KANDUNGAN BAKTERI PENCEMAR PADA AIR TADAH HUJAN SEBAGAI SUMBER AIR MINUM MASYARAKAT KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM.

Gratis

0
0
6
2 years ago
Preview
Full text

  Kandungan bakteri pencemar

ARTIKEL PENELITIAN

  

KANDUNGAN BAKTERI PENCEMAR PADA AIR

TADAH HUJAN SEBAGAI SUMBER AIR MINUM

MASYARAKAT KECAMATAN BASO

KABUPATEN AGAM

Elizabeth Bahar

  

Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang

Abstrak

  Pada umumnya air tadah hujan atau penampungan air hujan (PAH) di anggap bersih atau sehat untuk di minum oleh masyarakat. Penelitian terhadap PAH di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam dalam pemeriksaan secara bakteriologis ditemukan kuman Serratia marsescens (37,8%), Pseudomonas aeruginosa dan Citrobacter freundii masing-masing (17,5%), Enterobacter hafnia dan Enterobacter aglomeraus masing-masing (11,1%) dan sedikit sekali tercemar oleh Alkaligenes sp (5%).

  Angka MPN yang di dapat untuk kelompok Coliform air PAH Desa Baso Kecamatan Baso Kabupaten Agam secara bakteriologis tidak sehat untuk di minum, karena tercemar oleh jenis kelompok Coliform dan kualitas airnya jelek dengan MPN > 10.

  Kata kunci: Kontaminasi, bakteri

  ABSTRACT Rain barrel was common presumed clean or good for drinking people quality.

  The study result to bacteriological of rain barrel at Baso Agam found Serratia marsescens (37,8 %), Pseudomonas aeruginosa dan Citrobacter freundii (17,5%), Enterobacter hafnia dan Enterobacter aglomerans (11,1%) and just a few of Alkaligenes sp (5%).

  MPN index of Coliform showed that rain barrel at Baso Agam was not full fill the recommedced criteria for drinking, because infected from Coliform and water quality was very bad according MPN index > 10 (higger than 10). key words; Kontaminasi, bacteri

  Kandungan bakteri pencemar PENDAHULUAN

  Air yang sehat bagi kebutuhan manusia adalah air yang tidak terkontaminasi oleh bakteri / kuman dan tidak menimbulkan penyakit. Bebas dari unsur-unsur yang beracun dan organik berlebihan.

  (1)

  Penggunaan air tadah hujan atau penampungan air hujan (PAH) sebagai sumber air minum tidak banyak dibicarakan dalam penelitian sanitasi dan kualitasnya untuk layak minum dalam hal kesehatan. Pada umumnya PAH di anggap bersih atau sehat untuk di minum oleh masyarakat. Selama ini masyarakat masih beranggapan bahwa air tadah hujan jatuh dari atas permukaan bumi (langit) dan tidak berasal dari tanah atau bumi seperti sumber air lainnya.

  (2.3)

  Kecamatan Baso Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat terdiri dari 17 desa dengan jumlah penduduk 90.306 jiwa dan 3.709 KK. Ada 2 Puskesmas di Baso yaitu Puskesmas Baso I dan Puskesmas Baso II, di mana hasil wawancara dengan pimpinan Puskesmas Baso I pada survei terdahulu ternyata ada sebagian masyarakat yang menggunakan sumber air minum dari penampungan air hujan (PAH) di samping tersedianya sarana air bersih (PAM) dan sumur gali. Meskipun demikian dari segi sanitasi jarang dilaporkan terjadinya diare berupa wabah maupun penyakit lainnya yang di sebabkan oleh air, terutama air yang tercemar oleh bakteri kelompok

  Coliform dan E coli. Dari laporan

  Puskesmas setempat di peroleh penyakit infeksi dan kulit (5,34%), di ikuti penyakit saluran pernafasan (2,37%), penyakit saluran pencernaan (3.05%), penyakit mata (0,67%), penyakit telinga (0,75%) dan penyakit gigi / mulut (5,47%).

