Sumbangan katekese keluarga terhadap peningkatan kesadaran akan peran penting orang tua bagi pendidikan iman anak di lingkungan Santo Yusuf Gemuh Paroki St. Martinus Weleri - USD Repository

Gratis

0
0
146
2 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Faktor-faktor pendukung dan penghambat orang tua berperan dalam pendidikan iman anak ......................................................... Singkatan Kitab SuciSeluruh singkatan Kitab Suci dalam skripsi ini mengikuti Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru: dengan Pengantar dan Catatan Singkat Dipersembahkan kepada Umat Katolik oleh Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama Republik Indonesia dalam rangka PELITA IV).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada umumnya setiap orang tua menginginkan anak-anaknya tumbuh

  Denganbimbingan dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak akan terbantu untuk menumbuhkembangkan iman dengan cara yang menyenangkan dan bermaknakarena orang tua mengajari anak dengan keteladanan bukan dengan teori. Orang tua kurang memberi perhatian terhadap hak dankebutuhan anak serta melupakan kewajiban mereka sebagai pendidik yang bertanggung jawab atas pendidikan anak dalam keluarga yang merupakan pondasidan bekal bagi anak dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

2. Mengetahui sejauh mana para orang tua di lingkungan Santo Yusuf Gemuh

  Bab III ini menguraikan tentang gambaran umum situasi dan peranan orang tua dalam pendidikan iman anak di lingkunganSanto Yusuf, serta penelitian, pembahasan, dan kesimpulan mengenai peranan orang tua dalam pendidikan iman anak di lingkungan Santo Yusuf Gemuh. Katekese keluarga membantu para orang tua agar semakin menyadari pentingnya pendidikan iman dalam keluarga danmemberikan inspirasi mengenai tugasnya sebagai pendidik yang utama agar anak memiliki pondasi dan bekal dalam menyiapkan diri menghadapi pengaruh-pengaruhmodernisasi ketika hidup di tengah masyarakat dan Gereja yang menjadi inti dari bab II ini.

A. Katekese Keluarga

  Katekese keluarga merupakan salah satu bentuk dari katekese umat yang bertujuan membantu keluarga-keluarga Kristiani denganmemberikan inspirasi untuk mengatasi permasalahan mereka dalam pendidikan iman untuk anak-anak. Melalui katekese keluarga inilah para orang tua disadarkan kembalimengenai tugas dan kewajibannya dalam melindungi dan memelihara setiap anggota keluarga dalam hidup Gereja dan masyarakat.

1. Pengertian Katekese Pada Umumnya

  Dalam dokumen tersebut, katekese menjadisalah satu sarana pewartaan bagi Gereja dimana seluruh hidup Yesuslah yang diwartakan untuk membantu umat agar semakin percaya dan mengantar umat dipahami sebagai pembinaan anak-anak, kaum muda, dan orang-orang dewasa dalam iman, yang khususnya mencakup penyampaian ajaran Kristen, yang pada umumnyadiberikan secara organis dan sistematis, dengan maksud mengantar para pendengar memasuki hidup Kristen. Firman yang tertulis dalam Kitab Suci dapat menjadi bahan refleksi bagi umat untuk melihat dalam kehidupan mereka masing-masing sehingga diharapkandapat membawa perubahan dalam kehidupan mereka dan menjadikan firman sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan baik di masyarakat maupun di Gereja.

2. Pengertian Keluarga Keluarga merupakan pondasi pembangunan Gereja dan masyarakat

  Kehidupan dalam keluarga menjadi penentu tingkah laku setiap anggotanya dalam hidupbermasyarakat karena apa yang diajarkan dalam hidup keluarga, itulah yang diterapkan dalam tindakan nyata. Daripengertian tersebut, dalam keluarga iman berkembang dan dihayati sehingga dapat menjadi dasar dalam bersikap/bertingkah laku dalam hidup sehari-hari agar terciptakedamaian, kerukunan, persaudaraan dalam keluarga.

