Pembuatan dan evaluasi sediaan topikal gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) dengan gliserin sebagai humectant - USD Repository

Gratis

0
0
132
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMBUATAN DAN EVALUASI SEDIAAN TOPIKAL GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN GLISERIN SEBAGAI HUMECTANT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh Juliana NIM: 108114064 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMBUATAN DAN EVALUASI SEDIAAN TOPIKAL GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN GLISERIN SEBAGAI HUMECTANT SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh Juliana NIM: 108114064 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk : The Lord, Jesus Christy and Holy Spirit Papa, Mama, Mami, Papi, Kakak dan Adek Sahabat-sahabatku dan teman-temanku terkasih Serta Almamaterku tercinta iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Topikal Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dengan Gliserin sebagai Humectant” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam penelitian dan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Orang tua penulis atas doa, kasih sayang, nasihat, dan dukungan yang diberikan baik secara moril maupun materiil sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 2. Ibu Aris Widayati, M.Si., Apt., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma dan semua dosen Fakultas Farmasi yang telah memberikan ilmu serta bimbingan kepada penulis. 3. Ibu Dr. Sri Hartati Yuliani, M.Si., Apt. selaku dosen pembimbing dan dosen penguji pada skripsi ini yang telah menyediakan waktu bimbingan, mendampingi penulis dengan sabar, memberikan motivasi dan saran kepada penulis dalam proses penyusunan skripsi. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Ibu C.M. Ratna Rini Nastiti, M.Pharm., Apt. selaku dosen penguji yang telah memberikan dukungan, kritik, dan saran yang membangun selama proses pembuatan skripsi. 5. Ibu Melania Perwitasari, M.Sc., Apt. selaku dosen penguji yang telah memberikan dukungan, kritik, dan saran yang membangun selama proses pembuatan skripsi. 6. Kakak dan adik atas doa, kasih sayang, nasihat, dan dukungan yang diberikan baik secara moril maupun materiil sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 7. Ibu Phebe Hendra, M.Si., Ph.D., Apt. selaku dosen pembimbing akademik yang telah mendampingi dan memberikan perhatian hingga penulis menyelesaikan perkuliahan dengan baik. 8. Sahabat-sahabatku Agnes, Elvira, Giovanna, Priscilla, Sita, Olivia, dan Liana yang selalu memberikan dukungan, semangat, doa, canda tawa, dan menjadi sukacita tersendiri bagi penulis dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi. 9. Teman- teman Kost Palem tercinta, Ayu, Budi, Erna, Titin, Tari, dan Lena, teman-teman Greeter Youth, serta teman-teman komsel Ester dan G.O.F yang selalu memberikan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 10. Vivian, Rosi, Lilin, Bakti, Naomi, Kezia, Sisca, Agi, Sita, Hans, Lulu, Sammy, Nia, Nafta, dan Tiffany terima kasih untuk diskusi, kebersamaan, dukungan, bantuan, canda dan tawa selama penelitian dan penyusunan skripsi. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11. Segenap laboran dan karyawan, Mas Bimo, Pak Parlan, Pak Mus, Pak Wagiran, Pak Ketul, Mas Agung, Pak Heru atas bantuan dan kerjasama di laboratorium selama ini. 12. Teman-teman angkatan 2010 Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma untuk kebersamaan dan pengalaman yang tidak terlupakan selama menjalani proses belajar dan semua pihak yang telah mendukung dan tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi penulis untuk menjadi lebih baik. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu kefarmasian, pembaca, dan seluruh pihak. Penulis ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ..................... vi PRAKARTA ............................................................................................... vii DAFTAR ISI ............................................................................................... x DAFTAR TABEL ....................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvii INTISARI.................................................................................................... xix ABSTRACT .................................................................................................. xx BAB I PENGANTAR ................................................................................. 1 A. Latar Belakang ................................................................................... 1 1. Perumusan masalah .................................................................... 3 2. Keaslian penelitian ..................................................................... 3 3. Manfaat penelitian ...................................................................... 4 B. Tujuan Penelitian ............................................................................... 5 BAB II PENELAAHAN PUSTAKA.......................................................... 6 A. Antioksidan ........................................................................................ x 6

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Kulit ................................................................................................... 7 C. Daun Jambu Biji ............................................................................... 9 1. Klasifikasi tanaman .................................................................... 9 2. Morfologi tanaman ..................................................................... 10 3. Kandungan kimia ........................................................................ 10 4. Kajian farmakologis ................................................................... 11 D. Gel...................................................................................................... 11 E. Bahan-Bahan yang Digunakan dalam Formulasi Gel ....................... 12 1. Carbopol ..................................................................................... 12 2. Gliserin ...................................................................................... 13 3. Propilen glikol ............................................................................ 13 4. Trietanolamin.............................................................................. 14 5. Metil paraben .............................................................................. 14 6. Aquadest .................................................................................... 15 F. Sifat Fisis dan Stabilitas Gel .............................................................. 15 1. Viskositas ................................................................................. 15 2. Daya sebar ................................................................................. 16 3. Pergeseran viskositas ................................................................. 17 G. Landasan Teori .................................................................................. 17 H. Hipotesis ............................................................................................ 19 BAB III METODE PENELITIAN.............................................................. 20 A. Jenis Penelitian .................................................................................. 20 B. Variabel Penelitian............................................................................. 20 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Definisi Operasional .......................................................................... 20 C. Bahan Penelitian ................................................................................ 21 D. Alat Penelitian ................................................................................... 22 E. Tata Cara Penelitian ........................................................................... 22 1. Identifikasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ..... 22 2. Identifikasi Tanin dalam Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Secara Kualitatif...................................................... 22 3. Pembuatan Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ................................................................................. 23 4. Uji Sifat Fisis Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ................................................................. 24 5. Uji Iritasi Primer Draize Test ..................................................... 25 6. Penetapan Kadar Tanin dalam Ekstrak dan dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Secara Spektrofotometri Ultraviolet-Visibel .............................. 25 G. Analisis Hasil ..................................................................................... 29 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................. 31 A. Identifikasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.)............. 31 B. Identifikasi Tanin dalam Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Secara Kualitatif ............................................................. 31 C. Pembuatan Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ........................................................................................ xii 32

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI D. Uji Sifat Fisis Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ......................................................................... 34 1. Uji organoleptis dan pH .............................................................. 34 2. Uji viskositas .............................................................................. 35 3. Uji daya sebar ............................................................................. 37 E. Uji Iritasi Primer Draize Test ........................................................... 38 F. Penetapan Kadar Tanin dalam Ekstrak dan dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Secara Spektrofotometri Ultraviolet-Visibel .................................... 40 1. Penetapan operating time (OT) ................................................. 40 2. Penetapan panjang gelombang maksimum ............................... 41 3. Pembuatan kurva baku asam tanat ............................................. 42 4. Penetapan kadar tanin ekstrak dan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) ...................................... 44 G. Stabilitas Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ........................................................................................ 46 1. Pergeseran viskositas ................................................................. 46 2. Perubahan kadar tanin ................................................................ 47 H. Keterbatasan Penelitian .................................................................... 48 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 50 A. Kesimpulan ........................................................................................ 50 B. Saran .................................................................................................. 50 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 51 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN ................................................................................................ 56 BIOGRAFI PENULIS ................................................................................ 111 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel I. Formula yang diacu .................................................................. 23 Tabel II. Formula yang digunakan .......................................................... 23 Tabel III. Sistem klasifikasi untuk reaksi kulit ......................................... 30 Tabel IV. Interpretasi nilai Primary Irritation Index (PPI) ..................... 30 Tabel V. Hasil uji kualitatif tanin ............................................................ 31 Tabel VI. Hasil uji organoleptis dan pH ................................................... 34 Tabel VII. Sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) ................................................................ 35 Tabel VIII. Hasil scanning panjang gelombang maksimum asam tanat ..... 42 Tabel IX. Kurva baku asam tanat ............................................................. 43 Tabel X. Hasil %CV kurva baku asam tanat ........................................... 44 Tabel XI. Kadar tanin dalam ekstrak daun jambu biji .............................. 44 Tabel XII. Kadar tanin dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji Tabel XIII. (Psidium guajava L.) ................................................................ 45 Hasil uji T berpasangan ............................................................ 46 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Struktur kulit ............................................................................... 7 Gambar 2. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) ........................................ 10 Gambar 3. Unit monomer asam akrilat dalam polimer carbopol .................. 12 Gambar 4. Struktur gliserin ........................................................................... 13 Gambar 5. Struktur propilen glikol ................................................................ 13 Gambar 6. Struktur trietanolamin .................................................................. 14 Gambar 7. Struktur metil paraben ................................................................. 14 Gambar 8. Operating time asam tanat rata-rata 3 replikasi ........................... 41 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Certificate of Analysis (CoA) Psidium guajava L. .................. 57 Lampiran 2. Material Safety Data Sheet Psidium guajava L. ..................... 58 Lampiran 3. Ethical Clearance ..................................................................... 60 Lampiran 4. Pengujian Sifat Fisis dan Stabilitas Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ....................... Lampiran 5. 61 Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Viskositas Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ............................................................................................. Lampiran 6. 64 Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Pergeseran Viskositas Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ................................................................ Lampiran 7. 76 Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Daya Sebar Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ............................................................................................. Lampiran 8. Uji Iritasi Primer Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ................................................................ Lampiran 9. 78 84 Optimasi Penetapan Kadar Tanin dalam Ekstrak dan dalam Gel Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ..... 85 Lampiran 10. Kadar Tanin dalam Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ............................................................................... xvii 90

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 11. Kadar Tanin dalam Ekstrak Cair Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ............................................................................... 92 Lampiran 12. Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Kadar Tanin dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ............................................................................... 93 Lampiran 13. Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Perubahan Kadar Tanin dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) ................................................................ 105 Lampiran 14. Dokumentasi ............................................................................. 107 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Penuaan dini merupakan permasalahan yang sering dihadapi wanita, terutama pada kalangan manusia usia produktif dan penyebab terjadinya penuaan dini adalah radikal bebas. Antioksidan digunakan untuk menangkap radikal bebas. Salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas antioksidan yaitu daun jambu biji yang akan diformulasikan dalam bentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan gliserin sebagai humectant terhadap sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental murni. Gel antioksidan ekstrak daun jambu biji dibuat sebanyak 4 formula dengan konsentrasi gliserin 0%, 7,5%, 15%, dan 30%. Sifat fisis dilihat berdasarkan viskositas dan daya sebar. Stabilitas sediaan dilihat dari pergeseran viskositas dan perubahan kadar tanin. Analisis data menggunakan software R.3.1.0 untuk melihat signifikansi perbedaan dari data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsentrasi gliserin memberikan pengaruh terhadap viskositas dan daya sebar, serta tidak memberikan pengaruh terhadap stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) selama empat minggu penyimpanan. Kata kunci : daun jambu biji, humectant, gliserin, gel xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Premature aging is a problem often faced by women, especially in their productive age. Premature aging is caused by free radical. Antioxidants are used to free radicals scavenging. One of the plants that has antioxidant activity is guava leaves, that will be formulated in gel form. The aim of this study was to determine the effect of the increase of glycerin concentration as humectant to physical properties and the stability of antioxidant gel guava leaves (Psidium guajava L.) extract. The design of this study was purely experimental. Antioxidant gel guava leaves extract gel was made in 4 formulas with the glycerin concentration of 0%, 7,5%, 15%, and 30%. Physical properties of gel could be determined by its viscosity and spreadibility. The gel stability could be determined by the viscosity shift and the changes of tanin level. The data were analyzed by using R.3.1.0 software to determine the significance of the difference of the obtained data. The result of this study showed the increase of glycerin concentration affect on the viscosity and spreadibility, but it didn’t affect on the stability of antioxidant gel guava leaves (Psidium guajava L.) extract. Keywords : guava leaves, humectant, glycerin, gel xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Penuaan dini merupakan proses penuaan pada kulit yang lebih cepat dari seharusnya, di mana penuaan dini menjadi permasalahan yang sering dihadapi wanita, terutama pada kalangan wanita usia produktif. Penuaan dini ditandai dengan kondisi kulit yang kering, kasar, bersisik disertai dengan keriput dan noda hitam atau flek. Salah satu faktor penyebab terjadinya penuaan dini adalah adanya radikal bebas (Swastika, Mufrod, dan Purwanto, 2013). Makanan instan, asap rokok, pejanan UV, sinar elektromagnetik, radiasi rendah, polusi udara dari asap kendaraan bermotor, dan obat-obat tertentu merupakan sumber pembentuk radikal bebas (Jain, Kataria, dan Guruprasad, 2004). Antioksidan digunakan untuk menangkap radikal bebas (Taurino, Daneida, Anna, Sonia, Vanessa, Montserrat, et al, 2008). Antioksidan mampu menghambat reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh dengan cara mendonasikan satu atau lebih elektronnya kepada senyawa oksidan untuk diubah menjadi senyawa yang stabil (Kikuzaki, Hisamoto, Hirose, Akiyama, dan Taniguchi, 2002). Sediaan kosmetik yang memiliki aktivitas antioksidan dapat digunakan untuk mencegah dan memperbaiki dampak penuaan dini pada kulit (Ardhie, 2011). Daun jambu biji mengandung beberapa metabolit sekunder hasil dari skrining fitokimia, salah satunya tanin. Tanin merupakan komponen utama dalam daun jambu biji sebesar 9-12%, di mana tanin memiliki beberapa aktivitas seperti 1

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 astringen, antibakteri, antidiare, dan antioksidan (Desmiaty, Ratih, Dewi, dan Agustin, 2008; Yuliani, Udarno, dan Hayani, 2003). Menurut Qian dan Nihorimberre (2004) daun jambu biji menunjukkan potensi sebagai antioksidan dengan menghambat dan mencegah terjadinya oksidasi, sedangkan pada penelitian yang dilakukan Rusdiana, Boesro, dan Ade (2007), ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) memiliki aktivitas antioksidan tergolong kuat dengan IC50 sebesar 7,2 mg/100 mL. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam upaya pemanfaatan daun jambu biji (Psidium guajava L.) yang memiliki aktivitas antioksidan akan diformulasikan dalam bentuk sediaan topikal semisolid. Gel merupakan sediaan semisolid yang tersusun dari suatu suspensi partikel organik dan partikel anorganik yang terpenetrasi oleh cairan (Ansel, 2005). Sediaan gel sering digunakan untuk berbagai macam sistem penghantaran sediaan farmasi serta mengakomodasikan zat aktif yang digunakan. Sediaan gel juga memiliki beberapa keuntungan seperti mudah mengering, memberi sensasi dingin pada kulit karena mengandung banyak air, residu yang tidak meninggalkan rasa lengket setelah pengaplikasian, absorpsi pada kulit lebih baik daripada krim (Garg, Aggarwal, Garg, dan Singla, 2002; Voigt, 1994; Yahendri, 2012). Sediaan gel dipilih karena memiliki daya penetrasi yang tinggi ke dalam kulit sehingga dapat mencegah penuaan dini pada kulit (Allen, 2002). Humectant merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap sifat fisis dan stabilitas sediaan gel. Humectant berfungsi menjaga kestabilan sediaan gel dengan menarik air dari lingkungan dan menjaga kelembaban kulit pada saat pengaplikasian. Gliserin adalah salah satu jenis

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 humectant, di mana berasal dari lemak tumbuhan, sehingga aman digunakan pada sediaan topikal. Gliserin digunakan sebagai humectant dengan konsentrasi ≤ 30%, gliserin memiliki sifat higroskopis dan kental sehingga dapat mempengaruhi sifat fisis dari sediaan (Rawling, Harding, Watkinson, Chandar dan Scott, 2002), maka pada penelitian ini dilakukan variasi konsentrasi gliserin untuk melihat pengaruh gliserin sebagai humectant terhadap sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). 1. Perumusan masalah Apakah peningkatan konsentrasi gliserin sebagai humectant berpengaruh terhadap sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) selama 4 minggu penyimpanan ? 2. Keaslian penelitian Sejauh penelusuran pustaka penulis, penelitian tentang “Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Topikal Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dengan Gliserin sebagai Humectant” belum pernah dilakukan. Adapun penelitian yang terkait adalah “Formulasi Gel Antioksidan dari Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dengan Menggunakan Aquapec HV-505” yang dilakukan oleh Rusdiana dkk., (2007) dengan melakukan variasi ekstrak daun jambu biji dan propilen glikol sebagai enchancer. Selain itu pada penelitian yang dilakukan Sukmawati, Arisanti, dan Wijayanti (2013) :”Pengaruh Variasi Konsentrasi PVA, HPMC, dan Gliserin terhadap Sifat Fisika Masker Wajah Gel Peel Off Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.), hasil penelitian ini yaitu variasi konsentrasi

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 PVA, HPMC, dan gliserin secara signifikan mempengaruhi sifat fisika seperti viskositas dan daya sebar, sedangkan variasi konsentrasi gliserin secara signifikan mempengaruhi waktu mengering dari sediaan. Penelitian yang dilakukan oleh Fachry, Arief, dan Guntur (2012) :“Kondisi Optimal Proses Ekstraksi Tanin dari Daun Jambu Biji Menggunakan Pelarut Etanol”, hasil penelitian diperoleh kondisi optimal proses ekstraksi tanin dari daun jambu biji dengan menggunakan etanol 96% pada temperatur 50 0C selama waktu ekstraksi 150 menit. 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoritis Memberikan wawasan pengetahuan mengenai penggunaan gliserin sebagai humectant dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). b. Manfaat praktis Memberikan gambaran mengenai pengaruh peningkatan konsentrasi gliserin sebagai humectant terhadap sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini juga diharapkan menghasilkan sediaan yang aman untuk digunakan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 B. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi gliserin sebagai humectant terhadap sifat fisis (viskositas dan daya sebar) dan stabilitas (pergeseran viskositas dan perubahan kadar tanin) gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.).