  Sebagai kebijakan telah dilakukan penelitian terhadap PAH di Kecamatan Baso Kabupaten Agam untuk pemeriksaan secara bakteriologis. Adanya ditemukan bakteri pencemar dapat merupakan suatu antisipasi masyarakat baso dalam penggunaan air tadah hujan untuk konsumsi air minum.

  METODOLOGI

  Dari 2 Puskesmas di Baso sebagai lokasi penelitian di ambil kelompok masyarakat yang termasuk wilayah kerja Puskesmas Baso I. Populasi terdiri dari 10 desa di wilayah kerja Puskesmas Baso

  I. Sampel berupa air tadah hujan di ambil Kandungan bakteri pencemar

  secara purposive sampling pada I desa, karena pembagian desa-desa di Provinsi Sumatera Barat sama, sehingga dapat di anggap mewakili semua desa.

  Laboratorium Kesehatan (BLK) Padang. Lama penelitian berlangsung selama 6 bulan. Data di olah secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel.

  Jumlah sampel (PAH) pada Desa Baso di wilayah kerja Puskesmas Baso I ada 10 bak PAH. Masyarakat membuat bak PAH dari beton atau semen yang permanen rata-rata berukuran panjang 2 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1,5 meter. Bak PAH terbuka lebar dan di bangun di dalam rumah, sehingga air tidak mendapat cahaya matahari langsung air hujan di tampung dari atap rumah melalui sebuah pipa. Bak dilengkapi dengan kran untuk menampung air dan tanpa kran (memakai timba).

HASIL DAN PEMBAHASAN

  Coliform dan E coli. Penelitian

  selanjutnya di lakukan isolasi ke dalam medium cair Brilliant Green Lactosa Broth (BGLB) untuk penentuan indek MPN air dan identifikasi kuman pencemar pada PAH di Balai

  Sampel langsung di isolasi ke dalam medium cair Lactosa Broth (LB) dengan sistem tabung ganda, menggunakan standar pemeriksaan 5 : 5 : 5 yang di lakukan di tempat pengambilan sampel atau di lapangan untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada sampel, mengingat jarak lokasi penelitian dengan laboratorium memerlukan waktu kira- kira 3 jam, karena sampel tidak boleh lebih dari 3 jam untuk mendapatkan indeks MPN air terhadap kelompok

  Dari 10 sampel air PAH yang telah diteliti secara bakteriologi di peroleh indek MPN yang bervariasi untuk kelompok Coliform. Angka-angka indek MPN tersebut menunjukan sampel air PAH di Baso tercemar oleh bakteri. Sedangkan untuk E coli ternyata indek MPN = 0, berarti sampel air PAH di Baso tidak tercemar oleh E coli. Berikut gambaran angka MPN yang di peroleh pada tabel 1.

  Sampel masing-masing di ambil 100 ml dan di masukan ke dalam botol steril atau sesuai dengan teknik pengambilan sampel air yang lazim dilakukan untuk pemeriksaan bakteriologis air. Data-data dari sampel di catat langsung, yaitu jam / waktu pengambilan sampel, suhu, warna, bau, rasa dan pH air.

   C) E.coli (44

   C) PAH I 2,2 PAH II 8,8 PAH III 8,8 PAH IV

  15 PAH V

  96 PAH VI 240 PAH VII

  15 PAH VIII 2,2 PAH IX 240 PAH X 240

  Keterangan: PAH (Penampungan Air Hujan

  Pada tabel 1 ternyata air dari PAH di desa Baso Kecamatan Kabupaten Agam dengan indek MPN yang bervariasi dan MPN tertinggi 240 untuk kelompok Coliform, menunjukan kualitas air PAH yang di konsumsi masyarakat Baso tercemar oleh beberapa bakteri. Akan tetapi kualitas air Desa Baso termasuk kategori baik untuk E coli dengan MPN = 0. Hal ini dapat dipengaruhi oleh konsistensi air PAH yang dingin, tidak

