HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG CACAT FISIK

Gratis

0
0
131
7 months ago
Preview
Full text

  

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN

RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG CACAT FISIK

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  

Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Oleh :

Florentina Mutia Putri K. Buiswarin Diaz

  

079114117

JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2012

HALAMAN MOTTO

  

Yesterday is a history, tomorrow is still mystery, but

today is a gift, so… trying to be happy for now and for

always (Anonim)

Kegagalan bisa terjadi bila kita menyerah (Lessing)

  

Jangan tunda sampai besok apa yang bisa engkau

kerjakan hari ini (Anonim)

HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Karya ini kupersembahkan untuk:

Tuhan Yesus Kristus Sang Penyelamat, terimakasih atas

pemberian kesabaran dan dorongan untuk tidak pantang

menyerah

  

Kedua orang tua, kakak dan adik-adikku atas perhatian dan

dukungannya selama ini

Mendiang Valentina Sanidjem nenekku tersayang,

terimakasih atas kasih sayang, cinta, kemurahan hati,

semangat, perlindungan dan bimbingan yang senantiasa

diberikan dengan tulus selama beliau masih ada.

  

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN

RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG CACAT FISIK

Florentina Mutia Putri K. Buiswarin Diaz

  

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial ,yang terdiri

dari dukungan keluarga dan pembimbing, dan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik.

Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 40 subjek dengan rentang usia 17 sampai

dengan 21 tahun. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara dukungan

sosial dari dukungan keluarga, dukungan pembimbinng dan resiliensi pada remaja penyandang

cacat fisik. Data penelitian ini diukur dengan menggunakan skala dukungan sosial dan skala

resiliensi. Dukungan sosial dari dukungan keluarga dan dukungan pembimbing memiliki

koefisien reliabilitas alpha masing-masing sebesar 0,839 dan 0,799, sedangkan skala resiliensi

memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,921. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan

  2

regresi ganda. Penelitian menghasilkan koefisien determinasi R (R ) sebesar 0,116,

square

  

(P)=0,101(P>0,05), dan F > F (3,27 > 2,428). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak

tabel hitung

terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dari dukungan keluarga, dukungan

pembimbing dan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik. Analisis tambahan menunjukkan

hasil bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan keluarga dan resiliensi

dengan signifikansi sebesar 0,034 (0,034 < 0,05). Semakin tinggi dukungan keluarga maka

semakin rendah kemampuan resiliensi remaja penyandang cacat fisik.

  

Kata kunci : resiliensi, dukungan sosial, remaja, penyandang cacat fisik, keluarga dan

pembimbing.

  

THE CORRELATION BETWEEN SOCIAL SUPPORT AND RESILIENCE

OF ADOLESCENCE WITH DISABILITIES

Florentina Mutia Putri K. Buiswarin Diaz

ABSTRACT

  The research aim to determine the relation between social support ,which consist of

family support and mentors, and resilience of adolescence with physical disabilities. Subjects that

are involved in this research are 40 subjects with the age range 17 to 21 years old. The hypothesis

in this research is that there is a relation between social support which consist of the support from

the family, caretaker and resilience of adolescence with physical disabilities. Data of the research

are measured with the scale of social support and resilience scale. social support that consist of

the support from the family and from the mentors have the alpha coefficient for 0,839 and 0,799

while resilience scale has the alpha coefficient for 0,921. The data analysis on this research

  2

applied multiple regression. The research result determination coeficiency were Rsquare (R )

0,116 (P)=0,101 (P>0,05) and F >F (3,27>2,478). Those result shows that there is no

table count

significant correlation between social support support from the family mentors and resilience of

adolescene with physical disability. Additional analysis showed that there was a

significant negative relationship between family support andresilience with a significance

of 0,034 (0,034 <0,05). The higher the family support, the lower the ability of physically

disabled youth resilience.

  

Key words: resilience, social support, adolescents, persons with physical disabilities, families and

mentors

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Florentina Mutia Putri Krisnawati B. Diaz

  NIM : 079114117 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, karya ilmiah saya yang berjudul:

  

“Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Resiliensi Pada Remaja

Penyandang Cacat Fisik”

Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan

Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hak untuk

menyimpan dan mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam

bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di

internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa harus meminta ijin

pada saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan

nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya Dibuat di : Yogyakarta Pada tanggal : 21 Mei 2012 Yang menyatakan, Florentina Mutia Putri Krisnawati

KATA PENGANTAR

  Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan berkat-

Nya yang melimpah sehingga skripsi ini dapat terselesaikam. Penelitian dapat

teerselesaikan dengan banyak mendapat bantuan bimbingan, gagasan dan

dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa

terima kasih kepada : 1.

  Ibu Dr.Ch.Siwi Handayani selaku dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  2. Ibu Titik Kristiyani, M.Psi., selaku Ketua Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  3. Ibu Aquilina Tanti Arini S.Psi., M.Si selaku dosen pembimbingan skripsi yang telah banyak memberikan arahkan, dorongan, kesabaran selama proses penulisan skrispsi.

  4. Bapak Drs. H. Wahyudi dan Ibu Monica E. Madyaningrum, M.Psych selaku dosen penguji yang memberikan kritik dan saran yang sangat bermanfaat.

  5. Dosen-dosen Fakultas Psikologi yang telah banyak memberikan bimbingan selama perkuliahan.

  6. Bu Nanik, Mas Gandung, Pak Gie, Mas Muji dan Mas Doni yang telah banyak membantu selama penulis menempuh studi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

  7. Sahabat-sahabatku yang amat aku sayangi Gregoria Agustin Debby (sahabat suka maupun duka), Agustina Sihite (kita udah lama nggak ketemu ya), Clarett Gilag (yang ini juga pergi setahun rasanya lama banget) dan Yuninta (bentar lagi married, selamat ya).

  8. Teman-teman bimbingan skripsi yang siap menanti bimbingan bersama- sama (Erin, Ina, nenek Anas, nenek Reni, Ophi, Rara, Ita, mb Tisza).

  Terima kasih atas saran, dukungan yang juga selalu setia menunggu antrian bimbingan. Terima kasih juga buat diskusi yang banyak membantu.

  9. Buat teman-teman angkatan 07 yang selama ini sekelas khususnya buat Riscy Ermita, Yurra Attika, Anas Nogo Blikon, Vania Narwastu, Tisza, Melati, Rara Pisca, Inez, Yosephin, Nina, Heni, Ayu, Halidha, Manda. Terimakasih buat bantuannya selama menjalani kuliah bersama.

  10. Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk keluargaKu yakni kedua orang tuaku (Mama Caecilia yang selalu memberikan dorongan dan semangat untuk terus maju tanpa lelah, Papaku yang memberikan fasilitas untuk mempermudah mengerjakan skripsi), untuk kakakku Cindy dan adik- adikku Angel, Berto dan Si Nakal Joseph.

  11. Untuk Almh. nenekKu tersayang karena tanpa beliau penulis tak akan tumbuh sehat dan kuat, Terimakasih atas cinta dan kasih sayangnya yang amat berharga.

  12. Dan semua pihak yang telah membantu selama ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

  Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan sehingga dengan senang hati penulis akan menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

  Penulis Florentina Mutia Putri

  

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...........................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ...................................ii

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................iii

HALAMAN MOTO............................................................................................iv

HALAMAN PERSEMBAHAN..........................................................................v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................vi

ABSTRAK ..........................................................................................................vii

ABSTRACT .......................................................................................................... viii

LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ...........................ix

KATA PENGANTAR ........................................................................................x

DAFTAR ISI .......................................................................................................xiii

DAFTAR TABEL ...............................................................................................xvi

DAFTAR SKEMA ..............................................................................................xvii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xviii

  BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah ..........................................................................1 B. Rumusan Masalah ...................................................................................7 C. Tujuan Penelitian ....................................................................................8 D. Manfaat Penelitian ..................................................................................8 BAB II. LANDASAN TEORI ............................................................................9 A. Remaja Penyandang Cacat Fisik .............................................................9

  1. Pengertian Remaja ............................................................................9 2.

  Pengertian Remaja Penyandang Cacat Fisik .....................................11 B. Resiliensi Pada Remaja Penyandang Cacat Fisik ...................................14 1.

  Pengertian Resiliensi .........................................................................14 2. Aspek-aspek Resiliensi .....................................................................15 3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Resiliensi..................................17 C. Dukungan Sosial .....................................................................................18 1.

  Pengertian Dukungan Sosial .............................................................18 2. Aspek-aspek Dukungan Sosial ..........................................................21 3. Manfaat Dukungan Sosial .................................................................23 D. Dinamika Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Resiliensi Pada Remaja Penyandang Cacat Fisik ..........................................................................25

  E.

  Skema Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Resiliensi Pada Remaja Penyandang Cacat Fisik ..........................................................................28 F.

  Hipotesis ..................................................................................................29

  

BAB III. METODE PENELITIAN.....................................................................30

A. Jenis Penelitian ........................................................................................30 B. Identifikasi Variabel Penelitian ...............................................................30 C. Definisi Operasional................................................................................30 1. Resiliensi ...........................................................................................30 2. Dukungan Sosial ...............................................................................31 D. Subjek Penelitian .....................................................................................33 E. Metode Pengumpulan Data .....................................................................34

  F.

  Pengujian Validitas dan Reliabilitas .......................................................38 1.

  Uji Validitas ......................................................................................38 2. Uji Reliabilitas ..................................................................................38 3. Seleksi Item .......................................................................................39 G. Teknik Analisis Data ...............................................................................43

  

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................44

A. Persiapan Penelitian ................................................................................44 1. Perizinan Penelitian ...........................................................................44 2. Pelaksanaan Penelitian ......................................................................45 B. Karakteristik Subjek Penelitian ...............................................................45 C. Hasil Penelitian .......................................................................................47 1. Uji Asumsi ........................................................................................47 2. Uji Hipotesis......................................................................................49 D. Deskripsi Statistik Data Penelitian ..........................................................52 E. Pembahasan .............................................................................................53

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................56

A. Kesimpulan .............................................................................................56 B. Saran ........................................................................................................56

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................58

LAMPIRAN

  • – LAMPIRAN ...............................................................................62

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Spesifikasi Skala Resiliensi Sebelum Uji Coba ..................................35Tabel 3.2 Skor untuk item bersifat favorable......................................................35Tabel 3.3 Skor untuk item bersifat unfavorable..................................................35Tabel 3.4 Spesifikasi Skala Dukungan Keluarga Sebelum Uji Coba .................36Tabel 3.5 Spesifikasi Skala Dukungan Pembimbing Sebelum Uji Coba............37Tabel 3.6 Skor untuk item bersifat favorable......................................................37Tabel 3.7 Skor untuk item bersifat unfavorable..................................................38Tabel 3.8 Spesifikasi Skala Dukungan Keluarga Setelah Uji Coba....................41Tabel 3.9 Spesifikasi Skala Dukungan Pembimbing Setelah Uji Coba ..............42 Tabel 3.10Spesifikasi Item-item Skala Resiliensi SetelahUji Coba ...................43Tabel 4.1 Data Demografi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia ........................46Tabel 4.2 Data Demografi Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ..........................46Tabel 4.3 Uji Normalitas Data ............................................................................47Tabel 4.4 Model Summary Uji Hipotesis ............................................................49Tabel 4.5 Uji F Regresi ganda.............................................................................50Tabel 4.6 Uji Regresi Parsial ..............................................................................50Tabel 4.7 Deskripsi Statistik Data Penelitian ......................................................52

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Skema Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Resiliensi pada

Remaja Penyandang Cacat Fisik .........................................................................28

Gambar 2 : Scaterplot Dukungan Sosial dan Resiliensi......................................49

  DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN ..................................................................................................... 62

1.

  Uji Reliabilitas Skala dan Seleksi Item Dukungan Sosial ........................... 62

  1.1 Skala Dukungan Keluarga.............................................................. 62

  1.2 Skala Dukungan Keluarga Perhitungan kedua ............................... 64

  1.3 Skala Dukungan Keluarga Perhitungan ketiga .............................. 66

  1.4 Skala Dukungan Pembimbing ....................................................... 68

  1.5 Skala Dukungan Pembimbing Perhitungan kedua ......................... 69

  1.6 Skala Dukungan Pembimbing Perhitungan ketiga ......................... 70

  

2. Uji Reliabilitas Skala dan Seleksi Item Kemampuan Resiliensi .................. 72

  2.1 Skala Resiliensi .............................................................................. 72

  2.2 Skala Resiliensi Perhitungan kedua ............................................... 74

  2.3 Skala Resiliensi Perhitungan ketiga ............................................... 75

SKALA PENELITIAN .................................................................................... 78

UJI NORMALITAS ......................................................................................... 92

UJI LINIERITAS ............................................................................................. 93

UJI HIPOTESIS ............................................................................................... 95

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memasuki usia remaja, individu mengalami proses perkembangan yang

  

meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan

psikoseksual, perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka.

  

Perubahan-perubahan tersebut khususnya pembentukan cita-cita merupakan

proses pembentukan orientasi masa depan (Hurlock, 1990). Selain pembentukan

cita-cita, kondisi fisik merupakan bagian yang penting bagi remaja dalam

membentuk dirinya yang baru (Sudarsono, 2009). Kondisi fisik yang tidak sesuai

dengan harapan biasanya mengganggu ruang gerak remaja dalam beraktivitas dan

hidup bermasyarakat, hal ini terbukti pada remaja penyandang cacat fisik.

  Penyandang cacat fisik seringkali digambarkan sebagai figur yang

memiliki kekurangan. Banyak problem yang timbul sebagai akibat dari cacat fisik

yang disandang seseorang, baik yang menyangkut masalah penampilan,

pergaulan, maupun masalah keluarga. Pada umumnya karena faktor kekurangan

fisik, remaja penyandang cacat fisik akan merasa dirinya tidak berdaya dan tidak

berguna dalam menjalani menjadi anggota masyarakat (Sudarsono, 2009).

  Seorang remaja penyandang cacat fisik akan menghadapi masa-masa yang

cukup sulit, mereka akan merasa malu, minder, tidak percaya diri untuk

bersosialisasi dengan lingkungannya dan merasa tidak berguna (Haryono, 2009).

Beberapa penyebab cacat fisik yaitu cacat yang dibawa sejak lahir (bawaan), cacat

  2

karena ada penyakit tertentu dan cacat akibat suatu kecelakaan (perolehan),

remaja cacat fisik perolehan akan lebih sulit menerima kenyataan dibandingkan

remaja yang mengalami cacat fisik bawaan (Rahayu, 2007).

  Para penyandang cacat memang memiliki masalah yakni kekurangan pada

fisiknya, akan tetapi sebagian dari mereka memiliki semangat dan motivasi yang

tinggi untuk berprestasi. Hal tersebut didukung oleh penelitian Fidiana (2007)

mengenai perbedaan motivasi, yang menyatakan bahwa karyawan penyandang

cacat lebih memiliki motivasi berprestasi dibandingkan dengan karyawan yang

bukan penyandang cacat. Penelitian Fidiana tersebut menunjukkan bahwa

individu penyandang cacat fisik perlu memiliki motivasi dalam dirinya agar dapat

menggapai cita-cita dan terus berprestasi seperti orang normal atau bahkan

melebihi. Seorang remaja penyandang cacat fisik perolehan bernama Qian

Hangyan (15 tahun) berusaha menjadi seorang perenang setelah mengalami

kecelakaan pada tahun 2000 ketika usianya baru 3 tahun. Awalnya Qian merasa

sedih dan putus asa, namun dengan tekat dan usaha ia berhasil menjadi perenang

dengan menorehkan prestasi yang ia harapkan dari kecil

(http://Lutfilaros.blogspot.com/2011/10/07).

