Minat belajar dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pokok bahasan volume bangun ruang sisi datar pada kelas VIII B semester genap tahun ajaran 2012/2013 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

Gratis

0
1
315
2 years ago
Preview
Full text

MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPENUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) POKOK BAHASAN

VOLUME BANGUN RUANG SISI DATAR PADA KELAS VIII B SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2012/2013 SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTASKRIPSI Diajukan untuk memenuhi Salah Satu SyaratMemperoleh Gelar Sarjana PendidikanProgram Studi Pendidikan Matematika Disusun oleh: Maria Elrinda Rahma Astuti 091414063 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAJURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT), minatbelajar dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran tersebut. (2)Minat belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) menunjukkan presentase kriteria siswa yang cukup berminat (CM) sebesar 5,26% , presentase kriteria siswa yang berminat (M) sebesar 86,84% dan presentase kriteria siswa yang sangat berminat (SM) sebesar 7,89%.(3) Hasil Belajar siswa dalam model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) meningkat.

KATA PENGANTAR

  Papa, Mama, Mas Ariel dan Mbak Lourdes atas dukungan, doa, semangat, dan cinta kasih yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapatmenyelesaikan skripsi ini; 9. Semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting didalam kehidupan

  Peneliti memilih model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) karena tipe pembelajaran tersebut lebih terstruktur dalam penerapannya selain itu siswa bisa saling bekerja sama dan membantu dimana dalam satu kelompok memiliki tingkat kepintaran yangberbeda. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang minat dan hasil belajar dalam penerapan model pembelajaran kooperatiftipe Numbered Heads Together (NHT) pokok bahasan Volume BangunRuang Sisi Datar pada siswa-siswi kelas VIII B semester genap tahun ajaran 2012/2013 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

B. Identifikasi Masalah

  Pembatasan Masalah Dari beberapa masalah yang telah diidentifikasi dan keterbatasan peneliti dalam waktu, tenaga, serta biaya, maka penelitian ini dibatasi padaminat belajar dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pokok bahasan VolumeBangun Ruang Sisi Datar pada kelas VIII B semester genap tahun ajaran 2012/2013 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Numbered Heads Together (NHT) merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran danmengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.

G. Manfaat Penelitian

  Bagi GuruModel pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat dijadikan sebagai salah satu model atau cara yang variasi bagiguru dalam proses pembelajaran. Bagi PenelitiPenelitian ini merupakan pengalaman langsung dalam menerapkan pembelajaran kooperatif khususnya tipe Numbered Heads Together(NHT) yang dapat berpengaruh pada minat dan hasil belajar siswa.

BAB II LANDASAN TEORI A. Belajar

1. Pengertian Belajar

  Untuk mendapat pengertian yang obyektif tentang belajar terutama belajar di sekolah, perlu dirumuskan secara jelas pengertian belajar. Belajar ialah suatu proses usahayang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannyasendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

2. Teori-teori belajar

  Teori Belajar Menurut Jerome Bruner (Suherman, 2001) Jerome Bruner dalam teorinya menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan struktur-struktur yag terbuat dalam pokok Dengan mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan, anak akan memahami materi yang harusdikuasainya itu. Sedangkan menurut Schunk (2012:5), pembelajaran merupakan perubahan yang bertahan lama dalam perilaku, atau dalam kapasitasberperilaku dengan cara tertentu, yang dihasilkan dari praktik atau bentuk- bentuk pengalaman lainnya.

1. Pengertian Model Pembelajaran

  Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang Menurut Arends, model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuanpembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Model pembelajaran dapatdidefinisikan pula sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajaruntuk mencapai tujuan belajar.

2. Ciri-ciri Model Pembelajaran

  Menurut Kardi dan Nur (Trianto, 2011:23) istilah model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dimiliki olehstrategi, metode atau prosedur. b) Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar(tujuan pembelajaran yang akan dicapai) c) Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.

3. Macam-macam Model Pembelajaran

  a) Model pembelajaran klasikalModel pembelajaran klasikal merupakan model pembelajaran yang kita jumpai sehari-hari. b) Model pembelajaran individualModel pembelajaran individual adalah model yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan sendiritempat, waktu, dan kapan dirinya merasa siap untuk menempuh ulangan atau ujian.

D. Model Pembelajaran Kooperatif

1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

  Model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsipbahwa pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial di antara kelompok-kelompok pembelajar yangdidalamnya setiap pembelajar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk meningkatkanpembelajaran anggota-anggota yang lain. Sedangkan menurut Arends (2008:4), model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang berupaya membantu siswauntuk mempelajari isi akademis dan berbagai keterampilan untuk mencapai berbagai sasaran dan tujuan sosial dan hubungan antarmanusia yang penting.

2. Karakteristik Pembelajaran kooperatif

  Slavin, Abrani, dan Chambers (1996) (dalam Wina Sanjaya,2006:244) berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan beberapa perspektif, yaitua) Perspektif Motivasi Perspektif Motivasi artinya bahwa penghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akansaling membantu. 4) Ketrampilan Bekerja SamaKemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalamketrampilan bekerja sama.

3. Prinsip-prinsip Pembelajaran Kooperatif

  Interaksi Tatap Muka (Face to Face Promotion Interaction)Pembelajaran kooperatif memberikan ruang dan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untukbertatap muka saling memberikan informasi dan saling membutuhkan. Partisipasi dan Komunikasi (Participation and Communication) Pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk berpartisipasi aktif dan berkomunikasi.

