Kekerasan dalam pacaran: studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA N 1 Karangnongko tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik layanan bimbingan pribadi sosial.

Gratis

0
2
149
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Masalah yang kedua adalah “Berdasarkan bentuk kekerasan pacaran yang frekuen dialami siswa, topik bimbingan apa yang implikatif diusulkan dalampenyusunan program bimbingan pacaran yang sehat dan aman? Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) Bentuk-bentuk kekerasan dalam berpacaran pada remaja SMA N 1 Karangnongko Tahun ajaran 2012/2013termasuk dal am kategori “jarang” terdapat 58 butir item, dan terdapat kategorikerap kali 2 item, dan bentuk kekerasan dalam pacaran yang terjadi kategori sering tidak ada.

KATA PENGANTAR

  Skripsi ini berjudul Kekerasan dalam Pacaran (Studi Deskriptif Siswa Kelas XI SMA N 1 Karangnongko Tahun Ajaran 2012/2013 dan ImplikasinyaTerhadap Usulan Topik-Topik Layanan Bimbingan Pribadi Sosial). Skripsi ini dapat terwujud berkat bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak yang telah bersedia membimbing, membantu dan selalu memberikan dorongankepada penulis selama proses penyelesaian skripsi ini.

1. Bapak Rohandi, Ph. D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Bapak dan Ibu Dosen di Program Studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan selama ini sehingga berguna bagi penulis. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam proses penulisan skripsi ini.

DAFTAR ISI

  Tabel 4 : Item Valid dan tidak valid....................................................... 83 DAFTAR GRAFIK Grafik 1 : Profil Bentuk-bentuk Dating Violence yang dialami siswa.....

BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Banyak hal yang terjadi di masa remaja, salah satu yang menarik adalah

  Dari segi fisik, kekerasan yang dilakukan bisa berupa: memukul, meninju, menendang, Kekerasan dalam berpacaran telah banyak terjadi di Indonesia, seperti yang dilansir dalam LBH APIK (Lembaga Bantuan HukumAsosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) bahwa selama tahun 2009,LBH APIK menerima pengaduan dan pendampingan sebanyak 56 kasus kekerasan dalam pacaran. Layanan bimbingan dan konseling merupakan upayapemberian bantuan yang dirancang dengan memfokuskan pada kebutuhan, kekuatan, minat, dan isu-isu yang berkaitan dengan tahapan perkembangananak dan merupakan bagian penting dan integral dari keseluruhan program pendidikan.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan bentuk kekerasan pacaran yang frekuen sangat banyak atau tinggi dialami siswa, topik bimbingan apa yang implikatifdiusulkan sebagai program bimbingan pacaran yang sehat dan aman di SMA N 1 Karangnongko? Manfaat teoritisHasil penelitian ini dapat digunakan bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling untuk mengembangkan dan memperkaya pengetahuan yang dimiliki menyangkut dating violence sebagai bekal seorang calon guru Bimbingan dan Konseling di sekolah.

2. Manfaat praktis a

  Siswasemakin sadar untuk berefleksi sampai seberapa hubungan dalam berpacaran yang semestinya dan dapat memperolehbantuan-bantuan yang sesuai untuk mecegah kekerasan dalam berpacaran. PenelitiPeneliti mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian serta belajar berpikir kritis dalam menjawabpersoalan-persoalan, khususnya dalam mencermati bentuk- bentuk kekerasan berpacaran pada siswa SMA N 1Karangnongko Klaten Tahun Pelajaran 2012/2013, sehingga peneliti mampu mengembangkan program Bimbingan danKonseling Pribadi Sosial, khususnya dalam rangka meminimalisir kekerasan dalam berpacaran.

E. Definisi Operasional 1

  Dating violence adalah tindakan atau ancaman yang dilakukan secara sengaja, baik melalui perilaku, perkataan maupun mimikwajah yang dilakukan salah satu pihak kepada pihak lain dalam hubungan pacaran, yang ditujukan untuk memperoleh danmempertahankan kekuatan atau kekuasaan dan kontrol atas pasangannya dalam hubungan pacaran. Hal ini disebabkan karenakecemburuan, mengontrol perilaku, perubahan suasana hati yang tak bisa diramal, alkohol dan penggunaan obat, ledakan kemarahan,mempunyai masalah dengan teman dan keluarga, menggunakan kekuatan ketika bertengkar.

