Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Gratis

0
9
245
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Sarikarya dilakukan denganlangkah-langkah sebagai berikut: menyampaikan tujuan, pembagian kelompok, penyampaian materi, belajar dalam kelompok, pemberian kuis, dan pemberianpenghargaan; 2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV. Hal ini dapat dilihat daripeningkatan skor keaktifan siswa dari kondisi awal 53,67 (rendah) pada siklus I menjadi 66,45 (tinggi) dan pada siklus II menjadi 76,38 (tinggi); 3) penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD N Sarikarya.

KATA PENGANTAR

  Siswa/siswi kelas IV SD Negeri Sarikarya tahun pelajaran 2015/2016 yang telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penelitian ini.

BAB I PENDAHULUAN Bab I ini akan membahas enam bagian pendahuluan dari penelitian ini. Enam

  Dari hasil wawancara didapatkan bahwa nilairata-rata siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA cukup rendah karena dari 20 Peneliti melakukan observasi pertama pada tanggal 21 September 2015, selama proses belajar mengajar di kelas IV SD Negeri Sarikarya pada matapelajaran IPA keaktifan belajar siswa masih menjadi permasalahan. 1.3.3 Apakah penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1.4.1 Untuk mendeskripsikan upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD pada siswa kelas IV SD N Sarikarya tahun pelajaran 2015/2016.

1.6 Definisi Operasional

  Keaktifan belajar siswa dapat terlihat dengan siswa aktif bertanya, menjawab pertanyaan yang diberikan guru, serta mampuberdiskusi di dalam kelompok dengan baik. 1.6.3 Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) merupakan pembelajaran yang paling sederhana dengan membentuk kelompok kecil agar mempermudah guru dalam proses pembelajaran, serta pembentukan kelompok dilakukan secaraheterogen dan setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1.1 Pengertian Keaktifan Belajar

  Yamin (2007:77) berpendapat bahwa keaktifan belajar siswa merupakan kegiatan dalam proses pembelajaran yang dapat merangsang dan mengembangkanbakat yang dimiliki oleh seorang siswa, serta berpikir kritis, dan mampu memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari 10beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar adalah siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran, yang bertujuan untukmembangun pengetahuan dan pengalaman siswa. Keaktifan belajar siswa dapat terlihat dengan siswa aktif bertanya, menjawab pertanyaan yang diberikan guru,serta mampu berdiskusi di dalam kelompok dengan baik.

2.1.1.2 Indikator Keaktifan Belajar

  Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa. Keaktifan melibatkan pikiran siswa atau pendapatsiswa yang diharapkan siswa mampu mengumpulkan informasi dari berbagai strategi yang dimilikinya.

2.1.2.1 Pengertian Prestasi Belajar

  Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang setelah melakukan proses perubahan tingkah laku yang didasarkan pada pengalaman/latihan, hasilbelajar merupakan kemampuan yang diperoleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar (Susanto, 2013:5). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:895)prestasi belajar adalah: a) penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atauangka nilai yang diberikan guru, b) kemampuan yang sungguh-sungguh ada atau dapat diamati (actual ability) dan yang dapat diukur langsung dengan tes tertentu.

2.1.2.2 Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Aspek psikologis, yaitu aspek yang bersifat rohaniah yang dapat mempengaruhi kualitas belajar siswa yang berupa minat, rasa aman,pengalaman masa lampau, dan inspirasi. Faktor pendekatan belajar (approach to learning)Faktor pendekatan belajar dapat dipahami siswa dengan segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang keefektifan dan efisiensi,mempelajari materi tertentu.

2.1.3 Model Pembelajaran Kooperatif

  Menurut Davinson & Kroll (dalam Nur Asma 2006:11) pembelajaran kooperatif adalah kegiatan belajar siswa dalam kelompok dimana siswa salingbertukar ide dan bekerja sama dalam memecahkan masalah. Dari pendapat beberapa para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang dilakukan dalamproses pembelajaran dimana siswa bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah, dan siswa dituntut untuk aktif dalam pembelajaran danmampu menyesuaikan diri di dalam kelompok sehingga siswa mampu bertukar ide satu sama lain dan dapat bekerja sama di dalam kelompok.

2.1.3.1 Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif

  Pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang, dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, bekerja sama antar anggotakelompok, dan perlu ditentukan kriteria keberhasilan belajar. Karakteristik pembelajaran kooperatif adalah kegiatan dalam bekerja sama yang dilakukan secara berkelompok untuk meningkatkan keterampilan bekerjasama dan memecahkan masalah sehingga siswa mampu berkomunikasi dalam menyampaikan pendapat di dalam kelompok.

