Resiliensi siswa SMA Negeri I Wuryantoro (studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Wuryantoro tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial).

Gratis

0
0
99
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN Bab ini memuat latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan

A. Latar Belakang Masalah

  Dengan demikian pada jenjang SMA ini individu akan menghadapi berbagai situasi sulit, dikarenakanindividu harus mampu menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan- Resiliensi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang, kelompok atau masyarakat yang memungkinkan untuk menghadapi, mencegah,meminimalkan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan, atau kondisi yang menyengsarakanmenjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Kebutuhan tersebut mengacu pada tujuanpendidikan yang berusaha membantu siswa sebagai pribadi untuk mencapai keutuhan diri dalam segala aspek, membantu remaja mematangkan aspekkognitif melalui usaha serta mengembangkan kemampuan resiliensi dalam diri individu berdasarkan aspek-aspek resiliensi, antara lain: regulasi emosi,kontrol terhadap impuls, optimisme, kemampuan menganalisis masalah, empati, efikasi diri dan pencapaian.

B. Rumusan Masalah

  Seberapa baik tingkat resiliensi pada siswa SMA N 1 Wuryantoro tahun ajaran 2015/2016? Berdasarkan analisis terhadap butir-butir resiliensi yang teridentifikasi kemunculannya rendah, topik bimbingan pribadi sosial apakah yang implikatif bagi siswa SMA N 1 Wuryantoro?

C. Tujuan Penelitian

  Mendeskripsikan tingkat resiliensi pada siswa kelas XI SMA N 1 Wuryantoro tahun ajaran 2015/2016. Mengusulkan topik-topik bimbingan pribadi sosial untuk siswa kelas XISMA N 1 Wuryantoro sesuai dengan analisis butir-butir resiliensi yang teridentifikasi rendah.

D. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi: 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian dapat digunakan dan bermanfaat untuk memberikan informasi dan mengembangkan kajian di bidang ilmuBimbingan dan Konseling khususnya yang berhubungan dengan resiliensi.

2. Manfaat Praktis a

  dalam rangka memahami siswa berkaitan dengan resiliensiyang dimiliki, serta membantu, membina dan meningkatkan resiliensi pada siswa. Bagi Peneliti Penelitian ini merupakan bekal bagi peneliti di kemudian hari untuk mendampingi dan memberikan layanan bimbingan dankonseling, baik secara kelompok maupun individual, kepada siswa yang memiliki tingkat resiliensi rendah.

E. Definisi Operasional 1

Resiliensi Kemampuan individu menghadapi, mengatasi tantangan dalam hidup, dan mempertahankan energi positif dalam dirinya sehinggamampu menjalani kehidupan secara produktif dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Resiliensi dibangun berdasarkanaspek-aspek antara lain; regulasi emosi, kontrol terhadap impuls,

2. Siswa SMA sebagai Remaja

3. Bimbingan Pribadi Sosial

  Siswa SMA adalah mereka yang berusia sekitar 16-18 tahun yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Bimbingan pribadi sosial adalah upaya untuk membantu individu dalam memantabkan kepribadian dan mengembangkankemampuan individu dalam mengambil keputusan serta menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan diri sendiri juga oranglain.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini memuat uraian mengenai Hakikat resiliensi, karakteristik remaja, dan bimbingan pribadi sosial. A. Hakikat Resiliensi 1. Pengertian Resiliensi Istilah resiliensi diformulasikan pertama kali oleh Block (dalam Klohnen, 1996) dengan nama ego-resilience, yang diartikan sebagai

  Dari definisi yang dikemukakan di atas, tampak bahwa ego resiliensi merupakan satu sumber kepribadian yang berfungsi membentuk kontekslingkungan jangka pendek maupun jangka panjang, di mana sumber daya tersebut memungkinkan individu untuk memodifikasi tingkat karakter dancara mengekspresikan pengendalian ego yang biasa mereka lakukan. Dalam ilmu perkembangan manusia, resiliensi memiliki makna yang luas dan beragam, mencakup kepulihan dari masa traumatis,mengatasi kegagalan dalam hidup, dan menahan stress agar dapat berfungsi dengan baik dalam mengerjakan tugas sehari-sehari.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Resiliensi

  Hubungan yang dekat dengan keluarga memiliki kepedulian, dukungan dan perhatian, dan pola asuh yang hangat,teratur dan kondusif dalam perkembangan individu, memiliki hubungan harmonis antar anggota keluarga. Melalui komunitas individu merasa dihargai keberadaannya oleh orang lain, individu akanmerasakan hubungan dan dukungan yang membantu mereka dalam beradaptasi dengan kondisi yang ada dan mengatasi konsekuensinegative yang sering kali dihadapi individu.

