PERENCANAAN DISTRIBUSI PRODUK PAVING DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) (Studi Kasus Di UD. DUA SAUDARA - Surabaya.

 3  10  101  2017-08-12 23:18:54 Laporkan dokumen yang dilanggar

PERENCANAAN DISTRIBUSI PRODUK PAVING DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP)

(Studi Kasus Di UD. “DUA SAUDARA” – Surabaya)S S K K R R I I P P S S I ID D i i a a j j u u k k a a n n O O l l e e h h : :

AGUS PUTRA

0732010096 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR 2011 LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL SKRIPSI PERENCANAAN DISTRIBUSI PRODUK PAVING DENGAN MENGGUNAKAN METODE

DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP)

KATA PENGANTAR

  131 474 475 Alhamdulillah berkat rahmat Tuhan YME yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga Laporan Penelitian Tugas Akhir (Skripsi) denganjudul “Perencanaan Distribusi Produk Paving Dengan Menggunkan Metode Distribution Requirement Planning (DRP) di UD “DUA SAUDARA” - SURABAYA” dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Teman-teman seangkatan khususnya Paralel C tahun 2007 dan Semua pihak yang telah membantu penyelesaian Skripsi yang tidak bisa saya sebutkansatu persatu.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  26 Tabel 3.1 Hasil Analisa Perhitungan DRP untuk tiap item ............................. 51 Tabel 3.2 Hasil Analisa Perhitungan DRP untuk tiap item .............................

DAFTAR LAMPIRAN

  Masalah ini timbul karena konsumen berada pada lokasi yang terpisah secara geografis, halini mengakibatkan pentingnya untuk menyimpan persediaan pada beberapa lokasi sehingga dapat menimbulkan masalah pada manajemen dalam mengkoordinasikan sistem distribusi dari bagianpemasaran, juga pada bagian produksi yang akan menghasilkan produk terbaik. Produk PKM melakukan pengiriman pada bulan: Maret, Juni, September dan November sebanyak2 256 m , Toko Putra Makmur untuk Produk PKA melakukan pengiriman pada bulan: April, Juli,2 Oktober dan Januari sebanyak 294 m , Produk PKM melakukan pengiriman pada bulan: Maret, Juni,2 September, Desember dan Februari sebanyak 259 m .

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Salah satu metode yang dapat digunakan untuk perencanaan distribusi dan mengantisipasi kebutuhan mendatang dengan perencanaan disetiap level darijaringan distribusi adalah dengan menggunakan Distribution Requirement Planning (DRP). Diharapkan dengan adanya perencanaan dan penjadwalan aktivitas distribusi yang baik, keberhasilan dalam pemenuhan permintaan pelanggan akan menjadi lebih optimal, kinerja penjualan meningkat dalammemenuhi order dengan tepat waktu dan tepat jumlah sehingga biaya distribusi dapat ditekan seminimun mungkin.

1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas dapat dilihat permasalahan yang akan diamati dalam penelitian ini adalah : ”Bagaimana merencanakan penjadwalan aktivitas distribusi produk sesuai permintaan dengan biaya distribusi minimum di UD “DUA SAUDARA”Surabaya?” 1.3 Batasan Masalah Dengan tanpa mengurangi maksud dan tujuan penelitian serta untuk menyederhanakan penelitian, maka penulis melakukan pembatasan masalah yaitusebagai berikut : 1. 1.6 Manfaat Penelitian Manfaaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : Bagi Penulis : Menambah wawasan, pengetahuan dan kemampuan dalam Teknik Industri khususnya dalam bidang perencanaan dan penjadwalan aktivitas distribusi untukmemecahkan permasalahan dalam dunia nyata.

