Peningkatan prestasi belajar mengukur luas daerah persegi dan persegi panjang dengan alat peraga persegi satuan pada siswa kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
274
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MENGUKUR LUAS DAERAH PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG DENGAN ALAT PERAGA PERSEGI SATUAN PADA SISWA KELAS III SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA Diajukan untuk Menyusun Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Stephan Gilang Adiwan Prayudha 091134194 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN Terbanglah, jangan berhenti bermimpi Skripsi ini saya persembahan untuk Orang tua saya vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Abstrak Gilang, Stephan. 2014. Peningkatan Prestasi Belajar Mengukur Luas Daerah Persegi dan Persegi Panjang Dengan Alat Peraga Persegi Satuan Pada Siswa Kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. PGSD. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma Peneliti melakukan observasi di kelas III SD Kanisius Sengkan. Hasil observasi menunjukkan ada permasalahan khususnya pada mata pelajaran Matematika. Permasalahan yang muncul dari observasi tersebut adalah rendahnya prestasi belajar siswa dengan materi mengukur luas persegi dan persegi panjang. Hal tersebut ditunjukkan dengan rata-rata siswa pada materi tersebut masih dibawah KKM (70,0), yaitu hanya mencapai 68,3. Peneliti berasumsi bahwa permasalahan tersebut muncul akibat siswa merasa jenuh dengan pelajaran matematika. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk meningkatkan prestasi belajar mengukur luas daerah persegi dan persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan menggunakan alat persegi satuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 33 siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Ada empat kegiatan utama dalam penelitian ini yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau pengumpulan data dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan selanjutnya dianalisis menggunakan teknik kuantitatif. Pada tahap pelaksanaan peneliti membagi penelitian dalam 2 siklus. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat persegi satuan dapat meningkatkan prestasi belajar mengukur luas daerah dan persegi satuan siswa kelas III SD Kanisius Sengkan. Rata-rata kelas pada kondisi awal sebesar 68,3 pada siklus I meningkat menjadi 74,2. Pada siklus II, rata-rata siswa kembali meningkat menjadi 92,4. Berdasarkan paparan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan alat persegi satuan dalam proses pembelajaran dapat meningkatan prestasi belajar siswa mengukur luas dan persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan. Kata kunci : prestasi, luas persegi dan persegi panjang, persegi satuan vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Abstract Gilang, Stephan. 2014. The Increase of Study Achievement in Measuring Square and Rectangle Widht Using Unit Squares as Visual Aids to the Students of Third Grade in SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. PGSD. A Thesis. Elementary School Teacher Training Study Program. The Faculty of Teacher Training and Education. Sanata Dharma University Researcher did an observation in the third grade of SD Kanisius Sengkan. The observation showed that there was a specific problem in the Mathematic lesson. The problem seen was the low rate of students’ study achievement in measuring square and rectangle widht. The sudents’ average grade was only 68,3 which was still below the standard (70,0). The researcher assumed that the problem occurred because the students felt the lessons were unattractive. Therefore, the researcher tried to increase the study achievement in measuring square and rectangle width using unit squares as visual aids. The subject of the research was 33 students of the third grade in SD Kanisius Sengkan. The type of the research was Classroom Action Research. There were four main activities in the research, which were the planning, application, observation, and data gathering or reflection. The data gathering technique used was a test technique followed by quantitative technique. In the application step, the researcher divided the experiment into two cycles. The research showed that unit squares could increase the third grade students of SD Kanisius Sengkan’s study achievement in measuring square and rectangle width. The class’ average grade before the experiment was applied was 68,3. In the first cycle, the average grade increased to 74,2. In the second cycle, the average grade increased to 92,4. Based on the above explanation, the researcher concluded that the use of unit squares as visual aids in the learning process can increase the students’ study achievement in measuring square and rectangle width by the students of third grade in SD Kanisius Sengkan. Key words: achievement, square and rectangle width, unit square

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah dilimpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: a. Tuhan Yang Maha Esa b. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Dharma. c. Rm. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. , selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma d. Bapak Drs. A Sardjana, M. Pd., selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini. e. Ibu Dra. Haniek Sri Pratini dan Ibu Irine Kurniastuti, M.Psi. selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. f. Rekan-rekan guru SD Kanisius Sengkan. g. Bapak dan Ibu, Saudara, serta teman-teman penulis. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis menyadari bahwa laporan penelitian tugas akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis menerima segala masukan, kritik, saran yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan penyusunan laporan tugas akhir masa-masa yang akan datang. Akhir kata, semoga laporan penelitian tugas akhir ini berguna bagi semua pihak. Penulis Stephan Gilang Adiwan Prayudha x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................. iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................. iv PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .................................. v MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN .................................... vi ABSTRAK............................................................................................ vii ABSTRACT ........................................................................................... viii KATA PENGANTAR .......................................................................... ix DAFTAR ISI ........................................................................................ xi DAFTAR BAGAN, TABEL dan GRAFIK ........................................... xiv DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1 B. Identifikasi Masalah................................................................... 4 C. Pembatasan Masalah .................................................................. 4 D. Rumusan Masalah ..................................................................... 4 E. Batasan Istilah............................................................................ 4 F. Tujuan Penelitian ....................................................................... 6 G. Manfaat Penelitian ..................................................................... 7 H. Sistematika Penulisan ................................................................ 7 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar .......................................................................... 9 B. Alat Peraga ................................................................................ 11 C. Persegi dan Persegi Panjang ....................................................... 23 D. Kerangka Berpikir ..................................................................... 26 E. Hipotesis Tindakan .................................................................... 27 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian .......................................................................... 29 B. Subjek dan Tempat Penelitian .................................................... 29 C. Rencana Tindakan ..................................................................... 30 D. Pengumpulan Data Instrumen .................................................... 34 E. Analisis Data ............................................................................. 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ......................................................................... 43 B. Pembahasan Hasil Penelitian ..................................................... 52 E. Indikator Keberhasilan Penelitian ............................................... 57 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .............................................................................. 60 B. Saran ........................................................................................ 61 C. Keterbatasan ............................................................................. 61 DAFTAR REFERENSI ......................................................................... 63 LAMPIRAN ......................................................................................... 65 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ........................... 2 Tabel 3.1 Pengumpulan Data dan Instrumen .......................................... 34 Tabel 3.2 Deskripsi Aspek..................................................................... 36 Tabel 3.3 Kriteria Penilaian ................................................................... 36 Tabel 3.4 Tabel Kriteria Keberhasilan ................................................... 39 Tabel 4.1 Tabel Deskripsi Siklus 1 ........................................................ 47 Tabel 4.2 Tabel Rekap Nilai .................................................................. 50 Tabel 4.3 Perbandingan Nilai ................................................................ 53 Tabel 4.4 Indikator Keberhasilan Penelitian .......................................... 58 DAFTAR GRAFIK Grafik 4.1 Nilai Rata-Rata ..................................................................... 54 Grafik 4.2 Perbandingan Nilai ............................................................... 56 Grafik 4.3 Presentase Siswa yang Mencapai KKM ................................ 57 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Papan Flanel ...................................................................... 14 Gambar 2.2 Grafik Batang, Lingkaran, Garis......................................... 16 Gambar 2.3 Poster ................................................................................. 16 Gambar 2.4 Gambar .............................................................................. 17 Gambar 2.5 Peta Dasar .......................................................................... 18 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 2.6 Proyektor Filmstrip, Opaque, Overhead ............................. 19 Gambar 2.7 Alat Peraga Persegi Satuan ................................................. 19 Gambar 2.8 Alat Peraga Persegi Satuan ................................................. 20 Gambar 2.9 Penggunaan Persegi Satuan ................................................ 21 Gambar 2.10 Alat dan Bahan ................................................................. 22 Gambar 2.11 Bangun Datar Persegi ....................................................... 23 Gambar 2.12 Bangun Datar Persegi ....................................................... 24 Gambar 2.13 Sisi Persegi Panjang ......................................................... 24 Gambar 2.14 Sudut Persegi Panjang ...................................................... 24 Gambar 2.15 Diagonal Persegi Panjang ................................................. 25 Gambar 2.16 Luas Daerah Persegi ......................................................... 25 Gambar 2.17 Luas Daerah Persegi ......................................................... 26 Gambar 3.1 Model Penelitian Khemis dan Taggart ................................ 29 Gambar 3.2 Karpet ................................................................................ 37 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah salah satu modal penting bangsa ini jika ingin menjadi sebuah bangsa yang besar. Pendidikan diharapkan mampu memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Pendidikan bertanggung jawab atas harapan-harapan para tokoh pendahulu bangsa. Hal ini tentu bukan menjadi tanggung jawab pendidikan menengah ke atas saja, tetapi pendidikan di seluruh lapisan, tidak terkecuali di tingkat Sekolah Dasar (SD). Matematika melekat di semua aspek bermasyarakat, baik ekonomi, teknologi, pertanian, komunikasi dll. Seperti pelajaran membaca dan menulis, matematika juga mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Matematika diharapkan telah dikuasi anak sejak kecil. Oleh karena itu, matematika adalah sebuah mata pelajaran yang dibebankan pada pendidikan di tingkat sekolah dasar. Hal ini bertujuan agar siswa dapat sejak kecil telah menguasai matematika dengan baik. Matematika juga diajarkan hingga ke jenjang pendidikan perguruan tinggi. Matematika di SD sebaiknya diajarkan dengan cara yang menarik sehingga anak anak terdorong mempelajari matematika dengan perasaan senang. Dalam hal ini peran guru sangat penting untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Dengan kata lain guru sebagai pendidik berperan dalam menciptakan suatu kondisi belajar yang baik,

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 sehingga siswa dapat belajar dan memperoleh hasil yang optimal (Isnandar, 2011:2). Pada kenyataannya pembelajaran matematika di SD masih dilakukan dengan metode konvensional. Metode ini ditandai guru sering menulis di papan dan menyuruh siswa untuk mencatat. Kegiatan pembelajaran dengan metode ceramah yang dilakukan secara terus menerus menjadikan peserta didik hanya menghafal apa yang sudah diperolehnya. Peserta didik hanya sebagai obyek yang dituangi materi dan materi sehingga mereka akan menjadi bosan dan tidak tertarik dengan matematika. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik. Siswa di sekolah dasar dibebani berbagai kompetensi yang wajib dicapai. Siswa kelas III SD diharapkan sudah mampu mengidentifikasi bangun datar. Hal ini dijelaskan dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk kelas III SD sebagai berikut: Tabel 1.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pelajaran Matematika kelas III SD semester 2. 4. Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana 4.1 Mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat dan unsurnya

