Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing.

Gratis

0
0
331
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

iv Karya ini kupersembahkan untuk:Allah SWT, untuk segala karunia yang telah membuat rencana yang terbaik untuk hambaNYA Rosul Muhammad SAW, sebagai cahaya terang dikala gelap menyapaIbu, Bapak, Adik dan seluruh keluarga, kalian mukjizat yang dikirim Allah, kalian yang terbaik, bahkan teramat terbaik untukku Almamaterku Universitas Sanata DharmaNusa dan Bangsa

HALAMAN MOTTO

  Peningkatan keaktifansiswa dapat dilihat dari persentase keaktifan siswa pada indikator 1 keaktifan yang meningkat dari kondisi awal sebesar 33,33% menjadi 50%, indikator 2 keaktifanmeningkat dari kondisi awal sebesar 27,78% menjadi 61,11%, dan indikator 3 keaktifan meningkat dari kondisi awal sebesar 33,33% menjadi 55,56%. Sedangkan peningkatan prestasi belajar IPA dapat dilihat dari peningkatan persentase siswa yang lulus KKM dari kondisi awal sebesar 64,75% menjadi94,44% dan rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 63,18 menjadi 82,01.

KATA PENGANTAR

  Biotech selaku Dosen Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikanbimbingan, bantuan, masukan, nasehat serta arahan yang sangat berguna bagi penulis. Ibu, Bapak, dan Adik tersayang yang telah mendukung, membantu, memberi semangat serta menyertakan untaian-untaian do’a yang tidak henti-hentinya.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Berdasarkan uraian masalah di atas, dapat dikatakan bahwa kelas tersebut membutuhkan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan yang Rangkaian pembelajaran yang inovatif diharapkan dapat digunakan untuk membuat proses belajar siswa lebih aktif dan bermakna serta akanmembuat siswa lebih memahami materi apa yang dipelajari. Pengalaman pada saatberinteraksi dengan lingkungan dan alam sekitar siswa diharapkan dapat membuat siswa aktif dan memperoleh hasil berupa penguasaan kompetensi Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencapai dan menemukansendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (Sanjaya, 2006: 196).

1.5 Manfaat penelitian

  Pengalamantersebut khususnya dalam menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IVSD Negeri Plaosan 1. 1.5.4 Bagi Pihak Sekolah Penelitian ini dapat memberikan gambaran dan masukan dalam rangka mengembangkan dan atau mengoptimalkan potensi guru maupunsiswa.

1.6 Definisi Operasional

  Berikut ini merupakan definisi operasional yang peneliti ambil, yaitu sebagai berikut: 1.6.1 Metode inkuiri terbimbing atau terpimpin merupakan langkah-langkah dalam pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapatmenemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri sesuai dengan petunjuk guru. 1.6.3 Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai oleh siswa yang dinyatakan dalam bentuk nilai maupun skor, yang di peroleh dari tes.

BAB II TINJAUAN LITERATUR

2.1 Kajian Teori

2.1.1.2 Pengertian Keaktifan

  Sedangkan menurut Silberman M (dalam Gora dan Sunarto, 2009: 10) menyatakan bahwa keaktifan dalam belajar adalah mempelajari dengancepat, menyenangkan, penuh semangat, dan keterlibatan secara pribadi untuk mempelajari sesuatu yang baik, harus mendengar, melihat,menjawab pertanyaan dan mendiskusikannya dengan orang lain. Aktivitas murid sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga murid yang harus banyak aktif, sebab murid adalah sebagaisubyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar (Daryanto & Rahardjo: 2012).

2.1.1.3 Indikator siswa belajar aktif

  Lukmanul Hakiim (2009: 52) menyatakan bahwa bentuk-bentuk keaktifan siswa dalam proses belajar meliputi keaktifan penginderaan,yaitu mendengar, melihat, mencium, merasa dan meraba, mengolah dan menyatakan ide serta melakukan latihan-latihan yang berkaitan denganketerampilan jasmaniah. Berdasarkan indikator-indikator keaktifan yang telah dikemukakan para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa indikator keaktifan adalah sebagai berikut: (1)bertanya kepada guru dan atau teman tentang materi pembelajaran IPA saat proses pembelajaran, (2) mengemukakan pendapat ketika berdiskusikelompok, dan (3) mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran IPA.

2.1.1 Prestasi Belajar

2.1.2.1 Pengertian Prestasi Belajar

  Belajar menurut Slameto (2003: 2) adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah lakuyang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Chosiyah (2001:84) prestasi belajar merupakan rangkaian hasil usaha yang telah dilatih dalam suatu sistem atau rangkaian kagiatan pendidikan yang dinyatakandengan nilai.

2.1.2.2 Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

  Slameto (2010: 54-72) mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadidua, yaitu: (1) Faktor internal, yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, faktor intern terdiri dari faktor jasmaniah (kesehatandan cacat tubuh), faktor psikologis (inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan), dan faktor kelelahan, (2) faktor eksternal , yaitu faktor dari luar individu. Aspek tersebut meliputi orang dan atau lingkungan yang sering berinteraksi dengan mereka seperti orang tua,guru, teman, dan lain-lain.