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Antioksidan Antioksidan merupakan senyawa yang melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas, sehingga reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas dapat dihambat (Winarsi, 2007). Selain itu, antioksidan juga dapat memperlambat atau mencegah proses oksidasi di dalam tubuh (Quezada, Asencio, Valle, dan Aguilera, 2004). Antioksidan diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas sehingga mampu melindungi tubuh dari kerusakan stres oksidatif dan menghambat terjadinya penyakit degeneratif. Secara alami, antioksidan terdapat dalam tubuh dan dapat mengatasi efek radikal bebas. Tetapi jika jumlah radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak, maka diperlukan antioksidan yang berasal dari luar tubuh (eksogen) untuk mengatasi kekurangan antioksidan endogen tersebut (Kikuzaki et al., 2002; Sibuea, 2003). Antioksidan berdasarkan sumber dibagi menjadi dua jenis, yaitu antioksidan alami dan antioksidan sintetik. Antioksidan alami (vitamin C, flavonoid, polifenol, dan lain-lain) biasanya dapat diperoleh dari tumbuhan level tinggi seperti buah-buahan, sayuran, dan teh (Sing, 2007). Antioksidan alami tersebar di beberapa bagian tanaman seperti pada bagian kayu, kulit kayu, akar, daun, bunga, biji, buah, dan serbuk sari (Sarastani, Suwarna, Apriyanto, 2002). Sedangkan antioksidan sintetik (BHT, BHA, propil galat, butil-hidroksitoluen) merupakan antioksidan yang dibuat dengan melakukan sintesis kimia (Gulcin, 6

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Uguz, Oktay, Beydemir, dan Kufrevioglu, 2004). Antioksidan alami menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan karena adanya kekhawatiran antioksidan sintetik dapat menimbulkan toksisitas pada tubuh (Sunarni, 2005). Antioksidan topikal digunakan untuk mencegah penuaan dan mediasi kerusakan kulit oleh sinar UV. Antioksidan topikal harus dapat diabsorpsi ke dalam kulit dan dihantarkan ke tempat aksi dalam bentuk aktif. Absorpsi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kelarutan dalam air atau lemak, bentuk molekul dalam komponen sediaan, pH, dan pembawa yang digunakan dalam sediaan (Weisberg, 2002). B. Kulit Gambar 1. Struktur kulit (Brown dan Tony, 2002) Kulit merupakan organ terluas yang terletak paling luar dan menutupi seluruh permukaan tubuh, di mana di setiap bagian yang berbeda dari kulit memiliki kekakuan yang bervariasi. Telapak kaki dan telapak tangan serta selasela jari merupakan daerah yang paling kaku dan tebal. Struktur sel-sel pada kulit wajah bersifat sangat tipis, sehingga memungkinkan sediaan kosmetik dapat berpenetrasi ke dalam sel kulit wajah (Allen, 2002).

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Kulit memiliki beberapa fungsi, dan fungsi utama kulit adalah sebagai pengatur suhu tubuh dan sirkulasi kelembaban, serta sintesis vitamin B dan D (Allen, 2002). Fungsi lain dari kulit sebagai pelindung tubuh dari pengaruh luar baik secara fisik maupun imunologik. Selain itu kulit juga berperan penting dalam interaksi antar individu dengan lingkungan, di mana kulit merupakan indera yang sensitif terhadap sentuhan dan terkadang membuat perasaan emosional (Rawling et al., 2002). Kulit terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu : 1. Epidermis Epidermis merupakan lapisan dari kulit yang paling luar yang terdiri dari banyak lapisan sel keratinosit yang aktif melakukan regenerasi dan menarik untuk diperhatikan dalam perawatan kulit (Dwikarya, 2006). Lapisan epidermis tersusun atas stratum corneum, stratum lucidum, stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum germinativum. Lapisan epidermis berfungsi sebagai proteksi barier, sintesis vitamin D dan sitokin, pigmentasi, pembelahan dan mobilisasi sel (Baumann dan Saghari, 2009). 2. Dermis Lapisan dermis merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan epidermis dan jauh lebih tebal daripada lapisan epidermis (Djuanda, Hamzah, dan Aisah, 2003). Tersusun atas serabut kolagen dan elastin yang menentukan elastisitas kulit (Dwikarya, 2006). Di dalam lapisan dermis terdapat adneksaadneksa kulit seperti folikel rambut, papila rambut, kelenjar sebaseous, kelenjar

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 keringat, saluran keringat, ujung pembuluh darah dan ujung saraf (Tranggono dan Fatma, 2007). 3. Hipodermis Terdiri dari jaringan ikat longgar yang berisi sel-sel lemak di dalamnya berfungsi sebagai cadangan makanan (Djuanda dkk., 2003). Lapisan hipodermis sendiri berfungsi menunjang suplai darah ke lapisan dermis untuk regenerasi, sebagai bantalan atau penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian dalam. Lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah, dan getah bening (Baumann et al., 2002). C. Daun Jambu Biji 1. Klasifikasi tanaman Klasifikasi tanaman jambu biji adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae Sub Kingdom : Tracheobionta Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Rosidae Ordo : Myrtales Famili : Myrtaceae Genus : Psidium Spesies : Psidium guajava L. (Rochmasari, 2011).

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2. Morfologi tanaman Morfologi dari daun jambu biji seperti berikut berbentuk bundar telur agak menjorong atau agak bundar sampai meruncing, pangkal membulat, tepi rata, berhadapan, bertulang menyirip, berbintik, mempunyai warna daun hijau kekuningan ataupun hijau, panjang helai daun 6 cm sampai 14 cm, dan lebar daun 3 cm sampai 6 cm, panjang tangkai 3 mm sampai 7 mm, daun yang muda berbulu sedangkan daun yang tua permukaan atasnya menjadi licin (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991). Gambar 2. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) (Rahman, 2009). 3. Kandungan kimia Daun jambu biji mengandung beberapa metabolit sekunder hasil dari skrining fitokimia seperti tanin, polifenolat, flavanoid, monoterpenoid siskuiterpen, alkaloid, kuinon, sapoin, kuarsetin, guayaverin, minyak atsiri, asam malat, asam ursolat, dan asam oksalat (Sudarsono, Wahyuono, Donatus, dan Purnomo, 2002 ; Rusdiana, dkk., 2007). Komponen utama dari daun jambu biji yaitu tanin, di mana besarnya mencapai 9-12% (Yuliani dkk., 2003). Tanin memiliki beberapa aktivitas seperti astringen, antibakteri, antidiare dan antioksidan (Desmiaty dkk., 2008).

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 4. Kajian farmakologis Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, daun jambu biji telah terbukti memiliki beberapa efek farmakologis, seperti antiinflamasi (Ojewole, 2006), antibakteri (Arima dan Danno, 2002; Rattanachaikunsopon dan Phumkhachorn, 2007; Kamal, Rahul, Kumar, dan Lakshmi, 2008; Qadan, Thewaini, Ali, Afifi, Elkhawad, dan Matalka, 2005), antidiabetes (Kamal et al., 2008), antihipertensi (Ojewole, 2005), antioksidan (Qian dan Nihorimbere, 2004; Chen dan Yen, 2007; Kamal et al., 2008), hepatoprotektif (Kamal et al., 2008). Ekstrak daun jambu biji memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 7,2 mg/100mL (Rusdiana dkk, 2007). D. Gel Gel merupakan sediaan semisolid yang tersusun dari suatu suspensi partikel organik dan anorganik yang saling berikatan dan terpenetrasi oleh cairan (Ansel, 2005). Untuk membuat sediaan gel, biasanya diperlukan beberapa komponen seperti bahan pengembang, pelarut, penahan lembab, dan pengawet (Barel, Paye, dan Maibach, 2001). Gel dikelompokkan dalam dua fase yaitu fase tunggal dan fase ganda. Gel fase tunggal terdiri dari partikel organik yang tersebar dalam suatu cairan sehingga tidak terlihat adanya ikatan antara molekul besar yang terdispersi dan cairan, sedangkan gel fase ganda terdiri dari jaringan partikel yang terpisah (Yanhendri, 2012). Syarat sediaan gel dalam penggunaan dermatologi sebagai berikut tiksotropik, mempunyai daya sebar yang baik, mudah dibersihkan, kompatibel dengan beberapa zat tambahan dan larut dalam air, mempunyai sifat emolien

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 (Mohamed, 2004; Meenakshi, 2013). Bentuk sediaan gel memiliki beberapa keuntungan di antaranya residu yang tidak meninggalkan rasa lengket setelah diaplikasikan, gel akan segera mencair jika terjadi kontak dengan kulit dan membentuk lapisan film yang mudah dicuci, bening, mudah mengering, absorpsi pada kulit lebih baik daripada krim (Garg et al., 2002; Voigt, 1994; Yanhendri, 2012). E. Bahan- Bahan yang Digunakan dalam Formulasi Gel 1. Carbopol Pemerian dari carbopol adalah serbuk putih, higroskopis, asam, dan sedikit berbau khas. Carbopol dalam formulasi sediaan semisolid digunakan sebagai rheology modifier, serta dapat digunakan sebagai material bioadhesive, controlled release agent, emulsifying agent, agen stabilitas, agen pensuspensi (Rowe, Sheskey, dan Quinn, 2009). Gambar 3. Unit monomer asam akrilat dalam polimer carbopol (Rowe et al., 2009) Carbopol merupakan polimer sintesis dari asam akrilat (CH=COOH) memiliki berat molekul tinggi dari ikatan silang asam akrilat dengan alil sukrosa atau alil eter pentaerythritol. Carbopol mengandung 56-68% gugus asam karboksilat, berat molekul secara teoritis diperkirakan antara 7x105 sampai 4x109, memiliki kekentalan 40.000-60.000 cP, kejernihan sangat baik, serta efisiensi membentuk gel dengan viskositas yang tinggi (Allen, 2002; Rowe, et al., 2009).

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 2. Gliserin Gliserin merupakan cairan jernih, kental, tidak berbau, tidak berwarna, berasa manis, dan bersifat higroskopis. Gliserin memiliki bobot molekul 92,09 dan rumus empirik C3H8O3. Beberapa fungsi dari gliserin yaitu pengawet, cosolvent, humectant, pelarut, emolien, penetration enhancer, dan bahan pengisotonis. Gliserin stabil pada tekanan dan suhu yang normal. Campuran gliserin dengan air, etanol 95%, dan propilen glikol secara kimiawi stabil. Gliserin dalam sediaan topikal digunakan sebagai humectant yang dapat melembabkan kulit dengan konsentrasi penggunaan gliserin kurang dari 30% (Vikas, Saini, Singh, Rana dan Joshi, 2011; Rowe, et al., 2009). Gambar 4. Struktur gliserin (Rowe et al., 2009) 3. Propilen glikol Gambar 5. Struktur propilen glikol (Rowe et al., 2009) Propilen glikol memiliki sifat jernih, tidak berwarna, manis, rasa khas, praktis tidak berbau, kental, menyerap air pada udara lembab. Propilen glikol dapat digunakan antara lain sebagai humectant, pelarut, kosolven larut air, penstabil vitamin, pengawet dalam sediaan parenteral dan non parenteral (Rowe et al., 2009).

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 4. Trietanolamin Trietanolamin memiliki sifat cairan kental jernih, memiliki sedikit bau amonia, tidak berwarna sampai berwarna kuning pucat, sangat higroskopis, memiliki pH 10,5 dalam 0,1 N larutan. Trietanolamin digunakan sebagai agen pembasa terutama dalam sediaan topikal (Rowe et al., 2009). Trietanolamin bersifat basa maka dapat digunakan untuk menetralisasi carbopol, di mana tidak menimbulkan ancaman netralisasi berlebihan hingga berujung hilangnya viskositas (Osborne dan Amann, 1990). Gambar 6. Struktur trietanolamin (Rowe et al., 2009) 5. Metil paraben Nama kimia dari metil paraben adalah methyl-4-hydroxybenzoate. Metil paraben berbentuk kristal, tidak berbau, memiliki rasa sedikit terbakar, dan berwarna putih. Konsentrasi penggunaan yang umum digunakan dalam sediaan topikal yaitu 0,02 - 0,3%. Metil paraben larut dalam air panas 800C (1:30), eter (1:10), metanol, dan etanol 95%. Metil paraben digunakan sebagai antimikroba dalam kosmetik, formulasi farmasetika, dan produk makanan (Rowe et al, 2009). Gambar 7. Struktur metil paraben (Rowe, et al., 2009)

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Metil paraben merupakan paraben paling kecil aktivitasnya, memiliki aktivitas antimikroba pada pH 4-8, di mana aktivitas antimikroba dari metil paraben akan meningkat dengan peningkatan panjang rantai alkil. Selain itu dengan menggunakan kombinasi paraben dapat meningkatkan aktivitas antimikroba dari metil paraben (Rowe et al., 2009). 6. Aquadest Aquadest merupakan cairan jernih, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mempunyai rasa dan memiliki pH 5-7. Rumus kimia dari aquadest adalah H2O dengan berat molekul sebesar 18.02. Aquadest dibuat dengan menyuling air yang memenuhi persyaratan dan tidak mengandung zat tambahan lain. Fungsi dari aquadest sebagai pelarut (Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan RI, 1995). F. Sifat Fisis dan Stabilitas Gel 1. Viskositas Viskositas adalah suatu ukuran tahanan suatu cairan untuk mengalir, di mana semakin tinggi viskositas, semakin besar pula tahanannya, sehingga semakin besar energi yang dibutuhkan untuk membuat cairan tersebut mengalir pada kecepatan tertentu (Sinko, 2006). Peningkatan viskositas akan menurunkan daya sebar dan menaikkan waktu retensi pada tempat aksi. Viskositas merupakan salah satu parameter penting pada sediaan semisolid, karena menentukan lama tinggal sediaan di kulit, sehingga obat dapat dihantarkan dengan baik. Pengukuran viskositas menjadi tahap penting yang harus dilakukan untuk mengetahui sifat alir dan deformasi, sehingga dapat diterima oleh pasien dan produk dapat