1.7. Sistematika Penulisan

  BAB III METODE PENELITIAN Berisi suatu alur atau kerangka kerja yang terstruktur dan sistematis yang merupakan suatu proses dimana terdiri dari tahap-tahap yangsaling terkait satu sama lainnya atau dalam artian hasil dari suatu tahap akan menjadi masukan bagi tahap berikutnya. BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan ditampilkan seluruh data yang dihasilkan dari perencanaan distribusi, dengan menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP), kemudian dianalisa mengenai alternatif solusi-slusi yang diharapkan dapat menjawab permasalahanyang dikaji.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Keinginan untuk meredam ketidakpastianKetidakpastian terjadi akibat: permintaan yang bervariasi dan tidak pasti dalam jumlah maupun waktu kedatangan, waktu pembuatan yang cenderung tidakkonstan antara satu produk dengan produk berikutnya, waktu tenggang (lead tmie) yang cenderung tidak pasti karena banyak faktor yang tak dapatdikendalikan. Decoupling Stock Decoupling Stock merupakan persediaan yang digunakan agar antara stasiun kerja yang satu dengan yang lain tidak terjadi gangguan, maka proses produksi tidak sampai berhenti, oleh karena stasiun kerja yang lainnya juga ikut terganggu.

2.2.3 Jenis Persediaan

  Persediaan bahan baku (raw materials stock) yaitu persediaan dari barang-barang yang digunakan dalam proses produksi, dimana barang tersebut diperoleh darisumber-sumber alam atau dibeli dari supplier yang menghasilkan bahan baku bagi perusahaan yang menggunakannya. Persediaan komponen produk (components stock) yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen diterima dari perusahaan lain, yang dapatsecara langsung di-assembling dengan komponen lain, tanpa melalui proses produksi sebelumnyae.

2.2.4 Biaya-biaya Dalam Sistem Persediaan

  Tujuan dari adanya pengaturan persediaan adalah untuk menentukan bahan baku dan barang jadi pada jumlah yang tepat, waktu yang tepat, dan biaya rendah,untuk itu ada empat parameter yang perlu diperhatikan : 1. Dalam kebanyakan teori persediaan, komponen biaya pembelian ini tidak dimasukkan kedalam total biaya sistem persediaan karenadiasumsikan bahwa harga barang per unit tidak dipengaruhi oleh jumlah barang yang dibeli sehingga komponen biaya pembelian untuk periode waktu tertentu(misalnya 1tahun) konstan akan hal ini tidak akan mempengaruhi jawaban optimal tentang berapa banyak barang yang harus disimpan.

2.2.5 Sistem Persediaan Demand Independent : Model Deterministik

Dalam sistem persediaan demand independent model deterministik terdiri dari sistem economic order quantity (EOQ) single item dan economic order quantity (EOQ) multi item.

2.2.5.1 Sistem Economic Order Quantity (EOQ) Single Item

  Model Persediaan Klasik Dimana :Q = Ukuran lotQ/2 = Rata - rata persediaanB = Titik order kembali ac = ce = Interval antar orderab = cd = ef = lead time Model persedian yang paling sederhana ini memakai asumsi-asumsi sebagai berikut: 1. Jika Lead Time L dinyatakandalam bulan, formulasi titik order : RL B = 12 Jika Lead Time dinyatakan dalam minggu, formulasinya :RL B = 52 Total biaya minimum didapatkan dengan mensubsitusikan nilai Qo pada Q dalam pemesanan total biaya mannual : =( ) Gambar 2.2.

2.2.5.2 Economic Order Quantity (EOQ) Multi Item

  Model ini merupakan model EOQ untuk pembelian bersama (Joint Purchase) beberapa jenis item, dimana asumsi-asumsi yang dapat dipakai adalah :a. Lead timenya sama untuk semua item, dimana semua item yang dipesan akan datang pada satu titik waktu yang sama untuk setiap siklus.

2.3 Pull dan Push System

  Sedangkan Push system perkiraan kebutuhan untuk tiap agen ditotal per periode dan produksi dijadwalkan serta persediaan yang ada di alokasikan ke masing-masing agen. Sistem perusahaan mempertimbangkan total proyeksi kebutuhan persediaan pada pusat distributor, persediaan dalam perjalanan dan rencana penerimaan darisumber (pabrik) serta menciptakan kuantitas yang tersedia untuk tiap agen dan pengecer.

2.4 Distribution Requirement Planning

  Dalam hal ini DRP menyediakan informasi yang dibutuhkan distribusi dan manajemen manufaktur untuk mengefektifkan alokasi persediaan dan kapasitas produksi sehingga pelayanankonsumen dapat ditingkatkan dan investasi persediaan (biaya penyimpanan persediaan) dapat dikurangi. Distribution Requirement Planning didasarkan pada peramalan kebutuhan pada level terendah dalam jaringan tersebut yang akan menentukan kebutuhan persediaan pada level yang lebih tinggi.