2.1.3 Teori Belajar Konstruktivisme

  Seperti yang dikembangkan oleh Piaget, bahwa pengetahuan itu akan bermakna apabila dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa itu sendiri(Suyono dan Hariyanto: 2011). Sejak kecil, siswa selalu memiliki rasa ingin tahu dan ingin selalu mengembangkan pengetahuan yang telah West dan Pines (dalam Samatowa, 2010: 54) mengungkapkan bahwa menurut pandangan kontruktivisme keberhasilan belajarbergantung bukan hanya pada lingkungan atau kondisi belajar, tetapi juga pada pengetahuan awal siswa.

2.1.4 Inkuiri

2.1.4.1 Pengertian Inkuiri

  Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencapai danmenemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan(Sanjaya, 2006: 196). Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri merupakan proses dalam pembelajaran yang melibatkansiswa secara langsung dalam proses pembelajaran untuk melakukan penemuan yang bermakna melalui pengalaman-pengalaman belajarmereka dan dengan melalui interaksi bersama orang-orang dan lingkungan belajar mereka.

2.1.4.4 Langkah-langkah pelaksanaan metode Inkuiri

  Dalam tahap ini, guru menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan,menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang dilakukan siswa dan menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar tersebut. Beberapahal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini antara lain menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan dapatdicapai oleh siswa; menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan; dan menjelaskanpentingnya topik dan kegiatan belajar dalam rangka memberikan motivasi dalam belajar.

2.1.4.4 Keunggulan dan kelemahan metode inkuiri

Hanafiah dan Suhana (2009: 79) memaparkan beberapa keunggulan dan kelamahan dari metode inkuiri, sebagai berikut:

2.1.4.4.1 Keunggulan

2.1.4.4.2 Kelemahan

  Dalam metode inkuiri siswa harus memiliki kesiapan dan kematangan mental, siswa harus berani dan berkeinginan untukmengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Guru dan siswa yang sudah sangat terbiasa dengan PBM gaya lama maka metode ini akanmengecewakan.

2.1.5 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

2.1.5.1 Hakekat IPA

  IPA atau sains adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai objek dan menggunakan metode ilmiah (Samatowa, 2010: 3). Uraian diatas menunjukan bahwa IPA merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang sistem alam semesta yangdiperoleh dari pengumpulan data, observasi dan memecahkan masalah melalui langkah atau metode ilmiah.

2.1.5.2 Pendidikan IPA SD

  Dalam SK memahami pengaruh perubahan lingkungan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan, terdapatmateri yang berhubungan langsung dengan lingkungan alam, baik lingkungan di sekitar siswa maupun lingkungan yang jauh dari jangkauanfisik siswa. Oleh karena itu akan lebih baik jika dalam penyampaian materi di kompetensi tentang lingkungan fisik ini menggunakan inkuiri maupuninkuiri terbimbing seperti yng terdapat dalam ungkapan pada KTSPBSNP (2007) yang menyatakan bahwa pembelajaran IPA yang dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) berguna untukmenumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecapakan hidup.

2.1.6 Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

2.1.6.1 Pengertian PTK

  Sedangkan Berdasarkan pendapat ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwaPenelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu penelitian yang disertai suatu tindakan yang sengaja dimunculkan sebagai usaha untukmemperbaiki atau meningkatkan proses maupun hasil dalam pembelajaran di kelas oleh orang yang sedang praktik dalam kelas tersebut, dalam hal iniadalah guru. Menurut Johnson, Mills dan Tomal dalam Suparno (2008: 6) secara sederhana riset tindakan mempunyai skema pelaksanaan sebagaiberikut: (1) mengajukan pertanyaan, mengidentifikasi persoalan, menentukan daerah penelitian, (2) menentukan data yang hendakdikumpulkan, (3) pegumpulan data dan analisis data, (4) merencanakan tindakan, (5) melaksanakan tindakan lanjut, (6) evaluasi dan follow up;dari tindakan lanjut.

2.1.6.2 Tujuan PTK

Suparno (2008: 17) secara umum tujuan utama riset tindakan dalam dunia pendidikan adalah sebagai berikut: (1) untuk melakukanperubahan atau peningkatan praktik pendidikan yang diteliti secara labih langsung, (2) untuk mendekatkan hasil penelitian dengan praktik guru dilapangan sehingga berdasarkan hasil riset guru dapat memperbaiki

2.2 Penelitian yang Relevan

  Penelitian yang mendukung penelitian ini adalah penelitian yang berjudul “Efektifitas pembelajaran IPA pada Materi Pokok ProsesPembentukan Tanah Karena Pelapukan pada Siswa Kelas V SD KanisiusKintelan Melalui Metode Inkuiri Terbimbing dalam Hal Pencapaian HasilBelajar” yang disusun oleh Yuli Widyaningsih, Prodi PGSD, JIP, FKIP,USD. Penelitian ke empat yang mendukung penelitian ini adalah diperoleh dari jurnal hasil penelitian yang disusun oleh Retno Megawati,Suripto dan Kartika Chrysti Suryandari dari PGSD UNS yang berjudul“Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keatifan belajar IPA pada Siswa Kelas IV SD “.

