mampu memahami konsep substansi, volume zat cair, panjang, pendek, lebar, luas, sempit, ringan, dan berat. Jadi, pengertian siswa sekolah dasar berdasarkan pernyataan di atas adalah anggota masyarakat berusia mulai dari 7 tahun dan berada pada tahapan operasional konkret yang berusaha untuk mengembangkan potensi diri melalui proses pendidikan mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI. B. Hasil Penelitian yang Relevan Peneliti memaparkan beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Salah satu penelitian yang relevan adalah penelitian oleh Marlina (2009) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA pada Pokok Bahasan Indra dengan Penggunaan Alat Peraga di SD Negeri 1 Dekso Kulon Progo Kelas IV Semester Ganjil Tahun Ajaran 2011/2012”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan minat yang implikasinya terhadap aktivitas siswa dan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 prestasi belajar siswa dalam pelajaran IPA dengan penggunaan alat peraga kelas IV SD Negeri 1 Dekso semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Dekso. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan minat dan prestasi belajar IPA dilakukan dengan cara menggunakan alat peraga. Tindakan dilakukan dengan menggunakan alat peraga berupa gambar dan puzzle. Hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan minat yang implikasinya terhadap aktivitas siswa. Pada observasi awal diperoleh data nilai siswa yang memenuhi KKM hanya 20% dari KKM 65. Pada siklus I target KKM 60% yang ditentukan belum tercapai karena hanya mencapai 42,11%. Sedangkan, pada siklus II pemenuhan KKM yang ditargetkan 65% sudah terlampaui karena mencapai 68,42%. Yesiana (2012) melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Matematika Materi Pecahan Menggunakan Pendekatan CTL pada Siswa Kelas IVA SD Kanisius Ganjuran Semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012”. Tujuan dari penelitian ini adalah unutk mengetahui penggunaan pendekatan CTL dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam materi pecahan pada siswa kelas IVA SD Kanisius Ganjuran semester 2 tahun pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan minat dan prestasi belajar dengan penggunaan pendekatan CTL. Data awal yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa rata-rata minat siswa adalah 7,85. Pada siklus I terjadi peningkatan rata-rata minat siswa yaitu 10,97 dan siklus II

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 meningkat lagi menjadi 13,95. Selain itu, nilai rata-rata siswa sebelum mendapat tindakan pendekatan CTL adalah 55,75 dengan persentase yang mencapai KKM yaitu 52,78%. Pada siklus I diperoleh hasil nilai rata-rata siswa menjadi 69,01 dengan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 80,95% dan pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat signifikan menjadi 77,04 dengan persentase 85,71%. Damayanti (2010) juga telah melakukan penelitian yang berjudul “Upaya Peningkatan Keterampilan Melakukan Operasi Perkalian dan Pembagian Pada Pecahan Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Bagi Siswa Kelas V SD Tarakanita Ngembesan Tahun Ajaran 2009/2010”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pendekatan CTL dapat meningkatkan keterampilan melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan pada siswa kelas V SD Tarakanita Ngembesan tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tindakan yang dilakukan oleh peneliti adalah (1) penguatan kembali konsep perkalian, (2) meningkatkan keterampilan perkalian, (3) penguatan kembali konsep pembagian, dan (4) meningkatkan keterampilan pembagian. Data dokumentasi awal yang diperoleh peneliti pada penguatan konsep perkalian menunjukkan bahwa 50% siswa memperoleh nilai di atas KKM dan setelah penelitian dilakukan hasilnya meningkat menjadi 85,71%. Kondisi awal pada peningkatan keterampilan perkalian menunjukkan bahwa 42,85% siswa memperoleh nilai di atas KKM dan ada peningkatan menjadi 92,85%. Pada penguatan konsep pembagian diperoleh data kondisi awal sebesar 50% siswa

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 memperoleh nilai di atas KKM dan meningkat sebesar 78,57%. Kondisi awal pada peningkatan keterampilan pembagian menunjukkan bahwa 42,85% siswa memperoleh nilai di atas KKM dan mengalami peningkatan sebesar 85,71%. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL dapat meningkatkan keterampilan dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian pada pecahan. Azizah (2012) juga melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pendekatan Kontekstual Materi Menjumlahkan dan Mengurangkan Berbagai Bentuk Pecahan pada Siswa Kelas VA SD N Adisucipto 1 Tahun Pelajaran 2011/2012”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas VA SD N Adisucipto 1 menggunakan pendekatan kontekstual materi menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Data rata-rata minat siswa yang diperoleh pada observasi awal adalah sebesar 7,71. Siklus I menunjukkan adanya peningkatan setelah mendapat tindakan dengan pendekatan CTL yaitu menjadi 11,5 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 14,38. Data dokumentasi untuk prestasi belajar siswa sebelum diberi tindakan pendekatan CTL adalah nilai rata-rata 58,3 dengan persentase 37,5 % siswa yang mencapai KKM. Peningkatan terjadi setelah diberi tindakan pada siklus I yaitu menjadi 72,57 dengan persentase 80% siswa yang mencapai KKM dan pada siklus II terjadi peningkatan signifikan menjadi 80,86 dengan persentase 85,71%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL dapat

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas VA SD N Adisucipto 1 pada materi menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan. Pemaparan hasil penelitian yang relevan di atas merupakan salah satu alasan peneliti dalam melakukan penelitian. Setiap karya yang telah dipaparkan memiliki relevansi dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Relevansi tersebut akan digambarkan pada gambar 2.2.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Gambar 2.2. Literature Map IPA Marlina (2009) “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA pada Pokok Bahasan Indra dengan Penggunaan Alat Peraga di SD Negeri 1 Dekso Kulon Progo Kelas IV Semester Ganjil Tahun Ajaran 2011/2012” Minat dan Prestasi Belajar Azizah (2012) “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pendekatan Kontekstual Materi Menjumlahkan dan Mengurangkan Berbagai Bentuk Pecahan pada Siswa Kelas VA SD N Adisucipto 1 Tahun Pelajaran 2011/2012” CTL Damayanti (2010) “Upaya Peningkatan Keterampilan Melakukan Operasi Perkalian dan Pembagian Pada Pecahan Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Bagi Siswa Kelas V SD Tarakanita Ngembesan Tahun Ajaran 2009/2010” Yesiana (2012) “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Matematika Materi Pecahan Menggunakan Pendekatan CTL pada Siswa Kelas IVA SD Kanisius Ganjuran Semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012” Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD N Selomulyo Menggunakan Konsep SCL Pendekatan CTL C. Kerangka Berpikir IPA adalah mata pelajaran yang tidak bisa jika hanya melalui hafalan saja. Belajar IPA akan lebih bermakna jika melakukan percobaan-percobaan, khususnya pada materi bahan penyusun benda dan sifatnya. Siswa akan lebih

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 mudah memahami materi tersebut apabila disediakan benda-benda nyata yang ada di sekitar. Pembelajaran IPA di kelas V SDN Selomulyo masih belum menggunakan percobaan-percobaan sehingga minat siswa dalam mengikuti pelajaran masih rendah. Minat siswa yang rendah dalam mengikuti pelajaran menyebabkan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Minat dan prestasi belajar siswa yang rendah dapat diatasi menggunakan pendekatan kontekstual atau CTL. Pendekatan kontekstual atau CTL adalah pendekatan belajar yang lebih menekankan pada kegiatan pembelajaran dengan cara mengaitkan materi pelajaran dengan dunia nyata yang dekat dengan siswa. Pendekatan kontekstual atau CTL memiliki tujuh komponen yang dapat memfasilitasi siswa dalam memproses pengetahuannya secara mandiri. Pengetahuan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari guru secara langsung, namun siswa harus membangun sendiri pengetahuannya sedikit demi sedikit melalui percobaan atau melakukan sendiri sampai memperoleh pemahaman. Siswa yang terbiasa memperoleh pembelajaran dengan pendekatan kontekstual atau CTL, terbiasa pula untuk melakukan aktivitas berpikir tingkat tinggi dan akan memperoleh kebermaknaan dalam pembelajaran. Pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual atau CTL mengajak siswa agar dapat melakukan aktivitas belajar melalui percobaan dan menemukan sendiri pemahaman mereka terhadap suatu. Masing-masing siswa juga dapat melakukan percobaan pada suatu materi, memecahkan suatu masalah, membuat kesimpulan, dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Jika, siswa melakukan sendiri aktivitas belajar dan menemukan pemahaman melalui aktivitas

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 yang dilakukannya maka dapat menjadi harapan bahwa minat dan prestasi belajar siswa akan meningkat. D. Hipotesis Tindakan Berdasarkan landasan teori, hasil penelitian relevan, dan kerangka berpikir diatas, hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan minat belajar IPA materi bahan penyusun benda dan sifatnya pada siswa kelas V SD N Selomulyo semester 1 tahun ajaran 2013/2014. Pembelajaran dilakukan dengan menerapkan tujuh komponen dalam pendekatan kontekstual melalui kegiatan yang meningkatkan minat siswa. Ketujuh komponen CTL tersebut adalah konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Penggunaan pendekatan kontekstual juga meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD N Selomulyo semester 1 tahun ajaran 2013/2014 melalui kegiatan yang membangun pengetahuan siswa secara aktif. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran aktif akan meningkatkan minat belajar siswa. Minat belajar siswa diukur menggunakan empat indikator minat yaitu rasa senang, perhatian, keterlibatan, dan inisiatif dalam mencari informasi. Siswa yang berminat dalam pembelajaran akan terdorong untuk banyak belajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab III membahas tentang jenis penelitian yang dilakukan, setting penelitian, rencana tindakan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas dan reliabilitas, indeks kesukaran, analisis data, indikator keberhasilan, serta jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Trianto (2011:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam istilah bahasa Inggris Classroom Action Research adalah penelitian yang dilakukan pada suatu kelas untuk mengetahui tindakan akibat dari tindakan yang diterapkan kepada subjek penelitian di kelas tersebut. PTK bertujuan untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di dalam kelas serta meningkatkan relevansi pendidikan dan sasaran akhirnya untuk meningkatkan mutu pendidikan (Taniredja, 2010:21). PTK juga memiliki tujuan untuk menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru. Susilo (2007:19) mengungkapkan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan melalui empat langkah utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Langkah tersebut sering juga disebut dengan siklus. Siklus diakhiri dengan evaluasi yang di tandai dengan perbaikan yang dilakukan di siklus selanjutnya. Penelitian tindakan kelas memiliki beberapa model. Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian tindakan kelas yang 40

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Skema penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Taggart dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis dan Taggart (Sumber: Arikunto,2006:93) 1. Perencanaan (planning) Perencanaan (planning) adalah tahap awal dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Tahap ini menjelaskan mengenai apa, di mana, mengapa, kapan, oleh siapa, dan bagaimana penelitian tindakan kelas diadakan. Tahap perencanaan ini mengharuskan guru untuk mengetahui masalah yang akan diteliti melalui identifikasi masalah, kemudian dari identifikasi masalah tersebut guru melakukan analisa masalah dan menyusun hipotesis tindakan. Tahap perencanaan juga perlu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penelitian seperti lembar kerja siswa, lembar penilaian, lembar evaluasi bagi kegiatan pembelajaran dan lain-lain. Penelitian kolaboratif biasanya digunakan dalam penelitian ini. Penelitian kolaboratif adalah penelitian dengan menggabungkan peneliti dan yang diteliti.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Pengamat bertugas sebagai peneliti, kemudian guru dan siswa adalah yang diteliti. Sanjaya (2006:59) menyatakan bahwa penelitian kolaboratif adalah penelitian yang paling mungkin dilakukan karena peneliti masih berstatus sebagai mahasiswa dan belum memiliki kelas sendiri. 2. Pelaksanaan (acting) Pelaksanaan adalah implementasi yang berasal dari perencanaan tindakan sudah dibuat. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan segala yang sudah dipersiapkan oleh peneliti dalam perencanaan. Guru dalam pelaksanaan penelitian membuat suasana yang sedemikian rupa agar terlihat alami namun peneliti juga masih bisa melakukan pengamatan. Kaitan antara perencanaan dan pelaksanaan harus diperhatikan dan dilaksanakan agar ada sinkronisasi dan kesesuaian. 3. Pengamatan (observating) Pengamatan adalah aktivitas melihat dan mengamati yang sudah direncanakan dan diterapkan dalam penelitian. Pengamatan memiliki tujuan mendapatkan data kuantitatif maupun kualitatif. Data dapat berupa tulisan maupun rekaman video hasil pembelajaran. Hal yang diamati adalah cara guru dalam melakukan tindakan yang sudah disusun pada perencanaan. 4. Refleksi (reflecting) Fungsi dari kegiatan refleksi pada penelitian tindakan kelas adalah sebagai bahan evaluasi. Pada refleksi penelitian, peneliti, guru dan kepala sekolah membahas hasil pengamatan pembelajaran bersama-sama. Refleksi berguna untuk mengetahui keberhasilan tindakan yang sudah dilakukan. Refleksi juga berguna sebagai masukan terhadap pelaksanaan penelitian.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 B. Setting Penelitian Setting penelitian meliputi subjek penelitian, objek penelitian, waktu penelitian, dan tempat penelitian. 1. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SDN Selomulyo kelas V tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 29 siswa. Kelas terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran IPA materi sifat dan bahan penyusun benda siswa kelas V SDN Selomulyo tahun ajaran 2013/2014. 3. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti selama 10 bulan mulai dari September 2013 sampai Juni 2014. Tahap pelaksanaan yang direncanakan terdapat dalam jadwal kegiatan penelitian. 4. Tempat Penelitian Peneliti melakukan penelitian di SD Negeri Selomulyo yang terletak di Sembung, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581. C. Rencana Tindakan Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus dilakukan 3 kali pertemuan dan setiap satu kali pertemuan memiliki alokasi waktu 2 x 35 menit (2 Jam Pelajaran). Kegiatan yang dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 adalah proses belajar mengajar serta percobaan. Kegiatan pertemuan ketiga adalah evaluasi belajar untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa pada pertemuan pertama dan kedua. 1. Persiapan Tahap awal penelitian ini adalah mengajukan permohonan ijin kepada kepala SD Negeri Selomulyo untuk mengadakan penelitian terhadap siswa kelas V. Peneliti selanjutnya melakukan observasi untuk mengetahui kondisi yang terjadi di dalam kelas. Observasi dilakukan untuk memperoleh data minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Peneliti juga melakukan wawancara dengan guru kelas mengenai kondisi siswa saat proses belajar mengajar di kelas, masalahmasalah yang dihadapi guru saat proses belajar mengajar dan solusi yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi masalah tersebut. Data yang diperoleh digunakan oleh peneliti untuk menganalisis masalah yang dihadapi siswa dan mulai menyusun rencana penelitian. Peneliti mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar dan materi pokok lalu menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Aktivitas Siswa (LAS), soal-soal evaluasi, rubrik penilaian, serta menyusun kuesioner minat belajar. Peneliti bertindak sebagai guru dalam melaksanakan pembelajaran yang telah disusun dalam penelitian. a. Rencana Tindakan setiap Siklus Langkah-langkah penelitian yang diambil setelah mendapatkan gambaran situasi kelas saat pembelajaran IPA melalui wawancara dan observasi secara langsung adalah sebagai berikut:

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 1) Siklus I a) Perencanaan Peneliti menyusun silabus, RPP, LAS dan soal evaluasi, mempersiapkan bahan ajar, media, masalah kontekstual dan membagi siswa dalam kelompok. Perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya divalidasi oleh 3 orang ahli yaitu dosen, kepala sekolah dan guru. Peneliti meminta siswa untuk mengisi kuesioner minat siswa pada pelajaran IPA sebelum memulai pelajaran pada siklus I. Siklus I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, setiap pertemuan memiliki alokasi waktu 2 jam pelajaran. Materi yang diajarkan pada siklus I yaitu tentang bahan dan sifatnya. Pembelajaran pada siklus I menggunakan pendekatan kontekstual atau CTL dengan melakukan percobaan kemudian dilanjutkan pemaparan hasil diskusi dalam kelompok. Peneliti berperan sebagai guru dalam penelitian siklus I. b) Pelaksanaan Tindakan Siklus I Siklus pertama dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 JP pada masing-masing pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan oleh peneliti dan didampingi oleh guru mitra. Uraian pelaksanaan tindakan siklus I secara umum adalah sebagai berikut:  Tanya jawab mengenai benda-benda di sekitar (meja, kursi, lemari, penggaris, buku, dan lain-lain) terbuat dari bahan apa (kayu, kertas, plastik dan lain-lain)? (Konstruktivisme)  Siswa membentuk kelompok dengan cara mengambil gambar yang sudah disiapkan guru, kemudian berkumpul dengan teman yang mendapatkan

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 gambar yang sama kemudian berdiskusi mengenai bahan penyusun dari benda tersebut. (Komunitas Belajar)  Siswa mencari benda-benda lain di sekitar sekolah dan mencari informasi tentang bahan penyusun dari benda-benda tersebut. (Bertanya)  Siswa mengidentifikasi sifat-sifat dari bahan penyusun suatu benda dengan melengkapi LAS. (Inkuiri)  Siswa memberikan contoh-contoh benda berdasarkan sifat bahan penyusunnya dalam kehidupan sehari-hari. (Pemodelan)  Siswa mengisi lembar refleksi yang telah dipersiapkan guru. (Refleksi) c) Observasi Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui minat siswa selama mengikuti pelajaran dengan lembar pengamatan yang telah disusun oleh peneliti. Observasi ini dilakukan oleh 3 mitra peneliti yang mengikuti proses pembelajaran dari awal hingga akhir. Ketiga observer mitra peneliti mendapatkan lembar pengamatan dan dilakukan briefing sebelum pelajaran dimulai. d) Refleksi Peneliti mengidentifikasi hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran siklus I. Kegiatan lain yang dilakukan oleh peneliti dalam refleksi yaitu mengolah data hasil evaluasi, observasi, dan kuesioner untuk dibandingkan dengan data awal sebelum pemberian tindakan. Peneliti tidak hanya mengidentifikasi hal-hal positif dalam penelitian namun juga hal-hal negatif yang terjadi selama penelitian. Hasil refleksi siklus I menyatakan bahwa target belum tercapai

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 sehingga perlu dilakukan siklus II. Siklus II dilakukan dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus sebelumnya agar target dapat tercapai. 2) Siklus II a) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan pada siklus II ini sama halnya seperti pada siklus I. Peneliti menyusun silabus, RPP, LAS dan soal evaluasi, mempersiapkan bahan ajar, media, masalah kontekstual dan membagi siswa dalam kelompok. Perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya divalidasi oleh 3 orang ahli yaitu dosen, kepala sekolah dan guru. Siklus II dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, setiap pertemuan memiliki alokasi waktu 2 jam pelajaran. Materi yang diajarkan pada siklus II yaitu perubahan sifat benda. Pembelajaran pada siklus II menggunakan pendekatan kontekstual atau CTL dengan melakukan percobaan kemudian dilanjutkan pemaparan hasil diskusi dalam kelompok. Peneliti berperan sebagai guru dalam penelitian ini sama seperti pada penelitian siklus I. b) Pelaksanaan Tindakan Siklus II Siklus II dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 JP pada masing-masing pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan oleh peneliti dan didampingi oleh guru mitra. Berikut uraian pelaksanaan tindakan siklus II secara umum:  Tanya jawab mengenai peristiwa-peristiwa yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, es yang mencair, lilin yang meleleh dan lain-lain. (Konstruktivisme)

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48  Siswa dibagi ke dalam kelompok (Komunitas Belajar)  Siswa mencari benda-benda lain di sekitar sekolah dan mencari informasi tentang bahan penyusun dari benda-benda tersebut. (Bertanya)  Siswa mengidentifikasi sifat-sifat dari bahan penyusun suatu benda dengan melengkapi LAS. (Inkuiri)  Siswa memberikan contoh-contoh benda berdasarkan sifat bahan penyusunnya dalam kehidupan sehari-hari. (Pemodelan)  Siswa mengisi lembar refleksi yang telah dipersiapkan guru. (Refleksi) c) Observasi Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui minat siswa selama mengikuti pelajaran dengan lembar pengamatan yang telah disusun oleh peneliti dan digunakan pada siklus I. Observasi yang dilakukan pada siklus II secara garis besar sama dengan observasi yang dilakukan pada siklus I. d) Refleksi Peneliti mengidentifikasi hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran siklus II. Refleksi yang dilakukan pada siklus II dilakukan dengan mengolah data hasil evaluasi, observasi, dan angket untuk dibandingkan dengan data awal dan hasil capaian siklus I. Hasil refleksi siklus II digunakan sebagai hasil akhir penelitian yang dilakukan. D. Indikator Keberhasilan dan Pengukuran Kesuksesan dan keberhasilan penelitian ini dilihat dari ketercapaian target setiap indikator yang telah ditentukan. Indikator keberhasilan siklus I ditentukan sebelum penelitian dengan pertimbangan data kondisi awal dan informasi dari

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 guru kelas V SDN Selomulyo karena guru lebih mengetahui keadaan siswa dan karakteristik siswa. Tabel 3.1 menjelaskan indikator dan pengukuran penelitian mulai dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Tabel 3.1 Indikator dan Pengukuran No Variabel dan Indikator 1 Persentase siswa yang berminat 2 Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat 1 Siswa yang mencapai KKM 2 Nilai rata-rata kelas Kondisi Awal Target Siklus Siklus 1 2 MINAT Deskriptor Rata-rata persentase siswa 30,17% 45% 45% yang berminat dari setiap indikator minat Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal 44,82% 55% 55% cukup berminat : jumlah seluruh siswa x 100% PRESTASI BELAJAR Jumlah siswa yang mencapai 55 % 65% 65% KKM : jumlah seluruh siswa x 100 % Jumlah nilai seluruh siswa : 73,00 75 75 jumlah siswa Instrumen Penelitian Lembar Observasi Lembar Kuesioner Tes Evaluasi Tabel 3.1 menjelaskan bahwa minat siswa berdasarkan hasil kuesioner dan observasi yang dilakukan masih tergolong rendah. Rendahnya minat siswa ditunjukkan oleh persentase siswa yang berminat berdasarkan hasil observasi yaitu sebanyak 30,17% dan jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat dari hasil kuesioner yaitu 44,82%. Prestasi belajar IPA siswa juga

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 masih tergolong rendah ditunjukkan dari jumlah siswa yang mencapai KKM terdapat 55% dengan nilai rata-rata kelas 73,00. Target yang ditentukan oleh peneliti digunakan sebagai indikator keberhasilan dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA. Peneliti menentukan target melalui diskusi bersama guru kelas yang sudah mengetahui karakteristik siswa. Target dalam peningkatan minat pada siklus I merupakan persentase siswa yang berminat sebesar 45% dengan jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat sebesar 55%. Prestasi belajar siswa pada siklus I memiliki target yang digunakan sebagai indikator keberhasilan yaitu jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 65% dengan nilai rata-rata kelas 75. Target siklus I yang telah ditentukan pada kenyataannya masih belum dapat tercapai sepenuhnya. Target yang masih belum tercapai pada siklus I yaitu prestasi belajar siswa (lihat selengkapnya pada Bab IV). Peneliti kemudian melanjutkan penelitian ke siklus II dan menyusun target untuk siklus II. E. Teknik Pengumpulan Data Peneliti mengumpulkan data melalui kuesioner, kegiatan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Bagian ini akan menjelaskan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti. 1. Pengamatan atau observasi Pengamatan merupakan cara untuk mengumpulkan data di lapangan secara langsung. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan langsung oleh observer karena peneliti bertindak sebagai guru dalam penelitian ini. Keberadaan observer yang sudah mengetahui dasar dalam penelitian ini

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 diharapkan dapat membantu perekaman atau pencatatan selama kegiatan belajar mengajar di kelas. Mills dalam Kunandar (2008:143) berpendapat bahwa pengamatan atau observasi adalah pengambilan data untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. 2. Wawancara Hopkins (dalam Kunandar, 2008:157) mengemukakan pendapatnya bahwa wawancara adalah suatu cara untuk mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut pandang yang lain. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara terstruktur digunakan peneliti untuk melakukan wawancara dengan guru kelas. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas untuk mengetahui kondisi atau keadaan kelas pada saat pembelajaran IPA. Selain itu, dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai minat dan prestasi belajar siswa serta usaha-usaha yang dilakukan guru dalam memecahkan masalah yang dihadapi di kelas. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada guru, sebelumnya sudah dibuat panduan pertanyaan yang disusun oleh peneliti. Wawancara tidak terstruktur digunakan oleh peneliti untuk melakukan wawancara dengan siswa. Peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur agar peneliti dapat lebih dekat dengan siswa dalam kondisi yang santai sehingga siswa tidak merasa takut. Suasana santai diciptakan oleh peneliti agar siswa dapat banyak memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Informasi yang dibutuhkan dari siswa yaitu tentang minat siswa pada pelajaran

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 IPA, pendapat siswa tentang pelajaran IPA, sikap siswa saat pelajaran IPA, dan cara yang digunakan guru dalam mengajar IPA di kelas. 3. Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis oleh responden atau siswa. Kuesioner berfungsi untuk menghimpun data yang sifatnya informatif berupa pendapat, ungkapan, pikiran, perasaan dan lainlain (Kunandar, 2008:183). Kuesioner yang diberikan pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui minat siswa serta diberikan kepada siswa sebelum dilakukan tindakan penelitian dan pada akhir setelah dilaksanakan penelitian pada setiap siklus. 4. Dokumentasi Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA. Hasil dokumentasi yang diperoleh peneliti adalah nilai tes kendali mutu IPA. Peneliti memperoleh data nilai tes kendali mutu pelajaran IPA pada tahun ajaran 2011/2012 dan 2012/2013. Data yang diperoleh oleh peneliti tersebut dijadikan sebagai data awal prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA. Prestasi belajar pada penelitian ini selain menggunakan teknik dokumentasi tes juga menggunakan teknik dokumentasi non tes. Sudijono (2012:76) mengemukakan pendapatnya bahwa teknik non tes yang dilakukan adalah untuk memperoleh informasi dari peserta didik tanpa melakukan pengujian, melainkan dengan menggunakan pengamatan, wawancara, penyebaran kuesioner atau memeriksa dokumen. Instrumen non tes yang digunakan dalam

