KETERAMPILAN MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN SISWA TUNANETRA DI SLB YPDP BANDUNG (STUDI KASUS TERHADAP ‘RG’ SALAH SATU SISWA TUNANETRA DI SLB YPDP BANDUNG).

Gratis

0
4
39
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keterampilan bergerak dan berpindah merupakan hal yang harus dikuasai

  Siswa tunanetra harus dapat bersaing dengan siswa awas lainnya, apalagi jika siswa bersekolah yang mayoritas siswa awas, seorang siswa tunanetra harus dapatberkembang selayaknya siswa lain yang sebaya. Di sisi lainsiswa tunanetra juga harus memiliki keterampilan orientasi dan mobilitas, karena semakin siswa tumbuh dan berkembang maka siswa harus dapat mandirimelakukan hal-hal yang berkenaan dengan lingkungan, sehingga tidak bergantung dengan saudara atau teman-temannya.

5. Upaya apa yang dilakukan siswa pada saat mengmengeksplorasi lingkungan? C

  Fokus PenelitianFokus masalah dalam penelitian ini yaitu: “Keterampilan mengeksplorasi Secara umum, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mengeksplorasi lingkungan siswa tunanetra di SLB YPDP Kota Bandung. Mendapatkan pengetahuan serta informasi tentang berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang dihadapi dalam melakukanmengeksplorasi lingkungan siswa tunanetra di SLB YPDP Kota Bandung.

1. Bab I Pendahuluan berisi latar belakang penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan struktur organisasi skripsi

  Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan terdiri dari dua hal utama yaitu: pengolahan atau analisis data untuk menghasilkan temuan berkaitan denganmasalah penelitian, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian dan pembahasan dan analisis temuan. Bab V Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan rekomendasi yang di sarankan untuk siswa, guru, orangtua dan untuk peneliti generasiselanjutnya.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini menyajikan uraian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan metode

A. Desain Penelitian

  Studi kasus merupakan suatu penjelasan yang komprehensif, maka peneliti disini bukan hanya akan melihat dan mengamati keterampilan eksplorasilingkungan yang ditunjukkan saat ini, namun peneliti juga akan berusaha mengungkapkan bagaimsiswaah keterampilan mengeksplorasiasi lingkungansiswa tunanetra.sebelumnya. Mengimplikasikan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini lebih cenderung dalam bentuk kata-kata daripada angka, Halimah Tusyadiah, 2015KETERAMPILAN MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN SISWA TUNANETRA DI SLB YAYASAN PRIMA DHARMA PERSADA BANDUNGUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu | 3.

4. Melalui analisis peneliti mengungkapkan makna dari keadaan yang diamati, 5

Mengungkapkan makna sebagai hasil yang esensial dari pendekatan kualitatif. Alasan menggunakan penelitian kualitatif antara lain karena (1) metode ini telah digunakan secara luas dan dapat meliputi lebih banyak segi dibandingdengan metode penyelidikan lain, (2) metode ini banyak memberikan sumbangan kepada ilmu pengetahuan melalui pemberianinformasi keadaan mutakhir, dandapat membantu mengidentifikasi faktor yang berguna untuk pelaksanaan percobaan, (3) dapat digunakan dalam menggambarkan keadaan yang mungkinterdapat dalam situasi tersebut, (4) data dikumpulkan dianggap sangat bermanfaat dalam membantu untuk menyesuaikan diri, atau dapat memecahkan masalah yangmuncul dalam kehidupan sehari-hari, (5) membantu mengetahui bagaimana caranya mencapai tujuan yang diinginkan, dan (6) dapat diterapkan pada berbagaimasalah.

B. Partisipan dan Tempat Penelitian 1

  Siswa Tunanetra (1 Orang) RG adalah seorang siswa tunanetra yang bersekolah di SLB YPDP Bandung. Halimah Tusyadiah, 2015KETERAMPILAN MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN SISWA TUNANETRA DI SLB YAYASAN PRIMA DHARMA PERSADA BANDUNGUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Pada awalnya RG bersekolah terpisah dengan saudara kembar nya, namun dengan alasan psikologis keduanya tidak bisa melakukan proses pembelajaran,akhirnya RD saudara kembar RG bersekolah di sekolah yang sama.