3. Pengertian Katekese Keluarga

  Egong (1983:25)mengemukakan bahwa: Katekese keluarga adalah katekese yang diselenggarakan di paroki untuk para orang tua dan yang sekaligus menjadi katekese dari orang tuakepada anak-anak mereka dalam lingkup keluarga. Katekese keluarga merupakan salah satu bagian darikatekese umat sebagai bentuk pendampingan bagi para orang tua untuk mengingatkan kembali tugas dan kewajiban mereka dan menolong mereka dalammemberikan pendidikan bagi anak-anak dengan benar dan menyenangkan terutama dalam hal nilai-nilai kemanusiaan dan nilai iman Katolik untuk mempersiapkananak-anak dalam hidup di tengah Gereja dan masyarakat.

4. Tujuan Katekese Keluarga

  Dengan sharing pengalaman hidup yang direfleksikan sesuai dengan bacaan dari Kitab Suci,seluruh anggota keluarga dapat memahami makna dari pengalaman-pengalaman hidup yang telah dilalui dan memahami maksud dan tujuan manusia diciptakan yakniagar manusia dapat memuji dan memuliakan Allah dengan hidup dengan penuh cinta kasih kepada sesama dan ikut mengemban tugas dalam memperkembangkan Gerejadan masyarakat. Menurut Dwi Wuryani, tujuan dari katekese keluarga adalah untuk meyakinkan orang tua bahwa mereka adalah pengajar hidup dalam keluarga, yaitupengajar mengenai hidup dan iman di dalam keluarga mereka masing-masing(1994:72).

5. Sasaran Katekese Keluarga

  Dalam upaya mencapai tujuan yang diharapkan, katekis dan keluarga- keluarga perlu menentukan sasaran yang ingin dicapai agar proses dari katekesekeluarga semakin jelas. Kelompok-kelompok di atas menjadi sasaran dalam katekese keluarga karena merekalah pelaku kehidupan yang memiliki visi dan misi yang sama keterkaitan hubungan atau relasi yang memiliki tugas untuk saling membantu dan memperkembangkan pribadi satu sama lain.

6. Kekhasan Katekese Keluarga

  Katekese keluarga mempunyai hubungan dengan katekese lainnya,dalam arti bahwa katekese keluarga mau memperlihatkan bahwa komunikasi iman dalam keluarga merupakan dasar dan bantuan dari katekese yang lain. Katekese keluarga mau menolong orang tua untuk dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai arti dan tujuan hidup dalam terang iman (Dwi Wuryani,1994:73).

1. Pengertian Pendidikan Iman Anak

  Anak mengetahui imannya sebagai seorang Kristen dan mulai dewasa dalam imannya dengan meyakini bahwa Allahsungguh ada dan Yesus sebagai putera-Nya sungguh hidup dan Roh Kudus ada bersamanya karena ia merasakan cinta dan kasih Allah kepadanya. Dan pendidikan iman harus dilakukan secara terus menerus agar anak semakin mengenal Bapa, Putera danRoh Kudus, menghayati iman yang sudah ia pilih dan memahami arti hidup serta tujuan manusia diciptakan untuk ikut ambil bagian dalam pengembangan masyarakatdan hidup harmonis dengan sesama manusia dan seluruh ciptaan-Nya.

2. Tujuan Pendidikan Iman Anak

  Selain menanamkan pemahamanmengenai Allah yang penuh kasih, anak juga diajarkan mengenai sikap penuh cinta kasih dalam hidup sehari-hari terhadap sesama dan orang lain yang mencerminkansikap orang Kristiani. Selain itu anak juga dibekali dengan pengetahuan tentang ajaran, peraturan, dan lain sebagainya dalam lingkup agama yang nantinyadiharapkan anak merasa bangga bahwa ia dicintai dan mencintai orang lain serta mengungkapkannya dalam wujud tindakan dalam hidup sehari-hari sesuai denganusia mereka.

3. Pendidikan Iman dalam Keluarga

  Menurut Gabriella (1991:10), pendidikan iman dalam keluarga tidak mengikuti suatu program pasti dan baku seperti model katekese sekolah, tetapi mulai dengan dasar iman keluarga dan bertumbuh seterusnya. Melalui pendidikan dalamkeluarga, anak belajar mengenal yang baik dan yang buruk, yang salah dan yang benar, dsb.

