Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Gratis

1
1
355
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalamkutipan dan daftar referensi, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Penelitian bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas IV SD N Petinggen pada mata pelajaran IPA melalui penerapan modelkooperatif tipe STAD; (2) untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IVSD N Petinggen pada mata pelajaran IPA; dan (3) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD N Petinggen pada mata pelajaran IPA.

KATA PENGANTAR

  Penyusunan skripsi ini dalam rangka untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dengan judul skripsi.” Peningkatan Keaktifan Dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IVSD N Petinggen Melalui Penerapan Mod el Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD”. Siswa dan siswi SD N Petinggen tahun pelajaran 2015/2016 yang telah memberikan waktu dan kerjasama yang sangat baik selama penelitimelakukan penelitian.

1.1 Latar Belakang

  Memahami beragam sifat dan perubahan wujud benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya, khususnya KD 6.1 Mengidentifikasi wujudbenda padat, cair, dan gas memiliki sifat tertentu dan KD 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair → padat → cair; cair → gas → cair; padat → gas,diperoleh nilai ulangan harian siswa kelas IV SD N Petinggen tahun pelajaran2013/2014. Melalui model pembelajaran kooperatif ini Menurut Slavin (dalam Nurasma, 2008:50), Model STAD adalah siswa dibentuk dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau lima siswa yangmerupakan campuran dari kemampuan akademik yang berbeda, sehingga dalam setiap kelompok terdapat siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah atauvariasi jenis kelamin, kelompok ras dan etnis atau kelompok sosial lainnya.

1.2 Batasan Masalah

  Batasan dalam penelitian ini adalah dua variabel yaitu keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas IV SD N Petinggen pada SK 6 yaitu: Memahami beragam sifatdan perubahan wujud benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan 1.3 Rumusan Masalah 1.3.1 Bagaimana upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA tentang sifat dan perubahan wujud benda siswa kelas IV SD N Petinggen melaluipenerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD? 1.3.3 Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD N Petinggen pada matapelajaran IPA tentang sifat dan perubahan wujud benda dari nilai ulangan kondisi awal 66,3 menjadi 75 dan dari persentase 33,3% menjadi 75% ?

1.5 Manfaat Penelitian

  1.5.1 Bagi Guru Kelas Memberikan contoh PTK tentang bagaimana meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas IV SD N Petinggen pada mata pelajaran IPA materi sifat dan perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 1.5.2 Bagi Sekolah Menambah koleksi perpustakaan tentang karya ilmiah guru yang berupa hasil perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

1.6 Definisi Operasional

  1.6.3 IPA adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar beserta isinya 1.6.7 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan pengarahan, membuatkelompok heterogen (4-5 orang) yang di dalamya memiliki tingkat kemampuan yang beragam tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. BAB II LANDASAN TEORI Pada bab II ini peneliti menjabarkan mengenai dasar teori penelitian yaitu kajian pustaka, penelitian sebelumnya yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Keaktifan Belajar

2.1.3.1 Pengertian Keaktifan Belajar

  Aktif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:31) berarti giat (bekerja, berusaha), keaktifan berarti kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang mendukungproses pembelajaran. Menurut Dimyati (2006:45) mengatakan bahwa keaktifan itu beragam, mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar siswa adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa untuk memperoleh informasiyang telah diketahui melibatkan fisik, mental serta emosional untuk memperoleh hasil belajar berupa pemahaman antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

3.1.3.1 Indikator Keaktifan Belajar

  Begitu juga dengan pendapat Winkel (dalamSusanto, 2013:4) belajar adalah suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif antara seseorang dengan lingkungan, dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relatif konstan dan berbekas. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses di mana seseorang memperoleh pengetahuan dengan cara Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah ditempuh yang dapat diukur dari ranahpengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai interaksi aktif antara subjek belajar dan objek belajar selama proses pembelajaran di dalam kelas.

4.1.3.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi

  Modelpembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa Berdasarkan pengertian dari beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model kegiatan pembelajaran yang berfokusmenggunakan kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran dan bekerja di dalam kelompok-kelompok kecil yang struktur kelompoknya heterogen. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah strategi pengajaran yang dibentuk menjadikelompok-kelompok kecil agar dapat memaksimalkan pembelajaran dengan cara belajar bersama dan memecahkan masalah bersama kelompok.

