PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK JENIS DAN BESAR SUDUT BERBASIS METODE MONTESSORI

Gratis

0
0
167
6 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK JENIS DAN BESAR SUDUT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Maria Prasetyaningrum 101134091 PPROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK JENIS DAN BESAR SUDUT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh: Maria Prasetyaningrum 101134091 PPROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan Rahmat dan karunia-Nya kepada saya. 2. Kedua orangtua tercinta, Robertus Dadi Catur dan Rita Maria yang telah setia memberi bimbingan, doa dan dukungan sampai saat ini. 3. Kakak saya, Theodorus Gumilar yang telah mendukung saya selama ini. 4. Semua saudara yang telah banyak membantu dan mendukung saya selama ini. 5. Sahabat dan teman-teman yang mendukung dan selalu memberikan doa selama ini. 6. Almamater Universitas Sanata Dharma. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena Keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Maha Tinggi (Mazmur, 7: 18) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Prasetyaningrum, Maria. (2014). Persepsi Guru dan Siswa terhadap Alat Peraga untuk Jenis dan Besar Sudut berbasis Metode Montessori. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Kata Kunci: alat peraga Montessori, jenis dan besar sudut, Matematika. Upaya pengembangan alat peraga dan implementasi alat peraga telah banyak dilakukan. Akan tetapi, penelitian-penelitian tersebut belum mengungkap persepsi atas penggunaan alat peraga. Persepsi yang diungkapkan akan mempengaruhi seseorang dalam menggunakan alat peraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika yang berupa geometric stick box untuk siswa kelas IIIA SD semester genap. Penemuan persepsi didasarkan atas empat karakteristik alat peraga Montessori, yaitu menarik, bergradasi, autoeducation, auto-correction, dan satu tambahan dari peneliti, yaitu kontekstual. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif fenomenologi. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan persepsi guru dan siswa kelas III atas penggunaan alat peraga geometric stick box. Narasumber penelitian ini adalah guru matematika dan tiga siswa kelas IIIA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara persepsi guru dan siswa sebelum dan setelah menggunakan alat peraga Montessori. Pada awalnya, guru kurang tertarik dan merasa bahwa alat peraga Montessori mahal, tetapi bisa membantu siswa memahami materi yang diajarkan, sedangkan siswa menganggap bahwa alat peraga hanya untuk bermain. Persepsi tersebut berubah, guru menjadi tertarik menggunakan alat peraga. Guru merasa terbantu, karena menyingkat waktu untuk mengajarkan materi. Pemikiran siswa pun berubah, siswa mampu belajar secara mandiri, siswa menganggap bahwa alat peraga dapat digunakan untuk bermain sambil belajar. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah gunakan narasumber lebih banyak. Rencanakan waktu dan strategi yang tepat untuk melakukan wawancara. hal ini dilakukan agar informasi yang diperoleh lebih banyak dan akurat. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Prasetyaningrum, Maria. (2014). The Teacher’s and Students’ Perception on Didactic Materials to Learn Types and Angles Based on Montessori Method. Thesis. Yogyakarta: Department of Elementary School Teacher Education, Sanata Dharma University. Key Words: Montessori didactic material, type and angle, mathematic. A lot of efforts in developing and implementing didactic materials have been done. However, those researches have not yet revealed the perception of the use of those didactic materials. On the other hand, the revealed perception will influence someone in using the didactic materials. This research is aimed to reveal teacher’s and students’ perception towards the use of Mathematic didactic materials in the form of geometric stick box for grade IIIA students in elementary school in the even semester. The finding of the perception is based on four elements of didactic materials of Montessori, which are interesting, having gradation, auto-education, auto-correction, and, one addition from the writer, contextual. This research is conducted using qualitative paradigm with phenomenology method. This method is used to describe the teachers’ and third grade students’ perception toward the use of geometric stick box. The interviewee of this research are a mathematic teacher and three third graders from Kanisius Sengkan Yogyakarta Elementary School, batch of 2013/2014. Data collection is conducted through interview, observation, and documentation. The result of this research shows that there is a difference in the teacher’s and students’ perception before and after using the Montessori didactic materials. Before using the materials, the teacher was not interested enough and thought that they are costly but felt that they can help the students understand the content, whereas the students thought that the materials were only there to play for. The perception changes; the teacher becomes interested to use the didactic materials. The teacher feels that he or she is helped because the didactic materials are able to minimise the time allocation for teaching a content. The students’ thoughts change as well; they can learn independently and feel that the didactic materials can be used for playing as well as for learning. Some advices for the next researchers are: to use more interviewee and to plan the better time and strategy in doing the interview. These are to be done to gain more information more accurately. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan karunia yang telah diberikan sehingga mampu menyelesaikan skripsi ini. Skripsi dengan judul “Persepsi guru dan siswa terhadap alat peraga untuk jenis dan besar sudut berbasis metode Montessori” disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selesainya skripsi ini tidak lepas dari bantuan beberapa pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : 1. Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya untuk menikmati perjuangan mengerjakan skripsi. 2. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Ketua Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma, sekaligus sebagai Dosen Pembimbing I. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan selama proses studi yang telah membantu dan memberikan bimbingan, saran, serta kesabaran selama penulisan skripsi ini. 4. E. Catur Rismiati, S. Pd., M.A., Ed. D. selaku Wakaprodi PGSD. 5. Irine Kurniastuti, S.Psi., M.Psi. selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan dorongan, bimbingan, kesabaran, serta saran yang banyak sekali membantu dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini. 6. Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S.Psi., M.Psi. selaku dosen Penguji Skripsi. 7. M. Sri Wartini, selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Sengkan yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. 8. Irene Widiastuti, S.Pd., selaku guru mitra SD peneliti yang telah banyak membantu peneliti sehingga penelitian dapat berjalan lancar. 9. Siswa kelas IIIA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta, terutama untuk SY, YG, dan KV yang telah bekerjasama dan bersedia menjadi narasumber dalam penelitian ini sehingga penelitian dapat berjalan lancar. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Sekretariat PGSD yang telah banyak membantu dari proses perijinan penelitian sampai skripsi ini selesai. 11. Orang Tua tercinta Robertus Dadi Catur dan Rita Maria yang sudah mendidik anakmu sampai saat ini. Terima kasih atas segala yang telah diberikan, doa dan bantuan material yang selalu diberikan secara tulus. 12. Kakak terkasih, Theodorus Gumilar P atas semangat dan doanya. 13. Teman-teman payung kualitatif yang selalu bekerjasama dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih atas segala masukan yang diberikan. 14. Teman satu kelas dari awal masuk kuliah sampai semester 8 (Ima, Rangga, Windy, Nissa, Sinta) yang sudah bersedia meminjamkan handycam dan tripodnya untuk melakukan penelitian, serta membantu selama penelitian. 15. Teman-teman kos yang telah memberikan semangat dan dukungan selama kuliah sampai pada penulisan skripsi ini. Terima kasih atas kebersamaannya selama ini. 16. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas segalanya. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis akan merasa sangat senang dan terbantu apabila ada yang dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan skripsi yang telah dibuat ini. Penulis xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv HALAMAN MOTTO ............................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ..................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ............................................................................................ x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xvi DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 4 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................................. 4 1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................................... 4 1.5 Definisi Operasional ........................................................................................ 5 BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................. 6 2.1 Kajian Pustaka................................................................................................... 6 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung ......................................................................... 6 2.1.1.1 Persepsi ....................................................................................................... 6 1) Pengertian Persepsi ............................................................................................. 6 2) Persepsi terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Montessori .. 7 2.1.1.2 Alat Peraga .................................................................................................. 9 1) Pengertian Alat Peraga........................................................................................ 9 2) Alat Peraga Montessori....................................................................................... 9 3) Ciri-ciri Alat Peraga Montessori ....................................................................... 10 2.1.1.3 Matematika ................................................................................................ 11 1) Pengertian Matematika ..................................................................................... 11 2) Tujuan Matematika ........................................................................................... 12 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3) Materi Jenis dan Besar Sudut............................................................................ 12 2.1.2 Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................ 13 2.1.2.1 Penelitian yang Berkaitan dengan Persepsi ............................................ 13 2.1.2.2 Penelitian yang Berkaitan dengan Sudut ................................................ 13 2.1.2.3 Penelitian yang Berkaitan dengan Alat Peraga Matematika .................. 14 2.1.2.4 Penelitian yang Berkaitan dengan Alat Peraga Montessori ................... 15 2.2 Kerangka Berpikir ........................................................................................... 17 BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 19 3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................ 19 3.2 Setting Penelitian ........................................................................................... 19 3.2.2 Waktu Penelitian .................................................................................... 20 3.2.3 Narasumber ............................................................................................ 20 3.2.4 Objek Penelitian ..................................................................................... 21 3.3 Desain Penelitian ............................................................................................. 21 3.4 Teknik Pengumpulan Data .............................................................................. 23 3.5 Instrumen Penelitian........................................................................................ 25 3.6 Kredibilitas dan Tranferabilitas....................................................................... 37 3.6.1 Kredibilitas ................................................................................................... 37 3.6.2 Transferabilitas ............................................................................................. 38 3.7 Teknik Analisis Data ....................................................................................... 39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................... 42 4.1 Deskripsi tentang Narasumber Penelitian ....................................................... 42 4.1.1 Latar Belakang Narasumber......................................................................... 42 4.1.1.1 Guru .......................................................................................................... 42 4.1.1.2 Siswa ......................................................................................................... 43 4.1.2 Pandangan subjek mengenai alat peraga ...................................................... 44 4.1.3 Kefamiliaran Alat Peraga ............................................................................. 45 4.1.4 Pengalaman Menggunakan Alat Peraga sebelum Pengimplementasian Alat Peraga Montessori ................................................................................................. 45 4.1.4.1 Guru .......................................................................................................... 45 4.1.1.2 Siswa ......................................................................................................... 47 4.2 Hasil Penelitian (selama dan setelah implementasi alat peraga Montessori) .. 49 4.2.1 Pengalaman Narasumber menggunakan alat perga Montessori................... 49 4.2.1.1 Perasaan..................................................................................................... 49 4.2.1.2 Kendala ..................................................................................................... 54 4.2.1.3 Manfaat ..................................................................................................... 56 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.3 Pembahasan ..................................................................................................... 58 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 63 5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 63 5.2 Keterbatasan Penelitian ................................................................................... 64 5.3 Saran ................................................................................................................ 64 DAFTAR REFERENSI ........................................................................................ 65 LAMPIRAN .......................................................................................................... 68 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Proses Terjadinya Perilaku ........................................................... 8 Gambar 2.2 Proses Terjadinya Perilaku Modifikasi ........................................ 8 Gambar 2.3 Literature Map Hasil Penelitian yang Relevan .......................... 18 Gambar 3.1 Desain Penelitian .......................................................................... 21 Gambar 3.2 Desain Penelitian dengan Modifikasi ........................................... 22 Gambar 3.3 Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 23 Gambar 3.4 Teknik Pengumpulan Data Modifikasi ....................................... 23 Gambar 4.1 Wawancara dengan Guru sebelum Pemberian Alat Peraga ......... 43 Gambar 4.2 Wawancara dengan Siswa sebelum Pemberian Alat Peraga ........ 44 Gambar 4.3 Peneliti Memberikan Gambar Alat Peraga pada Guru ................. 47 Gambar 4.4 Narasumber Ketika Pertama Kali Menggunakan Alat Peraga ..... 50 Gambar 4.4 Semua Narasumber Menggunakan Alat Peraga ........................... 51 Gambar 4.6 Narasumber Menggunakan Alat Peraga ....................................... 52 Gambar 4.7 Gambar Alat Peraga ..................................................................... 57 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Panduan Observasi sebelum Pemberian Alat Peraga ....................... 28 Tabel 3.2 Pedoman Observasi Guru................................................................. 28 Tabel 3.3 Pedoman Observasi Siswa .............................................................. 28 Tabel 3.4 Panduan Wawancara sebelum Guru dan Siswa Diperkenalkan Alat Peraga Montessori .................................................................................... 30 Tabel 3.5 Panduan Wawancara untuk Guru ..................................................... 32 Tabel 3.6 Panduan Wawancara untuk Siswa ................................................... 35 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 3.1 Kisi-kisi Observasi Guru ........................................................... 69 Lampiran 3.2 Kisi-kisi Observasi Siswa .......................................................... 70 Lampiran 3.3 Perencanaan Wawancara .......................................................... 72 Lampiran 3.4 Kisi-kisi Wawancara untuk Guru ............................................. 73 Lampiran 3.5 Kisi-kisi Wawancara untuk Siswa ............................................ 74 Lampiran 3.6 Perencanaan Observasi ............................................................. 75 Lampiran 4.1 Observasi Sosio-kultural .......................................................... 76 Lampiran 4.2 Observasi I Cara Guru Mengajar .............................................. 77 Lampiran 4.3 Observasi II sebelum Pemberian Alat Peraga .......................... 78 Lampiran 4.4 Transkrip Observasi I Penggunaan Alat Peraga ........................ 79 Lampiran 4.5 Transkrip Observasi II Penggunaan Alat Peraga ....................... 88 Lampiran 4.6 Transkrip Observasi III Penggunaan Alat Peraga ..................... 95 Lampiran 4.7 Verbatim Wawancara 1 dan 2 Guru ......................................... 99 Lampiran 4.8 Verbatim Wawancara 1 dan 2 Siswa 1 ...................................... 110 Lampiran 4.9 Verbatim Wawancara 1 dan 2 Siswa 2 ..................................... 124 Lampiran 4.10 Verbatim Wawancara 1 dan 2 Siswa 3 .................................... 135 Lampiran 5.1 Surat Izin Penelitian .................................................................. 147 Lampiran 5.2 Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian........................... 148 Curriculum Vitae.............................................................................................. 149 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab I ini akan dijelaskan latar belakang dari penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. Peneliti akan menjelaskan secara rinci setiap sub bab yang akan dibahas. 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan adalah bagaimana seorang pendidik mampu merancang kegiatan pembelajaran dengan baik. Perencanaan kegiatan pembelajaran yang baik, sebaiknya memperhatikan tahapan perkembangan siswa. Siswa sekolah dasar masih dalam tahapan operasional konkret (Piaget dalam Uno, 2012: 131), dalam tahapan ini siswa perlu belajar menggunakan media nyata, yang dapat memudahkan mereka untuk memahami apa yang diajarkan. Suparno (2001: 70) mengatakan bahwa tahap berpikir konkret ditandai dengan adanya segala hal yang kelihatan nyata atau konkret. Siswa yang berada dalam tahapan operasional konkret masih menerapkan logika berpikir pada barang-barang yang bersifat nyata atau konkret, belum menerapkan logika berpikir yang bersifat abstrak. Salah satu mata pelajaran yang dapat menggunakan media pembelajaran yang konkret adalah Matematika. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang bersifat hitungan, dan seringkali dianggap sulit bagi siswa. Pembelajaran yang dilakukan dengan hafalan atau mengingat, akan mudah dilupakan oleh siswa (Heruman, 2012: 2). Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dan observasi pada tiga siswa. Peneliti melakukan wawancara dan observasi ini untuk mengetahui kondisi awal subjek penelitian. Hasil wawancara terhadap tiga siswa kelas III SD adalah bahwa siswa mengatakan menyukai matematika, tetapi terkadang sulit memahami materi yang diajarkan oleh guru karena harus menghitung dan menghafal. Hasil observasi kegiatan pembelajaran matematika adalah guru tidak menggunakan alat bantu untuk mengajarkan materi, seperti alat peraga. Hasil wawancara dan observasi tersebut membuat siswa mengharapkan adanya bantuan 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI media atau alat yang dapat mempermudah pemahaman mereka. Media pembelajaran yang dimaksud adalah alat peraga. Upaya untuk mengembangkan alat peraga, terutama alat peraga untuk mata pelajaran matematika telah banyak dilakukan. Penelitian pengembangan yang dilakukan beberapa peneliti menghasilkan produk alat peraga yang memiliki tujuan untuk membantu kegiatan pembelajaran. Seperti yang dilakukan oleh Wijayanti (2013) yang menghasilkan alat peraga penjumlahan dan pengurangan untuk kelas I. Penelitian yang sama mengenai pengembangan alat peraga dilakukan oleh Rukmi (2013) yang menghasilkan produk alat peraga perkalian berbasis Montessori. Putri (2013) juga melakukan penelitian yang sama dengan Wijayanti dan Rukmi. Putri mengembangkan alat peraga untuk keterampilan geometri kelas III. Adanya penelitian pengembangan alat peraga tersebut, diharapkan guru memulai untuk menggunakan alat peraga dengan memilih alat peraga yang tepat untuk membantu mengajarkan materi pembelajaran. Pemilihan alat peraga untuk pembelajaran berperan penting karena adanya kebermaknaan dalam pembelajaran, terutama pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pemilihan alat peraga yang tepat, akan membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Alat peraga yang dibuat tentunya memerlukan adanya evaluasi dari berbagai pihak. Evaluasi perlu dilakukan agar alat peraga terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi siswa. Hasil penelitian selama ini menunjukkan bahwa pengembangan alat peraga yang dievaluasi belum secara mendalam, karena belum mengungkap persepsi, padahal dalam melakukan evaluasi, persepsi sangatlah penting. Menurut salah satu teori, yaitu teori Fazio untuk proses dari-sikap-keperilaku (Fazio, 1989; Fazio dan Roskos-Ewoldsen, 1994). Proses dari-sikap-keperilaku berlangsung seperti berikut ini. Kejadian tertentu mengaktifkan suatu sikap. Pada saat diaktifkan, sikap tersebut akan mempengaruhi persepsi kita terhadap objek sikap. Pada saat yang sama, pengetahuan kita mengenai apa yang sesuai untuk situasi tertentu juga akan aktif. Bersama-sama, sikap dan informasi yang tersimpan mengenai apa yang sesuai atau yang diharapkan itu kemudian 2

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI membentuk definisi terhadap kejadian tersebut. Definisi atau persepsi ini kemudian mempengaruhi perilaku kita. Selama ini, penelitian mengenai persepsi terhadap penggunaan alat peraga banyak dilakukan secara kuantitatif, belum digali lebih jelas mengenai bagaimana persepsi seseorang dapat terbentuk dari apa yang mempengaruhi persepsinya. Seperti penelitian yang telah dilakukan oleh Kusumarita (2009), menghasilkan persepsi secara kuantitatif. Hasil penelitian yang dilakukan adalah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang menggunakan metode pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dan pembelajaran yang bersifat konvensional pada masing-masing tingkat aktivitas belajar dan perbedaan antara masing-masing tingkat aktivitas belajar konsisten pada setiap metode pembelajaran. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa persepsi sangat dibutuhkan untuk menggali informasi-informasi mengenai alat peraga yang digunakan. Informasi yang diperoleh sangat penting untuk mengembangkan alat peraga yang dibuat dan transfer pengetahuan yang dilakukan akan bermakna. Penelitian ini akan mengungkap persepsi. Persepsi yang diungkap adalah mengenai pengalaman, perasaan, kendala yang dihadapi, dan manfaat yang diperoleh atas alat peraga yang dibuat melalui kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah bagaimana siswa menggunakan alat peraga tersebut dan bagaimana cara siswa mengetahui materi yang diajarkan, yaitu jenis dan besar sudut. Alat peraga yang digunakan adalah geometric stick box untuk digunakan pada materi jenis dan besar sudut. Alat peraga yang dibuat diharapkan akan membuat siswa terlibat aktif, karena siswa menggunakannya sendiri, dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Penelitian ini dibatasi pada persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori untuk jenis dan besar sudut di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Persepsi akan diungkap melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian ini adalah guru kelas IIIA yang juga guru mata pelajaran Matematika dan tiga siswa kelas IIIA yang dipilih berdasarkan kategori tertentu. Standar Kompetensi yang digunakan adalah “4. Memahami unsur dan sifat bangun datar sederhana”, dengan kompetensi dasar “4.2 mengidentifikasi 3

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berbagai jenis dan besar sudut”. Adanya temuan persepsi selama penelitian dapat menambah wawasan baru mengenai alat peraga berbasis Montessori yang berupa geometric stick box yang dapat digunakan juga sebagai bahan evaluasi apabila akan mengembangkan alat peraga geometric stick box. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana persepsi guru terhadap alat peraga untuk jenis dan besar sudut berbasis metode Montessori di kelas IIIA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta ? 1.2.2 Bagaimana persepsi siswa terhadap alat peraga untuk jenis dan besar sudut berbasis metode Montessori di kelas IIIA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta ? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap alat peraga untuk jenis dan besar sudut berbasis metode Montessori di kelas IIIA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. 1.3.2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap alat peraga untuk jenis dan besar sudut berbasis metode Montessori di kelas IIIA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Teoretis Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan mengenai penggunaan alat peraga Matematika berbasis Montessori. Terutama pada pembelajaran jenis dan besar sudut dalam pembelajaran di kelas dengan menggunakan geometric stick box yang dapat membantu siswa memperoleh kegiatan pembelajaran yang bermakna. 1.4.2 Praktis 1.4.2.1 Bagi Peneliti Memberikan pengalaman yang sangat berharga ketika melakukan penelitian, dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan alat peraga yang digunakan melalui persepsi guru dan siswa. 4

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.4.2.2 Bagi guru Penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam menggunakan alat peraga geometric stick box untuk membantu siswa dalam belajar Matematika di Sekolah Dasar. 1.5 Definisi Operasional 1.5.1 Persepsi adalah suatu proses dimana seseorang memberikan penilaian terhadap informasi yang diperoleh melalui alat indera yang dimilikinya yang kemudian diungkapkan dengan kata-kata. 1.5.2 Alat peraga berbasis Montessori adalah salah satu media pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk membuat anak belajar secara mandiri. 1.5.3 Materi jenis dan besar sudut adalah salah satu materi yang harus dipelajari siswa, terutama siswa kelas 3. 1.5.4 Alat peraga geometric stick box adalah alat peraga untuk mengajarkan materi jenis dan besar sudut yang berupa stik dengan berbagai ukuran dan warna yang dapat membantu siswa untuk belajar secara mandiri dan memahami materi yang diajarkan oleh guru. 5

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan membahas mengenai kajian pustaka, penelitianpenelitian yang relevan, kerangka berpikir. Kajian pustaka membahas mengenai teori-teori yang relevan. Penelitian yang relevan merupakan hasil penelitian yang pernah ada sebelumnya. Selanjutnya dirumuskan dalam kerangka berpikir. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori-teori yang Mendukung 2.1.1.1 Persepsi 1) Pengertian Persepsi Persepsi merupakan salah satu aspek psikologis yang ada dalam diri individu. Persepsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 675) diartikan sebagai tanggapan atau penerimaan secara langsung dari sesuatu hal. Rakhmat (2007: 51) berpendapat bahwa persepsi merupakan pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubungan yang didapat dengan membuat kesimpulan dari informasi-informasi yang ada dan menafsirkan pesan. Berbeda dengan yang disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Rakhmat, Sarwono (2009: 86) menjelaskan bahwa persepsi merupakan rangsangan yang dari dunia luar yang ditangkap oleh alat indera yang kemudian masuk ke dalam otak, dan di dalam otak terjadi proses berpikir yang pada akhirnya terwujudlah sebuah pemahaman. Leavitt (dalam Desmita, 2006: 107-108) memisahkan pengertian persepsi dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, persepsi merupakan cara seseorang untuk melihat sesuatu; sedangkan dalam arti luas, persepsi merupakan proses seseorang untuk memandang sesuatu atau mengartikan sesuatu berdasarkan apa yang diketahuinya. Persepsi merupakan sebuah proses yang terikat dan ada dalam individu terhadap apa yang diterimanya (Mozkowitz dan Orgel dalam Walgito, 2010: 100). Persepsi akan membuat individu menyadari adanya keadaan yang sebenarnya yang ada di sekitarnya dan keadaan diri sendiri (Davidoff dalam Walgito, 2010: 100). Ungkapan persepsi yang dilakukan oleh seseorang dapat berupa kata-kata atau sikap sebagai bentuk respon atas pemaknaan informasi yang diterimanya. 6

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Setiap individu memiliki persepsi yang berbeda-beda. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pengetahuan (Suharnan, 2005: 24). Karena itu, jelas kiranya bahwa yang menentukan persepsi bukanlah jenis atau bentuk rangsangan, objek atau pengalaman seseorang (stimuli), tetapi karakteristik orang yang memberi respon terhadap stimuli tersebut. Beberapa pendapat mengenai persepsi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah proses yang yang terjadi pada individu dalam menerima apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan melalui alat indera terhadap diri sendiri dan lingkungan disekitarnya. 2) Persepsi terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Montessori Alat indera merupakan alat untuk menghubungkan individu dengan dunia luarnya. Davidoff (dalam Walgito, 2010: 100) menerangkan adanya proses penginderaan tersebut akan menjadi sesuatu yang berarti setelah diolah dan diorganisasikan. Kemampuan siswa menerima apa yang dilihat, dirasakan, dan dilakukan ada keterkaitannya dengan persepsi. Kegiatan dimana dilakukan transfer pengetahuan akan memengaruhi kognitif siswa, terutama siswa sekolah dasar. Siswa sekolah dasar dimana kemampuan proses berpikir untuk mengoperasikan hal-hal yang berkaitan dengan logika masih terikat dengan objek yang bersifat konkret (Heruman, 2012: 1). Salah satu aktivitas dari aspek kognitif yang paling penting adalah persepsi. Persepsi yang ada dapat dipengaruhi juga oleh suatu sikap terhadap objek dan disebabkan oleh suatu kejadian yang dapat mempengaruhi perilakunya (Suharnan, 2005: 51). Menurut salah satu teori, yaitu teori Fazio untuk proses dari-sikap-keperilaku (Fazio, 1989; Fazio dan Roskos-Ewoldsen, 1994). Proses dari-sikap-keperilaku berlangsung seperti berikut ini. Kejadian tertentu mengaktifkan suatu sikap. Pada saat diaktifkan, sikap tersebut akan mempengaruhi persepsi kita terhadap objek sikap. Pada saat yang sama, pengetahuan kita mengenai apa yang sesuai untuk situasi tertentu juga akan aktif. Bersama-sama, sikap dan informasi yang tersimpan mengenai apa yang sesuai atau yang diharapkan itu kemudian membentuk definisi terhadap kejadian tersebut. Definisi atau persepsi ini kemudian mempengaruhi perilaku kita. Berikut ini adalah bagan persepsi yang dikutip dari Walgito, 2003: 116: 7

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keyakinan Pengalaman Proses belajar Pengetahuan Persepsi Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh Objek Kognisi Kepribadian Afeksi Evaluasi Senang/tak senang Sikap Bertindak Gambar 2.1 Proses Terjadinya Perilaku Proses terjadinya persepsi ke perilaku ini peneliti modifikasi seperti berikut ini : Persepsi Hasil belajar kepercayaan Sikap Pengalaman perilaku perasaan Tindakan Gambar 2.2 Proses Terjadinya Perilaku yang dimodifikasi Pada kegiatan belajar mengajar, siswa mempunyai persepsi terhadap pembelajaran yang diterapkan oleh guru dan guru juga mempunyai persepsi terhadap keefektifan dari metode yang digunakannya. Pembelajaran matematika yang dilakukan dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori relatif baru baik bagi siswa maupun bagi guru. Siswa diharapkan secara aktif menggunakan objek yang konkret dalam menyelesaikan permasalahan matematikanya. Jika guru dan siswa memiliki persepsi yang positif mengenai alat peraga, maka intensi guru 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan siswa dalam memanfaatkan alat peraga tersebut semakin besar. Di sinilah letak persepsi itu mulai berperan dalam proses transfer pengetahuan dengan menggunakan alat peraga yang baru dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. 2.1.1.2 Alat Peraga 1) Pengertian Alat Peraga Salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar anak adalah penggunaan alat peraga. Alat peraga yang digunakan harus bersifat konkret agar anak mudah memahami materi pembelajaran yang pernah diterimanya. Alat peraga diharapkan dapat mempermudah pemahaman anak terhadap matematika. Sudjana (dalam jurnal Aziz, Yulianti, Handayani, 2006: 95) menjelaskan mengenai alat peraga yaitu alat yang digunakan untuk membantu guru dalam proses belajar mengajar agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Sementara itu, Nasution (dalam Tesis Kusumarita, 2009: 19), alat peraga adalah alat yang digunakan oleh pendidik untuk membantu menerangkan suatu materi kepada peserta didik sesuai dengan bahan pengajaran yang digunakan. Pengertian alat peraga dari dua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa alat peraga adalah alat bantu yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mengajarkan materi yang sesuai dengan apa yang akan diajarkan. Alat peraga untuk kelas rendah di Sekolah Dasar biasanya menggunakan alat peraga yang bersifat konkret, yang disesuaikan dengan perkembangan kognitif anak yang masih dalam tahap operasional konkret (Piaget dalam Uno, 2012: 131). 2) Alat Peraga Montessori Alat peraga Montessori dirancang secara mendetail agar anak dapat menggunakannya sendiri tanpa bantuan orang dewasa. Alat peraga Montessori dirancang untuk mengembangkan kreatifitas anak dan memiliki pengendali kesalahan agar anak dapat memperbaiki kesalahan mereka sendiri. Penggunaan alat peraga Montessori diharapkan mampu mengembangkan pikiran matematika anak agar mampu memahami perintah yang diberikan, urutan, abstraksi, dan memiliki kemampuan untuk menempatkan bersama-sama tentang apa yang diketahui sampai anak mampu menemukan hal baru secara mandiri (Lilard, 1997: 11). 9

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3) Ciri-ciri Alat Peraga Montessori Montessori menggunakan alat peraganya dengan menggunakan metode eksperimental berdasarkan hasil observasi dan modifikasi di sekolah yang didirikannya yaitu di Casa dei Bambini. Montessori membuat alat peraga dengan modifikasi bentuk dan warna yang berbeda-beda untuk satu alat peraga yang sama (bergradasi). Montessori terus mengujicobakan dan mengembangkan alat peraga yang dibuatnya. Alat peraga Montessori dibuat dengan warna-warna yang cerah, mudah dimanipulasi, dan berbahan dasar kayu yang ringan dan memiliki daya tahan yang baik. Ciri-ciri dari alat peraga Montessori adalah sebagai berikut (Montessori, 2002: 169-175) : a. Menarik Pembelajaran yang dilakukan anak-anak adalah untuk mengembangkan bakat dan potensi yang ada. Alat peraga yang menarik akan membuat anak tertarik dan berminat untuk belajar. Anak ingin mencoba sendiri alat peraga yang ada. Alat peraga yang diciptakan oleh Montessori memiliki warna-warna yang cerah, berbahan kayu, dan bentuknya menarik. Alat peraga tersebut digunakan oleh Montessori untuk pembelajaran sensorial yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh indera manusia. b. Bergradasi Alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran Montessori menggunakan alat indera. Alat peraga tersebut terdapat gradasi, yaitu gradasi warna, bentuk, dan usia anak untuk membentuk konsep belajar anak. c. Auto-correction Alat peraga dalam metode Montessori memiliki pengendali kesalahan pada alat peraga itu sendiri. Pengendali kesalahan tersebut dimaksudkan sebagai penunjuk adanya kesalahan agar anak dapat mengetahui sendiri aktivitas yang dilakukannya itu apakah benar atau salah tanpa adanya pemberitahuan oleh orang lain. d. Auto-education Montessori menciptakan alat peraga yang sesuai dengan perkembangan anak. Alat peraga Montessori juga didesain untuk mudah dibawa dan dipindahkan 10

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI oleh anak sesuai dengan keinginannya. Alat peraga juga dapat membuat anak belajar secara mandiri. e. Kontekstual Dari keempat ciri alat peraga yang disebutkan oleh Montessori di atas, akan ditambahkan satu ciri lagi oleh peneliti, yaitu kontesktual. Alat peraga yang bersifat kontekstual ini berarti alat peraga yang dapat ditemukan atau dekat dengan kehidupan (Komalasari, 2011: 7). Berdasarkan sejarahnya, Montessori mulai mengembangkan sistem pembelajarannya dengan alat peraga yang diciptakannya. Montessori menggunakan alat peraga yang dimodifikasi dan digunakan untuk anak-anak miskin dengan material yang ada di lingkungan sekitar. Pemanfaatan bahan-bahan yang sesuai dengan konteks yang ada di daerah, dimana sekolah Montessori didirikan akan menekan biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan alat peraga. Sehingga alat peraga Montessori tidak lagi dinilai sebagai alat peraga yang mahal dan berkelas. Alat peraga ini dapat digunakan oleh anak-anak yang kurang beruntung. 2.1.1.3 Matematika 1) Pengertian Matematika Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan dalam satuan pendidikan, termasuk di dalamnya adalah pada tingkat sekolah dasar. Ruseffendi (dalam Heruman, 2012: 1) mengatakan bahwa matematika merupakan bahasa simbol. Sedangkan Soedjadi (dalam Heruman, 2012: 1), berpendapat bahwa matematika merupakan suatu objek yang memiliki tujuan yang abstrak, bertumpu pada kesepakatan dan memiliki pola pikir yang deduktif. Matematika merupakan suatu bidang ilmu yang menjadi alat pikir, alat berkomunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis, yang unsur-unsurnya logika, analisis dan konstruksi, generalis dan individualitas, dan memiliki cabang-cabang antara lain aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa matematika adalah suatu bidang ilmu yang berhubungan dengan bilangan yang digunakan untuk memecahkan masalah matematis. Matematika pada dasarnya memiliki konsep, yaitu dari konsep yang sederhana menuju pada konsep yang lebih tinggi. Perkembangan 11

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI intelektual anak oleh Piaget (dalam Uno, 2012: 131) dibagi menjadi empat periode berpikir. Keempat perode berpikir tersebut adalah (1) periode sensori motor (usia 0 sampai 2 tahun), (2) periode praoperasional (usia 3 sampai 7 tahun), (3) periode operasional konkret (usia 7 sampai 11 tahun), dan (4) periode operasi formal (usia 11 sampai dewasa). 2) Tujuan Matematika Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan untuk (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. (2) Menggunakan penalaran dalam pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. (3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. (4) Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan suatu masalah. (5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI, 2006: 30). 3) Materi Jenis dan Besar Sudut Ruang lingkup matematika adalah geometri dan pengukuran (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI, 2006: 32). Peneliti ingin meneliti salah satu ruang lingkup tersebut, yaitu geometri. Dimana salah satu pembahasan geometri pada mata pelajaran matematika kelas 3 SD pada semester 2 adalah jenis dan besar sudut, dengan standar kompetensi yang ke empat, yaitu memahami unsur dan sifat bangun datar sederhana. Sedangkan untuk kompetensi dasar yang diambil adalah mengidentifikasi berbagai jenis dan besar sudut. Terdapat penjelasan-penjelasan mengenai sudut, diantaranya adalah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia; Tim Bina Matematika; dan Amin & Sani. Sudut merupakan perpotongan dari dua garis di sekitar titik potongnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2007: 1097). Sedangkan Tim Bina Matematika (2011:108) 12

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menyebutkan bahwa sudut merupakan daerah yang dibatasi oleh perpotongan dua garis lurus. Lebih lanjut, Amin dan Sani (2004: 43) mengatakan pendapatnya mengenai sudut, yaitu hasil dari perpotongan dua garis lurus. Ketiga pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sudut merupakan perpotongan dua garis lurus yang memiliki titik ujung yang sama. 2.1.2 Hasil Penelitian yang Relevan 2.1.2.1 Penelitian yang Berkaitan dengan Persepsi Penelitian yang berkaitan dengan persepsi dilakukan oleh Setianingsih (2013) mengenai deskripsi persepsi siswa terhadap pendampingan orang tua dalam belajar di rumah. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdiri dari 5 kategori pendampingan orang tua yaitu kategori sangat optimal, kategori optimal, kategori cukup optimal, kategori kurang optimal, kategori tidak optimal. Menurut persepsi siswa, tingkat pendampingan orang tua dalam belajar di rumah masuk pada kategori optimal. Adanya pendampingan orang tua dalam belajar siswa di rumah akan membantu kesulitan siswa, sehingga siswa mampu mengatasi kesulitan yang dihadapi. Ada salah satu orang tua yang tidak membantu siswa dalam mengatur jadwal belajarnya sehingga masuk dalam kategori rendah. Terlihat pada siswa yang memiliki persepsi bahwa orang tua dalam mendampingi siswa kurang optimal. Hasil penelitian tersebut, diharapkan membuat orang tua semakin sadar dan mengoptimalkan pendampingan siswa dalam belajar di rumah. 2.1.2.2 Penelitian yang Berkaitan dengan Sudut Penelitian yang berkaitan dengan sudut dalam pembelajaran Matematika SD antara lain Riyanto (2010); Rahayu, Budiyono, Kurniawati (2013). Riyanto meneliti tentang peningkatan keaktifan dan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi jenis dan besar sudut melalui metode student teams achievement division (STAD) pada peserta didik kelas 3 SD. Hasil penelitian terhadap penggunaan metode Student Teams Achievement Division (STAD) mampu meningkatkan keaktifan peserta didik. Data yang diperoleh pada siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan keaktifan peserta didik saat pembelajaran. Selain itu, hasil belajar peserta didik pada materi mengidentifikasi jenis dan besar sudut (nilai ketuntasan minimal adalah 60) dengan menggunakan metode Student 13