  Tabel 1. MPN/ 100 ml Sampel Air PAH di Desa Baso Kec. Baso Sampel Air Coliform (37 Kandungan bakteri pencemar

  berwarna, jernih, tidak berbau, tidak berasa dan pH air sekitar 7,4. Sebagai mana diketahui bakteri E coli merupakan parameter dalam penentuan kualitas air.

  pada air PAH Desa Baso Kecamatan Baso Kabupaten Agam kemungkinan disebabkan oleh bak air PAH yang digunakan masyarakat Desa Baso tidak pernah dibersihkan atau di kuras oleh konsumen. Kendala ini di sebabkan bak penampungan air hujan tersebut cukup besar, sehingga susah untuk dibersihkan dan lagi pula airnya berganti terus karena sering terjadi hujan.

  KESIMPULAN

  Kejadian angka-angka MPN untuk Coliform air PAH Desa Baso Kecamatan Baso Kabupaten Agam secara bakteriologis air PAH nya tidak baik, karena tercemar oleh jenis-jenis bakteri kelompok Coliform dan kualitas airnya jelek, karena MPN > 10.

  Kehadiran bakteri Serratia marsescens ini berarti sangat perlu diwaspadai oleh masyarakat setempat, meskipun belum ada laporan terjadinya infeksi melalui air PAH ini. Selain jenis bakteri lainnya mungkin saja frekuensi bakteri lain dapat tinggi karena tiap-tiap bakteri tidak sama sifat pertumbuhannya, seperti dalam meragi laktosa dapat lambat atau cepat. Faktor lingkungan juga dapat berperanan seperti suhu dan pH air di Desa Baso ikut mempengaruhi pertumbuhan bakteri kelompok Coliform.

  (2.7)

  Bakteri Serratia marsescens 37,8% merupakan tertinggi dari semua bakteri pencemar air PAH di desa Baso. Bakteri ini termasuk patogen opotunistik dan biasanya menyerang penderita yang di rawat di rumah sakit (infeksi nasokomial).

  (7)

  Air hujan diketahui akan membawa serta mikroba-mikroba udara, terutama dari debu-debu. Sampai di tanah air akan menjadi lebih tercemar oleh adanya sisa kehidupan, kotoran binatang maupun manusia termasuk buangan dan limbah rumah tangga.

  (2)

  Menurut Jawets et all, bahwa species dari kelompok Coliform yang di temukan ini termasuk bakteri batang gram negatif, di mana bakteri ini dapat hidup di tanah dan komensal sebagai flora normal saluran pencernaan.

  5 Pencemaran oleh kelompok Coliform

  Identifikasi bakteri untuk kelompok Coliform dari air PAH yang diteliti tercantum pada tabel 2 berikut ini :

  1

  6 Alkaligenes sp

  5 E. aglomeraus 2 11,1

  4 Enterobacter hafnia 2 11,1

  3 Citrobacter freundii 3 17,5

  2 P.aeruginosa 3 17,5

  1 Serrtia marsescens 7 37,8

  No Bakteri. Jml %

  Tabel 2. Jenis-Jenis Bakteri Dalam Air PAH di Desa Baso Kec. Baso

  Penelitian tentang bakteriologi untuk sampel air PAH jarang atau belum ada di teliti, karena masyarakat menganggap air hujan turun dari atas dalam keadaan bersih dan bebas dari pencemaran biologis atau zat-zat kimia. Setelah diteliti ternyata air PAH yang dikonsumsi tercemar oleh bakteri Coliform, meskipun E coli sebagai parameter sanitasi air tidak ditemukan dengan indek MPN = 0. Namun air PAH Desa Baso kualitasnya jelek karena indeks MPN > 4 untuk bakteri kelompok Coliform. Kandungan bakteri pencemar

  5. Depkes RI.Pemeriksaan Bakteriologis KEPUSTAKAAN

  Makanan, Minuman dan Air. Balai

  1. Gardon M, Fair and Olith C Geyer: Water Laboratorium Kesehatan. Yogyakarta, Suply and Waste Dioposal John Willey 1988: 22 – 5. and Son S. Disadur oleh Suprianto I dan Lubis A, Buletin Penelitian Kesehatan,

  6. Irianti S. Gambaran Kualitas Jakarta, 1988 : 54 – 8.

  Bakteriologik Air Minum di Kabupaten Dili. Majalah Kesehatan

  2. Jawetz E, Melnick JL and Adelberg EA: th Masyarakat.1994:22: 127 - 35.

  Medical Microbiology. 20 ed. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta, 1996:229– 34.

