Pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya pada siswa di empat Sekolah Menengah Atas swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
161
10 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PEMAHAMAN DAN MISKONSEPSI KONSEP GAYA PADA SISWA DI EMPAT SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : Martina Tania Norika NIM : 091424043 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI STUDENT’S UNDERSTANDING AND MISCONCEPTION OF THE FORCE CONCEPT OF FOUR PRIVATE SENIOR HIGH SCHOOLS IN DIY A Thesis Presented as Partial Fulfilment of the Requirements To Obstain Sarjana Pendidikan (S.Pd) Degree In Physics Education Study Program Oleh : Martina Tania Norika NIM : 091424043 PHYSICS EDUCATION STUDY PROGRAM DEPARTMENT OF MATHEMATICS AND SCIENCE EDUCATION FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA 2014 ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI Pemahaman dan Miskonsepsi Konsep Gaya pada Siswa di Empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta Oleh : Martina Tania Norika NIM : 091424043 Telah Disetujui Oleh : Pembimbing Rohandi, Ph.D Tanggal : 17Januari 2014 iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI Pemahaman dan Miskonsepsi Konsep Gaya pada Siswa di Empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta Dipersiapkan dan Disusun Oleh : Martina Tania Norika NIM : 091424043 Telah Dipertahankan di Depan Penguji Pada Tanggal : 27 Agustus 2014 dan Dinyatakan Memenuhi Syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Ketua : Dr. Marcellinus Andi Ruditho, S.Pd Sekretaris : Dr. Ignatius Edi Santosa M.S. Anggota :Rohandi, Ph.D Drs. T. Sarkim M.Ed Ph.D Dr. Ignatius Edi Santosa M.S. Yogyakarta, 27 Agustus 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan iv Tanda Tangan

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNTUK SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA Karya ilmiah ini saya persembahkan kepada: JESUS CHRIST Untuk semangat dan kasih sayang yang tidak pernah berhenti Kau berikan kepadaku. BUNDA MARIA Untuk kekuatan, bantuan dan pertolongan yang selalu datang dari Mu. MY LOVELY PARENTS Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu! Tawarikh 15:7 Seorang pemenang, Bukandilihatdariseberapa kali iasuksesmeraihgelarjuara. Seorangpemenangadalahseorang yang tidakpernahmenyerahterhadapkegagalan, yang maubangkitsetiap kali iajatuh. Karenaitu, janganpernahmenyerahketikakamujatuhtersandungkerikil-kerikil di sepanjangjalanmu. Angkatkepalamudanteruskanperjalananmumencapai finish. v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian dari karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 17 Januari 2014 Penulis Martina Tania Norika vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Martina Tania Norika Nomor Mahasiswa : 091424043 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : Pemahaman dan Miskonsepsi Konsep Gaya pada Siswa di Empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 17 Januari 2014 Yang menyatakan Martina Tania Norika vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Martina Tania Norika: “Pemahaman dan Miskonsepsi Konsep Gaya pada Siswa di Empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Yogyakarta”. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualititatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa di empat SMA Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta, mengetahui konsep apa saja yang paling dipahami dan yang kurang dipahami oleh siswa di empat SMA Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memahami konsep gaya, dan untuk mengetahui miskonsepsi apa yang banyak terjadi pada siswa di empat SMA Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memahami konsep gaya. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Marsudi Luhur dan SMA Pangudi Luhur Sedayu serta siswa kelas XII SMA Santa Maria dan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Subjek penelitian ini terdiri dari 95 siswa. Data diperoleh melalui tes pilihan ganda dengan alasan yang disertai pada pilihan jawabannya sedangkan alasannya digunakan untuk mengetahui pemahaman dan miskonsepsi siswa secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)siswa di empat SMA Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta memilikipemahaman yang sangat kurang terhadap keseluruhan konsep gaya, sedangkan menurut sub pokok bahasannya meliputi: siswa di empat SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki pemahaman yang sangat kurang terhadap konsep hukum I Newton, hukum III Newton, prinsip super posisi dan konsep macam-macam gaya, dan pemahaman yang kurang terhadap konsep kinematika dan hukum II Newton. (2) konsep yang paling dipahami oleh siswa adalah konsep tentanghukum II Newton dan konsep yang kurang dipahami oleh siswa yaitu pada konsep prinsip superposisi. (3) Miskonsepsi yang banyak dijumpai pada siswa di empat SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta adalahgaya akhir untuk menentukan/menetapkan penentuan gerak, tidak dapat membedakan antara kecepatan dengan percepatan,dengan menghilangnya dorongan, kehilangan/menerima dorongan aslinya, hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya, hanya perantara/peralatan yang aktif yang menghasilkan gaya yang lebih besar, gabungan gaya menentukan arah, gerakan yang menyatakan bahwa terdapat gaya aktif pada benda, adanya hambatan, dan gaya dorong oleh pukulan. Kata Kunci: Pemahaman konsep, Miskonsepsi, Gaya, FCI. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Martina Tania Norika: Student’s Understanding and Misconseption of the Force Conceptof Four Private Senior High Schools in DIY. Physics Education Study Program, Department of Mathematics and Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, 2014. This is a quantitative and qualitative decsriptive research which aims at discorvering the understanding level of Four Private Senior High Schools students in DIY studying on force concept, knowing which concept is understood most and less understood by the four Private Senior High Schools students in DIY in understanding the force concept, and at knowing which misconception occurs in four Private Senior High Schools in DIY in understanding the force concept. The samples used in this study are class XI Senior High School students of Marsudi Luhur and Pangudi Luhur Sedayu and class XII Senior High School students of Santa Maria and Pangudi Luhur Yogyakarta. The subject of this research consisted of 95 students. The data were obtained through a multiple choice test with the reasons to complete the answer; the reason is used to deeperly determine students' understanding and misconceptions. The result of this research showed that (1) Four Private Senior High Schools students in DIY have very little understanding on the whole concept of Newton’s first law, Newton’s third law, super position principle, and the concept of various forces, and very little understanding on the concept of kinematics and Newton’s second law. (2) The concept mostly understood by the students is Newton’s second law and the concept less understood by the students is super position principle. (3) The misconceptions often occured on the four Private Senior High Schools students in DIYare the last force to determine the motion, unable to differentiate velocity from acceleration, impetus dissipation, lost/recovery of original impetus, active force wears out, most active agent produces greatest force, force compromise determines motion, motion implies active force, obstacles exert no force and impetus supplied by “hit”. Keywords: Understanding of concept, Misconceptions, Force, FCI. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul : “Pemahaman dan Miskonsepsi Konsep Gaya pada Siswa di EmpatSekolah Menengah Atas Swasta di Yogyakarta”. Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan dari Program Studi Fisika Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini bukanlah tujuan dari belajar karena belajar adalah sesuatu yang tidak terbatas. Terselesaikannya skripsi ini tentunya tak lepas dari dorongan dan uluran tangan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengungkapkanrasa terima kasih dan penghargaan kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku dosen pembimbing yang sabar atas segala ilmu, motivasi, nasehat dan bantuan yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian tugas akhir hingga penyelesaian penulisan skripsi ini. 2. Ibu Dwi Nugraheni selaku dosen pembimbing akademik yang telah membantu selama proses perkuliahan dan selalu bersedia mendengar keluh kesah dalam menghadapi kesulitan dan memberikan motivasinya kepada penulis. 3. Seluruh dosen di Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah dengan tulus hati memberikan ilmu dan membimbing dari awal hingga akhir. 4. Kedua orang tua penulis, Ayah Emanuel HD dan Ibu Agnes Ping yang telah menjadi orang tua terhebat, kakakku Margareta dan adik Geraldo, keluarga serta Ignatius Oya Winaldo yang selalu memberikan motivasi, nasehat, cinta, perhatian dan kasih sayang serta doa yang tentu takkan bisa penulis balas. 5. Kepala sekolah SMA Marsudi Luhur, SMA Santa Maria, SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dan SMA Pangudi Luhur Sedayu yang telah berkenan memberi ijin kepada penulis melakukan penelitian di sekolah tersebut. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Teman-teman tim FCI, Evi Mardiana dan Katarina Priyanti. Terima kasih banyak atas segala kerja sama, kebersamaan dan waktu yang telah kalian berikan kepada penulis selama ini. 7. Sahabat-sahabat terkasih, Willy Mulyati Jelly, Gloria Octaviana, Audra Febriandini, Laras Nandya, Yohanes Egidius, Johanes Krisna, dan Yohanes untuk kebersamaan yang hangat. Terimakasih untuk arti kekeluargaan, tanggung jawab dan kepedulian yang telah kalian ajarkan kepada penulis selama masa kuliah.Sampai berjumpa di kesuksesan masing-masing. 8. Keluarga Pendidikan Fisika angkatan 2009 atas kebersamaan, bantuan dan motivasinya selama ini. Sungguh penulis senang sekali bisa menjadi salah satu bagian dari kalian yang luar biasa. 9. Dan semua pihak yang tidak disebutkan yang telah memberikan dukungan, bantuan, dorongan, dan semangat kepada penulis dalam penyelesaian penulisan skripsi ini. Terima kasih banyak. Penulis berharap semoga karya penelitian ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi semua pihak yang membaca dan memahami karya ini. Amin. Yogyakarta, Januari 2014 Penulis, Martina Tania Norika xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING iii HALAMAN PENGESAHAN iv HALAMAN PERSEMBAHAN v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS vii ABSTRAK viii ABSTRACT ix KATA PENGANTAR x DAFTAR ISI xii DAFTAR LAMPIRAN xiv DAFTAR TABEL xv BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah 1 B. Pembatasan dan Rumusan Masalah 3 C. Tujuan Penelitian 3 D. Manfaat Penelitian 4 E. Sistematika Penulisan 5 BAB II DASAR TEORI 6 A. Pemahaman 6 B. Pemahaman Konsep Fisika 7 C. Konsep dan Konsepsi 8 D. Pembentukan Konsep 9 E. Memahami Konsep 10 F. Miskonsepsi 10 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Pengertian Miskonsepsi 10 2. Kemungkinan Penyebab Miskonsepsi 11 3. Cara-cara Mendeteksi Miskonsepsi 14 G. Konsep-konsep tentang Gaya 14 1. Kinematika 14 2. Hukum Newton 19 3. Prinsip Super Posisi 24 4. Macam-macam Gaya 25 H. Force Concept Inventory 27 BAB III METODE PENELITIAN 34 A. Variabel Penelitian 34 B. Populasi dan Sampel 34 C. Waktu dan Tempat Penelitian 35 D. Metode Penelitian 36 1. Jenis Penelitian 36 2. Instrumen Penelitian 36 E. Metode Analisis Data 38 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 46 A. Pelaksanaan Penelitian 46 B. Deskripsi dan Analisa Data 47 1. Pemahaman Konsep Gaya 47 1.1.Keadaan Jawaban Siswa pada Konsep Gaya 50 1.2.Pemahaman tentang Gaya secara Keseluruhan 53 1.3.Pemahaman tentang Gaya pada setiap Konsep 54 2. Keadaan Miskonsepsi pada setiap Konsep Gaya C. Implikasi 58 96 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 97 A. Kesimpulan 97 B. Saran 98 DAFTAR PUSTAKA 100 LAMPIRAN 102 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Soal 103 Lampiran 2: Lembar Jawaban 113 Lampiran 3: Contoh Hasil Pengisian Lembar Jawaban 115 Lampiran 4: Keadaan Jawaban Siswa 125 Lampiran 5: Rekap Skor Pemahaman Konsep Kinematika dan Hukum I Newton 128 Lampiran 6: Rekap Skor Pemahaman Konsep Hukum II Newton dan Hukum III Newton 131 Lampiran 7:Rekap Skor Pemahaman Konsep Prinsip Super Posisi dan Macam-macam Gaya 134 Lampiran 8: Surat Permohonan Ijin Penelitian 137 Lampiran 9: Surat Keterangan telah Melasanakan Penelitian 141 Lampiran 10: Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian 145 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1: Konsep-konsep Newton dalam FCI 30 Tabel 2.2: Miskonsepsi yang terjadi dalam konsep gaya FCI 31 Tabel 3.1: Rekap Pemahaman Siswa setiap Konsep 40 Tabel 3.2: Pemahaman Konsep Gaya 41 Tabel 3.3: Klasifikasi Pemahaman Konsep 42 Tabel 3.4: Keadaan Keseluruhan Jawaban Siswa 43 Tabel 3.5:Keadaan Siswa Menjawab Salah pada Setiap Konsep Gaya dan Jenis Miskonsepsinya 44 Tabel 4.1:Nama Sekolah dan Jumlah Sampel Pengambilan Data 46 Tabel 4.2:Jawaban Siswa pada Soal Konsep Gaya 50 Tabel 4.3:Pemahaman Konsep Gaya 53 Tabel 4.4: Keadaan Miskonsepsi pada Konsep Kinematika 60 Tabel 4.5: Keadaan Miskonsepsi pada Konsep Hukum I Newton 66 Tabel 4.6: Keadaan Miskonsepsi pada Konsep Hukum II Newton 71 Tabel 4.7: Keadaan Miskonsepsi pada Konsep Hukum III Newton 75 Tabel 4.8: Keadaan Miskonsepsi pada Konsep Prinsip Super Posisi 80 Tabel 4.9: Keadaan Miskonsepsi pada Konsep Macam-macam Gaya 84 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gaya merupakan konsep yang sudah diperkenalkan sejak pelajaran IPA di Sekolah Dasar hingga di Perguruan Tinggi. Namun masih saja sering dijumpai miskonsepsi pada konsep gaya tersebut. Sesuai dengan hakikatnya, yaitu bahwa fisika adalah hubungan yang tak terpisahkan dari hasil keilmuan berupa konsep-konsep fisis, prinsip, hukum, dan teori, proses keilmuan, dan sikap keilmuan, maka mengajar fisika adalah menanamkan konsep, hukum, dan teori, menanamkan pengetahuan tentang proses keilmuan, dan kemampuan melakukannya, dan menanamkan sikap keilmuan. Bila itu dilakukan, maka tujuan yang harus dicapai siswa dalam belajar fisika adalah mereka memahami konsep, dapat melakukan proses keilmuan yang diperlukan dalam melakukan proses tersebut. Karena itu, memahami konsepkonsep, dan selanjutnya prinsip yang menyatakan hubungan diantara konsepkonsep tersebut menjadi langkah paling awal dan sangat penting dalam belajar fisika (Kartika Budi, 1987) Hal ini merupakan salah satu yang penting dipelajari dalam fisika. Sebelum siswa memahami lebih jauh dan matang tentang rumus-rumus fisika, tentu saja siswa harus mengerti dengan jelas dan benar terlebih dahulu mengenai konsep fisika yang juga merupakan bagian penting dalam tujuan pembelajaran fisika. Konsep merupakan dasar awal pembelajaran. Tahap 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 awal belajar adalah memahami konsep secara benar. Oleh sebab itu guru harus benar-benar mengetahui konsep secara benar agar tidak salah konsep. Kemudian guru perlu mengenal miskonsepsi yang terjadi pada siswa. Penyebab miskonsepsi itu sendiri bisa berasal dari guru, proses belajar, buku acuan, dan siswa. Cara mengatasi miskonsepsi ada 2, yaitu guru harus memberi perhatian khusus pada konsep-konsep yang biasa terjadi. Bila terjadi salah konsep, harus ada remediasi. Seorang anak sebelum mendapatkan pelajaran formal di sekolah sudah mempunyai gambaran awal. Konsep awal yang dibawanya ini ada yang tidak sesuai atau bertentangan dan ada pula yang hanya membutuhkan penyempurnaan. Konsep awal yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah disebut dengan miskonsepsi atau salah konsep.Tidak jarang juga di antara para siswa menggunakan konsep ganda. Di sekolah, jika ditanya oleh guru, siswa mengatakan satuan berat adalah newton, tetapi di keseharian siswa mengatakan satuan berat adalah kilogram. Berangkat dari latar belakang diatas, maka peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian khusus konsep gaya. Pemilihan konsep gaya ini sendiri dilakukan karena konsep gaya mendasari beberapa konsep yang ada di fisika, dan karena konsep gaya itu sendiri banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif mengenai pemahaman dan identifikasi miskonsepsi pada konsep-konsep gayapada siswa-siswi di empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan FCI (Force Concept Inventory).

