Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
146
11 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA SD BOPKRI GONDOLAYU YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Debora Nareswari Widya Pramudhita NIM: 091134036 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA SD BOPKRI GONDOLAYU YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Debora Nareswari Widya Pramudhita NIM: 091134036 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini Penulis persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu melimpahkan kasih-Nya dalam kehidupan ini. 2. Bapak dan Ibuku yang senantiasa mendukung, melimpahkan kasih sayangnya sampai saat ini. 3. Keluarga besar yang telah mendukungku. 4. Sahabat dan teman-teman seperjuangan PGSD 2009. 5. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv mendoakan, serta

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Roma 12:12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” “Love the life you live, and live the life you love” -Bob Marley- v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Pramudhita, Debora Nareswari Widya. 2013. Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terhadap Kemampuan Mengingat Dan Memahami Pada Mata Pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kata kunci: inkuiri, kemampuan mengingat, kemampuan memahami, mata pelajaran IPA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya terhadap kemampuan kognitif mengingat dan memahami pada siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasiexperimental design tipe non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu, dan sampel penelitiannya yaitu siswa kelas V.1 sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas V.2 sebagai kelompok eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan memberi soal pretest dan posttest yang terdiridari 2 soal essai, yaitu soal pertama untuk kemampuan mengingat dan soal kedua untuk kemampuan memahami. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for windows dengan 5 tahap uji yaitu uji perbedaan skor pretest, uji perbedaan skor pretest ke posttest,uji selisih skor pretest dan posttest, uji besar pengaruh, dan uji retensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Hal ini dibuktikan dengan harga sig.(2-tailed) > 0,05 yaitu 0,672.Pada uji besar pengaruh kelompok eksperimen nilai r = 0,69, sehingga dapat dikatakan bahwa metode inkuiri memiliki efek yang besar. Meskipun demikian pada uji retensi perlakuan metode inkuiri menunjukkan kekonsistensian yang baik yang ditunjukkan dengan hasil yang didapat pada kelompok kontrol dan eskperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dengan harga sig.(2-tailed) antara Posttest I dan Posttest II kelompok kontrol adalah 1,000 dengan M = 0,000 , SE = 0,169, sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) adalah 0,872 dengan M = -0,026 , SE = 0,158.Hasil yang kedua adalah penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. Hal ini ditunjukkan dengan harga sign.(2-tailed) > 0,05 yaitu 0,656.Pada uji besar pengaruh kelompok eksperimen nilai r = 0,232, sehingga dapat dikatakan bahwa metode inkuiri memiliki efek kecil. Meskipun demikian pada uji retensi perlakuan metode inkuiri menunjukkan kekonsistensian yang baik yang ditunjukkan dengan hasil yang didapat pada kelompok kontrol dan eskperimen tidak mengalamipeningkatan yang signifikan dengan harga sig.(2-tailed) antara Posttest I dan Posttest II kelompok kontrol adalah 0,395 dengan M = 0,145 , SE = 0,168, sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) adalah 0,681 dengan M = -0,085 , SE = 0,207. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Pramudhita, Debora Nareswari Widya. 2013. The Effect of Using Inquiry Method to Teach Science to Students at BOPKRI Gondolayu Yogyakarta Primary School on the Ability to Remember and Understand. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Keywords: inquiry, remember ability, understand ability, science This research aims to know the influence of the use of the inkuiri method on the subjects of natural science material properties of light to remember and understand the cognitive ability in students of class V BOPKRI Gondolayu elementary school year 2012/2013. The kind of research used is research quasiexperimental design non-equivalent type control group design. Population in this research is all graders v elementary bopkri gondolayu, and samples his research namely graders v.1 as a control group and graders v.2 as a group of experiments. Data done by giving about pretest and posttest that terdiridari 2 about essai, namely first problem for the ability remember and about second to the ability understand. Engineering analysis of data used is to use a computer program ibm spss statistics 20 for windows with 5 the step of experiment namely test score pretest differences, test scores pretest difference to posttest, test scores pretest difference and posttest, test large influence, test retention. Results of this study showed that the use of the inkuiri method do not affect significantly the ability of remembering. This is evidenced by the price of the sig (2-tailed) > 0.05 is 0,672. on a test of the influence of group value r = 0,69 experiments, so it can be said that the method inkuiri has a great effect. Nevertheless on test method of treatment retention inkuiri shows a good consistency, indicated by the results obtained in the control group and the eskperimen did not experience a significant decline in the price of the sig (2tailed) between the Posttest I and II Posttest control group was 1,000, with M = 0.000, SE = 0.169, whereas in experiment group price sig (2-tailed) is 0,872 with M = -0,026 , SE = 0,158. results of the second is the use of the inkuiri method do not affect significantly the ability of understanding. This is shown with the price sign.(2-tailed) > 0.05 that the big test on 0,656 influence of group value experiments. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang maha Esa atas limpahan rahmat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terhadap Kemampuan Mengingat Dan Memahami Pada Mata Pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta” dengan baik dan lancar. Skripsi ini ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik tanpa adanya bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. G. Ari Nugrahanta, S.J, S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar sekaligus dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, masukan, dan motivasi penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Agnes Herlina Dwi H, S.Si., M.T., M.Sc., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, masukan, dan motivasi penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. 5. Ester Markis Sarwo Rini, S.Pd., selaku kepala SD BOPKRI Gondolayu yang telah memberikan ijin melakukan penelitian di SD BOPKRI Gondolayu. 6. Agnita Kristi Purnaningtyas, S.Si., selaku guru mitra yang telah mau bekerja sama dengan baik sehingga penelitian dapat berjalan lancar. 7. Listina Sri Kirnowati, S.Pd., selaku wali kelas V.1 yang telah memberi ijin untuk menggunakan kelas V.1 sebagai kelas penelitian. 8. Suningsih, S.Pd., selaku wali kelas V.2 yang telah memberi ijin untuk menggunakan kelas V.2 sebagai kelas penelitian. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Siswa kelas V.1 dan V.2 SD BOPKRI Gondolayu yang mau bekerja sama dengan baik sehingga penelitian berjalan dengan lancar. 10. Kedua orangtua terkasih Sumaos Widyo Prasetyo dan Elokingtyas Widyo Andani yang selalu mendampingi, memberikan dukungan serta doanya kepada penulis. 11. Kakak dan adik terkasih, Dwi Anggoro W.S., Euodia Pramesthi W.K., Amd.Kep., Citraningtyas Widya F., Suryo Kusumo, Bayu Pamungkas S., serta keluarga besar Heri Leksono dan Ardiningtyas W.U yang telah memberikan dukungan dalam segala bentuk kepada penulis. 12. Teman-teman penelitian kolaboratif payung IPA (Shiro, Pram, Rita, Ica, Yuni, Ika, Paulin, Berek, Danang, Sri, Erming, Lia, Era, Santi) yang selalu bekerja sama, berbagi pengetahuan dan semangat kepada penulis. 13. Sahabat terkasih (Yoga, Reta, Ndaru, Agnes, Arifah, Esti, Lilin, Octisa, Mediana, Prima) yang banyak membantu dalam melaksanakan penelitian dan selalu memberikan dukungan serta motivasi dalam mengerjakan karya ilmiah ini. 14. Teman-teman kos Sang Lebun I (Denok, Tina, Wulan, Rita, Chatrin, Anik, Danik, Erris, Sintia, Sri) yang telah membantu menyelesaikan karya ilmiah ini. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini. Oleh karena itu, penulis terbuka terhadap kritikan maupun saran dari semua pihak. Penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang akan melakukan penelitian ilmiah. Penulis xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI JUDUL HALAMAN HALAMAN JUDUL .................................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN ................................... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................... iv HALAMAN MOTTO ............................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................... Error! Bookmark not defined. PERNYATAAN PERSETUJUAN PEMBIMBING Error! Bookmark not defined. ABSTRAK.............................................................................................................. viii ABSTRACT............................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Penelitian ............................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... 3 1.3 Tujuan Penelitian .......................................................................................... 3 1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................................ 4 1.4.1 Bagi Siswa ............................................................................................. 4 1.4.2 Bagi Guru ............................................................................................... 4 1.4.3 Bagi Sekolah .......................................................................................... 4 1.4.4 Bagi Peneliti ........................................................................................... 4 BAB II LANDASAN TEORI .................................................................................... 5 2.1 Kajian Pustaka .............................................................................................. 5 2.1.1 Teori yang Relevan ................................................................................ 5 2.1.1.1 Metode Inkuiri........................................................................................ 5 2.1.1.2 Proses Kognitif Benjamin S. Bloom ..................................................... 12 2.1.1.3 Sifat-sifat cahaya .................................................................................. 15 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya ....................................................................... 19 2.2.1 Penelitian yang berhubungan dengan metode inkuiri ............................ 19 2.2.2 Penelitian yang berhubungan dengan kemampuan proses kognitif ........ 20 2.2.3 Literature Map ..................................................................................... 22 2.3 Kerangka Berpikir ...................................................................................... 23 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.4 Hipotesis Penelitian .................................................................................... 24 BAB III METODE PENELITIAN ......................................................................... 25 3.1 Jenis Penelitian ........................................................................................... 25 3.2 Setting Penelitian ........................................................................................ 26 3.2.1 Lokasi .................................................................................................. 26 3.2.2 Waktu Penelitian .................................................................................. 27 3.3 Populasi dan Sampel ................................................................................... 28 3.4 Variabel Penelitian...................................................................................... 28 3.5 Definisi Operasional ................................................................................... 29 3.6 Instrumen Penelitian ................................................................................... 30 3.7 Validitas dan Reliabilitas ............................................................................ 31 3.8 Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 33 3.9 Teknik Analisis Data .................................................................................. 34 3.9.1 Uji normalitas distribusi data ................................................................ 34 3.9.2 Analisis statistik ................................................................................... 34 3.9.2.1 Menguji perbedaan skor pretest ............................................................ 34 3.9.2.2 Menguji perbedaan skor Pretest dan Posttest ........................................ 35 3.9.2.3 Menguji perbedaan selisih skor pretest dan posttest .............................. 36 3.9.2.4 Menguji Besar Pengaruh Metode Inkuiri .............................................. 37 3.9.2.5 Menguji Retensi Pengaruh .................................................................... 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......................................... 40 4.1 Hasil Penelitian ........................................................................................... 40 4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengingat ............................................................................................ 40 4.1.1.1 Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengingat .................................. 42 4.1.1.2 Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat ................. 43 4.1.1.3 Uji selisih skor Pretest-Posttest Kemampuan Mengingat ...................... 44 4.1.1.4 Uji besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat ..... 46 4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh ............................................................................ 47 4.1.2 Pengaruh Penggunaan Inkuiri Terhadap Kemampuan Memahami ......... 49 4.1.2.1 Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Memahami .................................. 51 4.1.2.2 Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami ................ 52 4.1.2.3 Uji selisih skor Pretest-Posttest Kemampuan Memahami ..................... 54 4.1.2.4 Uji besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan memahami .... 56 4.1.2.5 Uji Retensi Pengaruh ............................................................................ 56 4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian ................................................................. 59 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2 Pembahasan ................................................................................................ 61 4.2.1 Kemampuan Mengingat ....................................................................... 61 4.2.2 Kemampuan Memahami ....................................................................... 62 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................... 63 5.1 Kesimpulan................................................................................................. 63 5.2 Keterbatasan Penelitian ............................................................................... 64 5.3 Saran .......................................................................................................... 64 DAFTAR REFERENSI .......................................................................................... 65 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL HALAMAN Tabel 1. Waktu Pengambilan Data ...................................................................... 27 Tabel 2. Matriks Pengembangan Instrumen .......................................................... 30 Tabel 3. Validitas Instrumen ................................................................................ 32 Tabel 4. Validitas Instrumen Aspek Mengingat dan Memahami ........................... 32 Tabel 5. Reliabilitas Instrumen ............................................................................. 32 Tabel 6. Pengumpulan Data dan Instrumen .......................................................... 34 Tabel 7. Hasil Uji Nomalitas Kemampuan Mengingat .......................................... 41 Tabel 8. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengingat .................................... 43 Tabel 9. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat................... 44 Tabel 10. Hasil uji normalitas skor selisih ........................................................... 45 Tabel 11. Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Kemampuan Mengingat .................................................... 46 Tabel 12. Uji Besar Pengaruh terhadap Kemampuan Mengingat .......................... 47 Tabel 13. Uji Retensi Skor Posttest I ke Posttest II Kemampuan Mengingat ........ 48 Tabel 14. Hasil Uji Nomalitas Kemampuan Memahami ....................................... 50 Tabel 15. Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Memahami .................................. 52 Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami ................ 53 Tabel 17. Uji Normalitas Selisih Skor ................................................................. 54 Tabel 18. Uji selisih skor Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Kemampuan Memahami ................................................... 55 Tabel 19. Uji Besar Pengaruh terhadap Kemampuan Memahami.......................... 56 Tabel 20. Uji Retensi Skor Posttest I ke Posttest II Kemampuan Memahami ........ 57 Tabel 21. Rangkuman hasil uji normalitas kemampuan mengingat ...................... 59 Tabel 22. Rangkuman Perbedaan Skor Pretest Aspek Kemampuan Mengingat............................................................................................ 59 Tabel 23. Rangkuman Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Mengingat............................................................................................ 59 Tabel 24. Rangkuman uji normalitas selisih skor kemampuan mengingat ............. 59 Tabel 25. Rangkuman Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Mengingat............................................................................................ 59 Tabel 26. Rangkuman Uji Besar Pengaruh Aspek Kemampuan Mengingat .......... 59 Tabel 27. Rangkuman Uji Retensi Aspek Kemampuan Mengingat ....................... 60 Tabel 28. Rangkuman hasil uji normalitas kemampuan memahami ..................... 60 Tabel 29. Rangkuman Perbedaan Skor Pretest Aspek Kemampuan Memahami ........................................................................................... 60 Tabel 30. Rangkuman Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Memahami ........................................................................................... 60 Tabel 31. Rangkuman uji normalitas selisih skor kemampuan memahami 60 Tabel 32. Rangkuman Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Aspek Kemampuan Memahami ........................................................................................... 60 Tabel 33. Rangkuman Uji Besar Pengaruh Aspek Kemampuan Memahami ........ 61 Tabel 34. Rangkuman Uji Retensi Aspek Kemampuan Memahami ..................... 61 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR HALAMAN Gambar 1. Cahaya Merambat Lurus .............................................................. 16 Gambar 2. Anak dengan bayangan yang dibentuk. ........................................ 16 Gambar 3. Pemantulan Teratur & Pemantulan Baur ...................................... 17 Gambar 4. Cermin Datar ............................................................................... 18 Gambar 5. Cermin Cembung ......................................................................... 18 Gambar 6. Cermin Cekung ............................................................................ 18 Gambar 7. Cahaya Dapat Dibiaskan .............................................................. 19 Gambar 8. Variabel Penelitian ..................................................................... 29 Gambar 9. Diagram Selisih Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Mengingat..................................................................................... 46 Gambar 10. Skor Pretest, Posttest I, dan Posttest II....................................... 49 Gambar 11. Diagram Selisih Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Memahami .................................................................................... 56 Gambar 12. Skor Pretest, Posttest I, dan Posttest II....................................... 58 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN HALAMAN Lampiran 1. Silabus Kelompok Kontrol ........................................................ 68 Lampiran 2. Silabus Kelompok Eksperimen .................................................. 73 Lampiran 3. RPP Kelompok Kontrol............................................................. 76 Lampiran 4. RPP Kelompok Eksperimen ...................................................... 79 Lampiran 5. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian .................... 84 Lampiran 6. Instrumen Penelitian ................................................................. 87 Lampiran 7. Rubrik Penilaian Pretest dan Posttest ........................................ 88 Lampiran 8. Kunci Jawaban ......................................................................... 91 Lampiran 9. Rekapitulasi Nilai Kemampuan Mengingat ............................... 93 Lampiran 10. Rekapitulasi Nilai Kemampuan Memahami ............................. 101 Lampiran 11. Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Mengingat ...... 109 Lampiran 12. Hasil Analisis Data dengan SPSS Kemampuan Memahami ..... 115 Lampiran 13. Lembar Kerja Siswa Kelompok Eksperimen ........................... 121 Lampiran 14. Foto kelas Kontrol ................................................................... 124 Lampiran 15. Foto kelas eksperimen ............................................................. 125 Lampiran 16. Surat Ijin Penelitian ................................................................. 126 Lampiran 17. Surat Keterangan Telah melakukan Penelitian ........................ 127 Lampiran 18. CurriculumVitae ..................................................................... 128 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I ini akan dibahas latar belakang peneltian, rumusan masalah, tujuan penelitian, serta manfaat penelitian ini dilaksanakan. 1.1 Latar Belakang Penelitian Kemampuan mengingat dan memahami merupakan kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak. Kemampuan ini memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Menurut Piaget (dalam Gredler, 2011:341) anak dengan rentang usia 7-8 hingga 12-14 tahun termasuk ke dalam kategori periode operasional konkret yang memiliki karakteristik penalaran atau cara berpikir yang logis dan berhubungan dengan objek konkret/nyata. Anak juga mulai mengembangkan beberapa kemungkinan pemikiran yang digunakan dalam situasi pemecahan masalah dan cara untuk mengesampingkannya secara sistematis. Piaget (dalam Suparno, 2001:69), anak pada tahap operasi konkret dikategorikan dalam rentang usia 7-11 tahun. Rentang usia tersebut dicirikan dengan perkembangan sistem pemikiran yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu yang logis atau berdasarkan hal-hal yang kelihatan nyata/konkret dan belum bersifat abstrak apalagi hipotesis. Dalam proses mengingat, anak sedapat mungkin menyimpan informasi yang diterima walau berupa informasi sederhana. Jika proses mengingat ini dapat dilalui oleh anak dengan baik, dalam menyampaikan kembali informasi yang diterima anak dapat menjelaskan secara sederhana kepada orang lain tentang maksud dari informasi tersebut dengan menggunakan bahasa anak itu sendiri atau dapat disebut dengan bahasa sederhana. Penyampaian kembali informasi yang diterima dalam ingatan anak dengan menggunakan bahasa sederhana atau pengkonstruksian makna dari pesan-pesan pembelajaran ini dapat kita sebut sebagai proses memahami (Anderson, 2010:105). Kedua alasan inilah yang menjadi dasar mengapa kemampuan mengingat dan memahami berperan penting dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Jika kemampuan mengingat dan memahami yang dimiliki oleh anak berkembang dengan baik, anak memiliki keuntungan sendiri dalam proses belajar yang akan dialaminya pada jenjang pendidikan dasar. 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dalam fakta yang ada sekarang ini, melalui pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya di Sekolah Dasar (SD) BOPKRI Gondolayu, proses belajar yang dilalui oleh anak belum terlaksana dengan baik. Dalam mengolah informasi yang mereka terima dari guru maupun sumber belajar yang lain, masih mereka olah dengan mentah. Dikatakan demikian karena dalam penyampaian kembali informasi tersebut, mereka masih samaatau dapat dikatakan terbatas karena masih berdasarkan sesuatu yang konkret. Jika proses mengingat dan memahami mereka berjalan dengan baik maka anak dapat menjelaskan dengan bahasa mereka sendiri informasi yang telah mereka terima, bisa jadi penjelasan mengenai informasi yang diterima tersebut menjadi lebih bermakna dan dicerna oleh teman yang lain. Sehingga mereka tidak hanya belajar untuk diri mereka sendiri melainkan mereka juga berbagi ilmu dengan teman yang lain. Kurangnya kemampuan mengingat dan memahami anak ini menjadi masalah yang penting jika dilihat dari realitas pembelajaran yang terjadi saat ini pada nilai yang mereka peroleh dalam suatu mata pelajaran. Dilihat dari hasil belajar siswa di SD BOPKRI Gondolayu tahun ajaran 2009/2010 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sebanyak 29 % siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Pada tahun 2010/2011 sebanyak 31 % siswa belum mencapai kkm. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru, diketahui bahwa pada saat pembelajaran di dalam kelas atau pada saat guru menjelaskan materi kepada siswa, dapat dilihat ada beberapa siswa yang memperhatikan penjelasan guru dan ada siswa yang tidak terlalu memperhatikan penjelasan dari guru. Proses mengingat siswa menjadi kurang karena perhatiannya tidak fokus kepada pelajaran yang diberikan oleh guru. Jika pada saat proses mengingat tidak berjalan denganbaik, maka berimbas pada proses memahami siswa. Untuk menjembatani kesenjangan yang terjadi antara kurangnya kemampuan mengingat dan memahami anak dengan proses pembelajaran yang dilakukan, diadakan penelitian dengan menggunakan metode inkuiri. Metode inkuiri ini merupakan suatu metode pembelajaran inovatif yang memiliki langkah-langkah sistematis yang dapat diterapkan dalam suatu pembelajaran. Langkah-langkah tersebut: orientasi, merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan 2