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 penelitian ini menggunakan rubrik penilaian afektif dan rubrik penilaian psikomotorik. F. Instrumen Pengumpulan Data Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu minat dan prestasi belajar. Pengamatan minat dilaksanakan pada saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan minat pada setiap siklus pembelajaran. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui minat siswa adalah dengan instrumen non tes. Instrumen tes digunakan untuk pengukuran prestasi belajar yang dilakukan pada akhir setiap siklus dengan menggunakan tes atau evaluasi. Tabel 3.2 menjelaskan instrumen pengumpulan data yang digunakan. Tabel 3.2 Instrumen Pengumpulan Data No Variabel 1. 2. Minat Prestasi belajar Indikator - Rasa senang terhadap pembelajaran IPA - Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA - Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA - Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA - Siswa yang lulus KKM - Rata-rata nilai kelas Jenis Teknik penilaian pengumpulan data Instrumen Non Tes Kuesioner, observasi, dan wawancara. Lembar kuesioner, lembar pengamat an minat, dan panduan wawancara. Tes dan non tes Dokumentasi dan observasi Tes objektif (soal evaluasi). Instrumen pengumpulan data pada tabel 3.2 menjelaskan bahwa terdapat dua variabel yang digunakan oleh peneliti yaitu minat dan prestasi belajar. Data

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 tentang minat siswa dapat diperoleh dengan jenis penilaian non tes yang menggunakan instrumen lembar kuesioner, lembar pengamatan minat, dan panduan wawancara. Data tentang prestasi belajar siswa diperoleh dengan jenis penilaian tes dan non tes. Jenis penilaian tes diperoleh dengan menggunakan instrumen tes objektif (soal evaluasi), sedangkan non tes diperoleh dari penilaian hasil observasi dengan menggunakan rubrik penilaian psikomotorik dan rubrik penilaian afektif. 1. Rubrik Pengamatan Pengamatan dilakukan oleh observer. Rubrik pengamatan digunakan sebagai pegangan atau panduan bagi observer untuk membantu observer dalam melakukan pengamatan. Rubrik pengamatan berisi penjabaran dari empat indikator minat. mendeskripsikan Observer hasil mengisi lembar pengamatan pengamatan masing-masing dengan indikator cara dan mempresentasekan jumlah siswa yang melakukan aktivitas sesuai pernyataan pada setiap indikator. Rubrik pengamatan disusun oleh peneliti berdasarkan kuesioner minat siswa. Rubrik pengamatan minat siswa saat mengikuti pembelajaran IPA dapat dilihat pada tabel 3.3. Tabel 3.3 Lembar Pedoman Observasi Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses Pernyataan Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Siswa menunjukkan sikap tersenyum, bersemangat saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Jumlah Siswa Persentase

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Indikator pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pernyataan Jumlah Siswa Persentase Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Sikap siswa pada saat guru menerangkan Siswa menanggapi pertanyaan dari guru Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Rubrik pengamatan minat saat pembelajaran IPA pada tabel 3.3 menjelaskan bahwa terdapat 13 pernyataan yang harus diisi oleh observer. Pernyataan-pernyataan pada rubrik pengamatan disusun berdasarkan 4 indikator minat. Lembar pedoman observasi ini diisi oleh observer saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Observer diminta untuk menghitung jumlah siswa yang melakukan atau melaksanakan aktivitas pada setiap pernyataan pada rubrik pengamatan. 2. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara untuk guru disusun oleh peneliti sebelum melakukan kegiatan wawancara untuk mempermudah dalam pelaksanaan wawancara. Kegiatan wawancara dilakukan kepada guru sebelum melakukan penelitian. Pedoman wawancara yang disusun oleh peneliti dapat dilihat pada tabel 3.4.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 3.4 Pedoman Wawancara Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperha-tikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Pertanyaan Apakah pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria? Sikap ceria siswa tercermin dalam bentuk seperti apa? Apakah siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran? Apakah siswa menyimak penjelasan guru? Apakah siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru? Bagaimana sikap siswa pada saat guru menerangkan? Bagaimana tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan? Apakah siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas? Apakah siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok? Apakah siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain? Apakah siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi? Apakah siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi? Apakah siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran? Pedoman wawancara pada tabel 3.4 menjelaskan bahwa terdapat 13 pertanyaan disusun berdasarkan empat indikator minat. Indikator pertama dijabarkan menjadi dua pertanyaan. Indikator kedua dijabarkan menjadi tiga pertanyaan. Indikator ketiga dan keempat dijabarkan menjadi empat pertanyaan. Pertanyaan tersebut disampaikan oleh peneliti dan jawaban guru dituliskan oleh peneliti atau dapat juga dengan merekam jawaban guru. 3. Kuesioner Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2011:192). Kuesioner digunakan oleh peneliti untuk mengetahui minat siswa. Kuesioner disusun berdasarkan indikator-indikator yang telah ditentukan oleh peneliti. Siswa mengisikan kuesioner sebelum peneliti

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 melakukan penelitian, selama pembelajaran siklus I dan siklus II. Kisi-kisi kuesioner yang dibagikan untuk siswa dapat dilihat pada tabel 3.5. Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Sebelum Validasi No 1. 2. 3. 4. Indikator Pernyataan Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai Saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA Saya menyukai pelajaran IPA Saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran Saya menyimak penjelasan guru Saya tidak melamun saat pelajaran IPA Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA Saya melihat guru ketika guru sedang menjelaskan Saya menjawab pertanyaan guru Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok Saya memberikan pendapat saat diskusi kelompok Saya bekerja sama dengan kelompok Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA Saya menanggapi penjelasan guru Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari 25 item pernyataan Siswa memperhati kan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Tabel 3.5 menjelaskan tentang kisi-kisi kuesioner minat siswa. Kuesioner minat siswa terdiri dari 4 indikator yang masing-masing indikator dijabarkan menjadi beberapa pernyataan. Indikator pertama yaitu siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA dijabarkan menjadi 7 pernyataan dalam kuesioner yang

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 terdapat pada nomor 1-7. Indikator kedua yaitu siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA dijabarkan menjadi 6 pernyataan mulai dari nomor 8-13 pada kuesioner. Indikator 3 yaitu siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA dijabarkan menjadi 6 pernyataan mulai dari nomor 14-19 pada kuesioner. Indikator 4 yaitu siswa berinisiatif mencari informasi baru dijabarkan menjadi 6 pernyataan pada kuesioner yang terdapat pada nomor 20-25. Kuesioner tersebut akan dibagikan kepada siswa dan siswa diminta untuk memberikan tanda cheklist pada salah satu kolom yang telah disediakan. Kolom yang disediakan adalah kolom “sangat setuju”, “setuju”, “ragu-ragu”, “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. 4. Dokumentasi Peneliti menggunakan dokumentasi dengan 2 instrumen yaitu tes dan non tes. Tes adalah prosedur sistematik. Penyusunan item-item dalam tes disusun menurut cara dan aturan tertentu (Azwar, 2012:3). Frederick (dalam Azwar, 2012:3) mengemukakan pendapatnya bahwa tes merupakan prosedur sistematik yang digunakan untuk mengukur sampel perilaku seseorang. Kunandar (2008:187) menyatakan bahwa tes merupakan beberapa pertanyaan yang disampaikan pada seseorang untuk mengetahui keadaan atau tingkat perkembangan beberapa aspek psikologis. Aspek psikologis yang dimaksud dapat berupa prestasi belajar, minat, bakat, sikap, dan lain-lain. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi. Tes prestasi adalah tes yang digunakan untuk mengungkap kemampuan aktual sebagai hasil belajar (Sukardi, 2003:155). Penelitian ini menggunakan tes objektif yang berupa

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 tes pilihan ganda yang akan diberikan kepada siswa pada akhir siklus. Tes objektif adalah suatu tes yang disusun dengan sistem setiap pertanyaan tes disediakan alternatif jawaban yang dapat dipilih (Margono, 2007:170). Soal evaluasi diberikan kepada siswa pada akhir siklus I dan siklus II. Kisi-kisi soal evaluasi disusun sebelum menyusun soal evaluasi pada setiap siklus. Kisi-kisi soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel 3.6. Tabel 3.6 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas :V Jumlah Soal : 30 Semester :I Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Standar Kompetensi: 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. Indikator No.Soal Menyebutkan 3 bahan penyusun suatu benda 14, 27, 30 Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan strukturnya 4, 13, 28 Menyebutkan 3 jenis kertas 5, 12, 15 Menyebutkan 3 jenis kain 6, 25, 29 Menyebutkan 3 jenis benang 7, 24, 26 Mengidentifikasi sifat jenis-jenis kertas 8, 16, 23 Mengidentifikasi sifat jenis-jenis kain 9, 17, 19 Mengidentifikasi sifat jenis-jenis benang 2, 18, 20 Membandingkan kekuatan beberapa bahan penyusun suatu benda 1, 11, 22 Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda 3, 10, 21 Jumlah Soal 30 Kisi-kisi soal evaluasi siklus I pada tabel 3.6 menjelaskan bahwa jumlah soal yang disusun oleh peneliti terdapat 30 soal. Soal disusun berdasarkan 10 indikator yang penyebaran soalnya dapat terlihat jelas dalam tabel. Soal tersebut

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 kemudian diujikan kepada 30 siswa yang bukan merupakan subjek penelitian. Peneliti juga membuat kisi-kisi soal untuk siklus II dikarenakan target yang ditentukan untuk prestasi belajar siswa pada siklus I belum tercapai. Kisi-kisi soal evaluasi siklus II sebelum dilakukan validasi dapat dilihat pada tabel 3.7. Tabel 3.7 Kisi- Kisi Soal Evaluasi Siklus II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas :V Jumlah Soal : 30 Semester :I Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Standar Kompetensi: 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. Indikator No.Soal Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pemanasan 7,14,20,25 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembakaran 1,11,17,28,30 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan 6,13,19,23 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan 3,9,15,26 air Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan 5,10,16,22 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan 2,12,21,24 Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara 4,8,18,27,29 Jumlah Soal 30 Kisi-kisi soal evaluasi siklus II pada tabel 3.7 menjelaskan bahwa jumlah soal yang disusun oleh peneliti terdapat 30 soal. Soal disusun berdasarkan 7 indikator yang penyebaran soalnya dapat terlihat jelas dalam tabel 3.7. Soal tersebut kemudian diujikan kepada 30 siswa yang bukan merupakan subjek penelitian.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Instrumen non tes yang digunakan oleh peneliti berupa rubrik penilaian. Rubrik penilaian yang digunakan adalah rubrik penilaian psikomotorik dan rubrik penilaian afektif. Penilaian psikomotorik dilakukan oleh observer atau guru pada setiap pertemuan. Observer melakukan penilaian dengan mengisi pada tabel yang telah disediakan. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator dan tujuan pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti. Rubrik yang digunakan pada siklus I dapat dilihat pada tabel 3.8. Tabel 3.8 Rubrik Penilaian Psikomotorik Siklus I Indikator : Melakukan percobaan dengan tepat Skor Nama No Keruntutan Kelengkapan Siswa 1 2 3 1 2 3 Pedoman Skoring : Aspek Skor 3 Keruntutan jika mengikuti 6 langkah kerja secara urut. Kelengkapan Jika menyediakan 7 bahan. Skor 2 jika mengikuti 6 langkah kerja tidak urut. Jika menyediakan 6 bahan. Total Nilai Skor 1 jika tidak mengikuti 6 langkah kerja dan tidak urut. Jika menyediakan <6 bahan. Siklus I terdiri dari 3 pertemuan yang setiap pertemuan memiliki indikator dalam aspek psikomotorik yang sama. Indikator dalam rubrik penilaian psikomotorik siklus I pada tabel 3.8 yaitu melakukan percobaan dengan tepat. Skor yang diisikan pada tabel berdasarkan pedoman skoring yang telah disusun oleh peneliti. Pedoman skoring memuat keruntutan dan kelengkapan dalam

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 melakukan percobaan. Skor maksimal yang diperoleh yaitu 6. Rubrik Psikomotorik untuk siklus II dapat dilihat pada tabel 3.9. Tabel 3.9 Rubrik Penilaian Psikomotorik Siklus II Indikator: Mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda. Skor Skor total Nilai No Nama Siswa Kejelasan Suara Pembagian Tugas 0 1 2 3 4 0 1 2 3 4 Pedoman Skoring: Aspek Deskriptor Kejelasan 4 = Jika siswa mampu menyampaikan presentasi dengan Suara intonasi, volume suara keras, ucapan yang jelas dan dapat dipahami oleh teman lain 3 = Jika salah satu aspek tidak terpenuhi 2 = Jika dua aspek tidak terpenuhi 1 = Jika tiga aspek tidak terpenuhi 0 = Jika Semua Aspek tidak terpenuhi Pembagian 4 = Jika semua anggota mendapatkan bagian kerja yang sama Tugas 3 = Jika satu siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi. 2 = Jika dua siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi. 1 = Jika tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi. 0 = Jika lebih dari tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi. Siklus II terdiri dari 3 pertemuan yang setiap pertemuan memiliki indikator dalam aspek psikomotorik yang sama. Indikator dalam rubrik penilaian psikomotorik siklus II pada tabel 3.9 yaitu mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda. Skor yang diisikan pada tabel berdasarkan pedoman skoring yang telah disusun oleh peneliti. Pedoman skoring memuat kejelasan suara dalam presentasi dan pembagian tugas dalam kelompok. Skor maksimal yang diperoleh yaitu 8.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Nilai yang diperoleh siswa tidak hanya dari nilai kognitif dan psikomotorik melainkan juga nilai pada aspek afektif. Nilai dalam aspek afektif diperoleh dari rata-rata hasil kuesioner setiap siswa dan rubrik penilaian. Rubrik penilaian afektif yang digunakan pada siklus I dapat dilihat pada tabel 3.10. Tabel 3.10 Rubrik Penilaian Afektif Siklus I Indikator : Bekerjasama dengan teman kelompok Skor No Nama Siswa Kekompakan Partisipasi 1 2 3 1 2 Pedoman Skoring: Aspek Skor 3 Kekompakan jika dapat menyelesaikan tugas bersama semua anggota kelompok Partisipasi jika ikut dalam mengerjakan tugas kelompok Skor 2 jika dapat menyelesaikan tugas bersama sebagian anggota kelompok jika kadangkadang ikut dalam mengerjakan tugas kelompok 3 Skor total Nilai Skor 1 jika dapat menyelesaikan tugas tapi tanpa bantuan anggota lain dalam kelompok jika tidak ikut dalam mengerjakan tugas kelompok Tabel 3.10 menjelaskan bahwa indikator afektif pada siklus I yaitu bekerjasama dengan anggota kelompok. Aspek yang dinilai yaitu kekompakan kelompok dan partisipasi siswa dalam kelompok. Skor maksimal yang dapat diperoleh siswa yaitu 6. Penilaian afektif juga dilakukan pada siklus II dan rubrik yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.11.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 3.11 Rubrik Penilaian Afektif Siklus II Indikator : Menghargai pendapat teman No Nama Siswa Pedoman Skoring Skor 3 Jika siswa memperhatikan teman yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan memberikan tanggapan 1 Skor 2 3 Skor 2 Jika siswa memperhatikan teman yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas Skor Total Nilai Skor 1 Jika siswa tidak memperhatikan teman yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan melakukan aktivitas lain (ngobrol, bermain) Tabel 3.11 menjelaskan bahwa indikator afektif yang digunakan pada siklus II yaitu menghargai pendapat teman. Aspek yang dinilai yaitu sikap siswa dalam menghargai teman yang sedang mempresentasikan hasil diskusi. Skor yang diberikan yaitu 1, 2, atau 3 berdasarkan pedoman. G. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas Mardapi (dalam Rasyid & Mansur, 2009:133) mengemukakan bahwa validitas diartikan sebagai ukuran seberapa cermat tes melakukan fungsinya sehingga memberikan hasil ukur sesuai dengan yang hendak diukur. Sifat valid memberikan pengertian bahwa alat ukur yang digunakan mampu memberikan nilai yang sesungguhnya dari apa yang dikehendaki. Pengujian validitas tes rasional diperoleh dari hasil pemikiran secara logis. Penelitian ini menggunakan validitas isi (content validity), validitas tampilan (face validity), dan validitas konstruk (construct validity).

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Validitas isi (content validity) berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen dalam mengukur isi yang harus diukur. Validitas tampilan (face validity) merupakan validitas yang melihat instrumen dari segi penampilan dan bentuk instrumen. Penampilan dan bentuk instrumen tersebut nampak pada format instrumen penelitian dan bahasa yang digunakan pada instrumen penelitian. Validitas konstruk (construct validity) merupakan asumsi yang menunjuk kepada pemakaian alat ukur yang mengandung satu definisi operasional yang tepat dari suatu konsep teoritis (Margono, 2007:187). Validitas yang digunakan untuk kuesioner minat yaitu dengan menggunakan face validity dan construct validity. Face validity dilakukan oleh 2 orang siswa yang bukan merupakan subjek penelitian. Hasil face validity menunjukkan bahwa siswa sudah memahami setiap pernyataan yang terdapat pada kuesioner. Hal ini dibuktikan dari jawaban siswa yang mengatakan bahwa, “aku wis mudeng kok, mbak.” (komunikasi pribadi, 2 November 2013) Construct validity dilakukan di SDN Nogotirto dengan jumlah siswa 30 orang. Peneliti menyusun 25 pernyataan pada kuesioner minat yang merupakan penjabaran dari 4 indikator. Peneliti menggunakan SPSS 16 untuk menghitung hasil kuesioner. Nilai r tabel product moment dari Pearson dalam Arikunto (2006:359) dengan taraf signifikan 5% untuk n=30 adalah 0,361. Pernyataan dalam kuesioner dikatakan valid jika r hitung > r tabel dan dikatakan tidak valid jika r hitung < r tabel. Hasil uji validitas empiris kuesioner minat dapat dilihat pada tabel 3.12 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel 3.12 Hasil Validitas Konstruk Kuesioner Minat No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 r hitung 0,485** 0,651** 0,406* 0,515** 0,378* 0,522** 0,430* 0,523** 0,527** 0,545** 0,746** 0,637** 0,323 0,686** 0,514** 0,277 0,536** 0,368* 0,421* 0,486** 0,508** 0,619** 0,559** 0,383* 0,585** r tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 3.12 menunjukkan bahwa dari 25 item yang terdapat pada kuesioner, ada 2 item yang tidak valid yaitu item nomor 13 dan 16. Jumlah item yang valid pada kuesioner minat sebanyak 23 item. Peneliti menggunakan 23 item yang valid tersebut untuk mengukur minat siswa selama penelitian. Kisi-kisi kuesioner setelah validitas dapat dilihat pada tabel 3.13.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel 3.13 Kisi-Kisi Kuesioner Minat setelah Validasi No 1. 2. 3. 4. Indikator Pernyataan Valid 1. Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai 2. Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria 3. Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai 4. Saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA 5. Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA 6. Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA 7. Saya menyukai pelajaran IPA Siswa 8. Saya memperhatikan seluruh proses memperhatikan pembelajaran saat proses 9. Saya menyimak penjelasan guru pembelajaran 10. Saya tidak melamun saat pelajaran IPA IPA 11. Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA 12. Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA Siswa terlibat 14. Saya menjawab pertanyaan guru dalam proses 15. Saya ikut melakukan percobaan dalam pembelajaran kelompok IPA 17. Saya bekerja sama dengan kelompok 18. Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA 19. Saya menanggapi penjelasan guru Siswa 20. Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain berinisiatif 21. Saya membaca atau mencari materi dari mencari sumber lain informasi baru 22. Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan 23. Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi 24. Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran 25. Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari Jumlah 23 item Pernyataan Tidak Valid Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA 13. Saya melihat guru ketika guru sedang menjelaskan 16. Saya memberikan pendapat saat diskusi kelompok 2 item Tabel 3.13 menjelaskan bahwa dari 25 pernyataan yang merupakan penjabaran dari 4 indikator minat siswa terdapat 23 pernyataan yang valid dan 2

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 pernyataan tidak valid. Pernyataan yang tidak valid adalah nomor 13 yang merupakan penjabaran dari indikator kedua dan nomor 16 yang merupakan penjabaran dari indikator ketiga. Pernyataan valid yang berjumlah 23 item tersebut digunakan oleh peneliti untuk melakukan penelitian. Uji validitas juga dilakukan terhadap silabus siklus I dan siklus II yang meliputi validitas isi dan validitas tampilan. Validitas isi dilakukan oleh 3 validator yaitu dosen, kepala sekolah, dan guru kelas. Peneliti menyediakan tabel penilaian dengan menggunakan Skala Likert 1, 2, 4 dan 5 serta komentar. Skor 1 menunjukkan pada kriteria “sangat buruk”, skor 2 berarti “buruk”, skor 4 berarti “baik” dan skor 5 berarti “sangat baik”. Skor 3 sengaja tidak digunakan oleh peneliti karena skor tersebut merupakan nilai tengah antara 1 sampai 5 yang termasuk skor sulit untuk dikategorikan ke dalam nilai rendah atau tinggi. Penilaian yang diberikan oleh ketiga validator kemudian dihitung nilai rataratanya. Instrumen akan diperbaiki jika nilai rata-rata pada salah satu pernyataan menunjukkan angka 3,00 atau kurang dari 3,00. Perbaikan dilakukan sesuai dengan kritik dan saran dari para validator. Perubahan tidak akan dilakukan jika nilai rata-rata lebih dari 3,00 tetapi peneliti tetap mempertimbangkan komentar dari para validator. Penilaian dalam silabus terdiri dari 7 komponen. Komponen penilaian silabus tersebut antara lain: 1) kelengkapan komponen silabus; 2) kesesuaian antara SK, KD dan Indikator; 3) kesistematisan langkah-langkah pembelajaran; 4) kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran; 5) kelengkapan sumber belajar yang digunakan; 6) kesesuaian teknik penilaian

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 dengan indikator; dan 7) penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Silabus yang diuji validitas adalah silabus siklus I dan siklus II. Hasil uji validitas isi silabus siklus I dapat dilihat pada tabel 3.14 dan contoh hasil validitas isi dapat dilihat pada lampiran 7. Tabel 3.14 Hasil Validitas Isi Silabus Siklus I No 1. 2. 3. 4. Komponen Penilaian Kelengkapan komponen silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator Kesistematisan langkah-langkah pembelajaran Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran 5. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 6. Kesesuaian teknik penilaian dengan indikator 7. Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Rata-rata Skor Validator 1 2 3 5 4 5 5 5 4 2 5 4 RataRata 4,67 4,67 3,67 5 5 4 4,67 5 2 5 5 4 4 4,67 3,67 2 5 4 3,67 3,71 4,85 4,14 4,24 Tabel 3.14 menunjukkan bahwa validator 1 memberikan nilai paling rendah 2 pada 3 komponen. Komponen yang mendapat skor 2 tersebut yaitu nomor 3,6 dan 7. Nilai paling tinggi (5) diberikan pada 4 komponen yaitu nomor 1, 2, 4, dan 5. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 1 yaitu 3,71. Validator 2 memberikan nilai paling rendah 4 pada 1 komponen yaitu nomor 1 dan komponen yang lain mendapatkan skor paling tinggi (5). Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 2 yaitu 4,85. Validator 3 memberikan nilai paling tinggi (5) pada satu komponen yaitu nomor 1 dan enam komponen lain mendapat skor 4. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 3 yaitu 4,14. Rata-rata skor yang diperoleh dari ketiga validator adalah 4,24 yang menunjukkan bahwa silabus yang disusun sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Perbaikan dilakukan pada

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 komponen yang mendapatkan skor 2 yaitu pada kesistematisan langkah-langkah pembelajaran, kesesuaian teknik penilaian dengan indikator dan penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Silabus siklus II juga mendapat perlakuan seperti silabus siklus I. Silabus siklus II juga divalidasi oleh 3 validator. Hasil validasi silabus siklus II dapat dilihat pada tabel 3.15 dan contoh hasil validitas isi dapat dilihat pada lampiran 7. Tabel 3.15 Hasil Validitas Isi Silabus Siklus II No 1. 2. 3. 4. Komponen Penilaian Kelengkapan komponen silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator Kesistematisan langkah-langkah pembelajaran Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran 5. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 6. Kesesuaian teknik penilaian dengan indikator 7. Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Rata-rata Skor Validator 1 2 3 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 4,71 5 4 5 4 5 2 5 4 5 4,00 RataRata 5 4,67 4,67 4,67 4,67 3,67 4,67 4,57 Tabel 3.15 menunjukkan bahwa validator 1 memberikan nilai paling rendah 4 pada 2 komponen. Komponen yang mendapat skor 4 tersebut yaitu nomor 3 dan 6. Nilai paling tinggi (5) diberikan pada 5 komponen yaitu nomor 1, 2, 4, 5, dan 7. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 1 yaitu 4,71. Validator 2 memberikan nilai paling tinggi (5) pada seluruh komponen penilaian. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 2 yaitu 5. Validator 3 memberikan nilai paling rendah 2 pada satu komponen yaitu nomor 6, nilai 4 diberikan pada 4 komponen yaitu nomor 2, 4, 5, dan 7, sedangkan nilai paling tinggi (5) diberikan pada dua komponen yaitu nomor 1 dan 3. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 3 yaitu 4,00. Rata-rata skor yang diperoleh dari ketiga validator adalah 4,57 yang

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 menunjukkan bahwa silabus yang disusun sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Peneliti perlu memperbaiki komponen yang mendapatkan skor 2 yaitu kesesuaian teknik penilaian dengan indikator. Face validity silabus siklus I dan siklus II dilakukan oleh guru kelas. Peneliti melakukan face validity setelah adanya perbaikan berdasarkan komentar dari para validator. Hasil face validity untuk silabus siklus I dan II adalah tidak memerlukan perbaikan lagi dan dapat dilaksanakan dalam KBM. Validitas isi dan validitas tampilan juga dilakukan untuk RPP siklus I dan II. Langkah penilaian RPP sama dengan penilaian silabus. Penilaian RPP terdiri dari 12 komponen antara lain: 1) kelengkapan komponen RPP; 2) kesesuaian indikator yang dicapai dengan SK dan KD; 3) kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator; 4) kesesuaian materi ajar dengan indikator; 5) ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran; 6) tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode; 7) kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai; 8) kelengkapan sumber belajar yang digunakan; 9) kesesuian media pembelajaran dengan materi ajar; 10) kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran; 11) kelengkapan instrumen penilaian; dan 12) penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku. Hasil validitas isi RPP siklus I dapat dilihat pada tabel 3.16.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Tabel 3.16 Hasil Validitas Isi RPP Siklus I No 1. 2. Komponen Penilaian Kelengkapan komponen RPP Kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD 3. Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator 4. Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD 5. Ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran 6. Tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode 7. Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai 8. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 9. Kesesuian media pembelajaran dengan materi ajar 10. Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran 11. Kelengkapan instrumen penilaian 12. Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku Rata-rata Skor Validator 1 2 3 5 4 5 5 5 5 RataRata 4,67 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 4 5 5 3,67 2 5 4 3,67 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 5 4 2 5 5 4,00 4,91 4,75 3,67 4 4,56 Tabel 3.16 menunjukkan bahwa validator 1 memberikan nilai paling rendah 2 pada 4 komponen. Komponen yang mendapat skor 2 tersebut yaitu nomor 6, 7, 11, dan 12. Nilai paling tinggi (5) diberikan pada 8 komponen yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, dan 10. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 1 yaitu 4,00. Validator 2 memberikan nilai paling rendah 4 pada salah satu komponen yaitu nomor 1 dan sebelas komponen yang lain mendapat nilai paling tinggi (5). Ratarata skor yang diberikan oleh validator 2 yaitu 4,91. Validator 3 memberikan nilai paling rendah 4 pada tiga komponen yaitu nomor 6, 7, dan 11. Nilai paling tinggi (5) diberikan pada sembilan komponen yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, dan 12. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 3 yaitu 4,75. Rata-rata skor yang diperoleh dari ketiga validator adalah 4,56 yang menunjukkan bahwa silabus yang