3. Prinsip Dasar Keterampilan Resiliensi

  Fokus Kekuatan ManusiaPositif psychology memiliki dua tujuan utama, yakni (1) meningkatkan pemahaman tentang kekuatan manusia (human strengths) melalui perkembangan sistem dan metode klasifikasi untuk mengukur kekuatan tersebut; dan (2) menanamkan pengetahuan ini ke dalam program dan intervensi efektif yangterutama dirancang untuk membangun kekuatan partisipan daripada untuk memperbaiki kelemahan mereka. Resiliensimerupakan kekuatan dasar yang mendasari semua karakteristik positif pada kondisi emosional dan psikologis manusia.

4. Ciri-ciri Siswa yang Memiliki Resiliensi

Menurut Reivich & Shatte (Wielia & Wirawan, 2005) ciri-ciri seseorang yang resilien adalah (a) mampu mengontrol emosi dan bersikaptenang meskipun berada di bawah tekanan, (b) mampu mengotrol dorongannya dan membangkitkan pemikiran yang mengarah padapengendalian emosi, (c) bersifat optimis mengenai mengenai masa depan cerah, (d) mampu mengidentifikasi penyebab dari masalah mereka secara Sarafino (1994) menyatakan bahwa ciri-ciri siswa yang memiliki resiliensi yaitu (a) memiliki tempramen yang lebih tenang, sehinggamampu menjalin hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan; (b) memiliki kemampuan untuk dapat bangkit dari tekanan dan berusahauntuk mengatasinya.

5. Aspek-aspek Resiliensi

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yangkurang memiliki kemampuan untuk mengatur emosi, mengalami kesulitan dalam membangun dan menjaga hubungan baik dengan Reivich dan Shatte (2002), mengungkapkan dua buah keterampilan yang dapat memudahkan individu untuk melakukanregulasi emosi, yaitu tenang dan fokus. Kontrol Terhadap Impuls (Impuls Control) Kontrol terhadap impuls merupakan kemampuan individu untuk mengendalikan impuls atau dorongan-dorongan, keinginan, kesukaan,serta tekanan yang muncul dalam dirinya, kemudian akan Individu dengan kontrol terhadap impuls yang rendah pada umumnya percaya pada pemikiran impulsifnya yang mengenai situasisebagai kenyataan dan bertindak sesuai dengan situasi tersebut.

2. Karakteristik Masa Remaja

  Perubahan pada masa remaja adalah meninggikan emosi, perubahan tubuh, minat dan peran dalam kelompok sosial, perubahan minat dan pola perilaku, memiliki sifatambivalen, menuntut kebebasan namun belum ragu atas kemampuan untuk bertanggungjawab. Banyaknya perubahan yang terjadi dalam diri remaja membuat sebagian remaja mengalami kegagalan dalam penyesuaian dengan pola perilaku yang baru.

3. Tugas Perkembangan Remaja

  Lebih lanjut, Yusuf dan Nurihsan (2010: 5) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial diberikan dengan cara menciptakanlingkungan yang kondusif, interaksi pendidikan yang akrab, mengembangkan sistem pemahaman diri dan sikap-sikap yang positif,serta ketrampilan-ketrampilan pribadi-sosial yang tepat. Berdasarkan uraian dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi sosial adalah upaya untukmembantu individu dalam memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan individu dalam menangani masalah-masalahyang berkaitan dengan diri sendiri dan orang lain, yang didukung melalui penciptaan lingkungan yang kondusif dan interaksi pendidikan yang akrab.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu

  Setiap pengertian dan penjabaran didasarkan pada pemahaman logis, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada saatpenelitian dilakukan (Furchan, 2007: 447).

C. Subjek Penelitian

  Jumlah populasi penelitian adalah 65 siswa, yang terbesar dalam 2 kelas yaitu sebanyak 31 siswa kelas IPA 1 dan 34 siswa kelas IPS 1. Teknik dan Instrumen PenelitianInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang disusun berdasarkan aspek-aspek resiliensi menurut Reivich & Shatte (2002).