2.4.1. Perhitungan Distribution Requirement Planning

  Berapapun banyaknya level yang ada dalam jaringan distribusi, semoga merupakan variabel yang dependent level yang langsungmemenuhi customer. Besarnya Planned Order Release menjadi Gross Requirement pada periode yang sama untuk level berikutnya dari jaringan distribusi.

2.4.2. Fungsi Distribution Requirement Planning Distribusi Requirement Planning sangat berperan baik untuk sistem distribusi

  Keuntungan yang didapat dari penerapan metode DRP adalah : 1) Sebuah jaringan distribusi yang lengkap dapat disusun. 2) DRP menyusun kerangka kerja untuk pengendalian logistik total dari distribusi ke manufaktur untuk pembelian.

2.5 Penentuan Ukuran Lot dan Stock Pengaman

  Bila item tersebut berharga mahal dengan demand yang relative murah, entralisasi stock pengamanmerupakan alternatif terbaik, sebaliknya bila item tersebut berharga atau mempunyai biaya yang cukup rendah demand yang cukup tinggi, maka, alternatif terbaik adalah desentralisasi stock pengaman pada level terendah untuk meningkatkan service level. Formulasi stock pengaman adalah S = B D L − Dimana :S : Stock PengamanB : Titik Reorder : Rata-rata Demand Harian D L : Lead TimePenentuan titik reorder (B) yang digunakan untuk menentukan stock pengaman tidak dapat digunakan teknik atau cara yang biasa dipakai, sertamempertimbangkan tingkat servive level yang diinginkan.

2.6 Peramalan

  Peramalan adalah suatu penaksiran atau perkiraan tingkat permintaan yang diharapkan untuk suatu produk atau beberapa produk dalam periode waktu tertentu dimasa yang akan datang. Ketiga, lingkungan dari kebanyakan organisasi telah berubah dengan cepat sehingga keterkaitan yang harus dimengerti oleh organisasi berubah-rubah dan pengamalan memungkinkan bagi organisasi untuk mempelajari keterkaitan yang baru secara lebihcepat.

2.6.3 Pemilihan Teknik dan Metode Peramalan

  Pemilihan metode peramalan tersebut tidaklahberdasarkan kerumitannya, namun juga perlu diperhatikan kemudahan dan biaya mengimplementasikannya, yang meliputi beberapa faktor, seperti biaya, ketersediaandata, keahlian staff, ketersediaan hardware dan software, ketepatan peramalan yang digunakan dan pertimbangan horizon waktu. Metode ini sering kali lebih disukai karena dapat mengurangi resiko kesalahan yang besar danmenyediakan suatu sistem dengan tingkat kesulitan administratif yang kecil, adanya kenyataan bahwa pemulusan eksponensial dengan tingkat respon yang adaptiftersebut benar-benar otomatis, yang merupakan tambahan keuntungan lain dari pemulusan eksponensial tunggal, membuatnya menjadi metode yang sesuai untukpenggunaan praktis bila pada datanya stasioner dan musiman.

2.6.4 Metode Peramalan Pemulusan

2.6.4.1 Metod e Double Moving Average

  Rata-rata bergerak ganda ini merupakan rata -rata bergerak dari rata-ratabergerak, dan menurut simbol dituliskan sebagai MA (M x N) dimana artinya adalah MA M-periode dari MA N-periode. Penyesuaian untuk kecenderungan dari periode t ke periode t + 1 (atau ke periode t + m jika kita ingin meramalkan m periode ke muka)Penyesuaian ke 2 paling efektif bila trend bersifat linier dan komponen kesalahan randomnya tidak begitu kuat.

2.6.4.2. Metode Pemulisan Eksponensial Ganda :

  Metode pemulusan eksponensial linier dari Holt tidak menggunakan rumus pemulusan berganda secara lamgsung, tetapi memuluskan nilai trend denganparameter yang berbeda-beda dari parameter yang digunakan pada deret asli. Persamaan kedua meremajakan trend, yang ditujukan sebagai perbedaan antara 2 nilai pemulusan terakhir, karena mungkin masih terdapat sedikit kerandoman, makahal ini dihilangkan oleh pemulusan dengan δ (gamma) trend pada periode terakhir (St Metode parameter dari Holt adalah :S1 = X1 Χ 2 − Χ 1 Χ 4 − Χ5( ) ( ) 2 B1 = taksiran kemiringan (slope) bola mata (eye ball) setelah data tersebut di plot.

