N A T A K G N I

Gratis

0
0
170
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MENGGUNAKAN MEDIA FILM ( Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Pada Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Marischa Dwi Hananingsih NIM 091114041 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MENGGUNAKAN MEDIA FILM ( Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Pada Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh: Marischa Dwi Hananingsih NIM 091114041 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Lebih Baik Menjadi Burung Yang Bisa Terbang Bebas Dari Pada Ratu Yang Terbelenggu” (Marischa Dwi Hananingsih) iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya sederhana ini ku persembahkan untuk: Bapa-ku di Sorga Setiap orang yang mencintai dunia pendidikan khususnya Bimbingan dan Konseling... Keluargaku tercinta: Kedua orangtuaku tercinta, Bapak Dwi Sunarko dan Ibu Yulandari Kakakku tercinta, Fendicha Natan Adhitama Serta kekasihku, Sri Kustianta Teman-temanku BK USD angkatan 2009 “Semoga Tuhan selalu memberikan terang di setiap jalan yang kita tempuh” v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pernyataan Keaslian Karya Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka dengan mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang lazim. Yogyakarta, 28 Februari 2014 Penulis Marischa Dwi Hananingsih vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pernyataan Persetujuan Publikasi Saya yang bertanda tangan di bawah ini mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Marischa Dwi Hananingsih Nomor Induk Mahasiswa : 091114041 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MENGGUNAKAN MEDIA FILM ( Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Pada Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 ) Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Yogyakarta, 28 Februari 2014 Yang menyatakan Marischa Dwi Hananingsih vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MENGGUNAKAN MEDIA FILM ( Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Pada Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014) Marischa Dwi Hananingsih Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film pada kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan Kedua, mengetahui seberapa tinggi peningkatan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film pada kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindak Bimbingan dan Konseling. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. Instrumen penelitian berupa kuesioner motivasi belajar terdiri dari 35 butir item. Nilai reliabilitas penelitian ini adalah 0.725. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film pada siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Kedua, Peningkatan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film sudah tinggi, hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan skor motivasi belajar siswa antar siklus dan pengamatan yang telah dilakukan. Ketiga, Rata-rata peningkatan antar siklus yaitu pada saat pra-tindakan 93,99, siklus I 96,1, siklus II 110,35, siklus III 122,8. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE INCREASE OF STUDENTS’ LEARNING MOTIVATION THROUGH CLASSICAL GUIDANCE SERVICE BY USING IMPLEMENTATION OF MOVIES (Guidance and Counseling Action Research on the Tenth Grade Students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta in 2013/2014 Academic Year) by Marischa Dwi Hananingsih Sanata Dharma University Yogyakarta 201 4 There are two purposes of this study. First, it is to improve the students’learning motivations through classical guidance service by using movies for the tenth grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta in 2013/2014 academic year. Second, it is to know the level of improvement of students’ learning motivation through classical guidance service by using movies for the tenth grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. The type of the research is an action research on guidance and counseling. The subject of the research is the tenth grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. The instrument of the research is a questionnaire of learning motivation which consists of 35 items. The reliability score of this research is 0.725. This result shows that: First, the students’ learning motivations can be improved through classical guidance service by using mo vies for the tenth grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta in 2013/2014 academic year. Second, the improvement of students’ learning motivation through classical guidance service by using movies have significant progress. It can be proved by the increasing score of students’ learning motivation both from some cycles and observations. Third, the averages of students’ learning motivations of the tenth grade students at SMA Marsudi Luhur Yogyakarta from pre-treatment until cycle III are 93.99, cycle I is 96.1, cycle II is 110.35, and cycle III is 122.8. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur atas berkat dan penyertaanMu Tuhan, sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Penulis banyak menerima bantuan, semangat, dan doa dari berbagai pihak yang sangat mendukung dalam penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah membantu dan memberikan kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi ini. 2. A. Setyandari, S.Pd., S.Psi., P.Si., M.A, selaku sekretaris Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah membantu dan memberikan kelancaran dalam proses penyelesaian skripsi ini. 3. Juster Donal Sinaga, M.Pd selaku dosen pembimbing yang selalu meluangkan waktu dengan penuh kesabaran dan ketekunan dalam membimbing dan mendampingi penulis pada setiap tahap dan seluruh proses penyusunan skripsi ini. 4. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah mencurahkan ilmunya dengan sepenuh hati sehingga berguna untuk bekal hidup. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Dra. Lies Indriya Handayani, selaku Kepala Sekolah SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yang berkenan menerima dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 6. Dra. Danar Adiati, selaku koordinator Bimbingan dan Konseling SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yang bersedia membantu, membimbing, dan mengarahkan penulis dalam melaksanakan penelitian. 7. Seluruh staf Bimbingan dan Konseling SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yang berkenan menerima dan memberikan saran bagi penulis dalam melaksanakan penelitian. 8. Seluruh siswa SMA Marsudi Luhur Yogyakarta khususnya siswa kelas X Tahun Ajaran 2013/2014 atas kebersamaan dan kebahagiaannya saat penulis melaksanakan penelitian. 9. Ag. Krisna Indah Marheni, S.Pd., M.A., yang selalu memberikan motivasi dan cinta kasih kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 10. Kedua orangtua tersayang, Bapak Dwi Sunarko dan Ibu Yulandari yang tiada henti-hentinya memberikan motivasi, doa, kasih sayang, dana dan segalanya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 11. Kakakku Fendicha Natan Adhitama yang selalu mendukung penulis dengan penuh kasih sayang, kebahagiaan, dan kebersamaan. 12. Sri Kustianta yang selalu menemani, memberikan motivasi dan cinta kasih pada penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan. 13. Sahabat-sahabatku Sisilia Arini Sulistiyo, Vincentia Widi Astuti, Theodhora Nohana Wibowo, Arista Abriawati, Yuliana Dwi Setyaningsih, Agustina xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Puspita Dewi, Sunarto, Galih Sukmara Jhati, Sadtya Edi Nugraha, Dendi Setiadi, Purwanto, Frans Hermawan yang setia memberikan dukungan dan cinta kasih kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 14. Seluruh mahasiswa BK USD angkatan 2009 yang selalu memberikan motivasi, semangat, kebersamaan, dan kebahagiaan. 15. Teman-teman kos “Nasya” atas kebersamaan dan kebahagiaannya. 16. St. Priyatmoko, atas kesabaran dalam membantu penulis mengurus administrasi perkuliahan serta penyelesaian skripsi ini. 17. Perpustakaan USD beserta karyawan perpustakaan atas pelayanan pada penulis selama penulis menyelesaikan studi. 18. Kepada seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini namun penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Marischa Dwi Hananingsih xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Hal HALAMAN JUDUL ........................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................. iii HALAMAN MOTTO .......................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.................................. vii ABSTRAK .......................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................... x DAFTAR ISI ....................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR ........................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................ xi x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ..................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ........................................................... 4 C. Batasan Masalah ................................................................. 5 D. Rumusan Penelitian ............................................................ 5 E. Tujuan Penelitian................................................................ 6 F. Manfaat Penelitian .............................................................. 6 G. Definisi Operasional ........................................................... 7 BAB II KAJIAN TEORI A. Motivasi Belajar ................................................................. 9 1. Pengertian Motivasi Belajar .......................................... 9 2. Jenis-jenis Motivasi Belajar .......................................... 11 3. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Motivasi Belajar..... 14 B. Remaja SMA ...................................................................... 18 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Definisi Remaja ............................................................ 18 2. Ciri-ciri Masa Remaja ................................................... 20 C. Pelayanan Bimbingan di Sekolah ........................................ 22 1. Pengertian Bimbingan................................................... 22 2. Bimbingan Klasikal ...................................................... 24 D. Media Pembelajaran ........................................................... 24 1. Pengertian Media Pembelajaran .................................... 24 2. Fungsi dan Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran .. 25 3. Klasifikasi dan Macam-Macam Media Pembelajaran .... 26 E. Media ................................................................................. 27 F. Film.................................................................................... 28 1. Pengertian Film ............................................................ 28 2. Sejarah Film ................................................................. 29 3. Keunggulan Film .......................................................... 30 G. Tahapan-tahapan Bimbingan Kelas Menggunakan Media Film 32 H. Hipotesis Tindakan ............................................................. 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................... 35 B. Subjek Penelitian ................................................................ 36 C. Waktu dan Lokasi Penelitian .............................................. 36 D. Setting Penelitian................................................................ 36 E. Prosedur Penelitian ............................................................. 38 F. Tahapan Penelitian ............................................................. 40 G. Teknik Pengumpulan Data.................................................. 44 H. Instrumen Penelitian ........................................................... 45 I. Validitas dan Reliabilitas .................................................... 48 J. Teknik Analisis Data .......................................................... 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian .................................................................. 57 1. Pra-Tindakan ................................................................ 57 2. Siklus I ......................................................................... 60 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Siklus II ........................................................................ 70 4. Siklus III ....................................................................... 78 B. Rangkuman Hasil Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling .......................................................................... 87 C. Pembahasan........................................................................ 96 D. Keterbatasan Penelitian ...................................................... 100 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................ 101 B. Saran .................................................................................. 101 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................... 103 LAMPIRAN ....................................................................................... 106 Lampiran 1. Satuan Layanan Bimbimbingan .......................... 107 Lampiran 2. Instrumen Penelitian ........................................... 124 Lampiran 3. Panduan Observasi Perilaku Siswa ..................... 129 Lampiran 4. Blue Print ........................................................... 130 Lampiran 5. Tabulasi Data Penelitian ..................................... 134 Lampiran 6. Hasil Validitas .................................................... 140 Lampiran 7. Hasil Reliabilitas ................................................ 143 Lampiran 8. Foto-Foto Penelitian ........................................... 144 Lampiran 9. Surat Ijin Penelitian ............................................ 151 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Hal Tabel 1 Kisi-kisi Panduan Observasi Perilaku Siswa ............................ 46 Tabel 2 Kisi-kisi Skala Motivasi Belajar .............................................. 47 Tabel 3 Pedoman Wawancara .............................................................. 48 Tabel 4 Daftar Indeks Korelasi Reliabilitas .......................................... 54 Tabel 5 Kategorisasi Tingkat Motivasi Belajar ..................................... 53 Tabel 6 Kriteria Kategori Hasil Presentase Skor Observasi .................. 55 Tabel 7 Kriteria Keberhasilan .............................................................. 56 Tabel 8 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta .................................................................. 58 Tabel 9 Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus I ................. 64 Tabel 10 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Pra-tindakan dan Siklus I ............ 65 Tabel 11 Hasil Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta ............................ 66 Tabel 12 Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus II ................. 73 Tabel 13 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yoyakarta Siklus I dan Siklus II .................... 74 Tabel 14 Hasil Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta ............................. 76 Tabel 15 Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus III ............... 82 Tabel 16 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Siklus II dan Siklus III................ 83 Tabel 17 Hasil Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta ............................. 85 Tabel 18 Perkembangan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta ......................................... Tabel 19 Perbandingan Hasil Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar xvi 88

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta ................... 89 Tabel 20 Data Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa Pra-tindakan, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III ............................................ Tabel 21 Hasil Uji t Motivasi Belajar Siswa Pratindakan sampai Siklus III xvii 92 94

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 1 Bagan Penelitian Tindakan Model Hopkins (1993) .............. 39 Gambar 2 Grafik Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta .................................................. 59 Gambar 3 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Pra-tindakan dan Siklus I .................................. 65 Gambar 4 Grafik Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Pra-tindakan dan Siklus I 68 Gambar 5 Tingkat Motivasi Belajar Siswa SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Pada Siklus I dan Siklus II ................................ 74 Gambar 6 Grafik Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Siklus I dan Siklus II ... 77 Gambar 7 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta SiklusnII dan Siklus III........................... 84 Gambar 8 Grafik Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Siklus II dan Siklus III ............................................................................. 86 Gambar 9 Grafik Hasil Angket Motivasi Belajar Pra-tindakan, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III ........................................................ 90 Gambar 10 Perbandingan Persentase Angket Motivasi Belajar Siswa Pratindakan, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III ......................... 91 Gambar 11 Grafik Observasi Motivasi Belajar Siswa Pra-tindakan, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III ...................................................... xviii 92

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Hal Lampiran 1. Satuan Layanan Bimbimbingan ...................................... 106 Lampiran 2. Instrumen Penelitian....................................................... 124 Lampiran 3. Panduan Observasi Perilaku Siswa ................................. 129 Lampiran 4. Blue Print ....................................................................... 130 Lampiran 5. Tabulasi Data Penelitian ................................................. 134 Lampiran 6. Hasil Uji Validitas.......................................................... 140 Lampiran7. Hasil Uji Reliabilitas ...................................................... 143 Lampiran 7. Foto-Foto Penelitian ....................................................... 144 Lampiran 8. Surat Ijin Penelitian ........................................................ 151 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional dari istilah-istilah pokok yang digunakan dalam penelitian ini. A. Latar Belakang Masalah Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan oleh setiap orang. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, baik sekolah maupun di luar sekolah. Aktivitas belajar yang dilakukan tidak selamanya dapat berlangsung dengan baik. Hal ini tampak dari adanya siswa yang malas, kurang bersemangat, belajar harus diawasi, takut pada guru, kurang tekun, tidak senang pada mata pelajaran tertentu, siswa cepat lelah, dan siswa sering bolos sekolah. Dalam dunia pendidikan setiap anak didik diharapkan mampu untuk berprestasi secara optimal karena keberhasilan belajar siswa tidak lepas dari motivasi siswa yang bersangkutan, oleh sebab itu pada dasarnya motivasi belajar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. Seorang siswa dapat berhasil dalam pembelajaran jika ia mampu memotivasi dirinya sehingga dapat meraih prestasi yang memuaskan. Setyadi (2002) mengatakan bahwa prestasi belajar seorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, baik yang berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) diri si terdidik sebagai siswa. 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Dengan demikian pada hakekatnya tidak ada faktor tunggal yang berdiri sendiri yang secara otomatis menentukan prestasi belajar seseorang. Pencapaian prestasi belajar secara optimal memerlukan dukungan dan prasarana, ketepatan cara dan gaya belajar seseorang, minat dan motivasi belajar yang kuat, lingkungan yang mendukung dan lain sebagainya. Motivasi belajar juga dapat dilihat dari usaha belajar. Pada umumnya semakin tinggi motivasi belajar akan semakin tinggi pula usaha yang akan dilakukan. Pada dasarnya keberhasilan belajar ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa antara lain mencakup konsentrasi, minat, bakat, inteligensia, motivasi, cita-cita dan sebagainya. Sedangkan faktor-faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar siswa, baik yang bersifat non sosial maupun yang bersifat sosial. Faktor eksternal yang bersifat non sosial antara lain mencakup keadaan dan suhu udara, cuaca, waktu, alat-alat yang dipakai dan sebagainya. Selanjutnya, faktor eksternal yang bersifat sosial adalah faktor yang mencakup hubungan sesama manusia, baik yang hadir secara langsung maupun secara tidak langsung yang dapat mempengaruhi keberhasilan seseorang misalkan hubungan antara orang tua dengan anaknya. Memotivasi peserta didik agar dengan senang hati untuk tekun dalam belajar bukan suatu hal yang mudah. Guru bimbingan dan konseling dapat dengan kreatif menggunakan berbagai teknik dalam penyampaian materi bimbingan klasikal. Seperti diskusi, ceramah, dinamika kelompok, atau menggunakan media. Namun

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 salah satu teknik penyampaian materi yang dapat diberikan oleh guru bimbingan dan konseling adalah dengan menggunakan media film. Permasalahan yang dialami peserta didik dalam meningkatkan motivasi belajar dapat berakar pada banyak faktor. Antara lain adalah faktor lingkungan, malas belajar yang ada dalam diri sendiri, pengaruh teman sebaya, media yang digunakan dalam proses belajar, dan materi yang susah untuk dimengerti. Masalah-masalah tersebut dapat ditemukan di sekolah formal, baik negeri maupun swasta termasuk SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bimbingan dan konseling di SMA Marsudi Luhur Yogyakarta peserta didik terutama di kelas X masih memiliki motivasi belajar yang rendah, jangankan untuk belajar bahkan tingkat kedisiplinan sekolah juga masih rendah. Hal tersebut dapat ditandai dengan siswa yang sering membolos pada saat jam pelajaran tertentu hanya untuk mengobrol di kantin sekolah, siswa tidak berangkat sekolah, siswa mengobrol dengan teman lain saat kegiatan belajar mengajar, siswa sering ribut di kelas saat jam pelajaran, hingga adanya siswa yang terlambat masuk kelas tiap kegiatan belajar mengajar. Data wawancara tersebut kemudian dikembangkan menjadi panduan pengamatan di kelas yang dilakukan oleh peneliti. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa masih banyak beraktivitas sendiri di luar kelas saat jam belajar berlangsung, selain itu siswa kelas X masih ada yang membolos. Siswa membuat gaduh di kelas dan tidak memperhatikan penjelasan dari guru yang menyampaikan materi pembelajaran. Masalah ini kemudian bercabang menjadi beberapa permasalahan yaitu: peserta didik kurang aktif dalam kegiatan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 belajar, sering membolos pada saat jam pelajaran, dan acuh tak acuh saat mengikuti kegiatan belajar. Dari pemaparan diatas muncul gagasan peneliti untuk mengaplikasikan media film ke dalam Bimbingan kelas. Film memiliki sifat yang sederhana dalam penyajianya, memiliki unsur urutan cerita yang memuat pesan moral yang besar dan isi film mudah ditangkap oleh siswa. Sehingga siswa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu meningkatkan motivasi belajar dalam dirinya. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih mendalam dengan judul penelitian “Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Media Film (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Pada Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014)”. Penelitian ini dilakukan terutama terhadap kelas yang berdasarkan observasi dan data angket (pra-tindakan) kurang memiliki motivasi dalam belajar. Diharapkan dengan adanya penelitian tindakan yang dilakukan akan membuat motivasi belajar siswa dapat meningkat. Sehingga peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dan data pengamatan serta data wawancara masalah-masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1. Siswa kurang memiliki motivasi untuk belajar. 2. Siswa sering ribut jika proses belajar berlangsung. 3. Siswa sering membolos pada saat jam pelajaran tertentu. 4. Siswa sering membolos tidak hadir di sekolah. 5. Peserta didik cenderung bosan mengikuti proses belajar. C. Batasan masalah Bimbingan dan konseling pada dasarnya sangat luas jika dijabarkan menggunakan berbagai sudut pandang. Begitu pula kegiatan bimbingan klasikal yang menjadi sebuah pondasi dari bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai tugas perkembangan secara optimal. Pada penelitian ini, dibatasi masalah pada kegiatan belajar melalui bimbingan klasikal di kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. Begitu pula tentang media, mengingat banyaknya media yang bisa digunakan dalam bimbingan klasikal, maka yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah media film. Film memiliki sifat yang sederhana dalam penyajianya, memiliki unsur urutan cerita yang memuat pesan moral yang besar dan isi film mudah ditangkap oleh siswa. Sehingga siswa dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu meningkatkan motivasi belajar dalam dirinya. D. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah tersebut, maka permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1. Apakah motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui bimbingan klasikal menggunakan media film pada kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014? 2. Seberapa tinggi peningkatan motivasi belajar siswa pada kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film? E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film pada kelas X SMA Marsdudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. 2. Mengetahui seberapa tinggi peningkatan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film pada kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. F. MANFAAT PENELITIAN Manfaat-manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini menjadi wacana baru tentag penerapan Penelitian Tindak Bimbingan dan Konseling (PTBK) melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film, selain itu mampu memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan bidang pendidikan khususnya pada Bimbingan dan Konseling (BK). Menggali upaya-upaya meningkatkan motivasi belajar

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 melalui layanan bimbingan klasikal dengan adanya penerapan media film yang semakin inovatif. 2. Manfaat Hasil Penelitian Bagi Siswa, Guru BK, dan Peneliti lain a. Bagi peserta didik Hasil penelitian ini diinformasikan kepada siswa agar siswa mengetahui motivasi belajarnya sehingga siswa mampu meningkatkan motivasi belajar untuk mencapau prestasi belajar yang lebih baik. Memiliki motivasi belajar sehingga mampu mengeksplorasi seluruh potensi-potensi dalam diri peserta didik yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi peserta didik. b. Bagi guru BK Menambah wawasan dan gambaran mengenai berbagai media yang dapat digunakan saat ini dalam memberikan layanan bimbingan klasikal khususnya media film. Selain itu, guru BK diharapkan mampu untuk semakin kreatif menemukan media bimbingan yang mampu membuat peserta didik memiliki motivasi belajar melalui layanan bimbingan klasikal dan akhirnya adalah adanya peningkatan mutu pendidikan di SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. c. Bagi peneliti lain Dapat memberikan inspirasi dan referensi untuk penelitian sejenis. G. Definisi Operasional Definisi operasional pada penelitian ini adalah: 1. Motivasi Belajar Motivasi Belajar adalah usaha-usaha siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta untuk menyediakan segala daya (kondisi-kondisi) untuk belajar,

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 sehingga siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta mau atau ingin melakukan proses pembelajaran. 2. Bimbingan Kelompok Menggunakan Film Bimbingan Kelompok menggunakan media film adalah proses pemberian bantuan yang diberikan kepada siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta melalui alat bantu atau media film, berupa potongan film pendek yang isinya dapat memotivasi belajar siswa dan dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi juga dapat merangsang siswa untuk merespon dengan baik segala pesan yang disampaikan. Media Film juga sangat membantu dalam proses pembelajaran, melalui apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau hanya didengar saja.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI Pada bab ini dipaparkan secara singkat kajian teori relevan yang mendasari bangunan konseptual penelitian tindakan ini yang meliputi: Motivasi Belajar, Remaja, Bimbingan Belajar, Media, Film, dan Tahapan-tahapan bimbingan kelas menggunakan media film. A. Motivasi Belajar 1. Pengertian Motivasi Belajar a. Motivasi Motivasi berasal dari kata motif yang artinya adalah “segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif inilah yang mendorong untuk segala aktivitas manusia dalam berbuat. Motivasi bersumber dari dalam diri seseorang, sehingga sangat sulit untuk diamati. Tetapi motif adalah hal yang dapat disimpulkan, karena sesuatu yang dapat disaksikan. Tiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang didorong oleh suatu kekuatan dari dalam diri pribadi orang tersebut. Kekuatan pendorong inilah yang disebut motif. McDonald, dalam Hamalik (2009:173) merumuskan pengertian motivasi, “Motivaton is an energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction”. Motivasi adalah suatu perubahan energy dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. 9

