PROSES BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan PGSD

Gratis

0
0
118
10 months ago
Preview
Full text

  

PROSES BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA

BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS IV SD

KANISIUS WIROBRAJAN

Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan PGSD

  Disusun oleh : Nama : Christina Tri Lestari NIM : 091134240

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

  PROSES BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan PGSD

  Disusun oleh : Nama : Christina Tri Lestari NIM : 091134240

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan penuh rasa syukur kupersembahkan karyaku ini untuk : Allah Bapa,Yesus dan Bunda Maria yang selalu menyertai hari-hariku baik dalam suka maupun duka. Keluargaku yang tercinta; Ibuku Theresia Punijah, Ayahku Yohanes Sarono dan teman dekatku Agustinus Filianto Kartika, serta kakek,nenek sahabat-sahabat yang selalu aku miliki Rike,Wulan, Mbak Aghata, Bu tiwi.

  Terima kasih atas cinta, doa, dukungan dan semangatnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

Tri Lestari, Christina, 2011. Proses Belajar dalam Mata Pelajaran Matematika yang

Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif pada Siswa Kelas IV SD Kanisius Wirobrajan.

Skripsi. Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan,

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan proses belajar siswa dalam

pembelajaran pada topik”menjumlahkan berbagi jenis pecahan” menggunakan model

pembelajaran berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif, (2) Mendiskripsikan sejauh mana

proses tersebut sesuai dengan karakteristik model pembelajaran Paradigma Pedagogi

Reflektif.

  Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang

dikumpulkan bersifat kualitatif, yang berkaitan dengan pembelajaran di dalam kelas.

Berdasarkan data tersebut diungkap proses belajar siswa dalam pembelajaran matematika

di SD yang mengupayakan penggunaan Paradigma Pedagogi Reflektif. Subyek penelitian

adalah siswa kelas IV B SD Kanisius Wirobrajan pada saat melakukan kegiatan belajar-

mengajar pada topik penjumlahan pecahan. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas IV B

SD Kanisius Wirobrajan selama empat kali pertemuan yang dimulai pada tanggal 04

April 2011 sampai dengan 19 April 2011. Pengumpulan data diperoleh dengan cara

merekam kegiatan pembelajaran menggunakan ‘handy-cam’. Data-data yang dihasilkan

dianalisis melalui proses analisis data yaitu (1) transkripsi, 2) penentuan topik-topik data,

(3) penentuan kategori data, dan (4) penarikan kesimpulan.

  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) rangkaian proses belajar siswa

dalam pembelajaran matematika adalah: (a) pertemuan pertama: Dalam pertemuan

pertama ini siswa belajar penjumlahan pecahan dua suku dengan penyebut yang sama.

Pada saat mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari

empat orang. Hal yang diinginkan peneliti di pertemuan pertama ini belum tercapai

secara maksimal karena refleksi yang sesuai dengan PPR belum terlaksana semua.

Kerjasama yang dilakukan siswa dalam kelompok sudah dapat terwujud. (b) pertemuan

kedua: Dalam pertemuan kedua ini siswa mempelajari penjumlahan pecahan dua suku

dengan berpenyebut berbeda. Siswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari empat

orang. Dalam kelompok ini siswa sudah dapat bekerjasama dengan temannya. Pada saat

evaluasi banyak siswa yang nilainya masih di bawah KKM maka dilakukan remidi pada

pertemuan ketiga. Refleksi sudah dapat dilakukan sesuai dengan keinginan peneliti, siswa

sudah dapat merefleksikan pembelajaran yang dilakukan dengan baik. (c) pertemuan

ketiga: Dalam pertemuan ke tiga siswa melakukan remidi penjumlahan pecahan yang

berpenyebut beda. Dalam mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok yang terdiri

dari dua orang. Dengan dibentuknya kelompok yang terdiri dari dua orang siswa lebih

aktif dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh sangat memuaskan. (d)

pertemuan keempat: Dalam pertemuan keempat ini siswa melakukan ulangan harian

tentang penjumlahan pecahan yang telah dipelajari. Soal yang dikerjakan siswa sebanyak

20 soal rata-rata siswa menyelesaikan dalam waktu 45 menit. Hasil dari ulangan harian

cukup baik siswa mengalami peningkatan. (2) Prinsip-prinsip PPR yang sudah nampak

dalam proses pembelajaran adalah konteks dan pengalaman. Guru menyesuaikan nilai

kemanusiaan yang akan diperjuangkan dengan konteks siswa yaitu kerjasama dengan temannya dalam kerja kelompok. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

Tri Lestari, Christina, 2011. Student Learning in Subject-Based Mathematics

Pedagogy Reflective Paradigm. Thesis. PGSD Studies Program, Faculty of Teacher Training and Science Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta

  This study aims to: (1) describe the learning process of students in learning on the

topic of "aggregating different types of fractions" using a learning model using Reflective

Pedagogical Paradigm, (2) describe the extent to which the process according to the

characteristics of the learning model Reflective Pedagogical Paradigm.

  This research is a type of qualitative descriptive study. The data collected is

qualitative, relating to learning in the classroom. Based on these data revealed students'

learning process in learning mathematics in elementary school who sought the use of

Reflective Pedagogy Paradigm. Subjects were elementary school students in grade IV B

Kanisius Wirobrajan at the time of teaching and learning activities on the topic of the sum

of fractions. The research was conducted on a class IV B SD Kanisius Wirobrajan for

four sessions which began on April 4, 2011 until 19 April 2011. The collection of data

obtained by recording the activity of learning to use the 'handy-cam'. The resulting data

were analyzed through the process of data analysis: (1) transcription, 2) determining the

topics of data, (3) determining the categories of data, and (4) drawing conclusions.

  The results of this study show that: (1) a series of student learning in mathematics

learning are: (a) The first meeting: In this first meeting the students learn the sum of

fractions of two tribes with the same denominator. By the time students work on

worksheets formed in groups, each group consisted of four people. It is desirable

researchers in this first meeting has not achieved its full potential due to reflections that

correspond to PPR has not done all. Cooperation of the student in the group can already

be realized. (B) the second meeting: In this second meeting the students learn the sum of

fractions of two tribes with different berpenyebut. Students are divided into groups of

four people. In this group of students was able to cooperate with his friend. At the time of

evaluation of many students whose value is still below remidi KKM then performed at

the third meeting. Reflection can be performed in accordance with the wishes of

researchers, students are able to reflect the learning that is well done. (C) The third

meeting: the meeting to three students doing remidi summation berpenyebut different

denominations. In doing LKS students formed into groups of two people. With the

establishment of groups of two students more actively in the learning process and the

values obtained are very satisfactory. (D) The fourth meeting: In this fourth meeting of

the student conduct daily tests on the sum of fractions that have been studied. Problem is

undertaken by 20 students about the average student completed within 45 minutes. The

results of daily tests quite well students have increased. (2) The principles of PPR is

already visible in the learning process is the context and experience. Teachers adjust the

values of humanity will be fought with the context of cooperation with his students in group work. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmatNya, sehingga penulis skripsi dengan judul “ Proses Belajar dalam Mata Pelajaran Matematika Berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif pada Siswa Kelas IV SD Kanisius Wirobrajan Tahun Ajaran 2010/2011” ini dapat diselesaikan dengan baik oleh penulis. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Selama penulisan skripsi ini, banyak pihak yang telah membantu dan membimbing penulis. Oleh sebab itu melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas selesainya penyusunan skripsi ini, kepada:

  1. Bapak Drs. T. Sarkim, M. Ed, Ph.D. selaku Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma

  2. Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si selaku Kaprodi PGSD Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan dukungan selama penulisan skripsi.

  3. Bapak Dr. Susento, MS. selaku dosen pembimbing yang telah bersedia memberi saran, kritik, meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing dan mengarahkan penulis.

  4. Bapak Drs.Y. B. Adimassana, M. A. selaku dosen pembimbing yang telah bersedia memberi saran, kritik, meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing dan mengarahkan penulis

  5. Segenap Dosen dan Staf Sekretariat Prodi PGSD Sanata Dharma Yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  6. Bapak Hr. Klidiatmoko selaku Kepala Sekolah SD Kanisius Wirobrajan yang telah memberi ijin untuk melaksanakan penelitian di SD Kanisius Wirobrajan.

  7. Bapak Thomas Heri Supriyono selaku guru kelas IVB SD Kanisius Wirobrajan yang sudah memberikan waktu, pikiran dan tenaga untuk membantu dalam penelitian.

  8. Siswa kelas IVB SD Kanisius Wirobrajan tahun ajaran 20010/2011 yang sudah memberikan waktunya sebagai subjek dalam penelitian.

  9. Keluarga tercinta yang selalu mengasihiku dan memberikan dukungan dalam setiap langkahku.

  10. Rekan satu tim penelitian yang selalu memberikan bantuan, kritik dan saran selama proses penelitian dan selama penulisan skripsi ini.

  11. Teman-teman PGSD SI sore angkatan 2009 yang sudah memberikan dukungan, persahabatan, dan kebahagiaan.

  12. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penulisan skripsi ini.

  Penulis mengakui bahwa penulisan Skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis akan menerima dengan senang hati segala kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata, semoga penulisan Skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca,

  Yogyakarta, 20 Juli 2011 Penulis

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Hal.

  HALAMAN JUDUL................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN.................................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN.................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN............................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA................................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA vi ABSTRAK................................................................................................ vii ABSTRACT.............................................................................................. viii KATA PENGANTAR.............................................................................. ix DAFTAR ISI............................................................................................. xi DAFTAR TABEL..................................................................................... xiv DAFTAR CUPLIKAN TRANSKIP........................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN............................................................................. xvii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang....................................................................................

  1 B. Pembatasan Masalah.......................................................................

  4 C. Perumusan Masalah ...........................................................................

  4 D. Batasan Pengertian ...........................................................................

  4 E. Tujuan Penelitian .................................................................................

  5 F. Manfaat Penelitian...............................................................................

  5

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Proses Belajar ..................................................................

  7 B. Tahap Belajar ……….............................................................

  8 C. Paradigma Pedagogi Reflektif......................................................

  13 D. Keterkaitan Model Pembelajaran PPR dalam Soal yang Berkaitan

  15 dengan Pecahan....................................................................

  BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian..................................................................................

  17 B. Waktu dan Tempat Penelitian...........................................................

  17 C. Subyek Penelitian ............................................................................

  18 D. Obyek Penelitian...............................................................................

  18 E. Prosedur Penelitian.........................................................................

  18 BAB IV ANALISIS DATA PENELITIAN A. Pelaksanaan Penelitian........................................................................

  20 B. Analisis Data 26 1. Transkripsi Data.............................................................................

  26 2. Topik Data.....................................................................................

  27 3. Kategori Data.................................................................................

  29 BAB V HASIL PENELITIAN A. Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan I ..………………………….

  31 B. Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan II...…………………………

  38 C. Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan III....……………………….

  44

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  E. Kesesuaian Rangkaian Kegiatan Subjek dengan Prinsip-prinsip PPR

  49 BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Tahapan Proses belajar......................................................................

  50 B. Kegiatan Pendahuluan........................................................................

  51 C. Kegiatan Guru Memfasilitasi Peserta Didik Untuk Memperoleh Pengalaman yang Bermakna ..........................................................

  51 BAB VII PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................................

  53 B. Saran ................................................................................................

  57 DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................

  58 LAMPIRAN .............................................................................................

  DAFTAR TABEL Hal.

Tabel 4.1 Topik Data Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan I

  27 Tabel 4.2 Topik Data Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan II

  28 Tabel 4.3 Topik Data Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan III

  28 Tabel 4.4 Kategori Data Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan I

  29 Tabel 4.6 Kategori Data Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan II

  30 Tabel 4.7 Kategori Data Rangkaian Kegiatan Subjek Pertemuan III

  30 Tabel 5.1 Garis Besar Rangkaian Kegiatan Subjek pada Pertemuan I

  31 Tabel 5.2 Garis Besar Rangkaian Kegiatan Subjek pada Pertemuan II

  38 Tabel 5.3 Garis Besar Rangkaian Kegiatan Subjek pada Pertemuan III

  44 Tabel 5.4 Garis Besar Rangkaian Kegiatan Subjek pada Pertemuan IV

  48 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR CUPLIKAN TRANSKIPSI

Hal.

  40 Cuplikan 4 dari Transkip Pertemuan II ..................................................

  46 Cuplikan 5 dari Transkip Pertemuan III ..................................................

  45 Cuplikan 4 dari Transkip Pertemuan III ..................................................

  45 Cuplikan 3 dari Transkip Pertemuan III ..................................................

  45 Cuplikan 2 dari Transkip Pertemuan III ..................................................

  43 Cuplikan 1 dari Transkip Pertemuan III ..................................................

  42 Cuplikan 7 dari Transkip Pertemuan II ..................................................

  42 Cuplikan 6 dari Transkip Pertemuan II ..................................................

  41 Cuplikan 5 dari Transkip Pertemuan II ..................................................

  40 Cuplikan 3 dari Transkip Pertemuan II ..................................................

  Cuplikan 1 dari Transkip Pertemuan I ..................................................

  39 Cuplikan 2 dari Transkip Pertemuan II ..................................................

  37 Cuplikan 1 dari Transkip Pertemuan II ..................................................

  37 Cuplikan 8 dari Transkip Pertemuan I ..................................................

  36 Cuplikan 7 dari Transkip Pertemuan I ..................................................

  35 Cuplikan 6 dari Transkip Pertemuan I ..................................................

  35 Cuplikan 5 dari Transkip Pertemuan I ..................................................

  34 Cuplikan 4 dari Transkip Pertemuan I ..................................................

  33 Cuplikan 3 dari Transkip Pertemuan I ..................................................

  32 Cuplikan 2 dari Transkip Pertemuan I ..................................................

  46 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Hal.

  Lampiran 1 Silabus Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ..............................

  59 Lembar Evaluasi Belajar ..............................

  63 Lembar Kerja Siswa ..............................

  75 Soal Ulangan ..............................

  84 Lembar refleksi siswa

  88 Lampiran 2 Transkripsi Data Transkripsi Data Pertemuan I

  89 .............................. Transkripsi Data Pertemuan II

  91 .............................. Transkripsi Data Pertemuan III .............................. 95 Lampiran 3 Surat bukti telah melakukan penelitian dari sekolah

  101

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika adalah salah satu ilmu dasar, yang semakin dirasakan interkasinya dengan bidang-bidang ilmu lainnya seperti ekonomi dan teknologi. Peran matematika sangat penting bagi kehidupan manusia. Ilmu matematika

  sekarang ini masih banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang industri, asuransi, ekonomi, pertanian, dan di banyak bidang sosial maupun teknik. Mengingat peranan matematika yang semakin besar dalam tahun-tahun mendatang, tentunya banyak sarjana matematika yang sangat dibutuhkan yang sangat terampil, andal, kompeten, dan berwawasan luas, baik di dalam disiplin ilmunya sendiri maupun dalam disiplin ilmu lainnya yang saling menunjang.

  Maka peneliti akan menerapkan pembelajaran Matematika berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) khususnya kelas IVdi SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta.

  Disiplin utama dalam matematika didasarkan pada kebutuhan perhitungan dalam perdagangan, dalam pengukuran dan sebagainya. Dalam perdagangan sangat berkaitan erat dengan matematika karena dalam perdagangan pasti akan ada perhitungan, perhitungan tersebut bagian dari matematika. Secara tidak sadar ternyata semua orang menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan pembelajaran matematika di SD hanya diukur dari pencapaian nilai di atas rata-rata dan penguasaan materi. Tanpa disadari ternyata ada hal yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  lebih dasariah dari sekedar penguasaan materi, yaitu pembentukan karakter siswa yang dapat dicapai melalui kegiatan pembelajaran matematika.

  Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak. Hal ini dapat menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Maka untuk mengatasi hal tersebut perlu membentuk karakter siswa melalui kegiatan pembelajaran matematika. Untuk membentuk karakter siswa dibutuhkan suatu ketrampilan untuk memahami dan menemukan suatu penyelesaian yang sedang siswa hadapi. Siswa perlu dilatih untuk memahami permasalahan yang sedang dihadapi dan dapat menemukan proses belajar yang baik guna meningkatkan pemahaman siswa. Dalam proses inilah siswa akan diajak untuk memperbaiki proses belajar dengan cara pengembangan karakter siswa dalam pembelajaran matematika. Proses belajar ini memuat konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi sehingga terjadi pembentukan karakter siswa melalui proses pembelajaran matematika.

  Pembentukan karakter siswa melalui proses belajar dalam mata pelajaran matematika belum dapat terealisasikan dengan baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan kurangnya kerjasama antar siswa pada waktu melakukan kerja kelompok, tidak jujur dalam mengerjakan ulangan, dan saling mengejek teman yang belum bias mengerjakan soal. Hal tersebut disebabkan karena guru hanya terpaku dengan pemerolehan nilai yang di atas KKM tanpa memperhatikan pembentukan karakter siswa yang perlu dicapai dalam proses pembelajaran matematika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Untuk mengatasi hal tersebut guru perlu memikirkan tentang solusi yang tepat dan menarik. Pembelajaran matematika harus dekat dengan anak dan kehidupan nyata sehari-hari. Perlu kiranya seorang guru yang mengajar matematika melakukan upaya yang dapat membuat proses belajar mengajar bermakna dan menyenangkan. Salah satunya dengan cara pembelajaran matematika berbasis PPR. Pembelajaran ini mengaitkan dan melibatkan lingkungan sekitar, pengalaman nyata yang pernah dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari, siswa dapat melakukan refleksi dan aksi serta menjadikan matematika sebagai aktivitas siswa. Dengan penerapan berbasis PPR tersebut, siswa tidak harus dibawa ke dunia nyata, tetapi berhubungan dengan masalah situasi nyata yang ada dalam pikiran siswa. Jadi siswa diajak berfikir bagaimana menyelesaikan masalah yang mungkin atau sering dialami siswa dalam kesehariannya sehingga dapat merefleksikannya.

  Hasil refleksi tersebut akan dipraktekkan dalam bentuk aksi yang kemudian akan mengubah perilaku siswa secara bertahap dalam proses belajar.

  Sehingga proses belajar siswa akan membentuk karakater siswa yang berkompeten. Dari uraian tersebut peneliti perlu meneliti proses belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran terkait dengan “KD” menjumlahkan dan mengurangkan berbagai jenis pecahan dan menggunakan model pembelajaran berbasis PPR. Pembelajaran ini dilaksanakan di SD Kanisius Wirobrajan kelas IV tahun pelajaran 2010/2011.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  B. Pembatasan Masalah

  Karena keterbatasan waktu dan luasnya materi peneliti membatasi materi dan proses pembelajaran yang akan digunakan untuk penelitian. Pada materi kelas

  IV dari beberapa macam kompetensi dasar. Di sini peneliti mengambil satu kompetensi dasar yaitu 6.1 menjumlahkan dan mengurangkan berbagai jenis pecahan. Selain itu peneliti mengambil model pembelajaran berbasis (Paradigma Pedagogi Reflektif) PPR dengan dibatasi pada lima langkah pembelajaran dalam PPR yaitu: konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi.

  C. Perumusan Masalah

  Dilandasi latar belakang masalah dan beberapa pembatasan, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana proses belajar dalam model pembelajaran PPR pada 1. topik”menjumlahkan berbagai jenis pecahan” pada siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan kelas IV Tahun Pelajaran 2010/2011? Sejauh mana proses belajar tersebut sesuai dengan karakteristik model 2. pembelajaran PPR?

  Batasan Pengertian D.