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 diaplikasikan dengan baik. Pengujian viskositas dapat diukur dengan menggunakan berbagai jenis viskometer berdasarkan kebutuhan formulator (Garg et al., 2002 ; Herh, Tkachul, Wu, Bernzen dan Rudolph, 1998). 2. Daya sebar Daya sebar adalah kemampuan dari suatu sediaan untuk menyebar di tempat aplikasi di mana sediaan tersebut diaplikasikan pada daerah tertentu. Daya sebar merupakan aspek yang bertanggung jawab terhadap penerimaan konsumen dalam penggunaan suatu sediaan, untuk menghantarkan dosis obat yang tepat pada tempat target, serta kemudahan untuk pengaplikasian dan dikeluarkan dari kemasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya sebar dari suatu sediaan antara lain : rigiditas, suhu pada tempat aksi, viskositas, laju penguapan pelarut, dan lama tekanan. Daya sebar dan viskositas memiliki hubungan yang bertolak belakang, di mana viskositas meningkat akan menurunkan daya sebar dan begitupun sebaliknya (Garg, et al., 2002). Metode pelat sejajar (parallel-plate method) merupakan metode yang sering digunakan dalam penentuan dan pengukuran daya sebar pada sediaan semisolid. Keuntungan dari metode ini adalah sederhana, tidak memerlukan banyak biaya, mudah untuk dilakukan. Namun di sisi lain, metode ini juga memiliki kerugian seperti kurang presisi, sensitif dan data yang didapat harus diinterpretasikan dan disajikan secara manual (Garg et al., 2002).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 3. Pergeseran viskositas Perubahan viskositas selama penyimpanan menjadi perhatian utama, karena viskositas mempengaruhi stabilitas dan karakteristik dari suatu sediaan. Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan viskositas antara lain agregasi partikel yang tidak tergantung pada kandungan polimer, meskipun polimer dapat mengurangi kecepatan perubahan ukuran partikel, dan bahan-bahan yang dapat meningkatkan viskositas atau interaksi bahan tersebut dengan sistem dispersi (Zatz dan Kushla, 1996). G. Landasan Teori Penuaan dini dapat disebabkan oleh radikal bebas yang berasal baik dari luar maupun dalam tubuh. Antioksidan digunakan untuk menangkap radikal bebas. Salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas antioksidan yaitu daun jambu biji. Menurut Qian dan Nihorimberre (2004) daun jambu biji menunjukkan potensi aktivitas sebagai antioksidan dengan menghambat dan mencegah terjadi oksidasi, sedangkan pada penelitian Rusdiana dkk., (2007) ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) memiliki aktivitas antioksidan tergolong kuat dengan IC50 sebesar 7.2 mg/100 mL. Gel merupakan sediaan semisolid yang tersusun dari suatu suspensi partikel organik dan partikel anorganik yang terpenetrasi dalam cairan. Sediaan gel memiliki beberapa keuntungan seperti mudah mengering, memberi sensasi dingin pada kulit karena mengandung banyak air, residu yang tidak meninggalkan rasa lengket setelah pengaplikasian, absorpsi pada kulit lebih baik daripada krim, maka pada penelitian ini akan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel yang

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 memiliki daya penetrasi tinggi ke dalam kulit sehingga dapat mencegah penuaan dini. Formulasi sediaan gel terdapat humectant sebagai salah satu komponen penyusun dari sediaan gel, selain bahan pengembang, pengawet, dan pelarut. Humectant merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap sifat fisis dan stabilitas sediaan gel. Humectant berfungsi menjaga kestabilan dari sediaan dengan menarik air dari lingkungan. Gliserin dapat digunakan sebagai humectant dengan konsentrasi ≤ 30%. Selain sebagai humectant, gliserin juga dapat digunakan sebagai emolien, penetration enchancer, co-solvent, dan bahan pengisotonis. Pada penelitian ini digunakan gliserin sebagai humectant dengan variasi konsentrasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) selama 4 minggu penyimpanan. Pengaruh peningkatan konsentrasi gliserin terhadap sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) dianalisis statistik menggunakan software R 3.1.0. Sifat fisis dilihat dari daya sebar dan viskositas. Sedangkan stabilitas dilihat dari pergeseran viskositas dan perubahan kadar tanin selama 4 minggu penyimpanan.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 H. Hipotesis Peningkatan konsentrasi gliserin sebagai humectant memberikan pengaruh terhadap sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) selama 4 minggu penyimpanan.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian eksperimental murni. B. Variabel Penelitian 1. Variabel bebas pada penelitian ini adalah penggunaan gliserin sebagai humectant dalam formula gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) dengan konsentrasi 0%, 7,5%, 15%, dan 30%. 2. Variabel tergantung pada penelitian ini adalah sifat fisis (organoleptis, pH, daya sebar dan viskositas) dan stabilitas (pergeseran viskositas dan perubahan kadar tanin) gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) setelah 4 minggu penyimpanan, dan uji iritasi. 3. Variabel pengacau terkendali pada penelitian ini adalah alat dan bahan yang digunakan, lama pengadukan, kecepatan pengadukan, prosedur pembuatan dan pengujian, lama penyimpanan, kondisi penyimpanan. 4. Variabel pengacau tak terkendali pada penelitian ini adalah suhu dan kelembaban udara ruangan selama pembuatan dan pengujian, suhu penyimpanan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.), serta subyektifitas penulis dalam pengamatan reaksi iritasi hewan uji. C. Definisi Operasional 1. Gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) adalah sediaan semisolid yang dibuat dari ekstrak daun jambu biji dengan gliserin sebagai 20

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 humectant yang sesuai dengan formula dan prosedur pembuatan penelitian ini. 2. Ekstrak daun jambu biji adalah ekstrak kering hasil dari daun jambu biji yang diperoleh dari PT. Industri Jamu Borobudur Semarang. 3. Ekstrak cair adalah ekstrak yang digunakan pada penelitian ini didapat dari 20 gram ekstrak daun jambu biji yang didispersikan dalam 100 mL etanol yang dipanaskan selama 150 menit pada suhu 500C, kemudian disaring menggunakan corong Buchner dengan bantuan pompa vakum. 4. Humectant adalah salah satu faktor yang mempengaruhi sifat fisis dan stabilitas dari sediaan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Humectant yang digunakan pada penelitian ini adalah gliserin. 5. Sifat fisis adalah parameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas dari gel antioksidan ekstrak daun jambu biji meliputi daya sebar dan viskositas. 6. Stabilitas gel ditentukan dari besarnya nilai pergeseran viskositas dari 48 jam setelah pembuatan dan 4 minggu penyimpanan yaitu kurang dari 10%, serta perubahan kadar tanin selama 4 minggu penyimpanan. 7. Kadar tanin adalah presentase kadar dalam ekstrak dan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). D. Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun jambu biji yang diperoleh dari PT. Industri Jamu Borobudur Semarang (Lampiran 1), carbopol 940 (kualitas farmasetis), propilen glikol (kualitas farmasetis), gliserin (kualitas farmasetis), TEA, metil paraben, etanol 70% (kualitas teknis), aquadest

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 (Farmasi Sanata Dharma), etil asetat (kualitas teknis), natrium karbonat (Merck), asam tanat (Merck), asam fosfomolibdat (Merck), natrium wolframat (Merck), asam fosfat (Merck), gelatin (Merck), asam klorida (kualitas teknis), natrium klorida (Merck), reagen FeCl3, dan kelinci. E. Alat Penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat-alat gelas (PyrexGermany), timbangan analitik (Mettler Toledo), spektrofotometer UV-Vis OPTIMA SP-3000 plus, sonikator, waterbath (Tamson Zoetermeer- Holand 1985 0023), viskometer seri VT 04 (Rion-Japan), alat pengukur daya sebar, hot plate magnetic stirer, mixer (Miyako), pH universal stick,, corong pisah, pipet volume, glassfirn, pompa vakum, corong Buchner, dan alat pengukur bulu kelinci. F. Tata Cara Penelitian 1. Identifikasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Ekstrak daun jambu biji diperoleh dari PT. Industri Jamu Borobudur Semarang dan telah diuji identitasnya, dibuktikan dengan Certificate of Analysis. 2. Identifikasi Tanin dalam Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Secara Kualitatif Ekstrak daun jambu biji ditambah dengan gelatin dan FeCl3. Penambahan gelatin jika positif tanin terdapat endapan putih, sedangkan penambahan FeCl3 jika positif tanin terbentuk kompleks berwarna hitam kebiruan.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 3. Pembuatan Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) a. Formula Formula yang digunakan mengacu pada International Journals of Pharmaceutical Compounding dengan judul Gel Compounding dalam Maheswara (2010). Formula yang digunakan adalah sebagai berikut : Tabel I. Formula yang diacu Formula Modifikasi Formula Standar (Maheswara, 2010) R/ Carbopol 0,5 g R/ Carbopol 1 % Triethanolamin 1,2 g Triethanolamin 1,2 g Propilenglikol 2,8 g Propilenglikol 5 % Gliserin 34,2 g Gliserin 0 - 30% Aquadest ad 100 g Metil paraben 0,1% Ekstrak cair 3 g Aquadest ad 100 g Bahan Ekstrak cair Carbopol 940 Propilen glikol Gliserin TEA Metil paraben 0,1% Aquadest Tabel II. Formula yang digunakan F1(g) F2 (g) F3 (g) 3 3 3 1 1 1 5 5 5 0 7,5 15 1,2 1,2 1,2 5 5 5 ad 100 ad 100 ad 100 F4 (g) 3 1 5 30 1,2 5 ad 100 b. Pembuatan gel antioksidan gel ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) Carbopol 940 dikembangkan dalam aquadest dengan menaburkan carbopol di atas aquadest (campuran 1). Pengembangan dilakukan selama 24 jam. Dilarutkan ekstrak dengan propilen glikol, kemudian diaduk dengan mixer sebentar baru ditambahkan gliserin (campuran 2). Ditambahkan metil paraben dan aquadest diaduk sebentar.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Setelah itu ditambahkan campuran (1) dan TEA ke dalam campuran (2) diaduk dengan mixer selama 3 menit. 4. Uji Sifat Fisis Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) a. Uji organoleptis dan pH Uji organoleptis dilakukan dengan cara mengamati warna, bau dan bentuk setelah 48 jam gel selesai dibuat. Pengujian pH dilakukan dengan pH universal stick dengan cara memasukkan ke dalam gel dan membandingkan warna dengan standar. Nilai pH yang diinginkan adalah rentang pH 5-6, yaitu pH yang tidak mengiritasi kulit. b. Uji daya sebar Gel sebanyak 1 gram ditimbang, diletakkan di bagian tengah kaca bulat berskala. Di atas gel diletakkan kaca bulat lainnya ditambahkan dengan pemberat sehingga total berat di atas gel 125 gram, didiamkan selama 1 menit dan dicatat diameter penyebarannya dari empat bagian sisi. Pengujian daya sebar dilakukan setelah 48 jam gel selesai dibuat dan dilakukan sebanyak 3 kali replikasi. c. Uji viskositas Uji viskositas dilakukan 48 jam setelah pembuatan dan 4 minggu penyimpanan, serta dilakukan sebanyak 3 kali replikasi. Masingmasing formula gel ditentukan viskositasnya dengan menggunakan alat Viscotester Rion seri VT 04. Viskositas gel diketahui dengan mengamati

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 gerakan jarum penunjuk viskositas, dan ukuran rotor yang digunakan adalah skala dua. 5. Uji Iritasi Primer Draize Test Uji iritasi primer yang dilakukan menggunakan metode Draize Test dengan dua ekor kelinci. Cara : sejumlah 0,5 gram gel ekstrak daun jambu biji dioleskan pada kulit punggung kelinci seluas 2,5 cm x 2,5 cm yang telah dicukur, kemudian olesan tersebut ditutup dengan kasa steril. Pengamatan dilakukan pada interval waktu 24 jam, 48 jam, dan 72 jam dengan mengamati apakah terdapat eritema dan edema yang timbul setelah pemaparan (Deveda, Jain, Vyas, Khambete, dan Jain, 2010). 6. Penetapan Kadar Tanin dalam Ekstrak dan dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Secara Spektrofotometri UltravioletVisibel a. Larutan standar asam tanat Sebanyak lebih kurang 5 mg asam tanat ditimbang dan dilarutkan dengan aquabidestillata dalam labu ukur 50,0 mL sehingga didapatkan konsentrasi sebesar 100 µg/mL. Larutan standar ini harus selalu dibuat baru setiap kali akan melakukan pengujian. b. Penetapan operating time (OT) Tiga seri larutan baku asam tanat dibuat dari larutan standar asam tanat 100 µg/mL dengan mengambil masing-masing sebanyak 5,0; 7,0; 9,0 mL dimasukkan ke dalam labu ukur 10,0 mL kemudian diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda batas sehingga

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 didapatkan konsentrasi sebesar 50, 70, dan 90 µg/mL. Sebanyak 1,0 mL dari masing-masing konsentrasi 50, 70, dan 90 µg/mL dimasukkan dalam labu ukur 10,0 mL ditambahkan 1,0 mL larutan Na2CO3 jenuh dan 0,5 mL pereaksi Folin denis, kemudian diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda. Larutan dihomogenkan dan diukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 760 nm selama 30 menit setiap 5 menit. c. Penetapan panjang gelombang maksimum Tiga seri larutan baku asam tanat dibuat dari larutan standar asam tanat 100 µg/mL dengan mengambil masing-masing sebanyak 5,0; 7,0; 9,0 mL dimasukkan ke dalam labu ukur 10,0 mL kemudian diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda batas sehingga didapatkan konsentrasi sebesar 50, 70, dan 90 µg/mL. Sebanyak 1,0 mL dari masing-masing konsentrasi 50, 70, dan 90 µg/mL, dimasukkan dalam labu ukur 10,0 mL ditambahkan 1,0 mL larutan Na2CO3 jenuh dan 0,5 mL pereaksi Folin denis, kemudian diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda. Larutan dihomogenkan dan diukur serapan dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 600-800 nm setelah operating time tercapai. d. Pembuatan kurva baku asam tanat Enam seri larutan baku asam tanat dibuat dari larutan standar asam tanat 100 µg/mL dengan mengambil masing-masing sebanyak 4,0; 5,0; 6,0; 7,0; 8,0: 9,0 mL dimasukkan ke dalam labu ukur 10,0 mL