2.1.3.3 Unsur-Unsur Penting dan Prinsip Utama Pembelajaran Kooperatif

  Tanggung jawab individual dalam belajar kelompok dapat berupa tanggung jawab siswa dalam hal : (a) membantu siswayang membutuhkan bantuan; dan (b) siswa tidak dapat hanya sekedar“membonceng” pada hasil kerja teman jawab siswa dan teman sekelompoknya. Selain lima unsur penting dalam belajar kooperatif dalam pembelajaran ini juga mengandung prinsip-prinsip yang membedakan dengan model pembelajaranlainnya.

2.1.3.4 Macam-macam Model Pembelajaran

  Dalam model kooperatif jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengolah informasi yang didapat dandapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi, anggota kelompok bertanggung jawab terhadap keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagianmateri yang dipelajari dan dapat menyampaikan informasinya kepada kelompok lain. Tipe TGT (Team Games Tournamens)TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orangsiswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda.

2.1.4.2 Keunggulan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  Siswa bekerjasama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma- norma kelompok. Siswa aktif untuk membantu dan mendorong semangat untuk sama-sama berhasil.

2.1.4.3 Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team

  Fase-Fase Pembelajaran Kooperatif Fase Kegiatan GuruFase 1 Menyampaikan semua tujuan pelajaran Menyampaikan tujuan dan memotivasi yang ingin dicapai pada pelajaransiswa tersebut dan memotivasi siswa belajar. Fase 3 Menjelaskan kepada siswa bagaimana Mengorganisasikan siswa dalam caranya membentuk kelompok belajarkelompok-kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

2.1.5.3 Tujuan Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam

  Adapun tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar dalam Badan Nasional StandarPendidikan BSNP (2006), dimaksudkan untuk : 1. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang 6.

2.1.5.3 Materi Pelajaran IPA Kelas IV

  Masing-masing benda tersebut memiliki sifat yang dapat membedakan jenis benda yang satu dengan yang lainnya. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa PTK adalah penelitian yang bersifat reflektif yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki ,meningkatkan sistem pembelajaran atau pengajaran di dalam kelas.

2.2. Penelitian Yang Relevan

2.2.1 Penelitian

  Hasil penelitiannya adalah Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapatmeningkatkan partisipasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran PKn materi kebebasan berorganisasi, guru kelas V melakukan pembenaran pelaksanaan (58,33%). Kemudian peneliti mengadakan revisi dan evaluasi lagi, peneliti melaksanakan siklus II dan didapatkan 32 siswa (89%) aktivitas dalam prosespembelajaran PKn materi kebebasan berorganisasi.

2.2.2 Penelitian Seno

  Karena dengan metode eksperimen siswa dapat memperolehpengalaman langsung dan dapat bersosialisasi dengan temannya. Yang perlu diteliti: Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IV SD N Petinggen MelaluiPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD Gambar 2.1.

2.3 Kerangka Berpikir

  Guru banyak memberikan informasi secara terus menerus sehingga siswa hanya sebagai wadah yang menerima informasitersebut dan hanya mampu mengingat fakta dan cenderung menghafal materi sehingga kemampuan berpikir ilmiah siswa akan sangat rendah. Haltersebut yang menyebabkan prestasi belajar siswa menurun bahkan tidak mengalami perkembangan, dikarenakan siswa tidak mengalami langsung proses belajar dari Proses pembelajaran hendaknya siswa menjadi pemegang peran penting yaitu menjadi subjek belajar dan guru mendampingi atau dapat dikatakan pembimbing.

2.4 Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan pada penelitian ini yaitu :

2.4.1 Upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar materi sifat dan perubahan

2.4.3 Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan

  wujud benda siswa kelas IV di SD N Petinggen dapat ditempuh dengan prestasi belajar siswa kelas IV SD N Petinggen pada mata pelajaran IPA tentang sifat dan perubahan wujud benda dari nilai rata-rata kondisi awal 66,3 menjadi 75 dan dari persentase ketuntasan 33,3% menjadi 75% . BAB III METODE PENELITIAN Di dalam bab III ini peneliti menguraikan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini.