  7. Rohimi S. Air…..Air dan Air. Medika Jurnal Kedokteran dan Farmasi. 1996: 12:

  3. Buckle, K.A: RA. Edwars : GH Flectand 176 – 81.

  M. Wooton. Ilmu Pangan disadur dari Food Science Editor. Hari Poernomo dan Adiono. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta, 1985: 23 – 5.

  4. Hartono G. Pemberantasan Diare, Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan Pemukiman, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, 1990: 32- 5.

  Majalah Kedokteran Andalas Vol.22. No.2. Juli - Desember 1998

  62

Dokumen baru

Tags

Kandungan Pada Air Minum Bakteri Pada Air Minum Bakteri Pada Air Minum Kemasan Bakteri Pada Air Minum Isi Ulang Analisis Kualitatif Bakteri Koliform Pada Air Minum Analisis Bakteri Koliform Pada Air Minum Pdam Kandungan Air Hujan Dan Air Sumur Pencemar Air
Show more

Dokumen yang terkait

ADMINISTRASI PENERIMAAN PEMBAYARAN REKENING AIR PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN JEMBER
16
94
67
KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI
1
20
25
ANALISA BAKTERI COLIFORM (Escherichia coli) DAN KADAR ION LOGAM PADA DEPO AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN DAU MALANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA
2
14
34
EVALUASI KEAMANAN SUMBER AIR MINUM DESA MOJO KECAMATAN PADANG KABUPATEN LUMAJANG
0
3
7
EVALUASI POPULASI BAKTERI ENTEROPATOGENIK SUMBER AIR MINUM JIRUN DI DESA MOJO KECAMATAN PADANG KABUPATEN LUMAJANG DAN UPAYA DESTRUKSINYA MELALUI PEMANASAN
0
3
16
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DENGAN JUMLAH BAKTERI Escherichia coli DALAM AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER
9
46
60
KANDUNGAN LOGAM AIR SUMUR DAN AIR PDAM DENGAN SISTEM PENDETEKSI KELAYAKAN AIR MINUM (ELEKTROLIZER AIR) DI KECAMATAN SUMBERSARI
0
9
18
KANDUNGAN LOGAM AIR SUMUR DAN AIR PDAM DENGAN SISTEM PENDETEKSI KELAYAKAN AIR MINUM (ELEKTROLIZER AIR) DI KECAMATAN SUMBERSARI
1
7
72
PROFIL DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DAN PENERAPAN ANALISIS TOC PADA PEMERIKSAAN KUALITAS AIR MINUM BERDASARKAN SUMBER AIR YANG DIGUNAKAN DI BANDAR LAMPUNG
2
19
53
UJI DAYA HIDUP BAKTERI ASAM LAKTAT SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK PADA BEBERAPA MEDIA PREPARASI AIR MINUM UNGGAS
4
21
38
PENDAYAGUNAAN IRIGASI AIR TANAH MENUNJANG BUDIDAYA PERTANIAN SECARA PRODUKTIF PADA LAHAN TADAH HUJAN Delvi Yanti
0
0
8
View of IDENTIFIKASI BAKTERI AIR MINUM ISI ULANG DARI DEPOT YANG MENGGUNAKAN SUMBER AIR NON PDAM DI KOTA SAMARINDA
1
1
8
MATAAIR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI KECAMATAN LASIOLAT, KABUPATEN BELU, NTT
0
0
7
STUDI KELAYAKAN KUALITAS AIR MINUM DELAPAN MATA AIR DI KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG
0
0
5
KANDUNGAN BAKTERI TOTAL Coli DAN Escherechia coli / FECAL Coli AIR MINUM DARI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI JAKARTA, TANGERANG, DAN BEKASI
1
3
9
Show more