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Kompetensi diatas merupakan beban belajar yang wajib dicapai siswa. Guru selanjutnya diharapkan mampu memfasilitasi siswa agar mampu menyelesaikan kompetensi diatas. Keadaan ini tentu membuat banyak guru hanya fokus terhadap hasil belajar matematika siswa, bukan pada prosesnya. Guru enggan melaksanakan pembelajaran dengan alat peraga maupun metode yang lebih menyenangkan atau membantu siswa menemukan proses belajarnya. Seperti yang terjadi di kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta, guru kelas mengungkapkan bahwa menurut pengamatannya siswa tampak bosan dan tidak tertarik dengan pelajaran matematika. Siswa bosan dengan rumus-rumus yang ada. Tentu saja hasil yang diperoleh tidak maksimal. Misal, pada materi menghitung luas persegi dan persegi panjang hasil yang diperoleh hanya 68,3. Hasil tersebut masih dibawah KKM sekolah ini, yaitu 70,00. Metode pembelajaran dan alat peraga adalah beberapa cara untuk meningkatkan ketertarikan dan minat belajar siswa. Selanjutnya, peneliti bermaksud meningkatkan ketertarikan belajar matematika siswa menggunakan alat peraga satuan, sehingga diharapkan prestasi belajar matematika siswapun ikut meningkat. Peneliti akan melaksanakan penelitian dengan judul “Peningkatan Prestasi Belajar Mengukur Luas Daerah Persegi dan Persegi Panjang Dengan Alat Peraga Persegi Satuan Pada Siswa Kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta”.

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 B. Identifikasi Masalah Pembelajaran matematika di SD masih dilakukan dengan metode tradisional. Guru sering menulis di papan dan menyuruh siswa untuk mencatat. Pembelajaran dengan metode ceramah dewasa ini sudah tidak menarik lagi bagi siswa. Tidak berbeda dengan keadaan diatas, pembelajaran matematika di SD Kanisius Sengkan juga masih menggunakan metode pembelajaran tradisional. Hal ini tentu membuat pembelajaran membosankan dan tidak menarik bagi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud meningkatkan prestasi belajar mengukur luas persegi dan persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan menggunakan alat persegi satuan. C. Pembatasan Masalah Pada pembelajaran matematika siswa kelas III SD, berbagai kompetensi dibebankan kepada siswa untuk dikuasi. Penelitian ini hanya akan meningkatkan salah satu kompetensi saja, dengan pertimbangan agar lebih fokus. Penelitian hanya mengacu pada satu kompetensi saja, yaitu meningkatkan kompetensi menghitung luas persegi dan persegi panjang pada siswa kelas III SD. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan pembatasannya, masalah yang timbul pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1. Bagaimana menggunakan alat peraga persegi satuan untuk meningkatkan prestasi belajar materi luas daerah persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester gasal tahun pelajaran 2012/2013? 2. Seberapa tinggi peningkatan prestasi siswa setelah belajar luas daerah persegi panjang dengan menggunakan persegi satuan? E. Batasan Istilah Untuk memperjelas istilah-istilah yang terdapat dalam penelitian ini, penulis membuat batasan terhadap beberapa istilah tersebut sebagai berikut: 1. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa dari aktivitasnya berinteraksi dengan lingkungannya untuk menghasilkan perubahan dalam hidupnya. 2. Persegi panjang adalah segi empat yang sisi berhadapannya sama panjang dan setiap sudutnya siku skiu. 3. Persegi adalah persegi panjang yang panjang sisinya sama. 4. Sifat-sifat persegi dan persegi panjang yang akan dipelajari siswa pada penelitian ini adalah: - Sisi-sisi yang berhadapan pada persegi dan persegi panjang sama panjang dan sejajar. - Salah satu sudut pada persegi dan persegi panjang adalah sudut siku-siku. - Panjang diagonal sama panjang. 5. Alat peraga matematika menurut Djoko Iswadji adalah seperangkat benda konkret yang dirancang, dibuat, dihimpun, atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu siswa menanamkan atau mengembangkan

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang ada dalam matematika (dalam Pujiati, 2004:3) 6. Alat peraga persegi satuan adalah cetakan papan tulis berbentuk persegi dan terbuat dari kertas karton yang digunakan untuk menghitung luas persegi panjang. 7. Luas daerah persegi dan persegi panjang adalah banyaknya persegi satuan yang tepat menutupi daerah persegi atau persegi panjang tersebut. Dengan demikian yang dimaksud dengan peningkatan prestasi belajar mengukur luas dan persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan menggunakan persegi satuan adalah sebuah penelitian yang bertujuan meningkatkan kemampuan siswa menghitung luas bangun persegi dan persegi panjang menggunakan cetakan papan tulis berbentuk persegi dan terbuat dari kertas karton di SD Kanisius Sengkan. F. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai peneliti adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana proses menggunakan alat peraga persegi satuan untuk meningkatkan prestasi belajar materi luas persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan tahun pelajaran 2012/2013. 2. Untuk mengetahui berapa peningkatan prestasi belajar siswa setelah belajar materi luas persegi panjang dengan menggunakan alat peraga persegi satuan.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 G. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Memberikan pengalaman langsung bagi peneliti untuk menggunakan alat peraga persegi satuan dalam membelajarkan materi luas persegi panjang. 2. Bagi Sekolah Memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah khususnya dalam pembelajaran matematika. 3. Bagi Siswa Meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika khususnya materi luas persegi panjang. H. Sistematika Penulisan 1. BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan menjelaskan tentang informasi umum yaitu mengenai latar belakang penelitian, Idenfikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, batasan istilah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian 2. BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini berisikan tinjauan pustaka mengenai prestasi belajar, baik pengertian belajar, pengertian prestasi belajar maupun indikator prestasi sendiri. Bab ini ini juga akan menjelaskan alat peraga, baik macam-macam alat peraga maupun alat persegi satuan. Selain kajian pustaka mengenai

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 beberapa hal diatas, bab ini juga akan menguraikan mengenai kerangka berpikir dan hipotesis tindakan dari penelitian ini. 3. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini kan menjelaskan metode penelitian yang didalam terdapat subjek dan tempat penelitian, rencana tindakan penelitian, pengumpulan data dan instrumen penelitian serta analisis data. 4. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, peneliti akan menjelaskan hasil penelitian, baik deskripsi pelaksanaan penelitian maupun deskripsi hasil yang diperoleh dalam penelitian. Selanjutnya, peneliti akan menjelaskan peningkatan prestasi belajar yang diperoleh siswa setiap siklusnya. 5. BAB V PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan optimalisasi pada bab-bab sebelumnya.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan gabungan dua kata yang memiliki arti lebih luas dari penggabungan pengertian dua kata tersebut. Prestasi belajar telah memiliki pengertian yang berdiri sendiri. Berikut ini akan diuraikan pengertian belajar dan pengertian prestasi belajar itu sendiri. 1. Belajar Edward L. Walker dari Universitas Michigan mengatakan, belajar merupakan perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman (Walker, 1967). Menurut W. Wundt (dalam Soejanto, 1979) belajar adalah proses berinteraksi untuk mendapatkan pengubahan dalam kehidupan. Harold Spears (dalam Siregar, 2010) mengemukakan belajar dengan lebih detail. learning is to observe, to read, to imitate, to try something them selves, to listen, to follow direction (belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mau mencoba sesuatu sendiri, mendengar dan mengikuti arahan) Belajar adalah proses kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat (Siregar dkk., 2010). Menurut Syah (dalam Aryani, 2011) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga:

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 a. Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. b. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. c. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metodeyang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. 2. Prestasi Belajar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dsb) (KBBI, 2008). Oemar Hamalik mengemukakan prestasi adalah hasil interaksi antara beberapa faktor yang mempengaruhi baik dari dalam individu maupun dari luar individu yang bersangkutan. Winkel menyimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang (Winkel, 1996). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dari aktivitasnya berinteraksi dengan lingkungannya untuk menghasilkan perubahan dalam hidupnya. B. Alat Peraga Pada sub bab ini akan diuraikan tentang pengertian alat peraga, jenis-jenis alat peraga dan penggunaan alat peraga di sekolah dasar.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 1. Pengertian alat peraga Alat peraga adalah bagian dari media pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin “Medòë’ yang berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan” (Sardiman 1986:6). Gagne (dalam Sadiman dkk.,1986:6) mengatakan media pendidikan adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Faizal mendefinisikan alat peraga pendidikan sebagai instrumen audio maupun visual yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan membangkitkan minat siswa dalam mendalami suatu materi (Faizal, 2010). Wijaya dan Rusyan menyatakan bahwa yang dimaksud alat peraga pendidikan adalah media pendidikan yang berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar (Wijaya dan Rusyan, 1994). Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar pada diri siswa. Sastradiradja (1971) mengatakan bahwa alasan penggunaan alat-alat peraga pendidikan dalam mengajar adalah sebagai berikut: a. Membantu murid belajar lebih banyak b. Membantu siswa memngingat lebih lama c. Memperlengkapi rangsangan yang efektif untuk belajar

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 d. Menjadikan belajar yang lebih konkrit e. Membawa dunia kedalam kelas f. Memberikan pendekatan-pendekatan bayangan yang bermacammacam dari satu subjek yang sama Untuk menggunakan alat peraga pembelajaran (Musiyam, 2011:50), hendaknya memperhatikan persyaratan dalam penggunaan alat peraga sebagai berikut: a. Tahan lama b. Bentuk dan warna menarik c. Dapat menyajikan dan memperjelas konsep d. Ukuran sesuai dengan kondisi fisik siswa e. Fleksibel f. Tidak membahayakan siswa g. Mudah disimpan saat tidak digunakan 2. Macam-macam alat peraga Berdasarkan karakteristik bentuknya, alat peraga dibagi menjadi alat peraga tanpa proyeksi, alat peraga tiga dimensi, dan alat peraga yang diproyeksikan. Pada sub bab ini, penulis akan lebih menguraikan alat perga tanpa proyeksi, sedangkan alat peraga tiga dimensi dan alat peraga yang diproyeksikan hanya akan dibahas secara sekilas. 2.1. Alat peraga tanpa proyeksi Sejalan dengan perkembangan teknologi, pendidikan di negaranegara yang telah maju menggunakan gambar-gambar, film, radio bahkan televisi untuk mempertinggi mutu belajar. Di Indonesia,

