Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD N Daratan Minggir Sleman.

Gratis

1
2
397
2 years ago
Preview
Full text

IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N DARATAN MINGGIR SLEMAN SKRIPSI

IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N DARATAN MINGGIR SLEMAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu SyaratMemperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah DasarOleh: Nofi RumiantiNIM: 091134125 JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Motto:Untuk apa menunggu hari esok jika bisa melakukannya hari ini Hidupmu tidak akan pernah baik jika kamu tidak membuathidupmu lebih baik Skripsi ini kupersembahkan kepada: Allah swt. yang selalu memberiku jalan dan mempermudahkanku Orang tua “Subilal” dan “Ngatinah” serta adik-adikku tersayang “Fauzan Nur Aziz, Laela Tri Wulandari, dan Widia Ariyani” yang slalu mendukungku  Kakakku tercinta Wahid Nur Hidayat yang selalu mendukung danmenyemangatiku  Keluarga besarku Sahabat-sahabatku

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskripsi Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di SD N DaratanMinggir Sleman dapat berjalan sesuai dengan rancangan dalam perangkat pembelajaran. Ada yang muncul maksimal, ada pula yang muncul kurang maksimal dan ada yang tidak muncul dalam proses pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Pd SD selaku guru kelas IV B di SD N Daratan yang telah memberikan bantuan dan waktu kepada penulis untuk melakukan penelitian. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu oleh penulis, yang telah memberikan dukungan, semangat, doa, dan inspirasi sehingga terselesaikanskripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan lima hal, yaitu latar belakang penelitian, rumusan

A. Latar Belakang Masalah

  Pada saat peneliti menanyakan pelajaran matematika yang sulit siswa mengatakan bahwa materi pelajaranmatematika yang dianggap sulit adalah materi tentang pecahan. Hal tersebut menjadikan siswa kurang tertarik untukmempelajari materi pecahan sehingga nilai yang diperoleh siswa pada materi pecahan banyak yang belum memenuhi KKM.

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik pada implementasi perangkat pembelajaran pecahan menggunakan pendekatanPMRI di kelas IV SD Negeri Daratan? Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut.

1. Mengetahui implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Negeri Daratan

  2. Mengetahui kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik pada implementasi perangkat pembelajaran pecahan menggunakan pendekatanPMRI di kelas IV SD Negeri Daratan.

D. Batasan Pengertian

  PecahanPecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk , a dan b merupakan bilangan bulat, b tidak sama dengan 0, dan a bukan merupakankelipatan bilangan b. Pendekatan PMRIPendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang dikembangkan untukmelatih siswa menemukan kembali dan membangun konsep pengetahuan melalui keadaan dan permasalahan yang dekat dengan kehidupan siswa.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian landasan teori ini dibahas beberapa hal terkait dengan teori-teori

A. Kajian Pustaka

  Pengertian implementasi dari Lyer, dkk dalam Ferry dan Makhfud(2009:157) adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Berdasarkan pendapat Trianto tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa perangkat pembelajaran merupakan sekumpulan sarana yang digunakanoleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang terdiri dari bahan ajar, silabus, RPP, LKS, dan soal evaluasi.

a. Silabus

  Menurut Muslich (2007:23) silabus adalah penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok, kegiatan 9pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Dari ketiga pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa silabus adalah garis besar pembelajaran atau materi pembelajaran yangterdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaiankompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Menurut Mulyasa (2008:154) RPP yang baik adalah RPP yang memberikan petunjuk yang operasional tentang apa-apa yang harusdilakukan guru dalam pembelajaran, dari awal guru masuk ke kelas sampai akhir pembelajaran. 10Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa RPP adalah rancangan pembelajaran yang disusun sebagai pedoman yangmemberikan petunjuk operasional tentang hal yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran.

e. Soal Evaluasi

  Menurut Harjanto (2008: 227) menyatakan bahwa evaluasi pengajaran adalah penilaian terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswakearah tujuan yang ditetapkan. Berdasarkan 12evaluasi adalah soal yang diberikan kepada siswa untuk memberikan pertimbangan tentang nilai dan arti terhadap pertumbuhan dan kemajuansiswa ke arah tujuan yang ditetapkan.

3. Pecahan

a. Pengertian Pecahan

  Marsigit (2009: 34)mengungkapkan bahwa bilangan yang dinyatakan dalam bentuk , dengan a dan b adalah bilangan bulat, b 0, dan b bukan faktor dari a. Bilangan a disebut pembilang dan b disebut penyebut, b tidak sama dengan 0 karena b merupakan unit dasar keutuhan, jika 0 berarti tidakada unit lengkap yang dapat digunakan untuk membandingkan bagian- bagian lain atau tidak terdefinisikan.

b. Penjumlahan pecahan

  Penjumlahan pecahan merupakan salah satu materi pelajaran yang dipelajari siswa kelas IV semester 2. Contoh:Jawab: : 2) Penjumlahan pecahan berpenyebut bedaSukayati (2003:12) berpendapat bahwa cara untuk menjumlahkan pecahan yang berbeda penyebutnya dapat dilakukandengan menyamakan penyebutnya terlebih dahulu kemudian baru dijumlahkan pembilangnya.

b) Penjumlahan pecahan berpenyebut sama dengan menggunakan

KPKContoh:Jawab: penyebut kedua pecahan adalah 3 dan 2, maka dicari KPK dari 3 dan 2 yaitu 6. Jadi,

4. Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)

a. Pengertian Pendidikan Matematika Realistik Indonesia

  Menurut Suryanto (2010: 37) Pendidikan Matematika RealistikIndonesia (PMRI) adalah pendidikan matematika sebagai hasil adaptasi dari Realistic Mathematic Education yang diselaraskan dengan kondisi 1521) menjelaskan bahwa pendidikan matematika realistik Indonesia menggunakan permasalahan realistik sebagai dasar untuk membangunkonsep matematika atau sumber pembelajaran (a source of learning). Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pendekatan PMRI adalah salah satu pendekatanpembelajaran matematika yang dikembangkan dari Realistic Matematic Education (RME) yang dirancang untuk pembelajaran matematika di sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya Indonesia.

b. Prinsip-prinsip PMRI

Suryanto (2010: 42) menyatakan bahwa terdapat beberapa prinsipPMRI yaitu:

1) Penemuan kembali secara terbimbing(Guided Re-invention)

  DeLange dalam Wijaya (2011: 42) membagi matematisasi menjadi dua, yaitu matematisasi horizontal (berawal dari masalahkontekstual yang diberikan dan berakhir pada matematika formal) dan matematisasi vertikal (dari matematika formal ke matematikaformal yang lebih luas atau lebih tinggi atau lebih rumit). Matematisasi vertikalmerupakan proses pengembangan model matematika yang diperoleh pada matematisasi horizontal sebagi dasar pengembangankonsep yang lebih formal.3) Fenomena didaktis (Didactical Phenomenology) Pada prinsip ini pembelajaran dengan pendekatan PMRI diarahkan pada pembelajaran yang bersifat mendidik danmenekankan pentingnya masalah kontekstual untuk memperkenalkan topik-topik matematika kepada siswa.

4) Membangun model secara mandiri (Self-develop Model)

  Model ini berpangkal dari masalah kontekstual dan menuju ke matematika formal sedangkan model formerupakan model yang lebih umum yang dikembangkan melalui generalisasi atau formalisasi. Model berfungsi untuk menjembatani proses berpikir dari yang paling dikenal siswa, ke arah proses berpikir yang lebih formal.

c. Karakteristik PMRI

PMRI memiliki lima karakteristik. Berikut adalah kelima karakteristik dari PMRI:

1) Penggunaan konteks

  MenurutSuryanto (2010: 44) yang dimaksud konteks adalah lingkungan siswa yang nyata baik aspek budaya maupun aspek geografis. Bentuk dari konteks tidak harus berupa masalah dunia nyata namun bisa dalam bentuk permainan, penggunaan alat peraga,atau situasi lain selama hal tersebut bermakna dan bisa dibayangkan dalam pikiran siswa (Wijaya 2012: 21).