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 disusun sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Perbaikan perlu dilakukan pada komponen yang mendapatkan skor 2 yaitu pada tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan dan model/metode; kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai; kelengkapan instrumen penilaian; seta penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. RPP siklus II juga mendapat perlakuan yang sama seperti RPP siklus I. RPP siklus II juga divalidasi oleh 3 validator dengan komponen penilaian sama seperti siklus I. Hasil validitas isi siklus II dapat dilihat pada tabel 3.17. Tabel 3.17 Hasil Validitas Isi RPP Siklus II No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Komponen Penilaian Kelengkapan komponen RPP Kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD Ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran Tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode 7. Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai 8. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 9. Kesesuian media pembelajaran dengan materi ajar 10. Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran 11. Kelengkapan instrument penilaian 12. Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku Rata-rata Skor Validator 1 2 3 5 5 4 4 5 4 2 5 4 4 5 4 5 5 4 2 5 4 RataRata 4,67 4,3 3,67 4,3 4,67 3,67 2 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 2 3,67 4,67 4,67 4 2 2 3,58 5 5 5,00 4 4 3,83 3,67 3,67 4,13 Tabel 3.17 menunjukkan bahwa validator 1 memberikan nilai paling rendah 2 pada lima komponen. Komponen yang mendapat skor 2 tersebut yaitu nomor 3, 6, 7, 11, dan 12. Nilai 4 diberikan pada dua komponen nomor 2 dan 4 sedangkan nilai paling tinggi (5) diberikan pada 5 komponen yaitu nomor 1, 5, 8, 9, dan 10. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 1 yaitu 3,58. Validator 2 memberikan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 nilai paling tinggi (5) pada seluruh komponen penilaian. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 2 yaitu 5,00. Validator 3 memberikan nilai paling rendah 2 pada salah satu komponen yaitu nomor 10 dan sebelas komponen yang lain mendapatkan skor 4. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 3 yaitu 3,83. Rata-rata skor yang diperoleh dari ketiga validator adalah 4,13 yang menunjukkan bahwa RPP yang disusun sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Perbaikan perlu dilakukan pada komponen yang mendapatkan skor 2 yaitu pada kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator; tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan dan model/metode; kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai; kelengkapan instrumen penilaian; serta penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Face validity RPP siklus I dan siklus II dilakukan oleh guru kelas. Peneliti melakukan face validity setelah adanya perbaikan berdasarkan komentar dari para validator. Hasil face validity untuk RPP siklus I dan II adalah sudah baik, mudah dipahami dan dapat dilaksanakan dalam KBM. Peneliti juga melakukan validitas isi, validitas tampilan dan validitas konstruk pada soal evaluasi siklus I dan II. Validitas isi juga dilakukan oleh 3 validator. Proses penilaian soal evaluasi juga sama dengan validasi pada silabus dan RPP. Komponen penilaian untuk validitas isi soal evaluasi berjumlah 6 item yang terdiri dari; 1) kesesuaian soal evaluasi dengan indikator; 2) kejelasan instruksi dalam soal evaluasi; 3) kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa; 4) pembobotan item soal dan penyebarannya; 5)

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku; dan 6) ketepatan penggunaan opsi jawaban. Hasil validitas isi soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel 3.18. Tabel 3.18 Hasil Validitas Isi Soal Evaluasi Siklus I No 1 2 3 Komponen Penilaian Kesesuaian soal evaluasi dengan indikator Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi Kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa 4 Pembobotan item soal dan penyebarannya 5 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 6 Ketepatan penggunaan opsi jawaban Rata-rata Skor Validator 1 2 3 5 5 4 4 5 4 RataRata 4,67 4.3 2 3,67 5 4 2 5 5 5 5 5 5 5 5 3,83 5,00 4,50 4 5 5 4,44 Tabel 3.18 menunjukkan bahwa validator 1 memberikan nilai paling rendah 2 pada dua komponen. Komponen yang mendapat skor 2 tersebut yaitu nomor 3 dan 4. Nilai 4 diberikan pada satu komponen yaitu nomor 2 sedangkan nilai paling tinggi (5) diberikan pada tiga komponen yaitu nomor 1, 5, dan 6. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 1 yaitu 3,83. Validator 2 memberikan nilai paling tinggi (5) pada seluruh komponen penilaian. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 2 yaitu 5,00. Validator 3 memberikan nilai paling rendah 4 pada tiga komponen yaitu nomor 1, 2, dan 3 dan 5 komponen yang lain mendapatkan skor paling tinggi (5). Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 3 yaitu 4,50. Ratarata skor yang diperoleh dari ketiga validator adalah 4,44 yang menunjukkan bahwa soal evaluasi yang disusun sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Perbaikan perlu dilakukan pada komponen yang mendapatkan skor 2 yaitu pada kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa dan pembobotan item soal dan penyebarannya.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Validitas isi juga digunakan untuk menilai soal evaluasi siklus II. Proses validasi sama dengan validasi untuk soal evaluasi siklus I. Hasil validitas isi siklus II dapat dilihat pada tabel 3.19. Tabel 3.19 Hasil Validitas Isi Soal Evaluasi Siklus II No Komponen Penilaian 1 2 3 Kesesuaian soal evaluasi dengan indikator Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi Kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa 4 Pembobotan item soal dan penyebarannya 5 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 6 Ketepatan penggunaan opsi jawaban Rata-rata Skor Validator 1 2 3 5 5 4 5 5 5 RataRata 4,67 5 4 4,67 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4,67 5,00 4,50 4,67 4,67 4,67 4,72 Tabel 3.19 menunjukkan bahwa validator 1 memberikan nilai paling rendah 4 pada dua komponen. Komponen yang mendapat skor 4 tersebut yaitu nomor 3 dan 6. Nilai paling tinggi (5) diberikan pada empat komponen yaitu nomor 1, 2, 4, dan 5. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 1 yaitu 4,67. Validator 2 memberikan nilai paling tinggi (5) pada seluruh komponen penilaian. Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 2 yaitu 5,00. Validator 3 memberikan nilai paling rendah 4 pada tiga komponen yaitu nomor 1,4 dan 5 dan 3 komponen yang lain mendapatkan skor paling tinggi (5). Rata-rata skor yang diberikan oleh validator 3 yaitu 4,50. Rata-rata skor yang diperoleh dari ketiga validator adalah 4,72 yang menunjukkan bahwa soal evaluasi yang disusun sudah baik dan secara kuantitatif tidak memerlukan perbaikan. Validator memberikan skor 4 dan 5. Skor 2 tidak nampak pada penilaian validator sehingga peneliti tidak memerlukan perbaikan pada setiap komponen.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Face validity untuk soal evaluasi dilakukan oleh 2 siswa yang bukan merupakan subjek penelitian. Siswa tersebut diminta untuk membaca dan memahami soal dari awal sampai akhir. Benar tidaknya siswa dalam mengerjakan bukan menjadi perhitungan karena pemahaman siswa akan soal-soal tersebutlah yang menjadi pertimbangan baik atau tidaknya soal evaluasi yang dibuat. Selama proses itu berlangsung, siswa tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa mengalami kesulitan dalam memahami soal-soal evaluasi. Siswa tidak menyampaikan pertanyaan tentang soal evaluasi tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa soal evaluasi yang disusun sudah cukup jelas bagi siswa dan tidak lagi memerlukan perbaikan. Face validity soal evaluasi siklus II juga dilakukan oleh 2 orang siswa yang bukan merupakan subjek peneliti. Peneliti melakukan face validity setelah adanya perbaikan berdasarkan komentar dari para validator. Siswa diminta untuk mengomentari soal evaluasi yang telah dibuat. Mereka tidak diminta untuk mengerjakan dengan benar tetapi memahami setiap soal. Hasil face validity untuk soal evaluasi siklus II adalah gampang, mudah dipahami, tetapi kalau diminta mengerjakan mungkin ada beberapa yang lupa karena sudah lama tidak mempelajari. Hasil face validity ini menjadi pertimbangan bagi peneliti untuk tidak melakukan perubahan pada soal evaluasi siklus II. Validitas konstruk dilakukan melalui uji coba instrumen yaitu pada soal evaluasi siklus I dan soal evaluasi siklus II. Soal evaluasi pada siklus I dan II termasuk data nominal yang validitasnya diukur menggunakan Point Biserial. Surapranata (2009:61) mengungkapkan bahwa Point biserial adalah korelasi

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 product moment yang diterapkan pada data yang variabel-variabelnya jika dikorelasikan memiliki sifat masing-masing berbeda satu sama lain. Uji coba instrumen dilakukan pada siswa yang bukan merupakan subjek penelitian yaitu di SD Negeri Nogotirto. Peneliti memilih SD Negeri Nogotirto sebagai tempat uji tes karena SD tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan SDN Selomulyo. SPSS 16 digunakan oleh peneliti untuk menghitung hasil validitas konstruk pada kuesioner dan soal evaluasi. Hasil perhitungan soal evaluasi siklus I dengan menggunakan SPSS 16 dapat dilihat pada bagian lampiran 6. Rumus yang digunakan yaitu rumus point biserial. Rumus Point Biserial adalah sebagai berikut: Keterangan: rbis= Koefisien korelasi biserial Mp = rata-rata skor pada tes dari peserta tes yang memiliki jawaban benar Mt = rata-rata skor total St = standar deviasi skor total p = proporsi peserta tes yang jawabannya benar pada soal (tingkat kesukaran) q = 1-p Peneliti menggunakan SPSS 16.0 untuk melakukan perhitungan statistik dalam menentukan Point Biserial. Pernyataan benar diberi skor satu (1) dan pernyataan salah diberi skor nol (0). Valid dan tidaknya instrumen diketahui dengan membandingkan rhitung dengan rtabel. Sugiyono (2012:455) menjelaskan

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 bahwa n=30 memiliki rtabel = 0,361 dengan taraf signifikan 5%. Oleh karena itu, instrumen dinyatakan valid, jika rhitung ≥ 0,361. Suryani (2013:94) menjelaskan bahwa penentuan valid tidaknya instrumen juga dapat dilakukan dengan melihat flag significant correlations. Jika koefisien korelasi teridentifikasi akan diberi simbol asterisk tunggal (*) pada taraf signifikan 5% dan simbol dua asterisk (**) pada taraf signifikan 1%. Hasil validitas konstruk soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel 3.20 dan perhitungan selengkapnya terdapat pada lampiran 6. Tabel 3.20 Hasil Validitas Konstruk Soal Evaluasi Siklus I No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 rPb hitung 0,896** 0,729** 0,896** 0,182 0,572** 0,447* 0,532** 0,666** 0,225 -0,343 0,666** 0,896** 0,896** 0,110 0,055 -0,146 0,729** 0,225 0,387* 0,332 0,532** 0,141 0,532** 0,896** 0,447* 0,026 0,666** 0,896** 0,896** 0,532** rPb tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Keputusan Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Hasil uji validitas soal evaluasi siklus I pada tabel 3.20 menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diujikan pada 30 siswa terdapat 20 soal yang valid. Soal yang tidak valid adalah soal nomor 4, 9, 10, 14, 15, 16, 18, 20, 22, dan 26. Soal yang valid sudah mewakili indikator yang disusun oleh peneliti. Peneliti kemudian memutuskan untuk menggunakan 20 soal yang valid untuk mengukur prestasi belajar siswa pada siklus I. Kisi-kisi soal evaluasi siklus I setelah uji validitas dapat dilihat pada tabel 3.21. Tabel 3.21 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Setelah Uji Validitas Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas :V Jumlah Soal : 30 Semester :I Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. No.Soal Indikator Sebelum Setelah Validasi Validasi Menyebutkan 3 bahan penyusun suatu benda 14, 27, 30 14 Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan strukturnya 4, 13, 28 4, 13 Menyebutkan 3 jenis kertas 5, 12, 15 5, 12, 15 Menyebutkan 3 jenis kain 6, 25, 29 6 Menyebutkan 3 jenis benang 7, 24, 26 7 Mengidentifikasi sifat jenis-jenis kertas 8, 16, 23 8, 16 Mengidentifikasi sifat jenis-jenis kain 9, 17, 19 9, 17, 19 Mengidentifikasi sifat jenis-jenis benang 2, 18, 20 2, 18, 20 Membandingkan kekuatan beberapa bahan penyusun suatu benda 1, 11, 22 1, 11 Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda 3, 10, 21 3, 10 Jumlah Soal 30 20 Tabel 3.21 menjelaskan kisi-kisi soal evaluasi siklus I setelah uji validitas konstruk. Indikator yang ada pada soal evaluasi tersebut berjumlah 10 dan kemudian dijabarkan menjadi 30 soal. Jumlah soal yang valid adalah 20 soal dan

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 soal tersebut yang digunakan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Validitas konstruk juga dilakukan pada soal evaluasi siklus II dengan tempat dan siswa yang sama seperti soal evaluasi siklus I. SPSS 16 masih digunakan untuk menghitung hasil validitas konstruk. Hasil perhitungan validitas empiris pada soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabel 3.22 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6. Tabel 3.22 Hasil Validitas Konstruk Soal Evaluasi Siklus II No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 rPb hitung 0,378* 0,621** 0,444* 0,443* 0,595** -0,146 0,607** -0,159 0,017 0,607** 0,444* 0,595** 0,780** -0,179 0,443* 0,595** 0,125 0,780** 0,607** 0,780** 0,621** -0,170 0,378* -0,230 0,444* 0,621** -0,144 -0,170 0,780** -0,124 rPb tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Hasil validitas konstruk soal evaluasi siklus II pada tabel 3.22 menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diujikan pada 30 siswa terdapat 20 soal yang valid. Soal yang tidak valid tersebut adalah nomor 6, 8, 9, 14, 17, 22, 24, 27, 28, 30. Soal yang valid sudah mewakili indikator yang disusun oleh peneliti. Peneliti kemudian memutuskan untuk menggunakan 20 soal yang valid untuk mengukur prestasi belajar siswa pada siklus II. Kisi-kisi soal evaluasi siklus I setelah uji validitas dapat dilihat pada tabel 3.23. Tabel 3.23 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Setelah Uji Validitas Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas :V Jumlah Soal : 30 Semester :I Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. No.Soal Indikator Sebelum Setelah Validasi Validasi Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 7,14,20,25 7, 14, 20 pemanasan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 1,11,17,28,30 1, 11, 17 pembakaran Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 6,13,19,23 6, 13, 19 pendinginan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 3,9,15,26 3, 9, 15 pencampuran dengan air Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 5,10,16,22 5, 10, 16 pembusukan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui 2,12,21,24 2, 12, 21 perkaratan Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara 4,8,18,27,29 4, 8, 18 Jumlah Soal 30 20

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tabel 3.23 menjelaskan kisi-kisi soal evaluasi siklus II setelah uji validitas konstruk. Indikator yang ada pada soal evaluasi tersebut berjumlah 7 dan kemudian dijabarkan menjadi 30 soal. Jumlah soal yang valid adalah 20 soal dan soal tersebut yang digunakan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Instrumen pembelajaran setelah validasi dapat dilihat pada lampiran 3. 2. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan keajegan suatu tes. Tes yang dikatakan ajeg adalah tes yang apabila dari waktu ke waktu menghasilkan skor yang sama atau relatif sama (Surapranata, 2009:50). Hasil dari perhitungan reliabilitas kemudian dibandingkan dengan koefisien korelasi yang berfungsi untuk menentukan tingkat reliabilitas. Masidjo (dalam Suryani, 2013:83) menjabarkan tabel koefisien reliabilitas seperti pada tabel 3.24. Tabel 3.24 Koefisien Reliabilitas Angka Korelasi Makna 0.91-1.00 Sangat tinggi 0.71-0.90 Tinggi 0.41-0.70 Cukup 0.21-0.40 Rendah Negatif-0.20 Sangat Rendah Sumber: Masidjo (dalam Suryani, 2013:83) Kuesioner dan soal evaluasi selain mendapat uji validitas juga dilakukan uji reliabilitas. Peneliti menggunakan SPSS 16 untuk melakukan perhitungan reliabilitas. Hasil uji reliabilitas kuesioner minat dapat dilihat pada tabel 3.25 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tabel 3.25 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Minat Cronbach's Alpha N of Items .879 23 Hasil perhitungan reliabilitas pada tabel 3.25 menunjukkan bahwa nilai kuesioner adalah 0,879. Angka korelasi dari hasil tersebut adalah antara 0,71-0,90 sehingga dapat diartikan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi. Jadi, kuesioner yang dibuat oleh peneliti masuk dalam kategori reliabilitas tinggi. Uji reliabilitas soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel 3.26 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6. Tabel 3.26 Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I Cronbach's Alpha .949 N of Items 20 Hasil perhitungan reliabilitas pada tabel 3.26 menunjukkan bahwa nilai soal evaluasi siklus I adalah 0,949. Angka korelasi dari hasil tersebut adalah antara 0,91-1,00 sehingga dapat diartikan bahwa instrumen memilliki reliabilitas sangat tinggi. Jadi, soal pilihan ganda yang dibuat oleh peneliti masuk dalam kategori reliabilitas sangat tinggi. Hasil uji reliabilitas soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabel 3.27 dan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Tabel 3.27 Hasil Uji Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II Cronbach's Alpha N of Items .903 20 Hasil perhitungan reliabilitas pada tabel 3.27 menunjukkan bahwa nilai soal pilihan ganda siklus I adalah 0,903. Angka korelasi dari hasil tersebut adalah antara 0,71-0,90 sehingga dapat diartikan bahwa instrumen memilliki reliabilitas tinggi. Jadi, soal pilihan ganda yang dibuat oleh peneliti masuk dalam kategori reliabilitas tinggi. Berdasarkan ketiga hasil dari tabel tersebut, maka peneliti dapat menggunakan instrumen soal evaluasi siklus I, siklus II, dan kuesioner untuk penelitian. H. Indeks Kesukaran Roslina (2009:266) menjelaskan bahwa perhitungan tingkat kesukaran soal merupakan pengukuran dari besarnya derajat kesukaran soal tersebut. Soal dikatakan baik jika tingkat kesukarannya proporsional, yang artinya tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah. Kriteria yang digunakan dalam indeks kesukaran soal menurut Masidjo (dalam Suryani, 2013:103) dapat dilihat pada tabel 3.28. Tabel 3.28 Kriteria Indeks Kesukaran Indeks 0-0,30 0,31 -0,70 0,71-1,00 Kategori Sukar Sedang Mudah Tabel 3.28 menjelaskan bahwa terdapat 3 kategori dalam indeks kesukaran. Ketiga kategori tersebut adalah sukar, sedang, dan mudah. Jika diperoleh indeks

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 kesukaran antara 0-0,30, maka soal tersebut adalah sukar. Jika diperoleh indeks kesukaran antara 0,31-0,70, maka soal tersebut adalah sedang. Jika diperoleh indeks kesukaran antara 0,71-1,00, maka soal tersebut adalah mudah. Tingkat kesukaran soal dihitung dengan menggunakan rumus: Keterangan: IK = Indeks Kesukaran = Banyaknya siswa yang menjawab benar tiap item N = Jumlah siswa Peneliti menggunakan indeks kesukaran untuk melihat tingkat kesukaran soal evaluasi pada siklus I dan II. Perhitungan indeks kesukaran soal siklus I dapat dilihat pada bagian lampiran 5. Hasil perhitungan indeks kesukaran soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel 3.29.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Tabel 3.29 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus I No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 IK 0,90 0,93 0,90 0,40 0,97 0,93 0,90 0,93 0,70 0,67 0,93 0,90 0,90 0,77 0,80 0,90 0,93 0,70 0,67 0,63 0,90 0,90 0,90 0,90 0,93 0,60 0,93 0,90 0,90 0,90 Keterangan Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Indeks kesukaran soal evaluasi siklus I diujikan kepada 30 siswa. Tabel 3.29 menunjukkan bahwa dari 30 soal yang diujikan, terdapat 6 soal termasuk dalam kualifikasi sedang dan 24 soal termasuk dalam kualifikasi mudah. Perbandingan soal sedang dan mudah berdasarkan indikator yang telah dibuat peneliti dapat dilihat pada tabel 3.30.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Tabel 3.30 Kisi-Kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus I Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas :V Jumlah Soal : 30 Semester :I Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. No. Tingkat Kesukaran Indikator Soal Mudah Sedang Sukar  Menyebutkan 3 bahan penyusun suatu benda 14  27  30  Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan 4 strukturnya  13  28  Menyebutkan 3 jenis kertas 5  12  15  Menyebutkan 3 jenis kain 6  25  29  Menyebutkan 3 jenis benang 7  24  26  Mengidentifikasi sifat jenis-jenis kertas 8  16  23  Mengidentifikasi sifat jenis-jenis kain 9  17  19  Mengidentifikasi sifat jenis-jenis benang 2  18  20  Membandingkan kekuatan beberapa bahan penyusun 1 suatu benda  11  22  Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda 3  10  21 Kisi-kisi soal evaluasi siklus I pada tabel 3.30 menunjukkan bahwa setiap indikator diwakili oleh tiga soal. Indeks kesukaran soal evaluasi siklus I adalah 24

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 soal termasuk kategori mudah dan 6 soal termasuk dalam kategori sedang. Perhitungan indeks kesukaran juga dilakukan pada soal evaluasi siklus II. Hasil perhitungan indeks kesukaran siklus II dapat dilihat pada tabel 3.31. Tabel 3.31 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus II No Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 IK 0,97 0,87 0,77 0,87 0,73 0,83 0,70 0,50 0,83 0,70 0,77 0,73 0,50 0,90 0,87 0,73 0,97 0,50 0,70 0,50 0,87 0,97 0,97 0,90 0,77 0,87 0,50 0,97 0,50 0,73 Keterangan Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Sedang Mudah Mudah Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Mudah Indeks kesukaran soal evaluasi siklus II diujikan pada 30 siswa. Tabel 3.31 menunjukkan bahwa dari 30 soal terdapat 21 soal termasuk dalam kualifikasi soal mudah dan 9 soal termasuk dalam kualifikasi soal yang indeks kesukarannya

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 sedang. Perbandingan soal sedang dan mudah berdasarkan indikator yang telah dibuat peneliti dapat dilihat pada tabel 3.32. Tabel 3.32 Kisi-Kisi Indeks Kesukaran Soal Evaluasi Siklus II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas :V Jumlah Soal : 30 Semester :I Satuan Pendidikan : SDN Selomulyo Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. No. Tingkat Kesukaran Indikator Soal Mudah Sedang Sukar  7 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pemanasan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembakaran Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan air Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan enyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan Membedakan sifat perubahan tetap dan sementara 14 20 25 1 11 17 28 30 6 13 19 23 3 15 26 9 5 10 16 22 2 12 21 24 4 8 18 27 29                             

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Kisi-kisi soal evaluasi siklus II pada tabel 3.32 menunjukkan bahwa masingmasing indikator diwakili oleh empat atau lima soal. Indeks kesukaran soal evaluasi siklus I adalah 21 soal termasuk kategori mudah dan 9 soal termasuk dalam kategori sedang. Penentuan taraf kesukaran tersebut diketahui berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus indeks kesukaran menurut Masidjo (dalam Suryani,2013:103) kemudian hasilnya dianalisis berdasarkan taraf kesukaran menurut Masidjo (dalam Suryani,2013:103). I. Teknik Analisis Data 1. Analisis Minat Belajar Minat belajar siswa diketahui melalui hasil kuesioner yang diisi oleh siswa. Siswa mengisikan kuesioner dengan memberikan tanda cheklist pada salah satu kolom yang diantaranya adalah “sangat setuju”, “setuju”, “ragu-ragu”, “tidak setuju”, dan “sangat tidak setuju”. Setiap jawaban pada kuesioner memiliki skor. Skor jawaban pada kuesioner dapat dilihat pada tabel 3.33. Tabel 3.33 Skor Jawaban Kuesioner Pilihan Jawaban Sangat Setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.33 menjelaskan bahwa masing-masing jawaban pada kuesioner memiliki skor yang berbeda-beda. Skor tersebut adalah 5 untuk jawaban “sangat setuju”; skor 4 untuk jawaban “setuju”; skor 3 untuk jawaban “ragu-ragu”; skor 2 untuk jawaban “tidak setuju”; dan skor 1 untuk jawaban “sangat tidak setuju”.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Peneliti menentukan kategori minat siswa dengan menggunakan PAP tipe 1. Penentuan kategori minat pada PAP 1 adalah menentukan range dengan cara sebagai berikut: Skor maksimal = 23 x 5 = 115 Skor minimal = 23 x 1 = 23 Range = 115 – 23 = 92 Peneliti menggunakan range untuk menentukan rentang nilai pada setiap kategori. Rentang nilai pada setiap kategori didapatkan dengan mengalikan batas bawah dengan tingkat kategori yang dikuasai oleh siswa. Rentang nilai pada setiap kategori minat dapat dilihat pada tabel 3.34. Tabel 3.34 Rentang Nilai Tiap Kategori Minat Tingkat Penguasaan Kompetensi Nilai Huruf Kategori 90% x 92 = 83 -115 A Sangat berminat 80% x 92 = 74 -82 B Berminat 65% x 92 = 60-73 C Cukup berminat 55% x 92 = 51 -59 D Kurang berminat <55% x 92 = < 51 E Tidak berminat Rentang nilai pada tabel 3.34 digunakan untuk menentukan kategori minat siswa. Jumlah siswa yang termasuk dalam ketegori minimal cukup berminat kemudian dikonversikan dalam bentuk persentase yang dihitung dengan rumus:

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Keberhasilan suatu siklus dilihat dari perbandingan antara hasil persentase siswa yang berminat dengan target minat yang telah ditentukan. Apabila hasil yang dicapai belum mencapai target maka siklus dinyatakan belum berhasil dan melanjutkan ke siklus berikutnya. Apabila hasil yang dicapai sama dengan target atau lebih dari target yang sudah ditentukan, maka siklus dinyatakan berhasil. Minat belajar siswa tidak hanya dianalisis dengan kuesioner melainkan juga dianalisis berdasarkan hasil lembar observasi. Analisis dilakukan dengan menghitung jumlah turus pada setiap indikator minat dan menentukan persentase siswa pada setiap indikator dengan cara sebagai berikut. Hasil persentase siswa berminat pada keempat indikator minat belajar kemudian ditentukan rata-ratanya dengan cara sebagai berikut. 2. Analisis Prestasi Belajar Prestasi belajar ditentukan dengan menentukan jumlah siswa yang mencapai KKM dan nilai rata-rata kelas. Nilai siswa dilihat dari 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ranah kognitif diukur dengan menggunakan rata-rata nilai soal evaluasi. Ranah afektif dan psikomotori diukur menggunakan rubrik penilaian. Penghitungan nilai menggunakan rumus:

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Nilai akhir yang diperoleh dibandingkan dengan KKM yang telah ditentukan yaitu 75. Perhitungan presentase siswa yang mencapai KKM ditentukan dengan rumus Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa ditentukan dari perbandingan nilai minat dan prestasi belajar siswa antara kondisi awal dengan proses pada siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata kelas ditentukan dengan menggunakan rumus J. Jadwal Penelitian Penelitian dilaksanakan selama 10 bulan mulai bulan September 2013 sampai Juni 2014. Jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel 3.35. Tabel 3.35 Jadwal Penelitian Bulan No Kegiatan 1 Observasi pra penelitian 2 Penyusun-an proposal 3 Permohon-an ijin penelitian 4 Pengumpulan data 5 Pengolahan data 6 Penyusunan laporan 7 Ujian skripsi 8 Revisi 2013 2014 Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei jun v v v v v v v v v v v v v v v v

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini berisi tentang hasil penelitian tindakan kelas dan pembahasan dari penelitian minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Selomulyo pada siklus I dan siklus II. A. Hasil Penelitian Hasil penelitian membahas tentang gambaran umum penelitian tindakan kelas, hasil minat siswa, dan hasil prestasi belajar siswa. 1. Gambaran Umum Penelitian Tindakan Kelas Gambaran umum penelitian tindakan kelas menjelaskan tentang proses penelitian pada siklus I dan siklus II yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. a. Siklus I Siklus I dilaksanakan di kelas V SDN Selomulyo semester 1 tahun ajaran 2013/2014. Jumlah pertemuan pada siklus I ini adalah 3 kali pertemuan dengan masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2x35 menit). Waktu yang digunakan untuk melaksanakan siklus I ini adalah pada hari Senin, 11 November 2013, Rabu, 13 November 2013 dan Kamis, 14 November 2013. Materi yang disampaikan adalah pelajaran IPA mengenai bahan penyusun benda dan sifatnya. Peneliti dalam siklus I ini berperan sebagai guru karena guru kelas V SDN Selomulyo ingin memberikan kesempatan kepada mengeksplorasi rancangan pembelajaran yang dibuat oleh peneliti. 95 peneliti agar

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 1) Perencanaan Langkah pertama dalam perencanaan penelitian adalah melakukan permohonan ijin kepada kepala SDN Selomulyo untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan ijin dari pihak sekolah, peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan guru untuk mendapatkan informasi tentang kondisi awal minat siswa terhadap IPA. Peneliti juga mengumpulkan informasi tentang data nilai siswa untuk kemudian hasilnya digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan tindakan yang dirasa dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Langkah kedua yang dilakukan oleh peneliti adalah menyusun instrumen pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, ringkasan materi, Lembar Aktivitas Siswa (LAS), soal evaluasi, rubrik penilaian dan kuesioner untuk mengukur minat siswa. Instumen pembelajaran yang telah disusun kemudian divalidasikan kepada dosen, kepala sekolah, guru dan siswa. Peneliti melakukan diskusi dengan guru kelas sebelum melaksanakan penelitian untuk mendapatkan masukan dan saran dalam mengajarkan materi IPA yang digunakan dalam penelitian. 2) Pelaksanaan (a) Pertemuan 1 Hari Senin, 11 November 2013 kegiatan pembelajaran pertemuan 1 dilaksanakan dengan dibuka salam, presensi, perkenalan diri dari peneliti dan observer, serta memberikan motivasi kepada siswa berupa menyanyikan lagu “Layang-Layang”. Kegiatan selanjutnya adalah apersepsi dengan membahas bahan-bahan penyusun benda di sekitar kelas seperti meja, buku, pensil, dan pulpen serta dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Langkah pertama dari kegiatan inti pada pertemuan ini adalah membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok ditentukan dari gambar yang sudah ditempelkan di bawah meja siswa. Gambar tersebut sudah dipersiapkan oleh peneliti sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Siswa berkumpul bersama teman yang mendapatkan gambar yang sama. Jumlah siswa pada setiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Guru kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk duduk bersama anggota kelompoknya dan mengatur tempat duduk bersama kelompoknya. Setelah semua siswa siap, guru kemudian membagikan Lembar Aktivitas Siswa yang berisi alat bahan yang dipersiapkan, cara kerja serta tabel yang nantinya diisi oleh setiap kelompok. Setiap kelompok berdiskusi untuk mengerjakan Lembar Aktivitas Siswa dengan cara melakukan pengamatan tentang bahan penyusun benda yang sudah dipersiapkan seperti paku, kawat, sendok, pensil, karet gelang, sapu tangan, buku, dan benda-benda yang ditemui siswa di kelas. Siswa menuliskan nama benda dan mencari bahan penyusun, struktur bahan serta sifat bahan penyusun benda tersebut melalui pengamatan. Aktivitas berikutnya adalah mencari 3 benda yang termasuk benda logam dan non logam untuk kemudian dituliskan dalam tabel yang telah disediakan. Setiap kelompok kemudian menuliskan hasil diskusi pada tabel yang telah disediakan di papan tulis dan mempresentasikannya. Setelah semua kelompok menuliskan dan mempresentasikan hasil diskusi, guru kemudian mengambil kesimpulan bersama-sama dengan siswa. Kegiatan penutup adalah membagikan refleksi, menyampaikan tindak lanjut serta salam penutup.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 (b) Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 13 November 2013. Pertemuan kedua ini dimulai dengan berdoa, mengucapkan salam, presensi dan memberikan motivasi berupa „tepuk semangat‟. Guru kemudian menyampaikan apersepsi dengan menanyakan kembali materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu melakukan identifikasi dan membuat kartupedia. Kegiatan inti pada pertemuan 2 ini diawali dengan meminta siswa untuk berkumpul bersama kelompok yang sama dengan pertemuan 1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengatur tempat duduk dan mempersiapkan diri untuk belajar. Siswa bersama dengan guru melakukan tanya jawab mengenai bahan yang telah disediakan oleh guru. Perwakilan kelompok kemudian mengambil bahan-bahan yang telah disediakan oleh guru. Siswa dalam kelompok mengidentifikasi beberapa jenis sifat-sifat bahan penyusun dari benda-benda yang telah diambil. Setelah melakukan identifikasi pada setiap benda, siswa selanjutnya diminta untuk membuat kartupedia. Guru kemudian membagikan kertas untuk pembuatan kartupedia dan siswa diminta mempersiapkan alat tulis yang telah dibawa dari rumah. Siswa membuat kartupedia dengan cara memanfaatkan bahan-bahan yang digunakan untuk percobaan sebelumnya dan menuliskan informasi mengenai bahan tersebut. Sebagian bahan yang digunakan ditempelkan pada kertas yang akan dibuat kartupedia. Sesuai dengan RPP yang dibuat, kegiatan setelah pembuatan kartupedia adalah display kartupedia. Kegiatan display kartupedia

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 tidak dapat terlaksana karena waktu yang diberikan tidak mencukupi. Kartupedia kemudian dipresentasikan di depan kelas dan setiap setiap siswa memberikan penilaian kartupedia yang sedang dipresentasikan. Kegiatan akhir dari pertemuan 2 ini adalah membuat kesimpulan bersama, mengisi lembar refleksi, tindak lanjut dan salam penutup. Tindak lanjut yang dilakukan oleh guru yaitu meminta siswa untuk mempelajari materi yang sudah diajarkan dan memberitahukan kepada siswa bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan tes evaluasi. (c) Pertemuan 3 Hari Kamis, 14 November 2013, pertemuan 3 dilaksanakan. Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru sama dengan kegiatan awal pada hari kedua. Apersepsi yang dilakukan oleh guru adalah bertanya materi pada pertemuan sebelumnya dan dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengujikan kekuatan benang. Kegiatan menguji kekuatan benang dilakukan dalam kelompok yang sama pada pertemuan 1 dan pertemuan 2. Siswa melakukan kegiatan yang sesuai dengan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). Siswa kemudian diminta untuk membersihkan semua alat yang telah digunakan, setelah menyelesaikan kegiatan pada LAS. Guru kemudian meminta siswa untuk duduk kembali di tempat masing-masing dan mempersiapkan diri untuk menyelesaikan soal evaluasi yang diberikan oleh guru. Kegiatan setelah menyelesaikan soal evaluasi dilanjutkan dengan mengisi kuesioner dan mengisi refleksi. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 3) Observasi Siklus I Kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti dengan dibantu oleh 3 orang yang menjadi observer. Observer mengamati proses belajar mengajar yang dilakukan dan mengisi pedoman observasi yang telah disusun serta melakukan penilaian psikomotor. Penilaian psikomotor dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang telah disediakan. Pada pertemuan 1 ada salah satu siswa yang tidak berangkat, namun pada pertemuan 2 dan pertemuan 3, semua siswa berangkat. Observasi dilakukan dengan mengisikan lembar observasi yang memuat 4 indikator minat yaitu 1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; 2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; 3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan 4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Observer mendeskripsikan hasil pengamatannya dan mempersentasekannya. Hasil observasi pada siklus I dapat dilihat pada lampiran 9. 4) Refleksi Pelaksanaan penelitian siklus I secara keseluruhan sudah sesuai dengan rancangan pembelajaran yang telah disusun. Satu perubahan kegiatan yang tidak sesuai dengan rancangan pembelajaran dikarenakan keterbatasan waktu. Perubahan kegiatan yang dilakukan tidak sepenuhnya mengganti kegiatan karena prinsipnya adalah menampilkan hasil karya siswa berupa kartupedia yang dinilai oleh teman sebaya. Pada pertemuan 1 kendala yang dihadapi adalah ketika pembagian kelompok. Kendala tersebut dikarenakan kelompok ditentukan dengan

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 menggunakan gambar yang ada di bawah meja siswa dan ada siswa yang menukarkan gambar tersebut dengan teman yang lain. Hal ini diatasi oleh peneliti dengan menanyakan kepada siswa yang bersangkutan dan siswa tersebut bersedia menjawab dengan jujur sehingga kelompok dapat terbentuk dengan baik. Kendala yang lain adalah peneliti masih belum menghafal nama-nama siswa dalam satu kelas sehingga ketika ada anak yang ramai masih kesusahan dalam mengingatkan anak tersebut. Cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menanyakan nama siswa yang ramai kepada siswa lain dan meminta ketua kelas untuk bertanggung jawab atas ketenangan kelas. Pertemuan kedua tidak seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana dikarenakan siswa dalam melakukan percobaan dan identifikasi benda memakan banyak waktu sehingga mini display untuk kartupedia tidak dapat terlaksana. Pada saat percobaan dan identifikasi benda, ada siswa yang bermain dengan benang, kain dan kertas sehingga kelompok tersebut memerlukan waktu yang cukup lama dalam melakukan identifikasi. Kendala ini diatasi dengan cara mengganti kegiatan mini display dengan presentasi kartupedia di depan kelas. Presentasi yang dilakukan di depan kelas juga menimbulkan kendala karena ada siswa yang kurang percaya diri untuk tampil di depan kelas sehingga harus dibujuk oleh guru agar dapat mempresentasikan hasil karya kartupedia di depan kelas. Proses pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana pada pertemuan ketiga. Waktu yang digunakan untuk percobaan juga tidak terlalu lama sehingga bisa tepat waktu. Kendala yang dihadapi adalah ada siswa yang bermain dengan benang sehingga tidak berpartisipasi dalam kelompok. Jalan keluar untuk kendala

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 ini adalah dengan memberi peringatan kepada siswa yang tidak ikut mengerjakan dan mendampingi masing-masing kelompok agar tetap terpantau. Hasil refleksi pada siklus I dijadikan pedoman oleh peneliti untuk melakukan perbaikan pada siklus II. Kendala-kendala yang dihadapi pada siklus I dapat diminimalisir pada siklus II dengan cara menambah perlakuan yaitu memperkecil jumlah anggota kelompok dan menggunakan lebih banyak benda konkret daripada gambar. Siklus II pada penelitian ini dilaksanakan karena hasil prestasi belajar siswa belum mencapai target yang telah ditentukan. b. Siklus II Penelitian siklus II dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Waktu yang digunakan untuk melaksanakan siklus II ini adalah pada hari Senin, 25 November 2013; Rabu, 27 November 2013 dan Kamis, 28 November 2013. Setiap pertemuan dialokasikan 2JP atau 2 x 3 menit. Pertemuan 1 dan 2 digunakan untuk melakukan percobaan dan penyampaian materi sedangkan pertemuan 3 digunakan untuk mengerjakan soal evaluasi. Materi yang disampaikan pada siklus II ini adalah pelajaran IPA mengenai perubahan sifat benda. Peneliti dalam siklus II ini masih berperan sebagai guru karena guru kelas V SDN Selomulyo ingin memberikan kesempatan kepada peneliti agar mengeksplorasi rancangan pembelajaran yang dibuat oleh peneliti. 1) Perencanaan Pada tahap perencanaan siklus II ini peneliti menyusun instrumen pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, ringkasan materi, Lembar Aktivitas Siswa (LAS), soal evaluasi, dan rubrik penilaian. Perangkat pembelajaran yang

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 telah disusun kemudian divalidasikan kepada dosen, kepala sekolah, guru dan siswa. Peneliti masih menggunakan kuesioner yang dibuat pada siklus I untuk mengukur minat siswa. Peneliti menyusun kegiatan pembelajaran pada siklus II dengan menerapkan komponen pendekatan kontekstual. Perbedaan antara tindakan siklus I dengan siklus II yaitu pada komponen inkuiri. Tindakan siklus I menggunakan inkuiri terpimpin sedangkan tindakan siklus II menggunakan inkuiri bebas dimodifikasi. Peneliti juga membuat target yang digunakan pada siklus II. Target dibuat dengan mengamati hasil capaian pada siklus I. Minat belajar siswa pada siklus I sudah mencapai target sehingga peneliti membuat target baru untuk siklus II. Prestasi belajar siswa pada siklus I belum mencapai target sehingga peneliti masih menggunakan target yang sama untuk prestasi belajar siswa. 2) Pelaksanaan (a) Pertemuan 1 Pada hari Senin, 25 November 2013 kegiatan pembelajaran pertemuan 1 dilaksanakan dengan dibuka salam, presensi, serta memberikan motivasi kepada siswa berupa tepuk diam dan sapaan ‘hai-hallo’. Kegiatan selanjutnya adalah apersepsi dengan bercerita mengenai masalah kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan perubahan sifat benda dan kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Kegiatan inti diawali dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa dalam satu kelompok. Pembagian kelompok ditentukan berdasarkan tempat duduk siswa sehingga waktu yang digunakan untuk berkumpul dalam kelompok lebih

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 cepat. Langkah berikutnya adalah membagikan LAS yang berisi instruksi atau cara kerja yang harus dilakukan oleh siswa. Masing-masing kelompok mendapatkan LAS dan mengikuti langkah kerja sesuai di LAS. Siswa juga mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LAS. Alat dan bahan yang diperlukan dalam melakukan percobaan sudah dipersiapkan oleh guru dan siswa mengambil sesuai kebutuhan. Setelah semua kelompok selesai melakukan percobaan, guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka dan siswa yang lain memberikan penilaian kepada kelompok yang sedang presentasi. Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan pada hari itu. Tindak lanjut yang dilakukan oleh guru adalah meminta siswa untuk merendam paku ke dalam air cuka dan membiarkan pisang tanpa kulit. Kegiatan tersebut dilakukan oleh siswa dirumah dan paku serta pisang dibawa ke sekolah pada pertemuan selanjutnya. Kegiatan ditutup dengan doa dan salam penutup. (b) Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 27 November 2013. Pada pertemuan kedua ini dimulai dengan berdoa, mengucapkan salam, presensi dan memberikan motivasi berupa „tepuk semangat‟. Guru kemudian menyampaikan apersepsi dengan menanyakan kepada siswa mengenai tugas yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan inti pada pertemuan 2 ini diawali dengan meminta siswa untuk berkumpul bersama kelompok yang sama dengan pertemuan 1. Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengamati kembali paku dan pisang yang telah

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 dibawa. LAS pada pertemuan 1 dibagikan kembali kepada siswa untuk mengisi tabel kegiatan yang belum diisikan oleh siswa. Siswa dalam kelompok diminta untuk mendiskusikan tentang perubahan yang terjadi pada paku dan pisang. Hasil diskusi siswa dipresentasikan di depan kelas dan siswa diminta memberikan tanggapan dari presentasi yang telah dilakukan. Setiap kelompok yang presentasi mendapatkan penilaian dari teman lain. Setelah semua kelompok melakukan presentasi dan mendapatkan penilaian, siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang masih belum dipahami oleh siswa. Guru kemudian menyampaikan tindak lanjut kepada siswa yaitu untuk mempelajari materi perubahan sifat benda yang telah dipelajari. Kegiatan ditutup dengan doa dan salam penutup. (c) Pertemuan 3 Pada hari Kamis, 28 November 2013, pertemuan 3 dilaksanakan. Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru sama dengan kegiatan awal pada hari kedua. Apersepsi yang dilakukan oleh guru adalah bertanya materi pada pertemuan sebelumnya dan dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengerjakan soal evaluasi. Siswa mempersiapkan diri untuk menyelesaikan soal evaluasi yang diberikan oleh guru. Soal evaluasi dikerjakan dengan alokasi waktu 50 menit. Kegiatan setelah menyelesaikan soal evaluasi dilanjutkan dengan mengisi kuesioner dan mengisi refleksi. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 3) Observasi Siklus II Kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti dengan dibantu oleh 3 teman yang menjadi observer. Observer mengamati proses belajar mengajar yang dilakukan dan mengisi pedoman observasi yang telah disusun serta melakukan penilaian psikomotor. Penilaian psikomotor dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang telah disediakan. Observasi dilakukan dengan mengisikan lembar observasi yang memuat 4 indikator minat yaitu: 1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; 2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; 3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA; dan 4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Observer menghitung jumlah siswa pada setiap pernyataan dalam pedoman kemudian mempersentasikannya. Hasil observasi siklus II dapat dilihat pada lampiran 9. 4) Refleksi Siklus II berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kendala yang dihadapi oleh guru juga lebih sedikit dibandingkan di siklus I. Kendala tersebut adalah saat siswa diminta untuk mengambil alat dan bahan yang digunakan untuk percobaan, siswa berebutan sehingga menyebabkan kegaduhan. Guru mengatasi kendala tersebut dengan meminta siswa untuk kembali tanpa membawa dulu alat dan bahan, kemudian memanggil perwakilan kelompok untuk maju ke depan dan mengambil alat bahan yang diperlukan. Selama melakukan percobaan, siswa nampak riang terlihat dari raut muka mereka yang senang melakukan percobaan. Siswa juga ada yang berinisiatif bertanya tentang materi.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Pada pertemuan kedua, kendala yang dihadapi adalah ada siswa yang tidak melaksanakan tugas. Mengatasi hal tersebut, guru meminta siswa yang tidak melaksanakan tugas untuk mengamati paku dan pisang yang dibawa oleh teman yang lain. Kendala lain yang dihadapi guru adalah gambar yang digunakan untuk ditempelkan tertinggal dan lupa dibawa. Antisipasi yang dilakukan adalah dengan membuat tabel di papan tulis dan menuliskan nama benda di papan tulis dan memberikan tanda chek list pada kolom yang telah disediakan. 2. Hasil Minat Siswa Minat siswa pada pelajaran IPA dijabarkan dalam 4 indikator yaitu siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA, siswa memperhatikan proses pembelajaran IPA, siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA dan siswa berinisiatif mencari informasi baru. Peneliti menggunakan observasi dan kuesioner untuk mengetahui minat siswa dalam pelajaran IPA. a. Hasil Minat Siswa Berdasarkan Observasi Observasi dilakukan selama dua kali oleh peneliti sebelum melakukan penelitian untuk mengetahui kondisi awal siswa. Observasi juga dilakukan pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 di setiap siklus dengan menggunakan pedoman observasi. Observer menghitung jumlah siswa pada setiap pernyataan yang terdapat pada pedoman observasi. Jumlah siswa pada setiap indikator diubah dalam bentuk persen. Persentase setiap indikator kemudian ditentukan rataratanya. Hasil minat belajar berdasarkan observasi dapat dilihat pada tabel 4.1, tabel 4.2 dan tabel 4.3 serta data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 9.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Tabel 4.1 Kondisi Awal Hasil Observasi Minat Belajar Siswa No 1 2 3 4 5 Indikator Rasa Senang Perhatian Keterlibatan Inisiatif Rata-rata Persentase Observasi 1 Observasi 2 34,48% 44,83% 27,59% 31,03% 41,38% 37,93% 6,90% 17,24% 27,59% 32,76% Rata-Rata 39,65% 29,31% 39,65% 12,07% 30,17% Tabel 4.1 menjelaskan bahwa observasi yang dilakukan pada kondisi awal adalah sebanyak dua kali. Observasi 1 memperoleh hasil pada indikator rasa senang yaitu sebanyak 34,48%, indikator perhatian yaitu sebanyak 27,59%, indikator keterlibatan sebanyak 41,38%, indikator inisiatif sebanyak 6,90% dan rata-rata keempat indikator pada observasi 1 sebanyak 27,59%. Hasil persentase observasi 2 pada indikator rasa senang sebanyak 44,83%, indikator perhatian sebanyak 31,03%, indikator keterlibatan sebanyak 37,93%, indikator inisiatif sebanyak 17,24%, dan rata-rata keempat indikator pada observasi 2 sebanyak 32,76%. Rata-rata hasil observasi 1 dan observasi 2 tersebut adalah 30,17%. Jadi, persentase siswa yang berminat pada kondisi awal sebesar 30,17%. Observasi juga dilakukan pada 2 pertemuan di siklus I dan siklus II. Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa. Hasil observasi pada siklus I akan dibandingkan dengan hasil observasi pada kondisi awal. Keberhasilan siklus I ditentukan berdasarkan tercapai atau tidaknya target yang telah ditentukan pada siklus I. Hasil minat belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.2.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Tabel 4.2 Hasil Observasi Minat Belajar Siswa Siklus I No 1 2 3 4 5 Indikator Rasa Senang Perhatian Keterlibatan Inisiatif Rata-rata Persentase Pertemuan 1 Pertemuan 2 65,52% 72,41% 79,31% 75,86% 75,86% 76,72% 54,31% 52,59% 68,75% 69,40% Rata-Rata 68,97% 77,59% 76,29% 53,40% 69,06% Tabel 4.2 menjelaskan bahwa observasi yang dilakukan pada siklus I adalah sebanyak dua pertemuan. Observasi pertemuan 1 memperoleh hasil pada indikator rasa senang yaitu sebanyak 65,52%, indikator perhatian yaitu sebanyak 79,31%, indikator keterlibatan sebanyak 75,86%, indikator inisiatif sebanyak 54,31% dan rata-rata keempat indikator pada observasi pertemuan 1 sebanyak 68,75%. Hasil persentase observasi pertemuan 2 pada indikator rasa senang sebanyak 72,41%, indikator perhatian sebanyak 75,86%, indikator keterlibatan sebanyak 76,72%, indikator inisiatif sebanyak 52,59%, dan rata-rata keempat indikator pada observasi pertemuan 2 sebanyak 69,40%. Rata-rata hasil observasi pertemuan 1 dan observasi pertemuan 2 tersebut adalah 69,06%. Jadi, persentase siswa yang berminat pada siklus I sebesar 69,06%. Ketercapaian minat siswa pada siklus I berdasarkan hasil observasi dapat dilihat pada tabel 4.3. Tabel 4.3 Ketercapaian Minat Siswa Siklus I Berdasarkan Observasi Variabel dan Indikator Kondisi Awal Persentase siswa yang berminat 30,17% Siklus I Target Capaian 45% 69,06% Tabel 4.3 menunjukkan bahwa minat siswa pada siklus I berdasarkan hasil observasi sudah tercapai. Persentase siswa yang berminat pada kondisi awal

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 adalah 30,17% dan target yang ditentukan adalah 45%. Capaian persentase siswa yang berminat pada siklus I adalah 69,06%. Capaian tersebut sudah melebihi target yang telah ditentukan namun tindakan siklus II tetap dilakukan karena masih terdapat variabel dan indikator yang belum tercapai. Peneliti kemudian menentukan target baru untuk siklus II yang dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabel 4.4 Target Minat Siswa Siklus II berdasarkan Observasi Variabel dan Indikator Kondisi Awal Persentase siswa yang berminat 30,17% Siklus I Target Capaian 45% 69,06% Siklus II Target 75% Tabel 4.4 menunjukkan kondisi awal, target siklus I, capaian siklus I dan target pada siklus II. Target siklus II dibuat kembali karena capaian pada siklus I sudah tercapai. Target pada siklus II yaitu sebesar 75%. Hasil observasi minat belajar siswa siklus II dapat dilihat pada tabel 4.5. Tabel 4.5 Hasil Observasi Minat Belajar Siswa Siklus II No 1 2 3 4 5 Indikator Rasa Senang Perhatian Keterlibatan Inisiatif Rata-rata Persentase Pertemuan 1 Pertemuan 2 79,31% 81,03% 85,06% 88,51% 77,59% 84,48% 76,72% 73,28% 79,67% 81,82% Rata-Rata 80,17% 86,79% 81,04% 75,00% 80,75% Tabel 4.5 menjelaskan bahwa observasi yang dilakukan pada siklus II adalah sebanyak dua pertemuan. Observasi pertemuan 1 memperoleh hasil pada indikator rasa senang yaitu sebanyak 79,31%, indikator perhatian yaitu sebanyak 85,06%, indikator keterlibatan sebanyak 77,59%, indikator inisiatif sebanyak

