PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
284
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar oleh : CATUR ARIF RAHMAN 101134038 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar oleh : CATUR ARIF RAHMAN 101134038 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan kepada :  Allah SWT  Orang tuaku : Alm. Sukoyo Bapakku dan Kasmini Ibuku  Kakakku dan adikku : Eko Prasetyo, Dwi Suryono, Tri Nurkhayati, Panca Ari Fitriani.  Kakak Iparku : Atik Widyastuti, Hermin Yanuar Rahmawati, Heni Puspito Hadi.  Keponakan-kepanakanku : Keisha Ata Aurelia, Aditya Bayu Wisnutama, Ganesa Aulia Ramadanti, Devdan Javas Narayan, dan Cleintanos Al-Faruq.  Dosen Pembimbingku : Drs. Paulus Wahana, M.Hum. Elisabeth Desiana Mayasari S.Psi.,M.A.  Teman-teman, motivator dalam menyelesaikan skripsiku : Astri, Winda, Yuni, Angga, Rido, Kismet, Suster Patrice. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “DIAM ADALAH EMAS, BERBICARA PADA SAAT WAKTU YANG TEPAT ADALAH BERLIAN” v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 6 Juni 2014 Penulis, Catur Arif Rahman vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Catur Arif Rahman Nomor Mahasiswa : 101134038 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENERAPAN PEMBELAJARAN PEDAGOGI REFLEKTIF PADA MATA PELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA AKAN NILAI GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma baik untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu ijin dari saya atau memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 6 Juni 2014 Yang menyatakan, Catur Arif Rahman vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif Pada Mata Pelajaran PKN Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Pada Siswa Kelas IV SD Kanisius Totogan Tahun Ajaran 2013/2014. Catur Arif Rahman 101134038 Pembelajaran PKn di SD Kanisius Totogan kurang disertai dengan penanaman nilai-nilai globalisasi. Hal ini dikarenakan pendidik belum secara maksimal menyampaikan nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam materi yang sedang dipelajari sehingga penanaman nilai pada diri siswa menjadi kurang. Pendidik juga kurang bisa mengemas pembelajaran dengan kreatif, model-model pembelajaran belum nampak diterapkan pada siswa. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk meningkatkan dan mengetahui peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi dengan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan di SD Kanisius Totogan pada bulan April 2014. Kelas penelitian yang digunakan adalah kelas IV. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran dengan setiap siklus satu kali pertemuan. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan memberi lembar skala sikap. Hasil presentase siswa menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran menggunakan penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif bagi siswa kelas IV SD Kanisius Totogan . Hal tersebut dapat ditunjukkan dari kenaikan presentase jumlah siswa yang mencapai kesadaran akan nilai globalisasi. Pada indikator 1 kondisi awal memperoleh presentase 60,86 %. Siklus 1 indikator 1 memperoleh presentase 91,30 %. Siklus 2 indikator 1 memperoleh 91,30 %. Kemudian pada indikator 2 kondisi awal memperoleh presentase 56,52 %. Siklus 1 indikator 2 memperoleh presentase 73,91 %. Siklus 2 pada indikator 2 memperoleh presentase 91,30 %. Pada indikator 3 kondisi awal memperoleh presentase 56,52 %. Siklus 1 indikator 3 memperoleh presentase 69,56 %. Siklus 2 indikator 3 memperoleh presentase 95,65 %. Indikator 4 kondisi awal memperoleh 52,17 % s. Siklus 1 indikator 4 memperoleh presentase 86,95 %. Siklus 2 pada indikator 4 memperoleh presentase 86,95 %. Indikator 5 pada kondisi awal memperoleh presentase 73,91 %. Siklus 1 indikator 5 memperoleh presentase 100 %. Siklus 2 pada indikator 5 memperoleh 100 %. Kata kunci : Mata Pelajaran PKN, Pedagogi Reflektif, Nilai Globalisasi. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT The Implementation of Reflective Pedagogy Learning in Civics to Improve Students Awareness of Globalization Values for Grade IV Stedents of SD Kanisius Totogan Year 2013/2014 Catur Arif Rahman 101134038 The civics learning process in elementary Kanisius Totogan was less accompanied by the values of globalization. It was caused that educators had not been optimally convey Pancasila values contained in the material being studied so that to instill values on students becoming less. Educators can not create a creative learning atmosphere, the learning models had not been implemented yet. This facts which drove the researcher to conduct the research which was aimed to know the improvement of students awareness in globalization value using Reflectif pedagogy learning. This research belong to an action research (classroom action research) performed in SD Canisius Totogan in April 2014. The subject of the research was grade IV students. This study was conducted in two cycles with each cycle consists of one meeting. The data collection is done by making a sheet of attitude scale. The results precentage showed that there is an improvement of students awareness after the application of Reflective Pedagogical Paradigm on fourth grade students Canisius Totogan. It can be shown from the increase in the percentage of quantity reach out students awareness. In the initial condition indicators 1 gained percentage 60.86%. Cycle 1 indicator 1 percentage gaining 91.30%. Cycle 2 indicator 1 gained 91.30%. Then the initial conditions obtaining indicator 2 percentage 56.52%. Cycle 1 indicator 2 percentage gaining 73.91%. Cycle 2 on indicator 2 percentage gaining 91.30%. In the initial condition indicators 3 gained percentage 56.52%. Cycle 1 indicator 3 percentage gaining 69.56%. Cycle 2 indicator 3 percentage gaining 95.65%. Indicator 4 initial conditions obtaining 52.17%. Cycle 1 indicator 4 gained percentage 86.95%. Cycle 2 on indicator 4 percentage gaining 86.95%. Indicator 5 on initial conditions obtaining percentage 73.91%. Cycle 1 indicator 5 gained percentage 100%. Cycle 2 on 5 indicators gained 100%. Keywords: Civics Lesson, Reflective Pedagogy, Globalization value. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada ALLAH SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Pedagogi Reflektif Pada Mata Pelajaran PKn Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi Pada Siswa Kelas IV SD Kanisius Totogan Tahun Ajaran 2013/2014”. Skripsi ini disusun untuk melengkapi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Drs. Paulus Wahana, M.Hum. Dosen Pembimbing 1 yang selalu membuat saya pusing tujuh keliling dengan kata-kata filsufnya. 4. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A. selaku Dosen Pembimbing II yang selalu memberikan warna bagi saya dengan kecantikannya. 5. Tri Utami, selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Totogan, yang telah memberikan ijin penelitian di kelas IV SD Kanisius Totogan. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. T.A. Siti Purwanti, selaku guru mata pelajaran PKn kelas IV SD Kanisius Totogan yang telah berkenan untuk berkolaborasi dengan penulis, memberikan waktu, tenaga, pikiran dan semangat serta ijin untuk melakukan penelitian di kelas IV SD Kanisius Totogan. 7. Siswa kelas IV SD Kanisius Totogan yang telah bersedia menjadi subjek penelitian ini. 8. Kedua orangtuaku, Alm. Bapak Sukoyo dan Ibu Kasmini yang memberikan doa, dukungan dan cinta untuk keselamatan dan keberhasilan putranya. 9. Ketiga kakakku Eko Prasetya, Dwi Suryono, Tri Nurkhayati, adikku Panca Ari Fitriani yang telah memberikan doa, dukungan dan semangat, kalian semua adalah panutanku. 10. Kakak iparku Atik Widyastuti, Hermin Yanuar Rahmawati, Heni Puspito Hadi, dan keponakanku tercinta Keisha, Adit, Annes, Devan, dan Clein yang telah memberikan doa, dukungan, semangat serta keceriaan bagi saya. 11. Teman-teman seperjuangan keluarga payung PTK (Astri, Winda, Yuni, Angga, Rido, Kismet, Hendri, Nissa, Windi, Suster Patrice, Ari, Endah,) yang telah memberikan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 12. Teman-teman kos Jembatan Merah No. 96 B yang telah menjadi keluarga selama penulis menjalani dan menyelesaikan studi. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Yogyakarta, 6 Juni 2014 Penulis, Catur Arif Rahman xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. iii PERSEMBAHAN.................................................................................... iv HALAMAN MOTTO .............................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................... vi PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................................................. vii ABSTRAK .............................................................................................. viii ABSTRACT .............................................................................................. ix KATA PENGANTAR ............................................................................. x DAFTAR ISI ........................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ................................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR ............................................................................... xix DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xx BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1 1.2 Batasan Masalah ..................................................................... 5 1.3 Rumusan Masalah................................................................... 6 1.4 Definisi Operasional ............................................................... 6 1.5 Tujuan Penelitian .................................................................... 7 1.6 Manfaat Penelitian .................................................................. 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka ...................................................................... 9 2.1.1 PKn .............................................................................. 9 2.1.1.1 Hakikat PKn ...................................................... 9 2.1.1.2 Pembelajaran PKN di Sekolah Dasar ................. 10 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.3 PKN Sebagai Pendidikan Nilai .......................... 10 2.1.2 Kesadaran ..................................................................... 12 2.1.2.1 Pengertian Kesadaran ........................................ 12 2.1.2.2 Indikator Kesadaran .......................................... 13 2.1.3 Nilai.............................................................................. 14 2.1.3.1 Pengertian Nilai.................................................. 14 2.1.3.2 Jenis-Jenis Nilai ................................................. 15 2.1.3.3 Kesadaran Akan Nilai Globalisasi ...................... 16 2.1.4 Pembelajaran Pedagogi Reflektif .................................. 17 2.1.4.1 Pengertian Pedagogi Reflektif ........................... 17 2.1.4.2 Tujuan Pedagogi Reflektif ................................. 18 2.1.4.3 Langkah-Langkah Pedagogi Reflektif................ 19 2.1.4.4 Kelebihan Pedagogi Reflektif ............................ 23 2.1.5 Standart Kompetensi dan Kompetensi Dasar ................. 25 2.1.6 Globalisasi .................................................................... 26 2.1.6.1 Pengertian Globalisasi ....................................... 26 2.1.6.2 Dampak Globalisasi .......................................... 26 2.1.6.2.1 Dampak Positif ................................... 26 2.1.6.2.2 Dampak Negatif .................................. 27 2.1.6.3 Sikap Terhadap Pengaruh Globalisasi ............... 27 2.2 Penelitian-Penelitian Yang Relevan ...................................... 29 2.3 Kerangka Berfikir ................................................................. 32 2.4 Hipotesis Tindakan ............................................................... 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian .................................................................. 36 3.2 Setting Penelitian ............................................................... 37 3.2.1 Tempat dan Waktu Penelitian ................................... 37 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.2.2 Subjek Penelitian ...................................................... 37 3.2.3 Objek Penelitian ....................................................... 38 3.3 Rencana Tindakan .............................................................. 38 3.3.1 Persiapan .................................................................. 38 3.3.2 Tindakan Tiap Siklus ................................................ 39 3.3.2.1 Siklus 1 ........................................................ 39 3.3.2.2 Siklus 2 ........................................................ 41 3.3.3 Indikator Keberhasilan ............................................. 43 3.4 Teknik Pengumpulan Data ................................................. 45 3.5 Instrumen Penelitian........................................................... 45 3.5.1 Non Tes.................................................................... 45 3.6 Instrumen Pengumpulan Data............................................. 53 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen ................................... 56 3.7.1 Validitas ................................................................... 56 3.7.2 Reliabilitas ............................................................... 58 3.7.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen ................... 59 3.7.3.1 Uji Validitas Pembelajaran ............................ 59 3.7.3.2 Uji Validitas Pengumpulan Data .................... 65 3.8 Teknik Analisis Data .......................................................... 70 3.9 Jadwal Penelitian ............................................................... 72 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal ..................................................................... 73 4.2 Pelaksanaan Pembelajaran.................................................. 82 4.2.1 Siklus 1 .................................................................... 82 4.2.1.1 Perencanaan .................................................. 82 4.2.1.2 Tindakan ....................................................... 84 4.2.1.3 Pengamatan ................................................... 85 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.1.4 Refleksi ......................................................... 94 4.2.2 Siklus 2 .................................................................... 94 4.2.2.1 Perencanaan ................................................. 94 4.2.2.2 Tindakan ...................................................... 95 4.2.2.3 Pengamatan .................................................. 96 4.2.2.4 Refleksi ........................................................ 108 4.3. Pembahasan ...................................................................... 108 4.3.1 Peningkatan Presentase Jumlah Siswa Yang Sadar ... 108 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan .......................................................................... 114 5.2 Keterbatasan Penelitian......................................................... 116 5.3 Saran .................................................................................... 117 DAFTAR REFERENSI ........................................................................... 118 LAMPIRAN ............................................................................................ 120 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Indikatro Keberhasilan ............................................................. 43 Tabel 3.2 Penjabaran Indikator................................................................. 46 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Skala Sikap ............................................... 47 Tabel 3.4 Skala Sikap Sebelum Validasi .................................................. 48 Tabel 3.5 Skala Sikap Sesudah Validasi ................................................... 50 Tabel 3.6 Kriteria Instrumen Skala Sikap ................................................. 51 Tabel 3.7 Skala Likert .............................................................................. 52 Tabel 3.8 Skala Likert Modifikasi ............................................................ 53 Tabel 3.9 Variabel Penelitian dan Pengumpulan Data .............................. 54 Tabel 3.10 Koefisien Reliabilitas ............................................................. 59 Tabel 3.11 Hasil Validasi Silabus............................................................. 61 Tabel 3.12 Hasil Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ................. 62 Tabel 3.13 Hasil Validasi Lembar Kerja Siswa ........................................ 63 Tabel 3.14 Hasil Validasi Bahan Ajar ...................................................... 64 Tabel 3.15 Kisi-Kisi Skala Untuk Validitas Empiris................................. 65 Tabel 3.16 Hasil Uji Validitas .................................................................. 67 Tabel 3.17 Hasil Uji Reliabilitas Skala Sikap ........................................... 70 Tabel 3.18 Acuan PAP Tipe 1 .................................................................. 71 Tabel 3.19 Jadwal Penelitian .................................................................... 72 Tabel 4.1 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 1 ............................. 75 Tabel 4.2 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 2 ............................. 76 Tabel 4.3 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 3 ............................. 77 Tabel 4.4 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 4 ............................. 78 Tabel 4.5 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 5 ............................. 79 Tabel 4.6 Rangkuman Perhitungan Indikator Pada Kondisi Awal............. 80 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.7 Waktu Pelaksanaan Pembelajaran............................................. 82 Tabel 4.8 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 1 ...................................... 87 Tabel 4.9 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 2 ...................................... 88 Tabel 4.10 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 3 .................................... 89 Tabel 4.11 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 4 .................................... 90 Tabel 4.12 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 5 .................................... 91 Tabel 4.13 Rangkuman Perhitungan Indikator Pada Siklus 1.................... 92 Tabel 4.14 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 1 .................................... 98 Tabel 4.15 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 2 .................................... 99 Tabel 4.16 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 3 .................................... 100 Tabel 4.17 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 4 .................................... 101 Tabel 4.18 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 5 .................................... 102 Tabel 4.19 Rangkuman Perhitungan Indikator Pada Siklus 2.................... 103 Tabel 4.20 Presentase Jumlah Siswa Yang Sadar ..................................... 105 Tabel 4.21 Indikator Keberhasilan ........................................................... 111 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Peta Konsep Pelaksanaan PPR .............................................. 22 Gambar 2.2 Skema Penelitian Yang Relevan ........................................... 31 Gambar 3.1 Siklus PTK Menurut Kemmis dan Mc Taggart ..................... 37 Gambar 4.1 Grafik Peningkatan Jumlah Siswa Yang Sadar ...................... 106 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Instrumen Pembelajaran ........................................................ 121 Lampiran 2 Hasil Valididtas Instrumen Pembelajaran Dari Dosen ........... 153 Lampiran 3 Hasil Valididtas Instrumen Pembelajaran Dari Guru ............. 158 Lampiran 4 Instrumen Penelitian Sebelum Validasi ................................. 163 Lampiran 5 Instrumen Penelitian Setelah Validasi ................................... 166 Lampiran 6 Validasi Skala Sikap ............................................................. 169 Lampiran 7 Contoh Hasil Sakla Sikap Kondisi Awal ............................... 171 Lampiran 8 Contoh Hasil Skala Sikap Pada Siklus 1 ................................ 178 Lampiran 9 Contoh Hasil Skala Sikap Pada Siklus 2 ................................ 185 Lampiran 10 Validasi Instrumen .............................................................. 192 Lampiran 11 Contoh Hasil Pekerjaan Siswa ............................................. 222 Lampiran 12 Refleksi Siswa .................................................................... 246 Lampiran 13 Surat Izin Penelitian ............................................................ 255 Lampiran 14 Surat Keterangan Sudah Melakukan Penelitian ................... 257 Lampiran 15 Foto-Foto Kegiatan ............................................................. 259 Lampiran 16 Daftar Riwayat Hidup ......................................................... 262 xx

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Menurut Undang- Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta kemampuan yang diperlukan masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran penting untuk diajarkan diseluruh tingkat pendidikan. Hal ini terbukti dari penerapan PKn di tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Adanya PKn di sekolah diharapkan dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai dalam kehidupan siswa yang bermanfaat untuk menghadapi berbagai masalah globalisasi kehidupan masyarakat dunia. Pendidikan kewarganegaraan juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mempersiapkan diri berperan serta dalam bermasyarakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab (Wahab, 2011). Agar terwujudnya pendidikan yang diharapkan, setiap siswa harus memiliki kesadaran, karena kesadaran memungkinkan siswa memiliki nilai untuk menyusun rencana dengan sengaja, mempertimbangkan sisi positif dan negatif suatu situasi sebelum mengambil tindakan atau membiarkan keadaan mereda 1

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 sendiri, dan lebih selektif dalam menentukan arah untuk meraih tujuan (Given, 2007). Pada kenyataannya, nilai-nilai pendidikan kurang optimal diterapkan pada diri siswa kelas IV SD Kanisius Totogan. Berdasarkan observasi di kelas pada saat pembelajaran PKn, peneliti melihat bahwa pendidik masih cenderung mengajarkan materi tanpa dikaitkan dengan pendidikan nilai. Pendidik belum secara maksimal menyampaikan nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam materi yang sedang dipelajari. Pendidik lebih menekankan konsep dibandingkan dengan pendidikan nilai, sehingga penanaman nilai pada diri siswa menjadi kurang. Sampai saat ini pendidik hanya sebatas mentransfer pengetahuan saja, sehingga yang terjadi ialah pendidik hanya sebatas mencetak angka-angka saja. Padahal banyak sekali materi PKn yang berhubungan dengan nilai-nilai yang dapat diterapkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran, pendidik juga kurang mengemas pembelajaran dengan kreatif, model-model pembelajaran belum nampak diterapkan pada siswa, pendidik cenderung menggunakan pembelajaran tradisional dengan menggunakan metode ceramah sehingga membuat pembelajaran kurang menyenangkan. Hal ini terbukti dari hasil wawancara kami kepada guru kelas pengampu mata pelajaran PKn yang mengatakan “dalam mengajar PKn saya hanya mengajar seperti biasa saja mas, metode yang saya gunakan cenderung ceramah karena menurut saya dalam pelajaran PKn metode yang cocok ya cuma ceramah, saya hanya menyampaikan materi kepada siswa, kemudian siswa mendengarkan dan sumber belajarnya menggunakan buku paket”.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Pendidikan nilai yang seharusnya diikutsertakan dalam pembelajaran agar peserta didik mampu memahami serta sadar akan nilai-nilai yang terkandung dalam materi yang dipelajari dan dapat mengamalkan nilai-nilai tersebut secara nalar. Kurangnya penanaman pendidikan nilai di SD Kanisisus Totogan tersebut, di buktikan dengan cara berpakaian siswa terutama siswa laki-laki yang mengeluarkan baju seragam sekolah ketika pembelajaran di kelas, kemudian banyak juga siswa yang membawa handphone (HP), tak jarang siswa laki-laki memakai aksesoris yang seharusnya tidak dipakai seperti gelang, cincin, dan kalung. Kemudian gaya rambut mereka juga meniru artis-artis yang sedang tren saat ini dengan diberi gel atau minyak rambut terutama siswa laki-laki. Kemudian peneliti juga menemukan pada saat istirahat banyak siswa yang memilih menjajakan uang saku mereka dengan membeli makanan cepat saji seperti sosis, mie instan, snack chiki, potato dari pada membelikan makanan khas dari daerah mereka. Dalam hal ini, nilai globalisasi kurang dimengerti oleh siswa serta kurangnya kesadaran akan nilai globalisasi yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, untuk memperkuat bukti bahwa siswa kelas IV SD Kanisius Totogan kurang memiliki kesadaran akan nilai khususnya nilai globalisasi, peneliti juga melakukan pengumpulan data berupa lembar skala sikap kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn. Skala sikap tersebut bertujuan untuk melihat kesadaran siswa terhadap nilai globalisasi. Lembar skala sikap terdiri dari 35 pernyataan yang mewakili 5 indikator, indikator 1 adalah menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, indikator 2 menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 mewujudkannya, indikator 3 menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, indikator 4 menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan, dan indikator 5 menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Hasil pengolahan data pada indikator 1 kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi hanya 60,86 %. Kemudian pada indikator 2 pada kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi hanya 56,52. Pada indikator 3 kondisi awal tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi hanya 56,52 %. Kemudian pada indikator yang 4 kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi hanya 52,17 %. Kemudian indikator yang terakhir yaitu indikator 5 pada kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi mencapai 73,91 %. Dari hasil di atas dapat dikatakan bahwa siswa kelas IV SD Kanisius Totogan kurang memiliki kesadaran akan nilai globalisasi. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti ingin menerapkan pendidikan nilai globalisasi dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Dengan ini diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang bukan hanya mengembangkan kognitif siswa, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan non kognitif. Dalam hal meningkatkan kesadaran akan nilai globalisasi dalam mata pelajaran PKn yang berbasis Pembelajaran Pedagogi Reflektif ( PPR).

