Analisis luas pengungkapan laporan perusahaan (Corporate Disclosure) melalui internet : studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia - USD Repository

Gratis

0
0
111
6 days ago
Preview
Full text

ANALISIS LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN PERUSAHAAN

  (CORPORATE DISCLOSURE) MELALUI INTERNET

  Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

  S K R I P S I

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

  Program Studi Akuntansi Oleh:

  Fransiska Pujiastuti NIM : 082114111

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

ANALISIS LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN PERUSAHAAN

  (CORPORATE DISCLOSURE) MELALUI INTERNET

  Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

  S K R I P S I

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

  Program Studi Akuntansi Oleh:

  Fransiska Pujiastuti NIM : 082114111

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

  MOTTO DAN PERSEMBAHAN “Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja” (Plato)

  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13)

  “Jangan takut, Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku” (Yesaya 41:10) “Untuk mendapatkan hasil luar biasa diperlukan cara-cara luar biasa” (Freddy Liong)

  Skripsi ini kupersembahkan untuk:

Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria di Surga.

Bapak Ibu yang sangat aku cintai, yang selalu mendoakan dan mendukungku. Adik, saudara-saudara dan Kekasih ku yang sangat aku cintai yang selalu memberikan doa dan dukungan.

  Sahabat sahabatku yang selama ini selalu mendukungku.

  

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI – PROGRAM STUDI AKUNTANSI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: ANALISIS LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN PERUSAHAAN (CORPORATE

  

DISCLOSURE) MELALUI INTERNET, Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan

yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia adalah hasil karya saya.

  Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.

  Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima.

  Yogyakarta, 28 Februari 2013 Yang membuat pernyataan,

  Fransiska Pujiastuti

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Fransiska Pujiastuti NIM : 082114111

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: ANALISIS LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN PERUSAHAAN (CORPORATE

  

DISCLOSURE) MELALUI INTERNET Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan

yang Terdaftar di Bursa Efek Indoneisa.

  Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kedapa Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untukmenyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 28 Maret 2013 Yang menyatakan Fransiska Pujiastuti

KATA PENGANTAR

  Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1.

  Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis.

  2. Dr. H. Herry Maridjo, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  3. Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Akt., QIA selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  4. Dra. YF. Gien Agustinawansari, M.M, Ak.t selaku Dosen Pembimbing Akademik.

  5. Ir. Drs. Hansiadi Yuli Hartanto, M.Si., Akt., QIA selaku Dosen Pembimbing yang telah dengan sabar memberikan bimbingan, masukan, serta pengarahan selama penyusunan skripsi ini.

  6. Drs. Yusef Widya Karsana, M.Si., Akt., QIA selaku dosen penguji yang telah memberikan bimbingan, saran, dan arahan yang sangat bermanfaat bagi penulis.

  7. A. Diksa Kuntara, S.E.,MFA,QIA selak dosen penguji yang telah memberikan bimbingan, saran, dan arahan yang sangat bermanfaat bagi penulis.

  8. Bapakku tercinta Rafael Sumeri dan Ibuku tercinta Musmiati yang selalu setia memberikan dukungan dan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi.

  9. Adik-adik tercinta Martinus Dwi Prastyo dan Stefanus Krisna Pradito yang membantu dalam doa dan memberi semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

  10. Kekasihku Ambrosius Bambang Sumarwanto yang telah memberikan semangat, saran, dan doa dalam penyelesaian skripsi ini.

  11. Saudara-saudaraku, Mbak Ten, Mas Edi, Yudha dan Chandra yang sudah menjadi seperti saudara kandungku sendiri selama di Yogyakarta dan saudara- saudaraku yang lain.

  12. Teman-temanku Tata, Lia, Nindy, Kak Nita, Gita, Tiwi, untuk kebersamaan, keceriaan dan persahabatan kita selama ini.

  13. Teman-teman Sendowers, Mas Robet, Eko, Mas Wawan, dan Mas Yosef yang sudah rela direpotin untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kurang jelas.

  14. Teman-teman seperjuangan MPT dan KKP, dan semua teman-teman akuntansi angkatan 2008.

  15. Teman-temanku berorganisasi Di KMPKS, HIPMALA, dan MUDIKA.

  16. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu penulis untuk menyelesaikan studi S.1 di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Sanata Dharma..

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.

  Yogyakarta, 28 Februari 2013 Fransiska Pujiastuti

DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL i

  HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ii HALAMAN PENGESAHAN iii

  HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI vi HALAMAN KATA PENGANTAR vii

  HALAMAN DAFATR ISI x

  HALAMAN DAFTAR TABEL xi

  ABSTRAK xii

  BAB I PENDAHULUAN

  1 A.

  1 Latar Belakang Masalah B.

  4 Tujuan Penelitian C.

  5 Manfaat Penelitian D.

  5 Rumusan Masalah E.

  5 Sistematika Penulisan

  BAB II LANDASAN TEORI

  7 A.

  7 Pengungkapan (disclosure) Informasi 1.

  7 Pengertian Pengungkapan 2.

  9 Fungsi dan Tujuan Pengungkapan 3. Kuantitas dan kualitas Informasi yang Seharusnya Diungkap

  13 B.

  17 Pengertian dan Perkembangan Internet C.

  19 Pengungkapan Informasi Melalui Internet D.

  22 Laporan Keuangan

  BAB III METODE PENELITIAN

  25 A.

  25 Jenis Penelitian B.

  25 Objek Penelitain C.

  25 Populasi dan Sampel D.

  26 Data yang Dicari E.

  29 Teknik Analisis Data

  BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

  37 1.

  37 Bank ICB Bumi Putera Tbk 2.

  37 Bank Capital Indonesia Tbk

  38 4. Bank Central Asia Tbk

3. Bank Ekonomi Raharja Tbk

  39 6. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

  54 A. ANALISIS DATA

  50 26. Bank Windu Kentjana Internasional Tbk

  50 27. Bank Mega Tbk

  51 28. Bank NISP OCBC Tbk

  51 29. Bank Pan Indonesia Tbk

  52 30. Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk

  52 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

  54 B. PEMBAHASAN

  49 24. Bank Artha Internasional Tbk

  82 BAB VI PENUTUP

  85 A. Kesimpulan

  85 B. Keterbatasan Penelitian

  87 C. Saran

  87 DAFTAR PUSTAKA

  88 LAMPIRAN

  91

  49 25. Bank Mayapada Internasional Tbk

  48 23. Bank Victoria Internasional Tbk

  39 7. Bank Nusantara Parahyangan Tbk

  44 15. Bank Mandiri (Persero) Tbk

  40 8. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

  41 9. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

  42 10. Bank Mutiara Tbk

  42 11. Bank Danamon Indonesia Tbk

  42 12. Bank Pundi Indonesia Tbk

  43 13. Bank Jabar Banten Tbk

  43 14. Bank Kesawan Tbk

  45 16. Bank Bumi Arta Tbk

  38 5. Bank Bukopin Tbk

  45 17. Bank CIMB Niaga Tbk

  46 18. Bank Internasional Indonesia Tbk

  47 19. Bank Permata Tbk

  47 20. Bank Sinar Mas Tbk

  47

  21. Bank Swadesi Tbk

  48 22.

  Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index

  31 Tabel 5.1 Seleksi Sampel

  54 Tebel 5.2 Daftar Sampel Perusahaan Perbankan

  55 Tabel 5.3 Hasil Penelitian Internet Disclosure Index

  56 Tabel 5.4 Indeks Informasi Akuntansi dan Keuangan

  67 Tabel 5.5 Indeks Informasi Mengenai Corporate Governance

  69 Tabel 5.6 Indeks Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan dan Informasi Sumber Daya Manusia

  71 Tabel 5.7 Indeks Kontak Detai hubungan Investor

  73 Tebel 5.8 Indeks Material Processable Format

  75 Tabel 5.9 Indeks Technological Adventage and User Support

  77 Tabel 5.10 Luas Pengungkapan Informasi Keuangan dan Nonkeuangan Perusahaan Melalui Internet

  79 Tabel 5.11 Pengungkapan Laporan Perusahaan Berdasarkan Ukuran Perusahaan dengan Market Capitalization

  82 ABSTRAK ANALISIS LUAS PENGUNGKAPAN LAPORAN PERUSAHAAN

  (CORPORATE DISCLOSURE) MELALUI INTERNET

  Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

  Fransiska Pujiastuti NIM : 082114111

  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  2013 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui luas pengungkapan laporan perusahaan melalui internet sesuai dengan teori Spanos (2006) pada 31 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Latar belakang penelitian ini adalah sudah banyak perusahaan yang menggunakan internet (web perusahaan) sebagai sarana menyampaikan laporan dan perkembangan perusahaan, dengan keberadaan internet semakin mudah informasi didapat oleh penggunanya, pengguna tidak harus datang ke perusahaan atau ke pengantara untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

  Jenis penelitian ini adalah studi empiris deskriptif. Data diperoleh dengan meneliti website perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab masalah adalah analisis deskriptif.

  Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah pengungkapan laporan perusahaan (corporate disclosure) yang dilakukan perusahaan perbankan dengan menggunakan internet masih kurang luas (adequate disclosure).

  ABSTRACT THE ANALYSIS OF CORPORATE DISCLOSURE THROUGH THE INTERNET An Empirical Study on the Banking Companies Registered

  In the Indonesia Stock Exchange Fransiska Pujiastuti

  NIM : 082114111 Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta 2013

  The purpose of this study is to determine the extension of corporate disclosure through internet in accordance to Spanos theory (2006) to 30 banking companies listed in the Indonesia stock exchange (IDX). The background of this study is the fact that there have been a lot of companies utilizing internet (company’s web) as a mean to disclose their information. With the presence of the information in internet that is easily accessible by the users, they do not have to come to the company or mediator to obtain the information needed.

  This study is a descriptive empirical study. The data were obtained by examining the banking companies websites listed in IDX. The data analysis technique employed to answer the problems is descriptive analysis.

  The results of the study shows that the disclosure of company report (corporate disclosure) at the internet is still less extensive (adequate disclosure).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat

  mengakibatkan perubahan di berbagai bidang, salah satunya bidang ekonomi. Saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan internet (web perusahaan) sebagai sarana menyampaikan laporan dan perkembangan perusahaan, dengan keberadaan internet semakin mudah informasi didapat oleh penggunanya, pengguna tidak harus datang ke perusahaan atau ke pengantara untuk mendapatkan informasi yang didapatkan.

  Menurut Achjhari (2000: 259-260), pelaporan keuangan internet perusahaan akan memperoleh keuntungan sebagai berikut:

  1. Bisa mengakses sumber daya dari database yang lengkap di seluruh dunia.

  2. Bisa diakses setiap saat sehingga sangat fleksibel.

  3. Pencarian data, pengolahan dan penyebaran hasil riset bisa dilakukan secara cepat.

  4. Topik dan hasil riset dapat didiskusikan melalui sarana mailing list atau chatting.

  5. Karena data yang diperoleh bersifat digital maka akan cenderung lebih akurat, rinci dan memudahkan dalam mengolah data.

  Penggunaan internet dalam bisnis berubah dari fungsi sebagai alat untuk pertukaran informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi strategis bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan. Pemasaran di internet cenderung menembus berbagai rintangan, batas bangsa, dan tanpa aturan-aturan yang baku. Sedangkan pemasaran konvensional lebih banyak yang terlibat dibandingkan pemasaran lewat

  internet. Pemasaran lewat internet sama dengan direct marketing, dimana

  konsumen berhubungan langsung dengan penjual, walaupun penjualnya berada di luar negeri (Yuliana, 2000: 37).

  Penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif. Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu mengimplementasikan teknologi ke dalam perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk-produk adalah dengan menggunakan website perusahaan untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Dalam penggunaan teknologi tersebut, berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan seperti investor, konsumen, pemerintah akan ikut berperan (Almilia 2009: 34).

  Luas pengungkapan informasi memiliki makna yang esensial bagi para pemegang saham, sehingga mereka dapat melakukan pengawasan terhadap manajemen dengan lebih efektif. Pengungkapan informasi yang luas dapat membantu perusahaan untuk menarik modal baru dan meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini disebabkan karena investor memerlukan suatu informasi yang teratur, andal, dan bisa dibandingkan secara detail dengan pihak lain untuk melakukan suatu keputusan dalam melakukan fungsinya, meningkatkan cost of capital, dan akan berujung pada buruknya proses alokasi sumber daya dalam perusahaan (Kesumajuda, 2006: 215).

  Laporan tahunan dan laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang secara formal wajib dipublikasikan sebagai sarana pertanggungjawaban pihak manajemen terhadap pengelolaan sumber daya pemilik serta jendela informasi yang memungkinkan bagi pihak-pihak di luar manajemen mengetahui kondisi perusahaan. Namun sejauh mana informasi yang dapat atau diperoleh sangat tergantung pada tingkat pengungkapan (disclosure) dari laporan tersebut.

  Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan ditangkap oleh pihak eksternal sebagai suatu sinyal yang dapat menggambarkan prospek perusahaan ke depan. Pihak eksternal (stakeholder), seperti investor menggunakan informasi sebagai alat analisis yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi. Informasi tersebut dapat membantu investor dalam memprediksi tingkat resiko dan tingkat pengembalian, menilai waktu dan ketidakpastian aliran kas sekarang dan di masa mendatang, serta menilai dan mengawasi kinerja manajemen perusahaan. Dengan melakukan prediksi dan penilaian terhadap informasi yang disajikan, investor diharapkan dapat mengambil keputusan investasi terbaik.

  Salah satu industri yang dituntut untuk melakukan akuntabilitas perbankan pada dasarnya adalah industri yang melakukan kegiatan sebagai perantara keuangan, yakni dengan memobilisasi dana di satu pihak dan di pihak lain sebagai penyalur dana. Melihat aktivitas perbankan seperti ini, suka tidak suka bisnis perbankan memang harus dibangun atas dasar kepercayaan. Dan untuk menjaga kepercayaan itu, industri perbankan tidak cukup hanya diatur dengan regulasi yang ketat, tetapi juga dinaungi oleh semangat yang terkandung dalam Good Corporate Governance (Massaya, 2004).

  Berdasarkan uraian di atas, maka penulis bermaksud untuk mengetahui seberapa luas perusahaan mengungkapkan informasi kepada publik melalui website perusahaan. Penulis tertarik untuk meneliti tentang

  “Analisis Luas Pengungkapan Laporan Perusahaan (Corporate Disclosure) Melalui Internet”.

B. Tujuan Penelitian

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luas pengungkapan laporan perusahaan melalui website pada perusahaan- perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011.

  C. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi mengenai luas pengungkapan laporan perusahaan (Corporate Disclosure) melalui internet pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.

  D. Rumusan Masalah

  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa luas pengungkapan laporan perusahaan (Corporate Disclosure) melalui internet? E.

   Sistematika Penulisan

  BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, rumusan masalah, dan sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menguraikan teori-teori yang digunakan sebagai dasar dalam pengolahan data. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan jenis penelitian, objek penelitian, populasi dan sampel yang dicari, dan teknik analisis data.

  BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini mengungkapkan tentang seberapa luas pengungkapan laporan perusahaan dalam website perusahaan tersebut.

  BAB VI PENUTUP Bab ini menguraikan tentang kesimpulan mengenai hasil yang didapat dari hasil penelitian.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengungkapan (disclosure) Informasi 1. Pengertian Pengungkapan Pengungkapan (disclosure) didefinisikan sebagai penyediaan

  sejumlah informasi yang dibutuhkan untuk pengoperasian secara optimal bagi pasar yang efisien (Hendriksen, 1987: 204). Secara konseptual, pengungkapan merupakan bagian integral dari pelaporan keuangan. Secara teknis, pengungkapan merupakan langkah akhir dari proses akuntansi yaitu penyajian informasi dalam bentuk seperangkat penuh statement keuangan.

  Pengungkapan sering juga dimaknai sebagai penyediaan informasi lebih dari apa yang dapat disampaikan dalam bentuk statement keuangan formal (Suwardjono 2005: 615).

