PENGARUH KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN QUR’AN HADIS SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI BARAKA KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG - Repositori UIN Alauddin Makassar

 0  0  89  2019-04-15 16:54:06 Laporkan dokumen yang dilanggar

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

  Samata, Juni 2013Penyusun Epa Afriani 20100109017 PENGESAHAN SKRIPSI Skripsi yang berjudul “Pengaruh Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an terhadap Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Qur’an Hadis Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang” yang disusun oleh saudari Epa Afriani, NIM. 20100109017, Mahasiswa Jurusan Pendidikan AgamaIslam pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, telah diuji dan dipertahankan dalam sidang munaqasyah yang diselenggarakan pada hari Selasatanggal 4 Juli 2013 M bertepatan dengan 25 Sya’ban 1434 H, dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Islam(S.

PERSETUJUAN PEMBIMBING

  20100109017, mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINAlauddin Makassar, setelah dengan seksama meneliti dan mengoreksi skripsi yang bersangkutan dengan judul “Pengaruh Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an terhadap Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Qur’an Hadis Siswa Kelas XI Madrsah Aliyah Negeri Baraka Kec. Enrekang”, memandang bahwa skripsi tersebut telah memenuhi syarat-syarat ilmiah dan dapat disetujui untuk diajukan kesidang munaqasyah.

KATA PENGANTAR

  Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang tiada terkira teriring doa Jazaakumullah Khaira jaza kepada yang terhormat: Ayahanda Rahman dan ibunda Rawasia serta segenap keluarga besar yang 1.telah mengasuh, membimbing dan membiayai penulis selama dalam pendidikan, sampai selesainya skripsi ini, kepada beliau penulis senantiasamemanjatkan doa semoga Allah swt mengasihi, dan mengampuni dosanya. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa tingkat kemampuan baca tulis al-Qur’an siswa sudah termasuk dalam kategori baik, dan berpengaruh terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswa kelas XI MadrasahAliyah Negeri Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah swt., yang paling sempurna di

  Sebagai salah satu bukti pertolongan Allah swt., kepada manusia adalah memberikan akal dan petunjuk (al-Qur’an) sebagai pedoman agar segalaperbuatan dan perkataan manusia dapat berjalan dengan baik sehingga tercapai kehidupan yang damai, tentram, sejahtera yang terbingkai dalam nuansa religiusyang tunduk dan patuh kepada Allah swt. Menurut arti yang lazim dalam agamayakni firman Allah swt., yang diturunkan atas Nabi Muhammad saw., Yang tertulis dalam beberapa halaman, sehingga menjadi sebuah buku yang besar dantebal dari masa ke masa sampai kepada para hamba Allah swt., (manusia) dengan 3 khabar atau berita yang mutawatir, yang tidak dapat ditolak kebenarannya.

5 Drs. Muhammad Alim M.Ag, Pendidikan Agama Islam (Cet I; Bandung: PT Remaja

  Mengingat pentingnya mempelajari al-Qur’an, pengamalan al-Qur’an itu bukan hanya diketahui dari segi fisik dan aspek sejarah semata, namun yang lebihpenting adalah bagaimana kita mampu membaca dan menulis al-Qur’an sekaligus memahami makna yang terkandung dalam butir-butir ayat demi ayat dari al-Qur’an. Terjemahnya:“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanaka shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan,mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.(29) AgarAllah menyempurnakan Pahalanya kepada mereka dan menambah 8 karunia-Nya.

9 Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah. Kitab Shahih

kesulitan Pada mata pelajaran Qur’an Hadis karena kemampuan mereka masih minim dalam membaca dan menulis al-Qur’an.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana tingkat kemampuan Baca Tulis al-Qur’an siswa kelas XI

  Bagaimana prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Kabupaten Enrekang? Bagaimana pengaruh kemampuan Baca Tulis al-Qur’an terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswa kelas XIMadrasah Aliyah Negeri Baraka Kabupaten Enrekang?

C. Hipotesis

  Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, yang dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakansementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melaluipengumpulan data.