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pembelajaran Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir 5 untuk mengembangkan manusia menjadi manusia yang bernilai. Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) bisa menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran PKn untuk menyampaikan pendidikan nilai pada siswa. Keunggulan Pedagogi Reflektif yaitu siswa dan guru menjadi belajar untuk mengembangkan kepribadiannya secara utuh, mengasah kepekaan hati nurani dan penuh bela rasa bagi sesama. Untuk merealisasikan keunggulan tersebut, para ahli biasa menyebutnya dengan 3C, yaitu Competence, Conscience dan Compassion (Subagya, 2010). Menurut Syarbani, (2011) di era Globalisasi saat ini, globalisasi sangat berpengaruh terhadap nilai-nilai dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh tersebut dapat bersifat positif dan negatif. Semua ini merupakan ancaman dan tantangan khususnya bagi siswa atau siswi SD untuk menyikapi era globalisasi ini. Untuk menyikapi hal tersebut, maka sangat diperlukan kesadaran bagaimana menyikapi globalisasi dengan bijaksana. Melalui kesadaran, siswa diharapkan dapat merefleksikan kemudian menarik nilai-nilai yang bisa dipetik sesuai dengan nilai Pancasila. 1.2 Batasan Masalah Penelitian ini akan dibatasi pada masalah peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Kanisius Totogan dengan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKN menggunakan Standar Kompetensi 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti merumuskan masalah, yaitu: 1.3.1 Bagaimanakah pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Kanisius Totogan Tahun ajaran 2013/2014? 1.3.2 Apakah pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Kanisius Totogan Tahun ajaran 2013/2014? 1.4 Definisi Operasional 1.4.1 Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Pendidikan Kewarganegaraan adalah satu mata pelajaran yang diberikan di SD berkaitan dengan kewarganegaraan dan sikap-sikap sebagai warga Negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter sesuai dengan Pancasila. 1.4.2 Kesadaran akan nilai Kesadaran adalah keadaan sadar akan perbuatan. Sadar artinya merasa, atau ingat (kepada keadaan sebenarnya), tahu, dan mengerti. Nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan atau konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dan berharga dalam kehidupan manusia. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia untuk memehami realitas dan bagaimana cara bertindak dan menyikapi terhadap realitas. Nilai dirasakan dalam diri kita masing-masing sebagai daya dorong atau prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam hidup. Refleksi merupakan bentuk adanya seseorang memiliki kesadaran.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 Refleksi memberikan keadaan dimana seseorang dapat memahami situasi dan kondisi dalam keadaan tertentu di lingkungan. 1.4.3 Pedagogi Reflektif Pendekatan Pedagogi Reflektif adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan fokus pencapaian tujuan pembelajaran yang meliputi 3C (competence, conscience, dan compassion). 1.4.4 Globalisasi Kata "globalisasi" diambil dari kata globe yang artinya bola bumi tiruan atau dunia tiruan. Kemudian, kata globe menjadi global, yang berarti universal atau keseluruhan yang saling berkaitan. Jadi, globalisasi adalah proses menyatunya warga dunia secara umum dan menyeluruh menjadi kelompok masyarakat (Bestari dan Sumiati, 2008). 1.5 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah. Tujuan dari penelitian adalah 1.5.1 Mengetahui pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) pada mata pelajaran PKN untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD K Totogan Tahun ajaran 2013/2014. 1.5.2 Meningkatkan dan mengetahui peningkatan kesadaran akan nilai globalisasi melalui pelaksanaan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) pada mata pelajaran PKN bagi siswa kelas IV SD K Totogan Tahun ajaran 2013/2014.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 1.6 Manfaat Penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut : 1.6.1 Secara teoritis hasil penelitian ini mengetahui proses pelaksanaan PPR serta meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. 1.6.2 Secara praktis : 1.6.2.1 Bagi peneliti Merupakan sebuah pengalaman yang berharga dapat menggunakan pendekatan pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi dalam mata pelajaran PKn. Sehingga dapat lebih memahami Paradigma Pedagogi Reflektif dan kelak dapat menerapkan pembelajaran tersebut terhadap mata pelajaran lainnya untuk meningkatkan nilai yang terkandung dalam mata pelajaran terkait. 1.6.2.2 Bagi guru Memberikan wawasan mengenai model Pembelajaran Pedagogi Reflektif dan dapat diterapkan pada standar kompetensi lain. 1.6.2.3 Bagi Siswa Mendapatkan pengalaman yang baru dalam belajar dengan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai. 1.6.2.4 Bagi Sekolah Menambah sumber bacaan dan referensi yang ada di sekolah dan dapat meningkatkan wawasan tentang pembelajaran pedagogi reflektif.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 PKn 2.1.1.1 Hakikat PKn Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran penting untuk diajarkan diseluruh tingkat pendidikan. Hal ini terbukti dari penerapan PKn di tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Adanya PKn di sekolah diharapkan dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai dalam kehidupan siswa. Pendidikan kewarganegaraan juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mempersiapkan diri berperan serta dalam bermasyarakat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab (Wahab, 2011). Untuk menjadi masyarakat yang bertanggung jawab dan bermoral perlu adanya kerja keras untuk mewujudkannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memasukkan mata pelajaran PKn mulai dari SD. Cara ini diharapkan dapat melatih anak-anak untuk bertanggung jawab dan memiliki sikap moral pancasila yang baik. Sehingga ketika dewasa, mereka terbiasa berperilaku santun dan memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk kemajuan bangsa ini. Misi dari Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dimasa sekarang ini memiliki beberapa misi, diantaranya yaitu: (1) PKn sebagai pendidikan politik, (2) PKn sebagai pendidikan nilai, (3) PKn sebagai pendidikan nasionalisme, (4) PKn sebagai pendidikan hukum, (5) PKn sebagai pendidikan multukultural, (6) PKn sebagai pendidikan resolusi konflik. PKn sebagai pendidikan politik disini berarti 9

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bahwa program pendidikan PKn memberikan pengetahuan, sikap 10 da n keterampilan kepada siswa agar mereka mampu hidup sebagai warga Negara yang memiki pengetahuan polotik dan kesadaran politik. 2.1.1.2 Pembelajaran PKN di Sekolah Dasar Mata pelajaran PKn dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi kehidupan berbangsa. PKn disusun secara sistematis, komperensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam dari PKn (Rosdijati, 2010). Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi medium bagi reformasi kehidupan berbangsa. Di tengah kemerosotan nilai dan moral kehidupan berbangsa diperlukan suatu alternatif untuk membangun kembali tatanan nilai berbangsa yang hilang. Mempelajari PKn berarti mempelajari berbagai konsep dan proses yang berhubungan dengan PKn. Proses pembelajaran PKn dapat dijabarkan kedalam keterampilan berpikir atau keterampilan dasar. Dalam mata pelajaran PKn, siswa secara bertahap dibimbing agar memiliki keterampilan dasar PKn yang digunakan untuk memahami berbagai konsep PKn (Utami, 2010). 2.1.1.3 PKN Sebagai Pendidikan Nilai Landasan filsafat pendidikan rekonstruksionisme memberikan kejelasan landasan pada proses pendidikan, terutama pendidikan yang sarat akan nilai, yang

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 memberikan arah dan tujuan dalam upaya mendalami konsep-konsep pendidikan dan memahami sebab-sebab yang hakiki dari masalah pendidikan. PKn berbasis nilai, perlu memahami batang tubuh pengetahuan nilai, “body of knowledge” berdasarkan paradigma ilmu yang membagi wilayah ilmu kedalam tiga bagian, yakni Ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ontologi adalah wilayah ilmu yang membahas hakikat dan struktur ilmu, epistemologi adalah wilayah ilmu yang membahas cara kerja ilmu dalam memperoleh pengetahuan dan cara mengukur kebenaran pengetahuan, sedangkan aksiologi membicarakan tentang kegunaan ilmu dalam menyelesaikan masalah (Kusuma, 2010). PKn sebagai pendidikan nilai dimaksudkan bahwa melalui pembelajaran PKn diharapkan dapat menanamkan nilai, moral dan norma yang dianggap baik oleh bangsa dan negara pada siswa. Melalui PKn pula diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan nilai kebangsaan atau nasionalisme siswa, sehingga siswa lebih mencintai dan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Pendidikan nilai dimaknai sebagai: (a) penanaman dan pengembangan nilai-nilai pada diri seseorang; (b) bantuan terhadap peserta didik, agar menyadari dan mengalami nilai-nilai serta penempatannya secara integral dalam keseluruhan hidupnya; (c) pengajaran atau bimbingan kepada peserta didik agar menyadari nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan, melalui proses pertimbangan nilai yang tepat dan pembiasaan bertindak yang konsisten (Mulyana, 2004). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran PKn diharapkan dapat menanamkan nilai, moral dan norma yang dianggap baik oleh

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Bangsa dan Negara pada siswa. Selain itu juga diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan nilai kebangsaan atau nasionalisme siswa, sehingga siswa lebih mencintai dan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. 2.1.2 Kesadaran 2.1.2.1 Pengertian Kesadaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2011), kesadaran berasal dari kata sadar yang mendapat imbuhan ke-an yang berarti insyaf; yakni; merasa; tahu; dan mengerti. Kesadaran berarti 1) keadaaan mengerti: akan harga dirinya timbul karena ia diperlakukan secara tidak adil; 2) Hal yang dirasakan atau dialami seseorang. Kesadaran adalah keadaan sadar akan perbuatan. Sadar artinya merasa, atau ingat (kepada keadaan sebenarnya), tahu, dan mengerti. Refleksi merupakan bentuk adanya seseorang memiliki kesadaran. Refleksi memberikan keadaan dimana seseorang dapat memahami situasi dan kondisi dalam keadaan tertentu di lingkungan. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia untuk memehami realitas dan bagaimana cara bertindak dan menyikapi terhadap realitas (Suhatman, 2006). Beliau juga berpendapat bahwa kesadaran kritis sangat diperlukan dalam pengembangan pribadi dan intelektual siswa dalam kehidupan sekarang maupun kemudian hari. Kesadaran kritis dan berpikir kritis dapat dibangun melalui pendidikan di sekolah dan secara khusus melalui kegiatan belajar dan pembelajaran (Suhatman, 2009).

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Menurut Semium, (2006) kesadaran merupakan satu-satunya tingkat kehidupan mental yang secara langsung tersedia bagi kita. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesadaran merupakan sikap sadar dan ingat pada keadaan yang sebenarnya yang secara langsung tersedia bagi kita. Dari uraian di atas dapat disimpulkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kesadaran kritis ialah pembelajaran yang membuat siswa menjadi pelaku dan berperan aktif dalam proses belajar dan pembelajaran. Peran aktif siswa dapat ditingkatkan dengan metode pembelajaran yang berfokus pada siswa dan guru sebaiknya melakukan perubahan dalam mengefektifkan perannya untuk membangun kesadaran kesadaran kritis siswa sehingga dapat menampilkan pembelajaran yang lebih bermutu. Kesadaran adalah sikap mawasdiri , dan kondisi dimana seseorang memiliki kendali penuh terhadap rangsangan dari luar maupun dari dalam. 2.1.2.2 Indikator Kesadaran Menurut Max scheler (dalam Paulus 2004) kesadaran akan nilai berarti kesadaran akan berbagai hal yang berkaitan dengan nilai yaitu diantaranya, (a) menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, (b) menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya, (c) menyadari akan sarana-sarana/penunjang/wujud serta caracara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, (d) menyadari sikap sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 yang diharapkan, (e) menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. 2.1.3 Nilai 2.1.3.1 Pengertian Nilai Nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan atau konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dan berharga dalam kehidupan manusia. Nilai dirasakan dalam diri kita masingmasing sebagai daya dorong atau prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam hidup. Konsep nilai berkembang dari pola berfikir, pola bertingkah laku dan sikap-sikap hidup dan dengan perkataan lain berkembang dari budaya lingkungan (Richardus, 2011). Max scheler (dalam Paulus, 2004) berpendapat bahwa nilai merupakan suatu kualitas yang tidak tergantung pada pembawanya, merupakan kualitas apriori (yang telah dapat dirasakan manusia tanpa melalui pengalaman inderawi terlebih dahulu). Tidak tergantung kualitas tersebut tidak hanya pada objek yang ada di dunia ini (misalnya lukisan, patung, tindakan manusia, dan sebagainya), melainkan juga tidak tergantung pada reaksi kita terhadap kualitas tersebut. Nilai merupakan kualitas yang tidak tergantung, dan tidak berubah seiring dengan perubahan barang. Sebagaimana warna biru tidak berubah menjadi merah ketika suatu objek berwarna biru dicat menjadi merah, demikian pula nilai tetap tidak berubah oleh perubahan yang terjadi pada objek yang memuat nilai bersangkutan.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Nilai bersifat absolut, tidak dipersyaratkan oleh suatu tindakan, tidak memandang keberadaan alaminya, baik secara historis, sosial, biologis ataupun individu murni. 2.1.3.2 Jenis-Jenis Nilai Menurut Syarbani, (2011) dalam kaitanyya dengan penjabarannya, nilai dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. a. Nilai dasar Sekalipun nilai bersifat abstrak, yaitu tidak dapat diamati melalui panca indera manusia, tetapi dalam kenyaataannya nilai berhubungan dengan tingkah laku atau berbagai aspek kehidupan manusia. Setiap nilai memiliki nilai dasar, yaitu berupa hakikat, esensi, intisari, atau makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut. Nilai dasar itu bersifat universal karena menyangkut kenyataan objektif dari segala sesuatu. Contohnya hakikat Tuhan, manusia, atau makhluk lainnya. Apabila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat Tuhan, maka nilai dasar itu bersifat mutlak, karena Tuhan adalah kausa prima (penyebab pertama), dan segala sesuatu yang diciptakan berasal dari kehendak Tuhan. Nilai dasar itu juga berkaitan dengan hakikat manusia, maka nilai-nilai tersebut harus bersumber kepada hakikat kemanusiaan itu dijabarkan dalam norma hukum yang dapat diistilahkan dengan hak dasar (hak asasi manusia).

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 b. Nilai instrumental Nilai instrumental ialah nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan dari nilai dasar. Nilai dasar belum dapat bermakna sepenuhnya apabila nilai dasar tersebut belum memiliki formasi serta parameter atau ukuran yang jelas dan konkret. Apabila nilai instrumental itu berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari, maka nilai tersebutakan menjadi norma moral. Akan tetapi, jika nilai instrumental itu berkaitan dengan suatu organisasi atau Negara, maka nilai-nilai instrumental itu merupakan suatu arahan kebijakan atau strategi yang bersumber pada nilai dasar, sehingga dapat juga dikatakan bahwa nilai instrumental itu merupakan suatu eksplementasi dari nilai dasar. c. Nilai praksis Nilai praksis merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan lebih nyata. Nilai praksis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai instrumental. Berhubung fungsinya sebagai penjabaran dari nilai dasar dan nilai instrumental, maka nilai praksis dijiwai oleh nilai-nilai dasar dan instrumental tersebut. 2.1.3.3 Kesadaran Akan Nilai Globalisasi Dewi (2008) mengatakan bahwa pengaruh globalisasi positif berarti telah disaring oleh Pancasila, sehingga dapat kita terpakna dalam kehidupan kita seharihari. Kesadaran akan nilai globelisasi terlihat dari sikap dan tingkah laku kehidupan masyarakat di Indonesia. Masyarakat harus lebih kritis memilih pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Sebab pengaruh budaya asing

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 yang masuk ke Indonesia ada yang positif dan ada yang negatif. Pengaruh yang positif dapat membawa Indonesia mengembangkan sumber daya alam dan sumber daya manusia agar menjadi Indonesia yang lebih maju. Sedangkan pengaruh negatif globalisasi tidak sesuiai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Pengaruh negatif globalisasi harus kita hindari agar tidak membawa pengaruh buruk bagi perkembangan bangsa Indonesia. 2.1.4 Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) 2.1.4.1 Pengertian Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Pedagogi Reflektif merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan pemahaman masalah dunia, kehidupan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses yang terpadu sehingga nilai-nilai dapat muncul dari kesadaran dan kehendak peserta didik melalui refleksi. Di dalam pembelajaran pedagogi reflektif, refleksi merupakan unsur khas yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pendidikan jesuit yaitu sebuah pendidikan yang beranggotakan serikat jesus (jesuit) pedagogi reflektif sering juga disebut dengan paradigma ignasian. Paradigma Ignatian dalam pendidikan Jesuit merupakan suatu cara bertindak yang dapat kita ikuti dengan mantap, karena sungguh-sungguh membantu para pelajar berkembang menjadi manusia kompeten, bertanggung jawab, dan berbelas kasih (Subagya, 2010).

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 2.1.4.2 Tujuan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Menurut Subagya, (2010) Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) memiliki tujuan yaitu: 1. Tujuan PPR bagi pendidik antara lain: a) Semakin memahami peserta didik. b) Semakin bersedia mendampingi perkembangannya. c) Semakin lebih baik dalam menyajikan materi ajarnya. d) Memperhatikan kaitan perkembangan intelektual dan moral. e) Mengadaptasi materi dan metode ajar demi tujuan pendidikan. f) Mengembangkan daya reflektif dengan pengalaman sebagai pendidik, pengajar, dan pendamping. 2. Tujuan PPR bagi peserta didik anatara lain: a) Manusia bagi sesama b) Manusia utuh c) Manusia yang secara intelektual berkompeten, terbuka untuk perkembangan religius. d) Manusia yang sanggup mencintai dan dicintai. e) Manusia yang berkomitmen untuk menegakkan keadilan dalam pelayanannya pada orang lain (umat Allah). f) Manusia yang berkompeten dan hati nurani.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 2.1.4.3 Langkah-Langkah Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) Langkah-langkah PPR menurut Subagya, (2008) meliputi konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. a. Konteks Pengenalan terhadap konteks akan membantu guru menentukan bentuk dan cara pemberian pengalaman melalui pembelajaran agar peserta didik dapat menarik makna dari pengalaman utuhnya selama belajar bagi hidupnya sendiri dan orang lain. Konteks adalah diskripsi tentang ”dengan siapa ” berinteraksi, ”bagaimana” ;latar belakang dan pengalaman hidupnya, ”di mana” dan ”seperti apa” lingkungan tempatnya berinteraksi, ”apa” yang diharapkan muncul dari interaksi tersebut, serta ”mengapa” mengikuti pembelajaran ini. Dengan kata lain konteks adalah segala kemungkinan yang dapat membantu atau menghalangi proses pembelajaran dan perkembangan , bisa konteks pribadi, sekolah,kelas dan guru. b. Pengalaman Peserta didik diajak dan didampingi untuk mencari pemahaman baru setelah melakukan kegiatan pembelajaran untuk memahami realitas secara lebih baik. Pengalaman yang dimaksud adalah segala kegiatan pembelajaran, informasi, nilai-nilai,perasaan dan seterusnya. Pengalaman yang diolah berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung.Pengalaman langsung adalah pengalaman atas peristiwa/kejadian yang digeluti oleh peserta didik itu sendiri baik di

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 dalam maupun di luar kelas yang dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari. Misalnya perjumpaan dalam diskusi , penelitian dalam laboratorium, atau pelayanan Pengalaman tidak langsung adalah pengalaman yang diperoleh peserta didik bukan dialami sendiri. Misalnya dari mendengar, membaca, dan melihat berbagai media. c. Refleksi Refleksi menjadi unsur yang penting dalam Pendekatan Pedagogi Reflektif karena menjadi penghubung antara pengalaman dan tindakan. Refleksi berarti mengadakan pertimbangan seksama dengan menggunakan daya ingat, pemahaman, imajinasi, dan perasaan menyangkut materi, pengalaman, ide, tujuan yang diinginkan atau reaksi spontan untuk menangkap makna dan nilai hakiki dari apa yang dipelajari. Melalui refleksi, pengalaman siswa diharapkan menjadi bermakna sehingga mampu mendorong melakukan aksi. Tujuan kegiatan refleksi adalah : 1) menangkap arti dari apa yang dipelajari. 2) menemukan keterkaitan antara pengetahuan dengan realitasnya. 3) memahami implikasi pengetahuan dan seluruh tanggung jawab. 4) membentuk hati nurani.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 d. Aksi Guru memfasilitasi siswa dengan pertanyaan aksi agar siswa terbantu untuk membengun niat dan bertindak sesuai dengan hasil refleksinya. Dengan membangun niat dan berperilaku dari kemauannya sendiri siswa membentuk pribadinya agar nantinya (lamakelamaan) menjadi pejuang bagi nilai-nilai yang direfleksikannya. a. Evaluasi Evaluasi dalam pembelajaran adalah aktivitas untuk memonitor perkembangan akademis peserta didik. Hasil evaluasi ini merupakan umpan balik bagi peserta didik maupun guru. Bagi peserta didik hasil evaluasi ini bermanfaat untuk memperbaiki cara belajarnya, sedangkan bagi guru merupakan masukan untuk memperbaiki cara dan metode pembelajaran. Dalam PPR, evaluasi tidak hanya dilakukan pada aspek akademis peserta didik tetapi juga pada aspek kemanusiaan. Evaluasi dilakukan secara periodik untuk mendorong guru dan peserta didik memperhatikan pertumbuhan intelektual, sikap, dan tindakan-tindakan yang selaras dengan prinsip “sebagai manusia bagi orang lain”.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Menurut Subagya (2008) menggambarkan pelaksanaan PPR yang dapat dilakukan guru sebagai berikut: Konteks Refleksi: Memperdalam pemahaman. Mencari makna kemanusiaan, kemasyarakatan. Menyadari motivasi,dorongan, keinginan. Pengalaman: Mempelajari sendiri, latihan kegiatan sendiri (lawan ceramah). Tanggapan afektif terhadap yang dilakukan, latihan dari yang dipelajari Aksi: Memutuskan untuk bersikap, berminat, berbuat perbuatan konktet Evaluasi: Evaluasi ranah intelektual. Evaluasi perubahan pola pikir, sikap, perilaku siswa Gambr 2.1 Peta Konsep Pelaksanaan PPR (Subagya, 2008) T U J U A N