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 pemerataan teknologi belum begitu merata, sehingga alat-alat peraga tanpa proyeksi lebih efektif untuk pendidikan di daerah tertentu. Keuntungan dari alat-alat peraga tanpa proyeksi adalah mudah dalam pembuatannya. Alat peraga tanpa proyeksi atau yang lebih kita kenal dengan alat peraga dua dimensi tidak kalah efektif dibanding alat-alat peraga modern. Berikut ini akan diuraikan alaalat peraga yang tergolong tanpa proyeksi. a. Papan tulis Papan tulis adalah papan dengan warna hitam/kontras yang digunakan untuk menulis atau menggambar dengan menggunakan kapur tulis. Media ini adalah media paling konvensional dalam sebuah pembelajaran, khususnya informasi yang berbentuk tulisan. Dalam pemakaian alat peraga ini, guru harus menyesuaikan dengan kebutuhan pokok bahasan juga. Bagi guru yang tidak mempunyai keahlian tersebut, ada berbagai alat seperti stensil papan tulis, pantograf, peta dan cetakan papan yang dapat digunakan untuk menjelaskan pokok bahasan tertentu ke dalam sebuah papan tulis. Untuk menggambar sebuah bangun datar misalnya, pembuatan gambar bangun datar dapat menggunakan cetakan papan. b. Papan tempel dan papan flannel Disamping papan tulis, ada juga alat peraga yang berbentuk papan yang digunakan untuk memperagakan pokok bahasan yaitu papan tempel. Jenis papan tempel bermacam-macam,

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 tergantung pada kebutuhan informasi yang akan ditempel dan cara kerja papan. Jenis papan tempel yang lazim digunakan untuk alat peraga adalah papan pengumuman, papan visual, papan demonstrasi, papan listrik, papan magnet, papan pameran dan papan bergerak. Papan flannel juga termasuk salah satu dari papan tempel. Hal yang membedakan dari papan flannel dengan papan tempel lainnya adalah pada bahan pembuatnya. Informasi yang ingin disampaikan dibuat dari bahan flannel. Pada bagian papannya terbuat dari bahan berperekat khusus flannel atau sering disebut dengan ambril papan. Selanjutnya, informasi yang terbuat dari flannel tersebut dapat ditempelkan pada pada papan tersebut. Gambar 2.1 Papan Flanel c. Bagan Sadiman (1986:35) menyatakan bagan/chart memiliki fungsi pokok menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan/chart membantu siswa mengerti tentang sebuah urutan atau hirarki. Jenis-jenis bagan/chart dibedakan menjadi bahan pohon (tree chart), bagan Arus (flow chart), bagan garis waktu (time line chart). d. Diagram Untuk menerangkan memperlihatkan benda yang sesuatu hendaknya sebenarnya. Akan guru tetapi keterbatasan ruang ruang, keterbatasan biaya dan keterbatasan lainnya membuat guru harus menggunakakan cara lain. Untuk menerangkan sistem listrik atau sistem kerja mesin uap tentu guru tidak menghadirkannya ke dalam kelas, maka guru memerlukan sebuah alat peraga yaitu diagram. e. Grafik Sadiman (1986:40) mengatakan grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Media ini berfungsi untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan suatu objek atau atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Grafik dibagi menjadi grafik lingkaran, grafik batang dan grafik garis:

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 5 0 4 90 Gambar 2.2 Grafik lingkaran, grafik batang dan grafik garis f. Poster Poster adalah gambar besar yang memberi tekanan pada satu atau dua ide pokok yang dirancang kuat dengan warna dan pesan untuk menangkap perhatian orang yang sedang melintas di jalan agar ia berhenti dan mengamati dan kemudian ia dapat menangkap gagasan yang berarti di dalam ingatannya. “Poster tidak saja penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu, tetapi dia mampu pula mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Gambar 2.3 Poster

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 g. Gambar Media gambar erat hubungannya dengan indera penglihatan. Gambar adalah “tiruan” dari aslinya yang dituang/direkam dalam media dua dimensi. Gambar kartoon, gambar komik, gambar seri dan gambar mati adalah jenis-jenis gambar. Gambar 2.4 Gambar i. Peta dasar Peta adalah gambar permukaan bumi secara langsung ataupun tidak langsung mengungkapkan banyak informasi (lokasi, luas, bentuk, persebaran penduduk, dataran, perairan, iklim, sumber daya alam, sumber ekonomi, dan lain sebagainya). Peta terbentuk dari kombinasi yang abstrak dari titik-titik, garis-garis, simbol-simbol, bidang-bidang dan warnawarna dalam paparan gambar yang sederhana.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Gambar 2.5 Peta Dasar 2.2. Alat peraga tiga dimensi Alat peraga tiga dimensi adalah alat peraga yang mempunyai bentuk sama atau hampir sama dengan benda-benda sebenarnya. Alat peraga ini disebut alat peraga tiga dimensi karena mempunyai ukuran tinggi, lebar dan panjang. Beberapa alat peraga tiga dimensi yang biasa digunakan di sekolahsekolah dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita adalah model, benda asli (object), contoh (specimen), mock-up (alat tiruan), diorama, peta timbul, boneka, topeng, ritatoon, rotatoon, standar lembar balik, T.T. unit, globe. 2.3. Alat peraga yang diproyeksikan Alat peraga yang diproyeksikan merupakan alat peraga yang telah menggunakan alat-alat teknologi. Karakteristik dari alat peraga ini adalah terdiri dari dua alat. Alat-alat tersebut adalah alat yang diproyeksikan dan alat yang digunakan untuk

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 memproyeksikan atau yang lebih kita kenal dengan proyektor. Alat peraga yang diproyeksikan diantaranya adalah filmstrip, slides, proyektor opaque dan proyektor everhead. Gambar 2.6 proyektor filmstrip, proyektor opaque, proyektor overhead 3. Alat peraga persegi satuan Gambar 2.7 Alat peraga persegi satuan (dalam cm) a. Fungsi Alat Peraga : Menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang. b. Alat dan bahan: Alat yang diperlukan adalah pisau, gunting, penggaris, pensil dan pena. Selanjutnya, persiapkan bahan-bahan yang terdiri dari karton, kertas, lem glukol, cat warna dan kuas

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 c. Prinsip dan cara kerja alat ini Prinsip kerja alat ini adalah untuk menentukan rumus luas bangun datar persegi dan persegi panjang. Langkah pertama adalah mempersiapkan alat peraga persegi satuan dengan bentuk seperti pada gambar 2.1. Ukuran dari persegi satuan bermacam-macam, tetapi biasanya selalu mewakili ukuran satuan baku misalnya 1 ,1 . Ada dua prinsip kerja dari persegi satuan. Prinsip pertama dari alat peraga ini adalah untuk menghitung luas sebuah bangun datar. Berikut ini contoh penggunaan persegi satuan untuk menghitung luas sebuah bangun persegi panjang. Gambar 2.8 Penggunaan Persegi Satuan Berdasarkan contoh penggunaan persegi satuan diatas, maka dapat kita hitung jumlah persegi yang menutupi luas bangun A. Ada

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 60 persegi satuan yang menutupi luas bangun A. Maka dapat disimpulkan bahwa luas bangun A adalah 60 . Prinsip kedua dari alat peraga ini berfungsi membangun konsep berfikir siswa mengenai rumus menghitung luas persegi dan persegi panjang. Berikut ini contoh penggunaan alat peraga persegi satuan untuk membuktikan rumus luas persegi maupun persegi panjang. Gambar 2.9 Contoh Penggunaan Panjang : 9 satuan lebar : 6 satuan Luas Bangun A adalah : panjang x lebar :9x6 : 54 satuan Kegiatan diatas menunjukkan bahwa luas bangun A jika dihitung menggunakan rumus maupun dihitung menggunakan jumlah

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 persegi satuan yang menutupi luas bangun hasilnya adalah sama. Hal ini tentu menguatkan pengetahuan siswa tentang rumus persegi maupn persegi panjang. d. Cara membuat Gambar 2.10 Alat dan Bahan 1) Persiapkan alat–alat dan bahan–bahan seperti yang telah pada gambar di atas 2) Ambillah selembar karton bekas. 3) Ambilah sebuah penggaris, dan buatlah sebanyak mungkin persegi yang dapat dibuat diatas karton bekas tersebut, dengan ukuran panjang 1cm dan lebar 1cm 4) Potonglah persegi-persegi tersebut. 5) Setelah selesai, ambil salah satu persegi panjang tersebut.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 6) Setelah selesai memotong persegi-persegi tersebut, ambilah kuas dan cat. Warnai persegi-persegi tersebut agar berwarna lebih menarik. C. Persegi dan Persegi Panjang Persegi dan persegi panjang adalah dua dari beberapa bangun datar. Berikut ini adalah penjabaran mengenai pengertian persegi dan persegi panjang. 1. Persegi Persegi adalah segi empat yang keempat sisinya sama panjang dan salah satu sudutnya adalah siku-siku. Sifat-sifat persegi: a. Sisi-sisi yang berhadapan selalu sama panjang dan sejajar b. Kedua diagonalnya sama panjang dan saling membagi dua sama panjang. c. Setiap sudutnya dari persegi merupakan sudut siku-siku Gambar 2.11 Bangun Datar Persegi Siku-Siku

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 d. Setiap diagonalnya berpotongan tegak lurus Gambar 2.12 Bangun Datar Persegi Diagonal 2. Persegi Panjang Persegi panjang adalah segi empat yang sisi berhadapannya sama panjang dan setiap sudutnya adalah siku-siku Berikut ini adalah sifat-sifat dari persegi panjang: 1) Sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar D C A B Gambar 2.13 Sisi dari Persegi Panjang Dari gambar 2.10, sisi AB sama panjang dengan sisi DC, sedangkan sisi AD sama panjang dengan sisi BC 2) Semua sudutnya adalah siku-siku Gambar 2.14 Sudut dari Persegi Panjang