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 B. Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka pembatasan dan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Sejauh mana tingkat pemahamansiswa di empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta tentang konsep gaya? 2. Apakah terjadi miskonsepsi pada siswa di empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta tentang konsep gaya? C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuanpeneliti yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa di empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta tentang konsep gaya. 2. Untuk mengetahui apakah terjadi miskonsepsi pada siswa di empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta tentang konsep gaya. 3. Untuk mengetahui jenis miskonsepsi yang banyak terjadi pada siswa di empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga menjadi masukan pula bagi guru dan siswa dalam penyelesaiannya untuk lebih memahami konsep gaya agar tidak terjadi miskonsepsi pada pembelajaraan fisika mengenai konsep gaya.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 D. Manfaat Penelitian Setiap penelitian baik yang bersifat studi maupun praktek pada prinsipnya mempunyai manfaat di samping tujuan yang ingin dicapai. Sehubungan dengan hal tersebut, maka hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa, guru, sekolah, dan bagi peneliti sendiri. 1. Manfaat bagi siswa adalah mampu meningkatkan pemahaman konsep tentang gaya agar kegiatan belajar mengajar mencapai kompetensi yang diharapkan, dan tidak terjadi miskonsepsi atau kesalahan konsep sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai, serta meningkatkan kemampuan pemahaman materi pada siswanya. 2. Manfaat untuk guru adalah menambah pengetahuan bagi kalangan guru, agar salah konsep mendapat perhatian secara khusus, meningkatkan kemampuan mengajar, menemukan cara dan metode belajar yang tepat agartidak terjadi kesalahan dalam mengajarkan konsep gaya sehingga mempermudah kegiatan belajar mengajar, serta meningkatkan kemampuan dan semangat dalammelaksanakan tugas sebagai pendidik. 3. Sekolah juga akan mendapatkan manfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di empat SMA Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkatkan mutu dan relevansi hasil pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi siswa pada mata pelajaran Fisika, sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan Sains pada umumnya, serta sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam rangka pembinaan mata pelajaran Fisika, dan khususnya untuk materi Gaya.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 4. Bagi peneliti, memberikan gambaran bahwa dalam pembelajaran Fisika pemahaman tentang konsep harus dikuasai dengan matang oleh calon guru maupun guru fisika serta dapat digunakan oleh peneliti untuk mendesain pengajaran yang benar untuk materi konsep Gaya. E. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan pembahasan dari penulisan penelitian ini, maka sistematika penelitiannya dijabarkan sebagai berikut: 1. Pendahuluan menguraikan pengertian latar belakang, pembatasan dan rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan. 2. Dasar teori menguraikan berbagai teori yang meliputi definisi konsep dan konsepsi, pembentukan konsep, memahami konsep, miskonsepsi, kemungkinan penyebab miskonsepsi, cara-cara mendeteksi miskonsepsi, konsep-konsep tentang gaya, dan Force Concept Inventory. 3. Metode penelitian, bab ini menguraikan metode penelitian yang meliputi variabel penelitian, populasi dan sampel penelitian, waktu dan tempat penelitian, metode penelitian dan metode analisa data. 4. Analisa data dan pembahasan, bab ini menguraikan tentang pelaksanaan penelitian, deskripsi data dan pembahasan. 5. Kesimpulan menjelaskan mengenai kesimpulan dan saran.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II DASAR TEORI Dalam bab ini peneliti menggunakan beberapa istilah kata atau dasar teori agar peneliti memiliki landasan teori yang kuat dan arahan dalam menghubungkan masalah yang akan di teliti sehingga tidak meluas dan tidak bermakna. Berdasarkan judul penelitian tindakan kelas yaitu “Pemahaman dan Miskonsepsi tentang Gaya pada Siswa di Empat Sekolah Menengah AtasSwasta di Daerah Istimewa Yogyakarta.“ peneliti akan menguraikan beberapa teori yang berhubungan dengan judul sebagai berikut: A. Pemahaman Pemahaman berasal dari kata “paham” yang artinya mengerti benar tentang sesuatu hal (KBBI, 2008). Dalam proses mengajar, hal terpenting adalah pencapaian pada tujuan yaitu agar siswa mampu memahami sesuatu berdasarkan pengalaman belajarnya. Kemampuan pemahaman ini merupakan hal yang sangat fundamental, karena dengan pemahaman akan dapat mencapai pengetahuan prosedur. Menurut Purwanto (1994:44) pemahaman adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu memahami arti atau konsep, situasi serta fakta yang diketahuinya. Selanjutnya Rohendi(2013)menuliskanpendapat Ernawati bahwa yang dimaksud dengan pemahaman adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti 6

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 mampu mengungkapkan suatu materi yang disajikan dalam bentuk lain yang dapat dipahami, mampu memberikan interpretasi dan mampu mengklasifikasikannya. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa siswa dapat dikatakan memahami ketika siswa dapat memberi contoh, mengklasifikasikan, meringkas, menyimpulkandan menjelaskan tentang sesuatu yang diperolehnya. B. Pemahaman Konsep Fisika Pemahaman konsep sangat penting, karena dengan penguasaan konsep akan memudahkan siswa dalam mempelajari fisika. Pada setiap pembelajaran fisika diusahakan lebih ditekankan pada penguasaan konsep agar siswa memiliki bekal dasar yang baik untuk mencapai tujuan pembelajaran.Penguasaan konsep merupakan tingkatan hasil belajar siswa sehingga dapat mendefinisikan atau menjelaskan sebagian atau mendefinisikan bahan pelajaran dengan menggunakan kalimat sendiri. Dengan kemampuan siswa menjelaskan atau mendefinisikan, maka siswa tersebut telah memahami konsep atau prinsip dari suatu pelajaran meskipun penjelasan yang diberikan mempunyai susunan kalimat yang tidak sama dengan konsep yang diberikan tetapi maksudnya sama. Pemahaman konsep fisika adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengemukakan kembali ilmu fisika yang diperolehnya baik dalam bentuk ucapan maupun tulisan kepada orang sehingga orang lain tersebut benarbenar mengerti apa yang disampaikan.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 C. Konsep dan Konsepsi 1. Konsep Rohendi (2013) menuliskan pendapat Ausubel bahwa konsep adalah benda-benda, kejadian-kejadian, situasi-situasi, atau ciri-ciri yang tanda atau simbol (objects, events, situations, or properties that possess common critical attributcs and are designated in any given culture by some accepted sign or symbol. Jadi konsep merupakan abstraksi dari ciriciri sesuatu yang mempermudah komunikasi antara manusia dan yang memungkinkan manusia berfikir. 2. Konsepsi Saptono mendefinisikan konsepsi sebagai kemampuan memahami konsep, baik yang diperoleh melalui interaksi dengan lingkungan maupun konsep yang diperoleh dari pendidikan formal (lihat dalam Rohendi, 2013) sedangkan Berg (1991), mendefinisikan konsepsi sebagai tafsiran terhadap suatu konsep. Dalam penelitian ini konsepsi didefinisikan sebagai pandangan atau pendapat siswa tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan gaya. Rohendi(2013) menuliskan bendapat Ausubel bahwa banyak peneliti mengungkapkan bahwa para siswa membawa konsepsi mereka ketika memasuki sekolah. Rohendi (2013) menuliskan pendapat Duit dan Treagust mengenai konsepsi yang dikembangkan siswa adalah hasil dari beberapa faktor, seperti pengalaman indera mereka, dan dipengaruhi oleh pengalaman bahasa, latar belakang budaya, peer

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 groups, media massa, dan pengajaran formal. Kemudian Rohendi (2013) juga menuliskan pendapat Nakiboglu dan Tekin bahwa buku teks yang digunakan para siswa dapat menjadi sumber miskonsepsi, para guru juga dapat menjadi sumber miskonsepsi, hal ini disebabkan karena sebagian guru gagal dalam menyediakan informasi yang akurat kepada para siswa. Namun karena para guru dianggap sebagai ahli, maka kebanyakan siswa akan menganggap bahwa informasi yang disampaikan guru kepada mereka adalah benar.Oleh mengidentifikasi siswa, konsepsi untuk karena itu perlu untuk membantu mereka mengembangkan konsepsi yang lebih diterima secara ilmiah tentang konsep-konsep sains. D. Pembentukan Konsep Tafsiran perorangan terhadap banyak konsep berbeda-beda. Tafsiran konsep oleh seseorang disebut Persepsi (konsepsi). Walaupun dalam Fisika kebanyakan konsep mempunyai arti yang jelas, bahkan yang sudah disepakati oleh para Fisikawan, tetapi konsepsi pembelajar berbeda-beda.Sebelum memasuki ruang-ruang pembelajaran peserta didik telah memiliki konsepsi atau persepsi sendiri-sendiri tentang sesuatu, termasuk yang berkaitan dengan materi Fisika. Ketika kita mengajarkan bab gaya misalnya, peserta didik sudah memiliki beberapa pengetahuan yang menyangkut bab tersebut, sedikit atau banyak, benar atau salah. Sebelum mereka mengikuti pelajaran tentang gaya sudah banyak memiliki pengalaman dengan peristiwa-peristiwa tentang

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 gaya (benda yang berpindah, benda yang bergerak, dll). Karena pengalamannya itu mereka telah memiliki konsepsi-konsepsi (persepsipersepsi) yang belum tentu sama dengan konsepsi Fisikawan. Konsepsi atau persepsi seperti itulah yang disebut dengan prakonsepsi. E. Memahami Konsep Menurut Euwe Van de Berg (1991:11) tujuan pengajaran konsepkonsep fisika adalah: (1) dapat mendefinisi konsep yang bersangkutan dengan kata-kata sendiri, (2) dapat menjelaskan perbedaan antara konsep yang bersangkutan dengan konsep-konsep lain, (3) dapat menjelaskan hubungan antara konsep yang satu dengan konsep yang lain, dan (4) dapat menjelaskan arti konsep dalam kehidupam sehari-hari, maka seorang dikatakan memahami konsep dengan baik bila tujuan-tujuan tersebut dapat dicapai. F. Miskonsepsi 1. Pengertian Miskonsepsi Miskonsepsi atau salah konsep menunjuk pada suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para pakar dalam bidang itu. Bentuk miskonsepsi dapat berupa konsep awal, kesalahan, hubungan yang tidak benar antara konsep-konsep, gagasan intuitif atau pandangan yang naif. Khusus untuk pembelajar pemula, miskonsepsi sering juga diistilahkan dengan konsep alternatif. Didalam bukunya,Suparno (2005) menjelaskan berbagai pendapat mengenai

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 pengertian miskonsepsi. Bentuk miskonsepsi dapat berupa konsep awal, kesalahan, hubungan yang tidak benar antara konsep-konsep, gagasan intuitif atau pandangan yang naif. Novak mendefinisikan miskonsepsi sebagai suatu interpretasi konsep-konsep dalam pernyataan yang tidak dapat diterima. Brown menjelaskan miskonsepsi sebagai suatu pandangan yang naif dan mendefinisikannya sebagai suatu gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang sekarang diterima. Kemudian Feldsine menemukan miskonsepsi sebagai suatu kesalahan atau hubungan yang tidak benar antara konsep-konsep. Hanya Fowler yang menjelaskan dengan lebih rinci arti miskonsepsi. Ia memandang miskonsepsi sebagai pengertian yang tidak akurat akan konsep, penggunaaan konsep yang salah, klasifikasi contoh-contoh yang salah, kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan hirarkis konsepkonsep yang tidak benar. 2. Kemungkinan penyebab miskonsepsi Ada banyak cara mengatasi miskonsepsi dalam bidang Fisika. Banyak penelitian telah dilakukan para ahli pendidikan Fisika yang mengungkapkan bermacam-macam kiat yang di buat untuk membantu siswa memecahkan persoalan miskonsepsi.Secara garis besar langkah yang digunakan membantu mengatasi miskonsepsi adalah: 1. Mencari atau mengungkapkan miskonsepsi yang dilakukan siswa 2. Mencoba menemukan penyebab miskonsepsi tersebut

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 3. Mencari perlakuan yang sesuai untuk mengatasi Beberapa sarana untuk menyelesaikan miskonsepsi tidak berhasil karena pendidik tidak tahu persis penyebab miskonsepsi, sehingga cara yang ditempuh tidak tepat. Maka, mencari penyebab miskonsepsi menjadi unsur penting sebelum menentukan cara mengatasinya. Banyak guru Fisika membantu peserta didik mengatasi miskonsepsi dengan cara mengulangi penjelasan bahan beberapa kali. Akibatnya, peserta didik yang sudah mengerti menjadi bosan, dan peserta didik yang mempunyai miskonsepsi tetap tidak terbantu karena tidak tahu letak kesalahannya. Hal ini terjadi karena guru tidak mencari penyebab miskonsepsi peserta didik terlebih dahulu, sehingga metode yang digunakan tidak tepat. Para peneliti miskonsepsi menemukan berbagai hal yang menjadi penyebab miskonsepsi pada peserta didik. Secara garis besar, penyebab miskonsepsi dapat diringkas dalam lima kelompok, yaitu : peserta didik, guru, buku siswa, konteks dan metode mengajar. Penyebab yang berasal dari peserta didik dapat terdiri dari berbagai hal, seperti prakonsepsi awal, kemampuan, tahap perkembangan, minat, cara berpikir, dan teman lain. Penyebab kesalahan dari guru`dapat berupa ketidakmampuan guru, kurangnya, penguasaan bahan, cara mengajar yang tidak tepat atau sikap guru dalam berelasi dengan peserta didik yang kurang baik. Penyebab miskonsepsi dari buku siswa biasanya terdapat dalam penjelasan atau uraian yang salah dalam buku tersebut. Konteks, seperti budaya, agama, dan bahasa sehari-hari juga mempengaruhi miskonsepsi peserta didik.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Sedangkan metode mengajar yang hanya menekankan kebenaran satu segi sering memunculkan salah pengertian pada peserta didik, sering kali penyebab-penyebab itu berdiri sendiri, tetapi kadang-kadang saling terkait satu sama lain, sehingga salah pengertiannya menjadi semakin kompleks. Hal ini menyebabkan semakin tidak mudah untuk membanu siswa untuk membantu mereka. Penyebab miskonsepsi yang diuraikan di sini masih sangat terbatas. Dalam kenyataan di lapangan, peserta didik dapat mengalami miskonsepsi dengan sebab-sebab yang lebih bermacam-macam dan rumit. Penyebab sesungguhnya sering kali juga sulit diketahui, karena peserta didik kadang-kadang tidak secara terbuka mengungkapkan bagaimana hingga mereka mempunyai konsep yang tidak tepat tersebut. Kita juga perlu mengetahui bahwa miskonsepsi yang dialami setiap peserta didik dalam satu kelas dapat berlainan dan penyebabnya juga berlainan. Maka dapat terjadi, dalam satu kelas terdapat bermacammacam miskonsesi dan penyebab miskonsepsi. Dengan demikian, bagi para pendidik tidak mudah untuk sungguh-sungguh mengerti penyebab miskonsepsi yang dialami setiap peserta didik. Sebagai akibatnya, tidak mudah juga untuk dapat membantu setiap peserta didik secara tepat dalam mengatasi miskonsepsi.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 3. Cara-cara mendeteksi miskonsepsi Menurut Kartika Budi (1992) salah konsepsi dapat dideteksi melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) pendeteksi (guru) memahami hakekat atau makna suatu konsep dengan baik dan dinyatakan dengan jelas, (2) berdasarkan pemahaman yang benar tersebut kemungkina-kemungkinan salah konsepsi dapat terjadi, (3) berdasarkan kemungkinan salah konsepsi yang terjadi, disusun soal (dapat berbentuk uraian bebas, isian singkat maupun pilihan berganda) yang memungkinkan kesalahan dapat dideteksi, dan (4) setelah tes dilaksanakan (dapat secara lisan atau tertuis), untuk mengetahui secara tepat kesalahan yang terjadi. G. Konsep-konsep tentang gaya 1. Kinematika Kinematika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana gerak dapat terjadi tanpa memperdulikan penyebab terjadinya gerak tersebut. Dalam kinematika ada beberapa konsep yang mendukung, tetapi yang akan dibahas sesuai dengan yang disajikan pada tabel 2.1. a) Kelajuan dan kecepatan Kelajuandidefinisikan sebagai cepat lambatnya peubahan jarak terhadap perubahan waktu. Kelajuan merupakan besaran skalar, maka untuk menghitungnya, kita tidak perlu tahu arah gerak benda tersebut, yang penting adalah jarak yang ditempuh benda selama

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 waktu tertentu (Foster, 2004). Persamaan yang digunakan untuk menghitung kelajuan adalah: kelajuan = 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ v= dengan: 𝑠 𝑡 ..... (1) v= kelajuan (m/s) s= jarak yang ditempuh (m) t= waktu tempuh (s) Berbeda dengan kelajuan, kecepatan adalah besaran vektor sehingga untuk menghitungnya kita harus mengetahui arah gerak benda tersebut, yang dalam hal ini adalah perpindahan benda dalam waktu tertentu. Persamaan yang digunakan untuk menghitung kecepatan adalah: kecepatan = 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑖𝑛𝑑𝑎ℎ𝑎𝑛 perubahan waktu v̅ = dengan: ∆𝑠̅ ∆𝑡 𝑠̅ −𝑠̅ v̅ = 𝑡2 −𝑡1 2 1 v̅= kecepatan (m/s) s2=kedudukan akhir benda s1 = kedudukan awal benda ..... (2)

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 t2= waktu akhir (s) t1= waktu awal (s) b) Percepatan Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu. Percepatan termasuk besaran vektor. Satuan SI percepatan adalah m/s2. Percepatan bisa bernilai positif dan negatif. Bila nilai percepatan positif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda yang mengalami percepatan positif ini bertambah (dipercepat). Sedangkan bila negatif, hal ini berarti kecepatannya menurun (diperlambat). Jika gerak suatu benda lurus dan kecepatannya tidak berubah, maka percepatannya bernilai nol karena ∆v = 0 untuk seluruh selang waktu. Rumus percepatan adalah sebagai berikut: Keterangan: a̅ = percepatan (m/s2) a̅ = ∆𝑣̅ ∆𝑡 = ∆𝑣̅ = perubahan kecepatan (m/s) ∆𝑡 = selang waktu (s) 𝑣̅ 2 = kecepatan akhir 𝑣̅ 1 = kecepatan awal t2= waktu akhir (s) t1= waktu awal (s) 𝑣̅2 −𝑣̅1 𝑡2 −𝑡1 ..... (3)