  Pengungkapan informasi dalam laporan tahunan perusahaan- perusahaan di Indonesia diatur dalam keputusan ketua BAPEPAM No. Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. Tujuan pemerintah mengatur pengungkapan informasi adalah melindungi kepentingan para investor dari ketidakseimbangan informasi antara manajemen dan investor karena adanya kepentingan manajemen. Simanjuntak dan Widiastuti (2004) dalam Pega (2006), terdapat dua jenis pengungkapan dalam hubungannya dengan persyaratan yang a. Pengungkapan wajib (Mandatory Disclosure) Merupakan pengungkapan minimum yang disyaratkan oleh standar akuntansi yang berlaku. Jika perusahaan tidak bersedia untuk mengungkapkan informasi secara sukarela, pengungkapan wajib akan memaksa perusahaan untuk mengungkapnya.

  b. Pengungkapan Sukarela (Voluntary Disclosure) Merupakan pengungkapan butir-butir yang dilakukan sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku. Salah satu cara meningkatkan kredibilitas perusahaan adalah melalui pengungkapan sukarela secara lebih luas dan membantu investor dalam memahami strategi bisnis manajemen.

  Laporan finansial terutama ditujukan pada investor dan lembaga yang mengatur investasi dalam suatu negara, laporan nonfinansial ditujukan untuk seluruh pemangku kepentingan (termasuk pula investor). Konsekuensinya, cara pelaporannya akan menjadi sangat beragam sesuai dengan pemangku kepentingan yang dituju. Terakhir, laporan keuangan finansial memiliki interval yang tetap yaitu tahunan dan kuartalan, sementara laporan nonfinansial biasanya berupa laporan tahunan atau dua tahunan, bahkan tidak tetap (Almilia, 2009: 35).

2. Fungsi dan Tujuan Pengungkapan

  Secara umum, tujuan pengungkapan adalah menyajikan informasi yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan dan untuk melayani berbagai pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Karena pasar modal merupakan sarana utama pemenuhan dana dari masyarakat, pengungkapan dapat diwajibkan untuk tujuan melindungi (protective), informatif

  (informative), dan melayani kebutuhan khusus (Suwardjono, 2005: 580).

a. Tujuan Melindungi

  Tujuan melindungi dilandasi oleh gagasan bahwa tidak semua pemakai cukup canggih sehingga pemakai yang awam perlu dilindungi dengan mengungkapkan informasi yang mereka tidak mungkin memperolehnya atau tidak mungkin mengelola informasi untuk menangkap substansi ekonomik yang melandasi suatu pos statement keuangan. Dengan kata lain, pengungkapan dimaksudkan untuk melindungi perlakuan manajemen yang mungkin kurang adil dan terbuka (unfair). Dengan tujuan ini, tingkat luas volume pengungkapan menjadi tinggi. Tujuan melindungi biasanya menjadi pertimbangan badan pengawas yang mendapat autoritas untuk melakukan pengawasan terhadap pasar modal seperti SEC atau Badan Pengawas Pasar Modal

  (BAPEPAM). Dalam hal ini, dapat dipahami karena mereka bertindak demi kepentingan publik.

  b. Tujun Informatif

  Tujuan informatif dilandasi oleh gagasan bahwa pemakai yang dituju sudah jelas dengan tingkat kecanggihan tertentu. Dengan demikian, pengungkapan diarahkan untuk menyediakan informasi yang dapat membantu keefektifan pengambilan keputusan pemakai tersebut. Tujuan ini biasanya melandasi penyusunan standar akuntansi untuk menentukan tingkat pengungkapan. Dalam kenyataannya, badan pengawas seperti BAPEPAM bekerjasama dengan penyusun standar (profesi) untuk menentukan keluasan pengungkapan. Untuk tujuan pengawasan oleh badan kepemerintahan, terdapat pula pengungkapan yang khusus ditujukan ke badan pengawas melalui formulir-formulir yang harus diisi oleh perusahaan pada waktu menyerahkan laporan tahunan maupun kuartalan.

  c. Tujuan Kebutuhan Khusus

  Tujuan ini merupakan gabungan dari tujuan perlindungan publik dan tujuan informatif. Apa yang harus diungkapkan kepada publik dibatasi dengan apa yang dipandang bermanfaat bagi pemakai yang dituju sementara untuk tujuan pengawasan, informasi tertentu harus disampaikan kepada badan pengawas berdasarkan peraturan melalui formulir-formulir yang menuntut pengungkapan secara rinci.

  Balkaoui (2000: 219) mengungkapkan, tujuan pengungkapan adalah: 1)

  Untuk menjelaskan item-item yang diakui dan untuk menyediakan ukuran yang relevan bagi item-item tersebut, selain ukuran dalam laporan keuangan. 2)

  Untuk menjelaskan item-item yang belum diakui dan untuk menyediakan ukuran yang bermanfaat bagi item-item tersebut. 3)

  Untuk menyediakan informasi untuk membantu investor dan kreditur dalam menentukan risiko dan item-item yang potensial untuk diakui dan yang belum diakui. 4)

  Untuk menyediakan informasi penting yang dapat digunakan oleh pengguna laporan keuangan, dan untuk membandingkan antarperusahaan dan antartahun. 5)

  Untuk menyediakan informasi mengenai aliran kas masuk dan aliran kas di masa mendatang.

  6) Untuk membantu investor dalam menetapkan return dan investasinya.

  Gazdar (2007) menyatakan ada empat hal yang membuat mengapa pelaporan nonfinansial ini menjadi sangat penting:

  1) Meningkatkan reputasi perusahaan. Semakin transparan perusahaan dalam aspek-aspek yang dituntut oleh seluruh pemangku kepentingannya, semakin tinggi pulalah reputasi perusahaan. Tentu saja, kalau kinerja yang dilaporkan itu baik dan valid. Karenanya, perusahaan harus terlebih dahulu meningkatkan kinerjanya dengan sungguh-sungguh. Validitas juga sangat penting, karena pemangku kepentingan tidak akan pernah memaafkan perusahaan yang melakukan pembohongan publik.

  2) Melayani tuntutan pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan adalah pihak-pihak yang terpengaruh oleh dan bisa memengaruhi perusahaan dalam mencapai tujuannya.

  Tentu saja, mereka yang terpengaruh hidupnya oleh perusahaan berhak untuk mengetahui aspek-aspek yang bersentuhan dengan kehidupan mereka. Mereka yang bisa memengaruhi perusahaan sangat perlu untuk mendapat informasi yang benar, sehingga pengaruh mereka bisa diarahkan ke tujuan yang tepat.

3) Membantu perusahaan dalam membuat berbagai keputusan.

  Laporan kinerja yang baik tentu akan memuat indikator- indikator yang akan membantu perusahaan melihat kekuatan dan kelemahan dirinya. Perusahaan bisa sedikit lebih tenang kekuatan. Di sisi lain, perusahaan perlu mencurahkan sumber daya yang lebih besar untuk aspek-aspek yang tampak masih lemah. Laporan periodik dengan indikator yang konsisten sangat diperlukan di sini, sehingga naik turunnya kinerja bisa terpantau dan disikapi dengan keputusan yang tepat. 4)

  Membuat investor dengan mudah memahami kinerja perusahaan. Sebagaimana yang diungkapkan di atas, ada kebutuhan yang semakin tinggi dari investor untuk bisa mengetahui kinerja perusahaan yang sesungguhnya. Para investor jangka panjang benar-benar ingin mengetahui apakah modal yang ditanamkannya aman atau tidak.

  Perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja sosial dan lingkungan yang tinggi memiliki kemungkinan yang lebih baik untuk terus berlanjut usahanya, dan para investor tentu lebih berminat untuk menanamkan modalnya pada perusahaan-perusahaan tersebut.

3. Kuntitas dan Kualitas Informasi yang Seharusnya Diungkap

  Agustina (2006: 222), ada tiga konsep pengungkapan yang umumnya diusulkan, yaitu: a.

  Adequate Disclosure (Pengungkapan Cukup) Konsep yang sering digunakan adalah pengungkapan yang peraturan yang berlaku, dimana angka-angka yang dapat diinterpretasikan dengan benar oleh investor.

  b.

  Fair Disclosure (Pengungkapan Wajar) Pengungkapan yang wajar secara tidak langsung merupakan tujuan etis agar memberikan perlakuan yang sama kepada semua pemakai laporan dengan menyediakan informasi yang layak terhadap pembaca potensial.

  c.

  Full Disclosure (pengungkapan penuh) Pengungkapan penuh menyangkut kelengkapan informasi yang diungkapkan secara relevan. Pengungkapan penuh memiliki kesan penyajian informasi secara melimpah sehingga beberapa pihak menganggapnya tidak baik.

  Paham full disclosure memiliki makna yang esensial bagi para pemegang saham, sehingga mereka bisa melakukan pengawasan terhadap manajemen dengan lebih efektif. Full

  disclosure bisa membantu perusahaan untuk menarik modal baru

  dan meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini disebabkan karena investor memerlukan suatu informasi yang teratur, andal dan bisa dibandingkan secara detail dengan pihak lain, untuk melakukan suatu keputusan investasi. Sebaliknya, informasi yang tidak jelas memengaruhi pasar dalam melakukan fungsinya, meningkatkan

  cost zapital, dan akan berujung pada buruknya proses alokasi

  Menurut Suwardjono (2005: 581), tingkat memadai adalah tingkat minimum yang harus dipenuhi agar statemen keuangan secara keseluruhan tidak menyesatkan untuk kepentingan pengambilan keputusan yang harus dicapai agar semua pihak mendapat perlakuan atau pelayanan informasional yang sama. Artinya, tidak ada satu pihak pun yang kurang mendapat informasi sehingga mereka menjadi pihak yang kurang diuntungkan posisinya. Dengan kata lain, tidak ada preferensi dalam pengungkapan informasi. Tingkat pengungkapan penuh menuntut penyajian secara penuh semua informasi yang berpaut dengan pengambilan keputusan yang diarah. Tingkat pengungkapan yang tepat memang harus ditentukan karena terlalu banyak informasi sama tidak menguntungkannya dengan terlalu sedikitnya informasi.

  Hendriksen (1994: 205) mengungkapkan, terdapat beberapa alasan keengganan perusahaan menambah pengungkapan informasi akuntansinya adalah: a.

  Dikhawatirkan pengungkapan hanya akan membantu pesaing dan merugikan pemegang saham.

  b.

  Serikat buruh akan memperoleh keuntungan dalam proses negosiasi upah jika mereka mengetahui informasi keuangan yang lengkap. c.

  Seringkali ada kesangsian mengenai kemampuan para investor untuk memahami kebijakan dan proses akuntansi, sehingga pengungkapan yang penuh hanya akan menyesatkan mereka.

  d.

  Argumen bahwa laporan keuangan bukan satu-satunya sumber informasi dan sumber informasi lainnya dapat diperoleh dengan lebih murah.

  e.

  Kekurangtahuan perusahaan terhadap kebutuhan investor.

  Ashbaugh (1999: 252) menuliskan, elemen-elemen pelaporan terdiri dari: 1)

  Pengungkapan keuangan a.

  Analisis pembukuan (analist fact books) b.

  Pemesanan kembali (back orders) c. Pengumuman pemegang saham (earnings announcements) d.

  Operasi umum (global operation) e. Laporan keuangan (financial statement) f. Kontrak karyawan (labor contracts) g.

  Penggabungan dan penerimaan (mergers and acquisitions) h. Penjualan bulanan/mingguan (monthly/weekly sales) i. Rencana penjualan (stock plans) j. Pengungkapan segmen (segmen disclosure)

  2) Pengungkapan nonkeuangan a.

  Strategi bisnis (business strategies) c.

  Praktek lingkungan (environmental practices) d.

  Laporan lingkungan (environmental report) e. Industri pesanan khusus (industry specific reserves) f. Hubungan karyawan (labor relations) g.

  Kegiatan kemanusiaan (philanthropic activities) h. Pengumuman berita (press release) i. Dasar pengungkapan pelanggan (size of customer base) j. Tanggung jawab sosial (social responsibilities) B.

   Pengertian dan Perkembangan Internet

  Internet adalah jaringan besar yang terdiri dari 100.000 jaringan interkoneksi yang terletak di seluruh dunia. Internet pada awalnya dikembangkan oleh militer AS dan kemudian digunakan secara luas untuk penelitian akademis dan pemerintah. Tahun-tahun belakangan ini, internet telah berubah menjadi jalan informasi sedunia. Pertumbuhan ini disebabkan tiga faktor. Pertama, pada tahun 1995, berbagai perusahaan telekomunikasi nasional seperti MCI, Sprint, dan UUNET mengambil alih kendali berbagai elemen tulang punggung (backbone) Internet dan terus meningkatkan infrastrukturnya.

  Penyedia layanan internet (Internet service provide

  • ISP) besar dapat

  terhubung ke berbagai backbone ini untuk mengoneksikan para pelanggannya, dan ISP-ISP yang lebih kecil dapat terkoneksi langsung

  Kedua, layanan online seperti Computer Serve dan AOL terhubung ke Internet untuk e-mail, sehingga memungkinkan para pengguna dari berbagai layanan yang berbeda berkomunikasi satu sama lain. Ketiga, perkembangan penjelajah web berbasis grafis, seperti Netscape

  Navigator dan Internet Explorer dari Microsoft membuat akses ke

  internet menjadi pekerjaan yang mudah. Akhirnya internet menjadi tempat orang-orang bisa mengakses apapun dengan PC, bukan hanya para ilmuwan dan backer komputer. Hasilnya, web telah berkembang secara eksponensial dan terus berkembang setiap hari. (Hall, 2007: 183)

  World Wide Web (web) merupakan jantung dari merebaknya

  penggunaan internet untuk bisnis. Web merupakan sistem yang secara universal menerima standar-standar untuk menyimpan, mengambil, memformat, dan menampilkan informasi menggunakan arsitektur klien/server. Web mengkombinasikan teks, hypermedia, grafis, dan suara. Web juga menangani semua jenis komunikasi digital dan mempermudah koneksi sumber-sumber berjarak jauh. Web menggunakan antarmuka grafis untuk pengguna agar mempermudah penampilannya. Pihak-pihak yang ingin menawarkan informasi melalui web harus membuat sebuah home page yang merupakan suatu tampilan grafis dan teks yang biasanya memberi sambutan selamat datang kepada para pengunjungnya dan memberi penjelasan singkat mengenai organisasi yang melatarbelakangi home page tersebut (Laudon, 2005: 406).

C. Pengungkapan Informasi Melalui Internet

  Terdapat beberapa macam media yang bisa digunakan untuk mengapresiasikan prinsip pengungkapan di dalam perusahaan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan dunia maya, internet telah menjadi salah satu media yang paling populer di dunia. Kemampuan aksesibilitas yang tidak dibatasi oleh waktu dan jarak membuatnya menjadi suatu media yang banyak digunakan. Tidak terkecuali bagi banyak korporasi dan perlakuan investasi di dunia. Dalam waktu singkat, internet telah menjadi media disclosure yang memuat informasi paling komprehensif tentang perusahaan (Kesumajuda, 2006: 216).

  Yuliana (2000: 43) menyatakan, aplikasi berdasarkan internet dapat memberi keunggulan strategi bisnis untuk memenangkan kompetisi dalam: 1.

  Global Dissemination Karena sekarang negara-negara sudah tersambung dengan internet, komunikasi global dalam bisnis menjadi benar-benar hidup. E-

  mail , electronic mailing list, situs World Wide Web, dan pelayanan internet lainnya, mengakibatkan penyebaran informasi skala

  internasional menjadi lebih cepat, murah dan mudah. Hal ini memberi keuntungan strategis bisnis dalam meningkatkan penghematan dan efisiensi komunikasi global, dan mampu untuk menjangkau, menjual, serta pengembangan pelayanan pasar konsumen internasional.

  2. Interaction Komunikasi interaktif adalah kemampuan internet yang lain, seperti: forum diskusi dan chat groups; Formulir interaktif untuk pesanan, feedback, dan dukungan teknis; E-mail untuk menjawab permintaan dan komentar secara online. Feedback yang cepat dan efisien kepada konsumen dan tanggapan dari konsumen support

  sp ecialists memberi beberapa kesempatan untuk menunjukkan

  perhatian perusahaan pada konsumennya, sehingga teknologi

  internet membantu bisnis membangun peranan dan loyalitas konsumen.

  3. Customization Kemampuan untuk mengotomatisasi penyediaan informasi dan pelayanan sesuai kebutuhan masing-masing konsumen, merupakan kemampuan strategi bisnis internet. Informasi dapat diakses dan disebarkan dari server jaringan, tergantung pada kebutuhan pemakainya. Sebagai contoh: mengisi formulir pendaftaran untuk pengaksesan yang cepat dalam memilih tingkat situs Web.

  Efisiensi, biaya murah, dan sasaran pemasaran interaktif kepada masing-masing konsumen adalah kunci keunggulan bisnis dengan teknologi internet.

  4. Collaboration

  Internet mungkin memudahkan dan mengefisienkan akses data, hardware dan software yang ada pada jaringan secara bersama.