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI data, menguji hipotesis, merumuskan kesimpulan. Langkah-langkah ini akan dijelaskan secara rinci pada bab II. Metode inkuiri ini dipilih sebagai jembatan antara kemampuan mengingat dan memahami siswa pada mata pelajaran IPA karena terdapat beberapa keuntungan jika metode ini diterapkan. Keuntungan tersebut antara lain mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang serta memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan gaya belajar siswa. Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi siat-sifat cahaya siswa kelas V semester genap di SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta dengan kompetensi dasar 6.1 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya dan 6.2 Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya. Penelitian ini bertujuan mencari apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan mengingat dan memahami siswa. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat siswa kelas V.2 SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2012/2013? 1.2.2 Apakah penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami siswa kelas V.2 SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2012/2013? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat siswa kelas V.2 SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. 1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan memahami siswa kelas V.2 SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2012/2013. 3

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Siswa Dapat memberikan pengalaman baru dalam cara belajar siswa serta membantu pengembangan kreativitas yang dimiliki oleh siswa. 1.4.2 Bagi Guru Dapat menambah daftar metode pembelajaran yang baru dan menarik dalam mengajar. Guru dapat menerapkan metode ini dalam mata pelajaran yang lain. 1.4.3 Bagi Sekolah Dapat menambah sumber bacaan serta referensi bagi warga sekolah serta dapat meningkatkan wawasan tentang metode pembelajaran. 1.4.4 Bagi Peneliti Dapat memberikan pengalaman yang menarik dan berharga dalam menerapkan metode pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPA maupun pada mata pelajaran yang lain dengan lebih baik lagi. 4

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas teori-teori yang relevan, hasil penelitian sebelumnya, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Teori-teori yang relevan meliputi metode inkuiri, karakteristik inkuiri, jenis-jenis inkuiri, materi sifat-sifat cahaya. Hasil penelitian sebelumnya berisi penelitian-penelitian yang berkaitan dengan metode inkuiri atau kemampuan mengingat dan memahami. Selanjutnya dirumuskan kerangka berpikir yang berkaitan dengan penggunaan metode inkuiri dengan kemampuan kognitif mengingat dan memahami. Hipotesis penelitian yang berisi dugaan sementara dari rumusan masalah. 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori yang Relevan 2.1.1.1 Metode Inkuiri Inkuiri merupakan salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk mengasah kemampuan anak untuk bersikap ilmiah. Ada beberapa teori yang mengungkapkan bagaimana sebenarnya metode inkuiri tersebut. Berikut ini dijabarkan pengertian metode inkuiri oleh beberapa ahli. 1. Pengertian Metode Inkuiri Aqib (2006:134) berpendapat bahwa inkuiri adalah suatu pendekatan yang mendorong dan mengarahkan siswa untuk melibatkan diri secara aktif dalam proses belajar mengajar dengan melakukan berbagai kegiatan belajar. Menurut Indrawati (dalam Trianto, 2010:165) suatu pembelajaran pada umumnya akan lebih efektif bila diselenggarakan melalui model-model pembelajaran yang termasuk rumpun pemrosesan informasi. Dikatakan lebih efektif karena modelmodel pemrosesan informasi menekankan bagaimana seseorang berpikir dan bagaimana dampaknya terhadap cara-cara mengolah informasi. Berdasarkan pernyataan yang dikemukakan oleh Indrawati tersebut, salah satu yang menjadi contoh dari model-model pemrosesan informasi adalah model pembelajaran inkuiri. Sanjaya (2006:196) mengungkapkan pemikirannya tentang inkuiri sebagai suatu rangkaian kegiatan dalam pembelajaran yang menekankan proses berpikir 5

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang dipertanyakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, inkuiri berasal dari bahasa Inggris „inquiry‟ yang berarti pernyataan, pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri dapat diartikan sebagai proses pemikiran yang dialami oleh siswa melalui kegiatan belajar yang dilakukan dan melibatkan siswa untuk berpikir aktif dan kreatif. Strategi pembelajaran inkuiri menekankan proses mencari dan menemukan tetapi materi pembelajaran tidak diajarkan secara langsung. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri bertujuan untuk membantu perkembangan anak dalam berpikir aktif serta kreatif dan mengembangkan sikap ilmiah dari anak tersebut di dalam kegiatan belajar atau menemukan informasi baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sekitar siswa tersebut. 2. Karakteristik Inkuiri Gulo (dalam Trianto, 2010:166) menyatakan strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan inkuiri adalah keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran, dan mengembangkan sikap percaya diri pada siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri. Kondisi umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa adalah : a. Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi b. Inkuiri berfokus pada hipotesis c. Penggunaan fakta sebagai informasi. Untuk menciptakan kondisi tersebut, Trianto (2010:166) mengungkapkan beberapa peranan guru dalam proses pembelajaran inkuiri antara lain: 1) Motivator, memberi rangsangan kepada siswa agar siswa menjadi aktif dan bergairah dalam berpikir. 6

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2) Fasilitator, menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan. 3) Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat. 4) Administrator, bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan kelas. 5) Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 6) Manajer, mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas. 7) Rewarder, memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai oleh siswa. Sanjaya (2006:196) mengelompokkan beberapa hal yang menjadi ciri utama inkuiri: a) Menekankan aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, serta menempatkan siswa sebagai subjek belajar. b) Mengarahkan siswa untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari sesuatu yang menjadi masalah sehingga dapat menumbuhkan sikap percaya diri. c) Mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau kemampuan intelektual siswa sebagai bagian dari proses mental. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, strategi pembelajaran atau pendekatan pembelajaran inkuiri ini dapat diketahui sebagai salah satu bentuk pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa atau student centered approach. 3. Jenis-jenis inkuiri Ada beberapa jenis metode inkuiri. Sund and Trowbridge (dalam Mulyasa, 2006:109) mengemukakan tiga macam metode inkuiri, yaitu: a. Inkuiri terpimpin (Guided Inquiry) Salah satu jenis inkuiri yang dalam penerapannya atau pendekatan pembelajarannya masih membutuhkan bantuan guru dalam memberikan bimbingan dan pengarahan bagi siswa. Pada tahap awal, guru memberikan bimbingan serta pengarahan secara luas, kemudian pada tahap-tahap berikutnya guru mengurangi sedikit demi sedikit bantuan bagi siswa. Bimbingan serta pengarahan dari guru diwujudkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan diskusi 7

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang memancing siswa untuk berpikir. Hal ini dilakukan agar siswa berkembang sesuai dengan kemampuannya. b. Inkuiri bebas (Free Inquiry) Pada jenis inkuiri ini, siswa melakuan penelitian sendiri layaknya seorang ilmuwan. Siswa juga harus dapat mengidentifikasi serta merumuskan sendiri topik permasalahan yang akan diselidiki. Metode yang digunakan adalah Inquiry Role Approach yang melibatkan siswa dalam peran tertentu, misalnya sebagai koordinator kelompok, pembimbing teknis, pencatatan data, dan pengevaluasi proses. c. Inkuiri bebas yang dimodifikasi (Modified Free Inquiry) Merupakan jenis metode campuran dari metode inkuri terpimpin dan metode inkuiri bebas. Pada metode ini guru memberikan suatu pertanyaan atau masalah yang harus diselesaikan oleh siswa melalui tahap pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian. 4. Proses Inkuiri Gulo (dalam Trianto, 2010:168) menyatakan bahwa inkuiri tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada, termasuk pengembangan emos. Keterampilan inkuiri merupakan suatu proses yang bermula dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan. Inkuiri juga merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan yang didapat siswa merupakan hasil dari kegiatan siswa merumuskan sendiri pengetahuan yang dimilikinya. Siklus inkuiri terdiri dari: a. Observasi b. Bertanya c. Mengajukan dugaan d. Pengumpulan data e. Penyimpulan 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Langkah-langkah kegiatan inkuiri seperti yang dikemukakan oleh Trianto (2010:114) adalah sebagai berikut: 1) Merumuskan masalah. 2) Mengamati atau melakukan observasi. 3) Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya. 4) Mengomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, atau audiensi lainnya. Pembelajaran inkuiri identik dengan pertanyan-pertanyaan. Karena itu peran guru sangat penting dalam memfasilitasi serta memotivasi siswa saat membangun pengetahuannya dan merencanakan pembelajaran yang kreatif dan menarik sehingga siswa mampu berproses dalam membangun pengetahuannya. Langkah-langkah inkuiri yang dikemukakan oleh Trianto (2010:114) berbeda dengan Sanjaya (2006:200-203). Sanjaya mengungkapkan bahwa dalam proses inkuiri terdapat 6 langkah, antara lain: a) Orientasi Merupakan langkah pembelajaran dengan tujuan untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru memiliki tugas untuk mengondisikan siswa agar siap belajar atau tahap ini dapat disebut sebagai tahap persiapan. Perbedaan tahap persiapan dalam pembelajaran ekspositori dengan pembelajaran inkuiri adalah pada tahap inkuiri guru merangsang siswa dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan pada suatu masalah. Tujuannya adalah siswa menjadi terbiasa berpikir untuk memecahkan masalah. b) Merumuskan Masalah Merupakan suatu langkah yang mengarahkan siswa pada pertanyaan yang mengandung teka-teki. Permasalahan yang disuguhkan atau diajukan kepada siswa memiliki tantangan sendiri yang merangsang siswa agar mau berpikir untuk memecahkan permasalahan tersebut. Selain itu, siswa juga didorong untuk menemukan jawaban yang tepat. Proses ini sangat penting dalam strategi inkuiri karena tahap ini memiliki proses yang berharga bagi siswa karena melalui proses ini siswa dapat memiliki pengalaman-pengalaman yang berharga yang dapat mengembangkan mental anak melalui proses berpikir. 9

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c) Mengajukan Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji atau diteliti. Sebagai jawaban sementara, kebenaran dari hipotesis itu sendiri perlu untuk diuji. Tujuan proses merumuskan atau menetukan hipotesis dari suatu permasalahan adalah mengembangkan kemampuan untuk menebak. Salah satu cara untuk mengembangkannya pada siswa adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk merumuskan jawaban sementara atau berbagai kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan. Kemampuan siswa untuk berpikir logis dipengaruhi oleh kedalaman wawasan serta keluasan pengalaman yang dimiliki oleh siswa. d) Mengumpulkan Data Mengumpulkan data merupakan suatu aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan oleh peneliti untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam proses inkuiri, proses ini juga memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan intelektual seseorang. Peran dan tugas guru dalam proses ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Proses ini bukan hanya membutuhkan motivasi yang kuat tetapi juga ketekunan serta kemampuan menggunakan kemampuan berpikir. e) Menguji Hipotesis Proses ini merupakan proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Hal terpenting adalah tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Kebenaran jawaban bukan hanya berdasarkan argumentasi, melainkan juga didukung oleh data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. f) Merumuskan Kesimpulan Merumuskan kesimpulan merupakan proses mendeskripsikan hasil penemuan yang diperoleh berdasarkan pengujian hipotesis. Guru memiliki peran untuk menunjukkan kepada siswa data-data yang relevan. Langkah-langkah metode inkuiri yang digunakan dalam penelitian diuraikan menjadi 7 langkah penelitian. Langkah-langkah tersebut yaitu: orientasi, 10

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, membuat kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan mengevaluasi. 1. Orientasi Pada tahap ini siswa dikenalkan pada suatu masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tahap ini disebut juga tahap persiapan yang digunakan untuk mempersiapkan siswa agar siap dalam belajar serta melatih siswa agar terbiasa berpikir untuk memecahkan setiap masalah yang ditemui ataupun yang diajukan oleh orang lain, termasuk oleh guru. 2. Merumuskan Masalah Setelah dikenalkan dengan masalah, siswa diajak untuk merumuskan masalah yang berupa suatu pertanyaan yang dimulai dengan kata tanya “Apakah…?” melalui bimbingan guru dan jawabannya “Ya atau Tidak”. Tahap ini berpengaruh terhadap metode inkuiri yang digunakan oleh siswa dalam pembelajaran. Pengaruh tersebut terlihat dari cara berpikir siswa dalam merumuskan pertanyaan-pertanyaan 3. Merumuskan Hipotesis Dalam merumuskan hipotesis siswa diajak untuk melihat rumusan masalah yang sudah dibuat. Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah. Dari belajar membuat hipotesis, siswa juga belajar untuk memperkirakan kemungkinan jawaban dari setiap permasalahan yang diajukan oleh guru. Semakin terasahnya kemampuan menebak siswa (berhipotesis) maka siswa juga dapat memperluas wawasannya serta pengalamannya dan hal inilah yang mempengaruhi siswa untuk berpikir logis. Akan tetapi, setiap perkiraan yang diajukan oleh siswa harus memiliki landasan berpikir yang kokoh. 4. Melakukan Eksperimen Untuk menguji hipotesis yang sudah dibuat benar atau tidak, dilakukan suatu percobaan. Guru membimbing serta mengarahkan siswa dalam melakukan percobaan. Pada tahap awal kegiatan percobaan sebagian besar masih dibutuhkan bimbingan guru, namun setelah siswa dirasa mampu untuk melanjutkan percobaan sendiri, guru mengamati kegiatan siswa tersebut. Pada kegiatan percobaan yang dilakukan, siswa mengamati serta mencatat atau membuat catatan kecil proses percobaan tersebut. 11

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Membuat Kesimpulan Kesimpulan ini merupakan hasil dari kegiatan eksperimen sehingga dapat diketahui apakah hipotesis yang sudah dibuat benar atau tidak. Dalam menyusun kesimpulan, siswa masih dibantu atau diberi arahan oleh guru. Penyusunan kesimpulan berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan oleh siswa dan mengulang dari perumusan hipotesis, atau ditambah kata “Tidak” jika hipotesis ditolak. 6. Mempresentasikan Hasil Setelah melakukan kegiatan, siswa diminta untuk mempresentasikan hasil yang sudah diperolehnya. Tujuannya adalah agar siswa terbiasa menyampaikan pendapat maupun hasil apapun yang diperoleh siswa dari percobaan yang telah dilakukan. 7. Mengevaluasi Pada langkah ini siswa diberi suatu soal lalu dikerjakan sesuai dengan langkah yang ditentukan yaitu: merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang percobaan sederhana, membuat kesimpulan lalu mempresentasikan hasil pekerjaan. Tujuan tahap ini adalah agar siswa menjadi terasah dalam kemampuan berpikir dengan menggunakan landasan pemikiran yang logis serta mencerminkan sikap ilmiah. Langkah-langkah inilah yang diterapkan dalam penelitian. Langkahlangkah ini disusun dengan melihat langkah-langkah metode inkuiri yang dirumuskan atau dikemukakan oleh beberapa ahli. 2.1.1.2 Proses Kognitif Benjamin S. Bloom Taksonomi Bloom ini dibuat dengan mengacu pada tujuan pendidikan, dua tujuan yang penting yaitu meretensi dan mentransfer (Anderson dan Krathwohl, 2010:94). Untuk membantu memperluas tujuan-tujuan pendidikan tersebut (meretensi dan mentransfer) maka dibuat kerangka berpikir. Kerngaka berpikir ini dibagi menjadi menjadi 6 kategori proses kognitif (Anderson dan Krathwohl, 2010:95), yaitu: 12

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Mengingat Proses mengingat merupakan suatu proses mendapatkan pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang. Proses ini dibagi menjadi 2 aspek, yaitu mengenali dan mengingat kembali. 2. Memahami Proses ini merupakan suatu proses membangun pengertian dari pesan pembelajaran di antaranya oral, tulisan, komunikasi grafik. Proses ini dibagi menjadi 7 aspek, yaitu: mengartikan, memberikan contoh, mengklasifikasi, menyimpulkan, menduga, membandingkan, menjelaskan. 3. Mengaplikasikan Merupakan suatu proses berpikir yang menggunakan prosedur dalam situasi yang diberikan. Proses ini dibagi menjadi 2 aspek, yaitu mengeksekusi dan mengimplementasikan. 4. Menganalisis Proses ini merupakan salah satu proses berpikir yang memecah materi menjadi bagian-bagian pokok dan mendeskripsikan bagaiman bagian-bagian tersebut dihubungkan satu sama lain maupun menjadi sebuah struktur keseluruhan atau tujuan. Proses ini dibagi menjadi 3 aspek, yaitu membedakan, mengorganisasi, dan mengatribusikan. 5. Mengevaluasi Merupakan salah satu proses berpikir yang membuat penilaian yang didasarkan pada kriteria standar. Proses ini dibagi menjadi 2 aspek, yaitu memeriksa dan mengritik. 6. Mencipta Merupakan proses berpikir yang menempatkan bagian-bagian secara bersama-sama ke dalam suatu ide, semuanya saling berhubungan untuk membuat hasil yang baik. Proses ini dibagi menjadi 3 aspek, yaitu merumuskan, merencanakan, dan memproduksi. Pada penelitian ini peneliti hanya befokus pada kemampuan mengingat dan memahami yang dimiliki oleh siswa. 13