4. Sintak Model Pembelajaran Kooperatif (Agus Suprijo, 2009:65) FASE-FASE PERILAKU GURU

Fase 1 : Present goals and setMenyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didiksiap belajar Fase 2 : Present informationMenyajikan informasi Mempresentasikan informasi kepada peserta didik secara verbalFase 3 : Organize students into learning teams Mengorganisir peserta didik ke dalam tim-tim belajarMemberikan penjelasan kepada peserta didik tentang tata carapembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukantransisi yang efisien. Fase 4 : Assist team work and study Membantu kerja tim dan belajarMembantu tim-tim belajar selama peserta didik mengerjakantugasnya Fase 5 : Test on the materialsMengevaluasi Menguji pengetahuan peserta didik mengenai berbagai materipembelajaran atau kelompok- kelompok mempresentasikan hasilkerjanya Fase 6 : Provide recognitionMemberikan pengakuan atau penghargaan Mempersiapkan cara untuk mengakui usaha dan prestasiindividu maupun kelompok

5. Keuntungan dan Kelemahan model pembelajaran kooperatif

  Untuk mengatasi kelemahan tersebut, perlu ditekankan kepada siswa bahwa setiap anggota kelompok bertanggung jawab secarapribadi untuk memahami materi yang sudah diajarkan dan di setiap akhir pembelajaran siswa harus mengikuti kuis yang harus dikerjakansecara individu. Siswa yang berkemampuan tinggi bukan“menggurui”, tetapi membantu memberikan penjelasan kepada siswa yang kurang pandai dalam satu kelompok tersebut, sehingga semuaanggota dapat memahami dengan baik materi yang diajarkan dan dapat mengerjakan soal yang diberikan.

6. Tipe-tipe dalam model pembelajaran kooperatif

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Menurut Arends (2008; 16) Numbered Heads Together (NHT) merupakan model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan olehSpencer Kagan (1998) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam revisi berbagai materi yang dibahas dalam sebuah pelajaran dan untukmemeriksa pemahaman mereka tentang isi pelajaran itu. 5) Answering – memanggil sebuah nomor dan siswa dari masing- masing kelompok yang memiliki nomor itu mengangkat tangannya dan siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok didepan kelas.6) Penutup – memberikan kesimpulan akan pembahasan materi hari itu dan bisa memberikan kuis individual.

F. Minat Belajar

1. Pengertian minat

  Minat besar pengaruhnya terhadap belajar,karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat Sedangkan menurut Winkel (1987:105) minat diartikan sebagai kecenderungan subyek yang menetap, untuk merasa tertarik padabidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu. Dari beberapa pengertian tentang minat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa minat merupakan kecenderungan dalam diriseseorang untuk merasa tertarik atau senang dan menaruh perhatian yang lebih terhadap sesuatu hal.

2. Ciri-ciri Minat Anak

  Minat dipengaruhi oleh budayaAnak-anak diberi kesempatan dari orang tua, guru, dan orang dewasa lain untuk belajar mengenai apa saja yang oleh kelompokbudaya yang mereka dianggap minat yang sesuai dan mereka tidak diberi kesempatan untuk menekuni minat yang dianggap tidaksesuai bagi mereka oleh kelompok budaya mereka. Minat itu egosentrisMisalnya, minat anak laki-laki pada matematik, sering berlandaskan keyakinan bahwa kepandaian di bidang matematikadi sekolak akan merupakan langkah penting menuju kedudukan yang menguntungkan dan bergengsi di dunia usaha.

3. Aspek-aspek Minat

  Bila mereka menganggap sekolah sebagai tempat mereka dapat belajar tentanghal-hal yang telah menimbulkan rasa ingin tahu mereka dan tempat, maka mereka akan mendapat kesempatan untuk bergauldengan teman sebaya yang tidak didapat pada masa prasekolah. Sebaliknya, pengalaman yang tidak menyenangkan dengan guru dapat dansering mengarah ke sikap yang tidak positif yang mungkin kelak akan memperlemah minat anak terhadap sekolah.

4. Metode Menemukan Minat Anak

  Pengamatan kegiatan Dengan mengamati mainan anak dan benda-benda yang mereka beli, kumpulkan atau gunakan dalam aktivitas yang ada unsur b. KeinginanBila ditanya apa yang diinginkan bila mereka dapat memperoleh apa saja yang mereka ingini kebanyakan anak denganjujur akan menyebut hal-hal yang paling diminati.

G. Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

  Winkel (1983:14) menyebutkan bahwa hasil belajar tidak selalu tampak pada perilaku anak karena ada hasil belajar yang masihtersembunyi atau berupa potensi yang tidak diketahui orang lain. Pengukuran hasil belajar berguna untuk mengetahui kemajuan atau keberhasilan program pendidikan untuk memberikan bukti Dalam penelitian ini, hasil belajar matematika diukur dengan menggunakan tes hasil belajar yang berupa tes evaluasi.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Muhibbin Syah (2008:144) menguraikan, secara umum faktor- faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat dibedakanmenjadi tiga macam, yaitu: a) Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa, meliputi:1) Aspek fisiologis2) Aspek psikologis b) Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa;c) Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yangdigunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari materi-materi pelajaran.

H. Materi

  Untukmembuat kubus satuan pada gambar (b), diperlukan 2 × 2 × 2 = 8 kubus satuan, sedangkan untuk membuat kubus pada gambar (c), diperlukan3 × 3 × 3 = 27 kubus satuan. Dengan demikian, volume atau isi suatu kubus dapat ditentukan dengan cara mengalikan panjang rusuk kubustersebut sebanyak tiga kali, sehingga =� × � × � 3 =� dengan s merupakan panjang rusuk kubus.

3. Volume Balok

  Untuk membuat balok seperti pada 2 × 2 × 1 = 4 kubus satuan, sedangkan untukgambar (b), diperlukan 4 × 2 × 2 = 16 kubusmembuat balok seperti pada gambar (c) diperlukan satuan. Hal ini menunjukkan bahwa volume suatu balok diperoleh dengancara mengalikan ukuran panjang, lebar dan tinggi kubus satuan tersebut.

4. Volume Prisma

  Dalam buku Travers (1987), Postulat 22 (Prinsip Cavalieri): Jika dua bangun ruang yang mempunyai tinggi yang sama, dan jika bidang-bidangyang sejajar dengan alas dan berjarak sama dari alas selalu membuat irisan pada kedua bangun ruang itu yang luasnya sama, maka kedua bangunruang itu mempunyai volume yang sama. Gambar 2.4 Prisma untuk Teorema 14.13 Diketahui sebuah prisma dan sebuah paralelepipedum, yang masing- masing memiliki tinggi h dan luas alas A dan keduanya terletak padabidang E.

