Aktivitas antihepatotoksik ekstrak metanol kulit batang Meranti

Gratis

0
1
15
2 years ago
Preview
Full text
AKTIVITAS ANTIHEPATOTOKSIK DAN ANTIMUTAGENIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG HOPEA MENGARAWAN Sri Atuna, Nurfina Aznama,Retno Arianingruma, Sri Sayekti Sulisdiartob, Barokah Sri Utamib, Aries Badrus Sholehb aDosen Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta b Tim Peneliti dari PT Phapros Tbk, Semarang, Indonesia Sampel tumbuhan H. mengarawan Bibit tumbuhan H. mengarawan Usia <1 tahun H. mengarawan usia >40 tahun Senyawa hasil isolasi dari H. mengarawan (5 Kg) HO H HO O OH H O H H HO OH OH H HO OH HO OH HO H H OH H OH HO OH H HO H OH OH OH heimiol A (200 mg),balanocarpol (300 mg) H H H HO H HO vaticanol G (70 mg) OH OH HO HO H HO HO H H H H H O OH HO H H OH O HO vaticanol B (200 mg) Untuk mengembangkan ekstrak tumbuhan H. mengarawan sebagai fitofarmaka obat baru antihepatotoksik perlu dilakukan penelitian uji toksisitas akut, sub kronis, teratogenik, mutagenik, karsinogenik, formulasi; uji praklinik; dan klinik. Dalam artikel ini akan diuraikan hasil penelitian uji aktivitas antihepatotoksik pada dosis rendah (10 –50 mg/Kg BB) dan uji antimutagenik secara in vivo ekstrak etanol tumbuhan H. mengarawan FITOFARMAKA ANTIHEPATOTOKSIK EKSTRAK TUMBUHAN H. MENGARAWAN Uji aktivitas antihepatotoksik (Uji Farmakologi) Dosis 75 –300 mg/kg BB -Dosis 10-50 mg/kg BB Uji keamanan :Toksisitas acut Toksisitas subkronis Teratogenik Mutagenik Formulasi Obat herbal terstandar Uji Praklinik Produk Jadi Toksisitas acut Toksisitas subcronis Uji Klinik Fase I Standarisasi :Bahan baku Proses ekstraksi Senyawa aktif (balanokarpol) Save life produk Analisis proses produksi; pemasaran Uji aktivitas antihepatotoksik (uji farmakologi dosis rendah) Alat :Spektrofotometer microlab 300;1 set alat pembacaan preparat yang terdiri dari mikroskop cahaya, kamera, layar pembesar, dan computer; sentrifuge Sorvall Biofuge primo R;Tissue Embedding Center; mikrotom;vortex; timbangan analitik; spuit injeksi; jarum Tuberkulin; peralatan gelas ;mikropipet; seperangkat alat bedah; gelas objek dan Deckglaser ukuran 22 x 22 mm b. Bahan Uji :Serbuk kulit batang tumbuhan Hopea mengarawan (Dipterocarpaceae);Na-CMC) merk Daichi derajat farmasetis; akuades; karbon tetra klorida (CCl4) merck Darmastadt Germany; Ether TK; NaCl fisiologis; formalin 10%;reagen siap pakai kit-GPT-ALAT (IVD Diasys, IFCC Mod) yang merupakan campuran dari reagen 1 (TRIS buffer pH 7,5 sebanyak 100 mmol/l, L-Alanin sebanyak 500 mmol/l, LDH (Laktat Dehidrogenase) 1200 U/l) dan reagen 2 (2-oksoglutarat 15 mmol/l dan NADH 0,18 mmol/l);etanol dengan berbagai konsentrasi :80%,95%,dan 100%;xilen; parafin cair; zat warna hematoksilin; acid alkohol; eosin; entelen. c. Hewan Uji :Tikus putih jantan galur Rattus Strain Wistar yang berusia 7 minggu dengan berat badan 118 –124 gram. Tikus ini diperoleh dari Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gajah Mada (LPPT UGM).Setiap kandang berisi 4 tikus yang berada dalam satu kelompok (perlakuannya sama).Pakan yang diberikan untuk tikus adalah E22 –FT (air 12%,protein 61%,lemak 13,5%,serat 5%,abu 6,5%,kalsium 1,1%,dan fosfor 0,9%)dan minumnya dari air ledeng. d. Cara penelitian Tikus dikelompokkan sesuai dengan tabel berikut :Tabel .Pembagian Kelompok Pada Tikus Perlakuan Kel. Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 I Na-CMC 0,5% Na-CMC 0,5% Na-CMC 0,5% Na-CMC 0,5% II Na-CMC 0,5% CCl4 25% CCl4 25% Na-CMC 0,5% III Ekstrak 10 mg/kg BB Ekstrak 10 mg/kg BB +CCl4 25% Ekstrak 10 mg/kg BB +CCl4 25% Ekstrak 10 mg/kg BB IV Ekstrak 30 mg/kg BB Ekstrak 30 mg/kg BB +CCl4 25% Ekstrak 30 mg/kg BB +CCl4 25% Ekstrak 30 mg/kg BB V Ekstrak 50 mg/kg BB Ekstrak 50 mg/kg BB +CCl4 25% Ekstrak 50 mg/kg BB +CCl4 25% Ekstrak 50 mg/kg BB Hari ke-5 Diambil darah dan hatinya Hasil Penelitian Gambar :makroskopis hati tikus normal Hati tikus +CCl4 Hati tikus +CCl4 +ekstrak etanol H. mengarawan Tabel 3. Rerata Kadar GPT Serum Darah Tikus (U/l) dan data histopatologisnya Aktivitas Antihepatotoksik Hispatologi Derajat Kerusakan 0,1 Normal 4004 77,4 N 14 ,D>>CCl-4- Na-CMC +ekstrak 10 mg/kg BB 293,7 16,1 30 %D>>IV CCl-4- Na-CMC +ekstrak 30 mg/kg BB 158,1 13,4 68,4 %D> kecil V CCl-4- Na-CMC +ekstrak 50 mg/kg BB 69,0 0,25 93,5 %D< kecil Rerata Kadar GPT (U/l) Kel Perlakuan I Na-CMC 46 II CCl-4- Na-CMC III Sel Hati normal :Kelompok kontrol Sel Hati Kelompok III (D>>Perbesaran 200 X) Sel Hati Kelompok II (CCl4 ,N 14 dan D >Perbesaran 400 X) Sel Hati Kelompok IV (D> Kecil, Perbesaran 400 X) Uji Mutagenik (Metode Penghitungan jumlah sel eritrosit polikromatik bermikronukleus (MNPCE) Secara invivo Hewan Uji :mencit jantan galur Balb-c yang berusia 6 –7 minggu dengan berat badan 22,5-27, 5 g. Mencit diperoleh dari laboratorium LPPT UGM. Bahan :ekstraks etanol H. Mengarawan,Na-CMC, Siklofosfamid monohidrat (control positif),Methanol, Xylol, Pewarna giemsa, NaCl fisiologis, Akuades Alat :Seperangkat alat gelas; seperangkat alat bedah; neraca analitik Satu set alat pembacaan preparat terdiri dari mikroskup, kamera, dan counter; deskglasser; ependorf; gelas objek Tabel 1. Perlakuan Hewan Uji mutagenik Kelompok Perlakuan setelah 18 Jam puasa Jam ke -1 30 menit kemudian 24 jam kemudian 30 menit kemudian I. kontrol Lar. Na-CMC 1 %Lar. Na-CMC 1 %II. kontrol positif Larutan Siklofosfamid dosis 50 mg/kg BB dalam akuades steril Larutan Siklofosfamid dosis 50 mg/kg BB dalam akuades steril III. Perlakuan Ekstrak etanol H. mengarawan dosis 300 mg/kg BB dalam Na-CMC 1% Ekstrak etanol H. mengarawan dosis 300 mg/kg BB dalam Na-CMC 1% IV. Perlakuan Ekstrak etanol H. mengarawan dosis 600 mg/kg BB Ekstrak etanol H. mengarawan dosis 600 mg/kg BB V. Perlakuan Ekstrak etanol H. mengarawan dosis 300 mg/kg BB dalam Na-CMC 1% Larutan siklofosfamid dosis 50 mg/ kg BB dalam akuades steril Ekstrak etanol H. mengarawan dosis 300 mg/kg BB dalam Na-CMC 1% Larutan siklofosfamid dosis 50 mg/ kg BB dalam akuades steril VI. Perlakuan Ekstrak etanol H. mengarawan dosis 600 mg/kg BB dalam Na-CMC 1% Larutan siklofosfamid dosis 50 mg/ kg BB dalam akuades steril Ekstrak etanol H. mengarawan dosis 600 mg/kg BB dalam Na-CMC 1% Larutan siklofosfamid dosis 50 mg/ kg BB dalam akuades steril 6 jam kemudian Dislokasi leher dan pembedahan untuk diambil sumsum tulang paha Tabel. Hasil perhitungan jumlah MNNPCE No Kelompok/ Perlakuan Jumlah MNPCE Rerata Rerata +Deviasi 1 Kontrol Negatif (Na-CMC 1% K))0;0;0 0 0 2 Kontrol Positif (Siklofosfamid dosis 50 mg/kg bb (S1))13; 8; 9 10 10 3 Ekstrak Etanol dosis 300 mg/kg bb (H1) 0; 0; 0 0 0 4 Ekstrak etanol dosis 600 mg/kg bb (H2) 0; 0; 0 0 0 5 Ekstrak etanol dosis 300 mg/kg bb +Siklofosfamid dosis 50 mg/kg bb (H1.S1) 8; 9; 6 7,67 7,67 ±1,247 6 Ekstrak etanol dosis 600 mg/kg bb +Siklofosfamid dosis 50 mg/kg bb (H2.S1) 6; 3; 4 4,33 4,33 2,161 1,247 Sel eritrosit normal (kontrol) Sel eritrosit normal (ekstrak etanol H. mengarawan 300 mg/Kg BB) Sel eritrosit bermikronukleus (siklofosfamid) Sel eritrosit bermikronukleus (siklofosfamid +ekstrak H. mengarawan 300 mg/Kg BB Kesimpulan Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol H. mengarawan pada dosis 10; 30; dan 50 mg/Kg BB menunjukkan aktivitas antihepatotoksik sebanyak 30; 68,4; dan 93,5%.Demikian juga dari uji sifat mutagenik menunjukkan ekstrak etanol H. mengarawan tidak bersifat mutagenik, tetapi bersifat antimutagenik.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Kulit Batang Tanjung (Mimusopsi cortex) Terhadap Sel T47D