3.1 Jenis Penelitian

  Penelitian ini merupakan suatu penelitian atau proses penyelidikan ilmiah yang melibatkan guru dalam proses pendidikan tertentu dengan tujuan memperbaikiproses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dalam hal ini masalah yang dihadapi adalah keakifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dalam kriteria sedang dan masih di bawah KKM.

3.2 Setting Penelitian

  3.2.2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Petinggen tahun pelajaran 2015/2016. Siswa berjumlah 29 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.

3.2.4 Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 yaitu pada bulan September 2015-Februari 2016. Tabel.3.1 Jadwal Penelitian No Kegiatan Bulan Sep Okt Nov Des Jan Feb 1.

3.2.5 Rencana Penelitian

  Mengidentifikasi masalah yang ada di kelas yang berkaitan dengan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas IV. Memilih materi sesuai dengan data nilai yang diperoleh dengan standar kompetensi dan kompetensi dasarnya.

b. Pelaksanaan Tindakan Tiap Siklus I 1) Pertemuan I

  a) Guru menyampaikan KD, indikator, dan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran. (Langkah II STAD)c) Guru memberikan pertanyaan berbagai mengenai wujud, sifat dan contoh benda.

2) Pertemuan II a) Guru menyampaikan KD, indikator dan tujuan pembelajaran. (Langkah I STAD)

  (Langkah III STAD) c) Guru memberikan pertanyaan mengenai sifat dan wujud benda(padat, cair, dan gas) untuk mengetahui kemampuan pemahaman siswa. Mulai dari kegiatan siswa dalam mengikutiproses pembelajaran sampai dengan hasil penilaian pada setiap akhir siklus yang dilakukan.

a. Perencanaan Tindakan Siklus II

  Perencanaan yang dilakukan peneliti sebelum memberikan tindakan, peneliti akan menentukan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yangterkait dengan sifat dan perubahan wujud benda, sebelumnya peneliti harus mengidentifikasi data awal siswa mengenai tingkat kemampuansiswa lalu membuat perangkat pembelajaran meliputi (silabus, RPP, LKS, soal evaluasi, bahan ajar, lembar observasi, media, dan sumber belajar)yang digunakan dalam pembelajaran. Media yangdigunakan juga media yang mendukung dan membantu siswa dalam f) Guru menjelaskan pengertian perubahan wujud benda.

III STAD)

  (Langkah IV STAD)h) Siswa mencari tahu perubahan wujud benda.i) Guru meminta siswa melakukan percobaan menggunakan alat yang sudah disiapkan oleh guru.j) Siswa melakukan percobaan dengan pendampingan guru secara berkelompok.k) Siswa secara kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan c) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Refleksi Peneliti melakukan evaluasi dari hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

  Dalam melaksanakan suatu penelitian maka hal yang sangat diperlukan adalah 3.3.2 Observasi Pengamatan (observasi) adalah metode untuk mengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik. 3.3.3 Angket Menurut Masidjo (1995:70) angket adalah suatu daftar pernyataan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya.

3.3.5 Dokumentasi

  Dokumen merupakan sebuah catatan yang berisi peristiwa-peristiwa yang sudah berlalu (Sugiyono, 2011:326). Dokumen yang digunakan peneliti berupa tulisan dan gambar, aspek yang akan ditulis yaitu nama siswa, jenis kelamin dan untuk dokumen gambaradalah mengabadikan momen-momen saat kegiatan belajar mengajar di kelas IV SD N Petinggen.

3.4 Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini menggunakan 2 jenis instrumenpenelitian, yaitu non tes untuk mengukur keaktifan siswa, dan tes untuk mengukur prestasi belajar siswa. Kegiatan ini digunakan untuk mengetahui kondisi awal dari proses pembelajarannya, yaitu keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.

A. Proses pembelajaran di kelas

  1. Apakah menggunakan model pembelajaran dalam penyampaianmateri?

2. Apakah kesulitan yang dialami ketika

  Peneliti melakukan wawancara kepada wali kelas IV, wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi secara langsung kondisi tertentu dan melengkapipenyelidikan ilmiah. Wawancara kepada guru kelas IV dilakukan sebelum penelitian dilakukan (pra-siklus) untuk mendapatkan data awaltentang keaktifan dan prestasi dari seluruh siswa kelas IV.