2.3 Skema Penelitian yang Relevan

“Efektifitas pembelajaran IPA pada MateriPokok Proses Pembentukan Tanah KarenaPelapukan pada Siswa Kelas V SDKanisius Kintelan Melalui Metode InkuiriTerbimbing dalam Hal Pencapaian HasilBelajar ”, disusun oleh Yuli Widyaningsih,PGSD USD, 2010 “Efektivitas Pembelajaran IPA TentangSifat-Sifat Cahaya Melalui Metode Inquiry Terbimbing pada Siswa Kelas V SD Kanisius Kalasan dalam HalPencapaian Hasil Belajar”, disusun oleh Wiyan Purbatin, PGSD USD,2010 “Peningkatan Pemahaman Tentang MateriSifat-Sifat Benda dan Perubahan Wujud dengan Metode penemuan Terbimbing SiswaKelas V SD Negeri Nyamplung Gamping pada Semester 1 Tahun Pelajaran2010/2011 ”, disusun oleh Clara Prahestu DwiUtami, PGSD USD, 2011 Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Plaosan 1 Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing “Penerapan Metode InkuiriTerbimbing untuk MeningkatkanKeatifan belajar IPA pada SiswaKelas IV SD ”, disusun oleh RetnoMegawati, Suripto dan KartikaChrysti Suryandari, PGSD UNS, 2013

2.4 Kerangka Berpikir

  Siswa mendengarkan ceramah dariguru di depan kelas, mereka duduk mendengarkan guru mereka mengajar dengan ceramah, itulah yang terjadi pada pembelajaran IPA. Metode inkuiri terbimbing merupakan proses dalam pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam prosespembelajaran untuk melakukan penemuan yang bermakna melalui pengalaman-pengalaman belajar mereka dan dengan melalui interaksibersama orang-orang dan lingkungan belajar mereka.

2.5 Hipotesis Tindakan

  Berdasarkan kerangka berpikir yang telah dirumuskan maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah metode inkuiri terbimbingdigunakan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa keas IV SD Negeri Plaosan 1. Interaksi langsung dengan lingkungannya tersebut menyebabkan Proses dalam metode inkuiri terbimbing yang merangsang keaktifan siswa tersebut memberi siswa pengalaman belajar melalui prosesmental dan fisiknya sendiri.

BAB II I METODOLOGI

3.1 Jenis penelitian Penelitian menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

  Dapat disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu penelitian yang disertai suatu tindakan yang sengaja dimunculkan sebagaiusaha untuk memperbaiki atau meningkatkan proses maupun hasil dalam pembelajaran di kelas oleh orang yang sedang praktik dalam kelas tersebut,dalam hal ini adalah guru. Kegiatan refleksi yang dilakukan peneliti dan guru tentang hasilobservasi tindakan yang telah dilakukan hingga memunculkan program atau perencanaan baru untuk mengatasi masalah yang terjadi pada saatpelaksanaan siklus.

3.2 Setting Penelitian

  Siswa kelas IV SDN Plaosan 1 terdiri dari 18 siswa, yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 8 siswalaki-laki. 3.2.4 Objek PenelitianObjek dari penelitian ini adalah keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SDN Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing.

3.3 Rancangan Tindakan

  Mempersiapkan bahan pembelajaran dan menentukan pokokbahasan, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menyiapkan media dan alat peraga yang mendukung pelaksanaan metode,mempersiapkan lembar kerja siswa, mempersiapkan alat penilaian dan mempersiapkan lembar observasi serta soal evaluasi. Soal evaluasi divalidasi kepada siswa kelas V dengan pertimbangan siswa kelas V telah mendapatkan materi IPA berupa pengaruh perubahanlingkungan fisik terhadap daratan di kelas IV.

3.3.2 Pelaksanaan/ Tindakan

  Siklus I akan dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan pembelajaran, yang meliputi: 3.3.2.1 Pertemuan 1Pada pertemuan 1 dilaksanakan proses pembelajaran IPA menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan berdiskusi untuk mencaritahu tentang pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan dengan menggunakan gambar yang terdiri dari gambar nyata tentang erosi,abrasi, banjir dan longsor. 3.3.2.1 Petemuan 2Pertemun 2 dilaksanakan proses pembelajaran IPA menggunakan metode inkuiri terbimbing dengan berdiskusi dan melakukan percobaanguna mencari tahu proses terjadinya dan perbedaan pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan dengan menggunakan alat peraga yangmeliputi alat peraga erosi, abrasi, banjir dan longsor.