4. Faktor-faktor Perkembangan Iman Anak a

  Bilaanak-anak secara teratur dipupuk dalam iman melalui doa serta pengajaran Alkitab dalam keluarga yang penuh kasih, dan hidup dalam lingkungan Kristen yangmembangun, kemungkinan besar mereka akan bertemu dengan Allah yang hidup dan imannya berkembang secara mendalam dan mantab. Selain itu anak-anak juga dipengaruhi olehpandangan-pandangan dan sikap hidup mereka yang dapat membawa dampak pada relasi anak dengan pribadi yang ada di sekitarnya dan juga relasi anak dengan Tuhan(Setyakarjana, 1997:7).

5. Usaha-usaha Dalam Membantu Perkembangan Iman Anak

  Dengan belajar bersyukur, anak dapat menghargai setiap usaha orang tua dalam memenuhi kebutuhannya serta dapat memahami bahwaia telah mengalami cinta kasih Allah secara nyata dalam rupa terpenuhinya keinginan baik benda maupun perhatian dengan begitu kerohanian anak berkembang pada saatia menjawab panggilan Allah yang bekerja di dalam hidupnya (Allen, 1982:26). Selain rasa peduli/empati mulaiberkembang dalam diri anak, anak juga belajar bersyukur atas apa yang sudah ia miliki, dan membuat anak peka terhadap kesulitan orang lain serta dalam doa-doanyamenjadi lebih mementingkan orang lain karena anak-anak bertambah sadar akan keadaan di sekitarnya dan sudah menaruh lebih banyak perhatian pada dunia padasaat ia menjelang usia remaja (Allen, 1982: 48).

C. Peranan Katekese Keluarga Terhadap Pendidikan Iman Anak

  Dengan menerima katekese dalam lingkup keluarga sejak dini, anak-anak akan merasa lebih nyaman dan dapatmembekas dalam diri anak bahkan menjadi pondasi bagi anak dalam menghadapi kehidupan di Gereja dan masyarakat. Kerjasama antar keluarga dimaksudkan sebagai usaha untuk saling membantu dalam menghayati iman mereka, dan semakinmenyadari tugasnya sebagai orang tua dan dapat menciptakan kesempatan untuk berkomunikasi iman dengan anak-anak mereka di rumah.

D. Peranan orang tua dalam pendidikan iman anak

  Orang tualah yang berkewajiban mengusahakandan memenuhi kebutuhan dan kepentingan anak dengan memberikan seluruh perhatian secara maksimal pada aspek-aspek kehidupan anak baik jasmani, rohani Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, orang tua perlu memperhatikan masa terpenting dalam perkembangan anak yang berpengaruh bagikehidupannya dimasa yang akan datang. Dengan memanfaatkanmasa-masa emas anak, orang tua dapat memaksimalkan perkembangan anak ke arah yang lebih baik salah satunya dengan membangun dialog dan suasana kehidupankeluarga yang nyaman, dengan sendirinya anak akan membangun hubungannya secara emosional dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan, serta dengan Tuhan.

BAB II I PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN IMAN ANAK DI LINGKUNGAN SANTO YUSUF GEMUH Relasi antara orang tua dan anak harus bersifat personal dan fungsional

A. Paroki St. Martinus Weleri

  Tugas orang tua tidak hanya memberikan danmemenuhi kebutuhan anak yang kelihatan tetapi juga memenuhi kebutuhan yang tidak kelihatan seperti kasih sayang dan perhatian. Martinus Weleri dan mencari tahu faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat bagi orang tua dalam menjalankan tugasnya sertamencari tahu apa yang menjadi harapan mereka untuk meningkatkan peran orang tua dan menemukan usulan program katekese keluarga yang tepat sebagai usaha untukmeningkatkan peran orang tua dalam pendidikan iman anak.

1. Sejarah Paroki St. Martinus Weleri

  Dengan bantuan dariberbagai pihak dan jasa dari Romo Knetsch yang pada waktu itu berkarya di Weleri, berdirilah Gereja Katolik Weleri yang kurang lebih bisa menampung 400 umat. Setelah Weleri melepaskan diri dari paroki Gedangan dan membentuk paroki tersendiri yang berpusat di Weleri dan Gereja Weleri dijadikan pusat parokiWeleri, para umat yang letaknya cukup jauh dari paroki Weleri merasa jauh dari pusat paroki dan akhirnya wilayah bagian timur yaitu Kendal dan Kaliwungu sertaSukorejo yang merupakan wilayah bagian selatan, memisahkan diri dari paroki Weleri dan menjadi paroki tersendiri.