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 76,72% dan rata-rata keempat indikator pada observasi pertemuan 1 sebanyak 79,67%. Hasil persentase observasi pertemuan 2 pada indikator rasa senang sebanyak 81,03%, indikator perhatian sebanyak 88,51%, indikator keterlibatan sebanyak 84,48%, indikator inisiatif sebanyak 73,28%, dan rata-rata keempat indikator pada observasi pertemuan 2 sebanyak 81,82%. Rata-rata hasil observasi pertemuan 1 dan observasi pertemuan 2 tersebut adalah 80,75%. Jadi, persentase siswa yang berminat pada siklus I sebesar 80,75%. Ketercapaian minat siswa pada siklus II berdasarkan hasil observasi dapat dilihat pada tabel 4.6. Tabel 4.6 Ketercapaian Minat Siswa Siklus II Berdasarkan Observasi Variabel dan Indikator Persentase siswa yang berminat Kondisi Awal 30,17% Siklus I Target Capaian 45% 69,06% Siklus II Target Capaian 75% 80,75% Tabel 4.6 menunjukkan bahwa minat siswa pada siklus II berdasarkan hasil observasi mencapai target yang ditentukan pada siklus II. Persentase siswa yang berminat pada capaian siklus I adalah 69,06% dan target yang ditentukan pada siklus II adalah 75%. Capaian persentase siswa yang berminat pada siklus II adalah 80,75%. Peningkatan persentase siswa yang berminat dari kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada Gambar 4.1.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Gambar 4.1. Grafik Peningkatan Minat Siswa berdasarkan Observasi 90,00% 75% 80,00% 69,06% 70,00% Kondisi Awal 60,00% 45% 50,00% 40,00% 30,00% 80,75% Target Siklus I Capaian Siklus I 30,17% 20,00% Target Siklus II Capaian Siklus II 10,00% 0,00% Minat Siswa berdasarkan Observasi Gambar 4.1 menjelaskan bahwa pada kondisi awal, minat siswa sebanyak 30,17% dan target minat siswa pada siklus I adalah 45%. Capaian minat siswa pada siklus I adalah 69,06%. Target siklus II adalah 75% dan capaian untuk siklus II adalah 80,75%. Data tersebut menunjukkan bahwa minat siswa mengalami peningkatan mulai dari kondisi awal ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. b. Hasil Minat Siswa Berdasarkan Kuesioner Minat siswa dalam penelitian ini tidak hanya diketahui berdasarkan hasil observasi, namun juga dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner diberikan kepada siswa sebelum penelitian berlangsung, selama siklus I dan juga siklus II. Pada siklus I dan siklus II, kuesioner diberikan di pertemuan 1 dan pertemuan 2. Pengolahan data minat siswa berdasarkan kuesioner mulai dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Hasil minat siswa berdasarkan kuesioner pada kondisi awal dapat dilihat pada tabel 4.7 dan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 10.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Tabel 4.7 Kondisi Awal Minat Siswa Berdasarkan Kuesioner No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 AL RNA AS AYN SYN ABS AP RDP AS HND NR CKRA FAN LS YKR FPP MNM MDN ANS AS MFA FAN NHS AMM OFM SPI AR TNR WNH Total Kriteria 59 50 79 69 59 83 47 87 59 54 67 58 59 69 52 88 59 55 76 90 67 51 46 54 47 77 66 62 56 KB TB B CB KB SB TB SB KB KB CB KB KB CB KB SB KB KB B SB CB KB TB KB TB B CB CB KB Keterangan: SB = Sangat Berminat KB = Kurang Berminat B = Berminat TB = Tidak Berminat CB = Cukup Berminat Tabel 4.7 menjelaskan bahwa minat siswa pada kondisi awal terdapat 4 siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat (SB), 3 siswa termasuk dalam kategori berminat (B), 6 siswa dalam kategori cukup berminat (CB), 12

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 siswa dalam kategori kurang berminat (KB) dan 4 siswa dalam kategori tidak berminat (TB). Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat adalah 13 siswa dengan persentase 44,82%. Kuesioner kemudian dibagikan kembali pada siswa pada pertemuan 1, pertemuan 2, dan pertemuan 3 siklus I. Hasil minat belajar siswa siklus I berdasarkan kuesioner dapat dilihat pada tabel 4.8 dan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 11. Tabel 4.8 Hasil Kuesioner Minat Siswa pada Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Total Kriteria Total Kriteria Total Kriteria AL 59 55 KB KB RNA 75 B 79 B 84 SB AS 81 B 85 SB 88 SB AYN 69 CB 73 CB 77 B SYN 69 CB 73 CB 78 B ABS 83 SB 87 SB 87 SB AP 57 55 58 KB KB KB RDP 90 SB 94 SB 98 SB AS 61 CB 66 CB 73 CB HND 63 CB 68 CB 76 B NR 68 CB 73 CB 81 B CKRA 57 59 58 KB KB KB FAN 56 58 57 KB KB KB LS 73 CB 76 B 80 B YKR 64 CB 70 CB 76 B FPP 90 SB 95 SB 100 SB MNM 59 59 58 KB KB KB MDN 56 56 54 KB KB KB ANS 81 B 88 SB 91 SB AS 92 SB 95 SB 98 SB MFA 71 CB 75 B 80 B FAN 60 CB 59 56 KB KB NHS 46 56 59 KB TB KB AMM 60 CB 60 CB 99 SB OFM 51 53 57 KB KB KB SPI 81 B 85 SB 90 SB AR 73 CB 75 B 85 SB TNR 64 CB 76 B 83 SB WNH 58 59 59 KB KB KB Siswa

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Tabel 4.8 menjelaskan bahwa minat siswa pada siklus I diberikan kepada siswa sebanyak 3 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama terdapat 4 siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat (SB), 4 siswa termasuk dalam kategori berminat (B), 12 siswa dalam kategori cukup berminat (CB), 7 siswa dalam kategori kurang berminat (KB) dan 1 siswa dalam kategori tidak berminat (TB). Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat adalah 20 siswa dengan persentase 68,97%. Pada pertemuan kedua terdapat 7 siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat (SB), 5 siswa termasuk dalam kategori berminat (B), 7 siswa dalam kategori cukup berminat (CB), 10 siswa dalam kategori kurang berminat (KB) dan 0 siswa dalam kategori tidak berminat (TB). Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat adalah 19 siswa dengan persentase 65,51%. Pada pertemuan ketiga terdapat 11 siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat (SB), 7 siswa termasuk dalam kategori berminat (B), 1 siswa dalam kategori cukup berminat (CB), 10 siswa dalam kategori kurang berminat (KB) dan 0 siswa dalam kategori tidak berminat (TB). Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat adalah 19 siswa dengan persentase 65,51%. Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat selama tiga pertemuan apabila dijumlah dan di rata-rata akan memperoleh hasil sebesar 66,67%. Ketercapaian minat siswa pada siklus I berdasarkan hasil observasi dapat dilihat pada tabel 4.9.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Tabel 4.9 Ketercapaian Minat Siswa Siklus I Berdasarkan Kuesioner Variabel dan Indikator Kondisi Awal Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat 44,82% Siklus I Target Capaian 55% 66,67% Tabel 4.9 menunjukkan bahwa minat siswa pada siklus I berdasarkan hasil kuesioner sudah tercapai. Persentase siswa yang berminat pada kondisi awal adalah 44,82% dan target yang ditentukan adalah 55%. Capaian persentase siswa yang berminat pada siklus I adalah 66,67%. Capaian tersebut sudah melebihi target yang telah ditentukan namun tindakan siklus II tetap dilakukan karena masih terdapat variabel dan indikator yang belum tercapai yaitu prestasi belajar siswa. Peneliti kemudian menentukan target baru untuk siklus II yang dapat dilihat pada tabel 4.10. Tabel 4.10 Target Minat Siswa Siklus II berdasarkan Kuesioner Variabel dan Indikator Kondisi Awal Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat 44,82% Siklus I Target Capaian 55% 66,67% Siklus II Target 78% Tabel 4.10 menunjukkan kondisi awal, target siklus I, capaian siklus I dan target pada siklus II. Target siklus II dibuat kembali karena capaian pada siklus I sudah tercapai. Target pada siklus II yaitu sebesar 78%. Kuesioner diberikan kepada siswa pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 siklus II. Hasil kuesioner minat belajar siswa siklus II dapat dilihat pada tabel 46 dan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 11.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Tabel 4.11 Hasil Kuesioner Minat Belajar Siswa Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Pertemuan 1 Pertemuan 2 Total Kriteria Total Kriteria AL 56 KB 58 KB RNA 92 SB 95 SB AS 102 SB 105 SB AYN 99 SB 101 SB SYN 93 SB 97 SB ABS 103 SB 106 SB AP 86 SB 91 SB RDP 102 SB 105 SB AS 95 SB 100 SB HND 79 B 86 SB NR 85 SB 95 SB CKRA 103 SB 105 SB FAN 88 SB 96 SB LS 85 SB 92 SB YKR 88 SB 94 SB FPP 104 SB 106 SB MNM 54 KB 59 KB MDN 89 SB 95 SB ANS 106 SB 108 SB AS 111 SB 111 SB MFA 88 SB 93 SB FAN 77 B 85 SB NHS 96 SB 93 SB AMM 76 B 81 B OFM 58 KB 59 KB SPI 94 SB 99 SB AR 88 SB 92 SB TNR 88 SB 94 SB WNH 85 SB 83 SB Siswa Tabel 4.11 menjelaskan bahwa minat siswa pada siklus II diberikan kepada siswa sebanyak 2 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama terdapat 22 siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat (SB), 3 siswa termasuk dalam kategori berminat (B), 0 siswa dalam kategori cukup berminat (CB), 3 siswa dalam kategori kurang berminat (KB), dan 0 siswa dalam kategori tidak berminat (TB). Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat adalah 25

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 siswa dengan persentase 86,20%. Pada pertemuan kedua terdapat 25 siswa yang termasuk dalam kategori sangat berminat (SB), 1 siswa termasuk dalam kategori berminat (B), 0 siswa dalam kategori cukup berminat (CB), 3 siswa dalam kategori kurang berminat (KB), dan 0 siswa dalam kategori tidak berminat (TB). Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat adalah 26 siswa dengan persentase 89,65%. Jumlah siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat selama dua pertemuan apabila dijumlah dan di rata-rata akan memperoleh hasil sebesar 87,93%. Ketercapaian minat siswa pada siklus II berdasarkan hasil kuesioner dapat dilihat pada tabel 4.12. Tabel 4.12 Ketercapaian Minat Siswa Siklus II Berdasarkan Observasi Variabel dan Indikator Kondisi Awal Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat 44,82% Siklus I Target Capaian 55% 66,67% Siklus II Target Capaian 78% 87,93% Tabel 4.12 menunjukkan bahwa minat siswa pada siklus II berdasarkan hasil kuesioner mencapai target yang ditentukan pada siklus II. Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada capaian siklus I adalah 66,67% dan target yang ditentukan pada siklus II adalah 78%. Capaian jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat pada siklus II adalah 87,93%. Peningkatan jumlah siswa yang termasuk kategori cukup berminat dari kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada gambar 4.2.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Gambar 4.2. Grafik Peningkatan Minat Siswa berdasarkan Kuesioner 100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 87,93% 78% 55% 66,67% 44,82% Kondisi Awal Target Siklus I Capaian Siklus I Target Siklus II Capaian Siklus II Minat Siswa berdasarkan Kuesioner Gambar 4.2 menjelaskan bahwa pada kondisi awal, minat siswa sebanyak 44,82% dan target minat siswa pada siklus I adalah 55%. Capaian minat siswa pada siklus I adalah 66,67%. Target siklus II adalah 78% dan capaian untuk siklus II adalah 87,93%. Data tersebut menunjukkan bahwa minat siswa berdasarkan hasil kuesioner mengalami peningkatan mulai dari kondisi awal ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. 3. Hasil Prestasi Belajar IPA Data awal yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pelajaran IPA selama 2 tahun (tahun ajaran 2010/2011 dan 2011/2012) yaitu 73 dengan persentase siswa yang tidak memenuhi KKM sebesar 55% (lihat pada lampiran 12). Setelah dilakukan penelitian pada siklus I belum nampak adanya peningkatan nilai rata-rata kelas sehingga diperlukan perlakuan siklus II. Nilai rata-rata dan persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus II mengalami peningkatan. Guru kelas V menjelaskan bahwa nilai yang diperoleh pada data awal merupakan nilai yang berasal dari nilai kognitif atau tes dan tidak memasukkan

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 nilai afektif dan nilai psikomotorik. Peneliti juga melakukan penilaian bagi siswa dengan menggunakan nilai kognitif yang di dapat dari nilai evaluasi pada setiap akhir siklus. Penilaian ini dilakukan untuk membandingkan data awal yang didapat peneliti dengan hasil siklus I dan siklus II. Nilai afektif dan nilai psikomotorik tidak digunakan karena akan terjadi ketidaksesuaian antara data nilai awal dengan data nilai siklus I dan siklus II. Rubrik afektif dan rubrik psikomotorik digunakan untuk membandingkan nilai siswa yang diambil dari satu aspek dengan nilai yang diambil dengan tiga aspek. Soal evaluasi yang digunakan pada siklus I menggunakan tes pilihan ganda dengan jumlah soal 20. Jumlah jawaban siswa yang benar akan dikalikan 5 untuk menjadi nilai akhir siswa. Hasil prestasi belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.13 dan lampiran 13. Tabel 4.13 Prestasi Belajar Siswa pada Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama AL RNA AS AYN SYN ABS AP RDP AS HND NR CKRA FAN LS YKR FPP MNM MDN Nilai Tes 50 65 60 75 60 75 80 70 55 65 65 70 65 75 60 65 75 60 Target 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 Ketercapaian Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 No Nama 19 ANS 20 AS 21 MFA 22 FAN 23 NHS 24 AMM 25 OFM 26 SPI 27 AR 28 TNR 29 WNH Rata-rata Nilai Tes 75 80 75 65 60 80 70 70 75 70 75 68 Target 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 Ketercapaian Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai 55% Tabel 4.13 menunjukkan bahwa rata-rata nilai dari 29 siswa kelas V SDN Selomulyo adalah 68. Target nilai yang harus dicapai oleh siswa adalah 75 dengan target persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 65%. Persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus I ini adalah 55%. Kesimpulan yang dapat diambil dari data tersebut adalah bahwa nilai rata-rata dan persentase siswa yang mencapai KKM tidak sesuai dengan target yang diharapkan sehingga diperlukan penelitian siklus II. Ketercapaian prestasi belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.14. Tabel 4.14 Ketercapaian Prestasi Belajar Siswa Siklus I Variabel dan Indikator Siswa yang mencapai KKM Nilai rata-rata kelas Kondisi Awal 55 % 73,00 Siklus I Target Capaian 65% 55% 75 68 Tabel 4.14 menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas dan siswa yang mencapai KKM pada siklus I belum mencapai target. Capaian siswa yang mencapai KKM pada siklus I sama dengan kondisi awal sehingga target tidak tercapai. Capaian nilai rata-rata kelas pada siklus I juga belum mencapai target

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 yaitu 68. Target siklus I yang belum tercapai menyebabkan penelitian dilanjutkan ke siklus II. Penilaian yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II sama dengan penilaian yang dilakukan pada siklus I. Peneliti menggunakan soal evaluasi pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Nilai akhir diperoleh dengan mengalikan 5 jumlah jawaban yang benar. Target untuk siklus II tidak mengalami perubahan dan masih sama dengan target siklus I. Hasil prestasi belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.15 dan lampiran 13. Tabel 4.15 Prestasi Belajar Siswa pada Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama AL RNA AS AYN SYN ABS AP RDP AS HND NR CKRA FAN LS YKR FPP MNM MDN ANS AS MFA FAN NHS AMM OFM SPI Nilai Tes 80 85 75 95 70 85 90 75 70 75 75 80 75 80 80 70 75 70 75 80 75 70 75 80 80 85 Target 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 Ketercapaian Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 No Nama 27 AR 28 TNR 29 WNH Rata-rata Nilai Tes 75 95 85 79 Target 75 75 75 75 Ketercapaian Tercapai Tercapai Tercapai 83% Tabel 4.15 menunjukkan bahwa rata-rata nilai dari 29 siswa kelas V SDN Selomulyo adalah 79. Target nilai yang harus dicapai oleh siswa adalah 75 dengan target persentase siswa yang mencapai target sebesar 65%. Persentase siswa yang mencapai KKM pada siklus II ini adalah 83%. Informasi yang diperoleh dari tabel 4.13 dan tabel 4.15 adalah terjadinya peningkatan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar terjadi pada siklus I ke siklus II. Ketercapaian prestasi belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.16. Tabel 4.16 Ketercapaian Prestasi Belajar Siswa Siklus I Variabel dan Indikator Siswa yang mencapai KKM Nilai rata-rata kelas Kondisi Awal 55 % 73,00 Siklus I Siklus II Target Capaian Target Capaian 65% 75,00 55% 68,00 65% 75,00 83% 79,00 Kesimpulan yang dapat diambil dari tabel 4.16 adalah bahwa nilai rata-rata kelas pada siklus I tidak mengalami peningkatan melainkan mengalami penurunan. Persentase siswa yang lulus KKM masih tetap yaitu 55%. Peningkatan prestasi belajar siswa terjadi pada siklus II dengan nilai rata-rata kelas yaitu 79 dengan persentase siswa yang lulus KKM sebesar 83%. Peningkatan prestasi belajar siswa yang mencapai KKM dari kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada gambar 4.3.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Gambar 4.3. Grafik Siswa yang Mencapai KKM 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 83% 65% 55% 65% Kondisi Awal 55% Target Siklus I Capaian Siklus I Target Siklus II Capaian Siklus II Siswa yang mencapai KKM Gambar 4.3 menjelaskan bahwa pada kondisi awal, siswa yang mencapai KKM sebanyak 55% dan target siswa yang mencapai KKM pada siklus I adalah 65%. Capaian siswa yang mencapai KKM pada siklus I adalah 55%. Target siklus II tidak mengalami perubahan yaitu 65% dan capaian untuk siklus II adalah 83%. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa yang mencapai KKM tidak mengalami peningkatan pada siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II. Peningkatan nilai rata-rata kelas mulai dari kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada gambar 4.4. Gambar 4.4. Grafik Nilai Rata-Rata Kelas 80,00 78,00 76,00 74,00 72,00 70,00 68,00 66,00 64,00 62,00 79,00 75,00 75,00 Kondisi Awal 73,00 Target Siklus I 68,00 Capaian Siklus I Target Siklus II Capaian Siklus II Nilai Rata-Rata Kelas

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Gambar 4.4 menjelaskan bahwa pada kondisi awal, nilai rata-rata kelas adalah 73,00 dan target nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 75,00. Capaian nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 68,00. Target siklus II tidak mengalami perubahan yaitu 75,00 dan capaian untuk siklus II adalah 79. Data tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas mengalami penurunan pada siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II. Pencapaian target untuk minat dan prestasi belajar pada penelitian dapat lebih jelas dilihat di tabel 4.17. Tabel 4.17 Pencapaian Indikator Penelitian No Variabel dan Indikator Kondisi Awal Siklus I Target Capaian Siklus II Ket Target Capaian Ket MINAT 1 2 Persentase siswa yang berminat Jumlah siswa yang termasuk kategori minimal cukup berminat 30,17% 45% 69,06% Tercapai 75% 80,75% Tercapai 44,82% 55% 66,67% Tercapai 78% 87,93% Tercapai PRESTASI BELAJAR 1 2 Siswa yang mencapai KKM Nilai ratarata kelas 55 % 65% 55% Tidak Tercapai 65% 83% Tercapai 73,00 75,00 68,00 Tidak tercapai 75,00 79,00 Tercapai Tabel 4.17 menunjukkan bahwa minat siswa sudah tercapai pada siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II. Prestasi belajar siswa tidak sama dengan minat belajar yang mengalami peningkatan pada siklus I. Prestasi belajar

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 pada siklus I tidak tercapai bahkan mengalami penurunan dan target tercapai pada siklus II. Minat dan prestasi belajar meningkat dan mencapai target pada siklus II. Peneliti menyatakan bahwa penelitian berhasil dan berhenti pada siklus II. B. Pembahasan Penelitian ini dilakukan dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan model Kemmis & Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pendekatan kontekstual atau CTL dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Siswa kelas V SDN Selomulyo pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 29 anak menjadi subjek dalam penelitian ini. Minat dan prestasi belajar IPA menggunakan pendekatan kontekstual atau CTL menjadi objek dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan 4 indikator untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran IPA. Keempat indikator tersebut yaitu:(1) siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA; (2) siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA; (3) siswa terlibat dalam proses pembelajaran; dan(4) siswa berinisiatif mencari informasi baru. Ketercapaian indikator minat dapat diketahui oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner. Prestasi belajar IPA mencakup standar kompetensi 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda pada kompetensi dasar 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas dan 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Peneliti melakukan penilaian tentang prestasi belajar siswa dengan menggunakan nilai evaluasi pada setiap akhir siklus. Soal evaluasi yang digunakan berupa soal pilihan ganda dengan jumlah 20 soal pada setiap siklusnya. Nilai akhir diperoleh dengan mengalikan 5 jumlah jawaban yang benar atau membagi dua jumlah jawaban yang benar. Siklus I penelitian dilakukan dalam waktu 3 kali pertemuan yang masingmasing pertemuan memiliki alokasi waktu 2x 35 menit atau 2JP. Siswa pada pertemuan pertama belajar tentang bahan penyusun suatu benda dan mengidentifikasi sifat bahan penyusun melalui percobaan. Siswa juga melengkapi tabel-tabel yang terdapat pada LAS (dapat dilihat pada lampiran 4). Kemampuan siswa dalam mengisi tabel ditunjukkan melalui presentasi hasil diskusi di depan kelas. Pertemuan kedua siswa melakukan identifikasi tentang bahan penyusun benda dan sifatnya serta membuat kartupedia. Pada pertemuan terakhir siklus I, siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi. Setiap kegiatan yang dilakukan pada masing-masing pertemuan memuat 7 komponen utama pendekatan kontekstual yaitu konstruktivisme, tanya jawab, modelling, komunitas belajar, inkuiri, refleksi, dan penilaian otentik. Komponen konstruktivisme dalam pendekatan kontekstual atau CTL nampak pada penelitian di kegiatan awal yaitu melakukan tanya jawab antara guru dengan siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa. Siswa yang telah memiliki pengetahuan tentang materi yang diajarkan dapat lebih terlibat selama proses pembelajaran. Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa selain termasuk dalam komponen konstruktivisme,

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 juga merupakan komponen tanya jawab dalam pendekatan kontekstual atau CTL. Tujuan dari kegiatan tanya jawab adalah untuk merangsang keingintahuan siswa terhadap pembelajaran. Keingintahuan siswa tersebut dapat dilihat pada indikator minat siswa yaitu siswa berinisiatif mencari informasi baru. Kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok menunjukkan komponen inkuiri dalam pendekatan kontekstual atau CTL. Kegiatan berkelompok juga merupakan bagian dari konsep SCL. Siswa dalam kelompok melakukan kegiatan observasi dengan mengamati keadaan di sekitar kelas dan sekitar sekolah, kemudian siswa merumuskan masalah yang ditunjukkan dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan dalam setiap diskusi. Kegiatan selanjutnya adalah mengumpulkan data dari percobaan-percobaan yang dilakukan oleh siswa. Data yang dikumpulkan oleh siswa ditulis pada tabel yang telah disediakan dalam LAS. Siklus II dilakukan dalam kurun waktu 3 kali pertemuan yang masingmasing pertemuan memiliki alokasi waktu 2x35 menit atau 2 JP. Kegiatan pembelajaran pada siklus II juga menerapkan 7 komponen utama pendekatan kontekstual atau CTL. Pertemuan pertama dilaksanakan dengan memberikan contoh-contoh perubahan sifat benda yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa kemudian melakukan percobaan tentang pemanasan, pembakaran, pendinginan, dan pencampuran dengan air. Percobaan tentang pembusukan dan pengaratan dilakukan siswa di rumah dan dilaporkan hasil percobaannya ke sekolah pada pertemuan kedua siklus II. Pada pertemuan kedua siswa mengamati

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 hasil dari proses pembusukan dan pengaratan untuk kemudian dicatat hasilnya pada tabel di lembar LAS. Data awal minat dan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA sebelum penelitian menunjukkan bahwa jumlah siswa yang berminat dan mencapai KKM masih rendah. Setelah peneliti memberikan penelitian di siklus I, terjadi peningkatan pada minat siswa tetapi masih belum tercapainya target pada prestasi belajar siswa. Hal ini menyebabkan peneliti melanjutkan untuk ke siklus II. Pembelajaran pada siklus I maupun II menunjukkan bahwa siswa merasa senang mengikuti pelajaran IPA. Hal ini ditunjukkan dalam bentuk sikap ceria siswa yang terlihat dari raut muka dan tawa pada saat diajak bernyanyi, pembentukkan kelompok dan melakukkan percobaan. Perhatian siswa juga nampak saat guru menjelaskan langkah-langkah kerja, maupun saat penyampaian tujuan pembelajaran. Keterlibatan siswa ditunjukkan dari antusias siswa saat pembagian alat dan bahan untuk percobaan serta antusias dalam melakukan percobaan. Inisiatif siswa dilakukan dengan bertanya kepada guru tentang kesulitan yang dihadapi dan juga ada siswa yang mencari informasi dari buku paket ketika mengalami kesulitan. Kegiatan siswa yang menunjukkan indikatorindikator minat dalam pembelajaran dapat diketahui berdasarkan hasil kuesioner siswa dan berdasarkan observasi yang dilakukan oleh observer. Hasil kuesioner siswa yang menunjukkan rasa senang atau sikap ceria dapat dilihat pada gambar 4.5.

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Gambar 4.5. Hasil Kuesioner Siswa untuk Indikator 1 Gambar 4.5 menunjukkan hasil kuesioner yang diisi oleh siswa pada indikator 1 yaitu rasa senang. Indikator 1 dijabarkan menjadi 7 pernyataan. Siswa memberi tanda cheklist jawaban sangat setuju pada 5 pernyataan dan jawaban setuju pada 2 pernyataan. Hasil jawaban siswa tersebut juga sesuai dengan keadaan siswa berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh observer dan nampak pada gambar 4.6.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Gambar 4.6. Siswa Menunjukkan Sikap Ceria Saat Pembelajaran Gambar 4.6 tersebut menunjukkan sikap ceria siswa pada saat pembelajaran IPA. Kegiatan yang ada pada gambar merupakan penentuan ketua kelompok yang dilakukan oleh siswa. Ketua kelompok ditentukan dengan cara menghitung dari 14. Hitungan pertama, siswa mengangkat jari telunjuk, hitungan kedua, siswa melihat teman satu kelompok, hitungan ketiga, siswa mulai memikirkan siapa yang akan menjadi ketua kelompok, dan hitungan keempat siswa menunjuk teman yang akan dijadikan ketua kelompok. Siswa yang paling banyak ditunjuk oleh teman dalam satu kelompok akan menjadi ketua kelompok. Ketua kelompok bertugas untuk memimpin kelompok dalam melakukan percobaan dan mengambil alat dan bahan dalam percobaan. Indikator 2 merupakan perhatian siswa selama pembelajaran IPA. Siswa menunjukkan perhatiannya saat pembelajaran IPA dengan dibuktikan dari hasil kuesioner yang diisi oleh siswa. Hasil kuesioner indikator 2 dapat dilihat pada gambar 4.7.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Gambar 4.7. Hasil Kuesioner Siswa untuk Indikator 2 Gambar 4.7 menunjukkan hasil kuesioner siswa pada indikator 2. Indikator 2 dijabarkan menjadi 6 pernyataan. Jawaban siswa menunjukkan bahwa 4 pernyataan dijawab setuju oleh siswa dan 2 pernyataan dijawab ragu-ragu. Pernyataan yang dijawab setuju oleh siswa yaitu siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran, siswa menyimak penjelasan guru, siswa tidak melamun saat pembelajaran IPA, dan siswa berkonsentrasi saat pelajaran IPA. Pernyataan yang dijawab ragu-ragu oleh siswa yaitu siswa mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA dan siswa menjawab pertanyaan siswa. Indikator 2 juga nampak pada hasil observasi yang dapat dilihat pada gambar 4.8.