  Agar tidak mengalami penafsiran yang berbeda maka peneliti menulis batasan pengertian sebagai berikut:

  1. Proses Belajar adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan guru dan siswa dalam kegiatan pengajaran dengan menggunakan sarana dan fasilitas pendidikan yang ada untuk mencapai tujuan yang telah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Model pembelajaran PPR adalah suatu model pembelajaran dengan tujuan mengintegrasikan model pembelajaran denagan adanya kegiatan-kegiatan dalam proses pembelajaran yang meliputi lima langkah yaitu: konteks, pengalaman, refleksi, aksi, evaluasi.

  3. Konteks adalah kesiapan murid untuk belajar, Konteks dapat berupa segala kemungkinan yang dapat membantu proses pembelajaran dan perkembangannya.

  4. Pengalaman berarti kegiatan yang memuat pemahaman kognitif, afektif, dan psikomotorik yang diperoleh secara serasi dan seimbang.

  5. Refleksi adalah suatu kegiatan meninjau kembali pengalaman, topik tertentu, gagasan, reaksi , spontan maupun yang direncanakan dari berbagai sudut pandang secara rasional dengan tujuan agar semakin mampu memahami maknanya secara penuh.

  6. Aksi adalah perilaku yang mencerminkan pertumbuhan batin berdasarkan pengalaman yang telah direfleksikan.

  7. Evaluasi adalah tindakan untuk mengetahui kemajuan yang dicapai dalam proses pembelajaran baik siswa maupun guru.

  a

  , a dan b

  8. Pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk

  b adalah bilangan bulat dan b tidak samadengan nol.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tujuan Penalitian E.

  Tujuan dari penelitian ini yaitu: Sesuai dengan rumusannya, penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mendiskripsikan proses belajar siswa dalam pembelajaran pada topik”menjumlahkan berbagi jenis pecahan” menggunakan model pembelajaran PPR di SD Kanisius Wirobrajan kelas IV semester genap tahun ajaran 2010/2011.

2. Mendiskripsikan sejauh mana proses tersebut sesuai dengan karakteristik model pembelajaran PPR.

D. Manfaat Penelitian

  Manfaat dari penelitian ini yaitu:

1. Bagi peneliti

  Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan tentang salah satu model pembelajaran yang dipakai untuk meningkatkan proses belajar siswa dalam menjumlahkan berbagai jenis pecahan.

2. Bagi guru

  Bagi rekan-rekan guru merupakan salah satu contoh model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk materi pokok lain, mata pelajaran lain, dan kelas lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Bagi sekolah

  Laporan penelitian dapat menambah satu bacaan yang ada dalam perpustakaan program studi, yang dapat dimanfaatkan untuk teman-teman mahasiswa.

4. Bagi siswa

  Siswa menjadi lebih mudah dalam mempelajari materi ini, sehingga kemampuan yang dimiliki siswa dalam menentukan kalimat utama meningkat.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Proses Belajar Sebelum peneliti menguraikan tentang pengertian proses belajar terlebih

  dahulu diuraikan tentang arti proses. Proses adalah runtutan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu (Balai Pustaka, 2002). Proses adalah jalannya suatu peristiwa atau langkah dari awal sampai akhir (Badudu dan Muhammad Zain,1996). Dari batasan pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa proses adalah suatu perubahan yang langsung dari awal hingga akhir secara terus menerus yang saling berkaitan atau berhubungan dalam suatu ikatan untuk mencapai suatu tujuan.

  Banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud belajar adalah mencari ilmu atau menuntut ilmu. Ada lagi yang secara lebih khusus mengartikan belajar adalah menyerap pengetahuan. Memang kalau kita bertanya kepada seseorang tentang apakah belajar itu, akan memperoleh jawaban yang bermacam-macam.

  Dengan kenyataan tersebut terdapatlah banyak definisi belajar. Menurut ( Hilgard 1948,Kingsley and Gerry,1957:12) belajar adalah proses di dalamnya terbentuk tingkah laku atau terjadi perubahan tingkah laku melalui praktek atau latihan. Jadi definisi proses belajar adalah tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi pada diri siswa (Muhibin.2002:109).

  Maka yang dimaksud dengan proses belajar adalah tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi pada diri siswa (Syah, Muhibin. Psikologi Belajar.2002:109). Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik dalam pengajaran dengan menggunakan sarana dan fasilitas pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapakan dalam kurikulum, sehingga sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, efektif dan psikomotorik yang terjadi dalam diri siswa.

  Adapun tujuan proses belajar khususnya pelajaran matematika adalah:

  1. Melatih cara berpikir dan menalar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan matematika.

  2. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, penemuan dengan mengembangkan pemikiran, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan serta mencoba-coba.

  3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.

B. Pembelajaran Matematika

  Pembelajaran matematika menurut Suyitno (2004:2) merupakan suatu proses atau kegiatan guru mata pelajaran matematika dalam mengajarkan matematika kepada siswanya, yang didalamnya terkandung upaya guru untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan siswa tentang matematika yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa, serta antara siswa dengan siswa dalam mempelajari matematika tersebut.

  Dalam bahasa latin, kata matematika berasal dari kata manthanein atau

  

mathema yang artinya belajar atau hal yang dipelajari. Sedangkan dalam bahasa

  Belanda matematika disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten (Depdiknas, 2003). Matematika merupakan suatu kegiatan yang menekankan pada eksplorasi matematika, model berfikir yang matematik, dan pemberian tantangan atau masalah yang berkaitan dengan matematika siswa harus berfikir secara rasional dan sistematik.

  a

  Pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk , a dan b adalah

  b bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol.

1. Proses Belajar Dalam Pembelajaran Matematika

  Menurut Syaiful Bahri Djamarah dalam bukunya Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru menyatakan bahwa ada tiga tahapan yang harus dilakukan guru dalam proses pembelajaran yaitu: persiapan / perencanaan, pelaksanaan, dan tahap penilaian / evaluasi.

a. Perencanaan Pembelajaran

  Perencanaan pembelajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para murid (Syaiful Djamarah,1994:79). Perencanaan pengajaran dalam proses pembelajaran merupakan suatu hal yang dapat membantu para pengelola pendidikan (guru) dalam melaksanakan tugasnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pada tahap persiapan atau prencanaan ini seorang guru harus mempunyai persiapan sebelum proses pembelajaran berlangsung agar proses pembelajarn yang dilaksanakan tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien dan dapat diberikan sesuai dengan waktu yang tersedia.

  Perencanaan proses belajar berwujud dalam bentuk satuan pelajaran yang berisi rumusan tujuan pengajaran, bahan pengajaran, kegiatan belajar siswa, metode, dan alat bantu mengajar serta penilaian (Sriyono, 1992:13).

  Agar proses belajar yang dilakukan antara guru dan murid dapat berjalan secara efektif dan efisien maka guru perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Tujuan pengajaran 2) Ruang lingkup dan urutan bahan yang diberikan.

  3) Sarana dan fasilitas pendidikan yang dimiliki. 4) Jumlah peserta didik yang akan mengikuti pelajaran. 5) Waktu jam pelajaran yang tersedia. 6) Sumber bahan pengajaran yang biasa digunakan. (Djamarah,1994:80).

b. Pelaksanaan Pembelajaran

  Pelaksanaan pembelajaran merupakan tahapan yang kedua dilaksanakan oleh guru dalam proses belajar. Dalam melaksanakan pengajaran hendaknya guru berpedoman pada persiapan yang dibuat dalam bentuk perencanaan pembelajaran. Pelaksanan pembelajaran adalah terjadinya interaksi antara guru dan siswa serta bahan pelajaran sebagai perantara. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran ini peranan guru merupakan pengendali. Di samping itu guru harus melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c. Tahap Penilaian

  Penilaian hasil belajar harus dilakukan oleh setiap guru sebagai bagian dari tugasnya. Secara umum penilaian hasil belajar merupakan evaluasi hasil belajar dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kemajuan belajar siswa dalam program pendidikan yang telah dilaksanakan. Dengan demikian keberhasilan siswa dapat diketahui dengan evaluasi yang dilakukan oleh guru. Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil yang telah dicapai siswa dengan kriteria tertentu (Nana Sudjana,1997: 3).

  Menurut Arno

  F. Wittig dalam bukunya Psikolgi Belajar (Muhibin.2002:109-110) dalam proses belajar siswa terdiri tiga tahapan, yaitu:

  1. Tahap Perolehan/penerima informasi (acquisition) Seorang siswa mulai menerima informasi sebagai stimulus dan melakukan respons terhadapnya, sehingga menimbulkan pemahaman dan perilaku baru.

  2. Tahap mendapatkan informasi ( storage) Pada tahap ini siswa secara otomatis akan mengalami proses penyimpanan pemahaman dan perilaku baru yang diperoleh ketika menjalani proses penerimaan informasi.

  3. Tahap mendapatkan kembali informasi (retrieval) Dalam tahap ini, seorang siswa akan mengaktifkan kembali fungsi-fungsi sistem memorinya, misalnya pada saat menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah. Tahap retrieval merupakan upaya dalam mengungkapkan dan memproduksi kembali hal yang tersimpan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memori berupa informasi, simbol, pemahaman, dan perilaku tertentu sebagai respons atas stimulus yang sedang dihadapi (Muhibin,2002:109- 110).

B. Pengertian Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR)

  PPR adalah singkatan dari Paradigma Pedagogi Reflektif. PPR merupakan nama lain dari PPI (Paradigma Pedagogi Ignatian). PPI mula-mula digunakan untuk memantapkan dan memperbaharui sistem pendidikan yang dikelola oleh Serikat Jesus tetap kemudian diubah menjadi PPR tanpa mengurangi ciri khas, inti, dan tujuan pendidikan yang menjadi asas dari PPI (TIM PPR 2010).

  PPR adalah sebuah pola pikir yang berusaha menumbuh kembangkan pribadi siswa menjadi pribadi kristiani yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

  Dalam hal ini, pengalaman pribadi siswa menjadi dasar dalam pembelajaran. Berangkat dari pengalaman siswa, guru memberi rangsangan berupa pertanyaan kepada siswa agar siswa mampu merefleksikan pengalaman yang dimilikinya.

  Setelah merefleksikan, siswa difasilitasi dengan aksi siswa membuat niat dan berbuat sesuai dengan nilai kemanusiaan yang ditemukan secara pribadi maupun kelompok/bersama (TIM PPR 2010).

  Ciri-ciri PPR adalah menggunakan dinamika lima langkah untuk mencapai tujuan yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, evaluasi, disamping itu PPR memuat pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang dirinci dalam Competence (akademik dan keterampilan), Conscience (hati nurani), Compassion (kepedulian sosial).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

a. Dinamika Lima Langkah Pembelajaran Berbasis PPR:

1. Konteks

  Secara sederhana konteks dapat diartikan sebagai kesiapan murid untuk belajar. Konteks dapat berupa segala kemungkinan yang dapat membantu proses pembelajaran dan perkembangannya. Dalam hal ini cura personalis menjadi sangat penting guna lebih mengenal siswa lebih dekat. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan kesadaran konteks belajar yaitu :

  a) Kehidupan siswa, meliputi keluarga, kelompok teman sebaya, keadaan sosial, ekonomi, musik, media, dan kenyataan hidup yang lain.

  b) Keadaan sosio-ekonomis dan politik yang menjadi lingkup kehidupan siswa.

  c) Suasana sekolah, yang meliputi norma-norma, harapan, relasi antar warga sekolah yang menciptakan suasana kehidupan sekolah. Suasana sekolah yang positif untuk proses belajar ditandai dengan adanya: perhatian terhadap mutu akademik, saling mempercayai, saling menhghargai, saling membantu, kompetisi yang sehat, dorongan untuk menjadi lebih baik.

  d) Pengertian, keyakinan,sikap, dan nilai yang dibawa seorang sisiwa. Guru berusaha membantusiswa menyadari hal-hal dalam diri mereka yang dibawa ke sekolah.

2. Pengalaman

  Menurut Ignatius, pengalaman berarti kegiatan yang memuat pemahaman kognitif, afektif, dan psikomotorik yang diperoleh secara serasi dan seimbang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PPR berharap agar peserta didik sungguh-sungguh mengalami proses belajar, yang melibatkan aktivitas otak, hati, tubuh(indera), dan kehendak.

  Pengalaman ada dua jenis, yaitu langsung dan tidak langsung. Pengalaman tidak langsung misalnya kegiatan di ruang kelas, membaca buku, melihat gambar, mencermati peta, menonton film, berdiskusi, dan sebagainya. Pengalaman langsung misalnya: kerja praktikum, mengerjakan tugas lapangan, berpartisipasi dalam sebuah kegiatan, melakukan kunjungan, mengadakan wawancara, dan sebagainya.

  3. Refleksi

  Pada dasarnya refleksi berarti meninjau kembali pengalaman, topik tertentu, gagasan, reaksi , spontan maupun yang direncanakan dari berbagai sudut pandang secara rasional dengan tujuan agar semakin mampu memahami maknanya secara penuh. Melalui refleksi kita berusaha menangkap makna yang lebih dalam dari suatu pengalaman. Refleksi yang benar selalu mengarahkan kita ke masa depan, yakni pembentukan sikap, pola pikir, dan perilaku baru untuk waktu-waktu selanjutnya.

  Tujuan refleksi dalam PPR adalah membentuk hati yang peka dan peduli, internalisasi nilai-nilai, membangun hasrat, dan sikap. Dengan itu semua kita berharap peserta didik terdorong untuk memulai perilaku baru sesuai dengan kesadaran-kesadaran yang diperoleh selama proses belajar.

  4. Aksi

  Aksi dalam PPR berarti perilaku yang mencerminkan pertumbuhan batin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dengan membuat pilihan dalam batin, dan selanjutnya adalah mewujudkan putusan batin tersebut dalam tindakan. Pada tahap ini anak mengalami perubahan sikap, terjadi pola pikir baru, dan meengenbangkan perilaku berdasarkan putusan batinnya itu.

5. Evaluasi

  Evaluasi adalah tindakan untuk mengetahui kemajuan yang dicapai dalam proses pembelajaran baik siswa maupun guru. Dalam PPR penilaian tidak hanya untuk mengetahui kemajuan akademiknya saja, tetapi memperhatikan pada pertumbuhan siswa secara menyeluruh sebagai makhluk pribadi maupun sosial.

  Untuk itu guru dituntut mempertimbangkan umur, bakat, kemampuan, dan tingkat perkembangan pribadi setiap siswa.

b. Pengembangan Nilai-nilai Kemanusiaan dalam PPR

  Pengembangan nilai- nilai kemanusiaan dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran berbasis PPR diharapkan dapat meningkatkan proses belajar siswa. Cara pengembangan karakter siswa dalam pembelajaran matematika dalam menyelesaikan soal penjumlahan berbagai jenis pecahan yaitu dengan kerjasama dalam kelompok. Melalui pendekatan ini siswa dapat berdiskusi di dalam kelompok dan mendapatkan kesempatan untuk menyumbangkan pikiran atau pendapatnya.

  Nilai- nilai kemanusiaan yang dikembangkan meliputi 3c, yang terdiri dari

  

Competence ( akademik dan keterampilan). Kegiatan siswa yang termasuk

competence ini meliputi: menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut sama,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  soal pecahan yang berpenyebut sam dan tidak sama. Conscience (hati nurani) kegiatan siswa meliputi cara menghargai pentingnya kerja sama dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari. Compassion (kepedulian social) kegiatan siswa yaitu membantu teman dengan sukarela.

c. Manfaat Pembelajaran Berbasis PPR

1) Bagi Guru

  a) Semakin memahami peserta didik,

  b) Semakin bersedia mendampingi perkembagannya,

  c) Semakin lebih baik dalam menyajikan materi ajarnya,

  d) Memperhatikan kaitan perkembangan intelektual dan moral,

  e) Mengadaptasi materi dan metode ajar demi tujuan pendidikan,

  f) Mengembangkan daya reflektif terkait dengan pengalaman sebagai guru, pengajar, dan pendamping.

2) Bagi Siswa

  Tujuan PPR bagi siswa, yaitu membantu peserta didik untuk menjadi:

  a) Manusia bagi sesama,

  b) Manusia yang utuh,

  c) Manusia yang secara intelektual berkompeten, terbuka untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d) Manusia yang sanggup mencintai dan dicintai,

  e) Manusia yang berkomitmen untuk menegakkan keadilan dalam pelayanannya pada orang lain (umat Allah), f) Manusia yang berkompeten dan berhati nurani, g) Membentuk pemimpin pelayanan, dengan meniru Yesus Kristus.

C. Keterkaitan Model Pembelajaran Berbasis PPR dalam Menyelesaikan Soal yang Berkaitan dengan Pecahan.

  Model pembelajaran berbasis PPR merupakan suatu pembelajaran yang melibatkan siswa untuk saling bekerjasama dengan teman yang lain dan pembentukan karakter siswa yang perlu dicapai dalam proses pembelajaran matematika. Model pembelajaran berbasis PPR ini memperkenalkan suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk terlibat dalam pembelajaran yang aktif.

  Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran berbasis PPR diharapkan dapat meningkatkan proses belajar siswa dengan cara pengembangan karakter siswa dalam pembelajaran matematika dalam menyelesaikan soal penjumlahan berbagai jenis pecahan. Melalui pendekatan ini siswa dapat berdiskusi di dalam kelompok dan mendapatkan kesempatan untuk menyumbangkan pikiran atau pendapatnya. Model pembelajaran berbasis PPR ini cocok digunakan dalam berbagai mata pelajaran sehingga jika dikaitkan dengan mata pelajaran matematika sangat membantu siswa dalam proses pembelajaran.

  Pembelajaran dengan berbasis PPR ini, siswa dapat mengembangan karakternya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini dipaparkan mengenai jenis penelitian yang digunakan dalam

  penelitian, waktu dan tempat penelitian, subyek penelitian, obyek penelitian, prosedur penelitian metode pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, dan metode analisis data.

  A. Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian digunakan untuk mendeskripsikan rangkaian kegiatan siswa dalam memfasilitasi pembelajaran matematika di SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta Kelas IV B yang mengupayakan penggunaan Paradigma Pedagogi Reflektif, yang terjadi pada guru dalam keadaan yang sebenarnya.

  B. Waktu dan Tempat Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2010/2011 di SD Kanisius Wirobrajan yang berada di Jl. Hos Cokroaminoto no.8 Yogyakarta. Sekolah ini berada ditengah kota. Secara umum sekolah ini sudah mempunyai fasilitas dan media pembelajaran yang cukup baik. Hal terlihat dari laboratorium komputer dan laboratoium IPA yang dimiliki sekolah ini. Selain itu banyak terdapat media pembelajaran yang yang dapat memudahkan guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan karakter siswa melalui Proses Pembelajaran Matematika Berbasis PPR yang berkaitan dengan materi penjumlahan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  C. Subyek Penelitian

  Penelitian ini menggunakan subyek penelitian siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan I Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011. Hal ini disebabkan karena kurangnya karakter siswa dalam proses pembelajaran matematika khususnya materi penjumlahan pecahan. Hal ini diketahui dari nilai kerjasama siswa pada saat kerja kelompok sangat kurang, siswa tidak bersedia berbagi ilmu dengan temannya.

  D. Obyek Penelitian

  Dalam penelitian ini peneliti akan mendiskripsikan proses belajar siswa dalam pembelajaran pada topik”menjumlahkan berbagi jenis pecahan” menggunakan model pembelajaran PPR di SD Kanisius Wirobrajan kelas IV semester genap tahun ajaran 2010/2011 dan mendiskripsikan sejauh mana proses tersebut sesuai dengan karakteristik model pembelajaran PPR.