3.3.3 Observasi/pengamatan Observasi dilakukan oleh teman sejawat sebanyak 4 orang

  Dalam penelitian inipeneliti menyamakan proses perhitungan pada kondisi awal dan kondisi setelah dilaksanakan tindakan agar dapat melihat dengan jelas jika terjadi ∑XM =N Keterangan rumus:M = mean N = jumlah siswa∑X = jumlah semua skor ∑ = jumlah total Setelah diketahui mean (M) dari setiap indikator, maka jumlah siswa yang mencapai mean (M) atau lebih termasuk dalam aktif. Hasil tersebut dapat diperoleh dari:Jumlah siswa yang aktif saat proses pembelajaran Persentase keaktifan siswa= X 100Jumlah seluruh siswa Peneliti berdiskusi dengan guru dan teman sejawat tentang proses pembelajaran IPA selama pelaksanaan di siklus I.

3.4 Indikator dan Pegukurannya

  Indikator keberhasilan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam penelitian ini diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Cara mengetahuikeberhasilan keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam hal ini adalah dengan melihat persentase siswa pada kondisi awal dan kondisi setelahtindakan yang tercantum dalam tabel 1.

1. Bertanya kepada guru dan 33,33% 40% Jumlah siswa yang bertanya Lembar

  teman tentang materi kepada guru dan teman tentang Observasi pembelajaran IPA saat materi pembelajaran IPA saat proses pembelajaran proses pembelajaran dibagijumlah keseluruhan siswa kali 100 2. Mengerjakan tugas yang 33,33% 40% Jumlah siswa yang mengerjakandiberikan oleh guru dalam tugas yang diberikan oleh guru proses pembelajaran IPA dalam proses pembelajaran IPAdibagi jumlah keseluruhan siswa kali 100 Prestasi 1.

2. Rata-rata nilai 63,18

70 Jumlah total skor nilai dibagi jumlah siswa keseluruhan Sedangkan prestasi belajar dikatakan meningkat jika siswa yang lulusKKM lebih dari 64,75% dan mencapai target 70% atau lebih, begitu juga untuk rata-rata kelas lebih dari 63,18 dan mencapai target 70 atau lebih.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

  Observasi yang dilakukan berdasar pada indikator keaktifan yang telah disusun yang meliputi: (1) bertanya 3.3.6 DokumentasiData tentang prestasi belajar dalam penelitian ini diketahui dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa hasil tes objektif sebagai tesdan rubrik penilaian kognitif, psikomotor dan produk sebagai non tes . Selain tes objektif, peneliti jugamenggunakan non tes berupa rubrik penilaian kognitif, psikomotor, dan produk yang menggambarkan aktivitas siswa dalam proses pembelajarankhususnya saat menyelesaikan lembar kerja yang disediakan.

3.6 Instrumen Pengumpulan Data

  Indikator keaktifan tersebut adalah sebagai berikut: 3.6.1.1 Bertanya kepada guru dan teman tentang materi pembelajaran IPA saat proses pembelajaran 3.6.1.2 Mengemukakan pendapat ketika berdiskusi kelompok 3.6.1.3 Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran IPAIndikator keaktifan tersebut disusun dalam lembar observasi keaktifan guna melihat keaktifan siswa saat pembelajaran berlangsung. Bu JUMLAH 3.6.2 Tes (hasil tes objektif), non tes (hasil skor rubrik penilaian kognitif, psikomotor dan produk)Tes dilakukan untuk mengetahui penggunaan metode inkuiri sebagai upaya peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Plaosan Ipada mata pelajaran IPA.

1. Menyebutkan pengaruh perubahan lingkungan fisik 1, 2, 3, 4 terhadap daratan

  Selain jenis tes, telah disusun instrumen pengumpulan data dan teknik pengumpulan data dari jenis penilaian setiapvariabel yaitu keaktifan dan prestasi yang dapat diketahui dari tabel 7. Prestasi Menggunakan 18 soal objektif Tes Hasil skor tes Dokumentasi (tes yang telah valid dan reliabel objektif objektif, rubrik)Non Tes Hasil skor total rubrik penilaianpsikomotor dan kognitif Tabel 7 menunjukan bahwa untuk mengetahui keaktifan, peneliti menggunakan jenis penilaian non tes, lembar observasi digunakan sebagaiinstrumen pengumpulan data keaktifan, dan observasi (pengamatan) digunakan untuk teknik pengumpulan data keaktifan.

3.8 Taraf Kesukaran, Validitas dan Reliabilitas

3.8.1 Taraf Kesukaran

  Dalam hal ini yang dimaksud adalahbilangan yang merupakan hasil perbandingan antara jawaban benar yang diperoleh dengan jawaban benar yang seharusnya diperoleh dari suatuitem. Sedangkan indeks kesukaran suatu item sebesar 1,00 berarti tidak seorang siswa darikelompok siswa yang menjawab benar, item tersebut dikatakan mudah sekali.