D. Tujuan dan kegunaan

1. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

  Untuk mengetahui prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Kabupaten Enrekang. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kemampuan Baca Tulis al-Qur’an terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri Baraka KabupatenEnrekang.

2. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

  Kegunaan ilmiah: Agar pengajaran Baca Tulis al-Qur’an pada siswa dapat dijadikan dasar (bekal) dalam dirinya untuk memahamikandungan al-Qur’an yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Dengan adanya penelitian ini dapat mengetahui kontribusi yang diberikan guru kepada siswa dalam memajukan kemampuan baca tulisal-Qur’an.

e. Sebagai sumbangsih bagi penelitian selanjutnya

E. Pengertian Operasional Variabel

  Untuk menghindari kesalahpahaman dalam menginterpretasi judul penelitian ini, maka penulis terlebih dahulu mengemukakan pengertian yangsesuai dengan variabel dalam judul skripsi ini. Pengertian operasional variabel dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang variabel-variabel yang diperhatikan.

1. Kemampuan Baca Tulis al-Qur’an (Variabel X)

  Kemampuan membaca adalah kesanggupan memahami isi dari apa yang tertulis, baik dengan melisankan atau hanya melafalkan dalam hati. Kemampuan menulis dilihat dari bisa tidaknya siswa menyalin huruf- huruf yang ada dalam al-Qur’an.

2. Prestasi Belajar Qur’an Hadis (Variabel Y)

  Perlu diketahui bahwa prestasi yangdiperoleh siswa tersebut tidak selamanya buruk, karena tingkatan keberhasilan berbeda-beda dan hasil yang dicapai siswa sebagai hasil pengalamanbelajarnya dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dengan menggunakan alat ukur. Al-Qur’an Hadis yang dimaksud disini adalah salah satu materi pelajaran yang diajarkan 2 jam perminggu di Madrasah Aliyah Negeri BarakaKabupaten Enrekang.

F. Garis Besar Isi Skripsi

  Bab III adalah metodologi penelitian yang mencakup Populasi dan Sampel, tekhnik dan instrumen pengumpulan data, prosedur pengumpulan data dan tekhnik analisis data. Kemudian penulis mengemukakan bagaimana pengaruh kemampuanbaca tulis al-Qur’an terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Kecamatan Baraka KabupatenEnrekang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Baca Tulis al-Qur’an

1. Kemampuan Membaca al-Qur’an

  Siahaan, membaca adalah seni atau ilmu untuk 12 mengartikan dan menafsirkan kata-kata yang dicetak atau yang telah ditulis. Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka dapat ditarik suatu asumsi bahwa membaca itu merupakan pengalaman fisik dengan psikis serta seni yang eratkaitannya dengan suatu ilmu pengetahuan untuk mendapatkan informasi melalui tulisan yang dibaca.

12 Henry N. Siahan, Peranan Ibu Bapak Mendidik Anak (Cet. X; Bandung: Angkasa

  Al-Qur’an terhimpun dalam Mushaf yang diawali dengan surah al-Fatihah dan diakhiri surah an-Nas, disampaikan kepada kitasecara mutawatir, secara tulisan dan lisan dan dari generasi ke generasi 16 selanjutnya, terpelihara dari perubahan dan penyimpangan. Oleh karena itu, wahyu yang diturunkan kepadaNabi saw., berlaku untuk umat Rasulullah saw., dan diperintahan agar rajin membaca dan menulis, walaupun beliau adalah seorang yang Ummi (tidak tauBaca Tulis al-Qur’an), karena arti membaca tidak selalu dengan melihat arti hurufnya.

1) Metode Iqra’

  Belajar baca tulis al-Qur’an dengan metode ini dengan menggunakan sistem sebagai berikut:a) CBSA, Guru hanya sebagai penyimak saja, jangan sampai menuntun kecuali hanya memberikan contoh pokok pelajaran. c) Asistensi, yakni setiap santri yang lebih tinggi pelajarannya 22 diharapkan membantu menyimak santri yang lain.