2) Penggunaan model

  19Sedangkan model for adalah model yang dikembangkan siswa yang mengarah pada pencarian solusi secara sistematis (Wijaya, 2012: 47). Hal itu mengacu pada pendapatFrudenthal dalam Wijaya bahwa matematika tidak diberikan kepada siswa sebagai suatu produk yang siap dipakai tetapi sebagai suatukonsep yang dibangun oleh siswa maka dalam PMRI siswa ditempatkan sebagai subjek belajar (Wijaya, 2012: 22).

B. Kerangka Berpikir

  Berdasarkan wawancara dan observasi di sekolah diperoleh hasil bahwa materi penjumlahanpecahan ini cukup sulit untuk dipahami karena siswa merasakan bahwa matematika merupakan pelajaran yang menggunakan banyak rumus danlangkah-langkah yang harus dihafal. Berdasarkan hal tersebut, perlu suatu perangkat pembelajaran yang menyajikan kegiatan-kegiatan yang membuat siswa mampu menemukan konseppenjumlahan pecahan dengan konteks yang dapat ditemui dan dibayangkan oleh siswa.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini akan menguraikan tentang metode penelitian yang terdiri dari jenis

  Jenis Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan dan mengetahui kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik PMRI pada implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD NDaratan Minggir Sleman. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data dengan menyajikan data,menganalisis dan menginterpretasikannya (Moleong, 2002).

1. Tempat penelitian

  Dengan rincian jumlah 15 siswa yang terdiri dari 6 siswa putra dan 9 siswa putri. Materi penjumlahan pecahan yang 24dipelajariterdiri dari penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda.

C. Rencana Penelitian

  Pada penelitian ini, peneliti melakukan langkah-langkah penelitian untuk sampai pada hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Langkah-langkah tersebut dijelaskan sebagai berikut.

1. Persiapan

  Menyusun instrumenPada tahap ini peneliti menyusun instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk guru dan siswa dan lembar wawancara untuk guru dansiswa. Validasi perangkat pembelajaran 25Perangkat pembelajaran yang sudah direvisi dan diubah kemudian divalidasi oleh 3 orang ahli.

d. Uji keterbacaan

  Setelah pengimplementasian, penelitimenyebarkan angket respon siswa kepada beberapa siswa dan melakukan wawancara kepada siswa dan guru. Hal ini dilakukan dengan tujuan untukmengetahui respon siswa dan guru setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI.

D. Instrumen Penelitian

  Berikut dijelaskan tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Instrumen pengumpulan data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen data kuantitatif dan instrument data kualitatif.

a. Instrumen data Kuantitatif

Instrumen penelitian yang digunakan untuk menghasilkan data kuantitatif berupa lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar angket ujiketerbacaan, lembar angket respon siswa dan lembar evaluasi. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen yang digunakan untukmemperoleh data kuantitatif:

1) Lembar Validasi Perangkat Pembelajaran

  Lembar validasi perangkat pembalajarandapat dilihat pada lampiran halaman [104].2) Lembar Angket Uji Keterbacaan Angket uji keterbacaan digunakan untuk mengtahui pemahaman siswa terhadap keterbacaan perangkat pembelajaran yang berupabahan ajar, LKS, dan soal evaluasi. Lembarangket respon siswa yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran halaman [113].

b. Instrumen data kualitatif

  Berikut penjelasan darimasing-masing instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kualitatif: 1) Lembar pedoman wawancaraDalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua lembar pedoman wawancara yaitu lembar pedoman wawancara guru dan siswa.lembar pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian bertujuan untuk memperoleh respon guru setelah menggunakanpendekatan PMRI. Lembar pedomanwawancara siswa dapat dilihat pada lampiran halaman [115].2) Dokumentasi 29Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini yaitu rekaman video proses pembelajaran, rekaman video wawancara siswa danguru dan foto-foto kegiatan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data kuantitatif dan data kualitatif. Berikut penjelasan tentang teknik pengumpulan data:

1. Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif

Berikut adalah teknik pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini:

a. Validasi

  Validasi dilakukan oleh 3 orang ahli untuk melakukanvalidasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI yaitu 2 dosen ahli PMRI dan satu orang guru kelas IV. Para ahli diminta untuk menilai komponen-komponen yang ada dalam perangkat pembelajaran sesuai petunjuk pada lembar validasi.

b. Angket Uji Keterbacaan

  siswa diminta untuk mengisiangket tersebut dengan melihat kategori jawaban sesuai hal yang dialami oleh siswa pada saat pembelajaran. Soal EvaluasiTeknik pengumpulan data dari instrument lembar soal evaluasi adalah dengan membagikan lembar soal evaluasi dan meminta setiapsiswa untuk mengerjakan soal tersebut di kegiatan akhr pembelajaran pada pertemuan keempat.

2. Teknik Pengumpulan Data Kualitatif

Berikut adalah teknik pengumpulan data kualitatif dalam penelitian ini:

a. Wawancara

  Siswa yang diwawancarai adalah siswa yang memiliki kemampuan tinggi,kemampuan sedang dan kemampuan rendah. Wawancara siswa dan guru dilakukan setelahproses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan.

b. Transkripsi

  Dokumentasi video proses pembelajaran kemudian ditranskripsikan oleh peneliti. Teknik ini dilakukan untuk mengetahui setiap kejadian dankegiatan yang dilakukan dalam proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan.

F. Teknik Analisis Data

  Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu: 1. 3.1 Kriteria Tingkat Kualitas Produk Angka Interval skor rata-rata Kategori 4 Sangat baik3,25 < M ≤ 4,00 3 Baik2,50 < M ≤ 3,25 2 Kurang baik1,75 < M ≤ 2,50 1 Tidak baik0,00 < M ≤ 1,75 Keterangan:M : Rata-rata aspek yang dinilai ditentukan dari jumlah penilaian secara keseluruhan.

2. Teknik Analisis Data Kualitatif

  Di dalam transkripsi tersebut disajikan kejadian yang terjadi dalam prosespembelajaran dalam bentuk tulisan deskripsi. Deskripsi yang terdapat dalam transkripsi digunakan untuk mendukung argumen peneliti dalam menganalisis dan membahas hasil penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Penelitian Sebelumnya Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya

  Dalam penelitian ini, produk perangkatpembelajaran pecahan yang telah dihasilkan peneliti gunakan untuk mengetahui bagaimana implementasi perangkat pembelajaran penjumlahanpecahan yang menggunakan pendekatan PMRI tersebut jika diterapkan pada siswa kelas IV di sekolah lain yaitu di SDN Daratan Minggir. Soal EvaluasiSoal evaluasi disusun berdasarkan sub materi yang telah diajarkan pada setiap pertemuan, sedangkan soal evaluasi akhir disusun dengan 36menggabungkan sub materi penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan pecahan yang berpenyebut beda.

B. Paparan Revisi Perangkat Pembelajaran

  Setelah peneliti mempelajari perangkat pembelajaran yang telah dihasilkan dan mengetahui kekurangannya peneliti melakukan beberapaperubahan. Dari hasil mempelajari perangkat pembelajaran tersebut, ditemukan beberapa bagian yang perlu dilakukan revisi/perbaikan.

1. Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Pada bagian silabus dan RPP peneliti merevisi beberapa bagian yaitu:

a. Perubahan alokasi waktu

  Selain itu terdapat pandangan dari Ruseffendi (1979:28) bahwa waktu yang diperlukan untukmengajarkan Matematika modern harus jauh lebih banyak dari waktu yang diperlukan untuk Matematika tradisionil, sebab dalam metode modern kita memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk mencari dan menemukansendiri serta diperlukan kerja lapangan. Perubahan alokasi waktu tersebut yaitu sebagai berikut: Tabel 4.1 Revisi Alokasi Waktu pada Silabus dan RPP Penelitian sebelumnya Revisi AlasanAlokasi waktu pada setiap Alokasi waktu pada pertemuan Alokasi waktu pada penelitian ini ditambah 1 jam pelajaran pertemuan 2x35 menit pertama 3x35 menit, pada yang dahulunya 8x35 menit menjadi 9x35 menit.pertemuan kedua, ketiga, dan Penambahan waktu ini hanya untuk pertemuan pertama keempat 2x35 menit.

b. Kegiatan Pembelajaran

Revisi yang dilakukan peneliti yaitu menambahkan keterangan karakteristik PMRI dalam kegiatan pembelajaran yang menunjukkan adanya kemunculan karakteristik PMRI. Berikut adalah revisi yang peneliti lakukan dalam kegiatanpembelajaran: Tabel 4.2 Revisi Kegiatan Pembelajaran pada silabus dan RPP Pertemuan Penelitian sebelumnya Revisi Alasan 1 Kegiatan awal: Kegiatan awal: PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): Kegiatan ini mengalami perubahankarena pada bagian ini penggunaan

a. Siswa melihat cerita yang ditayangkan

  Penggunaanpecahan kelompoknya sesuai dengan saat LCD hanya digunakan untuk menonton melakukan permainan mencari pasangan satu video pada saat kegiatan eksplorasi Kegiatan inti: Kegiatan inti: dan tidak digunakan lagi pada proses Eksplorasi: Eksplorasi: pembelajaran selanjutnya. Guru membagikan dua buah soal cerita berkaitan dengan penjumlahan pecahan nilai pecahan yang dibentuk oleh yang berkaitan dengan penjumlahanberpenyebut sama sebuah gambar lingkaran yang diarsir.pecahan berpenyebut sama.

f. Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama

  g. Setiap kelompok diminta mengemukakan hasil pola penjumlahan berpenyebut samadi depan kelas.

2 Kegiatan awal:

  Refleksi dan penguatan (siswa mengisi setelah mempelajari materi ini? lembar refleksi harian yang berisi ”) pertanyaan “apa yang sudah aku pelajari hari ini, apa yang belum aku pahami, danperasaan setelah mempelajari materi ini?”) 3 Kegiatan awal: Kegiatan awal: PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa):a. Siswa bersama kelompok diminta untuk untuk membuat kesimpulan mengenai membuat kesimpulan mengenai pola pembagian kelompok.pola penjumlahan yang berpenyebut penjumlahan yang berpenyebut sama dan Mengganti kegiatan menjadi dalam sama dan berpenyebut beda.

c. Karakter siswa

  Penambahan aspek karakter siswa yang diharapkan yang dituliskan dalam silabus dan RPP sebagai berikut: Tabel 4.3 Revisi Karakter Siswa pada Silabus dan RPP Pertemuan Penelitian sebelumnya Revisi Alasan1,2,3 dan 4 Pada penelitian sebelumnya aspek Sikap berani, kerjasama, Peneliti memberikan tambahan karakter siswa dalam karakter siswa yang diharapkan tidak jujur dan menghargai silabus dan RPP. Jadi, setelah peneliti mempelajari perangkat silabus dan RPP yang digunakan pada penelitian sebelumnya, peneliti melakukan revisi pada silabus dan RPP.

2. Lembar Kerja Siswa

Revisi dalam LKS (Lembar Kerja Siswa) akan diuraikan di bawah ini:

a. Kegiatan pembelajaran

  Gambar ilustrasiPada penelitian ini, penelitimenambahkan gambar ilustrasi dalam soal latihan yaitu: Tabel 4.5 Revisi Gambar Ilustrasi pada Lembar Kerja Siswa Pertemuan Penelitian sebelumnya Revisi AlasanPada penelitian sebelumnya tidak terdapat Gambar ilustrasi soal b Peneliti menambahakan gambar ilustrasi untuk gambar ilustrasi soal b.mempermudah siswa didalam mengerjakan soal latihan dikarenakan dengan adanya gambar siswadapat membayangkan benda yang ada di dalam soal. Peneliti mengganti media pembelajaran dengan media yang lebihdekat dengan siswa dan nama-nama Gambar ilustrasi soal a Peneliti menambahakan gambar ilustrasi untuk mempermudah siswa didalam mengerjakan soallatihan dikarenakan dengan adanya gambar siswa dapat membayangkan benda yang ada di dalam soal.

c. Soal Latihan

3 Pada penelitian sebelumnya tidak terdapat gambar ilustrasi soal a

  Peneliti mengganti media pembelajaran dengan media yang lebihdekat dengan siswa dan nama-nama Gambar ilustrasi soal a Peneliti menambahakan gambar ilustrasi untuk mempermudah siswa didalam mengerjakan soallatihan dikarenakan dengan adanya gambar siswa dapat membayangkan benda yang ada di dalam soal. Dafa membagi pizzanyadalam soal dengan nama-nama siswa menjadi 4 potong yang sama besar, menjadi 4 bagian yang sama besar,kelas IV SD Negeri Daratan agar lebih sedangkan Rima membagi kue terang sedangkan Putri membagi pizzanyadekat dengan siswa karena nama-nama bulannya menjadi 2 potong yang sama menjadi 2 bagian yang sama besar.

3. Bahan Ajar

Pada bagian bahan ajar ini peneliti melakukan beberapa revisi yaitu:

a. Permainan

  Setiap siswa mendapat satu potong puzzle dengan warna perintah ini berisi kalimat kalimat perintah dan yang berbeda.melihat siswa diminta untuk melaksanakannya sesuai 2. Dari beberapa perintah yang diberikanyang terbentuk tersebut maka siswa akan terbentuk menjadi potongan puzzlenya dengan teman 1 kelompok sehingga dari potongan-menjadi 1 gambar lingkaran yang utuh.beberapa kelompok.potongan karton 4.

4. Lembar evaluasi

  Ibu memberikan 2 potong kue Pada penelitian ini peneliti mengubahsoal cerita tersebut dengan menganti kalimat dalam soal dengan kata-katayang lebih kontekstual agar siswa lebih mudah memahami soal dan 52 Beberapa saat kemudian Rita mendapat lagi bagian kue tart lagi dari kakaknya. Pada penelitian ini peneliti mengubah soal cerita tersebut dengan mengantikalimat dalam soal dengan kata-kata yang lebih kontekstual agar siswalebih mudah memahami soal dan membentuk bilangan pecahannyakarena bilangan pecahannya tertulis secara eksplisit namun bentuknyatetap dijelaskan.

C. Validasi perangkat pembelajaran

  Hal yang dilakukan peneliti setelah merevisi perangkat pembelajaran yang dihasilkan dari penelitian sebelumnya adalah melakukan uji validasiperangkat pembelajaran terhadap 2 dosen ahli dan 1 guru. Dosen yang melakukan validasi merupakan dosen Matematika yang ahli tentangpendekatan PMRI sedangkan guru yang melakukan validasi adalah guru kelas IV di sekolah yang digunakan untuk penelitian.

D. Hasil Uji keterbacaan

  Peneliti memilih 3 siswa sebagai responden yaitu 1 siswa yang memiliki kemampuan rendah, 1 siswa yang memiliki kemampuansedang dan 1 siswa yang memiliki kemampuan tinggi. Hal tersebut dapatmenunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dibuat yaitu bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi sudah dapat dipahami oleh pembaca.

1. Deskripsi Proses Implementasi Perangkat Pembelajaran

  Implementasi perangkat pembelajaran di kelas IV SDN Daratan dilaksanakan pada hari Selasa, Kamis dan Jumat, yaitu tanggal 19, 21, 26,dan 28 Februari 2013. Implementasi perangkat dilaksanakan dengan mengambil jam pelajaran matematika dengan jumlah pesertadidiksebanyak 15 orang.

a. Pertemuan 1

  Setelah berkumpul menjadi satu kelompok gurumenanyakan berapa bagian pecahan yang diarsir dalam lingkaran yang didapatkan kelompok. Pada kegiatan akhir guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami danmenyimpulkan hasil pola penjumlahan berpenyebut sama.

b. Pertemuan 2

  siswa berkumpul dengan siswa yang memiliki nomor dada berbentuk sama dan siswa tersebut menjadi satu kelompok. Setiap kelompok berdiskusi menyelesaikan masalah dalam soal cerita yang terdapat dalam LKSmenggunakan alat peraga yang telah dibagikan.

c. Pertemuan 3

  Siswa yang paling cepat dan tepat menjawab dimintauntuk mengumpulkan jawabannya dan siswa yang paling cepat menjawab dan jawabannya benar mendapatkan bintang. Setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi, gurumeminta siswa untuk menjawab pertanyaan yang terdapat di lembar refleksi.

d. Pertemuan 4 Pertemuan keempat diadakan pada tanggal 28 Februari 2013

  Ketika guru selesai membacakan cerita siswa segera mencari temannya agarjumlah bilangan yang terbentuk sama dengan bilangan yang disebutkan oleh guru. Guru menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut benar dan memiliki makna yang sama meskipun menggunakan kata-kata yang berbeda.