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 2.1.4.4 Adapun Kelebihan PPR Menurut Subagya, (2008) PPR mempunyai kelebihan - kelebihan sekaligus keuntungan kita menerapkan PPR dalam proses pembelajaran di sekolah, antara lain sebagai berikut. 2.1.4.4.1 Kelebihan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) a. Murah meriah Dalam praktik, pembelajaran PPR diintegrasikan dengan bidang studi yang diajarkan, maka tidak memerlukan sarana atau prasarana khusus, kecuali yang dibutuhkan oleh bidang studi yang bersangkutan. Misalnya, untuk menumbuhkan persaudaraan, solidaritas, saling menghargai, yang diperlukan adalah pengalaman persaudaraan yang dapat dicapai melalui belajar dengan kerjasama kelompok yang kemudian direfleksikan dan ditindaklanjuti dengan aksi. Penerapan dinamika konteks, pengalaman, refleksi aksi, evaluasi dalam belajar dengan kerjasama kelompok dapat diterapkan dalam semua bidang studi tanpa menambah sarana maupun prasarana. Hal khusus yang diperlukan hanyalah cara pandang baru dalam pembelajaran (Subagya, 2008). b. Segala Kurikulum PPR dapat diterapkan pada semua kurikulum : KTSP, KBK, Kurikulum 1994, bahkan pada kurikulum manapun. Paradigma ini tidak menuntut tambahan bidang studi baru, jam pelajaran tambahan, maupun peralatan khusus. Hal pokok yang dibutuhkan hanyalah pendekatan baru pada cara kita mengajarkan mata pelajaran yang ada.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Paradigma tersebut dapat diterapkan tidak hanya pada bidang studi akademik, tetapi juga pada ranah-ranah non akademik, seperti kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, program pelayanan masyarakat, retret, dan sebagainya. Pada kebanyakan bidang studi, PPR bahkan dapat dipakai sebagai panduan untuk mempersiapkan pengajaran, memilih bahan untuk pekerjaan rumah, dan kegiatan-kegiatan pengajaran lain. c. Cepat Kelihatan Hasilnya Untuk menumbuhkembangkan seorang siswa menjadi pribadi yang dewasa dan manusiawi dibutuhkan waktu lama. Hal seperti itu biasanya akan terlihat setelah mereka lulus dari SMP dan SMA. Namun melalui PPR tanda-tanda kalau mereka mulai berkembang ke arah yang diharapkan cepat kelihatan. Kenyataan ini dapat diamati di sekolah-sekolah yang telah menerapkan PPR. Kalau sekolah sepakat dan semua guru menerapkan PPR, dalam waktu satu tahun sudah terlihat jelas betapa siswa akrab satu sama lain, mau solider dan saling membantu dalam belajar, mau saling menghargai satu sama lain. Pengelolaan kelas menjadi mudah, kenakalan berkurang, kebiasaan berkelahi hilang, corat-coret di bangku sekolah atau di luar sekolah tak kelihatan lagi. Moga-moga dengan demikian nantinya mereka sungguh-sungguh akan menjadi pejuang kemanusiaan. Secara ringkas keuntungan-keuntungan menerapkan PPR di sekolah dapat dirumuskan sebgai berikut.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 1) Dari segi integrasi: a) Pembelajaran berpola PPR murah; b) Tidak terhambat kurikulum baru, para pengawas, atau Diknas; c) Mengajarkan dan melatih nilai-nilai kristiani 42 jam per minggu. 2) Dari segi pengalaman, refleksi, dan aksi: a) Tidak perlu banyak aturan, banyak sanksi, dan macammacam pemaksaan seperti lazim di sekolah lain; b) Pendidikan yang otentik. 3) Dari segi pendidikan kristiani/pendidikan kemanusiaan a) Ciri khas sekolah Kristen/Katolik dapat diwujudkan dalam kegiatan kelas sehari-hari; b) Menjadikan keunggulan sekolah yang tidak dapat diungguli sekolah lainnya. 2.1.5 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar PKn di SD Standart kompetensi yang akan digunakan adalah 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya, dan kompetensi dasarnya adalah 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungan , dan 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 2.1.6 Globalisasi 2.1.6.1 Pengertian Globalisasi Kata "globalisasi" diambil dari kata globe yang artinya bola bumi tiruan atau dunia tiruan. Kemudian, kata globe menjadi global, yang berarti universal atau keseluruhan yang saling berkaitan. Jadi, globalisasi adalah proses menyatunya warga dunia secara umum dan menyeluruh menjadi kelompok masyarakat (Prayoga dan Sumiati, 2008). 2.1.6.2 Dampak Globalisasi 2.1.6.2.1 Dampak positif Globalisasi, sebagai akibat dari kemajuan IPTEK, memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Ini berarti bahwa globalisasi memberikan dampak positif bagi umat manusia. Sebagai contoh, mudahnya masyarakat memperoleh informasi maka masyarakat memiliki wawasan yang lebih luas. Bayangkan olehmu, ”jika tempat tinggal kamu merupakan daerah yang sulit mendapatkan informasi dan transportasi”. Pasti tempat tinggal kamu akan menjadi tempat yang tertinggal dari daerah yang lainnya. Dengan adanya alat transportasi, semua kegiatan di daerah menjadi berjalan (Prayoga dan Sumiati). Dampak positif globalisasi antara lain : a) Hubungan komunikasi menjadi lebih mudah b) Pertukaran informasi antar negara sangat lancar c) Harga barang menjadi lebih murah

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 2.1.6.2.2 Dampak Negatif Dampak negatif dari globalisasi menurut Sarjan dan Nugroho (2008) yaitu sebagai berikut : a) Orang menjadi sangat individualis. Individualis artinya mementingkan diri sendiri. b) Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. c) Budaya konsumtif. d) Sarana hiburan yang melalaikan dan membuat malas. e) Budaya permisif. Permisif artinya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan sarana canggih. f) Menurunnya ikatan rohani. 2.1.6.3 Sikap Terhadap Pengaruh Globalisasi Sikap terhadap pengaruh globalisasi menurut Sarjan dan Nugroho (2008) antara lain: a. Lingkungan Sekolah Di sekolah perlu ditekankan pelajaran budi pekerti serta pengetahuan tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak terjerumus dalam perilaku negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja atau tawuran antar pelajar. Untuk itu, peranan orang tua, guru, serta siswa sangat diperlukan. Peran serta tersebut dapat diwujudkan dalam kerja sama dan komunikasi yang baik. Misalnya guru dan orang tua selalu mengawasi dan membimbing siswa. Siswa juga harus mematuhi perintah orang tua dan guru. Selain itu, siswa juga harus menerapkan peraturan sekolah

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 dengan disiplin. Hal ini untuk mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk ke sekolah. b. Lingkungan Keluarga Cara yang baik mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi melalui keluarga adalah meningkatkan peran orang tua. Orang tua hendaknya selalu menekankan rasa tanggung jawab pada anak. Orang tua juga menerapkan aturan yang tegas yang harus ditaati setiap anggota keluarga, namun tanpa mengurangi kasih sayang dan perhatian pada anak. Di samping itu, orang tua juga harus memberi keteladanan. Orang tua harus menjadi contoh yang patut ditiru anak-anaknya. Dan yang tidak kalah pentingnya, berusaha menciptakan komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Bagi anak, juga harus mengembangkan potensi diri ke arah yang positif. Misalnya aktif mengisi waktu luang dengan membaca, berolahraga, mengikuti kursus-kursus, dan lain-lain. Penerapan perilaku sopan santun juga harus dilakukan anak. Misalnya menghormati dan mematuhi orang tua, menyayangi saudara, membimbing adik, dan lainlain. c. Lingkungan Masyarakat dan Lingkungan Keagamaan Dalam mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk ke masyarakat, peran tokoh masyarakat dan agama sangat diperlukan. Mereka harus mampu menjadi contoh bagi umat atau anggota masyarakatnya. Nasihat atau saran-saran yang diberikan tokoh masyarakat atau agama akan membekas dan mampu memengaruhi pola kehidupan masyarakatnya.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Bagi anak sendiri, hendaknya aktif mengikuti dan melaksanakan ajaran agamanya dengan disiplin. Misalnya disiplin beribadah. d. Lingkungan pemerintah dan negara Pemerintah merupakan salah satu lembaga yang berwenang mengeluarkan peraturan atau hukum, salah satu di antaranya berusaha mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi. Misalnya peraturan yang melarang merokok di tempat umum, larangan minum-minuman keras, larangan mengkonsumsi narkoba, dan lain-lain. Untuk mewujudkannya, pemerintah dapat melakukannya melalui lembaga peradilan, kepolisian, dan lain-lain. 2.2 Penelitian-Penelitian Yang Relevan Arifi (2011) melakukan penelitian tentang Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik mata pelajaran IPS dan Matematika untuk meningkatkan competence, consience, compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Kenteng. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa competence, consience, compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Kenteng mengalami peningkatan setelah menerapkan PPR dalam pembelajaran. Pada pra penelitian skor competence peserta didik pada mata pelajaran IPS sebesar 66,5 sedangkan pada akhir siklus I sebesar 86,6 dan pada akhir siklus II menjadi 89,0. Untuk mata pelajaran Matematika skor competence peserta didik pada pra penelitian sebesar 64,9 pada akhir siklus I sebesar 77,6 dan pada akhir siklus II sebesar 76,9. Consience dan compassion juga mengalami peningkatan dimana pada akhir siklus

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 I skor consience sebesar 76,2 dan pada akhir siklus II menjadi 83,7. Sedangkan skor compassion pada akhir siklus I sebesar 90,4 dan pada akhir siklus II menjadi 93,6. Vitalis (2012) meneliti Pengaruh Model Pembelajaran berbasis Masalah terhadap Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi pada Siswa Kelas IV SD N Kledokan. Penelitian ini terbukti Penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi siswa kelas IV SD Negeri Kledokan pada mata pelajaran PKn untuk materi globalisasi semester genap tahun ajaran 2012/2013. Hal itu ditunjukan pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi data harga sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000. Sehingga Hi diterima maka Hnull ditolak dengan kata lain mengafirmasi hipotesis bahwa Penggunaan model PBM berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Kensi, (2011) meneliti Efektivitas Pengembangan Nilai Kemanusiaan Dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Pada Peserta Didik Kelas VB SD Kanisius Sengkan Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika berbasis PPR dapat meningkatkan efektifitas penumbuhan nilai kemanusiaan pada peserta didik kelas VB SD K Sengkan. Peningkatan tersebut ditandai dengan naiknya indikator pertama pada siklus I sebesar 63,3 % ; pada siklus II sebesar 63,6 % ; pada siklus III sebesar 71,8 %. Capaian indikator kedua pada siklus I sebesar 76,6 % ; pada siklus II

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 sebesar 71,8 % ; pada siklus III 84,3 %. Capaian indikator ketiga pada siklus I sebesar 66,6 % ; pada siklus II sebesar 75,7 % ; pada siklus III sebesar 78,3 %. Penelitian menggunakan Model PPR Penelitian yang dilaksanakan Penerapan Pedagogi Reflektif. Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik mata pelajaran IPS dan Matematika untuk meningkatkan competence, consience, compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Kenteng. Arifi (2011) Pengaruh Model Pembelajaran berbasis Masalah terhadap Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi pada Siswa Kelas IV SD N Kledokan. Vitalis (2012) kesadaran siswa akan nilai globalisasi Yang perlu diteliti : Penerapan Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Gambar 2.2 Skema Penelitian Yang Relevan Dari penelitian sebelumnya menurut penelitian Arifi, (2011) Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dapat meningkatkan 3C yaitu Competence, Compassion, dan Consience dalam pembelajaran tematik mata pelajaran IPS dan

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Matematika. Serta menurut penelitian Vitalis, (2012) dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Maka peneliti ingin mencoba menerapkan Paradigma Pedagogi Reflektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi dalam mata pelajaran PKn. 2.3 Kerangka Berpikir PKn sebagai pendidikan nilai diharapkan dapat menanamkan nilai, moral dan norma yang dianggap baik oleh bangsa dan negara pada siswa. Melalui PKn pula diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran akan nilai kebangsaan atau nasionalisme siswa, sehingga siswa lebih mencintai dan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Pembelajaran Pedagogi Reflektif merupakan salah satu alternatif untuk memfasilitasi siswa dalam mencapai nilai globalisasi dan kebermaknaan pembelajaran, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan nilai kemanusiaan berupa sikap kemanusiaan, hati nurani dan bela rasa terhadap sesama. Menggunakan Pembelajaran Reflektif adalah untuk membangun manusia yang memiliki 3C (competence, conscience, dan compassion). Competence adalah kemampuan kognitif, conscience adalah kemampuan afektif untuk menentukan pilihan-pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral, sedangkan compassion kemampuan psikomotorik dan kemauan utuk mengembangkan bakat dan kemampuan sepanjang menggunakannya demi sesama. hidup disertai dengan motivasi untuk

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Pedagogi Reflektif meliputi konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi. Konteks merupakan pengenalan pemberian pengalaman melalui pembelajaran agar peserta didik dapat menarik makna dari pengalaman utuhnya selama belajar bagi hidupnya sendiri dan orang lain. Konteks adalah diskripsi tentang ”dengan siapa ” berinteraksi, ”bagaimana” ;latar belakang dan pengalaman hidupnya, ”di mana” dan ”seperti apa” lingkungan tempatnya berinteraksi, ”apa” yang diharapkan muncul dari interaksi tersebut, serta ”mengapa” mengikuti pembelajaran ini. Pengalaman, peserta didik diajak dan didampingi untuk mencari pemahaman baru setelah melakukan kegiatan pembelajaran untuk memahami realitas secara lebih baik. Pengalaman yang dimaksud adalah segala kegiatan pembelajaran, informasi, nilainilai,perasaan dan seterusnya. Pengalaman yang diolah berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Refleksi menjadi unsur yang penting dalam Pendekatan Pedagogi Reflektif karena menjadi penghubung antara pengalaman dan tindakan dan diharapkan menjadi bermakna sehingga mampu mendorong melakukan aksi. Aksi dimaksudkan agar siswa dapat membangun niat dan berperilaku dari kemauannya sendiri dalam membentuk pribadinya agar nantinya (lama-kelamaan) menjadi pejuang bagi nilai-nilai yang direfleksikannya. Evaluasi untuk memonitor perkembangan akademis peserta didik. Jika Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) diterapkan pada pembelajaran PKN kelas IV SD Kanisius Totogan, maka akan berpengaruh terhadap nilai kemanusiaan berupa sikap kemanusiaan, hati nurani dan bela rasa terhadap sesama.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Kesadaran siswa akan nilai yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diharapkan dapat meningkat setelah guru menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Kesadaran akan nilai bagi siswa sangat penting diberikan sedini mungkin. PPR membantu siswa dalam menyadari akan nilai yang ingin diajarkan melalui pengalaman yang dilanjutkan lewat refleksi dan kemudian diaplikasikan melalui aksi. Kesadaran akan nilai globelisasi terlihat dari sikap dan tingkah laku kehidupan masyarakat di Indonesia. Masyarakat harus lebih kritis memilih pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Sebab pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia ada yang positif dan ada yang negatif. Pengaruh yang positif dapat membawa Indonesia mengembangkan sumber daya alam dan sumber daya manusia agar menjadi Indonesia yang lebih maju. Sedangkan pengaruh negatif globalisasi tidak sesuiai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Pengaruh negatif globalisasi harus kita hindari agar tidak membawa pengaruh buruk bagi perkembangan bangsa Indonesia. 2.4 Hipotesis Tindakan Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Pedagogi Reflektif meliputi konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi. Konteks merupakan pengenalan pemberian pengalaman melalui pembelajaran agar peserta didik dapat menarik makna dari pengalaman utuhnya selama belajar bagi hidupnya sendiri dan orang lain. Konteks adalah diskripsi tentang ”dengan siapa ” berinteraksi, ”bagaimana” ;latar belakang dan pengalaman hidupnya, ”di mana” dan ”seperti

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 apa” lingkungan tempatnya berinteraksi, ”apa” yang diharapkan muncul dari interaksi tersebut, serta ”mengapa” mengikuti pembelajaran ini. Pengalaman, peserta didik diajak dan didampingi untuk mencari pemahaman baru setelah melakukan kegiatan pembelajaran untuk memahami realitas secara lebih baik. Pengalaman yang dimaksud adalah segala kegiatan pembelajaran, informasi, nilainilai,perasaan dan seterusnya. Pengalaman yang diolah berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Refleksi menjadi unsur yang penting dalam Pendekatan Pedagogi Reflektif karena menjadi penghubung antara pengalaman dan tindakan dan diharapkan menjadi bermakna sehingga mampu mendorong melakukan aksi. Aksi dimaksudkan agar siswa dapat membangun niat dan berperilaku dari kemauannya sendiri dalam membentuk pribadinya agar nantinya (lama-kelamaan) menjadi pejuang bagi nilai-nilai yang direfleksikannya. Evaluasi untuk memonitor perkembangan akademis peserta didik. Pendidik menerapkan itu semua kedalam pembelajaran dan diakhir pembelajaran pendidik memberikan instrumen lembar skala sikap yang nantinya akan digunakan oleh peneliti untuk mengukur tingkat kesadaran siswa setelah mengikuti pembelajaran. Hasilnya Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR) dalam mata pelajaran PKn materi pengaruh globalisasi dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV semester genap SD Kanisius Totogan tahun ajaran 2013/ 2014.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kajian yang dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Dalam hal ini masalah yang dihadapi yaitu masih kurangnya kesadaran siswa akan nilai. Untuk itu, guru dan peneliti bermaksud meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn kelas IV semester 2 SD Kanisius Totogan dengan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif (PPR). Secara teknis, penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif dan partisipatif. Penelitian kolaboratif ditandai dengan adanya kerja sama antara guru bidang studi dengan pihak peneliti. Guru berperan sebagai praktisi, yakni yang melakukan pembelajaran dan peneliti berperan sebagai pengamat yakni melakukan pengamatan selama pembelajaran berlangsung dan mencatat hasil temuan. Jika ditinjau secara partisipatif, tim ini akan bekerjasama dalam melakukan evaluasi terhadap hasil temuan yang diperoleh dan melakukan revisi untuk pertemuan siklus berikutnya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart dalam buku ”Metode Penelitian Tindakan Kelas” karangan Wiraatmadja (2005). Model penelitian ini terdiri dari atas adanya perencanaan akan mengandalkan penelitian, dan disertai dengan tindakan dan pengamatan saat 36

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 penelitian, kemudian adanya refleksi dari semua kegiatan yang telah dilakukan dan merancang kembali apa yang akan direncanakan untuk tindakan selanjutnya, untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 3.1 dibawah ini. Rencana Tindakan Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Refleksi Siklus I Rencana Tindakan Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Refleksi Siklus II Gambar 3.1 Siklus PTK Menurut Kemmis dan Mc Taggart 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Totogan, yang beralamat di dukuh Totogan, Madurejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Waktu penelitian dilakukan pada semester genap Tahun Ajaran 2013/2014. 3.2.2 Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas IV di SD Kanisius Totogan dengan jumlah 23 siswa, terdiri dari 10 siswa putra dan 13 siswa putri.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 3.2.3 Obyek Penelitian Objek penelitian ini adalah penerapan paradigma pedagogi reflektif pada mata pelajaran PKn untuk meningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV. 3.3 Rencana Tindakan Peneliti merencanakan 2 siklus dalam penelitian ini, yaitu siklus 1 dan siklus 2 dan setiap siklus terdiri dari satu pertemuan. Setiap pertemuan yaitu 3 Jam Pertemuan (3JP), alokasi setiap JP adalah 40 menit. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh sebelum melakukan penelitian ini, diantaranya : 3.3.1 Persiapan a. Permintaan ijin kepada Kepala SD Kanisius Totogan. Permintaan ijin di sini dimaksudkan agar kegiatan penelitian dapat berjalan dengan lancar oleh persetujuan pihak sekolah dan mendapatkan data yang sesuai. b. Wawancara. Wawancara di sini dimaksudkan untuk mencari informasi tentang kondisi awal kesadaran siswa akan nilai terkait serta model pembelajaran yang di gunakan guru dalam menyampaikan materi belajar. Informasi-informasi diperoleh dengan hasil wawancara dari guru mata pelajaran PKn kelas IV.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 c. Identifikasi masalah. Setelah diperoleh data dari hasil wawancara maka peneliti dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi dan menentukan tindak lanjutnya. d. Mengkaji kompetensi dasar dan materi pokoknya. Hal tersebut dilakukan dengan merumuskan isi dan materi dari KD yang bermasalah sehingga diperoleh indikator yang bermasalah. 3.3.2 Tindakan Tiap Siklus Penilitian ini menggunakan jenis Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat tahap dalam setiap siklusnya. Kegiatan yang dilakukan dalam setiap siklusnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan paradigma pedagogi reflektif. Penjelasan setiap siklusnya adalah sebagai berikut : 3.3.2.1 Siklus 1 Proses pembelajaran siklus 1 terdiri dari 1 pertemuan atau 3jp. Hasil dari siklus 1 sebagai dasar menentukan tindakan berikutnya. Langkah- langkah pelaksanaan siklus 1 tersebut meliputi: a) Rencana Tindakan Pada tahap ini, peneliti menyiapkan instrumen perangkat pembelajaran; Silabus, Rencana Pelaksananaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran berupa gambar, Lembar Kerja Siswa (LKS), Soal Evaluasi. Selain itu, peneliti juga mempersiapkan instrumen penelitian