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Kemampuan Mengingat Proses mengingat merupakan suatu proses mendapatkan pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang (Kuswana, 2012:111). Anderson (2010:99) mengingat merupakan mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang. Proses ini merupakan tingkat kemampuan berpikir dari ranah kognitif Bloom yang paling rendah atau dapat diartikan bahwa kemampuan mengingat adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa. Proses mengingat ini dibagi menjadi dua aspek, yaitu: a. Mengenali merupakan proses mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang untuk membandingkannya dengan informasi yang baru saja diterima. Pengetahuan mengingat memiliki peran penting sebagi bekal untuk belajar bermakna. Mengenali disebut juga dengan mengidentifikasi. Contoh: tanggal-tanggal penting sejarah negara b. Mengingat kembali merupakan proses mengambil kembali pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang berdasarkan keinginan soal. Dalam proses ini siswa mencari informasi di memori jangka panjang kemudian membawa informasi tersebut ke memori kerja untuk diproses. Mengingat kembali juga disebut dengan mengambil. Contoh: mengingat kembali tanggal-tanggal penting sejarah Negara 2. Kemampuan Memahami Anderson (2010:105) mengungkapkan proses memahami adalah proses mengonstruksi makna atau pesan dari pembelajaran siswa baik bersifat lisan, tulisan, maupun grafis. Kuswana (2012:111) juga mengungkapkan bahwa kemampuan memahami adalah kemampuan untuk membangun pengertian dari pesan pembelajaran di antaranya oral, tulisan, komunikasi grafik. Siswa dikatakan memahami jika dapat menggabungkan pengetahuan baru yang diterimanya dengan pengetahuan lama yang ada di dalam memori siswa. Proses kognitif kategori memahami meliputi: a. Menafsirkan merupakan proses mengubah kata-kata menjadi kata-kata lain misalnya gambar jadi kata-kata, angka jadi kata-kata, not balok menjadi 14

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI suara musik, dan sebagainya. Menafsirkan dapat disebut juga menerjemahkan, memparafrasakan, menggambarkan, dan mengklarifikasi. b. Mencontohkan merupakan proses menemukan contoh atau ilustrasi tentang suatu konsep atau prinsip. Pada proses ini siswa mengidentifikasi ciri-ciri khas suatu konsep atau prinsip. Mencontohkan disebut juga mengilustrasikan dan memberi contoh. c. Mengklasifikasi merupakan suatu proses kognitif yang melengkapi proses mencontohkan. Dalam proses ini siswa diharuskan menemukan konsep atau prinsip umum yang dimulai dengan contoh tertentu. Mengklasifikasi disebut juga mengategorikan dan mengelompokkan. d. Merangkum merupakan salah satu proses kognitif yang terjadi saat siswa mengemukakan satu kalimat yang mempresentasikan informasi yang diterima atau mengabstraksikan sebuah tema. Merangkum disebut juga menggeneralisasi dan mengabstraksi. e. Menyimpulkan merupakan salah satu proses kognitif yang terjadi saat siswa dapat mengabstraksikan sebuah konsep atau prinsip yang menerangkan contoh-contoh dengan mencermati ciri-ciri setiap contohnya kemudian menghubungkannya. Menyimpulkan disebut juga mengekstrapolasi, menginterpolasi, memprediksi, dan menyimpulkan. f. Membandingkan merupakan proses kognitif yang melibatkan proses mendeteksi persamaan dan perbedaan antara dua atau lebih objek, peristiwa, ide, masalah, atau situasi. Membandingkan disebut juga dengan mengontraskan, memetakan, dan mencocokkan. g. Menjelaskan merupakan suatu proses kognitif dengan membuat model sebab akibat dalam sebuah sistem. Menjelaskan disebut juga dengan membuat model. 2.1.1.3 Sifat-sifat cahaya Materi sifat-sifat cahaya merupakan materi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan di kelas V semester genap. Materi ini membahas macam-macam sifat cahaya serta kegunaan cahaya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sulistyanto (2008:132-140) mengungkapkan 15

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bahwa cahaya berasal dari sumber cahaya. Sumber cahaya adalah benda-benda yang dapat memancarkan cahaya. Haryanto (2007:141-150) menyebutkan bahwa sifat-sifat cahaya antara laincahaya merambat lurus, cahaya menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan, cahaya dapat dibiaskan, cahaya putih terdiri dari berbagai warna. 1. Cahaya merambat lurus Gambar 1. Cahaya Merambat Lurus (Sumber: Azmiyawati, 2008:118) Pada saat pagi hari saat cahaya matahari masuk ke kamar kita melalui celah jendela kamar, kita dapat melihat berkas cahaya matahari merambat lurus dari celah tersebut. Cahaya matahari yang masuk melalui celah tersebut akan tampak seperti garis putih yang lurus. Sifat cahaya yang merambat lurus ini dimanfaatkan manusia pada lampu senter dan lampu kendaraan bermotor. 2. Cahaya menembus benda bening Bayangan terbentuk karena cahaya tidak dapat menembus suatu benda. Ketika cahaya mengenai tubuh, cahaya tidak dapat menembus tubuh sehingga terbentuklah bayangan. Begitu pula ketika cahaya mengenai rumah dan pohon yang besar. Gambar di bawah ini memperlihatkan foto seorang anak dan bayangan yang dibentuknya. Bayangan adalah daerah gelap yang terbentuk akibat cahaya tidak dapat menembus suatu benda. Gambar 2. Anak dengan bayangan yang dibentuknya (Sumber: Rositawaty, 2008:68) 16

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Cahaya dapat dipantulkan Gambar 3. Pemantulan Teratur dan Pemantulan Baur Sumber: Rositawaty, 2008:70 Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata. Pada pemantulan ini, sinar pantul arahnya tidak beraturan. Sementara itu, pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan mengkilap. Permukaan yang mempunyai sifat seperti ini misalnya cermin. Pada pemantulan ini sinar pantul memiliki arah yang teratur. Bayangan anak di awal bab ini terjadi karena pemantulan teratur. Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya. Cermin dibagi menjadi 3 bagian, yaitu cermin datar, cermin cembung, dan cermin cekung. a. Cermin datar Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak melengkung. Cermin datar biasa digunakan untuk bercermin. Cermin datar mempunyai sifat-sifat berikut. 1) Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda. 2) Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin. 3) Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda. Misalnya tangan kiri akan menjadi tangan kanan bayangan. 4) Bayangan tegak seperti bendanya. 5) Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat dilihat dalam cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar. 17

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI  Bagian belakang cermin Gambar 4. Cermin Datar (Sumber: Azmiyawati, 2008:119) b. Cermin cembung Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke arah luar. Cermin cembung biasa digunakan untuk spion pada kendaraan bermotor. Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan lebih kecil (diperkecil) daripada benda yang sesungguhnya.  Bagian belakang cermin Gambar 5. Cermin Cembung (Sumber: Azmiyawati, 2008:120) c. Cermin cekung Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah dalam. Cermin cekung biasanya digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil dan lampu senter. Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh cermin cekung sangat bergantung pada letak benda terhadap cermin. 1. Jika benda dekat dengan cermin cekung, bayangan benda bersifat tegak, lebih besar, dan semu (maya). 2. Jika benda jauh dari cermin cekung, bayangan benda bersifat nyata (sejati) dan terbalik.  Bagian belakang cermin Gambar 6. Cermin Cekung (Sumber: Azmiyawati, 2008:121) 18

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Cahaya dapat dibiaskan Apabila cahaya merambat melalui dua zat yang kerapatannya berbeda, cahaya tersebut akan dibelokkan. Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara. Pembiasan cahaya sering kamu jumpai dalam kehidupan seharihari. Misalnya dasar kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman sebenarnya. Gejala pembiasan juga dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Pensil tersebut akan tampak patah. Gambar 7. Cahaya Dapat Dibiaskan (Sumber: Azmiyawati, 2008:122) 5. Cahaya putih terdiri dari berbagai warna Cahaya matahari jika diuraikan akan menjadi berbagai macam warna. Contohnya pada saat siang hari terjadi hujan kemudian setelah hujan reda sinar matahari menyinari bumi. Pada saat itu akan terjadi pelangi yang terdiri dari berbagai macam warna. Adanya warna-warna tersebut berasal dari penguraian cahaya oleh sisa-sisa air hujan di langit. 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya 2.2.1 Penelitian yang berhubungan dengan metode inkuiri Jika penelitian ini ingin diletakkan dalam penelitian-penelitian sebelumnya maka akan dikemukakan beberapa penelitian sebagai berikut: 19

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Zee (2009) meneliti perlunya pengembangan profesional yang meliputi pengembangan berbicara dalam hal menganalisis dan membimbing di sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki bernama Oliviera. Hasil dari penelitian ini yaitu beliau mempertimbangkan apakah kapan, bagaimana, dan mengapa pengembangan profeisonal tersebut perlu dimasukkan pada suatu fokus cara berbicara selama instruksi atau langkah-langkah inkuiri yang berdasarkan pengetahuan. Dasar pemikiran atau pokok yang mendasari pembelajaran adalah persoalan dari cara berbicara, oleh sebab itu cara berbicara guru dapat dan harus menjadi suatu fokus dari pengembangan profesional yang dirancang untuk membantu guru-guru membuat instruksi atau langkah-langkah inkuiri yang berbasis pengetahuan. Sriningsih (2011) meneliti pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan. Hasil penelitian tersebut adalah penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pembentukan tanah akibat pelapukan batuan berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDK Wirobrajan. Hasil yang lainnya yaitu penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA materi pembentukan tanah akibat pelapukan batuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis pada kategori afektif umum siswa kelas V SDK Wirobrajan. Analisis data prestasi belajar pada kelompok eksperimen menunjukkan harga signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05. Hasil ini tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kenaikan harga signifikansi (2-tailed) 0,485 > 0,05 pada kelompok kontrol. 2.2.2 Penelitian yang berhubungan dengan kemampuan proses kognitif Ueckert (2011) bersama dengan Tunnicliffe meneliti perlunya pembelajaran tentang biologi di tahap awal perkembangan belajar anak. Driver (et al. 1994) mengungkapkan bahwa anak-anak mengembangkan ide-ide tentang fenomena alami atau kejadian-kejadian yang mereka lihat atau amati di sekitar mereka sebelum mereka belajar pengetahuan di sekolah. Analisis narasi pribadi anak tentang fenomena biologis yang teramatidapat mengungkapkan akomodasi dan pengembangan serta poin yang dapat diklarifikasi dengan mereka melalui pengajaran tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu suatu kesimpulan dari isu-isu 20

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penilaian dan kurikulum dalam pendidikan formal nantinya berdasarkan hasil pembelajaran biologi di tahap-tahap awal perkembangan anak. Sebagai guru,kita memiliki tugas untuk mendukung, mengembangkan, serta mendorong penelitian lebih lanjut tentang pemahaman perkembangan biologi kepada anak-anak dan implikasinya untuk mengajar. Zohar dan Dori (2003) meneliti perbandingan antara tingginya kemampuan berpikir dengan rendahnya tingkat pencapaian siswa. Latar belakang penelitian ini yaitu banyak guru yang sering mengkualifikasikan sikap guru terhadap murid, seperti mengabaikan keragaman di antara anak-anak serta mengkategorikan siswa yang memiliki kemampuan berpikir tinggi dan lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah menitikberatkan pada pokok persoalan dengan mempersembahkan empat pembelajaran dan mendiskusikan implikasi tersebut untuk mengajar kemampuan berpikir bagi siswa yang tingkat pencapaiannya rendah. Hasil dari penelitian ini: 1. Pengembangan pertanyaan, kemampuan yang positif melalui sebuah kasus berdasarkan metode pengajaran/pembelajaran dalam kualitas modul. Tujuannya adalah memperlihatkan kepada siswa tentang permasalahan yang terbaru untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam bertanya yang positif serta untuk mengajari mereka tentang bagaimana membaca serta mengktitisi suatu artikel. 2. Pengembangan kemampuan berargumentasi siswa melalui pilihan genetik yang pantas. Tujuannya adalah mentransfer penilaian kemampuan berargumentasi dari konteks genetik ke konteks kehidupan sehari-hari. 3. Mempertinggi kemampuan berpikir melalui masalah pembelajaran di teknologi biologi. 4. Pengajaran yang kritis dan pemikiran yang ilmiah. Dari penelitian-penelitian terdahulu yang telah diuraikan di atas, beberapa penelitian membahas penerapan metode inkuiri dan penelitian yang lain membahas pengembangan kemampuan berpikir anak di tahap awal perkembangan 21

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI serta membandingkan tingginya kemampuan berpikir dengan rendahnya tingkat pencapaian hasil siswa. 2.2.3 Literature Map Berikut ini gambar Literature Map dari penelitian sebelumnya. Penggunaan metode inkuiri Kemampuan proses kognitif Zee (2009) Ueckert (2011) Kapan, bagaimana, dan mengapa perlunya pengembangan profesional dimasukkan ke dalam suatu fokus dari cara berbicara selama langkah-langkah atau instruksi inkuiri berbasis pengetahuan dilaksanakan. Pendidikan biologi pada tahap awal perkembangan belajar anak Zohar dan Dori (2003) Perbandingan antara tingginya kemampuan berpikir dengan rendahnya tingkat pencapaian siswa Sriningsih (2011) Metode inkuiri - prestasi belajar, berpikir kritis kategori afektif umum Yang perlu diteliti Metode inkuiri – kemampuan kognitif mengingat dan memahami 22

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dari literature map penelitian sebelumnya, belum ada yang melakukan penelitian mengenai metode inkuiri dan kemampuan kognitif mengingat dan memahami. Dalam penelitian ini peneliti akan menggabungkan kedua aspek tersebut karena belum ada yang membahas pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif mengingat dan memahami mata pelajaran IPA kelas V. 2.3 Kerangka Berpikir Penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran merupakan salah satu metode pembelajaran inovatif yang saat ini mulai dikembangkan oleh guru-guru di Sekolah Dasar. Metode inkuiri ini membagi kegiatan belajar siswa ke dalam beberapa langkah pembelajaran sehingga dapat memudahkan siswa dalam belajar. Metode ini bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, serta psikomotorik siswa tetapi juga menambah pengalaman siswa dalam belajar. Jika pengalaman siswa bertambah menjadi luas, siswa dapat mengungkapkan gagasan dalam pikirannya dengan landasan yang logis. Proses kognitif yang paling dasar yang dikemukakan oleh Bloom adalah mengingat dan memahami. Mengingat merupakan proses kognitif meretensi karena pada saat mengajar, guru memiliki tujuan agar siswa dapat mempelajari suatu materi pembelajaran dan mengingatnya untuk waktu jangka panjang. Siswa dikatakan mengingat jika siswa dapat menempatkan pengetahuan dari memori jangka panjang yang dibutuhkan untuk suatu pengetahuan. Sedangkan memahami termasuk ke dalam proses kognitif mentransfer. Dikatakan mentransfer karena pada proses ini siswa mengkonstruksi pesan atau makna dari pembelajaran baik dalam bentuk tulisan, grafik, serta lisan. Siswa dikatakan memahami jika dapat menghubungkan pengetahuan baru atau pengetahuan yang belum ada di memori jangka panjang siswa dengan pengetahuan lama mereka. Jika metode inkuiri diterapkan pada pembelajaran IPA kelas V SD, penggunaan metode inkuiri akan berpengaruh terhadap kemampuan kognitif mengingat dan memahami. 23

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.4 Hipotesis Penelitian 2.4.1 Penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu semester genap tahun pelajaran 2012-2013 pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar sifat-sifat cahaya. 2.4.2 Penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara siginifikan terhadap kemampuan memahami siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu semester genap tahun pelajaran 2012-2013 pada mata pelajaran IPA untuk kompetensi dasar sifat-sifat cahaya. 24

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini akan diuraikan jenis penelitian, populasi, sampel, jadwal pengambilan data, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, dan teknik analisi data. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian eksperimental merupakan salah satu jenis penelitian yang di dalamnya terdapat minimal satu variabel yang dimanipulasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experimental tipe nonequivalent control group design (Sugiyono, 2010:114). Penelitian ini menggunakan penelitian quasi experimental karena tidak semua variabel dapat dikendalikan secara ketat seperti dalam penelitian eksperimental murni. Populasi diambil dari kelas-kelas yang sudah terbentuk sebelumnya. Tiap anggota dalam sampel tidak dipilih secara random. Meskipun demikian penentuan kelas mana yang menjadi sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditentukan dengan cara diundi. Kedua kelompok ini pada tahap awal diberi soal pretest dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal dari masing-masing kelompok serta untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan dari kedua kelompok tersebut. Kelompok eksperimen diberi perlakuan atau treatment yaitu dengan menggunakan metode inkuri terbimbing selama pembelajaran berlangsung, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing. Setelah diberi perlakuan, masing-masing kelompok diberi posttest. Posttest ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan atau treatment yang telah dilakukan pada kelompok eksperimen. Pengaruh perlakuan dapat dihitung dengan cara: (O2-O1) – (O4-O3) O1 x O2 ………………………… O4 O3 25

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Keterangan : Garis putus-putus = kelompok kontrol dan eksperimen jelas terpisah O1 = hasil pretest kelompok eksperimen O2 = hasil posttest kelompok eksperimen O3 = hasil pretest kelompok kontrol O4 = hasil posttest kelompok kontrol x = perlakuan atau treatment metode inkuiri terbimbing 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian ini dilakukan di SD BOPKRI Gondolayu yang beralamatkan di jalan Jenderal Sudirman 24, Gowongan, Jetis, Yogyakarta dengan kode pos 55232. SD BOPKRI Gondolayu memiliki 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang laboratorium IPA, 1 ruang laboratorium bahasa, 1 ruang laboratorium komputer, 10 ruang kelas : 1. Ruang kelas I.1 berisi 30 siswa 2. Ruang kelas I.2 berisi 24 siswa 3. Ruang kelas II.1 berisi 26 siswa 4. Ruang kelas II.2 berisi 26 siswa 5. Ruang kelas III.1 berisi 30 siswa 6. Ruang kelas III.2 berisi 29 siswa 7. Ruang kelas IV.1 berisi 26 siswa 8. Ruang kelas IV.2 berisi 24 siswa 9. Ruang kelas V.1 berisi 37 siswa 10. Ruang kelas V.2 berisi 38 siswa Guru yang mengajar di SD BOPKRI Gondolayu berjumlah 17 orang. Terdiri atas 1 orang yang menjabat sebagai kepala sekolah serta merangkap sebagai guru bahasa Indonesia kelas I, 10 orang guru atau wali kelas, 2 orang guru olahraga, 1 orang guru kesenian (musik), 2 orang guru komputer, 1 orang guru laboratorium bahasa. 26