2.6.4.3 Metod e Regresi Linear

  Regresi linear adalah suatu metode populer untuk berbagai macam permasalahan. t t= ∈ + Dimana :ˆ f ( t ) = nilai dari fungsi (permintaan) pada periode t (variabel terikat) a , b = intercept dan slope t = periode (variabel bebas) t = error atau kesalahan atau penyimpangan pada periode t∈ Bila digunakan untuk pendugaan (peramalan), maka formulasi regresi linear adalah f ( t ) a ˆ b t= Dimana :2 t f t t t .

2.6.5. Pengujian Peramalan

  Tujuan metode ini adalah untuk memeriksa peramalan-peramalan yang telah Langkah-langkah dalam pembuatan MRC adalah sebagai berikut : (Biegel, 1992, hal 65) 1. Menghitung Rentang Bergerak (Moving Range)MR = t - d t ) – (d’ t - 1 – d t - 1) │(d’ │Dimana : dt : data aktual tahun tertentud’t : data hasil peramalan tahun tertentu 2.

2.7 Penelitian Terdahulu

Penelitian sejenis yang pernah dilakukan di beberapa perusahaan dengan menggunakan Distribution Requirement Planning (DRP) antara lain :

a. Anita Anggraini (2007)

  Jumlah Permintaan (Demand)Data permintaan ini merupakan data standart yang di peroleh dari perusahaan untuk permintaan masing-masing distribusi. Persediaan Produk JadiData persediaan produk jadi merupakan data standart yang diperoleh dari perusahaan untuk menentukan projected dan hand (merupakan besarnya itemyang ada pada masing-masing periode).

b. Dona Suci Istianingrum (2006)

  Jumlah Permintaan (Demand)Data permintaan ini merupakan data standart yang di peroleh dari perusahaan untuk permintaan masing-masing distribusi. Persediaan Produk JadiData persediaan produk jadi merupakan data standart yang diperoleh dari perusahaan untuk menentukan projected dan hand (merupakan besarnya itemyang ada pada masing-masing periode).

c. Iswah Yudi (2007)

  Persediaan Produk JadiData persediaan jadi merupakan data standart yang diperoleh dari perusahaan untuk menentukan projected dan hand (merupakan besarnya itemyang ada pada masing-masing warehouse). Setelah dilakukan perhitungan Total Cost biaya distribusi dengan metode perusahaan dam Distribution Requirement Planning (DRP) makadilakukan perbandingan hasil Total Cost biaya distribusi dari kedua metode tersebut yakni Rp 147.823.539,76 - Rp 124.950.949 = Rp 22.872.590,76 (Iswah Yudi, 2007, ” Perencanaan dan Penjadwalan Aktivitas Distribusi DenganMenggunakan Distribution Requirement Planning (DRP) Studi Kasus di PT.

BAB II I METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di UD “DUA SAUDARA”, yang beralamat di Gunung Anyar, Surabaya. Penelitian tersebut dilakukan untuk mendukung permasalahan

yang dibahas yang dilaksanakan pada bulan Februari 2011 sampai dengan data yang diperlukan sudah mencukupi.

3.2 Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel

  Persediaan Produk JadiPersediaan produk jadi ini adalah jumlah produk yang ada di gudang, untuk menentukan projected on hand (merupakan besarnya item yangada pada masing-masing periode) c. Distribution Requirement Planning tiap item ditabulasikan sebagai berikut : X Distribution Center On Hand Balance : Lead Time :Safety Stock : Order Quantity : Past Due Period1 2 3 4 5 6 7 8 Gross Requirement Schedule ReceiptsProjected On Hand Net RequirementsPlanned Order Receipts Planned Order Release Tabel 3.1 Hasil Analisa Perhitungan DRP untuk tiap item Langkah-langkah Perhitungan DRP dapat ditentukan dengan rumus berikut: a.