  Sebagai contoh: informasi pada situs web dapat diperoleh dengan mudah menggunakan web browsers. Groupware tools yang lain membantu koordinasi proyek dan mengurus informasi yang disimpan pada server situs Web cross-link. Hal ini dapat meningkatkan kerja sama diantara tim, workgroups, dan rekan bisnis, sehingga dapat melengkapi peran strategi bisnis perusahaan.

  5. Electronic Commerce

  Internet menjadi platform teknologi EC. Internet menghubungkan

  perusahaan dengan konsumen dan penjualnya, sehingga memungkinkan perusahaan pengguna internet dapat memasarkan, membeli, menjual, serta mendukung produk dan pelayanan secara elektronik. Beberapa keuntungan berbisnis lewat internet terletak pada aplikasi EC. EC memungkinkan untuk membuka pasar dan/atau membuat produk dan pelayanan baru

  6. Integration Perusahaan yang bekerja menggunakan internet mengintegrasikan aktivitas di luar dengan proses bisnis di dalam perusahaan secara

  database operasional yang tersimpan pada Server Web Intranet,

  sehingga pengunjung situs web perusahaan tersebut dalam memperoleh informasi lebih detail, up-to-date, dan dapat digunakan untuk mendukung aplikasi EC. Sehingga keuntungan perusahaan dari teknologi internet timbul dari efisiensi dan inovasi proses di dalam dan luar perusahaan.

D. Laporan Keuangan

  Ikatan Akuntan Indonesia dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan mendefinisikan laporan keuangan sebagai berikut:

  Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misalnya, sebagai laporan atas kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain, serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, seperti misalnya informasi keuangan segmen dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga (IAI: 2002).

  PSAK No. 1 (2009) mendefinisikan tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

  Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada

  Dalam PSAK No. 1 (2009) Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

  1. Laporan posisi keuangan pada akhir periode; 2.

  Laporan laba rugi komprehensif selama periode; 3. Laporan perubahan ekuitas selama periode; 4. Laporan arus kas selama periode; 5. Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya; dan

  6. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Sedangkan Hendriksen (2000: 133) menyebutkan elemen- elemen pelaporan keuangan adalah:

  1. Laporan keuangan a.

  Laporan posisi keuangan.

  b.

  Laporan rugi laba dalam laba komprehensif.

  c.

  Laporaan arus kas.

  d.

  Laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik.

  2. Catatan atas laporan keuangan (dan pengungkapan dalam tanda kurung) b.

  Kontinjensi.

  c.

  Jumlah lembar saham.

  d.

  Pengukuran alternatif (nilai pasar dari pos-pos yang dicatat pada biaya histori).

  3. Informasi tambahan.

  4. Pengungkapan lain laporan keuangan.

  5. Informasi lain a.

  Diskusi persaingan dan pesanan ulang dalam SEC.

  b.

  Laporan-laporan analisis.

  c.

  Statistik ekonomi.

  d.

  Artikel-artikel berita mengenai perusahaan. Pelaporan keuangan oleh suatu perusahaan mampu menyediakan informasi yang bermanfaat untuk membantu investor dan kreditor dan pemakai lain dalam usaha untuk mengetahui mengenai jumlah, saat dan ketidakpastian prospek penerimaan kas di masa datang, yang berasal dari dividen atau bunga dan dari penerimaan penjualan, atau pelunasan sekuritas atau pinjaman (Suwealdiman, 2000: 76).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi empiris deskriptif pada

  website perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2011.

  B. Objek Penelitian

  Objek dalam penelitian ini adalah website perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia selama periode November 2012.

  C. Populasi

  Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011. Semua populasi yang memenuhi kriteria digunakan untuk melakukan penelitian, kriteria dari populasi dalam penelitian ini adalah:

  1. Perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 dan memiliki website sendiri.

  2. Populasi melakukan pengungkapan (disclosure) informasi keuangan dan nonkeuangan melalu website perusahaan.

  Alasan peneliti memilih perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia sebagai populasi penelitian karena selain diharuskan melakukan pengungkapan informasi secara luas kepada publik sebagai suatu kewajiban perusahaan yang go public, perbankan melakukan kegiatan sebagai perantara keuangan, yakni dengan memobilisasi dana dari satu pihak ke pihak lain sebagai penyalur dana sehingga harus dibangun berdasarkan kepercayaan. Pengungkapan informasi perbankan dianggap penting karena dengan pengungkapan informasi tersebut dapat membangun kepercayaan bagi masyarakat.

  Terdapat 31 perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2011, namun hanya terdapat 30 perusahaan perbankan yang memiliki website.

D. Data yang Dicari

  Data yang dicari dalam penelitian ini adalah item-item pengungkapan informasi perusahaan melalui internet (internet disclosure

  index) sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Loukas Spanos

  (2006) dengan penambahan item laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik untuk dua periode pelaporan dan catatan atas laporan keuangan agar kriteria akuntansi dan keuangan sesuai dengan standar yang diisyaratkan oleh BAPEPAM. Data yang dicari dalam penelitian ini adalah: 1.

  Content variables a.

  Informasi Akuntansi dan Keuangan

  2) Laporan interim periode terakhir

  3) Laporan arus kas periode terakhir

  4) Laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik periode terakhir

  5) Catatan atas laporan keuangan untuk laporan keuangan periode terakhir

  6) Annual report periode terakhir

  7) Neraca dan laporan laba rugi tahun yang lalu

  8) Laporan interim tahun yang lalu

  9) Catatan atas laporan keuangan untuk laporan keuangan periode tahun lalu

  10) Annual report tahun lalu

  11) Harga saham saat ini

  12) Share price history

  13) Dividen tahun yang lalu

  14) Peluncuran berita

  15) Laporan analisis

  16) Daftar analis b.

  Informasi Mengenai Corporate Governance 1)

  Struktur kepemilikan 2)

  Diagram organisasi 3)

  Informasi direktur

  5) Informasi mengenai komite audit

  6) Kegiatan donasi atau sponsor untuk suatu komunitas atau badan amal

  Website dengan bahasa Inggris 6)

  Alamat pos untuk hubungan investor 5)

  Nomor telepon untuk hubungan investor 4)

  E-mail untuk hubungan investor 3)

  Nama pengurus relasi investor 2)

  Kontak Detail Hubungan Investor 1)

  7) Diskusi atau pengungkapan mengenai kualitas produk d.

  5) Profil karyawan

  6) Kompensasi untuk manajemen dan direktur

  4) Informasi mengenai penghematan energi/sumber daya

  3) Laporan kebijakan lingkungan hidup

  2) Laporan pertanggungjawaban perusahaan

  1) Halaman khusus untuk CSR (Corporate Social Responsibility)

  Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan dan Informasi Sumber Daya Manusia

  9) Diskusi dan atau pengungkapan risiko c.

  8) Resolusi/keputusan rapat pemegang saham

  7) Artikel organisasi

  Annual report dengan bahasa Inggris

  8) Kalender finansial 2.

  Presentation variables a.

  Material Prosessable Formats 1)

  Annual report dalam format PDF 2)

  Data keuangan dengan format yang bisa diproses 3)

  Video atau audio file b. Technological Adventages dan User Support

  1) One click untuk mendapatkan halaman informasi atau hubungan investor

  2) One click mendapatkan berita tentang perusahaan

  3) Layanan online untuk permintaan para investor

  4) Mailing list/e-mail mengenai berita perusahaaan

  5) Search engine internal

  6) Peta website

  7) Link untuk hubungan dengan website lain E.

   Teknik Analisis Data

  Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Mencari alamat website perusahaan dengan menggunakan search

  engine dan data yang ada di Bursa Efek Indonesia yang memuat informasi mengenai perusahaan.

  2. Mengidentifikasi elemen pelaporan perusahaan melalui internet menurut teori Spanos (2006) dan menambahkan item laporan investasi oleh distribusi kepada pemilik untuk dua periode pelaporan dan catatan atas laporan keuangan untuk dua periode pelaporan dalam kriteria informasi akuntansi dan keuangan.

3. Mengetahui tentang luas pengungkapan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode November 2012.

  Sebagai pedoman dalam menganalisis mengenai hal tersebut penulis menggunakan landasan teori seperti yang dilakukan dalam langkah 2.

  Untuk memudahkan penulis melakukan analisis populasi yang telah ditentukan maka penulis menggunakan tabel 3.1 yang berisi kriteria- kriteria penilaian internet disclosure indeks menurut teori Spanos. Tebel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index Perusahaan Perbankan

  Kriteria

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9 10 11 12 13

  14

  15

1) Content Variables (60%)

a) Informasi Akuntansi & Keuangan (30%)

  Neraca dan laporan laba rugi periode terakhir Laporan interim periode terakhir Laporan arus kas periode terakhir  Laporan investasi oleh dan distribusi  kepada pemilik periode terakhir  Catatan atas laporan keuangan untuk  laporan keuangan periode terakhir Annual report periode terakhir Neraca dan laporan laba rugi tahun yang lalu  Laporan interim tahun yang lalu  Laporan arus kas tahun yang lalu Laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik tahun yang lalu  Catatan atas laporan keuangn untuk laporan keuangan periode tahun lalu  Annual report tahun lalu

Tabel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index (Lanjutan)

  Perusahaan Perbankan Kriteria

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9 10 11 12 13 14

  15  Harga saham saat ini  Share price history  Dividen untuk periode terakhir  Dividen tahun yang lalu Peluncuran berita  Laporan analis  Daftar analis

b) Informasi Mengenai Corporate Governance (25%)

  Struktur kepemilikan Diagram organisai Informasi tentang direktur Informasi tentang executive officere Informasi mengenai komite audit Kompensasi untuk manajemen dan direktur Artikel organisasi Resolusi/keputusan rapat pemegang saham Diskusi dan atau pengungkapan risiko

Tabel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index (Lanjutan)

  Perusahaan Perbankan Kriteria

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  11

  12

  13

  14

  15 C) Pertanggungajawaban Sosial Perusahaan dan

   Informasi Sumber Daya Manusia (15%)

  Halaman khusus untuk CSR  Laporan kebijakan sosial Informasi mengenai penghematan  energi/sumber daya Profil karyawan Pelatihan karyawan Kegiatan donasi atau sponsor  untuk suatu komunikasi atau badan amal Diskusi mengenai kualitas produk

d) Kontak Detail Hubungan Investor (30%)

  Nama pengurus relasi investor E-mail untuk hubungan investor Nomor telepon untuk hubungn investor Alamat pos untuk hubungan investor Website dengan bahasa Inggris Annual report dengan bahasa Inggris

Tabel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index (Lanjutan)

  Perusahaan Perbankan Kriteria

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9 10 11 12 13 14

  15 FAQ (Frequently Asked Questions)  Kalender finansial

2) Presentation variables (40%)

  a) Material Processable Formats (40%)

  Annual report dalam format PDF Data keuangan dengan  format yang bisa diproses Video atau audio file

  b) Technological Adventages dan User Support (60%)

   One click untuk mendapatkan halaman informasi  atau hubungan investor  One click mendapatkan berita  tentang perusahaan Layanan online untuk permintaan para investor Mailing list/e-mail mengenai berita perusahaaan Search engine internal Peta website  Link untuk hubungan dengan website lain √ : Bila perusahaan menyajikan Kriteria Internet Disclosure Index — : Bila perusahaan tidak menyajikan Kriteria Internet Disclosure Index

  Tipe pengungkapan Nilai index (%) Radikal/Full Disclosure 80,01%

  30% x 15% x 25% x 30% x 4 4 3 3 2 2 1 A 1 A A A A A A A n x n x n x n x

  5. Menentukan luas pengungkapan informasi yang disajikan oleh perusahaan perbankan dalam website perusahaan berdasarkan kriteria yang dikemukakan oleh Clark dan Schkade (1983) dalam Rohendra (2008) yaitu:

  B1 : item material processable formats B2 : item technological adventages dan user support

  A2 : item informasi corporate goverenance A3 : item pertanggungjawaban sosial perusahaan dan informasi sumber daya manusia A4 : item kontak detail hubungan investor

  x : jumlah item yang dilaporkan n : jumlah keseluruhan item A1 : item informasi akuntansi dan keuangan

  Keterangan:

       60% x 40% x 2 2 1 B 1 B B B n x n x

     

  Index persentation variables:    

      

  4. Melakukan perhitungan dari item-item kriteria pelaporan yang disajikan oleh perusahaan perbankan dalam website perusahaan dengan menggunkan teori Spanos (2006: 8). Rumus yang digunakan adalah:

     

     

       

     

     

  persentation x 0,4) Index content variables:

  (total index variabel content x 0,6) + (total index variabel

  Index total:

  • – 100 %

6. Mengklasifikasikan ukuran perusahaan berdasarkan market

  capitalization. Sebagai pedoman untuk mengklasifikasikan ukuran

  perusahaan berdasarkan market capitalization penulis menggunakan teori menurut Ang (1997: 6.5).

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Bank ICB Bumi Putera Tbk Bank ICB Bumiputera didirikan pada tanggal 12 Januari 1990

  sebagai Bank publik oleh AJB Bumiputera 1912, perusahaan asuransi tertua di Indonesia. Di tahun 2002, Bank go public dan mendaftarkan saham nya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “BABP”. Selama tahun 2004-2007 setelah terjadinya beberapa perpindahan saham, ICB Financial Group Holdings (ICBFGH), grup usaha dari beberapa Bank dengan operasional global di 14 negara, menjadi pemegang saham mayoritas. Di tahun 2009, dengan visi baru untuk menjadi Bank Ritel terkemuka, Bank Bumiputera, secara resmi berubah nama menjadi Bank

  ICB Bumiputera dengan logo dan identitas korporasi baru.

2. Bank Capital Indonesia Tbk

  PT Bank Capital Indonesia, Tbk dahulu bernama PT Bank Credit Lyonnais Indonesia didirikan pada tanggal 20 April 1989, sebagai bank campuran (joint venture) antara Credit Lyonnais SA, Perancis (disebut “CL”) dengan PT Bank Internasional Indonesia. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS) yang diselenggarakan pada tangggal

  31 Agustus 2004 secara resmi saham Credit Lyonnais telah diakuisisi oleh

  Sdr. Danny Nugroho dan Bank dirubah dari PT Bank Credit Lyonnais Indonesia menjadi PT Bank Capital Indonesia, Tbk.

  3. Bank Ekonomi Raharja Tbk

  PT Bank Ekonomi Raharja, Tbk. didirikan pada tanggal 15 Mei 1989 dengan nama awal PT Bank Mitra Raharja. Pada tahun yang sama di bulan September, namanya diubah menjadi PT Bank Ekonomi Raharja yang kemudian lebih dikenal sebagai Bank Ekonomi. Setelah memperoleh izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 12 Februari 1990, Bank Ekonomi mulai beroperasi secara komersial sebagai bank umum pada 8 Maret 1990. Bank Ekonomi adalah perusahaan publik yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Sejak 22 Mei 2009, Bank Ekonomi menjadi bagian dari grup institusi keuangan internasional, HSBC Holdings Plc., melalui anak perusahaannya, HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited. Grup HSBC mengambil alih 88,89% saham Bank Ekonomi dan kemudian melalui penawaran tender, kepemilikannya meningkat menjadi 98,96%.

  4. Bank Central Asia Tbk

  Bank Central Asia Tbk didirikan padangan nama Bank Central Asia NV dan pernah merupakan bagian penting dariPada tahun 2000 menjual saham sebesar 22,55% yang dipegang oleh FarIndo Investments (Mauritius) Ltd qualitate qua (qq) Farallon Capital Management LLC sebesar 47,15%, 1,76%, dan Masyarakat 49.94%.

  5. Bank Bukopin Tbk

  Bank Bukopin berdiri tanggal 10 Juli 1970 memfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah mengembangkan usahanya ke segmen komersial dan konsumer. Ketiga segmen ini merupakan pilar bisnis Bank Bukopin, dengan pelayanan secara konvensional maupun syariah, yang didukung oleh sistem pengelolaan dana yang optimal, keandalan teknologi informasi, kompetensi sumber daya manusia dan praktek tata kelola perusahaan yang baik. Bank Bukopin juga telah membangun jaringan

  micro

  • kemitraan dengan koperasi dan lembaga keuangan mikro.

  banking yang diberi nama “Swamitra”, sebagai wujud program

  6. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

  Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berdiri sejak 5 Juli 1946, BNI merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui

  Pada akhir tahun 2011, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60% saham BNI, sementara 40% saham selebihnya dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi, domestik dan asing. Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga.