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 kesadaran siswa akan nilai globalisasi dengan membuat skala sikap. Setelah peneliti membuat instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian, peneliti meminta bantuan kepada dosen, dan guru mata pelajaran PKn untuk memvalidasi instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian. b) Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini, pelaksanaan tindakan dilakukan oleh guru mata pelajaran PKn kelas IV dengan dibantu oleh peneliti. Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan dalam 3 Jam Pertemuan (3JP) dengan alokasi waktu 3 × 40 menit. Proses Belajar Mengajar (PBM) pada pertemuan pertama diawali dengan bernyanyi bersama lagu “naik delman, kereta api, dan jaranan” dan kemudian siswa disuruh menyebutkan alat-alat transportasi apa saja yang ada dalam lagu tersebut. Setelah kegiatan apersepsi pendidik menyampaikan materi pembelajaran dan menunjukkan gambar-gambar mengenai globalisasi dan tak jarang peserta didik disuruh maju untuk membedakan gambar globalisasi. Kemudian setelah itu pendidik memberikan lembar kerja siswa (LKS) untuk dikerjakan secara berkelompok, lalu kemudian hasil diskusi di presentasikan di depan kelas. Kemudian setelah itu peserta didik mengerjakan soal evaluasi yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda, dilanjutkan menulis refleksi dan sebagai aksi, peserta didik disuruh untuk membuat slogan tentang globalisasi. Kemudian setelah itu peserta didik

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 mengisi lembar skala sikap yang terdiri dari 35 item pernyataan. Dan untuk menutup pelajaran peserta didik di ajak untuk menyanyikan kembali lagu “naik delman, naik kereta api dan jaranan”. c) Pengamatan Pada tahap observasi, peneliti menganalisis kesesuaian antara Proses Belajar Mengajar (PBM) yang berlangsung dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Peneliti juga memberikan lembar skala sikap kepada peserta didik untuk diisi. Lembar skala sikap diberikan kepada peserta didik untuk mengetahui sejauh mana kesadaran siswa akan nilai globalisasi setelah pelaksanaan tindakan. d) Refleksi Hal yang dapat dilakukan pada tahap refleksi ini, yaitu peneliti mengidentifikasi kesulitan dan hambatan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan 1. 3.3.2.2 Siklus 2 a) Rencana Tindakan Peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS dengan mengakomodasi hasil refleksi dan observasi, dan melanjutkan pembelajaran pengaruh globalisasi dipertemuan 2, sehingga pemahaman siswa mengenai pengaruh globalisasi lebih kompleks. b) Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini juga, pelaksanaan tindakan dilakukan oleh guru mata pelajaran PKn kelas IV dengan dibantu oleh peneliti. Pelaksanaan

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 tindakan siklus 2 dilaksanakan dalam 3 Jam Pertemuan (3JP) dengan alokasi waktu 3 × 40 menit. Proses Belajar Mengajar (PBM) diawali dengan mengingat materi yang sebelumnya dengan bertanya jawab dengan siswa. Setelah kegiatan apersepsi guru menyampaikan materi pembelajaran dan menunjukkan kembali gambar-gambar dan slogan yang telah dibuat siswa pada pertemuan sebelumnya. Kemudian setelah itu guru memberikan lembar kerja siswa (LKS) berupa puzzle untuk dikerjakan secara berkelompok, lalu kemudian hasil diskusi di presentasikan di depan kelas. Kemudian setelah itu siswa disuruh membuat sebuah peta konsep untuk merangkum semua pembelajaran yang sudah dilakukan. Kemudian setelah itu siswa mengerjakan soal evaluasi yang terdiri dari 15 soal pilihan ganda, dilanjutkan menulis refleksi dan sebagai aksi, siswa melakukan Tanya jawab dengan guru mengenai langkah apa saja yang harus dilakukan setelah mengetahui tentang dlobalisasi. Kemudian setelah itu siswa mengisi lembar skala sikap yang terdiri dari 35 item pernyataan. c) Pengamatan Selama proses pertemuan 2, peneliti menganalisis kesesuaian antara Proses Belajar Mengajar (PBM) yang berlangsung dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Peneliti juga memberikan lembar skala sikap kepada siswa untuk diisi. Lembar skala sikap diberikan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana kesadaran siswa akan nilai globalisasi setelah pelaksanaan tindakan.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 d) Refleksi Refleksi dilakukan peneliti pada pertemuan 2 akhir pertemuan pertama dan akhir pertemuan kedua adalah mengevaluasi apa yang dilakukan pada pelaksanaan pertemuan 2, tentang apa yang berhasil, kendala, dan hambatan yang dihadapi siswa. 3.3.3 Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan penelitian ini adalah presentase jumlah siswa yang mencapai kesadaran pada mata pelajaran PKn di SD Kanisius Totogan kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2013/2014 setelah diterapkan pendekatan PPR akan dikatakan meningkat jika : Tabel 3.1 Indikator keberhasilan No. Peubah 1. Kesadaran Indikator a. Menyadari akan Kondisi awal 60,86 % Target capaian 75 % 56,52 % 70 % 56,52 % 70 % adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan b. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya c. Menyadari akan Instrumen Non tes

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju d. Menyadari sikap/ 52,17 % 70 % 73,91 % 90 % sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan e. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. 44

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, onservasi, skala sikap, dan dokumentasi foto. (a) Wawancara dilakukan pada guru mata pelajaran PKn untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan kesadaran siswa. (b) Observasi dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung atau bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan terhadap aktivitas siswa dan peneliti. (c) Skala sikap dilakukan untuk mengetahui kesadaran siswa sudah meningkat atau belum tentang materi globalisasi. (d) Dokumentasi foto, pengambilan data melalui dokumentasi foto ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Peneliti meminta bantuan rekan untuk mengambil gambar, sehingga siswa tetap fokus dan tidak terjadi perubahan perilaku siswa pada saat pengambilan gambar. Dokumentasi ini akan memperkuat analisis hasil penelitian pada setiap siklus. Selain itu melalui dokumentasi foto dapat memperjelas data yang lain yang hanya dideskripsikan melalui observasi. Hasil dokumentasi ini, kemudian dideskripsikan sesuai dengan keadaan yang ada dan dipadukan dengan data lainnya. 3.5 Instrumen Penelitian 3.5.1 Non Tes Instrumen penelitian non tes yang digunakan oleh peneliti yaitu lembar skala sikap yang disusun oleh peneliti bersama dengan teman sejawat kelompok studi berdasarkan penjabaran indikator-indikator pada table 3.2 dibawah ini.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Tabel 3.2 Penjabaran Indikator No 1 Penjabaran Indikator Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan 2 Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. 3 Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Favorable Globalisasi mempermudah komunikasi antar manusia Unfavorable Globalisasi adalah proses yang membuat rusak moral bangsa Saya suka makanan instan Saya menghindari makanan (Mie, nugget, burger,dll) instan agar tidak sakit Saya menyadari internet Internet dapat memberikan dapat memberikan informasi pengaruh buruk bagi yang banyak generasi penerus bangsa Permainan tradisional Game online membuat saya banyak di sukai anak bangsa lupa waktu Saya menyadari bahwa Saya suka mendengarkan lagu-lagu tradisional adalah lagu K-pop salah satu budaya Indonesia Saya suka membeli Makanan luar negeri lebih makanan khas Indonesia lezat dari pada dalam negeri Saya menggunakan pakaian Saya menggunakan pakaian dengan rapi tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya mempelajari budaya Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun asing dengan tekun Saya menabung dengan Saya menghabiskan uang menyisihkan uang jajan jajan yang diberikan orang tua Saya bersemangat Saya bersemangat mempelajari tarian asli mempelajari tarian yang Indonesia berasal dari luar negeri Saya senang menyanyikan Saya senang menyanyi lagulagu-lagu daerah lagu metal/ punk Saya senang menggunakan Saya senang menggunakan batik jeans dan kaos Saya merawat pakaian Saya tidak pernah mencuci dengan baik supaya rapi baju Mengambil nilai positif dari Saya suka mencontoh hal film/ sinetron yang saya apapun dari film/ sinetron tonton yang saya tonton Menonton tv diwaktu-waktu Menonton tv dari pulang tertentu sekolah sampai malam Saya suka bermain Saya suka bermain game permainan tradisional online/ playstation Saya mencari materi Saya menggunakan internet pelajaran dari internet untuk bermain facebook,

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 5 Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya mengatur jam belajar dengan baik Menggunakan internet sesuai dengan tujuan yang baik Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Menyadari tindakan Saya suka memakai barangyang perlu barang buatan negeri sendiri dilakukan demi Saya memilih kebudayaan terwujudnya nilai dari luar negeri sesuai yang menjadi dengan nilai-nilai pancasila tujuan Saya memakai Hp jika ada keperluan penting saja Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri 47 twitter, dll Saya menghabiskan uang untuk membeli barabfbarang kesukaan Saya menghabiskan waktu dengan bermain Internet membuat tugas saya cepat selesai Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Berbicara/ ngobrol lama dengan teman lewat Hp sangat mengasikkan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Berdasarkan penjabaran indikator diatas, peneliti dapat membuat kisi-kisi lembar skala sikap seperti pada tabel 3.3 dibawah ini. Tabel 3.3 Kisi-kisi instrumen skala sikap No 1 2 3 4 Indikator favorable Unfavorable Menyadari akan adanya nilai 1,2,3,4,5,6 26,27,28,29,30,31 sebagai kualitas yang perlu diusahakan Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia 7,8,9,10,11,12 32,33,34,35,36,37 untuk mewujudkannya. Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi 13,14,15,16,17 38,39,40,41,42 terwujudnya nilai yang akan dituju. Menyadari sikap/ sebelum 18,19,20,21 43,44,45,46

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan 22,23,24,25 48 47,48,49,50 Kemudian setelah menentukan kisi-kisi, peneliti mulai menyusun lembar skala sikap. Lembar skala sikap ini diberikan untuk mengetahui kesadaran siswa akan nilai globalisasi kelas IV SD Kanisius Totogan pada mata pelajaran PKn sebelum dan setelah melaksanakan siklus I. Adapun lembar skala sikap dapat dilihat pada tabel 3.4 dibawah ini. Tabel 3.4 Skala Sikap sebelum validasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Pernyataan Globalisasi mempermudah komunikasi antar manusia Saya suka makanan instan (Mie, nugget, burger,dll) Saya menyadari internet dapat memberikan informasi yang banyak Permainan tradisional banyak di sukai anak bangsa Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya Indonesia Saya suka membeli makanan khas Indonesia Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Saya menabung dengan menyisihkan uang jajan Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Saya senang menggunakan batik Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Mengambil nilai positif dari film/ sinetron yang saya tonton Menonton tv diwaktu-waktu tertentu Saya suka bermain permainan tradisional Saya mencari materi pelajaran dari internet Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya mengatur jam belajar dengan baik SS S TS STS

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Menggunakan internet sesuai dengan tujuan yang baik Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya suka memakai barang-barang buatan negeri sendiri Saya memilih kebudayaan dari luar negeri sesuai dengan nilai-nilai pancasila Saya memakai Hp jika ada keperluan penting saja Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Globalisasi adalah proses yang membuat rusak moral bangsa Saya menghindari makanan instan agar tidak sakit Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Game online membuat saya lupa waktu Saya suka mendengarkan lagu K-pop Makanan luar negeri lebih lezat dari pada dalam negeri Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya mempelajari budaya asing dengan tekun Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Saya bersemangat mempelajari tarian yang berasal dari luar negeri Saya senang menyanyi lagu-lagu metal/ punk Saya senang menggunakan jeans dan kaos Saya tidak pernah mencuci baju Saya suka mencontoh hal apapun dari film/ sinetron yang saya tonton Menonton tv dari pulang sekolah sampai malam Saya suka bermain game online/ playstation Saya menggunakan internet untuk bermain facebook, twitter, dll Saya menghabiskan uang untuk membeli barabf-barang kesukaan Saya menghabiskan waktu dengan bermain Internet membuat tugas saya cepat selesai Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Berbicara/ ngobrol lama dengan teman lewat Hp sangat mengasikkan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri 49

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Tabel 3.5 Skala Sikap sesudah validasi No Pernyataan SS 1 Saya menggunakan pakaian dengan rapi 2 Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Membeli barang sesuai dengan kebutuhan 3 4 5 Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Tidak menonton TV sampai larut malam 13 Permainan tradisional merupakan permainan yang menarik bagi saya Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang bermain permainan tradisional (dakon, engklek, dll) Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Mengambil hal positif dari internet 14 Saya 6 7 8 9 10 11 12 suka membeli makanan khas Indonesia 15 16 Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya tidak pernah mencuci baju 19 Saya menghabiskan uang untuk membeli barang-barang kesukaan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Malas mempelajari budaya asli Indonesia 20 Mencontoh hal-hal buruk dari siaran TV 21 Saya menghabiskan waktu dengan bermain 17 18 S TS STS

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 23 24 25 26 27 Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Menonton TV sampai larut malam Saya senang bermain game di Hp sampai lupa waktu Malas mempelajari tarian asli indonesia 31 Permainan tradisional tidak menyenangkan Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Saya suka mendengarkan lagu K-pop 32 malu menyanyikan lagu-lagu daerah 33 Manggunakan internet untuk hal yang kurang baik (menggunakan facebook untuk mengejek teman, dll) Makanan luar negeri lebih lezat daripada dalam negeri Malu jika menggunakan batik 28 29 30 34 35 Tabel 3.6 Kriteria instrumen skala sikap Tentang Skor Kriteria 4,2-5 Sangat baik 3,4-4,1 B a ik 2,6-3,3 Cukup 1,8-2,5 Tidak Baik 1-1,7 Sangat tidak baik 51

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Dalam penelitian ini bentuk skala yang akan digunakan adalah bentuk check list. Skala yang akan digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Dalam skala Likert terdapat lima alternatif jawaban sebagai berikut : Sangat Sadar (SS), Sadar (S), Cukup Sadar (CS), Tidak Sadar (TS), dan Sangat Tidak Sadar (STS). Pada tabel di bawah ini dapat dilihat skala pengukuran Likert (Sugiyono, 2010). Tabel 3.7 Skala Likert Skor Alternatif Jawaban Favorabel Unfavorabel Sangat Sadar (SS) 5 1 Sadar (S) 4 2 Cukup Sadar (CS) 3 3 Tidak Sadar (TS) 2 4 Sangat Tidak Sadar (STS) 1 5 Pada tabel diatas terdapat lima alternatif jawaban yaitu Sangat Sadar, Sadar, Cukup Sadar, Tidak Sadar, Sangat Tidak Sadar. Pada setiap alternatif jawaban memiliki skor sendiri, untuk pernyataan yang Favorabel alternatif jawaban Sangat Sadar mendapatkan skor 5, Sadar mendapat skor 4, Cukup Sadar mendapat skor 3, Tidak Sadar mendapat skor 2, dan Sangat Tidak Sadar mendapat skor 1. Tetapi jika pernyataan yang Unfavorabel kita hanya membaliknya yaitu

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 alternatif jawaban Sangat Sadar mendapatkan skor 1, Sadar mendapat skor 2, Cukup Sadar mendapat skor 3, Tidak Sadar mendapat skor 4, dan Sangat Tidak Sadar mendapat skor 5. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Skala Likert yang sudah dimodifikasi dengan menghilangkan alternatif jawaban Cukup Sadar, karena berada ditengah-tengah yang bisa dianggap ragu-ragu/ cukup untuk membenarkan atau menyalahkan. Untuk menghindari jawaban yang mengarah ke alternatif tersebut maka dari itu peneliti menghilangkan alternatif jawaban Cukup Sadar. Sehingga skala yang dimodifikasi menjadi sebagai berikut. Tabel 3.8 Skala Likert Modifikasi Skor Alternatif Jawaban Favorabel Unfavorabel Sangat Sadar (SS) 5 1 Sadar (S) 4 2 Tidak Sadar (TS) 2 4 Sangat Tidak Sadar (STS) 1 5 3.6 Instrumen Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan satu macam data yang berkaitan dengan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Data yang berkaitan dengan kesadaran siswa diukur dengan lembar skala sikap terhadap siswa pada waktu kegiatan pembelajaran berlangsung untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 kesadaran siswa dalam setiap siklus pembelajaran. Instrumen pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.8 Variabel Penelitian dan Pengumpulan Data. Tabel 3.9 Variabel Penelitian dan Pengumpulan Data No. Variabel Kriteria Jenis Instrumen Penilaian Penilaian 1. Kesadaran Kesadaran siswa yang Non Tes Teknik Pengumpulan Data Lembar Penyebaran akan diukur terdiri Skala Skala Sikap dari 5 indikator yaitu Sikap : a. Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan b. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkann ya c. Menyadari akan saranasarana/

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju d. Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan e. Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan 55

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Berdasarkan tabel 3.8, dapat diketahui bahwa peneliti melakukan penelitian terhadap kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn. Peneliti mengukur kesadaran siswa menggunakan lembar skala sikap yang terdiri dari 35 pernyataan yang mencakup lima indikator kesadaran yaitu (a) Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan. (b) Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. (c) Menyadari akan sarana-sarana serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. (d) Menyadari sikap yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. (e) Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menajdi tujuan. 3.7 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan untk menguji kevalidan dan kereliabilitasan instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian. Berikut tentang penjelasan tentang validitas dan reliabilitas instrumen pada penelitian ini. 3.7.1 Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya. Suatu tes atau instrument pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurannya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 sebagai tes yang memiliki validitas rendah. Terkandung disini pengertian bahwa valid-tidaknya suatu alat ukur tergantung pada mampu tidaknya alat ukur tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat (Azwar, 2012). Adapun jenis validitas yang sering digunakan dalam penelitian menurut Masidjo (2010) yaitu validitas isi (content validity) yaitu suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan halhal yang mau diukur atau di teskan. Validitas konstruksi atau konsep (construck or concept validity) yaitu suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat pengukur tes, atau konstruksi teoritis yang mendasari disusunnya tes atau alat ukur tersebut, validitas kriteria (criterion related validity) yaitu suatu validitas yang memperhatikan hubungan yang ada antara tes atau alat pengukur dengan pengukur lain yang berfungsi sebagai kriteria atau bahan pembanding. Penelitian ini menggunakan dua jenis validitas yaitu validitas konstruk dan isi. Validitas konstruk digunakan untuk mengukur sejauh mana memeriksa kisikisi suatu tes untuk mengukur kepribadian seseorang. Instrumen yang digunakan mengacu pada indikator saat penelitian. Sedangkan validitas yang dimaksud adalah untuk memeriksa sejauh mana tes mengukur ranah isi yang jelas dan tepat. Validitas konstruk di tempuh dengan expert judgement. Menurut Sugiyono (2009), yang dimaksud expert judgment adalah menguji instrument dengan melakukan penyimpulan pendapat dari ahli. Yang disebut ahli dalam hal ini adalah dosen pembimbing, sehingga dapat mempertanggung jawabkan kebenarannya. Dalam penelitian ini validitas yang digunakan expert judgement

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 untuk memvalidasi instrumen penelitian yang telah dibuat oleh peneliti. Validasi Instrumen penelitian divalidasi oleh expert judgement atau di konsultasikan dengan para ahli. Dalam penelitian ini instrument yang dibuat berupa skala sikap. Selanjutnya validitas di tempuh dengan cara empiris. Validitas isi untuk mengukur peningkatan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Untuk mempermudah perhitungan validitas isi peneliti menggunakan program SPSS 16 untuk menghitung skala sikap tentang kesadaran. 3.7.2 Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkatan dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran dalam bentuk ketetapan dan ketelitian hasil suatu tes. Tes dikatan reliabel, jika menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Dalam hal ini, reliabilitas dapat ditempuh dengan cara diujikan di lapangan. Reliabilitas merupakan terjemahan dari kata reliability. Suatu pengukuran yang mampu menghasilkan data yang memiliki tingkat reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. Konsep dalam reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu proses pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2012).