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi uraian mengenai kekerasan, pacaran, kekerasan dalam pacaran, bentuk kekerasan dalam pacaran, remaja dan bimbingan prribadi sosial. A. Kekerasan John Galtung (Warsana, 1992) mengatakan, kekerasan atau dalam prinsip

  dasar hukum publik dan privat Romawi merupakan sebuah ekspresi, baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakanagresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang, umumnya berkaitan dengankewenangannya. Berdasarkan uraian di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa kekerasan adalah tindakan yang bersifat, berciri keras, paksaan yang dilakukan kepadaseseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik, psikis atau barang orang lain.

B. Pacaran 1. Pengertian pacaran

  Menurut Cate dan Llyod (dalam Dinastuti, 2008) pacaran atau courtship adalah semua hal yang meliputi hubungan berpacaran (dating relationship), baikyang mengarah ke perkawinan maupun yang putus sebelum perkawinan terjadi. Berdasarkan uraian di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa pacaran adalah suatu proses hubungan antara dua orang insan manusia (laki-laki danperempuan) yang mempunyai komitmen untuk berinteraksi sosial dan melakukan aktivitas bersama-sama dengan maksud menuju hubungan yang lebih berkualitas(pertunangan atau pernikahan).

2. Fungsi Pacaran bagi Remaja

  Sumber status keberhasilanRemaja yang berasal dari kelas sosial ekonomi atas lebih sering berpacaran dibandingkan dengan mereka yang berasal dari kelas sosialekonomi bawah dan beberapa remaja menggunakan hubungan berpacaran sebagai bagian untuk mendapatkan, membuktikan ataupunmempertahankan status. Apakah berpacaran digunakan untuk melakukan seks atau seks berkembang pada masa berpacaran tergantungsikap, perasaan, motif, dan nilai yang dianut oleh remaja itu sendiri f.

3. Tahapan Pacaran

  KencanTahap ini biasanya adalah peningkatan dari tahap cinta monyet, yang terjadi pada dua orang yang salig jatuh cinta, yang sudah disertaiketertarikan pada perilaku tertentu dari pasangan, dan disertai keinginan untuk mengobrol/bersama-sama dalam waktu tertentu, tetapi belum adakomitmen. Peningkatan dari satu tahap ke tahap berikutnya dalam relasi antara pria dan wanita adalah sesuatu yang akan terjadi dan mengalir secara alamiah,dan perlu dikelola dan disikapi secara bijak agar semakin mendewasakan pribadi seseorang.

C. Kekerasan dalam Pacaran (Dating Violence) 1

  Pengertian Kekerasan dalam Pacaran Riani (2012) mengatakan kekerasan dalam pacaran adalah segala bentuk tindakan yang mempunyai unsur kekerasan yang meliputi kekerasan secara fisik,seksual, atau psikologis yang terjadi dalam sebuah hubungan pacaran, baik yang dilakukan di depan umum maupun dalam kehidupan pribadi. Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa kekerasan dalam berpacaran adalah semua perilaku Wekerle dan Wolfe (dalam Furlong :2005) memberikan definisi kekerasan dalam pacaran sebagai semua tindakan yang bermaksud untuk mengontrol ataumendominasi pasangannya secara fisik, seksual atau emosional yang menyebabkan terjadinya luka.

D. Bentuk Kekerasan dalam Pacaran (Dating Violence)

Menurut Murray (dalam Siagian 2009:16) bentuk-bentuk dating violence terdiri atas tiga bentuk, yaitu kekerasan verbal dan emosional, kekerasan seksual,kekerasan fisik.

1. Kekerasan Verbal dan Emosional

  Kekerasan verbal dan emosional dalam berpacaran adalah ancaman yang dilakukan pasangan terhadap pacarnya dengan perkataan maupun Name calling adalah memanggil pasangannya dengan sebutan- sebutan yang negatif. Sentuhan yang tidak diinginkanSentuhan pada bagian-bagian tubuh yang dilakukan tanpa persetujuan pasangannya, sentuhan ini kerap kali terjadi di bagian dada,bokong, dan yang lainnya.

4. Bentuk-bentuk Kekerasan dalam Berpacaran yang Umum Terjadi

  Kekerasan psikis, bentuknya berupa cacimakiaan, umpatan, hinaan, pemberian julukan yang mengandung olok-olok ; membuat seseorangmenjadi bahan tertawaan ; mengancam, cemburu yang berlebihan, membatasi pasangannya untuk melakukan kegiatan yang disukai,pemerasan, mengisolasi, larangan berteman. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku dating violence terdiri dari tiga bentuk yakni kekerasan Verbal dan Emosional yang terdiri dari mengatakan pacarnya gendut, menuduh, mempermalukan di depan umum, membatasi kebebasan, ancaman, melanggar privasi.

