Pengaruh penambahan minyak peppermint sebagai penetration enhancer terhadap karakteristik dan sifat fisik sediaan gel ekstrak tempe.

Gratis

2
0
105
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK PEPPERMINT SEBAGAI

PENETRATION ENHANCER TERHADAP KARAKTERISTIK DAN SIFAT FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK TEMPE SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu SyaratMemperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi FarmasiOleh: Cindy Tiara SariNIM : 108114142

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

HALAMAN PERSEMBAHAN

  No one is entitled to be ignorant." “Whether the chicken crossed the road or the road crossed the chicken depends on your frame of reference.” “Life is either a daring adventure or nothing at all.” Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus, Eyang Putri, Mama, Pakde, Bude, dansemua saudara dan adik-adikku , sahabat-sahabatku, semua yang telah mendukungku, almamaterku, dan semua yang membutuhkankarya ini. PRAKATAPuji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan penyertaan yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“Pengaruh Penambahan Minyak Peppermint Sebagai Penetration Enhancerini Terhadap Karakteristik Dan Sifat Fisik Sediaan Gel Ekstrak Tempe ” dengan baik.

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Penuaan merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam siklus

  Gel berpotensi untuk memberikan pelepasan yang lebih baik, karena dalam menghantarkansenyawa tidak tergantung pada kelarutan senyawa tersebut dalam air dibandingkan dengan dalam bentuk krim dan losion. Ataspertimbangan tersebut maka peneliti melihat pengaruh dari peppermint oil sebagai penetration enhancer terhadap sifat fisika kimia dari gel ekstrak tempe dan potensi iritannya dengan menggunakan uji HET-CAM dalam formulasi sediaan gel pada penelitian kali ini.

3. Manfaat Penelitian a

  Manfaat praktisPenelitian ini diharapkan dapat menghasilkan bentuk sediaan kosmetik berupa gel anti-aging ekstrak kedelai yang memenuhi persyaratankriteria sifat fisik, efektif, dan aman untuk digunakan oleh pasien. Tujuan umum Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengamati sifat fisik dan kemanan sediaan gel ekstrak tempe yang dibuat sesuai dengan formulayang telah ditentukan.

2. Tujuan khusus

  Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh peningkatan penambahan minyak peppermint sebagai penetration enhancer terhadap sifat fisika kimia gel ekstrak tempe dalam formulasi sediaan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat apakah pemberian peppermint oil dalam formulasi sediaan gel ekstrak tempememberikan efek iritasi pada uji HET-CAM atau tidak.

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Skin Aging Menua (aging) secara umum adalah suatu proses menghilangnya

  Sel basal pada lapisan ini disebut sebagai sel akar dariepidermis yang belum berdiferensiasi dan bertugas untuk proliferasi dan menciptakan sel anak yang akan bermigrasi ke atas dan mengalami prosesdiferensiasi (Hadgraft, 2001; McGrath et al., 2004). Kandungan isoflavon utama yang terdapat dalam adalah genistein (4,5,7- trihidroxyisoflavone), daidzein (4,7-dihidroxyisoflavone), glycitein (4,7-dihidroxy-6-metoxi- isoflavone) dan bentuk lain dari isoflavon tersebut dalam 14asetil, malonil, dan aglikon (Bingham, Atkinson, Liggins, Bluck, dan Coward, 1998).

E. Bahan Formulasi 1. Gelling Agent

  ® Gelling Agent yang digunakan dalam percobaan ini adalah Carbopol .® Carbopol merupakan polimer asam akrilat yang mempunyai rantai cross-link ® dengan polialkenil eter, alil sukrosa, atau divinil alkohol. Formulasi sediaan semisolid menggunakan Carbopol terbukti aman dan efektif karena mempunyai potensi iritan yang sangat rendah dan tidak memicukulit sensitive untuk pemakaian yang berulang.

2. Penetration enhancer

  Dalam peppermint oil mengandung banyak terpen: pinene, phellandrene, sineol (3,5 menthol (30 acetate (2,8 10 yang mempunyai dua unit isoprena (C ), seskuiterpen yang mempunyai tiga unit 15 20 (C ), dan diterpen yang mempunyai empat unit isopren (C ) units (Sinha danKaur 2000). 22Pada penggunaan peppermint oil sebagai penetration enhancer dalam sediaan perlu dilakukan uji iritasi karena kandungan menthol di dalamnyadilaporkan menimbulkan iritasi sedang pada kulit dan sedikit mengiritasi mata meskipun tidak menyebabkan edema yang berkelanjutan (Asbill et al., 2000).

6. Tween 80

  Tween 80 mempunyai kelarutan yang baik dalam air, larut dalam etanol95% dan etilasetat, dan tidak larut dalam parafin cair (Depkes RI, 1993). Pembuluh darah yang ada pada CAM adalah cabang dariarteri dan vena dari allantois embrio yang berisi eritrosit dan leukosit yang terlibat dalam respon inflamasi jika terkena rangsangan eksternal.