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 kemudian diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda batas sehingga didapatkan konsentrasi sebesar 40, 50, 60, 70, 80, dan 90 µg/mL. Sebanyak 1,0 mL dari masing-masing seri larutan baku asam tanat diambil dan dimasukkan dalam labu ukur 10,0 mL ditambahkan 1,0 mL larutan Na2CO3 jenuh dan 0,5 mL pereaksi Folin denis, kemudian diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda. Larutan dihomogenkan dan diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum dan setelah operating time tercapai. e. Penetapan kadar tanin ekstrak daun jambu biji Sebanyak lebih kurang 10 mg ekstrak daun jambu biji ditimbang dan dilarutkan dengan aquabidestillata kemudian dimasukkan dalam labu ukur 50,0 mL, diencerkan hingga tanda sehingga didapat konsentrasi 200 µg/mL. Larutan diultrasonikasi selama 15 menit. Sebanyak 1,0 mL larutan ekstrak daun jambu biji dimasukkan dalam labu ukur 10,0 mL ditambahkan 1,0 mL larutan Na2CO3 jenuh dan 0,5 mL pereaksi Folin denis, kemudian diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda. Larutan dihomogenkan dan diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum dan setelah operating time tercapai, kemudian direplikasi sebanyak 3 kali. Dihitung dengan menggunakan persamaan kurva baku yang didapat sehingga diketahui kadar tanin dari ekstrak daun jambu biji yang diukur.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 f. Penetapan kadar tanin gel ekstrak daun jambu biji Sebanyak lebih kurang 3 g gel ekstrak daun jambu biji ditimbang dan dilarutkan dengan 5 mL HCl 1M, kemudian dimasukkan dalam corong pisah. Etil asetat ditambahkan sebanyak 10 mL, digojog sampai terbentuk dua fase. Fase etil asetat ditampung, fase air diekstraksi lagi dengan ditambahkan etil asetat sebanyak 10 mL. Hasil fase etil asetat yang pertama dan kedua digabung dimasukkan dalam corong pisah ditambah NaCl 5% sebanyak 10 mL, dan digojog sampai terbentuk dua fase, fase etil asetat ditampung. Fase etil asetat kemudian diuapkan dengan waterbath untuk menghilangkan etil asetat. Ekstrak kering dilarutkan dengan aquabidestillata dimasukkan ke dalam labu ukur 10,0 mL. Diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda. Sebanyak 1,0 mL dimasukkan dalam labu ukur 10,0 mL ditambahkan 1,0 mL larutan Na2CO3 jenuh dan 0,5 mL pereaksi Folin denis, kemudian diencerkan dengan aquabidestillata hingga tanda. Larutan dikocok dan diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum setelah operating time tercapai, kemudian direplikasi sebanyak 3 kali untuk masing-masing formula. Dihitung dengan persamaan kurva baku yang didapat sehingga diketahui kadar tanin dari gel ekstrak daun jambu biji yang diukur.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 G. Analisis Hasil Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji dengan adanya peningkatan konsentrasi gliserin. Data sifat fisis meliputi daya sebar dan viskositas 48 jam setelah pembuatan, serta viskositas 4 minggu penyimpanan, sedangkan stabilitas berupa pergeseran viskositas dan perubahan kadar tanin. Data yang diperoleh, selanjutnya dianalisis menggunakan software R versi 3.1.0. untuk melihat signifikansi perbedaan dari data yang diperoleh. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk dilakukan untuk data daya sebar 48 jam, viskositas 48 jam, viskositas 4 minggu penyimpanan, kadar tanin 48 jam, dan kadar tanin 4 minggu penyimpanan. Data dikatakan terdistribusi normal apabila p-value > 0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji Levene’s Test, jika value > 0,05 maka data dikatakan memiliki kesamaan varians. Untuk melihat pengaruh peningkatan konsentrasi gliserin terhadap sifat fisis, dilakukan analisis statistik menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%, dan dilanjutkan uji post hoc menggunakan uji T tidak berpasangan untuk mengetahui signifikansi perbedaan sifat fisis dari 4 formula gel antioksidan ekstrak daun jambu biji. Hasil uji post hoc menggunakan T tidak berpasangan dikatakan data dua kelompok berbeda signifikan bila p-value < 0,05. Untuk melihat pengaruh peningkatan konsentrasi gliserin terhadap stabilitas sediaan (pergeseran viskositas dan perubahan kadar tanin), digunakan uji T berpasangan. Data antar dua kelompok yang dibandingkan dikatakan berbeda signifikan bila p-value < 0,05.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Selain data-data di atas, data iritasi primer dapat dijadikan data pendukung dalam penelitian ini. Data iritasi primer didapatkan dengan pengamatan secara visual, ditentukan terjadinya eritema dan edema diberi skor menggunakan Tabel III dan Tabel IV digunakan untuk menunjukkan kriteria iritasi menggunakan persamaan. Tabel III. Sistem klasifikasi untuk reaksi kulit (Benson dan Watkinson, 2012) Reaksi eritema Skor Tidak ada eritema 0 Eritema yang sangat ringan (hampir tidak kelihatan) 1 Eritema yang dapat didefinisikan dengan baik atau cukup 2 Eritema sedang hingga berat 3 Eritema berat (beet redness) sampai pembentukan sedikit eschar 4 (luka mendalam) Reaksi edema Skor Tidak ada edema 0 Edema sangat ringan (hampir tidak kelihatan) 1 Erema ringan (area meluas dengan peningkatan tertentu) 2 Edema sedang (meluas >1mm) 3 Edema berat (meluas >1mm dan meluas sampai ke area di luar 4 paparan) Total skor yang mungkin untuk iritasi primer 8 Indeks iritasi primer untuk sediaan juga dihitung dengan rumus sebagai berikut : Indeks iritasi primer = Σ eritema 24,48,72 jam + Σ edema 24,48,72 jam jumlah hewan uji Tabel IV. Interpretasi nilai Primary Irritation Index (PII) (Benson dan Watkinson, 2012) Primary Irritation Index (PII) Interpretasi mengenal bahan uji <2 Tidak mengiritasi 2-5 Iritan sedang >5 Iritan berat

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identifikasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Identifikasi bertujuan untuk memastikan kebenaran identitas ekstrak daun jambu biji yang akan digunakan. Ekstrak daun jambu biji yang digunakan berasal dari PT. Industri Jamu Borobudur Semarang yang telah melalui uji identifikasi dan dibuktikan dengan Certificate of Analysis (CoA) (Lampiran 1). Ekstrak daun jambu biji yang diperoleh berbentuk serbuk halus, berwarna coklat tua, bau aromatik, dan rasa pahit. Ekstrak daun jambu biji menunjukkan kesesuaian dengan Certificate of Analysis (CoA) (Lampiran 1), sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun jambu biji dari PT. Industri Jamu Borobudur Semarang adalah benar ekstrak daun jambu biji. B. Identifikasi Tanin dalam Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Secara Kualitatif Untuk mengetahui ada tidaknya kandungan tanin dalam ekstrak daun jambu biji maka dilakukan secara kualitatif menggunakan gelatin dan FeCl3. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya tanin pada sampel. Tabel V. Hasil uji kualitatif tanin Jenis Pereaksi Sampel + NaCl + gelatin + NaCl + FeCl3 Asam tanat Endapan putih Hitam kebiruan Ekstrak daun jambu biji Endapan putih Hitam kebiruan Keterangan : + menunjukkan adanya tanin pada sampel Hasil + + Menurut Robinson (1995) adanya endapan putih karena sifat tanin yang dapat menggumpalkan protein dari gelatin. Sedangkan terbentuknya kompleks 31

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berwarna hitam kebiruan karena gugus fenol dari struktur tanin berikatan dengan FeCl3. C. Pembuatan Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Pada penelitian ini, daun jambu biji diformulasikan dalam sediaan gel dengan variasi peningkatan konsentrasi gliserin untuk melihat pengaruhnya terhadap sifat fisis dan stabilitas, yang meliputi viskositas dan daya sebar. Faktor yang menjadi perhatian pada pembuatan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji ini adalah humectant yang digunakan, di mana humectant merupakan bagian yang sangat berpengaruh terhadap kualitas fisis dari sediaan gel. Penelitian ini menggunakan gliserin sebagai humectant. Humectant menjaga kestabilan gel terutama saat penyimpanan dengan cara mengabsorbsi air dari lingkungan dan penguapan air dari sediaan. Selain sebagai humectant, gliserin dapat berfungsi sebagai emolien, meningkatkan elastisitas kulit serta memperbaiki kelembutan sediaan sehingga lebih nyaman untuk digunakan. Gelling agent yang digunakan pada formula gel ini adalah carbopol 940 dengan konsentrasi 1%, di mana termasuk dalam rentang konsentrasi yang biasa digunakan sebagai gelling agent yaitu 0,5 - 2 %. Carbopol 940 memiliki beberapa kelebihan seperti aman dan efektif, tidak mempengaruhi efek biologis zat aktif, dan sifat thickening yang sangat baik sehingga banyak digunakan dalam produk topikal (Hosmani, Thorat, Katsure, 2006). Carbopol dengan konsentrasi 1% b/v pada saat didispersikan dalam air memiliki pH 2,5 – 3,0 yang bersifat sangat asam 32

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 sehingga perlu ditambahkan basa amin untuk menaikkan pH sediaan agar didapat pH 5 – 6,5, dimana merupakan rentang pH kulit. Basa amin yang digunakan adalah trietanolamin (TEA). Penambahan trietanolamin untuk menetralkan sifat asam dari carbopol sehingga dapat membantu carbopol 940 untuk uncoiled. Mekanisme carbopol 940 untuk uncoiled adalah penetralan gugus asam karboksilat pada rantai polimer yang mengakibatkan terbentuknya muatan negatif di sepanjang rantai polimernya. Adanya gaya tolak-menolak antar muatan negatif menyebabkan carbopol 940 benar-benar uncoiled ke dalam struktur yang lebih luas, sedangkan rantai carbopol 940 tetap terjalin satu sama lain menghasilkan matrik tiga dimensi yang membentuk gel yang sangat kental dalam waktu seketika (Suhaime, Tripathy, Mohammed, dan Majeed, 2012). Pada penelitian ini ekstrak daun jambu biji yang digunakan sebanyak 3 gram ekstrak cair. Propilen glikol pada formula ini digunakan sebagai enhancer dengan konsentrasi 5%. Karena gel yang dibuat termasuk hidrogel yang sebagian besar mengandung air sehingga rentan dengan pertumbuhan mikroba maka ditambahkan metil paraben sebagai pengawet. Metil paraben yang digunakan sebanyak 0,1% dan masih diperbolehkan dalam kosmetik, berdasarkan keputusan Badan POM No. HK. 00.05.4.1745. Gel antioksidan esktrak daun jambu biji dibuat dengan bantuan mixer untuk mencampurkan massa gel dengan bahanbahan lain dalam formula menggunakan kecepatan putar skala satu selama 3 menit, karena dengan kecepatan putar rendah dan waktu pengadukan yang singkat sudah membentuk massa gel dengan konsistensi yang baik.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 D. Uji Sifat Fisis Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Uji sifat fisis dilakukan untuk menjamin kualitas dari sediaan yang telah dibuat serta mendapatkan suatu sediaan yang memenuhi syarat sediaan yang baik, Uji sifat fisis yang dilakukan meliputi organoleptis, pH, daya sebar dan viskositas. Uji sifat fisis dilakukan 48 jam setelah pembuatan. Hal ini dimaksudkan bahwa waktu setelah 48 jam gel telah membentuk sistem yang stabil, di mana matrikmatrik penyusun gel sudah menempati posisinya tanpa dipengaruhi oleh energi dan gaya geser selama proses pembuatan sehingga tidak mempengaruhi hasil pengujiannya. 1. Uji organoleptis dan pH Uji organoleptis dilakukan dengan mengamati warna dan bau dari sediaan gel 48 jam setelah pembuatan dan 4 minggu penyimpanan, serta dilakukan uji pH menggunakan pH universal stick. Tabel VI. Hasil uji organoleptis dan pH 48 jam jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan Kriteria F1 F2 F3 F4 F1 F2 F3 F4 Warna coklat coklat coklat coklat coklat coklat coklat coklat Bau khas khas khas khas khas khas khas khas pH 6 6 6 6 6 6 6 6 Keterangan : F1 (Gliserin 0%), F2 (Gliserin 7,5%), F3 (Gliserin 15%), F4 (Gliserin 30%) Berdasarkan Tabel VI, hasil uji organoleptis dan uji pH 48 jam setelah pembuatan dan 4 minggu penyimpanan, tidak mengalami perubahan dari warna, bau dan pH. pH dari sediaan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji memenuhi pH kulit yaitu antara 4 – 6,5, sehingga sediaan yang dibuat tidak mengiritasi kulit (Baranoski dan Ayello, 2008).

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Tabel VII. Sifat fisis dan stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) Viskositas (d.Pa.s) Daya Pergeseran Formula Sebar (cm) Viskositas (%) 48 jam 4 minggu F1 198,333 ± 7,638 191,667 ± 10,408 3,401 ± 1,613 4,342 ± 0,126 F2 211,667 ± 7,638 205 ± 5 3,122 ± 1,233 4,125 ± 0,1 F3 216,667 ± 7,638 210 ± 5 3,050 ± 1,208 4,108 ± 0,038 F4 255 ± 5 245 ± 5 3,910 ± 1,942 3,858 ± 0,095 2. Uji viskositas Pengujian viskositas dilakukan untuk melihat tahanan sediaan gel untuk mengalir, di mana semakin besar viskositas, maka sediaan gel semakin sulit mengalir karena semakin besar tahanannya. Besarnya suatu viskositas tergantung pada tujuan penggunaan sediaan tersebut. Pada penelitian ini sediaan ditujukan untuk melindungi kulit dari radikal bebas, maka diperlukan sediaan yang mampu bertahan lama di kulit sehingga menghasilkan efek yang diinginkan. Hal tersebut terkait dengan viskositas dan daya lekat dari sediaan yang dibuat, semakin besar viskositas, maka semakin lama daya lekat sediaan pada kulit. Viskositas merupakan karakteristik yang penting karena mempengaruhi pelepasan zat aktif dari sediaan, pengemasan, penyimpanan, dan aplikasi sediaan pada kulit. Viskositas sediaan gel sebaiknya tidak terlalu kental dan terlalu encer. Apabila viskositasnya terlalu kental maka akan sulit diaplikasikan pada kulit secara merata, begitupun sebaliknya viskositas terlalu encer maka saat diaplikasikan pada kulit waktu kontak gel dengan kulit tidak lama.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Viskositas yang diinginkan pada penelitian ini adalah 200 - 300 d.Pa.s. Dari Tabel VII diketahui bahwa formula 1 tidak masuk dalam range viskositas, yaitu 200-300 d.Pa.s., hal ini terjadi karena pada formula 1 tidak digunakan gliserin. Data viskositas yang didapat kemudian dilakukan uji statistik untuk mengetahui apakah peningkatan konsentrasi gliserin memberi pengaruh signifikan terhadap viskositas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji. Pertama-tama dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk melihat apakah data viskositas terdistribusi normal atau tidak. Hasil yang didapat semua formula memiliki p-value > 0,05 sehingga data viskositas terdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji Levene’s test, hasil didapatkan Pr(>F) > 0,05 sehingga disimpulkan bahwa data viskositas memiliki kesamaan varians. Untuk melihat pengaruh peningkatan konsentrasi gliserin terhadap peningkatan viskositas maka akan dianalisis statistik menggunakan ANAVA dengan uji T tidak berpasangan sebagai uji post hoc. Hasil didapatkan terjadi peningkatan viskositas secara signifikan dengan adanya peningkatan konsentrasi gliserin. Gliserin sebagai humectant dapat meningkatkan viskositas dari sediaan karena gliserin mampu mengikat air sehingga cairan tersebut tertahan dan diikat oleh gelling agent. Hal tersebut meningkatkan ukuran molekul dari gelling agent dan menyebabkan terjadinya peningkatan tahanan untuk mengalir (Martin, Swarbrick, dan Cammarata, 1993). Pengukuran viskositas dilakukan kembali setelah 4 minggu penyimpanan untuk melihat pergeseran viskositas. Pergeseran viskositas yang

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 diinginkan adalah kurang dari 10%. Pada Tabel VII semua formula memenuhi syarat pergeseran viskositas kurang dari 10% sehingga dapat disimpulkan bahwa keempat formula memiliki stabilitas yang baik. 3. Uji daya sebar Pengujian daya sebar dilakukan untuk mengetahui kemampuan sediaan menyebar secara merata pada kulit saat diaplikasikan. Pengujian daya sebar penting dilakukan terkait kemudahan aplikasi, penghantaran obat ke tempat aksi, ekstrudabilitas gel dari kemasan, serta penerimaan oleh konsumen (Garg et al., 2002). Menurut Garg et al. (2002) daya sebar berbanding terbalik dengan viskositas, semakin besar viskositas maka daya sebar semakin rendah, dan begitupun sebaliknya semakin rendah viskositas maka daya sebar semakin tinggi. Pengujian daya sebar dilakukan pada 1 gram gel pada kaca bulat berskala yang diberi beban 125 gram dan didiamkan selama 1 menit. Daya sebar dihitung dari rata-rata diameter terpanjang dari empat sisi. Gel yang baik memiliki nilai daya sebar yang tidak terlalu besar maupun terlalu kecil. Apabila daya sebar terlalu besar maka penggunaan sediaan menjadi tidak efektif pada tempat pengaplikasian karena akan menyebar ke bagian lainnya, sedangkan jika daya sebar terlalu kecil maka akan menemui kesulitan saat mengaplikasikan karena sediaan akan sulit menyebar secara merata di kulit. Daya sebar yang diinginkan pada penelitian ini adalah 3-5 cm. Dari Tabel VII diketahui bahwa daya sebar semua formula masuk dalam range