5. Faktor-Faktor Kekerasan dalam Pacaran

  Sejarah kekerasan dalam keluargaStudi yang dilakukan di Brazil, Afrika, dan Indonesia (2002) menunjukkan bahwa dating violence cenderung dilakukan oleh laki-lakiyang sering mengobservasi ibunya yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Follingstad, Rutledge, Polek, & McNeill-Hawkins (dalam Luthra & Gidycs, 2006) menyebutkan bahwa dengan pertambahan setiap 6 bulan durasi pacaran, korban dari kekerasan berulang-ulang akan lebih bisa bertahan dalam hubungan yang dijalaninya, daripada korban yangmengalami sekali kekerasan atau dengan kata lain semakin sering dilakukan suatu kekerasan kepada pasangannya maka sang pelaku akansemakin merasa bahwa si korban menerima perilaku kekerasan tersebut.

6. Karakteristik Orang yang melakukan Dating Violence

  Perasaan ini membuat pasangan mereka ingin mengontrol segala Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa delapan faktor yang mempengaruhi dating violence pada remaja adalah (1) faktor individual, (2)sejarah kekerasan dalam keluarga, (3) penerimaan teman sebaya, (4) harapan peran gender, (5) penggunaan obat-obatan, (6) gangguan kepribadian, (7) faktordalam hubungan, dan (8) faktor komunitas. Faktor individual yang dapat menyebabkan seseorang melakukan kekerasan terhadap pasangannya adalah usiamuda, berada pada level ekonomi yang rendah, memiliki prestasi akademis yang rendah, serta seseorang yang sering mengobservasi ibunya yang mengalamikekerasan dalam rumah tangga, mengalami emotionally dependent, insecure dan rendahnya self esteem.

E. Remaja 1. Pengertian Remaja

  Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luaslagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock,1992). Remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yaitu diawali dengan matangnya organ WHO (dalam Sarwono, 2005) memberikan definisi tentang remaja sebagai individu yang memiliki 3 kriteria, yaitu kriteria biologis, psikologis,dan sosial ekonomi.

2. Tugas Perkembangan Remaja

  Havighurst (dalam Yusuf, 2010) melalui perspektif psikososial berpendapat bahwa periode yang beragam dalam kehidupan individumenuntut untuk menuntaskan tugas-tugas perkembangan yang khusus. Mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kesanggupannya.

3. Ciri-ciri Masa Remaja

  Pertumbuhan fisikPertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seksualSeksual mengalami perkembangan yang kadang-kadang menimbulkan masalah dan menjadi penyebab timbulnya perkelahian,bunuh diri, dan sebagainya.

4. Kekerasan dalam Berpacaran di Kalangan Remaja

  Kecemasan, kemarahan ini akan semakinbertambah dengan adanya tuntutan orang tua maupun pihak lain bahwa belum saatnya untuk berpacaran. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan siswa dalam berpacaran ataupun berteman Hal lain yang juga terlihat pada diri siswa SMA, sebagai remaja, adalah kuatnya pengaruh teman sebaya.

F. Bimbingan Pribadi Sosial 1. Pengertian Bimbingan

  Kedua, bimbingan sebagai suatu cara pemberianbantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembanganpribadinya. Ketiga, bimbingan merupakan sejenis pelayanan kepada individu- individu, agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengantepat, dan menyusun rencana secara realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan di dalam lingkungan di mana merekahidup.

2. Pengertian Pribadi Sosial

  Ahmadi (2004: 109) mengungkapkan bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada pesertadidik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilihkelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya. Perkembangan dan perubahan yang dialami oleh remaja adalah Gunarsa dan Gunarsa (2002), perkembangan fisik dan psikis dalam diri remaja.mengemukakan bahwa perubahan fisik dapat teramati secara langsung misalnya perubahan tinggi badan, berat badan, wajah, akan tetapi yang menyangkutperubahan psikis tidak cepat dapat diamati.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian mengenai jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, dan teknik pengumpulan data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. Furchan (2007: 447)

  mengatakan penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada saat penelitiandilakukan, menjelaskan data apa adanya dalam situasi sekarang. Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang bentuk-bentuk kekerasan yang frekuen atau kerap dialamai dalamberpacaran (dating violence) pada remaja SMA N 1 Karangnongko, Klaten dengan implikasinya pada usulan topik-topik layanan bimbingan pribadisosial.

