TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI

Gratis

0
0
284
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Darti Oktaviani 101134187 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Darti Oktaviani 101134187 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini aku persembahkan untuk :  Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu memberikan kesehatan serta kekuatan kepadaku.  Almamater Sanata Dharma.  Orang tuaku Bapak Sujito dan Ibu Paryati yang selalu mendukungku baik moral maupun material.  Dosen Pembimbingku Ibu Catur dan Ibu Hana yang telah sabar membimbingku dengan penuh cinta kasih.  Adikku Fendy Setiawan dan Oqi Arochman yang selalu membantuku.  Alm. Larah yang menyayangiku sampai pada detik terakhirnya.  Sahabat kecilku Astri, Vallen dan Alfy yang selalu membantuku ketika dalam kesulitan.  Mas Prayet yang sering menasehatiku.  Sahabat-sahabat seperjuanganku, Koko, Afi, Meli, Tina, Bayu, Maya dan Wina yang senantiasa membantu dan memberikan semangat dalam mengerjakan skripsi ini.  Anggota MMC yang tercinta, Koko, Tina, Bayu, Resty, Dwi, Terry, Yuni, Candra, Nurul, Cahyo, Anik, Agnes, Marsel iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Waktu tidak dapat bernegosiasi dengan siapapun, berusahalah sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi-mimpi sebelum kamu terlambat” -Darti Oktaviani- “Proses jauh lebih berharga daripada hasil, proses membuat kita menghargai sebuah perjuangan dan nilai kehidupan” -Darti Oktaviani- “Terkadang kepandaian dapat membuat seseorang cacat sosial ketika tidak mampu mempergunakannya dengan kerendahan hati. -Darti Oktaviani- Hidup ini indah, selalu ada jalan dan kemudahan ketika kita berusaha dan berpasrah kepada Nya. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Darti Oktaviani Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang terpaku pada buku teks. Guru tidak menggunakan alat peraga dalam menyempaikan konsep abstrak matematika yang abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode sensus. Subjek penelitian ini adalah 50 siswa dan 1 guru matematika kelas V SD Negeri Sokowaten Baru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kinerja dan kepentingan. Teknik analisis data adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe I dan Importantce Performance Analysis (IPA). Hasil analisis data PAP Tipe I menunjukkan tingkat kepuasan siswa adalah cukup (rata-rata skor 122,92) dan guru adalah tinggi (164). Hasil analisis data IPA menunjukkan bahwa atribut yang menimbulkan kepuasan menurut siswa adalah mudah mengerti matematika, mudah digunakan, mudah mengerjakan soal, memperbaiki kesalahan, menunjukkan jawaban benar, digunakan berulangkali, dan ada di lingkungan sekitar. Atribut yang menunjukkan kepuasan menurut guru adalah mudah memahami konsep, mudah mengerjakan soal, bentuk menarik, warna menarik, memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6, bermacam warna, membantu memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar, sesuai materi pembelajaran, bahan kuat, digunakan berulangkali, kuat ketika jarang digunakan, tidak mudah rusak, dipaku dengan kuat, tidak melukai, dicat rapi, membantu mengerjakan soal, ukuran proposional, mudah dibersihkan, direkatkan dengan kuat. Kata kunci: tingkat kepuasan, alat peraga matematika, metode Montessori, PAP Tipe I, IPA. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE LEVEL OF STUDENTS’ AND TEACHER SATISFACTION TOWARD THE USE OF MATHEMATIC TEACHING AID BASED ON MONTESSORI METHOD Darti Oktaviani Sanata Dharma University 2014 The background of this research was the learning process that sticks in the use of text book. The teacher does not use teaching aid in explaining mathematic concept in which it is an abstract concept. Therefore, the objective of this research is to find out about the level of students’ and teacher satisfaction towards the mathematic teaching aid. This is a descriptive quantitative research with census method. The research participants are fifty students and a teacher of fifth grade elementary school in “SD Negeri Sokowaten Baru”. The data collection technique was using the questionnaries of performances and importance. The data analysis uses Penilaian Acuan Patokan (PAP) type 1 and Importance Performance Analysis (IPA). Based on the data analysis using PAP type 1, the students’ satisfaction level is sufficient (average=122.92) and the teacher’s satisfaction level is high (average=164). Data analysis using IPA shows the students stated the attribute that arise are easy to understand mathematic, easy to use, easy to answer the question, revising the mistake, showing the correct answer, being used repeatedly, and available to find in their place. In addition, the teacher stated the attribute that shows the importance are easy to understand the concept, easy to answer the question, interesting shape and color, understanding all of the concepts from first up to sixth grade, colorful, helping to revising the mistake, finding the correct answer, in proportion to the learning material, firm material, being used repeatedly, still firm even though rarely used, durable, being nailed strongly, safe, painted neatly, proportional size, easy to clean, and being affixed strongly. In conclusion, the teaching tool Plane Figure be based on Montessori method is appropriate to the students’ and teacher’s expectation. It is because it has good quality. Key words: level of satisfaction, mathematic teaching aid, Montessori method, PAP type 1, IPA. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian sensus ini. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak mungkin selesai jika tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D, selaku dosen pembimbing I, yang telah memberikan arahan, dorongan, semangat, masukan serta sumbangan pemikiran yang peneliti butuhkan untuk menyelesaikan penelitian sensus ini. 4. Andri Anugrahana, S.Pd, M.Pd., selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan bantuan ide, saran, masukan, kritik, serta bimbingannya yang sangat berguna bagi penelitian ini. 5. Kastinah, S.Pd.SD., selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri Sokowaten Baru Banguntapan Bantul yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di kelas V SD Negeri Sokowaten Baru. 6. Mumpuni Bekti, S.Pd, Selaku guru kelas V SD Negeri Sokowaten Baru yang telah memberikan waktu, bantuan untuk melakukan penelitian. 7. Siswa kelas V SD Negeri Sokowaten Baru, yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... iv MOTTO ................................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................ vii ABSTRAK ............................................................................................................. viii ABSTRACT ............................................................................................................ ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xvii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... B. Identifikasi Masalah ........................................................................................... C. Batasan Masalah ................................................................................................. D. Rumusan Masalah .............................................................................................. E. Tujuan Penelitian ................................................................................................ F. Manfaat Penelitian .............................................................................................. G. Definisi Operasional ........................................................................................... 1 5 6 6 7 7 8 BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Pustaka .................................................................................................... 1. Montessori ...................................................................................................... 2. Matematika ..................................................................................................... 3. Alat Peraga ..................................................................................................... 4. Alat Peraga Bangun Datar Berbasis Metode Montessori ............................... 5. Tingkat Kepuasan ........................................................................................... B. Hasil Penelitian yang Relevan ............................................................................ C. Kerangka Berpikir .............................................................................................. D. Hipotesis ............................................................................................................. 10 10 15 18 20 22 34 40 42 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................................... B. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................................ C. Populasi dan Sampel .......................................................................................... D. Variabel Penelitian ............................................................................................. E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................................. F. Instrumen Pengumpulan Data ............................................................................ G. Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................................................. H. Prosedur Analisis Data ....................................................................................... I. Teknik Analisis Data .......................................................................................... J. Jadwal Penelitian ................................................................................................ 43 44 44 45 45 47 50 92 94 99 BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ............................................................................................ B. Hasil Penelitian................................................................................................... C. Pembahasan ........................................................................................................ 101 102 173 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan ......................................................................................................... B. Keterbatasan Penelitian ...................................................................................... C. Saran ................................................................................................................... 187 190 191 DAFTAR REFERENSI ....................................................................................... 192 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan ........................................ 31 Tabel 2.2 Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ............................................ 33 Tabel 3.1 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa dan Guru .................................................................................... 46 Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa dan Guru .................................................................................... 47 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement ................................................................................. 48 Tabel 3.4 Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement.............................................................. 49 Tabel 3.5 Rangkuman Skor Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru .................................................... 52 Tabel 3.6 Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru ..................................................... 53 Tabel 3.7 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru sebelum dan sesudah Expert Judgement ..................................... 55 Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .......................................................................................... 59 Tabel 3.9 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa sebelum dan sesudah Face Validity Siswa ........................................... 61 Tabel 3.10 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru............................................................................................ 64 Tabel 3.11 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru sebelum dan sesudah Face Validity Guru ............................................ 66 Tabel 3.12 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru .......................... 69 Tabel 3.13 Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .................................................................................................... 80 Tabel 3.14 Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen .......................................... 82 Tabel 3.15 Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .......................................................................................... 88 Tabel 3.16 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Siswa ........... 88 Tabel 3.17 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Siswa ........................ 91 Tabel 3.18 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru berdasarkan PAP Tipe I .................................................................................................... 94 Tabel 3.19 Jadwal Penelitian ................................................................................. 99 Tabel 4.1 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAP Tipe I ............ 103 Tabel 4.2 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori................................. 104 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16 Tabel 4.17 Tabel 4.18 Tabel 4.19 Tabel 4.20 Tabel 4.21 Tabel 4.22 Tabel 4.23 Tabel 4.24 Tabel 4.25 Tabel 4.26 Tabel 4.27 Tabel 4.28 Tabel 4.29 Tabel 4.30 Tabel 4.31 Tabel 4.32 Tabel 4.33 Tabel 4.34 Tabel 4.35 Tabel 4.36 Tabel 4.37 Tabel 4.38 Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori ............................................ Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-education ............... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-education ....... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik .......................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik .................. Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi ...................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi .............. Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-correction .............. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction ...... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual .................... Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ............ Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life.................................. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life ......................... Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship.................. Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship ......... Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa ........................ Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ............................................ Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan... Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa ..................................................... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAP Tipe I.............. Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ................................ Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori ............................................ Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-education ................ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-education ........ Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik............................ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik ................... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi ........................ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi ............... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-correction................ Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction ....... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual ...................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ............. Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life ................................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life .......................... Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship ................... Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship .......... xv 105 107 108 109 110 110 111 112 113 114 114 115 116 117 117 118 129 133 135 140 140 141 142 143 144 144 145 146 146 147 148 148 149 150 150 151

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru .......................... Tabel 4.40 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ............................................ Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan ... Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru ....................................................................... xvi 152 163 166 168

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 3.1 Gambar 4.1 Alat Peraga Bangun Datar Berbasis Metode Montessori ................ Papan pertama Bangun Datar Persegi dan Segitiga ........................ Pengaruh Harapan terhadap Kepuasan ............................................ Literatur Map .................................................................................. Diagram Kartesius ........................................................................... Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... xvii 20 21 23 38 98 122 123 124 125 126 127 128 131 156 157 158

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................................... Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................................................... xviii 159 160 161 162 165

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Lampiran 22 Lampiran 23 Surat Keterangan Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas ........... Surat Ijin Penelitian ......................................................................... Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian ............................. Hasil Expert Judgement ................................................................... Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa .................................... Hasil Face Validity Kuesioner untuk Guru ..................................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................................................................................. Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................. Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan .................... Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja................................. Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan ........................ Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................. Output Reliabilitas Total Kuesioner Kepentingan........................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kinerja........ Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kinerja ......... Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kepentingan ..................................................................................... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Siswa ....... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Siswa................................................................................................ Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Guru ........ Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Guru ................................................................................................. Foto Penelitian ................................................................................. xix 196 197 198 199 205 209 212 216 219 221 223 230 238 242 246 249 252 255 258 260 262 263 264

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I akan menguraikan beberapa hal, yaitu latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan penting bagi setiap manusia untuk membuka wawasan tentang bagaimana berbagai ilmu pengetahuan dapat memberikan ide dasar dan inspirasi yang lengkap (Tantang, 2012: 55). Pendidikan adalah sarana utama bagi suatu negara untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam mengikuti perkembangan dunia (Hadiyanto, 2004: 26). Pendidikan yang baik menghasilkan sumber daya manusia yang baik pula serta mampu bersaing dalam dunia secara global. Setiap Negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda, termasuk sistem pendidikan di Indonesia. Indonesia memiliki undang-undang yang mengatur tentang pendidikan. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat I berbunyi “Tiap-tiap warga berhak mendapatkan pengajaran”. Warga negara Indonesia wajib menempuh pendidikan dasar. Pendidikan dasar menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 17 ayat 1 dan 2 adalah pendidikan Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP)(Susanto, 2013: 69). 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang pendidikan yang berfungsi sebagai peletakan dasar-dasar keilmuan dan membantu mengoptimalkan perkembangan anak melalui pembelajaran yang dibimbing oleh guru (Susanto, 2013: vii). Badan Standar Nasional pendidikan menjelaskan bahwa pendidikan Sekolah Dasar (SD) memiliki kurikulum yang memuat delapan mata pelajaran (BSNP, 2007: 8). Delapan mata pelajaran tersebut antara lain, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya, Ketrampilan dan Pendidikan Jasmani. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD). Matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol, maka konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol (Hudojo, 2001: 45). Siswa sekolah dasar berusia sekitar 7-13 tahun berada pada tahap operasional konkret sehingga mengalami kesulitan dalam memahami matematika yang bersifat abstrak (Susanto, 2013: 183). Kemampuan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran matematika masih rendah (Susanto, 2013: 191) Rendahnya kemampuan matematika siswa didukung dengan hasil studi yang dilakukan oleh Trends in Internasional Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 2007 Indonesia berada diurutan 41 dari 48 negara partisipan, Indonesia menempati peringkat ke-7 dari bawah (Ramadhan, 2013: 21). Hasil studi yang dilakukan oleh TIMSS didukung oleh hasil studi yang dilakukan Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa kemampuan matematika para siswa Indonesia menduduki peringkat 2 terbawah dari 65 negara dengan skor 375 dibandingkan dengan rata-rata skor 494 (Organization for

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Economic Cooperation and Development, 2013). Rendahnya kemampuan matematika siswa disebabkan oleh banyak faktor misalnya proses pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif, guru menggunakan metode konvensional seperti ceramah dan terpaku pada buku teks dalam proses pembelajaran sehingga siswa hanya menghafal (Susanto, 2013: 192). Pembelajaran yang terpaku pada buku teks merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan matematika siswa. Hudojo (2001: 207) mengatakan guru sebaiknya tidak terikat ketat dengan pola buku teks dalam mengajar matematika. Hudojo juga mengatakan dalam mengajarkan matematika di lingkungan SD, harus didahului dengan benda-benda konkret (Hudojo, 2001: 208). Pembelajaran matematika yang abstrak diperlukan alat bantu berupa alat peraga yang dapat memperjelas apa yang disampaikan guru sehingga lebih cepat dipahami oleh siswa (Heruman, 2008: 1). Sudjana (2000: 10) mengatakan bahwa alat peraga adalah alat bantu yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Arsyad (2011: 67) mengatakan pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik termasuk dalam memilih alat peraga. Guru perlu memilih alat peraga yang dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi (Arsyad, 2011: 67). Alat peraga yang menarik merupakan salah satu karakteristik dari alat peraga Montessori. Alat peraga Montessori memiliki karakteristik menarik, bergradasi, autocorretion, dan auto-education (Montessori, 2002 : 170-176). Alat peraga yang menarik merupakan alat peraga yang mampu membangkitkan motivasi siswa

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 dalam belajar. Siswa akan belajar menggunakan dengan menyentuh, meraba, memegang, merasakan dan untuk belajar. Alat peraga dibuat lembut dan warna yang ditampilkan cerah. Alat peraga Montessori memiliki rangsangan dengan gradasi yang rasional. Auto-correction, alat peraga Montessori memiliki pengendali kesalahan. Karakteristik alat peraga Montessori yang terakhir adalah auto education. Alat peraga yang diciptakan memungkinkan anak belajar mandiri dan berkembang dalam kegiatan pembelajaran tanpa campur tangan orang dewasa. Alat peraga Montessori merupakan salah satu alat bantu atau benda konkret yang dapat digunakan dalam mempelajari konsep abstrak matematika. Herman (2001: 200) mengatakan konsep yang tertanam baik dalam benak siswa, akan memudahkan konsep-konsep berikutnya menjadi hal yang mudah bagi siswa karena konsep yang dipelajari telah dikuasai. Proses penanaman konsep yang sesuai dengan kemampuan siswa diharapkan akan menimbulkan rasa gembira pada siswa serta dapat menyelasaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Hudojo, 2001: 200). Perasaan gembira merupakan luapan dari emosi yang positif. Emosi yang positif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan (Ratnasari,2011: 117). Siswa dan guru merasa puas ketika alat peraga yang dipakai dalam proses pembelajaran sesuai dengan harapan mereka. Kotler (dalam Tjiptono 2004: 146) mengemukakan kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang telah dirasakan dibandingkan dengan harapan. Wood (2009: 12) mengatakan kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga sangat krusial bagi keberlangsungan proses

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 pembelajaran. Manfaat dari kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga yaitu siswa dan guru akan menggunakan alat peraga kembali, bahkan akan mengajak orang lain untuk ikut menggunakan (Ratnasari & Aksa, 2011: 118). Siswa dan guru mempunyai motivasi yang cukup besar untuk belajar lebih giat, agar kembali mendapatkan hasil yang lebih memuaskan (Daryanto, 2007: 9). Peneliti tertarik untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga Montessori karena dapat mengetahui kualitas alat peraga yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. Peneliti mengambil judul yaitu “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah rendahnya kemampuan matematika siswa disebabkan oleh proses pembelajaran yang terpaku pada buku teks. Guru belum memanfaatkan alat bantu dalam proses pembelajaran. Alat bantu dalam proses pembelajaran yang dimaksud adalah alat peraga. Alat peraga Montessori merupakan alat bantu yang memilki karakteristik yang dapat menarik minat siswa untuk belajar matematika. Alat peraga Montessori dapat digunakan sebagai benda konkret untuk menanamkan konsep abstrak matematika. Alat peraga Montessori dapat menimbulkan kepuasan siswa dan guru dalam proses pembelejaran.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 C. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada tingkat kepuasan siswa dan guru kelas V terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan Bantul. Mata pelajaran matematika dengan standar kompetensi 6. memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun dan kompetensi dasar 6.1 mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar. Pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori menggunakan dua kuesioner yaitu kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kedua kuesioner tersusun atas tujuh indikator yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan workmanship. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah : 1. Bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori? 2. Bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. Mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. F. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diharapkan dari hasil penelitian ini adalah : 1. Bagi siswa Siswa dapat memberikan penilaian terhadap alat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan apa yang dirasakan. 2. Bagi guru Guru dapat memilih alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang sesuai dengan harapan siswa dalam proses pembelajaran. Guru dapat mengetahui kualitas alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 3. Bagi sekolah Sekolah dapat menjadikan alat peraga matematika berbasis metode Montessori sebagai refrensi alat peraga yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. 4. Bagi peneliti Peneliti dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 dapat mengetahui atribut-atribut alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang mempengaruhi kepuasan siswa dan guru. G. Definisi Operasional Peneliti menggunakan beberapa definisi operasional untuk menghindari kesalahan penafsiran pada penelitian ini. Definisi operasional dalam penelitian ini adalah : 1. Tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan siswa dan guru setelah membandingkan kinerja dan harapan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Kepentingan adalah keinginan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 3. Kinerja adalah perasaan siswa dan guru terhadap hasil kerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 4. Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe I adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 5. Importance Performance Analysis (IPA) adalah teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang menunjukkan kepuasan dan ketidakpuasan siswa dan guru terhadap penggunaaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 6. Alat peraga adalah alat bantu yang mengandung konsep yang ingin dipelajari guna mempermudah mempelajari konsep abstrak.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 7. Matematika adalah ilmu yang mempelajari konsep abstrak yang berisi simbol-simbol. 8. Pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah serangkaian kegiatan belajar mengajar yang bertujuan melatih ketrampilan siswa dalam kehidupan sehari-hari menggunakan kosep matematika. 9. Alat peraga matematika adalah alat peraga yang digunakan untuk membantu mengembangkan konsep matematika yang abstrak melalui benda nyata. 10. Metode Montessori adalah metode yang dikembangkan Montessori dengan menggunakan alat peraga untuk memenuhi kebutuhan batiniah siswa sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. 11. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah alat peraga matematika yang dikembangkan oleh Montessori dengan karakteristik alat peraga auto-education, menarik, bergradasi dan auto-correction. 12. Alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori adalah alat peraga untuk menerangkan materi matematika bangun datar untuk mencapai tujuan tertentu. 13. Siswa adalah anak kelas V di SD Negeri Sokowaten Baru yang pernah menggunakan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dalam proses pembelajaran. 14. Guru adalah orang yang menggunakan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori untuk memahami konsep matematika sebelum mengajarkan konsep matematika kepada siswa kelas V SD Negeri Sokowaten Baru.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI Bab II akan menguraikan beberapa seperti, kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah Montessori, Matematika, Alat peraga, Alat peraga Bangu Datar, dan Kepuasan. 1. Montessori Kajian teori Montessori membahas tentang riwayat Montessori, teori perkembangan Montessori, metode pembelajaran Montessori dan karakteristik alat peraga Montessori. a. Riwayat Montessori Maria Montessori lahir pada tanggal 31 Agustus 1870 di kota Chiaravalle, provinsi Ancona, Italia Utara. Usia 26 tahun, Montessori menjadi dokter wanita pertama di dalam sejarah Italia (Crain 2007: 97). Lulus dari sekolah kedokteran, Montessori bekerja di sebuah klinik psikiatrik Universitas Roma dan pekerjaannya yang berhubungan dengan masalah cacat mental sangat membantunya dalam menuangkan gagasan-gagasan pendidikan pada masa-masa yang akan datang. Montessori merupakan ilmuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan. 10

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Tahun 1907, Montessori mendirikan sebuah sekolah yang diberi nama “Casa Dei Bambini” berarti rumah anak. Montessori memiliki sekitar 50 peserta didik yang berasal dari lingkungan kumuh di Lorenzo, Belanda. Tahun 1913 ide-ide Montessori berkembangan dan mengubah arah pendidikan di seluruh dunia. Lima tahun berikutnya Montessori mulai dilupakan karena ide-idenya terlalu ekstrim bagi arus utama paham pendidikan. Tahun 1960-an, karya Montessori di bidang pendidikan menarik perhatian para psikolog, pendidik dan masyarakat umum (Lillard dalam Crain, 2007: 99). Montessori meninggal di Belanda tahun 1952 pada umur 81 tahun. b. Teori Perkembangan Montessori Montessori membagi tahap-tahap perkembangan anak menjadi tiga tahapan yaitu usia 0-6 tahun, 6-12 tahun dan 12–18 tahun (Montessori, 2008: xii). Setiap tahap memiliki karakteristik dan perkembangan yang berbeda. Tahap pertama pada rentang usia 0-6 tahun, tahap ini anak sedang berada pada tahap periode sensitif yaitu masa peka di mana pikiran anak mudah sekali menyerap apa pun yang berada dalam lingkungannya. Tahap ini kecerdasan anak mengalami pembentukan. Keberhasilan dalam tahap ini sangat berpengaruh terhadap tahap berikutnya. Tahap kedua berada pada rentang usia 6-12 tahun, tahap ini anak berada pada periode sensitif pada logika dan pembenaran, imajinasi anak mulai berkembang, kekuatan fisik berkembang secara luas. Tahap ketiga pada rentang usia 12-18 tahun, tahap ini perkembangan anak mengarah pada kematangan fisik. Anak akan berkembang secara bebas dan mandiri untuk mencari tempat dalam lingkup sosial. Lingkup sosial mengajarkan mencari nilai-nilai spriritual yang akan dijadikan sebagai landasan hidup.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Siswa SD menurut teori perkembangan Montessori berapa pada tahap kedua dengan rentan usia 6-12 tahun. Siswa berapa pada periode sensitif dimana mereka sangat peka dengan apa yang ada dilingkungan sekitar. Rasa ingin tahu tentang segala sesuatu yang ada disekitarnya sangat besar. Siswa mulai dapat berimajinasi dan mampu memanipulasi simbol-simbol dalam pembelajaran matematika dengan melihat alat peraga. c. Metode Montessori Metode pengajaran Montessori dibagi menjadi tiga bagian yaitu, pendidikan motorik, sensorik dan bahasa (Montessori, 1965: 50-51). 1) Pendidikan motorik dilatih dengan melakukan gerakan-gerakan seperti berjalan di atas garis, penggunaan kamar mandi, dan penggunaan alat makan (Magini, 2013: 31). 2) Pendidikan sensorial dilatih untuk mengoptimalkan indera penglihatan, penciuman dan perabaan. Indera penglihatan dilatih dengan memperlihatkan anak berbagai jenis bentuk, warna dan ukurannya seperti melihat berbagai warna bunga, jenis bunga dan bentuk bunga. Indera penciuman dilatih dengan berbagai macam pembauan seperti, membaui berbagai macam jenis bunga. Indera perabaan dilatih dengan mengenalkan berbagai objek dengan tekstur yang berbeda. Pendidikan Montessori mengoptimalkan perkembangan panca indera (Magini, 2013: 32). 3) Pendidikan bahasa sangat mungkin dilatihkan kepada anak sejak dini. Kemampuan anak untuk memahami bahasa begitu besar. Anak lebih cepat dalam menguasai bahasa asing. Penelitian ini menggunakan alat peraga Bangun Datar untuk melatih anak dalam mengoptimalkan indera penglihatan dan indera peraba. Siswa dapat mengamati

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 berbagai macam bentuk bangun datar yang berada dalam rak-rak alat peraga. Siswa dapat mengamati berbagai macam sifat bangun datar yang ada dalam rak alat peraga. Indera perabaan dapat dioptimalkan ketika siswa merasakan perbedaan atau persamaan dari sisi-sisi yang dimiliki bangun datar. Siswa dapat menggabungkan antara bangun datar satu dengan yang lainnya sehingga dapat membentuk suatu bangun datar baru. d. Karakteristik Alat Peraga Montessori Montessori mengembangkan berbagai alat peraga dengan beberapa karakteristik. Karakteristik alat peraga Montessori yaitu, menarik, bergradasi, auto-correction, auto-education (Montessori, 2002 : 170-176). Menarik, alat peraga Montessori dibuat dengan memperhatikan pemilihan warna. Alat peraga Montessori dicat dengan warna yang cerah sehingga anak-anak secara spontan anak-anak ingin menyentuh, meraba dan menggunakan alat perga tersebut dalam proses pembelajaran. Alat peraga Montessori juga didisain dengan tujuan mengembangkan potensi anak melalui panca indera (Montessori, 2002: 174). Bergradasi, alat peraga memiliki gradasi rangsangan yang rasional dengan melibatkan penggunaan panca indera (Montessori, 2002: 175). Misalnya balok silinder bergradasi, anak dapat memasukkan balok tersebut dari yang paling kecil hingga paling besar dengan melibatkan indera peraba dan penglihatan. Autocorrection, alat peraga Montessori memiliki pengendali kesalahan. Anak dapat mengetahui ketika telah menggunakan alat peraga dengan benar atau telah melakukan kesalahan tanpa adanya bantuan dari orang lain. Sebagai contoh ketika anak

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 mengangkat kursi dan terdengar suara berderit maka mereka akan segera mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan salah (Montessori, 2002: 170-171). Auto-education, alat peraga Montessori dibuat dan dirancang untuk menumbuhkan kemandirian anak tanpa ada campur tangan dari orang dewasa. Direktris hanya sebagai pengamat dan memberikan pengarahan karena setiap alat sudah mempunyai pengendali kesalahan (Montessori, 2002: 172). Webster’s New World Distionary mengatakan kontekstual berasal dari kata kerja Latin “contexere” yang berarti jalin bersama. Kata “konteks” merujuk pada “keseluruhan situasi, latar belakang, atau lingkungan” yang berhubungan dengan diri sendiri yang terjalin bersama (Johnson, Contextual Teaching & Learning, terjemahan Ibnu, 2010: 83). Alat peraga Montessori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bahanbahan yang berada di lingkungan sekitar sehingga peneliti menambahkan karakteristik kontekstual. Karakteristik yang dimiliki alat peraga Montessori dijadikan landasan utama sebagai indikator dalam pembuatan kuesioner tingkat kepuasan siswa dan guru. Alat peraga bangun datar yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dengan memperhatikan kelima karakteristik alat peraga Montessori. Alat peraga bangun datar dicat dengan berbagai macam warna yang cerah. Alat peraga bangun datar dibuat menggunakan kayu dan triplek yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar. Alat peraga bangun datar memiliki pengendali kesalahan berupa kartu kunci jawaban. Alat peraga bangun datar juga memiliki gradasi materi. Alat peraga bangun datar bisa digunakan dikelas rendah maupun kelas atas yang memiliki materi bangun datar.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 2. Matematika Teori matematika dalam penelitian ini mengkaji tentang pengertian matematika dan pembelajaran matematika di sekolah dasar. a. Pengertian Matematika Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memberikan sumbangan nyata dalam permasalahan kehidupan (Susanto, 2013: 183). Departemen Pendidikan Nasional mengatakan kata matematika berasal dari bahas latin, manthanein atau mathema yang berarti “ belajar atau hal yang dipelajari,” sedangkan dalam bahasa Belanda, matematika disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran (Depdiknas dalam susanto, 2013: 184). Soedjadi (2000: 11) mengatakan matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk. Matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol, konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol (Susanto, 2013: 183). Banyak ahli yang telah memberikan definisi tentang matematika. Matematika merupakan ilmu pasti yang memiliki konsep abstrak. Penanaman konsep matematika sangat diperlukan ketika akan mempelajari matematika. Pemahaman konsep yang benar akan membantu dalam mengaplikasikan konsep matematika dalam permasalahan sehari-hari. Konsep abstrak yang berisi simbol-simbol dapat dijelaskan menggunakan alat peraga. Alat peraga bangun datar matematika berbasis metode Montessori dapat digunakan sebagai manipulasi simbol-simbol. Alat peraga Bangun

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Datar berbasis metode Montessori dapat menolong pemahaman tentang bayangan abstrak bangun datar. b. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Siswa Sekolah Dasar (SD) berumur antara 6 atau 7 tahun, sampai 13 tahun (Heruman, 2008: 1). Piaget (dalam Heruman, 2008: 1) mengatakan siswa SD masih berada pada fase operasional konkret. Kemampuan yang tampak pada fase ini adalah kemampuan berpikir untuk mengoprasikan kaidah-kaidah logika, terkait objek yang bersifat konkret. Siswa SD masih terikat dengan objek konkret yang ditangkap oleh panca indera. Proses pembelajaran matematika yang abstrak, siswa memerlukan alat bantu berupa alat peraga yang dapat memperjelas apa yang akan disampaikan oleh guru sehingga lebih cepat dipahami oleh siswa. Materi matematika dan cara penyampaian materi oleh guru merupakan hal yang penting selain sarana yang ada (Hudojo, 1988: 7). Susanto (2013: 190) menambahkan untuk menyampaikan tujuan pembelajaran matematika, seorang guru hendaknya dapat menciptakan kondisi dan situasi pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif membentuk, menemukan, dan mengembangkan pengetahuannya. Heruman (2008: 2) mengungkapkan konsep-konsep pada kurikulum matematika SD yaitu, penanaman konsep dasar, pemahaman konsep, dan pembinaan ketrampilan. 1) Penanaman konsep dasar yaitu, pembelajaran konsep baru matematika yang belum pernah dipelajari siswa. Kegiatan pembelajaran konsep dasar, dapat menggunakan alat peraga untuk membantu kemampuan pola pikir siswa. 2) Pemahaman konsep bertujuan untuk lebih mendalami kembali penanaman konsep

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 yang telah dipelajari. 3) Pembinaan keterampilan bertujuan agar siswa lebih terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika. Proses pembelajaran yang dilakukan berdasarkan urutan konsep dapat membantu proses pemahaman siswa. Proses pembelajaran melibatkan banyak siswa dengan berbagai macam latar belakang. Guru perlu memahami bahwa kemampuan siswa berbeda-beda, serta tidak semua siswa menyukai mata pelajaran matematika (Heruman, 2008: 2). Arryawan (2011) menyebutkan beberapa cara untuk membangun rasa senang siswa dalam mempelajari matematika yaitu, melalui visualisasi dan peragaan, eksplorasi atau penjelajahan, dan membangkitkan diri anak. 1) Visualisasi atau peragaan yang dilakukan ketika proses pembelajaran akan memberikan pengalaman nyata kepada siswa ketika ikut mencoba. Alat peraga bangun datar matematika berbasis metode Montessori merupakan alat peraga yang bisa digunakan siswa dan guru sebagai visualisasi bangun datar. 2) Eksplorasi atau penjelajahan yang dilakukan akan membuat anak merasa terlibat dan merasakan suatu proses yang nyata, tidak sematamata hanya menghafal rumus. 3) Proses membangkitkan diri anak dapat dilakukan ketika menggunakan alat peraga ataupun saat penjelajahan dilakukan. Siswa yang menguasai beberapa trik tertentu dapat membangkitkan motivasi dan diri siswa tersebut untuk terus belajar matematika.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 3. Alat Peraga Teori alat peraga dalam penelitian ini akan dijabarkan dalam dua subbab yaitu, pengertian alat peraga dan manfaat alat peraga matematika. a. Pengertian Alat Peraga Sudjana (2010: 10) mengatakan bahwa alat peraga adalah alat bantu yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Alat peraga adalah alat yang digunakan dalam pelajaran untuk memudahkan dalam penyampaian materi (Anitah, 2009). Ruseffendi (1979: 2-3) menjelaskan alat peraga merupakan benda riil yang dapat dipindah-pindahkan (dimanipulasikan). Arsyad (dalam Widiyatmoko, 2012 : 53) mengatakan alat peraga pembelajaran menjadi saran komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. Pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa alat peraga merupakan alat yang dapat diperagakan. Alat peraga berfungsi sebagai alat untuk mempermudah penyampaian materi kepada seseorang. Alat peraga membantu pemahaman abstrak menjadi pemahaman yang nyata. Alat peraga dalam penelitian ini adalah alat peraga matematika Bangun Datar berbasis metode Montessori. b. Manfaat Alat Peraga Matematika Alat peraga dapat membantu menanamkan dan mengembangkan konsep abstrak menjadi konsep konkret (Suharjana, 2009: 3). Sudjana (dalam Hartati, 2010: 130) mengungkapkan pnggunaan alat peraga sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif. Penggunaan alat peraga menjadi bagian yang integral dari

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 keseluruhan proses pembelajaran. Alat peraga dapat membantu peserta didik dalam menangkap pengertian yang diberikan guru, sehingga tujuan dan isi pembelajaran dapat tersampaikan. Suharjana (2009: 3) menjelaskan tujuh manfaat dari penggunaan alat peraga matematika yaitu, a) mempermudah dalam memahami konsep matematika. b) Memberikan pengalaman yang efektif bagi siswa dengan berbagai macam kecerdasan. c) Memotivasi siswa untuk menyukai pelajaran matematika. d) Memberikan kesempatan kepada siswa yeng lebih lamban berpikir untuk menyelesaikan tugas dengan berhasil. Siswa yang memiliki kemampuan jauh lebih lamban dari teman yang lain akan terbantu dalam proses pemahaman materi ketika menggunakan alat peraga. e) Memperkaya program pembelajaran bagi siswa yang lebih pandai. Siswa pandai akan memiliki lebih banyak cara dalam menyelesaikan soal matematika. f) Mempermudah abstraksi. Siswa akan lebih mudah memahami konsep abstrak matematika. g) Efisiensi waktu. Waktu yang dibutuhkan untuk menerangkan konsep abstrak menjadi lebih sedikit dengan adanya benda konkret berupa alat peraga. h) Menunjang kegiatan matematika di luar sekolah. Kegiatan belajar yang seharusnya dilakukan di luar sekolah dapat dilakukan dalam sekolah dengan adanya alat peraga. Banyak pendapat yang dikemukaan para ahli tentang alat peraga. Peneliti mengambil kesimpulan bahwa penggunaan alat peraga sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga menjadi benda konkret dalam menjelaskan konsep abstrak matematika. Pemahaman siswa akan jauh lebih