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.2.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada awal-pertengahan bulan Februari 2013 antara tanggal 2-18. Berikut ini tabel waktu pengambilan data. Tabel 1 . Waktu Pengambilan Data Kelompok Hari, tanggal Sabtu, 2 Februari 2013 Rabu 6 Februari 2013 Senin, 11 Februari 2013 Kontrol V.1 Rabu, 13 Februari 2013 Pertemuan I II III IV Sabtu 16 Februari 2013 V Senin, 18 Februari 2013 Jumat, 19 April 2013 Sabtu, 2 Februari 2013 VI VII I Kamis, 7 Februari 2013 II Eksperimen V.2 Sabtu, 9 Feberuari 2013 Kamis, 14 Februari 2013 Sabtu, 16 Februari 2013 Senin, 18 Februari 2013 Jumat, 19 April 2013 III IV V VI VII Kegiatan Pretest Penyampaian materi sifat-sifat cahaya Penyampaian materi sifat-sifat cahaya Penyampaian materi sifat-sifat cahaya Membahas benda yang memanfaatkan sifat cahaya Posttest I Posttest II Pretest - Penyampaian materi sifat-sifat cahaya - Percobaan sifat cahaya merambat lurus, cahaya dapat menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan Percobaan sifat cahaya dapat dibiaskan. Membuat kaleidoskop Membuat spectrum cahaya Posttest I Posttest II Alokasi Waktu 1x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 1x35 menit 1x35 menit 1x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 2x35 menit 1x35 menit 1x35 menit 27

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.3 Populasi dan Sampel Margono (2007:118) mengungkapkan bahwa populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian seseorang dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang telah ditentukan. Sugiyono (2010:117) juga mengungkapkan populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Semua benda, orang, serta karakteristik yang dimiliki oleh siswa itu sendiri dapat digolongkan menjadi populasi. Populasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu yang berjumlah 75 siswa. Pemilihan populasi disesuaikan dengan tempat Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan oleh peneliti di SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta. Sampel merupakan bagian dari populasi (Margono,2007:121). Sugiyono (2010:118) menjelaskan pengertian sampel yaitu bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Peneliti menggunakan sampel siswa kelas V.1 yang berjumlah 37 siswa sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas V.2 yang berjumlah 38 siswa sebagai kelompok eksperimen. Pemilihan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan cara diundi. Pembelajaran dilakukan oleh satu guru mitra yang sama baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen untuk mengurangi faktor bias. pembelajaran di kelompok eksprimen menggunakan treatment dengan metode inkuiri dan pembelajaran di kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. 3.4 Variabel Penelitian Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Sugiyono (2010:60) menjelaskan pengertian variabel penelitian, yaitu segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu variabel independen dan dependen. Variabel independen disebut juga variabel bebas, yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Di dalam penelitian ini 28

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang menjadi variabel bebasnya adalah penggunaan metode inkuiri. Variabel yang selanjutnya adalah variabel dependen. Variabel ini disebut juga variabel terikat, merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu kemampuan kognitif mengingat dan memahami. Variabel independen Variabel dependen Kemampuan Mengingat Penggunaan metode inkuiri Kemampuan Memahami Gambar 8 . Variabel Penelitian 3.5 Definisi Operasional Definisi yang dipakai dalam penelitian antara lain: 3.6.1 Metode inkuiri adalah salah satu metode pembelajaran yang membantu siswa dalam belajar dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengembangkan cara berpikir siswa serta menggunakan langkah-langkah pembelajaran seperti orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan mengevaluasi. 3.6.2 Metode inkuiri terbimbing adalah salah satu jenis metode inkuiri yang menempatkan guru sebagai pembimbing dan pengarah bagi siswa dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing. 3.6.3 Proses kognitif adalah langkah-langkah berpikir seseorang untuk memperoleh pengetahuan baru dengan menggunakan kemampuan berpikir yang paling rendah sampai yang tinggi sesuai dengan ranah kognitif pada taksonomi Bloom yang meliputi mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. 3.6.4 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-pristiwa yang terjadi di alam. 3.6.5 Materi sifat-sifat cahaya adalah salah satu materi dalam mata pelajaran IPA kelas V yang mempelajari karakteristik cahaya. 29

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.6.6 Kemampuan mengingat adalah kemampuan dalam diri seseorang untuk mengambil pengetahuan yang ada dalam memori baik jangka panjang atau jangka pendek. 3.6.7 Kemampuan memahami adalah kemampuan dalam diri seseorang untuk membangun pengetahuan yang telah diterima oleh siswa atau menyampaikan kembali informasi yang telah diterima oleh siswa dengan menggunakan bahasa sederhana. 3.6.8 Siswa SD adalah siswa kelas V semester genap di SD BOPKRI Gondolayu yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas V.1 dengan jumlah 37 siswa dan kelas V.2 dengan jumlah 38 siswa. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6 soal essai (Lampiran 6). Berikut ini tabel matriks pengembangan instrumen dengan: Standar Kompetensi : 6. Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya/model Kompetensi Dasar : 6.1 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya 6.2 Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya Tabel 2 . Matriks Pengembangan Instrumen No 1 Variabel Mengingat Aspek Indikator Mengenali Mengidentifikasi Mengambil Mengingat kembali Menyebutkan sifat-sifat cahaya yang diketahui Mengidentifikasi sifat-sifat cahaya Menyebutkan sifat-sifat cahaya yang diketahui Mengingat kembali sifat-sifat cahaya yang diketahui Menjelaskan contoh peristiwa berdasarkan sifat cahaya Menafsirkan peristiwa cahaya dapat masuk ke gudang berdasarkan sifat cahaya Menjelaskan Menafsirkan 2 Memahami Memberi contoh Memberi contoh peristiwa berdasarkan sifat cahaya Mengklasifikasi Mengelompokkan peristiwa yang terjadi berdasarkan sifat cahaya No. Soal 1 4 30

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.7 Validitas dan Reliabilitas Validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur (Surapranata, 2004:50). Menurut R.L. Thorndike dan H.P. Hagen (dalam Arifin, 2009:247), ada dua unsur dalam validitas. Pertama, validitas menunjukkan suatu derajat ada yang sempurna, ada yang sedang, dan ada pula yang rendah. Kedua, validitas selalu dihubungkan dengan suatu putusan atau tujuan yang spesifik. Masidjo (1995:243) mengungkapkan bahwa valditas dibagi menjadi 3 macam, yaitu validitas isi, validitas konstruksi, dan validitas kriteria. Validtas isi yaitu suatu validitas yang menunjukkan sampai di mana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau diukur. Validitas konstruksi dapat disebut juga validitas konsep yaitu validitas yang menunjukkan sampai di mana isi suatu tes atau alat pengukur sesuai dengan konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat pengukur tersebut atau konstruksi teoritis yang mendasari disusunnya tes tersebut. Validitas kriteria yaitu suatu validitas yang memperhatikan hubungan yang ada antara tes atau alat pengukur dengan pengukur lain yang berfungsi sebagai kriteria atau pembanding. Penelitian ini menggunakan validitas isi dan konstruksi. Pengujian validitas ini dilakukan di SDK Sorowajan dengan pertimbangan bahwa di SD ini memiliki kelas paralel, berada di kota, dan memiliki akreditasi yang sama dengan SD yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Validitas isi ini dapat dihitung menggunakan program komputer IBM SPSS 20 for Windows untuk mempermudah perhitungan validitas tersebut. Berikut ini hasil perhitungan validitas dengan menggunakan program IBM SPSS 20 for Windows dengan kriteria valid: Jika harga probabilitas (r) yang terungkap dalam (sig.2-tailed) di bawah 0,05 (p<0,05), konstrak tersebut dinyatakan valid. (Hasil perhitungan uji validitas instrumen dapat dilihat pada lampiran 5a) 31

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3 . Hasil Uji Validitas No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Variabel Mengingat Memahami Mengaplikasi Menganalisis Mengevaluasi Mencipta Pearson Correlation .677** .714** .540** .610** .553** .521** Sig.(2-tailed) Keputusan .000 .000 .001 .000 .001 .001 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel mengingat dan memahami. Harga probabilitas (r) yang terungkap dalam (sig.2-tailed) di bawah 0,05 (p<0,05), konstrak tersebut dinyatakan valid. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Kemampuan Mengingat dan Memahami No. Variabel 1. Mengingat 2. Memahami Pearson Correlation 1.000** 1.000** 1.000** 1.000** .900** .917** .852** .811** Aspek Mengenali Mengidentifikasi Mengingat kembali Mengambil Menafsirkan Mencontohkan Mengklasifikasikan Menjelaskan Sig.(2tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Selain uji validitas instrumen dilakukan juga uji reliabilitas instrumen untuk mengetahui keajegan suatu instrumen. Suatu tes dikatakan konsisten bila hasilnya tidak dipengaruhi waktu, yang diuji dan pengujinya. Suatu tes dikatakan reliabel, jika menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Dalam hal ini, penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. (Hasil perhitungan uji reliabilitas instrumen dapat dilihat pada lampiran 5b) Tabel 5. Uji Reliabilitas Instrumen Alpha Cronbach .645 Variabel Mengingat Memahami Kategori Reliabel Alpha Cronbach 1.000 .890 Kesimpulan Reliabel Reliabel 32

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah Negatif – 0,20 Sangat rendah (Sumber: Masidjo, 1995:209) Hasil pengujian reliabilitas di SDK Sorowajan adalah dengan kriteria menurut Nunnally (dalam Ghozali, 2009:46) yaitu suatu konstruk dikatakan reliabel jika harga Alpha Cronbach > 0,60. Dari hasil pengujian menggunakan Alpha Cronbach untuk variabel mengingat didapatkan hasil sebesar 1,000 dan variabel memahami sebesar 0,89. Harga Alpha Cronbach untuk variabel mengingat dan memahami menunjukkan nilai > 0,60 sehingga instrumen tersebut dinyatakan valid dan reliable serta mempunyai kualifikasi cukup. Setelah melalui uji validitas dan reliabilitas diperoleh kesimpulan bahwa instrumen yang digunakan untuk penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Penelitian ini bersifat kolaboratif dengan penelitian payung yang diselenggarakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yaitu G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., dan Agnes Herlina D H, S.Si., M.T., M.Sc., sehingga yang digunakan oleh peneliti hanya bagian kognitif mengingat dan memahami saja. 3.8 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, yaitu dengan tes essai. Tes dilaksanakan sebelum materi diajarkan (pretest) dan sesudah materi tersebut diajarkan (posttest). Pretest dan posttest ini diberikan kepada kedua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 33

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 6. Teknik Pengumpulan Data No. Kelompok Variabel 1. Kontrol Mengingat 2. Eksperimen Mengingat 3. Kontrol Memahami 4. Eksperimen Memahami 3.9 Teknik Analisis Data Data yang diperoleh Skor pretest Skor posttest Skor pretest Skor posttest Skor pretest Skor posttest Skor pretest Skor posttest Pengukuran data Pretest Posttest Pretest Posttest Pretest Posttest Pretest Posttest Instrumen yang digunakan Soal essai (nomor 1) Soal essai (nomor 1) Soal essai (nomor 1) Soal essai (nomor 1) Soal essai (nomor 4) Soal essai (nomor 4) Soal essai (nomor 4) Soal essai (nomor 4) Teknik yang digunakan oleh peneliti merupakan teknik analisis data dengan menggunakan program komputer IBM SPSS 20 for Windows yang meliputi beberapa langkah, yaitu: 3.9.1 Uji normalitas distribusi data Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan teknik KolmogorovSmirnov. Penggunaan teknik ini memiliki tujuan untuk mengetahui data dalam penelitian memiliki distribusi normal atau tidak. Kriteria yang digunakan dalam teknik ini antara lain: a. Jika harga sig. (2-tailed) atau p > 0,05, distribusi data normal. Jika distribusi data normal maka langkah selanjutnya menggunakan statistik parametrik uji t atau t-test. b. Jika harga sig. (2-tailed) atau p < 0,05, distribusi data tidak normal. Jika distribusi data tidak normal maka langkah selanjutnya menggunakan statistik non-parametrik Mann-Whitney atau Wilcoxon. 3.9.2 Analisis statistik 3.9.2.1 Menguji perbedaan skor pretest Cara mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama sehingga memungkinkan untuk dilakukannya pembandingan menggunakan uji beda pretest. Uji beda ini dilakukan dengan menganalisis hasil pretest yang dilakukan oleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hipotesis statistik yang digunakan: 34

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan Pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara skor Pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan skor Pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan yang terjadi antara skor Pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Kriteria untuk menilai perbedaan data yaitu: 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki kemampuan awal yang sama. 2. Jika harga sig.(2-tailed)<.0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki kemampuan awal yang sama. Jika distribusi data bersifat normal maka pengujian data ini menggunakan statistik parametrik independent samples t-test, sedangkan untuk distribusi data tidak normal maka pengujian data menggunakan statistik non-parametrik MannWhitney. 3.9.2.2 Menguji perbedaan skor Pretest dan Posttest Uji beda pretest ke posttest digunakan untuk memastikan apakah ada kenaikan skor yang signifikan atau tidak pada kelompok kontrol dan eksperimen dengan membandingkan hasil skor pretest ke postest. Pengujian ini dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% (Prayitno, 2008:101). Hipotesis statistik yang digunakan: Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. 35

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest Perbedaan tersebut menggunakan kriteria sebagai berikut : 1. Jika harga sig.(2-tailed)> 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest ke posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai pretest ke posttest. 2. Jika harga sig.(2-tailed)< 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest ke posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara nilai pretest ke posttest. Analisis statistik yang digunakan jika distribusi data dalam kategori normal adalah paired samples t-test, sedangkan analisis data dengan Wilcoxon digunakan untuk distribusi data dalam kategori tidak normal. 3.9.2.3 Menguji perbedaan selisih skor pretest dan posttest Perhitungan selisih skor dilakukan dengan cara mengurangkan hasil skor posttest dengan pretest pada masing-masing kelompok. Kemudian selisih skor dari kedua kelompok tersebut diuji statistik. Jika data yang diperoleh merupakan data yang berdistribusi normal maka data dianalisis dengan menggunakan parametrik uji t atau t-test. Sedangkan, jika distribusi data tersebut tidak normal maka data dianalisis dengan menggunakan analisis non-parametrik MannWhitney. Johnson & Christensen (2008:312,330) menekankan bahwa analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan kognitif adalah analisis statistik dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest baik dari kelompok eksperimen maupun kontrol dengan tujuan untuk mengetahui apakah skor kedua kelompok tersebut berbeda secara signifikan atau tidak. Hipotesis statistik yang digunakan: Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami. 36

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami Kriteriayang digunakan untuk menarik kesimpulan yaitu: 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami. 2. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat atau memahami. Hasil analisis dari perbedaan Posttest di kelompok kontrol dan eksperimen digunakan untuk menarik kesimpulan berdasarkan hipotesis sehingga dapat diketahui apakah hasil terbeut menyetujui hipotesis atau menolaknya. 3.9.2.4 Menguji Besar Pengaruh Metode Inkuiri Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh metode yang digunakan pada kelompok kontrol dengan metode ceramah dan pada kelompok eksperimen dengan metode inkuiri. Cara yang digunakan untuk menemukan besar pengaruh tersebut menggunakan rumus (Field,2009:57,179) dengan distribusi data normal: √ Keterangan: r = effect size dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t df = harga derajad kebebasan 37

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Jika distribusi data tidak normal digunakan rumus (Field, 2009:550) √ Keterangan: r = effect size dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson Z = harga konversi dari standar deviasi (diperoleh dari SPSS uji Wilcoxon) N = jumlah total observasi (= 2x jumlah siswa) Untuk menghitung persentase pengaruh digunakan koefisien determinasi ( dengan rumus: Kriteria yang digunakan: 1. Jika r = ≤ 0,10 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki kecil atau setara dengan 1% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen. 2. Jika r = ≤ 0,30 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki menengah atau setara dengan 9% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen. 3. Jika r = ≤ 0,50 , maka dapat dikatakan efek yang dimiliki besar atau setara dengan 25% pengaruh yang diakibatkan oleh variabel independen. 3.9.2.5 Menguji Retensi Pengaruh Pengujian ini dilakukan dalam kurun waktu 2 bulan sesudah treatment dilakukan. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh yang ditimbulkan masih sama kuat seperti pada Posttest I. Uji perbedaan digunakan untuk mengetahui adakah perbedaan yang signifikan antara Posttest I dan Posttest II. Hipotesis statistik yang digunakan: Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengan kata lain tidak ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I dengan posttest II. 38

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II. Dengankata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara skor posttest I ke posttest II. Kriteria yang digunakan yaitu: 1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Dengan kata lain ada penurunan yang signifikan yang terjadi antara Posttest I dan Posttest II. 2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada penurunan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang signifikan antara Posttest I dan Posttest II. 39

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing terhadap kemampuan kognitif yaitu kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya. Hasil penelitian akan menjelaskan deskripsi data dan analisis data yang dilakukan. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengingat Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kolaboratif yang dilakukan dalam kelompok payung Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa SD untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode quasiexperimental design tipe non-equivalent control group design. Kelas yang dipilih untuk penelitian ini ada dua, yaitu kelas V.1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 37 siswa dan kelas V.2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 38 siswa. Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak diberi perlakuan dengan menggunakan metode inkuiri melainkan menggunakan metode ceramah, sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan dengan menggunakan metode inkuiri. Materi yang diajarkan baik di kelas kontrol dan eksperimen adalah sama. Sebelumnya, pada kedua kelas tersebut diberi Pretest yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa tentang materi yang akan diajarkan. Prestest ini berupa tes tertulis dengan 1 soal uraian. Sesudah penyampaian materi telah selesai dilaksanakan, tahap selanjutnya adalah memberikan Posttest pada masing-masing kelompok untuk mengetahui dampak perlakuan yang diterima selama proses pembelajaran baik di kelompok kontrol maupun di kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan merupakan soal esai yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya di SD Kanisius Sorowajan serta dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Instrumen tersebut terdiri dari 6 buah soal esai yang disesuaikan 40

