SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi

Gratis

0
0
147
5 months ago
Preview
Full text

  

KEBIJAKAN AKUNTANSI DANA PENSIUN

PADA DANA PENSIUN PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh:

YOHANES SURYADI

  

NIM : 97 1334 063

NIRM: 970051120602220055

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  Halaman

  HALAMAN JUDUL…………………………………………………….. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING...................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN................................................................... iii

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA................................................... iv

ABSTRAK................................................................................................. v

ABSTRACT.............................................................................................. vi

HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................ vii

KATA PENGANTAR............................................................................... viii

DAFTAR ISI…………………………………………………………….. x

DAFTAR TABEL……………………………………………………….. xvi

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………. xvii

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………….. xviii

  BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah………………………………..

  1 B. Batasan Masalah………………………………………..

  4 C. Rumusan Masalah………………………………………

  4 D. Tujuan Penelitian……………………………………….

  5 E. Manfaat Penelitian………………………………………

  5

  A. Akuntansi Dana Pensiun.…………………………….

  14

  3. Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan Tentang Status Dana Pensiun……………………………………

  27

  2. Konsep Pengukuran dan Pelaporan Aktiva serta Kewajiban Pensiun……………………………………..

  21

  C. Akuntansi Dana Pensiun Menurut FASB No. 26.……… 21 1. Konsep Pengukuran Biaya Pensiun…………………….

  5. Laporan Keuangan Dana Pensiun………………………. 19

  18

  4. Penilaian Investasi………………………………………

  17

  3. Penilaian Aktiva Dana Pensiun…………………………

  15

  2. Asumsi Aktuaria…………………………………..……

  b. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)……………

  7 1. Pengertian Akuntansi………………………………...

  14

  a. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)…………………

  13

  1. Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun……………………

  13

  11 B. Akuntansi Dana Pensiun Menurut PSAK No. 18........

  b. Jenis-Jenis Program Pensiun………………………

  10

  a. Pengertian Program Pensiun………………………

  10

  8 3. Program Pensiun……………………………………..

  7 2. Pengertian dan Tujuan Akuntansi Dana Pensiun…….

  28 D. Kesesuaian Antara PSAK No. 18 dan FASB………….. 31 A. Jenis Penelitian……………………………………………

  33 B. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………..

  33 C. Subyek dan Obyek Penelitian……………………………..

  33 D. Data Yang Diperlukan…………………………………….

  34 E. Metode Pengumpulan Data………………………………..

  34 F. Metode Analisis Data……………………………………… 34

BAB IV : DANA PENSIUN PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR A. Sejarah Pembentukan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur……………………………………….. 36 B. Maksud Dan Tujuan Pembentukan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur…………………………….

  37 C. Modal Dasar Pembentukan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur…………………………….

  38 D. Susunan Pengurus Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur………………………………………..

  38 E. Biaya Manfaat Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur………………………………….…………………. 41

  F. Penilaian Aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur…………………………………………………….. 42

  G. Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan

  2. Laporan Perubahan Aktiva Bersih…………………….. 51

  3. Neraca…………………………………………….……. 52

  4. Laporan Perhitungan Hasil Usaha dan Beban………….. 52

  5. Laporan Arus Kas………………………………………. 53

  6. Catatan Atas Laporan Keuangan……………………….. 55

  H. Laporan Aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur……………………………………………………… 59

  1. Data Peserta……………………………………………. 59

  2. Ikhtisar Perturan Dana Pensiun………………………… 60

  3. Asumsi Aktuaria………………………………………... 65

  4. Metode Penilaian Aktuaria……………………………… 66

  5. Kekayaan Dana Pensiun………………………………… 67

  6. Hasil Perhitungan Aktuaria……………………………… 69

  7. Nama Aktuaris dan Tanggal Laporan Aktuaria................. 71

  I. Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur…………………………….

  71 1. Sasaran Hasil Investasi………………………………..

  71

  2. Batasan Maksimum Kepada Satu Pihak………………

  71

  3. Tingkat Resiko………………………………………… 71

  4. Persyaratan Tingkat Likuidasi…………………………. 72

  5. Metode Perhitungan Hasil Investasi…………………… 73

A. Analisis Data………………………………………… 75

  1. Kebijakan Biaya Manfaat Pensiun…………………

  75 2. Penilaian Aktiva Dana Pensiun……………….…….

  79 3. Laporan Keuangan Dana Pensiun…………………..

  85

  a. Laporan Aktiva bersih………………………….…

  85 b. Laporan Perubahan Aktiva Bersih……………….

  91 c. Neraca…………………………………………….

  95 d. Perhitungan Hasil Usaha………………………….

  99

  e. Laporan Arus Kas………………………………… 101

  f. Catatan Atas Laporan Keuangan…………………. 102

  4. Laporan Aktuaria Dana Pensiun……………………. 110

  a. Metode Penilaian Aktuaria……………………….. 110

  b. Asumsi Aktuaria………………………………….. 111

  c. Hasil Perhitungan Aktuaria……………………….. 112

  d. Nama Aktuaris dan Tanggal Laporan Aktuaris Terakhir…………………………………………….. 114

  5. Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun.…………. 115

  a. Deposito……………………………………………. 117

  b. Saham………………………………………………. 118

  c. Obligasi…………………………………………….. 119

  d. Penempatan Langsung……………………………… 120

  1. Biaya Manfaat Pensiun………………………………... 124

  2. Penilaian Aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur…………………………………………………. 125

  3. Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur……………………………………………………. 126

  4. Laporan Aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur……………………………………………………. 127

  5. Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur………………………………………. 129

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan……………………………………………… 131 B. Keterbatasan Penelitian 132 B. Saran…………………………………………………….. 133 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  Halaman

Tabel 4.1. Perbandingan Persentase Investasi Dana Pensiun

  PT. Pupuk Kalimantan Timur……………………………………

  74 Tabel 5.2. Perbandingan Jenis Investasi Dana Pensiun……………………. 117

Tabel 5.3. Kesesuaian Antara Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk

  Kalimantan Timur Dan PSAK No. 18………….………………. 122

  Halaman

Gambar 4.1. Struktur Organisasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan

  Timur………………………………………………………. 40 Lampiran: 1. Laporan Aktiva Bersih Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur Tanggal 31 Desember 1999 Dan 1998

  2. Laporan Perubahan Aktiva Bersih Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur Tanggal 31 Desember 1999 Dan 1998

  3. Neraca Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur Tanggal 31 Desember 1999 Dan 1998

  4. Laporan Hasil Usaha Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur Tanggal 31 Desember 1999 Dan 1998

  5. Laporan Arus Kas Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur Tanggal

  31 Desember 1999 Dan 1998

  6. Ikhtisar Perhitungan Program Pensiun Pegawai Per 31 Desember 1998 Untuk Peserta Pensiunan

  7. Ikhtisar Perhitungan Program Pensiun Pegawai Per 31 Desember 1998 Untuk Peserta Aktif

  8. Data Peserta Aktif Perhitungan Program Pensiun Pegawai Per 31 Desember 1998

  9. Ikhtisar Perhitungan Program Pensiun Pegawai Per 31 Desember 1999 Untuk Peserta Pensiunan

  10. Ikhtisar Perhitungan Program Pensiun Pegawai Per 31 Desember 1999 Untuk Peserta Aktif

  Desember 1999

  12. Laporan Posisi Portofolio Investasi Per 31 Desember 1999

  13. Laporan Hasil Investasi Per 1 Januari Sampai Dengan 31 Desember 1999

  

YOHANES SURYADI (2004): Kebijakan Akuntansi Dana Pensiun pada Dana

Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, Yogyakarta: Program Studi

Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara kebijakan akuntansi yang ditempuh oleh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 18. Oleh karena itu jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian evaluatif.

  Penelitian dilaksanakan pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang berkedudukan di Jakarta, dan penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2003. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara terhadap Direktur Utama dan Kepala Bagian Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode komparasi – kualitatif.

  Dari hasil analisis penulis menyimpulkan bahwa:

  1. Kebijakan biaya manfaat pensiun telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana pengakuan beban manfaat pensiun sesuai dengan periode di mana jasa tersebut diterima dan biaya menfaat pensiun meliputi biaya jasa kini dan biaya yang diakui pada periode berjalan, penghentian program dan pengurangan peserta.

  2. Kebijakan penilaian aktiva dana pensiun telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana aktiva telah dinilai sesuai dengan karakteristik untuk penyusunan dalam laporan aktiva bersih, laporan perubahan aktiva bersih, dan neraca. Dalam penyusunan neraca untuk aktiva tertentu selain nilai historis ditentukan juga nilai wajarnya dan selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai selisih penilaian investasi.

  3. Kebijakan laporan keuangan dana pensiun telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana laporan keuangan telah meliputi: laporan aktiva bersih, laporan perubahan aktiva bersih, laporan arus kas, laporan hasil usaha dan beban, neraca dan catatan atas laporan keuangan.

  4. Kebijakan laporan aktuaria dana pensiun telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana laporan aktuaria telah mengungkapkan dasar asumsi dan metode penilaian aktuaria, nama aktuaris, hasil perhitungan aktuaria, dan tanggal laporan aktuaria terakhir.

  5. Kebijakan investasi hampir sesuai dengan PSAK No. 18, di mana pelaksanaan investasi telah mengikuti ketentuan yang digariskan dalam perundangan yang berlaku, yaitu UU No. 11 tahun 1992 tentang kebijakan portofolio investasi dana pensiun, kecuali untuk investasi dalam bentuk saham tidak sesuai dengan kebijakan tersebut, karena tidak sesuai dengan batasan maksimum investasi saham sebesar 0% - 5%.

  

Yohanes Suryadi (2004): Accounting Policy of Pension Fund at Pension Fund

Foundation of “PT. Pupuk Kalimantan Timur”, Yogyakarta: Accounting

Education Study Program, Department of Social Studies Education, Faculty of

Teachers Training and Education, Sanata Dharma University.

  This research was conducted to find out the balance of policy of accounting used by Pension Fund Foundation of “PT. Pupuk Kalimantan Timur” with Standard of Financial Accounting (PSAK) number 18. Therefore, evaluative research was chosen in this study.

  This research was conducted at Pension Fund Foundation of “PT. Pupuk Kalimantan Timur”, which was located in Jakarta on February 2003. The data collecting techniques used were documentary method and interviews with the President and the Chief Department of Investment of Pension Fund Foundation at “PT. Pupuk Kalimantan Timur”. The data analysis technique used was comparative – qualitative method.

  The data analysis showed that:

  1. The policy of benefit expense had been in accordance to PSAK number 18, in which the acknowledgement of the expense of benefit pension fund had been appropriate with the period of the service received, in addition the expense of benefit plans had covered current service cost, the acknowledged past service expense, and the termination and curtailment program.

  2. The policy of judgment of pension fund asset had been in accordance to PSAK number 18, in which the asset was considered appropriate with the characteristics for the arrangement of net asset statement, change net asset statement, and the arrangement of Balance Sheet. In the arrangement of balance sheet for certain asset, both historical value and fair value were calculated, in addition the difference between historical value and fair value was presented as the difference of investment evaluation.

  3. The policy of financial statement of pension fund had been in accordance to PSAK number 18, in which the financial statement had covered: the net asset statement, the change net asset statement, the cash flow statement, the expense and income statement, the balance sheet and note of financial statement.

  4. The policy of actuarial statement of pension plans had been in accordance to PSAK number 18, in which the actuarial statement had shown the basic assumption and the method of actuarial assessment, the name of assessor, the result of actuarial counting, and the latest date of actuarial statement.

  5. The policy of investment was almost in accordance to PSAK number 18, in which the implementation of investment had already based on the rule stated in Constitution Number 11 year 1992 about the policy of investment portfolio of pension fund, except the investment of stock was not appropriate yet to the

  

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

  Fakta menunjukan bahwa kemampuan bekerja seseorang terbatas. Setelah melalui masa-masa produktif, akhirnya karena daya fisiknya terbatas disebabkan oleh usia lanjut maka produktifitasnya akan berkurang. Problematika yang dihadapi setelah berhenti atau diberhentikan dari pekerjaan adalah hilangnya pendapatan bagi pekerja dan keluarganya. Biasanya keadaan ini sering kurang disadari oleh yang bersangkutan, sehingga lupa untuk melakukan persiapan sebelumnya, misalnya dengan cara menabung. Bisa juga penghasilan selama bekerja tidak cukup untuk disisihkan untuk tabungan hari tua.

  Bertitik tolak dari permasalahan di atas, perusahaan memandang perlunya jaminan kesejahteraan hari tua bagi pekerja dan keluarganya. Salah satu bentuk jaminan kesejahteraan hari tua adalah penyelenggaraan program pensiun. Program

  1 pensiun adalah setiap program yang mengupayakan manfaat bagi para peserta.

  Manfaat pensiun yang akan diterima oleh peserta berupa pembayaran berkala yang akan dibayarkan kepada peserta pada saat dan dengan cara ditetapkan dalam

  2

  peraturan dana pensiun. Berdasarkan lembaga yang menyelenggarakan program

1 Ikatan Akuntansi Indonesia, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 18 – Akuntansi Dana Pensiun, Salemba Empat, Jakarta, 1999.

  3

  yaitu:

  1. Program Pensiun Publik (Public Pension Plan) Sering disebut juga pensiun tenaga kerja, merupakan program pensiun yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai jaminan dasar masa depan untuk seluruh tenaga kerja. Kepesertaannya bersifat wajib secara nasional. Contoh: TASPEN, ASABRI.

  2. Program Pensiun Privat (Private Pension Plan) Disebut juga pensiun perusahaan, merupakan program pensiun yang diselenggarakan oleh perusahaan sendiri secara individual atau dengan perusahaan lain. Perusahaan membentuk badan khusus yang akan mengelola program pensiun ini.

  Dalam skripsi ini secara khusus akan membahas Program Pensiun Privat. Dari uraian di atas jelas bahwa program pensiun harus dikelola oleh suatu badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah dari badan hukum pendiri. Hal ini sesuai dengan UU No. 11 tahun 1992 tentang dana pensiun khususnya pada pasal 1 butir 1 yang menyebutkan bahwa “Dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola

  dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun.”

  Pengelolaan dana pensiun yang terpisah dari perusahaan pendiri dimaksudkan agar manfaat pensiun yang dijanjikan pada peserta dapat dibayarkan tepat jumlah, tepat waktu dan kepada peserta yang tepat, dengan biaya dan resiko

  4 dipertanggungjawabkan.

  Pemenuhan kewajiban pembayaran manfaat pensiun menimbulkan permasalahan bagi pemberi kerja yaitu pengakuan biaya manfaat pensiun. Dengan kata lain, berapa bagian manfaat pensiun yang diakui sebagai biaya untuk periode yang sedang berjalan, sebagai akibat dari jasa yang telah diterima dari peserta.

  Selain itu penentuan jumlah yang akan dilaporkan sebagai aktiva atau kewajiban seringkali ditemukan kesulitan.

  Mengingat begitu kompleksnya masalah akuntansi yang dihadapi oleh dana pensiun, maka membangkitkan minat penulis untuk melihat lebih jauh lagi kebijakan akuntansi dana pensiun terutama di dalam pengakuan biaya manfaat pensiun, penilaian aktiva, penilaian investasi dana pensiun, asumsi dan metode aktuaria serta kebijakan dalam pengungkapan dan pelaporan mengenai laporan keuangan dana pensiun. Penulis menggunakan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang berkedudukan di Jakarta, di mana diasumsikan bahwa perusahaan tersebut merupakan pengelola program dana pensiun privat bagi karyawan dan karyawatinya. Untuk itu penulis akan mencoba membahas dalam skripsi ini dengan judul:

  Kebijakan Akuntansi Dana Pensiun

Pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  4

  Agar pembahasan dalam skrpsi ini dapat terfokus dan sesuai dengan latar belakang masalah, maka penulis membatasi penelitian ini pada beberapa hal berikut ini:

  1. Analisis terhadap kebijakan biaya manfaat pensiun

  2. Analisis terhadap kebijakan penilaian aktiva dana pensiun

  3. Analisis terhadap kebijakan laporan keuangan dana pensiun

  4. Analisis terhadap kebijakan laporan aktuaria dana pensiun

  5. Analisis terhadap kebijakan laporan portofolio investasi dana pensiun

C. Rumusan Masalah

  1. Masalah Umum Berdasarkan batasan masalah di atas penulis mencoba merumuskan permasalahan: Apakah kebijakan Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk

  Kalimantan Timur sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)No. 18 ?

  2. Masalah Khusus

  a. Apakah kebijakaan pengakuan biaya manfaat pensiun pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur telah sesuai dengan PSAK No. 18?

  b. Apakah kebijakaan penilaian aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur telah sesuai dengan PSAK No. 18?

  c. Apakah kebijakaan laporan keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan

  Timur telah sesuai dengan PSAK No. 18?

  e. Apakah kebijakaan laporan portofolio investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur telah sesuai dengan PSAK No. 18?

  D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui dan memahami sejauh mana kesesuaian antara kebijakan Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 18.

  Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang dianalisis dalam penelitian ini adalah 2 tahun, yaitu tahun 1998 dan 1999 beserta Laporan Aktuarianya ; sedangkan Laporan Portofolio Investasi yang dipergunakan adalah laporan per 31 Desember 1999.

  E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi perusahaan Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga bagi Dana Pensiuan PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  2. Bagi penulis Untuk menerapkan teori-teori yang telah diperoleh dan membandingkan dengan pelaksanaan kebijakan akuntansi dana pensiun.

  Menambah perbendaharaan wawasan tentang kebijakan akuntansi dana pensiun.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Akuntansi Dana Pensiun

1. Pengertian Akuntansi

  Akuntansi dikenal secara formal oleh seorang pastur dari Italia yaitu

  Luca Pacioli dalam buku yang ditulisnya: Geometri dan Aritmatika yang di dalamnya dikenalkan Double Entry Book Keeping.

  Menurut Paul Grady akuntansi diartikan sebagai “The body of

  knowledge and functions concerened with systematic originating, recording, classifying, processing, summarizing, analizing, interpreting, and supplying of dependable and significant information covering transaction an event which are, in part at least, of financial character, required for the management and

  5 operation an entity.” Dengan kata lain akuntansi diartikan sebagai perangkat prosedur pemrosesan data keuangan.

  Seiring dengan perkembangan jaman pengertian akuntansi juga mengalami perkembangan. Menurut Accounting Principles Board No. 4 akuntansi diartikan sebagai “A service activity. Its function is to provide

  quantitative information, primarily financial in a native about economic

  6 entities that is intented to be useful in making economic decision”. Dari

  definisi ini, akuntansi dilihat sebagai kegiatan yang berfungsi dalam 5 Paul Grady, Inventory of Generally Accepted Accounting Principles For Business Enterprises, Accounting Research Study No. 7”, (New York:AICPA, 1965), par. 2. usaha yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Dari beberapa pengertian akuntansi di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi dapat diartikan menjadi beberapa hal tergantung dari sudut mana akuntansi itu sendiri dipandang.

2. Pengertian dan Tujuan Akuntansi Dana Pensiun.

  Akuntansi sebagai aktivitas jasa berfungsi untuk mengukur sumber daya yang dimiliki perusahaan, mengukur perubahan sumber daya, klaim dan kepentingan dalam nilai mata uang yang berlaku.