  Motivasi dalam diri Qian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki

keterbatasan dalam segi fisik dapat bangkit dan menerima keadaan dirinya dan

dapat menjalankan kehidupannya dengan baik. Remaja penyandang cacat fisik

ternyata mampu mengembangkan kemampuan-kemampuan yang ada pada diri

mereka, bahkan mereka dapat berprestasi layaknya orang normal pada umumnya.

Oleh sebab itu, keadaan cacat tidak berarti juga keadaan yang tidak bahagia. Hal

  3

tersebut menunjukkan bahwa remaja penyandang cacat fisik membutuhkan

kemampuan dalam diri mereka untuk dapat bertahan dalam masa sulit. Untuk itu

perlu tekat dan kemampuan dalam diri individu untuk melanjutkan hidup lebih

maju atau sering disebut dengan resiliensi.

  Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengatasi atau

beradaptasi terhadap stres yang ekstrim dan kesengsaraan (Garmezy, 1991). Hal

serupa diungkapkan oleh Tugade & Fredrikson (2004) yang menyatakan bahwa

resiliensi adalah kemampuan untuk melanjutkan hidup setelah ditimpa

kemalangan atau setelah mengalami tekanan yang berat, tetapi hal tersebut

menggambarkan adanya kemampuan tertentu pada individu. Resiliensi

dibutuhkan individu untuk mengelola konflik.

  Kenyataannya, tidak semua individu memiliki kemampuan resiliensi.

Sawrey & Telford (dalam Nuryati, 1998) mengemukakan bahwa perasaan takut

untuk terluka maupun ditolak secara sosial membentuk remaja penyandang cacat

menjadi seorang yang memiliki sikap inferior dan mempunyai keraguan akan

kemampuan yang dimilikinya. Perasaan takut dan sikap inferior dapat

menghambat pembentukan resiliensi. Padahal menurut Bobey (dalam Anggraeni,

2008) resiliensi sangat penting dibutuhkan oleh remaja penyandang cacat fisik

agar mereka dapat bangkitdan memperbaiki kekecewaan yang sedang dihadapi.

  Farihayati (2007) dalam penelitiannya mengungkapkan hal yang sama

bahwa individu yang memiliki resiliensi yang baik, mampu untuk bertahan di

bawah tekanan atau kesedihan dan tidak menunjukkan suasana hati yang negatif

terus menerus. Apabila resiliensi dalam diri seseorang meningkat, maka akan

  4

mampu mengatasi masalah-masalahnya, mampu untuk meningkatkan potensi-

potensi diri, lebih optimis, muncul keberanian dan kematangan emosi.

  Pernyataan oleh Farihayati menggambarkan bahwa resiliensi sangat

penting bagi individu yang memiliki kekurangan fisik. Remaja penyandang cacat

fisik yang memiliki kemampuan resiliensi dapat mengatasi berbagai permasalahan

kehidupan dengan cara mereka. Mereka akan mampu mengatasi permasalahan

sesulit apapun, dengan kondisi apapun secara cepat, sehingga keberadaan

resiliensi akan mengubah permasalahan menjadi sebuah tantangan. Bahkan

resiliensi dapat membantu individu lain yang merasa terpuruk dan rapuh. Oleh

karena itu, selain untuk membantu diri sendiri dalam menghadapi masalah yang

sulit, resiliensi yang terbentuk dalam diri individu dapat bermanfaat untuk

individu lain dengan memberikan motivasi dan dukungan.

  Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui bagaimana individu

tertentu lebih memiliki resiliensi daripada yang lain saat menghadapi

permasalahan dan peristiwa sulit. Salah satunya adalah penelitian Haryono (2009)

dalam studi kasus kualitatif terhadap remaja penyandang cacat fisik perolehan

yang melibatkan dua orang subyek remaja penyandang cacat perolehan yang

menyatakan bahwa resiliensi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan

faktor eksternal. Faktor internal berupa motivasi diri yang tinggi, perasaan harga

diri, rasa percaya diri, kemampuan untuk membentuk hubungan yang positif,

otonomi, dan menggunakan ketrampilan hidup. Faktor eksternal berupa dukungan

dari keluarga dan komunikasi dengan lingkungan sekitar. Penelitian Haryono

membuktikan bahwa dengan adanya dorongan dari dalam diri maupun dari luar

  5

individu akan membangkitkan semangat dan keyakinan bahwa, walaupun

memiliki kekurangan dalam hal fisik tidak akan mematahkan motivasi dalam diri

individu sendiri. Namun, semangat individu penyandang cacat fisik tidak

didukung oleh pandangan dan perlakuan masyarakat yang positif terhadap

keberadaan mereka.

  Fakta bahwa penyandang cacat fisik tidak merasa terdukung terdapat

dalam sebuah artikel mengenai penyandang cacat fisik. Artikel tersebut

memberitakan bahwa para penyandang cacat fisik mengeluh atas pelayanan bus

transjakarta dan sarana prasarana yang belum dapat memudahkan mereka dalam

menjalani aktifitas karena banyak infrastruktur yang rusak dan belum dibenahi.

Belum ada kesadaran sesama pengguna bus dan perhatian terhadap para

penyandang cacat fisik, selain itu sering terjadi miskomunikasi antara petugas dan

para penyandang cacat fisik. Petugas kurang memahami bagaimana seharusnya

memperlakukan penyandang cacat fisik (Ratya, 2010). Artikel tersebut

memperlihatkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam memberikan perhatian

bagi penyandang cacat fisik.

  Sama halnya dengan sumber artikel tersebut di atas, penelitian Saragih

(2010) mengenai pemberdayaan penyandang cacat dan komunitasnya,

mengungkapkan permasalahan yang sangat mendasar mengenai penyandang cacat

adalah kurangnya pemahaman masyarakat terkait tentang keberadaan penyandang

cacat. Adanya anggapan bahwa penyandang cacat dianggap sama dengan orang

sakit, tidak berdaya sehingga tidak perlu diberikan pendidikan, mereka cukup

dikasihani dan diasuh untuk kelangsungan hidup. Oleh sebab itu remaja

  6

penyandang cacat fisik perlu memperoleh dukungan yang dapat membentuk

dirinya yang baru dan lebih optimis.

  Menurut Siegel dalam Taylor (1995), dukungan sosial adalah informasi

dari orang lain bahwa ia dicintai dan diperhatikan, memiliki harga diri dan

dihargai, serta merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan kewajiban

bersama. Dari keadaan tersebut individu akan mengetahui bahwa, baik keluarga

maupun orang lain memperhatikan, menghargai, dan mencintainya. Saronson

dalam King (2010) menerangkan bahwa dukungan sosial dapat dianggap sebagai

sesuatu keadaan yang bermanfaat bagi individu yang diperoleh dari orang lain

yang dapat dipercaya.

  Manfaat dukungan sosial tersebut tidak didukung fenomena masyarakat

umum yang terlihat kurang mendukung penyandang cacat fisik. Selain masyarakat

umum, lingkungan sosial remaja penyandang cacat fisik yakni keluarga,

lingkungan pendidikan dan tetangga. Harapannya, lingkungan terdekat seperti

keluarga dan pembimbing dapat memberikan dukungan yang sesuai. Apakah

lingkungan terdekat seperti keluarga dan pembimbing juga tidak memberikan

dukungan seperti yang tampak di masyarakat umum. Dukungan keluarga

merupakan bagian kecil dari dukungan sosial akan tetapi diharapkan dari

dukungan keluarga yang dirasakan, individu relatif lebih tahan terhadap stress

(Graham and Moely, 1999), sedangkan dukungan pembimbing merupakan

dukungan untuk mengatur pelajaran individu agar mereka dapat memaksimalkan

potensi mereka, mengembangkan ketrampilan, meningkatkan kinerja dan menjadi

orang yang mereka inginkan (Parsloe, 2008). Kemudian, bagaimana jika keluarga

  7

dan pembimbing memberikan dukungan bagi mereka, apakah tingkat dukungan

yang tinggi memberikan dampak yang signifikan bagi kemampuan resiliensi

remaja penyandang cacat fisik.

  Hal yang berbeda diungkapakan oleh Sarafino (1998) bahwa dukungan

sosial tidak selalu memberikan efek positif dalam mempengaruhi efek kecemasan.

  

Dukungan sosial dapat berpengaruh negatif terhadap kondisi psikologis yang

disebabkan dukungan yang diperoleh tidak dianggap sebagai sesuatu yang

membantu. Hal ini terjadi karena dukungan yang diperoleh tidak cukup, individu

merasa tidak perlu dibantu atau merasa khawatir secara emosional sehingga tidak

memperhatikan dukungan yang diberikan, maka baik keluarga maupun

pembimbing perlu memperhatikan efek kecemasan yang kemungkinan terjadi

pada individu.

  Berdasarkan teori yang menyebutkan bahwa dukungan sosial berpengaruh

positif karena memberikan rasa kenyaman secara psikologis dan teori sebaliknya

yang menyatakan bahwa dukungan sosial dapat berpengaruh negatif dan

menyebabkan kecemasan maka, peneliti akan melakukan uji empirik hubungan

dukungan sosial dan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan pembahasan latar belakang di atas maka masalah yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik? ”

  8 C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan

antara dukungan sosial dan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik.

D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis Penelitian diharapkan dapat menambah wacana yang bermanfaat dan sumber acuan tambahan dalam bidang psikologi, khususnya mengenai hubungan dukungan sosial dan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik.

  2. Manfaat Praktis Manfaat praktis dalam penelitian ini, bagi remaja penyandang cacat fisik diharapkan dapat mengolah kemampuan dalam dirinya untuk lebih tahan terhadap tekanan. Selain itu, mereka perlu berpikir positif mengenai perlakuan dan pandangan yang mereka peroleh dari orang-orang sekitar agar mereka lebih sehat secara psikologis.

BAB II LANDASAN TEORI A. Remaja Penyandang Cacat Fisik

1. Pengertian Remaja

  Masa remaja adalah periode dari meningginya emosi, saat “badai dan tekanan,” namun hanya sedikit bukti menunjukkan bahwa ini bersifat universal atau menonjol atau menetap seperti anggapan orang pada umumnya (Hurlock,1990). Masa remaja merupakan suatu masa penghubung antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang menonjol pada periode ini adalah kesadaran yang mengandalkan mengenai diri sendiri, remaja mulai meyakini kemauan, potensi dan cita- citanya sendiri (Kartono, 1986). Batasan kronologis usia remaja yaitu antara usia 13 hingga 21 tahun (Soesilowindradini, 2006).

  Hall (dalam Santrock, 2007) menyatakan bahwa remaja merupakan masa pergolakan yang dipenuhi oleh konflik dan perubahan suasana hati. Menurut pandangan Hall, berbagai pikiran, perasaan dan tindakan remaja berubah-ubah antara kesombongan dan kerendahan hati, niat yang baik dan godaan, kebahagiaan dan kesedihan. Pada suatu saat remaja dapat bersikap sangat tidak menyenangkan terhadap teman sebayanya, sementara di saat lainnya bersikap baik, kadang membutuhkan privasi, namun beberapa detik kemudian menginginkan kebersamaan.

  Remaja seringkali disibukkan dengan tubuh mereka dengan

  10 Kesibukan dengan citra tubuh seseorang sangat kuat selama masa remaja (Santrock, 2002). Hal tersebut disebabkan oleh perubahan-perubahan biologis yang memicu peningkatan minat terhadap citra tubuh (Santrock, 1995).

  Perubahan fisik remaja diikuti oleh perubahan perkembangan kognitif. Menurut Piaget remaja memiliki pemikiran lebih abstrak daripada seorang anak. Remaja dapat membangkitkan situasi-situasi khayalan, kemungkinan-kemungkinan hipotesis, atau dalil-dalil dan penalaran yang lebih abstrak (Santrock, 1995). Berpikir formal atau “operasi formal” dialami oleh remaja dalam usia pertengahan masa remaja awal atau usia 11

  • – 15 tahun. Meskipun demikian tidak semua anak dalam usia tersebut dapat mencapai kemampuan berpikir formal karena ada orang yang menacapainya dalam usia remaja akhir atau bahkan dalam usia dewasa (Mappiare, 1994).

  Masa remaja disebut Sturm und Drang yang artinya suatu masa di mana terdapat ketegangan emosi yang disebabkan oleh perubahan- perubahan keadaan fisik remaja sebagai salah satu penyebannya. Sebab yang terutama sebenarnya adalah keadaan sosial, artinya hubungan anak dengan orang lain atau masyarakat yang tentunya mengharapkan reaksi lain dari anak remaja daripada ketika mereka masih kanak-kanak.

  Ketegangan emosional itu disebabkan karena remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang baru dan berlainan dari dirinya (Sarwono, 2007).

  11 Dari uraian di atas dapat dirangkum bahwa remaja adalah individu yang tumbuh menjadi dewasa dan terjadi pergolakan perubahan suasana hati, yang ditandai oleh perubahan atau perkembangan fisik, kognitif dan sosial- emosi. Remaja adalah masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa, rentang usia antara 13 hingga 21 tahun.

2. Pengertian Remaja Penyandang Cacat Fisik

  Undang-undang No 4 tahun 1997 Pasal 1 Ayat 1 tentang penyandang cacat menyatakan bahwa penyandang cacat adalah setiap orang yang mengalami kelaianan fisik dan/atau mental dan merupakan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya. Menurut Meichati (1971) penyandang cacat fisik adalah orang yang memiliki cedera pada fungsi otot, sehingga bagian tubuh tertentu tidak dapat digerakkan. Keadaan tubuh seperti ini dapat disebabkan beberapa hal, antara lain karena kecelakaan, penyakit ataupun karena faktor keturunan yang diperoleh selama dalam kandungan serta akibat kelahiran yang tidak wajar atau akibat salah asuh sehingga terjadi hambatan-hambatan perkembangan.

  Cacat fisik (tuna daksa) juga diartikan sebagai yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro muskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan termasTingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi, sedang yaitu memilki

  12 keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik (Dani, 2009).

  Individu memasuki usia remaja memiliki reaksi emosi yang berbeda- beda, terlebih pada remaja penyandang cacat fisik yang memiliki hambatan dalam penyesuaian diri dengan kondisi cacat yang dideritanya. Reaksi emosi yang ditunjukkan dapat berupa berdiam diri karena depresi, menyalahkan diri sendiri, kecewa, khawatir, dan membenci diri sendiri. Akibatnya adalah perasaan malu, murung, sedih, melamun, menyendiri, dan berputus asa (Mangunsong dalam Hani dan Savitry, 2007). Reaksi emosi yang negatif akibat penyesuaian diri yang buruk pada remaja penyandang cacat fisik dapat mempengaruhi perasaan suka atau tidak suka terhadap diri sendiri.