3.5 Langkah-langkah Pemecahan Masalah

  Metode DRP dipilihPada bagian ini metode DRP dipilih karena menghasilkan biaya distribusi yang terkecil yang nantinya akan digunakan untuk melakukan perencanaandan penjadwalan distribusi untuk bulan Maret 2010 sampai Februari 2011. PeramalanHal yang terpenting adalah menentukan metode mana yang harus digunakan untuk masing-masing keadaan dan seberapa banyak modifikasiyang diperlukan untuk memasukkan perkiraan pribadi sebelum pendugaan digunakan sebagai dasar untuk merencanakan kegiatan mendatang.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengumpulan Data

  Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan data-data yang dikumpulkan yaitu : 1. Data permintaan produk 2.

4.1.1 Data Permintaan Produk Bulanan Bulan Maret 2010 – Februari 2011

Data Permintaan bulanan produk pada bulan Maret 2010 sampai Februari 2011 adalah sebagai berikut : 64 2 Tabel 4.1 Data Permintaan Produk Bulanan Toko Sari Bumi (m )PRODUK TAHUN BULAN PKA PKM Maret 120 100April 100 80 Mei 80 100Juni 100 80 Juli 140 1202010 Agustus 100 80 September 80 80 Oktober 120 100November 100 100Desember 80 80 Januari 120 1202011 Februari 80 80 JUMLAH 1220 1120 Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) 2 Tabel 4.2 Data Permintaan Produk Bulanan Toko Putra Makmur (m )PRODUK TAHUN BULAN PKA PKM Maret 120 100April 80 100Mei 80 80 Juni 100 80 Juli 120 1202010 Agustus 100 80 September 80 100Oktober 100 100November 100 80 Desember 80 80 Januari 120 1002011 Februari 80 100 JUMLAH 1160 1120Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) 65 2 Tabel 4.3 Data Permintaan Produk Bulanan Toko Sinar Jaya (m )PRODUK TAHUN BULAN PKA PKM Maret 100 120April 100 80 Mei 80 80 Juni 80 100Juli 120 120 2010Agustus 80 80 September 80 80 Oktober 100 100November 80 80 Desember 100 80 Januari 100 1002011 Februari 80 80 JUMLAH 1100 1100 Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) 2 Tabel 4.4 Data Permintaan Produk Bulanan Toko Nusa Indah (m )PRODUK TAHUN BULAN PKA PKM Maret 100 100April 80 80 Mei 100 80 Juni 80 100Juli 120 100 2010Agustus 80 80 September 80 80 Oktober 100 100November 80 100Desember 80 80 Januari 120 1002011 Februari 80 80 JUMLAH 1100 1080 66

4.1.2 Data Inventory On Hand

  80 Sinar Jaya 100 Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) 2 PRODUK HARGA PRODUKPKA Rp 35.000,00 PKM Rp 38.000,00 Tabel 4.7 . Harga Produk Per m pada perusahaan adalah sebagai berikut : 2 Harga masing-masing produk paving per m 80 Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) 80 Nusa Indah 100 80 Putra Makmur 100 Besarnya persediaan awal tiap periode pada setiap level distribusi tidaklah sama, bergantung dari besarnya fluktuasi permintaan yang terjadi dan kelancarankedatangan pemesanan serta kelancaran proses produksi yang berlangsung.

4.1.3 Harga Produk

  67 4.1.4 Lead TimeLead Time masing-masing produk pada perusahaan adalah sebagai berikut: Tabel 4.8 Lead Time (Bulan) PRODUK LEAD TIM E PKA 1 PKM 1 Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) 4.1.5 Biaya Pengiriman Biaya pengiriman produk adalah sebagai berikut : Tabel 4.9 Rincian Biaya pengiriman (Rp./kirim) TOKO No Keterangan SARI PUTRA SINAR NUSA BUMI MAKMUR JAYA INDAH 1. Biaya Tenaga Kerja yang terlibat a.