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Teams-Achievement Divisions (STAD) secara terus menerus pada siklus pertama dan kedua terjadi peningkatan. Ada peningkatan presentase peserta didik pada setiap siklus. Kondisi awal yang hanya 47,3% (9 peserta didik tuntas dari 19 peserta didik) meningkat menjadi 63,2% (12 peserta didik tuntas dari 19 peserta didik), kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 78,9% (15 peserta didik tuntas dari 19 peserta didik). Berdasarkan data yang diperoleh dari setiap siklus, dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan keaktifan peserta didik kelas III SD N Wonorejo tahun ajaran 2009/2010 saat pembelajaran mengidentifikasi jenis dan besar sudut menggunakan metode Student Teams-Achievement Divisions (STAD). Rahayu, N.S., Budiyono, Kurniawati, I., (2013) meneliti tentang eksperimentasi pembelajaran matematika dengan model problem solving pada sub materi besar sudut-sudut, keliling dan luas segitiga ditinjau dari aktivitas belajar matematika siswa kelas VII semester II. Hasil yang diperoleh yaitu siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika yang tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang aktivitas belajar matematikanya sedang dan rendah. Pada pembelajaran yang menggunakan model problem solving, siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika yang tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika yang sedang dan rendah. Sedangkan pada pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran konvensional, siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika yang tinggi memiliki prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika yang sedang, siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika yang tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki aktivitas belajar matematika yang rendah. Kesimpulan dari penjelasan tersebut adalah bahwa model pembelajaran Problem Solving sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional pada materi besar sudut-sudut, keliling dan luas segitiga. 2.1.2.3 Penelitian yang Berkaitan dengan Alat Peraga Matematika Penelitian yang berkaitan dengan penggunaan alat peraga matematika adalah yang dilakukan oleh Kusumarita (2009) mengenai ekperimentasi 14

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung ditinjau dari aktivitas belajar siswa kelas IX SMP. Hasil penelitian diperoleh dari hipotesis pertama, kedua, dan ketiga. Hipotesis pertama dalam penelitian ini menyatakan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan alat peraga lebih baik daripada siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pada hipotesis yang kedua mengatakan bahwa prestasi belajar matematika pada siswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki aktivitas belajar sedang dan rendah. Terdapat faktor aktivitas belajar siswa yang terdiri dari tiga kelompok, maka untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika berdasarkan faktor aktivitas belajar siswa dilakukan uji komparasi ganda. Sedangkan pada hipotesis yang ketiga dalam penelitian ini mengatakan bahwa terdapat interaksi metode pembelajaran matematika dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Nilai uji yang diperoleh adalah Fab=1,232 yang lebih kecil dari nilai F0,05; 2; 227=3,00 (H0ab tidak ditolak). Hal ini berarti tidak ada interaksi metode pembelajaran matematika dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang menggunakan metode pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dan konvensional konsisten pada masing-masing tingkat aktivitas belajar dan perbedaan antara masing-masing tingkat aktivitas belajar konsisten pada setiap metode pembelajaran. 2.1.2.4 Penelitian yang Berkaitan dengan Alat Peraga Montessori Penelitian yang terkait dengan alat peraga Montessori adalah yang dilakukan oleh Putri (2013). Putri (2013) mengembangkan alat peraga ala Montessori untuk keterampilan geometri matematika kelas III. Penggunaan alat peraga Montessori pada kelas III menghasilkan kesan menarik pada siswa, karena siswa menjadi mudah memahami materi yang diajarkan, siswa juga senang ketika dapat menentukan sendiri warna yang sesuai dengan keinginannya untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, siswa juga merasa senang ketika dapat memberikan contoh dengan benar mengenai penggunaan alat peraga yang digunakan kepada temannya. Wali kelas III juga mengomentari penggunaan alat peraga. Alat peraga yang digunakan membuat siswa memperhatikan kegiatan 15

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pembelajaran dengan menggunakan papan pasir bangun datar. Kemampuan alat peraga yang dikembangkan mampu membuat prestasi anak dalam memahami materi meningkat. Validasi yang dilakukan oleh pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga matematika, guru kelas III A SDN Tamanan I, dan 6 siswa kelas III A SDN Tamanan I menghasilkan sebuah penilaian yaitu alat peraga papan pasir bangun datar telah memenuhi kriteria kelayakan yang sangat baik digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan pembelajaran bangun datar matematika. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan di atas hanya berakhir pada persepsi secara kuantitatif, belum ada deskripsi lebih lanjut mengenai persepsi tersebut. Peneliti belum menemukan penelitian yang membahas mengenai persepsi terhadap penggunaan alat peraga berbasis Montessori pada materi jenis dan besar sudut di Sekolah Dasar. Peneliti ingin memberikan pengetahuan baru mengenai penggunaan alat peraga sudut berdasarkan penelitian yang dilakukan. Apabila penggunaan alat peraga geometric stick box mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, maka alat peraga geometric stick box dapat dikembangkan lagi untuk penelitian selanjutnya. Penelitian yang terdahulu menjadi dasar adanya penelitian ini, seperti yang terangkum dalam literature map berikut: 16

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Judul Penelitian Dian (2013) persepsi siswa terhadap pendampingan orang tua dalam belajar di rumah Persepsi Kusumarita (2009) alat peraga bangun ruang sisi lengkung ditinjau dari aktivitas belajar siswa Riyanto (2010) - jenis dan besar sudut melalui metode student teams achievement division (STAD) Rahayu, N.S., Budiyono, dan Kurniawati, I. (2013). - problem solving pada sub materi besar sudut-sudut, keliling dan luas segitiga, aktivitas belajar matematika siswa kelas VII Alat Peraga Matematika Materi jenis dan besar sudut Putri (2013) alat peraga ala Montessori, ketrampilan geometri matematika kelas III Alat Peraga Matematika berbasis Montessori Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Kelas IIIA Gambar 2.3 Literature Map Hasil Penelitian yang Relevan 2.2 Kerangka Berpikir Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran adalah media pembelajaran atau alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar yang dimaksud adalah alat peraga. Alat peraga untuk siswa sekolah dasar masih bersifat konkret, karena tahapan berpikir anak masih dalam tahapan operasional konkret (Piaget dalam Suparno, 2001: 70). Maka dari itu, diperlukan sebuah alat yang mampu mengembangkan kemampuan anak untuk berpikir konkret. Upaya yang dilakukan untuk pengembangan sebuah alat, perlu adanya evaluasi mengenai kebermanfaatannya dan berbagai hal yang berkaitan dengan alat yang mungkin berpengaruh terhadap intensitas penggunaan alat itu di kemudian hari. Salah satu yang dapat mempengaruhi intensitas penggunaan alat peraga adalah persepsi. 17

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Persepsi merupakan pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubungan yang didapat dengan membuat kesimpulan dari informasi-informasi yang ada dan menafsirkan pesan, Rakhmat (2007: 51). Persepsi yang diungkapkan oleh guru dan siswa adalah persepsi mengenai alat peraga untuk mata pelajaran matematika. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang bersifat hitungan dan hafalan yang sering dianggap sulit oleh siswa. Diperlukan alat peraga untuk membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru. Alat peraga diperlukan agar siswa dapat belajar secara mandiri. Karena itu, dikembangkanlah berbagai alat peraga. Alat peraga yang dibuat perlu dievaluasi dengan melihat persepsi dari berbagai pihak agar semakin berkembang dan bermanfaat bagi anak. Alasan tersebut membuat peneliti melakukan penelitian mengenai persepsi guru dan siswa atas penggunaan alat peraga. Persepsi yang didapat dipengaruhi oleh sikap terhadap objek yang kemudian kejadian tersebut akan mengaktifkan sikap (Fazio, 1989; Fazio dan Roskos-Ewoldsen, 1994). Persepsi akan mempengaruhi intensi seseorang dalam menggunakan suatu produk, dalam hal ini adalah alat peraga. Pengalaman guru dan siswa dalam menggunakan alat peraga akan membentuk sebuah persepsi terhadap alat peraga tersebut. Jika guru dan siswa memiliki persepsi yang positif, maka intensi guru dan siswa dalam menggunakan alat peraga semakin besar. Begitu pun sebaliknya, jika guru dan siswa memiliki persepsi negatif mengenai alat peraga, maka intensi guru dan siswa dalam menggunakan alat peraga akan berkurang. 18

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian. Pembahasan metode penelitian yaitu jenis penelitian, setting penelitian, desain penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, kredibilitas dan transferabilitas, serta teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami suatu fenomena atau kejadian mengenai apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya adalah perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan dengan cara menuangkan apa yang terjadi dalam bentuk kata-kata (Moleong, 2011: 6). Berbeda dengan Moleong, Creswell (2012: 4) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif merupakan metode-metode yang digunakan untuk mengeksplorasi dan memahami sebuah permasalahan yang oleh sejumlah orang atau sekelompok orang dianggap berasal dari permasalahan sosial. Kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang memiliki tujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai permasalahan sosial. Metode penelitian kualitatif yang dilakukan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggunakan data-data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Fenomenologi adalah metode yang berusaha mengungkap dan mempelajari serta memahami suatu fenomena dengan konteks yang unik dan khas yang dialami individu (Herdiansyah, 2012: 66). Penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa suatu fenomena, dalam hal ini alat peraga yang relatif baru bagi guru dan siswa akan mempengaruhi dan memberikan pengalaman yang mengesankan (Herdiansyah, 2012: 67). 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah yang digunakan untuk penelitian eksperimen. Sekolah ini merupakan sekolah swasta yang terletak di jalan 19

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kaliurang km 7,8. Pemilihan sekolah ini didasarkan pada penggunaan alat peraga yang sangat jarang, terutama alat peraga Montessori. Alasan ini yang menyebabkan peneliti memilih sekolah ini untuk dijadikan tempat penelitian. 3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan, yaitu pada bulan Januari sampai April 2014. Waktu penelitian mengacu pada kalender sekolah, karena penelitian ini akan dilaksanakan selama tiga pertemuan dari proses belajar mengajar yang efektif di kelas. 3.2.3 Narasumber Narasumber dalam penelitian ini adalah guru kelas IIIA yang sekaligus merupakan guru matematika dan tiga siswa kelas IIIA, tiga siswa kelas IIIA. Proses pemilihan narasumber siswa dilakukan dengan menemui guru kelas yang juga berperan sebagai guru matematika. Peneliti menanyakan pada guru siswa yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini. Kriteria yang diambil berdasarkan karakteristik narasumber yang mampu bekerjasama dengan peneliti, mampu berkomunikasi secara lancar, dan mendapatkan izin dari orangtua melalui perantara guru. Mampu bekerjasma dengan peneliti maksudnya adalah narasumber siswa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Mampu berkomunikasi secara lancar maksudnya adalah narasumber dapat mengutarakan apa saja yang dirasakan sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Pada tahap selanjutnya, peneliti menemui responden yang disarankan oleh guru. Narasumber yang memenuhi kriteria adalah SY, YG, dan KV. Narasumber A merupakan wali kelas IIIA, yaitu IW. IW mengajar di SD Kanisius Sengkan sejak tahun 2011. IW mengajarkan 5 mata pelajaran pokok SD ditambah dengan mata pelajaran Bahasa Jawa. IW merupakan guru muda yang baru lulus menjadi sarjana pendidikan. Narasumber B adalah SY. SY, menurut gurunya termasuk dalam siswa yang mudah bergaul dengan siswa lainnya. SY mudah diajak berkomunikasi. Dia pandai mengutarakan apa saja yang terjadi. Narasumber C adalah YG. YG merupakan putri dari salah satu karyawan SD Kanisius Sengkan. YG merupakan siswa yang pandai berbicara dan mudah dekat dengan orang asing. Narasumber D adalah KV. KV, menurut gurunya juga 20

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI termasuk salah satu siswa yang mudah diajak berkomunikasi. KV mudah mengutarakan apa saja yang dialaminya. 3.2.4 Objek Penelitian Objek Penelitian ini adalah persepsi guru dan siswa kelas IIIA SD Kanisius Sengkan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 3.3 Desain Penelitian Pada penelitian ini, peneliti melakukan langkah-langkah penelitian untuk sampai pada hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkahlangkah penelitian seperti yang dijelaskan oleh Patton (1990) (dalam McMillan, 2001: 400) adalah sebagai berikut: Studi awal Tahap perencanaan Mempertajam fokus dan perumusan masalah penelitian Analisis Pelaksanaan (observasi interview, dokumen) Temuan Pengecekan keabsahan data Simpulan hasil peneltian, rekomendasi, dalil-dalil MODEL HIPOTETIK PERSONALIS ASI NILAI BELA GHAM Gambar 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian tersebut dimodifikasi sesuai dengan langkah-langkah yang peneliti lakukan seperti pada gambar berikut ini: 21

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Analisis Observasi Awal Temuan (Persepsi) Tahap perencanaan Mempertajam fokus dan perumusan masalah penelitian Pelaksanaan penelitian (observasi wawancara, dokumentasi) Pengecekan keabsahan data Gambar 3.2 Desain Penelitian dengan Modifikasi. Desain penelitian tersebut dijelaskan sebagai berikut : 3.3.1 Melakukan Observasi awal. Observasi awal dilakukan untuk mengetahui kondisi awal sebelum pemberian alat peraga. 3.3.2 Menyusun kerangka penelitian. Kerangka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dasar pemikiran peneliti, alur pemikiran peneliti, alasan peneliti melakukan penelitian dan desain penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data. 3.3.3 Menyusun fokus penelitian yang digali dari narasumber, agar peneliti memiliki pedoman ketika pengambilan data. 3.3.4 Melakukan pengambilan data. Setelah menemukan subjek penelitian yang sesuai dengan prosedur pengambilan data, peneliti melakukan wawancara dan pengamatan atau observasi dengan subjek penelitian secara berkelanjutan. 3.3.5 Melakukan pencatatan terhadap hasil yang diperoleh dari pengambilan data. 3.3.6 Setelah melakukan pencatatan, peneliti mengolah semua data hasil wawancara dan pengamatan dari subjek penelitian. Hal ini dilakukan agar peneliti dan pihak lain lebih mudah memeriksa ketepatan dari langkahlangkah yang telah diambil dan memungkinkan data tersusun dengan rapi, sistematis dan lengkap. 22

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.3.7 Melakukan analisis data yang telah diperoleh dan mendapatkan sebuah temuan. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Berbeda dengan penelitian kuantitatif, dalam penelitian kualitatif, peneliti atau dengan bantuan orang lain merupakan instrumen utama dalam penelitian (Moleong, 2011: 9). Peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui observasi, wawancara, atau dokumentasi dengan para partisipan (Creswell, 2012: 261). Sugiyono (2011: 309) mengatakan pendapatnya mengenai pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang melibatkan 4 teknik, seperti pada gambar berikut ini: Observasi Wawancara Teknik Pengumpulan data Dokumentasi Triangulasi Gambar 3.3 Teknik Pengumpulan Data Berkaitan dengan beberapa hal di atas, peneliti memodifikasi bagan teknik pengumpulan data sesuai dengan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu wawancara, observasi (pengamatan), dan dokumentasi sebagai alat utama dalam pengumpulan data seperti pada bagan berikut ini: Wawancara Teknik Pengumpulan Data Observasi Dokumentasi Gambar 3.4 Teknik Pengumpulan Data Modifikasi 23

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.4.1 Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik, dan berlandaskan pada tujuan penyelidikan (Hadi dalam Rahayu dan Ardani, 2004:63). Panduan wawancara dibuat agar lebih terfokus pada permasalahan yang ada dan menghindari adanya kemungkinan-kemungkinan yang tidak dikehendaki. Pertanyaan wawancara sebelum pemberian alat peraga yang dibuat adalah mengenai pengalaman selama kegiatan pembelajaran, terutama mata pelajaran matematika, sedangkan pertanyaan wawancara setelah penggunaan alat peraga yang dibuat adalah mengenai perasaan dan persepsi alat peraga Montessori pada mata pelajaran Matematika dengan materi jenis dan besar sudut. 3.4.2 Observasi Observasi dijelaskan oleh Creswell (2012: 134) merupakan metode yang paling dasar dari ilmu sosial karena dalam cara-cara tertentu, peneliti selalu terlibat dalam proses mengamati. Patton dalam (Creswell, 2012: 135) menegaskan observasi merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian, terutama penelitian dengan pendekatan kualitatif. Panduan observasi dibuat agar lebih fokus terhadap hal-hal yang akan diamati. Peneliti melakukan kegiatan observasi sebelum pemberian alat peraga sebanyak tiga kali, yaitu satu kali observasi sosio kultural dan dua kali observasi kegiatan pembelajaran. Kemudian, peneliti melakukan kegiatan observasi untuk pemberian alat peraga sebanyak tiga kali. Wawancara dan observasi dilakukan pada wali kelas IIIA dan siswa kelas IIIA. Wawancara dilakukan dengan menuliskan secara langsung jawaban informan dan dibantu dengan rekaman handphone agar jawaban narasumber yang terlewati oleh peneliti dapat ditinjau kembali. Observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran matematika berlangsung. Peneliti secara langsung mencatat hal-hal penting dari para subjek dan dibantu dengan satu teman serta rekaman kamera foto dan handycam. Penentuan narasumber berdasarkan kriteria tertentu dengan melakukan wawancara sebelum penelitian berlangsung dengan wali kelas IIIA. Pemilihan subjek dalam penelitian kualitatif 24

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ini mengambil dari kelas eksperimen yang menggunakan alat peraga yang berjumlah tiga siswa. Untuk menentukan narasumber penelitian, peneliti melakukan beberapa hal, yaitu : a. Mencari tiga orang siswa kelas IIIA SD Kanisius Sengkan dengan kriteria tertentu dan wali kelas IIIA SD Kanisius Sengkan. Kriteria yang dimaksud adalah dimana siswa pandai berbicara dan dapat bekerjasama dengan peneliti. b. Menghubungi langsung para calon narasumber penelitian yang akan dimintai waktunya untuk wawancara. c. Mengadakan janji waktu dan tempat untuk melakukan wawancara. 3.4.3 Dokumentasi Pengumpulan data selain dengan menggunakan wawancara dan observasi, ditambah dengan dokumentasi. Dokumentasi merupakan sebuah catatan yang terjadi pada masa lalu. Dokumen dapat berbentuk lisan, tulisan, gambar, atau karya dari seseorang. Dokumen dalam penelitian ini berupa foto selama kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Montessori. Tujuan dari penggunaan dokumentasi ini adalah untuk melengkapi data karena akan digunakan untuk triangulasi sumber data. 3.5 Instrumen Penelitian Sugiyono (2011: 305) menyebutkan dua hal utama yang mempengaruhi kualitas hasil penelitian, yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen adalah peneliti itu sendiri. Karena itu, peneliti sebagai instrumen juga harus “divalidasi”. Validasi ini perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Moleong (2011: 168) mengatakan bahwa peneliti merupakan perencana, pelaksana, pengumpulan data, analisis, penafsir data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. Peneliti sebagai instrumen utama bertindak langsung sebagai observer dan juga interviewer untuk memperoleh data. 25

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penelitian ini dibutuhkan pengalaman langsung dengan para siswa dan juga para pendidik. Sebelum penelitian, peneliti telah memiliki banyak pengalaman untuk terjun langsung ke lapangan sejak tahun 2011. Peneliti telah dibiasakan untuk melakukan praktik lapangan, dimana pada awal tahun 2011, peneliti menjadi Pembina Pramuka. Pada tahun yang sama sampai pada pertengahan tahun 2012, peneliti melakukan bimbingan belajar di SD. Pertama, peneliti melakukan bimbingan belajar untuk kelas atas, kemudian peneliti melakukan bimbingan belajar untuk kelas bawah. Setelah program bimbingan belajar selesai, peneliti melanjutkan terjun ke lapangan untuk magang dengan guru selama satu semester. Semester berikutnya, peneliti melakukan magang kepala sekolah. Tugas peneliti selama magang dengan guru dan kepala sekolah adalah membantu dan mempelajari tugas-tugas guru dan kepala sekolah. Kemudian, pada tahun 2014, peneliti melakukan praktik lapangan, yang biasa disebut dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL) selama tiga bulan. Selain melakukan beberapa kegiatan tersebut, peneliti juga mengikuti workshop pengembangan alat peraga Montessori selama dua minggu pada tahun 2012. Selama workshop, peneliti juga membuat sebuah alat peraga secara berkelompok. Pada tahun 2013, peneliti mengikuti seminar mengenai alat peraga Montessori selama satu hari. Melalui kegiatan workshop ini, peneliti mengetahui bagaimana menggunakan alat-alat peraga Montessori dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam kelas Montessori. Selain kegiatan-kegaiatan yang telah disebutkan, peneliti juga melakukan latihan wawancara dan observasi. Peneliti melakukan latihan observasi dengan menggunakan video. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan tersebut memberikan banyak sumbangan bagi peneliti untuk melakukan penelitian ini. Peneliti menjadi familiar dengan narasumber penelitian yang terdiri dari guru dan siswa. Peneliti terbiasa mendengarkan bahasa yang digunakan oleh siswa. Hal ini memudahkan peneliti melakukan wawancara. Peneliti mulai merencanakan kegiatan yang dilakukan selama penelitian. Peneliti mulai mencari tempat untuk penelitian. Peneliti menetapkan SD Kanisius Sengkan Yogyakarta sebagai setting penelitian. Pada awal berada di SD Kanisius Sengkan, peneliti melakukan observasi lingkungan sekolah, untuk mengetahui seluk beluk sekolah ini mengenai alat peraga. Setelah 26

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI melakukan observasi sekolah, peneliti melakukan observasi kegiatan pembelajaran sebanyak dua kali. Pada tahap selanjutnya, peneliti mulai melakukan wawancara sebelum pemberian alat peraga untuk mengetahui kebiasaan dan pengalaman guru dan siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran matematika. Sebelum melakukan wawancara dan observasi, peneliti mempersiapkan hal-hal yang diperlukan, yaitu : a. Lembar panduan wawancara dan observasi Panduan wawancara berisi poin-poin penting yang akan ditanyakan kepada narasumber dalam penelitian ini, yaitu guru dan siswa. Panduan observasi dibuat peneliti berdasarkan teori mengenai alat peraga Montessori. Alat peraga montessori memiliki karakteristik yaitu menarik, bergradasi, auto education, auto correction (Montessori, 2002: 169-175), dan satu tambahan dari peneliti yaitu kontekstual (Komalasari, 2011: 7). Selanjutnya, peneliti melihat langsung kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. b. Alat untuk merekam atau handycam dengan durasi yang berbeda-beda. Setiap wawancara, peneliti menyediakan kamera dan handphone untuk merekam. Peneliti juga menyediakan kamera digital dan handycam untuk mendokumentasikan kegiatan pembelajaran di kelas. c. Kertas atau alat tulis yang digunakan untuk mencatat hal-hal penting yang akan ditanyakan pada narasumber penelitian untuk menggali informasi lebih dalam dan juga hal-hal penting yang terjadi selama melakukan observasi kegiatan pembelajaran. Kemudian, peneliti melakukan observasi dengan pemberian alat peraga berbasis Montessori selama tiga pertemuan. Selesai melakukan kegiatan observasi, peneliti melakukan wawancara kembali dengan para subjek penelitian untuk mengetahui perasaan dan persepsi mereka selama pemberian alat peraga. Observasi sebelum penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa sebelum mendapat tindakan dalam penggunaan alat peraga Matematika berbasis Montessori yang disusun dalam panduan observasi seperti pada tabel 3.1. 27

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.1 Panduan Observasi Sebelum Pemberian Alat Peraga Berbasis Montessori No Subjek 1. Guru dan siswa 2. Siswa 3. Guru Proses yang Hal yang diamati diamati Interaksi guru dan a. Cara guru mengajarkan konsep siswa selama b. Respon guru terhadap pertanyaan siswa kegiatan c. Respon siswa terhadap pelajaran matematika yang pembelajaran diberikan guru. d. Interaksi siswa dan guru selama kegiatan pembelajaran Perilaku siswa ketika mengerjakan soal Penyampaian materi pelajaran matematika ke siswa a. Perilaku siswa dalam mengerjakan soal matematika b. Cara siswa menyelesaikan soal matematika a. Penggunaan metode mengajar matematika b. Penggunaan media pembelajaran c. Cara guru membimbing siswa mengerjakan soal latihan Peneliti juga menyusun kisi-kisi observasi yang akan digunakan selama pemberian tindakan dengan menggunakan alat peraga. Kisi-kisi observasi yang dibuat adalah kisi-kisi observasi untuk guru (lihat lampiran 3.1) dan kisi-kisi Observasi untuk siswa (lihat lampiran 3.2). Setelah menyusun kisi-kisi observasi untuk guru dan siswa, peneliti menyusun panduan observasi untuk guru seperti pada tabel 3.2 dan panduan observasi untuk siswa pada tabel 3.3. Tabel 3.2 Pedoman Observasi Guru Karakteristik Alat (Peran Guru) Deskripsi Guru berperan sebagai yang menyediakan media Objek yang Diamati a. Guru memantau kegiatan belajar siswa b. Guru tidak membantu menyelesaikan soal matematika c. Guru hanya menjelaskan secara singkat materi yang diajarkan Tabel 3.3 Pedoman Observasi Siswa Keterangan No Deskripsi Objek yang Diamati Siswa A 1 Kemampuan siswa mendengarkan guru Siswa B Siswa C a. Cara siswa mendengarkan guru 28

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keterangan No Deskripsi Objek yang Diamati Siswa A mengajarkan materi mengenai sudut Siswa C yang sedang menjelaskan 2 Pemahaman siswa terhadap cara menggunakan alat peraga a. Siswa mendengarkan cara penggunaan alat peraga b. Siswa tidak banyak bertanya mengenai cara menggunakan alat peraga. 3 Kemampuan siswa menggunakan alat peraga a. Siswa menggunakan alat peraga dengan benar. b. Siswa mengetahui alat peraga digunakan untuk mempelajari materi sudut. 4 Alat peraga dapat membantu siswa menemukan konsep matematika secara mandiri a. Usaha siswa dalam mencoba menggunakan alat peraga dan menjawab soal dengan tepat 5 Siswa secara spontan menyentuh alat peraga 6 Siswa secara spontan meraba alat peraga b. Respon siswa ketika pertama kali diperkenalkan dengan alat peraga a. Setelah diberi alat peraga, siswa langsung melihat dan meraba alat tersebut 7 Siswa secara spontan memegang alat peraga dan mencoba alat peraga tersebut a. Setelah diberi alat peraga, siswa langsung memegang alat peraga tersebut dan mencobanya 8 Menunjukkan muka senang tertarik dengan peraga diberikan a. Siswa mengunakan alat peraga secara terus menerus sampai habis batas waktu penggunaan alat peraga b. Siswa ingin berlamalama menggunakan alat peraga tersebut 9 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang raut dan alat yang Siswa B a. Gradasi ukuran dari pendek ke panjang membantu siswa dalam mempelajari 29

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keterangan No Deskripsi Objek yang Diamati Siswa A Siswa B Siswa C konsep 10 Alat membantu menemukan kesalahan peraga siswa 11 Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan a. Siswa menemukan kesalahan yang terjadi dengan menggunakan alat peraga a. Siswa dapat memperbaiki kesalahan yang terjadi selama menggunakan alat peraga b. Siswa menemukan jawaban yang tepat Peneliti merencanakan untuk melakukan wawancara (lihat lampiran 3.3). Setelah merencanakan kegiatan wawancara, peneliti menyusun panduan wawancara yang digunakan sebelum guru dan siswa diperkenalkan alat peraga Montessori seperti pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Panduan Wawancara Sebelum Guru dan Siswa Diperkenalkan Alat Peraga Montessori No 1. Deskripsi Pemikiran guru dan siswa selama ini terhadap mata pelajaran matematika Fokus Pertanyaan A. Pemikiran subjek mengenai matematika (suka dan duka) Pertanyaan Guru : A1. Sudah berapa lama anda mengajar di SD Kanisius Sengkan ? A2. Mendapatkan pengalaman mengajar di kelas berapa saja ? A3. Apakah mengajar di kelas 3 sudah lama ? A4. Jika ya, sudah berapa lama ? A5. Jika tidak, baru berapa lama ? A6. Bagaimana perasaan anda selama ini mengajar di kelas 3 ? A6. Jilka senang, apa alasannya ? A7. Jika tidak senang, apa alasannya ? A8. Metode apa saja yang selama ini anda gunakan untuk mengajar matematika ? A9. Bagaimana respon siswa terhadap metode yang digunakan guru ? A10. Bagaimana dengan hasil belajar yang diperoleh siswa ? Siswa : A1. Mata pelajaran apa saja yang kamu pelajari di SD Kanisius Sengkan ? A2. Mata pelajaran apa saja yang kamu sukai ? 30

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Deskripsi Fokus Pertanyaan Pertanyaan A3. Untuk mata pelajaran Matematika: Apakah kamu menyukainya ? A4. Jika ya, apa alasannya ? apa buktinya ? A5. Jika tidak, apa alasannya ? A6. Siapa guru yang mengajar matematika ? A7. Bagaimana cara guru mengajarkan matematika ? A8. Selain gurumu di sekolah, siapa saja yang mengajarimu matematika ? A9. Apakah setelah pulang sekolah kamu selalu mempelajari lagi semua yang telah diajarkan di sekolah ? A10. Jika ya, apa alasannya ? A11. Jika tidak, apa alasannya ? A12. Selama belajar matematika, kamu menyukai belajar dengan menggunakan media atau tidak ? A13. Jika ya, apa alasannya ? media apa saja yang biasa kamu pakai ? A14. Jika tidak, apa alasannya ? 2. Pemikiran guru dan siswa sebelum menggunakan alat A. Pemikiran subjek mengenai alat yang akan digunakan Guru : A1. Apakah anda mengenal tokoh Maria Montessori ? A2. Bagaimana pendapat anda mengenai alat peraga Montessori ? A3. Apakah anda pernah mencoba menggunakan alat peraga Montessori ? A4. Jika ya, apa kesan yang pertama kali di dapat ? A5. Jika tidak, mengapa tidak mencoba ? A6. Mengenai alat peraga yang akan digunakan siswa nanti, Apa yang ada di pikiran anda mengenai alat peraga ini ? A7. Bagaimana kesan anda terhadap alat peraga ini ? A8. Kira-kira, Apakah alat yang akan digunakan ini dapat membantu siswa dalam belajar matematika ? A9. Jika ya, apa alasannya ? A10. Jika tidak, apa alasannya ? Siswa : A1. Coba lihat gambar ini, kira-kira ini gambar apa ya ? A2. Kira-kira alat ini untuk apa ya ? A3. Apakah kamu tahu kalau ternyata alat ini akan digunakan untuk belajar ? A4. Jika tahu, kira-kira untuk belajar apa ya ? A5. Jika tidak, apa alasannya ? A6.Apakah kamu pernah belajar dengan menggunakan alat bantu seperti alat ini ? A7. Jika ya, alat apa yang pernah kamu gunakan ? A8.Jika tidak, apakah kamu belajar dengan mengingat-ingat yang dajarkan ? A9. Apakah kamu ingin mencoba menggunakan alat peraga ini ? A10. Jika ya, apa yang membuatmu ingin mencoba ? A11. Jika tidak, mengapa ? A12. Jika tidak, Kira-kira dengan menggunakan alat 31

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Deskripsi Fokus Pertanyaan Pertanyaan ini, apakah kamu akan terbantu untuk belajar ? A13. Jika ya, apa alasannya ? A14. Jika tidak, apa alasannya ? Peneliti juga menyusun kisi-kisi untuk melakukan wawancara kepada guru (lihat lampiran 3.4) dan siswa (lihat lampiran 3.5). Adanya kisi-kisi wawancara untuk guru dan siswa tersebut membantu peneliti untuk menyusun panduan wawancara. Panduan wawancara yang dibuat seperti pada tabel 3.5 untuk wawancara pada guru, sedangkan panduan wawancara untuk siswa seperti pada tabel 3.6. Tabel 3.5 Panduan Wawancara Untuk Guru No Karakteristik Deskripsi 1 (Persepsi) Perasaan dan pemikiran guru mengenai alat yang telah digunakan 2 Autoeducation Siswa mampu mengetahui konsep matematika yang diajarkan dengan menggunakan alat tersebut secara mandiri Objek yang Ditanyakan Pemikiran dan perasaan subjek terhadap alat peraga berbasis Montessori Pertanyaan 1. a. Bagaimana perasaan anda setelah melihat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga tersebut ? b. Menurut anda, adakah perubahan yang dialami siswa setelah melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori ? c. Jika ada, apa buktinya ? d. Jika tidak, apa buktinya ? e. Bagaimana pandangan anda mengenai alat yang digunakan siswa selama kegiatan pembelajaran ? Pemahaman konsep setelah menggunakan alat peraga berbasis Montessori 2. a. Apakah siswa secara mandiri menjadi lebih mengenal dan memahami konsep matematika pada materi sudut ? b. Jika ya, bagaimana anda dapat melihat hal tersebut? c. Jika tidak, apa alasannya ? bagaimana anda dapat melihat hal tersebut ? Membantu atau justru membuat 3. a. Apakah alat tersebut sangat 32

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 3 4 Karakteristik Menarik Bergradasi Deskripsi Objek yang Ditanyakan siswa bingung terhadap materi yang diajarkan Pertanyaan membantu siswa dalam memahami konsep secara mandiri ? b. Jika membantu, apa alasannya? c. Jika membuat siswa bingung, apa alasannya ? Siswa dapat menjawab pertanyaanpertanyaan yang ada tanpa bantuan guru Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori 4. a. Apakah siswa menjadi lebih mampu dalam mengerjakan soal? b. Jika ya, bagaimana contohnya ? dapat diceritakan ? c. Jika tidak, bagaimana contohnya ? dapat diceritakan ? Ketertarikan guru dan siswa dalam menggunakan alat peraga berbasis Montessori Ketertarikan guru dan siswa dengan bentuk alat peraga berbasis Montessori 5. a. Apakah anda merasa tertarik dengan bentuk alat peraga berbasis Montessori yang digunakan siswa untuk belajar ? b. Jika ya, dapatkah diceritakan mengenai halhal yang menarik itu ? c. Jika tidak, apakah anda dapat menceritakannya ? Ketertarikan siswa terhadap cara menggunakan alat peraga berbasis Montessori 6. a. Bagaimana pendapat anda mengenai cara penggunaan alat peraga berbasis Montessori ? b. Apakah anda merasa tertarik dengan cara menggunakan alat peraga berbasis Montessori yang digunakan siswa ? c. Jika ya, dapat diceritakan ? d. Jika tidak, dapat diceritakan ? Dapat digunakan untuk semua siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 7. a. Apakah alat tersebut dapat digunakan untuk mengajarkan materi dari kelas 1-6 ? b. Jika ya, materi apa yang dapat menggunakan alat tersebut ? Bagaimana caranya? c. Jika tidak, apa alasannya? Adanya gradasi pada alat membantu anak memahami konsep matematika 33