IK-IK KUALIFIKASI

  0,81 – 1,00 Mudah Sekali (MS) 0,61 – 0,80 Mudah (Md)0,41 – 0,60 Cukup ( C ) 0,21 – 0,40 Sukar (Sk)0,00 – 0,21 Sukar Sekali (SS) Peneliti menentukan indeks kesukaran item soal objektif yang berjumlah 30 soal dengan mengujikan soal tes objektif tersebut kepada 35siswa SD Negeri Tlogoadi. Hasil penghitungan IK dapat diketahui daritabel 9 dan selengkapnya terdapat pada lampiran 5.

3.8.2 Validitas

  Selain mengajukan soal tes objektif kepada siswa kelas V, validitas permukaan (face validity) juga dilakukan peneliti dengan mengajukanindikator keaktifan yang telah disusun dan dipertimbangkan bersama kelompok studi kepada dosen ahli, guru dan kepala sekolah. Validitas ini juga dsebut validitaskurikuler, dari sini sangat jelas betapa pentinnya kedudukan suatu Peneliti melakukan validitas isi (content validity) dengan mengajukan desain perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, lembarkerja, materi, rubrik penilaian dan soal evaluasi kepada ahli (expert judgement) yang meliputi dosen ahli, kepala sekolah dan guru.

3.8.3 Hasil Uji Validitas

  Validator 1 dan 3 yaitu dosen ahli dan guru memberikan saran dan masukan tentang instrumen pembelajaran yang peneliti susun, yaitu padabagian lembar kerja agar disusun dengan menarik dan mencantumkan pertanyaan pancingan untuk refleksi secara tertulis. Peneliti mengujikan 30 soal pilihan ganda sebagai berikut seperti pada tabel 12 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2 Tabel 12 Indikator dan Nomor Soal Tes Objektif Sebelum Divalidasi Empiris Indikator No soal Indeks Kesukaran 6, 9, 10, 13, 14, 17, 18, Pearson yang terdapat dalam Masidjo (2010: 262) taraf signifikan 5% Tiga puluh (30) soal objektif seperti terdapat dalam tabel 12 yang telah disusun tersebut di ujikan pada 35 siswa di SD N Tlogoadi.

3.8.4 Reliabilitas

  Suatu tes yang reliabel akan menunjukan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu Koefisien reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai dengan 1,00. Tabel 16 Koefisien Korelasi dan Kualifikasi Reliabilitas Koefisien Korelasi Kualifikasi0,91 Masidjo (2010: 238) mengatakan bahwa untuk dapat menghitung taraf reliabilitas (r tt =⍺) suatu tes dengan rumus koefisien Alpha diperlukan data hasil pengukuran sebagai berikut: (1) jumlah item soal pada suatu tes, (2) deviasi standar dari skor-skor masing-masing item dan deviasi standar dari total keseluruhan item atau tes.

3.8.5 Hasil Reliabilitas

  Peneliti menentukan reliabilitas dengan menggunakan soal tes objektif yang telah diujikan ke SD N Tlogoadi dengan pertimbangan SD NTlogoadi merupakan sekolah dasar negeri yang berada di wilayah dekatSD N Plaosan 1. Setelah diperolehhasil pengerjaan tes dan telah dihitung validitas empirisnya, peneliti akan menggunakan soal yang telah valid untuk menentukan besar reliabilitaskemudian menggunakannya untuk mengevaluasi di SD Negeri Plaosan 1.

3.9 Teknik Analisis Data

  Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yangdiperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola memilih mana yang penting dan akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudahdipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2010: 335). Dalam penelitian ini data kuantitatif yang dianalisis berupa data hasil perolehan turus siswa dan nilai prestasi siswa.

3.9.2 Analisis Data Keaktifan Siswa

  Analisis data keaktifan sesuai dengan indikator keaktifan yang meliputi: (1) bertanya kepada guru dan atau teman tentang materipembelajaran IPA saat proses pembelajaran, (2) mengemukakan pendapat ketika berdiskusi kelompok, dan (3) mengerjakan tugas yang diberikanoleh guru dalam proses pembelajaran IPA. Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA dapat diketahui dengan cara sebagai berikut: Persentase keaktifan siswa = jumlah siswa yang aktif saat proses pembelajaran X 100 Jumlah seluruh siswa Peningkatan keaktifan siswa dapat diketahui dengan melihat perolehan persentase keaktifan siswa pada kondisi awal dan perolehankeaktifan siswa setelah tindakan.

3.10 Jadwal Penelitian

  Prosespenelitian tergambar dalam jadwal penelitian pada tabel 18. Pengumpulan data kondisiawal dan observasi √ √ 2.

6. Ujian skripsi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  Setelahmelakukan pengumpulan data awal dan peneliti menemukan masalah dalam mata pelajaran IPA di kelas IV, maka peneliti memutuskan untukmenggunakan metode inkuiri terbimbing sebagai upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV di SD Negeri Plaosan 1. SD N Tlogoadi terletak di kelurahan yang samadengan SD N Plaosan 1, hal ini yang menjadikan kesamaan karakteristik siswa di SD Negeri Plaosan 1 dan SD N Tlogoadi.