  Dalam dana pensiun akuntansi diperlukan untuk memberikan informasi yang layak bagi para pemakai laporan keuangan. Karena akuntansi untuk dana pensiun berbeda dengan akuntansi untuk perusahaan umum maka digunakan akuntansi dana pensiun yaitu akuntansi yang khusus digunakan oleh suatu dana pensiun. Dana pensiun ialah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Jadi dapat disimpulkan bahwa akuntansi dana pensiun memiliki pengertian sebagai aktivitas jasa atau pelayanan yang diselenggarakan badan hukum pengelola pensiun untuk memberikan informasi kuantitatif, terutama bersifat keuangan mengenai program pensiun (pengakuan, pengungkapan, dan pelaporan) untuk dapat digunakan bagi pihak-pihak yang berkepentingan khususnya peserta pensiun, serta digunakan untuk pengambilan keputusan. informasi yang konsisten dan dapat diandalkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan mengenai pengelolaan kekayaan yayasan dana pensiun yang dikaitkan dengan kewajiban para peserta yang harus dipenuhi pada waktunya. Pihak yang berkepentingan antara lain: manajemen perusahaan yang menyelenggarakan program pensiun, para peserta program pensiun, pihak perpajakan, pihak manajemen yayasan dana pensiun dan pihak lain.

  Menurut FASB dalam SFAS No. 35, tujuan utama laporan keuangan dana pensiun ialah “ The primary objective of a pension plan financial statement is to

  provide financial information that is useful in assessing the plans present and

  7 ability to pay benefit when due”. Tujuan dibentuknya dana pensiun ialah

  menyediakan penghasilan (pensiun karyawan) bagi karyawan yang memasuki masa pensiun, di mana pensiun merupakan pembayaran gaji yang tertunda.

  Menurut PSAK No. 18 tahun 1995, dana pensiun dibedakan menjadi :

  1. Dana Pensiun Pemberi Kerja Yaitu dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan selaku pendiri untuk menyelanggarakan Program

  Pensiun Manfaat Pasti atau Iuran Pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawan sebagai peserta dan menimbulkan kewajiban bagi pemberi kerja.

  Yaitu dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa, untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan

  8 atau pekerja mandiri.

3. Program Pensiun

  a. Pengertian Program Pensiun Definisi pensiun menurut Concise Oxford Dictionary: “periodical

  (usually annual) payment made especially by government, company, or

  9 employer consideration of past service or of relinguishment of right etc.”

  Menurut ARB No. 47 : A formal arrangement for retirement benefit

  whether established unilaterally or through negotiation by with commitment, specifics or implied, have been made which can be used as

  Dari beberapa pengertian program pensiun di atas dapat disimpulkan bahwa program pensiun ialah suatu perjanjian antara pemberi kerja dengan rja akan memberikan sejumlah benefit kepada karyawan selama menjalani masa pensiun secara anuitas atas jasa- 8 jasa yang telah diberikan kepada perusahaan.

  Ikatan Akuntansi Indonesia, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 18 – Akuntansi Dana Pensiun, Salemba Empat, Jakarta, 1999, hal 18.2. 9 N.W. Fowler dan F.G. Fowler, The Concise Oxford Dictionary of Current English, fourth edition, (London: Oxford University Press, 1951), hal. 882. 10 Donald E. Kieiso and Jerry J. Waygandt, Intermediate Accounting, eight edition, (John Wiley and Sons, Inc., 1995), p. 1058.

  Ditinjau dari: 1) Pengelolaan Dana Pensiun:

  a) Dikelola oleh perusahaan sendiri: dalam arti dana pensiun dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun Iuran Pasti bagi kepentingan seluruh karyawan sebagai peserta dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja

  b) Dikelola organisasi terpisah: dalam arti dana pensiun didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa yang pesertanya adalah perorangan terutama para pekerja mandiri. 2) Kontributor:

  a) Contributory: karyawan dan perusahaan bersama-sama melakukan iuran kepada pengelola program pensiun.

  b) Non Contributory: seluruh iuran ditanggung dan menjadi beban perusahaan.

  3) Kebijakan Pendanaan:

  a) Funded: perusahaan telah mengakumulasikan dana pensiun melalui suatu badan yang terpisah dari perusahaan atau pihak ketiga, misalnya perusahaan asuransi, bank dan yayasan dana pensiun, pihak ketiga pengelola dana pensiun melalui berbagai investasi seperti surat berharga , deposito, obligasi, dan lain-lain. karyawan yang bersangkutan telah pensiun. 4) Dari Sudut Kewajiban atau Kepastian Pembayarannya:

  a) Vested: bila sudah ada kepastian hak bagi pegawai untuk menerima pensiun bila sudah berhenti bekerja.

  b) Unvested: bila hak penerima pensiun tergantung pada hal-hal tertentu, misalnya: berhenti bekerja sebelum mencapai masa kerja tertentu maka tidak dapat diberikan pensiun. 5) Bisa juga diklasifikasikan sebagai:

  a) Defined Contributory Plan Program pensiun yang iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada masing-masing rekening peserta sebagai manfaat pensiun. Jumlah pensiun yang diterima oleh peserta pada saat pensiun tergantung jumlah iuran dari pemberi kerja, dari iuran pemberi kerja dan iuran peserta, atau iuran peserta dan hasil usaha.

  b) Defined Benefit Plan Program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan Program Pensiun Iuran Pasti. Besar pembayaran manfaat pensiun yang dijanjikan kepada peserta ditentukan dengan rumus yang telah ditetapkan dalam peraturan dana pensiun. Variabel rumus ini antara lain: masa kerja, faktor penghargaan per tahun masa kerja, oleh aktuaris.

B. Akuntansi Dana Pensiun Menurut PSAK No. 18

  Dalam alinea ke-2, PSAK No. 18 menyatakan bahwa akuntansi dan pelaporan oleh dana pensiun tidak mengatur pelaporan kepada masing-masing peserta program pensiun mengenai hak manfaat pensiun mereka masing-masing. Dalam alenia ke – 6, lebih lanjut dijelaskan bahwa lingkup pelaporan dana pensiun tidak mengatur tentang kesejahteraan karyawan dalam bentuk lainnya, misalnya kewajiban pemberian pesangon, pengaturan kompensasi yang ditangguhkan (deffered compensation management), tunjangan kesehatan dan kesejahteraan program bonus, dan lain-lain. Program jaminan kesejahteraan sosial yang diwajibkan pemerintah (jamsostek) juga di luar lingkup pernyataan ini.

1. Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun

  Pengakuan beban manfaat pensiun oleh pemberi kerja ialah sebagai akibat dari jasa yang telah diterima dari peserta, yang akan menjadi penerima manfaat pensiun. Konsekuensinya, biaya manfaat pensiun ini harus diakui sebagai beban pada periode di mana jasa juga diterima.

  Jumlah biaya manfaat pensiun yang diakui sebagai beban pada suatu periode tidak perlu sama dengan jumlah iuran yang dibayarkan pemberi kerja kepada dana pensiun. Dalam menentukan jumlah setiap periode, keputusan pemberi kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi keuangan dan pertimbangan perpajakan.

  Iuran pemberi kerja untuk jasa suatu periode tertentu harus diakui sebagai beban pada periode tersebut. Besar iuran dinyatakan dengan peraturan perundangan dana pensiun dengan suatu rumusan tertentu. Dengan demikian beban manfaat pensiun yang diakui adalah jumlah iuran yang jatuh tempo untuk periode tertentu.

  Jika pemberi kerja memberikan tambahan iuran pada suatu periode tertentu, maka tambahan iuran tersebut harus diakui sebagai beban sesuai dengan periode jasa yang dipengaruhi. Jika tambahan iuran diberikan untuk peserta yang masih aktif bekerja untuk jasa lalu, kompensasi atas jasa pada periode berjalan dan periode yang akan datang, maka iuran diakui sebagai beban secara sistematis selama harapan sisa masa kerja rata-rata peserta. Jika tambahan iuran diberikan kepada peserta yang telah pensiun, maka tambahan iuran tersebut ditetapkan diakui sekaligus sebagai beban pada periode janji pemberian tambahan iuran ditetapkan, karena tidak ada lagi jasa yang diterima pemberi kerja dari peserta tersebut.

  b. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) Beban manfaat pensiun terdiri dari:

  Adalah biaya pemberi kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti untuk jasa yang telah diberikan oleh peserta yang masih aktif bekerja selama periode berjalan.

  2) Biaya Jasa Lalu (Past Service Cost), Koreksi Aktuaria (Experience Adjustment ) dan Perubahan Asumsi Aktuaria.

  Biaya Jasa Lalu adalah biaya pemberi kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti untuk jasa yang telah diberikan peserta sampai dengan tanggal penilaian aktuarial akibat adanya: a) pembentukan program pensiun; atau b) perubahan program pensiun.

  Koreksi aktuaria adalah koreksi atas nilai manfaat pensiun akibat perbedaan antara asumsi aktuarial yang dipakai dan apa yang sebenarnya terjadi. 3) Pembubaran Program (Termination) dan Pengurangan Peserta (Curtailment).

2. Asumsi Aktuaria

  Asumsi aktuaria adalah suatu rangkaian estimasi yang dipergunakan dalam memperhitungkan Manfaat Pensiun yag berkaitan dengan perubahan- perubahan di masa yang akan datang yang mempengaruhi pembiayaan Program Pensiun Manfaat Pasti, antara lain: tingkat bunga, tingkat kematian, usia kenaikan gaji.

  Seperangkat asumsi aktuaria dipergunakan untuk mempertimbangkan ketidakpastian yang terkandung dalam memproyeksikan kecenderungan tingkat inflasi, tingkat gaji dan tingkat pengembangan dana dalam penilaian aktuaria, sehingga terdapat hubungan keekonomian yang bersifat jangka panjang antara inflasi, tingkat kenaikan gaji, tingkat pengembangan dana dan tingkat diskonto, walaupun nilai absolut beberapa asumsi yang digunakan tidak mencerminkan kondisi aktual jangka pendek. Asumsi ini diproyeksikan untuk jangka panjang, yaitu sampai dengan tanggal pada saat peserta terakhir diperkirakan meninggal.

  PPMP membutuhkan bantuan bantuan aktuaris secara periodik untuk menentukan besarnya nilai kewajiban aktuaria, mengkaji kembali asumsi aktuaria yang digunakan dan merekomendasikan tingkat iuran yang seharusnya. Tujuan pelaporan dana pensiun yang menyelenggarakan PPMP adalah menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaraan program pensiun, posisi keuangan dana pensiun, serta kinerja investasinya yang berguna untuk menentukan besarnya kekayaan dana pensiun yang dihubungkan dengan besarnya kewajiban membayar manfaat pensiun kepada peserta pada saat yang telah ditentukan.

  Di dalam laporan keuangan dana pensiun yang menyelenggarakan PPMP, perlu diungkapkan mengenai penjelasan yang memadai mengenai sumber perhitungan kewajiban aktuaria serta metode penilaian dan asumsi aktuaris yang terakhir.

  Kewajiban aktuaria adalah nilai sekarang pembayaran manfaat pensiun yang akan dilakukan dana ensiun kepada karyawan yang masih bekerja dan yang sudah pensiun, yang dihitung berdasarkan jasa yang telah diberikan.

  Dari pembahasan tentang asumsi aktuaria di atas, asumsi aktuaria perlu ditinjau ulang dari waktu ke waktu.

3. Penilaian Aktiva Dana Pensiun

  PSAK No. 18 menetapkan kebijakan penilaian aktiva dana pensiun sebagai berikut: a. Untuk tujuan penyusunan neraca, khusus untuk investasi selain nilai historis, ditentukan pula nilai wajarnya dan selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai selisih penilaian investasi

  b. Untuk tujuan penyusunan laporan aktiva bersih dan laporan perubahan aktiva bersih, investasi dana pensiun dinilai berdasarkan nilai wajar (fair

  value) . Surat-surat berharga dinilai berdasarkan harga pasar karena

  dianggap sebagai nilai yang paling tepat utuk mengukur nilai surat berharga pada tanggal laporan dan hasil investasi selama periode tersebut.

  Surat-surat berharga yang jatuh temponya sudah ditetapkan dan memang dimaksudkan untuk membayar manfaat pensiun dinilai berdasarkan nilai jatuh temponya dengan asumsi tingkat pengembalian yang tetap. Jika suatu berdasarkan nilai buku.

4. Penilaian Investasi

  Selain mengelola dana hasil iuran peserta dan dari pemberi kerja, dana pensiun berkewajiban pula mengembangkan dana yang terkumpul dengan melakukan investasi sesuai dengan peraturan dan arahan dari pendiri. Untuk tujuan pelaporan aktiva bersih dan laporan perubahan aktiva bersih investasi yang dilakukan oleh dana pensiun dinilai sebagai berikut: 1. Cash, rekening giro, deposito bank dinilai sebesar nilai nominal.

  2. Sertifikat deposito, SBBI, SBPU dan surat pengakuan utang berumur kurang dari satu tahun dinilai sebesar nilai tunai.

  3. Saham dan obligasi yang diperjualbelikan di bursa efek dinilai sebesar nilai pasar yang wajar pada tanggal laporan.

  4. Penyertaan pada perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek dinilai sebesar nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen.

  5. Investasi tanah dan bangunan dinilai sebesar nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen.

  6. Piutang dinilai sebesar jumlah yang dapat ditagih setelah diperhitungkan dengan penyisihan piutang tak tertagih.

  7. Aktiva operasional seperti komputer, peralatan kantor dan peralatan lain dilaporkan berdasarkan nilai buku. sebagian untuk kegiatan operasional, maka penggolongan aktiva sebagai investasi atau operasional ditentukan berdasarkan mana yang lebih signifikan.

5. Laporan Keuangan Dana Pensiun

  Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP, laporan keuangan dana pensiun terdiri dari laporan aktiva bersih, laporan perubahan aktiva bersih, neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan; dan secara khusus, laporan mengenai kewajiban aktuaria dan perubahannya perlu disusun sebagai lampiran dalam laporan keuangan.

  Sebagai informasi tambahan atas laporan keuangan perlu disajikan mengenai portofolio investasi, rincian biaya yang merupakan beban dana pensiun selama satu periode sesuai dengan peraturan dana pensiun. Di dalam penyajiannya, laporan keuangan dana pensiun meliputi:

  a. laporan aktiva bersih:

  • nilai aktiva pada akhir periode dengan klasifikasi yang tepat,
  • dasar penilaian aktiva,
  • investasi sesuai dengan rincian jumlah investasi menurut jenis, - kewajiban selain dari pada kewajiban aktuaria.

  b. laporan perubahan aktiva bersih:

  • biaya jasa kini yang jatuh tempo baik yang berasal dari pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta, atau peserta,
  • pendapatan lain-lain,
  • manfaat yang sudah dibayarkan dan yang masih terhutang, dirinci untuk peserta yang pensiun, yang meninggal atau yang cacat, juga untuk pembayaran manfaat secara sekaligus,
  • beban administrasi,
  • beban investasi,
  • beban lain-lain,
  • pajak penghasilan,
  • keuntungan atau kerugian dari pelepasan investasi dan penurunan atau kenaikan nilai investasi, - pengalihan dana ke - dan dari - dana pensiun lain.

  c. neraca:

  • posisi keuangan dana pensiun, - nilai historis, khusus untuk investasi harus ditentukan pula nilai wajarnya.

  d. perhitungan hasil usaha:

  • pendapatan dan beban investasi,
  • beban administrasi, - pendapatan lain-lain.

  e. laporan arus kas:

  • laporan arus kas disajikan sesuai dengan sifat kegiatan usaha dana pensiun selama periode pelaporan.
  • penjelasan mengenai program pensiun serta perubahan yang terjadi selama periode laporan,
  • penjelasan singkat mengenai kebijakan akuntansi yang penting,
  • penjelasan mengenai kebijakan pendanaan,
  • rincian portofolio investasi,
  • perhitungan kewajiban aktuaria, metode penilaian, asumsi aktuaria, nama dan tanggal laporan aktuaris terakhir.

C. Akuntansi Dana Pensiun Menurut FASB No. 26

1. Konsep Pengukuran Biaya Pensiun

  Biaya atau cost diartikan sebagai nilai aktiva yang dikorbankan atau utang yang timbul untuk mendapatkan barang dan jasa. Kesulitan pengukuran biaya pensiun disebabkan periode yang tercakup merupakan periode yang panjang, yaitu saat mulai kerja sampai dengan peserta meninggal dunia tetapi masih mempunyai keluarga yang tercakup dalam program pensiun.

  Dasar yang lebih tepat dalam konsep akuntansi keuangan adalah accrual

  basic , di mana kejadian ekonomi diakui pada saat timbulnya hak dan

  kewajiban, serta prinsip matching, dimana alokasi beban pensiun untuk suatu periode sedapat mungkin dihubungkan dengan pendapatan yang diterima untuk periode yang bersangkutan. Seperti halnya beban lain, maka dalam perhitungan biaya pensiun dan pembebanannya diperlukan taksiran-taksiran dan sebagainya.

  Perhitungan biaya pensiun dipengaruhi faktor-faktor yang mempunyai tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi, maka diperlukan perhitungan yang dilakukan secara aktuarial yang didasarkan pada asumsi yang layak. Untuk memenuhi IAI, maka metode aktuaris perlu sistematis, rasional, dan konsisten.

  Ada 3 jenis biaya yang dibebankan dalam program pensiun:

  a. Biaya Jasa Lalu (Past Service Cost) Biaya pensiun yang diperhitungkan atas jasa yang diberikan karyawan sebelum perusahaan menyelenggarakan program pensiun atau pada saat terjadi pembubaran program dan pengurangan peserta. Penerimaan program pensiun adalah untuk masa kerja sekarang dan yang akan datang yang besarnya ditentukan dengan menggunakan perhitungan aktuaria. Menurut UU No. 11 tahun 1992 biaya ini menjadi kewajiban pemberi kerja yang tidak dapat debebankan kepada peserta.

  b. Biaya Jasa (Normal Cost atau Service Cost) Biaya jasa yang dibebankan berdasarkan metode aktuaris yang digunakan untuk tahun-tahun sesudah tanggal diadakannya program pensiun.

  Biaya ini timbul akibat adanya peningkatan keuntungan, dan juga berarti pembayaran pensiun di masa yang akan datang akibat jasa yang diberikan oleh karyawan dalam periode tertentu yang besarnya merupakan nilai sekarang dari peningkatan pembayaran pensiun tersebut yang dihitung

  Yaitu seluruh biaya yang terjadi pada suatu waktu tertentu setelah diselenggarakannya program pensiun, baik biaya jasa lalu maupun biaya normal. Perhitungan biasanya dilakukan bila ada perubahan dalam program pensiun.

  Biaya ini bermanfaat untuk program pensiun yang sudah diubah agar dapat memperhitungkan perubahan-perubahan dalam retirement benefit. Jadi dalam hal waktu perhitungannya. Past Service Cost

  Prior Service Cost memperhitungkan waktu sebelum diselenggarakannya program pensiun.

  

Prior Service Cost memperhitungkan waktu sebelum waktu tertentu sebelum

  diadakan program pensiun. Berhubung secara periodik harus dihitung beberapa kewajiban perusahaan untuk memenuhi pembayaran pensiun pada waktunya dan berapa dana yang tersedia, serta berapa selisih kekurangan atau kelebihan, maka program ini akan melibatkan perhitungan rumit.

  Komponen biaya pensiun netto untuk program pensiun yang defined

  benefit menurut SFAS No. 87 ialah:

  1. Biaya Jasa (Service Cost) Dinyatakan sebagai “The actuarial present value of benefit attributed

  

by the pension formula to the employers service during the period .”

  Merupakan nilai tunai dari benefit yang dihitung dengan menggunakan suatu formula untuk jasa yang telah dilakukan. Biaya ini merupakan bagian dari PBO.

  Menurut FASB No. 87 penetapan biaya bunga adalah sebagai akibat berikut: “ The interest cost component recognized in the projected benefit

  obligation due to the passage of time ”.

  Biaya bunga yang diakui untuk suatu periode ditetapkan sebagai kenaikan PBO karena berlakunya waktu. Biaya bunga harus diakui sebagai komponen biaya pensiun didasarkan pada nilai diskonto untuk menghitung biaya jasa. Biaya bunga ini dihitung dengan mengalikan saldo PBO awal tahun dengan tingkat bunga yang tepat.