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tabel 3.10 Koefisien Reliabilitas Menurut Azwar (2012) Koefisien Korelasi (X) Kualifikasi 0,91 - 1,00 Sangat tinggi 0,71 - 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah Negatif – 0,20 Sangat Rendah 3.7.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 3.7.3.1 Uji Validitas Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran yang di uji validitasnya yaitu Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Materi atau Bahan Ajar. Jenis validitas yang peneliti gunakan yaitu validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (contruct validity). Pada validitas isi (content validity), peneliti melakukan validasi instrumen pembelajaran kepada ahli (expert judgement) dalam hal ini dosen pembimbing yang diambil oleh peneliti untuk melakukan expert judgement sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian validitas isi (content validity) pada instrumen pembelajaran dilakukan peneliti kepada guru kelas. Peneliti melakukan Validitas konstruk (contruct validity) pada dosen, dan guru kelas IV. Perangkat pembelajaran yang sudah di susun oleh peneliti, kemudian di uji validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (contruct validity) oleh ahli yaitu dosen sebagai validator 1 dan guru kelas sebagai validator 2. Peneliti

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 meminta bantuan kepada dosen karena beliau berlatar belakang sarjana yang di anggap peneliti mempunyai kemampuan dalam bidang pembelajaran. Kemudian selain itu peneliti juga meminta bantuan kepada guru kelas IV yang menurut peneliti mempunyai kemampuan bidang pendidikan dalam sekolah dasar. Instrumen yang diuji diantaranya yaitu Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Materi atau Bahan Ajar. Peneliti menggunakan jenis skala Likert dalam melakukan penyekoran pada tiap instrumen. Skor dalam skala Likert terdiri dari skor 1 masuk dalam kriteria “sangat tidak baik”, skor 2 masuk dalam kriteria “tidak baik”, skor 3 masuk dalam kriteria “cukup baik”, kemudian skor 4 masuk dalam kriteria “baik”, dan untuk skor 5 masuk dalam kriteria “sangat baik”. Dalam melakukan penilaian untuk setiap komponen, peneliti tidak menyertakan skor 3 karena dianggap skor yang berada ditengah-tengah atau ragu-ragu untuk membenarkan atau menyalahkan. bisa dianggap ragu-ragu/ cukup untuk membenarkan atau menyalahkan. Peneliti menargetkan rata-rata 4 untuk dijadikan patokan dalam merevisi atau tidak merevisi baik silabus, RPP, Lembar Kerja Siswa, maupun Bahan Ajar yang telah dibuat. Akan tetapi jika rerata atau rata-rata skor penilaian yang diperoleh tidak sesuai target yang ditetapkan maka peneliti akan melakukan revisi baik pada pada silabus, RPP maupun Lembar Kerja Siswa yang telah dibuat. Validitas untuk silabus, komponen penilaian untuk nomor 1 yaitu kelengkapan unsur-unsur silabus, nomor 2 kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator, nomor 3 ketepatan perilaku dalam indikator, nomor 4 kualitas perumusan pengalaman belajar, nomor 5 ketepatan dalam memilih model

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 pembelajaran, nomor 6 ketepatan dalam memilih teknik yang digunakan, nomor 7 ketepatan dalam memilih media, nomor 8 ketepatan teknik penilaian yang digunakan dengan indikator, dan nomor 9 penggunaan bahasa dan tata tulis baku. Hasil validitas untuk perangkat pembelajaran silabus dapat dilihat pada tabel 3.10 dibawah ini. Tabel 3.11 Hasil Validasi Silabus Skor Untuk Pernyataan Validator Rata - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 rata I 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 II 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 ,2 Total 10 10 9 9 9 9 9 9 9 Rata-rata 5 5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 Berdasarkan tabel 3.10 diatas diketahui bahwa masing-masing validator memberikan skor masing-masing 4 dan 5. Validator 1 yaitu dosen memberikan skor 5 pada setiap pernyataan. Kemudian validator 2 yaitu guru memberikan skor 4 pada setiap pernyataan kecuali pernyataan nomer 1 guru memberikan skor 5 dan pernyataan nomer 2 guru juga memberikan skor 5. Hasil rata-rata yang diperoleh dari dua validator adalah antara 4-5, jadi peneliti memutukan untuk tidak merevisi. Validitas untuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), komponen penilaian diantaranya yaitu kelengkapan unsur RPP, kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator, kesesuaian tujuan dengan indikator, ketepatan dalam memilih model pembelajaran, ketepatan dalam memilih teknik yang digunakan,

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 kemenarikan, variasi, dan ketepatan teknik yang digunakan untuk membuka pelajaran, kualitas materi yang disampaiakan, rumusan kegiatan pembelajaran mencerminkan awal, inti, dan akhir, rumusan kegiatan pembelajaran untuk terciptanya pembelajaran yang menyenangkan, tingkat variasi dalam kegiatan pembelajaran, pengorganisasian materi, pengaturan alokasi waktu setiap kegiatan pembelajaran, ketepatan pemilihan media pembelajaran, kecukupan sumber belajar, penggunaan teknik penilaian, penggunaan bahasa dan tata tulis baku. Hasil penilaian dari masing-masing validator dapat dilihat pada tabel 3.11 dibawah ini. Tabel 3.12 Hasil Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rata- Skor Untuk Pernyataan Validator rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 I 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 ,8 II 4 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 ,2 Total 9 10 10 9 8 9 9 10 9 9 9 9 9 9 8 9 Rata-rata 4 ,5 5 5 4 ,5 4 4 ,5 4 ,5 5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 4 ,5 4 4 ,5 Berdasarkan tabel 3.11 diatas diketahui bahwa masing-masing validator memberikan skor masing-masing 4 dan 5. Validator 1 yaitu dosen memberikan skor 5 pada setiap pernyataan kecuali pernyataan nomer 5 dosen memberikan skor 4 dan pernyataan nomer 15, dosen memberikan skor 4. Kemudian validator 2 yaitu guru memberikan skor 4 pada setiap pernyataan kecuali pernyataan nomer 2

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 guru memberikan skor 5 dan pernyataan nomer 3 guru memberikan skor 5 dan pernyataan nomer 8 guru juga memberikan skor 5. Kemudian validitas untuk Lembar Kerja Siswa (LKS), komponen penilaiannya diantarannya yaitu kelengkapan unsur-unsur LKS, kesesuaian indikator pencapaian, rumusan petunjuk LKS sederhana sehingga memudahkan siswa untuk memahami, rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS sederhana dan mudah dipahami siswa, urutan kegiatan pembelajaran runtut, kegiatan pembelajaran sesuai dengan indikator, bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, tampilan LKS menarik. Hasil penilaian dari masingmasing validator dapat dilihat pada tabel 3.12 dibawah ini. Tabel 3.13 Hasil Validasi Lembar Kerja Siswa (LKS) Validator Skor Untuk Pernyataan Rata- 1 2 3 4 5 6 7 8 rata I 5 5 5 5 5 5 5 5 5 II 5 5 5 5 4 5 4 4 4 ,6 Total 10 10 10 10 9 10 9 9 Rata-rata 5 5 5 5 4 ,5 5 4 ,5 4 ,5 Berdasarkan tabel 3.12 diatas diketahui bahwa masing-masing validator memberikan skor masing-masing 4 dan 5. Validator 1 yaitu dosen memberikan skor 5 pada setiap pernyataan. Kemudian validator 2 yaitu guru memberikan skor 5 pada setiap pernyataan kecuali pernyataan nomer 5 guru memberikan skor 4,

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 pernyataan nomer 7 guru memberikan skor 4 dan pernyataan nomer 8 guru juga memberikan skor 4. Untuk validitas Materi atau Bahan Ajar, komponen penilainnya meliputi materi sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, materi sesuai dengan indikator serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai, materi memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur, dan susunan materi pelajaran sistematis. Hasil penilaian dari masing-masing validator dapat dilihat pada tabel 3.13 dibawah ini. Tabel 3.14 Hasil Validasi Bahan Ajar Validator Skor Untuk Pernyataan Rata-rata 1 2 3 4 I 5 5 4 5 4 ,7 II 5 5 4 4 4 ,5 Total 10 10 8 9 Rata-rata 5 5 4 4 ,5 Berdasarkan tabel 3.13 diatas diketahui bahwa masing-masing validator memberikan skor masing-masing 4 dan 5. Validator 1 yaitu dosen memberikan skor 5 pada setiap pernyataan kecuali untuk pernyataan nomer 3 dosen memberikan skor 4. Kemudian validator 2 yaitu guru memberikan skor 5 pada pernyataan nomer 1 dan pernyataan nomer 2 serta memberikan skor 4 pada pernyataan nomer 3 dan pernyataan nomer 4.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 3.7.3.2 Uji Validitas Instrumen Pengumpulan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah Skala Sikap kesadaran nilai yang bertujuan untuk mengukur tingkat kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Instrumen disusun oleh peneliti bersama dengan teman sejawat kelompok studi yang menghasilkan 5 indikator yaitu menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya, menyadari akan saranasarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan, menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Kemudian setelah itu peneliti bersama teman kelompok studi mulai menyusun pernyataan pada setiap indikator yang terdiri dari pernyataan favorabel dan unfavorabel yang jumlahnya 50 pernyataan untuk di uji validitas secara empiris kepada siswa. Kisikisi skala untuk validitas empiris. Tabel 3.15 Kisi-kisi skala untuk validitas empiris No 1 2 3 4 Indikator Menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi favorabel 1,2,3,4,5,6 Unfavorabel 26,27,28,29,30,31 7,8,9,10,11,12 32,33,34,35,36,37 13,14,15,16,17 38,39,40,41,42 18,19,20,21 43,44,45,46

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 terwujudnya nilai yang diharapkan Menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan 22,23,24,25 66 47,48,49,50 Dari tabel di ketahui bahwa terdapat 50 pernyataan pada skala sikap. Indikator kesadaran yang pertama adalah menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan terdapat 12 pernyataan yaitu nomor 1,2,3,4,5,6 termasuk pernyataan favorabel dan nomor 26,27,28,29,30,31 termasuk pernyataan unfavorabel. Indikator kesadaran yang kedua yaitu menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya terdapat 12 pernyataan yaitu nomor 7,8,9,10,11,12 termasuk pernyataan favorabel dan nomor 32,33,34,35,36,37 termasuk pernyataan unfavorabel. Indikator kesadaran yang ketiga adalah menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara tang perlu di usahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju terdapat 10 pernyataan yaitu nomor 13,14,15,16,17 termasuk pernyataan favorabel dan nomor 38,39,40,41,42 termasuk pernyataan unfavorabel. Indikator kesadaran yang keempat adalah menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan terdapat 8 pernyataan yaitu nomor 18,19,20,21 termasuk pernyataan favorabel dan nomor 43,44,45,46 termasuk pernyataan unfavorabel. Indikator kesadaran yang kelima yaitu menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan terdapat 8 pernyataan yaitu nomor 22,23,24,25 termasuk pernyataan favorabel dan nomor 47,48,49,50 termasuk pernyataan unfavorabel.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Setelah mendapatkan hasil dari validitas empiris, peneliti melakukan validasi skala sikap tersebut dengan menggunakan bantuan program komputer yang bernama SPSS 16 dengan rumus korelasi Product-Moment dari Pearson. Penggunaan program SPSS dapat menghasilkan tingkat keakuratan hasil perhitungan dan mempercepat proses penghitungan. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 3.16 Hasil Uji Validitas No Item Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Keputusan 1 0.42 0.783 Tidak Valid 2 0.51** 0.000 Valid 3 0.317* 0.034 Valid 4 0.436** 0.003 Valid 5 0.068 0.658 Tidak Valid 6 -0.006 0.971 Tidak Valid 7 0.561** 0.000 Valid 8 0.123 0.422 Tidak Valid 9 0.217 0.152 Tidak Valid 10 -0.140 0.359 Tidak Valid 11 0.182 0.232 Tidak Valid 12 0.057 0.712 Tidak Valid 13 0.378* 0.010 Valid 14 0.200 0.188 Tidak Valid

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 0.268 0.075 Tidak Valid 16 0.710** 0.000 Valid 17 0.696** 0.000 Valid 18 0.510** 0.000 Valid 19 0.616** 0.000 Valid 20 0.708** 0.000 Valid 21 0.657** 0.000 Valid 22 0.464** 0.001 Valid 23 0.333* 0.025 Valid 24 0.310* 0.038 Valid 25 0.293 0.051 Tidak Valid 26 0.165 0.279 Tidak Valid 27 0.431** 0.003 Valid 28 0.547** 0.000 Valid 29 0.569** 0.000 Valid 30 0.483** 0.001 Valid 31 0.103 0.502 Tidak Valid 32 0.461** 0.001 Valid 33 0.424** 0.004 Valid 34 0.656** 0.000 Valid 35 0.511** 0.000 Valid 36 0.377* 0.011 Valid 68

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 0.676** 0.000 Valid 38 0.531** 0.000 Valid 39 0.188 0.216 Tidak Valid 40 0.589** 0.000 Valid 41 0.292 0.052 Tidak Valid 42 0.759** 0.000 Valid 43 0.773** 0.000 Valid 44 0.713** 0.000 Valid 45 0.658** 0.000 Valid 46 0.415** 0.005 Valid 47 0.672** 0.000 Valid 48 0.381** 0.010 Valid 49 0.614** 0.000 Valid 50 0.732** 0.000 Valid 69 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas dengan program SPSS, dapat diketahui bahwa dari 50 pernyataan ada 35 pernyataan yang valid. Peneliti mengetahui kevalidan suatu item yaitu dengan melihat hasil pearson correlation pada table output SPSS 16 tersebut. Jika pada nomor item hasil pearson correlation terdapat tanda asterix (*) yang disebut sebagai correlation is significant at the 0,05 level (2-tailed) atau tanda asterix (**) yang disebut sebagai correlation is significant at the 0,01 level (2-tailed) dapat diketahui bahwa item tersebut valid. Peneliti juga menghitung reliabilitas skala setelah menghitung

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 validitas dengan menggunakan program SPSS 16. Hasil reliabilitas tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 3.17 Hasil Uji Reliabilitas Skala Sikap Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items .931 .936 N of Items 35 Berdasarkan tabel diatas perhitungan uji reliabilitas skala sikap diperoleh hasil 0,936 sehingga termasuk dalam kualifikasi reliabilitas “sangat tinggi” karena berada pada koefisien korelasi 0,091–1,00. Peneliti memutuskan menggunakan 35 pernyataan untuk mengukur kesadaran siswa akan nilai globalisasi siswa karena dari hasil uji coba 50 pernyataan dan perhitungan validitas diperoleh 35 pernyataan yang valid. 3.8 Teknik analisis data Setelah menentukan kriteria perhitungan yang sudah di tetepkan, maka hasilnya akan dihitung dengan menggunkan model Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I. Peneliti telah menetapkan suatu batas penguasaan bahan pengajaran atau kompetensi minimal yang dianggap dapat meluluskan (passing skor) dari keseluruhan bahan yakni 65% yang diberi nilai cukup sadar. Dengan kata lain passing score kesadaran siswa yang dituntut sebesar 65% dari total skor yang

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 seharusnya dicapai. Jadi, passing score terletak pada presentil 65. Tuntutan pada presentil 65 juga sering disebut presentil maksimal. Disebut presentil maksimal karena passing score pada presentil 65 dianggap merupakan batas penguasaan kompetensi minimal yang sangat tinggi, yang berarti bahwa tuntutan ketiga syarat dan keadaan belajar siswa termasuk pada tingkat tinggi (Masidjo, 2010). Tabel 3.18 Acuan PAP Tipe 1 Tingkat penguasaan Nilai huruf Keterangan 90% - 100% A Sangat Sadar 80% - 89% B Sadar 65% - 79% C Cukup Sadar 55% - 64% D Tidak Sadar Dibawah 55% E Sangat Tidak Sadar kompetensi Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa siswa dikatakan sadar jika tingkat penguasaan kompetensi siswa berada pada 65 % - 100 % atau siswa dikatakan sadar jika siswa mendapat skor minimal C atau Cukup Sadar. Dalam menganalisis data, hal pertama yang dilakukan yaitu data yang dikumpulkan melalui tes dihitung jumlah skor masing- masing siswa, dan dari skor ditentukan nilai siswa dengan menggunakan rumus: Nilai akhir = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 × 100%

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 3.9 Jadwal penelitian Penelitian dilakukan saat semester genap tahun ajaran 2013/2014 seperti pada tabel 3.19 Tabel 3.19 Jadwal Penelitian No Kegiatan Bulan Feb 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Meminta ijin kepada sekolah yang akan diteliti Observasi masalah di kelas Penyusunan Proposal Uji coba penelitian Pengumpulan data Pengolahan data Penyusunan laporan Perbaikan laporan Ujian akhir Ma r April Me i Juni Juli

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu mengadakan pengamatan terhadap kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, pembelajaran kurang disertai dengan penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam materi yang diajarkan. Peneliti melihat bahwa guru masih cenderung mengajarkan materi tanpa dikaitkan dengan pendidikan nilai. Pendidik belum secara maksimal menyampaikan nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam materi yang sedang dipelajari. Pendidik lebih menekankan konsep dibandingkan dengan pendidikan nilai sehingga penanaman nilai pada diri siswa menjadi kurang. Sampai saat ini pendidik hanya sebatas mentransfer pengetahuan saja, sehingga yang terjadi ialah pendidik hanya sebatas mencetak angka-angka saja. Padahal banyak sekali materi yang berhubungan dengan nilai-nilai yang dapat diterapkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran, pendidik juga kurang mengemas pembelajaran dengan kreatif, model-model pembelajaran belum nampak diterapkan pada peserta didik, pendidik cenderung menggunakan pembelajaran tradisional dengan menggunakan metode ceramah sehingga membuat pembelajaran kurang menyenangkan. Pendidik menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Keaktifan peserta didik kurang begitu terlihat, hal tersebut dikarenakan tidak ada interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Peserta 73

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 didik hanya mendengarkan penjelasan dari pendidik. Ada beberapa peserta didik yang berbicara dengan teman sebangku dan tidak mendengarkan penjelasan yang diberikan pendidik. Bahkan ada beberapa peserta didik yang mengantuk di dalam kelas. Selain melakukan pengamatan di kelas, peneliti juga melakukan pengumpulan data berupa lembar skala sikap kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada mata pelajaran PKn. Pengambilan data kondisi awal dilakukana pada hari Jum’at, 21 Februari 2014. Skala sikap tersebut bertujuan untuk melihat kesadaran siswa terhadap nilai globalisasi. Lembar skala sikap terdiri dari 35 pernyataan yang mewakili 5 indikator, indikator 1 adalah menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, indikator 2 menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya, indikator 3 menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, indicator 4 menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan, dan indikator 5 menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Berikut adalah tabel hasil skala sikap pada kondisi awal.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Tabel 4.1 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 1 Skor yang diperoleh untuk pernyataan No . absen 3 11 14 17 29 34 1 5 1 5 5 5 2 2 2 5 4 3 4 4 2 4 4 4 5 1 6 Total Keterangan 5 26 Sadar 2 1 16 Tidak Sadar 4 2 4 20 Cukup Sadar 1 4 4 2 19 Cukup Sadar 1 1 5 5 5 18 Tidak Sadar 2 2 4 4 5 5 22 Cukup Sadar 7 4 4 4 2 2 2 18 Tidak Sadar 8 1 4 5 5 5 5 25 Sadar 9 4 4 5 5 5 5 28 Sangat Sadar 10 1 1 1 5 5 5 18 Tidak Sadar 11 2 2 2 4 4 2 16 Tidak Sadar 12 1 2 5 4 5 5 22 Cukup Sadar 13 1 1 4 2 2 2 12 Sangat Tidak Sadar 14 5 4 5 2 4 5 25 Sadar 15 5 2 2 4 5 5 23 Cukup Sadar 16 1 4 5 5 5 5 25 Sadar 17 2 2 4 2 2 5 17 Tidak Sadar 18 4 5 5 5 5 5 29 Sangat Sadar 19 1 4 4 4 2 5 20 Sadar 20 1 5 2 5 2 1 16 Tidak Sadar 21 4 2 4 5 5 5 25 Sadar 22 5 5 5 5 2 2 24 Sadar 23 4 1 4 2 1 2 14 Sangat Tidak Sadar Jumlah siswa yang sadar 14 siswa Presentase siswa yang sadar 60,86 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 1 kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 60,86 % atau 14 siswa.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Tabel 4.2 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 2 No. absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan Total Keterangan 5 36 1 1 26 2 2 2 31 2 2 2 4 25 1 4 0 5 5 20 5 5 2 2 5 5 43 Sadar Sangat Tidak Sadar Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Sadar 5 5 5 4 2 2 5 41 Sadar 5 5 5 5 5 0 5 5 45 Sangat Sadar 4 2 5 4 5 2 4 4 4 38 Cukup Sadar 4 5 5 5 5 5 5 2 4 5 45 Sangat Sadar 11 4 4 4 4 2 4 2 2 2 1 29 Tidak Sadar 12 4 5 2 5 5 4 4 2 4 4 39 Cukup Sadar 13 4 1 1 4 5 4 4 2 1 1 27 Tidak Sadar 14 4 5 4 5 4 5 5 2 4 5 43 Sadar 15 4 2 4 5 5 5 5 5 4 2 41 Sadar 16 5 5 5 5 5 5 5 2 5 5 47 Sangat Sadar 17 4 2 2 5 4 4 2 2 2 2 29 Tidak Sadar 18 1 4 4 2 4 2 4 2 4 2 29 Tidak Sadar 19 5 5 4 5 5 4 5 5 2 5 45 Sangat Sadar 20 2 1 4 5 5 4 4 1 1 1 28 Tidak Sadar 21 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 47 Sangat Sadar 22 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 46 Sangat Sadar 23 4 1 1 4 5 4 4 2 1 1 27 Tidak Sadar 4 7 12 15 18 22 24 27 30 35 1 1 1 5 5 5 5 5 2 2 2 1 4 1 4 4 4 4 2 3 4 4 4 2 4 5 2 4 4 2 1 2 4 2 5 1 1 1 1 1 6 4 5 5 5 7 4 5 4 8 5 5 9 4 10 Jumlah siswa yang sadar 13 siswa Presentase siswa yang sadar 5 6 ,5 2 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 2 kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 56,52 % atau 13 siswa.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Tabel 4.3 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 3 No. absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan Total Keterangan 4 28 Tidak Sadar 4 2 27 Tidak Sadar 2 1 1 22 Sangat Tidak Sadar 2 2 4 2 27 Tidak Sadar 1 1 2 4 5 21 Sangat Tidak Sadar 5 2 5 4 2 4 36 Sadar 5 2 5 5 4 1 4 36 Sadar 5 5 5 2 5 4 5 5 41 Sangat Sadar 4 5 4 5 5 5 4 2 2 36 Sadar 10 5 5 5 5 5 5 4 5 5 44 Sangat Sadar 11 2 5 2 1 4 2 2 2 4 24 Sangat Tidak Sadar 12 4 5 5 4 5 5 4 5 4 41 Sangat Sadar 13 4 4 2 2 5 1 1 2 2 23 Sangat Tidak Sadar 14 4 5 5 5 4 4 2 5 2 36 Sadar 15 4 5 5 1 5 5 5 2 5 37 Sadar 16 5 5 5 5 4 5 4 4 5 42 Sangat Sadar 17 2 4 4 2 4 4 2 2 2 26 Tidak Sadar 18 4 1 5 4 5 5 4 4 5 37 Sadar 19 2 5 4 5 4 4 5 4 4 37 Sadar 20 2 4 5 2 2 5 2 2 4 28 Tidak Sadar 21 2 5 5 5 5 5 5 4 5 41 Sangat Sadar 22 5 5 5 2 4 5 5 4 5 40 Sangat Sadar 23 4 1 5 5 4 5 0 2 1 27 Tidak Sadar 5 8 13 16 19 23 25 28 31 1 1 5 1 5 1 5 5 1 2 4 0 2 4 4 5 2 3 2 4 4 4 2 2 4 4 5 4 2 2 5 1 1 1 5 6 4 5 5 7 5 5 8 5 9 Jumlah siswa yang sadar 13 Siswa Presentase siswa yang sadar 5 6 ,5 2 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 3 kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 56,52 % atau 13 siswa.

