Efek hepatoprotektif jangka pendek infusa biji atung (Parinarium glaberimum Hassk) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida

Gratis

0
2
66
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  D., Apt., selaku Dosen Penguji yang telah memberi kritik dan saran yang membangun dalam proses pelaksanaan dan penyusunan skripsi. Yustina Sri Hartini Apt., selaku Dosen Penguji yang telah memberi kritik dan saran yang membangun dalam proses pelaksanaan dan penyusunan skripsi.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  D., Apt., selaku Dosen Penguji yang telah memberi kritik dan saran yang membangun dalam proses pelaksanaan dan penyusunan skripsi. Yustina Sri Hartini Apt., selaku Dosen Penguji yang telah memberi kritik dan saran yang membangun dalam proses pelaksanaan dan penyusunan skripsi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR ISI

  Aktivitas ALT dan AST Tikus Setelah Pemejanan CCl 4 2mL/KgBB pada Waktu 0, 24 & 48 jam . Histogram Rata-rata Aktivitas ALT Setelah Pemejanan CCl 4 Dosis2 mL/kgBB pada Waktu 0, 24 & 48 jam .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR LAMPIRAN

  Analisis Statistik Aktivitas ALT dan AST pada Uji Pendahuluan Penetapan Dosis Infusa Biji Parinarium glaberimum Hassk . Purata dan Hasil Uji Post-Hoc Data ALT & AST Uji Pendahuluan Penetapan Dosis Infusa Biji Parinarium glaberimum Hassk .

4 Hepatoprotektif, ALT, AST, CCl

  Oneof the herbal plant in Indonesia is the Atung plant (Parinarium glaberimum Hassk) known to contain polyphenol compounds, especially in the seeds can be used as an antioxidant that cancapture free radicals that cause liver damage from toxic compounds CCl 4 . The aim of study were to know the hepatoprotective effect of short term period of Parinarium glaberimum Hassk seedsinfusion in male Wistar rats induced by carbon tetrachloride This purely experimental research with randomized complete direct sampling.

4 Hepatoprotective, ALT, AST, CCl

  Tikus Wistar yang digunakan berusia 2-3 bulan dengan berat badan ± 160 4 dosis 2 mL/kgBB), kelompok II sebagai kontrol negatif (olive oil dosis 2mL/kgBB), kelompok III sebagai kontrol perlakuan (infusa Parinarium glaberimum Hassk dosis tertinggi) dan kelompok IV,V dan VI sebagai kelompok perlakuan infusa biji Parinariumglaberrimum Hassk. Konsentrasi Infusa yang dibuat yaitu sebesar 10% (Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2010) namun dilakukan sedikit modifikasi terhadap konsentrasiinfusa yang dibuat menjadi 100% dengan cara serbuk halus biji Parinarium glaberrimum Hassk ditimbang sebanyak 100 g kemudian dimasukan ke dalam panci enamel dan ditambah 100 mLoaquadest, panaskan di atas penangas air selama 15 menit dimulai saat suhu mencapai 90 C sambil sesekali diaduk.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  Berdasarkan Tabel I aktivitas ALT dan AST waktu pencuplikan darah, didapat hasil bahwa aktivitas ALTdan AST pada jam ke-24 menunjukkan aktivitas yang paling tinggi (184±34,35 dan 285,33±28,06) dibandingkan pada jam ke-0 (47±12,01 dan 121,66±18,98) dan 48 (44±7,02dan 126,33±3,38) . Histogram Rata-rata Aktivitas ALT Setelah Pemejanan CCl Dosis 2mL/kgBB pada Waktu 0, 24 & 48 jam Aktivitas ALT dianalisis dengan Kolmogorov Smirnov didapatkan distribusi normal (p>0,05), hasil levene test didapatkan variansi homogen (p>0,05), kemudian dilanjutkan denganuji LSD didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada jam ke-24 terhadap jam ke-0 dan ke- 48 seperti ditunjukkan pada Tabel II.