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 3) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar 4) Jumlah besar sudut-sudut yang berhadapan adalah 180 derajat 5) Diagonal-diagonal dalam persegi panajng membagi dua sama panjang A C B D AD = CB Gambar 2.15 diagonal dari persegi panjang Dari gambar 2.15, diagonal AD sama panjang dengan sisi CB. 3. Luas persegi dan persegi panjang D A Gambar 2.16 Luas Daerah dari Persegi C B

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Luas persegi panjang adalah banyaknya satuan persegi yang tepat menutupi daerah persegi panjang tersebut. Persegi memiliki panjang sisi yang sama di gambar 2.16 . H G I J Gambar 2.17 luas daerah dari persegi panjang Luas persegi panjang adalah banyaknya satuan persegi yang tepat menutupi daerah persegi panjang tersebut. Persegi panjang memiliki panjang dan lebar, seperti yang tampak pada gambar 2.13 diatas. GH dan IJ adalah sisi panjang. GI dan JH adalah sisi lebar. Sisi panjang dan lebar suatu persegi panjang selalu berpotongan tegak lurus. D. Kerangka Berfikir J. Piaget (dalam Ruseffendi, 1982) mengatakan anak umur 7 atau 8 sampai 11 atau 12 tahun berada pada periode konkrit. Pada periode tersebut, anak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan logis yang dapat dilakukan dengan bantuan benda-benda konkrit. Dari penjelasan diatas, peneliti menyimpulkan

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 bahwa siswa kelas III SD juga berada pada tahap periode konkrit. Siswa membutuhkan hal-hal yang nyata dan dekat dengan kehidupan mereka. Berdasarkan hasil prestasi belajar matematika di SD kanisius Sengkan yang masih dibawah KKM, yaitu 70,00 peneliti perlu melakukan sebuah tindakan untuk meningkatkan prestasi tersebut. Selanjutnya, atas dasar pernyatan J. Piaget diatas, maka peneliti mempertimbangkan untuk menggunakan alat peraga untuk membantu siswa berfikir konkrit dalam memahami baik persegi panjang, maupun luas daerah persegi panjang. Alat peraga yang dipilih peneliti adalah alat peraga persegi satuan. Persegi satuan merupakan benda konkrit yang diharapkan dapat merangsang ketertarikan siswa belajar mengenai luas persegi dan persegi panjang. Persegi satuan juga diharapkan juga dapat pemahaman kepada siswa bahwa ada hubungan antara persegi panjang dan persegi. Mengapa kedua bangun datar ini memiliki bentuk hampir sama? Mengapa keduanya juga memiliki sifat yang hampir sama? Dengan menggunakan pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga persegi satuan, siswa diharapkan mampu memahami yang dimaksud dengan luas daerah. Meningkatnya ketertarikan siswa serta pemahaman siswa mengenai luas daerah persegi dan persegi panjang siswa, diharapkan prestasi belajar siswa di akhir penelitian meningkat. E. Hipotesis Tindakan Dari penjelasan dan segala hasil pemikiran yang diperoleh dari kerangka berpikir maka diperoleh hipotesis:

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 “Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga persegi satuan dapat meningkatkan prestasi belajar materi luas daerah persegi dan persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester gasal tahun pelajaran 2012/2013”

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, sedangkan model penelitian ini menggunakan model Khemis dan Taggart, yaitu sebagai berikut: Refleksi Rencana Rencana Tindakan Tindakan Siklus 1 Pelaksanaan Refleksi Siklus 2 Pelaksanaan Tindakan Observasi Tindakan Observasi Gambar 3.1. Model Penelitian Khemis dan Taggart Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus pertama dilaksanakan dalam 2 pertemuan dan siklus kedua dilaksanakan dalam 1 pertemuan, setiap pertemuan 2 JP , alokasi waktu setiap 1 JP adalah 35 menit. B. Subjek dan Tempat Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap Tahun Ajaran 2012/2013. Siswa kelas III terdiri dari 33 siswa dengan jumlah 19 orang laki-laki dan 14

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 orang wanita. Tempat penelitian adalah SD Kanisius Sengkan Yogyakarta yang beralamat di jalan Kaliurang km 7, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 dengan objek penelitian adalah pelajaran Matematika kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. C. Rencana Tindakan 1. Persiapan a. Meminta izin penelitian kepada kepala sekolah SD Kanisius Sengkan Yogyakarta b. Identifikasi masalah c. Analisis masalah d. Perumusan masalah e. Perumusan hipotesis f. Penyusunan rencana penelitian dalam siklus-siklus g. Penyusunan silabus, RPP, LKS dan instrumen penelitian h. Mempersiapkan persegi satuan 2. Rencana Tindakan Setiap Siklus Penelitian yang diterapkan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas.Pada pelaksanaannya penelitian ini dibagi dalam siklus- siklus.Setelah dilakukan observasi awal, berikut ini tindakan-tindakan penelitian yang dirangkum dalam siklus-siklus: Siklus 1 a. Rencana Tindakan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Pertemuan pertama: 1) Pembelajaran dimulai dengan doa, salam, apersepsi dan motivasi siswa 2) Mengulas pengetahuan dan pengalaman siswa menghitung luas persegi dan persegi panjang 3) Siswa dibagi di dalam kelompok, setiap kelompok 3 orang siswa. 4) Setiap kelompok mendapatkan bahan untuk membuat persegi satuan yang telah dipersiapkan oleh guru kelas. Bahan tersebut dilampirkan dalam LKS 5) Setiap siswa mempersiapkan alat berupa penggaris dan gunting yang telah diberitahukan pada pertemuan sebelumnya 6) Siswa dibantu guru membuat persegi satuan menggunakan bahan yang dilampirkan dalam LKS 7) Siswa bekerja dalam kelompok yang dipandu Lembar Kerja Siswa Pertemuan kedua: 1) Pembelajaran dimulai dengan doa, salam, apersepsi dan motivasi siswa 2) Mengulas pengetahuan dan pengalaman siswa tentang prinsip luas daerah persegi dan persegi panjang 3) Siswa dibagi dalam kelompok yang sama pada pertemuan sebelumnya 4) Setiap kelompok mendapat Lembar Kegiatan Siswa 5) Siswa bersama kelompok memainkan permainan menghitung luas beberapa daerah persegi dan persegi panjang sesuai urutan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 kelompoknya. Permainan yang dimaksud adalah menghitung luas peralatan yang dimiliki siswa, misanya adalah luas kotak makan atau luas kotak pensil 6) Siswa bersama menyelesaikan game sesuai petunjuk dalam Lembar Kegiatan Siswa 7) Siswa mengumpulkan hasil menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang menggunakan alat peraga satuan persegi. 8) Siswa bersama-sama dengan guru menghitung luas-luas daerah persegi dan persegi panjang b. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan adalah melakukan pembelajaran sesuai rencana tindakan. c. Observasi 1) Mencatat temuan-temuan yang ada di dalam pembelajaran 2) Analisis dari hasil yang diperoleh siswa d. Refleksi 1) Mengidentifikasi kesulitan, hambatan, dan kejadian-kejadian khusus 2) Mendiskusikan hasil menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang siswa dengan guru kelas 3) Merancang dan memodifikasi siklus berikutnya Siklus 2 a. Rencana Tindakan 1) Pembelajaran dimulai dengan doa, salam

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 2) Guru bersama siswa melakukan apersepsi dengan mengingat kembali pengetahuan awal mengenai luas persegi panjang 3) Pembelajaran dimulai dengan doa, salam, apersepsi dan motivasi siswa 4) Mengulas pengetahuan dan pengalaman siswa tentang prinsip luas daerah persegi dan persegi panjang 5) Siswa dibagi dalam kelompok yang sama pada pertemuan sebelumnya 6) Setiap kelompok mendapat Lembar Kegiatan Siswa 7) Siswa bersama kelompok memainkan permainan menghitung luas beberapa daerah persegi dan persegi panjang sesuai urutan kelompoknya. 8) Siswa bersama menyelesaikan game sesuai petunjuk dalam Lembar Kegiatan Siswa 9) Siswa mengumpulkan hasil menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang menggunakan alat peraga satuan persegi. 10) Siswa bersama-sama dengan guru menghitung luas-luas daerah persegi dan persegi panjang b. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan adalah melakukan pembelajaran sesuai rencana tindakan yang ada atau merealisasikan rencana tindakan c. Observasi a. Mencatat temuan-temuan yang ada di dalam pembelajaran b. Analisis dari hasil yang diperoleh siswa

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 d. Refleksi Refleksi pada siklus ini lebih mengacu pada hasil evaluasi tindakan II. D. Pengumpulan Data dan Instrumen Tabel 3.1 Pengumpulan data dan Instrumen Peubah Indikator Data Instrumen Kemampuan Nilai rata-rata Data kuantitatif Rubrik penilaian menghitung luas menghitung luas atau daerah persegi panjang daerah persegi berupa (terlampir) skor panjang Kemampuan menghitung luas daerah persegi dan persegi panjangsiswa adalah hal yang diteliti dalam penelitian, sedangkan nilai rata-rata menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang siswa menjadi indikator penelitian.Jika nilai rata-rata menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang siswa meningkat, maka kemampuan menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan juga dianggap meningkat. Data hasil dari penelitian ini berjenis data kuantitatif atau berupa skor, yang selanjutnya diubah menjadi nilai. Pengumpulan data diambil dari produk yang berupa lembar kerja siswa, dan teknik pengumpulannya adalah sebagai berikut:

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 1. Kondisi Awal Keadaan awal rata-rata kelas dengan materi menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang menggunakan teknik dokumentasi, yaitu sebuah teknik yang mengambil data dari dokumentasi lembar evaluasi kelas III tahun ajaran 2012/2013. Data tersebut merupakan hasil pekerjaan siswa kelas III pada tahun sebelumnya yang sekarang naik ke kelas IV. Hasil pekerjaan siswa tersebut merupakan evaluasi pelajaran dengan materi yang sama, yaitu menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang. Selain itu, dari data tersebut peneliti dapat menghitung presentase jumlah siswa yang telah mencapai KKM dan yang belum mencapai KKM. KKM mata pelajaran matematika kelas III SD Kanisius Sengkan adalah 70,00. 2. Kondisi Akhir Kemampuan menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan diperoleh dari hasil evaluasi yang berupa tes di siklus II. Tes tersebut menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang dibantu dengan sebuah alat peraga, yaitu persegi satuan. Validitas tes menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang ini menggunakan Validitas Muka. Validitas jenis ini menyatakan suatu instrumen tes valid apabila telah disetujui oleh para ahli (Nazir, 2006:149). Dalam penelitian ini, kedalaman menguasai materi persegi panjang meliputi aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa dan evaluasi. Selanjutnya, dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil aspek

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 pengetahuan, pemahaman dan penerapan saja. Berikut ini adalah deskripsi aspek-aspek yang diambil dalam penelitian ini. Skor Maksimal Soal Setiap Soal 3 10 Pengetahuan 4 10 Pemahaman 3 10 Penerapan Aspek Indikator - Menyebutkan Jumlah sifat-sifat persegi panjang - Dapat menghitung memahami luas dan persegi panjang - Menggunakan persegi sifat-sifat panjang untuk menyelesaikan masalah Tabel 3.2 Kisi-kisi evaluasi belajar siswa pada materi luas persegi panjang Dalam mengambil skor, peneliti mengacu pada tabel descriptor yang dapat dilihat di bawah ini: Kriteria Penilaian Skor Jika pertanyaan tidak dijawab 0 Jika dari jawaban salah dan tidak ada kaitannya dengan soal 1 Jika dari jawaban salah tetapi masih ada kaitannya dengan soal 2 Jika jawaban siswa hanya berisi separuh dari yang harus di isi 5

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Jika jawaban siswa benar tetapi tidak sempurna 8 Jika jawaban siswa sempurna 10 Tabel 3.3 Skala skoring setiap soal evaluasi Untuk memperjelas scoring dari soal evaluasi, peneliti mencantumkan salah soal dari evaluasi pembelajaran. Soal nomor 4: Hitunglah luas karpet di bawah ini menggunakan persegi satuan Gambar 3.2 Karpet Panjang : …… Lebar : ……

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Jadi, luas persegi panjang : panjang x lebar : ……… x….. : …… Pada salah satu contoh soal diatas, siswa juga di tuntun untuk mengerjakan secara urut. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami langkah menghitung luas daerah tersebut satu persatu, dan diharapkan dapat membekas. Selanjutnya, berikut ini deskripsi untuk membantu skoring dan penilaian soal evaluasi. Skor 0 : jika siswa sama sekali tidak mengerjakan soal tersebut. Skor 1 : jika siswa mengisi titik diatas tetapi jawabannya tidak tepat Skor 2 : jika siswa mengisi salah satu titik-titik dari soal diatas Skor 5 : jika siswa hanya mengisi panjang dan lebar dari soal diatas Skor 8 : jika siswa salah satu titik-titik salah atau tidak diisi atau tidak lengkap dalam penggunaan satuan baku. Skor 10 : jika siswa menjawab semua titik-titik dari soal dengan sempurna Dalam penilaian dengan menggunakan skala 1-10, prestasi siwa diklasifikasikan dalam 3 kelompok (winkel 1986:316), yaitu: 1. Prestasi siswa “baik”, jika nilai siswa lebih besar atau sama dengan 8 atau (nilai > 8) 2. Prestasi siswa “cukup”, jika nilai siswa lebih besar atau sama dengan 6 dan kurang dari 8 atau (6 < nilai < 8)

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 3. Prestasi siswa kurang”, jika nilai siswa kurang dari 6 atau (nilai, 6) maka siswa tersebut mempunyai prestasi belajar rendah. E. Analisis Data Setelah dilakukan tindakan, kemampuan menghitung luas persegi dan persegi panjang siswa diharapkan mengalami peningkatan. Peningkatan kemampuan siswa dari kondisi awal hingga siklus 2 digambarkan dengan tabel di bawah ini. Kondisi akhir setiap siklus Kondisi Peubah Indikator Awal Kemampuan Nilai rata-rata kelas mengukur luas daerah Siklus 1 Siklus 2 68.3 70.0 75.00 36% 50% 75% Jumlah siswa yang persegi panjang mencapai KKM Tabel 3.4 Tabel kriteria keberhasilan penelitian pada kondisi awal hingga siklus 2 Setelah dilakukan tindakan yang dibagi dalam 2 siklus, data hasil evaluasi diolah menggunakan teknik inferensial dengan menggunakan uji t. Uji t

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 dilakukan untuk menghitung signifikansi peningkatan kemampuan menghitung luas persegi panjang siswa menggunakan persegi satuan.Berikut ini adalah langkah-langkah analisis data prestasi mengukur luas daerah persegi panjang. 1. Penghitungan skor menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang siswa (scoring) Jumlah skor evaluasi ang diperoleh siswa diambil berdasarkan rubrik skor yang telah dibuat sebelumnya. 2. Penilaian Pada tahap penilaian, jumlah skor yang diperoleh siswa diubah menjadi nilai. Langkah merubah jumlah skor menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang siswa menjadi nilai menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai = total skor : 10 Keterangan: Nilai : Menunjukkan nilai yang diperoleh setiap siswa. Total skor : Jumlah skor evaluasi menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang yang diperoleh setiap siswa 3. Menghitung nilai rata-rata (mean) kelas Menghitung nilai rata-rata pekerjaan siswa kelas III SD Kanisius

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Sengkan, dilakukan dengan langkah sebagai berikut: Nilai rata-rata (mean) kelas = ∑X (jumlah nilai seluruh siswa) Jumlah siswa 4. Uji perbedaan rata-rata prestasi siswa sebelum dan sesudah perlakuan (mean) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan (meyakinkan) atau tidak pada rata-rata prestasi siswa sebelum dan sesudah perlakuan, maka diperlukan pengujian hipotesis secara statistik dengan menggunakan uji t. Uji tdikembangkan oleh ahli statistik dari Irlandia yang bernama William Seely Gosset. Tahap-tahap untuk menguji hipotesis perbedaan rata-rata prestasi siswa sebelum dan sesudah perlakuan adalah sebagai berikut: a) Menghitung dan . b) Mencari standar deviasi dari distance dengan menggunakan rumus berikut: Keterangan: SD = Standar Deviasi D = Distance (selisih dari x dan y) x = adalah nilai pada kondisi awal y = adalah nilai pada siklus II c) Cari thitung dengan rumus:

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 d) Menentukan taraf signifikansinya. Dalam penelitian ini taraf signifikansi(α) yang dipergunakan adalah= 0,01 e) Tentukan kriteria pengujian yaitu to> tt, maka terjadi peningkatan pada derajat kebebasan = n – 1, di mana n menyatakan banyak sampel. to ≤ tt, maka penelitian tidak terjadi peningkatan pada derajat kebebasan = n – 1, di mana n menyatakan banyak sampel. f) Menarik kesimpulan.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian didapat dari proses penelitian yang sudah dilakukan dalam dua siklus. Berikut ini uraian pelaksanaan penelitian setiap siklus dan hasil penelitian yang diperoleh. 1. Deskripsi pelaksanaan penelitian a. Perencanaan Pada bagian perencanaan penelitian ini, peneliti mempersiapkan teknis peneliti.Adapun teknis penelitian ini adalah diawali dengan meminta izin kepada kepala sekolah SD Kanisius Sengkan. Teknis penelitian selanjutnya adalah membuat silabus, RPP dan instrumen penelitian. Selain itu, peneliti juga mempersiapkan alat peraga persegi satuan. b. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan penelitian berlangsung selama 2 minggu dan terbagi dalam 2 siklus.Siklus I terdiri dari dua pertemuan dan dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 mei 2013. Siklus II hanya terdiri satu pertemuan dan dilaksanakan pada tanggal 9 mei 2013. Dari segi waktu dan isi penelitian, pelaksanaan penelitian telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Pelaksanaan penelitian Subjek penelitian ini adalah

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 seluruh siswa kelas III SD Kanisius Sengkan dengan jumlah siswa 33 orang. Berikut ini rangkaian pelaksanaan kegiatan siklus I dan siklus II Siklus 1 1) KegiatanAwal Salam pembukaan dan doa menjadi kegiatan rutin dan setiap kelas di SD Kanisius Sengkan. Setelah presensi, guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan-pertanyaan untuk dengan menggali pengetahuan awal siswa tentang bangun datar. Siswa bersama guru mengulang kembali pengetahuannya tentang sifat-sifat persegi dan persegipanjang dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan. 2) KegiatanInti Pertemuan I a) Siswa dibagi di dalam kelompok, yang terdiri dari tiga siswa. b) Setiap kelompok mendapatkan bahan untuk membuat persegi satu yang telah dipersiapkan oleh guru kelas. Bahan tersebut dilampirkan dalam LKS c) Setiap kelompok mempersiapkan alat berupa penggaris dan gunting yang telah diberitahukan pada pertemuan sebelumnya d) Siswa dibantu guru membuat persegi satuan menggunakan bahan yang dilampirkan dala LKS e) Siswa bersama kelompok memainkan permainan menghitung luas beberapa daerah persegi dan persegi panjang sesuai urutan kelompoknya. Permainan yang dimaksud adalah menghitung

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 luas peralatan yang dimiliki siswa, misanya adalah luas kotak makan atau luas kotak pensil f) Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang luas daerah persegi panjangpannjang menggunakan alat peraga satuan persegi. Luas persegi panjang adalah luas seluruh permukaan bangun yang dibatasi sisi-sisinya. g) Siswa bersama-sama dengan guru berlatih menghitung luas-luas daerah persegi dan persegi panjang. Pertemuan II a) Mengulas pengetahuan dan pengalaman siswa tentang prinsip luas daerah persegi dan persegi panjang b) Siswa dibagi dalam kelompok yang sama pada pertemuan sebelumnya c) Setiap kelompok mendapat Lembar Kegiatan Siswa d) Siswa mengumpulkan hasil menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang menggunakan alat peraga satuan persegi. e) Siswa bersama-sama dengan guru menghitung luas-luas daerah persegi dan persegi panjang 3) Kegiatan Akhir Di akhir kegiatan, guru memberikan apresiasi kepada siswa memberikan hadiah pada kelompok dengan jawaban paling benar. Setelah apresiasi, guru bersama siswa melakukan refleksi. Beberapa refleksi siswa mengutarakan kesulitan-kesulitan yang dialami saat