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Tabel 4.4 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 4 No . absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan 1 9 20 26 32 Total Keterangan 1 1 5 1 2 2 11 Sangat Tidak Sadar 2 1 2 2 4 2 11 Sangat Tidak Sadar 3 2 4 4 2 2 14 Tidak Sadar 4 4 0 4 2 4 14 Tidak Sadar 5 1 1 1 1 4 8 Sangat Tidak Sadar 6 4 5 4 5 4 22 Sangat Sadar 7 4 5 5 2 5 21 Sadar 8 5 5 5 2 5 22 Sangat Sadar 9 4 4 5 2 4 19 Cukup Sadar 10 2 5 2 4 2 15 Tidak Sadar 11 4 4 4 4 1 17 Cukup Sadar 12 2 4 4 5 5 20 Sadar 13 4 4 4 2 1 15 Tidak Sadar 14 4 2 4 5 5 20 Sadar 15 2 5 4 5 5 21 Sadar 16 5 5 5 4 4 23 Sangat Sadar 17 2 4 4 2 2 14 Tidak Sadar 18 2 4 4 5 4 19 Cukup Sadar 19 4 5 4 4 5 22 Sangat Sadar 20 2 2 5 4 2 15 Tidak Sadar 21 2 5 4 2 5 18 Cukup Sadar 22 2 2 2 4 4 14 Tidak Sadar 23 2 4 2 4 2 14 Tidak Sadar Jumlah siswa yang sadar 12 Siswa Presentase siswa yang sadar 5 2 ,1 7 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 4 kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 52,17 % atau 12 siswa.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Tabel 4.5 Hasil Skala Sikap Kondisi Awal Indikator 5 No . absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan 2 6 10 21 33 Total Keterangan 1 5 1 5 5 5 21 Sadar 2 5 1 4 4 1 15 Tidak Sadar 3 2 2 2 4 4 14 Tidak Sadar 4 5 1 5 2 2 15 5 1 1 1 1 5 9 6 4 4 4 4 5 21 Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Sadar 7 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 8 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 9 5 2 5 4 5 21 Sadar 10 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 11 4 2 5 2 2 15 Tidak Sadar 12 2 4 4 4 4 18 Cukup Sadar 13 5 1 4 4 5 19 Cukup Sadar 14 5 4 5 5 4 23 Sangat Sadar 15 4 4 4 4 5 21 Sadar 16 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 17 4 2 4 4 4 18 Cukup Sadar 18 5 4 4 5 5 23 Sangat Sadar 19 5 4 5 2 5 21 Sadar 20 4 1 5 4 5 19 Cukup Sadar 21 4 4 4 4 5 21 Sadar 22 5 2 4 5 5 21 Sadar 23 4 1 4 4 2 15 Tidak Sadar Jumlah siswa yang sadar 17 Siswa Presentase siswa yang sadar 7 3 ,9 1 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 5 kondisi awal, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 73,91 % atau 17 siswa.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Tabel 4.6 Rangkuman Hasil Perhitungan Indikator Pada Kondisi Awal No.Siswa Total dari Keterangan Indikator 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Total dari Keterangan Indikator 2 Total dari Keterangan Indikator 3 Total dari Indikator 4 26 Sadar 36 Sadar 28 Tidak Sadar 11 16 Tidak Sadar 26 Sangat Tidak Sadar 27 Tidak Sadar 11 31 Tidak Sadar 22 14 25 Sangat Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar 27 Tidak Sadar 14 20 19 Cukup Sadar Cukup Sadar 18 Tidak Sadar 20 Sangat Tidak Sadar 21 Sangat Tidak Sadar 8 22 Cukup Sadar 43 Sadar 36 Sadar 22 18 Tidak Sadar 41 Sadar 36 Sadar 21 25 Sadar 45 41 22 28 Sangat Sadar Sangat Sadar 38 36 Sadar 19 18 Tidak Sadar 45 16 Tidak Sadar 29 Tidak Sadar 24 39 Cukup Sadar 41 27 Tidak Sadar 23 22 12 Cukup Sadar Sangat Tidak Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar 44 Keterangan Sangat Sadar Sangat Tidak Sadar Sangat Sadar Sangat Tidak Sadar 15 17 Total dari Keterangan Indikator 5 Sangat Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Tidak Sadar Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Sangat Sadar Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Tidak Sadar Cukup Sadar 21 Sadar 15 Tidak Sadar 14 15 9 21 25 25 21 25 15 20 Sadar 18 15 Tidak Sadar 19 25 Sadar 43 Sadar 36 Sadar 20 Sadar 23 23 Cukup Sadar 41 Sadar 37 Sadar 21 Sadar 21 Tidak Sadar Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sadar Sangat Sadar Tidak Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Sadar

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 17 18 19 20 21 22 23 Total Presentase 25 Sadar 47 Sangat Sadar 42 Sangat Sadar 23 17 Tidak Sadar 29 Tidak Sadar 26 Tidak Sadar 14 29 Sangat Sadar 29 Tidak Sadar 37 Sadar 19 20 Sadar 45 Sangat Sadar 37 Sadar 22 16 Tidak Sadar 28 Tidak Sadar 28 Tidak Sadar 15 25 Sadar 47 24 Sadar 46 14 Sangat Tidak Sadar 27 Sangat Sadar Sangat Sadar Tidak Sadar 41 40 27 Sangat Sadar Sangat Sadar Tidak Sadar 18 14 14 Sangat Sadar Tidak Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Tidak Sadar Cukup Sadar Tidak Sadar Tidak Sadar 81 25 18 23 Sangat Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar 21 Sadar 19 Cukup Sadar 21 Sadar 21 Sadar 15 Tidak Sadar 14 siswa 13 siswa 13 Siswa 12 Siswa 17 Siswa 6 0 ,8 6 % 5 6 ,5 2 % 5 6 ,5 2 % 5 2 ,1 7 % 7 3 ,9 1 %

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 4.2 Pelaksanaan Pembelajaran Berdasarkan kesepakatan dengan guru, pelaksanaan penelitian dimulai pada hari Selasa, 1 April 2014. Penelitian tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dengan alokasi waktu 3 Jam Pelajaran (3JP). Tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Kanisius Totogan dengan jumlah 23 siswa yang terdiri dari 10 siswa putra dan 13 siswa putri. Adapun pelaksanaan penelitian dituliskan pada tabel di bawah ini : Tabel 4.7 Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Siklus Pertemuan ke- Hari / Tanggal 1 1 Selasa, 1 April 2014 II 2 Selasa, 8 April 2014 4.2.1 Siklus 1 4.2.1.1 Perencanaan Tahap perencanaan yang dilakukan oleh peneliti meliputi permintaan ijin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan penelitian di SD Kanisius Totogan. Permintaan ijin tersebut dilakukan peneliti pada bulan Januari 2014. Setelah kepala sekolah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian, peneliti menemui guru PKn kelas IV untuk berdiskusi menentukan waktu untuk pengumpulan data awal dengan

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 lembar skala sikap. Pengumpulan data awal ini berlangsung mulai tanggal 21 Februari 2014. Berdasarkan hasil pengumpulan data awal yang diperoleh, peneliti menemukan masalah yang perlu diatasi dalam pembelajaran PKn di kelas IV yaitu berkaitan dengan kesadaran siswa yang sangat kurang dan harus di tingkatkan. Karena SD Kanisius Totogan masuk dalam yayasan kanisius dan biasannya yayasan kanisius dalam pembelajaran menggunakan Pedagogi Reflektif (PPR), begitu juga dengan SD Kanisius Totogan yang sudah menerapkan Pedagogi Reflektif. Tetapi yang sudah di bahas dalam bab I, bahwa pendidik belum secara maksimal menggunakan model paradigma pedagogi reflektif. Setelah berdiskusi dengan pendidik, peneliti akan tetap memaksimalkan penggunaan model Paradigma Pedagogi Reflektif yang dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Setelah menentukan model pembelajaran yang cocok digunakan, pada tahap perencanaan ini peneliti tetap berkolaborasi dengan pendidik untuk menentukan materi pembelajaran yang nantinya akan diajarkan yaitu tentang Globalisasi di Lingkungan Sekitar yang terdiri dari beberapa sub materi, yaitu 1) Pengertian dari globalisasi; 2) Dampak dari globalisasi; 3) Dampak positif dari globalisasi; 4) Dampak negatif dari globalisasi; 5) Sikap terhadap pengaruh globalisasi. Setelah memahami materi pembelajaran yang akan diajarkan, peneliti mempersiapkan instrumen perangkat pembelajaran; Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran (gambar), Lembar Kerja Siswa (LKS), Soal evaluasi.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Selain instrumen perangkat pembelajaran, peneliti juga mempersiapkan instrumen penelitian berupa Lembar Skala Sikap yang akan digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang akan digunakan oleh peneliti telah diuji dan dihitung validitas dan reliabilitasnya. 4.2.1.2 Tindakan Pelaksanaan pada siklus 1 ini, dilakukan dalam satu pertemuan dengan alokasi waktu 3 Jam Pelajaran (3JP). Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa, 1 April 2014 dengan sub materi pelajaran tentang mencari tahu apa itu globalisasi serta dampak-dampak yang ditimbulkan dari globalisasi. Media yang digunakan adalah gambar-gambar mengenai globalisasi. Kegiatan awal yang dilakukan pendidik adalah apersepsi dengan mengajak peserta didik bernyanyi bersama lagu “naik delman, naik kereta api, dan jaranan” untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik. Setelah itu pendidik mengaitkan aperesepsi dengan materi yang akan di pelajari bersama dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Setelah itu kegiatan belajar mengajar dilanjutkan dengan pendidik menyampaikan materi tentang globalisasi dan sesekali pendidik menunjuk peserta didik untuk maju kedepan dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pendidik. Dalam menyampaikan materi pendidik menggunakan media berupa gambar-gambar

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 mengenai globalisasi di bidang komunikasi, transportasi, makanan, gaya hidup, pakaian, dan permainan. Kemudian setelah itu, pendidik membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 4 orang. Pendidik menamai kelompok dengan nama bidang globalisasi yang sudah di pelajari yaitu diantaranya ada kelompok komunikasi, transportasi, makanan, gaya hidup, pakaian, dan permainan. Setelah itu pendidik membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan secara berkelompok dan di presentasikan ke depan kelas. Kemudian di akhir kegiatan pendidik melakukan refleksi bersama peserta didik dan menyuruh peserta didik membuat slogan untuk dijadikan sebagai aksi yang dapat di lakukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dan setelah itu peserta didik mengisi lembar skala sikap, kemudian untuk mengakhiri pembelajaran pendidik mengajak peserta didik untuk menyanyikan kembali lagu “naik delman, naik kereta api, dan jaranan”. 4.2.1.3 Pengamatan Pada tahap ini, peneliti melakukan observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada awal pembelajaran pendidik melakukan apersepsi dengan mengajak siswa untuk bernyanyi bersama lagu “naik kereta api, nail delman, dan jaranan”. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang di dukung dengan menggunakan media gambar tentang globalisasi yang mencakup beberapa hal

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 diataranya yaitu globalisasi di bidang makanan, pakaian, gaya hidup, transpotasi, komunikasi, dan permainan. Kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus pertama diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Dan di akhir kegiatan peserta didik di minta untuk membuat slogan sebagai aksi dari apa yang telah mereka dapatkan dari hasil pembelajaran. Selain itu, tahap pengamatan ini dilakukan untuk mengamati peningkatan presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi. Pada tahap ini peneliti mendapatkan data yang diperoleh dari hasil skala sikap yang diisi oleh siswa setelah pembelajaran siklus 1 selesai. Lembar skala sikap terdiri dari 35 pernyataan yang mewakili 5 indikator, indikator 1 adalah menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, indikator 2 menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya, indikator 3 menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, indikator 4 menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan, dan indikator 5 menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Berikut ini adalah data skala sikap kesdaran siswa pada siklus 1 atau pada indikator 1 sampai indikator 5 :

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Tabel 4.8 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 1 Skor yang diperoleh untuk pernyataan No . absen 6 11 14 23 31 34 1 5 5 4 5 1 2 2 1 2 5 3 2 2 2 4 4 5 5 4 6 Total Keterangan 1 21 1 2 13 4 5 5 20 Cukup Sadar Sangat Tidak Sadar Cukup Sadar 5 5 1 1 21 Cukup Sadar 5 5 4 1 2 21 Cukup Sadar 2 5 5 4 1 4 21 Cukup Sadar 7 5 5 2 4 2 5 23 Cukup Sadar 8 2 5 2 4 4 5 22 Cukup Sadar 9 5 5 5 1 2 5 23 Cukup Sadar 10 5 5 5 1 2 5 23 Cukup Sadar 11 5 2 5 4 4 5 25 Sadar 12 5 5 1 5 2 5 23 Cukup Sadar 13 5 5 4 1 1 4 20 Cukup Sadar 14 2 5 2 2 4 5 20 Cukup Sadar 15 5 5 5 4 2 5 26 Sadar 16 4 4 4 4 4 5 25 Sadar 17 4 5 4 4 4 4 25 Sadar 18 5 5 5 4 4 5 28 Sangat Sadar 19 5 5 4 1 5 4 24 Sadar 20 5 2 4 1 4 2 18 Tidak Sadar 21 5 5 4 4 2 4 24 Sadar 22 4 5 5 2 2 4 22 Cukup Sadar 23 4 5 4 4 1 4 22 Cukup Sadar Jumlah siswa yang sadar 21 Siswa Presentase siswa yang sadar 9 1 ,3 0 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 1 siklus 1, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 91,30 % atau 21 siswa.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Tabel 4.9 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 2 No. absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan Total Keterangan 5 27 Tidak Sadar 1 4 27 Tidak Sadar 5 4 5 37 Cukup Sadar 4 5 1 1 40 Sadar 5 1 5 5 2 38 Cukup Sadar 5 5 2 5 5 5 43 Sadar 5 5 1 4 5 4 5 43 Sadar 4 4 5 5 4 5 5 5 43 Sadar 2 2 4 4 5 4 5 4 5 40 Sadar 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 49 Sangat Sadar 11 5 2 2 2 4 4 4 4 5 5 37 Cukup Sadar 12 4 4 5 2 5 5 5 5 5 5 45 Sangat Sadar 13 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 48 Sangat Sadar 14 2 5 2 2 5 1 4 4 4 5 34 Cukup Sadar 15 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 48 Sangat Sadar 16 4 2 2 2 5 5 4 5 5 5 39 Cukup Sadar 17 4 4 2 4 4 2 2 2 2 4 30 Tidak Sadar 18 4 2 4 4 2 2 2 2 2 5 29 Tidak Sadar 19 4 5 2 2 2 2 2 4 2 5 30 Tidak Sadar 20 4 1 1 1 5 1 5 1 5 5 29 Tidak Sadar 21 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 47 Sangat Sadar 22 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 47 Sangat Sadar 23 4 4 2 4 5 4 4 4 4 5 40 Sadar 1 4 7 12 15 19 24 27 32 35 1 5 2 1 1 2 2 1 4 4 2 2 2 1 1 4 4 4 4 3 4 2 2 2 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 2 4 4 5 6 4 5 2 5 7 4 5 5 8 4 2 9 5 10 Jumlah siswa yang sadar 17 Siswa Presentase siswa yang sadar 7 3 ,9 1 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 2 siklus 1, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 73,91 % atau 17 siswa.

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Tabel 4.10 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 3 Skor yang diperoleh untuk pernyataan No . absen 2 5 8 13 16 20 25 28 33 1 2 2 2 5 1 5 1 4 2 4 4 4 4 2 1 2 3 2 1 1 2 5 4 4 4 2 5 5 1 5 5 1 4 5 6 5 2 2 7 5 1 8 4 9 Total Keterangan 5 27 Tidak Sadar 2 4 27 Tidak Sadar 1 4 5 25 Tidak Sadar 4 4 1 1 27 Tidak Sadar 5 2 1 5 1 29 Cukup Sadar 0 4 5 4 5 5 32 Cukup Sadar 2 2 4 5 5 5 5 34 Cukup Sadar 2 4 4 4 5 5 5 5 38 Sadar 2 1 2 5 5 2 1 5 5 28 Tidak Sadar 10 4 5 5 5 5 5 5 5 5 44 Sangat Sadar 11 5 2 4 1 5 5 2 5 5 34 Cukup Sadar 12 2 2 4 1 5 5 5 5 5 34 Cukup Sadar 13 5 2 4 5 5 5 0 5 5 36 Sadar 14 2 2 1 4 1 5 4 5 5 29 Cukup Sadar 15 4 2 5 4 1 5 4 5 5 35 Cukup Sadar 16 4 2 4 2 4 5 5 5 5 36 Sadar 17 2 2 2 2 4 5 2 4 5 28 Tidak Sadar 18 4 4 4 4 1 5 5 2 4 33 Cukup Sadar 19 5 4 5 4 4 5 2 2 5 36 Sadar 20 2 1 4 1 2 5 1 4 5 25 Tidak Sadar 21 5 4 4 5 2 5 2 5 5 37 Sadar 22 5 2 4 2 5 5 2 2 5 32 Cukup Sadar 23 5 2 5 5 4 5 4 4 5 39 Sadar Jumlah siswa yang sadar 16 Siswa Presentase siswa yang sadar 6 9 ,5 6 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 3 siklus 1, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 69,56 % atau 16 siswa.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Tabel 4.11 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 4 No . absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan 3 9 17 27 29 Total Keterangan 1 4 2 1 4 5 16 Cukup Sadar 2 4 2 2 4 4 16 Cukup Sadar 3 2 2 4 5 4 17 Cukup Sadar 4 4 0 5 5 1 15 Tidak Sadar 5 4 2 5 5 1 17 Cukup Sadar 6 5 4 5 5 5 24 Sangat Sadar 7 5 5 4 5 5 24 Sangat Sadar 8 2 4 5 5 5 21 Sangat Sadar 9 2 4 4 5 5 20 Sadar 10 4 2 4 5 5 20 Sadar 11 2 4 4 4 5 19 Cukup Sadar 12 5 5 4 5 5 24 Sangat Sadar 13 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 14 2 2 5 4 2 15 Tidak Sadar 15 2 4 4 5 4 19 Cukup Sadar 16 2 2 5 5 5 19 Cukup Sadar 17 4 2 4 2 4 16 Cukup Sadar 18 4 4 2 2 4 16 Cukup Sadar 19 5 5 4 4 5 23 Sangat Sadar 20 1 2 2 1 1 7 Sangat Tidak Sadar 21 4 5 4 5 5 23 Sangat Sadar 22 4 2 4 5 5 20 Sadar 23 4 4 2 4 4 18 Cukup Sadar Jumlah siswa yang sadar 20 Siswa Presentase siswa yang sadar 8 6 ,9 5 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 4 siklus 1, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 86,95 % atau 20 siswa.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Tabel 4.12 Hasil Skala Sikap Siklus 1 Indikator 5 No . absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan 10 18 22 26 30 Total Keterangan 1 5 5 5 1 5 21 Sadar 2 4 4 5 5 5 23 Sangat Sadar 3 4 5 5 4 5 23 Sangat Sadar 4 5 5 5 4 1 20 Sadar 5 4 1 5 5 5 20 Sadar 6 5 5 5 4 5 24 Sangat Sadar 7 5 4 5 4 5 23 Sangat Sadar 8 4 5 5 5 5 24 Sangat Sadar 9 5 4 4 4 5 22 Sangat Sadar 10 5 5 5 4 5 24 Sangat Sadar 11 5 5 5 4 5 24 Sangat Sadar 12 4 5 5 5 5 24 Sangat Sadar 13 5 5 5 1 4 20 Sadar 14 5 5 4 4 5 23 Sangat Sadar 15 4 2 5 2 4 17 Cukup Sadar 16 4 5 5 5 5 24 Sangat Sadar 17 4 4 4 1 4 17 Cukup Sadar 18 5 5 4 4 5 23 Sangat Sadar 19 5 4 2 4 5 20 Sadar 20 5 5 5 1 5 21 Sadar 21 5 4 5 2 4 20 Sadar 22 5 4 5 4 5 23 Sangat Sadar 23 4 4 5 1 4 18 Cukup Sadar Jumlah siswa yang sadar 23 Siswa Presentase siswa yang sadar 100 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 5 siklus 1, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 100 % atau 23 siswa.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Tabel 4.13 Rangkuman Hasil Perhitungan Indikator Pada Siklus 1 No.Siswa Total dari Keterangan Indikator 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 21 13 20 21 21 21 23 22 23 23 25 23 20 20 Total dari Keterangan Indikator 2 Cukup Sadar Sangat Tidak Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Total dari Keterangan Indikator 3 Total dari Keterangan Indikator 4 Total dari Keterangan Indikator 5 27 Tidak Sadar 27 Tidak Sadar 16 Cukup Sadar 21 Sadar 27 Tidak Sadar 27 Tidak Sadar 16 Cukup Sadar 23 Sangat Sadar 37 Cukup Sadar 25 Tidak Sadar 17 23 Sangat Sadar 40 Sadar 27 Tidak Sadar 15 20 Sadar 38 Cukup Sadar 29 20 Sadar 43 Sadar 32 43 Sadar 34 43 Sadar 38 Sadar 21 40 Sadar 28 Tidak Sadar 20 Sadar 22 20 Sadar 24 49 37 45 48 34 26 Sadar 48 25 Sadar 39 Sangat Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar 44 34 34 36 29 35 36 Cukup Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Sadar 17 24 24 19 24 25 15 19 19 Cukup Sadar Tidak Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Tidak Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar 24 23 24 24 24 20 23 17 24 Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 18 19 20 21 22 23 Total Presentase Cukup Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Sangat Tidak Sadar Sangat Sadar 93 25 Sadar 30 Tidak Sadar 28 Tidak Sadar 16 28 Sangat Sadar 29 Tidak Sadar 33 Cukup Sadar 16 24 Sadar 30 Tidak Sadar 36 Sadar 23 18 Tidak Sadar 29 Tidak Sadar 25 Tidak Sadar 7 24 Sadar 47 37 Sadar 23 32 Cukup Sadar 20 Sadar 23 39 Sadar 18 Cukup Sadar 18 22 22 Cukup Sadar Cukup Sadar 47 40 Sangat Sadar Sangat Sadar Sadar 17 23 Cukup Sadar Sangat Sadar 20 Sadar 21 Sadar 20 Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar 21 Siswa 17 Siswa 16 Siswa 20 Siswa 23 Siswa 9 1 ,3 0 % 7 3 ,9 1 % 6 9 ,5 6 % 8 6 ,9 5 % 100 %