3. Hasil Aktual Aktiva Dana Pensiun (Actual Return On Plan Assets)

  Pengukuran hasil aktual SFAS No. 87 dinyatakan sebagai : “ Actual

  return on plent assets shall be determined bassed on the value of plant

asset at the beginning and the end of the period, adjusted for contribution

and benefit payment.”

  Hasil aktual dana pensiun merupakan selisih dari nilai wajar aktiva dana pensiun pada akhir periode dan awal periode yang kemudian disesuaikan dengan kontribusi dana pensiun yang dibayarkan.

  4. Keuntungan dan Kerugian (Gains and Losses) SFAS No. 87 menyatakan “ Gains and losses are changes in the

  

amount of either the PBO on plan asset resulting from experience different

from that assumed and from changes in assumption.”

  Keuntungan dan kerugian yang timbul karena ada penyimpangan dari yang digunakan, perubahan kekayaan dana pensiun, dan perubahan PBO. Keuntungan dan kerugian harus diamortisasikan.

  5. Amortisasi terhadap biaya jasa sebelumnya (Amortization Of Unrecognized

  Prior Service Cost)

  Didefinisikan sebagai seluruh biaya yang terjadi pada suatu waktu setelah diselenggarakannya program pensiun baik biaya jasa maupun biaya normal. Seluruh biaya prajasa tersebut harus diamortisasikan berdasarkan sisa masa kerja karyawan. Perhitungan masa kerja ini didasarkan pada asumsi aktuaria, seperti jumlah karyawan yang keluar dan masuk setiap tahun. Amortisasi biaya prajasa untuk suatu periode akan menambah beban pensiun periode tersebut. Biaya prajasa yang belum diamortisasi disebut Unrecognized Prior Service Cost.

  6. Amortisasi terhadap aktiva atau kewajiban akibat peralihan standar yang direvisi ( Amortization unrecognized net asset or net obligation existing at

   date of initial).

  Penyelenggaraan program pensiun harus menentukan besarnya PBO dan nilai pasar aktiva dana pensiun, ditambah biaya pensiun periode didanai atau dikurangi biaya pensiun yang dibayar di muka, saat mulai diterapkannya SFAS No. 87.

11 Financial Accounting Standard Board., Accounting Reporting By Benefit Pension Plan.,

  selama perkiraan rata-rata sisa masa kerja karyawan, kecuali jika:

  a. Rata-rata sisa masa kerja karyawan kurang dari 15 tahun, perusahaan boleh mengamortisasikan selama 15 tahun b. Semua atau sebagian besar peserta pensiun merupakan pegawai yang tidak aktif, perusahaan harus menggunakan perkiraan rata-rata sisa umur mereka.

  Secara totalitas SFAS No. 87 menetapkan besarnya biaya pensiun sebesar penjumlahan dari komponen-komponen di atas. Faktor-faktor yang mempengaruhi keenam komponen tersebut ialah Accumulated Benefit

Obligations (ABO) dan Projected Benefit Obligation (PBO). Menurut SFAS no.

  87 ABO dinyatakan sebagai “Actuarial present value of benefit (whether vested

  

or non vested) attributed by the pension formula on employee service and

  12

compensation (if applicable) prior to that date . Sedangkan PBO dinyatakan

  sebagai “Actuarial present value as of date of all benefit attributed by the pension

  

benefit formula to employee service rendered prior to that date. The PBO is

measured using assumption as to future compensation levels if the pension

  Keduanya merupakan nilai tunai dari kewajiban pensiun yang timbul sehubungan dengan jasa yang diberikan karyawan sampai suatu waktu tertentu 12 Financial Accounting Standard Board., Accounting Reporting By Benefit Pension Plan., penggunaan asumsi terhadap penghasilan masa datang. ABO dihitung tanpa memperhatikan asumsi di atas.

2. Konsep Pengukuran Dan Pelaporan Aktiva Serta Kewajiban Pensiun.

  Secara teoritis untuk menggambarkan pengorbanan ekonomis yang timbul sebagai akibat adanya kewajiban untuk menyerahkan barang dan jasa pada pihak lain. Dalam program pensiun, pemberi kerja akan memberikan manfaat pensiun kepada pegawai untuk jasa yang telah dilakukan pegawai.

  Penangguhan pembayaran manfaat pensiun merupakan kewajiban bagi pemberi kerja.

  Menurut FASB dalam SFAS No. 87, pada halaman 35, dikatakan: “A

  

liability (unfounded accrued pension cost) is recognized if net periodic pension

cost recognized pursuant to this statement ezceeds amount the employer has

contributed to the plan” . Pensiun juga harus segera diakui jika accumulated

benefit obligation melebihi nilai wajar yang dimiliki dana pensiun. Dengan

  demikian pengakuan dan pelaporan kewajiban pensiun minimal sebesar

  

Accumulated Benefit Obligation yang belum didanai (Unfunded Accumulated

Benefit Obligation).

  Pengukuran Additional Minimum Liability dilakukan jika terdapat

  Accumulated Benefit Obligation yang belum didanai dan: 1. Terdapat suatu aktiva yang merupakan Prepaid Pension Cost. dibandingkan dengan Accumulated Benefit Obligation yang belum didanai.

  3. Tidak ada Accrued or Prepaid Pension Cost yang telah diakui.

  Pengakuan atau pengukuran aktiva pensiun menurut FASB dalam SFAS No. 87 adalah :”An asset (prepaid pension cost) is recognized if net periodic

  pension cost is less than amount the employers has contributed to the

14 Aktiva diakui bila biaya pensiun netto kurang dari jumlah kontribusi

  plan.”

  dana pihak pemberi kerja kepada dana pensiun. Hal ini wajar mengingat encerminkan manfaat berupa penghematan pengeluaran kas (untuk setoran) di kemudian hari.

  Selanjutnya dikatakan bahwa jika perusahaan mencatat additional harus diakui sebesar jumlah minimum liability. Hakekat

  minimum libility intangible asset ini sebenarnya adalah kerugian aktual, oleh sebab itu tidak

  akan dicatat sebagai aktiva melainkan dalam rekening lawan dari rekening modal.

3. Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan Tentang Status Dana Pensiun

  Kewajaran laporan keuangan bergantung pada kesesuaian dengan prinsip, standar dan metode penerapan akuntansi yang lazim bagi aktiva dan kewajiban dana pensiun. Menurut FASB dalam SFAS No. 35 tujuan utama 14 Financial Accounting Standard Board., Accounting Reporting By Benefit Pension Plan.,

  

statement is to provide financial information that is useful in assessing the

  .” Jadi laporan

  plan’s present and future ability to pay benefit when due

  keuangan disusun untuk menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk memperkirakan kemampuan yayasan pada masa sekarang dan masa mendatang dalam memenuhi kewajibannya untuk membayar pensiun kepada peserta pada waktunya karena pekerja memberikan jasa jauh sebelum mereka menerima manfaat. Perhatian mereka terpusat apakah yayasan akan membayar “future benefit ” mereka.

  Laporan keuangan dana pensiun tidak dapat menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan untuk perkiraan (assessment) tersebut harus juga dilihat kombinasi dengan informasi lain, termasuk keadaan keuangan pemberi kerja. Penekanan laporan keuangan di sini adalah memberikan informasi keuangan mengenai kemampuan dana pensiun saat sekarang dan masa mendatang. Laporan keuangan harus berisi mengenai sumber pendanaan pensiun, akumulasi manfaat pensiun bagi masing-masing anggota, transaksi- transaksi yang mempengaruhi sumber dan besar benefit, dan informasi lain yang penting agar laporan keuangan menjadi jelas.

  Agar laporan keuangan terutama dalam program defined benefit yang sesuai dengan SFAS No. 87 tercapai, maka laporan keuangan harus mencangkup:

  a. Uraian tentang program pensiun yang diselenggarakan dan petunjuk tentang informasi lain yang berpengaruh terhadap daya banding antar periode akuntansi. Informasi tersebut sebagai dasar penentuan biaya, utang, dan aktiva program pensiun.

  b. Beban pensiun periode yang bersangkutan yang secara terpisah menunjukan komponen biaya jasa, biaya bunga, hasil dari asset yang dimiliki dan nilai

  netto dari komponen lainnya.

  c. Skedul rekonsiliasi status program pensiun yang didanai dengan jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan meliputi: 1) Nilai wajar aktiva pensiun 2) Proyeksi utang benefit, akumulasi kewajiban benefit, dan kewajiban benefit yang sudah pasti.

  3) Jumlah biaya prajasa yang belum diamortisasikan 4) Jumlah keuntungan dan kerugian netto yang belum diakui 5) Jumlah utang dan aktiva yang timbul dalam rangka transaksi kepada penerapan SFAS No. 87 6) Jumlah utang tambahan yang diakui 7) Jumlah utang atau aktiva pensiun yang merupakan hasil netto komponen tersebut.

  FSAB dalam SFAS No. 35 mensyaratkan laporan keuangan yang defined

  benefit harus mencangkup: pembayaran pensiun (net assets available for benefit).

  2. Laporan mengenai perubahan aktiva netto yang tersedia.

  3. Informasi nilai sekarang aktuarial dari akumulasi benefit yayasan (accumulated plan benefit) pada tanggal pelaporan dan perubahannya.

  4. Informasi mengenai pengaruh penting dari faktor-faktor tertentu terhadap perubahan nilai sekarang dari akumulasi benefit.

  Untuk program yang defined contribution tidak diatur khusus dalam SFAS No. 35 tetapi secara umum statement tersebut dapat digunakan.

  Menurut UU No. 11 tahun 1992 dana pensiun harus melaporkan laporan keuangan yang telah diaudit akuntan publik dan laporan teknik yang disusun oleh pengurus dan atau oleh aktuaris kepada menteri keuangan dan wajib mengumumkan neraca dan perhitungan hasil usaha kepada peserta dan ketentuan tentang hal-hal yang timbul dalam rangka kepesertaan dan perubahan yang terjadi pada peraturan dana pensiun.

  

D. Kesesuaian Antara PSAK No. 18 Dan Financial Accounting Standard Board

(FASB)

  Tinjauan pustaka dalam skripsi ini menyajikan akuntansi dana pensiun menurut PSAK no. 18 dan Financial Accounting Standard Board (FASB).

  Penyajian ini tidak dimaksudkan untuk memberikan dua kajian yang menjadi skripsi ini, penulis akan mempergunakan PSAK sebagai pembanding kebijakan Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  Berikut ini dijelaskan tentang keterkaitan antara FASB dan PSAK. Pada tanggal 7 September 1994, Pengurus Pusat Ikatan Akuntansi Indonesia telah mengesahkan PSAK No. 18 tentang Akuntansi Dana Pensiun, yang mulai diberlakukan untuk laporan keuangan yang mencangkupi periode laporan yang berakhir pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. PSAK No. 18 tentang Akuntansi Dana Pensiun ini disusun dengan mengadaptasi Financial Accounting

  

Standard Board No. 26 tentang Accounting And Reporting by Retirement Benefit

Plants . Pengadaptasian ini memperhatikan pula peraturan perundangan tentang

  Dana Pensiun yang telah berlaku di Indonesia, yaitu UU No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun serta peraturan pelaksanaannya.

  Dari uraian di atas cukup untuk menjelaskan bahwa keberadaan PSAK No. 18 bukanlah sesuatu yang baru dalam akuntansi dana pensiun di Indonesia, melainkan suatu bentuk adaptasi dari peraturan akuntansi dana pensiun yang pernah ada, yang tentunya dengan beberapa penyesuaian yang tidak keluar dari prinsip akuntansi dana pensiun yang telah ada.

METODOLOGI PENELITIAN

  A. Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang dipilih ialah penelitian evaluatif, karena dalam penelitian ini penulis berusaha mengetahui pelaksanaan suatu kebijakan yang dijalankan oleh perusahaan, dalam hal ini yaitu kebijakan akuntansi dana pensiun.

  B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur di kota Jakarta

  2. Waktu Penelitian Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2003

  C. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek Penelitian a. Direktur Utama Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  b. Kepala Bagian Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  2. Obyek Penelitian: Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang berkedudukan di Jakarta.

  1. Sejarah singkat Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  2. Struktur organisasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  3. Kebijakan Biaya Manfaat Pensiun

  4. Kebijakan pelaporan Neraca, Perhitungan Hasil Usaha, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Aktiva Bersih, dan Laporan Aktiva Bersih Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  5. Kebijakan Laporan Aktuaria

  6. Kebijakan Laporan Portofolio Investasi

  E. Metode Pengumpulan Data:

  Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara dengan pejabat yang berkompeten guna memperoleh informasi yang relevan.

  Pendokumentasian dan wawancara dilakukan pada:

  1. Direktur Utama Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  2. Kepala Bagian Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  F. Metode Analisis Data

  Data-data yang didapat dari hasil penelitian berupa kebijakan biaya manfaat pensiun, penilaian dan pelaporan aktiva, penilaian investasi, serta pengungkapan dan pelaporan keuangan serta laporan pendukung lainnya dianalisis dengan cara melakukan pembandingan antara kebijakan Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk mencangkup:

  1. Analisis terhadap kebijakan biaya manfaat pensiun

  2. Analisis terhadap kebijakan penilaian aktiva dana pensiun

  3. Analisis terhadap kebijakan laporan keuangan dana pensiun

  4. Analisis terhadap kebijakan laporan aktuaria dana pensiun

  5. Analisis terhadap kebijakan laporan portofolio investasi dana pensiun Data-data hasil dari analisis pembandingan kemudian dievaluasi dengan menggunakan metode Komparasi – Kualitatif. Dalam metode ini evaluasi dilakukan dengan menganalisa penerapan kebijakan Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur apakah sesuai dengan PSAK No. 18 dan pertimbangan-pertimbangan yang mendasarinya. Langkah-langkah metode Komparasi - Kualitatif: 1. mendeskripsikan seluruh data tentang kebijakan akuntansi dana pensiun dalam perusahaan; 2. membandingkan prosedur kebijakan yang ditempuh perusahaan dalam mengelola akuntansi dana pensiun dengan kajian PSAK No. 18; 3. melakukan analisis kritis terhadap perbedaan-perbedaan yang telah ditemukan dalam langkah – 2; 4. menarik kesimpulan; apakah kebijakan akuntansi dana pensiun perusahaan telah sesuai dengan PSAK No. 18 atau sebaliknya.

  

DANA PENSIUN

PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR

A. Sejarah Pembentukan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah dana pensiun pemberi kerja yang didirikan oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur dengan maksud untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti dengan tujuan memberikan kesinambungan penghasilan bagi peserta yang berhak. Didirikan pada tanggal 18 Desember 1986 berdasarkan akta notaris Laden Mering, SH No. 56 dan pada tanggal tersebut juga telah didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tenggarong dan telah disahkan oleh Departemen Keuangan RI No. 5-189/MK II/87 tanggal 10 Maret 1987.

  Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur merupakan kelanjutan dari Yayasan Dana Pensiun dan Kesejahteraan Karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur (YAPENKES) yang didirikan pada tanggal 31 Desember 1985 dengan tujuan mengelola program pensiun beserta program lain yang bersifat untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur (Persero).

  Dengan dikeluarkannya UU No. 11/1992, maka YAPENKES dipisah menjadi Yayasan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang mengelola program pensiun dan Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur. Pada tanggal 12 September 1987 dengan Keputusan Menteri Keuangan RI No. KEP 484/KM. 17/1997, Yayasan Dana Pensiun PT. Pupuk lembaga keuangan dana pensiun sehingga pengelolaannya harus sesuai dengan UU No. 11/1992 dan peraturan pelaksanaannya.

  Perubahan akta notaris yang dilakukan DP – PKT sampai dengan periode 1999 adalah sebagai berikut: a. Akta No. 56 tanggal 12 Februari 1992 dihadapan Notaris Ny. Poerbaningsih

  Adi Warsito, SH dan diumumkan dalam Berita Negara RI No. 28 tanggal 7 April 1992, tentang perubahan anggaran dasar.

  b. Akta Notaris No. 47 tanggal 31 Juli 1996 dihadapan Notaris Johny Frans De

  Lanoy, SH dan diumumkan dalam Berita Negara RI tanggal 22 Oktober 1996 No. 85, tentang perubahan susunan badan pengawas dan pengurus DP – PKT.

  

B. Maksud Dan Tujuan Pembentukan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan

Timur

  Maksud dan tujuan penyelenggaraan DP – PKT adalah menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) bagi karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur dan karyawan mitra pendiri dengan mengelola dan mengembangkan dana yang dihimpun sesuai arahan investasi dan undang-undang dana pensiun. PPMP adalah program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

  1. Undang-Undang Dana Pensiun No. 11 Tahun 1992

  2. Peraturan Dana Pensiun

  3. Surat Keputusan Menteri Keuangan mengenai dana pensiun

  4. Arahan Pendiri

  5. Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan DP – PKT

  C. Modal Dasar Pembentukan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Penyisihan modal dasar sebesar Rp. 1.000.000,00 dilakukan oleh pemberi kerja berdasarkan UU. No. 11/1992 yang menjadi suatu kewajiban aktuaria.

  D. Susunan Pengurus Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Sesuai SK Direksi PT. Pupuk Kalimantan Timur No. 028/VIII/1997 tanggal

  11 Agustus 1997, susunan dewan pengawas dan dewan direksi adalah sebagai berikut : Dewan Pengawas :

  Ketua : Ir. Bowo Kuntohadi, MM Anggota :

  1. Ir. Gunawan Suwardi 2. Drs. Syahid D.S.

  3. Drs. Mashudianto, MM

  Direktur Utama merangkap Direktur Investasi :

  Drs. Taufik Hasbulah, MM

  Direktur Administrasi Keuangan dan Kepesertaan :

  Drs. Bambang Wikanto

  Struktur Organisasi Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur dapat dilihat pada gambar 4.1.

  Berikut perhitungan Biaya Manfaat Periodik DP – PKT per 31 Desember 1998 dan 31 Desember 1999:

31 Desember 1998

  a. Biaya Jasa Kini Iuran Normal per tahun : Rp. 4.712.565.798,00 Iuran Peserta : ( Rp. 1.538.766.928,00 ) Biaya Jasa Kini Perusahaan Rp. 3.173.798.870,00

  b. Jumlah yang diakui pada periode berjalan : Biaya Jasa Lalu : Rp. 0,00 Koreksi Aktuarial : Rp. 0,00 Perubahan Asumsi : Rp. 0,00 Total

  Rp. 0,00

  c. Penghentian Program (Termination) dan Pengurangan Peserta (Curtailment) Rp. 0,00

  Biaya Manfaat Pensiun Periode 1998 Rp. 3.173.798.870,00 a. Biaya jasa Kini Iuran Normal per tahun : Rp. 7.463.343.423,00 Iuran Peserta : ( Rp. 1.668.582.220,00 ) Biaya Jasa Kini Perusahaan : Rp. 5.799.761.203,00

  b. Jumlah yang diakui pada periode berjalan : Biaya jasa Lalu : Rp. 0,00 Koreksi Aktuaria : Rp. 0,00 Perubahan Asumsi : Rp. 0,00 Total

  Rp. 0,00

  c. Penghentian Program (Termination) dan Pengurangan Peserta (Curtailment): Rp. 0,00

  

Biaya Manfaat Pensiun Periode 1999 Rp. 5.799.761.203,00

F. Penilaian Aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Aktiva dana pensiun merupakan manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan baik langsung maupun tidak langsung, arus kas maupun setara kas pada dana pensiun.

  Kebijakan penilaian aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur diatur sebagai berikut: standar akuntansi yang berlaku, namun mengingat tujuan dan kekhususan informasi yang diperlukan dalam neraca, untuk aktiva tertentu selain nilai historis, perlu juga ditentukan nilai wajarnya. Selisih antara nilai historis dan nilai wajarnya disajikan sebagai selisih penilaian investasi.