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 b. Belajar Winkle (1997:193) berpendapat bahwa belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahanperubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas. Di dalam belajar, siswa mengalami sendiri proses dari tidak tahu menjadi tahu, karena itu menurut Cronbach (Sumadi Suryabrata, 1998:231) mengatakan bahwa belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu pelajar mempergunakan pancai nderanya. Panca indera tidak terbatas hanya indera pengelihatan saja, tetapi juga berlaku bagi indera yang lain. Dari beberapa pengertian belajar di atas dapat disimpulkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. c. Motivasi Belajar Motivasi belajar dapat didefinisikan sebagai usaha-usaha seseorang (siswa) untuk menyediakan segala daya (kondisi-kondisi) untuk belajar sehingga ia mau atau ingin melakukan proses pembelajaran. Dengan demikian, motivasi belajar dapat berasal dari diri pribadi siswa itu sendiri (motivasi intrinsik/motivasi internal) dan/atau berasal dari luar diri pribadi siswa (motivasi ekstrinsik/motivasi eksternal). Kedua jenis motivasi ini saling

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 berkaitan menjadi satu membentuk satu sistem motivasi yang menggerakkan siswa untuk belajar. Berdasarkan pengertian motivasi dan belajar di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu konsep yang menggambarkan tentang kekuatan-kekuatan yang menggerakkan organisme, atau kekuatan-kekuatan di dalam organisme untuk membangkitkan, mengarahkan dan mempertahankan perilaku belajar. Tinggi rendahnya motivasi belajar individu dapat dilihat dari intensitas dan arah serta keajegan kegiatan belajar yang dilakukannya. Semakin tinggi keseriusan, semakin terarah serta semakin ajeg kegiatan belajar yang dilakukannya, maka semakin tinggi pula motivasinya untuk belajar. 2. Jenis-jenis Motivasi Belajar a. Motivasi Instrinsik Adalah keterlibatan motivasi internal dari individu untuk melakukan sesuatu berdasarkan keinginannya sendiri. Contoh: seorang siswa belajar keras untuk ujian karena dia menyukai pelajarannya. Hasil penelitian menyarankan perlu dibangun iklim kelas yang baik untuk dapat memotivasi siswa secara instrinsik. Siswa lebih termotivasi untuk belajar ketika mereka diberikan pilihan dan menerima hadiah yang mengandung nilai informasional, tetapi fungsi hadiah tersebut tidak untuk mengontrol perilaku. Itu merupakan contoh pujian. (Santrock, 2008) mengatakan dalam motivasi yang bersifat intrinsik, biasanya orang lain juga memegang peranan, misalnya orang tua atau guru menyadarkan anak akan kaitan antara

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 belajar dengan menjadi orang yang berpengetahuan. Sardiman (2001), menjelaskan hal- hal yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah : 1) Pengetahuan tentang kemajuannya sendiri. Siswa yang mengetahui hasil prestasi sendiri menyadari apakah dirinya mengalami kemajuan atau kemunduran dalam belajarnya. Siswa yang mendapatkan nilai kurang bagus akan terdorong untuk lebih giat belajar lagi agar mendapat nilai yang lebih baik. Sebaliknya, siswa yang mendapat nilai baik akan terdorong untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai. 2) Cita-cita. Seseorang yang mempunyai cita-cita akan terdorong untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Cita-cita siswa diguankan sebagai pemacu dalam hal belajar. 3) Kebutuhan. Adanya kebutuhan tertentu mendorong siswa untuk berbuat dan berusaha dalam mencapai tujuan tertentu. b. Motivasi Ekstrinsik Motivasi eksternal yang muncul dari luar diri pribadi seseorang, seperti kondisi lingkungan kelas-sekolah, adanya ganjaran berupa hadiah (reward) bahkan karena merasa takut oleh hukuman (punishment) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi. Motivasi Ekstrinsik juga dapat diartikan sebagai dorongan untuk melakukan sesuatu dengan tujuan memperoleh sesuatu yang lain (sebagai alat mencapai tujuan akhir). Motivasi ekstrinsik biasanya sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti hadiah dan hukuman. Contoh: seorang siswa belajar dengan keras

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 untuk ujian agar dapat memperoleh nilai bagus di sekolah. Sejalan dengan pendapat Winkel (1996) yang menggolongkan motivasi belajar yang bersifat ekstrinsik, seperti: belajar demi memenuhi kewajiban, belajar demi menghindari hukuman yang diancamkan, belajar demi memperoleh hadiah material yang dijanjikan, belajar demi meningkatkan gengsi sosial, belajar demi memperoleh pujian dari orang penting, belajar demi tuntutan jabatan yang ingin dipegang atau demi memenuhi persyaratan kenaikan jenjang atau golongan administratif. Menurut Winkel (1996) dalam motivasi yang bersifat ekstrinsik, aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan kebutuhan dan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar itu sendiri. Selanjutnya Winkel (1996) juga menyatakan bahwa motivasi belajar ekstrinsik bukanlah bentuk motivasi yang secara langsung dapat diidentikkan berasal dari luar siswa. Oleh karena motivasi belajar selalu berpangkal pada suatu kebutuhan yang dihayati oleh orangnya sendiri, biarpun orang lain mungkin memegang peranan dalam menimbulkan motivasi itu. Kekhasan motivasi belajar ekstrinik bukanlah ada atau tidak adanya pengaruh dari luar, melainkan apakah kebutuhan yang ingin dipenuhi pada dasarnya hanya dapat dipenuhi melalui belajar atau sebetulnya juga dapat dipenuhi dengan cara lain

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar ada dua yaitu faktor dari dalam individu/intern (siswa) dan faktor dari luar diri individu/ekstern (siswa) (Purwanto,2008) a. Faktor Intern 1) Minat Minat merupakan ketertarikan individu terhadap sesuatu, dimana minat belajar yang tinggi akan menyebabkan belajar siswa menjadi lebih mudah dan cepat. Minat berfungsi sebagai daya penggerak yang mengarahkan seseorang melakukan kegiatan tertentu yang spesifik. Minat adalah kecenderungan seseorang untuk merasa pada objek tertentu yang dianggap penting. Dari rasa ketertarikan terhadap terhadap sesuatu akan membentuk motivasi yang akhirnya teraktualisasi dalam perilaku belajarnya. 2) Cita-Cita Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan serta oleh perkembangan kepribadian. Citacita untuk menjadi seorang (gambaran ideal) akan memperkuat semangat belajar. Dengan kemampuan dan kemauan yang besar serta didukung oleh cita-cita yang sesuai maka akan menimbulkan semangat dan dorongan yang besar untuk bisa meraih apa yang diinginkan.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 3) Kondisi Siswa Kondisi siswa baik fisik maupun emosi yang dihadapi oleh peserta didik akan mempengaruhi keinginan individu untuk belajar dan tentunya akan melemahkan dorongan untuk melakukan sesuatu dalam kegiatan belajar. Sehat berarti dalam keadaan baik, segenap badan beserta bagian-bagiannya atau bebas dari penyakit serta keadaan akal yang sehat. Proses belajar akan terganggu jika kesehatan individu terganggu. Keadaan emosional dan sosial berupa perasaan tertekan, yang selalu dalam keadaan takut akan kegagalan, yang mengalami gangguan karena emosi-emosi yang kuat tidak dapat belajar efektif. b. Faktor Ekstern 1) Kecemasan terhadap hukuman Motivasi belajar muncul jika ada kecemasan atau hukuman yang menyertai atau melandasi pembelajaran. Konsep motivasi belajar berkaitan erat dengan prinsip bahwa perilaku yang memperoleh penguatan (reinforcement) dimasa lalu lebih memiliki kemungkinan diulang dibandingkan dengan perilaku yang terkena hukuman (punishment). Motivasi dengan kekerasan (motivating by force) yaitu memotivasi dengan menggunakan ancaman hukuman atau kekerasan agar yang dimotivasi dapat melakukan apa yang harus dilakukan.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 2) Penghargaan dan Pujian Baik orang tua maupun pengajar memiliki cara yang berbeda-beda untuk menumbuhkan motivasi belajar anak. Selain dengan hukuman juga dapat dilakukan dengan penghargaan atau pujian. Motivasi bisa muncul jika terdapat penghargaan atau pujian yang layak yang menyertai atau melandasi pembelajaran. 3) Peran orang tua Lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Pengaruh pertama dan utama bagi kehidupan dan perkembangan seseorang adalah keluarga. Banyak waktu dan kesempatan bagi anak untuk berjumpa dan berinteraksi dengan keluarga. Perjumpaan dan interaksi ini sangat besar pengaruhnya bagi perilaku dan prestasi seseorang. Seiring dengan perkembangan jaman, dalam kenyataan sering tidak terasa lelah terdapat pergeseran fungsi peran orang tuabagi pendidikan anaknya. Kebanyakan para orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya pada sekolah. Padahal seharusnya orang tua memberikan perhatian dan semangat belajar yang lebih sehingga dapat memunculkan motivasi belajar anak karena waktu di rumah lebih banyak daripada di sekolah. Keterlibatan oran tua dalam menumbuhkan motivasi belajar perlu diusahakan, baik berupa perhatian bimbingan kepada anak di rumah maupun berprestasi secara individual dan kolektif terhadap sekolah dan kegiatannya, serta memperhatikan kesulitan yang dialami anak dalam proses belajar. Orang tua adalah sebagai pembuka kemungkinan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 terselanggaranya pendidikan bagi anaknya serta berperan sebagai guru bagi anak. Orang tua mampu mendidik dengan baik, mampu berkomunikasi dengan baik, penuh perhatian terhadap anak, tahu kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi anak dan mampu menciptakan hubungan baik dengan anak-anaknya akan berpengaruh besar terhadap keinginan anak untuk belajar atau sebaliknya. 4) Peran Pengajaran Peran pengajar adalah membangkitkan motivasi dalam diri peserta didiknya agar makin aktif belajar. Strategi utama dalam membangkitkan motivasi belajar pada dasarnya terletak pada guru atau pelajar itu sendiri. Membangkitkan motivasi belajar tidak hanya terletak bagaimana peran pengajar, namun banyak hal yang mempengaruhinya. Kreatifitas serta aktifitas pengajar harus mampu menjadi inspirasi bagi para siswa sehingga siswa kan lebih terpacu motivasinya untuk belajar, berkarya, dan berkreasi. Pengajar bertugas memperkuat motivasi belajar siswa lewat penyajian pelajaran, sanksi-sanksi dan hubungan pribadi siswanya. Dalam hal ini pengajar melakukan hal yang menggiatkan anak dalam belajar. Peran pengajar untuk mengelola motivasi belajar sangat penting dan dapat dilakukan melalui berbagai aktifitas belajar. Kemampuan mengajar menjadikan dirinya model yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan kesanggupan dalam diri peserta didik merupakan aset utama dalam membangkitkan motivasi.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 5) Kondisi Lingkungan Sebagai anggota masyarakat maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar berupa keadaan alam, tempat tinggal, pergaulan sebaya dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu kondisi lingkungan yang sehat turut mempengaruhi motivasi belajar. Karakteristik fisik lingkungan belajar, keterjangkauan dan ketersediaan sumber daya manusia dan materi dapat mempengaruhi tingkat motivasi seseorang dan lingkungan juga dapat membentuk atau mengurangi kondisi penerimaan pembelajaran. Lingkungan yang aman, nyaman dapat menumbuhkan dorongan untuk belajar. Sebaliknya, lingkungan yang kurang menyenangkan seperti kegaduhan, kekacauan dan tidak adanya privasi dapat mengganggu kapasitas untuk berkonsentrasi dan menumbuhkan keinginan untuk tidak belajar. B. Remaja SMA Masa remaja bisa dikatakan sebagai masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja dipenuhi dengan gejolak emosi dan pencarian jati diri, sehingga pendidikan. Pengetahuan dan pengalaman di masa remaja memiliki peran yang sangat menentukan karakter dan kepribadian individu di masa dewasa dapat menentukan. 1. Definisi Remaja Remaja sering dikenal dengan istilah “Adolescence”. Menurut Hall (dalam Gunarsa, 2000) masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak emosi dan ketidakseimbangan yang tercakup dalam Storm and Stress. Remaja dikatakan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 masa yang penuh gejolak emosi karena pada masa remaja masih sering terpengaruhi oleh lingkungan disekitarnya. Istilah “Adolescence” mempunyai arti yang lebih luas mencakup kematangan mental, emosional, sosial, fisik. Pandangan ini diungkapkan oleh Piaget (Hurlock, 1999) secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu beritegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkat yang sama. Tidak hanya para ahli saja yang mendefinisikan masa remaja, tetapi WHO (dalam Sarwono, 2001) mendefinisikan masa remaja dengan tiga kriteria yaitu: individu berkembang dari saat pertama kali menunjukan tanda-tanda sekundernya sampai saat individu mencapai kematangan seksual, individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa, dan terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan relatif lebih mandiri. Monks (1999) memberikan batasan usia masa remaja adalah masa diantara 12-21 tahun dengan perincian 12-15 tahun masa remaja awal, 15-18 tahun masa remaja pertengahan, dan 18-21 tahun masa remaja akhir. Suryabrata (1981) membagi masa remaja menjadi tiga, masa remaja awal 12-15 tahun, masa remaja pertengahan 15-18 tahun dan masa remaja akhir 18-21 tahun. Berbeda dengan pendapat Hurlock (1999) yang membagi masa remaja menjadi dua bagian, yaitu masa remaja awal 13-16 tahun, sedangkan masa remaja akhir 17-18 tahun. Lie (2004) menegaskan bahwa pada masa awal remaja, anak sering merasa kebingungan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 misalnya tubuh yang makin jangkung, jerawat diwajah, suara yang membesar pada laki-laki, dan menstruasi pada perempuan. Dengan perubahan-perubahan diri tersebut, anak seringkali tidak menyukai gambaran dirinya sendiri dan merasa dirinya jelek serta tidak menarik. Konsep diri yang negatif akhirnya membentuk dan menimbulkan rasa tidak percaya diri. 2. Ciri-ciri Masa Remaja Masa remaja merupakan salah satu periode perkembangan yang dialami oleh setiap individu, sebagai masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa ini memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan periode perkembangan yang lain. Ciri yang menonjol pada masa ini adalah individu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang amat pesat, baik fisik, emosional dan sosial. Hurlock (1999) pada masa remaja ini ada beberapa perubahan yang bersifat universal, yaitu meningkatnya emosi, perubahan fisik, perubahan terhadap minat dan peran, perubahan pola perilaku, nilai- nilai dan sikap ambivalen terhadap setiap perubahan. Berikut ini dijelaskan satu persatu dari ciri-ciri perubahan yang terjadi pada masa remaja. a. Perubahan Fisik Perubahan fisik berhubungan dengan aspek anotomi dan aspek fisiologis, di masa remaja kelenjar hipofesa menjadi masak dan mengeluarkan beberapa hormone, seperti hormone gonotrop yang berfungsi untuk mempercepat kemasakan sel telur dan sperma, serta mempengaruhi produksi hormone kortikortop berfungsi mempengaruhi kelenjar suprenalis, testosterone, oestrogen, dan suprenalis yang mempengaruhi pertumbuhan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 anak sehingga terjadi percepatan pertumbuhan (Monks dkk, 1999). Dampak dari produksi hormone tersebut adalah: (1) ukuran otot bertambah dan semakin kuat. (2) testosteron menghasilkan sperma dan oestrogen memproduksi sel telur sebagai tanda kemasakan. (3) Munculnya tanda-tanda kelamin sekunder seperti membesarnya payudara, berubahnya suara, ejakulasi pertama, tumbuhnya rambut-rambut halus disekitar kemaluan, ketiak dan muka (Atwater, dalam Maria, U. 2007) b. Perubahan Emosional. Pola emosi pada masa remaja sama dengan pola emosi pada masa kanak kanak. Pola-pola emosi itu berupa marah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih dan kasih sayang. Perbedaan terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan pengendalian dalam mengekspresikan emosi. Remaja umumnya memiliki kondisi emosi yang labil pengalaman emosi yang ekstrem dan selalu merasa mendapatkan tekanan (Hurlock, 1999). Bila pada akhir masa remaja mampu menahan diri untuk tidak mengeksperesikan emosi secara ekstrem dan mampu memgekspresikan emosi secara tepat sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan dan dengan cara yang dapat diterima masyarakat, dengan kata lain remaja yang mencapai kematangan emosi akan memberikan reaksi emosi yang stabil (Hurlock, 1999). Nuryoto (dalam Maria, U. 2007) menyebutkan ciri-ciri kematangan emosi pada masa remaja yang ditandai dengan sikap sebagai berikut: (1) tidak bersikap kekanak-kanakan. (2) bersikap rasional. (3) bersikap objektif

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 (4) dapat menerima kritikan orang lain sebagai pedoman untuk bertindak lebih lanjut. (5) bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan. (6) mampu menghadapi masalah dan tantangan yang dihadapi. c. Perubahaan sosial Perubahan sosial pada masa remaja juga mengakibatkan perubahan dan perkembangan remaja, Monks, dkk (1999) menyebutkan dua bentuk perkembangan remaja yaitu, memisahkan diri dari orangtua dan menuju kearah teman sebaya. Remaja berusaha melepaskan diri dari otoritas orangtua dengan maksud menemukan jati diri. Remaja lebih banyak berada di luar rumah dan berkumpul bersama teman sebayanya dengan membentuk kelompok dan mengeksperesikan segala potensi yang dimiliki. Kondisi ini membuat remaja sangat rentan terhadap pengaruh teman dalam hal minat, sikap penampilan dan perilaku. Perubahan yang paling menonjol adalah hubungan heteroseksual. Remaja akan memperlihatkan perubahan radikal dari tidak menyukai lawan jenis menjadi lebih menyukai. Remaja ingin diterima, diperhatikan dan dicintai oleh lawan jenis dan kelompoknya. C. Pelayanan Bimbingan di Sekolah 1. Pengertian Bimbingan Bimbingan adalah sebuah proses pemberian bantuan kepada individu secara berkesinambungan, agar individu dapat memahami dirinya, sehingga sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak dengan wajar sesuai dengan tuntutan dan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian individu dapat

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 mengecap kebahagiaan hidupnya serta dapat memberikan sumbangan yang berarti (Winkel, 2004:29). Menurut Moegiadi (dalam Winkel, 2004: 29) bimbingan dapat berarti (1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman, dan informasi tentang dirinya sendiri. (2) Suatu cara pemberian pertolongan atau bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya. (3) Suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya sendiri dan tuntutan dari lingkungan. Berdasarkan pasal 27 Peraturan Pemerintah No 29. 1992, bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka untuk menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan. Bimbingan dalam menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik menemukan kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri. Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan agar peserta didik secara obyektif mengenal lingkungan, baik sosial maupun fisik. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah bantuan yang dilakukan pembimbing (konselor), bagi individu untuk memahami dirinya melalui pengetahuan, pengalaman, dan informasi tentang dirinya, sehingga dapat meningkatkan realisasi pribadi, karena dengan memahami diri sendiri akan memudahkan untuk bertindak sesuai tujuan hidup.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 2. Bimbingan Klasikal Bimbingan Klasikal adalah bimbingan yang berorientasi pada kelompok siswa dalam jumlah yang cukup besar antara 30-40 orang siswa (sekelas). Bimbingan klasikal lebih bersifat preventif dan berorientasi pada pengembangan pribadi siswa yang meliputi bidang pembelajaran, bidang sosial, dan bidang karir (Siwabessy dan Hastoeti 2008:136 dalam Lisna). Dalam bimbingan klasikal terjadi interaksi antara siswa dengan guru pembimbing/konselor. Di mana guru pembimbing/konselor sebagai sumber informasi memiliki kebutuhan untuk menyampaikan informasi (bahan ajar) kepada siswa sebagai penerima informasi. D. Media Pembelajaran 1. Pengertian Media Pembelajaran Secara umum media merupakan kata jamak dari “medium” yang berarti perantara atau pengantar. Kata media berlaku untuk berbagai kegiatan atau usaha, seperti media dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik. Istilah media digunakan juga dalam bidang pengajaran atau pendidikan sehingga istilahnya menjadi media pendidikan atau media pembelajaran. Menurut Rossi dan Bridle (dalam Sanjaya, 2006: 163) konsep atau definisi media pendidikan atau media pembelajaran. Media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat digunkan untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya. Radio dan televisi

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 kalau digunakan dan diprogram untuk pendidikan maka merupakan media pembelajaran. Selain pengertian di atas, Arsyad (2007: 6) berpendapat bahwa media pengajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Hardware yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didegar, atau diraba dengan pencaindra. Software yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa. 2. Fungsi dan Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran Media pembelajaran merupakan media yang sebaiknya digunakan oleh pembimbing dalam proses bimbingan. Media merupakan salah satu metode untuk memperoleh kemudahan ketika proses pembelajaran dirasakan menemui kerumitan dan kebosanan dalam pembelajaran. Menurut Sanjaya (2006: 169), secara khusus media pembelajaran memiliki fungsi dan peran untuk: a. Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu Peristiwa-peristiwa penting atau objek yang langka dapat diabadikan dengan foto, film, atau direkam melalui video atau audio, kemudian perstiwa itu dapat disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan. b. Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme. Memanipulasi keadaan, media dapat menampilkan suatu proses atau gerakan yang terlalu cepat yang sulit diikuti

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 seperti gerakan mobil, gerakan kapal terbang, gerakan-gerakan pelari atau gerakan yang sedang berolah raga; atau sebaliknya dapat mempercepat gerakan-gerakan yang lambat, seperti gerakan pertumbuhan tanaman, perubahan warna suatu zat, dan lain sebagainya. c. Menambah gairah dan motivasi belajar siswa Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. Sebagai contoh sebelum menjelaskan materi pelajaran tentang polusi, untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap topik tersebut, maka guru memutar film terlebih dahulu tentang banjir atau tentang kotoran limbah industri dan lain sebagainya. 3. Klasifikasi dan Macam-macam Media Pembelajaran Sanjaya (2006: 172) mengatakan bahwa media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya. Dilihat dari sifatnya, media dibagi ke dalam: a. Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara. b. Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Media ini adalah film slide, foto, transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya. c. Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, misalnya