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No 5 6 Karakteristik AutoCorrection Kontekstual Deskripsi Kemampuan alat dalam membantu siswa belajar Bahan-bahan yang digunakan Objek yang Ditanyakan Ukuran yang ada pada alat Pertanyaan 8. a. Bagaimana ukuran yang ada dalam alat tersebut? b. Apakah ukuran yang pada alat tersebut dapat membantu siswa belajar ? c. Jika ya, apa alasannya ? d. Jika tidak, apa alasannya ? Alat peraga dapat membantu siswa dalam menemukan kesalahan yang dilakukan dan memperbaiki dengan sendirinya 9. a. Apakah alat yang digunakan terdapat pengendali kesalahan sehingga siswa dapat menemukan sendiri kesalahannya dalam menjawab pertanyaan tanpa harus melihat kartu jawaban atau dengan bantuan guru ? b. Jika ya, apa alasannya ? apa buktinya ? c. Jika tidak, apa alasannya ? apa buktinya ? d. Apakah siswa jika menemukan jawaban yang salah akan segera memperbaikinya atau berhenti mencoba karena merasa tidak bisa ? e. Jika ya, apa buktinya ? f. Jika tidak, apa buktinya ? Alat peraga mempunyai kunci jawaban 10. a. Apakah alat peraga memiliki kunci jawaban sehingga siswa dapat mencocokkan jawabannya ? b. Jika ya, mana buktinya ? c. Jika tidak, mana buktinya ? Alat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang dikenal atau dekat dengan kehidupan siswa 11. a. Apakah alat peraga berbasis Montessori yang digunakan siswa terbuat dari bahanbahan yang dikenal atau dekat dengan kehidupan siswa? b. Jika ya, bahan apa yang digunakan ? mengapa dikatakan dekat dengan siswa? 34

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.6 Panduan Wawancara untuk Siswa No 1 2 3 Karakteristik (Persepsi) Autoeducation Menarik Deskripsi Perasaan dan pemikiran siswa dan guru mengenai alat yang telah digunakan Siswa mampu mengetahui konsep matematika yang diajarkan dengan menggunakan alat tersebut secara mandiri Fokus Pertanyaan Pemikiran dan perasaan subyek terhadap alat peraga berbasis Montessori Pertanyaan 1. a. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori ? Pemahaman konsep setelah menggunakan alat peraga berbasis Montessori 2. a. Apakah alat tersebut dapat membantumu untuk mengenal dan memahami konsep matematika? b. Jika membantu, bagaimana cara alat itu dapat membantumu untuk belajar? c. Jika tidak, mengapa alat tersebut tidak dapat membantumu dalam belajar ? Membantu atau membuat siswa bingung terhadap materi yang diajarkan 3. a. Setelah menggunakan alat tersebut, apakah kamu merasa terbantu untuk memahami materi yang diajarkan atau malah membuatmu bingung ? b. Jika membantu, bagaimana cara alat tersebut dapat membantumu ? c. Jika tidak, apa alasannya? Siswa dapat menjawab pertanyaanpertanyaan yang ada tanpa bantuan guru Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori 4. a. Apakah kamu dapat menjawab pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru? b. Jika ya, bagaimana caranya kamu dapat menjawab pertanyaan tersebut ? c. Jika tidak, ceritakan prosesnya, hal-hal apa yang membuatmu tidak menemukan jawabannya ? Ketertarikan guru dan siswa dalam menggunakan alat peraga berbasis Montessori Ketertarikan guru dan siswa dengan bentuk alat peraga berbasis Montessori 5. a. Ketika pertama kali melihat alat peraga, apa yang ingin kamu lakukan dengan alat peraga itu ? b. Bagaimana pengalamanmu setelah menggunakan alat peraga ? apakah 35

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menyenangkan ? c. Jika ya, bisa diceritakan apa saja yang menyenangkan itu ? d. Jika tidak, bisa diceritakan apa yang membuatmu tidak senang ? d. Bagaimana dengan bentuknya, apakah kamu menyukai bentuk dari alat peraga tersebut ? e. Jika ya, mengapa demikian ? f. Jika tidak, mengapa ? Ketertarikan siswa terhadap cara menggunakan alat peraga berbasis Montessori 6. a. Bagaimana dengan cara penggunaan alat tersebut ? apakah cara penggunaannya menarik ? b. Jika ya, mengapa ? c. Jika tidak, mengapa ? d. Jika kamu diperbolehkan menggunakan alat tersebut, apakah kamu akan menggunakannya di luar jam pelajaran ? 4 Bergradasi Adanya gradasi pada alat membantu anak memahami konsep matematika Ukuran yang ada pada alat 7. a. Bagaimana ukuran yang ada pada alat tersebut? b. Apakah kamu merasa terbantu untuk belajar karena adanya perbedaan ukuran untuk setiap sudut ? c. Jika ya, berikan alasannya. d. Jika tidak, berikan alasannya. 5 AutoCorrection Kemampuan alat dalam membantu siswa belajar Alat tersebut dapat membantu siswa dalam menemukan kesalahan yang dilakukan dan memperbaiki dengan sendirinya 8. a. Apakah kamu mengerjakan semua soal dengan baik dan benar ? b. Jika ya, mana buktinya ? c. Jika tidak, mana buktinya ? d. Pernahkah kamu secara sadar menemukan kesalahanmu saat mencoba menjawab pertanyaan ? e. Jika pernah, dari mana kamu tahu ? f. Jika tidak, mengapa demikian ? g. Jika kamu menemukan kesalahan, apakah kamu ingin langsung memperbaiki kesalahan 36

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tersebut ? 6 Kontekstual Bahan-bahan yang digunakan Alat peraga mempunyai kunci jawaban 9. a. Apakah alat tesebut terdapat kunci jawaban sehingga kamu dapat mencocokkan jawabannya? b. Jika ya, darimana kamu tahu ? c. Jika tidak, mengapa demikian ? Alat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang dikenal atau dekat dengan kehidupan siswa 10. a. Apakah kamu mengenal bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat tersebut? b. Apakah di sekitar rumah atau sekolahmu terdapat bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat tersebut ? Penyusunan pedoman observasi dan wawancara didasarkan pada teori mengenai alat peraga Montessori. Kemudian, panduan observasi dan wawancara ini dikonsultasikan pada ahli. Setelah panduan jadi, peneliti melakukan latihan observasi dan wawancara agar terbiasa ketika melakukan observasi dan wawancara yang sebenarnya pada subjek penelitian. Setelah semua persiapan dilakukan, peneliti melakukan pengambilan data di lapangan. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti beragam, yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. 3.6 Kredibilitas dan Tranferabilitas 3.6.1 Kredibilitas Stangl (1980) dan Sarantoks (1993) (dalam Poerwandari, 2007: 207) mengatakan bahwa penelitian kualitatif tetap menggunakan validitas tetapi tidak melalui manipulasi variabel, melainkan melalui orientasinya dan upayanya mendalami dunia empiris dengan menggunakan metode yang cocok untuk pengambilan data. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencapai kredibilitas, yaitu melalui triangulasi sumber data, triangulasi metode pengumpulan data, dan triangulasi peneliti (Creswell dalam Skripsi Alifa, 2008: 53). 37

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data. Triangulasi sumber data dilakukan dengan cara membandingkan hasil wawancara dengan hasil observasi, membandingkan hasil observasi dengan dokumentasi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumentasi. 3.6.2 Transferabilitas Transferabilitas mengarah pada sejauh mana temuan yang dilakukan pada suatu penelitian diaplikasikan pada kelompok lain. Setting atau konteks dimana hasil penelitian akan diterapkan atau ditransferkan harus relevan, atau memiliki banyak kesamaan dengan setting dimana penelitian dilakukan (Poerwandari, 2007: 212). SD Kanisius Sengkan Yogyakarta merupakan sekolah swasta yang berada di jalan kaliurang. SD ini merupakan sekolah yang berada di daerah pedesaan. Letak SD Kanisius Sengkan dekat dengan pasar, yang dapat memungkinkan adanya kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan pasar. SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang terakreditasi A memiliki 13 kelas paralel. Setiap tingkatan kelas memiliki 2 kelas paralel, kelas A dan kelas B, kecuali untuk kelas I, ada 3 kelas paralel. Sekolah ini memiliki cukup banyak alat peraga, namun, alat peraga yang ada jarang digunakan. Kelas IIIA yang menjadi tempat penelitian ini, memiliki 41 orang siswa. Kelas yang banyak ini tetap berjalan lancar meskipun berbagai karakter ada di sini. Orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta mayoritas merupakan kalangan menengah ke bawah. Banyak prestasi yang telah diperoleh oleh siswa di SD ini meskipun memiliki keterbatasan. Adanya karakteristik yang telah disebutkan di atas, tidak menjadi jaminan hasil yang diperoleh akan sama apabila ada peneliti yang melakukan penelitian yang sama. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap persepsi, karena itu, hasil yang diperoleh tidak sepenuhnya sama. Hasil penelitian bergantung pada subjek yang mempersepsi alat peraga yang digunakan. Persepsi yang diungkapkan bisa persepsi positif dan persepsi negatif, karena persepsi yang diungkapkan oleh setiap individu berbeda-beda. 38

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.7 Teknik Analisis Data Analisis data kualitatif menurut Bogdan dan Biklen (dalam Moleong, 2011: 248) adalah upaya yang dilakukan untuk mengorganisasikan data, memilahmilah data, mensintesis, mencari dan menemukan pola, menemukan yang penting dan yang perlu dipelajari, dan kemudian memutuskan apa yang akan dijelaskan pada orang lain. Analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan mengorganisasi data dan melakukan koding. Mengorganisasi data yang sistematis, memungkinkan peneliti untuk (a) memperoleh kualitas data yang baik; (b) mendokumentasikan analisis yang dilakukan; (c) menyimpan data dan analisis yang berkaitan dalam penyelesaian penelitian (Poerwandari, 2007: 168). Supratiknya (2012: 113-119) membagi teknik analisis data menjadi tiga, yaitu: 1. Tahap Pengodean Inti dari kegiatan pada tahapan ini adalah memberi kode pada materi atau data mentah yang diperoleh (Poerwandari dalam Supratiknya, 2012: 113). Pengodean terdiri dari tiga tahapan, pertama menstranskripsi verbatim atau kata demi kata dari hasil wawancara dan observasi. Kedua, memberi nomor masing-masing baris transkrip data mentah secara urut dan kontinyu dari atas ke bawah. Ketiga, memberi identitas atas data mentah yang diperoleh dengan jelas. Setelah melakukan wawancara dan observasi, peneliti membaca data dan melakukan koding. Koding dimaksudkan untuk dapat mengorganisasi dan mensistemasi data secara lengkap dan mendetail sehingga data dapat memunculkan gambaran mengenai topik yang dipelajari (Poerwandari, 2007: 171). Koding dan analisis data yang dilakukan oleh peneliti diawali dengan menuliskan transkrip observasi dan wawancara ke dalam verbatim. Peneliti menuliskan verbatim untuk wawancara atau observasi dan periode yang dilakukan. Peneliti menuliskan biodata subjek dan memberikan keterangan koding untuk subjek. Kemudian peneliti menuliskan catatan pada saat peneliti melakukan wawancara dan observasi. Catatan tersebut diletakkan sebelum menuliskan hasil wawancara. Kemudian, peneliti membuat 4 kolom. Kolom pertama untuk menuliskan baris, dan kolom 39

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kedua untuk menuliskan kode peneliti dan subjek, kolom ketiga adalah hasil wawancara atau observasi, dan kolom ke empat adalah kode dari data mentah yang diperoleh. Kemudian, dari hasil transkrip tersebut, peneliti memilih data yang penting, yang kemudian akan diberi kode pada wawancara atau observasi periode ke berapa, subjeknya siapa, dan pada baris ke berapa data penting tersebut dikutip. Setelah melakukan pengorganisasian data dan koding, maka peneliti mulai menganalisis data yang ada. 2. Analisis Tematik Pada tahapan ini dilakukan open coding atau pengodean terbuka, yaitu dengan menemukan kata kunci atau tema dalam data mentah berupa transkrip narasi hasil wawancara dan observasi (Poerwandari dalam Supratiknya, 2012: 115). Upaya dalam menemukan kata kunci atau tema dapat dilakukan secara deduktif atau induktif. Pencarian tema secara deduktif adalah ketika peneliti sudah memiliki kata kunci atau tema yang akan dicari dalam narasi yang berpegang pada teori yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan pencarian tema secara induktif adalah peneliti belum memiliki kata kunci atau tema dalam pikirannya saat membaca transkrip data mentah (Supratiknya, 2012: 116). Peneliti telah menentukan kategori-kategori sebelum pengodean, sehingga kata kunci atau tema dilakukan secara deduktif. Terdapat dua kategori dalam penelitian ini. Pertama, deskripsi mengenai subjek penelitian yang di dalamnya terdiri dari latar belakang subjek, pandangan subjek mengenai alat peraga, kefamiliaran subjek terhadap alat peraga, pengalaman subjek sebelum pengimplementasian alat peraga Montessori. Kedua, pengalaman subjek setelah menggunakan alat peraga Montessori yang terdiri dari perasaan, kendala yang dihadapi, dan manfaat yang diperoleh yang dikaitkan dengan karakteristik alat peraga Montessori. 3. Interpretasi Inti dari tahap interpretasi adalah memahami data yang sudah diberi kata-kata kunci atau tema secara lebih mendalam. Peneliti memaknai hasil penelitian yang diperoleh ke dalam pembahasan yang lebih lanjut. Pada 40

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bagian pembahasan, peneliti menyertakan teori-teori yang mendukung dalam memaknai data tersebut. 41

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penelitian akan dimulai dengan menjelaskan latar belakang berdasarkan pandangan, kefamiliaran alat peraga, dan pengalaman narasumber menggunakan alat peraga. Hasil Penelitian berikutnya akan dijelaskan pengalaman narasumber setelah menggunakan alat peraga terkait dari apa yang dirasakan, kendala, dan manfaat yang diperoleh yang dikaitkan dengan karakteristik alat peraga Montessori. Selain yang telah disebutkan di atas, akan ditemukan bagaimana persepsi narasumber mengenai alat peraga berbasis Montessori. Verbatim wawancara dan transkrip observasi dapat dilihat pada lampiran 4.1 sampai dengan lampiran 4.10. 4.1 Deskripsi tentang Narasumber Penelitian 4.1.1 Latar Belakang Narasumber Data hasil penelitian diperoleh dari wawancara dan observasi. Berikut ini merupakan latar belakang narasumber yang diperoleh dari wawancara. Data akan dilengkapi dengan hasil observasi pada saat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori. 4.1.1.1 Guru Pada saat wawancara pertama yang dilakukan pada tanggal 13 Februari 2014, IW selaku wali kelas dan juga guru matematika kelas IIIA menceriterakan pengalamannya selama mengajar di kelas IIIA. Beliau mengajar di SD Kanisius Sengkan sudah 2,5 tahun (WK/W1/B3-4). Beliau memulai menjadi guru sejak tahun 2011 (WK/W1/B6). Sejak saat pertama sampai saat ini, beliau mengajar di kelas IIIA (WK/W1/B10-11). Selama 2,5 tahun mengajar di SD Kanisius Sengkan, IW menjadi wali kelas yang mengajar lima mata pelajaran umum, yaitu Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKn, dan ditambah dengan mata pelajaran Bahasa Jawa. Banyak suka dan duka yang dialami oleh IW. IW berbagi pengalaman mengenai bagaimana beradaptasi dengan anak-anak. Secara tidak langsung, ketika ada guru baru yang masuk mengajar di kelas IIIA, anak-anak akan belajar untuk mengenal siapa yang menjadi gurunya (WK/W1/B39-46). 42

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Anak-anak mudah untuk beradaptasi dengan semua orang yang akan masuk ke kelasnya untuk mengajar. Penjelasaan IW membuat peneliti dapat masuk menjadi bagian dari keluarga kelas IIIA. Gambar 4.1 Wawancara dengan guru sebelum pemberian alat peraga 4.1.1.2 Siswa Narasumber berikutnya adalah tiga siswa kelas IIIA. Pemilihan ketiga siswa ini didasarkan pada kemampuan bekerjasama dan berkomunikasi. Observasi dan wawancara dilakukan pada tiga siswa yang bernama SY, YG, dan KV. Siswa pertama (SY), ketika ditanya mengenai mata pelajaran yang disukainya, SY mengatakan bahwa dia menyukai mata pelajaran PKn, IPA, dan Bahasa Inggris. SY mengatakan tidak terlalu menyukai matematika (S1/W1/B6-7) karena menurut dia, matematika terkadang sulit untuk dipelajari (S1/W1/B13). Alasan SY tidak menyukai matematika adalah ketika dia harus menghitung menggunakan cara atau rumus-rumus (S1/W1/B17). Semua materi yang telah diajarkan, SY tidak menyukai materi pecahan (S1/W1/B37). Menurutnya, pecahan harus mengalikan ini dan itu (S1/W1/B46-47). Materi lain yang membuat SY kurang menyukai matematika adalah ketika harus mengerjakan soal yang menggunakan cerita (S1/W1/B56). Subjek berikutnya adalah YG. YG juga mengatakan tidak terlalu menyukai matematika (S2/W1/B20). Alasannya sama dengan siswa pertama (S2/W1/B22). Siswa kedua (YG) ini merasa kesulitan pada materi yang menggunakan soal cerita (S2/W1/B24) dan pecahan (S2/W1/B26). Pada saat-saat tertentu, YG mengatakan bahwa dia senang belajar dengan wali kelasnya karena cara mengajar guru (S2/W1/B44) dengan candaan dan cerita-cerita (S2/W1/B46). 43

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berbeda dengan siswa pertama (SY) dan siswa kedua (YG), siswa ketiga (KV) mengatakan bahwa dia menyukai matematika (S3/W1/B3). Siswa ketiga ini menyukai matematika karena cara mengajar gurunya yang menyenangkan (S3/W1/B5) dan juga dapat dipahami olehnya (S3/W1/B7). KV menceriterakan bagaimana gurunya mengajar di kelas dengan memberi contoh (S3/W1/B28-29). KV mengungkapkan materi matematika yang disenanginya, yaitu pecahan (S3/W1/B44). Ketika peneliti melakukan observasi, hampir sebagian besar siswa kelas IIIA kurang tepat dalam mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan. Selama kegiatan pembelajaran, guru selalu memantau dan menanyakan pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan. Pada saat guru menanyakan pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan, siswa hanya menjawab sudah jelas. Tetapi pada kenyataannya mereka belum paham apa yang diajarkan (OS2/100214/B1-5). Gambar 4.2 Wawancara dengan siswa sebelum pemberian alat peraga 4.1.2 Pandangan subjek mengenai alat peraga Penelitian awal yang dilakukan melalui observasi sosio kultural, observasi kegiatan pembelajaran, dan juga wawancara menghasilkan sebuah pandangan mengenai alat peraga. Siswa yang belajar dengan menggunakan alat peraga, akan lebih mudah memahami apa yang diajarkan. Penggunaan alat peraga perlu 44

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diperhatikan karena hal tersebut akan mempengaruhi keberhasilan siswa selama belajar. Menurut guru (IW), siswa kelas IIIA yang berjumlah 41 siswa ini akan mudah menerima apa yang dijelaskan oleh gurunya jika melakukan atau memiliki pengalaman langsung untuk melakukan sesuatu (WK/W1/B39-46). Siswa kurang familiar dengan alat peraga, karena mereka lebih sering belajar dengan model pembelajaran konvensional. Siswa terbiasa dengan cara mengajar guru. Ada hal berbeda ketika guru menggunakan alat peraga roti dan tempe, siswa antusias untuk belajar. Siswa mampu memahami materi yang diajarkan. 4.1.3 Kefamiliaran Alat Peraga Kefamiliaran terhadap alat peraga yang dimaksudkan dalam hal ini adalah seberapa sering narasumber terbiasa menggunakan alat peraga, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun dalam waktu luang di luar kelas. Hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan bahwa SD Kanisius Sengkan Yogyakarta ini sebenarnya memiliki banyak alat peraga. Sangat disayangkan, alatalat peraga ini belum digunakan secara maksimal, bahkan IW mengatakan jarang menggunakan alat peraga (OSK/080114/B7-9). Hal ini nampak dalam beberapa kali observasi. IW pernah sekali menggunakan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran, yaitu roti dan tempe untuk mengajarkan materi pecahan. Data ini menunjukkan bahwa siswa kurang familiar terhadap alat peraga karena kurang diperkenalkan oleh guru. 4.1.4 Pengalaman Menggunakan Alat Peraga sebelum Pengimplementasian Alat Peraga Montessori 4.1.4.1 Guru Berikut ini akan memaparkan data mengenai pengalaman guru selama mengajar di SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang menggunakan alat peraga. Guru pernah menggunakan alat peraga. Beliau pernah menggunakan media pembelajaran yang berupa video (WK/W1/B89-90) dan alat peraga yang berbentuk makanan (WK/W1/B95-98). Media pembelajaran yang berupa video biasanya digunakan untuk mengajarkan mata pelajaran IPA, sedangkan alat peraga yang berbentuk makanan, yaitu roti dan tempe digunakan untuk 45

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengajarkan mata pelajaran matematika. Menurut pengalaman beliau, makanan yang digunakan untuk belajar ini akan dimakan bersama. Tidak ada media pembelajaran dan alat peraga selain video dan makanan yang pernah digunakan untuk mengajar (WK/W1/B99). IW mengaku selalu mengajar dengan menggunakan cerita agar anak-anak tidak cepat bosan (WK/W1/B104-105), karena beliau menyukai anak-anak. Penjelasan-penjelasan materi yang dilakukan IW seperti percuma dilakukan karena siswa kelas IIIA mudah bosan. Ketika siswa sudah mulai sibuk sendirisendiri, tidak memperdulikan guru yang sedang mengajar (WK/W1/B114-115). Ketika IW mengajar menggunakan media pembelajaran, siswa merasa senang, terutama media pembelajaran yang berbentuk makanan (WK/W1/B122). Hasil belajar yang diperoleh siswa ketika belajar dengan menggunakan alat peraga sangat baik, karena mereka mengalami secara langsung apa yang dipelajari (WK/W1/132-138). Hasil obsevasi pun menunjukkan bahwa guru jarang menggunakan alat peraga. Setiap kali mengajar, guru bercerita. Terlihat guru memang sangat dekat dengan siswa, sehingga kegiatan pembelajaran tidak terlalu menegangkan. Ada beberapa siswa yang merasa bingung ketika mengerjakan soal-soal yang diberikan. Mereka harus mengerjakan soal tanpa menggunakan alat peraga. Ketika guru mengoreksi, ternyata banyak yang mendapatkan nilai yang kurang baik (OS2/100214/B1-23) Pada saat wawancara yang pertama, peneliti juga menanyakan pengetahuan IW mengenai tokoh Maria Montessori. Beliau mengaku pernah mendengar nama tokoh tersebut dan alat peraga yang telah diciptakan. Pernah suatu ketika ada seseorang yang datang ke SD Kanisius Sengkan Yogyakarta dengan membawa alat peraga Montessori, kemudian memperkenalkan alat peraga yang dibawa pada siswa. Pada saat itu IW mengaku kurang berminat untuk mencoba alat peraga yang ada, “saya kebetulan waktu itu tidak terlalu minat dengan alat itu, kemudian saya belum sempat mencoba” (WK/W1/B184-186). Beliau mengatakan bahwa alat-alat Montessori harganya mahal, 46

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “setau saya yang namanya alat-alat Montessori itu eee…harganya mahal” (WK/W1/B191-192). Menurut beliau, jika kita akan membuat alat peraga Montessori tidak akan bisa sama dengan alat peraga yang ada (WK/W1/B196-198). Beliau berpendapat bahwa alat peraga Motessori memiliki kelebihan dimana alat-alat yang ada dapat membantu siswa mengerti akan materi yang diajarkan (WK/W1/B198-200) dan juga alat peraga yang dibuat dapat membuat siswa tertarik karena warna dari alat peraganya yang cerah (WK/W1/B201-202). Kemudian, peneliti memberikan gambar alat peraga Montessori yang digunakan selama pembelajaran. Ketika ditanya mengenai hasil yang akan diperoleh dengan menggunakan alat peraga, IW merasa alat yang dibuat memiliki harapan dapat membantu siswa dalam memahami materi jenis dan besar sudut (WK/W1/B216-217). IW merasa tertarik untuk mencoba menggunakan alat peraga pada kegiatan pembelajaran (WK/W1/B226). Gambar 4.3 Peneliti memberikan gambar alat peraga pada Guru 4.1.1.2 Siswa Pengalaman yang didapatkan oleh siswa tidak banyak, akan tetapi, setidaknya siswa pernah belajar bersama guru dengan menggunakan alat peraga. Berikut adalah pengalaman siswa ketika belajar matematika dengan materi pecahan. Siswa pernah belajar menggunakan alat peraga yang berupa makanan, yaitu roti dan tempe. Alat peraga ini digunakan untuk belajar pecahan. Adanya alat peraga yang berupa makanan ini membuat siswa senang, karena dapat dimakan bersama. Hasil belajar yang diperoleh setelah menggunakan alat peraga 47

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ini juga memuaskan, karena sebagian besar siswa memperoleh prestasi belajar yang tinggi. Ada juga media lain yang pernah digunakan guru, yaitu video. Selama belajar, ada beberapa kendala yang dihadapi ketiga subjek. Kendala yang dialami oleh SY adalah ketika mengerjakan soal cerita. Dia harus membaca soal cerita, yang kemudian harus menggunakan cara untuk mengerjakannya (S1/W1/B60-61). Ada kendala lain yang dihadapi oleh SY ketika belajar materi ini. Kendala-kendala yang dihadapi membuat SY mempelajari lagi apa yang diperolehnya di sekolah dan mengulang materi yang belum dipahami (S1/W1/B77-78). Ketika ditanya mengenai kegiatan belajar di rumah dan media apa yang digunakannya untuk belajar, SY hanya mengatakan kalau dia belajar dengan menggunakan media kertas (S1/W1/B94) dan penggaris (S1/W1/B97). Tidak ada alat bantu lain yang digunakan SY untuk belajar, seperti alat peraga yang ada di sekolah, meskipun alat peraga dapat ditemukan di ligkungan sekitar. Berbeda dengan SY, YG ketika berada di rumah ia jarang belajar, kalaupun belajar, waktu yang digunakan untuk belajar juga tidak terlalu lama, alasannya karena sudah lelah (S2/W1/B60-67). Setiap kali belajar di rumah, YG memiliki cara belajar, yaitu dengan menghafal apa saja yang dipelajari (S2/W1/B77). YG memiliki satu alat peraga yang bentukya seperti jam, namun, YG jarang menggunakan alat peraga tersebut untuk belajar. KV juga mengungkapkan alat peraga yang pernah digunakan oleh gurunya untuk mengajar matematika yaitu dengan menggunakan roti dan tempe (S3/W1/B59). Ketika di rumah, KV dibantu oleh ibunya untuk belajar (S3/W1/B75-78). Ketika di rumah, KV menyempatkan waktu untuk belajar, salah satu yang dipelajari KV adalah mata pelajaran matematika. KV menyempatkan waktu kurang lebih 1 jam (S3/W1/B96) untuk belajar, mempelajari materi yang belum dimengerti. KV tidak pernah belajar dengan menggunakan alat peraga (S3/W1/B125-129). Ada kesulitan yang dialami KV saat belajar, yaitu ketika KV belajar mengenai perkalian. KV belum bisa menghafal semua perkalian (S3/W1/B140). KV merasakan kesulitan untuk menghafal semuanya (S3/W1/B155). Dia masih sering terbalik-balik antara perkalian yang satu dengan yang lain (S3/W1/B158-159). 48

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2 Hasil Penelitian (selama dan setelah implementasi alat peraga Montessori) 4.2.1 Pengalaman Narasumber menggunakan alat perga Montessori 4.2.1.1 Perasaan Peneliti melakukan observasi pada saat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori. Pada poin ini akan dipaparkan mengenai perasaan narasumber selama dan setelah menggunakan alat peraga. Pengamatan dimulai sejak permulaan kelas dimulai. Pada hari itu, siswa-siswa nampak antusias dalam mengikuti pembelajaran karena sudah diberitahukan sebelumnya bahwa mereka akan belajar menggunakan alat peraga. Raut muka keceriaan nampak pada siswa. Pada saat observasi pertama, kedua dan ketiga, peneliti menemukan bahwa ketiga subjek langsung memegang alat peraga yang diberikan. Terutama pada saat guru mengenalkan untuk pertama kalinya alat peraga yang akan digunakan. Pada saat itu, guru belum mengizinkan mereka memegang alat peraga. Guru hanya mengizinkan siswa memperhatikan alat peraga terlebih dahulu, tetapi YG terlihat langsung memegang alat peraga yang dibagikan (WK,S1,S2,S3/O1/B73-74). Hal serupa juga terjadi pada KV, KV terlihat memegang alat peraga ketika diberi alat peraga oleh guru (WK,S1,S2,S3/O1/B77-78). YG menanyakan tentang alat peraga akan digunakan oleh setiap siswa atau tidak. Setelah tahu kalau akan menggunakan sendiri-sendiri, dia langsung telihat senang. “Nanti satu-satu ya bu ?”, kata YG (WK,S1,S2,S3/O1/B29). Kemudian peneliti menjawab, “iya”. Jawaban yang peneliti berikan seperti membuatnya senang, karena YG langsung berkata: “yes…!” (WK,S1,S2,S3/O1/B33) Ketika siswa diberi kesempatan untuk membuka alat peraga, ketiga siswa ini terlihat senang dan ingin cepat-cepat menggunakan alat peraga tersebut. Mereka langsung mengambil apa yang ada di dalam kotak alat peraga, terutama SY yang terlihat sangat antusias. SY langsung mengambil alat peraga (WK,S1,S2,S3/O1/B111-113). 49

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.4 ketiga narasumber ketika pertama kali menggunakan alat peraga Selama peneliti melakukan observasi, peneliti melihat ketiga siswa antusias dalam kegiatan pembelajaran (WK,S1,S2,S3/O1/B195). Setelah selesai mengerjakan soal LKS, YG bertanya pada peneliti mengenai keinginannya untuk membuat bentuk-bentuk lain di luar soal LKS yang diberikan (WK,S1,S2,S3/O1/B231). YG memanfaatkan waktu yang masih tersisa dengan bermain, memainkan alat peraga (WK,S1,S2,S3/O1/B233-237). SY juga bermain dengan menggunakan alat peraga (WK,S1,S2,S3/O1/B333-334). KV pun memanfaatkan alat peraga untuk bermain (WK,S1,S2,S3/O1/B360-361). Sama seperti pada observasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Montessori, hari kedua ditemukan bahwa siswa ingin menggunakan lagi alat peraga Montessori. Hal tersebut terlihat ketika SY dan YG yang memegang LKS yang kemudian memegang kotak alat peraga yang ada di depannya. KV yang satu kelompok dengan SY dan YG terlihat langsung memegang alat peraga dan melihat LKS (WK,S1,S2,S3/O2/106-110). SY bersama dengan KV dan satu temannya mengundi untuk bergantian memberikan pertanyaan dengan melihat kartu soal yang dipegang oleh masingmasing anak (WK,S1,S2,S3/O3/B114-117). Setelah selesai bermain tebaktebakan, SY mengambil boneka dan meletakkannya pada papan hitam di atas meja kemudian menusuk-nusukkan jarum pada boneka tersebut (WK,S1,S2,S3/O3/B131-134). Hal tersebut terjadi pada saat peneliti melakukan observasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Montessori yang ke tiga. Setelah melakukan observasi, peneliti melakukan wawancara dengan guru. Peneliti menanyakan bentuk dari alat peraga yang dibuat, IW merasa tertarik. IW 50

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI juga merasa tertarik dengan cara kerja dari alat tersebut. Beliau menjelaskan pengetahuan awal setelah melihat alat peraga. Pada awalnya tidak tahu apa-apa dan kemudian dijelaskan bagaimana cara penggunaannya, IW merasa tertarik dan bisa memudahkan beliau dalam mengajarkan materi (WK/W2/B115-123). Mengenai intensitas penggunaan alat peraga, IW mengatakan bahwa seharusnya pembelajaran dengan menggunakan alat peraga tidak dilakukan setiap hari, karena hal tersebut akan membuat anak-anak bosan (WK/W2/B131-132). Saran IW ini tentunya menjadi masukan bagi peneliti untuk melakukan perbaikan atas alat peraga yang dibuat. Alat peraga yang digunakan ini, menurut IW dapat digunakan untuk pembelajaran dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, karena setiap tingkatan kelas membahas materi bangun datar (WK/W2/B140-144). Sedangkan ukurannya menurut IW sudah cukup, tetapi lebih baik jika diperkecil. Saran ini diberikan IW karena ada kemungkinan akan menduplikasi alat peraga (WK/W2/B149-152). Saran lain yang diberikan IW mengenai alat peraga yang dibuat adalah bagian stik yang digunakan untuk membuat sudut. Saran yang diberikan itu berupa penggantian warna stik ke warna yang lebih cerah agar memudahkan siswa menggunakan alat peraga (WK/W2/B162-168). Gambar 4.5 Semua narasumber menggunakan alat peraga SY merupakan subjek pertama dari ketiga siswa. Ketika ditanya mengenai pengalaman menggunakan alat peraga, “ya seneng aja sih…tapi kadang-kadang lama-lama bosen. Sebenere pertama-tama seneng, tapi lama-lama bosen” (S1/W2/B6-8). Pengalaman yang membosankan menurut siswa ini ternyata ada hal positif yang diperoleh SY setelah menggunakan alat peraga. Hal positif yang dimaksud adalah bahwa dia menjadi lebih tahu mengenai apa yang dipelajari (S1/W2/B26). 51

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SY mengungkapkan alasan bagaimana cara dia memahami materi yang diajarkan, yaitu dengan membuat bentuk-bentuk sudut, dimana ada sudut siku-siku, sudut lancip, dan sudut tumpul (S1/W2/B36-38). Hal tersebut terlihat dari kegiatan yang dilakukan SY saat kegiatan pembelajaran berlangsung, seperti pada gambar berikut. Gambar 4.6 Narasumber menggunakan alat peraga SY merasa masih ada yang belum dipahami, yaitu ketika SY menentukan bagian titik sudut dan kaki sudut (S1/W2/B49-50). Kendala yang dihadapi adalah ketika terbalik-balik mana yang merupakan titik sudut dan mana yang merupakan kaki sudut (S1/W2/B58). Ketika ditanya mengenai perbandingan pemahaman, lebih mudah ketika menggunakan alat peraga atau tidak menggunakan alat peraga, SY hanya menjawab biasa saja, tidak ada yang luar biasa dari penggunaan alat peraga (S1/W2/B65). SY menyukai menggunakan alat peraga, tetapi dengan tidak menggunakan alat peraga yang sama dan dalam jangka waktu yang berdekatan, karena akan membuatnya bosan (S1/W2/B80-84). Mengenai pertanyaanpertanyaan yang diberikan oleh guru, SY tidak bisa menjawab semuanya, karena ada soal yang susah dan belum dimengerti olehnya (S1/W2/B144-145). Sedangkan pada saat mengerjakan soal LKS, jika ada yang tidak ia mengerti, dia akan mencaritahu jawabannya dengan bertanya pada gurunya (S1/W1/B166). Pada saat pertama kali melihat alat peraga, SY merasa bingung. SY bingung karena menurut dia ada perbedaan antara gambar yang diberikan peneliti dengan alat peraga yang sesungguhnya (S1/W2/B187-190). Pengalaman yang telah dirasakan oleh SY selama menggunakan alat peraga, SY hanya mengatakan, 52