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 4.2.1.4 Refleksi Pelaksanaan siklus pertama sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 1 April 2014. Aktivitas pembelajaran pada pertemuan pertama adalah pada awal pembelajaran pendidik melakukan apersepsi dengan mengajak peserta didik untuk bernyanyi bersama lagu “naik kereta api, naik delman, dan jaranan”. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang di dukung dengan menggunakan media gambar tentang globalisasi yang mencakup beberapa hal diataranya yaitu globalisasi di bidang makanan, pakaian, gaya hidup, transpotasi, komunikasi, dan permainan. Kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus pertama diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil diskusi. 4.2.2 Siklus 2 4.2.2.1 Perencanaan Pada tahap perencanaan di siklus kedua ini, peneliti berkolaborasi kembali dengan pendidik untuk menentukan kembali materi pembelajaran yang nantinya akan diajarkan di kelas. Setelah menentukan materi yang akan diajarkan di kelas dan memahami materi pembelajaran yang akan diajarkan, peneliti mempersiapkan

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 instrumen perangkat pembelajaran; Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran (puzzle), Lembar Kerja Siswa (LKS), Soal evaluasi. Selain instrumen perangkat pembelajaran, peneliti juga mempersiapkan instrumen penelitian berupa Lembar Skala Sikap yang akan digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang akan digunakan oleh peneliti telah diuji dan dihitung validitas dan reliabilitasnya. 4.2.2.2 Tindakan Pelaksanaan pada siklus 2 ini, dilakukan dalam satu pertemuan dengan alokasi waktu 3 Jam Pelajaran (3JP) yang dilaksanakan pada hari selasa, 8 April 2014 dengan sub materi pelajaran tentang sikap terhadap pengaruh globalisasi. Media yang digunakan adalah puzzle. Kegiatan awal yang dilakukan pendidik adalah apersepsi dengan mengajak peserta didik mengingat kembali materi minggu lalu yang sudah diajarkan dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik. Setelah itu kegiatan belajar mengajar dilanjutkan dengan pendidik menyampaikan materi dan sesekali pendidik menunjuk peserta didik untuk maju kedepan dan memberikan peserta didik pertanyaan. Kemudian setelah itu pendidik membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 4 orang. Pendidik menamai kelompok sama dengan minggu

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 lalu dengan nama bidang globalisasi yang sudah di pelajari yaitu diantaranya ada kelompok komunikasi, transportasi, makanan, gaya hidup, pakaian, dan permainan. Setelah itu pendidik membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) yaitu menyusun puzzle untuk dikerjakan secara berkelompok. Setelah selesai menyusun puzzle peserta didik di suruh untuk menuliskan sikap mereka terhadap gambar puzzle yang mereka dapat dan di preentasikan ke depan kelas. Kemudian setelah itu peserta didik kembali ke bangku masing-masing dan pendidik memberikan tugas untuk dikerjakan secara mandiri, tugasnya yaitu peserta didik di suruh membuat sebuah peta konsep untuk merangkum semua materi yang sudah di pelajari dari minggu pertama sampai dengan minggu kedua. Kemudian di akhir kegiatan pendidik melakukan refleksi bersama peserta didik. Dan setelah itu siswa mengisi lembar skala sikap. 4.2.2.3 Pengamatan Pada tahap ini, peneliti melakukan observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada awal pembelajaran pendidik melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik tentang materi sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus kedua diawali dengan peserta didik membentuk kelompok yang dibimbing oleh pendidik kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, pendidik memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk mempresentasikan hasil diskusi. dikerjakan dalam kelompok dan kelompok

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Selain itu, tahap pengamatan ini dilakukan untuk mengamati peningkatan presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi. Pada tahap ini peneliti mendapatkan data yang diperoleh dari hasil skala sikap yang diisi oleh siswa setelah pembelajaran siklus 1 selesai. Lembar skala sikap terdiri dari 35 pernyataan yang mewakili 5 indikator, indikator 1 adalah menyadari akan adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan, indikator 2 menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya, indikator 3 menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju, indikator 4 menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan, dan indikator 5 menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Berikut ini adalah data skala sikap kesdaran siswa pada siklus 2.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Tabel 4.14 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 1 Skor yang diperoleh untuk pernyataan No . absen 9 17 20 27 32 35 1 5 4 5 5 5 2 4 2 2 2 3 4 4 4 4 5 4 5 4 6 Total Keterangan 4 28 1 2 13 2 4 2 20 Sangat Sadar Sangat Tidak Sadar Cukup Sadar 4 4 2 2 21 Cukup Sadar 5 4 4 4 5 26 Sadar 4 2 4 5 5 5 25 Sadar 7 1 4 4 5 5 2 21 Cukup Sadar 8 2 4 5 4 4 4 23 Cukup Sadar 9 2 5 5 5 5 5 27 Sangat Sadar 10 1 1 5 5 5 5 22 Cukup Sadar 11 4 4 4 4 2 4 22 Cukup Sadar 12 4 2 4 5 5 4 24 Sadar 13 1 1 4 5 5 2 18 Tidak Sadar 14 5 4 5 2 4 2 22 Cukup Sadar 15 5 4 5 5 4 4 27 Sangat Sadar 16 2 4 5 5 5 5 26 Sadar 17 4 5 4 4 4 2 23 Cukup Sadar 18 1 2 5 5 5 5 23 Cukup Sadar 19 5 1 4 5 5 5 25 Sadar 20 1 5 4 5 5 5 25 Sadar 21 4 2 4 5 5 5 25 Sadar 22 5 1 4 4 5 5 24 Sadar 23 4 4 4 5 2 4 23 Cukup Sadar Jumlah siswa yang sadar 21 Siswa Presentase siswa yang sadar 9 1 ,3 0 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 1 siklus 2, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 91,30 % atau 21 siswa.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Tabel 4.15 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 2 Skor yang diperoleh untuk pernyataan No . absen 1 5 10 13 18 21 22 25 28 33 1 5 5 1 4 4 5 5 2 2 2 2 4 1 1 1 4 2 1 3 4 4 4 4 4 5 4 4 2 5 4 5 4 4 5 5 2 4 4 4 6 4 4 2 5 7 5 5 4 8 5 5 9 5 10 Total Keterangan 5 38 Cukup Sadar 1 1 18 Sangat Tidak Sadar 2 2 2 35 Cukup Sadar 4 2 2 5 37 Cukup Sadar 4 4 2 2 4 35 Cukup Sadar 5 5 4 4 4 5 42 Sadar 5 4 5 5 5 5 2 45 Sangat Sadar 5 1 5 5 4 4 4 4 42 Sadar 5 4 5 5 5 2 2 5 2 40 Sadar 5 5 2 5 5 5 5 5 4 5 46 Sangat Sadar 11 4 4 4 4 4 5 4 2 2 5 38 Cukup Sadar 12 5 4 4 4 4 4 5 2 2 2 36 Cukup Sadar 13 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 49 Sangat Sadar 14 5 5 4 4 5 5 2 4 4 5 43 Sadar 15 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 46 Sangat Sadar 16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 Sangat Sadar 17 4 2 2 4 5 5 4 2 2 4 34 Cukup Sadar 18 2 1 1 4 1 4 4 4 2 4 27 Tidak Sadar 19 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 49 Sangat Sadar 20 1 1 2 5 5 5 4 5 1 5 34 Cukup Sadar 21 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 49 Sangat Sadar 22 5 5 4 5 4 5 5 5 5 2 45 Sangat Sadar 23 5 4 4 4 4 5 5 4 2 1 38 Cukup Sadar Jumlah siswa yang sadar 21 Siswa Presentase siswa yang sadar 9 1 ,3 0 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 2 siklus 2, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 91,30 % atau 21 siswa.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Tabel 4.16 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 3 Skor yang diperoleh untuk pernyataan No . absen 2 6 11 14 19 23 26 29 34 1 1 5 4 5 5 5 1 5 2 2 2 2 4 4 5 4 3 5 4 2 4 5 2 4 5 5 4 4 4 5 4 2 4 4 6 2 4 4 7 5 5 8 4 9 Total Keterangan 2 33 Cukup Sadar 4 4 31 Cukup Sadar 2 2 2 28 Tidak Sadar 5 4 4 2 37 Sadar 4 2 5 1 5 31 Cukup Sadar 5 5 4 2 5 4 35 Cukup Sadar 5 5 5 4 5 5 4 43 Sangat Sadar 5 5 5 2 4 4 4 4 37 Sadar 5 5 2 5 4 4 1 2 4 32 Cukup Sadar 10 5 5 5 5 5 4 5 2 5 41 Sangat Sadar 11 5 5 2 4 5 5 5 4 2 37 Sadar 12 5 5 4 5 5 5 4 5 5 43 Sangat Sadar 13 5 5 2 5 5 5 2 5 5 39 Sadar 14 4 4 4 5 5 4 2 2 5 35 Cukup Sadar 15 4 5 5 5 5 5 2 5 4 40 Sangat Sadar 16 4 5 5 5 5 4 1 5 5 39 Sadar 17 4 4 2 4 4 4 2 4 2 30 Cukup Sadar 18 1 5 4 5 5 2 5 4 5 36 Sadar 19 2 4 4 5 2 5 2 5 5 34 Cukup Sadar 20 1 4 2 2 5 1 5 4 5 29 Cukup Sadar 21 4 5 4 5 5 5 4 5 5 42 Sangat Sadar 22 5 5 5 2 1 5 2 5 4 34 Cukup Sadar 23 4 5 5 2 5 5 2 5 5 38 Sadar Jumlah siswa yang sadar 22 Siswa Presentase siswa yang sadar 9 5 ,6 5 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 3 siklus 2, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 95,65 % atau 22 siswa.

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Tabel 4.17 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 4 No . absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan 3 7 15 24 30 Total Keterangan 1 5 4 5 5 5 24 Sangat Sadar 2 4 1 5 5 2 17 Cukup Sadar 3 4 2 4 4 2 16 Cukup Sadar 4 5 4 5 5 4 23 5 2 2 4 1 2 11 6 4 4 5 4 4 21 Sangat Sadar Sangat Tidak Sadar Sadar 7 5 4 5 5 5 24 Sangat Sadar 8 5 5 5 2 4 21 Sadar 9 5 4 5 2 5 21 Sadar 10 4 4 5 5 2 20 Sadar 11 4 4 4 4 4 20 Sadar 12 4 2 4 5 5 20 Sadar 13 4 2 5 2 5 18 Cukup Sadar 14 4 4 4 2 4 18 Cukup Sadar 15 5 4 5 5 5 24 Sangat Sadar 16 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 17 2 2 4 2 4 14 18 2 1 2 5 2 12 19 2 2 5 5 5 19 Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Cukup Sadar 20 2 2 4 4 4 16 Cukup Sadar 21 4 4 4 4 5 21 Sadar 22 4 2 5 5 5 21 Sadar 23 4 4 5 4 5 22 Sangat Sadar Jumlah siswa yang sadar 20 Siswa Presentase siswa yang sadar 8 6 ,9 5 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 4 siklus 2, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 86,95 % atau 20 siswa.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Tabel 4.18 Hasil Skala Sikap Siklus 2 Indikator 5 No . absen Skor yang diperoleh untuk pernyataan 4 8 12 16 31 Total Keterangan 1 5 5 1 5 5 21 Sadar 2 5 5 2 4 4 20 Sadar 3 4 4 4 4 4 20 Sadar 4 5 5 5 5 4 24 Sangat Sadar 5 2 4 4 4 2 16 Cukup Sadar 6 5 5 4 4 5 23 Sangat Sadar 7 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 8 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 9 4 5 4 4 5 22 Sangat Sadar 10 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 11 5 5 5 5 4 24 Sangat Sadar 12 4 4 4 4 4 20 Sadar 13 4 5 4 4 5 22 Sangat Sadar 14 5 5 4 5 4 23 Sangat Sadar 15 4 4 4 4 5 21 Sadar 16 5 5 5 5 5 25 Sangat Sadar 17 4 4 1 4 4 17 Cukup Sadar 18 5 5 2 5 4 21 Sadar 19 4 5 4 2 5 20 Sadar 20 5 4 2 5 5 21 Sadar 21 4 5 4 4 5 22 Sangat Sadar 22 5 5 4 5 5 24 Sangat Sadar 23 5 4 4 4 5 22 Sangat Sadar Jumlah siswa yang sadar 23 Siswa Presentase siswa yang sadar 100 % Pada tabel diatas menunjukkan bahwa pada indikator 5 siklus 2, tingkat presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi adalah 100 % atau 23 siswa.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Tabel 4.19 Rangkuman Hasil Perhitungan Indikator Pada Siklus 2 No.Siswa Total dari Keterangan Indikator 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 28 13 20 21 Total dari Keterangan Indikator 2 Sangat Sadar Sangat Tidak Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Total dari Indikator 3 Sangat Sadar 21 Sadar 18 Sangat Tidak Sadar 31 Cukup Sadar 17 Cukup Sadar 20 Sadar 28 Tidak Sadar 16 20 Sadar 37 Sadar 23 24 Sangat Sadar Cukup Sadar 11 16 Cukup Sadar 35 37 Cukup Sadar Cukup Sadar 25 Sadar 42 Sadar 35 45 Sangat Sadar 43 42 Sadar 37 40 Sadar 32 22 24 18 22 27 Sadar Tidak Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Indikator 5 24 31 22 Keterangan Cukup Sadar Cukup Sadar 27 Indikator 4 Total dari 33 35 23 Keterangan Cukup Sadar Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Total dari 38 26 21 Keterangan 46 38 36 49 Sangat Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar 41 Cukup Sadar Sangat Sadar Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Sangat Tidak Sadar 21 Sadar 23 24 Sangat Sadar 25 21 Sadar 25 21 Sadar 22 20 Sadar 25 37 Sadar 20 Sadar 24 43 Sangat Sadar 20 Sadar 20 39 Sadar 18 43 Sadar 35 46 Sangat Sadar 40 Cukup Sadar Sangat Sadar 18 24 Cukup Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar 22 23 21 Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Sadar

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 17 18 19 20 21 22 23 Total Presentase 26 Sadar 50 23 Cukup Sadar 34 23 Cukup Sadar 27 25 Sadar 49 25 Sadar 34 25 Sadar 49 24 Sadar 45 23 Cukup Sadar 21 Siswa 9 1 ,3 0 % 38 Sangat Sadar Cukup Sadar Tidak Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar 21 Siswa 9 1 ,3 0 % 39 Sadar 25 30 Cukup Sadar 14 36 Sadar 12 34 29 42 34 38 Cukup Sadar Cukup Sadar Sangat Sadar Cukup Sadar 19 16 Sangat Sadar Tidak Sadar Sangat Tidak Sadar Cukup Sadar Cukup Sadar 21 Sadar 21 Sadar 22 Siswa Sangat Sadar 20 Siswa 9 5 ,6 5 % 8 6 ,9 5 % Sadar 22 104 25 17 Sangat Sadar Cukup Sadar 21 Sadar 20 Sadar 21 Sadar Sangat Sadar Sangat 24 Sadar Sangat 22 Sadar 23 Siswa 22 100 %

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Tabel 4.20 Presentase Jumlah Siswa Yang Sadar Akan Nilai Globalisasi Kondisi Awal Indikator Jumlah Siklus 1 Presentase Indikator S i sw a Jumlah Siklus 2 Presentase Indikator S i sw a Jumlah Presentase S i sw a 1 14 60,86 % 1 21 91,30 % 1 21 91,30 % 2 13 56,52 % 2 17 73,91 % 2 21 91,30 % 3 13 56,52 % 3 16 69,56 % 3 22 95,65 % 4 12 52,17 % 4 20 86,95 % 4 20 86,95 % 5 17 73,91 % 5 23 100 % 5 23 100 % Rata-Rata Presentase keseluruhan 59,99 % Rata-Rata Presentase keseluruhan 84,34 % Rata-Rata Presentase keseluruhan 93,04 %

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Gambar 4.1 Grafik Peningkatan Presentase Jumlah Siswa Yang Sadar 120% 100% 80% Kondisi Awal 60% Capaian Target Siklus 1 40% Siklus 2 20% 0% I n d ik a t o r 1 I n d ik a t o r 2 I n d ik a t o r 3 I n d ik a t o r 4 I n d ik a t o r 5 Berdasarkan grafik peningkatan presentase jumlah siswa yang sadar diatas, pada indikator pertama kondisi awal presentase jumlah siswa yang sadar sebesar 60,86 % atau 14 siswa dengan capaian target 75 % atau 17 siswa dan pada siklus 1 presentase jumlah siswa yang sadar mencapai 91,30 % atau 21 siswa, kemudian pada siklus yang kedua presentase jumlah siswa yang sadar mencapai 91,30 % atau 21 siswa. Pada inidikator yang kedua kondisi awal presentase jumlah siswa yang sadar sebesar 56,52 % atau 13 siswa dengan capaian target 70 % atau 16 siswa, pada siklus 1 presentase jumlah siswa yang sadar mencapai 73,91 % atau 17 siswa dan di akhir siklus yang kedua presentase jumlah siswa yang sadar mencapai 91,30 % atau 21 siswa. Kemudian pada indikator ketiga kondisi awal presentase jumlah siswa yang sadar sebesar 56,52 % atau 13 siswa dengan capaian target sebesar 70 % atau 16

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 siswa dan pada siklus 1 presentase jumlah siswa yang sadar sebesar 69,56 % atau 16 siswa, kemudian di akhir siklus yang kedua presentase jumlah siswa yang sadar sebesar 95,65 % atau 22 siswa. Pada indikator yang keempat kondisi awal presentase jumlah siswa yang sadar memperoleh hasil sebesar 52,17 % atau 12 siswa yang sadar dengan capaian target sebesar 70 % atau 16 siswa, pada siklus 1 presentase jumlah siswa yang sadar mencapai 86,95 % atau 20 siswa yang sadar dan pada siklus 2 presentase jumlah siswa yang sadar sebesar 86,95 % atau 20 siswa. Pada indikator yang terakhir yaitu indikator kelima kondisi awal presentase jumlah siswa yang sadar memperoleh hasil sebesar 73,91 % atau 17 siswa dengan capaian target 90 % atau 21 siswa, pada siklus 1 presentase jumlah siswa yang sadar sebesar 100 % atau 23 siswa dan di akhir siklus yang kedua presentase jumlah siswa yang sadar sebesar 100 % atau 23 siswa. Dari kelima indikator tersebut semuanya sudah menunjukkan peningkatan sesuai dengan target dan bahkan melebihi target yang sudah ditentukan.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 4.2.2.4 Refleksi Pelaksanaan siklus kedua ini sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti. Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 8 April 2014. Pada awal pembelajaran guru melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan kemudian pada aktivitas di dalam kegiatan inti pembelajaran di siklus kedua diawali dengan siswa membentuk kelompok yang dibimbing oleh guru kemudian penjelasan langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Setelah kelompok terbentuk, guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk dikerjakan dalam kelompok dan kelompok mempresentasikan hasil diskusi. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Peningkatan Presentase Jumlah Siswa Yang Sadar Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan dari kondisi awal kesadaran siswa menggunakan penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Pengaruh dapat dilihat dari kenaikan presentase skala sikap tiap indikator pada kondisi awal, siklus 1, dan siklus kedua yang menunjukkan bahwa ada peningkatan dari kondisi awal. Pada indikator 1 kondisi awal terdapat 14 siswa atau 60,86 % siswa yang sadar dan terdapat 9 siswa yang tidak sadar. Kemudian pada siklus 1 indikator 1 terdapat 21 siswa atau 91,30 % siswa yang sadar dan terdapat 2 siswa yang tidak sadar. Dan diakhir siklus 2 indikator 1 terdapat 21 siswa atau 91,30 % siswa yang