  2. Untuk tujuan penyusunan laporan aktiva bersih dan laporan perubahan aktiva bersih, investasi DP – PKT dinilai berdasarkan nilai wajar. Berikut garis kebijakan akuntansi penilaian investasi :

  a. Deposito Terdiri dari deposito berjangka dan sertifikat deposito dan dicatat sebesar nilai nominal. Deposito dalam valuta asing dicatat sebesar nilai perolehan pada saat penempatan. Penilaian harga wajar deposito berdasarkan nilai kurs beli Bank Indonesia pada tanggal laporan.

  b. Sekuritas Dalam bentuk saham dan obligasi yang dicatat berdasarkan harga perolehan dengan metode Moving Average. Penilaian nilai wajar berdasarkan harga jual di bursa efek pada akhir penutupan perdagangan akhir tahun.

  c.

  Penyertaan langsung berupa saham pada perusahaan lain dan dicatat dengan menggunakan Cost Method. Penilaian berdasarkan nilai appraisal dilakukan oleh perusahaan jasa penilai independen.

  d. Tanah dan Bangunan Tanah dan bangunan dicatat berdasarkan nilai appraisal sebagai penilaian independen.

  e. Kas Kas dicatat dengan menggunakan metode Imprest Fund System menurut nilai nominalnya.

  f. Aktiva Tetap Pada prinsipnya dicatat berdasarkan harga perolehan. Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus (Straight Line Method). Taksiran umur ekonomis aktiva tetap adalah sebagai berikut: Alat Kantor : 3 – 5 tahun Bangunan Permanen : 20 tahun Bangunan Operasional : 5 tahun Kendaraan : 3 tahun

  Forniture :

  3 tahun

  g. Piutang Dicatat sebesar nilai piutang yang dapat ditagih. Saldo piutang tidak diadakan cadangan atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang karena ditetapkan.

  Penilaian Aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah sebagai berikut:

1. Investasi

  a. Deposito ( dalam Rp. )

1999 1998

  Deposito di Bontang 16.370.550.640,00 9.721.672.600,00 Deposito di Jakarta 104.573.013.650,00 77.952.355.000,00 Deposito Manager Investasi 0,00 1.335.000.000,00 Nilai Perolehan 120.883.564.290,00 89.009.027.600,00 Nilai Wajar 128.123.116.800,00 97.955.334.500,00 Selisih Penilaian Investasi 7.239.552.510,00 8.946.306.900,00

  b. Saham (dalam Rp.)

1999 1998

  Dikelola Sendiri 1.125.705.101,00 1.497.298.380,00 Ex. PT. Mashill Jaya 1.768.760.204,00 1.129.003.335,00 City Corp. Security Indonesia 3.719.441.173,00 2.328.785.190,00

  Harga Perolehan 6.613.906.478,00 4.955.086.905,00 Harga Wajar 7.550.774.500,00 4.200.639.750,00 Selisih Penilaian Investasi 936.868.022,00 (754.447.155,00)

  

1999 1998

  Saldo Obligasi 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00

  d. Penyertaan Saham (dalam Rp.)

1999 1998

Harga Perolehan:

  Bank Muamalat Indonesia 1.260.302.725,00 1.257.645.725,00 Saham Republika 10.605.000,00 10.605.000,00

  Jumlah 1.270.907.725,00 1.268.250.725,00 Harga Wajar:

  Bank Muamalat Indonesia 1.159.353.920,00 352.486.972,00 Saham Republika 4.600.550,00 5.396.891,00

  Jumlah 1.163.954.470,00 357.883.863,00 Selisih Penilaian Investasi (106.953.255,00) (910.366.862,00)

  e. Tanah dan Bangunan (dalam Rp.)

1999 1998

  Harga Perolehan 7.640.208.500,00 8.946.306.900,00 Harga Wajar 7.322.211.000,00 7.327.020.000,00 Selisih Penilaian Investasi (317.997.500,00) (312.488.500,00)

  

1999 1998

  Selisih kurs valas deposito 7.239.552.510,00 8.946.306.900,00 Selisih investasi saham 936.868.022,00 (754.447.155,00) Selisih Penyertaan Saham (106.953.255,00) (910.366.862,00) Selisih Investasi Tanah dan

  Bangunan (317.997.500,00) (312.488.500,00)

  Total 7.751.469.777,00 6.969.004.382,00

  2. Aktiva Lancar di luar Investasi (dalam Rp.)

1999 1998

  a. Saldo Kas dan Bank 448.242.977,00 624.240.372,00

  b. Saldo Piutang Iuran 0,00 2.665.073,00

  c. Saldo Beban dibayar di muka 71.995.460,00 31.109.399,00

  d. Saldo Piutang Lain-Lain 1.690.731.530,00 2.600.323.910,00

  3. Aktiva Operasional (dalam Rp.)

1999 1998

  a. Peralatan dan Perangkat Komputer 277.036.970,00 232.742.970,00

  b. Peralatan Kantor 96.181.351,00 86.298.851,00

  c. Kendaraan 192.245.000,00 167.415.000,00 f. Sarana Bangunan kantor 64.204.072,00 64.204.072,00

  g. Peralatan Lain-Lain 59.853.830,00 59.853.830,00 Nilai Perolehan 736.712.918,00 657.232.418,00 Akumulasi Penyusutan (600.050.049,00) (499.427.494,00)

  Nilai Buku 136.662.869,00 157.804.924,00

4. Aktiva Lain-Lain ( dalam Rp. )

  

1999 1998

  a. Aktiva disewakan

  Harga perolehan 377.200.000,00 377.200.000,00 Akumulasi Penyusutan ( 377.199.999,00 ) ( 377.199.999,00 ) Nilai Buku 1,00 1,00

  b. Bangunan dalam pelaksanaan

1999 1998

  Nilai Perolehan Tanah dan Bangunan Harga Perolehan Tanah 12.049.500,00 0,00 Harga Perolehan Bangunan dari YTHT 402.279.323,00 0,00

  Jumlah Tanah dan Bangunan 414.328.823,00 413.628.823,00 penilaian aktiva dana pensiun adalah sebagai berikut:

  1. Aktiva hasil investasi dinilai sebesar nilai historis, namun untuk mengetahui selisih penilaian investasi perlu juga dinilai nilai wajar investasi.

  2. Aktiva di luar investasi dinilai sebesar nilai tunai.

  3. Aktiva operasional dinilai sebesar nilai buku.

  4. Aktiva lain-lain dinilai sebesar nilai buku ( kecuali bangunan dalam pelaksanaan karena tidak ada penyusutan ). Sedangkan uang muka investasi dinilai sebesar nilai tunai uang muka investasi.

G. Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Laporan keuangan dana pensiun dimaksudkan untuk menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaraan program pensiun, posisi keuangan serta kinerja investasinya yang berguna untuk menentukan besarnya kekayaan dana pensiun serta dihubungkan dengan besarnya kewajiban membayar manfaat pensiun kepada peserta pada saat tertentu.

  Asumsi dasar dalam penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah sebagai berikut : a. Pembukuan dilakukan secara akrual.

  b. Prinsip kelangsungan usaha.

  c. Laporan keuangan disusun 1 tahun sekali (1 Januari – 31 Desember), kecuali bila diperlukan untuk tujuan khusus, seperti penggabungan, pemisahan, atau terakhir.

  Laporan Keuangan DP – PKT adalah laporan dana pensiun pemberi kerja dengan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP). Bentuk dan susunan laporan keuangan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan No. Kep. 2959/LK/1995. Laporan Keuangan DP – PKT yang dianalisis adalah laporan keuangan 1998 dan 1999.

  Laporan Keuangan DP – PKT terdiri dari:

1. Laporan Aktiva Bersih

  Adalah laporan yang memberikan informasi tentang jumlah kekayaan (aktiva) bersih dana pensiun yang tersedia untuk manfaat pensiun kepada peserta. Komponen Aktiva Bersih DP – PKT terdiri dari : a. Aktiva :

  (1) Investasi : deposito berjangka, saham, obligasi, penyertaan saham, tanah dan bangunan.

  (2) Aktiva Lancar di luar Investasi : kas dan bank, piutang iuran, beban dibayar di muka, piutang lain-lain.

  (3) Aktiva Operasional : perangkat komputer, peralatan kantor, kendaraan, tanah dan bangunan kantor, peralatan lain-lain.

  (4) Aktiva Lain-Lain: Aktiva disewakan, uang muka investasi, bangunan dalam pelaksanaan.

  Kewajiban Jangka Pendek: hutang manfaat pensiun jatuh tempo, hutang pembelian saham, hutang pajak, hutang pihak ketiga.

2. Laporan Perubahan Aktiva Bersih

  Adalah laporan yang memberikan informasi tentang perubahan atas jumlah aktiva bersih tersedia untuk manfaat pensiun, serta menguraikan penyebab terjadinya perubahan dalam suatu periode tertentu. Dalam uraian ini harus dipisahkan penyebab terjadinya penambahan dan pengurangan aktiva bersih. Informasi dalam laporan perubahan aktiva bersih adalah sebagai berikut: a. Penambahan: (1) Pendapatan Investasi: bunga deposito, saham, dan obligasi.

  (2) Penambahan (Pengurangan) Nilai Investasi. (3) Iuran Normal: iuran pemberi kerja, iuran peserta, koreksi iuran tahun lalu.

  (4) Pendapatan Lain-Lain: sewa aktiva tetap, jasa giro, bunga tabungan dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), lain-lain, dan pendapatan selisih kurs.

  c. Pengurangan: (1) Beban Investasi: beban custodian, fee fund manager, penalty deposito, beban investasi lainnya.

  (2) Beban Operasional: gaji dan honorarium, beban kantor, penyusutan aktiva tetap, konsultan, beban lainnya. giro valas, beban bank, pajak penghasilan badan.

  3. Neraca

  Adalah laporan yang menggambarkan keadaan pada saat tertentu, terdiri dari aktiva yang dimiliki dana pensiun serta kewajiban yang harus dipenuhi oleh dana pensiun. Informasi dalam neraca DP – PKT terdiri dari:

  a. Aktiva (1) Investasi ( dicatat sebesar nilai perolehan dan nilai wajar untuk mengetahui selisih penilaian investasi).

  (2) Aktiva Lancar Di Luar Investasi. (3) Aktiva Operasional (dicatat sebesar nilai buku). (4) Aktiva Lain-Lain.

  b. Kewajiban (1) Kewajiban Aktuaria (2) Kewajiban Jangka Pendek

  Neraca DP – PKT disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku dan diukur berdasarkan nilai historis.

  4. Laporan Perhitungan Hasil Usaha Dan Beban

  Adalah laporan yang dapat menggambarkan hasil usaha dana pensiun selama periode tertentu yang mencerminkan hasil prestasi pengurus dana pensiun pada periode yang bersangkutan. Elemen laporan perhitungan hasil saham, penerimaan bunga obligasi.

  b. Beban Investasi : beban custodian, fee fund manager, penalty deposito, beban investasi lainnya.

  c. Beban Operasional: gaji, honorarium dan tunjangan, beban kantor, beban penyusutan aktiva operasional, beban pihak ketiga, beban operasional lainnya.

  d. Pendapatan dan Beban Lain-Lain: sewa aktiva tetap, jasa giro, bunga tabungan dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), lain-lain, dan pendapatan selisih kurs, beban bank.

  e. Pajak Penghasilan: pajak penghasilan, hasil usaha tahun lalu, koreksi hasil usaha.

5. Laporan Arus kas

  Adalah laporan yang menginformasikan kepada para pemakai laporan keuangan untuk mengevaluasi perubahan aktiva bersih dan pengaruhnya terhadap penerimaan dan pengeluaran kas. Agar laporan arus kas dapat menggambarkan kondisi kas yang sejelas-jelasnya, maka dalam menyusun laporan arus kas diklasifikasikan berdasarkan kegiatan investasi, kegiatan operasional, dan kegiatan pendanaan selama satu periode akuntansi.

  Informasi dalam Laporan Arus Kas DP – PKT adalah sebagai berikut :

  a. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan yang terdiri dari: (1) Penerimaan Bunga Deposito (2) Penerimaan Saham dan Deviden Saham (3) Penerimaan Obligasi (4) Pembayaran Beban Investasi (5) Penanaman Investasi Deposito (6) Pengurangan (Penanaman) Investasi Saham (7) Pengurangan (Penanaman) Investasi Obligasi (8) Pengurangan (Penanaman) Investasi dan Penyertaan (9) Pengurangan (Penanaman) Tanah dan Bangunan

  b. Arus Kas Dari Aktivitas Operasional Diperoleh dari aktivitas penghasilan utama pendapatan perusahaan yaitu yang berasal dari transaksi dari peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan L ( R ) bersih, yang terdiri dari : (1) Pembayaran Beban Operasional (2) Pendapatan Lain-Lain (3) Pajak Penghasilan (4) Perubahan Dari Aktiva lancar (5) Perubahan Dari Aktiva Operasional (6) Perubahan Dari Aktiva Lainnya

  (9) Selisih Kurs Giro Valas

  c. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Aktivitas dalam pendanaan mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi modal perusahaan, yang meliputi :

  (1) Penerimaan Iuran (2) Koreksi Iuran Tahun Lalu (3) Pembayaran Manfaat Pensiun

6. Catatan Atas Laporan Keuangan

  Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak dipisahkan dari Laporan Keuangan DP – PKT secara keseluruhan, yang terdiri dari :

  a. Umum : Sejarah Berdirinya DP – PKT Maksud Dan Tujuan DP – PKT Modal Dasar DP – PKT Susunan Pengurus DP – PKT

  b. Kebijakan Akuntansi Penyusunan Laporan Keuangan DP – PKT berpedoman pada standar akuntansi keuangan yang lazim. Sistem pencatatan menggunakan metode akrual dan penyajiannya mengacu pada standar akuntansi dana pensiun dan tanggal 23 Mei 1995, dengan garis kebijakan akuntansi sebagai berikut: 1) Deposito

  Terdiri dari deposito berjangka dan sertifikat deposito, dicatat sebesar nilai nominal. Deposito dalam valuta asing dicatat sebesar nilai perolehan pada saat penempatan. Penilaian harga wajar deposito berdasarkan nilai kurs beli Bank Indonesia pada tanggal laporan.

  2) Sekuritas Dalam bentuk saham dan obligasi dicatat berdasarkan harga perolehan dengan metode Moving Average. Penilaian nilai wajar berdasarkan harga jual di bursa efek pada akhir penutupan perdagangan akhir tahun.

  3) Penyertaan Penyertaan langsung berupa saham pada perusahaan lain dicatat dengan menggunakan Cost Method. Penilaian berdasarkan nilai

  appraisal dilakukan oleh perusahaan jasa penilai independen.

  4) Tanah dan Bangunan Tanah dan bangunan dicatat berdasarkan nilai appraisal.

  5) Kas Kas dicatat dengan menggunakan metode Imprest Fund System menurut nilai nominalnya.

  Pada prinsipnya dicatat berdasarkan harga perolehan. Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus (Straight Line Method). Taksiran umur ekonomis aktiva tetap adalah sebagai berikut:

  a) Alat Kantor : 3 – 5 tahun

  b) Bangunan Permanen : 20 tahun

  c) Bangunan Operasional : 5 tahun

  d) Kendaraan : 3 tahun

  e) Furniture : 3 tahun 7) Piutang

  Dicatat sebesar nilai piutang yang dapat ditagih. Saldo piutang tidak diadakan cadangan atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang karena diperkirakan saldo piutang dapat ditagih semua. Bila ada piutang yang tidak tertagih akan dihapuskan dan dibebankan secara langsung pada saat ditetapkan. 8) Transaksi Valuta Asing Pembukuan dana pensiun dilakukan dalam mata uang rupiah.

  Transaksi dalam valuta asing dijabarkan dalam nilai rupiah pada saat terjadinya. Selama transaksi valuta asing belum direalisasikan dalam mata uang rupiah, maka selisih penjabaran antara mata uang asing dan mata uang rupiah dicatat pada selisih penilaian investasi.

  Dicatat pada pos kewajiban aktuaria. Kewajiban aktuaria yang akan dibayarkan pada satu tahun berikutnya disajikan pada pos Utang Manfaat Pensiun Jatuh Tempo. Porsi iuran adalah : Peserta Aktif : 5% dari PhDP Pemberi kerja : Sesuai SK Direktur PT. Pupuk Kalimantan Timur No.

  09/SKPTS/Dir/1993. Tahun 1998: 10,312% dan tahun 1999: 17,38%.

  c. Komposisi Peserta PPMP DP – PKT per 31 Desember 1999 adalah sebagai berikut: 1) Peserta Aktif:

  Karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur : 2.434 peserta Karyawan Yayasan Pupuk Kalimantan Timur : 134 peserta Karyawan Yayasan RS. Pupuk Kalimantan Timur : 59 peserta

  2) Pensiunan: Pensiunan Pegawai : 20 peserta Pensiunan Janda : 16 peserta Pensiunan Yatim : 3 peserta Pensiunan Ditunda : 30 peserta d.

  PERIODE 1998 1999

  Peserta Aktif 67.096.004.355,00 114.943.027.194,00 Pensiunan 1.510.075.668,00 2.804.300.154,00

  

Jumlah 68.606.080.034,00 117.747.327.348,00

H. Laporan Aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Dalam Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), jasa aktuaris diperlukan untuk menetapkan besarnya kewajiban pendanaan pensiun, yang meliputi kewajiban aktuaria, kewajiban solvabilitas, dan iuran normal. Perhitungan aktuaria ini dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi dan prinsip-prinsip aktuaria yang wajar diterima secara umum.

  Penyajian laporan aktuaria dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan (kewajiban untuk menyampaikan laporan aktuaris secara berkala) dan untuk memperoleh informasi mengenai Kualitas Pendanaan Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur, sehingga diharapkan pengelola dana pensiun dapat melakukan evaluasi dan analisa kemampuan dana pensiun pada masa ini dan masa yang akan datang.

  Laporan Aktuaria per 31 Desember 1999 dan 31 Desember 1998 meliputi:

1. Data Peserta

  Posisi kepesertaan program pensiun pada tanggal valuasi 31 Desember 1998 adalah sebagai berikut:

  Usia rata-rata : 37 tahun 11 bulan Rata-rata masa kerja : 13 tahun 9 bulan Jumlah penghasilan dasar pensiun setahun : Rp. 67.253.835.573,00 b. Peserta pasif (pensiunan) : 59 orang.

  Tabel peserta aktif terdapat pada lampiran – 8, sedangkan untuk tabel peserta pasif (pensiunan) terdapat pada lampiran – 6.

  Posisi kepesertaan program pensiun pada tanggal valuasi 31 Desember 1998 adalah sebagai berikut:

  a. Peserta aktif: Jumlah peserta : 2.627 peserta Usia rata-rata : 38 tahun 6 bulan Masa kerja rata-rata : 14 tahun 3 bulan Jumlah penghasilan dasar pensiun setahun : Rp. 33.371.644.392,00 b. Peserta pasif (pensiunan) : 69 orang.

  Tabel peserta aktif terdapat pada lampiran – 11, sedangkan untuk tabel peserta pasif (pensiunan) terdapat pada lampiran – 9.

2. Ikhtisar Peraturan Dana Pensiun

  a. Kepesertaan Peserta DP – PKT adalah karyawan tetap dan calon karyawan tetap

  PT. Pupuk Kalimantan Timur serta mitra pendiri yang memenuhi syarat kepesertaan sesuai peraturan dan telah terdaftar pada dana pensiun, yaitu: berakhir saat peserta meninggal dunia atau pensiun atau berhenti bekerja atau telah mengalihkan haknya pada dana pensiun lain.

  b. Pembiayaan Pensiun Pembiayaan pensiun diatur sebagai berikut: 1) Peserta aktif: 5% dari penghasilan dasar pensiun.