2. Daya sebar

  Daya sebar merupakan salah satu karakteristik yang bertanggung jawab dalam keefektifan dalam pelepasan zat aktif dan penerimaankonsumen dalam menggunakan sediaan semisolid. Selain itu, peralatan dapat didesain dan dibuat sesuai dengan kebutuhan tiap individu berdasarkan tipe data yangdibutuhkan, rute administrasi, luas permukaan yang ditutupi, dan pertimbangan model membran (Garg, et al., 2002).

H. Metode Penetapan Kadar dengan menggunakan HPLC

  Kromatografi merupakan suatu cara pemisahan fisik dengan unsur-unsur yang akan dipisahkan terdistribusikan antara dua fase, satu dari fase-fase inimembentuk suatu lapisan stasioner dengan luas permukaan yang besar dan yang lainnya merupakan cairan yang merembes lewat atau melalui lapisan yangstasioner (Day dan Underwood, 2002). Kemurnian pelarut yang digunakan juga merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan untukmeminimalkan kontaminasi pada fase diam dan mereduksi absorbansi komponen pengotor yang bisa dideteksi dengan panjang gelombang > 190 nm.

I. Landasan Teori

  Aging pada kulit disebabkan karena kurangnya hormon estrogen yang menstimulasi pembentukan serat kolagen dan elastin, dua komponen penting yang berperan dalam menjaga konsistensi dan kekenyalan kulit. Gel termasuk ke dalam bentuk sediaan yang paling banyak diminati sebagai sediaan topikal karena propertinya yang menarik, warnanya yang transparan, danmenimbulkan sensasi dingin ketika diaplikasikan pada kulit.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian tentang pengaruh penambahan peppermint oil ke dalam

  sediaan gel anti-aging ekstrak tempe terhadap sifat fisika kimia dari sediaan termasuk jenis penelitian eksperimental murni dengan rancangan penelitian acaklengkap pola searah. Variabel tergantung pada penelitian ini adalah sifat fisik gel yang dilihat dari viskositas dan daya sebar dari gel.

2. Variabel Pengacau a

  Daya sebar adalah diameter penyebaran tiap 1 gram gel pada alat uji daya sebar yang diberi beban kaca dan pemberat hingga 125 gram dan didiamkan. Pembuatan crude extract tempe Tempe seberat 1 kg dihaluskan dengan blender kemudian direndam dengan perbandingan 1:1 dengan petroleum eter, setelah itu cairan filtratdibuang dengan cara menyaring tempe dengan corong Buchner.

2. Penetapan kadar isoflavon genistein dari crude extract tempe a. Penetapan Panjang Gelombang Maksimum

  Sebelum dipompakan pada system HPLC perlu dilakukan degassing pada metanol p.a dan aquabidestuntuk mengusir gelembung dan gas yang terlarut dalam solvent. Metode HPLC yang digunakan adalah isokratik dengan kolom C18, flow rate 0,7 mL / menit dan volume injeksi sebanyak10 μl untuk sampel dan pembuatan kurva baku.

e. Penetapan kadar genistein pada crude extract tempe

  Kemudian sebanyak sebanyak 500µl diambil dari larutan stok crude extract dan dilarutkan dalam labu ukur 10 mL dengan pelarut ethanol p.a. Data respon yang didapat pada analisis sampel ekstrak dimasukkan ke dalam persamaan kurva baku untuk diketahui kadar dalam satuan ppm.

3. Pembuatan gel anti-aging ekstrak kedelai a. Formulasi gel anti-aging

  Crude extract kedelai yang dilarutkan dalampropilenglikol, dan tween 80 ditambahkan ke dalam gel kemudian dihomogenkan dengan mixer selama 5 menit dengan kecepatan 40 rpm. Peppermint oil ditambahkan kemudian dihomogenkan kembali dengan mixer dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya selama 1 menit.

4. Uji Sifat Fisik a. Uji Organoleptis dan pH

  Uji Organoleptis dilakukan dengan mengamati warna, bentuk, dan bau dari sediaan gel anti-aging. Kemudian warna yang muncul pada kertas pH strips dibandingkan dengan nilai pH pada kotak kemasan pH strips.

d. Analisis statistik pengaruh peningkatan pemberian minyak

  peppermint terhadap sifat fisik gel Data viskositas dan daya sebar dianalisis dengan uji Saphiro-wilk(untuk sampel yang kurang dari atau sama dengan 50) untuk melihat kenormalan distribusi data dan uji kesamaan varians Levene’s test untuk melihat kesamaan variansi. Pada uji one way ANOVA dan Kruskal-wallis dengan tingkat kepercayaan 95%, maka faktor dikatakan berpengaruh signifikan jika 41nilai p-value kurang dari 0,05 yang berarti paling tidak terdapat dua kelompok data yang memiliki perbedaan signifikan.

5. Uji Iritasi HET-CAM

  Dilakukan analisis visual ntuk memverifikasi apakah terdapat kondisi dalam sistem vaskular CAM yang membuat telur tidak layak untuk uji. Telur kemudian diamati dibawah kaca pembesar selama 300 42detik untuk mengamati apakah terjadi efek iritan pada pembuluh darah CAM meliputi hemoragi, lisis dan koagulasi.