IV BB BB BB BB BB

  V BB BB BB BB BTB VI BB BTB BTB BB BTB BB = Berbeda bermakna (p<0,05) ; BTB = Berbeda tidak bermakna (p>0,05)Gambar III. Histogram Rata-rata Aktivitas ALT pada Semua Kelompok Perlakuan Tabel VI.

IV BB BB BB BTB BB

  Tujuan dari kontrol negatif (Kelompok II) adalah untuk mengetahuipengaruh pemberian olive oil sebagai pelarut karbon tetraklorida terhadap aktivitas ALT dan AST pada tikus dan memastikan bahwa peningkatan aktivitas serum ALT dan AST adalahakibat dari pemberian karbon tetraklorida bukan dari olive oil. Berdasarkan besarnya persentase efek hepatoprotektif pada kelompok pemberian infusa biji Parinarium glaberimum Hassk dosis 20 g/kgBB, dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa biji Parinarium glaberimum Hassk dengan dosis 20 g/kgBB mampu memberikan perlindunganoptimal terhadap kerusakan hati tikus akibat pejanan karbon tetraklorida karena penurunan aktivitas ALT dan AST mendekati normal dan persen hepatoprotektif yang tinggi yaitusebesar 83,11% untuk ALT dan 88,4% untuk AST.

2. Uji mengenai mekanisme antioksidan dari kandungan senyawa kimia yang ada pada biji Parinarium glaberimum Hassk

DAFTAR PUSTAKA

  Armansyah, T., Sutriana, A., Aliza, D., Vanda, H., dan Rahmi, E., 2010, Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Daun Kucing-kucingan (Acalypha indica L.) pada TikusPutih (Rattus Novergicus) yang Diinduksi Parasetamol, Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 8 (6), 293. Departemen Kesehatan RI, 2007, Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hati, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik dan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Jakarta, 2, 4-9.

4 L.) yang Diinduksi CCl , Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 13 (2), 115-122

  Error ALT Jam ke 0 Mean 47.0000 12.0138895% Confidence Interval Lower Bound -4.6916 for Mean Upper Bound 98.6916 5% Trimmed Mean . Error AST Jam ke 0 Mean 121.6667 18.9853795% Confidence Interval Lower Bound 39.9792 for Mean Upper Bound 203.3541 5% Trimmed Mean .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIBIOGRAFI PENULIS

  Penulis merupakan anakpertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Rufinus Yusmintoro dan Felicia Rosniyati. Penulis juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan seperti Pharmacy Performance and Road to School, Unit Kegiatan Fakultas Voli, Tiga HariTemu Akrab Farmasi dan Pelepasan Wisuda Farmasi.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efek hepatoprotektif jangka pendek infusa biji atung (Parinarium glaberimum Hassk) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
68
Efek antidiare infusa biji atung (Parinarium glaberimum Hassk) pada mencit betina galur swiss dengan metode transit intestinal.
0
2
48
Efek hepatoprotektif jangka panjang infusa biji atung (Parinarum glaberimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
1
65
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
49
Efek hepatoprotektif jangka panjang ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberrimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
54
Efek hepatoprotektif pemberian jangka pendek infusa herba Sonchus arvensis L. terhadap aktivitas AST-ALT pada tikus jantan Galur Wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
5
100
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
108
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol biji persea americana mill. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida.
0
12
130
Efek antihepatotoksik infusa herba mimosa pigra L. terhadap tikus putih jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida.
0
0
145
Efek antidiare infusa biji atung (Parinarium glaberimum Hassk) pada mencit betina galur swiss dengan metode transit intestinal
0
3
45
Efek hepatoprotektif jangka panjang ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberrimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida
0
1
52
Efek hepatoprotektif jangka panjang infusa biji atung (Parinarum glaberimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida
0
0
63
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak etanol 70% biji atung (Parinarium glaberimum Hassk.) pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida
0
0
47
Efek hepatoprotektif jangka pendek ekstrak metanol biji persea americana mill. terhadap tikus terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
128
Efek hepatoprotektif infusa daun macaranga tanarius L. pada tikus jantan galur wistar terinduksi karbon tetraklorida - USD Repository
0
0
106
Show more