1
62
99
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Pisang Raja (Musa X paradisiaca AAB) Dalam Sediaan Gel HPMC”.
66
339
83
Uji Sitotoksik Ekstrak Metanol Kulit Kayu Tumbuhan Cep-Cepen (Castanopsis Costata Bl) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Assays
2
99
6
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 70% Kulit Batang Kapuk Randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) Sebagai Penghambat Pembentukan Batu Ginjal Pada Tikus Putih Jantan
0
16
79
UJI SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL KULIT BATANGKAMBONG ( UJI SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL KULIT BATANG KAMBONG (Dipterocarpus validus Blume) TERHADAP SEL HeLa DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.
0
0
15
AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI POLAREKSTRAK METANOL KULIT BATANG MIMBA ( AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI POLAR EKSTRAK METANOL KULIT BATANG MIMBA (Azadirachta indica A. Juss.) PADA KULTUR Plasmodium falciparum SECARA In Vitro DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPI
0
0
9
UJI SITOTOKSIK FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK METANOL KULIT BATANG KAMBONG ( UJI SITOTOKSIK FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK METANOL KULIT BATANG KAMBONG (Dipterocarpus validus Blume.) TERHADAP SEL HeLa DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA.
0
0
8
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA DARI FRAKSISEMIPOLAR EKSTRAK METANOL KULIT BATANG Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa Dari Fraksi Semipolar Ekstrak Metanol Kulit Batang Kluwih (Artocarpus altilis Park) Serta Efek Sitotoksiknya terhadap Sel HeLa.
0
1
17
AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI NONPOLAREKSTRAK METANOL KULIT BATANG MIMBA (Azadirachta AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI NONPOLAR Aktivitas antiplasmodium fraksi nonpolar ekstrak metanol kulit batang mimba (Azadirachta indica A. Juss.) terhadap Plasmodium
0
1
16
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ASETON KULIT BATANG SUKUN (Artocarpus communis) UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ASETON KULIT BATANG SUKUN (Artocarpus communis) TERHADAP SEL MYELOMA.
0
1
14
AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI SEMIPOLAREKSTRAK METANOL KULIT BATANG MIMBA (Azadirachta AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK METANOL KULIT BATANG MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) TERHADAP Plasmodium falciparum SECARA In Vitro DAN PROFIL KR
0
0
15
UJI SITOTOKSIK ISOLAT A FRAKSI SEMI POLAR EKSTRAKMETANOL DARI KULIT BATANG MERANTI KUNING UJI SITOTOKSIK ISOLAT A FRAKSI SEMI POLAR EKSTRAK METANOL DARI KULIT BATANG MERANTI KUNING (Shorea accuminatissima) TERHADAP SEL MURIN LEUKEMIA P-388.
0
3
7
PENDAHULUAN UJI SITOTOKSIK ISOLAT A FRAKSI SEMI POLAR EKSTRAK METANOL DARI KULIT BATANG MERANTI KUNING (Shorea accuminatissima) TERHADAP SEL MURIN LEUKEMIA P-388.
0
2
18
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG SRIKAYA (Annona squamosa L.) Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Kulit Batang Srikaya (Annona Squamosa L.) Terhadap Sel T47D.
0
0
13
PENGARUH EKSTRAK METANOL KULIT BATANG TUMBUHAN
0
0
5
Show more