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dengan tahapan kemampuan berpikir ranah kognitif menurut Benjamin S. Bloom (Taksonomi Bloom). Variabel independen pada penelitian ini yaitu kemampuan mengingat, sedangkan variabel dependennya adalah metode inkuiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat. Data yang diperoleh dari hasil Pretest dan Posttest untuk kemampuan mengingat pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Uji normalitas tersebut digunakan untuk menentukan jenis uji statistik yang akan digunakan dalam analisis data responden dengan berdasarkan kriteria berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka distribusi data dikatakan normal. 2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka distribusi data dikatakan tidak normal. Berdasarkan kriteria di atas diperoleh data seperti pada tabel dibawah ini : (lampiran 11a) Tabel 7. Hasil Uji Normalitas pada kemampuan Mengingatdengan KolmogorovSmirnov No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Rerata skor Pretest kelompok kontrol Rerata skor Posttest I kelompok kontrol Rerata skor Posttest II kelompok kontrol Rerata skor Pretest kelompok eksperimen Rerata skor Posttest I kelompok eksperimen Rerata skor Posttest II kelompok eksperimen Nilai Signifikansi 0,050 0,059 0,059 0,076 0,076 0,068 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Hasil analisis statistik data di atas harga sig.(2-tailed) pada aspek Pretest kelompok kontrol adalah 0,050 sedangkan pada kelompok eksperimen 0,076. Pada aspek Posttest I, harga sig.(2-tailed) kelompok kontrol adalah 0,059 dan Posttest II adalah 0,059. Sedangkan hasil Posttest I kelompok eksperimen adalah 0,076 dan pada Posttest II adalah 0,068. Berdasarkan kriteria, semua aspek berada dalam distribusi data normal, maka untuk uji statistik selanjutnya adalah uji parametrik t-test. 41

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Analisis data pada kemampuan mengingat ini dilakukan dengan beberapa langkah kerja. Langkah pertama, menguji perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan kondisi awal pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen sebelum mendapatkan perlakuan pada masing-masing kelas. Langkah kedua, dilanjutkan dengan menguji perbedaan pretest ke posttest pada masing-masing kelompok yang bertujuan untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada masing-masing kelompok yaitu kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Langkah ketiga, dilakukan uji perbedaan selisih skor posttest dan prettest untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pada penggunaan metode inkuiri terhadap aspek mengingat. Langkah keempat, dilakukan uji besar pengaruh terhadap kemampuan mengingat. Langkah kelima, uji retensi pengaruh dengan uji beda posttest I dan Posttest II untuk mengetahui keajegan perlakuan, apakah penggunaan perlakuan pada masing-masing kelompok masih tetap kuat ataukah tidak. 4.1.1.1 Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengingat Langkah pertama yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data Pretest dan Posttest dari masing-masing kelompok yaitu melakukan analisis perbedaan skor Pretest kelompok kontrol dan skor Pretest kelompok eksperimen. Uji perbedaan skor Pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau titik pijak antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdapat perbedaan atau tidak. Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbedaan pada kemampuan mengingat adalah statistik parametrik Independent samples t-test karena distribusi data normal. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95% dengan menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: Hnull:Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan Pretest kelompok eksperimen. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan skor Pretest kelompok eksperimen. 42

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan skor Pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tidak memiliki kemampuan awal yang sama. 2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan skor Pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama. (Lampiran 11b) Tabel 8. PerbedaanSkor PretestKemampuan Mengingat Hasil Pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikasi 0,784 Keterangan Tidak berbeda Tabel perbedaan skor pretestantara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa harga M = 0,06, SE = 0,22, sig.(2-tailed)>0,05 yaitu 0,784, t(73) = 0,275.Harga Levene’s testdengan tingkat kepercayaan 95% F= 2,072dan Signifikansi= 0,154, (terdapat homogenitas varian)sehingga dapat diketahui bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak dan data di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretestkelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mempunyai kemampuan awal yang sama sehingga tidak ada data yang bias untuk dilakukan analisis data selanjutnya. 4.1.1.2 Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat Langkah kedua dilakukan untuk melihat ada atau tidak adanya kenaikan skor yang signifikan antara skor Pretest ke Posttest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dari uji perbedaan skor Pretest ke Posttest akan diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok. Uji perbedaan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) pada Pretest dan Posttest > 0,05 sehingga distribusi data tersebut dikatakan normal, sehingga analisis statistik yang digunakan untuk data normal adalah statistik parametrik paired t-test dengan 43

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tingkat kepercayaan 95%. Analisis data pada kedua kelompok tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest dan Posttest. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest dan Posttest. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara Pretest dan Posttest. Dengan kata lain ada kenaikan skor yang signifikan yang terjadi antara Pretest ke Posttest. 2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara Pretest dan Posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan skor yang signifikan antara Pretest ke Posttest. Hasil analisis data perbedaan Pretest ke Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut: (Lampiran 11c) Tabel 9. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengingat Test No 1 2 Kelompok Kontrol Eksperimen Pretest 2,05 1,99 Posttest I 3,08 3,03 % peningkatan Signifikansi 50,24 % 52,26 % 0,000 0,000 Keputusan Berbeda Berbeda Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa pada kelompok eksperimen mencapai skor yang lebih tinggi yaitu dengan nilai M = -1,03 , SE = 0,18 , Sig.(2tailed) = 0,00 , t(37) = -5,76 , dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah dengan nilai M = -1,03 , SE = 0,19 , Sig.(2-tailed) = 0,00 , t(36) = -5,47 . Pada kelompok kontrol maupun eksperimen harga sig.(2tailed) > 0,05 maka Hnull diterima yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest atau ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest. 4.1.1.3 Uji selisih skorPretest-Posttest Kemampuan Mengingat Uji selisih skor pretest-posttest dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan metode inkuiri. Penghitungan selisih ini dilakukan dengan cara mengurangkan skor posttest dengan skor pretest pada masing-masing 44

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok. Langkah sebelumnya yaitu melakukan uji normalitas data selisih skor kemampuan mengingat dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Dari pengujian normalitas data, diperoleh hasil seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 10. Uji normalitas skor selisih No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan 1. Selisih skor mengingat kelompok kontrol 0,158 Normal 2. Selisih skor mengingat kelompok eksperimen 0,043 Tidak normal Tabel di atas menujukkan bahwa nilai signifikansi selisih skor mengingat untuk kelompok eksperimen berada pada distribusi data tidak normal. Jika salah satu data berada pada distribusi data tidak normal, maka uji selisih skor pretestposttest menggunakan analisis statistik non-parametrik yaitu Mann-Whitney. Analisis statistik menggunakan hipotesis statistik berikut: Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor Pretest-Posttest kelompok kontrol dankelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor Pretest-Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara sifnifikan terhadap kemampuan mengingat. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor Pretest-Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. 2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor Pretest-Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Perbedaan selisih skor pretest dan posttest antara kelompok kontrol dan eksperimen yang dilakukan akan digunakan sebagai acuan dalam mengambil 45

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis, yaitu apakah hasil penelitian ini mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Berdasarkan pengolahan data penelitian dengan menggunakan analisis statistik Mann-Whitney, diperoleh hasil: (Lampiran 11d) Tabel 11. Uji selisih skor posttest-pretest Selisih skor posttest dan pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikansi 0,672 Keterangan Tidak berbeda Hasil analisis pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor posttest dan pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Data penelitian menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ditolak. Diagram berikut akan memperlihatkan selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol maupun eksperimen. 1,2 1 Mean 0,8 0,6 0,4 0,2 0 selisih kontrol selisih eksperimen Gambar 9. Diagram selisih pretest dan posttest kemampuan mengingat 4.1.1.4 Uji besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat Langkah yang keempat adalah menghitung seberapa besar pengaruh (effect size) dari metode inkuiri yang digunakan terhadap kemampuan mengingat pada kelas eksperimen dan metode ceramah yang digunakan terhadap kemampuan 46

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengingat pada kelas kontrol. Penghitungan yang dilakukan menggunakan rumus effectsize diperoleh sebagai berikut: Tabel 12. Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Mengingat No. 1. 2. Kelompok Kontrol Eksperimen T -5,469 -5,763 df 36 37 r R2 0,673647 0,687769 0,4538 0,473026 Persentase efffect size 45,38 % 47,30 % Keterangan Efek besar Efek besar Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan sumbangan 47,30% terhadap kemampuan mengingat siswa yaitu ditunjukkan dengan harga r = 0,69, t(37) = -5,763, R2 = 0,47 dan metode ceramah sebesar 45,38% dengan harga r = 0,67, t(36) = -5,469, R2 = 0,45. 4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh Langkah yang kelima yaitu membandingkan hasil analisis dari Posttest I dan Posttest II. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada penurunan yang signifikan dari masing-masing metode yang dilakukan pada masing-masing kelompok. Pengujian Posttest II ini dilaksanakan 2 bulan setelah dilaksanakannya Posttest I. Setelah data diambil kemudian data diuji normalitasnya terlebih dahulu. Hasil uji normalitas Posttest II kelompok kontrol yaitu 0,059 dan Posttest II kelompok eksperimen yaitu 0,068 dengan kriteria sig.(2-tailed) > 0,05 sehingga dikatakan bahwa distribusi data tersebut normal dan menggunakan analasis statistik paired t-test. Kriteria hipotesis yang digunakan dalam analisis statistik ini adalah: Hnull : Tidak ada pebedaan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Kriteria yang digunakan sebagai acuan dari hipotesis ini antara lain adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara Posttest I dan Posttest II. Artinya tidak ada penurunan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. 47

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara posttest1 dan Posttest II. Artinya ada penurunan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Hasil analisis statistik perbedaanPosttest I dan Posttest II pada kelompok kontrol maupun eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini: (Lampiran 11f) Tabel 13. Uji Retensi Pengaruh 1. Kontrol 3,08 3,08 % Peningkatan atau penurunan 0% 2. Eksperimen 3,03 3,05 0,66% Test No. Kelompok Posttest I Posttest II Signifikansi Keterangan 1,000 Tidak berbeda Tidak berbeda 0,872 Cara menghitung seberapa besar peningkatan atau penurunan hasil analisi statistik dari Posttest I dan Posttest II menggunakan rumus: ((nilai posttest II – nilai posttest I) : nilai posttest I) x 100% Dari tabel di atas dapat diketahui harga sig.(2-tailed) antara Posttest I dan Posttest II kelompok kontrol adalah 1,000 dengan M = 0,000 , SE = 0,169 , hal ini menunjukkan bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak dengan pengertian bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara Posttest I dan Posttest II atau tidak ada penurunan skor yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) adalah 0,872 dengan M = -0,026 , SE = 0,158, hal ini menunjukkan bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak dengan pengertian bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara Posttest I dan Posttest II atau tidak ada penurunan skor yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Skor Posttest I maupun Posttest II pada kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan maupun penurunan denghan persentase sebesar 0% sedangkan pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 0,66%. Kelima langkah analisis tersebut bisa diringkas dalam tabel yang memperlihatkan skor Pretest dan Posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 48

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3,5 3 2,5 2 kontrol 1,5 eksperimen 1 0,5 0 Pretest Posttest1 Posttest2 Gambar 10. Perbedaan antara skor Prestest, Posttest I, dan Posttest II kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 4.1.2 Pengaruh Penggunaan Inkuiri Terhadap Kemampuan Memahami Variabel independen kedua yang diteliti yaitu kemampuan memahami.Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kolaboratif yang dilakukan dalam kelompok payung Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa SD untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode quasiexperimental design tipe non-equivalent control group design. Kelas yang dipilih untuk penelitian ini ada dua, yaitu kelas V.1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 37 siswa dan kelas V.2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 38 siswa. Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak diberi perlakuan dengan menggunakan metode inkuiri melainkan menggunakan metode ceramah, sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan dengan menggunakan metode inkuiri. Materi yang diajarkan baik di kelas kontrol dan eksperimen adalah sama. Sebelumnya, pada kedua kelas tersebut diberi Pretest yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa tentang materi yang akan diajarkan. Prestest ini berupa tes tertulis dengan 1 soal uraian. Sesudah penyampaian materi telah selesai dilaksanakan, tahap selanjutnya adalah memberikan Posttest pada masing-masing kelompok untuk mengetahui dampak 49

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI perlakuan yang diterima selama proses pembelajaran baik di kelompok kontrol maupun di kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan merupakan soal esai yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya di SD Kanisius Sorowajan serta dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Instrumen tersebut terdiri dari 6 buah soal esai yang disesuaikan dengan tahapan kemampuan berpikir ranah kognitif menurut Benjamin S. Bloom (Taksonomi Bloom). Variabel independen pada penelitian ini yaitu kemampuan memahami, sedangkan variabel dependennya adalah metode inkuiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan memahami.Kriteria yang digunakan: 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka distribusi data dikatakan normal. 2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka distribusi data dikatakan tidak normal. Berdasarkan kriteria diatas diperoleh data seperti pada tabel di bawah ini: (Lampiran 12a) Tabel 14. Hasil Uji Normalitas pada kemampuan Memahami dengan Kolmogorov-Smirnov No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Rerata skor Pretest kelompok kontrol Rerata skor Posttest I kelompok kontrol Rerata skor Posttest II kelompok control Rerata skor Pretest kelompok eksperimen Rerata skor Posttest I kelompok eksperimen Rerata skor Posttest II kelompok eksperimen Nilai Signifikansi 0,070 0,057 0,054 0,081 0,060 0,050 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Berdasarkan tabel di atas yang mengacu pada kriteria yang digunakan dapat diketahui bahwa distribusi semua data kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebut merupakan data yang memiliki distribusi normal karena harga sig (2-tailed) > 0,05. Hal tersebut dapat dilihat dari harga atau nilai signifikansi pada Pretest kelompok kontrol yaitu : 0,070, harga signifikansi pada Posttest I kelompok kontrol yaitu: 0,057, dan harga signifikansi Posttest II kelompok kontrol yaitu: 0,054. Pada kelompok ekperimen harga signifikansi Pretest yaitu : 0,081, harga signifikansi Posttest I yaitu : 0,060, dan harga signifikansi Posttest II kelompok eksperimen yaitu: 0,050, sehingga data pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen pada aspek memahami 50

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dinyatakan sebagai data yang normal dan akan dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik t-test. Analisis data pada kemampuan memahami dilakukan dengan beberapa langkah kerja. Langkah pertama, menguji perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan kondisi awal pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen sebelum mendapatkan perlakuan pada masing-masing kelas. Langkah kedua, dilanjutkan dengan menguji perbedaan pretest ke posttest pada masing-masing kelompok yang bertujuan untuk mengetahui kenaikan yang signifikan pada masing-masing kelompok yaitu kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Langkah ketiga, dilakukan uji perbedaanselisih skor posttest dan prettest untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pada penggunaan metode inkuiri terhadap aspek memahami. Langkah keempat, dilakukan uji besar pengaruh terhadap kemampuan memahami. Langkah kelima, uji retensi pengaruh dengan uji beda posttest1 dan Posttest II untuk mengetahui keajegan perlakuan, apakah penggunaan perlakuan pada masing-masing kelompok masih tetap kuat ataukah tidak. 4.1.2.1 Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Memahami Langkah pertama yang dilakukan setelah mengetahui normalitas data Pretest dan Posttest dari masing-masing kelompok yaitu melakukan analisis perbedaan skor Pretest kelompok kontrol dan skor Pretest kelompok eksperimen. Uji perbedaan skor Pretest bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau titik pijak antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdapat perbedaan atau tidak. Analisis statistik yang digunakan dalam uji perbedaan pada kemampuan mengingat adalah statistik parametrik Independent samples t-test karena distribusi data normal. Analisis data dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95% dengan menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan Pretest kelompok eksperimen. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan skor Pretest kelompok eksperimen. 51

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan skor Pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok tidak memiliki kemampuan awal yang sama. 2. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest kelompok kontrol dengan skor Pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama. Hasil analisis data perbedaan Pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut: (Lampiran 12b) Tabel 15. Perbedaan Skor PretestKemampuan Memahami Hasil Pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikansi 0,739 Keterangan Tidak berbeda Tabel perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa harga M = 0,061, SE = 0,18, sig.(2-tailed)>0,05 yaitu 0,739, t(73) = 0,334.Harga Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% F= 0,009dan Signifikansi= 0,925, (terdapat homogenitas varian) sehingga dapat diketahui bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak dan data di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Dengan kata lain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mempunyai kemampuan awal yang sama sehingga tidak ada data yang bias untuk dilakukan analisis data selanjutnya. 4.1.2.2 Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami Langkah kedua dilakukan untuk melihat ada atau tidak adanya kenaikan skor yang signifikan antara skor Pretest ke Posttest baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Dari uji perbedaan skor Pretest ke Posttest akan diperlihatkan persentase kenaikan masing-masing kelompok. Uji perbedaan ini berkaitan dengan uji normalitas. Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) pada Pretest dan Posttest > 0,05 sehingga data tersebut dikatakan normal, sehingga analisis statistik yang digunakan untuk data 52

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI normal adalah statistik parametrik paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data pada kedua kelompok tersebut menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut : Hnull :Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest dan Posttest. Hi :Ada perbedaan yang signifikan antara skor Pretest dan Posttest. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara Pretest dan Posttest. Dengan kata lain ada kenaikan skor yang signifikan yang terjadi antara Pretest ke Posttest. 2. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara Pretest dan Posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan skor yang signifikan antara Pretest ke Posttest Hasil analisis data perbedaan Pretest ke Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut: (Lampiran 12c) Tabel 16. Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Memahami No 1 2 Kelompok Kontrol Eksperimen Pretest 2,03 1,97 Test Posttest I 2,41 2,24 % peningkatan Signifikansi 18,72 13,71 0,039 0,156 Keputusan Ada kenaikan Tidak ada kenaikan Tabel di atas menunjukkan bahwa siswa pada kelompok kontrol mencapai skor yang lebih tinggi yaitu dengan nilai M = -0,39 , SE = 0,18 , Sig.(2-tailed) = 0,00 , t(36) = -2,142 , dibandingkan dengan kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dengan nilai M = -0,27 , SE = 0,19 , Sig.(2-tailed) = 0,00 , t(37) = -1,45 . Pada kelompok kontrol harga sig.(2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest atau ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest. sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest. 53

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.2.3 Uji selisih skor Pretest-Posttest Kemampuan Memahami Uji selisih skor pretest-posttest dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan metode inkuiri. Penghitungan selisih ini dilakukan dengan cara mengurangkan skor posttest dengan skor pretest pada masing-masing kelompok. Langkah sebelumnya yaitu melakukan uji normalitas data selisih skor kemampuan mengingat dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Dari pengujian normalitas data, diperoleh hasil seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 17. Uji normalitas skor selisih No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan 3. Selisih skor mengingat kelompok kontrol 0,114 Normal 4. Selisih skor mengingat kelompok eksperimen 0,106 Normal Tabel di atas menujukkan bahwa nilai signifikansi selisih skor memahami untuk kelompok eksperimen dan kontrol berada pada distribusi data normal, sehingga untuk uji selisih skor posttest dan pretest dilakukan dengan analisis statistik parametrik yaitu Independent samples t-test. Analisis statistik menggunakan hipotesis statistik berikut: Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor Pretest-Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor Pretest-Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara sifnifikan terhadap kemampuan memahami. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara Posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. 2. Jika harga sig.(2-tailed)>0,05, Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara Posttest kelompok kontrol dan kelompok 54