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 terbantu dengan melihat benda yang nyata. Waktu yang dibutuhkan dalam menjelaskan konsep abstrak lebih sedikit dengan adanya alat peraga yang digunakan. Garis besar manfaat pengguanan alat peraga yaitu membantu mempermudah memahami konsep matematika oleh setiap orang yang menggunakan. 4. Alat Peraga Bangun Datar Berbasis Metode Montessori Alat peraga Bangun Datar berbasis Montessori merupakan modifikasi dan pengembangan dari alat peraga matematika Montessori yang bernama Fraction Cabinet (Nienhuis, 2012: 197). Alat peraga bangun datar digunakan untuk mempelajari materi sifat-sifat bangun datar di kelas V semester 2. Materi sifat-sifat bangun datar terdapat pada standar kompetensi 6 yaitu, memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun dan kompentensi dasar 6.1 yaitu, mengidentifikasi sifatsifat bangun datar. Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini merupakan modifikasi dan pengembangan dari alat peraga Montessori. Alat peraga bangun datar tampak pada gambar 2.1. Gambar 2.1 Alat Peraga Bangun Datar Berbasis Metode Montessori

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Gambar 2.1 merupakan alat peraga bangun datar yang terbuat dari kayu dan triplek. Alat peraga bangun datar berbentuk balok dengan ukuran 45cm x 30cm x 20cm. Alat peraga bangun datar dicat berwarna coklat tua. Alat peraga bangun datar memiliki tujuh laci yang terdiri dari papan berisi macam-macam bangun datar. Papan pertama berisi bangun datar persegi dan segi tiga. Papan kedua berisi bangun datar jajar genjang dan trapesium. Papan ketiga berisi bangun datar belah ketupat. Papan keempat berisi bangun datar layang-layang. Papan kelimat berisi bangun datar segilima dan segi enam. Papan keenam berisi bangun datar segi delapan. Papan ketujuh berisi bangun datar segi sepuluh. Papan keenam berisi bangun datar lingkaran. Papan bangun datar dapat dilihat dalam gambar 2.2. Gambar 2.2 Papan Bangun Datar Persegi dan Segitiga Gambar 2.2 merupakan salah satu contoh papan yang berisi bangun datar persegi dan segitiga. Ada tiga bangun datar persegi dan segitiga yang memiliki warna berbeda-beda. Bangun datar persegi berwarna biru tidak dibelah menjadi dua bagian. Bangun datar persegi berwarna merah dibelah menjadi dua bagian yang sama menjadi dua bangun datar persegi panjang. Bangun datar persegi berwarna kuning dibelah

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 menjadi dua bangun datar segitiga sama kaki. Bangun datar segitiga berwarna biru sebagai bangun datar segitiga utuh tidak dibelah. Bangun datar segi tiga berwarna merah dibelah menjadi dua bagian bangun datar segitiga siku-siku. Bangun datar segitiga berwarna kuning dibelah menjadi tiga bangun datar sama kali. Alat peraga bangun datar dilengkapi dengan kartu soal. Kartu soal merupakan soal bangun datar beserta jawaban dari soal tersebut. Soal beserta kunci jawaban berada dalam satu kertas yang dibuat bolak-balik. Kartu pengendali alat peraga bangun datar ditempatkan pada tempat yang terbuat dari kayu. 5. Tingkat Kepuasan Tingkat kepuasan dalam penelitian ini membahas tentang pengertian kepuasan, faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan kepuasan, manfaat kepuasan, pengukuran tingkat kepuasan, Importance and Performance Analysis (IPA), manfaat pengukuran tingkat kepuasan, karakteristik produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan dan indikator tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori “Alat Peraga Bangun Datar” a. Pengertian Kepuasan Sopiatin (2010: 33) mengatakan kepuasan belajar merupakan suatu sikap positif karena harapan sesuai dengan kenyataan yang diterimanya. Sopiatin (2010: 34) menambahkan jika pelayanan yang diterima tidak sesuai, maka akan merasa tidak puas. Kotler (dalam Tjiptono 2004: 146) mengemukakan kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang telah dirasakan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 dibandingkan dengan harapan. Garpesz menambahkan (dalam Laksana 2008: 96) kepuasan merupakan keadaan dimana kebutuhan, keinginan dan harapan dapat terpenuhi melalui pelayanan yang diterima. Pengaruh harapan terhadap kepuasan digambarkan oleh Midie (dalam Sopiatin, 2010: 36). Gambar 2.3 Pengaruh Harapan terhadap Kepuasan Yang didiharapkan Minimal yang didapat Ideal Yang selayaknya Gambar 2.3 menjelaskan ideal yang diharapkan terhadap keadaan minimal yang diterima. Semakin dekat harapan terhadap kondisi ideal maka semakin besar kemungkinan tercapainya kepuasan (Sopiatin, 2010: 37). Pengertian beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang ketika apa yang diharapkan dapat terpenuhi. Kepuasan dalam penelitian ini adalah tingkat perasaan siswa dan guru setelah membandingkan kinerja dan harapan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Guru dan siswa akan merasa puasa apabila alat peraga yang digunakan sesuai dengan harapan yang mereka inginkan. b. Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan yaitu kualitas produk, kualitas pelayanan, emosional dan biaya (Ratnasari & Aksa, 2011: 117). Kualitas produk

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan. Produk dalam penelitian ini adalah alat peraga Bangun Datar Montessori. Siswa dan guru merasa puas ketika produk yang mereka gunakan berkualitas dan dapat memberikan hasil yang maksimal. Kualitas pelayanan alat peraga yang baik akan memberikan kepuasan kepada siswa dan guru. Emosional yang positif dapat dialami siswa dan guru ketika merasa puas dengan alat peraga yang dipakai dalam proses pembelajaran. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat alat peraga juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan. Biaya yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang didapat, siswa dan guru akan merasa puas. Keempat faktor yang mempengaruhi kepuasan menjadi pertimbangan ketika siswa dan guru merasa tidak puas terhadap alat peraga bangun datar Montessori. Rasa tidak puas muncul ketika alat peraga memiliki kualitas produk dan kualitas pelayanan yang rendah. Siswa dan guru merasa tidak puas ketika alat peraga yang digunakan memerlukan biaya banyak untuk perawatan. c. Manfaat Tingkat Kepuasan Wood (2009: 12) mengatakan kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga sangat krusial bagi keberlangsungan proses pembelajaran. Siswa dan guru akan mengoptimalkan penggunaan alat peraga ketika materi dapat tersampaikan dengan baik. Manfaat dari kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga yaitu akan menggunakan alat peraga kembali, bahkan akan mengajak orang lain untuk ikut menggunakan (Ratnasari & Aksa, 2011: 118)

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Manfaat kepuasan adalah dapat meningkatkan dan menjaga jumlah guru dan siswa dalam menggunakan alat peraga (Adisaputro, 2010: 71). Wood (2009: 12) mengatakan upaya menciptakan kepuasan bukanlah proses yang mudah, perlu memperhatikan kebutuhan siswa dan guru terhadap alat peraga. Siswa dan guru membutuhkan alat peraga yang memiliki kualitas tinggi. Alat peraga yang memiliki kualitas tinggi akan menimbulkan rasa percaya yang tinggi oleh penggunanya. Pendapat beberapan ahli dapat disimpulkan bahwa manfaat kepuasan sangat penting. Keberlangsungan penggunaan alat peraga sangat dipengaruhi oleh manfaat yang didapat oleh siswa dan guru. Alat peraga akan terus digunakan apabila siswa dan guru puas terhadap kinerja alat peraga. d. Pengukuran Tingkat Kepuasan Kotler mengemukakan metode untuk mengukur tingkat kepuasan diantaranya sistem keluhan dan saran, ghost shopping, lost customer analysis, dan survei kepuasan pengguna (dalam Tjiptono 2004: 148-150). Sistem keluhan dan saran berorientasi pada seseorang memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan saran, pendapat dan keluhan. Pendapat, keluhan dan saran pengguna barang atau jasa dapat disampaikan melalui kotak saran. Gost shopping adalah cara untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna barang atau jasa dengan meminta bantuan kepada beberapa orang (gost shopper). Gost shopper berperan sebagai konsumen suatu produsen dan pesaingnya. Gost shopper akan mendapatkan informasi mengenai kekuatan, kelemahan, dan cara-cara

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 mengatasi keluhan pengguna barang dan jasa suatu produsen dan pesaingnya berdasarkan pengalamannya saat menggunakan barang dan jasa tersebut. Lost customer analysis dilakukan dengan cara menganalisa penyebab pelanggan berhenti menggunakan produk atau jasa. Cara tersebut akan membuat penyedia produk atau jasa mengetahui alasan dari ketidakpuasan pelanggan. Penyedia produk akan memperbaiki produk tersebut setelah mengetahui penyebab pelanggan berhenti menggunakannya. Metode survey dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu directly reported satisfaction, derived satisfaction, problem analysis dan importance-performance analysis. a) Directly reported satisfaction merupakan pengukuran yang dilakukan dengan item-item spesifik yang menyatakan langsung tingkat kepuasan yang dirasakan siswa dan guru. b) Derived satisfaction dilakukan dengan memberikan pertanyaan mengenai seberapa besar harapan siswa dan guru terhadap layanan alat peraga. c) Problem analysis dilakukan dengan menyuruh siswa dan guru menuliskan masalah yang dihadapi ketika menggunakan alat peraga. d) Importance-performance analysis, dengan teknik siswa dan guru diminta untuk menilai alat peraga. Nilai ratarata tingkat kinerja akan dianalisis di importance-performance matrix/diagram. Matrix/diagram sangat bermanfaat sebagai pedoman perbaikan kerja alat peraga yang berdampak besar pada kepuasan siswa dan guru. Penelitian ini menggunakan teknik importance-performance analysis (IPA) dalam metode survei. Keterbatasan jumlah guru sebagai responden tingkat kepuasan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 menjadi pertimbangan penelitian ini menggunakan metode sensus. Guru yang diteliti sebanyak 1 orang. e. Importance and Performance Analysis (IPA) Chan (2005: 21) menjelaskan bahwa dokumen asli dalam literatur ImportancePerformance Analysis (IPA) diprakarsai oleh Martilla & James pada tahun 1977 dan pertama kali diterapkan pada kepuasan pelanggan dalam industri otomotif. Importance- Performance Analysis (IPA) kemudian semakin berkembang. Dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hawes & Prough pada tahun 1998, Dolinsky & Cuputo pada 1990 pada bidang kesehatan. Pada bidang pariwisata oleh Bush & Ortinau pada tahun 1986, Duke & Persia pada tahun 1996, Uysal dan Howard & Jamrozy pada tahun 1991. Tahun 1998 berkembang pada bidang pendidikan dengan peneltian yang dilakukan Alberty & Mihalik pada tahun 1989 mengenai adult evaluation dan Ross pada tahun 1998 mengenai evaluasi pada fakultas (Chan, 2005: 25). Importance Performance Analysis (IPA) merupakan salah satu teknik untuk menganalisis hubungan antara kinerja dan kepentingan yang diukur (Simpeh, 2013: 5). Chan (2005: 22) menyatakan bahwa “consumer satisfaction is a function of both expectations related to certain important atribut and judgments of attribute performance” yang artinya bahwa kepuasan pelanggan memiliki fungsi yang berkaitan dengan atribut kepentingan dan atribut kinerja. Feng (2005) menambahkan kepentingan adalah gambaran tingkatan kepedulian pelanggan terhadap produk atau jasa dan kinerja adalah menggambarkan spesifikasi tingkat kepuasan pelanggan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 terhadap produk atau jasa. Analisis menggunakan IPA penting dilakukan karena dapat membantu mengidentifikasi atribut yang paling penting bagi pengguna dan memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kepuasan mereka, serta mereka yang memiliki kinerja rendah dan perlu perbaikan (Matzler dalam Simpeh, 2013: 5). Chan (2005: 22-23) menjelaskan bahwa IPA adalah metode evaluasi yang biasanya dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama melakukan pengumpulan atribut untuk item yang sedang dievaluasi. Tahap kedua melakukan pengembangan untuk mengukur atribut. Instumen yang digunakan merupakan gabungan dari setiap item pada daftar atribut dengan dua skala Likert yang berbeda. Skala Likert pertama digunakan untuk memperoleh respon mengenai pentingnya suatu produk atau jasa. Skala Likert kedua digunakan untuk memperoleh respon mengenai kinerja suatu produk. Tahap ketiga adalah perhitungan data yang diperoleh. Data yang diperoleh berupa nilai rata-rata. Nilai rata-rata tersebut dipasangkan untuk setiap atribut, yang diukur pada skala kepentingan dan skala kinerja. Tahap akhir adalah plotting hasil pada diagram kartesius untuk membantu dalam pengambilan keputusan. f. Manfaat Pengukuran Tingkat Kepuasan Tingkat kepuasan pengguna bermanfaat bagi perusahaan sebagai umpan balik dan masukan untuk mengetahui hal-hal yang membuat pengguna merasa tidak puas, sehingga dapat segera dilakukan perbaikan (Tjiptono, 2008). Pengguna akan kembali menggunakan produk tersebut apabila pengguna merasa puas terhadap pelayanan yang diterimanya. Pengguna juga cenderung akan memberikan persepsi yang baik atas produk tersebut kepada orang lain.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Supranto (2006) menjelaskan bahwa terdapat tiga manfaat pengukuran kepuasan. Manfaat pertama adalah untuk mengetahui bekerjanya suatu produk yang berguna untuk menentukan perubahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja produk tersebut. Manfaat kedua adalah untuk mengetahui perubahan yang harus dilakukan agar dapat memperbaiki kekurangan. Manfaat ketiga adalah untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan mengarah kepada perbaikan. Pengukuran tingkat kepuasan siswa penting untuk dilakukan di sekolah karena kepuasan siswa memberikan gambaran mengenai kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Kualitas proses belajar mengajar di sekolah ditentukan oleh kualitas guru, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, suasana belajar, kurikulum yang dilaksanakan dan pengelolaan sekolah (Sopiatin, 2010: 5). Salah satu contoh ketersediaan sarana dan prasarana sekolah adalah penggunaan alat peraga pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Kepuasan siswa terhadap proses belajar mengajar di sekolah diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa manfaat pengukuran kepuasan adalah untuk mengetahui kinerja produk, melakukan perbaikan produk, memastikan perubahan mengarah pada perbaikan kinerja produk. g. Karakteristik Produk yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Garvin (dalam Laksana, 2008: 88) menemukan delapan karakteristik kualitas produk yaitu, Performansi (performance), keistimewaan (feature), kehandalan (realibility), konformansi (conformance), daya tahan (durability), kemampuan pelayanan (servis ability), estetika (aesthetics), kualitas yang dirasakan (perceived

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 quality). a) Performansi (performance) berkaitan dengan aspek fungsional dari produk itu dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan ketika ingin membeli sebuah produk. b) Keistimewaan (feature) merupakan aspek kedua dari performansi yang berkaitan dengan pengembangan. c) Kehandalan (realibility) berkaitan dengan tingkat probabilitas atau kemungkinan suatu produk melaksanakan fungsinya secara berhasil dalam periode waktu tertentu. d) Konformansi (conformance) berkaitan dengan tingkat kesesuaian produk terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. e) Daya tahan (durability) merupakan ukuran masa pakai suatu produk, karakteristik ini berkaitan dengan daya tahan produk. f) Kemampuan pelayanan (servis ability) merupakan karakteristik yang berkaitan dengan dengan kecepatan dan kemudahan serta akurasi perbaikan. g) Estetika (aesthetics) merupakan daya tarik produk terhadap panca indera, estetika berkaitan dengan perasaan seseorang seperti selera dan keelokan. h) Kualitas yang dirasakan (perceived quality) bersifat subjektif yang berkaitan reputasi seseorang menggunakan produk tersebut. Garvin, juran & Gryna (dalam Sethi, 2000) menjelaskan beberapa karakteristik dari kualitas produk baru yaitu estetika (aesthetics), performansi (performance), keawetan (life), kualitas pengerjaan (workmanship) dan keamanan (safety). karakteristik kualitas produk yang diungkapkan para ahli menjadi indikator dalam menyusun kuesioner tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga bangun datar matematika berbasis metode Montessori. Produk yang dimaksud dalam penelitian ini adalah alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 h. Indikator Tingkat Kepuasan Alat Peraga Bangun Datar berbasis Metode Montessori Indikator tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori berdasarkan teori yang dikemukakan oleh beberapa para ahli sesuai dengan kajian literatur. Penyusunan indikator ini melalui penggabungan karakteristik produk lama-baru dan karateristik alat peraga Montessori. Peneliti menyusun indikator tingkat kepuasan bersama kelompok studi dengan bimbingan dosen. Tabel 2.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan Karakteristik Alat Peraga Montessori Auto education 1 Menarik 2 Bergradasi 3 Auto corretion 4 Kontekstual 5 Karakteristik Produk Lama 1 Performansi (performance) Keistimewaan tambahan(feature) 3 Kehandalan (realibility) 1 Daya tahan (durability) 6 Konformasi (conformance)* Estetika (aesthetics) 2 Kemampuan pelayanan (service ability) 7 Kualitas yang dirasakan (perceiced quality) 7 Karakteristik Produk Baru Estetika (aesthetics) 2 Performansi (performance) 1 Keawetan (life) 6 Kualitas pengerjaan (workmanship) 7 Kemanan (safety) 7 Tabel 2.1 memperlihatkan ketiga karakteristik yang digunakan untuk menyusun indikator tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Terdapat 5 karakteristik alat peraga Montessori, 9 karakteristik produk lama dan 5 karakteristik produk baru. Karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru yang memiliki arti sama digabungkan dengan karakteristik alat peraga Montessori. Karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru yang memiliki arti berbeda dengan karakteristik alat

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 peraga Montessori berdiri sebagai indikator baru. Indikator yang memiliki arti sama diberi kode berupa angka yang sama. Peneliti bersama kelompok studi mendapatkan tujuh indikator tingkat kepuasan siswa dan guru. Tujuh indikator tersebut yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan workmanship. Kode nomor 1 adalah indikator auto-education, performance dan reliability. Indikator performance memiliki arti sama dengan indikator auto-education dan reliability yaitu membantu proses pemahaman materi oleh siswa. Kode nomor 2 adalah indikator menarik dan estetika (aesthetics). Persamaan indikator estetika dengan indikator menarik yaitu, berkaitan dengan daya tarik alat peraga terhadap panca indra. Kode nomor 3 adalah indikator bergradasi dan keistimewaan tambahan. Gradasi dalam alat peraga Montessori menjadi keistimewaan dari alat peraga tersebut. Kode nomor 4 adalah indikator autocorrection. Indikator auto-correction berdiri sebagai indikator yang tidak memiliki gabungan dari karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru. Indikator auto-correction memiliki arti setiap alat peraga Montessori mempunyai pengendali kesalahan. Kode nomor 5 adalah indikator kontekstual. Kontekstual dalam karakteristik Montessori berarti alat peraga dibuat menggunakan bahan yang ada di lingkungan sekitar. Indikator kontekstual berdiri sendiri tanpa gabungan dari karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru. Kode nomer 6 adalah kehandalah, daya tahan dan keawetan (life). Ketiga indikator memiliki arti yang sama yaitu, berapa lama alat peraga dapat terus digunakan. Kode nomor 6 tidak dimiliki oleh karakteristik

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Montessori, sehingga ditambahkan sebagai indikator baru dalam indikator tingkat kepuasan. Kode nomor 7 adalah indikator kemampuan pelayanan (servisce ability), kualitas yang dirasakan (perceiced quality), kualitas pengerjaan (workmanship) dan kemanan (safety). Kode nomor 7 memiliki kesamaan arti alat peraga dapat digunakan dengan mudah dan aman. Indikator nomor 7 tidak dimiliki oleh karakteristik alat peraga Montessori, sehingga ditambahkan sebagai indikator baru dalam kuesioner tingkat kepuasan. Tabel 2.2 merupakan tujuh indikator tingkat kepuasan guru dan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tabel 2.2 Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori. No 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Tingkat Kepuasan Alat Peraga Montessori Auto-education Menarik Bergradasi Auto-corretion Kontekstual Life Workmanship Tabel 2.2 merupakan indikator yang diperoleh dari pengabungan tiga karakteristik prosuk lama, produk baru dan karakteristik alat peraga Montessori. Lima indikator atau karakteristik alat peraga Montessori dijadikan indikator utama dalam pembuatan kuesioner tingkat kepuasan. Dua indikator baru diperoleh dari karakteristik produk lama dan karakteristik produk baru. Dua indikator produk lama dan produk baru yaitu, life (daya tahan) dan workmanship.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 B. Hasil Penelitian yang Relevan Contoh penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan penulis adalah : Penelitian yang dilakukan Wahyuningsih (2011) bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan penelitian Two Group Randomized Subject Posttest Only. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Intrumen penelitian yang diberikan berupa tes bentuk uraian. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis. Hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 7,35 kemudian dikonsultasikan pada ttabel pada taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai ttabel = 1,667 Karena thitung > ttabel maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar matematika siswa yang menggunakan pembelajaran model pendidikan Montessori dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran dengan model pendidikan Montessori berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian yang dilakukan Koh & Frick (2010) yaitu meneliti penerapan dukungan untuk kebebasan individu (autonomy support) di sekolah Montessori di Indiana, USA. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik guru yang memiliki autonomy support di dalam kelas Montessori dan bagaimana berpengaruhnya terhadap motivasi intrinsik siswa dalam bekerja. Penelitian ini dilakukan terhadap guru dan asistennya pada sekolah Montessori serta kelas Montessori yang terdiri dari

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 28 siswa yang berusia 9-11 tahun. Hasil penelitian terdiri atas dua hal, yaitu (1) guru dan asisten memiliki strategi yang sesuai dengan filosofi Montessori dalam mendukung kemandirian siswa dan (2) siswa di sekolah Montessori memiliki motivasi intrinsik yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya. Penelitian yang dilakukan oleh Haryoko (2008) bertujuan untuk mengetahui (1) ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi, (2) ada tidaknya hubungan yang positif signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar akuntansi, (3) ada tidaknya hubungan yang positif signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi,(4) ada tidaknya hubungan yang positif signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XII IPS SMA Pangudi Luhur Sedayu. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah nomer satu dan dua menggunakan analisis korelasi product moment, sedangkan nomer tiga dan empat menggunakan analisis korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) ada hubungan yang positif signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi, dengan koefisien korelasi (r) 0,679 dengan tingkat signifikan 0,00; (2) ada hubungan yang positif signifikan antara persepsi siswa tentang penggunaan media dengan prestasi belajar akuntansi, yang dibuktikan dengan koefisiensi korelasi (r) 0,561 dengan tingkat signifikan 0,00; (3) ada

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 hubungan positif signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, koefisiensi korelasi (r) 0,695 dan tingkat signifikan 0,00; (4) ada hubungan positif signifikan antara persepsi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, koefisien korelasi berganda (r) 0,879; nilai F 147,751 signifikan 0,00. Penelitian yang dilakukan Asmirandha (2011) bersifat deskriptif. Populasi semua siswa kelas IV dan V SDN No. 190/V Kuala Tungkal. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SDN No. 190/V kuala Tungal yang berjumlah 66 siswa. Data diperoleh melalui angket yang kemudian diolah menjadi data presentase. Hasil penelitian menunjukkan penerapan media di SDN No. 190/V Kuala Tungkal perlu di pertahankan dan ditingkatkan. Penelitian yang dilakukan Udiutomo (2011) bertujuan untuk menganalisa tingkat kepuasan siswa SMART Ekselensia Indonesia terhadap layanan program tahun 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan membandingkan antara tingkat kepentingan dengan kenyataan terhadap kriteria seleksi, sekolah dan asrama, sekaligus dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kepuasan penerima manfaat di semua kriteria evaluasi. Beberapa perbaikan masih perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan program. Sebagai program pelayanan pendidikan, keberhasilan program diantaranya ditentukan oleh mutu layanan. Pelayanan yang bermutu dapat diidentifikasi melalui kepuasan pelanggan, dalam hal ini adalah siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Miyono (2011) mengenai kepuasan dan

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 loyalitas pelanggan pada Sekolah Dasar Swasta Unggul. Penelitian ini mememiliki beberapa tujuan, anatara lain : (1) mengetahui konsep penilaian konsumen terhadap merek, biaya pendidikan, kepuasan konsumen, dan loyalitas pelanggan lembaga pendidikan sekolah dasar swasta, (2) mengembangkan konsep hubungan antara merek, kualitas pelayanan, harga, dan kepuasan pembentukan perilaku loyaitas pelanggan pada lembaga pendidikan, (3) mengetahui besaran konstribusi pengaruh merek, kualitas pelayanan, harga, dan kepuasan terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan survei. Populasi dan sampel adalah orang tua siswa SD Al-Azhar 14, SD Hadayatullah, SD Nasima, SD PL Berbadus dan SD YSKI 01 Semarang yang berjumlah 200 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa (1) ekuitas merek secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, (2) kualitas pelayanan secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, (3) harga secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, (4) kepuasan pelanggan secara signifikan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, (5) ekuitas merek, harga dan kualitas pelayanan secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan, (6) ekuitas merek, kualitas pelayanan, harga dan kepuasan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berpengaruh kuat pada kepuasan dan loyalitas pelanggan adalah kualitas layanan yaitu sebesar 50.41%. Loyalitas pelanggan akan meningkat jika didukung oleh kualitas layanan, ekuitas

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 merek dan harga. Keberhasilan sekolah dalam mencapai kepuasan yang tinggi ditentukan oleh kemampuan sekolah untuk membangun hubungan yang baik antara staf dengan orang tua siswa. Salah satu caranya adalah dengan mendidik siswa dengan baik sehingga orang tua siswa setia atau loyal kepada sekola Gambar 2.4 Literature Map Indah Wahyuningsih (2011) Pengaruh Model Pendidikan Montessori Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Koh & Frick (2010) Penerapan Kemandirian dan Dampak Terhadap Motivasi Intrinsik Siswa Montessori Montessori Haryoko (2008) Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi Belajar Siswa Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Asmirandha (2011) Persepsi Siswa terhadap Penerapan Media Dalam Pembelajaran Saind Di SDN 190/V Kuala Tungkal Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Alat Peraga Tingkat Kepuasan Udiutomo (2011) Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Pelayanan Program Smart Ekselensia Miyono (2011) Kepuasan dan loyalitas pelanggan SD Swasta Unggul

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Gambar 2.4 merupakan literature map yang menunjukkan penelitian relevan yang dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu tentang Montessori, alat peraga dan tingkat kepuasan. Penelitian tentang Montessori dilakukan oleh Wahyuningsih (2011) dan Koh & Frick (2010). Penelitian yang dilakukan Wahyuningsih (2011) menunjukkan bahwa model pendidikan Montessori berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Koh & Frick (2010) menunjukkan bahwa guru yang menerapkan filosofi Montessori dapat menumbuhkan motivasi intrinsik siswa yang lebih tinggi dalam mengerjakan tugas. Penelitian tentang alat peraga dilakukan oleh Haryoko (2008) dan Asmirandha (2011). Penelitian yang dilakukan oleh Haryoko (2008) menunjukkan ada hubungan yang positif signifikan antara persepsi siswa tentang penggunaan media dengan prestasi belajar. Penelitian yang dilakukan Asmirandha (2011) menunjukkan bahwa penerapan media perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Penelitian tentang tingkat kepuasan dilakukan oleh udiutomo (2011) dan Miyono (2011). Penelitian yang dilakukan oleh uditomo (2011) menunjukkan ada peningkatan kepuasan terhadap layanan program 2011. Penelitian yang dilakukan oleh Miyono (2011) menunjukkan bahwa kualitas layanan sangat berpengaruh pada loyalitas dan kepuasan pelanggan. Penelitian relevan yang telah dilakukan oleh Wahyuningsih (2011), Koh & Frick (2010), Haryoko (2008), Asmirandha (2011), Haryoko (2008) dan Miyono (2011) belum membahas tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini menggabungan beberapa variabel dalam penelitian yang relevan. Penelitian ini

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 membahas tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. C. Kerangka Berpikir Mata pelajaran matematika diberikan dalam setiap jenjang pendidikan termasuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Siswa SD berumur sekitar 7-13 tahun berada pada tahap operasional konkret. Pelajaran matematika sering dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar (SD) karena berhubungan dengan angka dan konsepkonsep abstrak. Tidak semua siswa menyukai matematika karena kemampuan siswa yang berbeda-beda. Banyak siswa yang menganggap matematika sebagai hantu yang sangat menakutkan karena ketika siswa mendapat nilai jelek akan dicap sebagai siswa yang bodoh. Guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran belum mampu mengubah pandangan siswa tentang pelajaran matematika yang menakutkan. Guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional sehingga siswa hanya menjadi penerima pasif. Metode pembelajaran konvensional sering mengandalkan buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar. Pembelajaran yang terpaku ketat oleh buku teks membuat siswa sulit untuk mencerna konsep abstrak matematika. Siswa yang sulit mencerna konsep abstrak matematika membuat prestasinya rendah. Guru perlu belajar menggunakan alat bantu dalam proses pembelajaran untuk membantu pemahaman siswa dalam memahami konsep matematika. Alat bantu yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran matematika adalah alat peraga. Banyak

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 alat peraga matematika yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus mampu memilih alat peraga yang menarik dan mengandung konsep yang akan diajarkan. Alat peraga yang menarik merupakan salah satu ciri khas atau karakteristik alat peraga Montessori. Guru dapat menggunakan alat peraga Montessori dalam proses pembelajaran. Alat peraga Montessori selain memiliki karakteristik menarik juga memiliki karakteristik bergradasi, auto-correction dan auto-education. Alat peraga Montessori dibuat dengan karakteristik yang dapat membuat siswa aktif dalam belajar matematika. Penggunaan alat peraga Montessori diharapkan dapat mengubah pandangan buruk siswa terhadap mata pelajaran matematika. Alat peraga sebagai benda konkret diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep abstrak matematika sehingga siswa tidak takut lagi dengan pembelajaran matematika. Siswa yang merasa senang dengan pembelajaran yang dikemas oleh guru dapat menunjukkan hasil yang jauh lebih baik. Guru sebagai pembelajaran sekaligus pengajar merasa senang dengan hasil yang ditunjukkan siswa. Rasa senang siswa dan guru merupakan bentuk kepuasan terhadap alat peraga yang dapat membantu dalam proses pembelajaran Kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga Montessori dapat diketahui melalui pengukuran tingkat kepuasan. Pengukuran kepuasan berfungsi untuk mengetahui kinerja alat peraga. Siswa dan guru yang merasa puas akan kembali menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang tingkat kepuasan guru dan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pengukuran kepuasan dapat

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 dianalisis menggunakan beberapa teknik analisis data. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I. Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I melakukan penilaian berdasarkan skor rata-rata kinerja. Atribut-atribut yang mempengaruhi kepuasan dapat diketahui melalui Importance-Performance Analysis (IPA). D. Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian ini adalah : 1. Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. 2. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan diuraikan dalam beberapa sub bab yang akan membahas tentang jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, prosedur analisis data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode sensus. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang melakukan pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur agar dapat diperoleh data secara objektif (Purwanto, 2010: 205). Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan dan menginterprestasi objek sesuai dengan apa adanya (Best dalam Sukardi 2003: 157). Tujuan penelitian deskriptif adalah mengambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat (Sukardi 2003: 157). Penelitian sensus atau populasi dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari seluruh elemen atau individu populasi (Purwanto, 2010: 221). Senada dengan Tukiran (2012: 3) yang mengatakan penelitian sensus adalah penelitian yang mengumpulkan informasi dari seluruh populasi. 43

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2013 s/d Juli 2014. Pengambilan data pada siswa dilaksanakan tanggal 4 April 2014 dan 10 April 2015 dengan memberikan kuesioner tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Pengambilan data guru dilaksanakan tanggal 1 Mei 2014 dengan memberikan kuesioner tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan. SD Negeri Sokowaten Baru beralamat di Jalan Arimbi No 27 Sokowaten Banguntapan Bantul telepon (0274) 562120 Kode Pos 55198. SD Negeri Sokowaten Baru memiliki gedung bertingkat dengan dua lantai. Jumlah kelas di SD Sokowaten baru sebanyak 18 kelas yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas VI masing-masing memiliki tiga kelas A, B dan C. C. Populasi dan Sampel Penelitian Arikunto (2006: 130) menjelaskan “populasi adalah keseluruhan subyek populasi”. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 siswa dari kelas V A dan B serta 1 guru matematika SD Negeri Sokowaten Baru. Arikunto (2006: 130) menerangkan “sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi. Apabila subjeknya kurang dari

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. D. Variabel Penelitian Variabel adalah suatu objek yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011: 63). Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2011: 63). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2011: 64). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan siswa dan guru. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2011: 192). Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup yaitu pernyataan yang disertai dengan sejumlah alternatif jawaban yang disediakan. Responden dalam menjawab terkait dengan sejumlah kemungkinan jawaban yang telah disediakan (Margono, 2003: 168). Responden melingkari salah satu alternatif jawaban yang sudah disediakan dalam kuesioner.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2011: 136). Setiap pernyataan memiliki 5 alternatif jawaban, dimana siswa dan guru harus memilih satu alternatif jawaban yang dianggap sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sugiyono (2011: 136) mengungkapkan skala Likert yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif berupa kata-kata “sangat setuju”, “setuju”, “kurang setuju”, “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju”. Kata-kata dalam skala Likert dapat disesuaikan berdasarkan tujuan kuesioner penelitian. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini memiliki dua bagian yaitu kuesioner kinerja dan kepentingan. Alternatif jawaban yang digunakan dalam kuesioner kinerja dapat dilihat pada tabel 3.1. Tabel 3.1 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa dan Guru Alternatif Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.1 merupakan alternatif jawaban kuesioner kinerja untuk siswa dan guru. Setiap pernyataan dalam kuesioner memiliki 5 alternatif jawaban. Responden dapat memilih salah satu alternatif jawaban dalam setiap pernyataan. “Sangat setuju” (SS) memiliki bobot skor 5, “setuju” (S) memiliki bobot skor 4, “kurang setuju” (KS) memiliki bobot skor 3, “tidak setuju” (TS) memiliki bobot skor 2, dan “sangat tidak

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 setuju” (STS) memiliki bobot skor 1. Alternatif jawaban dalam kuesioner kepentingan dapat dilihat dalam tabel 3.2. Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa dan Guru Alternatif Jawaban Sangat Penting (SP) Penting (P) Kurang Penting (KP) Tidak penting Sangat Tidak Penting (STP) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.2 merupakan alternatif jawaban untuk kuesioner kepentingan siswa dan guru. Kuesioner kepentingan memiliki 5 alternatif jawaban dalam setiap pernyataan. Alternatif jawaban yang dapat dipilih adalah “sangat penting” (SP) memiliki bobot skor 5, “penting” (P) memiliki bobot skor 4, “kurang penting” memiliki bobot skor 3, “tidak penting” (TP) memiliki bobot skor 2, dan “sangat tidak penting” (STP) memiliki bobot skor 1. F. Instrumen Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah alat bantu yang digunakan peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data sehingga penelitian menjadi lebih sistematis dan lebih mudah (Arikunto, 2010: 10). Penelitian ini menggunakan instrumen non tes, yaitu kuesioner. Arikunto (2010: 10) menjelaskan kuesioner adalah kumpulan pertanyaan yang diajukan secara tertulis kepada responden. Kuesioner dalam penelitian yaitu