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 daya sebar, yakni antara 3-5 cm, di mana diameter daya sebar kurang dari 5 cm gel bersifat semistiff (semi kaku). Data daya sebar yang didapat kemudian dilakukan uji statistik untuk mengetahui apakah peningkatan konsentrasi gliserin memberi pengaruh signifikan terhadap daya sebar gel ekstrak daun jambu biji. Pertama-tama dilakukan uji normalitas menggunakan uji ShapiroWilk untuk melihat apakah data daya sebar terdistribusi normal atau tidak. Hasil dari uji Shapiro-Wilk didapatkan bahwa p-value > 0,05 sehingga disimpulkan semua data daya sebar terdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji Levene’s test, hasil didapatkan Pr(>F) 0,8213 sehingga disimpulkan bahwa data daya sebar memiliki kesamaan varians. Untuk melihat pengaruh peningkatan konsentrasi gliserin terhadap penurunan daya sebar maka akan dianalisis statistik menggunakan ANAVA dengan uji T tidak berpasangan sebagai uji post hoc. Hasil yang didapat peningkatan gliserin memberikan pengaruh signifikan terhadap daya sebar. Hal tersebut sesuai teori di mana nilai daya sebar berbanding terbalik dengan nilai viskositas sediaan. Semakin tinggi konsentrasi gliserin yang ditambahkan dalam formula maka viskositas semakin besar dan daya sebar semakin kecil, begitupun sebaliknya semakin rendah konsentrasi gliserin maka viskositas semakin rendah dan daya sebar semakin besar. E. Uji Iritasi Primer Draize Test Uji iritasi primer dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keamanan dari sediaan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji saat diaplikasikan pada kulit.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Iritasi primer adalah reaksi yang timbul sesaat setelah diberikan paparan sediaan. Uji iritasi yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode Draize Test, di mana merupakan uji iritasi yang telah mapan dan dapat digunakan sebagai uji iritasi dalam sediaan topikal. Metode Draize Test biasanya menggunakan kelinci karena berdasarkan kulit kelinci lebih sensitif daripada kulit manusia dan lebih aman ketika digunakan untuk penapisan bagi senyawa yang bersifat iritan (Zulkarnain, Meiroza, Aliva, 2013). Pengujian dilakukan dengan mengoleskan gel pada punggung kelinci yang telah dicukur dan dibersihkan bulunya. Kemudian diamati eritema dan edema yang mungkin terjadi pada punggung kelinci selama 24, 48, dan 72 jam setelah pengaplikasian gel, kontrol positif, dan kontrol negatif. Kontrol positif digunakan untuk membandingkan bahan-bahan yang telah terbukti mengiritasi kulit dengan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji. Kontrol negatif dimaksudkan untuk membandingkan apakah terjadi iritasi atau tidak antara kulit normal dan kulit yang diberi sediaan (gel dan kontrol positif). Hasil menunjukkan formula 1, 2, 3, dan 4 tidak terdapat eritema dan edema pada punggung kelinci setelah pemaparan 24 jam sampai 72 jam dan memberikan indeks iritasi primer bernilai 0 (Lampiran 7), sedangkan hasil kontrol positif menggunakan sodium lauryl sulphate (SLS) 2% terjadi edema dan diberi skor 2. Hasil tersebut menunjukkan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji formula 1, 2, 3, dan 4 tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan aman digunakan sebagai sediaan kosmetik topikal.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 F. Penetapan Kadar Tanin dalam Ekstrak dan dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Secara Spektrofotometri Ultraviolet-Visibel Tanin merupakan komponen utama dalam daun jambu biji. Pada penelitian ini, penetapan kadar tanin akan dilakukan menggunakan spektrofotometri ultraviolet-visibel, tanin akan direaksikan dengan pereaksi Folin denis yaitu reagen pembentuk warna yang dimaksudkan agar serapannya dapat dibaca di daerah panjang gelombang ultraviolet-visibel. Antara tanin dan pereaksi Folin denis terjadi reaksi redoks, sehingga tanin akan mereduksi asam fosfomolibdat dalam Folin denis menjadi fosfomolibdenim, di mana selama proses oksidasi terbentuk warna biru dan dapat menyerap sinar pada daerah panjang gelombang ultraviolet-visibel (Saxena, Garima, Akash, Kamlesh, dan Vishwakarma, 2013). 1. Penetapan operating time (OT) Penetapan operating time (OT) bertujuan untuk mengetahui lama waktu yang dibutuhkan asam tanat bereaksi dengan pereaksi Folin denis untuk mencapai absorbansi yang konstan. Penetapan OT menggunakan tiga konsentrasi asam tanat yaitu 5, 7 dan 9 µg/mL dan dilakukan replikasi sebanyak 3 kali. Pengukuran absorbansi dari setiap konsentrasi dilakukan setiap 5 menit selama 30 menit pada λ 760 nm. Hasil pengukuran OT menunjukkan kestabilan absorbansi setelah mencapai waktu 10 menit. Waktu ini digunakan untuk menetapkan panjang gelombang maksimum, membuat kurva baku dan menetapkan kadar tanin dari ekstrak daun jambu biji.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Operating Time (OT) Absorbansi 0,6 0,4 0,2 5 µg/mL 0 7 µg/mL 0 5 10 15 20 25 30 35 9 µg/mL Waktu (menit) Gambar 8. Operating time asam tanat rata-rata 3 replikasi 2. Penetapan panjang gelombang maksimum Penetapan panjang gelombang maksimum dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan besarnya panjang gelombang yang memberikan absorbansi maksimum antara asam tanat dan pereaksi Folin denis yang telah direaksikan selama 10 menit. Penentuan panjang gelombang maksimum asam tanat, digunakan larutan asam tanat dengan tiga konsentrasi yaitu 5, 7 dan 9 µg/mL pada panjang gelombang visibel 600-800 nm. Penggunaan tiga konsentrasi 5, 7 dan 9 µg/mL mewakili konsentrasi rendah, tengah dan tinggi sehingga diharapkan dapat merepresentasikan panjang gelombang maksimum dari konsentrasi yang berbeda. Pengukuran absorbansi larutan uji dilakukan pada 𝜆maks karena akan diperoleh sensitivitas maksimum, di mana sedikit perubahan konsentrasi akan memberikan perubahan absorbansi yang cukup besar.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel VIII. Hasil scanning panjang gelombang maksimum asam tanat Konsentrasi asam λ maksimum (nm) λ maksimum rata-rata (nm) tanat (µg/mL) 5 730 7 739,5 723.5 9 701 Dari hasil scanning dengan tiga konsentrasi tersebut, didapatkan panjang gelombang maksimum rata-rata sebesar 723,5 nm. 3. Pembuatan kurva baku asam tanat Pembuatan kurva baku bertujuan untuk mengetahui hubungan antara absorbansi (y) dengan konsentrasi asam tanat (x) dalam persamaan garis linier. Pembuatan kurva baku dalam penelitian ini menggunakan 6 konsentrasi larutan asam tanat. Kurva baku dibuat dengan konsentrasi 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 µg/mL, dan dilakukan 3 kali replikasi pada masing-masing konsentrasi sehingga didapat 3 persamaan garis linear kurva baku asam tanat. Seri konsentrasi yang digunakan pada kurva baku asam tanat dipilih berdasarkan nilai absorbansi dari larutan asam tanat yang didapat, yaitu 0,2 0,5, di mana semakin besar konsentrasi maka absorbansinya semakin besar. Menurut Gandjar dan Rohman (2007) hendaknya absorban yang terbaca pada spektrofotometer yaitu 0,2 sampai 0,8, sehingga nilai absorbansi yang didapat sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Berdasarkan hasil pengukuran absorbansi seri konsentrasi baku asam tanat diperoleh data seperti pada tabel IX. Tabel IX . Kurva baku asam tanat Konsentrasi Asam Tanat (µg/mL) Absorbansi 0,2762 3,92 0,3118 4,90 0,3540 5,88 0,4005 6,86 0,4309 7,84 0,4622 8,82 0,039x+0,1249 Y 0,9975 r Persamaan kurva baku yang didapat, akan digunakan untuk menetapkan kadar tanin dalam ekstrak dan dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). persamaan kurva yang digunakan yaitu y = 0,039x + 0,1249 dengan nilai r = 0,9975. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan nilai presisi pada pengerjaan kurva baku asam tanat yang dinyatakan dengan nilai % CV, semakin kecil % CV maka nilai presisi semakin tinggi. Menurut Kingston (2004) nilai % CV yang baik adalah ≤ 20% untuk rentang konsentrasi < 0,1%. Berdasarkan nilai % CV dari data hubungan antara konsentrasi asam tanat dengan absorbansi diperoleh % CV ≤ 20%, dimana % CV asam tanat berada pada rentang 1,694 – 9,812 %. Sehingga dapat disimpulkan metode ini memiliki presisi yang baik karena memenuhi persyaratan yang ditetapkan dengan % CV ≤ 20%.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Tabel X. Hasil %CV kurva baku asam tanat Rerata Konsentrasi (µg/mL) Rerata Absorbansi SD 3,893 0,2484 0,0264 4,867 0,2932 0,0161 5.840 0,3357 0,0192 6,813 0,3804 0,0175 7,787 0,4172 0,0138 8,760 0,4554 0,0077 4. %CV 9,812 5,497 5,705 4,594 3,296 1,694 Penetapan kadar tanin dalam ekstrak dan dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) Tujuan dilakukan penetapan kadar tanin adalah mengetahui kadar tanin yang terdapat dalam ekstrak dan dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji yang dibuat. Untuk kadar tanin dalam ekstrak daun jambu biji didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel XI. Kadar tanin dalam ekstrak daun jambu biji Kadar tanin ekstrak daun Replikasi Absorbansi 𝒙 ± SD jambu biji (%) Replikasi 1 0,2163 11,58 Replikasi 2 0,2188 12,06 11,32 ± 0,899 Replikasi 3 0,2053 10,32 Untuk melakukan penetapan kadar tanin dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji, langkah awal yang dilakukan adalah pemecahan gel terlebih dahulu. Sediaan gel dipecah menggunakan HCl 1M untuk merusak struktur gel. Alasan penggunaan asam kuat (HCl) karena carbopol 940 bersifat inkompatibel dengan asam kuat (Rowe et al, 2009). Kemudian untuk menarik tanin dari sediaan dilakukan dengan liquid-liquid extraction (LLE). Ekstraksi dilakukan menggunakan etil asetat sehingga diharapkan tanin berada dalam fase etil asetat. Hasil ekstraksi terbentuk dua fase di mana fase

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 atas yang mengandung etil asetat dan tanin yang diambil. Fase etil asetat kemudian ditambahkan NaCl 5% yang berfungsi memaksimalkan tanin dalam fase etil asetat. Adanya penambahan NaCl menyebabkan terjadinya proses salting out di mana penambahan elektrolit dapat mendorong tanin dalam fase air menuju fase etil asetat. Hasil dari ekstraksi diuapkan di atas waterbath sampai didapatkan ekstrak kering, yang kemudian dilarutkan dengan aquabidestillata ke dalam labu ukur 10,0 mL. Hasil kadar tanin dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji dapat dilihat pada tabel XII. Tabel XII. Kadar tanin dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) Formula 48 jam setelah pembuatan (%) 4 minggu penyimpanan (%) 0,0162 ± 0,0002 0,0162 ± 0,0005 F1 -05 0,0168 ± 5,7735.10 0,0171 ± 0,0003 F2 0,0177 ± 0,0001 0,0181 ± 0,0003 F3 0,0185 ± 0,0005 0,0184 ± 0,0036 F4 Hasil penelitian didapatkan kadar tanin dalam ekstrak daun jambu biji lebih besar dibandingkan kadar tanin dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji, hal ini disebabkan karena penggunaan pelarut untuk menarik tanin dalam sediaan yang kurang tepat saat proses pemecahan gel menggunakan liquid-liquid extraction (LLE). Selain itu karena sifat tanin yang polar maka tanin lebih banyak berada di fase air dibandingkan fase etil asetat. Sehingga perlu diganti menggunakan pelarut yang sesuai yang dilihat dari kelarutan tanin agar diperoleh kadar tanin yang tepat dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 G. Stabilitas Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Stabilitas sediaan dilakukan untuk melihat kestabilan dari sediaan yang telah dibuat selama 4 minggu penyimpanan. Stabilitas sediaan dilihat dari pergeseran viskositas dan perubahan kadar tanin dengan adanya variasi konsentrasi gliserin yang digunakan dalam pembuatan gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Formula Formula 1 Formula 2 Formula 3 Formula 4 Tabel XIII. Hasil uji T berpasangan p-value Pergeseran Viskositas Perubahan Kadar Tanin 0,0572 1 0,0572 0,1885 0,0572 0,0927 0,0742 0.8026 Keterangan : Pergeseran viskositas : viskositas 48 jam setelah pembuatan dan 4 minggu penyimpanan. Perubahan kadar tanin : kadar tanin 48 jam setelah pembuatan dan 4 minggu penyimpanan. 1. Pergeseran viskositas Pergeseran menggambarkan viskositas stabilitas dari adalah salah sediaan yang satu parameter telah dibuat untuk selama penyimpanan, karena viskositas suatu sediaan cenderung menurun selama penyimpanan. Salah satu ketidakstabilan yang mungkin terjadi selama penyimpanan adalah sineresis yaitu lepasnya pelarut (medium) dari sistem gel di mana matrik gel mengalami relaksasi sehingga terjadi penyusutan ruang antar matrik dan menyebabkan perubahan viskositas. Hal tersebut dapat terjadi karena perubahan suhu atau kelembaban selama penyimpanan,

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 kontaminasi mikroorganisme yang menyebabkan degradasi komponen gel, dan inkompatibilitas antar bahan dalam sediaan. Besarnya pergeseran viskositas dinyatakan dalam presentase pergeseran viskositas. Nilai presentase pergeseran viskositas didapat dari selisih viskositas sediaan 48 jam setelah pembuatan dengan viskositas sediaan 4 minggu penyimpanan dibandingkan dengan viskositas sediaan 48 jam setelah pembuatan dikalikan 100%. Semakin presentase besar pergeseran viskositas maka disimpulkan bahwa sediaan yang dibuat tidak stabil selama proses penyimpanan, begitupun sebaliknya jika presentase pergeseran viskositasnya kecil maka sediaan dapat dikatakan stabil selama proses penyimpanan. Untuk mengetahui stabilitas gel dilihat dari pergeseran viskositas secara statistik dilakukan uji T berpasangan. Uji T berpasangan dilakukan pada situasi sebelum dan sesudah 4 minggu penyimpanan untuk tiap formula. Hasil uji T berpasangan menunjukkan semua formula tidak terdapat pergeseran viskositas yang signifikan sebelum dan sesudah 4 minggu penyimpanan (p-value > 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa semua formula memiliki stabilitas fisis yang baik selama 4 minggu penyimpanan. 2. Perubahan kadar tanin Perubahan kadar tanin digunakan untuk mengetahui kadar tanin dalam gel 48 setelah pembuatan dan 4 minggu penyimpanan, apakah terjadi perubahan kadar tanin atau tidak selama penyimpanan. Untuk mengetahui stabilitas gel dilihat dari perubahan kadar tanin dilakukan uji secara statistik

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 menggunakan uji T berpasangan. Hasil uji T berpasangan tidak terdapat perubahan kadar tanin sebelum dan sesudah 4 minggu penyimpanan (p-value > 0,05). Hal menunjukkan bahwa semua formula memiliki kadar tanin yang stabil selama 4 minggu penyimpanan. H. Keterbatasan Penelitian Pada penelitian ini, peneliti menyadari bahwa terdapat beberapa keterbatasan selama penelitian dilakukan, seperti pada uji iritasi primer metode Draize Test, kontrol positif dan kontrol negatif tidak diberikan bersamaan saat pengujian formula seharusnya diberikan dengan waktu yang bersamaan, sehingga diketahui apakah terdapat eritema dan edema setelah diberikan pemaparan baik formula, kontrol positif, dan kontrol negatif. Pada penelitian ini juga tidak dilakukan penentuan recovery kadar tanin ekstrak daun jambu biji seharusnya ditetapkan agar diketahui berapa kadar tanin yang terkandung dalam ekstrak daun jambu biji dibandingkan kadar tanin ekstrak daun jambu biji secara teoritis. Penggunaan etil asetat untuk menarik tanin dari sediaan gel dirasa kurang tepat saat proses pemecahan gel menggunakan liquid-liquid extraction (LLE), sehingga perlu diganti menggunakan pelarut yang sesuai dengan kelarutan tanin agar diperoleh kadar tanin yang lebih banyak, hal tersebut dikarenakan sifat tanin yang polar lebih baik diekstraksi menggunakan pelarut yang polar juga. Selain itu, keterbatasan lainnya pada penelitian ini adalah penentuan panjang gelombang maksimum yang menggunakan rata-rata panjang gelombang maksimum dari tiga konsentrasi yang berbeda, di mana pada konsentrasi 9 µg/mL panjang gelombang