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 menghitung luas persegi panjang. Guru juga melakukan evaluasi pada pertemuan 2 untuk mengetahui peningkatan prestasi siswa. Siklus II 1) Kegiatan Awal Seperti biasa kegiatan selalu diawali dengan salam pembukaan dan doa. Setelah presensi, guru memberikan apersepsi dengan menggali pengetahuan siswa kembali tentang luas persegi panjang. Selain luas persegi panjang, guru juga menggali kembali pengetahuan siswa tentang satuan baku yang telah diajarkan di kelas sebelumnya. 2) Kegiatan Inti a) Setiap siswa mempersiapkan alat yang telah diberitahukan pada pertemuan sebelumnya b) Setiap siswa mendapat Lembar Kerja Siswa c) Siswa dibantu guru membuat alat peraga persegi satuan yang telah terdapat dalam LKS. d) Setiap kelompok memberikan nama alat peraganya yang dibuat e) Setiap siswa dibantu guru mengerjakan Lembar Kerja Siswa f) Siswa dan guru membahas beberapa kegiatan belajar yang terdapat dalam Lembar Kegian Siswa. g) Siswa mendapat Lembar Evaluasi dan setiap siswa mengerjakan Lembar Evaluasi dengan waktu yang ditentukan. h) Siswa mengumpulkan pekerjaan masing-masing.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 3) Kegiatan Akhir Di akhir kegiatan, guru bersama siswa melakukan.Siswa mengutarakan kesulitan-kesulitan yang dialami saat menghitung luas persegi panjang. Guru juga melakukan evaluasi untuk mengetahui peningkatan prestasi siswa. Siklus ini diakhiri dengan salam penutup dan doa. 2. Deskripsi hasil penelitian Pada akhir setiap siklus peneliti melakukan evaluasi pada setiap siklus.Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa serta untuk mengetahui jumlah siswa yang telah mencapai KKM, yaitu 70.0.Setelah dilakukan penilaian hasil prestasi setiap siswa, selanjutnya peneliti mengelompokkan siswa dengan nilai kurang dari KKM dan siswa dengan nilai diatas KKM. Berikut ini rekap hasil evaluasi yang telah dicapai siswa pada siklus I dan siklus II. No NAMA SISWA NILAI < √ ≥ 01 Kea 60 02 Abram 80 √ 03 Sita 100 √ 04 Berto 70 √ 05 Valen 80 √ 06 Rangga 40 √ 07 Gabriel 50 √ 08 Eta 65 √ 09 Shiva 70 √ 10 Kristo 100 √ 11 Marcel 90 √

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 √ 12 Astri 55 13 Abiyoga 55 √ 14 Yoga 50 √ 15 Maira 95 √ 16 Inan 100 √ 17 Fano 65 18 Dido 80 √ 19 Nicko 100 √ 20 Addo 90 √ 21 Indra 70 √ 22 Arindra 60 √ 23 Amanda 70 √ 24 Angel 95 √ 25 Wisnu 80 √ 26 Avin 85 √ 27 Oza 80 √ 28 Vindi 60 29 Tere 90 30 Agung 50 √ 31 Anggi 60 √ 32 Jorrel 90 33 Vincent 60 √ 2450 14 JUMLAH √ √ √ √ 19 Tabel 4.1 Rekap nilai yang dicapai siswa pada siklus I Data diatas menunjukkan bahwa jumlah nilai yang dicapai seluruh siswa pada siklus ini adalah 2450.Dari jumlah seluruh nilai tersebut, kemudia peneliti menghitung nilai rata-rata siswa. Berikut ini cara menghitung rata-rata nilai yang dicapai siswa:

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 ∑X (jumlah nilai seluruh siswa) Nilai rata-rata (mean) kelas = Jumlah siswa 2450 Nilai rata-rata (mean) kelas = 33 Nilai rata-rata (mean) kelas = 74,2 Data dari siklus I juga menunjukkan banyak siswa yang belum , dan sudah mencapai KKM, yaitu 14 siswa, dan 19 siswa. Berikut akan dihitung persentasi banyak siswa yang telah mencapai KKM. Persentasi siswa mencapai KKM : = = 57% Hasil diatas menunjukkan banyak siswa yang telah mencapai KKM ada 19 siswa atau 57%, dan 14 siswa atau 43% dari seluruh siswa belum mencapai KKM.Banyak siswa yang telah mencapai KKM memang sudah lebih dari separuh atau 50% dari seluruh siswa. Rata-rata yang dicapai pada siklus I ini sudah mencapai 74,2. Hasil tersebut sudah mecapai KKM yang ditentukan, yaitu 70,0. Hasil yang diperoleh pada siklus I memang telah mencapai target penelitian, tetapi penelitian ini tetap dilanjutkan ke siklus II. Hal ini

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 dikarenakan perlakuan siklus I dan siklus II berbeda, sehingga tercapainya target penelitian siklus I tidak membatasi peneliti untuk melanjutkan ke siklus berikutnya. Berikut hasil yang telah dicapai siswa pada siklus II. No NAMA SISWA NILAI < ≥ 01 Kea 100 √ 02 Abram 95 √ 03 Sita 100 √ 04 Berto 60 05 Valen 90 √ 06 Rangga 70 √ 07 Gabriel 95 √ 08 Eta 100 √ 09 Shiva 100 √ 10 Kristo 100 √ 11 Marcel 90 √ 12 Astri 95 √ 13 Abiyoga 85 √ 14 Yoga 70 √ 15 Maira 100 √ 16 Inan 100 √ 17 Fano 90 √ 18 Dido 100 √ 19 Nicko 90 √ 20 Addo 90 √ 21 Indra 100 √ 22 Arindra 80 √ 23 Amanda 95 √ 24 Angel 100 √ √

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 25 Wisnu 95 √ 26 Avin 90 √ 27 Oza 100 √ 28 Vindi 100 √ 29 Tere 100 √ 30 Agung 65 31 Anggi 100 √ 32 Jorrel 100 √ 33 Vincent 100 √ JUMLAH √ 3050 2 31 Tabel 4.2 Rekap nilai yang dicapai siswa pada siklus II Hasil diatas menunjukkan bahwa jumlah nilai yang dicapai seluruh siswa pada siklus II adalah 3050.Dari jumlah seluruh nilai tersebut, kemudia peneliti menghitung nilai rata-rata siswa. Berikut ini caramenghitung rata-rata nilai yang dicapai siswa: ∑X (jumlah nilai seluruh siswa) Nilai rata-rata (mean) kelas = Jumlah siswa 3050 Nilai rata-rata (mean) kelas = 33 Nilai rata-rata (mean) kelas = 92,4 Hasil yang dicapai siswa pada siklus II juga menunjukkan banyak siswa yang belum dan sudah mencapai KKM adalah 2 siswa, dan 31 siswa.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Berikut ini teknik menghitung persentasibanyak siswa yang telah mencapai KKM. Persentasi siswa diatas KKM : = = 93% Berdasarkan hasil tersebut, maka peneliti menyimpulkan pada siklus II ini terjadi peningkatan banyak siswa yang telah mencapai KKM.Persentasi siswa yang telah mencapai KKM adalah 93 %, dan siswa yang tidak mencapai KKM hanya 4 orang siswa atau 7% dari seluruh siswa. B. Pembahasan Hasil penelitian baik dari siklus I maupun siklus II selanjutnya di analisis menggunakan teknik dokumentasi. Selain itu, peneliti menganalisis perbandingan nilai yang dicapai siswa pada kondisi awal dan kondisi pada siklus II. Berikut ini perbandingan nilai yang dicapai siswa pada kondisi awal, siklus I hingga siklus II.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 NAMA No SISWA Kondisi Siklus I Siklus II Siklus II Siklus II Awal (KKM (KKM dikurangi dikurangi (KKM 70) 70) 70) siklus I Kondisi Awal 01 Kea 70 60 100 40 30 02 Abram 60 80 95 15 35 03 Sita 85 100 100 0 15 04 Berto 60 70 60 -10 0 05 Valen 70 80 90 10 20 06 Rangga 55 40 70 30 15 07 Gabriel 65 50 95 45 30 08 Eta 60 65 100 35 40 09 Shiva 80 70 100 30 20 10 Kristo 75 100 100 0 25 11 Marcel 85 90 90 0 5 12 Astri 65 55 95 40 30 13 Abiyoga 50 55 85 30 35 14 Yoga 65 50 70 20 10 15 Maira 70 95 100 5 30 16 Inan 85 100 100 0 15 17 Fano 50 65 90 35 40 18 Dido 60 80 100 20 40 19 Nicko 85 100 90 -10 5 20 Addo 65 90 90 0 25 21 Indra 75 75 100 25 25 22 Arindra 60 60 80 20 20 23 Amanda 55 70 95 25 40 24 Angel 70 95 100 5 30 25 Wisnu 80 80 95 15 15 26 Avin 80 85 90 5 10 27 Oza 70 80 100 20 30 28 Vindi 65 60 100 40 35 29 Tere 85 90 100 10 15 30 Agung 55 50 65 15 10

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 31 Anggi 70 60 100 40 30 32 Jorrel 75 90 100 10 25 33 Vincent 65 60 100 40 35 JUMLAH 2265 2450 3050 RATA-RATA 68,3 74,2 92,4 Tabel 4.3 Perbandingan nilai siswa pada kondisi awal, siklus I dan siklus II Data diatas menunjukkan hasil atau nilai-nilai yang diperoleh siswa dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Data-data tersebut menunjukkan penurunan dan peningkatan.Dari hasil yang ditunjukkan pada siklus I, beberapa siswa belum mengalami peningkatan secara signifikan. Jika dibandingkan dengan kondisi awal dan dari total 33 siswa, 21 siswa telah menunjukkan peningkatan. Hal ini berarti sudah terjadi peningkatan sebanyak 63% dari total seluruh siswa. Berikut ini hasil yang dicapai siswa pada siklus I jika digambarkan dengan grafik: Grafik 4.1 Nilai rata-rata kemampuan menghitung luas persegi dan persegi panjang siswa kondisi awal dan siklus I