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kuesioner dalam penelitian ini disusun bersama dengan kelompok belajar Montessori berdasarkan landasan teori sehingga mendapatkan indikator-indikator tingkat kepuasan. Kuesioner dibuat berdasarkan landasan teori sahingga diperoleh kisi-kisi yang dapat dilihat pada tabel 3.3. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk expert judgement No. 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship No. Pernyataan 1, 2, 3, 4, 5, 6 1, 2, 3, 4 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5, 6 1, 2, 3, 4, 5 Tabel 3.3 menunjukkan kisi-kisi atau indikator yang diperoleh dari landasan teori berjumlah 7 indikator yaitu auto-education, menarik, bergradasi, autocorrection, kontekstual, life dan workmanship. Masing-masing indikator dijabarkan menjadi beberapa pernyataan dalam kuesioner. Ada 36 pernyataan dalam kuesioner kepentingan dan kinerja. Indikator auto-education dan life memiliki enam pernyataan. Indikator menarik memiliki empat pernyataan. Indikator bergradasi, kontekstual, auto-correction dan Workmanship masing-masing memiliki lima pernyataan. Pernyataan setiap indikator dapat dilihat pada tabel 3.4.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Tabel 3.4 Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. Pernyataan Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru Alat peraga mudah digunakan Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang menarik Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan Alat peraga membantu menemukan jawaban benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa Alat peraga menggunakan bahan yang bisa dpernyataanukan di sekitar siswa Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika Alat peraga pernah dilihat siswa Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah di bawa kemana-mana Alat peraga ini dapat dipakai berkali-kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah untuk diperbaiki Permukaan alat peraga halus Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan Pemberian warna alat peraga rapi

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tabel 3.4 merupakan penyebaran indikator kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Item atau pernyataan pada kuesioner kinerja dan kepentingan berisi pernyataan positif. Subjek dari pernyataan tersebut adalah alat peraga. Ada beberapa pernyataan yang tidak menggunakan alat peraga sebagai subjek kalimat. Penyataan nomor 3 pada indikator kontekstual menggunakan subjek siswa. Pernyataan nomor 2 pada indikator workmanship mengunakan kata “permukaan” dan pernyataan nomor 5 menggunakan kata ”pemberian” sebagai subjek kalimat. Pernyataan pada tabel 3.4 digunakan sebagai pernyataan dalam kuesioner kinerja dan kepentingan siswa dan guru. Kuesioner kinerja dan kepentingan sebelum digunakan dalam penelitian yang dilakukan di SD Negeri Sokowaten Baru, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. G. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dalam penelitian ini melalui uji validitas isi, uji veliditas muka dan uji validitas konstruk. Reliabilitas digunakan untuk mengetahui keajegan dari instrument yang valid. 1. Uji Validitas Validitas adalah suatu taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur yang seharusnya diukur (Masidjo, 1995: 242). Instrumen yang dikatakan valid apabila mampu mengukur yang diinginkan dan apabila dapat mengungkap data dari yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2006: 168). Validitas yang dikemukakan oleh Margono (2010: 187) yaitu content validity (validitas isi), face validity (validitas tampang /

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 muka) dan construct validity (validitas konstrak). Penelitian ini menggunakan tiga validitas yaitu validitas isi, validitas muka dan validitas konstruk. a. Content Validity (validitas isi) Pengujian validitas isi menunjuk kepada suatu instrumen yang memiliki kesesuaian isi dalam mengukur yang akan diukur (Margono, 2010: 187). Pengujian validitas isi dalam penelitian ini dilakukan melalui expert judgement. Kuesioner dalam penelitian ini dinilai oleh beberapa ahli yang terdiri dari dosen montessori, dosen matematika, kepala sekolah dan guru kelas. Pemilihan dosen montessori dengan pertimbangan bahwa dosen tersebut mengerti dengan bermacam-macam alat peraga Montessori. Pemilihan dosen matematika dengan pertimbangan bahwa kuesioner yang disebar tentang alat peraga matematika. Pemilihan guru dan kepala sekolah sebagai expert dengan pertimbangan bahwa kuesioner tingkat kepuasan dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Peneliti menganggap guru dan kepala sekolah lebih memahami kondisi siswa sekolah dasar. Para ahli menuliskan skor tiap pernyataan berdasarkan kriteria tertentu dan memberikan komentar pada setiap indikator. Peneliti bersama kelompok belajar Montessori menentukan kriteria pengambilan keputusan terhadap hasil expert judgement kuesioner oleh para ahli sebelum melakukan judgement. Peneliti menentukan apabila skor rata-rata hasil expert judgement lebih besar dari 2,5 berarti kuesioner sudah layak digunakan dan akan direvisi apabila ada masukan dari para ahli. Skor expert judgement kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 3.5 Tabel 3.5 Rangkuman Skor Expert Judgment Kuesionern Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Menarik Bergradasi Aut- correction Kontekstual Life Workmanship Rata-rata Skor Dosen B Skor Guru A Skor Guru B 2 4 4 4 4 4 2 3 2 2 1 2 2 2 2 4 4 4 4 2 2 3 3 2 3 3 1 3 2 3 1 2 3 1 3 3 3,11 2 2 4 2 2 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 2,67 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3,33 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3,17 Skor Kepala Sekolah A 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3,97 Skor Kepala Sekolah B 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3,33 Rata-rata Auto-education 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 Skor Dosen A Jumlah Skor Validator Indikator 18 19 21 20 20 21 18 19 18 16 16 19 19 19 19 23 22 21 19 17 20 22 22 18 21 19 17 20 18 20 18 19 20 19 21 18 2,94 3,0 3,2 3,5 3,3 3,3 3,5 3,0 3,2 3,0 2,7 2,7 3,2 3,2 3,2 3,2 3,8 3,7 3,5 3,2 2,8 3,3 3,7 3,7 3,0 3,5 3,2 2,8 3,3 3,0 3,3 3,0 3,2 3,3 3,2 3,5 3,0 19,33

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Tabel 3.5 menunjukkan bahwa nilai rata-rata setiap pernyataan yang diberikan oleh para ahli paling rendah adalah 2,7 dan rata-rata paling tinggi adalah 3,8. Peneliti tidak perlu melakukan perbaikan pada kuesioner tingkat kepuasan berdasarkan keterangan tabel 3.5. Beberapa ahli juga memberikan komentar terhadap pernyataan setiap indikator. Contoh hasil expert judgment dapat dilihat pada lampiran 4. Peneliti merangkum komenter dari para ahli yang dapat dilihat pada tabel 3.6. Tabel 3.6 Rangkuman Komentar Expert Judgment Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru No 1. 2. Validator/ Komentar Indikator Dosen A (MONTESSORI) Pernyataan dibuat lebih menekankan pada auto-education bahwa siswa dapat mendidik dirinya sendiri dengan menggunakan material tersebut. Auto-education Pernyataan lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya sehingga tidak ambigu. Lebih baik mengunakan subyek Menarik “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Pergunakan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa. Penyataan sudah baik dengan ciri-ciri bergradasi alat peraga Montessori, akan tetapi lebih diperhatikan lagi alat peraga Montessori Bergradasi yang akan digunakan. Tidak semua alat peraga memiliki gradasi yang sama. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa terutama siswa kelas Auto-correction bawah. Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya, sehingga tidak ambigu. Sesuaikan dengan bahan- bahan Kontekstual yang terdapat di lingkungan sekitar rumah maupun sekolah. Sebaiknya ditambahkan mengenai pengecatan alat peraga. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Pernyataan “mudah dibawa ke mana-mana” belum tentu daya tahannya bagus. Pernyataan Life “alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan” membutuhkan waktu yang lama untuk siswa dan guru mengetahuinya. Penyataan lainnya, seperti mudah dibersihkan belum tentu tahan lama. Sesuaikan dengan bahan alat peraga yang telah dibuat apakah Workmanship menggunakan lem dan paku. Komentar keseluruhan: Perlu diperjelas mengenai apakah ini deskriptor dari indikator atau sudah pernyataan. Deskripsi sudah bagus, hanya perlu diperjelas mengenai kalimat agar tidak ambigu atau bermakna ganda kemudian disesuaikan dengan konteks siswa dan guru. Dosen B (MATEMATIKA)

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 No Validator/ Indikator Pemilihan kata dalam pernyataan seperti kata “mengerti” diubah menjadi kata “memahami” dan kata “digunakan” diubah menjadi “dioperasikan”. Pernyataan “alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik”diubah menjadi “alat peraga memiliki cara penggunaan yang Menarik khas”. Bergradasi Perhatikan gradasi umur. Pemilihan kata siswa dalam pernyataan sebaiknya diubah menjadi saya. Auto-correction Alat peraga Montessori tidak semuanya memiliki kunci jawaban. Kontekstual Pernyataan “alat peraga pernah dilihat oleh siswa” tidak harus dipakai. Pemilihan kata diperbaiki menjadi“alat peraga tidak mudah lapuk saat Life disimpan”. Workmanship Pernyataan yang dibuat tidak baku. Komentar keseluruhan: secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Hanya perlu perbaikan beberapa kalimat. Guru Kelas A Auto-education Pernyataan nomor 2 diubah dengan variasi warna dan pernyataan Menarik nomor 4 diperbaiki susunan kalimatnya. Bergradasi Auto-correction Beberapa pernyataan perlu diperjelas . Kontekstual Life Workmanship Perlu perbaikan untuk beberapa kalimat. Komentar keseluruhan: alat peraga matematika dapat dibuat, digunakan, didapat dari lingkungan sekitar siswa. Jadi pernyataan yang dibuat berdasarkan indikator sudah sesuai dengan fakta yang ada dan dapat dipahami oleh siswa oleh guru. Guru Kelas B Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Komentar keseluruhan: Secara umum, instrumen kuesioner yang dibuat sudah bagus. Kepala Sekolah A Auto-education Pernyataan yang dibuat sudah baik Menarik Pernyataan yang dibuat sudah baik Bergradasi Pernyataan yang dibuat sudah baik Auto-correction Pernyataan yang dibuat sudah baik Kontekstual Pernyataan yang dibuat sudah baik Life Pernyataan yang dibuat sudah baik Workmanship Pernyataan yang dibuat sudah baik Komentar keseluruhan: Kepala Sekolah B Auto-education Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu Auto-education 3. 4. 5. 6. Komentar

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 No Validator/ Indikator Komentar pernyataan perlu diperbaiki. Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu Bergradasi pernyataan perlu diperbaiki. Auto-correction Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik. Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu Kontekstual pernyataan perlu diperbaiki. Life Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Workmanship Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Komentar keseluruhan: penggunaan alat peraga Montessori dapat membantu berpikir lebih konkrit. Menarik Tabel 3.6 menunjukkan hasil komentar dari expert terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Dosen A menyarankan agar kata “siswa” diubah menjadai “saya” agar siswa mudah memahami pernyataan pada kuesioner. Dosen B menyarankan agar kalimat dibuat lebih baku. Guru A menyarankan agar kalimat diperjelas lagi sehingga siswa mudah dalam mengisi kuesioner tersebut. Guru B tidak menuliskan komentar pada setiap pernyataan. Guru B hanya menuliskan pada kolom komentar secara keseluruhan bahwa secara umum pernyataan yang ada pada kuesioner sudah baik. Kepala sekolah A secara umum menilai bahwa pernyataan pada setiap indikator sudah baik. Kepala sekolah B berpendapat bahwa penggunaan alat peraga Montessori dapat membantu berpikir lebih konkret. Perbandingan kuesioner sebelum dan sesudah expert judgement dapat dilihat pada tabel 3.7 Tabel 3.7 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgment Pernyataan sebelum Expert Judgement Indikator Auto-Education 1. Alat peraga memudahkan siswa untuk Pernyataan sesudah Expert Judgement Indikator 1. Alat peraga memudahkan saya untuk

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Pernyataan sebelum Expert Judgement Indikator mengerti matematika 2. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Menarik 1. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 2. Alat peraga memiliki warna yang menarik 3. Alat peraga memiliki ukuran yang menarik 4. Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Bergradasi 1. Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa kelas 1 sampai kelas 6 2. Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua 3. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 4. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 5. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-corretion 1. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa 2. Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan 3. Alat peraga membantu menemukan jawaban yang benar 4. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat 5. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 1. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa 2. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa dpernyataanukan di sekitar siswa 3. Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika 4. Alat peraga ini pernah dilihat siswa 5. Alat peraga sesuai dengan materi 2. 3. 4. 5. 6. Pernyataan sesudah Expert Judgement Indikator mengerti matematika Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Pernyataan sebelum Expert Judgement Indikator pembelajaran Life 1. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 2. Alat peraga mudah dibawa kemana-mana 3. Alat peraga dapat dipakai berkali-kali 4. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 5. Alat peraga tidak mudah rusak 6. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 1. Alat peraga mudah diperbaiki 2. Permukaan alat peraga halus 3. Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat 4. Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan 5. Pemberian warna alat peraga rapi Pernyataan sesudah Expert Judgement Indikator pembelajaran 26. 27. 28. 29. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.7 merupakan perbandingan pernyataan sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan. Nomor pernyataan setiap indikator diubah menjadi nomor urut. Ada beberapa perubahan kata dan ada satu pengembangan pernyataan. Kata “siswa” diubah menjadi “saya” dalam setiap pernyataan. Pernyataan nomor 5 pada indikator auto-education kata “membantu” diubah menjadi kata “memudahkan”. Pernyataan nomor 6 pada indikator auto-education kata “guru” diubah menjadi kata “orang lain”. Pernyataan nomor 3 pada indikator menarik menjadi nomor urut 9, kata “menarik” diubah menjadi kata “pas”. Penyataan nomor 4 menjadi nomor urut 10 pada indikator menarik, pernyataan “Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik” diubah menjadi “Alat peraga menarik daripada alat peraga lain”. Pernyataan nomor 2 pada indikator bergradasi menjadi nomor urut 12, pernyataan Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua” menjadi “Alat

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 peraga mempunyai bermacam-macam warna”. Pernyataan nomor 3 pada indikator kontekstual menjadi nomor urut 23, pernyataan “Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika” menjadi “Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya”. Pernyataan nomor 2 pada indikator life menjadi nomor urut 27, kata “kemanamana” dihilangkan. Pernyataan nomor 3 dalam indikator life menjadi nomor urut 28, kata “dipakai berkali-kali” diubah menjadi “digunakan berulang kali”. Pernyataan nomor 2 pada indikator workmanship menjadi nomor urut 33, pernyataan “Permukaan alat peraga halus” mejadi “Alat peragamemiliki permukaan yang halus”. Pernyataan nomor 3 pada indikator workmanship dikembangkan menjadi 2 pernyataan dengan nomor urut 34 dan 35. Pernyataan “alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat” diubah menjadi dua pernyataan pernyataan yang berbeda, yaitu “alat peraga dilem dengan kuat” dan “alat peraga dipaku dengan kuat”. Pernyataan nomor 5 pada indikator workmanship menjadi nomor urut 37, pernyataan “pemberian warna alat peraga rapi” diubah menjadi “alat peraga dicat dengan rapi”. b. Face Validity (Validitas Muka) Margono (2010: 188) mengemukakan bahwa face validity memiliki dua arti yaitu menyangkut pengukuran atribut yang konkret dan menyangkut penilaian dari para ahli maupun konsumen alat ukur. Penelitian ini mengukur tingkat kepuasan guru dan siswa tentang penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Penelitian ini akan mengukur dua responden yang berbeda yaitu siswa dan guru, maka kuesioner juga diujikan kepada guru dan siswa.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 1) Face Validity (Validitas Muka) untuk Siswa Face Validity untuk siswa diujikan kepada 1 siswa dari kelas I, II, III, IV dan V. Tujuan validitas muka siswa adalah untuk mengetahui kejelasan bahasa yang digunakan dalam setiap pernyataan. Validitas muka kepada siswa dilakukan pendampingan dengan pertimbangan beberapa siswa masih ada yang belum bisa membaca. Contoh lembar face validity kuesioner untuk siswa dapat dilihat pada lampiran 5. Peneliti merangkum penilaian yang diberikan oleh siswa pada tabel 3.8. Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No 1. Validator/ Indikator Siswa Kelas 1 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 2. Siswa Kelas 2 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Rangkuman Komentar Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Siswa kelas I perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Siswa perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 No Validator/ Indikator Workmanship 3. Siswa Kelas 3 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life 4. Workmanship Siswa Kelas 4 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life 5. Workmanship Siswa Kelas 5 Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Rangkuman Komentar paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa perlu pendampingan ketika mengisi kuesioner karena tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa baru paham setelah pendamping melalui cerita-cerita konkrit.Siswa harus diberikan contoh dahulu kemudian menanyakan alat peraga yang menarik. Siswa sulit memahami pernyataan pernyataan 11 karena dia belum pernah merasakan kelas 4-5. Siswa bingung dengan kata “tekstur”. Supaya siswa dapat memahaminya dengan baik, harus menjelaskannya dengan menggunakan benda konkrit. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu. Secara perlu pendampingan dengan memberikan contoh konkrit kepada siswa. Pada penyataan pernyataan 22siswa dimnta untuk mengingat dan melihat kembali benda-benda yang ada di sekitarnya yang dibuat untuk alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu. Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga. Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”. Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa. Siswa tidak paham dengan pernyataan “materi pembelajaran”. Materi pembelajaran dimaksud dalam hal apa. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu. Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga. Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”. Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa.. Siswa merasa kebingungan dengan pernyataan pada pernyataan 22. Susunan kalimat perlu diperbaiki. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel 3.8 merupakan hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori. Penilaian dilakukan oleh tiga siswa kelas I, II, III, IV dan V. Perwakilan siswa dari kelas I sampai dengan kelas V dengan pertimbangan bahwa kuesioner tingkat kepuasan dapat dipahami oleh semua siswa dari kelas bawah sampai kelas atas. Secara umum penilaian yang diberikan, siswa belum paham dengan alat peraga yang dimaksud dalam kuesioner. Peneliti melakukan perbaikan pernyataan berdasarkan tabel 3.8. Perbaikan yang dilakukan oleh peneliti dapat dilihat pada tabel nomer 3.9. Tabel 3.9 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa sebelum dan sesudah Face Validity Siswa Pernyataan sebelum Face Validity Siswa Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab dalam soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari Pernyataan sesudah Face Validity Siswa Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Pernyataan sebelum Face Validity Siswa Indikator kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-corretion 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa dpernyataanukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Pernyataan sesudah Face Validity Siswa Indikator dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-corretion 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Tabel 3.9 merupakan perbandingan antara pernyataan sebelum dan sesudah dilakukan uji validitas muka oleh siswa. Perbaikan dilakukan pada pernyataan yang dinilai siswa masih membingungkan. Pernyataan yang mengalami perbaikan adalah pernyataan nomor 2, 3, 5, 14, 17, 22, dan 25. Pernyataan nomor 2 mengalami perbaikan pada kata “menyelesaikan” menjadi “mengerjakan”. Pernyataan nomor 3 yaitu “alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain” diperbaiki menjadi “alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain”. Pernyataan nomor 5 yaitu “alat peraga memudahkan saya menjawab dalam soal matematika” diperbaiki menjadi “alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika”. Pernyataan nomor 14 kata “tekstur” diganti menjadi kata “permukaan”. Pernyataan nomor 17 yaitu “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan” diperbaiki menjadi “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika”. Pernyataan nomor 22 dan 25 mengalami perbaikan menjadi “alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar” dan “alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari”. 2) Face Validity (Validitas Muka) untuk Guru Face Validity guru dilakukan dengan cara mengujikan kuesioner langsung kepada guru kelas I, II, III, IV dan V. Setiap guru memberikan komentar dalam setiap pernyataan. Peneliti merangkum komentar yang diberikan oleh guru dalam setiap indikator. Contoh lembar face validity kuesioner untuk guru dapat dilihat pada lampiran 6. Hasil face validity dapat dilihat pada tabel 3.10.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 3.10 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Tingkat Kinerja dan Kepentingan untuk Guru No 1. Validator/ Indikator Guru Kelas 1 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 2. Secara keseluruhan sudah baik, tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu ditambahkan kata dan diganti. Pernyataan 3 “alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan orang lain”. Pernyataan berikutnya tambahkan dapat dan hilangkan kata saya. Secara umum pernyataan sudah baik, tetapi pernyataan yang menyatakan kata “pas” di perjelas lagi. Pernyataan nomor 10 diganti “alat peraga lebih menarik dibandingkan alat peraga lain” Kata “bisa” diganti “dapat” dan kata “bermacam-macam” diganti “bermacam”. Pernyataan berikutkan di sesuaikan dengan spefikasi alat peraga. Ada beberapa pernyataan yang sudah dapat dipahami guru akan tetapi ada beberap pernyataan diperjelas lagi maksudnya, seperti kesalahan apa yang dimaksud. Pernyataan nomor 18 kata “menemukan” diganti “mengetahui”. Secara umum sudah baik. Kata “bisa” diganti kata “dapat”. Pernyataan 25 ditambahkan kata “yang saya terangkan”. Secara umum guru dapat memahami pernyataan. Pernyataan sudah dapat dipahami oleh guru, tetapi pada pernyataan nomor 33 dalam penggunaan kata “permukaan” harus konsisten dengan kata “tekstur” pada pernyataan nomor 14. Pada pernyataan nomor 34 kata “dilem” diganti “direkatkan”. Guru Kelas 2 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 3. Rangkuman Komentar Guru Kelas 3 Auto-education Secara umum guru sudah mampu memahami pernyataan. Kata “mengerti” diganti “memahami” dan kata “digunakan” diganti “dipergunakan”. Secara umum guru paham dengan pernyatataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “memiliki” atau “mempunyai”. Secara umum pernyataan baik, tetapi kata “bisa” sebaiknya diganti “dapat”. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi perlu diperjelas lagi kesalahan seperti apa yang dimaksudkan. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “bisa” atau “dapat” dan pada penggunaan kata “saya”. Guru paham dengan pernyataan pada indikator ini. Pernyataan nomor 29 perlu diperbaiki susunan kalimatnya. Guru tidak dapat memahami pernyataan nomor 32 dan 33. Kata “ dicat” sebaiknya diganti “ diwarnai”. Kata “menyelesaikan” dan “menjawab” diganti dengan kata “mengerjakan” . Kata “oleh” sebaiknya tidak digunakan pada pernyataan nomor 3. Pada pernyataan nomor 4 sebaiknya ditambah dengan kata “saya”.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 No Validator/ Indikator Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 4. Konsisten dalam menggunakan kata “mempunyai” atau “memiliki”. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada pernyataan nomor 11 lebih baik diubah “ Alat peraga dapatdigunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai 6. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada pernyataan nomor 16 sebaiknya diganti “ alat peraga mempunyai pengendali kesalahan”. Kata “bisa” sebaiknya diganti dengan kata “dapat”, sedangkan pada pernyataan nomor 14 sebaiknya diganti “alat peraga pernah dilihat saya”. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tapi ada beberapa pernyataan yang masih perlu diperjelas. Guru Kelas 4 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 5. Rangkuman Komentar Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Pada pernyataan nomor 1 dan 3 masih perlu perbaikan. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru, namun perlu perbaikan pada pernyataan nomor 11. Secara umum pernytaan sudah baik, tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperbaiki. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Guru Kelas 5 Auto-education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Pernyataan nomor 3 susunan kalimatnya perlu diperbaiki. Pernyataan nomor 6 sebaiknya ditambahkan kata “dapat” setelah kata “alat peraga”, sedangkan pernyataan yang lain sudah baik. Pernyataan nomor 9 kata “pas” diganti dengan kata “proporsional”, sedangkan pernyataan yang lain sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan nomor 23 sebaiknya diganti “ alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat”, sedangkan pernyataan lainnya sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Tabel 3.10 merupakan hasil face validity yang dilakukan oleh guru. Secara keseluruhan guru kelas I sampai kelas V sudah paham dengan pernyataan dalam kuesioner tingkat kepuasan. Ada beberapa komentar yang dijadikan sebagai pedoman

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 perbaikan pernyataan oleh peneliti. Perbaikan yang dilakukan peneliti dapat dilihat dalam tabel 3.11. Tabel 3.11 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan kepentingan untuk Guru sebelum dan sesudah Face Validity Guru Pernyataan sebelum Face Validity Guru Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-corretion 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan Pernyataan sesudah Face Validity Guru Indikator Auto-education 1. Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. 4. Alat peraga mudah saya gunakan. 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. 9. Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional 10. Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga dapat digunakan untuk memahaminkonsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-corretion 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Pernyataan sebelum Face Validity Guru Indikator 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Pernyataan sesudah Face Validity Guru Indikator 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering sayalihat. 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah saya perbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga direkatkan dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.11 merupakan perbandingan pernyataan kuesioner tingkat kepuasan guru sebelum dan sesudah dilakukan validitas muka. Ada 14 pernyataan dalam kuesioner tingkat kepuasan yang diperbaiki oleh peneliti. Pernyataan yang diperbaiki dari 7 indikator sebanyak 14 pernyataan, yaitu nomor 2, 3, 4, 5, 9, 10, 11, 14, 17, 22, 23, 29, 32 dan 34. Pernyataan nomor 2 kata “menyelesaikan” diganti menjadi “mengerjakan”. Pernyataan nomor 3 yaitu “alat peraga dapat digunakan oleh saya

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 tanpa bantuan orang lain” diperbaiki menjadi “alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain”. Pernyataan nomor 4 ditambahkan kata saya menjadi “alat peraga mudah saya gunakan”. Pernyataan nomor 5 kata “menjawab” diganti dengan kata “mengerjakan”. Pernyataan nomor 9 yaitu “alat peraga memiliki ukuran yang pas” diperbaiki menjadi “alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional”. Pernyataan nomor 10 ditambah kata “lebih” menjadi “alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain”. Pernyataan nomor 11 yaitu “alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6” diperbaiki menjadi “alat peraga dapat digunakan untuk memahamin konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6”. Pernyataan 14 kata “ tingkat tekstur” diganti dengan kata “permukaan. Pernyataan nomor 17 yaitu “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan” diperbaiki menjadi “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika”. Pernyataan nomor 22 yaitu “alat peraga menggunakan bahan yang bisa dpernyataanukan di sekitar saya” diperbaiki menjadi “alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar”. Pernyataan nomor 23 kata “dilihat saya” dibalik menjadi “saya lihat”. Pernyataan nomor 29 kata “masih diganti menjadi kata “tetap”. Pernyataan nomor 32 ditambahkan kata “saya” menjadi “alat peraga mudah saya perbaiki”. Pernyataan nomor 34 kata “dilem” diganti menjadi kata “direkatkan”. Berdasarkan komentar yang dilakukan guru dapat diperoleh kuesioner tingkat kepuasan guru yang dapat dilihat pada tabel 3.12.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 3.12 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto-corretion Kontekstual Life ( daya tahan) Workmanship 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Tabel 3.12 merupakan kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini untuk tingkat kepuasan guru. Pernyataan berjumlah 37 sama seperti kuesioner tingkat kepuasan siswa. Ada beberapa pernyataan yang berbeda dengan kuesioner tingkat kepuasan siswa berdasarkan komentar yang diberikan oleh guru. Pernyataan tersebut terdapat pada nomor 9 dan 11. Pernyataan nomor 9 kata “pas” diganti dengan kata “proposional”. Pernyataan nomor 11 pada kuesioner tingkat kepuasan siswa yaitu “alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6”, sedangkan kuesioner tingkat kepuasan guru yaitu “alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6”. Perbedaan kata-kata dalam pernyataan kuesioner dilakukan dengan pertimbangan guru dan siswa memiliki tingakat pemahaman yang berbeda. Guru lebih memahami tingkatan kata yang lebih tinggi dari pada siswa. Kuesioner guru tidak dilakukan uji empiris karena keterbatasan responden untuk uji empiris. Selengkapnya salah satu contoh lembar kuesioner kinerja yang disebarkan kepada guru SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan dapat dilihat pada lampiran 17. Contoh salah satu lembar kuesioner kepentingan yang disebarkan kepada guru SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan dapat dilihat pada lampiran 1.18. a. Construct validity (validitas konstruk) Construct validity adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana instrumen mengungkap konstruk teoretik yang hendak diukur (Anzwar, 2008: 48). Pengujian kontruksi dilakukan dengan pengujian secara empiris atas instrumen yang ada. Instrumen diuji cobakan kepada responden sekitar 30 orang (Sugiyono, 2011:

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 172). Peneliti melakukan uji coba instrumen (kuesioner) untuk siswa di SD Kanisius Gayam 1 Yogyakarta. Peneliti tidak melakukan uji instrument secara empiris pada kuesioner tingkat kepuasan guru dengan pertimbangan tidak bisa mengumpulkan guru sebanyak 30 orang yang pernah menggunakan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. SD Kanisius Gayam 1 Yogyakarta memiliki karakteristik yang sama dengan SD penelitian yaitu kedua SD berada di wilayah Yogyakarta. Peneliti memilih SD Kanisius Gayam 1 Yogyakarta sebagai tempat pengujian instrumen dengan pertimbangan bahwa, peneliti sedang melakukan program pengalaman lapangan (PPL) di SD tersebut sehingga lebih efektif dalam pengambilan data. Uji coba instrumen dilakukan di kelas VI dengan 34 responden yang terdiri dari 16 siswa lakilaki dan 18 siswa perempuan. Pemilihan responden kelas VI dengan pertimbangan bahwa kelas VI sudah pernah mendapatkan materi tentang sifat-sifat bangun datar pada waktu mereka duduk di bangku kelas V. Peneliti menjelaskan cara kerja alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dengan membawa langsung alat peraga tersebut di kelas. Siswa kelas VI mencoba alat peraga bangun datar dan mengerjakan beberapa soal yang ada pada kartu alat peraga bangun datar. Siswa mengerti dengan cara kerja alat peraga bangun datar, kemudian peneliti menjelaskan cara untuk menjawab kuesioner tingkat kepuasan kepada siswa kelas VI. Arikunto (dalam Taniredja & Mustafidah, 2012:143) menjelaskan salah satu cara untuk menentukan validitas instrumen

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 penelitian adalah dengan menggunakan korelasi product moment dengan simpangan Pearson sebagai berikut: rxy = keterangan : 𝑁 ∑ 𝑥𝑦− ∑ 𝑥 ∑ 𝑦 𝑁 ∑ 𝑥2− ∑ 𝑥2 2 𝑁 ∑ 𝑦2− ∑ 𝑦2 2 rxy = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y N =jumlah subjek ∑ = jumlah perkalian antara skor x dan skor y = jumlah total skor x = jumlah skor y = kuadrat dari x = kuadrat dari y Penghitungan hasil uji coba empiris penelitian ini dengan menggunakan program Microsoft Excel dan Statistical Package for The Social Sciences 16.0 (SPSS 16.0). Program pengolahan data SPSS 16.0 dipilih untuk memudahkan peneliti dalam menghitung data hasil uji empiris. Cara menentukan valid atau tidaknya suatu item adalah dengan membandingkan r hitung dengan r tabel. r tabel untuk jumlah siswa 32 dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,349 sedangkan pada taraf signifikansi 1% adalah 0,449 (Sugiyono, 2011: 613). Cara lain signifikan korelasi dua variabel bisa dilihat dari tanda * pada pasangan data yang dikorelasikan dalam output SPSS, adanya tanda * dapat disimpulkan bahwa data memiliki korelasi yang signifikan

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 (Singgih, 2010: 324). Koefisen korelasi sangat signifikan ditunjukkan dengan tanda ** yaitu dengan tingkat kepercayaan sebesar 99% (Tanireja & Mustafidah, 2012: 97). Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator auto-education. Pernyataan 1 memiliki nilai koefisien korelasi 0,852** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 2 memiliki nilai koefisien korelasi 0,592** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 3 memiliki nilai koefisien korelasi 0,703** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 4 memiliki nilai koefisien korelasi 0,695** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 5 memiliki nilai koefisien korelasi 0,816** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 6 memiliki nilai koefisien korelasi 0,806** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 1 sampai dengan pernyataan nomor 6 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 11 pada (a) Output Validitas Kinerja Indikator Auto-education. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator auto-education. Pernyataan 1 memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,671** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 2 memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,606** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 3 memiliki nilai koefisien korelasi 0,665 pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 4 memiliki nilai koefisien korelasi 0,761** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 5 memiliki nilai koefisien korelasi 0,810** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 6 memiliki nilai koefisien korelasi 0,689** pada taraf

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 signifikansi 99%. Pernyataan nomor 1 sampai dengan Pernyataan nomor 6 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 12 pada (a) Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-education. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator menarik. Pernyataan 7 memiliki nilai koefisien korelasi 0,900** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 8 memiliki nilai koefisien korelasi 0,897** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 9 memiliki nilai koefisien korelasi 0,873** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 10 memiliki nilai koefisien korelasi 0,889** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 7 sampai dengan Pernyataan nomor 10 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 1.11 pada (b) Output Validitas Kinerja Indikator menarik. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator menarik. Pernyataan 7 memiliki nilai koefisien korelasi 0,773** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 8 memiliki nilai koefisien korelasi 0,730** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 9 memiliki nilai koefisien korelasi 0,650** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 10 memiliki nilai koefisien korelasi 0,624** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 7 sampai dengan Pernyataan nomor 10 memiliki tanda **, serta r hitung lebih

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 12 pada (b) Output Validitas Kepentingan Indikator Menarik. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator bergradasi. Pernyataan 11 memiliki nilai koefisien korelasi 0,565** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 12 memiliki nilai koefisien korelasi 0,621** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 13 memiliki nilai koefisien korelasi 0,828** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 14 memiliki nilai koefisien korelasi 0,678** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 15 memiliki nilai koefisien korelasi 0,809** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 11 sampai dengan Pernyataan nomor 15 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 11 pada (c) Output Validitas Kinerja Indikator Bergradasi. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator bergradasi. Pernyataan 11 memiliki nilai koefisien korelasi 0,562** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 12 memiliki nilai koefisien korelasi 0,531** pada taraf signifikansi 99%. Pertanyaan 13 memiliki nilai koefisien korelasi 0,836** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 14 memiliki nilai koefisien korelasi 0,724** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 15 memiliki nilai koefisien korelasi 0,770** pada taraf signifikansi 99% karena signifikan. Pernyataan nomor 11 sampai dengan Pernyataan nomor 15 memiliki tanda

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 12 pada (c) Output Validitas Kepentingan Indikator Bergradasi. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator auto-correction. Pernyataan 16 memiliki nilai koefisien korelasi 0,898** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 17 memiliki nilai koefisien korelasi 0,899** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 18 memiliki nilai koefisien korelasi 0,828** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 19 memiliki nilai koefisien korelasi 0,872** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 20 memiliki nilai koefisien korelasi 0,774** yang pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 16 sampai dengan pernyataan nomor 20 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator auto-correction dapat dilihat pada lampiran 11 pada (d) Output Validitas Kinerja Indikator auto-correction. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator auto-correction. Pernyataan 16 memiliki nilai koefisien korelasi 0,717** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 17 memiliki nilai koefisien korelasi 0,718** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 18 memiliki nilai koefisien korelasi 0,892** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 19 memiliki nilai koefisien korelasi 0,827** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 20 memiliki nilai koefisien korelasi 0,642** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 16 sampai dengan pernyataan nomor 20 memiliki tanda **, serta r

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator auto-correction dapat dilihat pada lampiran 12 pada (d) Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-correction. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator kontekstual. Pernyataan 21 memiliki nilai koefisien korelasi 0,788** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 22 memiliki nilai koefisien korelasi 0,753** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 23 memiliki nilai koefisien korelasi 0,868** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 24 memiliki nilai koefisien korelasi 0,767** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 25 memiliki nilai koefisien korelasi 0,483** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 21 sampai dengan pernyataan nomor 25 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 11 pada (e) Output Validitas Kinerja Indikator Kontekstual. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator kontekstual. Pernyataan 21 memiliki nilai koefisien korelasi 0,885** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 22 memiliki nilai koefisien korelasi 0,872** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 23 memiliki nilai koefisien korelasi 0,926** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 24 memiliki nilai koefisien korelasi 0,865** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 25 memiliki nilai koefisien korelasi 0,553** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 21 sampai dengan pernyataan nomor 25 memiliki tanda **, serta r hitung lebih

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 12 pada (e) Output Validitas Kepentingan Indikator Kontekstual. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator life. Pernyataan 26 memiliki nilai koefisien korelasi 0,522** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 27 memiliki nilai koefisien relasi 0,627** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 28 memiliki nilai koefisien korelasi 0,481** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 29 memiliki nilai koefisien korelasi 0,481** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 30 memiliki nilai koefisien korelasi 0,542** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 31 memiliki nilai koefisien korelasi 0,322. Pernyataan nomor 26 sampai dengan pernyataan nomor 30 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Pernyataan nomor 31 tidak memiliki tanda * dan tanda ** yang berarti tidak valid. Pernyataan31 dihapus dan tidak masuk dalam uji reliabilitas. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator life dapat dilihat pada lampiran 11 pada (f) Output Validitas Kinerja Indikator Life. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator life. Pernyataan 26 memiliki nilai koefisien korelasi 0,696** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 27 memiliki nilai koefisien korelasi 0,827** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 28 memiliki nilai koefisien korelasi 0,748** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 29 memiliki nilai koefisien korelasi 0,905** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 30

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 memiliki nilai koefisien korelasi 0,860** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 31 memiliki nilai koefisien korelasi 0,813** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 26 sampai dengan pernyataan nomor 31 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator life dapat dilihat pada lampiran 12 pada (f) Output Validitas Kepentingan Indikator Life. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator workmanship. Pernyataan 32 memiliki nilai koefisien korelasi 0,752** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 33 memiliki nilai koefisien korelasi 0,631** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 34 memiliki nilai koefisien korelasi 0,657** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 35 memiliki nilai koefisien korelasi 0,822** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 36 memiliki nilai koefisien korelasi 0,627** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 37 memiliki nilai koefisien korelasi 0,769** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 32 sampai dengan pernyataan nomor 37 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kinerja indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 11 pada (g) Output Validitas Kinerja Indikator Workmanship. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator workmanship. Pernyataan 32 memiliki nilai koefisien korelasi 0,837** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 33 memiliki nilai koefisien korelasi 0,605** pada taraf signifikansi 99%.