  2) Pemberi kerja : berdasarkan SK Direktur PT. Pupuk Kalimantan Timur No. 09/SKPTS/Dir/1993 yaitu sebesar selisih dari iuran yang diperlukan berdasarkan perhitungan aktuaris setelah dikurangi iuran peserta.

  c. Hak atas pensiun dan besar pensiun 1) Manfaat Pensiun Normal

  Adalah hak atas manfaat pensiun yang diberikan kepada peserta yang berhenti bekerja dan telah mencapai usia pensiun normal yaitu saat peserta berusia 56 tahun. Besar Manfaat Pensiun Normal ditentukan berdasarkan rumus:

  MP = MK x F x PhDP

  MP : Manfaat Pensiun MK : Masa Kerja F : Faktor penghargaan/tahun, ditetapkan sebesar 2,5% PhDP : Penghasilan Dasar Pensiun

  75% dari PhDP dan 80% dari PhDP pada periode 1999. 2) Manfaat Pensiun Dipercepat

  Adalah hak atas manfaat pensiun yang diberikan kepada peserta yang berhenti bekerja dan telah mencapai usia pensiun dipercepat. Batas usia pensiun dipercepat adalah 46 sampai 55 tahun. Besar manfaat pensiun dipercepat dihitung berdasarkan rumus :

  Masa Kerja x 2,5% x PhDP x Nilai Sekarang

  3) Manfaat Pensiun Ditunda Adalah hak atas manfaat pensiun yang diberikan kepada peserta yang berhenti dan telah mempunyai masa kepesertaan sekurang-kurangnya 3 tahun dan belum mencapai usia pensiun dipercepat dan batas usia pensiun ditunda adalah 25 tahun sampai 45 tahun. Besar manfaat pensiun ditunda dihitung berdasarkan rumus :

  Masa Kerja x 2,5% x PhDP x Nilai Sekarang Adalah hak atas manfaat pensiun yang diberikan kepada peserta yang berhenti bekerja karena cacat. Besar pembayaran manfaat pensiun dihitung berdasarkan rumus :

  Masa Kerja x 2,5% x PhDP x Nilai Sekarang

  Bagi peserta yang cacat karena kecelakaan kerja akibat kelalaian orang lain maka masa kerja yang diakui adalah sampai dengan peserta mencapai usia pensiun normal. 5) Manfaat Pensiun Duda Atau Janda

  Adalah hak atas manfaat pensiun yang diberikan kepada duda atau janda karena peserta meninggal dunia atau karena pensiunan meninggal dunia. Besar manfaat pensiun duda atau janda adalah

  60% x Manfaat Pensiun Normal

  6) Manfaat Pensiun Anak Adalah hak atas manfaat pensiun yang diberikan kepada anak apabila peserta meninggal dunia atau pensiunan meninggal dunia dan tidak

  21 tahun. Manfaat pensiun anak tetap dapat diberikan sampai uisa anak 25 tahun, dengan syarat apabila tidak mempunyai penghasilan tetap sendiri (belum bekerja), masih mengikuti pendidikan dan belum pernah menikah. Besar hak manfaat pensiun anak adalah

  100% x Manfaat Pensiun Janda Atau Duda

  Apabila peserta meninggal dunia atau pensiunan meninggal dunia dan tidak ada suami atau istri atau anak, maka hak atas manfaat pensiun diberikan kepada pihak yang ditunjuk dan dibayarkan secara sekaligus. Apabila terjadi kenaikan umum pada tabel gaji pokok peserta aktif akibat inflasi maka manfaat pensiun yang akan diterima oleh peserta juga dinaikkan. Besar persentase kenaikan manfaat pensiun yang diterima oleh pensiunan adalah 60% dari besar persentase kenaikan tabel gaji pokok peserta aktif.

  Apabila besar manfaat pensiun bulanan lebih kecil dari jumlah yang ditetapkan oleh menteri maka berdasarkan pilihan peserta atau pihak yang berhak atas manfaat pensiun dapat dibayarkan sekaligus atau secara bulanan. Apabila pembayaran manfaat pensiun kepada peserta atau pensiunan, duda atau janda, atau anak telah berakhir dan ternyata jumlah seluruh manfaat pensiun yang telah dibayarkan kurang dari jumlah akumulasi iuran peserta beserta hasil yang sah dari peserta.

  Peserta yang berhenti bekerja sebelum mencapai usia pensiun dipercepat dan memiliki masa kepesertaan kurang dari tiga tahun, kepadanya dibayarkan sekaligus jumlah iuran peserta sendiri ditambah bunga yang layak yaitu bunga deposito bank pemerintah yang paling menguntungkan bagi peserta.

  Manfaat pensiun diberikan mulai bulan berikutnya setelah peserta yang bersangkutan berhenti bekerja dan berakhir pada akhir bulan yang bersangkutan meninggal dunia. Manfaaat pensiun janda atau duda dibatalkan jika janda atau duda yang bersangkutan menikah lagi terhitung mulai bulan berikutnya setelah pernikahan dilangsungkan. Manfaat pensiun anak berakhir pada akhir bulan anak yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan lagi.

3. Asumsi Aktuaria

  a. Tabel Mortalita

  Commisioners Standard Ordinary 1958 (CSO ’58 ) dengan modifikasi

  usia, diperkirakan akan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia tanpa meninggalkan persyaratan moderat yang diperlukan untuk menjamin kecukupan dana pensiun di kemudian hari.

  b. Tingkat Bunga Aktuaria Ditetapkan 8% per tahun dihitung secara majemuk. Tingkat bunga ini merupakan tingkat bunga yang moderat dan merupakan tingkat bunga

  Biaya penyelenggaraan program pensiun (biaya administrasi) yang termasuk dalam perhitungan premi diasumsikan sebesar 8% dari premi

  brutto per tahun.

  d. Tingkat Kenaikan Gaji Skala kenaikan gaji diasumsikan 5% per tahun dari gaji pokok terakhir. Jika kenaikan gaji pokok melebihi asumsi yang mengakibatkan kenaikan kewajiban, diharapkan dapat dipenuhi dari kelebihan tingkat bunga (Excess of Interest) dari dana yang diperhitungkan pengembangannya dengan asumsi tingkat bunga 8% per tahun.

  e. Selisih Usia Dalam perhitungan aktuaria, dipergunakan rata-rata selisih usia suami – istri dengan asumsi 5 tahun.

4. Metode Penilaian Aktuaria

  a. Perhitungan aktuaria menggunakan metode pendanaan Accrued Benefit Cost

  Method (ABCM). Metode ini bertitik tolak pada kesinambungan Present Value iuran normal dan Present Value manfaat pensiun tahun berjalan yang

  harus dibayarkan pada masa yang akan datang, ditambah Present Value dari biaya penyelenggaraan program pensiun.

  b. Perhitungan kewajiban aktuaria dan iuran normal berdasarkan jaminan pensiun yang dipertanggungjawabkan sebagai berikut: (1) Jaminan pensiun berdasarkan past service dipergunakan sistem dipergunakan sistem perhitungan iuran sekaligus (normal cost). (3) Perhitungan kewajiban aktuaria menggunakan metode prospektif dengan sistem kewajiban aktuaria secara netto yang didalamnya termasuk penyediaan dana ekskaso untuk pembayaran pensiun kepada pensiunan.

5. Kekayaan dana pensiun

  a) Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 77/KMK.017/1995 kekayaan dana pensiun yang ditetapkan untuk penentuan kualitas pendanaan dana pensiun terdiri dari: 1) Investasi 2) Kas, rekening giro, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3) Piutang yang diperkenankan berdasarkan undang-undang dana pensiun 4) Perangkat komputer

  b) Nilai Kekayaan Dana Pensiun Diperoleh Dari: Laporan Keuangan dan Laporan Portofolio Investasi

  c) Berdasarkan Laporan Keuangan DP – PKT, Auditan Dr. P. Wigjohartojo, nilai aktiva tersedia dana pensiun adalah: 1) Per 31/12/1998: Rp. 114.835.385.616,00 2) Per 31/12/1999: Rp. 148.068.753.430,00

  Besar kekayaan dana pensiun yang dapat diperhitungkan sebagai Investasi 110.840.878.112,00 145.160.056.770,00 Kas dan Bank 624.240.372,00 448.242.977,00 Piutang Iuran 2.665.073,00 0,00 Peralatan Komputer 84.911.227,00 84.719.058,00

  Jumlah 111.552.924.559,00 145.693.018.805,00 a. Kualitas Pendanaan

   1998 1999

  1. Kekayaan 111.552.924.559,00 145.693.018.805,00

  2. Besar Pendanaan: Kewajiban Aktuaria:

  1998 1999

  Peserta Aktif 67.096.004.366,00 114.943.027.194,00 Pensiunan 1.510.075.668,00 2.804.300.154,00

   Jumlah 68.606.080.034,00 117.747.327.348,00

  Kewajiban Solvabilitas:

   1998 1999

  Peserta Aktif 33.036.965.177,00 91.273.781.930,00 Pensiunan 1.510.075.668,00 2.804.300.154,00

  Jumlah 34..547.040.845,00 94.078.082.084,00

  Iuran Normal/Tahun:

  

1998 1999

  Peserta Aktif : Iuran Peserta 1.538.766.928,00 1.668.582.200,00 Iuran Pendiri : 3.173.798.870,00 5.799.761.203,00

  Jumlah : 4.712.565.798,00 7.945.691.457,00 berikut :

  Rasio Kekayaan terhadap Kewajiban Aktuaria :

  Periode 1998 : 111.552.924.559,00 : 68.606.080.034,00 = 162,60% Periode 1999 : 145.693.018.805,00 : 117.747.327.348,00 = 123,73%

  Rasio Kekayaan terhadap Kewajiban Solvabilitas:

  Periode 1998 : 111.552.924.559,00 : 34.547.040.845,00 = 322,90% Periode 1999 : 145.693.018.805,00 : 94.078.082.084,00 = 154,86%

  Berdasarkan rasio-rasio di atas, maka kualitas pendanaan DP – PKT periode 31 Desember 1998 dan 31 Desember 1999 masuk tingkat satu ( I ); artinya: status kekayaan DP – PKT adalah kekayaan > kewajiban aktuaria dengan rasio aktuaria lebih dari 100%. Tahun 1998 DP – PKT surplus sebesar Rp. 42.946.844.525,00 dan tahun 1999 surplus sebesar Rp. 27.945.691.457,00.

  Peningkatan sebesar 71,63% dari kewajiban aktuaria tahun 1999 karena manfaat pensiun bagi peserta pensiun periode dipercepat dari 56 tahun < MP, menjadi 46 tahun < MP > 55 tahun, dengan nilai sekarang sebesar 1 dan bagi peserta yang mencapai pensiun normal mendapatkan kenaikan manfaat pensiun sebesar 5% dari yang seharusnya diterima. Manfaat pensiun ditunda dibayar mulai usia 46 tahun dengan nilai sekarang sesuai perhitungan aktuaria terakhir.

  Laporan Aktuaria Program Pensiun Pupuk Kalimantan Timur disusun berdasarkan tugas yang dipercayakan kepada PT. Jasa Aktuaria Praptasentosa Gunajasa, berdasarkan keputusan perjanjian bersama terbaru No. 100/PG/05/99 tanggal 26 April 1999.

I. Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Arahan investasi dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah kebijakan investasi dari pendiri sebagai pedoman dalam melaksanakan investasi bagi pengurus dana pensiun. Dalam arahan investasi tercantum:

  1. Sasaran Hasil Investasi

  Investasi dana diharapkan menghasilkan 17,50% dari total investasi setelah dikurangi biaya-biaya yang wajar.

  2. Batas Maksimum Kepada Satu Pihak

  Kekayaan dana pensiun yang boleh ditanamkan pada satu pihak maksimum 10% dari jumlah investasi dana pensiun.

  3. Tingkat Resiko

  a. Deposito, yaitu deposito berjangka dan sertifikat deposito yang dikeluarkan oleh bank pemerintah atau swasta yang kinerjanya dinilai sehat oleh Bank Indonesia selama 12 bulan terakhir.

  b. Obligasi, yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan mayoritas saham pemerintah saja. Bidang usahanya meliputi bank, asuransi, atau yang pernah diterbitkan.

  c. Saham, yaitu saham yang tercatat di bursa efek Indonesia dan difokuskan pada saham-saham perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan pendapatan yang baik dan didukung oleh manajemen yang kuat.

  d. Surat berharga lainnya, yaitu sertifikat yang diterbitkan oleh Danareksa

  e. Surat berharga pasar uang, yaitu surat berharga yang diterbitkan oleh bank atau perusahaan pemerintah atau swasta yang selama 3 tahun terakhir di mana laporan perusahaan tersebut memberikan penilaian yang sehat.

  f. Penempatan langsung: 1) Surat pengakuan hutang, yaitu surat pengakuan hutang yang berjangka waktu lebih dari 1 tahun yang diterbitkan oleh badan hukum di

  Indonesia dan dijamin oleh bank. 2) Saham, yaitu saham yang diterbitkan oleh badan hukum di Indonesia yang berupa saham sendiri.

  g. Tanah dan Bangunan, yaitu tanah yang siap dibangun atau yang mempunyai bangunan di atasnya, yang sudah memiliki sertifikat dan surat lain yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

  h. Saham atau unit penyertaan danareksa, yaitu danareksa yang dikelola oleh manajer investasi yang telah mempunyai reputasi baik.

4. Persyaratan Tingkat Likuidasi

  Investasi kekayaan dana pensiun yang dapat dicairkan dalam jangka a) Untuk investasi dalam deposito berjangka dan sertifikat deposito, metode perhitungan hasil investasi dihitung dengan cara hasil bunga yang diterima.

  b) Obligasi; metode perhitungan hasil investasi dihitung berdasarkan bunga obligasi, baik jenis fixed rate maupun float rate.

  c) Saham; metode perhitungan yang dipergunakan untuk menghitung hasil investasi dihitung berdasarkan deviden yang diterima dan capital gain yang diperoleh dari hasil penjualan saham tersebut.

  d) Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); metode yang digunakan adalah besarnya tingkat bunga.

  e) Penempatan Langsung; metode yang digunakan adalah tingkat bunga dan deviden termasuk capital gain-nya.

  f) Tanah dan Bangunan; metode yang digunakan adalah penerimaan sewa atau capital gain kalau dijual.

  g)

  Saham atau unit penyertaan reksadana; metode yang digunakan adalah deviden dan capital gain.

  Berdasarkan Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur yang berakhir tanggal 31 Desember 1999, perbandingan persentase investasi dapat dilihat pada table 4.1. berikut:

  PupukKalimantan Timur JENIS INVESTASI ( Rp.) ( % )

  425.497.500,00 2.226.538.000,00 4.898.739.000,00 7.550.774.500,00

  5. Obligasi 1.000.000,00 0,69

  4. Tanah dan Bangunan: Tanah Jl. TB. Simatupang 7.322.211.000,00 5,04

  1.163.954.470,00 0,80 0,00 0,80

  1.159.353.920,00 4.600.550,00

  3. Penempatan Langsung: Bank Muamalat Republika Jumlah

  0,29 1,53 3,37 5,20

  2. Saham Dikelola Sendiri Ex. Mashill Citycorp. Sekuritas Indonesia Jumlah

  1. Deposito

  41,30, 46,96

  12,23 76,03 88,26

  59.957.668.800,00 68.165.448.000,00

  17.751.668.800,00 110.371.448.000,00 128.123.116.800,00

  b. Menurut Status Bank: Pemerintah Swasta

  a. Menurut Lokasi : Bontang Jakarta Jumlah

  Sumber: Laporan Portofolio investasi Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur Untuk Tahun Buku Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 1999.

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Data

  Berdasarkan data-data yang dikumpulkan melalui penelitian pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, selanjutnya akan dilakukan analisis dengan cara membandingkan data hasil penelitian dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 18. Analisis dilaksanakan dengan terlebih dahulu mendeskripsikan seluruh data tentang kebijakan akuntansi dana pensiun yang ditempuh oleh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

1. Kebijakan Biaya Manfaat Pensiun

  Perhitungan biaya manfaat pensiun dalam Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 adalah sebagai berikut: Biaya Jasa Kini Iuran Normal per tahun : Rp. 4.712.565.798,00 Iuran Peserta : ( Rp. 1.538.766.928,00 ) Biaya Jasa Kini Perusahaan Rp. 3.173.798.870,00

  Jumlah yang diakui pada periode berjalan : Biaya Jasa Lalu : Rp. 0,00 Koreksi Aktuarial : Rp. 0,00 Perubahan Asumsi : Rp. 0,00 Total

  Rp. 0,00 Penghentian Program (Termination) dan

  Pengurangan Peserta (Curtailment) Rp. 0,00

  

Biaya Manfaat Pensiun Periode 1998 Rp. 3.173.798.870,00 a. Biaya jasa Kini Iuran Normal per tahun : Rp. 7.463.343.423,00 Iuran Peserta : ( Rp. 1.668.582.220,00 ) Biaya Jasa Kini Perusahaan : Rp. 5.799.761.203,00

  b. Jumlah yang diakui pada periode berjalan : Biaya jasa Lalu : Rp. 0,00 Koreksi Aktuaria : Rp. 0,00 Perubahan Asumsi : Rp. 0,00 Total

  Rp. 0,00

  c. Penghentian Program (Termination) dan Pengurangan Peserta (Curtailment): Rp. 0,00

  

Biaya Manfaat Pensiun Periode 1999 Rp. 5.799.761.203,00

Penjelasan:

a) Biaya Jasa Kini:

  Iuran Normal:

1) Iuran Peserta: 5 % x PhDP

  5% x Rp. 30.775.338.552,00 = Rp. 1.538.766.928,00 (1998)

  • 2 x Rp.1.282.305.773 = Rp. 2.564.611.546,00 (sebulan)

  = 12 x Rp. 2.564.611.546,00 = Rp. 30.775.338.552,00( setahun), (1998)

  • 2 x 1.390.485.183,00 = Rp. 2.780.970.366,00 (sebulan)

  = 12 x Rp. 2.780.970.366,00 = Rp. 33.371.644.392,00 (setahun), (1999)

2) Iuran Pemberi Kerja: 10,312 % x PhDP

  10,312 % x Rp. 30.775.338.552,00 = Rp. 3.173.798.870,00 (1998) 10,312 % x Rp. 33.371.644.392,00 = Rp. 5.799.761.203,00 (1999)

  b) Biaya Jasa Lalu

  Biaya Jasa Lalu sebesar Rp. 0,00, hal ini terjadi karena selama periode 1998 dan 1999 tidak ada biaya pemberi kerja yang timbul karena jasa yang telah diberikan peserta sampai dengan tanggal penilaian aktuarial akibat adanya: 1) pembentukan program pensiun; atau 2) perubahan program pensiun.

  c) Koreksi Aktuarial dan Perubahan Asumsi Aktuaria

  Koreksi Aktuarial dan Perubahan Asumsi Aktuaria masing-masing sebesar Rp. 0,00. Hal ini terjadi karena selama tahun 1998 dan 1999 Dana Pensin PT. Pupuk Kalimantan Timur tidak melakukan perubahan maupun koreksi terhadap Asumsi Aktuarial dana Pensiunnya, sehingga tidak terjadi beban akibat adanya Koreksi Aktuarial maupun Perubahan Asumsi Aktuarial.

  Selama tahun 1998 dan 1999 Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tidak melakukan Penghentian Program maupun Pengurangan Peserta dana pensiun, sehingga tidak terjadi Biaya Penghentian Program dan Pengurangan Peserta.

  Dalam PSAK No. 18, dana pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti, pengakuan beban manfaat pensiun harus memperhatikan: 1) Biaya Jasa Kini 2) Biaya Jasa Lalu, Koreksi Aktuaria, dan Perubahan Asumsi Aktuaria 3) Pembubaran Program dan Pengurangan Peserta

  Dari perhitungan biaya manfaat pensiun di atas dapat kita simpulkan bahwa Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur telah mengakui beban manfaat pensiun pada periode di mana jasa tersebut diterima. Dengan melihat pengakuan biaya manfaat pensiun yang meliputi biaya jasa kini, biaya jasa lalu, koreksi aktuaria, perubahan asumsi aktuaria, pembubaran program dan pengurangan peserta, maka disimpulkan bahwa kebijakan biaya manfaat pensiun Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk periode per 31 Desember 1999 dan 31 Desember 1998 telah sesuai dengan PSAK No. 18.