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 c) Penjumlahan Vektor Kecepatan Kecepatan tidak hanya mengacu pada seberapa cepat sesuatu bergerak tetapi juga arahnya. Besaran seperti kecepatan yang memiliki arah dan besar merupakan suatu besaran vektor. Ada dua kecepatan, yaitu kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat. 1. Kecepatan rata-rata Kecepatan rata-rata didefinisikan sebagai hasil bagi perpindahan dengan selang waktu tempuhnya (Kanginan Marthen, 2006). Untuk gerak lurus satu dimensi, maka persamaan kecepatan rata-rata yaitu: 𝑣̅ = ∆𝑥 ∆𝑡 = 𝑥2 −𝑥1 𝑡2 −𝑡1 ..... (4) Dalam gerak dalam bidang (dua dimensi) definisinya tetap, hanya ∆𝑥 diganti dengan vektor posisi ∆𝒓. ̅= 𝒗 ∆𝒓 ∆𝑡 = 𝒓2 − 𝒓𝟏 𝑡2 − 𝑡1 ..... (5) dengan𝒓2 adalah posisi pada 𝑡 = 𝑡2 dan 𝒓1 adalah posisi pada 𝑡 = 𝑡1 . ̅ kita peroleh Bentuk konponen dari kecepatan rata-rata 𝒗 dengan mensubstitusi ∆𝒓 dengan ∆𝑥 𝒊 + ∆𝑦 𝒋 ke dalam persamaan di atas. ̅= 𝒗 ∆𝑥 ∆𝑦 ∆𝑥𝒊 + ∆𝑦𝒋 = 𝒊+ 𝒋 ∆𝑡 ∆𝑡 ∆𝑡 ̅ = 𝑣̅𝑥 𝒊 + 𝑣̅𝑦 𝒋 𝒗 ..... (6)

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Dengan: 𝑣̅𝑥 = ∆𝑥 ∆𝑡 = 𝑥2 −𝑥1 𝑡2 −𝑡1 𝑑𝑎𝑛𝑣̅𝑦 = ∆𝑦 ∆𝑡 = 𝑦2 −𝑦1 ..... (7) 𝑡2 −𝑡1 Dengan (x, y) adalah koordinat partikel, sementara i dan j adalah vektor satuan yang menyatakan arah pada sumbu-x dan sumbuy. 2. Kecepatan sesaat Kecepatan sesaat didefinisikan sebagai kecepatan ratarata untuk selang waktu ∆𝑡 yang mendekati nol (Kanginan Marthen, 2006). Untuk kecepatan sesaat gerak pada bidang (dua dimensi), dinyatakan: 𝒗= 𝑑𝒓 ..... (8) 𝑑𝑡 Bentuk komponen dari kecepatan sesaat v kita peroleh dengan mensubstitusi 𝒓 = 𝑥𝒊 + 𝑦𝒋 dalam persamaan (8) 𝒗= Dengan: 𝑑𝑦 𝑑𝑥 𝑑 (𝑥𝒊 + 𝑦𝒋) = 𝒊+ 𝒋 𝑑𝑡 𝑑𝑡 𝑑𝑡 𝒗 = 𝑣𝑥 𝒊 + 𝑣𝑦 𝒋 𝑣𝑥 = 𝑑𝑥 𝑑𝑡 𝑑𝑎𝑛 𝑣̅𝑦 = 𝑑𝑦 𝑑𝑡 ..... (9) .... (10)

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 2. Hukum Newton Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum Newton menghubungkan percepatan sebuah benda dengan massanya dan gaya-gaya yang bekerja padanya, Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan dan dapat dirangkum sebagai berikut: 1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). 2. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau 𝑎= 𝐹 𝑚 . 3. Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A.Gaya sebesar F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 aksi-reaksi, dengan F disebut sebagaiaksi dan –F adalah reaksinya. Ketiga hukum gerak ini pertama dirangkum oleh Isaac Newton dalam karyanya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada 5 Juli 1687. Newton menggunakan karyanya untuk menjelaskan dan meniliti gerak dari bermacam-macam benda fisik maupun sistem. a) Hukum I Newton Hukum ini menyatakan bahwa jika resultan gaya (jumlah vektor dari semua gaya yang bekerja pada benda) bernilai nol, maka kecepatan benda tersebut konstan. Dirumuskan secara matematis menjadi: Artinya :  Sebuah benda yang sedang diam akan tetap diam kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya.  Sebuah benda yang sedang bergerak, tidak akan berubah kecepatannya kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Hukum pertama newton adalah penjelasan kembali dari hukum inersia yang sudah pernah dideskripsikan oleh Galileo. Dalam bukunya Newton memberikan penghargaan pada Galileo untuk hukum ini. Aristoteles berpendapat bahwa setiap benda memilik tempat asal di alam semesta: benda berat seperti batu akan berada di atas tanah dan benda ringan seperti asap berada di langit. Bintangbintang akan tetap berada di surga. Ia mengira bahwa sebuah benda sedang berada pada kondisi alamiahnya jika tidak bergerak, dan untuk satu benda bergerak pada garis lurus dengan kecepatan konstan diperlukan sesuatu dari luar benda tersebut yang terus mendorongnya, kalau tidak benda tersebut akan berhenti bergerak. Tetapi Galileo menyadari bahwa gaya diperlukan untuk mengubah kecepatan benda tersebut (percepatan), tapi untuk mempertahankan kecepatan tidak diperlukan gaya. b) Hukum II Newton Gaya atau resultan gaya yang bekerja pada benda tidak sama dengan nol maka benda diam akan bergerak jika sebuah gaya luar bekerja padanya. Benda yang diam kemudian bergerak berarti mengalami perubahan kecepatan. Perubahan kecepatan menyebabkan adanya percepatan. Semakin besar gaya yang bekerja pada benda, semakin cepat benda bergerak.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Hukum kedua menyatakan percepatan (a) suatu benda yang disebabkan oleh gaya (F) sebanding dan searah dengan gaya itu dan berbanding terbalik dengan massa (m) benda yang dikenai oleh gaya tersebut. Secara matematis, Hukum II Newton dapat dirumuskan sebagai: 𝒂= ∑𝐅 𝑚 c) Hukum III Newton Hukum ketiga ini menjelaskan bahwa semua gaya adalah interaksi antara benda-benda yang berbeda, maka tidak ada gaya yang bekerja hanya pada satu benda. Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B, benda B secara bersamaan akan mengerjakan gaya dengan besar yang sama pada benda A dan kedua gaya segaris. Secara sederhananya, sebuah gaya selalu bekerja pada sepasang benda, dan tidak pernah hanya pada sebuah benda. Jadi untuk setiap gaya selalu memiliki dua ujung. Setiap ujung gaya ini sama kecuali arahnya yang berlawanan. Atau sebuah ujung gaya adalah cerminan dari ujung lainnya. Benda apapun yang menekan atau menarik benda lain mengalami tekanan atau tarikan yang sama dari benda yang ditekan atau ditarik. Sebagai contoh, jika anda menekan sebuah batu dengan jari anda, maka jari anda juga akan mengalami tekanan dari batu tersebut. Jika seekor kuda menarik sebuah batu dengan menggunakan

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 tali, maka kuda tersebut juga "tertarik" ke arah batu: untuk tali yang digunakan, juga akan menarik sang kuda ke arah batu sebesar ia menarik sang batu ke arah kuda. Secara matematis, hukum ketiga ini berupa persamaan vektor satu dimensi, yang bisa dituliskan sebagai berikut. Asumsikan benda A dan benda B memberikan gaya terhadap satu sama lain. Dengan: Fa,b adalah gaya-gaya yang bekerja pada A oleh B, dan Fb,a adalah gaya-gaya yang bekerja pada B oleh A. Newton menggunakan hukum ketiga untuk menurunkan hukum kekekalan momentum. Dalam hukum kekekalan momentum, suatu tumbukan selalu melibatkan sedikitnya dua benda. Misalnya, benda itu adalah bola biliar A dan bola biliar B. Sesaat sebelum tumbukan, bola A bergerak mendatar ke kanan dengan momentum mAvAdan bola B bergerak mendatar ke kiri dengan momentum mBvB. Momentum sistem partikel sebelum tumbukan tentu sama saja dengan jumlah momentum bola A dan bola B sebelum tumbukan. p = mAvA + mBvB Momentum system partikel sesudah tumbukan tentu saja sama dengan jumlah momentum bola A dan bola b sesudah tumbukan. p’ = mAvA’ + mBvB’

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Hubungan antara momentum sistem sesaat sesudah tumbukan (p’) dengan momentum sistem sebelum tumbukan (p). Selama bola A dan bola B kontak (saling bersentuhan), bola B mengerjakan gaya pada bola A, diberi lambang FA,B. Sebagai reaksi, bola A mengerjakan gaya pada bola B, diberi lambang FB,A. Kedua gaya ini sama besar, tetapi berlawanan arah. Untuk sistem di mana gaya yang terlibat saat interaksi hanyalah gaya dalam, maka menurut hukum III Newton, resultan semua gaya ini sama dengan nol, sehingga untuk tumbukan, resultan gaya pada system oleh gaya-gaya dalam adalah: ∑F = FA,B+ FB,A = -F + F = 0 3. Prinsip Superposisi Prinsip superposisi adalah penjumlahan dari semua gaya interaksi secara matematika, prinsip superposisi dapat dinyatakan dalam vektor. Vektor adalah besaran yang mempunyai besar (angka) dan arah. Penjumlahan vektor-vektor dengan menggunakan dalil phytagoras hanya berlaku untuk vektor-vektor yang tegak lurus. Untuk vektor yang tidak tegak lurus, kita bisa menggunakan cara grafis, yaitu metode jajar genjang dan metode poligon. Di samping itu, kita juga bias menggunakan rumus analitis juka sudut Antara kedua vektor diketahui (Foster, 2004)

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 4. Macam-macam Gaya a) Gaya Gesek Gesekan adalah gerakan relatif antara dua permukaan yang bersinggungan sedemikian hingga akibat persinggungan tersebut, gerakan yang satu terhadap yang lain menjadi tidak leluasa dan mengalami hambatan (Soedojo Peter, 2004). Apabila dua benda tersebut makin lekat atau makin kuat persinggungannya, maka makin besar hambatan itu, yakni makin besar gesekannya. Gaya gesek antarpermukaan zat padat merupakan gaya sentuh, yang muncul jika permukaan dua zat padat bersentuhan secara fisik, dengan arah gaya gesekan sejajar dengan permukaan bidang sentuh dan berlawanan dengan kecenderungan arah gerak relatif benda satu terhadap benda lainnya (Kanginan Marthen, 2002). Gaya gesek adalah suatu gaya penting yang menyumbang pada kondisi keseimbangan benda. Gaya gesek statis cenderung untuk mempertahankan keadaan diam benda ketika sebuah gaya dikerjakan pada benda yang diam. Gaya gesekan kinetis (atau dinamis) cenderung untuk mempertahankan keadaan bergerak dari benda yang sedang bergerak.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 b) Hambatan Udara Benda yang bergerak dibumi harus melalui udara. Udara tersusun atas molekul- molekul yang dapat menghambat gerak benda sehingga benda akan lebih sulit bergerak maju. Molekul udara dapat mampat, membuat ruang bagi benda bergerak untuk melewatinya. c) Gravitasi Galileo menyatakan bahwa benda-benda yang dijatuhkan didekat permukaan Bumi akan jatuh dengan percepatan yang sama, g, jika hambatan udara dapat diabaikan (Giancoli, 2001). Gaya yang menyebabkan percepatan ini disebut gaya gravitasi. Gaya yang paling umum dalam pengalaman kita sehari-hari adalah gaya tarikan gravitasi bumi pada sebuah benda. Jika kita menjatuhkan sebuah benda dekat permukaan bumi dan mengabaikan hambatan di udara sehingga satu-satunya gaya yang bekerja pada benda itu adalah gaya gravitasi (keadaan ini dinamakan jatuh bebas), benda dipercepat di bumi dengan percepatan 9,81% m/s2. Pada tiap titik ruang, percepatan ini sama untuk semua benda, tidak tergantung pada massanya.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Jika suatu benda bekerja gaya, gaya itu pasti disebabkan oleh benda lain (Hukum III Newton). Oleh karena setiap benda yang dilepas selalu jatuh bebas ke permukaan Bumi, Newton menyimpulkan bahwa pusat Bumilah yang mengerjakan gaya pada benda itu, yang arahnya selalu menuju ke pusat Bumi (Kanginan Marthen, 2002). Newton menganalisis tentang gravitasi sehingga mengahasilkan hukum gravitasi universal-nya yang terkenal yang bisa kita nyatakan sebagai berikut (Giancoli, 2001):“semua partikel di dunia ini menarik partikel lain dengan gaya yang berbanding lurus dengan hasil kali massa partikel-partikel itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak di antaranya. Gaya ini bekerja sepanjang garis yang menghubungkan kedua partikel itu”. Besar gaya gravitasi dapat dituliskan sebagai: 𝐹=𝐺 𝑚1 𝑚2 𝑟2 Dengan m1 dan m2 adalah massa kedua partikel, r adalah jarak antaranya, dan G adalah konstanta universal yang harus diukur secara eksperimen dan menpunyai nilai numerik yang sama untuk semua benda. H. Force Concept Inventory Force Concept Inventory(FCI)merupakan salah satu bentuk tes fisika yang didesain untuk menguji pemahaman dan miskonsepsi pada siswa Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi tentang konsep gaya.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 FCImencakup persoalan-persoalan yang paling kualitatif yang kelihatan begitu sederhana sampai jawaban-jawaban dari siswa diperiksa melalui alasan yang siswa berikan untuk mengetahui pemahaman dan miskonsepsi yang terjadi dengan menilai tanggapan secara keseluruhan dari seorang siswa pada konsep gaya (force). Menurut (Hestenes David,dkk,1992)Mechanics Deiagnostic, Force Concept Inventory dapat digunakan untuk dua tujuan instruksional dan penelitian. Aplikasi-aplikasinya terbagi dalam tiga kategori utama: a. Sebagai sebuah alat untuk mendeteksitingkat pemahaman konsep gaya dan juga digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis miskonsepsi yang terjadi. Hal itu secara khusus dapat bermanfaat untuk para guru yaitu untuk memberikan informasi serta untuk meningkatkan kesadarannya kepada guru tentang miskonsepsi di kalangan para siswanya sendiri. Pengertian atau pemahaman yang paling besar dicapai dari wawancara-wawancara berdasarkan pada Force Concept Inventory, namun untuk melakukan wawancara diperlukan waktu yang sangat lama, miskonsepsi itu bersifat sangat universal, untuk itu maka dapat digunakan dengan cara para siswa diminta untuk memberikan alasanalasan untuk pilihan-pilihan jawabannya. b. Untuk evaluasi pengajaran, Force Concept Inventory merupakan sebuah instrument yang sangat akurat dan handal untuk mengevaluasi pemahaman dan mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi terhadap konsep gaya. Pertanyaan FCI didesain secara khusus untuk menguji

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 sekitar pemahaman konsep gaya dan digunakan untuk menganalisis miskonsepsi, soal yang terdapat dalam FCI bersifat pilihan ganda dengan tidak menggunakan rumus atau hitungan yang terkandung di dalam soal sehingga dalam mengerjakan soal FCI tidak memaksa siswa untuk berhitung dan menggunakan rumus, tetapi memaksa siswa untuk berfikir menggunakan pemahaman konsep. Soal dalam dimaksudkan untuk tes pemahaman memperkenalkan konsep bersifat konsep dan kualitatif, mengurangi penggunaan rumus matematika yang rumit, sehingga diharapkan dapat menghilangkan kesan bahwa fisika itu sulit. Tes pemahaman konsep diharapkan dapat memotivasi siswa tidak hanya menghapal rumus tetapi juga belajar memahami konsep dengan benar. c. Sebagai sebuah ujian penempatan, Force ConceptInventory dapat digunakan pada Sekolah Menengah Atasuntuk menguji kemampuanpemahaman para siswatentang konsep gaya dan menganalisa miskonsepsi yang terjadi. FCI juga dapat digunakan di perguruanperguruan tinggi dan universitas-universitas untuk membantu menentukan apakah pemahaman siswa untuk konsep gaya cukup untuk mengikuti jenjang yang lebih tinggi. Dalam FCI juga disajikan klasifikasi konsep-konsep Newton tentang gayayang akan di identifikasi lebih dalam. Dalam Tabel 2.1, diklasifikasikan konsep Newton tentang gayayaitu:

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Tabel 2.1. Konsep-konsep Newton dalam FCI No 0 1. 2. 3. 4. Konsep No Soal Kecepatan yang dibedakan dari posisinya 12E Percepatan yang dibedakan dari kecepatannya 13D Kinematika Percepatan konstan pada: (Kinematics) Lintasan parabola 15E Kelajuan yang berubah 16B Penjumlahan vektor kecepatan 4E Tanpa adanya gaya 2B Hk. 1 Newton Arah kecepatan yangtetap 17B (Firts Law) Kelajuan konstan 18A Dengan menghilangkan gaya yang bekerja 19C Impuls gaya 3B;4E Gaya yang konstan secara tidak langsung 15E, 16B Hk. 2 Newton (Second Law) menyatakan percepatannya konstan Hk. 3 Newton Untuk impuls gaya 5E (Third Law) Untuk gaya yang diberikan terus menerus 7A Prinsip Penjumlahan vector 11B Superposisi (Superposition 19C Menghilangkan gaya yang bekerja Principle) Sentuhan pada benda padat: Macam macam 5. gaya (Kinds of Force) Pasif 6B, D Impuls 8C Gesekan yang berlawanan dengan gerakannya 20C Bekerja pada fluida: Hambatan Udara 14D Tekanan Udara 6D