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN A. Ekstraksi isoflavon genistein dari tempe Ekstraksi merupakan pengambilan senyawa aktif dalam bagian tanaman

  Prinsip kerja dari corong Buchner sendiri adalah memisahkan endapan dari pelarutnya atau cairan dari residunya dengan cara menyedot udara di dalamcorong dengan pompa vakum sehingga tekanan di dalamnya lebih kecil daripada yang di dalamnya dan cairan yang ada didalam corong dapat menetes serta 46menghasilkan filtrat yang lebih banyak dan residu atau ampasnya dapat tetap ditinggalkan didalam corong tersebut. Digunakan benzalkonium klorida sebagai pengawet karena menurut Rowe et al.,(2006) benzalkonium klorida kompatibel dengan carbomer dan bisa digunakan pada sediaan gel apabila jumlah yang digunakan tidak melebihi 0,01% dari bahandan merupakan alternatif dari penggunaan paraben yang tidak kompatibel dengan surfaktan non-ionik seperti Tween 80.

D. Uji Sifat Fisik 1. Uji Organoleptis dan pH

  Uji Wilcoxon dilakukan dengan membandingkan antara F0 dan F1, F0 dan F2, F0 dan F3, F1 dan F2, F1 dan F3, F2 dan F3. Perbedaan hasil uji Kruskal-wallis dengan hasil uji Wilcoxon dikarenakan pada uji Wilcoxon yang dilakukan tidak dapat menghitung p-value dengan tepat jika terdapat ties atau data yang identik dalam satu kelompok yang sama (Ligges, 2008).

3. Uji Daya Sebar

  Uji Wilcoxon dilakukan dengan membandingkan antara F0 dan F1, F0 dan F2, F0 dan F3, F1 dan F2, F1 dan F3, F2 dan F3. Perbedaan hasil uji Kruskal-wallis dengan hasil uji Wilcoxon dikarenakan pada uji Wilcoxon yang dilakukan tidak dapat menghitung p-value dengan tepat jika terdapat ties atau data yang identik dalam satukelompok yang sama (Ligges, 2008) D.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan

  pemberian minyak peppermint sebagai penetration enhancer dalam formulasi gel ekstrak tempe memberikan pengaruh terhadap viskositas dan daya sebarberdasarkan uji Kruskal-Wallis. Saran Perlu adanya studi penetrasi secara in vitro pada formulasi gel anti-aging ekstrak tempe dengan menggunakan minyak peppermint untuk melengkapi databioavailibitas gel yang diberikan secara topikal, serta uji aktivitas untuk memastikan efektivitas terapi dari sediaan gel anti-aging.

BIOGRAFI PENULIS

  Penulis telah menempuh pendidikan di TK Kapas (TK Negeri 2) pada tahun 1997 dan TK Stella Maris padatahun 1998, SD Kanisius Baciro pada tahun 1999-2005, SMP Pangudi Luhur 2 pada tahun 2005 dan SMP Pangudi Luhur 1 pada tahun 2006, Akselerasi SMA Negeri 3Yogyakarta pada tahun 2008-2010. Penulis jugapernah menjadi seksi Usaha Dana Seminar Nasional yang diadakan oleh JMKI pada tahun 2010, juga anggota kepanitian inisiasi mahasiswa Fakultas Farmasi UniversitasSanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2012.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Kajian sifat fisik dan fungsional tepung instan biji nangka kunir(Artocarpus heterophyllus LAMK) pada berbagai lama gelatinisasi
0
4
59
Kajian sifat fisik dan organoleptif bandeng presto-asap dan bandeng asap -presto dengan dengan variasi konsentrasi asap cair dan lama pemasakan
1
12
59
Evaluasi pengaruh Gelling Agent terhadap stabilitas fisik dan profil difusi sedian gel minyak biji jinten hitam (Nigella Sativa Linn)
5
23
79
Pengaruh karakteristik gaya penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial
0
4
62
Pemanfaatan serbuk gergaji kayu sengon (albizia chinensis) sebagai sorben minyak mentah dengan aktivasi kombinasi fisik
2
12
80
Optimasi formula sediaan gel gigi yang mengandung ekstrak daun jambu biji (psidium guajaya L) dengan Na CMC sebagai gelling agent
3
11
71
Pengaruh kemurnian bahan baku alumina terhadap temperatur sintering dan karakteristik keramik alumina
1
5
103
Formulasi gel semprot menggunakan kombinasi karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai pembentuk gel
3
34
57
Pemanfaatan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor (moringa oleifera) dalam sediaan hand and body cream
13
101
136
Pengaruh pengendalian anggaran dan karakteristik laporan keuangan daerah terhadap transparansi laporan keuangan pemerintah
0
6
185
Pengaruh karakteristik individu terhadap kepuaan kerja dan implikasinya pada kinerja karyawan di UNIKOM
0
5
1
Uji aktivitas gel ekstrak daun pohpohan (Pilea trinervia W.) terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus)
0
0
5
Uji efektivitas gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai antijamur Malassezia furfur
0
2
6
Pengaruh sumber nitrogen terhadap karakteristik nata de milko
0
1
53
Pengaruh penambahan terak terhadap kuat tekan Paving block
1
2
55
Show more