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Pernyataan 34 memiliki nilai koefisien korelasi 0,836** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 35 memiliki nilai koefisien korelasi 0,891** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 36 memiliki nilai koefisien korelasi 0,637** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan 37 memiliki nilai koefisien korelasi 0,770** pada taraf signifikansi 99%. Pernyataan nomor 32 sampai dengan pernyataan nomor 37 memiliki tanda **, serta r hitung lebih besar dari r tabel yang berarti pernyataan tersebut valid atau sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99%. Hasil output SPSS 16.0 validitas kuesioner kepentingan indikator workmaship dapat dilihat pada lampiran 12 pada (g) Output Validitas Kepentingan Indikator Workmanship. Penelitian ini memiliki 37 pernyataan pada kuesioner kinerja dan kepentingan. Perbandingan koefisien validitas kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.13 Tabel 3.13 Perbandingan Koefisien Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Auto- No. Pernyataan Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Item 16 Validitas Tingkat Tingkat Kinerja Kepentingan 0,852** 0,671** 0,592** 0,606** 0,703** 0,665** 0,695** 0,761** 0,816** 0,810** 0,806** 0,689** 0,900** 0,773** 0,897** 0,730** 0,873** 0,650** 0,889** 0,624** 0,565** 0,562** 0,621** 0,531** 0,828** 0,836** 0,678** 0,724** 0,809** 0,770** 0,898** 0,717** r Tabel Keterangan 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Indikator correction Kontekstual Life Workmanship No. Pernyataan Item 17 Item 18 Item 19 Item 20 Item 21 Item 22 Item 23 Item 24 Item 25 Item 26 Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Validitas Tingkat Tingkat Kinerja Kepentingan 0,899** 0,718** 0,826** 0,892** 0,872** 0,827** 0,774** 0,642** 0,788** 0,885** 0,753** 0,872** 0,868** 0,926** 0,767** 0,865** 0,483** 0,553** 0,522** 0,696** 0,627** 0,827** 0,481** 0,748** 0,481** 0,905** 0,542** 0,860** 0,322 0,813** 0,752** 0,837** 0,631** 0,605** 0,657** 0,836** 0,822** 0,891** 0,627** 0,637** 0,769** 0,770** r Tabel Keterangan 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 0,449 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 3.13 merupakan koefisiensi validitas dari kuesioner kinerja dan kepentingan. Tingkat kepuasaan diukur dengan kuesioner kepentingan dan kuesioner kinerja dengan pernyataan yang sama. pernyataan nomor 31 pada indikator life (daya tahan) kuesioner kinerja dihapus, yang berarti pernyataan 31 pada indikator life (daya tahan) kuesioner kepentingan juga dihapus. Pernyataan dalam kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan yang masuk dalam diuji reliabilitas sebanyak 36 pernyataan. Indikator Life (daya tahan) semula memiliki 6 pernyataan menjadi 5 pernyataan.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 2. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam ketetapan dan ketelitian hasil (Masidjo, 1995: 209). Pengujian reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Alfa Cronbach dengan rumus koefisien reliabilitas Alfa Cronbach (Sugiyono, 2012: 365) adalah: ri = keterangan: 𝑘 𝑘−1 1− ∑ 𝑠𝑖2 𝑠𝑖2 k = mean kuadrat antara subyek ∑ = mean kuadrat kesalahan = varian total Peneliti melakukan uji reliabilitas instrumen dengan menggunakan SPSS 16.0 Pernyataan yang diuji reliabilitas adalah pernyataan kuesioner yang valid. Reliabilitas kuesioner dapat diketahui dengan melihat nilai cronbach’s alpha dalam output SPSS 16.0. Langkah yang selanjutnya adalah membandingkan nilai cronbach’s alpha dengan suatu klasifikasi tingkat reliabilitas instrumen (Masidjo, 1995) pada tabel 3.14 Tabel 3.14 Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 Tabel 3.14 menunjukkan klasifikasi tingkat reliabilitas instumen. Tingkat reliabilitas instrumen dibagi menjadi 5 kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Kategori sangat tinggi bernilai 0,91 – 1,00. Kategori tinggi bernilai 0,71-0,90. Kategori cukup bernilai 0,41-0,70. Kategori rendah bernilai 0,21-0,40. Kategori sangat rendah bernilai negatif -0,20. Hasil uji reliabilitas untuk kuesioner kinerja dan kepentingan adalah : Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator auto-education termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator auto-education pada kuesioner siswa adalah 0,841. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 1, pernyataan 2, pernyataan 3, pernyataan 4, pernyataan 5, dan pernyataan 6. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator auto-eduaction dapat dilihat pada lampiran 13 pada (a) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-education Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator auto-education termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator auto-education pada kuesioner siswa adalah 0,792. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 1, pernyataan 2, pernyataan 3, pernyataan 4, pernyataan 5 dan pernyataan 6. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator auto-eduaction dapat dilihat pada lampiran 14 pada (a) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-education. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator menarik termasuk dalam kategori sangat tinggi. Koefisien reliabilitas

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 total kinerja indikator menarik pada kuesioner siswa adalah 0,912. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 7, pernyataan 8, pernyataan 9, dan pernyataan 10. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 13 pada (b) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Menarik. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator menarik termasuk dalam kategori cukup. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator menarik pada kuesioner siswa adalah 0,611. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 7, pernyataan 8, pernyataan 9 dan pernyataan 10. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 14 pada (b) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Menarik. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator bergradasi termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator bergradasi pada kuesioner siswa adalah 0,732. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 11, pernyataan 12, pernyataan 13, pernyataan 14 dan pernyataan 15. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 13 pada (c) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Bergradasi. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator bergradasi termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator menarik pada kuesioner siswa adalah 0,719.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 11, pernyataan 12, pernyataan 13, pernyataan 14 dan pernyataan 15. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 14 pada (c) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Bergradasi. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator auto-correction termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator auto-correction pada kuesioner siswa adalah 0,900. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 16, pernyataan 17, pernyataan 18, pernyataan 19 dan pernyataan 20. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator auto-correction dapat dilihat pada lampiran 13 pada (d) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-correction. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator auto-correction termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator auto-correction pada kuesioner siswa adalah 0,798. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 16, pernyataan 17, pernyataan 18, pernyataan 19 dan pernyataan 20. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator auto-correction dapat dilihat pada lampiran 14 pada (d) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-correction. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator kontekstual termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator kontekstual pada kuesioner siswa adalah 0,792. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 21, pernyataan 22, pernyataan 23, pernyataan 24

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 dan pernyataan 25. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 13 pada (e) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Kontekstual. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator kontekstual termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator kontekstual pada kuesioner siswa adalah 0,887. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 21, pernyataan 22, pernyataan 23, pernyataan 24 dan pernyataan 25. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator kontekstual dapat dilihat pada lampiran 14 pada (e) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Kontekstual. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator life termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator life pada kuesioner siswa adalah 0,818. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 26, pernyataan 27, pernyataan 28, pernyataan 29 dan pernyataan 30. Pernyataan 31 tidak masuk dalam reliabilitas karena pernyataan tidak valid. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator life dapat dilihat pada lampiran 13 pada (f) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Life. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas total indikator life termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator life pada kuesioner siswa adalah 0,874. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataaan 26, pernyataan 27, pernyataan 28, pernyataan 29 dan pernyataan 30. Pernyataan 31 tidak masuk dalam reliabilitas

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 karena pernyataan 31 pada kuesioner kepentingan tidak valid. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator life dapat dilihat pada lampiran 14 pada (f) Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Life. Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator workmanship termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kinerja indikator workmanship pada kuesioner siswa adalah 0,799. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 32, pernyataan 33, pernyataan 34, pernyataan 35, pernyataan 36.dan pernyataan 37. Output uji reliabilitas pada kuesioner kinerja untuk indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 13 pada (g) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Workmanship. Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa reliabilitas total indikator workmanship termasuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total kepentingan indikator workmanship pada kuesioner siswa adalah 0,849. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan pernyataan 32, pernyataan 33, pernyataan 34, pernyataan 35, pernyataan 36 dan pernyataan 37. Output uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan untuk indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 14 pada (g) Output Reliabilitas Kinerja Indikator Workmanship. Hasil uji reliabilitas pada kuesioner kepentingan dan kuesioner kinerja masuk dalam klasifikasi cukup, tinggi dan sangat tinggi. Tabel 3.15 merangkum hasil reliabilitas kuesioner kepentingan dan kuesioner kinerja.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Tabel 3.15 Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No 1 2 3 4 5 6 7 Reliabilitas Total Kepentingan / Kinerja / klasifikasi klasifikasi 0,841 / Tinggi 0,792 / Tinggi 0,912 / Sangat Tinggi 0,611 / Cukup 0,732 / Tinggi 0,719 / Tinggi 0,900 / Tinggi 0,798 / Tinggi 0,792 / Tinggi 0,887 / Tinggi 0,818 / Tinggi 0,874 / Tinggi 0,799 / Tinggi 0,849 / Tinggi Indikator Auto-Education Menarik Bergradasi Auto-Corretion Kontekstual Life Workmanship Tabel 3.15 menunjukkan hasil koefisien reliabilitas total kuesioner kinerja dan kepentingan untuk masing-masing indikator. Koefisien reliabilitas total kuesioner kinerja dan kepentingan masuk dalam kategori sangat tinggi, tinggi dan cukup berdasarkan klasifikasi reliabilitas. Koefisien reliabilitas total kuesioner kinerja paling tinggi adalah 0,912 yang terdapat pada indikator menarik, sedangkan reliabilitas total kuesioner kepentingan paling tinggi adalah 0,887 yang terdapat pada indikator kontekstual. Koefisien reliabilitas total tersebut dapat naik apabila ada pernyataan pada beberapa indikator yang dihapus. Rangkuman hasil validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada tabel 3.16. Tabel 3.16 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Validitas Indikator Auto-education No Pernyataan Kinerja Kepentingan 1 2 3 4 0,852 0,592 0,703 0,695 0,671 0,606 0,665 0,761 Reliabilitas Kinerja Kepentingan (if item (if item deleted) deleted) 0,785 0,764 0,848 0,782 0,824 0,771 0,824 0,750

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Validitas Indikator Menarik Bergradasi Auto-corretion Kontekstual Life Workmanship No Pernyataan Kinerja Kepentingan 5 0,816 0,810 6 0,806 0,689 Reliabilitas indikator auto-education 7 0,900 0,773 8 0,897 0,730 9 0,873 0,650 10 0,889 0,624 Reliabilitas indikator menarik 11 x 0,565 0,562 12 0,621 0,531 13 0,828 0,836 14 0,678 0,724 15 0,809 0,770 Reliabilitas indikator bergradasi 16 0,898 0,717 17 0,899 0,718 18 0,826 0,892 19 0,872 0,827 20 x 0,774 0,642 Reliabilitas indikator auto-correction 21 0,788 0,885 22 0,753 0,872 23 0,868 0,926 24 0,767 0,865 25 x 0,483 0,553 Reliabilitas indikator kontekstual 26 0,552 0,696 27 0,627 0,827 28 0,481 0,748 29 0,481 0,905 30 0,542 0,860 31 x 0,322 0,813 Reliabilitas indikator life 32 0,752 0,837 33 0,631 0,605 34 0,657 0,836 35 x 0,822 0,891 36 0,627 0,637 37 0,769 0,770 Reliabilitasindikator workmanship Reliabilitas Kinerja Kepentingan (if item (if item deleted) deleted) 0,802 0,723 0,799 0,767 0,841 0,792 0,878 0,415 0,880 0,460 0,899 0,589 0,884 0,689 0,912 0,611 0,744 0,743 0,740 0,717 0,610 0,575 0,697 0,670 0,618 0,620 0,732 0,719 0,860 0,719 0,861 0,763 0,883 0,686 0,873 0,719 0,912 0,848 0,900 0,798 0,731 0,843 0,747 0,853 0,686 0,826 0,744 0,850 0,831 0,917 0,792 0,887 0,751 0,884 0,767 0,832 0,781 0,872 0,807 0,815 0,801 0,823 0,818 0,874 0,753 0,804 0,784 0,855 0,777 0,801 0,730 0,785 0,802 0,865 0,754 0,824 0,799 0,849 Tabel 3.16 menunjukkan beberapa pernyataan yang dihapus untuk menaikkan nilai reliabilitas total. Pernyataan dengan tanda x merupakan pernyataan yang dihapus. Ada 4 pernyataan dengan tanda x yaitu pernyataan nomor 11, 20, 25 dan 35.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Keempat pernyataan berasal dari 4 indikator yang berbeda yaitu, bergradasi, autocorrection, kontekstual dan workmanship. Pernyataan nomor 11 dihapus dengan pertimbangan koefisien reliabilitas total dalam indikator bergradasi naik menjadi 0,743 dan 0,744 dari koefisien reliabilitas total semula 0,719 dan 0,732. Pernyataan nomor 20 dihapus dengan pertimbangan koefisien reliabilitas total dalam indikator auto-correction naik menjadi 0,848 dan 0,912 dari koefisien reliabilitas total semula 0,798 dan 0,900. Pernyataan nomor 25 dihapus dengan pertimbangan koefisien reliabilitas total dalam indikator kontekstual naik menjadi 0,917 dan 0,831 dari koefisien reliabilitas total semula 0,887 dan 0,792. Pernyataan nomor 35 dihapus dengan pertimbangan koefisien reliabilitas total dalam indikator workmanship naik menjadi 0,865 dan 0,802 dari koefisien reliabilitas total semula 0,849 dan 0,799. Ada tiga indikator yang pernyataannya tidak dihapus yaitu indikator auto-education, menarik, dan life. Ketiga indikator tidak mengalami penghapusan pernyataan dengan pertimbangan reliabilitas total dari masing-masing indikator sudah tinggi. Nomor pernyataan berubah dengan adanya penghapusan beberapa pernyataan. Output uji reliabilitas total dan if item deleted kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dapat dilihat pada lampiran 13 dan lampiran 14. Tabel 3.17 merupakan tabel kuesioner kepentingan dan kuesioner kinerja setelah beberapa pernyataan dihapus dan siap digunakan dalam penelitian.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Tabel 3.17 Kuesioner Kepentingan dan Kinerja Kepuasan untuk Siswa Indikator Auto-Education Menarik Bergradasi 1. Pernyataan Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. 3. 4. 5. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang pas Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah diperbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga dicat dengan rapi 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Auto-Correction 17. 18. 19. 20. Kontekstual Life Workmanship 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. Tabel 3.17 adalah tabel pernyataan kuesioner kepentingan dan kuesioner kinerja yang digunakan dalam penelitian. Indikator auto-education memiliki 6 pernyataan yang tersebar pada nomor 1 sampai nomor 6 secara berurutan. Indikator menarik

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 memiliki 4 pernyataan yang tersebar pada nomor 7 sampai nomor 10 secara berurutan. Indikator bergradasi memiliki 4 pernyataan yang tersebar pada nomor 11 sampai nomor 14 secara berurutan. Indikator auto-correction memiliki 4 pernyataan yang tersebar pada nomor 15 sampai nomor 18 secara berurutan. Indikator kontekstual memiliki 4 pernyataan yang tersebar pada nomor 19 sampai nomor 22 secara berurutan. Indikator life memiliki 5 pernyataan yang tersebar pada nomor 23 sampai nomor 27 secara berurutan. Indikator workmanship memiliki 5 pernyataan yang tersebar pada nomor 28 sampai nomor 32 secara berurutan. Jumlah kuesioner kinerja dan kepentingan yang digunakan dalam penelitian tingkat kepuasan siswa sebanyak 32 pernyataan. Selengkapnya contoh lembar kuesioner kinerja yang disebarkan kepada siswa SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan dapat dilihat pada lampiran 15. Contoh salah satu lembar kuesioner kepentingan yang disebarkan kepada siswa SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan bantul dapat dilihat pada lampiran 16. H. Prosedur Analisis Data Prosedur analisis data berisi penjelasan mengenai langkah-langkah yang ditempuh untuk melakukan analisis data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I dan Importance and Performance Analysis (IPA). Langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan atribut yang ingin diukur. Atribut yang dikumpulkan merupakan atribut yang digunakan untuk mengukur kepuasan. Atribut tersebut adalah auto-

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan workmanship. Tujuh atribut tersebut diambil dari karakteristik alat peraga Montessori, karakteristik kualitas produk lama, dan karakteristik produk baru. Langkah kedua yang dilakukan adalah mengembangkan atribut menjadi kuesioner. Kuesioner hasil pengembangan tujuh atribut mempunyai 36 item. Kuesioner yang dikembangkan adalah kuesioner kepentingan dan kinerja. Kuesioner tersebut diuji validitas dan reliabilitas sehingga diperoleh kuesioner untuk pengambilan data. Kuesioner pengambilan data untuk siswa mempunyai 32 item. Kuesioner pengambilan data untuk guru mempunyai 37 item. Tahap ketiga adalah melakukan penghitungan data hasil penelitian. Data diperoleh melalui kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan program Microsoft Excel. Penghitungan data yang dilakukan ada dua. Penghitungan data yang pertama adalah menghitung total skor yang diperoleh setiap responden pada kuesioner kinerja. Penghitungan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I. Penghitungan data yang kedua adalah menghitung rata-rata skor setiap item/pernyataan dalam kuesioner kinerja dan kepentingan. Penghitungan tersebut dilakukan untuk mengetahui atribut yang mempengaruhi kepuasan berdasarkan Importance and Performance Analysis (IPA). Tahap keempat adalah melakukan pemetaan hasil penghitungan data. Pemetaan yang pertama berkaitan dengan teknik analisis data PAP tipe I. Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan setiap responden. Pemetaan

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 yang kedua berkaitan dengan teknik analisis data IPA. Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui letak setiap atribut pada diagram kartesius. I. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I dan Importance Performance Analysis (IPA). 1. Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I Teknik analisis dengan menggunakan PAP I digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Masidjo (1995: 151) menjelaskan bahwa Penilaian Acuan Patokan (PAP) adalah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa dan guru dengan suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya dan bersifat pasti. Kompetensi minimal yang dianggap dapat meluluskan siswa dan guru dari keseluruhan penguasaan bahan pada PAP I yaitu 65% dan nilainya masuk kategori cukup (Masidjo, 1995: 153). Kompetensi tersebut juga berlaku untuk tingkat kepuasan siswa guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Siswa dan guru dianggap cukup puas jika total skor kuesionernya 65%. Kategori tingkat kepuasan guru (Masidjo, 1955: 153) dapat dilihat pada tabel 3.18 Tabel 3.18 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Berdasarkan PAP Tipe I Tingkat Penguasaan Kompetensi 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% Di bawah 55% Nilai Huruf A B C D E

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Tabel 3.18 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa dan guru menurut Masidjo (1995: 157). Terdapat lima kategori untuk menentukan kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matamatika berbasis metode Montessori. Kepuasan siswa dan guru masuk kategori sangat tinggi jika total skor kuesionernya antara 90% -100%. Kepuasan siswa dan guru masuk kategori tinggi jika total skor kuesionernya antara 80% - 89%. Kepuasan siswa dan guru masuk kategori cukup jika total skor kuesionernya antara 65% - 79%. Kepuasan siswa dan guru masuk kategori rendah jika total skor kuesionernya antara 55% - 64%, sedangkan apabila total skor kuesionernya berada di bawah 55%, maka tingkat kepuasan siswa dan guru masuk kategori sangat rendah. c. Importance Performance Analysis (IPA) Wardhani (2006: 48) menjelaskan bahwa Importance Performance Analysis (IPA) adalah suatu kerangka yang digunakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan sebagai fungsi dari hubungan penilaian tingkat kepentingan (importance) dan penilaian mengenai kinerja (performance). Kuesioner kinerja dan kepentingan dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Chan (2005: 22-23) menjelaskan bahwa IPA adalah metode evaluasi yang biasanya dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama melakukan pengumpulan atribut untuk item yang sedang dievaluasi. Tahap kedua melakukan pengembangan untuk mengukur atribut. Instumen yang digunakan merupakan gabungan dari setiap item pada daftar atribut dengan dua skala Likert yang berbeda. Skala Likert pertama

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 digunakan untuk memperoleh respon mengenai pentingnya suatu produk atau jasa. Skala Likert kedua digunakan untuk memperoleh respon mengenai kinerja suatu produk. Tahap ketiga adalah perhitungan data yang diperoleh. Data yang diperoleh berupa nilai rata-rata. Nilai rata-rata tersebut dipasangkan untuk setiap atribut, yang diukur pada skala kepentingan dan skala kinerja. Tahap akhir adalah plotting hasil pada diagram kartesius untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Peneliti menganalisis data dari kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dianalisis dengan cara mengalikan jumlah skor secara keseluruhan pada setiap pernyataan yang diberikan siswa maupun guru dengan skor pada setiap alternatif jawaban yang dipilih. Perhitungan skor yang diperoleh untuk setiap pernyataan pada indikator tingkat kepuasan dapat diketahui dengan rumus : a. Rumus perhitungan skor kuesioner kinerja yaitu : (SSx5), (Sx4), (KSx3), (TSx2), (STSx1) Keterangan: SS = Sangat Setuju S = Setuju KS = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 b. Rumus perhitungan skor kuesioner kepentingan yaitu : (SPx5), (Px4), (KPx3), (TPx2), (STPx1) Keterangan: SP = Sangat Penting P = Penting KP = Penting TP = Tidak Penting STP = Sangat Tidak penting Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori selanjutnya dijabarkan ke dalam diagram kartesius. Wardhani (2006: 48) menjelaskan diagram kartesius adalah suatu bangun yang dibagi menjadi empat kuadran dan dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan tegak lurus pada titik ( ̅ , ̅). ̅ adalah rata-rata skor tingkat kinerja seluruh indikator kinerja, sedangkan ̅ adalah rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh indikator kepentingan. Diagram kartesius berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja (Wardhani, 2006: 46) dapat dilihat pada gambar 3.1.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Gambar 3.1 Diagram Kartesius Kepentingan Pertahankan Prestasi Prioritas Utama I II ̅ Prioritas Rendah Berlebihan III IV ̅ Kinerja Gambar 3.1 menunjukkan diagram kartesius kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius tersebut terbagi menjadi empat kuadran, yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Kuadran I menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah, sehingga menimbulkan ketidakpuasan dan perlu untuk diperbaiki. Kuadran II menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi, sehingga pernyataan yang berda di kuadran II ini menunjukan kepuasan dan harus dipertahankan. Kuadran III menunjukkan pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah, sehingga perlu mempertimbangkan kembali pernyataan-pernyataan pada kuardan ini. Kuadran IV berisi pernyataan yang memiliki tingkat kepentingan rendah

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 tetapi kinernya tinggi, sehingga perlu dikurangi peningkatan pernyataan pada kuadran IV untuk menghemat biaya. J. Jadwal Penelitian Penelitian dilakukan mulai bulan september – Juli 2014. Tabel 3.19 Jadwal Penelitian No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Kegiatan Sep Okt Nov Des RencanaPelaksanaan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Penyusunan proposal Konsultasi proposal Revisi Proposal Penyusunan instrumen penelitian Uji coba instrumen penelitian Menganalisis hasil uji coba instrumen penelitian Pengambilan data penelitian Menganalisis data penelitian Pembahasan Ujian Skripsi Revisi laporan skripsi Pengumpulan skripsi Tabel 3.19 merupakan jadwal penelitian dari penyusunan proposal hingga pengumpulan skripsi. Penyusunan proposal dan konsultasi proposal dilakukan dari bulan September hingga November 2013. Revisi proposal dilakukan pada bulan

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 November 2013. Penyusunan instrumen penelitian dilakukan bulan November hingga bulan Januari 2014. Uji coba dan hasil uji coba instrumen penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga bulan Februari 2014. Pengambilan data penelitian ini dilakukan pada bulan April dan bulan Mei 2014. Bulan April 2014 pengambilan data kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa. Bulan Mei 2014 dilakukan pengambilan data kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru. Analisis data dilakukan dari bulan April hingga bulan Mei 2014. Pembahasan dilakukan pada bulan bulan Mei 2014. Ujian skripsi dan revisi laporan skripsi dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2014. Pengumpulan skirpsi pada bulan Juli 2014.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV akan menguraikan beberapa hal yaitu deskripsi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini berjudul tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Penelitian dilakukan di SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan Bantul tahun pelajaran 2013/2014. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas V yang pernah menggunakan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Jumlah siswa kelas V SD Negeri Sokowaten Baru Banguntapan Bantul sebanyak 50 siswa. Siswa berasal dari kelas A dan B. Siswa kelas A berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Siswa kelas B berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Siswa SD kelas V dalam penelitian ini berumur antara 10-11 tahun. Jumlah guru dalam penelitian ini sebanyak 1 orang guru perempuan yang mengampu mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode sensus. Data diperoleh dari seluruh jumlah populasi baik siswa maupun guru. 101

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Pengambilan data untuk siswa dilakukan pada tanggal 4 April 2014. Pengambilan data untuk guru dilakukan pada tanggal 5 Mei 2014. Data diperoleh dari hasil kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan siswa dan guru. Kuesioner tingkat kepuasan siswa berjumlah 32 pernyataan dan kuesioner untuk guru berjumlah 37 pernyataan. Siswa dalam penelitian ini pernah menggunakan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dalam proses pembelajaran. Guru dalam penelitian ini menggunakan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori dalam proses belajar bersama dengan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Data siswa yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan PAP tipe I dan Importance- Performance Analysis (IPA). Data guru yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan PAP tipe I dan Importance and Performance Analysis (IPA). Teknik analisis data ini digunakan untuk menilai instrumen kuesioner tingkat kepentingan dan kuesioner tingkat kinerja. Importance Performance Analysis (IPA) berfungsi untuk menganalisis pernyataan mana saja yang menunjukkan kepuasan atau ketidakpuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. B. Hasil Penelitian Hasil penelitian berupa data penilaian dari siswa dan guru terhadap setiap pernyataan pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Siswa dan guru memberikan penilaian dari setiap pernyataan dengan memilih salah satu dari

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 alternatif jawaban pada kuesioner kinerja dan kepentingan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I dan Importantce Performance Analysis (IPA). 1. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Teknik analisis data yang digunakan adalah PAP tipe I dan IPA. Data yang digunakan pada teknik analisis PAP tipe I adalah kuesioner kinerja. Data yang digunakan pada teknik analisis IPA adalah kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan PAP Tipe I Teknik analisis data PAP tipe 1 digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Kompetensi minimal dianggap dapat meluluskan siswa dari keseluruhan penguasaan bahan pada PAP I yaitu 65% dan nilainya masuk klasifikasi cukup (Masidjo, 1995:153). Siswa dianggap puas jika total skor kuesioner sebesar 65% dari total skor maksimal kuesioner. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa dapat dilihat pada tabel 4.1 Tabel 4.1 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa Berdasarkan PAP Tipe I Tingkat Penguasaan Kompetensi 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% Di bawah 55% Nilai Huruf Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Tabel 4.1 merupakan klasifikasi tingkat kepuasan menurut Masidjo (1995: 153). Terdapat lima klasifikasi untuk menentukan kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Kepuasan siswa masuk klasifikasi sangat tinggi jika skor total kuesioner antara 90% - 100%. Kepuasan guru masuk klasifikasi tinggi jika skor total kuesioner antara 80% 89%. Kepuasan siswa masuk klasifikasi cukup jika skor total kuesioner antara 65% - 79%. Kepuasan siswa masuk klasifikasi rendah jika skor total kuesioner antara 55% - 64%. Kepuasan guru masuk klasifikasi sangat rendah jika total skor kuesioner di bawah 55%. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.2 Tabel 4.2 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat Penguasaan Kompetensi 144 – 160 128 – 143 104– 127 88 – 103 Kurang dari 88 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.2 merupakan klasifikasi tingkat kepuasan siswa berdasarkan klasifikasi yang diungkapkan Masidjo (1995: 153). Terdapat lima klasifikasi untuk menentukan kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.2. Total skor maksimal tingkat kepuasan dihitung dengan mengkalikan jumlah pernyataan dengan skor maksimal pada alternatif jawaban skala Likert. Total skor maksimal kuesioner untuk siswa pada penelitian ini adalah 160 dari 32 pernyataan. Rentang

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 klasifikasi pertama diperoleh dari perhitungan 90% x 160 = 144, artinya kepuasan siswa masuk klasifikasi sangat tinggi jika berada pada rentang 144-160. Rentang klasifikasi dua diperoleh dari perhitungan 80% x 160 = 128, artinya kepuasan siswa masuk klasifikasi tinggi jika berada pada rentang 128-143. Rentang klasifikasi ketiga diperoleh dari perhitungan 65% x 160 = 104, artinya kepuasan siswa masuk klasifikasi cukup jika berada pada rentang 104-127. Rentang klasifikasi keempat diperoleh dari perhitungan 55% x 160 = 88, artinya kepuasan siswa masuk klasifikasi rendah jika berada pada rentang 88-103. Kepuasan siswa masuk klasifikasi sangat rendah jika sekor dibawah 88. Tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Alat Peraga Bangun Datar Berbasis Metode Montessori No Responden Total Skor Klasifikasi 1 110 Cukup 2 129 Tinggi 3 115 Cukup 4 126 Cukup 5 132 Tinggi 6 122 Cukup 7 132 Tinggi 8 127 Cukup 9 122 Cukup 10 106 Cukup 11 133 Tinggi 12 109 Cukup 13 138 Tinggi 14 110 Cukup 15 135 Tinggi 16 126 Cukup

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 No Responden Total Skor Klasifikasi 17 116 Cukup 18 128 Tinggi 19 129 Tinggi 20 126 Cukup 21 105 Cukup 22 123 Cukup 23 117 Cukup 24 136 Tinggi 25 93 Rendah 26 140 Tinggi 27 131 Tinggi 28 136 Tinggi 29 108 Cukup 30 142 Tinggi 31 131 Tinggi 32 107 Cukup 33 109 Cukup 34 147 Sangat Tinggi 35 101 Rendah 36 100 Rendah 37 130 Tinggi 38 126 Cukup 39 97 Rendah 40 138 Tinggi 41 144 Sangat Tinggi 42 112 Cukup 43 111 Cukup 44 118 Cukup 45 141 Tinggi 46 139 Tinggi 47 129 Tinggi 48 102 Rendah 49 126 Cukup 50 Rata-rata 136 Tinggi 122,92 Cukup Tabel 4.3 merupakan tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Siswa yang masuk dalam

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 klasifikasi tingkat kepuasan sangat tinggi sebanyak 2 siswa. Siswa yang masuk dalam klasifikasi tingkat kepuasan tinggi sebanyak 20 siswa. Siswa yang masuk klasifikasi tingkat kepuasan cukup sebanyak 23 siswa. Siswa yang masuk klasifikasi tingkat kepuasan rendah sebanyak 5 siswa. Tidak ada siswa yang masuk klasifikasi tingkat kepuasan sangat rendah. Subjek penelitian dari 50 siswa dengan rata-rata 122,92 menunjukkan tingkat kepuasan cukup. Peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan IPA Teknik analisis data Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui atribut-atribut mana saja yang menunjukkan kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Peneliti melakukan analisis data berdasarkan penilaian yang diberikan siswa pada setiap indikator kuesioner tingkat kepuasan (kinerja dan kepentingan). Peneliti merangkum jawaban siswa berdasarkan jawaban siswa setiap indikator yang dapat dilihat pada tabel 4.4 Tabel 4.4 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-education No 1 2 3 4 5 6 Pernyataan Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 13 37 237 0 2 13 16 19 202 5 6 13 19 7 167 0 0 3 27 20 217 0 0 8 20 22 214 2 0 14 17 17 197

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 No Pernyataan STS TS KS S SS 7 8 51 112 122 Total Total Nilai 1234 Tabel 4.4 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator autoeducation. Siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 7 kali, tidak setuju sebanyak 8 kali, kurang setuju sebanyak 51 kali, setuju sebanyak 112 kali dan sangat setuju sebanyak 122 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan jumlah nilai sebanyak 237. Total nilai paling rendah adalah 167 yang terdapat pada pernyataan nomor 3. Total nilai pada pernyataan nomor 2, 4, 5, dan 6 adalah 202, 217, 214, dan 197. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.5 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-education No 1 2 3 4 5 6 Total Pernyataan Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain STP TP KP P SP Total Nilai 0 1 0 13 36 234 0 2 11 21 16 201 2 1 19 21 7 180 0 0 1 26 23 222 0 0 5 20 25 220 1 0 13 23 13 197 3 4 49 124 120 1254 Tabel 4.5 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto-education. Terdapat empat pernyataan dalam indikator auto-correction. Siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 3 kali, tidak penting sebanyak 4 kali, kurang penting sebanyak 49 kali, setuju sebanyak 124 kali dan sangat

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 penting sebanyak 120 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan jumlah nilai sebanyak 234. Total nilai paling rendah adalah 180 yang terdapat pada pernyataan nomor 3. Total nilai pada pernyataan nomor 2, 4, 5, dan 6 adalah 201, 222, 220, dan 197. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.6 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik No Pernyataan STS TS KS S SS 7 8 9 10 Total Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang pas Alat peraga menarik daripada alat peraga lain 3 6 1 6 16 2 0 7 9 18 5 9 0 22 36 19 22 18 18 77 21 13 24 5 63 Total Nilai 203 186 207 187 783 Tabel 4.6 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator menarik. Terdapat empat pernyataan dalam indikator menarik. Siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 16 kali, tidak setuju sebanyak 18 kali, kurang setuju sebanyak 36 kali, setuju sebanyak 77 kali dan sangat setuju sebanyak 63 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 9 dengan jumlah nilai sebanyak 207. Total nilai paling rendah adalah 186 yang terdapat pada pernyataan nomor 8. Total nilai pada pernyataan nomor 7 dan 10 adalah 203 dan 187. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori.Total nilai kinerja indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius.