2) Metode al-Barqiy

  4) Metode BagdadiyahMembaca al-Qur’an memuat bahan atau materi pelajaran secara didaktis, materi-materi diurutkan dari yang kongkrit ke abstrak, dari yangmudah ke yang sukar, dan dari yang umum sifatnya kepada materi yang 25 terinci (khusus). 23 Sebagai kesimpulan bahwa beberapa metode tentang kemampuan membaca serta menulis al-Qur’an yang dikemukakan di atas dapat dipergunakan dalam hal membaca serta menulis al-Qur’an.

2. Metode Hataiyyah

Cara menerpakannya:

a. Pengertian klassikal: 1) Tingkat hafalan, umur 5 tahun sampai kelas II SD

  Metode kata-kataDengan metode ini murid melihat kata-kata yang diucapkan guru, terang dan lambat sambil menuju pada kata-kata itu, kemudian ia meniru danmencontohkan seperti: kata-kata orang harus disertai gambar orang kemudian ia membacanya berulang-ulang sampai lancar dan berangsur-angsurdihilangkan gambarnya kemudian belajar menghubunhkan anatara yang satu dengan kata yang lainnya, tanpa melihat gambarnya. Tujuan Baca Tulis al-Qur’an Tujuan membaca dan menulis al-Qur’an merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan, hal ini disebabkan karena faktor tujuan yang merupakansaraf dan konsisten untuk mengarahkan suatu usaha serta mengukur, menguji dan mengontrol.

2) Tidak mencari popularitas dan keduniaan

  Dalam hal ini belajar membaca al-Qur’an bukan untuk mencari popularitas dan keduniaan, akan tetapi menjadikan al-Qur’an sebagaituntunan dan pedoman hidup di dunia.sehingga pada masa dewasa kelak tidak akan kehilangan pegangan dan pedoman dalam melakukan tugas dankewajibannya sebagai hamba Allah swt. Oleh karena itu, tidak heran kalu pemerintah menggalakkan pengentasan buta aksara al-Qur’an, serta menumbuhkan kecintaan membaca dan menulis al-Qur’an dengan mengadakan MTQ dan lomba kaligrafi mulai dari tingkat desa sampai tingkat nasional bahkan internasional.

B. Prestasi Belajar

1. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar berasal dari dua kata yaitu ”Prestasi” dan ”Belajar”

  420.33 Dari uraian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai oleh seseorang dalam kegiatan dan dilakukan dengansungguh-sungguh sehingga memperoleh hasil yang diinginkan. Berdasarkan pengertian prestasi dan definisi belajar diatas, Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh seseorangdari aktivitas belajar yang membawa perubahan tingkah laku pada diri siswa tersebut.

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Menurut ilmu jiwa dan ilmu pendidikan pada umunya menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar digolongkan menjadi tigabagian yaitu: 1) Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa), yang meliputi keadaan atau kondisi fisik (faktor fisiologis) dan kondisi mental (faktorpsikologis)siswa.2) Faktor eksternal (faktor dari luar diri siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. Di dalam menjaga kesehatan fisik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antaralain makan dan minum yang teratur, olahraga serta cukup tidur.(b) Faktor psikologis Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang.

2) Faktor-faktor Ekstern

  Hal yang paling mempengaruhi keberhasilanbelajar para siswa disekolah mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, pelajaran, waktu sekolah,tata tertib atau disiplin yang ditegakkan secara konsekuen dan konsisten.(c) Faktor masyarakat Seorang siswa hendaknya dapat memilih lingkungan masyarakat yang dapat menunjang keberhasilan belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik,maka perlulah diusahakan agar siswa memiliki teman bergaul yang baik- baik dan pembinaan pergaulan yang baik serta pengawasan dari orang tuadan pendidik harus cukup bijaksana (jangan terlau ketat tetapi juga jangan 46 lengah).