4.1.1.2 Tindakan

  Pertemuan 1 yang dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2013 digunakan peneliti untuk mengenalkan materitentang pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan dengan meminta siswa untuk mencari tahu melalui gambar-gambar nyata tentangpengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan yang meliputi erosi, abrasi, banjir dan longsor. Dalam prosesnya, peneliti menggunakanlangkah dalam metode inkuiri yang mendorong siswa untuk menemukan dan menggali lebih banyak fenomena-fenomena alam yang berkaitan Pada tanggal 23 Maret 2013 dilaksanakan pertemuan 2 yang dalam prosesnya siswa menggunakan alat peraga untuk mengetahui prosesterjadinya pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan yang meliputi alat peraga untuk erosi, abrasi, banjir dan longsor.

4.1.1.3 Observasi

  Tiga (3) indikator yang disusun meliputi: (1) bertanya kepada guru dan teman tentang materi pembelajaran IPA saat proses pembelajaran, (2)mengemukakan pendapat ketika berdiskusi kelompok , dan (3) mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran IPA . Dipertemuan 2 ada seorang siswa yang tidak berangkat dengan tanpa alasan, jadi ada 17 siswa yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki yang mengikuti pembelajaran IPA dengan metode inkuiri terbimbing di pertemuan 2.

4.1.2.2 Kualitas Proses

  Indikator yang disusn meliputi: (1) bertanya kepada guru danteman tentang materi pembelajaran IPA saat proses pembelajaran, (2) mengemukakan pendapat ketika berdiskusi kelompok , dan (3)mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran IPA . Dari perhitungan seluruh turus dan mean pada indikator 1 yang telah diperoleh, keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 pada saat pembelajaran IPA menggunakan metode inkuiri terbimbing pada indikator 1 keaktifan dapat dilihat dari tabel 24.

4.1.2.3 Kualitas Hasil

  Ada tigarubrik penilaian yang meliputi penilaian kognitif untuk lembar kerja dan peresentasi kelompok, rubrik penilaian psikomotor untuk keterampilanmenggunakan sumber, media dan atau alat peraga serta keterlibatan siswa dalam kerja kelompok maupun presentasi, selanjutnya adalah rubrikpenilaian produk yang dalam hal ini adalah produk penempelan gambar dan slogan sederhana. Selain itu, ada 1 siswa yang tidak berangkat ke sekolah pada pertemuan 1, 2 dan 4, oleh karena itu siswatersebut hanya memiliki 1 kali skor rubrik kerja kelompok yaitu pada pertemuan 3 serta memiliki skor rata-rata rubrik yang sangat rendah.

4.2 Pembahasan

  Gambar 3 Grafik Peningkatan Prestasi Belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1Menggunakan Metode Inkuiri Terbimbing Begitu juga pada prestasi belajar yang tergambar pada grafik di gambar 3, siswa yang lulus KKM dan rata-rata siswa juga mengalamipeningkatan dari kondisi awal yang bahkan juga melebihi target yang ditetapkan. Gambar 22Contoh 1 Hasil Slogan Sederhana Siswa pada Pertemuan 4 Gambar 23Contoh 2 Hasil Slogan Sederhana Siswa pada Pertemuan 4 Slogan sederhana yang dihasilkan siswa pada setiap kelompok seperti yang terlihat pada gambar 22 dan gambar 23 menunjukkan bahwa siswa telahmemahami tentang dampak negatif dan solusi dari pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan.

BAB V PENUTUP

  Kesimpulan yang dapat ditarik setelah melakukan penelitian tindakan ini adalah: 5.1.1 Inkuiri terbimbing menempatkan siswa sebagai individu yang mempunyai pengetahuan awal dapat memunculkan berbagai pertanyaan maupunpendapat yang berbeda sehingga siswa terlibat dalam tanya jawab dengan guru maupun dengan siswa lain saat pembelajaran. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inkuiri terbimbing dalam upaya meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD NegeriPlaosan 1 terbukti dengan terangsangnya atau terpancingnya keaktifan siswa yang berdampak kepada prestasi yang lebih baik atau peningkatanprestasi.

5.2 Saran

  5.2.2 Metode inkuiri terbimbing merupakan salah satu metode dalam pembelajaran yang dapat membantu siswa menemukan jawaban darifenomena-fenomena yang terjadi di alam semesta dengan melibatkan siswa sebagai pemeran utama yang diharapkan siswa juga akanmenemukan makna dari materi yang dipelajari. Dengan melakukan refleksi dan revisi pembelajaran sebelumnya maka guru dapat merancang pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiriterbimbing dengan lebih baik yang diharapkan dapat lebih meningkakan keaktifan dan prestasi belajar siswa, khususnya pembelajaran IPA.