2. Tempat Penelitian

  Alasan peneliti memilih sekolah ini karena di sekolah ini terdapat 1 siswa yangmenyandang tunanetra, selebihnya adalah siswa dengan down syndrome, tunagrahita dan siswa pada umumnya. Sekolah ini menerima semua jenisdisabilitas dan siswa pada umumnya, rata-rata peserta didik di sekolah ini adalah siswa-siswa yang tinggal di daerah sekitar sekolah.

C. Pengumpulan Data 1

  Teknik Pengumpulan Data Peneliti bertindak sebagai observer partisipatif, di mana peneliti bertindak secara langsung untuk mengungkap fenomena yang terjadi. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi mengenai “Keterampilan mengeksplorasiasi lingkungan siswa tunanetra di sekolah yang meliputi dari konsep mengeksplorasiasi lingkungan, teknik yang di kuasai dan gerakan mengeksplorasiasi lingkunganyang dilakukan di lingkungan sekolah.

4) Hubungan antar pengamat dengan yang diamati

  Tabel 3.1Pedoman Observasi Keterampilan Mengeksplorasiasi Lingkungan Siswa Tunanetra di SLB YPDPAspek yang No. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (Moleong, 2007, hlm. 186)”.

2. Apa yang kamu lakukan jika sedang baris-berbaris? 3

  Halimah Tusyadiah, 2015KETERAMPILAN MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN SISWA TUNANETRA DI SLB YAYASAN PRIMA DHARMA PERSADA BANDUNGUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu penelitian ini adalah wawancara tak terstruktur di mana wawancara yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan dan kondisi responden dan pelaksanaannyamengalir seperti percakapan sehari-hari. Apakah RG mengetahui seluruh ruangan yang ada di Menurut ibu/ bapak apa saja hambatan yang sering di alami RG dalam hal mengeksplorasiasi lingkungan?

3. Menurutmu, hal apa yang paling sulit RG lakukan? 4

  Banyaknya konsep yang harus dikuasai dalam melakukan orientasi dan mobilitas, peneliti mengkerucutkan konsep orientasi mobilitas untuk menjadikonsep yang sesuai dalam keterampilan mengeksplorasiasi lingkungan, yaitu diantaranya: (1) konsep tubuh, (2) konsep ukuran, (3) konsep posisi, (4) konseparah, (5) konsep jarak, (6) konsep lokasi, (7) konsep gerakan, (8) konsep lingkungan. Halimah Tusyadiah, 2015KETERAMPILAN MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN SISWA TUNANETRA DI SLB YAYASAN PRIMA DHARMA PERSADA BANDUNGUniversitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Berikut ini adalah kisi- kisi instrumen penelitian mengenai keterampilan mengeksplorasi lingkungan siswa tunanetra di SLB YPDP : Tabel 3.2 KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN No.

D. Prosedur Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti membuat empat tahapan dalam prosedur penelitian. Keempat tahapan tersebut yaitu:

1. Tahap Pra Lapangan

  Pertamapeneliti menemukan kasus di lapangan yang menurut peneliti menarik untuk diteliti, yaitu kasus adanya siswa tunanetra yang bersekolah di SLB YPDP yangmayoritas peserta didiknya adalah siswa pada umumnya dan siswa penyandang tunagrahita dengan kondisi yang selalu berdampingan dengan temannya. Setelah muncul beberapa gerakan ekplorasi lingkungan denganobservasi dan catatan lapangan, kemudian peneliti melakukan wawancara kepada beberapa responden dan juga subjek yang kemudian dilanjutkan dengan studidokumentasi agar data yang diperoleh semakin lengkap.