  E. Prosedur Penelitian

  a. Permintaan izin kepada kepala sekolah SD Kanisius Wirobrajan I untuk melakukan kegiatan penelitian. (lampiran 1).

  b. Melakukan observasi pada siswa kelas IV untuk mengetahui proses belajar mereka.

  c. Identifikasi masalah d. Perumusan masalah.

  e. Penyusunan rencana penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  g. Membuat kisi-kisi soal. (lampiran 3)

  h. Membuat soal. (lampiaran 4)

i. Membuat instrument penelitian yaitu format observasi dan format evaluasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV ANALISIS DATA PENELITIAN Analisis data penelitian meliputi: pelaksanaan penelitian dan hasil analisis

  data. Pelaksanaan penelitian akan dipaparkan dalam subbab A. Sedangkan subbab B akan memaparkan hasil analisis data yang meliputi (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori data.

A. Pelaksanaan penelitian

  Pelaksana penelitian terdiri dari peneliti yang berkolaborasi dengan guru kelas

  IV-B SDK Wirobrajan, yaitu Bapak Thomas Heri Supriyono, dan dibantu oleh 4 rekan mahasiswa senior program studi PGSD yaitu: (NIM 081134227)

  1. Helena Tiwi (NIM 091134185)

  2. Agata Lolopayung (NIM 091134245)

  3. Rike Artha Aprilia (NIM 091134235)

  4. Niken Sukma Peneliti berperan sebagai observer langsung pada saat proses pembelajaran, disamping itu semua analisis data penelitian ini dilakukan oleh peneliti. Guru berperan sebagai pengampu pembelajaran. Saudara Helena Tiwi dalam penelitian ini berperan sebagai penilai pertumbuhan nilai kemanusiaan dalam setiap pertemuan. Saudara Rike Artha Aprilia berperan sebagai korektor/penilai perkembangan kompetensi matematika setelah proses pembelajaran selesai.

  Saudara Agata Lolopayung berperan sebagai obsever langsung selama proses

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yaitu sebagai kameramen untuk merekam proses pembelajaran dengan menggunakan Handy-cam.

  Tahap Perkenalan 1.

  Uji coba penelitian dilakukan sebanyak satu kali, yaitu pada tanggal 04 Maret 2011. Tahap uji coba ini dilakukan untuk berlatih mengumpulkan data dan melakukan sosialisasi dengan subjek guru dan siswa. Hasil uji coba tersebut digunakan untuk mengevaluasi diri.

  Pengambilan data menggunakan satu buah handy-cam. Pada pertemuan ini materi pelajaran yang sedang dibahas adalah mata pelajaran IPS di kelas IV.

  Setelah selesai membahas materi, subjek meminta siswa berkelompok untuk mengerjakan latihan soal, satu kelompok terdiri dari empat orang. Hasil kerja kelompok kemudian dibahas bersama-sama.

  Selain melakukan uji coba pengambilan data, peneliti juga melakukan sosialisasi pada subjek siswa dan subjek guru. Sosialisasi ini berguna agar kelak saat melakukan pengambilan data yang sesungguhnya, subjek guru dan subjek siswa sudah terbiasa dan tidak merasa canggung. Pada tahap uji coba, subjek guru dan siswa tampak tidak terganggu dengan pengambilan data yang dilakukan. Sosialisasi dilakukan saat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

  Dari hasil uji coba tersebut didapatkan beberapa kekurangan yang harus diperbaiki, sehingga saat pengambilan data sebenarnya data yang diperoleh dapat maksimal. Kekurangan yang didapatkan antara lain adalah dalam pengambilan data hanya menggunakan satu ‘handy-cam’ sehingga banyak kejadian yang tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  terekam. Dari hasil evaluasi tersebut diharapkan pada pengambilan data yang sebenarnya, kekurangan tersebut dapat diperbaiki.

2. Tahap Penelitian Utama

a. Pertemuan pertama

  Pertemuan yang pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 April 2011, jam ke 1-2 yaitu pukul 07.00 – 08.15 WIB. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas IV SD Kanisius Wirobrajan.

  Pada pertemuan pertama, jumlah siswa yang hadir adalah 35. Satu siswa tidak masuk karena sakit. Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa dapat memahami materi penjumlahan pecahan dengan penyebut sama.

  Kegiatan pendahuluan membahas berbagai contoh kemungkinan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu melalui tanya jawab singkat oleh guru dan siswa.

  Pada pertemuan pertama materi pelajaran yang sedang dibahas adalah tentang penjumlahan pecahan dengan penyebut sama. Proses pembelajaran diawali dengan mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Materi sebelumnnya yaitu pengertian pecahan dan peragaan bentuk pecahan dengan memotong roti menjadi empat bagian yang dilakukan oleh perwakilan siswa, kemudian guru melanjutkan penjelasan ke materi penjumlahan pecahan.

  Kegiatan inti guru menjelaskan cara menjumlahkan pecahan dengan berpenyebut sama. Selanjutnya siswa diminta membentuk kelompok yang beranggotakan empat orang. Guru meminta setiap kelompok untuk bekerjasama dalam melakukan penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. Hasil kerja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok kemudian dibahas bersama-sama dengan perwakilan kelompok dua anak maju ke depan, yang terdiri dari siswa yang lemah dan kuat. Selanjutnya siswa yang lemah persentasi hasil kerja kelompok dengan bantuan siswa yang kuat untuk membahas materi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

  Dua orang siswa menjelaskan tentang cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. Siswa yang lebih mampu membantu siswa yang kemampuannya lemah dalam persentasi. Dalam hal ini terjadi kerjasama dalam nilai kemanusiaan sesuai yang akan dicapai dalam pembelajaran berbasis PPR.

  Setelah selesai persentasi guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan soal evaluasi secara individu tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

  Sebagai penutup, guru memberikan kesempatan kepada masing-masing siswa untuk bertanya apabila merasa belum jelas atau paham kemudian melengkapi catatan masing-masing. Dalam hal ini proses belajar siswa dapat berlangsung dengan lancar.

b. Pertemuan kedua

  Pertemuan yang kedua dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7 April 2011, jam ke 3-4 yaitu pukul 09.00 – 10.10 WIB. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas IV SD Kanisius Wirobrajan.

  Pada pertemuan kedua, jumlah siswa yang hadir adalah 36. Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa dapat semakin memahami bagaimana cara menjumlah pecahan dengan berpenyebut berbeda.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan pendahuluan diisi dengan mengulang materi yang telah dipelajari siswa pada pertemuan sebelumnya, yaitu melalui tanya jawab singkat oleh guru dan siswa. Guru berusaha mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pemahaman siswa akan materi sebelumnya.

  Kegiatan inti diisi dengan kerja kelompok. Anggota setiap kelompok masih sama seperti pertemuan sebelumnya. Guru memberikan beberapa soal untuk dipecahkan bersama dalam kelompok.

  Dalam kelompok siswa saling bekerja sama dengan temannya, siswa yang kuat membantu siswa yang lemah. Siswa yang belum jelas bertanya dengan guru tanpa rasa takut. Guru berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lainnya untuk mengecek kerjasama setiap kelompok. Guru membantu kelompok atau siswa yang mengalami kesulitan. Setelah diskusi kelompok selesai perwakilan kelompok mempresentasikan jawabannya di depan yang terdiri dari dua orang, kemudian dibahas bersama-sama. Dalam hal ini terjadi kerjasama dalam nilai kemanusiaan sesuai yang akan dicapai dalam pembelajaran berbasis PPR. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk memperbaiki jawabannya yang belum tepat.

  Sebagai penutup, Siswa melakukan refleksi dengan pertanyaan yang disampaikan guru secara lisan tentang kegiatan belajar yang telah dilakukan.

c. Pertemuan ketiga

  Pertemuan yang ketiga dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 April 2011, jam ke 3-4 yaitu pukul 09.00 - 10.10 WIB. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas IV SD Kanisius Wirobrajan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa dapat memahami materi penjumlahan pecahan dengan tiga suku yang berpenyebut sama dan berbeda.

  Pada bagian pendahuluan guru mengajak siswa mengingat materi yang telah dipelajari tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan berbeda.

  Setelah selesai membahas materi siswa melakukan diskusi kelompok. Guru memberikan soal, meminta siswa berkelompok satu meja yang terdiri dari dua orang, dan mengerjakannya secara berkelompok, kemudian hasil kerja kelompok dibahas bersama-sama.

  Sebagai penutup, siswa melakukan refleksi pembelajaran dengan dipandu guru. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila merasa belum jelas atau paham, kemudian meminta siswa untuk melengkapi catatan masing-masing. Siswa diberitahu oleh guru bahwa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan ulangan harian. Guru mengucapkan selamat siang kemudian meninggalkan ruang kelas.

d. Pertemuan keempat

  Pertemuan yang keempat dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 April 2011, jam ke 4 yaitu pukul 09.00 - 10.10 WIB. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas IV SD Kanisius Wirobrajan.

  Pada pertemuan keempat, semua siswa hadir. Tujuan dari pembelajaran ini adalah mengetahui hasil belajar siswa dengan ulangan harian dan melakukan refleksi terhadap hasil observasi siswa dalam kerja sama.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kegiatan pendahuluan diisi dengan mengulang kembali penjelasan tentang kerja sama dengan temannya, yaitu dengan bekerja sama mengerjakan soal latihan dalam kelompok. Siswa yang kuat membantu siswa yang lemah.

  Kegiatan inti diisi dengan pemberian tugas mengerjakan soal-soal latihan tentang menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama dan tidak sama. Subjek mengajak siswa untuk mengerjakan soal-soal secara individu.

  Sebagai penutup, subyek mengajak siswa untuk menarik kesimpulan bahwa sebaiknya semua pihak menyadari betapa pentingnya kerja sama dalam kehidupan sehari-hari sebagai melakukan instrospeksi diri untuk memperbaiki diri, serta menghindari hal-hal yang negatif tersebut .

B. Analisis Data

  Setelah melakukan penelitian yang berlangsung selama empat pertemuan, peneliti mendapatkan data-data yang diperlukan dan mulai melakukan proses analisis data. Proses analisis data dilaksanakan melalui beberapa langkah, yaitu transkripsi, penentuan topik-topik data, dan penentuan kategori-kategori data.

1. Transkripsi Rekaman Video

  Transkripsi proses pembelajaran terdiri dari tiga bagian, yang dibagi berdasarkan banyaknya pertemuan dalam pelaksanaan penelitian : a. Transkripsi data pada pertemuan I terdapat pada lampiran II

  b. Transkripsi data pada pertemuan II terdapat pada lampiran II

  c. Transkripsi data pada pertemuan III terdapat pada lampiran II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Penentuan Topik-Topik Data

  Topik data adalah rangkuman dari bagian transkrip data yang mengandung makna tertentu yang diteliti. Topik data proses belajar subjek (Siswa) dalam pembelajaran disajikan pada tabel-tabel topik data dimulai dari tabel 4.1 sampai dengan tabel 4.3.

Tabel 4.1 Topik Data Proses Belajar Siswa pada Petemuan I

  

No Topik Data Bagian

Data

  1 Dua anak maju ke depan untuk melakukan pembagian roti untuk I.1-8

  1 memperagakan pecahan dengan cara satu roti dibagi menjadi empat

  4 bagian sama besar.

  3

  2

  5

  2 I.9-16 Siswa maju kedepan mengerjakan dipapan tulis mengenai dan = +

  4

  4

  4

  1 menyederhanakan pecahan tersebut menjadi

  1

  4

  2

  5

  6

  3 Siswa maju kedepan mengerjakan dipapan tulis mengenai I.17-20

  • =

  5

  5

  5

  13

  3 dan menyederhanakan menjadi

  2

  5

  5

  

4 Siswa masuk dalam kelompok yang terdiri dari empat anak mengerjakan I.21- 39

soal yang telah dibagikan guru. Soal ada 10 nomer tentang penjumlahan yang berpenyebut sama; 5 soal tentang penjunlahan 2 suku, 5 soal lain tentang penjumlahan 3 suku. Siswa saling kerjasama dengan anggota kelompok. Siswa yang mampu membantu menjelaskan kepada siswa yang lemah.

  5 Perwakilan sebuah kelompok yaitu 2 orang siswa maju ke depan I.39-50 membacakan hasil diskusi kelompok mereka mengenai ............... Salah satu siswa membacakan, yang dibantu oleh siswa satunya.

  6 Perwakilan kelompok yaitu S23dan S35 maju ke depan membacakan hasil I.51-56

  

11

  13

  24 diskusi kelompok mereka mengenai Dalam hal ini S23

  • =

  25

  25

  25 membantu S35 dalam persentasi.

  

8 Siswa menerima lembar evaluasi dari guru lalu mengerjakan secara I.57- 74

individu. Lembar evaluasi berisi 10 soal penjumlahan pecahan berpenyebut sama, yang 5 buah terdiri 2 suku, yabg 5 lainnya teriri dari 3 suku.

  9 Semua siswa sudah selesai dan lembar evaluasi dikumpulkan ke guru I.74-76

  10 S23mengingatkan guru untuk melakukan refleksi. Siswa melakukan refleksi I.77-82 menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru secara lisan mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Siswa menyampaikan kesulitan yang masih dialami.

  11 Sebagian siswa menyatakan bahwa pembelajarannya menyenangkan sambil 1.83-86 mengangkat kedua jempolnya.

  12 Siswa mengumpulkan refleksi dan diserahkan ke guru. Pembelajaran sudah I.87-90 selesai perwakilan dari siswa menutup pembelajaran dengan berdoa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 4.2 Topik Data Proses Belajar Siswa pada Petemuan II

  

No. Topik Data Bagian

Data

  1. Siswa memberi salam kepada guru sambil menyiapkan alat tulis .

  II.1-2

  2. Siswa membuka buku catatan sambil menjawab pertanyaan dari guru

  II.3-6 tentang materi pelajaran sebelumnya. Siswa menjawab letak penyebut pada pecahan yaitu di bawah.

  1

  II.11-16 Siswa meberikan contoh bentuk pecahan yaitu dan cara

  2 3.

  • 4

  5 menjawabnya yaitu dengan cara menyamakan penyebutnya dengan dijadikan per 20.

  4. Siswa memperhatikan guru cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut

  II.17-21 berbeda, yaitu dengan cara mencari KPK terlebih dahulu.

  5. Siswa menganggukan kepala pertanda sudah merasa jelas. Siswa

  II.21-42

  3

  1 mengerjakan contoh soal dari guru yaitu

  • 5

  4

  6. S23 dan S29 mengerjakan contoh soal tersebut di depan kelas. Siswa

  II.43-51 menyetujui hasil pekerjaan teman yang ditulis dipapan tulis sambil membuka buku catatannya dan LKS masing-masing

  7. Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang untuk

  II.51-55 mengerjakan soal latiahan yang telah di bagi oleh guru. Dalam kelompok mereka saling berdiskusi dan kerjasama. Siswa yang lebih mampu membantu siswa yang belum mampu. Mereka mengerjakan soal tentang pecahan yang berbeda penyebutnya.

  8. Siswa akat tangan pertanda kalau kelompoknya sudah selesai adan disusul

  II.56-61 oleh kelompok yang lain.

  9. Siswa membahas soal secara bersama-sama. Perwakilan dari kelompok dua

  II.62-79 orang maju di depan kelas untuk persentasi. Mereka saling bekerjasama dalam persentasi siswa yang kuat membantu siswa yang lemah.

  10. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu yang telah dibagiakan oleh

  II.80-84 guru. Siswa secara serius mengerjakan soal . Siswa yang sudah selesai mengangkat tangannya. Dan disusul oleh temannya yang lain.

  11. Siswa melakukan refleksi menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh

  II. 85- guru secara lisan mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Siswa menyampaikan kesulitan yang masih dialami.

  12. Sebagian siswa menyatakan bahwa pembelajarannya menyenangkan sambil mengangkat kedua jempolnya.

  13 Siswa mengumpulkan refleksi dan diserahkan ke guru. Pembelajaran sudah selesai perwakilan dari siswa menutup pembelajaran dengan berdoa

Tabel 4.3 Topik Data Proses Belajar Siswa pada Petemuan III

  

No Topik Data Bagian

Data

  1 Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari dua orang dan mengerjakan

  III.1-3 soal latihan pecahan yang terdiri dari tiga suku dengan dua suku berpenyebut sama dan satu suku berpenyabut beda.

  2 S23 dan S36 menuju ke depan kelas mempresentasikan hasil kerja mereka.

  III.4-13 Dua per empat dikali dua per enam sama dengan enam per dua belas tambah empat per dua belas sama dengan lima per enam.

  1

  1

  2

  11

  4 Kelompok Ardra mempresentasikan nomor selanjutnya yaitu = + +

  Kategorisasi data merupakan proses membandingkan topik-topik data satu sama lain untuk menghasilkan kategori-kategori data. Kategori data adalah gagasan abstrak yang mewakili makna tertentu yang sedang diteliti yang terkandung dalam sekelompok topik data. Berikut ini disajikan kategori-kategori data rangkaian kegiatan subjek (guru) pada peluang kejadian, dalam bentuk:

  III.46-49

  7 Siswa mengerjakan soal evaluasi yang terdiri dari 10 soal yang telah dibagikan guru tentang pecahan yang terdiri dari tiga suku dengan serius.

  III.50-67

  8 Siswa yang bernomor 21 mengangkat tangannya pertanda sudah selesai dan disusul oleh siswa yang lain.

  III.68-91

  9 Siswa melakukan refleksi menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru secara lisan mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Siswa menyampaikan kesulitan yang masih dialami.

  III.92-

  10 Sebagian siswa menyatakan bahwa pembelajarannya menyenangkan sambil mengangkat kedua jempolnya.

  III.

  11 Siswa mengumpulkan refleksi dan diserahkan ke guru. Pembelajaran sudah selesai perwakilan dari siswa menutup pembelajaran dengan berdoa

  III.

  3. Penentuan Kategori Data

  a. Tabel Kategori Data

  29 III.38-45

Tabel 4.5 Kategori Data dan Subkategori Data Proses Belajar Siswa pada Pertemuan I

  No Kategori dan Subkategori Topik Data

  1 Siswa mengucap salam kepada guru sambil menyiapkan alat tulis dan siap mengikuti pembelajaran PI : 1-4

  2 Membahas pengertian pecahan

  a) Membahas cara membagi roti 1 menjadi empat bagian yang sama besar PI : 5

  b) Melakukan percobaan dengan memotong roti menjadi 4 bagian.