2. Hasil Analisis Kemunculan Indikator Setiap Karakteristik PMRI

  Setelah mengamati proses pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan PMRI, penelitimenganalisis kemunculan indikator-indikator setiap karakteristik PMRI pada proses pembelajaran. Berikut adalah hasil analisis kemunculanindikator setiap karakteristik PMRI: a.

a) Menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa

  Konteks memotong roti tawar, tahu, kue terang bulan, dan tempe, membuat roti menggunakan tepung terigu dan membeligula pasir merupakan konteks yang dekat dengan kehidupan siswa.kontekstual yang disampaikan mampu b) Permasalahan mengarahkan siswa menemukan konsepPada saat guru memberikan permasalahan kontekstual guru juga membantu siswa untuk menemukan konsep. Siswa mampu menemukan konsep pecahan dengan meletakkan dua buah pecahan seperempatandan satu buah pecahan seperempatan yang mengibaratkan .dan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan kontekstual yang disampaikan guru sudahmengarahkan siswa menemukan konsep.

2) Menggunakan permainan

a) Permainan yang digunakan membangkitkan semangat siswa

  Berikut transkripsi data yang 70dapat menunjukkan semangat siswa ketika melakukan permainan yaitu I 44-49 1: (44) G:“Sekarang kamu gabungkan potongan yang kalian terima itu !” (guru sambil menunjuk potongan-potongan yang diterima oleh siswa) “ ora ngono kui” (sambil menegur X11 yang belum berkumpul dengan kelompoknya) “membentuk lingkaran. Pada saat guru membacakan soal dan ada siswa yang dengan cepat menjawab siswa lainmerasa kecewa karena sudah ada yang bias menjawab lebih cepat.

b) Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari

  Permainanini bertujuan untuk mengingatkan kembali pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda yang sudah dipelajari padapertemuan sebelumnya sehingga dapat membantu siswa mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut beda padapertemuan ini. Berdasarkan uraian di atas dapat dilihat bahwa permainan yang dilakukan dalam pembelajaran inimenggambarkan hal yang akan dipelajari.

3) Menggunakan media dan alat peraga

  74a) Media dan alat peraga yang digunakan mudah ditemukan/dekat dengan siswa Karakeristik penggunaan konteks juga terdapat pada penggunaan media dan alat peraga yang mudah ditemui dandekat dengan kehidupan siswa. 76Berdasarkan transkripsi video dan gambar-gambar yang disajikan dapat disimpulkan bahawa media yang digunakandalam pembelajaran merupakan media yang mudah ditemukan oleh siswa di sekitar mereka.

b) Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa

  X11 sambil mengambil tahu yang dibagikan guru) (136) S: “aku wae.” (X5 menanggapi perkataan X11)(137) S: “yowes aku tahune kowe rotine” (ya sudah aku tahnya kamu rotinya X11 menanggapi perkataan X5) Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa juga terlihat pada transkripsi I 1 : 131-133. Gambar 4.4 Siswa sedang menata kartu pecahan di atas papan pecahan pada pertemuan ketiga 78Berdasarkan kegiatan dan gambar di atas dapat dilihat bahwa media yang digunakan dalam pembelajaran dapat menarikperhatian siswa.

4) Menggali pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi

a) Pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi

  Hal itu dilakukan untuk mengetahuipengetahuan awal yang sudah dimiliki oleh siswa dan 79mengetahui seberapa jauh konsep awal yang sudah dimiliki oleh siswa tentang materi yang akan dipelajari. Sekarang kalau penyebut siapa yang yang tahu?”(91) BS: “bilangan yang di bawah bu”(92) G: “iya, penyebut adalah bilangan yang ada di bagian bawah sebuah pecahan” (sambil menunjuk bilangan yang ada di papan tulis ) Pada transkripsi di atas dapat dilihat bahwa guru melakukan tanya jawab dengan siswa.

b. Karakteristik penggunaan model

  Ada siswa yang cenderung menyelesaikanmasalah dengan strategi informal namun ada juga yang menggunakan strategi formal. 81 Gambar 4.5 Hasil potongan roti siswa sebagai strategi informal pengerjaan soal latihan pada pertemuan pertama Gambar 4.6 Hasil potongan tahu siswa sebagai strategi informal pengerjaan soal latihan pada pertemuan pertama Dalam penggunaan strategi informal, siswa juga memiliki cara yang berbeda-beda.

2) Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam pemecahan masalah

a) Memodelkan masalah dalam kalimat matematika

  Gambar 4.9 Hasil pekerjaan kelompok seperenam pada LKS pertemuan pertama Kelompok tersebut menyelesaikan masalah dengan menggambar dan menuliskan kalimat matematika yaitulambang bilangan pecahan dan operasi hitung penjumlahan 84menunjukkan bahwa siswa dapat memodelkan masalah dalam kalimat matematika yang terdapat pada pekerjaan siswa diLKS pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga. Jadi kue terang bulan yang diterima BuFika ada bagian Setelah siswa mampu memodelkan masalah menggunakan media gambar terang bulan yang dipotongsesuai dengan pecahan yang terdapat pada soal, siswa mampu mengubahnya menjadi kalimat matematika.

b) Menggunakan rumus matematika dalam pemecahan masalah

  Terdapat siswa yang menyamakan penyebut dengan mencari pecahansenilai dan ada juga yang mencari KPK dari penyebut kedua pecahan yang dijumlahkan. Penggunaan langkah-langkahmatematis siswa yang dilakukan siswa dimulai dari siswa memahami soal kontekstual yang diberikan guru.

a) Guru memberi pertanyaan yang mengarah ke strategi formal

  Pada saat pembelajaran guru juga memberikan beberapa pertanyaan yang mengarah ke strategi formal. Berikuttranskripsi II : 78-87 yang menunjukkan guru memberikan 2 pertanyaan yang mengarah ke strategi formal.

9) SS: “seperempat”

  Hal yang sama juga dapat dilihat pada transkripsi III 2 : 153-157, 197-205 yang menunjukkan bahwa guru memberikan pertanyaan yang mengarah ke strategi formal. b) Guru memberi soal dengan konteks lain yang mengarah ke strategi formal 92Pada saat pembelajaran berlangsung guru kurang memberikan soal dengan kontesk lain yang mengarahkan kestrategi formal.

c. Karakteristik penggunaan kontribusi siswa

  Hal lain yang menunjukkan variasi cara siswa menyelesaikan masalah Nampak pada saat siswa menggunakanmedia yang berupa bahan makanan untuk membantu siswa menyelesaikan masalah di dalam kelompok. (lihat transkripsi IV 3 : 59) Pada transkripsi tersebut dapat dilihat bahwa variasi jawaban siswa tersebut pada saat siswa menggabungkan kartupecahan ada yang menggabungkan kartu danpecahan ada juga siswa yang menggabungkan kartu danpecahan .

2) Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan

  Pada transkripsi III : 3 3 46 salah satu siswa mengomentari jawaban siswa lain dengan menjawab KPK dari 2 dan 4 tidak hanya 8 tetapi 4 jugamerupakan KPK dari 2 dan 4. Hal itu Nampak dari siswa memberikan komentar terhadap hasil pekerjaansiswa lain dan menyimpulkan hasil pembelajaran dengan 103motivasi oleh guru kepada siswa untuk 3) Pemberian mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalahPada saat proses pembelajaran guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk memancing siswa agar bertanya.fakta yang menunjukkan guru memancing siswa untuk bertanya kepada guru yaitu transkripsi I : 74-79.

78) G: “iya pecahannya jadi seperdelapan.”