  Secara psikologis remaja penyandang cacat fisik perolehan tidak ingin diperlakukan seperti orang yang sudah tidak mampu melakukan apa- apa. Mereka ingin diperlakukan seperti orang normal, ingin apa yang sudah ia perbuat dapat dihargai oleh orang lain dan keinginan-keinginan tersebut pada umumnya mendapatkan dukungan dari orang disekitarnya terutama oleh keluarga. Dengan memberikan kesempatan kepada penyandang cacat fisik untuk melakukan sesuatu yang dapat mereka lakukan sendiri sesuai dengan keinginan mereka, maka seseorang telah memberikan kesempatan dan jalan yang baik untuk mencapai kemandirian (Herdiana dan Anita, 2007).

  13 Hurlock (1990) mengatakan bahwa cacat fisik yang dialami remaja dapat menghambat remaja melakukan hal-hal yang ingin dilakukukan layaknya teman sebaya. Hal tersebut dapat mengakibatkan kecanggungan dan kekakuan lebih serius pada periode atau masa remaja sehingga, kenyataan tersebut akan sulit diterima ketika remaja mengalami cacat fisik perolehan yakni disebabkan karena kecelakaan, bencana alam atau penyakit yang ia derita. Faktor kekurangan fisik dapat menyebabkan remaja penyandang cacat fisik merasa dirinya tidak berdaya dan tidak berguna dalam menjadi anggota masyarakat (Sudarsono, 2009). Akan tetapi tidak semua remaja penyandang cacat fisik mengalami hal tersebut, banyak juga remaja yang telah mencapai prestasinya dan menerima bentuk tubuh yang mereka miliki.

  Dari uraian di atas dapat dirangkum bahwa remaja penyandang cacat fisik adalah individu usia remaja yang memiliki kekurangan pada bagian tubuh yang menyebabkan mereka memiliki keterbatasan dalam melakukan aktifitasnya. Remaja memiliki reaksi emosi yang berbeda-beda akan tetapi remaja penyandang cacat fisik memiliki reaksi emosi yang lebih negatif. Mereka akan lebih mengembangkan emosi negatif akibat penyesuaian diri yang buruk. Selain itu mereka akan merasa canggung jika bergaul dengan teman sebayanya.

  14 B. Resiliensi Pada Remaja Penyandang Cacat Fisisk

1. Pengertian Resiliensi

  Istilah resiliensi diformulasikan pertama kali oleh Block (dalam Klohnen, 1996) dengan nama ego-resilience. Block menyatakan resiliensi sebagai kemampuan umum yang melibatkan kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dan luwes saat dihadapkan pada tekanan internal maupun eksternal.

  Resiliensi digambarkan sebagai kapasitas seseorang untuk menghadapi kesuksesan, mengarah pada tujuan yang positif dan dapat mengahapus trauma yang mereka alami untuk kesehatan psikologis

(Egeland, Carlson & Stroufe, 1993 dalam Kimhi and Shamai, 2004).

  Grotberg (2001) menjelaskan bahwa resiliensi merupakan kemampuan yang bersifat universal dan dengan kemampuan tersebut, individu, kelompok maupun komunitas mampu mencegah, meminimalisir ataupun melawan pengaruh yang bisa merusak saat mereka mengalami musibah atau kemalangan.

  Liquanti (dalam Chandra 2007), menyebutkan secara khusus bahwa resiliensi pada remaja merupakan kemampuan yang dimiliki remaja di mana mereka tidak mengalah saat menghadapi tekanan dan perbedaan dalam lingkungan.

  Tugade & Fredrikson (2004) mengatakan bahwa resiliensi adalah kemampuan psikologis seseorang dalam mencegah stress. Pemulihan

  15 individu terhadap stress tergantung tinggi rendahnya ketahanan yang dimiliki, tergantung pengalaman individu membangun emosi.

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa resiliensi merupakan kemampuan menghadapi tekanan atau permasalahan yang berat sehingga seseorang dapat mencegah dan meminimalisir pengaruh yang dapat mengakibatkan stress. Selain itu, kemampuan resiliensi yang dimiliki dapat mengarahkan individu pada kesuksesan dan tujuan yang positif.

2. Aspek-aspek Resiliensi

  Resiliensi ditandai oleh kemampuan untuk bangkit kembali dari pengalaman emosi negative dan adaptasi fleksibel dengan tututan perubahan pengalaman stress yang dialami. Definisi ini menangkap kerangka pikiran yang terkait dengan berbagai hasil macam perilaku dan psikologis individu (Tugade and Fredrickson, 2004).

  Individu dapat dikatakan memiliki kemampuan resiliensi jika individu memiliki aspek atau ciri seperti berikut : a.

  Optimis Remaja Tuna Daksa yang resilien adalah remaja yang optimis.

  Mereka yakin bahwa berbagai hal dapat berubah menjadi lebih baik. Mereka memiliki harapan untuk masa depan dan percaya bahwa mereka dapat mengontrol arah kehidupannya. Remaja yang optimis lebih sehat secara fisik dan tidak mengalami depresi dan lebih berprestasi di sekolah.

  16 b.

  Zestful atau penuh semangat Remaja Tuna Daksa yang resilien adalah remaja yang penuh semanga. Mereka tidak mudah menyerah dengan kegagalan atau penolakan yang mereka alami. Mereka mampu belajar dari kesalahan dan bangkit dari suatu kegagalan. Mereka tidak akan berhenti meskipun sudah gagal berulang-ulang.

  c.

  

Sikap ingin tahu dan terbuka terhadap pengalaman baru

Remaja Tuna Daksa yang resilien adalah remaja yang memiliki sikap ingin tahu dan terbuka terhadap pengalaman baru. Mereka memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif dan mampu beradaptasi dengan tempat dan situasi yang baru.

  d.

  Emosi positif Remaja Tuna Daksa yang resilien adalah remaja yang memiliki emosi positif. Emosi positif adalah ketika seseorang merasa gembira, ada ketenangan dalam dirinya, ada perasaan bersyukur dan cinta yang tulus. Dari uraian di atas dirangkum bahwa remaja penyandang cacat fisik yang berkemampuan resiliensi memiliki sikap optimis, penuh semangat, seseorang yang ingin tahu dan terbuka terhadap pengalaman baru dan memiliki emosi positif.

  17

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Resiliensi

  Masten and Reed (dalam Baumgardner, 2009) menjelaskan 3 kategori umum protective factor atau faktor pelindung seseorang agar individu dengan merasa terlindungi dan dijaga sehingga individu merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas. Protective factor pembentuk kemampuan resiliensi antara lain dalam diri anak, dalam diri keluarga, dan dalam masyarakat atau komunitas.

  Protective factors dalam diri anak meliputi: 1.

  Intelektual yang baik dan kemampuan memecahkan masalah 2. Memiliki sikap santai dan seorang pribadi yang dapat beradaptasi dengan perubahan

  3. Memiliki citra diri yang positive dan keefektifan pribadi 4.

  Kemampuan untuk regulasi dan pengendalian emosi dan impuls 5. Bakat individu dinilai dari individu dan dari budayanya 6. Rasa humor yang

  Protective factors dalam diri keluarga meliputi: 1.

  Hubungan dekat dengan orangtua atau orang lain yang memberikan kenyamanan

  2. Dukungan dan kehangatan orangtua yang memberikan aturan dan ekspektasi yang jelas

  3. Positif emosi dengan sedikit konflik antara orangtua

  18 5.

  Orangtua yang terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka 6. Orangtua yang memiliki sumber daya keuangan yang memadai

  Protective factors dalam komunitas atau kelompok masyarakat meliputi: 1.

  Pergi ke sekolah yang baik 2. Terlibat dalam organisasi sosial, sekolah dan masyarakat 3. Tinggal di lingkungan dimana terdapat orang-orang yang peduli, yang dapat mengatasi masalah dan meningkatkan semangat

4. Tinggal di lingkungan yang aman 5.

  Tersedia kemudahan yang kompeten dan responsif untuk hal

darurat, kesehatan masyarakat dan pelayanan sosial

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa remaja penyandang cacat fisik perlu memiliki citra diri positif, pengendalian emosi yang baik, rasa humor dan mengasah bakat yang individu miliki. Selain itu, remaja penyandang cacat fisik perlu memiliki hubungan baik dengan orang tua dan orang lain, serta terlibat dalam keanggotaan masyarakat baik di sekolah maupun di lingkungan rumah agar mereka dapat menumbuhkan kemampuan resiliensi.

C. Dukungan Sosial

1. Pengertian dan Sumber Dukungan Sosial

a. Pengertian dukungan sosial

  Dukungan sosial (social support) adalah informasi dan umpan balik dari orang lain yang menunjukkan bahwa seseorang dicintai dan

  19 diperhatikan, dihargai dan dihormati, dilibatkan dalam jaringan komunikasi dan kewajiban yang timbal balik (Taylor dalam King, 2010).

  Dukungan sosial merupakan kenyamanan secara fisik dan psikologis yang diberikan oleh orang lain. Sebagian alasannya adalah karena berhubungan dengan orang lain adalah sumber dari rasa nyaman ketika kita merasa tertekan. Adanya dukungan sosial membantu untuk menghalau penyakit dan memungkinkan seseorang untuk cepat sembuh dan mencegah individu dari bahaya stress (Sarason and Pierce dalam Baron and Byrne, 2005).

  Dukungan sosial juga sering dikenal dengan istilah lain yaitu dukungan yang berupa simpati, yang merupakan bukti kasih sayang, perhatian, dan keinginan untuk mendengarkan keluh kesah orang lain. Sejumlah orang lain yang potensial memberikan dukungan disebut sebagai significant other, misalnya sebagai seorang anak significant other nya adalah orang tua dan saudara (Aprinawati dan Sulistyorini, 2007).

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial adalah bukti kasih sayang dan perhatian yang dirasakan individu sehingga individu merasa dicintai, diperhatikan, dihargai dan dihormati. Dari dukungan tersebut individu akan merasa nyaman secara fisik dan psikologis sehingga sedikit demi sedikit rasa tertekan tersebut akan berkurang.

  20

b. Sumber dukungan sosial

  Dukungan sosial dapat diperoleh dari siapa saja, tergantung kedekatan individu dengan orang lain. Thorst (dalam Bowo, 2009) mengungkapkan bahwa dukungan sosial bersumber dari orang-orang yang memiliki hubungan berarti bagi individu seperti keluarga, teman dekat, pasangan hidup, rekan kerja, tetangga, dan saudara.

  Sarafino (1990) menyatakan bahwa kebutuhan, kemampuan dan sumber dukungan mengalami perubahan sepanjang kehidupan seseorang.

  Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh individu dalam proses sosialisasinya. Dukungan keluarga dapat mendatangkan rasa senang, rasa aman, rasa puas, rasa nyaman dan membuat orang yang bersangkutan merasa mendapatkan dukungan emosional yang akan mempengaruhi kesejahteraan jiwanya.

  Remaja penyandang cacat fisik membutuhkan dukungan yang sama pentingnya yakni dari guru maupun pembimbing mereka karena guru merupakan komponen utama dalam proses pembelajaran. Guru berperan penting dalam mengajar anak-anak remaja di sekolah. Dukungan pembimbing adalah bantuan berupa pengajaran, bimbingan, nasehat dan pengetahuan yang dapat membuat seseorang menjadi pandai, berbakat dan bertanggung jawab (Wulandari,2010).

  21 Kekuatan dukungan sosial yang berasal dari relasi yang terdekat tersebut merupakan salah satu proses psikologis yang dapat menjaga perilaku sehat dalam diri seseorang. Dukungan yang diterima dapat diolah menjadi hal yang positif jika diberikan dengan tulus oleh para pemberi dukungan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial merupakan

kenyaman secara fisik dan psikologis yang diberikan oleh orang lain sehingga

individu merasa diperhatikan, dihargai, dan dihormati. Dukungan sosial dapat

diperoleh dari siapa saja khusunya dari keluarga dan orang terdekat lainnya

seperti guru atau pembimbing dan dari sahabat baik. Remaja penyandang cacat

fisik yang berada di pusat rehabilitasi kemungkinan akan merasa dekat dengan

guru maupun pembimbing mereka dan yang paling dekat adalah dengan

keluarga mereka.

2. Aspek-aspek Dukungan Sosial

  House (dalam Smet, 1994) membedakan empat aspek dukungan sosial, yaitu : a.

  Dukungan emosional Dukungan emosional membantu remaja penyandang cacat fisik menjadi yakin bahwa orang lain tersebut mampu memberikan cinta dan kasih sayang kepadanya. Aspek ini melibatkan kekuatan jasmani dan keinginan untuk percaya pada orang lain.

  22 b.

  Dukungan instrumental Dukungan ini meliputi bantuan secara langsung sesuai dengan yang dibutuhkan oleh seseorang. Aspek ini meliputi penyediaan sarana untuk mempermudah atau menolong orang lain sebagai contohnya adalah peralatan, perlengkapan dan sarana pendukung lain dan termasuk didalamnya memberikan peluang waktu.

  c.

  Dukungan informatif Bentuk dukungan ini mencakup pemberian nasihat, petunjuk, saran atau umpan balik yang diperoleh dari orang lain, sehingga individu dapat membatasi masalahnya dan mencoba mencari jalan keluar untuk memecahkan masalahnya. Jenis dukungan ini seringkali disediakan oleh pekerja perawatan kesehatan.

  d.

  Dukungan penghargaan Aspek ini terdiri atas dukungan sosial yang meliputi umpan balik, dorongan untuk maju, dan persetujuan dengan gagasan atau perasaan individu. Dukungan ini berasal dari teman dekat, terapis, anggota keluarga, atau kelompok pendukung lainnya. Dari keseluruhan aspek dukungan sosial diperoleh indikator bahwa: 1.

  Seseorang yang memperoleh dukungan emosional merasa disayangi dan dikasihi.

  2. Seseorang yang memperoleh dukungan instrumental merasa dibantu dengan perlengkapan, fasilitas dan sarana pendukung lainnya dan didalamnya termasuk peluang dan waktu.

  23 3.

  Seseorang yang memperoleh dukungan informative merasa diberikan nasihat dan saran yang efektif sehingga terbantu dalam memecahkan masalah.

  4. Seseorang yang memperoleh dukungan penghargaan merasa terdorong untuk lebih maju karena penerimaan gagasan dan perasaan individu. Dari uraian diatas dapat dirangkum bahwa dukungan sosial yang diperoleh dapat bermacam-macam bentuknya seperti dukungan berupa kasih sayang, dukungan berupa sarana atau fasilitas, dukungan berupa nasihat, petunjuk dan saran, terakhir yakni dukungan berupa dorongan yang dapat memotivasi seseorang untuk maju.

3. Manfaat Dukungan Sosial

  Menurut Saronson (dalam Bowo, 2009) dukungan sosial memiliki peranan penting untuk mencegah dari ancaman kesehatan mental.