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI “ya…biasa saja…yang penting kan uda ada pengalaman bisa belajar pake alat peraga” (S1/W2/B212-213). SY merasa senang hanya pada awal menggunakan alat peraga (S1/W2/B217-218). Salah satu hal yang membuat SY tidak menyukai alat peraga adalah ketika dia mulai bosan (S1/W2/B233). Mengenai bentuk alat peraga, SY menganggap alat peraga memiliki berbagai bentuk (S1/W2/B241-243). Ada kendala yang dialami SY pada saat pertama kali melihat, SY merasa bingung dan tidak tahu bagaimana cara menggunakan alat peraga (S1/W2/B249-252). Setelah berulang kali menggunakan alat peraga, SY merasa malas, bahkan dia hanya melihat teman-temannya bermain alat peraga (S1/W2/B265-267). SY mau menggunakan alat peraga di luar jam pelajaran alasannya adalah untuk bermain sambil belajar (S1/W2/B292-293). Penggunaan alat peraga ini membuat SY mendapatkan hasil yang maksimal, tetapi hal ini tidak membuatnya berbangga hati. SY tetap akan belajar terus dan mencari tahu materi-materi lain (S1/W2/B412-415). Subjek kedua yang diwawancara adalah YG. YG merasa senang setelah belajar dengan menggunakan alat peraga (S2/W2/B4). YG merasa bisa terbantu, walaupun tidak semuanya (S2/W2/B52). YG menjelaskan cara dia dapat terbantu ketika belajar dengan menggunakan alat peraga. YG terus mencoba ketika dia merasa kurang paham (S2/W2/B59). Apabila YG benar-benar tidak paham, dan dia ingin bertanya pada gurunya, tetapi YG mengalami kendala, dimana dia merasa malu. Berdasarkan pengalaman, siswa kelas IIIA ini akan menyoraki teman-teman yang bertanya. Hal inilah yang menjadi kendala (S2/W2/B67). Pada awalnya, YG merasa penasaran dengan alat peraga yang digunakan (S2/W2/B161). Kemudian, dia mencoba menggunakannya dan terlihat tertarik menggunakannya untuk menjawab soal-soal yang ada. YG merasa terbantu dengan adanya alat peraga. YG bisa menjawab soal-soal yang ada (S2/W2/B258). Pengalaman lain dirasakan oleh KV. KV merasa senang belajar dengan menggunakan alat peraga, seperti yang diungkapkannya pada saat wawancara kedua. “seneng..” (S3/W2/B6) “senengnya bisa dibentuk-bentuk” (S3/W2/B11-B12) 53

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KV merasa terbantu dengan adanya alat peraga berbasis Montessori. KV terbantu karena terdapat segitiga yang digunakan untuk menentukan jenis sudut yang dibuatnya (S3/W2/B23-25). Alat peraga membuatnya senang karena bisa digunakan untuk bermain (S3/W2/B109). KV juga tertarik dengan warna alat peraga yang ada. Hasil belajar yang diperoleh pun cukup memuaskan, yaitu 95. Hasil belajar yang diperolehnya itu tidak membuatnya berhenti untuk belajar. KV ingin menggunakan alat peraga di luar jam pelajaran, alasannya adalah agar dia bisa lebih memahami materi yang diajarkan (S3/W2/B183). Guru merasa senang WK/W2/B5 dan terbantu ketika mengajarkan materi jenis dan besar sudut untuk siswanya (WK/W2/B5-8). Guru merasakan adanya perubahan yang terjadi selama dan setelah menggunakan alat peraga berbasis Montessori. Beliau merasa terbantu karena tidak perlu menjelaskan materi tersebut terlalu lama, karena biasanya membutuhkan waktu sampai hampir satu bulan (WK/W2/B13-19). 4.2.1.2 Kendala Setiap alat peraga memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelemahan dalam alat peraga ini dilihat dari kendala yang dihadapi narasumber. Berdasarkan karakteristik yang dimiliki oleh alat peraga, yaitu menarik, auto education, auto correction, bergradasi, dan kontekstual, terlihat beberapa kendala yang dialami subjek. Kendala yang dihadapi ketiga siswa adalah ada kebingungan saat mereka menggunakan alat peraga untuk pertama kalinya. Kebingungan yang dimaksud adalah cara menggunakan alat peraga, seperti yang dialami oleh ketiga siswa. SY bertanya pada peneliti mengenai cara menggunakan alat peraga, “ini di semua titiknya ya bu ?” (WK,S1,S2,S3/O1/B122). “bu, yang ini buat apa ?” (WK,S1,S2,S3/O1/B216). Saat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sudah dimulai, KV terlihat maju ke depan, ke arah guru, dan bertanya pada guru. Setelah selesai berntanya, KV kembali ke tempat duduknya dan mencoba mengerjakan kembali, namun merasa ada yang salah dan maju ke depan lagi, bertanya pada gurunya lagi (WK,S1,S2,S3/O1/B266-271). 54

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kendala yang dihadapi oleh YG lebih banyak, karena YG masih sering bertanya-tanya mengenai cara menggunakan alat peraga. YG melihat temannya yang sedang mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga (WK,S1,S2,S3/O1/B128). YG terlihat bingung harus mengerjakan LKS (WK,S1,S2,S3/O1/B134). YG masih tetap bertanya-tanya bagaimana cara mengerjakan LKS, “kaya gini ya bu ?” (WK,S1,S2,S3/O1/B141) YG merasa bingung menggunakan stik yang ada. Ukuran stik yang berbeda-beda membuatnya bingung harus menggunakan stik yang mana (WK,S1,S2,S3/O1/B159-160). Kendala lain yang dihadapi ketiga siswa adalah ketika mereka sudah mulai bosan menggunakan alat peraga, terutama pada pertemuan terakhir. Hal ini terjadi pada SY dan KV. Pada awal kegiatan pembelajaran, SY dan KV terlihat tidak memperhatikan karena sedang berbincang-bincang (WK,S1,S2,S3/O3/B25-27). Setelah mereka berdua berbincang-bincang, SY terlihat menyandarkan badannya ke kursi dengan durasi kurang lebih lima menit. SY kembali duduk tegak, namun beberapa saat kemudian, SY menyangga kepala dengan tangan kirinya (WK,S1,S2,S3/O3/B42-46). Menurut mereka, penggunaan alat peraga yang rutin dan dengan alat peraga yang sama, akan membuat mereka cepat bosan. Bahkan ada salah satu subjek yang hanya diam dan melihat temannya bermain dengan alat peraga yang ada ketika sudah menyelesaikan tugasnya (S1/W2/B265-267). Kendala lainnya adalah ketika siswa merasa kesulitan mengerjakan soal LKS, siswa langsung memanggil gurunya tanpa mencoba mencaritahu sendiri dengan menggunakan alat peraga yang ada (WK/W2/B232-234). Pengendali kesalahan atau auto correction yang terdapat dalam alat peraga tidak selalu muncul karena siswa langsung bertanya pada gurunya, tanpa mencari tahu sendiri jawaban dari soalsoal yang diberikan. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, IW menemukan siswa yang merasa bingung dan hanya bergantung pada salah satu teman dalam kelompok. Ketika teman yang bisa membantu kelompok itu ternyata tidak masuk, kelompok tersebut tidak bisa mengerjakan apa-apa. Anak yang pasif menjadi lebih pasif 55

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (WK/W2/B69-71). Pada saat itu, IW langsung meninggalkan kelompok itu dan beralih ke kelompok lain, karena menurut beliau, anak-anak dalam kelompok tersebut memang kurang secara akademik (WK/W2/B81-83). Salah satu karakteristik yang dimiliki alat peraga, yaitu auto education tidak terlihat dalam kendala yang dihadapi. 4.2.1.3 Manfaat Alat peraga yang dibuat, selain terdapat kelemahan, pasti ada kelebihan atau manfaat yang diperoleh. Adapun manfaat yang diperoleh setelah menggunakan alat peraga yang disesuaikan dengan karakteristik alat peraga. Manfaat tersebut dilihat dari hasil observasi selama menggunakan alat peraga Montessori dan juga wawancara setelah menggunakan alat peraga Montessori. Pada pertemuan pertama, YG menanyakan alat peraga yang digunakan, “ini bikin sendiri ya bu ?” (WK,S1,S2,S3/O1/B88). KV terlihat antusias mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga (WK,S1,S2,S3/O1/B182-183). Selesai mengerjakan LKS, YG ingin membuat bentuk-bentuk dengan menggunakan alat peraga (WK,S1,S2,S3/O1/233-237). Pada pertemuan berikutnya, ketiga siswa mampu menjawab pertanyaanpertanyaan guru mengenai sudut (WK,S1,S2,S3/O2/B44-B46). Termasuk SY yang ketika ditanya oleh gurunya, SY mampu menjawabnya. “SY, mengapa ini disebut sudut siku-siku ?”, tanya guru (WK,SI,S2,S3/O2/B74). “karena sudutnya 90o”, jawab SY (WK,S1,S2,S3/O2/B76). Hari terakhir menggunakan alat peraga, SY bersama dengan KV dan satu teman kelompoknya melakukan undian untuk bergantian memberikan pertanyaan dengan melihat kartu soal yang dipegang oleh masing-masing anak (WK,S1,S2,S3/O3/B114-117). Setelah melakukan observasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Montessori, peneliti melakukan wawancara kembali dengan para narasumber. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan siswa setelah menggunakan alat peraga berbasis Montessori. Guru merasakan adanya perubahan yang terjadi selama dan setelah menggunakan alat peraga berbasis Montessori. Beliau merasa terbantu karena tidak perlu menjelaskan materi 56

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tersebut terlalu lama, karena biasanya membutuhkan waktu sampai hampir satu bulan (WK/W2/B13-19). Sedangkan pendapat guru mengenai alat peraga yang digunakan selama kegiatan pembelajaran, guru merasa alat tersebut aman digunakan anak usia kelas III (WK/W2/B25-28) karena alat peraga terbuat dari kayu dan ringan jika dibawa. Alat yang digunakan membuat anak tertarik untuk belajar, bahkan sampai menanyakan dimana membeli alat peraga seperti yang digunakan selama penelitian (WK/W2/B27-33). Adanya alat peraga tersebut membuat guru menjadi tertarik untuk menduplikasi dengan menggunakan bahan-bahan yang terjangkau (WK/W2/B34-38). Gambar 4.7 Alat Peraga Berdasarkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga, guru menemukan bahwa siswa dapat belajar secara mandiri dan mengenal konsep matematika yang diajarkan dengan menggunakan alat peraga (WK/W2/B42-50). Siswa menjadi lebih cepat memahami materi yang diajarkan dengan menggunakan alat peraga (WK/W2/B50-54). Manfaat yang diperoleh guru adalah alat peraga tersebut cukup membantu beliau dalam mengajar, karena waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama untuk menjelaskan materi (WK/W2/B13-19). Manfaat yang diperoleh siswa, siswa menjadi lebih tahu materi yang diajarkan karena siswa mengalaminya secara langsung. Siswa menjadi lebih cepat paham. Transfer pengetahuan dari alat peraga itu membuahkan hasil, dimana sebagian besar siswa memperoleh prestasi belajar yang memuaskan. IW merasa terkejut ketika ada salah satu siswa yang memang dari awal tidak pernah mendapat hasil belajar yang bagus, tiba-tiba anak tersebut mendapat hasil belajar yang memuaskan (WK/W2/B84-86). Siswa yang biasanya memperoleh nilai yang 57

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI secara kognitif kurang untuk mata pelajaran matematika, pada saat menggunakan alat peraga berbasis Montessori, siswa tersebut justru memperoleh hasil belajar tertinggi di kelas (WK/W2/B93-104). 4.3 Pembahasan Alat peraga Montessori memiliki empat karakteristik, yaitu menarik, autoeducation, auto-correction, bergradasi (Montessori, 2002: 169-175). Ada satu tambahan karakteristik dari peneliti, yaitu kontekstual. Alat peraga Montessori memiliki karakteristik menarik karena memiliki berbagai bentuk dan warnanya yang cerah. Alat peraga Montessori selalu bergradasi, dari gradasi warna, bentuk, ukuran, dan usia anak untuk membentuk konsep belajar anak. Auto-correction, maksudnya adalah alat peraga memiliki pengendali kesalahan. Adanya pengendali kesalahan ini menjadi penunjuk ketika siswa melakukan kesalahan, dan siswa mengetahui sendiri kesalahan yang terjadi. Auto-education, maksudnya adalah siswa mampu belajar secara mandiri tanpa bantuan orang dewasa. Sedangkan alat peraga yang bersifat kontekstual adalah alat peraga yang dapat ditemukan atau dekat dengan kehidupan kita (Komalasari, 2011: 7). Karakteristik dari alat peraga tersebut digunakan untuk mengungkap persepsi guru dan siswa dalam penggunaan alat peraga. Persepsi dapat dipengaruhi oleh sikap terhadap objek dan juga suatu kejadian atau pengalaman yang dapat mempengaruhi perilakunya (Suharnan, 2005: 51). Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa siswa kurang familiar dengan alat peraga. Siswa lebih sering belajar dengan model pembelajaran konvensional. Siswa terbiasa dengan cara mengajar guru. Ketika guru menggunakan alat peraga roti dan tempe, siswa antusias untuk belajar. Siswa mampu memahami materi yang diajarkan, bahkan bisa mendapatkan hasil belajar yang baik. Sayangnya, penggunaan alat peraga yang digunakan guru yang berupa roti dan tempe tidak dapat digunakan berkali-kali, karena akan habis dimakan bersama. Hal ini tentunya diperlukan alat peraga yang bersifat permanen, yang dapat digunakan berulang kali. Wawancara juga berlanjut pada pandangan narasumber mengenai alat peraga Montessori. Pada awalnya, guru kurang tertarik untuk menggunakan alat peraga Montessori. Beliau menganggap bahwa alat peraga Montessori mahal harganya. 58

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Akan tetapi, baliau mengetahui bahwa alat peraga Montessori dapat membantu siswa untuk belajar, karena siswa akan tertarik untuk belajar dengan melihat bentuk dan warna yang menarik. Setelah peneliti memberikan gambar alat peraga Montessori, guru mulai tertarik, bahkan guru memberikan pendapatnya mengenai alat peraga yang akan digunakan. Alat peraga Montessori yang akan diberikan memiliki harapan untuk membuat siswa antusias dalam belajar dan membantu pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan. Warna dari alat peraganya pun menarik. Berbeda dengan guru yang memiliki pandangan mengenai alat peraga, termasuk alat peraga Montessori, siswa sebelumnya kurang familiar dengan alat peraga karena baru sekali menggunakan alat peraga yang berupa makanan, yaitu tempe dan roti untuk mempelajari materi pecahan. Cerita yang telah diungkapkan oleh siswa berbeda-beda, ada yang merasa kesulitan ketika harus mengerjakan soal cerita, ada yang mengalami kesulitan pada materi perkalian, karena harus menghafal perkalian yang tidak sedikit. Siswa yang mengalami kesulitan ketika belajar di sekolah akan mengulang materi yang diajarkan di rumah, dan salah satu siswa ada yang dibantu oleh orangtuanya untuk belajar. Pengalaman guru dan siswa setelah menggunakan alat peraga Montessori berbeda dengan sebelum pemberian alat peraga Montessori. Hasil observasi pertama, kedua, dan ketiga ditemukan bahwa siswa antusias untuk belajar menggunakan alat peraga Montessori. Ketika diberi alat peraga, ketiga siswa langsung memegang alat peraga. Mereka terlihat tidak sabar untuk menggunakan alat peraga tersebut dan bertanya-tanya apakah semua siswa dapat menggunakannya sendiri atau bersama-sama. Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru, menunjukkan bahwa alat peraga yang digunakan dapat membantunya dalam mengajarkan materi, karena tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengajarkan satu materi saja, namun alat peraga yang digunakan terus menerus membuat siswa bosan. Saran yang diberikan oleh guru ini menjadi masukan dalam melakukan perbaikan atas alat peraga yang dibuat. Alat peraga yang dibuat ini juga bisa digunakan untuk setiap tingkatan kelas yang membahas materi bangun datar. Alat peraga ini tentunya bermanfaat, tidak hanya untuk tingkatan kelas tertentu saja. 59

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa merasa senang menggunakan alat peraga, namun ada salah satu siswa yang merasa tidak ada yang luar biasa dalam menggunakan alat peraga karena intensitas penggunaan alat peraga. Penggunaan alat peraga yang sama dan digunakan selama tiga hari berturut-turut membuatnya bosan. Sedangkan siswa yang lain merasa senang karena dapat bermain sambil belajar, yang paling penting adalah siswa memiliki pengalaman menggunakan alat peraga yang dapat membantu siswa memahami materi yang diajarkan. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi narasumber ketika menggunakan alat peraga Montessori, yang paling terlihat adalah pada narasumber siswa. Siswa merasa bingung ketika untuk pertama kalinya menggunakan alat peraga Montessori. Kebingungan yang dimaksud adalah cara menggunakannya. Salah satu siswa merasa bingung ketika akan menggunakan stik, karena ada beberapa ukuran di dalam kotak alat peraga. Kendala lain yang dihadapi ketiga siswa adalah ketika merasa bosan menggunakan alat peraga Montessori. Kebosanan terjadi karena siswa berulang kali menggunakan alat peraga yang sama, yang pada akhirnya membuat salah satu siswa hanya diam saja, melihat-lihat apa yang dikerjakan oleh teman-temannya. Timbulnya kebosanan pada ketiga siswa, menandakan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara terus menerus dengan alat peraga yang sama kurang baik dilakukan. Jika dilihat dari segi fisik, alat peraga memang terlihat menarik, namun, ketika digunakan secara terus menerus, membuat siswa merasa bosan. Penggunaan alat peraga yang sama secara terus menerus membuat siswa menjadi kurang antusias untuk belajar. Kendala terakhir yang dihadapi siswa adalah ketika merasa kesulitan dalam mengerjakan soal LKS. Siswa langsung memanggil gurunya dan menanyakan hal yang membuat mereka bingung. Pengendali kesalahan yang terdapat pada alat peraga tidak selalu muncul karena siswa langsung memanggil gurunya untuk membantu mengerjakan soal LKS, dan siswa tidak berusaha sendiri untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaan mereka. Kesulitan yang dihadapi guru adalah ketika menemukan satu kelompok siswa yang bingung, tetapi tidak mau berusaha untuk mengerjakan dan hanya bergantung pada salah satu teman dalam kelompok. Salah satu anak dalam kelompok itu mau mengerjakan dan membantu kelompoknya untuk 60

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menyelesaikan LKS. Ketika anak itu tidak berangkat, ternyata teman-teman yang ada dalam kelompok itu tidak bisa mengerjakan apa-apa. Sehingga pada akhirnya guru meninggalkan kelompok itu dan beralih ke kelompok lain. Anak yang hanya bergantung pada orang lain, yang tidak mau berusaha sendiri akhirnya menjadi pasif. Selain kendala, ada beberapa manfaat yang diperoleh siswa selama menggunakan alat peraga Montessori. Manfaat yang diperoleh guru adalah alat peraga dapat membantunya dalam mengajar karena dapat menyingkat waktu, tidak seperti biasanya yang mmbutuhkan waktu lama untuk mengajarkan satu materi. Bahan-bahan yang digunakan juga aman karena terbuat dari kayu yang ringan yang dapat dibawa kemana-mana oleh anak usia sekolah dasar. Manfaat yang diperoleh siswa adalah ketika siswa merasa tertarik, siswa penasaran dengan cara menggunakannya, yang pada akhirnya mereka antusias dalam menggunakan alat peraga Montessori. Siswa menjadi lebih termotivasi dalam belajar dan bisa mendapatkan nilai di atas KKM. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa sikap akan mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu objek. Pengetahuan individu mengenai apa yang sesuai untuk situasi tertentu juga akan aktif. Sikap dan informasi yang tersimpan mengenai apa yang sesuai atau yang diharapkan itu kemudian membentuk definisi terhadap kejadian tersebut. Definisi atau persepsi ini kemudian mempengaruhi perilaku kita (Fazio, 1989; Fazio dan Roskos-Ewoldsen, 1994). Teori tersebut menunjukkan bahwa persepsi berkaitan erat dengan sikap dan juga perilaku seseorang dalam melakukan sesuatu. Persepsi seseorang dapat dipengaruhi oleh pengalaman, dalam hal ini adalah pengalaman menggunakan alat peraga. Persepsi juga bersifat subjektif yang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, pemikiran, dan juga pengalaman seseorang pada masa lampau. Penelitian ini mengungkap hasil pengalaman siswa dan guru, sebelum, selama, dan sesudah menggunakan alat peraga. Pengalaman tersebut juga mengungkap apa yang dirasakan, kendala yang dihadapi, dan manfaat yang diperoleh. Selama penelitian, terjadi perubahan persepsi, baik guru dan siswa, sebelum dan setelah menggunakan alat peraga berbasis metode Montessori. Pada 61

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI saat sebelum penggunaan alat peraga, guru kurang tertarik untuk menggunakan alat peraga Montessori, namun, setelah menggunakannya sendiri untuk mengajarkan materi, guru merasa sangat terbantu dan merasakan banyak perubahan pada siswanya. Demikian juga halnya dengan siswa. Pada awalnya siswa menganggap bahwa alat peraga hanya untuk bermain. Setelah menggunakannya, siswa beranggapan bahwa alat peraga memiliki manfaat lebih dari sebuah alat permainan, yaitu dapat digunakan untuk belajar. 62

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab V ini akan diberikan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, keterbatasan penelitian, dan saran yang diberikan peneliti untuk peneliti selanjutnya. 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Penggunaan alat peraga memberikan pengalaman yang positif terhadap guru. Pengalaman tersebut menghasilkan persepsi guru mengenai alat peraga. Guru melihat adanya perubahan dalam diri siswa-siswinya. Guru juga merasa terbantu dengan adanya alat peraga. Penggunaan alat peraga dirasa penting, namun, pada awalnya guru kurang tertarik menggunakan alat peraga Montessori. Setelah peneliti memberikan alat peraga Montessori, dan guru mencoba menggunakannya, guru merasa mendapatkan pengalaman yang berharga. Guru menjadi tertarik menggunakan alat peraga Montessori karena lebih memudahkan untuk mengajarkan materi dan dapat menyingkat waktu. Pengalaman tersebut membuat guru ingin menduplikasi alat peraga Montessori dengan bahan-bahan yang terjangkau. 5.1.2 Pengalaman siswa belajar dengan menggunakan alat peraga adalah ketika belajar mengenai pecahan, dengan menggunakan roti dan tempe. Siswa dapat belajar secara langsung. Pengalaman tersebut membuat siswa merasa senang, selain dapat belajar secara langsung, roti dan tempe yang digunakan dapat dimakan bersama setelah kegiatan pembelajaran selesai. Siswa ingin menggunakan alat peraga lagi selain yang telah digunakan oleh guru. Kemudian, dilakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Montessori. Pengalaman yang didapat oleh siswa adalah pengalaman yang menyenangkan. Siswa dapat bermain sambil belajar, belajar secara mandiri apa yang diajarkan oleh guru. Siswa merasa senang menggunakan alat peraga Montessori karena dengan alat tersebut, siswa bisa belajar untuk berbagi. Alat peraga dapat digunakan bersama-sama, saling membantu satu sama lain. Penggunaan alat peraga ini membuat siswa tertarik untuk 63

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menggunakan alat peraga di luar jam pelajaran, alasannya adalah untuk bermain sambil belajar dan mendalami materi yang diajarkan. 5.2 Keterbatasan Penelitian 5.2.1 Keterbatasan waktu dan tenaga dari peneliti membuat penelitian ini hanya dilakukan pada tiga siswa dari 40 siswa untuk memperoleh persepsi mengenai alat peraga Montessori. Jumlah narasumber yang relatif kecil ini tentunya belum mewakili persepsi dari keseluruhan siswa yang menggunakan alat peraga Montessori. Peneliti perlu berhati-hati dalam menggeneralisasikan data yang diperoleh. 5.2.2 Wawancara pada siswa dilakukan pada siang hari dan diikuti oleh ketiga siswa dengan alasan tidak mau diwawancarai secara individu. Kejadian ini membuat peneliti perlu berhati-hati dalam mencari data agar semua narasumber mengutarakan pendapatnya masing-masing. 5.3 Saran `Beberapa saran yang peneliti berikan untuk peneliti selanjutnya yaitu: 5.3.1 Menggunakan lebih banyak subjek untuk mengetahui persepsi subjek terhadap alat peraga yang digunakan agar informasi yang diperoleh lebih banyak. 5.3.2 Memilih waktu dan merencanakan strategi yang tepat agar bisa melakukan wawancara dengan para subjek. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas bawah, karena itu, pemilihan strategi yang tepat akan membuat siswa mau diwawancara sendiri-sendiri yang akhirnya dapat memperoleh data yang jelas dan akurat. 64

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Alifa, N. (2008). Dinamika makna hidup abdi dalem muda. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Amin, S.M. & Sani. (2004). Matematika SD di sekitar kita: untuk SD kelas III semester 2. Jakarta : Penerbit Erlangga. Aziz, A., Yulianti, D., & Handayani, L. (2006). Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan memanfaatkan alat peraga sains fisika (materi tata surya) untuk meningkatkan hasil belajar dan kerjasama siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Volume 4, Nomor 2. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2013. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPFI/article/viewFile/162/167 Creswell, J.W. (2012). Research desain. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Desmita. (2006). Psikologi perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Fazio. R. I-L, & Roskos-Ewoidsen, D.R. (1994). Acting as we feel: when and how attitudes guides behavior. In S. Shaviti & T.C Brock (Eds). Persuasion. Boston: Allyn & Bacon. Herdiansyah, H. (2012). Metodologi penelitian kualitatif: untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika. Heruman. (2012). Model pembelajaran matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Komalasari. (2011). Pembelajaran kontekstual. Bandung: Refika Aditama. Kusumarita, Y.I. (2009). Ekperimentasi pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga pada pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung ditinjau dari aktivitas belajar siswa kelas IX SMP kota Surakarta tahun pelajaran 2008/2009. Tesis. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Lilard,P.P. (1997). Montessori in the classroom. New York: Schocken Books. McMillan, J.H., Schumacher., & Sally. (2001). Research in education a conceptual introduction (fifth edition). New York: Longman. Moleong, L.J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Montessori, M. (2002). The Montessori method. New York: Frederick A.Stokes. Poerwandari, K. (2007). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Depok: Perfecta. 65

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Putri, M.S. (2013). Pengembangan alat peraga Montessori untuk ketrampilan geometri matematika kelas III SDN Tamanan I Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Rahayu, I.T. & Ardani, T.A. (2004). Observasi dan wawancara. Malang: Bayumedia Publishing. Rahayu, N.S., Budiyono., & Kurniawati, I. (2013). Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Model Problem Solving Pada Sub Materi Besar Sudutsudut, Keliling dan Luas Segitiga Ditinjau dari Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas VII Semester II SMP Negeri 2 Jaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2010/2011. Jurnal Pendidikan Matematika Solusi, Volume 1, Nomor 1. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2013. http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/matematika/article/viewFile/1462/104 6 Rakhmat. (2007). Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Riyanto, A. (2010). Peningkatan keaktifan dan kemampuan mengidentifikasi jenis dan besar sudut melalui metode student team achievement division (STAD) pada peserta didik kelas IIIB SD Negeri Wonorejo tahun ajaran 2009/2010. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2013. http://eprints.uns.ac.id/8137/1/144421308201009481.pdf Rukmi, D.A. (2013). Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sarwono, S. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta: Rajawali Pers. Setianingsih, D. (2013). Deskripsi persepsi siswa terhadap pendampingan orang tua dalam belajar di rumah pada kelas VII SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2013. http://library.usd.ac.id/ Soehendro, B. (2006). Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Jakarta: BP Dharma Bakti. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kombinasi (mixed method). Bandung: Alfabeta. Suharnan. (2005). Psikologi kognitif (Edisi Revisi). Surabaya: Srikandi. Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius. 66

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Supratiknya, A. (2012). Penilaian hasil belajar dengan teknik nontes. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Tim Bina Matematika. (2011). Matematika SD kelas III. Jakarta: Yudistira. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Uno, B. (2012). Model pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Walgito, B. (2003). Pengantar psikologi sosial. Yogyakarta: Andi Offset. Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Andi Offset. Wijayanti, T.K.P. (2013). Pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala montessori untuk siswa kelas I SD Krekah Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. 67

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 68

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.1 Kisi-kisi Observasi Guru Kegiatan Guru (Peran Guru) Deskripsi Guru berperan sebagai direktris atau yang menyediakan media Hal yang Diamati a. b. c. Guru memantau kegiatan belajar siswa Guru tidak membantu menyelesaikan soal matematika Guru hanya menjelaskan secara singkat materi yang diajarkan No Item 1 69

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.3 Perencanaan Wawancara No. Kegiatan 1. Wawancara pra penelitian 2. Wawancara pasca penelitian Tujuan Untuk mengetahui kondisi awal sebelum penelitian Untuk mengetahui perasaan subjek setelah penelitian Subjek Bentuk wawancara Guru Siswa Semi terstruktur Panduan wawancara Pelakasana an (tempat, waktu, tanggal) 13 Februari 2014 Guru siswa Semi terstruktur Panduan wawancara 10 Maret 2014 Instrumen 72

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.4 Kisi-kisi Wawancara untuk Guru Karakteristik Persepsi Auto Education Menarik Bergradasi Auto Correction Kontekstual Obyek yang Ditanyakan Perasaan dan pemikiran siswa dan guru setelah menggunakan alat peraga Montessori Pemahaman konsep setelah menggunakan alat peraga berbasis Montessori Membantu atau justru membuat siswa bingung terhadap materi yang diajarkan Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori Ketertarikan guru dan siswa dengan bentuk alat peraga berbasis Montessori Ketertarikan siswa terhadap cara menggunakan alat peraga berbasis Montessori Dapat digunakan untuk semua siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 Ukuran yang ada pada alat Alat tersebut dapat membantu siswa dalam menemukan kesalahan yang dilakukan dan memperbaiki dengan sendirinya Alat peraga mempunyai kunci jawaban Alat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang dikenal atau dekat dengan kehidupan siswa No Item Pertanyaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 73

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.5 Kisi-kisi Wawancara untuk Siswa Karakteristik (Persepsi) Auto Education Menarik Bergradasi Auto Correction Kontekstual Obyek yang Ditanyakan Perasaan dan pemikiran siswa dan guru setelah menggunakan alat peraga Montessori Pemahaman konsep setelah menggunakan alat peraga berbasis Montessori Membantu atau justru membuat siswa bingung terhadap materi yang diajarkan Kemampuan siswa dalam mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori Ketertarikan guru dan siswa dengan bentuk alat peraga berbasis Montessori Ketertarikan siswa terhadap cara menggunakan alat peraga berbasis Montessori Ukuran yang ada pada alat No Item Pertanyaan 1 2 3 4 5 6 7 Alat tersebut dapat membantu siswa dalam menemukan kesalahan yang dilakukan dan memperbaiki dengan sendirinya Alat peraga mempunyai kunci jawaban 8 Alat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang dikenal atau dekat dengan kehidupan siswa 10 9 74

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.1 Kondisi sosio-cultural Hari/ Tanggal : 8 Januari 2014 Tujuan : Untuk mengetahui kondisi sosial sekolah Subjek : Guru dan Siswa Hal yang diamati : Kondisi Lingkungan Sekolah dan Kondisi Kelas Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Catatan Lapangan/Hasil Observasi SD Kanisius Sengkan berada di Jalan Kaliurang kilometer 7,8, Sleman , Yogyakarata. SD Kanisius Sengkan ini berada di dekat pasar dan pemotongan hewan. Sekolah ini terpisah menjadi dua tempat, SD Induk dan SD Kelas Bawah. Letak antara SD Induk dengan SD kelas bawah tidak terlalu jauh, kurang lebih 100 meter. Sekolah memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Diantaranya adalah laboratorium Komputer, Perpustakaan, UKS, 13 ruang kelas, 1 ruang guru yang masing-masing bangunan sekolah memiliki 1 ruang guru, ruang kepala sekolah, lapangan, tempat parkir, toilet, dapur, ruang tata usaha. Sekolah ini juga memiliki banyak alat peraga. Namun sayangnya, alat peraga hanya ditumpuk menjadi satu di dalam lemari yang diletakkan di depan ruang kelas VA. Para pengajar di SD ini jarang menggunakan alat peraga. Hal ini sesuai dengan hasil observasi peneliti selama satu minggu. Kondisi kelas yang terdapat di SD Kanisius Sengkan kurang memadai untuk melakukan kegiatan belajar mengajar karena ruangan sempit dan jumlah siswa yang banyak, membuat ruang gerak menjadi kurang nyaman. Sedangkan observasi terkait penelitian, peneliti lakukan di kelas IIIA pada 9 Januari 2014. Pada saat observasi, peneliti melihat tumpukan buku di meja dekat dengan meja guru. Ada satu meja guru di bagian depan kelas. Terdapat 1 papan tulis yang berwarna putih, satu kipas angin duduk yag diletakkan di dekat pintu. Kelas ini terdapat 21 meja dan 42 kursi untuk siswa. sedangkan 1 meja digunakan untuk meletakkan tempat minum siswa yang diletakkan di bagian belakang. Ketika peneliti melakukan observasi, peneliti tidak menemukan alat peraga yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Kode OSK/080114/B12-15 (SD memiliki alat peraga, tetapi jarang digunakan) 76

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.2 Observasi I cara guru mengajar Tujuan : Untuk mengetahui kegiatan cara guru mengajar Subjek : Guru dan Siswa Hal yang diamati : Cara guru mengajar dan mengelola kelas Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Keterangan Observasi I dilakukan pada 12 Januari 2014. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui cara guru mengajar. Kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di kelas IIIA berdasarkan observasi cukup baik. Pada awal kegiatan pembelajaran, guru terlihat memberikan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan adalah dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Guru menyampaikan materi dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Penggunaan metode tersebut terlihat cukup efektif karena siswa mampu menanggapi apa saja yang dijelaskan oleh guru. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terlihat santai. Pada Observasi pertama ini tidak terlihat guru menggunakan alat peraga. Kode O1/03022014/B9-10 (penggunaan metode mengajar yang digunakan mampu membuat siswa menanggapi apa saja yang dijelaskan oleh guru) 77

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.3 Observasi II Kegiatan Pembelajaran tanpa Menggunakan Alat Peraga Tujuan : Untuk mengetahui kegiatan pembelajaran matematika tanpa menggunakan alat peraga Subjek : Guru dan Siswa Hal yang diamati : Kegiatan pembelajaran matematika tanpa menggunakan alat peraga Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Hasil Observasi Observasi II dilaksanakan pada 10 Februari 2014. Observasi kedua ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui kegiatan pembelajaran matematika tanpa menggunakan alat peraga. Siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Guru lebih sering bercerita. Pada awal kegiatan pembelajaran, guru memberikan apersepsi dengan bertanya, “bagaimana cara menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang sama ?” Kemudian, guru memberikan contoh mengenai penjumlahan pecahan yang penyebutnya berbeda. Siswa senang menjawab pertanyaan-pertanyaan guru. Guru mengajar dengan cerita dan candaan, dan siswa pun mau menanggapi cerita dan candaan guru. Beberapa saat kemudian, siswa terlihat mulai malas. Ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya, haya ada 5 siswa yang mau bertanya karena merasa belum jelas. Kemudian guru memberikan tugas dengan menuliskan beberapa soal di papan tulis. Siswa diberi waktu 5 menit untuk mengerjakan. Pada saat mengerjakan soal, ternyata banyak siswa yang kebingungan mengerjakan soal-soal tersebut. Hal tersebut terlihat saat guru mengoreksi. Banyak siswa yang mengerjakan soal yang jawabannya tidak benar. Guru menegur siswa yang pekerjaannya tidak benar karena guru sudah memberikan kesempatan untuk bertanya dan hanya sedikit yang bertanya. Pada akhirnya guru memberikan soal lagi untuk dikerjakan oleh siswa. Kode OS2/100214/B1-23 (kegiatan pembelajaran tanpa menggunakan alat peraga) 78

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.4 Transkrip Observasi Penggunaan Alat Peraga Montessori Hari 1 Pelaksanaan Observasi Subjek : Wali Kelas (IW) Siswa 1 (SY) Siswa 2 (YG) Siswa 3 (KV) Periode Observasi :I Hari, tanggal : Senin, 24 Februari 2014 Waktu : 07.00 – 08.10 Tempat : Ruang Kelas III Kode : WK,S1,S2,S3.O1 Keterangan : Digaris Bawah Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Catatan Lapangan/Hasil Observasi IW membuka pelajaran dengan mengajak siswa untuk berdoa. Kemudian setelah selesai berdoa, IW memberi salam pada siswa. SY, YG, dan KV menjawab salam dari guru serempak dengan teman yang lain. IW mengatakan pada siswa bahwa akan mempelajari lagi materi mengenai sudut. Sebelum masuk pada kegiatan inti dengan menggunakan alat peraga, IW memberikan pertanyaan pada siswa mengenai sudut yang ada di sekitar kelas, seperti kaca jendela, papan tulis, lemari, pintu, mistar, meja, calendar, plafon. IW menjelaskan bahwa bentuk-bentuk bangun datar tersebut memiliki sudut. Keika IW menjelaskan, SY duduk sambil melipat kedua tangannya di atas meja, sesekali menggaruk tangannya. Beberapa saat kemudian, SY menyandarkan dagunya di tangan sambil mengutik-utik hidungnya. Kemudian, SY bersandar di kursi. Berbeda dengan SY, YG duduk agak membungkuk dan melipat kedua tangannya di atas meja. Pada awal kegiatan pembelajaran, YG tidak dapat duduk tenang, selalu membetulkan kursinya. Tangannya pun selalu bergerak, tidak bisa tenang. Pada saat memperhatikan guru yang sedang menjelaskan, YG bertanya Data Penting Kode WK/O1/B9-13 (guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan mengeai sudut) 79