  Bentuk kedua yang diberikan oleh guru adalah siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi siswa yang belum jelas terhadap 105materi yang sudah dipelajari. Terdapat tiga bentuk kesempatan yang diberikan oleh guru yaitu pemberiankesempatan untuk menanggapi jawaban siswa lain, pemberian kesempatan untuk bertanya bagi siswa yang belum jelas dankesempatan untuk membuat kesimpulan.

d. Karakteristik penggunaan interaktivitas siswa

  Sekarang kalau penyebut siapa yang tahu?”(90) BS: “bilangan yang di bawah bu”(91) G: “iya, penyebut adalah bilangan yang ada di bagian bawah sebuah pecahan” (sambil menunjuk penyebut sebuah pecahan yang ada di papan tulis ) “jadi berapa jumlah pecahan miliknya kelompok X15? Siapa yang sudah tahu?”(92) S: “empat per delapan bu” (X13 menjawab sambil mengangkat tangan) Kegiatan tanya jawab yang dilakukan siswa dan guru seperti pada transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru bertanyauntuk melihat pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.

e) Memfasilitasi negoisasi antar siswa

  Pada saat siswa berdiskusi terdapat negoisasiyang dilakukan siswa seperti transkripsi I 4 : 148 berikut.(148) BS (kelompok seperdelapan): “aku ya sek motong tahune?” (X8 sambil mengambil tahu yang tadi dibagikan oleh guru) “isoh po kowe? Tahune le ngiris.” (X12 sambil memberikan sebuah pisau kepada X8) 114Pada transkripsi di atas menunjukkan bahwa siswa bernegoisasi ketika hendak memotong tahu sebagai mediayang digunakan untuk menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan.

f) Melakukan penilaian proses

  Berapa bagian roti yang dimiliki Tika sekarang?”“jadi roti tawar yang diterima oleh tika ada dua perempat” 115(174) S(X14): “tadi kan rotinya satu lalu dibagi empat. Tika mendapat satu potong ditambah lagi satu potong jadi duapotong roti tawar yang diterima Tika ada dua perempat.” (sambil menunjukkan hasil potongannya) Pada pertemuan pertama guru melakukan penilaian afektif dengan kriteria penilaian menghargai siswa lain,menanggapi jawaban teman dan partisipasi dalam kelompok.

g) Melakukan penilaian produk

  Dikerjakan sendiri-sendiri ya!” (sambil membagikan lembar evaluasi ) “ibu beri waktu 15 menit”(127) siswa mengerjakan soal evaluasi akhir secara mandiri(128) G: “kalau sudah selesai boleh dikumpulkan.” (sambil berkeliling melihat pekerjaan siswa) (129) siswa mengumpulkan lembar pekerjaannya kepada guruProduk yang dinilai adalah pengetahuan yang dibangun oleh siswa yang tampak dari hasil jawaban siswa. Berdasarkanhasil penilaian produk ini dapat membantu guru untuk menilai sejauh mana perangkat pembelajaran yang digunakan dapatmengukur pemahaman siswa dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah penjumlahan pecahan.

2) Siswa dan siswa

a) Mempresentasikan hasil pekerjaan

  Berapa bagian tahu yang ada di dalam wajan?”“jadi tahu yang ada di dalam wajan ada tiga bagian atau tiga per tiga atau satu utuh. Gambar 4.19 Siswa dalam kelompok bekerjasama dalam memotong roti tawar pada pertemuan pertama Gambar di atas menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok bekerjasama untuk memotong roti tawar sesuai dalam soal.

c) Menyampaikan pendapat/pertanyaan

  Kesempatan yang telah diberikan guru ini digunakan siswa pada saat siswa dalam kelompok atau padasaat ada kelompok yang sedang presentasi. Dalam transkripsi tersebut menunjukkan bahwa ada siswa yang memberikan pendapat cara memotong tahu sebagai media yang digunakan untuk menyelesaikanmasalah penjumlahan pecahan.

d) Memberikan apresiasi terhadap teman lain Siswa juga memberikan apresiasi terhadap teman lain

  Hal tersebut 125 Gambar 4.20 Siswa memperhatikan kelompok yang sedang presentasi menuliskan hasil diskusinya di papan tulis Akan tetapi masih banyak siswa yang kurang memprhatikan siswa yang sedang berpendapat. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa indikator siswa dan siswa sudah muncul secara 126kegiatan siswa mempresentasikan hasil pekerjaan, bekerjasama dengan siswa lain dalam kelompok, menyampaikan pendapatatau tanggapan, memperhatikan teman yang berpendapat.

e. Karakteristik penggunaan keterkaitan (Intertwining)

  128 Gambar 4.21 Hasil Pekerjaan LKS siswa pada pertemuan pertama Berdasarkan transkripsi dan gambar yang telah dipaparkan diatas menunjukkan bahwa penjumlahan bilangan bulat dapatmenjadi dasar untuk siswa memahami penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Gambar 4.24 Hasil pekerjaan siswa menggunakan KPK untuk menyamakan penyebut dua pecahan Berdasarkan transkripsi dan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa guru sudah mengaitkan pembelajarandengan materi lain salah satunya yaitu materi penyelesaian maslaah yang berkaitan dengan KPK.

d) Kaitannya dengan pecahan senilai

  Ketika jawaban penjumlahan pecahan merupakan pecahan yang masih bisa disederhanakan maka guru memintasiswa untuk menyederhanakan pecahan tersebut. Hal ini nampak dengan adanya kaitan materi penjumlahan pecahan dengan materi penjumlahan bilanganbulat, bangun datar, menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan pecahan senilai.

a) Kaitannya dengan materi di mata pelajaran Bahasa Indonesia

  Berikut transkripsi 5 5 III 5 : 94-95 yang menunjukkan aspek membaca yang terkait dengan materi penjumlahan pecahan. Berapa bagian tempe yangdimiliki Vivi sekarang?” Transkripsi di atas menunjukkan bahwa guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membacakan soalyang ada dalam LKS.

3. Rangkuman Kemunculan Indikator Setiap Karakteristik PMRI dalam Pembelajaran

  Pemanfaatan keterkaitan) 136Contoh: I 1 : 54 (Pertemuan pertama, karakteristik penggunaan konteks, baris transkripsi nomor 54)Kemunculan indikator yang diharapkan ditentukan berdasarkan RPP yang telah disusun peneliti. Persentase kemunculan indikator merupakankegiatan pembelajaran yang telah berlangsung yaitu berupa hasil transkripsi dan gambar, dibandingkan dengan kemunculan indikator yangdiharapkan, dan dinyatakan dalam bentuk persen.

a. Karakteristik Penggunaan Konteks

  Menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa 96, III : 21 dan 40 1 I 1 : 143-146, II 1 : 78-85 5 80% b. Permainan yang digunakan membangkitkan semangat dan IV 1 : 49-58 2 siswa I 1 : 72-78 1 100% b.

a. Media dan alat peraga yang

  Media dan alat peraga dapat 1 menarik perhatian siswa dan II : 69-70 1 Gambar 4.4 Menggali pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi 4 I : 87-92 dan II : 7-8 3 Maksimal a. penggunaan media dan alat peraga yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-haritermasuk dalam kriteria maksimal karena dengan adanya media siswa menjadi lebih tertarik dan menemukan materi-materi yang mereka pelajari.

c. Karakteristik Penggunaan Kontribusi Siswa

  Pemberian waktu yang 3 3 mencukupi kepada III 3 : 108, IV 3 : 73 dan 126 siswa dalam pemecahan masalah 2 Pemberian tanggapan 86% Sangat maksimal terhadap strategi yang digunakan I 3 : 211-212, III 3 : 46, 58- 7 71% a. Indikator pemberian kesempatan 142 oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat muncul sangat maksimal yang ditandai dengan pemberian kesempatan kepada siswa yang ingin memberikan tanggapan pada saat kelompok lain presentasi di depan kelas.

d. Karakteristik Penggunaan Interaktivitas

Tabel 4.15 Rangkuman Kemunculan Indikator Karakteristik Penggunaan Interaktivitas Jumlah Persentase Kriteria Transkripsi dan kemunculan kemunculan kemunculan No Indikatorgambar Yang diharapkan 1 Guru dan siswaMaksimal 80% Tidak muncul 4 0%

a. Membangun norma kelas

  Indikator mengadakan tanya jawab dan melakukan demonstrasi dengan menggunakan media pembelajaran muncul dengan sangat maksimal, yang menunjukkan bahwa kemunculan yang diharapkan terpenuhi dalam kegiatan pembelajaran. Indikator keterkaitan materi pecahan dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan denganKPK dan pecahan senilai muncul dengan sangat maksimal dengan terpenuhinya semua kemunculan yang diharapkan.