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Tabel 4.7 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik No 7 8 9 10 Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang pas Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Total STS TS KS S SS Total Nilai 6 1 22 12 9 167 8 6 2 3 18 8 11 19 11 14 165 182 9 7 21 8 5 143 29 13 69 50 39 657 Tabel 4.7 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator menarik. Terdapat empat pernyataan dalam indikator menarik. Siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 29 kali, tidak penting sebanyak 13 kali, kurang penting sebanyak 69 kali, penting sebanyak 50 kali dan sangat penting sebanyak 39 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan jumlah nilai sebanyak 234. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 9 dengan jumlah nilai sebanyak 182. Total nilai paling rendah adalah 143 yang terdapat pada pernyataan nomor 10. Total nilai pada pernyataan nomor 7 dan 8 adalah 167 dan 165. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.8 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No Pernyataan 11 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran 12 13 14 STS TS KS S SS Total Nilai 3 3 2 21 21 204 1 7 9 14 19 193 3 5 17 16 9 173 3 5 10 16 16 187

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 10 20 38 67 65 757 dari pendek ke panjang Total Tabel 4.8 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator bergradasi. Terdapat empat pernyataan dalam indikator bergradasi. Siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 10 kali, tidak setuju sebanyak 20 kali, kurang setuju sebanyak 38 kali, setuju sebanyak 67 kali dan sangat setuju sebanyak 65 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 11 dengan jumlah nilai sebanyak 204. Total nilai paling rendah adalah 173 yang terdapat pada pernyataan nomor 13. Total nilai pada pernyataan nomor 12 dan 14 adalah 193 dan 187. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.9 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 Total Pernyataan Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang STP TP KP P SP Total Nilai 5 8 10 15 12 171 4 8 11 14 13 174 9 8 17 12 4 144 4 4 7 22 13 186 22 28 45 63 42 675 Tabel 4.9 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator bergradasi. Terdapat empat pernyataan dalam indikator bergradasi. Siswa menjawab sangat tidak s penting sebanyak 22 kali, tidak penting sebanyak 28 kali,

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 kurang penting sebanyak 45 kali, penting sebanyak 63 kali dan sangat penting sebanyak 42 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan jumlah nilai sebanyak 234. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 14 dengan jumlah nilai sebanyak 186. Total nilai paling rendah adalah 144 yang terdapat pada pernyataan nomor 13. Total nilai pada pernyataan nomor 11 dan 12 adalah 171 dan 174. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.10 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-correction No 15 16 17 18 Total Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat STS TS KS S SS Total Nilai 13 6 10 13 8 147 0 2 6 23 19 209 0 0 5 22 23 218 8 5 8 17 12 170 21 13 29 75 62 744 Tabel 4.10 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator autocorrection. Terdapat empat pernyataan dalam indikator auto-correction. Siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 21 kali, tidak setuju sebanyak 13 kali, kurang setuju sebanyak 29 kali, setuju sebanyak 75 kali dan sangat setuju sebanyak 62 kali.Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 17 dengan jumlah nilai sebanyak 218. Total nilai paling rendah adalah 147 yang terdapat pada pernyataan nomor 15. Total nilai pada pernyataan nomor 16 dan 18

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 adalah 209 dan 170. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.11 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction No Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 15 16 17 18 Total STP TP KP P SP Total Nilai 8 3 12 17 10 168 1 0 6 20 23 214 3 0 4 17 26 213 8 7 4 17 14 172 20 10 26 71 73 767 Tabel 4.11 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto-correction. Terdapat empat pernyataan dalam indikator bergradasi. Siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 20 kali, tidak penting sebanyak 10 kali, kurang penting sebanyak 26 kali, penting sebanyak 71 kali dan sangat penting sebanyak 73 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan jumlah nilai sebanyak 234. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 16 dengan jumlah nilai sebanyak 214. Total nilai paling rendah adalah 168 yang terdapat pada pernyataan nomor 15. Total nilai pada pernyataan nomor 17 dan 18 adalah 213 dan 172. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto-correcrion digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 Tabel 4.12 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No 19 20 21 22 Total Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat STS TS KS S SS Total Nilai 5 1 5 15 24 202 3 2 19 17 19 227 3 2 8 14 23 202 2 13 6 11 6 38 17 63 19 85 195 826 Tabel 4.12 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator kontekstual. Terdapat empat pernyataan dalam indikator kontekstual. Siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 13 kali, tidak setuju sebanyak 11 kali, kurang setuju sebanyak 38 kali, setuju sebanyak 63 kali dan sangat setuju sebanyak 85 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 20 dengan jumlah nilai sebanyak 227. Total nilai paling rendah adalah 195 yang terdapat pada pernyataan nomor 22. Total nilai pada pernyataan nomor 19 dan 21 adalah 202. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.13 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No 19 20 21 22 Total Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Alat peraga ini pernah saya lihat STP TP KP P SP Total Nilai 6 8 6 12 18 178 8 3 12 14 13 171 7 3 9 11 20 184 7 28 3 17 8 35 14 51 18 69 183 716

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Tabel 4.13 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator kontekstual. Terdapat empat pernyataan dalam indikator bergradasi. Siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 28 kali, tidak penting sebanyak 17 kali, kurang penting sebanyak 35 kali, penting sebanyak 51 kali dan sangat penting sebanyak 69 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan jumlah nilai sebanyak 234. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 21 dengan jumlah nilai sebanyak 184. Total nilai paling rendah adalah 171 yang terdapat pada pernyataan nomor 20. Total nilai pada pernyataan nomor 19 dan 22 adalah 178 dan 183. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.14 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life No 23 24 25 26 27 Total Pernyataan Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak STS TS KS S SS 1 2 0 4 4 5 1 0 11 18 2 11 25 14 20 18 9 11 27 17 Total Nilai 187 177 223 194 0 7 2 12 19 61 20 97 9 73 186 967 Tabel 4.14 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator Life. Terdapat lima pernyataan dalam indikator Life. Siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 7 kali, tidak setuju sebanyak 12 kali, kurang setuju sebanyak 61 kali, setuju sebanyak 97 kali dan sangat setuju sebanyak 73 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 25 dengan jumlah nilai sebanyak 223.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Total nilai paling rendah adalah 177 yang terdapat pada pernyataan nomor 24. Total nilai pada pernyataan nomor 23, 26 dan 27 adalah 187, 194 dan 186. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (X) pada diagram kartesius. Tabel 4.15 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life No 23 24 25 26 27 Total Pernyataan Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak STP TP KP P SP 3 5 2 5 4 2 10 12 5 20 17 15 12 12 26 Total Nilai 183 177 211 7 1 9 14 19 187 5 22 4 16 9 45 18 84 14 83 182 940 Tabel 4.15 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator Life. Terdapat lima pernyataan dalam indikator Life. Siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 22 kali, tidak penting sebanyak 16 kali, kurang penting sebanyak 45 kali, penting sebanyak 84 kali dan sangat penting sebanyak 83 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan jumlah nilai sebanyak 234. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 25 dengan jumlah nilai sebanyak 211. Total nilai paling rendah adalah 177 yang terdapat pada pernyataan nomor 24. Total nilai pada pernyataan nomor 23, 26 dan 27 adalah 183, 187 dan 182. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Tabel 4.16 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship No 28 29 30 31 32 Total Pernyataan Alat peraga mudah diperbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga dicat dengan rapi STS TS KS S SS 1 2 18 22 7 Total Nilai 182 6 7 16 18 3 155 9 1 1 18 4 3 2 18 14 9 9 66 14 18 15 87 9 19 23 61 160 201 207 905 Tabel 4.16 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator workmanship. Terdapat lima pernyataan dalam indikator Life. Siswa menjawab sangat tidak setuju sebanyak 18 kali, tidak setuju sebanyak 18 kali, kurang setuju sebanyak 66 kali, setuju sebanyak 87 kali dan sangat setuju sebanyak 61 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 25 dengan jumlah nilai sebanyak 223. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 32 dengan jumlah nilai sebanyak 207. Total nilai paling rendah adalah 155 yang terdapat pada pernyataan nomor 29. Total nilai pada pernyataan nomor 28, 30 dan 31 adalah 182, 160 dan 201. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.17 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No 28 29 30 31 32 Pernyataan Alat peraga mudah diperbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga dicat dengan rapi STP TP KP P SP 4 5 11 17 13 Total Nilai 180 9 10 12 10 9 150 12 6 8 11 5 4 7 10 8 10 10 9 10 19 21 145 181 181

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 No Pernyataan Total STP TP KP P SP 39 35 48 56 72 Total Nilai 837 Tabel 4.17 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator workmanship. Terdapat lima pernyataan dalam indikator workmanship. Siswa menjawab sangat tidak penting sebanyak 39 kali, tidak penting sebanyak 35 kali, kurang penting sebanyak 48 kali, penting sebanyak 56 kali dan sangat penting sebanyak 72 kali. Total nilai paling tinggi terdapat pada pernyataan nomor 1 dengan jumlah nilai sebanyak 234.Total nilai tinggi terdapat pada pernyataan nomor 31 dan 32 dengan jumlah nilai sebanyak 181. Total nilai paling rendah adalah 145 yang terdapat pada pernyataan nomor 30. Total nilai pada pernyataan nomor 28 dan 29 adalah 180 dan 150. Peneliti merangkum penilaian yang diberikan oleh siswa kemudian menghitung rata-rata dari penilaian kinerja dan penilaian kepentingan pada indikator tingkat kepuasan siswa. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Perhitungan rata-rata penilaian pelaksanaan kinerja dan kepentingan pada indikator tingkat kepuasan siswa dapat dilihat pada tabel 4.18. Tabel 4.18 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan Pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa No Pernyataan Item Auto-education Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 1 Kata Kunci Mudah mengerti matematika Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan ̅ ̅ 237 234 3,89 3,84

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 No Item Pernyataan 2 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3 Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4 5 6 7 8 9 10 Alat peraga mudah saya gunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Rata-rata Menarik Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang pas Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Rata-rata Bergradasi Alat peraga mempunyai 11 bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke 12 besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 13 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Rata-rata Auto-correction Alat peraga dapat menunjukan 15 kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya 16 memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang 17 benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang 18 saya buat 14 Kata Kunci Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Mudah digunakan Mudah mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpa bantuan Bentuk menarik Warna menarik Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan 202 201 ̅ 3,31 3,30 167 180 2,74 2,95 217 222 3,56 3,64 214 220 3,51 3,61 197 197 3,23 3,23 3,37 3,43 ̅ 203 167 3,33 2,74 186 165 3,05 2,70 Ukuran pas 207 182 3,39 2,98 Menarik daripada alat peraga lain 187 143 3,07 2,34 3,21 2,69 Bermacam warna 204 171 3,34 2,80 Ukuran dari kecil kebesar 193 174 3,16 2,85 173 144 2,84 2,36 187 186 3,07 3,05 3,10 2,77 Permukaan dari halus ke kasar Ukuran dari panjang kependek Menunjukka n kesalahn 147 168 2,41 2,75 Memperbaik i kesalahan 209 214 3,43 3,51 218 213 3,57 3,49 170 172 2,79 2,82 Menemukan jawaban benar Menemukan kesalahan yang dibuat

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 No Item Pernyataan Rata-rata Kontekstual Alat peraga dibuat 19 menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan 20 bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan 21 yang sering dilihat saya Alat peraga ini pernah saya lihat 22 Kata Kunci Bahan yang diketahui Bahan ada dilingkungan sekitar Bahan sering dilihat Pernah dilihat Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan ̅ ̅ 3,05 3,14 202 178 3,31 2,92 227 171 3,72 2,80 202 184 3,31 3,02 195 183 3,20 3,00 3,39 2,93 Rata-rata Life 23 24 25 26 27 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat gunakan berulang kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Bahan kuat Mudah dibawa Digunakan berulang kali Masih kuat ketika jarang digunakan Tidak mudah rusak 187 183 3,07 3,00 177 177 2,90 2,90 223 211 3,66 3,46 194 187 3,18 3,07 186 182 3,05 2,98 3,17 3,08 Rata-rata Workmanship Alat peraga mudah diperbaiki 28 29 30 31 32 Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga dilem dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga dicat dengan rapi Rata-rata Rata-rata keseluruhan Mudah dioerbaiki Permukaan halus Dilem dengan kuat Dipaku dengan kuat Dicat dengan rapi 182 180 2,98 2,95 155 150 2,54 2,46 160 145 2,62 2,38 201 181 3,30 2,97 207 181 3,39 2,97 2,97 3,18 2,74 2,97 Tabel 4.19 merupakan rata-rata penilaian siswa terhadap kinerja dan kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Kolom kinerja dan kepentingan adalah total nilai dari setiap pernyataan. Kolom ̅ berisi rata-rata setiap pernyataan yang diperoleh dari total nilai kinerja yang dibagi dengan jumlah responden, yaitu 50 siswa. Kolom ̅ berisi rata-rata setiap pernyataan yang

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 diperoleh dari total nilai kepentingan yang dibagi dengan jumlah responden, yaitu 50 siswa. Angka pada kolom ̅ dan ̅ adalah angka yang digunakan untuk menentukan letak setiap pernyataan pada diagram kartesius. Letak suatu pernyataan pada diagram kartesius ditentukan oleh pertemuan dua titik, yaitu ̅ dan ̅. Garis tengah diagram kartesius dibuat dengan menarik garis dari titik dari rata-rata ̅ dan ̅. Indikator auto-education memiliki rata-rata skor sebesar 3,37 pada kuesioner kinerja dan skor 3,43 untuk kuesioner kepentingan. Indikator menarik memiliki rata-rata skor sebesar 3,21 pada kuesioner kinerja dan skor 2,69 untuk kuesioner kepentingan. Indikator bergradasi memiliki rata-rata skor sebesar 3,10 pada kuesioner kinerja dan skor 2,77 untuk kuesioner kepentingan. Indikator autocorrection memiliki rata-rata skor sebesar 3,05 pada kuesioner kinerja dan skor 3,14 untuk kuesioner kepentingan. Indikator kontekstual memiliki rata-rata skor sebesar 3,39 pada kuesioner kinerja dan skor 2,93 untuk kuesioner kepentingan. Indikator life memiliki rata-rata skor sebesar 3,17 pada kuesioner kinerja dan skor 3,08 untuk kuesioner kepentingan. Indikator workmanship memiliki rata-rata skor sebesar 2,97 pada kuesioner kinerja dan skor 2,74 untuk kuesioner kepentingan. Diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada gambar 4.1 sampai gambar 4.7.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Gambar 4.1 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.1 merupakan sebaran nomor pernyataan indikator autoeducation pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator auto-education memiliki enam pernyataan yang tersebar di dua kuadran yaitu kuadaran II dan kuadran III. Kuadran II ada tiga nomor pernyataan yaitu nomor 1 (Mudah mengerti matematika), 4 (Mudah digunakan), dan 5 (Mudah mengerjakan soal). Kuadran III ada tiga nomor pernyataan yaitu nomor 2 (Membantu mengerjakan soal), 3 (Digunakan tanpa bantuan), dan 6 (Mengerjakan soal tanpa bantuan). Diagram kartesius indikator menarik dapat dilihat pada gambar 4.2.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.2 merupakan sebaran nomor pernyataan indikator menarik pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator menarik memiliki empat pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran I, II dan kuadran III. Kuadran I ada satu nomor pernyataan yaitu nomor 8 (Warna menarik) Kuadran II ada dua nomor pernyataan yaitu nomor 7 (Bentuk menarik) dan 9 (Ukuran pas). Kuadran III ada satu nomor pernyataan yaitu nomor 10 (Menarik daripada alat peraga lain). Diagram kartesius indikator bergradasi dapat dilihat pada gambar 4.3.

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.3 merupakan sebaran nomor pernyataan indikator bergradasi pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator bergradasi memiliki empat pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran I, II dan kuadran III. Kuadran I ada satu nomor pernyataan yaitu nomor 14 (Ukuran dari panjang kependek). Kuadran II ada dua nomor pernyataan yaitu nomor 11(Bermacam warna) dan 12 (Ukuran dari kecil kebesar). Kuadran III ada satu nomor pernyataan yaitu nomor 13 (Permukaan dari halus ke kasar). Diagram kartesius indikator auto-correction dapat dilihat pada gambar 4.4

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.4 merupakan sebaran nomor pernyataan indikator autocorrection pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator auto-correction memiliki empat pernyataan yang tersebar di dua kuadran yaitu kuadaran II dan kuadran III. Kuadran II ada dua pernyataan yaitu nomor 16 (Memperbaiki kesalahan) dan 17 (Menemukan jawaban benar). Kuadran III ada dua nomor pernyataan yaitu nomor 15 (Menunjukkan kesalahn) dan 18 (Menemukan kesalahan yang dibuat). Diagram kartesius indikator kontekstual dapat dilihat pada gambar 4.5

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.5 merupakan sebaran nomor pernyataan indikator kontekstual pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator kontekstual memiliki empat pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran I, III dan kuadran IV. Kuadran I ada dua pernyataan yaitu nomor 21 (Bahan sering dilihat)dan 22 (Pernah dilihat). Kuadran III ada satu nomor pernyataan yaitu nomor 19 (Bahan yang diketahui). Kuadran IV ada satu nomor pernyataan yaitu nomor 20 (Bahan ada dilingkungan sekitar). Diagram kartesius indikator Life dapat dilihat pada gambar 4.6

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.6 merupakan sebaran nomor pernyataan indikator life pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator life memiliki lima pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran II, III dan kuadran IV. Kuadran II ada satu pernyataan yaitu nomor 25 (Digunakan berulang kali). Kuadran III ada tiga nomor pernyataan yaitu nomor 23 (Bahan kuat), 24 (Mudah dibawa) dan 27 (Tidak mudah rusak). Kuadran IV ada satu nomor pernyataan yaitu nomor 26 (Masih kuat ketika jarang digunakan). Diagram kartesius indikator workmanship dapat dilihat pada gambar 4.7

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.7 merupakan sebaran nomor pernyataan indikator workmanship pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator workmanship memiliki lima pernyataan yang tersebar di dua kuadran yaitu kuadaran II dan kuadran III. Kuadran II ada tiga pernyataan yaitu nomor 28 (Mudah diperbaiki), 31 (Dipaku dengan kuat)dan 32 (Dicat dengan rapi). Kuadran III ada dua nomor pernyataan yaitu nomor 29 (Permukaan halus) dan 30 (Dilem dengan kuat). Peneliti merangkum persebaran pernyataan pada diagram kartesius pada tabel 4.19.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Tabel 4.19 Persebaran Pernyataan Pada Diagram Kartesius Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship No Pernyataan 1. Mudah mengerti matematika 2.Membantu mengerjakan soal 3.Digunakan tanpa bantuan 4.Mudah digunakan 5.Mudah mengerjakan soal 6.Mengerjakan soal tanpa bantuan 7.Bentuk menarik 8.Warna menarik 9.Ukuran pas 10.Menarik daripada alat peraga lain 11.Bermacam warna 12.Ukuran dari kecil kebesar 13.Permukaan dari halus ke kasar 14.Ukuran dari panjang kependek 15.Menunjukkan kesalahn 16.Memperbaiki kesalahan 17.Menemukan jawaban benar 18.Menemukan kesalahan yang dibuat 19.Bahan yang diketahui 20.Bahan ada dilingkungan sekitar 21.Bahan sering dilihat 22.Pernah dilihat 23.Bahan kuat 24.Mudah dibawa 25.Digunakan berulang kali 26.Masih kuat ketika jarang digunakan 27.Tidak mudah rusak 28.Mudah dioerbaiki 29.Permukaan halus 30.Dilem dengan kuat 31.Dipaku dengan kuat Prioritas Utama I Kuadran Pertahankan Prioritas Prestasi Rendah II III Berlebihan IV √ ♣ ♣ √ √ ♣ √ ☼ √ ♣ √ √ ♣ ☼ ♣ √ √ ♣ ♣ ♯ ☼ ☼ ♣ ♣ √ ♯ ♣ √ ♣ ♣ √

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Indikator No Pernyataan Prioritas Utama I 32.Dicat dengan rapi Total Presentase 4 12,5% Kuadran Pertahankan Prioritas Prestasi Rendah II III √ 13 13 40,63% 40,63% Berlebihan IV 2 6,25% Tabel 4.19 menunjukkan rekapan persebaran pernyataan setiap indikator ketujuh diagram kartesius. Simbol ☼ mewakili kuadran I, artinya pernyataan memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah. Pernyataan yang memiliki simbol ☼ berarti siswa tidak puas dan perlu untuk diperbaiki sesuai harapan siswa. Pernyataan yang memiliki simbol ☼ sebanyak 4 pernyataan dengan presentase sebesar 12,5% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 8, 12, 21, dan 22. Simbol √ mewakili kuadran II, artinya item memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi, sehingga pernyataan yang berda di kuadran II menunjukan kepuasan dan harus dipertahankan. Pernyataan yang memiliki simbol √ sebanyak 13 pernyataan dengan presentase sebesar 40,63% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 1, 4, 5, 7, 9, 11, 12, 16, 17, 25, 28, 31 dan 32. Simbol ♣ mewakili kuadran III, artinya item memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah, sehingga perlu mempertimbangkan kembali pernyataan pada kuardan ini. Pernyataan yang memiliki simbol ♣ sebanyak 13 pernyataan dengan presentase sebesar 40,63% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 2, 3, 6, 10, 13, 15, 18, 19, 23, 24, 27, 29 dan 30.

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Simbol ♯ mewakili kuadran IV, artinya tingkat kinerja pernyataan tinggi tetapi tidak begitu penting oleh siswa, sehingga sebaiknya pernyataan tidak digunakan untuk menghemat biaya. Pernyataan yang memiliki simbol ♯ sebanyak 2 pernyataan dengan presentase sebesar 6,25% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 20 dan 26. Peneliti membuat diagram kartesius dari keseluruhan indikator. Diagram secara keseluruhan untuk melihat konsistensi pernyataan dalam setiap kuadran. Diagram kartesius secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar 4.8 Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.8 menunjukkan sebaran 32 pernyataan secara keseluruhan pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius pada setiap indikator dan diagram

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 kartesius secara keseluruhan indikator terdapat perbedaan persebaran pernyataan. Perbedaan persebaran pernyataan dapat dilihat pada gambar 4.1 - 4.7 dengan gambar 4.8. Hal ini disebabkan rata-rata skor kinerja ( ̅ ) dan rata-rata skor kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan terdapat perbedaan. Kuadran I terdapat satu pernyataan yaitu pernyataan nomor 14. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah pernyataan nomor 1, 2, 4, 5, 6, 16, 17, 21 dan 25. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah pernyataan nomor 3, 8, 10, 12, 13, 15, 18, 24, 27 dan 28. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah pernyataan nomor 7, 9, 11, 19, 20, 31, dan 31. Pernyataan nomor 22, 23 dan 26 berada pada garis kuadran. Tabel 4.20 Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi No Pernyataan 1. Mudah mengerti matematika 2.Membantu mengerjakan soal 3.Digunakan tanpa bantuan 4.Mudah digunakan 5.Mudah mengerjakan soal 6.Mengerjakan soal tanpa bantuan 7.Bentuk menarik 8.Warna menarik 9.Ukuran pas 10.Menarik daripada alat peraga lain 11.Bermacam warna 12.Ukuran dari kecil kebesar 13.Permukaan dari halus Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Kuadran Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ √ ♣ √ √ √ ♯ ♣ ♯ ♣ ♯ ♣ ♣ NA

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Indikator Autocorrection Kontekstual Life Workmanship No Pernyataan ke kasar 14.Ukuran dari panjang kependek 15.Menunjukkan kesalahn 16.Memperbaiki kesalahan 17.Menemukan jawaban benar 18.Menemukan kesalahan yang dibuat 19.Bahan yang diketahui 20.Bahan ada dilingkungan sekitar 21.Bahan sering dilihat 22.Pernah dilihat 23.Bahan kuat 24.Mudah dibawa 25.Digunakan berulang kali 26.Masih kuat ketika jarang digunakan 27.Tidak mudah rusak 28.Mudah dioerbaiki 29.Permukaan halus 30.Dilem dengan kuat 31.Dipaku dengan kuat 32.Dicat dengan rapi Total Presentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Kuadran Prioritas Rendah III Berlebihan IV NA ☼ ♣ √ √ ♣ ♯ ♯ √ • • ♣ √ • ♣ ♣ ♣ ♣ 1 3,12% 9 28,13% 12 37,5% ♯ ♯ 7 21,88% 3 9,37% Tabel 4.20 menunjukkan rangkuman persebaran item kuesioner siswa pada diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Peneliti menggunakan simbol untuk memudahkan dalam menganalisis data pada setiap kuadran. Peneliti menggunakan empat simbol. Empat simbol tersebut yaitu simbol ☼ mewakili kuadran I, simbol √ mewakili kuadran II, simbol ♣ mewakili kuadran III, dan simbol ♯ mewakili kuadarn IV. Simbol ☼ mewakili kuadran I, artinya pernyataan memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah. Pernyataan yang memiliki simbol ☼ berarti siswa tidak puas dan perlu untuk diperbaiki sesuai

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 harapan siswa. Pernyataan yang memiliki simbol ☼ sebanyak 1 pernyataan dengan presentase sebesar 3,12% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 14. Simbol √ mewakili kuadran II, artinya item memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi, sehingga pernyataan yang berda di kuadran II menunjukan kepuasan dan harus dipertahankan. Pernyataan yang memiliki simbol √ sebanyak 9 pernyataan dengan presentase sebesar 28,13% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 1, 2, 4, 5, 6, 16, 17, 21 dan 25. Simbol ♣ mewakili kuadran III, artinya item memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah, sehingga perlu mempertimbangkan kembali pernyataan pada kuardan ini. Pernyataan yang memiliki simbol ♣ sebanyak 12 pernyataan dengan presentase sebesar 37,5% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 3, 8, 10, 12, 13, 15, 18, 24, 27, 28, 29 dan 30. Simbol ♯ mewakili kuadran IV, artinya tingkat kinerja pernyataan tinggi tetapi tidak begitu penting oleh siswa, sehingga sebaiknya pernyataan tidak digunakan untuk menghemat biaya. Pernyataan yang memiliki simbol ♯ sebanyak 7 pernyataan dengan presentase sebesar 21,88% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 7, 11, 9, 19, 20, 31 dan 32. Simbol • mewakili pernyataan yang berada pada garis diagram kartisius atau NA (non applicable), artinya masih memerlukan banyak responden. Pernyataan yang memiliki simbol • sebanyak 3 pernyataan dengan presentase

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 sebesar 9,37%. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 22, 23 dan 26. Persebaran pernyataan dalam kuadran pada diagram kartesius secara keseluruhan berbeda dengan persebaran diagram kartesius perindikator. Perbedaan persebaran pernyataan dapat dilihat tabel 4.19 dan tabel 4.20. Pernyataan yang terdapat dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius secara keseluruhan dengan diagram kartesius perindikator merupakan pernyataan yang konsisten. Konsistensi persebaran pernyataan dapat dilihat pada tabel 4.21. Tabel 4.21 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran Pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Kata Kunci 1. Mudah mengerti matematika 2.Membantu mengerjakan soal 3.Digunakan tanpa bantuan 4.Mudah digunakan 5.Mudah mengerjakan soal 6.Mengerjakan soal tanpa bantuan 7.Bentuk menarik 8.Warna menarik 9.Ukuran pas 10.Menarik daripada alat peraga lain 11.Bermacam warna 12.Ukuran dari kecil kebesar 13.Permukaan dari halus ke kasar 14.Ukuran dari panjang kependek 15.Menunjukkan kesalahn 16.Memperbaiki kesalahan 17.Menemukan jawaban benar 18.Menemukan kesalahan yang dibuat 19.Bahan yang diketahui 20.Bahan ada dilingkungan sekitar 21.Bahan sering dilihat 22.Pernah dilihat Tidak Konsisten I II Konsistensi III IV NA √ III-II √ √ √ III-II II-IV I-III II-IV √ II-IV II-III √ √ √ √ √ √ III-IV √ I-II I-NA •

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Indikator Life Workmanship Kata Kunci Tidak Konsisten 23.Bahan kuat 24.Mudah dibawa 25.Digunakan berulang kali 26.Masih kuat ketika jarang digunakan 27.Tidak mudah rusak 28.Mudah dioerbaiki 29.Permukaan halus 30.Dilem dengan kuat 31.Dipaku dengan kuat 32.Dicat dengan rapi Total Presentase III-NA I II √ Konsistensi III IV NA • √ • IV-NA √ II-III II-IV II-IV 12 37,48% √ √ 1 3,13% 6 18,75% 9 28,12% 1 3,13% Tabel 3.21 menunjukkan konsistensi pernyataan dari ketujuh indikator tingkat kepuasan siswa. Pernyataan konsisten merupakan pernyataan yang berada dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius perindikator dan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten merupakan pernyataan yang berada pada kuadran berbeda antara diagram kartesius perindikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten sebanyak 12 pernyataan (37,48%). Pernyataan konsisten sebanyak 17 pernyataan (53,13%). Pernyataan yang berada pada garis diagram kartesius none applicable (NA) sebanyak 3 pernyataan (9,39%) Pernyataan yang tidak konsisten sebanyak lima belas pernyataan, yaitu pernyataan nomor 2, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 19, 21, 28, 31 dan 32. Perbedaan letak pernyataan dalam kuadran dapat dilihat pada tabel 3.21 kolom 3. Pernyataan yang tidak konsisten mungkin disebabkan jumlah responden yang kurang banyak. Pernyataan yang berada pada garis diagram kartesius none applicable (NA) sebanyak tiga pernyataan, yaitu pernyataan nomor 22, 23 dan 26. Indikator auto-education memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 1, 3, 4 dan 5. Pernyataan nomor 1, 4 dan 5 berada di kuadran II. 3 9,39%

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 1 (mudah mengerti matematika), 2 (membantu mengerjakan soal), dan 5 (mudah mengerjakan soal). Pernyataan nomor 3 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Indikator menarik memiliki satu pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 10. Pernyataan nomor 10 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Indikator bergradasi memiliki dua pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 13 dan 14. Pernyataan nomor 13 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 13 (permukaan dari halus ke kasar) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan nomor 14 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 14 (ukuran dari panjang kependek). Indikator auto-correction memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 15, 16, 17 dan 18. Pernyataan nomor 15 berada di kuadran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja rendah. Siswa menganggap penting pernyataan nomor 15 (menunjukkan kesalahan) dan

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan nomor 16 dan 17 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 16 (memperbaiki kesalahan) dan 17 (menemukan jawaban benar). Pernyataan nomor 18 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 18 (menemukan kesalahan yang dibuat) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Indikator kontekstual memiliki satu pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 20. Pernyataan nomor 20 berada di kuadran IV. Kuadran IV berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja tinggi. Siswa menganggap tidak penting pernyataan nomor 20 (bahan ada dilingkungan sekitar) dan kenyataannya siswa puas. Indikator life memiliki tiga pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 24, 25 dan 27. Pernyataan nomor 24 dan 27 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 24 (mudah dibawa) dan 27 (tidak mudah rusak) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan nomor 25 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 25 (digunakan berulang kali). Indikator workmanship memiliki dua pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 29 dan 30. Pernyataan nomor 29 dan 30 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Siswa

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 menganggap pernyataan nomor 29 (permukaan halus) dan 30 (dilem dengan kuat) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan yang konsisten dari seluruh indikator adalah pernyataan nomor 1, 3, 4, 5, 10, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 24, 25, 27, 29 dan 30. Pernyataan nomor 1, 3, 4 dan 5 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 10 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 13 dan 14 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 15, 16, 17 dan 18 mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 20 mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 24, 25 dan 27 mewakili indikator life. Pernyataan nomor 29 dan 30 mewakili indikator workmanship. Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan siswa terhadap penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. 2. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Analisis data yang di gunakan untuk kuesioner tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori yaitu PAP tipe 1 dan IPA. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan PAP Tipe 1 Teknik analisis data PAP tipe 1 digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Kompetensi minimal dianggap dapat meluluskan guru dari keseluruhan penguasaan bahan pada PAP I yaitu 65% dan nilainya masuk klasifikasi cukup

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 (Masidjo, 1995:153). Guru dianggap puas jika total skor kuesioner sebesar 65% dari total skor maksimal kuesioner. Klasifikasi tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada tabel 4.22 Tabel 4.22 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAP Tipe I Tingkat Penguasaan Kompetensi 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% Di bawah 55% Nilai Huruf Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Tabel 4.22 merupakan klasifikasi tingkat kepuasan menurut Masidjo (1995: 153). Terdapat lima klasifikasi untuk menentukan kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Kepuasan guru masuk klasifikasi sangat tinggi jika skor total kuesioner antara 90% - 100%. Kepuasan guru masuk klasifikasi tinggi jika skor total kuesioner antara 80% 89%. Kepuasan guru masuk klasifikasi cukup jika skor total kuesioner antara 65% - 79%. Kepuasan guru masuk klasifikasi rendah jika skor total kuesioner antara 55% - 64%. Kepuasan guru masuk klasifikasi sangat rendah jika total skor kuesioner di bawah 55%. Klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.23 Tabel 4.23 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat Penguasaan Kompetensi 167 – 185 148 – 166 120 – 147 102 – 119 Kurang dari 102 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Tabel 4.23 merupakan klasifikasi tingkat kepuasan siswa berdasarkan klasifikasi yang diungkapkan Masidjo (1995: 153). Terdapat lima klasifikasi untuk menentukan kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.3. Total skor maksimal tingkat kepuasan dihitung dengan mengkalikan jumlah pernyataan dengan skor maksimal pada alternatif jawaban skala likert. Total skor maksimal kuesioner untuk guru pada penelitian ini adalah 185 dari 37 pernyataan. Rentang klasifikasi pertama diperoleh dari perhitungan 90% x 185 = 167, artinya kepuasan guru masuk klasifikasi sangat tinggi jika berada pada rentang 167-185. Rentang klasifikasi dua diperoleh dari perhitungan 80% x 185 = 148, artinya kepuasan guru masuk klasifikasi tinggi jika berada pada rentang 148-166. Rentang klasifikasi ketiga diperoleh dari perhitungan 65% x 185 = 120, artinya kepuasan guru masuk klasifikasi cukup jika berada pada rentang 120-147. Rentang klasifikasi keempat diperoleh dari perhitungan 55% x 185 = 102, artinya kepuasan guru masuk klasifikasi rendah jika berada pada rentang 102-119. Kepuasan guru masuk klasifikasi sangat rendah jika sekor dibawah 102. Tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 4.24. Tabel 4.24 Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No Responden Total Skor Klasifikasi 1 164 Tinggi

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Tabel 4.24 merupakan tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Tabel 4.24 menunjukkan guru memiliki tingkat kepuasan tinggi dengan skor 164 atau 89% dari totalmaksimal skor. Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori tinggi. b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan IPA Teknik analisis data Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui pernyataan mana saja yang menunjukkan kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Peneliti melakukan analisis data berdasarkan penilaian yang diberikan siswa pada setiap indikator kuesioner tingkat kepuasan (kinerja dan kepentingan). Penilaian guru terhadap kinerja indikator auto-education dapat dilihat pada tabel 4.25. Tabel 4.25 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-education No 1 2 3 4 5 6 Total Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 3 3 27 Tabel 4.25 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator autoeducation. Terdapat 6 pernyataan yang tersebar pada nomor 1-6 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat setuju sebanyak 3 kali, setuju sebanyak 3 kali.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Total nilai pada pernyataan nomor 1, 2 dan 5 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 3, 4 dan 4 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.26 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-education No 1 2 3 4 5 6 Total Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 3 3 27 Tabel 4.26 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator autoeducation. Terdapat 6 pernyataan yang tersebar pada nomor 1 - 6 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat penting sebanyak 3 kali, penting sebanyak 3 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 1, 4 dan 5 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 2, 3 dan 6 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅) pada diagram kartesius.