5.3 Keterbatasan Penelitian

  Sehingga mengingat data yang ada dalam penelitian yaitu soal tes objektif, maka 5.3.4 Keterbatasan pengetahuan dan keterlambatan peneliti mengetahui informasi tentang pengajuan desain perangkat pembelajaran menyebabkanpeneliti terlanjur mengajukan desain pembelajaran kepada dosen pembimbing 2 yang seharusnya desain perangkat pembelajaran tersebutdiajukan atau divalidasi bukan kepada dosen pembimbing untuk mengurangi bias dan conflict of interest. Menyimpulkan pengaruh perubahan Siswa menyesuaikan antara hipotesis yang dibuatlingkungan fisik terhadap daratan.siswa dan data yang telah terkumpul melalui 157 Siswa dan guru menentukan kesimpulan berdasarkan data yang relevan.

IX. Media dan Sumber Belajar Media

  Erosi Erosi adalah pengikisan yang terjadi pada tanah yang disebabkan oleh air yang mengalir, seperti air hujan atau air sungai. Beberapa perbuatan yang dapat menyebabkan banjir adalah sebagai berikut: (1) membuang sampah ke sungai yang menyebabkan aliran air menjadi tersumbat, (2)membuat bangunan dari tembok tanpa menyediakan peresapan air, (3) penebangan pohon yang tidak terkendali.

I. Standar Kompetensi

II. Kompetensi Dasar

  Ada 3 bak, bak 1 berisi tanah tanpa rumput, bak 2 berisi tanah dengan rumput yang jarang dan bak 3 berisi tanah dengan rumput yang lebat. Setelah siswa melakukan tanya jawab dan berdiskusi, siswa mampu membuat slogan yang berisikan tentang pesan untuk menjaga lingkungansekitar agar pengaruh perubahan lingkungan fisik tidak berdampak negarif bagi lingkungan alam dengan menarik.

3. Kegiatan Akhir a. Siswa mengerjakan soal evaluasi

b. Refleksi: guru bertanya kepada siswa bagaimana perasaan mereka setelah melakukan pembelajaran

  c. Tindak lanjut: guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya d.

VIII. Sumber Belajar

  Faktor hujan dapat menyebabkan banjir (meluapnya air sungai maupun danau ke daratan), namun banjir juga dapat disebabkan oleh ulah manusia yangmembuangsampah sembarangan, hujan juga dapat menyebabkan mengkikisnya tanah yang dinamakan erosi, meluncurnya tanah tidak terdapat pohon besar yang akarnyamenancap dinamakan longsor. Buatlah slogan yang berisikan tentang pesan untuk menjaga lingkungan sekitar agar pengaruh lingkungan fisik terhadap daratantidak berdampak negative bagi lingkungan sekitar!

7. Penyebab tanah dipermukaan bumi menjadi retak- retak adalah…

  Pengikisan yang terjadi pada daratan yang disebabkan oleh air yang mengalir seperti air hujan atau air sungai. Pengikisan yang terjadi pada daratan yang disebabkan oleh air yang mengalir seperti air hujan atau air sungai.

10.2. Pengaruh

  Menyebutkan pengaruh perubahanPengetahua lingkungan fisik daratan menggunakan gambar-gambar tentang pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan.n Alamterhadap perubahan lingkungan fisik, serta pentingnyauntuk SD daratan (erosi, mempelajari pengaruh perubahan lingkungan fisik.dan MIabrasi, banjir Guru megumpulkan informasi, informasi dari hasil Kelas IV .dan longsor). Orientasifisik Siswa dan guru bertanyajawab tentang pengaruh dilingkungan perubahan lingkungan fisik yang terjadi disekitar lingkungan sekitar siswa.

5. Menguji hipotesis

  Membuat slogan yang berisikan Non tes Rubrik mendaftar apa saja kegiatan yang sudah dilakukan tentang pesan untuk menjaga penilaiandari pembelajaran 3 pertemuan sebelumnya. Siswa lingkungan sekitar agar pengaruh (kognitif, membuat slogan yang berisikan tentang pesan perubahan lingkungan fisik tidak psikomotor,untuk menjaga lingkungan sekitar agar pengaruh berdampak negarif bagi lingkungan produk) perubahan lingkungan fisik tidak berdampak alam sekitar.negatif bagi lingkungan alam sekitar.

IV. Karakter Bangsa 1. Siswa mampu bekerjasama dalam kelompok dengan kompak

  Siswa mampu bertanggungjawab terhadap tugas dengan benar. Siswa mampu disiplin dalam proses pembelajaran dengan tertib.

V. Tujuan Pembelajaran

  Erosi Erosi adalah pengikisan yang terjadi pada tanah yang disebabkan oleh air yang mengalir, seperti air hujan atau air sungai. Ada 3 bak, bak 1 berisi tanah tanpa rumput, bak 2 berisi tanah dengan rumput yang jarang dan bak 3 berisi tanah dengan rumput yang lebat.