5. Volume Limas

  Berdasarkan Teorema Irisan MelintangLimas (Teorema 14.12 yang menyatakan diberikan dua limas dengan tinggi yang sama, jika alasnya mempunyai luas yang sama, maka irisanmelintang dengan jarak yang sama dari alas juga memiliki luas yang sama), maka irisan melintang dari kedua limas pada gambar memiliki luasyang sama. Pada Travers (1987) Teorema 14.15 “Volume dari limas 1 segitiga adalah sepertiga hasil kali dari tinggi dan luas alas (V =�ℎ).” 3 Gambar 2.7 Limas dan Prisma Diketahui sebuah limas segitiga dengan puncak E, volume V, tinggi h, dan alas ABC dengan luas A; sebuah prisma segitiga dengan tinggi h dan Pembuktian dari Teorema 14.15 (gambar 2.8) yaitu dengan membagi prisma segitiga itu menjadi tiga limas segitiga, salah satu dari ketiga limassegitiga sesuai dengan limas yang diketahui.

3 I. Kerangka Berpikir

  Numbered Heads Together (NHT) merupakan tipe pembelajaran yang dirancang untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman siswaterhadap isi pelajaran tersebut. Pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada pokok bahasan Volume Bangun Ruang Sisi Datar diharapkan dapat membuat anak semakin berminat dalam belajar matematika dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini digolongkan ke dalam jenis penelitian eksploratif

  dimana peneliti mencoba untuk melakukan eksplorasi dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)untuk mengetahui minat belajar dan hasil belajar dengan model pembelajaran kooperatif tersebut pada siswa-siswi kelas VIII B SMPPangudi Luhur 1 Yogyakarta. Rencana PelaksanaanPembelajaran (RPP) mencakup beberapa komponen, antara lain: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuanpembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan, rincian langkah- langkah kegiatan pembelajaran, sumber belajar, media pembelajaran, Tabel 3.1 Rencana Pembelajaran Pertemuan ke- Materi yang diajarkan I Volume bangun ruang kubus II Volume bangun ruang balok III Volume bangun ruang prisma IV Volume bangun ruang limas 2.

a. Non Tes

  Pernyataan- pernyataan yang dibuat dibedakan ke dalam pernyataanpositif dan pernyataan negatif dengan alasan untuk melihat jawaban siswa apakah konsisten atau tidak. Berikut kisi-kisikuisioner penelitian minat belajar: Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuisioner Penelitian Minat Belajar No Item No Indikator Item Positif Item NegatifPersiapan sebelum belajar 1 2 1 matematika di kelasPerasaan senang terhadap 3,4 5 2 pelajaran matematikaPerhatian dalam mengikuti 6,7 8,9,10 3 pelajaran matematikaKetertarikan pada materi 11,12,13 14,15 4 pelajaran matematikaRespon dan rasa suka terhadap model 16,17,18, pembelajaran atau objek 21, 225 19, 20matematika yang digunakan.

b. Tes tertulis

  Menghitung besarperubahan volume bangunprisma jika ukuran 1 - 1 10 % besar limas dan tinggi limas, diketahui (soalperubahan panjang sisi-sisi alas dan tinggi no. 8) volume bangun diperbesar, siswa dapatlimas jika menghitung besar perubahan ukuran volume limas.rusuknya berubah 8. Menghitung Diberikan ukuran-ukuran panjang - 1 - 1 10 % volume rusuk bangun ruang pada gambar, (soalgabungan siswa dapat menghitung volume no. 5) bangun ruang bangun ruang.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Observasi dan KuisionerKeterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) diamati oleh observer yang kemudian dicatat pada Pembelajaran (RPP) dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom “ya” untuk kegiatan yang terlaksana atau memberikan tanda cek (√) pada kolom “tidak” untuk kegiatan yang tidak terlaksana. WawancaraWawancara dilakukan dengan tujuan mengetahui lebih dalam pendapat siswa tentang pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT), minat siswa dalam proses pembelajaran, kemampuan mengerjakan tes hasil belajar, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa.

G. Validitas dan Reliabilitas

  ValiditasSuatu tes dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriterium, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasiltes tersebut dengan kriterium (Suharsimi Arikunto, 1988:66). Rumus korelasi product momen dengan angka kasar:� ∑ �� − (∑ �)(∑ �) =� �� 2 2 2 2 } }�{� ∑ � − (�) �{� ∑ � − (�) Di mana: N = Banyaknya dataX = Skor masing-masing subjek pada satu butir item tertentuY = Skor total masing-masing subjek pada semua butir item pada instrumen Dalam hal ini, suatu tes dikatakan valid jika > r tabel , jika� � �� �� < r tabel maka tes tersebut tidak valid.

H. Teknik Analisis Data

  Selain itu terdapat pula opsi “sangat sering” diberi skor 5, “sering” diberi skor 4, “kadang- Semakin tinggi skor yang dicapai siswa maka semakin tinggi pula rasa minat belajar siswa pada model pembelajaran kooperatif tipe Numbered heads Together (NHT). Wawancara minat siswa sebagai tehnik pengumpulan data berfungsi sebagai instrumen untuk menggali informasi dari siswadalam mengevaluasi dan merefleksikan kegiatan yang telah 3.

I. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatiftipe Numbered Heads Together (NHT). Peneliti melakukan wawancara dengan siswa untuk lebih menguatkan data tentang minat dan tanggapan siswa mengenai soaldan perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan 3.