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Gambar 4.8. Siswa memperhatikan penjelasan guru Gambar 4.8 tersebut menunjukkan bahwa siswa memperhatikan saat guru menjelaskan. Kegiatan yang nampak pada gambar adalah siswa memperhatikan saat dijelaskan tentang tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan selama proses belajar mengajar. Siswa memperhatikan dengan baik saat guru menjelaskan. Keterlibatan siswa merupakan indikator ke-3. Indikator ke-3 dijabarkan menjadi 5 pernyataan pada kuesioner. Hasil kuesioner siswa pada indikator 3 nampak pada gambar 4.9. Gambar 4.9. Hasil Kuesioner Siswa untuk Indikator 3

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Gambar 4.9 menunjukkan hasil kuesioner siswa pada indikator 3. Indikator 3 dijabarkan menjadi 5 pernyataan. Jawaban siswa menunjukkan bahwa 2 pernyataan dijawab sangat setuju, 1 pernyataan dijawab setuju oleh siswa dan 2 pernyataan dijawab ragu-ragu. Siswa menjawab sangat setuju pada pernyataan ikut melakukan percobaan dalam kelompok dan bekerjasama dengan kelompok. Siswa menjawab setuju pada pernyataan mengerjakan tugas saat pelajaran IPA dan menjawab ragu-ragu untuk pernyataan menanggapi penjelasan guru dan belajar tanpa paksaan orang lain. Indikator 3 juga nampak pada hasil observasi yang dapat dilihat pada gambar 4.10. Gambar 4.10.Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran Gambar 4.10 menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang nampak pada gambar 9 adalah perwakilan anggota kelompok yang mengambil alat dan bahan yang digunakan untuk percobaan yang telah disediakan oleh guru. Perwakilan tersebut mengambil alat dan bahan yang telah disediakan dan ada yang mengajukan pertanyaan tentang alat dan bahan

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 maupun tentang langkah yang dikerjakan apabila tidak jelas. Pertanyaan siswa tersebut menunjukkan bahwa adanya inisiatif siswa untuk mencari informasi. Inisiatif siswa juga ditunjukkan dari hasil kuesioner pada indikator 4 yang nampak pada gambar 4.11. Gambar 4.11. Hasil Kuesioner Siswa untuk Indikator 4 Gambar 4.11 menunjukkan jawaban siswa pada kuesioner indikator 4 yaitu inisiatif siswa. Indikator 4 dijabarkan menjadi 5 pernyataan. Jawaban yang diberikan siswa pada pernyataan membaca atau mencari materi dari sumber lain, mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan, dan membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari adalah ragu-ragu. Pernyataan bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi dan tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran mendapat jawaban sangat setuju.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Siswa juga melakukan kegiatan tidak hanya berdasarkan pada pernyataan dalam kuesioner melainkan juga kegiatan-kegiatan yang lain seperti presentasi. Presentasi dilakukan oleh siswa secara berkelompok. Salah satu kegiatan presentasi yang dilakukan siswa nampak pada gambar 4.12. Gambar 4.12. Siswa mempresentasikan kartupedia Gambar 12 menunjukkan kegiatan siswa mempresentasikan hasil kartupedia. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang seharusnya merupakan display, tetapi karena waktu yang ada terbatas, maka diganti dengan kegiatan presentasi kartupedia. Siswa dalam satu kelompok mempresentasikan masing-masing kartupedia yang telah dibuat. Contoh hasil kartupedia yang dibuat oleh siswa dapat dilihat pada gambar 4.13.

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Gambar 4.13. Contoh Hasil Kartupedia siswa Gambar 4.13 merupakan contoh hasil karya siswa dalam membuat kartupedia. Kartupedia tersebut menggunakan bahan berupa kertas karton, kain, dan benang. Siswa mengreasikan bahan tersebut dengan membentuk bahan kertas karton menjadi bentuk lumba-lumba, kain menjadi bentuk matahari dan benang ditempelkan pada tepi kartu. Hasil pekerjaan siswa bukan hanya kartupedia melainkan juga tugas pada LAS dan hasil evaluasi siswa. Hasil siswa tersebut dapat dilihat pada gambar 4.14, gambar 4.15, gambar 4.16, dan gambar 4.17.

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Gambar 4.14. LAS Siklus I Gambar 4.14 merupakan salah satu contoh kegiatan 3 pada Lembar Aktifitas Siswa (LAS) yang telah dikerjakan siswa pada siklus I. LAS siklus I terdiri dari 3 kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa. Setiap kegiatan terdapat kolom untuk mengisi hasil pengamatan. Kegiatan pertama merupakan kegiatan menguji kekuatan benang. Kegiatan 2 merupakan kegiatan menguji kekuatan kertas dan kegiatan 3 adalah mengidentifikasi sifat-sifat kertas.

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Gambar 4.15. LAS Siklus II Gambar 4.15 merupakan salah satu contoh LAS siklus II yang dikerjakan oleh salah satu kelompok. LAS siklus II terdapat 4 kegiatan. Kegiatan 1 menunjukkan bahwa siswa diminta untuk mengamati perubahan yang terjadi pada lilin saat dipanaskan dan didinginkan. Kegiatan 2 dan 3 menunjukkan bahwa siswa diminta untuk mengamati perubahan yang terjadi pada benda setelah melalui berbagai proses. Kegiatan 4 menunjukkan bahsa siswa diminta untuk

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 menyebutkan nama benda beserta proses yang telah dilakukan dan mengkategorikan ke dalam perubahan sementara atau perubahan tetap. Siswa juga membuat kesimpulan dari kegiatan yang telah mereka lakukan. Data lain yang diperoleh peneliti yaitu penilaian prestasi belajar siswa dengan soal evaluasi yang dapat dilihat pada gambar 4.16 dan gambar 4.17. Gambar 4.16. Hasil Evaluasi Siswa Siklus I Gambar 4.16 menunjukkan hasil evaluasi siswa pada siklus I yang mendapat nilai 65. Peneliti hanya menggunakan nilai kognitif yang berasal dari soal evaluasi sebagai penilaian siswa. Nilai yang diperoleh siswa tersebut belum mencapai KKM dan belum mencapai target yang ditentukan oleh peneliti. Hasil siswa akan dilihat lagi pada hasil evaluasi siklus II seperti yang terlihat pada gambar 4.17. Gambar 4.17. Hasil Evaluasi Siswa Siklus II

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Gambar 4.17 menunjukkan hasil evaluasi siklus II siswa yang sama dengan siklus I. Siswa tersebut mengalami peningkatan nilai pada siklus II yaitu memperoleh nilai 80. Nilai yang diperoleh siswa tersebut sudah mencapai KKM dan mencapai target nilai yang ditentukan oleh peneliti untuk siklus II. Data yang diperoleh peneliti tentang prestasi belajar siswa dari data awal, siklus I dan siklus II terlihat pada Tabel 39. Siswa yang mencapai target nilai yang ditentukan oleh peneliti pada siklus I berjumlah 16 siswa dengan persentase 55% dan nilai ratarata kelas 68. Hasil prestasi belajar siswa pada siklus II menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa dengan jumlah siswa yang mencapai target sebanyak 24 siswa dengan persentase 83% dan nilai rata-rata kelas 79.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Penilaian prestasi belajar yang dilakukan oleh peneliti hanya menggunakan nilai kognitif yaitu dari nilai soal evaluasi siklus I dan siklus II. Nilai prestasi tersebut apabila dibandingkan dengan penilaian yang menggunakan aspek tes dan non tes yang meliputi nilai afektif dan psikomotorik, maka akan memperoleh hasil yang berbeda. Nilai prestasi siswa dengan menggunakan 3 aspek dapat dilihat pada lampiran 15. Penilaian dengan menggunakan 3 aspek akan memperoleh hasil yang lebih tinggi dibandingkan nilai yang menggunakan aspek kognitif saja. Tercapainya target pada siklus II tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SDN Selomulyo. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Johnson (2007:37) yang menjelaskan bahwa pendekatan kontekstual mengajak siswa untuk membuat hubungan-hubungan yang mengungkapkan makna dan memiliki potensi untuk membuat siswa berminat belajar. Peningkatan minat terjadi karena adanya perbaikan kesalahan-kesalahan selama siklus I agar tidak terulang di siklus II. Minat belajar juga meningkat karena adanya upaya dalam pemenuhan kebutuhan siswa. Hal ini diungkapkan oleh Djamarah (2011:192) yaitu usaha yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat siswa adalah memahami kebutuhannya dan melayani kebutuhan itu. Peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitian pada siklus III karena prestasi belajar yang belum tercapai pada siklus I sudah dapat diperbaiki pada siklus II.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Peningkatan minat yang terjadi setelah pelaksanaan siklus I dan II mempengaruhi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Muhibbin (2001:132) dalam hal ini menyatakan bahwa prestasi dipengaruhi oleh minat karena dengan adanya minat belajar membuat siswa mencapai prestasi yang optimal. Sardiman (dalam Susanto, 2013:66) mendukung pendapat Muhibbin dengan menyatakan bahwa proses belajar akan berjalan lancar jika disertai minat. Prestasi belajar meningkat ketika minat belajar meningkat.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN Bab V ini membahas tentang kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, keterbatasan penelitian dan saran. A. Kesimpulan Penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD N Selomulyo yang berjumlah 29 siswa dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil dari penelitian yang dilakukan dalam dua siklus dapat disimpulkan sebagai berikut: Penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan minat siswa pada pembelajaran IPA siswa kelas V SD N Selomulyo adalah melalui kegiatan pembelajaran dengan melibatkan 7 komponen CTL yaitu konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik. Siswa belajar dengan mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman hidup sehari-hari. Perasaan senang yang ditampilkan dalam sikap ceria siswa menjadi indikator minat siswa dalam belajar. Perhatian siswa pada benda-benda konkret yang digunakan sebagai media membantu siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka agar lebih memperjelas makna dari materi yang diajarkan. Keterlibatan siswa pada percobaan-percobaan yang dilakukan membantu siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga siswa lebih berminat mengikuti pelajaran. Tugas-tugas yang diberikan membantu siswa untuk lebih berinisiatif dalam mencari informasi144

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 informasi baru. Seluruh kegiatan pembelajaran dengan CTL meningkatkan perasaan senang siswa, perhatian, keterlibatan dan inisiatif siswa dalam belajar. Penggunaan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA siswa kelas V SD N Selomulyo melalui kegiatan pembelajaran. Aspek kognitif siswa ditunjukkan melalui hasil soal evaluasi yang dikerjakan oleh siswa. Kegiatan dalam proses belajar mengajar menggunakan CTL dapat menumbuhkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor serta meningkatkan prestasi belajar siswa. B. Keterbatasan Penelitian yang dilakukan tidak jauh dari kekurangan. Kekurangan pada penelitian ini merupakan keterbatasan peneliti. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah: 1. PTK merupakan penelitian kolaborasi antara guru dan peneliti, namun karena guru tidak berkenan untuk mengajar sesuai rancangan yang disusun oleh peneliti, maka peneliti juga berperan sebagai guru. 2. Peneliti kurang mengetahui tingkat kejujuran responden dalam mengisikan kuesioner. 3. Peneliti menyusun rubrik penilaian afektif dan psikomotorik namun tidak digunakan sebagai data utama karena data yang dibandingkan oleh peneliti dari pihak sekolah hanya menggunakan penilaian kognitif saja.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 C. Saran Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian peningkatan minat dan prestasi belajar IPA menggunakan konsep Student Centered Learning (SCL) dan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah: 1. Penelitian tindakan kelas sebaiknya dilakukan oleh guru yang mengajar untuk menghindari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil penelitian. Hal tersebut dikarenakan guru kelas yang lebih mengetahui karakter siswa dan kondisi kelas. 2. Peneliti diharapkan meningkatkan kejujuran siswa dalam melengkapi kuesioner dengan memberitahukan kepada siswa bahwa hasil kuesioner bermanfaat namun tidak berpengaruh pada nilai siswa yang mengisi kuesioner. 3. Penilaian prestasi belajar siswa sebaiknya menggunakan tiga aspek penilaian yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik karena penilaian tersebut dapat mewakili keadaan siswa yang sebenarnya.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 DAFTAR REFERENSI Arikunto, dkk. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara. Azizah, Farida Nur. (2012). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Pendekatan Kontekstual Materi Menjumlahkan dan Mengurangkan Berbagai Bentuk Pecahan pada Siswa Kelas VA SD N Adisucipto 1 Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana. Yogyakarta: Sanata Dharma. Azwar, Saifuddin. (2012). Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Damayanti, Dewi. (2010). Upaya Peningkatan Keterampilan Melakukan Operasi Perkalian dan Pembagian Pada Pecahan Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Bagi Siswa Kelas V SD Tarakanita Ngembesan Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi Sarjana. Yogyakarta: Sanata Dharma. Djamarah, S. B. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta: Asdi Maliasatya. Esti Wahyuni, Sri. (2002). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo Hanafiah & Suhana, Cucu. (2012). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama. Hapsari, Sri. (2005). Bimbingan dan Konseling SMA untuk Kelas XI. Jakarta: PT Raja Grasindo Persada. Hariyanto & Suyono. (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Herijulianti Eliza, DRg, Indriani Tati Svasti, DRg, Artini Sri, M.Pd, DRg. (2002). Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC Iskandar, Srini M. (2001). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: Maulana Jacobsen, David A. (2009). Methods for teaching ed.8. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Johnson, E. B. (2010). Contextual Teaching & Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Bandung: Kaifa. Komalasari, K. (2011). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama.

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Kunandar. (2008). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kusumah & Dwitagama. (2009). Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks Liem, Tik L. (2007). Asyiknya Meneliti Sains. Bandung: Pudak Scientific Mardapi, Djemari. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Jogjakarta: Mitra Cendekia Press. Margono. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Marlina. (2009). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA pada Pokok Bahasan Indra dengan Penggunaan Alat Peraga di SD Negeri 1 Dekso Kulon Progo Kelas IV Semester Ganjil Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi sarjana. Yogyakarta: Sanata Dharma. Muhibbin Syah. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Mustaqim. (2008). Psikologi Pendidikan. Semarang: Pustaka Belajar. Overby, Kimberly. (2011). Student Centered Learning. ESSAI: Vol 9, Article 32. Diakses pada tanggal 28 Februari 2014,dari http://dc.cod.edu/essai/vol9/issl/32. Priyatmojo,Achmadi, dkk. (2010). Buku Panduan Pelaksanaan Student Centered Learning (SCL) dan Student Teacher Aesthetic Role-Sharing (STAR). Yogyakarta: Pusat Pengembangan Pendidikan UGM Purnomo Puji. (2008). Menjadi Ilmuwan yang Guru dan Guru yang Ilmuwan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Rasyid, Harun & Mansur. (2009). Penilaian Hasil Belajar. Bandung: CV Wacana Prima. Riyanto,Yatim. (2009). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media. Roslina,Elin. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers Rusman. (2011). Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Samatowa, Usman. (2011). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Sanjaya, Wina. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Sardiman. (2011). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Slameto. (2003). Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudijono. (2012). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers Sugiyanto. (2010). Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Suparno, Paul. (2012). Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Sanata Dharma Surapranata, Sumarna. (2009). Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi hasil tes Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdarkarya. Surya, Mohammad. (2003). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bany Quraisy. Susilo. (2007). Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Suyono & Hariyanto. (2011).Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Taniredja, T. (2011). Model-model Pembelajaran Inovatif. Bandung : Alfabeta Tim Musyawarah Guru BK. (2008). Pelayanan Konseling pada Satuan Pendidikan Menengah. Jakarta: PT Raja Grasindo persada. Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP). Jakarta : Kencana Trianto. (2011). Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas [Classroom Action Research]. Jakarta: Prestasi Pustakaraya

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Wang, Dan. (2011). The dilemma of time: Student-centered teaching in rural classroom in China. Elsevier Journal of Teaching and Teacher Education, 27,157-164. Widharyanto, B. (2002). Student Active Learning: Latar Belakang Kemunculan dan Prinsip-Prinsipnya. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Yesiana, Elisabeth Endang L. (2012). Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Matematika Materi Pecahan Menggunakan Pendekatan CTL pada Siswa Kelas IVA SD Kanisius Ganjuran Semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana. Yogyakarta : Sanata Dharma.

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 LAMPIRAN

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 LAMPIRAN 1 Surat Ijin Melakukan Penelitian dan Selesai Penelitian

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 LAMPIRAN 2 Instrumen Pembelajaran Sebelum Validasi

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 LAMPIRAN 3 Instrumen Pembelajaran Setelah Validasi

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Negeri Selomulyo Kelas / Semester :V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Hari, Tanggal Pelaksanaan : Alokasi waktu : 1 x pertemuan ( 2 x 35 menit) A. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas C. INDIKATOR Kognitif 4.1.1 Menyebutkan 3 bahan penyusun suatu benda 4.1.2 Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan strukturnya Afektif 4.1.3 Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotor 4.1.4 Melakukan percobaan dengan tepat D. TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif  Siswa mampu menyebutkan bahan penyusun dari minimal 3 benda berdasarkan pengamatan.  Siswa mampu membedakan bahan penyusun dari minimal 3 benda sesuai dengan strukturnya berdasarkan pengamatan. Afektif  Siswa mampu menunjukkan minat dalam pembelajaran mengenai bahan penyusun suatu benda. Psikomotorik  Siswa mampu melakukan percobaan dengan tepat sesuai langkah kerja yang terdapat di lembar aktivitas siswa.

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 E. MATERI AJAR Bahan Penyusun Benda dan Sifatnya (terlampir) F. PENDEKATAN DAN METODE G. Pendekatan : Contextual Teaching and Learning (CTL) Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 KEGIATAN Kegiatan Awal WAKTU 7 menit a. Apersepsi  Salam, berdoa, presensi  Tanya jawab tentang benda-benda yang ada di sekitar kelas, misalnya: meja, kursi, kapur, pulpen, pensil, dan lain-lain. b. Orientasi  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang akan dipelajari c. Motivasi  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dipelajarinya materi.  Siswa bernyanyi lagu “Membuat Layang-layang) Ku ambil buluh sebatang, ku potong sama panjang Ku raut dan ku timbang dengan benang Ku jadikan layang-layang Bermain, berlari, bermain layang-layang Bermain ku bawa ke tanah lapang Hati gembira dan riang Kegiatan Inti  Siswa mendapat kartu bergambar yang diberi dari guru (modeling)  Siswa membentuk kelompok sesuai kartu gambar yang didapat.  Setiap kelompok, mendapatkan satu benda sesuai dengan kartu gambar yang didapat. 55 menit

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208  Dalam kelompok, siswa mencari informasi mengenai bahan penyusun dari benda yang didapat dan melengkapi LAS (komunitas belajar/inkuiri/konstruktivisme/bertanya)  Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.  Masing-masing kelompok mencari benda lain di sekitar sekolah yang termasuk benda logam dan bukan logam.  Dalam kelompok, siswa mendiskusikan mengenai bahan penyusun dari benda-benda tersebut dan melengkapi LAS.  Setiap kelompok saling bertukar informasi (Komunitas belajar) Kegiatan Akhir - 8 menit Kesimpulan dan Penguatan  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang benda yang termasuk logam dan bukan logam.  Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru.  Siswa diminta merefleksikan apa yang telah dipelajari pada hari ini dengan mengisi lembar refleksi. - Tindak Lanjut  Siswa diminta membawa lem, gunting, penggaris dan pensil warna untuk kegiatan pada pertemuan selanjutnya. - H. I. Doa penutup dan salam penutup. PENILAIAN Jenis : Non Tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian kinerja, soal dan kuesioner (terlampir) SUMBER BELAJAR DAN ALAT/MEDIA PEMBELAJARAN 1. Buku Sumber a. Azmiyawati, Choiril dkk.(2008).IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 62-69

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 Rubrik Penilaian Psikomotor Indikator :  No Melakukan percobaan dengan tepat Nama Siswa 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Pedoman Skoring : Aspek yang Dinilai Keruntutan Kelengkapan 2 3 1 2 3

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 Hal yang dinilai Skor Deskriptor Keruntutan 3 Jika mengikuti 6 langkah kerja secara urut. Langkahlangkah tersebut adalah mengambil kartu bergambar, mengamati dan berdiskusi mengenai kartu gambar, presentasikan tersebut, dan carilah kelompokkan benda-benda kartu di gambar sekitar, dan kelompokkan termasuk ke dalam benda logam atau bukan logam. Kelengkapan 2 Jika mengikuti 6 langkah kerja tidak urut 1 Jika tidak mengikuti 6 langkah kerja dan tidak urut 3 jika menyediakan 7 bahan. Bahan-bahan tersebut paku, kawat, sendok, pensil, karet gelang, sapu tangan dan buku. 2 Jika menyediakan 6 bahan 1 Jika menyediakan < 6 bahan Pedoman Penilaian : Skor : skor yang didapat x 10 6 Rubrik Penilaian Afektif Indikator :

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 1. Menunjukkan minat dalam pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NAMA SISWA SKOR

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 BAHAN PENYUSUN DAN SIFATNYA A. JENIS BAHAN, SIFAT DAN PENGGUNAAN Kursi, meja, televisi, dan benda-benda lain yang ada di rumahmu tersusun dari bahan-bahan yang berbeda. Serat, benang, tali, kayu, plastik, kain, batu, bambu, dan kaca merupakan beberapa bahan penyusun benda-benda yang ada di rumahmu. Bahan adalah sesuatu yang digunakan untuk membuat suatu benda. Setiap bahan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu, berbeda antara yang satu dan yang lainnya. Sifat suatu bahan tergantung dari penyusunnya. Sifat-sifat bahan meliputi kekuatan, kelenturan, ketahanan terhadap air atau api, hangat, halus atau kasar, dan juga kekakuan. Kekuatan suatu bahan sangat bergantung pada jenis bahan yang menyusunnya. Sebagai contohnya adalah benang. Benang ada yang dibuat dari serat wol, ada pula yang dibuat dari serat nilon dan kapas. Masing-masing benang yang dihasilkan dari ketiga jenis bahan tersebut tentunya memiliki kekuatan yang berbeda-beda satu dan lainnya. Suatu benda dibuat berdasarkan sifat-sifat bahan tersebut. 1. Baham Logam Bahan logam termasuk jenis bahan padat. Logam ada yang berbentuk padat dan ada yang berbentuk cair. Logam padat contohnya besi, baja, aluminium, platina, emas, perak, timah, dan tembaga. Logam yang berupa cairan adalah raksa. Sifat umum logam adalah sebagai berikut. - Logam umumnya mengkilap - Massa jenisnya tinggi. Massa jenis adalah massa benda dibagi dengan volumenya. - Dapat menjadi penghantar panas (konduktor) dan penghantar arus listrik yang baik - Dapat dibentuk, ditempa, dan dibengkokkan - Mempunyai kekuatan regangan yang tinggi

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 2. Bahan Bukan Logam a. Bahan Tali-temali Ada banyak jenis tali yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tali sepatu, tali tambang, benang layangan, dan benang jahit. Benda-benda itu digunakan untuk mengikat, menghela, menarik, dan menyambung benda lain. Berdasarkan bahan penyusunnya terdapat tiga tingkatan bahan tali-temali. 1) Serat Serat merupakan bagian dasar benang dan tali. Serat merupakan untaian-untaian bahan yang tidak dapat dipisahkan lagi dengan tangan. Terdapat dua macam serat yaitu serat alam dan serat sintetis. Serat alam adalah serat yang berasal dari tumbuhan atau hewan. Contoh serat alam adalah serat kapas, serat ijuk, serat wol, dan serat sutera. Serat kapas diperoleh dari bunga tanaman kapas. Serat ijuk diperoleh dari pangkal pelepah pohon enau. Serat wol diperoleh dari bulu domba. Serat sutera diperoleh dari kepompong ulat sutera. Gambar Kapas Serat sintetis berasal dari pengolahan minyak bumi, logam, dan lainlain. Contoh serat sintetis adalah serat nilom, serat baja, dan berbagai jenis serat plastik lainnya. 2) Benang Benang adalah gabungan dari serat-serat. Serat-serat disatukan dengan cara tertentu sehingga dihasilkan benang. Karena tersusun dari banyak serat, maka benang jauh lebih kuat dibandingkan serat. Benang jahit, benang sutera, dan benang nilon adalah contoh benang. Benang jahit tersusun dari serat kapas, benang sutra tersusun dari serat sutera, sedangkan benang nilon tersusun dari serat nilon.