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Tabel 4.27 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik No 7 8 9 10 Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 3 19 Tabel 4.27 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator menarik. Terdapat 4 pernyataan yang tersebar pada nomor 7-10 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat setuju sebanyak 3 kali, setuju sebanyak 1 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 7, 8 dan 9 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 10 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.28 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik No 7 8 9 10 Total Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 2 2 18 Tabel 4.28 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator menarik. Terdapat 4 pernyataan yang tersebar pada nomor 7 - 10 secara berurutan.

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Guru memberi penilaian sangat penting sebanyak 2 kali, penting sebanyak 2 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 7 dan 8 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 9 dan 10 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.29 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 15 Total Pernyataan Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 3 2 22 Tabel 4.29 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator bergradasi. Terdapat 5 pernyataan yang tersebar pada nomor 11-15 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat setuju sebanyak 2 kali, setuju sebanyak 3 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 11 dan 12 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 13, 14 dan 15 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ pada diagram kartesius.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Tabel 4.30 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 15 Pernyataan Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Total STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 2 3 23 Tabel 4.30 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator bergradasi. Terdapat 5 pernyataan yang tersebar pada nomor 11 - 15 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat penting sebanyak 3 kali, penting sebanyak 2 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 11, 12 dan 13 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 14 dan 15 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.31 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-correctioan No 16 17 18 19 20 Total Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 0 1 3 0 2 4 22

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 Tabel 4.31 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator autocorrectioan. Terdapat 5 pernyataan yang tersebar pada nomor 16-20 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat setuju sebanyak 2 kali, setuju sebanyak 3 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 16, 19 dan 20 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 17 dan 18 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.32 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-correctioan No 16 17 18 19 20 Total Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 0 0 2 1 3 5 23 Tabel 4.32 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator auto-correction. Terdapat 5 pernyataan yang tersebar pada nomor 16 - 20 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat penting sebanyak 3 kali, penting sebanyak 2 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 16 dan 19 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 17, 18 dan 20 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator auto-

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 correction digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.33 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No 21 22 23 24 25 Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 4 1 21 Tabel 4.33 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator kontekstual. Terdapat 5 pernyataan yang tersebar pada nomor 21 - 25 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat setuju sebanyak 1 kali, setuju sebanyak 4 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 21, 22, 23 dan 24 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 25 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.34 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No 21 22 23 24 25 Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 4 5

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai 0 0 0 3 2 22 pembelajaran Total Tabel 4.34 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator kontekstual. Terdapat 5 pernyataan yang tersebar pada nomor 21 - 25 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat penting sebanyak 2 kali, penting sebanyak 3 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 21 dan 25 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 22, 23 dan 24 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingana ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.35 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life No 26 27 28 29 30 31 Total Pernyataan Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan STS TS KS S SS 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 Total Nilai 5 4 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 5 5 5 29 Tabel 4.35 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator Life. Terdapat 6 pernyataan yang tersebar pada nomor 26 - 31 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat setuju sebanyak 5 kali, setuju sebanyak 1 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 26, 28, 29, 30 dan 31 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 27 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 Montessori. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan ratarata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.36 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life No 26 27 28 29 30 31 Total Pernyataan Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan STP TP KP P SP 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 Total Nilai 5 4 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 1 0 4 5 4 28 Tabel 4.36 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator life. Terdapat 6 pernyataan yang tersebar pada nomor 26 - 31 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat penting sebanyak 4 kali, penting sebanyak 2 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 26, 28, 29 dan 30 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 27 dan 31 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ̅) pada diagram kartesius. Tabel 4.37 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship No 32 33 34 35 36 37 Total Pernyataan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi STS TS KS S SS 0 0 0 0 1 Total Nilai 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 5 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 0 0 0 1 1 5 5 29

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Tabel 4.37 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator workmanship. Terdapat 6 pernyataan yang tersebar pada nomor 32 - 37 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat setuju sebanyak 5 kali, setuju sebanyak 1 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 32, 34, 35, 36 dan 37 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 33 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kinerja alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kinerja indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ ) pada diagram kartesius. Tabel 4.38 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No 32 33 34 35 36 37 Total Pernyataan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi STP TP KP P SP 0 0 0 0 1 Total Nilai 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 4 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 0 0 0 2 1 4 5 28 Tabel 4.38 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator workmanship. Terdapat 6 pernyataan yang tersebar pada nomor 32 - 37 secara berurutan. Guru memberi penilaian sangat penting sebanyak 4 kali, penting sebanyak 2 kali. Total nilai pada pernyataan nomor 32, 35, 36 dan 37 adalah 5. Total nilai pada pernyataan nomor 33 dan 34 adalah 4. Semakin tinggi total nilai pada setiap pernyataan maka semakin tinggi tingkat kepentingan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅ pada diagram

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 kartesius. Peneliti menghitung rata-rata dari penilaian kinerja dan penilaian kepentingan dalam setiap indikator. Rata-rata penilaian pelaksanaan kinerja dan kepentingan tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada tabel 4.39. Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru No Indikator I Auto-education Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Rata-rata Menarik Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Rata-rata Bergradasi Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai 1 2 3 4 5 6 II 7 8 9 10 III 11 12 Kata Kunci Mudah memahami konsep Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Mudah digunakan Mudah mengerjakan soal Mengerjakan tanpa bantuan orang lain Bentuk menarik Warna menarik Ukuran proposional Menarik daripada alat peraga lain Memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6 Bermacam Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan ̅ ̅ 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4,5 4,5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4,75 4,5 5 5 5 5 5 5 5 5

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 No 13 14 15 IV 16 17 18 19 20 V 21 22 23 24 25 VI 26 Indikator bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Rata-rata Auto-correction Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Rata-rata Kontekstual Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Rata-rata Life Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Kata Kunci Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan ̅ ̅ 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4,4 4,6 warna Ukuran dari kecil kebesar Permukaan dari halus kekasar Ukuran dari pendek kepanjang Menunjukkan kesalahan 4 4 4 4 Membantu memperbaiki kesalahan 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4,4 4,6 Menemukan jawaban benar Menemukan kesalahan Memiliki kunci jawaban Bahan yang diketahui 4 5 4 5 Bahan di lingkungan sekitar 4 4 4 4 Bahan sering dilihat 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4,2 4,4 5 5 Pernah dilihat Sesuai materi pembelajaran Bahan kuat yang 5 5

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 No 27 28 29 30 31 VII 32 33 34 35 36 37 Indikator Kata Kunci Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Mudah dibawa Digunakan berulang kali Kuat ketika jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah dibersihkan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Rata-rata Workmanship Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi Mudah diperbaiki Permukaan halus Direkatkan dengan kua Dipaku dengan kuat Tidak melukai Dicat dengan rapi Rata-rata Rata-rata Keseluruhan Penilaian Kinerja Penilaian Kepentingan 4 4 ̅ ̅ 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4,83 4,67 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4,83 4,56 4,67 4,56 Tabel 4.39 merupakan rata-rata penilaian guru terhadap kinerja dan penilaian kepentingan pada setiap indikator kepuasan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Kolom ̅ berisi rata-rata setiap pernyataan yang diperoleh dari total nilai kinerja yang dibagi dengan jumlah responden, yaitu 1 guru. Kolom ̅ berisi rata-rata setiap pernyataan yang diperoleh dari total nilai kepentingan yang dibagi dengan jumlah responden, yaitu 1 guru. Angka pada kolom ̅ dan ̅ adalah angka yang digunakan untuk menentukan letak setiap pernyataan pada diagram kartesius. Letak suatu pernyataan pada diagram

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 kartesius ditentukan oleh pertemuan dua titik, yaitu ̅ dan ̅. Garis tengah diagram kartesius dibuat dengan menarik garis dari titik dari rata-rata ̅ dan ̅. Indikator auto-education memiliki rata-rata skor sebesar 4,5 pada kuesioner kinerja dan skor 4,5 untuk kuesioner kepentingan. Indikator menarik memiliki rata-rata skor sebesar 4,75 pada kuesioner kinerja dan skor 4,5 untuk kuesioner kepentingan. Indikator bergradasi memiliki rata-rata skor sebesar 4,4 pada kuesioner kinerja dan skor 4,6 untuk kuesioner kepentingan. Indikator autocorrection memiliki rata-rata skor sebesar 4,4 pada kuesioner kinerja dan skor 4,6 untuk kuesioner kepentingan. Indikator kontekstual memiliki rata-rata skor sebesar 4,2 pada kuesioner kinerja dan skor 4,4 untuk kuesioner kepentingan. Indikator life memiliki rata-rata skor sebesar 4,83 pada kuesioner kinerja dan skor 4,67 untuk kuesioner kepentingan. Indikator workmanship memiliki rata-rata skor sebesar 4,83 pada kuesioner kinerja dan skor 4,67 untuk kuesioner kepentingan. Diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada gambar 4.9

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.9 menunjukkan sebaran pernyataan indikator auto-education pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator auto-education memiliki enam pernyataan yang tersebar di empat kuadran dari kuadaran I sampai kuadran IV. Kuadran I terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 4 . Kuadran II terdapat dua nomor pernyataan yaitu nomor 1 (mudah memahami konsep) dan 5 (mengerjakan soal). Kuadran III terdapat dua nomor pernyataan yaitu nomor 3 (Digunakan tanpa bantuan) dan 6 (mengerjakan tanpa bantuan orang lain). Kuadran IV terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 2 (membantu

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 mengerjakan soal). Diagram kartesius indikator menarik dapat dilihat pada gambar 4.10 Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.10 menunjukkan sebaran pernyataan indikator menarik pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator menarik memiliki empat pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran I, II dan kuadran IV. Kuadran II terdapat dua nomor pernyataan yaitu nomor 7 (bentuk menarik) dan 8 (warna menarik). Kuadran III terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain). Kuadran IV terdapat satu nomor pernyataan

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 yaitu nomor 9 (ukuran proposional). Diagram kartesius indikator bergradasi dapat dilihat pada gambar 4.11 Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.11 menunjukkan sebaran pernyataan indikator bergradasi pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator bergradasi memiliki lima pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran I, II dan kuadran III. Kuadran I terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 13 (ukuran dari kecil kebesar). Kuadran II terdapat dua nomor pernyataan yaitu nomor 11 (memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6) dan 12 (bermacam warna). Kuadran III terdapat dua nomor pernyataan yaitu nomor 14 (permukaan dari halus kekasar)

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 dan 15 (ukuran dari pendek kepanjang). Diagram kartesius indikator autocorrection dapat dilihat pada gambar 4.12. Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.12 menunjukkan sebaran pernyataan indikator auto-correction pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator bergradasi memiliki lima pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran I, II dan kuadran III. Kuadran I terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 20 (memiliki kunci jawaban). Kuadran II terdapat dua nomor pernyataan yaitu nomor 17 (Membantu memperbaiki kesalahan) dan 18 (menemukan jawaban benar). Kuadran III terdapat dua nomor pernyataan yaitu nomor 16 (Menunjukkan kesalahan) dan 19

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 (Menemukan kesalahan). Diagram kartesius indikator kontekstual dapat dilihat pada gambar 4.13 Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.13 menunjukkan sebaran pernyataan indikator kontekstual pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator kontekstual memiliki lima pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran I, II dan kuadran III. Kuadran I terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 21 (bahan yang diketahui). Kuadran II terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 25 (sesuai materi pembelajaran). Kuadran III terdapat tiga nomor pernyataan yaitu nomor 22 (bahan di lingkungan sekitar), 23 (bahan sering dilihat) dan 24 (Pernah dilihat). Diagram kartesius indikator Life dapat dilihat pada gambar 4.14.

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.14 menunjukkan sebaran pernyataan indikator Life pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator kontekstual memiliki enam pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran II, III dan kuadran IV. Kuadran II terdapat empat nomor pernyataan yaitu nomor 26 (bahan yang kuat), 28 (digunakan berulang kali), 29 (kuat ketika jarang digunakan) dan 30 (tidak mudah rusak). Kuadran III terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 27 (mudah dibawa). Kuadran IV terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 31 (mudah dibersihkan). Diagram kartesius indikator workmanship dapat dilihat pada gambar 4.15.

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.15 menunjukkan sebaran pernyataan indikator workmanship pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori. Indikator memiliki workmanship enam pernyataan yang tersebar di tiga kuadran yaitu kuadaran II, III dan kuadran IV. Kuadran II terdapat empat nomor pernyataan yaitu nomor 32 (mudah diperbaiki), 35 (dipaku dengan kuat), 36 (tidak melukai) dan 37. Kuadran III terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 33 (permukaan halus). Kuadran IV terdapat satu nomor pernyataan yaitu nomor 34 (Direkatkan dengan kuat). Peneliti merangkum persebaran pernyataan pada diagram kartesius yang dapat dilihat dalam tabel 4.40.

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 Tabel 4.40 Persebaran Pernyataan pada Diagram Kartesius Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship No Pernyataan 1.Mudah memahami konsep 2.Membantu mengerjakan soal 3.Digunakan tanpa bantuan 4.Mudah digunakan 5.Mudah mengerjakan soal 6.Mengerjakan tanpa bantuan orang lain 7.Bentuk menarik 8.Warna menarik 9.Ukuran proposional 10.Menarik daripada alat peraga lain 11.Memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6 12.Bermacam warna 13.Ukuran dari kecil kebesar 14.Permukaan dari halus kekasar 15.Ukuran dari pendek kepanjang 16.Menunjukkan kesalahan 17.Membantu memperbaiki kesalahan 18.Menemukan jawaban benar 19.Menemukan kesalahan 20.Memiliki kunci jawaban 21.Bahan yang diketahui 22.Bahan di lingkungan sekitar 23.Bahan sering dilihat 24.Pernah dilihat 25.Sesuai materi pembelajaran 26.Bahan yang kuat 27.Mudah dibawa 28.Digunakan berulang kali 29.Kuat ketika jarang digunakan 30.Tidak mudah rusak 31.Mudah dibersihkan 32.Mudah diperbaiki 33.Permukaan halus 34.Direkatkan dengan kua 35.Dipaku dengan kuat 36.Tidak melukai 37.Dicat dengan rapi Jumlah Presentase Kuadran I II √ III IV ♯ ♣ ☼ √ ♣ √ √ ♯ ♣ √ √ ☼ ♣ ♣ ♣ √ √ ♣ ☼ ☼ ♣ ♣ ♣ √ √ ♣ √ √ √ ♯ √ ♣ ♯ 4 10,81% √ √ √ 17 45,95% 12 32,43% Tabel 4.40 menunjukkan rangkuman persebaran pernyataan setiap indikator ketujuh diagram kartesius. Simbol ☼ mewakili kuadran I, artinya pernyataan memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah. 4 10,81%

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 Pernyataan yang memiliki simbol ☼ berarti guru tidak puas dan perlu untuk diperbaiki sesuai harapan guru. Pernyataan yang memiliki simbol ☼ sebanyak 4 pernyataan dengan presentase sebesar 10,81% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 4, 12, 20 dan 21. Simbol √ mewakili kuadran II, artinya item memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi, sehingga pernyataan yang berda di kuadran II menunjukan kepuasan dan harus dipertahankan. Pernyataan yang memiliki simbol √ sebanyak 17 pernyataan dengan presentase 45,95% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 1, 5, 7, 8, 11, 12, 17, 18, 25, 26, 28, 29, 30, 32, 35, 36 dan 37. Simbol ♣ mewakili kuadran III, artinya item memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah, sehingga perlu mempertimbangkan kembali pernyataan pada kuardan ini. Pernyataan yang memiliki simbol ♣ sebanyak 12 pernyataan dengan presentase sebesar 32,42% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 3, 6, 10, 14, 15, 16, 19, 22, 23, 24, 27 dan 33. Simbol ♯ mewakili kuadran IV, artinya tingkat kinerja pernyataan tinggi tetapi tidak begitu penting oleh guru, sehingga sebaiknya pernyataan tidak digunakan untuk menghemat biaya. Pernyataan yang memiliki simbol ♯ sebanyak 4 pernyataan dengan presentase sebesar 10,81% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 2, 9, 31 dan 34.

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Peneliti membuat diagram kartesius dari keseluruhan indikator. Diagram secara keseluruhan untuk melihat konsistensi pernyataan dalam setiap kuadran. Diagram kartesius secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar 4.16 Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Bangun Datar Berbasis Metode Montessori Gambar 4.16 menunjukkan sebaran 37 pernyataan secara keseluruhan pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Keterbatasan program SPSS 16.0 hanya dapat menampilkan maksimal 4 nomor pernyataan dalam satu titik. Beberapa nomor pernyataan yang tidak tampak pada output diagram kartesius dapat dilihat pada saat proses SPSS. Peneliti mencatat secara manual semua nomor pernyataan pada setiap kuadran diagram kartesius.

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 Kuadran I terdapat empat pernyataan yaitu pernyataan nomor 4, 13, 20 dan 21. Kuadran II terdapat tujuh belas pernyataan yaitu pernyataan nomor 1, 5, 7, 8, 11, 12, 17, 18, 25, 26, 28, 29, 30, 32, 35, 36 dan 37. Kuadran III terdapat dua belas pernyataan yaitu pernyataan nomor 3, 6, 10, 14, 15, 16, 19, 22, 23, 24, 27 dan 33. Kuadran IV terdapat empat pernyataan yaitu pernyataan nomor 2, 9, 31 dan 34. Penulis merangkum persebaran pernyataan setiap kuadran pada tabel 4.41. Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Seluruh Indikator pada Diagram Kartesius Indikator Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life No Pernyataan Kuadran I 1.Mudah memahami konsep 2.Membantu mengerjakan soal 3.Digunakan tanpa bantuan 4.Mudah digunakan 5.Mudah mengerjakan soal 6.Mengerjakan tanpa bantuan orang lain 7.Bentuk menarik 8.Warna menarik 9.Ukuran proposional 10.Menarik daripada alat peraga lain 11.Memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6 12.Bermacam warna 13.Ukuran dari kecil kebesar 14.Permukaan dari halus kekasar 15.Ukuran dari pendek kepanjang 16.Menunjukkan kesalahan 17.Membantu memperbaiki kesalahan 18.Menemukan jawaban benar 19.Menemukan kesalahan 20.Memiliki kunci jawaban 21.Bahan yang diketahui 22.Bahan di lingkungan sekitar 23.Bahan sering dilihat 24.Pernah dilihat 25.Sesuai materi pembelajaran 26.Bahan yang kuat 27.Mudah dibawa 28.Digunakan berulang kali 29.Kuat ketika jarang digunakan II √ III IV ♯ ♣ ☼ √ ♣ √ √ ♯ ♣ √ √ ☼ ♣ ♣ ♣ √ √ ♣ ☼ ☼ ♣ ♣ ♣ √ √ ♣ √ √

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 Indikator Workmanship No Pernyataan Kuadran I 30.Tidak mudah rusak 31.Mudah dibersihkan 32.Mudah diperbaiki 33.Permukaan halus 34.Direkatkan dengan kua 35.Dipaku dengan kuat 36.Tidak melukai 37.Dicat dengan rapi Jumlah Presentase II √ III IV ♯ √ ♣ ♯ 4 10,81% √ √ √ 17 45,95% 12 32,43% 4 10,81% Tabel 4.41 menunjukkan rangkuman persebaran pernyataan setiap indikator ketujuh diagram kartesius. Simbol ☼ mewakili kuadran I, artinya pernyataan memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya masih rendah. Pernyataan yang memiliki simbol ☼ berarti guru tidak puas dan perlu untuk diperbaiki sesuai harapan guru. Pernyataan yang memiliki simbol ☼ sebanyak 4 pernyataan dengan presentase sebesar 10,81% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 4, 13, 20 dan 21. Simbol √ mewakili kuadran II, artinya item memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya juga tinggi, sehingga pernyataan yang berda di kuadran II menunjukan kepuasan dan harus dipertahankan. Pernyataan yang memiliki simbol √ sebanyak 17 pernyataan dengan presentase 45,95% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 1, 5, 7, 8, 11, 12, 17, 18, 25, 26, 28, 29, 30, 32, 35, 36 dan 37. Simbol ♣ mewakili kuadran III, artinya item memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah, sehingga perlu mempertimbangkan kembali pernyataan pada kuardan ini. Pernyataan yang memiliki simbol ♣ sebanyak 12 pernyataan dengan presentase sebesar 32,42% dari jumlah

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 3, 6, 10, 14, 15, 16, 19, 22, 23, 24, 27 dan 33. Simbol ♯ mewakili kuadran IV, artinya tingkat kinerja pernyataan tinggi tetapi tidak begitu penting oleh guru, sehingga sebaiknya pernyataan tidak digunakan untuk menghemat biaya. Pernyataan yang memiliki simbol ♯ sebanyak 4 pernyataan dengan presentase sebesar 10,81% dari jumlah pernyataan. Pernyataan tersebut terdapat pada pernyataan nomor 2, 9, 31 dan 34. Persebaran pernyataan pada diagram kartesius secara keseluruhan sama seperti persebaran pernyataan pada diagram kartesius perindikator. Pernyataan berada pada kuadran yang sama antara diagram kartesius secara keseluruhan dengan diagram kartesius perindikator merupakan pernyataan yang memiliki konsistensi. Peneliti merangkum konsistensi pernyataan setiap kuadran pada tabel 4.42 Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi No Pernyataan 1.Mudah memahami konsep 2.Membantu mengerjakan soal 3.Digunakan tanpa bantuan 4.Mudah digunakan 5.Mudah mengerjakan soal 6.Mengerjakan tanpa bantuan orang lain 7.Bentuk menarik 8.Warna menarik 9.Ukuran proposional 10.Menarik daripada alat peraga lain 11.Memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6 12.Bermacam warna 13.Ukuran dari kecil kebesar 14.Permukaan dari halus kekasar Tidak Konsisten Kuadran I II √ III IV √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 Indikator Autocorrection Kontekstual Life Workmanship No Pernyataan 15.Ukuran dari pendek kepanjang 16.Menunjukkan kesalahan 17.Membantu memperbaiki kesalahan 18.Menemukan jawaban benar 19.Menemukan kesalahan 20.Memiliki kunci jawaban 21.Bahan yang diketahui 22.Bahan di lingkungan sekitar 23.Bahan sering dilihat 24.Pernah dilihat 25.Sesuai materi pembelajaran 26.Bahan yang kuat 27.Mudah dibawa 28.Digunakan berulang kali 29.Kuat ketika jarang digunakan 30.Tidak mudah rusak 31.Mudah dibersihkan 32.Mudah diperbaiki 33.Permukaan halus 34.Direkatkan dengan kua 35.Dipaku dengan kuat 36.Tidak melukai 37.Dicat dengan rapi Jumlah Presentase Tidak Konsisten Kuadran I II III √ IV √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 4 10,81% √ √ √ 17 45,95% 12 32,43% 4 10,81% Tabel 4.42 menunjukkan konsistensi pernyataan dari ketujuh indikator tingkat kepuasan guru. Pernyataan konsisten merupakan pernyataan yang berada dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius perindikator dan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten merupakan pernyataan yang berada pada kuadran berbeda antara diagram kartesius perindikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Indikator auto-education memiliki enam pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Pernyataan nomor 1 dan 5 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 1 (mudah memahami

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 konsep), dan 5 (mudah mengerjakan soal). Pernyataan nomor 2 berada di kuadran IV. Kuadran VI berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja tinggi. Guru menganggap pernyataan nomor 2 (membantu mengerjakan soal) tidak penting dan kenyataannya guru puas. Pernyataan nomor 3 dan 6 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) dan 6 (mengerjakan tanpa bantuan orang lain) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 4 berada di kuadran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja rendah. Guru menganggap penting pernyataan nomor 4 (mudah digunakan) dan kenyataannya guru tidak puas. Indikator menarik memiliki empat pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 7, 8, 9 dan 10. Pernyataan nomor 7 dan 8 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 7 (Bentuk menarik dan 8 (warna menarik). Pernyataan nomor 9 berada di kuadran IV. Kuadran VI berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja tinggi. Guru menganggap pernyataan nomor 9 (ukuran proposional) tidak penting tetapi kenyataannya guru puas. Pernyataan nomor 10 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Indikator bergradasi memiliki lima pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 11, 12, 13, 14 dan 15. Pernyataan nomor 11 dan 12 berada di

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 11 (memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6 dan 12 (bermacam warna). Pernyataan nomor 13 berada di kuadran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja rendah. Guru menganggap penting pernyataan nomor 13 (ukuran dari kecil kebesar) dan kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 14 dan 15 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 14 (permukaan dari halus kekasar) dan 15 (ukuran dari pendek kepanjang) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Indikator auto-correction memiliki lima pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 16, 17, 18, 19 dan 20. Pernyataan nomor 16 dan 19 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 16 (menunjukkan kesalahan) dan 19 (menemukan kesalahan) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 17 dan 18 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 17 (membantu memperbaiki kesalahan) dan 18 (menemukan jawaban benar). Pernyataan nomor 20 berada di kuadran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja rendah. Guru menganggap penting pernyataan nomor 20 (memiliki kunci jawaban) dan kenyataannya guru tidak puas. Indikator kontekstual memiliki lima pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 21, 22, 23, 24 dan 25. Pernyataan nomor 21 berada di kuadran

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 I. Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja rendah. Guru menganggap penting pernyataan nomor 21 (bahan yang diketahui) dan kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan nomor 22, 23 dan 24 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 22 (bahan di lingkungan sekitar), 23 (bahan sering dilihat) dan 24 (pernah dilihat) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Guru menganggap pernyataan nomor 25 berada dikuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 25 (sesuai materi pembelajaran). Indikator life memiliki enam pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 26, 27, 28, 29, 30 dan 31. Pernyataan nomor 26, 28, 29 dan 30 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat), 28 (digunakan berulang kali), 29 (kuat ketika jarang digunakan) dan 30 (tidak mudah rusak). Pernyataan nomor 27 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 27 (Mudah dibawa) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 31 berada di kuadran IV. Kuadran VI berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja tinggi. Guru menganggap pernyataan nomor 31 (mudah dibersihkan) tidak penting tetapi kenyataannya guru puas. Indikator workmanship memiliki enam pernyataan yang konsisten, yaitu pernyataan nomor 32, 33, 34, 35, 36 dan 37. Pernyataan nomor 32, 35, 36 dan 37 berada di kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki), 35 (dipaku dengan kuat), 36 (tidak melukai) dan 37 (dicat dengan rapi). Pernyataan nomor 33 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 33 (permukaan halus) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 34 berada di kuadran IV. Kuadran VI berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja tinggi. Guru menganggap pernyataan nomor 34 (direkatkan dengan kuat) tidak penting tetapi kenyataannya guru puas. Semua pernyataan dari tujuh indikator konsisten. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 7, 8, 9 dan 10 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 11, 12, 13, 14 dan 15 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 16, 17, 18, 19 dan 20 mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 21, 22, 23, 24 dan 25 mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 26, 27, 28, 29, 30 dan 31 mewakili indikator life. Pernyataan nomor 32, 33, 34, 35, 36 dan 37 mewakili indikator workmanship. Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan guru terhadap penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori C. Pembahasan Sub bab pembahasan membahas tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 1. Pembahasan Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Bangun Datar berbasis Metode Montessori Hasil Analisis kuesioner menggunakan PAP tipe I menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori adalah cukup. Hasil analisis menunjukkan tingkat kepuasan siswa adalah cukup berarti hasil penelitian tidak sama dengan hipotesis penelitian yang mengatakan tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis Montessori adalah tinggi. Kemungkinan, kualitas alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam penelitian ini tidak sesuai dengan alat peraga Montessori yang asli. Tingkat kepuasan cukup didukung dari hasil analisis data menggunakan IPA. Pernyataan yang berada pada kuadran II sebanyak 6 pernyataan. Pernyataan yang berada pada kuadran II adalah pernyataan nomor 1, 4, 5, 16, 17 dan 25. Kuadran II artinya tingkat kepentingan alat peraga tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang berada pada kuadran sebanyak 1 IV pernyataan. Pernyataan yang berada pada kuadran IV adalah pernyataan no 20. Kuadran IV berarti tingkat kepentingan rendah tingkat kinerja tinggi. Pernyataan yang berada pada kuadran II dan IV menunjukkan bahwa siswa merasa puas dengan alat peraga. Siswa merasa alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori mudah mengerti matematika dan mudah mengerjakan soal. Siswa menganggap penting pernyataan tersebut dan pada kenyataannya siswa merasa lebih terbantu dengan penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dalam belajar matematika. Hal ini sesuai dengan Suharjana (2009: 3) yang menjelaskan bahwa

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 salah satu manfaat penggunaan alat peraga adalah mempermudah dalam memahami konsep matematika. Siswa merasa alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori mudah digunakan. Siswa puas dengan alat peraga yang Bangun Datar berbasis metode Montessori karena mudah digunakan. Alat peraga berbasis metode Montessori mudah digunakan sesuai dengan karakteristik alat peraga yaitu auto-education yang dirancang untuk menumbuhkan kemandirian siswa dalam memahami materi matematika (Montessori, 2002:172). Siswa menganggap penting bila alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dapat memperbaiki kesalahan. Alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori pada kenyataannya dapat membantu siswa memperbaiki kesalahan jawaban. Alat peraga memiliki pengendali kesalahan berupa kunci jawaban (Montessori, 2002: 170-171). Kunci jawaban juga dapat digunakan untuk melihat jawaban yang benar seperti kepuasan yang dirasakan siswa pada pernyataan menemukan jawaban benar. Siswa juga menginginkan bila alat peraga dapat digunakan berulang kali. Alat peraga Bangun Datar Berbasis Metode Montessori pada kenyataannya dapat digunakan berulang kali. Alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori memiliki kualitas produk yang baik. Hal ini sesuai dengan Garvin (dalam Sethi, 2000) mengatakan salah satu aspek yang menunjukkan kualitas produk itu baik adalah keawetan. Pernyataan yang berapa pada kuadran IV adalah pernyataan nomor 20. Kuadran IV artinya tingkat kepentingan alat peraga rendah dan kinerja alat peraga tinggi. Siswa tidak mementingkan bahan alat peraga Bangun Datar berbasis metode

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 Montessori dapat ditemukan dilingkungan sekitar namun siswa merasa puas. Siswa mungkin lebih mementingkan fungsi alat peraga dari pada bahan pembuat alat peraga. Siswa lebih mengutamakan fungsi alat peraga seperti pada pernyataan yang berada pada kuadran II. Kuadran I artinya tingkat kepentingan tinggi namun kinerjannya rendah. Siswa merasa tidak puas dengan pernyataan yang berda pada kuadra I. Pernyataan yang berda pada kuadran I adalah ukuran dari panjang kependek. Siswa mungkin menginginkan alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori memiliki ukuran dari panjang ke pendek, namun pada kenyataannya alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori tidak memiliki ukuran dari panjang ke pendek sehingga siswa tidak puas. Siswa mungkin merasa apa yang diinginkan terhadap alat peraga tidak dapat terpenuhi sehingga merasa kecewa. Rasa kecewa siswa merupakan luapan emosi negatif. Ratnasari menjelaskan emosional merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan (Ratnasari & Aksa, 2011: 117). Siswa tidak puas dengan alat peraga. Kuadran III, artinya tingkat kepentingan rendah dan kinerjanya rendah. Pernyataan yang berada pada kuadran III sebanyak 9 pernyataan. Pernyataan yang berada pada kuadran III yaitu nomor 3, 10, 13, 15, 18, 24, 27, 29 dan 30. Siswa menganggap digunakan tanpa bantuan orang lain tidak penting dan pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar belum dapat digunakan tanpa bantuan orang lain. Siswa merasa masih memerlukan orang lain dalam menggunakan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Hal ini seperti yang diterangkan Yamin (2009: 116) bahwa siswa beranggapan bahwa guru satu-satunya sumber

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 ilmu karena budaya belajar mandiri belum begitu berkembang dikalangan siswa di Indonesia. Siswa menganggap alat peraga Bangun Datar menarik daripada alat peraga lain tidak penting, menurut siswa mungkin alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori memiliki bentuk yang kurang menarik. Siswa menganggap permukaan halus dan kasar pada alat peraga tidak penting. Kenyataannya alat peraga bangun datar berbasis metode Montessori dibuat dengan permukaan yang sama tidak ada perbedaan permukaan. Siswa merasa alat peraga menunjukkan kesalahan dan menemukan kesalahan yang dibuat tidak penting dan pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar belum dapat menunjukkan kesalahan yang dibuat siswa. Siswa mungkin belum dapat menggunakan alat peraga dengan prosedur yang benar sehingga siswa tidak mengetahui letak kesalahannya ataupun cara penggunaan yang benar. Siswa tidak dapat menemukan kesalahannya apabila siswa tidak dapat menggunakan alat peraga Bangun Datar dengan prosedur yang benar. Siswa merasa alat peraga Bangun Datar mudah dibawa, tidak penting. Kenyataannya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori sulit dibawa kemana-mana. Alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori berbentuk balok dengan ukuran 45cm x 30cm x 20cm sangat menyulitkan siswa kelas V untuk membawanya sendiri. Siswa merasa alat peraga Bangun Datar tidak mudah rusak tidak penting dan pada kenyataanya alat peraga Bangun Datar mudah rusak. Siswa tidak mementingkan apakah alat peraga Bangun Datar mudah rusak atau tidak,

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 mungkin siswa beranggapan yang terpenting ketika digunakan alat peraga dapat bekerja sesuai fungsinya. Siswa menganggap alat peraga memiliki permukaan halus tidak penting, pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori tidak memiliki permukaan halus. Siswa merasa alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dilem dengan kuat tidak penting, pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori tidak dilem. Siswa mungkin beranggapan bahwa yang terpenting adalah ketika alat peraga dapat digunakan dengan baik dalam proses pembelajaran. 2. Pembahasan Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Bangun Datar berbasis Metode Montessori Hasil analisis data menggunakan PAP tipe I menunjukkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis Montessori Tinggi. Tingkat kepuasan guru tinggi menunjukkan bahwa alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori sesuai dengan harapan guru. Guru merasa puas dengan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dalam proses pembelajaran. Sopiatin (2010: 33) mengatakan kepuasan merupakan suatu sikap positif karena harapan sesuai dengan kenyataan yang diterimanya Hasil analisis data menggunakan IPA mendukung bahwa tingkat kepuasan guru tinggi dilihat dari pernyataan yang berada pada kuadran II dan IV. Kuadran II artinya tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Kuadran IV artinya tingkat kepentingan rendah tetapi kinerjanya tinggi sehingga guru merasa puas. Pernyataan yang berada pada kuadran II adalah pernyataan nomor 1, 5, 7, 8, 11, 12, 17, 18, 25,

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 26, 28, 29, 30, 32, 35, 36, 37. Jumlah pernyataan yang berada pada kuadran II sebanyak 17 pernyataan. Pernyataan yang berada pada kuadran IV adalah pernyataan nomor 2, 9, 31 dan 34. Jumlah pernyataan yang berada pada kuadran IV sebanyak 4 pernyataan. Guru menganggap alat peraga Bangun Datar membantu mudah memahami konsep, mudah mengerjakan soal, memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6 penting, pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori lebih memudahkan guru untuk memahami konsep dan mengerjakan soal matematika. Alat peraga juga dapat digunakan untuk memahami konsep matematika Bangun datar dari kelas 1 sampai kelas 6. Guru merasa puas dengan kinerja alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Hal ini berarti guru merasakan manfaat dari penggunaan alat peraga seperti yang dikatakan Suharjana (2009: 3) salah beberapa manfaat penggunaan alat peraga adalah mempermudah memahami konsep matematika dan mempermudah abstraksi. Guru akan lebih mudah memahami konsep abstrak matematika. Guru mungkin menganggap alat peraga dapat menjadi sarana untuk mentrasfer pengetahuannya tentang konsep matematika kepada siswa, sehingga baik siswa maupun guru dapat dengan mudah menyelesaikan soal matematika. Susanto (2013: 190) menambahkan untuk menyapaikan tujuan pembelajaran matematika, seorang guru hendaknya dapat menciptakan kondisi dan situasi pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif membentuk, menemukan, dan mengembangkan pengetahuannya. Tugas guru sebagai pengajar adalah mengembangkan pengetahuan dan teknologi kepada siswa (Supardi, 2013: 91).