B. Subjek Penelitian

  Penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah para siswa kelas XI SMA N 1 Karangnongko Klaten Tahun Ajaran 2012/2013 yangterdiri dari 6 kelas yaitu XI IA 1, XI 1A 2, XI IA 3, XI IS 1, XI IS 2, dan XI IS 3. Kuesioner kekerasan dalam pacaran ini akan terdiri dari dua bagian yaitu (1) bagian pengantar, identitas responden serta petunjuk pengisian dan (2) bagian pernyataan yang mengungkapbentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran siswa kelas XI di SMA N 1Karangnongko Klaten tahun pelajaran 2012/2013.

2. Penentuan Skor

  Pemberian skor dilakukan dengan memberi nilai pada setiap alternatif jawaban ditentukan sebagai berikut: Pemberian skor untuk item yang bersifat favorabel diberi skor 4 untuk jawaban lebih dari 10 kali, skor 3 untuk jawaban 7-9kali, skor 2 untuk jawaban 4-7kali, skor 1 untuk jawaban 1- 3kali. pernah 3 kali (1) (2) 9 kali (3) lebih dari Pernyataan10 kali (4) 1.

3. Kisi-kisi Kuesioner

Tabel 3Kisi-kisi Kuesioner Kekerasan dalam Pacaran ∑ No Aspek Indikaor Pernyataan 1 Mengalami Name calling 1, 2, 3, 4 4 kekerasan Intimidating looks 4, 5, 6, 7 4 secaraverbal dan Use of pagers and 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 8 emosional cell phones Making a boy/girl 16, 17 2 wait by the phone Monopolizing a 18, 19 2 girl’s/ boy`s time Making a girl`s/ 20, 21, 22 3 boy`s feel insecureBlaming 23, 24 2 Making threats25, 26, 27,28 4 Manipulation /29, 30 2 making himself look patheticInterrogating 31, 32, 33, 34, 35 5 Humiliating her/36, 37, 38, 39, 40 5 him in public Breaking 41, 42, 43 3 treasured items 2. Mengalami Perkosaan 44, 1 kekerasanSentuhan yang secara 45, 1 tidak diinginkanseksual 3. Mengalami Memukul, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, kekerasan mendorong, 53, 549 secara fisik membenturkan Mengendalikan, 55, 56, 57 3 menahanPermainan kasar 58 1 Jumlah 58 58

4. Validitas dan Reliabilitas a

  Metode yang digunakan yaitu dengan mengkorelasikan skor-skor setiap item instrumen terhadap skor-skor setiap aspek melalui pendekatan korelasi Pearson Product Moment dengan rumus sebagai berikut : N XY X Y r = XY2222 N X X N Y Y Keterangan : r = Korelasi skor butir/item dengan skor total aspek XYN = Jumlah subyek X = Skor item atau butirY = Skor total per aspek . Dengan demikian tujuan pengujianreliabilitas alat ukur adalah mengetahui sejauh mana pengukuran variabel dapat memberikan hasil yang sama jika dilakukan kembalikepada subjek yang sama pada kesempatan yang berbeda.

2 S x : varians skor skala

  Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan dan telah dihitung dengan menggunakan bantuan program komputer Statistic Program for Social Science (SPSS) 16.0 for Window, diperoleh perhitungan reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus koefisien alpha (α), yaitu 0,992. Tabel 5 Koefisien Reliabilitas Bentuk-bentuk Kekerasan dalam Pacaran.

D. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data 1. Persiapan dan pelaksanaan

  Merumuskan item-item yang mengungkap berbagai aspek yang hendak diteliti berdasarkan indikator kekerasan dalam pacaran. Uji coba empirik kuesioner kekerasan dalam pacaran bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas instrumen/alat ukur,sehingga didapatkan kelayakan penggunaannya sebagai alat ukur yang dapat dihandalkan dan benar-benar mengungkap apa yang diteliti.