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 Benang yang dibuat dari kapas umumnya lebih kuat daripada benang nilon. Oleh karena itu, benang dari kapas digunakan sebagai benang jahit. Fungsi benang jahit untuk menyambung potongan-potongan kain menjadi pakaian. Jahitan pakaian akan kuat dan tahan lama jika menggunakan benang jahit yang kuat pula. Ada bermacam-macam jenis benang. Benang tersebut dibuat untuk tujuan tertentu. Benang untuk menjahit tidak sama dengan benang untuk membuat sulaman. Demikian juga benang untuk menyulam tidak sama dengan benang untuk menerbangkan layang-layang. Gambar. Benang Nilon 3) Gambar Benang Wol Gambar Benang Jahit Tali Tali adalah gabungan dari beberapa benang. Benang-benang dicampur dengan perekat sehingga membentuk helaian-helaian panjang. Helaian panjang tersebut, kemudian digabung menjadi tali. Bentuk susunan tali menunjukkan cara penggabungan benang-benangnya. Bentuk pilinan pada tali tambang, bentuk anyaman pada tali sepatu, dan bentuk lurus pada tali raffia menunjukkan cara penggabungannya. Sifat tali senar plastik adalah tidak kaku dan tidak mudah putus. b. Bahan Kain Kain terbuat dari serat. Serat-serat ini dipintal membentuk benang. Benang kemudian ditenun untuk dijadikan kain. Serat ada dua macam, yaitu serat alami dan serat sintetis. 1) Serat Alami Serat alami berasal dari tumbuhan maupun hewan. Serat tumbuhan diperoleh dari kapas, kapuk, dan kulit batang rami. Serat kapas memiliki

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 sifat yang lentur, lembut, dan mudah menyerap air. Oleh karena itu, serat dari bahan kapas banyak digunakan untuk membuat pakaian. Pakaian dari bahan kapas relatif nyaman dikenakan karena mudah menyerap keringat. Kain dari bahan kapas disebut kain katun. Serat kapuk memiliki sifat yang kuat, lentur, dan mudah menyerap air. Serat kapuk cenderung lebih kuat jika dibanding serat kapas. Akan tetapi, serat kapuk kurang halus sehingga jarang digunakan untuk membuat pakaian. Serat kapuk dimanfaatkan untuk membuat perabotan rumah tangga misalnya kaos kaki, kasur, dan sumbu kompor. Serat dari kulit batang rami merupakan serat yang sangat kuat. Serat rami sangat kasar dan kaku. Oleh karena itu, serat rami sangat jarang digunakan sebagai bahan pakaian. Sifat serat yang kuat ini digunakan untuk membuat karung, misalnya karung beras dan karung gula. Serat alami hewan diperoleh dari bulu binatang misalnya kambing, biri-biri, maupun unta. Bulu-bulu ini harus diolah terlebih dahulu sebelum dipintal dan ditenun. Serat yang dihasilkan dari pengolahan bulu-bulu hewan disebut serat wol. Sifat serat wol yang dihasilkan tergantung jenis hewan yang diambil bulunya. Serat wol kasar digunakan sebagai bahan pembuat selimut maupun karpet. Sementara itu, serat wol halus digunakan sebagai bahan pakaian. Pakaian dari wol merupakan pakaian yang bernilai tinggi. Wol memiliki sifat yang mudah menyerap air, halus, dan terasa hangat saat dipakai. Oleh karena itu, pakaian dari serat wol cocok digunakan di daerah yang bersuhu dingin. Serat juga dapat diperoleh dari kepompong ulat sutra yang disebut serat sutra. Kain sutra mempunyai sifat yang kuat dan sangat halus. Selain itu, kain sutra juga memiliki kilauan alami yang sangat indah. Gambar Kain Sutra Gambat Kain wol

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 2) Serat Sintetis Serat sintetis diperoleh dengan mengolah bahan plastik. Bahan pakaian yang terbuat dari bahan serat sintetis diantaranya nilon dan poliester. Pakaian yang terbuat dari serat sintetis memiliki sifat, antara lain tidak mudah kusut, kuat, tetapi tidak nyaman dipakai dan tidak menyerap keringat. Selain itu, terdapat pula beberapa kain yang dilapisi damar sehingga kedap air. Kain-kain seperti ini digunakan sebagai bahan untuk membuat jas hujan, parasut, karpet, serta tenda. c. Bahan Kertas Kertas terbuat dari kayu atau batang tumbuhan yang dioleh dulu menjadi bubur. Kayu dapat dibuat kertas karena memiliki serat selulosa yang kuat. Berbagai jenis kertas memiliki sifat dan kekuatan yang berbeda. Pada umumnya, kertas memiliki sifat mudah menyerap air dan cenderung mudah sobek. Saat ini pengolahan kertas melibatkan bahan-bahan lain sehingga mempunyai sifat yang berbeda. Misalnya untuk memperoleh kertas tahan air, lapisan lilin atau plastik ditambahkan pada permukaannya. Kertas juga dibuat lebih tebal dan padat agar tidak mudah sobek. Beberapa contoh kertas yang sering kita gunakan di antaranya kertas HVS, manila, karton, dan kertas minyak. Kertaskertas tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda. Kertas tersebut juga digunakan untuk tujuan yang berbeda. Kertas HVS merupakan kertas tipis berwarna putih. Kertas ini digunakan untuk keperluan tulis menulis. Kertas manila cenderung lebih tebal dibanding kertas HVS. Kertas ini digunakan untuk membuat stopmap maupun berbagai kerajinan tangan. Kertas karton merupakan lembaran kertas yang sangat tebal dan kaku. Kertas karton digunakan untuk membuat kardus tempat menyimpan dan mengepak barang-barang. Sementara itu, kertas minyak digunakan untuk membungkus makanan karena sifatnya yang tahan air.

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 Gambar kertas HVS d. Kayu Kayu memiliki sifat tidak menghantarkan panas. Oleh karena itu perabot dapur yang biasanya digunakan oleh ibu di rumah banyak menggunakan kayu sebagai gagangnya. Pisau, sendok sayur, dan masih banyak perabot dapur lainnya yang menggunakan kayu. Sifat kayu lainnya adalah mudah dibentuk dan dihaluskan. Hal inilah yang menjadikan kayu banyak digunakan untuk membuat perabot rumah tangga lainnya seperti kursi, meja, lemari, dan pintu. Kekuatan kayu dipengaruhi oleh jenis dan umur pohon. Pohon yang umurnya lebih tua tentunya memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan pohon yang umurnya lebih muda. Kayu yang berasal dari pohon mahoni, pohon jati, dan pohon kamper merupakan jenis kayu yang banyak digunakan untuk pembuatan perabot rumah tangga, seperti kursi, meja, dan lemari. Pohon-pohon tersebut memiliki ukuran yang cukup besar dan tinggi sehingga mudah diolah. e. Plastik Pulpen, tempat pensil, tempat sampah, dan botol minuman merupakan benda-benda yang tersusun atas plastik. Bahan baku plastik berasal dari hasil olahan minyak bumi. Plastik memiliki sifat ringan, tahan air, lentur, tidak menghantarkan listrik, dan mudah dibentuk. Walaupun kekuatannya tidak sebaik

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 kayu, plastik memiliki kelebihan dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan harganya pun murah. f. Karet Karet merupakan bahan yang banyak digunakan untuk pembuatan ban kendaraan bermotor. Selain itu, sendal, alas sepatu, bola basket, dan bola voly juga menggunakan karet sebagai bahan penyusunnya. Karet berasal dari olahan getah pohon karet yang diambil dengan cara disadap bagian batangnya. Karet memiliki sifat lentur, kenyal, tidak menghantarkan listrik dan panas, kuat, dan mudah dibentuk. Sifat lentur, kuat atau tahan lama, serta mudah dibentuk menjadi bahan-bahan lain membuat karet banyak digunakan untuk berbagai benda. g. Bambu Bambu biasanya dimanfaatkan dalam pembuatan pagar, tangga, kerajinan, kandang burung, alat musik, dan lain-lain. Bambu berasal dari pohon bambu yang banyak sekali tumbuh di hutan Indonesia. Beberapa perabotan dapur juga terbuat dari bambu. Bambu memiliki sifat lentur, kuat, dan berserat halus sehingga banyak juga digunakan untuk membuat kerajinan berupa anyaman. Tasikmalaya merupakan daerah di Indonesia yang sangat terkenal dengan kerajinan anyaman dari bambu.

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 h. Kaca Di rumah tentu terdapat jendela yang memiliki kaca. Kaca juga kamu gunakan ketika becermin. Kaca merupakan hasil olahan dari tambang pasir kaca. Cara pengolahannya adalah dengan cara memanaskan pasir kaca hingga meleleh. Hasil lelehan ini kemudian dibentuk sesuai dengan keperluan. Kaca memiliki sifat tembus pandang, mudah dibentuk, mudah pecah, dan warnanya bening. Walaupun memiliki kaca memiliki sifat mudah pecah jika terkena benturan, kaca banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk cermin, kaca juga digunakan pada meja, kaca mata, dan kaca mobil. i. Batu Batu biasanya digunakan sebagai salah satu bahan bangunan. Namun demikian. seiring dengan teknologi yang semakin maju batu kini juga digunakan sebagai hiasan dinding, perabot dapur, lantai, dan masih banyak yang lainnya. Di antara sifat-sifat yang dimiliki batu adalah keras, kuat, dan tahan panas

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 Sumber: Azmiyawati, Choiril dkk. (2008). IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Rositawaty, S dkk. (2008). Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Sulistyanto, Heri. (2008). Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yousnelly, Putty.(2010). IPA 5 SD Kelas V.Jakarta:Yudhistira

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 A. Satuan Pendidikan Kelas / Semester Mata Pelajaran Hari, Tanggal Pelaksanaan Alokasi waktu STANDAR KOMPETENSI 4. : Sekolah Dasar Negeri Selomulyo :V/1 : Ilmu Pengetahuan Alam : : 1 x pertemuan ( 2 x 35 menit) Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas C. INDIKATOR Kognitif 4.1.1 Mengenali struktur bahan yang menyusun suatu benda. 4.1.2 Menyelidiki sifat benda berdasarkan penyusunnya Afektif 4.1.3 Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotor 4.1.4 Melakukan percobaan dengan tepat D. TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif  Siswa mampu mengenali struktur bahan yang menyusun 3 benda berdasarkan pengamatan.  Siswa mampu menyelidiki minimal 3 sifat dari 3 benda berdasarkan penyusunnya tanpa melihat buku catatan. Afektif  Siswa mampu menunjukkan minat dalam pembelajaran mengenai bahan penyusun suatu benda. Psikomotorik  Siswa mampu melakukan percobaan dengan tepat sesuai langkah kerja yang terdapat di lembar aktivitas siswa.

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 E. MATERI AJAR Bahan Penyusun Benda dan Sifatnya (terlampir) F. G. PENDEKATAN DAN METODE Pendekatan : Contextual Teaching and Learning (CTL) Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 KEGIATAN Kegiatan Awal WAKTU 5 menit a. Apersepsi  Salam, berdoa, absensi  Tanya jawab tentang materi sebelumnya. (tanya jawab) b. Orientasi  Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari c. Motivasi  Guru menjelaskan tentang tujuan dipelajarinya materi. Kegiatan Inti  Siswa berkumpul kembali pada kelompok yang telah dibentuk sebelumnya. (komunitas belajar)  Setiap kelompok menyiapkan bahan-bahan yang telah diminta guru pada pertemuan sebelumnya.  Perwakilan setiap kelompok melengkapi alat dan bahan yang digunakan untuk percobaan dengan mengambil di meja yang sudah dipersiapkan oleh guru.  Siswa bersama dengan guru melakukan tanya jawab mengenai bahan-bahan untuk percobaan.  Setiap kelompok diminta untuk menyelidiki beberapa jenis sifat bahan penyusun dari alat dan bahan percobaan. (inkuiri)  Siswa dalam kelompok membuat kartupedia sesuai dengan petunjuk. (modeling)  Siswa menunjukkan kartupedia yang telah dibuat dan menjelaskan isinya melalui display. 55 menit

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228  Selama display, setiap kelompok membagi tugas untuk menjaga stand, dan anggota yang lain berkelilling untuk melihat dan mencari informasi dari stand kelompok lain.  Setelah berkeliling, siswa diminta untuk memberikan penilaian terhadap stand yang dikunjungi sekaligus mencatat informasi yang diperoleh dari setiap stand. (penilaian autentik) Kegiatan Akhir - 10 menit Kesimpulan dan Penguatan  Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru.  Siswa diminta merefleksikan apa yang telah dipelajari pada hari ini dengan mengisi lembar refleksi. (refleksi) - Tindak Lanjut  Siswa diminta untuk mempelajari materi selanjutnya mengenai kekuatan bahan penyusun benda. H. I. Salam penutup dan doa penutup. PENILAIAN Jenis : Non Tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian kinerja, soal dan kuesioner (terlampir) SUMBER BELAJAR DAN ALAT/MEDIA PEMBELAJARAN 1. Buku Sumber a. Azmiyawati, Choiril dkk.(2008).IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 62-69 b. Rositawaty, S dkk. (2008).Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 60-66 c. Sulistyanto, Heri. (2008).Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 63-72 d. Yousnelly, Putty.(2010).IPA 5 SD Kelas V.Jakarta:Yudhistira

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Rubrik Penilaian Psikomotor Indikator :  No Melakukan percobaan dengan tepat Nama Siswa 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Aspek yang Dinilai Keruntutan Kelengkapan 2 3 1 2 3

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Pedoman Skoring : Hal yang dinilai Skor Keruntutan 3 Deskriptor jika mengikuti 6 langkah kerja secara urut. Langkahlangkah tersebut adalah mengambil kartu bergambar, mengamati dan berdiskusi mengenai kartu gambar, presentasikan tersebut, dan carilah kelompokkan benda-benda kartu di gambar sekitar, dan kelompokkan termasuk ke dalam benda logam atau bukan logam. Kelengkapan 2 jika mengikuti 6 langkah kerja tidak urut 1 jika tidak mengikuti 6 langkah kerja dan tidak urut 3 jika menyediakan 7 bahan. Bahan-bahan tersebut paku, kawat,sendok,pensil, karet gelang, sapu tangan dan buku. 2 Jika menyediakan 6 bahan 1 Jika menyediakan < 6 bahan Pedoman Penilaian : Skor : skor yang didapat x 10 6

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 Rubrik Penilaian Afektif Indikator : 2. Menunjukkan minat dalam pembelajaran No NAMA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 SKOR

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Negeri Selomulyo Kelas / Semester :V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Hari, Tanggal Pelaksanaan : Alokasi waktu : 1 x pertemuan ( 2 x 35 menit) A. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas C. INDIKATOR Kognitif 4.1.1 Membandingkan kekuatan bahan penyusun suatu benda. 4.1.2 Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda. Afektif 4.1.3 Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotor 4.1.4 Melakukan percobaan dengan tepat D. TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif  Siswa mampu membandingkan kekuatan 2 bahan penyusun suatu benda melalui percobaan dalam kelompok.  Siswa mampu menentukan kegunaan minimal 2 bahan penyusun suatu benda tanpa melihat buku catatan. Afektif  Siswa mampu menunjukkan minat dalam pembelajaran mengenai bahan penyusun suatu benda. Psikomotorik  Siswa mampu melakukan percobaan dengan tepat sesuai langkah kerja yang terdapat di lembar aktivitas siswa.

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 E. MATERI AJAR Bahan Penyusun Benda dan Sifatnya (terlampir) F. PENDEKATAN DAN METODE G. Pendekatan : Contextual Teaching and Learning (CTL) Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 3 KEGIATAN Kegiatan Awal WAKTU 5 menit a. Apersepsi  Salam, berdoa, absensi  Tanya jawab tentang materi sebelumnya. (tanya jawab) b. Orientasi  Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari c. Motivasi  Guru menjelaskan tentang tujuan dipelajarinya materi. Kegiatan Inti 55 menit  Siswa bersama dengan guru melakukan tanya jawab mengenai beberapa jenis benang dan kekuatannya. (kontruktivisme)  Siswa masuk kedalam kelompok dan melakukan percobaan menguji kekuatan beberapa jenis benang. (inkuiri/modeling)  Dalam kelompok, siswa mengidentifikasi kegunaan dari bahanbahan tersebut.  Setiap kelompok melakukan presentasi dari percobaan yang telah dilakukan.  Siswa mengerjakan soal evaluasi Kegiatan Akhir - Kesimpulan dan Penguatan  Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru.  Siswa diminta merefleksikan apa yang telah dipelajari pada hari ini dengan mengisi lembar refleksi. (refleksi) 10 menit

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 - Tindak Lanjut  Siswa diminta belajar mengenai materi tentang sifat bahan dan penyusun suatu benda untuk mempersiapkan tes evaluasi pada pertemuan selanjutnya. - H. I. Salam penutup dan doa penutup. PENILAIAN Jenis : Non Tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian kinerja, soal dan kuesioner (terlampir) SUMBER BELAJAR DAN ALAT/MEDIA PEMBELAJARAN 1. Buku Sumber a. Azmiyawati, Choiril dkk.(2008).IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 62-69 b. Rositawaty, S dkk. (2008).Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 60-66 c. Sulistyanto, Heri. (2008).Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 63-72 d. Yousnelly, Putty.(2010).IPA 5 SD Kelas V.Jakarta:Yudhistira 2. Alat/media pembelajaran : - Kartupedia (kertas asturo, lem, gunting, penggaris, alat tulis) - Benda-benda kontekstual (kertas HVS, kertas karton, kertas minyak, kain katun, kain satin, kain flanel, benang jahit, benang wol, benang nilon/senar)

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244 Materi ajar pertemuan 3 Membandingkan Kekuatan Benang Kekuatan suatu bahan sangat bergantung pada jenis bahan yang menyusunnya. Sebagai contohnya adalah benang. Benang ada yang dibuat dari serat wol, ada pula yang dibuat dari serat nilon dan kapas. Masing-masing benang yang dihasilkan dari ketiga jenis bahan tersebut tentunya memiliki kekuatan yang berbeda-beda satu dan lainnya. Senar pada alat pancing cukup kuat untuk menahan berat ikan. Akan tetapi, bila ikan terlalu besar dan berat bagi senar tersebut, senar bisa putus. Berapakah beban paling berat yang bisa ditahan senar agar senar tidak putus? Ya, kita bisa mengukurnya. Caranya adalah dengan menggantungkan beban ke senar tersebut. Senar tidak putus selama berat beban lebih kecil dari kekuatan senar. Senar dapat putus jika berat beban melebihi kekuatan senar. Misalkan kekuatan senar adalah mengangkat beban seberat 10 kg. Jika senar itu mengangkat beban seberat 11 kg, maka senar dapat putus. Setiap tali dan benang memiliki kemampuan untuk menegang. Mungkin kamu pernah melihat tali jemuran yang putus karena terlalu banyak pakaian yang digantung pada tali itu. Mengapa tali itu putus? Tali itu putus karena mengalami tegangan yang melampaui kemampuannya akibat terbebani oleh berat pakaian yang berlebihan.

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 KISI-KISI SOAL EVALUASI Standar Kompetensi : 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. Kompetensi Dasar : 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya misalnya benang, kain dan kertas. Indikator Kognitif Menyebutkan 3 bahan penyusun suatu benda Membedakan bahan penyusun suatu benda sesuai dengan strukturnya Menyebutkan 3 jenis kertas Menyebutkan 3 jenis kain Menyebutkan 3 jenis benang Mengidentifikasi sifat jenis-jenis kertas Mengidentifikasi sifat jenis-jenis kain Mengidentifikasi sifat jenis-jenis benang Membandingkan kekuatan beberapa bahan penyusun suatu benda Menentukan kegunaan bahan penyusun suatu benda No. Soal 14, 27, 30 4, 13, 28 5, 12, 15 6, 25, 29 7, 24, 26 8, 16, 23 9, 17, 19 2, 18, 20 1, 11, 22 3, 10, 21 Pedoman Penilaian Soal Evaluasi No Jenis Soal 1 Pilihan Ganda Jumlah Soal 30 Jumlah Skor Maksimal Tiap Soal 1 Nilai Akhir = Jumlah Skor X 10 3 Kunci Jawaban: 1. b 2. a 3. c 4. b 5. d 6. b 7. b 8. a 9. c 10. a 11. b 12. d 13. d 14. b 15. b 16. a 17. b 18. a 19. c 20. d 21. a 22. b 23. d 24. a 25. a 26. c 27. d 28. a 29. c 30. c Jumlah Skor 30 30

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta 55002, Telp. (0274) 513301, 515352; Fax. (0274) 56283 Hompage: http://www.usd.ac.id Nama : No. Absen : Kelas : Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d pada jawaban yang paling tepat! 1. Berikut ini benang yang paling kuat adalah benang. ……. c. katun, tali, manila d. asturo, HVS, manila a. benang wol 5. Jenis kain yang biasa digunakan untuk b. benang nilon membuat baju olah raga adalah . . . c. benang jahit a. nilon d. benang sulam b. katun 2. Benang senar memiliki sifat …… c. rami a. kuat d. sifon b. lentur 6. Jenis-jenis benang yang berasal dari c. kasar serat alami adalah . . . d. benih a. wol, senar, nilon 3. Jenis benang yang tidak dapat b. wol, sutra, benang jahit digunakan untuk membuat kain adalah . c. benang jahit, wol, senar .. d. sutra, nilon, benang jahit a. benang jahit 7. Lapisan lilin atau plastik ditambahkan b. benang sutra pada permukaan kertas agar kertas c. senar memiliki sifat.... d. benang wol a. tahan air 4. Berikut ini yang merupakan jenis-jenis b. tahan api kertas adalah . . . c. tahan air dan api a. nilon, wol, asturo d. tidak terbakar b. asturo, manila, katun

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 8. Dari hasil pengamatan suatu percobaan seperti dalam tabel berikut ini : Kekuatan jenis benang terhadap beban No Nama benang Berat beban pada benang 100 gr 1 Benang wol 2 Benang jahit 3 Benang 200 gr Keterangan 300 gr 400 gr 500 gr   = putus   layang-layang 4  Benang nilon Dari data pengamatan yang tercantum di tabel, benang yang paling rapuh adalah ….. a. benang wol b. benang jahit c. benda layang-layang d. benang nilon 9. Kertas yang tahan air karena adanya lapisan plastik pada permukaannya adalah . . . a. kertas asturo b. kertas HVS c. kertas marmer d. kertas minyak 10. Bahan yang bersifat mudah dibentuk, ringan, dan tidak menghantarkan panas dan listrik adalah . . . 11. Kain nilon memiliki sifat . . . a. tidak mudah kusut, kuat, dan tidak menyerap keringat b. tidak mudah kusut, kuat, dan menyerap keringat c. tidak mudah kusut, nyaman, dan menyerap keringat d. tidak mudah menyerap air, kasar, dan terasa hangat 12. Kain katun berasal dari serat . . . a. besi a. kapuk b. alumunium b. sutra c. kaca c. kapas d. plastik d. rami

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248 13. Bahan yang sering digunakan untuk 18. Salah satu bahan yang berstruktur bahan pondasi bangunan adalah . . . logam adalah . . . a. Batu a. besi b. Kayu b. kain c. Bambu c. karet d. Karet d. benang 14. Sifat kertas karton adalah . . . 19. Kain yang berasal dari bulu domba a. kurang tebal dan kaku adalah . . . b. sangat tebal dan tidak kaku a. katun c. tipis dan kaku b. sutra d. sangat tebal dan kaku c. wol 15. Benang yang berasal dari serat hewan adalah . . . d. sifon 20. Bahan yang berasal dari hasil tenunan a. benang wol benang adalah . . . b. benang nilon a. tali c. benang jahit b. wol d. benang senar c. kain 16. Jenis kain yang berasal dari serat hewan adalah . . . a. sutra b. katun c. nilon d. rami 17. Alas sepatu biasanya terbuat dari bahan ... a. plastik b. kain c. kertas d. karet d. kaca

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 1 siklus 2) Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Negeri Selomulyo Kelas / Semester : V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Hari, Tanggal Pelaksanaan : Alokasi waktu A. : 1x pertemuan (2 x 35 menit) STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. C. INDIKATOR a. Kognitif 4.2.1 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pemanasan 4.2.2 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembakaran 4.2.3 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pendinginan 4.2.4 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pencampuran dengan air b. Afektif 4.2.5 Menunjukkan minat dalam pembelajaran c. Psikomotor 4.2.6 Mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda D. TUJUAN PEMBELAJARAN a. Kognitif  Siswa mampu menyebutkan minimal 3 perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pemanasan melalui pengamatan  Siswa mampu menyebutkan minimal 3 perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pembakaran melalui kerja kelompok.

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256  Siswa mampu menyebutkan minimal 3 perubahan sifat benda yang terjadi pada proses melalui pendinginan melalui tanpa melihat buku.  Siswa mampu menyebutkan minimal 3 perubahan sifat benda yang terjadi pada proses pencampuran dengan air menggunakan bahasa sendiri. b. Afektif  Siswa mampu menunjukkan minat dalam proses pembelajaran. c. Psikomotor  Siswa mampu mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. E. MATERI AJAR Perubahan Sifat Benda F. PENDEKATAN DAN METODE Pendekatan : Contextual Teaching and Learning Metode : Tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Waktu 7 menit Kegiatan Awal - Salam pembuka dan absensi - Apersepsi - Guru bercerita mengenai masalah kehidupan seharihari yang berkaitan dengan perubahan sifat benda, misalnya es yang mencair, lilin yang meleleh, membuat minuman ( Konstruktivisme) - Menyanyikan lagu yang berkaitan dengan materi - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari tersebut 55 menit Kegiatan Inti - Siswa dibagi dalam beberapa kelompok - Setiap kelompok diberikan alat dan bahan yang akan digunakan untuk melakukan percobaan mengenai pemanasan, pendinginan, pencampuran dengan air, dan pembakaran

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 - Guru memberikan petunjuk langkah-langkah percobaan yang akan digunakan ( Modeling) - Setiap kelompok diminta untuk melakukan percobaan sesuai dengan langkah yang sudah ditunjukkan oleh guru (Inkuiri/ Konstruktivisme/Komunitas Belajar) - Setiap kelompok mengerjakan LAS (Komunitas Belajar) - Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi (Komunitas Belajar) - Siswa dan guru melakukan tanya jawab yang terkait dengan hasil presentasi (Tanya Jawab) - Setiap kelompok diminta untuk menilai hasil presentasi dari kelompok lain ( Penilaian Otentik) 8 menit Kegiatan Akhir - Kesimpulan dan Penguatan  Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang pembelajaran yang telah dilakukan  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang perasaan yang dirasakan selama pembelajaran - Tindak Lanjut  Siswa diberikan tugas untuk merendam paku dalam air cuka dan membiarkan pisang tanpa kulit dan mengamati paku dan pisang tersebut. - Salam penutup dan doa penutup H. PENILAIAN Jenis : Non tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian kinerja dan soal (terlampir)

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 Materi Ajar Pertemuan 1 PERUBAHAN SIFAT BENDA 1. Pemanasan Ketika Ibumu memasak air, air tersebut mengalami peningkatan suhu. Air yang asalnya dingin berubah menjadi panas. Setelah itu, air mendidih. Ketika mendidih, uap air akan keluar dari panci. Salah satu sifat air adalah jika air dipanaskan, suhunya akan meningkat atau panas. Pemanasan air akan mengakibatkan air berubah wujud menjadi uap air (gas). Pada saat kamu memakan es krim, lama-kelamaan es krim tersebut akan mencair. Mencairnya es krim disebabkan karena suhu di luar lebih tinggi (panas) dari pada suhu es krim tersebut. Selain es krim, mentega juga mengalami hal yang sama ketika dipanaskan. Benda padat apabila dipanaskan akan berubah menjadi cair dan benda cair apabila dipanaskan akan berubah menjadi uap air. Jadi pemanasan mengakibatkan benda mengalami perubahan wujud dan sifatnya. 2. Pembakaran Kertas yang dibakar menjadi hancur dan berubah warna menjadi hitam. Sebelum dibakar sifat kertas adalah berwarna putih, dapat menyerap tinta, dan tidak rapuh. Setelah dibakar, kertas berubah menjadi abu yang berwarna hitam, bersifat rapuh, dan tidak dapat menyerap tinta. Sampah plastik yang dibakar juga akan berubah sifatnya. Semua benda yang dibakar akan mengeluarkan bau kurang enak. Jika kamu membakar karet maka selain bentuk dan warnanya akan berubah, kelenturan dan baunya pun menjadi berubah. Oleh karena itu, pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk (hancur), warna, kelenturan, dan bau. 3. Pendinginan Air yang dimasukkan ke dalam ruang pembeku (freezer) dalam lemari es, akan membeku. Salah satu sifat air jika didinginkan sampai

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 suhu nol derajat celsius lama-kelamaan suhunya akan menurun. Air tersebut berubah menjadi es batu. Jadi pendinginan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk menjadi padat dan keras. 4. Pencampuran dengan Air Para pekerja bangunan menggunakan berbagai macam bahan bangunan yang dicampur dengan air. Misalnya semen, pasir, dan kapur. Semen berbentuk serbuk. Setelah dicampur dengan air, semen berubah menjadi agak lengket. Jika sudah kering, campuran ini akan berubah menjadi keras dan kuat. Sumber: Azmiyawati, Choiril dkk. (2008). IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Rositawaty, S dkk. (2008). Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Sulistyanto, Heri. (2008). Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yousnelly, Putty. (2010). IPA 5 SD Kelas V. Jakarta:Yudhistira

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 LEMBAR AKTIVITAS 1 PEMANASAN & PENDINGINAN ALAT DAN BAHAN: 1. Lilin dalam wadah. 2. Korek api LANGKAH KERJA: a. Siapkan alat dan bahan. b. Amati lilin sebelum dinyalakan. c. Catat hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah disediakan. d. Nyalakan lilin dengan menggunakan korek api. e. Amati perubahan yang terjadi pada lilin yang menyala. f. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah disediakan. g. Setelah semua lilin meleleh, matikan api dan diamkan beberapa saat. h. Lihatlah perubahan yang terjadi pada lilin. i. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah disediakan. j. Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan!