BIAYA TOKO KIRIM

Sari Bumi Rp86,500.00Putra Makmur Rp89,000.00 Sinar Jaya Rp93,000.00Nusa Indah Rp90,000.00 TOTAL KESELURUHANRp358,500.00 Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) 68

4.1.6 Biaya Penyimpanan

Biaya penyimpanan Masing-masing Produk diperinci sebagai berikut : Tabel 4.11 Rincian Biaya Penyimpanan (Rp./ m 2 )Produk Biaya Simpan PKA Rp200.00/ m 2 PKM Rp250.00/ m 2 Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) Biaya simpan produk masing-masing toko selama 1 tahun diperlihatkan pada tabel berikut : Tabel 4.12 . Biaya Simpan Produk PKA Sari Bumi (Rp. 200.00/ m 2 )

TAHUN BULAN PRODUK PKA BIAYA SIMPAN TOTAL BIAYA SIMPAN

  Rp200.00 Rp24,000.00April 100 80 Rp200.00 Rp16,000.00Juni 100 Rp200.00 Rp20,000.00Juli 140 Rp200.00 Rp28,000.00Agustus 100 Rp200.00 Rp20,000.00September 80 Rp200.00 Rp16,000.00Oktober 120 Rp200.00 Rp24,000.00November 100 Rp200.00 Rp20,000.00Desember 80 Rp200.00 Rp16,000.002011 Januari 120Rp200.00 Rp24,000.00 Februari 80 Rp200.00 Rp16,000.00 JUMLAH Rp244,000.00Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) 2010Maret 120 Rp200.00 Rp20,000.00Mei 69 Tabel 4.13. Biaya Simpan Produk PKM Sari Bumi (Rp.

TAHUN BULAN

  2,021,000.00 Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) TOTAL KESELURUHANRp916,000.00 Rp1,105,000.00 Sinar Jaya Rp220,000.00 Rp275,000.00Nusa Indah Rp220,000.00 Rp270,000.00 Sari Bumi Rp244,000.00 Rp280,000.00Putra Makmur Rp232,000.00 Rp280,000.00 Tabel 4.14. Total Biaya Simpan Dari perhitungan pada Lampiran B dapat diketahui Biaya Penyimpanan masing- masing toko adalah sebagai berikut : Sumber : UD ”DUA SAUDARA” (Lampiran B) Adapun untuk perhitungan toko yang lain dapat dilihat pada Lampiran B.

TOKO BIAYA SIMPAN PKA PKM

70

4.2 Pengolahan Data

  Pengolahan data diawali dengan melakukan perbandinganperhitungan biaya distribusi dengan menggunakan metode perusahaan dengan metode DRP. Tapi jika metode DRP lebih baik, maka dilakukan peramalan, menghitung persediaan, perencanaan dan pengendalian persediaandengan DRP.

4.2.1 Perhitungan Biaya Distribusi Dengan Menggunakan Metode Perusahaan

  Pada bagian ini dilakukan perbandingan biaya sistem distribusi yang dilakukan perusahaan. Dari data biaya pengiriman pada tabel 4.15 dan data frekuensi pengiriman selama 1 tahun, didapatkan total biaya pengiriman seperti berikut: Total Biaya Pengiriman per tahun = Frekuensi kirim x Biaya kirim per bulan Tabel 4.15.

BIAYA KIRIM TOTAL BIAYA TOKO FREKUENSI PKA PER KIRIM KIRIM SARI BUMI

PUTRA MAKMUR

16 Rp86,500.00 Rp1,384,000.00 15 Rp89,000.00 Rp1,335,000.00

SINAR JAYA

NUSA INDAH

  72 4.2.2.1 Menghitung Economic Order Quantity (EOQ) dan Safety Stock (SS)Economic Order Quantity (EOQ) digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang paling ekonomis. Formulasi EOQ yang digunakan adalah : × ×EOQ =H Perhitungan EOQ untuk masing-masing produk adalah sebagai berikut: 120 10080 .

12 C Rp. 86.500/kir im

  Formulasi untuk menghitung Safety Stock adalah : = Sedangkan Reorder (B) dapat diperoleh berdasarkan permintaan selama periode pengisian kembali (lead time), rumusnya adalah sebagai berikut : B DL Z L= σ + α Pihak manajemen menentukan tingkat service level yang dipergunakan dalam Safety Stock adalah sebesar 95 %. m= × − == × + × == == = = 2 mRm 101 67 , D 1 L 19σ bulan αZ 92 , B 1 101,671,64 1 92 ,19 1,64 33134,34 1 101,67 S 134 34 , 2 ( ) Perhitungan DRP untuk produk dan kota lain disajikan pada lampiran E dan untuk hasil perhitungan ditunjukkan pada tabel 4.19, sehingga didapatkantotal biaya distribusi dengan metode DRP sebesar Rp.