INDIKATOR JML FAV. UNFAV

1,2 3,4 4 Regulasi Tenang dalam menghadapi masalahEmosi 15,6 7,8 4(Emotion Fokus pada permasalahan yang ada Regulation)9,10 11,12 4 Kontrol Kemampuan mengendalikan emosi negatifterhadap 2 (Impuls13,14 15,16 4 Kemampuan mengelola emosi negativeKontrol) 17,18 19,20 4 Memiliki keyakinan bahwa segala sesuatuakan menjadi baik Optimisme 3 (Optimism)21,22 23,24 4 Yakin mampu menghadapi segala situasi 25,26 27,28 4 Mampu mengidentifikasi masalah denganbaik 29,30 31,32 4 Kemampuan Mampu membuat solusi atas masalah yangdihadapi menganalisis 4 masalah33,34 35,36 (Causal Tidak menyalahkan oranglain atas kesalahananalysis)yang diperbuat 37,38 39,40 4 Meyakini bahwa kegagalan terjadi akibatkurangnya usaha 41,42 43,44 4 Mampu memaknai perilaku verbal orang lainEmpati 545,46 47,48 4(empathi) Mampu memaknai perilaku non-verbal orang lain 51,52 4 Memiliki keyakinan untuk memecahkanmasalah yang dihadapi Efikasi diri 49,50 6 (self-efficacy)53,54 55,56 4 Memiliki keyakinan untuk sukses 57,58 59, 60 4 Tidak malu apabila mengalami kegagalanPencapaian 61.62 63,64 4 7 Keluar dari zona nyaman diri (reaching out)65,66 67,68 4 Berani untuk mengoptimalkan kemampuan 68

E. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas

  Hasil konsultasi dan telaah yang dilakukan oleh ahli dilengkapi dengan pengujian empirik dengan cara mengkorelasikan skor-skor setiapitem instrumen terhadap skor-skor total aspek dengan teknik korelasi Spearman's rho menggunakan aplikasi program komputer SPSS for Window. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh peneliti, diperoleh 62 item yang valid dan 6 item yang tidak valid.

INDIKATOR NOMOR ITEM FAV. UNFAV

Regulation) Meyakini bahwa kegagalan terjadi akibat kurangnya usaha37, 38 39, 40 65,66 67,68Catatan: kode*) adalah keterangan item yang tidak valid Tidak malu apabila mengalami kegagalan 57, 58 59, 60Keluar dari zona nyaman diri 61, 62 63,64*Berani untuk mengoptimalkan kemampuan out) 7 Pencapaian(reaching Memiliki keyakinan untuk sukses 53, 54 55, 56 Memiliki keyakinan untuk memecahkan masalah yang dihadapi 49, 5051, 52 efficacy) 6 Efikasi diri(self- 45, 46 47*, 48 43, 44Mampu memaknai perilaku non-verbal orang lain Mampu memaknai perilaku verbal orang lain41,42* 5 Empati(empathi) Tidak menyalahkan oranglain atas kesalahan yang diperbuat33, 34 35, 36 Tenang dalam mengahadapi masalah 1, 2 3, 4Fokus pada permasalahan yang ada 5, 6 7, 8 1 RegulasiEmosi(Emotion Mampu mengidentifikasi masalah dengan baik25, 26 27, 28* analysis) 4 Kemampuan menganalisismasalah(Causal Yakin mampu menghadapi segala situasi 21, 22 23, 24 Memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu akan menjadi baik17, 18 19, 20 3 Optimisme(Optimism) 1415, 16 Kemampuan mengelola emosi negatif 13*, Kemampuan mengendalikan emosi negatif9, 10 11*, 12 Kontrol) 2 Kontrol terhadap(Impuls Mampu membuat solusi atas masalah yang dihadapi29, 30 31, 32

2. Reliabilitas

  Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel(Azwar, 2007:176). Sukardi (2003: 127) mengatakan bahwa pengukuran yang menggunakan instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilaireliabilitas yang tinggi, apabila alat ukur yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak diukur.

F. Teknik Pengumpulan Data 1

  Meminta surat izin untuk melakukan penelitian pada sekretariat Program Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta yang kemudian ditandatangani oleh ketua Jurusan Ilmu Pendidikan. Responden yang digunakan untuk penelitian adalah siswa yang hadir pada saat pengambilan data, sehingga jumlah siswa yang digunakan sebagairesponden penelitian terpakai dan mengisi instrument berjumlah 65 siswa.

a. Memberi skor pada tiap-tiap item pada setiap kuesioner yang telah

  Mentabulasikan seluruh data ke dalam komputer dengan bantuan program Microsoft Excel, kemudian menjumlah total skor dari masing-masing responden. Mengelompokkan tingkat resiliensi subyek ke dalam lima kategori dengan mengacu pada pedoman Azwar.

a. Deskripsi Resiliensi

  Kategorisasi skor subyek penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menggolongkan subyek penelitian ke dalam kategori yang telahditetapkan. Selanjutnya, σ (standar deviasi): 186:6=31, dan µ (mean teoritik): (24+62:2=155).