3. Pengukuran Prestasi belajar

  Menilai merupakan salah satu proses belajar mengajar yangditerapkan di Indonesia, kegiatan menilai prestasi belajar akademik di sekolah- 1) Penilaian berfungsi selektif (fungsi sumatif), fungsi penilaian ini merupakan pengukuran akhir dalam suatu program dan hasilnya dipakaiuntuk menentukan apakah siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak didalam program pendidikan tersebut. 3) Penilaian berfungsi sebagai penempatan (placement), penilaian ini dilakukan untuk mengetahui di mana seharusnya siswa tersebut ditempatkan sesuai dengan kemampuannya yang telah diperlihatkan pada prestasi belajar yang telah dicapainya.

47 Amalia Sawitri Wahyuningsih, Pengukuran Prestasi Belajar, di akses dari internet pada

  49 tingkatan yang lebih tinggi, bukan sekedar ingatan atau hafalan saja. Dalam hal ini untuk mengukur prestasi belajar pada peserta didik untuk mengungkapakanpada ketiga aspek tersebut menggunakan tes ulangan harian yang menrupakan bagian dari tes akhir semester.

4. Prestasi belajar Qur’an Hadis

  Keberhasilan belajar Qur’an Hadis yang berdimensi kognitif bagi para peserta didik yang amat penting adalah dimilikinya pengetahuan fungsionalkeagamaan dalam arti berperan langsung dalam kehidupan keseharian mereka. Contoh: penguasaan seorang peserta didik atas cara membaca al-Qur’an, khususnya surat-surat yang sangat lazim digunakan untuk bacaan shalat, lengkapdengan tajwidnya dan maknanya.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan sampel

1. Populasi

  Sedangkan Sugiono mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek dan subyek yang mempunyai kualitaskarakteristik tertentu yang telah diterapakan oleh peneliti untuk dipelajari dan 52 kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI dengan 8 rombel dari kelas XI IPA 1 sampai kelas XI IPS 5 yang jumlahnya 244 orang dengan rincian sebagai berikut: kelas XI IPA dengan 33 siswa, kelas XI IPA 1 2 dengan 32 siswa, kelas XI IPA 3 dengan 29 siswa, kelas XI IPS 1 dengan 31 siswa, kelas XI IPS dengan 29 siswa, kelas XI IPS dengan 29 siswa, kelas XI IPS 2 3 4 dengan 32 siswa dan kelas XI IPS 5 dengan 29 siswa.

a. Sampel

  Pengambilan sampel dapat ditempuh dengan beberapa tekhnik, namun peneliti dalam hal ini menggunakan tekhnik pengambilan sample dengan carapurposive sampling, yakni pemilihan subjek didasarkan atas cita-cita atau sifat- sifat tertentu yang dipandang mempunyai hubungan dengan populasi yang sudahdiketahui oleh peneliti. Dengan demikian yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 orang yang terdiri dari 29 siswa kelas XI IPA 3 dan 29 siswa dari kelas XI IPS 2 .

B. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

1. Teknik Pengumpulan Data

a. Tes

  Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan 57 atau bakat yang dimiliki oleh indifidu atau kelompok. Angket b.

56 Nana Sudjana, Tuntunan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Bandung: Sinar Baru,2000), h

  Secara umum yang dimaksud dengan wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisansecara sepihak, berhadapan muka dengan arah serta tujuan yang telah 59ditentukan. Menurut Djama’an, wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui 60 percakapan atau tanya jawab.

d. Dokumentasi

Dokumentasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data berdasarkan dokumen yang ada dalam lokasi penelitian.

2. Instrumen pengumpulan data

  TesTes dilakukan untuk mengetahui tingkat kemamapuan baca tulis al-Qur’an pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Baraka, yang dilakukan dengan testulisan (butir-butir tes). AngketAngket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang dibagikan kepada siswa untuk memperoleh informasi yang ada hubungannya dengan permasalahanpenelitian.

4. Format Dokumentasi

Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan dengan cara melihat benda- benda tertulis, ataupun pengumpulan benda-benda tertulis seperti buku-buku,arsip, dokumen dengan menggunakan catatan harian dan alat tulis lainnya.