2. Teknik Analisis Data a

  Memeriksa validitas dan reliabilitas kuisioner bentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran para siswa dengan cara : 1) Menghitungkoefisien reliabilitas kueisioner Kekerasan dalam Berpacaran (dating violence) dari Siswa SMA N 1 Karangnongko Klaten Tahun Ajaran 2012/2013 menggunakan rumus Spearman-Brown dengan program komputer SPSS. Untuk memperkaya informasi dari analisis hasil temuanpenelitian ini, dilakukan analisis perindikator bentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran, dengan memperhatikan terutama bentuk kekerasan yang frekuensinyadialami oleh remaja pada kategori lebih dari 10 kali letak nilai 4 pada skala.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat jawaban atas rumusan masalah penelitian ini yaitu, (1) Bentuk-bentuk kekerasan seperti apa yang kerap muncul dalam berpacaran

  (dating violence) dikalangan remaja SMA N I Karangnongko Klaten, dan (2) berdasarkan bentuk kekerasan dalam pacaran yang frekuensinya banyak dialamisiswa, topik bimbingan apa yang implikatif diusulkan dalam penyusunan progaram bimbingan pacaran yang sehat dan aman. Deskripsi Gambaran Umum Partisipan Penelitian Setelah dilakukan pengumpulan data, data diolah sesuai dengan prosedur yang telah dijabarkan dalam teknik analisis data pada bab III.

JENIS KELAMIN TOTA NO KATAGORI

  Berdasarkan jenis kelamin partisipan dalam katagori umur, proposi Katagori berganti pacar, remaja putri lebih besar dari pada remaja putra yakni 63,87 bernading 36,13. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran pada siswa kelas XI SMA N 1 Karangnongko Klaten danimplikasinya pada usulan program yang cocok untuk penyusunan silabus bimbingan pribadi sosial.

20 Jarang Kerap Kali Sering

  Subjek yang pernah berpacaran dan terlibatdalam dating violence memiliki masa berpacaran kurang dari 1 bulan 29,03% dari seluruh subjek yang berpartisipasi. Subjek partisipan yang berpacaran 1-6 bulansebanyak 27,74% dan 17,41 % subjek partisipan berpacaran 6-1 tahun dan sisanya 25,80% berpacaran lebih dari 1 tahun.

2. Butir-butir Bentuk-bentuk Dating Violence para Siswa

  Berdasarkan perhitungan rata-rata skor tiap butir pada kuisioner diperoleh 56 butir yang masuk dalam kategori jarang , kategori kerap kali ada 2 butir dan disering tidak ada pada tabel penggolongan subjek oleh Azwar (2008 : 107-109). 414- Sering 0 butir Jumlah 58 butirSaya mengambil sepuluh butir yang berfrekuensi tinggi (frekuensi yang tinggi dalam kategori bentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran)adalah : Tabel 13Analisis sepuluh butir bentuk-bentuk dating violence No Butir Rumusan Skor Peringkat Menjelek-jelekkan tubuh saya (memberi 1.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Dating violence atau yang biasa disebut kekerasan dalam pacaran merupakan tindakan atau ancaman yang dilakukan secara sengaja baik melalui perilaku, perkataan maupun mimik wajah yang dilakukan salah satupihak kepada pihak lain dalam hubungan pacaran. Riani (2012) Mengatakan bahwa kekerasan dalam pacaran kerap muncul dalam bentuk tindakan, yang meliputi kekerasansecara fisik, seksual, atau psikologis yang terjadi dalam sebuah hubungan pacaran, baik yang dilakukan di depan umum maupun dalam kehidupanpribadi.

1. Menjelek-jelekkan tubuh saya (memberi julukan negatif, misal “Gembrot,Cungkring)

  Untuk item pertama menjelek-jelekan tubuh saya, dari hasil penelitian dalam kekerasan dalam pacaran memiliki frekuensi kekerasanuntuk 1-3 kali sebanyak 47 subjek yang mengalami. Kebanyakan orang beranggapan bahwa memberika julukan kepada orang lain itu hal yang biasa, dengan sesuka hati kita memberikannama-nama yang bukan semestinya.

2. Mengatakan saya “malas”. Untuk item kedua, Mengatakan saya “malas”

  Semua item bentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran terisi semua, Fenomena yang nampak hanya kasus-kasus yang tanpa sengaja dan tidak diketahui, dapat dikatakan bahwa yang tampak berupa fenomena gunung es(iceberg), dimana kasus sebenarnya masih jauh lebih besar lagi, namun banyak hal yang membuatnya tidak muncul ke permukaan. Pria yang menganut peran gender yang mendominasi akan lebih cenderung mengesahkan perbuatan dating violence kepadapasangannya, sedangkan wanita yang menganut peran gender yang pasif, akan lebih menerima dating violence dari pasangannya.