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Hasil tindakan siklus I memang telah menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menghitung luas persegi dan persegi panjang, walaupun belum signifikan. Selain itu, jika melihat kembali Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) materi ini, nilai rata-rata siklus I sudah mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 70,0. Berikut ini beberapa hal yang menurut peneliti menjadi kesulitan yang dialami dalam siklus I : 1. Peneliti kurang mampu menguasai kelas sehingga setiap siswa tidak mampu menerima arahan dari peneliti dengan baik. 2. Siswa terlalu bermain-main dengan media persegi satuan 3. Beberapa siswa belum memahami hubungan menghitung luas persegi dan persegipanjang menggunakan persegi satuan dengan menggunakan rumus. Hal ini akan tentu membuat siswa tidak teliti dengan hasil yang telah diperoleh. Siswa tidak mencocokkan kembali hasil menghitung luas bangun menggunakan persegi satuan dengan menggunakan rumus. Berdasarkan pertimbangan tersebut peneliti melanjutkan penelitian pada tahap berikutnya, yaitu siklus II. Pada siklus II peneliti konsultasi dengan guru kelas mengenai cara yang tepat agar kelas dapat dikuasai dengan baik. Peneliti juga merubah cara penyampaian langkah pembelajaran lebih sistematis sehingga siswa dapat secara urut menjalani langkah-langkah pembelajaran dan tidak bermain-main sendiri. Beberapa siswa juga tampak lamban memahami apa yang diterangkan peneliri. Peneliti menyimpulkan bahwa siswa tersebut memerlukan perhatian dan waktu yang lebih. Setelah dilakukan tindakan siklus II, nilai rata-rata siswa kembali meningkat secara signifikan. Rata-rata yang diperoleh siswa adalah 94,2 atau

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 jauh diatas KKM. Peningkatan rata-rata yang diperoleh siswa cukup tinggi, yaitu mencapai 24,1. Jika dibandingkan dengan kondisi awal, data yang diperoleh siswa pada siklus II juga menunjukkan 31 siswa atau 93% siswa telah menunjukkan peningkatan. Berikut ini peningkatan nilai rata-rata kemampuan menghitung luas persegi dan persegi panjang pada kondisi awal, siklus I, dan II jika digambarkan dalam grafik: Grafik 4.2 Perbandingan Nilai Awal, Siklus I, Siklus II Jika melihat kembali pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) materi ini, nilai rata-rata siklus II sebesar 92,4 sudah mencapai KKM yang telah ditentukan yaitu 70,0. Berdasarkan atas pertimbangan tersebut, peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitian pada tahap atau siklus berikutnya.Peneliti mengakhiri penelitian pada siklus II saja. Peningkatan kemampuan menghitung luas persegi dan persegipanjang siswa menggunakan persegi dapat dilihat juga dari jumlah siswa yang telah

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 mencapai KKM, yaitu 70,0. Pada kondisi awal, baru 12 atau 36% dari jumlah seluruh siswa yang mencapai KKM. Pada siklus I, data menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan 19 siswa atau 57% dari jumlah seluruh siswa yang mencapai KKM. Peningkatan kembali ditunjukkan pada siklus II. Data dari siklus II menunjukkan 31 atau 93% dari jumlah seluruh siswa. Berikut ini peningkatan jumlah siswa yang telah mencapai KKM jika digambarkan dalam diagram batang: Presentasi jumlah siswa yang mencapai KKM 100% 90% 80% 70% 60% 50% 93% 40% 30% 20% 57% 36% 10% 0% Kondisi Awal Siklus I Siklus II Grafik 4.3 Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal, siklus I dan siklus II C. Indikator Keberhasilan Penelitian Untuk melihat sejauh mana penelitian ini mencapai mencapai keberhasilannya, peneliti kembali meninjau indikator keberhasilan penelitian

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 yang telah diuraikan pada bab sebelumnya. Berikut ini indikator keberhasilan dari penelitian peningkatan kemampuan siswa menghitung luas persegi dan persegi panjang menggunakan persegi satuan. Kondisi Peubah Kemampuan mengukur luas daerah persegi panjang Kondisi pada akhir siklus Indikator Nilai ratarata kelas Awal Siklus 1 Siklus 2 68,3 74,2 92,4 Tabel 4.4 Indikator keberhasilan penelitian Data diatas menunjukkan peningkatan hasil yang diperoleh siswa. Pada kondisi awal, rata-rata kemampuan menghitung luas persegi dan persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan hanya mencapai nilai 68,3. Rata-rata tersebut masih di bawah KKM, yaitu 70,0. Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I rata-rata meningkat. Dengan total nilai yang diperoleh siswa sebesar 2450, rata-rata kelas yang berhasil dicapai adalah 74,2. Data ini telah menunjukkan peningkatan, tetapi peneliti tetap melanjutkan penelitian pada tahap berikutnya pada siklus II. Pada siklus II total nilai siswa mencapai 3050, dengan rata-rata yang diperoleh sebesar 92,4. Peneliti juga menggunakan t test untuk menghilangkan bias atau keraguan yang timbul dari perbedaan nilai rata-rata kondisi awal dan nilai rata-rata di akhir siklus II. Hasil yang diperoleh dari t test tersebut menunjukkan taraf kepercayaan 99% (Nurgiyanto, Burhan). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari t test dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 signifikan antara nilai rata-rata kondisi awal dengan nilai rata-rata pada akhir siklus II. Hal itu juga menyatakan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menghitung luas persegi dan persegi panjang dari kondisi awal dengan akhir siklus II. Berdasarkan data-data dan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa alat peraga persegi satuan dapat meningkatkan prestasi belajar materi luas daerah persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan prestasi belajar yang pada kondisi awal hanya pada angka 68,3 pada siklus II meningkat jauh diatas KKM yaitu menjadi 92,4. Peningkatan yang diperoleh cukup tinggi. Selisih prestasi belajar siswa pada kondisi awal dengan siklus II mencapai 24,1. Dari hasil yang diperoleh, juga dapat disimpulkan bahwa hipotesis “Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga persegi satuan dapat meningkatkan prestasi belajar materi luas daerah persegi panjang siswa kelas III SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester gasal tahun pelajaran 2012/2013” diterima. Hipotesis diterima dengan bukti tercapainya KKM (70,00). Hasil yang diperoleh pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 92,4 atau jauh di atas KKM .

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Alat peraga persegi satuan disimpulkan dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa menghitung luas persegi dan persegi panjang. Peningkatan ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa. Selain rata-rata kelas, peningkatan nilai siswa juga menunjukkan bahwa alat persegi satuan dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa menghitung luas persegi dan persegi panjang. 2) Peningkatan kemampuan menghitung luas persegi dan persegi panjang menggunakan persegi satuan ditunjukkan dengan nilai rata-rata siswa yang pada kondisi awal adalah 68,3 setelah tindakan pada siklus I meningkat menjadi 74,2. Jika dibandingkan dengan kondisi awal, siklus I meningkat sebesar 5,9. Atas pertimbangan hasil tersebut belum mencapai KKM (70,00), maka peneliti melanjutkan penelitian pada tahap berikutnya, yaitu siklus II. Hasil dari siklus kembali menunjukkan peningkatan rata-rata siswa sebesar 92,4. Jika kembali dibandingkan dengan kondisi awal, hasil yang dicapai siklus II adalah 24,1.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 B. Saran Berdasarkan pengalaman dari penelitian tersebut, peneliti ingin memberikan sejumlah saran atau masukan kepada pihak-pihak yang berhubungan secara langsung dengan dunia pendidikan, maupun pihak yang ingin meneliti masalah yang serupa sebagai berikut. 1) Persegi satuan adalah salah satu media yang dapat meningkatkan kemampuan siswa menghitung luas persegi dan persegi satuan. Oleh sebab itu, guru kelas ataupun pendidik lainnya dapat menggunakan media tersebut pada pembelajaran matematika khususnya pada materi ajar luas persegi dan persegi panjang. 2) Peneliti berharap agar penelitian yang lain dengan masalah yang sama, diharapkan dapat memperhatikan aspek persiapan penelitian. Media persegi satuan akan lebih efektif jika diterapkan pada pembelajaran yang juga menggunakan sebuah metode. C. Keterbatasan Penelitian ini turut memberikan sumbangsih pada berbagai pihak. Walaupun begitu, peneliti masih merasa terdapat berbagai kekurangan selama penelitian berlangsung. Kekurangan-kekurangan tersebut disimpulkan oleh peneliti sebagai keterbatasan dalam penelitian. Berikut ini beberapa keterbatasan dalam penelitian: 1. Pembelajaran langsung dilakukan oleh peneliti. Kemampuan peneliti mengendalikan tidak sebaik guru kelas, oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran disaat penelitian dirasa kurang maksimal.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 2. Kemampuan peneliti merancang perencanaan pembelajaran dirasa masih jauh dari sempurna. Peneliti berharap bagi yang ingin melakukan penelitian dengan metode maupun materi yang sama dapat mempersiapkan perencanaan pembelajaran dengan baik. 3. Dokumentasi dari penelitian ini hanya sebatas dokumentasi visual yang berupa foto-foto pelaksanaan pembelajaran. Pada penelitian berikutnya peneliti berharap bagi peneliti yang lainnya dapat mempersiapkan dokumentasi penelitian hingga pada dokumentasi audio visual.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 DAFTAR PUSTAKA Aryani, Lisa Dwi. 2011. Pengaruh Metode Inkuiri Terhadap Prestasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Kategori Kognitif pada Mata Pelajaran IPA SDK wirobrajan. Yogyakarta: UniversitasSanata Dharma Agoessoejanto. 1979. Bimbingan Kearah Belajar yang Sukses. Surabaya: Aksara Baru Cahyaningsih, Anastasia Vivi. 2011. Keefektifan Pembelajaran Dengan Menggunakan Alat Peraga Pada Pokok Bahasan Keliling dan Luas Bangun Datar Ditinjau Dari Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Kanisius Totogan. Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma Edward l.walker. 1967. Conditioning dan Proses Belajar Instrumental. Yayasan Penerbit Universitas Indonesia. Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta:BumiAksara Hasibuan, J.J. dkk.,1986. Proses BelajarMengajar. Bandung: RemadjaKarya Isnandar, Restu Yudha. 2011. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Alat Peraga Sempoa dan Lidi Pada Siswa Kelas II SD Negeri Kalinegoro Tahun Pelajaran 2010/2011. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Musiyam, Siti. 2011. Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penggunaan Alat Peraga Petak Persegi Satuan Dalam Mengukur Luas Daerah dan Persegi Panjang Pada Siswa Kelas III MI Darussalam Bantal Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011. Salatiga : STAIN Salatiga