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 maksimum yang didapat jauh berbeda dari konsentrasi 5 dan 7 µg/mL, sehingga lebih baik menggunakan panjang gelombang maksimum konsentrasi tengah (7 µg/mL) yang dapat mewakilkan konsentrasi rendah dan konsentrasi tinggi.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Peningkatan konsentrasi gliserin sebagai humectant memberikan pengaruh terhadap viskositas dan daya sebar gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.), serta tidak memberikan pengaruh terhadap stabilitas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) selama 4 minggu penyimpanan. B. Saran 1. Perlu dilakukan uji aktivitas dari gel antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). 2. Perlu dilakukan optimasi dan validasi metode penetapan kadar tanin daun jambu biji (Psidium guajava L.). 3. Perlu dilakukan pemilihan pelarut yang sesuai untuk menarik tanin dalam sediaan pada proses pemecahan gel sehingga akan didapatkan tanin dalam jumlah yang lebih banyak. 50

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Allen, L.V., 2002, The Art and Science Technolgy of Pharmaceutical Compounding, 2th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington D.C., pp. 301-324. Ansel, C.H., 2005, Introduction to Pharmaceutical Dosage Forms, diterjemahkan oleh Farida Ibrahim, p. 390, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia. Ardhie, M.A., 2011, Radikal Bebas dan Peran Antioksidan dalam Mencegah Penuaan, Scientific Journal Of Pharmaceutical Development and Medical Application, 24(1), pp. 4-9. Arima, H., dan Danno, G., 2002, Isolation of Antimicrobial Compounds from Guava ( Psidium guajava L.) and Their Structural Elucidation, Biosci, Biotechnol, Biochem, 66(8), pp. 1727-1730. Baranoski, S., dan Ayello, E.A., 2008, Wound Care Essentials : Practice Principles, 2nd edition, Lippincot Williams and Wilkins, Philadelphia, p. 51. Barel, O.A., Paye, M., dan Maibach H.I., 2001, Handbook of Cosmetic Science and Technology, Marcel Dekker Inc., USA, pp. 403-413. Baumann, L., dan Saghari, S., 2009, Basic Science of the Epidermis In: Baumann, L., Saghari, S., Weisberg, E., editors. Cosmetic Dermatology Principles and Practice, 2nd edition, The Mc-Graw-Hill Companies, USA, pp. 3-7. Benson, H.A. E., dan Watkinson, A.C., 2012, Topical and Transdermal Drug Delivery: Principles and Practice, John Wiley & Sons. Inc., Hokoben. Brown, R.G., dan Tony, B., 2002, Lecture Notes on Dermatology, Erlangga, Jakarta, p. 5. Chen, H.Y., dan Yen, G.C., 2007, Antioxidant Activity and Free RadicalScavenging Capacity of Extracts from Guava (Psidium guajava L.) Leaves, Food Chemistry, 10(2), pp. 686-694. Desmiaty, Y., Ratih, H., Dewi, M.A., dan Agustin, R., 2008, Penentuan Jumlah Tanin Total pada Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) dan Daun Sambang Darah (Excoecaria bicolor Hassk) secara Kolorimetri dengan Pereaksi Biru Prusia, Ortocarpus, pp. 106-109. Deveda, P., Jain, A., Vyas, N., Khambete, H., dan Jain, S., 2010, Gellified Emulsion For Sustain Delivery of Itraconazole for Topical Fungal Disease, Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 2(1), pp. 104-112. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan RI, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, p. 112. 51

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Djuanda, A., Hamzah, M., Aisah, S., 2003, Anatomi Kulit : Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 3nd edition, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, pp. 3-5. Dwikarya, M., 2006, Merawat Kulit dan Wajah, Kawan Pustaka, Jakarta, p. 7. Fachry, A.R., Arief, R.M.S., Guntur, S., 2012, Kondisi Optimal Proses Ekstraksi Tanin dari Daun Jambu Biji Menggunakan Pelarut Etanol, pp. 69-73. Fauziah, F.F., Unggul P.J., dan Sri, H., 2013, Pengaruh Pemberian Buah Manggis, Buah Sirsak dan Kunyit Terhadap Kandungan Radikal Bebas Pada Daging Sapi yang Diradiasi Dengan Sinar Gamma, Physics Student Journal, 1(1), p 24-31. Gandjar, I. G., dan A. Rohman., 2007, Kimia Farmasi Analisis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, pp. 252-258, 261-262. Garg, A., Aggarwal, D., Garg, S., dan Singla , A.K., 2002, Spreading of Semisolid Formulation : An Update, Pharmaceutical Technology, September 2002, pp. 84-105. Gulcin, I., Uguz, M.T., Oktay, M., Beydemir, S., and Kufrevioglu, O.I., 2004, Evalution of the Antioxidant and Antimicrobial Activities of Clary Sage (Salvia sclarea L.), Turk. J. Agric. For., (28), pp. 25-33. Harry, R. G., 1982, Harry’s Cosmeticology The Principle and Practice of Modern Cosmetics, 6th Ed., Leonard Hill Book, London, pp. 702-705. Herh, Tkachul, Wu, Bernzen, and Rudolph, 1998, Rheology of Pharmaceutical and Cosmetic Semisolid, http://www.atsrheosystems.com/PDF%20files/ Pharmacy%20Paper.pdf, diakses tanggal 20 Maret 2013. Hosmani, A.H., Thorat, Y.S., Katsure, 2006, Carbopol and Its Pharmaceutical Significance: A Review, http://www.pharmainfo.net/reviews/carbopol-andits-pharmaceutical-significance-review, diakses pada 1 Juli 2014. Jain, K., Kataria, S., dan Guruprasad, K.N., 2004, Effect of UV-B Radiation On Antioxidant Enzymes and Its Modulation By Benzoquinone and αtocopherol in Cucumber cotyledons, Current Science, 87(1), pp. 87-90. Kamal, J.V., Rahul, N., Kumar, C.K.A., dan Lakshmi, S.M., 2008, Psidium guajava L. : a review, International Journal of Green Pharmacy, 2(1), pp. 9-12. Kikuzaki, H., Hisamoto, M., Hirose, K., Akiyama, K., dan Taniguchi, H., 2002, Antioxidants Properties of Ferulic Acid and Its Related Compound, J.Agric.Food Chem, 50(7), pp. 2161-2168. Kingston, 2004, Guidelines for The Validation of Analytical methods for Active Constituent, Agricultural and Veterinary Products, Australian Pesticides and Veterinary Medicines Authority, p. 4. Kumalaningsih, S., 2006, Antioksidan Alami-Penangkal Radikal Bebas , Trubus Agrisarana, Surabaya, p. 16.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Liberman, Rieger dan Banker, 1989, Pharmaceutical Dosage Form : Disperse System, Vol ke-2, Marcel Dekker Inc, New York, pp. 495-498. Maheswara, L.L.B., 2010, Optimasi Formula Gel Anti-Ageing Ekstrak Etil Asetat Isoflavon Tempe dengan Carbopol 940 sebagai Gelling Agent dan Propilenglikol sebagai Humectant : Aplikasi Desain Faktorial, Skripsi, Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, p. 23. Martin, A., J. Swarbrick, dan A. Cammarata, 1993, Farmasi Fisik: Dasar-dasar Farmasi Fisik dalam Ilmu Farmasetik, Edisi Ketiga, Penerjemah : Yoshita, Jakarta, UI-Press, pp. 1176-1182. Mbata, T.I., 2010, Antioxidant Nutrients : Beneficial or Harmful, Internet Journal of Food Safety V, 7, pp.29-33. Meenakshi, D., 2013, Emulgel : A Novel Approach to Topical Drug Delivery, Int J Pharm Bio Sci, 4 (1), pp. 847-856. Mohamed, M.I., 2004, Optimization of Chlorphenesin Emulgel Formulation, The American Associatio of Pharmaceutical Scienctist Journal, 6(3), pp. 1-7. Ojewole, J.A., 2005, Hypoglycemic and Hypotensive Effects of Psidium guajava Linn. (Myrtaceae) Leaf Aqueous Extract, Methods and Findings in Experimental and Clinical Pharmacology, (27), pp. 689-695. Ojewole, J.A., 2006, Antiinflammatory and Analgesic Effects of Psidium guajava Linn. (Myrtaceae) Leaf Aqueous Extract in Rats and Mice, Methods and Findings in Experimental and Clinical Pharmacology, 28(7), pp. 441-446. Osborne, D.W., and Amann, A.H., 1990, Topical Drug Delivery Formulations, Marcell Dekker, New York, pp. 383-384. Qadan, F., Thewaini, A.J., Ali, D.A., Afifi, R., Elkhawad, A., and Matalka, K.Z., 2005, The Antimicrobial Activities of Psidium guajava and Junglans regia Leaf Extracts to Acne-Developing Organisms, American Journal of Chinese Medicine., (33), pp. 197-204. Qian, H., dan Nihorimbere, V., 2004, Antioxidant Power of Phytochemicals from Psidium guajava Leaf, Journal of Zhejiang University Science., pp. 5(6), 676-683. Quezada, M., Asencio, M., Valle J.M., dan Aguilera, J.M., 2004, Antioxidant Activity of Crude Extract, Alkaloid Fraction, and Flavonoid Faction from Boldo Peumus boldus Molina Leaves, Food Sci., (69), pp. 371-376. Rahman, D.A., 2009, Optimasi Formula Sediaan Gel Gigi yang Mengandung Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) dengan Na CMC Sebagai Gelling Agent, Skripsi, Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negri Syarifhidayatullah, Jakarta, p. 7. Rattanachaikunsopon, P., dan Phumkhachorn, P., 2010, Contents and Antibacterial Activity of Flavonoids Extracted from Leaves of Psidium guajava, Journal of Medicinal Plants Research, 4(5), pp. 393-396.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Rawling, A.V., Harding, C.R., Watkinson, A., Chandar, P., dan Scott lan R., 2002, Skin Moisturization, Marcel Dekker Inc., New York, pp. 245-263. Robinson, T., 1995, Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, ITB, Bandung, pp. 71-73. Rochmasari, Yulinar, 2011, Studi Isolasi dan Penentuan Struktur Molekul Senyawa Kimia dalam Fraksi Netral Daun Jambu Biji Australia (Psidium guajava L.), Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Jakarta, p. 7. Rowe, R.C., Sheskey, P.J., dan Quinn, M.E., 2009, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th ed, Pharmaceutical Press, London, pp. 110, 283, 441, 592, 754. Rusdiana, T., Boesro, S., dan Ade, K.S., Formulasi Gel Antioksidan dari Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) dengan Menggunakan Aquapec HV-505, Makalah pada Kongres Ilmiah XV ISFI, pp. 1-10. Sarastani, D., Suwarna, T., Apriyanto, A., 2002, Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Biji Atung, Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 8(2), pp.149-156. Saxena, V., Garima, M., Akash, S., Kamlesh, R., Vishwakarma, 2013, A Comparative Study On Quantitative Estimation of Tannins in Terminalia Chebula, Terminalia Belerica, Terminalia Arjuna and Saraca Indica Using Spectrophotometer, Asian J Pharm Clin Res, 6(3), pp. 148-149. Sibuea, P., 2003, Antioksidan Senyawa Ajaib Penangkal Penuaan Dini, Sinar Harapan, Yogyakarta, p. 8. Sing, Y.Y., 2007, Determination of Synthetic Phenolic Antioxidants in Food Items Using HPLC and Total Antioxidants Using Fia Approaches, Thesis, Unversity Sains Malaysia, Penang, pp. 4-5. Sinko, P.J., 2006, Physical Chemical and Biopharmaceutical Principles in the Pharmaceutical Science 5th ed., Lippincott Williams&Wilkins Philadelphia, p. 512. Sudarsono, Gunawan, D., Wahyuono, S., Donatus, I.A., dan Purnomo, 2002, Tumbuhan Obat II : Hasil Penelitian, Sifat-sifat dan Penggunaan, Pusat Studi Obat Tradisional UGM, Yogyakarta, pp. 156-161. Suhaime, I.H.B., Tripathy, M., Mohamed, M.S., dan Majeed, A.B.A., 2012, The Pharmaceutical Applications of Carbomer, Asian Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 2(2), pp. 1-15. Sukmawati, N.M.A., Arisanti, C.I.S., Wijayanti, N.P.A.D., 2013, Pengaruh Variasi Konsentrasi PVA, HPMC, dan Gliserin Terhadap Sifat Fisika Masker Wajah Gel Peel Off Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L), Jurnal Farmasi Udayana, 2(3)pp. 35-42.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Sunarni, T., 2005, Aktivitas Antioksidan Penangkap Radikal Bebas Beberapa Kecambah Dari Biji Tanaman Familia Papilionaceae, Jurnal Farmasi Indonesia, pp. 2, 53-61. Swastika, A. NSP., Mufrod, dan Purwanto, 2013, Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Sari Tomat (Solanum lycopersicum L.), Tradisional Medicine Journal, 18(3), p. 132-140. Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia I, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, pp. 484-485. Taurino, S., Daneida, L., Anna, C., Sonia, L., Vanessa, U., Montserrat, M., et al., 2008, Highly Galloylated Tannin Fractions from Witch Hazel (Hamamelis virginiana) Bark : Electron Transfer Capacity, In Vitro Antioxidant Activity, and Effect on Skin-Related Cells, Chem.Res.Toxicol, 21(3), pp. 696-704. Tranggono, R.I., dan Fatma, L., 2007, Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, p. 13. Vikas, S., Saini, S., Singh, G., Rana, A.C., Joshi, B., 2011, Penetration Enhancers : A Novel Strategy For Enhancing Transdermal Drug Delivery, IJRP, 2(12), pp. 32-36. Voigt, R., 1994, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Edisi ke-5, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, pp. 84-88. Weisberg E., 2002, Antioxidants In: Baumann, L., (Eds), Cosmetic Dermatology Principles and Practice, 2nd edition, Mc-Graw-Hill Companies, USA, pp. 292-311. Winarsi, H., 2007, Antioksidan Alami dan Radikal Bebas, Kanisius, Yogyakarta, p. 19. Yanhendri, S.W.Y., 2012, Berbagai Bentuk Sediaan Topikal dalam Dermatologi, CDK-194, 39(6), p. 426. Yuliani, S., Udarno, L., dan Hayani, E., 2003, Kadar Tanin dan Quersetin Tiga Tipe Daun Jambu Biji (Psidium guajava), Buletin Tanaman Rempah dan Obat, 14(1), pp. 17-24. Zats, J.L., dan Kushla, G.P., 1996, Gels, in Liberman, H.A., Lachman, L., Schwatz, J.B.,(Eds), Pharmaceutical Dosage Forms : Disperse Sistem, Vol 2. 2nd Edition, Marcel Dekker Inc., New York, pp. 408-409. Zulkarnain, A.K., Meiroza, S., dan Aliva, N.L., 2013, Stabilitas Fisik Sediaan Lotion O/W dan W/O Ekstrak Buah Mahkota Dewa Sebagai Tabir Surya dan Uji Iritasi Primer Pada Kelinci, Traditional Medicine Journal, 18(3), pp. 141-150.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 LAMPIRAN

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Lampiran 1. Certificate of Analysis (CoA) Psidium guajava L.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Lampiran 2. Material Safety Data Sheet Psidium guajava L.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Lampiran 3. Ethical Clearance