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Gravitasi 6B,D, 10C,14D Percepatan tidak dipengaruhi berat benda 1C Lintasan parabola 9B Miskonsepsi yang sering terjadi pada siswa saat menjawab soal-soal tentang konsep gaya disajikan dalam Tabel 2.2 Tabel 2.2 Mikonsepsi yang terjadi dalam konsep gaya FCI No Konsep Kode K1 00 Kinematika K2 (Kinematics) K3 I1 I2 11 Dorongan (Impetus) I3 I4 I5 AF1 22 Gaya Aktif (Active Force) Miskonsepsi Item Tidak dapat membedakan posisi- 12B, 12C, kecepatan 12D Tidak dapat membedakan 12A, 13B, kecepatan-percepatan 13C Komponen kecepatan tidak 4C, 14B, diuraikan secara vector 20D Gaya dorong oleh “ Pukulan” 14A Kehilangan/ menerima dorongan aslinya Menghilangnya dorongan 3E, 15A, 17A 9C, 17C, 18C, 20B Terjadinya dorongan yang berubah 3D, 15D, perlahan-lahan 20E Dorongan dengan arah melingkar 2A Hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya Gerakan yang menyatakan bahwa AF2 2D, 3C, terdapat gaya aktif pada benda 5B, 6B, 7D, 8A, 14A 20A

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 No Konsep Kode AF3 Miskonsepsi Item Tidak ada gerak menyatakan tidak 6E ada gaya 16A, 19A AF4 Kecepatan sebanding dengan gaya yang digunakan AF5 AF6 AF7 Pasangan 33 aksi/reaksi (Action/Reaction Pairs) Rangkaianyang 44 AR1 mempengaruhi (Concantenation AR2 Gaya menyebabkan percepatan menuju ke pusat kecepatan Gaya aktif yang bekerjamenurun 55 16C, 16E Massa yang lebih besar menyatakan 5D gaya yang lebih besar 5D, 7C menghasilkan gaya yang lebih CI1 CI2 CF Gaya yang besar menentukan arah 9A, 11A gerak Gabungan gayamenentukan arah 2C, 4B, 11C, 15C Gaya akhir untuk menentukan/ 3A;4B;15B menetapkan penentuan gerak ;17 Gaya Centrifugal 2C,D,E pengaruh dalam (Other Influences 10A, 16D besar CI3 gerak 10B bertambahnya gaya Perantara/peralatan yang aktif of Infuences) Beberapa Percepatanmenyatakan 6A, 7E Ob Adanya hambatan on Motion) Hambatan (Resistance) 20A,B R1 Besar massa menyebabkan benda berhenti bergerak

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 No Konsep Kode R2 R3 G1 G2 Gravitasi G3 (Gravity) G4 G5 Miskonsepsi Item Gaya yang mengatasi hambatan 19B,D sehingga benda bergerak Hambatan yang berlawanan dengan 19E gaya Dipengaruhi tekanan udara dan 6C, 10E gravitasi Gravitasi untuk massa 10D Benda yang lebih berat jatuh lebih 1A cepat Pertambahan gravitasi sebanding 10B dengankecepatan jatuhnya benda Gravitasi bekerja setelah benda dikenai dorongan 9D

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian 1. Jenis Variabel Dalam penelitian ini terdapat dua buah variabel: yaitu pemahaman konsep dan miskonsepsi tentang gaya. Kedua variabel ini tidak akan dicari hubungan atau pengaruhnya, sehingga tidak dibedakan atas variabel bebas dan variabel terikat. 2. Definisi Operasional Variabel Pemahaman konsep gaya yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah jawaban yang benar mengenai tes yang diberikan, sedangkan miskonsepsi tentang gaya adalah jawaban dan alasan yang menyimpang dari kriteria yang benar melalui tes yang diberikan. B. Populasi dan Sampel Penelitian Pada semester genap, subyek penelitian ini adalah siswa kelas XIdan dilanjutkan pada semester ganjil, subyek penelitiannya siswa kelas XII di empat SMA Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan kelas XI semester genap dan kelas XII semester ganjil, karena materi tentang gaya baru diajarkan pada siswa kelas XI semester 1 (genap). 34

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 C. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada akhir semester genap tahun pelajaran 2013/2014 mulai bulan Mei dan dilanjutkan pada awal tahun pelajaran baru bulan Juli. Penelitian ini dilakukan di empat Sekolah Menengah Atas Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu SMA Pangudi Luhur Sedayu, SMA Marsudi Luhur, SMA Santa Maria, dan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Berikut jadwal penelitian yang telah dilakukan: 1. Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur Sedayu Hari : Selasa Tanggal : 21 Mei 2013 Waktu : 12.00-13.30 WIB 2. Sekolah Menengah Atas Marsudi Luhur Hari : Kamis Tanggal : 23 Mei 2013 Waktu : 09.00-10.30 WIB 3. Sekolah Menengah Atas Santa Maria Hari : Jumat Tanggal : 19 Juli 2013 Waktu : 09.00-10.30 WIB

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 4. Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur Yogyakarta Hari : Rabu Tanggal : 24 Juli 2013 Waktu : 09.00-10.30 WIB D. Metode Penelitian 1. Jenis penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengajukan tes kepada siswa dengan untuk menguji pemahaman dan miskonsepsi yang sering terjadi pada siswa dengan memberikan soal-soal tentang konsep gaya. Pemahaman dinyatakan dalam persen jawaban benar, dan miskonsepsi yang terjadi dinyatakan dalam persen jawaban yang salah dan dinyatakan secara teoritis kualitatif. 2. Instrumen Penelitian a. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal fisika dalam bentuk pilihan ganda yang disertai dengan alasan memilih jawaban untuk memperjelas bagaimana penangkapan siswa tentang konsep gaya. Awalnya, terdapat 29 soalyang disusun oleh Hestenes David, dkk yang diambildarijurnal tentang gaya, yaitu Force Concept Inventory. Semua soal mencakup keseluruhan dari konsep gaya, yaitu Kinematika, Hukum I Newton, Hukum II Newton, Hukum III Newton, Prinsip Superposisi, dan Macam-macam Gaya. Terdapat

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 beberapa konsep yang sejenis pada soal, maka peneliti mengurangi konsep-konsep yang sejenis, sehingga jumlah soal menjadi 20 soal. Dari 20 soal yang dipilih tetap mencakup tentang keseluruhan konsep gaya, sehingga tidak ada satu pun konsep yang dibuang. b. Validitas Instrumen Instrumen dalam penelitian ini sudah pernah digunakan untuk menguji pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya di luar negeri, sehingga instumen ini digunakan untuk menguji pemahaman dan miskonsepsi siswa tentang konsep gaya secara umum sesuai dengan konsep gaya yang sebenarnya, tidak untuk menegaskan apakah hasil dari jawaban siswa mencapai target dari tujuan kurikulum yang dibuat oleh sekolah yang diteliti. Peneliti mengkonsultasikan terjemahaman instrumen dari jurnal yang digunakan kepada orang yang peneliti anggap lebih ahli dalam membuat dan menyusun instrumen, yaitu dosen pembimbing. Berdasarkan kritik, saran dan petunjuk yang diberikan, instrumen ini diperbaiki sehingga dinyatakan dapat digunakan. c. Pengumpulan data Untuk mengetahui tingkat pemahaman dan miskonsepsi siswa tentang konsep gaya, maka peneliti mendapatkan data melalui tes yang diberikan pada siswa dengan instrumen soal yang sudah disiapkan, dan semua siswa dikenai tes dengan soal yang sama. Pertemuan hanya dilakukan sekali dan siswa langsung di tes

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 pengetahuannya tentang konsep gaya. Siswa yang diberikan tes tentang pemahaman konsep gaya, sebelumnya sudah pernah diajarkan tentang gaya, namun pada saat akan diberikan tes, siswa tidak diminta untuk mempelajari kembali mengenai materi gaya yang telah mereka pelajari sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk menguji pemahaman belajar siswa yang sudah didapat pada jenjang sebelumnya, serta untuk menghindari definisi dari buku-buku sehingga apa yang sudah dipelajari selama proses belajar mengajar dapat dimunculkan kembali sesuai dengan yang ditangkap siswa. Waktu pertemuan adalah dua jam pelajaran atau dua kali empat puluh lima menit. Hasil tes akan dijadikan pedoman untuk pembahasan dan analisa data. E. Metode Analisa Data Tahap selanjutnya yaitu menganalisa pemahaman dan kemungkinan-kemungkinan penyebab miskonsespi berdasarkan jawaban dan alasan siswa. Dari jawaban siswa akan diperoleh gambaran tentang pemahaman dan miskonsepsi yang mungkin terjadi. Setiap soal dikoreksi jawabannya, pemahaman siswa diketahui dari jumlah benar yang dipilih siswa, dan untuk mengetahui jenis miskonsepsi yang dialami siswa Sekolah Menengah Atas Swasta dapat di identifikasi dengan melihat jawaban salah yang dipilih siswa, kemudian dihitung jumlahnya dan dibuat persentase.Selanjutnya dalam tiap-tiap pilihan jawaban dapat dilihat jenis miskonsepsi yang dialami dengan melihat jumlah persentase jawaban

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 salah yang dipilih siswa, selanjutnya melihat jenis miskonsepsiberdasarkan tabel miskonsepsi dalam FCI, miskonsepsi siswa ini diperkuat dengan melihat alasan jawaban siswa pada konsep gaya. 1. Pemahaman Pemahaman tentang konsep gaya dapat dilihat dari jumlah jawaban benar pada jawaban yang dipilih siswa, untuk setiap jawaban siswa diberi perlakuan berikut, skor 1 diberikan untuk jawaban siswa yang benar dan skor 0 untuk jawaban siswa yang salah, ini berlaku pada setiap soal. Kemudian dikelompokkan berdasarkan masingmasing konsep dan dihitung skor setiap siswakemudian dihitung persentase skor rata-rata nilai benar tersebut untuk setiap konsep. Berikut tabel yang digunakan untuk menghitung skor siswa dalam memahami konsep gaya.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel 3.1 Tabel untuk rekap pemahaman siswa setiap konsep Konsep Kode Siswa No Soal No Soal No Soal Dst Skor Skor % 1 2 3 Dst Skorsk Keterangan: Skor = Jumlah skor siswa Skor % = Jumlah skor siswa dalam persen (%) Cara menghitung skor % = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100 Skorsk =rata-rata skor siswa terhadap setiap konsep Cara menghitung Skorsk = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 (%) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 Hasil inilah yang digunakan untuk menganalisa pemahaman siswa mengenai konsep gaya. Dari skor rata-rata nilai benar untuk masing-masing konsep, maka dapat dilihat pemahaman siswa untuk masing-masing konsep gaya. Pemahaman tentang konsep gaya pada siswa dilihat secara keseluruhan dan dilihat juga pemahamannya berdasarkan setiap konsep tentang gaya. Setelah didapatkan skor rata-rata siswa pada

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 setiap konsep dari hasil perhitungan diatas, maka data dapat disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3.2. Tabel pemahaman konsep gaya Konsep Skor (%) Skorkg (%) SD (%) Kinematika Hukum I Newton Hukum I Newton Hukum I Newton Super Posisi Macam-macam Gaya Keterangan: Skorkg (%) = Skor rata-rata terhadap seluruh konsep gaya Cara menghitung Skorkg (%) = Persentase dari 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 (%) 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑒𝑝 skor rata-rata nilai benar tersebut diklasifikasikan bedasarkan klasifikasi pemahaman yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang berdasarkan tabel berikut:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 3.3 Klasifikasi Pemahaman Konsep 2. Jumlah skor jawaban benar (%) Klasifikasi pemahaman ≥ 80 Sangat Baik 65,00-79,99 Baik 51,00-64,99 Cukup 21,00-50,99 Kurang ≤ 20,99 Sangat kurang Miskonsepsi Miskonsepsi siswa tentang konsep gaya dapat dilihat dari jumlah jawaban salah pada jawaban yang dipilih siswa, untuk mengetahui miskonsepsi yang banyak terjadi pada siswa, maka dituliskan terlebih dahulu seluruh jawaban siswa kemudian menghitung persentase jawaban siswa pada tiap jawaban yang dipilih. Perhitungan jawaban siswa disajikan dalam tabel berikut.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Tabel 3.4 Keadaan keseluruhan jawaban siswa Kode siswa No soal Jawaban Jawaban Jawaban a (%) b (%) c (%) d (%) e (%) Keterangan: a = persentase jumlah siswa yang menjawab pada jawaban a b = persentase jumlah siswa yang menjawab pada jawaban b c = persentase jumlah siswa yang menjawab pada jawaban c d = persentase jumlah siswa yang menjawab pada jawaban d e = persentase jumlah siswa yang menjawab pada jawaban e Selanjutnya setiap pilihan jawaban yang salah dapat dilihat jenis miskonsepsi yang dialami pada tabel 2.2, namun pada tabel ini, jenis miskonsepsi terbatas, masih ada beberapa jenis miskonsepsi yang belum teridentifikasi dalam tabel tersebut, maka untuk mengetahui miskonsepsi yang dialami siswa, diperkuat dengan melihat alasan yang dituliskan siswa pada lembar jawaban.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Untuk setiap konsep dipilih nomor soal yang memiliki jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi paling besar untuk dijelaskan lebih lanjut yaitu dengan mengutip salah satu alasan yang diberikan siswa kemudian dilihat jenis miskonsepsinya. Hal ini dilakukan untuk setiap konsep dan masing-masing miskonsepsi yang memiliki jumlah salah terbesar. Adapun tabel yang digunakan untuk menganalisis miskonsepsi yang dialami siswa tentang konsep gaya yaitu: Tabel 3.5. Keadaan siswa yang menjawab salah pada setiap konsep gaya dan jenis miskonsepsinya. Sub Konsep No Soal Miskonsepsi a Jawaban b c d e Pada kolom jawaban diberi warna hijau untuk jawaban yang benar dan warna biru untuk jawaban salah dengan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi terbesar. Jawaban yang memiliki jumlah

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 siswa yang mengalami miskonsepsi jumlah yang terbesar lah yang dianalisa jawaban dan jenis miskonsepsinya.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV ANALISA DATA HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan penelitian Penelitian pemahaman dan miskonsepsi tentang gaya diberikan kepada siswa kelas XI dan XII di empat SMA Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada semester genap, subyek penelitian ini adalah siswa kelas XIdan dilanjutkan pada semester ganjil, subyek penelitiannya siswa kelas XII. Pemilihan kelas XI semester genap dan kelas XII semester ganjil, karena materi tentang gaya baru diajarkan pada siswa kelas XI semester 1 (genap).Ke empat SMA tersebut dipilih berdasarkan kesediaan sekolah yang bersangkutan untuk dijadikan tempat penelitian. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95 siswa. Untuk lebih jelas nama sekolah dan jumlah sampel penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.1 Nama sekolah dan jumlah sampel pengambilan data No Nama Sekolah Jumlah siswa 1 SMA Pangudi Luhur Sedayu 33 2 SMA Marsudi Luhur 12 3 SMA Santa Maria 21 4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 29 Total 95 46

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Untuk menghindari definisi dari buku teks, siswa tidak diminta mempelajari terlebih dahulu tentang konsep gaya, tidak pula diadakan pre-tes. Yang diteliti adalah benar-benar konsep dasar siswa. Soal-soal tes terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Dalam soal siswa diminta untuk memilih jawaban yang tersedia dan menjelaskan alasan pilihannya tersebut. Soal-soal tersebut sudah teruji kualitasnya yang diambil dari jurnal. Dari hasil jawaban siswa bisa digunakan untuk melihat kelebihan maupun kekurangan siswa dalam pemahaman konsep dan mendeteksi jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa tentang konsep gaya. B. Deskripsi dan Analisa Data Pada bagian ini akan dideskripsikan keadaan pemahaman dan miskonsepsi siswa berdasarkan jawaban siswa pada setiap konsep yang di teliti. 1. Pemahaman Konsep Gaya Rohendi (2013) mengemukakan pendapat Strike dan Posner bahwa memahami adalah mengetahui arti atau makna. Memahami arti suatu gagasan direpresentasikan adalah tentang melihat atau diaplikasikan bagaimana dalam konteks ide-ide itu konseptual tertentu, dan mampu untuk merumuskannya dalam persyaratan dan batasan-batasan teori yang lebih umum, sehingga arti dari suatu gagasan tidak dapat dipahami terpisah dari rumah konseptual dalam teori yang lebih luas. Siswa dikatakan memahami ketika mereka

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 mampu membangun makna dari pesan-pesan pengajaran seperti komunikasi lisan, tulisan, dan grafik, dan mampu membangun hubungan antara pengetahuan baru yang diperoleh dengan pengetahuan sebelumnya, dan mengintegrasikan dalam skema dan kerangka kognitif yang ada. Rohendi (2013) memaparkan proses-proses kognitif dalam kategori menginterpretasikan, memahami memberi menurut Bloom adalah contoh,mengklasifikasikan,meringkas, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Untuk memberi gambaran yang jelas tentang pemahaman siswa SMA Swasta tentang konsep gaya ada baiknya dideskripsikan secara utuh jawaban dari siswa berdasarkan persentase rata-rata skor untuk setiap konsep. Soal terdiri dari 6 konsep tentang gaya, didalam 6 konsep tersebut terbagi lagi menjadi beberapa sub konsep. Untuk penjabarannya, soal nomor 4, 12, 13, 15, dan 16 digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan miskonsepsi siswa di empat SMA Swasta tentang kinematika. Soal nomor 2, 17, 18 dan 19 adalah soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan miskonsepsi siswa di empat SMA Swasta di DIY tentang Hukum I Newton. Soal nomor 3, 4, 15 dan 16 adalah soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan miskonsepsi siswa di empat SMA Swasta di DIY tentang Hukum II Newton. Soal nomor 5 dan 7 adalah soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan miskonsepsi siswa di empat SMA Swasta di DIY tentang Hukum III Newton. Soal nomor 11 dan 19 adalah soal untuk mengetahui sejauh