3.4.1.2 Instrumen Keaktifan

  Pada pengumpulan data keaktifan peneliti menggunakan 2 instrumen keaktifan, yaitu instrumen berupa lembar observasi keaktifan dan angket. Berikut iniadalah instrumen penelitian keaktifan siswa.

1. Lembar Observasi

  Penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan yang dibuat dari indikator-indikator keaktifan yang didapat dari pendapat beberapa paraahli. Penelitian inidiperoleh data tentang keaktifan dengan pengamatan langsung ketika proses pembelajaran menggunakan metode kooperatif tipe STAD berlangsung padapertemuan 1 dan 2 siklus I dan pertemuan 1 dan 2 pada siklus II.

6. Total

  Berikut tabel PAP II yang telah dimodifikasi oleh penelitimengenai keaktifan belajar pada tabel 3.11 Tabel 3.11 Kategori Penskoran Keaktifan Belajar Rentang Nilai Kategori Keaktifan Belajar66 – 100 Tinggi 56 -65 Sedang Rendah Berdasarkan tabel 3.11, apabila rata-rata skor keaktifan belajar siswa dari skor 66-100 maka tingkat keaktifan belajar siswa dinyatakan tinggi. 6.2.3 Menjelaskan terjadinya perubahan 4, 10, 13, 17, 18, 22, 24, 10wujud cair menjadi gas (menguap) 27, 28, 30 6.2.4 Menjelaskan terjadinya perubahan 6, 8, 25 3wujud gas menjadi cair (mengembun) 6.2.5 Menjelaskan terjadinya perubahan 7, 9 2wujud padat menjadi gas (menyublim) Soal evaluasi pada sikus II yang belum divalidasi terbagi menjadi enam indikator.

3.5 Teknik Pengujian Instrumen (Validitas dan Reliabilitas)

3.5.1 Validitas

  Sedangkan Gronlund (dalam Surapranata, 2004:50) mengatakan bahwavaliditas berkaitan dengan hasil suatu alat ukur, menunjukkan tingkatan, dan bersifat khusus sesuai dengan tujuan pengukuran yang akan dilakukan. Bentuk-bentuk validitas (Surapranata, 2004:50), yaitu: (a) validitas isi (content validity), yaitu suatu alat ukur dipandang valid apabila sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur, validitas isi sangat tergantung kepada dua hal yaitu tes itu sendiri dan proses yang mempengaruhi dalam merespon tes; (b) validitas Maka peneliti memutuskan untuk menggunakan dua validitas dua validitas yaitu validitas isi dan validitas empiris.

3.5.1.1 Validitas Isi

  Menurut Arikunto (2012:82) validitas isi adalah tes untuk mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan. Sejalandengan Arikunto, Surapranata (2009:51) validitas isi adalah suatu alat ukur dipandang valid apabila sesuai dengan isi kurikulum yang hendak diukur.

A. Perangkat pembelajaran

Dosen IPA 22 8890,6 Kepala Sekolah SD N Petinggen 24 96 Guru kelas IV A

1. Silabus

  Berikut adalah skor maksimal dari tiap instrumen pembelajaran pada tabel 3.18 22 92 Kepala Sekolah SD N Petinggen 25 100Guru kelas IV A 88 22 2. Sehingga peneliti memutuskan tidak merevisi soal 10 soal yang tidak valid dikarenakan 20 butir soal yang valid sudah cukup.

3.5.2 Reliabilitas

  Menurut Surapranata (2004:86) reliabilitas atau keajegan suatu skor adalah hal yang sangat penting dalam menentukan apakah tes telah menyajikanpengukuran yang baik. Jumlah item yang diuji reliabilitas pada siklus 1 berjumlah 15 item soal yang valid.

3.6 Teknik Analisis Data

  Pada analisis data merupakan cara untuk menentukan dalam penyusunan dan pengolahan data yang sudah dikumpulkan, dan diambil suatu kesimpulan yang dapatdipertanggungjawabkan. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti mempunyai tujuan untuk menganalisis ketercapaian tujuan dari penelitian ini.