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 LEMBAR AKTIVITAS 2 PEMBAKARAN ALAT DAN BAHAN: 1. Obat nyamuk bakar 2. Korek api LANGKAH KERJA: a. Siapkan alat dan bahan b. Amati obat nyamuk dan catat hasil pengamatanmu pada tabel yang disediakan. c. Bakarlah obat nyamuk menggunakan korek api, lakukan dengan hati-hati! d. Perubahan apakah yang terjadi pada obat nyamuk? e. Tuliskan disediakan. hasil pengamatanmu pada tabel yang

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 LEMBAR AKTIVITAS 3 PENCAMPURAN DENGAN AIR ALAT DAN BAHAN 1. Air 2. 2 Gelas 3. Gula 4. Sendok LANGKAH KERJA a. Siapkan alat dan bahan. b. Isilah masing-masing gelas dengan air. c. Masukkan 1 sendok makan gula ke dalam gelas yang lain. d. Aduklah gelas yang berisi gula, Amatilah selama mengaduk, apa yang terjadi pada gelas yang berisi gula? e. Tunggulah beberapa saat, amatilah apakah garam dan gula dapat kembali seperti semula?

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 TABEL HASIL PENGAMATAN Benda Lilin Proses Pemanasan Tahap Sebelum Sesudah Lilin Pendinginan Sebelum Sesudah Obat Pembakaran Nyamuk Gula Sebelum Sesudah Pencampuran Sebelum dengan air Sesudah Sifat Benda Bentuk Warna Kelenturan Kekerasan Bau

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265 Penilaian Psikomotor Indikator : Mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda ASPEK Kejelasan suara DESKRIPTOR 4 = Jika siswa mampu menyampaikan presentasi dengan intonasi, ucapan yang, jelas dan volume suara yang cukup 3 = Jika salah satu aspek tidak terpenuhi 2= Jika dua aspek tidak terpenuhi 1= Jika tiga aspek tidak terpenuhi 0 = Jika semua aspek tidak terpenuhi Pembagaian tugas 4 = Jika semua anggota mendapatkan bagian kerja yang sama 3= Jika satu siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi 2 = Jika dua siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi 1= Jika tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi 0= Jika lebih dari tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi Penilaian Afektif Menunjukkan minat dalam pembelajaran ( Kuesioner)

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 2 siklus 2) Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Negeri Selomulyo Kelas / Semester : V/1 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Hari, Tanggal Pelaksanaan : Alokasi waktu A. : 1x pertemuan (2 x 35 menit) STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses. B. KOMPETENSI DASAR 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap. C. INDIKATOR a. Kognitif 4.2.1 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui pembusukan 4.2.2 Menyebutkan perubahan sifat benda melalui perkaratan 4.2.3 Membedakan sifat benda perubahan tetap dan sementara b. Afektif 4.2.4 Menunjukkan minat dalam pembelajaran c. Psikomotor 4.2.5 Mempresentasikan hasil kerja kelompok D. TUJUAN PEMBELAJARAN a. Kognitif - Siswa mampu menyebutkan perubahan sifat benda menggunakan proses pembusukan melalui pengamatan - Siswa mampu menyebutkan perubahan sifat benda menggunakan proses perkaratan melalui kerja kelompok - Siswa mampu membedakan sifat perubahan tetap dan sementara tanpa membuka buku catatan b. Afektif

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267 - Siswa mampu menunjukkan minat dalam proses pembelajaran c. Psikomotor - Siswa mampu mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas E. MATERI AJAR Perubahan Sifat Benda (terlampir) F. G. PENDEKATAN DAN METODE Pendekatan : CTL Metode : tanya jawab, diskusi, presentasi, pemberian tugas LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN BELAJAR Pertemuan 2 Kegiatan Waktu 7 menit Kegiatan Awal - Salam pembuka dan absensi - Apersepsi - Guru mengingatkan pembelajaran yang sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya - Guru menanyakan mengenai tugas siswa untuk merendam paku dan membiarkan pisang. (konstruktivisame) - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari tersebut 55 menit Kegiatan Inti - Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai sifat paku dan pisang. (Tanya jawab) - Guru memberikan petunjuk langkah-langkah percobaan yang akan digunakan ( Modeling) - Setiap kelompok diminta untuk melakukan percobaan sesuai dengan langkah yang sudah ditunjukkan oleh guru (Konstruktivisme/ Inkuiri/Komunitas Belajar) - Setiap kelompok mengerjakan LAS (Komunitas Belajar) - Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan mengenai perubahan sifat yang terjadi pada paku dan pisang.

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268 (Komunitas belajar) - Setiap kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. (Komunitas belajar) - Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai perubahan-perubahan sifat yang ada di sekitar (Tanya Jawab) - Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan mengenai pengelompokan perubahan sifat benda. (Komunitas belajar) - Setiap kelompok diminta untuk menempelkan kartu gambar pada tabel yang sudah disediakan sesuai dengan kelompok perubahan sifatnya. (Modeling) - Setiap kelompok diminta untuk menjelaskan mengenai hasil diskusinya (Komunitas belajar) - Siiwa diminta untuk melakukan penilaian terhadap teman berdasarkan rubrik penilaian yang telah disediakan (Penilaian Otentik) 8 menit Kegiatan Akhir - Kesimpulan dan Penguatan  Siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dengan bantuan guru  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang pembelajaran yang telah dilakukan (Refleksi)  Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang perasaan yang dirasakan selama pembelajaran - Tindak Lanjut  Siswa diminta mempelajari materi mengenai perubahan sifat benda untuk mempersiapkan evaluasi - Salam penutup dan doa penutup

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269 Pertemuan 3 Kegiatan - H. I. Waktu Mengerjakan soal evaluasi 30 menit PENILAIAN Jenis : Non tes dan tes Teknik : Kinerja dan Post test Instrumen : Rubrik penilaian kinerja dan soal (terlampir) SUMBER BELAJAR DAN ALAT/MEDIA PEMBELAJARAN 1. Buku sumber - Azmiyawati, Choiril dkk.(2008).IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 62-69 - Rositawaty, S dkk. (2008).Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 60-66 - Sulistyanto, Heri. (2008).Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal 63-72 - Yousnelly, Putty.(2010).IPA 5 SD Kelas V.Jakarta:Yudhistira 2. Alat/media pembelajaran : - Paku - Pisang - Kartu gambar ( obat nyamuk yang dibakar, es yang mencair, gula yang dilarutkan, dll)

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271 Bahan Ajar Pertemuan 2 PERUBAHAN SIFAT BENDA 5. Perkaratan Logam seperti besi, dapat mengalami perkaratan apabila terkena air atau uap air dan dibiarkan dalam waktu yang lama. Perkaratan ini menyebabkan warna besi berubah dan besi menjadi rapuh. Perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekuatan. 6. Pembusukan Buah pisang yang telah matang akan membusuk bila dibiarkan selama beberapa hari. Proses pembusukan ini akan mengubah sifat-sifat buah tersebut. Perubahan yang terjadi meliputi kekerasan, bau, dan warnanya. Buah pisang yang busuk baunya tidak sedap. Kulit buah yang semula berwarna kuning akan berubah menjadi cokelat kehitaman. Apabila dipegang, daging buahnya terasa lunak. Jadi, pembusukan juga mengakibatkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau. MACAM-MACAM PERUBAHAN 1. Perubahan Benda yang Bersifat Sementara Perubahan bersifat sementara adalah perubahan benda yang dapat kembali ke wujud semula dan tidak menghasilkan zat baru. Perubahan bersifat sementara disebut juga perubahan fisika. Contoh perubahan yang bersifat sementara yaitu perubahan wujud air menjadi es. Air berwujud cair, dapat berubah menjadi es yang berwujud padat. Perubahan wujud benda dari cair menjadi padat disebut membeku. Es dapat berubah wujud menjadi air kembali jika dipanaskan. Perubahan wujud ini disebut mencair. Perubahan sifat pada benda tersebut bersifat sementara, karena benda dapat kembali ke wujud semula. 2. Perubahan Benda yang Bersifat Tetap Perubahan bersifat tetap adalah perubahan benda yang tidak dapat kembali ke wujud semula. Perubahan bersifat tetap disebut juga perubahan

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 kimia. Sebagian besar benda yang mengalami perubahan wujud tidak dapat kembali ke bentuk atau wujud semula. Contoh perubahan yang bersifat tetap, yaitu apabila kertas dibakar maka kertas menjadi serpihan abu yang berwarna hitam. Serpihan abu yang berwarna hitam ini tidak dapat kembali menjadi kertas. Sumber: Azmiyawati, Choiril dkk. (2008). IPA Salingtemas untuk kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Rositawaty, S dkk. (2008). Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Sulistyanto, Heri. (2008). Ilmu pengetahuan alam 5: untuk SD dan kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Yousnelly, Putty. (2010). IPA 5 SD Kelas V. Jakarta:Yudhistira

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273 LEMBAR AKTIVITAS SISWA PERKARATAN&PEMBUSUKAN ALAT DAN BAHAN: 1. Paku 2. Pisang 3. Nampan 4. Gelas 5. Cuka LANGKAH KERJA: 1. Lakukan percobaan: a. Siapkan alat dan bahan. b. Amatilah perubahan yang terjadi pada paku dan pisang c. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel yang sudah disediakan. d. Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan! 2. Sampaikan hasil kerja kelompokmu dan tempelkan kartu gambar sesuai dengan kolom struktur bahan (logam/bukan logam) pada papan yang tersedia: NO KARTU GAMBAR HASIL PENGAMATAN PERUBAHAN PERUBAHAN SEMENTARA TETAP 1 2 3 4 5 Dari hasil pengamatanmu, apa yang dapat kalian simpulkan? KESIMPULAN: ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274 Penilaian Psikomotor Indikator : Mempresentasikan hasil percobaan yang berkaitan dengan perubahan sifat benda ASPEK Kejelasan suara DESKRIPTOR 4 = Jika siswa mampu menyampaiakan presentasi dengan intonasi, ucapan yang, jelas dan volume suara yang cukup 3 = Jika salah satu aspek tidak terpenuhi 2= Jika dua aspek tidak terpenuhi 1= Jika tiga aspek tidak terpenuhi 0 = Jika semua aspek tidak terpenuhi Pembagaian tugas 4 = Jika semua anggota mendapatkan bagian kerja yang sama 3= Jika satu siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi 2 = Jika dua siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi 1= Jika tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi 0= Jika lebih dari tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi Penilaian Afektif Menunjukkan minat dalam pembelajaran ( Kuesioner)

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SANATA DHARMA Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta 55002, Telp. (0274) 513301, 515352; Fax. (0274) 56283 Homepage: http://www.usd.ac.id SOAL EVALUASI Nama : No.Absen : Kelas : Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d pada jawaban yang paling tepat! 1. 2. 3. 4. Kertas yang dibakar akan berubah bentuk menjadi ... a. Lembaran kertas b. Abu/arang c. Cair d. Padat Benda yang dapat berkarat adalah ... a. Besi b. Kayu c. Es d. Buah Ketika garam dicampurkan dengan air maka ... a. Garam akan larut dengan air b. Tidak mengalami perubahan c. Garam akan menjadi padat d. Garam akan membusuk Peristiwa berikut ini yang mengakibatkan perubahan yang bersifat sementara adalah ... a. Mengeringkan daun b. Membakar kertas c. Mendinginkan minyak goreng d. Melarutkan pewarna

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 5. Buah, sayur, dan makanan yang dibiarkan lama-kelamaan akan mengalami proses... 6. 7. 8. a. Perkaratan b. Pendinginan c. Pembakaran d. Pembusukan Pemanasan menyebabkan air mengalami perubahan ... a. Wujud b. Bau c. Kelenturan d. Warna Buah atau sayur yang busuk mengalami perubahan pada ... a. Kekeraasan b. Kelenturan c. Warna dan bau d. Tidak mengalami perubahan Perubahan sifat-sifat benda: 1. Bentuk 3. Kelenturan 2. Warna 4. Bau Pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan ... 9. a. 1,2, dan 3 saja b. 1 dan 3 saja c. 2 dan 4 saja d. 1,2,3, dan 4 Perkaratan menyebabkan benda mengalami perubahan ... a. Warna dan kelenturan b. Warna dan kekerasan c. Bentuk dan bau d. Bentuk dan kekerasan

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277 10. Mentega akan mencair ketika dipanaskan. Jika cairan mentega didinginkan yang terjadi yaitu ... a. Mentega memadat kembali b. Mentega tidak mengalami perubahan c. Mentega menguap d. Mentega berubah menjadi minyak goreng 11. Bentuk gula pasir sebelum dicampurkan dengan air adalah padat. Bentuk gula pasir setelah dicampuarkan dengan air akan mengalami perubahan bentuk menjadi ... a. Kental b. Padat c. Cair d. Berkarat 12. Peristiwa berikut yang merupakan proses pembusukan adalah ... a. Kertas berubah menjadi abu b. Gula yang melarut dalam air c. Warna besi berubah menjadi coklat d. Warna buah apel berubah menjadi coklat 13. Di antara peristiwa berikut, yang menunjukkan perubahan wujud yang dapat kembali adalah ... a. Buah pepaya jatuh ke tanah karena masak lalu membusuk b. Daun-daun pepohonan di halaman menjadi kering dan coklat c. Pengaduk semen menunagkan adukan semen untuk pondasi rumah d. Cokelat yang meleleh di tanganmu 14. Proses pendinginan menyebabkan benda mengalami perubahan ... a. Wujud b. Warna c. Bau d. Tidak mengalami perubahan

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278 15. Bentuk lilin setelah dipanaskan adalah ... a. Padat b. Uap c. Cair d. Keras 16. Ketika paku direndam dengan cairan cuka selama beberapa hari, maka paku tersebut akan ... a. Membusuk b. Berkarat c. Mencair d. Menguap 17. Jika kamu menyimpan air di dalam freezer lemari es maka ... a. Wujud air tetap b. Air menguap c. Air membeku menjadi es d. Warna air berubah 18. Air yang dipanaskan akan berubah menjadi ... a. Es b. Uap c. Embun d. Titik-titik air 19. Benda yang dapat berubah sifat bila dicampur dengan air yaitu ... a. Kayu b. Terigu c. Karet d. Batu 20. Kertas yang dibakar mengalami perubahan wujud yang ... a. Sementara b. Keras c. Tetap d. Tidak tetap

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279 LAMPIRAN 4 Contoh-contoh Hasil Pekerjaan Siswa

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 291

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 292

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 294

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 295

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 296

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 297

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 298

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 299

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 300

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 301

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 302

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 303

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 304

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 305 LAMPIRAN 5 Hasil Penghitungan Indeks Kesukaran

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 306

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 307

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 308 LAMPIRAN 6 Output SPSS untuk Uji Validitas & Reliabilitas

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 309

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 310

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 311

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 312 Reliabilitas Kuesioner Data Awal Minat

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 313 Reliabilitas Soal Siklus 1

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 314 Reliablitas Soal Evaluasi Siklus 2

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 315 LAMPIRAN 7 Hasil Validitas Isi (Content Validity)

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 316

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 317

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 318

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 319

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 320

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 321

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 322 LAMPIRAN 8 Hasil Observasi Minat Belajar Siswa pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 323

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 324

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 325

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 326

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 327

(345) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 328

(346) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 329 LAMPIRAN 9 Data Kuesioner Minat Belajar pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

(347) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 330

(348) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 331

(349) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 332

(350) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 333

(351) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 334

(352) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 335

(353) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 336 LAMPIRAN 10 Daftar Nilai Kognitif Siswa pada Kondisi Awal

(354) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 337

(355) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 338

(356) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 339

(357) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 340

(358) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 341 LAMPIRAN 11 Daftar Nilai Kognitif Siswa pada Siklus 1 & 2

(359) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 342 Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V Siklus I (Aspek Kognitif) No Nama Nilai Tes Target Ketercapaian 1 AL 50 75 Tidak tercapai 2 RNA 65 75 Tidak tercapai 3 AS 60 75 Tidak tercapai 4 AYN 75 75 Tercapai 5 SYN 60 75 Tidak tercapai 6 ABS 75 75 Tercapai 7 AP 80 75 Tercapai 8 RDP 70 75 Tercapai 9 AS 55 75 Tidak tercapai 10 HND 65 75 Tidak tercapai 11 NR 65 75 Tidak tercapai 12 CKRA 70 75 Tercapai 13 FAN 65 75 Tidak tercapai 14 LS 75 75 Tercapai 15 YKR 60 75 Tidak tercapai 16 FPP 65 75 Tidak tercapai 17 MNM 75 75 Tercapai 18 MDN 60 75 Tidak tercapai 19 ANS 75 75 Tercapai 20 AS 80 75 Tercapai 21 MFA 75 75 Tercapai 22 FAN 65 75 Tidak tercapai 23 NHS 60 75 Tidak tercapai 24 AMM 80 75 Tercapai 25 OFM 70 75 Tercapai 26 SPI 70 75 Tercapai 27 AR 75 75 Tercapai 28 TNR 70 75 Tercapai 29 WNH 75 75 Tercapai Rata-rata 55% 68 75

(360) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 343 Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V Siklus II (Aspek Kognitif) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Nama AL RNA AS AYN SYN ABS AP RDP AS HND NR CKRA FAN LS YKR FPP MNM MDN ANS AS MFA FAN NHS AMM OFM SPI AR TNR WNH Nilai Tes 80 85 75 95 70 85 90 75 70 75 75 80 75 80 80 70 75 70 75 80 75 70 75 80 80 85 75 95 85 Target 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 Ketercapaian Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai

(361) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 344 LAMPIRAN 12 Data Analisis Hasil Observasi

(362) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 345 Data Hasil Observasi 1 Minat Siswa Indikator Pernyataan Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Siswa menunjukkan sikap ceria seperti tersenyum, tertawa, dan semangat mengikuti pembelajaran Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru siswa bertanya mengenai materi pada saat guru menerangkan Siswa memberikan tanggapan saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Rata-rata minat siswa Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah Persentase Siswa 11 37,93% 9 31,03% 9 31,03% 8 27,59% 7 24,14% 9 31,03% 13 44,83% 15 51,72% 11 37,93% 2 6,90% 2 6,90% 3 10,34% 1 3,45% RataRata 34,48% 27,59% 41,38% 6,90% 27,59%

(363) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 346 Data Hasil Observasi 2 Minat Siswa Indikator Pernyataan Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Siswa menunjukkan sikap ceria seperti tersenyum, tertawa, dan semangat mengikuti pembelajaran Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru siswa bertanya mengenai materi pada saat guru menerangkan Siswa memberikan tanggapan saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Rata-rata minat siswa Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah Persentase Siswa 14 48,28% 12 41,38% 8 27,59% 9 31,03% 10 34,48% 10 34,48% 12 41,38% 13 44,83% 9 31,03% 6 20,69% 4 13,79% 7 24,14% 3 10,34% RataRata 44,83% 31,03% 37,93% 17,24% 32,76%

(364) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 347 Data Hasil Observasi Minat Siswa Siklus I Hari 1 Indikator Pernyataan Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Siswa menunjukkan sikap ceria seperti tersenyum, tertawa, dan semangat mengikuti pembelajaran Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru siswa bertanya mengenai materi pada saat guru menerangkan Siswa memberikan tanggapan saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Rata-rata minat siswa Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah Persentase Siswa 18 RataRata 62,07% 65,52% 20 68,97% 23 79,31% 22 75,86% 24 82,76% 14 48,28% 21 72,41% 79,31% 75,86% 27 93,10% 26 89,66% 11 37,93% 8 27,59% 18 62,07% 26 89,66% 54,31% 68,75%

(365) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 348 Data Hasil Observasi Minat Siswa Siklus I Hari 2 Indikator Pernyataan Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Siswa menunjukkan sikap ceria seperti tersenyum, tertawa, dan semangat mengikuti pembelajaran Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru siswa bertanya mengenai materi pada saat guru menerangkan Siswa memberikan tanggapan saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Rata-Rata minat siswa Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah Persentase Siswa 20 68,97% 22 75,86% 24 82,76% 20 68,97% 22 75,86% 17 58,62% 23 79,31% 25 86,21% 24 82,76% 15 51,72% 10 34,48% 12 41,38% 24 82,76% RataRata 72,41% 75,86% 76,72% 52,59% 69,40%

(366) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 349 Data Hasil Observasi Minat Siswa Siklus II Hari 1 Indikator Pernyataan Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Siswa menunjukkan sikap ceria seperti tersenyum, tertawa, dan semangat mengikuti pembelajaran Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru siswa bertanya mengenai materi pada saat guru menerangkan Siswa memberikan tanggapan saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Rata-Rata Minat Siswa Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah Siswa Persentase 26 89,66% 20 68,97% 24 82,76% 22 75,86% 28 96,55% 15 51,72% 20 68,97% 28 96,55% 27 93,10% 28 96,55% 12 41,38% 22 75,86% 27 93,10% RataRata 79,31% 85,06% 77,59% 76,72% 79,67%

(367) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 350 Data Hasil Observasi Minat Siswa Siklus II Hari 2 Indikator Pernyataan Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria Siswa menunjukkan sikap ceria seperti tersenyum, tertawa, dan semangat mengikuti pembelajaran Siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran Siswa menyimak penjelasan guru Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru siswa bertanya mengenai materi pada saat guru menerangkan Siswa memberikan tanggapan saat guru memberikan pertanyaan Siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas Siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok Siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain Siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi Siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Rata-rata Minat Siswa Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah Persentase Siswa 24 82,76% 23 79,31% 26 89,66% 24 82,76% 27 93,10% 20 68,97% 25 86,21% 28 96,55% 25 86,21% 28 96,55% 10 34,48% 20 68,97% 27 93,10% RataRata 81,03% 88,51% 84,48% 73,28% 81,82%

(368) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 351 LAMPIRAN 13 Daftar Nilai 3 Aspek Siswa pada Siklus 1 & 2

(369) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 352 No 1 2 3 4 Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V Siklus I menggunakan 3 Aspek Penilaian Nilai Nama Rata-Rata Kognitif Afektif Psikomotorik AL 50 64 82 65 RNA 65 62 92 73 AS 60 71 84 72 AYN 75 72 80 76 5 SYN 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 ABS AP RDP AS HND NR CKRA FAN LS YKR FPP MNM MDN ANS AS MFA FAN NHS AMM OFM SPI AR TNR WNH Rata-rata 60 71 75 80 70 55 65 65 70 65 75 60 65 75 60 75 80 75 65 60 80 70 70 75 70 75 68 75 65 66 68 70 69 68 71 70 78 71 72 69 70 67 78 76 75 72 75 67 70 69 76 71 87 73 95 92 82 95 95 82 82 80 92 89 92 92 79 95 95 88 82 92 100 100 100 100 98 85 90 82 79 73 73 77 72 73 72 79 76 76 80 69 80 81 80 74 76 84 82 79 82 79 79 76

(370) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353 Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V Siklus II menggunakan 3 Aspek Penilaian Nilai No Nama Rata-Rata Kognitif Afektif Psikomotorik 1 AL 80 75 85 100 2 RNA 85 76 87 100 3 AS 75 83 86 100 4 AYN 95 77 89 95 5 SYN 70 84 83 95 6 ABS 85 86 89 95 7 AP 90 78 89 100 8 RDP 75 83 86 100 9 AS 70 83 84 100 10 HND 75 82 86 100 11 NR 75 78 84 100 12 CKRA 80 77 86 100 13 FAN 75 82 86 100 14 LS 80 85 88 100 15 YKR 80 88 88 95 16 FPP 70 77 80 92 17 MNM 75 82 86 100 18 MDN 70 86 85 100 19 ANS 75 76 84 100 20 AS 80 84 88 100 21 MFA 75 85 85 95 22 FAN 70 83 83 95 23 NHS 75 83 84 95 24 AMM 80 82 87 100 25 OFM 80 84 88 100 26 SPI 85 82 87 95 27 AR 75 85 87 100 28 TNR 95 83 93 100 29 WNH 85 86 90 100 Rata-rata 79 82 98 86

(371) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 354 LAMPIRAN 14 Foto-foto Kegiatan

(372) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 355 Kegiatan pembagian kelompok Siswa bekerja dalam kelompok Siswa berbaris sebelum masuk kelas Siswa mengerjakan LAS Siswa belajar diluar kelas Siswa menuliskan hasil diskusi

(373) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 356 Siswa mempresentasikan kartupedia Siswa mengisi kuesioner Siswa melakukan percobaan Siswa menguji kekuatan kertas Siswa mengerjakan soal evaluasi Guru mendampingi siswa

(374)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 REJOSARI KECAMATAN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
4
52
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 SUSUNAN BARU BANDARLAMPUNG
0
5
44
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SAINS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CTL) DI KELAS V SD NEGERI 105325 TANJUNG MORAWA.
0
3
16
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS V SDN. NO. 017125 BINJAI SERBANGAN.
0
2
20
EFEKTIVITAS PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 6 YOGYAKARTA.
0
1
77
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAVI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD
0
0
14
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS V SD NEGERI I SUDAGARAN
0
0
16
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SDN BANYAKAN MERTOYUDAN MAGELANG
0
0
86
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD NEGERI PLAOSAN 1 MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SKRIPSI
0
0
251
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI MINOMARTANI 6 MENGGUNAKAN TEKNIK MIND MAP
0
4
345
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI DAUR AIR KELAS V SD KANISIUS JETISDEPOK DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
0
4
267
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VA SD NEGERI NOGOTIRTO MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
0
0
396
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SDN SELOMULYO SLEMAN
1
0
209
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PLAOSAN 1
0
1
181
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCL MODEL PBL PADA SISWA KELAS IVA SD NEGERI NOGOTIRTO TAHUN PELAJARAN 20132014
0
2
388
Show more