  PI : 6-7

  c) Membahas pengertian pecahan dengan menggunakan peragaan roti PI : 8

  d) Membahas tentang pecahan dengan bantuan guru menggunakan garis bilangan PI :9-14

  e) Mencoba mngerjakan contoh pecahan dari guru PI : 15-20

  3 Mengerjakan LKS dalam kelompok

  a) Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang PI : 21-22 b) Siswa mengerjakan LKS dalam kelompok dengan serius dan saling kerjasama dengan anggota kelompoknya

  PI : 23-39 c) Membahas hasil kerja kelompok secara bersama-sama. PI : 40-57

  6 Siswa mengumpulkan LKS yang telah dikerjakan dalam kelompok kepada guru

  18

  21

  21

  4

  3

  2

  7

  1 = + +

  21

  4

  21

  14

  21

  3

  1

  21 =

  8

  III.33-37

  5 Kelompok Gunung mempresentasikan nomor selanjutnya yaitu = + +

  6

  5

  3

  1

  9

  4 = + +

  18

  15

  18

  6

  18

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4 Mengerjakan evaluasi secara individu

  PII: 53-61

  4 Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu dengan serius PIII: 46-91

  a) Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 2orang PIII : 3 b) Siswa mengerjakan LKS tentang penjumlahan pecahan yang tediri dari 3suku dengan rincian dua suku berpenyebut sama dan satu suku berpenyebut beda PIII : 4-7 c) Siswa membahas hasil kerja kelompok dengan perwakilan masing-masing kelompok dua siswa maju kedepan untuk persentasi PIII : 7-45

  3 Mengerjakan LKS

  2 Mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang materi penjumlahan pecahan berpenyebut beda PIII: 2

  1 Siswa mengucap salam kepada guru sambil menyiapkan alat tulis dan siap mengikuti pembelajaran PIII : 1

  Kode Kategori dan Subkategori Topik Data

Tabel 4.7 Kategori Data dan Subkategori Data Proses Belajar Siswa pada Pertemuan III

  6 Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan memberi salam kepada guru PII : 87

  5 Siswa dipandu oleh guru mengisi lembar refleksi pembelajaran PII : 85-86

  a) Siswa mengumpulkan hasil evaluasi kepada guru PII : 84

  4 Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu dengan serius PII : 80-83

  c) Siswa membahas hasil kerja kelompok dengan perwakilan masing-masing kelompok dua siswa maju kedepan untuk persentasi PII : 62-79

  a) Siswa membentuk kelo mpok yang terdiri dari 4 orang PII : 51-52 b) Siswa mengerjakan soal LKS tentang penjumlahan dua suku yang berpenyebut beda

  a) Siswa mengerjakan soal evaluasi yang telah dibagi guru secara individu PI : 58-75

  3 Siswa mengerjakan LKS PII :

  PII : 9-50

  c) Siswa menjawab pertanyaan guru tentang penjumlahan dua suku yang berpenyebut beda dengan menggunakan KPK.

  b) Siswa mberikan contoh bentuk penjumlahan pecahan dua suku yang berpenyebut beda PII : 8

  a) Menjawab pertanyaan guru tentang pecahan seperti pada materi sebelumnya PII : 4-7

  2 Mengulang materi pembelajaran yang lalu tentang pecahan

  1 Siswa mengucap salam kepada guru sambil menyiapkan alat tulis dan siap mengikuti pembelajaran PII : 1-3

  No Kategori dan Subkategori Topik Data

Tabel 4.6 Kategori Data dan Subkategori Data Proses Belajar Siswa pada Pertemuan II

  6 Siswa menutup pelajaran dengan berdoa PI : 88-90

  a) Siswa mengisi lembar refleksi yang dibagikan guru PI : 79-84 b) Siswa mengumpulkan lembar refleksi PI : 85-87

  5 Melakukan refleksi pembelajaran bersama dengan guru PI : 78

  b) Siswa mengumpulkan lembar evaluasi kepada guru PI : 76-77

  5 Siswa dipandu oleh guru mengisi lembar refleksi pembelajaran PIII : PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Kegiatan Belajar Siswa

  Prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran siswa sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan pembelajaran dalam setiap pertemuan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

  2. Dalam kegiatan pendahuluan, siswa:

  a. menyiapkan secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; b. menjawab pertanyaan­pertanyaan dari guru yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; c. mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;

  3. Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

  4. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.

  5. Kegiatan inti dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

a. Dalam kegiatan eksplorasi, siswa:

  b. mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dan belajar dari aneka sumber;

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  beragam pendekatan pembelajaran, media

  c. menggunakan pembelajaran, dan sumber belajar lain; d. menjalin terjadinya interaksi antara teman dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; e. berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan f. melakukan diskusi dan kerjasama dengan teman kelompok.

6. Dalam kegiatan elaborasi, siswa:

  a. membaca dan menulis yang beragam melalui tugas­tugas tertentu yang bermakna; b. melaksanakan tugas, diskusi, dan lain­lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; c. berlatih untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; d. berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

  e. laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; f. menyajikan hasil atau persentasi hasil kerja individual maupun kelompok;

g. Percayadiri dalam melaksanakan persentasi.

7. Dalam kegiatan konfirmasi, siswa:

  a. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi melalui berbagai sumber,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, c. memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar tentang penjumlahan pecahan.

  8. Siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna antara lain dengan cara: a. bertanya tentang kesulitan dalam penjumlahan pecahan

  b. bekerjasama dengan temannya dalam memecahkan masalah tentang penjumlahan pecahan; c. melakukan pengecekan hasil eksplorasi;

  d. memberikan motivasi kepada teman yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

9. Dalam kegiatan penutup, siswa:

  a. bersama­sama dengan guru atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; b. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar, c. melakukan refleksi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V HASIL PENELITIAN Bab ini mendeskripsikan proses belajar siswa dalam pembelajaran

  matematika materi penjumlahan pecahan di kelas IV SD Kanisius Wirobrajan dengan berbasis Paradigma Pedagogi Reflektif dan membahas kesesuaian rangkaian proses belajar dengan prinsip-prinsip PPR, khususnya pada materi penjumlahan pecahan. Subbab A-D mendeskripsikan rangkaian proses belajar siswa yang dibagi menjadi empat pertemuan yaitu:

  A. Rangkaian Proses Belajar Siswa pada Pertemuan I

  B. Rangkaian Proses Belajar Siswa pada Pertemuan II

  C. Rangkaian Proses Belajar Siswa pada Pertemuan III

  D. Rangkaian Proses Belajar Siswa pada Pertemuan IV sedangkan subbab E membahas kesesuaian rangkaian kegiatan subjek tersebut dengan prinsip-prinsip PPR.

  Rangkaian kegiatan subjek merupakan langkah – langkah atau tindakan yang dilakukan subjek dalam memfasilitasi proses belajar siswa yang berlangsung selama proses pembelajaran.

A. Rangkaian Proses Belajar Siswa pada Pertemuan I

  Garis besar proses belajar siswa pada pertemuan I dapat dilihat pada Rangkaian proses belajar siswa pada pertemuan I meliputi :

1. Siswa mengucap salam kepada guru sambil menyiapkan alat tulis dan siap mengikuti pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2. Membahas pengertian pecahan

  3. Mengerjakan LKS dalam kelompok

  4. Mengerjakan evaluasi secara individu 5. Melakukan refleksi pembelajaran bersama dengan guru.

  6. Siswa menutup pelajaran dengan berdoa

  1. Rangkaian kegiatan membuka pelajaran Senin tanggal 4 April 2011, jam ke 1-2 yaitu pukul 07.00 – 08.15 WIB.

  Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas IV SD Kanisius Wirobrajan. Siswa membuka pelajaran dengan memberi salam kepada guru dengan menggunakan bahasa inggris sambil menyiapkan alat tulis dan membuka buku catatan. Guru bertanya tentang keadaan siswa dan siswa menjawab bahwa keadaannya baik dan siap mengikuti pelajaran. Siswa menyampaikan kepada guru bahwa ada yang tidak masuk karena sakit.

  Selanjutnya melakukan apersepsi pembelajaran tentang pecahan dengan bantuan alat peraga roti. Perwakilan dua siswa maju di depan kelas untuk melakukan peragaan pecahan dengan membagi roti. Roti satu dibagi menjadi empat bagian yang sama besar. Peragaan ini merupakan bentuk pecahan satu per empat. Mereka saling berbisik tentang cara membagi roti (perhatikan cuplikan 1 dari transkip pertemuan I).

  Cuplikan 1 dari transkrip pertemuan 1 [Guru meminta salah satu siswa memimpin doa. Guru memberikan

  1. salam])”Selamat pagi anak-anak”.

  

SS: “ Good Morning teacher” (Semua siswa mengucapkan salam)

2.

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  G: (Guru bertanya pada siswa) ” Ya anak-anak ada yang sudah belajar tadi malam ?” “ Ada yang belum ada yang sudah, ya yang sudah berapa anak tunjuk jari ?”. “ Ya sekarang semuanya keluarkan bukunya”. SS: [Semua siswa mengeluarkan buku pelajaran] 3. G : ” Oke yang terakhir tentang pecahan, sudah belajar tentang pecahan ?” 4. ” Ya sebelum belajar tentang pecahan, anak-anak Pak Thomas punya sebuah 5. roti.” ” Roti ini berjumlah berapa?” ”Pak Thomas bingung bagaimana cara membagi roti, Pak Thomas minta tolong bantuan anak-anak, Pak Thomas butuh dua orang”. ” Yang pertama, satu siapa ya? Awan....Awan maju. Kemudian yang kedua yang namanya Ageng P silahkan maju ! Ah...Gini Pak Thomas punya masalah seperti ini, ini ada satu roti nah kalian punya teman berjumlah empat, bagaimana caranya supaya kue ini dibagi empat sama besar”. ( Guru meminta siswa untuk berdiskusi membagi roti) S12: (berbisik-bisik dengan S18 mengenai cara membagi roti) (S 12 dan S 18 6. membagi 1 roti menjadi empat bagian sama besar menggunakan pisau)

  G: ” Sudah ?” ( Guru bertanya pada S 12 dan S 18 apakah sudah selesai dalam 7. membagi roti) ” Ya jumlahnya berapa ?” S20 & S : ” empat” 8.

  G: ” Coba ditunjukkan pada teman-temanmu !, kamu bawa dua, kamu bawa 9. dua”. ” Ya terima kasih, silahkan duduk.” ” Oke anak-anak sudah terbagi menjadi empat, yang pertama... satu...yang kedua...satu..dulunya seperti ini!”

  2. Membahas pengertian pecahan Setelah melakukan apersepsi selanjutnya siswa masuk ke pelajaran inti.

  Sebelum masuk ke pelajaran inti siswa mengingat kembali tentang pengertian pecahan. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pengertian pecahan dengan menggunakan alat bantu garis bilangan. Pecahan adalah bilangan yang

  a

  dinyatakan dalam bentuk , a dan b adalah bilangan bulat dan b tidak sama

  b

  dengan nol. Guru sambil bertanya kembali pengertian pecahan selanjunya siswa menjawab pengertian pecahan sesuai yang dijelaskan guru. (perhatikan cuplikan 2 dari transkip pertemuan I).

  Cuplikan 2 dari transkip pertemuan I 9. ” Pak Thomas membuat garis..ini namanya garis apa ?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (perhatikan cuplikan 3 dari transkrip 1)

  SS: “Ya” [SS menjawab dengan serempak]

  Siswa memperhatikan contoh pecahan yang diberikan oleh guru sambil mencoba mengerjakan. Siswa mencoba mengerjakan contoh soal bersama dengan temannya. Contoh soal yang dituliskan guru di papan tulis sebagai berikut:

  3 =

  11. G: “Pak Thomas punya satu roti yang dibagi menjadi empat. Anak-anak untuk pembagian pecahan bagaimana? Ada yang tahu tidak? (Guru menulis di papan tulis) Satu per empat, kemudian dua per empat….tiga per empat…empat per empat…Empat per empat itu sama dengan satu. Lha anak-anak sekarang kita belajar mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama…

  2

  • 4

  Cuplikan 3 dari transkip pertemuan I

  19. G: “Pak Thomas kasih contoh misalnya tiga per empat ditambah dua per empat sama dengan berapa ?” ( Guru menulis di papan tulis: 3/4 + 2/4 ) “ Ada yang bisa silahkan ….Tiffany maju !” ( Guru menawarkan pada siswa siapa yang ingin mengerjakan soal di papan tulis)

  20. S 35: ( tunjuk jari lalu maju mengerjakan soal di papan tulis)

  4

  22. G : [Guru mengamati pekerjaan S 35, dan mengucapkan terima kasih] “ Ya terima kasih! ( Guru bertanya pada semua siswa) “ Bisa disederhanakan tidak ?”

  23. SS : “ Bisaa….( Semua siswa menjawab bisa)

  24. G : “ Nah sekarang lagi untuk penjumlahan, Pak Thomas minta tolong berapa angka pecahannya ?

  25. BS : “ Dua per lima ditambah lima per lima”!

  26. G : [Guru menulis di papan tulis 2/5 + 5/5 + 6/5],” Nah ada yang Tau tentang ini ?...(menyuruh salah satu siswa untuk maju mengerjakan soal di papan tulis, dan guru menyuruh S8 untuk mengerjakannya)”Ya Tasya maju”.

  27. S 8 : (S 8 maju mengerjakan soal dipapan tulis)

  3. Mengerjakan LKS dalam kelompok

  Setelah siswa sudah jelas tentang penjumlahan pecahan selanjutnya dibagi LKS oleh guru. Dalam mengerjakan LKS siswa membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang. Dengan dibentuknya kelompok ini bertujuan untuk saling membantu siswa yang lemah dan meningkatkan kerjasama antar anggota. Dalam mengerjakan LKS dalam kelompok ini kegiatannya meliputi:

  21. SS: [ Mengamati pekerjaan S 3])

a) Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b) Siswa mengerjakan LKS dalam kelompok dengan serius dan saling kerjasama dengan anggota kelompoknya

c) Membahas hasil kerja kelompok secara bersama-sama. Perwakilan dari kelompok 2 orang mempresentasikan di depan kelas.

  Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang dan saling berhadapan. Setelah terbentuk kelompok guru memberikan nomor urut kelompok yaitu satu sampai sembilan (perhatikan cuplikan 4 dari transkrip pertemuan I).

  Cuplikan 4 dari transkip pertemuan I

  20. G : “Sudah?.....Berapa ?....Nah…hasilnya tiga belas per lima….Oke sudah bisa ya…Anak-anak Pak Thomas akan membagi kelompok menjadi Sembilan…empat- empat ya….!Boleh dibalik, yang menghadap ke selatan boleh ke belakang”. [Guru mengarahkan siswa dalam membentuk kelompok]

21. SS : (Semua siswa bergabung dalam kelompok dengan tertib)

  22. G : “ Iya gimana?....(Guru berjalan mendekati siswa yang bertanya) “Sudah empat-empat ya…Pak Thomas akan membagikan soalnya..(Guru berjalan membagikan soal dalam kelompok) “Ya..silahkan dikerjakan dan berdiskusi..Tulis nama kelompok dan nama, kanan atas boleh, kiri atas boleh…Anak-anak ada penilaian di dalam kelompok…pertama kerjasama, kemudian memberikan ide,

kemudian yang punya saran mohon disampaikan ! Ada pertanyaan ?

  Siswa mengerjakan soal LKS dalam kelompok. Mereka saling kerjsama membantu temannya yang masih lemah. Beberapa kelompok tampak sibuk melakukan diskusi untuk memecahkan soal LKS tentang penjumlahan pecahan dua suku yang sama penyebutnya. Kelompok yang merasa belum jelas bertanya dengan guru (perhatikan cuplikan 5 dari transkrip pertemuan I).

  Cuplikan 5 dari transkip pertemuan I

  23. SS : (Semua siswa terlihat mengerjakan Lembar Kerja Siswa secara berkelompok).

  24. G : [Guru mendatangi tiap-tiap kelompok dan menjelaskan sesuatu dalam kelompok tersebut]

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  26. G : “ Gimana sudah? Baliknya sekalian tadi sudah ada contohnya....Silahkan nanti kalau sudah selesai langsung tangannya diangkat dalam kelompok”.

  27. S5 : “Pak Thomas selesai pak…..!” (S5 mengangkat tangan menandakan kelompoknya sudah selesai mengerjakan)

  : “Ya sudah selesai satu..kelompoknya Viery..Wening!” (Guru

  28. G menginformasikan kepada semua siswa bahwa sudah ada satu kelompok yang selesai mengerjakan) (Guru berkeliling lagi untuk mengecek pekerjaan siswa dalam kelompok

  Siswa membahas LKS yang telah dikerjakan dalam kelompok tentang penjumlahan pecahan dua suku yang berpenyebut sama. Perwakilan dari kelompok dua orang maju untuk persentasi (perhatikan cuplikan 6 dari transkrip pertemuan I).

  Cuplikan 6 dari transkip pertemuan I

  40. G : “ Sudah... ,Okey,. Perwakilan dua kelompok maju ya. Perwakilan silakan maju

  41. S...& S.: “ maju membacakan hasil kerja kelompoknya untuk jawaban soal nomor satu”

  42. G : “ya silakan “ [guru mempersilakan S7dan S9 untuk maju ke depan membacakan hasil diskusi kelompok mereka]

43. S7 : “menggeleng-gelengkan kepala menandakan ia tidak bisa mengerjakan”.

  44. G : [guru memegang pundak S7seakan memberikan semangat dan kata-kata penguatansupaya S7 membacakan hasil diskusi kelompoknya]

  45. S7 :[S7 mau mengerjakan dan dibantu oleh S9]

  46. G : “Anak-anak dengarkan Lani membacakan hasil diskusi kelompoknya, yok....Ulangi...satu...dua ...tiga...”

  47. S7 : [ membacakan hasil diskusi kelompoknya]

  48. G : “Sudah...semua... tepuk tangan utnuk Lani dan temannya”.[ guru mengajak siswa memberi aplous kepada S7]

  49. S7 dan S9[ kembali ke tempat duduknya]

  50. G : “Maturnuwun”.[guru mengucapkan trima kasih sambil memegang pun dak S7 sebagai tanda pemberian semangat]. “Yang kedua....nomor dua... silakan Fodi dan temannya.” “yang kemarin...

  51. S23: “maju ke depan untuk membacakan hasil diskusi kelompoknya.”

  

52. G : [guru menuju ke depan dan menyapa S35 memberi penguatan kepadanya]

  53. S23 : “Sebelas per dua puluh lima ditambah tiga belas per dua puluh lima sama dengan dua puluh empat per dua puluh lima”.

  4. Mengerjakan evaluasi secara individu

  Siswa dibagi lembar evaluasi oleh guru. Mereka mengerjakan evaluasi tentang penjumlahan pecahan dua suku yang berpenyebut sama secara individu (perhatikan cuplikan 7 dari transkrip pertemuan 1).

  Cuplikan 7 dari transkip pertemuan I

  

61. SB : [Sebagian siswa sudah mulai mengerjakan soal yang ada di lembar evaluasi]

  62. G : “Hitungan ketiga mulai mengerjakan...satu, dua, tiga,...tidak boleh contek mencontek... dikasih nama jangan lupa”.[guru menghampiri S35 dan mendengarkan apa yang dibisikkan S35]

  63. S21 : [S21 berbisik kepada guru]

  64. G : “Gala...[guru menyebutkan nama S25 seraya memberikan tanda bahwa waktunya mengerjakan sekarang]

  65. SS : [semua siswa sedang asyik mengerjakan soal di lembar evaluasi]

  Mereka mengerjakan soal evaluasi dengan serius. Setelah selesai mengerjakan lembar evaluasi dikumpulkan kepada guru.

  5. Melakukan refleksi pembelajaran bersama dengan guru.

  Setelah pembelajaran selesai siswa dipandu oleh guru melakukan refleksi pembelajaran. Siswa melakukan refleksi dengan cara menjawab pertanyaan dari guru secara lisan. Setelah selesai refleksi siswa melakukan aksi yaitu dengan cara menumbuhkan kerjasama dengan temannya (perhatikan cuplikan 8 dari transkrip pertemuan I).

  Cuplikan 8 dari transkip pertemuan I .

  10. S23 : “Pak Thomas, refleksinya pak?”

  11. G : “ Ya,,, bentar ya... nah, anak-anak....pak Thomas bertanya bareng-bareng...apa kendalamu pada saat kerja kelompok? Nah ditulis ya... ada kendala atau tidak?”

  12. SB : “ada pak”... saking matung makeng...[sebagian siswa menjawab ada]

  13. G : “ Oh,,,ooo ....ada...nah terakhir yang tidak bisa kerja, apa kesulitan yang masih kalian alami?”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15. G : “Menghitung ya? Udah dilatih lagi ya?” “ Yang keempat, apakah kalian senang mempelajari materi ini? “ “Yang merasa senang kedua jempolnya diangkat”.

  16. SS : [semua siswa mengangkat kedua jempolnya menandakan mereka semua senang belajar materi tersebut]

  17. G : “Nah,,, Okey,,,trima kasih anak-anak, ya aanak-anak bayarnya nanti pak Thomas seleksi dari sini”...Oh ya pak Thomas minta di kumpulkan refleksinya di sini”.