3.6.1 Perhitungan Keaktifan Belajar Siswa

  Data keaktifan didapat dari hasil observasi, analisis keaktifan siswa dapat 3.6.1.2 Menghitung keaktifan belajar siswa setiap indikator berdasarkan angket dengan rumus sebagai berikut. 3.6.1.6 Membandingkan tingkat keaktifan belajar siswa dengan melihat hasil akhir keaktifan belajar siswa pada kondisi awal, siklus I, dan siklus II.

3.6.2 Perhitungan Prestasi Belajar Siswa

  Keaktifan belajar Skor rata-rata keaktifan 54,4 65 70 siswa belajar siswa (0-100) (rendah) (sedang) (tinggi) 2. Nilai rata-rata siswa 66,3 70 75 Prestasi Belajar pada Persentase jumlah mata pelajaran IPA siswa yang mencapai 33,3% 55% 75%KKM (70) Siklus dihentikan jika sudah mencapai target akhir siklus II yang ingin dicapai.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV memuat tentang gambaran umum penelitian, hasil penelitian dan

  pembahasan. Hasil penelitian mencakup tahapan-tahapan proses pembelajaran menggunakan metode Student Team Achievement Division (STAD).

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Kondisi Awal

  Sebelum melakukan penelitian pada kelas IV SD N Petinggen, peneliti melakukan observasi pada proses pembelajaran dan melakukan wawancara denganguru kelas. Berdasarkan hasil observasi terhadap proses pembelajaran di dalam kelas IV SD N Petinggen, peneliti melihat bahwa saat guru menjelaskan materi pelajaran siswa pasif dan masih banyak yang bercerita dengan teman sebangkunya, tidak ada Berdasarkan data yang didapatkan oleh peneliti maka peneliti melakukan observasi dan menyebar angket keaktifan belajar.

29 ZS 1 14,3 Rendah Rata-rata 45,3 Rendah

  55 14 MNH 45 58,7 Sedang 13 MAB 48 58,7 Sedang 12 KSP 41 46,7 Rendah 11 GAA 44 73,3 Tinggi 64 Sedang 44 10 FP 9 EJN 35 73,3 Tinggi 64 Sedang Berdasarkan hasil observasi keaktifan belajar siswa pada tabel 4.1 memperoleh hasil rata-rata 45,3 dalam kriteria rendah. Memahami beragam sifatdan perubahan wujud benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya, khususnya KD 6.1 Mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gasmemiliki sifat tertentu dan KD 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair→ padat → cair; cair → gas → cair; padat → gas, pada kondisi awal diperoleh dari nilai ulangan harian siswa kelas IV SD N Petinggen tahun pelajaran 2013/2014.

4.1.2 Siklus I

  Perencanaan yang dilakukan peneliti pada pertemuan ini adalah mempersiapkan segala sesuatu yang digunakan dan dibutuhkan dalam penelitiansiklus I. Persiapan tersebut meliputi penyusunan materi pelajaran tentang wujud dan sifat benda, menyiapkan silabus beserta komponen yang lengkap di dalamnya, RPP,dan LKS serta media yang digunakan dalam pembelajaran.

b. Pertemuan 2

  Siswa diminta Kegiatan akhir pertemuan kedua adalah siswa kembali ke tempat duduk masing-masing dan mempersiapkan diri untuk soal kuis yang akandibacakan oleh guru. Siswa yang nilai ulangan pada siklus I yang memenuhiKKM sebanyak 16 siswa dengan persentase 57,2% dan siswa yang belum memenuhiKKM sebanyak 12 siswa dengan persentase 42,8%.

4.1.2.4 Refleksi

  Kegiatan selanjutnya guru mendemonstrasikan perubahan wujud menggunakan plastik dan gambar air yang sedangdirebus, lalu melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai perubahan wujud yang didemonstrasikan oleh guru. Setelah itu guru membagikan Kegiatan akhir pada pertemuan 1 siklus II yaitu guru memberikan beberapa soal kuis untuk diperebutkan tiap-tiap kelompok, bagi kelompokyang menjawab dengan cepat dan tepat akan mendapatkan 1 skor (poin) dan akan dijumlahkan di akhir pertemuan kedua siklus II.