  Individu yang memiliki dukungan sosial yang lebih kecil, lebih memungkinkan mengalami konsekuensi psikis yang negatif. Individu yang memperoleh dukungan sosial yang tinggi akan menjadi individu yang lebih optimis dalam menghadapi kehidupan saat ini maupun masa yang akan datang, lebih terampil dalam memenuhi kebutuhan psikologi dan memiliki sistem yang lebih tinggi, serta tingkat kecemasan yang lebih rendah, mempertinggi interpersonal skill (keterampilan interpersonal).

  Effendi dan Tjahjono (1999) menyatakan bahwa dukungan sosial

  24 mengalami tekanan, sehingga menimbulkan pengaruh positif yang dapat mengurangi gangguan psikologis. Selain itu dukungan sosial dapat dijadikan pelindung untuk melawan perubahan peristiwa kehidupan yang berpotensi penuh dengan stres, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis karena adanya perhatian dan pengertian akan menimbulkan perasaan memiliki, meningkatkan harga diri dan kejelasan identitas diri, serta memiliki perasaan positif mengenai diri mereka. Dukungan sosial secara efektif menurunkan tekanan psikologis selama masa penuh tekanan (Taylor dalam King, 2010).

  Hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan dukungan adalah persepsi individu terhadap dukungan yang diterimanya, baik itu positif maupun negatif sangat tergantung pada siapa yang memberikan dukungan. Jika individu memiliki hubungan baik serta dekat dengan orang yang memberikan dukungan maka akan bermanfaat dan memberikan pengaruh positif bagi individu yang menerima dukungan.

  Begitupula sebaliknya, jika individu memiliki hubungan yang kurang baik serta kurang dekat dengan orang yang memberikan dukungan maka akan memberikan pengaruh negatif bagi individu yang menerima dukungan (Sarafino, 1998).

  

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki

berbagai manfaat bagi individu antara lain mencegah dari ancaman kesehatan

mental, individu lebih optimis dalam menghadapi kehidupan saat ini maupun

masa yang akan datang, harga dirinya lebih meningkat, mengurangi tingkat

  25 kecemasan individu dan mengurangi tingkat stres. Dukungan sosial dapat dirasakan manfaatnya tergantung dengan individu yang memperolehnya dan bagaimana persepsi individu terhadap dukungan yang diterimanya.

D. Dinamika Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Resiliensi Pada Remaja Penyandang Cacat Fisik

  Remaja adalah masa meningginya emosi, saat “badai dan tekanan” (Hurlock, 1990). Masa remaja merupakan suatu masa penghubung antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa (Kartono, 1986). Remaja adalah individu yang tumbuh menjadi dewasa, ditandai oleh perubahan atau perkembangan fisik, kognitif dan sosial- emosi. Kesibukan dengan citra tubuh seseorang sangat kuat selama masa remaja. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan-perubahan biologis yang memicu peningkatan minat terhadap citra tubuh (Santrock, 1995).

  Dengan mulainya masa remaja, anak remaja menyadari betapa penting arti hubungan yanng baik dalam masyarakat. Anak remaja ingin sekali menjadi populer dan disenangi dikalangan teman-teman. Ada anak- anak remaja yang tidak dapat bergaul dalam masyarakat dan dengan siapapun juga. Hal ini dapat menjadi persoalan bagi remaja karena biasanya anak-anak remaja akan merasa rendah diri ketika bergaul di lingkungannya.

  Seorang remaja sebaiknya menyadari, bahwa hanya dengan bergaul dalam masyarakat, dia dapat merasa dirinya sebagai seorang individu (Soesilowindradini, 2006).

  26 Bagi remaja, kondisi fisik merupakan bagian yang penting dalam membentuk dirinya yang baru. Hurlock (1990) mengatakan bahwa cacat fisik yang dialami remaja dapat menghambat remaja melakukan hal-hal yang ingin dilakukukan layaknya teman sebaya. Hal tersebut dapat mengakibatkan kecanggungan dan kekakuan lebih serius pada periode atau masa remaja. Pada umumnya karena faktor kekurangan fisik, remaja penyandang cacat fisik akan merasa dirinya tidak berdaya dan tidak berguna dalam menjadi anggota masyarakat (Sudarsono, 2009). Oleh sebab itu mereka akan sulit bergaul di lingkungan tempat tinggal.

  Masa remaja adalah masa penentuan, apabila seseorang melewati masa remajanya dengan kegagalan, dimungkinkan akan menemukan kegagalan dalam perjalanan kehidupan pada masa berikutnya. Sebaliknya apabila masa remaja diisi dengan kegiatan yang sangat produktif untuk menyiapkan diri saat memasuki tahapan kehidupan selanjutnya, sangat mungkin seseorang akan mendapatkan kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. Dengan demikian, masa remaja menjadi kunci sukses dalam memasuki tahapan kehidupan selanjutnya (Hall dalam Papalia, 1998). Oleh karena itu dukungan sosial sangat penting diperuntukan bagi remaja penyandang cacat fisik.

  Dengan adanya dukungan sosial baik berupa dukungan keluarga maupun dukungan dari pembimbing yang diterima dengan baik, dapat memberikan motivasi dalam diri remaja penyandang cacat fisik sehingga mereka dapat mengembangkan citra diri positif, mengembangkan bakat,

  27 merasa nyaman tinggal di lingkungannya dan memiliki kemampuan mengendalikan emosi, sehingga mereka memiliki ketahanan dalam menghadapi masalah.

  Dari uraian tersebut peneliti berasumsi bahwa orang yang memperoleh dukungan sosial yang tinggi maka ia akan memiliki kemampuan resiliensi atau ketahanan yang tinggi, begitupula sebaliknya jika remaja penyandang cacat fisik menerima dukungan sosial yang rendah, resiliensi atau ketahanannya pun akan rendah.

  28 E. Skema Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Resiliensi Pada Remaja Penyandang Cacat Fisik

  

Gambar 1: Skema hubungan dukungan sosial dan resiliensi pada remaja

penyandang cacat fisik.

  Remaja yang mengalami Cacat Fisik Menerima dukungan sosial dari keluarga maupun dari pembimbing

  Merasa dicintai, dihargai, diperhatikan dan dihormati (remaja resilient)

  Remaja penyandang cacat fisik mengembangkan citra diri positif dan bakat, merasa nyaman tinggal di lingkungannya, memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi.

  Resiliensi Tinggi

   Mengalami kecanggungan dan kekakuan  Merasa dirinya tak berdaya dan tidak berguna

  29 F. HIPOTESIS Hipotesis yang dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik. Remaja penyandang cacat fisik yang memperoleh dukungan sosial (dukungan

keluarga daan pembimbing), memiliki kemampuan resiliensi yang tinggi.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelasional, yang bertujuan

  untuk mengetahui kecenderungan pola pada satu variabel berdasarkan kecenderungan pola pada variabel lain (Santoso, 2010). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik.

B. Identifikasi Variabel Penelitian

  Penelitian ini memiliki dua variabel yang diidentifikasikan sebagai berikut :

  1. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan sosial yang berdasarkan pada dukungan keluarga dan dukungan pembimbing yang dirasakan.

2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah resiliensi.

C. Definisi Operasional

1. Resiliensi

  Resiliensi adalah kemampuan psikologis yang dimiliki seseorang dalam mencegah dan meminimalisir tekanan baik internal maupun eksternal sehingga seseorang dapat mencegah terjadinya stres, selain itu seseorang menghadapi kesuksesan. Tinggi rendahnya kemampuan resiliensi seseorang diukur dengan skala resiliensi yang disusun berdasarkan indikator yang dikemukakan oleh Tugade and Frederickson (2004).

  Semakin tinggi skor skala resiliensi maka semakin tinggi pula kemampuan remaja penyandang cacat fisik dalam meminimalisir atau mencegah tekanan baik internal maupun eksternal sehingga mereka dapat mencegah stress dan mampu menggapai kesuksesan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah skor skala resiliensi maka semakin rendah kemampuan remaja penyandang cacat fisik dalam meminimalisir atau mencegah tekanan baik internal maupun eksternal sehingga mereka tidak dapat mencegah stress dan tidak ada kesanggupan menggapai kesuksesan.

2. Dukungan Sosial

  Dukungan sosial ialah perasaan nyaman ketika individu berhubungan dan berbagi dengan oranng lain mengenai hal-hal yang dirasakan individu baik suka maupun duka sehingga individu merasa terlindungi dan termotivasi.

  Dalam penelitian ini dukungan yang diperoleh dibagi ke dalam dua sumber dukungan yakni dukungan keluarga dan dukungan pembimbing, karena ketika individu memperoleh suatu dukungan dari keluarga kondisinya akan berbeda dengan ketika individu memperoleh dukungan dari pembimbing.

  a. Dukungan Keluarga Dukungan keluarga merupakan dukungan yang bersumber dari keluarga yakni lingkungan pertama yang dikenal individu dalam proses sosialisasinya. Dukungan keluarga dapat mendatangkan rasa nyaman dan membuat orang yang memperoleh dukungan merasa nyaman, aman dan mendapatkan dukungan secara emosional yang

akan mempengaruhi kesejahteraan jiwanya (Sarafino, 1990)

b. Dukungan Pembimbing

  Dukungan pembimbing merupakan bantuan berupa pengajaran atau pembelajaran, bimbingan, nasehat dan pengetahuan yang dapat membuat seseorang menjadi pandai, berbakat dan bertanggung jawab (Wulandari,2010).

  Dukungan keluarga dan pembimbing diukur dengan skala yang sama yakni skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan empat kriteria berdasarkan House (dalam Smet 1994) antara lain.

  Semakin tinggi skor dukungan keluarga maka semakin tinggi pula perasaan nyaman yang dirasakan remaja penyandang cacat fisik ketika berada dekat dengan keluarganya. Begitu pula sebaliknya semakin rendah skor dukungan keluarga maka semakin rendah perasaan nyaman yang dirasakan remaja penyandang cacat fisik ketika berada dekat dengan keluarganya.

  Semakin tinggi skor dukungan pembimbing maka semakin tinggi pula perasaan nyaman yang dirasakan remaja penyandang cacat fisik berada dekat dengan pembimbingnya. Begitu pula sebaliknya semakin rendah skor dukungan pembimbing maka semakin rendah perasaan nyaman yang dirasakan remaja penyandang cacat fisik ketika dekat dengan pembimbingnya.

D. Subjek Penelitian

  Subjek dalam penelitian ini adalah remaja penyandang cacat fisik yang berjumlah 40 orang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan subjek yang didasarkan atas ciri atau karakteristik yang sudah diketahui sebelumnya.

  Adapun cirri-ciri atau karakteristik yang diikutsertakan sebagai berikut : a.

  

Remaja penyandang cacat fisik perolehan

b. Memiliki usia sesuai dengan batasan kronologis usia remaja menurut Soesilowindradini (2006) yakni usia 13 sampai 21 tahun di BRTPD (Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas).

  Dalam hal ini pemilihan subjek didasarkan pada perubahan fisik remaja diikuti oleh perubahan perkembangan kognitif. Karena menurut Piaget remaja memiliki pemikiran lebih abstrak daripada seorang anak. Sehingga remaja dianggap dapat mengambil keputusan sesuai dengan

E. Metode Pengumpulan Data

  Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode survei dengan menggunakan skala dukungan sosial dan Skala resiliensi yang diisi subyek yang bersangkutan (subyek

mengisi berdasarkan persepsi mengenai diri mereka masing-masing).

  Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala model Likert yaitu pernyataan yang menggunakan empat pilihan jawaban atau respon dari subjek. Skala ini berisi pernyataan yang terstruktur dan subjek hanya memilih satu jawaban yang sesuai dengan kondisi diri subjek (Azwar, 2010).

  1. Skala Resiliensi Alat ukur yang digunakan untuk mengukur resiliensi dalam penelitian ini adalah skala resiliensi. Skala resiliensi diukur berdasarkan komponen dan indikator yang diungkapkan dalam penelitian Tugade dan Fredrickson (2004) yakni remaja penyandang cacat fisik yang memiliki kemampauan resiliensi adalah remaja yang memiliki sikap optimis, penuh semangat, sikap ingin tahu, emosi positif. Peneliti menyusun 40 pernyataan.

  

Pernyataan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1 Spesifikasi Skala Resiliensi Sebelum Uji Coba

  40 Skala resiliensi diukur dengan menggunakan skala likert yang disusun berdasarkan pernyataan favorable dan unfavorable dan menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu Sangat Sesuai (SS),

Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS).

  3 Sangat tidak sesuai (STS)

  2 Tidak sesuai (TS)

  1 Sesuai (S)

  1 Tabel 3.3

Skor untuk item bersifat unfavorable

Respon Skor

Sangat sesuai (SS)

  2 Sangat tidak sesuai (STS)

  3 Tidak sesuai (TS)

  4 Sesuai (S)

  

Respon Skor

Sangat sesuai (SS)

Tabel 3.2 Skor untuk item bersifat favorable

  20

  No. Aspek No Item Jumlah Favorabel Unfavorabel 1.

  20

  10 Jumlah

  10

  10

  10

  4,22,28,29,32 5,10,25,33,34 11,20,30,36,39 3,7,21,35,37

  1,8,13,17,27 2,9,14,18,23 6,15,19,24,40 12,16,26,31,38

  4. Optimis Penuh semangat Sikap ingin tahu Positive Emotion

  3.

  2.

  4 Semakin tinggi skor subjek, maka semakin tinggi kemampuan resiliensi subjek. Sebaliknya, semakin rendah skor subjek, maka semakin rendah kemampuan resiliensi subjek.

  2. Skala Dukungan Sosial Alat ukur yang digunakan untuk mengukur dukungan keluarga dan dukungan pembimbing dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial. Skala dukungan sosial diukur berdasarkan komponen dan indikator yang dikemukakan oleh House (dalam Smet, 1994) yakni berdasarkan dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informative, dukungan penghargaan yang mereka rasakan. Peneliti menyusun 64 pernyataan. Dukungan keluarga terdiri dari 40 pernyataan dan dukungan pembimbing terdiri dari 24 Pernyataan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.4 Spesifikasi Skala Dukungan Keluarga Sebelum Uji Coba

  

No. Aspek dukungan Nomor Item Total

favorabel unfavorabel

  1. Dukungan emosional 1, 22, 27, 30, 40 2, 7, 34, 50, 54

  10

  2. Dukunngan instrumental 3, 9, 14, 45, 56 4, 20, 25, 37, 42

  10

  3. Dukungan informatif 5, 11, 18, 41, 49 35, 38, 43, 51, 53

  10

  4. Dukungan penghargaan 21, 26, 39, 48, 59 13, 33, 52, 55, 63

  10 Jumlah

  20

  20

  40

Tabel 3.5 Spesifikasi Skala Dukungan Pembimbing Sebelum Uji Coba

  

No. Aspek dukungan Nomor Item Total

favorabel unfavorabel

  1. Dukungan emosi 6, 16, 29 23, 36, 46

  6

  2. Dukunngan instrumental 10, 28, 31 8, 15, 61

  6

  3. Dukungan informatif 19, 32, 57 12, 47, 64

  6

  4. Dukungan penghargaan 44, 58, 62 17, 24, 60

  6 Jumlah

  12

  12

  24 Skala dukungan sosial diukur dengan menggunakan skala likert yang disusun berdasarkan pernyataan favorable dan unfavorable dan menggunakan empat alternatif jawaban sesuai dengan kondisi individu saat dilakukan pengambilan data, yaitu Sangat sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS) Tabel 3.6

  Skor untuk item bersifat favorable Respon Skor Sangat sesuai (SS)

  4 Sesuai (S)

  3 Tidak sesuai (TS)

  2 Sangat tidak sesuai (STS)

  1

Tabel 3.7 Skor untuk item bersifat unfavorable

  Respon Skor Sangat sesuai (SS)

  1 Sesuai (S)

  2 Tidak sesuai (TS)

  3 Sangat tidak sesuai (STS)

  4 Semakin tinggi skor subjek, maka semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh subjek. Sebaliknya, semakin rendah skor subjek, maka semakin rendah dukungan sosial yang diperoleh subjek.

F. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

  1. Uji Validitas Penelitian ini menggunakan validitas yang telah diuji yaitu validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi melalui pengujian isi tes dengan analisis rasional dan professional judgment yang diperoleh melalui penilaian dosen pembimbing.

  Validitas isi digunakan untuk melihat sejauhmana aitem-aitem dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur (Azwar, 2008).

  2. Uji Reliabilitas Dalam penelitian ini reliabilitas melihat pada konsistensi hasil pengukuran. Taraf reliabilitas diartikan sebagai sejauhmana hasil apabila dalam pelaksanaan pengukuran diperoleh hasil yang relatif sama. Estimasi reliabilitas diperoleh dengan menggunakan koefisiensi alpha cronbach yang digunakan hanya dalam satu kali percobaan dalam satu kelompok subjek (Azwar, 2008). Nilai reliabilitas

dianggap memuaskan jika memperoleh nilai sebesar 0,900.

  Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas dengan menggunakan SPSS for windows versi 16, skala dukungan keluarga memiliki koefisiensi alpha cronbach sebesar 0,839 dan skala dukungan kelurga memiliki koefisiensi alpha cronbach sebesar 0,799. Hasil tersebut menunjukkan kedua skala tersebut reliabel. Sedangkan skala resiliensi koefisiensi alpha cronbach sebesar 0,921 yang berarti skala tersebut juga reliabel.

3. Seleksi Item

  Dalam penelitian ini seleksi item dilakukan pada 40 subjek remaja penyandang cacat fisik. Seleksi item dilakukan untuk melihat sejauhmana item-item tes dapat membedakan antara subjek dengan subjek yang lainnya yang memiliki mapun yang tidak memiliki atribut yang ingin diukur (Azwar,2008). Dalam penelitian ini seleksi aitem dilakukan dengan komputasi koefisien korelasi antara skor item dengan distribusi skor skala yang menghasilkan korelasi aute total. Kriteria pemilihan item yang sahih berdasarkan korelasi item total dengan batasan r ix

  ≥0.30. semua item yang mencapai 0,3 atau lebih dianggap memiliki daya beda item yang memuaskan, sedangkan item yang memiliki korelasi item total dibawah 0,3 dianggap sebagai item yang memiliki daya beda yang rendah sehingga dinyatakan gugur.

1. Skala Dukungan Keluarga

  Berdasarkan hasil dari uji coba skala dukungan keluarga menunjukkan bahwa dari 40 item, yang gugur sebanyak 16 item sehingga tersisa 24 item. Item-item yang gugur ialah 7, 11, 21, 22, 26, 27, 30, 33, 34, 35, 39, 45, 48, 55, 56, 59. Sedangkan 24 item yang tersisa ialah item nomer 1, 2, 3, 4, 5, 9, 13, 14, 18, 20, 25, 37, 38, 40, 41, 42, 43, 51, 52, 53, 54, 63.

  Item lolos seleksi dengan koefisiensi daya beda (r ix ≥0.30). Namun 24 item tersebut tidak memiliki proporsi yang baik dalam empat aspek dukungan sosial sehingga agar dapat mewakili setiap aspek peneliti mengambil beberapa item yang memiliki korelasi item total yang paling tinggi diantara anggota kelompok aspek untuk dapat mewakili aspek tersebut dan mengurangi empat item yang lain untuk menggantikan item yang gugur. Hasilnya diperoleh 22 item sahih.

Tabel 3.8 Spesifikasi Skala Dukungan Keluarga Setelah Uji Coba

  

No. Aspek dukungan Nomor Item Total

favorabel unfavorabel

  1. Dukungan emosi 1, 22, 27, 40 2, 54

  6

  2. Dukunngan instrumental 14 4, 20, 25, 37, 42

  6

  3. Dukungan informatif 18, 41 38, 43, 51, 53

  6

  4. Dukungan penghargaan 13, 52, 55, 63

  4 Jumlah

  7

  15

  22

2. Skala Dukunngan Pembimbing

  Pada skala dukungan pembimbing, peneliti menurunkan standar korelasi item total dari 0,3 menjadi 0,25 untuk mengurangi jumlah item yang gugur. Hal tersebut tidak dianjurkan namun diperbolehkan untuk memperoleh kestabilan pada aspek karena menurut Azwar (2008) koefisien reliabilitas dapat berkisar antara 0,0 sampai dengan 1,0. Item-item yang gugur antara lain 12, 15, 24, 28, 29, 31, 47, 57, 58. Sedangkan item yang tersisa berjumlah 15 item antara lain 6, 8, 10, 16, 17, 19, 23, 32, 36, 44, 46, 60, 61, 62 dan 64. Skala resiliensi memiliki proporsi yang baik dan item yang gugur diperoleh sebanyak 7 item antara lain item nomer 7, 13, 23, 27, 29, 30, 37 dan diperoleh aitem sahih sebanyak 33 item antara lain 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19 20, 21,

22, 24, 25, 26, 28, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 38, 39, 40.

Tabel 3.9 Spesifikasi Skala Dukungan Pembimbing Setelah Uji Coba

  

No. Aspek dukungan Nomor Item Total

Favorabel Unfavorabel

  1. Dukungan emosi 6, 16 23, 36, 46

  5

  2. Dukunngan instrumental 10 8, 61

  3

  3. Dukungan informatif 19, 32

  64

  3

  4. Dukungan penghargaan 44, 62 17, 60

  4 Jumlah

  7

  8

  15

3. Skala Resiliensi

  Item lolos seleksi dengan koefisiensi daya beda (r ix ≥0.30). Skala resiliensi terdiri dari 40 item dan diperoleh 33 item yang lolos seleksi. Item yang lolos seleksi antara lain 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 28, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 38, 39 dan 40. Seluruh item memiliki proporsi yang stabil dalam empat aspek resiliensi.

Tabel 3.10 Spesifikasi Item-item Skala Resiliensi Setelah Uji Coba

  No. Aspek No Item Jumlah Favorable Unfavorable

  1. Optimis 1,8,17 4,22,28,32

  7

  2. Penuh semangat 2,9,14,18 5,10,25,33,34

  9

  3. Sikap ingin tahu 6,15,19,24,40 11,20,36,39

  9

  4. Positive Emotion 12,16,26,31,38 3,21,35

  8 Jumlah

  

17

  16

  33 G. Teknik Analisis Data Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan multiple regression atau uji regresi ganda yaitu bahwa suatu variabel terikat tidak hanya dijelaskan oleh satu variabel bebas (Miles and Shelvin, 2010). Hal ini diperuntukan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial (dukungan keluaraga dan pembimbing) dengan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian

1. Perizinan Penelitian

  Persiapan penelitian dimulai dengan meminta surat izin penelitian kepada Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dengan nomor 103c/D/KP/Psi/USD/XI/2011 disertai dengan proposal yang telah disetujui oleh dekan dan dosen pembimbing.

  Setelah itu proses perizinan diajukan kepada Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Istimewa Yogyakarta, dari proses tersebut akan diberikan surat keterangan izin penelitian dengan nomor 070/7997/V/2011.

  Surat keterangan izin penelitian tersebut akan diberikan kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperoleh surat izin penelitian dengan nomor 070/4622/I.3 untuk diserahkan kepada Kepala Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas Pundong Bantul Yogyakarta. Setelah ditindak lanjuti oleh Kepala Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas barulah peneliti dapat melanjutkan penelitian dengan pengambilan data berupa skala.

2. Pelaksanaan Penelitian

  Penelitian dilaksakan pada tanggal 3 dan 5 Desember 2011 dengan melibatkan 40 subjek yang merupakan remaja tuna daksa yang merupakan siswa yang tinggal di asrama BRTPD. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara meminta subjek memberikan jawaban pada kuesioner yang terdiri dari skala dukungan sosial yang terbagi antara dukungan keluarga dan dukungan pembimbing serta skala resiliensi.

  Pada saat pengambilan data tidak semua subjek dapat hadir dikarenakan beberapa subjek yang pulang sehingga peneliti hanya dapat memperoleh data dengan subjek yang dapat hadir. Peneliti membagikan 49 skala pada subjek yang hadir pada saat pembagian skala dan semua skala kembali dengan jumlah yang sama. Akan tetapi ada 9 subjek yang tidak memenuhi kriteria usia remaja yakni usia 13 sampai 21 tahun (menurut Soesilowindradini). Kesembilan subjek tersebut melebihi usia remaja pada umumnya berusia sekitar 26 sampai 31 tahun. Oleh karena hal tersebut peneliti tidak mengambil 9 subjek tersebut dalam pengolahan data, sehingga subjek yang tersisa ada 40 subjek yang dapat diolah datanya.

B. Karakteristik Subjek Penelitian

  Dalam penelitian ini metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu pemilihan subjek berdasarkan ciri atau karakteristik yang sudah diketahui sebelumnya. Batasan dalam pemilihan subjek berdasarkan batasa usia remaja penyandang cacat fisik yaitu 13 sampai 21 tahun. Remaja penyandang cacat fisik yang berada di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas di Pundong Bantul Yogyakarta berusia 17 sampai 21 tahun.

  Berikut adalah tabel data mengenai subjek penelitian berdasarkan usia dan jenis kelamin subjek :

Tabel 4.1 Data Demografi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia

USIA JUMLAH PERSENTASE

  17 tahun 6 orang 15 % 18 tahun 4 orang 10 % 19 tahun 11 orang 27,5 % 20 tahun 6 orang 15 % 21 tahun 13 orang 32,5 %

  Jumlah 40 orang 100 %

Tabel 4.2 Data Demografi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin

JENIS KELAMIN JUMLAH PERSENTASE

  Laki-laki 26 orang 65 % Perempuan 14 orang 35 % Jumlah 40 orang 100 %

C. Hasil Penelitian 1.

  Uji Asumsi a.

  Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi variabel bebas dukungan keluarga, dukungan pembimbing berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan teknik Komologrov-Smirnov Goodness of Fit Test dengan program SPSS for windows versi 16 dan memperoleh hasil nilai probabilitas variabel dukungan keluarga adalah 0,277 (p>0,05) dengan perolehan Z sebesar 0,994 dan nilai probabilitas untuk dukungan pembimbing adalah 1,000 (p>0,05) dengan perolehan Z sebesar 0,399. Sedangkan pada variabel resiliensi diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,063 dengan Z sebesar 1,316. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketiga variabel terdistribusi secara normal karena memiliki taraf signifikansi sebesar p>0,05 Berikut gambaran tabel uji normalitas: Tabel 4.3

  Uji Normalitas Data Variabel Tes K-S (z) Signifikansi Probabilitas

  Dukungan 0,994 0,277 p>0,05 Keluarga Dukungan 0,339 1,000 p>0,05 Pembimbing b.

  Uji Linearitas Uji linear digunakan untuk melihat adakah hubungan antara variabel dukungan keluarga, pembimbing dan resiliensi merupakan garis linear atau tidak. Uji linearitas dilakukan dengan menggunakan SPSS for windows versi 16. Uji linearitas dalam penelitian ini menghasilkan nilai linearitas sebesar 0,159 (p>0,05) untuk variabel dukungan keluarga dan resiliensi dan sebesar 0,901 (p>0,050) untuk variabel dukungan pembimbing dan resiliensi. Hal tersebut menujukkan bahwa ketiga variabel tersebut tidak memiliki

hubungan yang linier karena taraf signifikansi p<0,05.

  Nilai linearitas dapat dilihat dengan membuat plot untuk mempresiksi nilai terhadap residual. Jika terdapat pola dari sebaran titik-titik tersebut (garis lurus, cekung, cembung dan lainnya), maka berarti asumsi linear terpenuhi. Sebaliknya, jika tidak ada pola yang jelas, menunjukkan bahwa residul adalah bebas (independent), asumsi linear tidak terpenuhi (Gambar 1).

  Gambar 2 Scaterplot Dukungan Sosial dan Resiliensi Setelah dilakukan uji residual diketahui bahwa data yang telah diuji memiliki distribusi data yang normal. Asumsi linearitas dapat dilanggar dan peneliti tetap meneruskan dengan analisis regresi (Miles and Shevlin, 2001). Dalam hal ini peneliti tetap meneruskan uji regresi ganda disebabkan terdapat dua variabel bebas dan satu variabel dependen yang akan diukur.

  2. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hipotesis yang telah dicantumkan dalam bab dua. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan multiple regression atau uji regresi ganda yaitu bahwa suatu variabel terikat tidak hanya dijelaskan oleh satu variabel bebas. Hasil uji regresi ganda dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.4

  Model Summary Uji Hipotesis Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,341 0,116 0,069 5.76091

  Pada tabel 4.4 ditampilkan informasi mengenai besarnya R dan R kuadrat. R merupakan korelasi majemuk dan dari kedua

  2 variabel bebas dengan variabel tergantung. R (R square) memberikan gambaran seberapa baik garis regresi dapat memberikan prediksi variabel tergantung (Santoso, 2010). Dalam oleh garis regresi dengan menggunakan kedua dukungan sosial sebagai prediktornya.

Tabel 4.5 Uji F regresi ganda

  Variabel df F signifikansi Dukungan 2 2,428 0,101 keluarga,

  37 pembimbing vs 39 resiliensi

  Hasil hipotesis menunjukkan bahwa koefisiensi korelasi dengan uji regresi ganda antara variabel dukungan keluarga, pembimbing dan resiliensi adalah 2,428 dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Nilai F dalam penelitian ini sebesar 2,428 hitung dibandingkan dengan nilai F tabel sebesar 3,27. Hal ini berarti F hitung 2,428 lebih kecil dari F 3,27 sehingga F berada di daerah tabel hitung penerimaan H o. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H o diterima dan hasilnya tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara variabel dukungan keluarga, pembimbing dan resiliensi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi.

Tabel 4.6 Uji Regresi Parsial

  Uji regresi B t signifikansi (Constant) 105,169 11,153 0,000 dukKel -0,521 -2,203 0,034 dukPem 0,594 1,718 0,094 Dalam persamaan regresi sebuah hasil penelitian memiliki nilai konstan. Nilai konstan diharapkan menilai seberapa baik hubungan antara variabel independent dengan variabel dependen. Dalam penelitian ini dilakukan uji regresi parsial untuk menguji dua variabel independen dengan variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan nilai konstanta sebesar 105,169, nilai koefisiensi (Beta) dukungan keluarga sebesar -0,521 dan nilai t sebesar -2,203 dengan signifikansi sebesar 0,034 (0,034<0,050). Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan resiliensi. Semakin tinggi perolehan dukungan keluarga yang dirasakan semakin rendah kemampuan resiliensi remaja penyandang cacat fisik.