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI eksperimen. Dengan kata lain penggunaan metode inkuiritidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. Perbedaan selisih skor pretest dan posttest antara kelompok kontrol dan eksperimen yang dilakukan akan digunakan sebagai acuan dalam mengambil kesimpulan yang berkaitan dengan hipotesis, yaitu apakah hasil penelitian ini mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Berdasarkan pengolahan data penelitian dengan menggunakan analisis statistik Independent sample t-test, diperoleh hasil: Tabel 18. Uji selisih skor posttest-pretest Selisih skor posttest dan pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikansi 0,656 Keterangan Tidak berbeda Hasil analisis pada tabel di atas menunjukkan homogenitas varian antara kelompok kontrol dan eksperimen. suatu data dikatakan memiliki homogenitas varian apabila memiliki sig.(2-tailed) harga Levene‟s Test >0,05. Data di atas menunjukkan harga sig.(2-tailed) >0,05 yaitu 0,881 pada harga Levene‟s Test dengan F = 0,022. Karena data yang diperoleh memiliki homogenitas varian sehingga sig.(2-tailed) yang digunakan adalah 0,656. Harga sig.(2-tailed) menunjukkan hasil > 0,05 sehingga berdasarkan kriteria, dapat diketahui bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. dengan kata lain penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. data penelitian yang diperoleh tersebut menolak hipotesis penelitian. Diagram berikut ini akan memperlihatkan selisih skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol maupun eksperimen. 55

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 0,45 0,4 0,35 0,3 0,25 0,2 0,15 0,1 0,05 0 selisih kontrol selisih eksperimen Gambar 11. Diagram selisih skor pretest dan posttest kemampuan memahami 4.1.2.4 Uji besar pengaruh metode inkuiri terhadap kemampuan memahami Langkah yang keempat adalah menghitung seberapa besar pengaruh dari metode inkuiri yang digunakan terhadap kemampuan mengingat pada kelas eksperimen dan metode ceramah yang digunakan terhadap kemampuan mengingat pada kelas kontrol. Penghitungan yang dilakukan menggunakan rumus effect size diperoleh sebagai berikut: (Lampiran 12e) Tabel 19. Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Memahami No. 1. 2. Kelompok Kontrol Eksperimen t -2,142 -1,450 df 36 37 r 0,336 0,232 R2 0,113 0,054 Persentase efffect size 11,3 % 5,4 % Keterangan Efek menengah Efek kecil Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa metode inkuiri memberikan sumbangan 5,4% terhadap kemampuan memahami siswa yaitu ditunjukkan dengan harga r = 0,232, t(37) = -1,450, R2 = 0,054 dan metode ceramah sebesar 11,3% dengan harga r = 0,336, t(36) = -2,142, R2 = 0,113. 4.1.2.5 Uji Retensi Pengaruh Langkah yang kelima yaitu membandingkan hasil analisis dari Posttest I dan Posttest II. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh dari masing-masing metode yang dilakukan pada masing-masing kelompok. Pengujian Posttest II ini dilaksanakan kurang lebih dalam kurun waktu 2 bulan setelah 56

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dilaksanakannya Posttest I. Tujuan Posttest II ini adalah mengetahui kestabilan pengaruh dari suatu perlakuan. Setelah data diambil kemudian data diuji normalitasnya terlebih dahulu. Hasil uji normalitas Posttest II kelompok kontrol yaitu 0,054 dan Posttest II kelompok eksperimen yaitu 0,50 dengan kriteria sig.(2-tailed) > 0,05 sehingga dikatakan bahwa distribusi data tersebut normal dan menggunakan analasis statistik paired t-test. Kriteria hipotesis yang digunakan dalam analisis statistik ini adalah: Hnull : Tidak ada pebedaan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Kriteria yang digunakan sebagai acuan dari hipotesis ini antara lain adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig.(2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara Posttest I dan Posttest II. Artinya tidak ada penurunan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. 2. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan antara posttest1 dan Posttest II. Artinya ada penurunan yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Hasil analisis statistik perbedaan Posttest I dan Posttest II pada kelompok kontrol maupun eksperimen dapat dilihat pada tabel di bawah ini: (Lampiran 11f) Tabel 20. Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Test No. 3. 4. Kelompok Kontrol Eksperimen Posttest I Posttest II 2,41 2,24 2,27 2,32 % Peningkatan atau penurunan -5,81% 3,57% Signifikansi keterangan 0,395 0,681 Tidak berbeda Tidak berbeda Cara menghitung seberapa besar peningkatan atau penurunan hasil analisi statistik dari Posttest I dan Posttest II menggunakan rumus: ((nilai posttest II – nilai posttest I) : nilai posttest I) x 100% 57

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dari tabel di atas dapat diketahui harga sig.(2-tailed) antara Posttest I dan Posttest II kelompok kontrol adalah 0,395 dengan M = 0,145 , SE = 0,168 , hal ini menunjukkan bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak dengan pengertian bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara Posttest I dan Posttest II atau tidak ada penurunan skor yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) adalah 0,681 dengan M = -0,085 , SE = 0,207, hal ini menunjukkan bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak dengan pengertian bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara Posttest I dan Posttest II atau tidak ada penurunan skor yang signifikan antara skor Posttest I dan Posttest II. Skor Posttest I maupun Posttest II pada kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar -5,81% sedangkan pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 3,57%. Kelima langkah analisis tersebut bisa diringkas dalam tabel yang memperlihatkan skor Pretest dan Posttest baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. 3 2,5 Mean 2 kontrol 1,5 eksperimen 1 0,5 0 Prestest Posttest1 Posttest2 Gambar 12. Perbedaan antara skor Prestest, Posttest I dan Posttest II pada kelompok kontrol dan eksperimen. 58

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian Ringkasan hasil dari analisi data di atas dapat diketahui bahwa penggunaan metode inkuiri tidak memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V di SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta. Tabel 21. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengingat No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nilai Signifikansi 0,050 0,059 0,059 0,076 0,076 0,068 Aspek Rerata skor Pretest kelompok kontrol Rerata skor Posttest I kelompok kontrol Rerata skor Posttest II kelompok kontrol Rerata skor Pretest kelompok eksperimen Rerata skor Posttest I kelompok eksperimen Rerata skor Posttest II kelompok eksperimen Kualifikasi Normal Normal Normal Normal Normal Normal Tabel 22. Rangkuman Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengingat Hasil Pretest Signifikasi Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Kualifikasi Tidak berbeda 0,784 Tabel 23. Rangkuman Perbedaan Skor Pretest Ke Posttest Kemampuan Mengingat No Kelompok 1 2 Kontrol Eksperimen Test Pretest 1,75 1,60 Posttest 2,66 2,86 % peningkatan 34,21 44,06 Signifikansi Keputusan 0,000 0,000 Ada kenaikan Ada kenaikan Tabel 24. Rangkuman uji normalitas selisih skor kemampuan mengingat No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan 1. Selisih skor mengingat kelompok kontrol 0,158 Normal 2. Selisih skor mengingat kelompok eksperimen 0,043 Tidak normal Tabel 25. Rangkuman Uji selisih skor posttest-pretest kemampuan mengingat Selisih skor posttest dan pretest Signifikansi Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,672 Keterangan Tidak berbeda Tabel 26. Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Mengingat No. 1. 2. Kelompok Kontrol Eksperimen t -5,469 -5,763 df 36 37 r R2 0,673647 0,687769 0,4538 0,473026 Persentase efffect size 45,38 % 47,30 % Keterangan Efek besar Efek besar 59

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 27. Rangkuman Uji retensi pengaruh Test No. 1. 2. Kelompok Kontrol Eksperimen Posttest I Posttest II 3,08 3,03 3,08 3,05 % Peningkatan atau penurunan 0% 0,66% Signifikansi keterangan 1,000 0,872 Tidak berbeda Tidak berbeda Tabel 28. Rangkuman hasil uji normalitas kemampuan memahami No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Rerata skor Pretest kelompok kontrol Rerata skor Posttest I kelompok kontrol Rerata skor Posttest II kelompok kontrol Rerata skor Pretest kelompok eksperimen Rerata skor Posttest I kelompok eksperimen Rerata skor Posttest II kelompok eksperimen Nilai Signifikansi 0,070 0,057 0,054 0,081 0,060 0,050 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Tabel 29. Rangkuman perbedaan skor pretest kemampuan memahami Hasil Pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikansi 0,739 Keterangan Tidak berbeda Tabel 30. Rangkuman perbedaan skor Pretest ke Posttest kemampuan memahami No Kelompok 1 Kontrol Pretest 2,03 2 Eksperimen 1,97 Test Posttest I 2,41 2,24 % peningkatan Signifikansi 18,72 0,039 13,71 0,156 Keputusan Ada kenaikan Tidak ada kenaikan Tabel 31. Rangkuman uji normalitas selisih skor kemampuan memahami No Aspek Nilai Signifikansi Keterangan 1. Selisih skor mengingat kelompok kontrol 0,114 Normal 2. Selisih skor mengingat kelompok eksperimen 0,106 Normal Tabel 32. Rangkuman uji selisih skor posttest-pretest kemampuan memahami Selisih skor posttest dan pretest Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Signifikansi 0,656 Keterangan Tidak berbeda 60

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 33. Hasil Uji Besar Pengaruh Metode terhadap Kemampuan Memahami No. 1. 2. Kelompok Kontrol Eksperimen t df -2,142 -1,450 36 37 r 0,336 0,232 Presentase efffect size 11,3 % 5,4 % R2 0,113 0,054 Keterangan Efek menengah Efek kecil Tabel 34. Rangkuman Uji retensi pengaruh perlakuan Kemampuan Memahami Test No. Kelompok 1. 2. % Peningkatan atau penurunan Signifikansi Posttest I Posttest II Kontrol 2,41 2,27 -5,81% 0,395 Eksperimen 2,24 2,32 3,57% 0,681 Keterangan Tidak berbeda Tidak berbeda 4.2 Pembahasan 4.2.1 Kemampuan Mengingat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan mengingat. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,672 atau > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sedangkan pada uji besar pengaruh menunjukkan metode inkuiri memberikan pengaruh dengan kategori besar yaitu r = 0,69. Dapat dilihat pula pada grafik skor pretest, posttest I, dan posttest II pada kemampuan mengingat tidak terlihat perbedaan yang signifikan, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Besar pengaruh metode inkuiri yang dikategorikan ke dalam efek yang besar kenyataannya tidak sesuai dengan skor signifikansi dari hasil uji selisih skor pretest dan posttest. Alasannya adalah metode ceramah yang digunakan pada kelompok kontrol juga memiliki pengaruh yang besar, dapat dilihat pada hasil uji besar pengaruh dengan persentase 45,38%. Selain itu pada saat proses pembelajaran, kondisi di kelompok kontrol lebih aktif dibandingkan dengan kelompok eksperimen, dapat dilihat ketika guru menerangkan siswa aktif mengajukan pertanyaan sedangkan pada kelompok eksperimen siswa hanya diam dan mendengarkan penjelasan dari guru. Waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran di kelompok eksperimen terbatas sehingga pelaksanaannya kurang maksimal dan membuat siswa kurang serius mengikuti 61

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pembelajaran. Siswa banyak bermain dengan alat peraga yang digunakan dan siswa banyak bicara dibandingkan menyelesaikan percobaan mereka. 4.2.2 Kemampuan Memahami Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh terhadap kemampuan memahami. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,656 atau > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sedangkan pada uji besar pengaruh menunjukkan metode inkuiri memberikan pengaruh dengan kategori kecil yaitu r = 0,23. Sedangkan metode ceramah yang digunakan dalam kelompok kontrol memiliki efek menengah dengan r = 0,34. Beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran di kelompok eksperimen terbatas sehingga pelaksanaannya kurang maksimal dan membuat siswa kurang serius mengikuti pembelajaran. Dapat dilihat pula pada grafik skor pretest, posttest I, dan posttest II pada kemampuan memahami terlihat perbedaan yang signifikan, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Meskipun demikian dari grafik tersebut dapat dibedakan bahwa metode inkuiri masih memiliki pengaruh terhadap kemampuan memahami walaupun terjadi peningkatan yang kecil untuk posttest II, sedangkan untuk kelompok kontrol dengan metode ceramah mengalami penurunan untuk posttest II. Pada saat proses pembelajaran, kondisi di kelompok kontrol lebih aktif dibandingkan dengan kelompok eksperimen, dapat dilihat ketika guru menerangkan siswa aktif mengajukan pertanyaan sedangkan pada kelompok eksperimen siswa hanya diam dan mendengarkan penjelasan dari guru. 62

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap siswa kelas V di SD BOPKRI Gondolayu pada mata pelajaran IPA tentang materi sifat-sifat cahaya menggunakan metode inkuiri dapat disimpulkan bahwa: 5.1.1 Penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dapat dilihat pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikansi harga sig.(2-tailed) > 0,05 yaitu 0,672. Sehingga Hnull diterima maka Hi ditolak dengan kata lain menolak hipotesis bahwa metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengingat. Pada uji besar pengaruh kelompok eksperimen nilai r = 0,69, sehingga dapat dikatakan bahwa metode inkuiri memiliki efek yang besar. Dalam jangka 2 bulan dilakukan posttest ke-2 yang digunakan untuk menguji retensi metode inkuiri. Hasil yang didapat pada kelompok kontrol dan eskperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan dengan harga sig.(2-tailed) antara Posttest I dan Posttest II kelompok kontrol adalah 1,000 dengan M = 0,000 , SE = 0,169,sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) adalah 0,872 dengan M = 0,026 , SE = 0,158. Skor Posttest I maupun Posttest II pada kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan maupun penurunan denghan prosentase sebesar 0% sedangkan pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 0,66%. 5.1.2 Penggunaan metode inkuiri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dapat dilihat pada hasil analisis statistik pada data posttest bahwa signifikasnsi harga sign.(2-tailed) > 0,05 yaitu 0,656. Sehingga Hnull diterima maka Hi ditolak dengan kata lain menolak hipotesis bahwa metode inkuiri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami. Pada uji besar pengaruh kelompok eksperimen 63

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI nilai r = 0,232, sehingga dapat dikatakan bahwa metode inkuiri memiliki efek kecil. Dalam jangka 2 bulan dilakukan posttest ke 2 untuk menguji retensi metode inkuiri. Hasil yang ditunjukkan pada kelompok kontrol dan eksperimen tidak mengalami peningkatan yang signifikan dengan harga sig.(2-tailed) antara Posttest I dan Posttest II kelompok kontrol adalah 0,395 dengan M = 0,145 , SE = 0,168, sedangkan pada kelompok eksperimen harga sig.(2-tailed) adalah 0,681 dengan M = -0,085 , SE = 0,207. Skor Posttest I maupun Posttest II pada kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar -5,81% sedangkan pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 3,57%. 5.2 Keterbatasan Penelitian Beberapa keterbatasan penelitian dalam penelitian ini, antara lain: 5.2.1. Waktu penelitian yang terbatas sehingga dalam penyampaian materi serta penerapan metode inkuiri kurang maksimal sehingga tujuan yang ingin dicapai juga kurang maksimal. 5.2.2. Komunikasi yang kurang maksimal dan kurang terbuka dengan guru kelas yang kelasnya menjadi kelas eksperimen. 5.2.3. Penyesuaian jadwal penelitian dengan jadwal mengajar guru agar penyampaian materi tidak terdapat kendala. 5.3 Saran 5.3.1. Pada waktu pelaksanaan penelitian selanjutnya sebaiknya memperhatikan waktu pelaksanaan penelitian agar tidak mengganggu jadwal pelajaran yang lainnya dan berkomunikasi dengan lebih baik lagi jika pada saat penelitian membutuhkan satu orang guru yang melaksanakan pembelajaran sesuai dengan metode yang digunakan pada suatu penelitian. 5.3.2. Memaksimalkan komunikasi antara peneliti, guru mitra, maupun pihakpihak sekolah lainnya agar penelitian berjalan dengan lancar. 5.3.3. Penyesuaian jadwal penelitian dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh sekolah, selain itu juga memperhatikan adanya libur sekolah sehingga materi yang disampaikan dapat berjalan dengan lancar. 64

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Anderson, L.W. &Krathwohl, D.R. (2010). Pembelajaran, pengajaran, danasesmen. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Azmiyawati, C. 2008. IPASaling temasuntuk kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Aqib, Z. (2006). Penelitian Tindakan Kelas bagi pengembangan profesi guru. Bandung: Yrama Widya. -Ed.I-. (2012). Panduan Praktis SPSS 20. Yogyakarta: Andi. Field, A. (2009). Discovering statistics using SPSS, third edition. London: Sage. Ghozali, I. (2008). Desain penelitian eksperimental. Badan penerbit Semarang: Universitas Diponegoro. (2009). Aplikasi analisis multivariat dengan program SPSS. Gredler, M.E. (2011). Learning and instruction: Teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Hariyanto. (2004). Sains untuk SD kelas V. Jakarta: Erlangga. Jacobsen,dkk. (2009). Methods for teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Johnson, B. & Christensen, L. (2008). Educatinal research, quantitative, qualitative and mixed approaches, third edition. California: Sage Publications. Kuswana, W.S. (2012). Taksonomi kognitif: Perkembangan ragam berpikir. Bandung: Remaja Rosdakarya. Margono.(2007). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mulyasa,E. (2006). Menjadi guru profesional menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Priyatno, D. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS dan prediksi pertanyaan pendadaran skripsi dan tesis : simple, praktis, dan mudah dipahami untuk tingkat pemula dan menengah. Yogyakarta: Gava Media. Rositawaty, S. (2008). Senang belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk Kelas IVSekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group. Sarwono, J. (2012). Mengenal SPSS Statistics 20: Aplikasi untuk riset eksperimental. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Setyosari, P. (2010). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta: Kencana. Sriningsih. (2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Sugiyono.(2010). Metode penelitian pendidikan. Bandung:Alfabeta. 65

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sulistyanto, H. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 5: untuk SD dan Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implemetasinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).Jakarta: PT. Bumi Aksara Ueckert&Tunnicliffe. 2011. Early Biology: The Critical Years for Learning. Journal of biological education, volume 45, number 4, December 2011. Zee, E.H.V. (2009). Should professional development include analyzing and coaching ways of speaking during inquiry-based science instruction in elementary classrooms?. Corvallis, Oregon State University: Department of Science and Mathematics Education. 66