81.8 Persentase 88% 12%

  Siswa yang nilai ulangan pada siklus II yang memenuhiKKM sebanyak 22 siswa dengan persentase 88% dan siswa yang belum memenuhiKKM sebanyak 3 siswa dengan persentase 12%. Jumlah siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM jugaberkurang, yaitu dari 29 siswa kelas IV yang pada siklus I ada 12 siswa nilai yang belum mencapat target KKM, kini pada siklus II berkurang menjadi 3siswa.

4.2.1 Upaya Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD di kelas IV SD NPetinggen dilakukan untuk memaksimalkan kondisi belajar agar dapat mencapai tujuan belajar hal tersebut sesuai pendapat Johnson & Johnson dan Sutton (dalamTrianto 2013:60) bahwa belajar kooperatif akan meningkatkan interaksi antara siswa. 4.2.1.2 Pembagian Kelompok Guru membagi siswa kedalam lima kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 4.2.1.3 Penyajian Materi Guru menyajikan materi dengan bertanya jawab mengenai benda-benda di sekitar siswa dan mengamati benda yang sudah disediakan peneliti.

4.2.1.6 Pemberian Penghargaan Kelompok

  Nama Kondisi Awal Target siklus I Siklus I Target siklus II Siklus II 0.0 21 RFP 28 SAR 75.8 78.0 27 SN 33.3 59.8 74.1 75.5 26 SAP 84.1 93.3 29 ZS 41.8 76.3 80.9 Rata-rata 54,0 70,9 73,0 Berdasarkan tabel 4.13 tentang perhitungan observasi dan angket keaktifan belajar siswa menunjukkan bahwa keaktifan belajar kondisi awal 54,0 mengalamipeningkatan pada siklus I menjadi 70,9 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 73,0. Soal pilihan ganda diuji coba dan diisi oleh siswa pada pertemuan Berikut adalah hasil rata-rata prestasi belajar siswa dari kondisi awal hingga siklus II dapat dilihat pada tabel 4.15 di bawah ini.

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa:

5.1.1 Upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar materi sifat dan perubahan

5.1.3 Penerapan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar

  wujud benda siswa kelas IV di SD N Petinggen ditempuh dengan melakukan penelitian tindakan kelas menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STADdengan langkah-langkah: 1) penyampaian tujuan; 2) pembagian kelompok; 3) siswa kelas IV SD N Petinggen pada mata pelajaran IPA tentang sifat dan perubahan wujud benda. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai ulangandari kondisi awal 66,3 dengan ketuntasan belajar 33,3% pada siklus I menjadi71,6 dengan ketuntasan belajar 57,2% dan pada siklus II 81,8 dengan ketuntasan belajar 88%.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini masih terdapat satu keterbatasan yang dialami peneliti. Keterbatasan yang dialami peneliti adalah:

5.1.3 Waktu yang kurang karena terbuang untuk mengkondisikan siswa pada awal pembelajaran

5.3.1 Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengalokasikan waktu dengan baik

sehingga tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai dan tidak ada waktu yang terbuang untuk mengkondisikan siswa terlebih dahulu.

DAFTAR REFERENSI

  Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah: Standar Kompetansi dan Kompetensi Dasar. Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Pembelajaran PKn Siswa Kelas V SD Negeri 03 Wonorejo Gondangrejo Karanganyar .

VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN

  (2-tailed) .770 .155 .193 .317 .456 .033 .780 .447 .159 N 30 30 30 30 30 30 30 30 .038 .626 .373 .679 .535 .284 .121 .104 30 30** 30 30 30 30 * * 30 30 30 item24 Pearson Correlation .3801 .167 .141 .302 .380 .148 .185 .572 Sig. (2-tailed) .116 .354 .414 .203 .853 .002 .432 .235 .111 N 30 30 30 30 30 30 30 .822 .060 .084 .414 .755 .899 .849 .146 30 30 30 30 30 30 30 ** * 30 30 item24 Pearson Correlation -.0431 .095 -.223 .015 .080 .523 .049 .412 Sig.