3 Situasi Umat Paroki St. Martinus Weleri

  Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung dalam dunia pendidikan mengakibatkan jumlah kaum muda yang aktif di paroki St. Martinus tidak begitu banyak,tetapi banyak kegiatan yang dilaksanakan dan diikuti oleh para kaum muda misalnya pertemuan rutin OMK, kepanitian dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di paroki, week end rohani OMK antar paroki dll.

1. Letak dan Batas-Batas Geografis Lingkungan Santo Yusuf Gemuh

  Lingkungan Santo Yusuf Gemuh merupakan lingkungan paling timur yang berjarak 8 km dari paroki dan berbatasan langsung dengan lingkungan Santa Maria Bunda Penolong Cepiring dan lingkungan Pegandon Paroki St. Antonius Padua Kendal.

2. Kegiatan umat di Lingkungan Santo Yusuf Gemuh

  Latihan koor, lingkungan Santo Yusuf Gemuh memiliki kelompok koor yang terdiri dari para orang tua dan rutin berlatih satu bulan sekali dan satuminggu sekali jika bertugas. Tetapi tempat yang biasa digunakan untukmengadakan acara lingkungan seperti natalan bersama dll, umat biasa meminjam pengurus lingkungan atau kegiatan lingkungan yang tidak memerlukan ruang yang besar, umat biasanya berkumpul di rumah-rumah umat secara bergilir atau di rumahketua lingkungan.

3. Situasi Sosial Kemasyarakatan Umat Lingkungan Santo Yusuf Gemuh

4. Situasi Ekonomi Umat Lingkungan Santo Yusuf

  Hal ini terbukti bahwa sebagian besar umat lingkungan Santo Yusuf Gemuh memilikijabatan penting dalam kepengurusan di tingkat rt, rw, perangkat desa dan kabupaten. Selain aktif di lingkungan, umat Katolik lingkungan Santo Yusuf Gemuh juga aktif dalam kegiatan di masyarakat.

C. Penelitian Peranan Orang Tua dalam Pendidikan Iman Anak di Lingkungan Santo Yusuf Gemuh

1. Latar Belakang Penelitian

  Dari pengamatan dan hasil wawancara terhadap beberapa OMK dan anak-anak yang dilakukan oleh penulis, kurangnya peran para orang tua dalampendidikan iman anak bagi anak-anak mereka menjadi permasalahan konkret yang terjadi di lingkungan Santo Yusuf Gemuh. Latar belakang pekerjaan umat di lingkungan Santo Yusuf yang sebagian besar merupakan pegawai dan PNS serta memiliki pekerjaan sampingan, membuat para orang tua sibuk dengan pekerjaanmereka sehingga kurang memperhatikan dan terlibat langsung dalam mendampingi anak khususnya perkembangan iman mereka.

2. Tujuan Penelitian a

  Dari data di atas, dari 30 orang responden selain 11 orang yang menyatakan kadang-kadang dan 10 orang responden menyatakan bahwaseluruh anggota keluarga pernah berdoa, membaca dan membahas makna bacaan kitab suci, sisanya yakni 2 orang responden dengan jumlah prosentase 6,7 %menyatakan bahwa seluruh anggota keluarga selalu berdoa, membaca dan membahas makna bacaan Kitab Suci dan 4 orang responden dengan jumlah prosentase 13,3 %menyatakan sering. Menurut penulis,dari data yang sudah dibahas di atas kontras dengan pengamatan yang diungkapkan penulis di bagian latar belakang penelitian dan data pada tabel 2 dan tabel 3mengenai tugas dan tanggungjawab orang tua khususnya yang berkaitan dengan pendidikan iman dan tugas dan tanggungjawab anak sebagai orang Kristiani.