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 mana pemahaman dan miskonsepsi siswa di empat SMA Swasta di DIY tentang prinsip super posisi dan vektor. Dan soal nomor 1, 6, 8, 9, 14 dan 20 adalah soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan miskonsepsi siswa SMA Swasta di DIY tentang macam-macam gaya.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 1.1 Keadaan jawaban siswa pada konsep Gaya. Tabel 4.2 Jawaban siswa pada soal konsep gaya Option (%) Konsep Kecepatan yang dibeda-bedakan dari posisinya Percepatan yang dibeda-bedakan dari kecepatannya Kinematika Percepatan konstan pada: Lintasan parabola Hukum I Newton No. Soal C D Jumlah Kunci E Benar (%) Jawaban A B 12 34,74 6,32 10,53 30,53 16,84 16,84 E 13 34,74 6,32 33,68 15,79 8,42 15,79 D 15 28,42 31,58 12,63 13,68 11,58 13,68 E Kelajuan yang berubah 16 20 10,53 18,95 27,37 23,16 10,53 B Penjumlahan vektor kecepatan 4 3,16 10,53 15,79 14,74 55,79 55,79 E Tanpa adanya gaya 2 36,84 33,68 4,21 15,79 8,42 33,68 B Arah kecepatan yang tetap 17 24,21 21,05 43,16 5,26 6,32 B Kelajuan konstan 18 15,79 10,53 47,37 8,42 17,89 15,79 A Dengan menghilangkan gaya yang 19 32,63 16,84 37,89 5,26 6,32 C bekerja 6,32 6,32

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Option (%) Konsep Impuls gaya Hukum II Newton Gaya yang konstan secara tidak No. Soal B C D E Benar (%) Jawaban 3 29,47 20 0 16,84 33,68 20 B 4 3,16 10,53 15,79 14,74 55,79 55,79 E 15 28,42 31,58 12,63 13,68 11,58 13,68 E 20 10,53 18,95 27,37 23,16 10,53 B 5 1,05 34,74 10,53 44,21 9,47 22,11 E 7 14 47 0 14 A Penjumlahan vektor 11 2,11 1,05 0 15,79 B Menghilangkan gaya yang bekerja 19 32,63 16,84 6,32 37,89 5,26 6,32 C Sentuhan pada benda padat:Pasif 6 47,37 24,21 6,32 4,21 17,89 28,42 B Impuls 8 7,37 30,53 29,47 1,05 28,42 29,47 C 20 49,47 32,63 1,05 8,42 7,37 C Hambatan Udara 14 4,21 16,84 46,32 23,16 9,47 23,16 D Tekanan Udara 6 47,37 24,21 17,89 28,42 B&D percepatannya konstan 16 Untuk impuls gaya Untuk gaya yang diberikan terus menerus Prinsip Super Posisi Macam-macam Gaya Kunci A langsung menyatakan Hukum III Newton Jumlah Gesekan yang berlawanan dengan gerakannya 18 21 15,79 81,05 7,37 6,32 4,21

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Option (%) Konsep Gravitasi Percepatan tidak dipengaruhi berat benda Lintasan parabola No. Soal A B Jumlah Kunci C D E Benar (%) Jawaban 10 15,79 33,68 20 3,16 27,37 20 C 6 47,37 24,21 6,32 4,21 17,89 28,42 D 14 4,21 16,84 46,32 23,16 9,47 23,16 D 1 4,21 48,42 32,63 8,42 C 9 0 0 46,32 B 8,42 6,32 46,32 41,05 11,58

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 1.2 Pemahaman tentang gaya secara keseluruhan Tabel 4.3Pemahaman konsep gaya Konsep Skor (%) Kinematika 22,52 Hukum I Newton 15,52 Hukum II Newton 25 Hukum III Newton 17,89 Super Posisi 11,05 Macam-macam Gaya 24,31 Skorkg (%) SD (%) 19,38 21,73 Hasil penelitian dan deskripsi data terhadap pemahaman siswa setelah peneliti melakukan penjajakan atau identifikasi terhadap masalah yang telah diteliti, melakukan kegiatan penelitian terhadap pemahaman siswa kelas XI dan XII SMA Swasta Yogyakarta yang terdiri dari 95 siswa laki-laki dan siswa perempuan saat dilakukan tes, diketahui bahwa hasil tes pemahaman tentang konsep gaya masih sangat rendah. Ini terbukti dari hampir seluruh soal tidak ada yang dapat menjawab benar lebih dari 50% dari jumlah skor siswa. Berdasarkan tabel 4.3 dan menggunakan kualifikasi tabel 3.3 didapatkan hasil rata-rata skor pemahaman siswa sebesar 19,38%+21,73. Ini berarti siswa memiliki pemahaman yang sangat kurang terhadap konsep gaya secara keseluruhan. Konsep yang memiliki pemahaman paling besar terdapat pada konsep Hukum II Newton yaitu mencapai 25% skor rata-rata siswa yang menjawab benar pada konsep tersebut. Namun, dari skor rata-rata tersebut

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 siswa masih memiliki pemahaman yang kurang terhadap konsep Hukum II Newton. 1.3 Pemahaman tentang gaya pada setiap konsep Secara skematis berdasarkan kualifikasi pemahaman siswa padatabel 3.3dan tabel 4.3 tentang hasil pemahaman yang terjadi pada siswa SMA Swasta tentang konsep gaya dapat dirangkum berdasarkan tiap konsep sebagai berikut: a) Kinematika Pemahaman siswa secara keseluruhan untuk konsep kinematika hanya sebesar22,52% skor rata-rata siswa yang memahami konsep tersebut, dapat dikatakan bahwasiswa SMA Swasta memiliki pemahaman yang kurang terhadap konsep Kinematikasebagai ilmu yang mempelajari gerak benda.Ini dapat kita terlihat dari jawaban siswa untuk soal nomor 4, 12, 13, 15, dan 16. Pada soal nomor 4 siswa ditanya bagaimana kecepatan bola setelah ditendang (soal dan gambar ada di lampiran) sebanyak 56% siswa yang menjawab benar, yaitu kecepatan bola yang ditendang lebih besar dari kecepatan awal (Vo). Selebihnya, pada soal selanjutnya hanya sebanyak 17% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 12 tentang konsep kecepatan yang dibeda-bedakan dari posisinya.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Sebanyak 16% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 13 tentang konsep percepatan yang dibeda-bedakan dari kecepatannya, sebanyak 14% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 15 pada konsep percepatan konstan pada lintasan parabola, dan hanya 11% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 16 tentang konsep kelajuan yang berubah. b) Hukum I Newton Soal yang berhubungan dengan konsep Hukum I Newton terdapat pada soal-soal nomor 2, 17, 18 dan 19.Secara keseluruhan rata-rata skor siswa sebesar 15,52% yang memahami konsep Hukum I Newton. Sebanyak 34% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 2. Sebanyak 6,3 siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 17 tentang arah kecepatan yang tetap, sebanyak 16% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 18 pada konsep pada konsep kelajuan konstan, dan hanya 6,3% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 19 tentang konsep menghilangkan gaya yang bekerja.Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa siswa SMA Swasta memiliki pemahaman yang sangat kurang terhadap konsep Hukum I Newton.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 c) Hukum II Newton Soal yang berhubungan dengan konsep Hukum II Newton terdapat pada soal nomor 3 dan 4 tentang impuls gaya, dan soal nomor 15 dan 16 tentang gaya yang konstan secara tidak langsung menyatakan percepatannya konstan. Secara keseluruhan rata-rata skor siswa sebesar 25% yang memahami konsep Hukum II Newton. Sebanyak 20% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 3. Sebanyak 55,79% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 4, sebanyak 14% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 13, dan hanya 11% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 16.Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa siswa memiliki pemahaman yang kurang terhadap konsep Hukum II Newton. d) Hukum III Newton Hanya ada dua soal untuk konsep gaya pada hukum III newton yang terdapat pada soal nomor 5 dan 7. Secara keseluruhan sebesar 17,89% rata-rata skor siswa yang memahami konsep Hukum III Newton. Pada soal nomor 5 tentang konsep impuls gaya, hanya sebanyak 22% siswa yang memahami dan menjawab benar untuk konsep tersebut, selebihnya, 78% siswa menjawab salah. Selanjutnya, hanya sebanyak 14% siswa yang menjawab benar untuk soal nomor

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 7.Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa siswa memiliki pemahaman yang sangat kurang terhadap konsep Hukum III Newton. e) Prinsip Super Posisi Secara keseluruhan sebesar 11,05% rata-rata skor siswa yang memahami konsep prinsip super posisi. Untuk konsep gaya pada bahasan super posisi juga hanya terdapat dua soal, yaitu pada nomor 11 dan 19. Sebanyak 16% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 11, dan hanya 6,3% siswa yang menjawab benar terhadap soal nomor 19.Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa siswa memiliki pemahaman yang sangat kurang terhadap konsep super posisi.Ini artinya bahwa pemahaman siswa paling rendah untuk konsep gaya berada pada konsep prinsip super posisi. f) Macam-Macam Gaya Secara keseluruhan sebesar 24,31% rata-rata skor siswa yang memahami konsep macam-macam gaya. Soal-soal tentang konsep gaya yang berhubungan dengan macam-macam gaya yang paling banyak variasinya. Ada 6 soal, yaitu pada nomor 6, 8, 20, 14, 1, dan 9. Siswa paling banyak memahami dan menjawab benar pada soal nomor 9, siswa diminta untuk

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 menunjukan lintasan gerakan peluru meriam manakah yang benar (lihat gambar soal). Dari tabel 4.2 dapat dilihat bahwa ada 46% siswa menjawab benar dan memahami tentang konsep lintasan peluru yang berbentuk parabola. Selanjutnya, sebanyak 28% siswa menjawab benar pada soal nomor 6 tentang konsep sentuhan benda padat, gaya pasif, tekanan udara, dan konsep gaya tentang gravitasi. Untuk soal nomor 8, sebanyak 29% siswa yang memahami tentang impuls gaya. Selanjutnya tentang konsep gaya gesekan yang berlawanan dengan gerakannya pada soal nomor 20 hanya sebanyak 7,4% siswa yang menjawab benar. Pada soal nomor 14, sebanyak 23% siswa yang menjawab benar tentang konsep hambatan udara dan gravitasi. Satu konsep lagi tentang percepatan tidak dipengaruhi berat benda pada soal nomor 1, dan hanya sebanyak 8,4% siswa yang menjawab benar dari total 95 orang siswa yang menjawab.Dari hasiltersebut dapat dikatakan bahwa siswa memiliki pemahaman yang sangat kurang terhadap konsep macam-macam gaya. 2. Keadaan miskonsepsi pada setiap konsep Gaya Setelah mengetahui tentang pemahaman siswa Sekolah Menengah Atas Swasta, maka untuk memberi gambaran yang jelas tentang miskonsepsi siswa SMA Swasta tentang konsep gaya ada baiknya dideskripsikan secara utuh jawaban dari siswa berdasarkan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 pesentase untuk setiap soal. Miskonsepsi dapat diketahui berdasarkan jawaban salah dan option jawaban pilihan siswa. Jawaban salah siswa dapat diidentifikasi miskonsepsinya berdasarkan tabel miskonsepsi yang telah tersedia pada jurnal Force Concept Invertory (FCI).Secara skematis berdasarkan tabel miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMA Swasta tentang konsep gaya dapat dirangkum sebagai berikut:

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 4.4 Keadaan miskonsepsi pada konsep Kinematika Konsep No soal Kecepatan yang dibedabedakan dari posisinya 12 Percepatan yang dibedabedakan dari kecepatannya 13 Percepatan konstan pada: Lintasan parabola 15 Miskonsepsi a Tidak dapat membedakan kecepatan-percepatan Tidak dapat membedakan posisi-kecepatan 34,74 Tidak dapat membedakan kecepatan-percepatan 34,74 Kehilangan/menerima dorongan aslinya gabungan gaya menentukan arah gerak gaya akhir untuk menentukan/menetapkan penentuan gerak terjadi dorongan yang berubah perlahan 28,1 Jawaban (%) b c d 6,32 6,32 10,53 30,53 15,79 33,68 e 16,84 8,42 11,58 12,63 31,58 13,68 10,53 Percepatan konstan pada: Kelajuan yang berubah Penjumlahan vektor kecepatan 16 4 kecepatan sebanding dengan gaya yang digunakan gaya menyebabkan percepatan menuju ke pusat kecepatan gaya aktif yang bekerja menurun gaya akhir untuk menentukan/menetapkan penentuan gerak komponen kecepatan tidak diuraikan secara vector 20 27,37 18,59 10,53 23,16 55,79 14,74 3,16 15,79

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 1. Kinematika a) Kecepatan yang dibeda-bedakan dari posisinya Untuk konsep kecepatan yang dibedakan dari posisinya terdapat pada soal nomor 12. Pada soal diberi keterangan adadua buah balok (balok a dan balok b) yang memiliki perbedaan waktu 0.20 detik diwakili oleh kotak bernomor seperti pada gambar di bawah ini. Kedua balok itu bergerak ke arah kanan. Dari keterangan diatas, siswa ditanya apakah balok-balok dalam gambar pada soal mempunyai kecepatan yang sama? Miskonsepsi terjadi pada 34,74% siswa yang menjawab balok tidak mempunyai kecepatan yang sama dengan alasan“karena balok A bergerak semakin lambat, sedangkan balok B bergerak konstan-SMA_13”. Jawaban salah tersebut terkait dengan miskonsepsi pada konsep kinematika, yaitu siswa tidak dapat membedakan antara kecepatan dengan percepatan. Dalam kasus ini balok A dipercepat sedangkan balok B bergerak dengan kecepatan konstan. Dikatakan memiliki kecepatan yang sama apabila memiliki jarak interval yang sama saat bergerak. Hal ini terjadi pada balok 3 dan 4.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 b) Percepatan yang dibeda-bedakan dari kecepatannya Pada konsep ini, siswa diminta untuk menentukanhubungan percepatan pada balok yang terdapat dalam soal nomor 13. Posisi 2 balok (balok a dan balok b) pada interval waktu yang sama berturut-turut diwakili oleh kotak bernomor yang ditunjukan pada diagram. Balok-balok bergerak pada arah kanan. Hanya sebanyak 15,79% siswa yang menjawab benar percepatan a sama dengan percepatan b yaitu 0. Hanya sedikit siswa yang memahami konsep ini. Sebanyak 33,68% siswa menjawab percepatan b lebih besar dari percepatan a dengan alasan“percepatan b lebih besar dari percepatan a karena lintasan b lebih panjang daripada lintasan a -SMA_11”. Miskonsepsi yang terjaditerkait jawaban tersebut adalah siswa tidak dapat membedakan antara kecepatan dengan percepatan. Siswa berpikir bahwa untuk menentukan suatu percepatan yang sama, maka lintasan atau posisi interval balok harus berada di titik yang sama. Dalam kasus ini balok A dan balok B bergerak dengan interval yang sama. Balok A bergerak setiap 4 interval,

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 sedangkan balok B bergerak setiap 6 interval sehingga keduanya sama-sama GLB. Maka, percepatan A = percepatan B = 0. c) Percepatan konstan padalintasan parabola Sebuah roket, meluncur dari posisi “a” ke posisi “b” dan tidak ada gaya yang bekerja pada roket. Pada “b” mesinnya mulai menghasilkan dorongan secara konstan ke arah kanan sesuai lintasan “ab”. Mesin mati pada saat roket mencapai titik “c”. Konsep kinematika pada lintasan parabola ada pada soal nomor 15, berdasarkan keterangan diatas, siswa ditanya lintasan manakah yang paling tepat menggambarkan lintasan roket “b” dan “c” pada gambar di soal? Hanya sebanyak 11,58% siswa yang menjawab benar terhadap konsep percepatan konstan yang memerlukan lintasan parabola.Miskonsepsi terbanyak ada pada31,58% siswa yang menjawab sesuai dengan lintasan Bdengan alasan“karena roket memiliki tekanan pada mesin yang mati-SMA_36”, siswa beranggapan bahwa roket memiliki tekanan pada saat mesin mati, sehingga menyebabkan roket

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 bergerak lurus keatas akibat tekanan saat mesin mati. Padahal dalam kasus ini Roket yang semula tidak ada gaya yang bekerja kemudian mesin roket tersebut hidup, maka ada gaya dorongan yang bekerja, dan terjadi GLBB sehingga roket langsung naik ke atas dengan kelengkungan lintasan parabola. Miskonsepsi yang terjadi pada pilihan jawaban siswa adalah gaya akhir untuk menentukan/menetapkan penentuan gerak. d) Percepatan konstan pada kelajuan yang berubah Konsep selanjutnya untuk kinematika terdapat pada konsep percepatan konstan yang memerlukan kelajuan yang berubah. Masih berhubungan dengan soal nomor 15, pada soal nomor 16, siswa ditanya ketika roket bergerak dari posisi “b” ke posisi “c”, maka apa yang terjadi dengan kecepatannya. Sebanyak 10,53% siswa yang benar menjawab bahwa kecepatannya akan terus meningkat. Miskonsepsi terbanyak terjadi pada 27,37% siswa yang menjawabbahwa kecepatan akan meningkat untuk sementara waktu lalu konstan dengan alasan“karena kecepatannya semakin menurun dan semakin mengecil-SMA_72” miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini adalahgaya menyebabkan percepatan menuju ke pusat kecepatan. Selebihnya sebanyak 23,16% siswa mengalami miskonsepsi terkait gaya aktif yang bekerja menurun,dengan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 menjawab kecepatannya akan meningkat untuk sementara waktu lalu selanjutnya menurun dengan alasan“Karena pada posisi c mesin roket akan dimatikan, sehingga kecepatannya harus konstan terlebih dahulu-SMA_54”. Siswa beranggapan karena mesin roket dimatikan sehingga tidak ada lagi gaya yang bekerja pada roket, sehingga menyebabkan kecepatannya menurun. Berdasarkan soal sebelumnya (nomor 15), roket bergerak naik pada lintasan b-c dengan lintasan parabola (lihat soal no. 15 pilihan jawaban E), sehingga kecepatan roket akan terus meningkat sehingga roket akan bisa bergerak naik.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel 4.5 Keadaan miskonsepsi pada konsep Hukum I Newton Konsep Tanpa adanya gaya No soal 2 Miskonsepsi Gaya Centrifugal Dorongan dengan arah melingkar gabungan gaya menentukan arah gerak Kehilangan/menerima dorongan aslinya a Jawaban (%) b c d 33,68 e 8,42 36,84 4,21 15,79 6,32 Arah kecepatan yang tetap 17 Kehilangan/menerima dorongan aslinya gaya akhir untuk menentukan/menetapkan penentuan gerak 24,21 43,16 5,26 21,05 15,79 Kelajuan konstan Dengan menghilangkan gaya yang bekerja 18 19 10,53 terjadi dorongan yang berubah perlahan menghilangnya dorongan kecepatan sebanding dengan gaya yang digunakan Gaya yang mengatasi hambatan sehingga benda bergerak hambatan yang berlawanan dengan gaya 8,42 47,37 6,32 17,89 32,63 16,84 37,89 5,26