KOMPETENSI MATERI KEGIATANINDIKATOR PENILAIAN ALOKASI SUMBER DASAR POKOK/PEM PEMBELAJARAN

WAKTU BELAJAR BELAJARAN

  Tes lisan Ilmugas memiliki sifat n Alam benda yang ada di 6.1.2 MenjelaskanUntuk SD sekitar kelas.sifat-sifat benda dan MI  Menyebutkan nama padat, cair dan gas Kelas IV.benda-benda Jakarta:Pusa tersebut.t Perbukuan  Menampilkan benda- 6.1.3 Menyebutkan, benda (padat, cair,contoh benda padat, Departemen dan gas)cair, dan gas Pendidikan Melakukan tanya Nasional.jawab tentang benda- benda yang 2004. Kegiatan 1 Lakukanlah percobaan di bawah ini dengan kelompokmu sesuai dengan petunjuk gurumu! Tujuan : mengetahui sifat-sifat benda cair Alat dan Bahan : gelas plastik, botol plastik, air, dan pensil Langkah Kerja : Tuangkan air ke dalam botol plastik sampai penuh, kemudian perhatikan bentuk air dalam botol! Tuangkan air ke dalam gelas plastik sampai penuh, kemudian perhatikan bentuk air dalam botol!

KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK/P EMBELAJ ARAN KEGIATAN PEMBELAJARANINDIKATOR PENILAIAN ALOKAS

  I WAKTU SUMBER BELAJARSIKLUS 2 6.2 Mendeskripsikan terjadinyaperubahan wujud cair, padat, cair,cair, gas, cair, padat, gas Perubahan wujudbenda  Melakukan pembagian kelompok heterogen. Menjelaskan materi perubahan wujud benda kepada siswa Mendemonstrasikan perubahan wujud benda menggunakan plastisi Membagikan LKS tentang perubahan wujud benda kepada setiap kelompok untuk melakukan kegiatan sesuai LKS tersebut. 6.2.5 Menjelaskan terjadinya perubahanwujud padat menjadi gas(menyublim) 6.2.4 Menjelaskan terjadinya perubahanwujud gas menjadi cair(mengembun)  Menghitung jumlah poin kuis yang diperoleh tiap kelompok Memberikan hadiah kepada tiap kelompok sesuai hasil terbanyak gas (menguap)  Mengisi soal menjodohkan yang ada didalam LKS sesuai petunjuk pengisian.

1 Siswa antusias dan dapat menyajikan hasil kerja kelompok dengan tepat

  2 Siswa antusias dan dapat menyajikan hasil kerja kelompok namun kurang tepat 3 Siswa kurang antusias dan dapat menyajikan hasil kerja kelompok namun kurang tepat 4 Siswa tidak antusias dan tidak dapat menyajikan hasil kerja kelompok Kunci Jawaban 1. Kesimpulan dari hasil pengamatan lilin yang dibakar adalah sebagai berikut.

2. Kesimpulan dari hasil pengamatan kamper yang dibakar adalah sebagai berikut

5. Kesimpulan dari hasil pengamatan es batu yang dipanaskan adalah sebagai berikut

  TUJUAN 6.2.1.1 Siswa dapat menjelaskan minimal 2 perubahan wujud cair menjadi padat (membeku) melalui kegiatan percobaan di dalam kelompok. Gambar 4: Penguapan Uap air panas yang keluar dari mulut cerek tersebut berada di udara, hanya saja mata kita tidak mampu untuk melihat titik-titik uap air yang beradadi udara.

8. Perubahan wujud ben da yang dapat kembali ke bentuk semula disebut…

  Benda di bawah ini yang berubah wujud menjadi gas jika dipanaskan adalah…. Benda di bawah ini yang berubah wujud menjadi gas jika dipanaskan adalah….

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN PKn SISWA KELAS V Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Pembelajaran PKn Siswa Kelas V SD Negeri 03 Wonorejo, Gondan
1
1
15
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016/2017.
0
0
232
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Karangmloko 1 tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV A SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD.
2
14
384
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VB SD K Sengkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
304
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V B SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
2
314
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
7
402
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
9
245
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas IV di SDN Srumbung 02.
0
3
354
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016 2017
0
0
230
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas IV SDN Minomartani tahun pelajaran 2012/ 2013.
0
0
179
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS kelas IV SD Kanisius Wirobrajan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD N I GIRITIRTO
0
0
9
Show more