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, peneliti akan membahas mengenai pelaksanaan penelitian

A. Pelaksanaan Penelitian

  Lingkungansekolah yang luas, bersih dan fasilitas yang memadai seperti ruang kelas yang terang dan tidak pengap karena terdapat jendela, adanya viewer dan whiteboard, buku paket matematika, buku jurnal, dan lain sebagainya menyebabkan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan kondusif. Sakura Kamboja Lily Dahlia 1 Siswa 3 Siswa 1 Siswa 38 Siswa 39 2 Siswa 16 Siswa 15 Siswa 11 Siswa 36 3 Siswa 23 Siswa 20 Siswa 19 Siswa 9 4 Siswa 32 Siswa 14 Siswa 12 Siswa 22 5 Siswa 4 Siswa 30 Siswa 21 Siswa 5Pengambilan data yang dilakukan peneliti sebanyak empat kali pertemuan.

B. Penyajian Data

  Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pengamatan keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) dilakukan oleh tiga observer selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) di kelas VIII B semester genap tahun ajaran 2012/2013 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Perhitungan keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memberi skor 1 pada pernyataan yangdiberi tanda cek ( √) kolom ‘ya’ untuk kegiatan yang terlaksana dan skor 0 apabila yang diberi tanda cek (√) kolom ‘tidak’ untuk kegiatan yang tidak terlaksana, setelah itu skor dijumlah dan diperoleh data sebagaiberikut: Tabel 4.4 Data Keterlaksanaan RPP Observer Skor Keterlaksanaan pertemuan ke- ke- 1 2 3 4 1 8 10 10 10 2 8 10 10 10 3 8 10 10 10 2.

3. Tes Kemampuan Awal

  Hasilnya dapat dilihat dalam tabel 4.9 dibawah ini: 6 Siswa 6 11 Siswa 11 Tidak masuk 60 10 Siswa 10 48 9 Siswa 9 62 8 Siswa 8 40 7 Siswa 7 80 30 Tabel 4.9 Hasil Tes Kemampuan Awal (TKA) VIII B 5 Siswa 5 28 Tes Kemampuan Awal (TKA) diberikan kepada siswa kelas VIII B pada hari Rabu, 1 Mei 2013 yang telah divalidasi oleh pakar yaitu dosenpembimbing dan guru. Rata-rata (MEAN) = 46,971 60 28 Siswa 28 Tidak masuk 8 20 Siswa 20 14 Siswa 14 Tidak masuk 15 Siswa 15 60 16 Siswa 16 60 17 Siswa 17 40 18 Siswa 18 2 19 Siswa 19 60 40 40 21 Siswa 21 20 22 Siswa 22 40 23 Siswa 23 Tidak masuk 24 Siswa 24 80 25 Siswa 25 2 26 Siswa 26 80 27 Siswa 27 d.

4. Kuis

  23 Siswa 23 95 100 17 Siswa 17 100 60 18 Siswa 18 100 100 19 Siswa 19 100 100 20 Siswa 20 100 100 21 Siswa 21 10 22 Siswa 22 100 30 24 Siswa 24 100 70 60 25 Siswa 25 95 70 26 Siswa 26 100 50 27 Siswa 27 100 60 28 Siswa 28 100 Tidak masuk 16 Siswa 16 60 100 Kuis diadakan pada akhir pembelajaran setiap dua pertemuan sekali. Nama Kuis 1 Kuis 2 1 Siswa 1 100 100 2 Siswa 2 100 60 3 Siswa 3 100 60 4 Siswa 4 100 30 5 Siswa 5 55 100 7 Siswa 7 100 15 Siswa 15 40 8 Siswa 8 100 100 9 Siswa 9 100 100 10 Siswa 10 100 100 11 Siswa 11 100 100 12 Siswa 12 100 10 13 Siswa 13 100 100 14 Siswa 14 100 100 70 31 Siswa 31 75 Tes hasil belajar diberikan pula pada hari Jumat, 17 Mei 2013 d.

5. Tes Hasil Belajar

  pembimbing dan sebelumnya telah dilakukan uji coba Tes Hasil Belajar(THB) di kelas VIII responbility di SMP Joannes Bosco Yogyakarta pada hari Sabtu, 11 Mei 2013 dan selanjutnya dilakukan uji butir berupa ujivaliditas dan reliabilitas. Standar Deviasi (SD) = 23,5039 Penghargaan kelompok dilihat dari kriteria peningkatan pada BAB III yang diperoleh dari peningkatan nilai dari Tes Kemampuan Awal(TKA) dan kuis 1 serta dari kuis 1 dan kuis 2.

C. Analisis Data dan Pembahasan

  Pada kelas VIII B semester genap tahun 2012/2013 SMPPangudi Luhur 1 Yogyakarta jumlah siswanya 40 siswa sehingga paling sedikit 32 siswa mengikuti proses pembelajaran. Ternyata, pada TesKemampuan Awal (TKA), Tes Hasil Belajar (THB) dan proses pembelajaran selama empat pertemuan sudah diikuti lebih dari 80% siswa sehingga penelitidapat menganalisis data yang diperoleh.

1. Analisis keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Maka, keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan I menurut observer 3 adalah sebagai berikut: 8× 100% = 80% �������������� 1 = 10 Rata-rata keterlaksanaan pada pertemuan I adalah sebagai berikut:80% + 80% + 80% ���� − ���� �������������� 1 = 3240% = = 80% 3 b. Maka, keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan II menurut observer 1 adalah sebagai berikut: 10× 100% = 100% �������������� 2 = 102) Observer 2 10× 100% = 100% �������������� 2 = 103) Observer 3 Skor terlaksana yang diperoleh adalah 10.

2. Analisis minat belajar dalam model pembelajaran kooperatif tipe

  Enam belas orang siswa sebelumnya cukup berminat belajar matematika menjadi berminat belajar matematika setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT), tiga orang siswa sebelumnya berminat belajar matematika menjadi sangat berminat belajar matematika setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Akan tetapi ada dua orang siswa yang tidak mengalami perubahan dimana yang sebelumnya cukup berminat menjadi tetap cukup berminat belajar matematika.