C. Dampak Implikatif Hasil Penelitian

  Pemberiaan materi untuk siswa yang belum pacaran adalah untuk pencegahan dan untuk yang sudah dalah untuk memberikanedukasi dengan demikian siswa bisa menghindari kekerasan dalam pacaran. Melihat hasil penelitian dan dari butir-butir yang termasuk tinggi dalam frekuensi kerap kali dan jarang, maka peneliti memberikan beberapausulan yang disusun dalam silabus bimbingan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran terhadap kegiatan bimbingan dan konseling pribadi sosial di sekolah. A. Kesimpulan Beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil

  Bentuk-bentuk kekerasan yang dialami siswa ialah jarang 96, 55 %, kerap kali 3,45 % dan sering sebanyak 0 %. Terdapat sepuluh item yang mempunyai frekuensi tinggi dan butir bentuk- bentuk kekerasan dalam pacaran yang termasuk kategori rendah tetapimemeliki frekuensi yang cukup tinggi, sebagai berikut: No Rumusan 1 Menjelek-jelekkan tubuh saya (memberi julukan negatif, misal“Gembrot,Cungkring) 4 Melarang saya melakukan sesuatu dengan lawan jenis 5 Mengawasi pergaulan saya dengan orang lain.

B. Saran

  Guru PembimbingGuru pembimbing diharapkan peka terhadap kebutuhan para siswa yang selama ini belum tercapai dalam hal berhubungan dengan lawanjenis. Guru pembimbing mampu memberikan layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial yang efektif bagi para siswa sehingga siswasemakin mengerti dan memahami kekerasan dalam pacaran.

5. Peneliti lain

  Peneliti lain setelah mendapat masukan yang terkait dengan penelitian kekerasan dalam pacaran mampu mengembangan penelitian lain yangterkait dengan kekerasan dalam pacaran, yaitu: a. Menuliskan refleksi 3 Meminta siswa menuliskan pernyataan dengan pernyataanhasil belajarnya dan tiga kali saya pada Refleksimanfaat yang sebuah kertas.diperoleh dari kegiatan hari ini.

8.1. Mendengarkan

  Rencana Tindak Lanjut : binimbing yang masih membutuhkan informasi atau bantuan lebih lanjut dapat melakukan konseling individual. Mengembangkan Perilaku Asertif yang Positif: Teknik- teknik Praktis untuk Keberhasilan Pribadi.

2. Rini, Jasinta. 2001. “Asertivitas”. (www. e-psikologi.com)

  Masalah yang kedua adalah “Berdasarkan bentuk kekerasan pacaran yang frekuen dialami siswa, topik bimbingan apa yang implikatif diusulkan dalampenyusunan program bimbingan pacaran yang sehat dan aman? Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) Bentuk-bentuk kekerasan dalam berpacaran pada remaja SMA N 1 Karangnongko Tahun ajaran 2012/2013termasuk dal am kategori “jarang” terdapat 58 butir item, dan terdapat kategorikerap kali 2 item, dan bentuk kekerasan dalam pacaran yang terjadi kategori sering tidak ada.

Dokumen baru

Download (149 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

analisis kesulitan beleaar dalam mengerjakan soal-soal akutansi pokok bahasan laporan keuangan pad siswa kelas 1.3 cawu 1 man 2 jember tahun ajaran 2000/2001
0
12
64
Diaknosis kesalahan penerapan konsep dalam menyelesaikan soal-soal fisika tentang kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas II Cawu 1 SLTP Negeri 12 Jember tahun pelajaran 200/2001
0
4
77
Efektifitas pembelanjaran biologi dengan teknik kasus diluar kelas dalam bentuk media slide terhadap hasil belajar siswa (sub-konsep pencemaran lingkungan kelas x semester 2 di SMAN 1 Kencong tahun ajaran 2004/2005)
0
3
117
Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
1
5
94
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
1
21
258
Hubungan layanan bimbingan dan konseling dengan prestasi belajar siswa di SMAN 1 Pamulang
0
6
145
Kontribusi layanan bimbingan dan konseling dalam membina disiplin belajar siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 59 Jakarta
0
14
172
Hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan konseling dan intensitas pemanfaatan layanan bimbingan konseling di SMA PGRI 109 Tangerang
2
14
105
Kepuasan siswa terhadap koleksi dan layanan perustakaan SMA Labschool Kebayoran
1
8
100
Pengaruh kualitas layanan dan customer value terhadap kepuasan nasabah serta implikasinya terhadap loyalitas nasabah: studi pada nasabah BNI Syariah Cabang Fatmawati
1
14
166
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
10
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
28
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
25
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Show more