  18. BS : “Pak Thomas..pak Thomas...[sebagian siswa memanggil guru untuk mengumpulkan lembar refleksinya]

  19. G : [guru berjalan menuju tiap-tiap meja siswa sambil mengumpulkan lembar refleksi

siwa] “Okey anak-anak silakan berdoa kita mengakhiri pelajaran kita hari ini”

6. Siswa menutup pelajaran dengan berdoa

  Siswa mendapatkan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum jelas. Siswa melengkapi catatan masing-masing, yaitu tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. Beberapa siswa menulis sesuatu di buku masing-masing kemudian mulai berkemas-kemas. Siswa mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam kepada guru.

B. Rangkaian Kegiatan Subjek pada Pertemuan II

  Rangkaian proses belajar siswa pada pertemuan II meliputi :

  1. Siswa mengucap salam kepada guru sambil menyiapkan alat tulis dan siap mengikuti pembelajaran.

  2. Mengulang materi pembelajaran yang lalu tentang pecahan.

  3. Siswa mengerjakan LKS.

  4. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu dengan serius.

  5. Siswa dipandu oleh guru mengisi lembar refleksi pembelajaran.

  6. Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan memberi salam kepada guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Rangkaian kegiatan membuka pelajaran

  Siswa membuka pelajaran dengan berdoa dan memberi salam kepada guru dengan menggunakan bahasa inggris sambil menyiapkan alat tulis dan membuka buku catatan. Guru bertanya tentang keadaan siswa dan siswa menjawab bahwa keadaannya baik dan siap mengikuti pelajaran. Maka guru memulai pelajaran dengan apersepsi dengan bertanya tentang materi sebelumnya.

  2. Mengulang materi pembelajaran yang lalu tentang pecahan

  Kegiatan mengulang materi yang telah dipelajari sebelumnya meliputi :

  a) Menjawab pertanyaan guru tentang pecahan seperti pada materi sebelumnya b) Siswa memberikan contoh bentuk penjumlahan pecahan dua suku yang berpenyebut beda c) Siswa menjawab pertanyaan guru tentang penjumlahan dua suku yang berpenyebut beda dengan menggunakan KPK Guru mengajak siswa untuk mengingat materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan cara tanya jawab (perhatikan cuplikan 1 dari transkip pertemuan II).

  Cuplikan 1 dari transkip pertemuan II

  3. G : [G mulai membuka pelajaran dengan bertanya kepada siswa] “Sudah belajar belum? … [G memandang ke arah siswa secara keseluruhan] …”

4. BS: [terlihat membuka catatan masing-masing sambil berusaha mengingat materi pelajaran yang telah dipelajari kemarin, tentang pecahan]”Sudah Pak”.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. G : “Guru menulis di papan tulis tentang pecahan. [G sambil melontarkan

  9. G : “ Nah caranya untuk menghitung bagaimana, biar penyebut-penyebutnya sama?” [G mempertegas jawaban siswa dengan mengucapkan kembali jawaban tersebut]

  16. SS : “Dua puluh…” [SS menjawab secara serempak dan penuh keyakinan]

  15. G :”4X5 berapa?”[G mengajukan pertanyaan kepada murid ] ***********

  

14. SS : “Lima…” [SS menjawab secara serempak dan penuh keyakinan]

  13. G : “Ok… Kemudian yang 2 per 5 juga dikalikan 4” [G bertanya sambil menggerakkan tangan kirinya]”Nah Sekarang 1x5 berapa?”

  12. BS : “Ya…” [S23 menjawab 4X5 = 20]

  11. G : “Apa iya?” [G mempertegas jawaban siswa dengan mengucapkan kembali jawaban tersebut] [G memperjelas pernyataannnya dengan menggunakan gerakan tangan] ada… ada sesuatu yang pasti, ada sesuatu yang tidak pasti, ya?”

  10. SS : “Dikali….” [SS menjawab secara serempak, beberapa ada yang menjawab sambil mengamati guru dengan serius, sedangkan beberapa siswa yang lain menjawab sambil bertopang dagu terlihat kurang bersemangat]

  pertanyaan-pertanyaan untuk membantu siswa mengingat materi sebelumnya tentang pecahan berpenyebut sama) Guru bertanya ”Dimana letak penyebut pada pecahan?”

  6. SS : “Di bawah…” [SS menjawab guru secara serempak]

  Cuplikan 3 dari transkip pertemuan II

  Siswa mengerjakan soal dari guru tentang pecahan dua suku dengan berpenyebut beda (perhatikan cuplikan 3 dari transkip pertemuan II).

  S23 : “Satu per empat ditambah dua per lima…” [Sebagian siswa terlihat serius menyimak dan menjawab pertanyaan dari guru,]

  7. G : “Anak-anak bisa memberikan contoh. Pecahan berapa saja?” [G sambil menulis bentuk pecahan di papan tulis] 8.

  Cuplikan 2 dari transkip pertemuan II

  Siswa menjawab pertanyaan guru dan memberikan contoh bentuk pecahan dua suku yang berpenyebut beda (perhatikan cuplikan 2 dari transkip pertemuan II).

  8. S23 : “Satu per empat ditambah dua per lima…” [Sebagian siswa terlihat serius menyimak dan menjawab pertanyaan dari guru,]

  7. G : “Anak-anak bisa memberikan contoh. Pecahan berapa saja?” [G sambil menulis bentuk pecahan di papan tulis]

  8. S23 : “Satu per empat ditambah dua per lima…” [Sebagian siswa terlihat serius menyimak dan menjawab pertanyaan dari guru,]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  18. S10 : ” tiga belas per dua puluh” [S10 yang duduk di deretan bangku belakang menjawab dengan keras, sambil memandang G]

  19. G : ”Untuk yang dua pecahan ada pertanyaan kira-kira?” [G guru mengamati siswa] ” Tidak ada.....” Sudah jelas ?” Pak Thomas tambah saja ya..... atau yang lain? Pak Thomas punya angka dua belas. Di sini tiga per empat. Disini lagi satu per tiga..********

  20. SS : ”Dua belas...[S10 terlihat berpikir sejenak, menoleh ke arah teman sebelahnya, mengatakan sesuatu kemudian tersenyum sambil mengangguk- angguk]

  21. G : “Mengapa bisa 12?” KPK dari? [G mengulang penjelasan sebelumnya sambil membuat gerakan tangan untuk menunjukkan dua hal tersebut]

  S3 : ”Empat”[BS terlihat mengangguk-angguk menyetujui pernyatan dari 22.

  G] S23: Tiga dan empat

3. Siswa mengerjakan LKS

  Kegiatan mengerjakan LKS meliputi:

  a) Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang

  b) Siswa mengerjakan soal LKS tentang penjumlahan dua suku yang berpenyebut beda c) Siswa membahas hasil kerja kelompok dengan perwakilan masing- masing kelompok dua siswa maju kedepan untuk persentasi.

  Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang. Siswa mengerjakan soal LKS dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Mereka saling kerjsama membantu temannya yang masih lemah. Beberapa kelompok tampak sibuk melakukan diskusi untuk memecahkan soal LKS tentang penjumlahan pecahan dua suku yang beda penyebutnya. Kelompok yang merasa belum jelas bertanya dengan guru dengan cara tanya jawab (perhatikan cuplikan 4 dari transkip pertemuan II).

  Cuplikan 4 dari transkip pertemuan II

  51. G : “Ok berarti sudah bisa?” Oke Pak Thomas ingin melihat kerjasama kalian, diskusi kalian. Kita bagi dalam sembilan kelompok”. Sperti yang dahulu tidak apa-apa, berkelompok 4 orang. Boleh anak-anak menghadap kebelakang”. [G

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  55. G : [G berkelling mengamati pekerjaan siswa dalam kelompok] “Kira-kira berapa menit anak-anak mengerjakan itu?” [guru memberikan semangat pada kelompok yang kesulitann]” Kelompok yang sudah selesai langsung angkat tangan”.

  63. G : “Ada yang mau bertanya silahkan?” ” Terimakasih kelompok dua [G mengajak siswa bertepuk tangan]

  62. Bagas8daniael : [Maju persentasi]

  61. G : “Sudah ya... Ok sambil menunggu temannya, saya hitung 1-10 kelompok satu siap-siap maju. Yok maju! Yang membaca yang lemah, yang kuat membantu.” ”Anak-anak coba perhatikan di depan temanmu akan persentasi!”

  60. Sbyung+veri: [S Mengacungkan jari karena sudah selesai]

  59. G : “Ada kesulitan?” [G Berjalan ke belakang membimbing siswa yang belum jelas dalam mengerjakan soal]

  53. G : “Pilihlah 2 temanmu untuk perwakilan presentasi sambil pak Thomas membagikan LKSnya” [G membagi lembar LKS, membagi nama kelompoknya] ”Oke anak-anak sudah mendapatkan bahan untuk diskusi untuk kelompoknya” ”Ada yang masih bingung ?” ” Ada revisi sebentar silahkan amati soal no 5 yang kegiatan belajar 1, dua per tiga ditambah tiga per delapan” ”yang kegiatan belajar 2 no 5 silahkan kamu ganti 12 yang angka 21. no 3 satu per dua ditambah satu per

tiga ditambah lima per empat. ”Oke silahkan mulai didiskusikan”.

54. SS : “[siswa mengerjakan LKS dalam kelompok ]

  57. G : [G Guru mementau siswa dalam mengerjakan soal sambil keliling kelas]

  56. BS : [BS mengangkat tangan karena sudah selesai]

  Cuplikan 6 dari transkip pertemuan II

  Siswa membahas hasil kerja kelompok dengan perwakilan masing- masing kelompok dua siswa maju kedepan untuk persentasi.Setelah selesai mngerjakan soal LKS perwakilan masing –masing kelompok dua orang maju persentasi (perhatikan cuplikan 6 dari transkip pertemuan II).

  57. G : [G berkelling mengamati pekerjaan siswa dalam kelompok] “Kira-kira berapa menit anak-anak mengerjakan itu?” [guru memberikan semangat pada kelompok yang kesulitann]” Kelompok yang sudah selesai langsung angkat tangan”.

  Cuplikan 5 dari transkip pertemuan II

  Siswa mengerjakan soal LKS tentang penjumlahan dua suku yang berpenyebut beda. Siswa mengerjakan soal LKS dalam kelompok dengan serius. Mereka saling kerjasama antar anggota kelompok (perhatikan cuplikan 5 dari transkip pertemuan II).

56. SS : “[siswa mengerjakan LKS dalam kelompok ]

  58. SS: [SS berdiskusi dalam kelompok]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  65. G : “Yok mulai” [G guru menyuruh S..+S.. untuk memulai bicara karena masih diam]

  66. Vodi+ Mita:[Mulai berbicara]

  67. G : “Terima kasih.. Yok tepung tangan..” ” Kelompok tiga siapkan.. yang lain perhatikan!” [G menunjukan jari kearah kelompok tiga ]

  68. Adit+Awan : [Maju ke depan kelas persentasi]

  69. G :” Ok.. Tepuk tangan.” [G mengajak siswa untuk tepuk tangan ]

  70. SS Yoso+Lani : [SS maju kedepan untuk persentasi]

  71. G :”Ok yuk lanjut.”

  72. SS Gla +Tasya : [ Maju kedepan untuk persentasi]

  73. G : “Ok... tepuk tangan” [G Mengajak siswa untuk tepuk tangan]

  74. Sgunung+Anggi : [S maju kedepan untuk persentasi dengan jarak yang jauh karena malu-malu]

  75. G : “Ayo berdekatan saja tidak apa-apa... [G sambil menunjukkan tangan untuk berdekatan]

  76. BS : [S mulai persentasi]

  77. G : “Oke, tepuk tangan...”

4. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu

  Setelah selesai membahas LKS siswa mngerjakan evaluasi penjumlahan pecahan berpenyebut beda secara individu yang telah dibagikan guru (perhatikan cuplikan 7 dari transkip pertemuan II).

  Cuplikan 7 dari transkip pertemuan II

  79. G : ”Yang keras lagi.. Oke Terimakasih. [G mengucapakan terima kasih karena persentasi sudah selesai sambil membawa kertas evaluasi] ” Anak-anak sekarang Pak Thomas bagikan evaluasi tolong dikerjakan, jangan lupa diberi nama.”

  80. SS : [S Mengerjakan soal evaluasi dengan serius]

  

81. G : [ G Keliling kelas sambil mengawasi siswa dalam mngerjakan soal]

5. Siswa dipandu oleh guru mengisi lembar refleksi pembelajaran.

  Setelah pembelajaran selesai siswa dipandu oleh guru melakukan refleksi pembelajaran. Siswa melakukan refleksi dengan cara menjawab pertanyaan dari guru secara lisan. Setelah selesai refleksi siswa melakukan aksi yaitu dengan cara menumbuhkan kerjasama dengan temannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

6. Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan memberi salam

kepada guru

  Siswa mendapatkan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum jelas. Siswa melengkapi catatan masing-masing, yaitu tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. Beberapa siswa menulis sesuatu di buku masing-masing kemudian mulai berkemas-kemas. Siswa mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam kepada guru.

C. Rangkaian Kegiatan Subjek pada Pertemuan III

  Rangkaian proses belajar siswa pada pertemuan III meliputi :

  1. Siswa mengucap salam kepada guru sambil menyiapkan alat tulis dan siap mengikuti pembelajaran.

  2. Mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang materi penjumlahan pecahan berpenyebut beda.

  3. Mengerjakan LKS.

  4. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu dengan serius.

  5. Siswa dipandu oleh guru mengisi lembar refleksi pembelajaran.

  6. Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan memberi salam kepada guru.

  

1. Siswa mengucap salam kepada guru sambil menyiapkan alat tulis dan

siap mengikuti pembelajaran

  Siswa memberi salam kepada guru dengan menggunakan bahasa inggris sambil menyiapkan alat tulis dan membuka buku catatan. Guru bertanya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Cuplikan 1 dari transkip pertemuan III

  19. G: “Sudah selesai anak-anak?”.[guru bertanya apakah siswa sudah selesai mengerjakan soal LKS]

  18. SS: [semua siswa mengerjakan LKS]

  17. G: “Nah...kalau begitu sekarang anak-anak akan saya bagikan lembar kerja dan silakan kalian kerjakan soal-soal di lembaran ini dengan saling membantu (kerja sama) supaya lebih memudahkan kalian untuk dapat memahami materi ini dengan

membentuk kelompok dengan teman satu mejamu atau dua orang”.

  Cuplikan 3 dari transkip pertemuan III

  Setelah siswa melakukan apersepsi dengan mengingat kembali pelajaran yang lalu siswa mengerjakan LKS. Dalam mengerjakan LKS ini siswa membentuk kelompok yang terdiri dari dua orang (perhatikan cuplikan 3 dari transkrip pertemuan III).

  3. Mengerjakan LKS

  tentang keadaan siswa dan siswa menjawab bahwa keadaannya baik dan siap mengikuti pelajaran (perhatikan cuplikan 1 dari transkip pertemuan III).

1. G: “Selamat pagi anak-anak” [guru berdiri di depan kelas]

  6. BS : “jadi dua belas pak!”[beberapa siswa menjawab penyebutnya disamakan menjadi 12]

  5. G: “Iya...disamakan penyebutnya jadi berapa?

  

4. BS: “Disamakan dulu penyebutnya”.[beberapa siswa menjawab pertanyaan guru

]

  3. G: “Ya..hari ini kita akan belajar matematika melanjutkan yang kemarin”. “masih ada yang belum jelas mengenai pecahan berpenyebut tidak sama?”, “Baik, sekarang kita akan lanjutkan lagi belajarnya., “kalau misalnya ada soal dua per tiga ditambah satu per empat, bagaimana cara mengerjakannya?”

  Cuplikan 2 dari transkip pertemuan III

  Siswa mengingat kembali materi tentang pecahan dalam pelajaran sebelumnya tentang dua suku yang berpenyebut beda dengan menjawab pertanyaan dari guru (perhatikan cuplikan 2 dari transkrip pertemuan III).

  2. SS: “Selamat pagi pak...Berkat Tuhan pak”[semua siswa berdiri sambil mengucapkan salam]

2. Mengingat kembali pembelajaran sebelumnya tentang materi penjumlahan pecahan berpenyebut beda.

  7. S23: “mencari KPK dari tiga dan empat”

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Siswa mngerjakan soal LKS dengan serius. Mereka saling kerjasama dengan kelompoknya membantu temannya yang belum jelas (perhatikan cuplikan 4 dari transkrip pertemuan III).

  Cuplikan 4 dari transkip pertemuan III

  18. SS: [semua siswa mengerjakan LKS]

  19. G: “Sudah selesai anak-anak?”.[guru bertanya apakah siswa sudah selesai mengerjakan soal LKS]

  Setelah selesai mengerjakan LKS perwakilan kelompok maju untuk persentasi. Dalam persentasi tersebut terlihat kerjasamanya siswa yang kuat membantu siswa yang lemah (perhatikan cuplikan 5 dari transkrip pertemuan III).

  Cuplikan 5 dari transkip pertemuan III .

  8. G: “Sudah selesai anak-anak?”.[guru bertanya apakah siswa sudah selesai mengerjakan soal LKS]

  9. SB: “Sudah pak” [sebagian siswa menjawab pertanyaan guru]

  10. G: “Siapa yang mau maju mempresentasikan hasil diskusinya?” 11. [S7 dan S9 maju ke depan membacakan hasil pekerjaan mereka]

  12. G: “ngomong yang keras ya ”[Guru berjalan sambil memberi arahan kepada kelompok yang membacakan hasil kerja kelompok mereka]

  13. S7 & S9: [kembali ke tempat duduk mereka]

  14. G: “Siapa yang pekerjaannya sama?”

  15. SS: [semua siswa mengacungkan tangan]

  16. G: “Okey...baik, kita lanjutkan ke nomor berikutnya, siapa yang mau maju?”

  17. BS : [BS mengacungkan tangan untuk maju. S23 dan S36 menuju ke depan kelas mempresentasikan hasil kerja mereka..] .”Dua per empat dikali dua per enam sama dengan enam per dua belas tambah empat per dua belas sama dengan lima per enam”.

  18. G: “ Ok.. Tepuk tangan... [ Guru membenarkan jawaban mereka dan mengajak siswa memberi aplos kepada temannya] .Nah... nomor berapa sekarang? Nomorrrrr...5”

  19. BS: “Nomor 4...” [Siswa mengacungkan tangan untuk meminta agar mereka bisa maju]

  20. G: “maaf …”[Guru sambil menepuk pundak S...pertanda disuruh maju untuk mempersentasikan hasil kerja mereka...ndak boleh dijawab oleh teman- temannya...

  21. S... dan S... maju ke depan memepersentasikan hasil kerja mereka.

  22. G: ya. Lani yang keras...[ Guru menyuruh S...membacakannya dengan suara nyaring]

  23. BS: Saya pak... “[siswa yang lain ingin maju ]

  25. BS: “Saya lagi ya pak...?.”

  

38. G: “Masih ada banyak...nanti”[Gurumenjawab siswa yang ingin maju ]

  75. SS: “sudah”. [Siswa menjawab dengan serentak]

  74. G: “Nah...pak Thomas jelaskan dulu...sssst...makanya sekarang coba kamu tulis nama dan nomor absenmu, jamgam lupa... soalnya kemarin ada 2 anak yang lupa ” [Guru memberi penjelasan agar siswa tidak lupa menulis nama dan nomor absennya di lembar evaluasi ]

  Cuplikan 6 dari transkip pertemuan II

  Setelah selesai membahas LKS siswa mngerjakan evaluasi penjumlahan pecahan berpenyebut beda secara individu yang telah dibagikan guru (perhatikan cuplikan 6 dari transkip pertemuan II).

  4. Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu

  42. G: “ Ok tepuk tangan...[Guru mengajak siswa yang lainnya memberi aplos kepada S...dan S...],

  41. S.. dan S...: “satu per tujuh tambah dua per tiga tambah empat per dua puluh satu sama dengantiga per dua puluh satu tambah empat belas per dua puluh satu tambah empat per dua puluh satu sama dengan dua puluh satu per dua puluh satu ”[S...membacakan hasil kerja kelompoknya dan S...membantu S...karena ada yang dibacakan keliru]

  40. G: “Hitungan tiga mulutnya ditutup, perhatikan coba...satu...dua...tiga...[Guru meminta perhatian siswa supaya memperhatikan temannya yang sedang persentasi ].