b. Kategorisasi Skor Item

Kategorisasi skor item dilakukan untuk menemukan item kuesioner yang terindikasi rendah yang akan digunakan penelitisebagai pedoman penyusunan usulan topik-topik bimbingan yang relevan Kategorisasi item penelitian diperoleh dengan perhitungansebagai berikut: X maksimum: 4x65 =260, X minimum: 1x65=65 sehingga luas jarak:260-65=195 . Selanjutnya σ(standar deviasi): 195:6=32,5 dan (mean teoritik): 260+65:2= 162,5Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 8 Pengkategorisasian Skor Item Penghitungan skor Rerata KeteranganSangat tinggi µ + 1,5 σ < X X ≥ 211 Tinggi µ + 0,5 σ < X ≤ µ + 1,5 σ 179 < X ≤ 211 µ -Sedang 0,5 σ < X ≤ µ + 0,5 σ 146 < X ≤ 179 µ -Rendah 1,5 σ < X ≤ µ - 0,5 σ 114 < X ≤ 146 Sangat Rendah X ≤ µ - 1,5 σ X ≤ 114 Kemudian, item yang masuk dalam kategori sedang, rendah dan sangat rendah akan dijadikan sebagai dasar penyusunan usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial yang efektif bagi siswa.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab disajikan hasil penelitian dan pembahasan atas hasil penelitian

A. Hasil penelitian 1. Deskriptif Resiliensi Siswa SMA Negeri I Wuryantoro Tahun Ajaran 2015/2016

  Penelitian ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tingkat resiliensi siswa kelas XI SMA Negeri I Wuryantoro dandalam pembuatan topik-topik bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan resiliensi pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi yang dimiliki oleh siswa kelas XI yang bersekolah di SMA Negeri I Wuryantoro danmengidentifikasi butir-butir resiliensi yang belum tercapai pada siswa kelas XI SMA Negeri I Wuryantoro.

7 Series 1

  10 Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori rendah Terdapat 64,6% atau 42 siswa termasuk dalam kategori tinggi c. Terdapat 24,6% atau 16 siswa termasuk dalam kategori sangat Tabel dan diagram menerangkan bahwa: a.

2. Hasil analisis butir-butir instrumen resiliensi yang terindikasi rendah

  Item yang berada dalam kategori sedang, rendah dan sangat rendah adalah item yang akan digunakan sebagai bahanpenyusunan usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial. Tidak ada item yang masuk dalam kategori sangat rendah Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat 8 item yang masuk dalam kategori sedang dan 1 item yang masukdalam kategori rendah.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Resiliensi Siswa Kelas XI SMA Negeri Wuryantoro Tahun Ajaran 2015/2016 masuk dalam kategori tinggi

  Siswa yangmemiliki resiliensi yang baik adalah siswa yang mampu mengontrol emosi dan bersikap tenang meskipun berada di bawah tekanan, mampumengotrol dorongannya dan membangkitkan pemikiran yang mengarah pada pengendalian emosi, bersifat optimis mengenai mengenai masadepan cerah, mampu mengidentifikasi penyebab dari masalah mereka secara akurat, memiliki empati, memiliki keyakinan diri, memilikikompetensi untuk mencapai sesuatu. Individu akan cenderunguntuk terjebak dalam emosinya dan sulit membuat keputusan dengan tepat, Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang ditemukan olehGottman (1997) yang menunjukkan bahwa dengan mengaplikasikan regulasi emosi dalam kehidupan akan berdampak positif baik bagikesehatan fisik, keberhasilan akademik, kemudahan dalam membina hubungan dengan orang lain dan meningkatkan resiliensi.

2. Item-item Resiliensi

Berdasarkan hasil penelitian, di dapatkan data yang menunjukan bahwa terdapat 1 butir kuisioner yang terindikasi rendah, dan 8 butir kuisioner yangterindikasi sedang. Kesembilan item tersebut diuraikan sebagai berikut: Tabel 11 Item-item Resiliensi siswa kelas XI yang masuk dalam kategori sedang dan rendah ASPEK

INDIKATOR NOITEM SKOR

  Hal ini dapat disebabkan karena siswa memiliki gaya berpikir “Saya- selalu- semua” dimana siswa dengan gaya berpikir “Saya-Selalu-Semua” merefleksikan keyakinan bahwa penyebab permasalahan berasal dari individu tersebut (Saya), hal ini selalu terjadi dan permasalahan yang adatidak dapat diubah (Selalu), serta permasalahan yang ada akan cenderung mempengaruhi seluruh aspek hidupnya (Semua). Mereka tidak terlaluterfokus pada faktor-faktor yang berada di luar kendali mereka, sebaliknya mereka memfokuskan dan memegang kendali penuh pada pemecahanmasalah, perlahan mereka mulai mengatasi permasalahan yang ada, mengarahkan hidup mereka, bangkit dan meraih kesuksesan (Reivich &Shatte, 2002).

C. Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi-Sosial

  Ketika melihat beberapa aspek yang memiliki tingkat resiliensisedang dan rendah tersebut, maka peneliti mengusulkan untuk memberikan bimbingan pribadi sosial dengan ragam pribadi-sosial, guna lebihmeningkatkan resiliensi siswa dengan topik-topik bimbingan yang sesuai. Pengembangan orang lain (Contoh experientalpengalaman diri sendiri dan oranglearning: berpasang- Diri: Materi Bimbingan Bagilain atas masalah yang dihadapipasangan untuksiswa. Bandung: UPT LBK UPImensharingkan suatu masalah dan solusi yangpernah dihadapi) Kemampuan Siswa mampu mengembangkan Saya mampu mengenali akar masalah Keterampilan Ceramah, tugas, diskusi Sujawo.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa resiliensi

  Berdasarkan item-item yang terindikasi rendahtersebut, peneliti mengusulkan topik-topik bimbingan pribadi-sosial yang implikatif untuk meningkatkan resiliensi pada siswa kelas XI SMA Negeri I Wuryantoro Tahun Ajaran 2015/2016. Adapun topik-topik bimbingan pribadi sosial tersebut adalah Fokus, Kematangan Emosi, PengendalianDiri, Pemahaman Diri, Keterampilan Mengidentifikasi Masalah,Pernyataan yang menguatkan diri Mengatasi Amarah, Empati, Percaya Kemampuan Diri, dan Keluar dari Zona Nyaman.

B. Saran

  Guru pembimbing memiliki metode-metode yang aktual, kreatif dan inovatif dalam melakukan layanan dan bimbingan. Metodetersebut hendaknya merupakan metode yang sesuai dengan perkembangan siswa dan menarik bagi siswa sehingga dapatditerima oleh siswa dan bermanfaat bagi siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan antara kepuasan kerja dan resiliensi dengan organizational citizenship behavior (ocb) pada karyawan kantor pusat pt. Gambaran Resiliency pada Individu yang Pernah Hidup di Jalanan.

Dokumen baru

Download (99 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Opini Remaja Terhadap Pesta Rondang Bittang (studi deskriptif komparatif mengenai opini remaja terhadap Pesta Rondang Bittang pada siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Siantar dan SMA Negeri 1 Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun)
2
38
143
Diaknosis kesalahan penerapan konsep dalam menyelesaikan soal-soal fisika tentang kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas II Cawu 1 SLTP Negeri 12 Jember tahun pelajaran 200/2001
0
4
77
Hubungan pembelajaran fisika menggunakan media komik dengan minat belajar siswa pada konsep zat dan wujudnya di SLTP Negeri 1 Jember siswa kelas I Cawu 1 tahun pelajaran 2000/2001
0
8
97
Hubungan pemberian biasiswa terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran biologi siswa kelas II SLTP Negeri se Kabupaten Bondowoso tahun ajaran 2000/2001
0
4
61
Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
Hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa kelas II SMA Negeri I Pamulang
0
6
153
Analisis kesalahan huruf kapital dan tanda baca pada paragraf deskriptif siswa kelas V SD Negeri Sampay Rumpin-Bogor
1
16
151
pengaruh pendidikan agama islam terhadap akhlak siswa SMA Negeri 51 Jakarta
4
29
93
Efektivitas kegiatan keputrian pada eksrakkurikuler rohis terhadap pembentukan akhlak siswa di SMA Negeri 29 Jakarta
41
643
55
Perancangan aplikasi sistem penetuan pemintaan siswa berdasarkan minat dan kemampuan akademik siswa berbasis web (studi kasus: SMA Negeri 1 Tangerang)
0
6
145
Pengaruh kegiatan mentoring terhadap akhlak siswa SMA Negeri 1 Parung
3
99
123
Pengaruh penggunaan media pembelajaran monopoli terhadap hasil belajar akuntansi siswa di kelas XII IPS SMA Negeri 4 Depok
0
24
0
Pengaruh hypermedia terhadap hasil belajar siswa SMA pada konsep gerak lurus: eksperimen semu di SMA Negeri 1 Karawang
0
4
273
Sistem informasi pembelajaran siswa kelas 1 pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Bandung
0
3
107
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Show more