2. Kuesioner Terbuka a

  Faktor-faktor pendukung dan penghambat orang tua berperan dalam pendidikan iman anakPada item no 3, faktor-faktor yang mendukung orang tua dalam pendidikan iman anak antara lain:Faktor yang mendukung dari anak yakni anak sekolah di sekolah Katolik, anak memiliki kebiasaan berdoa sebelum memulai aktivitas, anak bertanggungjawab,anak memiliki tingkah laku yang baik, dan anak memiliki banyak teman sesamaKatolik karena sekolah di sekolah Katolik. Selain dari faktor dari anak, orang tua juga dapat memanfaatkan faktor- faktor yang mendukung mereka mewujudkan pendidikan iman dalam keluarga antaralain: orang tua dapat mengajari dan membimbing anak-anaknya untuk belajar dan ikut berdoa bersama dengan orang tua karena mereka memiliki kebiasaan berdoasebelum memulai aktivitas.

A. Katekese Keluarga Model Shared Christian Praxis Sebagai Salah Satu Bentuk Pendampingan Iman dalam Meningkatkan Peran Orang Tua Sebagai Pendidik Iman

  Katekese model Shared Christian Praxis merupakan katekese yang bertitik tolak dari pengalaman hidup peserta. Dengan bertolak pada pengalamanpeserta sehari-hari, katekese model Shared Christian Praxis ini diharapkan dapat membantu peserta dalam menjalankan tugas dan peranannya dalam mendidik anak-anak mereka.

1. Komponen Shared Christian Praxis

  Shared Istilah shared menunjuk pengertian komunikasi iman yang timbal balik antar peserta, sikap partisipasi aktif dan kritis, terbuka pada kedalaman diri sertakehadiran sesama maupun rahmat Tuhan. Praxis Praxis mengacu pada tindakan manusia yang memiliki tujuan untuk tercapainya suatu transformasi hidup di mana di dalamnya terdapat suatu kesatuan antara teori dan praktek yaitu kreativitas, antara kesadaran historis dan refleksi kristisyaitu keterlibatan baru.

2. Langkah-langkah Katekese Model SCP

  Langkah ini bertujuan mengkomunikasikan nilai-nilai Tradisi dan visiKristiani agar lebih terjangkau dan lebih mengena untuk kehidupan peserta yang Kristiani mengungkapkan pewahyuan diri dan kehendak Allah yang memuncak dalam misteri hidup dan karya Yesus Kristus serta mengungkapkan tanggapanmanusia atas pewahyuan tersebut. Langkah ini mengajak peserta berdasar nilai Tradisi dan visi Kristiani peserta untuk sampai pada pemaknaan akan nilai hidup, sikap-sikap pribadi yangtidak baik akan dihilangkan, dan nilai-nilai hidup yang baru akan dikembangkan.

1. Latar Belakang Program Katekese Keluarga

  Melihat permasalahan yang ada, penulis memilih katekese keluarga sebagai usulan program untuk membantu para orang tua dalam mewujudkan harapanmereka untuk meningkatkan peranan mereka dalam memberikan pendidikan iman bagi anak-anak di dalam keluarga. Penulis memilih katekese keluarga karena katekese keluarga bertitik tolak dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh keluarga-keluarga dan kemudian menanggapi permasalahan tersebut berdasarkan pengalaman dan harta kekayaan Gereja untuk membantu orang tua dalammelaksanakan kewajiban dan tugasnya terhadap anak dan sebagai keluarga Kristiani.

2. Alasan Penyusunan Program

3. Rumusan Tema dan Tujuan program Katekese Keluarga

  Berikut disampaikan tema umum, tujuan tema umum, tema-tema program, penjabaran tema-tema program, dan tujuan tema-tema program sebagaiusulan program katekese model SCP:Tema umum : Orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utamaTujuan umum : Membantu orang tua di lingkungan Santo Yusuf Gemuh Paroki Santo Martinus Weleri agar lebih menyadari dan menghayati peran mereka sebagai pendidik yang pertama dan utama di dalamkeluarga bagi perkembangan iman anak-anaknya. : Pendidikan nilai-nilai luhur dalam kehidupan di dalam keluargaTema II Penjabaran Tema: Tema ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kepada anak di dalam keluarga dengan memberikan contoh konkret danpemahaman serta membangun suasana yang kondusif dalam menerapkan pendidikan nilai dalam keluarga.