  39. S... dan S....maju ke depan mempersentasikan hasil kerja mereka

  37. S...: “ArtDa”[siswa menunjuk salah satu temannya untuk maju dan siswa yang lainnya meminta untuk maju]... sini belum koq pak !

  26. G: “ya berhubung Lani suaranya agak lemah tolong yang lain diam “[Guru sambil berjalan ke depan dan berbalik menghadap ke siswa sambil menaruh dua jari di mulut menyuruh siswa diam karena suara S... kecil]

  36. G: “Oh yo...sekali-kali belakang sendiri yo maju …”[Guru sambil berjalan menuju Siswa yang di belakang ]

  35. SS: “Nomor lima pak...[siwa sambil mengangkat tangan untuk maju ke depan]

  34. G: “sebelas per delapan …” [Guru menegaskan jawaban S...] Ok... sekarang nomor berapa?

  32. G: “Ok.... dapat berapa Lan...? [Guru bertanya kepada S...] 33. S...: “sebelas per delapan” [S..menjawab pertanyaan guru].

  31. BS: “aku” [Beberapa siswa menjawab sekaligus membenarkan jawaban tersebut ]

  30. G: “ya.... yang betul siapa?” [Guru mencocokkan jawaban S... dengan jawaban kelompok lain]

  29. S...: “tiga per empat ditambah satu per delapan tambah dua per empat sama dengan enam per delapan tambah satu per delapan ditambah empat per delapan sama dengan sebelas per delapan ” [S...membacakan hasil kerja kelompoknya]

  28. G : ssssstttt....tolong .......[Guru meminta siswa unutk mendengarkan persentasi S...]

  27. S... frekwensinya berapa pak?

  76. G: “Sudah...? nomor sudah...”[Guru memperjelasjawaban siswa ]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  79. SS:”semua siswa sibuk mengambil buku dan langsung mengerjakan”

  80. G: “Pake caranya...ada carnya...”[Guru lebih menegaskan untuk memakai cara penyelesaian penjumlahan pecahan]

  81. SS: “semua siswa sibuk bekerja.”

  82. G: “Bagaimana caranyaaaa....seperti yang pak Thomas sampaikan tadi” [Guru sambil berjalan mendekati siswa dari meja yang satu ke meja yang lain]

  83. S...: “menunjuk sama teman dan berbucara kepada Guru.”

  84. G: “Guru mendekati S...” Pake caranya ya....[Guru sekali lagi menekankan kepada siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang ada dengan cara yang telah diajarkan]

  

85. SS : “semua siswa masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing”

5. Siswa dipandu oleh guru mengisi lembar refleksi pembelajaran.

  Setelah pembelajaran selesai siswa dipandu oleh guru melakukan refleksi pembelajaran. Siswa melakukan refleksi dengan cara menjawab pertanyaan dari guru secara lisan. Setelah selesai refleksi siswa melakukan aksi yaitu dengan cara menumbuhkan kerjasama dengan temannya.

  

6. Siswa menutup pembelajaran dengan berdoa dan memberi salam

kepada guru.

  Siswa mendapatkan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum jelas. Siswa melengkapi catatan masing-masing, yaitu tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama. Beberapa siswa menulis sesuatu di buku masing-masing kemudian mulai berkemas-kemas. Siswa mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam kepada guru.

  D. Rangkaian proses belajar siswa pada pertemuan IV

  Kegiatan pada pertemuan keempat ini adalah melaksanakan ulangan harian. Siswa melakukan evaluasi yaitu ulangan, untuk mengetahui tingkat pemahaman yang diperolehnya. Ulangan yang dikerjakan berupa tes tertulis, yang mencakup satu kompetensi dasar yaitu menjumlahkan pecahan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pertemuan pertama: Dalam pertemuan pertama ini siswa belajar penjumlahan pecahan dua suku dengan penyebut yang sama. Pada saat mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat orang. Hal yang diinginkan peneliti di pertemuan pertama ini belum tercapai secara maksimal karena refleksi yang sesuai dengan PPR belum terlaksana semua. Kerjasama yang dilakukan siswa dalam kelompok sudah dapat terwujud. (b) pertemuan kedua: Dalam pertemuan kedua ini siswa mempelajari penjumlahan pecahan dua suku dengan berpenyebut berbeda.

  Siswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Dalam kelompok ini siswa sudah dapat bekerjasama dengan temannya. Pada saat evaluasi banyak siswa yang nilainya masih di bawah KKM maka dilakukan remidi pada pertemuan ketiga. Refleksi sudah dapat dilakukan sesuai dengan keinginan peneliti, siswa sudah dapat merefleksikan pembelajaran yang dilakukan dengan baik. (c) pertemuan ketiga: Dalam pertemuan ke tiga siswa melakukan remidi penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda. Dalam mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok yang terdiri dari dua orang. Dengan dibentuknya kelompok yang terdiri dari dua orang siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh sangat memuaskan. (d) pertemuan keempat: Dalam pertemuan keempat ini siswa melakukan ulangan harian tentang penjumlahan pecahan yang telah dipelajari. Soal yang dikerjakan siswa sebanyak 20 soal rata-rata siswa menyelesaikan dalam waktu 45 menit. Hasil dari ulangan harian cukup baik siswa mengalami peningkatan. (2) Prinsip- prinsip PPR yang sudah nampak dalam proses pembelajaran adalah konteks

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dan pengalaman. Guru menyesuaikan nilai kemanusiaan yang akan diperjuangkan dengan konteks siswa yaitu kerjasama dengan temannya dalam kerja kelompok.

E. Kesesuaian Rangkaian Kegiatan Subjek dengan prinsip-prinsip PPR

  Paradigma Pedagogi Reflektif merupakan pola pikir pendidikan yang mengintegrasikan pengembangan intelektual dan nilai kemanusiaan dalam satu proses terpadu. Kelima unsurnya yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi merupakan satu kesatuan yang utuh.

  Berdasarkan hasil penelitian, unsur-unsur yang sudah dilaksanakan dan nampak dalam proses pembelajaran adalah konteks dan pengalaman.

  Kegiatan Unsur- Pertemuan unsur PPR

  Konteks 1,2,3

  1. Siswa mengingat kembali pengertian pecahan dan memberikan contoh bentuk pecahan dalam kehidupan sehari-hari Siswa mengingat kembali materi penjumlahan

  2.

  pecahan pada pertemuan pertama. Siswa menjelaskan untuk menjumlahkan pecahan penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan cara mnggunakan KPK. Pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam 3. a bentuk , a dan b adalah bilangan bulat dan b b tidak samadengan nol.

  Pengalaman 1,2 1. Siswa membagi roti satu menjadi empat bagian. Mereka saling membantu temannya yang belum jelas tentang materi penjumlahan pecahan .

2. Siswa mengerjakan soal pecahan di papan tulis.

  Siswa membentuk kelompok terdiri dari 3. empat (4 orang) tiap kelompok.

  Refleksi 1,2,3

  1. Siswa menyampaikan hal yang mengasyikan pada saat kerja kelompok.

  2. Siswa merefleksikan hasil diskusi kelompok mereka

  3. Siswa menyampaikan kendala yang dialami

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dalam kelompok.

2. Siswa melakukan presentasi di depan kelas.

  Evaluasi 1,2,3 1. Siswa mengerjakan LKS dalam kelompok.

  2. Siswa mengerjakan evaluasi secara individu.

  1. Pertemuan pertama

a. Konteks : Siswa mengingat kembali pengertian pecahan dan memberikan contoh bentuk pecahan dalam kehidupan sehari-hari.

  b. Pengalaman : Siswa membagi roti satu menjadi empat bagian. Mereka saling membantu temannya yang belum jelas tentang materi penjumlahan pecahan.

2. Pertemuan keempat

  Konteks : Siswa mengingat kembali materi penjumlahan pecahan pada pertemuan pertama. Siswa menjelaskan untuk menjumlahkan pecahan penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan cara mnggunakan KPK.

  Jika dilihat secara keseluruhan beberapa unsur PPR yang belum maksimal adalah refleksi dan aksi. Pada saat siswa menjawab pertanyaan- pertanyaan lisan tentang refleksi belum menjawabnya dengan maksimal, sehingga aksi siswa belum nampak dengan jelas.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Dalam bab ini dipaparkan pembahasan dari hasil penelitian yang telah

  diuraikan pada bab sebelumnya. Pembahasan hasil penelitian berdasarkan teori- teori yang digunakan di Bab II.

A. Tahap Proses Pembelajaran

  Menurut Wittig (1981) dalam bukunya Psykologi of learning, setiap proses belajar selalu berlangsung dalam 3 tahapan,antara lain:

  1. Tahap Perolehan/penerima informasi (acquisition) Seorang siswa mulai menerima informasi sebagai stimulus dan melakukan respons terhadapnya, sehingga menimbulkan pemahaman dan perilaku baru.

  2. Tahap mendapatkan informasi ( storage) Pada tahap ini siswa secara otomatis akan mengalami proses penyimpanan pemahaman dan perilaku baru yang diperoleh ketika menjalani proses penerimaan informasi.

  3. Tahap mendapatkan kembali informasi (retrieval) Dalam tahap ini, seorang siswa akan mengaktifkan kembali fungsi-fungsi sistem memorinya, misalnya pada saat menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah. Tahap retrieval merupakan upaya dalam mengungkapkan dan memproduksi kembali hal yang tersimpan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  memori berupa informasi, simbol, pemahaman, dan perilaku tertentu sebagai respons atas stimulus yang sedang dihadapi (Muhibin,2002:109- 110).

B. Unsur-unsur RPP

1. Konteks

  a. Siswa mengingat kembali pengertian pecahan dan memberikan contoh bentuk pecahan dalam kehidupan sehari-hari.

  b. Siswa mengingat kembali materi penjumlahan pecahan pada pertemuan pertama. Siswa menjelaskan untuk menjumlahkan pecahan penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu dengan cara mnggunakan KPK.

  a

  , a dan b

  c. Pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk

  b adalah bilangan bulat dan b tidak samadengan nol.

2. Pengalaman

  a. Siswa membagi roti satu menjadi empat bagian. Mereka saling membantu temannya yang belum jelas tentang materi penjumlahan pecahan.

  b. Siswa mengerjakan soal pecahan di papan tulis.

  c. Siswa membentuk kelompok terdiri dari empat (4 orang) tiap kelompok.

3. Refleksi a. Siswa menyampaikan hal yang mengasyikan pada saat kerja kelompok.

b. Siswa merefleksikan hasil diskusi kelompok mereka.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4. Aksi a. Siswa membantu temannya yang belum jelas dalam kelompok.

  b. Siswa melakukan presentasi di depan kelas.

  5. Evaluasi a. Siswa mengerjakan LKS dalam kelompok.

  b. Siswa mengerjakan evaluasi secara individual.

  C. Rangkaian Proses Belajar Siswa

  Dalam pertemuan pertama siswa belajar penjumlahan pecahan dua suku dengan penyebut yang sama. Pada saat mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat orang. Hal yang diinginkan peneliti di pertemuan pertama ini belum tercapai secara maksimal karena refleksi yang sesuai dengan PPR belum terlaksana semua. Kerjasama yang dilakukan siswa dalam kelompok sudah dapat terwujud. Presentasi setiap kelompok belum terlaksana semua, hanya sebagian kelompok saja.

  Pertemuan kedua siswa mempelajari penjumlahan pecahan dua suku dengan berpenyebut berbeda. Siswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Dalam kelompok ini siswa sudah dapat bekerjasama dengan temannya. Pada saat evaluasi banyak siswa yang nilainya masih di bawah KKM maka dilakukan remidi pada pertemuan ketiga. Refleksi sudah dapat dilakukan sesuai dengan keinginan peneliti, siswa sudah dapat merefleksikan pembelajaran yang dilakukan dengan baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pertemuan ketiga siswa melakukan remidi penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda. Dalam mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok yang terdiri dari dua orang. Dengan dibentuknya kelompok yang terdiri dari dua orang siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh sangat memuaskan.

  Pertemuan keempat siswa melakukan ulangan harian tentang penjumlahan pecahan yang telah dipelajari. Soal yang dikerjakan siswa sebanyak 20 soal rata- rata siswa menyelesaikan dalam waktu 45 menit. Hasil dari ulangan harian cukup baik siswa mengalami peningkatan. Prinsip-prinsip PPR yang sudah nampak dalam proses pembelajaran adalah konteks dan pengalaman. Guru menyesuaikan nilai kemanusiaan yang akan diperjuangkan dengan konteks siswa yaitu kerjasama dengan temannya dalam kerja kelompok.

D. Kegiatan Pendahuluan

  Siswa perlu dilatih untuk memahami permasalahan yang sedang dihadapi dan dapat menemukan proses belajar yang baik guna meningkatkan pemahaman siswa. Dalam proses inilah siswa akan diajak untuk memperbaiki proses belajar dengan cara pengembangan karakter siswa dalam pembelajaran matematika.

  Proses belajar ini memuat konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evaluasi sehingga terjadi pembentukan karakter siswa melalui proses pembelajaran matematika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

E. Kegiatan Siswa Untuk Memperoleh Pengalaman yang Bermakna melalui

Penerapan PPR

  Pembelajaran ini mengaitkan dan melibatkan lingkungan sekitar, pengalaman nyata yang pernah dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari, siswa dapat melakukan refleksi dan aksi serta menjadikan matematika sebagai aktivitas siswa. Dengan penerapan berbasis PPR tersebut, siswa tidak harus dibawa ke dunia nyata, tetapi berhubungan dengan masalah situasi nyata yang ada dalam pikiran siswa. Jadi siswa diajak berfikir bagaimana menyelesaikan masalah yang mungkin atau sering dialami siswa dalam kesehariannya sehingga dapat merefleksikannya.

  Hasil refleksi tersebut akan dipraktekkan dalam bentuk aksi yang kemudian akan mengubah perilaku siswa secara bertahap dalam proses belajar. Sehingga proses belajar siswa akan membentuk karakater siswa yang berkompeten.

  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rangkaian proses belajar siswa dalam pembelajaran matematika adalah pertemuan pertama: Dalam pertemuan pertama ini siswa belajar penjumlahan pecahan dua suku dengan penyebut yang sama. Pada saat mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat orang. Hal yang diinginkan peneliti di pertemuan pertama ini belum tercapai secara maksimal karena refleksi yang sesuai dengan PPR belum terlaksana semua. Kerjasama yang dilakukan siswa dalam kelompok sudah dapat terwujud.

  Pertemuan kedua: Dalam pertemuan kedua ini siswa mempelajari penjumlahan pecahan dua suku dengan berpenyebut berbeda. Siswa dibagi dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok yang terdiri dari empat orang. Dalam kelompok ini siswa sudah dapat bekerjasama dengan temannya. Pada saat evaluasi banyak siswa yang nilainya masih di bawah KKM maka dilakukan remidi pada pertemuan ketiga. Refleksi sudah dapat dilakukan sesuai dengan keinginan peneliti, siswa sudah dapat merefleksikan pembelajaran yang dilakukan dengan baik.

  Pertemuan ketiga: Dalam pertemuan ke tiga siswa melakukan remidi penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda. Dalam mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok yang terdiri dari dua orang. Dengan dibentuknya kelompok yang terdiri dari dua orang siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh sangat memuaskan.

  Pertemuan keempat: Dalam pertemuan keempat ini siswa melakukan ulangan harian tentang penjumlahan pecahan yang telah dipelajari. Soal yang dikerjakan siswa sebanyak 20 soal rata-rata siswa menyelesaikan dalam waktu 45 menit. Hasil dari ulangan harian cukup baik siswa mengalami peningkatan.

  Prinsip-prinsip PPR yang sudah nampak dalam proses pembelajaran adalah konteks dan pengalaman. Guru menyesuaikan nilai kemanusiaan yang akan diperjuangkan dengan konteks siswa yaitu kerjasama dengan temannya dalam kerja kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VII PENUTUP A. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses belajar siswa dalam

  pembelajaran Matematika SD materi penjumlahan pecahan yang berbasis paradigma pedagogi reflektif dan sejauh manakah proses belajar siswa tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip PPR. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :

  

1. Proses Belajar Siswa dalam Pelajaran Matematika pada materi

Penjumlahan Pecahan di kelas IV SD Kanisius Wirobrajan

  Rangkaian proses belajar siswa pada pertemuan I meliputi :

  a. Pertemuan pertama: Dalam pertemuan pertama ini siswa belajar penjumlahan pecahan dua suku dengan penyebut yang sama. Pada saat mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat orang. Hal yang diinginkan peneliti di pertemuan pertama ini belum tercapai secara maksimal karena refleksi yang sesuai dengan PPR belum terlaksana semua. Kerjasama yang dilakukan siswa dalam kelompok sudah dapat terwujud.

  b. Pertemuan kedua: Dalam pertemuan kedua ini siswa mempelajari penjumlahan pecahan dua suku dengan berpenyebut berbeda. Siswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Dalam kelompok ini siswa sudah dapat bekerjasama dengan temannya. Pada saat evaluasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  banyak siswa yang nilainya masih di bawah KKM maka dilakukan remidi pada pertemuan ketiga. Refleksi sudah dapat dilakukan sesuai dengan keinginan peneliti, siswa sudah dapat merefleksikan pembelajaran yang dilakukan dengan baik.

  c. Pertemuan ketiga: Dalam pertemuan ke tiga siswa melakukan remidi penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda. Dalam mengerjakan LKS siswa dibentuk dalam kelompok yang terdiri dari dua orang. Dengan dibentuknya kelompok yang terdiri dari dua orang siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh sangat memuaskan.

  d. Pertemuan keempat: Dalam pertemuan keempat ini siswa melakukan ulangan harian tentang penjumlahan pecahan yang telah dipelajari. Soal yang dikerjakan siswa sebanyak 20 soal rata-rata siswa menyelesaikan dalam waktu 45 menit. Hasil dari ulangan harian cukup baik siswa mengalami peningkatan. Prinsip-prinsip PPR yang sudah nampak dalam proses pembelajaran adalah konteks dan pengalaman. Guru menyesuaikan nilai kemanusiaan yang akan diperjuangkan dengan konteks siswa yaitu kerjasama dengan temannya dalam kerja kelompok.

2. Kesesuaian Proses Belajar Siswa dengan prinsip-prinsip PPR

  Berdasarkan hasil penelitian, prinsip-prinsip Paradigma Pedagogi Reflektif yang sudah nampak adalah konteks dan pengalaman. Siswa mampu meningkatkan nilai kemanusiaan yang akan diperjuangkan dengan konteks yang sesuai dengan siswa yaitu mampu menumbuhkan kerjasama antar anggota dalam kelompok. Hal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  belum jelas. Sedangkan unsur-unsur Paradigma Pedagogi Reflektif yang belum nampak adalah refleksi dan aksi. Pada saat siswa menjawab pertanyaan- pertanyaan refleksi belum dapat menjawabnya secara maksimal, sehingga aksi yang muncul dari siswa juga belum nampak.

B. Saran 1. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti mempunyai banyak kekurangan.

  Pengambilan data pada saat diskusi kelompok belum maksimal, dikarenakan jarak antara alat perekam dengan kelompok kurang dekat dan suara siswa pada saat diskusi kelompok kurang keras, sehingga alat perekam tidak dapat menangkap dengan jelas apa yang sedang didiskusikan siswa. Oleh sebab itu untuk penelitian yang akan datang, disarankan letak kelompok yang akan direkam tidak berada di tengah barisan tempat duduk siswa, sehingga alat perekam dapat diletakkan dekat dengan kelompok tersebut tanpa mengganggu proses pembelajaran.