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 pada peneliti yang duduk di sebelahnya. “Nanti satu-satu ya bu ?”, kata YG. Kemudian peneliti menjawab, “iya”. Jawaban yang peneliti berikan seperti membuatnya senang, karena YG langsung berkata (“yes…!”). Sedangkan KV memperhatikan guru yang menjelaskan materi yang akan dipelajari. Pada saat guru menjelaskan, KV terlihat melihat ke arah kanan dan kirinya, entah apa yang ada dalam pikirannya. IW menanyakan pengetahuan siswa mengenai sepak bola, dimana ada tendangan sudut yang dilakukan di pojok lapangan, dan anak-anak terlihat menjawabnya. IW mulai pada kegiatan dimana menjelaskan materi sudut dengan menggunakan salah satu bagian dari alat peraga. IW menempelkan penggaris pada papan hitam, yang sebelumnya papan tersebut sudah ditempelkan pada papan tulis. Kemudian, IW bertanya lagi pada siswa mana yang membentuk sudut. IW menunjuk salah satu siswa untuk maju ke depan kelas menunjukkan sudut yang dimaksud. IW menjelaskan gambar tersebut dengan memberikan huruf pada setiap garis dan titik sudut, dan bertanya lagi mana garis yang berhimpitan dan mana garis yang membentuk sudut, dan mana titik sudutnya. Setelah selesai, IW membuat garis di papan hitam dan menunjukkan mana kaki sudut, titik sudutnya. Kemudian, IW mengenalkan nama alat peraga yang akan digunakan oleh siswa. “ini namanya geometri stick box, ngerti artinya nggak ?”, kata IW pada siswanya. Kemudian, IW menjelaskan arti dari nama alat peraga tersebut. IW mulai membagikan alat peraga kepada setiap kelompok. IW menyuruh siswa untuk membuka kotak alat peraga. IW juga membagikan papan hitam untuk setiap siswa. papan hitam itu digunakan untuk alas kerja siswa. IW menyuruh siswa untuk mengamati alat peraga yang ada dalam kotak. YG memegang alat peraga yang sudah dibagikan, tetapi karena baru diperbolehkan mengamati, SY mengingatkan temannya untuk mengamati dulu alat peraga yang ada. Saat dibagikan, KV juga memegang kotak alat peraga, tetapi tiba-tiba KV juga mengingatkan temannya untuk tidak mengambil alat peraga dulu. WK,S1,S2,S3/O1/B29 (YG ingin mengetahui apakah setiap siswa akan menggunakannya sendiri) WK,S1,S2,S3/O1/B62 (guru mengenalkan nama alat peraga pada siswa) WK,S1,S2,S3/O1/B73-74 (YG secara spontan memegang alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B77-78 (KV secara spontan memegang alat peraga) 80

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 “ini diamati dulu jangan diambil”, kata SY. “ditaruh jangan diambil”, kata KV. YG langsung mengembalikan alat peraga ke dalam kotak. Kemudian, YG bertanya pada peneliti mengenai alat peraga sambil senyum-senyum. “ini bikin sendiri ya bu ?”, tanya YG. “iya”, jawab peneliti. IW memberi peringatan pada siswa menggunakan alat peraga hanya untuk mengerjakan tugas. IW juga memberi peringatan bahwa di dalam kotak itu ada jarum, jadi, siswa diminta untuk berhati-hati menggunakannya, dan kalau sudah selesai, IW meminta siswa untuk mengembalikan alat peraga ke tempat semula dengan rapi. IW membagikan LKS. IW memberitahu bahwa 1 LKS digunakan untuk satu kelompok, namun masing-masing siswa harus mengerjakan dengan menggunakan alat peraga. IW mengingatkan siswa untuk mengerjakan LKS dengan membaca petunjuk yang ada dan dengan menggunakan alat peraga. IW menjelaskan setiap soal. “Kerjakan soal nomor 1 dengan membuat garis menggunakan alat peraga, buat persis seperti yang ada dalam gambar”, kata IW kepada siswa-siswinya. Setelah guru mengizinkan untuk mengambil alat peraga, SY langsung memegang alat peraga tersebut untuk mengerjakan LKS. SY mengatakan pada teman-temannya untuk menuliskan namanya masing-masing. “ditulis namanya sendiri-sendiri”, kata SY pada teman-temannya. SY membutuhkan alat peraga, SY mengambil stik yang ada dalam kotak alat peraga. SY bertanya pada peneliti mengenai alat peraga yang digunakan “ini di semua titiknya ya bu ?”, tanya SY. “enggak, salah satu aja”, jawab peneliti. Lalu YG bertanya, dan SY menjawabnya. “kaya gitu po ?”, tanya YG. “lha tadi kata bu Maria kaya gitu”, kata SY pada YG. YG memulai mengerjakan LKS, tetapi dia seperti kebingungan untuk mengerjakan LKS. WK,S1,S2,S3/O1/B92-97 (YG ingin mengetahui tentang alat peraga yang digunakan) WK,S1,S2,S3/O1/B92-97 (guru memberi peringatan pada siswa dalam menggunakan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B101-104 (guru memberi peringatan pada siswa dalam menggunakan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B111-113 (SY langsung memegang alat peraga ketika mendapat izin dari guru) WK,S1,S2,S3/O1/B122 (SY merasa bingung menggunakan alat peraga) Wk,S1,S2,S3/O1/B128 (YG merasa bingung dengan cara mengerjakan soal LKS dengan menggunakan alat peraga) 81

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 “ngerjainnya dimana ?”, tanya YG pada teman-temannya. Namun, teman-temannya tidak ada yang menjawab. YG mengambil alat peraga yang ada dalam kotak, dan mengambil papan hitam yang dibagikan oleh guru. YG menanyakan hasil pekerjaanya pada peneliti, “kayak gini ya bu ?”. Setelah bertanya, YG melihat pekerjan temannya dan menanyakan pekerjaan temannya itu, “kaya gito po ?”, tanya YG. Teman-temannya tidak ada yang menjawab. YG mengerjakan tugasnya lagi dengan tenang. Tiba-tiba YG mengatakan pada teman-temannya kalau apa yang dikerjakannya sudah sama dengan yang di LKS. “ini aku udah persis”, kata YG. Kemudian, YG bertanya lagi pada peneliti. “bikin lagi ya bu ? dicopot lagi ? “iya”, jawab peneliti. YG sudah menyelesaikan beberapa nomor dan bertanya lagi pada peneliti, “persegi panjang berarti yang panjang ya bu ?” “iya”, jawab peneliti lagi. Kemudian, YG melihat pekerjaan temannya, “liat yang nomer 5”, kata YG pada SY YG bertanya lagi ke peneliti, “bikin lagi ya bu ?” “iya…”, jawab peneliti lagi. Berbeda dengan YG yang selalu bertanya, KV terlihat mengambil alat peraga pada kotak sesuai dengan soal yang ada. KV mencari letak jarum yang akan digunakannya. “jarumnya dimana ?”, tanya KV sambil membuka-buka kotak alat peraga. “ini di sini”, peneliti memberitahu letak jarum pada KV. KV melihat soal dengan seksama. Kemudian, KV terlihat masih membutuhkan jarum, dan meminta jarum ke temannya “minta jarum dong, aku nggak bisa ngambil”, kata KV pada teman-temannya. KV terlihat antusias mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga sambil membacakan huruf-huruf yang ada dalam soal LKS, dan kemudian dia berbicara sendiri “ooo...yang satu hurufnya kaya gini, WK,S1,S2,S3/O1/B134 (YG bingung menggunakan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B141 (YG merasa kurang yakin dengan pekerjaannya) WK,S1,S2,S3/O1/B159-160 (YG merasa bingung menggunakan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B171-173 (KV bingung mencari letak alat peraga yang berupa jarum) WK,S1,S2,S3/O1/B182-183 (KV aktif mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga) 82

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 yang satu lain” Selama siswa mengerjakan LKS, IW berkeliling melihat proses siswa dalam bekerja. IW sempat membetulkan garis yang dibuat oleh siswa. SY mengambil stik lagi dan mengerjakan LKS sesuai dengan perintah yang ada. Hari pertama menggunakan alat peraga, ketiga subjek terlihat antusias. Selama mengerjakan LKS, SY terlihat yang paling lama mengerjakan menggunakan alat peraga. Beberapa saat kemudian, salah satu temannya mengajak berdiskusi. Ada salah satu yang menanyakan berapa banyak sudut yang dimiliki sebuah bangun datar. SY terlihat sedang menghitung sudutnya sambil menunjukkan pada teman-temannya. “kan itu…lha iya sudut-sudutnya 1,2,3”, kata SY sambil menunjukkan sudutsudutnya. YG meminta untuk mengerjakan nomor 3 pada teman-temannya, “sini aku…ini aku udah”. SY mengembalikan stik ke dalam kotak, kemudian mengambil stik yang lain untuk mengerjakan soal berikutnya. SY mengerjakan LKS dengan sesekali berdiri mengambil alat peraga. SY menanyakan salah satu alat yang ada dalam kotak pada peneliti, “bu yang ini buat apa ?”, tanya SY. Peneliti belum sempat menjawaab, SY melihat ke arah temannya dan menanyakan huruf yang dibuat oleh temannya dengan menggunakan alat peraga, “kamu bisa bikin huruf Y gitu to ? “, tanya SY pada YG. YG mengembalikan alat peraga ke dalam kotak dan mengerjakan soal berikutnya. Terkadang YG terlihat mengerjakan sambil berdiri. Kemudian mengembalikan alat peraga ke dalam kotak lagi dan melanjutkan mengerjakan soal berikutnya. Setelah selesai mengerjakan LKS, YG bertanya ke peneliti, “boleh bikin yang lain nggak bu ?”, Tanya YG. Setelah diperbolehkan, YG memanfaatkan waktu yang masih tersisa dengan bermain, memainkan alat peraga sambil mengatakan pada temannya kalau dia mau membuat sesuatu. “aku mau bikin…”, kata YG sambil berbisik pada temannya. WK,S1,S2,S3/O1/B188-191 (guru mengecek pekerjaan siswa) WK,S1,S2,S3/O1/B195 (ketiga subjek aktif mengerjakan tugas dengan menggunakan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B212-214 (SY megerjakan LKS sambil berdiri) WK,S1,S2,S3/O1/B216 (SY merasa bingung dengan kegunaan salah satu dari alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B225-226 (YG mengerjakan LKS sambil berdiri) WK,S1,S2,S3/O1/B231 (YG ingin bermain dengan menggunakan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B233-237 (YG memanfaatkan waktu luang dengan bermain alat peraga) 83

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 Setelah puas bermain, YG meminta salah satu temannya untuk memberikan pertanyaan kepadanya, “sekarang kamu kasih pertanyaan”, pinta YG pada salah satu temannya. Tiba-tiba KV terlihat marah karena dia mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan oleh temannya, sedangkan tugasnya sendiri jadi terbengkalai. “OPQ, ini pie ? nomer 2 pie ? aku jadi nggak ngerjain, aku malah disuruh ngerjain ini...YG tu ngliatin terus…ini dikerjain dulu nomer 3…”,kata KV pada YG. Kemudian KV mengembalikan stik yang sudah dipakai, dan mengambil stik yang lain untuk mengerjakan soal berikutnya. Kali ini KV mengerjakannya dengan tenang. KV berusaha untuk mengerjakan soal LKS, dan terkadang menanyakan pekerjaannya ke teman. “1,2,3,4,5, ini berapa sudut sih”, tanya KV pada salah satu temannya. KV kembali terlihat mengembalikan alat peraga ke dalam kotak dan mengerjakan soal berikutnya. KV bertanya lagi ke temannya (1,2,3,4, ini 3 to ?”). Kemudian, KV maju ke depan, ke arah guru (IW), dan bertanya ke IW. Setelah selesai bertanya, KV kembali ke tempat duduknya dan mencoba mengerjakan kembali, namun dia merasa ada yang salah dan maju ke depan lagi bertanya ke guru. “salah…salah…salah…”, kata KV. KV kembali ke tempat duduknya lagi dan mengatakannya pada teman-temannya bahwa apa yang dikerjakan salah. “nomer 3 sama 4 salah”, kata KV memberitahu teman-temannya. Setelah mengecek pekerjaan siswa, IW bertanya pada siswa apakah siswa sudah selesai mengerjakan soal dari nomor 1 sampai dengan nomor 6, apabila ada yang sudah selesai, IW meminta siswa untuk membantu teman yang lain. IW berkeliling lagi melihat siswa bekerja. IW menyuruh siswa untuk teliti mengerjakan soal LKS. Kemudian, IW menyuruh siswa mengembalikan alat yang sudah tidak dipakai ke dalam kotak, dan bagi yang sudah selesai mengerjakan LKS boleh bermain dengan alat peraga yang ada. IW mulai mengumpulkan LKS siswa sambil berjalan mendatangi kelompok yang ada di depan. Kemudian IW terlihat berjalan ke arah WK,S1,S2,S3/O1/B249-252 (KV merasa bingung saat mengerjakan LKS dan merasa marah katika temannya hanya melihat saja tidak ikut mengerjakan) WK,S1,S2,S3/O1/B266-271 (KV merasa bingung mengerjakan soal LKS dan mencoba untuk mencri tahu jawabannya) WK,S1,S2,S3/O1/B282-283 (alat peraga dapat digunakan bersama yang memungkinkan siswa saling membantu) WK,S1,S2,S3/O1/B285-289 (guru mengingatkan siswa dan memberi kesempatan siswa untuk bermain dengan menggunakan alat peraga) 84

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 tempat duduknya dan duduk di situ. Beberapa saat kemudian, IW berjalan menuju kelompok yang ada di depan tempat duduknya. Selesai melihat-lihat proses siswa belajar, IW bertanya pada semua siswa. “apakah ada pertanyaan?”, kata IW. Ternyata tidak ada siswa yang menjawab, karena siswa masih aktif bermain dengan alat peraga. IW kembali terlihat mendatangi siswa, kali ini IW mendatangi kelompok yang ada di paling belakang, dan kemudian kelompok yang ada di sebelah kanan belakang sambil menanyakan apa yang sedang dibuat oleh siswa. IW membantu siswa membentuk sudut dan menyuruh siswa menghitung banyaknya sudut yang dibuat. Kemudian, IW membuat garis dengan menggunakan alat peraga yang ada di kelompok tersebut yang menunjukkan adanya sudut. IW menunjuk salah satu siswa untuk menghitung banyaknya sudut yang telah dibuatnya. IW beralih ke kelompok lain, kelompok yang ada di bagian tengah. IW selalu membimbing siswa dalam memainkan alat peraga yang membentuk sudut. Kemudian, IW berjalan menuju kelompok berikutnya, yaitu kelompok yang ada di dekat pintu. Ketika KV belum selesai mengerjakan LKS, SY mendatangi dan berusaha membantu KV. Setelah memberitahu temannya, SY kembali ke tempat duduknya. SY duduk dan kemudian mengambil alat peraga yang ada dalam kotak sambil berdiri. SY mengingatkan temantemannya untuk tidak mengerjakan yang bagian jam. “eh yang itu nggak usah, yang jamjam enggak”, kata SY mengingatkan temantemannya. Setelah semua soal dalam LKS dikerjakan, SY bermain dengan menggunakan alat peraga. Tiba-tiba SY berteriak karena tanggannya terkena jarum. Tidak merasa kapok, SY meminta jerum ke temannya. “pinjem jarum, YG tu lho..bagi dong…”, pinta SY pada YG. SY masih asik bermain dengan alat peraga, dan bahkan dia mau membuat nama dengan alat peraga, “kita buat nama”, kata SY pada YG. Kemudian, SY mengajak teman di sampingnya untuk membuat rumah-rumahan dengan menggunakan alat peraga WK,S1,S2,S3/O1/B306-308 (guru membantu siswa menggunakan alat peraga dan mengecek pemahaman siswa) WK,S1,S2,S3/O1/B333-334 (SY memanfaatkan waktu luang untuk bermain alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B337-338 (alat peraga dapat digunakan ebh dari 1 orang) 85

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 “pake alat, kita buat rumahrumahan”, ajak SY. Ketika waktu penggunaan alat peraga hamper habis, dan guru menyuruh siswa merapikan alat peraga ke tempat semula, SY memasukkan alat peraga ke dalam kotak. SY sempat memperhatikan temannya yang masih asik memainkan alat peraga. Setelah selesai mengerjakan semua soal LKS, KV berjalan ke arah gurunya dan menanyakan apakah LKSnya dikumpulkan atau tidak. KV kembali ke tempat duduknya dan mengambil LKS yang akan dikumpulkan. Setelah mengumpulkan LKS, KV memanfaatkan alat peraga untuk bermain, karena masih banyak waktu. Ketika waktu kegiatan pembelajaran telah selesai, KV memasukkan alat peraga ke dalam kotak. Selesai mengecek pekerjaan siswa, IW mengingatkan siswa bahwa 5 menit lagi selesai. IW berjalan menuju depan kelas untuk menyuruh siswa merapikan alat peraga dan memasukkannya ke dalam kotak seperti semula. IW menghitung sampai 8 dan pelajaran dengan menggunakan alat peraga sudah selesai. IW bertanya pada siswa siapa yang bisa menjelaskan sudut. Kemudian, IW menyuruh siswa mengeluarkan buku catatan dan mendikte catatan yang harus ditulis siswa. Setelah selesai mendikte catatan, IW memberikan soal evaluasi dan menyuruh siapa saja yang sudah selesai mengumpulkan soal evaluasi tersebut ke meja guru. SY, YG, dan KV mengerjakan soal evaluasi. Saat sedang mengerjakan soal evaluasi, SY mengatakan pada temannya kalau dia mengerjakannya belum ada setengahnya sambil memegang buku. “ini aja mungkin belum ada setengah”, kata SY. Kemudian, SY terlihat sedang mengerjakan soal evaluasi sambil berbicara sendiri, entah apa yang diucapkannya. Setelah selesai, SY bertanya pada peneliti apakah soal evaluasinya dikumpulkan atau tidak. “dikumpulin bu ? yang nomer 5 aku nggak yakin-yakin banget”, kata SY pada peneliti. SY terlihat ragu-ragu, karena pada saat akan mengumpulkan soal evaluasi, SY kembali ke tempat duduknya. Sedangkan YG pada saat akan mengerjakan soal evaluasi, YG WK,S1,S2,S3/O1/B360-361 (KV memanfaatkan waktu luang untuk bermain alat peraga) WK,S1,S2,S3/O1/B392-393 (subjek merasa tidak yakin dengan jawaban yang dikerjakan) 86

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 bertanya ke peneliti boleh mengerjakan soal evaluasi sambil melihat-lihat buku atau tidak. “boleh liat buku nggak ?”, tanya YG. Peneliti menjawab pertanyaan YG, “enggak dong”. YG mengerjakan soal eveluasi sambil senyum-senyum. Setelah selesai, YG bertanya ke gurunya, “itu alatnya bikin apa beli bu ?”. entah apa jawaban yang diberikan oleh gurunya. Berbeda dengan SY dan YG, KV terlihat mengerjakannya dengan tenang. Pada saat sebagian besar siswa sudah selesai mengerjakan, KV masih terlihat mengerjakan, dan seperti merasa bingung karena KV sempat bertanya pada peneliti bagaimana jawabannya. Setelah semua siswa selesai mengerjakan soal evaluasi, dan telah mengumpulkannya di meja guru, IW menghitung sampai 5 agar siswa duduk di tempat duduk masing-masing, kemudian IW melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. “apakah semuanya senang belajar matematika dengan menggunakan alat peraga ?”, tanya IW pada siswa-siswinya. Kemudian siswa menjawab bahwa mereka senang belajar menggunakan alat peraga. IW bertanya lagi, “apakah ada yang sulit ?”, dan semuanya menjawab tidak. Sebelum menutup kegiatan pembelajaran, IW memberikan pekerjaan rumah (PR) untuk siswa. “silahkan menulis benda-benda yang ada di rumahmu yang membentuk sudut dan berapa sudutnya !”, perintah IW pada semua siswa. YG menanyakan berapa banyak yang harus dituliskan, “berapa bu ?”, tanya YG pada IW. “sebanyak-banyaknya”, jawab IW. “sebanyak-banyaknya bu ?”, tanya SY. “iya”, jawab IW lagi. Setelah memberikan PR pada siswa, IW menutup pelajaran dengan berdoa. WK,S1,S2,S3/O1/B424-425 (guru memberi pertanyaan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan) WK,S1,S2,S3/O1/B427-428 (siswa merasa senang belajar dengan menggunkaan alat peraga) 87

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.5 Transkrip Observasi Penggunaan Alat Peraga Montessori Hari 2 Pelaksanaan Observasi Subjek : Wali Kelas (IW) Siswa 1 (SY) Siswa 2 (YG) Siswa 3 (KV) Periode Observasi : II Hari, tanggal : Selasa, 25 Februari 2014 Waktu : 07.00 – 08.10 Tempat : Ruang Kelas III Kode : WK,S1,S2,S3.O2 Keterangan : Digaris Bawah Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Catatan Lapangan/Hasil Observasi IW mengatakan pada siswa bahwa hari ini akan belajar lagi tentang sudut. Karena waktu pelajaran yang mundur untuk persiapan penelitian ini, IW memberikan tawaran pada siswa bahwa istirahat akan mundur. Setelah bel masuk istirahat, siswa diperbolehkan untuk pulang, dan siswa menyetujuinya. IW menanyakan kesiapan siswa untuk belajar. Setelah siswa siap, IW mengajak siswa untuk berdoa. SY, YG, dan KV ikut berdoa sebelum memulai pelajaran. Kemudian, IW memberi salam, dan ketiga subjek memberi salam pada IW seperti teman-teman yang lain. Selesai berdoa, IW menyuruh siswa untuk menyiapkan buku PS matematika. IW melakukan apersepsi tentang sudut dengan memberikan pertanyaan. “apa pengertian sudut ?”, tanya IW pada semua siswa. “bagian yang terletak di antara garis yang berpotongan”, jawab siswa. Kemudian, IW memberi pertanyaan lagi dengan membuat sebuah garis. “ini apa ? kalian menyebutnya apa ?”, tanya IW pada semua siswa. “garis”, jawab siswa. KV duduk berhadapan dengan teman Data Penting Kode WK,S1,S2,S3/O2/B18 (guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan mengenai sudut) 88

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 satu kelompoknya. KV terlihat kesulitan untuk duduk menghadap ke arah depan kelas, karena harus menoleh ke belakangnya. SY terlihat melipat kedua tangannya dan meletakkan kedua tangannya di atas meja sambil menjawab pertanyaan guru (IW) tentang sudut tumpul, sudut lancip dan sudut siku-siku. Sedangkan YG hanya diam, tidak menjawab. Tiba-tiba, KV mengajak temannya untuk menjawab pertanyaan guru. ”jawab…jawab…”, ajak KV. Tetapi temannya hanya diam dan memperhatikan saja. Pertanyaan berikutnya, SY ditunjuk oleh guru (IW) untuk menjawab, SY tidak bisa menjawabnya, SY hanya diam sambil memperhatikan. Kemudian, SY terlihat melipat kedua tangannya lagi. YG dan KV menjawab pertanyaan-pertanyaan guru (IW) serempak dengan teman lainnya. YG memperhatikan guru yang sedang menjelaskan sambil sesekali memainkan bandonya. Pada saat guru masih menjelaskan, YG terlihat menyangga kepalanya dengan tangan sambil menjawab pertanyaan guru dengan nada berbisik pada temannya. “itu sudut siku-siku, kan ada kayak gini…”, kata YG pada temannya. Beberapa saat kemudian, KV ditunjuk untuk menjawab pertanyaan. KV dapat menjawab pertanyaan tersebut. Ketika guru masih menjelaskan, KV membalik badan ke arah mejanya kemudian memainkan alat tulis dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan gurunya (IW) lagi. KV bersama dengan teman satu kelompoknya mengobrol. Lima menit kemudian, KV terlihat mulai memperhatikan lagi gurunya (IW) yang sedang menjelaskan. Mulai masuk pada tujuan pembelajaran, IW menyebutkan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempelajari jenisjenis sudut. IW bertanya pada semua siswa, “ini apa ?”, tanya IW sambil menunjuk ke arah papan tulis, “ini sudut apa ?”, tanya IW dan menunjuk salah satu siswa dan memberikan pertanyaan. “SY, mengapa ini disebut sudut sikusiku ?” “karena sudutnya 90o”, jawab SY. Kemudian, IW memberikan bukti dengan menggunakan alat peraga. Setelah itu, IW bertanya lagi, “mengapa disebut sudut lancip?”, tanya WK,S1,S2,S3/O2/B44-46 (siswa aktif menjawab pertanyaanpertanyaan guru) WK,S1,S2,S3/O2/B53-54 (YG mengira-ngira jawaban atas pertanyaan gurunya) WK,S1,S2,S3/O2/B61-62 (KV bersama dengan teman kelompoknya tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan) WK,S1,S2,S3/O2/B76 (siswa dapat menjawab pertanyaan guru) 89

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 IW pada semua siswa. Semua siswa menjawab, “karena sudutnya kurang dari 90o”. IW menjelaskan jenis-jenis sudut, yaitu sudut yang kurang dari 90o, sudut 90o, sudut yang lebih dari 90o. Setelah menjelaskan itu, IW menggambar sebuah persegi panjang, dan bertanya lagi pada siswa, “apakah gambar ini memiliki sudut ? berapa sudutnya ? apa jenis sudutnya ?”, tanya IW lagi. Kemudian IW menggambarkan sebuah segitiga sama sisi. IW menjelaskan bahwa segitiga sama sisi memiliki 3 sudut lancip. IW kembali menanyakan pemahaman siswa,”apakah ada yang ingin bertanya ?”. Ternyata tidak ada siswa yang ingin bertanya dan akhirnya IW mengatakan akan kembali mengerjakan LKS. IW membagikan LKS dan alat peraga. Setelah membagi LKS dan alat peraga, IW menjelaskan cara mengerjakan LKS. “dalam satu kelompok, setiap siswa mengerjakan 1 nomor, sehingga pekerjaan cepat selesai”, kata IW menjelaskan. SY bersama YG terlihat memegang LKS, kemudian memegang kotak alat peraga yang ada di depannya. Sedangkan KV terlihat langsung memegang alat peraga dan melihat LKS. YG menuliskan nama anggota kelompoknya. Setelah menuliskan nama kelompok, SY dan YG melihat-lihat soal LKS. Beberapa saat kemudian, perhatian YG beralih ke kotak alat peraga. YG membuka dan memegang kotak tersebut. SY membagi tugas pada teman-temannya untuk mengerjakan LKS satu per satu. YG meletakkan LKS di atas meja. KV memegang alat peraga dan melihat LKS. Beberapa saat kemudian, KV memegang kotak alat peraga lagi. Tiba-tiba IW menghitung sampai 5 agar siswa siap mengerjakan tugas. Siswa mulai mengerjakan LKS. SY mulai mengambil alat peraga. Setelah selesai mengerjakan nomor 1, SY mulai mengerjakan nomor 2. Ketika mengerjakan nomor 2, YG bertanya, “ini siku-siku yo SY ?”, tanya YG. “yo nomor 2 itu kan…”, jawab SY. Tetapi kalimat yang diucapkannya terpotong, karena pada saat SY akan menjawab, temannya memotong ucapannya. Tiba-tiba YG seperti ragu-ragu untuk WK,S1,S2,S3/O2/B103-105 (guru memberi penjelasan cara mengerjakan LKS) WK,S1,S2,S3/O2/B106-110 (ketiga subjek tertarik dengan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O2/B114-115 (YG tertarik menggunakan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O2/B128 (YG merasa kurang yakin atas apa yang dikerjakannya) 90

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 menjawab, karena dia menyela perkataan temannya. “sek…sek...sek…”, sela YG. Kemudian SY mengerjakan nomor 3 dan ia memberitahu temannya kalau nomor 3 adalah sudut lancip. Ternyata SY salah memberikan jawaban. Nomor yang dia maksud adalah nomor 4 sesuai dengan percakapan dengan temannya, “eh, maksudnya nomer 4, nomer 3 lancip nomer 4 juga lancip”, kata SY memberitahu teman-temannya. Temannya membagi tugas agar cepat selesai, dan SY mengatakan akan mengerjakan nomor 6, “berarti aku buat yang nomer 6 ya…”, kata SY. Setelah selesai mengerjakan nomor 6, SY mengatakan pada teman-temannya kalau dia sudah menyelesaikannya, “nomer 6 udah aku buat”, kata SY memberitahu. Kemudian SY meminta untuk mengerjakan nomor 8, “aku kerjain no 8”. Selesai mengerjakan nomor 8, SY memberitahu temannya agar menuliskannya pada LKS “siku-siku nomer 8” Saat mengerjakan, tiba-tiba ada temannya yang menanyakan jarum. “kamu minta jarumku yo…?” tanya YG “hah ? aku nggak minta jarummu yo…”, jawab SY. Kemudian, SY terlihat menyelesaikan sendiri nomor-nomor selanjutnya dan asik mengambil alat peraga. Dengan cepat SY menyelesaikannya dibandingkan dengan teman lainnya. Kemudian, SY membantu KV. Setelah selesai mengerjakan tugasnya, SY mengembalikan alat peraga yang telah digunakannya untuk mengerjakan LKS ke dalam kotak alat peraga. Ketika teman-temannya yang lain sedang asik mengerjakan, SY hanya diam sambil memandang ke arah teman-temannya yang masih mengerjakan tugas. Sedangkan YG mengerjakan LKS dengan menggunakan alat peraga. YG melihat soal lagi, dan kemudian meminta bantuan guru PPL. Setelah selesai, YG meletakkan alat peraga pada tempatnya. Kemudian YG melihat teman yang duduk di sebelahnya. YG melanjutkan ke nomor WK,S1,S2,S3/O2/B164-167 (YG merasa ada yang mengambil jarum yang ada di papannya) WK,S1,S2,S3/O2/B172 (SY membantu KV yang kesulitan memahami soal) 91

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 berikutnya dengan mengembalikan alat yang sudah dipakai dan mengambil alat lagi yang sesuai dengan nomor yang akan dikerjakan. Setelah selesai mengerjakan LKS, YG bermain alat peraga. Ketika sedang memainkan alat peraga, YG berhenti bermain dan mengipasngipaskan papan hitam yang ada di depannya. Setelah megipas-ngipas, YG menusuknusukkan jarum di papan milik temannya, dan kemudian menusuk-nusukkan jarum di papannya sendiri. KV mengambil alat peraga kemudian mengembalikan lagi sambil melihat-lihat pekerjaan teman. KV melanjutkan tugasnya lagi dengan mengambil alat. KV masih mengerjakan tugas dengan membuat segi 5. Di saat sedang bermain, kelompok KV di datangi guru PPL dan memberikan pertanyaanpertanyaan. KV mengambil alat peraga di dalam kotak sambil senyum-senyum. SY, YG, dan KV dapat menjawab pertanyaan yang diberikan. SY dan YG bermain jarum. Selesai menusuk-nusukkan jarum, YG menyanngga kepalanya dengan menggunakan tangan kirinya. YG masih memainkan jarum-jarum yang ada di papan. Beberapa saat kemudian, datang guru PPL yang berbeda dan mengecek pemahaman siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Semua siswa dalam kelompok SY mampu menjawabnya. Selesai bertanya jawab dengan guru PPL, KV mengumpulkan LKS yang sudah dikerjakan. Setelah selesai bermain dan mengumpulkan LKS, KV merapikan alat peraga ke dalam kotak. IW mendatangi setiap kelompok secara bergantian. Pertama, IW mendatangi kelompok yang ada di dekat kipas angin untuk mengecek pekerjaan siswa dalam kelompok tersebut. Kemudian, IW mendatangi kelompok yang ada dibelakang dekat dengan kamera peneliti. IW terlihat bolak-balik dari belakang ke depan. IW terlihat mendatangi kelompok yang berada di dekat papan tulis, kemudian kelompok yang ada di tengah. Setelah melihat-lihat setiap kelompok, IW bertanya pada siswa, “apakah sudah selesai ?”, dan ternyata ada yang belum selesai. IW memberikan waktu pada siswa untuk menyelesaikan tugasnya. Di tengah-tengah jam pelajaran, IW berdiri di tengah-tengah kelas sambil memperhatikan dan menanyakan sekali lagi apakah siswa sudah selesai atau belum. WK,S1,S2,S3/O2/B208 (SY dan YG memainkan jarum yang ditusuk-tusukkan di papan) WK,S1,S2,S3/O2/B232-233 (guru mengecek pekerjaan siswa) 92

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 Akhirnya, semua siswa telah selesai mengerjakan LKS dan merapikan alat peraga ke dalam kotak. IW mengingatkan siswa untuk merapikan alat peraga seperti semula. Setelah semuanya beres, IW menyuruh siswa mengambil buku PS matematika dan menuliskan catatan hari ini mengenai jenisjenis sudut, dimana sudut siku-siku besar sudutnya 90o, sudut lancip besar sudutnya kurang dari 90o, dan sudut tumpul besar sudutnya lebih dari 90o. YG mencatat apa yang didiktekan oleh guru. YG masih terlihat mencatat. Selesai memberikan catatan, IW mengecek lagi pemahaman siswa mengenai jenis-jenis sudut dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya, “sampai di sini apakah benar-benar tidak ada pertanyaan ? Sudah jelas ?”, tanya IW pada semua siswa. Saat sedang mencatat, KV menjawab pertanyaan-pertayaan yang diberikan guru mengenai sudut siku-siku, kemudian mencatat kembali. Selesai mencatat, KV terlihat kepanasan karena dia mengipas-ngipaskan buku ke arah mukanya. Setelah mengipasi mukanya, KV terlihat usil karena menjepretkan karet gelang ke arah temannya yang duduk di depannya. Kemudian IW menyuruh siswa memasukkan buku. IW terlihat berjalan menuju papan tulis dan menghapus tulisan-tulisan di papan tulis. Selesai menghapus papan tulis, IW membagikan soal evaluasi. IW menyuruh siswa untuk mengerjakan soal secara individu. IW berjalan-jalan dan mendekati salah satu siswa yang sepertinya tidak bisa mengerjakan soal, dan IW terlihat seperti marah, “tadi dikasih kesempatan tanya, nggak mau tanya”, kata IW pada salah satu kelompok.. IW meninggalkan kelompok tersebut dan mengatakan pada siswa yang sudah selesai diminta untuk segera mengumpulkan soal evaluasinya. Detik-detik terakhir kegiatan pembelajaran, IW menghitung sampai 10 untuk mengumpulkan soal evaluasi. Setelah semuanya mengumpulkan soal evaluasi, IW menanyakan minat siswa mengenai alat peraga, “mau belajar matematika lagi yang seperti ini nggak ?”, tanya IW. “mau…”, jawab sebagia besar siswa. WK,S1,S2,S3/O2/B256-257 (IW memberi pertayaan untuk mengecek pemahaman siswa) WK,S1,S2,S3/O2/B290-291 (IW menanyakan kemauan siswa untuk menggunakan alat peraga) 93

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 294 295 296 297 298 Kemudian, IW menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan memberikan PR untuk siswa. Di penghujung waktu, IW menutup kegiatan pembelajaran dengan memperbolehkan siswa untuk istirahat. 94