7. Bank Nusantara Parahyangan Tbk

  PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (Bank BNP) berkedudukan di Bandung, Bank BNP semula didirikan dengan nama PT Bank Pasar Karya Parahyangan yang berorientasi bisnis pada usaha ritel, kemudian pada bulan Juli 1989 ditingkatkan statusnya menjadi Bank Umum Nasional dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan jasa perbankannya lebih luas dan dapat membidik sektor ekonomi yang lebih besar lagi, sekaligus berganti nama menjadi PT Bank Nusantara Parahyangan. Tahun 2000 berdasarkan keputusan RUPSLB tanggal 15 September 2000, Bank BNP mengubah status perusahaan menjadi perusahaan publik (terbuka). Pada tanggal 17 Desember 2007, kepemilikan mayoritas saham Bank BNP telah beralih kepada

  melalui akuisisi saham sebanyak 75,41% saham Bank BNP, dimana ACOM menguasai 55,41% dan BTMU menguasai 20% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan Bank BNP, sehingga dengan

  Selanjutnya per 31 Desember 2011, komposisi saham ini menjadi 75,51% saham dimana ACOM menguasai 60,31% dan BTMU menguasai 15.20% dari seluruh saham.

8. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

  Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

  9. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

  Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Berdiri dengan nama Postpaar Bank pada tahun 1897, di tahun 1942-1945 berubah nama menjadi Chokin Kyoku dan berubah nama menjadi Bank Tabungan Negara tahun 1963. Bank BTN resmi dimiliki pemerintah (BUMN) tahun 1968 dan 1992 menjadi Persero. Bank BTN melakukan pencatatan perdana dan listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2009.

  10. Bank Mutiara Tbk

  Bank Mutiara dahulunya bernamaKarena bank ini bermasalah, Bank Century berubah nama menjadi Bank Mutiara pada 21 November 2008 setelah pengambilalihan sahamKepemilikan saham dipegang .

  11. Bank Danamon Indonesia Tbk

  Bank Danamon Indonesia Tbk Didirikan pada tahun 1956 sebagai Bank Kopra Indonesia, 1976 Berubah nama menjadi PT Bank Danamon Indonesia. 1989 Menjadi perusahaan publik melalui penawaran saham di Bursa Efek Jakarta. Akibat dari krisis keuangan Asia Bank Danamon diambil alih oleh pemerintah. Pada tahun 2000 Legal merger dengan 8

  2003 dilakukan akuisisi mayoritas saham Pemerintah oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. Pada tahun 2011 bank Danamon merayakan hari jadi Danamon yang ke-55.

  12. Bank Pundi Indonesia Tbk

  PT Bank Pundi Indonesia Tbk. berdiri pada tanggal 11 September 1992 dengan nama PT Executive International Bank. Pada tanggal 9 Agustus 1993 Perseroan mulai beroperasi sebagai Bank Umum di Jakarta. Nama Perseroan kemudian diubah menjadi PT. Bank Eksekutif International. Bank Pundi (d/h Bank Eksekutif) berkembang menjadi Perusahaan Terbuka setelah tanggal 22 Juni 2001 memperoleh Pernyataan Efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Pada tanggal 30 Juni 2010 telah menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT Bank Eksekutif International Tbk., menjadi PT Bank Pundi Indonesia Tbk. seiring kesepakatan masuknya PT Recapital Securities sebagai Pemegang Saham Pengendali.

  13. Bank Jabar Banten Tbk

  Pendirian Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dilatarbelakangi oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 33 tahun 1960 tentang penentuan perusahaan di Indonesia milik Belanda yang dinasionalisasi. Salah satu perusahaan milik Belanda yang berkedudukan Indische Shareholding) yang sebelumnya perusahaan tersebut bergerak di bidang bank hipotek. Pada tanggal 27 Juni 1978, nama PD. Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat. Tanggal 16 April 1999, bentuk hukum Bank Jabar diubah dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT).

  Pada tanggal 29 November 2007 maka nama perseroan berubah menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten dengan sebutan (call name) Bank Jabar Banten. Tanggal 5 Juli 2010, perseroan telah resmi berubah menjadi bank bjb.

14. Bank Kesawan Tbk

  Pada tahun 1913 Khoe Tjin Tek dan Owh Chooi Eng mendirikan NV Chunghwa Shangyeh (The Chinese Trading Company Limited) di Medan, sebagai pendiri beliau bertindak masing-masing sebagai Direktur Utama dan Komisaris Utama. NV Chunghwa Shangyeh bergerak dalam bidang simpan pinjam keuangan selain juga bergerak di bidang perdagangan umum. Tahun 1958 NV Chunghwa Shangyeh resmi melakukan kegiatan sebagai Bank Umum dan pada tahun 1962 bentuk usaha berganti menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Bank Chunghwa Shangyeh. Tahun 1965, PT Bank Chunghwa Shangyeh berganti nama menjadi PT Bank Kesawan. Tahun 2009 Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada para Pemegang Saham dalam rangka Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas II ("PUT II") kepada para Pemegang Saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) dan Qatar National Bank S.A.Q menjadi Pemegang Saham Pengendali Bank yang memiliki 69,59 % dari modal ditempatkan dan disetor Bank.

  15. Bank Mandiri (Persero) Tbk

  Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah (Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia) dilebur menjadi Bank Mandiri. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia. Hingga Desember 2011, total aset Bank Mandiri telah mencapai Rp 551,9 Triliun.

  16. Bank Bumi Arta Tbk

  Bank Bumi Arta yang semula bernama Bank Bumi Arta Indonesia didirikan di Jakarta pada tanggal 3 Maret 1967. Tanggal 18 September 1976, Bank Bumi Arta mendapat izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk menggabungkan usahanya dengan Bank Duta Nusantara. Bank Bumi Arta. Pada tanggal 1 Juni 2006 Bank Bumi Arta melaksanakan Penawaran Umum Perdana (IPO/Initial Public Offering) dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta sebesar 9,10% dari saham yang ditempatkan, sehingga sejak saat itu Bank Bumi Arta menjadi Perseroan Terbuka.

17. Bank CIMB Niaga Tbk

  Bank CIMB Niaga berdiri pada tanggal 26 September 1955 dengan nama Bank Niaga. Bank Niaga menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (kini Bursa Efek Indonesia/BEI) pada tahun 1989. Pada bulan November 2002, Commerce Asset-Holding Berhad (CAHB), kini dikenal luas sebagai CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group Holdings), mengakuisisi saham mayoritas Bank Niaga dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Khazanah yang merupakan pemilik saham mayoritas CIMB Group Holdings mengakuisisi kepemilikan mayoritas Lippo Bank pada tanggal 30 September 2005. Seluruh kepemilikan saham ini berpindah tangan menjadi milik CIMB Group pada tanggal 28 Oktober 2008 Penggabungan ini menjadikan Bank CIMB Niaga menjadi bank terbesar ke-5 dari sisi aset, pendanaan, kredit dan luasnya jaringan cabang. Dengan komitmennya pada integritas, ketekunan untuk menempatkan perhatian utama kepada nasabah dan semangat untuk terus unggul.

  18. Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) didirikan 15 Mei 1989.

  BII mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia atau BEI) pada tahun 1989. Per

  30 September 2012, sebesar 97,29% saham BII dimiliki oleh Malayan Banking Berhad grup keuangan terbesar di Malaysia. BII merupakan salah satu dari 10 bank terbesar di Indonesia.

  19. Bank Pemata Tbk

  Permata Bank dibentuk sebagai hasil merger dari 5 bank di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yakni PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Express, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot pada tahun 2002. Di tahun 2004, mengambil alih Permata Bank dan kepemilikan gabungan pemegang saham utama ini meningkat menjadi 89,01% pada tahun 2006. Saat ini Permata Bank telah berkembang menjadi sebuah bank swasta utama yang berfokus di segmen Konsumer dan Komersial.

  20. Bank Sinar Mas Tbk

  Pada tahun 2005 PT. Sinar Mas Multiartha, Tbk yang merupakan Kelompok Usaha Sinarmas yang berada di bawah kelompok didirikan pada tahun 1989 yang memulai operasionalnya sejak Maret 1990. PT. Bank Shinta Indonesia mengalami perubahan nama menjadi Bank Sinarmas pada Desember 2006. Tanggal 13 Desember 2010 Bank Sinarmas mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia.

  21. Bank Swadesi Tbk

  Bank Swadesi dulu bernama Bank Pasar Swadesi yang berdiri pada tahun 1968 di Surabaya. Pada tahun 1984, kepemilikan Bank diambil alih oleh Keluarga Chugani yang menumbuhkembangkan bank ini sehingga pada tanggal 2 September 1989, Bank Swadesi secara resmi beroperasi menjadi Bank Umum dengan nama PT Bank Swadesi. Pada tahun 1990, Bank Swadesi melakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Perkreditan Rakyat Panti Daya Ekonomi, pada tahun 2002 Bank Swadesi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan tercatat sebagai lembaga perbankan ke-22 yang "go public". Pada tanggal 22 Juni 2007 dilakukan akuisisi antara pemegang saham mayoritas Bank Swadesi dengan Bank Of India dengan membeli 76% dari keseluruhan saham Bank Swadesi. Dengan demikian secara resmi Bank of India telah menjadi pemegang saham mayoritas dan mengambil alih pengendalian Bank Swadesi.

  22. Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk

  BTPN didirikan di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1958 untuk

  (Bapemil), dan kemudian berubah nama pada tahun 1986 menjadi Bank Tabungan Pensiunan Nasional. BTPN mulai tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2008.

  23. Bank Victoria Internasional Tbk

  PT. Bank Victoria International didirikan di Jakarta pada tahun 1992. Tahun 1994 PT. Bank Victoria International memperoleh ijin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk beroperasi sebagai Bank Umum dan mulai beroperasi secara komersil. Pada tahun 1997 PT. Bank Victoria International memperoleh ijin dari Bank Indonesia sebagai Pedagang Valuta Asing. Tahun 2007 Bank menerbitkan Obligasi II dan Obligasi Subordinasi I Baru dan Bank telah mengakuisisi Bank Swaguna sebagai entitas anak PT Bank Victoria International Tbk. Pada tahun 2008 Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV.

  24. Bank Artha Internasional Tbk

  PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk., semula didirikan dengan nama PT. Inter-Pacific Financial Corporation tanggal 7 September 1973, dengan ruang lingkup usaha sebagai lembaga keuangan bukan bank, pada tanggal 10 Juli 1990, PT. Inter-Pacific Financial Corporation mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Surabaya. Tanggal 2 Februari 1993 PT. Inter- Pacific Bank mendapatkan izin usaha sebagai bank umum pada tanggal 14 Inter-Pacific, Tbk. Tanggal 16 Agustus 2005, PT. Bank Inter-Pacific, Tbk berganti nama menjadi PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk.

  25. Bank Mayapada Internasional Tbk Bank Mayapada Internasional Tbk didirikan pada 10 Januari 1990.

  Kepemilikina saham per 31 Desember 2010 PT. Mayapada Karunia 25,31%, PT. Mayapada Kasih 3,20%, Brilliant Bazzar Limited Ltd 8,36%, Summertime Ltd 24,43%, CGML IPB Customer Collateral ACC 3,83%, Wingfiled Global Trading Pte. Ltd 7,68%, CGMI 1 Client Safekeeping Acc 19,20% dan Masyarakat 7,99%.

  26. Bank Windu Kentjana Internasional Tbk

  PT Bank Windu Kentjana International Tbk ("Bank WIndu") merupakan Bank Devisa yang sahamnya telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, tanggal 24 Juni 2010. Hingga saat ini, Bank Windu telah memiliki 72 (tujuh puluh dua) kantor. Latar belakang Bank Windu merupakan bank hasil penggabungan (merger) pada 28 November 2007 antara PT Bank Multicor Tbk dan PT Bank Windu Kentjana. Dalam penggabungan tersebut, pihak yang menggabungkan diri adalah PT Bank Windu Kentjana sedangkan pihak yang menerima penggabungan adalah PT Bank Multicor Tbk, dengan demikian dalam proses penggabungan tersebut PT Bank Multicor Tbk bertindak sebagai surviving bank. Tanggal

  8 Januari 2008 merupakan tanggal kelahiran PT Bank Windu Kentjana International, Tbk.

  27. Bank Mega Tbk

  Bank Mega tbk Berawal dari sebuah usaha milik keluarga bernama PT. Bank Karman yang didirikan pada tahun 1969 dan berkedudukan di Surabaya, selanjutnya pada tahun 1992 berubah nama menjadi PT. Mega Bank dan melakukan relokasi Kantor Pusat ke Jakarta. Seiring dengan perkembangannya PT. Mega Bank pada tahun 1996 diambil alih oleh PARA GROUP (PT. Para Global Investindo dan PT. Para Rekan Investama). Pada tahun 2000 dilakukan perubahan nama dari PT. Mega Bank menjadi PT. Bank Mega. Dalam rangka memperkuat struktur permodalan maka pada tahun yang sama PT. Bank Mega melaksanakan Initial Public Offering dan listed di BEJ maupun BES. Dengan demikian sebagian saham PT. Bank Mega dimiliki oleh publik dan berubah namanya menjadi PT. Bank Mega Tbk.

  28. Bank NISP OCBC Tbk

  Bank OCBC NISP (sebelumnya dikenal dengan nama Bank NISP) didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank. terutama melayani segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Bank OCBC NISP resmi dan menjadi perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1994. Pemegang saham pengendali dipegang oleh OCBC Bank-Singapura dengan memiliki saham sebesar 85.06% di Bank OCBC NISP.

  29. Bank Pan Indonesia Tbk

  Panin Bank merupakan salah satu bank komersial utama di Indonesia. Didirikan pada tahun 1971 hasil merger dari Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri Dagang Indonesia.

  Dan mencatatkan sahamnya ditahun 1982. Pemegang saham Panin Bank adalah ANZ Banking Group of Austarlia (37,1%), Panin Life (45,9%), dan publik-domestik dan internasional. Per Juni 2009, Panin Bank tercatat sebagai bank ke-7. Panin Bank memiliki jaringan usaha lebih dari 450 di berbagai kota besar di Indonesia.

  30. Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk

  Bank Himpunan Saudara 1906 berdiri pada tahun 1906 dengan nama Himpoenan Saudara berdiri atas prakarsa 10 saudagar Pasar Baru.

  Pada tahun 1975 Menjadi Badan Hukum dengan nama “PT. Bank

  Tabungan Himpunan Saudara 1906”. Tahun 1991 Medco Group masuk menjadi Pemegang Saham Pengendali. Pada tahun 1993 beroperasi sebagai Bank Umum dengan nama PT. Bank HS 1906. Tahun 1991 Medco Group masuk menjadi Pemegang Saham Pengendali. Pada tahun

  Tahun 2006 Identitas korporat berubah dari Bank HS 1906 menjadi Bank Saudara sekaligus menjadi Perusahaan publik/terbuka. Tahun 2009 Bank Saudara melakukan Penawaran Umun Terbatas-I (PUT-I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 750.000.000 saham.

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1. Analisis Data Penulis ingin mengetahui luas pengungkapan informasi keuangan

  dan nonkeuangan dengan menggunakan internet dari perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang dipilih penulis adalah tiga puluh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Seleksi populasi ditampilkan dalam tabel 5.1. Daftar populasi perusahaan perbankan dapat dilihat pada tabel 5.2 yang menjelaskan mengenai kode saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, nama bank populasi, dan alamat website yang dimiliki perusahaan populasi.