3. Hasil belajar dalam model pembelajaran kooperatif tipe Numbered

  Heads Together (NHT) Analisis data untuk hasil belajar dalam model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dilakukan dengan dua cara yaitu:a. 80 Tuntas 75 Tuntas 13 Siswa 13 95 Tuntas 14 Siswa 14 90 Tuntas 15 Siswa 15 47.5 Tidak tuntas 16 Siswa 16 17 Siswa 17 46.25 Tidak tuntas 66.25 Tidak tuntas 18 Siswa 18 70 Tidak tuntas 19 Siswa 19 60 Tidak tuntas 20 Siswa 20 100 Tuntas 21 Siswa 21 45 Tidak tuntas 22 Siswa 22 12 Siswa 12 11 Siswa 11 b.

5. Wawancara

  Wawancara ini digunakan untuk menguatkan data yang diperoleh a) Siswa A adalah siswa yang cukup berminat dengan hasil belajarnya kurang. Apakah kamu dapat lebih memahami materi volumebangun ruang dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)?

1) Kesimpulan Secara Umum

  Numbered Heads Together (NHT) karena pembelajaran lebih mengasyikkan. Mereka berharap kelompoknya bisa memilih sendiri dan situasi kelas bisa lebih tenang lagi.

2) Kesimpulan Secara Khusus

  Pada waktu diskusikelompok, dia juga sering mengeluarkan pendapat dan dia akan berusaha menjawab apabila guru atau teman bertanya. menurutnya dengan seringmengerjakan soal atau tugas dari guru, saat dia menghadapi ulangan nanti dia akan bisa mengerjakan dan lebih mudah.

D. Hambatan Pada Saat Melakukan Penelitian

  Penelitian ini menggunakan kelas yang besar yang terdiri dari 40 siswa sehingga peneliti kurang dapat memperhatikan siswa-siswinya secaraindividu. Penelitian ini tidak selalu tepat untuk diterapkan di semua sekolah sepertiSMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta karena sebagian besar dari mereka berasal dari suku yang sama sehingga kurang terlihat keberagamannya,sedangkan prinsip pembelajaran kooperatif juga mempertimbangkan dari segi heterogenitasnya, artinya perbedaan suku, rasa dan perbedaan latarbelakang keluarga.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian pada siswa-siswi kelas VIII B semester genap

  Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pokok bahasan Volume Bangun Ruang Sisi Datar telah dan dapat terlaksana dengan baik. Dari hasil kuisioner mengenai minat belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)diperoleh hasil yang positif, dimana kriteria secara keseluruhan tergolong berminat terhadap pembelajaran matematika.

B. SARAN

  Menyampaikan kepada siswa materi yang akan dipelajari, kompetensi dasar, dan indikator yangingin dicapai setelah pembelajaran ini. Siswa dibagi menjadi 8 kelompok heterogen yang masing-masing kelopok terdiri dari 4-5 orang dantiap orang memiliki nomor tertentu (1,2,3,4, dan 5) 2.

a. Eksplorasi

  Siswa mengerjakan latihan awal padal LembarKerja Siswa (LKS) 1 yang terdiri dari 5 soal yang berbeda-beda (tiap anak mengerjakan danbertanggung jawab atas satu soal sesuai nomor yang dimilikinya). Siswa mengerjakan latihan awal padal LembarKerja Siswa (LKS) 1 yang terdiri dari 5 soal yang berbeda-beda (tiap anak mengerjakan danbertanggung jawab atas satu soal sesuai nomor yang dimilikinya).

3 Jadi, rumus volume limas dapat dinyatakan sebagai berikut

  Diketahui sebuah limas dengan alas berbentuk persegi sisi 4 cm dan tinggi 6 cm. Alasnya berbentuk segitiga siku-siku yang panjang siku-sikunya 5 dm dan 12 dm.

3. Soal Kuis dan Kunci Jawaban

  Alas sebuah prisma berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang sisi alas segitiga 7 cm dan tinggi 10 cm. Jika panjang rusuk alas 10√2 cm dan panjang rusuk tegak 26 cm, tentukan volume cairan tersebut !

1. Diketahui panjang diagonal bidang sebuah kubus adalah √162 cm

  Mencari CG�� 2 − �� 2 =�� 2 17 12 − 15 2 =�� 2 289− 225 = �� 2 �� = 8 Skor 3 Volume balok :� = � × � × � = 12 x 9 x 8= 864 cm Total skor 5 2 2 Skor 3 =�� Jawab : �� 2 2 =√162 r 2 2 = 162 2 r 2 = 162 r 2 = 81 r = 9 V =� KUNCI JAWABAN TES KEMAMPUAN AWAL (TKA) 3 = 9 3 = 729 cm Total skor 5 2. Alas sebuah prisma berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang sisi alas segitiga 7 cm dan tinggi 10 cm.

3 Total skor 5

  � = 5 − 3.5= 1.5 Tatal skor 5 � � ����� = � ����� 1 + � ����� 2 + � ����� 3= 96 + 30 + 60= 186 3 Skor 1 � � ����� 1 = � × � × �= 3 × 4 × 5= 12 × 5= 60 3 Skor 1 � � ����� 1 = � × � × �= 5 × 4 × 1.5= 20 × 1.5= 30 3 Skor 1 1 � � ����� 1 = � × � × �= 4 × 4 × 6= 16 × 6= 96 Jawab : 5. Bangun ruang di samping merupakan gabungan dari sebuah kubus yang panjang masing-masing rusuknya 16 cm dan sebuah limas yang tingginya 15 cm.

2 Luas sisi tegak limas = 960 cm

  1 Tinggi prisma = 10 m 1 2 2 = 4 m������ ��������� = √5 − 3 (10+4) 2 �4 Luas alas prisma = = 28 m 2 3 Volume prisma = L alas x t prisma = 28 x 10 = 280 m Volume balok = p l t 1= 10 x 10 x 5 3 = 500 cmVolume bangun ruang = volume prisma + volume balok 3 = 280 + 500 = 780 cm 3 Jadi, volume bangun ruang adalah 780 cm . 1 Jumlah panjang rusuk balok = 4 (p + l + t) 14{(2x + 6) + (2x – 2) + (3x + 4)} = 228 4 (7x + 8) = 22828x + 32 = 22828x = 196 x = 7p = (2x + 6) cm = 20 cm, l = (2x – 2) cm = 12 cm, 1 dan t = (3x + 4) cm = 25 cmVolume balok = p l t= 20 x 12 x 25 3 = 6000 cm 3 Jadi, nilai x adalah 7 dan volume balok adalah 6000 cm .