E. Teknik pengujian keabsahan data

  Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan derajat kepercayaan dan kredibilitas. Seperti yang dikatakan Moleong (2008, hlm. 329)bahwa: Teknik pemeriksaan dalam derajat kepercayaan atau kredibilitas dapat digunakan melalui beberapa teknik keabsahan data yaitu: (1) perpanjang keikut sertaan, (2) ketekunan pengamatan, (3) triangulasi, (4) pengecekan sejawat, (5) kecukupan refensial, (6) kajian kasus negatif, (7) pengecekananggota.

1. Ketekunan Pengamatan

  Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triamgulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasiyang di peroleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif(Patton dalam Moleong, 2008, hlm. 330) Pada triangulasi menurut Moleong (2008, hlm. Membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang berkaitan Pada penelitian ini data yang dihasilkan dari observasi akan dibandingkan dengan data hasil wawancara, kemudian data tersebut akan di triangulasikandengan data yang didapat dari hasil observasi.

F. Teknik Analisis data

  Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang telah diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasidengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yangpenting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2009, hlm. 89). Teknikanalisis data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data modelMiles dan Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampaituntas, sehingga datanya sudah jenuh.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Efektivitas penanaman sikap keberagamaan pada siswa tunanetra (Studi Kasus pada Siswa Tunanetra Tingkat SMP dan SMA di Sekolah Luar Biasa (SLB) A Pembina Tingkat Nasional Lebak Bulus Jakarta Selatan)
0
3
117
STUDI KASUS TEKNIK PENJARIAN PIANO SISWA TUNANETRA DI SMA-LB WIYATA GUNA BANDUNG.
0
2
7
KEGIATAN PEMBELAJARAN BERTANI PADA SISWA TUNANETRA DI SLB AGRO INDUSTRI CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT.
0
6
45
STRATEGI PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG PADA SISWA TUNANETRA KELAS IV SLB NEGERI A PAJAJARAN BANDUNG.
0
3
50
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN ANYAMAN PADA SISWA TUNANETRA KELAS VI DI SLB ABC PGRI CIAWI KABUPATEN TASIKMALAYA.
0
9
61
BUDAYA BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH LUAR BIASA TUNANETRA (SLB-A) Budaya Belajar Matematika Pada Siswa Sekolah Luar Biasa Tunanetra (SLB-A) (Studi Etnografi Di SLB-A YKAB Surakarta).
0
4
14
PENDAHULUAN Budaya Belajar Matematika Pada Siswa Sekolah Luar Biasa Tunanetra (SLB-A) (Studi Etnografi Di SLB-A YKAB Surakarta).
0
4
6
PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI ANAK TUNANETRA DI SLB NEGERI A KOTA BANDUNG.
10
17
40
EFEKTIVITAS MEDIA SEL TIGA DIMENSI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TUNANETRA DI SLB NEGERI A KOTA BANDUNG.
0
2
30
SELF EFFICACY KARIR PADA PENYANDANG TUNANETRA :Studi Kasus pada Siswa Penyandang Tunanetra di SMLB SLB-A Negeri Kota Bandung.
0
6
28
PENGARUH SOFTWARE BALABOLKA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAKSES SUMBER BELAJAR ELEKTRONIK PADA SISWA TUNANETRA DI SLB NEGERI A KOTA BANDUNG.
10
20
49
Studi Deskriptif Mengenai Self-Regulation Style Akademik Pada Siswa-siswi Penyandang Tunanetra di SMA SLB-A Negeri "X" Bandung.
0
1
76
Penelitian Deskriptif Mengenai Orientasi Masa Depan Bidang Pendidikan pada Siswa SMA Penyandang Tunanetra di SLB-A Negeri Bandung.
0
0
55
KETERAMPILAN MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN SISWA TUNANETRA DI SLB YPDP BANDUNG (STUDI KASUS TERHADAP ‘RG’ SALAH SATU SISWA TUNANETRA DI SLB YPDP BANDUNG). - repository UPI S PLB 1002963 title
0
0
3
Penelitian Deskriptif Mengenai Orientasi Masa Depan Bidang Pendidikan pada Siswa SMA Penyandang Tunanetra di SLB-A Negeri Bandung - MCUrepository
0
0
24
Show more