2.1.3.2 Macam –Macam Model Pembelajaran Kooperatif

  Para siswa memilih topik yang akan dipelajari mengikuti 16investigasi yang mendalam terhadap berbagai sub topik yang akan dipelajari secara mendalam terhadap berbagai sub topik yang telah dipilihkemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Model Jigsaw mengambil pola cara kerja zig-zag, yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan bekerja sama dengan siswa lain untukmencapai tujuan bersama.

2.1.3.3 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  Slavin (2005:143) bependapat bahwa Student Teams Achivement Division STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division)merupakan pembelajaran yang paling sederhana dengan membentuk kelompok kecil agar mempermudah guru dalam proses pembelajaran, serta pembentukankelompok dilakukan secara heterogen dan setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.

2.1.4 IPA

2.1.4.1 Pengetian IPA

  IPA pada hakikatnya mempelajari alam semesta, benda-benda yang ada di permukaan bumi, baik yang dapat diamati indera maupun yang tidakdapat diamati oleh indera. Dari beberapa para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa IPA adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan gejala-gejala alam danberkembang serta tersusun secara teratus berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen .

A. Sumber-Sumber Makanan Makanan hewan bersumber dari tumbuhan dan beberapa jenis hewan

  Sumber Makanan dari Tumbuhan Tumbuhan merupakan sumber makanan yang sangat penting untuk hewan. Bagian-bagian tumbuhan yang menjadi makanan bagi hewan yaitu:daun, buah, bunga, batang, umbi, dan akar.

B. Penggolongan Hewan Berdasarkan Makanan

1. Hewan Pemakan Tumbuhan (Herbivora)

  Hewan ini memiliki taring yang berguna untuk merobek daging hewan yang dimangsanya. Hewan yang termasuk kelompok ini adalah 25ayam, bebek, beruang, gorila, dan monyet.

2.2 Penelitian yang Relevan

  Pada pertama pertemuankedua dan siklus kedua diperoleh prosentase banyak siswa yang mendapat nilai kuis ≥ 75 telah mencapai ≥ 75%, yaitu pada pertemuan kedua siklus pertama76,92% dan siklus kedua pertemuan pertama dan kedua masing-masing 90,24% dan 92,68%. Dari hasil prestasi belajar yang diperoleh pada siklus I dan II dapatdiketahui bahwa siswa mengalami peningkatan prestasi belajarBerikut adalah literature map penelitian yang relevan : Gambar 2.1 Literature Map Penelitian yang Relevan Herlina (2012) penelitian denganjudul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif TipeSTAD untuk MeningkatkanPrestasi Belajar Matematika SiswaKelas VII-G SMP N 07 Malang pada MateriPertidaksamaan Linear Satu .

2.3 Kerangka Berpikir

  Peneliti memilih pembelajaran kooperatif tipe STAD karena membuat siswa dapat bertukar ide dan dapat bekerjasama dalam memecahkanmasalah di dalam kelompok. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan pendekatan pembelajaran yang diterapkan untukmeningkatkan keaktifan belajar siswa saat proses pembelajaran dengan cara bekerja di dalam kelompok.

2.4 Hipotesis Tindakan

  Upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD NSarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) penyampaiantujuan, 2) pembagian kelompok, 3) penyampaian materi, 4) belajar dalam kelompok, 5) pemberian kuis, dan 6) pemberian penghargaan. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Sarikarya dari nilai rata-rata 67,6menjadi 75 dan dari persentase ketuntasan 70,4% menjadi 80%.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab III membahas tentang jenis penelitian, seting penelitian, persiapan

penelitian, rencana tindakan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik pengujian instrumen, dan analisis data beserta indikator keberhasilan.

3.1 Jenis Penelitian

  Senada denganTaniredja (2010:17) berpendapat bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dilakukan oleh paraguru, untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Pendapat para tokoh tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian berupa tindakan yang sengaja dimunculkandalam kelas dan bersifat reflektif untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran agar menjadi lebih baik.

3.1.2 Pelaksanaan (Acting)

  Dalamtahap pelaksanaan (acting) peneliti tidak membatasi siklus yang dilakukan tetapi peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini melakukan penelitiandalam 2 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan. Hal ini dilakukanuntuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap secara objektif tentang perkembangan proses pembelajaran, dan pengaruh dari tindakanyang dipilih terhadap kondisi kelas yang sebenarnya.