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 67

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 : Silabus Kelompok Kontrol 68

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 : Silabus Kelompok Eksperimen 73

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 : RPP Kontrol 76

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 : RPP Eksperimen 79

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 : Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian a. Hasil uji validitas instrumen Correlations Total Pearson Correlation Total Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Soal3 Sig. (2-tailed) Soal4 Sig. (2-tailed) Soal5 Sig. (2-tailed) Soal6 Sig. (2-tailed) 35 35 35 35 35 35 ** 1 ,199 ,207 ,253 ,262 ,178 ,252 ,233 ,142 ,128 ,305 35 35 35 35 35 1 ** ** ,107 ,123 ,000 ,004 ,540 ,480 35 ,252 35 ,619 ,477 35 35 35 35 35 35 ** ,207 ** 1 ,241 ,065 ,213 ,000 ,233 ,000 ,163 ,712 ,219 35 35 35 35 1 ** ,367* ,004 ,030 ,659 ,619 35 35 ** ,253 ** ,241 ,000 ,142 ,004 ,163 35 35 35 35 35 35 35 ** 1 ,302 ,744 ,477 35 ,477 ** ,262 ,107 ,065 ,001 ,128 ,540 ,712 ,004 35 35 35 35 35 35 35 * ,302 1 ,542 ,477 ,077 ** ,178 ,123 ,213 ,367 ,000 ,305 ,480 ,219 ,030 ,077 35 35 35 35 35 35 ,590 N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). b. Hasil uji reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha ,692 ** ,590 35 ,000 N Pearson Correlation ** ,542 ,000 ,199 N Pearson Correlation ** ,744 ,001 ,714 N Pearson Correlation ** ,659 Soal6 ,000 ** N ** Soal5 ,000 35 Sig. (2-tailed) ,714 Soal4 ,000 ,002 Pearson Correlation Soal3 ,002 ,502 N Soal2 ,502 Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Soal2 ** 1 N Soal1 Soal1 6 84 35

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Hasil uji validitas instrumen aspek mengingat Correlations total Pearson Correlation total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation sub2 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation sub3 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation sub4 1 Sig. (2-tailed) N sub1 sub1 Sig. (2-tailed) N sub2 sub4 1,000** 1,000** 1,000** 1,000** ,000 ,000 ,000 ,000 35 35 35 35 1 ** ** 1,000** ,000 ,000 ,000 35 35 35 1 ** 1,000** ,000 ,000 35 35 ** 1,000 ,000 35 35 ** ** 1,000 sub3 1,000 1,000 1,000 1,000 ,000 ,000 35 35 35 35 ** ** ** 1 1,000 1,000 1,000 1,000 ** ,000 ,000 ,000 35 35 35 35 35 ** ** ** ** 1 1,000 1,000 1,000 ,000 1,000 ,000 ,000 ,000 ,000 35 35 35 35 35 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 85

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. Hasil uji validitas instrumen aspek memahami Correlations total Pearson Correlation total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation sub2 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation sub3 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation sub4 1 Sig. (2-tailed) N sub1 sub1 Sig. (2-tailed) N sub2 sub4 ,900** ,917** ,852** ,811** ,000 ,000 ,000 ,000 35 35 35 35 1 ** ** ,531** ,000 ,000 ,001 35 35 35 1 ** ,563** ,000 ,000 35 35 ** ,900 ,000 35 35 ** ** ,917 sub3 ,921 ,921 ,594 ,627 ,000 ,000 35 35 35 35 ** ** ** 1 ,852 ,594 ,627 ,852 ** ,000 ,000 ,000 35 35 35 35 35 ** ** ** ** 1 ,811 ,531 ,563 ,000 ,852 ,000 ,001 ,000 ,000 35 35 35 35 35 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 86

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 : Soal Essay Penelitian Gudang yang Gelap Suatu hari ayah masuk ke dalam gudang yang lama tidak dimasuki. Gudang itu terletak di bagian belakang rumah. Gudang tersebut tidak memiliki jendela atau ventilasi yang lain. Saat itu sedang mati lampu sehingga ruangan dalam gudang gelap gulita walaupun saat itu masih siang hari. Tidak ada lampu minyak, lilin, senter, dan sumber cahaya lain. Ayah ingin menerangi gudang tersebut dengan cahaya matahari. Lalu bagaimana caranya agar cahaya matahari bisa masuk dan menerangi gudang itu? I. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan bacaan di atas! 1. Sebutkan 5 sifat cahaya yang kamu ketahui! 2. Cara yang dapat kamu lakukan untuk membantu ayah dalam usaha menerangi gudang tersebut dengan cahaya matahari! (minimal 2 cara) Lalu berikan langkah-langkah kerja cara tersebut! 3. Benda apa saja yang kamu butuhkan untuk mempermudah kamu dalam membantu ayah menerangi gudang? Jelaskan alasanmu! 4. Termasuk dalam sifat cahaya manakah peristiwa cahaya matahari dapat masuk ke dalam gudang? 5. Menurutmu, berdasarkan jawaban no.2 manakah cara yang lebih efektif dan hemat biaya? Mengapa? II. Buatlah rancangan percobaan untuk membuktikan bahwa cahaya dapat menembus benda bening dengan menyebutkan: a) Rumusan masalah (pertanyaan yang dimulai dengan kata tanya “Apakah” kemudian disambung dengan permasalahan yang akan diteliti) Contohmerumuskanmasalah: Apakah cahaya matahari dapat menembus kertas? b) Hipotesis (jawaban sementara dari permasalahan yang diteliti dan sesuai dengan rumusan masalah yang telah dibuat) Contohmembuathipotesis: Cahaya matahari dapat menembus kertas. c) Alat dan bahan d) Langkah-langkah percobaan e) Gambarkan langkah-langkah yang kamu buat 87

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7 : Rubrik Penelitian Rubrik Penilaian Variabel Aspek Mengenali Mengidentifikasi Mengingat Mengambil Mengingat kembali Memahami Menjelaskan (Menjelaskan peristiwa berdasarkan sifat Kriteria Jika mampu menyebutkan sifat cahaya ≥4 dengan tepat Jika mampu menyebutkan sifat cahaya ≥4 tetapi kurang tepat atau salah satu kurang tepat Jika mampu menyebutkan karakteristik cahaya tetapi tidak berhubungan dengan kasus Jika tidak mampu menjelaskan maupun menjawab dengan tepat Jika mampu mengidentifikasi sifat cahaya ≥4 dengan tepat Jika mampu mengidentifikasi sifat cahaya ≥4 tetapi kurang tepat atau salah satu kurang tepat Jika mampu menyebutkan karakteristik cahaya tetapi tidak berhubungan dengan kasus Jika tidak mampu menjelaskan maupun menjawab dengan tepat Jika mampu menjelaskan sifat cahaya ≥4 dengan tepat Jika mampu menjelaskan sifat cahaya ≥4 tetapi kurang tepat atau salah satu kurang tepat Jika mampu menjelaskan karakteristik cahaya tetapi tidak berhubungan dengan kasus Jika tidak mampu menjelaskan maupun menjawab dengan tepat Jika mampu mengingat kembali sifat cahaya ≥4 dengan tepat Jika mampu mengingat kembali sifat cahaya ≥4 tetapi kurang tepat atau salah satu kurang tepat Jika mampu mengingat kembali karakteristik cahaya tetapi tidak berhubungan dengan kasus Jika tidak mampu menjelaskan maupun menjawab dengan tepat Jika mampu menjelaskan ≥2 sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi dengan tepat Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 88

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Variabel Aspek cahaya) Menafsirkkan (menafsirkan peristiwa cahaya dapat masuk ke gudang) Memberi contoh (memberi contoh peristiwa berdasarkan sifat cahaya) Mengklasifikasi (mengelompokkan peristiwa yang terjadi berdasarkan sifat cahaya) Kriteria Jika mampu menjelaskan 1 sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi dengan tepat Jika mampu memberikan penjelasan tentang sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi tetapi tidak berhubungan dengan soal Jika tidak mampu menjelaskan maupun menjawab dengan tepat Jika mampu menafsirkan ≥ 2 sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi dengan tepat Jika mampu menafsirkan 1 sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi dengan tepat Jika mampu menafsirkan sifat cahaya tetapi tidak berdasarkan peristiwa yang terjadi dan berhubungan dengan soal Jika tidak mampu menjelaskan maupun menjawab dengan tepat Jika mampu memberi contoh ≥ 2 sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi dengan tepat Jika mampu memberi contoh 1 sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi dengan tepat Jika mampu memberi contoh sifat cahaya tetapi tidak berdasarkan peristiwa yang terjadi dan berhubungan dengan soal Jika tidak mampu menjelaskan maupun menjawab dengan tepat Jika mampu mengelompokkan ≥2 sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi dengan tepat Jika mampu mengelompokkan 1 sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi dengan tepat Jika mampu mengelompokkan Skor 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 89

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Variabel Aspek Kriteria sifat cahaya berdasarkan peristiwa yang terjadi tetapi tidak berhubungan dengan soal Jika tidak mampu menjelaskan maupun menjawab dengan tepat Skor 1 90

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 : Kunci Jawaban No. Variabel Aspek 1. 2. Mengenali 3. 4. 5. 1. 2. Mengidentifikasi 3. 4. 5. 1 Mengingat 1. 2. Mengambil 3. 4. 5. 1. 2. Mengingat kembali 3. 4. 5. Menjelaskan (Menjelaskan peristiwa berdasarkan sifat cahaya) 2 Memahami Menafsirkkan (menafsirkan peristiwa cahaya dapat masuk ke gudang) Memberi contoh (memberi contoh peristiwa berdasarkan sifat cahaya) 1. 2. 3. 1. 2. 3. 1. 2. 3. Jawaban cahaya merambat lurus cahaya dapat menembus benda bening cahaya dapat dipantulkan cahaya dapat dibiaskan cahaya terdiri dari 7 warna cahaya merambat lurus cahaya dapat menembus benda bening cahaya dapat dipantulkan cahaya dapat dibiaskan cahaya terdiri dari 7 warna cahaya merambat lurus cahaya dapat menembus benda bening cahaya dapat dipantulkan cahaya dapat dibiaskan cahaya terdiri dari 7 warna cahaya merambat lurus cahaya dapat menembus benda bening cahaya dapat dipantulkan cahaya dapat dibiaskan cahaya terdiri dari 7 warna cahaya dapat menembus benda bening cahaya merambat lurus cahaya dapat dipantulkan cahaya dapat menembus benda bening cahaya merambat lurus cahaya dapat dipantulkan cahaya dapat menembus benda bening cahaya merambat lurus cahaya dapat dipantulkan 91

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Variabel Aspek Mengklasifikasi (mengelompokkan peristiwa yang terjadi berdasarkan sifat cahaya) Jawaban 1. cahaya dapat menembus benda bening 2. cahaya merambat lurus 3. cahaya dapat dipantulkan 92

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 : Rekapitulasi Nilai Kemampuan Mengingat A. Kelompok Kontrol a. Rekap nilai Pretest No. Responden Mengenali Identifikasi Mengambil Ingat Kembali rata-rata 1 2 2 2 2 2,00 2 1 1 1 1 1,00 3 2 2 2 2 2,00 4 2 2 2 2 2,00 5 4 4 4 4 4,00 6 4 4 4 4 4,00 7 3 3 3 3 3,00 8 2 2 2 2 2,00 9 2 2 2 2 2,00 10 3 3 3 3 3,00 2 2 2 2 2,00 12 3 3 3 3 3,00 13 3 3 3 3 3,00 14 1 1 1 1 1,00 15 1 1 1 1 1,00 16 1 1 1 1 1,00 17 2 2 2 2 2,00 18 3 3 3 3 3,00 19 2 2 2 2 2,00 20 1 1 1 1 1,00 21 1 1 1 1 1,00 22 1 1 1 1 1,00 23 1 1 1 1 1,00 24 1 1 1 1 1,00 25 4 4 4 4 4,00 26 2 2 2 2 2,00 27 1 1 1 1 1,00 28 1 1 1 1 1,00 29 4 4 4 4 4,00 30 4 4 4 4 4,00 31 3 3 3 3 3,00 32 2 2 2 2 2,00 33 2 2 2 2 2,00 34 1 1 1 1 1,00 35 1 1 1 1 1,00 36 2 2 2 2 2,00 37 1 1 1 1 1,00 11* 93

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Rangkuman nilai pretest No Soal 1 Variabel Aspek Mengingat Mengenali Mengidentifikasi Mengambil Mengingat Kembali Skor 1 14 14 14 2 12 12 12 3 6 6 6 4 3 3 3 14 12 6 3 c. Rekap nilai Posttest I No. Ingat Mengenali Identifikasi Mengambil Responden Kembali 31* 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 4 4 2 4 4 3 2 4 2 3 2 2 4 2 3 4 2 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 4 4 2 4 4 3 2 4 2 3 2 2 4 2 3 4 2 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 4 4 2 4 4 3 2 4 2 3 2 2 4 2 3 4 2 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 4 4 2 4 4 3 2 4 2 3 2 2 4 2 3 4 2 4 ratarata 3,00 3,00 3,00 4,00 3,00 4,00 4,00 3,00 3,00 3,00 2,00 3,00 3,00 4,00 4,00 2,00 4,00 4,00 3,00 2,00 4,00 2,00 3,00 2,00 2,00 4,00 2,00 3,00 4,00 2,00 4,00 94

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 33 34 35 36 37 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 4 3 3,00 3,00 2,00 3,00 4,00 3,00 1 0 0 0 2 9 9 9 3 16 16 16 4 12 12 12 0 9 16 12 d. Rangkuman nilai Posttest I No Soal 1 Variabel Aspek Mengingat Mengenali Mengidentifikasi Mengambil Mengingat Kembali Skor e. Rekap nilai Posttest II No. Ingat Mengenali Identifikasi Mengambil Responden Kembali 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 2 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 2 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 2 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 2 ratarata 4,00 3,00 4,00 3,00 2,00 3,00 4,00 3,00 3,00 4,00 2,00 2,00 4,00 3,00 4,00 3,00 3,00 2,00 3,00 2,00 2,00 3,00 3,00 2,00 95

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 4 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 4 4,00 4,00 3,00 3,00 3,00 3,00 4,00 2,00 3,00 2,00 4,00 4,00 4,00 1 0 0 0 2 9 9 9 3 16 16 16 4 12 12 12 0 9 16 12 f. Rangkuman nilai Posttest II No Soal 1 Variabel Aspek Mengingat Mengenali Mengidentifikasi Mengambil Mengingat Kembali Skor 96

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Kelompok Eksperimen a. Rekap nilai Pretest No. Ingat Mengenali Identifikasi Mengambil Responden Kembali 1 2 3 4 5 6 7 8* 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37* 38 2 3 1 3 3 3 1 1,92 3 1 3 1 3 1 2 2 1 1 2 2 3 2 4 1 1 1 2 2 3 2 1 2 1 2 3 3 1,92 2 2 3 1 3 3 3 1 1,92 3 1 3 1 3 1 2 2 1 1 2 2 3 2 4 1 1 1 2 2 3 2 1 2 1 2 3 3 1,92 2 2 3 1 3 3 3 1 1,92 3 1 3 1 3 1 2 2 1 1 2 2 3 2 4 1 1 1 2 2 3 2 1 2 1 2 3 3 1,92 2 2 3 1 3 3 3 1 1,92 3 1 3 1 3 1 2 2 1 1 2 2 3 2 4 1 1 1 2 2 3 2 1 2 1 2 3 3 1,92 2 rerata 2,00 3,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 1,92 3,00 1,00 1,92 1,00 3,00 1,00 2,00 2,00 1,00 1,00 2,00 2,00 3,00 2,00 4,00 1,00 1,00 1,00 2,00 2,00 3,00 2,00 1,00 2,00 1,00 2,00 3,00 3,00 1,92 2,00 97

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Rangkuman nilai pretest No Soal 1 Variabel Aspek Mengingat Mengenali Mengidentifikasi Mengambil Mengingat Kembali Skor 1 12 12 12 2 14 14 14 3 11 11 11 4 1 1 1 12 14 11 1 c. Rekap nilai Posttest I Ingat No. rataMengenali Identifikasi Mengambil Kembali rata Responden 1 3 3 3 3 3,00 2 2 2 2 2 2,00 3 3 3 3 3 3,00 4 2 2 2 2 2,00 5 3 3 3 3 3,00 6 4 4 4 4 4,00 7 3 3 3 3 3,00 8 2 2 2 2 2,00 9 4 4 4 4 4,00 10 3 3 3 3 3,00 11 4 4 4 4 4,00 12 2 2 2 2 2,00 13 4 4 4 4 4,00 14 3 3 3 3 3,00 15 3 3 3 3 3,00 16 2 2 2 2 2,00 17 3 3 3 3 3,00 18 4 4 4 4 4,00 19 4 4 4 4 4,00 20 4 4 4 4 4,00 21 3 3 3 3 3,00 22 3 3 3 3 3,00 23 2 2 2 2 2,00 24 2 2 2 2 2,00 25 3 3 3 3 3,00 26 2 2 2 2 2,00 27 4 4 4 4 4,00 28 2 2 2 2 2,00 98

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 4 4 3 3 2 4 3 2 4 3 4 4 3 3 2 4 3 2 4 3 4 4 3 3 2 4 3 2 4 3 4 4 3 3 2 4 3 2 4 3 4,00 4,00 3,00 3,00 2,00 4,00 3,00 2,00 4,00 3,00 1 0 0 0 2 11 11 11 3 15 15 15 4 12 12 12 0 11 15 12 d. Rangkuman nilai posttest No Soal 1 Variabel Aspek Mengingat Mengenali Mengidentifikasi Mengambil Mengingat Kembali Skor e. Rekap nilai Posttest II Ingat Mengenali Identifikasi Mengambil No. Kembali rataResponden rata 1 3 3 3 3 3,00 2 2,97 2,97 2,97 2,97 2,97 3 3 3 3 3 3,00 4 4 4 4 4 4,00 5 3 3 3 3 3,00 6 2 2 2 2 2,00 7 4 4 4 4 4,00 8 2 2 2 2 2,00 9 4 4 4 4 4,00 10 2 2 2 2 2,00 11 4 4 4 4 4,00 12 3 3 3 3 3,00 13 4 4 4 4 4,00 14 3 3 3 3 3,00 15 2 2 2 2 2,00 16 4 4 4 4 4,00 17 3 3 3 3 3,00 18 2 2 2 2 2,00 99