PEDOMAN PENILAIAN

  1 Ukuran limas setelah diperbesar : s = 4 x 20 = 80 cm, t = 4 x 24 = 96 cm 1 Besar perubahan volume = volume setelah diperbesar – volume awal 1 1 1 = {� (80 x 80) x 96} - { � (20 x 20) x 24} 3 3 3 = 204800 – 3200 = 201600 cm 3 Jadi, besar perubahan volume limas adalah 201600 cm . 1 3 Volume kubus = r 1 3 = 60 3 = 216000 cmVolume balok = volume kubus 1 80 x 50 x t = 216000t = 54 cm Jadi, tinggi kaleng yang berbentuk balok adalah 54 cm.

3 Jadi, volume limas adalah 072 cm

  1 Jumlah panjang rusuk balok = 4 (p + l + t) 14{(2x + 6) + (2x – 2) + (3x + 4)} = 228 4 (7x + 8) = 22828x + 32 = 22828x = 196 x = 7p = (2x + 6) cm = 20 cm, l = (2x – 2) cm = 12 cm, 1 dan t = (3x + 4) cm = 25 cmVolume balok = p l t= 20 x 12 x 25 3 = 6000 cm 3 Jadi, nilai x adalah 7 dan volume balok adalah 6000 cm . 1 Tinggi prisma = 10 m 1 2 2 = 4 m������ ��������� = √5 − 3 (10+4) 2 �4 Luas alas prisma = = 28 m 2 3 Volume prisma = L alas x t prisma = 28 x 10 = 280 m Volume balok = p l t 1= 10 x 10 x 5 3 = 500 cm Volume bangun ruang = volume prisma + volume balok 3 = 280 + 500 = 780 cm 3 Jadi, volume bangun ruang adalah 780 cm .

3 Volume limas = .200 cm

tinggi limas = 24 cm 1 ×luas alas × tinggiV = 3 3200 = ×���� ���� × 24 3 3200 Luas alas = 8

2 Luas alas = 400 cm

LAMPIRAN C 1. Validasi Tes Kemampuan Awal (TKA) oleh Dosen Pembimbing

2. Validitas Kuisioner Minat Belajar Siswa

3. Validitas dan Reliabilitas Soal Tes Hasil Belajar (THB) VALIDASI TES KEMAMPUAN AWAL (TKA) OLEH DOSEN PEMBIMBING

VALIDITAS UJI COBA KUISIONER MINAT BELAJAR SISWA

5 3 4 2 4 3 3 3 4 4 4 95 19 2 3 5 3 4 4 3 3 3 2 4 1 4 4 5 5 5 3 3 4 103 18 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 5 2 4 5 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 3 4 2 73 21 2 3 4 2 3 4 3 4 1 4 2 3 4 1 4 3 2 3 75 20 3 3 2 3 5 3 3 3 88 15 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 5 5 3 4 3 3 4 3 4 5 3 4 3 3 5 4 2 3 3 3 3 3 5 2 5 5 2 3 5 5 2 2 100 17 3 4 3 5 5 5 5 4 4 4 5 5 3 5 3 5 1 3 2 3 74 16 3 5 3 5 5 3 5 3 4 5 5 5 5 4 2 3 14 2 4 5 3 3 4 4 3 4 1 4 3 84 26 3 3 3 4 4 2 2 3 2 25 3 2 4 3 5 3 2 3 78 2 5 4 4 5 3 4 4 3 3 2 3 3 3 5 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 97 4 4 3 4 4 3 4 2 4 3 3 3 4 3 5 3 3 2 3 78 27 3 5 4 3 2 4 5 5 3 5 5 5 4 3 5 5 22 5 5 4 5 2 4 3 3 4 2 73 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 2 2 2 3 3 3 4 3 90 24 3 3 4 4 4 3 3 3 3 2 5 3 4 3 3 2 4 5 95 23 2 5 3 4 4 3 5 3 5 5 4 4 3 5 2 2 4 3 Lampiran | 67 IDNomor SoalJumlah 2 3 5 3 3 3 3 4 2 3 3 2 4 82 5 2 3 4 5 5 4 5 4 3 5 114 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 3 4 3 3 5 3 3 4 2 3 4 3 5 4 4 3 4 4 4 4 5 2 4 5 4 3 4 3 3 3 5 4 4 4 5 4 3 5 5 4 2 2 4 5 1 3 4 5 5 5 2 3 5 92 6 3 2 3 5 7 3 25 1 3 3 3 4 3 3 3 23 3 3 4 3 3 2 3 3 3 24 22 3 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 21 12 13 14 15 16 17 18 19 20 3 4 5 3 4 2 2 4 3 3 4 93 4 4 4 5 5 5 5 5 3 4 5 4 3 3 5 3 3 4 4 79 2 4 5 4 3 4 5 4 4 4 1 4 5 4 4 95 4 2 3 2 2 4 4 3 4 4 3 4 5 2 3 4 92 12 2 3 4 5 5 4 4 5 3 4 4 4 4 5 4 3 1 88 4 11 2 4 4 5 5 4 4 4 5 3 3 2 2 2 2 3 3 5 4 2 4 5 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 5 4 4 5 4 2 3 4 4 4 4 2 5 5 4 3 1 4 95 13 1 3 2 3 3 8 1 5 3 3 2 3 3 3 5 3 4 3 1 2 2 2 2 1 90 5 3 4 1 5 5 4 4 1 1 4 5 2 5 1 1 5 5 5 4 2 5 4 2 3 3 3 5 5 4 1 3 4 92 10 1 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 3 2 3 1 3 64 9 1 3 4 5 5 5 3 4 5 3 5 3 2 3 5 71 28 1 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 4 2 2 3 75 29 4 3 1 5 5 4 4 1 1 4 5 4 2 1 1 5 4 3 4 5 5 4 2 2 3 82 30 3 5 3 5 5 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 1 4 90 31 3 2 4 5 3 5 4 2 3 4 3 2 3 3 5 5 2 3 4 2 1 4 3 1 1 77 32 3 3 3 4 3 4 4 2 3 2 5 3 4 2 4 5 3 3 3 5 5 5 3 3 3 87 validitas 0,379 0,396 0,390 0,610 0,560 0,597 0,755 0,428 0,504 0,478 0,568 0,726 0,225 0,378 0,462 0,496 0,308 0,525 0,716 0,184 0,363 0,487 0,284 0,307 0,554kriteria V V V V V V V V V V V V TV V V V V V V TV V V TV V V KETERANGAN: V : VALIDTV : TIDAK VALID Lampiran | 68 VALIDITAS DAN RELIABILITAS SOAL TES HASIL BELAJAR