3.2 Setting Penelitian

  Pemilihan subjekpenelitian ini didasarkan karena beberapa hal, yaitu pertama berdasarkan hasil belajar siswa terutama prestasi belajar siswa di SD ini masih kurang,sehingga perlu ditingkatkan. ObjekObjek penelitian ini adalah peningkatan keaktifan dan prestasi belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD padamata pelajaran IPA materi penggolongan hewan kelas IV SD Negeri Sarikarya.

3.3 Persiapan

  Melakukan observasi pada siswa kelas IV SDN Sarikarya Yogyakarta pada saat pembelajaran IPA untuk memperoleh gambaran mengenai keaktifandan prestasi belajar siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Peneliti mengidentifikasi permasalahan yang muncul saat pembelajaran berlangsung, yaitu mengenai keaktifan dan prestasi belajar siswa.

3.3 Rencana Setiap Siklus

  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengangkat permasalahan yang ada dalam pembelajaran di kelas. Langkah pertama yang dilakukan peneliti setelahdiperoleh gambaran keadaan kelas adalah melaksanakan tindakan kelas siklus 1 sebagai berikut: Siklus pertama dilakukan selama 2×35 menit yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: Perencanaan dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di kelas melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas.

b. Pelaksanaan Tindakan (Acting)

  Peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Matapelajaran yang diajarkan dalam penelitian ini adalah IPA pada materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya di kelas IV SDNegeri Sarikarya Yogyakarta.

1. Siklus I Pertemuan I Kegiatan awal a. Guru memberikan salam kepada siswa

  Siswa berdiskusi di dalam kelompok untuk membahas tentang materi yang telah dipelajari. Siswa memiliki tanggung jawab untuk setiap materi jenis-jenis makanan hewan yang sudah diperoleh denganmenjawab pertanyaan yang sudah diberikan.j.

2. Siklus I pertemuan 2 Kegiatan awal d. Guru memberikan salam kepada siswa

  Siswa membuat kelompok yang terdiri dari 5 siswa yang dipilih secara acak. Matapelajaran yang diajarkan dalam penelitian ini adalah IPA pada materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya di kelas IV SD.

1. Siklus II pertemuan 1 Kegiatan awal a. Guru memberikan salam kepada siswa

  Siswa mengulang kembali materi yang sudah dipelajari bersama di siklus I dalam kegiatan apersepsi. Siswa membuat kesimpulan, misalnya dengan pertanyaan : Jelaskan pengertian tentang herbivora, karnivora dan omnivora? Hewan apa saja yang termasuk herbivora, karnivora atau omnivora?

2. Siklus II pertemuan 2 Kegiatan Awal

  a. Guru memberikan salam pembuka kepada siswa b.

c. Siswa dan guru membuat aturan bersama, yaitu:  Belajar dengan tenang

  Siswa di dalam kelompok berdiskusi dan mencatat hal yang penting yang ada di dalam video. ObservasiTahap observasi pada siklus II, peneliti melakukan observasi dalam proses pembelajaran dan evaluasi di akhir pembelajaran untuk mengetahuikeaktifan dan prestasi belajar siswa.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

  Selain itu, wawancara tidak terstruktur yang dilakukanpeneliti kepada siswa bertujuan untuk mengetahui bagaimana keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas pada mata pelajaran IPA,khususnya pada materi penggolongan hewan. Siswa diminta untuk memberikan checklist pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan perilaku Tes merupakan seperangkat rangsangan (stimulus) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasarbagi penetapan skor yang berupa angka (Margono, 2003:170).

3.5 Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian, sehingga skala pengukuran instrumen dapatmenentukan satuan yang diperoleh, sekaligus jenis data (Siregar, 2010:138). Instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan dalam suatu penelitian untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan pengukuran (Sanjaya, 2009:84).