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur. E. Media Secara Bahasa, Kata Media berasal dari bahasa Latin "Medius" yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media diartikan perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Pengertian Media menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4), Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”. Selain itu, AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Heinich, dan kawan-kawan menjelaskan bahwa istilah Medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Hamidjojo dalam Latuheru (1993), memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebarkan ide, gagasan, atau pendapat sehingga dapat sampai ke penerima yang dituju. Contoh-contoh Media antara Lain: Televisi, Radio, Film, Gambar yang di proyeksi, OHP, LCD, dan lain-lain.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 F. Film 1. Pengertian Film Film merupakan salah satu alat yang ampuh di tangan orang yang mempergunakannya secara efektif untuk sesuatu maksud terutama terhadap masyarakat kebanyakan dan juga anak-anak yang memang lebih banyak menggunakan aspek emosinya dibanding aspek rasionalnya, dan langsung berbicara ke dalam hati sanubari penonton secara meyakinkan. Film juga sangat membantu dalam proses pembelajaran, apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau hanya didengar saja. Pada awalnya, film atau gambar hidup ini hanya berupa serangkaian gambar diam yang diletakkan rapat-rapat ditunjukkan berganti-ganti dengan kecepatan tinggi, orang yang melihatnya akan mengalami ilusi seolah-olah terdapat gerakan. Pada perkembangan selanjutnya, William Friese Greene dan Thomas Alva Edison menciptakan kamera pertama yang secara khusus didesain untuk merekam film gambar hidup (disebut kinetograph). Saat ini dengan berkembangnya teknologi, peralatan film sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan tekhnologi perfilman yang serba digital, telah memberikan kemudahan kepada kita sebagai praktisi pendidikan, untuk meningkatkan dan mengembangkan pemanfaatan film-film pendidikan yang lebih kreatif dan inovatif.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 2. Sejarah Film Film sendiri pertama kali diciptakan pada tahun 1805 oleh Lumiere Brothers. Kemudian pada tahun 1899 George Melies mulai menampilkan film dengan gaya editing yang berjudul Trip To The Moon. Pada tahun 1902, Edwin Peter membuat film yang berjudul Life Of In American Fireman. Di Indonesia sendiri, film mencapai kejayaannya pada era 70-an sampai 80-an atau tepatnya sebelum masuknya Broadcast-Broadcast TV pada tahun 1988 (RCTI). Masyarakat sangat apresiatif dalam menanggapi film-film yang ada di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan bobot dari film tersebut yang memang dapat memenuhi kebutuhan psikologi dan spiritual dari masyarakat Indonesia. Di Indonesia, bioskop pertama kali muncul di Batavia (Jakarta), tepatnya di Tanah Abang Kebonjae, pada 5 Desember 1900. Namun, kehadiran bioskop ini tidak dapat dikatakan sebagai tonggak awal sejarah film Indonesia. Alasannya, film-filmnya saat itu masih impor dari luar negeri. Film cerita pertama yang diproduksi di Indonesia, tepatnya di Bandung, baru ada pada tahun 1926. Film ini berjudul Loetoeng Kasaroeng. Film ini bisa dikatakan sebagai acuan tonggak sejarah perfilman Indonesia. Kesuksesan produksi film tersebut tidak terlepas dari keterlibatan bupati Bandung, Wiranatakusumah V di dalamnya.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 3. Keunggulan film Cepi & Rudi Susilana (2008:19), menyatakan “film disebut juga gambar hidup (motion pictures), yaitu serangkaian gambar diam (still pictures) yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak. Film merupakan media yang menyajikan audiovisual dan gerak. Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu proses belajar mengajar. Sebagai suatu media, menurut Arief S. Sadiman dkk (2009:68) film mempunyai beberapa keunggulan sebagai berikut: a. Film merupakan suatu denominator yang umum. Baik anak yang cerdas maupun lamban akan memperoleh sesuatu dari film yang sama. Keterampilan membaca atau penguasaan membaca atau penguasaan bahasa yang kurang bisa diatasi dengan menggunakan film. b. Film sangat bagus untuk menerangkan suatu proses, dengan gerakan lambat, pengulangan akan memperjelas uraian dan ilustrasi. c. Film dapat kembali menampilkan masa lalu dan menyajikannya kembali. d. Film dapat mengembara dengan lincahnya dari suatu negara ke negara lain. e. Film dapat menyajikan baik teori maupun praktik. f. Film dapat mendatangkan seorang ahli dan memperdengarkan suaranya dikelas. g. Film dapat menggunakan teknik-teknik seperti warna, gerak lambat, animasi dan lain-lain. h. Film memikat perhatian anak.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 i. Film lebih realistis, dapat diulang-ulang, dihentikan dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan. Hal yang abstrak dapat menjadi jelas. j. Film dapat mengatasi keterbatasan daya indera (penglihatan) k. Film dapat merangsang dan memotivasi kegiatan anak-anak. 4. Film sebagai media pembelajaran Penggunaan media dalam pembelajaran selain dapat memberi rangsangan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar, media pembelajaran juga memiliki peranan penting dalam menunjang kualitas proses belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Yusufhadi Miarso (2004:458): Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali. Pemilihan media pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar siswa, hal tersebut sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002: 2). Fungsi film dalam proses pembelajaran terkait dengan tiga hal, yaitu untuk tujuan kognitif, untuk tujuan psikomotor, dan untuk tujuan afektif. Dalam hubungannya dengan tujuan kognitif, film dapat digunakan untuk: a. Mengajarkan pengenalan kembali atau pembedaan stimulasi gerak yang relevan, seperti kecepatan obyek yang bergerak, dan sebagainya. b. Mengajarkan aturan dan prinsip. Film dapat juga menunjukkan deretan ungkapan verbal, seperti pada gambar diam dan media cetak. Misalnya untuk mengajarkan arti ikhlas, ketabahan, dan sebagainya.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 c. Memperlihatkan contoh model penampilan, terutama pada situasi yang menunjukkan interaksi manusia. Dalam hubungannya dengan tujuan psikomotor, film digunakan untuk memperlihatkan contoh keterampilan gerak. Media ini juga dapat memperlambat atau mempercepat gerak, mengajarkan cara menggunakan suatu alat, cara mengerjakan suatu perbuatan, dsn sebagainya. Selain itu, film juga dapat memberikan umpan balik tertunda kepada siswa secara visual untuk menunjukkan tingkat kemampuan mereka dalam mengerjakan keterampilan gerak, setelah beberapa waktu kemudian. Dengan hubungannya dengan tujuan afektif, film dapat mempengaruhi emosi dan sikap seseorang, yakni dengan menggunakan berbagai cara dan efek. Ia merupakan alat yang cocok untuk memperagakan informasi afektif, baik melalui efek optis maupun melalui gambaran visual yang berkaitan. G. Tahapan-tahapan Bimbingan Kelas Menggunakan Media Film Pelaksanaan penelitian ini mengikuti tahap-tahap penelitian tindakan kelas yang terdiri atas pengamatan, pendahuluan/perencanaan, dan pelaksanaan tindakan terdiri atas beberapa siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pemberian tindakan, observasi dan refleksi. Tahap-tahap penelitian dalam masing-masing tindakan terjadi secara berulang yang akhirnya menghasilkan beberapa tindakan dalam penelitian tindakan kelas. Langkah pertama dalam model penelitian tindakan kelas adalah melakukan pratindakan. Kegiatan pada pratindakan tersebut dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum tindakan. Peneliti melakukan observasi tentang teknik

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 bimbingan yang dilakukan oleh guru BK ketika memberikan bimbingan kelas. Mengamati kesesuaian pembelajaran guru di kelas apakah sudah meningkatkan motivasi belajar siswa atau belum. Selanjutnya pada tahap pratindakan peneliti memberikan angket motivasi belajar siswa untuk mengetahui seberapa tinggi pemahaman diri siswa sebelum diberikan tindakan. Setelah diketahui tinggi atau rendahnya motivasi belajar siswa praktikan dan praktisi (guru) bekerja sama menyusun alternatif tindakan dan menyusun rancangan pembelajaran dengan menggunakan media film. Setelah dilakukan perencanaan dilakukan pelaksanaan tindakan yang dapat dilaksanakan secara berdaur ulang. Tahap-tahapnya yaitu, tindakan 1 : perencanaan tindakan 1, Pelaksanaan tindakan 1 , Analisis dan refleksi tindakan 1. Apabila pada tindakan 1 sudah bisa mencapai tujuan meningkatkan motivasi belajar siswa, maka langsung dapat ditarik kesimpulan, tetapi jika masih ada perbaikan-perbaikan atau metode yang digunakan tidak berhasil maka dilanjutkan dengan tindakan selanjutnya yaitu tindakan 2 langkah-langkahnya sama seperti siklus tindakan 1. Hanya perbedaannya terletak pada perbaikan dari tahap 1 ke tahap berikutnya H. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori yang telah dipaparkan maka hipotesis tindakan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Ha : Motivasi belajar siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta melalui layanan bimbingan klasikal dapat ditingkatkan dengan menggunakan media film.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Ho : Motivasi belajar siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film. tidak dapat ditingkatkan dengan

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam Bab ini dijelaskan jenis penelitian, subjek penelitian, waktu dan tempat penelitian, setting penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan refleksi. A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). PTBK merupakan penelitian tindakan kelas yang ruang lingkupnya hanya guru BK. Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis dan Taggart (Subyantoro 2009:7) adalah suatu bentuk penelitian refleksif diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi social untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka, serta pemahaman mereka terhadap praktik - praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut. Sedangkan Arikunto (2006:3) menyampaikan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Jadi dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa yang melakukan tindakan adalah guru dan yang dikenai tindakan adalah peserta didik. Supardi (2006:104) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif 35

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 partisipatif, kolaboratif dan spiral, yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan system, metode kerja, proses, isi, kompetensi, dan situasi. Dari pendapat beberapa pakar pendidikan seperti disampikan di atas, maka dapat disimpulkan oleh penulis bahwa pengertian penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar peserta didik menjadi meningkat. B. Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah para siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014. Kelas ini terdiri dari 20 siswa dengan 14 siswa laki-laki dan 6 siswi perempuan. C. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada akhir bulan November hingga awal bulan Desember 2013. Lokasi penelitian ini adalah SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Jl. Bintaran Kidul No. 2 Yogyakarta. D. Setting Penelitian Penelitian ini menggunakan setting kelas dan setting kelompok. Data diperoleh pada saat proses bimbingan klasikal yang dilaksanakan di dalam kelas dan kelompok. 1. Partisipan dalam Penelitian Pelaksanaan penelitian ini, peneliti dibantu oleh mitra kolaboratif yaitu:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 a. Mitra Kolaboratif 1 Nama : Dra. Danar Adiati Jabatan : Koordinator BK SMA Marsudi Luhur Yogyakarta b. Mitra Kolaboratif 2 Nama : Theodora Nohana Wibowo Status : Mahasiswa BK USD NIM : 091114029 c. Mitra Kolaboratif 3 Nama : Ediana Prima Widyaningrum Status : Mahasiswa BK USD NIM : 091114026 2. Topik Bimbingan Penelitian Tindak Kelas akan dilaksanakan selama 3 siklus. Masingmasing siklus adalah satu pertemuan selama 45 menit. Adapun topik bimbingan pada siklus-siklus perbaikan adalah sebagai berikut: a. Siklus 1 Fokus Penelitian : Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal Topik Bahasan : Gaya Belajar Waktu : 21 November 2013 Pukul 08.15 – 09.00 WIB Tempat : Ruang Media SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Jumlah Siswa : 20 Orang

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 b. Siklus 2 Fokus Penelitian : Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal Topik Bahasan : Keterampilan Membaca Cepat Waktu : 30 November 2013 Pukul 10.45 – 11.30 WIB Tempat : Ruang Media SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Jumlah Siswa : 20 Orang c. Siklus 3 Fokus Penelitian : Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal Topik Bahasan : Disiplin Menyelesaikan Tugas Waktu : 4 Desember 2013 Pukul 10.45 – 11.30 WIB Tempat : Ruang Media SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Jumlah Siswa : 20 Orang E. Prosedur Penelitian Menurut model Hopkins (1993) PTK mencakup empat langkah utama namun diawali dengan adanya identifikasi masalah. Keempat langkah utama tersebut, yaitu: 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3) pengamatan (observing), 4) refleksi (reflecting). Keempat langkah tersebut bersifat spiral dan dipandang sebagai satu siklus (Wiriatmadja, 2005: 66). Keempat langkah tersebut tergambar dalam gambar di bawah ini:

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Gambar 1 Bagan Penelitian Tindakan Model Hopkins (1993) (dalam Sanjaya, 2009:54) Bagan PTK di atas dapat diartikan bahwa setiap tahapan penelitian wajib dilakukan agar memperoleh hasil yang sesuai dengan kriteria keberhasilan PTK itu sendiri. Berdasarkan bagan PTK dapat diketahui bahwa kegiatan penelitian diawali dari tahap identifikasi masalah. Tahap identifikasi masalah dapat dilakukan oleh peneliti dengan melakukan wawancara, FGD (Focus Group Discussion) dan observasi. Kegiatan tersebut dilakukan untuk merumuskan akar masalah agar lebih mempermudah peneliti untuk membuat tahap perencanaan. Tahap perencanaan disusun berdasarkan hasil identifikasi masalah. Tahap ini digunakan sebagai acuan pemberian tindakan bimbingan. Tahap tindakan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Pada tahap tindakan ini peneliti memberikan tindakan kepada siswa sesuai dengan pokok permasalahan yang akan diteliti. Pada pelaksanaan tahapan tindakan ini peneliti tetap melakukan observasi, wawancara dan membagikan angket untuk mengetahui hasil yang dicapai melalui tindakan yang diberikan. pada tahapan ini peneliti akan melihat kesesuaian proses dengan pelaksanaan dan membuat refleksi setiap siklusnya.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tahap terakhir yang dilakukan adalah membuat refleksi setelah melakukan tindakan. Refleksi ini berisi renuangan dari peneliti dan juga hasil yang diperoleh melalui observasi dan skala kiraan. Pada tahapan refleksi ini selaian hasil penelitian dan renuangan dari peneliti juga berisi evaluasi proses. Jika pada tahap ini peneliti masih belum mencapai tujuan dari patokan yang telah dibuat maka peneliti akan melaksanakan siklus selanjutnya dengan perbaikan yang telah dilakukan. Pelaksanaan penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak 3 siklus. Siklus pertama melaksanakan bimbingan dengan topik gaya belajar, siklus kedua dengan topik cara membaca cepat, dan siklus ketiga dengan topik disiplin dalam menyelesaikan tugas sekolah. F. Tahapan Penelitian Tahapan penelitian tindakan bimbingan dan konseling dapat dijabarkan sesuai dengan bagan PTK di atas. Secara teknis penelitian tindakan bimbingan dan konseling sama dengan PTK namun perbedaan yang muncul adalah PTK dilaksanakan pada mata pelajaran tertentu dan PTBK dilaksanakan pada program bimbingan dan konseling. Tahapan pada bagan di atas dapat diuraikan dibawah ini. 1. Siklus 1 a. Tahap Perencanaan 1) Mempersiapkan Satuan Pelayanan Bimbingan (SPB) dan materi layanan bimbingan klasikal dengan topik “Gaya Belajar” 2) Mempersiapkan film “motivasi”

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 3) Mempersiapkan instrumen penelitian berupa skala motivasi belajar, lembar observasi, dan pedoman wawancara. 4) Mempersiapkan alat-alat untuk dokumentasi. b. Tahap Pelaksanaan 1) Pengenalan awal dan penjelasan tujuan bimbingan klasikal 2) Tanya jawab dan penjelasan singkat terkait dengan materi yang disampaikan 3) Kegiatan inti memutarkan film “motivasi” 4) Evaluasi dan refleksi kegiatan yang telah dilaksanakan 5) Penjelasan materi layanan bimbingan dikaitkan dengan hasil refleksi siswa 6) Penutupan berupa pengisian skala motivasi belajar Waktu yang digunakan dalam pelaksanaan sesuai dengan yang ada pada SPB. Catatan waktu dalam SPB tercatat 45 menit. c. Tahap Pengamatan Tahap ini mitra kolaboratif dan pengamat (observer) mengamati proses jalannya bimbingan klasikal. Pengamatan dilakukan guna mendapatkan rekam data mengenai layanan bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan. d. Tahap Refleksi Tahap ini peneliti, mitra kolaboratif, dan pengamat lain berdiskusi mengenai proses jalannya bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan. Melalui data observasi maka akan didapatkan rekam data untuk mendukung skala motivasi belajar. Diharapkan melalui diskusi ini, peneliti

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 mendapatkan umpan balik sehingga akan didapatkan hasil refleksi yang akan digunakan sebagai upaya perbaikan siklus selanjutnya. 2. Siklus II Setelah melakukan refleksi dan evaluasi dari upaya perbaikan siklus 1 maka disusun upaya perbaikan siklus 2 sebagai berikut: a. Tahap Perencanaan 1) Menyiapkan SPB sebagai skenario proses jalannya layanan bimbingan klasikal dengan topik “Keterampilan membaca cepat” 2) Mempersiapkan film “motivasi” 3) Menyiapkan instrumen penelitian berupa skala motivasi belajar, lembar observasi, dan pedoman wawancara 4) Mempersiapkan alat dokumentasi b. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan upaya perbaikan siklus 2 dilakukan sesuai tahapan dalam SPB dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus 1. Layanan bimbingan klasikal pada siklus 2 diharapkan proses bimbingan lebih meningkat, siswa lebih terlibat dalam seluruh kegiatan, dan aktif. c. Tahap Pengamatan Tahap ini mitra kolaboratif dan pengamat (observer) mengamati proses jalannya bimbingan klasikal. Pengamatan dilakukan guna mendapatkan rekam data mengenai layanan bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan. d. Tahap Refleksi

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tahap ini peneliti, mitra kolaboratif, dan pengamat lain berdiskusi mengenai proses jalannya bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan. Melalui data observasi maka akan didapatkan rekam data untuk mendukung skala motivasi belajar. Diharapkan melalui diskusi ini, peneliti mendapatkan umpan balik sehingga akan didapatkan hasil refleksi yang akan digunakan sebagai upaya perbaikan siklus selanjutnya. 3. Siklus III Setelah melakukan refleksi dan evaluasi dari upaya perbaikan siklus 1 maka disusun upaya perbaikan siklus 2 sebagai berikut: a. Tahap Perencanaan 1) Menyiapkan SPB sebagai skenario proses jalannya layanan bimbingan klasikal dengan topik “Disiplin Menyelesaikan Tugas” 2) Mempersiapkan film “motivasi” 3) Menyiapkan instrumen penelitian berupa skala motivasi belajar, lembar observasi, dan pedoman wawancara 4) Mempersiapkan alat dokumentasi b. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan siklus 3 dilakukan sesuai tahapan dalam SPB dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus 2. Layanan bimbingan klasikal pada siklus 3 diharapkan proses bimbingan lebih meningkat, siswa lebih terlibat dalam seluruh kegiatan, dan aktif.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 c. Tahap Pengamatan Tahap ini mitra kolaboratif dan pengamat (observer) mengamati proses jalannya bimbingan klasikal. Pengamatan dilakukan guna mendapatkan rekam data mengenai layanan bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan. d. Tahap Refleksi Tahap ini peneliti, mitra kolaboratif, dan pengamat lain berdiskusi mengenai proses jalannya bimbingan klasikal yang telah dilaksanakan. Melalui data observasi maka akan didapatkan rekam data untuk mendukung skala motivasi belajar. Diharapkan melalui diskusi ini, peneliti mendapatkan umpan balik sehingga akan didapatkan hasil refleksi yang matang, karena ini merupakan siklus III sebagai siklus akhir dari tindakan. G. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Observasi mitra kolaboratif Penelitian ini menggunakan satu pedoman observasi yaitu observasi pelaksanaan tindak kelas dengan media film. Observasi pelaksanaan tindak kelas dengan media film dilakukan oleh mitra kolaboratif dan difokuskan pada pengamatan aktivitas kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama mengikuti bimbingan klasikal. 2. Wawancara Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa tentang penggunaan media film. Wawancara ini dilakukan kepada siswa di akhir kegiatan.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 3. Skala Motivasi siswa (Kuesioner) Skala Motivasi dibagikan dan diisi oleh siswa yang fungsinya untuk mengetahui motivasi belajar siswa diberikan pada pratindakan (dari salah satu penyajian layanan sebelum menggunakan media film) dan post-test (setiap akhir pemberian layanan bimbingan) pada setiap siklus. 4. Dokumentasi Dokumentasi merupakan suatu teknik untuk memperoleh gambaran visualisasi mengenai aktivitas siswa selama proses bimbingan berlangsung. Dokumentasi berupa hasil kerja siswa selama kegiatan berlangsung serta foto kegiatan yang dilakukan selama bimbingan dengan menggunakan media kamera. Dokumentasi digunakan untuk melihat catatan-catatan yang dilakukan dalam penelitian. H. Instrumen Penelitian 1. Lembar Observasi Untuk mengamati perubahan-perubahan langsung menyangkut ada tidaknya indikasi perubahan motivasi belajar dalam layanan bimbingan klasikal, maka dalam penelitian ini digunakan satu lembar observasi yaitu lembar observasi siswa selama pelaksanaan layanan bimbingan. Lembar observasi digunakan sebagai pedoman peneliti dalam melakukan observasi pelaksanaan layanan bimbingan tersebut termasuk di dalamnya aktivitas siswa pada saat kegiatan berlangsung sehingga kegiatan tidak terlepas dari konteks permasalahan dan tujuan penelitian.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Tabel 1 Kisi-Kisi Panduan Observasi Perilaku Siswa No Situasi yang diamati A. Respon Siswa 1. Siswa mendengarkan materi yang disampaikan. 2. Patisipasi siswa dalam mengikuti bimbingan. 3. Siswa ulet dalam mengerjakan tugas yang diberikan. 4. Siswa senang saat mengikuti bimbingan. 5. Siswa dapat menyimpulkan materi saat mengikuti bimbingan. B. Situasi Pelaksanaan Media Audio Visual 1. Keaktifan siswa saat mengikuti bimbingan. 2. Siswa antusias dalam mengikuti bimbingan dengan media film. 3. Siswa tidak sibuk dengan aktifitas yang lain. 4. Siswa memperhatikan saat bimbingan 5. Siswa bertanya mengenai materi bimbingan. Keterangan: 1) Baik =3 2) Cukup =2 3) Kurang =1 Baik Kualifikasi Cukup Kurang 3. Skala Motivasi Skala yang akan digunakan adalah kuesioner tertutup dengan alternatif jawaban yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S). Kurang Sesuai (KS), Tidak Sesuai (TS). Berikut kisi-kisi kuesioner motivasi siswa:

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 2 Kisi-Kisi Skala Motivasi Belajar Siswa No Aspek Indikator Item Item favorable unfavorable 1. Motivasi a. Siswa senang 1, 2 3, 4 Instrinsik adalah dan rajin 5, 6 7, 8 hal dan keadaan membaca buku. yang berasal dari b. Siswa dalam diri siswa mempunyai 9, 10, 11 12 sendiri yang keinginan untuk dapat mendorong memiliki 13, 16, 17 14, 15 melakukan wawasan yang tindakan belajar. luas. c. Siswa memiliki kemampuan untuk belajar terus menerus. d. Siswa senang mengerjakan tugas-tugas yang menantang. 2. Motivasi a. Siswa belajar 18, 19, 21 20 Ekstrinsik demi adalah hal atau memperoleh 23, 25, 26 22, 24 keadaan yang pujian dari guru datang dari luar dan orang tua 27, 28, 29, individu siswa, b. Siswa 30, 31 yang terpengaruh 32, 33, 34 35 mendorongnya dengan teman untuk melakukan sebaya kegiatan belajar. c. Siswa mempunyai rencana, tujuan, a ta u prestasi belajar yang ingin diraih. d. Lingkungan dan Fasilitas di sekolah. Total 24 11 47 Jumlah 4 4 4 5 4 5 5 4 35

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 4. Wawancara Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi dari siswa tentang penggunaan media film. Wawancara ini dilakukan kepada siswa di akhir kegiatan. Tabel 3 Pedoman Wawancara 1 2 A 3 4 5 B 1. 2. 3. 4. Guru Apakah bimbingan menggunakan film itu efektif atau tidak? mengapa? Bagaimana suasana kelas saat peneliti memberikan bimbingan menggunakan media film? Bagaimana hasil peningkatan belajar siswa setelah mengikuti bimbingan menggunakan media film ? Apakah yang harus diperbaiki peneliti untuk melakukan tindakan berikutnya? Bagaimana reaksi siswa saat diberikan bimbingan menggunakan media film? Siswa Apakah kamu menangkap pesan-pesan yang ada di film ? Jelaskan ! Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti bimbingan hari ini ? Bagaimana menurut pendapatmu tentang bimbingan menggunakan film hari ini ? Apa saranmu untuk kegiatan berikutnya ? I. Validasi dan Reliabilitas Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel (Arikunto, 2005: 64-113). Baik tidaknya alat ukur digunakan harus dianalisis setelah diuji coba instrumen, untuk mengetahui validitas dan reliabilitas data. 1. Validitas Validitas berarti sejauh mana tingkat ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya. Validitas instrumen dalam penelitian ini digunakan jenis validitas isi (Content Validity). Validitas ini merupakan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 validitas yang mengukur relevansi item kuesioner dengan indikator keperilakuan dan dengan tujuan ukur (Azwar, 2012:132). Uji Validitas Kuesioner penelitian ini didasarkan pada pertimbangan dari ahli (judgment expert). Dalam penelitian ini, item pertanyaan kuesioner penelitian dikonstruksi tentang aspek-aspek yang diukur dan selanjutnya dikonsultasikan pada ahli. Penguji judgment expert dilakukan oleh: a. Juster Donal Sinaga, M.Pd., selaku dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma sekaligus sebagai dosen pembimbing skripsi peneliti. Dosen memberi penilaian terkait dengan kesesuaian antara variabel penelitian, indikator penelitian, dan rumusan kalimat pertanyaan atau item kuesioner. b. Maria Magdalena Nimas Eki Suprawati M.Si, Psi., selaku dosen fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, memberi penilaian terkait dengan aspek-aspek yang digunakan dalam membuat kuesioner motivasi belajar. Kuesioner yang telah melewati uji validitas logik rasional melalui konsultasi dan telaah yang dilakukan oleh ahli kemudian diujicobakan di SMA Santo Michael Yogyakarta. Jumlah siswa yang menjadi subjek uji coba 40 siswa. Selanjutnya, peneliti menghitung koefisien korelasi hasil uji coba dengan menggunakan program komputer statistic program for social science (SPSS) 16.0 for window. Metode yang digunakan yaitu dengan mengkorelasikan skorskor setiap item instrumen terhadap skor-skor setiap aspek dengan rumus korelasi Pearson product moment sebagai berikut.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Formula; rXY = N ¦ XY  ¦ X

(71) ¦ Y

(72) ^N ¦ X 2 `^  ¦ X

(73) N ¦ Y 2  ¦ Y

(74) 2 2 50 ` Keterangan : rXY = korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butir N = jumlah subyek X = skor sub total kuesioner Y = skor total butir-butir kuesioner XY = hasil perkalian antara skor X dan skor Y Azwar (2009 : 65) juga berpendapat, apabila item yang memiliki indeks daya diskriminasi sama dengan atau lebih besar daripada 0,30 jumlahnya melebihi jumlah aitem yang direncanakan untuk dijadikan skala, maka kita dapat memilih aitem-aitem yang memiliki indeks daya diskriminasi tertinggi. Sebaliknya apabila jumlah aitem yang lolos ternyata masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan kita dapat mempertimbangkan untuk menurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,25. Dari pernyataan tersebut peneliti memilih batasan rix 0,25 dengan mempertimbangkan tujuan penelitian dan untuk mencukupi jumlah aitem yang diinginkan. 2. Reliabilitas Reliabilitas sebenarnya mengacu kepada konsistensi atau keterpercayaan hasil ukur (Azwar, 2011; 83). Reliabilitas mengukur sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya. Bila dilakukan pengukuran di waktu yang berbeda pada kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Untuk mengukur reliabilitas kuesioner digunakan dua rumus. Rumus yang pertama adalah rumus dari Pearson yaitu rumus korelasi product-moment. Hasil dari perhitungan rumus Pearson kemudian dimasukan ke dalam rumus Spearman Brown. Rumus koefisien skor-skor belahan ganjil-genap dengan teknik korelasi product-moment disajikan sebagai berikut: Rumus Korelasi Product-Moment (Pearson) N ¦ XY  ¦ X

(76) ¦ Y

(77) rXY = ^N ¦ X 2 `^  ¦ X

(78) N ¦ Y 2  ¦ Y

(79) 2 2 ` Keterangan: rxy = koefisien reliabilitas belahan ganjil-genap X = belahan ganjil Y = belahan genap N = jumlah siswa Koefisien korelasi antar item-item ganjil dan item-item genap yang diperoleh dari hasil perhitungan rumus di atas baru mencerminkan taraf reliabilitas separuh atau setengah tes. Untuk memperoleh taraf reliabilitas satu tes digunakan formula koreksi dari Spearman Brown. Rumusnya adalah sebagai berikut: 2rb r1 = 1+rb Keterangan: r1 = Reliabilitas internal seluruh instrumen rb = korelasi belahan ganjil-genap

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Kemudian ditentukan derajat reliabilitas dengan berpedoman dengan daftar indeks korelasi reliabilitas (Masidjo, 1995: 209) seperti yang disajikan dalam tabel 4. Hasil perhitungan reliabilitas selengkapnya terdapat pada lampiran. Tabel 4 Daftar Indeks Korelasi Reliabilitas Koefisien Korelasi ±0,91 - ±1,00 ±0,71 - ± 0,90 ±0,41 - ± 0,70 ±0,20 - ± 0,40 0,00 - ± 0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Hasil penghitungan uji reliabilitas 2rb r1 = 1+rb 2. 0,900 r1 = 1+ 0,900 1,800 r1 = 1,900 r1 = 0,947 Setelah dikoreksi dengan rumus Spearman Brown diperoleh koefisien reliabilitas r1 = 0,947. Atas dasar taraf signifikasi 5% untuk N = 31 dituntut rxy = 0,355 (Sugiyono, 2011). Jadi taraf reliabilitas yang diperoleh ternyata signifikan pada taraf 5% (r1 = 0,947 > 0,355); ini termasuk tinggi. Jadi dapat dikatakan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini dapat dipercaya atau reliabel.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 J. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul berupa hasil observasi, hasil wawancara, skala, catatan lapangan, dan dokumentasi bimbingan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan dan hambatan-hambatan yang terjadi selama bimbingan klasikal. Analisis data dalam PTBK dilakukan secara langsung sejak data pra tindakan diperoleh dari hasil observasi. Hal ini bermanfaat untuk mempertimbangkan rencana perbaikan bimbingan pada siklus berikutnya. Adapun secara lebih rinci analisis datanya adalah sebagai berikut: 1. Analisis Data Skala Motivasi Analisis data dilakukan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengkategorisasian jenjang ordinal. Norma pengkategorisasian menggunakan kriteria Azwar (2011: 108). Terdapat lima kategorisasi yangdigunakan dalam mengukur capaian motivasi dalam penelitian ini yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Kategorisasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5 Kategorisasi Tingkat Motivasi Belajar Siswa Rumus Rerata Skor Kategori X ≤ 61 Sangat Rendah X ≤ µ -1,5𝜎 Rendah µ -1,5𝜎 < 𝑋 ≤ µ -0,5 𝜎 61 < X ≤ 79 Sedang µ -0,5 𝜎 < 𝑋 ≤ + µ 0,5 𝜎 79 < 𝑋 ≤ 97 Tinggi µ + 0,5 𝜎 < 𝑋 ≤ +µ 1,5𝜎 97 < 𝑋 ≤ 115 Sangat Tinggi 1 1 5 < 𝑋 µ + 1,5𝜎 < 𝑋

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Keterangan : X maximum teoritik : Rata-rata skor total tertinggi X minimum teoritik : Rata-rata skor total terendah σ : Standar deviasi yaitu luas jarak rentang skor yang dibagi dalam 6 satuan M : Mean teoritik yaitu rata-rata teoritis dari skor maximum dan minimum X maximun teoritik : 4 x 35 = 140 X minimum teoritik : 1 x 35 = 35 Range : 140 – 35 = 105 Sb (simpangan baku) : 105 : 6 = 17,5 (dibulatkan menjadi 18) X (mean teoritik) : (140 + 35) : 2 = 87,5 (dibulatkan menjadi 88) 2. Analisis Data Observasi Data hasil observasi dianalisis dengan mendeskripsikan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan klasikal yaitu menggunakan lembar observasi motivasi siswa. Penilaian dapat dilihat dari skor pada lembar observasi dikualifikasi untuk menentukan seberapa besar motivasi siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal. Setiap siklus persentase diperoleh dari rata-rata persentase motivasi siswa pada tiap pertemuan bimbingan. Berdasarkan pedoman penskoran yang telah dibuat, maka dalam menghitung persentase skor hasil observasi digunakan rumus sebagai berikut: q= r t x 100% q = persentase skor hasil observasi motivasi siswa r = jumlah keseluruhan skor yang dipeoleh t = skor maksimal

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Selanjutnya persentase skor hasil observasi motivasi siswa dianalisis sesuai dengan pedoman dari Riduwan, (2007:15) dengan kriteria observasi motivasi siswa sebagai berikut: Tabel 6 Kriteria Kategori Hasil Presentase Skor Observasi Terhadap Motivasi Siswa dalam Mengikuti Layanan Bimbingan Persentase Diperoleh Yang Keterangan 85% ≤ 𝑞 ≤ 100% Sangat Tinggi 55% ≤ 𝑞 < 70% Sedang 0% ≤ 𝑞 < 40% Sangat Rendah 70% ≤ 𝑞 < 85% 40% ≤ 𝑞 < 55% Tinggi Rendah Kategori ini digunakan sebagai acuan/norma dalam mengelompokan hasil persentase skor observasi terhadap motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal. 3. Indikator Keberhasilan Penyusunan indikator keberhasilan yang digunakan peneliti ini adalah pencapaian kriteria yang peneliti tentukan pada setiap akhir siklus. Kriteria keberhasilan ini dikatakan berhasil jika hasil yang dicapai oleh siswa melebihi kriteria yang dihasilkan pada data awal. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut :

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 1 Peubah Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui media film. Tabel 7 Kriteria Keberhasilan Kriteria Keberhasilan PraIndikator Siklus Siklus Siklus Tind I II III akan a. Rata-rata skor 93,99 96,1 110,35 122,8 total angket pencapaian motivasi belajar siswa 56

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi paparan secara berurutan mengenai hasil penelitian, pembahasan, dan keterbatasan penelitian. Hasil penelitian terdiri dari hasil pratindakan, siklus I, siklus II, dan siklus III. A. Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan bimbingan dan konseling diuraikan dalam empat bagian yaitu bagian pra-tindakan, siklus I, siklus II dan siklus III. Data hasil penelitian ini kemudian dijadikan bahan untuk dijabarkan dalam pembahasan. 1. Pra-Tindakan Pra-tindakan penelitian ini dilakukan pada hari Rabu tanggal 16 November 2013. Subjek yang digunakan peneliti dalam pra-tindakan ini adalah siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. Dalam pra-tindakan yang dilakukan peneliti adalah membagikan skala motivasi siswa dan wawancara terhadap guru BK yang mengampu kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta. a. Perencanaan Pada tahap perencanaan ini yang akan dilakukan oleh peneliti adalah menyusun instrumen penelitian seperti pedoman observasi, skala motivasi, dan pedoman wawancara yang telah dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dosen pembimbing. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan merencanakan segala sesuatu sebelum pelaksanaan penelitian. Kegiatan yang akan dilaksanakan saat perencanaan meliputi : 57

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 1) Penyusunan Instrumen a) Angket Motivasi Belajar Angket motivasi ini disusun untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa. b) Pedoman Wawancara Pedoman wawancara ini terdiri dari dua macam yaitu pedoman wawancara untuk guru dan siswa. Setiap pedoman wawancara terdiri dari lima pertanyaan bagi guru dan lima pertanyaan bagi siswa b. Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Sebelum Mendapatkan Layanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Media Film. Berdasarkan analisis hasil skala motivasi belajar dan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, maka dapat dilihat bahwa motivasi belajar siswa masih sangat rendah. Pernyataan yang disampaikan oleh peneliti ini diperkuat dengan analisis hasil skala motivasi yang dapat dilihat dalam tabel dibawah ini. Tabel 8 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta No Rentang Kategori No Subjek F % Skor 1. 35 – 61 Sangat 0 0 Rendah 2. 61 – 79 Rendah 3, 13 2 10 % 3. 79 – 97 Sedang 2, 4, 5, 6, 10, 9 45 % 12, 15, 17, 18 4. 97 – 115 Tinggi 1, 7, 8, 9, 11, 9 45 % 14, 16, 19, 20 5. 115 - 140 Sangat Tinggi 0 0 JUMLAH 20 100 %

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Berdasarkan angket motivasi siswa terhadap bimbingan klasikal dengan metode ceramah, diperoleh hasil bahwa motivasi belajar siswa masih rendah. Peneliti juga menggambarkan analisis hasil skala motivasi siswa kedalam grafik yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini. 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Siswa Sangat Rendah (35-61) Rendah (61-79) Sedang Tinggi (97(79-97) 115) Sangat Tinggi (115-140) Gambar 2 Grafik Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Selain skala motivasi peneliti juga melakukan wawancara dengan guru BK yang mengampu kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta dan dua orang siswa kelas X Marsudi Luhur Yogyakarta. Hasil wawancara dalam pratindakan dinubakan untuk memperkuat data skala motivasi. Hasil wawancara dengan guru bimbingan dan konseling diperoleh data secara garis besar bahwa penggunaan metode ceramah yang digunakan dalam pra-tindakan tidak secara signifikan meningkatkan motivasi belajar sehingga perlu memberikan tindakan bimbingan dengan menggunakan media film yang diusulkan oleh peneliti. Menurut guru bimbingan dan konseling sebagai mitra kolaboratif siswa kelas X tergolong anak-anak yang “spesial” sehingga

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 diperlukan penanganan bimbingan yang berbeda. Hasil wawancara dengan siswa menyatakan bahwa adanya jadwal bimbingan klasikal yang seminggu sekali membuat repot karena sulit menyesuaikan diri. Menurut siswa materi yang disampaikan peneliti cukup ringan tetapi membosankan. Metode yang diberikan peneliti sama dengan yang diberikan oleh guru sehingga siswa kurang bersemangat dan siswa siswi menginginkan ada metode lain yang berbeda. c. Refleksi Peneliti mendapatkan informasi lebih detail mengenai siswa siswi kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta yang akan dijadikan sebagai subyek penelitian. Dari hasil pra penelitian dinyatakan motivasi yang dimiliki siswa siswi kelas X sudah ada tetapi masih belum memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Sehingga kelas X akan mendapatkan tindakan bimbingan lebih intensif. 2. Siklus I Siklus I dilaksanakan dalam satu kali pertemuan, dengan alokasi waktu 1 x 45 menit. Pada siklus I, tindakan yang dilakukan sebagai berikut: a. Perencanaan Siklus I dilaksanakan setelah pra-tindakan selesai dilaksanakan, pada proses layanan bimbingan pembimbing menghadirkan media film, film yang disajikan berupa film motivasi isi dari film yang disajikan nmengandung unsur motivasi sorang mahasiswa yang pada saat itu dihadapkan oleh tugas akhir yang harus selesai dalam waktu tiga bulan, dan mahasiswa yakin bahwa ia

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 mampu menyelesaikan tugas akhirnya dalam waktu tiga bulan, selain itu mahasiswa juga mendapat dukungan dari orang tuanya dimana jika ia dapat menyelesaikan tugas akhirnya tepat waktu ia akan diajak berlibur di kota yang ia impikan yaitu manchaster united, dari film inilah peneliti memiliki kesimpulan bahwa motivasi itu tidak hanya dari orang lain tetapi juga ada pada diri sendiri, selain itu siswa diingatkan untuk lebih memperhatikan materi yang akan disampaikan oleh pembimbing. Pada tahap perencanaan tindakan siklus I, peneliti menyusun Satuan Layanan Bimbingan (SPB) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Pada bimbingan ini, peneliti lebih memfokuskan pada motivasi siswa mengikuti bimbingan klasikal dan berdasarkan refleksi dari pratindakan. Selanjutnya peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian seperti pedoman observasi, angket, dan pedoman wawancara. b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti melaksanakan tindakan sesuai dengan SPB dan media film yang telah disusun. Peneliti sebelumnya telah mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing dan guru pembimbing di sekolah. Selama bimbingan berlangsung peneliti dibantu oleh dua orang mitra kolaboratif dalam melakukan pengamatan. Materi yang dibahas dalam pelaksanaan tindakan siklus I adalah “Gaya Belajar”. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 21 November 2013 mulai pukul 11.00 WIB – 11.45 WIB. Jumlah siswa yang hadir pada siklus I berjumlah 20 siswa. Aktivitas-aktivitas bimbingan yang terjadi pada siklus I sebagai berikut:

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 1) Kegiatan Awal Pada kegiatan awal peneliti membuka kegiatan dengan salam pembuka dan memberikan pengantar tentang metode serta materi yang akan disampaikan. Peneliti juga menjelaskan tugas yang harus dikerjakabn siswa selama kegiatan bimbingan berlangsung. Peneliti memberitahu bahwa bimbingan paa hari ini menggunakan media film, berbeda dengan kegiatan bimbingan sebelumnya (pra-tindakan). Peneliti menghimbau siswa agar memperhatikan instruksi yang diberikan. Peneliti juga mengingatkan kepada siswa agar konsentrasi dan sungguh-sungguh saat mengikuti kegiatan bimbingan. Sebelum memberikan materi, peneliti mengingatkan siswa mengenai materi-materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari yaitu tentang motivasi, tanggung jawab dan percaya diri. 2) Kegiatan Inti Pada siklus I, peneliti memberikan materi mengenai “Gaya Belajar” sebelum melakukan tindakan peneliti menyiapkan materi yang akan diberikan kepada siswa. Terlebih dahulu siswa di ajak untuk menonton potongan film pendek yang inti dari potongan film itu ada memberikan motivasi pada diri sendiri agar lebih semangat dalam menghadapi masa depan. Setelah film selesai diputarkan peneliti mengajak siswa kembali membahas materi dan bertanya jawab dengan siswa tenatng materi yang disampaikan, saat itu ada beberapa siswa yang aktif untuk sharing tentang bagaimana gaya belajar yang mereka lakukan selama ini dan siswa merasa termotivasi setelah menonton

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 film yang menurutnya dapat memberikan motivasi untuk semakin bisa dalam menghadapi masa depan. Materi yang diberikan sudah selesai dan pada akhir tindakan peneliti memberikan lembar kerja yang harus dikerjakan oleh siswa, selain itu peneliti juga menunjuk tiga siswa untuk menyimpulkan apa yang didapatkan setelah mengikuti bimbingan pada hari ini, dan hasil yang mereka dapatkan adalah siswa semakin termotivasi untuk menghadapi masa depan dan siswa semakin menemukan gaya belajar yang sesuai dengan dirinya. Setelah beberapa siswa menyimpulkan kegiatan hari ini, peneliti juga memberikan kesimpulan tentang bimbingan hari ini. 3) Penutup Sebelum mengakhiri tindakan dalam siklus I, peneliti memberikan angket yang harus diisi oleh siswa. Setelah semua angket sudah diisi oleh siswa peneliti meminta kembali, dan pada akhir pertemuan dua mitra kolaboratif mencari dua orang siswa yang akan diwawancara untuk mengetahui sejauh mana bimbingan ini dapat diterima oleh siswa. Setelah bimbingan klasikal selesai, peneliti mengajak mitra kolaboratif untuk memberikan masukan dan melakukan refleksi mengenai tindakan pada siklus I. Peneliti juga meminta hasil lembar observasi siswa dan hasil wawancara dengan siswa untuk segera diolah oleh peneliti.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 c. Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Setelah Mendapatkan Layanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Media Film. Pada siklus I, observasi dilakukan oleh peneliti bersama mitra kolaboratif selama bimbingan berlangsung. Observasi ini dipandu oleh pedoman observasi kegiatan bimbingan klasikal menggunakan media film. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, tampak beberapa siswa yang tidak memperhatikan pada saat bimbingan menggunakan media film. Beberapa siswa tampak mengobrol dengan siswa lain. Berikut ini tabel analisis hasil observasi bimbingan. Tabel 9 Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus I Presentase Rata-Rata Aktivitas Kategori Siswa 56,6% Sedang Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi sedang. Hal ini berarti siswa sudah memiliki motivasi belajar, namun motivasi belajar yang dimiliki siswa belum sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Pada akhir pemberian bimbingan, peneliti juga memberikan skala motivasi belajar yang harus diisi oleh siswa. Berdasarkan skala motivasi belajar, peneliti melihat bahwa pada siklus I siswa telah mengalami peningkatan motivasi belajar melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Pernyataan ini diperkuat dengan analisis hasil skala motivasi belajar siswa. Perbandingan analisis hasil motivasi belajar siswa ini dapat dilihat pada tabel