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 2. Hukum I Newton a) Tanpa adanya gaya Sebuah bola yang memiliki massa, terpasang pada tali dan diayunkan secara melingkar pada bidang horizontalseperti yang terlihat pada gambar. Pada titik yang ditunjukkan dalam gambar, tali yang mengikat bola tiba-tiba putus. Jika peristiwa ini diamati secara langsung dari atas, yang menunjukkan lintasan bola setelah tali putus adalah? Konsep gaya selanjutnya adalah hukum I newton, terdapat pada soal nomor 2 diatas. Jawaban terbanyak siswa ada pada panah A, yaitu sebanyak 36,84% siswa yang mengalami miskonsepsi terkait dengan dorongan dengan arah melingkar sehingga menyebabkan lintasan bola setelah putus menjadi keatas. Sebagian besar siswa berfikir bahwayang menyebabkan arah tendangan atau gaya searah dengan panah A “karena kecepatan bola konstan dan tanpa gesekan-SMA_32”.Pada gerak melingkar, memiliki vektor kecepatan yang selalu tegak lurus dengan vektor perpindahan, maka lintasan bola saat bola

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 putus akan sesuai arah vektor kecepatannya yaitu pada lintasan (b). b) Arah kecepatan yang tetap Pada soal nomor 17, diberi keterangan pada posisi “c” mesin roket mati. Lalu siswa ditanya lintasan manakah yang akan dilalui roket setelah dari posisi “c”? Siswa yang menjawab benar dengan menjawab B hanya ada sebanyak 6,32% siswa. Apabila mesin roket mati maka tidak ada dorongan lagi sehingga lintasannya akan seperti semula.Jawaban terbanyak siswa ada pada panah D, yaitu sebanyak 43,16% siswadengan alasan“karena terkena dorongan dari ab-SMA_87”. Dan sebanyak 5,26% siswa menjawab E dengan alasan“benda yang kehilangan gaya maka arahnya menjadi tidak tentu-SMA_85”. Miskonsepsi yang terjadi terkait dengan dua jawaban ini adalah kehilangan/menerima dari dorongan aslinya).

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 c) Kelajuan konstan Konsep selanjutnya terkait tentang kelajuan konstan/tetap terdapat pada soal nomor 18. Masih dengan gambar yang sama dengan konsep sebelumnya, pada konsep ini siswa ditanya kecepatan roket setelah dari posisi “c” adalah? Miskonsepsi terbanyak pada sub konsep kelajuan konstan adalah menghilangnya dorongan, sebanyak 47,37% siswa yang menjawab “kecepatan akan terus menurun” dengan alas an “karena mesin sudah mati sehingga tidak ada dorongan lagi untuk bergerak-SMA_68”. Siswa beranggapan karena mesin roket mati maka kecepatannya akan terus menurun.Tetapi pada kasus ini, roket tersebut diasumsikan berada pada ruang hampa udara, yaitu di luar angkasa. Apabila mesin roket mati maka tidak ada gaya yang bekerja lagi pada roket sehingga kecepatannya akan konstan. d) Dengan menghilangkan gaya yang bekerja Konsep selanjutnya terkait dengan pemberian gaya dihentikan terdapat pada soal nomor 19. Pada soal diberi keterangan sebagai berikut, kotak besar didorong dengan sebuah gaya dan bergerak dengan kecepatan konstan 4,0 m/s. siswa ditanya, apa yang dapat disimpulkan dari gaya yang terjadi pada kotak? Sebanyak 37,89% siswa menjawab besar gaya yang

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 bekerja untuk menggerakan kotak dengan kecepatan konstan harus lebih besar daripada jumlah gaya gesek yang melawan gerakandengan alasan“karena untuk menggerakan kotak dengan kecepatan konstan harus dengan gaya yang lebih besar karena ada gaya gesek juga yang menghambat laju kotak- SMA_80”.Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini adalah siswa beranggapan bahwa gaya yang mengatasi hambatan sehingga benda bergerak.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Tabel 4.6 Keadaan miskonsepsi pada konsep Hukum II Newton Konsep Untuk impuls gaya No soal 3 Miskonsepsi gaya akhir untuk menentukan/menetapkan penentuan gerak Kehilangan/menerima dorongan aslinya terjadi dorongan yang berubah perlahan a Jawaban (%) b c d 20 e 29,47 33,68 16,84 11,58 Gaya yang konstan secara tidak langsung menyatakan percepatannya konstan 15 Kehilangan/menerima dorongan aslinya gaya akhir untuk menentukan/menetapkan penentuan gerak gabungan gaya menentukan arah gerak terjadi dorongan yang berubah perlahan 28,42 31,58 12,63 13,68 10,53 16 kecepatan sebanding dengan gaya yang digunakan gaya menyebabkan percepatan menuju ke pusat kecepatan gaya aktif yang bekerja menurun 20 27,37 18,95 23,16

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 3. Hukum II Newton a) Impuls gaya Pada konsep impuls gaya ditunjukan pada soal nomor 3, siswa diminta menunjukan lintasan manakah yang menunjukan arah gerak bola setelah ditendang pada gambar dibawah ini. Miskonsepsi terbanyakpada siswa terdapat pada sub konsep impuls gaya terkait dengan dorongan yaitu kehilangan/menerima dorongan dari aslinya, sebanyak 33,68% siswa memilih jawaban pada gambar E dengan alasan “karena bola yang ditendang pasti sempat melambung dan membentuk setengah lingkaran dengan h max, karena pengaruh gaya gravitasi-SMA_72”. Dalam kasus ini bola tersebut ditendang, maka terjadi kontak yang sangat singkat antara kaki penendang dengan bola, terjadi gaya impuls disana. Maka akan bergerak sesuai arah resultan. b) Gaya yang konstan secara tidak langsung menyatakan percepatannya konstan Untuk konsep yang menyatakan gaya yang konstan secara tidak langsung menyatakan percepatannya konstan terdapat pada soal nomor 15 dan 16. Terdapat keterangan dan gambar sebagai

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 berikut untuk menjelaskan soal.Sebuah roket, meluncur dari posisi “a” ke posisi “b” dan tidak ada gaya yang bekerja pada roket. Pada “b” mesinnya mulai menghasilkan dorongan secara konstan ke arah kanan sesuai lintasan “ab”. Mesin mati pada saat roket mencapai titik “c”. Peneliti memilih salah satu soal untuk dianalisa miskonsepsi yang terjadi, yaitu pada soal nomor 15. Dari keterangan dan gambar yang ada, siswa ditanya lintasan manakah yang paling tepat menggambarkan lintasan roket “b” dan “c”? Siswa yang menjawab (A) pada gambar ada sebanyak 28,42%dengan alasan“karena ketika mengudara mesin mati ketika mencapai titik c-SMA_43” jawaban ini mengalami miskonsepsi terkait dengan dorongan kehilangan/menerima dari dorongan aslinya. Miskonsepsi terbanyak terdapat pada siswa yang menjawab B pada gambar yaitu sebanyak 31,58% siswa yang mengalami miskonsepsi terkait rangkaian yang mempengaruhi, gaya akhir yang menentukan/menetapkan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 penentuan gerak, dikutip dari jawaban siswa dengan alasan“karena roket memiliki tekanan pada mesin yang matiSMA_36”. Siswa beranggapan bahwa roket memiliki tekanan pada saat mesin mati, sehingga menyebabkan roket bergerak lurus keatas akibat tekanan saat mesin mati. Padahal dalam kasus ini roket yang semula tidak ada gaya yang bekerja kemudian mesin roket tersebut hidup, maka ada gaya dorongan yang bekerja, dan terjadi GLBB sehingga roket langsung naik ke atas dengan kelengkungan lintasan parabola. Miskonsepsi yang terjadi pada pilihan jawaban siswa adalah gaya akhir untuk menentukan/menetapkan penentuan gerak.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Tabel 4.7 Keadaan miskonsepsi pada konsep Hukum III Newton Konsep Untuk impuls gaya No soal 5 Miskonsepsi hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya massa yang lebih besar menyatakan gaya yang lebih besar perantara/peralatan yang aktif yang menghasilkan gaya yang lebih besar A Jawaban (%) b c d 34,74 1,05 10,53 44,21 13,68 Untuk gaya yang terus menerus 7 massa yang lebih besar menyatakan gaya yang lebih besar Adanya hambatan perantara/peralatan yang aktif yang menghasilkan gaya yang lebih besar hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya 17,89 21,05 47,37 e 9.47

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 4. Hukum III Newton a) Untuk impuls gaya Pada hukum III Newton terdapat konsep untuk impuls gaya dan untuk konsep ini dijelaskan pada soal nomor 5. Pada soal diberikan keterangan dan gambar sebagai berikut: Ada dua orang siswa , siswa ”a” memiliki massa 95 kg, dan siswa “b” memiliki massa 77 kg masing masing duduk di atas kursi dan saling berhadapan. Siswa “a” meletakkan kakinya pada lutut siswa “b”, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Siswa “a” tiba- tiba mendorong lutut siswa “b” dengan kakinya, sehingga menyebabkan kedua kursi bergerak. Lalu untuk mengetahui miskonsesi yang terjadi, siswa ditanya apa yang akan terjadi pada peristiwa di atas? Sebanyak 34,74% siswa menjawab, Siswa “a” mendorong siswa “b”, tetapi siswa “b” tidak memberikan gaya apapun pada siswa “a”.Banyak siswa yang berfikir bahwa yang mendorong saja yang memberikan gaya dan sesuatu yang didorong tidak memberikan gaya balik, ini dikutip dari jawaban siswa “karena

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 siswa b hanya diam saja dan hanya di dorong siswa a-SMA_52”. Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini adalah hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya. Kesalahan terbanyak siswa yaitu terdapat 44,21% siswa yang menjawabkedua siswa saling memberikan gaya, tetapi siswa “a” memberikan gaya yang lebih besar.Terdapat 2 miskonsepsi yang berbeda terkait dengan jawaban ini yaitu massa yang lebih besar menyatakan gaya yang lebih besar dan perantara/peralatan yang aktif yang menghasilkan gaya yang lebih besar.Ini berarti, siswa banyak beranggapan bahwa siswa yang massa nya lebih besar akan memberikan gaya yang lebih besar dibandingkan dengan siswa yang lebih ringan. Ini di simpulkan dari alasan siswa pada lembar jawaban. Sebagian besar siswa beranggapan bahwa yang massa nya lebih besar itulah yang menimbulkan gaya yang lebih besar, sehingga menyebabkan siswa memberikan alasan “karena massa a lebih besar dan menimbulkan gaya yang lebih besar dari b-SMA_50”. b) Untuk gaya yang diberikan terus menerus Pernyataan dan gambar soal nomor 7 di bawah ini digunakan untuk konsep gaya yang diberikan terus menerus. Sebuah truk besar yang mogok di jalan didorong oleh mobil kecil yang berada di belakang.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Siswa ditanya apa yang terjadi pada saat mobil yang sedang mendorong truk itu menambahkan kecepatan supaya truk dapat meluncur. Pada jawaban siswa, terdapat 3 miskonsepsi yang berbeda-beda. Sebanyak 17,89% siswa menjawab besarnya gaya dorong mobil ke truk itu lebih kecil daripada gaya dorong balik dari truk ke mobil. Siswa menjawab dengan alasan“karena massa truk lebih besar dari mobil sehingga gaya yang diberikan mobil lebih kecil dari gaya dorong balik truk-SMA_53”. Ada 2 miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini, yaitu tentang pasangan aksi/reaksi, massa yang lebih besar menyatakan gaya yang lebih besar. Jawaban lain sebanyak 21,05% siswa menjawab besarnya gaya dorong mobil ke truk itu lebih besar dari gaya balik dari truk ke mobil dengan alasan“karena gaya yang dihasilkan mobil lebih besar dari truk-SMA_82”. Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini berkaitan dengan pasangan aksi reaksi yaitu perantara/peralatan yang aktif yang menghasilkan gaya yang lebih besar. Miskonsepsi dengan jawaban salah yang terbanyak terdapat pada 47,37% siswa yang menjawab mesin mobil dalam keadaan hidup sehingga memberikan gaya dorong terhadap truk itu, tetapi mesin truk mati sehingga tidak bisa memberikan gaya dorong balik ke

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 mobil, truk bergerak ke depan hanya karena terdorong oleh mobil. Dikutip dari alasan siswa mengatakan bahwa “hanya mesin mobil yang memberikan gaya-SMA_6”, dan miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini berhubungan dengan gaya aktif yaitu hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Tabel 4.8 Keadaan miskonsepsi pada konsep Prinsip Super posisi Konsep No soal Penjumlahan vektor 11 Menghilangkan gaya yang bekerja 19 Miskonsepsi a Gaya yang besar menentukan arah gerak Gabungan gaya menentuan arah 2.11 kecepatan sebanding dengan gaya yang digunakan Gaya yang mengatasi hambatan sehingga benda bergerak Hambatan yang berlawanan dengan gaya 32,63 Jawaban (%) b c d 15,79 81,05 6.32 16,84 e 1,05 37,89 5,26

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 5. Prinsip Super Posisi a) Penjumlahan Vektor Konsep gaya selanjutnya terdapat pada soal nomor 11, yaitu tentang penjumlahan vektor. Dalam soal dijelaskan ada dua orang, seorang ayah dan anak laki-laki menarik dengan kuat dua tali yang terikat pada peti seperti pada gambar. Siswa diminta menentukan arah lintasan manakah (A-E) yang paling cocok dengan lintasan peti kalau ditarik? Terdapat 2 jenis miskonsepsi yang berbeda pada jawaban siswa. Sebanyak 2,11 % siswa memilih jawaban A dengan alasan“karena tenaga ayah lebih besar-SMA_01”, miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini adalah gaya yang besar menentukan gerak. Dari jawaban siswa banyak yang berfikir bahwa tali akan bergerak ke arah A karena ayah mempunyai gaya tarik yang lebih besar, sehingga benda bergerak ke arah A. Pada jawaban lain, ternyata sangat banyak terjadi miskonsepsi pada jawaban siswa yang berkaitan dengan gabungan gaya menentukan arah. Terdapat 81,05% siswa menjawab pada arah C dengan alasan“Tergantung kekuatan/gaya yang dimiliki oleh

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 masing-masing orang, jika sama, maka ke arah c -SMA_66”. Dalam kasus ini, gaya yang akan diberikan ayah saat menarik peti akan lebih besar dari anaknya. Ayah diasumsikan memiliki badan yang lebih besar sehingga ayah akan menarik lebih kuat. Sehingga besar gaya vektor ayah lebih besar dari anak laki-laki. b) Menghilangkan gaya yang bekerja Pada sub konsep prinsip super posisi dengan menghilangkan gaya yang bekerja disini dipaparkan pada soal nomor 19. Pada soal diberi keterangan sebagai berikut, kotak besar didorong dengan sebuah gaya dan bergerak dengan kecepatan konstan 4,0 m/s. siswa ditanya, apa yang dapat disimpulkan dari gaya yang terjadi pada kotak? Sebanyak 32,63% siswa menjawab jika gaya yang diberikan besarnya dua kali semula maka kecepatan konstan dari kotak akan meningkat menjadi 8.0 m/sdengan alasan“karena kecepatannya yang diberikan 2x lebih cepat sehingga kotak juga ikut meningkat dorongannya-SMA_18”, terkait dengan jawaban siswa, miskonsepsi yang terjadi yaitukecepatan sebanding dengan gaya yang diberikan. Sebanyak 37,89% siswa menjawab besar gaya yang bekerja untuk menggerakan kotak dengan kecepatan konstan harus lebih besar daripada jumlah gaya gesek yang melawan gerakandengan alasan“karena untuk menggerakan

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 kotak dengan kecepatan konstan harus dengan gaya yang lebih besar karena ada gaya gesek juga yang menghambat laju kotakSMA_80”. Jawaban ini menjadi salah konsep karena siswa beranggapan gaya yang mengatasi hambatan sehingga benda bergerak. Dalam kasus ini,benda dapat bergerak dengan konstan apabila besarnya gaya harus sama dengan besar gaya geseknya sehingga resultan gayanya nol.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tabel 4.9 Keadaan miskonsepsi pada konsep macam-macam Gaya Konsep Bekerja pada fluida: Hambatan udara No soal 6 Miskonsepsi Adanya hambatan Dipengaruhi tekanan udara dan gravitasi hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya Tidak ada gerak menyatakan tidak ada gaya A Jawaban (%) b c d 4.21 e 47,37 6,32 24,21 17,89 29,47 Sentuhan pada benda padat: Impuls 8 hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya Adanya hambatan 7,37 30,53 28,42 1,05 7,37 Gesekan yang berlawanan Bekerja pada fluida: Hambatan udara 20 14 gerakan yang menyatakan bahwa terdapat gaya aktif pada benda menghilangnya dorongan Terjadinya dorongan yang berubah perlahan-lahan Gaya dorong oleh "pukulan" hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya Gaya dorong oleh "pukulan" 49,47 32,63 8,42 1,05 23,16 4,21 16,84 46,32 9,47