Tabel 5.1 Seleksi Populasi

  Populasi Jumlah

  Jumlah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2011

  31 Pengurangan berdasarkan kriteria populasi: 1. (1)

  Perusahaan yang tidak memiliki website sendiri 2. Perusahaan yang tidak melakukan pengungkapan informasi keuangan dan non keuangan

  Jumlah populasi yang sesuai dengan kriteria

  30

Tabel 5.2 Daftar Populasi Perusahaan Perbankan

  16 BNBA Bank Bumi Arta Tbk

  30 SDRA Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk

  29 PNBN Bank Pan Indonesia Tbk

  28 NISP Bank NISP OCBC Tbk

  27 MEGA Bank Mega Tbk

  26 MCOR Bank Windu Kentjana Internasional Tbk

  25 MAYA Bank Mayapada Internasional Tbk

  24 INPC Bank Artha Internasional Tbk

  23 BVIC Bank Victoria Internasional Tbk

  22 BTPN Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk

  21 BSWD Bank Swadesi Tbk

  20 BSIM Bank Sinar Mas Tbk

  19 BNLI Bank Permata Tbk

  18 BNII Bank Internasional Indonesia Tbk

  17 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk

  15 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk

  No Kode Nama Bank Alamat Website

  14 BKSW Bank Kesawan Tbk

  13 BJBR Bank Jabar Banten Tbk

  12 BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk www.bankpundi.co.id

  11 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk

  10 BCIC Bank Mutiara Tbk

  9 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

  8 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

  7 BBNP Bank Nusantara Parahyangan Tbk

  6 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

  5 BBKP Bank Bukopin Tbk

  4 BBCA Bank Central Asia Tbk

  3 BAEK Bank Ekonomi Raharja Tbk

  2 BACA Bank Capital Indonesia Tbk

  1 BABP Bank ICB Bumi Putra Tbk

  Sumber: Data Sekunder diolah tahun 2012

  Tebel 5.3 Kriteria Internet Disclosure Index Populasi 1-15

  Perusahaan Perbankan Kriteria

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8 9 10 11

  12 13 14 15

1) Content Variables (60%)

a) Informasi Akuntansi & Keuangan (30%)

  Neraca dan laporan laba rugi periode terakhir √ √ — √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Laporan interim periode terakhir √ √ — √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Laporan arus kas periode terakhir √ √ — √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

   Laporan investasi oleh dan distribusi  kepada pemilik periode terakhir √ √ — √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

   Catatan atas laporan keuangan untuk  laporan keuangan periode terakhir √ √ — √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Annual report periode terakhir — — — — — — — — — — — — — — —

  Neraca dan laporan laba rugi tahun yang lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

   Laporan interim tahun yang lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

   Laporan arus kas tahun yang lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik tahun yang lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

   Catatan atas laporan keuangn untuk laporan keuangan periode tahun lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

    Annual report tahun lalu

  √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Tebel 5.3 Kriteria Internet Disclosure Index Populasi 1-15 (Lanjutan)

  — — — √ — √ — — √ √ √ — — √ √ Peluncuran berita

  Diskusi dan/atau pengungkapan risiko — — — — — √ — — √ √ √ — √ — √

  Resolusi/keputusan rapat pemegang saham — — — √ — √ — — √ — √ √ √ — √

  Artikel organisasi — — — — √ — √ √ — — √ — √ — √

  Kompensasi untuk manajemen dan direktur — — — — — — — — — — — — — — —

  Informasi mengenai komite audit — — — — — — — — — — — — — — —

  Informasi tentang executive officere √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Informasi tentang direktur √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  — — √ √ √

  — √ — — √ —

  Diagram organisai √ — — —

  Struktur kepemilikan — — — √ — — √ — — — — — √ √ —

  — — — — — √ — √ √ — √ — — √ √

  — — — — — √ — √ √ √ √ — — √ √  Daftar analis

  √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √  Laporan analis

  — — — √ — √ — — √ — — — — — √  Dividen tahun yang lalu

  Kriteria Perusahaan Perbankan

  — — — √ — √ — √ — — — — √ — √  Dividen untuk periode terakhir

  — — — √ — √ √ √ — — — — √ √ √  Share price history

  15  Harga saham saat ini

  14

  13

  12

  11

  7 8 9 10

  6

  5

  4

  3

  2

  1

b) Informasi Mengenai Corporate Governance (25%)

  Tebel 5.3 Kriteria Internet Disclosure Index Populasi 1-15 (Lanjutan)

  √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  √ — — — √ √ — √ — — √ — √ — — Informasi mengenai penghematan  energi/sumber daya

  — — — — — — — — — — — — — — — Profil karyawan

  — — — — — — — — — — — — — — — Pelatihan karyawan

  — — — — — — — — — — — — √ — — Kegiatan donasi atau sponsor  untuk suatu komunikasi atau badan amal

  √ — — — √ — — √ √ — √ —

  √ —

  √ Diskusi mengenai kualitas produk

  Nama pengurus relasi investor — — — — — — — √ — — — — — — —

  — — Laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan

  E-mail untuk hubungan investor — — — — — √ — √ — — √ — √ — √

  Nomor telepon untuk hubungn investor — — — — — √ — √ — — √ — √ — √

  Alamat pos untuk hubungan investor — — — — — √ — √ — —

  √ —

  √ —

  √ Website dengan Bahasa Inggris

  √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √

  √ — — — √ √ — √ √ — √ — √ — — Laporan kebijakan sosial

  — √

  Kriteria Perusahaan Perbankan

  8

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  9

  Halaman khusus untuk CSR  (Corporate Social Responsibility) √ — — √ √ √ — √ √ — √

  10

  11

  12

  13

  14

  15 C) Pertanggungajawaban Sosial Perusahaan dan

  Informasi Sumber Daya Manusia (15%)

d) Kontak Detail Hubungan Investor (30%)

  Tebel 5.3 Kriteria Internet Disclosure Index Populasi 1-15 (Lanjutan)

  √ —

  Annual report dalam format PDF √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Data keuangan dengan  format yang bisa diproses — — — — — — — — — — — — — — —

  Video atau audio file — — — √ — — — √ — — — — — — —

  b) Technological Adventages and User Support (60%)

   One click untuk mendapatkan halaman informasi  atau hubungan investor √ √ — √ √ √ √ √ √ √

  √ —

  √  One click mendapatkan berita  tentang perusahaan

  — — — — — √ — √ — — — — — — —

  √ — √ √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √ Layanan online untuk permintaan para investor

  — — — — — — — — — — — — — — — Mailing list/e-mail mengenai berita perusahaaan

  — — — — — — — — — — — — — — √

  Search engine internal — √ √ √ √ √ — √ √ √ √ — √ √ √

  Peta website — — √ √ √ √ — √ √ √ √ — — √ √

   Link untuk hubungan dengan website lain √ — — √ — — — √ √ — √ — — √ —

  a) Material Processable Formats (40%)

  — — — — √ — — — √ √ √ — — — √  Kalender finansial

  Kriteria Perusahaan Perbankan

  7

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  8

  √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ FAQ (Frequently Asked Questions)

  9

  10

  11

  12

  13

  14

  15 Annual report dengan bahasa inggris

2) Presentation variables (40%)

  Tebel 5.3 Kriteria Internet Disclosure Index Populasi 16-30

  Perusahaan Perbankan Kriteria 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1) Content Variables (60%)

a) Informasi Akuntansi & Keuangan (30%)

  Neraca dan laporan laba rugi periode terakhir √ — √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √ √ √

  Laporan interim periode terakhir √ — √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √ √ √

  Laporan arus kas periode terakhir √ — √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √ √ √

   Laporan investasi oleh dan distribusi  kepada pemilik periode terakhir √ — √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √ √ √

   Catatan atas laporan keuangan untuk  laporan keuangan periode terakhir √ — √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √ √ √

  Annual report periode terakhir — — — — — — — — — — — — — — —

  Neraca dan laporan laba rugi tahun yang lalu √ — √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √

   Laporan interim tahun yang lalu √ — √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √

   Laporan arus kas tahun yang lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √

  Laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik tahun yang lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √

   Catatan atas laporan keuangan untuk laporan keuangan periode tahun lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

   Annual report tahun lalu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Tebel 5.3 Kriteria Internet Disclosure Index Populasi 16-30 (Lanjutan)

  Kriteria Perusahaan Perbankan 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

   Harga saham saat ini — √ — — — — √ — — — — — √ — —

   Share price history — √ — — — — — — — — — — √ — —

   Dividen untuk periode terakhir — — — — — — — — — — — — √ — —

   Dividen tahun yang lalu — — — — — — — — — — — — √ — —

  Peluncuran berita — √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

   Laporan analis — √ — — — — — — — — — — √ — —

   Daftar analis — √ — — — — — — — — — — — — —

b) Informasi Mengenai Corporate Governance (25%)

  Struktur kepemilikan √ — √ √ √ — √ √ — √ — — √ — √

  Informasi tentang direktur √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √

  Informasi tentang executive officere √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √ √

  Informasi mengenai komite audit — — — — — — — — — — — — √ — —

  Kompensasi untuk manajemen dan direktur — — — — — — — — — — — — — — —

  Artikel organisasi — √ — — — — — √ — — — √ — — —

  Resolusi/keputusan rapat pemegang saham √ √ — — — √ —

  — — — — √ — — √ Diskusi dan atau pengungkapan risiko

  √ √ √ — — — — — — — — — — — —

  Diagram organisai — — — √ — √ — — — — — — — — —

  Tebel 5.3 Kriteria Internet Disclosure Index Populasi 16-30 (Lanjutan)

  Perusahaan Perbankan Kriteria 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

C) Pertanggungajawaban Sosial Perusahaan dan Informasi Sumber Daya Manusia (15%)

  Halaman khusus untuk CSR  (Corporate Social Responsibility) — √ — √ — — — — — — √ √ √ — —

  Laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan — — — — — — — — — — —

  Laporan kebijakan sosial — — — √ — — — — — — √ √ √ — —

  Informasi mengenai penghematan  energi/sumber daya — — — — — — — — — — — — — — —

  Profil karyawan — — — — — — — — — — — — — — —

  Pelatihan karyawan — — — — — — — — — — — — — — —

  Kegiatan donasi atau sponsor  untuk suatu komunikasi atau badan amal — — — — — — — — — — — — — — —

  Diskusi mengenai kualitas produk √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

d) Kontak Detail Hubungan Investor (30%)

  Nama pengurus relasi investor √ — — — — — — — — — — √ — — —

  E-mail untuk hubungan investor √ — — — — — — — — — — √ — — —

  Nomor telepon untuk hubungn investor √ — — — — — — — — — — √ — — —

  Alamat pos untuk hubungan investor √ — — — — — —

  — — — — √ — — — Website dengan Bahasa Inggris

  — √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ √ — —

  Tebel 5.3 Kriteria Internet Disclosure Index Populasi 16-30 (Lanjutan)

  Kriteria Perusahaan Perbankan 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

  Annual report dengan Bahasa Inggris √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  FAQ (Frequently Asked Questions) — √ — — — — — — — √ — √ √ — —

   Kalender finansial — — — — — — — — — — — — — — —

2) Presentation variables (40%)

  Annual report dalam format PDF √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Data keuangan dengan  format yang bisa diproses — — — — — — — — — — — — √ — —

  Video atau audio file — — — — — — — — — — — √ — — —

  a) Material Processable Formats (40%)

   One click untuk mendapatkan halaman informasi  atau hubungan investor √ √ √ — √ — √ √ — √ — √ √ — —

   One click mendapatkan berita  tentang perusahaan — √ √ √ — √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

  Layanan online untuk permintaan para investor — — — — — — — — — — — — — — —

  Mailing list/e-mail mengenai berita perusahaaan — — — — — — — — — — — — — — —

  Search engine internal — √ √ √ — — √ √ — — — — √ √ —

  Peta website √ √ √ √ √ √ √ √ — √ √ — √ √ √

   Link untuk hubungan dengan website lain — √ √ — √ √ √ — — — — — √ — √

  √ : Bila perusahaan menyajikan Kriteria Internet Disclosure Index — : Bila perusahaan tidak menyajikan Kriteria Internet Disclosure Index

  b) Technological Adventages and User Support (60%)  Sumber

  Keterangan: Perusahaan: 1 : Bank ICB Bumi Putra 16 : Bank Bumi Arta 2 : Bank Capital 17 : Bank CIMB Niaga 3 : Bank Ekonomi 18 : Bank BII 4 : Bank BCA 19 : Bank Permata 5 : Bank Bukopin 20 : Bank Sinar Mas 6 : Bank BNI 21 : Bank Swadesi 7 : Bank Nusantara 22 : Bank BTPN 8 : Bank BRI 23 : Bank Victoria 9 : Bank BTN 24 : Bank Artha 10 : Bank Mutiara 25 : Bank Mayapada 11 : Bank Danamon 26 : Bank Windu 12 : Bank Pundi 27 : Bank Mega 13 : Bank Jabar Banten 28 : Bank NISP 14 : Bank Kesawan 29 : Bank Panin 15 : Bank Mandiri 30 : Bank Himpunan Saudara

  Setelah penulis melakukan penelitian dan perhitungan terhadap data yang didapatkan dari website perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, maka hasil yang didapatkan digunakan untuk menentukan luas pengungkapan informasi keuangan dan nonkeuangan.

  Variabel pertama yang diteliti adalah content variables yang terdiri dari informasi akuntansi dan keuangan, informasi mengenai corporate

  governance, pertanggungjawaban sosial perusahaan dan informasi sumber daya manusia, dan kontak detail hubungan investor.

  Menurut hasil penelitian dan perhitungan yang terdapat dalam tabel 5.3, sebagai besar perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia melaporkan informasi akuntansi dan keuangan dalam website perusahaannya yang dapat di download oleh pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik, catatan atas laporan keuangan dan annual report untuk periode terakhir pelaporan maupun untuk periode sebelumnya.

  Menurut hasil penelitian mengenai kriteria informasi akuntansi dan keuangan dapat dilihat pada tabel 5.4, kriteria dalam kelompok ini mengukur content akuntansi dan informasi keuangan, termasuk ketersediaan laporan laba rugi dan neraca, laporan arus kas, laporan sementara, harga saham saat dan Share price history , dan data dividen, serta laporan analis.

  Nilai indeks informasi akuntansi dan keuangan yang tertinggi terdapat pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Mandiri (Persero) Tbk yaitu sebesar 0,95 (lihat tabel 5.4). Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Mandiri (Persero) Tbk mengungkapan 18 item dari 19 item yang diteliti. Sedangkan nilai indeks informasi akuntansi dan keuangan yang terendah diperoleh Bank Ekonomi Raharja Tbk, Bank Artha Internasional Tbk, dan Bank Windu Kentjana Internasional Tbk dengan nilai indeks 0,37. Bank Ekonomi Raharja Tbk, Bank Artha Internasional Tbk, dan Bank Windu Kentjana Internasional Tbk hanya melaporkan 7 item dari 19 item yang diteliti.

Tabel 5.4 Index Informasi Akuntansi dan Keuangan (30%)

  23 Bank Victoria

  11 19 0,58 0,17

  17 Bank CIMB Niaga

  9 19 0,47 0,14

  18 Bank BII

  12 19 0,63 0,19

  19 Bank Permata

  12 19 0,63 0,19

  20 Bank Sinar Mas

  12 19 0,63 0,19

  21 Bank Swadesi

  12 19 0,63 0,19

  22 Bank BTPN

  13 19 0,68 0,21

  12 19 0,63 0,19

  18 19 0,95 0,28

  24 Bank Artha

  7 19 0,37 0,11

  25 Bank Mayapada

  12 19 0,63 0,19

  26 Bank Windu

  7 19 0,37 0,11

  27 Bank Mega

  12 19 0,63 0,19

  28 Bank NISP

  17 19 0,89 0,27

  29 Bank Panin

  12 19 0,63 0,19

  30 Bank Saudara

  12 19 0,63 0,19

  16 Bank Bumi Arta

  15 Bank Mandiri

  No Nama Perusahaan

  18 19 0,95 0,28

  IAK

  (1) (2) (3) (4) = (3) x 30%

  1 Bank Bumi Putra

  12 19 0,63 0,19

  2 Bank Capital

  12 19 0,63 0,19

  3 Bank Ekonomi

  7 19 0,37 0,11

  4 Bank BCA

  16 19 0,84 0,25

  5 Bank Bukopin

  12 19 0,63 0,19

  6 Bank BNI

  7 Bank Nusantara

  16 19 0,84 0,25

  13 19 0,68 0,21

  8 Bank BRI

  16 19 0,84 0,25

  9 Bank BTN

  16 19 0,84 0,25

  10 Bank Mutiara

  14 19 0,74 0,22

  11 Bank Danamon

  15 19 0,79 0,24

  12 Bank Pundi

  12 19 0,63 0,19

  13 Bank Jabar Banten

  14 19 0,74 0,22

  14 Bank Kesawan

  Sumber: Data sekunder diolah tahun 2012

  Kriteria kedua dalam content variables yaitu informasi mengenai

  corporate governance . Menurut data yang terdapat dalam tabel 5.3 dalam

  kategori mengenai corporate governance tidak ada perusahaan perbankan yang mengungkapkan informasi mengenai kompensasi untuk manajemen dan direktur, dan hanya Bank NISP OCBC Tbk yang mengungkapkan informasi mengenai komite audit dalam website perusahaannya. Sebagian besar perusahaan mengungkapkan informasi mengenai direktur dan

  executive officer yang disertai dengan foto dan riwayat hidup para direktur

  dan executive officer perusahaan tersebut. Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian dan perhitungan mengenai item-item corporate

  governance disajikan dalam tabel 5.5.