4.2.3. Perbandingan Metode Perusahaan Dengan Metode DRP

  Setelah melakukan perhitungan biaya distribusi selama tahun 2010 dengan metode perusahaan dan metode DRP, ternyata total biaya dengan menggunakanmetode perusahaan, yaitu sebesar Rp. × − = 26,71%Sehingga metode DRP dipilih untuk melakukan perencanaan dan penjadwalan distribusi produk paving PKA dan PKM ke Masing-masing toko.

4.2.4. Membuat Diagram Pencar Data Permintaan Maret 2010 – Februari 2011

  Mean Square Error (MSE) Hasil Peramalan toko Sari Bumi PRODUK SA SES DES PKA 497.6543 541.6672 566.6596 PKM 301.3294 309.3776 273.9471 Sumber:Pengolahan data(Lampiran G) MSE yang terkecil untuk toko Sari Bumi produk PKA dan PKM adalah dengan metode Simple Average (SA) untuk PKA dan Double Exponential Smoothing (DES )untuk PKM. Untuk Moving Range Chart (MRC) toko dan produk yang lain dapat dilihat pada Lampiran H.

4.2.4.3. Menentukan Peramalan Demand Bulanan

  Peramalan demand bulanan untuk setiap produk dari masing-masing distributor menggunakan metode yang berbeda-beda. pemesanan yang paling ekonomis, dimana dalam DRP EOQ disebut sebagai lot Economic Order Quantity (EOQ) digunakan untuk menentukan jumlah Untuk hasil peramalan demand bulanan toko lain dapat dilihat pada Lampiran I.

4.2.4.4 Menghitung Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS)

80

4.2.4.4.1 Menghitung Economic Order Quantity (EOQ)

  EOQ pada masing-masing toko (m ) EOQ TOKO PKA PKM SARI BUMI 297 256 PUTRA MAKMUR 294 259 SINAR JAYA 296 262 NUSA INDAH 289 255 Sumber:Pengolahan Data(Lampiran J) 81 Besarnya Safety Stock yang harus dibebankan pada setiap level distribusi tergantung kuantitas permintaan, lamanya lead time dan service level yang ingindicapai perusahaan. 1 L D 102 m= × − == × + × == == = 24 σbulan B 1 102 24 1,641,64 Z 19 , 1 S 141 67 ,1 19 , 41 02 α 1 40 α ( )( ) Perhitungan Safety Stock untuk Toko Sari Bumi produk PKA : dapat ditentukan dengan melihat tabel distribusi normal yaitu sebesar 1,64.

4.2.5. Pembuatan Total Kebutuhan Seluruh Produk

  Total kebutuhan seluruh produk diperoleh dari total kebutuhan (planned order release) pada tiap-tiap bulannya. Pembuatan total kebutuhan seluruh produk berguna dalam pembuatan jadwal distribusi dengan menggunakan metode penghematan, untuk menentukan berapa kapasitas yang dibutuhkan oleh masing-masing toko.

SARI BUMI PUTRA MAKMUR SINAR JAYA NUSA INDAH TAHUN BULAN PKA PKM PKA PKM PKA PKM PKA PKM

297 256 259 262 255Maret 294 296 289AprilMei 297 256 259 262 255Juni 294 296 289Juli 2011Agustus 297 256 259 262 255September 294 296 289Oktober 256November 297 259 262 255Desember 294 296 289Januari 2012 256 259Februari Sumber:Pengolahan Data(Lampiran L) 83

4.3. Analisa Dan Pembahasan

  Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan diperoleh hasil yang akan dianalisa dan dibahas pada sub bab ini (sub bab 4.3.). Adapun analisa danpembahasan hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut : Tabel 4.25.

METODE BIAYA PERUSAHAAN

  Hal ini membuktikan bahwa metode DRP lebih efisien bila diterapkan pada perusahaan UD “DUA SAUDARA”, sehingga digunakan untuk memperkirakan kebutuhan pada periode berikutnya yaitu pada bulan Maret 2010 sampai Februari 2011. Perencanaan dan penjadwalan aktifitas distribusi produk pada bulan Maret 2011 sampai Februari 2012 adalah sebagai berikut :1) Bulan Maret 2011 2 84 2 2 toko Putra Makmur sebanyak 259 m , ke toko Sinar Jaya sebanyak 2 2 262 m , ke toko Nusa Indah sebanyak 255 m .