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.6 Transkrip Observasi Penggunaan Alat Peraga Montessori Hari 3 Pelaksanaan Observasi Subjek : Wali Kelas (IW) Siswa 1 (SY) Siswa 3 (KV) Periode Observasi : III Hari, tanggal : Kamis, 6 Maret 2014 Waktu : 07.00 – 08.10 Tempat : Ruang Kelas III Kode : WK,S1,S2,S3.O3 Keterangan : Digaris Bawah Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Data Penting Catatan Lapangan/Hasil Observasi Pada saat observasi dimulai, SY dan KV sudah duduk bersama dengan teman satu kelompoknya dan sedang berbincang-bincang. SY duduk bersebelahan dengan peneliti, sedangkan KV duduk di depan peneliti. IW memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajak siswa berdoa, kemudian memberi salam dan menanyakan siapa saja yang tidak berangkat ke sekolah. SY dan KV menjawab salam dari guru. Setelah melakukan absensi, guru meminta siswa mengeluarkan buku matematika. SY dan KV mengeluarkan buku yang diminta. IW menjelaskan materi tentang sudut. IW memberikan pertanyaan ke siswa mengenai jam yang membentuk sudut atau tidak. Kemudian, memberi pertanyaan mengenai sudut dengan menggunakan contoh jam sambil menjelaskan. SY membuka-buka lembaran buku sambil memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi. SY juga tampak melipat kedua tangannya di atas meja. Sedangkan KV menoleh ke arah kelompok lain sambil menguap dan kemudian menghadap ke arah guru dan memperhatikan guru yang sedang menjelaskan. Ketika guru (IW) sedang menjelaskan materi, SY terlihat tidak terlalu memperhatikan karena SY mengobrol dengan KV yang duduk di depannya. Sesekali KV memperhatikan guru yang sedang menjelaskan. Kode WK,S1,S2,S3/O3/B25-26 (sikap siswa selama kegiatan pembelajaran) 95

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Saat mendengarkan guru menjelaskan, KV terlihat sedang menggaruk-garuk kepalanya dan terkadang mengusap hidung yang kebetulan saat ini KV sedang flu. KV membalikkan badannya lagi ke arah depan kelas, mendengarkan guru yang memberikan pertanyaan. KV membuka buku dan seperti ingin menjawab pertanyaan gurunya tersebut. SY kembali duduk tegak memperhatikan guru sambil mengetuk-ngetuk meja, kemudian menyandarkan badan ke kursi sebentar. Tak lama kemudian, SY terlihat menggigit-gigit kuku jarinya, menguap, tetapi tetap memperhatikan guru dengan mau menjawab petanyaan-pertanyaan yang diberikan. Setelah menjawab pertanyaan, SY terlihat menyandarkan badannya lagi ke kursi dengan durasi yang cukup lama (kurang lebih 5 menit). Kemudian SY terlihat sedang menyanga kepala dengan tangan kirinya. SY masih tetap memperhatikan guru sambil membuka dan menutup buku. Selesai menjelaskan, IW menempelkan gambar jam di papan tulis dan memberikan pertanyaan lagi, kemudian menjelaskan lagi. Setelah selesai menjelaskan dengan menggunakan gambar jam, IW menanyakan siapa yang belum jelas dan siapa yang ingin bertanya. Ternyata setelah ditanya, tidak ada siswa yang menjawab dan akhirnya IW menunjuk tiga siswa yang bernama Nael, Leoni, dan Marvel. Dua siswa yang bernama Nael dan Leoni mampu menjawab pertanyaan IW dengan benar, sedangkan Marvel tidak bisa menjawab pertanyaan. IW masih berusaha untuk menanyakan lagi siapa yang belum bisa atau mau bertanya, ternyata tidak ada. Masuk pada waktu pengerjaan LKS, IW membagikan LKS dan menjelaskan bagaimana cara mengerjakan LKSnya. Setelah menjelaskan, IW melakukan konfirmasi atas apa yang dijelaskannya mengenai cara mengerjakan LKS apakah siswa sudah jelas atau belum. SY menuliskan nama anggota kelompok, kemudian memberikan LKS pada temannya, agar temannya melihat soal2 yang ada dalam LKS. IW mulai mengizinkan siswa untuk menggunakan alat peraga. KV mencoba mengerjakan soal di LKS. KV mulai mengambil alat peraga. KV terlihat senyum ke arah peneliti dan kemudian mengajak temannya berbicara untuk membahas cara mengerjakan. KV kembali mengusap-usap hidungnya sambil menghampiri peneliti yang sedang membantu menjelaskan soal di LKS. Selang beberapa menit, SY berdiri dan mengambil LKS yang dipegang oleh temannya dalam satu WK,S1,S2,S3/O3/B42-46 (sikap siswa selama kegiatan pembelajaran) WK,S1,S2,S3/O3/B53-54 (guru mengecek pemahaman siswa) 96

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 kelompok. LKS dalam kelompok ini dikerjakan secara bergantian. Setelah selesai mendengarkan, KV kembali ke tempat duduknya dan bertanya pada temannya. Beberapa saat kemudian, KV memperhatikan temannya yang sedang mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga. Setelah mengerjakan beberapa nomor, SY berdiri melihat soal LKS yang sedang dipegang oleh temannya. Kemudian, SY duduk dan terlihat melepas double tape yang ada di belakang gambar jam dan menempelkan gambar jam tersebut pada papan hitam. Setelah selesai menempelkan gambar jam, SY mencoba mengerjakan menggunakan alat peraga. Beberapa saat kemudian, SY berdiri memberitahu temannya yang bertanya. Setelah selesai membantu temannya, SY mengambil kartu soal sambil melihat ke arah kirinya. Sedangkan KV, di tengah-tengah jam pelajaran, KV berdiri dan terlihat sedang berjalan-jalan di dalam kelas, melihat teman lain yang sedang mengerjakan. KV terlihat jalan-jalan lagi, kemudian KV duduk dan bertanya pada temannya untuk mengerjakan nomor berapa. Saat mengerjakan LKS, KV meletakkan kedua tangannya di atas meja, beberapa menit kemudian, KV berdiri memperhatikan teman yang ada di belakangnya sambil menguap. KV kembali ke tempat duduk dan mengajak bicara teman di sebelahnya sambil meletakkan stik ke dalam kotak. Setelah meletakkan stik, KV, SY dan satu teman kelompoknya kembali melihat kartu soal. SY bersama dengan KV dan satu temannya berhompimpa untuk bergantian memberikan pertanyaan dengan melihat kartu soal yang dipegang masing-masing anak. KV mendapat giliran pertama. KV memberikan 4 pertanyaan kepada teman yang duduk di sebelahnya sambil senyum-senyum. Kini, giliran temannya yang lain yang memberikan pertanyaan, KV mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan melihat kartu soal yang dipegang oleh temannya sambil menoleh ke arah kirinya. Konsentrasinya terpecah saat ada keramaian di kelasnya karena ada hewan tokek yang jatuh di bawah kaki temannya. Kini giliran SY yang memberikan pertanyaan pada kedua temannya dengan memperlihatkan kartu soal. Setelah selesai memberikan pertanyaan, SY meletakkan kartu soal pada tempatnya. Sambil tersenyum, SY mengambil boneka dan meletakkannya pada papan hitam di atas meja, kemudian menusuk-nusukkan jarum pada boneka itu. SY menanggapi pertanyaan teman yang duduk WK,S1,S2,S3/O3/B84-88 (subjek seperti kurang paham bagaimana menggunakan alat peraga) WK,S1,S2,S3/O3/B100-105 (sikap siswa selama kegiatan pembelajaran) WK,S1,S2,S3/O3/B114-117 (subjek bermain dengan memanfaatkn alat peraga) WK,S1,S2,S3/O3/B131-134 (subjek bermain dengan alat peraga) 97

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 di depannya. SY mengambil jarum pada kotak alat peraga untuk mainan, sambil sesekali memperhatikan guru menjelaskan. Selama siswa mengerjakan LKS, IW mengecek pekerjaan siswa. IW rutin mengecek apa saja yang dikerjakan siswa. Pada saat sampai di kelompok yang terletak di pojok kanan peneliti, tiba-tiba IW marah karena kelompok tersebut yang paling lama mengerjakan LKS dan bahkan tidak mau mengerjakan, akhirnya IW meninggalkan kelompok tersebut dan melanjutkan untuk menjelaskan lagi materi dengan menggunakan stik. Pada saat menjelaskan, ada siswa yang bertanya apa bedanya stik yang panjang dengan stik yang pendek, dan IW berusaha untuk menjelaskan bahwa tidak ada masalah jika menggunakan stik yang panjang atau pendek, yang paling penting adalah bagaimana sudut yang terbentuk. Jam pelajaran hampir selesai, dan IW meminta siswa untuk merapikan alat peraga dan bilang ke siswa kalau akan langsung ke evaluasi. Ketika siswa mengerjakan soal evaluasi, IW mengecek pekerjaan siswa dan berusaha mengkonfirmasi pemahaman siswa. Setelah selesai, IW menyuruh siswa mengumpulkan soal evaluasi. Dan mengakhiri kegiatan pembelajaran. WK,S1,S2,S3/O3/B138-140 (guru selalu mengecek pekerjaan siswa) WK,S1,S2,S3/O3/B144-147 (sikap subjek terhadap pemahaman siswa) 98

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.7 Verbatim Wawancara 1 dan 2 Subjek Guru Pelaksanaan Wawancara 1 Subjek : Wali Kelas Nama Subjek : IW Periode Wawancara :I Hari, tanggal : Kamis, 13 Februari 2014 Waktu : 12.00 – 12. 51 Tempat : Ruang kelas IIIA Kode : WK.W1 Keterangan : Peneliti (tulisan tebal) Guru Digaris Bawah Data Penting Catatan : sebelum pertemuan ini dilakukan, peneliti sering bertemu dengan subjek di sekolah dalam rangka studi pendahuluan. Peneliti dapat leluasa berkomunikasi dengan subjek. Setelah mengemukakan tujuan wawancara dan telah mendapat persetujuan dari subjek, peneliti melakukan ertemuan ini. Wawancara dilakukan pada siang hari setelah subjek menyelesaikan tugas mengajarnya dan peneliti telah melakukan wawancara terhadap subjek yang lain di ruang kelas IIIA. Wawancara didokumentasikan dengan menggunakan kamera dan handycam. Salah satu siswa membantu mendokumentasikan kegiatan wawancara ini. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Wawancara Sudah berapa lama bu mengajar di SD Kanisius Sengkan ? Saya sudah mengajar di SD Kanisius Sengkan 2,5 tahun. 2,5 tahun ? sejak tahun 2012…e…2011 2011 ? iya ngajarnya di kelas berapa aja bu ? dari awal saya mengajar, saya mengajar di kelas 3A terus kelas 3A terus ? nggak pernah pindah yang lain. merasa bosen nggak sih bu ? nggak nggak ? nggak, luar biasa anaknya..jadi nggak bosen. terus..suka dukanya ngajar di kelas 3A apa aja bu ? Kode WK/W1/B3-4 (awal subjek menjadi guru) WK/W1/B6 (awal subjek menjadi guru) WK/W1/B10-11 (pengalaman menjadi wali kelas sejak awal masuk di SDK Sengkan) 99

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 kelas 3A di tahun pertama saya mendapat kelas yang cukup besar, jumlahnya 42, kemudian suka…eh…dukanya kemungkinan lebih banyak daripada sukanya. Waktu itu saya tahun pertama mengajar, jadi saya masih menyesuaikan diri dengan anak-anaknya. Kemudian jumlah yang terlalu besar, sehingga kadang suara saya itu kalo siang hari, pulang sekolah pasti cepat habis..capek..capek ati, capek pikiran, karna masih..e…taun pertama jadi belum bisa adaptasi dengan orangtua Eee… di taun kedua saya mendapat anak yang cukup banyak, 41, dan itu cukup berat..e… keluhannya sama dengan yang di tahun pertama, kesulitan untuk memanajemen kelas saja. waktu pertama kali masuk sini kan…kan tadi bu I kan bilang e…apa… harus mengenal anak-anaknya dulu kan ? lha itu gimana cara mengelola kelasnya bu ? kalau dulu waktu pengalaman saya, secara tidak langsung, kita kalau sudah jadi wali kelas otomatis anak itu akan belajar untuk mengenal kita juga. Eee…kebetulan juga saya suka anakanak, daya ingat saya untuk mengenal nama anak itu cukup bagus ya..jadi yaa..saya nggak mengalami kesulitan apa-apa untuk adaptasi dengan anak-anak, mungkin yang lebih susah itu untuk orangtuanya. oooo… orangtuanya memang kenapa bu ? anak-anak sekarang terlalu banyak masalah di luar daripada di sekolah. Jadi, sekolah itu kayak sebagai pelampiasan dari masalah-masalah mereka di rumah. jadi kayak kebawa ke sini gitu ya bu ? he eh trus, pernah dapet kritikan gitu nggak bu dari orangtua ? pernah. Saya pernah di tahun pertama saya mengajar, saya bahkan langsung dapet panggilan dari kepala sekolah karna ada orangtua yang…e…orangtua yang tidak terima anaknya waktu itu saya katakan jelek, nah seperti itu. Jadi, saya langsung dipanggil kepala sekolah. Tapi, di situ saya diminta kepala sekolah untuk “oke ini buat jadi pelajaran saja, besok-besok lagi kalo bercanda tidak kelewatan, kemudian tidak usah terlalu diambil hati, anggap saja sebagai pelajaran” gitu aja. berarti sebenernya tu pas pelajaran dikatain jelek itu bercanda ya bu ? iya, waktu itu memang saya orangnya suka bercanda, tapi mungkin anak itu kan sensi juga, trus..e.. dia ngadu ke orangtuanya, kebetulan WK/W1/B39-46 (pengalaman subjek selama menjadi guru) 100

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 orangtuanya waktu itu langsung menemui kepala sekolah dulu, tidak langsung e…tidak melalui e…saya dulu, jadi langsung ke kepala sekolah. Kan seharusnya kan sebelum ke kepala sekolah tau, alangkah baiknya kalau bisa dibicarakan dengan wali kelasnya, baru nanti kira-kira dengan wali kelas tidak bisa baru ke kepala sekolah, tapi ternyata orangtua itu langsung ke kepala sekolah. Tapi terus…e…endingnya itu kan baik-baik aja kan bu ? baik-baik saja. Sampai sekarang justru anaknya kalo sama saya juga deket, orangtuanya juga deket. trus bu, kalau ngajar di kelas 3 tu biasanya pakai metode apa aja ? saya pernah…paling sering…anak-anak saya ajak nonton tentang video…tentang…waktu itu kita memakai yang pas IPA. Kita belajar dari video tentang kerusakan alam, terus…kemaren sempat mencoba untuk percobaan waktu pembuktian ada erosi…e…tentang perubahan lingkungan….kemudian waktu matematika pernah menggunakan media jam, pernah menggunakan media tempe untuk mengenal pecahan dan roti yang dipotong-potong, kemudian apa lagi ya…seingat saya hanya itu. terus, kalau cerita-cerita gitu, katanya tadi kan saya wawancara anak-anak, katanya kalau belajar matematika tu suka cerita gitu bu… iya, saya lebih suka cerita ke anak-anak, kadang isi pelajaran saya itu isinya cuma cerita terus. Ya ? (bertanya pada siswa yang membantu mendokumentasikan wawancara) biar anaknya nggak bosen ya bu ? iya.. kadang kalau misalnya…kalau misalnya udah…pernah nggak sih bu anak-anak tu bener-bener nggak ndengerin gitu ? bosen gitu ? oh sering mbak…heem sering banget. Cobain aja di kelas saya…di cuekin. dicuekin ? he.em. kalau pas bu I tadi e…pake nonton video kayak gitu terus…apa..bawa roti, tempe, itu responnya anak-anak giman bu ? seneng atau… senang sekali…karna gurunya suka makan, anaknya suka makan, jadi kita membawanya yang kira-kira bisa nanti endingnya akan kita makan bersama-sama, itu nanti anak-anak akan WK/W1/B89-90 (subjek menggunakan video sebagai media pembelajaan untuk mata pelajaran IPA) WK/W1/B95-98 (media jam, media tempe, dan media roti yang digunakan subjek untuk mengajar matematika) WK/W1/B99 (subjek hanya 2 kali menggunakan media untuk mengajarkan matematika) WK/W1/B104-105 (subjek lebih sering menggunakan metode ceramah) WK/W1/B114-115 (siswa tidak tertarik untuk belajar) WK/W1/B122 (siswa senang menggunakan alat peraga terutama yang berbentuk makanan) 101

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 senang sekali tapi pas pelajarannya bu, anak-anaknya aktif ya bu ? mereka antusias, iya…aktif sekali… Trus…hasil belajar siswanya gimana bu ? hasil belajar siswa, kebetulan kemarin kami baru melaksanakan ulangan, e…hasilnya cukup baik karna …yaa…ini pengalaman mereka. E… mereka belajar dari pengalaman mereka sendiri kemarin setelah e…memecah…eh memotong tempe dan roti itu. Jadi, mereka tau tentang pecahan, kemudian mereka menginginkan belajar yang lebih lagi…lebih lagi tentang pecahan. Tapi kan di kelas 3 sebatas hanya pecahan yang konsep dasarnya dulu, jadi, saya belum berani melangkah ke lebih lagi, supaya mereka tidak terlalu mikir yang terlalu jauh, itu aja. tadi kan waktu saya wawancara ke anakanak tu katanya paling susah pecahan, nah terus e…untuk hasil belajar di bagian pecahan itu giman bu ? nilai mereka bagus-bagus kok… bagus-bagus ? hooh tapi anak-anak tadi ditanya paling susah tu apa gitu… Boleh diliat itu…tapi kecenderungan di kelas saya itu kalau memang belum jelas, kita jarang untuk mau bertanya. Setelah gurunya marah dulu, kalau tidak bisa terus diberi kesempatan sekali lagi,mereka kalau tunjuk jari liat-liat temannya dulu, jadi nyari temen. oooh…berarti tergantung temennya ? hooh tergantung temennya terus bu, mengenai metode, nah tau tokoh Maria Montessori ? pernah mendengar pernah mendengar ? iya, hooh. pernah liat alat-alatnya bu ? eee…waktu itu ada dosen yang datang ke sini, kemudian memperlihatkan Montessori, ada beberapa alat yang diperlihatkan, Cuma 1 atau 2 aja. kira-kira alatnya apa ya bu ? apa ya namanya ? untuk belajar apa gitu ? eee…matematika, karna PMRI eee…materinya ? materinya…pecahan… pecahan ? hooh. WK/W1/B123-126 (siswa senang belajar dengan menggunakan alat peraga) WK/W1/B132-138 (siswa akan mudah memahami pelajaran dengan melakukan pengalaman langsung) WK/W1/B153-158 (siswa jarang mau bertanya jika tidak mengerti) 102

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 180 181 182 183 184 185 186 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 sama ? saya ingatnya cuma itu aja eeehm… Cuma pecahaan ? terus, pernah mencoba menggunakna alat peraga Montessori itu bu ? saya kebetulan waktu itu tidak terlalu minat dengan alat itu, kemudian saya belum sempat mencoba pertama kali kesannya gimana bu pas ngliat alat tu ? setau saya yang namanya alat-alat Montessori itu eee..harganya mahal. heeh iya to ? mahal to ? mahal sekali kalo misalnya mau membuat tiruannya pun, tiruannya tidak akan bisa persis dengan apa…alat-alat yang ada. Terus… setau saya alat itu bisa benar-benar bisa membuat anak untuk lebih mengerti tentang materi yang diberikan. Kemudian anak-anak lebih menyukai karna mereka alat peraganya menarik, seperti itu. tapi belum tentu anak-anak itu bisa kalau misalnya make ? kalau pertama kali mungkin mereka belum bisa, mereka hanya sekedar liat tok. Mungkin ini pasti mereka bertanya “ini alat buat apa bu ?” hmmm… terus apa ya….kan besok itu kana lat peraga yang mau dipake itu kan ini bu (menunjukkan gambar alat peraga), kirakira melihat dari gambar ini, karna alatnya belum jadi semuanya, kira-kira gimana bu kesannya ibu ? untuk alat ini ? eee….kita besok belajar tentang…sudut ya ? iya, sudut. oke, kalau sudut…oke cukup membantu mungkin, karna sudut itu paling gampang alatnyaitu tentang jam ya ? eee…menentukan sudut siku-siku itu jam berapa… kira-kira bisa membantu ya bu ? iya hooh untuk konsep matematikanya tentang sudut ? hu.uh ibu tertarik nggak bu untuk mencoba ? hu.um tertarik WK/W1/B184-186 (guru tidak berminat terhadap alat peraga) WK/W1/B191-192 (guru menganggap alat Montessori mahal) WK/W1/B196-198 (alat susah ditiru) WK/W1/B198-200 (alat mampu membuat siswa lebih mengerti) WK/W1/B201-202 (siswa menyukai alat peraga karena menarik) WK/W1/B216-217 (subjek memiliki harapan mengenai alat peraga yang nantinya dapat membantu) WK/W1/B226 (subjek tertarik untuk mencoba alat peraga) 103

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pelaksanaan Wawancara 2 Subjek : Wali Kelas Nama Subjek : IW Periode Wawancara : II Hari, tanggal : Kamis, 10 April 2014 Waktu : 11.00 – 11.20 Tempat : Ruang kelas IC Kode : S1.W2 Keterangan : Peneliti (tulisan di tebalkan) Guru Digaris Bawah Data Penting Catatan : Wawancara dilakukan ketika guru tidak ada tugas mengajar. Wawancara ini dilakukan di ruang kelas IC yang sudah tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Selama wawancara, IW sering memainkan rambutnya dan sering menganggukkan kepala pada saat ditanya. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Wawancara Selamat siang Bu I…saya mau wawancara lagi mengenai kegiatan pembelajaran yang menggunakan alat peraga Montessori, bagaimana perasaan ibu ? Perasaannya seneng yang pasti, karna saya sendiri merasa terbantu dengan adanya alat peraga itu, sehingga saya merasa dimudahkan mengajarkan materi itu untuk siswa saya… Menurut anda, adakah perubahan yang dialami siswa setelah belajar dengan menggunakan alat peraga berbasis Montessori ? Pasti ada, yang pasti saya tidak perlu menjelaskan materi itu terlalu lama, karena dari pengalaman, saat materi itu, biasanya saya membutuhkan waktu hampir satu bulan untuk menjelaskan itu, dan belum tentu semua anak bisa, apalagi ini kelas yang besar, jadi pasti ada perubahannya. Berarti lebih efektif ya bu ? Iya Bagiamana pandangan guru mengenai alat yang digunakan siswa selama kegiatan pembelajaran ? Oke, alatnya yang pasti amanlah untuk anak- Kode WK/W2/B5 (guru merasa senang setelah melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga) WK/W1/B5-8 (guru merasa terbantu dan dimudahkan dalam mengajarkan materi) WK/W2/B13-19 (siswa menjadi lebih mandiri) WK/W2/B25-28 104

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 anak, karena bahannya juga terbuat dari bahan yang tidak berbahaya, paling hanya jarumnya itu dan kemarin bisa dikendalikan. Trus…alatnya, anak-anak juga merasa tertarik, bahkan sampai ada yang bilang, bertanya belinya dimana, kemungkinan kita juga akan menduplikasi yang seperti itu, tapi bukan dari kayu, mungkin pake kertas karton yang tebal, atau kertas apalah yang bisa dibuat mirip dengan alat itu. Tapi tidak ada masalah ya bu kemarin ? Enggak (sambil menggelengkan kepala) Lalu, apakah siswa secara mandiri menjadi lebih mengenal dan memahami konsep matematika pada materi sudut ? Bisa Darimana ibu bisa melihat hal tersebut ? Siswa mengenal secara…mandiri e…mereka bisa kemarin waktu e…menggunakan alat peraga itu, mereka bisa mempraktikkan e…materi ini waktu dikasih kesempatan untuk bermain,mereka bisa membuat bentuk-bentuk atau mengerjakan soal yang ada di alat peraganya itu. Mereka bisa mencoba itu, trus e…yang paling keliatan itu bedanya saat saya tidak menggunakan alat dengan menggunakan alat. Nah, perubahannya di situ, mereka lebih cepet tau „oh ternyata gini to yang namanya sudut, yang namanya kaki sudut‟, atau yang berhubungan dengan sudut atau bangun datar (tiba-tiba batuk) Berarti daya tangkapnya anak tu lebih cepet ? eeem…apakah alat tersebut itu bisa sangat membantu siswa dalam memahami konsep ? (menjawab dengan menganggukkan kepala) Itu dilihat darimananya ? dari mereka bisa menangkap, eh…bisa menjawab pertanyaanpertanyaan ? Iya, dari menjawab pertanyaan, dari nilai posttest yang diberikan juga kan beda to ? Kira-kira ada nggak ya bu siswa yang merasa bingung ? Ya…dari…dengan kelas yang besar itu kan sebagian besar anak bisa, tapi ada mungkin beberapa anak yang karna dia termasuk dalam anak yang tergolong pasif, jadi yang pasif semakin pasif kemarin. Nah, tapi kan ada juga kemarin, misalnya kelompoknya G itu pas itu saya berikan 3 orang yang pasif, dan G ternyata bisa membantu mereka, tapi pas G-nya tidak masuk ternyata blank Itu bagaimana ibu mengatasinya bu ? Kemarin kita rotasi kelompok ya ? Enggak (bahan yang dibuat untuk alat peraga aman) WK/W2/B29-30 (siswa merasa tertarik dengan adanya alat peraga) WK/W1/B31-34 (kemungkinan guru akan menduplikasi alat peraga dengan menggunakan bahan-bahan yang terjangkau) WK/W1/B42-50 (siswa secara mandiri menggunakan alat peraga) WK/W2/B50-54 (siswa menjadi lebih cepat paham mengenai materi yang diajarkan ) WK/W1/B69-71 (anak yang pasif tetap pasif, tidak ikut menggunakan alat peraga) WK/W2/B72-75 (alat dapat digunakan bersama, yang memungkinkan siswa membantu siswa lainnya) 105

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 Waktu itu yang kelompok pasif kebetulan waktu itu langsung ditinggal, hehe tinggal aja. Oke, lewat, ini masih bisa diatasi, memang secara nilai seluruhya anak itu memang kurang, jadi sekalian aja ditinggal. Tapi untuk anak-anak yang lain, untuk yang menengah ke bawah misalnya, masih ada yang kurang malah kemarin bisa dapet nilai yang bagus… Apakah siswa bisa jadi lebih mampu dalam mengerjakan soal bu ? Iya Contohnya tu apa bu ? Si J yang kemarin dapet 100 ya ? Iya Itu kalo misalnya matematika, dia kurang dalam pelajaran, dia nggak pernah dapet nilai yang maksimal seperti itu. Dia dapet bagus sekali kemarin itu makanya saya „kok J yang dapet nilai bagus ?‟ Kemarin itu sama Silvia ? Kalo Sylvia memang udah pintar Oh memang sebelumnya Jose tu memang kurang dalam matematika ? Iya Berarti memang membantu ya bu ? Iya Lalu, apakah ibu merasa tertarik dengan bentuk alat peraga ? Sangat tertarik Bisa diceritakan hal-hal apa yang membuat ibu tertarik ? Eee…pertama saya melihat alat itu kan, ini cara kerjanya bagaimana, yang pasti seperti itu. Kok bisa ini tu alat seperti ini bisa menjelaskan tentang sudut dan bangun datar itu cara kerjanya bagaimana. Saya pertamanya memang enggak tau apa-apa, anak-anak juga seperti itu, „bu, ini tu untuk apa ?‟, ternyata setelah dijelaskan cara kerjanya, ya memang e…sangat menarik dan memudahkan itu tadi, karena anak-anak yang pasti juga seneng dengan warnanya seperti itu. Trus, mereka mungkin belum pernah mendapatkan alat yang seperti ini, sampe banyak yang tanya to kemarin „ini tu belinya dimana‟. Menarik alatnya. Kalo untuk cara penggunaannya berarti tertarik ya bu ? Iya Nah, kemarin waktu saya wawancara dengan siswa, ada yang bilang…e…pada bilang „seneng sih bu main ini, tapi tu lama-lama bosen‟, nah itu menurut ibu bagaimana ? Ya mungkin namanya anak-anak pasti kalo itu di WK/W2/B81-83 (perhatian subjek terhadap pemahaman siswa) WK/W2/B84-86 (meningkatkan pemahaman siswa) WK/W2/B93-104 (alat peraga dapat membantu siswa) WK/W2/B115-123 (alat peraga dapat menarik perhatian dan membantu subjek mengajarkan materi) WK/W2/B131-132 106

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 itu terus menerus juga bosen. Jadi, enggak terus misalnya hari ini menggunakan alat, besok enggak, di selang-selinglah, jangan terlalu itu juga. Kan kemarin 4 kali pertemuan berturutturut to ? (menganggukkan kepala) lalu, apakah alat tersebut bisa digunakan untuk mengajar materi dari kelas 1-6 bu ? Kelas 1 bisa, soalnya kelas 1 itu sudah mulai mengenal bangun datar. Nah bangun datar kan bisa menggunakan alat itu. Kelas 2 sudah mulai sudut juga. Terus…bangun datar lagi. Setiap kelas kayaknya dapat materi bangun datar… Eee. Selain bangun datar, kira-kira materi apa ya bu yang bisa menggunakan alat itu ? Nggak ada, kayaknya hanya itu ya… Lalu, ukurannya bagaimana bu ? Cukup segitu saja. Kalo malah kalo besar diperkecil, hehe (sambil mainan rambut), nanti bawanya atau nyimpennya kan juga susah to kalo misalnya sekolah mau buat… Kalo ukuran segitu kira-kira bisa membantu siswa belajar atau gimana bu ? Bisa Bisa ? isinya juga bagaimana bu ? seperti stiknya, jarum, kira-kira bagaimana bu ? Eee…jarumnya kalo misalnya mau diganti, mau diganti apa ? Diganti yang lebih kecil ? Enggak sih, segitu aja cukup. Jarumnya juga cukup aman kemarin. Stiknya paling warnanya kalo misalnya warna dasarnya item, stiknya jangan yang warna hitam juga. Misalnya warna yang lebih cerah yang lain, atau nggak kita cari yang karpetnya putih. Jadi, warna yang lainnya bisa masuk, kalo item sama item kemarin mati to ? jadi agak susah. Kalo alat, kan alatnya dibuat ada pengendali kesalahannya bu, nah kira-kira apakah alat itu ada pengendali kesalahannya, sehingga siswa itu bisa mengetahui kesalahannya sendiri ? Bisa Darimana bu ? buktinya apa ? Apa ya ? pengendali kesalahan… Mungkin yang segitiga untuk sudutnya itu lho bu… Ehm…itu terlalu tebal atau…? Menurut ibu gimana, apakah bisa e…segitiga yang untuk menentukan sudut lancip, tumpul gitu… Kalo lancip kayaknya enggak. Soalnya lancip atau tumpul itu kan nggak pakem to ? kalo siku- (siswa bosan dengan alat peraga) WK/W2/B140-144 (alat peraga dapat digunakan di setiap tingkatan kelas) WK/W2/B49-152 (subjek member saran mengenai ukuran alat peraga) WK/W2/B162-168 (saran subjek mengenai alat peraga) 107

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 siku itu memang sudah pakemnya to ? Yang warnanya kuning itu lho bu… He.eh. Yang segitiga yang ada lingkarannya yang ada 4 itu to ? Iya, itu kira-kira ada pengendali kesalahannya nggak bu ? Uda, cukup itu aja. Kalo yang lainnya ? Yang lainnya…apa aja to kemarin itu ? Stik, trus jarum, boneka Stik, jarum, boneka. Bonekanya itu untuk apa ? Bonekanya itu kemarin itu kalo rencana itu sebenarnya untuk menghubungkan antara garis yang satu dengan garis yang lain, tapi kemarin sepertinya kurang kelihatan Enggak ada. Lalu untuk…apakah siswa itu jika menemukan jawaban yang salah, apakah mereka akan segera mau memperbaikinya atau hanya berhenti di situ saja karna merasa tidak bisa ? Kebanyakan berhenti Kebanyakan berhenti ? Iya, tidak mencoba, kalo kesulitan itu langsung “bu…!”, kayaknya segala hal itu bisa diselesaikan oleh gurunya…hehe Berarti selalu bertanya ya bu bagaimananya ? jadi manggil-manggil terus ya bu ? Mereka jarang mau mencari sendiri Eee…untuk alat peraganya itu memiliki kunci jawaban, eh…apakah alat peraga itu memiliki kunci jawaban sehingga siswa bisa mencocokkannya sendiri bu ? Ya, kemarin ada to ? Iya ada, maksudnya tu, apakah siswa sadar kalo ada kunci jawabannya ? Mereka nggak tau Nggak tau ? Pertamanya mereka enggak tau, ternyata setelah saya jelaskan “ini lho di belakangnya ada”, trus kemarin baru mereka berani main tebaktebakkan, karena sebelumnya mungkin mereka takut „ini untuk apa, gambar apa‟, takutnya mereka memberi tebakan untuk temannya tidak bisa menjawab, tapi ternyata setelah di kasih liat ada kuncinya mereka berani… Tapi setelah itu malah melihat kuncinya terus… (mengangguk) Terakhir, apakah alat peraga Montessori itu terbuat dari bahan-bahan yang dikenal oleh siswa atau dekat dengan kehidupan siswa ? (menganggukkan kepala) WK/W2/B208-210 (siswa tidak mau mencoba menyelesaikan masalah yang dihadapi secara mandiri) 108

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 Contohnya ? Kayu itu ? Eee…bahan yang digunakan itu mengapa bisa dikatakan dekat dengan siswa bu ? Ya…dalam kehidupan sehari-hari Tapi kira-kira, pohon, kayu itu apakah semuanya bisa dibuat alat peraga ? Ya kalo misalnya kita sendiri yang disuruh membuat pasti tidak bisa, makanya kita mencari alternative. Misalnya dengan karton kan samasama tebal, minimal hampir sama lah, bisa membantu untuk membuat alatperaganya itu. Eee…sepertinya sudah semua bu… Ooo…cepet ya… Terimakasih bu… 109

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.8 Verbatim Wawancara 1 dan 2 Siswa 1 Pelaksanaan Wawancara 1 Subjek : Siswa 1 Nama Subjek : SY Periode Wawancara :I Hari/ tanggal : Kamis, 13 Februari 2014 Waktu : 11.20 – 1150 Tempat : perpustakaan Kode : S1.W1 Keterangan : Peneliti (P) Subjek2/ siswa 1 (S1) Digaris bawah : data penting Catatan : Wawancara dilakukan pada siang hari setelah selesai kegiatan pembelajaran, di perpustakaan agar suasana wawancara tenang. Wawancara dilakukan bersamaan dengan subjek yang lain, yaitu 2 orang teman subjek 2 ini. Diantara 3 subjek yang diwawancara, subjek 2 ini yang diwawancara pertama, jadi subjek yang lain masih diam, tidak berani terlibat dalam percakapan. Sehingga pertanyaan lebih focus. Peneliti duduk berhadapan dengan subjek 2. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Kode P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 Wawancara Umurmu berapa ? 8, besok april baru 9 tahun Emang tanggal berapa ulang tahunnya ? 2 april Kalo di kelas suka mapel apa ? suka belajar apa ? Paling suka itu apa namanya…PKn, IPA, sama Bahasa Inggris, matematika kadang-kadang PKn, IPA, Bahasa Inggris ? Iya Kalo matematika ? Kadang-kadang Kenapa kadang-kadang ? Soalnya kadang-kadang susah…hehe… Kadang-kadang susah ? Iya Susahnya kenapa ? Yo…ndadak ngali, ndadak mbagi, yo…harus pake Kode S1/W1/B6-7 (mata pelajaran yang disukai subjek) S1/W1/B13 (subjek menganggap matematika 110

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 cara-cara Harus pake cara-cara ? terus, kalo di kelas itu yang ngajar siapa gurunya ? Bu I… Bu I ? matematika ? Bu I ngajar semuanya ? Ehm…kalo Bahasa Inggris itu Mr. Listian, kalo agama Pak Simon, terus kalo olah raga itu Bu Isti, kalo seni musik itu Pak Wawan Terus, Bu I kalo ngajar matematika gimana sih ? Yo…kalo dijelasin terus kalo kalo misal nanti kalo uda dijelasin gitu nanti njuk terus ditanyain siapa yang belum jelas gitu, trus nanti diulangi lagi Diulangi lagi ? Iya Trus, kamu sering nggak kalo dijelasin Bu I tu sering nggak jelas gitu ? Ehm…kadang-kadang Kadang-kadang ? nggak jelasnya pas belajar apa kalo di matematika ? Ehm…kalo di matematika yo pecahan-pecahan gitu Pecahan ? Iya Kenapa ? emang sulitnya…eh…emang sulit ? Lumayan Lumayan ? emang sulitnya kenapa sih ? kok nggak bisa pecahan ? hafalan atau gimana ? Yo…susah aja Emang susahnya kenapa ? Yo…kadang-kadang ndadak ngali, yo terus ndadak ngali-ngali, ndadak… Berarti paling susah di pecahan ? Iya Selain itu ? Ehm… ya… Apa ? selama ini paling susah belajar matematika apa lagi ? Ehm… kayaknya apa ya ? Apa ? kira-kira apa ? Ehm… yo soal cerita Soal cerita ? Iya Kenapa kok soal cerita nggak bisa ? Ya…soale ndadak pertama mbaca, ndadak pake cara, ndadak pake mbagi Terus, kalo ehm… selain di sekolah, siapa aja yang ngajarin matematika ? Ehm…biasanya ibu ? Ibu ? kalo di rumah gitu belajar matematika lagi nggak ? Di rumah biasanya iya Biasanya iya ? kalo belajar itu biasanya setiap apa ? Belajar biasanya kalo nata jadwal gitu terus jadi terkadang susah dipelajari) S1/W1/B17-18 (kesulitan yang dihadapi subjek) S1/W1/B37 (siswa merasa sulit ketika belajar pecahan) S1/W1/B46-47 (siswa merasa kesulitan mengerjakan matematika) S1/W1/B56 (materi lain yang dianggap sulit oleh subjek) S1/W1/B60-61 (siswa merasa kesulitan mengerjakan soal cerita) 111