3.5.1 Instrumen keaktifan

  1 6 3 Bertanya pada guru dan teman apabilabelum memahami materi 5 2 Berjasama dalam kelompok2,3,4,12,13 3 1,5,10 Variabel No Indikator Nomor soal Jumlah keaktifan 1 Memperhatikanpenjelasan guru Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Keaktifan Belajar Siswa Lembar kuesioner disusun untuk memperoleh gambaran langsung tentang keaktifan belajar siswa selama proses pembelajaran yangberlangsung di kelas. Total Pada pengisian lembar kuesioner ini menggunakan skala sikap yang mengacu pada skala likert untuk mengukur keaktifan siswa denganmenyediakan 4 pilihan jawaban seperti yang terdapat di bawah ini: Tabel 3.6 Pedoman Penskoran Kuesioner Siswa Pilihan jawaban SkorSangat Sering (SS) 5 Sering (S) 4 Jarang(J) 2 Sangat Jarang (SJ) 1 Pedoman penskoran digunakan untuk menghitung skor keaktifan belajar siswa.

3.6 Teknik Pengujian Instrumen

3.6.1 Validitas Instrumen Penelitian Siklus I dan Siklus II

  Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Instrumen penelitian yang baik harus memenuhi dua persyaratan, yaitu validitas danrealibilitas.

3.6.1.1 Validitas

  Arifin (2011:245) berpendapat bahwa validitas merupakan suatu derajat ketepatan instrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakanbetul-betul tepat untuk mengukur apa yang akan diukur. Pada validitas isi (content validity), pengujian validitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara instrumen dengan materi yang diajarkan.

3.6.2 Validitas Soal Siklus I dan Siklus II

  Perhitungan validitas yang dihitung menggunakan program SPSS 16 dapat diketahui pada siklus I, terdapat30 soal yang diujikan secara empiris ada 21 soal yang valid. Berdasarkan tabel di atas diperoleh data dari 30 soal yang diujikan terdapat 25 soal yang Tabel 3.12 Hasil Validitas Soal Siklus II No r hitung (Taraf sig. 5%) r tabel (n = 30) Kesimpulan 1.

3.6.3 Validitas Perangkat Pembelajaran Siklus I dan Siklus II

  Validator 2 adalah Kepala Sekolah, peneliti meminta bantuan untuk memvalidasi instrumen yang sudah dibuat agar bisa digunakan untuk melakukan penelitian diSD Negeri Sarikarya. Dari rata-rata validitas perangkat pembelajaran dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh penelititermasuk dalam kategori baik, maka perangkat pembelajaran dapat digunakan dalam penelitian.

3.6.4 Reliabilitas

  Dengan item yang valid akan dihitung dengan reliabilitasnya, sedangkan item soal yang tidak valid dihitung reliabitiasnya juga. Hasil uji reliabilitas soal dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3.16 Hasil Reliabilitas Siklus I Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based onCronbach's Standardized Alpha Items N of Items Tabel 3.17 Hasil Reliabilitas Siklus II Reliability StatisticsCronbach's Alpha Based on Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items.851 .852 26 Hasil reliabilitas diperoleh setelah mengujikan soal evaluasi pada kelas V dengan jumlah 30 soal pada siklus I.

3.7 Teknik Analisis Data

  Data kuantitatif, yaitu data hasil tes siswa dalam bentuk angka yang diperoleh dari hasil tes evaluasi diakhir pembelajaran untuk mengetahui hasil tes Keberhasilan yang dapat dicapai adalah meningkatnya keaktifan dan prestasi belajar siswa. Langkah pemberian skor untuk mengetahui prestasi belajar siswa adalah membandingkan hasil belajar siswa pada kondisi awal dengan hasil belajarsiklus I untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya Yogyakarta.

3.7.1 Kriteria Keberhasilan

  Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya keaktifan belajar siswa dan prestasi belajar siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM) yaitu 65. Tabel 3.18 Kriteria Keberhasilan Indikator Siklus I Siklus IIKondisi VariabelPenelitian Target Target AwalKeaktifan Rata-rata skor 53,67 60 70 Nilai rata-rata siswa67,6 70 75 Persentase ketuntasan(KKM=65) 70,4% 72% 80% *Siklus dihentikan jika target akhir siklus II sudah tercapai.

3.7.2 Perhitungan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa

  Menghitung hasil akhir keaktifan belajar siswa dengan rumus berikut:Skor Keaktifan = Peningkatan keaktifan siswa dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: ×100 Soal evaluasi digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Menghitung persentase ketuntasan belajar siswa dengan rumus: M Persentase = × 100Hasil rata-rata yang diperoleh dibandingkan dengan prestasi belajar siswa pada kondisi awal untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kelas IV SD Negeri Sarikarya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

4.1.1.1 Kondisi Awal

  Berdasarkan data nilai siswa yang di dapat, peneliti menemukan bahwa masih banyak siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM pada mata pelajaran IPA dalam materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya. Kondisi yang sudah dijelaskan oleh guru kelas, menunjukkan bahwa keaktifan dan prestasi siswa terhadap mata pelajaran IPA masih rendah.