4. Respon Siswa dan Guru

a. Respon Siswa

  No Daftar pertanyaan X15 Tabel 4.17 Hasil Wawancara dengan Siswa Kelas IV Setelah pembelajaran penelitimelakukan wawancara dengan 3 orang siswa. peneliti akan melihat bagaimana respon siswa terhadappembelajaran yang sudah dilakukan.

X7 X1

  Aspek Skala Tabel 4.18 Hasil Jawaban Siswa dari Angket Respon Siswa Selain wawancara, peneliti juga menyebarkan lembar angket yang diisi oleh seluruh siswa untuk melihat tanggapan siswa terhadap pembelajaran matematikamenggunakan pendekatan PMRI. Mudah karena memperhatikanguru menjelasakan Mudah memahamipenjelasan guru karena gurumenggunakan media Mudah memahamipenjelasasan guru tentangpenjumlahan pecahan jikamemperhatikan 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan Siswa lebih mudah memahami daripada biasanya karena menggunakan media kalau Untuk keaktifan siswa sebagian besar sudah aktif hanya beberapa anak yang kurangaktif.

b. Respon Guru Setelah pembelajaran peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas

  Berdasarkan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa guru merasa senang saat mengajarkan materi penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRIkarena sebagian besar siswa menjadi lebih aktif. Namun guru masih mengalami kesulitan pada saat mengajarkan materi penjumlahan pecahan berpenyebut berbedamenggunakan papan pecahan sehingga guru melakukan upaya dengan menjelaskan menggunakan perkalian silang dan KPK.

F. Refleksi Implementasi

  Indikator pengungkapan berbagai strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah dan pemberian kesempatanguru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat sudah muncul maksimal. Indikator-indikator darikarakteristik penggunaan interaktivitas siswa yang terdiri dari guru dan siswa serta siswa dan siswa sudah muncul dalam proses pembelajaran.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Tahapan yang dilakukan oleh peneliti yaitu yang pertama, mempelajari produk perangkat pembelajaran geometri yang dihasilkan oleh penelitiantahun sebelumnya yang kurang sesuai dengan lingkungan sekolah yang akan digunakan sebagai penelitian. Setelahsemua kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, siswa bersama guru 159Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan merangkum materi yang sedang dipelajari dan pemberian evaluasi akhir pertemuan untuk mengukur tingkatpemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari hari ini dan diakhiri dengan kegiatan mengisi lembar refleksi mengenai proses pembelajaranyang sedang berlangsung.

B. Saran

  Peneliti juga dapat mengimplementasikan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI di sekolah-sekolah lainyang belum pernah menerapkan pendekatan PMRI dalam proses pembelajaran. Peneliti lain sebaiknya memberikan pengarahan dan simulasi kepada guru yang akan mengimplementasikan perangkat pembelajaran agarlebih memahami pendekatan PMRI sehingga bisa memunculkan karakteristik secara maksimal dalam proses pembelajaran.

c. Guru lebih memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar siswa sebagai bahan untuk mempelajari materi pembelajaran matematika

DAFTAR REFERENSI

  Mengubah soal cerita ke untuk memberikan tanggapan dalam kalimat Media:terhadap hasil pekerjaan matematika dengan Lembar Kerja kelompok yang presentasi menghargai pendapat Siswa (LKS),(PMRI 4). Menulis jawaban soal evaluasi dengan tulisanyang rapi Jenis: tertulis (tesberupa soal uraian)Pedoman skoring(terlampir) Soal evaluasiKartu pecahan Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai Yogyakarta, 15 Februari 2013Guru Kelas IV PenelitiPainem S.

1. Kognitif a. Menemukan pola penjumlahan pecahan dengan penyebut sama

  Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama setelah mendemonstrasikan media di dalamkelompok. Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru.

VII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (15 menit)

  Apersepsi: (2 menit)Guru bertanya kepada siswa berapa bentuk pecahan pada kertas yang diarsir dari setiap kelompok. Siswa mendapatkan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

6. Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama

  Siswa bersama guru menarik kesimpulan mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama. Siswa diberi kesempatan bertanya mengenai materi yang belum dipahami.

VIII. Sumber dan Media Pembelajaran

3. Penilaian

   Menggunakan langkah-langkah, tidak 4 disertai gambar, dan jawaban benar. Tidak menggunakan langkah-langkah, 3 disertai gambar, dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak 2 disertai gambar, dan jawaban salah. Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak 1 disertai gambar, dan jawaban salah.  Menggunakan langkah-langkah, tidak 4 disertai gambar, dan jawaban benar. Tidak menggunakan langkah-langkah, 3 disertai gambar, dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak 2 disertai gambar, dan jawaban salah. Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak 1 disertai gambar, dan jawaban salah.

b. Rubrik penilaian afektif (kerjasama)

  Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru. Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang telah dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan terang bulan yang telah disiapkan oleh guru.

9. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil belajar. (5 menit)

   Menggunakan langkah-langkah, tidak 4 disertai gambar, dan jawaban benar. Tidak menggunakan langkah-langkah, 3 disertai gambar, dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak 2 disertai gambar, dan jawaban salah. Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak 1 disertai gambar, dan jawaban salah. 5 gambar yang tepat dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak 4 disertai gambar, dan jawaban benar. Tidak menggunakan langkah-langkah, 3 disertai gambar, dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak 2 disertai gambar, dan jawaban salah. Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak 1 disertai gambar, dan jawaban salah.

3. Psikomotorik b. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan dengan media

1. Kognitif

  Siswa mampu mendiskusikan cara-cara penyelesaian penjumlahan pecahan yang berpenyebut beda setelah mendemonstrasikan media di dalamkelompok. Siswa mampu menjumlahkan dua pecahan yang berpenyebut berbeda secara individu.

3. Psikomotorik

b. Siswa mampu mendemonstrasikan soal cerita yang diberikan guru dengan menggunakan media yang telah dipersiapkan guru

   Menggunakan langkah-langkah, disertai 5 gambar yang tepat dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak 4 disertai gambar, dan jawaban benar. Tidak menggunakan langkah-langkah, 3 disertai gambar, dan jawaban benar. Menggunakan langkah-langkah, tidak 2 disertai gambar, dan jawaban salah. Tidak menggunakan langkah-langkah, tidak 1 disertai gambar, dan jawaban salah. Karakteristik siswa yang diharapkan: sikap berani, kerjasama, jujur dan menghargai V Materi Pembelajaran Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan yang berpenyebut beda(terlampir) VI Pendekatan dan Metode Pendekatan : PMRIMetode : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi VII Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (12 menit) 1.

c. Rubrik penilaian psikomotor (menunjukkan sikap jujur)

  Kerjakan soal di bawah ini dengan jujur! Aspek yang dinilai *) TidakTidak Tidak Tidak Total Nama memberi menyontek membuka bertanya skorjawaban jawaban teman buku/catatan pada temanpada teman 1 2 3 4 5 6 8 ...

PEDOMAN SKORING

  1. SkoringAspek kognitif = 20Aspek afektif = 16Aspek psikomotor = 16 2.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIMATERI AJAR PENJUMLAHAN PECAHAN BERPENYEBUT SAMA DAN BERPENYEBUT BEDA I

Standard Kompetensi

6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah II

Kompetensi Dasar

6.3 Menjumlahkan pecahan

  Petunjuk untuk Guru  Mintalah beberapa siswa untuk melaporkan hasil diskusi jawaban dari keuda soa tersebut di papan tulis, kemudian berilah kesempatan kepada siswa lain untuk member tangapan terhadap jawaban teman!  Mintalah seorang siswa ke depan untuk menuliskan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berilah penegasan terhadap pendapat yang diutarakan oleh siswa tersebut mengenai pola penjumlahan berpenyebut sama!

B. Materi Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda

  Bacakan cerita di bawah ini, kemudian mintalah salah satu siswa maju ke depan untuk mengerjakan soal berikut!“Dafa dan Putri masing-masing membeli 1 buah roti terang bulan yang sama besar. Tunjuklah salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan cerita tersebut dengan menggunakan roti terang bulan yang disediakan oleh guru.

a. Kakak mempunyai satu bungkus tempe yang dipotong menjadi 3 potong

  Ambil 1 potong papan pecahan yang terdapat pada empat potong pecahan yang sama besar untuk menunjukkan nilai bagian tempe. Ambillah sebuah penggaris panjang untuk mecari pecahan yang senilai dengan gabungan kedua potong pecahan tadi (gabungan antara2 potong pecahan dengan 1 potong pecahan ).