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 di bawah ini. Tabel 10 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I Rentang Skor 35 – 61 61 – 79 79 – 97 Kategori No Subjek PraTindakan Sangat Rendah Rendah 3, 13 Sedang 2, 4, 5, 6, 10, 12, 15, 17, 18 Siklus I Pra-Tindakan F % F Siklus 1 - 0 0% 0 0% 2, 5, 6, 8, 9, 11, 12, 13, 17, 19, 20 2 9 10% 45% 0 11 0% 55% Dari tabel perbandingan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan motivasi antara pra-tindakan dengan siklus I. Peningkatanpeningkatan tersebut dapat dilihat dalam grafik di bawah ini. 12 10 8 6 Pra-Tindakan 4 Siklus 1 2 0 Sangat Rendah (35-61) Rendah (61-79) % Sedang Tinggi (79-97) (97-115) Sangat Tinggi (115-140) Gambar 3 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Dari tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan antara pra-tindakan terhadap siklus I. Hal ini dibuktikan dengan pada siklus I sudah tidak ada lagi siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar yang rendah. Selain observasi dan skala motivasi, peneliti juga melakukan wawancara. Subjek yang diwawancarai oleh peneliti adalah guru BK dan dua orang siswa dari kelas X SMA Marsudi Luhur. Hasil data wawancara menunjukkan bahwa: 1) Siswa menagkap jelas pesan yang ada di dalam film. 2) Siswa merasa senang karena dengan adanya bimbingan ini bisa menambah pengetahuan. 3) film yang diputarkan lebih membuat siswa tertarik dan termotivasi untuk mengikuti bimbingan klasikal. 4) Siswa ingin bahwa pada bimbingan selanjutnya masih menggunakan film. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa motivasi siswa mengikuti layanan bimbingan klasikal dapat ditingkatkan menggunakan media film. Kreativitas guru bimbingan dan konseling dalam menentukan materi dan metode yang digunakan menjadi tolak ukur dalam ketercapaian kriteria bimbingan klasikal. Berikut disajikan data hasil analisis item instrumen motivasi belajar siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta pada saat Pra-tindakan dan Siklus I. Tabel 11 Hasil Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta No. Item Skor Item Pra-tindakan Siklus 1 1 50 58 2 43 44 3 69 70

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 61 49 58 69 48 38 60 62 49 45 51 57 49 55 52 58 59 55 56 42 38 46 57 63 59 43 49 40 51 64 62 71 67 69 49 64 72 47 42 64 65 58 46 52 64 42 40 53 52 64 53 54 38 42 44 59 59 57 48 60 46 56 66 60 65 Berikut disajikan Grafik Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 80 70 60 50 40 pra-tindakan 30 siklus I 20 10 0 1 2 3 4 5 6 Gambar 4 Grafik Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Pra-Tindakan dan Siklus I Grafik di atas menunjukkan adanya kenaikan skor pada item dalam skala motivasi, pada item nomor 5 dan 35 belum ada perubahan dan item nomor 8, 16, 17, 19, 21, 23, 25, 28, 34 mengalami penurunan, ini disebabkan karena siswa masih kurang memahami apa yang disampaikan peneliti pada saat bimbingan dan kurang berkonsentrasi saat bimbingan. Perbandingan skor ini akan dijadikan sebagai bahan refleksi peneliti pada penelitian tindakan bimbingan dan konseling siklus II. d. Refleksi Setelah dilaksanakan bimbingan dengan menggunakan media film pada siklus I, peneliti dan mitra kolaboratif mendiskusikan hasil pengamatan yang dilakukan selama pelaksanaan tindakan dan melakukan evaluasi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, tampak bahwa antusias siswa mengikuti bimbingan pada saat menggunhakan media film pada siklus I lebih baik dibandingkan pada saat pra-tindakan, hal ini dilihat dari sikap siswa yang

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 terlihat memperhatikan film dan memperhatikan peneliti saat memberikan materi. Namun juga masih ada yang tidak memperhatikan, mengobrol dengan teman, mainan HP, saat bimbingan berlangsung. Meskipun demikian, kegiatan bimbingan pada siklus I berjalan efektif karena sebagian besar siswa merasa lebih terbantu dengan diberikannya contoh nyata dalam kehidupan dan materi yang lebih membuat siswa merasa terbantu dalam belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, siswa mengungkapkan bahwa ia merasa senang dan berharap bimbingan berikutnya juga masih menggunakan media film. Siswa merasa bahwa dengan adanya bimbingan menggunakan media film, ia menjadi lebih termotivasi mengikuti bimbingan dan materi mudah diterima. Tahap terakhir dalam siklus I ini adalah memberikan keputusan. Keputusan yang diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil data penelitian siklus I. Adanya peningkatan motivasi siswa mengikuti bimbingan klasikal menggunakan media film membuat peneliti ingin mengetahui lebih pasti bahwa metode tersebut dapat benar-benar dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga peneliti memutuskan untuk melakukan perbaikan pada siklus II. Perbaikan ini berfungsi untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang memenuhi kriteria keberhasilan peningkatan motivasi siswa mengikuti layanan bimbingan klasikal.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 3. Siklus II Setelah mendapatkan data dari siklus I, dalam pelaksanaan perbaikan siklus II bertujuan untuk memperbaiki siklus I. Upaya perbaikan yang dilakukan dengan berpijak pada item-item yang rendah dan pengamatan pada siklus I. Siklus II dilaksanakan satu kali pertemuan, dengan alokasi waktu 1 x 45 menit. Pada siklus II, tindakan yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Perencanaan Siklus II dilaksanakan untuk memperbaiki tindakan yang dilaksanakan pada saat siklus I, yaitu peneliti meningkatkan kontrol agar siswa lebih fokus dengan materi yang diberikan melalui media film. Film yang disajikan oleh peneliti meruoakan potongn film pendek yang mengandung motivasi, dimana ada soeorang motivator yang memiliki keterbatasan tubuh yang cacat, namun ia dapat melanjutkan karya dalam kehidupan layaknya manusia normal, ia dapat melkukan aktivitas yang sering dilakukan manusia yang normal dalam artian tidak cacat tubuh, selain itu peneliti juga menyajikan film motivasi yang isinya ada seorang atlet lari internasional yang berusaha keras pada saat pertandingan ia juga sedang mengalmi cidera pada kaki, pada saat pertama pertandingan atlet ini merasa bahwa ia akan gagal, tetapi ia terus berlatih dan berusaha sehingga pada saat pertandingan ia dapat meraih juara satu. Peneliti memiliki kesimpulan dalam film ini siswa diajak untuk menilik diri apakah benar motivasi yang ada pada diri kita sendiri sudah kuat atau masih bergantung motivasi dari luar diri kita. Siswa diingatkan untuk lebih konsentrasi dan lebih fokus pada saat mengikuti kegiatan bimbingan.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti melaksanakann tindakan sesuai SPB yang sudah disusun dan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan guru pembimbing di sekolah. Selama bimbingan berlangsung peneliti dibantu oleh dua mitra kolaboratif dan pada saat siklus II dilaksanakan guru pembimbing ikut mengamati kegiatan bimbingan. Materi yang dibahas dalam pelaksanaan tindakan siklus II adalah “Keterampilan membaca cepat”. Sebelum masuk materi peneliti memutarkan film pendek yang diambil dari film 5cm. Siklus II dilaksanakan pada tanggal 27 November 2013, mulai pukul 07.30 WIB sampai 08.15 WIB. Jumlah siswa yang hadir 20 siswa. Kegiatan bimbingan yang dilaksanakan pada siklus II sebagai berikut: 1) Kegiatan awal Pada kegiatan awal peneliti membuka kegiatan dengan salam pembuka dan memberikan pengantar tentang materi bimbingan yang sudah disiapkan. Sebelum masuk materi peneliti mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang sudah disampaikan pada saat siklus I dan siswa ada yang mensharingkan materi yang masih diingat pada saat siklus I. Peneliti juga menjelaskan peraturan dan tugas yang harus dikerjakan selama mengikuti bimbingan. 2) Kegiatan Inti Pada saat peneliti memberikan pengantar singkat, masih ada beberapa siswa yang mengobrol dengan temannya. Setelah pengantar selesai, peneliti menampilkan potongan film pendek dari film 5cm dengan durasi 10.07

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 menit. Ketika film diputar suasana kelas menjadi kondusif. Setelah film selesai diputar peneliti melanjutkan materi yang disampaikan, dan siswa masih antusias mendengarkan penjelasan materi dari peneliti. 3) Penutup Pada akhir bimbingan, peneliti meminta siswa untuk menyimpulkan materi yang didapatkan dan pelaksanaan bimbingan menggunakan media film. Selain siswa yang menyimpulkan materi bimbingan peneliti juga menyimpulkan materi kegiatan yang disampaikan. Setelah materi sudah selesai, peneliti membagikan angket yang harus diisi dan lembar kerja siswa. Setelah terkumpul peneliti menutup bimbingan, dan dua teman mitra kolaboratif mencari dua orang siswa yang akan diwawancara. c. Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Setelah Mendapatkan Layanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Media Film. Pada siklus II hasil observasi yang dilakukan oleh migtra kolaboratif sudah terlihat ada peningkatan dibanding pre-test dan siklus I, ssebagian siswa mampu menarik kesimpulan dari materi dan memperhatikan film yang ditayangkan. Siswa juga mampu menanggapi setiap pertanyaan yang diberikan oleh peneliti. Siswa tampak lebih serius dalam mengikuti bimbingan walaupun masih ada yang mengobrol dengan teman yang lain. Di bawah ini tabel analisis hasil observasi motivasi siswa dalam mengikuti bimbingan menggunakan media film.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Tabel 12 Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa siklus II Presentase Rata-Rata Aktivitas Kategori Siswa 73,3% Tinggi Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi Tinggi. Hal ini berarti siswa sudah memiliki motivasi belajar, namun motivasi belajar yang dimiliki siswa masih perlu ditingkatkan supaya hasil yang diperoleh menjadi lebih baik. Pada akhir pemberian bimbingan, peneliti juga memberikan skala motivasi belajar yang harus diisi oleh siswa. Berdasarkan skala motivasi belajar, peneliti melihat bahwa pada siklus II siswa telah mengalami peningkatan motivasi belajar melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Pernyataan ini diperkuat dengan analisis hasil skala motivasi belajar siswa. Perbandingan analisis hasil motivasi belajar siswa ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Tabel 13 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Siklus I dan Siklus II Rentang Skor 35 – 61 Kategori 61 – 79 79 – 97 Sangat Rendah Rendah Sedang 97 – 115 Tinggi 115 – 140 Sangat Tinggi Jumlah No Subjek Siklus I 2, 5, 6, 8, 9, 11, 12, 13, 17, 19, 20 1, 3, 4, 10, 14, 15, 16, 18 7 Siklus II - 1, 3 ,4 ,7, 8, 9 ,11 ,13 ,14 ,15, 16, 18 , 19 ,20 2, 5, 6, 10, 12, 17 F Siklus I Siklus 1I 0 % 0% F 0 0 11 0% 55% 0 0 0% 0% 8 40% 14 70% 1 5% 6 30% 20 100% 20 100% Dari tabel perbandingan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan motivasi antara siklus I dengan siklus II. Peningkatanpeningkatan tersebut dapat dilihat dalam grafik di bawah ini. 16 14 12 10 8 6 4 2 0 Siklus 1 Siklus II Sangat Rendah (61- Sedang (79Rendah (3579) 97) 61) Tinggi (97- Sangat Tinggi 115) (115-140) Gambar 5 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Siklus I dan Siklus II % 0%

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Dari tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan antara siklus I terhadap siklus II. Hal ini dibuktikan dengan pada siklus II siswa sudah mencapai tingkat motivasi belajar yang tinggi. Selain observasi dan skala motivasi, peneliti juga melakukan wawancara. Subjek yang diwawancarai oleh peneliti adalah guru BK dan dua orang siswa dari kelas X SMA Marsudi Luhur. Hasil data wawancara menunjukkan bahwa: 1) Siswa menagkap jelas pesan yang ada di dalam film. 2) Siswa merasa senang karena dengan adanya bimbingan ini bisa menambah pengetahuan. 3) film yang diputarkan lebih membuat siswa tertarik dan termotivasi untuk mengikuti bimbingan klasikal. 4) Siswa ingin bahwa pada bimbingan selanjutnya masih menggunakan film. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa motivasi siswa mengikuti layanan bimbingan klasikal dapat ditingkatkan menggunakan media film. Kreativitas guru bimbingan dan konseling dalam menentukan materi dan metode yang digunakan menjadi tolak ukur dalam ketercapaian kriteria bimbingan klasikal. Berikut disajikan data hasil analisis item instrumen motivasi belajar siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta pada saat Siklus I dan Siklus II.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Tabel 14 Hasil Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta No. Item Skor Item Siklus I Siklus II 1 58 62 2 44 58 3 70 72 4 69 70 5 49 62 6 64 69 7 72 70 8 47 59 9 42 56 10 64 69 11 65 73 12 58 56 13 46 60 14 52 60 15 64 65 16 42 62 17 40 67 18 53 66 19 52 68 20 64 71 21 53 65 22 54 64 23 38 57 24 42 57 25 44 58 26 59 57 27 59 65 28 57 63 29 48 53 30 60 58 31 46 63 32 56 54 33 66 64 34 60 73 35 65 72 Berikut disajikan gambar grafik hasil analisis item instrumen motivasi belajar siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta pada siklus I dan Siklus II.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 80 70 60 50 40 Siklus I 30 Siklus II 20 10 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 Gambar 6 Grafik Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Siklus I dan Siklus II Grafik di atas menunjukkan adanya kenaikan skor pada item dalam skala motivasi, namun masih ada item nomor 7, 12, 20, 26, mengalami penurunan ini terjadi karena siswa masih kurang termotivasi dan masih kurang dapat memahami materi dan isi bimbingan yang disampaikan peneliti. Perbandingan skor ini akan dijadikan sebagai bahan refleksi peneliti pada penelitian tindakan bimbingan dan konseling siklus III. d. Refleksi Hasil refleksi yang dilakukan oleh peneliti dan dua mitra kolaboratif pada akhir siklus II menunjukan bahwa secara umum bimbingan klasikal yang dilaksanakan pada siklus II telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh mitra kolaboratif, motivasi siswa untuk mengikuti bimbingan sudah meningkat lebih baik jika dibandingkan dengan bimbingan siklus I.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Hal ini dapat dilihat dari sikap siswa yang memperhatikan penjelasan materi dari peneliti dan dilihat dari hasil angket siswa yang meningkat. Tetapi masih ada juga siswa yang mengobrol dengan temannya, bermain HP, dan izin ke toilet. Siswa juga terlihat dapat menangkap isi materi yang disampaikan dan isi film yang sudah mereka lihat, dengan demikian peneliti berharap siswa dapat menerapkan kedalam kegiatan belajara sehingga siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar yang lebih giat. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, siswa mengungkapkan rasa senang pada saat mengikuti bimbingan menggunakan media film serat lebih memahami tujuan bimbingan yang diharapkan. Keputusan yang diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil data penelitian siklus II. Adanya peningkatan motivasi siswa mengikuti bimbingan klasikal menggunakan media film membuat peneliti ingin mengetahui lebih pasti bahwa metode tersebut dapat benar-benar dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga peneliti memutuskan untuk melakukan perbaikan pada siklus III. Perbaikan ini berfungsi untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang memenuhi kriteria keberhasilan peningkatan motivasi siswa mengikuti layanan bimbingan klasikal. 4. Siklus III Siklus III dilaksanakan dengan alokasi waktu 1 x 45 menit. Siklus III dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 4 Desember 2013, mulai pukul 11.00 WIB – 11.45 WIB. Siklus III dilakukan untuk meningkatkan hasil refleksi yang dilakukan pada siklus II. Siklus III merupakan akhir dari tindakan bimbingan dan

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 konseling, yang sebelumnya sudah dilaksanakan pre-test, siklus I, siklus II, dan yang terakhir siklus III. Pda akhir siklus III juga akan dilakukan pembagian angket motivasi belajar siswa, lembar observasi, dan lembar kerja siswa untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa pada tindakan III. Pada tindakan siklus III, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Perencanaan Siklus III dilaksanakan untuk meningkatkan hasil tindakan pada siklus II, peneliti ingin lebih meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film. Peneliti menyiapkan film yang akan diputarkan dan SPB dengan materi “Disiplin menyelesaikan tugas sekolah”. Film yang diputarkan peneliti mengandung unsur motivasi, dalam film ini dilihatkan bahwa ada lima orang yang aan mendaki puncak gunung dimana dalam perjalanan menuju puncak gunung ada saja permasalahan yang dihadapi, namun salah seorang diantaranya menunjuk satu orang untuk menjadi pemimpin perjalan, pemimpin yang ditunjuk ini merasa senang karena sudah dipercaya oleh anggota yang lain namun pemimpin tidak senang begitu saja, pemimpin menyadari bahwa tanggung jawab yang diberikan sangat berat, dimana pemimpin harus meyakinkan anggotanya bahwa kita mampu mendaki puncak gunung ini, setalah komando dari pemimpin siap mereka terus berjalan dan pemimpin juga memotivasi anggotanya, meyakinkan anggotanya bahwa sebentar lagi kita akan sampai puncak yang sudah menjadi impian kita, dari potongan film ini peneliti menyimpulkan motivasi dari dalam diri dan dari luar diri juga mempengaruhi apa yang akan menjadi impian dan tujuan diri kita

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 dimasa mendatang. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian lainnya seperti lembar observasi siswa, pedoman wawancara, dan angket motivasi belajar siswa. b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti melaksanakan tindakan sesuai SPB yang sudah disusun yang sudah dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan guru pembimbing di sekolah. Selama bimbingan peneliti dibantu oleh dua mitra kolaboratif dalam melakukan pengamatan. Materi yang disampaikan yaitu “Disiplin menyelesaikan tugas sekolah”, adapun deskripsi pelaksanaan bimbingan sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal Pada awal bimbingan peneliti membuka kegiatan dengan salam dan memberikan pengantar tentang materi yang akan diberikan. Peneliti juga menjelaskan tugas yang harus dikerjakan selama mengikuti bimbingan. Peneliti mengingatkan kembali kepada siswa tentang materi pada siklus II yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh ingatan siswa tentang materi dan apakah benar-benar paham dengan materi siklus II. Setelah peneliti bertanya kepada siswa mengenai materi siklus II, peneliti mengajak siswa untuk semakin bersungguh-sungguh fokus pada saat mengikuti bimbingan pada siklus III. 2) Kegiatan Inti Peneliti memulai kegiatan dengan memutarkan film terlebih dahulu, film pendek yang diambil dari potongan film 5cm, yang isinya memotivasi siswa

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi kenyataan dan permasalahan yang ada dalam kehidupan. Pada saat film ini diputar siswa terlihat sangat antusias dan sungguh meperhatikan. Setelah film selesai diputar peneliti menunjuk siswa untuk menceritakan pesan yang disampaikan dari potongan film pendek yang sudah dilihat, beberapa siswa yang ditunjuk dengan tegas dan semangat menyampaikan pesan dari film yang sudah dilihat dan ada siswa yang mengkaitkan pesan film dengan kehidupan yang ia jalani saat ini. Suasana kelas begitu kondusif dan saling menambahkan cerita yang membuat teman yang satu dan lainnya menjadi semakin termotivasi untuk belajar agar dapat mewujudkan mimpi masing-masing siswa. Setelah siswa menceritakan pengalaman masing-masing peneliti kembali pada inti materi dan menyimpulkan apa isi film dan apa yang sudah diceritakan oleh masingmasing siswa yang itinya sebagai siswa harus rajin belajar dan lebih giat lagi agar dapat mewujudkan mimpi dan cita-citanya. 3) Penutup Setelah siswa melihat film dan menangkap materi yang sudah disampaikan oleh peneliti, selanjutnya peneliti meminta agar siswa menuliskan refleksi selama mengikuti bimbingan dari siklus I hingga siklus III, dan pada saat itu juga peneliti sekaligus pamitan bahwa bimbingan klasikal sudah selesai dan selanjutnya bimbingan akan dilaksanakan bersama guru pembimbing di sekolah. Pada akhir kegiatan siswa masih disuruh untuk mengisi angket motivasi belajar guna untuk mengetahui hasil yang sudah dicapai setelah mengikuti bimbingan klasikal menggunakan media film pada

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 siklus III. Setelah selesai, mitra kolaboratif mencari dua orang siswa yang akan diwawancarai. c. Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Setelah Mendapatkan Layanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Media Film. Pada siklus III peneliti dan dua mitra kolaboratif tetap melakukan observasi selama bimbingan klasikal berlangsung. Observasi ini dipandu oleh pedoman observasi Berdasarkan hasil kegiatan observasi bimbingan yang yang diperoleh, sudah siswa dipersiapkan. tampak lebih memperhatikan dan serius mengikuti bimbingan klasikal. Siswa aktif dalam menyampaikan pendapat yang berkaitan dengan materi dan film yang ditayangakan. Siswa sudah tertib saat mengikuti proses bimbingan. Di bawah ini tabel analisis hasil observasi bimbingan menggunakan media film. Tabel 15 Analisis Hasil Observasi Motivasi Siswa Siklus III Presentase Rata-Rata Kategori Aktivitas Siswa 86,8 Sangat Tinggi Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi Sangat Tinggi. Hal ini berarti siswa sudah memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi, sehingga peneliti memutuskan penelitian tindakan bimbingan dan konseling selesai di siklus III. Pada akhir pemberian bimbingan, peneliti juga memberikan skala motivasi belajar yang harus diisi oleh siswa. Berdasarkan skala motivasi belajar, peneliti melihat bahwa pada siklus III siswa telah mengalami