  Nilai indeks informasi corporate governance Bank Jabar Banten Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, mendapatkan nilai indeks tertinggi yaitu sebesar 0,67. Perusahaan-perusahaan tersebut mengungkapkan 6 item dari 9 item yang diteliti. Indeks terendah didapatkan oleh Bank Windu Kentjana Internasional Tbk dengan nilai indeks 0, atau tidak mengungkapkan komponen indeks informasi mengenai corporate

  governance.

Tabel 5.5 Indeks Informasi Mengenai Corporate Governance (25%)

  23 Bank Victoria

  5 9 0,56 0,14

  17 Bank CIMB Niaga

  5 9 0,56 0,14

  18 Bank BII

  4 9 0,44 0,11

  19 Bank Permata

  3 9 0,33 0,08

  20 Bank Sinar Mas

  3 9 0,33 0,08

  21 Bank Swadesi

  4 9 0,44 0,11

  22 Bank BTPN

  3 9 0,33 0,08

  4 9 0,44 0,11

  6 9 0,67 0,17

  24 Bank Artha

  2 9 0,22 0,06

  25 Bank Mayapada

  3 9 0,33 0,08

  26 Bank Windu 9 0,00 0,00

  27 Bank Mega

  4 9 0,44 0,11

  28 Bank NISP

  4 9 0,44 0,11

  29 Bank Panin

  2 9 0,22 0,06

  30 Bank Saudara

  4 9 0,44 0,11

  16 Bank Bumi Arta

  15 Bank Mandiri

  No Nama Perusahaan

  5 9 0,56 0,14

  ICG

  (1) (2) (3) (4) = (3) x 25 %

  1 Bank Bumi Putra

  5 9 0,56 0,14

  2 Bank Capital

  1 9 0,11 0,03

  3 Bank Ekonomi

  1 9 0,11 0,03

  4 Bank BCA

  2 9 0,22 0,06

  5 Bank Bukopin

  5 9 0,56 0,14

  6 Bank BNI

  7 Bank Nusantara

  1 9 0,11 0,03

  1 9 0,11 0,03

  8 Bank BRI

  5 9 0,56 0,14

  9 Bank BTN

  4 9 0,44 0,11

  10 Bank Mutiara

  1 9 0,11 0,03

  11 Bank Danamon

  5 9 0,56 0,14

  12 Bank Pundi

  1 9 0,11 0,03

  13 Bank Jabar Banten

  6 9 0,67 0,17

  14 Bank Kesawan

  Sumber: Data sekunder diolah tahun 2012

  Kriteria ketiga dalam content variables yaitu informasi mengenai pertanggungjawaban sosial perusahaan dan informasi mengenai sumber daya manusia. Setelah dilakukan penelitian dan perhitungan maka didapatkan hasil sesuai dengan data yang terdapat dalam tabel 5.6.

Tabel 5.6 menjelaskan mengenai hasil perhitungan dari penelitian mengenai informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan dan informasi

  mengenai sumber daya manusia yang merupakan kriteria ketiga dalam

  content variables. Dalam penelitian kategori ini Bank Jabar Banten Tbk

  memperoleh indeks tertinggi yaitu 0,75. Bank Jabar Banten Tbk mengungkapkan 6 item dari 8 item yang diteliti. Rata-rata perusahaan hanya mengungkapkan 1 item yaitu laporan mengenai kualitas produk dan hanya mendapatkan nilai indeks 0,13.

  Sesuai dengan data tabel 5.3, sebagian besar perusahaan kurang mengungkapkan informasi mengenai laporan kebijakan sosial perusahaan.

  Namun semua perusahaan mengungkapkan diskusi mengenai kualitas produk, hal ini dilakukan karena perusahaan ingin menginformasikan mengenai jasa yang diberikan.

Tabel 5.6 Indeks Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan dan

  23 Bank Victoria

  3 8 0,38 0,06

  17 Bank CIMB Niaga

  1 8 0,13 0,02

  18 Bank BII

  2 8 0,25 0,04

  19 Bank Permata

  1 8 0,13 0,02

  20 Bank Sinar Mas

  4 8 0,50 0,08

  21 Bank Swadesi

  1 8 0,13 0,02

  22 Bank BTPN

  1 8 0,13 0,02

  1 8 0,13 0,02

  1 8 0,13 0,02

  24 Bank Artha

  1 8 0,13 0,02

  25 Bank Mayapada

  1 8 0,13 0,02

  26 Bank Windu

  1 8 0,13 0,02

  27 Bank Mega

  4 8 0,50 0,08

  28 Bank NISP

  3 8 0,38 0,06

  29 Bank Panin

  3 8 0,38 0,06

  30 Bank Saudara

  1 8 0,13 0,02

  16 Bank Bumi Arta

  15 Bank Mandiri

  

Informasi Sumber Daya Manusia (15%)

  5 8 0,63 0,09

  No Nama Perusahaan CSR

  (1) (2) (3) (4) = (3) x 15%

  1 Bank Bumi Putra

  5 8 0,63 0,09

  2 Bank Capital

  1 8 0,13 0,02

  3 Bank Ekonomi

  1 8 0,13 0,02

  4 Bank BCA

  2 8 0,25 0,04

  5 Bank Bukopin

  5 8 0,63 0,09

  6 Bank BNI

  7 Bank Nusantara

  5 8 0,63 0,09

  1 8 0,13 0,02

  8 Bank BRI

  5 8 0,63 0,09

  9 Bank BTN

  4 8 0,50 0,08

  10 Bank Mutiara

  1 8 0,13 0,02

  11 Bank Danamon

  5 8 0,63 0,09

  12 Bank Pundi

  1 8 0,13 0,02

  13 Bank Jabar Banten

  6 8 0,75 0,11

  14 Bank Kesawan

  Sumber: Data sekunder diolah tahun 2012

  Selanjutnya kriteria yang diteliti adalah kriteria mengenai informasi tentang kontak detail hubungan investor yang merupakan kriteria terakhir dalam content variables. Setelah dilakukan penelitian dan perhitungan maka didapatkan hasil sesuai dengan yang terdapat dalam tabel 5.7.

  Menurut hasil penelitian dalam tabel 5.7, nilai indeks yang tertinggi untuk kategori informasi mengenai kontak detail hubungan investor diperoleh Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yaitu sebesar 0,88. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengungkapkan 7 item dari 8 item yang diteliti. Sedangkan nilai indeks yang terendah diperoleh Bank Windu Kentjana Internasional Tbk yaitu sebesar 0 atau tidak mengungkapkan informasi mengenai kontak detail hubungan investor.

  Menurut data yang terdapat dalam tabel 5.3, hampir semua website perusahaan perbankan tersebut telah menggunakan bahasa Inggris dan

  annual report diungkapkan dengan bahasa Inggris. Data yang paling

  sedikit diungkap adalah informasi tentang nama pengurus investor dan kalender finansial. Informasi tentang nama pengurus relasi investor hanya diungkapkan oleh Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Bumi Arta Tbk, dan Bank Mega Tbk. Sedangkan informasi tentang kalender finansial hanya diungkapkan oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Tabel 5.7 Indeks Kontak Detail Hubungan Investor (30%)

  23 Bank Victoria

  5 8 0,63 0,19

  17 Bank CIMB Niaga

  5 8 0,63 0,19

  18 Bank BII

  4 8 0,50 0,15

  19 Bank Permata

  3 8 0,38 0,11

  20 Bank Sinar Mas

  3 8 0,38 0,11

  21 Bank Swadesi

  4 8 0,50 0,15

  22 Bank BTPN

  3 8 0,38 0,11

  4 8 0,50 0,15

  6 8 0,75 0,23

  24 Bank Artha

  2 8 0,25 0,08

  25 Bank Mayapada

  3 8 0,38 0,11

  26 Bank Windu 8 0,00 0,00

  27 Bank Mega

  4 8 0,50 0,15

  28 Bank NISP

  4 8 0,50 0,15

  29 Bank Panin

  2 8 0,25 0,08

  30 Bank Saudara

  4 8 0,50 0,15

  16 Bank Bumi Arta

  15 Bank Mandiri

  No Nama Perusahaan KDHI

  7 Bank Nusantara

  (1) (2) (3) (4) = (3) x 30%

  1 Bank Bumi Putra

  2 8 0,25 0,08

  2 Bank Capital

  2 8 0,25 0,08

  3 Bank Ekonomi

  2 8 0,25 0,08

  4 Bank BCA

  2 8 0,25 0,08

  5 Bank Bukopin

  3 8 0,38 0,11

  6 Bank BNI

  6 8 0,75 0,23

  2 8 0,25 0,08

  2 8 0,25 0,08

  8 Bank BRI

  7 8 0,88 0,26

  9 Bank BTN

  3 8 0,38 0,11

  10 Bank Mutiara

  3 8 0,38 0,11

  11 Bank Danamon

  6 8 0,75 0,23

  12 Bank Pundi

  1 8 0,13 0,04

  13 Bank Jabar Banten

  5 8 0,63 0,19

  14 Bank Kesawan

  Sumber: Data sekunder diolah tahun 2012

  Variabel kedua yang diteliti adalah presentation variables yang terdiri dari kriteria material processable formats dan technological

  adventages and user support. Kategori material prosessable formats

  hanya terdiri dari tiga item yaitu annual report dalam format PDF, data keuangan dengan format yang bisa diproses seperti dalam format

  spreadsheet (xls) atau ASCII (asc, txt), video dan audio file. Kriteria pertama dalam presentation variables yaitu material processable formats.

  Setelah dilakukan penelitian dan perhitungan maka didapatkan hasil sesuai dengan data yang terdapat dalam tabel 5.8.

  Menurut tabel 5.8, nilai indeks tertinggi untuk ketegori material

  processable formats diperoleh Bank Central Asia Tbk dan Bank Rakyat

  Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai indeks 0,67 atau memenuhi 2 item dari 3 item yang diteliti. Rata-rata perusahaan hanya memenuhi satu kriteria Indeks Material Processable Format yaitu item annual report dalam format PDF.

  Sesuai dengan hasil penelitian mengenai kriteria material

  processable formats yang disajikan dalam tabel 5.3 hanya Bank NISP

  OCBC Tbk yang mengungkapkan data keuangan dengan format yang bisa diproses. Bank NISP OCBC Tbk selain mengungkapkan data keuangan dalam format PDF juga mengungkapkan data keuangan dalam format

  spreadsheet (xls). Video dan audio file hanya terdapat dalam website Bank

  Central Asia Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan Bank Mega

Tabel 5.8 Index Material Processable Format (40%)

  1 3 0,33 0,13

  17 Bank CIMB Niaga

  1 3 0,33 0,13

  18 Bank BII

  1 3 0,33 0,13

  19 Bank Permata

  1 3 0,33 0,13

  20 Bank Sinar Mas

  1 3 0,33 0,13

  21 Bank Swadesi

  1 3 0,33 0,13

  22 Bank BTPN

  1 3 0,33 0,13

  23 Bank Victoria

  24 Bank Artha

  16 Bank Bumi Arta

  1 3 0,33 0,13

  25 Bank Mayapada

  1 3 0,33 0,13

  26 Bank Windu

  1 3 0,33 0,13

  27 Bank Mega

  1 3 0,33 0,13

  28 Bank NISP

  1 3 0,33 0,13

  29 Bank Panin

  1 3 0,33 0,13

  30 Bank Saudara

  1 3 0,33 0,13

  1 3 0,33 0,13

  1 3 0,33 0,13

  No Nama Perusahaan MPF

  7 Bank Nusantara

  (1) (2) (3) (4) = (3) x 40%

  1 Bank Bumi Putra

  1 3 0,33 0,13

  2 Bank Capital

  1 3 0,33 0,13

  3 Bank Ekonomi

  1 3 0,33 0,13

  4 Bank BCA

  2 3 0,67 0,27

  5 Bank Bukopin

  1 3 0,33 0,13

  6 Bank BNI

  1 3 0,33 0,13

  1 3 0,33 0,13

  15 Bank Mandiri

  8 Bank BRI

  2 3 0,67 0,27

  9 Bank BTN

  1 3 0,33 0,13

  10 Bank Mutiara

  1 3 0,33 0,13

  11 Bank Danamon

  1 3 0,33 0,13

  12 Bank Pundi

  1 3 0,33 0,13

  13 Bank Jabar Banten

  1 3 0,33 0,13

  14 Bank Kesawan

  1 3 0,33 0,13

  Sumber: Data sekunder diolah tahun 2012

  Kategori terakhir dari presentation variables yang diteliti adalah

  technogical adventages and user support. Kategori ini menilai penggunaan website untuk mendapatkan informasi yang dicari. Menurut hasil

  penelitian yang terdapat dalam tabel 5.3, dalam kategori ini tidak ada perusahaan yang menyediakan layanan online untuk permintaan para investor dan hanya Bank Mandiri (Persero) Tbk yang menyediakan mailing list/e-mail mengenai berita perusahaan.

  Setelah dilakukan penelitian dan perhitungan mengenai kategori

  technological adventages and user support yang meneliti apakah

  perusahaan memanfaatkan pilihan teknologi canggih untuk membuat

  website user friendly, maka didapatkan hasil dengan data yang terdapat dalam tabel 5.9.

  Menurut hasil perhitungan dalam tabel 5.9, nilai indeks yang tertinggi untuk kategori technological adventages and user support diperoleh Bank Central Asia Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank CIMB Niaga Tbk, Bank Internasional Indonesia Tbk, Bank NISP OCBC Tbk perusahaan-perusahaan tersebut memenuhi 5 item dari 7 item yang diteliti. Sedangkan Bank Pundi Indonesia Tbk mendapatkan nilai indeks terkecil dengan nilai indeks 0 karena tidak memenuhi satu pun item yang diteliti.

Tabel 5.9 Index Technological Adventage and User Support (60%)

  24 Bank Artha

  5 7 0,71 0,43

  18 Bank BII

  5 7 0,71 0,43

  19 Bank Permata

  3 7 0,43 0,26

  20 Bank Sinar Mas

  3 7 0,43 0,26

  21 Bank Swadesi

  3 7 0,43 0,26

  22 Bank BTPN

  5 7 0,71 0,43

  23 Bank Victoria

  4 7 0,57 0,34

  1 7 0,14 0,09

  2 7 0,29 0,17

  25 Bank Mayapada

  3 7 0,43 0,26

  26 Bank Windu

  2 7 0,29 0,17

  27 Bank Mega

  2 7 0,29 0,17

  28 Bank NISP

  5 7 0,71 0,43

  29 Bank Panin

  3 7 0,43 0,26

  30 Bank Saudara

  3 7 0,43 0,26

  Sumber: data sekunder diolah tahun 2012

  17 Bank CIMB Niaga

  16 Bank Bumi Arta

  No Nama Perusahaan TAUS

  7 Bank Nusantara

  (1) (2) (3) (4) = (3) x 60%

  1 Bank Bumi Putra

  3 7 0,43 0,26

  2 Bank Capital

  2 7 0,29 0,17

  3 Bank Ekonomi

  3 7 0,43 0,26

  4 Bank BCA

  5 7 0,71 0,43

  5 Bank Bukopin

  4 7 0,57 0,34

  6 Bank BNI

  4 7 0,57 0,34

  2 7 0,29 0,17

  5 7 0,71 0,43

  8 Bank BRI

  5 7 0,71 0,43

  9 Bank BTN

  5 7 0,71 0,43

  10 Bank Mutiara

  4 7 0,57 0,34

  11 Bank Danamon

  5 7 0,71 0,43

  12 Bank Pundi 7 0,00 0,00

  13 Bank Jabar Banten

  3 7 0,43 0,26

  14 Bank Kesawan

  4 7 0,57 0,34

  15 Bank Mandiri

  Nilai indeks pengungkapan informasi keuangan dan nonkeuangan dalam tabel 5.10 didapatkan dari perhitungan beberapa kategori yang terdapat dalam Internet Disclosure Indeks yaitu content variables yaitu

  Content variables terdiri dari kategori informasi akuntansi dan keuangan

  yang memiliki bobot 30%, informasi mengenai corporate governance yang memiliki bobot 25%, informasi mengenai pertanggungjawaban sosial perusahaan dan sumber daya manusia sebesar 15% dan yang terakhir adalah informasi mengenai kontak detail hubungan investor sebesar 30%.