A. Uji Validitas Butir Soal

  X X 21 23 5 25 19,5 380,25 97,5 22 51 9 17 289 3 42 25 26 676 130 4 21 441 2 20 5 25 22,5 506,25 112,5 19 5 25 27,5 756,25 137,5 18 5 24 17 25 28 784 140 25 31 961 155Total 115 498,5 712 19073 2920,5 5 30 25 30 900 150 5 29 5 3 9 18,5 342,25 55,5 28 74 27 2,5 6,25 17,5 306,5 43,5 4 37 1369 2 26 5 25 37,5 1406,25 187,5 25 5 25 23,5 552,25 117,5 33 16 3,512.25 37,5 1406,25 131,25 2 Y Y 25 17 289 3 5 25 40 1600 200 5 4 85 5 54 3 25 25 625 125 5 2 5 25 19,5 380,25 97,5 1 2 X. 19073 − (712) ����� > 0,367 (� �� � = 0,717Karena �� }� 2 5 25 37,5 1406,25 187,5 27 17,5 306,5 28 5 25 28 784 140 29 3 9 30 900 90 30 5 25 31 961 155Total 83,5 315,25 712 19073 2330,75 � ∑ �� − (∑ �)(∑ �)= � �� 2 2 2 2 }{ }�{� ∑ � − (�) � ∑ � − (�) 29 .

4. Uji Validitas Butir Soal Nomor Empat

  Uji Validitas Butir Soal Nomor Lima Siswa ) maka instrumen soal nomor 4 valid ����� > 0,367 (� � − (�) = 0,582Karena �� }� 2 �{29 . 712 �� }� 2 51 23 2 4 19,5 380,25 5 4 34 4 17 289 2 3 39 2 2,5 6,2525 625 62,5 1 5 2 X.

7. Uji Validitas Butir Soal Nomor Tujuh

  Y 1 2 4 19,5 380,25 39 2 2,5 6,2525 625 62,5 3 17 289 4 5 25 40 1600 200 5 2 4 18 324 36 6 2 4 20 400 40 7 2 4 20 400 40 8 2 4 18 324 36 9 2,5 6,2518 324 45 10 17 289 11 2,5 6,25 35,5 1260,25 88,7512 2,5 6,25 33 1089 82,5 13 2 4 20,5 420,25 41 14 Tidak masuk 15 2 4 16,5 272,25 33 16 5 25 37,5 1406,25 187,5 17 23,5 552,2518 2,5 6,25 27,5 756,25 68,75 21 5 7 30 18 6 1,5 2,2520 400 1 18 324 1 5 25 40 1600 200 4 4 20 400 17 1 17 289 1 3 1 1 19,5 380,25 19,5 2 2,5 6,2525 625 62,5 1 2 X. > 0,367 (� �� � = 0,775Karena �� }� 2 �{29 . 19073 − (712) �{29 .

B. Uji Reliabilitas Butir Soal Siswa

  19073 − (712) 2 } . 376,25 − (72,5) = 29 .

14 Tidak masuk

  Sehingga dapat � 11 dikatakan bahwa instrumen soal uji coba tersebut reliable dengan kategori interpretasi sangat tinggi. Hasil Minat Belajar Siswa 2.