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Konsep Bekerja pada fluida: Tekanan udara No soal 6 Miskonsepsi Adanya hambatan Dipengaruhi tekanan udara dan gravitasi hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya Tidak ada gerak menyatakan tidak ada gaya a b Jawaban (%) C d 4.21 e 47,37 6,32 24,21 17,89 20 10 Gaya menyebabkan percepatan menuju ke pusat kecepatan Percepatan menyatakan bertambahnya gaya Pertambahan gravitasi sebanding dengan kecepatan jatuhnya benda Gravitasi untuk massa Dipengaruhi tekanan udara dan gravitasi 15,79 33,68 3,16 27,37 23,16 Gravitasi 14 hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya Gaya dorong oleh "pukulan" 4,21 16,84 46,32 9,47 4.21 6 Adanya hambatan Dipengaruhi tekanan udara dan gravitasi hanya perantara/peralatan yang aktif yang menyebabkan gaya Tidak ada gerak menyatakan tidak ada gaya 47,37 6,32 24,21 17,89

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Konsep No soal Percepatan tidak dipengaruhi berat benda 1 Lintasan Parabola Miskonsepsi Benda yang lebih berat jatuh lebih cepat 9 Gabungan gaya menentukan arah menghilangnya dorongan Gravitasi bekerja setelah benda dikenai dorongan Gaya dorong oleh "pukulan" a b Jawaban (%) c d 8,42 4,21 48,42 46,32 6,32 41,05 11,58 E 32,63

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 6. Macam-macam gaya a) Sentuhan pada benda padat - pasif Konsep selanjutnya yang akan dibahas disini adalah mengenai sentuhan benda padat-pasif pada soal nomor 6. Pada soal ini, siswa ditanya gaya apa saja yang bekerja pada buku yang berada di atas meja? Dari jawaban siswa, dapat diketahui miskonsepsi terbanyak terdapat pada jawaban siswa yang menjawab bahwa gaya yang bekerja pada buku adalah gaya ke bawah yang disebabkan oleh gravitasi, sebanyak 47,37% yang menjawab salah dengan alasan“buku diatas meja memiliki gaya gravitasi-SMA_31”. Jawaban ini terkait dengan miskonsepsi adanya hambatan. Dan ada sebanyak 17,89% siswa menjawab tidak ada satu pun gaya, selama buku berada di atas meja tidak ada gaya yang bekerja dengan alasan“Buku diam=tidak ada gaya yang bekerja-SMA_88”. Miskonsepsi siswa yang terkait dengan jawaban ini adalah tidak ada gerak menyatakan tidak ada gaya. Itu artinya, siswa beranggapan bahwa buku yang diam yang berada diatas meja tidak melakukan gaya apapun, karena buku tersebut tidak bergerak.Beberapa siswa memahami bahwa buku yang diam di atas meja, tidak mempunyai gaya yang bekerja pada buku tersebut padahal menurut fisika, benda itu mempunyai gaya yang bekerja pada meja. Benda itu tetap diam

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 sebagai reaksinya, meja melakukan gaya reaksi terhadap buku tersebut yang besarnya sama tetapi berlawanan arah. b) Sentuhan benda padat impuls Konsep gaya selanjutnya berhubungan dengan sentuhan benda padat impuls terdapat pada soal nomor 8. Siswa ditanya, ketika bola karet dijatuhkan ke lantai, maka apa yang menyebabkan bola terpantul kembali?Miskonsepsi terbanyak ada pada sub konsep ini ada pada jawaban siswa yang menjawab momentum bola kekal, sebanyak 30,53% siswa dengan alasan “memiliki momentum dari bola itu sendiri-SMA_88”. Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban siswa ini adalah hanya perantara/peralatan aktif yang menyebabkan gaya. Dalam kasus ini, saat bola jatuh ke lantai, maka bola akan menyentuh lantai dalam waktu yang sangat singkat, sehingga terjadi gaya impuls. Gaya kontak yang terjadi secara singkat. Gaya inilah yang diberikan lantai ke bola sehingga bola terpantul kembali ke atas. c) Gesekan yang berlawanan dengan gerakannya Konsep berikut berkaitan dengan gesekan yang berlawanan dengan gerakannya. Konsep ini dijelaskan pada soal nomor 20. Pada soal dijelaskan bahwa kotak besar didorong dengan sebuah gaya dan bergerak dengan kecepatan konstan 4,0

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 m/s. lalu siswa ditanya apa yang akan terjadi jika gaya yang bekerja pada kotak tiba-tiba dihentikan? Miskonsepsi terbanyak pada sub konsep ini adalah gerakan yang menyatakan bahwa terdapat gaya aktif pada benda.Terdapat pada 49,47% siswa yang memilih jawaban bahwa kotak akan segera berhentidengan alasan“karena gaya gesek lebih besar dari gaya yang diberikan untuk mendorong kotak, sehingga kotak akan segera berhentiSMA_89”. Sebanyak 32,63% siswa juga menjawab salah denganmemberikan jawaban memiliki kecepatan yang konstan pada periode waktu yang pendek lalu secara pelan-pelan berhentidengan alasan“karena kotak masih mempunyai energi yang tersimpan untuk bergerak dalam beberapa waktuSMA_71”, miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini adalah menghilangnya dorongan. Dalam kasus ini, kotak tersebut akan berhenti dikarenakan gaya yang semula bekerja pada kotak dihentikan sehingga gaya gesek yang arahnya berlawanan dengan arah kotak membuat kotak tersebut berhenti selain itu tidak ada gaya lagi yang memberikan dorongan pada kotak. d) Bekerja pada fluida - Hambatan Udara Pada konsep hambatan udara nomor 14, diberi keterangan sebuah bola golf dipukul kemudian diamati ketika melintas di udara seperti gambaran di bawah ini.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Siswa ditanya gaya apakah yang terjadi pada bola golf selama berada di udara? Miskonsepsi terjadi pada 17% siswa yang menjawab gaya gravitasi dan gaya pukulan. Sebagian besar siswa memberikan alasan “gaya gravitasi akan membuatnya jatuh tetapi adanya gaya pukulan sebelum jatuh bola akan melengkung-SMA_59”. Ada pula sebesar 46,32% siswa menjawab gaya gravitasi, gaya pukulan dan gaya gesek udara dengan alasan“gaya pukulan lebih tepat disebut gaya dorongSMA_78”. Jawaban siswa ini mengalami miskonsepsi yang sama tentang dorongan, yaitu gaya dorong oleh pukulan. Pada gambar, bola membentuk lintasan parabola, pukulan tersebut tidak menyebabkan gerak parabola namun gaya tersebut memberikan kecepatan awal pada bola golf tersebut sehingga bola bergerak. Sedangkan bola bergerak dengan lintasan parabola dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya gesek udara sehingga kecepatan bola menurun dan bola kembali ke tanah. e) Tekanan Udara Untuk konsep gaya terkait dengan tekanan udara terdapat pada soal nomor 6, dan sudah dijelaskan sebelumnya soal ini sama dengan konsep macam-macam gaya pada sentuhan pada

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 benda padat-pasif. Menurut hasil jawaban siswa, dapat diketahui miskonsepsi terbanyak terdapat pada jawaban siswa yang menjawab bahwa gaya yang bekerja pada buku adalah gaya ke bawah yang disebabkan oleh gravitasi, sebanyak 47,37% yang menjawab salah dengan alasan“buku diatas meja memiliki gaya gravitasi-SMA_31”. Jawaban ini terkait dengan miskonsepsi mengenai beberapa pengaruh dalam gerak yaitu menggunakan hambatan bukan gaya. Dan ada sebanyak 17,89% siswa menjawab tidak ada satu pun gaya, selama buku berada di atas meja tidak ada gaya yang bekerja dengan alasan“Buku diam=tidak ada gaya yang bekerja-SMA_88”. Miskonsepsi siswa yang terkait dengan jawaban ini adalah tidak ada gerak menyatakan tidak ada gaya. Itu artinya, siswa beranggapan bahwa buku yang diam yang berada diatas meja tidak melakukan gaya apapun, karena buku tersebut tidak bergerak.Beberapa siswa memahami bahwa buku yang diam di atas meja, tidak mempunyai gaya yang bekerja pada buku tersebut padahal menurut fisika, benda itu mempunyai gaya yang bekerja pada meja. Benda itu tetap diam sebagai reaksinya, meja melakukan gaya reaksi terhadap buku tersebut yang besarnya sama tetapi berlawanan arah.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 f) Gravitasi Untuk mengetahui pemahaman dan miskonsepsi tentang gaya yang berhubungan dengan gravitasi, maka soal yang berkaitan dengan konsep ini terdapat pada soal nomor 6, 10, dan 14. Pada bahasan kali ini akan dibahas konsep gravitasi pada soal nomor 10 karena soal nomor 6 dan 14 sudah dijelaskan pada konsep sebelumnya. Pada soal, siswa diminta menjelaskan apa yang akan terjadi bilasebuah batu jatuh dari atap gedung berlantai satu ke permukaan tanah. Sebanyak 15,79% siswa menjawab batu mencapai kecepatan maximun segera setelah dilepaskan dan kemudian jatuh dengan kecepatan konstan (yang sama), jawaban dipilih dengan alasan“Karena gaya gravitasi menuju kecepatan konstan-SMA_22”. Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban siswa ini adalah gaya menyebabkan percepatan menuju ke pusat kecepatan. Sebanyak 33,68% siswa menjawabkecepatan batu bertambah pada saat jatuh karena semakin dekat ke tanah semakin besar gaya gravitasinya dengan alasan“jatuhnya benda dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Semakin besar gaya gravitasi maka semakin cepat pula jatuhnya bendaSMA_58”. Miskonsepsi yang terjadi pada jawaban siswa ini berhubungan dengan gaya aktif yaitu percepatan menyatakan bertambahnya gaya dan terkait pula dengan gravitasi yaitu pertambahan gravitasi seperti objek yang jatuh. Dan yang

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 terakhir sebanyak 27,37% siswa menjawabbatu jatuh karena dipengaruhi oleh gravitasi bumi dan tekanan udara yang mendorongnya ke bawah.Dikutip dari alasan siswa yang menyatakan “semua benda akan jatuh ke tanah jika ada gaya gravitasi dan tekanan udara ke bawah-SMA_15”.Perbedaan besarnya gravitasi terjadi pada tempat yang memiliki perbedaan jauh karena pusat bumi lah yang melakukan gravitasi. Dalam kasus ini, bila batu jatuh pada ketinggian yang sangat jauh dari bumi, misalnya 5000 meter di atas tanah, maka semakin dekat dengan tanah kecepatannya semakin besardipengaruhi oleh gaya gravitasi. Tetapi dalam soal ini, batu jatuh dari atap gedung berlantai satu ke permukaan tanah, sehingga besarnya gaya gravitasi yang bekerja tetap sama. Oleh karena itu siswa tersebut mengalami miskonsepsi tentang tekanan udara dibantu gravitasi. g) Percepatan tidak dipengaruhi berat benda Konsep percepatan bebas untuk berat terdapat pada soal nomor 1. Pada soal ini, siswa ditanya mengenai waktu yang dibutuhkanbolauntuk mencapaitanah jikadua buah bola (A dan B) terbuat dari logamdengan ukuran yang sama, tetapi bola A massanya 2x lipat lebih besar dari bola B. Pada waktu yang sama kedua bola itu dijatuhkandarilantai dua sebuahgedung. Sebanyak 48,42% siswa menjawab waktu yang dibutuhkan bola

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 B setengah lebih lama dibandingkan bola Adengan alasan “massa benda mempengaruhi kecepatan-SMA_69”.Dan sebanyak 32,63% siswa menjawab waktu yang dibutuhkan bola B untuk mencapai tanah lebih lama. Siswa menyatakan bahwa “benda dengan massa lebih besar akan jatuh lebih cepat dibanding benda dengan massa yang lebih kecil-SMA_11”. Banyak siswa yang mengalami miskonsepsi tentang percepatan gravitasi. Dari jawaban siswa, terlihat bahwa banyak siswa secara spontan berfikir bahwa benda yang massanya lebih besar akan jatuh lebih cepat daripada benda yang lebih ringan pada peristiwa gerak jatuh bebas. Banyak siswa yang beranggapan bahwa benda A yang massanya 2 kali lebih besar dari benda B, akan jatuh dilantai lebih cepat dari benda B. Padahal, menurut prinsip fisika, kedua benda itu akan jatuh dengan percepatan yang sama dan waktu yang ditempuh hingga menyentuh lantai pun sama (bila tidak ada unsur lain yang mempengaruhi) (Paul Suparno, 2005) h) Lintasan parabola Konsep peluru yang berbentuk parabola terdapat pada soal nomor 9.Pada soal diberi gambar, dan siswa ditanya lintasan manakah yang menunjukkan gerakan peluru meriam yang benar?

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Pada konsep ini, miskonsepsi terbanyak dapat dilihat dari 41,05% siswa yang menjawab gerakan peluru sesuai dengan lintasan C, jawaban dipilih olehsiswa dengan alasan “Adanya kecepatan dan gaya sehingga terjadi lengkungan-SMA_48”, miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini adalah menghilangnya dorongan. Miskonsepsi lainnya terdapat pada 11,58% siswa yang menjawab gerakan peluru sesuai dengan lintasan D,siswa berfikir bahwa “adanya gaya dorong sehingga kecepatan konstan sementara dan turun karena gravitasiSMA_03”, miskonsepsi yang terjadi pada jawaban ini berkaitan dengan gravitasi, yaitu gravitasi bekerja setelah dikenai dorongan. Dalam kasus ini, setelah peluru menerima gaya dorongan dari meriam, maka gaya gravitasi akan langsung berpengaruh pada pergerakan peluru tersebut dan akan membentuk lintasan parabola.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 C. Implikasi Dari analisa pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya pada siswa SMA Swasta di Yogyakarta, menunjukan bahwa tingkat pemahaman konsep gaya masih sangat kurang. Kualifikasi tertinggi dari hasil penelitian ini adalah kurang, yaitu untuk konsep hukum II Newton sedangkan untuk kualifikasi terendah terdapat pada konsep prinsip super posisi. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka masalah pemahaman dan miskonsepsi ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pihak guru dan pendidik. Untuk meningkatkan pemahaman dan menghindari atau mengurangi miskonsepsi konsep gaya, maka perlu adanya implikasi yang harus dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Sebagai seorang guru atau calon guru harus mampu menguasai materi pembelajaran dengan baik, sehingga dapat mengajarkan konsep dengan benar. Dengan demikian konsep tersebut akan jelas maknanya dan dapat dipahami oleh siswa dengan benar. 2. Implikasi terhadap pembelajaran mana yang tepat untuk siswa untuk menghindari semakin banyaknya miskonsepsi pada konsep gaya, dan dalam pengajaran fisika lebih menekankan pada pemahaman konsep. 3. Mengubah cara belajar dan soal-soal yang diberikan tidak hanya soal hitung-hitungan saja, tetapi lebih banyak diberi soal konseptual agar siswa lebih memahami konsep.