  Sedangkan prsentation variables terdiri dari material processable format yang memiliki bobot 40% dan technological advantage and support yang memiliki bobot 60%.

  Menurut hasil penelitian terhadap luas pengungkapan informasi keuangan dan nonkeuangan perusahaan perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagaimana tampak dalam tabel 5.10, terdapat empat perusahaan memiliki pengungkapan wajar (fair disclosure) dalam website perusahaannya. Perusahaan perbankan yang memiliki pengungkapan wajar

  (fair disclosure) tersebut diantaranya adalah Bank Negara Indonesia

  (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk. Nilai indeks yang tertinggi diperoleh oleh Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai indeks 0,72. Sedangkan dua puluh delapan perusahaan lainnya hanya melakukan pengungkapan cukup (Adequate Disclosure) dalam website perusahaan mereka. Nilai indeks terendah diperoleh Bank Pundi Indonesia Tbk dengan total nilai indeks 0,22.

Tabel 5.10 Luas Pengungkapan informasi Keuangan dan Nonkeuangan Perusahaan Melalui Internet

  8 Bank BRI 0,72

  Adequate Disclosure

  14 Bank Kesawan 0,42

  Adequate Disclosure

  13 Bank Jabar Banten 0,57

  Adequate Disclosure

  12 Bank Pundi 0,22

  Fair Disclosure

  11 Bank Danamon 0,64

  Adequate Disclosure

  10 Bank Mutiara 0,42

  Adequate Disclosure

  9 Bank BTN 0,55

  Fair Disclosure

  Adequate Disclosure

  No Nama Perusahaan

  7 Bank Nusantara 0,32

  Fair Disclosure

  6 Bank BNI 0,63

  Adequate Disclosure

  5 Bank Bukopin 0,51

  Adequate Disclosure

  4 Bank BCA 0,54

  Adequate Disclosure

  3 Bank Ekonomi 0,30

  Adequate Disclosure

  2 Bank Capital 0,31

  Adequate Disclosure

  1 Bank Bumi Putra 0,46

  IDI Luas Pengungkapan

  Fair Disclosure

15 Bank Mandiri 0,67

  Adequate Disclosure

  Adequate Disclosure

  Menurut data yang terdapat dalam lampiran 5, secara keseluruhan, kategori informasi akuntansi dan keuangan dan material processable

  Adequate Disclosure Sumber: Data sekunder diolah tahun 2012

  30 Bank Saudara 0,44

  Adequate Disclosure

  29 Bank Panin 0,37

  Adequate Disclosure

  28 Bank NISP 0,58

  Adequate Disclosure

  27 Bank Mega 0,43

  Adequate Disclosure

  26 Bank Windu 0,23

  Adequate Disclosure

  25 Bank Mayapada 0,40

  24 Bank Artha 0,25

  17 Bank CIMB Niaga 0,53

  Adequate Disclosure

  23 Bank Victoria 0,47

  Adequate Disclosure

  22 Bank BTPN 0,48

  Adequate Disclosure

  21 Bank Swadesi 0,44

  Adequate Disclosure

  20 Bank Sinar Mas 0,40

  Adequate Disclosure

  19 Bank Permata 0,43

  Adequate Disclosure

  18 Bank BII 0,51

  Adequate Disclosure

  16 Bank Bumi Arta 0,43 format mempunyai nilai rata-rata indeks yang tertinggi yaitu sebesar 0,67. Hal ini menandakan bahwa perusahaan perbankan yang dijadikan populasi mengungkapkan sebagian besar item-item yang terdapat dalam kategori tersebut. Sedangkan kategori pertanggungjawaban sosial perusahaan dan informasi sumber daya manusia mendapatkan nilai rata-rata indeks yang terendah, yaitu sebesar 0,30. Dalam kategori pertanggungjawaban sosial peruasahaan terdapat satu item yang tidak terpenuhi oleh perusahaan dalam website perusahaan yaitu item profil karyawan.

Tabel 5.11 menjelaskan tentang ukuran perusahaan berdasarkan

  market capitalization menurut Ang (1997: 6.5) dibagi menjadi 3

  kelompok, yaitu: kapitalisasi besar (big-cap) dengan nilai kapitalisasi pasar lebih besar atau sama dengan Rp 5 triliun, kapitalisasi sedang (mid-

  cap) dengan niliai kapitalisasi pasar berkisar antara Rp 1 triliun dan Rp 5

  triliun, dan kapitalisasi kecil (small-cap) dengan nilai kapitalisasi pasar dibawah Rp 1 triliun.

  Berdasarkan data pada tebel 5.11 terdapat 15 perusahaan perbankan atau 50% yang nilai kapitalisasi pasarnya besar (big capital), yaitu Bank Ekonomi Raharja Tbk, Bank Central Asia Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank Jabar Banten Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank CIMB Niaga Tbk, Bank Internasional Indonesia Tbk, Bank Permata Tbk, Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, Bank Mega Tbk, Bank NISP OCBC Tbk, dan Bank Panin Indonesia Tbk.

  Perusahaan perbankan yang nilai kapitalisasi pasarnya menengah (middle capital) ada 6 perusahaan perbankan atau sebesar 20%, yaitu Bank Bukopin Tbk, Bank Mutiara Tbk, Bank Pundi Indonesia Tbk, Bank Kesawan Tbk, Bank Sinar Mas Tbk, dan Bank Mayapada Internasional Tbk. Perusahaan perbankan yang nilai kapitalisasi pasarnya kecil (small

  capital) ada 9 perusahaan perbankan atau 30% yaitu, Bank ICB Bumi

  Putra Tbk, Bank Capital Indonesia Tbk, Bank Nusantara Parahyangan Tbk, Bank Bumi Arta Tbk, Bank Swadesi Tbk, Bank Victoria Internasional Tbk, Bank Artha Internasional Tbk, Bank Windu Kentjana Internasional Tbk, dan Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk.

  Perusahaan yang memiliki kapitalisasi besar (15 perusahaan), 4 perusahaan atau 26,67% melakukan pengungkapan wajar (fair disclosure) dan 11 perusahaan atau 73,33% melakukan pengungkapan cukup (adequate disclosure). Perusahaan kapitalisasi menengah (mid cap) ada 6 perusahaan, keseluruhan atau 100% melakukan pengungkapan cukup

  (adequate disclosure) . Perusahaan kapitalisasi kecil (small cap) ada 9

  perusahaan keseluruhan, keseluruhan atau 100% persen melakukan pengungkapan cukup (adequate disclosure).

Tabel 5.11 Pengungkapan laporan perusahaan berdasarkan ukuran

  

perusahaan dengan market capitalization

No Kategori Jumlah Fair Disclosure Adequate Disclosure

  Big Cap 1 15 (50%) 4 (27%) 11 (27%) (> Rp 5 Trilyun)

  Mid Cap 2 (Rp 1- 5 6 (20%) 6 (100%) Trilyun)

  Small Cap 3 9 (30%) 9 (100%) (<Rp 1 Trilyun)

  30 (100%) 4 (13%) 26 (87%) Total

2. Pembahasan

  Menurut data yang terdapat dalam lampiran 5 rata-rata nilai indeks untuk kategori informasi akuntansi dan keuangan sebesar 0,67. Hal ini menandakan tidak semua perusahaan perbankan yang diteliti mengungkapkan item-item informasi akuntansi dan keuangan dalam perusahaan, padahal informasi akuntansi dan keuangan merupakan

  website

  informasi yang sangat penting bagi investor dan kreditor untuk mengambil keputusan. Dalam kategori ini terdapat lima laporan keuangan pokok yang harus diungkapkan kepada publik sesuai dengan peraturan BAPEPAM yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, dan catatan atas laporan keuangan, namun tidak semua perusahaan mengungkapkan informasi tersebut dalam website perusahaan mereka.

  Nilai rata-rata internet disclosure index dari semua perusahaan perbankan yang dijadikan populasi adalah sebesar 0,45 (adequate

  disclosure). Hal ini menandakan rata-rata perusahaan perbankan yang

  dijadikan populasi tidak mengungkapkan secara luas informasi mengenai perbankan yang diteliti hanya mengungkapkan informasi keuangan dan nonkeuangan menurut perusahaan sendiri.

  Empat dari 15 perusahaan perbankan yang memiliki kapitalisasi besar melakukan pengungkapan wajar (fair disclosure), jumlah ini masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan perusahaan perbankan yang memiliki kapitalisasi besar. Sedangkan untuk perusahaan yang berukuran kecil dan menengah melakukan pengungkapan cukup (adequate

  disclosure). Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang

  dilakukan oleh Almilia, (2008), Raharjo, (2012) dan Prasetya dan Irwandi, (2012) yang menunjukan jika nilai size perusahaan meningkat maka akan berdampak pada kenaikan indeks Internet Financial and Sustainability

  Reporting (IFSR) yang berfungsi untuk mengukur pengungkapan sukarela yang dilakukan oleh perusahaan.

  Alasan yang mendasari hasil penelitian adalah perusahaan besar yang memiliki sistem informasi pelaporan yang lebih baik cenderung memiliki sumberdaya untuk menghasilkan lebih banyak informasi dan biaya untuk menghasilkan informasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki keterbatasan dalam sistem informasi pelaporan. Selain itu perusahaan yang besar sering mengalami agency karena memiliki shareholders dalam jumlah banyak dan tersebar

  conflict

  luas. Agency conflict dapat diminimalisasi dengan adanya pelaporan keuangan yang ditujukan kepada para shareholders sebagai melakukan IFSR dengan tujuan untuk mengurangi agency cost terkait dengan pencetakan dan pengiriman laporan keuangan.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia tidak mengungkapkan semua item-item informasi

  keuangan dan nonkeuangan dengan menggunakan internet secara lengkap sesuai dengan teori yang ada. Perusahaan perbankan yang diteliti hanya mengungkapkan informasi keuangan dan nonkeuangan menurut perusahaan sendiri.

  Rata-rata nilai internet disclosure index yang diperoleh seluruh perusahaan perbankan yang diteliti masih kurang luas yaitu hanya sebesar 0,45 (adequate disclosure). Sedangkan kategori pengungkapan informasi akuntansi dan keuangan mempunyai rata-rata nilai indeks sebesar 0,67 (full

  disclosure) . Hal ini menandakan tidak semua perusahaan perbankan yang

  diteliti mengungkapkan item-item informasi akuntansi dan keuangan dalam

  website perusahaan, padahal informasi akuntansi dan keuangan merupakan

  informasi yang sangat penting bagi investor dan kreditor untuk mengambil keputusan.

  Menurut hasil perhitungan data, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendapatkan nilai internet disclosure index yang tertinggi yaitu sebesar 0,72 (fair disclosure), sedangkan nilai internet disclosure index yang terendah diperoleh Bank Pundi Indonesia Tbk dengan nilai indeks

  Berdasarkan penggolongan perusahaan dengan menggunakan market

  capitalization menurut Ang (1997: 6.5) ada 15 perusahaan perbankan

  dengan nilai kapitalisasi pasar besar (big capital), 6 perusahaan perbankan dengan nilai kapitalisasi pasar menengah (middle capital), dan 9 perusahaan perbankan dengan nilai kapitalisasi pasar kecil (small capital).

  Empat dari 15 perusahaan perbankan yang memiliki kapitalisasi besar melakukan pengungkapan wajar (fair disclosure). Sedangkan untuk perusahaan yang berukuran menengah dan kecil melakukan pengungkapan cukup (adequate disclosure). Alasan yang mendasari hasil penelitian adalah perusahaan besar yang memiliki sistem informasi pelaporan yang lebih baik cenderung memiliki sumberdaya untuk menghasilkan lebih banyak informasi dan biaya untuk menghasilkan informasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki keterbatasan dalam sistem informasi pelaporan. Selain itu, perusahaan besar cenderung melakukan

  IFSR untuk mengurangi agency cost terkait dengan pencetakan dan pengiriman laporan keuangan, karena perusahaan yang besar cenderung memiliki shareholders dalam jumlah banyak dan tersebar luas.

  B. Keterbatasan Penelitian

  Keterbatasan penelitian ini adalah peneliti hanya mengamati website perusahaan dalam jangka waktu satu bulan saja yaitu bulan November 2012, maka kesimpulan dalam penelitian ini hanya menggambarkan praktek pelaporan perusahaan dalam satu bulan tersebut.

  C. Saran

  Beberapa hal yang perlu disarankan oleh peneliti diantaranya adalah: 1. Menambahkan periode penelitian agar kesimpulan yang diperoleh lebih menggambarkan situasi peraktek pelaporan perusahaan dalam jangka waktu yang lebih luas.

  2. Perusahaan sampel sebaiknya melengkapi fasilitas website mereka dengan fasilitas yang menyediakan layanan online untuk permintaan para investor, menyediakan fasilitas mailing list mengenai berita perusahaan, menyediakan fasilitas search engine internal, peta

  website, dan link untuk berhubungan dengan website lain yang dapat

  membantu pengunjung untuk mempermudah mendapat informasi yang mereka cari.

DAFTAR PUSTAKA

  Achjari, D. 2000. Pemanfaatan Internet untuk Riset dan Implikasi Terhadap Riset . Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 15. No. 2: 257-267.

  Akuntansi

  Achmad, Tarmizi dan Primastuti, Sinung. 2012. Pengaruh Corporate Governance

  dan Karakteristik Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan Informasi

Strategis. Diponegoro Journal of Accounting. Vol. 1. No. 2: 1-15.

  Afifurrahman, Wahid dan Hapsoro, Dody. 2008. Pengaruh Pengungkapan

  Sukarela Melalui Web Site Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi dan Manajemen.

  Vol. 19. No. 1: 1-14. Agustina, Dewi. 2006. Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi

  Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Transportasi, Perdagangan dan Manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta . Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Vol. 8. No. 3: 219-246.

  Almilia, Luciana Spica. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan

  Sukarela “Internet Financial and Sustainability Reporting”. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia. Vol. 12. No. 2: 117-131.

  . 2009. Analisa Komparasi Indeks Internet Financial

  Reporting pada Website Perusahaan Go Publik Indonesia dalam Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. Yogyakarta.

  . 2009. Analisis Kualitas Isi Financial and Sustainability

  Reporting pada Website Perusahaan go Publik di Indonesia dalam Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. Yogyakarta.

  Ashbaugh, Hollis., dkk. 1999. Corporate Reporting on the Internet. Accounting Horizon. Vol. 13. No. 3: 241-257. Belkaoui, Raibi Abmed. 2000. Teori Akuntansi. Jakarta: Selemba Empat. Gazdar, Kaevan. 2007. Reporting Nonfinancials. England: John Wiley and Sons, Ltd. Hall, James A. 2007. Accounting Information Systems. Edisi 4. Jakarta: Selemba Empat. Hardiningsih, Pancawati. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Voluntary Disclosure Laporan Tahunan Perusahaan . Jurnal Bisnis dan Ekonomi.

  Vol. 15. No. 1: 67-79. Hargyantoro, Febrian. 2010. Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat

  Saham Perusahaan. Skripsi Dipublikasikan. Semarang: Universitas Diponegoro.

  Hendriksen, E. 1994. Teori Akuntansi. Jakarta: Erlangga. Ikatan Akuntan Indonesia (AIA). 2004. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Selemba Empat.

  Kesumajuda, Fiqi Ardiansyah. 2006. Electronic Disclosure pada Perusahaan

  Telekomunikasi Asia Pasifik di New York Stock Exechange (NYSE) . Jurnal Akuntansi & Keuangan. Vol.3. No. 2: 213-238.

  Ketua BAPEPAM. Surat Keputusan No: Kep-06/PM/2000 tentang Pengungkapan Informasi dalam Laporan Tahunan Perusahaan-perusahaan di Indonesia. Kurniawati, Elisabeth Penti., dkk. 2011. Tingkat Akuntabilitas Laporan Keuangan

  Melalui Medi Internet pada Industri Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. PESAT. Vol. 4 (Oktober): 109-114.

  Laksito, Herry dan Suta, Yolanda Anita. 2012. Analisis Faktor-faktor yang

  Mempengaruhi Luas Pengungkapan Informasi Sukarela Laporan Tahunan. Diponegoro Jurnal of Accounting. Vol. 1. No. 1: 1-15.

  Massaya, E.G. 2004. Good Corporate Governance untuk Perbankan. Eksekutif. Prasetya, Mellisa dan Irwandi, Soni Agus. 2012. Faktor-faktor yang

  Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) pada Perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. The

  Indonesian Accounting Review. Vol. 2. No. 2: 151-158. Rahardjo, Bagas. 2012. Tingkat Pengungkapan Informasi Keuangan dan

  Nonkeuangan Melalui Website Perbankan di Indonesia. Diponegoro Journal of Accounting . Vol. 1. No. 2: 1-13.