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 2 2 4 3 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 2 2 4 3 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 2 2 4 3 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 2 2 4 3 2 2 4 4,00 3,00 3,00 3,00 4,00 3,00 3,00 3,00 4,00 2,00 4,00 3,00 3,00 2,00 2,00 4,00 3,00 2,00 2,00 4,00 1 0 0 0 2 10 10 10 3 16 16 16 4 12 12 12 0 10 16 12 f. Rangkuman nilai Posttest II No Soal 1 Variabel Aspek Mengingat Mengenali Mengidentifikasi Mengambil Mengingat Kembali Skor 100

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 10 : Rekapitulasi Nilai Kemampuan Memahami A. Kelompok Kontrol a. Rekap nilai pretest No. Jelaskan Tafsirkan Responden 1 2 2 2 1 1 3 1 1 4 3 3 5 3 3 6 3 3 7 3 3 8 2 2 9 2 2 10 2 2 11* 1,97 1,97 12 2 2 13 3 3 14 1 1 15 1 1 16 3 3 17 3 3 18 1 1 19 1 1 20 1 1 21 1 1 22 2 2 23 2 2 24 2 2 25 3 3 26 3 3 27 1 1 28 2 2 29 1 1 30 3 3 31 3 3 32 2 2 33 2 2 34 2 2 35 2 2 36 1 1 Beri contoh Klasifikasi 2 1 1 3 3 3 3 2 2 2 1,97 2 3 1 1 3 3 1 1 1 1 2 2 2 3 3 1 2 1 3 3 2 2 2 2 1 2 1 1 3 3 3 3 2 2 2 1,97 2 3 1 1 3 3 1 1 1 1 2 2 2 3 3 1 2 1 3 3 2 2 2 2 1 ratarata 2,00 1,00 1,00 3,00 3,00 3,00 3,00 2,00 2,00 2,00 1,97 2,00 3,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 2,00 2,00 2,00 3,00 3,00 1,00 2,00 1,00 3,00 3,00 2,00 2,00 2,00 2,00 1,00 101

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 3 3 3 3 3,00 b. Rangkuman nilai pretest No Soal 1 Skor Variabel Aspek Memahami Menjelaskan Menafsirkan Memberi contoh Mengklasifikasi 1 11 11 11 11 2 14 14 14 14 3 12 12 12 12 4 0 0 0 0 c. Rekap nilai Posttest I No. Jelaskan Tafsirkan Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 2 2 3 3 3 3 1 3 4 3 2 4 2 2 2 4 2 2 3 1 2 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 1 3 4 3 2 4 2 2 2 4 2 2 3 1 2 2 3 2 3 2 3 3 Beri contoh Klasifikasi 2 2 3 3 3 3 1 3 4 3 2 4 2 2 2 4 2 2 3 1 2 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 1 3 4 3 2 4 2 2 2 4 2 2 3 1 2 2 3 2 3 2 3 3 ratarata 2,00 2,00 3,00 3,00 3,00 3,00 1,00 3,00 4,00 3,00 2,00 4,00 2,00 2,00 2,00 4,00 2,00 2,00 3,00 1,00 2,00 2,00 3,00 2,00 3,00 2,00 3,00 3,00 102

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 30 31* 32 33 34 35 36 37 2 1 2,35 1 3 1 2 3 3 2 1 2,35 1 3 1 2 3 3 2 1 2,35 1 3 1 2 3 3 2 1 2,35 1 3 1 2 3 3 2,00 1,00 2,35 1,00 3,00 1,00 2,00 3,00 3,00 d. Rangkuman nilai Posttest I No Soal 1 Skor Variabel Aspek Memahami Menjelaskan Menafsirkan Memberi contoh Mengklasifikasi 1 5 5 5 5 2 15 15 15 15 3 14 14 14 14 4 13 13 13 13 e. Rekap nilai Posttest II No. Jelaskan Tafsirkan Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 1 2 1 3 3 3 2 1 3 2 4 2 2 2 4 2 2 3 2 1 1 2 1 3 3 3 2 1 3 2 4 2 2 2 4 2 2 3 2 Beri contoh Klasifikasi 1 1 2 1 3 3 3 2 1 3 2 4 2 2 2 4 2 2 3 2 1 1 2 1 3 3 3 2 1 3 2 4 2 2 2 4 2 2 3 2 ratarata 1,00 1,00 2,00 1,00 3,00 3,00 3,00 2,00 1,00 3,00 2,00 4,00 2,00 2,00 2,00 4,00 2,00 2,00 3,00 2,00 103

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 3 3 1 2 3 2 1 2 2 3 3 2 3 1 2 3 3 3 3 1 2 3 2 1 2 2 3 3 2 3 1 2 3 3 3 3 1 2 3 2 1 2 2 3 3 2 3 1 2 3 3 3 3 1 2 3 2 1 2 2 3 3 2 3 1 2 3 3 3,00 3,00 1,00 2,00 3,00 2,00 1,00 2,00 2,00 3,00 3,00 2,00 3,00 1,00 2,00 3,00 3,00 f. Rangkuman nilai Posttest II No Soal 1 Variabel Aspek Memahami Menjelaskan Menafsirkan Memberi contoh Mengklasifikasi Skor 1 7 7 7 7 2 15 15 15 15 3 13 13 13 13 4 2 2 2 2 104

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Kelompok Eksperimen a. Rekap nilai pretest No. Jelaskan Tafsirkan Responden 1 2 3 4 5 6 7 8* 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37* 38 3 3 2 1 3 1 2 1,89 3 3 3 2 3 2 1 3 1 3 1 2 1 2 1 3 2 2 1 3 1 2 1 2 2 2 3 1 1,89 1 3 3 2 1 3 1 2 1,89 3 3 3 2 3 2 1 3 1 3 1 2 1 2 1 3 2 2 1 3 1 2 1 2 2 2 3 1 1,89 1 Beri contoh Klasifikasi 3 3 2 1 3 1 2 1,89 3 3 3 2 3 2 1 3 1 3 1 2 1 2 1 3 2 2 1 3 1 2 1 2 2 2 3 1 1,89 1 3 3 2 1 3 1 2 1,89 3 3 3 2 3 2 1 3 1 3 1 2 1 2 1 3 2 2 1 3 1 2 1 2 2 2 3 1 1,89 1 rerata 3,00 3,00 2,00 1,00 3,00 1,00 2,00 1,89 3,00 3,00 1,89 2,00 3,00 2,00 1,00 3,00 1,00 3,00 1,00 2,00 1,00 2,00 1,00 3,00 2,00 2,00 1,00 3,00 1,00 2,00 1,00 2,00 2,00 2,00 3,00 1,00 1,89 1,00 105

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Rangkuman nilai pretest No Soal 1 Skor Variabel Aspek Memahami Menjelaskan Menafsirkan Memberi contoh Mengklasifikasi 1 12 12 12 12 2 14 14 14 14 3 12 12 12 12 4 0 0 0 0 c. Rekap nilai Posttest I No. Jelaskan Tafsirkan Responden 1 2 2 2 3 3 3 1 1 4 2 2 5 3 3 6 4 4 7 3 3 8 2 2 9 1 1 10 3 3 11 2 2 12 1 1 13 1 1 14 2 2 15 3 3 16 1 1 17 2 2 18 3 3 19 2 2 20 3 3 21 2 2 22 2 2 23 3 3 24 2 2 25 3 3 26 3 3 27 1 1 28 2 2 29 3 3 Beri contoh Klasifikasi 2 3 1 2 3 4 3 2 1 3 2 1 1 2 3 1 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 1 2 3 2 3 1 2 3 4 3 2 1 3 2 1 1 2 3 1 2 3 2 3 2 2 3 2 3 3 1 2 3 ratarata 2,00 3,00 1,00 2,00 3,00 4,00 3,00 2,00 1,00 3,00 2,00 1,00 1,00 2,00 3,00 1,00 2,00 3,00 2,00 3,00 2,00 2,00 3,00 2,00 3,00 3,00 1,00 2,00 3,00 106

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 31 32 33 34 35 36 37 38 2 1 4 2 2 3 1 3 2 2 1 4 2 2 3 1 3 2 2 1 4 2 2 3 1 3 2 2 1 4 2 2 3 1 3 2 2,00 1,00 4,00 2,00 2,00 3,00 1,00 3,00 2,00 d. Rangkuman nilai Posttest I No Soal 1 Skor Variabel Aspek Memahami Menjelaskan Menafsirkan Memberi contoh Mengklasifikasi 1 8 8 8 8 2 15 15 15 15 3 13 13 13 13 4 2 2 2 2 e. Rekap nilai Posttest II Jelaskan Tafsirkan No. Responden 1 2 2 2 2,26 2,26 3 2 2 4 3 3 5 1 1 6 2 2 7 1 1 8 2 2 9 2 2 10 1 1 11 3 3 12 2 2 13 4 4 14 3 3 15 2 2 16 3 3 17 2 2 18 2 2 19 3 3 Beri contoh Klasifikasi 2 2,26 2 3 1 2 1 2 2 1 3 2 4 3 2 3 2 2 3 2 2,26 2 3 1 2 1 2 2 1 3 2 4 3 2 3 2 2 3 ratarata 2,00 2,26 2,00 3,00 1,00 2,00 1,00 2,00 2,00 1,00 3,00 2,00 4,00 3,00 2,00 3,00 2,00 2,00 3,00 107

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 3 2 3 2 3 1 3 2 3 4 2 2 3 1 3 1 3 3 2 3 2 3 2 3 1 3 2 3 4 2 2 3 1 3 1 3 3 2 3 2 3 2 3 1 3 2 3 4 2 2 3 1 3 1 3 3 2 3 2 3 2 3 1 3 2 3 4 2 2 3 1 3 1 3 3 2 3,00 2,00 3,00 2,00 3,00 1,00 3,00 2,00 3,00 4,00 2,00 2,00 3,00 1,00 3,00 1,00 3,00 3,00 2,00 f. Rangkuman nilai Posttest II No Soal 1 Variabel Aspek Memahami Menjelaskan Menafsirkan Memberi contoh Mengklasifikasi Skor 1 6 6 6 6 2 16 16 16 16 3 14 14 14 14 4 2 2 2 2 108

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 11 : Hasil Analisi SPSS Kemampuan Mengingat a. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreKon1 Post1Kon 1 N Post2Kon PreEksp 1 1 Post1Eks Post2Eks p1 p1 37 37 37 38 38 38 2.0541 3.0811 3.0811 1.9937 3.0263 3.0518 1.05267 .75933 .75933 .83856 .78798 .76932 Absolute .223 .218 .218 .208 .207 .211 Positive .223 .218 .218 .208 .198 .211 Negative -.158 -.214 -.214 -.174 -.207 -.207 1.358 1.327 1.327 1.279 1.279 1.301 .050 .059 .059 .076 .076 .068 Mean Normal Parametersa, Std. b Deviatio n Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 109

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Uji Beda Pretest Group Statistics Kelompok PreKonEksp1 N Mean Std. Deviation Std. Error Mean pretest kontrol aspek 1 37 2,0541 1,05267 ,17306 pretest eksperimen aspek 1 38 1,9937 ,83856 ,13603 Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. t df Sig. Mean Std. 95% Confidence (2tailed) Differen Error Interval of the ce Differe Difference nce Lower Upper Equal variances PreKon Eksp1 2,072 ,154 ,275 73 ,784 ,06037 ,21946 -,37701 ,49775 ,274 68,709 ,785 ,06037 ,22012 -,37879 ,49953 assumed Equal variances not assumed 110

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Pair 2 N Std. Deviation Std. Error Mean PreKon1 2,0541 37 1,05267 ,17306 Post1Kon1 3,0811 37 ,75933 ,12483 PreEksp1 1,9937 38 ,83856 ,13603 Post1Eksp1 3,0263 38 ,78798 ,12783 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 PreKon1 & Post1Kon1 37 ,238 ,157 Pair 2 PreEksp1 & Post1Eksp1 38 ,079 ,638 111

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. Uji Selisih Skor Pretest-Posttest Mann-Whitney Test Ranks Kelompok SelisihKonEksp1 N Mean Rank Sum of Ranks selisih kontrol aspek 1 37 36.96 1367.50 selisih eksperimen aspek 1 38 39.01 1482.50 Total 75 Test Statisticsa SelisihKonEksp1 Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) 664.500 1367.500 -.423 .672 a. Grouping Variable: Kelompok 112

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI e. Uji Besar Pengaruh  Kelompok Kontrol =√ √ = 0,4538 Persentase efek = 0,4538x 100% = 45,38% =√ =√ =√ = 0,673647  Kelompok Eksperimen =√ √ = 0,4730 Persentase efek = 0,4730 x 100% = 47,30% =√ =√ = 0,687769 113

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI f. Uji Retensi Pengaruh Paired Samples Statistics Mean Post1Kon Pair 1 1 Post2Kon 1 Post1Eks Pair p1 2 Post2Eks p1 N Std. Std. Error Deviation Mean 3,0811 37 ,75933 ,12483 3,0811 37 ,75933 ,12483 3,0263 38 ,78798 ,12783 3,0518 38 ,76932 ,12480 Paired Samples Correlations N Correlatio Sig. n Pair Post1Kon1 & 1 Post2Kon1 Pair Post1Eksp1 & 2 Post2Eksp1 37 ,085 ,618 38 ,222 ,180 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. Error 95% Confidence Interval Deviat Mean of the Difference ion Pair 1 Post1Kon1 - ,00000 Post2Kon1 t Lower 1,027 40 df Sig. (2tailed) Upper ,16890 -,34255 ,34255 ,000 36 1,000 ,15759 -,34483 ,29378 -,162 37 ,872 Post1Eksp Pair 1- 2 Post2Eksp -,02553 ,9714 3 1 114

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 12 : Hasil Analisi SPSS Kemampuan Memahami a. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreKon 2 N 2 2 PreEksp 2 Post1Eksp Post2Eksp 2 2 37 37 37 38 38 38 2.0262 2.4149 2.2703 1.9650 2.2368 2.3226 .79888 .82923 .83827 .78825 .85216 .80727 Absolute .213 .219 .221 .205 .215 .220 Positive .198 .205 .221 .205 .215 .208 Negative -.213 -.219 -.213 -.195 -.209 -.220 1.295 1.334 1.344 1.266 1.324 1.358 .070 .057 .054 .081 .060 .050 Mean Normal Parameters Post1Kon Post2Kon a,b Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 115

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Uji Beda Pretest Group Statistics Kelompok PreKonEksp2 N Mean Std. Deviation Std. Error Mean pretest kontrol aspek 2 37 2,0262 ,79888 ,13133 pretest eksperimen aspek 2 38 1,9650 ,78825 ,12787 Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2tailed) Mean Std. Error Differenc Difference e 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Equal variances PreKon Eksp2 ,009 ,925 ,334 73 ,739 ,06122 ,18327 -,30404 ,42647 ,334 72,881 ,739 ,06122 ,18330 -,30412 ,42655 assumed Equal variances not assumed 116

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Uji Kenaikan Skor Pretest Ke Posttest Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean PreKon2 2,0262 37 ,79888 ,13133 Post1Kon2 2,4149 37 ,82923 ,13632 PreEksp2 1,9650 38 ,78825 ,12787 Post1Eksp2 2,2368 38 ,85216 ,13824 Pair 1 Pair 2 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 PreKon2 & Post1Kon2 37 ,082 ,631 Pair 2 PreEksp2 & Post1Eksp2 38 ,008 ,961 Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair PreKon2 - 1 Post1Kon2 Pair 2 PreEksp2 Post1Eksp 2 Std. Std. 95% Confidence Interval Devia Error of the Difference tion Mean - 1,103 ,38865 46 - 1,156 ,27184 t 04 Lower df Sig. (2tailed) Upper ,18141 -,75656 -,02074 -2,142 36 ,039 ,18754 -,65182 ,10814 -1,450 37 ,156 117

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. Uji Selisih Skor Posttest-Pretest Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean selisih kontrol aspek 2 37 ,3886 1,10346 ,18141 selisih eksperimen aspek 2 38 ,2718 1,15604 ,18754 SelisihKonEksp2 Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances F Sig. t df Sig. (2- Mean Std. 95% Confidence tailed) Differen Error Interval of the ce Differenc Difference e Lower Equal variances Selisih ,022 ,881 ,447 73 ,656 ,11681 ,26108 -,40353 ,656 ,11681 ,26092 -,40321 assumed Upper ,6371 4 KonEk sp2 Equal variances not assumed ,448 72,97 2 118 ,6368 2

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI e. Uji Besar Pengaruh a. Kelompok Kontrol √ = 0,113042 =√ Persentase efek = 0,113042 x 100% = 11,30% =√ =√ = 0,336217 b. Kelompok Eksperimen √ =√ = 0,053769 Persentase efek = 0,05378 x 100% = 5,38% =√ =√ = 0,231881 119

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI f. Uji Retensi Pengaruh Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Post1Kon2 2,4149 37 ,82923 ,13632 Post2Kon2 2,2703 37 ,83827 ,13781 Post1Eksp2 2,2368 38 ,85216 ,13824 Post2Eksp2 2,3226 38 ,80727 ,13096 Pair 1 Pair 2 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 Post1Kon2 & Post2Kon2 37 ,248 ,139 Pair 2 Post1Eksp2 & Post2Eksp2 38 -,182 ,273 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. 95% Confidence Deviati Error Interval of the on Mean Difference Lower Pai Post1Kon2 r1 Post2Kon2 Pai Post1Eksp2 r2 Post2Eksp2 ,1445 1,0226 9 5 ,0857 9 t 1,2762 7 df Sig. (2tailed) Upper ,16812 -,19637 ,48556 ,860 36 ,395 ,20704 -,50529 ,33371 -,414 37 ,681 120

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 13 : Lembar Kerja Siswa Kelompok Eksperimen 121

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 14 : Foto Kelas Kontrol 124

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 15 : Foto Kelas Eksperimen 125

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 16 : Surat Ijin Penelitian 126

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 17 : Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian 127

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 18 : Curriculum Vitae Debora Nareswari Widya Pramudhita merupakan anak kedua dari pasangan Sumaos Widyo Prasetyo dan Elokingtyas Widyo Andani. Lahir di Tulungagung tanggal 17 Mei 1991. Pendidikan awal dimulai di TKK Santa Maria Tulungagung, Jawa timur tahun 1995-1997 . Dilanjutkan ke jenjang pendidikan SD Katolik Santa Maria Tulungagung tahun 19972003, kemudian ke jenjang pendidikan SMP Katolik Santa Maria Tulungagung tahun 2003-2006, pendidikan SMA Katolik Santo Thomas Aquino Tulungagung tahun 2006-2009. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di program studi pendidikan guru sekolah dasar pada tahun 2009. 128

(147)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami mata pelajaran IPA siswa kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
199
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
198
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
3
146
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
162
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
3
69
161
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
148
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta.
0
0
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta
0
3
160
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta
0
2
159
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SDN Tamanan 1 Yogyakarta - USD Repository
0
0
188
Show more