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 sadar dan terdapat 2 siswa yang tidak sadar. Kemudian pada indikator 2 pada kondisi awal terdapat 13 siswa atau 56,52 % siswa yang sadar dan terdapat 10 siswa yang tidak sadar. Kemudian pada akhir siklus 1 indikator 2 terdapat 17 siswa atau 73,91 % siswa yang sadar dan terdapat 6 siswa yang tidak sadar. Dan diakhir siklus 2 pada indikator 2 terdapat 21 siswa atau 91,30 % siswa yang sadar dan terdapat 2 siswa yang tidak sadar. Pada indikator 3 kondisi awal terdapat 13 siswa atau 56,52 % siswa yang sadar dan terdapat 10 siswa yang tidak sadar. Siklus 1 indikator 3 terdapat 16 siswa atau 69,56 % siswa yang sadar dan terdapat 7 siswa yang tidak sadar. Dan di akhir siklus 2, indikator 3 terdapat 23 siswa atau 95,65 % siswa yang sadar dan terdapat 1 siswa yang tidak sadar. Kemudian pada indikator yang 4 kondisi awal terdapat 12 siswa atau 52,17 % siswa yang sadar dan terdapat 11 siswa yang tidak sadar. Siklus 1 indikator 4 terdapat 20 siswa atau 86,95 % siswa yang sadar dan terdapat 3 siswa yang tidak sadar. Dan di akhir siklus yang kedua pada indikator 4 terdapat 20 siswa atau 86,95 % siswa yang sadar dan terdapat 3 siswa yang tidak sadar. Kemudian indikator yang terakhir yaitu indikator 5 pada kondisi awal terdapat 17 siswa atau 73,91 % siswa yang sadar dan terdapat 6 siswa yang tidak sadar. Di akhir siklus 1, indikator 5 terdapat 23 siswa atau 100 % siswa yang sadar dan tidak terdapat siswa yang tidak sadar. Dan di akhir siklus 2 pada indikator 5 terdapat 23 siswa atau 100 % siswa yang sadar dan tidak terdapat siswa yang tidak sadar.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Pada inidikator pertama, indikator keempat dan indikator kelima siklus 1 dan siklus 2 memperoleh presentase sama yaitu masing-masing sebesar 91,30 %, 86,95 %, dan 100 %. Peneliti menduga bahwa siswa sudah mengetahui atau hafal pernyataan pada lembar skala sikap yang diberikan peneliti, mengingat bahwa lembar skala sikap diberikan setiap akhir siklus, tercatat tiga kali peneliti memberikan lembar skala sikap kepada siswa dan perlu diketahui bahwa peneliti sudah mengacak nomor pernyataan pada setiap siklus. Kemudian peneliti tidak mempermasalahkan hal itu, karena hasil dari siklus pertama menunjukkan peningkatan dari kondisi awal dan peningkatan tersebut melebihi target yang sudah ditentukan oleh peneliti. Dari hal tersebut peneliti memiliki kewenangan untuk tidak melanjutkan ke siklus berikutnya dikarenakan pada siklus pertama sudah menunjukkan peningkatan dan peningkatannya melebihi target yang sudah ditentukan. Akan tetapi dari awal peneliti sudah merencanakan untuk melakukkan dalam dua siklus, tetapi hasilnya memperoleh presentase yang sama pada indikator pertama, keempat dan kelima. Untuk itu dalam hal ini peneliti beranggapan bahwa siklus kedua itu hanyalah sebagai pemantapan bahwa apa yang sudah dilakukan peneliti itu dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi. Adapun tabel indikator keberhasilan penelitian yang telah disusun oleh peneliti dapat dilihat pada tabel 4.21

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Tabel 4.21 Indikator Keberhasilan No. Peubah 1. Kesadaran Indikator a. Menyadari akan Kondisi Awal 6 0 ,8 6 % Target Capaian 75 % Siklus 1 Siklus 2 9 1 ,3 0 % 9 1 ,3 0 % 5 6 ,5 2 % 70 % 7 3 ,9 1 % 9 1 ,3 0 % 5 6 ,5 2 % 70 % 6 9 ,5 6 % 9 5 ,6 5 % 5 2 ,1 7 % 70 % 8 6 ,9 5 % 8 6 ,9 5 % adanya nilai sebagai kualitas yang perlu diusahakan b. Menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya c. Menyadari akan sarana-sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju d. Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 nilai yang diharapkan e. Menyadari tindakan yang 7 3 ,9 1 % 90 % 100 % 100 % perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Berdasarkan tabel indikator keberhasilan diatas, dapat diketahui bahwa pada kondisi akhir penelitian sudah mencapai target bahkan melampaui target yang seudah ditentukan. Pelaksanaan tindakan dengan penerapan pembelajaran Pedagogi Reflektif dapat meningkatkan presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi kelas IV SD Kanisius Totogan pada mata pelajaran PKn. Peningkatan presentase jumlah siswa yang sadar akan nilai globalisasi terdiri dari lima indikator, dimana tiap indikator mengalami kenaikan. Hal ini terbukti pada indikator 1 kondisi awal memperoleh presentase sebesar 60,86 % dan pada siklus 1 presentase sebesar 91,30 % dan pada siklus 2 indikator 1 memperoleh presentase 91,30 %. Indikator kesadaran yang kedua yaitu menyadari akan peranan nilai yang menjadi daya tarik manusia untuk mewujudkannya. Indikator ini mengalami kenaikan dari kondisi awal yaitu presentase kondisi awal sebesar 56,52 % dan pada siklus 1 memperoleh presentase sebesar 73,91 % dan pada siklus 2 memperoleh presentase sebesar 91,30 %. Indikator kesadaran yang ketiga yaitu menyadari akan sarana-

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 sarana/ penunjang/ wujud serta cara-cara yang perlu diusahakan demi terwujudnya nilai yang akan dituju. Indikator ini mengalami kenaikan dari kondisi awal yaitu presentase kondisi awal sebesar 56,52 % dan pada siklus 1 memperoleh presentase sebesar 69,56 % dan pada siklus yang kedua memperoleh presentase sebesar 95,65 %. Kemudian indikator kesadaran yang keempat adalah Menyadari sikap/ sebelum melakukan yang diperlukan demi terwujudnya nilai yang diharapkan. Indicator ini juga mengalami kenaiakan dari kondisi awal yaitu presentase kondisi awal sebesar 52,17 % dan pada siklus 1 memperioleh presentase sebesar 86,95 % dan pada siklus 2 hasil presentase mencapai 86,95 %. Dan pada indikator yang terakhir yaitu indikator yang kelima menyadari tindakan yang perlu dilakukan demi terwujudnya nilai yang menjadi tujuan. Indicator ini juga mengalami kenaikan dari kondisi awal yaitu presentase kondisi awal sebesar 73,91 %, pada siklus 1 memperoleh presentase sebesar 100 % dan pada siklus 2 memperoleh presentase sebesar 100 %.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini berlangsung dalam dua siklus yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai globalisasi siswa kelas IV SD Kanisius Totogan pada mata pelajaran PKn. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa; 5.1.1 Kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Totogan mata pelajaran PKn mengalami peningkatan dengan adanya penggunaan model pembelajaran Pedagogi Reflektif yang meliputi konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi. Kesadaran siswa akan nilai globalisasi pada siswa kelas IV SD Kanisius Totogan mata pelajaran PKn mengalami peningkatan dengan cara penyampaian materi pembelajaran yang dikemas lebih menarik oleh guru dengan menggunakan model pembelajaran Pedagogi Reflektif pada mata pelajaran PKn dengan materi Globalisasi. Adanya langkah-langkah dalam pembelajaran Pedagogi Reflektif membuat siswa menjadi sadar akan nilai-nilai yang terkandung dalam suatu mata pelajaran yang sedang pelajarinya. 5.1.2 Hasil pengolahan data berdasarkan penelitian yang dilaksanakan mulai dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II, menunjukkan peningkatan. Pada indikator 1 kondisi awal terdapat 14 siswa atau 60,86 % siswa yang sadar dan terdapat 9 siswa yang tidak sadar. Kemudian pada siklus 1 indikator 1 114

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 terdapat 21 siswa atau 91,30 % siswa yang sadar dan terdapat 2 siswa yang tidak sadar. Dan diakhir siklus 2 indikator 1 terdapat 21 siswa atau 91,30 % siswa yang sadar dan terdapat 2 siswa yang tidak sadar. Kemudian pada indikator 2 pada kondisi awal terdapat 13 siswa atau 56,52 % siswa yang sadar dan terdapat 10 siswa yang tidak sadar. Kemudian pada akhir siklus 1 indikator 2 terdapat 17 siswa atau 73,91 % siswa yang sadar dan terdapat 6 siswa yang tidak sadar. Dan diakhir siklus 2 pada indikator 2 terdapat 21 siswa atau 91,30 % siswa yang sadar dan terdapat 2 siswa yang tidak sadar. Pada indikator 3 kondisi awal terdapat 13 siswa atau 56,52 % siswa yang sadar dan terdapat 10 siswa yang tidak sadar. Siklus 1 indikator 3 terdapat 16 siswa atau 69,56 % siswa yang sadar dan terdapat 7 siswa yang tidak sadar. Dan di akhir siklus 2, indikator 3 terdapat 23 siswa atau 95,65 % siswa yang sadar dan terdapat 1 siswa yang tidak sadar. Kemudian pada indikator yang 4 kondisi awal terdapat 12 siswa atau 52,17 % siswa yang sadar dan terdapat 11 siswa yang tidak sadar. Siklus 1 indikator 4 terdapat 20 siswa atau 86,95 % siswa yang sadar dan terdapat 3 siswa yang tidak sadar. Dan di akhir siklus yang kedua pada indikator 4 terdapat 20 siswa atau 86,95 % siswa yang sadar dan terdapat 3 siswa yang tidak sadar. Kemudian indikator yang terakhir yaitu indikator 5 pada kondisi awal terdapat 17 siswa atau 73,91 % siswa yang sadar dan terdapat 6 siswa yang tidak sadar. Di akhir siklus 1, indikator 5 terdapat 23 siswa atau 100 % siswa yang sadar dan tidak terdapat siswa yang tidak sadar. Dan di akhir

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 siklus 2 pada indikator 5 terdapat 23 siswa atau 100 % siswa yang sadar dan tidak terdapat siswa yang tidak sadar. 5.2 Keterbatasan Penelitian Kegiatan penelitian yang telah berlangsung masih terdapat kekurangan dalam proses pelaksanaannya. Kekurangan yang terdapat selama penelitian, peneliti anggap sebagai keterbatasan penelitian. Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 5.2.1 Waktu penelitian dilaklukan selama 6 JP (Jam Pelajaran) dalam 2 Siklus, dengan rincian setiap siklus mendapat jatah waktu 3 JP (Jam Pelajaran). Mengingat tahap kegiatan pembelajaran menggunakan Pedagogi Reflektif tidak mudah dan memerlukan waktu yang cukup banyak, maka waktu 3 JP untuk menerapkan Pedagogi Reflektif dirasa kurang maksimal. 5.2.2 Tidak adanya proyektor di sekolah membuat media pembelajaran dirasa kurang maksimal, karena hanya menunjukkan gambar yang berukuran kecil. 5.2.3 Peneliti tidak mampu mengetahui kejujuran siswa dalam mengisi lembar skala sikap. Peneliti dan Guru sudah mengingatkan kepada iswa untuk engisi lembar skala sikap dengan jujur.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 5.3 Saran Dari kesimpulan diatas, saran yang diberikan bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan menggunakan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif adalah sebagai berikut : 5.2.1 Sebaiknya penggunaan model Pembelajaran Pedagogi Reflektif tidak hanya digunakan dalam mata pelajaran PKn saja, tetapi peneliti juga dapat menerapkannya pada mata pelajaran yang la in sehingga dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai-nilai terkait. 5.2.2 Peneliti perlu mengelola waktu yang digunakan sebaik mungkin sehingga akan diperoleh hasil yang maksimal, mengingat tahapan pembelajaran model Pedagogi Reflektif tidaklah sedikit. 5.2.2 Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tradisional kiranya perlu dievaluasi mengingat metode ini sama sekali tidak efektif untuk meningkatkan kesadaran siswa akan nilai. Maka dari itu peneliti harus dapat menggunakan model-model pembelajaran yang kiranya dapat meningkatkan kesadaran siswa akan nilai salah satunya dengan menggunakan model Paradigma Pedagogi Reflektif.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR REFERENSI Adheyanto, Nicodemus Yordan. 2012. Peningkatan Sikap, Minat, Dan Prestadi Belajar Siswa Dengan Pendekatan Pedagogi Reflektif Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Kanisius Gayam Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Arifi. 2011. Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran tematik mata pelajaran IPS dan Matematika untuk meningkatkan competence, consience, compassion peserta didik kelas IIIC SD Kanisius Kenteng. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Aryani, Kusuma dan Susatim, Markum. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai. Bogor : Ghalia Indonesia. Azwar, Saifuddin. 2012. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. 2012. Tes Prestasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Depdiknas. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta : Gramedia. Dewi, Resi Kartika. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Djokopranoto, Richardus. 2011. Filosofi Pendidikan Indonesia. Jakarta : Obor. Given, Barbara. 2007. Brain-Based Teaching. Bandung : Mizan Media Utama. Kensi. 2011. Efektivitas Pengembangan Nilai Kemanusiaan Dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif Pada Peserta Didik Kelas VB SD Kanisius Sengkan Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Masidjo. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta : Kanisius Mulyana, Rohmat. 2011. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung : Alfabeta. Prayoga Bestari dan Ati Sumiati. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Menjadi Warga Negara yang Baik untuk Kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan. P3MP – USD . 2008. Pedoman Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Rahmawati, Laura Yuniar. 2013. Peningkatan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VB SD Kanisius Sengkan Dengan Media Audio-Visual. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Riastuti, Agnes. 2011. Peningkatan Keaktifan, Keberanian, Dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pendekatan Konstruktivisme Pada Mata Pelajaran IPS SDN 01 Bligorejo Pekalongan. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Sarjan dan Agung Nugroho. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Bangga Menjadi Insan Pancasila. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 118

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Semium, Yustinus. 2006. Teori Kepribadian Dan Teori Psikoanalitik Freud. Yogyakarta : Kanisius. Subagyo, Chris. 2008. Pembelajaran Pedagogi Rfelektif. Yogyakarta: Kanisius. Subagyo, J. 2010. Pembelajaran Pedagogi Reflektif. Yogyakarta: Kanisius. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta. Suhatman, A. 2009. Menyadarkan Kesadaran. Jakarta : Medik. Tyas, Dwi Utami. 2010. Panduan PAKEM PKn SD. Jakarta : Erlangga. Utari, Chatarina Dewi. 2013. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Tingkat Kesadaran Akan Nilai Globalisasi Pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV A SD Negeri Adi Sucipto 1 Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Undang-Undang Dasar 1945. Surabaya : Pustaka Agung Harapan. Vitalis. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran berbasis Masalah terhadap Minat dan Kesadaran Siswa Akan Nilai Globalisasi pada Siswa Kelas IV SD N Kledokan. Skripsi Tidak di Terbitkan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Wahab., A., 2011. Teori & Landasan Kewarganegaraan. Bandung : Alfabeta. Wahana, Paulus. 2004. Nilai Etika Aksiologis. Yogyakarta: Kanisius. Wiraatmadja, Rochiati. (2005). Metode Penelitian Tindakan Kelas: Untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 120

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 1 Instrumen Pembelajaran 121

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 2 Hasil Validitas Instrumen Pembelajaran Dari Dosen 153

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 3 Hasil Validitas Instrumen Pembelajaran Dari Guru 158

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 4 Instrumen Penelitian Sebelum Validasi 163

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Pernyataan Globalisasi mempermudah komunikasi antar manusia Saya suka makanan instan (Mie, nugget, burger,dll) Saya menyadari internet dapat memberikan informasi yang banyak Permainan tradisional banyak di sukai anak bangsa Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya Indonesia Saya suka membeli makanan khas Indonesia Saya menggunakan pakaian dengan rapi Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Saya menabung dengan menyisihkan uang jajan Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Saya senang menggunakan batik Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Mengambil nilai positif dari film/ sinetron yang saya tonton Menonton tv diwaktu-waktu tertentu Saya suka bermain permainan tradisional Saya mencari materi pelajaran dari internet Membeli barang sesuai dengan kebutuhan Saya mengatur jam belajar dengan baik Menggunakan internet sesuai dengan tujuan yang baik Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya suka memakai barang-barang buatan negeri sendiri Saya memilih kebudayaan dari luar negeri sesuai dengan nilainilai pancasila Saya memakai Hp jika ada keperluan penting saja Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Globalisasi adalah proses yang membuat rusak moral bangsa Saya menghindari makanan instan agar tidak sakit Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Game online membuat saya lupa waktu Saya suka mendengarkan lagu K-pop Makanan luar negeri lebih lezat dari pada dalam negeri Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya mempelajari budaya asing dengan tekun Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Saya bersemangat mempelajari tarian yang berasal dari luar negeri Saya senang menyanyi lagu-lagu metal/ punk Saya senang menggunakan jeans dan kaos Saya tidak pernah mencuci baju SS S 164 TS STS

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Saya suka mencontoh hal apapun dari film/ sinetron yang saya tonton Menonton tv dari pulang sekolah sampai malam Saya suka bermain game online/ playstation Saya menggunakan internet untuk bermain facebook, twitter, dll Saya menghabiskan uang untuk membeli barabf-barang kesukaan Saya menghabiskan waktu dengan bermain Internet membuat tugas saya cepat selesai Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Berbicara/ ngobrol lama dengan teman lewat Hp sangat mengasikkan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri 165

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 5 Instrumen Penelitian Setelah Validasi 166

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan SS 1 Saya menggunakan pakaian dengan rapi 2 Saya merawat pakaian dengan baik supaya rapi Membeli barang sesuai dengan kebutuhan 3 4 5 Saya mempelajari budaya asli Indonesia dengan tekun Tidak menonton TV sampai larut malam 13 Permainan tradisional merupakan permainan yang menarik bagi saya Saya bersemangat mempelajari tarian asli Indonesia Saya senang bermain permainan tradisional (dakon, engklek, dll) Bersikap ramah dan hormat terhadap sesama Saya senang dan bangga memakai pakaian batik buatan negeri sendiri Saya menyadari bahwa lagu-lagu tradisional adalah salah satu budaya Indonesia Saya senang menyanyikan lagu-lagu daerah Mengambil hal positif dari internet 14 Saya 6 7 8 9 10 11 12 suka membeli makanan khas Indonesia 15 16 Saya menggunakan pakaian tidak sesuai dengan tata tertib sekolah Saya tidak pernah mencuci baju 19 Saya menghabiskan uang untuk membeli barang-barang kesukaan Saya senang memakai pakaian produk luar negeri Malas mempelajari budaya asli Indonesia 20 Mencontoh hal-hal buruk dari siaran TV 17 18 S TS 167 STS

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 22 23 24 25 26 27 Saya menghabiskan waktu dengan bermain Kebudayaan luar negeri sebaiknya ditiru dan dikembangkan Internet dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi penerus bangsa Saya menghabiskan uang jajan yang diberikan orang tua Menonton TV sampai larut malam Saya senang bermain game di Hp sampai lupa waktu Malas mempelajari tarian asli indonesia 31 Permainan tradisional tidak menyenangkan Saya menghindari orang yang sedang kesusahan Senang dan bangga menggunakan pakaian yang ngetren dari luar negeri Saya suka mendengarkan lagu K-pop 32 malu menyanyikan lagu-lagu daerah 33 Manggunakan internet untuk hal yang kurang baik (menggunakan facebook untuk mengejek teman, dll) Makanan luar negeri lebih lezat daripada dalam negeri Malu jika menggunakan batik 28 29 30 34 35 168

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 6 Validasi Skala Sikap 169

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 7 Contoh Hasil Skala Sikap Siswa Pada Kondisi Awal 171

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 8 Contoh Hasil Skala Sikap Siswa Pada Siklus 1 178

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 9 Contoh Hasil Skala Sikap Siswa Pada Siklus 2 185

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 10 Validasi Instrumen Penelitian 192

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 11 Contoh Hasil Pekerjaan Siswa 222

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 12 Refleksi Siswa 246

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247

(269) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 248

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 249

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 250

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 251

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 252

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 253

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 254

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 13 Surat Izin Penelitian 255

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 256

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 14 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian 257

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 258

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 15 Foto-Foto Kegiatan 259

(281) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 260

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 261

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 16 Daftar Riwayat Hidup 262

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 263 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Catur Arif Rahman merupakan anak keempat dari pasangan Sukoyo dan Kasmini. Lahir di Pati, 30 Desember 1991. Pendidikan awal dimulai dari TK R.A. Hidayah Tayu Wetan tahun 1996-1998. SD Negeri 2 Tayu Wetan tahun 1998-2004. Kemudian dilanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Margoyoso pada tahun 2004-2007. Tahun 2007-2010, penulis melanjutkan pendidikan di Madarasah Aliyah Negeri 2 Tayu tahun 2007-2010. Tahun 2010 penulis masuk ke Universitas Sanata Dharma, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Selama menempuh pendidikan, ada beberapa kegiatan organisasi yang pernah diikuti penulis diantaranya pada saat SD penulis mengikuti kegiatan pramuka. Saat SMP penulis juga mengikuti kegiatan pramuka. Kemudian pada saat Perguruan Tinggi penulis pernah menjadi panitia Insidiasi Prodi (INSPRO) tahun 2011.

(285)

Dokumen baru