C. Prosedur pengumpulan data

Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan instrumen penelitian, dalam melakukan penelitian, pelaksanaan penelitian inidibagi atas dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pengumpulan data.

1) Tahap Persiapan

2) Tahap Pengumpulan Data

  Kutipan tidak langsung b) Field Research (Riset Lapangan) a. Wawancara atau interview d.

D. Teknik Analisis Data

Setelah dilakukan pengumpulan data yang diperoleh di lapangan, maka di lakukan pengolahan data dan analisis data dengan menggunakan analisis statistikdeskriptif yaitu tabel presentase. Rumus Prosentase : P = F x 100%N 63 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Selayang Pandang MAN Baraka Kec. Baraka Kab. Enrekang

1. Sejarah Berdirinya MAN Baraka Kec. Baraka Kab. Enrekang

64 Enrekang

  Sekitar tahun 1966 PGA 4 tahun terbagi menjadiPGA dan PGA 3 tahun adalah sekolah lanjutan setingkat SMA/MA yang masih dikepalai oleh pak Sahlan, BA sedangkan PGA 3 tahun adalah sekolah lanjutan63 Sejak berdirinya MAN Baraka sampai sekarang masih tetap mampu bertahan, berkembang dalam bidang pendidikan demi tercapainya kualitas sumberdaya manusia (SDM) yang berilmu pengetahuan dengan sadar keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena sarana dan prasarana sebagaimana yang dimiliki oleh MANBaraka tidak hanya pada fasilitas siswa yang baik, akan tetapi fasilitas yang baik juga dimiliki oleh para guru, seperti ruangan, media pembelajaran dan lain-lain.

4. Keadaan guru dan siswa

a. Keadaan guru

  Terkait dengan tabel 2 di atas, penulis dapat menganalisis dan menyimpulkan bahwa keberadaan guru di MAN Baraka dengan status, pangkat,dan jabatannya. Dengan jumlah guru yang cukup lumayan banyak ini akan menampilkan proses belajar mengajar yang sistematis sehingga dari itu akan menghasilkansiswa yang terdidik, baik pengetahuan maupun moralitas siswa.

b. Keadaaan siswa

  Enrekang 1 X 101 110 211 2 XI 93 142 235 3 XII 86 118 204Sumber Data: keadaan siswa Madrasah Aliyah Negeri BarakaTahun 2012/2013Kemudian mengenai siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Kec. EnrekangNo Kelas L P Jumlah 1 XI IPA 7 24 31 1 2 XI IPA 2 10 22 32 3 XI IPA 3 10 19 29 4 XI IPS 1 14 14 28 5 XI IPS 2 14 16 30 6 XI IPS 15 12 27 3 7 XI IPS 4 13 17 30 8 XI IPS 5 12 18 30 Sumber Data: keadaan siswa Madrasah Aliyah Negeri Baraka Tahun 2012/2013.

B. Tingkat Kemampuan Baca Tulis al-Qur’an Siswa di Madrasah Aliyah

  Dengan demikian kesimpulan penulis yang dapat diambil dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa setiap siswa memiliki tingkat kemampuan yangbervariasi dan terbanyak dari mereka adalah dapat embaca al-Qur’an dengan baik dan benar. No Alternatif penilaian F % 1 Sangat baik 20 34,49% 2 Baik 26 44,82% 3 Sedang 12 20,69% 4 Kurang - - 5 Kurang sekali - -Jumlah total 58 100% Sumber Data: Hasil Tes Menulis dari Tabel 4.2Tabel ini menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam menulis al- Qur’an, di mana dari 58 orang siswa yang diteliti, 20 orang (34,49%) diantaranya dikategorikan sangat baik, 26 orang (44,82%) dikategorikan baik dan 12 orang(20,69%) dapat dikategorikan sedang.

C. Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Qur’an Hadis Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Kec. Baraka Kab. Enrekang

  Pada pembahasan ini akan dikemukakan atau diuraikan prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Tabel 5Nilai ulangan Qur’an Hadis siswa kelas XI IPA 80 15 Magfira mustafa 75 14 Jasri seppon 90 13 Hasrida 99 12 Hartin 95 11 Harianti 90 10 Febi aprianti 85 9 Egi dwi sakti 8 Devi arfianti 3 Madrasah Aliyah Negeri Baraka 79 7 Bhatera resya vahlevi 90 6 Astri kurnia sandi 85 5 Asriani 80 4 Arjuna wahyudi 89 85 3 Arifuddin R. Dengan demikian kesimpulan yang penulis ambil dari hasil penelitian tersebut bahwa tingkat prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswakelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka cukup tinggi.

D. Pengaruh Kemampuan Baca Tulis al-Qur’an Terhadap Prestasi Belajar Quran Hadis Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Kec

  Pada pembahasan ini akan dikemukakan atau diuraikan pengaruh kemampuan baca tulis al-Qur’an terhadap prestasi belajar Qur’an Hadis siswakelas XI MAN Baraka Kec. Enrekang, sesuai dengan hasil angket dan wawancara.

1. Prestasi belajar

  No Altenatif penilain F 100% 1 Tinggi 26 44,82% 2 Sedang 31 53,44% 3 Kurang 1 1,72% Dengan demikian penulis dapat menyimpulkan bahwa siswa di MadrasahAliyah Negeri Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang memiliki minat yang besar untuk belajar baca Tulis al-Qur’an. 9Dari tabulasi angket di atas dapat kita ketahui bahwa 45 orang (77,59%) siswa memperoleh prestasi belajar yang tinggi pada mata pelajaran Qur’an Hadis, 13 orang (22,41%) memperoleh prestasi belajar yang sedang pada maa pelajaran Qur’an Hadis.

2. Kemampuan baca tulis al-Qur’an

  Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan baca tulis al-Qur’an terhadap prestasi belajar Qur’an Hadis pada siswa yaitu guru, khususnya gurupada mata pelajaran Qur’an Hadis, karena guru adalah orang yang bisa dipercayakan oleh orang tua untuk mengajar anak-anak mereka agar tumbuh danberkembang menjadi anak yang cerdas, bisa membaca dan menulis al-Qur’an. Seperti yang dikemukakan Khairunnas bahwa: “Seorang guru harus menguasai bahan, menggunakan metode yang tepat, dalam hal ini metode yang biasa memupuk semangat anak untuk lebih giatbelajar baca tulis al-Qur’an, dan metode yang dapat membuat anak memahami dan mengetahui baca tulis al-Qur’an.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian yang dikemukakan pada bab-bab sebelumnya

maka dalam bab ini penulis akan mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Tingkat kemampuan baca tulis al-Qur’an siswa di Madrasah Aliyah Negeri

2. Kemudian prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadis siswa kelas

  XI Madrasah Aliyah Negeri Baraka Kecamatan Baraka KabupatenEnrekang juga sudah termasuk dalam kategori yang baik, ditandai dengan sebagian besar siswa yang dijadikan sampel dengan jumlah 45 orang(77,59%) memperoleh prestasi belajar yang tinggi pada mata pelajaran Qur’an Hadis. Kemampuan baca tulis al-Qur’an sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar Qur’an Hadis pada siswa kelas XI di Madrasah Aliyah NegeriBaraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang karena didalamnya terdapat ayat-ayat al-Qur’an dan hadis dan tergantung pada keinginan atauminat siswa untuk belajar baca tulis al-Qur’an.

B. Implikasi Penelitian

  Setelah penulis mengemukakan kesimpulan di atas, berikut ini penulis akan mengemukakan beberapa saran sebagai harapan yang ingin dicapai sekaligussebagai kelegkapan dalam penyususnan skripsi ini sebagai berikut: 1. Siswa sebagai objek khususnya siswa kelas XI IPA lebih meningkatkan kemampuan dalam membaca dan menulis al-Qur’an,mengingat sebagai calon guru Agama Islam yang nantinya akan terjun langsung ke masyarakat.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2019-03-13

Dokumen yang terkait
Tags

PENGARUH KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN TERHA..

Gratis

Feedback