  Nilai koefisiensi dukungan pembimbing sebesar 0,594 dan nilai t sebesar 1,718 dengan signifikansi sebesar 0,094. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan pembimbing dan resiliensi. Berdasarkan hasil uji regresi di atas, disimpulkan bahwa kenaikkan dukungan keluarga yang diperoleh tidak diikuti oleh kenaikkan kemampuan resiliensi seseorang, sama halnya dengan dukungan pembimbing yang tidak

memiliki hubungan yang signifikan dengan resiliensi.

D. Deskripsi Statistik Data Penelitian

  Hasil analisis deskriptif berdasarkan skor yang diperoleh pada variabel dukungan sosial dari keluarga dan pembimbing serta variabel resiliensi yang dimiliki keseluruhan subjek terangkum dalam tabel berikut :

Tabel 4.7 Deskripsi Statistik Data Penelitian

  Variabel Data Teoritik Data Empirik Mean SD Mean SD

  X X

  X X min max min max DukKel

  22

  88

  

55

  11

  41 81 66,03 6,79 DukPem 15

60 37,5 7,5

  35 56 44,85 4,64 Resiliensi 33 132 82,5 16,5 83 114 97,43 5,97 Dari tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa dukungan keluarga yang diperoleh subjek tergolong tinggi karena mean empirik lebih besar dari mean teoritik (66,03>55). Selain itu tabel 4.3 menunjukkan bahwa dukungan pembimbing yang diperoleh sujek dan kemampuan resiliensi subjek tergolong tinggi, karena mean empirik yang diperoleh subjek lebih besar dari mean teoritik (44,85>37,5) dan (97,43>82,5).

  Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menarik kesimpulan bahwa subjek penelitian memiliki dukungan sosial dan resiliensi yang tergolong tinggi.

E. Pembahasan

  Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan antara dukungan keluarga, dukungan pembimbing dan resiliensi para remaja tuna daksa yang berada di BRTPD diperoleh hasil nilai F hitung < F tabel (2,428<3,27) dan

  2 koefisien determinan (R ) sebesar 12%.diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial yang terdiri dari dukungan keluarga dan pembimbing dan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik.

  Seseorang yang memiliki kemampuan resiliensi mampu mencegah, meminimalisir atau melawan pengaruh yang dapat merusak kondisi psikologis mereka saat mengalami stress yang berat. Kemampuan resiliensi digambarkan sebagai kapasitas untuk menghadapi kesuksesan, mengarah pada tujuan yang positif dan dapat mengahapus trauma yang mereka alami untuk kesehatan psikologis (Egeland, Carlson & Stroufe, 1993 dalam Kimhi and Shamai, 2004). Dalam penelitian ini diharapkan prolehan dukungan sosial yang dirasakan dapat terkait dengan kemampuan resiliensi. Akan tetapi hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak berhubungan dengan kemampuan resiliensi remaja penyandang cacat fisik.

  Peneliti berasumsi bahwa remaja penyandang cacat fisik yang memperoleh kedua dukungan sosial memiliki kemampuan resiliensi yang tinggi. Hal tersebut didasarkan pada teori yang menyatakan bahwa dukungan sosial yang dirasakan individu dapat memberikan kenyamanan secara fisik dan psikologis. Selain itu dukungan sosial memiliki peranan penting untuk mencegah dari ancaman kesehatan mental, menimbulkan pengaruh positif yang dapat mengurangi gangguan psikologis. (Saronson, 2005; Effendi dan Tjahjono 1999; Taylor dalam King, 2010).

  Tidak adanya hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi sesuai dengan penelitian Manaumarah (2008) yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan resiliensi ternyata tidak selalu dipengaruhi oleh dukungan sosial yang dirasakan melainkan kemungkinan ada faktor lain yang mempengatuhi. Seperti pernyataan oleh Masten (2009) bahwa kemampuan resiliensi dipengaruhi oleh harga diri, kepercayaan diri, kemampuan intelektual seseorang dan citra diri yang positif.

  Dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian secara terpisah yaitu uji regresi parsial terhadap dukungan keluarga dan dukungan pembimbing.

  Hasilnya diperoleh bahwa ternyata dukungan keluarga itu lebih memiliki hubungan yang signifikan dari dukungan pembimbing. Akan tetapi, hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara dukungan keluarga dengan resiliensi seseorang. Semakin tinggi dukungan keluarga, maka kemampuan resiliensi remaja penyandang cacat fisik justtru semakin rendah.

  Hasil tersebut menjelaskan bahwa dukungan keluarga ternyata memberikan efek negatif dalam mempengaruhi kemampuan resiliensi. Hal tersebut mungkin disebabkan dukungan keluarga yang dirasakan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan individu. Keluarga terlalu menjaga individu dalam melakukan kegiatan atau sesuatu yang diinginkan. Selain itu, keluarga yang terlalu banyak memberikan perhatian dan kasih sayang yang berlebihan dapat menyebabkan individu sangat bergantung pada orang tua (Sarafino, 1998). Padahal kemampuan resiliensi diperoleh berdasarkan keinginan seseorang untuk lebih maju atau memiliki dorongan untuk menggapai impian dan cita-cita serta membutuhkan sikap mandiri. Jika seseorang terlalu bergantung dengan orang tua bahkan sampai menimbulkan sikap manja, kemampuan resiliensi akan sulit diperoleh.

  Korelasi negatif antara dukungan keluarga dan resiliensi kemungkinan disebabkan oleh beberapa bentuk dukungan yang lebih mendukung atau berhubungan dengan kemampuan resiliensi. Hal tersebut disesuaikan pada penelitian Chandra (2009) bahwa dari empat aspek dukungan sosial dari keluarga yang paling berpengaruh dalam tahap kesembuhan penderita stress adalah dukungan emosional dan informatif, walaupun tidak langsung mengarah pada kemampuan resiliensi, namun kemampuan dalam mencegah stress bagian dalam resiliensi sehingga individu yang mampu meminimalisir bahkan menghilangkan stres disebut individu yang resilien. Namun, hal tersebut perlu dibuktikan dengan sebuah penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat

  hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik di BRTPD Pundong. Tinggi rendahnya dukungan sosial yang diperoleh tidak berkaitan dengan kemampuan resiliensi remaja penyandang cacat fisik di BRTPD Pundong. Hasil uji secara terpisah menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signfikan antara dukungan keluarga dan resiliensi remaja penyandang cacat fisik. Jadi semakin tinggi dukungan keluarga yang dirasakan maka semakin rendah kemampuan resiliensi remaja penyandang cacat fisik.

B. Saran 1.

  Bagi penelitian selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti mengenai hubungan dukungan sosial dengan resiliensi sebaiknya memperhatikan subjek penelitian. Sebaiknya sampel yang digunakan dalam penelitian tidak hanya diperoleh di satu lembaga atau pusat rehabilitasi namun perlu meneliti di beberapa tempat atau lembaga dan pusat rehabilitasi. Mungkin di tempat atau kota lain hasil yang diperoleh lebih representatif. Selain itu, dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa dukungan keluarga berhubungan negatif terhadap kemampuan resiliensi, bentuk dukungan yang mungkin kurang sesuai dengan kondisi mereka merupakan kelemahan dalam penelitian ini. Diharapkan penelitian selanjutnya lebih memperhatikan sumber dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka seperti dukungan sahabat.

  2. Bagi keluarga remaja penyandang cacat fisik Bagi keluarga remaja penyandang cacat fisik dalam memberikan dukungan perlu menyesuaikan dengan kebutuhan mereka atau memilih bentuk dukungan yang sekiranya sesuai untuk remaja penyandang cacat fisik, karena menurut penelitian ini dukungan keluarga berhubungan negatif terhadap kemampuan resiliensi. Jadi semakin tinggi dukunngan keluarga yang dirasakan maka semakin rendah resiliensi seseorang. Selain itu alangkah baiknya jika orang tua memberikan fasilitas pendukung yang lebih menunjang mereka dalam beraktifitas.

  

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, R. Rahayu. 2008. Resilience Strapped Tuna In Post-Accident Dhaksa.

  Depok : Journal Fakultas Psikologi Universitas Gunadharma.

Atkinson L. Rita and Atkinson C. Richard. 2005. Pengantar Psikologi Jilid 2.

  Edisi kedelapan. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Azwar, Saifuddin. 2008. Reliabilitas dan Validitas. Edisi ketiga. Yogyakarta :

Pustaka Pelajar.

  

Azwar, Saifuddin. 2010. Penyusunan Skala Psikologi. Edisi pertama. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Bowo, M. 2009. Apa itu dukungan sosial. Dipungut 22 Mei 2011. Dari

Baron, Robert. A & Byrne, Donn. 2005. Psikologi Sosial Jilid 2. Edisi kedelapan.

  Jakarta : Penerbit Erlangga.

Baumgardner, R. Steve and Crothers, K. Marie. 2009. Positive Psychology. New

Jersey: Prentice Hall.

  Chandra, Silvia. 2007. .Dipungut

  10 Mei 2011.Dari Resiliensi

  

Dani, Fitrah. 2009. Tinjauan Komunikasi Bagi Penyandang Cacat Fisik. Dipungut

Agustus, 2011.Dari http://elib.unikom.ac.id/Files/disk1/527/jbptunikompp- gdl-fitrahdani-263205unikom_f_i.pdf.

  

Effendi R. W dan Tjahjono, E.1999. Hubungan antara perilaku Coping dan

Dukungan Sosial dengan Kecemasan Ibu Hamil Anak Pertama. Anima, Vol. 14, No. 54. Hal 214 – 227.

Farihayati, I. 2007. Resiliensi pada individu yang telah mengalami duka cita

kematian . Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia.

  

Fidiana, Iin. 2007. Perbedaan Motivasi Berprestasi Antara Karyawan

Penyandang Cacat dan Karyawan Bukan Penyandang Cacat . Yogyakarta : Journal of Psychology UII.

  

Garmezy, N. 1991. Resiliency and Vulnerability to Adverse Developmental

Outcomes Associated with Poverty . American Behavioral Scientist, 34, p.

  

Grothberg, H. Edith. 2001. Resilience Programs for Children in Disaster.

  Ambulatory Child Health. United Stated of America: University of Alabama at Birmingham.

Hani and Savitry. 2007. Gambaran Perbedaan Konsep Diri antara Remaja Tuna

  Daksa yang Bersekolah di Sekolah Inklusi dengan SLBD . (Thesis: tidak diterbitkan). Jakarta : Universitas Atma Jaya Indonesia.

  

Haryono, S. Dyta. 2009. Resiliensi Pada Remaja Penyandang Cacat Fisik

Perolehan . Journal of Psychology. Malang : Department of Psychology Universitas Muhamadiyah.

  

Herdiana, E. Kusumah dan Zulkaida, Anita. 2007. Penyesuaian Diri dan

Kemandirian pada Remaja Penyandang Cacat Perolehan . Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.

  

Hurlock, B. Elizabeth. 1990. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan

Sepanjang Rentang Kehidupan . Jakarta : Penerbit Erlangga. Kartono, Kartini. 1986. Psikologi Anak. Bandung : Penerbit Alumni.

Kimhi, Shaul and Shamai, Michail. 2004. Community Resilience and The Impact

of Stress: Adult Response to Israel’s Withdrawl from Lebanon. Journal of Community Psychology, Vol. 32, No. 4, July 2004, p. 439 – 451.

King A. Laura. 2010. Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif. Edisi kedua.

  Jakarta : Salemba Humanika.

Klohnen, C. Eva. 1996. Conceptual Analysis and Measurement of The Construct

of Ego Resiliency . University of California, Berkeley.

  

Larios, Lutfi. 2011. Orang cacat yang menaklukkan dunia. Dipungut Februari

2012. Dari

  Mappiarre, A. 1994. Psikologi Remaja. Surabaya : Usaha Nasional Indonesia.

Masten, S. Ann. 2009. Resilience. Education Canada, Vol. 49. Link to the

Canadian Education Assosiation. Dipungut 27 Januari, 2012. Dari

tml

  

Maumarawah, S. Mukadimatul. 2008. Tipe kepribadian Tangguh, Harga

. diri,Dukungan Sosial dan Resiliensi pada korban Bencana Gempa

(Skripsi:Tidak diterbitkan). Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.

  

Meichati, Siti. 1971. Kesehatan Mental. Tjetakan keempat. Yogyakarta : Penerbit

Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Nuryati, Lusi. 1998. Kepercayaan Diri dan Kecemasan Komunikasi Interpersonal

pada Remaja Penyandang Cacat Tubuh . Skripsi (tidak diterbitkan).

  Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.

Pappalia, E. Diane and Olds, W. Sally. 1998. Human Development. Subject :

Psychology. Mc Graw

  • – Hill College.

    Rahayu, Wilujeng. 2007. Resiliensi Pada Remaja Yang Mengalami Cacat Fisik

    Akibat Kecelakaan . Yogyakarta : Journal of Psychology UII.

  

Ratya, P. Mega. Maret, 2010. Penyandang Cacat Keluhkan Fasilitas dan

Pelayanan Transjakarta. DetikNews. Dipungut 05 Maret, 2012. Dari http://news.detik.com/read/2010/04/24.

Santoso, A. 2010. Statistik Untuk Psikologi : Dari Blog Menjadi Buku.

  Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

Santrock, W. John. 2002. Life Span Development : Perkembangan Masa Hidup

Jilid 2 . Edisi kelima. Jakarta : Penerbit Erlangga.

  Santrock, W. John. 2007. Remaja. Edisi kesebelas. Jakarta : Penerbit Erlangga.

  .

  

Sarafino, E. P. 1990. Health Psychology : Biopsychological Interactions. Toronto:

John Wiley and Sons, Inc.

Sarafino, E. P. 1998. Health Psychology : Biopsychological Interactions. Fourth

Edition. New York : John Wiley and Sons, Inc.

Saragih, W. Robinson. 2010. Pemberdayaan Penyandang Cacat dan

  Komunitasnya di Segala Bidang Untuk Mewujudkan Kesejahteraan yang Bermartabat. Departemen Sosial RI. Dipungut Juli, 2011. Dari

7 Sarwono, S. W. 2007. Psikologi Remaja. Jakarta : Rajawali Pers.

  

Shevlin, Mark and Miles, Jeremy. 2001. Applying Regression and Correlation.

  London : SAGE Publication Ltd. Bonhill Street.

Smet, Bart. 1994. Psikologi kesehatan. Jakarta : Grasindo PT. Gramedia

Indonesia.

  

Soesilowindradini, M. A. 2006. Psikologi Perkembangan Masa Remaja. Surabaya

: Usaha Nasional.

Sudarsono, W. Asry. 2009. Motivasi Berprestasi Terhadap Remaja Penyandang

  Cacat Fisik . Malang : Departmen of psychology Universitas Muhamadiyah.

  

Suharjo, Bambang. 2008. Analisis Regresi Terapan dengan SPSS. Yogyakarta :

Graha Ilmu. rd

Taylor, S. E. 1995. Psikologi kesehatan. 3 edition. Jakarta : Grasindo PT.