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI peningkatan motivasi belajar melalui layanan bimbingan 83 klasikal menggunakan media film dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Pernyataan ini diperkuat dengan analisis hasil skala motivasi belajar siswa. Perbandingan analisis hasil motivasi belajar siswa ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 16 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Siklus II dan III Rentang Skor 35 – 61 61 – 79 79 – 97 97 – 115 115 – 140 Jumlah Kategori Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi No Subjek Siklus II Siklus III 1, 3 ,4 ,7, 8, 9 ,11 ,13 ,14 ,15, 16, 18 , 19 ,20 2, 5, 6, 10, 12, 17 F 0 Siklus II % 0% F 0 Siklus III % 05 8, 11, 14 0 0 14 0% 0% 70% 0 00 3 0% 0% 15% 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20 6 30% 17 85% 20 100% 20 100% Dari tabel perbandingan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan motivasi antara siklus II dengan siklus III. Peningkatanpeningkatan tersebut dapat dilihat dalam grafik di bawah ini.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 84 Siklus II Siklus III Sangat Rendah (35-61) Rendah (61-79) Sedang Tinggi (97- Sangat (79-97) 115) Tinggi (115-140) Gambar 7 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Siklus II dan Siklus III Dari tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan antara siklus II terhadap siklus III. Hal ini dibuktikan dengan pada siklus III siswa sudah mencapai tingkat motivasi belajar yang tinggi. Selain observasi dan skala motivasi, peneliti juga melakukan wawancara. Subjek yang diwawancarai oleh peneliti adalah guru BK dan dua orang siswa dari kelas X SMA Marsudi Luhur. Hasil data wawancara menunjukkan bahwa: Hasil wawancara dengan guru bimbingan dan konseling menunjukkan bahwa beliau merasa lebih senang dengan adanya variasi metode yang dilakukan oleh peneliti. Media Film akan diintegrasikan dengan berbagai metode bimbingan klasikal yang lain pula sehingga kegiatan bimbingan klasikal akan semakin baik hasilnya. Guru bimbingan dan konseling melihat hampir semua siswa aktif dalam kegiatan pada siklus III. Sekalipun masih banyak yang harus diperbaiki agar penelitian menjadi lebih sempurna. Siswa

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 yang tadinya ramai di kelas lebih terlihat tenang dan mampu lebih melakukan refleksi kegiatan. Film yang sudah diputarkan memberikan efek menarik apalagi jika dilakukan tiap hari dengan variasi materi bimbingan klasikal. Kegiatan bimbingan klasikal yang dilaksanakan membantu siswa untuk lebih siap menghadapi mata pelajaran dan meningkatkan motivasi belajar. Berikut disajikan data hasil analisis item instrumen motivasi belajar siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta pada saat Siklus II dan Siklus III. Tabel 17 Hasil Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta No. Item Skor Item Siklus II Siklus III 1 62 69 2 58 61 3 72 74 4 70 72 5 62 69 6 69 70 7 70 75 8 59 69 9 56 67 10 69 74 11 73 75 12 56 69 13 60 69 14 60 63 15 65 68 16 62 72 17 67 75 18 66 70 19 68 72 20 71 70 21 65 73 22 64 72

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Berikut disajikan 57 57 58 57 65 63 53 58 63 54 64 73 72 grafik hasil 86 70 70 72 70 72 68 66 65 71 64 70 75 75 analisis Item Instrumen Motivasi BelajarSiswa Kelas X SMA Marsudi Kuhur Yogyakarta Siklus II dan Siklus III. 80 70 60 50 40 siklus II 30 siklus III 20 10 0 1 2 3 4 5 6 Gambar 8 Grafik Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Kuhur Yogyakarta Siklus II dan Siklus III

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 d. Refleksi Hasil refleksi yang dilakukan oleh peneliti bersama dua mitra kolaboratif pada akhir siklus III menunjukan bahwa secara umum bimbingan klasikal berjalan lancar dan sesuai rencana. Berdasarkan observasi, antusias siswa mengikuti bimbingan menggunakan media film pada siklus III sudah meningkat jika dibandingkan dengan siklus I dan II. Hal ini dilihat dari sikap siswa pada saat mengikuti bimbingan klasikal dan hasil angket motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, siswa lebih senang jika bimbingan klasikal disajikan secara kreatif, inovatif, serta mampu memberi dorongan kepada siswa untuk mengikuti bimbingan secara serius, selain itu siswa juga dapat melihat contoh nyata yang terjadi yang dapat memberikan semangat diri sendiri untuk lebih serius dalam belajar agar mimpi akan terwujud. Siswa juga mengatakan bimbingan menggunakan media film dapat menghilangkan rasa bosan, capek, dan mampu memahami tujuan bimbingan yang diberikan. Peneliti melihat kriteria keberhasilan yang telah berhasil dicapai pada siklus III ini maka peneliti memutuskan untuk menghentikan upaya perbaikan pada siklus III. Diharapkan hasil yang telah dicapai tidak hanya menjadi ketercapaian yang sifatnya tentatif saja namun akan bersifat konstan. B. Rangkuman Hasil Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Hasil penelitian tindakan yang telah dilaksanakan meliputi angket motivasi siswa, hasil lembar observasi, hasil siklus I, hasil siklus II, hasil siklus III, dan hasil wawancara dengan guru dan siswa.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 1. Hasil Angket Motivasi Belajar Angket motivasi siswa disusun untuk mengetahui motivasi siswa terhadap bimbingan klasikal melalui media film. Angket motivasi belajar ini meliputi 2 aspek internal dan eksternal. Adapun hasil analisis persentase angket motivasi siswa terhadap bimbingan klasikal adalah sebagai berikut: Tabel 18 Perkembangan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Rentang Skor 35 – 61 Ketegori SR 61 – 79 R 79 – 97 S 97 – 115 T 115 - 140 ST Pra-Tindakan F % 0 0 Pertemuan Siklus I Siklus II F % F % 0 0% 0 0% Siklus III F % 0 0% - 2 10 % 0 0% 0 0% 0 0% Meningkat 9 45 % 11 55% 0 0% 0 0% Meningkat 9 45 % 8 40% 14 70% 3 15% Meningkat 0 0 1 5% 6 30% 17 85% Meningkat Dari data tabel hasil analisis angket motivasi siswa mengikuti bimbingan klasikal menggunakan media film di atas menunjukan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar siswa setiap siklus I, II, dan III. Peningkatan motivasi belajar siswa setiap siklus dari siklus I, II, dan III dapat diuraikan sebagai berikut: a) Pada siklus I siswa memiliki motivasi sedang (S) berjumlah 11 dengan persentase 55%. Tindakan pada siklus II motivasi belajar siswa lebih banyak pada kategori tinggi (T) berjumlah 14 dengan persentase 70%, dan kategori sangat tinggi (ST) berjumlah 6 dengan persentase 30%. b) Ket. Pada siklus I persentase siswa dengan kategori tinggi (T) mencapai 40% akan tetapi peneliti belum puas ingin meningkatkan hasil. Peneliti

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 melakukan tindakan siklus II untuk meningkatkan siswa yang masih memiliki kategori sedang. c) Beberapa siswa pada siklus I memiliki kategori motivasi belajar sangat tinggi (ST) berjumlah 1 dengan persentase 5%. Peneliti melakukan tindakan siklus II kategoti sangat tinggi (ST) berjumlah 6 dengan persentase 30% dan tindakan siklus III motivasi belajar sangat tinggi (ST) berjumlah 17 dengan persentase 85%. Dengan ini motivasi belajar siswa mengikuti bimbingan klasikal dapat ditingkatkan menggunakan media film. Tabel 19 Perbandingan Hasil Analisis Item Instrumen Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta No. Skor Item Item PraSiklus 1 Siklus II Siklus III tindakan 1 50 58 62 69 2 43 44 58 61 3 69 70 72 74 4 61 69 70 72 5 49 49 62 69 6 58 64 69 70 7 69 72 70 75 8 48 47 59 69 9 38 42 56 67 10 60 64 69 74 11 62 65 73 75 12 49 58 56 69 13 45 46 60 69 14 51 52 60 63 15 57 64 65 68 16 49 42 62 72 17 55 40 67 75 18 52 53 66 70 19 58 52 68 72 20 59 64 71 70 21 55 53 65 73

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 56 42 38 46 57 63 59 43 49 40 51 64 62 71 54 38 42 44 59 59 57 48 60 46 56 66 60 65 64 57 57 58 57 65 63 53 58 63 54 64 73 72 90 72 70 70 72 70 72 68 66 65 71 64 70 75 75 Angket motivasi belajar yang diisi oleh siswa pada saat pra-tindakan memiliki rata-rata 93,9. Angket motivasi siswa saat melakukan tindakan siklus I, II, dan III menunjukan adanya peningkatan dari data pra-tindakan. Rata-rata yang diperoleh dari hasil angket siklus I adalah 96,1, pada tindakan siklus II rata-rata meningkat jadi 110,35 dan hasil pada siklus III menjasi 122,8. Berikut disajikan grafik hasil pengolahan item angket motivasi belajar siswa pada saat bimbingan klasikal menggunakan media film 80 60 Siklus I 40 Siklus II 20 Siklus III 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 Gambar 9 Grafik Hasil Angket Motivasi Belajar Pra-Tindakan, Siklus I, Siklus II, Siklus III

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Pada grafik menunjukan bahwa semua butir item sudah mengalami peningkatan. Hasil penelitian dari siklus I sampai dengan siklus III sudah menunjukan diatas rata-rata data pra-tindakan atau data awal sebelum dilakukan penelitian. Perkembangan motivasi belajar siswa yang lebih jelasnya akan disajikan dalam bentuk grafik antar siklus: 140 120 100 Pra Tindakan 80 Siklus I 60 40 93.3 96.1 110.3 122.8 Siklus II Siklus III 20 0 Gambar 10 Perbandingan Persentase Angket Motivasi Belajar Siswa Pra-Tindakan, Siklus I, Siklus II, Siklus III Pada grafik di atas dapat terlihat peningkatan morivasi belajar siswa pada saat mengikuti bimbingan klasikal menggunakan media film. Ini terbukti dari hasil data yang diperoleh dari siswa dari pre-test hingga siklus III terus meningkat. 2. Hasil Lembar Observasi Berdasarkan hasil dari lembar observasi yang telah disusun sesuai dengan aktivitas dan motivasi siswa mengikuti bimbingan klasikal. Berikut adalah hasil observasi motivasi siswa dalam mengikuti bimbingan klasikal:

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Tabel 20 Data Hasil Observasi Motivasi Belajar Pra-Tindakan, Siklus I, Siklus II, Siklus III Presentase Rata-rata aktivitas Kategori siswa 40 % Rendah 56, 6 % Sedang 73, 3 % Tinggi 86, 6 % Sangat Tinggi Siklus Pra-Tindakan Siklus I Siklus II Siklus III Dari tabel observasi yang dilakukan oleh mitra kolaboratif (observer), terjadi peningkatan motivasi belajar siswa saat mengikuti bimbingan menggunakan media film. Di bawah ini grafik peningkatan motivasi belajar siswa saat mengikuti bimbingan menggunakan media film. Grafik Observasi Siswa 100 80 Pre-test 60 40 20 40 73.3 56.6 86.6 Siklus I Siklus II Siklus III 0 1 Gambar 11 Grafik Observasi Motivasi Belajar Pre-test, Siklus I, Siklus II, Siklus III 3. Hasil Wawancara Melalui wawancara, peneliti memperoleh data tentang tanggapan dari siswa dan guru terhadap bimbingan klasikal menggunakan media film. Hasil wawancara dapat dirangkum sebagai berikut:

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 a. Hasil Wawancara Siswa Wawancara dilakukan dengan siswa disetiap akhir bimbingan klasikal mulai dari Pra-Tindakan, siklus I, siklus II, dan siklus III. Dari hasil wawancara diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Secara umum siswa menyukai, tidak bosan, dan lebih bersemangat jika bimbingan klasikal menggunakan media film, karena siswa lebih mudah memahami materi dan dengan media film siswa lebih bisa menerima contoh konkrit yang disampaikan dari isi film. 2) Siswa merasa bosan saat diminta mengisi angket disetiap akhir tindakan bimbingan. 3) Siswa mengungkapkan bahwa bimbingan klasikal menggunakan media film mereka merasa lebih termotivasi. 4) Siswa mengatakan bahwa bimbingan dengan media film itu bukan merupakan tantangan tetapi justru memberikan semangat dan motivasi agar lebih fokus pada saat mengikuti bimbingan klasikal dan semangat untuk belajar. b. Hasil Wawancara Guru Wawancara dengan guru dilakukan setelah bimbingan klasikal siklus III dilaksanakan. Dari hasil wawancara dengan guru BK, didapat hasil sebagai berikut: 1) Guru berpendapat bahwa bimbingan klasikal menggunakan media film siswa lebih senang dan lebih termotivasi selama mengikuti bimbingan.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 2) Guru berpendapat bahwa siswa lebih tertarik dan bersemangat dalam bimbingan, hal ini dikarenakan bimbingan menggunakan media film juga dapat membantu siswa untuk belajar menemukan nilai-nilai kehidupan. 3) Guru berpendapat bahwa ketika bimbingan menggunakan media film siswa lebih mudah memahami materi dan motivasi belajar siswa semakin meningkat karena rasa ingin tahu yang cukup besar. 4) Guru berpendapat bahwa reaksi siswa sangat bagus dan antusias saat mengikuti bimbingan menggunakan media film. 4. Hasil Uji t Motivasi Belajar Siswa Tabel 21 Hasil Uji t Motivasi Pra-Tindakan Sampai Siklus III Paired Samples Test Paired Differences Pair 1 Pratindakan – siklusI 95% Confidence Interval of the Difference Std. Std. Error Mean Deviation Mean Lower Upper T .55000 5.84425 1.30681 -2.18519 3.28519 .421 19 .679 -5.31317 -4.814 19 .000 10.148 19 .000 Pair 1 siklusI – siklusII 9.4000 0 8.73228 1.95260 -13.48683 Pair 1 siklusII siklusIII 8.3000 0 3.65772 .81789 -10.01187 -6.58813 Df Jika dilihat dari tabel di atas, nilai uji-t berpasangan berbeda rata-rata motivasi Pra-tindakan dengan motivasi siklus I adalah sebesar 0,5500. Artinya ada peningkatan motivasi belajar siswa sesudah diberi tindakan dengan rata- Sig. (2tailed)

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 rata peningkatan sebesar 0,5500. Nilai t hitung sebesar 0,421 dengan Sig 0,679. Karena Sig < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan signifikan motivasi belajar siswa pada pra-tindakan dan siklus I dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan media film. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa perlakuan mempengaruhi motivasi belajar siswa secara signifikan. Nilai uji-t berpasangan perbeda rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I dengan motivasi belajar siswa pada siklus II adalah sebesar 9,40. Artinya ada peningkatan motivasi belajar siswa sesudah diberi tindakan dengan rata-rata peningkatan sebesar 9,40. Nilai t hitung sebesar 4,814 dengan Sig 0,00. Karena Sig < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan ratarata motivasi belajar siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal pada siklus I dan siklus II perbedaan. Dengan demikian, motivasi belajar siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan media film meningkat secara signifikan. Nilai uji-t berpasangan perbeda rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus II dengan motivasi belajar siswa pada siklus III adalah sebesar 8,30. Artinya ada peningkatan motivasi belajar siswa sesudah diberi tindakan dengan ratarata peningkatan sebesar 8,30. Nilai t hitung sebesar 10,148 dengan Sig 0,00. Karena Sig < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata motivasi belajar siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal pada siklus II dan siklus III perbedaan. Dengan demikian, motivasi belajar

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 siswa dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan ,media film meningkat secara signifikan. C. Pembahasan Bimbingan klasikal menggunakan media film adalah bimbingan yang dirancang untuk memberikan info kepada siswa tentang contoh-contoh nyata yang berkaitan dengan materi bimbingan yang diberikan. Media film dalam bimbingan klasikal membantu siswa untuk menemukan nilai-nilai kehidupan yang disampaikan dalam film yang digunakan dalam media bimbingan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Media film berupa potongan film pendek yang isinya dapat memotivasi belajar siswa dan dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi juga dapat merangsang siswa untuk merespon dengan baik segala pesan yang disampaikan. Media film juga sangat membantu dalam proses pembelajaran, melalui apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau hanya didengar saja. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan menggunakan media film. Media film dapat membantu siswa untuk lebih memahami materi dan pesan yang disampaikan dari film dapat menambah pengetahuan siswa, juga dapat mengilangkan rasa bosan saat mengikuti layanan bimbingan klasikal. Hal ini didasarkan pada pendapat Sutikno (2008: 102-103), bahwa ada beberapa fungsi penggunaan media dalam proses belajar mengajar, diantaranya: menarik perhatian siswa, membantu untuk mempercepat pamahaman

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 dalam proses pembelajaran memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-katatertulis atau lisan), mengatasi keterbatasan ruang, pembelajaran lebih komunikatif dan produktif, waktu pembelajaran bisa dikondisikan, menghilangkan rasa kebosanan siswa dalam belajar, meningkatkan motivasi siswa yang mempelajari sesuatu/meimbulkan gairah belajar, melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam, dan meningkatkan kadar keaktifan/keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Sanjaya (2006: 169-171), bahwa fungsi dan manfaat penggunaan media pembelajaran untuk menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu, memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu dan menambah gairah serta moyivasi belajar siswa. Penggunaan media dapat menambah motivasi siswa karena melalui media siswa menjadi tertarik memperhatikan topik atau materi. Dapat disimpulkan bahwa media film mampu membangkitkan motivasi belajar dan motivasi siswa untuk mengikuti bimbingan klasikal. Bimbingan klasikal dengan menggunakan media film menyebabkan siswa merasa mempunyai tujuan karena siswa diberikan contoh nyata. Bimbingan dengan media ini membantu siswa menjadi lebih semangat dan senang untuk mengungkapkan pendapat. Siswa juga lebih mengerti langkah-langkah yang harus diambil jika mengalami permasalahan dalam hidupnya. Motivasi belajar siswa dapat meningkat dengan media film sebab: menarik, menyenangkan, dan pesan dalam isi film mudah diterima dan mudah untuk diaplikasikan dengan kehidupan sehari-hari.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Motivasi siswa kelas X SMA Marsudi Luhur mengalami peningkatan yang cukup baik. Hal tersebut terlihat dari analisis angket motivasi belajar pada setiap siklus yaitu sebagai berikut: 1. Pada siklus I siswa memiliki motivasi sedang (S) berjumlah 11 dengan persentase 55%. Tindakan pada siklus II motivasi belajar siswa lebih banyak pada kategori tinggi (T) berjumlah 14 dengan persentase 70%, dan kategori sangat tinggi (ST) berjumlah 6 dengan persentase 30%. 2. Pada siklus I persentase siswa dengan kategori tinggi (T) mencapai 40% akan tetapi peneliti belum puas ingin meningkatkan hasil. Peneliti melakukan tindakan siklus II untuk meningkatkan siswa yang masih memiliki kategori sedang. 3. Beberapa siswa pada siklus I memiliki kategori motivasi belajar sangat tinggi (ST) berjumlah 1 dengan persentase 5%. Peneliti melakukan tindakan siklus II kategoti sangat tinggi (ST) berjumlah 6 dengan persentase 30% dan tindakan siklus III motivasi belajar sangat tinggi (ST) berjumlah 17 dengan persentase 85%. Dengan ini motivasi belajar siswa mengikuti bimbingan klasikal dapat ditingkatkan menggunakan media film. Berdasarkan hasil observasi motivasi belajar siswa yang menunjukan pada siklus I motivasi belajar siswa masih 55% dengan kualifikasi “sedang” tetapi pada siklus II motivasi belajar kelas X SMA Marsudi Luhur meningkat menjadi 70% dengan kualifikasi “tinggi”. Peneliti belum puas dengan persentase observasi siklus II, melakukan tindakan siklus III ternyata

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 menunjukan peningkatan motivasi belajar siswa 85% dengan kualifikasi “sangat tinggi”. Perhatian tersebut terlihat dari siswa memperhatikan, keaktifan siswa, antusias, partisipasi, kemampuan siswa menyimpulkan, mendengarkan, dan ada keinginan untuk meningkatkan prestasi belajar, dan semangat saat mengikuti bimbingan klasikal sampai selesai. Siswa bersemangat dalam bimbingan klasikal, tidak bosan, mengemukakan pendapat, dan menyimak saat film bimbingan diputarkan. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru dan siswa dapat diperoleh keterangan bahwa secara umum siswa merasa termotivasi untuk mengikuti bimbingan dan terutama motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar. Siswa merasa senang, dan tidak bosan dengan bimbingan klasikal menggunakan media film. Menurut siswa yang diwawancarai menjadi lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh peneliti karena siswa diberikan contoh yang nyata dan menarik untuk diperhatikan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari ebagai penyemangat untuk belajar. Berdasarkan data dari lembar observasi, angket, dan hasil wawancara peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan bimbingan klasikal menggunakan media film di kelas X SMA Marsudi Luhur berjalan lancar sesuai rencana yang telah disusun. Selain itu tujuan dari tindakan untuk meningkatkan motivasi belajar juga tercapai.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI100 D. Keterbatasan Penelitian Penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta memiliki keterbatasan antara lain: 1. Peneliti tidak diobservasi, sehingga apa yang menjadi perubahan teknik, keterampilan peneliti dari pra-tindakan sampai selesai siklus III dan yang menjadi kekurangan peneliti tidak dapat terekam dan tidak dapat diperbaiki per tindakan. 2. Peneliti kurang dapat menyesuaikan film yang disajikan pada saat bimbingan dengan topik layanan bimbingan dikarenakan kesulitan mencari film yang sesuai dengan topik layanan bimbingan, tetapi pada dasarnya film yang disajikan semua mengandung motivasi.