HASIL KUISIONER MINAT BELAJAR SISWA SEBELUM MENGGUNAKAN MODEL NHT

4 4 3 4 4 2 3 3 4 4 3 2 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 19 2 2 3 3 3 3 3 2 1 2 65 52,0% CM 2 3 3 82 65,6% M 2 3 1 3 88 70,4% M 21 1 2 3 2 5 1 1 3 3 4 5 4 3 2 5 1 3 2 3 20 4 2 3 4 5 5 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 2 2 2 2 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 5 4 84 67,2% M 16 3 4 4 5 4 3 4 1 3 5 5 2 3 3 3 1 1 4 5 1 81 64,8% M 15 3 5 3 4 3 3 3 5 4 3 5 3 1 1 4 4 5 3 2 3 5 3 4 5 3 3 2 4 1 79 63,2% M 18 1 4 3 4 4 5 4 4 3 5 3 3 5 4 4 4 3 4 4 3 5 4 100 80,0% M 17 3 3 1 4 3 5 3 5 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 2 1 4 91 72,8% M 27 2 4 3 4 3 3 3 4 2 3 3 2 4 3 4 2 4 3 5 3 73 58,4% CM 26 2 5 4 5 5 4 4 4 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 3 5 3 4 2 3 2 3 2 4 1 3 77 61,6% M 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 1 2 75 60,0% CM 28 3 3 3 1 3 4 2 4 2 1 3 75 60,0% CM 23 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 4 3 3 2 2 3 3 4 5 5 75 60,0% CM 22 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 4 4 4 3 4 3 4 2 3 4 3 3 4 4 4 93 74,4% M 5 25 2 3 1 3 2 3 3 2 3 4 3 24 2 3 3 3 2 2 3 3 3 75 60,0% CM 2 4 2 5 5 5 4 4 4 5 3 4 Lampiran | 80 IDNomor Soal 4 5 4 5 2 4 4 5 3 5 2 2 4 4 93 74,4% M 5 3 3 4 5 4 5 5 4 3 3 3 4 3 4 3 2 2 2 2 75 60,0% CM 4 4 3 4 3 2 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 1 3 4 2 3 4 4 3 4 3 4 3 1 1 2 77 61,6% M 7 1 4 5 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 5 4 4 2 3 4 4 89 71,2% M 6 1 1 4 2 3 3 4 23 24 25 1 3 2 3 5 3 21 4 3 4 3 4 3 4 3 22 20 4 8 Jm Pr Kr 1 2 3 4 5 6 7 9 19 10 11 12 13 14 15 16 17 18 3 4 1 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 88 70,4% M 1 4 1 3 5 5 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 89 71,2% M 2 3 3 4 4 5 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 2 2 4 4 2 72 57,6% CM 12 1 2 3 3 4 1 2 1 2 3 2 3 3 4 4 5 2 3 2 3 81 64,8% M 11 3 1 3 4 1 4 4 2 2 2 4 3 4 1 3 3 1 1 3 4 3 73 58,4% CM 4 3 3 3 3 2 3 3 14 2 3 3 5 5 2 3 5 1 3 3 3 3 3 1 2 1 2 2 3 3 2 56 44,8% CM 13 5 3 3 1 1 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 5 4 2 3 3 4 4 5 5 2 2 4 4 3 4 4 2 5 3 3 2 4 4 87 69,6% M 3 3 3 3 3 2 5 3 4 3 8 4 2 3 3 4 3 3 2 2 3 75 60,0% CM 2 9 3 3 10 1 5 3 5 5 3 3 3 2 2 4 3 4 3 3 4 2 3 4 2 74 59,2% CM 4 1 3 4 2 5 4 2 3 2 4 4 4 2 4 3 3 2 2 3 3 2 5 Lampiran | 81 3 4 3 4 4 5 1 3 4 4 2 3 3 3 4 4 3 3 82 65,6% M 37 1 5 3 5 5 1 3 5 3 3 3 4 3 2 3 4 3 2 3 3 2 2 4 3 2 2 4 3 3 4 4 3 3 4 2 2 2 71 56,8% CM 36 3 1 4 4 5 3 2 2 4 3 5 4 91 72,8% M 39 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 40 2 1 2 3 2 4 2 2 2 3 2 2 3 1 2 2 1 5 3 1 2 1 2 3 4 1 4 3 2 3 4 3 1 3 3 1 1 3 73 58,4% CM 38 3 3 5 4 2 4 4 5 4 3 4 3 4 3 4 4 2 3 35 29 4 2 3 3 4 4 4 2 3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 3 75 60,0% CM 32 3 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 3 3 3 3 4 5 3 4 3 4 3 5 4 4 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 1 3 82 65,6% M 30 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 31 3 3 3 3 4 1 3 68 54,4% CM 1 3 2 4 3 75 60,0% CM 34 2 3 3 3 4 1 3 1 2 3 5 4 5 1 3 5 2 1 3 3 5 1 3 3 3 5 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 5 4 100 80,0% M 33 2 3 4 2 3 4 3 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 2 1 52 41,6% CM

HASIL KUISIONER MINAT BELAJAR SISWA SETELAH MENGGUNAKAN MODEL NHT

  Hasil Pengamatan Keterlaksanaan RPP FOTO-FOTO PELAKSANAAN PEMBELAJARANSiswa saat mengerjakan TKA Saat Diskusi Kelompok Saat guru mengarahkan siswa Siswa menulis hasil kerjanya di papan tulis Saat siswa mempresentasikan hasil kerjanya (diskusi kelas) Saat siswa mengerjakan kuis Saat guru dan siswa bersama-sama membuat rangkuman pembelajaran Siswa saat mengerjakan THB TRANSKIP HASIL WAWANCARA Siswa AP :“namamu sapa dek?” SA :”yoseph”P :”ow Yoseph. Kamu berusaha bantu gak temen kelompok jika ada yang ngalamikesulitan?” SC :”yo ho oh lah mba.” P :” temen-temenmu itu saling mendorong kamu ga sih biar bisa belajar lebih baik lagi, matematika terutama?” p :”temen-temen kelompokmu itu saling mendorong buat belajar lebih giat lagi gak buat matematika?”SC :”ada yang bantu tapi juga ada yang gak mau urusan sama temen.” P :”cuek?”SC :”he e..

HASIL PENGAMATAN KETERLAKSANAAN RPP

Pertemuan pertama Pertemuan kedua Pertemuan Ketiga Pertemuan Keempat

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika: Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/200
0
13
80
Penerapan modal pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) dalam upaya meningkatkan hasil belajar kimia siswa
1
5
88
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep fluida dinamis
0
8
192
Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
7
116
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle (ioc) untuk meningkatkan hasil belajar ips siswa kelas VII-B smp muhammadiyah 17 ciputat tahun ajaran 2014/2015
3
42
0
Peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball 0hrowing pada siswa kelas III MI Hidayatul Athfal Depok
0
10
0
Perbandingan hasil belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan model pembelajaran kooperatif pada materi gaya kelas VIII semester I di MTs Negeri 1 Model Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 (studi eksperimen) - Digital Library IAIN
0
0
22
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Perbandingan hasil belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan model pembelajaran kooperatif pada materi gaya kelas VIII semester I di MTs Negeri 1 Model Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 (st
0
0
11
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran - Perbandingan hasil belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan model pembelajaran kooperatif pada materi gaya kelas VIII semester I di MTs Negeri 1 Model Palangka Raya tahun ajaran
0
0
23
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. PEMBAHASAN - Perbandingan hasil belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan model pembelajaran kooperatif pada materi gaya kelas VIII semester I di MTs Negeri 1 Model Palangka Raya tahun ajaran 2
0
0
24
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
10
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
28
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
25
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui pokok bahasan pesawat sederhana di SMP Negeri-4 kelas VIII semester II Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
185
Show more