  Gramedia Indonesia.

Tugade, M. Michele and Fredrickson, L. Barbara. 2004. Resilient Individuals Use

Positive Emotions to Bounce Back From Nebative Emotional Experience.

  American Psychological Assosiation.

Wulandary, K. Fennie. 2010. Hubungan Antara Dukungan Guru Bidang Studi

terhadap Program Pelayanan Bimbingan Konseling . Dipungut 19 Juli, 2011. Dariguru bidang studi-html.

  LAMPIRAN

1. Uji Reliabilitas Skala dan Seleksi Item Dukungan Sosial

1.1 Skala Dukungan Keluarga Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 Excluded a

  .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .839

  40 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-

  Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted

item1 117.3750 70.446 .548 .829

item2 117.5250 69.076 .682 .826

item3 117.3750 70.599 .397 .833

item4 117.6000 72.246 .467 .832

item5 117.3750 71.163 .470 .831

Item7 117.5000 73.436 .176 .839

Item9 117.4500 70.715 .351 .834

Item11 117.6750 76.379 -.075 .847

Item13 117.5000 72.410 .342 .835

item14 117.3750 70.599 .397 .833

item18 117.4750 70.051 .576 .828

Item20 117.3250 71.456 .354 .834

Item21 117.4000 74.246 .170 .838

Item22 117.7300 72.549 .247 .838

  

Item26 117.5000 76.154 -.052 .842

Item27 117.3250 72.840 .272 .836

Item30 117.3250 73.815 .133 .841

Item33 117.4000 74.964 .073 .841

Item34 117.6250 73.933 .143 .840

Item35 117.5000 72.564 .220 .839

Item37 117.6000 71.733 .472 .832

Item38 117.5250 69.076 .682 .826

Item39 117.5750 77.071 -.152 .846

Item40 117.4500 70.921 .508 .830

Item41 117.5250 72.051 .402 .833

Item42 117.5500 69.485 .669 .826

Item43 117.4500 72.049 .484 .832

Item45 117.5250 74.769 .098 .840

Item48 117.4250 76.199 -.057 .843

Item49 117.5750 72.507 .319 .835

Item50 117.5000 76.000 -.030 .842

Item51 117.7000 69.600 .641 .827

Item52 117.6000 72.246 .467 .832

Item53 117.3750 70.240 .571 .829

Item54 117.5250 69.076 .682 .826

Item55 117.7000 72.933 .255 .837

Item56 117.5750 77.174 -.163 .846

Item59 117.3500 72.951 .144 .843

Item63 117.6000 72.246 .467 .832

1.2 Skala Dukungan Keluarga

  Perhitungan kedua Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 Excluded a

  

.0

Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .901

  25 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-

  Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted

item1 72.0500 56.972 .475 .897

item2 72.2000 54.574 .753 .891

item3 72.0500 56.510 .395 .900

item4 72.2750 57.999 .466 .898

item5 72.0500 57.485 .413 .899

item9 72.1250 56.676 .343 .902

item13 72.1750 57.430 .427 .898

item14 72.0500 56.510 .395 .900

item18 72.1500 55.310 .663 .893

item20 72.0000 57.487 .331 .901

  

item27 72.0000 58.821 .236 .902

item37 72.2750 57.948 .415 .898

item38 72.2000 54.574 .753 .891

item40 72.1250 55.907 .619 .894

item41 72.2000 57.087 .494 .897

item42 72.2250 54.846 .755 .891

item43 72.1250 57.343 .555 .896

item49 72.2500 58.859 .244 .902

item51 72.3750 55.625 .640 .894

item52 72.2750 57.999 .466 .898

item53 72.0500 56.049 .588 .895

item54 72.2000 54.574 .753 .891

item55 72.3750 58.343 .282 .902

item63 72.2750 57.999 .466 .898

1.3 Skala Dukungan Keluarga

  Perhitungan ketiga Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 a

  Excluded .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .904

  23 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted if Item Deleted Total Correlation if Item Deleted

item1 65.9500 52.459 .442 .902

item2 66.1000 49.785 .769 .894

item3 65.9500 51.587 .411 .903

item4 66.1750 53.328 .443 .902

item5 65.9500 52.869 .390 .903

item9 66.0250 51.717 .360 .906

item13 66.0750 52.584 .433 .902

item14 65.9500 51.587 .411 .903

item18 66.0500 50.613 .662 .897

item20 65.9000 52.913 .306 .906

item25 66.0250 51.102 .630 .898

  

item38 66.1000 49.785 .769 .894

item40 66.0250 51.102 .630 .898

item41 66.1000 52.246 .502 .900

item42 66.1250 50.061 .769 .895

item43 66.0250 52.384 .582 .899

item51 66.2750 51.025 .625 .898

item52 66.1750 53.328 .443 .902

item53 65.9500 51.177 .606 .898

item54 66.1000 49.785 .769 .894

item55 66.2750 53.589 .272 .906

item63 66.1750 53.328 .443 .902

1.4 Skala Dukungan Pembimbing Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 Excluded a

  .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .799

  24 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted

Item6 68.5000 37.641 .468 .785

Item8 68.5250 36.974 .496 .783

Item10 68.9000 35.528 .409 .789

Item12 68.6250 39.215 .130 .807

Item15 68.8250 38.507 .179 .805

Item16 68.5500 37.690 .360 .790

Item17 68.7000 36.267 .692 .775

Item19 68.7250 36.512 .687 .776

Item23 68.5000 38.849 .251 .795

Item24 68.8250 39.738 .133 .803

Item28 68.7500 40.449 .121 .800

Item29 68.6750 39.353 .187 .800

Item31 68.5000 39.385 .249 .796

Item32 68.6750 38.122 .484 .786

  

Item44 68.6750 34.789 .618 .774

Item46 68.7000 36.267 .692 .775

Item47 68.7500 40.192 .140 .800

Item57 68.5500 40.408 .111 .801

Item58 68.5000 40.359 .149 .799

Item60 68.7750 38.897 .420 .790

Item61 68.8750 38.830 .359 .791

Item62 68.6750 38.122 .484 .786

Item64 68.7750 39.230 .250 .792

1.5 Skala Dukungan Pembimbing

  Perhitungan kedua Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 a

  Excluded .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .849

  13

  Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted item1 35.7000 21.190 .488 .840 item2 35.7250 21.076 .444 .843 item3 36.1000 18.862 .501 .846 item6 35.7500 22.603 .159 .864 item7 35.9000 19.785 .799 .821 item8 35.9250 20.020 .787 .823 item14 35.8750 21.548 .513 .839 item15 35.8250 21.481 .474 .841 item16 35.8750 18.830 .666 .827 item17 35.9000 19.785 .799 .821 item21 35.9750 22.435 .379 .846 item22 36.0750 22.430 .310 .850 item23 35.8750 21.548 .513 .839

1.6 Skala Dukungan Pembimbing

  Perhitungan ketiga Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 Excluded a

  .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .864

  12 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected

  Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item

  Deleted item1 32.5750 19.533 .517 .855 item2 32.6000 19.528 .450 .860 item3 32.9750 17.153 .537 .862 item7 32.7750 18.435 .774 .839 item8 32.8000 18.626 .770 .840 item14 32.7500 19.987 .521 .855 item15 32.7000 19.959 .474 .857 item16 32.7500 17.423 .662 .845 item17 32.7750 18.435 .774 .839 item21 32.8500 20.746 .413 .861 item22 32.9500 20.921 .300 .866 item23

  32.7500 19.987 .521 .855

2. Uji Reliabilitas Skala dan Seleksi Item Kemampuan Resiliensi

2.1 Skala Resiliensi Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 a

  Excluded .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .921

  40 Item-Total Statistics Scale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted item1 118.8750 77.599 .559 .918 item2 118.9750 75.717 .606 .917 item3 118.9750 77.051 .710 .917 item4 118.9500 75.741 .643 .917 item5 118.9000 76.400 .520 .918 item6 119.0000 76.923 .814 .916 item7 119.1750 79.481 .223 .921 item8 119.0000 77.487 .351 .920 item9 119.0000 75.590 .650 .916 item10 118.9500 76.767 .697 .917 item12 119.0000 78.000 .615 .918 item13 119.1750 79.481 .223 .921 item14 118.9500 75.741 .643 .917 item15 118.8750 77.599 .559 .918 item16 118.9000 77.836 .569 .918 item17 118.8750 77.651 .412 .919 item18 119.0000 78.821 .466 .919 item19 118.9250 76.789 .496 .918 item20 119.0000 75.590 .650 .916 item21 119.0000 76.923 .814 .916 item22 118.9750 75.512 .573 .917 item23 119.2000 83.908 -.255 .928 item24 119.0250 79.102 .363 .920 item25 119.3250 77.199 .414 .919 item26 118.9500 75.741 .643 .917 item27 118.9500 79.895 .157 .922 item28 119.0000 76.923 .814 .916 item29 119.1750 79.481 .223 .921 item30 119.1750 80.866 .044 .924 item31 119.0000 78.103 .320 .921 item32 119.0000 76.923 .814 .916 item33 118.9750 75.512 .573 .917 item34 118.9500 79.331 .305 .920 item35 118.9250 78.789 .360 .920 item36 118.8750 78.112 .482 .919 item37 118.9750 79.461 .171 .923 item38 119.0000 75.590 .650 .916 item39 119.0000 76.923 .814 .916 item40 118.8750 77.599 .559 .918

2.2 Skala Resiliensi

  Perhitungan kedua Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 Excluded a

  .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .940

  33 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale

  Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item1 98.3500 70.285 .545 .939 item2 98.4500 67.895 .667 .937 item3 98.4500 69.741 .699 .937 item4 98.4250 67.994 .698 .937 item5 98.3750 68.804 .549 .939 item6 98.4750 69.589 .807 .937 item8 98.4750 70.051 .354 .941 item9 98.4750 68.051 .679 .937 item10 98.4250 69.533 .676 .937 item11 98.5750 71.174 .339 .941 item12 98.4750 70.615 .608 .938 item15 98.3500 70.285 .545 .939 item16 98.3750 70.497 .547 .939 item17 98.3500 69.977 .444 .940 item18 98.4750 71.640 .412 .940 item19 98.4000 69.426 .495 .939 item20 98.4750 68.051 .679 .937 item21 98.4750 69.589 .807 .937 item22 98.4500 68.510 .539 .939 item24 98.5000 71.692 .352 .940 item25 98.8000 69.856 .409 .940 item26 98.4250 67.994 .698 .937 item28 98.4750 69.589 .807 .937 item31 98.4750 70.974 .287 .942 item32 98.4750 69.589 .807 .937 item33 98.4500 68.510 .539 .939 item34 98.4250 71.379 .379 .940 item35 98.4000 71.015 .406 .940 item36 98.3500 70.695 .480 .939 item38 98.4750 68.051 .679 .937 item39 98.4750 69.589 .807 .937 item40 98.3500 70.285 .545 .939

2.3 Skala Resiliensi

  Perhitungan ketiga Case Processing Summary

  N % Cases Valid 40 100.0 Excluded a

  .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all

  Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items

  .942

  32 Case Processing Summary N % Cases Valid 40 100.0 a

  Excluded .0 Total 40 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Item-Total Statistics Corrected Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Item-Total Alpha if Item

  Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted item1 95.3000 67.395 .543 .940 item2 95.4000 64.913 .683 .939 item3 95.4000 66.862 .697 .939 item4 95.3750 65.010 .715 .938 item5 95.3250 65.917 .551 .940 item6 95.4250 66.712 .806 .939 item8 95.4250 67.225 .347 .943 item9 95.4250 65.122 .688 .939 item10

  95.3750 66.651 .676 .939 item11 95.5250 68.204 .345 .942 item12 95.4250 67.738 .602 .940 item15 95.3000 67.395 .543 .940 item16 95.3250 67.558 .553 .940 item17 95.3000 67.241 .424 .942 item18

  95.4250 68.661 .422 .941 item19 95.3500 66.592 .489 .941 item20 95.4250 65.122 .688 .939 item21 95.4250 66.712 .806 .939 item22 95.4000 65.836 .518 .941 item24 95.4500 68.767 .351 .942 item25

  95.7500 67.167 .385 .942 item26 95.3750 65.010 .715 .938 item28 95.4250 66.712 .806 .939 item32 95.4250 66.712 .806 .939 item33 95.4000 65.836 .518 .941 item34 95.3750 68.292 .405 .941 item35

  95.3500 68.079 .409 .941 item36 95.3000 67.754 .485 .941 item38 95.4250 65.122 .688 .939 item39 95.4250 66.712 .806 .939 item40 95.3000 67.395 .543 .940

  SKALA PENELITIAN Disusun Oleh : Florentina Mutia Putri Krisnawati B. Diaz 079114117 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011 Salam sejahtera Kepada Teman-teman terkasih Dengan hormat, Sehubungan dengan penelitian yang saya lakukan untuk penyelesaian

tugas akhir, saya mohon bantuan dari teman-teman untuk berpartisipasi dalam

penelitian saya ini dengan mengisi setiap pernyataan dalam bentuk skala.

  Dalam mengisi skala ini teman-teman diharapkan memberikan jawaban yang jujur, terbuka dan apa adanya sesuai dengan keadaan teman-teman. Jangan ragu untuk menjawab karena semua jawaban yang teman-teman

berikan adalah benar dan tidak ada jawaban yang dianggap salah. Jawaban yang

teman-teman berikan dijamin kerahasiannya dan hanya digunakan untuk

kepentingan akademik.

  Atas perhatian dan bantuan teman-teman, saya mengucapkan terima kasih.

  Hormat saya, Florentina Mutia Putri

  Identitas Responden Nama/initial : Usia : Jenis Kelamin : perempuan/laki-laki (*coret yang tidak perlu) Pendidikan : Berapa lama anda mengalami kelumpuhan : Petunjuk pengisian

  Berikut ini disajikan dua buah skala mengenai hubungan teman-teman

dengan keluarga dan guru maupun pembimbing dan juga kondisi teman-teman

saat ini yang berisi 104 pernyataan. Teman-teman diharapkan mengisi pernyataan-

pernyataan tersebut dengan cara memilih:

  SS : Bila teman-teman sangat sesuai dengan pernyataan yang ada S : Bila teman-teman sesuai dengan pernyataan yang ada TS : Bila teman-teman tidak sesuai dengan pernyataan yang ada

STS:Bila teman-teman sangat tidak sesuai dengan pernyataan yang ada

  Berilah tanda silang (X) pada satu kotak jawaban dibawah pilihan teman- teman.

  Contoh : No Pernyataan SS S KS STS

1. Saya selalu membutuhkan

  X kasih sayang orang lain Artinya, pernyataan tersebut sesuai dengan kondisi teman-teman saat ini

  

PERHATIAN: Jawablah semua pernyataan jangan sampai ada yang

terlewatkan.