5. Matriks Program Katekese Keluarga

  Teks KS TanyaJawab Refleksi 95 2:22-34,(39-40) Lilin dan Pendidikan Membangun dan Lembaga -Nilai-nilai Sharing Buku Informasi Membangun Tanya Teks KS dalam keluarga kan suasana Jawab - Tafsir InjilGambar- pendidikan gambar Yohanes .bagi anak pendidik Yogyakarta: dengan nilai- an dalam Kanisius.nilaikeluarga Hal 86 kehidupan didalam keluarga 3. Menjadi teladan didalam keluarga Menjadi teladan didalam Membantu peserta untuksemakin Teladan di Sharing Kitab Suci(Injil Yoh1:6-8, 19- LembagaBiblika Indonesia. Teks KSYoh 2:1- 11 danKej1:26-28;2:18-24 Membantu peserta menjadi teladan bagianak-anak mereka di dalam keluarga keluarga menghayati tugas danpanggilan sebagai orangtua tengah keluarga 28) Tafsir Injil Yohanes .

C. Contoh Persiapan Katekese Keluarga 1

  : Tanggungjawab orang tua sebagai pendidik imanTema b. : Orang tua menyadari bahwa pendidikan iman anakTujuan dalam keluarga merupakan tanggung jawab orang tua.

2. Pemikiran Dasar

  Padahal orang tua memiliki tugas dan tanggungjawab untuk membimbing anak-anak agar mereka dapat menghadapi situasilingkungan di luar rumah sehingga tidak mudah terpengaruh dan terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Yusuf dan Maria seperti orang tua padaumumnya, mereka membimbing Yesus semakin dekat dengan Allah dengan menjalankan apa yang diperintahkan sebagaimana yang telah tertulis dalam hukumtaurat Maka dalam pertemuan ini, orang tua dapat belajar dari apa yang sudah diteladankan oleh Yusuf dan Maria dalam menjalankan tanggungjawab sebagaiorang tua yang berusaha membimbing anaknya agar semakin dekat dengan Tuhan.

3. Pengembangan Langkah-Langkah a

  Pembukaan1) PengantarBapak dan ibu yang terkasih dalam Kristus, marilah kita bersyukur kepada Tuhan karena berkat penyertaan-Nya kita dapat berkumpul di sini untukbersama-sama belajar menjadi keluarga Kristiani yang kuat dan taat sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus dengan meneladan apa yangdiajarkan oleh Yusuf dan Maria kepada Yesus. pertanyaan bagi kita semua, apakah tugastersebut sudah sepenuhnya dijalankan?, menjadi orang tua adalah suatu panggilan yang harus dijalankan dengan sepenuh hati agar segala tugas dan tanggungjawabdalam membina sebuah keluarga Kristiani dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan perintah-Nya.

1) Mendalami sebuah cergam yang berjudul “aku sibuk”

  Langkah II: Mendalami Ungkapan Pengalaman hidup Peserta1) Peserta diajak untuk merefleksikan sharing pengalaman atau cerita di atas dengan dibantu pertanyaan sebagai berikut:a) Mengapa anak di dalam cergam “aku sibuk” dapat terjerumus ke dalam pergaulan yang salah?b) Bagaimana cara mengatasi agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah? Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan – Simeon dan Hana 22 dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka 23 membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkanNya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Taurat: “ semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon, ia seorang yang benar dan saleh

  Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia 27 melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tuaNya untuk melakukan 28 kepadaNya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatangNya sambil memuji Allah, katanya: 29 “sekarang, Tuhan, biarlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai 30 dengan firmanMu.

33 Dan bapa serta ibuNya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang

34 Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu:

Israel.” “sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak 35 orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati

39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum banyak orang”

  Dalam hidup sehari-hari pun, bapak dan ibu sebagai orang tua dapat menerapkanapa yang dilakukan oleh Yusuf dan Maria lewat nilai-nilai positif yang dapat bapak dan ibu terapkan dalam keluarga yang diawali lewat kata-kata, sikap, dan perbuatanagar relasi antar anggota keluarga dan dengan Allah dapat terwujud dalam kehidupan keluarga bapak dan ibu. Kita telah bersama-sama menyadari bahwa sebagai orang tua kitamemiliki tugas dan tanggungjawab yang penting dalam menjaga dan melindungi anggota keluarga terutama anak-anak dari pengaruh buruk dan memilikitanggungjawab yang besar dalam memberikan pendidikan iman dan pendidikan yang lainnya dalam keluarga agar anak dapat berkembang dengan maksimal dan kuat dalam menghadapi lingkungan di luar keluarga.