3. Mintalah beberapa siswa untuk melaporkan hasil diskusi dari soal tersebut di papan tulis! Mintalah siswa menerangkan cara menggunakan papan pecahan, kemudian berilah kesempatan kepada siswa lain untuk member tanggapan terhadap jawaban teman!

  Jadi, hasil penjumlahan dan adalah Pertemuan keempat Pada akhir pembelajaran mengenai materi penjumlahan berpenyebut sama dan penjumlahan pecahan berpenyebut beda ini, siswa dimintamembuat kesimpulan mengenai kaidah penjumlahan pecahan tersebut. Tahu, roti tawar dan bolu yang dipotong menjadi dua bagian yang sama juga merupakan pecahan yang bernilai ½.

2. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Beda

  Lagu Ambilkan Bulan Ambilkan bulanbu…Ambilkan bulanbu… Yang slalu bersinar dilangit,Dilangit bulan benderang… Cahayanya sampai ke bintang…Ambilkan bulanbu untuk menerangi tidurku yang gelap di malam gelap… Ayo Mendengarkan CeritaDengarkanlah cerita yang dibacakan oleh gurumu! Siswa yang terpilih dan tepat dalam menjawab soal akan mendapatkan “bintang”.

2. Temukan pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda

  Tongkat yang dicat oleh Agus pada hari I adalah 1 ruas artinyaTongkat yang dicat oleh Agus pada hari II adalah 3 ruas artinya Ditanya : Berapa bagian yang telah dicat oleh Agus? No Komponen Penilaian Skor 1 Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai1 2 3 4 2 Materi pelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur1 2 3 4 3 Susunan materi pelajaran sistematis, logis, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa1 2 3 4 4 Redaksional bahasa Indonesia baku dan sederhana 1 2 3 4 5 Menuliskan sumber bahan yang dikutip dengan penulisan baku1 2 3 4 Komentar: E.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIANGKET UJI KETERBACAAN

  Ilustrasi gambar yang digunakan dalam bahan ajar dapat memperjelas materi. Saya menemukan gambar yang tidak sesuai dengan materi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJILEMBAR INDIKATOR-INDIKATOR SETIAP KARAKTERISTIK PMRI 1

  Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa 2 Menggunakan media dan alat peraga c. Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa 3 Menggali pengetahuan awal yang digali sesuai dengan materi b.

3. Pengamatan terhadap penggunaan kontribusi siswa No Aspek

  Pemberian waktu yang mencukupi kepada siswa dalam pemecahan masalah. Pemilihan media oleh siswa yang digunakan dalam pembelajaran strategi yang digunakan.

2 Pemberian tanggapan terhadap strategi yang digunakan c. Siswa memberi komentar/saran terhadap hasil pekerjaan siswa lain

  Siswa menyimpulkan hasil pelajaran (guru hanya mengarahkan siswa). 3 Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap pemecahan masalahb.

4. Pengamatan terhadap interaktivitas No Aspek

  1 Guru dan siswa j. Membimbing siswa dalam memecahkan masalah berupa soal yang diberikan guru.m.

2 Siswa dan siswa f. Mempresentasikan hasil pekerjaan

  g. Melakukan kerjasama dengan siswa lain.

5. Pengamatan terhadap keterkaitan No Aspek

  1 Adanya kaitan materi pecahan dengan materi lainnya dalam satu mata pelajaran matematika. Kaitannya dengan materi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK.

a. Kaitannya dengan materi di mata pelajaran Bahasa Indonesi

  Hasil Pekerjaan Siswa di Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1 LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 1 Satuan Pendidikan : SD N DaratanMata Pelajaran : MatematikaHari/Tanggal/Pertemuan ke : Selasa/19 Februari 2013/1Kelas/Semester : IV/2Alokasi Waktu : 3x35 menit (3 jam pelajaran) IV. Bergabunglah dengan kelompokmu dan pilihlah alat peraga yang sudah disediakan oleh gurumu!

2. Bergabunglah dengan kelompokmu! 3

  Kerjakan masalah berikut ini menggunakan “papan terang bulan” dan gambarlah cara penyelesaiannya!”Yoga dan Rima masing-masing membeli 1 buah kue terang bulan yang sama besar. Yoga membagi kue terang bulannya menjadi 4 potong yang sama besar, sedangkan Rimamembagi kue terang bulannya menjadi 2 potong yang sama besar.

3. Psikomotorik a. Mendemontrasikan cara menjumlahkan pecahan

  Hasil Pekerjaan Siswa di Lembar Kerja Siswa Pertemuan 4LEMBAR KERJA SISWA Pertemuan 4 Satuan Pendidikan : SD N DaratanMata Pelajaran : MatematikaHari/Tanggal/Pertemuan ke : Selasa/28 Februari 2013/4Kelas/Semester : IV/2Alokasi Waktu : 2x35 menit (2 jam pelajaran) IV. Buatlah kesimpulan hasil belajar tentang penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan yang berpenyebutbeda!

HASIL VALIDASI AHLI

1. Dra. Haniek S. Pratini, M. Pd. (dosen ahli)

2. Veronika Fitri Rianasari, M.Sc. (dosen ahli)

3. Painem, S.Pd. (guru kelas)

Hasil Olah Data Validasi Perangkat Pembelajaran A. SILABUSNo Komponen penilaian Penilaian 1 2 3 4 1 Kelengkapan unsur-unsur silabus 1 2 2 Kesesuaian anatara SK, KD dan indikator 2 1 3 Kualitas perumusan pengalaman belajar 2 1 4 Ketepatan pilihan perilaku esensial dalam indikator 1 2 5 Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator 1 2 mencerminkan keutuhan perkembangan pribadisiswa 6 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan 1 2 7 Ketepatan dalam memilih media 2 1 8 Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan dalam 2 1 indikator 9 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 3 Jumlah 12 15 Jumlah x skala penilaian 36 60 Jumlah total 96 Rerata 3,56 B. No Komponen Penilaian Penilaian 1 2 3 4 1 Kelengkapan unsur-unsur RPP 1 2 2 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan 1 2 indikator 3 Pemenuhan syarat-syarat dalam perumusan tujuan 3 pembelajaran 4 Isi rumusan tujuan meliputi keutuhan perkembangan 3 pribadi siswa 5 Ketepatan dalam memilih pendekatan atau model 3 pembelajaran 6 Ketepatan dalam memilih metode atau teknik 2 1 pembelajaran 2 1 17 Penggunaan ragam teknik penilaian (penilaian bersifat otentik) 1 2 18 Kualitas kisi-kisi penilaian 1 2 19 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan 1 16 Tingkat kesesuaian indikator, tujuan, dan item penilaian 20 Ketepatan pemilihan media pembelajaran 3 21 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 1 2 Jumlah 1 1 27 34Jumlah x skala penilaian 1 2 81 136Jumlah total 220 Rerata 3,49 2 digunakan 8 Rumusan kegiatan pembelajaran mencerminkan pendekatan/model/metode/teknik pembelajaran yangdipilih 3 3 9 Rumusan kegiatan pembelajarannya mencerminkan kegiatan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi(EEK) 1 2 10 Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk memberdayakan siswa 2 1 11 Rumusan kegiatan pembelajaran berpotensi untuk terciptanya pembelajaran yangmenyenangkan/bermakna 12 Tingkat variasi dalam kegiatan pembelajaran 1 1 2 13 Pengorganisasian materi sistematis, logis, dan kronologis 3 14 Pengaturan alokasi waktu tiap kegiatan pembelajaran proporsional 2 1 15 Kelengkapan rumusan kegiatan akhir pelajaran(rangkuman, evaluasi, refleksi, tindak lanjut) 1 1 No Komponen Penilaian Penilaian 3 Susunan materi pelajaran sistematis, logis, dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa 3 D. No Komponen Penilaian Penilaian 1 2 3 4 1 Materi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 1 2 2 Materi pelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur 2 1 2 45 Jumlah total 1 4 Redaksional bahasa Indonesia baku dan sederhana 1 2 5 Menuliskan sumber bahan yang dikutip dengan penulisan baku 1 2 Jumlah 7 8 Jumlah x skala penilaian 21 32 Jumlah total 53 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Rerata 27 1 4 Urutan kegiatan pembelajaran pada LKS runtut 2 3 4 1 Kelengkapan unsur-unsur LKS 1 2 2 Rumusan petunjuk LKS sederhana sehingga mudah dipahami siswa 1 2 3 Rumusan kegiatan pembelajaran dalam LKS singkat, sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa 2 1 1 15 Jumlah x skala penilaian 2 5 Kegiatan pembelajaran dalam LKS memungkinkan tercapainya indikator/tujuan pembelajaran 1 2 6 Bahasa yang digunakan pada LKS sesuai dengan tingkat perkembangan siswa 1 2 7 Tersedianya beberapa pertanyaan untuk refleksi 3 8 Tampilan LKS indah dan menarik 2 1 Jumlah 9