  

∞ SELAMAT MENGERJAKAN ∞

  SKALA I No Pernyataan SS S TS STS

  1. Setiap kali tidak merasa baik, keluarga menunjukkan bahwa mereka sangat menyayangi saya.

  2. Saya lebih merasa tenang berada dekat dengan sahabat saya daripada dengan keluarga.

  3. Orang tua selalu mencarikan buku-buku yang saya butuhkan

  4. Terkadang orang tua lupa mempersiapkan peralatan yang saya butuhkan

  5. Orang tua selalu berpesan agar saya bergaul dengan teman yang baik

  6. Guru maupun pembimbing selalu sabar dalam memahami perasaan saya

  7. Saya merasa keluarga mengabaikan saya

  8. Guru maupun pembimbing sulit dimintai pertolongan ketika saya membutuhkan

  9. Saya pergi ke sekolah dengan transportasi yang memadai

  10. Guru maupun pembimbing mengusahakan suasana yang nyaman untuk belajar

  11. Keluarga memberikan saran yang positif agar saya mengikuti kegiatan diluar jam sekolah

  No. Pernyataan SS S TS STS

  12. Guru maupun pembimbing kurang memberikan saran yang tepat untuk membantu saya menyelesaikan tugas

  13. Orang tua kurang mendukung kegiatan yang saya lakukan

  14. Orang tua memberikan makanan yang sehat dan bergizi

  15. Guru maupun pembimbing terkadang enggan untuk membantu saya dalam belajar

  16. Guru maupun pembimbing berpesan agar saya selalu menjaga kesehatan

  17. Saya merasa guru maupun pembimbing meragukan kemampuan saya

  18. Saya mendapatkan masukan dari orang tua dalam berperilaku

19. Ketika kesulitan dalam belajar,

  guru akan memberikan masukan yang bermanfaat bagi saya

  20. Saya merasa kesepian karena orang tua jarang berada di rumah

  21. Saya merasa senang orang tua memuji kreativitas saya

  22. Saya sangat menyayangi keluarga saya karena mereka sangat menyayangi saya

  23. Saya merasa guru maupun pembimbing kurang mempedulikan saya

  24. Saya jarang mendapatkan pujian walupun saya memperoleh peningkatan dalam nilai pelajaran

  25. Saat membutuhkan bantuan, tenaga saya dapatkan dari sahabat bukan keluarga

  26. Keluarga mendorong saya untuk tidak putus asa

  27. Orang tua selalu menemani ketika saya sedang rehabilitasi

  28. Ketika waktu ujian habis dan saya belum menyelesaikannya, guru memberikan waktu tambahan untuk menyelesaikannya

  29. Guru maupun pembimbing selalu memperhatikan peningkatan saya

  30. Orang tua selalu memberikan saya motivasi agar saya tidak mudah menyerah

  31. Guru maupun pembimbing selalu menawarkan bantuannya ketika saya membutuhkan

  32. Saya merasa saran yang diberikan oleh guru maupun pembimbing sangat membantu saya

  33. Kesalahan kecil yang saya lakukan membuat keluarga saya kecewa

  34. Orang tua jarang mengungkapkan rasa sayangnya kepada saya

  35. Saya jarang membicarakan masalah yang saya hadapi dengan orang tua saya

  36. Guru maupun pembimbing kurang memperhatikan perubahan-perubahan dalam diri saya

  37. Saya mempersiapkan segala sesuatu sendiri meskipun orang tua saya berada di rumah

  38. Orang tua jarang memberikan masukan ketika saya menghadapi persoalan

  39. Orang tua bangga terhadap prestasi yang saya peroleh

  40. Saya merasa senang memiliki keluarga yang dapat memahami saya

  41. Saya selalu mendengar saran dari keluarga sebelum melakukan sesuatu

  42. Saya merasa keluarga mengabaikan kebutuhan saya

  43. Saya lebih senang bertanya pada orang lain dibandingkan dengan keluarga saya sendiri

  44. Guru maupun pembimbing selalu menghargai atas usaha saya

  45. Ketika saya merasa khawatir, keluarga selalu ada waktu membantu saya

  46. Saya merasa guru jarang menegur maupun menyapa saya

  47. Guru maupun pembimbing tidak memberi kesempatan saya untuk bertanya

  48. Saya merasa senang karena usaha saya sangat dihargai oleh orang tua

  49. Ketika berada dalam situasi sulit, keluarga saya akan memberikan nasehat yang baik dalam memecahkan masalah

  50. Saya merasa keluhan saya kurang diperhatikan oleh keluarga

  51. Saya merasa petunjuk dari keluarga tidak membantu saya dalam memecahkan masalah

  52. Saya jarang mendapatkan pujian atas keberhasilan yang telah saya capai

  53. Keluarga kurang memberikan pengarahan mengenai kegiatan yang sebaiknya saya ikuti

  54. Saya merasa keluarga kurang menyayangi saya

  55. Saya merasa keluarga kurang menghargai usaha saya secara positif

  56. Orang tua akan memberikan seluruh perlengkapan yang saya butuhkan

  57. Guru maupun pembimbing menunjukkan suatu kegiatan positif yang dapat mengalihkan kejenuhan saya

  58. Guru maupun pembimbing selalu mengatakan bahwa saya memiliki kemampuan yang baik dalam pelajaran

59. Keluaraga selalu memuji hasil

  usaha saya

  60. Guru maupun pembimbing lebih memperhatikan hasil yang saya capai daripada proses mengerjakan

  61. Guru maupun pembimbing sulit untuk ditemui ketika saya membutuhkan bantuan

  62. Saya selalu mendapatkan pujian dari guru bila saya dapat mengerjakan tugas dengan baik

  63. Saya merasa keluarga kurang menghargai usaha saya secara positif

  64. Guru maupun pembimbing jarang memberikan informasi positif sehingga saya jarang mengandalkan mereka dalam memecahkan masalah

  SKALA II No Pernyataan SS S TS STS

  1. Saya merasa masalah yang saya hadapi bersifat sementara dan pasti akan berakhir

  2. Saya yakin hidup akan lebih baik jika kita tidak bermalas- malasan

  3. Saya merasa orang lain membicarakan hal negative tentang diri saya

  4. Saya merasa hidup saya takkan berubah apalagi berubah menjadi lebih baik

  5. Saya ragu-ragu untuk mencoba lagi karena saya takut akan gagal lagi

  6. Saya senang membaca buku dan mencari informasi untuk menambah pengetahuan

  7. Saya merasa tugas yang diberikan untuk saya kurang sesuai dengan kemampuan saya

  8. Saya memiliki kemauan untuk berhasil dan berusaha melakukan hal-hal yang dibutuhkan untuk keberhasilan itu

  9. Untuk menjadi yang hebat saya harus banyak belajar dan sabar untuk maju

  10. Kegagalan yang saya alami membuat saya patah semangat

  11. Saya merasa takut berada di lingkungan yang baru

  12. Orang lain mengatakan bahwa saya orang yang menyenangkan

  13. Saya ingin nantinya orang lain melihat kesuksesan saya dengan keterbatasan yang saya miliki

  14. Ketika menghadapi kesulitan, saya akan terus mencoba dan berusaha lebih baik lagi

  15. Saya menyukai hal-hal yang bersifat inovatif atau hal-hal yang baru

  16. Lebih baik saya mengobrolkan hal-hal yang menyenangkan daripada diam sendiri dan menangis

  17. Keyakinan saya adalah saya akan sukses seperti orang pada umumnya

  18. Jika saya memperoleh nilai jelek, saya justru akan memperbaikinya

  19. Bagi saya buku-buku tentang keberhasilan telah menginspirasi saya untuk maju

  20. Saya bukanlah orang yang ingin tahu hal-hal yang baru karena hal tersebut sama sekali kurang bermanfaat

  21. Saya sering merasa bimbang dengan keterbatasan yang saya miliki

  22. Kalaupun saya memperoleh nilai yang baik, saya pikir hal itu sebuah keberuntungan saja

23. Kekurangan yang saya miliki

  bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan

  24. Saya merasa senang berada di lingkungan yang baru apalagi lingkungan tersebut membantu saya untuk belajar

  25. Menurut saya keberhasilan sulit diraih dengan kondisi saya seperti saat ini

  26. Saya merasa beruntung dengan apa yang saya miliki saat ini

  27. Saya percaya bahwa dengan kemampuan yang saya miliki hidup saya nantinya akan berubah menjadi lebih baik

  28. Saya mudah goyah dan putus asa ketika saya mengalami kesulitan

  29. Saya ingin berhenti berusaha, karena saya pikir hal itu akan sia-sia

  30. Saya tidak akan mengajak berkenalan terlebih dahulu sebelum orang lain mengajak berkenalan

  31. Saya bahagia memiliki keluarga dan sahabat yang selalu menyayangi saya

  32. Saya takut melakukan suatu usaha karena saya pikir hasilnya akan sama saja

  33. Saya mudah sekali putus asa

  34. Saya merasa sulit sekali untuk menggapai cita-cita saya

  35. Saya sering menyendiri dan merasa sedih

  36. Saya merasa cukup nyaman dengan kehidupan saya saat ini daripada harus mencoba sesuatu yang baru

  37. Saya merasa kesepian

  38. Saya merasa berbuat baik untuk orang lain lebih baik daripada mengasihani diri sendiri

  39. Saya merasa kesuksesan hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak memiliki kekurangan seperti saya

  40. Saya selalu ingin tahu perkembangan teknologi dari waktu ke waktu

  

PERHATIAN: Mohon periksa kembali jawaban teman-teman, agar tidak ada

yang terlewatkan.

  Terimakasih atas kesediaan teman-teman untuk mengisi angket tersebut diatas.

UJI NORMALITAS

  

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

dukKel dukPEm Ressiliensi N

  40

  40

  40 a

  

Normal Parameters Mean 66.0250 44.8500 97.4250

Std. Deviation 6.78417 4.63847 5.96953

Most Extreme Differences Absolute .157 .054 .208

Positive .082 .052 .162

  Negative -.157 -.054 -.208

Kolmogorov-Smirnov Z .994 .339 1.316

Asymp. Sig. (2-tailed) .277 1.000 .063

a.

  Test distribution is Normal.

  UJI LINIERITAS Means Ressiliensi * dukPEm

ANOVA Table

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  Ressiliensi * dukPEm Between Groups (Combined) 318.025 15 21.202 .475 .931 Linearity .712 1 .712 .016 .901 Deviation from Linearity 317.313

  14 22.665 .508 .905 Within Groups 1071.750 24 44.656 Total 1389.775

  39 Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared Ressiliensi * dukPEm -.023 .001 .478 .229

  93

  

94

Ressiliensi * dukKel

ANOVA Table

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

  Ressiliensi * dukKel Between Groups (Combined) 824.846 20 41.242 1.387 .240 Linearity 63.807 1 63.807 2.146 .159 Deviation from Linearity 761.040

  19 40.055 1.347 .261 Within Groups 564.929 19 29.733 Total

  1389.775

  39 Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared Ressiliensi * dukKel -.214 .046 .770 .594

  UJI HIPOTESIS Regression b Variables Entered/Removed Variables Model Variables Entered Removed Method a

  1 dukPem, dukKel . Enter a. All requested variables entered.

  b. Dependent Variable: ressiliensi Model Summary

  Std. Error of the Model R R Square Adjusted R Square Estimate a

  1 .341 .116 .069 5.76091

  a. Predictors: (Constant), dukPem, dukKel b

  

ANOVA

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. a

  1 Regression 161.814 2 80.907 2.438 .101 Residual 1227.961 37 33.188 Total 1389.775

  39

  a. Predictors: (Constant), dukPem, dukKel

  b. Dependent Variable: ressiliensi a

  

Coefficients

Standardized

Unstandardized Coefficients Coefficients

  Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 105.169 9.430 11.153 .000

dukKel -.521 .237 -.592 -2.203 .034 dukPem .594 .346 .462 1.718 .094

  a. Dependent Variable: ressiliensi

   ITEM SKALA dukungan keluarga No .

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  16

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  17

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  2

  3

  1

  4

  3

  2

  13

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  15

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  14

  2

  4

  3

  3

  18

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  22

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  23

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  19

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  21

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  20

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  item

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  6

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  5

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  7

  6 item2

  2 item2 5 item2

  8 item2 item2 1 item2

  3 item1 4 item1

  9 item1 1 item1

  5 item 7 item

  3 item 4 item

  1 item 2 item

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  10

  1

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  3

  12

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  11

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  7

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  9

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  8

  4

  4

  2

  24

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  35

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  36

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  33

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  40

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  39

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  37

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  38

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  27

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  28

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  25

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  26

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  31

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  29

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  30

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3 item30 item33 item34 item35 item37 item38 item39 item40 item41 item42 item43 item45 item48 item49 item50 item51 item52

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  2

  2

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3 item53 item54 item55 item56 item59 item63

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  1

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  1

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

3 ITEM SKALA dukungan pembimbing

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  12

  1

  1

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  13

  1

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  3

  2

  10

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  11

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  17

  3

  3

  1

  4

  1

  3

  3

  4

  16

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  14

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  15

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  5

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  8

  3

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  9

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  NO item6 item8 item10 item12 item15 item16 item17 item19 item23 item24 item28 item29 item31 item32 item36 item44

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  6

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  7

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  18

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  33

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  35

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  1

  4

  4

  4

  34

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  30

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  32

  4

  4

  4

  4

  3

  31

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  39

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  40

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  36

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  38

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  37

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  22

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  21

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  23

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  19

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  20

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  28

  3

  4

  4

  4

  27

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  29

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  25

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  24

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  1

  2

  2

  26

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4 item46 item47 item57 item58 item60 item61 item62 item64

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  1

  1

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 ITEM SKALA resiliensi No item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  6

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  5

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  7

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  24

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  26

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  25

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  21

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  23

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  22

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  31

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  30

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  28

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  27

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  29

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  20

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  11

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  13

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  12

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  8

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  10

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  9

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  18

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  17

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  19

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  15

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  14

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  16

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  33

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  36

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  38

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  37

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  35

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3 item17 item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 item26 item27 item28 item29 item30 item31

  3

  39

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  40

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  1

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3 item32 item33 item34 item35 item36 item37 item38 item39 item40

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA
0
27
2
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PENYANDANG TUNA RUNGU
0
22
2
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA PANTI ASUHAN
0
9
71
PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI ANTARA KARYAWAN PENYANDANG CACAT DAN KARYAWAN BUKAN PENYANDANG CACAT
0
6
1
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA MANTAN NARAPIDANA USIA REMAJA
9
53
21
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KETERASINGAN PADA REMAJA
1
53
2
PELATIHAN KEBERSYUKURAN UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG DIFABLE FISIK
11
73
68
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN BERINTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA PENYANDANG TUNA RUNGU
0
6
2
INTERAKSI SOSIAL PENYANDANG CACAT
4
38
79
PERAN DUKUNGAN SOSIAL IBU PADA PENCAPAIAN PRESTASI PENYANDANG CACAT TUBUH.
0
1
8
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT RESILIENSI DALAM MENGHADAPI STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA UPI PERANTAU.
21
56
67
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG TUNA RUNGU DI SLB-B KABUPATEN WONOSOBO.
1
1
17
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELOMPOK SEBAYA DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA - Raden Intan Repository
0
0
112
KONSEP DIRI PENYANDANG CACAT FISIK DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN JENIS KELAMIN - Unika Repository
0
0
53
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA REMAJA DIFABEL CACAT FISIK
0
0
130
Show more