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Guru dapat mengembangkan pengetahuan siswa melalui penggunaan alat peraga Bangu Datar berbasis metode Montessori dalam proses belajar. Guru menganggap penting bahwa alat peraga memiliki bentuk menarik, warna menarik dan bermacam warna. Kenyataannya alat peraga Bangun Datar memiliki bentuk menarik, warna menarik dan bermacam warna sehingga guru merasa puas. Guru mungkin beranggapan dengan alat peraga yang memiliki bentuk dan warna yang menarik siswa akan lebih termotivasi dalam belajar. Guru merasakan manfaat penggunaan alat peraga Bangun datar dalam proses pembelajaran. Hal ini sama seperti yang dikatakan Suharjana (2009: 3) salah satu manfaat penggunaan alat peraga adalah memotivasi siswa untuk menyukai pelajaran matematika. Guru menganggap penting alat peraga yang dapat membantu memperbaiki kesalahan dan menemukan jawaban benar. Kenyataannya alat peraga dapat membantu guru memperbaiki kesalahan dan dapat membantu menemukan jawaban yang benar sehingga guru merasa puas. Guru yang memiliki pengetahuan yang lebih luas dari pada siswa sehingga menggunakan alat peraga dengan prosedur yang benar. Guru mungkin merasa dengan menggunakan alat peraga dapat memperbaiki kesalahannya dan menemukan jawaban yang benar. Alat peraga memiliki pengendali kesalahan berupa kunci jawaban (Montessori, 2002:170-171). Guru dapat memperbaiki kesalahannya ketika tahu bahwa apa yang dikerjakan salah, guru dapat membuka kunci jawaban untuk mengetahui jawaban yang benar. Guru merasa penting alat peraga sesuai materi pembelajaran dan pada kenyataannya guru merasa puas dengan kinerja alat peraga Bangun Datar berbasis

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 metode Montessori. Guru mungkin lebih terbantu dengan penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori karena mempermudah guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Penguasaan materi matematika dan cara penyampaian materi oleh guru merupakan hal yang penting selain sarana yang ada (Herman, 1988: 7). Penggunaan alat peraga yang sesuai dengan materi pembelajaran dapat menghemat waktu dan tenaga karena guru tidak perlu panjang lebar dalam menjelaskan materi. Hal yang sama diungkapkan Suharjana tentang efisien waktu. Waktu yang dibutuhkan untuk menerangkan konsep abstrak menjadi lebih sedikit dengan adanya benda konkrit berupa alat peraga (Suharjana. 2009: 3) Guru merasa penting bahwa alat peraga bahan yang kuat, digunakan berulang kali, kuat ketika jarang digunakan, dan tidak mudah rusak, pada kenyataannya guru puas dengan kinerja alat peraga Bangun datar berbasis metode montessori. Guru mungkin beranggapan bahwa alat peraga yang menggunakan bahan kuat akan dapat digunakan berulang kali dan tetap kuat apabila jarang digunakan, tidak mudah rusak dapat menghemat biaya pengeluaran sekolah. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat alat peraga. Hal ini dengan Ratnasari biaya yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang didapat, siswa dan guru akan merasa puas (Ratnasari,2011: 117). Alat peraga mudah diperbaiki, dipaku dengan kuat, tidak melukai, dicat dengan rapi, menurut guru sangat penting. Kenyataannya alat peraga Bnagun Datar berbasis metode Montessori memiliki kinerja yang memuaskan. Guru mungkin beranggapan alat peraga yang mudah diperbaiki juga dapat menghemat biaya perawatan. Guru merasa alat peraga yang dipaku dengan kuat, tidak melukai ketika digunakan dapat menimbulkan kenyamanan saat digunakan. Garvin (Laksana,

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 2008: 88) mengemukakan hal yang sama bahwa beberapa aspek dapat mempengaruhi kepuasan. Salah satu aspek tersebut adalah kualitas yang dirasakan (perceived quality). Guru yang merasakan kualitas alat peraga Bangun Datar yang baik akan merasa puas. Guru yang puas terhadap alat peraga akan akan menggunakan alat peraga kembali, bahkan akan mengajak orang lain untuk ikut menggunakan (Ratnasari & Aksa, 2011: 118). Pernyataan yang berada pada kuadran IV adalah membantu mengerjakan soal. Guru merasa alat peraga membantu mengerjakan tidak penting, tetapi pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dapat membantu mengerjakan soal. Guru mungkin merasa pengunaan alat peraga dalam mengerjakan soal dapat membutuhkan waktu lama, sehingga guru lebih cepat menggunakan cara manual namun sebenarnya alat peraga Bangun Datar memang membantu guru dalam mengerjakan soal. Alat peraga mengerjakan soal dalam hal ini mungkin ketika guru memberi contoh kepada siswa. Arsyad (Widiyatmoko, 2012 : 53) mengatakan alat peraga pembelajaran menjadi saran komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. Guru merasa puas dengan kinerja alat peraga Bangun Datar Berbasis metode Montessori. Guru merasa alat peraga memiliki ukuran proposional tidak penting, namun pada kenyataannya alat peraga memiliki ukuran yang dapat dijangkau oleh guru. Guru merasa puas dengan kinerja alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Guru mungkin beranggapan bahwa ukuran tidak menjadi masalah utama yang terpenting adalah ketika alat peraga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang mendukung tersampaikannya materi kepada siswa. Alat peraga

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 adalah alat yang digunakan dalam pelajaran untuk memudahkan dalam penyampaian materi (Anitah, 2008). Guru merasa bahwa alat perga mudah dibersihkan tidak penting, tetapi pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dapat dibersihkan dengan mudah. Guru merasa puas dengan kinerja alat peraga Montessori. Guru mungkin beranggapan bahwa alat peraga tidak perlu dibersihkan terlalu sering karena alat peraga hanya digunakan ketika mengajar pada materi pembelajaran tertentu. Guru merasa bahwa alat peraga direkatkan dengan kuat tidak penting, namun pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori direkatkan dengan kuat. Guru merasa puas dengan kinerja alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Guru mungkin beranggapan bahwa tidak semua alat peraga direkatkan dengan kuat, sehingga bagi guru hal tersebut tidak terlalu penting. Pernyataan yang berada pada kuadran I artinya tingkat kepentingan tinggi namun kinerjanya masih rendah. Guru merasa tidak puas dengan pernyataan yang berada pada kuadran I. Pernytaan yang berada pada kuadran I berjumlah 4 pernyataan. Pernyataan yang berada pada kuadran I adalah pernytaan nomor 4, 13, 20 dan 21. Guru merasa alat peraga mudah digunakan sangat penting, namun pada kenyataanya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori masih rumit digunakan. Guru mungkin merasa alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori masih rumit digunakan. Alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori memerlukan prosedur khusus untuk menggunakannya.

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Guru membutuhkan alat peraga peraga yang memiliki ukuran dari kecil kebesar, namun pada kenyataanya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori tidak memiliki ukuran dari kecil ke beasar sehingga guru tidak puas dengan kinerja alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Guru mungkin beranggapan bahwa ukuran alat peraga dari kecil kebesar dapat digunakan guru untuk membuktikan bahwa sifat-sifat bangun datar tetap sama walaupun memiliki ukuran yang lebih besar atau lebih kecil. Guru mungkin beranggapan juga bahwa dengan ukuran yang dimiliki alat peraga dapat digunakan untuk variasi dalam pembelajaran. Hal ini sama seperti yang dikatakan Suharjana (2009: 3) salah satu manfaat alat peraga adalah dapat memberikan pengalaman yang efektif bagi siswa dengan berbagai macam kecerdasan. Guru membutuhkan alat peraga memiliki kunci jawaban, namun pada kenyataannya kunci jawaban yang dimiliki alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori belum dapat berfungsi secara maksimal sehingga guru merasa tidak puas. Guru mungkin beranggapan jawaban yang dimiliki alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori dapat dilihat dengan mudah, sehingga menurut guru hal ini tidak mengajarkan siswa untuk bekerja keras dalam belajar matematika. Guru membutuhkan alat peraga bahan yang diketahui, namun pada kenyataannya bahan yang digunakan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori tidak semua diketahui oleh guru. Guru merasa tidak puas dengan kinerja alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori. Guru mungkin beranggapan bahwa alat peraga yang menggunakan bahan mudah diketahui dapat dibuat dengan mudah.

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 Pernyataan yang berada pada kuadran III adalah pernyataan nomor 3, 6, 10, 14, 15, 16, 19, 22, 23, 24, 27 dan 33. Jumlah pernyataan yang berada pada kuadran III sebanyak 12 pernyataan. Kuadran III artinya tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Guru merasa tidak puas dengan pernyataan yang berada pada kuadran III. Guru merasa bahwa alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan dan mengerjakan soal tanpa bantuan tidak penting dan pada kenyataannya alat peraga belum dapat digunakan untuk mengerjakan soal tanpa bantuan orang lain. Guru mungkin merasa alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori masih memerlukan bantuan orang lain ketika digunakan dan pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori rumit bila digunakan sendiri. Guru tidak puas dengan pernyataan nomor 3 dan 6. Guru merasa alat peraga menarik daripada alat peraga yang lain tidak penting dan pada kenyataannta alat peraga tidak lebih menarik dari pada alat peraga yang lain. Guru mungkin beranggapan bahwa lebih penting alat peraga memiliki kualitas pelayanan yang baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah kualitas pelayanan (Ratnasari,2011: 117). Alat peraga pada kenyataannya juga tidak memiliki bentuk yang lebih menarik sehigga tidak dapat menjadi poin kepuasan guru. Guru tidak mementingkan alat peraga memiliki permukaan dari halus ke kasar dan ukuran dari panjang kependek, pada kenyataannya alat peraga Bangun Datar tidak memiliki permukaan yang bergradasi dan ukuran dari panjang kependek. Guru tidak puas dengan kinerja alat peraga. Guru mungkin

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 menginginkan alat peraga yang memiliki ukuran dari kecil kebesar seperti pernyataan nomor 11 yang berada pada kuadran I. Guru merasa alat peraga menunjukkan kesalahan dan menemukan kesalahan tidak penting, pada kenyataannya kinerja alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori masih rendah. Guru mungkin beranggapan yang terpenting bahwa alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep matematika seperti pernyataan nomer 1 yang berada pada kuadran II. Guru merasa tidak penting alat peraga bahan di lingkungan sekitar dan bahan sering dilihat. Kinerja alat peraga pada kenyataannya juga masih rendah. Guru merasa tidak puas dengan kinerja alat peraga. Guru merasa tidak penting alat peraga pernah dilihat dan mudah dibawa. Kinerja alat peraga pada kenyataannya masih rendah. Alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori baru pertamakali digunakan oleh guru. Guru juga merasa kesulitan jika membawa alat peraga sendiri. Guru merasa tidak penting dengan alat peraga yang memiliki permukaan halus. Kenyataannya alat peraga Bangun Datar tidak memiliki permukaan yang halus. Guru merasa tidak puas dengan kinerja alat peraga Bangu Datar berbasis metode Montessori.

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN Bab V menguraikan kesimpulan, keterbatasan dan saran. Ketiga hal tersebut dipaparkan dalam subbab-subbab. A. Kesimpulan Subbab kesimpulan memberikan kesimpulan tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 1. Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori. Penelitian tentang tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori memperoleh data yang dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan siswa cukup. Atribut-atribut alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori sesuai dengan harapan siswa. Atribut yang berada pada kuadran II perlu dipertahankan karena kinerja alat peraga sesuai dengan harapan siswa dan menimbulkan kepuasan. Atribut yang perlu dipertahankan pada kuadran II adalah mudah mengerti matematika, mudah digunakan, mudah mengerjakan soal, memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar dan digunakan berulang kali. Kuadran IV berarti atribut-atribut alat peraga yang memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja tinggi sehingga menimbulkan kepuasan bagi siswa. Siswa puas dengan atribut yang berada pada kuadran IV tanpa adanya perlakuan 187

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 khusus. Atribut alat peraga Bangun Datar yang berada pada kuadran IV adalah bahan ada dilingkungan sekitar. Atribut yang menjadi prioritas utama terdapat pada kuadran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan siswa. Atribut alat peraga menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan agar siswa merasa puas. Atribut yang berada pada kuadran I adalah ukuran dari panjang kependek. Atribut yang menjadi prioritas rendah terdapat pada kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan siswa. Atribut alat peraga yang prioritas rendah adalah digunakan tanpa bantuan, denarik daripada alat peraga lain, permukaan dari halus ke kasar, menunjukkan kesalahan, menemukan kesalahan yang dibuat, mudah dibawa, tidak mudah rusak, permukaan halus, dilem dengan kuat. Atribut yang berada pada kuadran III sebaiknya dihapus. 2. Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montessori adalah tinggi. Alat peraga Bangun Datar sesuai dengan harapan guru. Atribut yang menimbulkan kepuasan berada pada kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepantingan tinggi dan kinerja tinggi. Atribut yang berada pada kuadran II perlu dipertahankan karena alat peraga Bangun Datar sesuai dengan harapan guru sehingga menimbulkan kepuasan.

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Atribut yang berada pada kuadran II adalah mudah memahami konsep, mudah mengerjakan soal, bentuk menarik, warna menarik, memahami konsep dari kelas 1 sampai kelas 6, bermacam warna, membantu memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar, sesuai materi pembelajaran, bahan yang kuat, digunakan berulang kali, kuat ketika jarang digunakan, tidak mudah rusak, dipaku dengan kuat, tidak melukai dan dicat dengan rapi. Kuadran IV berarti atribut-atribut alat peraga yang memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja tinggi sehingga menimbulkan kepuasan bagi guru. Guru puas dengan atribut yang berada pada kuadran IV tanpa adanya perlakuan khusus. Atribut alat peraga Bangun Datar yang berada pada kuadran IV adalah membantu mengerjakan soal, ukuran proposional, mudah dibersihkan, direkatkan dengan kuat. Atribut yang menjadi prioritas utama terdapat pada kuadran I. Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan siswa. Atribut alat peraga menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan agar guru merasa puas. Atribut yang berada pada kuadran I adalah mudah digunakan, ukuran dari kecil kebesar, memiliki kunci jawaban dan bahan yang diketahui. Atribut yang menjadi prioritas rendah terdapat pada kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah sehingga menimbulkan ketidakpuasan siswa. Atribut alat peraga yang prioritas rendah adalah digunakan tanpa bantuan, mengerjakan tanpa bantuan orang lain, menarik daripada

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 alat peraga lain, permukaan dari halus kekasar, ukuran dari pendek kepanjang, menunjukkan kesalahan, menemukan kesalahan, bahan di lingkungan sekitar, bahan sering dilihat, pernah dilihat, mudah dibawa dan permukaan halus. Atribut yang berada pada kuadran III sebaiknya dihapus. B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki kekurangan-kekurangan yang menjadi keterbatasan dalam penelitian, antara lain : 1. Penelitian ini adalah penelitian awal yang hanya dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori tanpa mengetahui penyebab kepuasan dan ketidakpuasan. 2. Data yang diperoleh belum bisa memberikan gambaran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori secara penuh karena responden terbatas hanya 50 siswa dan 1 guru. 3. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang baru pertama kali dikembangkan sehingga tidak menutup kemungkinan adanya indikator kepuasan lain yang belum terdapat pada kuesioner penelitian ini. 4. Peneliti belum dapat melakukan uji validitas empiris untuk kuesioner guru karena kesulitan peneliti dalam mengumpulkan responden berjumlah 30 guru yang menggunakan alat peraga Bangun Datar berbasis metode Montesorri.

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 C. Saran Peneliti memberikan saran yang dapat dijadikan dasar perbaikan pada penelitian selanjutnya, diantara lain : 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dan dilengkapi dengan teknik pengumpulan data lain seperti wawancara dan observasi. 2. Jumlah responden sebaiknya ditambah agar dapat memberikan gambaran secara akurat tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 3. Pengembangan dan pengukuran kuesioner perlu dikembangkan secara komprehensif dengan mempertimbangkan beberapa indikator dan karakteristik produk yang lain.

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Adisaputro, G. (2010). Manajemen Pemasaran: Analisis untuk Perancangan Startegi Pemasaran. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Ringgi Ilmu Manajemen YKPN. Anitah, S. (2009). Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Anonim. (2012). Nienhuis Montessori Catalog. California: Global Standar Ariikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, S. (2010). Managemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. Asmirandha. (2011). Persepsi Siswa terhadap Penerapan Media Dalam Pembelajaran Saind Di SDN 190/V Kuala Tungkal Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jambi: Universitas Jambi(Jurnal) Azwar, S. (2008). Reliabilitas dan Validitas. Edisi ke-3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. BNSP. (2007). Standar Isi (Kerangka Dasar dan Stuktur Kurikulum) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Chan, P. (2005). Relevant Attributes In Assessment for Design Featuresof Indoor Games Halls: The Application Ofimportance-Performance Analysis. USA: UMI. Crain, W. (2007). Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. (Y. Santoso, Penerj.) Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Daryanto. (2007). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Effendi, S. dan Tukiran, T. (2012). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES. Frick, T. W., dan Koh, J. H. L. 2010. Implementing Autonomy Support: Insights from a Montessori Classroom. International Journal of Education, 2 (2). 1-12. Hadiyanto. (2004). Mencari Sosok Desentralisasi Manajemen Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. 192

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 Hartati, B. A. (2010) “Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA”. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) 128-132, http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpii, diakses 10 April 2012 Haryoko, A. (2008). Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar akuntansi. Skripsi. Yogyakarta : Sanata Dharma Heruman. (2008). Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hudojo, H. (1988). Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Hudojo, H. (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Johnson, E. (2010). Contextual Teaching & Learning, terjemahan Ibnu Setiawan. Bandung: Bumi Aksara Laksana, F. (2008). Managemen Pemasaran ; Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Graha Ilmu. Magini, A. P. (2013). Sejarah Pendekatan Montessori. Yogyakarta: Kanisius. Margono, S. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya Masidjo. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Miyono, N. (2011). Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan pada Sekolah Dasar Swasta Unggul di Semarang. Dinamika Sosial dan Ekonomi , 7, 148-163. Montessori, M. (2002). The Montessori Method. New York: Dover Publication. Montessori, M. (2002). The Montessori Method. New York: Schocken Books.

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Montessori, M. (2008). The Absorbent Mind, Pikiran yang Mudah Menyerap, terjemahan dari Dariyanto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. OECD. (2010). What Student Know and Can Do: Student Performance In Reading, Mathematics And Science. OECD, PISA 2009. http://dx.doi.org/10.1787/888932343342 diakses tanggal 10 September 2013. Purwanto. (2010). Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rahmadan, D., Wasis. (2013). Analisis perbandingan level kognitif dan keterampilan proses sains dalam standar isi (si), soal ujian nasional (un), soal (trends in international mathematics and science study (timss), dan soal programme for international student assessment (pisa). Jurnal Inovsi Pendidikan Fisika, 02, 20-25. Ratnasari, R.T dan M. Aksa. (2011). Teori dan Kasus Manajemen Pemasaran Jasa. Bogor: Ghalia Indonesia. Ruseffendi. (1979). Pengajaran Matematika Modern. Bandung: Tarsito. Sethi, R. (2000). New Product Devlopment Teams. Journal of Marketing , 64, 1-14. Simpeh, Fredrick. (2013). Thesis Submited in Fulfilment of The Requirements for The Degree of Master of Technology: Construction Management (Facility Management). Departemen of Construction Management and Quantity Surveying In The Faculty of Engineering at The Cape Peninsula University of Technology: Bellville. Soedjadi.R. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Depdiknas. Sopiatin, P. (2010). Managemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: Ghalia Indonesia. Sudjana, N. (2000). CBSA. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algeandra. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Suharjana, A. (2009). Pemanfaatan Alat Peraga Sebagai Media Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 Sukardi. (2003). Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Supratno, J. (2006). Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Rineka Cipta. Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Edisi ke-1. Jakarta: Kencana. Taniredja, T dan Hidayati, (2012). Penelitian Kuantitatif (sebuah pengantar). Bandung: Alfabeta. Tantang. (2012). Ilmu Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. Tjiptono, F. (2004). Managemen Jasa. Yogyakarta: Andi Offset. Tjiptono, F. (2004). Manajemen Jasa. Edisi Ke-3.Yogyakarta: Andi. Tukiran, S. E. (2012). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES, anggota Ikapi Udiutomo, P. (2011). Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Pelayanan Program Smart Ekselensia Indonesia. Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa edisi I/2011. Wahyuningsih, I. (2011). Pengaruh Pendidikan Model Montessori Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Yogyakarta. Wardhani, E.K. (2006), “Pengukuran Tingkat Kepuasan Konsumen Jasa Penerbangan (Studi Kasus Kasus Pada Jasa Penerbangan Garuda Indonesia Semarang-Jakarta”. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. Volume 3, No. 1, http://ejournal.undip.ac.id//index.php/smo, Januari 2006. Widiyatmoko, A. (2012). Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengembangkan Alat Peraga IPA dengan Memanfaatkan Bahan Bekas Pakai. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia , 1, 51-56. Wood, I. (2009). Layanan Pelanggan. Jakarta: Graha Ilmu.

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 Lampiran 1 Surat Ijin Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 Lampiran 3 Surat Keterangan Selesai Penelitian

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 Lampiran 4 Hasil Expert Judgment

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 Lampiran 5 Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Lampiran 6 Hasil Face Validity untuk Kuesioner Guru

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 Lampiran 7 Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Uji Coba Kuesioner Kinerja

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 Lampiran 8 Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 Lampiran 9 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja Auto - Education No Menarik Bergradasi Auto - Corretion 1 2 3 4 5 6 Total 7 8 9 10 Total 11 12 13 14 15 Total 16 17 18 19 20 Total 1 4 4 4 4 4 3 23 3 3 4 3 13 3 3 4 3 4 17 4 4 4 4 4 20 2 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 5 17 4 4 3 4 4 19 4 4 5 4 4 21 3 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 16 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 16 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 20 5 5 4 5 4 4 5 27 4 3 5 4 16 5 5 4 3 5 22 4 5 5 4 5 23 6 4 4 3 4 4 3 22 3 3 4 3 13 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 3 19 7 5 2 5 5 5 5 27 5 5 5 4 19 4 4 4 4 4 20 2 2 2 2 2 10 8 4 4 4 4 5 3 24 2 1 2 1 6 4 1 3 3 3 14 4 5 4 4 5 22 9 4 4 3 4 4 3 22 4 4 3 3 14 4 4 4 3 3 18 4 4 4 4 4 20 10 2 2 2 2 2 2 12 2 2 2 2 8 2 2 2 2 2 10 2 2 3 3 2 12 11 3 4 4 4 3 3 21 3 3 4 3 13 4 3 4 3 4 18 3 4 4 4 3 18 12 5 4 3 4 5 3 24 2 2 3 3 10 4 1 2 3 2 12 4 5 4 4 4 21 13 3 4 3 4 4 3 21 3 3 4 3 13 4 3 4 5 4 20 3 3 3 3 4 16 14 4 4 4 5 4 4 25 3 3 4 4 14 4 3 4 5 5 21 4 4 4 4 3 19 15 3 3 3 2 3 3 17 3 3 3 3 12 2 3 3 3 3 14 3 3 3 3 2 14 16 5 4 4 4 5 3 25 3 3 2 2 10 5 2 4 4 4 19 3 3 3 3 4 16 17 3 2 4 4 5 3 21 3 3 4 3 13 4 3 4 3 4 18 3 4 4 4 3 18 18 4 3 3 4 3 3 20 2 2 3 2 9 4 2 3 2 2 13 3 3 4 3 3 16 19 4 4 4 4 4 3 23 1 2 2 2 7 4 2 2 2 2 12 4 4 4 4 4 20 20 3 3 4 3 2 3 18 2 2 2 2 8 3 2 2 3 3 13 3 2 3 3 4 15 21 3 2 3 4 2 2 16 3 4 3 2 12 3 4 3 2 1 13 2 3 4 3 2 14 22 4 4 4 4 4 4 24 3 3 4 3 13 4 3 4 1 4 16 4 4 4 4 4 20 23 5 4 4 4 5 5 27 3 3 4 3 13 5 3 4 3 3 18 5 4 4 3 5 21 24 5 4 5 4 5 5 28 3 2 3 3 11 2 3 4 3 4 16 5 4 4 4 4 21 25 4 3 3 3 4 3 20 2 2 4 2 10 5 2 4 2 4 17 4 4 5 4 2 19 26 4 3 4 3 3 3 20 4 4 4 3 15 3 4 4 3 4 18 3 2 4 3 4 16 27 2 3 4 4 2 3 18 4 2 3 2 11 3 2 3 2 3 13 2 3 2 3 3 13 28 4 3 3 4 4 3 21 3 3 4 3 13 4 3 4 3 4 18 4 4 4 4 4 20 29 4 4 4 4 4 4 24 3 3 3 3 12 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 4 20 30 4 3 4 4 4 3 22 4 3 4 3 14 5 3 5 4 4 21 5 5 5 5 5 25 31 4 3 5 4 4 4 24 3 3 3 3 12 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 4 20 32 3 4 3 4 4 3 21 3 3 3 3 12 4 3 4 3 3 17 4 4 4 4 4 20 33 5 4 4 4 4 4 25 1 1 1 1 4 3 1 4 4 4 16 4 5 5 5 5 24 34 3 3 4 3 3 4 20 3 2 2 3 10 5 3 4 4 3 19 3 4 3 4 3 17

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 Kontekstual Responden Life (Daya Tahan) Workmanship 21 22 23 24 25 Total 26 27 28 29 30 31 Total 32 33 34 35 36 37 Total 1 4 4 4 4 4 20 4 3 4 4 4 4 23 4 3 3 3 4 3 20 2 4 4 4 4 4 20 4 5 4 5 4 4 26 4 4 4 4 5 5 26 3 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24 5 4 4 5 4 5 22 4 3 4 5 3 5 24 4 4 2 3 4 5 22 6 4 4 4 3 4 19 3 3 4 4 4 4 22 4 3 4 4 4 4 23 7 3 3 5 5 3 19 3 4 4 3 2 2 18 4 4 3 3 4 4 22 8 1 1 4 4 4 14 2 2 4 3 2 4 17 4 3 3 3 4 2 19 9 4 3 3 3 4 17 4 4 4 4 4 3 23 3 3 3 3 4 3 19 10 2 2 2 2 2 10 2 1 3 2 2 2 12 2 2 2 2 2 2 12 11 3 3 3 3 4 16 4 4 4 3 4 3 22 4 4 4 4 4 3 23 12 2 3 3 2 4 14 3 3 3 2 3 2 16 2 1 3 2 3 2 13 13 4 4 5 5 3 21 3 5 5 3 4 5 25 5 3 5 4 3 5 25 14 3 4 4 3 4 18 4 5 5 5 4 4 27 4 3 3 4 3 4 21 15 2 3 3 2 3 13 3 3 3 3 4 4 20 3 3 4 4 3 3 20 16 4 5 3 3 4 19 3 5 3 3 4 4 22 3 4 2 2 2 2 15 17 3 3 3 3 4 16 4 4 4 3 4 3 22 4 4 4 4 4 3 23 18 2 2 2 2 3 11 2 3 3 3 3 4 18 4 3 3 3 3 4 20 19 4 4 1 1 1 11 1 1 2 2 2 2 10 2 2 3 3 3 3 16 20 3 3 3 2 3 14 3 3 2 3 4 3 18 3 3 2 3 2 3 16 21 1 2 2 3 4 12 3 2 3 4 3 2 17 3 4 3 2 3 4 19 22 3 4 4 4 3 18 4 4 4 4 4 3 23 3 3 3 3 3 3 18 23 4 4 4 4 5 21 3 4 4 4 5 5 25 4 3 3 3 4 3 20 24 3 2 3 2 4 14 4 3 4 3 3 3 20 4 4 3 5 5 5 26 25 2 2 2 3 4 13 3 3 4 4 2 2 18 2 3 3 3 4 2 17 26 4 3 4 4 4 19 2 3 3 4 3 4 19 2 3 3 4 4 5 21 27 2 2 3 2 5 14 4 3 4 5 3 4 23 3 4 3 3 2 3 18 28 3 3 3 4 4 17 4 4 4 4 4 4 24 4 3 3 3 4 3 20 29 3 3 3 3 4 16 3 4 4 4 4 4 23 4 3 3 3 3 3 19 30 5 5 5 5 4 24 4 4 4 3 4 4 23 4 3 4 4 3 3 21 31 3 4 4 3 3 17 4 3 4 3 3 4 21 3 3 3 3 4 4 20 32 3 3 3 3 4 16 4 4 4 3 3 4 22 4 4 4 4 4 4 24 33 3 3 3 4 4 17 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 1 3 20 34 2 2 2 4 3 13 4 2 4 3 5 3 21 4 3 3 4 4 4 22

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221 Lampiran 10 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan Auto - Education No Menarik Auto – Corretion Bergradasi 1 2 3 4 5 6 Total 7 8 9 10 Total 11 12 13 14 15 Total 16 17 18 19 20 Total 1 4 4 3 4 4 4 23 3 3 4 3 13 3 3 4 4 4 18 4 4 4 4 4 20 2 5 4 4 4 4 4 25 4 4 4 3 15 5 4 4 5 4 22 5 4 4 4 5 22 3 4 4 4 4 4 4 24 4 2 4 4 14 4 2 3 4 4 17 4 4 4 4 4 20 4 5 3 3 4 3 2 20 3 3 4 2 12 3 5 3 1 4 16 3 3 2 1 5 14 5 5 3 4 5 4 4 25 3 2 3 2 10 5 2 5 5 4 21 5 4 5 5 5 24 6 4 4 3 4 4 3 22 3 3 4 3 13 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 3 19 7 4 3 5 4 4 3 23 4 3 4 3 14 5 4 4 4 5 22 2 4 2 2 1 11 8 4 3 4 4 4 4 23 3 3 3 3 12 5 3 3 3 3 17 4 5 4 4 5 22 9 4 4 2 4 4 4 22 4 3 3 3 13 4 4 4 3 3 18 4 4 4 4 4 20 10 2 3 3 3 3 3 17 3 3 3 2 11 3 2 3 1 1 10 4 4 4 4 1 17 11 4 3 3 3 3 4 20 3 3 4 3 13 4 3 4 3 4 18 4 3 4 3 2 16 12 5 5 3 5 5 3 26 4 3 5 1 13 5 3 4 2 3 17 4 4 5 4 3 20 13 4 4 3 5 3 4 23 3 3 4 3 13 5 4 4 3 4 20 4 4 4 4 4 20 14 4 4 3 4 3 4 22 4 3 4 4 15 4 3 4 4 4 19 4 4 4 4 4 20 15 3 3 3 3 2 2 16 3 3 2 3 11 3 3 3 3 3 15 2 2 2 3 3 12 16 4 4 5 4 4 5 26 4 4 4 3 15 5 3 4 4 4 20 3 3 3 4 3 16 17 4 3 3 3 3 3 19 1 1 2 2 6 1 1 1 3 3 9 1 3 3 3 3 13 18 4 3 3 4 4 2 20 3 3 3 4 13 5 2 4 4 4 19 4 3 2 2 3 14 19 4 4 3 2 4 3 20 3 3 2 2 10 4 2 2 2 2 12 4 4 4 4 4 20 20 4 3 4 3 3 4 21 4 3 3 3 13 4 3 3 3 3 16 4 3 3 3 4 17 21 3 2 2 1 2 2 12 3 4 3 5 15 2 3 5 5 5 20 4 3 2 1 1 11 22 4 5 4 3 4 3 23 3 3 4 4 14 4 3 4 1 4 16 4 4 4 4 4 20 23 5 4 5 5 5 4 28 3 3 5 3 14 5 3 5 3 3 19 3 5 4 4 4 20 24 5 3 4 4 4 4 24 3 2 3 3 11 2 3 4 2 5 16 5 4 4 4 4 21 25 4 4 4 4 4 4 24 3 3 4 3 13 4 3 5 3 5 20 5 4 5 5 3 22 26 4 3 3 3 3 2 18 4 4 3 2 13 4 3 3 2 3 15 2 2 3 4 4 15 27 4 3 4 3 2 4 20 3 3 4 1 11 2 2 4 3 3 14 4 4 3 3 3 17 28 4 4 4 4 4 4 24 3 3 4 3 13 4 3 3 3 4 17 4 4 4 4 1 17 29 4 4 4 3 4 3 22 3 3 4 4 14 4 3 3 3 3 16 4 4 4 4 4 20 30 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 3 15 5 3 4 3 4 19 5 5 5 5 5 25 31 5 3 4 4 4 4 24 3 3 3 3 12 4 3 3 2 2 14 3 4 4 4 4 19 32 4 4 3 3 3 3 20 3 3 4 3 13 4 3 4 4 4 19 4 3 4 3 4 18 33 5 3 4 2 4 4 22 2 2 3 1 8 4 2 1 1 1 9 4 4 4 4 5 21 34 4 3 3 4 4 3 21 4 3 5 3 15 5 3 5 5 4 22 4 4 4 4 4 20