E. EVALUASI

2 78 Rerata 3,71 60 Jumlah total 18 15 Jumlah x skala penilaian 6 2 Jumlah 1 7 Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar 2 1 6 Rubrik pengamatan sesuai aspek psikomotorik 1 No Komponen Penilaian Penilaian 1 3 4 Rubrik pengamatan sesuai aspek afektif 3 3 Soal evaluasi sesuai aspek penilaian kognitif 2 1 2 Soal evaluasi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 0 2 1 1 Soal evaluasi sesuai dengan indikator yang akan dicapai 4 3 2 5 Soal evaluasi sesuai aspek penilaian psikomotor Hasil Uji Keterbacaan Siswa Hasil Angket Respon Siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJITRANSKRIP PENELITIAN

TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN PERTAMA

  Sekarang kalau penyebut siapa yang tahu?” 91 BS“bilangan yang di bawah bu” 92 G“iya, penyebut adalah bilangan yang ada di bagian bawah sebuah pecahan” (sambil menunjukkan penyebut sebuah pecahan yang ada di papan tulis) “jadi berapa jumlah pecahan miliknya kelompok X15? Berapa bagian tahu yang ada di dalam wajan?”“jadi tahu yang ada di dalam wajan ada tiga bagian atau tiga per tiga atau satu utuh.

TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEDUA

  BS “Langsung nggo iki njajal?” (X10 sambil mengambil papan (kelompok pecahan) segitiga)“Iki 2/3 ditambah ¼” (X15 sambil meletakkan potongan berjejeran) “Diluruske podo karo ndi?” (diluruskan sama dengan yang mana?) “Sek, luruse karo sek seperduabelas.” (sebentar, lurusnya dengan yang seperduabelas sambil menunjuk pecahan seperduabelasan) “Ndelok ndi? G“Nah ini adalah pola penjumlahan berpenyebut beda.” (sambil menunjuk tulisan yang ada di papan tulis) “seperti yang sudah kita bahas caranya yaitu dengan cara disamakan terlebih dahulupenyebutnya.

TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KETIGA

  G “Yang bisa menjawab dengan cepat dan benar akan mendapatkan bintang dan yang mendapatkan bintang berarti bintang kelas saat ini.” Guru membagikan kertas untuk menuliskan jawaban kepada siswa 17. BS(kelompok Jadi gula pasir yang dimiliki Ibu sekarang ada kg seperdelapan) X15 menuliskan jawabannya di papan tulis Sementara kelompok maju beberapa siswa dibelakang ribut dengan 58.

TRANSKRIP PENELITIAN PERTEMUAN KEEMPAT

  Penjumlahan pecahan ada dua yaitu yang berpenyebut sama dan berpenyebut tidak sama. Mpun dereng?” Beberapa siswa ada yang bercanda dan bermain dengan teman sekelompoknya 89.

PENILAIAN KOGNITIF

  87.3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93,33%Rata-rata 95 TuntasJumlah 1310 95 Tuntas 15. X8 Keterangan:Nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) = 65 No Siswa Nilai Produk Kriteria 1.

NILAI AFEKTIF

X9 94 10075 100 369 Rata-rata 98.46666667 85 91.66666667 100 375.1333333 93.78333333 92.25 X15 100 100 100 100 400 100Jumlah 1477 1275 1375 1500 5627 1406.75 94 75 100 100 369 93.75 X13 100 100 100 100 400 100X14 93.75 X11 100 100 100 100 400 100X12 100 75 100 100 375 92.25 X10 100 100 75 100 375 204 Nama Siswa Skor Pertemuan 1 Skor Pertemuan 2 Skor Pertemuan 3 Skor Pertemuan 4 Skor Jumlah Rata-Rata 93.75 X6 100 100 75 100 375 92.5 X5 100 75 100 100 375 93.75 X4 95 100 75 100 370 73.5 X3 100 75 100 100 375 87.5 X2 94 100 100 294 75 75 100 350 X1 100 93.75 X7 100 100 100 100 400 100X8 100 100 100 100 400 100

NILAI PSIKOMOTOR

X9 75 10075 100 350 Rata-rata 90 86.66667 96.66667 100 373.33333 93.33333 87.5 X15 100 100 100 100 400 100Jumlah 1350 1300 1450 1500 5600 1400 75 75 100 100 350 93.75 X12 100 100 100 100 400 100X13 100 100 100 100 400 100 X14 93.75 X11 100 75 100 100 375 87.5 X10 75 100 100 100 375 205 Nama Siswa Nilai Pertemuan 1 Nilai Pertemuan 2 Nilai Pertemuan 3 Nilai Pertemuan 4 Jumlah Nilai Rata-Rata 75 100 100 375 93.75 X5 100 100 100 100 400 100X6 100 100 100 100 400 100 X7 100 87.5 X4 100 100 75 100 375 75 75 100 100 350 68.75 X3 93.75 X2 75 100 100 275 X1 75 100 100 100 375 93.75 X8 100 100 100 100 400 100 206

FOTO KEGIATAN IMPLEMENTASI

Siswa sedang presentasi menggunakan Siswa bersama kelompok menyelesaikan roti tawar LKS Guru sedang membagikan kertas yang Siswa sedang mencoba menata kartu berbentuk bangun datar untuk membentuk pecahan di atas papan pecahan kelompok 207 208 209

BIODATA PENULIS

  Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskripsi Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di SD N DaratanMinggir Sleman dapat berjalan sesuai dengan rancangan dalam perangkat pembelajaran. Ada yang muncul maksimal, ada pula yang muncul kurang maksimal dan ada yang tidak muncul dalam proses pembelajaran.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III Yogyakarta.
0
1
314
Implementasi perangkat pembelajaran geometri menggunakan pendekatan PMRI siswa kelas IV B di SD Krekah Bantul.
0
1
454
Implementasi perangkat pembelajaran bangun ruang dengan pendekatan PMRI Kelas IV SD Kanisius Totogan Sleman.
0
0
2
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman.
0
1
383
Implementasi perangkat pembelajaran bangun ruang menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SDN Caturtunggal 3 Sleman.
0
0
407
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu Bantul.
0
4
328
Pengembangan perangkat pembelajaran yang mengakomodasi kontribusi siswa pada penjumlahan pecahan dengan pendekatan PMRI kelas IV A SD Negeri Adisucipto I.
0
1
250
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD BOPKRI Demangan III Yogyakarta
0
1
312
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang mengakomodasi kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Kintelan I - USD Repository
0
6
175
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN YANG MENCAKUP INTERAKTIVITAS DENGAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD KANISIUS KINTELAN I TAHUN PELAJARAN 20112012
0
0
190
Pengembangan perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang menggunakan kontribusi siswa dengan pendekatan PMRI di kelas IV-A SD Negeri Tegalrejo II - USD Repository
0
2
227
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu Bantul - USD Repository
0
3
326
IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DI KELAS IV SD N DARATAN MINGGIR SLEMAN SKRIPSI
0
1
395
Implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI di kelas IV SD Kanisius Condongcatur Sleman - USD Repository
0
2
381
Keefektifan pendekatan PMRI terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD N Berbah 2 Sleman pada pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan - USD Repository
0
0
325
Show more