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Lampiran 4. Pengujian Sifat Fisis dan Stabilitas Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) a. Organoleptis F1 (Gliserin 0%) F2 (Gliserin 7,5%) F3 (Gliserin 15%) F4 (Gliserin 30%) b. Formula 48 jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan 48 jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan 48 jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan 48 jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan Bau khas khas khas khas khas khas khas khas pH F1 F2 F3 F4 c. Warna coklat coklat coklat coklat coklat coklat coklat coklat Formula 48 jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan 48 jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan 48 jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan 48 jam setelah pembuatan 4 minggu penyimpanan pH 6 6 6 6 6 6 6 6 Viskositas 48 jam setelah pembuatan (d.Pa.s) F1 F2 F3 F4 Formula Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3 Viskositas (d.Pa.s) 190 205 200 205 220 210 225 215 210 255 260 250 𝒙 ± SD 198,333 ± 7,638 211,667 ± 7,638 216,667 ± 7,638 255 ± 5

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 d. Viskositas 4 minggu setelah penyimpanan (d.Pa.s) Formula Viskositas (d.Pa.s) 𝒙 ± SD Replikasi 1 180 200 191,667 ± 10,408 F1 Replikasi 2 Replikasi 3 195 Replikasi 1 200 205 205 ± 5 F2 Replikasi 2 Replikasi 3 195 Replikasi 1 215 210 210 ± 5 F3 Replikasi 2 Replikasi 3 205 Replikasi 1 240 250 245 ± 5 F4 Replikasi 2 Replikasi 3 245 e. Pergeseran viskositas (%) a. Formula 1 Viskositas (d.Pa.s) Replikasi 48 jam 4 minggu 1 190 180 2 205 20 3 200 195 Pergeseran 𝒙 ± SD viskositas (%) 5,263 2,439 3,401 ± 1,613 2,5 b. Formula 2 Replikasi 1 2 3 Viskositas (d.Pa.s) 48 jam 4 minggu 205 200 215 205 200 195 Pergeseran 𝒙 ± SD viskositas (%) 2,439 4,651 3,122 ± 1,233 2,5 Viskositas (d.Pa.s) 48 jam 4 minggu 225 215 215 210 210 205 Pergeseran 𝒙 ± SD viskositas (%) 4,444 2,326 3,050 ± 1,208 2.,381 c. Formula 3 Replikasi 1 2 3

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 d. Formula 4 Replikasi 1 2 3 f. Viskositas (d.Pa.s) 48 jam 4 minggu 255 240 260 250 250 245 Daya sebar (cm) Formula Replikasi 1 F1 Replikasi 2 Replikasi 3 Replikasi 1 F2 Replikasi 2 Replikasi 3 Replikasi 1 F3 Replikasi 2 Replikasi 3 Replikasi 1 F4 Replikasi 2 Replikasi 3 Pergeseran 𝒙 ± SD viskositas (%) 5,882 3,846 3,910 ± 1,942 2 Daya sebar (cm) 4,225 4,475 4,325 4,125 4,225 4,025 4,092 4,05 4,15 3,9 3,75 3,925 𝒙 ± SD 4,342 ± 0,126 4,125 ± 0,1 4,108 ± 0,038 3,858 ± 0,095

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Lampiran 5. Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Viskositas Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Viskositas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji 48 jam setelah pembuatan Formula F1 (Gliserin 0%) F2 (Gliserin 7,5%) F3 (Gliserin 15%) F4 (Gliserin 30%) Analisis statistik menggunakan R.3.1.0 Input data viskositas Viskositas (d.Pa.s) 198,333 ± 7,638 211,667 ± 7,638 216,667 ± 7,638 255 ± 5

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Uji normalitas dan kesamaan varian Levene’s test Keterangan : for1, for2, for3, dan for 4 memiliki p-value > 0.05  data normal Keterangan : nilai Pr(>F) > 0.05  memiliki kesamaan varians ANAVA dengan taraf kepercayaan 95%

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Analisis post hoc menggunakan uji T tidak berpasangan Formula 1-2 p-value > 0,05, maka var.equal = T Formula 1-3 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Formula 1-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T Formula 2-3 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Formula 2-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T Formula 3-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Signifikansi perbedaan antar formula berdasarkan p-value p-value Formula 1 Formula 2 Formula 3 Formula 4 Formula 1 Formula 2 0,0993 Formula 3 0,04239* 0,4676 Formula 4 0,00042* 0,00119* 0,00189* *Keterangan : p-value < 0.05  menunjukkan data berbeda signifikan Viskositas gel antioksidan ekstrak daun jambu biji 4 minggu penyimpanan Formula F1 (Gliserin 0%) F2 (Gliserin 7,5%) F3 (Gliserin 15%) F4 (Gliserin 30%) Analisis statistik menggunakan R.3.1.0 Input data viskositas Viskositas (d.Pa.s) 191,667 ± 10,408 205 ± 5 210 ± 5 245 ± 5

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Uji normalitas dan kesamaan varian Levene’s test Keterangan : for1, for2, for3, dan for 4 memiliki p-value > 0.05  data normal Keterangan : nilai Pr(>F) > 0.05  memiliki kesamaan varians

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 ANAVA dengan taraf kepercayaan 95% Analisis post hoc menggunakan uji T tidak berpasangan Formula 1-2 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Formula 1-3 p-value > 0,05, maka var.equal = T Formula 1-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Formula 2-3 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Formula 2-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T Formula 3-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Signifikansi perbedaan antar formula berdasarkan p-value p-value Formula 1 Formula 2 Formula 3 Formula 4 Formula 1 Formula 2 0,1161 Formula 3 0,0514 0,2879 Formula 4 0,0013* 0,0006* 0,0010* *Keterangan : p-value < 0.05  menunjukkan data berbeda signifikan

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 6. Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Pergeseran Viskositas Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Formula F1 (Gliserin 0%) F2 (Gliserin 7,5%) F3 (Gliserin 15%) F4 (Gliserin 30%) Hari ke-2 (d.Pa.s) 198,333 ± 7,638 211,667 ± 7,638 216,667 ± 7,638 255 ± 5 Hari ke-28 (d.Pa.s) 191,667 ± 10,408 205 ± 5 210 ± 5 245 ± 5 Analisis statistik menggunakan R.3.1.0 Input data pergeseran viskositas Analisis post hoc menggunakan uji T berpasangan Formula 1 Keterangan : p-value > 0.05  data tidak berbeda bermakna

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Formula 2 Keterangan : p-value > 0.05  data tidak berbeda bermakna Formula 3 Keterangan : p-value > 0.05  data tidak berbeda bermakna Formula 4 Keterangan : p-value > 0.05  data tidak berbeda bermakna

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Lampiran 7. Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Daya Sebar Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Daya sebar gel antioksidan ekstrak daun jambu biji 48 jam setelah pembuatan Formula F1 (Gliserin 0%) F2 (Gliserin 7,5%) F3 (Gliserin 15%) F4 (Gliserin 30%) Analisis statistik menggunakan R.3.1.0 Input data daya sebar Daya sebar (cm) 4,342 ± 0,126 4,125 ± 0,1 4,108 ± 0,038 3,858 ± 0,095

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Uji normalitas dan kesamaan varian Levene’s test Keterangan : for1, for2, for3, dan for 4 memiliki p-value > 0.05  data normal Keterangan : nilai Pr(>F) > 0.05  memiliki kesamaan varians ANAVA dengan taraf kepercayaan 95%

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Analisis post hoc menggunakan uji T tidak berpasangan Formula 1-2 p-value > 0,05, maka var.equal = T Formula 1-3 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Formula 1-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T Formula 2-3 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Formula 2-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T Formula 3-4 p-value > 0,05, maka var.equal = T

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Signifikansi perbedaan antar formula berdasarkan p-value p-value Formula 1 Formula 2 Formula 3 Formula 4 Formula 1 Formula 2 0,0798 Formula 3 0,0372* 0,8007 Formula 4 0,0060* 0,0285* 0,0132* *Keterangan : p-value < 0.05  menunjukkan data berbeda signifikan

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 8. Uji Iritasi Primer Draize Test Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Formula Formula 1 Formula 2 Formula 3 Formula 4 24 jam Eritema Edema 0 0 0 0 0 0 0 0 48 jam 72 jam Eritema Edema Eritema Edema 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Indeks Iritasi Primer Formula Formula 1 Formula 2 Formula 3 Formula 4 Indeks Iritasi Primer 0 0 0 0 Kategori Tidak mengiritasi Tidak mengiritasi Tidak mengiritasi Tidak mengiritasi

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Lampiran 9. Optimasi Penetapan Kadar Tanin dalam Ekstrak dan dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) 1. Penentuan operating time (OT) asam tanat Konsentrasi 5 µg/mL Absorbansi konsentrasi 5 µg/mL pada λ 760 nm Waktu (menit) replikasi 1 replikasi 2 replikasi 3 5 0,3018 0,3583 0,3191 10 0,3102 0,3671 0,3285 15 0,3147 0,3716 0,3348 20 0,3174 0,3737 0,3375 25 0,3191 0,3749 0,3391 30 0,3199 0,3760 0,3400 OT yang didapat 10 menit Konsentrasi 7 µg/mL Absorbansi konsentrasi 7 µg/mL pada λ 760 nm Waktu (menit) replikasi 1 replikasi 2 replikasi 3 5 0,4213 0,4287 0,3904 10 0,4252 0,4333 0,3979 15 0,4268 0,4354 0,4005 20 0,4283 0,4377 0,4019 25 0,4297 0,4388 0,4028 30 0,4305 0,4402 0,4033 OT yang didapat 10 menit Konsentrasi 9 µg/mL Absorbansi konsentrasi 9 µg/mL pada λ 760 nm Waktu (menit) replikasi 1 replikasi 2 replikasi 3 5 0,4668 0,5018 0,4546 10 0,4707 0,5073 0,4584 15 0,4736 0,5123 0,4611 20 0,4755 0,5146 0,4630 25 0,4767 0,5166 0,4640 30 0,4781 0,5178 0,4658 OT yang didapat 10 menit Rata-rata 0,33 0,34 0,34 0,34 0,34 0,35 Rata-rata 0,41 0,42 0,42 0,42 0,42 0,42 Rata-rata 0,47 0,48 0,48 0,48 0,49 0,49

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 2. Penentuan panjang gelombang serapan maksimum (600-800 nm) a. Spektra asam tanat 5 µg/mL b. Spektra asam tanat 7 µg/mL

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 c. Spektra asam tanat 9 µg/mL

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 3. Pembuatan kurva baku asam tanat a. Konsentrasi seri asam tanat Konsentrasi seri replikasi 1 Bobot asam tanat = 0,0049 g Konsentrasi stok = 4,9 mg 50 mL = 98 µg/mL Seri 1 V1 . C1 = V2 . C2 4 mL . 98 µg/mL= 10 mL . C2 C2 = 39,2 µg/mL Seri 2 V1 . C1 = V2 . C2 5 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 49 µg/mL Seri 3 V1 . C1 = V2 . C2 6 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 58,8 µg/mL Seri 4 V1 . C1 = V2 . C2 7 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 68,6 µg/mL Seri 5 V1 . C1 = V2 . C2 8 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 78,4 µg/mL Seri 6 V1 . C1 = V2 . C2 9 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 88,2 µg/mL Konsentrasi seri replikasi 2 Bobot asam tanat = 0,0049 g Konsentrasi stok = 4,9 mg 50 mL = 98 µg/mL Seri 1 V1 . C1 = V2 . C2 4 mL . 98 µg/mL= 10 mL . C2 C2 = 39,2 µg/mL Seri 2 V1 . C1 = V2 . C2 5 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 49 µg/mL Seri 3 V1 . C1 = V2 . C2 6 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 58,8 µg/mL Seri 4 V1 . C1 = V2 . C2 7 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 68,6 µg/mL Seri 5 V1 . C1 = V2 . C2 8 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 78,4 µg/mL Seri 6 V1 . C1 = V2 . C2 9 mL . 98 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 88,2 µg/mL

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Konsentrasi seri replikasi 3 Bobot asam tanat = 0,0048 g Konsentrasi stok = 4,8 mg 50 mL = 96 µg/mL Seri 1 V1 . C1 = V2 . C2 4 mL . 96 µg/mL= 10 mL . C2 C2 = 38,4 µg/mL Seri 2 V1 . C1 = V2 . C2 5 mL . 96 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 48 µg/mL Seri 3 V1 . C1 = V2 . C2 6 mL . 96 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 57,6 µg/mL Seri 4 V1 . C1 = V2 . C2 7 mL . 96 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 67,2 µg/mL Seri 5 V1 . C1 = V2 . C2 8 mL . 96 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 76,8 µg/mL Seri 6 V1 . C1 = V2 . C2 9 mL . 96 µg/mL = 10 mL . C2 C2 = 86,4 µg/mL b. Kurva baku asam tanat Konsentrasi asam tanat Absorbansi Persamaan (μg/mL) 3,92 0,2762 4,9 0,3118 5,88 0,354 1 y = 0,039x + 0,1249 6,86 0,4005 7,84 0,4309 8,82 0,4622 3,92 0,2383 4,9 0,2834 5,88 0,3373 2 y = 0,043x + 0,0745 6,86 0,3688 7,84 0,4172 8,82 0,447 3,84 0,2307 4,8 0,2844 5,76 0,3158 3 y = 0,046x + 0,0571 6,72 0,3719 7,68 0,4034 8,64 0,4569 Persamaan yang digunakan adalah y = 0,039x + 0,1249 Replikasi Nilai r 0,9975 0,9968 0,9974

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Lampiran 10. Kadar Tanin dalam Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sampel 1 Bobot sampel = 0,01010 g Konsentrasi sampel = Absorbansi = 0,2163 y 10,1 mg = 202 µg/mL 50 mL = 0,039x + 0,1249 0,2163 = 0,039x + 0,1249 x = 2,3436 µg/mL x 10 = 23,436 µg/mL = 0,0234 mg/mL = 2,34 mg/100 mL = 1,17 mg/ 50mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam sampel = 𝟏,𝟏𝟕 𝒎𝒈 𝟏𝟎,𝟏 𝒎𝒈 𝑥 100% = 11,58% Sampel 2 Bobot sampel = 0,00999g Konsentrasi sampel = Absorbansi = 0,2188 y 9,99 mg 50 mL = 199,8 µg/mL = 0,039x + 0,1249 0,2188 = 0,039x + 0,1249 x = 2,4077 µg/mL x 10 = 24,077 µg/mL = 0,0241 mg/mL = 2,41 mg/100 mL = 1,205 mg/ 50mL * 10 adalah faktor pengenceran

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Kadar tanin dalam sampel = 𝟏,𝟐𝟎𝟓 𝒎𝒈 𝟗,𝟗𝟗 𝒎𝒈 𝑥 100% = 12,06% Sampel 3 Bobot sampel = 0,00998 g Konsentrasi sampel = Absorbansi = 0,2053 y 9,98 mg = 199,6 µg/mL 50 mL = 0,039x + 0,1249 0,2053 = 0,039x + 0,1249 x = 2,0615 µg/mL x 10 = 20,615 µg/mL = 0,0206 mg/mL = 2,06 mg/100 mL = 1,03 mg/ 50mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam sampel = 𝟏,𝟎𝟑 𝒎𝒈 𝟗,𝟗𝟖 𝒎𝒈 𝑥 100% = 10,32%

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Lampiran 11. Kadar Tanin dalam Ekstrak Cair Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Bobot ekstrak kering = 20,0 g Konsentrasi ekstrak cair = 20,0 g 100 mL = 0,2 g/mL Pada formula digunakan sebanyak 3 g ekstrak cair Diasumsikan : 3 g ekstrak cair ≈ 3 mL sehingga 3 mL x 0,2 g/mL = 0,6 g = 600 mg ekstrak kering Jadi dalam 3 g ekstrak cair terdapat 600 mg ekstrak kering daun jambu biji Sehingga seharusnya kadar tanin dalam 3 g ekstrak cair : 𝟔𝟎𝟎 𝒎𝒈 𝟏𝟎,𝟎𝟐 𝒎𝒈 𝑥 1,135 mg/𝑚𝐿 = 67,96 mg/ 50 mL = 1,359 mg/ mL