2. Berkaitan dengan pembelajaran matematika di kelas. Pada penelitian ini terdapat subjek yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.

  Sementara subjek lain aktif secara dominan dalam pembelajaran. Mengamati perkembangan kemampuan matematika pada subjek yang kurang aktif menjadi agak sulit. Maka disarankan bagi guru untuk lebih memancing keaktifan siswa secara menyeluruh, sehingga perkembangan kemampuan matematika antar subjek dapat lebih seimbang dan dapat PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif. ( Bahan lokakarya guru).

  Cholik, M. Dan Sugijono. 2004. Matematika untuk SMP Kelas VII Semester 2, 1B . Jakarta : Erlangga. Gatot M, dkk. 2008. Pembelajaran Matematika SD. Universitas Terbuka, Jakarta Hasibuan, Drs. Moedjiono. 1986. Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja

  Karya Hudoyo, Herman. 1988. Teori Belajar Mengajar Matematika. Jakarta : P3G Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  

Pembelajaran Matematika menurut Teori Belajar Konstruktivisme .

http://depdiknas.go.id/jurnal/40.htm (Diakses tanggal 10 Juli 2011 )

  Rito Mursanto RB, SJ. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif, Mendampingi Peserta Didik Menjadi Cerdas & Berkarakter, Kanisius: Yogyakarta. Slameto. 1998. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT Bina Aksara. Subagyo SJ, J. 2005a. Pembelajaran Berpola PPR. (Bahan lokakarya guru). Subagyo SJ, J. 2005b. PPR – Pola Pikir Pendidikan Reflektif untuk Mewujudkan Pendidikan Kristiani. (Bahan lokakarya guru). Sudjana, Nana.2006. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya. Sudjana, Nana. 2000. Penilaian dan Penelitian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru. Syah, Muhibin. 2002. Psikologi Belajar. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Tim Redaksi Kanisius. 2008. Paradigma Pedagogi Reflektif. Yogyakarta: Kanisius. Tim PPR SD Kelompok Ignatius. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif.

  Pengertian dan Dinamika: Yogyakarta. Tim PPR SD Kelompok Ignatius. 2010. Paradigma Pedagogi Reflektif, “Magics”

  dan “Cura Personalis” .(bahan lokakarya guru) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN I Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : IVB/2 Materi pokok : Menjumlahan Pecahan Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (2 JP)

  I. Standar Kompetensi Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah

II. Kompetensi Dasar

  1. Kompetensi Matematika :

  • Menjumlahkan Pecahan

  2. Kompetensi nilai Kemanusiaan :

  • Menumbuhkan nilai kerja sama

III. Indikator

  a. Competence ( akademik dan keterampilan)

  • Menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut sama
  • - Menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut tidak sama

    - Menyelesaikan soal-soal pecahan yang berpenyebut sam dan tidak sama.

  b. Conscience (hati Nurani)

  • Menghargai pentingnya kerja sama dalam menyelesaikan persoalan sehari- hari.

  c. Compassion (kepedulian sosial) - Siap membantu teman dengan suka rela.

  IV. Materi Pelajaran Menjumlahkan Pecahan

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  V. Strategi Pembelajaran

  1. Pendahuluan

  a. Guru memberi salam kepada siswa

  b. Guru meminta salah satu siswa memimpin doa

  c. Guru menyampaikan agar dalam pembelajaran ini siswa dapat bekerja sama dalam diskusi kelompok dan juga ketika persentasi hasil diskusi.

  d. Guru meminta dua siswa maju ke depan untuk mendemonstrasikan cara membagi satu buah roti menjadi empat bagian yang sama banyak dan saling membantu.

  e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan Inti

  a. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama (Konteks)

  b. Peserta didik membentuk kelompok terdiri dari empat (4 orang) tiap kelompok. (Pengalaman)

  c. Peserta didik berdiskusi tentang cara menjumlahkan pecahan yang berpenyebut sama. (Pengalaman)

  d. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok. (Pengalaman)

  e. Peserta didik merefleksikan hasil diskusi kelompok mereka. (Refleksi)

  f. Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat sesuai dengan apa yang direfleksikan. (Aksi)

  g. Peserta didik mengerjakan soal-soal evaluasi. (Evaluasi)

  3. Kegiatan Akhir a. Guru bersama peserta didik bertanya jawab.

  b. Guru dan peserta didik membuat rangkuman.

  c. Guru memberi tugas/PR kepada peserta didik

  VI. Media Pembelajaran

  1. Alat pembelajaran : Roti, gambar 2. Sumber pembelajaran : Sunardi, 2008. Ayo belajar Matematika jilid IV.

  Yogyakarta Kanisius

  VII. Metode Pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  VIII. Penilaian Tugas kelompok, lembar evaluasi setiap pertemuan, tanya jawab, dan ulangan harian pada pertemuan ke-IV.

  IX. Evaluasi PPR Evaluasi tentang pertumbuhan nilai kemanusiaan dilaksanakan sbb:

  1. Untuk indikator nilai kemanusiaan no.1-2 dievaluasi ketika mengerjakan LKS, siswa berdiskusi dalam kelompok dan ketika siswa sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya pada setiap pertemuan.

2. Untuk indikator 3 di evaluasi ketika siswa mengerjakan lembar evaluasi pada pertemuan 1-3 dan ulangan harian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Satuan pendidikan : SD Kanisius Wirobrajan : IV Kelas No. Mata Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian Pelajaran Kompetensi Dasar

  Pembelajaran Belajar Matematika SK 6. Menggunakan KD 6.3 Menjumlahkan a. Competence Pertemuan 1 (siklus 1) a. Media

  a. Jenis pecahan dalam pecahan (akademik dan a. Pendekatan/metode

  1. Roti Penilaian pemecahan masalah keterampilan) Pendekatan : PPR

  2. Gambar

  1. Tes Menjumlahkan dua Metode : kerja kelompok, ceramah, tertulis pecahan berpenyebut presentasi

  b. Buku sumber

  2. Non sama Sunardi.2008. Tes Menjumlahkan dua b. Langkah-langkah pembelajaran Ayo Belajar Kinerja pecahan berpenyebut

  1. Kegiatan awal Matematika. tidak sama Doa Menyelesaikan soal-soal Salam pecahan yang berpenyebut Apersepsi : beberapa peserta didik sama dan tidak sama membagi satu roti untuk 4 temannya b. Conscience secara adil Yogyakarta :

  b. Pedoman (hati nurani) Menyampaikan tujuan Kanisius Penilaian Memilih nilai-nilai pembelajaran Rubrik kemanusiaan dalam menyelesaikan persoalan sehari- hari dengan kerjasama

Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

  Kompetensi Dasar Pembelajaran Belajar

  c. Compassion

  2. Kegiatan inti (kepedulian sosial) Peserta didik menyimak penjelasan Merencanakan guru tentang cara menjumlahkan tindakan yang akan pecahan dengan penyebut sama dilakukan dalam Peserta didik membentuk kelompok kehidupan sehari- (4 orang)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  hari Peserta didik berdiskusi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran dengan bimbingan guru Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan)

  

Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

Kompetensi Dasar Pembelajaran Belajar

  3. Kegiatan akhir Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan secara tertulis Peserta didik diberi tugas/PR Salam penutup Pertemuan 2 (siklus 2)

  a. Pendekatan/metode/ teknik Pendekatan : PPR Metode : kerja kelompok b. Langkah-langkah pembelajaran

  1. Kegiatan awal Doa salam Menyiapkan peserta didik Apersepsi : tanya jawab tentang nilai pecahan Menyampaikan tujuan pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

Kompetensi Dasar Pembelajaran Belajar

  2. Kegiatan inti Peserta didik mengerjakan latihan- latihan soal pecahan berpenyebut sama dan tidak sama Peserta didik membentuk kelompok (4 orang) Peserta didik berdiskusi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan tidak sama Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran dengan bimbingan guru Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan)

Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

  Kompetensi Dasar Pembelajaran Belajar

  3. Kegiatan akhir Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan secara tertulis Peserta didik diberi tugas/PR Salam penutup Pertemuan 3 (siklus 3)

  1. Kegiatan awal Doa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Salam Menyiapkan peserta didik Apersepsi : tanya jawab tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama Menyampaikan tujuan pembelajaran

  

Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

Kompetensi Dasar Pembelajaran Belajar

  2. Kegiatan inti Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang cara menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama Peserta didik membentuk kelompok (4 orang) Peserta didik berdiskusi tentang penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi Peserta didik merefleksikan hasil pembelajaran dengan bimbingan guru Peserta didik melakukan tindakan untuk membangun niat (sesuai dengan yang direfleksikan)

Standar Kompetensi Indikator Kegiatan Sumber Penilaian

  Kompetensi Dasar Pembelajaran Belajar

  3. Kegiatan akhir Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan secara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tertulis Peserta didik diberi tugas/PR Salam penutup Pertemuan 4 (silkus 4)

  1. Kegiatan awal Doa Salam Menyiapkan peserta didik Apersepsi : tanya jawab tentang penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan tidak sama Menyampaikan tujuan pembelajaran

  2. Kegiatan inti Peserta didik mengerjakan ulangan harian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

TRANSKRIP PERTEMUAN I

(Selasa, 04 April 2011)

Jam ke 1 dan 2

  Keterangan : G : Guru BS : Beberapa Siswa SS : Semua Siswa SN : Siswa ke-n (n=1,2,3….)

  1. G : (Guru meminta salah satu siswa memimpin doa. Guru memberikan salam.) ”Selamat pagi anak-anak”.

  2. SS : “ Good Morning teacher” (Semua siswa mengucapkan salam)

  3. G : (Guru bertanya pada siswa) ” Ya anak-anak ada yang sudah belajar tadi malam ?” “ Ada yang belum ada yang sudah, ya yang sudah berapa anak tunjuk jari ?”. “ Ya sekarang semuanya keluarkan bukunya”.

  4. SS : (Semua siswa mengeluarkan buku pelajaran)

  5. G : ” Oke yang terakhir tentang pecahan, sudah belajar tentang pecahan ?” ” Ya sebelum belajar tentang pecahan, anak-anak Pak Thomas punya sebuah roti.” ” Roti ini berjumlah berapa?” ”Pak Thomas bingung bagaimana cara membagi roti, Pak Thomas minta tolong bantuan anak-anak, Pak Thomas butuh dua orang”. ” Yang pertama, satu siapa ya? Awan....Awan maju. Kemudian yang kedua yang namanya Ageng P silahkan maju ! Ah...Gini Pak Thomas punya masalah seperti ini, ini ada satu roti nah kalian punya teman berjumlah empat, bagaimana caranya supaya kue ini dibagi empat sama besar”. ( Guru meminta siswa untuk berdiskusi membagi roti)

  6. S12 : (berbisik-bisik dengan S 18 mengenai cara membagi roti) (S

  12 dan S 18 membagi 1 roti menjadi empat bagian sama besar menggunakan pisau)

  7. G : ” Sudah ?” ( Guru bertanya pada S 12 dan S 18 apakah sudah

  selesai dalam membagi roti) ” Ya jumlahnya berapa ?”

  8. S20 & S 21 : ” empat”

  9. G : ” Coba ditunjukkan pada teman-temanmu !, kamu bawa dua, kamu bawa dua”. ” Ya terima kasih, silahkan duduk.” ” Oke anak-anak sudah terbagi menjadi empat, yang pertama... satu...yang kedua...satu..dulunya seperti ini!” ” Pak Thomas membuat garis..ini namanya garis apa ?

  10. S 14 : “Garis lurus” (S14 menjawab garis lurus)

  11. G : “Pak Thomas punya satu roti yang dibagi menjadi empat. Anak-anak untuk pembagian pecahan bagaimana? Ada yang tahu tidak? (Guru menulis di papan

  tulis) Satu per empat, kemudian dua per empat….tiga per empat…empat per

  empat…Empat per empat itu sama dengan satu. Lha anak-anak sekarang kita belajar mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama… Pak Thomas kasih contoh misalnya tiga per empat ditambah dua per empat sama dengan berapa ? ( Guru menulis di papan tulis: 3/4 + 2/4 ) “ Ada yang bisa silahkan ….Tiffany maju !” ( Guru menawarkan pada siswa siapa yang

  ingin mengerjakan soal di papan tulis)

  12. S 35 : ( S 35 tunjuk jari lalu maju mengerjakan soal di papan tulis) SS : ( Mengamati pekerjaan S 35)

  14. SS : “ Bisaa….( Semua siswa menjawab bisa)

  27. G : “ Ya sudah selesai satu..kelompoknya Viery..Wening!” (Guru

  36. BS : (Beberapa siswa yang belum selesai melanjutkan kembali soal LKS)

  sudah selesai)

  35. G : (Guru mengamati kembali semua siswa yang masih belum selesai dan yang

  34. BS : (Beberapa siswa tunjuk jari, menandakan yang belum selesai mengerjakan)

  semua siswa) “ Anak-anak..sudah selesai belum?Ada yang belum ?

  33. G : “ Ya anak-anak ada yang lain yang sudah selesai ?...” (Guru bertanya pada

  32. BS : (Beberapa kelompok siswa masih mengerjakan soal)

  31. G : “ Ya sudah selesai kelompok 2..”

  kelompoknya sudah selesai mengerjakan soal)

  30. S10 : “Pak sudah pak…Pak Thomas sudah..! (S 10 mengatakan

  29. G : (Guru berkeliling kembali untuk mengecek pekerjaan kelompok lain)

  siswa)

  28. BS : (Beberapa siswa bertanya pada guru mengenai soal-soal pada lembar kerj

  menginformasikan kepada semua siswa bahwa sudah ada satu kelompok yang selesai mengerjakan) (Guru berkeliling lagi untuk mengecek pekerjaan siswa dalam kelompok)

  kelompoknya sudah selesai mengerjakan)

  15. G : “ Nah sekarang lagi untuk penjumlahan, Pak Thomas minta tolong berapa angka pecahannya ?

  26. S 5 : “Pak Thomas selesai pak…..!” (S5 mengangkat tangan menandakan

  25. G : “ Gimana sudah? Baliknya sekalian tadi sudah ada contohnya....Silahkan nanti kalau sudah selesai langsung tangannya diangkat dalam kelompok”.

  24. SS : (Semua siswa asyik berdiskusi di kelompok masing-masing)

  23. G : (Guru mendampingi siswa dalam kerja kelompok)

  22. SS : (Semua siswa terlihat mengerjakan Lembar Kerja Siswa secara berkelompok).

  berdiskusi..Tulis nama kelompok dan nama, kanan atas boleh, kiri atas boleh…Anak-anak ada penilaian di dalam kelompok…pertama kerjasama, kemudian memberikan ide, kemudian yang punya saran mohon disampaikan ! Ada pertanyaan ?

  membagikan soal dalam kelompok) “Ya..silahkan dikerjakan dan

  21. G : “ Iya gimana?....(Guru berjalan mendekati siswa yang bertanya) “Sudah empat-empat ya…Pak Thomas akan membagikan soalnya..(Guru berjalan

  20. SS : (Semua siswa bergabung dalam kelompok dengan tertib)

  19. G : “Sudah?.....Berapa ?....Nah…hasilnya tiga belas per lima….Oke sudah bisa ya…Anak-anak Pak Thomas akan membagi kelompok menjadi Sembilan…empat-empat ya….!Boleh dibalik, yang menghadap ke selatan boleh ke belakang”. (Guru mengarahkan siswa dalam membentuk kelompok)

  18. S 3 : (S 3 maju mengerjakan soal dipapan tulis)

  

tulis, dan guru menyuruh S 3 untuk mengerjakannya)” Ya Tasya maju”.

  17. G : ( Guru menulis di papan tulis 2/5 + 5/5 + 6/5),” Nah ada yang Tanya tentang ini ?...(menyuruh salah satu siswa untuk maju mengerjakan soal di papan

  16. BS : “ Dua per lima ditambah lima per lima”!

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10. SS : “Dikali….” [SS menjawab secara serempak, beberapa ada yang menjawab sambil

  19. G : ”Untuk yang dua pecahan ada pertanyaan kira-kira?” [G guru mengamati siswa]

  menjawab dengan keras, sambil memandang G]

  18. S10 : ” tiga belas per dua puluh” [S10 yang duduk di deretan bangku belakang

  17. G :” Dua ditambah delapan...” ”Eh kok dua.....” (guru sambil menulis di papan tulis memperbaiki jawaban yang di sampaikan murid)

  16. SS : “Dua puluh…” [SS menjawab secara serempak dan penuh keyakinan]

  15. G :”4X5 berapa?”[G mengajukan pertanyaan kepada murid ] ***********

  14. SS : “Lima…” [SS menjawab secara serempak dan penuh keyakinan]

  tangan kirinya]” Nah Sekarang 1x5 berapa?”

  13. G : “Ok… Kemudian yang 2 per 5 juga dikalikan 4” [G bertanya sambil menggerakkan

  12. BS : “Ya…” [S23 menjawab 4X5 = 20]

  ada… ada sesuatu yang pasti, ada sesuatu yang tidak pasti, ya?”

  tersebut] [G memperjelas pernyataannnya dengan menggunakan gerakan tangan]

  11. G : “Apa iya?” [G mempertegas jawaban siswa dengan mengucapkan kembali jawaban

  mengamati guru dengan serius, sedangkan beberapa siswa yang lain menjawab sambil bertopang dagu terlihat kurang bersemangat]

  

TRANSKRIP PERTEMUAN II

(Selasa, 21April 2011)

Jam ke 7 dan 8

  Keterangan : G : Guru BS : Beberapa Siwa SS : Semua Siswa Sn : Siswa ke-n (n = 1,2,3, … ,36)

  5. G : “Guru menulis di papan tulis tentang pecahan. [G sambil melontarkan pertanyaan-

  Kelompok I beranggotakan : S1, S2, S3, dan S4 Kelompok II beranggotakan : S5,S6, S7, dan S8

  1. G : “Selamat pagi?” [G memasuki ruangan dan menyapa siswa sambil tersenyum]

  2. SS : “Selamat pagi pak, Berkat Tuhan Pak…” [SS menjawab sapaan G, sambil

  mengeluarkan alat-alat tulis dan buku-buku mereka, baik buku catatan maupun LKS dari dalam tas]

  3. G : [G mulai membuka pelajaran dengan bertanya kepada siswa] “Sudah belajar belum? … [G memandang ke arah siswa secara keseluruhan] …” 4. [BS terlihat membuka catatan masing-masing sambil berusaha mengingat materi

  pelajaran yang telah dipelajari kemarin, tentang pecahan]” Sudah Pak”.

  pertanyaan untuk membantu siswa mengingat materi sebelumnya tentang pecahan berpenyebut sama] Pecahan bagian dari keseluruhan ******** Guru bertanya

  9. G : “ Nah caranya untuk menghitung bagaimana, biar penyebut-penyebutnya sama?”

  ”Dimana letak penyebut pada pecahan?”