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P kepengen belajar nek nata jadwal Mata jadwal tu malem atau sore ? Ehm…kadang-kadang sore, kadang-kadang malem Trus, kalo belajar gitu, ehm…berapa lama belajarnya ? Hmm…yo… aku tu nggak ngitung waktu, cuma yo…belajar yang materi-materi yang nggak bisa gitu yo dipelajari Berarti nggak mesti harus berapa jam gitu ? Enggak Terus…kalo belajar matematika itu kamu pernah nggak pake alat bantu kayak gitu ? kayak misalnya…apa ya ? Biasanya penggaris Biasanya penggaris ? alat bantu misalnya kayak kalo belajar penjumlahan, perkalian kayak pake batu gitu, pernah nggak ? Pake batu ? Pake batu gitu lho…misalnya dijumlahin, ada 5 batu ditambah berapa… Kalo batu nggak pernah Contohnya tu batu gitu lho…selain batu pernah nggak ? Ehm… yo paling kayak kertas dicoret-coret…nggak apa namanya yo…apa namanya tadi… Apa ? Pake penggaris Terus….ehm….YG… S1/W1/B77-78 (subjek mempelajari kembali materi yang belum dimengerti) S1/W1/B94 (subjek menggunakan kertas untuk belajar) S1/W1/B97 (subjek menggunakan penggaris untuk belajar) 112

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pelaksanaan Wawancara 2 Subjek : Siswa 1 Nama Subjek : SY Periode Wawancara : II Hari, tanggal : Kamis, 3 April 2014 Waktu : 09.05 – 09.35 Tempat : Perpustakaan Kode : S1.W2 Keterangan : Peneliti (P) Subjek2/ siswa 1 (S1) Subjek3/ siswa 2 (S2) Digaris Bawah Data Penting Catatan : Wawancara dilakukan selama kegiatan pembelajaran atas izin wali kelas. Wawancara ini tetap dilakukan bersamaan dengan subjek yang lain, karena salah satu subjek mau diwawancara jika ada temannya. Namun, untuk wawancara setelah eksperimen ini, durasi yang dibutuhkan cukup lama karena banyak pertanyaan yang diajukan pada subjek. Subjek 2 ini sangat kooperatif, selalu menjawab pertanyaan yang diberikan dengan mudah dan mau menceritakan perasaannya selama dan setelah menggunakan alat peraga. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kode P S1 S2 P S1 P S1 P S1 P Wawancara Pertanyaan pertama, bagaimana perasaanmu setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dnegan menggunakan alat peraga yang kemarin itu, yang matematika itu ? Ya…seneng aja sih…tapi kadang-kadang lama-lama bosen. Sebenere pertama-tama seneng, tapi lama-lama bosen Iya…bosen Lama-lama bosen ? kenapa bosen ? Ya bosen, mainannya itu terus Trus, kayak merasa apa ya…jadi kayak “kok kayaknya ini-ini terus nggak ada yang lain” mainannya cuma mainan jarum sama apa kemarin ya ? jarum sama apa ? Jarum sama kayu Jarum sama kayu ? Iya Trus, kalo dari alat peraga yang kemarin dipake itu, kamu bisa jadi Kode S1/W2/B6-8 (perasaan subjek setelah menggunakan alat peraga) 113

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 S1 P S1 P S2 S1 P S1 S2 P S1 P S1 P S1 P S2 S1 P S1 P S1 P S1 P S1 S2 P S2 S1 P mudeng nggak sama apa yang diajarin ? kemarin itu kan tentang sudut to ? mudeng nggak terusan belajar tentang sudut itu ? Iya, tambah mudeng Tambah mudeng ? pake alat itu tambah mudeng ? Iya, dikit-dikit Dikit-dikit atau mudeng banget ? Yo dikit-dikit Tambah mudeng Trus, gimana sih caranya kamu tu bisa terbantu, dapat e…gimana caranya kamu bisa mudeng gitu lho…? Ya…itu kan nanti kan mbentuk-mbentuk sudut, trus kan untuk…ini kan diajarin ini sudut lancip, ini sudut siku-siku Kan ada yang buat kartunya Yang pake kartu itu ya ? e…terus, waktu yang diajarin itu kamu tu benerbener mudeng atau malah bikin kamu, ada yang bikin kamu bingung ? Yo…lumayan mudeng juga sih… Lumayan mudeng ? berarti masih ada bingungnya dong ? Iya, bingung dikit-dikit Bingungnya di bagian apa ? Ya…di bagian…kalo misalnya biasanya ada titik sudut, kaki sudut Kaki sudut, titik sudut ? Nanti bisa kebalik-balik yo kaki sudutnya… Ho.oh Kebalik-balik ? Kaki sudut, titik sudut Belum bisa bedain gitu ? Iya…kadang-kadang kebalik lah pokoknya Terus, bener-bener merasa terbantu ? eh…pake alat itu kan, maksudnya kan kalian jarang to pake alat peraga gitu kan ? nah itu bener-bener membuat kamu merasa “oh ternyata pake alat kayak gini lebih mudah, atau gimana ? Ya biasa Hah ? biasa aja ? (diam) ya…sedeng…hihihi Ya kayak gitu Gimana ? bener-bener bisa buat kamu terbantu ? Ya…pie ya bu ngomonge, pokoke kayak gitu Heem…ngomongnya susah hehe Gimana ? S1/W2/B26 (subjek merasa semakin memahami materi yang diajarkan) S1/W2/B36-38 (subjek merasa terbantu dengan membuat bentukbentuk sudut) S1/W2/B49-50 (subjek merasa bingung ketika menentukan titik sudut dan kaki sudut) S1/W2/B58 (subjek belum bisa membedakan titik sudut dan kaki sudut) S1/W2/B65 (siswa merasa tidak ada yang luar biasa ketika menggunakan alat peraga) 114

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 S1 P S1 S2 P S2 S1 P S2 P S2 P S3 P S1 P S3 S1 P S1&S2 P S2 P S2 P S2 P S3 P Ya… Bisa merasa bener-bener terbantu dengan adanya alat itu atau kamu lebih suka yang biasa aja, yang nggak usah pake alat ? Ya…sebenere pake alat juga nggakpapa…tapi nek itu kan memang jarang, tapi kan itu waktu itu setiap hari, jadi kan kadang-kadang bosen, kecuali nek jaraknya itu let-letan gitu, let hari… Let hari…lusa ! Bukannya kemarin itu…senin, selasa… Hampir tiap hari bu… Iya, hampir tiap hari Senin, selasa, sama hari apa ya? Hampir stiap hari ! Hampir tiap hari po ? Ho.oh Bukannya 3 kali doing ? Lebih… Kayaknya 3 kali deh pake alatnya… Lebih… 3 kali yo…tapi kalian pasti ngrasanya lebih 3 kali, trus abis itu main-mainan Tapi kan itu lho…jadi, nggak ada let harinya…tapi jadi hari senin, selasa, rabu…itu kan nggak ada let harinya… Emang rabu ya ? seingetnya bu Maria itu hari Kamis Hah ? Senin, Selasa, sama Kamis…yang…siapa ya yang nggak berangkat waktu itu ? SY apa ya ? apa YG ? oh YG ya yang nggak berangkat ? Oh iya.. Iya, yang kamu sakit itu…nah itu…itu hari Kamis… (seperti sedang memikirkan sesuatu) Iya… Bukannya aku tu nggak berangkat hari… Kamis.. Hari Kamis YG nggak berangkat, Kan yang waktu hari apa itu… SY juga nggak berangkat to ? Hari Senin…hari Senin itu SY nggak berangkat, yang kamu sakit itu lho…SY sakit, YG juga sakit, trus akhirnya kan yang waktu itu kita di perpus itu ya V… Sendiri ? Hooh, KV sendiri, trus akhirnya sama bu I nggak jadi, diundur penelitannya…yang main alat-alat S1/W2/B80-84 (siswa merasa bosan ketika belajar menggunakan alat peraga) 115

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 S2 S1 P S2 S3 S2 S3 P S1,S2,S3 P S2 P itu…kan kemaren kan udah di sini, udah kamera banyak ya ? trus, malah diundur, nggak jadi direkam itu, KV yag berangkat sendiri…Bu Maria bingung „aduh ini gimana…YG sama SY nggak berangkat…‟ Trus, itu gimana ? berarti kayak gitu ? bingung dan bosen gitu ya ? Trus, waktu kemaren itu bu I ngasih pertanyaan-pertanyaan gitu kan di papan tulis ? Iya… Hooh kan ? itu kamu bisa njawab nggak ? Dikit-dikit bisa Dikit-dikit ? kok dikit-dikit sih ? Soalnya kan kadang-kadang ada soal yang susah gitu, aku nek ada yang belum ngerti Gimana caranya bisa menjawab ? itu gimana caranya kok kamu bisa menjawab pertanyaan itu ? apakah kamu nyoba-nyoba ngliat dari alat itu atau gimana? Yo…liat-liat di buku Liat-liat di buku ? Iya Tapi kan pas itu nggak ngliat di buku ? berarti sebelumnya kamu dah belajar ? Iya Trus, apa namanya…kalo pas kamu nggak bisa njawab gitu atau misalnya jawabanmu ternyata meleset, ternyata salah, trus, gimana kamu menemukannya lagi ? kamu nyari-nyari lagi atau gimana ? Yo… Kalo pas pelajarannya, kamu cari taunya gimana ? Ya…paling nanya bu I Tapi kadang-kadang kita malu yo… Hooh Malu ? kenapa malu ? Nek salah nanti temen-temen…diketawain Huuuuuu (memberi contoh) Ho.oh digituin Disorakin Loh ? emang kalo salah digituin ? Ho.oh Wah nyebelin yo kalo gitu ? kalo missal digituin jadi malu to ? Iya, jadi takut Hooh, padahal kan kalo mau jawab, salah kan nggakpapa, kan yang S1/W1/B144-145 (siswa tidak bisa menjawab pertanyaan guru ketika dia belum paham) S1/W2/B166 (siswa akan bertanya pada guru ketika tidak tahu jawaban dari soal yang ada) 116

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 S2&S3 P S1 S2 S1 P S2 S1 P S1 P S1 P S1 P S2 S1 P S1 S1&S2 P S1 namanya salah mesti kan belajar to ? Iya Trus, apa lagi ya… ehm…waktu pertama kali ngliat alat peraga, pertama kali liat alat peraga, apa yang pengen SY lakukan dengan alat itu ? Ya…kan tadinya pertama liat kan kaget aja, soale agak beda dari gambarnya, beda dikit…nah terus aku juga pertama-tamanya kan bingung Kayak ada jam gedenya ya ? Iya… Bingung gara-gara jam itu atau semuanya ? Jamnya itu ada kayak kertas gambarnya, jam yang gede Iya, jadi, pertama-tamanya tu masih bingung Iya, pertamanya. Trus, apa yang ada dipikiranmu setelah melihat alat peraga itu ? Ya…gimana ya… Apa ? hmm…apa ya ? „ini tu mau buat apa sih ? mau buat belajar apa sih ?‟ Iya…iya…memang kan pertamapertamanya kan kayak gitu… Pertamanya kayak gitu ? trus, pengalamanmu setelah menggunakan alat peraga waktu itu gimana ? menyenangkankah atau membingungkan atau… Ya…biasa aja…yang penting kan uda ada pengalaman bisa belajar pake alat peraga Biasa aja ? nggak seneng gitu bisa mainmain? Pertamanya… Pertama-tamanya…lama-lama bosen…hihihi Lama-lama bosen ? iya sih… kalo tiap hari kayak gitu ya ? trus, kalo pas pertama kali liat itu kan kadang-kadang „ih ini apa sih ? ih bisa buat mainan‟ kan menyenangkan to ? nah, itu, waktu hal-hal yang menyenangkan itu di bagian apa ? Yo…bisa buat bentuk-bentuk…bisa buat sudut… (berbisik-bisik) Apa hayo ? Hal-hal yang kira-kira apa ya…membuat kamu nggak seneng tu apa dengan alat peraga itu ? Ya itu tadi, Cuma mbosenin aja S1/W2/B187-190 (siswa merasa bingung pada saat pertama kali melihat alat peraga) S1/W2/B212-213 (subjek merasa biasa saja ketika menggunakan alat peraga) S1/W2/B217-218 (subjek merasa bosan belajar dengan menggunakan alat peraga) S1/W2/B233 117

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 S2 P S2 P S1 S2 S1&S2 P S1 P S2 P S1 P S1 P S1 S2 P S2 P S2 S1 P S1 P S1 Nggak senengnya paling… Apa ? (hanya diam) Kalo dari bentuknya, itu kan kemaren besar to ? itu dari bentuknya itu kamu seneng nggak ? ngliatnya gitu seneng nggak, melihat alat peraga itu ? Ya…lumayan sih…soalnya kan di situ ada macem-macem, bonekanya ada, jarum ada, banyak, hehe Bonekanya ditusuk-tusuk…hehehe (ketawa) Dari alat peraga itu, pertama kali liat, kamu bingung nggak gimana cara makenya ? Bingung, soalnya kan tadinya belum dikasih tau caranya gitu…bingung banget…jadi pusing…ini cara makenya gimana Bingung ? pusing ? trus kan di kasih tau kan sama Bu I kan ya ? waktu itu dikasih tau Bu I tu gimana caranya ? Iya, sama bu PPL Iya, nah itu trus menurutmu itu cara menggunakannya menarik nggak ? Ya…lumayan-lumayan aja Kok lumayan ki lumayan kenapa ? Ya lumayan, soalnya kan aku belum pernah pake alat peraga Trus, pas uda make masih tertarik nggak buat make lagi ? Enggak juga, soalnya lama-lama tu aku males…e…jadi kadang-kadang cuma ngliatin hehe Nggak ada permainan yang lain Lama-lama males ? nggak ada permainan yang lain ? yo iyolah itu kana lat peraga, buat belajar… Ya iya…maksudnya buat belajar sambil bermain Terus kalo diperbolehkan menggunakan alat peraga itu lagi, kamu…apakah kamu mau menggunakannya lagi ? mau make lagi di luar jam pelajaran, misalnya pas istirahat atau pas pulang sekolah gitu ? Ya mau aja, tapi buat mainan Heheh Hah ? buat mainan ? Ya coba-coba aja Berarti mau to kalo misalnya… Ya dicoba dulu, nek malah mbosenin yo nggak mau juga (subjek merasa bosan dengan alat peraga) S1/W2/B241-243 (subjek merasa cukup senang menggunakan alat peraga karena banyak benda) S1/W2/B249-252 (subjek merasa bingung dengan cara menggunakan alat peraga) S1/W2/B261-262 (subjek merasa cukup tertarik menggunakan alat peraga) S1/W2/B265-267 (subjek merasa malas untuk menggunakannya secara terus menerus) 118

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 S2 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 Kalo mbosenin nggak mau ? buat belajar nggak diliat dulu gitu kalo misalnya menarik…buat belajar baru mau ? eh…buat belajar atau buat main ? Buat main sambil belajar, kan itu alat peraga, jadi bisa buat belajar sambil main Nah itu ! kalo YG pasti buat main…hehe Jadi kan kalo di luar jam pelajaran kan kamu bisa tambah mudeng kalo pake alat itu ? Ya…coba-coba dulu…hehe Tetep ya…coba-coba dulu…hehe Kalo ukurannya, ukurannya kalo menurutmu gimana ? terlalu besar, besar, atau kurang besar, atau kecil ? Ya lumayan besar, kan kotak gede juga Lumayan besar tu berarti apa ? cukup besar ? Iya Kalo isinya ? isinya gimana ? isinya menurutmu cukup nggak kalo segitu ? dengan ukkuran segitu ? atau kurang besar isinya ? Enggak juga sih…cukup Cukup Segitu aja, kan tempatnya uda segitu, ya ukurannya segitu, orang tempatnya segitu Ya…mosok mejanya kecil segitu ? Tapi kan bisa ditumpuk-tumpuk gitu ? Tapi kalo isinya nggakpapa ? cukup segitu ? Terus, kalo ukurannya, kan kemaren ada stiknya to ? ada yang panjang ada yang pendek, kamu ngrasa bingung nggak pake alat itu ? Nggak juga Kan ada yang panjang ada yang pendek ? Kan malah ukurannya nek macem-macem kan malah nggak bingung Berarti merasa terbantu ? Iya, kan ukurannya bermacam-macam malah Kalo diliat dari kartu soalnya itu, diliat dari ukurannya, ada yang panjang, ada yang pendek itu nggak bingung ? Yo… Pertamanya gitu nggak bingung ? „Bu ini kok ada yang panjang ada yang pendek ?‟ gimana gitu ? Ya pertama-tamanya juga bingung… S1/W2/B292-293 (subjek merasa alat peraga dapat digunakan untuk bermain sambil belajar) WK/W2/B327-328 (subjek merasa terbantu karena alat peraga bermacam-macam ukurannya) 119

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 P S1 P S1 P S1 P S1 P S2 S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P Pertama-tamanya bingung ? Soalnya kan nggak bisa nentuin ini panjangnya seberapa, gitu…tapi lamalama mudeng Lama-lama mudeng ? ini tu ukurannya segini…buat apa gitu ? Iya Trus…e…waktu dikasih kartu soal, kamu bisa ngerjain semuanya atau enggak ? Ya…kalo uda belajarnya sungguhsungguh mesti bisa Kalo belajarnya sungguh-sungguh ? berarti pas pelajarannya waktu sama Bu I, kamu bener-bener ndengerin ? Enggak…hehe Loh ? bener-bener ndengerin nggak ? Ya dikit-dikit Iya hehehe Atau Cuma diem aja ? nggak tau apa yang harus dilakuin ? Ya ndengerin sih, tapi kalo misalnya ada yang belum dimengerti kan kadang-kadang nek nanya malu kan nyari-nyarinya di buku Berarti nyari-nyari ? waktu yang kemaren itu kan nggak sempet to bukabuka buku ? Enggak Enggak kan ? Ya kalo di sekolah nggak sempet, tapi waktu di rumah kan sempet Nggak, yang waktu pelajaran kemaren yang udah kita lakukan kemaren itu kan kalian nggak sempet yang namanya buka-buka buku to ? jadi kan, dari alatnya itu, kalian belajar dari alatnya itu, enggak dari buku… Iya juga sih… Terus ya…ngerjakan soalnya ya dari alat itu…kalian mengerjakan setiap soalnya itu, nyoba pake alatnya itu atau nggak coba ? Ya iya sih…tapi pertamanya itu aku nggak mikir kalo itu untuk belajar, pertamanya aku mikir itu untuk bermain gitu lho… Trus, soal yang kamu kerjainitu bener semua nggak kira-kira ? apa ? Soal yang udah kamu kerjain, semua soal-soal yang kamu kerjain kemare itu kira-kira menurut kamu sendiri bener semua nggak ? S1/W2/B361-364 (subjek merasa malu ketika ada materi yang eblum dimengerti) S1/W2/B383-385 (siswa berpikir kalau alat peraga digunakan untuk bermain) 120

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 230 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 S1 P S2 S1 P S2 P S2 P S3 S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 Ehm…nek ulangan yang kemaren cuma latihan soal itu sih bener semua, tapi UTS yang dari yayasan tu enggak Enggak ? Seratus SY matematikanya… Iya, tapi kan yang dinas, yang yayasan enggak Yang waktu kemaren Bu Maria tu yang ada alat peraganya itu, kamu bener semua nggak ? yang dikasih Bu Putri itu ? Oooh…yang kamu dapet buku to ? Ho.oh Aku dapet 9 Dapet 9 ? kok nggk dapet 100 ? Aku 95 Ya yang latian soal itu Buktinya apa ? buktinya dari yang kamu dapet hadiah itu ? Ya…buktinya ibuku lumayan puas, aku juga lumayan puas, tapi tetep mau mencari materi-materi yang lain, mau lebih mendalami Lebih mendalami ? Pengen nyari tau Trus, pernah nggak kamu tu menyadari kalo kamu tu menemukan sebuah kesalahan saat kamu mengerjakan soal ? Ya…pernah sih… Waktu pake itu lho…waktu pake alat itu ? pernah nggak ? apa ya…ehm…kamu tu pernah „oh iya yah..ini tu bukan kayak gini, ini tu harusnya kayak gini‟ dari soal yang dikasih ? Ada, dikit Ada dikit dikitnya berapa nomor ? ehm…ya…paling 3,4 3,4 ? 3 sampai 4 soal Lagi, ehm…darimana kamu tau bisa menemukan kesalahan itu ? Ya kan dicek kembali Dicek lagi ? waktu kamu menemukan kesalahan itu, waktu kamu salah menjawab pertanyaan, kamu rasanya itu pengen langsung memperbaiki atau gimana ? Ya pertama-tamanya sih nyesel, nyesel gitu…kok aku njawabnya ini, njawabnya salah, njuk terus kan, yaudah biar besok ulangannya nggak salah lagi, belajar lagi S1/W2/B393-395 (hasil belajar yang diperoleh subjek) S1/W2/B412-415 (subjek senang ketika mendapat nilai baik, subjek juga ingin belajar lebih) S1/W2/B436 (subjek mengecek kembali pekerjaannya jika ada yng salah) 121

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 P S1 P S1 P S1 P S2 P S2 P S1 S2 P S1 P S1 P S1 P S1 P S1 Kalo waktu pake alat peraga itu, gimana cara kamu untuk memperbaiki kesalahan ? waktu hari…waktu pake alat peraga ? Ya…(ketawa kecil) Gimana ? apa kamu waktu pake alat peraga itu kamu tu pengen nyoba lagi, pengen gimana caranya biar jawaban kamu bener semua apa pake alat peraga itu atau gimana ? Yo…yo nek di rumah lebih rajin belajar lagi, di sekolah lebih memperhatikan Waktu kemaren pake alat peraga, gimana caranya kamu…kamu pengen cepet-cepet liat lagi alatnya atau gimana ? Ya tanya lagi cara pake alatnya gimana Lagi…alat peraga itu ka nada kunci jawabannya, trus, kamu bisa nyocokin jawabannya nggak ? kemaren kamu nemuin jawabannya nggak ? Ada po ? nggak ya ? Mosok sih nggak ada ? Ada di alatnya po ? Ada di alatnya… Yang kertas itu ? Kartu soal itu ? Yang di kartu soal itu…kan dibelakangnya kan ada kunci jawabannya Oh iya ya… Yang ada gambar jam, trus sudut apa…nanti dibelakangnya ada tulisan Iya…ada… Trus, pertamanya nyadar nggak ada kunci jawabannya ? Ya pertama-tamanya nggak tau, jadi kan aku buka, aku bukanya cuma sampai jarumnya tok, jadi aku belum tau kalo didalemnya tu masih ada kartukartunya…njuk terus aku mau tanya tu kan ribet kan jarumnya pada minta semua, malah aku keluarin, loh ternyata masih ada kertas-kertas itu…lha pertamanya aku bingung ini tu buat apa… Trus, tau nggak setelah bingung dan bertanya-tanya „ini tu kertasnya buat apa ?‟ kamu…trus mudeng nggak kertasnya buat apa ? Ya…mudeng…dikasih tau… Mudeng ? trus kamu tau nggak di belakang itu ada jawabannya ? Ya tau…kan diliat-liat, jadi kan aku ambil, S1/W2/B462 (subjek mengatasi kendala yang dihadapi dengan bertanya) S1/W2/B482-490 (subjek merasa bingung ketika pertama kali melihat alat peraga) S1/W2/B498-499 122

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 P S1 P S1 P S1 P S1 P S2 P S1 P S1 P S1 P S1&S2 P S1 P S1 trus aku liat-liat biar tau ini untuk apa Tapi pertamanya mudeng nggak dibelakangnya ada tulisan, itu tu kunci jawaban Pertamanya sih nggak tau… Trus…dari alat peraga yang kemaren itu, e…kamu tau nggak bahanbahannya terbuat dari apa ? Yo…aku kan ngraba-ngraba…hehe…trus ini tu tadinya aku nggak tau kalo ini di cat, trus aku juga mikir-mikirnya ini tu kayu…nah…tapi kok di cat, jadi kayak ini tu kayu atau bukan…aku bingung… Itu tu kayu…tapi dicat… Makane itu, aku bingung…ini kayu atau bukan ya… Trus, kalo di sekitar rumah atau sekolahmu ada bahan-bahan kayak gitu nggak ? yang kayak alat peraga itu ? Kalo…kan aku rumahnya deket sawah Deket sawah ? jarang ada pohon ? Sawah ada kayu po ? Kan kayu kan dari pohon Sawah ada itunya juga kok… Berarti nggak ada pohon-pohonnya gitu ? Ada, tapi di sekitar…di sana-sanalah… Nggak di deket-deket rumah ? Ya nggak terlalu deket Kalo di sekolah, kira-kira ada nggak ? Ada…itu…(menunjuk ke arah jendela) Kalo pohon itu, kira-kira bisa dibuat alat peraga nggak ? Kalo itu tu kayaknya dari jati ya ? Ya sejenis itu, berarti nggak bisa ya ? Enggak (subjek mengetahui sendiri kunci jawaban dengan meihat kartu soal) S1/W2/B507-511 (subjek tidak tahu bahan pembuatan alat peraga) 123

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.9 Verbatim Wawancara 1 dan 2 Siswa 2 Pelaksanaan Wawancara 1 Subjek : Siswa 2 Nama Subjek : YG Periode Wawancara :I Hari/ tanggal : Kamis, 13 Februari 2014 Waktu : 11.20 – 1150 Tempat : perpustakaan Kode : S3.W1 Keterangan : Peneliti (P) Subjek2/ siswa 1 (SW 1) Subjek3/ siswa 2 (SW 2) Digaris bawah : data penting Catatan : Wawancara dilakukan pada siang hari setelah selesai kegiatan pembelajaran, di perpustakaan agar suasana wawancara tenang. Wawancara dilakukan bersamaan dengan subjek yang lain, yaitu 2 orang teman subjek 3 ini, sehingga percakapan tercampur dengan subjek yang lain. Tetapi subjek 4 tidak terlibat dalam percakapan ini. Peneliti duduk berhadapan dengan subjek 3. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kode P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 Wawancara YG kalo e…sekolah sukanya mata pelajaran apa ? suka belajar apa ? sukanya paling suka mapel apa ? Eeem… bahasa Inggris Bahasa Inggris ? kenapa ? (sambil ketawa kecil) ya suka aja Sukanya kenapa ? mosok suka aja ? kan mesti ada sesuatu yang buat kamu tu suka… Apa ya ? Apa ? Eehm…ya suka aja. Sukanya kenapa karna gurunya enak kalo ngajar atau karna apa ya…? Ehm…karna asik gitu ? Ya…asik Asik ? suka bercanda gurunya ? (sambil senyum-senyum) iya… Gurunya siapa sih ? Mr. Christian ? Listian Kode 124

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P Hmm…terus kalo matematika suka nggak ? Ehm…kadang-kadang Kenapa kok kadang-kadang ? Rada sulit Sulit ? sulitnya dimana ? Di soal cerita Soal cerita ? Sama pecahan Sama pecahan ? ehm…kok bisa gitu lho nggak bisa soal cerita sama pecahan ? Hmm…yaaa… Apa kalo pas Bu I jelasin tu kamu kalo nggak mudeng tu diem aja gitu, tanya nggak kalo misalnya nggak mudeng ? Kadang-kadang Kadang-kadang ? trus, kalo nggak mudeng, kalo pas bener-bener nggak mudeng diem aja ? Ya…cari sendiri Trus nemu nggak jawabannya kalo misalnya dikasih soal ? Biasanya nemu Biasanya nemu ? trus, kayak SY tadi, bu I tu kalo ngajar matematika tu gimana sih ? Ehm…ya… Gimana ? Ya…ya enak aja, suka bercanda Enaknya suka bercanda ? bercandanya gimana ? Ya… bercanda suka cerita-cerita Suka cerita-cerita gitu ? terus, paham nggak kalo bu I misalnya ngajar pake cerita-cerita gitu ? Paham Hmm…kalo setelah pulang sekolah, pernah nggak belajar lagi matematika ? Pernah Setiap hari apa enggak ? Enggak Enggak ? kadang-kadang ? terus, kalo belajar matematika di rumah yang ngajarin siapa ? Ayah Ayah ? kalo bunda ? Ya…kalo ayah kerja Kalo ayah kerja ? kalo belajar matematika di rumah lama nggak ? Enggak…ya… Kenapa kok nggak lama ? (sambil senyum-senyum) ya…sebentar aja Sebentar aja ? bosen atau gimana ? apa uda pusing gitu kalo belajar matematika ? Ya…capek Capek ? selain matematika, kalo di rumah belajar apa ? Yang lainnya Iya, apa ? S2/W1/B20 (subjek tidak terlalu mnyuklai matematika) S2/W1/B22 (subjek merasa terkadang kesulitan memahami materi yang diajarkan) S2/W1/B24 (subjek merasa kesulitan ketika mengerjakan soal cerita) S2/W1/B26 (subjek merasa kesulitan ketika mempelajari materi pecahan) S2/W1/B44 (subjek senang ketika guru mengajar dengan candaan) S2/W1/B46 (subjek senang ketika guru mengajar dengan cerita-cerita) S2/W1/B60-67 (subjek hanya belajar dengan waktu singkat, alasannya capek) 125

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 S1 S2 P S1 P S2 P S2 P S2 P S1&S2 P S2 P Ya…PKn PKn…trus apa lagi ? IPA, IPS IPA, IPS ? ehm…apa lagi ya…? Kalo belajar suka pake hafalan atau gimana ? Ehm…hafalan Hafalan ? bisa ? Eee…apa ya ? Atau pake kayak alat bantu kayak yang tadi bu Maria certain tadi ? Cuma pake penggaris Penggaris ? peggarisnya buat apa ? (sambil ketawa kecil) buat nggaris…buat apa ? Kalo aku biasanya Cuma buat…kan bisa buat ngitung, kan biar tau angkanya Buat nggambar pecahan…1/4 Bisa buat penjumlahan juga ya ? bisa perkalian kan ? tapi kalo penggarisnya pendek ? Pendek kalo banyak kan bisa juga…hehe… Kalo banyak tapi kan nggak ada angkanya…kalo misalnya kecil-kecil gitu ? Untuk nggambar aja Buat nggambar ? Nggambar pecahan tu lho… Nggambar pecahan ? kamu biasanya nggambar apa kalo pecahan gitu ? Ya…nggambar ¾ gitu kalo kotak Kalo kotak ? ehm…uda ulangan belum pecahannya ? Udah Udah ? trus bisa ngerjain ? Bisa Bisa ? ehm… sekarang KV S2/W1/B77 (subjek belajar dengan cara menghafal) 126

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pelaksanaan Wawancara 2 Subjek : Siswa 2 Nama Subjek : YG Periode Wawancara : II Hari, tanggal : Kamis, 3 April 2014 Waktu : 09.30 – 10.00 Tempat : Perpustakaan Kode : S2.W2 Keterangan : Peneliti (P) Subjek2/ siswa 1 (S1) Subjek3/ siswa 2 (S2) Digaris Bawah Data Penting Catatan : Wawancara dilakukan selama kegiatan pembelajaran atas izin wali kelas. Wawancara ini tetap dilakukan bersamaan dengan subjek yang lain, karena YG mau diwawancara jika ada temannya. Durasi wawancara yang dibutuhkan cukup lama karena banyak pertanyaan yang diajukan pada subjek. Subjek 3 ini paling sulit memberikan jawaban jika ditanya. Jawaban yang diberikan pun sangat singkat. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Kode P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 S1 S2 P S2 P Wawancara Gimana perasaanmu setelah menggunakan alat peraga yang baru kita gunakan kemarin ? Ya…seneng aja Seneng aja ?YG tu kalo ditanya mesti seneng aja…senengya kenapa ? Hehe…ya seneng…seneng bisa pake alat itu Seneng bisa pake alat itu ? ehm…trus, alat it, alat yang kita pake kemarin itu bisa mbantu kamu nggak dalam memahami materi-materi kemarin tentang sudut ? Ya…sedikit-sedikit Sedikit-sedikit ? kok sedikit-sedikit kenapa ? Ya…(hehe) Berarti ada yang nggak mudeng ? Eee…iya sih… Dikit-dikit Dikit-dikit, hehe… Trus kalo misalnya dikit-dikit berarti ada dong sesuatu yang bisa membantu ? Iya Nah, trus gimana cara alat, kamu tau Kode S2/W2/B4 (subjek merasa senang belajar dengan mengunakan alat peraga) S2/W2/B7 (subjek senang menggunakan alat peraga) 127

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 S2 P S2 P S2 P S2 S1 P S2 P S2 S1 P S2 P S1 S2 P S2 P S2 S1 P S2 P S2 P S1 P S2 S1 S2 P S1&S2 nggak alat itu tu gimana caranya membantu kamu buat belajar ? Ya…paling…bisa dibentuk kayak apa itu…bentuk siku-siku Bisa dibentuk-bentuk ? Trus, kan tadi bilang dikit-dikit to ? berarti kan dikit-dikit mudeng, dikit-dikit enggak. Nah, kalo nggak mudengnya itu gimana ? kenapa kok alat itu bisa membuat kamu nggak bisa memahami apa yang diajarin ? Apa ya ? ya…it… Hayo…kenapa ? Eee…pertama-tama belum bisa aja Berarti setelah Bu I njelasin bisa dong ? Ya sedikit-dikit Sedikit ! (agak berteriak) Sedikit-sedikit aja ? trus, pake alat itu kamu bisa ngerasa terbantu nggak dibandingkan nggak pake alat ? Bisa Hah ? bisa ? beneran bisa ? Hahaha sedikit-sedikit Ih sedikit-sedikit Sedikit-sedikit terus…bisa nggak ? benerbener bikin kamu bisa atau malah bingung ? Ya bisa, tapi ada yang nggak bisa Ada yang nggak bisa ? Nggak bisanya dimana ? Haduh… Kalo bisa membuat kamu terbantu, gimana sih caranya ? apa kamu nyobanyoba terus atau gimana ? Ya nyoba-nyoba Nyoba-nyoba terus ? Ya nggak terus-terusan Hehe Kalo nggak terbantu gimana ? Ya belajar pake buku Belajar pake buku ? tapi kan kemaren nggak belajar pake buku ? Ya…ya…gimana…ehm…tanya tapi malu Tanya tapi malu ? Mau tanya tapi malu Malunya kenapa ? Ya…nanti kalo diketawain…disorakin… Nanti ndak diece-ece yo biasane (bertanya pada S2) „huu…kayak gitu aja nggak bisa‟ Padahal dia juga nggak bisa Berarti sama-sama nggak bisa tapi nyorakin ? Hooh S2/W2/B52 (subjek merasa ada bagia materi yang tidak dipahaminya ) S2/W2/B59 (subjek mencoba alat ketika ada soal yang belum ditemukan jawabannya) S2/W2/B67 (subjek merasa malu bertanya ketika mengalami kesulitan) 128