1. Percobaan abrasi

  Ada 3 bak, bak 1 berisi tanah tanpa rumput, bak 2 berisi tanah dengan rumput yang jarang dan bak 3 berisi tanah dengan rumput yang lebat. Larutan air dari bak 1(tanah tanpa rumput) Larutan air dari bak 2 (tanah dengan rumput yang sedikit):Larutan air dari bak 3 (tanah dengan umput yang lebat): 4.

4. Percobaan banjir

  Faktor hujan dapat menyebabkan banjir (meluapnya air sungai maupun danau ke daratan), namun banjir juga dapat disebabkan oleh ulah manusia yangmembuangsampah sembarangan, hujan juga dapat menyebabkan mengkikisnya tanah yang dinamakan erosi, meluncurnya tanah tidak terdapat pohon besar yang akarnyamenancap dinamakan longsor. Setelah siswa melakukan tanya jawab dan berdiskusi, siswa mampu membuat slogan yang berisikan tentang pesan untuk menjaga lingkungan sekitar agar 2.

1. Kegiatan Awal

  Apersepsi: siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang pembelajaran sebelumnya dan melakukan tanya jawab tentang pengaruh perubahanlingkungan fisik dilingkungan sekitar mereka. Siswa merumuskan masalah tentang bermacam pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan yang ada dilingkungan siswa.

3. Kegiatan Akhir a. Siswa mengerjakan soal evaluasi

  Faktor hujan dapat menyebabkan banjir (meluapnya air sungai maupun danau ke daratan), namun banjir juga dapat disebabkan oleh ulah manusia yangmembuangsampah sembarangan, hujan juga dapat menyebabkan mengkikisnya tanah yang dinamakan erosi, meluncurnya tanah tidak terdapat pohon besar yang akarnyamenancap dinamakan longsor. Membuat slogan yang berisikan tentang pesan untuk menjaga lingkungan sekitar agar pengaruh perubahan lingkungan fisik tidak berdampak negatifbagi lingkungan alam sekitar.

2. Pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan yang terjadi di pantai adalah…

  Pengikisan yang terjadi pada daratan yang disebabkan oleh air yang mengalir seperti air hujan atau air sungai. pengikisan yang terjadi pada daratan yang disebabkan oleh air yang mengalir seperti air hujan atau air sungai.

16. Meluapnya air akibat sungai atau danau tidak dapat menampung air adalah…

  Pengikisan yang terjadi pada daratan yang disebabkan oleh air yang mengalir seperti air hujan atau air sungai. Pengikisan yang terjadi pada daratan yang disebabkan oleh air yang mengalir seperti air hujan atau air sungai.

11. Gelombang laut yang terus menerus menghantam pantai dapat menyebabkan…

  abrasi b. erosi d.

12. Bak yang paling banyak terdapat aliran endapan tanah dan lumpur setelah di hujani air buatan adalah…

  pengikisan yang terjadi pada daratan yang disebabkan oleh air yang mengalir seperti air hujan atau air sungai. pada baki yang terdapat pasir dan rumput yang berperan sebagai hutan bakau.

16. Meluapnya air akibat sungai atau danau tidak dapat menampung air adal ah…

  Dapat diketahui bahwa siswa yang terlihatmelakukan hal yang sesuai pada indikator indikator 1 keaktifan yang telah dirumuskan, yaitu bertanya kepada guru dan teman tentang materi pembelajaran IPA saat proses pembelajaran adalah sebanyak 6 siswa dari keseluruhan 18 siswa(33,33%). Sedangkan tabel 6 menunjukan keaktifan siswa pada indikator 3 keaktifan yang telah dirumuskan, yaitu siswa yang terlihat mengerjakan tugas yang diberikanoleh guru dalam proses pembelajaran IPA ada 6 orang siswa dari keseluruhan 18 siswa (33,33%).

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 SUKAMENANTI KEDATON BANDAR LAMPUNG
0
7
27
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKn menggunakan model PBL untuk kelas III SD Negeri Plaosan 1.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar matematika menggunakan pendekatan PMRI pada siswa kelas II SD Negeri Plaosan 2.
0
0
301
Peningkatan prestasi belajar IPA melalui penerapan metode inkuiri terbimbing pada siswa kelas IV A SD Negeri Gedongtengen Yogyakarta.
1
3
134
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan pembelajaran kontekstual.
0
0
327
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Plaosan 1 menggunakan pendekatan kontekstual.
0
0
253
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 melalui metode inkuiri terbimbing.
0
3
187
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metedo Role Playing.
0
6
312
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Kanisius Kalasan menggunakan metode kontekstual
0
1
229
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metode inkuiri terbimbing
0
1
329
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Plaosan 1 menggunakan pembelajaran kontekstual
0
0
325
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 menggunakan metedo Role Playing - USD Repository
0
7
310
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI PLAOSAN 1 MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING SKRIPSI
0
0
185
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD NEGERI PLAOSAN 1 MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SKRIPSI
0
0
251
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PLAOSAN 1
0
4
181
Show more