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan akhir dari penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan. Bab ini disertakan pula implikasi dan saransaran yang bertujuan untuk semakin memperbaiki metode dinamika kelompok dan kualitas bimbingan klasikal. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, peneliti menyimpulkan bahwa: 1. Motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film pada siswa kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. 2. Peningkatan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan klasikal menggunakan media film sudah tinggi, hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan skor motivasi belajar siswa antar siklus dan pengamatan yang telah dilakukan. B. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka untuk mengembangkan gagasan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa, akan diberikan beberapa saran antara lain : 101

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI102 1. Bagi Siswa Siswa diharapkan terus mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar mereka yang telah dimiliki sehingga mampu menambah kepercayaan diri sendir dalam belajari dan dapat meningkatkan prestasi yang sudah diraih, sehingga dapat mewujudkan cita-cita yang sudah ada. 2. Bagi Guru BK SMA Marsudi Luhur Guru pembimbing di SMA Marsudi Luhur lebih dekat dengan siswa selain itu juga guru pembimbing mampu mencari dan menciptakan pembelajaran dengan menggunakan media, agar proses pembelajaran lebih kreatif, variatif, dan menarik bagi siswa. 3. Bagi Peneliti Lain Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan media film, diharapkan: a. Merencanakan penelitian secara matang dengan mempertimbangkan kesesuaian media, waktu pelaksanaan, dan subjek yang akan diteliti. b. Mencari teori yang mendukung dan memperkuat penelitian tentang peranan media film dalam pembelajaran.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arief S. Sadiman, dkk. 2009. Media pendidikan: Pengembangan, danPemanfaatannya. Jakarta: Rajawali. Arikunto, Suharsimi. 2005. Rineka Cipta. Pengertian, Manajemen Penelitian. Jakarta: Penerbit Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Arsyad, Azhar. 2009. Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Azwar, Syaifudin. 2003. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Gunarsa. 2000. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: BPKGunung Mulia. Hamalik,Oemar. 2009 Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara Hurlock. 1999. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan sepanjang Rentang Kehidupan. (terjemahan). Jakarta: Erlangga. Latuheru, J.D. 1993. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Kini. Ujung Pandang: Penerbit IKIP Ujung Pandang. Lie, Anita. 2004. 101 Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak. Jakarta: Gramedia. Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Maria , Ulva. 2007. “Peran Persepsi Keharmonisan Keluarga dan Konsep Diri Terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja”, Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Miarso, Yusufhadi. 2004. Teknologi Komunikasi Pendidikan: Pengertian Dan Penerapannya di Indonesia. Jakarta: CV Rajawali. Monks, F.J,K & Haditono, S..R. 1999. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 103

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI104 Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 2002. Media Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Purnamawati dan Eldarni. 2001. Media pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Purwanto, M. Ngalim. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Sadiman, A.S, dkk. 2009. Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya, edisi 1. Jakarta: CV. Rajawali. Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. Sarwono.2006. Psikologi Remaja.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Siwabessy, Lois B. Dan Sri Hastoeti. 2008. Bahan Ajar Sertifikasi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan: Praktik Bimbingan Klasikal. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta dan Dikti Depdiknas. Subyantoro. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Semarang: CV Widya Karya. Sumadi, Suryabrata. 1989. Psikologi pendidikan. Jakarta : PT raja Grafindo persada. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suntrock., J.W. 2008. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Grup. Supardi, M.d, 2006. Metodologi Penelitian. Mataram: Yayasan Cerdas Press. Suryabrata, S. 1981. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Rajawali Press. Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. 2008. Media Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan, FIP, UPI. Winkel. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada 1996. Winkel dan Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI105 Winkel W.S 1997, Psikologi Pendidikan Dan Evaluasi Belajar, Jakarta : Gramedia.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 07 Lampiran 1 SATU AN PEL AY AN AN BIMBING A N NO KETERA NG AN 1. Po kokB a ha sa n G a ya B e l aj a r 2. T u ga s Pe r k e m b a n ga n M e n i n gk a t k a n k e m a m p u a n d i s i p l i n m e n ye l e s a i k a n t u ga s - t u ga s s e k o l a h 3. B i d a n gB i m b i n ga n B i m b i n ga n B e l a j a r 4. J e n i s La ya n a n Pe m be r i a n Inf o rm a si 5. Fu n gs i B i m b i n ga n Pe m a h a m a n , Pe n ge m b a n ga n 6. Sa sa ra n Si s wa SM A ke l a s XI 7. St a nda r kom pe t e ns i Si s w a m a m p u m e n e m u k a n ga ya b e l a j a r ya n g s e s u a i b a g i n ya . 8. Kompetens iDasa r Si s wa m a m pu m e wuj udka n ke gi a t a n be l a j a r m a ndi ri d e n ga n m e n e r a p k a n ga ya b e l a j a r ya n g s e s u a i b a g i d i r i n ya . 9. Indi ka to r 1. Si s wa da pa t m e m ba ngu n ke bi a sa a n-ke bi a sa a n b e l a j a r ya n g b a i k d a n b e n a r . 2. Si w a m a m p u m e m a h a m i c a r a b e l a j a r ya n g b a i k b a gi d i r i n ya . 10. Ma te ri Te rla mpi r 11. Metode T a n ya j a w a b , D i s k u s i , r e f l e k t i f , e x p e r i e n t i a l l e a r n i n g 12 Waktu 45Menit 13. Tempat R u a n g Ke l a s 14 Media Fi l m Pe n d e k , Le m b a r K e r j a , La p t o p , vi e w e r 15. L an g ka h -L a ng ka h No Ke g i a t a n Ke t e r a n ga n Waktu Pe m bi m bi n g m e nj e l a ska n 1 Pe n ga n t a r ma ksud da n tuj ua n da ri k e g i a t a n ya n g a k a n 5’ dilakukan. 2 Ic e Bre a ke r Pe m b i m b i n g m e n ga j a k 3’

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 08 Lampiran 1 siswa untu k ic e bre a ke r. Pe m bi m bi n g m e m be r i 3 Pe m be r i a n Ma t e ri p e n j e l a s a n m e n ge n a i m a t e r i 7’ t o p i k b i m b i n ga n . 4 Pe m ut a ra n Fi l m 5 Pe nj e l a sa n Pe m bi m bi n g m e m ut a r f i l m pendek. Pe m bi m bi n g m e nj e l a ska n inti c e rita f ilm pe nde k. 15’ 5’ Pe m bi m bi n g m e m i nt a s i swa 6 Pe n u ga s a n m e n ge r j a k a n l e m b a r k er j a ya n g t e r s e d i a s e t e l a h i t u 5’ dibacakan. Pe m bi m bi n g m e m i nt a s i swa 7 Pe nut up untuk men gun gkapkan ma nf a a t da ri me nonton f ilm 5’ pendek. 16. Pe n ye l e n g g a r a Pembimbing 17. Pe ni l a i a n La i j a s e g : 1. Si s wa da pa t m e m ba ngu n ke bi a sa a n-ke bi a sa a n b e l a j a r ya n g b a i k d a n b e n a r . 2 . Si w a m a m p u m e m a h a m i c a r a b e l a j a r ya n g b a i k b a gi d i r i n ya . La i j a p e n : Si s w a m e n u l i s k a n e va l u a s i d i r i s e t e l a h 1 m i n g g u m e n gi k u t i b i m b i n ga n .

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 09 Lampiran 1 La i j a p a n : Si s w a m e n u l i s k a n e va l u a s i d i r i s e t e l a h 1 b u l a n m e n gi k u t i b i m b i n ga n . 18. R e n c a n a T i n d a k La n j u t - 19. C a t a t a n Kh u s u s - Yogyakar ta, … …. Mengetahui, J. D onalSinaga, M.Pd M ar is c h a D .H D os e n P e m b i m b i n g Peneliti

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 10 Lampiran 1 GAYA BELA JAR 1. P e nger t i a n G a ya B e l a j ar G a y a b e l a ja r a t a u “ l e ar n i n g s t y l e ” s is w a a d a l a h c ar a s is w a b er e a ks i d a n m e n g g u n a k a n p er a n g s a n gp er a n g s a n g y a n g d i t e r i ma n y a d a l a m pr os es b e l a j ar (N as ut i on, 1984 ). D a r i be ber a pa pe ne l i t i a n, N as ut i o n j u g a m e n y i m p u l k a n b a hw a g a y a b e l a j ar m er u p a k a n c a r a y a n g k o n s is t e n y a n g d i l a k u k a n o l e h s is w a d a l a m me n a n g k a p s t i m u l us a t a u i nf o r m a s i , c ar a m e ngi nga t , ber pi ki r , da n m e m e c a hka n m as a l a h. 2. T i p e- T i p e G a y a B e l a j ar s is w a A da be ber a pa t i pe ga ya be l a j ar ya ng da pa t di c er m a t i : a . G a ya be l a j ar per t a m a a da l a h ga ya be l a j ar v is u a l ( l e ar n e r s v is u a l) y a i t u g a y a b e l a j ar y a n g mengandalkan penglihatan unt uk memahami atau m e n g i n g a t s es u a t u . K a r a k t er is t i k o r a n g y a n g m e m i l i k i g a y a b e l a j ar v is u a l t e r s e b u t a d a l a h : ( 1) m e m i l i k i k e b u t u h a n m e l i h a t s e c ar a v is u a l , ( 2) m e m i l i k i k e p e k a a n y a n g k u a t t er h a d a p w ar n a , ( 3) m e m i l i k i p e m a h a m a n y a n g c u k u p t e r h a d a p m as a l a h a r t is t i k , ( 4) m e m i l i k i k e s u l i t a n d a l a m b er d i a l o g s e c ar a l a n gs u n g , ( 5) s u l i t m e n g i k u t i a n j u r a n s e c a r a l is a n , ( 6) s e r i n g k a l i s a l a h m e n g i n t e r pr e t as i k a n k a t a a t a u ucapan,

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 11 Lampiran 1 ( 7) t i d a k m u d a h t er g a n g g u o l e h k er i b u t a n . Pendekatan yan g dapat diguna k an untuk memb antu s is w a y a n g m e m i l i k i g a y a b e l a j ar t er s e b u t a d a l a h d e n g a n m e n g g u n a k a n b e n t u k - b e n t u k g r af is u n t u k m e n j e l as k a n s u a t u i n f or m as i . B e n t u k - b e n t u k g r a f is i t u d a p a t b e r u p a f i l m , s l i d e , g a m b ar i l us t r as i , c or e t a n - c or e t a n , k ar t u b e r g a m b ar , t a b e l , gr af i k , a t a u catatan. b. G a ya be l a j a r ke dua , ga ya be l a j ar a udi t or i (a udi t or y l e ar ne rs ) ya i t u ga ya b e l a j ar ya ng mengandalkan pendengar an un tuk dapat memahami d a n m e n g i n g a t s u a t u i n f or m as i . K ar a k t er is t i k o r a n g y a n g m e m i l i k i g a y a b e l a j a r t ers e but a da l a h: ( 1) s e m u a i n f or m as i h a n y a d a p a t d is er a p m e l a l u i pendengar an, ( 2) m e n g a l a m i k es u l i t a n b i l a h ar us m e n y e r a p i n f or m as i d a l a m b e n t u k t u l i s a n s e ca r a l a n g s u n g , dan ( 3) m e n g a l a m i k es u l i t a n m e n u l is a t a u m e m b a c a . Pendekatan yan g dapat dilakuk an untuk memb antu s is w a y a n g m e m i l i k i g a y a b e l a j ar a u d i t o r i a d a l a h per t a m a , m e ngguna ka n t a pe p er e ka m s e ba ga i a l a t Ba nt u. A l a t t ers e but da pa t di gu na ka n unt u k m er e ka m ba c a a n a t a u c a t a t a n ya ng di ba c a ka n a t a u c er a m a h p e n g a j ar d i d e p a n k e l a s u n t u k d i d e n g a r ka n ke m ba l i . K e dua , m e r e ka da pa t di a j a k t er l i ba t a kt i f d a l a m w aw a n c a r a a t a u d is ks i k e l o m p o k . K e t i g a , m er e k a d a p a t m e n c o b a m e m b a c a i nf o r m as i , l a l u d i r i n g k as d a l a m b e n t u k l is a n d a n d i r e k a m u n t u k

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 12 Lampiran 1 di de nga r ka n da n di pa ha m i . K e e m pa t , m er e ka da pa t m e l a kuka n r e vi ew ve r ba l de ng a n t e m a n a t a u pengajar . c . G a ya be l a j ar ya ng ke t i ga a da l a h ga ya be l a j ar ki nes t e t i k ya i t u c ar a be l a j ar ya ng di l a kuka n m e l a l ui ger a k da n s e nt u ha n. K ar a k t er is t i k o r a n g y a n g m e m i l i k i g a y a b e l a j a r i t u adalah: ( 1) t i d a k t er l a l u m u d a h t e r g a n g g u d e n g a n s i t u a s i ker i but a n, ( 2) b e l a j ar d e n g a n m e m a n i p u l a s i d a n pr a k t e k , ( 3) m er as a k es u l i t a n d a l a m m e n u l is t e t a p i h e b a t da l a m ber c er i t a , ( 4) m e n y u k a i b u k u - b u k u d a n b i as a m e n c e r m i n k a n a ks i d e n g a n g e r a k a n t u b u h s a a t m e m b a c a , ( 5) m er as a d a p a t b e l a j ar d e n g a n b a i k b i l a d is er t a i d e n g a n k e g i a t a n f is i k . P e n d e k a t a n y a n g d a p a t d i l a k u k a n u n t u k m e m b a n t u s is w a t er s e b u t a d a l a h ba nya k m e l a ku ka n pe m be l a j a r a n pra kt e k, be l a j ar di l uar ke l as , s e pe rt i pe nga m a t a n a t a u t er j un l a ng s ung ke lapangan.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 13 Lampiran 1 P er t a n y a a n R ef l e ks i : 1. G a y a b e l a ja r y a n g A n d a m i l i k i t er m as u k t i p e ga ya be l a j ar ya ng m a na ? . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. 2. S uda hka h ga ya be l a j ar ya ng A n da m i l i ki d i t er a p k a n s ec a r a k o n s is t e n ( te r us - m e n e r us ) ? J i k a belum, kendala yang A nda hada pi ? . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . 3. Ba ga i m a na c ar a A nda m e nga t as i ke nda l a t ers e but ? . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. 4. Sebutkan manf aat setelah meng ikuti kegiatan ini . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . .. . . . . .. . . . . .. . . . . .. “ Mas a de pa n A nda a da di t a ngg a n a nda , bua t l a h M as a D e pa n A n da c er a h K U N CIN Y A a da l a h BE LA J A R”

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 14 Lampiran 1 SATU AN PEL AY AN AN BIMBING A N NO KETERA NG AN 1. Po kokB a ha sa n D i s i p l i n D a l a m M e n ye l e s a i k a n T u ga s - T u ga s S e k o l a h 2. T u ga s Pe r k e m b a n ga n M e n i n gk a t k a n k e m a m p u a n d i s i p l i n m e n ye l e s a i k a n t u ga s - t u ga s s e k o l a h 3. B i d a n gB i m b i n ga n B i m b i n ga n B e l a j a r 4. J e n i s La ya n a n Pe m be r i a n Inf o rm a si 5. Fu n gs i B i m b i n ga n Pe m a h a m a n , Pe n ge m b a n ga n 6. Sa sa ra n Si s wa SM A ke l a s XI 7. St a nda rko m pe t e nsi Si s w a m a m p u m e n g u a s a i k e t r a m p i l a n b e l a j a r ya n g ba ik da n e f e ktif. 8. Kompetens iDasa r Si s w a d a p a t m e r e n c a n a k a n d a n m e n ga t u r w a k t u u n t u k m e n ye l e s a i k a n t u ga s - t u ga s ya n g d i b e r i k a n o l e h guru. 9. Indi ka to r 3. Si s w a d a p a t m e n j e la s k a n p e n t i n gn ya m e n ga t u r w a k t u ya n g t e p a t u n t u k m e n ge r j a k a n t u ga s t u ga s ya n g d i b e r i k a n o l e h gu r u a ga r s e l e s a i t e p a t p a d a w a k t u n ya . 4. Si s w a d a p a t m e r e n c a na k a n w a k t u ya n g t e p a t u n t u k m e n ge r j a k a n t u g a s - t u ga s ya n g d i b e r i k a n o l e h g u r u a ga r s e l e s a i t e p a t p a d a w a k t u n ya . 5. Si s wa da pa t m e m ba ngu n ke bi a sa a n-ke bi a sa a n b e l a j a r ya n g b a i k d a n b e n a r . 10. Ma te ri Te rla mpi r 11. Metode T a n ya j a w a b , d i s k u s i , r e f l e k t i f , e x p e r i e n t i a l l ea r n i n g 12 Waktu 45Menit 13. Tempat R u a n g Ke l a s 14 Media Fi l m Pe n d e k , Le m b a r K e r j a , La p t o p , vi e w e r

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 15 Lampiran 1 15. L an g ka h -L a ng ka h No Ke g i a t a n Ke t e r a n ga n Waktu Pe m bi m bi n g m e nj e l a ska n 1 ma ksud da n tuj ua n da ri Pe n ga n t a r k e g i a t a n ya n g a k a n 5’ dilakukan. 2 Pe m b i m b i n g m e n ga j a k Ic e Bre a ke r siswa untu k ic e bre a ke r. 3’ Pe m bi m bi n g m e m be r i 3 Pe m be r i a n Ma t e ri p e n j e l a s a n m e n ge n a i m a t e r i 7’ t o p i k b i m b i n ga n . 4 Pe m ut a ra n Fi l m 5 Pe nj e l a sa n Pe m bi m bi n g m e m ut a r f i l m pendek. Pe m bi m bi n g m e nj e l a ska n inti c e rita f ilm pe nde k. 15’ 5’ Pe m bi m bi n g m e m i nt a s i swa 6 Pe n u ga s a n m e n ge r j a k a n l e m b a r k er j a ya n g t e r s e d i a s e t e l a h i t u 5’ dibacakan. Pe m bi m bi n g m e m i nt a s i swa 7 Pe nut up untuk men gun gkapkan ma nf a a t da ri me nonton f ilm 5’ pendek. 16. Pe n ye l e n g g a r a Pembimbing 17. Pe ni l a i a n La i j a s e g : 3 . Si s w a d a p a t m e n j e la s k a n p e n t i n gn ya m e n ga t u r w a k t u ya n g t e p a t u n t u k m e n ge r j a k a n t u ga s t u ga s ya n g d i b e r i k a n o l e h gu r u a ga r s e l e s a i

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 16 Lampiran 1 t e p a t p a d a w a k t u n ya . 4 . Si s w a d a p a t m e r e n c a n a k a n w a k t u ya n g t e p a t u n t u k m e n ge r j a k a n t u ga s - t u ga s ya n g dibe ri ka n ole h guru a ga r se le sa i te pa t pa da w a k t u n ya . 5. Si s wa da pa t m e m ba n gun ke bi a sa a nk e b i a s a a n b e l a j a r ya n g b a i k d a n b e n a r . La i j a p e n : Si s w a m e n u l i s k a n e va l u a s i d i r i s e t e l a h 1 m i n g g u m e n gi k u t i b i m b i n ga n . La i j a p a n : Si s w a m e n u l i s k a n e va l u a s i d i r i s e t e l a h 1 b u l a n m e n gi k u t i b i m b i n ga n . 18. R e n c a n a T i n d a k La n j u t - 19. C a t a t a n Kh u s u s - Yogyakar ta, … …. Mengetahui, J. D onalSinaga, M.Pd D os e n P e m b i m b i n g M ar is c h a D .H Peneliti

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 17 Lampiran 1 HANDOUT Banyak siswa merasa frustrasi dengan hasil kerja tugas/PR mereka. Mereka merasa sudah mengerjakan dengan baik tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan. Ada juga yang sudah mengerjakan, tetapi karena terlalu santai, maka tugas tersebut menjadi selesai tidak tepat pada waktunya. Apanya yang salah? Banyak faktor yang mungkin menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah karena mereka tidak merencanakan belajarnya dengan baik. Tanpa perencanaan yang baik, apapun yang kalian kerjakan mungkin tidak akan memberikan hasil seperti yang kalian inginkan. Dalam bahasa Inggris ada pepatah yang berbunyi “Failing to plan is planning to fail” (Gagal dalam membuat perencanaan yang baik sama dengan merencanakan suatu kegagalan). Tentunya diantara kalian tidak ada yang merencanakan kegagalan, bukan? Banyak manfaat yang dapat diperoleh bila kita membuat perencanaan yang baik, antara lain: 1. Menghemat waktu. Tanpa adanya suatu rencana, waktu kalian akan banyak yang terbuang siasia. Kalian bisa merasa masih punyai banyak waktu tetapi tiba-tiba kalian menyadari bahwa waktu kalian sudah tidak banyak lagi. Ternyata, masih banyak hal yang harus kalian selesaikan. Apalagi kalau mendadak ada kejadian yang tak terduga. 2. Mencegah agar kalan tidak menyimpang dari jalur yang seharusnya kalian tempuh. Rencana belajar yang baik telah menentukan kegiatan dan alokasi waktu yang disediakan untuk menyelesaikan tugas/PR tersebut. Dengan adanya rencana itu, kalian akan segera tahu apakah kalian mengerjakan tugas/PR sesuai rencana atau menyimpang dari rencana semula. Rencana itu juga dapat memberi tahu kalian di mana ada waktu yang dapat kalian gunakan atau alihkan penggunaannya.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 18 Lampiran 1 3. Memanfaatkan setiap jam yang tersedia. Rencana belajar yang baik memungkinkan kalian memanfaatkan setiap waktu yang tersedia. Kalian tidak akan menyia-nyiakan waktu. Rencana belajar tidak hanya berisi jam-jam kapan kalian harus belajar, kapan kalian harus mengerjakan tugas/PR agar selesai tepat pada waktunya. Rencana belajar itu harus juga memperhitungkan kapan kalian tidur, berdoa, mandi, nonton TV, makan, bermain dengan teman, berolah raga, bersekolah, ikut les, dsb. Dalam menyusun rencana belajar itu, kalian harus terlebih dahulu memasukkan hal-hal yang ‘wajib’ seperti mandi, shalat, makan, tidur, bergaul dengan teman itu. Hal-hal yang tidak boleh Anda tinggalkan. Rencana Jadwal Belajar Efektif: x Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan. x Prioritaskan tugas-tugas. x Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas. x Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review. x Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar. x Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar. x Rencanakan juga "deadline". x Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pagi/siang/sore hari. x Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan. x Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri. pada