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Lampiran 12. Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Kadar Tanin dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Kadar tanin dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji 48 jam setelah pembuatan Formula 1 replikasi 1 Bobot sampel = 3,006 g Absorbansi = 0,3132 y = 0,039x + 0,1249 0,3132 = 0,039x + 0,1249 x = 4,8282 µg/mL x 10 = 48,282 µg/mL = 482,82 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟒𝟖𝟐𝟖𝟐 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟔 𝒈 𝑥 100% = 0,0161 % Formula 1 replikasi 2 Bobot sampel = 3,007 g Absorbansi = 0,3169 y = 0,039x + 0,1249 0,3169 = 0,039x + 0,1249 x = 4,9231 µg/mL x 10 = 49,231 µg/mL = 492,31 mg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟒𝟗𝟐𝟑𝟏 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟕 𝒈 𝑥 100% = 0,0164 %

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Formula 1 replikasi 3 Bobot sampel = 3,007 g Absorbansi = 0,3137 y = 0,039x + 0,1249 0,3137 = 0,039x + 0,1249 x = 4,8410 µg/mL x 10 = 48,410 µg/mL = 484,10 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟒𝟖𝟒𝟏𝟎 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟕 𝒈 𝑥 100% = 0,0161 % Formula 2 replikasi 1 Bobot sampel = 3,005 g Absorbansi = 0,3221 y = 0,039x + 0,1249 0,3221 = 0,039x + 0,1249 x = 5,0564 µg/mL x 10 = 50,564 µg/mL = 505,64 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = Formula 2 replikasi 2 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟎𝟓𝟔𝟒 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟓 𝒈 Bobot sampel = 3,009 g Absorbansi = 0,3226 y 𝑥 100% = 0,0168 % = 0,039x + 0,1249 0,3226 = 0,039x + 0,1249 x = 5,0692 µg/mL x 10 = 50,692 µg/mL = 506,92 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟎𝟔𝟗𝟐 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟗 𝒈 𝑥 100% = 0,0168 % Formula 2 replikasi 3 Bobot sampel = 3,007 g Absorbansi = 0,3212 y = 0,039x + 0,1249 0,3212 = 0,039x + 0,1249 x = 5,0333 µg/mL x 10 = 50,333 µg/mL = = 503,33 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟎𝟑𝟑𝟑 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟕 𝒈 𝑥 100% = 0,0167 % Formula 3 replikasi 1 Bobot sampel = 3,003 g Absorbansi = 0,3307 y = 0,039x + 0,1249 0,3307 = 0,039x + 0,1249 x = 5,2769 µg/mL x 10 = 52,769 µg/mL = 527,69 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟐𝟕𝟔𝟗 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟑 𝒈 𝑥 100% = 0,0176 %

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Formula 3 replikasi 2 Bobot sampel = 3,002 g Absorbansi = 0,3328 y = 0,039x + 0,1249 0,3328 = 0,039x + 0,1249 x = 5,3308 µg/mL x 10 = 53,308 µg/mL = 533,08 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟑𝟑𝟎𝟖 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟐 𝒈 𝑥 100% = 0,0178 % Formula 3 replikasi 3 Bobot sampel = 3,004 g Absorbansi = 0,3331 y = 0,039x + 0,1249 0,3331 = 0,039x + 0,1249 x = 5,3385 µg/mL x 10 = 53,385 µg/mL = 533,85 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟑𝟑𝟗𝟎 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟒 𝒈 𝑥 100% = 0,0178 % Formula 4 replikasi 1 Bobot sampel = 3,001 g Absorbansi = 0,3376 y = 0,039x + 0,1249 0,3376 = 0,039x + 0,1249 x = 5,4538 µg/mL x 10 = 54,538 µg/mL = 545,38 µg/mL

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟒𝟓𝟑𝟖 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟏 𝒈 𝑥 100% = 0,0182 % Formula 4 replikasi 2 Bobot sampel = 3,009 g Absorbansi = 0,3386 y = 0,039x + 0,1249 0,3386 = 0,039x + 0,1249 x = 5,4795 µg/mL x 10 = 54,795 µg/mL = 547,95 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟒𝟕𝟗𝟓 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟗 𝒈 𝑥 100% = 0,0182 % Formula 4 replikasi 3 Bobot sampel = 3,004 g Absorbansi = 0,3490 y = 0,039x + 0,1249 0,3490 = 0,039x + 0,1249 x = 5,7462 µg/mL x 10 = 57,462 µg/mL = 574,62 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟕𝟒𝟔𝟐 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟒 𝒈 𝑥 100% = 0,0191 %

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Formula rep 1 rep 2 F1 rep 3 rep 1 rep 2 F2 rep 3 rep 1 rep 2 F3 rep 3 rep 1 rep 2 F4 rep 3 Absorbansi 0,3132 0,3169 0,3137 0,3221 0,3226 0,3212 0,3307 0,3328 0,3331 0,3376 0,3386 0,3490 Kadar tanin (%) 0,0161 0,0164 0,0161 0,0168 0,0168 0,0167 0,0176 0,0178 0,0178 0,0182 0,0182 0,0191 𝒙 ± SD 0,0162 ± 0,0002 0,0168 ± 5,7735.10-05 0,0177 ± 0,0001 0,0185 ± 0,0005 Analisis statistik menggunakan R.3.1.0 Input data kadar tanin 48 jam Uji normalitas Keterangan : for 1, for 2, for 3, dan for 4 memiliki p-value < 0.05  data tidak terdistribusi normal

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Kadar tanin dalam gel antioksidan ekstrak daun jambu biji 4 minggu penyimpanan Formula 1 replikasi 1 Bobot sampel = 3,004 g Absorbansi = 0,3204 y = 0,039x + 0,1249 0,3204 = 0,039x + 0,1249 x = 5,0128 µg/mL x 10 = 50,128 µg/mL = 501,28 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟎𝟏𝟐𝟖 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟒 𝒈 𝑥 100% = 0,0167 % Formula 1 replikasi 2 Bobot sampel = 3,008 g Absorbansi = 0,3101 y = 0,039x + 0,1249 0,3101 = 0,039x + 0,1249 x = 4,7487 µg/mL x 10 = 47,487 µg/mL = 474,87 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟒𝟕𝟒𝟖𝟕 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟖 𝒈 𝑥 100% = 0,0158 %

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Formula 1 replikasi 3 Bobot sampel = 3,002 g Absorbansi = 0,3129 y = 0,039x + 0,1249 0,3129 = 0,039x + 0,1249 x = 4,8205 µg/mL x 10 = 48,205 µg/mL = 482,05 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟒𝟖𝟐𝟎𝟓 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟐 𝒈 𝑥 100% = 0,0161 % Formula 2 replikasi 1 Bobot sampel = 3,009 g Absorbansi = 0,3241 y = 0,039x + 0,1249 0,3241 = 0,039x + 0,1249 x = 5,1077 µg/mL x 10 = 51,077 µg/mL = 510,77 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = Formula 2 replikasi 2 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟏𝟎𝟕𝟕 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟗 𝒈 Bobot sampel = 3,002 g Absorbansi = 0,3290 y 𝑥 100% = 0,0170 % = 0,039x + 0,1249 0,3290 = 0,039x + 0,1249 x = 5,2333 µg/mL x 10 = 52,333 µg/mL = 523,33 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟐𝟑𝟑𝟑 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟐 𝒈 𝑥 100% = 0,0174 % Formula 2 replikasi 3 Bobot sampel = 3,003 g Absorbansi = 0,3217 y = 0,039x + 0,1249 0,3217 = 0,039x + 0,1249 x = 5,0462µg/mL x 10 = 50,462 µg/mL = 504,62 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟎𝟒𝟔𝟐 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟑 𝒈 𝑥 100% = 0,0168 % Formula 3 replikasi 1 Bobot sampel = 3,001 g Absorbansi = 0,3340 y = 0,039x + 0,1249 0,3340 = 0,039x + 0,1249 x = 5,3615 µg/mL x 10 = 53,615 µg/mL = 536,15 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟑𝟔𝟏𝟓 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟏 𝒈 𝑥 100% = 0,0179 %

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Formula 3 replikasi 2 Bobot sampel = 3,004 g Absorbansi = 0,3353 y = 0,039x + 0,1249 0,3353 = 0,039x + 0,1249 x = 5,3948 µg/mL x 10 = 53,948 µg/mL = 539,48 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟑𝟗𝟒𝟖 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟒 𝒈 𝑥 100% = 0,0180 % Formula 3 replikasi 3 Bobot sampel = 3,005 g Absorbansi = 0,3401 y = 0,039x + 0,1249 0,3401 = 0,039x + 0,1249 x = 5,5180 µg/mL x 10 = 55,180 µg/mL = 551,80 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = Formula 4 replikasi 1 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟓𝟏𝟖𝟎 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟓 𝒈 Bobot sampel = 3,003 g Absorbansi = 0,3408 y 𝑥 100% = 0,0184 % = 0,039x + 0,1249 0,3408 = 0,039x + 0,1249 x = 5,5359 µg/mL x 10 = 55,359 µg/mL = 553,59 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟓𝟑𝟓𝟗 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟑 𝒈 𝑥 100% = 0,0184 % Formula 4 replikasi 2 Bobot sampel = 3,005 g Absorbansi = 0,3420 y = 0,039x + 0,1249 0,3420 = 0,039x + 0,1249 x = 5,5667 µg/mL x 10 = 55,667 µg/mL = 556,67 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟓𝟔𝟔𝟕 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟓 𝒈 𝑥 100% = 0,0185 % Formula 4 replikasi 3 Bobot sampel = 3,002 g Absorbansi = 0,3392 y = 0,039x + 0,1249 0,3392 = 0,039x + 0,1249 x = 5,4949 µg/mL x 10 = 54,949 µg/mL = 549,49 µg/mL * 10 adalah faktor pengenceran Kadar tanin dalam gel = 𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓𝟒𝟗𝟒𝟗 𝒈 𝟑,𝟎𝟎𝟐 𝒈 𝑥 100% = 0,0183 %

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Formula rep 1 rep 2 F1 rep 3 rep 1 rep 2 F2 rep 3 rep 1 rep 2 F3 rep 3 rep 1 rep 2 F4 rep 3 Absorbansi 0,3204 0,3101 0,3129 0,3241 0,3290 0,3217 0,3340 0,3353 0,3401 0,3408 0,3420 0,3392 Kadar tanin (mg) 0,0167 0,0158 0,0161 0,0170 0,0174 0,0168 0,0179 0,0180 0,0184 0,0184 0,0185 0,0183 𝒙 ± SD 0,0162 ± 0,0005 0,0171 ± 0,0003 0,0181 ± 0,0082 0,0184 ± 1 e-04 Analisis statistik menggunakan R.3.1.0 Input data kadar tanin (28 hari penyimpanan) Uji normalitas Keterangan : for 1, for 2, for 3, dan for 4 memiliki p-value > 0.05  data terdistribusi normal

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Lampiran 13. Pengaruh Konsentrasi Gliserin Terhadap Perubahan Ladar Tanin dalam Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Uji post hoc digunakan uji T berpasangan Formula 1 Keterangan : p-value > 0.05  data tidak berbeda bermakna

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 Formula 2 Keterangan : p-value > 0.05  data tidak berbeda bermakna Formula 3 Keterangan : p-value > 0.05  data tidak berbeda bermakna Formula 4 Keterangan : p-value > 0.05  data tidak berbeda bermakna

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 14. Dokumentasi Asam tanat Asam tanat + NaCl+ gelatin Asam tanat + NaCl+ FeCl3 Ekstrak Ekstrak + NaCl+ gelatin Ekstrak + NaCl+ FeCl3

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 (a) (b) (c) (d) Keterangan : Sifat fisis gel ekstrak daun jambu biji hari ke-2 dengan konsentrasi Gliserin 0% (a), 7,5% (b), 15% (c), 30% (d) (a) (b) (c) (d) Keterangan : Sifat fisis gel ekstrak daun jambu biji hari ke-7 dengan konsentrasi Gliserin 0% (a), 7,5% (b), 15% (c), 30% (d) (a) (b) (c) (d)

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Keterangan : Sifat fisis gel ekstrak daun jambu biji hari ke-14 dengan konsentrasi Gliserin 0% (a), 7,5% (b), 15% (c), 30% (d) (a) (b) (c) (d) Keterangan : Sifat fisis gel ekstrak daun jambu biji hari ke-21 dengan konsentrasi Gliserin 0% (a), 7,5% (b), 15% (c), 30% (d) (a) (b) (c) (d) Keterangan : Sifat fisis gel ekstrak daun jambu biji hari ke-28 dengan konsentrasi Gliserin 0% (a), 7,5% (b), 15% (c), 30% (d)

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 (a) (b) (c) (d) Keterangan : Uji iritasi formula 1 pengamatan 48 jam (a), uji iritasi formula 2 pengamatan 48 jam (b), uji iritasi formula 3 pengamatan 72 jam (c), Uji iritasi formula 4 pengamatan 24 jam (d) Kontrol positif SLS 2% Kontrol negatif aquadest

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 BIOGRAFI PENULIS Penulis skripsi berjudul “Pembuatan Dan Evaluasi Sediaan Topikal Gel Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dengan Gliserin Sebagai Humectant” memiliki nama lengkap Juliana, lahir pada tanggal 04 Juli 1992 di Bandarlampung dari pasangan Somad dan Honthin sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara. Penulis telah menempuh pendidikan formal di TKK BPK PENABUR Bandarlampung pada tahun 1997-1998, SDK BPK PENABUR Bandarlampung pada tahun 1998-2004, SMPK BPK PENABUR Bandarlampung pada tahun 2004-2007, dan SMAK BPK PENABUR Bandarlampung pada tahun 2007-2010. Pada tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Fakultas Farmasi. Selama menempuh pendidikan S1, penulis memiliki pengalaman sebagai asisten praktikum Biokimia (2013). Penulis juga terlibat dalam beberapa kepanitiaan, seperti anggota sie dana dan usaha Pelepasan Wisuda pada tahun 2010 dan anggota sie keamanan dalam acara Pharmacy Performance pada tahun 2011.

(133)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Optimasi formula sediaan gel gigi yang mengandung ekstrak daun jambu biji (psidium guajaya L) dengan Na CMC sebagai gelling agent
4
15
71
Pengaruh kemasan dan goncangan terhadap mutu fisik jambu biji (Psidium guajava L.) selama transportasi
0
9
75
Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.)
0
4
6
Karakteristik selai campuran rumput laut (Gracilaria sp.) dan jambu biji (Psidium guajava L.)
0
9
80
Aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji (psidium guajava L.)
2
26
7
Pemanfaatan agar-agar tepung sebagai texturizer pada formulasi selai jambu biji merah (Psidium guajava L.) lembaran dan pendugaan umur simpannya
11
48
169
Uji aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji
0
12
1
Pengaruh perbandingan Etanol-Air Sebagai Pelarut ekstraksi terhadap perolehan ekstraktif, kadar senyawa fenolat dan aktivitas antioksidan dari daun jambu biji (Psidium guajava Linn).
1
2
7
Proses produksi pembuatan permen jeli jambu biji merah (Psidium guajava L.) COVER
0
0
13
Standar Operasional Prosedur (SOP) perbanyakan benih jambu biji (Psidium guajava L.)
0
0
36
Optimasi formula gel sunscreen ekstrak kering polifenol teh hitam dengan sorbitol dan peg 400 sebagai humectant - USD Repository
0
1
109
Optimasi formula gel antiacne ekstrak daun belimbing wuluh (averrhoa bilimbi, l) dengan carbopol 940 sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humectant - USD Repository
0
0
95
Pengaruh penambahan konsentrasi CMC-Na pada sediaan sunscreen gel ekstrak temu giring (Curcuma heyneana Val.) terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan dengan sorbitol sebagai humectant - USD Repository
0
0
110
Pembuatan dan evaluasi gel anti-ageing ekstrak tempe dengan propilenglikol sebagai chemical penetration enhancer - USD Repository
0
0
147
Optimasi parafin cair sebagai emolien dan gliserin sebagai humektan dalam krim sunscreen ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) menggunakan aplikasi desain faktorial - USD Repository
0
3
90
Show more