2. Penilaian Aktiva Dana Pensiun

  Penilaian Aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998

  a. Deposito ( dalam Rp. )

1999 1998

  Deposito di Bontang 16.370.550.640,00 9.721.672.600,00 Deposito di Jakarta 104.573.013.650,00 77.952.355.000,00 Deposito Manager Investasi 0,00 1.335.000.000,00 Nilai Perolehan 120.883.564.290,00 89.009.027.600,00 Nilai Wajar 128.123.116.800,00 97.955.334.500,00

  Selisih Penilaian Investasi 7.239.552.510,00 8.946.306.900,00

  b. Saham (dalam Rp.)

1999 1998

  Dikelola Sendiri 1.125.705.101,00 1.497.298.380,00 Ex. PT. Mashill Jaya 1.768.760.204,00 1.129.003.335,00 City Corp. Security Indonesia 3.719.441.173,00 2.328.785.190,00 Harga Perolehan 6.613.906.478,00 4.955.086.905,00 Harga Wajar 7.550.774.500,00 4.200.639.750,00

  Selisih Penilaian Investasi 936.868.022,00 (754.447.155,00)

c. Obligasi (dalam Rp.)

  

1999 1998

  Saldo Obligasi 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00

  

1999 1998

Harga Perolehan:

  Bank Muamalat Indonesia 1.260.302.725,00 1.257.645.725,00 Saham Republika 10.605.000,00 10.605.000,00

  Jumlah 1.270.907.725,00 1.268.250.725,00 Harga Wajar:

  Bank Muamalat Indonesia 1.159.353.920,00 352.486.972,00 Saham Republika 4.600.550,00 5.396.891,00

  Jumlah 1.163.954.470,00 357.883.863,00 Selisih Penilaian Investasi (106.953.255,00) (910.366.862,00)

e. Tanah dan Bangunan (dalam Rp.)

  

1999 1998

  Harga Perolehan 7.640.208.500,00 8.946.306.900,00 Harga Wajar 7.322.211.000,00 7.327.020.000,00

  Selisih Penilaian Investasi (317.997.500,00) (312.488.500,00)

  

1999 1998

  Selisih kurs valas deposito 7.239.552.510,00 8.946.306.900,00 Selisih investasi saham 936.868.022,00 (754.447.155,00) Selisih Penyertaan Saham (106.953.255,00) (910.366.862,00) Selisih Investasi Tanah dan

  Bangunan (317.997.500,00) (312.488.500,00)

  Total 7.751.469.777,00 6.969.004.382,00 2) Aktiva Lancar di luar Investasi (dalam Rp.)

1999 1998

  a. Saldo Kas dan Bank 448.242.977,00 624.240.372,00

  b. Saldo Piutang Iuran 0,00 2.665.073,00

  c. Saldo Beban dibayar di muka 71.995.460,00 31.109.399,00

  d. Saldo Piutang Lain-Lain 1.690.731.530,00 2.600.323.910,00

3) Aktiva Operasional (dalam Rp.)

  

1999 1998

  a. Peralatan dan Perangkat Komputer 277.036.970,00 232.742.970,00

  b. Peralatan Kantor 96.181.351,00 86.298.851,00

  c. Kendaraan 192.245.000,00 167.415.000,00 f. Sarana Bangunan kantor 64.204.072,00 64.204.072,00

  g. Peralatan Lain-Lain 59.853.830,00 59.853.830,00 Nilai Perolehan 736.712.918,00 657.232.418,00 Akumulasi Penyusutan (600.050.049,00) (499.427.494,00)

  Nilai Buku 136.662.869,00 157.804.924,00 4) Aktiva Lain-Lain ( dalam Rp. )

1999 1998

  a. Aktiva disewakan

  Harga perolehan 377.200.000,00 377.200.000,00 Akumulasi Penyusutan ( 377.199.999,00 ) ( 377.199.999,00 ) Nilai Buku 1,00 1,00

  b. Bangunan dalam pelaksanaan

1999 1998

  Nilai Perolehan Tanah dan Bangunan Harga Perolehan Tanah 12.049.500,00 0,00 Harga Perolehan Bangunan dari YTHT 402.279.323,00 0,00

  Jumlah Tanah dan Bangunan 414.328.823,00 413.628.823,00 sebagai berikut:

  a. Untuk tujuan penyusunan neraca, khusus untuk investasi selain nilai historis, ditentukan pula nilai wajarnya dan selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai selisih penilaian investasi

  b. Untuk tujuan penyusunan laporan aktiva bersih dan laporan perubahan aktiva bersih, aktiva dinilai sebagai berikut: 1) Cash, rekening giro, deposito bank dinilai sebesar nilai nominal. 2) Sertifikat deposito, SBBI, SBPU dan surat pengakuan utang berumur kurang dari satu tahun dinilai sebesar nilai tunai.

  3) Saham dan obligasi yang diperjualbelikan di bursa efek dinilai sebesar nilai pasar yang wajar pada tanggal laporan.

  4) Penyertaan pada perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek dinilai sebesar nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen. 5) Investasi tanah dan bangunan dinilai sebesar nilai appraisal sebagai hasil penilaian independen.

  6) Piutang dinilai sebesar jumlah yang dapat ditagih setelah diperhitungkan dengan penyisihan piutang tak tertagih.

  7) Aktiva operasional seperti komputer, peralatan kantor dan peralatan lain dilaporkan berdasarkan nilai buku. Kalimantan Timur di dalam melakukan penilaian aktiva dana pensiun untuk tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana kesesuaian tersebut meliputi:

  1. Aktiva hasil investasi dinilai sebesar nilai historis, namun untuk mengetahui selisih penilaian investasi perlu juga dinilai nilai wajar investasi.

  2. Aktiva di luar investasi dinilai sebesar nilai tunai.

  3. Aktiva operasional dinilai sebesar nilai buku.

  4. Aktiva lain-lain dinilai sebesar nilai buku ( kecuali bangunan dalam pelaksanaan karena tidak ada penyusutan ). Sedangkan uang muka investasi dinilai sebesar nilai tunai uang muka investasi.

3. Laporan Keuangan Dana Pensiun

  Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 meliputi:

a. Laporan Aktiva Bersih

  Laporan Aktiva Bersih Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 menyajikan informasi sebagai berikut: 1) Nilai Aktiva Bersih akhir periode:

  1999 1998

  Aktiva Bersih 147.940.721.144,00 114.571.204.683,00 a) Aktiva : (1) Investasi : deposito berjangka, saham, obligasi, penyertaan saham, tanah dan bangunan.

  (2) Aktiva Lancar di luar Investasi : kas dan bank, piutang iuran, beban dibayar di muka, piutang lain-lain.

  (3) Aktiva Operasional : perangkat komputer, peralatan kantor, kendaraan, tanah dan bangunan kantor, peralatan lain-lain.

  (4) Aktiva Lain-Lain: Aktiva disewakan, uang muka investasi, bangunan dalam pelaksanaan.

  b) Pasiva : Kewajiban Jangka Pendek: hutang manfaat pensiun jatuh tempo, hutang pembelian saham, hutang pajak, hutang pihak ketiga.

  3) Dasar Penilaian Aktiva yang diambil oleh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah: 1) Deposito

  Terdiri dari deposito berjangka dan sertifikat deposito, dicatat sebesar nilai nominal. Deposito dalam valuta asing dicatat sebesar nilai perolehan pada saat penempatan. Penilaian harga wajar deposito berdasarkan nilai kurs beli Bank Indonesia pada tanggal

  Dalam bentuk saham dan obligasi dicatat berdasarkan harga perolehan dengan metode Moving Average. Penilaian nilai wajar berdasarkan harga jual di bursa efek pada akhir penutupan perdagangan akhir tahun.

  3) Penyertaan Penyertaan langsung berupa saham pada perusahaan lain dicatat dengan menggunakan Cost Method. Penilaian berdasarkan nilai appraisal dilakukan oleh perusahaan jasa penilai independen. 4) Tanah dan Bangunan Tanah dan bangunan dicatat berdasarkan nilai appraisal.

  5) Kas Kas dicatat dengan menggunakan metode Imprest Fund System menurut nilai nominalnya.

  6) Aktiva Tetap Pada prinsipnya dicatat berdasarkan harga perolehan.

  Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus (Straight Line

  

Method ). Taksiran umur ekonomis aktiva tetap adalah sebagai

  berikut: (1) Alat Kantor : 3 – 5 tahun (2) Bangunan Permanen : 20 tahun (3) Bangunan Operasional : 5 tahun

  7) Piutang Dicatat sebesar nilai piutang yang dapat ditagih. Saldo piutang tidak diadakan cadangan atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang karena diperkirakan saldo piutang dapat ditagih semua. Bila ada piutang yang tidak tertagih akan dihapuskan dan dibebankan secara langsung pada saat ditetapkan. 8) Transaksi Valuta Asing Pembukuan dana pensiun dilakukan dalam mata uang rupiah.

  Transaksi dalam valuta asing dijabarkan dalam nilai rupiah pada saat terjadinya. Selama transaksi valuta asing belum direalisasikan dalam mata uang rupiah, maka selisih penjabaran antara mata uang asing dan mata uang rupiah dicatat pada selisih penilaian investasi.

  4) Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dirinci sebagai berikut:

  1. Deposito

  Menurut Lokasi: Bontang 17.751.668.800,00 12,23 Jakarta 110.371.448.000,00 76,03 Jumlah 128.123.116.800,00 88,26

  Menurut Status Bank: Pemerintah 59.957.668.800,00 41,30 Swasta 68.165.448.000,00 46,96

  2. Saham

  Dikelola sendiri 425.497.500,00 0,29 Ex. Mashill 2.226.538.000,00 1,53 Citycorp. Sekuritas Indonesia 4.898.739.000,00 3,37 Jumlah 7.550.774.500,00 5,20

  3. Penempatan Langsung

  Bank Muamalat 1.159.353.920,00 0,80 Republika 4.600.550,00 0,00 Jumlah 1.163.954.470,00 0,80

  4. Tanah dan Bangunan:

  Tanah Jl. TB. Simatupang 7.322.211.000,00 5,04

  

5. Obligasi 1.000.000,00 0,69

  Kalimantan Timur meliputi:

  

1999 1998

  Hutang Manfaat Pensiun Jatuh Tempo 0,00 0,00 Hutang Pembelian Saham 0,00 116.230.330,00 Hutang Pajak 6.878.699,00 18.914.077,00 Hutang Pihak Ketiga 139.053.587,00 129.036.526,00

  Jumlah 146.032.286,00 264.180.933,00

  Rincian selengkapnya dari Aktiva Bersih Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dapat dilihat pada lampiran 1.

  Menurut PSAK No. 18, kebijakan dalam laporan aktiva bersih meliputi: 2) nilai aktiva pada akhir periode dengan klasifikasi yang tepat, 3) dasar penilaian aktiva, 4) investasi sesuai dengan rincian jumlah investasi menurut jenis, 5) kewajiban selain dari pada kewajiban aktuaria.

  Dari kebijakan yang ditempuh oleh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur di atas dapat simpulkan bahwa kebijakan dalam Laporan Aktiva Bersih untuk tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan yang digariskan dalam PSAK No. 18.

  Laporan Perubahan Aktiva Bersih Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 meliputi: 1) Biaya Jasa Kini Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur meliputi:

  Iuran Normal 1999 1998

  Iuran Pemberi Kerja 4.775.496.497,25 3.720.380.928,00 Iuran Peserta 1.591.832.165,75 1.240.126.976,00 Koreksi Iuran Tahun Lalu (9.518.851,00) 0,00

  Jumlah Penerimaan Iuran 6.357.809.812,00 4.960.507.904,00

  2) Biaya Jasa Lalu Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yaitu:

  1999 1998

  Biaya Jasa Lalu 0,00 0,00

  Jumlah Biaya Jasa Lalu 0,00 0,00

  3) Hasil Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur meliputi:

  1999 1998

  Bunga Deposito 27.168.759.748,00 32.109.606.887,00 Saham 522.693.333,00 (544.056.478,00) Obligasi 332.322.000,00 245.040.656,00

  Jumlah 28.023.775.081,00 31.810.591.065,00 meliputi:

   1999 1998

  Sewa Aktiva Tetap 208.000.000,00 486.382.980,00 Jasa Giro 78.048.214,00 96.235.014,00 Lain-Lain (2.804.116,00) 192.569.100,00 Bunga Tabungan dan SBI 28.677.333,00 56.429.362,00 Pendapatan Selisih Kurs 0,00 36.012.762,00

  Jumlah 311.921.431,00 867.629.218,00

  5) Rincian Manfaat yang masih terhutang dan yang sudah dibayarkan menurut Laporan Perubahan Aktiva Bersih Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah:

  Manfaat Pensiun pada tahun 1999

Peserta Aktif Pensiunan

  Pensiun Hari Tua 17.244.439.275,00 146.271.432,00 Pensiun Janda atau Duda 9.989.707.064,00 64.021.068,00

  • Pensiun anak

  6.881.436,00

  • Pensiun ditunda 132.231.793,00

  Manfaat Pensiun pada tahun 1998

Peserta Aktif Pensiunan

  Pensiun Hari Tua 24.018.965.565,00 83.915.868,00 Pensiun Janda atau Duda 12.666.469.772,00 37.066.476,00

  • Pensiun Ditangguhkan 17.828.508,00 6) Beban Administrasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah:

   1999 1998

  Gaji dan Honorarium 655.933.389,00 527.151.796,00 Beban Kantor 393.270.116,00 344.555.495,00 Penyusutan Aktiva Tetap 100.556.084,00 78.101.280,00 Konsultan 112.112.826,00 67.387.320,00 Beban Lainnya 228.057.598,00 160.005.423,00

  Jumlah 1.489.930.013,00 1.177.201.314,00

  7) Beban Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur meliputi:

   1999 1998

  Beban Custodian 30.875.628,00 17.603.819,00 Fee Fund Manager 66.639.771,00 34.548.128,00 Penalty Deposito 46.000.000,00 0,00 Beban Investasi Lainnya 5.921.551,00 10.023.876,00

  Jumlah 149.436.950,00 62.175.823,00

  8) Beban Lain-Lain Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah:

   1999 1998

  Koreksi atas Beban Tahun Lalu 0,00 13.081.186,00 Perubahan Selisih Kurs Giro Valas 84.873.218,00 303.574.408,00 Beban Bank 19.166.769,00 15.883.828,00

  Kalimantan Timur adalah:

   1999 1998

  Pajak Penghasilan 0,00 199.485.942,00 10) Dalam Laporan Perubahan Aktiva Bersih Dana Pensiun PT. Pupuk

  Kalimantan Timur, penambahan (pengurangan) nilai investasinya adalah:

  1999 1998

  Penambahan (Pengurangan) Nilai Investasi 782.465.395,00 6.006.735.370,00

  11) Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tidak menyelenggarakan pengalihan dan penerimaan dana dari dana pensiun lain.

  Rincian selengkapnya dari Laporan Perubahan Aktiva Bersih Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dapat dilihat pada lampiran 2

  Kebijakan dalam laporan perubahan aktiva bersih menurut PSAK No. 18 meliputi: 1) biaya jasa kini yang jatuh tempo baik yang berasal dari pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta, atau peserta, 2) biaya jasa lalu (iuran tambahan) yang jatuh tempo, 3) hasil investasi antara lain bunga, deviden, dan sewa, 4) pendapatan lain-lain, peserta yang pensiun, yang meninggal atau yang cacat, juga untuk pembayaran manfaat secara sekaligus, 6) beban administrasi, 7) beban investasi, 8) beban lain-lain, 9) pajak penghasilan,

  10) keuntungan atau kerugian dari pelepasan investasi dan penurunan atau kenaikan nilai investasi, 11) pengalihan dana ke - dan dari - dana pensiun lain.

  Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa kebijakan dalam Laporan Perubahan Aktiva Bersih Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan PSAK No. 18.

c. Neraca

  Neraca Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 meliputi: 1) Posisi keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah:

  1999 1998 AKTIVA

  Investasi 137.408.586.993,00 103.871.873.730,00 Selisih Penilaian Investasi 7.751.469.777,00 6.969.004.382,00 Aktiva Lancar 2.210.969.967,00 3.258.338.756,00 Aktiva Lain-Lain 579.063.824,00 578.363.824,00 Total Aktiva 117.873.351.602,00 68.870.260.966,00

  KEWAJIBAN

  Kewajiban aktuaria 117.727.319.316,00 68.606.080.033,00 Kewajiban Lancar 146.032.286,00 264.180.933,00 Total Kewajiban 117.873.351.602 68.870.260.966,00

  2) Di dalam Neraca, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur menyajikan selisih penilaian investasi sebagai selisih penilaian investasi antara nilai historis dan nilai wajarnya dengan perhitungan sebagai berikut:

  Investasi

a. Deposito ( dalam Rp. )

  

1999 1998

  Deposito di Bontang 16.370.550.640,00 9.721.672.600,00 Deposito di Jakarta 104.573.013.650,00 77.952.355.000,00 Deposito Manager Investasi 0,00 1.335.000.000,00 Nilai Perolehan 120.883.564.290,00 9.009.027.600,00 Nilai Wajar 128.123.116.800,00 97.955.334.500,00 Selisih Penilaian Investasi 7.239.552.510,00 8.946.306.900,00

  

1999 1998

  Dikelola Sendiri 1.125.705.101,00 1.497.298.380,00 Ex. PT. Mashill Jaya 1.768.760.204,00 1.129.003.335,00 City Corp. Security Indonesia 3.719.441.173,00 2.328.785.190,00 Harga Perolehan 6.613.906.478,00 4.955.086.905,00 Harga Wajar 7.550.774.500,00 4.200.639.750,00

  Selisih Penilaian Investasi 936.868.022,00 (754.447.155,00)

  c. Obligasi (dalam Rp.)

1999 1998

  Saldo Obligasi 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00

  d. Penyertaan Saham (dalam Rp.)

1999 1998

Harga Perolehan:

  Bank Muamalat Indonesia 1.260.302.725,00 1.257.645.725,00 Saham Republika 10.605.000,00 10.605.000,00

  Jumlah 1.270.907.725,00 1.268.250.725,00 Harga Wajar:

  Bank Muamalat Indonesia 1.159.353.920,00 352.486.972,00 Saham Republika 4.600.550,00 5.396.891,00

  Jumlah 1.163.954.470,00 357.883.863,00 Selisih Penilaian Investasi (106.953.255,00) (910.366.862,00)

  

1999 1998

  Harga Perolehan 7.640.208.500,00 8.946.306.900,00 Harga Wajar 7.322.211.000,00 7.327.020.000,00 Selisih Penilaian Investasi (317.997.500,00) (312.488.500,00)

f. Total Selisih Investasi (dalam Rp.)

  

1999 1998

  Selisih kurs valas deposito 7.239.552.510,00 8.946.306.900,00 Selisih investasi saham 936.868.022,00 (754.447.155,00) Selisih Penyertaan Saham (106.953.255,00) (910.366.862,00) Selisih Investasi Tanah dan

  Bangunan (317.997.500,00) (312.488.500,00)

  Total 7.751.469.777,00 6.969.004.382,00

  Rincian selengkapnya dari Neraca Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dapat dilihat pada lampiran 3.

  Menurut PSAK No. 18, kebijakan dalam penyusunan neraca dana pensiun meliputi: 1) posisi keuangan dana pensiun, 2) nilai historis, khusus untuk investasi harus ditentukan pula nilai wajarnya.