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Pujiati. 2004. Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika SMP. Yogyakarta: PPPG Matematika. Dalam http://docs.google.com/gview?url=http://p4tkmatematika.org/downloads/sm p/AlatPeragaMatematika.pdf&chrome=true diakses tanggal 26 Agustus 2013 Sardiman, dkk. 1986. Media Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali Siregar, evelinedkk. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sengkan Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : III / Semester genap Alokasi waktu : 2 X 35 menit : Standar Kompetensi Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana II. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat dan unsurnya III. Materi Pokok Luas persegi dan persegi panjang IV. V. Indikator - Siswa dapat memahami sifat-sifat persegi panjang - Siswa dapat memahami dan mengukur luas persegi panjang Alat Peraga Alat peraga persegi satuan VI. Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal 1. Salam pembukaan, motivasi dan doa 2. Apersepsi - Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang luas persegi panjang

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 - Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang satuan baku B. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi di dalam kelompok, setiap kelompok 2) Setiap kelompok mendapatkan bahan untuk membuat persegi satu yang telah dipersiapkan oleh guru kelas. Bahan tersebut dilampirkan dalam LKS 3) Setiap siswa mempersiapkan alat berupa penggaris dan gunting yang telah diberitahukan pada pertemuan sebelumnya 4) Siswa dibantu guru membuat persegi satuan menggunakan bahan yang dilampirkan dala LKS 5) Siswa belajar dalam kelompok menggunakan LKS yang diperoleh dalam kelompok 6) Siswa mengumpulkan pekerjaan masing-masing. Pertemuan kedua: 1) Siswa dibagi dalam kelompok yang sama pada pertemuan sebelumnya 2) Setiap kelompok mendapat Lembar Kegiatan Siswa 3) Siswa bersama kelompok memainkan permainan menghitung luas beberapa daerah persegi dan persegi panjang sesuai urutan kelompoknya. Permainan yang dimaksud adalah menghitung luas peralatan yang dimiliki siswa, misanya adalah luas kotak makan atau luas kotak pensil 4) Siswa bersama menyelesaikan game sesuai petunjuk dalam Lembar Kegiatan Siswa 5) Siswa mengumpulkan hasil menghitung luas daerah persegi dan persegi panjang menggunakan alat peraga satuan persegi. 6) Siswa bersama-sama dengan guru menghitung luas-luas daerah persegi dan persegi panjang C. Kegiatan Akhir

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 1. Refleksi - Siswa mengutarakan kesulitan-kesulitan yang dialami saat menghitung luas persegi panjang 2. Salam penutup dan doa VII. Penilaian Rubrik penilaian terlampir VIII. Sumber Belajar - Lembar Kerja siswa, Buku Panduan Yogyakarta, 2 Mei 2013 Guru Kelas (Stephan Gilang AP)

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sengkan Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : III / Semester genap Alokasi waktu : 2 X 35 menit Standar Kompetensi Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana II. Kompetensi Dasar Mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat dan unsurnya III. Materi Pokok Luas persegi panjang IV. V. Indikator - Siswa dapat memahami sifat-sifat persegi panjang - Siswa dapat memahami dan mengukur luas persegi panjang Alat Peraga Alat peraga persegi satuan VI. Kegiatan Pembelajaran A. Kegiatan Awal 1. Salam pembukaan dan doa 2. Apersepsi - Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang luas persegi panjang - Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang satuan baku B. Kegiatan Inti

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 a. Setiap siswa mempersiapkan alat yang telah diberitahukan pada pertemuan sebelumnya b. Setiap siswa mendapat Lembar Kerja Siswa c. Siswa dibantu guru membuat alat peraga persegi satuan yang telah terdapat dalam LKS. d. Setiap kelompok memberikan nama alat peraganya yang dibuat e. Setiap siswa dibantu guru mengerjakan Lembar Kerja Siswa f. Siswa dan guru membahas beberapa kegiatan belajar yang terdapat dalam Lembar Kegian Siswa. g. Siswa mendapat Lembar Evaluasi dan setiap siswa mengerjakan Lembar Evaluasi dengan waktu yang ditentukan. h. Siswa mengumpulkan pekerjaan masing-masing. C. Kegiatan Akhir 1. Refleksi - Siswa mengutarakan kesulitan-kesulitan yang dialami saat menghitung luas persegi panjang 2. Salam penutup dan doa VII. Penilaian Rubrik penilaian terlampir VIII. Sumber Belajar - Lembar Kerja siswa, Buku Panduan Yogyakarta, 2 Mei 2013 Guru Kelas (Stephan Gilang)

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Lampiran 2. Lembar Kegiatan Siswa LEMBAR KEGIATAN SISWA I Satuan Pendidikan : SDK Sengkan Yogyakarta Mata Pelajaran/Kelas/Semester : Matematika / III / Genap Alokasi waktu : 2 X 35 menit I. Indikator Hasil Belajar - Siswa dapat memahami sifat-sifat persegi panjang - Siswa dapat memahami dan mengukur luas persegi panjang II. Kegiatan Belajar - Kegiatan Belajar 1 1. Bergabunglah bersama teman-teman dalam kelompok 2. Potonglah kotak-kotak persegi satuan di bawah ini

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 - Kegiatan Belajar 2 Gunakan persegi satuan dan lengkapilah gambar berikut ini! Berapa jumlah persegi satuan untuk mengisi puzzle di atas? ……… - Kegiatan Belajar 3 Gunakan persegi satuan dan hitunglah sisi AB A B Panjang sisi A adalah …… persegi satuan Panjang sisi B adalah ...... persegi satuan Maka luas persegi panjang tersebut adalah:

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Luas : Panjang X lebar : - …… X …… : ……… Kegiatan Belajar 3 1. Apakah sisi-sisi yang berhadapan sama panjang? Buktikan dengan menggunakan persegi satuan 2. Apakah sudutnya sama dengan sudut persegi satuan? Apakah sudutnya merupakan sudut siku-siku? 3. Berapa jumlah persegi yang dapat mengisi puzzle persegi panjang? ..... 4. Setelah dihitung menggunakan rumus, berapakah luas persegi di atas? …… 5. Sama tidak luas daerah dengan jumlah persegi satuan dalam puzzle persegi panjang di atas? 6. Apakah kamu sudah memahami yang dimakusd luas daerah persegi panjang? III. Evaluasi (rubrik terlampir) Yogyakarta, 2 Mei 2013 Guru Kelas (Stephan Gilang)

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 LEMBAR KEGIATAN SISWA II IV. Satuan Pendidikan : SDK Sengkan Yogyakarta Mata Pelajaran/Kelas/Semester : Matematika / III / Genap Alokasi waktu : 2 X 35 menit Indikator Hasil Belajar - Siswa dapat memahami sifat-sifat persegi panjang - Siswa dapat memahami dan mengukur luas persegi panjang V. Kegiatan Belajar - Kegiatan Belajar 1 Potonglah kotak-kotak persegi satuan di bawah ini!

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 - Kegiatan Belajar 2 Ambilah penggaris punyamu, berapa cm panjang sisi dari persegi! Berapa luas persegi satuan? Jawab : ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… - Kegiatan Belajar 3 B A Panjang sisi A adalah …… cm Panjang sisi B adalah …… cm Maka luas persegi panjang tersebut adalah: Luas : Panjang X lebar : …… X : ……… cm ……

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 VI. Evaluasi Yogyakarta, 2 Mei 2013 Guru Kelas (Stephan Gilang)

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Lampiran 3. Foto Kegiatan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Lampiran 4. Pekerjaan Siswa

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(275)

Dokumen baru

Download (274 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh sikap belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika pada pokok bahasan keliling dan luas persegi panjang dan persegi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas VII S SMP Pangudi L
0
2
260
Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe stad yang dilengkapi dengan alat peraga di kelas VII-D SMP Pangudi Luhur 1 Klaten.
0
1
348
Pemanfaatan papan berpaku pada pembelajaran matematika pokok bahasan bangun datar materi menghitung luas persegi dan luas persegi panjang kelas III SD Negeri Timbulharjo Yogyakarta tahun pelajaran 2014/2015.
1
10
205
Efektifitas penggunaan alat peraga kertas persegi satuan pada pembelajaran matematika untuk materi luas persegi dan luas persegi panjang pada siswa kelas 3 SD Negeri I Baleharjo Wonosari Gunung Kidul.
0
0
231
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan dengan media audio-visual.
0
1
321
Pengetahuan dan pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan keliling dan luas persegi dan persegi panjang pada siswa kelas III SD 1 Palbapang Bantul.
0
2
214
Efektivitas pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dan Lembar Kerja Siswa (LKS) terhadap hasil belajar Matematika pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi pada siswa kelas VIID SMP Bopk
0
1
216
Efektifitas penggunaan alat peraga kertas persegi satuan pada pembelajaran matematika untuk materi luas persegi dan luas persegi panjang pada siswa kelas 3 SD Negeri I Baleharjo Wonosari Gunung Kidul
0
1
228
Luas Lingkaran dengan pendekatan persegi panjang
0
0
5
soal dan pembahasan persegi dan persegi
0
2
2
Integral lipat dua pada daerah persegi panjang
0
0
17
Keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik yang dipadu dengan pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw II pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada pokok bahasan persegi panjang dan persegi - USD Repository
0
0
366
Peningkatan prestasi belajar IPA dengan menerapkan metode eksperimen berbasis konstruktivisme pada siswa kelas III B SD Kanisius Sengkan semester ganjil tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
128
Penggunaan puzzle light pada pembelajaran matematika pokok bahasan luas persegi dan persegi panjang di Sekolah Luar Biasa-B Karnnamanohara, Yogyakarta - USD Repository
0
0
270
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas VB SD Kanisius Sengkan dengan media audio-visual - USD Repository
0
0
319
Show more