  6. SS : “Di bawah…” [SS menjawab guru secara serempak]

  7. G : “Anak-anak bisa memberikan contoh. Pecahan berapa saja?” [G sambil menulis

  bentuk pecahan di papan tulis]

  8. S23 : “Satu per empat ditambah dua per lima…” [Sebagian siswa terlihat serius

  menyimak dan menjawab pertanyaan dari guru,]

  

[G mempertegas jawaban siswa dengan mengucapkan kembali jawaban tersebut]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  40. BS : 14 [BS terlihat mengatakan sesuatu pada teman yang ada di depannya, siswa

  mempersilahkan siswa untuk berpendapat]

  36. BS : “4…” [S11 yang duduk sendirian di bagian pojok mencoba menjawab sambil

  memandang ke arah guru]

  37. G :3x4 [G menoleh ke arah S11] [G memandang S11 sambil mengangkat alisnya,

  seakan-akan masih menunggu penjelasan berikutnya]

  38. BS : “ 12…” [S11 mencoba melengkapi jawabanya]

  39. G : “Tinggal menjumlahkan saja ”[G terlihat berpikir sejenak] 1+9+4?

  yang lain terlihat saling berbisik-bisik dengan teman sebelahnya ]

  34. BS : “12” [BS menjawab sambil menuliskan sesuatu di buku mereka masing-masing]

  41. G : “Terus 14 per 12?” Kira-kira bisa disederhanakan tidak?”

  42. BS : ”Bisa” [S11 terlihat menyimak penjelasan dari G dan mengangguk-angguk, BS

  yang lain terlihat masih saling berbisik-bisik dengan teman sebelahnya ]

  43. G : “Ada yang mau maju?’ [G memegang buku matematika yang terbuka di atas meja

  sambil memandang siswa secara bergantian dari kiri ke kanan] bahwa peluang yang

  kemarin mempunyai besaran…. Besaran peluang adalah himpunan antara nol sampai dengan satu… [G menggerakkan telapak tanganya untuk memperjelas pernyataannya] bisa nol dan bisa satu…”

  44. S23 : ”Saya pak” [S23 sambil menuju ke papan tulis menulis di papan tulis]

  45. G : [ Guru sambil memparhatikan S23 menulis di papan tulis]“Nah sekarang gini.” Ada

  35. G : “Kemudian 1x4 ?… [G memandang siswanya secara bergantian] ini kemungkinan yang tidak [G bertanya sambil membuat gerakan telapak tangan terbuka, seolah-olah

  Thomas punya angka dua belas. Di sini tiga per empat. Disini lagi satu per tiga..********

  20. SS : ”Dua belas...[S10 terlihat berpikir sejenak, menoleh ke arah teman sebelahnya,

  pertanyaannya lagi] itu sesuatu yang…?”

  mengatakan sesuatu kemudian tersenyum sambil mengangguk-angguk]

  21. G : “Mengapa bisa 12?” KPK dari? [G mengulang penjelasan sebelumnya sambil

  membuat gerakan tangan untuk menunjukkan dua hal tersebut]

  22. S3 : ”Empat”[BS terlihat mengangguk-angguk menyetujui pernyatan dari G] S23: Tiga dan empat

  23. G : “Mungkin bisa ya…” Atau pengalinya dibagi berapa biar bisa?” [G menggerak-

  gerakkan tangan kirinya di atas meja guru]

  24. S23 : “Dua belas kali satu” [BS menjawab secara serempak]

  25. G : “Tiga per empat dikali?”, [G mempertegas jawaban siswa kemudian melanjutkan

  26. BS : “Tiga…” [BS menjawab secara serempak]

  33. G : Bawahnya lagi 4x3 [G menoleh ke arah S2 yang duduk di depan meja guru] “Iya…

  27. G : “Apakah sama…?” [G melontarkan pertanyaan sambil memandang ke arah siswa

  secara menyeluruh] Di bawanya tidak apa-apa ya…?” Satu per tiga dikali empat.” “

  satu kali satu ?”

  28. BS : “Satu…” [BS menjawab secara serempak sambil memperhatikan guru]

  29. G : “12 x 1…”

  30. BS : 12[SS memperhatikan G]

  31. G : “Ditambah 3x3 …?” [G bertanya sambil menggerak-gerakkan tangannya]

  32. BS : “9” [BS mencoba mengemukakan pendapatnya]

  [G menunjuk S2]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  58. SS: [SS berdiskusi dalam kelompok]

  70. SS Yoso+Lani : [SS maju kedepan untuk persentasi]

  69. G :” Ok.. Tepuk tangan.” [G mengajak siswa untuk tepuk tangan ]

  68. Adit+Awan : [Maju ke depan kelas persentasi]

  67. G : “Terima kasih.. Yok tepung tangan..” ” Kelompok tiga siapkan.. yang lain perhatikan!” [G menunjukan jari kearah kelompok tiga ]

  66. Vodi+ Mita:[Mulai berbicara]

  65. G : “Yok mulai” [G guru menyuruh S..+S.. untuk memulai bicara karena masih diam]

  64. Vodi+mita : [ Maju kedepan kelas persentasi]

  siswa bertepuk tangan]

  63. G : “Ada yang mau bertanya silahkan?” ” Terimakasih kelompok dua [G mengajak

  62. Bagas8daniael : [Maju persentasi]

  61. G : “Sudah ya... Ok sambil menunggu temannya, saya hitung 1-10 kelompok satu siap- siap maju. Yok maju! Yang membaca yang lemah, yang kuat membantu.” ”Anak-anak coba perhatikan di depan temanmu akan persentasi!”

  60. Sbyung+veri: [S Mengacungkan jari karena sudah selesai]

  dalam mengerjakan soal]

  59. G : “Ada kesulitan?” [G Berjalan ke belakang membimbing siswa yang belum jelas

  ditanyakan”. Diingat-ingat 3per 5 + 1per 4 Silahkan dikerjakan didepan!” Siapa yang berani maju?

  46. S23dan S9 : [ angkat tangan] S9 maju dan mengerjakan soal di papan tulis

  56. BS : [BS mengangkat tangan karena sudah selesai]

  kesulitann] ” Kelompok yang sudah selesai langsung angkat tangan”.

  55. G : [G berkelling mengamati pekerjaan siswa dalam kelompok] “Kira-kira berapa menit anak-anak mengerjakan itu?” [guru memberikan semangat pada kelompok yang

  54. SS : “[siswa mengerjakan LKS dalam kelompok ]

  53. G : “Pilihlah 2 temanmu untuk perwakilan presentasi sambil pak Thomas membagikan LKSnya” [G membagi lembar LKS, membagi nama kelompoknya] ”Oke anak-anak sudah mendapatkan bahan untuk diskusi untuk kelompoknya” ”Ada yang masih bingung ?” ” Ada revisi sebentar silahkan amati soal no 5 yang kegiatan belajar 1, dua per tiga ditambah tiga per delapan” ”yang kegiatan belajar 2 no 5 silahkan kamu ganti 12 yang angka 21. no 3 satu per dua ditambah satu per tiga ditambah lima per empat. ”Oke silahkan mulai didiskusikan”.

  52. SS : [SS langsung menghadap ke belakang membuat kelompok]

  siswa membentuk kelompok]

  51. G : “Ok berarti sudah bisa?” Oke Pak Thomas ingin melihat kerjasama kalian, diskusi kalian. Kita bagi dalam sembilan kelompok”. Sperti yang dahulu tidak apa-apa, berkelompok 4 orang. Boleh anak-anak menghadap kebelakang”. [G mengarahkan

  yang membuka-buka buku catatan atau LKS masing-masing]

  50. BS : Benar [SS saling bertanya dengan teman sebelahnya, beberapa diantaranya ada

  olah mempersilahkan siswa untuk berpendapat]

  49. G : “Anak-anak yang tidak maju langsung melihat sendiri apakah pekerjaan temanmu sudah benar?” [G bertanya sambil membuat gerakan telapak tangan terbuka, seolah-

  48. BS : [BS mengerjakan soal dengan serius]

  47. G : [G sambil keliling guru meperhatika siswa dalam mengerjakan soal ]

  57. G : [G Guru mementau siswa dalam mengerjakan soal sambil keliling kelas]

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  73. G : “Ok... tepuk tangan” [G Mengajak siswa untuk tepuk tangan]

  74. Sgunung+Anggi : [S maju kedepan untuk persentasi dengan jarak yang jauh karena

  malu-malu]

  75. G : “Ayo berdekatan saja tidak apa-apa... [G sambil menunjukkan tangan untuk

  berdekatan]

  76. BS : [S mulai persentasi]

  77. G : “Oke, tepuk tangan...”

  78. Nawiti +buyung: [S persentasi di depan kelas dengan suara lemah]

  79. G : ”Yang keras lagi.. Oke Terimakasih. [G mengucapakan terima kasih karena

  persentasi sudah selesai sambil membawa kertas evaluasi] ” Anak-anak sekarang Pak

  Thomas bagikan evaluasi tolong dikerjakan, jangan lupa diberi nama.”

  80. SS : [S Mengerjakan soal evaluasi dengan serius]

  81. G : [ G Keliling kelas sambil mengawasi siswa dalam mngerjakan soal]

  82. Bagas: ”Pak sudah selesai”[S sambil angkat tangan]

  83. G : “Siapa lagi yang sudah selesai?”

   [G bertanya sambil menoleh kearah siswa]

  

TRANSKIP PERTEMUAN III

( Tanggal 11 April 2011)

  S...: “tiga per empat ditambah satu per delapan tambah dua per empat sama dengan enam per delapan tambah satu per delapan ditambah empat per delapan sama dengan sebelas per delapan ” [S...membacakan hasil kerja kelompoknya] 18.

  G: “yang paling sederhana…?[Guru bertanya kepada semua siswa bentuk paling sederhana dari dua puluh satu per dua puluh satu berapa

  G: “ Ok tepuk tangan...[Guru mengajak siswa yang lainnya memberi aplos kepada S...dan S...], 31. SB: “Aku...”[siswa yang lain mangangkat tangan meminta untuk maju ke depan] 32.

  29. S.. dan S...: “satu per tujuh tambah dua per tiga tambah empat per dua puluh satu sama dengantiga per dua puluh satu tambah empat belas per dua puluh satu tambah empat per dua puluh satu sama dengan dua puluh satu per dua puluh satu ”[S...membacakan hasil kerja kelompoknya dan S...membantu S...karena ada yang dibacakan keliru] 30.

  G: “Hitungan tiga mulutnya ditutup, perhatikan coba...satu...dua...tiga...[Guru meminta perhatian siswa supaya memperhatikan temannya yang sedang persentasi ].

  G: “Masih ada banyak...nanti”[Gurumenjawab siswa yang ingin maju ] 27. S... dan S....maju ke depan mempersentasikan hasil kerja mereka 28.

  S...: “ArtDa”[siswa menunjuk salah satu temannya untuk maju dan siswa yang lainnya meminta untuk maju]... sini belum koq pak ! 26.

  G: “Oh yo...sekali-kali belakang sendiri yo maju …”[Guru sambil berjalan menuju Siswa yang di belakang ] 25.

  SS: “Nomor lima pak...[siwa sambil mengangkat tangan untuk maju ke depan] 24.

  22. G: “sebelas per delapan …” [Guru menegaskan jawaban S...] Ok... sekarang nomor berapa? 23.

  G: “Ok.... dapat berapa Lan...? [Guru bertanya kepada S...] 21. S...: “sebelas per delapan” [S..menjawab pertanyaan guru].

  G: “ya.... yang betul siapa?” [Guru mencocokkan jawaban S... dengan jawaban kelompok lain] 19. BS: “aku” [Beberapa siswa menjawab sekaligus membenarkan jawaban tersebut ] 20.

  G: “ya berhubung Lani suaranya agak lemah tolong yang lain diam “[Guru sambil berjalan ke depan dan berbalik menghadap ke siswa sambil menaruh dua jari di mulut menyuruh siswa diam karena suara S... kecil] 15. S... frekwensinya berapa pak? 16. G : ssssstttt....tolong .......[Guru meminta siswa unutk mendengarkan persentasi S...] 17.

  1.

  BS: “Saya lagi ya pak...?.” 14.

  G: “ya nanti kalau ada lagi...[Guru memberi tanda bahwa soal yang dikerjakan oleh S... adalah yangsoal nomor 4r ] 13.

  BS: Saya pak... “[siswa yang lain ingin maju ] 12.

  10. G: ya. Lani yang keras...[ Guru menyuruh S...membacakannya dengan suara nyaring] 11.

  9. S... dan S... maju ke depan memepersentasikan hasil kerja mereka.

  8. G: “maaf …”[Guru sambil menepuk pundak S...pertanda disuruh maju untuk mempersentasikan hasil kerja mereka...ndak boleh dijawab oleh teman-temannya...

  6. G: “ Ok.. Tepuk tangan... [ Guru membenarkan jawaban mereka dan mengajak siswa memberi aplos kepada temannya...Nah... nomor berapa sekarang? Nomorrrrr...5] 7. BS: nomor 4... [Siswa menjawab nomor 4...sambil mengacungkan tangan untuk meminta agar mereka bisa maju]

  BS[siswa mengacungkan tangan untuk maju]S23 dan S36 menuju ke depan kelas mempresentasikan hasil kerja mereka...dua per empat dikali dua per enam sama dengan enam per dua belas tambah empat per dua belas sama dengan lima per enam.

  G: Yang nomor tiga [Gurubertanya kira-kira siapa yang bisa maju mempresentasikan hasil kerjanya pada nomor tiga]” 5.

  3. SS: [siswa memberi aplos kepada kelompok yang maju] 4.

  G: “ngomong yang keras yang keras ya ”[Guru berjalan sambil memberi arahan kepada kelompok yang membacakan hasil kerja mereka] dan guru menghampiri meja S...

  [S...maju ke depan membacakan hasil pekerjaan mereka] 2.

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

35. SB: “pak... aku pak ah...” [Beberapa siswa merasa kecewa karena belum mendapat kesempatan untuk

maju ke depan] 36.

  G: “Guru berjalan – jalan mengelilingi siswa sambil melihat-lihat siswa bekerja “[Guru mendekati S...dan bertanya selesai...?] 66.

  SS: “semua siswa sibuk bekerja.” 59.

  G: “Bagaimana caranyaaaa....seperti yang pak Thomas sampaikan tadi” [Guru sambil berjalan mendekati siswa dari meja yang satu ke meja yang lain] 60.

  S...: “menunjuk sama teman dan berbucara kepada Guru.” 61.

  G: “Guru mendekati S...” Pake caranya ya....[Guru sekali lagi menekankan kepada siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang ada dengan cara yang telah diajarkan] 62.

  SS : “semua siswa masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing” 63.

  G: “sekarang giliran budi” 64. SS: “semua siswa masih sibuk kerja masing-masing” 65.

  S...: “sudah” 67.

  G: “Nah sekarang kita kerja dengan caranya....boleh mneggunakan KPK” 56. SS:”semua siswa sibuk mengambil buku dan langsung mengerjakan” 57.

  G: “Dua...tiga.... “[Guru sambil berjalan guru mengecek siswa yang sudah selsai menerjakan]. Guru mendekati S21, dan menjelaskan sesuatu.

  68. S21 : menghitung jari-jarinya 69.

  G: “Empat...lima...enam.” [Guru melanjutkan pengecekan sampai orang yang ke-6] 70.

  BS :[siswa yang llain lagi mengacungkan tangan pertanda ia telah selsai.] 71.

  G: “tujuh....delapan...sembilan...sepuluh...sebelas...dua belas...[Guru masih melanjutkan hitungan siswa yang telah selesai mengerjakan] 72.

  BS: “sebagian siswa masih melanjutkan pekerjaannya” 73. G; “tiga belas...sampai enam belas.” siapa yang mau nyusul sudah enam belas? Enam belas itu harus

  G: “Pake caranya...ada carnya...”[Guru lebih menegaskan untuk memakai cara penyelesaian penjumlahan pecahan] 58.

  G: “Sudah...? nomor sudah...”[Guru memperjelasjawaban siswa ] 54. SS : “sudah” 55.

  G: “Guru menuju ke belakang dan menyuruh S...dan S...maju sambil berjalan bersama mereka ke depan S.. dan S... Maju untuk mempersentasikan hasil kerja kelompoknya

  G: “sampai mana...? yok kita tepuk tangan semuanya”[Guru mengajak siswa bertepuk tangan atas hasil kerja mereka] Ok... yang terakhir....pekerjaannya dikumpulkan ke depan.

  37. G: “Guru mempersilakan S...dan S... membacakan hasil kerja mereka 38.

  S...: Empat per sembilan tambah satu per tiga tambah lima per enam sama dengan delapan per delapan belas tambah enam per delapan belas tambah 15 per 18 sama dengan 29 per 18 [membacakan hasil kerja mereka 39.

  G: “Ok...jawabannya berapa?…[Guru mengulang kembali jawaban siswa] 40.

  S...: Tau....?[S... menjawab pertanyaan guru] 41.

  G: “dua puluh sembilan per delapan belas [Guru menegaskan jawaban siswa kembali] 42.

  SS: “Yeeeee...hore..”[Siswa menjawabsecara serempak] 43.

  44. SS: “siswa mengumpulkan lembar LKS sesuai permintaan guru.” 45.

  SS: “sudah”. [Siswa menjawab dengan serentak] 53.

  G: “Guru berjalan menuju ke belakang sambil membawa beberapa lembar kertas dan membagikan lembar evaluasi kepada siswa.

  46. SS: ”siswa mendapatkan lembar evaluasi[sebagian siswa ribut memperebutkan lembaran yang dibagikan] 47.

  G: “Yang ini yang belum kumpul siapa? [Guru sambil memperlihatkan lembar LKS dan bertanya kepada siswa] 48.

  S36: “sambil menunggu lembar evaluasi dia bernyanyi dan menggerakkan tangannya” 49.

  G: “Individu sekarang” [Gurumemberi arahan kepada siswa untuk mengerjakan lembar evaluasi yang telah dibagikan] 50.

  SS:“ Dikerjakan sekarang pak?[ siswa bertanya kepada Guru] 51.

  G: “Nah...pak Thomas jelaskan dulu...sssst...makanya sekarang coba kamu tulis nama dan nomor absenmu, jamgam lupa... soalnya kemarin ada 2 anak yang lupa ” [Guru memberi penjelasan agar siswa tidak lupa menulis nama dan nomor absennya di lembar evaluasi ] 52.

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  76. S...: “Salah siswa acungkan tangan lagi.” 77.

  G: “dua puluh …[Guru melanjutkan hitungannya sambil mendekati S... dan menjelaskan sesuatu] 78. SB: “ada beberapa siswa mengacungkan tangan lagi” 79.

  G: “Dua puluh satu...dua puluh tiga.” 80. SB: “siswa yang sudah selesai mengerjakan jadi ngantuk.” 81.

  G: “Bondan....?” [Guru sambil jalan ia memanggil S21] 82. S21: “ ya...” [S21 menjawab dengan suara kecil sambil tersenyum dan mengangkat tasnya] 83.

  G: “Guru mendekati S…” 84. SB: “siswa mengangkat tangan lagi” 85.

  G: “Guru menoleh ke belakang sambil berkat “Dauuuuud” 86. SB: “sebagian siswa ribut” [kemungkinan karena mereka sudah selsai] 87.

  G: “yang sudah selsai coba diteliti lagi …[Gurumengingatkan siswa supaya memeriksa kembali pekerjaan mereka] Dua lima... diteliti lagi sudah sesuai KPK belum ? 88.

  SB [Beberapa siswa menjawab “sudah”] 89.

  G: “ya... sudah selesai dan diberi warna.” Mencapai KKM atau tidak? [Guru sambil berjalan mengecek siswa satu per satu dan mendekati S...] Guru menuju ke depan lagi sambil tersenyum....!

  90. SB: “ sebagian siswa sudah gelisah”.

  

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Foto Kegiatan Pertemuan I

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Foto Kegiatan Pertemuan II Foto Kegiatan Pertemuan III

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Foto Kegiatan Pertemuan IV

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
1
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
1
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
0
0
225
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
0
0
185
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
TINJAUAN PENERAPAN PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF PADA PEMBELAJARAN PELUANG DI KELAS XI IPA SMA KANISIUS TIRTOMOYO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program studi Pendidikan Matematika
0
0
178
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
87
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAN PENERAPAN PRINSIP EVALUASI BERPRADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF DI KELAS XI IPA SMA KANISIUS TIRTOMOYO Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ma
0
22
198
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
ANALISIS PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP STANDAR PROSES PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP KANISIUS TIRTOMOYO Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
165
Show more