  Kita dapat melihat bahwa kebijakan dalam Neraca Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan

  Perhitungan Hasil Usaha Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 adalah sebagai berikut: 1) Pendapatan dan Beban Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan

  Timur meliputi:

PENDAPATAN INVESTASI 1999 1998

  Bunga Deposito 27.168.759.748,00 32.109.606.887,00 Laba atau Rugi Pelepasan Saham dan Deviden Saham 522.693.333,00 (544.056.478,00) Obligasi 332.322.000,00 245.040.656,00

  

Jumlah 28.023.775.081,00 31.810.591.065,00

BEBAN INVESTASI 1999 1998

  Beban Custodian 30.875.628,00 17.603.819,00 Fee Fund Manager 66.639.771,00 34.548.128,00 Penalty Deposito 46.000.000,00 0,00 Beban Investasi Lainnya 5.921.551,00 10.023.876,00

  

Jumlah 149.436.950,00 62.175.823,00

  2) Beban Administrasi Beban Administrasi yang ditanggung oleh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah:

   1999 1998

  Gaji dan Honorarium 655.933.389,00 527.151.796,00

  Konsultan 112.112.826,00 67.387.320,00 Beban Lainnya 228.057.598,00 160.005.423,00

  Jumlah 1.489.930.013,00 1.177.201.314,00

  3) Pendapatan Lain-Lain Pendapatan Lain-Lain Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah:

   1999 1998

  Sewa Aktiva Tetap 208.000.000,00 486.382.980,00 Jasa Giro 78.048.214,00 96.235.014,00 Lain-Lain (2.804.116,00) 192.569.100,00 Bunga Tabungan dan SBI 28.677.333,00 56.429.362,00 Pendapatan Selisih Kurs 0,00 36.012.762,00

  Jumlah 311.921.431,00 867.629.218,00 Rincian selengkapnya dari Laporan Hasil Usaha Dana Pensiun PT.

  Pupuk Kalimantan Timur dapat dilihat pada lampiran 4.

  Dalam PSAK No. 18, kebijakan dalam perhitungan hasil usaha dana pensiun meliputi: 1) pendapatan dan beban investasi, 2) beban administrasi, 3) pendapatan lain-lain. Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan PSAK No. 18.

e. Laporan Arus Kas

  Laporan Arus Kas Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 disajikan sesuai dengan sifat kegiatan usaha dana pensiun sebagai berikut: 1) Arus kas dari aktivitas investasi 2) Arus kas dari aktivitas operasional 3) Arus kas dari aktivitas pendanaan Rincian selengkapnya dari Laporan Arus Kas Dana Pensiun PT.

  Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 dapat dilihat pada lampiran 5 .

  Menurut PSAK No. 18, kebijakan dalam laporan arus kas adalah laporan arus kas harus disajikan sesuai dengan sifat kegiatan usaha dana pensiun selama periode pelaporan.

  Kita dapat melihat bahwa kebijakan dalam Laporan Arus Kas Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan PSAK No. 18.

  Catatan atas Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 meliputi: 1) Penjelasan tentang program pensiun Dana Pensiun PT. Pupuk

  Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 serta perubahannya disajikan sebagai berikut: a) Iuran Dana Pensiun

  Dicatat pada pos kewajiban aktuaria. Kewajiban aktuaria yang akan dibayarkan pada satu tahun berikutnya disajikan pada pos Utang Manfaat Pensiun Jatuh Tempo. Porsi iuran adalah : Peserta Aktif : 5% dari PhDP Pemberi kerja : Sesuai SK Direktur PT. Pupuk Kalimantan Timur No.

  09/SKPTS/Dir/1993. Tahun 1998: 10,312% dan tahun 1999: 17,38%.

  b) Komposisi Peserta Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tanggal

  31 Desember 1999: (1) Peserta Aktif:

  Karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur : 2.434 peserta Karyawan Yayasan Pupuk Kalimantan Timur : 134 peserta Karyawan Yayasan RS. Pupuk Kalimantan Timur: 59 peserta

  (2) Pensiunan: Pensiunan Pegawai : 20 peserta

  Pensiunan Ditunda : 30 peserta

  c) Jenis Program Pensiun Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah dana pensiun pemberi kerja yang didirikan oleh PT. Pupuk Kalimantan

  Timur dengan maksud untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti dengan tujuan memberikan kesinambungan penghasilan bagi peserta yang berhak.

  d) Manfaat Pensiun yang dijanjikan:

31 Desember 1998

  Biaya Jasa Kini Iuran Normal per tahun : Rp. 4.712.565.798,00 Iuran Peserta : ( Rp. 1.538.766.928,00 ) Biaya Jasa Kini Perusahaan Rp. 3.173.798.870,00

  Jumlah yang diakui pada periode berjalan : Biaya Jasa Lalu : Rp. 0,00 Koreksi Aktuarial : Rp. 0,00 Perubahan Asumsi : Rp. 0,00 Total

  Rp. 0,00 Penghentian Program (Termination) dan

  Pengurangan Peserta (Curtailment) Rp. 0,00 Biaya jasa Kini Iuran Normal per tahun : Rp. 7.463.343.423,00 Iuran Peserta : ( Rp. 1.668.582.220,00 ) Biaya Jasa Kini Perusahaan : Rp. 5.799.761.203,00

  Jumlah yang diakui pada periode berjalan : Biaya jasa Lalu : Rp. 0,00 Koreksi Aktuaria : Rp. 0,00 Perubahan Asumsi : Rp. 0,00 Total

  Rp. 0,00 Penghentian Program (Termination) dan

  Pengurangan Peserta (Curtailment): Rp. 0,00

  Biaya Manfaat Pensiun Periode 1999 Rp. 5.799.761.203,00

  2) Kebijakan akuntansi yang ditempuh oleh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur berpedoman pada standar akuntansi keuangan yang lazim. Sistem pencatatan menggunakan metode akrual dan penyajiannya mengacu pada standar akuntansi dana pensiun dan Keputusan Direktorat . Jenderal Lembaga Keuangan No. KEP. 2959/LK/95 tanggal 23 Mei 1995 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 77/KMK.017/1995 kekayaan dana pensiun yang ditetapkan untuk penentuan kualitas pendanaan dana pensiun terdiri dari:

  a) Investasi

  b) Kas, rekening giro, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

  c) Piutang yang diperkenankan berdasarkan undang-undang dana pensiun

  d) Perangkat komputer 4) Rincian Portofolio Investasi

  JENIS INVESTASI (Rp.) (%)

  1. Deposito

  a) Menurut Lokasi: Bontang 17.751.668.800,00 12,23 Jakarta 110.371.448.000,00 76,03 Jumlah 128.123.116.800,00 88,26

  b) Menurut Status Bank: Pemerintah 59.957.668.800,00 41,30 Swasta 68.165.448.000,00 46,96

  2. Saham

  Dikelola sendiri 425.497.500,00 0,29 Ex. Mashill 2.226.538.000,00 1,53 Citycorp. Sekuritas Indonesia 4.898.739.000,00 3,37

  Bank Muamalat 1.159.353.920,00 0,80 Republika 4.600.550,00 0,00 Jumlah 1.163.954.470,00 0,80

  4. Tanah dan Bangunan:

  Tanah Jl. TB. Simatupang 7.322.211.000,00 5,04

  

5. Obligasi 1.000.000,00 0,69

  5) Perhitungan kewajiban aktuaria, metode penilaian aktuaria, metode penilaian aktuaria, asumsi aktuaria, nama dan tanggal laporan aktuaris terakhir.

  a) Perhitungan kewajiban aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah sebagai berikut:

  Perhitungan Kewajiban Aktuaria per 31 Desember 1998

  Peserta Aktif Pensiunan

  Pensiun hari Tua 41.975.806.454,00 738.069.120,00 Pensiun Janda atau Duda 25.120.197.912,00 414.573.129,00

  • Pensiun Anak 23.960.767,00
  • Pensiun Ditunda 174.412.413,00
  • Pensiun Ditangguhkan 159.060.239,00

  Jumlah 67.096.004.366,00 1.510.075.668,00

  Peserta Aktif Pensiunan

  Pensiun Hari Tua 95.459.095.564,00 1.268.141.625,00 Pensiun Janda atau Duda 19.483.931.630,00 717.970.515,00

  • Pensiun Anak 50.041.371,00
  • Pensiun Ditunda 768.146.643,00

  Jumlah 114.943.027.194,00 2.804.300.154,00

  b) Metode Penilaian Aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah: (1) Perhitungan aktuaria menggunakan metode pendanaan Accrued

  Benefit Cost Method (ABCM). Metode ini bertitik tolak pada

  kesinambungan Present Value iuran normal dan Present Value manfaat pensiun tahun berjalan yang harus dibayarkan pada masa yang akan datang, ditambah Present Value dari biaya penyelenggaraan program pensiun.

  (2) Perhitungan kewajiban aktuaria dan iuran normal berdasarkan jaminan pensiun yang dipertanggungjawabkan sebagai berikut: (a) Jaminan pensiun berdasarkan past service dipergunakan sistem perhitungan iuran sekaligus (normal cost).

  (b) Jaminan pensiun dari masa kerja yang akan datang (future

  service ) dipergunakan sistem perhitungan iuran sekaligus (normal dengan sistem kewajiban aktuaria secara netto yang didalamnya termasuk penyediaan dana ekskaso untuk pembayaran pensiun kepada pensiunan.

  c) Asumsi Aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah: (1) Tabel Mortalita

  ) dengan

  

Commisioners Standard Ordinary 1958 (CSO ’58

  modifikasi usia, diperkirakan akan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia tanpa meninggalkan persyaratan moderat yang diperlukan untuk menjamin kecukupan dana pensiun di kemudian hari.

  (2) Tingkat Bunga Aktuaria Ditetapkan 8% per tahun dihitung secara majemuk. Tingkat bunga ini merupakan tingkat bunga yang moderat dan merupakan tingkat bunga minimal yang memungkinkan dicapainya net investment return .

  (3) Biaya Penyelenggaraan Program Pensiun Biaya penyelenggaraan program pensiun (biaya administrasi) yang termasuk dalam perhitungan premi diasumsikan sebesar 8% dari premi brutto per tahun.

  Skala kenaikan gaji diasumsikan 5% per tahun dari gaji pokok terakhir. Jika kenaikan gaji pokok melebihi asumsi yang mengakibatkan kenaikan kewajiban, diharapkan dapat dipenuhi dari kelebihan tingkat bunga (Excess of Interest) dari dana yang diperhitungkan pengembangannya dengan asumsi tingkat bunga 8% per tahun.

  (5) Selisih Usia Dalam perhitungan aktuaria, dipergunakan rata-rata selisih usia suami – istri dengan asumsi 5 tahun.

  d) Nama dan Tanggal Laporan Aktuaris Terakhir Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur adalah sebagai berikut:

  Laporan Aktuaria Program Pensiun Pupuk Kalimantan Timur disusun berdasarkan tugas yang dipercayakan kepada PT. Jasa Aktuaria Praptasentosa Gunajasa, berdasarkan keputusan perjanjian bersama terbaru No. 100/PG/05/99 tanggal 26 April 1999.

  Dalam PSAK No 18, kebijakan dalam catatan atas laporan keuangan dana pensiun mencangkup: 1. penjelasan mengenai program pensiun serta perubahan yang terjadi selama periode laporan,

  4. rincian portofolio investasi, 5. perhitungan kewajiban aktuaria, metode penilaian, asumsi aktuaria, nama dan tanggal laporan aktuaris terakhir.

  Kita dapat melihat bahwa kebijakan Catatan Atas Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan PSAK No. 18.

  Kebijakan dalam Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 meliputi: Laporan Aktiva Bersih, Laporan Perubahan Aktiva Bersih, Neraca, Laporan Perhitungan Hasil Usaha, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Dengan demikian kebijakan yang ditempuh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur ini telah sesuai dengan PSAK No.

  18.

4. Laporan Aktuaria Dana Pensiun

  Laporan Aktuaria Program Pensiun Pegawai PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 telah memenuhi kewajiban aktuaria, di mana kewajiban tersebut meliputi:

a. Metode Penilaian Aktuaria

  Metode penilaian aktuaria pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan

  Benefit Cost Method (ABCM). Metode ini bertitik tolak pada

  kesinambungan Present Value iuran normal dan Present Value manfaat pensiun tahun berjalan yang harus dibayarkan pada masa yang akan datang, ditambah Present Value dari biaya penyelenggaraan program pensiun.

  Perhitungan kewajiban aktuaria dan iuran normal berdasarkan jaminan pensiun yang dipertanggungjawabkan sebagai berikut: a) Jaminan pensiun berdasarkan past service dipergunakan sistem perhitungan iuran sekaligus (normal cost).

  b) Jaminan pensiun dari masa kerja yang akan datang (future service) dipergunakan sistem perhitungan iuran sekaligus (normal cost).

b. Asumsi Aktuaria

  Asumsi Aktuaria yang dipergunakan oleh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 1998 dan 31 Desember 1999 adalah sebagai berikut: 1) Tabel Mortalita

  Commisioners Standard Ordinary 1958 (CSO ’58 ) dengan

  modifikasi usia, diperkirakan akan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia tanpa meninggalkan persyaratan moderat yang diperlukan untuk menjamin kecukupan dana pensiun di kemudian hari.

  Ditetapkan 8% per tahun dihitung secara majemuk. Tingkat bunga ini merupakan tingkat bunga yang moderat dan merupakan tingkat bunga minimal yang memungkinkan dicapainya net investment return. 3) Biaya Penyelenggaraan Program Pensiun

  Biaya penyelenggaraan program pensiun (biaya administrasi) yang termasuk dalam perhitungan premi diasumsikan sebesar 8% dari premi per tahun.

  brutto

c. Hasil Perhitungan Aktuaria:

  Kualitas Pendanaan 1998 1999

  1. Kekayaan 111.552.924.559,00 145.693.018.805,00

  2. Besar Pendanaan:

  Kewajiban Aktuaria: 1998 1999 Peserta Aktif 67.096.004.366,00 114.943.027.194,00

  Pensiunan 1.510.075.668,00 2.804.300.154,00

   Jumlah 68.606.080.034,00 117.747.327.348,00

  Kewajiban Solvabilitas: 1998 1999 Peserta Aktif 33.036.965.177,00 91.273.781.930,00

  Pensiunan 1.510.075.668,00 2.804.300.154,00

  

1998 1999

  Peserta Aktif : Iuran Peserta 1.538.766.928,00 1.668.582.200,00 Iuran Pendiri : 3.173.798.870,00 5.799.761.203,00

  Jumlah : 4.712.565.798,00 7.945.691.457,00

  Dari perhitungan di atas, maka kualitas pendanaan DP – PKT adalah sebagai berikut :

  Rasio Kekayaan terhadap Kewajiban Aktuaria :

  Periode 1998 : 111.552.924.559,00 : 68.606.080.034,00 = 162,60% Periode 1999 : 145.693.018.805,00 : 117.747.327.348,00 = 123,73%

  Rasio Kekayaan terhadap Kewajiban Solvabilitas:

  Periode 1998 : 111.552.924.559,00 : 34.547.040.845,00 = 322,90% Periode 1999 : 145.693.018.805,00 : 94.078.082.084,00 = 154,86%

  Berdasarkan rasio-rasio di atas maka kualitas pendanaan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur pada periode 31 Desember 1998 dan

  31 Desember 1999 termasuk tingkat satu ( I ); artinya status kekayaan dana pensiun adalah Kekayaan > Kewajiban Aktuaria dengan Rasio Aktuaria

  lebih dari 100%. Tahun 1998 mengalami surplus sebesar Rp.

  42.946.844.525,00 dan periode 1999 surplus sebesar Rp. 27.945.691.457,00.

  Laporan Aktuaria Program Pensiun Pupuk Kalimantan Timur disusun berdasarkan tugas yang dipercayakan kepada PT. Jasa Aktuaria Praptasentosa Gunajasa, berdasarkan keputusan perjanjian bersama terbaru No. 100/PG/05/99 tanggal 26 April 1999.

  Di dalam PSAK No. 18, Laporan Keuangan Dana Pensiun yang menyelenggarakan PPMP perlu mengungkapkan penjelasan yang memadai mengenai sumber perhitungan kewajiban aktuaria, di mana kewajiban tersebut meliputi: (1) Metode Penilaian Aktuaria (2) Asumsi Aktuaria (3) Hasil Perhitungan Aktuaria: (4) Nama Aktuaris dan Tanggal Laporan Aktuaria Terakhir

  Dari hasil analisis di atas, penulis menyimpulkan bahwa Laporan Aktuaria Program Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur periode 1998 dan 1999 telah memenuhi :

  1. Ketentuan-ketentuan dalam perundang-undangan Dana Pensiun yang berlaku

  2. Ketentuan-ketentuan dari peraturan Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor : KEP- dipertanggungjawabkan

  4. Metode perhitungan yang sesuai dengan prinsip-prinsip aktuaria yang wajar dan diterima secara umum.

  Dari kesimpulan yang dibuat aktuaris di atas, dapat dikatakan pula bahwa kebijakan dalam penyusunan Laporan Aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan PSAK No. 18.

5. Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun

  Dana Pensiun mempunyai dua fungsi utama, yaitu : fungsi pertama sebagai pengelola program pensiun, dengan tugas utama membayar pensiun secara tepat jumlah, tepat waktu dan kepada peserta yang tepat. Fungsi yang kedua adalah sebagai Multi Horizontal Investor, dengan tugas utama mengembangkan dana sehingga menambah kekayaan bersih untuk mendanai manfaat pensiun sesuai dengan peraturan dana pensiun yang berlaku.

  Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dalam melaksanakan fungsinya yang kedua, mengikuti beberapa ketentuan yang digariskan oleh UU No. 11 tahun 1992 tentang kebijakan portofolio investasi dana pensiun, yaitu :

  1. Penempatan dana harus berdasarkan arahan investasi pendiri dalam lingkup keputusan menteri.

  2. Pengelolaan dana dapat dilakukan kepada lembaga keuangan atas persetujuan pendiri dan dewan pengawas. persetujuan pendiri.

  4. Dana tidak boleh diinvestasikan atau dipinjamkan, baik langsung maupun tidak langsung, pada surat berharga serta tanah atau bangunan pada suatu perusahaan atau perseorangan yang mempunyai hubungan afiliasi dengan dana pensiun, kecuali surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dan pada tanah dan bangunan yang transaksinya menurut harga pasar.

  Investasi dana pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur diharapkan menghasilkan 17,50% dari total investasi setelah dikurangi biaya- biaya yang wajar. Jenis investasi yang dilakukan oleh pengurus sesuai dengan jenis investasi yang diijinkan oleh peraturan pemerintah. Tabel 5.2. menyajikan perbandingan jenis investasi.

  JENIS INVESTASI Min. Max.

  a. Deposito

  b. Obligasi, saham, dan surat berharga lain di bursa efek : Obligasi Saham

  c. Surat Berharga Pasar Uang

  d. Penempatan Langsung : Surat Pengakuan Hutang Saham

  e. Tanah dan Bangunan

  f. Saham dan atau Penyertaan Reksadana 70%

  0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%

  100% 5% 5% 5% 5% 5%

  15% 5%

  Sumber: Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur Untuk Tahun Buku Yang berakhir Tanggal 31 Desember 1999

  Investasi yang dilakukan oleh pengurus Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur pada tahun 1999 adalah sebagai berikut :

  a. Deposito Yaitu deposito berjangka dan sertifikat deposito yang dikeluarkan oleh bank pemerintah atau bank swasta yang kinerjanya dinilai sehat oleh Bank

  Indonesia selama 12 bulan terakhir. Metode perhitungan hasil investasi telah dihitung dengan cara hasil bunga yang diterima. berada di Bontang dan Jakarta. Persentase investasi deposito sampai dengan

  31 Desember 1999 adalah sebagai berikut: Persentase investasi menurut lokasi : Bontang : 12,23%

  Jakarta : 76,03%

  Total : 88,26%

  Persentase investasi menurut status bank : Pemerintah : 41,30% Swasta : 46,96%

  Total : 88,26%

  Menurut arahan pendiri, batas investasi deposito adalah sebesar 70% - 100%. Program dana pensiun pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur sebagian besar investasinya dalam bentuk deposito pada bank pemerintah dan swasta yang dijamin oleh pemerintah. Jika kebijakan tersebut berubah maka pengaruhnya sangat besar pada program pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  Dari persentase investasi deposito di atas, dapat disimpulkan bahwa di dalam mengelola investasi dana pensiun benar-benar berpedoman pada arahan investasi pendiri dan peraturan perundangan yang berlaku terutama mengenai batasan maksimum investasi deposito, yaitu 100%.

  b. Saham Yaitu saham yang tercatat di bursa efek Indonesia dan difokuskan pada saham-saham perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan diterima dan capital gain yang diperoleh dari hasil penjualan saham tersebut. Persentase investasi saham sampai dengan 31 Desember 1999 adalah: Dikelola sendiri : 0,29% Ex. Mashill : 1,53% Citicorp Sekuritas Indonesia : 3,37%

  Total : 5,20%

  Dalam arahan investasi, batasan investasi saham adalah sebesar 0% - 5%, berarti sampai periode 31 Desember 1999 penempatan investasi saham melebihi batas maksimum yang ditentukan dalam arahan investasi pendiri.