  Rohendra, Gregorius Dadang. 2004. Evaluasi Luas Pengungkapan Informasi Keuangan dan Informasi Non-Keuangan Perusahaan Melalui Internet.

  Skripsi Tidak Dipublikasikan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Saptorini, Dominica Srining Budi. 2004. Evaluasi Luas Pengungkapan Pelaporan Keuangan dengan Menggunakan Internet. Skripsi Tidak Dipublikasikan.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sayogo, Djoko Sigit. 2005. Analisis Hubungan Ukuran Perusahaan, Struktur

  Modal dan Jenis Industri dengan Disclosure Informasi Keuangan Melalui Internet oleh Perusahaan-perusahaan yang Listing di Bursa Efek Jakarta.

  HUMANITY. Vol. 1. No. 1: 9-15. Srimindarti, Ceacilia. 2005. Peluang Pelaporan Keuangan Perusahaan Melalui Spanos, Loukas. 2006. Corporate Reporting on the Internet in a European

  Emerging Capital Market; the Greek Case . Center of Financial Studies Departement of Economics University of Athens, Athens. kses tanggal 26 November 2012.

  Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi 3.

  Yogyakarta: BPFE. Tanor, Linda A.O. 2009. Pentingnya Pengungkapan (Disclosure) Laporan keuangan dalam Meminimalisasi Asimetri Informasi. Jurnal FORMAS.

  Vol. 2. No. 4: 287-294. Wardhanie, Nadia Shelly. 2012. Analisis Internet Financial Reporting Index;

  Studi Komparasi Antara Perusahaan High-tech dan Non High-tech di Indonesia. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan. Vol. 2. No. 2: 287-300.

  Yulianan, Oliviani Yenty. 2000. Penggunaan Teknologi Internet dalam Bisnis.

  Jurnal Akuntansi & Keuangan. Vol. 2. No. 1: 36-52.

  Lampiran 1 Index Content Variable

  22 Bank BTPN 0,21 0,08 0,02 0,11 0,42

  16 Bank Bumi Arta 0,17 0,14 0,02 0,19 0,52

  17 Bank CIMB Niaga 0,14 0,14 0,04 0,19 0,51

  18 Bank BII 0,19 0,11 0,02 0,15 0,47

  19 Bank Permata 0,19 0,08 0,08 0,11 0,46

  20 Bank Sinar Mas 0,19 0,08 0,02 0,11 0,4

  21 Bank Swadesi 0,19 0,11 0,02 0,15 0,47

  23 Bank Victoria 0,19 0,11 0,02 0,15 0,47

  14 Bank Kesawan 0,25 0,03 0,02 0,08 0,38

  24 Bank Artha 0,11 0,06 0,02 0,08 0,27

  25 Bank Mayapada 0,19 0,08 0,02 0,11 0,4

  26 Bank Windu 0,11 0,08 0,19

  27 Bank Mega 0,19 0,11 0,06 0,15 0,51

  28 Bank NISP 0,27 0,11 0,06 0,15 0,59

  29 Bank Panin 0,19 0,06 0,02 0,08 0,35

  15 Bank Mandiri 0,28 0,17 0,06 0,23 0,74

  13 Bank Jabar Banten 0,22 0,17 0,11 0,19 0,69

  No Nama Perusahaan

  3 Bank Ekonomi 0,11 0,03 0,02 0,08 0,24

  IAK

  ICG CSR KDHI

  ICV

  (1) (2) (3) (4) (5) = ∑ (1) (2) (3) (4)

  1 Bank Bumi Putra 0,19 0,14 0,09 0,08 0,5

  2 Bank Capital 0,19 0,03 0,02 0,08 0,32

  4 Bank BCA 0,25 0,06 0,04 0,08 0,43

  12 Bank Pundi 0,19 0,03 0,02 0,04 0,28

  5 Bank Bukopin 0,19 0,14 0,09 0,11 0,53

  6 Bank BNI 0,28 0,14 0,09 0,23 0,74

  7 Bank Nusantara 0,21 0,03 0,02 0,08 0,34

  8 Bank BRI 0,25 0,14 0,09 0,26 0,74

  9 Bank BTN 0,25 0,11 0,08 0,11 0,55

  10 Bank Mutiara 0,22 0,03 0,02 0,11 0,38

  11 Bank Danamon 0,24 0,14 0,09 0,23 0,7

  30 Bank Saudara 0,19 0,11 0,02 0,15 0,47

  Lampiran 2 Index Persentation Variable

  15 Bank Mandiri 0,13 0,43 0,56

  29 Bank Panin 0,13 0,26 0,39

  28 Bank NISP 0,13 0,43 0,56

  27 Bank Mega 0,13 0,17 0,30

  26 Bank Windu 0,13 0,17 0,30

  25 Bank Mayapada 0,13 0,26 0,39

  24 Bank Artha 0,13 0,09 0,22

  23 Bank Victoria 0,13 0,34 0,47

  22 Bank BTPN 0,13 0,43 0,56

  21 Bank Swadesi 0,13 0,26 0,39

  20 Bank Sinar Mas 0,13 0,26 0,39

  19 Bank Permata 0,13 0,26 0,39

  18 Bank BII 0,13 0,43 0,56

  17 Bank CIMB Niaga 0,13 0,43 0,56

  16 Bank Bumi Arta 0,13 0,17 0,30

  14 Bank Kesawan 0,13 0,34 0,47

  No Nama Perusahaan MPF TAUS

  13 Bank Jabar Banten 0,13 0,26 0,39

  12 Bank Pundi 0,13 0,13

  11 Bank Danamon 0,13 0,43 0,56

  10 Bank Mutiara 0,13 0,34 0,47

  9 Bank BTN 0,13 0,43 0,56

  8 Bank BRI 0,27 0,43 0,70

  7 Bank Nusantara 0,13 0,17 0,30

  6 Bank BNI 0,13 0,34 0,47

  5 Bank Bukopin 0,13 0,34 0,47

  4 Bank BCA 0,27 0,43 0,70

  3 Bank Ekonomi 0,13 0,26 0,39

  2 Bank Capital 0,13 0,17 0,30

  1 Bank Bumi Putra 0,13 0,26 0,39

  IPV (1) (2) (3) = ∑ (1) (2)

  30 Bank Saudara 0,13 0,26 0,39

  Lampiran 3 Internet Disclosure Index

  0,25 0,22 0,48

  0,44 0,22 0,67

  16 Bank Bumi Arta 0,52 0,3

  0,31 0,12 0,43

  17 Bank CIMB Niaga 0,51 0,56

  0,31 0,22 0,53

  18 Bank BII 0,47 0,56

  0,28 0,22 0,51

  19 Bank Permata 0,46 0,39

  0,28 0,16 0,43

  20 Bank Sinar Mas 0,4 0,39

  0,24 0,16 0,40

  21 Bank Swadesi 0,47 0,39

  0,28 0,16 0,44

  22 Bank BTPN 0,42 0,56

  23 Bank Victoria 0,47 0,47

  0,23 0,19 0,42

  0,28 0,19 0,47

  24 Bank Artha 0,27 0,22

  0,16 0,09 0,25

  25 Bank Mayapada 0,4 0,39

  0,24 0,16 0,40

  26 Bank Windu 0,19 0,3

  0,11 0,12 0,23

  27 Bank Mega 0,51 0,3

  0,31 0,12 0,43

  28 Bank NISP 0,59 0,56

  0,35 0,22 0,58

  29 Bank Panin 0,35 0,39

  0,21 0,16 0,37

  30 Bank Saudara 0,47 0,39

  15 Bank Mandiri 0,74 0,56

  14 Bank Kesawan 0,38 0,47

  No Nama Perusahaan

  0,32 0,19 0,51

  IVC

  IVP

  IVC x 60%

  IVP x 40%

  IDI (1) (2) (3) (4) (3) + (4)

  1 Bank Bumi Putra 0,5 0,39

  0,30 0,16 0,46

  2 Bank Capital 0,32 0,3

  0,19 0,12 0,31

  3 Bank Ekonomi 0,24 0,39

  0,14 0,16 0,30

  4 Bank BCA 0,43 0,7

  0,26 0,28 0,54

  5 Bank Bukopin 0,53 0,47

  6 Bank BNI 0,74 0,47

  0,41 0,16 0,57

  0,44 0,19 0,63

  7 Bank Nusantara 0,34 0,3

  0,20 0,12 0,32

  8 Bank BRI 0,74 0,7

  0,44 0,28 0,72

  9 Bank BTN 0,55 0,56

  0,33 0,22 0,55

  10 Bank Mutiara 0,38 0,47

  0,23 0,19 0,42

  11 Bank Danamon 0,7 0,56

  0,42 0,22 0,64

  12 Bank Pundi 0,28 0,13

  0,17 0,05 0,22

  13 Bank Jabar Banten 0,69 0,39

  0,28 0,16 0,44

  Lampiran 4 Luas Pengungkapan Laporan Perusahaan Melalui Internet

  16 Bank Bumi Arta 0,43 Adequate Disclosure

  30 Bank Saudara 0,44 Adequate Disclosure

  29 Bank Panin 0,37 Adequate Disclosure

  28 Bank NISP 0,58 Adequate Disclosure

  27 Bank Mega 0,43 Adequate Disclosure

  26 Bank Windu 0,23 Adequate Disclosure

  25 Bank Mayapada 0,40 Adequate Disclosure

  24 Bank Artha 0,25 Adequate Disclosure

  23 Bank Victoria 0,47 Adequate Disclosure

  22 Bank BTPN 0,48 Adequate Disclosure

  21 Bank Swadesi 0,44 Adequate Disclosure

  20 Bank Sinar Mas 0,40 Adequate Disclosure

  19 Bank Permata 0,43 Adequate Disclosure

  18 Bank BII 0,51 Adequate Disclosure

  17 Bank CIMB Niaga 0,53 Adequate Disclosure

  15 Bank Mandiri 0,67 Fair Disclosure

  No Nama Perusahaan

  6 Bank BNI 0,63 Fair Disclosure

  IDI Luas Pengungkapan

  1 Bank Bumi Putra 0,46 Adequate Disclosure

  2 Bank Capital 0,31 Adequate Disclosure

  3 Bank Ekonomi 0,30 Adequate Disclosure

  4 Bank BCA 0,54 Adequate Disclosure

  5 Bank Bukopin 0,51 Adequate Disclosure

  7 Bank Nusantara 0,32 Adequate Disclosure

  14 Bank Kesawan 0,42 Adequate Disclosure

  8 Bank BRI 0,72 Fair Disclosure

  9 Bank BTN 0,55 Adequate Disclosure

  10 Bank Mutiara 0,42 Adequate Disclosure

  11 Bank Danamon 0,64 Fair Disclosure

  12 Bank Pundi 0,22 Adequate Disclosure

  13 Bank Jabar Banten 0,57 Adequate Disclosure

  Keterangan: Tipe pengungkapan Nilai indeks (%) Radikal/ Full Disclosure 80,01% — 100% Mayor/ Fair Disclosure 60,01% — 80% Minor/ Adequate Disclosure 0% — 60%

  Lampiran 5 Descriptive Statistics

  N Minimum Maximum Mean Std.

  Deviation

  IDI 30 .22 .72 .4557 .12705 Content_Variable 30 .19 .74 .4763 .15471 Persentation_Variable 30 .13 .70 .4343 .13190 Akuntansi_Keuangan 30 .37 .95 .6710 .15359 Corporate_Governance 30 .00 .67 .3660 .19324 Sosial_SDM 30 .13 .75 .3040 .21601 Hubungan_Investor 30 .00 .88 .4270 .20430 Material_PF 30 .37 .95 .6710 .15359 Technological_Adventages 30 .00 .71 .4900 .19142 Valid N (listwise)

  30

  Lampiran 6 Ukuran Perusahaan Berdasarkan Market Capitalization No Nama

  15 Bank Mandiri 6.750 23.099.999.999 155.924.999.993.250 Big Cap

  29 Bank Panin 780 23.837.645.998 18.593.363.878.440 Big Cap

  28 Bank NISP 1.080 6.971.502.377 7.529.222.567.160 Big Cap

  27 Bank Mega 3.500 3.609.497.271 12.633.240.448.500 Big Cap

  26 Bank Windu 188 3.719.307.123 699.229.739.124 Small Cap

  25 Bank Mayapada 1.430 3.060.908.400 4.377.099.012.000 Mid Cap

  24 Bank Artha 96 8.489.325.464 814.975.244.544 Small Cap

  23 Bank Victoria 129 6.482.315.361 836.218.681.569 Small Cap

  22 Bank BTPN 3.400 5.606.980.970 19.063.735.298.000 Big Cap

  21 Bank Swadesi 600 859.320.000 515.592.000.000 Small Cap

  20 Bank Sinar Mas 270 8.986.864.400 2.426.453.388.000 Mid Cap

  19 Bank Permata 1.360 8.943.310.441 12.162.902.199.760 Big Cap

  18 Bank BII 420 55.719.170.852 23.402.051.757.840 Big Cap

  17 Bank CIMB 1.220 24.880.290.775 30.353.954.745.500 Big Cap

  16 Bank Bumi Arta 139 2.286.900.000 317.879.100.000 Small Cap

  14 Bank Kesawan 710 3.526.169.643 2.503.580.446.530 Mid Cap

  Harga Jumlah Sahan Log of Market Ukuran Perusahaan

  13 Bank Jabar 910 9.599.328.254 8.735.388.711.140 Big Cap

  12 Bank Pundi 116 9.165.927.107 1.063.247.544.412 Mid Cap

  11 Bank Danamon 4.100 9.488.796.931 38.904.067.417.100 Big Cap

  10 Bank Mutiara 50 28.066.675.536 1.403.333.776.800 Mid Cap

  9 Bank BTN 1.210 8.745.199.075 10.581.690.880.750 Big Cap

  8 Bank BRI 6.750 24.422.470.380 164.851.675.065.000 Big Cap

  7 Bank Nusantara 1.300 412.348.026 536.052.433.800 Small Cap

  6 Bank BNI 3.800 18.462.169.893 70.156.245.593.400 Big Cap

  5 Bank Bukopin 580 7.875.614.183 4.567.856.226.140 Mid Cap

  4 Bank BCA 8.000 24.408.459.120 195.267.672.960.000 Big Cap

  3 Bank Ekonomi 2.050 2.643.300.000 5.418.765.000.000 Big Cap

  2 Bank Capital 160 4.500.489.917 720.078.386.720 Small Cap

  1 Bank Bumi Putra 106 5.431.217.756 575.709.082.136 Small Cap

  Saham Beredar Capitalization Perusahaan

  30 Bank Saudara 220 2.293.873.000 504.652.060.000 Small Cap

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (111 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan (Studi empiris pada perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
1
9
144
Pengaruh pengungkapan corporate social responsibility terhadap profitabilitas perusahaan. studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012.
2
15
109
Pengaruh profitabilitas, kebijakan dividen, dan pengungkapan tanggung jawab sosial terhadap nilai perusahaan : studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2012.
0
0
133
Analisis luas pengungkapan laporan perusahaan (Corporate Disclosure) melalui internet : studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
0
1
113
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam laporan tahunan perusahaan : studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (periode 2008-2012).
0
0
84
Pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap perubahan harga saham : studi empiris pada perusahaan Manufaktur go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia - USD Repository
0
0
102
Pengaruh struktur kepemilikan saham terhadap nilai perusahaan : studi empiris pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia - USD Repository
0
1
100
Pengaruh struktur modal, likuiditas, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap luas pengungkapan sukarela laporan tahunan : studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2006 - USD Repository
0
0
129
Evaluasi pengungkapan informasi keuangan dan informasi non keuangan perusahaan melalui internet : studi empiris pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia - USD Repository
0
0
115
Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas dan profile perusahaan terhadap pengungkapan corporate social responsibility : studi empiris pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 - USD Repository
0
0
129
Manajemen laba sebelum Initial Public Offering (IPO) : studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia - USD Repository
0
0
99
Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial sesudah UU PT No. 40 tahun 2007 : studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007 - USD Repository
0
0
113
Analisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi : studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2002-2005 - USD Repository
0
0
123
Pengaruh pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial (corporate social reponsibility) terhadap nilai perusahaan : studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2009 - USD Repository
0
0
165
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam laporan tahunan perusahaan : studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (periode 2008-2012) - USD Repository
0
0
82
Show more