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 Kontekstual No Life (Daya Tahan) Workmanship 21 22 23 24 25 Total 26 27 28 29 30 31 Total 32 33 34 35 36 37 Total 1 3 4 4 3 4 18 4 3 4 3 4 4 22 4 4 4 4 4 4 24 2 4 4 4 4 5 21 3 4 4 4 4 5 24 5 1 3 4 5 5 23 3 2 4 4 2 4 16 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 2 2 20 4 3 4 3 2 4 16 1 5 4 3 4 2 19 3 2 1 3 4 3 16 5 4 5 5 4 5 23 5 4 5 4 4 5 27 4 3 1 1 2 5 16 6 3 4 3 3 4 17 3 3 4 3 3 3 19 3 3 3 3 4 3 19 7 4 4 4 4 4 20 3 3 5 2 2 4 19 4 4 4 2 2 4 20 8 2 2 2 4 4 14 2 3 4 2 1 2 14 2 2 2 1 1 1 9 9 3 3 3 3 3 15 4 4 4 4 4 3 23 3 3 3 3 4 3 19 10 1 1 1 1 3 7 1 1 1 1 1 1 6 1 1 1 1 1 1 6 11 3 3 3 3 4 16 4 4 4 3 4 3 22 4 3 4 4 4 4 23 12 2 2 3 3 5 15 3 3 2 2 2 2 14 3 3 2 2 3 1 14 13 4 4 4 4 3 19 3 4 4 3 3 4 21 3 3 4 4 4 4 22 14 3 4 3 3 4 17 4 4 4 4 5 5 26 4 4 5 5 4 3 25 15 3 3 4 4 3 17 4 4 2 4 3 4 21 3 4 4 4 3 3 21 16 2 2 2 2 4 12 2 3 2 1 2 3 13 3 4 2 2 2 2 15 17 1 1 3 3 4 12 4 4 4 3 4 3 22 4 3 4 4 4 4 23 18 2 2 2 2 4 12 2 4 4 4 4 3 21 3 2 2 2 4 3 16 19 1 1 1 1 3 7 1 3 3 3 3 3 16 3 3 3 3 3 3 18 20 2 2 2 1 3 10 2 2 3 2 2 3 14 3 2 2 2 1 1 11 21 1 2 1 2 4 10 5 3 1 1 3 1 14 2 4 3 2 1 2 14 22 2 3 3 3 4 15 3 4 4 3 4 4 22 4 3 3 3 4 3 20 23 3 4 4 4 5 20 4 5 5 5 4 5 28 4 5 3 3 2 3 20 24 3 1 2 2 3 11 3 1 1 3 4 3 15 2 2 1 1 4 2 12 25 2 2 2 2 4 12 2 3 4 2 2 3 16 4 2 2 2 5 2 17 26 3 2 4 3 4 16 4 4 5 5 5 4 27 5 4 4 4 3 5 25 27 2 2 2 2 5 13 3 2 3 2 3 3 16 3 2 2 3 4 4 18 28 3 3 3 3 4 16 3 4 4 4 4 4 23 4 3 3 3 4 3 20 29 3 4 3 3 4 17 3 4 4 4 4 3 22 3 3 3 3 3 3 18 30 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 4 29 4 4 4 4 5 4 25 31 3 2 2 2 4 13 3 2 3 3 3 3 17 3 2 2 2 2 2 13 32 3 3 3 4 3 16 3 3 4 3 3 3 19 3 4 3 3 3 4 20 33 1 3 1 2 3 10 1 1 3 1 1 1 8 1 1 1 1 1 1 6 34 3 3 4 3 4 17 3 2 3 3 2 4 17 3 2 3 3 5 1 17

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 Lampiran 11 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a. Output Validitas Kinerja Indikator Auto-education Correlations Total Total Pearson Correlation item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 ** .592 1 .852 Sig. (2-tailed) N item1 item3 ** item4 .703 ** item5 .695 ** item6 .816 ** .806 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 34 ** 1 .852 .436 .000 34 .592 ** ** .466 ** 34 34 34 34 34 34 ** 1 .170 .330 .419 * .324 .337 .056 .014 .061 34 34 34 .436 34 ** .170 1 .000 .006 .337 34 34 34 ** .330 .000 .004 .056 .007 34 34 34 34 ** .466 .478 .740 ** .419 * .456 ** .364 * .000 34 34 34 34 ** 1 .456 .364 * .532 ** 34 34 34 ** 1 .532 .001 34 34 34 34 34 ** .324 .000 .000 .061 .000 .016 .003 34 34 34 34 34 34 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). ** * .016 .034 .746 .409 .001 .014 .620 ** .034 .000 ** .746 .007 .000 .806 ** .000 34 .816 .620 .000 34 ** ** .004 34 .695 .740 .006 .010 ** ** .010 .000 .703 .478 .409 * .497 ** .003 34 34 ** 1 .497 34

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 b. Output Validitas Kinerja Indikator Menarik Correlations Total Total Pearson Correlation item7 1 Sig. (2-tailed) N item7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item8 .900 ** item9 .897 ** item10 .873 ** .889 ** .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 ** 1 .900 .000 34 .897 ** ** 34 34 34 ** 1 .804 .687 ** .724 ** 34 34 34 ** 1 .670 .000 34 34 34 ** ** .000 .000 .717 .670 .000 .000 .724 ** .734 ** .000 34 34 ** 1 .734 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .717 34 34 ** ** .000 34 .889 .687 .000 .000 ** ** .000 .000 .873 .804 34

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 c. Output Validitas Kinerja Indikator Bergradasi Correlations Total Total Pearson Correlation item11 1 Sig. (2-tailed) N item11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .565 item12 ** item13 .621 ** item14 .828 ** .678 item15 ** .809 ** .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 ** 1 .127 .397 * .236 .264 .476 .020 .179 .132 .565 .000 34 34 34 34 34 34 ** .127 1 .433 * .199 .347 .000 .476 .010 .259 .045 34 34 34 34 34 34 * 1 .409 .621 .828 ** .397 * .433 * .000 .020 .010 34 34 34 ** .236 .199 .409 .000 .179 .259 .016 34 34 34 34 ** .264 .347 .000 .132 .045 .000 .002 34 34 34 34 34 .678 .809 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). * .708 * ** .016 .000 34 34 34 * 1 .708 ** .516 ** .002 34 34 ** 1 .516 34

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 d. Output Validitas Kinerja Indikator Auto-correction Correlations Total Total Pearson Correlation item16 item17 1 Sig. (2-tailed) N item16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .898 ** .899 ** item18 item19 .826 ** item20 .872 ** .774 ** .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 ** 1 .898 .000 34 .899 ** .687 ** 34 34 34 34 ** 1 .739 .692 ** ** 34 34 ** 1 .692 .856 ** .455 ** 34 34 34 ** 1 .747 .000 .000 34 34 34 34 ** ** .007 .000 .567 .747 .000 .000 .455 ** .497 ** .003 34 34 ** 1 .497 .000 .000 .000 .007 .003 34 34 34 34 34 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .567 34 34 ** ** 34 34 .687 .856 .000 34 ** ** .000 .000 .697 .692 .000 .000 ** ** 34 .000 .774 .697 .000 34 ** ** .000 34 .872 .692 .000 .000 ** ** .000 .000 .826 .739 34

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 e. Output Validitas Kinerja Indikator Kontekstual Correlations Total Total Pearson Correlation item21 1 Sig. (2-tailed) N item21 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item22 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item23 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item24 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item25 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item22 .788 ** item23 .753 ** item24 .868 ** item25 .767 ** .483 ** .000 .000 .000 .000 .004 34 34 34 34 34 34 ** 1 * .113 .788 .000 34 .753 ** .510 ** .385 .002 .024 .523 34 34 34 34 34 ** 1 ** .327 .042 .002 .059 .812 34 34 34 34 ** 1 .842 .000 34 34 ** ** .000 .000 .868 .842 .510 ** .507 .507 .740 ** .407 * .000 .002 .002 34 34 34 * .327 .000 .024 .059 .000 34 34 34 34 34 34 ** .113 .042 .407 * .330 1 .004 .523 .812 .017 .057 34 34 34 34 34 .767 .483 ** .385 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .000 .017 34 34 34 ** 1 .330 .740 .057 34

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 f. Output Validitas Kinerja Indikator Life Correlations Total Total Pearson Correlation item26 item27 item28 item29 item30 item31 1 Sig. (2-tailed) N item26 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item28 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item29 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) ** .627 ** .481 ** .481 ** .542 ** .322 .000 .000 .000 .000 .000 .064 34 34 34 34 34 34 34 ** 1 .766 .000 34 .815 ** .481 ** .542 ** .396 * .001 .020 34 34 34 34 34 34 ** 1 ** .128 .552 34 .627 ** .418 * .540 .001 .472 34 34 34 34 34 ** 1 ** .303 .402 .004 .081 .019 34 34 34 34 ** 1 .311 .160 .073 .366 .568 .000 34 34 34 ** ** .014 .000 .481 .568 .000 .000 ** ** .004 34 .702 .627 .000 .001 ** ** .001 .000 .744 .552 .418 * .484 .484 * .000 .004 .014 .004 34 34 34 34 34 34 34 ** .303 .311 1 .191 .721 ** .542 ** .540 .000 .001 .001 .081 .073 34 34 34 34 34 34 34 Pearson Correlation .322 .396 * .128 .402 * .160 .191 1 Sig. (2-tailed) .064 .020 .472 .019 .366 .279 34 34 34 34 34 34 N item31 .522 N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .279 34

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 g. Output Validitas Kinerja Indikator Workmanship Correlations Total Total Pearson Correlation item32 1 Sig. (2-tailed) N item32 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item34 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item35 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item36 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item37 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .752 item33 ** item34 .631 ** item35 .657 ** item36 .822 ** item37 .627 ** .769 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 34 ** 1 ** .279 .435 .752 .000 34 .631 ** .515 ** .495 ** .003 .001 .109 .010 34 34 34 34 34 34 ** 1 .237 .397 * .192 .416 .177 .020 .276 .014 34 34 34 ** .217 .303 .000 .218 .082 34 34 34 34 ** 1 .402 .515 .002 34 34 34 34 ** .237 1 .000 .003 .177 34 34 34 .822 ** ** .495 .524 ** .397 * .661 .661 .000 .001 .020 .000 34 34 34 34 ** .279 .192 .217 .402 .000 .109 .276 .218 .018 34 34 34 34 34 * .303 .627 .769 ** * .002 .000 .657 .524 .435 * .416 * .000 34 34 34 * 1 .566 ** .453 ** .007 34 34 ** 1 .453 .010 .014 .082 .000 .007 34 34 34 34 34 34 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). ** .018 .000 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .566 * 34

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230 Lampiran 12 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a. Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-education Correlations Total Total Pearson Correlation item1 1 Sig. (2-tailed) N item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 .671 ** item3 .606 ** item4 .665 ** item5 .761 ** item6 .810 ** .689 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 34 ** 1 .206 .372 ** .315 .242 .030 .007 .001 .069 34 34 ** .295 .671 .000 * .455 ** .546 34 34 34 34 34 ** .206 1 .151 .406 .000 .242 .394 .017 .001 .091 34 34 34 34 34 34 34 * .151 1 .314 .432 .000 .030 .394 .071 .011 .002 34 34 34 34 34 34 34 * .314 1 .606 .665 .761 ** ** .372 .455 ** .406 .000 .007 .017 .071 34 34 34 34 .810 ** .546 ** .550 ** .432 * * .550 .555 * ** 34 34 ** 1 .351 .555 .011 .001 34 34 34 34 34 ** .315 .295 .000 .069 .091 .002 .027 .042 34 34 34 34 34 34 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). * 34 .001 ** .379 .027 .001 .518 ** .001 .000 .689 .518 .379 * * .042 34 34 * 1 .351 34

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 Correlations Total Total Pearson Correlation item1 1 Sig. (2-tailed) N item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 .671 ** item3 .606 ** item4 .665 ** item5 .761 ** item6 .810 ** .689 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 34 ** 1 .206 .372 ** .315 .242 .030 .007 .001 .069 34 34 ** .295 .671 .000 * .455 ** .546 34 34 34 34 34 ** .206 1 .151 .406 .000 .242 .394 .017 .001 .091 34 34 34 34 34 34 34 * .151 1 .314 .432 .000 .030 .394 .071 .011 .002 34 34 34 34 34 34 34 * .314 1 .606 .665 .761 ** ** .372 .455 ** .406 .000 .007 .017 .071 34 34 34 34 .810 ** .546 ** .550 ** .432 * * .550 .555 * ** 34 34 ** 1 .351 .555 .011 .001 34 34 34 34 34 ** .315 .295 .000 .069 .091 .002 .027 .042 34 34 34 34 34 34 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). * 34 .001 ** .379 .027 .001 .518 ** .001 .000 .689 .518 .379 * * .042 34 34 * 1 .351 34

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 b. Output Validitas Kepentingan Indikator Menarik Correlations Total Total Pearson Correlation item7 1 Sig. (2-tailed) N item7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item8 .773 ** item9 .730 ** item10 .650 ** .624 ** .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 ** 1 * .217 .000 .011 .218 34 34 34 34 ** 1 .283 .263 .105 .133 .773 .000 34 .730 ** .609 .609 ** .432 .000 .000 34 34 34 34 34 * .283 1 .084 .000 .011 .105 34 34 34 34 34 ** .217 .263 .084 1 .000 .218 .133 .636 34 34 34 34 .650 .624 ** **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .432 .636 34

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 c. Output Validitas Kepentingan Indikator Bergradasi Correlations Total Total Pearson Correlation item11 1 Sig. (2-tailed) N item11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item12 .562 ** item13 .531 ** item14 .836 ** item15 .724 ** .770 ** .001 .001 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 ** 1 .302 .329 .230 .059 .083 .058 .191 .742 .562 .001 34 34 34 34 34 34 ** .302 1 .357 * .006 .385 .001 .083 .038 .972 .025 34 34 34 34 34 34 ** .329 .357 * 1 .000 .058 .038 34 34 34 ** .230 .006 .000 .191 .972 .001 34 34 34 34 ** .059 .385 .000 .742 .025 .000 .001 34 34 34 34 34 .531 .836 .724 .770 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). * .527 ** .649 * ** .001 .000 34 34 34 ** 1 .527 .649 ** .556 ** .001 34 34 ** 1 .556 34

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 d. Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-correction Correlations Total Total Pearson Correlation item16 1 Sig. (2-tailed) N item16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item17 .717 ** item18 .718 ** item19 .892 ** item20 .827 ** .642 ** .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 ** 1 * .255 .717 .503 .000 34 .718 ** .145 34 34 34 34 34 ** 1 ** .243 .000 .002 .165 34 34 34 34 ** 1 .503 34 .614 ** .637 .000 .000 .000 34 34 34 ** .411 .016 34 .827 ** .000 .002 ** .614 .002 .000 .892 ** .411 * .517 ** .637 ** .517 .861 ** .046 34 34 34 ** 1 .372 .861 .016 .002 .000 34 34 34 34 ** .255 .243 .344 .000 .145 .165 .046 .030 34 34 34 34 34 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). * .000 .000 .642 .344 * * .030 34 34 * 1 .372 34

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 e. Output Validitas Kepentingan Indikator Kontekstual Correlations Total Total Pearson Correlation item21 1 Sig. (2-tailed) N item21 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item22 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item23 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item24 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item25 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item22 .885 ** item23 .872 ** item24 .926 ** item25 .865 ** .553 ** .000 .000 .000 .000 .001 34 34 34 34 34 34 ** 1 ** .315 .885 .736 .000 34 .872 ** .069 34 34 34 34 34 ** 1 .736 34 .799 ** .642 ** 34 34 34 ** 1 .752 34 34 .642 ** .777 ** 34 34 34 ** 1 .384 .777 .000 .000 34 34 34 34 ** .315 .381 .001 .069 .026 .010 .025 34 34 34 34 34 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). ** .010 .000 * .438 .000 .000 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). * 34 34 .553 .381 .026 .000 ** ** .000 .000 .730 .752 .000 .000 ** .730 .000 34 .865 ** .000 .000 ** .799 .000 .000 .926 ** .438 ** * .025 34 34 * 1 .384 34

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236 f. Output Validitas Kepentingan Indikator Life Correlations item2 item2 Total Total Pearson Correlation item26 item27 1 Sig. (2-tailed) N item26 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item27 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item28 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item29 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item30 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item31 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .696 ** .827 ** 8 9 .748 ** item30 item31 .905 ** .860 ** .813 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 34 ** 1 .696 .000 34 .827 ** 34 .455 ** .455 ** 34 34 34 34 34 1 .656 .283 .000 .105 .000 34 34 34 34 .656 .701 ** ** ** 34 34 1 .620 ** 34 34 34 ** 1 .620 .467 ** 34 ** 1 .817 34 34 34 34 .730 ** .592 ** .000 34 34 ** 1 .592 .000 .002 .001 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). ** 34 34 ** .730 34 .000 .598 ** .000 .005 ** .817 .000 .000 .524 ** 34 .000 ** .598 .000 .000 .509 ** .005 34 ** .467 .000 34 .813 ** 34 34 ** .524 34 34 .682 ** .001 .000 ** .682 .000 .000 .608 ** .000 .002 ** .701 .000 .000 .860 ** .002 ** ** .509 .000 34 .517 ** .002 34 ** .608 .105 .007 .905 ** .007 .000 .748 .283 .517 34

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 g. Output Validitas Kepentingan Indikator Workmanship Correlations Total Total Pearson Correlation item32 1 Sig. (2-tailed) N item32 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item33 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item34 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item35 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item36 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item37 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item33 .837 ** .605 item34 ** item35 item36 .836 ** .891 ** .637 item37 ** .770 ** .000 .000 .000 .000 .000 .000 34 34 34 34 34 34 34 ** 1 .837 .000 34 .605 ** .649 ** 34 34 34 34 ** 1 ** -.036 .353 .000 .005 .840 .041 34 34 34 34 34 ** 1 ** .324 .000 .061 .007 34 34 34 34 ** 1 .438 .590 ** .658 34 34 34 .649 ** .469 ** .658 .848 ** .469 .848 .000 .000 .005 .000 34 34 34 34 ** -.036 .324 .000 .003 .840 .061 .001 34 34 34 34 34 ** ** 34 .000 .770 .692 34 .000 ** ** .000 .000 .637 .499 .003 34 ** ** .000 34 .891 .590 .000 .010 ** ** .010 .000 .836 .438 .499 .692 ** .353 * .456 ** .562 ** ** .001 34 34 34 ** 1 .436 .562 .546 ** * .010 34 34 * 1 .436 .000 .041 .007 .001 .010 34 34 34 34 34 34 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .546 ** .001 .000 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .456 * 34

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 Lampiran 13 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-education Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .841 6 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item1 18.32 7.559 .760 .785 item2 18.71 9.305 .432 .848 item3 18.41 8.795 .575 .824 item4 18.35 9.084 .580 .824 item5 18.35 7.447 .690 .802 item6 18.74 7.958 .697 .799 b. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Menarik Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .912 4 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item7 9.03 5.848 .819 .878 item8 9.18 5.847 .813 .880 item9 8.71 5.790 .763 .899 item10 9.18 6.029 .804 .884

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 c. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Bergradasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .732 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item11 12.94 6.845 .328 .744 item12 13.88 6.349 .363 .740 item13 13.24 5.822 .718 .610 item14 13.65 6.175 .463 .697 item15 13.35 5.447 .656 .618 d. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-correction Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .900 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item16 14.94 7.148 .831 .860 item17 14.79 6.956 .827 .861 item18 14.68 7.862 .732 .883 item19 14.82 8.150 .814 .873 item20 14.88 7.501 .622 .912

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 e. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Kontekstual Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .792 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item21 13.53 7.711 .638 .731 item22 13.41 8.007 .590 .747 item23 13.26 7.110 .762 .686 item24 13.35 7.750 .600 .744 item25 12.91 10.022 .277 .831 f. Output Reliabilitas Kinerja Indikator life Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .818 N of Items .823 5

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Cronbach's Alpha if Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation Item Deleted item26 14.18 6.513 .715 .550 .751 item27 14.12 5.804 .671 .484 .767 item28 13.79 7.381 .639 .508 .781 item29 14.00 7.152 .522 .299 .807 item30 14.03 7.060 .546 .403 .801 g. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Workmanship Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .799 6 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item32 16.74 8.019 .618 .753 item33 16.97 8.878 .477 .784 item34 17.00 8.788 .512 .777 item35 16.88 7.865 .728 .730 item36 16.79 8.411 .422 .802 item37 16.79 7.441 .612 .754

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242 Lampiran 14 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-education Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .792 6 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item1 17.74 7.594 .533 .764 item2 18.32 7.801 .445 .782 item3 18.32 7.316 .497 .771 item4 18.24 6.428 .593 .750 item5 18.24 6.670 .699 .723 item6 18.41 7.098 .518 .767 b. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Menarik Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .611 4 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item7 9.41 2.492 .578 .415 item8 9.68 2.650 .525 .460 item9 9.06 2.663 .328 .589 item10 9.79 2.653 .229 .689

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243 c. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Bergradasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .719 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item11 13.06 8.724 .296 .743 item12 14.09 9.477 .343 .717 item13 13.41 6.977 .705 .575 item14 13.94 7.269 .488 .670 item15 13.50 7.409 .600 .620 d. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-correction Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .798 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item16 14.56 8.496 .546 .770 item17 14.59 9.219 .595 .763 item18 14.65 7.569 .817 .686 item19 14.71 7.668 .702 .719 item20 14.79 8.350 .369 .848 e. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Kontekstual

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .887 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item21 12.53 10.863 .811 .843 item22 12.26 10.140 .771 .853 item23 12.24 9.822 .868 .826 item24 12.32 10.953 .778 .850 item25 11.24 14.488 .425 .917 f. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Life Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .874 5 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item26 16.35 22.114 .562 .898 item27 16.12 20.774 .744 .871 item28 15.88 21.440 .629 .888 item29 16.38 19.455 .853 .853 item30 16.18 20.089 .787 .863 item31 16.15 20.978 .726 .874

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 g. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Workmanship Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .849 6 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item32 14.53 18.499 .766 .804 item33 14.88 20.289 .450 .855 item34 15.00 17.455 .749 .801 item35 15.00 16.848 .829 .785 item36 14.65 18.902 .444 .865 item37 14.91 17.477 .637 .824

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 Lampiran 15 Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Kuesioner Kinerja

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 Lampiran 16 Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Kuesioner Kepentingan

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252 Lampiran 17 Contoh Jawaban Responden (Guru) Pada Kuesioner Kinerja

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255 Lampiran 18 Contoh Jawaban Responden (Guru) Pada Kuesioner Kepentingan

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 Lampiran 19 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja Pada Responden (Siswa) Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 1 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 4 4 4 2 4 4 5 3 5 4 5 3 3 4 5 3 5 3 5 3 5 4 3 3 3 3 4 5 3 5 5 5 5 5 5 3 5 5 2 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 3 2 4 3 3 4 5 4 4 3 5 4 4 4 3 4 4 4 4 3 5 5 5 4 4 3 4 5 4 2 3 2 3 4 4 1 1 3 2 3 3 4 1 4 3 3 1 4 3 2 1 2 2 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 3 5 3 5 4 4 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 3 3 5 3 4 3 5 4 5 4 4 3 4 3 4 5 3 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 3 4 5 6 4 5 5 4 4 5 5 3 3 4 3 4 4 5 5 3 4 5 5 4 3 4 3 5 4 4 5 5 5 4 4 3 3 3 4 4 3 4 1 5 3 3 1 5 4 5 3 3 5 5 7 3 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 4 2 5 3 4 4 4 4 5 3 4 5 4 1 3 4 4 2 5 5 3 4 5 1 5 5 4 1 5 5 4 5 4 5 5 Nomor Item 8 9 10 3 4 3 4 4 3 5 5 2 4 5 4 4 5 3 3 5 3 4 4 4 4 5 3 4 4 3 3 4 3 5 5 3 3 5 1 4 5 4 4 5 1 5 4 5 4 5 3 1 2 3 5 5 5 3 4 2 5 4 5 4 4 3 4 5 3 5 5 4 5 5 3 3 2 2 4 5 3 5 4 3 4 5 3 1 5 1 4 5 4 4 4 4 4 2 2 3 4 1 5 5 2 4 4 2 1 2 3 3 5 3 5 4 2 1 2 1 5 4 4 5 4 5 4 4 2 1 2 1 1 2 3 4 5 2 4 5 3 4 5 3 3 1 4 5 4 3 4 5 5 11 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 2 5 2 5 4 5 4 5 5 4 5 3 5 3 5 1 5 1 5 5 4 4 5 4 2 4 4 4 5 5 4 4 1 5 5 5 5 4 4 12 3 4 3 4 5 2 5 5 3 2 5 1 4 2 5 4 4 5 5 4 3 3 4 3 2 5 5 5 3 4 5 4 2 3 2 4 5 4 3 4 5 4 5 5 2 5 5 4 5 5 13 3 4 3 4 4 4 4 1 3 4 3 3 4 3 5 4 4 4 5 3 3 3 1 3 3 4 3 4 2 4 4 2 3 5 2 3 5 3 3 5 5 2 5 5 2 4 3 1 4 5 14 3 4 3 4 4 1 4 3 3 4 5 2 4 3 5 4 1 5 5 4 3 1 2 5 3 5 5 4 5 5 5 4 3 5 2 4 4 4 3 4 5 2 5 2 3 4 5 4 5 5 15 2 5 4 1 4 5 4 1 4 2 1 3 1 4 3 1 3 1 4 3 1 1 3 1 2 5 1 3 1 4 4 2 4 5 4 1 3 5 1 5 3 3 4 5 5 3 4 2 4 2 16 4 5 5 4 4 5 5 4 4 2 5 3 5 4 5 3 3 4 5 4 4 5 3 5 3 4 5 4 5 5 5 3 4 5 4 5 4 5 2 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 17 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 3 4 3 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 3 5 5 5 5 5 5 3 4 5 4 5 5 4 3 5 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 18 2 4 4 4 4 5 4 1 4 2 1 4 3 3 4 2 3 4 5 1 1 4 4 1 2 4 1 5 5 5 5 4 5 5 5 1 2 4 3 4 1 3 4 3 5 5 4 3 3 5 19 3 4 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 3 1 5 5 3 4 5 1 5 4 4 2 5 3 5 1 5 1 5 5 5 1 3 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 20 3 3 2 5 4 4 4 4 5 3 4 4 4 2 1 5 5 4 3 5 1 5 4 4 3 5 4 5 3 5 3 5 5 5 1 3 4 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 3 21 3 3 3 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5 1 5 5 5 3 5 1 5 3 5 3 4 5 4 1 5 4 5 5 5 2 3 4 5 5 5 5 2 4 5 5 5 4 5 5 3 22 4 4 4 3 3 1 4 5 4 3 5 3 5 4 2 4 4 5 4 3 2 5 2 4 4 5 5 5 1 4 4 5 5 5 2 3 4 4 4 5 5 2 4 2 5 5 5 5 5 5 23 4 4 2 4 4 2 4 4 4 4 4 4 5 3 5 3 4 3 3 4 4 4 4 5 3 4 5 3 1 5 4 3 3 4 2 4 5 3 3 5 4 4 4 2 5 5 4 4 4 3 Nomor Item 24 25 4 4 4 3 2 2 3 4 3 5 3 4 3 4 4 5 4 5 3 4 3 5 4 4 5 5 4 3 5 5 5 5 3 5 2 4 3 4 2 5 4 4 3 5 4 5 5 5 3 4 3 5 3 5 4 5 5 5 3 5 3 5 4 4 3 4 5 5 1 4 2 4 5 5 3 5 3 4 4 4 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 2 5 4 4 4 4 1 5 3 5 26 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 5 3 4 3 5 4 5 1 5 4 4 4 3 5 3 5 5 5 5 5 1 3 3 5 4 3 5 1 3 3 5 4 4 5 5 5 4 1 5 4 27 3 3 2 3 3 3 4 5 4 4 5 4 4 3 5 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 5 5 4 4 4 3 3 3 5 4 3 4 3 3 3 5 4 4 4 4 5 5 2 4 3 28 3 4 1 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 5 4 4 4 4 2 5 5 3 3 4 4 3 3 5 2 3 4 4 4 3 5 4 3 5 4 5 3 3 3 3 29 3 4 1 4 4 4 4 5 3 2 4 3 4 4 3 4 1 3 3 3 3 4 5 4 2 4 2 3 1 4 4 2 1 4 4 2 3 2 3 4 3 3 2 1 3 5 3 1 3 4 30 3 4 1 3 3 5 3 4 3 2 3 4 5 2 5 4 1 3 4 4 3 4 3 4 1 2 5 3 5 5 5 1 1 4 4 3 4 4 3 3 5 2 1 1 5 1 3 1 4 4 31 3 4 5 4 5 5 5 4 3 2 3 4 5 4 4 5 5 4 4 3 4 3 2 3 2 5 5 5 5 4 5 3 5 5 4 3 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 3 1 4 4 32 4 5 5 5 4 2 5 5 4 2 5 3 5 4 5 5 3 5 5 5 4 4 4 4 3 5 3 5 5 5 4 4 3 5 4 3 4 3 3 5 5 4 4 1 5 5 5 3 4 5 Total 110 129 115 126 132 122 132 127 122 106 133 109 138 110 135 126 116 128 129 126 105 123 117 136 93 140 131 136 108 142 131 107 109 147 101 100 130 126 97 138 144 112 111 118 141 139 129 102 126 136

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 Lampiran 20 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Siswa) Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 1 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 2 4 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 2 4 5 4 4 5 5 4 3 3 3 5 4 5 3 5 3 4 4 3 3 3 4 5 5 3 4 3 5 5 4 4 4 4 5 2 4 4 4 3 4 5 5 4 5 5 4 4 4 2 5 3 4 4 3 3 4 3 4 5 4 4 4 3 4 3 4 3 5 3 5 5 3 4 3 5 3 4 3 2 5 5 4 4 3 3 3 3 4 4 1 4 3 3 4 4 4 4 3 1 3 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 3 5 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 4 5 3 3 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 3 4 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 3 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 6 5 4 5 4 4 5 5 4 3 4 5 4 4 3 5 3 3 4 5 4 3 4 5 5 4 4 5 4 1 4 4 4 3 3 4 5 4 4 3 4 3 3 3 4 5 4 3 3 4 5 7 3 4 4 3 3 1 4 3 1 4 3 3 3 3 5 3 1 3 4 5 1 3 4 4 1 3 5 3 3 4 3 3 3 5 4 3 3 3 1 4 5 4 2 5 5 3 5 5 3 4 Nomor Item 8 9 10 3 2 2 4 4 3 4 5 3 3 4 3 4 4 3 1 3 1 4 4 4 4 4 1 1 1 1 4 5 2 3 5 3 3 4 3 3 3 2 2 3 2 5 4 4 3 5 3 1 5 2 3 4 3 4 3 1 5 4 1 1 1 3 3 4 3 4 4 5 5 5 3 1 3 3 3 5 4 5 3 2 3 5 4 5 1 5 5 4 5 3 4 3 2 4 2 4 2 1 5 5 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 5 3 1 1 1 4 3 4 5 4 5 4 4 3 1 1 1 5 5 5 5 5 3 3 5 4 5 3 3 1 1 4 3 2 1 3 5 3 11 3 4 4 3 4 1 4 4 1 5 3 3 2 2 5 3 1 2 3 4 2 3 4 5 2 5 1 5 3 4 4 2 4 5 4 4 3 4 2 4 5 4 1 5 5 5 5 5 2 3 12 2 4 4 2 4 4 4 5 2 2 3 1 3 3 5 3 1 4 3 5 1 3 4 3 2 5 5 5 2 5 4 3 3 5 4 4 4 5 1 4 5 3 2 5 2 5 5 4 3 4 13 2 4 3 3 3 1 5 4 2 4 3 2 2 3 4 3 1 2 4 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 3 4 4 2 5 4 3 4 4 1 5 5 3 3 1 4 3 3 1 3 4 14 2 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 2 4 2 4 3 5 4 4 4 1 3 1 3 1 5 5 5 5 4 5 4 3 5 4 4 4 5 1 5 5 3 3 5 4 5 5 4 4 4 15 3 3 5 3 4 5 5 2 4 3 3 4 1 3 4 1 4 3 3 4 1 5 4 1 1 4 1 4 3 4 4 5 4 5 4 1 3 4 2 5 3 1 3 5 5 4 5 4 4 2 16 4 5 5 4 4 5 5 3 4 3 5 4 5 3 4 3 4 4 3 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 3 5 5 4 1 5 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 17 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 4 5 3 5 4 5 3 5 1 4 5 4 5 4 5 5 5 1 5 4 3 3 5 4 5 4 4 1 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 18 2 4 5 2 5 5 4 4 4 5 1 5 1 3 5 1 5 4 4 1 1 5 3 2 5 4 1 4 5 4 4 4 2 5 4 1 3 4 2 4 3 1 4 5 5 4 5 4 2 2 19 2 3 5 4 5 1 3 4 1 5 1 4 2 2 2 5 1 2 5 5 1 3 5 5 2 5 5 4 4 4 2 3 5 5 2 4 4 3 4 4 5 4 1 5 5 4 5 5 3 5 20 2 3 3 4 4 1 4 4 1 5 1 4 3 5 2 5 1 2 4 5 1 3 5 4 1 4 5 4 3 5 3 3 4 5 3 3 4 3 1 4 5 4 1 3 5 5 5 5 4 3 21 3 3 3 4 5 1 4 5 1 5 1 4 4 5 2 5 1 2 4 5 1 3 4 5 2 5 5 5 5 5 4 4 5 5 3 3 3 3 1 4 5 4 1 5 5 5 4 5 5 3 22 4 4 4 3 3 1 4 4 1 5 1 4 5 5 2 5 1 1 3 5 2 3 4 5 4 5 5 5 1 5 4 3 5 5 3 4 4 3 4 4 5 3 1 5 5 5 4 5 2 5 23 4 4 3 3 4 2 4 5 1 5 1 5 3 2 5 3 5 2 3 4 3 3 4 5 3 4 5 5 2 4 5 4 3 4 4 3 4 4 2 4 5 4 4 5 5 4 4 1 4 4 Nomor Item 24 25 4 2 3 3 5 4 2 4 3 5 1 3 4 5 5 5 1 1 3 4 3 5 4 5 3 4 5 5 4 5 4 4 5 5 2 3 3 2 1 5 4 1 4 4 4 4 5 5 3 5 3 5 2 5 3 5 2 5 4 5 1 3 4 5 3 4 5 5 4 4 3 4 4 4 4 4 1 3 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 3 5 5 5 26 4 3 4 5 4 4 3 4 1 4 5 3 4 5 5 4 5 1 5 4 1 5 4 5 3 5 5 5 1 4 1 5 1 5 3 4 5 3 2 3 5 4 5 5 5 5 3 1 3 4 27 4 3 3 4 3 1 4 4 1 2 5 4 2 4 5 3 4 1 3 4 3 5 4 4 3 5 5 5 5 5 2 5 1 5 3 4 3 5 2 4 5 4 4 5 4 5 4 1 4 4 28 3 5 3 4 4 1 4 3 1 2 3 4 2 2 5 5 4 2 4 5 1 5 4 3 3 5 5 3 5 4 3 5 2 5 4 4 4 4 1 4 5 4 4 5 4 5 3 3 4 3 29 2 3 1 3 4 1 4 2 1 2 3 3 2 3 3 5 1 2 3 2 1 3 4 4 2 5 2 3 5 4 3 2 1 5 4 3 4 5 1 5 5 4 1 5 2 5 3 1 4 4 30 2 4 1 4 3 1 5 5 1 2 3 5 2 2 5 4 2 1 4 5 2 2 1 3 3 2 3 2 1 5 5 2 1 4 4 4 4 5 1 4 5 1 1 1 3 1 3 2 4 5 31 3 4 5 4 4 1 5 4 1 2 3 5 3 5 4 5 4 2 4 1 1 2 1 3 2 5 5 5 5 5 5 1 5 5 3 3 4 5 2 5 5 4 4 5 5 5 3 3 3 3 32 5 5 5 3 4 2 5 5 1 2 3 3 3 5 5 2 4 1 4 5 1 2 4 4 1 5 1 5 5 5 4 3 3 5 4 4 5 3 1 5 5 4 1 5 5 5 5 1 3 5 Total 102 125 126 114 127 83 136 125 63 117 108 118 104 108 136 117 105 87 120 119 66 117 119 134 90 141 123 135 111 143 118 116 99 152 114 117 125 128 59 138 150 115 92 147 145 140 131 103 107 131

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 Lampiran 21 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja Pada Responden (Guru) Responden 1 Responden 1 Responden 1 No item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 4 No item 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 No Item 31 32 33 34 35 36 37 5 5 4 5 5 5 5 Total 164

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 Lampiran 22 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Guru) Responde n 1 Responden 1 Responden 1 No item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 5 4 4 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 No item 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 5 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 No item 31 32 33 34 35 36 37 4 5 4 4 5 5 5 Total 164

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 Lampiran 23 Foto-foto Penelitian

(285)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
8
19
BAB 1 PENDAHULUAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
6
6
BAB 5 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
1
13
67
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
3
9
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MATEMATIKA
0
0
7
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
264
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
275
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK PERTUKARAN DAN PENGELOMPOKAN BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
2
210
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
317
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
344
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BANGUN DATAR BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
1
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
338
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK JENIS DAN BESAR SUDUT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
167
Show more