3) Bulan Mei 2011 • Produk PKA : Tidak terdapat pengiriman produk PKA

  4) Bulan Juni 2011 2 • Produk PKA : Pengiriman ke toko Sari Bumi sebanyak 297 m .. 2 2 toko Putra Makmur sebanyak 259 m , ke toko Sinar Jaya sebanyak 2 2 262 m , ke toko Nusa Indah 255 m5) Bulan Juli 2011 2 2 m , ke toko Sinar Jaya sebanyak 296 m , ke toko Nusa Indah 2 sebanyak 289 m .

6) Bulan Agustus 2011 • Produk PKA : Tidak terdapat pengiriman produk PKM

  857) Bulan September 2011 2 2 2 toko Putra Makmur sebanyak 259 m , ke toko Sinar Jaya sebanyak 2 2 262 m , ke toko Nusa Indah sebanyak 255 m . 8) Bulan Oktober 2011 2 2 m , ke toko Sinar Jaya sebanyak 296 m , ke toko Nusa Indah 2 sebanyak 289 m .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

  Dari analisa yang telah dilakukan dapat ditarik suatu kesimpulan, yaitu untuk perencanaan penjadwalan distribusi pada Maret 2011 sampai Februari2012 untuk produk Paving Kotak Abu-abu (PKA) dan Paving Kotak Merah(PKM) masing-masing toko sebagai berikut: A. Berdasarkan metode DRP didapatkan Perencanaan dan PenjadwalanAktivitas Distribusi Produk, serta penghematan biaya distribusi yang awalnya menggunakan metode perusahaan, Total Costnya sebesar Rp.

5.2. Saran

  Perusahaan disarankan untuk menggunakan DRP dalam melakukan perencanaan kegiatan distribusi untuk bulan Maret 2011 – Februari2012. Untuk memudahkan perhitungan sebaiknya menggunakan software komputer sehingga lebih sistematis dan memudahkan perusahaan dalammelakukan perencanaan dan apabila ada perubahan mendadak dapat diantisipasi lebih awal.

Informasi dokumen
PERENCANAAN DISTRIBUSI PRODUK PAVING DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) (Studi Kasus Di UD. DUA SAUDARA - Surabaya. Analisa Dan Pembahasan HASIL DAN PEMBAHASAN Data Permintaan Produk Bulanan Bulan Maret 2010 – Februari 2011. Data Inventory On Hand Distribusi Pull dan Push System Dona Suci Istianingrum 2006 TINJAUAN PUSTAKA Harga Produk Lead Time Biaya Pengiriman Biaya Penyimpanan Iswah Yudi 2007 TINJAUAN PUSTAKA Jenis Persediaan Biaya-biaya Dalam Sistem Persediaan Langkah-langkah Pemecahan Masalah METODE PENELITIAN Manfaat Penelitian Sistematika Penulisan Menghitung Economic Order Quantity EOQ dan Safety Stock SS Menghitung Economic Order Quantity EOQ Menghitung Safety Stock SS Menghitung Economic Order Quantity EOQ, Safety Stock SS Menghitung Mean Square Error MSE Uji Verifikasi Dengan Moving Range Chart MRC Menentukan Peramalan Demand Bulanan Metode Pemulisan Eksponensial Ganda : Metod e Regresi Linear Metode Pengumpulan Data Metode Pengolahan Data Pembuatan Total Kebutuhan Seluruh Produk Pemilihan Teknik dan Metode Peramalan Penelitian Terdahulu Anita Anggraini 2007 Penentuan Ukuran Lot dan Stock Pengaman Peran Akan Teknik Peramalan Model-model Peramalan Perhitungan Biaya Distribusi Dengan Menggunakan Metode Perbandingan Metode Perusahaan Dengan Metode DRP Perhitungan Distribution Requirement Planning Fungsi Distribution Requirement Planning Perumusan Masalah Batasan Masalah Asumsi Tujuan Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel Timbulnya Persediaan Fungsi Persediaan
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

PERENCANAAN DISTRIBUSI PRODUK PAVING DENGAN M..

Gratis

Feedback