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah dilaksanakannya penelitian dan data telah diuji menggunakan instrumen Force Concept Inventory untuk menguji pemahaman dan miskonsepsi siswa, maka peneliti mencoba menarik kesimpulan. Adapun kesimpulan yang diambil sehubungan dengan pelaksanaan penelitian yaitu, pemahaman siswa mengenai konsep gaya secara keseluruhan adalah sangat kurang, sedangkan menurut sub pokok bahasannya meliputi : pemahaman konsep kinematika adalah kurang, pemahaman konsep hukum I Newton adalah sangat kurang, pemahaman konsep hukum II Newton adalah kurang, pemahaman konsep hukum III Newton adalah sangat kurang, pemahaman konsep prinsip superposisi adalah sangat kurang, dan pemahaman konsep macam-macam gaya adalah sangat kurang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak terjadi miskonsepsi pada konsep gaya. Secara singkat miskonsepsi yang paling banyak terjadi meliputi hal-hal berikut ini: 1. Konsep kinematika. Miskonsepsinya siswa tidak dapat membedakan antara kecepatan dengan percepatan dalam memahami konsep kecepatan yang dibeda-bedakan dari posisinya. 2. Konsep hukum I Newton. Miskonsepsinya adalah menghilangnya dorongan dan kehilangan/menerima dorongan aslinya dalam memahami konsep hukum I newton. 97

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 3. Konsep hukum II Newton. Miskonsepsinya adalah siswa menangkap bahwa gaya akhir yang menentukan/menetapkan penentuan gerak dalam memahami konsep gaya yang konstan secara tidak langsung menyetakan percepatannya konstan. 4. Konsep hukum perantara/peralatan III Newton. yang aktif Miskonsepsinya yang adalah menyebabkan gaya hanya dan menghasilkan gaya yang lebih besar. 5. Konsep prinsip super posisi. Miskonsepsinya adalah gabungan gaya menentukan arah dalam memahami penjumlahan vektor. 6. Macam-macam gaya. Miskonsepsinya adalah gerakan yang menyatakan bahwa terdapat gaya aktif pada benda dalam memahami konsep gesekan yang berlawanan. Adanya hambatan dalam memahami konsep sentuhan pada benda padat pasif. Dan gaya dorong oleh pukulan dalam memahami konsep bekerja pada fluida: hambatan udara. B. Saran Adapun saran peneliti yang ingin disampaikan untuk memperkecil dan mengurangi miskonsepsi pada konsep-konsep gaya diusahakan antara lain dengan cara: 4. Sebagai seorang guru atau calon guru harus mampu menguasai materi pembelajaran dengan baik, sehingga dapat mengajarkan konsep dengan benar. Dengan demikian konsep tersebut akan jelas maknanya dan dapat dipahami oleh siswa dengan benar.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 5. Dalam mengajarkan pelajaran Fisika hendaknya guru atau calon guru dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan sehingga dapat melatih daya analisa, meningkatkan hasil belajar, melatih pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian serta dapat menarik perhatian siswa dalam mempelajari konsep fisika dengan baik. 6. Ditunjukkan pada siswa kesalahan konsep-konsep yang sering terjadi, agar guru bersama dengan siswa bisa mempelajari dan memperbaiki bersama. 7. Harus dicari model pembelajaran mana yang tepat untuk siswa untuk menghindari semakin banyaknya miskonsepsi pada konsep gaya, dan dalam pengajaran fisika lebih menekankan pada pemahaman konsep. 8. Untuk penelitian selanjutnya, harus lebih memperhatikan terjemahan soal dari bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dari instrumen yang digunakan agar soal lebih mudah dimengerti siswa. Selanjutnya bisa ditambah dengan metode wawancara pada siswa yang banyak mengalami kesalahan dalam menjawab soal, agar bisa mengungkap miskonsepsi yang belum terdeteksi dalam penelitian ini dan dapat mengetahui alasan dan sebab mengapa siswa tersebut mengalami miskonsepsi.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 DAFTAR PUSTAKA Berg, E. v. 1991. Miskonsepsi Fisika dan Remediasi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Foster, Bob. 2004. Terpadu Fisika SMA untuk Kelas X Semester 1. Jakarta: Erlangga. Foster, Bob. 2004. Terpadu Fisika SMA untuk Kelas X Semester 2. Jakarta: Erlangga. Haliday, Resninick. 1985. Fisika Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Hestenes David, dkk. 1992. Force Concept Inventory. The Physics Teacher. Vol 30. Th 1992. Hal 141-158. Giancoli. 2001. Fisika Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Kanginan, Marthen. 2002. Fisika untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta: Erlangga. Kartika, Budi. 1992. Pemahaman Konsep Gaya dan Beberapa Salah Konsepsi yang Terjadi. Widya Dharma. Th 2008. Hal 113 – 130. NN1. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Reality Publisher. Purwanto, N. 1994. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hal 44. Suedojo, Peter. 2004. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Suparno, Paul. 2005. Miskonsepsi & Perubahan Konsep Pendidikan Fisika. Jakarta: Grasindo. Rohendi, Endi. 2013. Perubahan Konseptual dan Tingkat Berpikir Siswa kelas X melalui Pembelajaran Learning Cycle pada Konsep Daur Biogeokimia. (Diakses tanggal 25 Mei 2013) dari (www.repository.upi.edu/1997/). Tayubi, Y. R. 2005. Identifikasi Miskonsepsi pada Konsep-konsep Fisika Menggunakan Certainty of Response Index (CRI). Jurnal Mimbar Pendidikan, XXIV, hal 4-9.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Lampiran 1: Soal Force Concept Inventory Mata Pelajaran: Fisika Waktu: 90 menit 1. Dua buah bola (A dan B) terbuat dari logamdengan ukuran yang sama, tetapi bola A massanya 2x lipat lebih besar dari bola B. Pada waktu yang sama kedua bola itu dijatuhkan dari lantai dua sebuah gedung. Waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai tanah adalah? a. Waktu yang dibutuhkan bola A setengah lebih lama dibandingkan bola B. b. Waktu yang dibutuhkan bola B setengah lebih lama dibandingkan bola A. c. Waktu yang dibutuhkan kedua bola sama. d. Waktu yang dibutuhkan bola A untuk mencapai tanah lebih lama. e. Waktu yang dibutuhkan bola B untuk mencapai tanah lebih lama. 2. Sebuah bola yang memiliki massa, terpasang pada tali dan diayunkan secara melingkar pada bidang horizontal seperti yang terlihat pada gambar. Pada titik yang ditunjukkan dalam gambar, tali yang mengikat bola tiba-tiba putus. Jika peristiwa ini diamati secara langsung dari atas, yang menunjukkan lintasan bola setelah tali putus adalah?

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Gunakan pernyataan dan gambar di bawah ini untuk menjawab soal nomor 3 dan 4. Gambar melukiskan sebuah bola bergerak dengan kecepatan konstan, dari titik "a" ketitik "b" tanpa gesekan. Ketika mencapai titik "b", bola itu menerima "tendangan" dengan arah tendangan kearah titik yang tebal (lihat gambar). 3. Lintasan manakah yang menunjukan arah gerak bola setelah ditendang? 4. Bagaimanakah kecepatan bola setelah "ditendang"? a. Sama dengan kecepatan awal (vo) sebelum "ditendang". b. Kecepatan bola (v) setelah "ditendang" konstan. c. Sama dengan jumlah perhitungan kecepatan awal (vo) dan kecepatan bola (v). d. Lebih kecil dari kecepatan awal (vo) atau kecepatan bola (v). e. Lebih besar dari kecepatan awal (vo) atau kecepatan bola (v), tetapi lebih kecil daripada dua kecepatanitu. Pernyataan ini untuk soal nomor 5. Ada dua orang siswa , siswa ”a” memiliki massa 95 kg, dan siswa “b” memiliki massa 77 kg masing-masing duduk diatas kursi dan saling berhadapan. Siswa “a” meletakkan kakinya pada lutut siswa

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 “b”, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Siswa “a” tiba- tiba mendorong lutut siswa “b” dengan kakinya, sehingga menyebabkan kedua kursi bergerak. 5. Apa yang terjadi pada peristiwa diatas? a. Tidakada gaya yang diberikan oleh kedua siswa. b. Siswa “a” mendorong siswa “b”, tetapi siswa “b” tidak memberikan gaya apapun pada siswa “a”. c. Kedua siswa saling memberikan gaya, tetapi siswa “b” memberikan gaya yang lebih besar. d. Kedua siswa saling memberikan gaya, tetapi siswa “a” memberikan gaya yang lebih besar. e. 6. Kedua siswa saling memberikan gaya yang sama besarnya. Sebuah buku berada diatas meja. Gayaapa saja yang bekerja pada buku? 1) Gaya kebawah yang disebabkanolehgravitasi 2) Gaya keatasolehmeja 3) Gaya kebawahyang disebabkanoleh tekananudara 4) Gaya keatasyang disebabkanoleh tekananudara

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 a. 1 saja b. 1 dan 2 c. 1, 2 dan 3 d. 1, 2 dan 4 e. Tidak ada satu pun gaya, selama buku berada diatas meja tidak ada gaya yang bekerja. Pernyataan dan gambar di bawah ini digunakan untuk menjawab pertanyaan nomor 7 dan 8. Sebuah truk besar yang mogok di jalan didorong oleh mobil kecil yang berada dibelakang. 7. Saat mobil yang sedang mendorong truk itumenambahkan kecepatan supaya truk dapat meluncur, apa yang terjadi pada peristiwa ini? a. Besarnya gaya dorong mobil ke truk itu sama dengan besarnya gaya dorong balik dari truk ke mobil. b. Besarnya gaya dorong mobil ke truk itu lebih kecil daripada gaya dorong balik dari truk ke mobil c. Besarnya gaya dorong mobil ke truk itu lebih besar dari gaya balik dari truk ke mobil d. Mesin mobil dalam keadaanhidup sehingga memberikan gaya dorong terhadap truk itu, tetapi mesin truk mati sehingga tidak bisa memberikan gaya dorong balik ke mobil, truk bergerak kedepan hanya karena terdorong oleh mobil. e. Baik mobil maupun truk tidak saling memberi gaya satu sama lain, truk bergerak kedepan hanya karena berada pada arah mobil.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 8. Ketika bola karet dijatuhkan ke lantai, maka bola akan terpantul kembali karena? a. Energi yang tersimpan dalam bola kekal b. Momentum bola kekal c. Lantai memberikan gaya pada bola itu sehingga menyebabkan bola itu terpantul keatas 9. d. Pada lantai bola itu tetap bergerak e. Tidak ada satupun jawaban yang benar Pada gambar berikut, lintasan manakah yang menunjukkan gerakan peluru meriam yang benar? 10. Sebuah batu jatuh dari atap gedung berlantai satu ke permukaan tanah, maka yang akan terjadi? a. Batu itu mencapai kecepatan maximun segera setelah dilepaskan dan kemudian jatuh dengan kecepatan konstan (yang sama). b. Kecepatan batu itu bertambah pada saat jatuh karena semakin dekatke tanah semakin besar gaya gravitasinya. c. Kecepatan batu itu bertambah karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi yang konstan. d. Batu itu jatuh ke tanah karena secara alamiah semua benda jatuh ke tanah. e. Batu itu jatuh karena dipengaruhi oleh gravitasi bumi dan tekanan udara yang mendorongnya kebawah.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 11. Ada dua orang, seorang ayahdan anak laki-lakimenarik dengan kuat dua tali yang terikat pada peti seperti pada gambar. Arahlintasanmanakah (A-E) yang paling cocokdenganlintasanpetikalauditarik? Dua buah balok (balok a dan balok b) yang memiliki perbedaan waktu 0.20 detik diwakili oleh kotak bernomor seperti pada gambar di bawah ini. Kedua balok itu bergerak ke arah kanan. 12. Apakahbalok-balok itumempunyai kecepatan yang sama? a. Tidak. b. Ya, pada balok nomor 2. c. Ya, pada balok nomor 5. d. Ya, pada balok nomor 2 dan 5. e. Ya, selama interval waktu pada balok nomor 3 ke balok nomor 4. Posisi 2 balok(balok a dan balok b) pada interval waktu yang samaberturut-turutdiwakiliolehkotakbernomor yang ditunjukanpada diagram di bawahini. Balok-balokbergerakpadaarahkanan.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 13. Hubungan percepatan pada balok adalah sebagai berikut: 14. a. Percepatan a > percepatan b. b. Percepatan a = percepatan b > 0. c. Percepatan b > percepatan a. d. Percepatan a = percepatan b = 0. e. Tidak ada jawaban yang benar. Sebuah bola golf dipukul kemudian diamati ketikamelintas di udara seperti gambaran di bawahini. Gaya apakah yang terjadipada bola golf selamaberadadi udara? 1. Gaya gravitasi. 2. Gaya pukulan. 3. Gaya gesek udara. a. 1 b. 1 dan 2 c. 1, 2 dan 3 d. 1 dan 3 e. 2 dan 3

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 Untuk menjawab pertanyaan nomor (15, 16, 17 dan 18), sesuaikan jawaban anda dengan pernyataan dan gambar berikut. Sebuah roket, meluncur dari posisi “a” ke posisi “b” dan tidak ada gaya yang bekerja pada roket. Pada “b” mesinnya mulai menghasilkan dorongan secara konstan ke arah kanan sesuai lintasan “ab”. Mesin mati pada saat roket mencapai titik “c”. 15. Lintasan manakah yang paling tepat menggambarkan lintasan roket “b” dan “c”? 16. Ketika roket bergerak dari posisi “b” ke kecepatannyaadalah a. Konstan b. Terus meningkat c. Terus menurun d. Meningkatuntuk sementarawaktulalu konstan e. Konstan untuk sementara dan selanjutnya menurun posisi “c”,maka

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Pada posisi “c” mesin roket mati. Lintasan manakah yang akan dilalui 17. roket setelah dari posisi “c”? 18. Kecepatan roket setelah dari posisi “c” adalah? 19. a. Konstan b. Terus meningkat c. Terus menurun d. Meningkat untuksementarawaktulalu konstan e. Konstan untuk sementara waktudan selanjutnya menurun Kotak besar didorong dengan sebuah gaya dan bergerak dengan kecepatan konstan 4,0 m/s. Apa yang kamu dapat simpulkan dari gaya yang terjadi pada kotak? a. Jika gaya yang diberikan besarnya dua kali semula maka kecepatan konstan dari kotak akan meningkat menjadi 8.0 m/s. b. Besar gaya yang bekerja untuk menggerakan kotak dengan kecepatan konstan harus lebih besardaripada beratnya. c. Besar gaya yang bekerja untuk menggerakan kotak dengan kecepatan konstan harus sama dengan gaya gesekyang melawan gerakan. d. Besar gaya yang bekerja untuk menggerakan kotak dengan kecepatan konstan haruslebihbesar daripada jumlah gaya gesek yang melawan gerakan. e. Sebuah gaya yang bekerja membuat kotak bergerak, tetapi gaya gesek bukanlah gaya yangmelawan gerakan.

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 20. Jika gaya yang bekerja pada kotak (pada soal nomor 19) tiba-tiba dihentikan, makakotak akan? a. Segera berhenti b. Memiliki kecepatan yang konstan pada periode waktu yang pendek lalusecara pelan-pelan berhenti. c. Dengan segera bergerak laluperlahan-lahan berhenti. d. Diteruskanpada kecepatan yang konstan. e. Meningkat kecepatannya dalam periode waktu yang pendek, kemudian perlahan-perlahan berhenti. Selamat mengerjakan 

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Lampiran 2: Lembar Jawaban LembarJawaban Nama : Jenis Kelamin : Petunjuk: Lingkarijawaban yang menurutandabenar! No PilihanJawaban Alasan 1 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 2 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 3 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 4 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 5 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 6 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 7 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 8 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 9 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 10 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 11 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 12 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 13 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 14 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 15 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 16 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 17 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 18 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 19 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................ 20 a b c d e …………………………………………………………........ ………………………………................................................

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Kode siswa SMA_71 SMA_72 SMA_73 SMA_74 SMA_75 SMA_76 SMA_77 SMA_78 SMA_79 SMA_80 SMA_81 SMA_82 SMA_83 SMA_84 SMA_85 SMA_86 SMA_87 SMA_88 SMA_89 SMA_90 SMA_91 SMA_92 SMA_93 SMA_94 SMA_95 Kinematika Hukum I Newton No Soal No Soal Skor Skor Skor (%) Skor (%) 12 13 15 16 4 12 17 18 19 0 0 1 0 1 2 40 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 2 40 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 3 60 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 20 1 0 0 0 1 25 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 2 50 1 0 1 1 1 4 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 20 1 0 0 0 1 25 0 1 0 0 0 1 20 1 0 1 0 2 50 0 0 1 0 1 2 40 1 0 0 0 1 25 0 1 0 0 1 2 40 1 0 0 0 1 25 0 1 0 0 0 1 20 1 0 0 0 1 25 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 4 100 1 0 0 0 0 1 20 1 0 0 0 1 25 0 0 0 0 1 1 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 20 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 2 40 1 0 0 0 1 25 1 0 1 0 0 2 40 1 0 0 0 1 25 0 0 0 0 1 1 20 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 2 40 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 2 40 1 0 0 0 1 25 0 1 0 0 1 2 40 0 0 0 1 1 25 0 0 0 0 1 1 20 0 0 0 1 1 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 25 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 25 Nilai rata-rata skor siswa pada konsep Kinematika 22,52 % Nilai rata-rata skor siswa pada konsep Hukum I Newton 15,52

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(162)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pemahaman dan miskonsepsi tentang konsep gerak dan gaya pada siswa klas XI IPA SMAN I Titehena.
1
8
246
Pengelompokan Sekolah Menengah Atas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan nilai Ujian Nasional menggunakan algoritma K-Means Clustering.
1
1
87
Pengelompokan Sekolah Menengah Atas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan nilai Ujian Nasional menggunakan algoritma agglomerative hierarchical clustering.
12
58
123
Pemahaman dan miskonsepsi siswa SMA Budya Wacana Yogyakarta kelas XI Mia tentang konsep suhu, kalor, dan perpindahan kalor.
0
7
125
Pemahaman dan miskonsepsi tentang gerak dan gaya pada siswa SMA negeri di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.
1
7
168
Pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya yang terjadi pada calon guru Fisika di Universitas Sanata Dharma.
0
0
291
Pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya yang terjadi pada siswa beberapa SMP di Yogyakarta.
0
0
146
Pemahaman dan miskonsepsi tentang konsep gerak dan gaya pada siswa kelas XI IPA SMAK Frateran Maumere
0
1
293
Adopsi teknologi informasi dan komunikasi oleh guru dalam inovasi pembelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas di Daerah Istimewa Yogyakarta
0
31
475
Pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya yang terjadi pada calon guru Fisika di Universitas Sanata Dharma
0
2
287
Pemahaman dan miskonsepsi konsep gaya yang terjadi pada siswa beberapa SMP di Yogyakarta
4
6
144
Pemahaman dan miskonsepsi tentang konsep gerak dan gaya pada siswa klas XI IPA SMAN I Titehena
1
6
244
Perbedaan tingkat stres antara siswa program akselerasi dan siswa program reguler : studi di Sekolah Menengah Pertama 5 Yogyakarta - USD Repository
0
0
120
Memori kolektif siswa SMA kelas XII terhadap peristiwa G30S : studi kasusenam siswa SMA swasta kelas XII di Daerah Istimewa Yogyakarta - USD Repository
0
0
143
Perbedaan kompetensi guru sebelum dan sesudah mengikuti program sertifikasi : studi kasus guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta di Kota Yogyakarta - USD Repository
0
0
197
Show more