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

  Penulis menyarankan diadakannya kegiatan rekoleksibagi keluarga yang bertemakan peran orang tua di dalam keluarga agar para orang tua dapat lebih menyadari dan menghayati tugas dan tanggungjawabnya dalammemberikan pendidikan dan pendampingan iman bagi anak-anak secara terus menerus di dalam keluarga. Dengan diadakannya rekoleksi bagi pasutri, diharapkanrekoleksi tersebut dapat membantu orang tua dalam mendalami dan menghayati tugas panggilan mereka sebagai orang tua serta dapat menambah wawasan danpengalaman dalam cara mendidik anak dengan mengundang pembicara atau narasumber yang ahli dalam bidang ini.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (146 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Katekese keluarga untuk meningkatkan kesadaran akan peran penting orang tua bagi pendidikan iman anak di lingkungan Santo Carolus Borromius Margomulyo Paroki Santo Yoseph Medari Yogyakarta.
1
19
209
Fungsi komunikasi orangtua terhadap pembentukan karakter dan iman anak dalam keluarga Katolik di Paroki Administratif Santo Paulus Pringgolayan Yogyakarta.
1
17
162
Upaya peningkatan tanggungjawab keluarga Katolik di Paroki Santo Petrus Pekalongan terhadap pendidikan iman anak.
0
4
153
Deskripsi pendidikan iman anak dalam keluarga bagi perkembangan iman anak di Stasi Maria Putri Murni Sejati Cisantana, Paroki Kristus Raja Cigugur, Keuskupan Bandung.
1
17
153
Upaya peningkatan hidup rohani keluarga kristiani di Lingkungan Santo Paulus Maguwoharjo Paroki Marganingsih Yogyakarta melalui katekese keluarga.
0
1
150
Sumbangan katekese keluarga terhadap peningkatan kesadaran akan peran penting orang tua bagi pendidikan iman anak di lingkungan Santo Yusuf Gemuh Paroki St. Martinus Weleri.
1
7
148
Katekese keluarga untuk meningkatkan kesadaran akan peran penting orang tua bagi pendidikan iman anak di lingkungan Santo Carolus Borromius Margomulyo Paroki Santo Yoseph Medari Yogyakarta
0
15
207
Fungsi komunikasi orangtua terhadap pembentukan karakter dan iman anak dalam keluarga Katolik di Paroki Administratif Santo Paulus Pringgolayan Yogyakarta
0
11
160
Bimbingan orang tua terhadap perkembangan iman anak dalam keluarga Katolik di Paroki St. Yusup Bintaran Yogyakarta - USD Repository
0
1
132
Pengaruh Ibadat Taize terhadap perkembangan iman kaum muda di Paroki Santo Yakobus, Bantul - USD Repository
0
0
110
Peranan kunjungan keluarga dalam upaya untuk meningkatkan iman keluarga Katolik di Stasi St. Paulus Pringgolayan Paroki St. Yusup Bintaran Yogyakarta - USD Repository
0
0
157
Peranan pendampingan persiapan baptisan bayi/anak sebagai upaya membina kesadaran orang tua dalam pendidikan iman anak di Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati - USD Repository
0
0
122
Peran pendampingan orang tua dalam sekolah minggu terhadap perilaku iman anak di Paroki St Fransiskus Assisi Berastagi - USD Repository
0
0
182
Upaya meningkatkan pelaksanaan peranan orang tua dalam pendidikan iman anak dalam keluarga di Kring Santo Yohanes Paroki Santo Mikael Gombong Keuskupan Purwokerto - USD Repository
0
0
134
Peranan kebiasaan religius orangtua bagi pendidikan iman anak dalam keluarga di lingkungan ST. Monika Paroki Wates - USD Repository
0
0
145
Show more