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 P S2 P S2 S1 P S2 P S2 P S1 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 S1 S2 S1 S2 P S2 P S2 S1 P Terus, kalo misalnya kamu ngerasa kalo lebih bisa pake alat itu, nah, gimana caranya dari alat itu, apakah alat itu bener-bener membuatmu terbantu ? Ya bisa Bener ? bener bisa ? serius bisa terbantu semuanya ? Ya nggak semuanya Dikit-dikit bisa Jawabnya mesti dikit-dikit Ya…nggak semua bisa… Kalo nggak terbantu kenapa ? apa masih bingung make alatnya ? atau emang materinya yang membuat kamu bingung ? Sulit Hah ? materinya sulit ? mosok sih ? Kan tambah tinggi kelasnya, tambah sulit pelajarannya Iya po ? kan nggak semua materi tu sulit Ya…ada yang sulit ada yang enggak Kalo dari soal-soal, kan kemarin dikasih Bu I pertanyaan waktu Bu I njelasin di depan, kamu bisa njawab nggak ? Ya pertama-tamanya masih bingung Masih bingung ? pertama-tama masih bingung ? nanti jawabnya dikit-dikit… Ya kan belum diajarin ya ? (tanya ke SY) Trus kalo uda pake alat itu to, waktu Bu I jelasin lagi, trus Bu I ngasih pertanyaan, kamu bisa jawab pertanyaan dari Bu I ? Ya paling bisa, tapi dikit…hehe… Paling bisa ? tapi dikit-dikit ? Ya gimana ya jawabnya… Kok dikit-dikit ki pie ? Yo dikit-dikit Trus caranya gimana kok kamu bisa jawab pertanyaan dari Bu I ? Ya… Ya karna sering belajar lah…kamu nggak pernah belajar ya ? (tanya ke S2) Pernah lah… Ya itu… Ya itu ? ya itu apa ? Apaan sih ? (terlihat agak marah) Ya itu, kenapa ? Ya…hehehe Ya…liat Dari alat itu atau gimana ? ka nada alatnya ? kan kemarin nggak ada buku Ya… Kalo aku dari alatnya Kalo SY dari alatnya, kalo YG dari apa ? S2/W2/B93 (subjek merasa kesulitan memahami materi ketika harus mengerjakan menggunakan alat peraga) S2/W2/B98 (subjek merasa ada yang ulit dan ada yang mudah ketika mengerjakan soal) S2/W2/B102 (subjek tidak bisa menjwab pertanyaanpertanyaan guru ketika pertama kali membahas materi sudut) 129

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P Dari…hehe Ya alatnya paling Loh ? kok paling ? (ketawa lagi) Lha kamu kemarin belajar pake apa ? Ya alat-alatnya Berarti kan belajar dari alatnya, nah, berarti kamu tu tau caranya menjawab tu dari apa ? Dari yang pake kayu-kayu itu Pake kayu-kayu ? Ya sama kartunya Nah berarti kan pake alatnya to ?Berarti kamu bisa tau, bisa jawab pertanyaannya Bu I dari alatnya itu. Nah terus, waktu dikasih pertanyaan, ada nggak pertanyaan yang kamu nggak bisa menemukan jawabannya dari alat itu ? Ada Apa ? Kalo dulu itu aku kebalik-balik Kebalik-balik apanya ? Misalnya kaki sudut sama titik sudut Oooh…itu…yang masih bingung di situ ? berarti kamu bingung to ? bukan nggak menemukan jawabannya ? berarti nggak mudeng iki… Nggak terlalu Kalo pertama kali liat alat peraga, apa sih yang pengen kamu lakukan ? Ehm…nyoba aja, hehe…penasaran… Penasaran ? pengen nyoba ? Hu.um Lah, kalo berdasarkan apa saja yang kita lakukan kemarin itu, gimana pengalamanmu menggunakan alat itu ? nyenengin nggak pake alat itu ? Seneng Senengnya kenapa ? Ya…bisa memahami pelajaran Nyenengin berarti ? Hmm…(seperti sedang memikirkan sesuatu) Ada yang nggak menyenangkankah ? Ada Waktu apa ? yang bikin kamu nggak seneng waktu apa ? Nggak ada deh... Nggak ada ? mosok sih ? Ya paling bosen Hmm…kalo dari bentuknya, kamu seneng nggak liat bentuknya ? Biasa aja Biasa aja ? S2/W2/B140 (subjek menjelaskan cara mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga) S2/W2/B142 (subjek menjelaskan cara mengerjkan soal dengan menggunakan alat peraga) S2/W2/B151-153 (subjek merasa kesulitan untuk membedakan kaki sudut dan titik sudut) S2/W2/B161 (subjek merasa penasaran ketika pertama kali melihat alat peraga) S2/W2/B168 (siswa merasa senang meggunakan alat peraga) S2/W2/B179 (kendala yang dihadapi subjek) 130

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 S2 S1 P S2 P S2 P S2 S1 S2 P S2 P S1 P S1 S2 S1 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 S1 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 Ya biasa aja…lumayan kurang menarik Tapi menurutku menarik kok, kan itu alatnya ada macem-macem Alatnya macem-macem kalo kata SY… Kalo dari bentuknya, kamu suka nggak pake alat itu ? Seneng Senengnya kenapa ? Ya seneng bisa buat mainan Bisa buat mainan ? Bisa buat mainan, bisa buat belajar Halah, niru-niru jawabanku Hehehe Kok bisa buat mainan ? ini kan di sekolah, buat belajar… Ya…kita sering buat mainan Sering buat mainan ? Kan kalo ada waktu luang, kalo uda selesai kan bisa untuk mainan Oh…kalo uda selesai ya ? Bisa buat bentuk-bentuk Bisa buat kincir angin ya ? (tanya ke S1) Kincir angin, rumah, kuburan juga…hehe Trus, kalo cara penggunaan alatnya, kamu pertama kali merasa tertarik nggak ? Iya, pertama Pertama-tama iya ? pertamanya tertarik ? trus ? Trus lama-lama bosen Lama-lama bosen ? bosennya kenapa ? Ya bosen aja belajar pake alat itu terus Kalo diperbolehkan menggunakan alat itu, apakah kamu akan menggunakannya lagi di luar jam pelajaran ? Mau aja Mau ? mau buat apa ? Ya buat belajar Belajar atau buat main ? Mau belajar atau buat main ? Ya belajar dulu Belajar dulu ? abis itu buat main ? Hehehe Kalo dikasih mau nggak itu alatnya ? Mau…hehe Itu mau buat mainan atau buat belajar ? Ya buat belajar Mosok sih ? aku kok nggak yakin ya…mesti buat mainan Enggak Menurutmu, gimana ukurannya ? terlalu besar, cukup besar, atau… Pas aja S2/W2/B184 (subjek merasa kurang tertarik dengan bentuk alat peraga) WK/S2/B199 (subjek menggunakan alat peraga untuk bermain) S2/W2/B213 (subjek merasa bosan ketika terus-terusan menggunakan alat peraga) S2/W2/B219 (subjek akan menggunakan alat peraga di luar jam pelajaran) S2/W2/B221 (subjek menggunakan alat peraga di luar jam pelajaran untuk belajar) 131

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 S1 P S2 S1 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S1 P S2 P S2 P S2 P S1 S2 Dikit-dikit… Dikit-dikit ? kalo alat yang di dalemnya, menurutmu cukup nggak ? Ya cukup, kalo dibuat 1 orang paling kelebihan, kalo dibuat 4 orang cukup 4 orang tu sebenere lumayan kurang sih, paling 3 orang baru pas. 3 orang ? hmm…ya… Kalo dari ukurannya, kamu merasa terbantu nggak ? ka nada yang panjang, ada yang pendek…bisa nggak ? Ya bisa Ngrasa terbantu nggak ? bingung nggak kalo pake alat itu ? Kalo dulu iya Ngrasa terbantu beneran ? Iya Yakin ? Iya Trus kalo soal-soalnya, kamu bisa jawab nggak ? Kalo pake alat bisa Kalo pake alat bisa ? tapi kan itu, soal yang di kartu soal itu kan pake alat, kalo yang soal evaluasi kan enggak ? kalo soal evaluasinya, kamu bisa ngerjain nggak ? kan nggak boleh pake alat to ? Hmm…ya gimana ya ? Gimana ? Hehe Apa trus kamu mikir sendiri, diingetinget ? Ya paling diinget-inget Hah ? diinget-inget ? Iya Bener nggak jawabannya ? Ya…kalo mikirnya bener, ya jawabannya bener Kalo mikirnya bener… Ya jawabannya bener… Kalo cuma dipikir tok nggak ditulis ya sama aja… hayo piye ? Mosok dipikir tok nggak ditulis ? Ya ditulislah ya…ditulis kan ? Buktinya apa kalo kamu bisa menjawab pertanyaan ? Ya…buktinya paling… Apa ? dari nilai ? Iya, dari nilai Emang langsung dibagi ya ? Nilainya malah memuaskan Ya…memuaskan S2/W2/B240-241 (alat peraga dapat digunakan lebih dari 1 orang) S2/W2/B258 (subjek merasa bisa mengerjakan soal dengan menggunakan alat peraga) S2/W2/B269 (subjek mengingat-ingat materi yang diajarkan ketika mengerjakan soal evaluasi) 132

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 Memuaskan ? trus, secara sadar kamu bisa nemuin jawabannya, eh, kamu bisa nemuin kesalahan waktu kamu ngerjain soal ? adakah kesalahan waktu kamu ngerjain soal ? Eee…iya Trus, kalo dari alat peraganya, kamu nemuin sesuatu yang bikin kamu „loh ini tu bukan kayak gini, ini tu kayak gini‟, pake alatnya itu lho…kamu bisa nemuin nggak ? Ya bisa Dari ? Dari… Darimana ? Ya dari…alat peraganya Nemuinnya gimana sih ? kok kamu bisa nemuin „loh ini salah, ini salah‟, gimana ? Ya…e… Dari apa ? Kayaknya dicek, eeeh nggak pake kayaknya Hah ? Dicek… Terus, waktu pertama kali menemukan kesalahanmu sendiri, apakah kamu ingin memperbaiki langsung atau “lah nanti ajalah…nanti ajalah” Mau Tenane ? Iya bener Iya po ? Langsung diperbaiki po ? (senyum-senyum) Yo…lagi…tau nggak kalo alat peraganya ada kunci jawabannya ? Tau Tau ? Tenane ? Pertama kali tau nggak ? Ya pertamanya belum Pertamanya nggak ? Belum tau kalo itu kunci jawaban Terus, kamu tau nggak waktu ada, kan kamu njawab pertanyaan, nah kamu kan ngerjain to, njawab, trus kamu tu bisa tau nggak kalo di situ ternyata ada kunci jawabannya ? Ya…ya…kalo…ya tau aja Ehm ? Ya tau Taunya darimana ? Taunya kalo pas mbuka jarumnya, ternyata masih ada Masih ada apa ? Ya…masih ada kunci jawabannya (suara Pelan) S2/W2/B310 (subjek ragu-ragu darimana menemukan jawaban yang salah) 133

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P S2 P Di bagian mana ? Di dalem Di dalem ? Ya di dalem, di dalem yang bagian apa ? Inget nggak di bagian apa ? Eee…Belakangnya jarum Hah ? Belakangnya jarum ? Jarum kan satu stik kaya gini, belakangnya sebelah mananya ? Hehe… Sebelah mana ? Ya itulah… Loh ? kok ya itulah ? Di kartu soalnya maksudnya ? Iya Ooo…Bilang dong kartu soal… Kalo bahan-bahannya kamu tau nggak ? bahan-bahannya itu dari apa ? Kayu Pertamanya tau kalo itu kayu ? Pertamanya belum Pertamanya belum tau ? (mengangguk) Setelah pegang, tau kalo itu kayu ? Ya tau… Kalo di rumah atau di sekolah, ada nggak kayak gitu, kayu-kayu buat... Ada, tapi kayaknya kayunya bukan kaya gini Kayu yang bukan buat alat peraga ? Kayu pohon biasa ? Ya… Adanya pohon apa di rumah ? Nggak begitu tau aku… Nggak begitu tau ? Yaudah… S2/W2/B360 (subjek mengetahui bahan baku pembuatan alat peraga) 134

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.10 Verbatim Wawancara 1 dan 2 Siswa 3 Pelaksanaan Wawancara 1 Subjek : Siswa 3 Nama Subjek : KV Periode Wawancara :I Hari/ tanggal : Kamis, 13 Februari 2014 Waktu : 11.20 – 1150 Tempat : perpustakaan Kode : S3.W1 Keterangan : Peneliti (P) Subjek2/ siswa 1 (S1) Subjek3/ siswa 2 (S2) Subjek4/ siswa 3 (S3) Digaris bawah : data penting Catatan : wawancara dilakukan pada siang hari setelah selesai kegiatan pembelajaran, di perpustakaan agar suasana wawancara tenang. Wawancara dilakukan bersamaan dengan subjek yang lain, yaitu 2 orang teman subjek 4 ini, sehingga percakapan tercampur dengan subjek yang lain. Peneliti duduk berhadapan dengan subjek 4. Selama wawancara, subjek sering senyum. Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P Wawancara Pertanyaannya sama. Mapel apa sih yang KV suka kalo belajar di sini, di sekolah ? Matematika Matematika ? sukanya kenapa ? Karna Bu I ngajarnya enak Enaknya kenapa ? Jelas Jelas ? Iya Emang ngajarnya…ngajarnya itu gimana sih ? Ya ngajarnya dijelasin Pake cerita-cerita gitu ? Iya Trus…kalo….suka bercanda-bercanda gitu nggak Bu I ? Kode S3/W1/B3 (mata pelajaran yag disenangi subjek) S3/W1/B5 (subjek menyukai matematika karena guru mengajar materi menyenangkan) S3/W1/B7 (subjek menyukai matematika karena merasa jelas ketika guru mengajar) 135

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 S1&S2 P S1&S2 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S1,S2,S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 Suka Hah ? suka ? contohnya gimana bercandanya ? Contohnya…hmm…apa ya ? Gimana ? kayak biasanya kalau bercanda gimana ? Kalau bercanda kadang soal cerita. Soal cerita ? gimana contohnya ? kan sering sama bu I… Contohnya pie ya ? Gimana ? Contohnya…apa…misalnya…dua kursi, apa warna kursinya ? bukan dikurangi Bukan dikurangi ? itu soal cerita apa kayak gitu ? pecahan atau apa ? Pengurangan Pengurangan ? dua kursi gitu ? Iya (Berbisik-bisik) Apa kok bisik-bisik ? apa ? nggak papa ngomong aja. (senyum-senyum) ya…hehe Terus…mapel apa sih yang paling disenenngin ? Matematika Matematika ? paling seneng ? senengnya itu kenapa ? Soalnya seneng pecahan Pecahan ? kok daritadi kayaknya pecahan-pecahan, kalo ini paling susah pecahan, kalo ini suka pecahan Hehe Kok bisa suka pecahan ? Soalnya itu apa...bikin kayak kotak-kotak gitu…2/4 gitu… Pake gambar-gambar gitu apa gimana ? Pake gambar-gambar gitu Gambar-gambarnya apa ? Misalnya kotak Kotak aja ? trus pernah nggak kamu belajar pecahan pake…misalnya buah, trus diiris, kan jadi pecahan Pernah…pake roti, pake tempe Itu dimana belajarnya ? sekolah ? Di kelas Hmm…yang ngajarin ya Bu I ? Iya… Bawa tempe gitu ? Iya Terus digoreng ? Iya Enak ? Enak S3/W1/B28-29 (subjek member contoh bagaimana guru mengajar matematika) S3/W1/B44 (subjek menyukai materi pecahan) S3/W1/B59 (subjek pernah belajar dengan menggunakan media roti dan tempe) 136

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 S2 P S2 S1 P S1&S2 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S2 Yang masak siapa ? Mbak Sri yang…itu yang masak Hmm…terus bu I yang bawa terus dimintain ? eh minta dimasakin di sana ? Iya Trus, KV kalo selain di sekolah, siapa aja yang ngajarin matematika ? di rumah itu ang ngajarin siapa ? ibu ? Iya Gimana kalo ngajarin ? Kalo ngajarin ya…diajarin… Iya, diajarinnya gimana ? Diajarinnya, diajarin pecahan Diajarin pecahan ? selain pecahan ? Kadang perkalian silang Perkalian silang ? perkalian silang tu gimana sih ? Misalnya ¼ sama…sama…2/4 terus cara hasilnya diperkaliin silang Ooo…antara penyebut dan pembilang ? Iya Terus, kalo belajar di rumah itu kan katanya suka matematika kan ? Iya Kalo di rumah belajar lagi berapa lama kalo belajar ? Kadang 1 jam...1 jam an Trus, kalo uda bosen tu ngapain ? Ya ganti pelajaran yang lain Ganti pelajaran yang lain ? Iya Makan Hah ? makan ? kamu kali yang makan ? (ketawa) hehe Terkenal dengan gendutmu lhoo… Semua suka makan ? Kadang-kadang Mosok kadang-kadang ? kan mesti suka makan. Kalo KV di rumah makannya apa seringnya ? Sayur Sayur apa ? Sayur lodeh Sayur lodeh ? Iya Seneng banget sayur lodeh ? Iya Enak masakan ibu ? Enak Eh, kamu umurnya berapa sih ? 9 9 ? kalo kamu berapa Y ? 9 WK/W1/B75-78 (subjek dibantu orangtuanya untuk belajar matematika) S1/W1/B96 (subjek memerlukan waktu 1 jam untuk belajar matematika) 137

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 P S1 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S2 S3 P S3 S2 P S2 S1 P S2 S3 P S3 P S1,S2,S3 S2 P S1 P S2 P S2 P SY 8 ya ? Iya Terus apa lagi ya…kalo belajar…kalo di rumah itu kalo belajar sendiri pake alatalat bantu gitu nggak ? kayak tadi kalo di sekolah , Bu I itu ? Enggak Enggak pernah ? berarti dari catetan aja ? dari buku ? Iya Berarti kayak hafalan aja ? kayak perkalian berapa dikali berapa ? Iya Udah hafal sama perkalian ? Belum Belum hafal ? emang yang belum hafal perkalian berapa ? Hampir semua Hah ? hampir semua ? Ya…7 lah 7?8? 7,8,9 7 sama 8 7 sama 8 ? 9 udah ? Udah 6,7,8,9 6,7,8,9 ? kok banyak banget ? Emang Kalo aku 6,7,8 6,7,8 ? emang susahnya apa sih perkalian itu ? Ya…apa ya ? Hafalannya yang susah Hafalannya yang susah ? Iya Kadang suka kebalik-balik gitu nggak ? Ho.oh Kadang di kasih pertanyaan tapi nggak jawab…heheh… Kok bisa e ? Susah-susah gitu Ya berusaha dong…belajar gitu di rumah, perkalian gimana biar nggak kebalik-balik Nggak pernah, kalo belajar cuma pas ulangan Halah ? hah ? kalo belajar tu ya itu kalo abis dari sekolah itu dipelajari lagi biar pinter Cuma pas ulangan… Haha…pas ulangan tok to baru belajar ? S3/W1/B125-129 (subjek tidak pernah menggunakan alat peraga ketika belajar di rumah) S3/W1/B140 (subjek belum bisa menghafal perkalian) S3/W1/B155 (subjek belum bisa menghafal semua perkalian) S3/W1/B158-159 (subjek merasa kesulitan ketika mengerjakan soal perkalian) 138

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pelaksanaan Wawancara 2 Subjek : Siswa 3 Nama Subjek : KV Periode Wawancara : II Hari, tanggal : Kamis, 3 April 2014 Waktu : 10.00 – 10.30 Tempat : Perpustakaan Kode : S3.W2 Keterangan : Peneliti (P) Subjek2/ siswa 1 (S1) Subjek3/ siswa 2 (S2) Subjek4/ siswa 3 (S3) Digaris Bawah Data Penting Catatan : Wawancara dilakukan selama kegiatan pembelajaran atas izin wali kelas. Wawancara ini tetap dilakukan bersamaan dengan subjek yang lain, karena salah satu subjek mau diwawancara jika ada temannya. Namun, untuk wawancara setelah eksperimen ini, durasi yang dibutuhkan cukup lama karena banyak pertanyaan yang diajukan pada subjek. Subjek 4 ini mndapatkan giliran wawancara terakhir, sehingga subjek terlihat sudah lelah menunggu gilirannya dan menjawab seadanya (memberi jawaban singkat). Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kode P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P Wawancara Pertanyaan pertama, setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang kemaren waktu matematika, gimana sih perasaanmu ? seneng nggak ? Seneng Seneng ? pake alat peraga itu seneng ? Iya Senengnya kenapa ? Senengnya soalnya bisa dibentukbentuk Bisa dibentuk-bentuk ? Ya kayunya itu…trus bisa mengetahui jenis sudut Jenis sudutnya ? Iya Trus, alat yang waktu kemaren kita pakai, kamu merasa bisa terbantu Kode S3/W2/B6 (subjek merasa senang setelah belajar menggunakan alat peraga) S3/W2/B11-12 (subjek senang bisa belajar menggunakan alat peraga karena dapat dibentuk sesuka hati) 139

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 S2 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 S2 S3 P S3 P S3 P nggak ? Terbantu Terbantunya darimana ? Terbantunya pake yang segitiga biar tau jenis sudutnya itu, sudut tumpul, trus sudut… Yang ada lingkarannya di tengah itu ya ? biar tau jenis sudutnya apa ? Iya Oooh…terus kalo kamu bener-bener merasa terbantu semuanya atau ada yang merasa masih bingung nggak ? Ehm…terbantu semuanya Terbantu semuanya ? pinter berarti…berarti kamu gampang mudeng gitu ya ? Iya Terus, setelah kamu pake alat itu, setelah kita belajar pake alat, kamu merasa terbantu atau masih ada yang bingung ? Ehm…terbantu Bener bisa terbantu ? Kamu tau nggak gimana cara alat itu bisa membantu kamu ? Ehm…caranya dibentuk, kan kayunya dibentuk-bentuk gitu… Kayunya dibentuk-bentuk ? Iya Nah, kalo pertanyaannya, kamu bisa nggak menjawab pertanyaan dari Bu I ? Ya dikit-dikit Dikit-dikit ? kok ikut-ikutan YG, dikit-dikit...kok dikit-dikit ki kenapa ? berarti masih ada yang bingung dong… Soalnya kadang-kadang susah njawab, suruh tunjuk tangan itu lho…kadang rebutan sama temen-temen, jadi nek njawab nggak bisa Tunjuk tangan ? Iya, kan kadang… Angkat tangan…hahah Iya, angkat tangan hehehe Terus, waktu dikasih pertanyaan, gimana caranya kamu bisa menjawab pertanyaan Bu I ? Dipelajari dulu pake alat peraganya Dipelajari dulu ? Iya, trus baru ditanyain Ada nggak pertanyaan yang kamu nggak bisa njawab ? S3/W2/B21 (subjek merasa terbantu ketika belajar dengan menggunakan alat peraga) S3/W2/B23-25 (subjek merasa terbantu dengan adanya alat peraga yang berbentuk segitiga) S3/W2/B32 (subjek merasa alat peraga dapat membuatnya terbantu semuanya) S3/W2/B45-46 (subjek menjelaskan cara menggunakan alat peraga dengan dibentuk-bentuk sesuai dengan soal yang ada) S3/W2/B57-60 (subjek merasa kesulitan ketika akan menjawab pertanyaan yang diberikan guru karena harus berebut dengan teman yang lainnya) 140

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 S3 P S3 P S3 P S3 S1 S2 S1 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P Ada Apa ? bagian apa ? Bagian…kadang jenis-jenis sudutnya itu lho… Jenis-jenis sudut ? Kadang kebolak-balik Masih kebolak-balik gitu ya ? Iya Yang paling susah tu nek segitiga mbedain lancip sama tumpul Mbikinin itu lho…segitiga siku-siku Harus pake busur Nah, kalo pas kamu nggak nemuin jawabannya, gimana caranya kamu, eh…hal-hal apa yang bikin kamu nggak bisa nemuin jawabannya ? Ya karna belum mempelajari Belum mempelajari ? Iya Waktu pertama kali liat alat peraga, apa sih yang pengen kamu lakukan pake alat peraga itu ? kamu pegang, kamu raba, atau…? Pengen ngambil terus pengen ngliatin gitu ? Pengen make Pengen make ? Iya Nah terus, kalo pengalamanmu setelah pake alat peraga itu, gimana sih, apa pengalaman yang kamu dapatkan ? Alat peraga itu bikin menyenangkan Menyenangkan ? Iya Menyenangkannya bisa diceritain bagian mana ? Menyenangkannya tu bisa buat mainan Loh kok mainan ? kan itu buat belajar ? Iya ding…bisa buat…maksudnya bisa membantu buat belajar Berarti bisa buat belajar sambil bermain ? Iya Trus, eeem...gimana dengan bentuknya ? seneng nggak ngliat bentuknya kaya gitu ? Seneng Senengnya kenapa ? Soalnya ada yang panjang ada yang pendek Ada yang panjang ada yang pendek apanya ? S3/W2/B75-76 (subjek merasa bingung ketika harus menjawabpertanyaan yang berkaitan dengan jenis-jenis sudut) S3/W2/B78 (subjek masih bingung mengenai jenis-jenis sudut yang diajarkan) S3/W2/B89 (ada beberapa soal yang subjek tidak bisa menemukan jawaban nya karena merasa belum mempelajari) S3/W2/B97 (subjek ingin menggunakan alat peraga ketika pertama kali melihat) S3/W2/B104 (subjek merasa senang ketika menggunakan alat peraga) S3/W2/B109 (alat peraga bisa membuat subjek senang karena dapat digunakan untuk bermain) S3/W2/B112-113 (subjek menjelaskan bahwa alat peraga dapat digunakan untuk bermain sambil belajar) S3/W2/B117-130 (subjek merasa senang melihat bentuk alat peraga karena ada perbedaan ukuran dan juga ada perbedaan warna) 141

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 S3 P S3 P S3 P S3 P S3 S2 P S2 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P Bentuk kayunya itu… Bentuk kayunya ada yang panjang ada yang pendek ? kayu yang mana ? Warnanya juga beda-beda Warnanya beda-beda ? Iya Merasa tertarik pake alat itu ? Iya Kalo cara makenya, kamu merasa tertarik nggak ? pertamanya kan kamu nggak tau to itu cara makenya gimana, nah terus, setelah dijelaskan, apakah kamu merasa tertarik ? Tertarik Ditusuk-tusuk (sambil tertawa) Ya kan iya, ditusuk-tusuk pake jarum (menanyi dan menggoda KV) Hmm… Seneng, eh… Eh apa hayo ? Apa tadi ? (sambil senyum-senyum) Merasa tertarik nggak ? Tertarik Tertariknya dimana ? Tertariknya dari… Cara penggunaannya lho bukan bentuknya Eee….tertariknya… Ternyata tu dikasih yang segitiga itu, dipasangin gini, terus dari segitiga itu ternyata „oh ini tu sudut ini, yang ini sudut ini,nah, tertarik nggak kalo kayak gitu ? Tertarik Tertarik di bagian itu atau di bagian lainnya juga tertarik ? ada yang harus make apa ya…jarum-jarum gitu ? Ada jarum-jarumnya Nggak ada atau semuanya tertarik ? Semuanya Semuanya tertarik, hehe (ketawa kecil) iya Trus, kalo diperbolehkan ? Iya ? Kalo diperbolehkan pake alat itu, apakah kamu mau make alat itu di luar jam pelajaran atau enggak ? Mau Kok mau tu kenapa ? S3/W2/B177 (subjek ingin menggunakan alat 142

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S2 S3 P S3 S2 S3 S2 P Ya…untuk belajar Untuk belajar ? Iya Untuk tambahan gitu atau gimana ? Iya, agar lebih tau Agar lebih paham ? beneran mau dipake lagi ? trus nyoba-nyoba sendiri ? Heem Trus, kalo misalnya mau make, mau diapain aja ? Ya buat belajar Belajarnya gimana ? kalo belajar sendiri, trus belajarnya gimana ? Eee…belajarnya dibentuk, trus nanti pake yang segitiga yang ada bundarannya itu, ditentuin apa…jenis sudutnya Jenis sudutnya ? trus, kira-kira setelah benar-benar kamu nyoba sendiri yang nggak dijelasin Bu I tu kamu bakalan bener-bener paham atau gimana ? Eeem… Kalo liat dari nilainya, nilainya berapa kemaren ? 95 95 ? berarti bagus to itu 95, hampir 100 ? Hooh Berarti mudeng dong ? Mudeng Mudeng kan ? berarti udah nggak bingung lagi pake alat itu ? Enggak Trus, kalo ukurannya, ukuran dari alat itu, menurutmu ukurannya gimana ? terlalu besar, atau cukup atau kurang ? Eeemm…cukup besar Hah ? cukup besar ? koko bisa dibilang cukup besar tu gimana ? Lebih gede dari kamu ya V… Hehehe Ih…YG ngejek, kok bisa dibilang cukup besar tu gimana ? Eee… Ya sedikit-sedikit Ya cukup besar Bu Maria… Apa ? tadi sampe mana ya ? eeem…dari ukurannya, cukup besar, lha cukup besarnya tu bener-bener peraga di luar jam pelajaran) S3/W2/B183 (subjek menjelaskan alasannya menggunakan alat peraga di luar jam pelajaran karena ingin lebih memahami materi) S3/W2/B210 (subjek memperoleh hasil yang baik setelah menggunakan alat peraga) S3/W2/B218 (menurut subjek, alat peraga cukup besar) 143

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 bisa, bisa dipake 4 orang atau enggak ? atau kurang ? Bisa 4 orang Bisa 4 orang ? kalo alatnya yang di dalam, kira-kira menurutmu, itu nggak, cukup nggak ? atau kurang ? Iya Cukup ? cukup besar ? kurang besar ? atau...? Kurang besar Kalo dari ukurannya, kamu merasa terbantu nggak ? kan ada yang panjang ada yang pendek ? Terbantu Terbantu ? He.em Bisa dikasih tau terbantunya tu gimana ? Terbantunya tu…misalnya buat persegi panjang yang atasnya panjang, yang sini panjang, yang sini pendek Oh…ya…bisa mbentuk bangun datar gitu ya ? trus sudutnya gimana ? Iya Trus, kalo soal-soalnya, kan setiap pake alat peraga dikasih soal to ? Iya Nah, itu kamu bisa ngerjain semua atau nggak ? Paling ada yang salah, 1 atau 2 Berarti kamu nggak yakin kalo semuanya bener ? Enggak (geleng-geleng kepala) Nah, buktinya apa ? nilainya uda keluar ? uda dikasih sama Bu Putri belum ? yang soal-soal evaluasi ? He.em, udah Udah ? dapet apa itu ? Hah ? maksudnya ? Eh, dapet berapa nilainya ? Ya paling 95, 90 (sambil senyumsenyum) Berarti di atas 9 semua ? di atas 90 ? Iya Pernah nggak kamu secara sadar bisa nemuin kesalahanmu waktu menjawab pertanyaan ? He.em bisa Waktu apa ? Waktu ngerjain soalnya Waktu ngerjain soal ? iya S3/W2/B234 (alat peraga dapat digunakan lebih dari 1 orang) S3/W2/B245 (ukuran alat peraga dapat membantu subjek belajar) S3/W2/B250-252 (penjelasan subjek mengenai ukuran alat peraga yang dapat membantunya belajar) S3/W2/B262 (subjek merasa ada yang salah ketika mengerjakan soal LKS) S3/W2/B273 (hasil belajar yang diperoleh subjek setelah menggunakan alat peraga) 144

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 S1 S3 S1 P S3 S1 P S1 P Emang soalnya kayak gimana ? kok bisa bikin kamu ada salah-salahnya ? Ya kadang ada yang belum aku pelajari Ada yang belum dipelajari ? Iya, jadi nggak tau Berarti di rumah tu belajar dulu ? terus di sekolah waktu pake alat itu trus jadi tau ? (mengganggukkan kepala) Kalo kamu menemukan kesalahannya, apakah kamu ingin langsung memperbaiki atau enggak ? He.em pengen Pengen ? pengen langsung memperbaiki ? Dari yang dikasih lembar soal, eh…lembar kerja itu kan pake alat to kamu nyobanya… Iya Lha itu waktu salah, pengen nyoba lagi nggak ? Iya, pengen Pengen ? berarti pengen langsung memperbaiki ? Iya Trus, waktu dikasih alat peraganya itu kamu… Apa kamu tu tau kalo di situ ada kunci jawabannya ? Enggak, pertama-tamanya enggak Pertamanya nggak tau ? Iya Trus, setelah itu tau sendiri atau dikasih tau ? Di kasih tau Di kasih tau siapa ? Bu Maria… Guru PPL Iya, guru PPL Buku kan bisa memberitahu… Tapi kan waktu pake alat peraga nggak ada bukunya Oh iya ? Oh iya… Ya kan nggak pake buku ? iya kan ? kan dari alat peraga to ? Ho.oh Nah terus, waktu kamu belum tau, kamu kan nggak ngerti to jawabannya bener atau enggak. Nah, setelah kamu tau, dicocokin nggak ? S3/W2/B299 (subjek ingin memperbaiki kesalahan ketika ada yang salah mengerjakan) S3/W2/B308 (subjek ingin mencoba lagi ketika menemukan ada kesalahan) 145

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 P S3 S2 S3 P S1 P atau langsung liat kuncinya ? „o…ini jawabannya gini‟, langsung ditulis, atau kamu mikir sendiri pake alatnya itu ? Mikir sendiri pake alat Mikir sendiri pake alat ? Iya Trus, kan kamu nyocokin pake alatnya itu to…trus, darimana kamu bisa tau ? apa bener-bener kuncinya itu bener atau enggak ? Bener Bener ? darimana kamu tau jawabannya itu ? dari kuncinya itu ? Enggak Trus darimana ? Dari alatnya Dari alatnya ? Iya Dari alatnya, nah, kalo bahanbahannya, kamu tau nggak bahannya itu terbuat dari apa ? Pertamanya nggak tau Pertamanya nggak tau ? trus, taunya darimana ? Ya…taunya setelah… Setelah ngliat ? Iya Diraba gitu nggak ? di pegang, diraba ? Dipegang Dipegang ? setelah dipegang, kamu tau itu dari kayu gitu ? Iya Ooh…kalo kira-kira, apakah di sekitar rumahmu atau di sekitar sekolah ini ada bahan-bahan untuk buat alat peraga nggak ? Kalo di rumah nggak ada, kalo di sekolah ada Di sekolah ada ? apa ? Kayu, tapi kayunya nggak persis kayak itu Nggak persis kayak itu ? Iya Nggak bisa dibuat-buat alat Iya Nggak bisa dibuat-buat alat itu ? Kalo persis ya pohonnya yang persis kayak alat itu… Eeem…semuanya uda ditanyain, makasih ya… S3/W2/B342 (subjek mengerjakan soal LKS dengan memikirkan jawabannya dengan menggunakan alat peraga tanpa melihat kunci jawaban) S3/W2/B354 (subjek menemukan jawaban dengan menggunakan alat peraga) 146

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5.1 Surat Izin Penelitian 147

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5.2 Surat Keterangan Melakukan Penelitian 148

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CURRICULUM VITAE Maria Prasetyaningrum lahir di Palu, 20 April 1992. Pendidikan Dasar diperoleh di SD Pius Pemalang, tamat pada tahun 2004. Pendidikan Menengah Pertama diperoleh di SMP Pius Pemalang, tamat pada tahun 2007. Pendidikan menengah atas diperoleh di SMA Negeri 1 Pemalang, tamat pada tahun 2010. Pada tahun 2010, peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama menempuh pendidikan di PGSD Universitas Sanata Dharma, peneliti mengikuti berbagai macam kegiatan di luar perkuliahan. Pada tahun 2011, peneliti mengikuti Pelatihan Pengembangan Kepribadian 1 dan Pelatihan Pengembangan Kepribadian 2, pada tahun 2011 peneliti mengikuti workshop dongeng, pada tahun 2012 peneliti mengikuti workshop Montessori usia 6-9 tahun, pada tahun 2012 peneliti menjadi sekretaris pada acara simulasi SNMPTN SeJawa-Kalimantan, pada tahun 2013 peneliti mengikuti seminar Montessori. Masa akhir studi, peneliti mengakhirinya dengan menulis skripsi sebagai tugas akhir yang berjudul “Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Alat Peraga untuk Jenis dan Besar Sudut berbasis Metode Montessori”. 149

(168)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
7
19
BAB 1 PENDAHULUAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
4
6
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
6
33
BAB 4 DATA RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
1
4
20
BAB 5 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
9
67
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
3
9
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
264
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
275
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK PERTUKARAN DAN PENGELOMPOKAN BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
1
210
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
317
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
2
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
344
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BANGUN DATAR BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
1
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
338
Show more