4.1.1.2 Data Prestasi Belajar Kondisi Awal

  D K S Siswa yang nilainya memenuhi KKM sebanyak 19 siswa dengan persentase70,4% dan 12 siswa dengan persentase 29,6% belum memenuhi KKM. Masing-masing kelompok bekerja sama dalam mengisi soal yangberupa tabel, dalam setiap kelompok ada yang mendapatkan tugas untuk menempel gambar dan menulis nama hewan berdasarkan jenismakanannya.

3. Pengamatan a. Proses Pembelajaran

  Berdasarkan observasi, proses pembelajaran siklus I pertemuan 1 sudah sesuai dengan RPP yang sudah dibuat oleh peneliti. Pada saat pembelajaran berlangsung ada sedikit kendala yaitu ada Namun, peneliti dapat membuat kelas kembali tenang kembali dan pembelajaran berjalan dengan baik.

4.1.1.4 Data Prestasi Belajar Siklus I

  Berdasarkan hasil penelitian dan refleksi, keaktifan dan prestasi belajar siswa pada penelitian siklus I sudah mengalami peningkatan dibandingkandengan kondisi awal yang diperoleh peneliti. Pelaksanaan tindakan kelas siklus 2 dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat dan sudah divalidasi oleh dosen dan guru.

1. Perencanaan Tindakan

  Setelah memperoleh ijin dari kepala sekolah peneliti melakukanobservasi di kelas untuk mengetahui kondisi awal keaktifan siswa di kelas. Setelah peneliti mengetahui kondisi awal keaktifan siswa, kemudian merencanakan tindakan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.

2. Pelaksanaan Tindakan

  Kemudian peneliti dan siswa Pada kegiatan akhir, peneliti dan siswa membuat kesimpulan bersama-sama dari pembelajaran hari ini. Peneliti melakukan absensi dan mempersiapkan alat dan sumber belajar yang akan digunakan dalam Pada kegiatan inti, siswa di bagi menjadi 4 kelompok dan masing- masing kelompok terdiri atas 5 siswa.

3. Pengamatan

a. Proses Pembelajaran

  Di dalam kelompok yang sudah dibentuk oleh peneliti, siswa sangat semangat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Semua siswa terlibat didalam pembelajaran, sehingga siswa sangat senang dalam kegiatan pembelajaran yang sudah di lakukan.

b. Hasil Pembelajaran

  Berdasarkan proses pembelajaran siklus I yang telah dilaksanakan didapatkan hasil sebagai berikut: 13 Irf 71,30 Tinggi Data prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA KD 3.2 mengidentifikasi jenis makanan hewan. Pengujian soal evaluasi siklus II dilaksanakan pada hari Berdasarkan tabel data keaktifan siswa pada siklus II diperoleh hasil 19 siswa menunjukkan tingkat keaktifan yang tinggi, sedangkan 1 siswa menunjukkantingkat keaktifan yang (sedang).

4.1.1.6 Data Prestasi Belajar Siklus II

  Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, dalam melakukan penelitian siklus II pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 sudah sesuai denganperencanaan pembelajaran yang sudah dibuat oleh peneliti. Hasil rata-rata untuk skor keaktifan pada siklus II sebesar 76,38 Hasil tersebut diperoleh dari rata-rata skor lembar pengamatan dari 2 peneliti (guru mata Siswa yang nilainya memenuhi KKM sebanyak 17 siswa dengan persentase 85% dan 3 siswa dengan persentase 15% yang belum memenuhi KKM.

4.2 Pembahasan

  Hal ini sesuai dengan pendapat Lie (dalam Wena, 2009:189) yang menyebutkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sistempembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk bekerjasama di dalam kelompok dalam menyelesaikan tugas-tugasyang terstruktur, dan guru bertindak sebagai fasilitator. Halini sejalan dengan pendapat Rusman (2013:215) kuis dilakukan untuk menguji seberapa paham siswa pada materi yang sudahdipelajari dalam kelompok, karena pada hakikatnya model pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada kegiatanbelajar di dalam kelompok namun setiap siswa harus mampu menguasai materi.