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 19 Lampiran 1 SATU AN PEL AY AN AN BIMBING A N NO KETERA NG AN 1. Po kokB a ha sa n Ke t e r a m p i l a n m e m b a c a c e p a t 2. T u ga s Pe r k e m b a n ga n M e n i n gk a t k a n k e m a m p u a n d i s i p l i n m e n ye l e s a i k a n t u ga s - t u ga s s e k o l a h 3. B i d a n gB i m b i n ga n B i m b i n ga n B e l a j a r 4. J e n i s La ya n a n Pe m be r i a n Inf o rm a si 5. Fu n gs i B i m b i n ga n Pe m a h a m a n , Pe n ge m b a n ga n 6. Sa sa ra n Si s wa SM A ke l a s XI 7. St a nda rko m pe t e nsi Si s wa m a m pu m e ngua s a i ke t e ra m pi l a n m e m ba c a c e pa t da la m prose s be la j a r. 8. Kompetens iDasa r Si s wa m a m pu m e wuj udka n ke t e ra m pi l a n m e m ba c a c e pa t da la m prose s be la j a r. 9. Indi ka to r 6. Si s wa da pa t m e m ba ngu n ke bi a sa a n-ke bi a sa a n b e l a j a r ya n g b a i k d a n b e n a r . 7. Si w a m a m p u m e m a h a m i c a r a b e l a j a r ya n g b a i k b a gi d i r i n ya . 8. Si s wa t e ra m pi l m e m ba c a c e pa t da l a m prose s b e l a j a r n ya . 10. Ma te ri Te rla mpi r 11. Metode T a n ya j a w a b , D i s k u s i , r e f l e k t i f , e x p e r i e n t i a l l e a r n i n g 12 Waktu 45Menit 13. Tempat R u a n g Ke l a s 14 Media Fi l m Pe n d e k , Le m b a r K e r j a , La p t o p , vi e w e r 15. L an g ka h -L a ng ka h No Ke g i a t a n Ke t e r a n ga n Waktu Pe m bi m bi n g m e nj e l a ska n 1 Pe n ga n t a r ma ksud da n tuj ua n da ri k e g i a t a n ya n g a k a n 5’

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 20 Lampiran 1 dilakukan. 2 Pe m b i m b i n g m e n ga j a k Ic e Bre a ke r 3’ siswa untu k ic e bre a ke r. Pe m bi m bi n g m e m be r i 3 Pe m be r i a n Ma t e ri p e n j e l a s a n m e n ge n a i m a t e r i 7’ t o p i k b i m b i n ga n . 4 Pe m ut a ra n Fi l m 5 Pe nj e l a sa n Pe m bi m bi n g m e m ut a r f i l m pendek. Pe m bi m bi n g m e nj e l a ska n inti c e rita f ilm pe nde k. 15’ 5’ Pe m bi m bi n g m e m i nt a s i swa 6 Pe n u ga s a n m e n ge r j a k a n l e m b a r k er j a ya n g t e r s e d i a s e t e l a h i t u 5’ dibacakan. Pe m bi m bi n g m e m i nt a s i swa 7 Pe nut up untuk men gun gkapkan ma nf a a t da ri me nonton f ilm 5’ pendek. 16. Pe n ye l e n g g a r a Pembimbing 17. Pe ni l a i a n La i j a s e g : 1. Si s wa da pa t m e m ba n gun ke bi a sa a nk e b i a s a a n b e l a j a r ya n g b a i k d a n b e n a r . 2 . Si w a m a m p u m e m a h a m i c a r a b e l a j a r ya n g b a i k b a gi d i r i n ya . 3. Si s wa t e ra m pi l m e m ba c a c e pa t da l a m prose s b e l a j a r n ya . La i j a p e n :

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 21 Lampiran 1 Si s w a m e n u l i s k a n e va l u a s i d i r i s e t e l a h 1 m i n g g u m e n gi k u t i b i m b i n ga n . La i j a p a n : Si s w a m e n u l i s k a n e va l u a s i d i r i s e t e l a h 1 b u l a n m e n gi k u t i b i m b i n ga n . 18. R e n c a n a T i n d a k La n j u t - 19. C a t a t a n Kh u s u s - Yogyakar ta, …… Mengetahui, J. D onalSinaga, M.Pd D os e n P e m b i m b i n g M ar is c h a D .H Peneliti

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 22 Lampiran 1 HANDOUT 1 . M e m b a c a m e r u p a k a n p r os es m e n t a l s e c a r a a k t i f . T i da k s e per t i duduk di de pa n s e bua h kot a k i di ot ( TV , P l as ys t a t i o n , d l l) , m e m b a c a m e m b u a t A n d a m e ngguna ka n ot a k A nda . K e t i ka m e m ba c a, A nda a k a n d i p a k s a u n t u k m e m i k ir k a n b a n y a k h a l y a n g A n d a b e l u m m e n g e t a h u i n y a . D al a m p r os e s i n i , Anda akan mengguna kan sel abu-abu otak Anda u n t u k b e r f i k ir d a n m e n j a d i s e m a k i n p i n t a r . 2 . M e m b a c a a k a n m e n i n g k a t k a n k os a k a t a A n d a . A nda da pa t be l a j ar ba ga i m a na m e ngi r a s ua t u m a kna d ar i s u a t u k a t a ( ya n g b e l u m A n d a k e t a h u i) d e n g a n m e m b a c a k o n t e ks d ar i k a t a- k a t a l a i n n y a d i s e b u a h ka l i m a t . B uku, t er ut a m a ya ng m e na nt a ng, a ka n menampakkan kepada A nda begitu banyak kata yang mung kin s ebaliknya belu m A nda ketahui. 3 . M e m b a c a a k a n m e n i n g k a t k a n k o ns e n t r as i d a n f o k us . A n d a p er l u u n t u k b is a f o k us t er h a d a p b u k u y a n g sedang Anda baca untuk w aktu yang cukup l ama. T i da k s e pe r t i m a j a l a h, i nt er n e t a t a u e m a i l ya ng h a n y a b er is i p o t o n g a n k e c i l i n f or m as i , b u k u a k a n m e nc er i t a ka n k es e l ur uha n c e r i t a . O l e h s e ba b A nda per l u ber kons e nt ras i unt uk m e m ba c a . S e pe r t i ot ot , Anda akan menjadi lebih baik di dalam b er k o n s e n tr as i . 4. Me m ba ng un ke pe r ca ya a n di r i . Semakin banya k yang A nda baca, semakin banyak pengetahuan yang A nda dapatkan. Dengan ber t a m ba hnya pengetahua n, akan semakin membangun ke pe r ca ya a n d i r i. Jadi hal ini m er u p a k a n r e a ks i b e r a n t a i . K ar e n a A n d a a d a l a h s e or a n g p e m b a c a y a n g b a i k , or a n g - o r a n g a k a n m e nc ar i A nda unt uk m e nc ar i s ua t u j aw a ba n. P er as a a n A n d a te r h a d a p d i r i A n d a s e n d i r i a k a n s e ma k i n b a i k . 5 . Me n i n g k a t k a n m e m o r i. Banyak penelit ian yang menu njukkan bahw a jika A n d a t i d a k m e n g g u n a k a n me m o r i a n d a , A n d a b is a

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI1 23 Lampiran 1 k e h i l a n g a n n y a . T e k a- t e k i s i l a n g a d a l a h s a la h s a t u c ont oh per m a i na n ka t a ya ng da pa t m e nc e ga h pe nya ki t A l z he i m er . M e m ba c a , w a l a upun b uka n sebuah per m a i na n, akan membantu Anda m er e g a n g k a n “ o t o t ” m e m or i A n d a d e n g a n c ar a ya ng s a m a . M e m ba ca i t u m e m er l uka n i nga t a n t er ha da p de t a i l , fa kt a da n ga m ba r pa da s ua t u l i t er a t ur, a l ur , t e m a at a u ka r a kt er c er i t a . 6 . Me n i n g k a t k a n k e d is p l i n a n . M e nc ar i w a kt u unt uk m e m ba c a a da l a h s es ua t u ya ng kita s udah men getahuinya untu k dilakukan. N amun, s i a p a y a n g m e m b u a t j a dw a l u n t u k m e m b a c a b u k u s e t ia p h a r i n y a ? H a n y a s e d i k i t s e k a l i . K ar e n a i t u l a h , m e na m ba hka n a kt i vi t as m e m ba c a buku ke da l a m j a dw a l h ar i a n A n d a d a n b e r p e g a n g d e n g a n j a dw a l t er s e b u t a k a n m e n i n g k a t k a n k e d is i p l i n a n . 7. Me ni ng ka t ka n kr e t i vi t as . M e m ba ca t e nt a ng ke a ne ka r a ga m a n ke hi d upa n da n m e m b u k a d ir i A n d a t er h a d a p i d e d a n i n f o r mas i b ar u a k a n m e m b a n t u p e r k e m b a n g a n s is i k r e a t if o t a k A nda , ka re na ot a k A nda a ka n m e nye r a p i n ovas i t er s e b u t k e d a l a m pr os es b er f i k ir A n d a . 8 . M e n g u r a n g i k e b os a n a n . S a l a h s at u ke bi as a a n ya ng s a ya m i l i ki a da l a h, a p a b i l a s a y a m er as a b os a n , m a k a s a y a a k a n m e nga m bi l buk u da n m ul a i me m ba c a nya . A pa ya ng s a ya t e m uka n de nga n ber pe ga ng ke pa da ke bi as a a n i ni a da l a h, s a ya m e nj a di s e m a ki n t er t ar i k de nga n s u a t u b a h as a n b u k u d a n s a y a s u d a h t i d a k b os a n l a g i . M a ks u d s a y a , j i k a A n d a m er as a b os a n , A n d a a k a n me r as a l e b i h b a i k d e n g a n m e m b a c a b u k u y a n g b a g us , b u k a n ? J i k a A n d a i n g i n m e m e c a h k a n r as a m a l as ya ng m onot on, da n k e hi dupa n ya ng t i da k k r e a t i f d a n m e m b os a n k a n , m a k a p e r g i d a n a m b i l l a h satu buku y ang m e nar i k. B ukalah h a l a m a nha l a m a nnya da n j e l a j a hi duni a bar u ya ng p e nuh de nga n i nf or m a s i da n ke c er das a n.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 INSTRUMEN MOTIVASI BELAJAR Oleh : Marischa Dwi Hananingsih Dibawah Arahan Juster Donal Sinaga, M.Pd. Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2013 124

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 125 PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER MOTIVASI BELAJAR Pada halaman ini disajikan sejumlah pernyataan mengenai sejauh mana siswa dapat memotivasi diri untuk belajar. Bacalah secara cermat setiap pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner ini, kemudian pilihlah jawaban sesuai dengan kondisi anda. Pengisian kuesioner ini dilakukan dengan cara memberikan tanda centang (√) pada alternatif jawaban yang menurut anda paling sesuai dengan kondisi diri anda Alternatif jawaban yang tersedia yaitu : SS : Sangat Sesuai S : Sesuai KS : Kurang Sesuai TS : Tidak Sesuai Setiap siswa dapat memilih jawaban yang sesuai dengan dirinya, dan tidak ada jawaban yang BENAR atau SALAH Mohon menjawab setiap pernyataan yang ada dengan jujur dan sesuai dengan keadaan atau kondisi diri anda dan pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan. Sebelum mengisi setiap pernyataan, diharapkan untuk mengisi identitas anda secara lengkap pada bagian yang telah disediakan. Kerahasiaan identitas anda akan dijamin sepenuhnya oleh peneliti. Terimakasih. SELAMAT MENGERJAKAN

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 I. 126 IDENTITAS RESPONDEN A. Nama Lengkap : .................................. B. No. Absen : .................................. C. Kelas : .................................. D. Jenis Kelamin : .................................. E. Umur II. : .................................. PERNYATAAN KUESIONER No Pernyataan 1 Saya tertarik menyelesaikan masalahmasalah dalam belajar yang dianggap sulit oleh orang lain. 2 Saya tidak belajar ketika tidak ada teman yang bisa bekerja sama. 3 Saya merasa perlu untuk mengejar ketinggalan nilai pelajaran saya dari teman-teman. 4 Lingkungan kelas yang bersih membuat saya nyaman belajar. 5 Saya membaca buku pelajaran di waktu yang luang. 6 Saya bertanya kepada guru tentang materi yang belum saya pahami. 7 Saya akan memperbaiki nilai-nilai ujian yang buruk dan tidak sesuai dengan harapan saya. SS S KS TS

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 No 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Pernyataan Saya mengikuti ulangan dengan cemas karena tidak siap. Orang tua saya menemani saat saya belajar. Teman saya membantu menjelaskan materi yang belum saya pahami. Saya belajar agar mendapat nilai bagus disemua mata pelajaran. Kelengkapan fasilitas di sekolah membuat saya semakin semangat belajar di sekolah. Dalam 1 minggu saya membaca 4 buku pelajaran yang berbeda. Saya menonton televisi untuk memperoleh berita terbaru tentang segala hal yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah. Saya belajar tidak hanya di sekolah saja. saya langsung menyerah ketika mendapat tugas yang sulit. Guru memuji saya ketika saya berhasil mengerjakan soal yang diberikan kepada saya. Teman saya mengganggu ketika sedang pelajaran sehingga saya tidak fokus. Saya membuat target dalam setiap mata pelajaran mendapat nilai > 7. Lingkungan sekolah yang tenang membuat saya nyaman mengikuti pelajaran di sekolah. SS S KS TS 127

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 No Pernyataan 30 Saya membaca buku bila saya lagi mood. Saya mencari materi bila saya lagi mood. Saya belajar di rumah melebihi waktu yang saya tetapkan. Saya mencari soal-soal yang sulit selain yang ada di buku. Orang tua saya sibuk dengan pekerjaannya ketika saya belajar. Teman saya membuat saya bersemangat untuk belajar. Saya belajar agar menjadi juara kelas. Fasilitas sekolah rusak membuat saya kesulitan untuk mencari sumber materi tambahan. Saya rajin membaca buku bila ada masalah. Saya melihat berita jika ada tugas. 31 Saya akan belajar jika sakit. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 32 33 34 35 SS S Saya senang mendapatkan tugastugas yang belum pernah saya lakukan. Guru membantu saya ketika saya kesulitan mengerjakan soal latihan. Teman saya membantu saya ketika saya merasa kesulitan mengerjakan soal latihan. Saya belajar yang giat agar dapat mewujudkan cita-cita saya. TERIMAKASIH ATAS KERJASAMA ANDA    KS 128 TS

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI129 Lampiran 3 PANDUAN OBSERVASI PERILAKU SISWA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Perilaku Mengobrol Bercanda Membuat Keributan Sering izin keluar kelas Tiduran di kelas Mainan HP Melamun Mengganggu teman Sering melihat keluar kelas Mondar-mandir di dalam kelas Mengerjakan hal lain (gambar, kerjakan tugas lain) Terlibat aktif Antusias Memperhatikan Berpartisipasi Tenang Fokus dan konsentrasi Semangat Bertanya Mengerjakan tugas yang diberikan Sharing Tampak serius Ada Tidak

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 130 KISI-KISI ISNTRUMEN PENELITIAN (BLUE PRINT) MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA MARSUDI LUHUR YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012-2013 Disusun Oleh : Marischa Dwi Hananingsih 091114041 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 131 A. Definisi Operasional 1. Motivasi Belajar Motivasi Belajar adalah usaha-usaha siswa kelas XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta untuk menyediakan segala daya (kondisikondisi) untuk belajar, sehingga siswa kelas XI SMA Marsudi Luhur Yogyakarta mau atau ingin melakukan proses pembelajaran. 2. Bimbingan Kelompok menggunakan Film Bimbingan Kelompok menggunakan Media Film adalah Proses pemberian bantuan yang diberikan kepada siswa melalui alat bantu atau media Film, berupa potongan film pendek yang isinya dapat memotivasi belajar siswa dan dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi juga dapat merangsang siswa untuk merespon dengan baik segala pesan yang disampaikan. Media Film juga sangat membantu dalam proses pembelajaran, melalui apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau hanya didengar saja. B. Alternatif Jawaban SS : Sangat Sesuai S : Sesuai TS : Tidak Sesuai KS : Kurang Sesuai

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 132 C. Item Kuesioner Motivasi Belajar Aspek Motivasi Belajar 1. Motivasi Instrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorong melakukan tindakan belajar. Indikator a. Siswa senang membaca buku. Item dan rajin b. Siswa mempunyai keinginan untuk memiliki wawasan yang luas. c. Siswa memiliki kemampuan untuk belajar terus menerus. d. Siswa senang mengerjakan tugas-tugas yang menantang. 1. 2. 3. 4. Saya membaca buku pelajaran di waktu yang luang. (+) Dalam 1 minggu saya membaca 4 buku pelajaran yang berbeda. (+) Saya membaca buku bila saya lagi mood. (-) Saya rajin membaca buku bila ada masalah. (-) 5. Saya bertanya kepada guru tentang materi yang belum saya pahami. (+) 6. Saya menonton televisi untuk memperoleh berita terbaru tentang segala hal yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah. (+) 7. Saya mencari materi bila saya lagi mood. (-) 8. Saya melihat berita jika ada tugas. (-) 9. Saya akan memperbaiki nilai-nilai ujian yang buruk dan tidak sesuai dengan harapan saya. (+) 10. Saya belajar tidak hanya di sekolah saja. (+) 11. Saya belajar di rumah melebihi waktu yang saya tetapkan. (+) 12. Saya akan belajar jika sakit. (-) 13. Saya tertarik menyelesaikan masalah-masalah dalam belajar yang dianggap sulit oleh orang lain. (+) 14. Saya mengikuti ulangan dengan cemas karena tidak siap. (-) 15. saya langsung menyerah ketika mendapat tugas yang sulit. (-) 16. Saya mencari soal-soal yang sulit selain yang ada di buku. (+) 17. Saya senang mendapatkan tugas-tugas yang belum pernah saya lakukan. (+)

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 2. Motivasi Ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang datang dari luar individu siswa, yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. 133 a. Siswa belajar demi memperoleh pujian dari guru dan orang tua b. Siswa terpengaruh teman sebaya dengan c. Siswa mempunyai rencana, tujuan, atau prestasi belajar yang ingin diraih. d. Lingkungan dan Fasilitas di sekolah. 18. Orang tua saya menemani saat saya belajar. (+) 19. Guru memuji saya ketika saya berhasil mengerjakan soal yang diberikan kepada saya. (+) 20. Orang tua saya sibuk dengan pekerjaannya ketika saya belajar. (-) 21. Guru membantu saya ketika saya kesulitan mengerjakan soal latihan. (+) 22. Saya tidak belajar ketika tidak ada teman yang bisa bekerja sama. (-) 23. Teman saya membantu menjelaskan materi yang belum saya pahami. (+) 24. Teman saya mengganggu ketika sedang pelajaran sehingga saya tidak fokus.(-) 25. Teman saya membuat saya bersemangat untuk belajar. (+) 26. Teman saya membantu saya ketika saya merasa kesulitan mengerjakan soal latihan. (+) 27. Saya merasa perlu untuk mengejar ketinggalan nilai pelajaran saya dari temanteman. (+) 28. Saya belajar agar mendapat nilai bagus disemua mata pelajaran. (+) 29. Saya membuat target dalam setiap mata pelajaran mendapat nilai > 7. (+) 30. Saya belajar agar menjadi juara kelas. (+) 31. Saya belajar yang giat agar dapat mewujudkan cita-cita saya. (+) 32. Lingkungan kelas yang bersih membuat saya nyaman belajar. (+) 33. Kelengkapan fasilitas di sekolah membuat saya semakin semangat belajar di sekolah. (+) 34. Lingkungan sekolah yang tenang membuat saya nyaman mengikuti pelajaran di sekolah. (+) 35. Fasilitas sekolah rusak membuat saya kesulitan untuk mencari sumber materi tambahan. (-)

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 134

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 135

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 136

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 137

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 138

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 139

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI140 Lampiran 6 No. Item Parameter 1 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 2 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 3 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 4 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 5 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 6 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 7 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 8 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 9 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 10 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 11 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 12 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 13 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 14 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N 15 Correlation Coefficient Hasil Hitung .663’’ .000 40 .298 .062 40 .580’’ .000 40 .313’ .050 40 .298 .062 40 .445’’ .004 40 .099 .544 40 .275 .086 40 .263 .101 40 .524’’ .001 40 .201 .213 40 .443’’ .004 40 .301 .059 40 .142 .381 40 .511’’ Keputusan Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI141 Lampiran 6 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .001 40 .399’ .011 40 .431’’ .005 40 .446’’ .004 40 .480’’ .002 40 .569’’ .000 40 .427’’ .006 40 .538’’ .000 40 .435’’ .005 40 .368’ .019 40 .736’’ .000 40 .701’’ .000 40 .326’ .040 40 .702’’ .000 40 .135 .406 40 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI142 Lampiran 6 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .397’ .011 40 .483’’ .002 40 -.056 .729 40 .068 .678 40 .301 .059 40 -.448’’ .004 40 .557’’ .000 40 .415’’ .008 40 .288 .072 40 .319’ .045 40 .384’ .015 40 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7 Reliabilitas Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .725 41 143

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI144 Lampiran 8 Dokumentasi Pada Saat Layanan Bimbingan di Kelas X SMA Marsudi Luhur Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI145 Lampiran 8

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI146 Lampiran 8

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI147 Lampiran 8

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI148 Lampiran 8

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI149 Lampiran 8

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI150 Lampiran 8

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI151 Lampiran 8

(179)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

B E N T U K PE N GA W A S A N B E B A S V I S A K U N J U N G A N S I N G K A T ( B V K S ) O L E H K A N T O R K E I M I G R A S I A N K E P A D A W A R G A N E G A R A A S I N G Y A N G T I N G G A L D I I N D O N E S I A
0
4
15
H U B U N G A N A N T A R A P R O F E S I O N A L I S M E P E G A W A I D E N G A N K U A L I T A S P E L A Y A N A N P E N E R B I T A N K T P D A N K K D I K A N T O R K E C A M A T A N G A M B I R A N K A B U P A T E N B A N Y U W A N G I
0
6
22
H U B U N G A N T I N G K A T P E N G E T A H U A N I B U T E N T A N G D A M P A K K E C E L A K A A N P A D A B A L I T A D I R U M A H D E N G A N T I N D A K A N P E N C E G A H A N K E C E L A K A A N D I W I L A Y A H P O S Y A N D U A L A M A N D A
0
4
19
T I N G K A T A N P U A S A
0
0
3
K E B I J A K A N H U K U M PIDANA D A L A M M E N A N G G U L A N G I T I N D A K PIDANA P E R P A J A K A N M E N U R U T U N D A N G - U N D A N G N0.28 T A H U N 2007 T E N T A N G P E R P A J A K A N
0
0
83
N A T A K G N
0
3
253
N A T A K G N I N E P
0
5
166
N A D N A D N E M U S N O K N A S A U P E K T A K G N I T A D A P I S A K O L G N A L U N A G N U J N U K N A S U T U P E K
0
4
202
N A T A K G N I N E P N A G N A L I B N A G N A R U G N E P I S A R E P O N A K I A S E L E Y N E M N A R A J A L E B M E P L E D O M N A K A N U G N E M T A L U B E P I T F I T A R E P O K
0
0
199
N A T A K G N I
0
0
160
N A T A K G N I
0
0
149
N A T A K G N I N E P
0
0
266
N A T A K G N I N E P
0
4
127
T A K G N
0
0
123
N A T A K G N I N E P
0
5
201
Show more