  Dengan kata lain kelebihan batasan investasi sebesar 0,20% merupakan penyimpangan dari pedoman arahan investasi pendiri dan peraturan perundangan yang berlaku terutama mengenai batasan maksimum investasi saham, yaitu sebesar 5%.

  c. Obligasi Yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan mayoritas pemegang saham pemerintah saja, bidang usaha public utility dan belum pernah mengalami kegagalan dalam pembayaran kewajiban yang timbul sehubungan dengan seluruh obligasi yang diterbitkan, yang dalam hal ini adalah obligasi PLN III/95. Metode perhitungan hasil investasi dihitung berdasarkan bunga obligasi, baik jenis fixed rate maupun floating rate. adalah sebesar 0,69% dari total investasi atau sebesar Rp. 1 Milyar. Dalam arahan investasi batasan investasi obligasi adalah 0% - 5%, berarti di dalam mengelola investasi dana pensiun benar-benar berpedoman pada arahan investasi pendiri dan peraturan perundangan yang berlaku terutama mengenai batasan maksimum investasi, yaitu sebesar 5%.

  d. Penempatan Langsung Yaitu berupa surat pengakuan hutang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun yang diterbitkan oleh badan hukum di Indonesia dan dijamin oleh bank dan saham yang diterbitkan oleh badan hukum Indonesia yang berupa saham pendiri. Metode perhitungan menggunakan tingkat bunga dan deviden termasuk capital gain-nya.

  Persentase investasi penempatan langsung sampai dengan periode 31 Desember 1999 adalah: Bank Muamalat : 0,80% Republika : 0%

  Total : 0,80%

  Penyertaan di atas berada dalam batas arahan investasi pendiri sebesar 0% - 5% dan sesuai dengan ketentuan investasi Dana Pensiun Pemberi Kerja, yaitu jumlah investasi penempatan langsung maksimal 20% dari total investasi dan penempatan pada satu pihak maksimal 10%.

  Yaitu tanah yang siap dibangun atau yang mempunyai bangunan di atasnya, yang sudah memiliki sertifikat dan surat lain yang dikeluarkan oleh instansi berwenang. Investasi ini dimaksudkan untuk mendirikan perkantoran bagi PT. Pupuk Kalimantan Timur di Jakarta.

  Persentase investasi tanah dan bangunan sampai dengan periode 31 Desember 1999 adalah:

  ( Rp. ) ( % )

  Tanah Jl. TB. Simatupang 7.322.211.000,00 5,04 Penempatan dana pada tanah dan bangunan sampai dengan 31

  Desember 1999 adalah sebesar 5,04% dari total investasi. Dalam arahan investasi batasan investasi tanah dan bangunan adalah 0% - 15%, berarti di dalam mengelola investasi dana pensiun benar-benar berpedoman pada arahan investasi pendiri dan peraturan perundangan yang berlaku terutama mengenai batasan maksimum investasi tanah dan bangunan, yaitu sebesar 15%.

  Kebijakan yang ditempuh Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dalam penyusunan portofolio investasi pada tahun 1999 hampir seluruhnya mengikuti ketentuan dalam PSAK No. 18, yang menyatakan bahwa portofolio investasi harus mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia, dalam hal ini UU. No. 11 Tahun 1992. Hanya investasi dalam bentuk saham yang mengenai kesesuaian antara Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dan PSAK No. 18.

Tabel 5.3. Kesesuaian Antara Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur Dan PSAK No. 18.

PSAK NO. 18 AKUNTANSI DANA PENSIUN SESUAI TIDAK SESUAI

  1. Analisis terhadap biaya manfaat pensiun:

  Pengakuan Biaya Manfaat Pensiun

  1. Analisis terhadap kebijakan penilaian aktiva dana pensiun:

  a. Dalam penyusunan neraca

  b. Untuk tujuan penyusunan laporan aktiva bersih dan laporan perubahan aktiva bersih

2. Analisis terhadap laporan keuangan dana pensiun:

  a. Laporan Aktiva bersih

  b. Laporan Perubahan Aktiva Bersih

  c. Neraca

  d. Perhitungan Hasil Usaha

  e. Laporan Arus Kas √ √ √ √ √ √ √ √ f. Catatan Atas Laporan Keuangan √

  3. Analisis terhadap laporan aktuaria dana pensiun:

  a. Metode Penilaian Aktuaria √

  b. Asumsi Aktuaria √

  c. Hasil Perhitungan Aktuaria √

  d. Nama Aktuaris dan Tanggal Laporan Aktuaris Terakhir

  √

  5. Analisis terhadap laporan portofolio investasi dana pensiun:

  a. Deposito √

  b. Saham √

  c. Obligasi √

  d. Penempatan Langsung √

  e. Tanah dan Bangunan √

  Kebijakan Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur hampir seluruhnya telah sesuai dengan PSAK No. 18. Hanya kebijakan dalam investasi, khususnya investasi dalam bentuk saham tidak sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan arahan pendiri. Padahal investasi dalam bentuk saham diharapkan dapat menghasilkan deviden yang menguntungkan dana pensiun karena keberhasilan penilaian investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur) kondisi bursa efek di Indonesia sangat tidak stabil akibat krisis ekonomi yang sedang dihadapi, sehingga investasi dalam bentuk saham yang berlebihan terlalu beresiko bagi dana pensiun. Karena Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti maka resiko investasi pada dana pensiun akan ditanggung oleh pemberi kerja dengan cara membayar iuran tambahan pemberi kerja. Sehingga dapat dikatakan bahwa ketidaksesuaian investasi dalam bentuk saham berpengaruh terhadap kekayaan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur namun masih dalam jumlah yang wajar. Sebaiknya kebijakan investasi dalam bentuk saham betul-betul mengikuti arahan pendiri karena resiko yang ditimbulkan sangat merugikan bagi peserta pensiun maupun pemberi kerja bila tetap diterapkan pada tahun-tahun berikutnya.

B. Pembahasan

1. Biaya Manfaat Pensiun

  Di dalam analisis data tentang pengakuan biaya manfaat pensiun disimpulkan bahwa kebijakan pengakuan biaya manfaat pensiun Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur telah sesuai dengan kebijakan yang digariskan dalam PSAK No 18. Dengan kata lain biaya manfaat pensiun telah diakui sebagai beban pada periode yang bersangkutan. Dalam pembahasan berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut beberapa kesulitan yang ditemukan dalam Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dalam mengupayakan besarnya biaya manfaat pensiun bagi pesertanya. Namun biaya manfaat pensiun dalam PPMP, terutama program yang menjanjikan manfaat pensiun berdasarkan tingkat penghasilan terakhir sebelum pensiun sulit untuk diestimasi. Jumlah kewajiban pemberi kerja tidak pasti karena dipengaruhi beberapa variabel, misalnya: tingkat penghasilan peserta, tingkat perputaran karyawan, dan tingkat pengembangan dana pensiun.

  Kondisi ketidakpastian jangka panjang ini seringkali menimbulkan koreksi estimasi yang dapat mempengaruhi biaya jasa kini secara sangat berarti. Mengingat kondisi yang diasumsikan tersebut berbeda dengan kondisi yang sebenarnya terjadi, maka perlu dilakukan penilaian aktuaria dalam jangka waktu yang tepat.

  Di Indonesia manfaat pensiun yang jatuh tempo pada tahun 1998 mengalami peningkatan sebesar 2,25%. Peningkatan tersebut kemungkinan karena banyaknya pegawai mengajukan pensiun dipercepat akibat memburuknya kondisi ekonomi.

2. Penilaian Aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Dalam analisis data di atas telah disimpulkan bahwa penilaian aktiva Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan kebijakan dalam PSAK No. 18. Dalam pembahasan berikutnya aktiva.

  Di Indonesia penilaian aktiva dana pensiun, termasuk pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur sering dipertentangkan kepentingan antara kegunaan informasi (information usefulness) dan keandalan informasi

  

(reliability and auditability ). Untuk menyajikan informasi tentang cukup atau

  tidaknya nilai aktiva dana pensiun untuk memenuhi kewajiban manfaat pensiun pada suatu saat.

  Agar penilaian aktiva lebih auditable dan dapat dihandalkan, perlu diperhatikan bahwa penentuan nilai wajar dilakukan secara obyektif dan bila perlu dilakukan oleh tenaga ahli yang independen. Selain itu agar audibilitas penilaian aktiva tetap terjamin, sistem akuntansi dengan mempertahankan catatan tentang biaya historis perlu dipertahankan agar setiap saat dapat ditelusuri kembali ke bukti yang orisinalnya bila diperlukan.

3. Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Dalam analisis data di atas telah disimpulkan bahwa kebijakan Laporan Keuangan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur telah sesuai dengan kebijakan yang digariskan dalam PSAK No. 18. Selanjutnya dalam pembahasan berikut ini akan dijelaskan lebih jauh tentang kepentingan atas laporan keuangan dana pensiun .

  Dalam Laporan Keuangan Dana Pensiun, yang selalu menjadi sebagai alat untuk melakukan pembinaan dan pengawasan dana pensiun sebagaimana diamanatkan dalam pasal 50 Undang-Undang N0. 11 Tahun 1992. Pembinaan dan pengawasan tersebut meliputi pengelolaan kekayaan dana pensiun dan penyelenggaraan program pensiun, baik dari segi keuangan maupun teknis operasional.

  Laporan keuangan yang disampaikan oleh pengelola dana pensiun bervariasi dalam bentuk, susunan, maupun isinya. Dalam banyak kasus, laporan keuangan dana pensiun juga tidak memberikan informasi yang jelas mengenai posisi kekayaan dan kewajiban dana pensiun, bahkan beberapa diantaranya cenderung menyesatkan pengguna laporan.

  Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur telah menyajikan laporan keuangannya sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku karena dana pensiun menyadari bahwa banyak pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut.

4. Laporan Aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur

  Dalam analisis data di atas disimpulkan bahwa Laporan aktuaria Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1998 dan 1999 telah sesuai dengan kebijakan yang digariskan dalam PSAK No. 18. Pembahasan berikut ini menjelaskan pengaruh kondisi perekonomian Indonesia terhadap kesehatan laporan aktuaria. dana pensiun di Indonesia adalah adanya kewajiban dana pensiun untuk menyampaikan laporan berkala kepada menteri keuangan, yaitu laporan aktuaris. Sampai 31 Desember 1999 jumlah dana pensiun yang menyampaikan laporan aktuaris adalah 166 dana pensiun dari toral dana pensiun di Indonesia sebanyak 276 dana pensiun. Terdapat kenaikan yang tajam sebesar 56% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan tingginya minat pengurus dana pensiun untuk melakukan perhitungan aktuaria guna mengetahui dampak krisis ekonomi selama periode 1997 – 1999 terhadap besarnya kewajiban dana pensiun, rasio dan kualitas pendanaannya. Namun demikian, masih banyak laporan aktuaris yang belum sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No.

  77/KMK.017/1995.

  Demikian pula dengan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, pengaruh krisis ekonomi terhadap kebutuhan laporan aktuaris sangat besar.

  Salah satu dampak yang kuat dari krisis ekonomi ialah kenaikan suku bunga deposito secara tajam. Pengaruh lebih lanjut ialah terhadap portofolio investasi dana pensiun itu sendiri yang menunjukkan bahwa 65% dari total kekayaan dana pensiun diinvestasikan di deposito. Peningkatan kualitas pendanaan menjadi lebih baik tidak seluruhnya akibat dampak dari krisis ekonomi, namun sebagian besar karena dana pensiun melakukan perubahan asumsi aktuaria.

  Dalam analisis data di atas disimpulkan bahwa kebijakan Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur tahun 1999 hampir seluruhnya sesuai dengan kebijakan dalam PSAK No. 18. Pembahasan berikut ini menjelaskan beberapa kondisi yang mempengaruhi pengambilan kebijakan investasi pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  Krisis moneter yang melanda sejak tahun 1997 belum menampakkan pemulihan yang berarti. Program Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang sebagian besar investasinya dalam bentuk deposito, yaitu sebesar 88,26%, sangat tergantung pada kebijakan pemerintah. Kebijakan saat ini adalah simpanan berupa deposito, baik pada bank pemerintah maupun bank swasta yang dijamin oleh pemerintah. Jika kebijakan di atas berubah maka pengaruhnya sangat besar terhadap Program Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

  Investasi dalam bentuk saham sebesar 5,20% dengan kondisi moneter yang belum pulih mempengaruhi kondisi program dana pensiun. Dengan belum stabilnya Pasar Modal di Indonesia maka investasi tersebut sangat berpengaruh dalam pelaksanaan program pensiun.

  Investasi dalam tanah dan bangunan sebesar 5,04% dengan kondisi perekonomian yang belum pulih mengakibatkan pengaruh yang besar, mengingat investasi tanah dan bangunan yang sebagian besar berupa tanah kosong, maka cukup berpengaruh terhadap program pensiun yang telah perubahan kebijakan pemerintah secara material, kesinambungan Program Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dapat dipertahankan.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian dan analisis sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa Kebijakan Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur pada prinsipnya telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana kesesuaian kebijakan tersebut ditegaskan lebih lanjut sebagai berikut ini :

  1. Kebijakan biaya manfaat pensiun telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana pengakuan beban manfaat pensiun sesuai dengan periode di mana jasa tersebut diterima dan biaya menfaat pensiun meliputi biaya jasa kini dan biaya yang diakui pada periode berjalan, penghentian program dan pengurangan peserta.

  2. Kebijakan penilaian aktiva dana pensiun telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana aktiva dinilai sesuai dengan karaktetistik untuk penyusunan dalam Laporan Aktiva Bersih dan Laporan Perubahan Aktiva Bersih, dan penyusunan neraca, di mana aktiva tertentu selain nilai historis ditentukan juga nilai wajarnya dan selisih antara nilai historis dan nilai wajar disajikan sebagai selisih penilaian investasi.

  3. Kebijakan laporan keuangan dana pensiun telah sesuai dengan PSAK No. 18, di mana laporan keuangan telah meliputi: laporan aktiva bersih, laporan perubahan aktiva bersih. Laporan arus kas, laporan hasil usaha dan beban, neraca dan catatan atas laporan keuangan. mana laporan aktuaria telah mengungkapkan dasar asumsi dan metode penilaian aktuaria, nama aktuaris, hasil perhitungan aktuaria, dan tanggal laporan aktuaria terakhir.

  5. Kebijakan investasi hampir sesuai dengan PSAK No. 18, di mana pelaksanaan investasi telah mengikuti ketentuan yang digariskan dalam perundangan yang berlaku, yaitu UU No. 11 tahun 1992 tentang kebijakan portofolio investasi dana pensiun, kecuali untuk investasi dalam bentuk saham yang tidak sesuai dengan kebijakan tersebut.

B. Keterbatasan Penelitian

  Dari keseluruhan proses penelitian pada Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, yang menjadikan data hasil analisis pada Bab V kurang sempurna adalah adanya suatu kenyataan bahwa penulis hanya diberikan dokumen-dokumen yang diminta, namun tidak diberikan kesempatan untuk mendapatkan penjelasan secara lebih rinci tentang isi dokumen tersebut dan untuk beberapa dokumen tidak disertai dengan penjelasan yang memadai. Keterbatasan informasi dalam beberapa dokumen dimengerti oleh penulis sebagai suatu batasan atau kebijakan dari perusahaan dalam memberikan informasi dana pensiunnya. Keterbatasan itulah yang menuntut penulis untuk mengkonsultasikan kesulitan yang terjadi kepada dosen pembimbing selain mencari literatur yang mendukung tentang kebijakan akuntansi dana pensiun yang berlaku di Indonesia. diperoleh dari Dana Pensiun merupakan salinan dari dokumen yang tidak dapat diketahui keasliannya. Keterbatasan ini jelas mengaburkan kesehatan dalam pelaksanaan kebijakan akuntansi dana pensiun yang bersangkutan, karena meskipun telah dianalisis dengan cara yang benar tetap hanya menjadi analisis yang belum tentu berpengaruh terhadap kebijakan Akuntansi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

C. Saran

  Berdasarkan hasil analisa atas kelebihan dan kekurangan pada praktek kebijakan akuntansi dana pensiun pada Dana Pensiun Pupuk Kalimantan Timur saran yang dapat diberikan adalah agar di dalam mengelola investasi dana pensiun benar-benar berpedoman pada arahan investasi pendiri dan peraturan perundangan yang berlaku terutama mengenai batasan maksimum investasi saham, yaitu 0% - 5%. Accounting Principle Board. Accounting For The Cost of Pension Plans. APB Opinion No. 8 New York: AICPA, 1982. Committee of Accounting Procedure. Accounting For The Cost of Pension Plans.

  Accounting Research Bulletin No. 47. Dana Pensiun Pemberi Kerja PT. Pupuk Kalimantan Timur. Peraturan Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur. Jakarta: Perum Percetakan Negara RI, 1997.

  Didi Achdijat. Aspek Aktuaria Akuntansi Program Pensiun. Usahawan, Oktober 1994, 10 Th. XXIII, hal. 21-25. Financial Accounting Standard Board. Employers. Accounting For Pension.

  Statement of Financial Accounting Standard No. 87. Financial Accounting Standard Board. Objective of Financial Reporting by Bussiness Enterprises. Statement of Financial Accounting Concept No. 1.

  Ikatan Akuntansi Indonesia. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Penerbit Salemba Empat, Oktober 1999. Kadarisman. Kualitas Pendanaan Dana Pensiun Pemberi Kerja (Dengan Program

  Pensiun Manfaat Pasti). Usahawan, Oktober 1994, No. 10 Th. XXIII, hal. 12 – 20. _____ Pengalokasian Keakayaan dan Investasi Dana Pensiun. Usahawan, Oktober 1994, No. 10 Th. XXIII, hal. 16 – 20. Kieso, Donald E., and Jerry Waygandt. Intermediate Accounting. Seventh Edition, New York: John Wiley and Son, 1991. Koeshartono, D. Peningkatan Kesejahteraan Karyawan Melalui Penyelenggaraan Program Pensiun. Modus, Oktober – Desember 1997, hal. 52 – 57. Pratiwi Budhiharta. Akuntansi Dana Pensiun dan Laporan Keuangan Dana Pensiun.

  Modus, 1997, 13, hal. 1 – 15.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dalam Program Pendidikan Tingkat Strata Satu
0
0
16
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ILHAM MUARIF NIM : 20131113031
0
0
15
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan NIKIE RAMSI TAMNGE NIM 20111112047
0
0
17
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
17
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan LINDA ROHMAWATI NIM. 20121110045
0
0
13
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan PUTRI RIZKY RACHMAWATI NIM. 20121113024
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan DEWI KURNIASIH NIM. 20121110008
0
0
16
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan NUR AZIZAH NIM. 20121113025
0
0
15
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan SITI MULYATI NIM. 20131111105
0
0
14
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan LIA MARLIANTI SEREN NIM. 20131113027
0
0
13
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Dalam Ilmu Tarbiyah
0
0
78
Show more