4.2.2 Peningkatan Keaktifan Belajar Penelitian yang diteliti yaitu keaktifan dan prestasi belajar siswa

  Dari data tersebut dapat digambarkan pada diagram seperti berikut: 80 60 Kondisi Awal 40 Siklus I 20 53,6766,45 Siklus II 76,38 Kondisi Siklus I Siklus IIAwal Gambar 4.1 Peningkatan Keaktifan Belajar Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaan kooperatif tipe STAD dapat membuat siswa lebihaktif bekerjasama di dalam kelompok. Pembagian kelompok dilakukan oleh guru secara acak, sehingga ada beberapa siswa yang tidak suka dengan pembagiankelompok yang sudah ditentukan oleh guru.

4.2.3 Peningkatan Prestasi belajar

  Dari data tersebut dapat dilihat pada gambar 4.2 tentang persentase siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal sebagai berikut: Kondisi AwalSiswa yang mencapai 29,60% KKM 70,40% Siswa yang belum mencapai KKM Gambar 4.2 Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kondisi Awal Setelah peneliti melakukan tindakan pada siklus 1 dengan menggunakanPembelajaran Kooperatif tipe STAD. Dari data tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut ini: Siklus 215% Siswa yang mencapai KKM Siswa yang belum85% mencapai KKM Gambar 4.4 Persentase Pencapaian KKM Siklus 2 Peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dapat dilihat dari hasil soal evaluasi dan persentase siswa yang tuntas KKM.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada siswa

  Upaya peningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IVSD dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: penyampaiantujuan, pembagian kelompok, penyampaian materi, belajar di dalam kelompok, pemberian kuis, dan pemberian penghargaan. Saran Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan, ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan dalam model pembelajaran kooperatiftipe STAD untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA yaitu : 1.

DAFTAR PUSTAKA

  Elaborasi  Guru menyampaikan materi tentang jenis  Guru membagi siswa ke dalam kelompok secara acak. Siswa dibagai dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa. Guru membagikan materi tentang jenis makanan hewan. Siswa berdiskusi di dalam kelompok untuk membahas tentang materi yang telah dipelajari. 6 menitInti (Eksplorasi)  Siswa membuat kelompok yang terdiri dari 5 sampai 6 siswa yang dipilih secara acak. Siswa mengamati video tentang penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya yang diputar di depan kelas.

3.1.2 Menyebutkan jenis – jenis hewan karnivora, herbivora, dan omnivora

   Guru bertanya kepada siswa hewan apa saja yang ada di kebun binatang. Siswa ditanyai tentang makanan hewan yang ada di kebun binatang. Siswa mengetahui tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. (Konfirmasi)  Siswa dan guru membahas latihan yang sudah dikerjakan secara bersama-sama. Guru memberikan penguatan materi dan memberikan jawaban yang benar.

3.2.1 Menyebutkan ciri – ciri hewan karnivora, herbivora, dan omnivora

3.2.2 Menyebutkan perbedaan hewan karnivora, herbivora, dan omnivora Afektif 3.2.3 Menunjukkan sikap percaya diri dalam menyebutkan perbedaan hewan karnivora, herbivora, dan omnivora. Psikomotor 3.2.4 Memilih satu ciri

3.2.1.1 Siswa mampu menyebutkan ciri – ciri hewan karnivora, herbivora, dan omnivora

   Siswa mencatat hal yang penting yang ada di dalam video. Siswa mengerjakan LKS yang sesuai dengan Video yang sudah di lihat. (Elaborasi)  Siswa mendengarkan penjelasan/  Setiap kelompok dan guru melakukan tanya jawab tentang materi tentang ciri (Konfirmasi)  Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II. Siswa dan guru membahas soal yang telah dikerjakan siswa secara bersama-sama.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN PKn SISWA KELAS V Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Pembelajaran PKn Siswa Kelas V SD Negeri 03 Wonorejo, Gondan
1
1
15
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN PKn SISWA KELAS V Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Pembelajaran PKn Siswa Kelas V SD Negeri 03 Wonorejo, Gondan
0
1
16
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016/2017.
0
0
232
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Karangmloko 1 tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas III B SD Negeri Denggung.
0
0
2
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV A SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD.
2
14
384
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VB SD K Sengkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
1
304
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V B SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
2
314
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Ungaran 1 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
7
402
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
2
305
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD N Petinggen melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
1
1
355
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas IV di SDN Srumbung 02.
0
3
354
Peningkatan kerjasama dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Weroharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tahun ajaran 2016 2017
0
0
230
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS kelas IV SD Kanisius Wirobrajan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
Show more